{"nodes": [{"key": "siennasin124726", "attributes": {"label": "siennasin124726", "x": 491.9217813820249, "y": 508.8717940635975, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.9475, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2052419765743038912", "id": "siennasin124726", "source": "tweet-000004", "content": "jujur inimah buat mobilisasi karena boros juga kalo harus pake ojol or angkot pulang pergi DAN prefer motor listrik \n\nhttps://t.co/jiX16NAuJt", "post_id": "2052419765743038912"}}, {"key": "empty__core", "attributes": {"label": "empty__core", "x": 500.08039747853206, "y": 307.56374564610013, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 22.103, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052419765743038912", "id": "empty__core", "source": "tweet-000004", "content": "jujur inimah buat mobilisasi karena boros juga kalo harus pake ojol or angkot pulang pergi DAN prefer motor listrik \n\nhttps://t.co/jiX16NAuJt", "post_id": "2052419765743038912"}}, {"key": "woilo_official", "attributes": {"label": "woilo_official", "x": 763.9210853990027, "y": 131.54274909313656, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.9475, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2052295773958836359", "id": "woilo_official", "source": "tweet-000004", "content": "Mantap banget! PKB motor listrik cuma Rp35rb di Jakarta 2026, hemat banget & ramah lingkungan. Ayo switch ke EV sekarang! ⚡🏍️", "post_id": "2052295773958836359"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 146.22392829874298, "y": 788.9027263823889, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 22.103, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052295773958836359", "id": "kompascom", "source": "tweet-000004", "content": "Mantap banget! PKB motor listrik cuma Rp35rb di Jakarta 2026, hemat banget & ramah lingkungan. Ayo switch ke EV sekarang! ⚡🏍️", "post_id": "2052295773958836359"}}, {"key": "manusiayangbeg", "attributes": {"label": "manusiayangbeg", "x": 610.8408666513369, "y": 364.9504193735195, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.9475, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2052359584548077683", "id": "manusiayangbeg", "source": "tweet-000004", "content": "Karena grab/gojek pakai pribadi sudah full untuk wilayah jakarta,kalo mau sewa motor listrik nah itu lebih gak rekomen karna target. Shopee pakai pribadi lebih enak karna di wilayah jakarta banyakan anter barang itu butuh data asli sesuai aplikasi😉", "post_id": "2052359584548077683"}}, {"key": "matthew545_", "attributes": {"label": "matthew545_", "x": 999.9310591787792, "y": 159.2938583988549, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.0253, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052359584548077683", "id": "matthew545_", "source": "tweet-000004", "content": "Karena grab/gojek pakai pribadi sudah full untuk wilayah jakarta,kalo mau sewa motor listrik nah itu lebih gak rekomen karna target. Shopee pakai pribadi lebih enak karna di wilayah jakarta banyakan anter barang itu butuh data asli sesuai aplikasi😉", "post_id": "2052359584548077683"}}, {"key": "lovemyselfXXVII", "attributes": {"label": "lovemyselfXXVII", "x": 264.0444288363484, "y": 877.1732164257872, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.0253, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052359584548077683", "id": "lovemyselfXXVII", "source": "tweet-000004", "content": "Karena grab/gojek pakai pribadi sudah full untuk wilayah jakarta,kalo mau sewa motor listrik nah itu lebih gak rekomen karna target. Shopee pakai pribadi lebih enak karna di wilayah jakarta banyakan anter barang itu butuh data asli sesuai aplikasi😉", "post_id": "2052359584548077683"}}, {"key": "celebesmedia.id", "attributes": {"label": "celebesmedia.id", "x": 688.7909924030234, "y": 731.527171723086, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 15.1715, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 4, "degree": 6}, "_id": "3892435130271246039_10864878485", "id": "celebesmedia.id", "source": "instagram-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan insentif kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) mulai diterapkan pada Juni 2026.\n\nKebijakan tersebut mencakup insentif untuk mobil listrik dan sepeda motor listrik guna menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).\n\n“Nanti anggarannya kami hitung dan kami siapkan. Yang jelas, saya ingin itu masuk mulai awal Juni bisa diimplementasikan,” ujar Purbaya dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis (7/5).\n\nPurbaya menjelaskan, kebijakan insentif kendaraan listrik bertujuan mengubah pola konsumsi energi masyarakat dari BBM ke listrik. Menurut dia, langkah itu juga diharapkan dapat mengurangi impor BBM dan minyak mentah Indonesia.\n\n“Itu membantu daya tahan ekonomi kita, jadi jangan dilihat subsidinya. Tujuan utamanya itu, sehingga kita lebih tahan ekonominya dari sisi energi,” kata Purbaya.\n\nPemerintah menyiapkan insentif untuk 100 ribu unit mobil listrik dan 100 ribu unit sepeda motor listrik pada tahun ini. Untuk motor listrik, pemerintah mengalokasikan subsidi sebesar Rp5 juta per unit.\n\nSementara itu, insentif untuk mobil listrik akan diberikan melalui skema Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 40 hingga 100 persen. Kebijakan tersebut hanya berlaku bagi kendaraan listrik penuh dan tidak mencakup kendaraan hibrida.\n\nBaca selengkapnya di www.celebesmedia.id\n\nIkuti juga sosial media kami  & \ndi Instagram, Tiktok, Twitter, Threads, & Youtube\n\n#kemenkeu #insentif #purbaya\n#kendaraanlistrik #ekonomi", "post_id": "3892435130271246039_10864878485"}}, {"key": "celebespsm", "attributes": {"label": "celebespsm", "x": 885.4600295673772, "y": 749.5327711261226, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 15.1715, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3892435130271246039_10864878485", "id": "celebespsm", "source": "instagram-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan insentif kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) mulai diterapkan pada Juni 2026.\n\nKebijakan tersebut mencakup insentif untuk mobil listrik dan sepeda motor listrik guna menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).\n\n“Nanti anggarannya kami hitung dan kami siapkan. Yang jelas, saya ingin itu masuk mulai awal Juni bisa diimplementasikan,” ujar Purbaya dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis (7/5).\n\nPurbaya menjelaskan, kebijakan insentif kendaraan listrik bertujuan mengubah pola konsumsi energi masyarakat dari BBM ke listrik. Menurut dia, langkah itu juga diharapkan dapat mengurangi impor BBM dan minyak mentah Indonesia.\n\n“Itu membantu daya tahan ekonomi kita, jadi jangan dilihat subsidinya. Tujuan utamanya itu, sehingga kita lebih tahan ekonominya dari sisi energi,” kata Purbaya.\n\nPemerintah menyiapkan insentif untuk 100 ribu unit mobil listrik dan 100 ribu unit sepeda motor listrik pada tahun ini. Untuk motor listrik, pemerintah mengalokasikan subsidi sebesar Rp5 juta per unit.\n\nSementara itu, insentif untuk mobil listrik akan diberikan melalui skema Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 40 hingga 100 persen. Kebijakan tersebut hanya berlaku bagi kendaraan listrik penuh dan tidak mencakup kendaraan hibrida.\n\nBaca selengkapnya di www.celebesmedia.id\n\nIkuti juga sosial media kami  & \ndi Instagram, Tiktok, Twitter, Threads, & Youtube\n\n#kemenkeu #insentif #purbaya\n#kendaraanlistrik #ekonomi", "post_id": "3892435130271246039_10864878485"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch", "attributes": {"label": "nasionalcorruptionwatch", "x": 297.655350483238, "y": 704.8783888773119, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.9475, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 0, "out_degree": 13, "degree": 13}, "_id": "3890358081414542798_56449107558", "id": "nasionalcorruptionwatch", "source": "instagram-000001", "content": "Pemerintah terus menyuarakan efisiensi anggaran dan keberpihakan pada rakyat kecil. Namun di balik itu, sejumlah pengadaan di kementerian dan lembaga-lembaga justru menghadirkan angka-angka yang memancing pertanyaan, bukan karena besarnya saja, tapi karena sulitnya menemukan logika di baliknya.\n\nDi Kementerian Sosial, pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat langsung menyita perhatian. Pagu Rp700 ribu per pasang dengan total Rp27,5 miliar membuat publik bertanya-tanya: sejak kapan sepatu sekolah masuk kategori barang semahal itu? Program yang namanya menggambarkan kesederhanaan justru membuka diri dengan angka yang jauh dari kesan sederhana.\n\nDi Badan Gizi Nasional, lembaga yang dibentuk untuk memastikan anak-anak Indonesia tidak kekurangan gizi. Daftar pengadaannya mencakup tablet Rp17,9 juta per unit dengan total Rp508,49 miliar, sistem teknologi informasi Rp1,2 triliun, hingga semir sepatu Rp1,57 miliar, semua tercatat sebagai belanja lembaga yang urusan utamanya adalah gizi anak. BGN juga mengadakan 21.801 unit motor listrik untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG seharga Rp42 juta per unit, totalnya hampir Rp1,2 triliun.\n\nPola seperti ini bukan hanya di satu atau dua instansi saja. Di berbagai kementerian dan lembaga-lembaga lainnya, pengadaan kerap dimulai dengan pagu tinggi, spesifikasi samar, dan minim penjelasan publik. Ketika dipertanyakan, jawabannya hampir selalu sama: sudah sesuai prosedur. Dokumen lengkap, tanda tangan ada di tempatnya dan secara administratif, tidak ada yang bisa digugat.\n\nKetika program sosial justru lebih banyak mengalirkan anggaran ke perangkat mahal, kendaraan, dan perlengkapan yang jauh dari inti programnya, publik berhak bertanya, siapa sebenarnya yang paling diuntungkan? Rakyat, atau ekosistem pengadaan yang tiap tahun terus berputar dengan wajah berbeda, nama program berbeda, tapi karakter yang sama?\n\n#AntiKorupsi #korupsi #tersangka #penegakanhukum #pengadaan #sepatu #kemensos #sekolahrakyat #umkm #mbg #bgn", "post_id": "3890358081414542798_56449107558"}}, {"key": "kejaksaan.ri", "attributes": {"label": "kejaksaan.ri", "x": 970.3058962561968, "y": 561.6600508250559, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.7287, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890358081414542798_56449107558", "id": "kejaksaan.ri", "source": "instagram-000001", "content": "Pemerintah terus menyuarakan efisiensi anggaran dan keberpihakan pada rakyat kecil. Namun di balik itu, sejumlah pengadaan di kementerian dan lembaga-lembaga justru menghadirkan angka-angka yang memancing pertanyaan, bukan karena besarnya saja, tapi karena sulitnya menemukan logika di baliknya.\n\nDi Kementerian Sosial, pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat langsung menyita perhatian. Pagu Rp700 ribu per pasang dengan total Rp27,5 miliar membuat publik bertanya-tanya: sejak kapan sepatu sekolah masuk kategori barang semahal itu? Program yang namanya menggambarkan kesederhanaan justru membuka diri dengan angka yang jauh dari kesan sederhana.\n\nDi Badan Gizi Nasional, lembaga yang dibentuk untuk memastikan anak-anak Indonesia tidak kekurangan gizi. Daftar pengadaannya mencakup tablet Rp17,9 juta per unit dengan total Rp508,49 miliar, sistem teknologi informasi Rp1,2 triliun, hingga semir sepatu Rp1,57 miliar, semua tercatat sebagai belanja lembaga yang urusan utamanya adalah gizi anak. BGN juga mengadakan 21.801 unit motor listrik untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG seharga Rp42 juta per unit, totalnya hampir Rp1,2 triliun.\n\nPola seperti ini bukan hanya di satu atau dua instansi saja. Di berbagai kementerian dan lembaga-lembaga lainnya, pengadaan kerap dimulai dengan pagu tinggi, spesifikasi samar, dan minim penjelasan publik. Ketika dipertanyakan, jawabannya hampir selalu sama: sudah sesuai prosedur. Dokumen lengkap, tanda tangan ada di tempatnya dan secara administratif, tidak ada yang bisa digugat.\n\nKetika program sosial justru lebih banyak mengalirkan anggaran ke perangkat mahal, kendaraan, dan perlengkapan yang jauh dari inti programnya, publik berhak bertanya, siapa sebenarnya yang paling diuntungkan? Rakyat, atau ekosistem pengadaan yang tiap tahun terus berputar dengan wajah berbeda, nama program berbeda, tapi karakter yang sama?\n\n#AntiKorupsi #korupsi #tersangka #penegakanhukum #pengadaan #sepatu #kemensos #sekolahrakyat #umkm #mbg #bgn", "post_id": "3890358081414542798_56449107558"}}, {"key": "divisihumaspolri", "attributes": {"label": "divisihumaspolri", "x": 9.092238439572299, "y": 91.74372198058211, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.7287, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890358081414542798_56449107558", "id": "divisihumaspolri", "source": "instagram-000001", "content": "Pemerintah terus menyuarakan efisiensi anggaran dan keberpihakan pada rakyat kecil. Namun di balik itu, sejumlah pengadaan di kementerian dan lembaga-lembaga justru menghadirkan angka-angka yang memancing pertanyaan, bukan karena besarnya saja, tapi karena sulitnya menemukan logika di baliknya.\n\nDi Kementerian Sosial, pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat langsung menyita perhatian. Pagu Rp700 ribu per pasang dengan total Rp27,5 miliar membuat publik bertanya-tanya: sejak kapan sepatu sekolah masuk kategori barang semahal itu? Program yang namanya menggambarkan kesederhanaan justru membuka diri dengan angka yang jauh dari kesan sederhana.\n\nDi Badan Gizi Nasional, lembaga yang dibentuk untuk memastikan anak-anak Indonesia tidak kekurangan gizi. Daftar pengadaannya mencakup tablet Rp17,9 juta per unit dengan total Rp508,49 miliar, sistem teknologi informasi Rp1,2 triliun, hingga semir sepatu Rp1,57 miliar, semua tercatat sebagai belanja lembaga yang urusan utamanya adalah gizi anak. BGN juga mengadakan 21.801 unit motor listrik untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG seharga Rp42 juta per unit, totalnya hampir Rp1,2 triliun.\n\nPola seperti ini bukan hanya di satu atau dua instansi saja. Di berbagai kementerian dan lembaga-lembaga lainnya, pengadaan kerap dimulai dengan pagu tinggi, spesifikasi samar, dan minim penjelasan publik. Ketika dipertanyakan, jawabannya hampir selalu sama: sudah sesuai prosedur. Dokumen lengkap, tanda tangan ada di tempatnya dan secara administratif, tidak ada yang bisa digugat.\n\nKetika program sosial justru lebih banyak mengalirkan anggaran ke perangkat mahal, kendaraan, dan perlengkapan yang jauh dari inti programnya, publik berhak bertanya, siapa sebenarnya yang paling diuntungkan? Rakyat, atau ekosistem pengadaan yang tiap tahun terus berputar dengan wajah berbeda, nama program berbeda, tapi karakter yang sama?