{"nodes": [{"key": "titiktitikblank", "attributes": {"label": "titiktitikblank", "x": 616.3152152789581, "y": 65.5695764323938, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 37.3201, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2038152178410700856", "id": "titiktitikblank", "source": "retweet-000002", "content": "Penyaluran Kredit UMKM Menurun\n\nBank-bank penyalur kredit UMKM kian selektif menyalurkan pinjaman ke segmen ini. Benarkah s…", "post_id": "2038152178410700856"}}, {"key": "tempodotco", "attributes": {"label": "tempodotco", "x": 248.707032577719, "y": 200.97774734845208, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 69.0423, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "2038152178410700856", "id": "tempodotco", "source": "retweet-000002", "content": "Penyaluran Kredit UMKM Menurun\n\nBank-bank penyalur kredit UMKM kian selektif menyalurkan pinjaman ke segmen ini. Benarkah s…", "post_id": "2038152178410700856"}}, {"key": "EviDrajat", "attributes": {"label": "EviDrajat", "x": 16.99911860558556, "y": 453.0395552345975, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 37.3201, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2038167247223742531", "id": "EviDrajat", "source": "retweet-000002", "content": "Penyaluran Kredit UMKM Menurun\n\nBank-bank penyalur kredit UMKM kian selektif menyalurkan pinjaman ke segmen ini. Benarkah s…", "post_id": "2038167247223742531"}}, {"key": "hariankompas", "attributes": {"label": "hariankompas", "x": 155.0158556831961, "y": 755.3220249361243, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 37.3201, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3870406141877203201_1537212147", "id": "hariankompas", "source": "instagram-000001", "content": "Gejolak eksternal berisiko merambat sampai ke sektor rumah tangga. Tekanan ini akan semakin menurunkan kemampuan bayar di tengah penurunan daya beli masyarakat. Akibatnya, kredit macet di sektor keuangan pun berisiko meningkat.\n\nMengutip data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rasio kredit macet atau non-performing loan (NPL) perbankan pada Februari 2026 masih cukup terkendali di bawah ambang batas 5 persen, yakni di level 2,17 persen. Meski demikian, segmen rumah tangga serta UMKM justru meningkat.\n\nPer Januari 2026, NPL kredit UMKM di perbankan tercatat 4,6 persen, lebih tinggi dibandingkan Januari 2025 yang mencapai 4,05 persen. Bahkan, rerata NPL segmen usaha menengah dalam setahun terakhir telah menembus ambang batas 5 persen.\n\nJika NPL meningkat berarti kualitas kredit bank memburuk, yang ditandai meningkatnya kredit macet.\n\nBaca selengkapnya dalam \"Kredit Macet Berisiko\nMembengkak\" di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n#Ekonomi #HarianKompas #Kompasid #AdadiKompas", "post_id": "3870406141877203201_1537212147"}}, {"key": "hariankompas.", "attributes": {"label": "hariankompas.", "x": 712.8456838487176, "y": 820.5157933938976, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 69.0423, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3870406141877203201_1537212147", "id": "hariankompas.", "source": "instagram-000001", "content": "Gejolak eksternal berisiko merambat sampai ke sektor rumah tangga. Tekanan ini akan semakin menurunkan kemampuan bayar di tengah penurunan daya beli masyarakat. Akibatnya, kredit macet di sektor keuangan pun berisiko meningkat.\n\nMengutip data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rasio kredit macet atau non-performing loan (NPL) perbankan pada Februari 2026 masih cukup terkendali di bawah ambang batas 5 persen, yakni di level 2,17 persen. Meski demikian, segmen rumah tangga serta UMKM justru meningkat.\n\nPer Januari 2026, NPL kredit UMKM di perbankan tercatat 4,6 persen, lebih tinggi dibandingkan Januari 2025 yang mencapai 4,05 persen. Bahkan, rerata NPL segmen usaha menengah dalam setahun terakhir telah menembus ambang batas 5 persen.\n\nJika NPL meningkat berarti kualitas kredit bank memburuk, yang ditandai meningkatnya kredit macet.