{"nodes": [{"key": "noctur8e", "attributes": {"label": "noctur8e", "x": 373.0865262542538, "y": 296.4985461607312, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 11.2599, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2044794291189698972", "id": "noctur8e", "source": "retweet-000002", "content": "[ECOFINSC MENGKAJI: GEJOLAK RUPIAH 2025–2026]\n\nAwal 2026, rupiah sempat tertekan hingga Rp16.900/USD💸akibat capital outflow d…", "post_id": "2044794291189698972"}}, {"key": "ECOFINSC", "attributes": {"label": "ECOFINSC", "x": 910.1641716134015, "y": 812.7413739743365, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 16.0454, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2044794291189698972", "id": "ECOFINSC", "source": "retweet-000002", "content": "[ECOFINSC MENGKAJI: GEJOLAK RUPIAH 2025–2026]\n\nAwal 2026, rupiah sempat tertekan hingga Rp16.900/USD💸akibat capital outflow d…", "post_id": "2044794291189698972"}}, {"key": "AloelAsheen", "attributes": {"label": "AloelAsheen", "x": 708.840775871759, "y": 50.95678456899733, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 11.2599, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2042647833954963836", "id": "AloelAsheen", "source": "retweet-000002", "content": "Perang Iran lawan Amerika  dan Israel sepertinya akan berlanjut, akibatnya rupiah ambrol ke 17 ribu lebih, modal asing keluar…", "post_id": "2042647833954963836"}}, {"key": "qentrunx", "attributes": {"label": "qentrunx", "x": 546.6031251684398, "y": 309.8513673404336, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 35.1872, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 10, "out_degree": 0, "degree": 10}, "_id": "2042647833954963836", "id": "qentrunx", "source": "retweet-000002", "content": "Perang Iran lawan Amerika  dan Israel sepertinya akan berlanjut, akibatnya rupiah ambrol ke 17 ribu lebih, modal asing keluar…", "post_id": "2042647833954963836"}}, {"key": "agus_salim95165", "attributes": {"label": "agus_salim95165", "x": 881.0346956551133, "y": 764.873286781921, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 11.2599, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2042704894818165242", "id": "agus_salim95165", "source": "retweet-000002", "content": "Perang Iran lawan Amerika  dan Israel sepertinya akan berlanjut, akibatnya rupiah ambrol ke 17 ribu lebih, modal asing keluar…", "post_id": "2042704894818165242"}}, {"key": "suryolaksono97", "attributes": {"label": "suryolaksono97", "x": 87.13305804456995, "y": 945.435609482317, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 11.2599, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2042642511655768528", "id": "suryolaksono97", "source": "retweet-000002", "content": "Perang Iran lawan Amerika  dan Israel sepertinya akan berlanjut, akibatnya rupiah ambrol ke 17 ribu lebih, modal asing keluar…", "post_id": "2042642511655768528"}}, {"key": "Niceguy26154107", "attributes": {"label": "Niceguy26154107", "x": 396.79328143698945, "y": 786.4029553006662, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 11.2599, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2042653146485547348", "id": "Niceguy26154107", "source": "retweet-000002", "content": "Perang Iran lawan Amerika  dan Israel sepertinya akan berlanjut, akibatnya rupiah ambrol ke 17 ribu lebih, modal asing keluar…", "post_id": "2042653146485547348"}}, {"key": "AlasKecubu406", "attributes": {"label": "AlasKecubu406", "x": 712.0156524572157, "y": 886.1195701409664, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 11.2599, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2042643025361518593", "id": "AlasKecubu406", "source": "retweet-000002", "content": "Perang Iran lawan Amerika  dan Israel sepertinya akan berlanjut, akibatnya rupiah ambrol ke 17 ribu lebih, modal asing keluar…", "post_id": "2042643025361518593"}}, {"key": "hariankompas", "attributes": {"label": "hariankompas", "x": 51.41538016029412, "y": 976.1870267428817, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.2599, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3881551589442642309_1537212147", "id": "hariankompas", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menembus level Rp 17.300 per dolar AS, tertinggi sepanjang sejarah. Meski kebijakan moneter telah diarahkan untuk menjaga stabilitas, tekanan datang dari penguatan dolar AS dan keluarnya arus modal asing seiring ketidakpastian global.\n\nMengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah berada di level Rp 17.304 per dolar AS pada Kamis (23/4/2026) siang. Dibanding penutupan hari sebelumnya, rupiah melemah 0,72 persen. Bahkan, rupiah telah terdepresasi hingga 3,76 persen secara tahun kalender berjalan.\n\nPelemahan nilai tukar rupiah itu terjadi seiring dengan menguatnya indeks dolar AS terhadap mata uang utama (DXY). Pada periode yang sama, DXY menguat sekitar 0,04 persen ke level 98,65. Penguatan DXY tersebut, antara lain, didorong oleh pergerakan harga minyak global.\n\nSetelah sempat turun ke level 90 dolar AS per barel pada pekan lalu, harga minyak mentah Brent kembali menanjak ke level 103 dolar AS per barel. Ini teradi akibat belum tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran yang mengakibatkan Selat Hormuz kembali ditutup.\n\nDeputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menjelaskan, tekanan terhadap rupiah hari ini dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global yang juga menekan mata uang regional. Pergerakan rupiah masih sejalan dengan kawasan, dengan pelemahan sekitar 3,54 persen secara tahun kalender berjalan.\n\n”Bank Indonesia terus meningkatkan intensitas intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter pro-market guna menjaga daya tarik aset domestik di tengah berlanjutnya dampak konflik Timur Tengah,” ujarnya dalam keterangan tertulis.\n\nBaca selengkapnya dalam \"Hadapi Tekanan Ganda, Rupiah Tembus Rp 17.300\" oleh Agustinus Yoga Primantoro di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n#Rupiah #HarianKompas #Kompasid #AdadiKompas", "post_id": "3881551589442642309_1537212147"}}, {"key": "hariankompas.", "attributes": {"label": "hariankompas.", "x": 963.7762576214882, "y": 530.9390619623784, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 16.0454, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3881551589442642309_1537212147", "id": "hariankompas.", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menembus level Rp 17.300 per dolar AS, tertinggi sepanjang sejarah. Meski kebijakan moneter telah diarahkan untuk menjaga stabilitas, tekanan datang dari penguatan dolar AS dan keluarnya arus modal asing seiring ketidakpastian global.\n\nMengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah berada di level Rp 17.304 per dolar AS pada Kamis (23/4/2026) siang. Dibanding penutupan hari sebelumnya, rupiah melemah 0,72 persen. Bahkan, rupiah telah terdepresasi hingga 3,76 persen secara tahun kalender berjalan.\n\nPelemahan nilai tukar rupiah itu terjadi seiring dengan menguatnya indeks dolar AS terhadap mata uang utama (DXY). Pada periode yang sama, DXY menguat sekitar 0,04 persen ke level 98,65. Penguatan DXY tersebut, antara lain, didorong oleh pergerakan harga minyak global.\n\nSetelah sempat turun ke level 90 dolar AS per barel pada pekan lalu, harga minyak mentah Brent kembali menanjak ke level 103 dolar AS per barel. Ini teradi akibat belum tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran yang mengakibatkan Selat Hormuz kembali ditutup.\n\nDeputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menjelaskan, tekanan terhadap rupiah hari ini dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global yang juga menekan mata uang regional. Pergerakan rupiah masih sejalan dengan kawasan, dengan pelemahan sekitar 3,54 persen secara tahun kalender berjalan.\n\n”Bank Indonesia terus meningkatkan intensitas intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter pro-market guna menjaga daya tarik aset domestik di tengah berlanjutnya dampak konflik Timur Tengah,” ujarnya dalam keterangan tertulis.\n\nBaca selengkapnya dalam \"Hadapi Tekanan Ganda, Rupiah Tembus Rp 17.300\" oleh Agustinus Yoga Primantoro di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n#Rupiah #HarianKompas #Kompasid #AdadiKompas", "post_id": "3881551589442642309_1537212147"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 257.5871102069954, "y": 92.16362453428839, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 19.5825, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3882138033882193345_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "🔥 BI Tahan Suku Bunga 4,75%, Tameng Rupiah Tetap Aktif!\nby  Academy\n\nSobat Cuan, BI memilih bertahan. Hawkish atau justru bullish buat market? 👇\n\n1️⃣ Fakta Utama\n• BI Rate tetap 4,75%\n• Fokus jaga Rupiah & inflasi\n\n2️⃣ Makna Keputusan\n• Bukan dovish, tapi strategi bertahan\n• Stabilitas lebih diprioritaskan dari agresif growth\n\n3️⃣ Dampak Market\n• Sentimen positif untuk bank\n• Properti & otomotif ikut lega\n\n4️⃣ Fokus Investor\n• Rupiah stabil = asing lebih nyaman\n• Risiko outflow agak mereda\n\n5️⃣ Sektor Menarik\n• Big banks berpotensi diuntungkan\n• Saham domestik sensitif suku bunga menarik dipantau\n\n6️⃣ Strategi\n• Buy on weakness bank besar\n• Pantau USD/IDR\n• Hindari emiten utang dolar jumbo\n\n7️⃣ Kesimpulan\nBI sedang pasang tameng, bukan injak rem darurat.\n\nLangkah BI mempertahankan suku bunga di level 4,75% adalah manuver defensif yang brilian. Ini adalah tameng pelindung Rupiah dari guncangan global, sekaligus bantal empuk bagi sektor perbankan dan riil domestik untuk tetap tumbuh.\n\nKombinasi antara inflasi yang dijaga ketat dan komitmen intervensi BI membuat fundamental makro kita jauh lebih siap menghadapi badai global dibanding negara berkembang lainnya.\n\n📌 Gabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya.\n📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#IHSG #BankIndonesia #SukuBunga #TradingSaham", "post_id": "3882138033882193345_52512310886"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 306.29932463515763, "y": 806.3637179036887, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 75.0656, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3876262984667384080_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Lembaga pemeringkat S&P menilai ekonomi Indonesia paling rentan di ASEAN terhadap pemburukan situasi di Timur Tengah, terutama karena pelemahan rupiah akan menambah beban utang pemerintah. \n\nNamun demikian surat utang RI memberikan imbal hasil yang lebih tinggi, sehingga investor asing masih memborong SUN. Hingga Senin (13/4/2026), arus modal asing yang masuk ke pasar obligasi mencapai US$136,6 juta secara mingguan dan US$399,3 juta secara bulanan.