{"nodes": [{"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 958.6828997115884, "y": 752.1339440525629, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.6635, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2043964189249622481", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Posisi rupiah yang melemah ke Rp17.127/USD dipengaruhi utama oleh faktor global: penguatan dolar AS akibat ketegangan geopolitik Timur Tengah (konflik AS-Iran, ancaman Selat Hormuz, & lonjakan harga minyak). Ini picu sentimen risk-off investor, outflow modal asing, & tekanan", "post_id": "2043964189249622481"}}, {"key": "fimnland", "attributes": {"label": "fimnland", "x": 455.1140015820181, "y": 773.7713840527256, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 19.4705, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2043964189249622481", "id": "fimnland", "source": "tweet-000004", "content": "Posisi rupiah yang melemah ke Rp17.127/USD dipengaruhi utama oleh faktor global: penguatan dolar AS akibat ketegangan geopolitik Timur Tengah (konflik AS-Iran, ancaman Selat Hormuz, & lonjakan harga minyak). Ini picu sentimen risk-off investor, outflow modal asing, & tekanan", "post_id": "2043964189249622481"}}, {"key": "idextratime", "attributes": {"label": "idextratime", "x": 590.215092774326, "y": 14.837841041158594, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 19.4705, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2043964189249622481", "id": "idextratime", "source": "tweet-000004", "content": "Posisi rupiah yang melemah ke Rp17.127/USD dipengaruhi utama oleh faktor global: penguatan dolar AS akibat ketegangan geopolitik Timur Tengah (konflik AS-Iran, ancaman Selat Hormuz, & lonjakan harga minyak). Ini picu sentimen risk-off investor, outflow modal asing, & tekanan", "post_id": "2043964189249622481"}}, {"key": "elcheeefffff", "attributes": {"label": "elcheeefffff", "x": 557.2417837638983, "y": 78.33286474888112, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.6635, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2041456739997073758", "id": "elcheeefffff", "source": "tweet-000004", "content": "Global chaos (geopolitik) bikin investor kabur ke dolar.\nDolar lagi kuat karena suku bunga AS tinggi.\nHarga minyak naik,impor naik, butuh dolar lebih banyak.\nDalam negeri? Sentimen investor lagi hati2+ kebutuhan dolar naik.\nIntinya: rupiah lagi kejebak tekanan global + domestik", "post_id": "2041456739997073758"}}, {"key": "hadisagala", "attributes": {"label": "hadisagala", "x": 568.5060307460436, "y": 430.16531803380855, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 25.2775, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041456739997073758", "id": "hadisagala", "source": "tweet-000004", "content": "Global chaos (geopolitik) bikin investor kabur ke dolar.\nDolar lagi kuat karena suku bunga AS tinggi.\nHarga minyak naik,impor naik, butuh dolar lebih banyak.\nDalam negeri? Sentimen investor lagi hati2+ kebutuhan dolar naik.\nIntinya: rupiah lagi kejebak tekanan global + domestik", "post_id": "2041456739997073758"}}, {"key": "celebesmedia.id", "attributes": {"label": "celebesmedia.id", "x": 611.5410172279247, "y": 503.7541587452, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 23.7626, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "3875070615083074566_10864878485", "id": "celebesmedia.id", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan pelemahan pada awal perdagangan pekan ini. \n\nPada Senin (13/4) pagi, rupiah tercatat turun 17 poin atau sekitar 0,10 persen ke level Rp17.121 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.104 per dolar AS.\n\nPelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kondisi geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah.\n\nAnalis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai tekanan terhadap rupiah berasal dari meningkatnya ketidakpastian setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang akan menutup Selat Hormuz usai gagalnya negosiasi Iran dan Amerika Serikat di Islamabad.\n\n“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah meningkatnya ketidakpastian seputar geopolitik di Timteng (Timur Tengah) menyusul ancaman Trump untuk menutup Selat Hormuz setelah perundingan yang gagal dengan Iran,” ucapnya, dikutip dari Antara.\n\nMengutip laporan Sputnik, Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan segera melakukan blokade angkatan laut di Selat Hormuz.\n\nReuters juga melaporkan Trump dala  pernyataannya di Truth Social, Trump menegaskan sikap keras terhadap aktivitas maritim yang terkait Iran.\n\n\"Tidak seorang pun yang membayar bea masuk ilegal akan memiliki jalur aman di laut lepas. Setiap warga Iran yang menembak kita, atau kapal-kapal damai, akan DIHANCURKAN!\" tulis Trump.\n\nBaca selengkapnya di www.celebesmedia.id\n\nIkuti juga sosial media kami  & \ndi Instagram, Tiktok, Twitter, Threads, & Youtube\n\n#rupiah #matauang #dolar #nilaitukaruang #uang", "post_id": "3875070615083074566_10864878485"}}, {"key": "celebespsm", "attributes": {"label": "celebespsm", "x": 169.6200803832092, "y": 882.199341775897, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 23.7626, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3875070615083074566_10864878485", "id": "celebespsm", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan pelemahan pada awal perdagangan pekan ini. \n\nPada Senin (13/4) pagi, rupiah tercatat turun 17 poin atau sekitar 0,10 persen ke level Rp17.121 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.104 per dolar AS.\n\nPelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kondisi geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah.\n\nAnalis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai tekanan terhadap rupiah berasal dari meningkatnya ketidakpastian setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang akan menutup Selat Hormuz usai gagalnya negosiasi Iran dan Amerika Serikat di Islamabad.\n\n“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah meningkatnya ketidakpastian seputar geopolitik di Timteng (Timur Tengah) menyusul ancaman Trump untuk menutup Selat Hormuz setelah perundingan yang gagal dengan Iran,” ucapnya, dikutip dari Antara.\n\nMengutip laporan Sputnik, Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan segera melakukan blokade angkatan laut di Selat Hormuz.\n\nReuters juga melaporkan Trump dala  pernyataannya di Truth Social, Trump menegaskan sikap keras terhadap aktivitas maritim yang terkait Iran.\n\n\"Tidak seorang pun yang membayar bea masuk ilegal akan memiliki jalur aman di laut lepas. Setiap warga Iran yang menembak kita, atau kapal-kapal damai, akan DIHANCURKAN!\" tulis Trump.\n\nBaca selengkapnya di www.celebesmedia.id\n\nIkuti juga sosial media kami  & \ndi Instagram, Tiktok, Twitter, Threads, & Youtube\n\n#rupiah #matauang #dolar #nilaitukaruang #uang", "post_id": "3875070615083074566_10864878485"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 770.0086293961489, "y": 287.8672571045845, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 91.0896, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3874281039761880483_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia menyebut kebijakan menjaga harga BBM subsidi tetap stabil membantu menahan tekanan rupiah di tengah gejolak harga minyak global.\n\nMeski rupiah masih melemah akibat penguatan dolar dan konflik Timur Tengah, pemerintah memastikan harga BBM subsidi tetap aman hingga akhir 2026, menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#HargaBBM #KonflikTimurTengah #BloombergTechnoz", "post_id": "3874281039761880483_51748745734"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 803.2499014442803, "y": 651.6501389516609, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 91.0896, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3874409192090765383_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah diperkirakan bisa melemah hingga Rp17.400/USD lebih cepat dari proyeksi akibat eskalasi geopolitik global. 🌍\n\nMenurut Ibrahim Assuaibi, kegagalan negosiasi AS–Iran mendorong penguatan dolar AS 💵 dan lonjakan harga minyak (WTI > US$104) 🛢️, yang mempercepat tekanan terhadap rupiah.\n\nDampaknya, pasokan energi terganggu dan berpotensi membebani APBN, sehingga pemerintah perlu antisipasi cepat untuk menjaga stabilitas ekonomi. ⚠️\n\nSumber: emitennews.com, 13 April 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#Rupiah #USDIDR #NilaiTukar #EkonomiGlobal #IHSG #SahamIndonesia #Investasi #mancingsaham", "post_id": "3874409192090765383_52512310886"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 133.96085890638543, "y": 846.6274398487852, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 168.5156, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 1, "degree": 3}, "_id": "3875017496470573807_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Kenaikan harga minyak global dinilai akan berdampak langsung terhadap kebutuhan subsidi pemerintah apabila harga bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri tetap ditahan.\n\n“Dari simulasi kami, jika harga minyak mencapai sekitar USD84 per barel dengan nilai tukar rupiah di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.000 per USD, maka tambahan subsidi energi yang dibutuhkan bisa mencapai lebih dari Rp100 triliun,” ujar Direktur Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal dalam pernyataannya, Selasa (14/4/2026).\n\nDia menjelaskan, tekanan tersebut muncul karena pemerintah berupaya menjaga harga energi domestik agar tidak langsung mengikuti kenaikan harga global. Tujuannya untuk menahan laju inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/economics/tambahan-subsidi-energi-berpotensi-dorong-defisit-apbn-dekati-ambang-batas-3-persen\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto:  Istimewa\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "3875017496470573807_3310659452"}}, {"key": "joeliardisunendar", "attributes": {"label": "joeliardisunendar", "x": 210.7088099841077, "y": 18.59576152072695, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 13.6635, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3874725447075032055_9022830818", "id": "joeliardisunendar", "source": "instagram-000001", "content": "🛢️ WAR GAME: BLOKADE HORMUZ\n\nNegosiasi Islamabad gagal. Trump umumkan blokade. Brent tembus $102/bbl.