{"nodes": [{"key": "Ombahku", "attributes": {"label": "Ombahku", "x": 463.13674848383323, "y": 352.6714548909607, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.1516, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2065725088054284606", "id": "Ombahku", "source": "tweet-000004", "content": "Apakah sang guru tidak tahu kalau BBM jenis Pertamax, tidak hanya dinikmati kelas atas \"orang kaya\", tetapi juga kelas menengah dan kecil, pekerja UMKM, pengemudi transportasi. Kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax tetap memiliki efek berantai terhadap perekonomian.", "post_id": "2065725088054284606"}}, {"key": "yappingfess", "attributes": {"label": "yappingfess", "x": 577.904535558151, "y": 760.8329915354191, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.9305, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2065725088054284606", "id": "yappingfess", "source": "tweet-000004", "content": "Apakah sang guru tidak tahu kalau BBM jenis Pertamax, tidak hanya dinikmati kelas atas \"orang kaya\", tetapi juga kelas menengah dan kecil, pekerja UMKM, pengemudi transportasi. Kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax tetap memiliki efek berantai terhadap perekonomian.", "post_id": "2065725088054284606"}}, {"key": "hellomemo_x", "attributes": {"label": "hellomemo_x", "x": 910.07978680486, "y": 495.54205323031294, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 15.9159, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "3898050210370831601_64412409893", "id": "hellomemo_x", "source": "instagram-000001", "content": "Kabar terbaru datang dari dunia transportasi online. DPR dikabarkan mulai mengawal kebijakan baru terkait potongan aplikasi ojek online yang disebut akan diberlakukan mulai Juni 2026. Dalam informasi yang beredar, potongan untuk mitra pengemudi disebut berada di angka 8 persen dan menjadi perhatian banyak pihak, terutama para driver ojol di berbagai daerah.\n\nKabar terbaru datang dari dunia transportasi online. DPR dikabarkan mulai mengawal kebijakan baru terkait potongan aplikasi ojek online yang disebut akan diberlakukan mulai Juni 2026. Dalam informasi yang beredar, potongan untuk mitra pengemudi disebut berada di angka 8 persen dan menjadi perhatian banyak pihak, terutama para driver ojol di berbagai daerah.\n\nSejumlah pengemudi menyambut baik jika aturan tersebut benar-benar diterapkan karena dinilai dapat membantu meningkatkan pendapatan harian mereka. Selama ini, potongan aplikasi kerap menjadi keluhan para driver karena dianggap cukup besar dan mempengaruhi penghasilan bersih setelah biaya operasional.\n\nDi sisi lain, masyarakat juga menunggu kejelasan resmi terkait aturan tersebut, termasuk mekanisme penerapan dan dampaknya terhadap tarif penumpang. DPR disebut akan melakukan pengawasan agar kebijakan berjalan transparan dan tetap menguntungkan semua pihak, baik driver, perusahaan aplikasi, maupun konsumen.\n\nInformasi ini pun langsung ramai diperbincangkan di media sosial dan menuai berbagai komentar dari netizen. Banyak yang berharap kesejahteraan driver ojol semakin diperhatikan di tengah tingginya kebutuhan hidup saat ini..\n.\n𝗢𝗳𝗳𝗶𝗰𝗶𝗮𝗹 𝗔𝗰𝗰𝗼𝘂𝗻𝘁 Harian Pagi Memo X :\nInstagram : \nTikTok : \nYoutube : hello memo X\nEmail : redaksi.memo.x\nWebsite : https://memox.co.id/\n.\n.\n\nGimana sobat ojol apakah kalian setuju jika tarif di potong menjadi 8%,komen di bawah👇👇\n#Ojol2026\n#DriverOjol\n#BeritaViral\n#DPRRI\n#PotonganOjol", "post_id": "3898050210370831601_64412409893"}}, {"key": "harianmemox", "attributes": {"label": "harianmemox", "x": 654.8274788501795, "y": 322.2085000085063, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 15.9159, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3898050210370831601_64412409893", "id": "harianmemox", "source": "instagram-000001", "content": "Kabar terbaru datang dari dunia transportasi online. DPR dikabarkan mulai mengawal kebijakan baru terkait potongan aplikasi ojek online yang disebut akan diberlakukan mulai Juni 2026. Dalam informasi yang beredar, potongan untuk mitra pengemudi disebut berada di angka 8 persen dan menjadi perhatian banyak pihak, terutama para driver ojol di berbagai daerah.\n\nKabar terbaru datang dari dunia transportasi online. DPR dikabarkan mulai mengawal kebijakan baru terkait potongan aplikasi ojek online yang disebut akan diberlakukan mulai Juni 2026. Dalam informasi yang beredar, potongan untuk mitra pengemudi disebut berada di angka 8 persen dan menjadi perhatian banyak pihak, terutama para driver ojol di berbagai daerah.\n\nSejumlah pengemudi menyambut baik jika aturan tersebut benar-benar diterapkan karena dinilai dapat membantu meningkatkan pendapatan harian mereka. Selama ini, potongan aplikasi kerap menjadi keluhan para driver karena dianggap cukup besar dan mempengaruhi penghasilan bersih setelah biaya operasional.\n\nDi sisi lain, masyarakat juga menunggu kejelasan resmi terkait aturan tersebut, termasuk mekanisme penerapan dan dampaknya terhadap tarif penumpang. DPR disebut akan melakukan pengawasan agar kebijakan berjalan transparan dan tetap menguntungkan semua pihak, baik driver, perusahaan aplikasi, maupun konsumen.\n\nInformasi ini pun langsung ramai diperbincangkan di media sosial dan menuai berbagai komentar dari netizen. Banyak yang berharap kesejahteraan driver ojol semakin diperhatikan di tengah tingginya kebutuhan hidup saat ini..\n.\n𝗢𝗳𝗳𝗶𝗰𝗶𝗮𝗹 𝗔𝗰𝗰𝗼𝘂𝗻𝘁 Harian Pagi Memo X :\nInstagram : \nTikTok : \nYoutube : hello memo X\nEmail : redaksi.memo.x\nWebsite : https://memox.co.id/\n.\n.\n\nGimana sobat ojol apakah kalian setuju jika tarif di potong menjadi 8%,komen di bawah👇👇\n#Ojol2026\n#DriverOjol\n#BeritaViral\n#DPRRI\n#PotonganOjol", "post_id": "3898050210370831601_64412409893"}}, {"key": "pemkotjogja", "attributes": {"label": "pemkotjogja", "x": 675.8108943086119, "y": 895.2206444664789, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.1516, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3913254823097414228_6008181526", "id": "pemkotjogja", "source": "instagram-000001", "content": "Melalui Parade Kendaraan Nir Emisi Jogja Bersinar, puluhan kendaraan listrik melintasi jalan-jalan utama Kota Yogyakarta sebagai bagian dari upaya mendorong transportasi yang lebih ramah lingkungan.\n\nMenariknya, transformasi ini juga dirasakan langsung manfaatnya oleh para pengemudi becak listrik. Selain lebih hemat biaya operasional, becak listrik menjadi bukti bahwa inovasi bisa berjalan beriringan dengan pelestarian budaya khas Jogja.\n\nKarena masa depan kota yang sehat tidak hanya dibangun dengan teknologi, tetapi juga dengan kolaborasi dan kepedulian kita bersama.\n\nMari dukung transportasi rendah emisi untuk Yogyakarta yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi generasi mendatang.\n\n#JogjaIstimewa #BecakListrik #Malioboro #InfoJogja #PemkotJogja", "post_id": "3913254823097414228_6008181526"}}, {"key": "dokterhasto", "attributes": {"label": "dokterhasto", "x": 976.0722875757094, "y": 623.3426849246215, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 24.7094, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3913254823097414228_6008181526", "id": "dokterhasto", "source": "instagram-000001", "content": "Melalui Parade Kendaraan Nir Emisi Jogja Bersinar, puluhan kendaraan listrik melintasi jalan-jalan utama Kota Yogyakarta sebagai bagian dari upaya mendorong transportasi yang lebih ramah lingkungan.\n\nMenariknya, transformasi ini juga dirasakan langsung manfaatnya oleh para pengemudi becak listrik. Selain lebih hemat biaya operasional, becak listrik menjadi bukti bahwa inovasi bisa berjalan beriringan dengan pelestarian budaya khas Jogja.\n\nKarena masa depan kota yang sehat tidak hanya dibangun dengan teknologi, tetapi juga dengan kolaborasi dan kepedulian kita bersama.\n\nMari dukung transportasi rendah emisi untuk Yogyakarta yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi generasi mendatang.\n\n#JogjaIstimewa #BecakListrik #Malioboro #InfoJogja #PemkotJogja", "post_id": "3913254823097414228_6008181526"}}, {"key": "bangsaonline", "attributes": {"label": "bangsaonline", "x": 543.1576747953936, "y": 716.3295471803874, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 15.9159, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3917869493285053921_6049672621", "id": "bangsaonline", "source": "instagram-000001", "content": "Presiden Partai Buruh, Said Iqbal menilai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax belum menjadi persoalan signifikan bagi kalangan pekerja karena mayoritas buruh masih menggunakan BBM subsidi jenis Pertalite.\n\nMenurutnya, pemerintah juga telah menyatakan komitmennya untuk mempertahankan harga BBM subsidi hingga akhir tahun sehingga tidak membebani masyarakat berpenghasilan rendah.\n\n\"Kenaikan BBM ini kan yang non-subsidi ya, Pertamax. Yang subsidi kan pemerintah sudah berjanji melalui Menteri Purbaya, Menteri Keuangan, akan dipertahankan sampai dengan akhir tahun itu tidak ada kenaikan,\" kata Said Iqbal kepada wartawan di Jakarta, Kamis (11/6/2026).\n\nPernyataan tersebut disampaikan menyusul keputusan PT Pertamina Patra Niaga yang menaikkan harga BBM nonsubsidi mulai 10 Juni 2026.\n\nHarga Pertamax tercatat naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Sementara itu, harga Pertalite sebagai BBM subsidi tetap dipertahankan pada level Rp10.000 per liter.\n\nMenurut Said Iqbal, sebagian besar pekerja masih mengandalkan Pertalite untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari. Meski demikian, ia mengakui terdapat sebagian pekerja yang menggunakan Pertamax, terutama pengguna kendaraan roda dua.\n\nIa juga menyebut hingga saat ini belum menerima keluhan dari kalangan pengemudi ojek online terkait kenaikan harga Pertamax.\n\n\"Dari kawan-kawan ojol tentu dia kan menggunakan Pertalite, mungkin karena Pertalite tidak naik, sampai hari ini, dengan pertemuan saya kemarin dengan beberapa teman Ojol belum ada keberatan,\" ujarnya.\n\nKarena itu, ia berharap pemerintah tetap konsisten mempertahankan harga BBM subsidi agar daya beli masyarakat, khususnya pekerja dan kelompok berpenghasilan rendah, tetap terjaga.\n\n\"Dan kebijakan yang paling penting dari pemerintah, tidak akan menaikkan BBM bersubsidi sampai dengan akhir tahun,\" terangnya.\n\nSupport kami dengan cara Like, Share dan Follow \n\n#bangsaonline #reels #viral", "post_id": "3917869493285053921_6049672621"}}, {"key": "habar_hanyar_nusantara", "attributes": {"label": "habar_hanyar_nusantara", "x": 725.8884176533726, "y": 776.9397949562549, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.1516, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3922639806138480067_65378288960", "id": "habar_hanyar_nusantara", "source": "instagram-000001", "content": "gimana tanggapan pian wall?\n\nSAMARINDA – Aksi unjuk rasa yang berlangsung di kawasan Jembatan Mahakam, Samarinda, Kamis (18/6), tidak hanya menyebabkan kemacetan lalu lintas, tetapi juga berdampak langsung terhadap aktivitas para pengemudi ojek online (ojol). Penutupan dan pengalihan arus kendaraan membuat para pengemudi harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh untuk tetap dapat melayani pelanggan.\n\nBagi pengemudi ojol, gangguan lalu lintas bukan sekadar persoalan kemacetan. Setiap keterlambatan berpotensi menyebabkan hilangnya pesanan dan berkurangnya pendapatan harian. Di tengah tuntutan pekerjaan yang mengharuskan mereka cepat dan tepat waktu, kondisi jalan yang tersendat menjadi tantangan tersendiri dalam menjalankan profesi mereka.\n\nSituasi tersebut semakin berat karena biaya operasional yang masih tinggi. Harga bahan bakar minyak (BBM) yang belum sepenuhnya stabil membuat sebagian pengemudi memilih menggunakan Pertalite untuk menekan pengeluaran. Namun, pilihan itu juga memiliki konsekuensi berupa waktu antre yang lebih lama di sejumlah SPBU, sehingga mengurangi waktu produktif mereka di jalan.\n\nKetika jalur utama seperti kawasan Jembatan Mahakam mengalami penutupan atau pembatasan akses, pengemudi terpaksa memutar melalui rute alternatif yang lebih jauh. Akibatnya, konsumsi BBM meningkat dan biaya operasional harian bertambah. Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh para pengemudi yang menggantungkan penghasilan dari jumlah perjalanan yang dapat mereka selesaikan setiap hari.\n\nDi tengah situasi itu, sejumlah pengemudi berharap berbagai kegiatan yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas dapat mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat yang bekerja di jalan. Bagi para pengemudi ojol, waktu adalah sumber penghasilan. Di balik helm dan jaket yang mereka kenakan, terdapat tanggung jawab besar untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang bergantung pada hasil kerja mereka setiap hari.\n\nSc:", "post_id": "3922639806138480067_65378288960"}}, {"key": "herdinhdyt", "attributes": {"label": "herdinhdyt", "x": 374.51531175199295, "y": 399.018231789461, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 28.5988, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "3922639806138480067_65378288960", "id": "herdinhdyt", "source": "instagram-000001", "content": "gimana tanggapan pian wall?\n\nSAMARINDA – Aksi unjuk rasa yang berlangsung di kawasan Jembatan Mahakam, Samarinda, Kamis (18/6), tidak hanya menyebabkan kemacetan lalu lintas, tetapi juga berdampak langsung terhadap aktivitas para pengemudi ojek online (ojol). Penutupan dan pengalihan arus kendaraan membuat para pengemudi harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh untuk tetap dapat melayani pelanggan.\n\nBagi pengemudi ojol, gangguan lalu lintas bukan sekadar persoalan kemacetan. Setiap keterlambatan berpotensi menyebabkan hilangnya pesanan dan berkurangnya pendapatan harian. Di tengah tuntutan pekerjaan yang mengharuskan mereka cepat dan tepat waktu, kondisi jalan yang tersendat menjadi tantangan tersendiri dalam menjalankan profesi mereka.\n\nSituasi tersebut semakin berat karena biaya operasional yang masih tinggi. Harga bahan bakar minyak (BBM) yang belum sepenuhnya stabil membuat sebagian pengemudi memilih menggunakan Pertalite untuk menekan pengeluaran. Namun, pilihan itu juga memiliki konsekuensi berupa waktu antre yang lebih lama di sejumlah SPBU, sehingga mengurangi waktu produktif mereka di jalan.\n\nKetika jalur utama seperti kawasan Jembatan Mahakam mengalami penutupan atau pembatasan akses, pengemudi terpaksa memutar melalui rute alternatif yang lebih jauh. Akibatnya, konsumsi BBM meningkat dan biaya operasional harian bertambah. Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh para pengemudi yang menggantungkan penghasilan dari jumlah perjalanan yang dapat mereka selesaikan setiap hari.\n\nDi tengah situasi itu, sejumlah pengemudi berharap berbagai kegiatan yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas dapat mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat yang bekerja di jalan. Bagi para pengemudi ojol, waktu adalah sumber penghasilan. Di balik helm dan jaket yang mereka kenakan, terdapat tanggung jawab besar untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang bergantung pada hasil kerja mereka setiap hari.\n\nSc:", "post_id": "3922639806138480067_65378288960"}}, {"key": "samarindasosmed", "attributes": {"label": "samarindasosmed", "x": 990.096116610044, "y": 268.0282821536238, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.1516, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3922750768599647457_49800427471", "id": "samarindasosmed", "source": "instagram-000001", "content": "Aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan Jembatan Mahakam I, Samarinda, Kamis (18/6), tak hanya menyebabkan kemacetan panjang, tetapi juga berdampak pada para pengemudi ojek online yang menggantungkan penghasilan dari kecepatan dan ketepatan waktu. Penutupan jalur utama membuat mereka harus memutar lebih jauh, sehingga biaya operasional meningkat di tengah harga BBM yang masih tinggi.\n\nKondisi tersebut membuat banyak pengemudi terancam kehilangan pesanan dan pendapatan. Bahkan, sebagian terpaksa beralih dari Pertamax ke Pertalite demi menghemat pengeluaran, meski harus menghabiskan waktu lebih lama mengantre di SPBU. Bagi para “pejuang keluarga” ini, setiap menit di jalan sangat berarti demi memenuhi kebutuhan anak dan istri di rumah.\n\nPesan moral: Dalam setiap peristiwa, penting untuk tetap memperhatikan hak dan kepentingan masyarakat lain. Di balik helm dan jaket para pengemudi ojek online, ada perjuangan besar dan tanggung jawab terhadap keluarga yang harus dihargai bersama.\n\nVideo Repost ;  \n\n#kalimantantimur \n#samarinda\n#viralreels \n#sorotan\n#samarindasosmed", "post_id": "3922750768599647457_49800427471"}}, {"key": "samarinda.reels", "attributes": {"label": "samarinda.reels", "x": 700.5470604465302, "y": 897.8539312108178, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.1516, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3922595287612103997_10355815151", "id": "samarinda.reels", "source": "instagram-000001", "content": "Samarinda - Aksi unjuk rasa yang digelar di depan Jembatan Mahakam, Samarinda, Kamis (18/6), tidak hanya menimbulkan kemacetan, tetapi juga memukul aktivitas para pengemudi ojek online yang menggantungkan hidup dari kecepatan dan ketepatan waktu.\n\nBagi pengemudi ojol, gangguan arus lalu lintas bukan sekadar soal memutar mencari jalan alternatif untuk menghindari kemacetan. Setiap menit keterlambatan berarti potensi hilangnya pesanan dan pendapatan. Pekerjaan mereka dituntut kedisiplinan tinggi karena kecepatan dan ketepatan waktu adalah kewajiban utama dalam melayani pelanggan.\n\nSituasi ini diperparah kondisi harga Bahan Bakar Minyak yang masih tinggi. Banyak pengemudi ojol terpaksa beralih dari Pertamax ke Pertalite demi menekan biaya operasional. Namun konsekuensinya, mereka harus menghabiskan waktu lebih lama untuk mengantre di SPBU.\n\nKetika jalur utama ditutup dan harus mencari rute memutar yang jauh, konsumsi BBM otomatis meningkat. Beban ini langsung dirasakan oleh para “pejuang keluarga” yang sehari-hari mengaspal demi menghidupi anak istri.\n\nWajar jika mereka akhirnya bersuara. Di balik helm dan jaket ojol, ada tanggung jawab besar yang mereka pikul setiap hari di jalanan Samarinda.\n\nSc :  \n\nMau cari HP Baru atau Second Gak Perlu Mikir, Gak Perlu Pusing, Solusi Nya Ada Di OG STORE SAMARINDA 💯\n\nPantengin terus Story, Feed IG  untuk dapatkan gadget impian kamu dengan harga paling affordable dan berbagai pilihan payment sesuai budget kalian", "post_id": "3922595287612103997_10355815151"}}, {"key": "ogstore.samarinda", "attributes": {"label": "ogstore.samarinda", "x": 810.9269218307536, "y": 458.8756813293384, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 13.0411, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922595287612103997_10355815151", "id": "ogstore.samarinda", "source": "instagram-000001", "content": "Samarinda - Aksi unjuk rasa yang digelar di depan Jembatan Mahakam, Samarinda, Kamis (18/6), tidak hanya menimbulkan kemacetan, tetapi juga memukul aktivitas para pengemudi ojek online yang menggantungkan hidup dari kecepatan dan ketepatan waktu.\n\nBagi pengemudi ojol, gangguan arus lalu lintas bukan sekadar soal memutar mencari jalan alternatif untuk menghindari kemacetan. Setiap menit keterlambatan berarti potensi hilangnya pesanan dan pendapatan. Pekerjaan mereka dituntut kedisiplinan tinggi karena kecepatan dan ketepatan waktu adalah kewajiban utama dalam melayani pelanggan.