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#SuratUtangNegara #EkonomiIndonesia #BloombergTechnoz", "post_id": "3876262984667384080_51748745734"}}, {"key": "cnbcindonesia", "attributes": {"label": "cnbcindonesia", "x": 918.7464228705488, "y": 470.9679809685348, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 75.0656, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3871186565553527497_4857774026", "id": "cnbcindonesia", "source": "instagram-000001", "content": "Baca berita selengkapnya di link bio instagram   atau Download Apps CNBC Indonesia sekarang https://app.cnbcindonesia.com/\n\nDalam sepuluh menit pertama perdagangan, sebanyak 319 saham turun, 208 naik, dan 188 belum bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 2,34 triliun, melibatkan 4,54 miliar saham dalam 322.193 kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun terkoreksi menjadi Rp 12.684 triliun.\n\nAdapun saham-saham yang paling aktif diperdagangkan oleh investor dengan nilai transaksi paling besar pagi ini termasuk BUMI, BBCA, BBRI, BMRI dan DEWA.\n\nPasar keuangan Indonesia hari ini diharapkan melanjutkan tren penguatan meskipun banyak dibayangi sentimen negatif. Perkembangan perang yang tidak sesuai harapan serta risalah Federal Open Market Committee (FOMC) yang menunjukkan nada hawkish bisa menekan saham hingga rupiah.", "post_id": "3871186565553527497_4857774026"}}, {"key": "celebesmedia.id", "attributes": {"label": "celebesmedia.id", "x": 856.0494517112598, "y": 193.96068100231068, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 19.5825, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "3877214800984678930_10864878485", "id": "celebesmedia.id", "source": "instagram-000001", "content": "Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Februari 2026 tercatat sebesar 437,9 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan posisi ULN pada bulan sebelumnya sebesar 434,9 miliar dolar AS. \n\nPeningkatan atau pertumbuhan ULN tambah cepat jika dibandingkan dalam rentang tahunan. Secara tahunan, ULN Indonesia pada Februari 2026 tumbuh sebesar 2,5% (yoy - posisi Februari 2026 dibandingkan Februari 2025 ), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 1,7% (Januari 2026 dibandingkan Januari 2025). \n\nDirektur pada Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Anton Pitono, Rabu (15/4/2026) menjelaskan, peningkatan posisi ULN tersebut terutama didorong oleh ULN sektor publik khususnya bank sentral seiring dengan aliran masuk modal asing ke instrumen moneter, yakni Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Sementara itu, posisi ULN swasta mengalami penurunan.\n\nDari ULN publik, posisi ULN pemerintah pada Februari 2026 tercatat sebesar 215,9 miliar dolar AS, atau secara tahunan tumbuh sebesar 5,5% (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 5,6% (yoy). \n\nPerkembangan posisi ULN pemerintah tersebut terutama dipengaruhi oleh penurunan posisi surat utang. Berdasarkan sektor ekonomi, penggunaan ULN pemerintah dimanfaatkan antara lain untuk mendukung Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (22,0% dari total ULN pemerintah); Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib (20,3%); Jasa Pendidikan (16,2%); Konstruksi (11,6%); serta Transportasi dan Pergudangan (8,5%). \n\nBaca selengkapnya di www.celebesmedia.id\n\nIkuti juga sosial media kami  & \ndi Instagram, Tiktok, Twitter, Threads, & Youtube\n\n#rupiah #matauang #dolar #nilaitukaruang #uang", "post_id": "3877214800984678930_10864878485"}}, {"key": "celebespsm", "attributes": {"label": "celebespsm", "x": 648.2107669721939, "y": 857.8327663510457, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 19.5825, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3877214800984678930_10864878485", "id": "celebespsm", "source": "instagram-000001", "content": "Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Februari 2026 tercatat sebesar 437,9 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan posisi ULN pada bulan sebelumnya sebesar 434,9 miliar dolar AS. \n\nPeningkatan atau pertumbuhan ULN tambah cepat jika dibandingkan dalam rentang tahunan. Secara tahunan, ULN Indonesia pada Februari 2026 tumbuh sebesar 2,5% (yoy - posisi Februari 2026 dibandingkan Februari 2025 ), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 1,7% (Januari 2026 dibandingkan Januari 2025). \n\nDirektur pada Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Anton Pitono, Rabu (15/4/2026) menjelaskan, peningkatan posisi ULN tersebut terutama didorong oleh ULN sektor publik khususnya bank sentral seiring dengan aliran masuk modal asing ke instrumen moneter, yakni Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Sementara itu, posisi ULN swasta mengalami penurunan.\n\nDari ULN publik, posisi ULN pemerintah pada Februari 2026 tercatat sebesar 215,9 miliar dolar AS, atau secara tahunan tumbuh sebesar 5,5% (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 5,6% (yoy). \n\nPerkembangan posisi ULN pemerintah tersebut terutama dipengaruhi oleh penurunan posisi surat utang. Berdasarkan sektor ekonomi, penggunaan ULN pemerintah dimanfaatkan antara lain untuk mendukung Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (22,0% dari total ULN pemerintah); Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib (20,3%); Jasa Pendidikan (16,2%); Konstruksi (11,6%); serta Transportasi dan Pergudangan (8,5%). \n\nBaca selengkapnya di www.celebesmedia.id\n\nIkuti juga sosial media kami  & \ndi Instagram, Tiktok, Twitter, Threads, & Youtube\n\n#rupiah #matauang #dolar #nilaitukaruang #uang", "post_id": "3877214800984678930_10864878485"}}, {"key": "kokocicisaham", "attributes": {"label": "kokocicisaham", "x": 229.65145479791792, "y": 328.77032676798615, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.2599, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7625452339800968468", "id": "kokocicisaham", "source": "tiktok-000001", "content": "EKSPORTIR KAYA, RUPIAH MERANA? Kenapa Rupiah yang perkasa di 2022 malah melemah di 2023? 🤔 Ternyata jawabannya ada di suku bunga! Saat The Fed naikkan bunga 5%, Singapura ikut naikkan bunga deposito jadi 5%. 🏦 Hasilnya? Para pengusaha eksportir kita yang kaya raya dari batu bara & nikel lebih pilih parkir uang dolarnya di luar negeri ketimbang di Indonesia. Inilah yang bikin likuiditas dolar kita kering! 💸📉 Source:  Sekuritas  Disclaimer on: Informasi yang dipaparkan merupakan edukasi, dan bukan merupakan perintah beli atau jual. Setiap keuntungan dan kerugian menjadi tanggung jawab masing-masing dari pelaku pasar #SucorSekuritas #BeXpertWithSucor #Rupiah #SukuBunga #fyp", "post_id": "7625452339800968468"}}, {"key": "Sucor", "attributes": {"label": "Sucor", "x": 242.42439363701328, "y": 464.76519912934657, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 49.5436, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "7625452339800968468", "id": "Sucor", "source": "tiktok-000001", "content": "EKSPORTIR KAYA, RUPIAH MERANA? Kenapa Rupiah yang perkasa di 2022 malah melemah di 2023? 🤔 Ternyata jawabannya ada di suku bunga! Saat The Fed naikkan bunga 5%, Singapura ikut naikkan bunga deposito jadi 5%. 🏦 Hasilnya? Para pengusaha eksportir kita yang kaya raya dari batu bara & nikel lebih pilih parkir uang dolarnya di luar negeri ketimbang di Indonesia. Inilah yang bikin likuiditas dolar kita kering! 💸📉 Source:  Sekuritas  Disclaimer on: Informasi yang dipaparkan merupakan edukasi, dan bukan merupakan perintah beli atau jual. Setiap keuntungan dan kerugian menjadi tanggung jawab masing-masing dari pelaku pasar #SucorSekuritas #BeXpertWithSucor #Rupiah #SukuBunga #fyp", "post_id": "7625452339800968468"}}, {"key": "indonesia.bernarasi", "attributes": {"label": "indonesia.bernarasi", "x": 510.3337568673019, "y": 476.22897133620955, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.2599, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7628921058095058197", "id": "indonesia.bernarasi", "source": "tiktok-000001", "content": "Mayoritas mata uang Asia menguat terhadap dolar AS pagi ini, seiring DXY turun 0,18% ke 99,253. Dari 11 mata uang, 7 menguat dipimpin rupiah yang naik 0,47% ke Rp16.895/US$. Penguatan juga terjadi pada dolar Taiwan, rupee India, won Korea, dong Vietnam, ringgit Malaysia, dan yuan China. Sementara itu, 4 mata uang melemah: baht Thailand, peso Filipina, yen Jepang, dan dolar Singapura. Sentimen positif dipicu harapan negosiasi AS–Iran yang menekan dolar dan harga minyak, meski pasar tetap waspada terhadap potensi suku bunga tinggi lebih lama dari The Fed. Cr:   #rupiah #matauang #indonesia #keuangan #ekonomiindonesia", "post_id": "7628921058095058197"}}, {"key": "CryptoCentric", "attributes": {"label": "CryptoCentric", "x": 574.5963502408216, "y": 468.7865902287688, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 20.8308, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628921058095058197", "id": "CryptoCentric", "source": "tiktok-000001", "content": "Mayoritas mata uang Asia menguat terhadap dolar AS pagi ini, seiring DXY turun 0,18% ke 99,253. Dari 11 mata uang, 7 menguat dipimpin rupiah yang naik 0,47% ke Rp16.895/US$. Penguatan juga terjadi pada dolar Taiwan, rupee India, won Korea, dong Vietnam, ringgit Malaysia, dan yuan China. Sementara itu, 4 mata uang melemah: baht Thailand, peso Filipina, yen Jepang, dan dolar Singapura. Sentimen positif dipicu harapan negosiasi AS–Iran yang menekan dolar dan harga minyak, meski pasar tetap waspada terhadap potensi suku bunga tinggi lebih lama dari The Fed. Cr:   #rupiah #matauang #indonesia #keuangan #ekonomiindonesia", "post_id": "7628921058095058197"}}, {"key": "ahzatsa01", "attributes": {"label": "ahzatsa01", "x": 873.2491585452286, "y": 808.4433813520367, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.2599, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7629482883555577109", "id": "ahzatsa01", "source": "tiktok-000001", "content": "Bagaimana emas yang anjlok 12% di awal 2026 setelah pidato Trump & pengumuman suku bunga Fed memengaruhi prospek saham, kurs Rupiah, dan masa depan Petro Dollar? Cek datanya! 📊 Data terbaru: Inflasi AS 3,1%, BI Rate bertahan di 6,25%. Saham sektor komoditas & perbankan mulai memperlihatkan perubahan PER & PBV signifikan. Bagaimana pengaruh arus modal asing & cadangan devisa pada strategi long term investing kamu di 2026? Debat tentang shifting Petro Dollar makin panas. Cashflow perusahaan ekspor/import bisa tertekan, sementara rasio utang sektor energi akan jadi sorotan. Waspadai volatilitas! Komentar: Sektor apa yang menurut kamu siap bertahan di tengah perubahan global ini? #Saham #Investasi #EkonomiMakro #AnalisisSaham #FYP", "post_id": "7629482883555577109"}}, {"key": "sekuritas", "attributes": {"label": "sekuritas", "x": 341.5331347801688, "y": 469.18724300884065, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.0454, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7629482883555577109", "id": "sekuritas", "source": "tiktok-000001", "content": "Bagaimana emas yang anjlok 12% di awal 2026 setelah pidato Trump & pengumuman suku bunga Fed memengaruhi prospek saham, kurs Rupiah, dan masa depan Petro Dollar? Cek datanya! 