\n\n#AntiKorupsi #korupsi #tersangka #penegakanhukum #pengadaan #sepatu #kemensos #sekolahrakyat #umkm #mbg #bgn", "post_id": "3890358081414542798_56449107558"}}, {"key": "gerindra", "attributes": {"label": "gerindra", "x": 191.29098082366147, "y": 511.05398273738933, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.7287, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890358081414542798_56449107558", "id": "gerindra", "source": "instagram-000001", "content": "Pemerintah terus menyuarakan efisiensi anggaran dan keberpihakan pada rakyat kecil. Namun di balik itu, sejumlah pengadaan di kementerian dan lembaga-lembaga justru menghadirkan angka-angka yang memancing pertanyaan, bukan karena besarnya saja, tapi karena sulitnya menemukan logika di baliknya.\n\nDi Kementerian Sosial, pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat langsung menyita perhatian. Pagu Rp700 ribu per pasang dengan total Rp27,5 miliar membuat publik bertanya-tanya: sejak kapan sepatu sekolah masuk kategori barang semahal itu? Program yang namanya menggambarkan kesederhanaan justru membuka diri dengan angka yang jauh dari kesan sederhana.\n\nDi Badan Gizi Nasional, lembaga yang dibentuk untuk memastikan anak-anak Indonesia tidak kekurangan gizi. Daftar pengadaannya mencakup tablet Rp17,9 juta per unit dengan total Rp508,49 miliar, sistem teknologi informasi Rp1,2 triliun, hingga semir sepatu Rp1,57 miliar, semua tercatat sebagai belanja lembaga yang urusan utamanya adalah gizi anak. BGN juga mengadakan 21.801 unit motor listrik untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG seharga Rp42 juta per unit, totalnya hampir Rp1,2 triliun.\n\nPola seperti ini bukan hanya di satu atau dua instansi saja. Di berbagai kementerian dan lembaga-lembaga lainnya, pengadaan kerap dimulai dengan pagu tinggi, spesifikasi samar, dan minim penjelasan publik. Ketika dipertanyakan, jawabannya hampir selalu sama: sudah sesuai prosedur. Dokumen lengkap, tanda tangan ada di tempatnya dan secara administratif, tidak ada yang bisa digugat.\n\nKetika program sosial justru lebih banyak mengalirkan anggaran ke perangkat mahal, kendaraan, dan perlengkapan yang jauh dari inti programnya, publik berhak bertanya, siapa sebenarnya yang paling diuntungkan? Rakyat, atau ekosistem pengadaan yang tiap tahun terus berputar dengan wajah berbeda, nama program berbeda, tapi karakter yang sama?\n\n#AntiKorupsi #korupsi #tersangka #penegakanhukum #pengadaan #sepatu #kemensos #sekolahrakyat #umkm #mbg #bgn", "post_id": "3890358081414542798_56449107558"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 40.26088025225272, "y": 79.69662679467282, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.7287, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890358081414542798_56449107558", "id": "prabowo", "source": "instagram-000001", "content": "Pemerintah terus menyuarakan efisiensi anggaran dan keberpihakan pada rakyat kecil. Namun di balik itu, sejumlah pengadaan di kementerian dan lembaga-lembaga justru menghadirkan angka-angka yang memancing pertanyaan, bukan karena besarnya saja, tapi karena sulitnya menemukan logika di baliknya.\n\nDi Kementerian Sosial, pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat langsung menyita perhatian. Pagu Rp700 ribu per pasang dengan total Rp27,5 miliar membuat publik bertanya-tanya: sejak kapan sepatu sekolah masuk kategori barang semahal itu? Program yang namanya menggambarkan kesederhanaan justru membuka diri dengan angka yang jauh dari kesan sederhana.\n\nDi Badan Gizi Nasional, lembaga yang dibentuk untuk memastikan anak-anak Indonesia tidak kekurangan gizi. Daftar pengadaannya mencakup tablet Rp17,9 juta per unit dengan total Rp508,49 miliar, sistem teknologi informasi Rp1,2 triliun, hingga semir sepatu Rp1,57 miliar, semua tercatat sebagai belanja lembaga yang urusan utamanya adalah gizi anak. BGN juga mengadakan 21.801 unit motor listrik untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG seharga Rp42 juta per unit, totalnya hampir Rp1,2 triliun.\n\nPola seperti ini bukan hanya di satu atau dua instansi saja. Di berbagai kementerian dan lembaga-lembaga lainnya, pengadaan kerap dimulai dengan pagu tinggi, spesifikasi samar, dan minim penjelasan publik. Ketika dipertanyakan, jawabannya hampir selalu sama: sudah sesuai prosedur. Dokumen lengkap, tanda tangan ada di tempatnya dan secara administratif, tidak ada yang bisa digugat.\n\nKetika program sosial justru lebih banyak mengalirkan anggaran ke perangkat mahal, kendaraan, dan perlengkapan yang jauh dari inti programnya, publik berhak bertanya, siapa sebenarnya yang paling diuntungkan? Rakyat, atau ekosistem pengadaan yang tiap tahun terus berputar dengan wajah berbeda, nama program berbeda, tapi karakter yang sama?\n\n#AntiKorupsi #korupsi #tersangka #penegakanhukum #pengadaan #sepatu #kemensos #sekolahrakyat #umkm #mbg #bgn", "post_id": "3890358081414542798_56449107558"}}, {"key": "official.kpk", "attributes": {"label": "official.kpk", "x": 20.98447832402006, "y": 148.383481206091, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.7287, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890358081414542798_56449107558", "id": "official.kpk", "source": "instagram-000001", "content": "Pemerintah terus menyuarakan efisiensi anggaran dan keberpihakan pada rakyat kecil. Namun di balik itu, sejumlah pengadaan di kementerian dan lembaga-lembaga justru menghadirkan angka-angka yang memancing pertanyaan, bukan karena besarnya saja, tapi karena sulitnya menemukan logika di baliknya.\n\nDi Kementerian Sosial, pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat langsung menyita perhatian. Pagu Rp700 ribu per pasang dengan total Rp27,5 miliar membuat publik bertanya-tanya: sejak kapan sepatu sekolah masuk kategori barang semahal itu? Program yang namanya menggambarkan kesederhanaan justru membuka diri dengan angka yang jauh dari kesan sederhana.\n\nDi Badan Gizi Nasional, lembaga yang dibentuk untuk memastikan anak-anak Indonesia tidak kekurangan gizi. Daftar pengadaannya mencakup tablet Rp17,9 juta per unit dengan total Rp508,49 miliar, sistem teknologi informasi Rp1,2 triliun, hingga semir sepatu Rp1,57 miliar, semua tercatat sebagai belanja lembaga yang urusan utamanya adalah gizi anak. BGN juga mengadakan 21.801 unit motor listrik untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG seharga Rp42 juta per unit, totalnya hampir Rp1,2 triliun.\n\nPola seperti ini bukan hanya di satu atau dua instansi saja. Di berbagai kementerian dan lembaga-lembaga lainnya, pengadaan kerap dimulai dengan pagu tinggi, spesifikasi samar, dan minim penjelasan publik. Ketika dipertanyakan, jawabannya hampir selalu sama: sudah sesuai prosedur. Dokumen lengkap, tanda tangan ada di tempatnya dan secara administratif, tidak ada yang bisa digugat.\n\nKetika program sosial justru lebih banyak mengalirkan anggaran ke perangkat mahal, kendaraan, dan perlengkapan yang jauh dari inti programnya, publik berhak bertanya, siapa sebenarnya yang paling diuntungkan? Rakyat, atau ekosistem pengadaan yang tiap tahun terus berputar dengan wajah berbeda, nama program berbeda, tapi karakter yang sama?\n\n#AntiKorupsi #korupsi #tersangka #penegakanhukum #pengadaan #sepatu #kemensos #sekolahrakyat #umkm #mbg #bgn", "post_id": "3890358081414542798_56449107558"}}, {"key": "menkeuri", "attributes": {"label": "menkeuri", "x": 573.3138150345757, "y": 938.676019993985, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.7287, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890358081414542798_56449107558", "id": "menkeuri", "source": "instagram-000001", "content": "Pemerintah terus menyuarakan efisiensi anggaran dan keberpihakan pada rakyat kecil. Namun di balik itu, sejumlah pengadaan di kementerian dan lembaga-lembaga justru menghadirkan angka-angka yang memancing pertanyaan, bukan karena besarnya saja, tapi karena sulitnya menemukan logika di baliknya.\n\nDi Kementerian Sosial, pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat langsung menyita perhatian. Pagu Rp700 ribu per pasang dengan total Rp27,5 miliar membuat publik bertanya-tanya: sejak kapan sepatu sekolah masuk kategori barang semahal itu? Program yang namanya menggambarkan kesederhanaan justru membuka diri dengan angka yang jauh dari kesan sederhana.\n\nDi Badan Gizi Nasional, lembaga yang dibentuk untuk memastikan anak-anak Indonesia tidak kekurangan gizi. Daftar pengadaannya mencakup tablet Rp17,9 juta per unit dengan total Rp508,49 miliar, sistem teknologi informasi Rp1,2 triliun, hingga semir sepatu Rp1,57 miliar, semua tercatat sebagai belanja lembaga yang urusan utamanya adalah gizi anak. BGN juga mengadakan 21.801 unit motor listrik untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG seharga Rp42 juta per unit, totalnya hampir Rp1,2 triliun.\n\nPola seperti ini bukan hanya di satu atau dua instansi saja. Di berbagai kementerian dan lembaga-lembaga lainnya, pengadaan kerap dimulai dengan pagu tinggi, spesifikasi samar, dan minim penjelasan publik. Ketika dipertanyakan, jawabannya hampir selalu sama: sudah sesuai prosedur. Dokumen lengkap, tanda tangan ada di tempatnya dan secara administratif, tidak ada yang bisa digugat.\n\nKetika program sosial justru lebih banyak mengalirkan anggaran ke perangkat mahal, kendaraan, dan perlengkapan yang jauh dari inti programnya, publik berhak bertanya, siapa sebenarnya yang paling diuntungkan? Rakyat, atau ekosistem pengadaan yang tiap tahun terus berputar dengan wajah berbeda, nama program berbeda, tapi karakter yang sama?\n\n#AntiKorupsi #korupsi #tersangka #penegakanhukum #pengadaan #sepatu #kemensos #sekolahrakyat #umkm #mbg #bgn", "post_id": "3890358081414542798_56449107558"}}, {"key": "dpr_ri", "attributes": {"label": "dpr_ri", "x": 112.63223758927677, "y": 966.957359902473, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.7287, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890358081414542798_56449107558", "id": "dpr_ri", "source": "instagram-000001", "content": "Pemerintah terus menyuarakan efisiensi anggaran dan keberpihakan pada rakyat kecil. Namun di balik itu, sejumlah pengadaan di kementerian dan lembaga-lembaga justru menghadirkan angka-angka yang memancing pertanyaan, bukan karena besarnya saja, tapi karena sulitnya menemukan logika di baliknya.\n\nDi Kementerian Sosial, pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat langsung menyita perhatian. Pagu Rp700 ribu per pasang dengan total Rp27,5 miliar membuat publik bertanya-tanya: sejak kapan sepatu sekolah masuk kategori barang semahal itu? Program yang namanya menggambarkan kesederhanaan justru membuka diri dengan angka yang jauh dari kesan sederhana.\n\nDi Badan Gizi Nasional, lembaga yang dibentuk untuk memastikan anak-anak Indonesia tidak kekurangan gizi. Daftar pengadaannya mencakup tablet Rp17,9 juta per unit dengan total Rp508,49 miliar, sistem teknologi informasi Rp1,2 triliun, hingga semir sepatu Rp1,57 miliar, semua tercatat sebagai belanja lembaga yang urusan utamanya adalah gizi anak. BGN juga mengadakan 21.801 unit motor listrik untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG seharga Rp42 juta per unit, totalnya hampir Rp1,2 triliun.\n\nPola seperti ini bukan hanya di satu atau dua instansi saja. Di berbagai kementerian dan lembaga-lembaga lainnya, pengadaan kerap dimulai dengan pagu tinggi, spesifikasi samar, dan minim penjelasan publik. Ketika dipertanyakan, jawabannya hampir selalu sama: sudah sesuai prosedur. Dokumen lengkap, tanda tangan ada di tempatnya dan secara administratif, tidak ada yang bisa digugat.\n\nKetika program sosial justru lebih banyak mengalirkan anggaran ke perangkat mahal, kendaraan, dan perlengkapan yang jauh dari inti programnya, publik berhak bertanya, siapa sebenarnya yang paling diuntungkan? Rakyat, atau ekosistem pengadaan yang tiap tahun terus berputar dengan wajah berbeda, nama program berbeda, tapi karakter yang sama?\n\n#AntiKorupsi #korupsi #tersangka #penegakanhukum #pengadaan #sepatu #kemensos #sekolahrakyat #umkm #mbg #bgn", "post_id": "3890358081414542798_56449107558"}}, {"key": "bpkriofficial", "attributes": {"label": "bpkriofficial", "x": 55.98800406009274, "y": 151.52687278378764, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.7287, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3890358081414542798_56449107558", "id": "bpkriofficial", "source": "instagram-000001", "content": "Pemerintah terus menyuarakan efisiensi anggaran dan keberpihakan pada rakyat kecil. Namun di balik itu, sejumlah pengadaan di kementerian dan lembaga-lembaga justru menghadirkan angka-angka yang memancing pertanyaan, bukan karena besarnya saja, tapi karena sulitnya menemukan logika di baliknya.\n\nDi Kementerian Sosial, pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat langsung menyita perhatian. Pagu Rp700 ribu per pasang dengan total Rp27,5 miliar membuat publik bertanya-tanya: sejak kapan sepatu sekolah masuk kategori barang semahal itu? Program yang namanya menggambarkan kesederhanaan justru membuka diri dengan angka yang jauh dari kesan sederhana.\n\nDi Badan Gizi Nasional, lembaga yang dibentuk untuk memastikan anak-anak Indonesia tidak kekurangan gizi. Daftar pengadaannya mencakup tablet Rp17,9 juta per unit dengan total Rp508,49 miliar, sistem teknologi informasi Rp1,2 triliun, hingga semir sepatu Rp1,57 miliar, semua tercatat sebagai belanja lembaga yang urusan utamanya adalah gizi anak. BGN juga mengadakan 21.801 unit motor listrik untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG seharga Rp42 juta per unit, totalnya hampir Rp1,2 triliun.\n\nPola seperti ini bukan hanya di satu atau dua instansi saja. Di berbagai kementerian dan lembaga-lembaga lainnya, pengadaan kerap dimulai dengan pagu tinggi, spesifikasi samar, dan minim penjelasan publik. Ketika dipertanyakan, jawabannya hampir selalu sama: sudah sesuai prosedur. Dokumen lengkap, tanda tangan ada di tempatnya dan secara administratif, tidak ada yang bisa digugat.\n\nKetika program sosial justru lebih banyak mengalirkan anggaran ke perangkat mahal, kendaraan, dan perlengkapan yang jauh dari inti programnya, publik berhak bertanya, siapa sebenarnya yang paling diuntungkan? Rakyat, atau ekosistem pengadaan yang tiap tahun terus berputar dengan wajah berbeda, nama program berbeda, tapi karakter yang sama?