{"nodes": [{"key": "bank_indonesia_kediri", "attributes": {"label": "bank_indonesia_kediri", "x": 263.17139783445845, "y": 883.9436213574908, "size": 9.76, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 16.5195, "eigenvector": 96.9593, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3880825903077690239_3072612250", "id": "bank_indonesia_kediri", "source": "instagram-000001", "content": "Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 April 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%.\n\nKeputusan ini masih konsisten dengan upaya meningkatkan efektivitas strategi penyesuaian struktur suku bunga instrumen operasi moneter dalam memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak memburuknya kondisi perekonomian global akibat perang di Timur Tengah.\n\nKe depan, Bank Indonesia siap menempuh penguatan lebih lanjut kebijakan moneter yang diperlukan untuk tetap mempertahankan stabilitas nilai tukar Rupiah dan menjaga inflasi 2026 dan 2027 dalam sasaran 2,5±1%.\n\nSementara itu, kebijakan makroprudensial terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit/pembiayaan ke sektor riil dengan tetap mempertahankan stabilitas sistem keuangan.\n\nKebijakan sistem pembayaran terus diarahkan untuk turut menopang kegiatan ekonomi melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran.\n\nDengan dipertahankannya BI-Rate pada level 4,75% di #RDGBI April 2026, bagaimana Sobat mengambil peran untuk terus #BeriMakna bagi perekonomian nasional?\n\nrepost \n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3880825903077690239_3072612250"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 705.495206468325, "y": 367.4063738500652, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 70.3456, "eigenvector": 172.0885, "in_degree": 7, "out_degree": 0, "degree": 7}, "_id": "3880825903077690239_3072612250", "id": "bank_indonesia", "source": "instagram-000001", "content": "Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 April 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%.\n\nKeputusan ini masih konsisten dengan upaya meningkatkan efektivitas strategi penyesuaian struktur suku bunga instrumen operasi moneter dalam memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak memburuknya kondisi perekonomian global akibat perang di Timur Tengah.\n\nKe depan, Bank Indonesia siap menempuh penguatan lebih lanjut kebijakan moneter yang diperlukan untuk tetap mempertahankan stabilitas nilai tukar Rupiah dan menjaga inflasi 2026 dan 2027 dalam sasaran 2,5±1%.\n\nSementara itu, kebijakan makroprudensial terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit/pembiayaan ke sektor riil dengan tetap mempertahankan stabilitas sistem keuangan.\n\nKebijakan sistem pembayaran terus diarahkan untuk turut menopang kegiatan ekonomi melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran.\n\nDengan dipertahankannya BI-Rate pada level 4,75% di #RDGBI April 2026, bagaimana Sobat mengambil peran untuk terus #BeriMakna bagi perekonomian nasional?\n\nrepost \n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3880825903077690239_3072612250"}}, {"key": "bank_indonesia_papuabarat", "attributes": {"label": "bank_indonesia_papuabarat", "x": 184.32162209357506, "y": 709.7544312841799, "size": 9.76, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 16.5195, "eigenvector": 96.9593, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3882147924981384803_13254887390", "id": "bank_indonesia_papuabarat", "source": "instagram-000001", "content": "Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 April 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%.\n\nKeputusan ini masih konsisten dengan upaya meningkatkan efektivitas strategi penyesuaian struktur suku bunga instrumen operasi moneter dalam memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak memburuknya kondisi perekonomian global akibat perang di Timur Tengah.\n\nKe depan, Bank Indonesia siap menempuh penguatan lebih lanjut kebijakan moneter yang diperlukan untuk tetap mempertahankan stabilitas nilai tukar Rupiah dan menjaga inflasi 2026 dan 2027 dalam sasaran 2,5±1%.\n\nSementara itu, kebijakan makroprudensial terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit/pembiayaan ke sektor riil dengan tetap mempertahankan stabilitas sistem keuangan.\n\nKebijakan sistem pembayaran terus diarahkan untuk turut menopang kegiatan ekonomi melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran.\n\nDengan dipertahankannya BI-Rate pada level 4,75% di #RDGBI April 2026, bagaimana Sobat mengambil peran untuk terus #BeriMakna bagi perekonomian nasional?\n\n#diSetiapMaknaIndonesia\n#Repost", "post_id": "3882147924981384803_13254887390"}}, {"key": "bank_indonesia_malut", "attributes": {"label": "bank_indonesia_malut", "x": 8.479668841086418, "y": 991.8599183972046, "size": 9.76, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 16.5195, "eigenvector": 96.9593, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3881231209150485265_3117095536", "id": "bank_indonesia_malut", "source": "instagram-000001", "content": "Suba jou #SobRuMalut\n.\n.\n.\nHalo SobRu Malut !\nRapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 April 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%. \n.\nKeputusan ini masih konsisten dengan upaya meningkatkan efektivitas strategi penyesuaian struktur suku bunga instrumen operasi moneter dalam memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak memburuknya kondisi perekonomian global akibat perang di Timur Tengah. \n.