📊 Data terbaru: Inflasi AS 3,1%, BI Rate bertahan di 6,25%. Saham sektor komoditas & perbankan mulai memperlihatkan perubahan PER & PBV signifikan. Bagaimana pengaruh arus modal asing & cadangan devisa pada strategi long term investing kamu di 2026? Debat tentang shifting Petro Dollar makin panas. Cashflow perusahaan ekspor/import bisa tertekan, sementara rasio utang sektor energi akan jadi sorotan. Waspadai volatilitas! Komentar: Sektor apa yang menurut kamu siap bertahan di tengah perubahan global ini? #Saham #Investasi #EkonomiMakro #AnalisisSaham #FYP", "post_id": "7629482883555577109"}}, {"key": "analis", "attributes": {"label": "analis", "x": 582.6155274471537, "y": 131.2444140592911, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.0454, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7629482883555577109", "id": "analis", "source": "tiktok-000001", "content": "Bagaimana emas yang anjlok 12% di awal 2026 setelah pidato Trump & pengumuman suku bunga Fed memengaruhi prospek saham, kurs Rupiah, dan masa depan Petro Dollar? Cek datanya! 📊 Data terbaru: Inflasi AS 3,1%, BI Rate bertahan di 6,25%. Saham sektor komoditas & perbankan mulai memperlihatkan perubahan PER & PBV signifikan. Bagaimana pengaruh arus modal asing & cadangan devisa pada strategi long term investing kamu di 2026? Debat tentang shifting Petro Dollar makin panas. Cashflow perusahaan ekspor/import bisa tertekan, sementara rasio utang sektor energi akan jadi sorotan. Waspadai volatilitas! Komentar: Sektor apa yang menurut kamu siap bertahan di tengah perubahan global ini? #Saham #Investasi #EkonomiMakro #AnalisisSaham #FYP", "post_id": "7629482883555577109"}}, {"key": "cuan.clip1", "attributes": {"label": "cuan.clip1", "x": 47.72675872979737, "y": 184.30992782536805, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.2599, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7634755766355774728", "id": "cuan.clip1", "source": "tiktok-000001", "content": "📊 Ternyata suku bunga di Indonesia nggak sepenuhnya kita yang atur. Ada faktor besar di belakangnya: 🇺🇸 The Fed (Bank Sentral Amerika) 💡 Kenapa? Kalau The Fed: ⬆️ Naikkan atau tahan bunga → 👉 Indonesia harus ikut jaga stabilitas Kalau tidak… 💸 Rupiah bisa melemah 🔥 Jadi ini seperti tarik ulur: ➡️ The Fed tahan → BI cenderung tahan ➡️ The Fed turun → BI punya ruang turun ⚠️ Tapi yang menarik… Ada momen dimana: 📉 BI turunkan bunga lebih agresif 📈 Demi dorong pertumbuhan ekonomi 🚨 Artinya? Ada risiko yang sengaja diambil ➡️ Ekonomi bisa tumbuh ➡️ Tapi Rupiah berpotensi melemah 💡 Ini yang disebut trade-off: Tidak bisa dapat semuanya sekaligus. 💬 Menurut kamu, lebih penting mana: Stabilin Rupiah 💸 atau dorong ekonomi 🚀? Tulis pendapatmu di komentar 👇 🚀 Follow untuk belajar ekonomi & investasi biar lebih paham arah market. #RivanKurniawan #PortoAntiBadai #ValueInvesting #SahamValuePlay  BZ-2025-DB5D80", "post_id": "7634755766355774728"}}, {"key": "rivan.kurniawan", "attributes": {"label": "rivan.kurniawan", "x": 44.40832726806554, "y": 315.3700411281051, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 20.8308, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7634755766355774728", "id": "rivan.kurniawan", "source": "tiktok-000001", "content": "📊 Ternyata suku bunga di Indonesia nggak sepenuhnya kita yang atur. Ada faktor besar di belakangnya: 🇺🇸 The Fed (Bank Sentral Amerika) 💡 Kenapa? Kalau The Fed: ⬆️ Naikkan atau tahan bunga → 👉 Indonesia harus ikut jaga stabilitas Kalau tidak… 💸 Rupiah bisa melemah 🔥 Jadi ini seperti tarik ulur: ➡️ The Fed tahan → BI cenderung tahan ➡️ The Fed turun → BI punya ruang turun ⚠️ Tapi yang menarik… Ada momen dimana: 📉 BI turunkan bunga lebih agresif 📈 Demi dorong pertumbuhan ekonomi 🚨 Artinya? Ada risiko yang sengaja diambil ➡️ Ekonomi bisa tumbuh ➡️ Tapi Rupiah berpotensi melemah 💡 Ini yang disebut trade-off: Tidak bisa dapat semuanya sekaligus. 💬 Menurut kamu, lebih penting mana: Stabilin Rupiah 💸 atau dorong ekonomi 🚀? Tulis pendapatmu di komentar 👇 🚀 Follow untuk belajar ekonomi & investasi biar lebih paham arah market. #RivanKurniawan #PortoAntiBadai #ValueInvesting #SahamValuePlay  BZ-2025-DB5D80", "post_id": "7634755766355774728"}}, {"key": "sukses.clipp", "attributes": {"label": "sukses.clipp", "x": 656.7552889850587, "y": 791.8764712683982, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.2599, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7634384743647169813", "id": "sukses.clipp", "source": "tiktok-000001", "content": "INVESTOR ASING KABUR KARENA ISU PAJAK!? Nilai tukar Rupiah sedang mengalami tekanan hebat akibat tingginya capital outflow. Apa alasan utama di balik larinya dana asing dari Indonesia? Kuncinya ada pada sentimen kepanikan di pasar terkait regulasi. Berikut adalah poin pentingnya: Derasnya Capital Outflow: Pelemahan mata uang kita sangat erat kaitannya dengan arus dana yang keluar dari pasar domestik secara masif dalam beberapa waktu terakhir. Rumor Kebijakan Pajak: Market sedang digembar-gemborkan oleh berbagai rumor mengenai kebijakan pajak di Indonesia, yang memicu kekhawatiran para pemilik modal. Eksodus High Net Worth: Akibat rumor regulasi tersebut, banyak dana dari kalangan High Net Worth Individuals (HNWI) dari Indonesia yang akhirnya ditarik keluar untuk mencari tempat yang lebih aman. Jika sentimen negatif ini terus berlanjut, sorotan utama kini tertuju pada potensi pelemahan Rupiah yang bisa terus tertekan hingga menembus level 18.500. Sudah siapkah strategi investasi Anda menghadapi volatilitas makroekonomi ini?  Sekuritas  #SucorSekuritas #SahamIndonesia #BeXpertWithSucor #bernardwijaya17 #bernardxgcpk2 Keywords: Bernard Wijaya, Sucor Sekuritas, Rupiah Melemah, Prediksi Rupiah 18500, Capital Outflow, Dana Asing Keluar, Investor Asing Kabur, Pajak Indonesia, Wealth Tax, High Net Worth Individuals, HNWI Indonesia, IHSG Hari Ini, Makroekonomi, Volatilitas Rupiah, Market Update Indonesia, Kebijakan Pajak, Sentimen Pasar, Kurs Rupiah, Dollar Naik, Rupiah Anjlok, Nilai Tukar Rupiah, USD to IDR, Ekonomi Indonesia, Bank Indonesia, Pasar Modal Indonesia, Foreign Net Sell, Pelarian Modal, Dampak Pajak, Kebijakan Fiskal, Berita Ekonomi Terbaru, Berita Keuangan, Analisis Makroekonomi, Investasi Asing, Regulasi Pemerintah, Peluang Investasi, Saham Cuan, Trading Saham.", "post_id": "7634384743647169813"}}, {"key": "belajar.bercuan", "attributes": {"label": "belajar.bercuan", "x": 939.7921977790421, "y": 10.351907028157026, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.2599, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7633221022635822357", "id": "belajar.bercuan", "source": "tiktok-000001", "content": "UPDATE IHSG SEMINGGU TERAKHIR🚨 IHSG turun -2,16% — sinyal risk-off mulai terasa di market. Di saat yang sama, rupiah melemah hingga menyentuh 17.000 per USD. Kombinasi ini biasanya jadi alarm: capital outflow meningkat, investor mulai cari aset yang lebih aman. Disclaimer: Selalu lakukan riset sendiri sebelum berinvestasi. Konten ini bukan ajakan membeli atau menjual instrumen investasi. #IHSG #rupiah #marketupdate #saham #investasi  Sekuritas", "post_id": "7633221022635822357"}}, {"key": "pintarbercuan", "attributes": {"label": "pintarbercuan", "x": 975.7364023551453, "y": 332.0060551067089, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.2599, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7633111308115873042", "id": "pintarbercuan", "source": "tiktok-000001", "content": "Masuk akal gak sih?  Kita diajarin nabung dan investasi, tapi pas asetnya sudah jadi, malah mau dipajaki lagi lewat Wealth Tax. Padahal penghasilan awalnya kan sudah dipotong pajak. Saat Singapura dan Dubai jadi magnet uang dunia karena pajak murah, kita justru berpotensi bikin orang kaya 'pindah rumah'. Akibatnya? Capital outflow besar-besaran dan Rupiah jadi korbannya. Disclaimer: Konten ini bersifat edukasi dan bukan merupakan ajakan membeli atau menjual efek. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.  Sekuritas  #SucorSekuritas #Investasi #SahamIndonesia #BeXpertWithSucor #bernardwijaya17", "post_id": "7633111308115873042"}}, {"key": "bangkabelitunginfonew1", "attributes": {"label": "bangkabelitunginfonew1", "x": 257.8730783481421, "y": 429.83356447572675, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.2599, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7595170808318790932", "id": "bangkabelitunginfonew1", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali mencatatkan rekor terlemah sepanjang sejarah terhadap dollar AS.  Pada penutupan perdagangan Selasa (13/1/2026), pelemahan rupiah mencerminkan tekanan arus modal yang dinilai masih akan membayangi perekonomian domestik.  Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,13 persen secara harian ke posisi Rp 16.877 per dollar AS.  Pelemahan serupa tercermin pada Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) yang berada di level Rp 16.875 per dollar AS, turun 0,13 persen dibandingkan hari sebelumnya. HSBC memproyeksikan rupiah masih berpotensi melemah hingga mendekati Rp 17.000 per dollar AS pada akhir 2026.  Managing Director, Chief India Economist and Macro Strategist sekaligus Asean Economist HSBC, Pranjul Bhandari, mengatakan pergerakan rupiah ke depan diperkirakan sedikit lebih lemah dari posisi saat ini di kisaran Rp 16.700–Rp 16.800 per dollar AS.  “Kami pikir pada akhir tahun 2026, kita mungkin akan mencapai angka Rp 17.000 atau sekitar itu. Jadi sedikit lebih lemah daripada saat ini,” ujar Pranjul dalam media briefing, Senin (12/1/2026).  Menurut Pranjul, secara umum nilai tukar dipengaruhi dua faktor utama, yakni kinerja perdagangan dan arus keuangan. Namun, dalam kasus rupiah, tekanan lebih besar datang dari sisi arus modal, terutama keluarnya investasi portofolio dan melemahnya penanaman modal asing (PMA) sejak tahun lalu.  Tekanan tersebut tercermin pada neraca pembayaran yang mencatat defisit cukup lebar sejak kuartal II 2025. Pada periode tersebut, defisit neraca pembayaran mencapai 6,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 110.550.000.000.000.  📝 selengkapnya di money.kompas.com Hanya Followers Yang Bisa Komentar‼️ Follow  Buat Kamu Lebih Tau Kabar Seputar Bangka Belitung & Sekitarnya #bangkabelitunginfo #bangkabelitunginfonew #bangkabelitung #breakingnews #informasi", "post_id": "7595170808318790932"}}, {"key": "bangkabelitunginfonew", "attributes": {"label": "bangkabelitunginfonew", "x": 709.3415991369026, "y": 419.6602892158716, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 20.8308, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7595170808318790932", "id": "bangkabelitunginfonew", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali mencatatkan rekor terlemah sepanjang sejarah terhadap dollar AS.  Pada penutupan perdagangan Selasa (13/1/2026), pelemahan rupiah mencerminkan tekanan arus modal yang dinilai masih akan membayangi perekonomian domestik.  Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,13 persen secara harian ke posisi Rp 16.877 per dollar AS.  