{"nodes": [{"key": "19olippe", "attributes": {"label": "19olippe", "x": 466.9887232484713, "y": 485.00798708219173, "size": 7.97, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 47.7327, "eigenvector": 108.1942, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2052274239374533046", "id": "19olippe", "source": "tweet-000004", "content": "YA AMPUN siang2 begini sulit sekali nyari driver grab express. pengiriman jarak cuma 2,8km. Dan saya ga bisa pakai promo bahkan, bayar full - instant! Sulit sulit", "post_id": "2052274239374533046"}}, {"key": "GrabID", "attributes": {"label": "GrabID", "x": 198.7729190428521, "y": 198.82894136981622, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 101.8298, "eigenvector": 261.2039, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2052274239374533046", "id": "GrabID", "source": "tweet-000004", "content": "YA AMPUN siang2 begini sulit sekali nyari driver grab express. pengiriman jarak cuma 2,8km. Dan saya ga bisa pakai promo bahkan, bayar full - instant! Sulit sulit", "post_id": "2052274239374533046"}}, {"key": "Kidnepp7", "attributes": {"label": "Kidnepp7", "x": 228.02980301516362, "y": 841.0591043807806, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 47.7327, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2052150033085305047", "id": "Kidnepp7", "source": "tweet-000004", "content": "Tidak, alogaritma gojek dipengaruhi jumlah/ jarak driver di sktr situ. Misal driver pertama anda cancel. Secara radius aplikasi akan mencari driver lain terdekat, namun lebih jauh dr driver pertama td, sehngga tarif berubah. Dan bisa lebih lama jika tidak ada yg mau ambil.", "post_id": "2052150033085305047"}}, {"key": "inayifla", "attributes": {"label": "inayifla", "x": 374.19626374310366, "y": 294.54329255444566, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 68.0191, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052150033085305047", "id": "inayifla", "source": "tweet-000004", "content": "Tidak, alogaritma gojek dipengaruhi jumlah/ jarak driver di sktr situ. Misal driver pertama anda cancel. Secara radius aplikasi akan mencari driver lain terdekat, namun lebih jauh dr driver pertama td, sehngga tarif berubah. Dan bisa lebih lama jika tidak ada yg mau ambil.", "post_id": "2052150033085305047"}}, {"key": "wkwkwkpostt", "attributes": {"label": "wkwkwkpostt", "x": 483.68347619331087, "y": 75.42813872446908, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 68.0191, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052150033085305047", "id": "wkwkwkpostt", "source": "tweet-000004", "content": "Tidak, alogaritma gojek dipengaruhi jumlah/ jarak driver di sktr situ. Misal driver pertama anda cancel. Secara radius aplikasi akan mencari driver lain terdekat, namun lebih jauh dr driver pertama td, sehngga tarif berubah. Dan bisa lebih lama jika tidak ada yg mau ambil.", "post_id": "2052150033085305047"}}, {"key": "DelPierreDal", "attributes": {"label": "DelPierreDal", "x": 745.6145966951858, "y": 641.3069089338424, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 47.7327, "eigenvector": 261.2039, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2051907517412962386", "id": "DelPierreDal", "source": "tweet-000004", "content": "Akun gojek gw sering cancel gw kira ga ngaruh apa apa, ternyata jadi susah dapet driver. \n\nKalo dibandingkan keduanya, ya mending cs yg cancel karena driver kan nyari nafkah ya. Tapi kalo modelannya begini mau buat baik juga jadi rada gimana gitu", "post_id": "2051907517412962386"}}, {"key": "robert_peterson", "attributes": {"label": "robert_peterson", "x": 437.4304082448067, "y": 233.81472657852376, "size": 11.49, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 61.257, "eigenvector": 184.699, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051907517412962386", "id": "robert_peterson", "source": "tweet-000004", "content": "Akun gojek gw sering cancel gw kira ga ngaruh apa apa, ternyata jadi susah dapet driver. \n\nKalo dibandingkan keduanya, ya mending cs yg cancel karena driver kan nyari nafkah ya. Tapi kalo modelannya begini mau buat baik juga jadi rada gimana gitu", "post_id": "2051907517412962386"}}, {"key": "KapudS640", "attributes": {"label": "KapudS640", "x": 308.3053982554813, "y": 213.87084392838528, "size": 