{"nodes": [{"key": "beritapekalongan1", "attributes": {"label": "beritapekalongan1", "x": 847.6810010825826, "y": 210.22382365563618, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 80.6451, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3923353894473671881_8421588759", "id": "beritapekalongan1", "source": "instagram-000001", "content": "Warga Simbang Wetan, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan dihebohkan dengan insiden penyerangan yang menimpa seorang driver ojek online (ojol). Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (19/06/2026) malam hari.\n\nBerdasarkan informasi yang beredar di media sosial, korban yang merupakan seorang driver ojol sedang dalam perjalanan untuk mengantarkan pesanan pelanggan. Namun, di tengah jalan wilayah Simbang Wetan, ia tiba-tiba dihadang dan dipukul (dikaplok) oleh orang tidak dikenal yang diduga kuat dalam kondisi mabuk (mendem).\n\nMenurut penuturan saksi atau informasi awal yang beredar, terduga pelaku penganiayaan mengenakan jaket hoodie dan celana pendek (pokekan), berbadan kecil dengan rambut yang diwarnai (semiran).\n\nHingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat mengenai kronologi lengkap maupun identitas pelaku.\n\nKasus ini pun langsung menuai sorotan dan keprihatinan dari netizen serta komunitas ojol di Pekalongan.\n\nVia : \n#beritapekalongan1 #ojekonline #buaran #mabuk", "post_id": "3923353894473671881_8421588759"}}, {"key": "pekalonganterkini_", "attributes": {"label": "pekalonganterkini_", "x": 215.09392445531583, "y": 966.230969941171, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 149.1936, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3923353894473671881_8421588759", "id": "pekalonganterkini_", "source": "instagram-000001", "content": "Warga Simbang Wetan, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan dihebohkan dengan insiden penyerangan yang menimpa seorang driver ojek online (ojol). Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (19/06/2026) malam hari.\n\nBerdasarkan informasi yang beredar di media sosial, korban yang merupakan seorang driver ojol sedang dalam perjalanan untuk mengantarkan pesanan pelanggan. Namun, di tengah jalan wilayah Simbang Wetan, ia tiba-tiba dihadang dan dipukul (dikaplok) oleh orang tidak dikenal yang diduga kuat dalam kondisi mabuk (mendem).\n\nMenurut penuturan saksi atau informasi awal yang beredar, terduga pelaku penganiayaan mengenakan jaket hoodie dan celana pendek (pokekan), berbadan kecil dengan rambut yang diwarnai (semiran).\n\nHingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat mengenai kronologi lengkap maupun identitas pelaku.\n\nKasus ini pun langsung menuai sorotan dan keprihatinan dari netizen serta komunitas ojol di Pekalongan.\n\nVia : \n#beritapekalongan1 #ojekonline #buaran #mabuk", "post_id": "3923353894473671881_8421588759"}}, {"key": "tinta_narasi", "attributes": {"label": "tinta_narasi", "x": 205.07656345000348, "y": 305.95623630281244, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 80.6451, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7544934199975988498", "id": "tinta_narasi", "source": "tiktok-000001", "content": "Jakarta, 1 September 2025 – Demonstrasi besar-besaran di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, sejak 25 Agustus 2025, melahirkan 11 tuntutan rakyat yang viral di media sosial, dibagikan lebih dari 1,5 juta kali di X dan TikTok . Massa yang tergabung dalam \"Revolusi Rakyat Indonesia\" memberikan ultimatum kepada DPR untuk memenuhi tuntutan ini dalam 7 hari, hingga 7 September 2025, atau mengancam aksi mogok nasional dan blokade jalan di Jakarta. \"Ini bukan cuma demo, ini amanat rakyat! DPR punya 7 hari, atau kami lumpuhkan ibu kota!