\n\nSituasi ini diperparah kondisi harga Bahan Bakar Minyak yang masih tinggi. Banyak pengemudi ojol terpaksa beralih dari Pertamax ke Pertalite demi menekan biaya operasional. Namun konsekuensinya, mereka harus menghabiskan waktu lebih lama untuk mengantre di SPBU.\n\nKetika jalur utama ditutup dan harus mencari rute memutar yang jauh, konsumsi BBM otomatis meningkat. Beban ini langsung dirasakan oleh para “pejuang keluarga” yang sehari-hari mengaspal demi menghidupi anak istri.\n\nWajar jika mereka akhirnya bersuara. Di balik helm dan jaket ojol, ada tanggung jawab besar yang mereka pikul setiap hari di jalanan Samarinda.\n\nSc :  \n\nMau cari HP Baru atau Second Gak Perlu Mikir, Gak Perlu Pusing, Solusi Nya Ada Di OG STORE SAMARINDA 💯\n\nPantengin terus Story, Feed IG  untuk dapatkan gadget impian kamu dengan harga paling affordable dan berbagai pilihan payment sesuai budget kalian", "post_id": "3922595287612103997_10355815151"}}, {"key": "officialinewstv", "attributes": {"label": "officialinewstv", "x": 464.13271943028934, "y": 884.8536606634651, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.1516, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3918286627772618307_2112319749", "id": "officialinewstv", "source": "instagram-000001", "content": "Seorang pengemudi ojek online (ojol) menjadi sorotan warganet karena aksi sosial yang rutin dilakukannya untuk membantu sesama pengemudi ojol. \n\nMelalui akun Instagram , ia kerap membagikan momen saat memberikan bantuan kepada para driver yang ditemuinya di jalan.\n\nMeski harga BBM jenis Pertamax mengalami kenaikan, pria tersebut tetap melanjutkan kegiatan berbagi dan membantu rekan-rekan sesama pengemudi ojol.\n\nBaca selengkapnya: https://inews.id/news \n\n#Ojol #BBM #Pertalite #Pertamax #iNews \n\nCreator: Amr/VHS\nVideo: Instagram/muluza_ojolberbagi", "post_id": "3918286627772618307_2112319749"}}, {"key": "muluza_ojolberbagi", "attributes": {"label": "muluza_ojolberbagi", "x": 737.7883657329226, "y": 982.1398125098134, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 36.3777, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "3918286627772618307_2112319749", "id": "muluza_ojolberbagi", "source": "instagram-000001", "content": "Seorang pengemudi ojek online (ojol) menjadi sorotan warganet karena aksi sosial yang rutin dilakukannya untuk membantu sesama pengemudi ojol. \n\nMelalui akun Instagram , ia kerap membagikan momen saat memberikan bantuan kepada para driver yang ditemuinya di jalan.\n\nMeski harga BBM jenis Pertamax mengalami kenaikan, pria tersebut tetap melanjutkan kegiatan berbagi dan membantu rekan-rekan sesama pengemudi ojol.\n\nBaca selengkapnya: https://inews.id/news \n\n#Ojol #BBM #Pertalite #Pertamax #iNews \n\nCreator: Amr/VHS\nVideo: Instagram/muluza_ojolberbagi", "post_id": "3918286627772618307_2112319749"}}, {"key": "infocibubur._", "attributes": {"label": "infocibubur._", "x": 703.0630063320159, "y": 897.5246613817261, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.1516, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3919091257838371756_4090821873", "id": "infocibubur._", "source": "instagram-000001", "content": "Seorang pengemudi ojek online menjadi perhatian warganet berkat aksi sosial yang rutin dilakukannya untuk membantu sesama driver di jalan.\n\nMelalui akun Instagramnya, ia kerap membagikan momen saat memberikan bantuan kepada rekan-rekan pengemudi ojol yang membutuhkan.\n\nMeski harga BBM mengalami kenaikan, aksi berbagi tersebut tetap konsisten dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Sikapnya pun menuai banyak apresiasi dan inspirasi dari warganet di media sosial. (tvone) \n\n🎬 :", "post_id": "3919091257838371756_4090821873"}}, {"key": "info_samarinda_", "attributes": {"label": "info_samarinda_", "x": 69.57226558765883, "y": 402.10769721501003, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.1516, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3922221570275578472_12117539850", "id": "info_samarinda_", "source": "instagram-000001", "content": "Aksi demonstrasi yang berlangsung di kawasan Jembatan Mahakam, Samarinda, Kamis malam (18/6/2026), diwarnai adu mulut antara seorang pengemudi ojek online dan peserta aksi.\n\nInsiden tersebut terjadi saat arus lalu lintas mengalami kemacetan panjang akibat penutupan sebagian akses jalan selama aksi berlangsung. Driver ojol yang merasa aktivitas kerjanya terganggu menyampaikan protes karena sulit mendapatkan penumpang dan harus mengeluarkan biaya operasional tambahan.\n\n\"Saya demi Rp10 ribu, jalan ditutup, bensin habis,\" keluh pengemudi tersebut dalam video yang beredar di media sosial.\n\nSementara itu, salah satu peserta aksi menjelaskan bahwa demonstrasi dilakukan sebagai bentuk aspirasi masyarakat terkait isu kenaikan harga BBM dan kondisi ekonomi yang dinilai berdampak langsung pada kehidupan masyarakat luas.\n\nPeristiwa ini pun memunculkan beragam tanggapan dari warganet. Di satu sisi, masyarakat menghormati hak menyampaikan pendapat di muka umum. Namun di sisi lain, banyak yang berharap setiap aksi dapat dilakukan tanpa mengganggu aktivitas dan mata pencaharian warga yang bergantung pada kelancaran mobilitas sehari-hari.\n\n📍 Bagaimana menurut Anda? Apakah aksi penyampaian aspirasi seharusnya tetap mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat pengguna jalan?\n\nSource ; \n#infosamarinda", "post_id": "3922221570275578472_12117539850"}}, {"key": "gerbangsamarinda", "attributes": {"label": "gerbangsamarinda", "x": 658.9417197112338, "y": 913.0708309648826, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 16.9305, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922221570275578472_12117539850", "id": "gerbangsamarinda", "source": "instagram-000001", "content": "Aksi demonstrasi yang berlangsung di kawasan Jembatan Mahakam, Samarinda, Kamis malam (18/6/2026), diwarnai adu mulut antara seorang pengemudi ojek online dan peserta aksi.\n\nInsiden tersebut terjadi saat arus lalu lintas mengalami kemacetan panjang akibat penutupan sebagian akses jalan selama aksi berlangsung. Driver ojol yang merasa aktivitas kerjanya terganggu menyampaikan protes karena sulit mendapatkan penumpang dan harus mengeluarkan biaya operasional tambahan.\n\n\"Saya demi Rp10 ribu, jalan ditutup, bensin habis,\" keluh pengemudi tersebut dalam video yang beredar di media sosial.\n\nSementara itu, salah satu peserta aksi menjelaskan bahwa demonstrasi dilakukan sebagai bentuk aspirasi masyarakat terkait isu kenaikan harga BBM dan kondisi ekonomi yang dinilai berdampak langsung pada kehidupan masyarakat luas.\n\nPeristiwa ini pun memunculkan beragam tanggapan dari warganet. Di satu sisi, masyarakat menghormati hak menyampaikan pendapat di muka umum. Namun di sisi lain, banyak yang berharap setiap aksi dapat dilakukan tanpa mengganggu aktivitas dan mata pencaharian warga yang bergantung pada kelancaran mobilitas sehari-hari.\n\n📍 Bagaimana menurut Anda? Apakah aksi penyampaian aspirasi seharusnya tetap mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat pengguna jalan?\n\nSource ; \n#infosamarinda", "post_id": "3922221570275578472_12117539850"}}, {"key": "tribunpapuaofficial", "attributes": {"label": "tribunpapuaofficial", "x": 245.7887957035869, "y": 412.7087016244858, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.6211, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 4, "degree": 6}, "_id": "3921311860222600396_45261924157", "id": "tribunpapuaofficial", "source": "instagram-000001", "content": "PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi secara nasional mulai Rabu (17/6/2026).\n\nKenaikan harga tersebut berlaku untuk sejumlah produk BBM berkualitas, termasuk Pertamax dan Pertamax Green, setelah dilakukan evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak mentah dunia serta harga pasar keekonomian.\n\nDi Kota Jayapura, kebijakan kenaikan harga BBM nonsubsidi itu menjadi perhatian masyarakat.\n\nPada hari pertama pemberlakuan harga baru, aktivitas pengisian BBM di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tetap ramai.\n\nSalah satunya terlihat di SPBU Pertamina 83.991.01 Padang Bulan atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai SPBU Ale-Ale, Distrik Heram, Kota Jayapura.\n\nPantauan Tribun Papua di lokasi menunjukkan antrean kendaraan masih terjadi sejak pagi hingga siang hari. \n\nPuluhan kendaraan tampak berjejer menunggu giliran untuk mengisi BBM.\n\nAntrean didominasi kendaraan angkutan umum, taksi, kendaraan pribadi, hingga truk pengangkut barang yang setiap hari melayani distribusi logistik di Kota Jayapura dan wilayah sekitarnya.\n\nSejumlah sopir terlihat memilih tetap mengantre meski harus menunggu cukup lama. Mereka mengaku kebutuhan operasional kendaraan membuat pengisian BBM menjadi hal yang tidak bisa ditunda.\n\nSPBU Ale-Ale sendiri merupakan salah satu titik pengisian BBM yang paling sibuk di wilayah Abepura.\n\nLokasinya yang berada di jalur utama penghubung Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura menjadikan SPBU tersebut selalu dipadati kendaraan dari berbagai sektor.\n\nAntrean kendaraan logistik bahkan tampak memanjang hingga keluar area pengisian BBM. Truk-truk pengangkut bahan bangunan, sembako, hingga kebutuhan usaha terlihat menunggu giliran pengisian solar.\n\nBACA SELENGKAPNYA\nhttps://papua.tribunnews.com/adv/126884/harga-bbm-nonsubsidi-naik-serentak-antrean-taksi-dan-truk-mengular-di-spbu-ale-ale-jayapura\n\nFollow us on Social Media\n\nInstagram: \nTikTok: \nFacebook: Tribun Papua\nYoutube: Tribun Papua\n\n#PertaminaPatraNiagaRegionalPapuMaluku #BBM #AntreanBBM #Jayapura #Papua", "post_id": "3921311860222600396_45261924157"}}, {"key": "tribunpapua", "attributes": {"label": "tribunpapua", "x": 330.9127116201119, "y": 125.31810154816492, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.6211, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3921311860222600396_45261924157", "id": "tribunpapua", "source": "instagram-000001", "content": "PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi secara nasional mulai Rabu (17/6/2026).\n\nKenaikan harga tersebut berlaku untuk sejumlah produk BBM berkualitas, termasuk Pertamax dan Pertamax Green, setelah dilakukan evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak mentah dunia serta harga pasar keekonomian.\n\nDi Kota Jayapura, kebijakan kenaikan harga BBM nonsubsidi itu menjadi perhatian masyarakat.\n\nPada hari pertama pemberlakuan harga baru, aktivitas pengisian BBM di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tetap ramai.\n\nSalah satunya terlihat di SPBU Pertamina 83.991.01 Padang Bulan atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai SPBU Ale-Ale, Distrik Heram, Kota Jayapura.\n\nPantauan Tribun Papua di lokasi menunjukkan antrean kendaraan masih terjadi sejak pagi hingga siang hari. \n\nPuluhan kendaraan tampak berjejer menunggu giliran untuk mengisi BBM.\n\nAntrean didominasi kendaraan angkutan umum, taksi, kendaraan pribadi, hingga truk pengangkut barang yang setiap hari melayani distribusi logistik di Kota Jayapura dan wilayah sekitarnya.\n\nSejumlah sopir terlihat memilih tetap mengantre meski harus menunggu cukup lama. Mereka mengaku kebutuhan operasional kendaraan membuat pengisian BBM menjadi hal yang tidak bisa ditunda.\n\nSPBU Ale-Ale sendiri merupakan salah satu titik pengisian BBM yang paling sibuk di wilayah Abepura.\n\nLokasinya yang berada di jalur utama penghubung Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura menjadikan SPBU tersebut selalu dipadati kendaraan dari berbagai sektor.\n\nAntrean kendaraan logistik bahkan tampak memanjang hingga keluar area pengisian BBM. Truk-truk pengangkut bahan bangunan, sembako, hingga kebutuhan usaha terlihat menunggu giliran pengisian solar.\n\nBACA SELENGKAPNYA\nhttps://papua.tribunnews.com/adv/126884/harga-bbm-nonsubsidi-naik-serentak-antrean-taksi-dan-truk-mengular-di-spbu-ale-ale-jayapura\n\nFollow us on Social Media\n\nInstagram: \nTikTok: \nFacebook: Tribun Papua\nYoutube: Tribun Papua\n\n#PertaminaPatraNiagaRegionalPapuMaluku #BBM #AntreanBBM #Jayapura #Papua", "post_id": "3921311860222600396_45261924157"}}, {"key": "jendelaberitaaa", "attributes": {"label": "jendelaberitaaa", "x": 905.9048091863133, "y": 757.1121423534188, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.1516, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3922428077833483423_65826272650", "id": "jendelaberitaaa", "source": "instagram-000001", "content": "Setelah didemo mahasiswa dua hari berturut-turut, kini DPRD Sumut didatangi ratusan pengemudi ojek online (ojol), Kamis (18/6/2026). Massa dari pengemudi ojol yang jumlahnya ratusan orang ini membawa dua tuntutan. Pertama, mereka menuntut agar kebijakan batasan proporsi aplikasi maksimal 8 persen segera dilaksanakan dan kedua, menuntut turunnya harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax.\n\nRatusan ojol sepakat untuk melakukan mogok kerja penuh hari ini, termasuk pria paruh baya berkacamata bernama Syahbudi (44 tahun).\n\n\"Naiknya harga Pertamax pengaruhnya sangat besar. Kawan-kawan di beberapa SPBU sering kehabisan. Kehabisan stok ataupun kadang mengantre sehingga menghabiskan waktu kawan-kawan ini untuk kerja. Kadang tidak mendapatkan minyak (Pertalite), terpaksa beralih ke Pertamax. Jadi, rugilah kami. BBM naik, eh, ongkos murah,\" keluhnya.\n\n\n-Pa\n\n#News #ojol #demo #DPRDSumut #jendelaberitaaa", "post_id": "3922428077833483423_65826272650"}}, {"key": "kompas.com", "attributes": {"label": "kompas.com", "x": 259.25814787713506, "y": 860.7548709943793, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 16.9305, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922428077833483423_65826272650", "id": "kompas.com", "source": "instagram-000001", "content": "Setelah didemo mahasiswa dua hari berturut-turut, kini DPRD Sumut didatangi ratusan pengemudi ojek online (ojol), Kamis (18/6/2026). Massa dari pengemudi ojol yang jumlahnya ratusan orang ini membawa dua tuntutan. Pertama, mereka menuntut agar kebijakan batasan proporsi aplikasi maksimal 8 persen segera dilaksanakan dan kedua, menuntut turunnya harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax.\n\nRatusan ojol sepakat untuk melakukan mogok kerja penuh hari ini, termasuk pria paruh baya berkacamata bernama Syahbudi (44 tahun).\n\n\"Naiknya harga Pertamax pengaruhnya sangat besar. Kawan-kawan di beberapa SPBU sering kehabisan. Kehabisan stok ataupun kadang mengantre sehingga menghabiskan waktu kawan-kawan ini untuk kerja. Kadang tidak mendapatkan minyak (Pertalite), terpaksa beralih ke Pertamax. Jadi, rugilah kami. BBM naik, eh, ongkos murah,\" keluhnya.\n\n\n-Pa\n\n#News #ojol #demo #DPRDSumut #jendelaberitaaa", "post_id": "3922428077833483423_65826272650"}}, {"key": "balikpapances_", "attributes": {"label": "balikpapances_", "x": 273.6015128395204, "y": 593.3128677786066, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.1516, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3915385447248932400_27159801423", "id": "balikpapances_", "source": "instagram-000001", "content": "Sebuah unggahan di media sosial menjadi sorotan publik setelah seorang orang tua mengaku sedang mencari tukang ojek untuk mengantar dan menjemput dua anaknya yang masih duduk di bangku SD dengan tawaran upah Rp100 ribu per bulan. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa biaya bensin ditanggung sendiri oleh pengemudi, dengan jadwal antar pukul 06.00 pagi serta penjemputan pada pukul 10.00 dan 12.00 siang dari Senin hingga Jumat. Besaran upah yang ditawarkan itu pun memicu beragam komentar dari warganet, yang menilai nominal tersebut tidak sebanding dengan waktu, tenaga, dan biaya operasional yang harus dikeluarkan. Gimana menurutmu ces? 🙄\n-\nMau tukar tambah HP ..?? Atau service HP bergaransi terbaik di Balikpapan...??? Disini nah ces :", "post_id": "3915385447248932400_27159801423"}}, {"key": "isob.co.id", "attributes": {"label": "isob.co.id", "x": 603.9987720418931, "y": 570.5636224066953, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 16.9305, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3915385447248932400_27159801423", "id": "isob.co.id", "source": "instagram-000001", "content": "Sebuah unggahan di media sosial menjadi sorotan publik setelah seorang orang tua mengaku sedang mencari tukang ojek untuk mengantar dan menjemput dua anaknya yang masih duduk di bangku SD dengan tawaran upah Rp100 ribu per bulan. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa biaya bensin ditanggung sendiri oleh pengemudi, dengan jadwal antar pukul 06.00 pagi serta penjemputan pada pukul 10.00 dan 12.00 siang dari Senin hingga Jumat. Besaran upah yang ditawarkan itu pun memicu beragam komentar dari warganet, yang menilai nominal tersebut tidak sebanding dengan waktu, tenaga, dan biaya operasional yang harus dikeluarkan. Gimana menurutmu ces? 🙄\n-\nMau tukar tambah HP ..?? Atau service HP bergaransi terbaik di Balikpapan...??? Disini nah ces :", "post_id": "3915385447248932400_27159801423"}}, {"key": "idntimes.video", "attributes": {"label": "idntimes.video", "x": 926.3984331607268, "y": 869.1653430896429, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.1516, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 0, "out_degree": 9, "degree": 9}, "_id": "3924369831054126688_2089700769", "id": "idntimes.video", "source": "instagram-000001", "content": "Jeritan Ojol di Balai Kota: Dapat Goceng, Rp2 Ribu Habis Buat Parkir\n\nPerwakilan pengemudi ojek online (ojol), Irfan mencurahkan beratnya perjuangan driver di jalan saat berbicara langsung di hadapan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin.\n\nDalam apel bersama di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (21/6/2026), Irfan mengungkapkan penghasilan driver ojol kerap tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus mereka keluarkan setiap hari sehingga berat apabila harus mengeluarkan biaya parkir.\n\n\"Sebagai gambaran tarif pengantaran makanan mungkin berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp16 ribu, namun driver hanya menerima bersih sekitar Rp5.000,\" ucap Irfan.\n\nVideo Editor: Rendy Anwar\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #DiversityIsBeautiful #Trending.", "post_id": "3924369831054126688_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes", "attributes": {"label": "IDNTimes", "x": 979.1560600282211, "y": 554.6793556840156, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0159, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3924369831054126688_2089700769", "id": "IDNTimes", "source": "instagram-000001", "content": "Jeritan Ojol di Balai Kota: Dapat Goceng, Rp2 Ribu Habis Buat Parkir\n\nPerwakilan pengemudi ojek online (ojol), Irfan mencurahkan beratnya perjuangan driver di jalan saat berbicara langsung di hadapan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin.\n\nDalam apel bersama di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (21/6/2026), Irfan mengungkapkan penghasilan driver ojol kerap tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus mereka keluarkan setiap hari sehingga berat apabila harus mengeluarkan biaya parkir.