\nKe depan, Bank Indonesia siap menempuh penguatan lebih lanjut kebijakan moneter yang diperlukan untuk tetap mempertahankan stabilitas nilai tukar Rupiah dan menjaga inflasi 2026 dan 2027 dalam sasaran 2,5±1%. \n.\nSementara itu, kebijakan makroprudensial terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredit/pembiayaan ke sektor riil dengan tetap mempertahankan stabilitas sistem keuangan. \n.\nKebijakan sistem pembayaran terus diarahkan untuk turut menopang kegiatan ekonomi melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran.\n.\nDengan dipertahankannya BI-Rate pada level 4,75% di #RDGBI April 2026, bagaimana Sobat mengambil peran untuk terus #BeriMakna bagi perekonomian nasional?\n#repostfrom \n.\n.\n.\n#bimalutmantap", "post_id": "3881231209150485265_3117095536"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 403.7018376096696, "y": 309.84509924941375, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 23.0505, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 3, "degree": 6}, "_id": "3880772705847586197_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) memutuskan menahan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75%, sesuai prediksi pasar.\n\nGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan keputusan ini diambil untuk menjaga stabilitas rupiah dan memastikan inflasi tetap dalam sasaran di tengah tekanan ekonomi global serta dampak perang di Timur Tengah.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#bankindonesia #sukubunga #birate #bloombergtechnoz", "post_id": "3880772705847586197_51748745734"}}, {"key": "sahambbk", "attributes": {"label": "sahambbk", "x": 920.9082459159843, "y": 667.4815193272775, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 110.1293, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3881031769189760249_8368743173", "id": "sahambbk", "source": "instagram-000001", "content": "BI Tahan Bunga di 4,75% Market Aman atau Justru Warning? \n\nDi tengah kondisi global yang masih penuh ketidakpastian, Bank Indonesia memilih menahan suku bunga di level 4,75%.\n\nSekilas terlihat “tenang\" tapi di balik itu, ada pesan penting yang sering dilewatkan investor: \n✅ BI sedang fokus menjaga rupiah tetap stabil\n✅ Inflasi masih terkendali, jadi belum butuh stimulus\n✅ Dan yang paling penting… market masih “nunggu arah global”\n\nBuat investor & trader, ini yang perlu dipahami:\n✅ Suku bunga ditahan = likuiditas belum dilonggarkan\n✅ Market masih sensitif terhadap sentimen global\n✅ Pergerakan IHSG akan lebih banyak dipengaruhi foreign flow\n\nJadi jangan heran kalau market Terlihat “kuat”, tapi tiba-tiba volatile. Naik pelan, tapi gampang goyah\n\n💬 Menurut kamu, dengan BI RATE ditahan ini, apakah IHSG bakal lanjut rally atau malah rawan koreksi?\n\n👇 Tulis pendapat kamu di kolom komentar ya.. \n🔥 Save postingan ini buat referensi\n📲 Share ke teman trading kamu\n❤️ Follow  biar gak ketinggalan insight market tiap hari\n\n#IHSG #SukuBunga #BankIndonesia #InvestasiSaham #SahamIndonesia", "post_id": "3881031769189760249_8368743173"}}, {"key": "bangkabelitunginfonew", "attributes": {"label": "bangkabelitunginfonew", "x": 966.7332092876393, "y": 61.683511551723136, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 110.1293, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3881406030014445473_55481531290", "id": "bangkabelitunginfonew", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan hebat pada perdagangan pasar spot, Kamis (23/4/2026).\n\nMata uang Garuda bahkan sempat menembus level psikologis Rp17.200 per dolar Amerika Serikat (AS), sekaligus menjadi posisi terlemah sepanjang sejarah perdagangan rupiah.\n\nBerdasarkan data perdagangan pagi, rupiah dibuka di level Rp17.221 per dolar AS. Posisi ini melemah sekitar 0,23 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di angka Rp17.181 per dolar AS.\n\nTekanan terhadap rupiah terus berlanjut hingga mendekati pukul 09.00 WIB. Di pasar spot, mata uang domestik bahkan sempat bergerak ke kisaran Rp17.230 per dolar AS.\n\nPelemahan ini memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap stabilitas nilai tukar dan dampaknya terhadap harga barang impor, utang luar negeri, hingga inflasi nasional.\n\nAnalis pasar uang menilai tekanan terhadap rupiah dipengaruhi oleh kombinasi faktor global dan domestik.\n\nPenguatan dolar AS masih menjadi faktor dominan seiring tingginya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.\n\nSelain itu, tensi geopolitik internasional yang belum mereda juga membuat investor global cenderung menarik dana dari negara berkembang, termasuk Indonesia.\n\nDi sisi lain, kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat turut memperburuk sentimen terhadap mata uang emerging market.\n\nInvestor masih menunggu sinyal terbaru dari bank sentral AS atau The Federal Reserve terkait kemungkinan mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama.\n\nPelemahan rupiah kali ini juga menjadi sorotan karena telah melampaui level yang pernah terjadi saat krisis pandemi Covid-19 maupun gejolak ekonomi global sebelumnya.\n\nMeski demikian, sejumlah ekonom menilai pelemahan rupiah masih relatif terkendali selama Bank Indonesia mampu menjaga stabilitas pasar dan cadangan devisa tetap kuat.