\n\nBaca selengkapnya dalam \"Kredit Macet Berisiko\nMembengkak\" di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n#Ekonomi #HarianKompas #Kompasid #AdadiKompas", "post_id": "3870406141877203201_1537212147"}}, {"key": "swamediainc", "attributes": {"label": "swamediainc", "x": 488.679464467965, "y": 681.3324589150523, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 248.7991, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3876592143671003034_282076797", "id": "swamediainc", "source": "instagram-000001", "content": "PT Bank Syariah Indonesia (BSI) telah menyalurkan pembiayaan KUR Syariah sebesar Rp1,65 triliun hingga Februari 2026 atau 11,1% dari total kuota, menjangkau lebih dari 11 ribu pelaku usaha. Penyaluran difokuskan pada sektor produktif seperti makanan dan minuman halal, jasa, serta perdagangan, dengan porsi 65% untuk sektor produksi dan 35% non-produksi.\n\nBSI menyalurkan pembiayaan secara selektif dengan prinsip kehati-hatian, serta optimistis pertumbuhan UMKM akan tetap kuat sepanjang 2026, didukung program pemerintah dan tren positif sektor halal. Hingga Februari 2026, total pembiayaan BSI mencapai Rp323 triliun (tumbuh 14,32% yoy), dengan pembiayaan ritel termasuk UMKM sebesar Rp52,43 triliun.\n\nUntuk memperkuat UMKM, BSI menghadirkan berbagai program pendampingan, pelatihan, hingga sertifikasi halal. Ke depan, BSI akan terus mendukung program pemerintah dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui optimalisasi pembiayaan segmen ritel.\n\nUntuk berita selengkapnya dan informasi bisnis lainnya, baca https://swagroup.id/banksyariahindonesia-kur\n\n………………………………………………………………………………………………\n\nUntuk Berita dan informasi ekonomi bisnis terkini, silakan kunjungi www.swa.co.id\n\nJangan lupa follow, like and tag  di IG, Tiktok, Linkedin, X, dan Youtube\n\n#BankSyariahIndonesia\n#Perbankan\n#SWAMediaInc\n#SWAOnline\n#BacaSWAaja", "post_id": "3876592143671003034_282076797"}}, {"key": "ekssoverr", "attributes": {"label": "ekssoverr", "x": 281.62499958671685, "y": 749.0252069533843, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 37.3201, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7608917227936632071", "id": "ekssoverr", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit perbankan mencapai 9,96 persen secara tahunan pada Januari 2026, meningkat dari 9,69 persen pada Desember 2025. Gubernur Perry Warjiyo menyebut kinerja ini didorong peningkatan aktivitas ekonomi, pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial, serta realisasi program prioritas pemerintah. Dari sisi permintaan, potensi ekspansi masih terbuka melalui optimalisasi fasilitas pinjaman yang belum digunakan, dengan nilai undisbursed loan mencapai Rp2.506,47 triliun atau 22,65 persen dari total plafon kredit. Dari sisi penawaran, kapasitas pembiayaan bank dinilai tetap kuat, tercermin dari rasio likuiditas AL/DPK sebesar 27,54 persen dan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga 13,48 persen. Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan kredit didorong kredit investasi 22,38 persen, kredit konsumsi 6,58 persen, serta kredit modal kerja 4,13 persen. BI memproyeksikan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 berada di kisaran 8–12 persen. Sementara itu, Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia, Hery Gunardi, memperkirakan pertumbuhan kredit tahun ini cenderung berada di level single digit. Ia menilai permintaan pembiayaan masih belum sepenuhnya pulih karena daya beli masyarakat dan ekspansi usaha masih selektif, menandakan fase normalisasi pertumbuhan kredit—bukan krisis, namun juga belum ekspansi agresif. Biar nggak cuma paham, tapi juga enjoy bahas ekonomi 📊✨ Follow  dan jangan ketinggalan berita ekonomi yang dikemas ringan & fun! #fyp #beritaekonomiindonesia #beritaekonomi #kreditbank #perrywarjiyo", "post_id": "7608917227936632071"}}, {"key": "Ekssover", "attributes": {"label": "Ekssover", "x": 330.4222520393846, "y": 88.8275204206449, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 69.0423, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7608917227936632071", "id": "Ekssover", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit perbankan mencapai 9,96 persen secara tahunan pada Januari 2026, meningkat dari 9,69 persen pada Desember 2025. Gubernur Perry Warjiyo menyebut kinerja ini didorong peningkatan aktivitas ekonomi, pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial, serta realisasi program prioritas pemerintah. Dari sisi permintaan, potensi ekspansi masih terbuka melalui optimalisasi fasilitas pinjaman yang belum digunakan, dengan nilai undisbursed loan mencapai Rp2.506,47 triliun atau 22,65 persen dari total plafon kredit. Dari sisi penawaran, kapasitas pembiayaan bank dinilai tetap kuat, tercermin dari rasio likuiditas AL/DPK sebesar 27,54 persen dan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga 13,48 persen. Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan kredit didorong kredit investasi 22,38 persen, kredit konsumsi 6,58 persen, serta kredit modal kerja 4,13 persen. BI memproyeksikan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 berada di kisaran 8–12 persen. Sementara itu, Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia, Hery Gunardi, memperkirakan pertumbuhan kredit tahun ini cenderung berada di level single digit. Ia menilai permintaan pembiayaan masih belum sepenuhnya pulih karena daya beli masyarakat dan ekspansi usaha masih selektif, menandakan fase normalisasi pertumbuhan kredit—bukan krisis, namun juga belum ekspansi agresif. Biar nggak cuma paham, tapi juga enjoy bahas ekonomi 📊✨ Follow  dan jangan ketinggalan berita ekonomi yang dikemas ringan & fun! #fyp #beritaekonomiindonesia #beritaekonomi #kreditbank #perrywarjiyo", "post_id": "7608917227936632071"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 282.5136067523046, "y": 427.1175246318718, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 37.3201, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "5IXqBxDDzqY", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Sebut Dana Rp300 Triliun di Bank Paksa Ekonomi Bergerak lewat Invisible Hand | IDXC UPDATE\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemindahan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) Rp300 triliun ke bank Himbara bertujuan mendorong mekanisme “invisible hand” agar penyaluran kredit dan aktivitas ekonomi lebih optimal tanpa intervensi berlebihan pemerintah. Kebijakan ini diharapkan membuat perbankan lebih selektif menyalurkan pembiayaan ke proyek produktif sesuai prinsip pasar bebas yang dikaitkan dengan konsep Adam Smith. Pemerintah juga memperpanjang penempatan dana Rp200 triliun hingga September 2026 dan menambah Rp100 triliun untuk memperkuat likuiditas perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "5IXqBxDDzqY"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 505.17384241477527, "y": 193.08576509041663, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 41.8519, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5IXqBxDDzqY", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Sebut Dana Rp300 Triliun di Bank Paksa Ekonomi Bergerak lewat Invisible Hand | IDXC UPDATE\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemindahan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) Rp300 triliun ke bank Himbara bertujuan mendorong mekanisme “invisible hand” agar penyaluran kredit dan aktivitas ekonomi lebih optimal tanpa intervensi berlebihan pemerintah. Kebijakan ini diharapkan membuat perbankan lebih selektif menyalurkan pembiayaan ke proyek produktif sesuai prinsip pasar bebas yang dikaitkan dengan konsep Adam Smith. Pemerintah juga memperpanjang penempatan dana Rp200 triliun hingga September 2026 dan menambah Rp100 triliun untuk memperkuat likuiditas perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "5IXqBxDDzqY"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 445.3201635092202, "y": 431.7949965635544, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 41.8519, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5IXqBxDDzqY", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Sebut Dana Rp300 Triliun di Bank Paksa Ekonomi Bergerak lewat Invisible Hand | IDXC