\n\n\"Sebagai gambaran tarif pengantaran makanan mungkin berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp16 ribu, namun driver hanya menerima bersih sekitar Rp5.000,\" ucap Irfan.\n\nVideo Editor: Rendy Anwar\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #DiversityIsBeautiful #Trending.", "post_id": "3924369831054126688_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Korea", "attributes": {"label": "IDNTimes.Korea", "x": 113.681065102485, "y": 394.78721280336424, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0159, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3924369831054126688_2089700769", "id": "IDNTimes.Korea", "source": "instagram-000001", "content": "Jeritan Ojol di Balai Kota: Dapat Goceng, Rp2 Ribu Habis Buat Parkir\n\nPerwakilan pengemudi ojek online (ojol), Irfan mencurahkan beratnya perjuangan driver di jalan saat berbicara langsung di hadapan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin.\n\nDalam apel bersama di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (21/6/2026), Irfan mengungkapkan penghasilan driver ojol kerap tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus mereka keluarkan setiap hari sehingga berat apabila harus mengeluarkan biaya parkir.\n\n\"Sebagai gambaran tarif pengantaran makanan mungkin berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp16 ribu, namun driver hanya menerima bersih sekitar Rp5.000,\" ucap Irfan.\n\nVideo Editor: Rendy Anwar\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #DiversityIsBeautiful #Trending.", "post_id": "3924369831054126688_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Community", "attributes": {"label": "IDNTimes.Community", "x": 449.542100042305, "y": 894.0573289849196, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0159, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3924369831054126688_2089700769", "id": "IDNTimes.Community", "source": "instagram-000001", "content": "Jeritan Ojol di Balai Kota: Dapat Goceng, Rp2 Ribu Habis Buat Parkir\n\nPerwakilan pengemudi ojek online (ojol), Irfan mencurahkan beratnya perjuangan driver di jalan saat berbicara langsung di hadapan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin.\n\nDalam apel bersama di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (21/6/2026), Irfan mengungkapkan penghasilan driver ojol kerap tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus mereka keluarkan setiap hari sehingga berat apabila harus mengeluarkan biaya parkir.\n\n\"Sebagai gambaran tarif pengantaran makanan mungkin berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp16 ribu, namun driver hanya menerima bersih sekitar Rp5.000,\" ucap Irfan.\n\nVideo Editor: Rendy Anwar\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #DiversityIsBeautiful #Trending.", "post_id": "3924369831054126688_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Hype", "attributes": {"label": "IDNTimes.Hype", "x": 598.0090070990883, "y": 498.61276718159667, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0159, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3924369831054126688_2089700769", "id": "IDNTimes.Hype", "source": "instagram-000001", "content": "Jeritan Ojol di Balai Kota: Dapat Goceng, Rp2 Ribu Habis Buat Parkir\n\nPerwakilan pengemudi ojek online (ojol), Irfan mencurahkan beratnya perjuangan driver di jalan saat berbicara langsung di hadapan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin.\n\nDalam apel bersama di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (21/6/2026), Irfan mengungkapkan penghasilan driver ojol kerap tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus mereka keluarkan setiap hari sehingga berat apabila harus mengeluarkan biaya parkir.\n\n\"Sebagai gambaran tarif pengantaran makanan mungkin berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp16 ribu, namun driver hanya menerima bersih sekitar Rp5.000,\" ucap Irfan.\n\nVideo Editor: Rendy Anwar\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #DiversityIsBeautiful #Trending.", "post_id": "3924369831054126688_2089700769"}}, {"key": "Duniaku_com", "attributes": {"label": "Duniaku_com", "x": 534.2644748593125, "y": 368.83606023295914, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0159, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3924369831054126688_2089700769", "id": "Duniaku_com", "source": "instagram-000001", "content": "Jeritan Ojol di Balai Kota: Dapat Goceng, Rp2 Ribu Habis Buat Parkir\n\nPerwakilan pengemudi ojek online (ojol), Irfan mencurahkan beratnya perjuangan driver di jalan saat berbicara langsung di hadapan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin.\n\nDalam apel bersama di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (21/6/2026), Irfan mengungkapkan penghasilan driver ojol kerap tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus mereka keluarkan setiap hari sehingga berat apabila harus mengeluarkan biaya parkir.\n\n\"Sebagai gambaran tarif pengantaran makanan mungkin berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp16 ribu, namun driver hanya menerima bersih sekitar Rp5.000,\" ucap Irfan.\n\nVideo Editor: Rendy Anwar\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #DiversityIsBeautiful #Trending.", "post_id": "3924369831054126688_2089700769"}}, {"key": "Popbela_com", "attributes": {"label": "Popbela_com", "x": 176.26544174854786, "y": 83.6835680930198, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0159, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3924369831054126688_2089700769", "id": "Popbela_com", "source": "instagram-000001", "content": "Jeritan Ojol di Balai Kota: Dapat Goceng, Rp2 Ribu Habis Buat Parkir\n\nPerwakilan pengemudi ojek online (ojol), Irfan mencurahkan beratnya perjuangan driver di jalan saat berbicara langsung di hadapan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin.\n\nDalam apel bersama di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (21/6/2026), Irfan mengungkapkan penghasilan driver ojol kerap tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus mereka keluarkan setiap hari sehingga berat apabila harus mengeluarkan biaya parkir.\n\n\"Sebagai gambaran tarif pengantaran makanan mungkin berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp16 ribu, namun driver hanya menerima bersih sekitar Rp5.000,\" ucap Irfan.\n\nVideo Editor: Rendy Anwar\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #DiversityIsBeautiful #Trending.", "post_id": "3924369831054126688_2089700769"}}, {"key": "Popbela.Beauty", "attributes": {"label": "Popbela.Beauty", "x": 341.8324243416726, "y": 953.5140751473633, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0159, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3924369831054126688_2089700769", "id": "Popbela.Beauty", "source": "instagram-000001", "content": "Jeritan Ojol di Balai Kota: Dapat Goceng, Rp2 Ribu Habis Buat Parkir\n\nPerwakilan pengemudi ojek online (ojol), Irfan mencurahkan beratnya perjuangan driver di jalan saat berbicara langsung di hadapan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin.\n\nDalam apel bersama di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (21/6/2026), Irfan mengungkapkan penghasilan driver ojol kerap tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus mereka keluarkan setiap hari sehingga berat apabila harus mengeluarkan biaya parkir.\n\n\"Sebagai gambaran tarif pengantaran makanan mungkin berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp16 ribu, namun driver hanya menerima bersih sekitar Rp5.000,\" ucap Irfan.\n\nVideo Editor: Rendy Anwar\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #DiversityIsBeautiful #Trending.", "post_id": "3924369831054126688_2089700769"}}, {"key": "Popmama_com", "attributes": {"label": "Popmama_com", "x": 824.7158753226172, "y": 855.7497607199667, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0159, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3924369831054126688_2089700769", "id": "Popmama_com", "source": "instagram-000001", "content": "Jeritan Ojol di Balai Kota: Dapat Goceng, Rp2 Ribu Habis Buat Parkir\n\nPerwakilan pengemudi ojek online (ojol), Irfan mencurahkan beratnya perjuangan driver di jalan saat berbicara langsung di hadapan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin.\n\nDalam apel bersama di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (21/6/2026), Irfan mengungkapkan penghasilan driver ojol kerap tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus mereka keluarkan setiap hari sehingga berat apabila harus mengeluarkan biaya parkir.\n\n\"Sebagai gambaran tarif pengantaran makanan mungkin berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp16 ribu, namun driver hanya menerima bersih sekitar Rp5.000,\" ucap Irfan.\n\nVideo Editor: Rendy Anwar\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #DiversityIsBeautiful #Trending.", "post_id": "3924369831054126688_2089700769"}}, {"key": "Yummy.idn", "attributes": {"label": "Yummy.idn", "x": 440.9602144810988, "y": 744.9104507148264, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 10.0159, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3924369831054126688_2089700769", "id": "Yummy.idn", "source": "instagram-000001", "content": "Jeritan Ojol di Balai Kota: Dapat Goceng, Rp2 Ribu Habis Buat Parkir\n\nPerwakilan pengemudi ojek online (ojol), Irfan mencurahkan beratnya perjuangan driver di jalan saat berbicara langsung di hadapan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin.\n\nDalam apel bersama di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (21/6/2026), Irfan mengungkapkan penghasilan driver ojol kerap tidak sebanding dengan biaya operasional yang harus mereka keluarkan setiap hari sehingga berat apabila harus mengeluarkan biaya parkir.\n\n\"Sebagai gambaran tarif pengantaran makanan mungkin berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp16 ribu, namun driver hanya menerima bersih sekitar Rp5.000,\" ucap Irfan.\n\nVideo Editor: Rendy Anwar\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #DiversityIsBeautiful #Trending.", "post_id": "3924369831054126688_2089700769"}}, {"key": "mangeojol", "attributes": {"label": "mangeojol", "x": 802.9168615884048, "y": 66.49347621959146, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.1516, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "7625943179505831186", "id": "mangeojol", "source": "tiktok-000001", "content": "Aspirasi dan Evaluasi Kesejahteraan Mitra Pengemudi ShopeeFood Indonesia Kepada Yth, Manajemen ShopeeFood Indonesia Di Tempat Salam Satu Aspal, Melalui surat terbuka ini, saya mewakili suara mitra pengemudi yang setiap harinya berjuang di lapangan, ingin menyampaikan beberapa poin krusial terkait kebijakan dan sistem operasional saat ini. Kami berharap poin-poin ini dapat menjadi bahan evaluasi demi terciptanya ekosistem kerja yang lebih adil dan berkelanjutan bagi kedua belah pihak. Adapun keresahan yang ingin kami sampaikan adalah sebagai berikut: 1.Penyesuaian Tarif SPX dan Same-Day: Kami memohon adanya peninjauan ulang terhadap ongkos kirim layanan SPX dan Same-Day yang saat ini dirasa sangat rendah dibandingkan dengan kompetitor. Tarif saat ini belum sebanding dengan biaya operasional kendaraan dan risiko di lapangan. 2.Transparansi Poin Bonus Same-Day: Kami mengusulkan agar poin bonus disesuaikan secara linier dengan jumlah paket yang diambil (pick-up). Saat ini, membawa hingga 9 paket namun hanya mendapatkan 550 poin terasa tidak adil bagi beban kerja driver. 3.Keadilan Algoritma Pembagian Order: Kami berharap adanya pembaruan sistem algoritma yang lebih inklusif. Saat ini, terdapat kesenjangan yang sangat besar antara akun dengan riwayat perjalanan tinggi dan akun baru/pemula. Kami memohon sistem yang memberikan kesempatan setara bagi seluruh mitra untuk mendapatkan orderan. 4.Batasan Jarak Jemput (Pick-up): Kami mengusulkan agar jarak jemput maksimal dibatasi di angka 2 km dari lokasi aktif driver. Seringkali driver harus menempuh jarak jauh menuju resto atau titik SPX tanpa kompensasi biaya, karena argo hanya dihitung dari titik jemput ke pengantaran. 5.Evaluasi Sistem Penalti dan Performa: Kami memohon kebijakan yang lebih bijak terkait pengurangan performa akibat pembatalan order. Seringkali driver terpaksa membatalkan pesanan karena alasan sistemik (restoran tutup, titik meleset, dll), namun tetap dijatuhi penalti. Perlu ada verifikasi yang lebih akurat sebelum poin penalti diberikan. 6.Fitur Rating untuk Pelanggan: Untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan, kami mengusulkan adanya fitur bagi driver untuk memberikan rating kepada pelanggan. Hal ini penting untuk meminimalisir risiko orderan fiktif serta memberikan proteksi bagi driver dari pelanggan yang bermasalah. 7.Evaluasi Sistem Hub dan Akun Reguler: Kami menyarankan evaluasi terhadap dominasi sistem Hub yang dirasa merugikan akun reguler. Kami mengusulkan adanya sistem alternatif, seperti sistem berlangganan/prioritas yang transparan, agar pendapatan antar mitra lebih merata. 8.Efisiensi Verifikasi Wajah: Kami memohon agar verifikasi wajah dilakukan secara efisien (cukup 1x saat aplikasi baru diaktifkan). Frekuensi verifikasi yang terlalu sering sangat menyulitkan driver, terutama saat kondisi cuaca ekstrem seperti hujan deras, yang justru dapat membahayakan keamanan driver di jalan. Demikian aspirasi ini kami sampaikan. Kami sangat mencintai profesi ini dan berharap ShopeeFood dapat terus tumbuh bersama mitra yang sejahtera dan dihargai. Kami menantikan tanggapan dan langkah nyata dari pihak manajemen. Hormat kami, Mitra Pengemudi ShopeeFood Indonesia  RI  Indonesia  DEDI MULYADI   #ojol #bandung #fyp #viraltiktok #tiktok", "post_id": "7625943179505831186"}}, {"key": "DPR", "attributes": {"label": "DPR", "x": 481.1255203120346, "y": 727.9582429016235, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0963, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7625943179505831186", "id": "DPR", "source": "tiktok-000001", "content": "Aspirasi dan Evaluasi Kesejahteraan Mitra Pengemudi ShopeeFood Indonesia Kepada Yth, Manajemen ShopeeFood Indonesia Di Tempat Salam Satu Aspal, Melalui surat terbuka ini, saya mewakili suara mitra pengemudi yang setiap harinya berjuang di lapangan, ingin menyampaikan beberapa poin krusial terkait kebijakan dan sistem operasional saat ini. Kami berharap poin-poin ini dapat menjadi bahan evaluasi demi terciptanya ekosistem kerja yang lebih adil dan berkelanjutan bagi kedua belah pihak. Adapun keresahan yang ingin kami sampaikan adalah sebagai berikut: 1.Penyesuaian Tarif SPX dan Same-Day: Kami memohon adanya peninjauan ulang terhadap ongkos kirim layanan SPX dan Same-Day yang saat ini dirasa sangat rendah dibandingkan dengan kompetitor. Tarif saat ini belum sebanding dengan biaya operasional kendaraan dan risiko di lapangan. 2.Transparansi Poin Bonus Same-Day: Kami mengusulkan agar poin bonus disesuaikan secara linier dengan jumlah paket yang diambil (pick-up). Saat ini, membawa hingga 9 paket namun hanya mendapatkan 550 poin terasa tidak adil bagi beban kerja driver. 3.Keadilan Algoritma Pembagian Order: Kami berharap adanya pembaruan sistem algoritma yang lebih inklusif. Saat ini, terdapat kesenjangan yang sangat besar antara akun dengan riwayat perjalanan tinggi dan akun baru/pemula. Kami memohon sistem yang memberikan kesempatan setara bagi seluruh mitra untuk mendapatkan orderan. 4.Batasan Jarak Jemput (Pick-up): Kami mengusulkan agar jarak jemput maksimal dibatasi di angka 2 km dari lokasi aktif driver. Seringkali driver harus menempuh jarak jauh menuju resto atau titik SPX tanpa kompensasi biaya, karena argo hanya dihitung dari titik jemput ke pengantaran. 5.Evaluasi Sistem Penalti dan Performa: Kami memohon kebijakan yang lebih bijak terkait pengurangan performa akibat pembatalan order. Seringkali driver terpaksa membatalkan pesanan karena alasan sistemik (restoran tutup, titik meleset, dll), namun tetap dijatuhi penalti. Perlu ada verifikasi yang lebih akurat sebelum poin penalti diberikan. 6.Fitur Rating untuk Pelanggan: Untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan, kami mengusulkan adanya fitur bagi driver untuk memberikan rating kepada pelanggan. Hal ini penting untuk meminimalisir risiko orderan fiktif serta memberikan proteksi bagi driver dari pelanggan yang bermasalah. 7.Evaluasi Sistem Hub dan Akun Reguler: Kami menyarankan evaluasi terhadap dominasi sistem Hub yang dirasa merugikan akun reguler. Kami mengusulkan adanya sistem alternatif, seperti sistem berlangganan/prioritas yang transparan, agar pendapatan antar mitra lebih merata. 8.Efisiensi Verifikasi Wajah: Kami memohon agar verifikasi wajah dilakukan secara efisien (cukup 1x saat aplikasi baru diaktifkan). Frekuensi verifikasi yang terlalu sering sangat menyulitkan driver, terutama saat kondisi cuaca ekstrem seperti hujan deras, yang justru dapat membahayakan keamanan driver di jalan. Demikian aspirasi ini kami sampaikan. Kami sangat mencintai profesi ini dan berharap ShopeeFood dapat terus tumbuh bersama mitra yang sejahtera dan dihargai. Kami menantikan tanggapan dan langkah nyata dari pihak manajemen. Hormat kami, Mitra Pengemudi ShopeeFood Indonesia  RI  Indonesia  DEDI MULYADI   #ojol #bandung #fyp #viraltiktok #tiktok", "post_id": "7625943179505831186"}}, {"key": "ShopeeFood", "attributes": {"label": "ShopeeFood", "x": 250.46173853163845, "y": 377.23135547104494, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0963, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7625943179505831186", "id": "ShopeeFood", "source": "tiktok-000001", "content": "Aspirasi dan Evaluasi Kesejahteraan Mitra Pengemudi ShopeeFood Indonesia Kepada Yth, Manajemen ShopeeFood Indonesia Di Tempat Salam Satu Aspal, Melalui surat terbuka ini, saya mewakili suara mitra pengemudi yang setiap harinya berjuang di lapangan, ingin menyampaikan beberapa poin krusial terkait kebijakan dan sistem operasional saat ini. Kami berharap poin-poin ini dapat menjadi bahan evaluasi demi terciptanya ekosistem kerja yang lebih adil dan berkelanjutan bagi kedua belah pihak. Adapun keresahan yang ingin kami sampaikan adalah sebagai berikut: 1.Penyesuaian Tarif SPX dan Same-Day: Kami memohon adanya peninjauan ulang terhadap ongkos kirim layanan SPX dan Same-Day yang saat ini dirasa sangat rendah dibandingkan dengan kompetitor. Tarif saat ini belum sebanding dengan biaya operasional kendaraan dan risiko di lapangan. 2.Transparansi Poin Bonus Same-Day: Kami mengusulkan agar poin bonus disesuaikan secara linier dengan jumlah paket yang diambil (pick-up). Saat ini, membawa hingga 9 paket namun hanya mendapatkan 550 poin terasa tidak adil bagi beban kerja driver. 3.Keadilan Algoritma Pembagian Order: Kami berharap adanya pembaruan sistem algoritma yang lebih inklusif. Saat ini, terdapat kesenjangan yang sangat besar antara akun dengan riwayat perjalanan tinggi dan akun baru/pemula. Kami memohon sistem yang memberikan kesempatan setara bagi seluruh mitra untuk mendapatkan orderan. 4.Batasan Jarak Jemput (Pick-up): Kami mengusulkan agar jarak jemput maksimal dibatasi di angka 2 km dari lokasi aktif driver. Seringkali driver harus menempuh jarak jauh menuju resto atau titik SPX tanpa kompensasi biaya, karena argo hanya dihitung dari titik jemput ke pengantaran. 