\" ujar koordinator aksi, Budi Santoso, di hadapan ribuan demonstran, Minggu (31/8/2025), seperti dikutip dari CNN Indonesia. Tuntutan ini mencakup reformasi menyeluruh DPR dan penegakan hukum. Massa menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset, pemecatan anggota DPR yang menghina rakyat, dan audit harta oleh KPK. Mereka juga meminta pembebasan 351 demonstran yang ditangkap, termasuk 196 pelajar, serta reformasi DPR dengan audit Rp 9,9 triliun anggaran, transparansi sidang, dan pelarangan mantan napi korupsi menjadi anggota. Gaji DPR diminta maksimal lima kali UMR, KPI ditetapkan untuk evaluasi kinerja, dan BUMN diaudit untuk transparansi. Tuntutan lain meliputi pembatalan kenaikan pajak, kenaikan gaji guru, dan reformasi Polri agar berpihak pada rakyat. Tragedi kematian Affan Kurniawan, driver ojol yang dilindas rantis Brimob pada 28 Agustus, menjadi sorotan utama. Massa menuntut pelaku diadili, negara menanggung hidup keluarga Affan, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo lengser jika gagal melindungi rakyat. Ketua DPR Puan Maharani merespons dengan janji membahas tuntutan di rapat paripurna. \"Kami dengar suara rakyat, akan kami bahas serius,\" ujarnya di Senayan, Minggu (31/8/2025). Namun, respons ini dianggap lemah, dengan netizen di X skeptis. Akun  menulis, \"7 hari batas waktu! DPR jangan cuma janji, rakyat muak!\" Sementara  menyindir, \"Affan dilindas, DPR cuma bilang 'dibahas'. Ini parlemen rakyat atau elit?\" Pengamat politik Universitas Gadjah Mada, Dr. Arief Wicaksono, menyebut 11 tuntutan ini mencerminkan krisis kepercayaan terhadap DPR. \"Rakyat sudah di ujung kesabaran. Jika DPR dan pemerintah tak responsif, aksi seperti GTA di dunia nyata bisa terjadi,\" katanya kepada tempo.co. Data Kementerian Keuangan mencatat anggaran DPR 2025 sebesar Rp 9,9 triliun, sementara 42.385 pekerja kena PHK pada semester I-2025. Langkah Presiden Prabowo Subianto mencabut tunjangan perumahan DPR dan moratorium kunker dinilai belum cukup oleh massa. 1. Sahkan RUU Perampasan Aset. 2. Pecat anggota DPR yang menghina rakyat atau tidak kredibel, serta audit harta-aset oleh KPK. 3. Bebaskan pihak-pihak yang ditangkap terkait demonstrasi 25–29 Agustus. 4. Reformasi DPR: audit transparan Rp9,9 triliun anggaran DPR, rampingkan anggaran, tolak mantan napi korupsi, hapus fasilitas istimewa, siarkan sidang secara live, dan KPK periksa anggota DPR. 5. Turunkan gaji dan tunjangan DPR, maksimal lima kali UMR, disertai transparansi. 6. Tetapkan KPI (Key Performance Indicator) anggota DPR; pecat yang tidak capai target. 7. Audit BUMN untuk memastikan profitabilitas, transparansi, dan kontribusi ke APBN. 8. Batalkan kenaikan pajak yang membebani masyarakat. 9. Adili pembunuh Affan Kurniawan, negara wajib menanggung hidup keluarganya; desakan lengserkan Kapolri jika gagal melindungi rakyat. 10. Naikkan gaji guru agar layak sebagai pahlawan bangsa. 11. Reformasi Polri agar profesional, berpihak pada rakyat, bukan kepentingan penguasa. --- Dengan batas waktu 7 hari, ketegangan meningkat. Kapolri menyatakan siap mengawal aksi damai, namun massa berjanji akan memperluas aksi jika DPR tak kunjung bertindak. Publik menanti apakah DPR akan memenuhi 11 tuntutan ini atau menghadapi gejolak lebih besar. Apa pendapat kalian tentang ultimatum ini? Akankah DPR berbenah? Tulis di kolom komentar dan share beritanya biar semua update! #11tuntutanrakyatindonesia2025 #ferryirwandi #malaka", "post_id": "7544934199975988498"}}, {"key": "KeadilanRakyat", "attributes": {"label": "KeadilanRakyat", "x": 635.1520824228132, "y": 641.7376664850203, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 114.9194, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7544934199975988498", "id": "KeadilanRakyat", "source": "tiktok-000001", "content": "Jakarta, 1 September 2025 – Demonstrasi besar-besaran di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, sejak 25 Agustus 2025, melahirkan 11 tuntutan rakyat yang viral di media sosial, dibagikan lebih dari 1,5 juta kali di X dan TikTok . Massa yang tergabung dalam \"Revolusi Rakyat Indonesia\" memberikan ultimatum kepada DPR untuk memenuhi tuntutan ini dalam 7 hari, hingga 7 September 2025, atau mengancam aksi mogok nasional dan blokade jalan di Jakarta. \"Ini bukan cuma demo, ini amanat rakyat! DPR punya 7 hari, atau kami lumpuhkan ibu kota!