UPDATE\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemindahan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) Rp300 triliun ke bank Himbara bertujuan mendorong mekanisme “invisible hand” agar penyaluran kredit dan aktivitas ekonomi lebih optimal tanpa intervensi berlebihan pemerintah. Kebijakan ini diharapkan membuat perbankan lebih selektif menyalurkan pembiayaan ke proyek produktif sesuai prinsip pasar bebas yang dikaitkan dengan konsep Adam Smith. Pemerintah juga memperpanjang penempatan dana Rp200 triliun hingga September 2026 dan menambah Rp100 triliun untuk memperkuat likuiditas perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "5IXqBxDDzqY"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 896.7603077198893, "y": 30.324604087953567, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 41.8519, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "5IXqBxDDzqY", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Sebut Dana Rp300 Triliun di Bank Paksa Ekonomi Bergerak lewat Invisible Hand | IDXC UPDATE\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemindahan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) Rp300 triliun ke bank Himbara bertujuan mendorong mekanisme “invisible hand” agar penyaluran kredit dan aktivitas ekonomi lebih optimal tanpa intervensi berlebihan pemerintah. Kebijakan ini diharapkan membuat perbankan lebih selektif menyalurkan pembiayaan ke proyek produktif sesuai prinsip pasar bebas yang dikaitkan dengan konsep Adam Smith. Pemerintah juga memperpanjang penempatan dana Rp200 triliun hingga September 2026 dan menambah Rp100 triliun untuk memperkuat likuiditas perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "5IXqBxDDzqY"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 154.0163090563551, "y": 545.4692266753453, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 41.8519, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5IXqBxDDzqY", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Sebut Dana Rp300 Triliun di Bank Paksa Ekonomi Bergerak lewat Invisible Hand | IDXC UPDATE\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemindahan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) Rp300 triliun ke bank Himbara bertujuan mendorong mekanisme “invisible hand” agar penyaluran kredit dan aktivitas ekonomi lebih optimal tanpa intervensi berlebihan pemerintah. Kebijakan ini diharapkan membuat perbankan lebih selektif menyalurkan pembiayaan ke proyek produktif sesuai prinsip pasar bebas yang dikaitkan dengan konsep Adam Smith. Pemerintah juga memperpanjang penempatan dana Rp200 triliun hingga September 2026 dan menambah Rp100 triliun untuk memperkuat likuiditas perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "5IXqBxDDzqY"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 186.44329724260956, "y": 654.4562968330239, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 41.8519, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5IXqBxDDzqY", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Sebut Dana Rp300 Triliun di Bank Paksa Ekonomi Bergerak lewat Invisible Hand | IDXC UPDATE\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemindahan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) Rp300 triliun ke bank Himbara bertujuan mendorong mekanisme “invisible hand” agar penyaluran kredit dan aktivitas ekonomi lebih optimal tanpa intervensi berlebihan pemerintah. Kebijakan ini diharapkan membuat perbankan lebih selektif menyalurkan pembiayaan ke proyek produktif sesuai prinsip pasar bebas yang dikaitkan dengan konsep Adam Smith. Pemerintah juga memperpanjang penempatan dana Rp200 triliun hingga September 2026 dan menambah Rp100 triliun untuk memperkuat likuiditas perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "5IXqBxDDzqY"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 354.9530459530614, "y": 13.576343045625272, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 41.8519, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5IXqBxDDzqY", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Sebut Dana Rp300 Triliun di Bank Paksa Ekonomi Bergerak lewat Invisible Hand | IDXC