Pelemahan serupa tercermin pada Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) yang berada di level Rp 16.875 per dollar AS, turun 0,13 persen dibandingkan hari sebelumnya. HSBC memproyeksikan rupiah masih berpotensi melemah hingga mendekati Rp 17.000 per dollar AS pada akhir 2026.  Managing Director, Chief India Economist and Macro Strategist sekaligus Asean Economist HSBC, Pranjul Bhandari, mengatakan pergerakan rupiah ke depan diperkirakan sedikit lebih lemah dari posisi saat ini di kisaran Rp 16.700–Rp 16.800 per dollar AS.  “Kami pikir pada akhir tahun 2026, kita mungkin akan mencapai angka Rp 17.000 atau sekitar itu. Jadi sedikit lebih lemah daripada saat ini,” ujar Pranjul dalam media briefing, Senin (12/1/2026).  Menurut Pranjul, secara umum nilai tukar dipengaruhi dua faktor utama, yakni kinerja perdagangan dan arus keuangan. Namun, dalam kasus rupiah, tekanan lebih besar datang dari sisi arus modal, terutama keluarnya investasi portofolio dan melemahnya penanaman modal asing (PMA) sejak tahun lalu.  Tekanan tersebut tercermin pada neraca pembayaran yang mencatat defisit cukup lebar sejak kuartal II 2025. Pada periode tersebut, defisit neraca pembayaran mencapai 6,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 110.550.000.000.000.  📝 selengkapnya di money.kompas.com Hanya Followers Yang Bisa Komentar‼️ Follow  Buat Kamu Lebih Tau Kabar Seputar Bangka Belitung & Sekitarnya #bangkabelitunginfo #bangkabelitunginfonew #bangkabelitung #breakingnews #informasi", "post_id": "7595170808318790932"}}, {"key": "arahjakarta", "attributes": {"label": "arahjakarta", "x": 84.83115662009143, "y": 206.52051281100202, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 75.0656, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7606259038040411412", "id": "arahjakarta", "source": "tiktok-000001", "content": "Kabar mengejutkan datang dari lantai bursa. Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), yang selama ini dikenal sebagai \"safe haven\" atau saham paling aman bagi banyak investor, justru sedang dihantam aksi jual masif oleh investor asing. Tidak main-main, nilai penjualan bersih alias net sell asing di saham ini tercatat menembus angka fantastis, yakni Rp626,2 miliar. Angka ini menempatkan BBCA di posisi puncak daftar saham yang paling banyak dilepas asing dalam satu waktu.  Fenomena ini tentu memicu tanda tanya besar di kalangan pelaku pasar. Mengapa \"saham sejuta umat\" ini mendadak ditinggalkan asing dalam jumlah besar? Secara fundamental, kinerja BBCA sebenarnya tetap solid, namun pergerakan arus modal asing sering kali dipengaruhi oleh kondisi ekonomi makro global, fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar, hingga perubahan strategi portofolio fund manager besar di luar negeri. Ketika asing melakukan aksi ambil untung (profit taking) atau mengalihkan asetnya ke pasar yang dianggap lebih menarik, saham perbankan berkapitalisasi besar seperti BBCA biasanya menjadi yang pertama terkena dampaknya karena likuiditasnya yang tinggi. Apakah ini hanya fenomena sementara akibat sentimen global, ataukah ada faktor internal ekonomi nasional yang membuat investor asing mulai skeptis? Satu yang pasti, volatilitas ini menuntut kita untuk tetap tenang dan tidak FOMO dalam mengambil keputusan finansial. Memahami arus dana asing (foreign flow) adalah salah satu kunci penting agar kita tidak sekadar menjadi penonton saat pasar sedang bergejolak.  Dapatkan analisis tajam, update pasar modal, dan info kebijakan ekonomi terbaru yang berdampak pada investasi lo. Buat lo yang pengen tetap update dengan berita yang mendalam, berani, dan relevan seputar situasi di ibu kota dan nasional, yuk pastikan lo sudah FOLLOW  sekarang juga agar tidak ketinggalan update penting setiap harinya!", "post_id": "7606259038040411412"}}, {"key": "@terusterangmediaofficial", "attributes": {"label": "@terusterangmediaofficial", "x": 207.41169488096244, "y": 485.40162457669356, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.2599, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2-Rk8pxw8RY", "id": "@terusterangmediaofficial", "source": "youtube-000001", "content": "MINYAK MELONJAK, RUPIAH TERTEKAN, DAMPAK SUDAH MAKIN DEKAT❓\n\nSetiap media dan/atau konten kreator yang melakukan pengambilan, penggunaan, atau pengunggahan ulang (re-upload) sebagian maupun seluruh konten ini WAJIB mencantumkan sumber asli.\n\nPencantuman sumber dilakukan dengan menyertakan kredit pada materi gambar/video serta mencantumkan tautan menuju konten asli di deskripsi.\n\nTindakan re-upload tanpa pencantuman sumber yang jelas merupakan pelanggaran terhadap hak cipta dan bentuk tidak menghargai karya kreator.\n\nContoh pencantuman sumber di deskripsi:\nTayangan lengkap dapat disaksikan di:\n   • MINYAK MELONJAK, RUPIAH TERTEKAN, DAMPAK S...  \n_______________________________________\n\nPerang yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat berpotensi memicu guncangan ekonomi global. Salah satu titik paling krusial adalah Selat Hormuz, jalur laut yang dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dunia.\n\nGangguan di jalur ini langsung mendorong lonjakan harga energi global dan meningkatkan ketidakpastian ekonomi internasional. Bagi Indonesia, dampaknya tidak bisa dianggap kecil. Sebagai net importer minyak, kenaikan harga energi dapat menekan fiskal negara, meningkatkan beban subsidi, serta mempengaruhi inflasi dan nilai tukar rupiah. Data terbaru juga menunjukkan tekanan pada pasar keuangan: IHSG turun lebih dari 15%, rupiah melemah mendekati Rp17.000 per dolar, dan terjadi arus keluar modal asing.  Dalam episode Bicara Ekonomi Politik, kita membahas:\nMengapa Selat Hormuz sangat penting bagi ekonomi dunia\nBagaimana perang Timur Tengah mempengaruhi harga minyak global\nDampaknya terhadap APBN, rupiah, dan pasar keuangan Indonesia\nApakah Indonesia berisiko mengalami stagflasi jika konflik berkepanjangan\nSimak analisis lengkapnya dan tuliskan pendapat Anda di kolom komentar.\n\n#BicaraEkonomiPolitik\n#PerangIran\n#SelatHormuz\n#EkonomiIndonesia\n#Geopolitik\n#terusterangmahfudmd #terusterang #terusterangmedia #hukum #keadilan #demokrasi #penegakanhukum\n_______________________________________\n\nSaksikan terus konten-konten terbaru Terus Terang Media. Jangan lupa subscribe like dan comment.\n\nSaran dan Masukan bisa juga disampaikan di Kanal Telegram Podcast Terus Terang Mahfud MD\nhttps://t.me/+t_gVMmzifJ0xN2I1\n \nIsu dan perkembangan bangsa terkini selengkapnya bisa dibaca di portal berita https://terusterang.id/\n\nWebsite: https://terusterang.id/\n\nInstagram: https://www.instagram.com/terusterang...\n\nFacebook: https://www.facebook.com/share/18qtKH...\n\nTwitter/X: https://x.com/terusterang_id?s=21\n\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n\nKonten ini diterbitkan oleh PT TERUS TERANG MEDIA", "post_id": "2-Rk8pxw8RY"}}, {"key": "terusterangid...", "attributes": {"label": "terusterangid...", "x": 440.3228802926502, "y": 82.96734030938524, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.8308, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2-Rk8pxw8RY", "id": "terusterangid...", "source": "youtube-000001", "content": "MINYAK MELONJAK, RUPIAH TERTEKAN, DAMPAK SUDAH MAKIN DEKAT❓\n\nSetiap media dan/atau konten kreator yang melakukan pengambilan, penggunaan, atau pengunggahan ulang (re-upload) sebagian maupun seluruh konten ini WAJIB mencantumkan sumber asli.\n\nPencantuman sumber dilakukan dengan menyertakan kredit pada materi gambar/video serta mencantumkan tautan menuju konten asli di deskripsi.\n\nTindakan re-upload tanpa pencantuman sumber yang jelas merupakan pelanggaran terhadap hak cipta dan bentuk tidak menghargai karya kreator.\n\nContoh pencantuman sumber di deskripsi:\nTayangan lengkap dapat disaksikan di:\n   • MINYAK MELONJAK, RUPIAH TERTEKAN, DAMPAK S...  \n_______________________________________\n\nPerang yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat berpotensi memicu guncangan ekonomi global. Salah satu titik paling krusial adalah Selat Hormuz, jalur laut yang dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dunia.\n\nGangguan di jalur ini langsung mendorong lonjakan harga energi global dan meningkatkan ketidakpastian ekonomi internasional. Bagi Indonesia, dampaknya tidak bisa dianggap kecil. Sebagai net importer minyak, kenaikan harga energi dapat menekan fiskal negara, meningkatkan beban subsidi, serta mempengaruhi inflasi dan nilai tukar rupiah. Data terbaru juga menunjukkan tekanan pada pasar keuangan: IHSG turun lebih dari 15%, rupiah melemah mendekati Rp17.000 per dolar, dan terjadi arus keluar modal asing.  Dalam episode Bicara Ekonomi Politik, kita membahas:\nMengapa Selat Hormuz sangat penting bagi ekonomi dunia\nBagaimana perang Timur Tengah mempengaruhi harga minyak global\nDampaknya terhadap APBN, rupiah, dan pasar keuangan Indonesia\nApakah Indonesia berisiko mengalami stagflasi jika konflik berkepanjangan\nSimak analisis lengkapnya dan tuliskan pendapat Anda di kolom komentar.\n\n#BicaraEkonomiPolitik\n#PerangIran\n#SelatHormuz\n#EkonomiIndonesia\n#Geopolitik\n#terusterangmahfudmd #terusterang #terusterangmedia #hukum #keadilan #demokrasi #penegakanhukum\n_______________________________________\n\nSaksikan terus konten-konten terbaru Terus Terang Media. Jangan lupa subscribe like dan comment.\n\nSaran dan Masukan bisa juga disampaikan di Kanal Telegram Podcast Terus Terang Mahfud MD\nhttps://t.me/+t_gVMmzifJ0xN2I1\n \nIsu dan perkembangan bangsa terkini selengkapnya bisa dibaca di portal berita https://terusterang.id/\n\nWebsite: https://terusterang.id/\n\nInstagram: https://www.instagram.com/terusterang...\n\nFacebook: https://www.facebook.com/share/18qtKH...\n\nTwitter/X: https://x.com/terusterang_id?s=21\n\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n\nKonten ini diterbitkan oleh PT TERUS TERANG MEDIA", "post_id": "2-Rk8pxw8RY"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 637.327984960487, "y": 533.6715285569377, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.2599, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "kt4hnKvtPKA", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG AMBRUK! Tapi Kenapa Orang Kaya Untung Besar? | Wawasan Cerdas\n\nHalo sobat Wawasan Cerdas! Pernahkah Anda merasakan sensasi panik dan deja vu ketika melihat layar portofolio Anda tiba-tiba dikepung warna merah pekat saat pasar modal hancur? Di video kali ini, kami akan membedah secara mendalam mengapa badai finansial dan krisis pasar saham sejatinya terus berulang sepanjang sejarah, mulai dari krisis global 2008, pandemi 2020, hingga ketidakpastian institusional dan geopolitik.\n\nPasar saham pada dasarnya adalah mesin penghitung risiko yang sangat membenci ketidakpastian absolut yang tidak terukur. Ketidakpastian yang ekstrem ini acapkali memicu pelarian modal asing (capital outflow) hingga triliunan rupiah dan membuat infrastruktur bursa tersedak, yang sering berujung pada penghentian perdagangan sementara atau trading halt. Saat kepanikan massal melanda, teori diversifikasi investasi menjadi kehilangan relevansinya karena nilai korelasi pergerakan harga antar-sektor saham bergerak menyatu dan memicu aksi jual membabi buta (indiscriminate selling) dari para investor raksasa. Lantas, apakah kita harus ikut panik, menjual semua aset, dan merealisasikan kerugian?