5.Evaluasi Sistem Penalti dan Performa: Kami memohon kebijakan yang lebih bijak terkait pengurangan performa akibat pembatalan order. Seringkali driver terpaksa membatalkan pesanan karena alasan sistemik (restoran tutup, titik meleset, dll), namun tetap dijatuhi penalti. Perlu ada verifikasi yang lebih akurat sebelum poin penalti diberikan. 6.Fitur Rating untuk Pelanggan: Untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan, kami mengusulkan adanya fitur bagi driver untuk memberikan rating kepada pelanggan. Hal ini penting untuk meminimalisir risiko orderan fiktif serta memberikan proteksi bagi driver dari pelanggan yang bermasalah. 7.Evaluasi Sistem Hub dan Akun Reguler: Kami menyarankan evaluasi terhadap dominasi sistem Hub yang dirasa merugikan akun reguler. Kami mengusulkan adanya sistem alternatif, seperti sistem berlangganan/prioritas yang transparan, agar pendapatan antar mitra lebih merata. 8.Efisiensi Verifikasi Wajah: Kami memohon agar verifikasi wajah dilakukan secara efisien (cukup 1x saat aplikasi baru diaktifkan). Frekuensi verifikasi yang terlalu sering sangat menyulitkan driver, terutama saat kondisi cuaca ekstrem seperti hujan deras, yang justru dapat membahayakan keamanan driver di jalan. Demikian aspirasi ini kami sampaikan. Kami sangat mencintai profesi ini dan berharap ShopeeFood dapat terus tumbuh bersama mitra yang sejahtera dan dihargai. Kami menantikan tanggapan dan langkah nyata dari pihak manajemen. Hormat kami, Mitra Pengemudi ShopeeFood Indonesia  RI  Indonesia  DEDI MULYADI   #ojol #bandung #fyp #viraltiktok #tiktok", "post_id": "7625943179505831186"}}, {"key": "KANG", "attributes": {"label": "KANG", "x": 832.0166442062668, "y": 379.12078036498787, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0963, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7625943179505831186", "id": "KANG", "source": "tiktok-000001", "content": "Aspirasi dan Evaluasi Kesejahteraan Mitra Pengemudi ShopeeFood Indonesia Kepada Yth, Manajemen ShopeeFood Indonesia Di Tempat Salam Satu Aspal, Melalui surat terbuka ini, saya mewakili suara mitra pengemudi yang setiap harinya berjuang di lapangan, ingin menyampaikan beberapa poin krusial terkait kebijakan dan sistem operasional saat ini. Kami berharap poin-poin ini dapat menjadi bahan evaluasi demi terciptanya ekosistem kerja yang lebih adil dan berkelanjutan bagi kedua belah pihak. Adapun keresahan yang ingin kami sampaikan adalah sebagai berikut: 1.Penyesuaian Tarif SPX dan Same-Day: Kami memohon adanya peninjauan ulang terhadap ongkos kirim layanan SPX dan Same-Day yang saat ini dirasa sangat rendah dibandingkan dengan kompetitor. Tarif saat ini belum sebanding dengan biaya operasional kendaraan dan risiko di lapangan. 2.Transparansi Poin Bonus Same-Day: Kami mengusulkan agar poin bonus disesuaikan secara linier dengan jumlah paket yang diambil (pick-up). Saat ini, membawa hingga 9 paket namun hanya mendapatkan 550 poin terasa tidak adil bagi beban kerja driver. 3.Keadilan Algoritma Pembagian Order: Kami berharap adanya pembaruan sistem algoritma yang lebih inklusif. Saat ini, terdapat kesenjangan yang sangat besar antara akun dengan riwayat perjalanan tinggi dan akun baru/pemula. Kami memohon sistem yang memberikan kesempatan setara bagi seluruh mitra untuk mendapatkan orderan. 4.Batasan Jarak Jemput (Pick-up): Kami mengusulkan agar jarak jemput maksimal dibatasi di angka 2 km dari lokasi aktif driver. Seringkali driver harus menempuh jarak jauh menuju resto atau titik SPX tanpa kompensasi biaya, karena argo hanya dihitung dari titik jemput ke pengantaran. 5.Evaluasi Sistem Penalti dan Performa: Kami memohon kebijakan yang lebih bijak terkait pengurangan performa akibat pembatalan order. Seringkali driver terpaksa membatalkan pesanan karena alasan sistemik (restoran tutup, titik meleset, dll), namun tetap dijatuhi penalti. Perlu ada verifikasi yang lebih akurat sebelum poin penalti diberikan. 6.Fitur Rating untuk Pelanggan: Untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan, kami mengusulkan adanya fitur bagi driver untuk memberikan rating kepada pelanggan. Hal ini penting untuk meminimalisir risiko orderan fiktif serta memberikan proteksi bagi driver dari pelanggan yang bermasalah. 7.Evaluasi Sistem Hub dan Akun Reguler: Kami menyarankan evaluasi terhadap dominasi sistem Hub yang dirasa merugikan akun reguler. Kami mengusulkan adanya sistem alternatif, seperti sistem berlangganan/prioritas yang transparan, agar pendapatan antar mitra lebih merata. 8.Efisiensi Verifikasi Wajah: Kami memohon agar verifikasi wajah dilakukan secara efisien (cukup 1x saat aplikasi baru diaktifkan). Frekuensi verifikasi yang terlalu sering sangat menyulitkan driver, terutama saat kondisi cuaca ekstrem seperti hujan deras, yang justru dapat membahayakan keamanan driver di jalan. Demikian aspirasi ini kami sampaikan. Kami sangat mencintai profesi ini dan berharap ShopeeFood dapat terus tumbuh bersama mitra yang sejahtera dan dihargai. Kami menantikan tanggapan dan langkah nyata dari pihak manajemen. Hormat kami, Mitra Pengemudi ShopeeFood Indonesia  RI  Indonesia  DEDI MULYADI   #ojol #bandung #fyp #viraltiktok #tiktok", "post_id": "7625943179505831186"}}, {"key": "gerindra", "attributes": {"label": "gerindra", "x": 610.1742306365447, "y": 680.9522397476179, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0963, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7625943179505831186", "id": "gerindra", "source": "tiktok-000001", "content": "Aspirasi dan Evaluasi Kesejahteraan Mitra Pengemudi ShopeeFood Indonesia Kepada Yth, Manajemen ShopeeFood Indonesia Di Tempat Salam Satu Aspal, Melalui surat terbuka ini, saya mewakili suara mitra pengemudi yang setiap harinya berjuang di lapangan, ingin menyampaikan beberapa poin krusial terkait kebijakan dan sistem operasional saat ini. Kami berharap poin-poin ini dapat menjadi bahan evaluasi demi terciptanya ekosistem kerja yang lebih adil dan berkelanjutan bagi kedua belah pihak. Adapun keresahan yang ingin kami sampaikan adalah sebagai berikut: 1.Penyesuaian Tarif SPX dan Same-Day: Kami memohon adanya peninjauan ulang terhadap ongkos kirim layanan SPX dan Same-Day yang saat ini dirasa sangat rendah dibandingkan dengan kompetitor. Tarif saat ini belum sebanding dengan biaya operasional kendaraan dan risiko di lapangan. 2.Transparansi Poin Bonus Same-Day: Kami mengusulkan agar poin bonus disesuaikan secara linier dengan jumlah paket yang diambil (pick-up). Saat ini, membawa hingga 9 paket namun hanya mendapatkan 550 poin terasa tidak adil bagi beban kerja driver. 3.Keadilan Algoritma Pembagian Order: Kami berharap adanya pembaruan sistem algoritma yang lebih inklusif. Saat ini, terdapat kesenjangan yang sangat besar antara akun dengan riwayat perjalanan tinggi dan akun baru/pemula. Kami memohon sistem yang memberikan kesempatan setara bagi seluruh mitra untuk mendapatkan orderan. 4.Batasan Jarak Jemput (Pick-up): Kami mengusulkan agar jarak jemput maksimal dibatasi di angka 2 km dari lokasi aktif driver. Seringkali driver harus menempuh jarak jauh menuju resto atau titik SPX tanpa kompensasi biaya, karena argo hanya dihitung dari titik jemput ke pengantaran. 5.Evaluasi Sistem Penalti dan Performa: Kami memohon kebijakan yang lebih bijak terkait pengurangan performa akibat pembatalan order. Seringkali driver terpaksa membatalkan pesanan karena alasan sistemik (restoran tutup, titik meleset, dll), namun tetap dijatuhi penalti. Perlu ada verifikasi yang lebih akurat sebelum poin penalti diberikan. 6.Fitur Rating untuk Pelanggan: Untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan, kami mengusulkan adanya fitur bagi driver untuk memberikan rating kepada pelanggan. Hal ini penting untuk meminimalisir risiko orderan fiktif serta memberikan proteksi bagi driver dari pelanggan yang bermasalah. 7.Evaluasi Sistem Hub dan Akun Reguler: Kami menyarankan evaluasi terhadap dominasi sistem Hub yang dirasa merugikan akun reguler. Kami mengusulkan adanya sistem alternatif, seperti sistem berlangganan/prioritas yang transparan, agar pendapatan antar mitra lebih merata. 8.Efisiensi Verifikasi Wajah: Kami memohon agar verifikasi wajah dilakukan secara efisien (cukup 1x saat aplikasi baru diaktifkan). Frekuensi verifikasi yang terlalu sering sangat menyulitkan driver, terutama saat kondisi cuaca ekstrem seperti hujan deras, yang justru dapat membahayakan keamanan driver di jalan. Demikian aspirasi ini kami sampaikan. Kami sangat mencintai profesi ini dan berharap ShopeeFood dapat terus tumbuh bersama mitra yang sejahtera dan dihargai. Kami menantikan tanggapan dan langkah nyata dari pihak manajemen. Hormat kami, Mitra Pengemudi ShopeeFood Indonesia  RI  Indonesia  DEDI MULYADI   #ojol #bandung #fyp #viraltiktok #tiktok", "post_id": "7625943179505831186"}}, {"key": "byu.projects", "attributes": {"label": "byu.projects", "x": 213.26940584360997, "y": 995.551422539918, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.1516, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7637763226482068744", "id": "byu.projects", "source": "tiktok-000001", "content": "-U ProjectsKebijakan pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) resmi mulai diterapkan di sejumlah daerah. Salah satu aturan yang paling menjadi perhatian masyarakat adalah pembatasan pengisian Pertalite untuk kendaraan roda dua yang kini dibatasi maksimal Rp50 ribu per transaksi. Aturan tersebut langsung menjadi perbincangan luas di tengah masyarakat karena menyangkut kebutuhan harian jutaan pengendara motor. Banyak warga mengaku baru mengetahui adanya pembatasan setelah informasi tersebut ramai beredar di media sosial dan sejumlah SPBU mulai menerapkannya. Pemerintah daerah menyebut kebijakan ini dilakukan untuk menjaga distribusi BBM subsidi agar tetap merata dan tidak cepat habis. Konsumsi Pertalite yang terus meningkat disebut menjadi salah satu alasan utama diterapkannya pembatasan pengisian. Selain itu, aturan ini juga bertujuan untuk mencegah antrean panjang di SPBU serta mengurangi praktik penimbunan dan penyalahgunaan BBM subsidi oleh oknum tertentu. Pemerintah berharap distribusi BBM bisa lebih tepat sasaran bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Tidak hanya untuk sepeda motor, pembatasan juga diberlakukan bagi kendaraan roda empat. Mobil diwajibkan menggunakan QR Code MyPertamina dan memiliki batas maksimal pengisian tertentu sesuai kategori bahan bakar yang digunakan. Pihak terkait juga memperketat pengawasan terhadap kendaraan dengan tangki modifikasi maupun pembelian menggunakan jerigen. Langkah tersebut diambil untuk mencegah pembelian berlebihan yang dapat mengganggu pasokan BBM di lapangan. Meski disebut sebagai upaya menjaga ketersediaan BBM subsidi, kebijakan ini tetap menuai pro dan kontra di masyarakat. Sebagian warga menilai aturan tersebut cukup membantu agar Pertalite tidak cepat langka dan antrean di SPBU bisa berkurang. Namun di sisi lain, tidak sedikit pengendara yang merasa kebijakan ini akan menyulitkan aktivitas harian mereka, terutama bagi pekerja lapangan, pengemudi ojek online, hingga masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi setiap hari. Sebagian driver ojol mengaku khawatir pembatasan tersebut akan berdampak pada biaya operasional mereka. Apalagi kebutuhan bahan bakar menjadi faktor utama dalam pekerjaan sehari-hari. Sementara itu, pihak pemerintah daerah memastikan kebijakan pembatasan dilakukan untuk menjaga stabilitas distribusi BBM dan akan terus dievaluasi sesuai kondisi di lapangan. Hingga kini, aturan pembatasan pembelian Pertalite masih menjadi topik hangat di masyarakat dan diperkirakan akan terus menuai perhatian publik, terutama jika kebijakan serupa diterapkan di lebih banyak daerah lain di Indonesia.#breakingnews #fyppppppppppppppppppppppp #tiktokviral", "post_id": "7637763226482068744"}}, {"key": "By", "attributes": {"label": "By", "x": 600.9611185836176, "y": 28.30353817938347, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.9305, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7637763226482068744", "id": "By", "source": "tiktok-000001", "content": "-U ProjectsKebijakan pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) resmi mulai diterapkan di sejumlah daerah. Salah satu aturan yang paling menjadi perhatian masyarakat adalah pembatasan pengisian Pertalite untuk kendaraan roda dua yang kini dibatasi maksimal Rp50 ribu per transaksi. Aturan tersebut langsung menjadi perbincangan luas di tengah masyarakat karena menyangkut kebutuhan harian jutaan pengendara motor. Banyak warga mengaku baru mengetahui adanya pembatasan setelah informasi tersebut ramai beredar di media sosial dan sejumlah SPBU mulai menerapkannya. Pemerintah daerah menyebut kebijakan ini dilakukan untuk menjaga distribusi BBM subsidi agar tetap merata dan tidak cepat habis. Konsumsi Pertalite yang terus meningkat disebut menjadi salah satu alasan utama diterapkannya pembatasan pengisian. Selain itu, aturan ini juga bertujuan untuk mencegah antrean panjang di SPBU serta mengurangi praktik penimbunan dan penyalahgunaan BBM subsidi oleh oknum tertentu. Pemerintah berharap distribusi BBM bisa lebih tepat sasaran bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Tidak hanya untuk sepeda motor, pembatasan juga diberlakukan bagi kendaraan roda empat. Mobil diwajibkan menggunakan QR Code MyPertamina dan memiliki batas maksimal pengisian tertentu sesuai kategori bahan bakar yang digunakan. Pihak terkait juga memperketat pengawasan terhadap kendaraan dengan tangki modifikasi maupun pembelian menggunakan jerigen. Langkah tersebut diambil untuk mencegah pembelian berlebihan yang dapat mengganggu pasokan BBM di lapangan. Meski disebut sebagai upaya menjaga ketersediaan BBM subsidi, kebijakan ini tetap menuai pro dan kontra di masyarakat. Sebagian warga menilai aturan tersebut cukup membantu agar Pertalite tidak cepat langka dan antrean di SPBU bisa berkurang. Namun di sisi lain, tidak sedikit pengendara yang merasa kebijakan ini akan menyulitkan aktivitas harian mereka, terutama bagi pekerja lapangan, pengemudi ojek online, hingga masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi setiap hari. Sebagian driver ojol mengaku khawatir pembatasan tersebut akan berdampak pada biaya operasional mereka. Apalagi kebutuhan bahan bakar menjadi faktor utama dalam pekerjaan sehari-hari. Sementara itu, pihak pemerintah daerah memastikan kebijakan pembatasan dilakukan untuk menjaga stabilitas distribusi BBM dan akan terus dievaluasi sesuai kondisi di lapangan. Hingga kini, aturan pembatasan pembelian Pertalite masih menjadi topik hangat di masyarakat dan diperkirakan akan terus menuai perhatian publik, terutama jika kebijakan serupa diterapkan di lebih banyak daerah lain di Indonesia.#breakingnews #fyppppppppppppppppppppppp #tiktokviral", "post_id": "7637763226482068744"}}, {"key": "tribuntangerang", "attributes": {"label": "tribuntangerang", "x": 765.3573271526011, "y": 359.9652461403904, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.9159, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "7650520608953928967", "id": "tribuntangerang", "source": "tiktok-000001", "content": "Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax menjadi Rp16.250 per liter membuat sejumlah pengemudi ojek online atau ojol di Kabupaten Tangerang harus memutar otak untuk menekan pengeluaran harian. Di sela waktu menunggu order, para pengemudi ojol di Citra Raya Cikupa, Kabupaten tangerang, terlihat berbincang mengenai kenaikan harga BBM yang dinilai berdampak langsung terhadap biaya operasional harian mereka. Sebagian bahkan mengaku mulai beralih dari Pertamax ke Pertalite hingga mengurangi jatah makan guna menekan pengeluaran bahan bakar. (TribunTangerang.com/Nurmahadi) SUMBER: https://tangerang.tribunnews.com/kabupaten-tangerang/58519/harga-pertamax-naik-ojol-di-tangerang-putar-otak-turun-ke-pertalite-hingga-pangkas-biaya-hidup Jangan lupa follow akun sosial media TribunTangerang.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:  YouTube: https://www.youtube.com/ Facebook: https://www.facebook.com/TribunnewsTangerang/ Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZ0fhb3LdQSSdO9AS1s TikTok: https://www.tiktok.com/?lang=en Instagram: https://www.instagram.com/tribun.tangerang/ #bbm #prabowo #pertamax #tangerang", "post_id": "7650520608953928967"}}, {"key": "officialinews", "attributes": {"label": "officialinews", "x": 938.0679637461183, "y": 852.511810122651, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.1516, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7650694793600847105", "id": "officialinews", "source": "tiktok-000001", "content": "Seorang pengemudi ojek online (ojol) menjadi sorotan warganet karena aksi sosial yang rutin dilakukannya untuk membantu sesama pengemudi ojol.  