\" ujar koordinator aksi, Budi Santoso, di hadapan ribuan demonstran, Minggu (31/8/2025), seperti dikutip dari CNN Indonesia. Tuntutan ini mencakup reformasi menyeluruh DPR dan penegakan hukum. Massa menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset, pemecatan anggota DPR yang menghina rakyat, dan audit harta oleh KPK. Mereka juga meminta pembebasan 351 demonstran yang ditangkap, termasuk 196 pelajar, serta reformasi DPR dengan audit Rp 9,9 triliun anggaran, transparansi sidang, dan pelarangan mantan napi korupsi menjadi anggota. Gaji DPR diminta maksimal lima kali UMR, KPI ditetapkan untuk evaluasi kinerja, dan BUMN diaudit untuk transparansi. Tuntutan lain meliputi pembatalan kenaikan pajak, kenaikan gaji guru, dan reformasi Polri agar berpihak pada rakyat. Tragedi kematian Affan Kurniawan, driver ojol yang dilindas rantis Brimob pada 28 Agustus, menjadi sorotan utama. Massa menuntut pelaku diadili, negara menanggung hidup keluarga Affan, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo lengser jika gagal melindungi rakyat. Ketua DPR Puan Maharani merespons dengan janji membahas tuntutan di rapat paripurna. \"Kami dengar suara rakyat, akan kami bahas serius,\" ujarnya di Senayan, Minggu (31/8/2025). Namun, respons ini dianggap lemah, dengan netizen di X skeptis. Akun  menulis, \"7 hari batas waktu! DPR jangan cuma janji, rakyat muak!\" Sementara  menyindir, \"Affan dilindas, DPR cuma bilang 'dibahas'. Ini parlemen rakyat atau elit?\" Pengamat politik Universitas Gadjah Mada, Dr. Arief Wicaksono, menyebut 11 tuntutan ini mencerminkan krisis kepercayaan terhadap DPR. \"Rakyat sudah di ujung kesabaran. Jika DPR dan pemerintah tak responsif, aksi seperti GTA di dunia nyata bisa terjadi,\" katanya kepada tempo.co. Data Kementerian Keuangan mencatat anggaran DPR 2025 sebesar Rp 9,9 triliun, sementara 42.385 pekerja kena PHK pada semester I-2025. Langkah Presiden Prabowo Subianto mencabut tunjangan perumahan DPR dan moratorium kunker dinilai belum cukup oleh massa. 1. Sahkan RUU Perampasan Aset. 2. Pecat anggota DPR yang menghina rakyat atau tidak kredibel, serta audit harta-aset oleh KPK. 3. Bebaskan pihak-pihak yang ditangkap terkait demonstrasi 25–29 Agustus. 4. Reformasi DPR: audit transparan Rp9,9 triliun anggaran DPR, rampingkan anggaran, tolak mantan napi korupsi, hapus fasilitas istimewa, siarkan sidang secara live, dan KPK periksa anggota DPR. 5. Turunkan gaji dan tunjangan DPR, maksimal lima kali UMR, disertai transparansi. 6. Tetapkan KPI (Key Performance Indicator) anggota DPR; pecat yang tidak capai target. 7. Audit BUMN untuk memastikan profitabilitas, transparansi, dan kontribusi ke APBN. 8. Batalkan kenaikan pajak yang membebani masyarakat. 9. Adili pembunuh Affan Kurniawan, negara wajib menanggung hidup keluarganya; desakan lengserkan Kapolri jika gagal melindungi rakyat. 10. Naikkan gaji guru agar layak sebagai pahlawan bangsa. 11. Reformasi Polri agar profesional, berpihak pada rakyat, bukan kepentingan penguasa. --- Dengan batas waktu 7 hari, ketegangan meningkat. Kapolri menyatakan siap mengawal aksi damai, namun massa berjanji akan memperluas aksi jika DPR tak kunjung bertindak. Publik menanti apakah DPR akan memenuhi 11 tuntutan ini atau menghadapi gejolak lebih besar. Apa pendapat kalian tentang ultimatum ini? Akankah DPR berbenah? Tulis di kolom komentar dan share beritanya biar semua update! #11tuntutanrakyatindonesia2025 #ferryirwandi #malaka", "post_id": "7544934199975988498"}}, {"key": "HukumJernih", "attributes": {"label": "HukumJernih", "x": 664.2701050610998, "y": 474.9918660546784, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 