\n\n#AntiKorupsi #korupsi #tersangka #penegakanhukum #pengadaan #sepatu #kemensos #sekolahrakyat #umkm #mbg #bgn", "post_id": "3890358081414542798_56449107558"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 480.2078586720319, "y": 668.2825645981997, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.7287, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890358081414542798_56449107558", "id": "bank_indonesia", "source": "instagram-000001", "content": "Pemerintah terus menyuarakan efisiensi anggaran dan keberpihakan pada rakyat kecil. Namun di balik itu, sejumlah pengadaan di kementerian dan lembaga-lembaga justru menghadirkan angka-angka yang memancing pertanyaan, bukan karena besarnya saja, tapi karena sulitnya menemukan logika di baliknya.\n\nDi Kementerian Sosial, pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat langsung menyita perhatian. Pagu Rp700 ribu per pasang dengan total Rp27,5 miliar membuat publik bertanya-tanya: sejak kapan sepatu sekolah masuk kategori barang semahal itu? Program yang namanya menggambarkan kesederhanaan justru membuka diri dengan angka yang jauh dari kesan sederhana.\n\nDi Badan Gizi Nasional, lembaga yang dibentuk untuk memastikan anak-anak Indonesia tidak kekurangan gizi. Daftar pengadaannya mencakup tablet Rp17,9 juta per unit dengan total Rp508,49 miliar, sistem teknologi informasi Rp1,2 triliun, hingga semir sepatu Rp1,57 miliar, semua tercatat sebagai belanja lembaga yang urusan utamanya adalah gizi anak. BGN juga mengadakan 21.801 unit motor listrik untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG seharga Rp42 juta per unit, totalnya hampir Rp1,2 triliun.\n\nPola seperti ini bukan hanya di satu atau dua instansi saja. Di berbagai kementerian dan lembaga-lembaga lainnya, pengadaan kerap dimulai dengan pagu tinggi, spesifikasi samar, dan minim penjelasan publik. Ketika dipertanyakan, jawabannya hampir selalu sama: sudah sesuai prosedur. Dokumen lengkap, tanda tangan ada di tempatnya dan secara administratif, tidak ada yang bisa digugat.\n\nKetika program sosial justru lebih banyak mengalirkan anggaran ke perangkat mahal, kendaraan, dan perlengkapan yang jauh dari inti programnya, publik berhak bertanya, siapa sebenarnya yang paling diuntungkan? Rakyat, atau ekosistem pengadaan yang tiap tahun terus berputar dengan wajah berbeda, nama program berbeda, tapi karakter yang sama?\n\n#AntiKorupsi #korupsi #tersangka #penegakanhukum #pengadaan #sepatu #kemensos #sekolahrakyat #umkm #mbg #bgn", "post_id": "3890358081414542798_56449107558"}}, {"key": "beacukairi", "attributes": {"label": "beacukairi", "x": 683.7709788817587, "y": 411.31688465631265, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.7287, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890358081414542798_56449107558", "id": "beacukairi", "source": "instagram-000001", "content": "Pemerintah terus menyuarakan efisiensi anggaran dan keberpihakan pada rakyat kecil. Namun di balik itu, sejumlah pengadaan di kementerian dan lembaga-lembaga justru menghadirkan angka-angka yang memancing pertanyaan, bukan karena besarnya saja, tapi karena sulitnya menemukan logika di baliknya.\n\nDi Kementerian Sosial, pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat langsung menyita perhatian. Pagu Rp700 ribu per pasang dengan total Rp27,5 miliar membuat publik bertanya-tanya: sejak kapan sepatu sekolah masuk kategori barang semahal itu? Program yang namanya menggambarkan kesederhanaan justru membuka diri dengan angka yang jauh dari kesan sederhana.\n\nDi Badan Gizi Nasional, lembaga yang dibentuk untuk memastikan anak-anak Indonesia tidak kekurangan gizi. Daftar pengadaannya mencakup tablet Rp17,9 juta per unit dengan total Rp508,49 miliar, sistem teknologi informasi Rp1,2 triliun, hingga semir sepatu Rp1,57 miliar, semua tercatat sebagai belanja lembaga yang urusan utamanya adalah gizi anak. BGN juga mengadakan 21.801 unit motor listrik untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG seharga Rp42 juta per unit, totalnya hampir Rp1,2 triliun.\n\nPola seperti ini bukan hanya di satu atau dua instansi saja. Di berbagai kementerian dan lembaga-lembaga lainnya, pengadaan kerap dimulai dengan pagu tinggi, spesifikasi samar, dan minim penjelasan publik. Ketika dipertanyakan, jawabannya hampir selalu sama: sudah sesuai prosedur. Dokumen lengkap, tanda tangan ada di tempatnya dan secara administratif, tidak ada yang bisa digugat.\n\nKetika program sosial justru lebih banyak mengalirkan anggaran ke perangkat mahal, kendaraan, dan perlengkapan yang jauh dari inti programnya, publik berhak bertanya, siapa sebenarnya yang paling diuntungkan? Rakyat, atau ekosistem pengadaan yang tiap tahun terus berputar dengan wajah berbeda, nama program berbeda, tapi karakter yang sama?\n\n#AntiKorupsi #korupsi #tersangka #penegakanhukum #pengadaan #sepatu #kemensos #sekolahrakyat #umkm #mbg #bgn", "post_id": "3890358081414542798_56449107558"}}, {"key": "kementerianumkm", "attributes": {"label": "kementerianumkm", "x": 457.37171848272186, "y": 299.61972735551257, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.7287, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890358081414542798_56449107558", "id": "kementerianumkm", "source": "instagram-000001", "content": "Pemerintah terus menyuarakan efisiensi anggaran dan keberpihakan pada rakyat kecil. Namun di balik itu, sejumlah pengadaan di kementerian dan lembaga-lembaga justru menghadirkan angka-angka yang memancing pertanyaan, bukan karena besarnya saja, tapi karena sulitnya menemukan logika di baliknya.\n\nDi Kementerian Sosial, pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat langsung menyita perhatian. Pagu Rp700 ribu per pasang dengan total Rp27,5 miliar membuat publik bertanya-tanya: sejak kapan sepatu sekolah masuk kategori barang semahal itu? Program yang namanya menggambarkan kesederhanaan justru membuka diri dengan angka yang jauh dari kesan sederhana.\n\nDi Badan Gizi Nasional, lembaga yang dibentuk untuk memastikan anak-anak Indonesia tidak kekurangan gizi. Daftar pengadaannya mencakup tablet Rp17,9 juta per unit dengan total Rp508,49 miliar, sistem teknologi informasi Rp1,2 triliun, hingga semir sepatu Rp1,57 miliar, semua tercatat sebagai belanja lembaga yang urusan utamanya adalah gizi anak. BGN juga mengadakan 21.801 unit motor listrik untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG seharga Rp42 juta per unit, totalnya hampir Rp1,2 triliun.\n\nPola seperti ini bukan hanya di satu atau dua instansi saja. Di berbagai kementerian dan lembaga-lembaga lainnya, pengadaan kerap dimulai dengan pagu tinggi, spesifikasi samar, dan minim penjelasan publik. Ketika dipertanyakan, jawabannya hampir selalu sama: sudah sesuai prosedur. Dokumen lengkap, tanda tangan ada di tempatnya dan secara administratif, tidak ada yang bisa digugat.\n\nKetika program sosial justru lebih banyak mengalirkan anggaran ke perangkat mahal, kendaraan, dan perlengkapan yang jauh dari inti programnya, publik berhak bertanya, siapa sebenarnya yang paling diuntungkan? Rakyat, atau ekosistem pengadaan yang tiap tahun terus berputar dengan wajah berbeda, nama program berbeda, tapi karakter yang sama?\n\n#AntiKorupsi #korupsi #tersangka #penegakanhukum #pengadaan #sepatu #kemensos #sekolahrakyat #umkm #mbg #bgn", "post_id": "3890358081414542798_56449107558"}}, {"key": "badangizinasional.ri", "attributes": {"label": "badangizinasional.ri", "x": 615.751484083025, "y": 33.41206911111816, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.7287, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890358081414542798_56449107558", "id": "badangizinasional.ri", "source": "instagram-000001", "content": "Pemerintah terus menyuarakan efisiensi anggaran dan keberpihakan pada rakyat kecil. Namun di balik itu, sejumlah pengadaan di kementerian dan lembaga-lembaga justru menghadirkan angka-angka yang memancing pertanyaan, bukan karena besarnya saja, tapi karena sulitnya menemukan logika di baliknya.\n\nDi Kementerian Sosial, pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat langsung menyita perhatian. Pagu Rp700 ribu per pasang dengan total Rp27,5 miliar membuat publik bertanya-tanya: sejak kapan sepatu sekolah masuk kategori barang semahal itu? Program yang namanya menggambarkan kesederhanaan justru membuka diri dengan angka yang jauh dari kesan sederhana.\n\nDi Badan Gizi Nasional, lembaga yang dibentuk untuk memastikan anak-anak Indonesia tidak kekurangan gizi. Daftar pengadaannya mencakup tablet Rp17,9 juta per unit dengan total Rp508,49 miliar, sistem teknologi informasi Rp1,2 triliun, hingga semir sepatu Rp1,57 miliar, semua tercatat sebagai belanja lembaga yang urusan utamanya adalah gizi anak. BGN juga mengadakan 21.801 unit motor listrik untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG seharga Rp42 juta per unit, totalnya hampir Rp1,2 triliun.\n\nPola seperti ini bukan hanya di satu atau dua instansi saja. Di berbagai kementerian dan lembaga-lembaga lainnya, pengadaan kerap dimulai dengan pagu tinggi, spesifikasi samar, dan minim penjelasan publik. Ketika dipertanyakan, jawabannya hampir selalu sama: sudah sesuai prosedur. Dokumen lengkap, tanda tangan ada di tempatnya dan secara administratif, tidak ada yang bisa digugat.\n\nKetika program sosial justru lebih banyak mengalirkan anggaran ke perangkat mahal, kendaraan, dan perlengkapan yang jauh dari inti programnya, publik berhak bertanya, siapa sebenarnya yang paling diuntungkan? Rakyat, atau ekosistem pengadaan yang tiap tahun terus berputar dengan wajah berbeda, nama program berbeda, tapi karakter yang sama?\n\n#AntiKorupsi #korupsi #tersangka #penegakanhukum #pengadaan #sepatu #kemensos #sekolahrakyat #umkm #mbg #bgn", "post_id": "3890358081414542798_56449107558"}}, {"key": "hariankompas", "attributes": {"label": "hariankompas", "x": 877.9736737213697, "y": 87.87735108181761, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 79.6489, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3891600010924819341_1537212147", "id": "hariankompas", "source": "instagram-000001", "content": "Masyarakat Indonesia memiliki antusiasme tinggi untuk beralih ke kendaraan listrik. Namun, laju adopsi terhambat oleh daya beli dan minimnya infrastruktur SPKLU.\n\nPenyelaman komprehensif dari survei Litbang Kompas tentang ”Perilaku dan Kesiapan Adopsi Kendaraan Listrik” bermuara pada sebuah kesimpulan lugas: hakikatnya masyarakat Indonesia sangat menyambut baik peradaban inovasi. Ada kerinduan tulus untuk hidup berdampingan dengan teknologi yang lebih hening, bebas emisi, dan berpihak pada keberlanjutan. Di ”Pulau Dewata”, semangat transisi ini bahkan bertransformasi lebih luhur sebagai bagian dari pengejawantahan filosofi tri hita karana—sebuah ritual syukur dan upaya nyata manusia menjaga benang merah keharmonisan dengan alam dan memuliakan udara yang mereka hirup.\n\nMeski antusiasme membubung, mengubah tabiat bermobilitas dengan kendaraan konvensional yang telah mengakar puluhan tahun ini tidak akan tuntas dengan membanjiri produk-produk baru bersubsidi. Diperlukan sebuah kerja sama orkestra yang harmonis dari seluruh pemangku kepentingan. Pembangunan sebuah ekosistem holistik harus menyentuh kerja-kerja bersama, melibatkan sinkronisasi antara instansi pengambil kebijakan, raksasa otomotif, penyedia infrastruktur kelistrikan, dan ke tangan inovator swasta.\n\nBaca selengkapnya dalam \"Menakar Kesiapan Adopsi Kendaraan Listrik di Indonesia\" oleh Aris Prasetyo dan Ratna Sri Widyastuti di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n#UntukIndonesia #FocusSlide", "post_id": "3891600010924819341_1537212147"}}, {"key": "iims_id", "attributes": {"label": "iims_id", "x": 342.83989245498145, "y": 492.81715648546765, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.9475, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890268099953690426_199083802", "id": "iims_id", "source": "instagram-000001", "content": "Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan bahwa pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) untuk kendaraan listrik masih tetap diberlakukan. Hal ini telah dikonfirmasi langsung oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta. \n\nKebijakan tersebut selaras dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1.13.1/3764/SJ yang mengatur pemberian insentif fiskal berupa pembebasan PKB dan BBNKB bagi kendaraan listrik berbasis baterai. Dengan begitu, Pemprov DKI Jakarta tetap konsisten mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan sekaligus mempercepat peralihan menuju energi bersih.\n\nKepala Bapenda DKI Jakarta, Lusiana Herawati, menegaskan bahwa kebijakan ini mengikuti arahan pemerintah pusat. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, juga menyatakan bahwa kendaraan listrik masih dibebaskan dari aturan ganjil-genap sebagai bentuk dukungan terhadap mobilitas rendah emisi. \n\nSource: detikOto\n\n——\n\nSee you at Indonesia International Motor Show (IIMS) 2027!\n🗓️ 6 - 16 Mei 2027\n📍 JIExpo Kemayoran Jakarta\n\nHosted by \n#IIMS #IlMSSeries #IIMS2027", "post_id": "3890268099953690426_199083802"}}, {"key": "dyandrapromosindo", "attributes": {"label": "dyandrapromosindo", "x": 800.3122377805904, "y": 254.31064999269537, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 22.103, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890268099953690426_199083802", "id": "dyandrapromosindo", "source": "instagram-000001", "content": "Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan bahwa pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) untuk kendaraan listrik masih tetap diberlakukan. Hal ini telah dikonfirmasi langsung oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta. \n\nKebijakan tersebut selaras dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1.13.1/3764/SJ yang mengatur pemberian insentif fiskal berupa pembebasan PKB dan BBNKB bagi kendaraan listrik berbasis baterai. Dengan begitu, Pemprov DKI Jakarta tetap konsisten mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan sekaligus mempercepat peralihan menuju energi bersih.\n\nKepala Bapenda DKI Jakarta, Lusiana Herawati, menegaskan bahwa kebijakan ini mengikuti arahan pemerintah pusat. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, juga menyatakan bahwa kendaraan listrik masih dibebaskan dari aturan ganjil-genap sebagai bentuk dukungan terhadap mobilitas rendah emisi. \n\nSource: detikOto\n\n——\n\nSee you at Indonesia International Motor Show (IIMS) 2027!\n🗓️ 6 - 16 Mei 2027\n📍 JIExpo Kemayoran Jakarta\n\nHosted by \n#IIMS #IlMSSeries #IIMS2027", "post_id": "3890268099953690426_199083802"}}, {"key": "tasikzonechannel", "attributes": {"label": "tasikzonechannel", "x": 573.4674624716647, "y": 492.5447566662399, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.9475, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7636971616190123282", "id": "tasikzonechannel", "source": "tiktok-000001", "content": "Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya, Mohammad Arif Syamsani, mencuri perhatian masyarakat saat berangkat kerja dengan menunggang kuda pada pelaksanaan program hari bebas kendaraan bermotor (car free day).  