\n\nTentu tidak, karena kami ingin Anda menyadari satu hal penting: kejatuhan indeks bukanlah kiamat finansial, melainkan siklus rutin transfer kekayaan di mana saham perusahaan terbaik dijual dengan harga diskon ekstrem kepada investor yang sabar dan rasional. Untuk bisa bertahan dan menang, kita wajib merekonstruksi portofolio investasi menjadi sebuah \"perisai kekayaan\". Berdasarkan cetak biru rekonstruksi anti-badai, Anda sangat disarankan untuk membatasi porsi saham (ekuitas) di ambang 20% hingga 30% saja untuk menjaga psikologis Anda. Selanjutnya, bangun fondasi pertahanan yang kokoh dengan mengalokasikan 30% dana kita pada Surat Berharga Negara (SBN) atau obligasi yang memberikan imbal hasil pasti di atas inflasi.\n\nJangan lupa, siapkan 25% hingga 35% uang tunai di Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) sebagai amunisi utama yang bebas risiko penurunan nilai saat pasar sedang hancur. Kita juga harus menjangkarkan 10% hingga 15% kekayaan pada Emas Murni sebagai pelindung daya beli mutlak. Mengapa emas? Karena Emas Dunia dan Dolar AS secara historis selalu menjadi barometer ketakutan yang tak tertandingi dan tempat pelarian dana saat institusi memindahkan asetnya demi berlindung dari depresiasi nilai tukar Rupiah. Memiliki porsi komoditas energi konvensional juga dapat bertindak sebagai penyeimbang yang meredam kerugian portofolio.\n\nJika pertahanan sudah kuat, kini saatnya kita memburu mutiara di tengah reruntuhan bursa. Analisis empiris dari Bursa Efek Indonesia membuktikan bahwa proses pemulihan pasar memakan waktu rata-rata 3,27 kali lebih lama dari masa kejatuhannya. Namun, kesabaran Anda akan dibayar lunas, karena rata-rata imbal hasil pemulihan secara keseluruhan selalu meledak dan melampaui 215 persen dari titik palung terendahnya! Untuk meraup keuntungan eksponensial ini, fokuslah mengincar saham blue chip, khususnya sektor perbankan Big 4, yang valuasinya turun drastis dan selalu menjadi lokomotif pertama yang melesat keluar dari reruntuhan krisis.\n\nInstitusi kelas dunia mendeteksi diskon saham perbankan ini dengan melihat apakah valuasi PBV (Price-to-Book Value) telah jatuh menembus level ekstrem minus satu hingga minus dua Deviasi Standar dari rata-rata historisnya. Selain bank, kami juga menyarankan alokasi ke saham barang konsumsi (FMCG) yang terbukti tangguh sebagai bumper penahan benturan berkat kekuatan penentuan harga (pricing power) mereka yang tinggi. Terakhir, pastikan Anda selalu memantau aliran dana asing (foreign flow); masuknya dana asing secara masif ke saham raksasa adalah katalis absolut penanda bahwa siklus pembalikan arah menuju bull market telah dimulai.\n\nTonton video ini sampai akhir agar kita bisa mencetak kekayaan luar biasa dari setiap badai finansial yang melanda. Jangan lupa untuk tekan tombol Like, berikan komentar Anda tentang saham incaran saat ini, dan Subscribe channel Wawasan Cerdas untuk terus mendapatkan edukasi finansial terbaik!\n\nHashtag\n#WawasanCerdas #InvestasiSaham #KrisisFinansial #ValueInvesting #SahamBlueChip #BelajarSaham #StrategiInvestasi #IHSG #EmasAntam #ReksaDana #KebebasanFinansial #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "kt4hnKvtPKA"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 709.5626350787131, "y": 702.9131926657274, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.6526, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "kt4hnKvtPKA", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG AMBRUK! Tapi Kenapa Orang Kaya Untung Besar? | Wawasan Cerdas\n\nHalo sobat Wawasan Cerdas! Pernahkah Anda merasakan sensasi panik dan deja vu ketika melihat layar portofolio Anda tiba-tiba dikepung warna merah pekat saat pasar modal hancur? Di video kali ini, kami akan membedah secara mendalam mengapa badai finansial dan krisis pasar saham sejatinya terus berulang sepanjang sejarah, mulai dari krisis global 2008, pandemi 2020, hingga ketidakpastian institusional dan geopolitik.\n\nPasar saham pada dasarnya adalah mesin penghitung risiko yang sangat membenci ketidakpastian absolut yang tidak terukur. Ketidakpastian yang ekstrem ini acapkali memicu pelarian modal asing (capital outflow) hingga triliunan rupiah dan membuat infrastruktur bursa tersedak, yang sering berujung pada penghentian perdagangan sementara atau trading halt. Saat kepanikan massal melanda, teori diversifikasi investasi menjadi kehilangan relevansinya karena nilai korelasi pergerakan harga antar-sektor saham bergerak menyatu dan memicu aksi jual membabi buta (indiscriminate selling) dari para investor raksasa. Lantas, apakah kita harus ikut panik, menjual semua aset, dan merealisasikan kerugian?\n\nTentu tidak, karena kami ingin Anda menyadari satu hal penting: kejatuhan indeks bukanlah kiamat finansial, melainkan siklus rutin transfer kekayaan di mana saham perusahaan terbaik dijual dengan harga diskon ekstrem kepada investor yang sabar dan rasional. Untuk bisa bertahan dan menang, kita wajib merekonstruksi portofolio investasi menjadi sebuah \"perisai kekayaan\". Berdasarkan cetak biru rekonstruksi anti-badai, Anda sangat disarankan untuk membatasi porsi saham (ekuitas) di ambang 20% hingga 30% saja untuk menjaga psikologis Anda. Selanjutnya, bangun fondasi pertahanan yang kokoh dengan mengalokasikan 30% dana kita pada Surat Berharga Negara (SBN) atau obligasi yang memberikan imbal hasil pasti di atas inflasi.\n\nJangan lupa, siapkan 25% hingga 35% uang tunai di Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) sebagai amunisi utama yang bebas risiko penurunan nilai saat pasar sedang hancur. Kita juga harus menjangkarkan 10% hingga 15% kekayaan pada Emas Murni sebagai pelindung daya beli mutlak. Mengapa emas? Karena Emas Dunia dan Dolar AS secara historis selalu menjadi barometer ketakutan yang tak tertandingi dan tempat pelarian dana saat institusi memindahkan asetnya demi berlindung dari depresiasi nilai tukar Rupiah. Memiliki porsi komoditas energi konvensional juga dapat bertindak sebagai penyeimbang yang meredam kerugian portofolio.\n\nJika pertahanan sudah kuat, kini saatnya kita memburu mutiara di tengah reruntuhan bursa. Analisis empiris dari Bursa Efek Indonesia membuktikan bahwa proses pemulihan pasar memakan waktu rata-rata 3,27 kali lebih lama dari masa kejatuhannya. Namun, kesabaran Anda akan dibayar lunas, karena rata-rata imbal hasil pemulihan secara keseluruhan selalu meledak dan melampaui 215 persen dari titik palung terendahnya! Untuk meraup keuntungan eksponensial ini, fokuslah mengincar saham blue chip, khususnya sektor perbankan Big 4, yang valuasinya turun drastis dan selalu menjadi lokomotif pertama yang melesat keluar dari reruntuhan krisis.\n\nInstitusi kelas dunia mendeteksi diskon saham perbankan ini dengan melihat apakah valuasi PBV (Price-to-Book Value) telah jatuh menembus level ekstrem minus satu hingga minus dua Deviasi Standar dari rata-rata historisnya. Selain bank, kami juga menyarankan alokasi ke saham barang konsumsi (FMCG) yang terbukti tangguh sebagai bumper penahan benturan berkat kekuatan penentuan harga (pricing power) mereka yang tinggi. Terakhir, pastikan Anda selalu memantau aliran dana asing (foreign flow); masuknya dana asing secara masif ke saham raksasa adalah katalis absolut penanda bahwa siklus pembalikan arah menuju bull market telah dimulai.\n\nTonton video ini sampai akhir agar kita bisa mencetak kekayaan luar biasa dari setiap badai finansial yang melanda. Jangan lupa untuk tekan tombol Like, berikan komentar Anda tentang saham incaran saat ini, dan Subscribe channel Wawasan Cerdas untuk terus mendapatkan edukasi finansial terbaik!\n\nHashtag\n#WawasanCerdas #InvestasiSaham #KrisisFinansial #ValueInvesting #SahamBlueChip #BelajarSaham #StrategiInvestasi #IHSG #EmasAntam #ReksaDana #KebebasanFinansial #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "kt4hnKvtPKA"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 444.19629907364634, "y": 873.2877098540754, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.2599, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 0, "out_degree": 21, "degree": 21}, "_id": "KCqFEOzPCak", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Pilih Mana: Bunga Bank atau Obligasi Negara? Rahasia Yield yang Jarang Diketahui | DE'CUAN\n\nBunga bank terlihat aman, tapi benarkah lebih menguntungkan dibanding obligasi negara? Banyak investor belum menyadari bahwa perbedaan yield obligasi Indonesia dan Amerika Serikat bisa memicu pergerakan dana besar keluar masuk pasar (capital outflow). Di video ini kita kupas rahasia di balik perbandingan imbal hasil tersebut dan bagaimana pengaruhnya terhadap investasi, nilai rupiah, hingga keputusan investor global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "KCqFEOzPCak"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 555.7853090712279, "y": 127.50254125228689, "size": 9.3, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.7157, "eigenvector": 70.6518, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "KCqFEOzPCak", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Pilih Mana: Bunga Bank atau Obligasi Negara? Rahasia Yield yang Jarang Diketahui | DE'CUAN\n\nBunga bank terlihat aman, tapi benarkah lebih menguntungkan dibanding obligasi negara? Banyak investor belum menyadari bahwa perbedaan yield obligasi Indonesia dan Amerika Serikat bisa memicu pergerakan dana besar keluar masuk pasar (capital outflow). Di video ini kita kupas rahasia di balik perbandingan imbal hasil tersebut dan bagaimana pengaruhnya terhadap investasi, nilai rupiah, hingga keputusan investor global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "KCqFEOzPCak"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 102.02856892682365, "y": 881.4568747375639, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.3108, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "KCqFEOzPCak", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Pilih Mana: Bunga Bank atau Obligasi Negara? Rahasia Yield yang Jarang Diketahui | DE'CUAN\n\nBunga bank terlihat aman, tapi benarkah lebih menguntungkan dibanding obligasi negara? Banyak investor belum menyadari bahwa perbedaan yield obligasi Indonesia dan Amerika Serikat bisa memicu pergerakan dana besar keluar masuk pasar (capital outflow). Di video ini kita kupas rahasia di balik perbandingan imbal hasil tersebut dan bagaimana pengaruhnya terhadap investasi, nilai rupiah, hingga keputusan investor global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "KCqFEOzPCak"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 793.401884457122, "y": 337.12239958056864, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.3108, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 8, "out_degree": 0, "degree": 8}, "_id": "KCqFEOzPCak", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Pilih