{"nodes": [{"key": "bank_indonesia_jatim", "attributes": {"label": "bank_indonesia_jatim", "x": 340.03986743738915, "y": 665.7960421407872, "size": 3.02, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 16.2258, "eigenvector": 0.2868, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3855178183629506968_3158106310", "id": "bank_indonesia_jatim", "source": "instagram-000001", "content": "#SobatRupiah, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 Maret 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%. \n\nKeputusan ini untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah dari dampak memburuknya kondisi global akibat perang di Timur Tengah serta menjaga pencapaian sasaran inflasi 2026-2027 dalam sasaran 2,5±1%. \n\nBank Indonesia akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter untuk memperkuat ketahanan eksternal dari kemungkinan eskalasi perang Timur Tengah, termasuk menempuh langkah-langkah penyesuaian yang diperlukan guna tetap konsisten dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional. \n\nSementara itu, kebijakan makroprudensial terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit/pembiayaan ke sektor riil dengan tetap mempertahankan stabilitas sistem keuangan. \n\nKebijakan sistem pembayaran juga terus diarahkan untuk turut menopang kegiatan ekonomi melalui penguatan sinergi dalam perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran.\n\nSinergi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga dipererat terutama untuk mendorong pembiayaan bagi program Asta Cita Pemerintah.\n\nDengan BI-Rate yang tetap berada di level 4,75% pada #RDGBI Maret 2026, apa rencana yang Sobat siapkan untuk terus #BeriMakna bagi perekonomian nasional?\n •\nRepost from \n•\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3855178183629506968_3158106310"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 88.88306237417399, "y": 724.3530033114113, "size": 3.03, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 71.3936, "eigenvector": 0.3535, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "3855178183629506968_3158106310", "id": "bank_indonesia", "source": "instagram-000001", "content": "#SobatRupiah, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 Maret 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%. \n\nKeputusan ini untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah dari dampak memburuknya kondisi global akibat perang di Timur Tengah serta menjaga pencapaian sasaran inflasi 2026-2027 dalam sasaran 2,5±1%. \n\nBank Indonesia akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter untuk memperkuat ketahanan eksternal dari kemungkinan eskalasi perang Timur Tengah, termasuk menempuh langkah-langkah penyesuaian yang diperlukan guna tetap konsisten dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional. \n\nSementara itu, kebijakan makroprudensial terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit/pembiayaan ke sektor riil dengan tetap mempertahankan stabilitas sistem keuangan. \n\nKebijakan sistem pembayaran juga terus diarahkan untuk turut menopang kegiatan ekonomi melalui penguatan sinergi dalam perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran.\n\nSinergi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga dipererat terutama untuk mendorong pembiayaan bagi program Asta Cita Pemerintah.\n\nDengan BI-Rate yang tetap berada di level 4,75% pada #RDGBI Maret 2026, apa rencana yang Sobat siapkan untuk terus #BeriMakna bagi perekonomian nasional?\n •\nRepost from \n•\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3855178183629506968_3158106310"}}, {"key": "bank_indonesia_banten", "attributes": {"label": "bank_indonesia_banten", "x": 858.995185678317, "y": 422.97582218464623, "size": 3.02, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 16.2258, "eigenvector": 0.2868, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3855264110397618481_3161163062", "id": "bank_indonesia_banten", "source": "instagram-000001", "content": "#SobatRupiah, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 Maret 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%.\n\nKeputusan ini untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah dari dampak memburuknya kondisi global akibat perang di Timur Tengah serta menjaga pencapaian sasaran inflasi 2026-2027 dalam sasaran 2,5±1%.\n\nBank Indonesia akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter untuk memperkuat ketahanan eksternal dari kemungkinan eskalasi perang Timur Tengah, termasuk menempuh langkah-langkah penyesuaian yang diperlukan guna tetap konsisten dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional.\n\nSementara itu, kebijakan makroprudensial terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit/pembiayaan ke sektor riil dengan tetap mempertahankan stabilitas sistem keuangan.\n\nKebijakan sistem pembayaran juga terus diarahkan untuk turut menopang kegiatan ekonomi melalui penguatan sinergi dalam perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran.\n\nSinergi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga dipererat terutama untuk mendorong pembiayaan bagi program Asta Cita Pemerintah.\n\nDengan BI-Rate yang tetap berada di level 4,75% pada #RDGBI Maret 2026, apa rencana yang Sobat siapkan untuk terus #BeriMakna bagi perekonomian nasional?\n\n\n#diSetiapMaknalndonesia", "post_id": "3855264110397618481_3161163062"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 329.7362612452984, "y": 106.03247596520127, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 28.2188, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3859734419120689573_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Goldman Sachs memproyeksikan suku bunga acuan Bank Indonesia tidak akan turun tahun ini karena tekanan inflasi dari lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah.\n\nMenurut mereka, kondisi ini membuat BI cenderung menahan, bahkan berpotensi menaikkan suku bunga demi menjaga stabilitas rupiah dan inflasi.