{"nodes": [{"key": "@gallerydikuy", "attributes": {"label": "@gallerydikuy", "x": 840.470588371248, "y": 825.0371217481204, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 206.1855, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "R_L_-c8qprc", "id": "@gallerydikuy", "source": "youtube-000001", "content": "Alasan Pengangguran Banyak Yang Jadi Ojol Apakah Ini Bagian Dari Rencana Nadiem Makarim?\n\nAudio Luar biasa dari : ‪‬ \n\nSC Video From ‪‬ & ‪‬ \nSC Video Instagram Nadiem Makarim\n\nGear :\nDevice Xiaomi Redmi Note 9 Pro\nMicrophone : Lentiven 70k\nEdit : Capcut\nEkspor 1080\n\n•\nPernah mikir kenapa lulusan sarjana bahkan S2 rela pakai jaket hijau ojol? Apakah ini murni pilihan bebas, atau jebakan ekonomi yang terpaksa diambil karena sistem kerja kita yang lagi sekarat? Bongkar realitanya di video ini!\nKe mana pun kita memandang di jalanan Indonesia, warna hijau jaket ojek online (ojol) selalu mendominasi. Di tengah sulitnya mencari kerja formal dengan syarat yang makin \"gak ngotak\", ojol hadir sebagai penyelamat bagi jutaan pengangguran.\nNamun, di balik kemudahan dan fleksibilitas yang ditawarkan, ada realita pahit bernama Gig Economy. Status \"mitra\" sering kali membuat posisi driver rapuh tanpa kepastian THR, bonus, maupun jaminan kesehatan jangka panjang.\nKasus pengadaan Chromebook senilai hampir Rp10 triliun yang menyeret mantan Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim, menuai sorotan tajam. Apakah perkara ini murni penegakan hukum atas kerugian negara, ataukah bentuk \"kriminalisasi kebijakan\" darurat di masa pandemi setelah konstelasi politik berubah? Menghadirkan tuntutan fantastis 18 tahun penjara dan uang pengganti Rp5,6 triliun, kasus ini menguji ulang batas otonomi menteri, hubungan kekuasaan bisnis global, hingga masa depan kepastian hukum bagi investor di Indonesia. Yuk, simak bedah tuntas dinamika politik dan hukumnya di video ini!\n\n#OjekOnline #DilemaOjol #NadiemMakarim #GigEconomy #Pengangguran #kasuschromebook #driverojol \n\n©Copyright:\nCopyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for \"fair use\" for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favor of fair use.\n\nDisclaimer: \nGambar, ataupun video yang ada di Channel ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi saya di sini\n3005dhikyprd", "post_id": "R_L_-c8qprc"}}, {"key": "WhiteBatAudio", "attributes": {"label": "WhiteBatAudio", "x": 229.484400620633, "y": 95.24579660023535, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 264.6048, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "R_L_-c8qprc", "id": "WhiteBatAudio", "source": "youtube-000001", "content": "Alasan Pengangguran Banyak Yang Jadi Ojol Apakah Ini Bagian Dari Rencana Nadiem Makarim?\n\nAudio Luar biasa dari : ‪‬ \n\nSC Video From ‪‬ & ‪‬ \nSC Video Instagram Nadiem Makarim\n\nGear :\nDevice Xiaomi Redmi Note 9 Pro\nMicrophone : Lentiven 70k\nEdit : Capcut\nEkspor 1080\n\n•\nPernah mikir kenapa lulusan sarjana bahkan S2 rela pakai jaket hijau ojol? Apakah ini murni pilihan bebas, atau jebakan ekonomi yang terpaksa diambil karena sistem kerja kita yang lagi sekarat? Bongkar realitanya di video ini!\nKe mana pun kita memandang di jalanan Indonesia, warna hijau jaket ojek online (ojol) selalu mendominasi. Di tengah sulitnya mencari kerja formal dengan syarat yang makin \"gak ngotak\", ojol hadir sebagai penyelamat bagi jutaan pengangguran.\nNamun, di balik kemudahan dan fleksibilitas yang ditawarkan, ada realita pahit bernama Gig Economy. Status \"mitra\" sering kali membuat posisi driver rapuh tanpa kepastian THR, bonus, maupun jaminan kesehatan jangka panjang.\nKasus pengadaan Chromebook senilai hampir Rp10 triliun yang menyeret mantan Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim, menuai sorotan tajam. Apakah perkara ini murni penegakan hukum atas kerugian negara, ataukah bentuk \"kriminalisasi kebijakan\" darurat di masa pandemi setelah konstelasi politik berubah? Menghadirkan tuntutan fantastis 18 tahun penjara dan uang pengganti Rp5,6 triliun, kasus ini menguji ulang batas otonomi menteri, hubungan kekuasaan bisnis global, hingga masa depan kepastian hukum bagi investor di Indonesia. Yuk, simak bedah tuntas dinamika politik dan hukumnya di video ini!\n\n#OjekOnline #DilemaOjol #NadiemMakarim #GigEconomy #Pengangguran #kasuschromebook #driverojol \n\n©Copyright:\nCopyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for \"fair use\" for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favor of fair use.\n\nDisclaimer: \nGambar, ataupun video yang ada di Channel ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi saya di sini\n3005dhikyprd", "post_id": "R_L_-c8qprc"}}, {"key": "WatchdocImage", "attributes": {"label": "WatchdocImage", "x": 599.2911298059255, "y": 360.84393016938, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 264.6048, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "R_L_-c8qprc", "id": "WatchdocImage", "source": "youtube-000001", "content": "Alasan Pengangguran Banyak Yang Jadi Ojol Apakah Ini Bagian Dari Rencana Nadiem Makarim?