\n\nPertanyaannya bukan siapa yang lebih kuat — tapi siapa yang lebih tahan sakit? \n\nBukan siapa yang menang dalam pertempuran, tetapi siapa yang tidak mampu menuntaskan perang?\n\nSejarah menjawab dengan jelas:\n\n→ Perang Vietnam, Iraq. Afganistan, AS selalu menang pertempuran, tapi selalu kalah dalam kemauan - AS tidak menang dalam perang. Denting jam politik menjadi batasan : ada siklus pemilu, approval-rating yang merosot, lonjakan harga bensin, dan sekutu yang tidak ingin membantu. Biaya perang juga sangat mahal.\n\n→ Iran bisa bertahan 8 tahun perang dengan Irak, 45 tahun dihantam sanksi — dan rezim tetap berdiri. Iran tidak perlu menang. Bagi Iran, tidak kalah sudah cukup menjadi simbol kemenangan.\n\n→ Pola historis: Eskalasi → Gesekan Asimetris → Tekanan Ekonomi Global → Negosiasi\n\nBagi Indonesia sebagai net oil importer sejak 2003, ini bukan tontonan — ini ancaman langsung:\n\n⛽ Tiap kenaikan $1/bbl = defisit fiskal +$400 juta\n\n💰 APBN : asumsi $70/bbl vs. realita $100+/bbl - asumsi USD Rp 16,500 vs. realita Rp 17,100.\n\n📉 Rupiah, inflasi, dan daya beli masyarakat jadi korban\n\nInvestor yang paham pola krisis energi akan siap ambil peluang saat yang lain panik.\n\nSimpan carousel ini. Share ke teman investor Anda\n\n📲 Follow  untuk analisis yang tidak Anda dapatkan di media mainstream.\n\n#Hormuz #OilCrisis #Indonesia #JSPortfolio #wargame", "post_id": "3874725447075032055_9022830818"}}, {"key": "jsportfolio", "attributes": {"label": "jsportfolio", "x": 244.82078922768736, "y": 281.23873703636184, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 25.2775, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3874725447075032055_9022830818", "id": "jsportfolio", "source": "instagram-000001", "content": "🛢️ WAR GAME: BLOKADE HORMUZ\n\nNegosiasi Islamabad gagal. Trump umumkan blokade. Brent tembus $102/bbl.\n\nPertanyaannya bukan siapa yang lebih kuat — tapi siapa yang lebih tahan sakit? \n\nBukan siapa yang menang dalam pertempuran, tetapi siapa yang tidak mampu menuntaskan perang?\n\nSejarah menjawab dengan jelas:\n\n→ Perang Vietnam, Iraq. Afganistan, AS selalu menang pertempuran, tapi selalu kalah dalam kemauan - AS tidak menang dalam perang. Denting jam politik menjadi batasan : ada siklus pemilu, approval-rating yang merosot, lonjakan harga bensin, dan sekutu yang tidak ingin membantu. Biaya perang juga sangat mahal.\n\n→ Iran bisa bertahan 8 tahun perang dengan Irak, 45 tahun dihantam sanksi — dan rezim tetap berdiri. Iran tidak perlu menang. Bagi Iran, tidak kalah sudah cukup menjadi simbol kemenangan.\n\n→ Pola historis: Eskalasi → Gesekan Asimetris → Tekanan Ekonomi Global → Negosiasi\n\nBagi Indonesia sebagai net oil importer sejak 2003, ini bukan tontonan — ini ancaman langsung:\n\n⛽ Tiap kenaikan $1/bbl = defisit fiskal +$400 juta\n\n💰 APBN : asumsi $70/bbl vs. realita $100+/bbl - asumsi USD Rp 16,500 vs. realita Rp 17,100.\n\n📉 Rupiah, inflasi, dan daya beli masyarakat jadi korban\n\nInvestor yang paham pola krisis energi akan siap ambil peluang saat yang lain panik.\n\nSimpan carousel ini. Share ke teman investor Anda\n\n📲 Follow  untuk analisis yang tidak Anda dapatkan di media mainstream.\n\n#Hormuz #OilCrisis #Indonesia #JSPortfolio #wargame", "post_id": "3874725447075032055_9022830818"}}, {"key": "onlytriv1", "attributes": {"label": "onlytriv1", "x": 778.3099300625931, "y": 252.43045062077385, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.6635, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7628482163456888085", "id": "onlytriv1", "source": "tiktok-000001", "content": "—— Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan menyentuh level Rp17.130 per dolar AS, mencetak rekor terendah baru sepanjang sejarah. Pelemahan ini terjadi di tengah kombinasi tekanan global, termasuk penguatan dolar AS, lonjakan harga energi, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Selain faktor eksternal, arus keluar dana asing dari pasar domestik juga turut memperburuk tekanan terhadap rupiah, seiring meningkatnya sikap hati hati investor global. Kondisi ini berpotensi berdampak pada inflasi dalam negeri, terutama melalui kenaikan harga barang impor dan biaya produksi. Bank sentral Bank Indonesia diperkirakan akan terus melakukan langkah stabilisasi, termasuk intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga volatilitas tetap terkendali. #rupiah #cryptowave #gabrielrey #fyppppppppppppppppppppppp #fyp", "post_id": "7628482163456888085"}}, {"key": "cryptowaveid", "attributes": {"label": "cryptowaveid", "x": 117.38575325997047, "y": 720.5923454110671, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 25.2775, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628482163456888085", "id": "cryptowaveid", "source": "tiktok-000001", "content": "—— Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan menyentuh level Rp17.130 per dolar AS, mencetak rekor terendah baru sepanjang sejarah. Pelemahan ini terjadi di tengah kombinasi tekanan global, termasuk penguatan dolar AS, lonjakan harga energi, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Selain faktor eksternal, arus keluar dana asing dari pasar domestik juga turut memperburuk tekanan terhadap rupiah, seiring meningkatnya sikap hati hati investor global. Kondisi ini berpotensi berdampak pada inflasi dalam negeri, terutama melalui kenaikan harga barang impor dan biaya produksi. Bank sentral Bank Indonesia diperkirakan akan terus melakukan langkah stabilisasi, termasuk intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga volatilitas tetap terkendali. #rupiah #cryptowave #gabrielrey #fyppppppppppppppppppppppp #fyp", "post_id": "7628482163456888085"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch2", "attributes": {"label": "nasionalcorruptionwatch2", "x": 461.37352867498646, "y": 52.73995202375392, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.6635, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 0, "out_degree": 8, "degree": 8}, "_id": "7595113721618287888", "id": "nasionalcorruptionwatch2", "source": "tiktok-000001", "content": "BUMN adalah identitas yang seharusnya menjadi simbol kekuatan ekonomi nasional. Namun kenyataannya, hingga saat ini, banyak BUMN yang mencatatkan kerugian, meski mereka mendapat akses modal, fasilitas, dan dukungan kebijakan yang tidak dimiliki perusahaan swasta. Nama-nama seperti Krakatau Steel, Bio Farma, Wika, Waskita Karya, Jiwasraya, Perumnas, dan PNRI terus berada dalam tekanan berat. Penyebabnya bukan sekadar fluktuasi pasar, tetapi masalah struktural yang sudah lama menggerogoti tubuh BUMN. Mulai dari manajemen yang tidak efisien, keputusan bisnis yang keliru, hingga proyek yang dijalankan tanpa perhitungan risiko yang matang. Beban utang membengkak, bunga yang tidak terbayar menggerus arus kas, dan pada akhirnya semua itu kembali menjadi beban negara. Lebih jauh, beberapa BUMN terseret kasus korupsi besar, seperti Jiwasraya yang menimbulkan kerugian puluhan triliun rupiah. Korupsi semacam ini bukan hanya merusak keuangan negara, tetapi juga menghancurkan kepercayaan publik terhadap lembaga yang seharusnya menjadi motor pembangunan. Ironisnya, BUMN adalah perusahaan yang lahir dengan mandat melayani publik sekaligus menghasilkan keuntungan bagi negara. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, akses kredit yang luas, dan keistimewaan regulasi, semestinya mereka menjadi tulang punggung ekonomi, bukan sumber kerugian. Berbagai upaya, mulai dari restrukturisasi utang, perbaikan tata kelola, hingga penunjukan direksi profesional. Namun akar persoalannya tidak bisa diabaikan. Selama pengawasan masih lemah, selama proyek dijalankan tanpa disiplin manajemen risiko, dan selama praktik koruptif tidak diberantas, kerugian akan terus berulang. #FYP #viral #trendingnow #AntiKorupsi #korupsi #bumn #bumnrugi #jiwasraya #pln #pertamina", "post_id": "7595113721618287888"}}, {"key": "kejaksaan.ri", "attributes": {"label": "kejaksaan.ri", "x": 34.91314078533536, "y": 43.000576337902444, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.1153, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7595113721618287888", "id": "kejaksaan.ri", "source": "tiktok-000001", "content": "BUMN adalah identitas yang seharusnya menjadi simbol kekuatan ekonomi nasional. Namun kenyataannya, hingga saat ini, banyak BUMN yang mencatatkan kerugian, meski mereka mendapat akses modal, fasilitas, dan dukungan kebijakan yang tidak dimiliki perusahaan swasta. Nama-nama seperti Krakatau Steel, Bio Farma, Wika, Waskita Karya, Jiwasraya, Perumnas, dan PNRI terus berada dalam tekanan berat. Penyebabnya bukan sekadar fluktuasi pasar, tetapi masalah struktural yang sudah lama menggerogoti tubuh BUMN. Mulai dari manajemen yang tidak efisien, keputusan bisnis yang keliru, hingga proyek yang dijalankan tanpa perhitungan risiko yang matang. Beban utang membengkak, bunga yang tidak terbayar menggerus arus kas, dan pada akhirnya semua itu kembali menjadi beban negara. Lebih jauh, beberapa BUMN terseret kasus korupsi besar, seperti Jiwasraya yang menimbulkan kerugian puluhan triliun rupiah. Korupsi semacam ini bukan hanya merusak keuangan negara, tetapi juga menghancurkan kepercayaan publik terhadap lembaga yang seharusnya menjadi motor pembangunan. Ironisnya, BUMN adalah perusahaan yang lahir dengan mandat melayani publik sekaligus menghasilkan keuntungan bagi negara. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, akses kredit yang luas, dan keistimewaan regulasi, semestinya mereka menjadi tulang punggung ekonomi, bukan sumber kerugian. Berbagai upaya, mulai dari restrukturisasi utang, perbaikan tata kelola, hingga penunjukan direksi profesional. Namun akar persoalannya tidak bisa diabaikan. Selama pengawasan masih lemah, selama proyek dijalankan tanpa disiplin manajemen risiko, dan selama praktik koruptif tidak diberantas, kerugian akan terus berulang. #FYP #viral #trendingnow #AntiKorupsi #korupsi #bumn #bumnrugi #jiwasraya #pln #pertamina", "post_id": "7595113721618287888"}}, {"key": "kpk_ri", "attributes": {"label": "kpk_ri", "x": 928.1548812204287, "y": 159.1970230984372, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.1153, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7595113721618287888", "id": "kpk_ri", "source": "tiktok-000001", "content": "BUMN adalah identitas yang seharusnya menjadi simbol kekuatan ekonomi nasional. Namun kenyataannya, hingga saat ini, banyak BUMN yang mencatatkan kerugian, meski mereka mendapat akses modal, fasilitas, dan dukungan kebijakan yang tidak dimiliki perusahaan swasta. Nama-nama seperti Krakatau Steel, Bio Farma, Wika, Waskita Karya, Jiwasraya, Perumnas, dan PNRI terus berada dalam tekanan berat. Penyebabnya bukan sekadar fluktuasi pasar, tetapi masalah struktural yang sudah lama menggerogoti tubuh BUMN. Mulai dari manajemen yang tidak efisien, keputusan bisnis yang keliru, hingga proyek yang dijalankan tanpa perhitungan risiko yang matang. Beban utang membengkak, bunga yang tidak terbayar menggerus arus kas, dan pada akhirnya semua itu kembali menjadi beban negara. Lebih jauh, beberapa BUMN terseret kasus korupsi besar, seperti Jiwasraya yang menimbulkan kerugian puluhan triliun rupiah. Korupsi semacam ini bukan hanya merusak keuangan negara, tetapi juga menghancurkan kepercayaan publik terhadap lembaga yang seharusnya menjadi motor pembangunan. Ironisnya, BUMN adalah perusahaan yang lahir dengan mandat melayani publik sekaligus menghasilkan keuntungan bagi negara. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, akses kredit yang luas, dan keistimewaan regulasi, semestinya mereka menjadi tulang punggung ekonomi, bukan sumber kerugian. Berbagai upaya, mulai dari restrukturisasi utang, perbaikan tata kelola, hingga penunjukan direksi profesional. Namun akar persoalannya tidak bisa diabaikan. Selama pengawasan masih lemah, selama proyek dijalankan tanpa disiplin manajemen risiko, dan selama praktik koruptif tidak diberantas, kerugian akan terus berulang. #FYP #viral #trendingnow #AntiKorupsi #korupsi #bumn #bumnrugi #jiwasraya #pln #pertamina", "post_id": "7595113721618287888"}}, {"key": "divhumaspolriofficial", "attributes": {"label": "divhumaspolriofficial", "x": 373.0562796101471, "y": 552.1524008212662, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.1153, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7595113721618287888", "id": "divhumaspolriofficial", "source": "tiktok-000001", "content": "BUMN adalah identitas yang seharusnya menjadi simbol kekuatan ekonomi nasional. Namun kenyataannya, hingga saat ini, banyak BUMN yang mencatatkan kerugian, meski mereka mendapat akses modal, fasilitas, dan dukungan kebijakan yang tidak dimiliki perusahaan swasta. Nama-nama seperti Krakatau Steel, Bio Farma, Wika, Waskita Karya, Jiwasraya, Perumnas, dan PNRI terus berada dalam tekanan berat. Penyebabnya bukan sekadar fluktuasi pasar, tetapi masalah struktural yang sudah lama menggerogoti tubuh BUMN. Mulai dari manajemen yang tidak efisien, keputusan bisnis yang keliru, hingga proyek yang dijalankan tanpa perhitungan risiko yang matang. Beban utang membengkak, bunga yang tidak terbayar menggerus arus kas, dan pada akhirnya semua itu kembali menjadi beban negara. Lebih jauh, beberapa BUMN terseret kasus korupsi besar, seperti Jiwasraya yang menimbulkan kerugian puluhan triliun rupiah. Korupsi semacam ini bukan hanya merusak keuangan negara, tetapi juga menghancurkan kepercayaan publik terhadap lembaga yang seharusnya menjadi motor pembangunan. Ironisnya, BUMN adalah perusahaan yang lahir dengan mandat melayani publik sekaligus menghasilkan keuntungan bagi negara. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, akses kredit yang luas, dan keistimewaan regulasi, semestinya mereka menjadi tulang punggung ekonomi, bukan sumber kerugian. Berbagai upaya, mulai dari restrukturisasi utang, perbaikan tata kelola, hingga penunjukan direksi profesional. Namun akar persoalannya tidak bisa diabaikan. Selama pengawasan masih lemah, selama proyek dijalankan tanpa disiplin manajemen risiko, dan selama praktik koruptif tidak diberantas, kerugian akan terus berulang. #FYP #viral #trendingnow #AntiKorupsi #korupsi #bumn #bumnrugi #jiwasraya #pln #pertamina", "post_id": "7595113721618287888"}}, {"key": "partaigerindra", "attributes": {"label": "partaigerindra", "x": 477.93007651342356, "y": 935.2323216624061, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.1153, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7595113721618287888", "id": "partaigerindra", "source": "tiktok-000001", "content": "BUMN adalah identitas yang seharusnya menjadi simbol kekuatan ekonomi nasional. Namun kenyataannya, hingga saat ini, banyak BUMN yang mencatatkan kerugian, meski mereka mendapat akses modal, fasilitas, dan dukungan kebijakan yang tidak dimiliki perusahaan swasta. Nama-nama seperti Krakatau Steel, Bio Farma, Wika, Waskita Karya, Jiwasraya, Perumnas, dan PNRI terus berada dalam tekanan berat. Penyebabnya bukan sekadar fluktuasi pasar, tetapi masalah struktural yang sudah lama menggerogoti tubuh BUMN. Mulai dari manajemen yang tidak efisien, keputusan bisnis yang keliru, hingga proyek yang dijalankan tanpa perhitungan risiko yang matang. Beban utang membengkak, bunga yang tidak terbayar menggerus arus kas, dan pada akhirnya semua itu kembali menjadi beban negara. Lebih jauh, beberapa BUMN terseret kasus korupsi besar, seperti Jiwasraya yang menimbulkan kerugian puluhan triliun rupiah. Korupsi semacam ini bukan hanya merusak keuangan negara, tetapi juga menghancurkan kepercayaan publik terhadap lembaga yang seharusnya menjadi motor pembangunan. Ironisnya, BUMN adalah perusahaan yang lahir dengan mandat melayani publik sekaligus menghasilkan keuntungan bagi negara. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, akses kredit yang luas, dan keistimewaan regulasi, semestinya mereka menjadi tulang punggung ekonomi, bukan sumber kerugian. Berbagai upaya, mulai dari restrukturisasi utang, perbaikan tata kelola, hingga penunjukan direksi profesional. Namun akar persoalannya tidak bisa diabaikan. Selama pengawasan masih lemah, selama proyek dijalankan tanpa disiplin manajemen risiko, dan selama praktik koruptif tidak diberantas, kerugian akan terus berulang. #FYP #viral #trendingnow #AntiKorupsi #korupsi #bumn #bumnrugi #jiwasraya #pln #pertamina", "post_id": "7595113721618287888"}}, {"key": "prabowosubianto08", "attributes": {"label": "prabowosubianto08", "x": 65.61997425035149, "y": 827.574890997356, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.1153, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7595113721618287888", "id": "prabowosubianto08", "source": "tiktok-000001", "content": "BUMN adalah identitas yang seharusnya menjadi simbol kekuatan ekonomi nasional. Namun kenyataannya, hingga saat ini, banyak BUMN yang mencatatkan kerugian, meski mereka mendapat akses modal, fasilitas, dan dukungan kebijakan yang tidak dimiliki perusahaan swasta. Nama-nama seperti Krakatau Steel, Bio Farma, Wika, Waskita Karya, Jiwasraya, Perumnas, dan PNRI terus berada dalam tekanan berat. Penyebabnya bukan sekadar fluktuasi pasar, tetapi masalah struktural yang sudah lama menggerogoti tubuh BUMN. Mulai dari manajemen yang tidak efisien, keputusan bisnis yang keliru, hingga proyek yang dijalankan tanpa perhitungan risiko yang matang. Beban utang membengkak, bunga yang tidak terbayar menggerus arus kas, dan pada akhirnya semua itu kembali menjadi beban negara. Lebih jauh, beberapa BUMN terseret kasus korupsi besar, seperti Jiwasraya yang menimbulkan kerugian puluhan triliun rupiah. Korupsi semacam ini bukan hanya merusak keuangan negara, tetapi juga menghancurkan kepercayaan publik terhadap lembaga yang seharusnya menjadi motor pembangunan. Ironisnya, BUMN adalah perusahaan yang lahir dengan mandat melayani publik sekaligus menghasilkan keuntungan bagi negara. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, akses kredit yang luas, dan keistimewaan regulasi, semestinya mereka menjadi tulang punggung ekonomi, bukan sumber kerugian. Berbagai upaya, mulai dari restrukturisasi utang, perbaikan tata kelola, hingga penunjukan direksi profesional. Namun akar persoalannya tidak bisa diabaikan. Selama pengawasan masih lemah, selama proyek dijalankan tanpa disiplin manajemen risiko, dan selama praktik koruptif tidak diberantas, kerugian akan terus berulang. #FYP #viral #trendingnow #AntiKorupsi #korupsi #bumn #bumnrugi #jiwasraya #pln #pertamina", "post_id": "7595113721618287888"}}, {"key": "menkeuri", "attributes": {"label": "menkeuri", "x": 498.2209515178231, "y": 169.14849649780317, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.1153, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7595113721618287888", "id": "menkeuri", "source": "tiktok-000001", "content": "BUMN adalah identitas yang seharusnya menjadi simbol kekuatan ekonomi nasional. Namun kenyataannya, hingga saat ini, banyak BUMN yang mencatatkan kerugian, meski mereka mendapat akses modal, fasilitas, dan dukungan kebijakan yang tidak dimiliki perusahaan swasta. Nama-nama seperti Krakatau Steel, Bio Farma, Wika, Waskita Karya, Jiwasraya, Perumnas, dan PNRI terus berada dalam tekanan berat. Penyebabnya bukan sekadar fluktuasi pasar, tetapi masalah struktural yang sudah lama menggerogoti tubuh BUMN. Mulai dari manajemen yang tidak efisien, keputusan bisnis yang keliru, hingga proyek yang dijalankan tanpa perhitungan risiko yang matang. Beban utang membengkak, bunga yang tidak terbayar menggerus arus kas, dan pada akhirnya semua itu kembali menjadi beban negara. Lebih jauh, beberapa BUMN terseret kasus korupsi besar, seperti Jiwasraya yang menimbulkan kerugian puluhan triliun rupiah. Korupsi semacam ini bukan hanya merusak keuangan negara, tetapi juga menghancurkan kepercayaan publik terhadap lembaga yang seharusnya menjadi motor pembangunan. Ironisnya, BUMN adalah perusahaan yang lahir dengan mandat melayani publik sekaligus menghasilkan keuntungan bagi negara. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, akses kredit yang luas, dan keistimewaan regulasi, semestinya mereka menjadi tulang punggung ekonomi, bukan sumber kerugian. Berbagai upaya, mulai dari restrukturisasi utang, perbaikan tata kelola, hingga penunjukan direksi profesional. Namun akar persoalannya tidak bisa diabaikan. Selama pengawasan masih lemah, selama proyek dijalankan tanpa disiplin manajemen risiko, dan selama praktik koruptif tidak diberantas, kerugian akan terus berulang. #FYP #viral #trendingnow #AntiKorupsi #korupsi #bumn #bumnrugi #jiwasraya #pln #pertamina", "post_id": "7595113721618287888"}}, {"key": "purbayayudhis", "attributes": {"label": "purbayayudhis", "x": 513.7769484662734, "y": 855.9791110596548, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.1153, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7595113721618287888", "id": "purbayayudhis", "source": "tiktok-000001", "content": "BUMN adalah identitas yang seharusnya menjadi simbol kekuatan ekonomi nasional. Namun kenyataannya, hingga saat ini, banyak BUMN yang mencatatkan kerugian, meski mereka mendapat akses modal, fasilitas, dan dukungan kebijakan yang tidak dimiliki perusahaan swasta. Nama-nama seperti Krakatau Steel, Bio Farma, Wika, Waskita Karya, Jiwasraya, Perumnas, dan PNRI terus berada dalam tekanan berat. Penyebabnya bukan sekadar fluktuasi pasar, tetapi masalah struktural yang sudah lama menggerogoti tubuh BUMN. Mulai dari manajemen yang tidak efisien, keputusan bisnis yang keliru, hingga proyek yang dijalankan tanpa perhitungan risiko yang matang. Beban utang membengkak, bunga yang tidak terbayar menggerus arus kas, dan pada akhirnya semua itu kembali menjadi beban negara. Lebih jauh, beberapa BUMN terseret kasus korupsi besar, seperti Jiwasraya yang menimbulkan kerugian puluhan triliun rupiah. Korupsi semacam ini bukan hanya merusak keuangan negara, tetapi juga menghancurkan kepercayaan publik terhadap lembaga yang seharusnya menjadi motor pembangunan. Ironisnya, BUMN adalah perusahaan yang lahir dengan mandat melayani publik sekaligus menghasilkan keuntungan bagi negara. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, akses kredit yang luas, dan keistimewaan regulasi, semestinya mereka menjadi tulang punggung ekonomi, bukan sumber kerugian. Berbagai upaya, mulai dari restrukturisasi utang, perbaikan tata kelola, hingga penunjukan direksi profesional. Namun akar persoalannya tidak bisa diabaikan. Selama pengawasan masih lemah, selama proyek dijalankan tanpa disiplin manajemen risiko, dan selama praktik koruptif tidak diberantas, kerugian akan terus berulang. #FYP #viral #trendingnow #AntiKorupsi #korupsi #bumn #bumnrugi #jiwasraya #pln #pertamina", "post_id": "7595113721618287888"}}, {"key": "bpk.ri", "attributes": {"label": "bpk.ri", "x": 961.3414418669685, "y": 352.98498864485816, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.1153, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7595113721618287888", "id": "bpk.ri", "source": "tiktok-000001", "content": "BUMN adalah identitas yang seharusnya menjadi simbol kekuatan ekonomi nasional. Namun kenyataannya, hingga saat ini, banyak BUMN yang mencatatkan kerugian, meski mereka mendapat akses modal, fasilitas, dan dukungan kebijakan yang tidak dimiliki perusahaan swasta. Nama-nama seperti Krakatau Steel, Bio Farma, Wika, Waskita Karya, Jiwasraya, Perumnas, dan PNRI terus berada dalam tekanan berat. Penyebabnya bukan sekadar fluktuasi pasar, tetapi masalah struktural yang sudah lama menggerogoti tubuh BUMN. Mulai dari manajemen yang tidak efisien, keputusan bisnis yang keliru, hingga proyek yang dijalankan tanpa perhitungan risiko yang matang. Beban utang membengkak, bunga yang tidak terbayar menggerus arus kas, dan pada akhirnya semua itu kembali menjadi beban negara. Lebih jauh, beberapa BUMN terseret kasus korupsi besar, seperti Jiwasraya yang menimbulkan kerugian puluhan triliun rupiah. Korupsi semacam ini bukan hanya merusak keuangan negara, tetapi juga menghancurkan kepercayaan publik terhadap lembaga yang seharusnya menjadi motor pembangunan. Ironisnya, BUMN adalah perusahaan yang lahir dengan mandat melayani publik sekaligus menghasilkan keuntungan bagi negara. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, akses kredit yang luas, dan keistimewaan regulasi, semestinya mereka menjadi tulang punggung ekonomi, bukan sumber kerugian. Berbagai upaya, mulai dari restrukturisasi utang, perbaikan tata kelola, hingga penunjukan direksi profesional. Namun akar persoalannya tidak bisa diabaikan. Selama pengawasan masih lemah, selama proyek dijalankan tanpa disiplin manajemen risiko, dan selama praktik koruptif tidak diberantas, kerugian akan terus berulang. #FYP #viral #trendingnow #AntiKorupsi #korupsi #bumn #bumnrugi #jiwasraya #pln #pertamina", "post_id": "7595113721618287888"}}, {"key": "IDXChannelcom", "attributes": {"label": "IDXChannelcom", "x": 560.4768762615648, "y": 877.9712038840968, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 13.6635, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1441114574479026", "id": "IDXChannelcom", "source": "facebook-000001", "content": "Kenaikan harga minyak global dinilai akan berdampak langsung terhadap kebutuhan subsidi pemerintah apabila harga bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri tetap ditahan.\n\n“Dari simulasi kami, jika harga minyak mencapai sekitar USD84 per barel dengan nilai tukar rupiah di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.000 per USD, maka tambahan subsidi energi yang dibutuhkan bisa mencapai lebih dari Rp100 triliun,” ujar Direktur Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal dalam pernyataannya, Selasa (14/4/2026).\n\nDia menjelaskan, tekanan tersebut muncul karena pemerintah berupaya menjaga harga energi domestik agar tidak langsung mengikuti kenaikan harga global. Tujuannya untuk menahan laju inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/economics/tambahan-subsidi-energi-berpotensi-dorong-defisit-apbn-dekati-ambang-batas-3-persen\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto:  Istimewa\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "432781620563594_1441114574479026"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "attributes": {"label": "@InnerBoost-oe4sd", "x": 590.5700269859507, "y": 634.3964982827198, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.6635, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "bGHs5AaKwD4", "id": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi Indonesia Semakin Terancam! Rupiah Tembus 17.000, Jadi Yang Terlemah Di Asia!!\n\n🔥 Rupiah Tembus 17.000! Ini Penyebab Sebenarnya Kenapa Jadi Mata Uang Terlemah di Asia\n\n\n\n🚨 Rupiah kembali melemah hingga tembus Rp17.000 per dolar AS!\nBanyak orang panik… tapi sedikit yang benar-benar paham apa penyebab sebenarnya di balik kondisi ini.\n\nDi video ini, kita akan bongkar secara lengkap, tajam, dan mudah dipahami tentang:\n👉 kenapa rupiah bisa jadi salah satu mata uang terlemah di Asia\n👉 apa hubungannya dengan perang Timur Tengah\n👉 kenapa harga minyak naik bisa menghancurkan nilai tukar\n👉 dan apa dampaknya ke kehidupan kita sehari-hari\n\n📉 FAKTA MENGEJUTKAN YANG AKAN KAMU PAHAMI DI VIDEO INI:\n\n✅ Rupiah melemah hingga Rp17.104 per dolar AS\n✅ Harga minyak dunia melonjak hampir US$100 per barel\n✅ Jalur vital dunia (Selat Hormuz) masih terganggu\n✅ Ekspor Indonesia mulai melemah\n✅ Cadangan devisa terus menurun selama 3 bulan berturut-turut\n✅ Tekanan global dan domestik datang secara bersamaan\n\n🌍 APA YANG SEBENARNYA TERJADI?\n\nDunia sedang tidak stabil.\nKonflik global, gangguan distribusi energi, dan ketidakpastian ekonomi membuat investor global memilih “lari” ke dolar.\n\nAkibatnya?\n👉 Mata uang negara berkembang seperti rupiah jadi korban utama.\n\n🛢️ KENAPA HARGA MINYAK BISA BIKIN RUPIAH JATUH?\n\nKarena Indonesia masih impor minyak.\n\nArtinya:\n➡️ Harga minyak naik = biaya impor naik\n➡️ Tekanan ke ekonomi meningkat\n➡️ Rupiah makin tertekan\n\n📦 DITAMBAH LAGI DENGAN MASALAH DALAM NEGERI\n\n❌ Ekspor melambat\n❌ Batu bara turun drastis\n❌ Surplus perdagangan mengecil\n❌ Cadangan devisa tergerus\n\nSemua ini bikin rupiah kehilangan “tameng”-nya.\n\n⚠️ INI BUKAN SEKEDAR ANGKA\n\nRupiah melemah bukan cuma urusan ekonomi…\n\nTapi berdampak langsung ke:\n💸 Harga barang naik\n⛽ BBM bisa ikut naik\n📈 Biaya hidup makin tinggi\n📉 Daya beli masyarakat menurun\n\n🔥 KENAPA KAMU HARUS NONTON VIDEO INI SAMPAI HABIS?\n\nKarena kamu akan:\n✔️ Paham kondisi ekonomi dengan bahasa yang simpel\n✔️ Ngerti hubungan antara perang, minyak, dan rupiah\n✔️ Bisa lebih siap menghadapi kondisi ekonomi ke depan\n✔️ Gak cuma ikut panik… tapi jadi orang yang paham situasi\n\n💬 TULIS DI KOMENTAR:\nMenurut kamu… apakah rupiah bisa kembali menguat?\nAtau justru akan semakin melemah?\n\n👍 JANGAN LUPA:\n✔️ Like kalau video ini bermanfaat\n✔️ Subscribe untuk konten ekonomi & self-improvement lainnya\n✔️ Share ke teman & keluarga biar makin banyak yang paham\n\n🚀 CHANNEL INNER BOOST\nTempat kamu belajar:\n📌 Mindset\n📌 Keuangan\n📌 Realita dunia yang jarang dibahas\n\n\n\n\n#nilaitukarrupiah #kursdollar #rupiah #rupiahmelemah #dolar #ekonomiindonesia #beritaekonomi #nilaitukar #rupiah17000 #krisisekonomi #hargaminyak #perangtimurtengah #investasi #keuangan #money #financialeducation #innerboost #ekonomiglobal #dolaras #inflasi #bisnis #edukasikeuangan #tipsinvestasi #tipskeuangan #tipsfinansial #purbayayudhisadewa #prabowosubianto #bahlillahadalia \n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "bGHs5AaKwD4"}}, {"key": "InnerBoost", "attributes": {"label": "InnerBoost", "x": 736.7234013023793, "y": 618.9650680351726, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.2775, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "bGHs5AaKwD4", "id": "InnerBoost", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi Indonesia Semakin Terancam! Rupiah Tembus 17.000, Jadi Yang Terlemah Di Asia!!