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#GoldmanSachs #SukuBunga #BloombergTechnoz", "post_id": "3859734419120689573_51748745734"}}, {"key": "bank_indonesia_malut", "attributes": {"label": "bank_indonesia_malut", "x": 160.2730086145755, "y": 308.4221638086432, "size": 3.02, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 16.2258, "eigenvector": 0.2868, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3854700091819977773_3117095536", "id": "bank_indonesia_malut", "source": "instagram-000001", "content": "Suba jou #SobRuMalut\n.\n.\n.\nHalo SobRu Malut !\nRapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 Maret 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%. \n.\nKeputusan ini untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah dari dampak memburuknya kondisi global akibat perang di Timur Tengah serta menjaga pencapaian sasaran inflasi 2026-2027 dalam sasaran 2,5±1%. \n.\nBank Indonesia akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter untuk memperkuat ketahanan eksternal dari kemungkinan eskalasi perang Timur Tengah, termasuk menempuh langkah-langkah penyesuaian yang diperlukan guna tetap konsisten dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional. \n.\nSementara itu, kebijakan makroprudensial terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit/pembiayaan ke sektor riil dengan tetap mempertahankan stabilitas sistem keuangan. \n.\nKebijakan sistem pembayaran juga terus diarahkan untuk turut menopang kegiatan ekonomi melalui penguatan sinergi dalam perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran.\n.\nSinergi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga dipererat terutama untuk mendorong pembiayaan bagi program Asta Cita Pemerintah.\n.\nDengan BI-Rate yang tetap berada di level 4,75% pada #RDGBI Maret 2026, apa rencana yang Sobat siapkan untuk terus #BeriMakna bagi perekonomian nasional?\n#repostfrom \n.\n. \n.\n#disetiapmaknaindonesia", "post_id": "3854700091819977773_3117095536"}}, {"key": "bank_indonesia_papuabarat", "attributes": {"label": "bank_indonesia_papuabarat", "x": 804.256058396538, "y": 454.6584173514202, "size": 3.02, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 16.2258, "eigenvector": 0.2868, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3860498125106773679_13254887390", "id": "bank_indonesia_papuabarat", "source": "instagram-000001", "content": "BI-Rate TETAP 4,75%. Apa artinya bagi ekonomi kita?\n\n#SobatRupiah, keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga ini diarahkan untuk menjaga stabilitas Rupiah, memastikan inflasi tetap dalam kisaran 2,5±1%, sekaligus merespons tekanan eksternal di tengah dinamika global yang terus berkembang.\n\nLangkah yang ditempuh pun menyeluruh dan terukur. Mulai dari stabilisasi nilai tukar melalui intervensi di pasar valas, strategi moneter pro-market untuk menjaga likuiditas dan menarik aliran modal, hingga penguatan kebijakan devisa demi ketahanan eksternal yang lebih solid.\n\nDi saat yang sama, dorongan pertumbuhan terus dijaga. Kredit dan pembiayaan ke sektor riil didorong agar tetap mengalir dan menopang aktivitas ekonomi. Transformasi digital juga dipercepat, dari perluasan pembayaran digital, QRIS antarnegara, hingga penguatan ekosistem inovasi lewat PIDI.\n\nSeluruh upaya ini diperkuat lewat sinergi bersama Pemerintah dan KSSK untuk menjaga stabilitas, mengendalikan inflasi, dan memastikan pertumbuhan ekonomi tetap berlanjut, termasuk kesiapan sistem pembayaran dan uang Rupiah menjelang Idulfitri.\n\n#diSetiapMaknaIndonesia\n#Repost", "post_id": "3860498125106773679_13254887390"}}, {"key": "celebesmedia.id", "attributes": {"label": "celebesmedia.id", "x": 909.285772291675, "y": 629.6099362455138, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 28.2188, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "3856196113007842944_10864878485", "id": "celebesmedia.id", "source": "instagram-000001", "content": "Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia 16--17 Maret 2026 memutuskan untuk mempertqhankan suku bunga acuan BI-Rate sebesar 4,75%, Depoait Facility 3,75% dan Lending Facilitu 5,50%.\n\n\"Keputusan ini untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah dari dampak memburuknya kondisi global akibat perang di Timur Tengah serta menjaga pencapaian sasaran inflasi 2026-2027 dalam sasaran 2,5±1%,\" demikian pernyataan BI, Selasa (17/3/2026)\n\nBank Indonesia akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter untuk memperkuat ketahanan eksternal dari kemungkinan eskalasi perang Timur Tengah.\n\n\"Termasuk menempuh langkah-langkah penyesuaian yang diperlukan guna tetap konsisten dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional,\" demikian Gubernur BI, Perry Warjiyo.\n\nBI mengakui Perang Timur Tengah sejak akhir Februari 2026 memperburuk kondisi dan prospek perekonomian global. Melonjaknya harga minyak dunia berdampak negatif terhadap rantai pasok perdagangan antarnegara sehingga menurunkan prospek pertumbuhan ekonomi dunia dan meningkatkan tekanan inflasi global. \n\nPasar keuangan global juga memburuk dengan menguatnya mata uang dolar Amerika Serikat (AS), meningkatnya yield US treasury, serta terjadinya arus modal keluar dari emerging markets. \n\nBaca selengkapnya di www.celebesmedia.id\n\nIkuti juga sosial media kami  & \ndi Instagram, Tiktok, Twitter, Threads, & Youtube\n\n#ekonomi #inflasi #nilaitukar #ekspor #impor", "post_id": "3856196113007842944_10864878485"}}, {"key": "celebespsm", "attributes": {"label": "celebespsm", "x": 131.12101354001703, "y": 194.2037439055243, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 28.2188, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3856196113007842944_10864878485", "id": "celebespsm", "source": "instagram-000001", "content": "Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia 16--17 Maret 2026 memutuskan untuk mempertqhankan suku bunga acuan BI-Rate sebesar 4,75%, Depoait Facility 3,75% dan Lending Facilitu 5,50%.