\n\n📝 selengkapnya di bangka.tribunnews.com\n\nHanya Followers Yang Bisa Komentar‼️\n\nFollow  Buat Kamu Lebih Tau Kabar Seputar Bangka Belitung & Sekitarnya\n\n#bangkabelitunginfo #bangkabelitunginfonew #bangkabelitung #breakingnews #informasi", "post_id": "3881406030014445473_55481531290"}}, {"key": "hariankompas", "attributes": {"label": "hariankompas", "x": 217.20058627236594, "y": 176.83275540219122, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 16.5195, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3881551589442642309_1537212147", "id": "hariankompas", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menembus level Rp 17.300 per dolar AS, tertinggi sepanjang sejarah. Meski kebijakan moneter telah diarahkan untuk menjaga stabilitas, tekanan datang dari penguatan dolar AS dan keluarnya arus modal asing seiring ketidakpastian global.\n\nMengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah berada di level Rp 17.304 per dolar AS pada Kamis (23/4/2026) siang. Dibanding penutupan hari sebelumnya, rupiah melemah 0,72 persen. Bahkan, rupiah telah terdepresasi hingga 3,76 persen secara tahun kalender berjalan.\n\nPelemahan nilai tukar rupiah itu terjadi seiring dengan menguatnya indeks dolar AS terhadap mata uang utama (DXY). Pada periode yang sama, DXY menguat sekitar 0,04 persen ke level 98,65. Penguatan DXY tersebut, antara lain, didorong oleh pergerakan harga minyak global.\n\nSetelah sempat turun ke level 90 dolar AS per barel pada pekan lalu, harga minyak mentah Brent kembali menanjak ke level 103 dolar AS per barel. Ini teradi akibat belum tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran yang mengakibatkan Selat Hormuz kembali ditutup.\n\nDeputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menjelaskan, tekanan terhadap rupiah hari ini dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global yang juga menekan mata uang regional. Pergerakan rupiah masih sejalan dengan kawasan, dengan pelemahan sekitar 3,54 persen secara tahun kalender berjalan.\n\n”Bank Indonesia terus meningkatkan intensitas intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter pro-market guna menjaga daya tarik aset domestik di tengah berlanjutnya dampak konflik Timur Tengah,” ujarnya dalam keterangan tertulis.\n\nBaca selengkapnya dalam \"Hadapi Tekanan Ganda, Rupiah Tembus Rp 17.300\" oleh Agustinus Yoga Primantoro di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n#Rupiah #HarianKompas #Kompasid #AdadiKompas", "post_id": "3881551589442642309_1537212147"}}, {"key": "hariankompas.", "attributes": {"label": "hariankompas.", "x": 381.42848692305154, "y": 942.967044623915, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 30.5611, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3881551589442642309_1537212147", "id": "hariankompas.", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menembus level Rp 17.300 per dolar AS, tertinggi sepanjang sejarah. Meski kebijakan moneter telah diarahkan untuk menjaga stabilitas, tekanan datang dari penguatan dolar AS dan keluarnya arus modal asing seiring ketidakpastian global.\n\nMengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah berada di level Rp 17.304 per dolar AS pada Kamis (23/4/2026) siang. Dibanding penutupan hari sebelumnya, rupiah melemah 0,72 persen. Bahkan, rupiah telah terdepresasi hingga 3,76 persen secara tahun kalender berjalan.\n\nPelemahan nilai tukar rupiah itu terjadi seiring dengan menguatnya indeks dolar AS terhadap mata uang utama (DXY). Pada periode yang sama, DXY menguat sekitar 0,04 persen ke level 98,65. Penguatan DXY tersebut, antara lain, didorong oleh pergerakan harga minyak global.\n\nSetelah sempat turun ke level 90 dolar AS per barel pada pekan lalu, harga minyak mentah Brent kembali menanjak ke level 103 dolar AS per barel. Ini teradi akibat belum tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran yang mengakibatkan Selat Hormuz kembali ditutup.\n\nDeputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menjelaskan, tekanan terhadap rupiah hari ini dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global yang juga menekan mata uang regional. Pergerakan rupiah masih sejalan dengan kawasan, dengan pelemahan sekitar 3,54 persen secara tahun kalender berjalan.\n\n”Bank Indonesia terus meningkatkan intensitas intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter pro-market guna menjaga daya tarik aset domestik di tengah berlanjutnya dampak konflik Timur Tengah,” ujarnya dalam keterangan tertulis.\n\nBaca selengkapnya dalam \"Hadapi Tekanan Ganda, Rupiah Tembus Rp 17.300\" oleh Agustinus Yoga Primantoro di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n#Rupiah #HarianKompas #Kompasid #AdadiKompas", "post_id": "3881551589442642309_1537212147"}}, {"key": "ayovest.id", "attributes": {"label": "ayovest.id", "x": 475.20575534151567, "y": 709.160350092972, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 110.1293, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7292006583209315589", "id": "ayovest.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) akhirnya menaikkan suku bunga acuan BI-7 days reverse repo rate (BI7DRRR) pada Oktober 2023 ke level 6%. Suku bunga Deposit Facility juga naik menjadi 5,25%, dan suku bunga Lending Facility menjadi 6,75%. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan kenaikan ini untuk memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak meningkat tingginya ketidakpastian global, serta sebagai langkah pre-emptive dan forward looking untuk memitigasi dampaknya terhadap inflasi barang impor atau imported inflation. 🔎 Sumber: bisnis.com, cnbcindonesia.com Belajar investasi atau keuangan di  aja biar lebih mudah! 🔔 #ayovest #ayoinvestasi #investasi #sukubunga #ekonomi", "post_id": "7292006583209315589"}}, {"key": "seputarkepri7", "attributes": {"label": "seputarkepri7", "x": 481.75098988766797, "y": 808.7091388632061, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.5195, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7631793312025808148", "id": "seputarkepri7", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kian melemah hingga menembus 17.300 per dolar AS pada perdagangan pagi ini, Kamis (23/4). Posisi terlemah sepanjang sejarah.  Berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah hari ini dibuka melemah 40 poin di level 17.221 per dolar AS dan terus bergerak loyo hingga menembus 17.300 per dolar AS pada pukul 09.28 WIB. Analis dari Doo Financial Lukman Leong menilai, pelemahan rupiah dipicu oleh penguatan dolar AS yang didorong oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik global. Sedangkan keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga acuan dinilai tak cukup kuat untuk menahan tekanan eksternal. Editor: Agustiyanti #rupiah #dolar #nilaitukarrupiah #ekonomiindonesia #prabowo", "post_id": "7631793312025808148"}}, {"key": "katadatacoid", "attributes": {"label": "katadatacoid", "x": 945.1134430366117, "y": 465.4620723772559, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 30.5611, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631793312025808148", "id": "katadatacoid", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kian melemah hingga menembus 17.300 per dolar AS pada perdagangan pagi ini, Kamis (23/4). Posisi terlemah sepanjang sejarah.  Berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah hari ini dibuka melemah 40 poin di level 17.221 per dolar AS dan terus bergerak loyo hingga menembus 17.300 per dolar AS pada pukul 09.28 WIB. Analis dari Doo Financial Lukman Leong menilai, pelemahan rupiah dipicu oleh penguatan dolar AS yang didorong oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik global. Sedangkan keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga acuan dinilai tak cukup kuat untuk menahan tekanan eksternal. Editor: Agustiyanti #rupiah #dolar #nilaitukarrupiah #ekonomiindonesia #prabowo", "post_id": "7631793312025808148"}}, {"key": "haidar1u", "attributes": {"label": "haidar1u", "x": 631.812440631903, "y": 409.9608828351191, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.5195, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7631914616318364935", "id": "haidar1u", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan bahkan menembus level Rp17.300 per dolar AS pada perdagangan pagi 23 April 2026. Hingga pukul 09.35 WIB, rupiah tercatat berada di posisi Rp17.310 per dolar AS atau melemah sekitar 0,74% dibanding penutupan sebelumnya. Pelemahan ini menjadikan rupiah sebagai mata uang dengan kinerja terburuk di Asia pada hari tersebut, sekaligus mencatatkan level terlemah sepanjang sejarah. Tekanan ini dipicu kombinasi faktor eksternal dan domestik, mulai dari ketegangan geopolitik terkait kebijakan Amerika Serikat terhadap Iran hingga kuatnya data ekonomi AS yang mendorong penguatan dolar. Di dalam negeri, beban jatuh tempo utang pemerintah yang besar juga turut menambah tekanan. Ke depan, pergerakan rupiah diperkirakan masih terbatas di kisaran Rp17.250-Rp17.308, dengan Bank Indonesia berupaya menjaga stabilitas melalui kebijakan suku bunga. preset: #fyp #uang #rupiah #indonesia #prabowo", "post_id": "7631914616318364935"}}, {"key": "snowpreset", "attributes": {"label": "snowpreset", "x": 224.31047662075997, "y": 837.872918443958, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 30.5611, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631914616318364935", "id": "snowpreset", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan bahkan menembus level Rp17.300 per dolar AS pada perdagangan pagi 23 April 2026. Hingga pukul 09.35 WIB, rupiah tercatat berada di posisi Rp17.310 per dolar AS atau melemah sekitar 0,74% dibanding penutupan sebelumnya. Pelemahan ini menjadikan rupiah sebagai mata uang dengan kinerja terburuk di Asia pada hari tersebut, sekaligus mencatatkan level terlemah sepanjang sejarah. Tekanan ini dipicu kombinasi faktor eksternal dan domestik, mulai dari ketegangan geopolitik terkait kebijakan Amerika Serikat terhadap Iran hingga kuatnya data ekonomi AS yang mendorong penguatan dolar. Di dalam negeri, beban jatuh tempo utang pemerintah yang besar juga turut menambah tekanan. Ke depan, pergerakan rupiah diperkirakan masih terbatas di kisaran Rp17.250-Rp17.308, dengan Bank Indonesia berupaya menjaga stabilitas melalui kebijakan suku bunga. preset: #fyp #uang #rupiah #indonesia #prabowo", "post_id": "7631914616318364935"}}, {"key": "unexplnd.co", "attributes": {"label": "unexplnd.co", "x": 601.2241485544882, "y": 643.2828963299224, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.5195, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7507164681186839816", "id": "unexplnd.co", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) resmi menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen dalam Rapat Dewan Gubernur yang berlangsung pada 20–21 Mei 2025. Ini merupakan penurunan pertama sejak 2022 dan dilakukan sebagai langkah strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan bahwa keputusan ini diambil karena tekanan inflasi mulai mereda dan nilai tukar rupiah menunjukkan kestabilan. Penurunan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung pemulihan ekonomi jangka menengah dan panjang. Selain itu, BI juga menurunkan suku bunga deposit facility menjadi 4,75 persen dan lending facility menjadi 6,25 persen. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat, mendorong konsumsi dan investasi, serta memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk berkembang. Pasar merespons positif keputusan tersebut, dengan IHSG dan nilai tukar rupiah yang langsung menguat sesaat setelah pengumuman. Ke depan, BI akan terus memantau perkembangan global dan domestik serta memperkuat sinergi kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Follow  for more! #UNEXPLND", "post_id": "7507164681186839816"}}, {"key": "theunexplnd", "attributes": {"label": "theunexplnd", "x": 440.9737646956385, "y": 359.0002822341051, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 30.5611, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7507164681186839816", "id": "theunexplnd", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) resmi menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen dalam Rapat Dewan Gubernur yang berlangsung pada 20–21 Mei 2025. Ini merupakan penurunan pertama sejak 2022 dan dilakukan sebagai langkah strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan bahwa keputusan ini diambil karena tekanan inflasi mulai mereda dan nilai tukar rupiah menunjukkan kestabilan. Penurunan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung pemulihan ekonomi jangka menengah dan panjang. Selain itu, BI juga menurunkan suku bunga deposit facility menjadi 4,75 persen dan lending facility menjadi 6,25 persen. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat, mendorong konsumsi dan investasi, serta memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk berkembang. Pasar merespons positif keputusan tersebut, dengan IHSG dan nilai tukar rupiah yang langsung menguat sesaat setelah pengumuman. Ke depan, BI akan terus memantau perkembangan global dan domestik serta memperkuat sinergi kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Follow  for more! #UNEXPLND", "post_id": "7507164681186839816"}}, {"key": "genbi_unigal", "attributes": {"label": "genbi_unigal", "x": 744.0491916935572, "y": 415.4970072288615, "size": 12.38, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.5195, "eigenvector": 134.5239, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7599179708659469576", "id": "genbi_unigal", "source": "tiktok-000001", "content": "Halo #SobatRupiah ! 👋  Indonesia resmi mempertahankan BI-Rate yang tetap pada level 4,75%. 👀 Bank Indonesia sedang fokus menjaga stabilitas di tengah kondisi global yang belum pasti. Langkah ini diambil supaya nilai tukar Rupiah tetap aman dan inflasi nggak keluar jalur. ✨️ Keputusan ini menjadi sinyal bahwa kebijakan moneter masih diarahkan untuk menjaga keseimbangan inflasi yang tetap pada jalur target 2026–2027, sementara ruang pertumbuhan ekonomi tetap terbuka. Stabilitas ini penting agar aktivitas perekonomian jalan tanpa gejolak berlebihan. 📊🧐  akan terus mengatur kebijakan moneter dan makroprudensial secara hati-hati juga adaptif, sembari meninjau perkembangan ekonomi kedepannya. Intinya kebijakan dijaga agar tetap stabil, dan tetap fleksibel. 🔎😉 Our Social Information 📸 Instagram:  🎵 TikTok: genbi_unigal 📧 Email: genbiuniversitasgaluh ▶️ YouTube: GenBI Universitas Galuh #EnergiUntukNegeri #GenerasiBaruIndonesia #GenBIUnigal", "post_id": "7599179708659469576"}}, {"key": "Bank", "attributes": {"label": "Bank", "x": 897.3279978060159, "y": 69.0287113217669, "size": 5.32, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.2, "eigenvector": 33.3358, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7599179708659469576", "id": "Bank", "source": "tiktok-000001", "content": "Halo #SobatRupiah ! 👋  Indonesia resmi mempertahankan BI-Rate yang tetap pada level 4,75%. 👀 Bank Indonesia sedang fokus menjaga stabilitas di tengah kondisi global yang belum pasti. Langkah ini diambil supaya nilai tukar Rupiah tetap aman dan inflasi nggak keluar jalur. ✨️ Keputusan ini menjadi sinyal bahwa kebijakan moneter masih diarahkan untuk menjaga keseimbangan inflasi yang tetap pada jalur target 2026–2027, sementara ruang pertumbuhan ekonomi tetap terbuka. Stabilitas ini penting agar aktivitas perekonomian jalan tanpa gejolak berlebihan. 📊🧐  akan terus mengatur kebijakan moneter dan makroprudensial secara hati-hati juga adaptif, sembari meninjau perkembangan ekonomi kedepannya. Intinya kebijakan dijaga agar tetap stabil, dan tetap fleksibel. 🔎😉 Our Social Information 📸 Instagram:  🎵 TikTok: genbi_unigal 📧 Email: genbiuniversitasgaluh ▶️ YouTube: GenBI Universitas Galuh #EnergiUntukNegeri #GenerasiBaruIndonesia #GenBIUnigal", "post_id": "7599179708659469576"}}, {"key": "genbiunigal", "attributes": {"label": "genbiunigal", "x": 454.0032923955201, "y": 612.4314744580473, "size": 5.32, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.2, "eigenvector": 33.3358, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7599179708659469576", "id": "genbiunigal", "source": "tiktok-000001", "content": "Halo #SobatRupiah ! 👋  Indonesia resmi mempertahankan BI-Rate yang tetap pada level 4,75%. 👀 Bank Indonesia sedang fokus menjaga stabilitas di tengah kondisi global yang belum pasti. Langkah ini diambil supaya nilai tukar Rupiah tetap aman dan inflasi nggak keluar jalur. ✨️ Keputusan ini menjadi sinyal bahwa kebijakan moneter masih diarahkan untuk menjaga keseimbangan inflasi yang tetap pada jalur target 2026–2027, sementara ruang pertumbuhan ekonomi tetap terbuka. Stabilitas ini penting agar aktivitas perekonomian jalan tanpa gejolak berlebihan. 📊🧐  akan terus mengatur kebijakan moneter dan makroprudensial secara hati-hati juga adaptif, sembari meninjau perkembangan ekonomi kedepannya. Intinya kebijakan dijaga agar tetap stabil, dan tetap fleksibel. 