11.49, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 61.257, "eigenvector": 184.699, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051907517412962386", "id": "KapudS640", "source": "tweet-000004", "content": "Akun gojek gw sering cancel gw kira ga ngaruh apa apa, ternyata jadi susah dapet driver. \n\nKalo dibandingkan keduanya, ya mending cs yg cancel karena driver kan nyari nafkah ya. Tapi kalo modelannya begini mau buat baik juga jadi rada gimana gitu", "post_id": "2051907517412962386"}}, {"key": "samarindacom", "attributes": {"label": "samarindacom", "x": 838.2960070654995, "y": 720.2248415942832, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 47.7327, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890207622342444076_46900645253", "id": "samarindacom", "source": "instagram-000001", "content": "Puluhan driver Grab di Samarinda menggeruduk kantor Grab yang berada di Jalan Wahid Hasyim 1 pada Senin (4/5). Aksi tersebut dilakukan bukan tanpa alasan.\n\nPara driver datang untuk menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak perusahaan. Salah satunya meminta agar pihak Grab menghentikan sementara pendaftaran driver baru, karena jumlah driver dinilai sudah terlalu banyak sehingga orderan di lapangan menjadi sepi atau “anyep”.\n\nSelain itu, para driver juga mempersoalkan adanya program layanan berbayar (Slot) yang disebut-sebut dapat membuat orderan lebih lancar. Mereka menilai, untuk mendapatkan orderan yang stabil, driver harus terlebih dahulu mendaftar pada layanan berbayar tersebut. Kondisi ini dinilai memberatkan para driver yang menggantungkan penghasilan dari order harian.\n\nSumber :", "post_id": "3890207622342444076_46900645253"}}, {"key": "smr_today", "attributes": {"label": "smr_today", "x": 514.5761064927402, "y": 888.9272761282546, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 128.8783, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3890207622342444076_46900645253", "id": "smr_today", "source": "instagram-000001", "content": "Puluhan driver Grab di Samarinda menggeruduk kantor Grab yang berada di Jalan Wahid Hasyim 1 pada Senin (4/5). Aksi tersebut dilakukan bukan tanpa alasan.\n\nPara driver datang untuk menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak perusahaan. Salah satunya meminta agar pihak Grab menghentikan sementara pendaftaran driver baru, karena jumlah driver dinilai sudah terlalu banyak sehingga orderan di lapangan menjadi sepi atau “anyep”.\n\nSelain itu, para driver juga mempersoalkan adanya program layanan berbayar (Slot) yang disebut-sebut dapat membuat orderan lebih lancar. Mereka menilai, untuk mendapatkan orderan yang stabil, driver harus terlebih dahulu mendaftar pada layanan berbayar tersebut. Kondisi ini dinilai memberatkan para driver yang menggantungkan penghasilan dari order harian.\n\nSumber :", "post_id": "3890207622342444076_46900645253"}}, {"key": "samarinda.reels", "attributes": {"label": "samarinda.reels", "x": 840.6615584824817, "y": 109.6095010806527, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 47.7327, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3891032769151050818_10355815151", "id": "samarinda.reels", "source": "instagram-000001", "content": "Samarinda, Sebuah kejadian yang sempat viral di media sosial terkait dugaan driver ojek online membawa kabur pesanan makanan akhirnya telah diklarifikasi dan diselesaikan.\n\nPeristiwa tersebut bermula pada Selasa (5/5), ketika sebuah pesanan makanan masuk ke warung dan kemudian diambil oleh seorang driver dari layanan Grab untuk diantar kepada pelanggan. Namun setelah driver menempuh perjalanan cukup jauh, pesanan tersebut tiba-tiba tercatat dibatalkan (cancel) di aplikasi.\n\nAkibat pembatalan itu, sistem kemudian mengalihkan pesanan kepada driver lain. Saat driver kedua datang ke warung untuk mengambil pesanan, pihak warung menjelaskan bahwa makanan tersebut sudah lebih dulu diambil oleh driver pertama yang menerima orderan awal. Situasi ini sempat menimbulkan dugaan bahwa pesanan dibawa kabur oleh driver.\n\nSetelah kejadian tersebut viral, pada Rabu (6/5) driver yang mengambil pesanan pertama datang menemui pihak warung untuk memberikan klarifikasi. Dari hasil komunikasi antara driver dan pihak warung, diketahui bahwa pembatalan pesanan terjadi karena kesalahan sistem pada operator Grab yang membatalkan pesanan tersebut, bukan karena dibatalkan oleh driver maupun pihak restoran.