UPDATE\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemindahan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) Rp300 triliun ke bank Himbara bertujuan mendorong mekanisme “invisible hand” agar penyaluran kredit dan aktivitas ekonomi lebih optimal tanpa intervensi berlebihan pemerintah. Kebijakan ini diharapkan membuat perbankan lebih selektif menyalurkan pembiayaan ke proyek produktif sesuai prinsip pasar bebas yang dikaitkan dengan konsep Adam Smith. Pemerintah juga memperpanjang penempatan dana Rp200 triliun hingga September 2026 dan menambah Rp100 triliun untuk memperkuat likuiditas perbankan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "5IXqBxDDzqY"}}, {"key": "@thecore_in", "attributes": {"label": "@thecore_in", "x": 89.31095788108878, "y": 199.28135639875654, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 37.3201, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "CXyWP8TQiHI", "id": "@thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Aturan Pinjaman Baru RBI Dapat Mengubah Perbankan India Selamanya | Govindraj Ethiraj | Laporan Inti\n\nPada Episode 860 The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbincang dengan Puneet Gupta, Direktur, Pasar Otomotif India & ASEAN, S&P Global Mobility, serta Jatin Kalra, Partner–CFO Advisory di Grant Thornton Bharat.\n\nLihat pelacak Pendapatan Langsung kami: https://earnings.thecore.in/\n\nCATATAN ACARA\n(00:00) Berita Hari Ini\n(01:00) Kebangkitan saham berkapitalisasi kecil meningkatkan suasana pasar\n(04:58) Bisakah harga emas mencapai $8.000?\n(06:01) Orang-orang berinvestasi lebih banyak di emas daripada membeli perhiasan untuk pertama kalinya\n(07:41) Rezim penyediaan baru untuk bank-bank India dapat menyebabkan pergeseran besar dalam neraca\n(17:01) Tingkat pencampuran etanol dalam bensin akan meningkat sekarang, apakah kendaraan siap untuk itu?\n\nPasar Emas, Minyak, dan Rupee:\n\nKebangkitan Saham Kapitalisasi Kecil Kembali Terjadi karena investor pasar saham India beralih ke saham kapitalisasi menengah dan kecil meskipun ada aksi jual FII, risiko perang Iran, dan kenaikan harga minyak mentah. Bisakah saham kapitalisasi kecil mengungguli Nifty 50 pada tahun 2026 karena valuasi menjadi menarik dan pemulihan pendapatan menguat? Harga minyak melonjak karena ketegangan di Hormuz meningkat dan UEA keluar dari OPEC, menimbulkan pertanyaan besar bagi inflasi, pasar global, dan Rupee India. Akankah rupee jatuh lebih jauh karena harga minyak mentah melonjak dan investor asing terus menarik uang dari ekuitas India? Deutsche Bank memperkirakan emas mencapai $8000 dan bank sentral melakukan pembelian agresif sementara permintaan investasi emas India telah melampaui permintaan perhiasan untuk pertama kalinya. Apakah ini awal dari pasar bullish emas struktural? Juga menjadi fokus risiko perlambatan industri, inflasi rantai pasokan, dan bagaimana perang mendorong kenaikan biaya secara global. Menampilkan wawasan pasar, prospek emas, tren investor asing, dan apa yang mungkin dilakukan investor cerdas selanjutnya.\n\nRezim Penyediaan Cadangan Baru RBI:\n\nApakah reformasi perbankan terbesar RBI sejak tahun 1990-an mengubah perbankan India selamanya? Kerangka Kerugian Kredit yang Diharapkan (Expected Credit Loss/ECLOS) yang baru dapat memengaruhi saham bank, pertumbuhan pinjaman, penyediaan cadangan, kualitas kredit, dan stabilitas keuangan. Apa arti aturan RBI ini bagi investor, peminjam, dan sistem perbankan India? Bank-bank sektor publik, pemberi pinjaman swasta, kredit UMKM, dan pembiayaan proyek semuanya dapat melihat implikasi di bawah kerangka kerja baru ini, terutama karena pasar berfokus pada risiko dan kekuatan modal. Menampilkan analisis ahli dari Jatin Kalra dari Grant Thornton Bharat tentang risiko kredit, keamanan perbankan, reformasi peraturan, dan mengapa hal ini penting sekarang bagi pasar dan lembaga keuangan.