Mana: Bunga Bank atau Obligasi Negara? Rahasia Yield yang Jarang Diketahui | DE'CUAN\n\nBunga bank terlihat aman, tapi benarkah lebih menguntungkan dibanding obligasi negara? Banyak investor belum menyadari bahwa perbedaan yield obligasi Indonesia dan Amerika Serikat bisa memicu pergerakan dana besar keluar masuk pasar (capital outflow). Di video ini kita kupas rahasia di balik perbandingan imbal hasil tersebut dan bagaimana pengaruhnya terhadap investasi, nilai rupiah, hingga keputusan investor global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "KCqFEOzPCak"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 878.523191928697, "y": 595.9594648288311, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.3108, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "KCqFEOzPCak", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Pilih Mana: Bunga Bank atau Obligasi Negara? Rahasia Yield yang Jarang Diketahui | DE'CUAN\n\nBunga bank terlihat aman, tapi benarkah lebih menguntungkan dibanding obligasi negara? Banyak investor belum menyadari bahwa perbedaan yield obligasi Indonesia dan Amerika Serikat bisa memicu pergerakan dana besar keluar masuk pasar (capital outflow). Di video ini kita kupas rahasia di balik perbandingan imbal hasil tersebut dan bagaimana pengaruhnya terhadap investasi, nilai rupiah, hingga keputusan investor global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "KCqFEOzPCak"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 705.7765000559466, "y": 997.1267637989151, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.3108, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "KCqFEOzPCak", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Pilih Mana: Bunga Bank atau Obligasi Negara? Rahasia Yield yang Jarang Diketahui | DE'CUAN\n\nBunga bank terlihat aman, tapi benarkah lebih menguntungkan dibanding obligasi negara? Banyak investor belum menyadari bahwa perbedaan yield obligasi Indonesia dan Amerika Serikat bisa memicu pergerakan dana besar keluar masuk pasar (capital outflow). Di video ini kita kupas rahasia di balik perbandingan imbal hasil tersebut dan bagaimana pengaruhnya terhadap investasi, nilai rupiah, hingga keputusan investor global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "KCqFEOzPCak"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 330.899703279222, "y": 470.813658023417, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.3108, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "KCqFEOzPCak", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Pilih Mana: Bunga Bank atau Obligasi Negara? Rahasia Yield yang Jarang Diketahui | DE'CUAN\n\nBunga bank terlihat aman, tapi benarkah lebih menguntungkan dibanding obligasi negara? Banyak investor belum menyadari bahwa perbedaan yield obligasi Indonesia dan Amerika Serikat bisa memicu pergerakan dana besar keluar masuk pasar (capital outflow). Di video ini kita kupas rahasia di balik perbandingan imbal hasil tersebut dan bagaimana pengaruhnya terhadap investasi, nilai rupiah, hingga keputusan investor global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "KCqFEOzPCak"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "attributes": {"label": "@InnerBoost-oe4sd", "x": 577.5011055324579, "y": 402.24487214909624, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.2599, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "zQ-T67u7Do0", "id": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus 17.000! Ini Dampak Nyatanya ke Hidup\n\n🔥 Rupiah Tembus 17.000! Ini Dampak Nyatanya ke Hidup Lo (Harga Naik Semua?)\n\n💥 Rupiah akhirnya tembus Rp17.000 per dolar AS…\nDan ini bukan sekadar angka.\n\nIni adalah alarm bahaya ekonomi yang dampaknya bisa langsung kerasa ke kehidupan lo sehari-hari.\n\nMulai dari:\n💸 Harga barang naik\n✈️ Liburan makin mahal\n⛽ BBM berpotensi naik\n📉 Bahkan ekonomi Indonesia bisa ikut tertekan\n\nDi video ini, kita bakal kupas tuntas dengan cara yang simple, santai, tapi dalam banget tentang:\n\n📊 APA YANG TERJADI DENGAN RUPIAH?\n\n✅ Rupiah melemah hingga tembus Rp17.000\n✅ Dolar AS menguat signifikan di tahun 2026\n✅ Ini jadi salah satu pelemahan paling serius dalam beberapa waktu terakhir\n\nTapi… kenapa ini bisa terjadi?\n\n🌍 PENYEBAB UTAMA RUPIAH MELEMAH\n\n🔥 Bukan cuma faktor dalam negeri…\nAda kekuatan besar dari luar yang bikin rupiah tertekan:\n\n✔️ Penguatan dolar AS (DXY naik drastis)\n✔️ Suku bunga tinggi dari The Fed\n✔️ Ketidakpastian ekonomi global\n✔️ Konflik geopolitik (Perang AS vs Iran)\n\n💡 Investor global sekarang lagi “lari” ke dolar sebagai safe haven\nDan efeknya?\n\n➡️ Mata uang lain, termasuk rupiah… ikut jatuh\n\n⚠️ PREDIKSI MENGERIKAN: RUPIAH BISA TEMBUS 17.500\n\n📉 Menurut analis, kalau konflik global gak mereda:\n\n👉 Rupiah bisa jatuh lebih dalam ke Rp17.500\n\nArtinya?\n\n❗ Tekanan ekonomi makin berat\n❗ Harga-harga makin naik\n❗ Daya beli masyarakat bisa turun\n\n💰 DAMPAK LANGSUNG KE KEHIDUPAN LO\n\nIni bagian paling penting…\n\nKarena efeknya bukan cuma di berita, tapi di dompet lo langsung 👇\n\n🛒 Harga Barang Naik\n\n✔️ Barang impor jadi lebih mahal\n✔️ Elektronik, bahan baku, hingga makanan ikut naik\n\n🏭 Biaya Produksi Meningkat\n\n✔️ Industri tergantung impor kena dampak\n✔️ Ujung-ujungnya harga jual naik\n\n✈️ Liburan ke Luar Negeri Mahal\n\n✔️ Tiket & hotel naik\n✔️ Semua transaksi pakai dolar jadi lebih berat\n\n📈 Tapi Ada yang Diuntungkan!\n\n✔️ Eksportir dapat untung lebih besar\n✔️ Pariwisata Indonesia bisa naik karena turis asing lebih kuat\n\n⛽ Efek ke BBM & Energi\n\n✔️ Indonesia masih impor minyak\n✔️ Dolar naik = biaya impor naik\n✔️ BBM berpotensi ikut naik\n\n📉 KENAPA EMAS MALAH BISA TURUN?\n\nMenariknya…\n\n💡 Saat krisis, investor lebih pilih dolar\nBukan emas\n\n➡️ Karena dolar dianggap lebih likuid dan aman saat ini\n\n🧠 CARA CERDAS MENGHADAPI SITUASI INI\n\nJangan panik. Tapi juga jangan cuek.\n\nIni yang bisa lo lakukan 👇\n\n✅ Pantau kurs secara rutin\n✅ Atur ulang keuangan lo\n✅ Diversifikasi aset (jangan cuma rupiah)\n✅ Siapkan strategi jangka panjang\n✅ Ambil keputusan berdasarkan data, bukan emosi\n\n🚨 KESIMPULAN BESAR\n\nRupiah 17.000 bukan akhir…\n\nTapi ini adalah peringatan awal.\n\nTentang:\n⚠️ Dunia yang sedang tidak stabil\n⚠️ Ekonomi global yang berubah\n⚠️ Dan pentingnya lo siap secara finansial\n\n🎯 KENAPA HARUS NONTON VIDEO INI SAMPAI HABIS?\n\nKarena di video ini lo bakal dapet:\n\n✔️ Penjelasan lengkap & mudah dipahami\n✔️ Analisis tajam tanpa ribet\n✔️ Insight yang jarang dibahas\n✔️ Cara bertahan di kondisi ekonomi sulit\n\n🔔 SUPPOCHANNEL INNER BOOST\n\nKalau lo suka konten yang:\n💡 Ngebuka cara berpikir\n💡 Ngebantu lo lebih siap secara mental & finansial\n💡 Dan relevan banget sama kehidupan nyata\n\n👉 Jangan lupa:\n\n✅ LIKE 👍\n✅ COMMENT 💬\n✅ SHARE 🔁\n✅ SUBSCRIBE 🔔\n\nKarena dukungan lo bantu channel ini terus berkembang 🙌\n\n\n\n#nilaitukarrupiah #kursdollar #ekonomiglobal #ekonomidunia #ekonominasional #inflasi  #Rupiah17000 #DolarNaik #hargaminyak  #EkonomiIndonesia #KursRupiah\n#BeritaEkonomi #RupiahMelemah #DolarAS\n#Investasi #Keuangan #KrisisEkonomi #PerangGlobal #IHSG #HargaNaik #InnerBoost\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "zQ-T67u7Do0"}}, {"key": "InnerBoost", "attributes": {"label": "InnerBoost", "x": 593.0423277880387, "y": 773.7447798916892, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.8308, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "zQ-T67u7Do0", "id": "InnerBoost", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus 17.000! Ini Dampak Nyatanya ke Hidup\n\n🔥 Rupiah Tembus 17.000! Ini Dampak Nyatanya ke Hidup Lo (Harga Naik Semua?)\n\n💥 Rupiah akhirnya tembus Rp17.000 per dolar AS…\nDan ini bukan sekadar angka.\n\nIni adalah alarm bahaya ekonomi yang dampaknya bisa langsung kerasa ke kehidupan lo sehari-hari.\n\nMulai dari:\n💸 Harga barang naik\n✈️ Liburan makin mahal\n⛽ BBM berpotensi naik\n📉 Bahkan ekonomi Indonesia bisa ikut tertekan\n\nDi video ini, kita bakal kupas tuntas dengan cara yang simple, santai, tapi dalam banget tentang:\n\n📊 APA YANG TERJADI DENGAN RUPIAH?\n\n✅ Rupiah melemah hingga tembus Rp17.000\n✅ Dolar AS menguat signifikan di tahun 2026\n✅ Ini jadi salah satu pelemahan paling serius dalam beberapa waktu terakhir\n\nTapi… kenapa ini bisa terjadi?\n\n🌍 PENYEBAB UTAMA RUPIAH MELEMAH\n\n🔥 Bukan cuma faktor dalam negeri…\nAda kekuatan besar dari luar yang bikin rupiah tertekan:\n\n✔️ Penguatan dolar AS (DXY naik drastis)\n✔️ Suku bunga tinggi dari The Fed\n✔️ Ketidakpastian ekonomi global\n✔️ Konflik geopolitik (Perang AS vs Iran)\n\n💡 Investor global sekarang lagi “lari” ke dolar sebagai safe haven\nDan efeknya?\n\n➡️ Mata uang lain, termasuk rupiah… ikut jatuh\n\n⚠️ PREDIKSI MENGERIKAN: RUPIAH BISA TEMBUS 17.500\n\n📉 Menurut analis, kalau konflik global gak mereda:\n\n👉 Rupiah bisa jatuh lebih dalam ke Rp17.500\n\nArtinya?\n\n❗ Tekanan ekonomi makin berat\n❗ Harga-harga makin naik\n❗ Daya beli masyarakat bisa turun\n\n💰 DAMPAK LANGSUNG KE KEHIDUPAN LO\n\nIni bagian paling penting…\n\nKarena efeknya bukan cuma di berita, tapi di dompet lo langsung 👇\n\n🛒 Harga Barang Naik\n\n✔️ Barang impor jadi lebih mahal\n✔️ Elektronik, bahan baku, hingga makanan ikut naik\n\n🏭 Biaya Produksi Meningkat\n\n✔️ Industri tergantung impor kena dampak\n✔️ Ujung-ujungnya harga jual naik\n\n✈️ Liburan ke Luar Negeri Mahal\n\n✔️ Tiket & hotel naik\n✔️ Semua transaksi pakai dolar jadi lebih berat\n\n📈 Tapi Ada yang Diuntungkan!\n\n✔️ Eksportir dapat untung lebih besar\n✔️ Pariwisata Indonesia bisa naik karena turis asing lebih kuat\n\n⛽ Efek ke BBM & Energi\n\n✔️ Indonesia masih impor minyak\n✔️ Dolar naik = biaya impor naik\n✔️ BBM berpotensi ikut naik\n\n📉 KENAPA EMAS MALAH BISA TURUN?\n\nMenariknya…\n\n💡 Saat krisis, investor lebih pilih dolar\nBukan emas\n\n➡️ Karena dolar dianggap lebih likuid dan aman saat ini\n\n🧠 CARA CERDAS MENGHADAPI SITUASI INI\n\nJangan panik. Tapi juga jangan cuek.\n\nIni yang bisa lo lakukan 👇\n\n✅ Pantau kurs secara rutin\n✅ Atur ulang keuangan lo\n✅ Diversifikasi aset (jangan cuma rupiah)\n✅ Siapkan strategi jangka panjang\n✅ Ambil keputusan berdasarkan data, bukan emosi\n\n🚨 KESIMPULAN BESAR\n\nRupiah 17.000 bukan akhir…\n\nTapi ini adalah peringatan awal.\n\nTentang:\n⚠️ Dunia yang sedang tidak stabil\n⚠️ Ekonomi global yang berubah\n⚠️ Dan pentingnya lo siap secara finansial\n\n🎯 KENAPA HARUS NONTON VIDEO INI SAMPAI HABIS?