\n\n\"Keputusan ini untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah dari dampak memburuknya kondisi global akibat perang di Timur Tengah serta menjaga pencapaian sasaran inflasi 2026-2027 dalam sasaran 2,5±1%,\" demikian pernyataan BI, Selasa (17/3/2026)\n\nBank Indonesia akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter untuk memperkuat ketahanan eksternal dari kemungkinan eskalasi perang Timur Tengah.\n\n\"Termasuk menempuh langkah-langkah penyesuaian yang diperlukan guna tetap konsisten dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional,\" demikian Gubernur BI, Perry Warjiyo.\n\nBI mengakui Perang Timur Tengah sejak akhir Februari 2026 memperburuk kondisi dan prospek perekonomian global. Melonjaknya harga minyak dunia berdampak negatif terhadap rantai pasok perdagangan antarnegara sehingga menurunkan prospek pertumbuhan ekonomi dunia dan meningkatkan tekanan inflasi global. \n\nPasar keuangan global juga memburuk dengan menguatnya mata uang dolar Amerika Serikat (AS), meningkatnya yield US treasury, serta terjadinya arus modal keluar dari emerging markets. \n\nBaca selengkapnya di www.celebesmedia.id\n\nIkuti juga sosial media kami  & \ndi Instagram, Tiktok, Twitter, Threads, & Youtube\n\n#ekonomi #inflasi #nilaitukar #ekspor #impor", "post_id": "3856196113007842944_10864878485"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 742.5623640209546, "y": 545.8603137173222, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 22.6407, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 3, "degree": 6}, "_id": "3854872121877789799_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia memutuskan mempertahankan BI Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) 16–17 Maret 2026. Suku bunga Deposit Facility tetap 3,75% dan Lending Facility 5,50%, menandai 6 bulan berturut-turut BI menahan suku bunga.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo menyatakan keputusan ini bertujuan menjaga stabilitas rupiah di tengah memburuknya kondisi global, mengendalikan inflasi 2026–2027, serta tetap mendukung pertumbuhan ekonomi.\nBI juga akan terus mengoptimalkan kebijakan moneter dan sistem pembayaran untuk menjaga stabilitas eksternal serta mendorong perluasan transaksi digital di dalam negeri.\n\nSumber: CNBC Indonesia, 17 Maret 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#BIRate #BankIndonesia #SukuBunga #EkonomiIndonesia #Inflasi #Rupiah #IHSG #PasarSaham #InvestasiSaham #TraderIndonesia #mancingsaham", "post_id": "3854872121877789799_52512310886"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 558.9769078424816, "y": 314.65805174989936, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 108.1713, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3855365561014289058_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) membeli Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026, termasuk pembelian di pasar sekunder sebesar Rp46,72 triliun. \n\nGubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, pembelian SBN di pasar sekunder dilakukan sesuai mekanisme pasar, terukur, transparan, dan konsisten dengan program moneter dalam menjaga stabilitas perekonomian sehingga dapat terus menjaga kredibilitas kebijakan moneter. \n\n\"BI juga menempuh ekspansi likuiditas Rupiah melalui penurunan posisi instrumen moneter SRBI dari Rp916,97 triliun pada awal tahun 2025 menjadi Rp831,55 triliun pada 13 Maret 2026,\" tutur Perry saat konferensi pers hasil RDG Selasa (17/3/2026).\n\nDi sisi lain, penguatan efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter terhadap penurunan suku bunga perbankan terus ditempuh guna mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi. \n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/bi-borong-sbn-rp861-triliun-hingga-16-maret-2026\n\nAtau klik link di Bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "3855365561014289058_3310659452"}}, {"key": "pintarbercuan", "attributes": {"label": "pintarbercuan", "x": 531.2414396273319, "y": 555.2932943274722, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.2258, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7620480715544694023", "id": "pintarbercuan", "source": "tiktok-000001", "content": "📊 BI Belum Turunkan Suku Bunga? Ini Alasannya Menurut saya, dalam waktu dekat Bank Indonesia kemungkinan belum akan menurunkan suku bunga. Kenapa? ⚠️ Konflik United States – Iran berpotensi menutup Strait of Hormuz 🛢️ Harga minyak bisa tembus 100 USD+ 🇮🇩 Indonesia masih net importir minyak Dampaknya: 📈 Tekanan inflasi naik 💸 Rupiah melemah (mendekati 17.000/USD) 📉 Risiko perlambatan ekonomi Dalam kondisi seperti ini, menurunkan suku bunga justru berisiko memperparah tekanan kurs dan inflasi. 👉 Jadi skenario paling realistis: BI akan tahan suku bunga (stay) untuk menjaga stabilitas rupiah & inflasi. Fokus utama saat ini bukan growth dulu, tapi stabilitas makro. Disclaimer: Konten ini bersifat edukasi dan bukan merupakan ajakan membeli atau menjual efek. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.  Sekuritas  #SucorSekuritas #Investasi #SahamIndonesia #BeXpertWithSucor #bernardwijaya17", "post_id": "7620480715544694023"}}, {"key": "Sucor", "attributes": {"label": "Sucor", "x": 188.62759117899597, "y": 712.245602258087, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 30.0178, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "7620480715544694023", "id": "Sucor", "source": "tiktok-000001", "content": "📊 BI Belum Turunkan Suku Bunga? Ini Alasannya Menurut saya, dalam waktu dekat Bank Indonesia kemungkinan belum akan menurunkan suku bunga. Kenapa? ⚠️ Konflik United States – Iran berpotensi menutup Strait of Hormuz 🛢️ Harga minyak bisa tembus 100 USD+ 🇮🇩 Indonesia masih net importir minyak Dampaknya: 📈 Tekanan inflasi naik 💸 Rupiah melemah (mendekati 17.000/USD) 📉 Risiko perlambatan ekonomi Dalam kondisi seperti ini, menurunkan suku bunga justru berisiko memperparah tekanan kurs dan inflasi. 