\n\nDriver dan pihak warung akhirnya telah bertemu langsung dan menyelesaikan permasalahan tersebut secara baik-baik. Kejadian ini dipastikan merupakan murni kesalahan sistem yang menyebabkan terjadinya miskomunikasi antara driver dan pihak warung\n\nNarasi", "post_id": "3891032769151050818_10355815151"}}, {"key": "infoterkinismr", "attributes": {"label": "infoterkinismr", "x": 952.8524911479993, "y": 431.5610263128097, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 47.7327, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890151763525374539_2112567395", "id": "infoterkinismr", "source": "instagram-000001", "content": "Senin (4/5), mereka mendatangi kantor Grab di Jalan Wahid Hasyim 1. Bukan tanpa sebab, aksi ini jadi bentuk keresahan yang sudah lama terpendam.\n\nPara driver menuntut kejelasan. Mereka meminta agar pendaftaran driver baru dihentikan sementara, karena jumlah mitra yang membludak membuat orderan di lapangan terasa makin sepi—atau istilah mereka, “anyep”.\n\nTak hanya itu, muncul pula keluhan soal program layanan berbayar (slot) yang disebut bisa melancarkan orderan. Para driver merasa, untuk bisa “hidup” dari aplikasi, mereka seperti dipaksa ikut layanan tersebut.\n\nBagi mereka, ini bukan sekadar soal fitur—ini soal penghasilan harian dan keberlangsungan hidup.\nKini, para driver berharap ada langkah nyata dari pihak perusahaan. Karena di balik jaket hijau itu, ada banyak keluarga yang bergantung pada setiap order yang masuk.\n\n🎥:", "post_id": "3890151763525374539_2112567395"}}, {"key": "samarinda_borneo_", "attributes": {"label": "samarinda_borneo_", "x": 217.60493174626595, "y": 975.5250854133826, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 88.3055, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890151763525374539_2112567395", "id": "samarinda_borneo_", "source": "instagram-000001", "content": "Senin (4/5), mereka mendatangi kantor Grab di Jalan Wahid Hasyim 1. Bukan tanpa sebab, aksi ini jadi bentuk keresahan yang sudah lama terpendam.\n\nPara driver menuntut kejelasan. Mereka meminta agar pendaftaran driver baru dihentikan sementara, karena jumlah mitra yang membludak membuat orderan di lapangan terasa makin sepi—atau istilah mereka, “anyep”.\n\nTak hanya itu, muncul pula keluhan soal program layanan berbayar (slot) yang disebut bisa melancarkan orderan. Para driver merasa, untuk bisa “hidup” dari aplikasi, mereka seperti dipaksa ikut layanan tersebut.\n\nBagi mereka, ini bukan sekadar soal fitur—ini soal penghasilan harian dan keberlangsungan hidup.\nKini, para driver berharap ada langkah nyata dari pihak perusahaan. Karena di balik jaket hijau itu, ada banyak keluarga yang bergantung pada setiap order yang masuk.\n\n🎥:", "post_id": "3890151763525374539_2112567395"}}, {"key": "amandawisaksana", "attributes": {"label": "amandawisaksana", "x": 45.260829976742414, "y": 366.0177485332722, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 47.7327, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7636031694356827413", "id": "amandawisaksana", "source": "tiktok-000001", "content": "B 1607 WYO Muhammad Hafidz Mobil Honda BR-V  Saat itu saya memesan GoCar. Driver sebenarnya sudah tiba di lokasi, tetapi saya tidak mengetahuinya karena tidak ada notifikasi dari aplikasi. Biasanya, jika driver sudah sampai, akan muncul pemberitahuan di aplikasi. Namun kali ini tidak ada, karena ternyata sejak awal driver tidak menekan tombol “pick up”. Ketika kami berempat hendak masuk ke mobil, tiba-tiba driver memarahi kami karena dianggap membuatnya menunggu sekitar 10 menit. Padahal, saat itu saya terus memantau posisi driver di aplikasi dan terlihat bahwa ia memang baru saja tiba. Yang membuat saya bingung adalah tidak adanya notifikasi kedatangan driver di aplikasi. Saat kami masuk ke dalam mobil, driver melarang salah satu dari kami untuk duduk di kursi depan dengan alasan kursi tersebut penuh barang. Padahal, di kursi depan hanya terlihat ada botol dan rokok. Sepanjang perjalanan, driver terus marah-marah dan bahkan menyebut-nyebut ras salah satu dari kami. Saat itu kami berempat sudah meminta maaf dan mencoba memberikan solusi dengan menawarkan tip kepada driver. Namun, ia justru tersinggung dan semakin marah kepada kami. Tidak lama kemudian, ia mengatakan bahwa kami tidak perlu membayar, sambil menyinggung bahwa kami masih meminta uang kepada orang tua. Hal ini membuat saya bingung, karena saya sudah melakukan pembayaran menggunakan GoPay. Driver kemudian mengaku bahwa ia memang tidak menekan tombol “pick up” sejak awal, dengan alasan agar saya tidak bisa melaporkan akunnya ke pihak Gojek dan ia terhindar dari suspend.  