🔎😉 Our Social Information 📸 Instagram:  🎵 TikTok: genbi_unigal 📧 Email: genbiuniversitasgaluh ▶️ YouTube: GenBI Universitas Galuh #EnergiUntukNegeri #GenerasiBaruIndonesia #GenBIUnigal", "post_id": "7599179708659469576"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "attributes": {"label": "@KanalBankIndonesia", "x": 963.2026241450656, "y": 394.4240959859996, "size": 12.38, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.5195, "eigenvector": 134.5239, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "n5tvHHDGMjc", "id": "@KanalBankIndonesia", "source": "youtube-000001", "content": "BI-Rate Tetap 4,75%: Mempertahankan Stabilitas, Mendorong Pertumbuhan Ekonomi\n\nBI-Rate tetap di level 4,75%!\n\n#SobatRupiah, dalam #RDGBI April 2026, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate di level 4,75%.\n\nKeputusan ini masih konsisten dengan upaya memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak memburuknya kondisi perekonomian global akibat perang di Timur Tengah. \n\nLalu, apa lagi langkah kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia?\n\nMari simak rangkuman RDG April 2026 untuk #BeriMakna menambah pemahaman Sobat terkait kebijakan Bank Indonesia di tiap sendi ekonomi nasional!\n\n#diSetiapMaknaIndonesia\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "n5tvHHDGMjc"}}, {"key": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "BankIndonesiaOfficial", "x": 505.2331604168565, "y": 287.47451687649817, "size": 7.65, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 30.5611, "eigenvector": 66.6715, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "n5tvHHDGMjc", "id": "BankIndonesiaOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "BI-Rate Tetap 4,75%: Mempertahankan Stabilitas, Mendorong Pertumbuhan Ekonomi\n\nBI-Rate tetap di level 4,75%!\n\n#SobatRupiah, dalam #RDGBI April 2026, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate di level 4,75%.\n\nKeputusan ini masih konsisten dengan upaya memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak memburuknya kondisi perekonomian global akibat perang di Timur Tengah. \n\nLalu, apa lagi langkah kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia?\n\nMari simak rangkuman RDG April 2026 untuk #BeriMakna menambah pemahaman Sobat terkait kebijakan Bank Indonesia di tiap sendi ekonomi nasional!\n\n#diSetiapMaknaIndonesia\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "n5tvHHDGMjc"}}, {"key": "@Bank_Indonesia_Cirebon", "attributes": {"label": "@Bank_Indonesia_Cirebon", "x": 817.79023622954, "y": 99.94890670381406, "size": 12.38, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.5195, "eigenvector": 134.5239, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "TP7hH4vN_64", "id": "@Bank_Indonesia_Cirebon", "source": "youtube-000001", "content": "BI-Rate Tetap 4,75%: Mempertahankan Stabilitas, Mendorong Pertumbuhan Ekonomi\n\n#SobatRupiah #RDGBI #BeriMakna\nBI-Rate tetap di level 4,75%!\n\n#SobatRupiah, dalam #RDGBI April 2026, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate di level 4,75%.\n\nKeputusan ini masih konsisten dengan upaya memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak memburuknya kondisi perekonomian global akibat perang di Timur Tengah. \n\nLalu, apa lagi langkah kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia?\n\nMari simak rangkuman RDG April 2026 untuk #BeriMakna menambah pemahaman Sobat terkait kebijakan Bank Indonesia di tiap sendi ekonomi nasional!\n\n#diSetiapMaknaIndonesia\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "TP7hH4vN_64"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 204.51732423005276, "y": 126.78392590174559, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.5195, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "EAvkDPJTjeQ", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Kupas Penyebab Rupiah Melemah hingga BI Rate yang Sulit Turun, Begini Analisis Ekonom Core Indonesia\n\nKOMPAS.TV - Kinerja rupiah terus tertekan sepanjang kuartal I 2026 dan berlanjut hingga April ini di atas 17 ribu per dolar Amerika Serikat. \n\nKondisi ini diperkirakan makin mempersempit ruang bagi Bank Indonesia melonggarkan kebijakan moneter, padahal perekonomian dinilai membutuhkan stimulus dalam bentuk penurunan suku bunga.\n\nSejak awal tahun hingga Senin, rupiah tergerus 2,81 persen, menempati posisi kedua terlemah di kawasan. Posisi rupiah hanya lebih baik dari rupee India yang melemah 3,28 persen. Sementara itu, ringgit Malaysia, yuan Tiongkok, dan dolar Singapura mencatatkan penguatan.\n\nPara ekonom mengatakan posisi rupiah masih rentan akibat menguatnya dolar Amerika Serikat dan kembali naiknya harga minyak dunia. Kondisi ini membuat Bank Indonesia sebagai otoritas moneter diprediksi tidak memiliki banyak pilihan.\n\nSejumlah ekonom memproyeksikan pada Rapat Dewan Gubernur yang akan digelar Rabu pekan ini, Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga di 4,75 persen.\n\n#birate #rupiah #rupiahmelemah #ekonomi #bisnis \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "EAvkDPJTjeQ"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 917.4126656258676, "y": 848.7124617773001, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 30.5611, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "EAvkDPJTjeQ", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Kupas Penyebab Rupiah Melemah hingga BI Rate yang Sulit Turun, Begini Analisis Ekonom Core Indonesia\n\nKOMPAS.TV - Kinerja rupiah terus tertekan sepanjang kuartal I 2026 dan berlanjut hingga April ini di atas 17 ribu per dolar Amerika Serikat. \n\nKondisi ini diperkirakan makin mempersempit ruang bagi Bank Indonesia melonggarkan kebijakan moneter, padahal perekonomian dinilai membutuhkan stimulus dalam bentuk penurunan suku bunga.