Aksi unik tersebut menjadi sorotan warga karena berbeda dari kebiasaan ASN pada umumnya dalam mendukung program pengurangan penggunaan kendaraan bermotor di lingkungan pemerintahan. Pemerintah Kota Tasikmalaya memberlakukan uji coba Car Free Day (CFD) khusus ASN setiap Rabu berdasarkan Surat Edaran Wali Kota Nomor: 100.3.4.3/55/ORG/2026, yang mewajibkan penggunaan transportasi non-fosil (sepeda, jalan kaki, motor listrik, atau berkuda) untuk efisiensi BBM. Video  :  Arif Syamsani (istimewa)  #fyp #kuda #efisiensi #masukberanda #tasikzone", "post_id": "7636971616190123282"}}, {"key": "shansattala/Mohammad", "attributes": {"label": "shansattala/Mohammad", "x": 772.0001585269179, "y": 481.16345811539543, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 22.103, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636971616190123282", "id": "shansattala/Mohammad", "source": "tiktok-000001", "content": "Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya, Mohammad Arif Syamsani, mencuri perhatian masyarakat saat berangkat kerja dengan menunggang kuda pada pelaksanaan program hari bebas kendaraan bermotor (car free day).  Aksi unik tersebut menjadi sorotan warga karena berbeda dari kebiasaan ASN pada umumnya dalam mendukung program pengurangan penggunaan kendaraan bermotor di lingkungan pemerintahan. Pemerintah Kota Tasikmalaya memberlakukan uji coba Car Free Day (CFD) khusus ASN setiap Rabu berdasarkan Surat Edaran Wali Kota Nomor: 100.3.4.3/55/ORG/2026, yang mewajibkan penggunaan transportasi non-fosil (sepeda, jalan kaki, motor listrik, atau berkuda) untuk efisiensi BBM. Video  :  Arif Syamsani (istimewa)  #fyp #kuda #efisiensi #masukberanda #tasikzone", "post_id": "7636971616190123282"}}, {"key": "farisa.muraiki", "attributes": {"label": "farisa.muraiki", "x": 340.83669471190257, "y": 919.567531473929, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.9475, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7637479283014765831", "id": "farisa.muraiki", "source": "tiktok-000001", "content": "Kendaraan yang cocok untuk warga gresik, hemat dan ramah lingkungan😍✨ Motor Listrik U-Winfly T85 ‼️ Subsidi 1,000,000 gasskann  MENGANTI  📞 Farisa Muraiki / 0882-0090-40307 #muraikimenganti #muraikihulaan #muraikigresik #fyp #motorlistrik", "post_id": "7637479283014765831"}}, {"key": "MURAIKI", "attributes": {"label": "MURAIKI", "x": 300.4099459926535, "y": 480.7291238953528, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 22.103, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7637479283014765831", "id": "MURAIKI", "source": "tiktok-000001", "content": "Kendaraan yang cocok untuk warga gresik, hemat dan ramah lingkungan😍✨ Motor Listrik U-Winfly T85 ‼️ Subsidi 1,000,000 gasskann  MENGANTI  📞 Farisa Muraiki / 0882-0090-40307 #muraikimenganti #muraikihulaan #muraikigresik #fyp #motorlistrik", "post_id": "7637479283014765831"}}, {"key": "presgonews", "attributes": {"label": "presgonews", "x": 488.23746642577794, "y": 695.556818873223, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.9475, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7637310365834972434", "id": "presgonews", "source": "tiktok-000001", "content": "Pemerintah mulai kasih sinyal kuat soal perubahan kebijakan pajak kendaraan di Indonesia nih, PresGo Folks! Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengusulkan agar pajak kendaraan berbahan bakar bensin dan kendaraan listrik ke depannya tidak lagi disamaratakan. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat transisi energi bersih dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Karena kendaraan BBM dan listrik punya dampak lingkungan yang berbeda, maka pendekatan kebijakannya pun dinilai perlu dibedakan guna menekan emisi karbon secara signifikan. Meskipun masih dalam tahap wacana dan pengkajian, arah kebijakan ini diprediksi bakal memberikan insentif atau keringanan bagi pengguna kendaraan listrik, sementara kendaraan bensin mungkin akan dikenakan beban pajak yang lebih tinggi. Tujuannya jelas, supaya masyarakat makin tertarik beralih ke transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Pemerintah saat ini masih mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kesiapan industri hingga infrastruktur pendukung seperti stasiun pengisian daya. Kalau kebijakan ini benar-benar diketok palu, biaya kepemilikan kendaraan listrik bisa jadi jauh lebih masuk akal secara ekonomi dalam jangka panjang. Jadi, sudah kepikiran buat beralih ke kendaraan listrik belum, nih? Baca selengkapnya di presgonews.com Follow  untuk informasi edukatif dan terpercaya lainnya. #PresGoNews", "post_id": "7637310365834972434"}}, {"key": "Presgonews", "attributes": {"label": "Presgonews", "x": 151.71392682990637, "y": 935.8892759887403, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 22.103, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7637310365834972434", "id": "Presgonews", "source": "tiktok-000001", "content": "Pemerintah mulai kasih sinyal kuat soal perubahan kebijakan pajak kendaraan di Indonesia nih, PresGo Folks! Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengusulkan agar pajak kendaraan berbahan bakar bensin dan kendaraan listrik ke depannya tidak lagi disamaratakan. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat transisi energi bersih dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Karena kendaraan BBM dan listrik punya dampak lingkungan yang berbeda, maka pendekatan kebijakannya pun dinilai perlu dibedakan guna menekan emisi karbon secara signifikan. Meskipun masih dalam tahap wacana dan pengkajian, arah kebijakan ini diprediksi bakal memberikan insentif atau keringanan bagi pengguna kendaraan listrik, sementara kendaraan bensin mungkin akan dikenakan beban pajak yang lebih tinggi. Tujuannya jelas, supaya masyarakat makin tertarik beralih ke transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Pemerintah saat ini masih mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kesiapan industri hingga infrastruktur pendukung seperti stasiun pengisian daya. Kalau kebijakan ini benar-benar diketok palu, biaya kepemilikan kendaraan listrik bisa jadi jauh lebih masuk akal secara ekonomi dalam jangka panjang. Jadi, sudah kepikiran buat beralih ke kendaraan listrik belum, nih? Baca selengkapnya di presgonews.com Follow  untuk informasi edukatif dan terpercaya lainnya. #PresGoNews", "post_id": "7637310365834972434"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 100.18534141222068, "y": 904.7141959943136, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.9475, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "1FOkA2T4kWE", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Targetkan Insentif Kendaraan Listrik | EKONOMI 8\n\nGARUDA TV  - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kebijakan insentif kendaraan listrik ditargetkan mulai diterapkan pada Juni 2026. Kebijakan ini disiapkan untuk mendorong penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sekaligus mempercepat transisi menuju ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.\n\nPurbaya menjelaskan, program insentif ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui pengurangan ketergantungan terhadap BBM.\n\nDalam skema yang disiapkan, pemerintah akan memberikan insentif sebesar Rp5 juta per unit untuk 100 ribu unit sepeda motor listrik. Selain itu, untuk 100 ribu unit mobil listrik, pemerintah menyiapkan insentif berupa pajak pertambahan nilai (PPN) yang ditanggung pemerintah sebesar 40 hingga 100 persen.\n\nMenurut Purbaya, kebijakan ini diharapkan dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik di masyarakat serta menekan konsumsi BBM secara signifikan dalam jangka panjang.\n\nIa juga menambahkan bahwa besaran insentif akan disesuaikan dengan jenis baterai yang digunakan, baik berbasis nikel maupun non-nikel. Namun, insentif PPN ditanggung pemerintah hanya berlaku untuk kendaraan listrik murni dan tidak mencakup kendaraan hybrid.\n\nPemerintah menilai langkah ini penting untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional sekaligus mendukung industri otomotif ramah lingkungan di dalam negeri.\n\n#kendaraanlistrik  #InsentifEV #menkeu  #purbayayudhisadewa  #mobillistrik  #motorlistrik  #PPNDTP #ketahananenergi  #garudatv  #OtomotifIndonesia #laporan8    #garudatv \n\nDigital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "1FOkA2T4kWE"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 812.4159417729858, "y": 313.9395523827576, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.103, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1FOkA2T4kWE", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Targetkan Insentif Kendaraan Listrik | EKONOMI 8\n\nGARUDA TV  - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kebijakan insentif kendaraan listrik ditargetkan mulai diterapkan pada Juni 2026. Kebijakan ini disiapkan untuk mendorong penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sekaligus mempercepat transisi menuju ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.\n\nPurbaya menjelaskan, program insentif ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui pengurangan ketergantungan terhadap BBM.\n\nDalam skema yang disiapkan, pemerintah akan memberikan insentif sebesar Rp5 juta per unit untuk 100 ribu unit sepeda motor listrik. Selain itu, untuk 100 ribu unit mobil listrik, pemerintah menyiapkan insentif berupa pajak pertambahan nilai (PPN) yang ditanggung pemerintah sebesar 40 hingga 100 persen.\n\nMenurut Purbaya, kebijakan ini diharapkan dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik di masyarakat serta menekan konsumsi BBM secara signifikan dalam jangka panjang.\n\nIa juga menambahkan bahwa besaran insentif akan disesuaikan dengan jenis baterai yang digunakan, baik berbasis nikel maupun non-nikel. Namun, insentif PPN ditanggung pemerintah hanya berlaku untuk kendaraan listrik murni dan tidak mencakup kendaraan hybrid.\n\nPemerintah menilai langkah ini penting untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional sekaligus mendukung industri otomotif ramah lingkungan di dalam negeri.\n\n#kendaraanlistrik  #InsentifEV #menkeu  #purbayayudhisadewa  #mobillistrik  #motorlistrik  #PPNDTP #ketahananenergi  #garudatv  #OtomotifIndonesia #laporan8    #garudatv \n\nDigital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "1FOkA2T4kWE"}}, {"key": "@hmjteknikpolije4914", "attributes": {"label": "@hmjteknikpolije4914", "x": 257.8216178045015, "y": 423.18655005209826, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.9475, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "QUtjrkrw38A", "id": "@hmjteknikpolije4914", "source": "youtube-000001", "content": "PODCAST BISIK EPS.15 HMJ TEKNIK 2026\n\n📢 BISIK Episode 15 📢\nElectric Revolution dalam Perkembangan Kendaraan Listrik di Indonesia ⚡🚗\n\nSeiring perkembangan teknologi, kendaraan listrik mulai menjadi perhatian di Indonesia. Tapi, sejauh mana perkembangannya saat ini? 🚘🔌\nDi episode kali ini, BISIK akan membahas perkembangan kendaraan listrik di Indonesia, mulai dari teknologi kendaraan listrik, perkembangan baterai, sistem charging, hingga kesiapan infrastruktur pendukung seperti SPKLU di berbagai daerah. \n\nBersama narasumber yang berpengalaman di bidang tersebut, Bapak Dr. Ir. Nurul Zainal Fanani, S.ST., M.T. , bersama beliau kita juga akan membahas berbagai fakta dan tantangan kendaraan listrik, seperti isu keamanan saat banjir, dampak lingkungan, kesiapan sistem kelistrikan Indonesia, hingga peluang besar industri electric di masa depan. \n\nSelain itu, podcast ini juga akan mengupas peluang karier bagi mahasiswa teknik di industri kendaraan listrik yang saat ini berkembang sangat pesat, serta skill apa saja yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi revolusi teknologi transportasi modern. 🚘💡\n\nBuat kamu yang penasaran tentang masa depan kendaraan listrik dan perkembangan teknologi otomotif di Indonesia, jangan sampai ketinggalan episode ini! 🎙️⚡\n\nTayang di:\n📺YouTube: HMJ Teknik POLIJE\n🎵Spotify: HMJ TEKNIK POLIJE\n\nTeknik...!\nPunya Hati, Punya Nyali!\n\nWhatsApp: 081392232558\nSurel: hmj_teknik\ninstagram:", "post_id": "QUtjrkrw38A"}}, {"key": "hmj_teknikpolije", "attributes": {"label": "hmj_teknikpolije", "x": 188.68081177672747, "y": 802.1467854427531, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.103, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "QUtjrkrw38A", "id": "hmj_teknikpolije", "source": "youtube-000001", "content": "PODCAST BISIK EPS.15 HMJ TEKNIK 2026\n\n📢 BISIK Episode 15 📢\nElectric Revolution dalam Perkembangan Kendaraan Listrik di Indonesia ⚡🚗\n\nSeiring perkembangan teknologi, kendaraan listrik mulai menjadi perhatian di Indonesia. Tapi, sejauh mana perkembangannya saat ini? 🚘🔌\nDi episode kali ini, BISIK akan membahas perkembangan kendaraan listrik di Indonesia, mulai dari teknologi kendaraan listrik, perkembangan baterai, sistem charging, hingga kesiapan infrastruktur pendukung seperti SPKLU di berbagai daerah. \n\nBersama narasumber yang berpengalaman di bidang tersebut, Bapak Dr. Ir. Nurul Zainal Fanani, S.ST., M.T. , bersama beliau kita juga akan membahas berbagai fakta dan tantangan kendaraan listrik, seperti isu keamanan saat banjir, dampak lingkungan, kesiapan sistem kelistrikan Indonesia, hingga peluang besar industri electric di masa depan. \n\nSelain itu, podcast ini juga akan mengupas peluang karier bagi mahasiswa teknik di industri kendaraan listrik yang saat ini berkembang sangat pesat, serta skill apa saja yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi revolusi teknologi transportasi modern. 🚘💡\n\nBuat kamu yang penasaran tentang masa depan kendaraan listrik dan perkembangan teknologi otomotif di Indonesia, jangan sampai ketinggalan episode ini! 🎙️⚡\n\nTayang di:\n📺YouTube: HMJ Teknik POLIJE\n🎵Spotify: HMJ TEKNIK POLIJE\n\nTeknik...!\nPunya Hati, Punya Nyali!\n\nWhatsApp: 081392232558\nSurel: hmj_teknik\ninstagram:", "post_id": "QUtjrkrw38A"}}, {"key": "@davetakesiton", "attributes": {"label": "@davetakesiton", "x": 826.7594537803135, "y": 414.2483735366618, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.9475, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "DbtY81jAT7o", "id": "@davetakesiton", "source": "youtube-000001", "content": "Kekacauan di Industri Pengisian Daya Kendaraan Listrik Mungkin Merupakan Kabar Baik Bagi Pengemud...