114.9194, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7544934199975988498", "id": "HukumJernih", "source": "tiktok-000001", "content": "Jakarta, 1 September 2025 – Demonstrasi besar-besaran di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, sejak 25 Agustus 2025, melahirkan 11 tuntutan rakyat yang viral di media sosial, dibagikan lebih dari 1,5 juta kali di X dan TikTok . Massa yang tergabung dalam \"Revolusi Rakyat Indonesia\" memberikan ultimatum kepada DPR untuk memenuhi tuntutan ini dalam 7 hari, hingga 7 September 2025, atau mengancam aksi mogok nasional dan blokade jalan di Jakarta. \"Ini bukan cuma demo, ini amanat rakyat! DPR punya 7 hari, atau kami lumpuhkan ibu kota!\" ujar koordinator aksi, Budi Santoso, di hadapan ribuan demonstran, Minggu (31/8/2025), seperti dikutip dari CNN Indonesia. Tuntutan ini mencakup reformasi menyeluruh DPR dan penegakan hukum. Massa menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset, pemecatan anggota DPR yang menghina rakyat, dan audit harta oleh KPK. Mereka juga meminta pembebasan 351 demonstran yang ditangkap, termasuk 196 pelajar, serta reformasi DPR dengan audit Rp 9,9 triliun anggaran, transparansi sidang, dan pelarangan mantan napi korupsi menjadi anggota. Gaji DPR diminta maksimal lima kali UMR, KPI ditetapkan untuk evaluasi kinerja, dan BUMN diaudit untuk transparansi. Tuntutan lain meliputi pembatalan kenaikan pajak, kenaikan gaji guru, dan reformasi Polri agar berpihak pada rakyat. Tragedi kematian Affan Kurniawan, driver ojol yang dilindas rantis Brimob pada 28 Agustus, menjadi sorotan utama. Massa menuntut pelaku diadili, negara menanggung hidup keluarga Affan, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo lengser jika gagal melindungi rakyat. Ketua DPR Puan Maharani merespons dengan janji membahas tuntutan di rapat paripurna. \"Kami dengar suara rakyat, akan kami bahas serius,\" ujarnya di Senayan, Minggu (31/8/2025). Namun, respons ini dianggap lemah, dengan netizen di X skeptis. Akun  menulis, \"7 hari batas waktu! DPR jangan cuma janji, rakyat muak!\" Sementara  menyindir, \"Affan dilindas, DPR cuma bilang 'dibahas'. Ini parlemen rakyat atau elit?\" Pengamat politik Universitas Gadjah Mada, Dr. Arief Wicaksono, menyebut 11 tuntutan ini mencerminkan krisis kepercayaan terhadap DPR. \"Rakyat sudah di ujung kesabaran. Jika DPR dan pemerintah tak responsif, aksi seperti GTA di dunia nyata bisa terjadi,\" katanya kepada tempo.co. Data Kementerian Keuangan mencatat anggaran DPR 2025 sebesar Rp 9,9 triliun, sementara 42.385 pekerja kena PHK pada semester I-2025. Langkah Presiden Prabowo Subianto mencabut tunjangan perumahan DPR dan moratorium kunker dinilai belum cukup oleh massa. 1. Sahkan RUU Perampasan Aset. 2. Pecat anggota DPR yang menghina rakyat atau tidak kredibel, serta audit harta-aset oleh KPK. 3. Bebaskan pihak-pihak yang ditangkap terkait demonstrasi 25–29 Agustus. 4. Reformasi DPR: audit transparan Rp9,9 triliun anggaran DPR, rampingkan anggaran, tolak mantan napi korupsi, hapus fasilitas istimewa, siarkan sidang secara live, dan KPK periksa anggota DPR. 5. Turunkan gaji dan tunjangan DPR, maksimal lima kali UMR, disertai transparansi. 6. Tetapkan KPI (Key Performance Indicator) anggota DPR; pecat yang tidak capai target. 7. Audit BUMN untuk memastikan profitabilitas, transparansi, dan kontribusi ke APBN. 8. Batalkan kenaikan pajak yang membebani masyarakat. 9. Adili pembunuh Affan Kurniawan, negara wajib menanggung hidup keluarganya; desakan lengserkan Kapolri jika gagal melindungi rakyat. 10. Naikkan gaji guru agar layak sebagai pahlawan bangsa. 