\n\nSejak awal tahun hingga Senin, rupiah tergerus 2,81 persen, menempati posisi kedua terlemah di kawasan. Posisi rupiah hanya lebih baik dari rupee India yang melemah 3,28 persen. Sementara itu, ringgit Malaysia, yuan Tiongkok, dan dolar Singapura mencatatkan penguatan.\n\nPara ekonom mengatakan posisi rupiah masih rentan akibat menguatnya dolar Amerika Serikat dan kembali naiknya harga minyak dunia. Kondisi ini membuat Bank Indonesia sebagai otoritas moneter diprediksi tidak memiliki banyak pilihan.\n\nSejumlah ekonom memproyeksikan pada Rapat Dewan Gubernur yang akan digelar Rabu pekan ini, Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga di 4,75 persen.\n\n#birate #rupiah #rupiahmelemah #ekonomi #bisnis \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "EAvkDPJTjeQ"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 199.69549068451153, "y": 170.4027199679744, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.5195, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "RjZdi40-97E", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Ekonom Core Indonesia soal Penyebab Rupiah Terus Melemah, BI Rate Sulit Turun? | SAPA PAGI\n\nKOMPAS.TV - Kinerja rupiah terus tertekan sepanjang kuartal I 2026 dan berlanjut hingga April ini di atas 17 ribu per dolar Amerika Serikat. \n\nKondisi ini diperkirakan makin mempersempit ruang bagi Bank Indonesia melonggarkan kebijakan moneter, padahal perekonomian dinilai membutuhkan stimulus dalam bentuk penurunan suku bunga.\n\nSejak awal tahun hingga Senin, rupiah tergerus 2,81 persen, menempati posisi kedua terlemah di kawasan. Posisi rupiah hanya lebih baik dari rupee India yang melemah 3,28 persen. Sementara itu, ringgit Malaysia, yuan Tiongkok, dan dolar Singapura mencatatkan penguatan.\n\nPara ekonom mengatakan posisi rupiah masih rentan akibat menguatnya dolar Amerika Serikat dan kembali naiknya harga minyak dunia. Kondisi ini membuat Bank Indonesia sebagai otoritas moneter diprediksi tidak memiliki banyak pilihan.\n\nSejumlah ekonom memproyeksikan pada Rapat Dewan Gubernur yang akan digelar Rabu pekan ini, Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga di 4,75 persen.\n\n#birate #rupiah #rupiahmelemah \n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "RjZdi40-97E"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 175.5531571773824, "y": 299.6203758238425, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 30.5611, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "RjZdi40-97E", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Ekonom Core Indonesia soal Penyebab Rupiah Terus Melemah, BI Rate Sulit Turun? | SAPA PAGI\n\nKOMPAS.TV - Kinerja rupiah terus tertekan sepanjang kuartal I 2026 dan berlanjut hingga April ini di atas 17 ribu per dolar Amerika Serikat. \n\nKondisi ini diperkirakan makin mempersempit ruang bagi Bank Indonesia melonggarkan kebijakan moneter, padahal perekonomian dinilai membutuhkan stimulus dalam bentuk penurunan suku bunga.\n\nSejak awal tahun hingga Senin, rupiah tergerus 2,81 persen, menempati posisi kedua terlemah di kawasan. Posisi rupiah hanya lebih baik dari rupee India yang melemah 3,28 persen. Sementara itu, ringgit Malaysia, yuan Tiongkok, dan dolar Singapura mencatatkan penguatan.\n\nPara ekonom mengatakan posisi rupiah masih rentan akibat menguatnya dolar Amerika Serikat dan kembali naiknya harga minyak dunia. Kondisi ini membuat Bank Indonesia sebagai otoritas moneter diprediksi tidak memiliki banyak pilihan.\n\nSejumlah ekonom memproyeksikan pada Rapat Dewan Gubernur yang akan digelar Rabu pekan ini, Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga di 4,75 persen.\n\n#birate #rupiah #rupiahmelemah \n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "RjZdi40-97E"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 662.9115581554694, "y": 52.81464982413464, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.5195, "eigenvector": 0.017, "in_degree": 0, "out_degree": 14, "degree": 14}, "_id": "XxFUj7L8jS4", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kembali Tahan Suku Bunga di Level 4,75 Persen | IDXC UPDATE\n\nBank Indonesia mempertahankan BI Rate di 4,75% dalam RDG 21–22 April 2026. Gubernur Perry Warjiyo menyebut langkah ini untuk menjaga stabilitas rupiah dan inflasi di tengah ketidakpastian global.\n\nSuku bunga deposit facility tetap 3,75% dan lending facility 5,50%. BI juga siap memperkuat kebijakan guna menjaga inflasi tetap di kisaran target 2,5±1% pada 2026–2027.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "XxFUj7L8jS4"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 201.25979515861093, "y": 894.2302368573877, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.5225, "eigenvector": 0.017, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "XxFUj7L8jS4", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kembali Tahan Suku Bunga di Level 4,75 Persen | IDXC UPDATE\n\nBank Indonesia mempertahankan BI Rate di 4,75% dalam RDG 21–22 April 2026. Gubernur Perry Warjiyo menyebut langkah ini untuk menjaga stabilitas rupiah dan inflasi di tengah ketidakpastian global.\n\nSuku bunga deposit facility tetap 3,75% dan lending facility 5,50%. BI juga siap memperkuat kebijakan guna menjaga inflasi tetap di kisaran target 2,5±1% pada 2026–2027.