👉 Jadi skenario paling realistis: BI akan tahan suku bunga (stay) untuk menjaga stabilitas rupiah & inflasi. Fokus utama saat ini bukan growth dulu, tapi stabilitas makro. Disclaimer: Konten ini bersifat edukasi dan bukan merupakan ajakan membeli atau menjual efek. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.  Sekuritas  #SucorSekuritas #Investasi #SahamIndonesia #BeXpertWithSucor #bernardwijaya17", "post_id": "7620480715544694023"}}, {"key": "ayovest.id", "attributes": {"label": "ayovest.id", "x": 142.0336513772975, "y": 430.876280135176, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 108.1713, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7293779531691855109", "id": "ayovest.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) telah meningkatkan suku bunga acuan menjadi 6% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada hari Kamis (19/10/2023). Peningkatan ini dianggap dapat mempengaruhi aset berisiko seperti saham, obligasi, dan nilai tukar rupiah. Dampak pelemahan dari peningkatan suku bunga terhadap IHSG hanya sementara, karena Indonesia tetap solid secara fundamental dan fiskal.  Mau tau berita selengkapnya? Yuk simak informasinya diatas! ☝🏼️😊 🔎 Sumber: bisnis.com Belajar investasi atau keuangan di  aja biar lebih mudah! 🔔 #ayovest #ayoinvestasi #obligasi #sukubunga #AyovestNews", "post_id": "7293779531691855109"}}, {"key": "cuannetwork_", "attributes": {"label": "cuannetwork_", "x": 588.9457359973347, "y": 249.78879004750652, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.2258, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7617818743820881172", "id": "cuannetwork_", "source": "tiktok-000001", "content": "Menurut Bernadus Wijaya dalam wawancara dengan CNBC Indonesia, Bank Indonesia kemungkinan belum akan menurunkan suku bunga di bulan Maret. Konflik antara Amerika Serikat dan Iran membuat risiko gangguan di Selat Hormuz meningkat, yang bisa mendorong harga minyak melonjak hingga $100 per barel. Jika harga minyak naik, risiko inflasi global ikut meningkat, terutama bagi negara importir minyak seperti Indonesia. Karena itu, menahan suku bunga saat ini dianggap langkah yang lebih aman untuk menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar rupiah.  Sekuritas  Setya Ananda Wijaya  Disclaimer: Konten edukasi, bukan ajakan beli atau jual saham. #sukubunga #inflasi #marketinsight #investasi #ekonomi", "post_id": "7617818743820881172"}}, {"key": "Bernadus", "attributes": {"label": "Bernadus", "x": 597.110613646078, "y": 266.83104641799196, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 23.1218, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7617818743820881172", "id": "Bernadus", "source": "tiktok-000001", "content": "Menurut Bernadus Wijaya dalam wawancara dengan CNBC Indonesia, Bank Indonesia kemungkinan belum akan menurunkan suku bunga di bulan Maret. Konflik antara Amerika Serikat dan Iran membuat risiko gangguan di Selat Hormuz meningkat, yang bisa mendorong harga minyak melonjak hingga $100 per barel. Jika harga minyak naik, risiko inflasi global ikut meningkat, terutama bagi negara importir minyak seperti Indonesia. Karena itu, menahan suku bunga saat ini dianggap langkah yang lebih aman untuk menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar rupiah.  Sekuritas  Setya Ananda Wijaya  Disclaimer: Konten edukasi, bukan ajakan beli atau jual saham. #sukubunga #inflasi #marketinsight #investasi #ekonomi", "post_id": "7617818743820881172"}}, {"key": "investasipengalaman", "attributes": {"label": "investasipengalaman", "x": 351.32986209968584, "y": 378.8018590706593, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.2258, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7618081827781102868", "id": "investasipengalaman", "source": "tiktok-000001", "content": "Kenapa ekonomi kita begini?\" Penjelasan mendalam mengapa Bank Indonesia harus mengikuti kebijakan suku bunga The Fed (Amerika) dan dampaknya jika rupiah melemah hingga Rp17.000 - Rp18.000. ‎DISCLAIMER !! ‎ ‎Konten ini bersifat edukasi untuk menambah wawasan dan pemahaman seputar saham/investasi. Bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham apa pun. ‎Setiap keputusan transaksi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Segala risiko yang timbul ditanggung pribadi ‎ ‎#RivanKurniawan  #PortoAntiBadai  #ValueInvesting  #SahamValuePlay  ‎ ‎ Kurniawan | Investor  ‎ ‎BZ-2025-EB2F25", "post_id": "7618081827781102868"}}, {"key": "Rivan", "attributes": {"label": "Rivan", "x": 416.4915410639556, "y": 106.68750503998537, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 30.0178, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7618081827781102868", "id": "Rivan", "source": "tiktok-000001", "content": "Kenapa ekonomi kita begini?\" Penjelasan mendalam mengapa Bank Indonesia harus mengikuti kebijakan suku bunga The Fed (Amerika) dan dampaknya jika rupiah melemah hingga Rp17.000 - Rp18.000. ‎DISCLAIMER !! ‎ ‎Konten ini bersifat edukasi untuk menambah wawasan dan pemahaman seputar saham/investasi. Bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham apa pun. ‎Setiap keputusan transaksi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Segala risiko yang timbul ditanggung pribadi ‎ ‎#RivanKurniawan  #PortoAntiBadai  #ValueInvesting  #SahamValuePlay  ‎ ‎ Kurniawan | Investor  ‎ ‎BZ-2025-EB2F25", "post_id": "7618081827781102868"}}, {"key": "gabriel66014", "attributes": {"label": "gabriel66014", "x": 65.20657907711936, "y": 866.9373280677534, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.2258, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7619202752161336596", "id": "gabriel66014", "source": "tiktok-000001", "content": "Awalnya keliatan kayak error biasa QRIS nggak bisa, harga tiba-tiba naik. Tapi kalau dipikir lagi, itu bisa jadi gambaran kalau ekonomi nggak dikontrol dengan baik. Di sinilah peran Bank Indonesia penting, mulai dari ngatur suku bunga, ngontrol uang beredar, sampai menjaga stabilitas rupiah. Semua itu dilakukan supaya harga tetap terkendali dan ekonomi tetap berjalan dengan baik. Karena pada akhirnya, yang dijaga bukan cuma uangnya tapi nilainya juga. 