\n\nPeningkatan Pencampuran Etanol untuk Bensin:\n\nBisakah E85 dan E100 mengubah masa depan mobil India? India bergerak melampaui pencampuran etanol E20 dan implikasinya terhadap efisiensi bahan bakar, kinerja mesin, kendaraan bahan bakar fleksibel, dan keamanan energi sangat besar. Akankah campuran etanol yang lebih tinggi membantu mengurangi impor minyak sekaligus menurunkan biaya, atau menciptakan tantangan baru bagi konsumen dan produsen mobil? Apa artinya ini bagi mobil bensin, saham otomotif, dan transisi mobilitas hijau India seiring dengan dorongan para pembuat kebijakan untuk bahan bakar yang lebih bersih? Menampilkan wawasan dari Puneet Gupta dari S&P Global Mobility tentang jarak tempuh, dampak mesin, pelajaran dari E20, dan apakah India siap untuk fase selanjutnya dari pencampuran etanol.\n\nPerang Tidak Mempengaruhi Industri Perhotelan AS:\n\nBisakah permintaan perjalanan tetap kuat bahkan di tengah kekhawatiran perang dan resesi? Hilton telah meningkatkan perkiraan pertumbuhan karena sektor perhotelan, pariwisata, dan perjalanan bisnis tetap tangguh secara mengejutkan. Dengan permintaan perjalanan AS yang tetap stabil dan pendapatan hotel yang meningkat, apa artinya ini bagi ekonomi global, kepercayaan konsumen, dan kekhawatiran resesi? Sebuah sinyal mengejutkan bahwa beberapa sektor mungkin tetap lebih kuat daripada yang diperkirakan pasar bahkan di tengah guncangan geopolitik, tekanan inflasi, dan ketidakpastian global.\n\nAturan pinjaman baru RBI, norma Kerugian Kredit yang Diharapkan, reformasi perbankan India, kebangkitan saham berkapitalisasi kecil, emas di $8000, risiko minyak mentah, prospek rupee, dan pencampuran etanol dapat membentuk kembali pasar dan ekonomi. Berlangganan untuk analisis tajam tentang tren pasar saham India, perbankan, berita bisnis, dan risiko global bersama Govindraj Ethiraj di The Core Report.\n\n#RBINewLoanRules #IndianBanking #StockMarketNews #GoldPrices #TheCoreReport #TheCore\n\nGabung dengan The Core Insider untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu tanggapan Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk ...", "post_id": "CXyWP8TQiHI"}}, {"key": "thecore_in", "attributes": {"label": "thecore_in", "x": 759.1475842529467, "y": 484.935372492598, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 69.0423, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "CXyWP8TQiHI", "id": "thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Aturan Pinjaman Baru RBI Dapat Mengubah Perbankan India Selamanya | Govindraj Ethiraj | Laporan Inti\n\nPada Episode 860 The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbincang dengan Puneet Gupta, Direktur, Pasar Otomotif India & ASEAN, S&P Global Mobility, serta Jatin Kalra, Partner–CFO Advisory di Grant Thornton Bharat.\n\nLihat pelacak Pendapatan Langsung kami: https://earnings.thecore.in/\n\nCATATAN ACARA\n(00:00) Berita Hari Ini\n(01:00) Kebangkitan saham berkapitalisasi kecil meningkatkan suasana pasar\n(04:58) Bisakah harga emas mencapai $8.000?\n(06:01) Orang-orang berinvestasi lebih banyak di emas daripada membeli perhiasan untuk pertama kalinya\n(07:41) Rezim penyediaan baru untuk bank-bank India dapat menyebabkan pergeseran besar dalam neraca\n(17:01) Tingkat pencampuran etanol dalam bensin akan meningkat sekarang, apakah kendaraan siap untuk itu?\n\nPasar Emas, Minyak, dan Rupee:\n\nKebangkitan Saham Kapitalisasi Kecil Kembali Terjadi karena investor pasar saham India beralih ke saham kapitalisasi menengah dan kecil meskipun ada aksi jual FII, risiko perang Iran, dan kenaikan harga minyak mentah. Bisakah saham kapitalisasi kecil mengungguli Nifty 50 pada tahun 2026 karena valuasi menjadi menarik dan pemulihan pendapatan menguat? Harga minyak melonjak karena ketegangan di Hormuz meningkat dan UEA keluar dari OPEC, menimbulkan pertanyaan besar bagi inflasi, pasar global, dan Rupee India. Akankah rupee jatuh lebih jauh karena harga minyak mentah melonjak dan investor asing terus menarik uang dari ekuitas India? Deutsche Bank memperkirakan emas mencapai $8000 dan bank sentral melakukan pembelian agresif sementara permintaan investasi emas India telah melampaui permintaan perhiasan untuk pertama kalinya. Apakah ini awal dari pasar bullish emas struktural? Juga menjadi fokus risiko perlambatan industri, inflasi rantai pasokan, dan bagaimana perang mendorong kenaikan biaya secara global. Menampilkan wawasan pasar, prospek emas, tren investor asing, dan apa yang mungkin dilakukan investor cerdas selanjutnya.