\n\nPasar kendaraan listrik mengalami pertumbuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan industri pengisian daya EV kesulitan untuk mengimbanginya, yang mengakibatkan kekacauan bagi operator stasiun pengisian daya, tetapi kekacauan ini bisa menjadi berkah tersembunyi bagi pengemudi EV. Dengan tarif pengisian daya dan biaya pengisian daya yang berfluktuasi secara liar, pemilik EV yang cerdas dan bijak dapat memanfaatkan situasi ini untuk menghemat uang dan menikmati penghematan biaya. Dengan memanfaatkan keanggotaan, diskon, dan teknik penganggaran, pengemudi EV dapat menavigasi pasar EV yang kompleks dan meraih keuntungan. Industri EV berkembang pesat, dengan teknologi dan inovasi baru yang muncul setiap hari, seperti aplikasi be.ev, yang dapat membantu pemilik EV memaksimalkan pengalaman kendaraan listrik mereka. Dalam video ini, kita akan mengeksplorasi kondisi terkini industri pengisian daya EV, termasuk tantangan yang dihadapi oleh stasiun pengisian daya dan peluang yang tersedia bagi pengemudi EV, serta memberikan kiat-kiat EV tentang cara memaksimalkan pengalaman kepemilikan kendaraan listrik Anda, mulai dari menemukan stasiun pengisian daya terbaik hingga meminimalkan biaya pengisian daya Anda, semuanya sambil menggunakan standar CCS untuk memastikan pengisian daya yang lancar. Dengan bijak dalam mengatur kebiasaan pengisian daya kendaraan listrik Anda, Anda dapat memanfaatkan kekacauan yang terjadi saat ini di industri pengisian daya kendaraan listrik dan menikmati berbagai manfaat kepemilikan kendaraan listrik.\n\n// Media Sosial\nEmail: davetakesiton\nTwitter:   / davetakesiton  \n\n// Dukung Kami Lebih Lanjut\nPatreon:   / davetakesiton  \nGabung ke saluran ini untuk mendapatkan akses ke keuntungan:\n   /   \n\n// Referensi\nKode Referensi Octopus Energy milik Dave: https://share.octopus.energy/wheat-ro... \nKode Referensi Octopus Energy milik Jonas: https://share.octopus.energy/rich-ibe...\nKode Referensi Tesla: https://ts.la/dave87278 \n\n// Tentang Saluran Ini\nDave Takes It On adalah saluran yang didedikasikan untuk segala hal tentang kendaraan listrik (EV). Saluran ini dikelola oleh Dave dan Jonas, tim ayah dan anak yang berbasis di Inggris.", "post_id": "DbtY81jAT7o"}}, {"key": "davetakesiton", "attributes": {"label": "davetakesiton", "x": 46.719298101857596, "y": 368.8299923797723, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.3327, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "DbtY81jAT7o", "id": "davetakesiton", "source": "youtube-000001", "content": "Kekacauan di Industri Pengisian Daya Kendaraan Listrik Mungkin Merupakan Kabar Baik Bagi Pengemud...\n\nPasar kendaraan listrik mengalami pertumbuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan industri pengisian daya EV kesulitan untuk mengimbanginya, yang mengakibatkan kekacauan bagi operator stasiun pengisian daya, tetapi kekacauan ini bisa menjadi berkah tersembunyi bagi pengemudi EV. Dengan tarif pengisian daya dan biaya pengisian daya yang berfluktuasi secara liar, pemilik EV yang cerdas dan bijak dapat memanfaatkan situasi ini untuk menghemat uang dan menikmati penghematan biaya. Dengan memanfaatkan keanggotaan, diskon, dan teknik penganggaran, pengemudi EV dapat menavigasi pasar EV yang kompleks dan meraih keuntungan. Industri EV berkembang pesat, dengan teknologi dan inovasi baru yang muncul setiap hari, seperti aplikasi be.ev, yang dapat membantu pemilik EV memaksimalkan pengalaman kendaraan listrik mereka. Dalam video ini, kita akan mengeksplorasi kondisi terkini industri pengisian daya EV, termasuk tantangan yang dihadapi oleh stasiun pengisian daya dan peluang yang tersedia bagi pengemudi EV, serta memberikan kiat-kiat EV tentang cara memaksimalkan pengalaman kepemilikan kendaraan listrik Anda, mulai dari menemukan stasiun pengisian daya terbaik hingga meminimalkan biaya pengisian daya Anda, semuanya sambil menggunakan standar CCS untuk memastikan pengisian daya yang lancar. Dengan bijak dalam mengatur kebiasaan pengisian daya kendaraan listrik Anda, Anda dapat memanfaatkan kekacauan yang terjadi saat ini di industri pengisian daya kendaraan listrik dan menikmati berbagai manfaat kepemilikan kendaraan listrik.\n\n// Media Sosial\nEmail: davetakesiton\nTwitter:   / davetakesiton  \n\n// Dukung Kami Lebih Lanjut\nPatreon:   / davetakesiton  \nGabung ke saluran ini untuk mendapatkan akses ke keuntungan:\n   /   \n\n// Referensi\nKode Referensi Octopus Energy milik Dave: https://share.octopus.energy/wheat-ro... \nKode Referensi Octopus Energy milik Jonas: https://share.octopus.energy/rich-ibe...\nKode Referensi Tesla: https://ts.la/dave87278 \n\n// Tentang Saluran Ini\nDave Takes It On adalah saluran yang didedikasikan untuk segala hal tentang kendaraan listrik (EV). Saluran ini dikelola oleh Dave dan Jonas, tim ayah dan anak yang berbasis di Inggris.", "post_id": "DbtY81jAT7o"}}, {"key": "@plnepi", "attributes": {"label": "@plnepi", "x": 455.22000509859527, "y": 866.4973023071755, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.9475, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "oGdXWocH-1A", "id": "@plnepi", "source": "youtube-000001", "content": "EPI Clean Energy Day PLN EPI - LRT\n\nHai EPIzen \n\nZaza dari Divisi Umum PLN EPI memilih menggunakan Lmenuju kantor sebagai langkah sederhana mendukung lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan 🚆🌱\n\nYuk, kembali ikut berpartisipasi di EPI Clean Energy Day besok, Jumat 8 Mei dengan:\n🚫 Tidak menggunakan kendaraan berbasis BBM di lingkungan kantor\n🚶‍♂️ Menggunakan transportasi umum, kendaraan listrik, atau berjalan kaki\n📝 Mencatat histori perjalanan untuk menghitung pengurangan emisi\n\nJangan lupa upload perjalananmu di Instagram Story, mention  dan gunakan:\n#FuelFreeFriday\n#EPICleanEnergyDay\n#SinergiuntukEnergi\n\nKarena perubahan besar dimulai dari langkah kecil bersama ✨", "post_id": "oGdXWocH-1A"}}, {"key": "pln.epi", "attributes": {"label": "pln.epi", "x": 205.84972416437108, "y": 204.6573227939219, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.103, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "oGdXWocH-1A", "id": "pln.epi", "source": "youtube-000001", "content": "EPI Clean Energy Day PLN EPI - LRT\n\nHai EPIzen \n\nZaza dari Divisi Umum PLN EPI memilih menggunakan Lmenuju kantor sebagai langkah sederhana mendukung lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan 🚆🌱\n\nYuk, kembali ikut berpartisipasi di EPI Clean Energy Day besok, Jumat 8 Mei dengan:\n🚫 Tidak menggunakan kendaraan berbasis BBM di lingkungan kantor\n🚶‍♂️ Menggunakan transportasi umum, kendaraan listrik, atau berjalan kaki\n📝 Mencatat histori perjalanan untuk menghitung pengurangan emisi\n\nJangan lupa upload perjalananmu di Instagram Story, mention  dan gunakan:\n#FuelFreeFriday\n#EPICleanEnergyDay\n#SinergiuntukEnergi\n\nKarena perubahan besar dimulai dari langkah kecil bersama ✨", "post_id": "oGdXWocH-1A"}}, {"key": "@TribunMedanTV", "attributes": {"label": "@TribunMedanTV", "x": 778.2594326486541, "y": 814.9444696982114, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.9475, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "zAadDpTRZNQ", "id": "@TribunMedanTV", "source": "youtube-000001", "content": "TEGAS❗BEM IPB Tolak Kampus Jadi Dapur MBG❓\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-MEDAN.COM - Badan Eksekutif Mahasiswa Kabinet Mercusuar (BEM KM) IPB University menolak perguruan tinggi dilibatkan dalam pendirian dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).\n\nMelalui unggahan yang dipajang di akun Instagram  pada Rabu (6/5/2026) BEM KM IPB University mengirim surat terbuka untuk Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana agar tidak memaksakan kebijakan pendirian dapur MBG (SPPG) di lingkungan perguruan tinggi ini.\n\n\"Kepada Kepala Badan Gizi Nasional, tolong pak, jangan terlalu memaksa,\" pembuka surat terbuka yang diwakili oleh Presiden Mahasiswa BEM KM IPB University, Muhammad Abdan Rofi itu.\n\nPihak BEM IPB menekankan bahwa instansi pendidikan sebagai lembaga moral dan intelektual, bukan untuk proyek tumbal.\n\nUnggahan BEM IPB itu juga menyoroti ribuan kasus keracunan MBG, penggunaan anggaran Rp 6,9 miliar untuk kaos kaki, Rp 113 miliar untuk jasa event organizer, dan pengadaan 21.800 motor listrik senilai Rp 900 juta.\n\nEditor Video: M Andimaz Kahfi\n\nBergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nBaca selengkapnya di www.tribun-medan.com\n\n#TribunMedan #bem #ipb #kampus #dapur #mbg", "post_id": "zAadDpTRZNQ"}}, {"key": "bemkmipb", "attributes": {"label": "bemkmipb", "x": 865.9327811005973, "y": 523.8069625664707, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 47.4915, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "zAadDpTRZNQ", "id": "bemkmipb", "source": "youtube-000001", "content": "TEGAS❗BEM IPB Tolak Kampus Jadi Dapur MBG❓\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-MEDAN.COM - Badan Eksekutif Mahasiswa Kabinet Mercusuar (BEM KM) IPB University menolak perguruan tinggi dilibatkan dalam pendirian dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).\n\nMelalui unggahan yang dipajang di akun Instagram  pada Rabu (6/5/2026) BEM KM IPB University mengirim surat terbuka untuk Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana agar tidak memaksakan kebijakan pendirian dapur MBG (SPPG) di lingkungan perguruan tinggi ini.\n\n\"Kepada Kepala Badan Gizi Nasional, tolong pak, jangan terlalu memaksa,\" pembuka surat terbuka yang diwakili oleh Presiden Mahasiswa BEM KM IPB University, Muhammad Abdan Rofi itu.\n\nPihak BEM IPB menekankan bahwa instansi pendidikan sebagai lembaga moral dan intelektual, bukan untuk proyek tumbal.\n\nUnggahan BEM IPB itu juga menyoroti ribuan kasus keracunan MBG, penggunaan anggaran Rp 6,9 miliar untuk kaos kaki, Rp 113 miliar untuk jasa event organizer, dan pengadaan 21.800 motor listrik senilai Rp 900 juta.\n\nEditor Video: M Andimaz Kahfi\n\nBergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nBaca selengkapnya di www.tribun-medan.com\n\n#TribunMedan #bem #ipb #kampus #dapur #mbg", "post_id": "zAadDpTRZNQ"}}, {"key": "tribunmedantv", "attributes": {"label": "tribunmedantv", "x": 254.9286488785676, "y": 621.2311816642155, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.0253, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "zAadDpTRZNQ", "id": "tribunmedantv", "source": "youtube-000001", "content": "TEGAS❗BEM IPB Tolak Kampus Jadi Dapur MBG❓\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-MEDAN.COM - Badan Eksekutif Mahasiswa Kabinet Mercusuar (BEM KM) IPB University menolak perguruan tinggi dilibatkan dalam pendirian dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).\n\nMelalui unggahan yang dipajang di akun Instagram  pada Rabu (6/5/2026) BEM KM IPB University mengirim surat terbuka untuk Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana agar tidak memaksakan kebijakan pendirian dapur MBG (SPPG) di lingkungan perguruan tinggi ini.\n\n\"Kepada Kepala Badan Gizi Nasional, tolong pak, jangan terlalu memaksa,\" pembuka surat terbuka yang diwakili oleh Presiden Mahasiswa BEM KM IPB University, Muhammad Abdan Rofi itu.\n\nPihak BEM IPB menekankan bahwa instansi pendidikan sebagai lembaga moral dan intelektual, bukan untuk proyek tumbal.\n\nUnggahan BEM IPB itu juga menyoroti ribuan kasus keracunan MBG, penggunaan anggaran Rp 6,9 miliar untuk kaos kaki, Rp 113 miliar untuk jasa event organizer, dan pengadaan 21.800 motor listrik senilai Rp 900 juta.\n\nEditor Video: M Andimaz Kahfi\n\nBergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nBaca selengkapnya di www.tribun-medan.com\n\n#TribunMedan #bem #ipb #kampus #dapur #mbg", "post_id": "zAadDpTRZNQ"}}, {"key": "@kompascomnusantara", "attributes": {"label": "@kompascomnusantara", "x": 3.42904760370355, "y": 236.3818856053721, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.9475, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "NCORDKfYrr0", "id": "@kompascomnusantara", "source": "youtube-000001", "content": "BEM IPB Tolak Kampus Jadi Dapur MBG\n\nBadan Eksekutif Mahasiswa Kabinet Mercusuar (BEM KM) IPB University menolak perguruan tinggi dilibatkan dalam pendirian dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).\n\nMelalui unggahan yang dipajang di akun Instagram  pada Rabu (6/5/2026) BEM KM IPB University mengirim surat terbuka untuk Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana agar tidak memaksakan kebijakan pendirian dapur MBG (SPPG) di lingkungan perguruan tinggi ini.\n\n\"Kepada Kepala Badan Gizi Nasional, tolong pak, jangan terlalu memaksa,\" pembuka surat terbuka yang diwakili oleh Presiden Mahasiswa BEM KM IPB University, Muhammad Abdan Rofi itu.\n\nPihak BEM IPB menekankan bahwa instansi pendidikan sebagai lembaga moral dan intelektual, bukan untuk proyek tumbal. \n\nUnggahan BEM IPB itu juga menyoroti ribuan kasus keracunan MBG, penggunaan anggaran Rp 6,9 miliar untuk kaos kaki, Rp 113 miliar untuk jasa event organizer, dan pengadaan 21.800 motor listrik senilai Rp 900 juta.\n\nSimak selengkapnya dalam video berikut!\n\nPenulis: Melvina Tionardus, Mahar Prastiwi\nPenulis Naskah: Vina Muthi Ambarwati\nNarator: Vina Muthi Ambarwati\nVideo Editor: Destri Abdi Saputro\nProduser: Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas\n\n#Politik #Pemerintah #DailyNews #BEMIPB #SPPG #DadanHindayana #ProgramMBG #DapurMBG #BGN #MakanBergiziGratis #MBG\n\nMusic: Final Girl - Jeremy Blake\n\nArtikel terkait:\nhttps://edukasi.kompas.com/read/2026/...", "post_id": "NCORDKfYrr0"}}, {"key": "@kompascomreport", "attributes": {"label": "@kompascomreport", "x": 490.06984956086006, "y": 946.7222715779657, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.9475, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "1OptnPZBAxI", "id": "@kompascomreport", "source": "youtube-000001", "content": "BEM IPB Tolak Kampus Jadi Dapur MBG\n\nBadan Eksekutif Mahasiswa Kabinet Mercusuar (BEM KM) IPB University menolak perguruan tinggi dilibatkan dalam pendirian dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).\r\n\r\nMelalui unggahan yang dipajang di akun Instagram  pada Rabu (6/5/2026) BEM KM IPB University mengirim surat terbuka untuk Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana agar tidak memaksakan kebijakan pendirian dapur MBG (SPPG) di lingkungan perguruan tinggi ini.\r\n\r\n\"Kepada Kepala Badan Gizi Nasional, tolong pak, jangan terlalu memaksa,\" pembuka surat terbuka yang diwakili oleh Presiden Mahasiswa BEM KM IPB University, Muhammad Abdan Rofi itu.