11. Reformasi Polri agar profesional, berpihak pada rakyat, bukan kepentingan penguasa. --- Dengan batas waktu 7 hari, ketegangan meningkat. Kapolri menyatakan siap mengawal aksi damai, namun massa berjanji akan memperluas aksi jika DPR tak kunjung bertindak. Publik menanti apakah DPR akan memenuhi 11 tuntutan ini atau menghadapi gejolak lebih besar. Apa pendapat kalian tentang ultimatum ini? Akankah DPR berbenah? Tulis di kolom komentar dan share beritanya biar semua update! #11tuntutanrakyatindonesia2025 #ferryirwandi #malaka", "post_id": "7544934199975988498"}}, {"key": "theogidn", "attributes": {"label": "theogidn", "x": 231.90038066825903, "y": 787.194800565047, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 80.6451, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7646737214977707282", "id": "theogidn", "source": "tiktok-000001", "content": "Suasana haru mewarnai Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat usai mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim membacakan pledoi atau nota pembelaannya dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook. Saat keluar dari ruang sidang, Nadiem disambut sejumlah pengemudi ojek online (ojol) dan guru yang sejak pagi hadir memberikan dukungan. Dalam momen tersebut, terdengar sorakan \"Bebaskan Nadiem!\" yang bergema di area pengadilan. Nadiem tampak emosional saat menemui para pendukungnya. Ia mengaku terharu melihat banyaknya driver ojol yang terus hadir dan memberikan dukungan selama proses persidangan berlangsung. Dukungan dari komunitas ojol sendiri bukan hal baru, karena sejak awal persidangan sejumlah pengemudi kerap datang membawa poster dan menyuarakan solidaritas kepada pendiri Gojek tersebut. Para pendukung menilai Nadiem memiliki kontribusi besar terhadap lahir dan berkembangnya ekosistem transportasi daring di Indonesia. Karena itu, mereka datang untuk menunjukkan dukungan moral di tengah proses hukum yang masih berjalan. Sementara itu, sidang pledoi menjadi salah satu tahapan penting sebelum majelis hakim menjatuhkan putusan dalam perkara yang menjerat mantan menteri tersebut. Sumber: Viva, ANTARA, Liputan6 Sumber Visual: Kompas,  #THEOG #OGNews #NadiemMakarim #Pledoi #Tipikor", "post_id": "7646737214977707282"}}, {"key": "nadiemmakarim", "attributes": {"label": "nadiemmakarim", "x": 651.5818375749008, "y": 725.9788095048423, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 149.1936, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7646737214977707282", "id": "nadiemmakarim", "source": "tiktok-000001", "content": "Suasana haru mewarnai Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat usai mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim membacakan pledoi atau nota pembelaannya dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook. Saat keluar dari ruang sidang, Nadiem disambut sejumlah pengemudi ojek online (ojol) dan guru yang sejak pagi hadir memberikan dukungan. Dalam momen tersebut, terdengar sorakan \"Bebaskan Nadiem!\" yang bergema di area pengadilan. Nadiem tampak emosional saat menemui para pendukungnya. Ia mengaku terharu melihat banyaknya driver ojol yang terus hadir dan memberikan dukungan selama proses persidangan berlangsung. Dukungan dari komunitas ojol sendiri bukan hal baru, karena sejak awal persidangan sejumlah pengemudi kerap datang membawa poster dan menyuarakan solidaritas kepada pendiri Gojek tersebut. Para pendukung menilai Nadiem memiliki kontribusi besar terhadap lahir dan berkembangnya ekosistem transportasi daring di Indonesia. Karena itu, mereka datang untuk menunjukkan dukungan moral di tengah proses hukum yang masih berjalan. Sementara itu, sidang pledoi menjadi salah satu tahapan penting sebelum majelis hakim menjatuhkan putusan dalam perkara yang menjerat mantan menteri tersebut. Sumber: Viva, ANTARA, Liputan6 Sumber Visual: Kompas,  #THEOG #OGNews #NadiemMakarim #Pledoi #Tipikor", "post_id": "7646737214977707282"}}, {"key": "@NTMCPOLRIOFFICIAL", "attributes": {"label": "@NTMCPOLRIOFFICIAL", "x": 336.2126756613589, "y": 355.2019015992077, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 80.6451, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "NlNox6r277Q", "id": "@NTMCPOLRIOFFICIAL", "source": "youtube-000001", "content": "KORLANTAS POLRI LATIH DRIVER OJOL PPGD LEWAT PROGRAM POLANTAS MENYAPA | NTMC POLRI\n\n#NewsFlash #NewsFlashNTMCPOLRI\n\nKorlantas Polri menggelar program Polantas Menyapa bersama komunitas ojek online di Pontianak, Kalimantan Barat, dengan memberikan pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) guna meningkatkan kesiapsiagaan para driver ojol dalam membantu korban kecelakaan lalu lintas.