Melalui akun Instagram , ia kerap membagikan momen saat memberikan bantuan kepada para driver yang ditemuinya di jalan. Meski harga BBM jenis Pertamax mengalami kenaikan, pria tersebut tetap melanjutkan kegiatan berbagi dan membantu rekan-rekan sesama pengemudi ojol. #Ojol #BBM #Pertalite #Pertamax #iNews  Creator: Amr/VHS Video: Instagram/muluza_ojolberbagi", "post_id": "7650694793600847105"}}, {"key": "tribunpriangan.com", "attributes": {"label": "tribunpriangan.com", "x": 486.81461855731834, "y": 245.17541497833207, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.9159, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "7649692161469926664", "id": "tribunpriangan.com", "source": "tiktok-000001", "content": "KENAIKAN HARGA BBM DAN OLI Cekik Driver Ojol di Ciamis: Pendapatan Tetap TRIBUNPRIANGAN.COM - Kebijakan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax menjadi Rp16.250 per liter mulai Rabu (10/6/2026) langsung berdampak nyata di tingkat bawah. Di Kabupaten Ciamis, para pengemudi ojek online (ojol) kini harus memutar otak lebih keras lantaran lonjakan biaya operasional tersebut berjalan beriringan dengan melambungnya harga pelumas mesin serta biaya perawatan kendaraan. Iman Nuryakin (30), salah seorang pengemudi ojol yang ditemui di kawasan SPBU Ciamis Kota, mengungkapkan bahwa kenaikan harga Pertamax sebesar Rp3.950 per liter dari harga semula Rp12.300 merupaakan tamparan keras bagi para pekerja yang menggantungkan hidup di jalanan. \"Kalau bisa jangan naik lagi. Buat driver itu jadi beban karena tidak sebanding dengan pendapatan yang diterima,\" ujar Iman dengan nada lesu, Rabu (10/6/2026). (*) Reporter: Ai Sani Prod. Video: Aldi M Perdana Ikuti juga informasi melalui akun media sosial dan website kami: - Website: https://priangan.tribunnews.com - Instagram: https://www.instagram.com/tribunpriangan - Tiktok: https://www.tiktok.com/ - Youtube: https://www.youtube.com/ #BBMNaik2026 #PertamaxCiamis #OjolCiamis #InfoCiamis #PrianganTimur #TribunPriangan #BaladPriangan #KabarCiamis #NasibOjol #PertaminaPatraNiaga", "post_id": "7649692161469926664"}}, {"key": "tribunpriangan", "attributes": {"label": "tribunpriangan", "x": 219.3843529754077, "y": 393.2672626882112, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 23.6947, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7649692161469926664", "id": "tribunpriangan", "source": "tiktok-000001", "content": "KENAIKAN HARGA BBM DAN OLI Cekik Driver Ojol di Ciamis: Pendapatan Tetap TRIBUNPRIANGAN.COM - Kebijakan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax menjadi Rp16.250 per liter mulai Rabu (10/6/2026) langsung berdampak nyata di tingkat bawah. Di Kabupaten Ciamis, para pengemudi ojek online (ojol) kini harus memutar otak lebih keras lantaran lonjakan biaya operasional tersebut berjalan beriringan dengan melambungnya harga pelumas mesin serta biaya perawatan kendaraan. Iman Nuryakin (30), salah seorang pengemudi ojol yang ditemui di kawasan SPBU Ciamis Kota, mengungkapkan bahwa kenaikan harga Pertamax sebesar Rp3.950 per liter dari harga semula Rp12.300 merupaakan tamparan keras bagi para pekerja yang menggantungkan hidup di jalanan. \"Kalau bisa jangan naik lagi. Buat driver itu jadi beban karena tidak sebanding dengan pendapatan yang diterima,\" ujar Iman dengan nada lesu, Rabu (10/6/2026). (*) Reporter: Ai Sani Prod. Video: Aldi M Perdana Ikuti juga informasi melalui akun media sosial dan website kami: - Website: https://priangan.tribunnews.com - Instagram: https://www.instagram.com/tribunpriangan - Tiktok: https://www.tiktok.com/ - Youtube: https://www.youtube.com/ #BBMNaik2026 #PertamaxCiamis #OjolCiamis #InfoCiamis #PrianganTimur #TribunPriangan #BaladPriangan #KabarCiamis #NasibOjol #PertaminaPatraNiaga", "post_id": "7649692161469926664"}}, {"key": "one.newsofficial", "attributes": {"label": "one.newsofficial", "x": 325.54746368876874, "y": 705.52051894446, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.1516, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7651544880937749780", "id": "one.newsofficial", "source": "tiktok-000001", "content": "Di tengah naiknya harga Pertamax, seorang pengemudi ojek online justru menjadi sorotan karena konsisten berbagi dengan sesama. Melalui akun Instagram , ia kerap membagikan momen saat membantu rekan-rekan driver ojol yang membutuhkan di jalan. Aksi sederhana namun penuh makna tersebut dilakukan secara rutin sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama pencari nafkah. Di saat biaya operasional semakin tinggi, ia tetap menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu orang lain. Sikap inilah yang membuat banyak warganet tersentuh dan memberikan apresiasi. Kisah ini menjadi bukti bahwa kebaikan tidak selalu lahir dari kelebihan, tetapi dari hati yang peduli dan keinginan untuk berbagi. Semoga semakin banyak orang yang terinspirasi untuk menebar manfaat di tengah berbagai kesulitan yang dihadapi. ❤️ Source Videos :  #ojol #gojek #berbagi #pertamax #viral", "post_id": "7651544880937749780"}}, {"key": "humaskotajogja", "attributes": {"label": "humaskotajogja", "x": 268.1392070457309, "y": 676.7572046136748, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 9.1516, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "561961350640285_1290208959865805", "id": "humaskotajogja", "source": "facebook-000001", "content": "Melalui Parade Kendaraan Nir Emisi Jogja Bersinar, puluhan kendaraan listrik melintasi jalan-jalan utama Kota Yogyakarta sebagai bagian dari upaya mendorong transportasi yang lebih ramah lingkungan.\n\nMenariknya, transformasi ini juga dirasakan langsung manfaatnya oleh para pengemudi becak listrik. Selain lebih hemat biaya operasional, becak listrik menjadi bukti bahwa inovasi bisa berjalan beriringan dengan pelestarian budaya khas Jogja.\n\nKarena masa depan kota yang sehat tidak hanya dibangun dengan teknologi, tetapi juga dengan kolaborasi dan kepedulian kita bersama.\n\nMari dukung transportasi rendah emisi untuk Yogyakarta yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi generasi mendatang.\n\n#JogjaIstimewa #BecakListrik #Malioboro #InfoJogja #PemkotJogja", "post_id": "561961350640285_1290208959865805"}}, {"key": "@WFSB", "attributes": {"label": "@WFSB", "x": 172.6791878709537, "y": 511.0357738747252, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.1516, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "OkzBix4K-9Y", "id": "@WFSB", "source": "youtube-000001", "content": "Kenaikan harga BBM berdampak pada pemilik perahu menjelang akhir pekan Memorial Day\n\nHarga bensin yang tinggi tidak hanya berdampak pada pengemudi pada akhir pekan liburan mendatang. Para pemilik perahu juga merasakan dampaknya di SPBU.\n\nUntuk berita lokal lainnya dari WFSB: https://www.wfsb.com/\nUntuk konten YouTube lainnya:    /", "post_id": "OkzBix4K-9Y"}}, {"key": "wfsb", "attributes": {"label": "wfsb", "x": 981.8526347084545, "y": 55.089853128315156, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.9305, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "OkzBix4K-9Y", "id": "wfsb", "source": "youtube-000001", "content": "Kenaikan harga BBM berdampak pada pemilik perahu menjelang akhir pekan Memorial Day\n\nHarga bensin yang tinggi tidak hanya berdampak pada pengemudi pada akhir pekan liburan mendatang. Para pemilik perahu juga merasakan dampaknya di SPBU.\n\nUntuk berita lokal lainnya dari WFSB: https://www.wfsb.com/\nUntuk konten YouTube lainnya:    /", "post_id": "OkzBix4K-9Y"}}, {"key": "@FarronBalanced", "attributes": {"label": "@FarronBalanced", "x": 993.3734043647719, "y": 47.452297442049264, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.1516, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3vfcehX-BQg", "id": "@FarronBalanced", "source": "youtube-000001", "content": "Harga BBM Siap MELEDAK Saat Trump Sibuk Memuji Diri Sendiri\n\nTrump menghabiskan akhir pekan dengan memposting ulang pujian tentang dirinya sendiri sementara harga bensin melonjak akibat perang Iran yang dilancarkannya, paling berdampak pada pengemudi berpenghasilan rendah dan menghabiskan sebagian besar gaji mereka. Farron Cousins ​​menguraikan hal ini.\nLink - https://www.washingtonpost.com/busine...\n\nJangan lupa untuk menyukai, berkomentar, dan berbagi! Dan berlangganan untuk tetap terhubung!\n\nGabung Discord kami:   / discord  \n\nMenjadi anggota untuk AKSES AWAL ke video:    /   \n\nIkuti saya di media sosial!\n\nhttps://bsky.app/profile/farronbalanc...\n  / farronbalanced  \n  / farronbalanced  \nhttps://www.threads.net/\n\nDengarkan video saya dalam format audio dengan berlangganan podcast saya: https://farronbalanceddaily.buzzsprou...", "post_id": "3vfcehX-BQg"}}, {"key": "farronbalanced", "attributes": {"label": "farronbalanced", "x": 600.1975009841728, "y": 814.162996123462, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.0411, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3vfcehX-BQg", "id": "farronbalanced", "source": "youtube-000001", "content": "Harga BBM Siap MELEDAK Saat Trump Sibuk Memuji Diri Sendiri\n\nTrump menghabiskan akhir pekan dengan memposting ulang pujian tentang dirinya sendiri sementara harga bensin melonjak akibat perang Iran yang dilancarkannya, paling berdampak pada pengemudi berpenghasilan rendah dan menghabiskan sebagian besar gaji mereka. Farron Cousins ​​menguraikan hal ini.\nLink - https://www.washingtonpost.com/busine...\n\nJangan lupa untuk menyukai, berkomentar, dan berbagi! Dan berlangganan untuk tetap terhubung!\n\nGabung Discord kami:   / discord  \n\nMenjadi anggota untuk AKSES AWAL ke video:    /   \n\nIkuti saya di media sosial!\n\nhttps://bsky.app/profile/farronbalanc...\n  / farronbalanced  \n  / farronbalanced  \nhttps://www.threads.net/\n\nDengarkan video saya dalam format audio dengan berlangganan podcast saya: https://farronbalanceddaily.buzzsprou...", "post_id": "3vfcehX-BQg"}}, {"key": "@sopirbondonekat", "attributes": {"label": "@sopirbondonekat", "x": 48.79966912513423, "y": 331.83924588168435, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.1516, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "MCrbOBcTTSA", "id": "@sopirbondonekat", "source": "youtube-000001", "content": "POTONGAN 8% CUMA MOTOR?! DRIVER MOBIL NGAMUK: RESIKO KITA 4X LIPAT, WOI! JANGAN PILIK KASIH DONG 😤🔥\n\nPOTONGAN 8% CUMA BUAT MOTOR?! DRIVER MOBIL JANGAN MAU DIADU DOMBA! SIMAK KEBENARANNYA! 🔥🚗💨\n\nSelamat datang kembali di channel SOPIR BONDO NEKAT! Tempatnya para pejuang aspal bicara jujur, apa adanya, dan tanpa sensor!\n\nPernah kepikiran nggak sih, kenapa kebijakan potongan tarif belakangan ini terasa pilih kasih? Di video kali ini, kita bakal bongkar habis-habisan keresahan yang dirasakan para driver taksi online. Kenapa motor bisa dapet potongan 8%, tapi kita yang di mobil masih \"dicekik\" dengan potongan tinggi?\n\nIni bukan soal iri-irian sama temen-temen ojek motor, tapi ini soal LOGIKA BIAYA OPERASIONAL!\n\nApa yang kita bahas di video berdurasi 9 menit 15 detik ini?\n\nAnalisis Perbandingan Biaya: Kenapa biaya operasional mobil itu 4x lipat (bahkan lebih) dibanding motor? Dari servis rutin, ganti ban, sampai sparepart yang harganya selangit.\n\nResiko di Jalan: Kita bicara soal resiko gesper, laka, hingga biaya perawatan body yang nggak murah. Apakah potongan tarif saat ini sudah adil menutup resiko itu?\n\nCurhatan Hati Driver: Fakta di lapangan yang seringkali nggak sampai ke telinga para pemangku kebijakan.\n\nHarapan untuk Aplikator: Gimana seharusnya regulasi yang memanusiakan driver mobil.\n\nJangan cuma nonton! Saya pengen denger suara kalian di kolom komentar. Apakah kalian setuju kalau potongan mobil juga harus disesuaikan? Atau kalian punya hitung-hitungan sendiri? Tulis di bawah, kita diskusi sehat!\n\nSPESIFIKASI VIDEO (Behind The Scene):\nVideo ini diproduksi dengan niat totalitas buat kalian semua:\n\nCamera: DJI Osmo Action 5 Pro (Visual jernih, stabil, meski diajak manuver di jalanan Surabaya!)\n\nEditing Software: Adobe Premiere Pro 2017 (Old but Gold! Terbukti stabil buat grading dan cutting durasi panjang).\n\nResolution: Cinematic High Quality.\n\nDIPERSEMBAHKAN OLEH: SOPIR BONDO NEKAT\nJangan lupa mampir dan follow media sosial saya yang lain biar nggak ketinggalan info-info \"panas\" seputar dunia driver online dan tips otomotif lainnya:\n\n▶️ YouTube:    /   \nⓕ Facebook:   / ekoserbabagus  \nꚠ TikTok: \n𝕏 Twitter/X: \n🅾 Instagram: \n\nSTAMP WAKTU (TIMESTAMPS):\n00:00 - Intro: Keresahan Driver Mobil\n01:30 - Update Potongan Tarif 8% (Motor vs Mobil)\n03:00 - Hitung-hitungan Biaya Operasional Mobil 4x Lipat\n05:15 - Resiko Kerja: Nyawa dan Asset\n07:00 - Pesan Terbuka untuk Aplikator\n08:45 - Kesimpulan & Penutup\n\nSUPPOCHANNEL INI:\nDukung terus channel SOPIR BONDO NEKAT agar bisa terus menyuarakan hak-hak driver dengan cara:\n✅ LIKE video ini kalau kamu merasa terwakili.\n✅ SUBSCRIBE dan nyalakan loncengnya.\n✅ SHARE ke grup-grup WA driver se-Indonesia!\n\nSalam Satu Aspal! Bondo Nekat, Rejeki Berkat!\n\n#DriverOnline #TaksiOnline #OjekOnline #PotonganTarif #KeluhKesahDriver #SopirBondoNekat #DriverSurabaya #DJOsmoAction5Pro #AdobePremierePro #UpdateOjol #KeadilanTarif #Gojek #Grab #Maxim #InDrive", "post_id": "MCrbOBcTTSA"}}, {"key": "sopirbondonekat", "attributes": {"label": "sopirbondonekat", "x": 949.571779526927, "y": 491.02744130961815, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0963, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "MCrbOBcTTSA", "id": "sopirbondonekat", "source": "youtube-000001", "content": "POTONGAN 8% CUMA MOTOR?! DRIVER MOBIL NGAMUK: RESIKO KITA 4X LIPAT, WOI! JANGAN PILIK KASIH DONG 😤🔥\n\nPOTONGAN 8% CUMA BUAT MOTOR?! DRIVER MOBIL JANGAN MAU DIADU DOMBA! SIMAK KEBENARANNYA! 🔥🚗💨\n\nSelamat datang kembali di channel SOPIR BONDO NEKAT! Tempatnya para pejuang aspal bicara jujur, apa adanya, dan tanpa sensor!\n\nPernah kepikiran nggak sih, kenapa kebijakan potongan tarif belakangan ini terasa pilih kasih? Di video kali ini, kita bakal bongkar habis-habisan keresahan yang dirasakan para driver taksi online. Kenapa motor bisa dapet potongan 8%, tapi kita yang di mobil masih \"dicekik\" dengan potongan tinggi?\n\nIni bukan soal iri-irian sama temen-temen ojek motor, tapi ini soal LOGIKA BIAYA OPERASIONAL!\n\nApa yang kita bahas di video berdurasi 9 menit 15 detik ini?\n\nAnalisis Perbandingan Biaya: Kenapa biaya operasional mobil itu 4x lipat (bahkan lebih) dibanding motor? Dari servis rutin, ganti ban, sampai sparepart yang harganya selangit.\n\nResiko di Jalan: Kita bicara soal resiko gesper, laka, hingga biaya perawatan body yang nggak murah. Apakah potongan tarif saat ini sudah adil menutup resiko itu?\n\nCurhatan Hati Driver: Fakta di lapangan yang seringkali nggak sampai ke telinga para pemangku kebijakan.\n\nHarapan untuk Aplikator: Gimana seharusnya regulasi yang memanusiakan driver mobil.\n\nJangan cuma nonton! Saya pengen denger suara kalian di kolom komentar. Apakah kalian setuju kalau potongan mobil juga harus disesuaikan? Atau kalian punya hitung-hitungan sendiri? Tulis di bawah, kita diskusi sehat!\n\nSPESIFIKASI VIDEO (Behind The Scene):\nVideo ini diproduksi dengan niat totalitas buat kalian semua:\n\nCamera: DJI Osmo Action 5 Pro (Visual jernih, stabil, meski diajak manuver di jalanan Surabaya!)\n\nEditing Software: Adobe Premiere Pro 2017 (Old but Gold! Terbukti stabil buat grading dan cutting durasi panjang).\n\nResolution: Cinematic High Quality.\n\nDIPERSEMBAHKAN OLEH: SOPIR BONDO NEKAT\nJangan lupa mampir dan follow media sosial saya yang lain biar nggak ketinggalan info-info \"panas\" seputar dunia driver online dan tips otomotif lainnya:\n\n▶️ YouTube:    /   \nⓕ Facebook:   / ekoserbabagus  \nꚠ TikTok: \n𝕏 Twitter/X: \n🅾 Instagram: \n\nSTAMP WAKTU (TIMESTAMPS):\n00:00 - Intro: Keresahan Driver Mobil\n01:30 - Update Potongan Tarif 8% (Motor vs Mobil)\n03:00 - Hitung-hitungan Biaya Operasional Mobil 4x Lipat\n05:15 - Resiko Kerja: Nyawa dan Asset\n07:00 - Pesan Terbuka untuk Aplikator\n08:45 - Kesimpulan & Penutup\n\nSUPPOCHANNEL INI:\nDukung terus channel SOPIR BONDO NEKAT agar bisa terus menyuarakan hak-hak driver dengan cara:\n✅ LIKE video ini kalau kamu merasa terwakili.\n✅ SUBSCRIBE dan nyalakan loncengnya.\n✅ SHARE ke grup-grup WA driver se-Indonesia!\n\nSalam Satu Aspal! Bondo Nekat, Rejeki Berkat!\n\n#DriverOnline #TaksiOnline #OjekOnline #PotonganTarif #KeluhKesahDriver #SopirBondoNekat #DriverSurabaya #DJOsmoAction5Pro #AdobePremierePro #UpdateOjol #KeadilanTarif #Gojek #Grab #Maxim #InDrive", "post_id": "MCrbOBcTTSA"}}, {"key": "sopir.bondo.nekat", "attributes": {"label": "sopir.bondo.nekat", "x": 183.35755470741665, "y": 43.38679884624908, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0963, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "MCrbOBcTTSA", "id": "sopir.bondo.nekat", "source": "youtube-000001", "content": "POTONGAN 8% CUMA MOTOR?! DRIVER MOBIL NGAMUK: RESIKO KITA 4X LIPAT, WOI! JANGAN PILIK KASIH DONG 😤🔥\n\nPOTONGAN 8% CUMA BUAT MOTOR?! DRIVER MOBIL JANGAN MAU DIADU DOMBA! SIMAK KEBENARANNYA! 🔥🚗💨\n\nSelamat datang kembali di channel SOPIR BONDO NEKAT! Tempatnya para pejuang aspal bicara jujur, apa adanya, dan tanpa sensor!\n\nPernah kepikiran nggak sih, kenapa kebijakan potongan tarif belakangan ini terasa pilih kasih? Di video kali ini, kita bakal bongkar habis-habisan keresahan yang dirasakan para driver taksi online. Kenapa motor bisa dapet potongan 8%, tapi kita yang di mobil masih \"dicekik\" dengan potongan tinggi?\n\nIni bukan soal iri-irian sama temen-temen ojek motor, tapi ini soal LOGIKA BIAYA OPERASIONAL!\n\nApa yang kita bahas di video berdurasi 9 menit 15 detik ini?\n\nAnalisis Perbandingan Biaya: Kenapa biaya operasional mobil itu 4x lipat (bahkan lebih) dibanding motor? Dari servis rutin, ganti ban, sampai sparepart yang harganya selangit.\n\nResiko di Jalan: Kita bicara soal resiko gesper, laka, hingga biaya perawatan body yang nggak murah. Apakah potongan tarif saat ini sudah adil menutup resiko itu?\n\nCurhatan Hati Driver: Fakta di lapangan yang seringkali nggak sampai ke telinga para pemangku kebijakan.\n\nHarapan untuk Aplikator: Gimana seharusnya regulasi yang memanusiakan driver mobil.\n\nJangan cuma nonton! Saya pengen denger suara kalian di kolom komentar. Apakah kalian setuju kalau potongan mobil juga harus disesuaikan? Atau kalian punya hitung-hitungan sendiri? Tulis di bawah, kita diskusi sehat!\n\nSPESIFIKASI VIDEO (Behind The Scene):\nVideo ini diproduksi dengan niat totalitas buat kalian semua:\n\nCamera: DJI Osmo Action 5 Pro (Visual jernih, stabil, meski diajak manuver di jalanan Surabaya!)\n\nEditing Software: Adobe Premiere Pro 2017 (Old but Gold! Terbukti stabil buat grading dan cutting durasi panjang).\n\nResolution: Cinematic High Quality.\n\nDIPERSEMBAHKAN OLEH: SOPIR BONDO NEKAT\nJangan lupa mampir dan follow media sosial saya yang lain biar nggak ketinggalan info-info \"panas\" seputar dunia driver online dan tips otomotif lainnya:\n\n▶️ YouTube:    /   \nⓕ Facebook:   / ekoserbabagus  \nꚠ TikTok: \n𝕏 Twitter/X: \n🅾 Instagram: \n\nSTAMP WAKTU (TIMESTAMPS):\n00:00 - Intro: Keresahan Driver Mobil\n01:30 - Update Potongan Tarif 8% (Motor vs Mobil)\n03:00 - Hitung-hitungan Biaya Operasional Mobil 4x Lipat\n05:15 - Resiko Kerja: Nyawa dan Asset\n07:00 - Pesan Terbuka untuk Aplikator\n08:45 - Kesimpulan & Penutup\n\nSUPPOCHANNEL INI:\nDukung terus channel SOPIR BONDO NEKAT agar bisa terus menyuarakan hak-hak driver dengan cara:\n✅ LIKE video ini kalau kamu merasa terwakili.\n✅ SUBSCRIBE dan nyalakan loncengnya.\n✅ SHARE ke grup-grup WA driver se-Indonesia!\n\nSalam Satu Aspal! Bondo Nekat, Rejeki Berkat!\n\n#DriverOnline #TaksiOnline #OjekOnline #PotonganTarif #KeluhKesahDriver #SopirBondoNekat #DriverSurabaya #DJOsmoAction5Pro #AdobePremierePro #UpdateOjol #KeadilanTarif #Gojek #Grab #Maxim #InDrive", "post_id": "MCrbOBcTTSA"}}, {"key": "SopirBondoNekat", "attributes": {"label": "SopirBondoNekat", "x": 214.43191200858703, "y": 345.64496215592567, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0963, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "MCrbOBcTTSA", "id": "SopirBondoNekat", "source": "youtube-000001", "content": "POTONGAN 8% CUMA MOTOR?! DRIVER MOBIL NGAMUK: RESIKO KITA 4X LIPAT, WOI! JANGAN PILIK KASIH DONG 😤🔥\n\nPOTONGAN 8% CUMA BUAT MOTOR?! DRIVER MOBIL JANGAN MAU DIADU DOMBA! SIMAK KEBENARANNYA! 🔥🚗💨\n\nSelamat datang kembali di channel SOPIR BONDO NEKAT! Tempatnya para pejuang aspal bicara jujur, apa adanya, dan tanpa sensor!\n\nPernah kepikiran nggak sih, kenapa kebijakan potongan tarif belakangan ini terasa pilih kasih? Di video kali ini, kita bakal bongkar habis-habisan keresahan yang dirasakan para driver taksi online. Kenapa motor bisa dapet potongan 8%, tapi kita yang di mobil masih \"dicekik\" dengan potongan tinggi?\n\nIni bukan soal iri-irian sama temen-temen ojek motor, tapi ini soal LOGIKA BIAYA OPERASIONAL!\n\nApa yang kita bahas di video berdurasi 9 menit 15 detik ini?\n\nAnalisis Perbandingan Biaya: Kenapa biaya operasional mobil itu 4x lipat (bahkan lebih) dibanding motor? Dari servis rutin, ganti ban, sampai sparepart yang harganya selangit.\n\nResiko di Jalan: Kita bicara soal resiko gesper, laka, hingga biaya perawatan body yang nggak murah. Apakah potongan tarif saat ini sudah adil menutup resiko itu?\n\nCurhatan Hati Driver: Fakta di lapangan yang seringkali nggak sampai ke telinga para pemangku kebijakan.\n\nHarapan untuk Aplikator: Gimana seharusnya regulasi yang memanusiakan driver mobil.\n\nJangan cuma nonton! Saya pengen denger suara kalian di kolom komentar. Apakah kalian setuju kalau potongan mobil juga harus disesuaikan? Atau kalian punya hitung-hitungan sendiri? Tulis di bawah, kita diskusi sehat!\n\nSPESIFIKASI VIDEO (Behind The Scene):\nVideo ini diproduksi dengan niat totalitas buat kalian semua:\n\nCamera: DJI Osmo Action 5 Pro (Visual jernih, stabil, meski diajak manuver di jalanan Surabaya!)