\r\n\r\nPihak BEM IPB menekankan bahwa instansi pendidikan sebagai lembaga moral dan intelektual, bukan untuk proyek tumbal. \r\n\r\nUnggahan BEM IPB itu juga menyoroti ribuan kasus keracunan MBG, penggunaan anggaran Rp 6,9 miliar untuk kaos kaki, Rp 113 miliar untuk jasa event organizer, dan pengadaan 21.800 motor listrik senilai Rp 900 juta.\r\n\r\nSimak selengkapnya dalam video berikut!\r\n\r\nPenulis: Melvina Tionardus, Mahar Prastiwi\r\nPenulis Naskah: Vina Muthi Ambarwati\r\nNarator: Vina Muthi Ambarwati\r\nVideo Editor: Destri Abdi Saputro\r\nProduser: Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas\r\n\r\n#Politik #Pemerintah #DailyNews #BEMIPB #SPPG #DadanHindayana #ProgramMBG #DapurMBG #BGN #MakanBergiziGratis #MBG\r\n\r\nMusic: Final Girl - Jeremy Blake\r\n\r\nArtikel terkait:\r\nhttps://edukasi.kompas.com/read/2026/...", "post_id": "1OptnPZBAxI"}}, {"key": "@kompascom", "attributes": {"label": "@kompascom", "x": 839.8449604439136, "y": 62.49882091436887, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.9475, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "NraFNxplJgE", "id": "@kompascom", "source": "youtube-000001", "content": "BEM IPB Tolak Kampus Jadi Dapur MBG\n\nBadan Eksekutif Mahasiswa Kabinet Mercusuar (BEM KM) IPB University menolak perguruan tinggi dilibatkan dalam pendirian dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).\r\n\r\nMelalui unggahan yang dipajang di akun Instagram  pada Rabu (6/5/2026) BEM KM IPB University mengirim surat terbuka untuk Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana agar tidak memaksakan kebijakan pendirian dapur MBG (SPPG) di lingkungan perguruan tinggi ini.\r\n\r\n\"Kepada Kepala Badan Gizi Nasional, tolong pak, jangan terlalu memaksa,\" pembuka surat terbuka yang diwakili oleh Presiden Mahasiswa BEM KM IPB University, Muhammad Abdan Rofi itu.\r\n\r\nPihak BEM IPB menekankan bahwa instansi pendidikan sebagai lembaga moral dan intelektual, bukan untuk proyek tumbal. \r\n\r\nUnggahan BEM IPB itu juga menyoroti ribuan kasus keracunan MBG, penggunaan anggaran Rp 6,9 miliar untuk kaos kaki, Rp 113 miliar untuk jasa event organizer, dan pengadaan 21.800 motor listrik senilai Rp 900 juta.\r\n\r\nSimak selengkapnya dalam video berikut!\r\n\r\nPenulis: Melvina Tionardus, Mahar Prastiwi\r\nPenulis Naskah: Vina Muthi Ambarwati\r\nNarator: Vina Muthi Ambarwati\r\nVideo Editor: Destri Abdi Saputro\r\nProduser: Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas\r\n\r\n#Politik #Pemerintah #DailyNews #BEMIPB #SPPG #DadanHindayana #ProgramMBG #DapurMBG #BGN #MakanBergiziGratis #MBG\r\n\r\nMusic: Final Girl - Jeremy Blake\r\n\r\nArtikel terkait:\r\nhttps://edukasi.kompas.com/read/2026/...", "post_id": "NraFNxplJgE"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 95.34440597971016, "y": 431.68068846944243, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.9475, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "RsJ7fv7LasU", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Penjelasan Stafsus Pemprov DKI Jakarta soal Kebijakan Pajak Kendaraan Listrik\n\nKOMPAS.TV - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan tetap membebaskan pajak dan aturan ganjil genap bagi kendaraan listrik.\n\nSementara Pemprov Jawa Barat menunda pemberlakuan pajak bagi kendaraan listrik.\nKebijakan ini menyusul instruksi Kementerian Dalam Negeri guna menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi global.\n\nGubernur Pramono Anung memastikan tetap membebaskan pajak dan aturan ganjil genap bagi kendaraan listrik.\n\nKebijakan baru kendaraan listrik ini diputuskan usai terbitnya surat edaran Menteri Dalam Negeri tentang pemberian insentif berupa pembebasan pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor.\n\nPembebasan aturan ganjil genap bagi kendaraan listrik juga tetap diberlakukan sebagai bentuk keseriusan Pemprov DKI mengurangi polusi udara Jakarta.\n\n\n#pemprovdkijakarta #kendaraanlistrik  #listrik #pajak #kendaraan #dkijakarta \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "RsJ7fv7LasU"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 18.945360386791176, "y": 190.82102066542782, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.103, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "RsJ7fv7LasU", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Penjelasan Stafsus Pemprov DKI Jakarta soal Kebijakan Pajak Kendaraan Listrik\n\nKOMPAS.TV - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan tetap membebaskan pajak dan aturan ganjil genap bagi kendaraan listrik.\n\nSementara Pemprov Jawa Barat menunda pemberlakuan pajak bagi kendaraan listrik.\nKebijakan ini menyusul instruksi Kementerian Dalam Negeri guna menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi global.\n\nGubernur Pramono Anung memastikan tetap membebaskan pajak dan aturan ganjil genap bagi kendaraan listrik.\n\nKebijakan baru kendaraan listrik ini diputuskan usai terbitnya surat edaran Menteri Dalam Negeri tentang pemberian insentif berupa pembebasan pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor.\n\nPembebasan aturan ganjil genap bagi kendaraan listrik juga tetap diberlakukan sebagai bentuk keseriusan Pemprov DKI mengurangi polusi udara Jakarta.\n\n\n#pemprovdkijakarta #kendaraanlistrik  #listrik #pajak #kendaraan #dkijakarta \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "RsJ7fv7LasU"}}, {"key": "@tribunjambi_official", "attributes": {"label": "@tribunjambi_official", "x": 690.5190253920839, "y": 38.0153360669061, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.9475, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "TexG_FcXvLI", "id": "@tribunjambi_official", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Sebut Kebobolan Anggaran Motor Listrik BGN\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka-bukan terkait anggaran pembelian motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN) yang disebutnya sebagai kecolongan.\nProgram:\nEditor: Rian\nHost:\nReporter:\nVideografer:\nSumber:\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJambi.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nhttps://jambi.tribunnews.com/news/119...\n\nYouTube:    /    /     \nFacebook:   / tribunjambifanspage  \n​Instagram:   /   / tribunjambi  \nTwitter/X:  / https://x.com/tribunjambiku", "post_id": "TexG_FcXvLI"}}, {"key": "tribunjambi_official", "attributes": {"label": "tribunjambi_official", "x": 725.5050713669743, "y": 981.2289181431662, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.103, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "TexG_FcXvLI", "id": "tribunjambi_official", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Sebut Kebobolan Anggaran Motor Listrik BGN\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka-bukan terkait anggaran pembelian motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN) yang disebutnya sebagai kecolongan.\nProgram:\nEditor: Rian\nHost:\nReporter:\nVideografer:\nSumber:\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJambi.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nhttps://jambi.tribunnews.com/news/119...\n\nYouTube:    /    /     \nFacebook:   / tribunjambifanspage  \n​Instagram:   /   / tribunjambi  \nTwitter/X:  / https://x.com/tribunjambiku", "post_id": "TexG_FcXvLI"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 220.90001758100564, "y": 667.5420589078194, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.9475, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "sNSaGkFS-Mo", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Stafsus Pemprov DKI Jakarta soal Kebijakan Pajak Kendaraan Listrik | KOMPAS SIANG\n\nKOMPAS.TV - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan tetap membebaskan pajak dan aturan ganjil genap bagi kendaraan listrik.\n\nSementara Pemprov Jawa Barat menunda pemberlakuan pajak bagi kendaraan listrik.\nKebijakan ini menyusul instruksi Kementerian Dalam Negeri guna menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi global.\n\nGubernur Pramono Anung memastikan tetap membebaskan pajak dan aturan ganjil genap bagi kendaraan listrik.\n\nKebijakan baru kendaraan listrik ini diputuskan usai terbitnya surat edaran Menteri Dalam Negeri tentang pemberian insentif berupa pembebasan pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor.\n\nPembebasan aturan ganjil genap bagi kendaraan listrik juga tetap diberlakukan sebagai bentuk keseriusan Pemprov DKI mengurangi polusi udara Jakarta.\n\n\n#pemprovdkijakarta #kendaraanlistrik  #listrik \nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "sNSaGkFS-Mo"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 317.7086562786875, "y": 614.1703812673567, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.103, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "sNSaGkFS-Mo", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Stafsus Pemprov DKI Jakarta soal Kebijakan Pajak Kendaraan Listrik | KOMPAS SIANG\n\nKOMPAS.TV - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan tetap membebaskan pajak dan aturan ganjil genap bagi kendaraan listrik.\n\nSementara Pemprov Jawa Barat menunda pemberlakuan pajak bagi kendaraan listrik.\nKebijakan ini menyusul instruksi Kementerian Dalam Negeri guna menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi global.\n\nGubernur Pramono Anung memastikan tetap membebaskan pajak dan aturan ganjil genap bagi kendaraan listrik.\n\nKebijakan baru kendaraan listrik ini diputuskan usai terbitnya surat edaran Menteri Dalam Negeri tentang pemberian insentif berupa pembebasan pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor.\n\nPembebasan aturan ganjil genap bagi kendaraan listrik juga tetap diberlakukan sebagai bentuk keseriusan Pemprov DKI mengurangi polusi udara Jakarta.\n\n\n#pemprovdkijakarta #kendaraanlistrik  #listrik \nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "sNSaGkFS-Mo"}}, {"key": "@The_TechTrends", "attributes": {"label": "@The_TechTrends", "x": 260.57332506318585, "y": 710.3789547350834, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.9475, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "D5sOiG18sR0", "id": "@The_TechTrends", "source": "youtube-000001", "content": "20 Sepeda dan Kendaraan Listrik Terbaik Tahun 2026\n\n20 Sepeda dan Kendaraan Listrik Terbaik Tahun 2026\n\n00:00 - Pendahuluan\n\n00:36 - 1. Carbon Fold 2\n   • Introducing the Carbon Fold 2  \n   • Carbon Fold 2 | Fold Light, Go Anywhere  \n\n01:33 - 2. Lectric XP Trike2\n   • Lectric eBikes | XP Trike2  \n   • XP Trike2 Vs XP Trike2 750  \n   • Lectric Design Series | XP Trike2  \n\n02:28 - 3. Bo M Scooter\n   • Bo M E-Scooter Ride-through with Co-Founde...  \n   • Introducing Bo M in 42 Seconds | The World...  \n   • Introducing Bo - Our Story  \n\n03:25 - 4. Mooncool TK2\n   • TK2 Electric Trike Assembly 丨 Mooncool  \n   • Meet the Mooncool TK2: Effortless Everyday...  \n\n04:20 - 5. Honda super satu\n   • Super-ONE PROTOTYPE  \n   • 【Super-ONE】WEB MOVIE 「感性を刺激する走り」篇  \n   • 【Super-ONE】WEB MOVIE 「心昂るデザイン」篇  \n   • 【Honda Magazine】Super-ONE ×ドリカム中村さん  \n   • 【Honda Magazine】Super-ONE Prototype  \n\n05:14 - 6. Aventon Tingkat 4 \n   • Introducing The Aventon Level 4 | The Conn...  \n   • Level 4 REC vs. Level 4 ADV | Which Is The...  \n   • Level 4 REC Bike Walkthrough | A Smarter W...  \n\n06:10 - 7. ROVORON R7\n   • Introducing the All-New ㅡminimotors ROVORO...  \n   • Power, Safety, and Design Evolved — minimo...  \n\n07:06 - 8. KotaQ 1200 \n   • Replace Your Delivery Van with a 4 Wheel C...  \n   • The Delivery Van Alternative: CityQ 1200 |...  \n   • CityQ 1200 — The 4-Wheel Cargo eBike Repla...  \n\n08:01 - 9.SEABOB SE63\n   • The new SEABOB SE63 for Automobili Lamborg...  \n\n08:59 - 10. BYD RACCO\n   • BYD Racco Electric Van 2026: The Future of...  \n\n09:53 - 11. Ambang TS Pro Gen 2\n   • TS Pro Gen 2 : Performance Verification & ...  \n\n10:55 - 12. Wuling Binguo EV\n   • Wuling New BinguoEV, Drive Electric, Be Th...  \n   • Wuling BinguoEV - Drive Electric, Be The Icon  \n   • Wuling BinguoEV, Bring the Freedom of Expr...  \n   • Wuling BinguoEV - Celebrate The Moment, Be...  \n   • Wuling BinguoEV - Ride Conveniently, Be Th...  \n\n11:55 - 13. Hiboy U2 Pro\n   • Hiboy U2 Pro | Real Ride. Real Review. Exp...  \n   • Hiboy U2 Pro | Unboxing the Fat Tire Scoot...  \n   • Hiboy U2 Pro|Power, Comfort, and Freedom—Y...  \n   • Hiboy U2 Pro|Power, Comfort, and Freedom—Y...  \n\n12:53 - 14. Karbikes\n   • Karbikes passe à la vitesse supérieure !  \n   • Karbikes presents Koli ! The perfect vehic...  \n\n13:50 - 15. Velotric Summit 2 \n   • Meet Velotric Summit 2 | Ride. Climb. Summ...  \n   • Velotric Summit 2: How to unbox and assemb...  \n   • Meet Velotric Summit 2 | Trail Confident, ...  \n\n14:46 - 16. kilo bagnole\n   • Voici La Bagnole - KILOW  \n   • KILOW Tutos - La Bagnole - Le démarrage e...  \n\n15:44 - 17. Ride1Up Vorsa\n   • How to Assemble the Ride1Up Vorsa  \n   • Ride1Up Vorsa: The Most Customizable Pedal...  \n   • Introducing the Ride1Up Vorsa  \n   • Introducing the Vorsa Lite & FT  \n\n16:40 - 18. Angkat Foil Florence LIFTX\n   • We Spent a Year Designing This with the Fl...  \n\n17:36 - 19. ElectraMeccanica SOLO\n   • ElectraMeccanica SOLO | Coffee  \n   • The SOLO Experience at Electrify Expo Long...  \n   • SOLO EV Assembly Line  \n   • Drone footage of Electra Meccanica SOLO  \n\n18:33 - 20. HPC Revolution X9\n   • 2026 HPC Revolution Overview: A True Ameri...  \n   • Revolution X9 quick walkaround showcasing ...  \n\n*************************\n#komisidiperoleh\n*************************\n►: Pengungkapan: - \nSaya memiliki hubungan independen dengan barang-barang yang ditampilkan dalam video ini, tanpa sponsor apa pun. Tautan yang diberikan di bawah ini adalah tautan afiliasi, yang berarti komisi kecil diperoleh dari pembelian yang dilakukan melalui tautan tersebut. Sikap tanpa sponsor ini memberi saya kebebasan untuk menyajikan ulasan dan saran yang tidak bias. Di antara banyaknya pilihan, saya dengan teliti memilih produk-produk yang telah melalui pengujian pribadi dan mendapatkan persetujuan tulus saya. Dukungan Anda sangat penting dalam memberikan wawasan yang jujur ​​dan berharga, yang pada gilirannya, berdampak positif pada mata pencaharian keluarga saya. Saya berterima kasih atas pendampingan Anda dalam upaya ini.\n*************************\n►: Tentang video ini: - \nVideo ini menampilkan 20 Sepeda dan Kendaraan Listrik Terbaik tahun 2026, menyoroti inovasi terbaru dalam mobilitas listrik. Dari sepeda motor listrik berkecepatan tinggi hingga sepeda listrik futuristik dan mobil EV generasi berikutnya, setiap model dirancang untuk kinerja, efisiensi, dan keberlanjutan. Pemirsa akan menjelajahi teknologi baterai canggih, kemampuan jarak jauh, dan fitur cerdas yang membentuk masa depan transportasi. Kendaraan-kendaraan ini mewakili pergeseran besar menuju perjalanan ramah lingkungan, menggabungkan gaya, kekuatan, dan teknik mutakhir untuk pengendara perkotaan dan petualangan modern di seluruh dunia.