😆🎉 Aku georgia gabriella dari SMA Labschool Jakarta, semoga bermanfaat! 🙌  Indonesia   #SEBIjakarta #SobatEdukasiBankIndonesia", "post_id": "7619202752161336596"}}, {"key": "Bank", "attributes": {"label": "Bank", "x": 263.9450949146547, "y": 51.89152024408828, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 23.1218, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7619202752161336596", "id": "Bank", "source": "tiktok-000001", "content": "Awalnya keliatan kayak error biasa QRIS nggak bisa, harga tiba-tiba naik. Tapi kalau dipikir lagi, itu bisa jadi gambaran kalau ekonomi nggak dikontrol dengan baik. Di sinilah peran Bank Indonesia penting, mulai dari ngatur suku bunga, ngontrol uang beredar, sampai menjaga stabilitas rupiah. Semua itu dilakukan supaya harga tetap terkendali dan ekonomi tetap berjalan dengan baik. Karena pada akhirnya, yang dijaga bukan cuma uangnya tapi nilainya juga. 😆🎉 Aku georgia gabriella dari SMA Labschool Jakarta, semoga bermanfaat! 🙌  Indonesia   #SEBIjakarta #SobatEdukasiBankIndonesia", "post_id": "7619202752161336596"}}, {"key": "bank_indonesia_jakarta", "attributes": {"label": "bank_indonesia_jakarta", "x": 486.7689882523514, "y": 346.99124975625773, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 23.1218, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7619202752161336596", "id": "bank_indonesia_jakarta", "source": "tiktok-000001", "content": "Awalnya keliatan kayak error biasa QRIS nggak bisa, harga tiba-tiba naik. Tapi kalau dipikir lagi, itu bisa jadi gambaran kalau ekonomi nggak dikontrol dengan baik. Di sinilah peran Bank Indonesia penting, mulai dari ngatur suku bunga, ngontrol uang beredar, sampai menjaga stabilitas rupiah. Semua itu dilakukan supaya harga tetap terkendali dan ekonomi tetap berjalan dengan baik. Karena pada akhirnya, yang dijaga bukan cuma uangnya tapi nilainya juga. 😆🎉 Aku georgia gabriella dari SMA Labschool Jakarta, semoga bermanfaat! 🙌  Indonesia   #SEBIjakarta #SobatEdukasiBankIndonesia", "post_id": "7619202752161336596"}}, {"key": "rext00_id", "attributes": {"label": "rext00_id", "x": 660.9530604026829, "y": 750.8292443385732, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.2258, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7618501961456864513", "id": "rext00_id", "source": "tiktok-000001", "content": "Perang Iran vs AS Bisa Picu Inflasi & Rupiah Melemah Kalau konflik Iran vs Amerika terus saling balas tanpa henti… dampaknya bukan cuma soal perang. Yang pertama kena itu biasanya harga minyak dunia naik. Kenapa? Karena konflik di Timur Tengah bisa ganggu pasokan energi global. Efeknya langsung berantai: Inflasi naik karena biaya energi & logistik ikut mahal Pasar saham tertekan karena ketidakpastian global Rupiah melemah karena investor lari ke aset aman Bahkan saat konflik mulai memanas, rupiah sudah sempat tertekan akibat lonjakan harga minyak dan ketidakpastian global. Bank Indonesia juga mengakui, konflik di Timur Tengah bikin tekanan ke rupiah meningkat dan inflasi global naik, sampai ruang penurunan suku bunga jadi terbatas. Artinya… ini bukan cuma perang jauh di sana. Dampaknya bisa sampai ke: 👉 harga BBM 👉 harga kebutuhan sehari-hari 👉 bahkan investasi kita 👇 Menurut kalian gimana? Kalau skenario ini benar terjadi, ekonomi Indonesia bakal kuat… atau justru terpukul? #RivanKurniawan #PortoAntiBadai #ValueInvesting #SahamValuePlay #krisisglobal #PerangDunia  BZ-2026-5AD878", "post_id": "7618501961456864513"}}, {"key": "rivan.kurniawan", "attributes": {"label": "rivan.kurniawan", "x": 81.08199156100704, "y": 52.80906421260012, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 30.0178, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7618501961456864513", "id": "rivan.kurniawan", "source": "tiktok-000001", "content": "Perang Iran vs AS Bisa Picu Inflasi & Rupiah Melemah Kalau konflik Iran vs Amerika terus saling balas tanpa henti… dampaknya bukan cuma soal perang. Yang pertama kena itu biasanya harga minyak dunia naik. Kenapa? Karena konflik di Timur Tengah bisa ganggu pasokan energi global. Efeknya langsung berantai: Inflasi naik karena biaya energi & logistik ikut mahal Pasar saham tertekan karena ketidakpastian global Rupiah melemah karena investor lari ke aset aman Bahkan saat konflik mulai memanas, rupiah sudah sempat tertekan akibat lonjakan harga minyak dan ketidakpastian global. Bank Indonesia juga mengakui, konflik di Timur Tengah bikin tekanan ke rupiah meningkat dan inflasi global naik, sampai ruang penurunan suku bunga jadi terbatas. Artinya… ini bukan cuma perang jauh di sana. Dampaknya bisa sampai ke: 👉 harga BBM 👉 harga kebutuhan sehari-hari 👉 bahkan investasi kita 👇 Menurut kalian gimana? Kalau skenario ini benar terjadi, ekonomi Indonesia bakal kuat… atau justru terpukul? #RivanKurniawan #PortoAntiBadai #ValueInvesting #SahamValuePlay #krisisglobal #PerangDunia  BZ-2026-5AD878", "post_id": "7618501961456864513"}}, {"key": "investasiclip.id", "attributes": {"label": "investasiclip.id", "x": 319.72768038602595, "y": 982.8035087217706, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.2258, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7618155974649580818", "id": "investasiclip.