\n\nEditing Software: Adobe Premiere Pro 2017 (Old but Gold! Terbukti stabil buat grading dan cutting durasi panjang).\n\nResolution: Cinematic High Quality.\n\nDIPERSEMBAHKAN OLEH: SOPIR BONDO NEKAT\nJangan lupa mampir dan follow media sosial saya yang lain biar nggak ketinggalan info-info \"panas\" seputar dunia driver online dan tips otomotif lainnya:\n\n▶️ YouTube:    /   \nⓕ Facebook:   / ekoserbabagus  \nꚠ TikTok: \n𝕏 Twitter/X: \n🅾 Instagram: \n\nSTAMP WAKTU (TIMESTAMPS):\n00:00 - Intro: Keresahan Driver Mobil\n01:30 - Update Potongan Tarif 8% (Motor vs Mobil)\n03:00 - Hitung-hitungan Biaya Operasional Mobil 4x Lipat\n05:15 - Resiko Kerja: Nyawa dan Asset\n07:00 - Pesan Terbuka untuk Aplikator\n08:45 - Kesimpulan & Penutup\n\nSUPPOCHANNEL INI:\nDukung terus channel SOPIR BONDO NEKAT agar bisa terus menyuarakan hak-hak driver dengan cara:\n✅ LIKE video ini kalau kamu merasa terwakili.\n✅ SUBSCRIBE dan nyalakan loncengnya.\n✅ SHARE ke grup-grup WA driver se-Indonesia!\n\nSalam Satu Aspal! Bondo Nekat, Rejeki Berkat!\n\n#DriverOnline #TaksiOnline #OjekOnline #PotonganTarif #KeluhKesahDriver #SopirBondoNekat #DriverSurabaya #DJOsmoAction5Pro #AdobePremierePro #UpdateOjol #KeadilanTarif #Gojek #Grab #Maxim #InDrive", "post_id": "MCrbOBcTTSA"}}, {"key": "@ayobandung", "attributes": {"label": "@ayobandung", "x": 189.88253673334054, "y": 163.09242572989703, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.1516, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "Bfsj__Ecc9w", "id": "@ayobandung", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Ojol Mengeluh Beban Operasional Bertambah\n\nHarga bahan bakar minyak non-subsidi jenis Pertamax resmi naik menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026. Kenaikan ini membuat sejumlah pengguna kendaraan, termasuk pengemudi ojek online, mengeluhkan bertambahnya biaya operasional harian. \n\nPT Pertamina melakukan penyesuaian harga Pertamax dari sebelumnya Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Selain Pertamax, harga Pertamax Green juga mengalami kenaikan menjadi Rp17.000 per liter. Sementara itu, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar tidak mengalami perubahan.\n\nMenurut salahseorang pengendaran ojek online pengguna BBM Non Subsidi jenis Pertamax, Hendro yang ditemui di SPBU Jalan Riau, Kota Bandung ini mengeluhkan, pengeluaran untuk bensin jadi lebih besar, sementara pendapatan belum tentu bertambah. \n\nHendro pun merasa kaget dengan kenaikan BBM Non Subsidi jenis Pertamax ini, dirinya menyesali kurangnya sosialisasi dari pemangku kebijakan karena kenaikan BBM secara mendadak seperti ini merugikan masyarakat kecil khususnya.\n\nVideo : Irfan Al-Faritsi\nEditor : Kavin Faza\n\n#bbmnaik #pertamaxnaik #berita #ayobandung \n\n--------------------------------------------------\n\nWelcome to Youtube Channel Ayobandung, don't forget to like, comment and subscribe!\n\nfor any information and news about Bandung,\nFind us on:\nWeb: ayobandung.com\nInstagram: \nTiktok:", "post_id": "Bfsj__Ecc9w"}}, {"key": "ayobandung_official", "attributes": {"label": "ayobandung_official", "x": 429.3923247506206, "y": 794.5278659280619, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.0411, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Bfsj__Ecc9w", "id": "ayobandung_official", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Ojol Mengeluh Beban Operasional Bertambah\n\nHarga bahan bakar minyak non-subsidi jenis Pertamax resmi naik menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026. Kenaikan ini membuat sejumlah pengguna kendaraan, termasuk pengemudi ojek online, mengeluhkan bertambahnya biaya operasional harian. \n\nPT Pertamina melakukan penyesuaian harga Pertamax dari sebelumnya Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Selain Pertamax, harga Pertamax Green juga mengalami kenaikan menjadi Rp17.000 per liter. Sementara itu, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar tidak mengalami perubahan.\n\nMenurut salahseorang pengendaran ojek online pengguna BBM Non Subsidi jenis Pertamax, Hendro yang ditemui di SPBU Jalan Riau, Kota Bandung ini mengeluhkan, pengeluaran untuk bensin jadi lebih besar, sementara pendapatan belum tentu bertambah. \n\nHendro pun merasa kaget dengan kenaikan BBM Non Subsidi jenis Pertamax ini, dirinya menyesali kurangnya sosialisasi dari pemangku kebijakan karena kenaikan BBM secara mendadak seperti ini merugikan masyarakat kecil khususnya.\n\nVideo : Irfan Al-Faritsi\nEditor : Kavin Faza\n\n#bbmnaik #pertamaxnaik #berita #ayobandung \n\n--------------------------------------------------\n\nWelcome to Youtube Channel Ayobandung, don't forget to like, comment and subscribe!\n\nfor any information and news about Bandung,\nFind us on:\nWeb: ayobandung.com\nInstagram: \nTiktok:", "post_id": "Bfsj__Ecc9w"}}, {"key": "ayobandungcom", "attributes": {"label": "ayobandungcom", "x": 605.8871576967388, "y": 96.47641911104843, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.0411, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Bfsj__Ecc9w", "id": "ayobandungcom", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Ojol Mengeluh Beban Operasional Bertambah\n\nHarga bahan bakar minyak non-subsidi jenis Pertamax resmi naik menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026. Kenaikan ini membuat sejumlah pengguna kendaraan, termasuk pengemudi ojek online, mengeluhkan bertambahnya biaya operasional harian. \n\nPT Pertamina melakukan penyesuaian harga Pertamax dari sebelumnya Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Selain Pertamax, harga Pertamax Green juga mengalami kenaikan menjadi Rp17.000 per liter. Sementara itu, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar tidak mengalami perubahan.\n\nMenurut salahseorang pengendaran ojek online pengguna BBM Non Subsidi jenis Pertamax, Hendro yang ditemui di SPBU Jalan Riau, Kota Bandung ini mengeluhkan, pengeluaran untuk bensin jadi lebih besar, sementara pendapatan belum tentu bertambah. \n\nHendro pun merasa kaget dengan kenaikan BBM Non Subsidi jenis Pertamax ini, dirinya menyesali kurangnya sosialisasi dari pemangku kebijakan karena kenaikan BBM secara mendadak seperti ini merugikan masyarakat kecil khususnya.\n\nVideo : Irfan Al-Faritsi\nEditor : Kavin Faza\n\n#bbmnaik #pertamaxnaik #berita #ayobandung \n\n--------------------------------------------------\n\nWelcome to Youtube Channel Ayobandung, don't forget to like, comment and subscribe!\n\nfor any information and news about Bandung,\nFind us on:\nWeb: ayobandung.com\nInstagram: \nTiktok:", "post_id": "Bfsj__Ecc9w"}}, {"key": "@tribunpriangan", "attributes": {"label": "@tribunpriangan", "x": 692.8400528404136, "y": 344.5216863067083, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.1516, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "VnQBzIOfcsU", "id": "@tribunpriangan", "source": "youtube-000001", "content": "KENAIKAN HARGA BBM DAN OLI Cekik Driver Ojol di Ciamis: Pendapatan Tetap\n\nTRIBUNPRIANGAN.COM - Kebijakan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax menjadi Rp16.250 per liter mulai Rabu (10/6/2026) langsung berdampak nyata di tingkat bawah.\n\nDi Kabupaten Ciamis, para pengemudi ojek online (ojol) kini harus memutar otak lebih keras lantaran lonjakan biaya operasional tersebut berjalan beriringan dengan melambungnya harga pelumas mesin serta biaya perawatan kendaraan.\n\nIman Nuryakin (30), salah seorang pengemudi ojol yang ditemui di kawasan SPBU Ciamis Kota, mengungkapkan bahwa kenaikan harga Pertamax sebesar Rp3.950 per liter dari harga semula Rp12.300 merupaakan tamparan keras bagi para pekerja yang menggantungkan hidup di jalanan.\n\n\"Kalau bisa jangan naik lagi. Buat driver itu jadi beban karena tidak sebanding dengan pendapatan yang diterima,\" ujar Iman dengan nada lesu, Rabu (10/6/2026). (*)\n\nReporter: Ai Sani\nProd. Video: Aldi M Perdana\n\nIkuti juga informasi melalui akun media sosial dan website kami:\nWebsite: https://priangan.tribunnews.com\nInstagram:   / tribunpriangan  \nTiktok:   / tribunpriangan.com  \nYoutube:    /   \n\n#BBMNaik2026 #PertamaxCiamis #OjolCiamis #InfoCiamis #PrianganTimur #TribunPriangan #BaladPriangan #KabarCiamis #NasibOjol #PertaminaPatraNiaga", "post_id": "VnQBzIOfcsU"}}, {"key": "@tribunjakarta", "attributes": {"label": "@tribunjakarta", "x": 498.49580144743123, "y": 451.6486275679741, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.1516, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "qXcdZPw0nF0", "id": "@tribunjakarta", "source": "youtube-000001", "content": "BBM Naik, Sembako Kian Mahal, Ojol Makin Terjepit!\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru \n\nTRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - BBM makin mahal, sembako naik, pengemudi ojol mengaku makin sulit bertahan hidup.\n\nDi tengah tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat, para pengemudi ojek online menjadi salah satu kelompok yang paling terdampak.\n\nKenaikan harga BBM membuat biaya operasional harian membengkak. \n\nTak cuma BBM, harga kebutuhan pokok hingga makanan dan minuman yang biasa dibeli saat bekerja di jalan juga ikut naik.\n\nSumber: TribunJakarta.com\n\neporter: Dionisius Arya Bima Suci\nVideografer: Dionisius Arya Bima Suci\nEditor: Dionisius Arya Bima Suci\nUploader: Elvera\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\nInstagram:   / tribunjakarta", "post_id": "qXcdZPw0nF0"}}, {"key": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "tribunjakarta", "x": 232.5220200053625, "y": 273.4537574026501, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.4481, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "qXcdZPw0nF0", "id": "tribunjakarta", "source": "youtube-000001", "content": "BBM Naik, Sembako Kian Mahal, Ojol Makin Terjepit!\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru \n\nTRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - BBM makin mahal, sembako naik, pengemudi ojol mengaku makin sulit bertahan hidup.\n\nDi tengah tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat, para pengemudi ojek online menjadi salah satu kelompok yang paling terdampak.\n\nKenaikan harga BBM membuat biaya operasional harian membengkak. \n\nTak cuma BBM, harga kebutuhan pokok hingga makanan dan minuman yang biasa dibeli saat bekerja di jalan juga ikut naik.\n\nSumber: TribunJakarta.com\n\neporter: Dionisius Arya Bima Suci\nVideografer: Dionisius Arya Bima Suci\nEditor: Dionisius Arya Bima Suci\nUploader: Elvera\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\nInstagram:   / tribunjakarta", "post_id": "qXcdZPw0nF0"}}, {"key": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "tribun.jakart...", "x": 716.538879913817, "y": 363.8330191099821, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.4481, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "qXcdZPw0nF0", "id": "tribun.jakart...", "source": "youtube-000001", "content": "BBM Naik, Sembako Kian Mahal, Ojol Makin Terjepit!\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru \n\nTRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - BBM makin mahal, sembako naik, pengemudi ojol mengaku makin sulit bertahan hidup.\n\nDi tengah tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat, para pengemudi ojek online menjadi salah satu kelompok yang paling terdampak.\n\nKenaikan harga BBM membuat biaya operasional harian membengkak. \n\nTak cuma BBM, harga kebutuhan pokok hingga makanan dan minuman yang biasa dibeli saat bekerja di jalan juga ikut naik.\n\nSumber: TribunJakarta.com\n\neporter: Dionisius Arya Bima Suci\nVideografer: Dionisius Arya Bima Suci\nEditor: Dionisius Arya Bima Suci\nUploader: Elvera\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\nInstagram:   / tribunjakarta", "post_id": "qXcdZPw0nF0"}}, {"key": "@TribunMedanTV", "attributes": {"label": "@TribunMedanTV", "x": 994.4557825424009, "y": 836.9305992406219, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.1516, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "K0dPNWt94PI", "id": "@TribunMedanTV", "source": "youtube-000001", "content": "HARGA PERTAMAX Tembus Rp16.650 per Liter, Pengemudi Ojol Medan Keluhkan Semakin Tercekik\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax mulai dikeluhkan para pengemudi ojek online di Medan. \n\nPenyesuaian harga yang berlaku pada Rabu (10/6/2026) dinilai menambah beban operasional di tengah tarif layanan yang belum mengalami kenaikan.\n\nBerdasarkan penyesuaian harga terbaru, Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.650 per liter atau bertambah Rp3.950 per liter.\n\nM. Iqbal, seorang pengemudi ojek online di Medan, mengaku keberatan dengan kenaikan harga yang dinilainya cukup signifikan.\n\nReporter : Husna \nEditor Video : Tria Rizki\n\nBergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nBaca selengkapnya di www.tribun-medan.com\n\n#TribunMedan", "post_id": "K0dPNWt94PI"}}, {"key": "tribunmedantv", "attributes": {"label": "tribunmedantv", "x": 805.6381931506759, "y": 386.0808591048086, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.9305, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "K0dPNWt94PI", "id": "tribunmedantv", "source": "youtube-000001", "content": "HARGA PERTAMAX Tembus Rp16.650 per Liter, Pengemudi Ojol Medan Keluhkan Semakin Tercekik\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax mulai dikeluhkan para pengemudi ojek online di Medan. \n\nPenyesuaian harga yang berlaku pada Rabu (10/6/2026) dinilai menambah beban operasional di tengah tarif layanan yang belum mengalami kenaikan.\n\nBerdasarkan penyesuaian harga terbaru, Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.650 per liter atau bertambah Rp3.950 per liter.\n\nM. Iqbal, seorang pengemudi ojek online di Medan, mengaku keberatan dengan kenaikan harga yang dinilainya cukup signifikan.\n\nReporter : Husna \nEditor Video : Tria Rizki\n\nBergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nBaca selengkapnya di www.tribun-medan.com\n\n#TribunMedan", "post_id": "K0dPNWt94PI"}}, {"key": "@mistartvonline", "attributes": {"label": "@mistartvonline", "x": 538.552167502976, "y": 750.004580525174, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.1516, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "GKTf7chq92o", "id": "@mistartvonline", "source": "youtube-000001", "content": "Ratusan Ojol Geruduk Pertamina, Keluhkan Sulitnya Pertalite Pascakenaikan BBM Nonsubsidi\n\nMedan, MISTAR.ID\n\nRatusan pengemudi ojek online menggeruduk Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut untuk meminta penjelasan terkait sulitnya memperoleh bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang diduga merupakan dampak dari kenaikan harga BBM nonsubsidi, Kamis (18/6/2026).\n\nRatusan pengemudi ojek online yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Driver Medan menggelar aksi di Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Jalan Kolonel Yos Sudarso, Kota Medan, Sumatera Utara.\n\nDalam aksinya, massa menyampaikan sejumlah tuntutan terkait kenaikan harga BBM nonsubsidi yang dinilai berdampak pada meningkatnya penggunaan BBM subsidi jenis Pertalite. Kondisi tersebut memicu antrean panjang di sejumlah SPBU di Kota Medan.\n\nPara pengemudi ojek online mengaku turut terdampak. Sebagian dari mereka terpaksa beralih menggunakan BBM nonsubsidi untuk menghindari antrean panjang agar tetap dapat menjalankan aktivitasnya.\n\nSection Head Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Romi Bachtiar menjelaskan, hal tersebut terjadi karena perubahan pola konsumsi masyarakat. Konsumen yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi beralih ke BBM subsidi, sehingga menyebabkan peningkatan antrean di sejumlah SPBU.\n\nMeski demikian, pihaknya memastikan stok BBM dalam kondisi aman dan tetap tersedia.\n\nSalah seorang perwakilan pengemudi ojek online, Budi, meminta adanya kompensasi dari Pertamina atas kerugian yang dialami para pengemudi akibat dampak kenaikan harga BBM tersebut.\n\nUsai menyampaikan aspirasi di Kantor Pertamina, massa melanjutkan aksi ke Kantor Ombudsman. Sebelumnya, mereka juga telah menggelar aksi di Kantor Gubernur Sumatera Utara dan Kantor DPRD Sumatera Utara.(Fiqih/hm21).\n\nBaca selengkapnya : \n\nhttps://mistar.id/\n\n#RatusanOjol #Ojol #OjekOnline #GerudukPertamina #Pertamina #BBM #Pertalite #Medan\n\n______________________________________________________________________\n \n\nJangan lupa subscribe,  tinggalkan komentar dan share video ini.\n\nTonton konten video-video lainnya di    /   \n\nBaca berita menarik lainnya di https://mistar.id/\n\nFollow:\n\n  / mistartv  \n  / profile.php  \n  / mistar.tv", "post_id": "GKTf7chq92o"}}, {"key": "mistartv706", "attributes": {"label": "mistartv706", "x": 6.948061238561731, "y": 49.42813885157826, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.9305, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "GKTf7chq92o", "id": "mistartv706", "source": "youtube-000001", "content": "Ratusan Ojol Geruduk Pertamina, Keluhkan Sulitnya Pertalite Pascakenaikan BBM Nonsubsidi\n\nMedan, MISTAR.ID\n\nRatusan pengemudi ojek online menggeruduk Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut untuk meminta penjelasan terkait sulitnya memperoleh bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang diduga merupakan dampak dari kenaikan harga BBM nonsubsidi, Kamis (18/6/2026).\n\nRatusan pengemudi ojek online yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Driver Medan menggelar aksi di Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Jalan Kolonel Yos Sudarso, Kota Medan, Sumatera Utara.\n\nDalam aksinya, massa menyampaikan sejumlah tuntutan terkait kenaikan harga BBM nonsubsidi yang dinilai berdampak pada meningkatnya penggunaan BBM subsidi jenis Pertalite. Kondisi tersebut memicu antrean panjang di sejumlah SPBU di Kota Medan.\n\nPara pengemudi ojek online mengaku turut terdampak. Sebagian dari mereka terpaksa beralih menggunakan BBM nonsubsidi untuk menghindari antrean panjang agar tetap dapat menjalankan aktivitasnya.\n\nSection Head Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Romi Bachtiar menjelaskan, hal tersebut terjadi karena perubahan pola konsumsi masyarakat. Konsumen yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi beralih ke BBM subsidi, sehingga menyebabkan peningkatan antrean di sejumlah SPBU.\n\nMeski demikian, pihaknya memastikan stok BBM dalam kondisi aman dan tetap tersedia.\n\nSalah seorang perwakilan pengemudi ojek online, Budi, meminta adanya kompensasi dari Pertamina atas kerugian yang dialami para pengemudi akibat dampak kenaikan harga BBM tersebut.\n\nUsai menyampaikan aspirasi di Kantor Pertamina, massa melanjutkan aksi ke Kantor Ombudsman. Sebelumnya, mereka juga telah menggelar aksi di Kantor Gubernur Sumatera Utara dan Kantor DPRD Sumatera Utara.(Fiqih/hm21).\n\nBaca selengkapnya : \n\nhttps://mistar.id/\n\n#RatusanOjol #Ojol #OjekOnline #GerudukPertamina #Pertamina #BBM #Pertalite #Medan\n\n______________________________________________________________________\n \n\nJangan lupa subscribe,  tinggalkan komentar dan share video ini.