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "XxFUj7L8jS4"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 53.64853801195435, "y": 580.398262548129, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.5225, "eigenvector": 0.017, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "XxFUj7L8jS4", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kembali Tahan Suku Bunga di Level 4,75 Persen | IDXC UPDATE\n\nBank Indonesia mempertahankan BI Rate di 4,75% dalam RDG 21–22 April 2026. Gubernur Perry Warjiyo menyebut langkah ini untuk menjaga stabilitas rupiah dan inflasi di tengah ketidakpastian global.\n\nSuku bunga deposit facility tetap 3,75% dan lending facility 5,50%. BI juga siap memperkuat kebijakan guna menjaga inflasi tetap di kisaran target 2,5±1% pada 2026–2027.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "XxFUj7L8jS4"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 774.3157374285493, "y": 213.5319039375243, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.5225, "eigenvector": 0.017, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "XxFUj7L8jS4", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kembali Tahan Suku Bunga di Level 4,75 Persen | IDXC UPDATE\n\nBank Indonesia mempertahankan BI Rate di 4,75% dalam RDG 21–22 April 2026. Gubernur Perry Warjiyo menyebut langkah ini untuk menjaga stabilitas rupiah dan inflasi di tengah ketidakpastian global.\n\nSuku bunga deposit facility tetap 3,75% dan lending facility 5,50%. BI juga siap memperkuat kebijakan guna menjaga inflasi tetap di kisaran target 2,5±1% pada 2026–2027.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "XxFUj7L8jS4"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 76.35846177077266, "y": 103.9778324269245, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.5225, "eigenvector": 0.017, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "XxFUj7L8jS4", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kembali Tahan Suku Bunga di Level 4,75 Persen | IDXC UPDATE\n\nBank Indonesia mempertahankan BI Rate di 4,75% dalam RDG 21–22 April 2026. Gubernur Perry Warjiyo menyebut langkah ini untuk menjaga stabilitas rupiah dan inflasi di tengah ketidakpastian global.\n\nSuku bunga deposit facility tetap 3,75% dan lending facility 5,50%. BI juga siap memperkuat kebijakan guna menjaga inflasi tetap di kisaran target 2,5±1% pada 2026–2027.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "XxFUj7L8jS4"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 437.4568127256295, "y": 169.51976488984744, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.5225, "eigenvector": 0.017, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "XxFUj7L8jS4", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kembali Tahan Suku Bunga di Level 4,75 Persen | IDXC UPDATE\n\nBank Indonesia mempertahankan BI Rate di 4,75% dalam RDG 21–22 April 2026. Gubernur Perry Warjiyo menyebut langkah ini untuk menjaga stabilitas rupiah dan inflasi di tengah ketidakpastian global.\n\nSuku bunga deposit facility tetap 3,75% dan lending facility 5,50%. BI juga siap memperkuat kebijakan guna menjaga inflasi tetap di kisaran target 2,5±1% pada 2026–2027.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "XxFUj7L8jS4"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 818.1012316829873, "y": 431.22440429143717, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.5225, "eigenvector": 0.017, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "XxFUj7L8jS4", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kembali Tahan Suku Bunga di Level 4,75 Persen | IDXC UPDATE\n\nBank Indonesia mempertahankan BI Rate di 4,75% dalam RDG 21–22 April 2026. Gubernur Perry Warjiyo menyebut langkah ini untuk menjaga stabilitas rupiah dan inflasi di tengah ketidakpastian global.\n\nSuku bunga deposit facility tetap 3,75% dan lending facility 5,50%. BI juga siap memperkuat kebijakan guna menjaga inflasi tetap di kisaran target 2,5±1% pada 2026–2027.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "XxFUj7L8jS4"}}], "edges": [{"key": "bank_indonesia_kediri", "source": "bank_indonesia_kediri", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_papuabarat", "source": "bank_indonesia_papuabarat", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_malut", "source": "bank_indonesia_malut", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "sahambbk", "source": "sahambbk", "target": "sahambbk", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bangkabelitunginfonew", "source": "bangkabelitunginfonew", "target": "bangkabelitunginfonew", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "hariankompas", "source": "hariankompas", "target": "hariankompas.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_papuabarat", "source": "bank_indonesia_papuabarat", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "ayovest.id", "source": "ayovest.id", "target": "ayovest.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "seputarkepri7", "source": "seputarkepri7", "target": "katadatacoid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "haidar1u", "source": "haidar1u", "target": "snowpreset", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "unexplnd.co", "source": "unexplnd.co", "target": "theunexplnd", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "genbi_unigal", "source": "genbi_unigal", "target": "Bank", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "genbi_unigal", "source": "genbi_unigal", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "genbi_unigal", "source": "genbi_unigal", "target": "genbiunigal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bank_Indonesia_Cirebon", "source": "@Bank_Indonesia_Cirebon", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bank_Indonesia_Cirebon", "source": "@Bank_Indonesia_Cirebon", "target": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}