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Kenapa BI tidak bisa asal turunkan suku bunga, meskipun ekonomi perlu stimulus? Mandat Bank Indonesia bukan hanya pro-growth, tetapi menjaga stabilitas, terutama inflasi dan nilai tukar. Jika BI turunkan bunga melebihi The Fed, akan terjadi arus keluar modal (outflow) besar-besaran. Investor asing akan memilih AS yang lebih aman dengan spread imbal hasil yang tipis. Outflow ini melemahkan Rupiah, yang berdampak pada biaya impor dan inflasi. Ini adalah prinsip fundamental dalam kebijakan moneter yang sering terlupakan. Investasi harus memahami konteks makro yang lebih luas. Pelajari cara berpikir jangka panjang dan analisis mendasar bersama  Kunjungi www.rivankurniawan.com untuk edukasi lebih lanjut. Setuju dengan penjelasan ini? #RivanKurniawan #PortoAntiBadai #ValueInvesting #SahamValuePlay BZ-2025-RK77", "post_id": "7618155974649580818"}}, {"key": "rivan.kurniawan.", "attributes": {"label": "rivan.kurniawan.", "x": 352.62312928521345, "y": 53.54335753268757, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 30.0178, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7618155974649580818", "id": "rivan.kurniawan.", "source": "tiktok-000001", "content": "Kenapa BI tidak bisa asal turunkan suku bunga, meskipun ekonomi perlu stimulus? Mandat Bank Indonesia bukan hanya pro-growth, tetapi menjaga stabilitas, terutama inflasi dan nilai tukar. Jika BI turunkan bunga melebihi The Fed, akan terjadi arus keluar modal (outflow) besar-besaran. Investor asing akan memilih AS yang lebih aman dengan spread imbal hasil yang tipis. Outflow ini melemahkan Rupiah, yang berdampak pada biaya impor dan inflasi. Ini adalah prinsip fundamental dalam kebijakan moneter yang sering terlupakan. Investasi harus memahami konteks makro yang lebih luas. Pelajari cara berpikir jangka panjang dan analisis mendasar bersama  Kunjungi www.rivankurniawan.com untuk edukasi lebih lanjut. Setuju dengan penjelasan ini? #RivanKurniawan #PortoAntiBadai #ValueInvesting #SahamValuePlay BZ-2025-RK77", "post_id": "7618155974649580818"}}, {"key": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "BankIndonesiaOfficial", "x": 728.9211197964137, "y": 567.8747187977413, "size": 3.01, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 23.1218, "eigenvector": 0.107, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "847034142012155_1374755861362626", "id": "BankIndonesiaOfficial", "source": "facebook-000001", "content": "#SobatRupiah, dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) 18-19 Februari 2026, Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%.\n\nKeputusan ini konsisten dengan fokus kebijakan untuk menjaga stabilisasi nilai tukar Rupiah, di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, sekaligus mendukung pencapaian sasaran inflasi 2026-2027, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.\n\nLalu, bagaimana dengan hasil #RDGBI bulan Maret 2026? \n\nYuk, #BeriMakna ketahui perkembangan perekonomian kita!\nHARI INI!\n\n📢 Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia Bulan  Maret 2026 \n🗓️ Selasa, 17 Februari 2026\n🕑 Pukul 14.00 WIB\n\ndi media sosial Bank Indonesia :\n\nYouTube:\nhttps://www.youtube.com/ \n\nInstagram :\nhttps://instagram.com/bank_indonesia/", "post_id": "847034142012155_1374755861362626"}}, {"key": "KanalBankIndonesia/live", "attributes": {"label": "KanalBankIndonesia/live", "x": 196.51517824836583, "y": 397.25742932129117, "size": 3.01, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 26.0526, "eigenvector": 0.0868, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "847034142012155_1374755861362626", "id": "KanalBankIndonesia/live", "source": "facebook-000001", "content": "#SobatRupiah, dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) 18-19 Februari 2026, Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%.\n\nKeputusan ini konsisten dengan fokus kebijakan untuk menjaga stabilisasi nilai tukar Rupiah, di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, sekaligus mendukung pencapaian sasaran inflasi 2026-2027, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.\n\nLalu, bagaimana dengan hasil #RDGBI bulan Maret 2026? \n\nYuk, #BeriMakna ketahui perkembangan perekonomian kita!\nHARI INI!\n\n📢 Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia Bulan  Maret 2026 \n🗓️ Selasa, 17 Februari 2026\n🕑 Pukul 14.00 WIB\n\ndi media sosial Bank Indonesia :\n\nYouTube:\nhttps://www.youtube.com/ \n\nInstagram :\nhttps://instagram.com/bank_indonesia/", "post_id": "847034142012155_1374755861362626"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 760.4818710291237, "y": 767.5930825661178, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.2258, "eigenvector": 142.5617, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "Ko54bH3bAHU", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "BI Tegaskan Batas Penurunan Suku Bunga Acuan untuk Jaga Stabilitas Rupiah | 1ST SESSION CLOSING\n\nBank Indonesia menyatakan bahwa ruang untuk penurunan suku bunga acuan atau BI Rate ke depan diperkirakan semakin terbatas. Langkah ini dianggap perlu untuk tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta ketahanan operasi moneter di tengah dinamika ekonomi global dan tekanan inflasi domestik. Dengan membatasi penurunan suku bunga, BI bertujuan memastikan likuiditas tetap terjaga, mendorong kestabilan pasar keuangan, dan meminimalkan risiko terhadap fluktuasi ekonomi yang dapat memengaruhi pertumbuhan nasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Ko54bH3bAHU"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 578.3531538519857, "y": 438.76589860371195, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.1961, "eigenvector": 142.5617, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Ko54bH3bAHU", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "BI Tegaskan Batas Penurunan Suku Bunga Acuan untuk Jaga Stabilitas Rupiah | 1ST SESSION CLOSING\n\nBank Indonesia menyatakan bahwa ruang untuk penurunan suku bunga acuan atau BI Rate ke depan diperkirakan semakin terbatas. Langkah ini dianggap perlu untuk tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta ketahanan operasi moneter di tengah dinamika ekonomi global dan tekanan inflasi domestik. Dengan membatasi penurunan suku bunga, BI bertujuan memastikan likuiditas tetap terjaga, mendorong kestabilan pasar keuangan, dan meminimalkan risiko terhadap fluktuasi ekonomi yang dapat memengaruhi