\n\nKarena di video ini lo bakal dapet:\n\n✔️ Penjelasan lengkap & mudah dipahami\n✔️ Analisis tajam tanpa ribet\n✔️ Insight yang jarang dibahas\n✔️ Cara bertahan di kondisi ekonomi sulit\n\n🔔 SUPPOCHANNEL INNER BOOST\n\nKalau lo suka konten yang:\n💡 Ngebuka cara berpikir\n💡 Ngebantu lo lebih siap secara mental & finansial\n💡 Dan relevan banget sama kehidupan nyata\n\n👉 Jangan lupa:\n\n✅ LIKE 👍\n✅ COMMENT 💬\n✅ SHARE 🔁\n✅ SUBSCRIBE 🔔\n\nKarena dukungan lo bantu channel ini terus berkembang 🙌\n\n\n\n#nilaitukarrupiah #kursdollar #ekonomiglobal #ekonomidunia #ekonominasional #inflasi  #Rupiah17000 #DolarNaik #hargaminyak  #EkonomiIndonesia #KursRupiah\n#BeritaEkonomi #RupiahMelemah #DolarAS\n#Investasi #Keuangan #KrisisEkonomi #PerangGlobal #IHSG #HargaNaik #InnerBoost\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "zQ-T67u7Do0"}}, {"key": "@changkircoffee", "attributes": {"label": "@changkircoffee", "x": 766.3789916260265, "y": 276.6378159364612, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.2599, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "xpEo1Runo4E", "id": "@changkircoffee", "source": "youtube-000001", "content": "Tgl 14 April 2026: Harga Logam Mulia Emas Dunia Hari Ini | Gold Price per troy ons in US Dollar\n\nHarga emas dunia hari ini kembali menjadi sorotan setelah mengalami pergerakan yang sangat fluktuatif dalam beberapa hari terakhir. Dalam video ini, kita membahas secara lengkap update harga emas hari ini per troy ons (8–14 April 2026) dengan pendekatan analisis konsultan keuangan profesional berbasis data dan faktor global.\n\nMulai dari lonjakan tajam hingga penurunan tiba-tiba, semua dibedah secara detail untuk membantu Anda memahami trend emas terkini, bukan sekadar melihat angka. Yang lebih penting lagi, video ini mengungkap rahasia pergerakan emas yang jarang diketahui oleh investor pemula hingga menengah.\n\n📊 Dengan mempertimbangkan faktor penting seperti:\nSuku bunga The Fed (3,75%)\nPergerakan nilai tukar rupiah dengan dollar\nSentimen pasar global\nPola pergerakan harga emas dunia\n\nKami juga memberikan prediksi harga emas dunia hari ini (14 April 2026) dengan dua skenario: terbaik (bullish) dan terburuk (bearish).\n\n⚠️ Fakta mengejutkan:\nBanyak investor masih salah membaca arah emas saat ini. Video ini akan membantu Anda memahami kapan emas naik, kapan emas turun, dan bagaimana membaca sinyalnya dengan lebih cerdas.\n\n🔥 TOPIK YANG DIBAHAS DALAM VIDEO INI:\n✔️ Harga emas hari ini\n✔️ Daftar harga emas hari ini (global per troy ons)\n✔️ Harga emas dunia terbaru\n✔️ Update harga emas terkini April 2026\n✔️ Trend emas naik atau turun\n✔️ Prediksi harga emas hari ini\n✔️ Analisis harga emas berbasis suku bunga The Fed\n✔️ Faktor penyebab emas naik dan emas anjlok\n✔️ Insight investasi emas untuk pemula & profesional\n\n💡 Kenapa video ini penting banget?\nKarena harga emas bukan hanya angka…\nMelainkan sinyal besar dari kondisi ekonomi dunia.\n\nJika Anda serius dalam:\nInvestasi emas\nMemantau harga emas batangan\nMengikuti harga emas Antam, UBS, Galeri 24\nAtau sekadar ingin tahu kapan waktu terbaik beli/jual emas\n\n👉 Video ini wajib Anda tonton sampai selesai (jangan skip).\n\n📈 KEYWORDS:\nharga emas hari ini, daftar harga emas hari ini, harga emas terkini, harga emas terbaru, trend emas, info emas terbaru, update harga emas, harga emas turun, emas naik, emas anjlok, prediksi harga emas, harga emas perhiasan, harga emas indonesia, harga emas pegadaian, harga emas dunia, harga emas batangan, harga emas antam, harga emas galeri 24, harga emas ubs, buyback emas, harga emas 1 gram, investasi emas, harga emas 24 karat, harga emas 0.01 gram, nilai tukar rupiah dengan dollar\n\n🔔 Jangan lupa:\nLike, Share, dan Subscribe untuk mendapatkan update harga emas dunia hari ini secara rutin dengan analisis tajam dan mudah dipahami.\n\nKarena satu keputusan kecil hari ini…\nbisa berdampak besar untuk masa depan finansial Anda.\n---\n#changkircoffee #shorts #long #literasiemas #investasiemas #logammulia #emas #hargaemas #hargaemashariini #literasikeuangan #keuangan #receh #carauang #logikauang #pendapatanonline #penghasilanonline #uang #uangdigital #finansial #financialfreedom #mindsetsukses #mindsetuang #mesinuangdigital #genzindonesia #mahasiswa #motivasi #motivasisukses #motivasikerja #kerjapintar #politiktempatkerja #politikpintar #politikkantor #rahasia #jarangdiketahui #fakta #90persensalah #terbongkar #viralbanget #wajibtau #realita #animasi #kartun #kartunlucu #cartoon #funny #lucu #animation #4000jam #1000subscribe #kuis\n---\nTerimakasih atas dukung Anda.\n   /", "post_id": "xpEo1Runo4E"}}, {"key": "changkircoffee", "attributes": {"label": "changkircoffee", "x": 437.6681162410594, "y": 109.76541250496619, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.6272, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 7, "out_degree": 0, "degree": 7}, "_id": "xpEo1Runo4E", "id": "changkircoffee", "source": "youtube-000001", "content": "Tgl 14 April 2026: Harga Logam Mulia Emas Dunia Hari Ini | Gold Price per troy ons in US Dollar\n\nHarga emas dunia hari ini kembali menjadi sorotan setelah mengalami pergerakan yang sangat fluktuatif dalam beberapa hari terakhir. Dalam video ini, kita membahas secara lengkap update harga emas hari ini per troy ons (8–14 April 2026) dengan pendekatan analisis konsultan keuangan profesional berbasis data dan faktor global.\n\nMulai dari lonjakan tajam hingga penurunan tiba-tiba, semua dibedah secara detail untuk membantu Anda memahami trend emas terkini, bukan sekadar melihat angka. Yang lebih penting lagi, video ini mengungkap rahasia pergerakan emas yang jarang diketahui oleh investor pemula hingga menengah.\n\n📊 Dengan mempertimbangkan faktor penting seperti:\nSuku bunga The Fed (3,75%)\nPergerakan nilai tukar rupiah dengan dollar\nSentimen pasar global\nPola pergerakan harga emas dunia\n\nKami juga memberikan prediksi harga emas dunia hari ini (14 April 2026) dengan dua skenario: terbaik (bullish) dan terburuk (bearish).\n\n⚠️ Fakta mengejutkan:\nBanyak investor masih salah membaca arah emas saat ini. Video ini akan membantu Anda memahami kapan emas naik, kapan emas turun, dan bagaimana membaca sinyalnya dengan lebih cerdas.\n\n🔥 TOPIK YANG DIBAHAS DALAM VIDEO INI:\n✔️ Harga emas hari ini\n✔️ Daftar harga emas hari ini (global per troy ons)\n✔️ Harga emas dunia terbaru\n✔️ Update harga emas terkini April 2026\n✔️ Trend emas naik atau turun\n✔️ Prediksi harga emas hari ini\n✔️ Analisis harga emas berbasis suku bunga The Fed\n✔️ Faktor penyebab emas naik dan emas anjlok\n✔️ Insight investasi emas untuk pemula & profesional\n\n💡 Kenapa video ini penting banget?\nKarena harga emas bukan hanya angka…\nMelainkan sinyal besar dari kondisi ekonomi dunia.\n\nJika Anda serius dalam:\nInvestasi emas\nMemantau harga emas batangan\nMengikuti harga emas Antam, UBS, Galeri 24\nAtau sekadar ingin tahu kapan waktu terbaik beli/jual emas\n\n👉 Video ini wajib Anda tonton sampai selesai (jangan skip).\n\n📈 KEYWORDS:\nharga emas hari ini, daftar harga emas hari ini, harga emas terkini, harga emas terbaru, trend emas, info emas terbaru, update harga emas, harga emas turun, emas naik, emas anjlok, prediksi harga emas, harga emas perhiasan, harga emas indonesia, harga emas pegadaian, harga emas dunia, harga emas batangan, harga emas antam, harga emas galeri 24, harga emas ubs, buyback emas, harga emas 1 gram, investasi emas, harga emas 24 karat, harga emas 0.01 gram, nilai tukar rupiah dengan dollar\n\n🔔 Jangan lupa:\nLike, Share, dan Subscribe untuk mendapatkan update harga emas dunia hari ini secara rutin dengan analisis tajam dan mudah dipahami.\n\nKarena satu keputusan kecil hari ini…\nbisa berdampak besar untuk masa depan finansial Anda.\n---\n#changkircoffee #shorts #long #literasiemas #investasiemas #logammulia #emas #hargaemas #hargaemashariini #literasikeuangan #keuangan #receh #carauang #logikauang #pendapatanonline #penghasilanonline #uang #uangdigital #finansial #financialfreedom #mindsetsukses #mindsetuang #mesinuangdigital #genzindonesia #mahasiswa #motivasi #motivasisukses #motivasikerja #kerjapintar #politiktempatkerja #politikpintar #politikkantor #rahasia #jarangdiketahui #fakta #90persensalah #terbongkar #viralbanget #wajibtau #realita #animasi #kartun #kartunlucu #cartoon #funny #lucu #animation #4000jam #1000subscribe #kuis\n---\nTerimakasih atas dukung Anda.\n   /", "post_id": "xpEo1Runo4E"}}, {"key": "@fathirahmadramadhan8228", "attributes": {"label": "@fathirahmadramadhan8228", "x": 786.0136328192228, "y": 235.71370217173327, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.2599, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "13PUnPSs524", "id": "@fathirahmadramadhan8228", "source": "youtube-000001", "content": "Dinamika Nilai Tukar Rupiah dan Arus Modal Asing di Tengah Penguatan Reformasi Pasar Modal Indonesia\n\nVideo ini saya buat dengan tujuan menyelesaikan tugas projek pada Mata Kuliah Manajemen Keuangan Internasional.\n\nNama: Fathi Rahmad Ramadhan \nNIM: 01011282328070\nKelas: Indralaya\nDosen Pengampu: Isni Andriana, S.E., M.Fin., Ph.D.\n‪‬", "post_id": "13PUnPSs524"}}, {"key": "isniandrianaunsri4917", "attributes": {"label": "isniandrianaunsri4917", "x": 393.4963308205378, "y": 522.2398828919399, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.8308, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "13PUnPSs524", "id": "isniandrianaunsri4917", "source": "youtube-000001", "content": "Dinamika Nilai Tukar Rupiah dan Arus Modal Asing di Tengah Penguatan Reformasi Pasar Modal Indonesia\n\nVideo ini saya buat dengan tujuan menyelesaikan tugas projek pada Mata Kuliah Manajemen Keuangan Internasional.\n\nNama: Fathi Rahmad Ramadhan \nNIM: 01011282328070\nKelas: Indralaya\nDosen Pengampu: Isni Andriana, S.E., M.Fin., Ph.D.\n‪‬", "post_id": "13PUnPSs524"}}, {"key": "@OpiniPedia-y6p", "attributes": {"label": "@OpiniPedia-y6p", "x": 222.91939044612474, "y": 165.10821818034816, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.2599, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "0DbjjO_idOQ", "id": "@OpiniPedia-y6p", "source": "youtube-000001", "content": "Penyebab Rupiah Melemah dan Solusinya\n\nPenyebab Rupiah Melemah dan Solusinya  #analisis #investasi #podcast #videoshorts #sahamSubscribe\nRifan Kurniawan menjelaskan dua faktor utama pelemahan rupiah: spread gap suku bunga BI vs The Fed yang kecil dan penurunan harga komoditas ekspor. #shorts #rupiah #ekonomi #bankindonesia #investasi  kami yahh -y6p #shorts #short #videoshorts #podcast", "post_id": "0DbjjO_idOQ"}}, {"key": "OpiniPedia", "attributes": {"label": "OpiniPedia", "x": 828.4495043293596, "y": 231.97597477891983, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.8308, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "0DbjjO_idOQ", "id": "OpiniPedia", "source": "youtube-000001", "content": "Penyebab Rupiah Melemah dan Solusinya\n\nPenyebab Rupiah Melemah dan Solusinya  #analisis #investasi #podcast #videoshorts #sahamSubscribe\nRifan Kurniawan menjelaskan dua faktor utama pelemahan rupiah: spread gap suku bunga BI vs The Fed yang kecil dan penurunan harga komoditas ekspor. #shorts #rupiah #ekonomi #bankindonesia #investasi  kami yahh -y6p #shorts #short #videoshorts #podcast", "post_id": "0DbjjO_idOQ"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "attributes": {"label": "@tuturmediadigital", "x": 861.7737582247986, "y": 476.56381296154603, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.2599, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "L19YHMZizE0", "id": "@tuturmediadigital", "source": "youtube-000001", "content": "LIVE: 2 Bulan Perang Israel-AS Vs Iran, INDEF Ungkap Dampaknya ke Perekonomian Indonesia\n\nTUTUR.co.id - Eskalasi perang antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran yang telah berlangsung selama dua bulan mulai memberikan tekanan signifikan terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia. Kenaikan harga minyak dunia yang sempat menembus US$100 per barel memicu kekhawatiran terhadap inflasi, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga potensi capital outflow.