Kemudian, driver menurunkan kami sebelum sampai di titik tujuan. Setelah itu, ia membuka jendela mobil sambil tetap marah-marah. Saya memohon kepada pihak  Indonesia untuk menindak tegas kejadian ini. Saya sebenarnya sudah mencoba melaporkan kejadian ini melalui aplikasi, namun tidak berhasil karena driver tersebut tidak tercatat dalam riwayat perjalanan saya.", "post_id": "7636031694356827413"}}, {"key": "Gojek", "attributes": {"label": "Gojek", "x": 75.97337019327188, "y": 431.81242719918623, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 88.3055, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636031694356827413", "id": "Gojek", "source": "tiktok-000001", "content": "B 1607 WYO Muhammad Hafidz Mobil Honda BR-V  Saat itu saya memesan GoCar. Driver sebenarnya sudah tiba di lokasi, tetapi saya tidak mengetahuinya karena tidak ada notifikasi dari aplikasi. Biasanya, jika driver sudah sampai, akan muncul pemberitahuan di aplikasi. Namun kali ini tidak ada, karena ternyata sejak awal driver tidak menekan tombol “pick up”. Ketika kami berempat hendak masuk ke mobil, tiba-tiba driver memarahi kami karena dianggap membuatnya menunggu sekitar 10 menit. Padahal, saat itu saya terus memantau posisi driver di aplikasi dan terlihat bahwa ia memang baru saja tiba. Yang membuat saya bingung adalah tidak adanya notifikasi kedatangan driver di aplikasi. Saat kami masuk ke dalam mobil, driver melarang salah satu dari kami untuk duduk di kursi depan dengan alasan kursi tersebut penuh barang. Padahal, di kursi depan hanya terlihat ada botol dan rokok. Sepanjang perjalanan, driver terus marah-marah dan bahkan menyebut-nyebut ras salah satu dari kami. Saat itu kami berempat sudah meminta maaf dan mencoba memberikan solusi dengan menawarkan tip kepada driver. Namun, ia justru tersinggung dan semakin marah kepada kami. Tidak lama kemudian, ia mengatakan bahwa kami tidak perlu membayar, sambil menyinggung bahwa kami masih meminta uang kepada orang tua. Hal ini membuat saya bingung, karena saya sudah melakukan pembayaran menggunakan GoPay. Driver kemudian mengaku bahwa ia memang tidak menekan tombol “pick up” sejak awal, dengan alasan agar saya tidak bisa melaporkan akunnya ke pihak Gojek dan ia terhindar dari suspend.  Kemudian, driver menurunkan kami sebelum sampai di titik tujuan. Setelah itu, ia membuka jendela mobil sambil tetap marah-marah. Saya memohon kepada pihak  Indonesia untuk menindak tegas kejadian ini. Saya sebenarnya sudah mencoba melaporkan kejadian ini melalui aplikasi, namun tidak berhasil karena driver tersebut tidak tercatat dalam riwayat perjalanan saya.", "post_id": "7636031694356827413"}}], "edges": [{"key": "19olippe", "source": "19olippe", "target": "GrabID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kidnepp7", "source": "Kidnepp7", "target": "inayifla", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kidnepp7", "source": "Kidnepp7", "target": "wkwkwkpostt", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "DelPierreDal", "source": "DelPierreDal", "target": "robert_peterson", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "DelPierreDal", "source": "DelPierreDal", "target": "KapudS640", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "DelPierreDal", "source": "DelPierreDal", "target": "GrabID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "samarindacom", "source": "samarindacom", "target": "smr_today", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "samarinda.reels", "source": "samarinda.reels", "target": "smr_today", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infoterkinismr", "source": "infoterkinismr", "target": "samarinda_borneo_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "amandawisaksana", "source": "amandawisaksana", "target": "Gojek", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}]}