pertumbuhan nasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Ko54bH3bAHU"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 893.890597883362, "y": 98.38373241060894, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.1961, "eigenvector": 142.5617, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Ko54bH3bAHU", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "BI Tegaskan Batas Penurunan Suku Bunga Acuan untuk Jaga Stabilitas Rupiah | 1ST SESSION CLOSING\n\nBank Indonesia menyatakan bahwa ruang untuk penurunan suku bunga acuan atau BI Rate ke depan diperkirakan semakin terbatas. Langkah ini dianggap perlu untuk tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta ketahanan operasi moneter di tengah dinamika ekonomi global dan tekanan inflasi domestik. Dengan membatasi penurunan suku bunga, BI bertujuan memastikan likuiditas tetap terjaga, mendorong kestabilan pasar keuangan, dan meminimalkan risiko terhadap fluktuasi ekonomi yang dapat memengaruhi pertumbuhan nasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Ko54bH3bAHU"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 401.08659417883007, "y": 589.8736495516268, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.1961, "eigenvector": 142.5617, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Ko54bH3bAHU", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "BI Tegaskan Batas Penurunan Suku Bunga Acuan untuk Jaga Stabilitas Rupiah | 1ST SESSION CLOSING\n\nBank Indonesia menyatakan bahwa ruang untuk penurunan suku bunga acuan atau BI Rate ke depan diperkirakan semakin terbatas. Langkah ini dianggap perlu untuk tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta ketahanan operasi moneter di tengah dinamika ekonomi global dan tekanan inflasi domestik. Dengan membatasi penurunan suku bunga, BI bertujuan memastikan likuiditas tetap terjaga, mendorong kestabilan pasar keuangan, dan meminimalkan risiko terhadap fluktuasi ekonomi yang dapat memengaruhi pertumbuhan nasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Ko54bH3bAHU"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 77.16834844721221, "y": 824.9259902141025, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.1961, "eigenvector": 142.5617, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Ko54bH3bAHU", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "BI Tegaskan Batas Penurunan Suku Bunga Acuan untuk Jaga Stabilitas Rupiah | 1ST SESSION CLOSING\n\nBank Indonesia menyatakan bahwa ruang untuk penurunan suku bunga acuan atau BI Rate ke depan diperkirakan semakin terbatas. Langkah ini dianggap perlu untuk tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta ketahanan operasi moneter di tengah dinamika ekonomi global dan tekanan inflasi domestik. Dengan membatasi penurunan suku bunga, BI bertujuan memastikan likuiditas tetap terjaga, mendorong kestabilan pasar keuangan, dan meminimalkan risiko terhadap fluktuasi ekonomi yang dapat memengaruhi pertumbuhan nasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Ko54bH3bAHU"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 169.26003476346074, "y": 994.4432540675824, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.1961, "eigenvector": 142.5617, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Ko54bH3bAHU", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "BI Tegaskan Batas Penurunan Suku Bunga Acuan untuk Jaga Stabilitas Rupiah | 1ST SESSION CLOSING\n\nBank Indonesia menyatakan bahwa ruang untuk penurunan suku bunga acuan atau BI Rate ke depan diperkirakan semakin terbatas. Langkah ini dianggap perlu untuk tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta ketahanan operasi moneter di tengah dinamika ekonomi global dan tekanan inflasi domestik. Dengan membatasi penurunan suku bunga, BI bertujuan memastikan likuiditas tetap terjaga, mendorong kestabilan pasar keuangan, dan meminimalkan risiko terhadap fluktuasi ekonomi yang dapat memengaruhi pertumbuhan nasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Ko54bH3bAHU"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 669.84368937441, "y": 289.4654655688034, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.1961, "eigenvector": 142.5617, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Ko54bH3bAHU", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "BI Tegaskan Batas Penurunan Suku Bunga Acuan untuk Jaga Stabilitas Rupiah | 1ST SESSION CLOSING\n\nBank Indonesia menyatakan bahwa ruang untuk penurunan suku bunga acuan atau BI Rate ke depan diperkirakan semakin terbatas. Langkah ini dianggap perlu untuk tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta ketahanan operasi moneter di tengah dinamika ekonomi global dan tekanan inflasi domestik. Dengan membatasi penurunan suku bunga, BI bertujuan memastikan likuiditas tetap terjaga, mendorong kestabilan pasar keuangan, dan meminimalkan risiko terhadap fluktuasi ekonomi yang dapat memengaruhi pertumbuhan nasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Ko54bH3bAHU"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "attributes": {"label": "@tuturmediadigital", "x": 503.83184693800075, "y": 937.6873235427779, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.2258, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "XYWKOme0XnM", "id": "@tuturmediadigital", "source": "youtube-000001", "content": "Perkuat Nilai Tukar Rupiah, Bank Indonesia Tahan Suku Bunga 4,75 Persen\n\nTUTUR - Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75 persen. Selain BI Rate, Bank Indonesia juga tidak mengubah suku bunga fasilitas simpanan (deposit facility) yang tetap berada di angka 3,75 persen. \n\nSementara itu, suku bunga fasilitas pinjaman (lending facility) bertahan di level 5,5 persen. Meski belum menurunkan suku bunga, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan peluang pelonggaran kebijakan moneter masih terbuka. Namun, langkah tersebut akan dilakukan secara hati-hati dan mempertimbangkan perkembangan inflasi.