\n\n🔥 Rupiah Tembus 17.000! Ini Penyebab Sebenarnya Kenapa Jadi Mata Uang Terlemah di Asia\n\n\n\n🚨 Rupiah kembali melemah hingga tembus Rp17.000 per dolar AS!\nBanyak orang panik… tapi sedikit yang benar-benar paham apa penyebab sebenarnya di balik kondisi ini.\n\nDi video ini, kita akan bongkar secara lengkap, tajam, dan mudah dipahami tentang:\n👉 kenapa rupiah bisa jadi salah satu mata uang terlemah di Asia\n👉 apa hubungannya dengan perang Timur Tengah\n👉 kenapa harga minyak naik bisa menghancurkan nilai tukar\n👉 dan apa dampaknya ke kehidupan kita sehari-hari\n\n📉 FAKTA MENGEJUTKAN YANG AKAN KAMU PAHAMI DI VIDEO INI:\n\n✅ Rupiah melemah hingga Rp17.104 per dolar AS\n✅ Harga minyak dunia melonjak hampir US$100 per barel\n✅ Jalur vital dunia (Selat Hormuz) masih terganggu\n✅ Ekspor Indonesia mulai melemah\n✅ Cadangan devisa terus menurun selama 3 bulan berturut-turut\n✅ Tekanan global dan domestik datang secara bersamaan\n\n🌍 APA YANG SEBENARNYA TERJADI?\n\nDunia sedang tidak stabil.\nKonflik global, gangguan distribusi energi, dan ketidakpastian ekonomi membuat investor global memilih “lari” ke dolar.\n\nAkibatnya?\n👉 Mata uang negara berkembang seperti rupiah jadi korban utama.\n\n🛢️ KENAPA HARGA MINYAK BISA BIKIN RUPIAH JATUH?\n\nKarena Indonesia masih impor minyak.\n\nArtinya:\n➡️ Harga minyak naik = biaya impor naik\n➡️ Tekanan ke ekonomi meningkat\n➡️ Rupiah makin tertekan\n\n📦 DITAMBAH LAGI DENGAN MASALAH DALAM NEGERI\n\n❌ Ekspor melambat\n❌ Batu bara turun drastis\n❌ Surplus perdagangan mengecil\n❌ Cadangan devisa tergerus\n\nSemua ini bikin rupiah kehilangan “tameng”-nya.\n\n⚠️ INI BUKAN SEKEDAR ANGKA\n\nRupiah melemah bukan cuma urusan ekonomi…\n\nTapi berdampak langsung ke:\n💸 Harga barang naik\n⛽ BBM bisa ikut naik\n📈 Biaya hidup makin tinggi\n📉 Daya beli masyarakat menurun\n\n🔥 KENAPA KAMU HARUS NONTON VIDEO INI SAMPAI HABIS?\n\nKarena kamu akan:\n✔️ Paham kondisi ekonomi dengan bahasa yang simpel\n✔️ Ngerti hubungan antara perang, minyak, dan rupiah\n✔️ Bisa lebih siap menghadapi kondisi ekonomi ke depan\n✔️ Gak cuma ikut panik… tapi jadi orang yang paham situasi\n\n💬 TULIS DI KOMENTAR:\nMenurut kamu… apakah rupiah bisa kembali menguat?\nAtau justru akan semakin melemah?\n\n👍 JANGAN LUPA:\n✔️ Like kalau video ini bermanfaat\n✔️ Subscribe untuk konten ekonomi & self-improvement lainnya\n✔️ Share ke teman & keluarga biar makin banyak yang paham\n\n🚀 CHANNEL INNER BOOST\nTempat kamu belajar:\n📌 Mindset\n📌 Keuangan\n📌 Realita dunia yang jarang dibahas\n\n\n\n\n#nilaitukarrupiah #kursdollar #rupiah #rupiahmelemah #dolar #ekonomiindonesia #beritaekonomi #nilaitukar #rupiah17000 #krisisekonomi #hargaminyak #perangtimurtengah #investasi #keuangan #money #financialeducation #innerboost #ekonomiglobal #dolaras #inflasi #bisnis #edukasikeuangan #tipsinvestasi #tipskeuangan #tipsfinansial #purbayayudhisadewa #prabowosubianto #bahlillahadalia \n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "bGHs5AaKwD4"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 681.8583333896366, "y": 994.2593821243934, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.6635, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 21, "degree": 21}, "_id": "CSM7lqOJt3I", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Masih Tertekan, Bertahan di Atas Rp17.100 per USD | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah masih bertahan di zona pelemahan terhadap USD, dengan posisi tetap berada di atas level Rp17.100 per USD. Tekanan ini mencerminkan kuatnya mata uang AS di pasar global, seiring meningkatnya permintaan aset safe haven dan ketidakpastian ekonomi dunia. Kondisi tersebut membuat rupiah sulit menguat dalam jangka pendek, terutama di tengah sentimen eksternal seperti kebijakan suku bunga tinggi di AS serta dinamika geopolitik yang masih memanas, sehingga pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "CSM7lqOJt3I"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 42.14033445844512, "y": 738.0955502525729, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2166, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "CSM7lqOJt3I", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Masih Tertekan, Bertahan di Atas Rp17.100 per USD | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah masih bertahan di zona pelemahan terhadap USD, dengan posisi tetap berada di atas level Rp17.100 per USD. Tekanan ini mencerminkan kuatnya mata uang AS di pasar global, seiring meningkatnya permintaan aset safe haven dan ketidakpastian ekonomi dunia. Kondisi tersebut membuat rupiah sulit menguat dalam jangka pendek, terutama di tengah sentimen eksternal seperti kebijakan suku bunga tinggi di AS serta dinamika geopolitik yang masih memanas, sehingga pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "CSM7lqOJt3I"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 345.5812363355937, "y": 460.09360080243454, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2166, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "CSM7lqOJt3I", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Masih Tertekan, Bertahan di Atas Rp17.100 per USD | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah masih bertahan di zona pelemahan terhadap USD, dengan posisi tetap berada di atas level Rp17.100 per USD. Tekanan ini mencerminkan kuatnya mata uang AS di pasar global, seiring meningkatnya permintaan aset safe haven dan ketidakpastian ekonomi dunia. Kondisi tersebut membuat rupiah sulit menguat dalam jangka pendek, terutama di tengah sentimen eksternal seperti kebijakan suku bunga tinggi di AS serta dinamika geopolitik yang masih memanas, sehingga pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "CSM7lqOJt3I"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 827.4680726650859, "y": 678.6976640974088, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2166, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "CSM7lqOJt3I", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Masih Tertekan, Bertahan di Atas Rp17.100 per USD | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah masih bertahan di zona pelemahan terhadap USD, dengan posisi tetap berada di atas level Rp17.100 per USD. Tekanan ini mencerminkan kuatnya mata uang AS di pasar global, seiring meningkatnya permintaan aset safe haven dan ketidakpastian ekonomi dunia. Kondisi tersebut membuat rupiah sulit menguat dalam jangka pendek, terutama di tengah sentimen eksternal seperti kebijakan suku bunga tinggi di AS serta dinamika geopolitik yang masih memanas, sehingga pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "CSM7lqOJt3I"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 582.339872954317, "y": 491.67360358979215, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2166, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "CSM7lqOJt3I", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Masih Tertekan, Bertahan di Atas Rp17.100 per USD | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah masih bertahan di zona pelemahan terhadap USD, dengan posisi tetap berada di atas level Rp17.100 per USD. Tekanan ini mencerminkan kuatnya mata uang AS di pasar global, seiring meningkatnya permintaan aset safe haven dan ketidakpastian ekonomi dunia. Kondisi tersebut membuat rupiah sulit menguat dalam jangka pendek, terutama di tengah sentimen eksternal seperti kebijakan suku bunga tinggi di AS serta dinamika geopolitik yang masih memanas, sehingga pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "CSM7lqOJt3I"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 804.7077571292898, "y": 301.4203939039196, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2166, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "CSM7lqOJt3I", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Masih Tertekan, Bertahan di Atas Rp17.100 per USD | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah masih bertahan di zona pelemahan terhadap USD, dengan posisi tetap berada di atas level Rp17.100 per USD. Tekanan ini mencerminkan kuatnya mata uang AS di pasar global, seiring meningkatnya permintaan aset safe haven dan ketidakpastian ekonomi dunia. Kondisi tersebut membuat rupiah sulit menguat dalam jangka pendek, terutama di tengah sentimen eksternal seperti kebijakan suku bunga tinggi di AS serta dinamika geopolitik yang masih memanas, sehingga pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "CSM7lqOJt3I"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 831.7240717028498, "y": 604.2595857090106, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2166, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "CSM7lqOJt3I", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Masih Tertekan, Bertahan di Atas Rp17.100 per USD | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah masih bertahan di zona pelemahan terhadap USD, dengan posisi tetap berada di atas level Rp17.100 per USD. Tekanan ini mencerminkan kuatnya mata uang AS di pasar global, seiring meningkatnya permintaan aset safe haven dan ketidakpastian ekonomi dunia. Kondisi tersebut membuat rupiah sulit menguat dalam jangka pendek, terutama di tengah sentimen eksternal seperti kebijakan suku bunga tinggi di AS serta dinamika geopolitik yang masih memanas, sehingga pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "CSM7lqOJt3I"}}, {"key": "@nasionalcorruptionwatch", "attributes": {"label": "@nasionalcorruptionwatch", "x": 394.1562537559705, "y": 615.6525007424702, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.6635, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "w0IvgUtZNrE", "id": "@nasionalcorruptionwatch", "source": "youtube-000001", "content": "Pengadaan Motor Listrik MBG Berisiko Korupsi\n\nPengadaan Motor Listrik SPPG bukan hanya menjadi pertayaan, tetapi juga dinilai berpotensi terjadi mark-up yang membuka celah korupsi.