\n\nKegiatan ini menjadi bagian dari penguatan sinergi antara Polri dan komunitas ojek online sebagai mitra strategis dalam mendukung keselamatan berlalu lintas, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui edukasi serta peningkatan kesadaran berkendara yang aman dan bertanggung jawab.\n\nSelain pelatihan PPGD, peserta juga mendapatkan pemahaman terkait metode pengecekan kondisi korban kecelakaan melalui tahapan airway, breathing, dan circulation, serta imbauan untuk segera menghubungi layanan darurat, petugas kepolisian, atau rumah sakit terdekat ketika terjadi kecelakaan di jalan raya.\n\nMelalui program Polantas Menyapa, Korlantas Polri berharap komunitas ojol dapat menjadi pelopor budaya tertib berlalu lintas dan mampu memberikan pertolongan awal sebelum bantuan medis tiba.\n\nSimak informasi selengkapnya melalui kanal resmi dan ikuti pembaruan layanan publik melalui media sosial Korlantas Polri \nIG:   / korlantaspolri.ntmc  \nX: https://x.com/\nOfficial Website: https://korlantas.polri.go.id", "post_id": "NlNox6r277Q"}}, {"key": "NTMCLantasPolri", "attributes": {"label": "NTMCLantasPolri", "x": 397.0003382628201, "y": 83.64168523468484, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 149.1936, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NlNox6r277Q", "id": "NTMCLantasPolri", "source": "youtube-000001", "content": "KORLANTAS POLRI LATIH DRIVER OJOL PPGD LEWAT PROGRAM POLANTAS MENYAPA | NTMC POLRI\n\n#NewsFlash #NewsFlashNTMCPOLRI\n\nKorlantas Polri menggelar program Polantas Menyapa bersama komunitas ojek online di Pontianak, Kalimantan Barat, dengan memberikan pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) guna meningkatkan kesiapsiagaan para driver ojol dalam membantu korban kecelakaan lalu lintas.\n\nKegiatan ini menjadi bagian dari penguatan sinergi antara Polri dan komunitas ojek online sebagai mitra strategis dalam mendukung keselamatan berlalu lintas, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui edukasi serta peningkatan kesadaran berkendara yang aman dan bertanggung jawab.\n\nSelain pelatihan PPGD, peserta juga mendapatkan pemahaman terkait metode pengecekan kondisi korban kecelakaan melalui tahapan airway, breathing, dan circulation, serta imbauan untuk segera menghubungi layanan darurat, petugas kepolisian, atau rumah sakit terdekat ketika terjadi kecelakaan di jalan raya.\n\nMelalui program Polantas Menyapa, Korlantas Polri berharap komunitas ojol dapat menjadi pelopor budaya tertib berlalu lintas dan mampu memberikan pertolongan awal sebelum bantuan medis tiba.\n\nSimak informasi selengkapnya melalui kanal resmi dan ikuti pembaruan layanan publik melalui media sosial Korlantas Polri \nIG:   / korlantaspolri.ntmc  \nX: https://x.com/\nOfficial Website: https://korlantas.polri.go.id", "post_id": "NlNox6r277Q"}}], "edges": [{"key": "beritapekalongan1", "source": "beritapekalongan1", "target": "pekalonganterkini_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "tinta_narasi", "source": "tinta_narasi", "target": "KeadilanRakyat", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "tinta_narasi", "source": "tinta_narasi", "target": "HukumJernih", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "theogidn", "source": "theogidn", "target": "nadiemmakarim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@NTMCPOLRIOFFICIAL", "source": "@NTMCPOLRIOFFICIAL", "target": "NTMCLantasPolri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}