\n\n#bankindonesia #bi #sukubunga #rupiah #beritaekonomi #newsupdate #beritaterkini \n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...", "post_id": "XYWKOme0XnM"}}, {"key": "tuturmediadigital", "attributes": {"label": "tuturmediadigital", "x": 456.9850815428977, "y": 817.7119172674134, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.1218, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "XYWKOme0XnM", "id": "tuturmediadigital", "source": "youtube-000001", "content": "Perkuat Nilai Tukar Rupiah, Bank Indonesia Tahan Suku Bunga 4,75 Persen\n\nTUTUR - Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75 persen. Selain BI Rate, Bank Indonesia juga tidak mengubah suku bunga fasilitas simpanan (deposit facility) yang tetap berada di angka 3,75 persen. \n\nSementara itu, suku bunga fasilitas pinjaman (lending facility) bertahan di level 5,5 persen. Meski belum menurunkan suku bunga, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan peluang pelonggaran kebijakan moneter masih terbuka. Namun, langkah tersebut akan dilakukan secara hati-hati dan mempertimbangkan perkembangan inflasi.\n\n#bankindonesia #bi #sukubunga #rupiah #beritaekonomi #newsupdate #beritaterkini \n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...", "post_id": "XYWKOme0XnM"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "attributes": {"label": "@KanalBankIndonesia", "x": 928.6803704321384, "y": 538.5738155761684, "size": 3.03, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.2258, "eigenvector": 0.3737, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "wMwE1FrwCmg", "id": "@KanalBankIndonesia", "source": "youtube-000001", "content": "BI-Rate Tetap 4,75%: Mempertahankan Stabilitas, Mendorong Pertumbuhan Ekonomi\n\nBI-Rate tetap di level 4,75%\n\n#SobatRupiah, dalam #RDGBI Maret 2026, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate di level 4,75%.\n\nKeputusan ini untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah dari dampak memburuknya kondisi global akibat perang di Timur Tengah serta menjaga pencapaian sasaran inflasi 2026-2027 dalam sasaran 2,5±1%.\n\nApa lagi langkah kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia?\n\nMari simak rangkuman RDG Maret 2026 untuk #BeriMakna menambah pemahaman Sobat terkait kebijakan Bank Indonesia di tiap sendi ekonomi nasional!\n\n#diSetiapMaknaIndonesia\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "wMwE1FrwCmg"}}, {"key": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "tuturtvmedia", "x": 270.459563388327, "y": 260.837836599904, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.1218, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "fHvsD458QII", "id": "tuturtvmedia", "source": "youtube-000001", "content": "[BREAKING NEWS] Bagaimana Nasib Rupiah Imbas Perang Iran vs Israel-AS? Ini Kata Bank Indonesia....\n\nTUTUR.co.id - Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur. Keputusan tersebut disampaikan oleh Gubernur BI Perry Warjiyo, yang juga menetapkan suku bunga deposit facility sebesar 3,75 persen dan lending facility 5,5 persen.\n\nMenurut Perry, langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan global akibat konflik geopolitik serta memastikan inflasi tetap terkendali. Selain itu, BI juga akan mengoptimalkan kebijakan moneter dan sistem pembayaran guna menopang pertumbuhan ekonomi nasional.\n\n#breakingnews #bankindonesia #sukubunga #perangiranisrael #rupiah #dollar #beritaterkini #newsupdate \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...", "post_id": "fHvsD458QII"}}], "edges": [{"key": "bank_indonesia_jatim", "source": "bank_indonesia_jatim", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_banten", "source": "bank_indonesia_banten", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_malut", "source": "bank_indonesia_malut", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_papuabarat", "source": "bank_indonesia_papuabarat", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "celebesmedia.id", "source": "celebesmedia.id", "target": "celebesmedia.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "celebesmedia.id", "source": "celebesmedia.id", "target": "celebespsm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_papuabarat", "source": "bank_indonesia_papuabarat", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pintarbercuan", "source": "pintarbercuan", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ayovest.id", "source": "ayovest.id", "target": "ayovest.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cuannetwork_", "source": "cuannetwork_", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cuannetwork_", "source": "cuannetwork_", "target": "Bernadus", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "investasipengalaman", "source": "investasipengalaman", "target": "Rivan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "pintarbercuan", "source": "pintarbercuan", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "gabriel66014", "source": "gabriel66014", "target": "Bank", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "gabriel66014", "source": "gabriel66014", "target": "bank_indonesia_jakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "rext00_id", "source": "rext00_id", "target": "rivan.kurniawan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "investasiclip.id", "source": "investasiclip.id", "target": "rivan.kurniawan.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "BankIndonesiaOfficial", "source": "BankIndonesiaOfficial", "target": "KanalBankIndonesia/live", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "BankIndonesiaOfficial", "source": "BankIndonesiaOfficial", "target": "KanalBankIndonesia/live", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "source": "@tuturmediadigital", "target": "tuturmediadigital", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "source": "@tuturmediadigital", "target": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}