\n**************************\nTechTrends tidak sepenuhnya memiliki materi yang dikompilasi dalam video ini. Materi tersebut milik individu atau organisasi yang pantas dihormati.\n\nKami menggunakan konten ini berdasarkan Pernyataan Penafian Hak Cipta, Bagian 107 dari Undang-Undang Hak Cipta 1976. \"Penggunaan Wajar\" diizinkan untuk kritik, komentar, pelaporan berita, pengajaran, beasiswa, dan penelitian.\nJika Anda memiliki hak atas konten dalam video kami dan tidak ingin konten tersebut muncul di saluran kami, harap beri tahu kami melalui pesan pribadi atau email. Kami akan menghapus konten tersebut dalam waktu 24 jam.\n**************************\nJika Anda merasa video ini bermanfaat, silakan sukai 👍.\nSilakan bagikan kepada seseorang yang perlu melihatnya.\nTinggalkan komentar di bawah dengan pendapat Anda.\nDAN SILAKAN BERLANGGANAN UNTUK LEBIH BANYAK VIDEO:    /   \n**************************\n#electricbikes #electricvehicles #ev2026 #topev \n#electricbike2026 #futuremobility #evbikes \n#electricmotorcycle", "post_id": "D5sOiG18sR0"}}, {"key": "the_techtrends", "attributes": {"label": "the_techtrends", "x": 822.7435420993004, "y": 401.59346493946833, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.103, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "D5sOiG18sR0", "id": "the_techtrends", "source": "youtube-000001", "content": "20 Sepeda dan Kendaraan Listrik Terbaik Tahun 2026\n\n20 Sepeda dan Kendaraan Listrik Terbaik Tahun 2026\n\n00:00 - Pendahuluan\n\n00:36 - 1. Carbon Fold 2\n   • Introducing the Carbon Fold 2  \n   • Carbon Fold 2 | Fold Light, Go Anywhere  \n\n01:33 - 2. Lectric XP Trike2\n   • Lectric eBikes | XP Trike2  \n   • XP Trike2 Vs XP Trike2 750  \n   • Lectric Design Series | XP Trike2  \n\n02:28 - 3. Bo M Scooter\n   • Bo M E-Scooter Ride-through with Co-Founde...  \n   • Introducing Bo M in 42 Seconds | The World...  \n   • Introducing Bo - Our Story  \n\n03:25 - 4. Mooncool TK2\n   • TK2 Electric Trike Assembly 丨 Mooncool  \n   • Meet the Mooncool TK2: Effortless Everyday...  \n\n04:20 - 5. Honda super satu\n   • Super-ONE PROTOTYPE  \n   • 【Super-ONE】WEB MOVIE 「感性を刺激する走り」篇  \n   • 【Super-ONE】WEB MOVIE 「心昂るデザイン」篇  \n   • 【Honda Magazine】Super-ONE ×ドリカム中村さん  \n   • 【Honda Magazine】Super-ONE Prototype  \n\n05:14 - 6. Aventon Tingkat 4 \n   • Introducing The Aventon Level 4 | The Conn...  \n   • Level 4 REC vs. Level 4 ADV | Which Is The...  \n   • Level 4 REC Bike Walkthrough | A Smarter W...  \n\n06:10 - 7. ROVORON R7\n   • Introducing the All-New ㅡminimotors ROVORO...  \n   • Power, Safety, and Design Evolved — minimo...  \n\n07:06 - 8. KotaQ 1200 \n   • Replace Your Delivery Van with a 4 Wheel C...  \n   • The Delivery Van Alternative: CityQ 1200 |...  \n   • CityQ 1200 — The 4-Wheel Cargo eBike Repla...  \n\n08:01 - 9.SEABOB SE63\n   • The new SEABOB SE63 for Automobili Lamborg...  \n\n08:59 - 10. BYD RACCO\n   • BYD Racco Electric Van 2026: The Future of...  \n\n09:53 - 11. Ambang TS Pro Gen 2\n   • TS Pro Gen 2 : Performance Verification & ...  \n\n10:55 - 12. Wuling Binguo EV\n   • Wuling New BinguoEV, Drive Electric, Be Th...  \n   • Wuling BinguoEV - Drive Electric, Be The Icon  \n   • Wuling BinguoEV, Bring the Freedom of Expr...  \n   • Wuling BinguoEV - Celebrate The Moment, Be...  \n   • Wuling BinguoEV - Ride Conveniently, Be Th...  \n\n11:55 - 13. Hiboy U2 Pro\n   • Hiboy U2 Pro | Real Ride. Real Review. Exp...  \n   • Hiboy U2 Pro | Unboxing the Fat Tire Scoot...  \n   • Hiboy U2 Pro|Power, Comfort, and Freedom—Y...  \n   • Hiboy U2 Pro|Power, Comfort, and Freedom—Y...  \n\n12:53 - 14. Karbikes\n   • Karbikes passe à la vitesse supérieure !  \n   • Karbikes presents Koli ! The perfect vehic...  \n\n13:50 - 15. Velotric Summit 2 \n   • Meet Velotric Summit 2 | Ride. Climb. Summ...  \n   • Velotric Summit 2: How to unbox and assemb...  \n   • Meet Velotric Summit 2 | Trail Confident, ...  \n\n14:46 - 16. kilo bagnole\n   • Voici La Bagnole - KILOW  \n   • KILOW Tutos - La Bagnole - Le démarrage e...  \n\n15:44 - 17. Ride1Up Vorsa\n   • How to Assemble the Ride1Up Vorsa  \n   • Ride1Up Vorsa: The Most Customizable Pedal...  \n   • Introducing the Ride1Up Vorsa  \n   • Introducing the Vorsa Lite & FT  \n\n16:40 - 18. Angkat Foil Florence LIFTX\n   • We Spent a Year Designing This with the Fl...  \n\n17:36 - 19. ElectraMeccanica SOLO\n   • ElectraMeccanica SOLO | Coffee  \n   • The SOLO Experience at Electrify Expo Long...  \n   • SOLO EV Assembly Line  \n   • Drone footage of Electra Meccanica SOLO  \n\n18:33 - 20. HPC Revolution X9\n   • 2026 HPC Revolution Overview: A True Ameri...  \n   • Revolution X9 quick walkaround showcasing ...  \n\n*************************\n#komisidiperoleh\n*************************\n►: Pengungkapan: - \nSaya memiliki hubungan independen dengan barang-barang yang ditampilkan dalam video ini, tanpa sponsor apa pun. Tautan yang diberikan di bawah ini adalah tautan afiliasi, yang berarti komisi kecil diperoleh dari pembelian yang dilakukan melalui tautan tersebut. Sikap tanpa sponsor ini memberi saya kebebasan untuk menyajikan ulasan dan saran yang tidak bias. Di antara banyaknya pilihan, saya dengan teliti memilih produk-produk yang telah melalui pengujian pribadi dan mendapatkan persetujuan tulus saya. Dukungan Anda sangat penting dalam memberikan wawasan yang jujur ​​dan berharga, yang pada gilirannya, berdampak positif pada mata pencaharian keluarga saya. Saya berterima kasih atas pendampingan Anda dalam upaya ini.\n*************************\n►: Tentang video ini: - \nVideo ini menampilkan 20 Sepeda dan Kendaraan Listrik Terbaik tahun 2026, menyoroti inovasi terbaru dalam mobilitas listrik. Dari sepeda motor listrik berkecepatan tinggi hingga sepeda listrik futuristik dan mobil EV generasi berikutnya, setiap model dirancang untuk kinerja, efisiensi, dan keberlanjutan. Pemirsa akan menjelajahi teknologi baterai canggih, kemampuan jarak jauh, dan fitur cerdas yang membentuk masa depan transportasi. Kendaraan-kendaraan ini mewakili pergeseran besar menuju perjalanan ramah lingkungan, menggabungkan gaya, kekuatan, dan teknik mutakhir untuk pengendara perkotaan dan petualangan modern di seluruh dunia.\n**************************\nTechTrends tidak sepenuhnya memiliki materi yang dikompilasi dalam video ini. Materi tersebut milik individu atau organisasi yang pantas dihormati.\n\nKami menggunakan konten ini berdasarkan Pernyataan Penafian Hak Cipta, Bagian 107 dari Undang-Undang Hak Cipta 1976. \"Penggunaan Wajar\" diizinkan untuk kritik, komentar, pelaporan berita, pengajaran, beasiswa, dan penelitian.\nJika Anda memiliki hak atas konten dalam video kami dan tidak ingin konten tersebut muncul di saluran kami, harap beri tahu kami melalui pesan pribadi atau email. Kami akan menghapus konten tersebut dalam waktu 24 jam.\n**************************\nJika Anda merasa video ini bermanfaat, silakan sukai 👍.\nSilakan bagikan kepada seseorang yang perlu melihatnya.\nTinggalkan komentar di bawah dengan pendapat Anda.\nDAN SILAKAN BERLANGGANAN UNTUK LEBIH BANYAK VIDEO:    /   \n**************************\n#electricbikes #electricvehicles #ev2026 #topev \n#electricbike2026 #futuremobility #evbikes \n#electricmotorcycle", "post_id": "D5sOiG18sR0"}}, {"key": "@E-BIKES_WORLD", "attributes": {"label": "@E-BIKES_WORLD", "x": 325.02009177154525, "y": 737.5630647765183, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.9475, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "Iu6v1mkWUMo", "id": "@E-BIKES_WORLD", "source": "youtube-000001", "content": "Surron untuk pengalaman berkendara di medan tanah terbaik 🤭\n\nProduk ☝️ ⬆️ pojok atas\n🌍 Selamat datang di Dunia Sepeda Listrik! 🚴‍♂️\n\nSurron untuk pengalaman berkendara di medan tanah terbaik 🤭 #surron #viral #dirtbike #ebike\n---\n\nHubungi Kami:\n📩 Butuh bantuan: Lifee289\natau DM kami di Instagram!\n\n📲 \n\n---\n\nSepeda listrik, e-bike, sepeda listrik, sepeda listrik tercepat, sepeda listrik terbaik, sepeda listrik untuk dewasa, e-bike jarak jauh, e-bike ringan, sepeda listrik lipat, e-bike gunung, sepeda listrik kota, e-bike off-road, e-bike kecepatan tinggi, e-bike bertenaga, sepeda listrik hemat, e-scooter, skuter listrik, e-scooter terbaik, e-scooter tercepat, e-scooter lipat, e-scooter jarak jauh, e-scooter komuter, e-scooter off-road, sepeda listrik, e-bike pintar, sepeda ramah lingkungan, e-bike perkotaan, kendaraan listrik, sepeda EV, sepeda isi ulang, e-bike hibrida.\n\n#SepedaListrik #SepedaListrik #NaikSepedaListrik #SepedaListrikTerbaik2025 #SepedaListrikLipat\n#SepedaListrikJarakJauh #MTB #SepedaListrikBertenaga #KendaraanListrik #SepedaKomuter\n#SepedaListrikHemat #NaikRamahLingkungan #UlasanSepedaListrik #SepedaKota #MobilitasPerkotaan\n#SepedaListrikTercepat #SepedaListrik #SepedaEV #RevolusiMobilitas #NaikRamahLingkungan", "post_id": "Iu6v1mkWUMo"}}, {"key": "world_of_e_bike", "attributes": {"label": "world_of_e_bike", "x": 895.1038792580514, "y": 953.600573718915, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.0253, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Iu6v1mkWUMo", "id": "world_of_e_bike", "source": "youtube-000001", "content": "Surron untuk pengalaman berkendara di medan tanah terbaik 🤭\n\nProduk ☝️ ⬆️ pojok atas\n🌍 Selamat datang di Dunia Sepeda Listrik! 🚴‍♂️\n\nSurron untuk pengalaman berkendara di medan tanah terbaik 🤭 #surron #viral #dirtbike #ebike\n---\n\nHubungi Kami:\n📩 Butuh bantuan: Lifee289\natau DM kami di Instagram!\n\n📲 \n\n---\n\nSepeda listrik, e-bike, sepeda listrik, sepeda listrik tercepat, sepeda listrik terbaik, sepeda listrik untuk dewasa, e-bike jarak jauh, e-bike ringan, sepeda listrik lipat, e-bike gunung, sepeda listrik kota, e-bike off-road, e-bike kecepatan tinggi, e-bike bertenaga, sepeda listrik hemat, e-scooter, skuter listrik, e-scooter terbaik, e-scooter tercepat, e-scooter lipat, e-scooter jarak jauh, e-scooter komuter, e-scooter off-road, sepeda listrik, e-bike pintar, sepeda ramah lingkungan, e-bike perkotaan, kendaraan listrik, sepeda EV, sepeda isi ulang, e-bike hibrida.\n\n#SepedaListrik #SepedaListrik #NaikSepedaListrik #SepedaListrikTerbaik2025 #SepedaListrikLipat\n#SepedaListrikJarakJauh #MTB #SepedaListrikBertenaga #KendaraanListrik #SepedaKomuter\n#SepedaListrikHemat #NaikRamahLingkungan #UlasanSepedaListrik #SepedaKota #MobilitasPerkotaan\n#SepedaListrikTercepat #SepedaListrik #SepedaEV #RevolusiMobilitas #NaikRamahLingkungan", "post_id": "Iu6v1mkWUMo"}}, {"key": "@ChaseCain", "attributes": {"label": "@ChaseCain", "x": 299.69619786169454, "y": 333.4273890245798, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.9475, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ZNuZVTU-tE4", "id": "@ChaseCain", "source": "youtube-000001", "content": "Apakah Trump secara tidak sengaja menciptakan Kesepakatan Baru Hijau (Green New Deal)?\n\nPerang Iran tahun 2026 telah mengungkap titik lemah Amerika: kerentanan kita terhadap harga minyak dan pasar global untuk bahan bakar fosil. Tetapi bagaimana jika kita tidak perlu lagi khawatir tentang harga bensin? Pelajaran bagi AS adalah bahwa kemerdekaan energi sejati tidak berasal dari pompa bensin—melainkan dari terhubung langsung ke matahari dan angin. Dalam pembahasan mendalam ini, saya mengeksplorasi jalan sebenarnya menuju kemerdekaan energi, mengapa kendaraan listrik lebih murah dan lebih efisien, dan apakah Presiden Trump secara tidak sengaja mempercepat transisi ke energi bersih.\n\nVideo ini menampilkan wawancara eksklusif satu lawan satu dengan Anggota Kongres Adam Smith, Anggota Peringkat Komite Angkatan Bersenjata DPR, untuk membahas konflik militer yang sedang berlangsung di Iran, apa arti perang tersebut bagi masa depan keamanan energi Amerika, dan apakah masih ada konsensus bipartisan untuk tenaga angin dan surya.\n\nPakar energi Universitas Stanford, Mark Jacobson, juga menjelaskan bagaimana transisi jaringan listrik kita dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan sepenuhnya akan menurunkan tagihan energi warga Amerika hingga 63%!\n\nBill McKibben, pendiri Third Act dan Sun Day, mengatakan bahwa melonjaknya biaya minyak dan gas mempercepat transisi ke energi bersih. Dan saat ini, Tiongkok paling diuntungkan dari keputusan Partai Republik untuk membatalkan insentif pajak bagi manufaktur energi hijau di AS dari Undang-Undang Pengurangan Inflasi.\n\n🌎 Terhubung dengan saya di: https://chasecain.com\n\n🇺🇸 Daftarkan diri Anda untuk memilih — atau periksa pendaftaran Anda di: https://vote.gov/\n\n📚 BAB:\n0:00 Kesepakatan Hijau Baru Trump\n0:44 Apa yang Diketahui Para Penyintas yang Hidup Mandiri\n1:25 Harga Bensin Melonjak\n1:56 China Meraup Keuntungan\n2:38 Kelemahan Perusahaan Minyak\n3:24 Energi Angin + Surya 63% Lebih Murah\n4:50 Anggota Kongres Adam Smith\n5:38 Kesepakatan Bipartisan di Kongres\n6:28 Dampak Lingkungan dari Perang Iran\n7:07 Kemandirian Energi Mandiri\n8:04 Ketergantungan pada Minyak Timur Tengah\n8:42 Apakah Orang Amerika Tidak Memilih untuk Lingkungan?\n\n10:08 Berhenti Mengatakan Perubahan Iklim\n12:25 Melibatkan Pemilih Amerika\n13:10 Frustrasi dengan Politik\n15:40 Statistik Mengejutkan dari Pemilu 2024\n\nPelacak Biaya Energi Perang Iran Universitas Brown: https://iranwarcost.watson.brown.edu/\n\nPenelitian  tentang kesenjangan antara perubahan iklim dan bagaimana orang Amerika memilih: https://www.environmentalvoter.org/up...", "post_id": "ZNuZVTU-tE4"}}, {"key": "EnvironmentalVoterProject", "attributes": {"label": "EnvironmentalVoterProject", "x": 65.61103013709635, "y": 854.3451807783406, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.103, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ZNuZVTU-tE4", "id": "EnvironmentalVoterProject", "source": "youtube-000001", "content": "Apakah Trump secara tidak sengaja menciptakan Kesepakatan Baru Hijau (Green New Deal)?\n\nPerang Iran tahun 2026 telah mengungkap titik lemah Amerika: kerentanan kita terhadap harga minyak dan pasar global untuk bahan bakar fosil. Tetapi bagaimana jika kita tidak perlu lagi khawatir tentang harga bensin? Pelajaran bagi AS adalah bahwa kemerdekaan energi sejati tidak berasal dari pompa bensin—melainkan dari terhubung langsung ke matahari dan angin. Dalam pembahasan mendalam ini, saya mengeksplorasi jalan sebenarnya menuju kemerdekaan energi, mengapa kendaraan listrik lebih murah dan lebih efisien, dan apakah Presiden Trump secara tidak sengaja mempercepat transisi ke energi bersih.