\n\nTonton konten video-video lainnya di    /   \n\nBaca berita menarik lainnya di https://mistar.id/\n\nFollow:\n\n  / mistartv  \n  / profile.php  \n  / mistar.tv", "post_id": "GKTf7chq92o"}}, {"key": "@ClickOnDetroitLocal4WDIV", "attributes": {"label": "@ClickOnDetroitLocal4WDIV", "x": 141.1640539221033, "y": 594.4093779434082, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.1516, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "PPR-yVAXWEg", "id": "@ClickOnDetroitLocal4WDIV", "source": "youtube-000001", "content": "Harga BBM turun setelah kesepakatan damai AS-Iran\n\nHarga rata-rata nasional untuk satu galon bensin reguler telah turun selama tiga minggu berturut-turut, memberikan sedikit kelegaan bagi para pengemudi selama musim perjalanan musim panas yang sibuk.\n\nSelamat datang di saluran YouTube resmi WDIV Local 4 News di Detroit!\nNantikan liputan lebih lanjut tentang Michigan Tenggara dan komunitas sekitarnya dengan berita terkini, cuaca, laporan asli, investigasi, dan olahraga lokal.\n\nKami bangga menjadi bagian dari komunitas Metro Detroit.\n\nTonton lebih banyak dari Local 4 di YouTube: https://www.youtube.com/\n\n📰 Berita lainnya: https://www.clickondetroit.com/\n▶️ Tonton Local 4 News secara langsung: https://www.clickondetroit.com/live/\n📩 Daftar untuk buletin Local 4: https://www.clickondetroit.com/accoun...", "post_id": "PPR-yVAXWEg"}}, {"key": "ClickOnDetro...", "attributes": {"label": "ClickOnDetro...", "x": 796.506250270863, "y": 188.243992887145, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.9305, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "PPR-yVAXWEg", "id": "ClickOnDetro...", "source": "youtube-000001", "content": "Harga BBM turun setelah kesepakatan damai AS-Iran\n\nHarga rata-rata nasional untuk satu galon bensin reguler telah turun selama tiga minggu berturut-turut, memberikan sedikit kelegaan bagi para pengemudi selama musim perjalanan musim panas yang sibuk.\n\nSelamat datang di saluran YouTube resmi WDIV Local 4 News di Detroit!\nNantikan liputan lebih lanjut tentang Michigan Tenggara dan komunitas sekitarnya dengan berita terkini, cuaca, laporan asli, investigasi, dan olahraga lokal.\n\nKami bangga menjadi bagian dari komunitas Metro Detroit.\n\nTonton lebih banyak dari Local 4 di YouTube: https://www.youtube.com/\n\n📰 Berita lainnya: https://www.clickondetroit.com/\n▶️ Tonton Local 4 News secara langsung: https://www.clickondetroit.com/live/\n📩 Daftar untuk buletin Local 4: https://www.clickondetroit.com/accoun...", "post_id": "PPR-yVAXWEg"}}, {"key": "@tribunnewsbogorvideo", "attributes": {"label": "@tribunnewsbogorvideo", "x": 394.7056948103934, "y": 265.5175749120039, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.1516, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "Fx3eHWCOpWo", "id": "@tribunnewsbogorvideo", "source": "youtube-000001", "content": "CURHAT PENGEMUDI OJOL Soal Harga Pertamax Naik, Orderan Sepi BBM Malah Naik\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\nLaporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat\n\nTRIBUN-VIDEO.COM, BOGOR UTARA - Harga BBM Pertamina non subsidi mengalami kenaikan harga mulai hari ini, Rabu (10/6/2026).\n\nBBM Non Subsidi yang mengalami kenaikan yakni Pertamax dan Pertamax Green 95.\n\nSELENGKAPNYA\nhttps://bogor.tribunnews.com/bogor-ra....\n\nPenulis:\nEditor:\n\nProgram:\nHost:\nEditor Video: latif\nUploader:\n#hargabbm #bbm #pertamax #pertamina #beritanasional \nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunnewsBogor.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunnewsbogor  \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaGz...\nTikTok:   / tribunbogor  \n​Instagram:", "post_id": "Fx3eHWCOpWo"}}, {"key": "tribunnewsbogorvideo", "attributes": {"label": "tribunnewsbogorvideo", "x": 899.3518635696782, "y": 264.6665327728558, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.0411, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Fx3eHWCOpWo", "id": "tribunnewsbogorvideo", "source": "youtube-000001", "content": "CURHAT PENGEMUDI OJOL Soal Harga Pertamax Naik, Orderan Sepi BBM Malah Naik\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\nLaporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat\n\nTRIBUN-VIDEO.COM, BOGOR UTARA - Harga BBM Pertamina non subsidi mengalami kenaikan harga mulai hari ini, Rabu (10/6/2026).\n\nBBM Non Subsidi yang mengalami kenaikan yakni Pertamax dan Pertamax Green 95.\n\nSELENGKAPNYA\nhttps://bogor.tribunnews.com/bogor-ra....\n\nPenulis:\nEditor:\n\nProgram:\nHost:\nEditor Video: latif\nUploader:\n#hargabbm #bbm #pertamax #pertamina #beritanasional \nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunnewsBogor.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunnewsbogor  \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaGz...\nTikTok:   / tribunbogor  \n​Instagram:", "post_id": "Fx3eHWCOpWo"}}, {"key": "tribunbogor", "attributes": {"label": "tribunbogor", "x": 267.5244218356073, "y": 336.1716444373093, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.0411, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Fx3eHWCOpWo", "id": "tribunbogor", "source": "youtube-000001", "content": "CURHAT PENGEMUDI OJOL Soal Harga Pertamax Naik, Orderan Sepi BBM Malah Naik\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\nLaporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat\n\nTRIBUN-VIDEO.COM, BOGOR UTARA - Harga BBM Pertamina non subsidi mengalami kenaikan harga mulai hari ini, Rabu (10/6/2026).\n\nBBM Non Subsidi yang mengalami kenaikan yakni Pertamax dan Pertamax Green 95.\n\nSELENGKAPNYA\nhttps://bogor.tribunnews.com/bogor-ra....\n\nPenulis:\nEditor:\n\nProgram:\nHost:\nEditor Video: latif\nUploader:\n#hargabbm #bbm #pertamax #pertamina #beritanasional \nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunnewsBogor.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunnewsbogor  \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaGz...\nTikTok:   / tribunbogor  \n​Instagram:", "post_id": "Fx3eHWCOpWo"}}, {"key": "@livenowfox", "attributes": {"label": "@livenowfox", "x": 698.8651999828467, "y": 252.83040360921137, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.1516, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "lgeI1hOD4bg", "id": "@livenowfox", "source": "youtube-000001", "content": "Harga rata-rata bensin di AS turun ke angka $4 setelah kesepakatan Iran\n\nPara pengemudi mulai merasakan kelegaan di SPBU setelah berbulan-bulan mengalami kenaikan harga bahan bakar terkait perang dengan Iran.\n\nHarga rata-rata nasional untuk satu galon bensin reguler turun di bawah $4 pada hari Kamis untuk pertama kalinya sejak dimulainya konflik dengan Iran. Menurut AAA, setelah mencapai puncaknya hingga $4,56 per galon bulan lalu, harga terus menurun dalam beberapa minggu terakhir.\n\nPenurunan harga baru-baru ini terjadi seiring pasar global merespons kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri permusuhan antara kedua negara dan membuka kembali lalu lintas pengiriman melalui Selat Hormuz, salah satu jalur transit minyak terpenting di dunia.\n\nMeskipun harga berada pada level yang belum pernah dilihat banyak orang sejak Maret, pengemudi Amerika masih membayar sekitar $1 lebih per galon daripada sebelum konflik dengan Iran dimulai dan 25% lebih banyak daripada yang mereka bayarkan pada waktu yang sama tahun lalu.\n\nKelegaan harga baru-baru ini terjadi seiring dengan penurunan biaya minyak mentah, bahan utama bensin. Analis mengatakan masih dibutuhkan waktu agar penghematan tersebut sampai ke konsumen. Faktor tambahan seperti operasi kilang, persediaan bahan bakar, dan kendala pasokan regional dapat menunda penurunan harga.\n\nGambaran besar:\nDampak gas dirasakan di berbagai bidang lain juga. Bisnis yang bergantung pada diesel untuk transportasi barang mungkin membutuhkan waktu untuk melihat penurunan harga merambat melalui rantai pasokan.\n\nInflasi AS berada pada level tertinggi dalam tiga tahun karena kenaikan biaya bahan bakar. Bahan makanan, tiket pesawat, dan pakaian semuanya terdampak oleh gangguan rantai pasokan global.\n\nBerlangganan LiveNOW dari FOX! https://www.youtube.com/livenowfox?su...\nTempat menonton LiveNOW dari FOX: https://www.livenowfox.com\nIkuti kami  di TikTok:   / livenowfox  \n\nMentah dan tanpa filter. Saksikan siaran langsung berita terkini, acara langsung, dan cerita di seluruh negeri tanpa henti. Komentar terbatas. Tanpa opini. Rasakan LiveNOW dari FOX. Saluran siaran berita langsung kapan dan di mana pun Anda membutuhkannya.", "post_id": "lgeI1hOD4bg"}}, {"key": "LiveNOWFOX", "attributes": {"label": "LiveNOWFOX", "x": 450.42470904536833, "y": 506.0915149756271, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.9305, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "lgeI1hOD4bg", "id": "LiveNOWFOX", "source": "youtube-000001", "content": "Harga rata-rata bensin di AS turun ke angka $4 setelah kesepakatan Iran\n\nPara pengemudi mulai merasakan kelegaan di SPBU setelah berbulan-bulan mengalami kenaikan harga bahan bakar terkait perang dengan Iran.\n\nHarga rata-rata nasional untuk satu galon bensin reguler turun di bawah $4 pada hari Kamis untuk pertama kalinya sejak dimulainya konflik dengan Iran. Menurut AAA, setelah mencapai puncaknya hingga $4,56 per galon bulan lalu, harga terus menurun dalam beberapa minggu terakhir.\n\nPenurunan harga baru-baru ini terjadi seiring pasar global merespons kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri permusuhan antara kedua negara dan membuka kembali lalu lintas pengiriman melalui Selat Hormuz, salah satu jalur transit minyak terpenting di dunia.\n\nMeskipun harga berada pada level yang belum pernah dilihat banyak orang sejak Maret, pengemudi Amerika masih membayar sekitar $1 lebih per galon daripada sebelum konflik dengan Iran dimulai dan 25% lebih banyak daripada yang mereka bayarkan pada waktu yang sama tahun lalu.\n\nKelegaan harga baru-baru ini terjadi seiring dengan penurunan biaya minyak mentah, bahan utama bensin. Analis mengatakan masih dibutuhkan waktu agar penghematan tersebut sampai ke konsumen. Faktor tambahan seperti operasi kilang, persediaan bahan bakar, dan kendala pasokan regional dapat menunda penurunan harga.\n\nGambaran besar:\nDampak gas dirasakan di berbagai bidang lain juga. Bisnis yang bergantung pada diesel untuk transportasi barang mungkin membutuhkan waktu untuk melihat penurunan harga merambat melalui rantai pasokan.\n\nInflasi AS berada pada level tertinggi dalam tiga tahun karena kenaikan biaya bahan bakar. Bahan makanan, tiket pesawat, dan pakaian semuanya terdampak oleh gangguan rantai pasokan global.\n\nBerlangganan LiveNOW dari FOX! https://www.youtube.com/livenowfox?su...\nTempat menonton LiveNOW dari FOX: https://www.livenowfox.com\nIkuti kami  di TikTok:   / livenowfox  \n\nMentah dan tanpa filter. Saksikan siaran langsung berita terkini, acara langsung, dan cerita di seluruh negeri tanpa henti. Komentar terbatas. Tanpa opini. Rasakan LiveNOW dari FOX. Saluran siaran berita langsung kapan dan di mana pun Anda membutuhkannya.", "post_id": "lgeI1hOD4bg"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 269.0082352368719, "y": 360.9466176632394, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.1516, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "CNdxqOpz5zQ", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green Mulai 10 Juni\n\nGaruda Tv - PT Pertamina resmi melakukan penyesuaian harga dua jenis bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi mulai 10 Juni 2026.\n\nDalam kebijakan terbaru tersebut, harga Pertamax RON 92 naik menjadi Rp16.250 per liter, sementara Pertamax Green atau RON 95 dibanderol Rp17.000 per liter.\n\nKenaikan harga ini menjadi sorotan masyarakat, khususnya para pengguna kendaraan pribadi dan pengemudi ojek daring yang menggunakan BBM non-subsidi untuk aktivitas sehari-hari.\n\nSejumlah pengendara mengaku telah mengetahui informasi kenaikan harga sejak dini hari. Namun, mereka menilai dampaknya langsung terasa terhadap biaya operasional kendaraan.\n\nBeberapa warga juga mengaku dengan nominal pengisian yang sama, volume BBM yang diperoleh kini menjadi lebih sedikit dibandingkan sebelum penyesuaian harga diberlakukan.\n\nDi sisi lain, pengemudi ojek daring menyatakan kenaikan harga Pertamax berpotensi meningkatkan beban pengeluaran harian mereka di tengah kebutuhan ekonomi yang terus meningkat.\n\nKenaikan ini merupakan penyesuaian harga Pertamax setelah sebelumnya sejumlah BBM non-subsidi lainnya lebih dahulu mengalami perubahan harga.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#pertamax  #bbmnaik  #hargabbm  #pertamina  #PertamaxGreen #BBMNonSubsidi #kenaikanbbm  #ekonomi  #ojol  #beritanasional #garudatv #laporan8 \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "CNdxqOpz5zQ"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 976.0702307597704, "y": 67.61051903249371, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.9305, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "CNdxqOpz5zQ", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green Mulai 10 Juni\n\nGaruda Tv - PT Pertamina resmi melakukan penyesuaian harga dua jenis bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi mulai 10 Juni 2026.\n\nDalam kebijakan terbaru tersebut, harga Pertamax RON 92 naik menjadi Rp16.250 per liter, sementara Pertamax Green atau RON 95 dibanderol Rp17.000 per liter.\n\nKenaikan harga ini menjadi sorotan masyarakat, khususnya para pengguna kendaraan pribadi dan pengemudi ojek daring yang menggunakan BBM non-subsidi untuk aktivitas sehari-hari.\n\nSejumlah pengendara mengaku telah mengetahui informasi kenaikan harga sejak dini hari. Namun, mereka menilai dampaknya langsung terasa terhadap biaya operasional kendaraan.\n\nBeberapa warga juga mengaku dengan nominal pengisian yang sama, volume BBM yang diperoleh kini menjadi lebih sedikit dibandingkan sebelum penyesuaian harga diberlakukan.\n\nDi sisi lain, pengemudi ojek daring menyatakan kenaikan harga Pertamax berpotensi meningkatkan beban pengeluaran harian mereka di tengah kebutuhan ekonomi yang terus meningkat.\n\nKenaikan ini merupakan penyesuaian harga Pertamax setelah sebelumnya sejumlah BBM non-subsidi lainnya lebih dahulu mengalami perubahan harga.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#pertamax  #bbmnaik  #hargabbm  #pertamina  #PertamaxGreen #BBMNonSubsidi #kenaikanbbm  #ekonomi  #ojol  #beritanasional #garudatv #laporan8 \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "CNdxqOpz5zQ"}}, {"key": "@Fox10Phoenix", "attributes": {"label": "@Fox10Phoenix", "x": 413.2887805175025, "y": 359.93174298731344, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.1516, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "lNTh9CaeWNA", "id": "@Fox10Phoenix", "source": "youtube-000001", "content": "Perang Iran: Akankah kesepakatan damai memberikan keringanan harga bahan bakar bagi para pengemud...\n\nHarga bensin di Arizona telah turun sekitar 41 sen dibandingkan bulan lalu menurut AAA, tetapi bensin biasa tetap tinggi dengan rata-rata $4,42 per galon dan solar berada di $5,49.\n\nBanyak pengemudi lokal merasakan tekanan finansial, mencatat tingginya biaya hidup sehari-hari, dan sekarang berharap bahwa kesepakatan baru antara Amerika Serikat dan Iran untuk menghentikan permusuhan dan membuka kembali Selat Hormuz akan memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan di SPBU.\n\nMeskipun kesepakatan tersebut pada akhirnya dapat menurunkan biaya bahan bakar, para ahli energi memperingatkan bahwa bantuan pasar tidak akan terjadi dalam semalam. Seorang peneliti energi di Universitas Houston menjelaskan bahwa persediaan global telah berkurang drastis, dengan sekitar satu miliar barel minyak terlepas dari pasar. Menurut Angkatan Laut AS, dibutuhkan setidaknya tiga bulan hanya untuk membersihkan Selat Hormuz, dan mungkin dibutuhkan tiga bulan lagi untuk memulai kembali sumur minyak dengan aman.\n\nPakar tersebut menyoroti bahwa karena Iran tetap memiliki kemampuan untuk menutup jalur air tersebut kapan saja, jangka waktu 60 hari saat ini tidak menjamin penyelesaian penuh ke depannya. Ia mencatat bahwa dibutuhkan setidaknya delapan bulan untuk kembali ke keseimbangan pasar yang stabil.\n\nAS dan Iran dijadwalkan untuk secara resmi menandatangani perjanjian tersebut pada 19 Juni untuk mengukuhkan kesepakatan tersebut, meskipun masih ada pertanyaan mengenai apakah semua pihak internasional, termasuk Israel, sepenuhnya mendukungnya.\n\nBerlangganan FOX 10 Phoenix!\n\n   /   \n\n#iran #perangiran #timurtengah #selathormuz #hargabensin #bensin #kesepakatan #berita #fox10phoenix\n\nFOX 10 Phoenix menyajikan berita terkini, acara langsung, politik, hiburan, berita bisnis, dan cerita lokal dari Phoenix, Arizona, dan seluruh negeri.\n\nTonton lebih banyak FOX 10 Phoenix di YouTube:\n   • Iran war  \n   • Arizona headlines  \n   • National headlines  \n   • Top Videos", "post_id": "lNTh9CaeWNA"}}, {"key": "fox10phoenix", "attributes": {"label": "fox10phoenix", "x": 807.8883081670349, "y": 746.5704216948602, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.9305, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "lNTh9CaeWNA", "id": "fox10phoenix", "source": "youtube-000001", "content": "Perang Iran: Akankah kesepakatan damai memberikan keringanan harga bahan bakar bagi para pengemud...\n\nHarga bensin di Arizona telah turun sekitar 41 sen dibandingkan bulan lalu menurut AAA, tetapi bensin biasa tetap tinggi dengan rata-rata $4,42 per galon dan solar berada di $5,49.\n\nBanyak pengemudi lokal merasakan tekanan finansial, mencatat tingginya biaya hidup sehari-hari, dan sekarang berharap bahwa kesepakatan baru antara Amerika Serikat dan Iran untuk menghentikan permusuhan dan membuka kembali Selat Hormuz akan memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan di SPBU.\n\nMeskipun kesepakatan tersebut pada akhirnya dapat menurunkan biaya bahan bakar, para ahli energi memperingatkan bahwa bantuan pasar tidak akan terjadi dalam semalam. Seorang peneliti energi di Universitas Houston menjelaskan bahwa persediaan global telah berkurang drastis, dengan sekitar satu miliar barel minyak terlepas dari pasar. Menurut Angkatan Laut AS, dibutuhkan setidaknya tiga bulan hanya untuk membersihkan Selat Hormuz, dan mungkin dibutuhkan tiga bulan lagi untuk memulai kembali sumur minyak dengan aman.\n\nPakar tersebut menyoroti bahwa karena Iran tetap memiliki kemampuan untuk menutup jalur air tersebut kapan saja, jangka waktu 60 hari saat ini tidak menjamin penyelesaian penuh ke depannya. Ia mencatat bahwa dibutuhkan setidaknya delapan bulan untuk kembali ke keseimbangan pasar yang stabil.\n\nAS dan Iran dijadwalkan untuk secara resmi menandatangani perjanjian tersebut pada 19 Juni untuk mengukuhkan kesepakatan tersebut, meskipun masih ada pertanyaan mengenai apakah semua pihak internasional, termasuk Israel, sepenuhnya mendukungnya.\n\nBerlangganan FOX 10 Phoenix!\n\n   /   \n\n#iran #perangiran #timurtengah #selathormuz #hargabensin #bensin #kesepakatan #berita #fox10phoenix\n\nFOX 10 Phoenix menyajikan berita terkini, acara langsung, politik, hiburan, berita bisnis, dan cerita lokal dari Phoenix, Arizona, dan seluruh negeri.