\n\npada awal 2026 defisit APBN  melonjak sangat tajam. Terhitung Hingga 31 Maret 2026, defisit tercatat Rp240,1 triliun atau sekitar 0,93 persen terhadap PDB. Dalam periode yang sama, realisasi belanja negara telah mencapai Rp815 triliun atau 21,2 persen dari target tahunan, meningkat 31,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan keseimbangan primer juga tercatat minus Rp95,8 triliun. Lonjakan ini menimbulkan kekhawatiran karena belanja negara bergerak sangat agresif sejak awal tahun.\n\nDi tengah kondisi tersebut, muncul polemik dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang dikelola Badan Gizi Nasional. Program ini melakukan pengadaan 21.801 unit motor listrik dari target sekitar 25 ribu unit untuk operasional lapangan. Harga per unit berada di kisaran Rp42 hingga Rp49,95 juta, sehingga total kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai triliunan rupiah.\n\nMasalahnya, usulan pengadaan kendaraan operasional tersebut sebelumnya sempat ditolak oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia karena dinilai bukan prioritas utama. Fokus program seharusnya pada pemenuhan kebutuhan makanan, bukan belanja kendaraan. Namun pengadaan tetap berjalan, dan sebagian unit bahkan telah direalisasikan.\n\nSituasi ini memperlihatkan celah serius dalam koordinasi pengelolaan anggaran. Bandrol harga di lapangan memunculkan pertanyaan terkait efisiensi, transparansi, serta potensi mark-up yang berisiko membuka dugaan korupsi terstruktur dalam pengelolaan program. Terlebih lagi, meskipun menggunakan anggaran tahun 2025, realisasi administrasi dan dampak fiskalnya masuk ke tahun 2026. Artinya, belanja non-prioritas tetap membebani APBN ketika defisit sudah melebar sejak awal tahun.\n\nDi saat yang sama, tekanan ekonomi masyarakat masih terasa. Harga kebutuhan pokok terus meningkat, daya beli rumah tangga melemah, dan lapangan kerja formal semakin sulit. Banyak keluarga harus menyesuaikan kembali pengeluaran harian, sementara generasi muda menghadapi biaya hidup yang kian tinggi. \n\nKondisi ini memicu berbagai kritik dikalangan masyarakat, termasuk kami DPP Nasional Corruption Watch. Kami menilai defisit Rp240,1 triliun pada kuartal pertama bukan sekadar dinamika anggaran, melainkan sinyal lemahnya koordinasi antarlembaga. Pengadaan kendaraan operasional dalam jumlah besar, termasuk 21.801 unit motor listrik merek Emmo, kami menilai hal ini berpotensi menimbulkan inefisiensi, membuka ruang mark-up, dan memperbesar tekanan terhadap keuangan negara.\n\nJika pola belanja non-prioritas seperti ini terus dijalankan tanpa koordinasi fiskal yang kuat, percepatan pengeluaran di awal tahun bukan hanya memperlebar defisit, tetapi juga berisiko mengganggu stabilitas APBN. Dalam situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, kondisi ini menjadi peringatan bahwa masalah pengelolaan keuangan negara bukan semata karena keterbatasan anggaran, melainkan karena prioritas kebijakan yang tidak selaras.\n#mbg #bgn #kesejahteraan #motrorlistrik #motorlistrikmbg\n#prabowo #prabowosubianto #gibran #gibranrakabumingraka #jokowi #jokowidodo #indonesia #antikorupsi  #noviralnojustice #pengaduanmasyarakat #nasionalcorruptionwatch #ncw #indonesiaemas2045 #breakingnews\n\nNasional Corruption Watch membuka Ruang Pengaduan masyarakat (No Viral No Justice) dalam Live streaming di youtube, Tiktok, Facebook dan Instagram. Bagi masyarakat yang ingin menyampaikan pengaduannya boleh langsung gabung di live Streaming kami.\n\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------\n👇Find & Follow Sosial Media Nasional Corruption Watch\nYoutube:    /   \nTiktok:   / nasionalcorruptionwatch2  \nFacebook:   / nasional-corruption-wactch  \nInstagram:   / nasionalcorruptionwatch  \nTwiter/X:   / dpp_ncw  \n---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------", "post_id": "w0IvgUtZNrE"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch", "attributes": {"label": "nasionalcorruptionwatch", "x": 304.33310270997447, "y": 636.8706682528758, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.2775, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "w0IvgUtZNrE", "id": "nasionalcorruptionwatch", "source": "youtube-000001", "content": "Pengadaan Motor Listrik MBG Berisiko Korupsi\n\nPengadaan Motor Listrik SPPG bukan hanya menjadi pertayaan, tetapi juga dinilai berpotensi terjadi mark-up yang membuka celah korupsi.\n\npada awal 2026 defisit APBN  melonjak sangat tajam. Terhitung Hingga 31 Maret 2026, defisit tercatat Rp240,1 triliun atau sekitar 0,93 persen terhadap PDB. Dalam periode yang sama, realisasi belanja negara telah mencapai Rp815 triliun atau 21,2 persen dari target tahunan, meningkat 31,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan keseimbangan primer juga tercatat minus Rp95,8 triliun. Lonjakan ini menimbulkan kekhawatiran karena belanja negara bergerak sangat agresif sejak awal tahun.\n\nDi tengah kondisi tersebut, muncul polemik dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang dikelola Badan Gizi Nasional. Program ini melakukan pengadaan 21.801 unit motor listrik dari target sekitar 25 ribu unit untuk operasional lapangan. Harga per unit berada di kisaran Rp42 hingga Rp49,95 juta, sehingga total kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai triliunan rupiah.\n\nMasalahnya, usulan pengadaan kendaraan operasional tersebut sebelumnya sempat ditolak oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia karena dinilai bukan prioritas utama. Fokus program seharusnya pada pemenuhan kebutuhan makanan, bukan belanja kendaraan. Namun pengadaan tetap berjalan, dan sebagian unit bahkan telah direalisasikan.\n\nSituasi ini memperlihatkan celah serius dalam koordinasi pengelolaan anggaran. Bandrol harga di lapangan memunculkan pertanyaan terkait efisiensi, transparansi, serta potensi mark-up yang berisiko membuka dugaan korupsi terstruktur dalam pengelolaan program. Terlebih lagi, meskipun menggunakan anggaran tahun 2025, realisasi administrasi dan dampak fiskalnya masuk ke tahun 2026. Artinya, belanja non-prioritas tetap membebani APBN ketika defisit sudah melebar sejak awal tahun.\n\nDi saat yang sama, tekanan ekonomi masyarakat masih terasa. Harga kebutuhan pokok terus meningkat, daya beli rumah tangga melemah, dan lapangan kerja formal semakin sulit. Banyak keluarga harus menyesuaikan kembali pengeluaran harian, sementara generasi muda menghadapi biaya hidup yang kian tinggi. \n\nKondisi ini memicu berbagai kritik dikalangan masyarakat, termasuk kami DPP Nasional Corruption Watch. Kami menilai defisit Rp240,1 triliun pada kuartal pertama bukan sekadar dinamika anggaran, melainkan sinyal lemahnya koordinasi antarlembaga. Pengadaan kendaraan operasional dalam jumlah besar, termasuk 21.801 unit motor listrik merek Emmo, kami menilai hal ini berpotensi menimbulkan inefisiensi, membuka ruang mark-up, dan memperbesar tekanan terhadap keuangan negara.\n\nJika pola belanja non-prioritas seperti ini terus dijalankan tanpa koordinasi fiskal yang kuat, percepatan pengeluaran di awal tahun bukan hanya memperlebar defisit, tetapi juga berisiko mengganggu stabilitas APBN. Dalam situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, kondisi ini menjadi peringatan bahwa masalah pengelolaan keuangan negara bukan semata karena keterbatasan anggaran, melainkan karena prioritas kebijakan yang tidak selaras.\n#mbg #bgn #kesejahteraan #motrorlistrik #motorlistrikmbg\n#prabowo #prabowosubianto #gibran #gibranrakabumingraka #jokowi #jokowidodo #indonesia #antikorupsi  #noviralnojustice #pengaduanmasyarakat #nasionalcorruptionwatch #ncw #indonesiaemas2045 #breakingnews\n\nNasional Corruption Watch membuka Ruang Pengaduan masyarakat (No Viral No Justice) dalam Live streaming di youtube, Tiktok, Facebook dan Instagram. Bagi masyarakat yang ingin menyampaikan pengaduannya boleh langsung gabung di live Streaming kami.\n\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------\n👇Find & Follow Sosial Media Nasional Corruption Watch\nYoutube:    /   \nTiktok:   / nasionalcorruptionwatch2  \nFacebook:   / nasional-corruption-wactch  \nInstagram:   / nasionalcorruptionwatch  \nTwiter/X:   / dpp_ncw  \n---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------", "post_id": "w0IvgUtZNrE"}}, {"key": "@Bennix", "attributes": {"label": "@Bennix", "x": 256.21490624807274, "y": 660.7897894113179, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.6635, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 8, "degree": 8}, "_id": "arTQHPsLCPY", "id": "@Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "2 JUTA TON PUPUK RI JADI REBUTAN?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\n2 JUTA TON PUPUK RI DISERBU?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\nDunia kembali diguncang oleh dampak konflik geopolitik yang memanas antara Iran dan Amerika Serikat. Ketegangan ini tidak hanya berdampak pada sektor militer dan energi, tetapi juga merembet ke sektor pangan global yang jauh lebih krusial. Salah satu dampak paling terasa adalah terganggunya distribusi bahan baku pupuk dunia, yang membuat banyak negara mulai mengalami krisis serius. Negara-negara besar seperti India dan Australia yang selama ini bergantung pada impor pupuk kini mulai merasakan tekanan yang tidak biasa, bahkan harus mencari alternatif pasokan dalam waktu cepat untuk menyelamatkan sektor pertanian mereka.