\n\nMenanggapi kondisi tersebut, INDEF menggelar diskusi publik bertajuk “2 Bulan Perang Israel-AS Vs. Iran: Waspada Dampak ke Perekonomian!” guna mengkaji dampak konflik terhadap ekonomi nasional. Diskusi ini juga membahas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I dan II 2026 serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang lebih adaptif bagi pemerintah dan pelaku usaha.\n\n#breakingnews #beritaterkini #newsupdate #beritaekonomi #tuturmediadigital #tuturtv \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...\n\n-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------", "post_id": "L19YHMZizE0"}}, {"key": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "tuturtvmedia", "x": 237.20290067559503, "y": 651.8373114173557, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.8308, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "L19YHMZizE0", "id": "tuturtvmedia", "source": "youtube-000001", "content": "LIVE: 2 Bulan Perang Israel-AS Vs Iran, INDEF Ungkap Dampaknya ke Perekonomian Indonesia\n\nTUTUR.co.id - Eskalasi perang antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran yang telah berlangsung selama dua bulan mulai memberikan tekanan signifikan terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia. Kenaikan harga minyak dunia yang sempat menembus US$100 per barel memicu kekhawatiran terhadap inflasi, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga potensi capital outflow.\n\nMenanggapi kondisi tersebut, INDEF menggelar diskusi publik bertajuk “2 Bulan Perang Israel-AS Vs. Iran: Waspada Dampak ke Perekonomian!” guna mengkaji dampak konflik terhadap ekonomi nasional. Diskusi ini juga membahas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I dan II 2026 serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang lebih adaptif bagi pemerintah dan pelaku usaha.\n\n#breakingnews #beritaterkini #newsupdate #beritaekonomi #tuturmediadigital #tuturtv \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...\n\n-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------", "post_id": "L19YHMZizE0"}}, {"key": "@SobatPorto", "attributes": {"label": "@SobatPorto", "x": 630.6384612846404, "y": 532.9949087226215, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.2599, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2uFTDQACzHE", "id": "@SobatPorto", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Diserang KETIDAKPASTIAN! Siapkan Strategi Ini. / Rekomendasi Saham: MEDC, HRUM\n\nBuat yang mau sinyal saham setiap harinya 👇\nhttps://t.me/SobatportopublicChannel\n\nFollow Instagram Kami  \nhttps://www.instagram.com/sobatporto?...\n\nFollow Tiktok Kami  \nhttps://www.tiktok.com/?_r...\n\nChapters:\n00:00 Market Review Minggu Ini.\n00:59 Mayoritas Asing Keluar dari IHSG!\n02:53 Skenario Terdepan IHSG.\n05:20 Big Banks Mengkhawatirkan!\n06:49 Sektor ini Masih Menarik.\n07:45 Saham yang Rutin Dijual Asing\n08:08 Apa Kabar Rupiah Kita?\n08:49 Keputusan The Fed yang Mempengaruhi IHSG.\n09:43 Ketidakpastian Perang Iran - US\n10:08 Strategi yang Harus Dilakukan.\n\n#rupiah #tradingsaham #belajarsaham", "post_id": "2uFTDQACzHE"}}, {"key": "sobatporto", "attributes": {"label": "sobatporto", "x": 726.4831390934153, "y": 273.35863829280294, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.4502, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "2uFTDQACzHE", "id": "sobatporto", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Diserang KETIDAKPASTIAN! Siapkan Strategi Ini. / Rekomendasi Saham: MEDC, HRUM\n\nBuat yang mau sinyal saham setiap harinya 👇\nhttps://t.me/SobatportopublicChannel\n\nFollow Instagram Kami  \nhttps://www.instagram.com/sobatporto?...\n\nFollow Tiktok Kami  \nhttps://www.tiktok.com/?_r...\n\nChapters:\n00:00 Market Review Minggu Ini.\n00:59 Mayoritas Asing Keluar dari IHSG!\n02:53 Skenario Terdepan IHSG.\n05:20 Big Banks Mengkhawatirkan!\n06:49 Sektor ini Masih Menarik.\n07:45 Saham yang Rutin Dijual Asing\n08:08 Apa Kabar Rupiah Kita?\n08:49 Keputusan The Fed yang Mempengaruhi IHSG.\n09:43 Ketidakpastian Perang Iran - US\n10:08 Strategi yang Harus Dilakukan.\n\n#rupiah #tradingsaham #belajarsaham", "post_id": "2uFTDQACzHE"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 352.6949486951857, "y": 297.9468091236566, "size": 13.86, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.2599, "eigenvector": 121.803, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "e7wv3XBGyCE", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Masih Dibayangi Sentimen Global, IHSG Pekan Ini Diproyeksi Mixed Cenderung Melemah | MILENOMICS\n\nIHSG memasuki pekan pendek dengan tekanan tinggi setelah anjlok 6,61% ke level 7.129,49, dipicu kombinasi sentimen global dan domestik yang memburuk. Eskalasi geopolitik di Timur Tengah mendorong lonjakan harga energi, memperkuat dolar AS, serta meningkatkan kekhawatiran inflasi global, yang berujung pada aksi risk-off dan capital outflow besar dari pasar Indonesia. Tekanan juga datang dari pembekuan rebalancing MSCI serta pelemahan rupiah ke level terendah sepanjang sejarah, memperparah aksi jual pada saham-saham blue chip. Dalam jangka pendek, pergerakan indeks diperkirakan masih volatil dengan kecenderungan melemah, meskipun peluang technical rebound terbuka karena kondisi oversold. Investor disarankan tetap defensif, selektif, dan fokus pada saham dengan fundamental kuat serta sektor yang diuntungkan seperti energi dan domestik-driven, sambil mencermati level support krusial IHSG dan dinamika global yang masih menjadi penentu utama arah pasar.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "e7wv3XBGyCE"}}], "edges": [{"key": "noctur8e", "source": "noctur8e", "target": "ECOFINSC", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "noctur8e", "source": "noctur8e", "target": "ECOFINSC", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "AloelAsheen", "source": "AloelAsheen", "target": "qentrunx", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "AloelAsheen", "source": "AloelAsheen", "target": "qentrunx", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "agus_salim95165", "source": "agus_salim95165", "target": "qentrunx", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "agus_salim95165", "source": "agus_salim95165", "target": "qentrunx", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "suryolaksono97", "source": "suryolaksono97", "target": "qentrunx", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "suryolaksono97", "source": "suryolaksono97", "target": "qentrunx", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Niceguy26154107", "source": "Niceguy26154107", "target": "qentrunx", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Niceguy26154107", "source": "Niceguy26154107", "target": "qentrunx", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "AlasKecubu406", "source": "AlasKecubu406", "target": "qentrunx", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "AlasKecubu406", "source": "AlasKecubu406", "target": "qentrunx", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "hariankompas", "source": "hariankompas", "target": "hariankompas.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "hariankompas", "source": "hariankompas", "target": "hariankompas.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "cnbcindonesia", "source": "cnbcindonesia", "target": "cnbcindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "celebesmedia.id", "source": "celebesmedia.id", "target": "celebesmedia.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "celebesmedia.id", "source": "celebesmedia.id", "target": "celebespsm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kokocicisaham", "source": "kokocicisaham", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "indonesia.bernarasi", "source": "indonesia.bernarasi", "target": "CryptoCentric", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ahzatsa01", "source": "ahzatsa01", "target": "sekuritas", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ahzatsa01", "source": "ahzatsa01", "target": "analis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cuan.clip1", "source": "cuan.clip1", "target": "rivan.kurniawan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "sukses.clipp", "source": "sukses.clipp", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "belajar.bercuan", "source": "belajar.bercuan", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "pintarbercuan", "source": "pintarbercuan", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "bangkabelitunginfonew1", "source": "bangkabelitunginfonew1", "target": "bangkabelitunginfonew", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "arahjakarta", "source": "arahjakarta", "target": "arahjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@terusterangmediaofficial", "source": "@terusterangmediaofficial", "target": "terusterangid...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@changkircoffee", "source": "@changkircoffee", "target": "changkircoffee", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@changkircoffee", "source": "@changkircoffee", "target": "changkircoffee", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@changkircoffee", "source": "@changkircoffee", "target": "changkircoffee", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@changkircoffee", "source": "@changkircoffee", "target": "changkircoffee", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@changkircoffee", "source": "@changkircoffee", "target": "changkircoffee", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@changkircoffee", "source": "@changkircoffee", "target": "changkircoffee", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@changkircoffee", "source": "@changkircoffee", "target": "changkircoffee", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@fathirahmadramadhan8228", "source": "@fathirahmadramadhan8228", "target": "isniandrianaunsri4917", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OpiniPedia-y6p", "source": "@OpiniPedia-y6p", "target": "OpiniPedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "source": "@tuturmediadigital", "target": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SobatPorto", "source": "@SobatPorto", "target": "sobatporto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SobatPorto", "source": "@SobatPorto", "target": "sobatporto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SobatPorto", "source": "@SobatPorto", "target": "sobatporto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}