\n\nTonton lebih banyak FOX 10 Phoenix di YouTube:\n   • Iran war  \n   • Arizona headlines  \n   • National headlines  \n   • Top Videos", "post_id": "lNTh9CaeWNA"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "attributes": {"label": "@TribunnewsSurya", "x": 986.399147846351, "y": 684.1300404255152, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.1516, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "wPd7QJIGIOE", "id": "@TribunnewsSurya", "source": "youtube-000001", "content": "Kenaikan Pertamax Tembus Rp 16.250 per Liter, Warga Kediri Beralih ke Pertalite: Sangat Memberatkan\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nKenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax mulai dirasakan masyarakat Kabupaten Kediri, Rabu (10/6/2026). Harga Pertamax RON 92 yang sebelumnya Rp 12.300 per liter kini naik menjadi Rp 16.250 per liter.\n\nTak hanya Pertamax, Pertamax Green RON 95 juga mengalami kenaikan cukup signifikan dari Rp 12.900 menjadi Rp 19.000 per liter.\n\nPantauan di sejumlah SPBU di Kabupaten Kediri menunjukkan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat. Di SPBU wilayah Kecamatan Pare, antrean kendaraan di jalur pengisian Pertalite terlihat lebih padat dibanding biasanya.\n\nSebaliknya, jalur pengisian Pertamax tampak lengang. Banyak pengendara memilih beralih ke BBM bersubsidi karena selisih harga yang dinilai terlalu jauh.\n\nSalah satu warga Kecamatan Badas, Azis Fanani mengaku langsung mengganti jenis BBM kendaraannya dari Pertamax ke Pertalite setelah mengetahui adanya kenaikan harga.\n\n\"Sebelumnya pakai Pertamax. Karena sekarang mahal, ya beralih ke Pertalite,\" ujar Azis saat ditemui di SPBU Desa Pelem Pare.\n\nAzis yang setiap hari melakukan perjalanan dari Kediri menuju Tulungagung untuk bekerja mengaku kenaikan harga tersebut cukup membebani pengeluaran bulanannya.\n\n\"Saya tahu informasinya semalam. Terus terang tidak setuju karena memberatkan. Semua kebutuhan sekarang naik, ditambah BBM naik tinggi seperti ini,\" katanya.\n\nMenurutnya, lonjakan harga dari kisaran Rp 12 ribuan menjadi Rp 16 ribuan per liter terjadi terlalu drastis dan sulit diterima masyarakat yang kondisi ekonominya belum sepenuhnya pulih.\n\n\"Kalau naik sedikit-sedikit mungkin masih bisa dimaklumi. Tapi kalau loncatnya terlalu jauh seperti ini ya jelas keberatan,\" ungkapnya.\n\nAzis berharap pemerintah mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat sebelum mengambil kebijakan kenaikan harga BBM.\n\n\"Harapannya jangan terlalu tinggi kenaikannya. Harus seimbang dengan pendapatan warga supaya tidak memberatkan,\" tambahnya.\n\nKeluhan serupa juga disampaikan Totok, seorang pengemudi ojek online yang selama ini menggunakan Pertamax untuk menunjang aktivitas sehari-hari.\n\nTotok mengaku memilih Pertamax karena dinilai lebih cocok untuk menjaga performa mesin motornya. Namun dengan harga terbaru yang mencapai Rp 16.250 per liter dirinya terpaksa beralih sementara ke Pertalite.\n\n\"Biasanya pakai Pertamax karena motor lebih enak. Tapi sekarang ya berat. Terpaksa pindah ke Pertalite dulu,\" ujarnya.\n\nMeski demikian, Totok berharap suatu saat bisa kembali menggunakan Pertamax apabila selisih harga dengan Pertalite tidak terlalu jauh.\n\n\"Kalau bisa jangan jauh-jauh kenaikannya. Biar masyarakat masih bisa kembali pakai Pertamax seperti biasanya,\" katanya.\n\nJangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan!\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VaUt... \n\nVideo & Reporter : Isya Anshori\nEditor Video : Ahmad Zaimul Haq \n\nWEBSITE: \nhttp://surabaya.tribunnews.com/ \n\nInstagram:\n  / suryaonline   \n\nFacebook:\n  / suryaonline   \n\nYOUTUBE\n   /    \n\n#TribunnewsSURYA\n#hariansurya\n#suryaonline\n#jawatimur\n#jatim\n#kediri\n#pertalite\n#pertamax\n#bbmnaik\n#hargabbmnaik\n#pertamina", "post_id": "wPd7QJIGIOE"}}, {"key": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "tribunnewssurya", "x": 588.9420275163392, "y": 823.4263536052038, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.0411, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "wPd7QJIGIOE", "id": "tribunnewssurya", "source": "youtube-000001", "content": "Kenaikan Pertamax Tembus Rp 16.250 per Liter, Warga Kediri Beralih ke Pertalite: Sangat Memberatkan\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nKenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax mulai dirasakan masyarakat Kabupaten Kediri, Rabu (10/6/2026). Harga Pertamax RON 92 yang sebelumnya Rp 12.300 per liter kini naik menjadi Rp 16.250 per liter.\n\nTak hanya Pertamax, Pertamax Green RON 95 juga mengalami kenaikan cukup signifikan dari Rp 12.900 menjadi Rp 19.000 per liter.\n\nPantauan di sejumlah SPBU di Kabupaten Kediri menunjukkan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat. Di SPBU wilayah Kecamatan Pare, antrean kendaraan di jalur pengisian Pertalite terlihat lebih padat dibanding biasanya.\n\nSebaliknya, jalur pengisian Pertamax tampak lengang. Banyak pengendara memilih beralih ke BBM bersubsidi karena selisih harga yang dinilai terlalu jauh.\n\nSalah satu warga Kecamatan Badas, Azis Fanani mengaku langsung mengganti jenis BBM kendaraannya dari Pertamax ke Pertalite setelah mengetahui adanya kenaikan harga.\n\n\"Sebelumnya pakai Pertamax. Karena sekarang mahal, ya beralih ke Pertalite,\" ujar Azis saat ditemui di SPBU Desa Pelem Pare.\n\nAzis yang setiap hari melakukan perjalanan dari Kediri menuju Tulungagung untuk bekerja mengaku kenaikan harga tersebut cukup membebani pengeluaran bulanannya.\n\n\"Saya tahu informasinya semalam. Terus terang tidak setuju karena memberatkan. Semua kebutuhan sekarang naik, ditambah BBM naik tinggi seperti ini,\" katanya.\n\nMenurutnya, lonjakan harga dari kisaran Rp 12 ribuan menjadi Rp 16 ribuan per liter terjadi terlalu drastis dan sulit diterima masyarakat yang kondisi ekonominya belum sepenuhnya pulih.\n\n\"Kalau naik sedikit-sedikit mungkin masih bisa dimaklumi. Tapi kalau loncatnya terlalu jauh seperti ini ya jelas keberatan,\" ungkapnya.\n\nAzis berharap pemerintah mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat sebelum mengambil kebijakan kenaikan harga BBM.\n\n\"Harapannya jangan terlalu tinggi kenaikannya. Harus seimbang dengan pendapatan warga supaya tidak memberatkan,\" tambahnya.\n\nKeluhan serupa juga disampaikan Totok, seorang pengemudi ojek online yang selama ini menggunakan Pertamax untuk menunjang aktivitas sehari-hari.\n\nTotok mengaku memilih Pertamax karena dinilai lebih cocok untuk menjaga performa mesin motornya. Namun dengan harga terbaru yang mencapai Rp 16.250 per liter dirinya terpaksa beralih sementara ke Pertalite.\n\n\"Biasanya pakai Pertamax karena motor lebih enak. Tapi sekarang ya berat. Terpaksa pindah ke Pertalite dulu,\" ujarnya.\n\nMeski demikian, Totok berharap suatu saat bisa kembali menggunakan Pertamax apabila selisih harga dengan Pertalite tidak terlalu jauh.\n\n\"Kalau bisa jangan jauh-jauh kenaikannya. Biar masyarakat masih bisa kembali pakai Pertamax seperti biasanya,\" katanya.\n\nJangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan!\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VaUt... \n\nVideo & Reporter : Isya Anshori\nEditor Video : Ahmad Zaimul Haq \n\nWEBSITE: \nhttp://surabaya.tribunnews.com/ \n\nInstagram:\n  / suryaonline   \n\nFacebook:\n  / suryaonline   \n\nYOUTUBE\n   /    \n\n#TribunnewsSURYA\n#hariansurya\n#suryaonline\n#jawatimur\n#jatim\n#kediri\n#pertalite\n#pertamax\n#bbmnaik\n#hargabbmnaik\n#pertamina", "post_id": "wPd7QJIGIOE"}}, {"key": "@PlanetautoUK", "attributes": {"label": "@PlanetautoUK", "x": 45.09753222359569, "y": 541.5435160602511, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.1516, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "vR5mr950ptk", "id": "@PlanetautoUK", "source": "youtube-000001", "content": "Ulasan Ford Transit Baru | eTransit, apakah sudah waktunya beralih ke listrik?\n\nFord eTransit, jika Anda ingin mengubah van Anda menjadi kendaraan listrik tanpa harus memulai dari nol, Transit listrik baru ini mungkin jawabannya. Kendaraan ini mengambil semua hal yang menjadikan Transit sebagai andalan bisnis Inggris… dan memperbaruinya agar sesuai dengan era listrik.\nIni adalah van besar yang tetap terasa familiar, tetapi dengan sentuhan modern yang serius. Kabinnya merupakan langkah maju yang besar, dengan layar sentuh besar, kontrol seperti mobil, dan tingkat teknologi yang membuatnya terasa jauh lebih premium daripada kendaraan kerja biasa. Kendaraan ini juga praktis – ruang muatnya sama fungsionalnya dengan versi diesel, dan fitur seperti Pro Power Onboard mengubahnya menjadi generator portabel untuk peralatan, perlengkapan… atau bahkan teko listrik di lokasi kerja.\nDi jalan raya, performanya sangat mengesankan. Bahkan versi dengan tenaga lebih rendah pun memiliki daya dorong yang cukup, sementara pilihan yang lebih bertenaga terasa sangat cepat untuk ukuran kendaraan ini. Kendaraan ini halus, tenang, dan jauh lebih nyaman dikendarai di kota atau di jalan yang ramai – yang merupakan keuntungan besar bagi siapa pun yang menghabiskan waktu lama di belakang kemudi.\n\nTentu saja, seperti semua van listrik saat ini, jangkauan dan muatannya tidak akan cocok untuk setiap pekerjaan. Tetapi jika penggunaan harian Anda sesuai dengan batas kemampuannya, E-Transit mulai menjadi pilihan yang masuk akal – terutama jika Anda mempertimbangkan biaya operasional, kenyamanan pengemudi, dan kredensial ramah lingkungan yang sangat penting.\n\nBagi bisnis yang siap beralih, ini terasa bukan seperti lompatan besar… melainkan lebih seperti langkah selanjutnya yang alami.\n\nHarga mulai dari £43.630 ditambah PPN.\n\n #fordetransit #etransit #fordetransitcustom\n\n----Planetauto: www.planetauto.co.uk----\n\n-----------------------------------------\n\nFacebook:   / planetautouk  \n\nTwitter:   / planetauto  \n\nInstagram:   / planet_auto  \n\nDiscord:   / discord  \n\n---------------------------\n\nHubungi Kami: http://www.planetauto.co.uk/\n\n----------------------------\n\nMusik: https://www.studio.youtube.com", "post_id": "vR5mr950ptk"}}, {"key": "FordUK", "attributes": {"label": "FordUK", "x": 902.2083977541669, "y": 71.501877361008, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.9305, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "vR5mr950ptk", "id": "FordUK", "source": "youtube-000001", "content": "Ulasan Ford Transit Baru | eTransit, apakah sudah waktunya beralih ke listrik?\n\nFord eTransit, jika Anda ingin mengubah van Anda menjadi kendaraan listrik tanpa harus memulai dari nol, Transit listrik baru ini mungkin jawabannya. Kendaraan ini mengambil semua hal yang menjadikan Transit sebagai andalan bisnis Inggris… dan memperbaruinya agar sesuai dengan era listrik.\nIni adalah van besar yang tetap terasa familiar, tetapi dengan sentuhan modern yang serius. Kabinnya merupakan langkah maju yang besar, dengan layar sentuh besar, kontrol seperti mobil, dan tingkat teknologi yang membuatnya terasa jauh lebih premium daripada kendaraan kerja biasa. Kendaraan ini juga praktis – ruang muatnya sama fungsionalnya dengan versi diesel, dan fitur seperti Pro Power Onboard mengubahnya menjadi generator portabel untuk peralatan, perlengkapan… atau bahkan teko listrik di lokasi kerja.\nDi jalan raya, performanya sangat mengesankan. Bahkan versi dengan tenaga lebih rendah pun memiliki daya dorong yang cukup, sementara pilihan yang lebih bertenaga terasa sangat cepat untuk ukuran kendaraan ini. Kendaraan ini halus, tenang, dan jauh lebih nyaman dikendarai di kota atau di jalan yang ramai – yang merupakan keuntungan besar bagi siapa pun yang menghabiskan waktu lama di belakang kemudi.\n\nTentu saja, seperti semua van listrik saat ini, jangkauan dan muatannya tidak akan cocok untuk setiap pekerjaan. Tetapi jika penggunaan harian Anda sesuai dengan batas kemampuannya, E-Transit mulai menjadi pilihan yang masuk akal – terutama jika Anda mempertimbangkan biaya operasional, kenyamanan pengemudi, dan kredensial ramah lingkungan yang sangat penting.\n\nBagi bisnis yang siap beralih, ini terasa bukan seperti lompatan besar… melainkan lebih seperti langkah selanjutnya yang alami.\n\nHarga mulai dari £43.630 ditambah PPN.\n\n #fordetransit #etransit #fordetransitcustom\n\n----Planetauto: www.planetauto.co.uk----\n\n-----------------------------------------\n\nFacebook:   / planetautouk  \n\nTwitter:   / planetauto  \n\nInstagram:   / planet_auto  \n\nDiscord:   / discord  \n\n---------------------------\n\nHubungi Kami: http://www.planetauto.co.uk/\n\n----------------------------\n\nMusik: https://www.studio.youtube.com", "post_id": "vR5mr950ptk"}}], "edges": [{"key": "Ombahku", "source": "Ombahku", "target": "yappingfess", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "hellomemo_x", "source": "hellomemo_x", "target": "hellomemo_x", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "hellomemo_x", "source": "hellomemo_x", "target": "harianmemox", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pemkotjogja", "source": "pemkotjogja", "target": "dokterhasto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bangsaonline", "source": "bangsaonline", "target": "bangsaonline", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "habar_hanyar_nusantara", "source": "habar_hanyar_nusantara", "target": "herdinhdyt", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "samarindasosmed", "source": "samarindasosmed", "target": "herdinhdyt", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "samarinda.reels", "source": "samarinda.reels", "target": "herdinhdyt", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "samarinda.reels", "source": "samarinda.reels", "target": "ogstore.samarinda", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "officialinewstv", "source": "officialinewstv", "target": "muluza_ojolberbagi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infocibubur._", "source": "infocibubur._", "target": "muluza_ojolberbagi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "info_samarinda_", "source": "info_samarinda_", "target": "gerbangsamarinda", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "tribunpapuaofficial", "source": "tribunpapuaofficial", "target": "tribunpapuaofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "tribunpapuaofficial", "source": "tribunpapuaofficial", "target": "tribunpapua", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "jendelaberitaaa", "source": "jendelaberitaaa", "target": "kompas.com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "balikpapances_", "source": "balikpapances_", "target": "isob.co.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "tribunpapuaofficial", "source": "tribunpapuaofficial", "target": "tribunpapuaofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "tribunpapuaofficial", "source": "tribunpapuaofficial", "target": "tribunpapua", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Korea", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Community", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Hype", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Duniaku_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popbela_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popbela.Beauty", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popmama_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Yummy.idn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mangeojol", "source": "mangeojol", "target": "DPR", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "mangeojol", "source": "mangeojol", "target": "ShopeeFood", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "mangeojol", "source": "mangeojol", "target": "KANG", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "mangeojol", "source": "mangeojol", "target": "gerindra", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "byu.projects", "source": "byu.projects", "target": "By", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "tribuntangerang", "source": "tribuntangerang", "target": "tribuntangerang", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "tribuntangerang", "source": "tribuntangerang", "target": "tribuntangerang", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "officialinews", "source": "officialinews", "target": "muluza_ojolberbagi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "tribunpriangan.com", "source": "tribunpriangan.com", "target": "tribunpriangan.com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "tribunpriangan.com", "source": "tribunpriangan.com", "target": "tribunpriangan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "one.newsofficial", "source": "one.newsofficial", "target": "muluza_ojolberbagi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "one.newsofficial", "source": "one.newsofficial", "target": "muluza_ojolberbagi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "humaskotajogja", "source": "humaskotajogja", "target": "dokterhasto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "bangsaonline", "source": "bangsaonline", "target": "bangsaonline", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@WFSB", "source": "@WFSB", "target": "wfsb", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@FarronBalanced", "source": "@FarronBalanced", "target": "farronbalanced", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@FarronBalanced", "source": "@FarronBalanced", "target": "farronbalanced", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sopirbondonekat", "source": "@sopirbondonekat", "target": "sopirbondonekat", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sopirbondonekat", "source": "@sopirbondonekat", "target": "sopir.bondo.nekat", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sopirbondonekat", "source": "@sopirbondonekat", "target": "SopirBondoNekat", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sopirbondonekat", "source": "@sopirbondonekat", "target": "sopir.bondo.nekat", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ayobandung", "source": "@ayobandung", "target": "ayobandung_official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ayobandung", "source": "@ayobandung", "target": "ayobandungcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunpriangan", "source": "@tribunpriangan", "target": "tribunpriangan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunMedanTV", "source": "@TribunMedanTV", "target": "tribunmedantv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@mistartvonline", "source": "@mistartvonline", "target": "mistartv706", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ClickOnDetroitLocal4WDIV", "source": "@ClickOnDetroitLocal4WDIV", "target": "ClickOnDetro...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunnewsbogorvideo", "source": "@tribunnewsbogorvideo", "target": "tribunnewsbogorvideo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunnewsbogorvideo", "source": "@tribunnewsbogorvideo", "target": "tribunbogor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@livenowfox", "source": "@livenowfox", "target": "LiveNOWFOX", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Fox10Phoenix", "source": "@Fox10Phoenix", "target": "fox10phoenix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "source": "@TribunnewsSurya", "target": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "source": "@TribunnewsSurya", "target": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@PlanetautoUK", "source": "@PlanetautoUK", "target": "FordUK", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}