\n\nDi tengah situasi yang penuh ketidakpastian ini, Indonesia justru berada di posisi yang sangat strategis. Dengan ketersediaan pupuk urea yang mencapai sekitar 2 juta ton, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki cadangan berlebih di saat banyak negara lain justru kekurangan. Kondisi ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas pangan global sekaligus memanfaatkan momentum untuk meningkatkan keuntungan ekonomi. Potensi cuan yang bisa diraih bahkan disebut-sebut mencapai angka fantastis hingga 25 triliun rupiah, sebuah angka yang tidak bisa dianggap remeh dalam kondisi ekonomi global yang sedang bergejolak.\n\nFenomena ini tentu menjadi perhatian dunia. Bagaimana bisa di saat negara lain kesulitan, Indonesia justru berada dalam posisi unggul? Apakah ini murni strategi yang matang, atau hanya kebetulan dari dinamika pasar global? Dan yang lebih penting, apakah Indonesia benar-benar siap memanfaatkan peluang besar ini tanpa mengorbankan kebutuhan dalam negeri?\n\nDi video ini, kita akan membahas secara lengkap bagaimana konflik Iran dan Amerika Serikat bisa berdampak hingga ke sektor pupuk dunia, mengapa India dan Australia bisa mengalami tekanan besar, serta bagaimana posisi Indonesia saat ini bisa menjadi kunci dalam peta ketahanan pangan global. Kita juga akan mengulas apakah benar Indonesia bisa meraup keuntungan hingga puluhan triliun rupiah dari situasi ini, atau justru ada risiko tersembunyi yang perlu diwaspadai.\n\nTonton sampai habis, karena fenomena ini bukan hanya soal pupuk, tetapi tentang bagaimana sebuah negara bisa berubah posisi menjadi pemain penting di tengah krisis global yang tidak terduga.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "arTQHPsLCPY"}}, {"key": "Bennix", "attributes": {"label": "Bennix", "x": 353.3982016657319, "y": 361.2246749778483, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.1153, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "arTQHPsLCPY", "id": "Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "2 JUTA TON PUPUK RI JADI REBUTAN?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\n2 JUTA TON PUPUK RI DISERBU?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\nDunia kembali diguncang oleh dampak konflik geopolitik yang memanas antara Iran dan Amerika Serikat. Ketegangan ini tidak hanya berdampak pada sektor militer dan energi, tetapi juga merembet ke sektor pangan global yang jauh lebih krusial. Salah satu dampak paling terasa adalah terganggunya distribusi bahan baku pupuk dunia, yang membuat banyak negara mulai mengalami krisis serius. Negara-negara besar seperti India dan Australia yang selama ini bergantung pada impor pupuk kini mulai merasakan tekanan yang tidak biasa, bahkan harus mencari alternatif pasokan dalam waktu cepat untuk menyelamatkan sektor pertanian mereka.\n\nDi tengah situasi yang penuh ketidakpastian ini, Indonesia justru berada di posisi yang sangat strategis. Dengan ketersediaan pupuk urea yang mencapai sekitar 2 juta ton, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki cadangan berlebih di saat banyak negara lain justru kekurangan. Kondisi ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas pangan global sekaligus memanfaatkan momentum untuk meningkatkan keuntungan ekonomi. Potensi cuan yang bisa diraih bahkan disebut-sebut mencapai angka fantastis hingga 25 triliun rupiah, sebuah angka yang tidak bisa dianggap remeh dalam kondisi ekonomi global yang sedang bergejolak.\n\nFenomena ini tentu menjadi perhatian dunia. Bagaimana bisa di saat negara lain kesulitan, Indonesia justru berada dalam posisi unggul? Apakah ini murni strategi yang matang, atau hanya kebetulan dari dinamika pasar global? Dan yang lebih penting, apakah Indonesia benar-benar siap memanfaatkan peluang besar ini tanpa mengorbankan kebutuhan dalam negeri?\n\nDi video ini, kita akan membahas secara lengkap bagaimana konflik Iran dan Amerika Serikat bisa berdampak hingga ke sektor pupuk dunia, mengapa India dan Australia bisa mengalami tekanan besar, serta bagaimana posisi Indonesia saat ini bisa menjadi kunci dalam peta ketahanan pangan global. Kita juga akan mengulas apakah benar Indonesia bisa meraup keuntungan hingga puluhan triliun rupiah dari situasi ini, atau justru ada risiko tersembunyi yang perlu diwaspadai.\n\nTonton sampai habis, karena fenomena ini bukan hanya soal pupuk, tetapi tentang bagaimana sebuah negara bisa berubah posisi menjadi pemain penting di tengah krisis global yang tidak terduga.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "arTQHPsLCPY"}}, {"key": "bennix.official", "attributes": {"label": "bennix.official", "x": 77.42737608461314, "y": 712.1540335023823, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.1153, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "arTQHPsLCPY", "id": "bennix.official", "source": "youtube-000001", "content": "2 JUTA TON PUPUK RI JADI REBUTAN?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\n2 JUTA TON PUPUK RI DISERBU?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\nDunia kembali diguncang oleh dampak konflik geopolitik yang memanas antara Iran dan Amerika Serikat. Ketegangan ini tidak hanya berdampak pada sektor militer dan energi, tetapi juga merembet ke sektor pangan global yang jauh lebih krusial. Salah satu dampak paling terasa adalah terganggunya distribusi bahan baku pupuk dunia, yang membuat banyak negara mulai mengalami krisis serius. Negara-negara besar seperti India dan Australia yang selama ini bergantung pada impor pupuk kini mulai merasakan tekanan yang tidak biasa, bahkan harus mencari alternatif pasokan dalam waktu cepat untuk menyelamatkan sektor pertanian mereka.\n\nDi tengah situasi yang penuh ketidakpastian ini, Indonesia justru berada di posisi yang sangat strategis. Dengan ketersediaan pupuk urea yang mencapai sekitar 2 juta ton, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki cadangan berlebih di saat banyak negara lain justru kekurangan. Kondisi ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas pangan global sekaligus memanfaatkan momentum untuk meningkatkan keuntungan ekonomi. Potensi cuan yang bisa diraih bahkan disebut-sebut mencapai angka fantastis hingga 25 triliun rupiah, sebuah angka yang tidak bisa dianggap remeh dalam kondisi ekonomi global yang sedang bergejolak.\n\nFenomena ini tentu menjadi perhatian dunia. Bagaimana bisa di saat negara lain kesulitan, Indonesia justru berada dalam posisi unggul? Apakah ini murni strategi yang matang, atau hanya kebetulan dari dinamika pasar global? Dan yang lebih penting, apakah Indonesia benar-benar siap memanfaatkan peluang besar ini tanpa mengorbankan kebutuhan dalam negeri?\n\nDi video ini, kita akan membahas secara lengkap bagaimana konflik Iran dan Amerika Serikat bisa berdampak hingga ke sektor pupuk dunia, mengapa India dan Australia bisa mengalami tekanan besar, serta bagaimana posisi Indonesia saat ini bisa menjadi kunci dalam peta ketahanan pangan global. Kita juga akan mengulas apakah benar Indonesia bisa meraup keuntungan hingga puluhan triliun rupiah dari situasi ini, atau justru ada risiko tersembunyi yang perlu diwaspadai.\n\nTonton sampai habis, karena fenomena ini bukan hanya soal pupuk, tetapi tentang bagaimana sebuah negara bisa berubah posisi menjadi pemain penting di tengah krisis global yang tidak terduga.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "arTQHPsLCPY"}}, {"key": "bennix.real", "attributes": {"label": "bennix.real", "x": 268.608456361749, "y": 243.53102509780723, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.1153, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "arTQHPsLCPY", "id": "bennix.real", "source": "youtube-000001", "content": "2 JUTA TON PUPUK RI JADI REBUTAN?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\n2 JUTA TON PUPUK RI DISERBU?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\nDunia kembali diguncang oleh dampak konflik geopolitik yang memanas antara Iran dan Amerika Serikat. Ketegangan ini tidak hanya berdampak pada sektor militer dan energi, tetapi juga merembet ke sektor pangan global yang jauh lebih krusial. Salah satu dampak paling terasa adalah terganggunya distribusi bahan baku pupuk dunia, yang membuat banyak negara mulai mengalami krisis serius. Negara-negara besar seperti India dan Australia yang selama ini bergantung pada impor pupuk kini mulai merasakan tekanan yang tidak biasa, bahkan harus mencari alternatif pasokan dalam waktu cepat untuk menyelamatkan sektor pertanian mereka.\n\nDi tengah situasi yang penuh ketidakpastian ini, Indonesia justru berada di posisi yang sangat strategis. Dengan ketersediaan pupuk urea yang mencapai sekitar 2 juta ton, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki cadangan berlebih di saat banyak negara lain justru kekurangan. Kondisi ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas pangan global sekaligus memanfaatkan momentum untuk meningkatkan keuntungan ekonomi. Potensi cuan yang bisa diraih bahkan disebut-sebut mencapai angka fantastis hingga 25 triliun rupiah, sebuah angka yang tidak bisa dianggap remeh dalam kondisi ekonomi global yang sedang bergejolak.\n\nFenomena ini tentu menjadi perhatian dunia. Bagaimana bisa di saat negara lain kesulitan, Indonesia justru berada dalam posisi unggul? Apakah ini murni strategi yang matang, atau hanya kebetulan dari dinamika pasar global? Dan yang lebih penting, apakah Indonesia benar-benar siap memanfaatkan peluang besar ini tanpa mengorbankan kebutuhan dalam negeri?\n\nDi video ini, kita akan membahas secara lengkap bagaimana konflik Iran dan Amerika Serikat bisa berdampak hingga ke sektor pupuk dunia, mengapa India dan Australia bisa mengalami tekanan besar, serta bagaimana posisi Indonesia saat ini bisa menjadi kunci dalam peta ketahanan pangan global. Kita juga akan mengulas apakah benar Indonesia bisa meraup keuntungan hingga puluhan triliun rupiah dari situasi ini, atau justru ada risiko tersembunyi yang perlu diwaspadai.\n\nTonton sampai habis, karena fenomena ini bukan hanya soal pupuk, tetapi tentang bagaimana sebuah negara bisa berubah posisi menjadi pemain penting di tengah krisis global yang tidak terduga.