\n\nRezim Penyediaan Cadangan Baru RBI:\n\nApakah reformasi perbankan terbesar RBI sejak tahun 1990-an mengubah perbankan India selamanya? Kerangka Kerugian Kredit yang Diharapkan (Expected Credit Loss/ECLOS) yang baru dapat memengaruhi saham bank, pertumbuhan pinjaman, penyediaan cadangan, kualitas kredit, dan stabilitas keuangan. Apa arti aturan RBI ini bagi investor, peminjam, dan sistem perbankan India? Bank-bank sektor publik, pemberi pinjaman swasta, kredit UMKM, dan pembiayaan proyek semuanya dapat melihat implikasi di bawah kerangka kerja baru ini, terutama karena pasar berfokus pada risiko dan kekuatan modal. Menampilkan analisis ahli dari Jatin Kalra dari Grant Thornton Bharat tentang risiko kredit, keamanan perbankan, reformasi peraturan, dan mengapa hal ini penting sekarang bagi pasar dan lembaga keuangan.\n\nPeningkatan Pencampuran Etanol untuk Bensin:\n\nBisakah E85 dan E100 mengubah masa depan mobil India? India bergerak melampaui pencampuran etanol E20 dan implikasinya terhadap efisiensi bahan bakar, kinerja mesin, kendaraan bahan bakar fleksibel, dan keamanan energi sangat besar. Akankah campuran etanol yang lebih tinggi membantu mengurangi impor minyak sekaligus menurunkan biaya, atau menciptakan tantangan baru bagi konsumen dan produsen mobil? Apa artinya ini bagi mobil bensin, saham otomotif, dan transisi mobilitas hijau India seiring dengan dorongan para pembuat kebijakan untuk bahan bakar yang lebih bersih? Menampilkan wawasan dari Puneet Gupta dari S&P Global Mobility tentang jarak tempuh, dampak mesin, pelajaran dari E20, dan apakah India siap untuk fase selanjutnya dari pencampuran etanol.\n\nPerang Tidak Mempengaruhi Industri Perhotelan AS:\n\nBisakah permintaan perjalanan tetap kuat bahkan di tengah kekhawatiran perang dan resesi? Hilton telah meningkatkan perkiraan pertumbuhan karena sektor perhotelan, pariwisata, dan perjalanan bisnis tetap tangguh secara mengejutkan. Dengan permintaan perjalanan AS yang tetap stabil dan pendapatan hotel yang meningkat, apa artinya ini bagi ekonomi global, kepercayaan konsumen, dan kekhawatiran resesi? Sebuah sinyal mengejutkan bahwa beberapa sektor mungkin tetap lebih kuat daripada yang diperkirakan pasar bahkan di tengah guncangan geopolitik, tekanan inflasi, dan ketidakpastian global.\n\nAturan pinjaman baru RBI, norma Kerugian Kredit yang Diharapkan, reformasi perbankan India, kebangkitan saham berkapitalisasi kecil, emas di $8000, risiko minyak mentah, prospek rupee, dan pencampuran etanol dapat membentuk kembali pasar dan ekonomi. Berlangganan untuk analisis tajam tentang tren pasar saham India, perbankan, berita bisnis, dan risiko global bersama Govindraj Ethiraj di The Core Report.\n\n#RBINewLoanRules #IndianBanking #StockMarketNews #GoldPrices #TheCoreReport #TheCore\n\nGabung dengan The Core Insider untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu tanggapan Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk ...", "post_id": "CXyWP8TQiHI"}}], "edges": [{"key": "titiktitikblank", "source": "titiktitikblank", "target": "tempodotco", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "titiktitikblank", "source": "titiktitikblank", "target": "tempodotco", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "EviDrajat", "source": "EviDrajat", "target": "tempodotco", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "EviDrajat", "source": "EviDrajat", "target": "tempodotco", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "hariankompas", "source": "hariankompas", "target": "hariankompas.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "swamediainc", "source": "swamediainc", "target": "swamediainc", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "ekssoverr", "source": "ekssoverr", "target": "Ekssover", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@thecore_in", "source": "@thecore_in", "target": "thecore_in", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}