\n\nAudio Luar biasa dari : ‪‬ \n\nSC Video From ‪‬ & ‪‬ \nSC Video Instagram Nadiem Makarim\n\nGear :\nDevice Xiaomi Redmi Note 9 Pro\nMicrophone : Lentiven 70k\nEdit : Capcut\nEkspor 1080\n\n•\nPernah mikir kenapa lulusan sarjana bahkan S2 rela pakai jaket hijau ojol? Apakah ini murni pilihan bebas, atau jebakan ekonomi yang terpaksa diambil karena sistem kerja kita yang lagi sekarat? Bongkar realitanya di video ini!\nKe mana pun kita memandang di jalanan Indonesia, warna hijau jaket ojek online (ojol) selalu mendominasi. Di tengah sulitnya mencari kerja formal dengan syarat yang makin \"gak ngotak\", ojol hadir sebagai penyelamat bagi jutaan pengangguran.\nNamun, di balik kemudahan dan fleksibilitas yang ditawarkan, ada realita pahit bernama Gig Economy. Status \"mitra\" sering kali membuat posisi driver rapuh tanpa kepastian THR, bonus, maupun jaminan kesehatan jangka panjang.\nKasus pengadaan Chromebook senilai hampir Rp10 triliun yang menyeret mantan Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim, menuai sorotan tajam. Apakah perkara ini murni penegakan hukum atas kerugian negara, ataukah bentuk \"kriminalisasi kebijakan\" darurat di masa pandemi setelah konstelasi politik berubah? Menghadirkan tuntutan fantastis 18 tahun penjara dan uang pengganti Rp5,6 triliun, kasus ini menguji ulang batas otonomi menteri, hubungan kekuasaan bisnis global, hingga masa depan kepastian hukum bagi investor di Indonesia. Yuk, simak bedah tuntas dinamika politik dan hukumnya di video ini!\n\n#OjekOnline #DilemaOjol #NadiemMakarim #GigEconomy #Pengangguran #kasuschromebook #driverojol \n\n©Copyright:\nCopyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for \"fair use\" for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favor of fair use.\n\nDisclaimer: \nGambar, ataupun video yang ada di Channel ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi saya di sini\n3005dhikyprd", "post_id": "R_L_-c8qprc"}}, {"key": "kamarfilm4215", "attributes": {"label": "kamarfilm4215", "x": 524.4608659949175, "y": 968.2820105350511, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 264.6048, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "R_L_-c8qprc", "id": "kamarfilm4215", "source": "youtube-000001", "content": "Alasan Pengangguran Banyak Yang Jadi Ojol Apakah Ini Bagian Dari Rencana Nadiem Makarim?\n\nAudio Luar biasa dari : ‪‬ \n\nSC Video From ‪‬ & ‪‬ \nSC Video Instagram Nadiem Makarim\n\nGear :\nDevice Xiaomi Redmi Note 9 Pro\nMicrophone : Lentiven 70k\nEdit : Capcut\nEkspor 1080\n\n•\nPernah mikir kenapa lulusan sarjana bahkan S2 rela pakai jaket hijau ojol? Apakah ini murni pilihan bebas, atau jebakan ekonomi yang terpaksa diambil karena sistem kerja kita yang lagi sekarat? Bongkar realitanya di video ini!\nKe mana pun kita memandang di jalanan Indonesia, warna hijau jaket ojek online (ojol) selalu mendominasi. Di tengah sulitnya mencari kerja formal dengan syarat yang makin \"gak ngotak\", ojol hadir sebagai penyelamat bagi jutaan pengangguran.\nNamun, di balik kemudahan dan fleksibilitas yang ditawarkan, ada realita pahit bernama Gig Economy. Status \"mitra\" sering kali membuat posisi driver rapuh tanpa kepastian THR, bonus, maupun jaminan kesehatan jangka panjang.\nKasus pengadaan Chromebook senilai hampir Rp10 triliun yang menyeret mantan Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim, menuai sorotan tajam. Apakah perkara ini murni penegakan hukum atas kerugian negara, ataukah bentuk \"kriminalisasi kebijakan\" darurat di masa pandemi setelah konstelasi politik berubah? Menghadirkan tuntutan fantastis 18 tahun penjara dan uang pengganti Rp5,6 triliun, kasus ini menguji ulang batas otonomi menteri, hubungan kekuasaan bisnis global, hingga masa depan kepastian hukum bagi investor di Indonesia. Yuk, simak bedah tuntas dinamika politik dan hukumnya di video ini!\n\n#OjekOnline #DilemaOjol #NadiemMakarim #GigEconomy #Pengangguran #kasuschromebook #driverojol \n\n©Copyright:\nCopyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for \"fair use\" for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favor of fair use.\n\nDisclaimer: \nGambar, ataupun video yang ada di Channel ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi saya di sini\n3005dhikyprd", "post_id": "R_L_-c8qprc"}}], "edges": [{"key": "@gallerydikuy", "source": "@gallerydikuy", "target": "WhiteBatAudio", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@gallerydikuy", "source": "@gallerydikuy", "target": "WatchdocImage", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@gallerydikuy", "source": "@gallerydikuy", "target": "kamarfilm4215", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}