\n\nVideo ini menampilkan wawancara eksklusif satu lawan satu dengan Anggota Kongres Adam Smith, Anggota Peringkat Komite Angkatan Bersenjata DPR, untuk membahas konflik militer yang sedang berlangsung di Iran, apa arti perang tersebut bagi masa depan keamanan energi Amerika, dan apakah masih ada konsensus bipartisan untuk tenaga angin dan surya.\n\nPakar energi Universitas Stanford, Mark Jacobson, juga menjelaskan bagaimana transisi jaringan listrik kita dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan sepenuhnya akan menurunkan tagihan energi warga Amerika hingga 63%!\n\nBill McKibben, pendiri Third Act dan Sun Day, mengatakan bahwa melonjaknya biaya minyak dan gas mempercepat transisi ke energi bersih. Dan saat ini, Tiongkok paling diuntungkan dari keputusan Partai Republik untuk membatalkan insentif pajak bagi manufaktur energi hijau di AS dari Undang-Undang Pengurangan Inflasi.\n\n🌎 Terhubung dengan saya di: https://chasecain.com\n\n🇺🇸 Daftarkan diri Anda untuk memilih — atau periksa pendaftaran Anda di: https://vote.gov/\n\n📚 BAB:\n0:00 Kesepakatan Hijau Baru Trump\n0:44 Apa yang Diketahui Para Penyintas yang Hidup Mandiri\n1:25 Harga Bensin Melonjak\n1:56 China Meraup Keuntungan\n2:38 Kelemahan Perusahaan Minyak\n3:24 Energi Angin + Surya 63% Lebih Murah\n4:50 Anggota Kongres Adam Smith\n5:38 Kesepakatan Bipartisan di Kongres\n6:28 Dampak Lingkungan dari Perang Iran\n7:07 Kemandirian Energi Mandiri\n8:04 Ketergantungan pada Minyak Timur Tengah\n8:42 Apakah Orang Amerika Tidak Memilih untuk Lingkungan?\n\n10:08 Berhenti Mengatakan Perubahan Iklim\n12:25 Melibatkan Pemilih Amerika\n13:10 Frustrasi dengan Politik\n15:40 Statistik Mengejutkan dari Pemilu 2024\n\nPelacak Biaya Energi Perang Iran Universitas Brown: https://iranwarcost.watson.brown.edu/\n\nPenelitian  tentang kesenjangan antara perubahan iklim dan bagaimana orang Amerika memilih: https://www.environmentalvoter.org/up...", "post_id": "ZNuZVTU-tE4"}}, {"key": "@indotara-persada", "attributes": {"label": "@indotara-persada", "x": 60.24470820492056, "y": 409.9955269990849, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.9475, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "u2u04Skwjdw", "id": "@indotara-persada", "source": "youtube-000001", "content": "SEKALI OPERATE BISA TARIK BEBAN 500 KG? HILLVER HEAVY DUTY ELECTRIC TRANSPOEQUIPMENT HMC-300\n\nHillver Electric Traction Lifting and Lowering Truck HMC-300 hadir sebagai solusi cerdas untuk aktivitas angkut barang di area bertangga dan bertingkat. Mengusung teknologi electric traction dengan sistem lifting & lowering yang stabil, unit ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi kerja sekaligus menjaga keselamatan operator.\n\nDengan performa motor listrik yang bertenaga dan kontrol yang presisi, HMC-300 mampu memindahkan beban secara lebih halus, aman, dan minim tenaga. Sangat ideal digunakan di gedung perkantoran, gudang, hotel, rumah sakit, hingga area industri yang memiliki akses tangga.\n \nDapatkan Produk di markertplace kami\nTokopedia : https://www.tokopedia.com/indotara-pe...\nShopee : https://shopee.co.id/product/48095478...\nLazada : https://www.lazada.co.id/products/i18...\nBlibli : https://www.blibli.com/p/trolley-angk...\nTiktok : https://short-url.org/1oZj-\n\nFollow Juga Sosial Media Kami:\nInstagram :   / pt.indotarapersada  \nFacebook :   / pt.indotarapersada   \nTiktok :   / indotarapersada  \nX : https://x.com/\n\nUntuk informasi dan inquiry produk lebih lanjut hubungi.\nHP/WA : 0811-1914-6963\n\nHeadquarter :\nPT. INDOTARA PERSADA 50/F,\nMenara BCA Grand Indonesia\nJl. M.H. Thamrin No.1,\nJakarta Pusat 10310\nPhone : 021 - 5011 2224\nEmail : dsme\n\nMarketing Office :\nPT. INDOTARA PERSADA\nAPL Tower 6th Floor No. 6\nCentral Park, Jl. Letjen S.Parman\nKav 28, Jakarta Barat - 11440\nPhone : 021 - 5011 2224\nEmail : dsme\n\nIndotara Showroom :\nGRAHA INDOTARA\nMillenium Industrial Estate Jl.\nMillenium 22 Blok R3 No. 1,\nCikupa, Tangerang - Banten 15720\nPhone : 021 - 5011 2224\nEmail : dsme\n\nBandung Office :\nPT. INDOTARA PERSADA\nWisma HSBC Lt. 6 Suite B\nJalan Asia Afrika No.116,\nKota Bandung, Jawa Barat 40112\nPhone : 021 - 5011 2224\nEmail : bdg.dsme\n\nSurabaya Office :\nPT. INDOTARA PERSADA\nBumi Mandiri Tower I Lt. 10 Suite 1008\nJL. Jend.Basuki Rachmat 129-137,\nSurabaya 60271\nPhone : 031 - 3360 1485\nEmail : sby.dsme\n\nSemarang Office :\nPT. INDOTARA PERSADA\nWisma HSBC Lt. 6 suite 609\nJl. Gajah Mada No.135,\nSemarang, Jawa Tengah - 50134\nPhone : 024 - 40 300 889\nEmail : smg.dsme\n\nMedan Office :\nPT. INDOTARA PERSADA\nSutomo Tower Lantai 5H\nJl. Sutomo Ujung No.28,\nKota Medan, Sumatera Utara 20235\nPhone : 061 - 50 300 592\nEmail : mdn.dsme\n\nBali Office :\nPT. INDOTARA PERSADA\nBenoa Square Lt. 2\nJl. Bypass Ngurah Rai No. 21 A\nKedonganan, Kuta Badung\nBali Indonesia 80361\nPhone : 021 - 5011 2224\nEmail : bali.dsme\n\nMakassar Office :\nPT. INDOTARA PERSADA\nFajar Graha Pena Lt. 5\nJl. Urip Sumoharjo No. 20,\nMakassar - Sulawesi Selatan 90234\nPhone : 021 - 5011 2224\nEmail : mks.dsme\n\nBalikpapan Office :\nPT. INDOTARA PERSADA\nPanin Tower Lt. 8 Grand Sudirman\nJl. Jendral Sudirman No.7 Klandasan Ilir,\nBalikpapan Kota - Kalimantan Timur 76114\nPhone : 021 - 5011 2224\nEmail : bpp.dsme\n\nYogyakarta Office :\nPT. INDOTARA PERSADA\nHartono Mall Yogyakarta Lt. 3 Kaliwaru,\nCondongcatur, Sleman, Yogyakarta 55281\nPhone : 021 - 5011 2224\nEmail : yog.dsme\n\nSingapore Office :\nPT. INDOTARA PERSADA\nMarina Bay Financial Centre Tower 3 17F,\n12 Marina Boulevard Singapore - 018982\nPhone : 021 - 5011 2224\nEmail : sing.dsme \n\nEditor : Syahputra \nCampers : Indra \nVP ID : 11868\nSKU ID : DSME-33371", "post_id": "u2u04Skwjdw"}}, {"key": "indotarapersada", "attributes": {"label": "indotarapersada", "x": 369.9967222447336, "y": 577.2684093234246, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.103, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "u2u04Skwjdw", "id": "indotarapersada", "source": "youtube-000001", "content": "SEKALI OPERATE BISA TARIK BEBAN 500 KG? HILLVER HEAVY DUTY ELECTRIC TRANSPOEQUIPMENT HMC-300\n\nHillver Electric Traction Lifting and Lowering Truck HMC-300 hadir sebagai solusi cerdas untuk aktivitas angkut barang di area bertangga dan bertingkat. Mengusung teknologi electric traction dengan sistem lifting & lowering yang stabil, unit ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi kerja sekaligus menjaga keselamatan operator.\n\nDengan performa motor listrik yang bertenaga dan kontrol yang presisi, HMC-300 mampu memindahkan beban secara lebih halus, aman, dan minim tenaga. Sangat ideal digunakan di gedung perkantoran, gudang, hotel, rumah sakit, hingga area industri yang memiliki akses tangga.\n \nDapatkan Produk di markertplace kami\nTokopedia : https://www.tokopedia.com/indotara-pe...\nShopee : https://shopee.co.id/product/48095478...\nLazada : https://www.lazada.co.id/products/i18...\nBlibli : https://www.blibli.com/p/trolley-angk...\nTiktok : https://short-url.org/1oZj-\n\nFollow Juga Sosial Media Kami:\nInstagram :   / pt.indotarapersada  \nFacebook :   / pt.indotarapersada   \nTiktok :   / indotarapersada  \nX : https://x.com/\n\nUntuk informasi dan inquiry produk lebih lanjut hubungi.\nHP/WA : 0811-1914-6963\n\nHeadquarter :\nPT. INDOTARA PERSADA 50/F,\nMenara BCA Grand Indonesia\nJl. M.H. Thamrin No.1,\nJakarta Pusat 10310\nPhone : 021 - 5011 2224\nEmail : dsme\n\nMarketing Office :\nPT. INDOTARA PERSADA\nAPL Tower 6th Floor No. 6\nCentral Park, Jl. Letjen S.Parman\nKav 28, Jakarta Barat - 11440\nPhone : 021 - 5011 2224\nEmail : dsme\n\nIndotara Showroom :\nGRAHA INDOTARA\nMillenium Industrial Estate Jl.\nMillenium 22 Blok R3 No. 1,\nCikupa, Tangerang - Banten 15720\nPhone : 021 - 5011 2224\nEmail : dsme\n\nBandung Office :\nPT. INDOTARA PERSADA\nWisma HSBC Lt. 6 Suite B\nJalan Asia Afrika No.116,\nKota Bandung, Jawa Barat 40112\nPhone : 021 - 5011 2224\nEmail : bdg.dsme\n\nSurabaya Office :\nPT. INDOTARA PERSADA\nBumi Mandiri Tower I Lt. 10 Suite 1008\nJL. Jend.Basuki Rachmat 129-137,\nSurabaya 60271\nPhone : 031 - 3360 1485\nEmail : sby.dsme\n\nSemarang Office :\nPT. INDOTARA PERSADA\nWisma HSBC Lt. 6 suite 609\nJl. Gajah Mada No.135,\nSemarang, Jawa Tengah - 50134\nPhone : 024 - 40 300 889\nEmail : smg.dsme\n\nMedan Office :\nPT. INDOTARA PERSADA\nSutomo Tower Lantai 5H\nJl. Sutomo Ujung No.28,\nKota Medan, Sumatera Utara 20235\nPhone : 061 - 50 300 592\nEmail : mdn.dsme\n\nBali Office :\nPT. INDOTARA PERSADA\nBenoa Square Lt. 2\nJl. Bypass Ngurah Rai No. 21 A\nKedonganan, Kuta Badung\nBali Indonesia 80361\nPhone : 021 - 5011 2224\nEmail : bali.dsme\n\nMakassar Office :\nPT. INDOTARA PERSADA\nFajar Graha Pena Lt. 5\nJl. Urip Sumoharjo No. 20,\nMakassar - Sulawesi Selatan 90234\nPhone : 021 - 5011 2224\nEmail : mks.dsme\n\nBalikpapan Office :\nPT. INDOTARA PERSADA\nPanin Tower Lt. 8 Grand Sudirman\nJl. Jendral Sudirman No.7 Klandasan Ilir,\nBalikpapan Kota - Kalimantan Timur 76114\nPhone : 021 - 5011 2224\nEmail : bpp.dsme\n\nYogyakarta Office :\nPT. INDOTARA PERSADA\nHartono Mall Yogyakarta Lt. 3 Kaliwaru,\nCondongcatur, Sleman, Yogyakarta 55281\nPhone : 021 - 5011 2224\nEmail : yog.dsme\n\nSingapore Office :\nPT. INDOTARA PERSADA\nMarina Bay Financial Centre Tower 3 17F,\n12 Marina Boulevard Singapore - 018982\nPhone : 021 - 5011 2224\nEmail : sing.dsme \n\nEditor : Syahputra \nCampers : Indra \nVP ID : 11868\nSKU ID : DSME-33371", "post_id": "u2u04Skwjdw"}}], "edges": [{"key": "siennasin124726", "source": "siennasin124726", "target": "empty__core", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "woilo_official", "source": "woilo_official", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "manusiayangbeg", "source": "manusiayangbeg", "target": "matthew545_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "manusiayangbeg", "source": "manusiayangbeg", "target": "lovemyselfXXVII", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "celebesmedia.id", "source": "celebesmedia.id", "target": "celebesmedia.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "celebesmedia.id", "source": "celebesmedia.id", "target": "celebespsm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch", "source": "nasionalcorruptionwatch", "target": "kejaksaan.ri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch", "source": "nasionalcorruptionwatch", "target": "divisihumaspolri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch", "source": "nasionalcorruptionwatch", "target": "gerindra", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch", "source": "nasionalcorruptionwatch", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch", "source": "nasionalcorruptionwatch", "target": "official.kpk", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch", "source": "nasionalcorruptionwatch", "target": "menkeuri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch", "source": "nasionalcorruptionwatch", "target": "dpr_ri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch", "source": "nasionalcorruptionwatch", "target": "bpkriofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch", "source": "nasionalcorruptionwatch", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch", "source": "nasionalcorruptionwatch", "target": "beacukairi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch", "source": "nasionalcorruptionwatch", "target": "kementerianumkm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch", "source": "nasionalcorruptionwatch", "target": "badangizinasional.ri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch", "source": "nasionalcorruptionwatch", "target": "bpkriofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "celebesmedia.id", "source": "celebesmedia.id", "target": "celebesmedia.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "celebesmedia.id", "source": "celebesmedia.id", "target": "celebespsm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "hariankompas", "source": "hariankompas", "target": "hariankompas", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "iims_id", "source": "iims_id", "target": "dyandrapromosindo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "tasikzonechannel", "source": "tasikzonechannel", "target": "shansattala/Mohammad", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "farisa.muraiki", "source": "farisa.muraiki", "target": "MURAIKI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "presgonews", "source": "presgonews", "target": "Presgonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@hmjteknikpolije4914", "source": "@hmjteknikpolije4914", "target": "hmj_teknikpolije", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@davetakesiton", "source": "@davetakesiton", "target": "davetakesiton", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@plnepi", "source": "@plnepi", "target": "pln.epi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunMedanTV", "source": "@TribunMedanTV", "target": "bemkmipb", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunMedanTV", "source": "@TribunMedanTV", "target": "tribunmedantv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompascomnusantara", "source": "@kompascomnusantara", "target": "bemkmipb", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompascomreport", "source": "@kompascomreport", "target": "bemkmipb", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompascom", "source": "@kompascom", "target": "bemkmipb", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjambi_official", "source": "@tribunjambi_official", "target": "tribunjambi_official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@davetakesiton", "source": "@davetakesiton", "target": "davetakesiton", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@davetakesiton", "source": "@davetakesiton", "target": "davetakesiton", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@The_TechTrends", "source": "@The_TechTrends", "target": "the_techtrends", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@E-BIKES_WORLD", "source": "@E-BIKES_WORLD", "target": "world_of_e_bike", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@E-BIKES_WORLD", "source": "@E-BIKES_WORLD", "target": "world_of_e_bike", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ChaseCain", "source": "@ChaseCain", "target": "EnvironmentalVoterProject", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@indotara-persada", "source": "@indotara-persada", "target": "indotarapersada", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}