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "arTQHPsLCPY"}}, {"key": "bennix", "attributes": {"label": "bennix", "x": 307.3896635519765, "y": 491.6502068040791, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.1153, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "arTQHPsLCPY", "id": "bennix", "source": "youtube-000001", "content": "2 JUTA TON PUPUK RI JADI REBUTAN?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\n2 JUTA TON PUPUK RI DISERBU?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\nDunia kembali diguncang oleh dampak konflik geopolitik yang memanas antara Iran dan Amerika Serikat. Ketegangan ini tidak hanya berdampak pada sektor militer dan energi, tetapi juga merembet ke sektor pangan global yang jauh lebih krusial. Salah satu dampak paling terasa adalah terganggunya distribusi bahan baku pupuk dunia, yang membuat banyak negara mulai mengalami krisis serius. Negara-negara besar seperti India dan Australia yang selama ini bergantung pada impor pupuk kini mulai merasakan tekanan yang tidak biasa, bahkan harus mencari alternatif pasokan dalam waktu cepat untuk menyelamatkan sektor pertanian mereka.\n\nDi tengah situasi yang penuh ketidakpastian ini, Indonesia justru berada di posisi yang sangat strategis. Dengan ketersediaan pupuk urea yang mencapai sekitar 2 juta ton, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki cadangan berlebih di saat banyak negara lain justru kekurangan. Kondisi ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas pangan global sekaligus memanfaatkan momentum untuk meningkatkan keuntungan ekonomi. Potensi cuan yang bisa diraih bahkan disebut-sebut mencapai angka fantastis hingga 25 triliun rupiah, sebuah angka yang tidak bisa dianggap remeh dalam kondisi ekonomi global yang sedang bergejolak.\n\nFenomena ini tentu menjadi perhatian dunia. Bagaimana bisa di saat negara lain kesulitan, Indonesia justru berada dalam posisi unggul? Apakah ini murni strategi yang matang, atau hanya kebetulan dari dinamika pasar global? Dan yang lebih penting, apakah Indonesia benar-benar siap memanfaatkan peluang besar ini tanpa mengorbankan kebutuhan dalam negeri?\n\nDi video ini, kita akan membahas secara lengkap bagaimana konflik Iran dan Amerika Serikat bisa berdampak hingga ke sektor pupuk dunia, mengapa India dan Australia bisa mengalami tekanan besar, serta bagaimana posisi Indonesia saat ini bisa menjadi kunci dalam peta ketahanan pangan global. Kita juga akan mengulas apakah benar Indonesia bisa meraup keuntungan hingga puluhan triliun rupiah dari situasi ini, atau justru ada risiko tersembunyi yang perlu diwaspadai.\n\nTonton sampai habis, karena fenomena ini bukan hanya soal pupuk, tetapi tentang bagaimana sebuah negara bisa berubah posisi menjadi pemain penting di tengah krisis global yang tidak terduga.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "arTQHPsLCPY"}}, {"key": "@tvOneNews", "attributes": {"label": "@tvOneNews", "x": 136.76264438677356, "y": 270.97700104858967, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.6635, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "gsZH3y601Eg", "id": "@tvOneNews", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] Timur Tengah Membara, Ekonomi Indonesia Siaga? | Indonesia Business Forum tvOne\n\nJakarta, https://www.tvOnenews.com - [LIVE] Timur Tengah Membara, Ekonomi Indonesia Siaga? | Indonesia Business Forum tvOne\n\nKetegangan geopolitik di kawasan timur tengah masih terus berlangsung, khususnya antara iran, amerika serikat, dan israel. konflik yang berpotensi berlarut-larut ini tidak hanya berdampak pada stabilitas kawasan, tetapi juga memicu kekhawatiran global, terutama terkait ancaman gangguan distribusi energi dunia.\n\nPerundingan terbaru antara Iran dan AS memang masih alot bahkan sempat mandek tanpa kesepakatan setelah pembahasan panjang, meski peluang dialog negosiasi lanjutan masih terbuka dalam waktu dekat untuk dilanjutkan oleh kedua pihak. Namun kita juga harus bersiap dengan segala kemungkinan yang terjadi untuk segala resikonya.\n\nsalah satu titik krusial yang menjadi sorotan adalah selat hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 30% pasokan minyak dunia. ancaman blokade di wilayah ini berpotensi memicu lonjakan harga minyak global secara signifikan.\ndampaknya tentu tidak berhenti di negara-negara yang terlibat konflik. negara berkembang seperti indonesia juga menghadapi risiko ekonomi yang serius mulai dari tekanan inflasi, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga meningkatnya beban subsidi energi.\n\nlalu, bagaimana sebenarnya dampak ekonomi dari konflik ini terhadap masyarakat luas? Seberapa besar risiko yang harus diantisipasi oleh indonesia? Dan strategi apa yang perlu disiapkan untuk menghadapi ketidakpastian global ini?\n\nIBF01\nFN01\n\nSaksikan live streaming tvOne hanya di https://www.tvonenews.com/live\nDan jangan lupa untuk follow akun-Akun Sosial Media tvOnenews untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan update dari kami:\n\nFacebook -   / tvonenews  \nInstagram -   / tvonenews  \nTwitter -   / tvonenews  \nTikTok -   / tvonenews  \nWebsite - https://tvOnenews.com\nMusic by Declan DP\n   /", "post_id": "gsZH3y601Eg"}}, {"key": "declandpmusic", "attributes": {"label": "declandpmusic", "x": 974.0705177482174, "y": 165.7584526834942, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.4705, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "gsZH3y601Eg", "id": "declandpmusic", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] Timur Tengah Membara, Ekonomi Indonesia Siaga? | Indonesia Business Forum tvOne\n\nJakarta, https://www.tvOnenews.com - [LIVE] Timur Tengah Membara, Ekonomi Indonesia Siaga? | Indonesia Business Forum tvOne\n\nKetegangan geopolitik di kawasan timur tengah masih terus berlangsung, khususnya antara iran, amerika serikat, dan israel. konflik yang berpotensi berlarut-larut ini tidak hanya berdampak pada stabilitas kawasan, tetapi juga memicu kekhawatiran global, terutama terkait ancaman gangguan distribusi energi dunia.\n\nPerundingan terbaru antara Iran dan AS memang masih alot bahkan sempat mandek tanpa kesepakatan setelah pembahasan panjang, meski peluang dialog negosiasi lanjutan masih terbuka dalam waktu dekat untuk dilanjutkan oleh kedua pihak. Namun kita juga harus bersiap dengan segala kemungkinan yang terjadi untuk segala resikonya.\n\nsalah satu titik krusial yang menjadi sorotan adalah selat hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 30% pasokan minyak dunia. ancaman blokade di wilayah ini berpotensi memicu lonjakan harga minyak global secara signifikan.\ndampaknya tentu tidak berhenti di negara-negara yang terlibat konflik. negara berkembang seperti indonesia juga menghadapi risiko ekonomi yang serius mulai dari tekanan inflasi, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga meningkatnya beban subsidi energi.\n\nlalu, bagaimana sebenarnya dampak ekonomi dari konflik ini terhadap masyarakat luas? Seberapa besar risiko yang harus diantisipasi oleh indonesia? Dan strategi apa yang perlu disiapkan untuk menghadapi ketidakpastian global ini?\n\nIBF01\nFN01\n\nSaksikan live streaming tvOne hanya di https://www.tvonenews.com/live\nDan jangan lupa untuk follow akun-Akun Sosial Media tvOnenews untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan update dari kami:\n\nFacebook -   / tvonenews  \nInstagram -   / tvonenews  \nTwitter -   / tvonenews  \nTikTok -   / tvonenews  \nWebsite - https://tvOnenews.com\nMusic by Declan DP\n   /", "post_id": "gsZH3y601Eg"}}], "edges": [{"key": "grok", "source": "grok", "target": "fimnland", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "idextratime", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "elcheeefffff", "source": "elcheeefffff", "target": "hadisagala", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "celebesmedia.id", "source": "celebesmedia.id", "target": "celebesmedia.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "celebesmedia.id", "source": "celebesmedia.id", "target": "celebespsm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "joeliardisunendar", "source": "joeliardisunendar", "target": "jsportfolio", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "onlytriv1", "source": "onlytriv1", "target": "cryptowaveid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch2", "source": "nasionalcorruptionwatch2", "target": "kejaksaan.ri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch2", "source": "nasionalcorruptionwatch2", "target": "kpk_ri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch2", "source": "nasionalcorruptionwatch2", "target": "divhumaspolriofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch2", "source": "nasionalcorruptionwatch2", "target": "partaigerindra", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch2", "source": "nasionalcorruptionwatch2", "target": "prabowosubianto08", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch2", "source": "nasionalcorruptionwatch2", "target": "menkeuri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch2", "source": "nasionalcorruptionwatch2", "target": "purbayayudhis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch2", "source": "nasionalcorruptionwatch2", "target": "bpk.ri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@nasionalcorruptionwatch", "source": "@nasionalcorruptionwatch", "target": "nasionalcorruptionwatch", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "Bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.real", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tvOneNews", "source": "@tvOneNews", "target": "declandpmusic", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tvOneNews", "source": "@tvOneNews", "target": "declandpmusic", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "Bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.real", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}