{"nodes": [{"key": "mtkya1969", "attributes": {"label": "mtkya1969", "x": 827.8171386759024, "y": 412.4460283316637, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 13.4962, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2060289794257858678", "id": "mtkya1969", "source": "retweet-000002", "content": "Rupiah Terpuruk ke Level Terendah Baru terhadap Maya uang negara tetangga.\n\n1 Dolar Singapura Sentuh Rp14.000, Nilai tukar rupia…", "post_id": "2060289794257858678"}}, {"key": "P3gEl", "attributes": {"label": "P3gEl", "x": 30.235241916048984, "y": 416.88752007503007, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 30.7039, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "2060289794257858678", "id": "P3gEl", "source": "retweet-000002", "content": "Rupiah Terpuruk ke Level Terendah Baru terhadap Maya uang negara tetangga.\n\n1 Dolar Singapura Sentuh Rp14.000, Nilai tukar rupia…", "post_id": "2060289794257858678"}}, {"key": "AntoniusCDN", "attributes": {"label": "AntoniusCDN", "x": 935.7269907905089, "y": 291.0149700791192, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 13.4962, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2060280427332710911", "id": "AntoniusCDN", "source": "retweet-000002", "content": "Rupiah Terpuruk ke Level Terendah Baru terhadap Maya uang negara tetangga.\n\n1 Dolar Singapura Sentuh Rp14.000, Nilai tukar rupia…", "post_id": "2060280427332710911"}}, {"key": "irianto_eluay", "attributes": {"label": "irianto_eluay", "x": 115.90094454662103, "y": 61.80787500710716, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 13.4962, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2060651238832935300", "id": "irianto_eluay", "source": "retweet-000002", "content": "Rupiah Terpuruk ke Level Terendah Baru terhadap Maya uang negara tetangga.\n\n1 Dolar Singapura Sentuh Rp14.000, Nilai tukar rupia…", "post_id": "2060651238832935300"}}, {"key": "bangherwin", "attributes": {"label": "bangherwin", "x": 811.0996888426869, "y": 278.1804594543098, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 13.4962, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2059223023299994065", "id": "bangherwin", "source": "retweet-000002", "content": "🔴 REKOR TERTINGGI BARU!\n\nRupiah melemah ke level terendah sepanjang masa vs Dolar Singapura\n\n🇸🇬 SGD/IDR: Rp 13.942\nRekor seb…", "post_id": "2059223023299994065"}}, {"key": "id_rupiah", "attributes": {"label": "id_rupiah", "x": 443.7545538297434, "y": 742.2285295520712, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 19.2321, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2059223023299994065", "id": "id_rupiah", "source": "retweet-000002", "content": "🔴 REKOR TERTINGGI BARU!\n\nRupiah melemah ke level terendah sepanjang masa vs Dolar Singapura\n\n🇸🇬 SGD/IDR: Rp 13.942\nRekor seb…", "post_id": "2059223023299994065"}}, {"key": "dimarsasongko98", "attributes": {"label": "dimarsasongko98", "x": 933.138716848722, "y": 902.7472962741228, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.4962, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2065291394764386625", "id": "dimarsasongko98", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah anjlok ke level terendah sepanjang sejarah bukan cuma soal dolar naik\nIHSG kita underperform dibanding bursa regional\nCapital outflow terus. Investor kabur.\nItu kebijakan dalam negeri, bukan salah Trump.\nDemo ke pemerintah itu tepat sasaran.", "post_id": "2065291394764386625"}}, {"key": "wrahardian2", "attributes": {"label": "wrahardian2", "x": 408.67973766724333, "y": 232.19574777219253, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.968, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2065291394764386625", "id": "wrahardian2", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah anjlok ke level terendah sepanjang sejarah bukan cuma soal dolar naik\nIHSG kita underperform dibanding bursa regional\nCapital outflow terus. Investor kabur.\nItu kebijakan dalam negeri, bukan salah Trump.\nDemo ke pemerintah itu tepat sasaran.", "post_id": "2065291394764386625"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 799.2399656325065, "y": 602.7293284858911, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 89.9739, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3911952338542698050_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "IHSG dan rupiah kian terpuruk, dengan IHSG sempat anjlok ke level terendah dalam lima tahun dan rupiah menembus Rp18.000 per dolar AS untuk pertama kalinya dalam sejarah, di tengah kombinasi tekanan dari dalam dan luar negeri.\n\nKlik kanan untuk melihat kondisi terbaru IHSG dan rupiah serta faktor-faktor yang membebaninya, sebagaimana dirangkum Tim Riset Bloomberg Technoz.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#IHSG #NilaiTukarRupiah #BloombergTechnoz", "post_id": "3911952338542698050_51748745734"}}, {"key": "infobanyumas", "attributes": {"label": "infobanyumas", "x": 689.4344766022723, "y": 830.1130038636421, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 89.9739, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3916025589505283794_3164205044", "id": "infobanyumas", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD) terhadap rupiah (IDR) spot hari ini bergerak di kisaran Rp17.969 per dolar AS, setelah berhasil menguat dari level terendah historisnya. \n\nSementara Per kemarin, harga dasar emas Antam pecahan 1 gram berada di kisaran Rp2.733.000 hingga Rp2.743.000, dengan harga pembelian kembali (buyback) oleh Butik Emas Logam Mulia berada di sekitar Rp2.540.000 per gram. \n\n~~~\n📷 : surya\n~~~\nUntuk share info di   kirim melalui DM / mention story atau WA, no bisa cek di Bio\n\n#infobanyumas #purwokerto #banyumas #emasantam #dolaramerika", "post_id": "3916025589505283794_3164205044"}}, {"key": "ciparay.id", "attributes": {"label": "ciparay.id", "x": 406.34800072785214, "y": 589.0452337689445, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 13.4962, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3916818897072366681_4031482764", "id": "ciparay.id", "source": "instagram-000001", "content": "Dalam 11 hari belakangan, Indonesia diwarnai berbagai perkembangan besar yang menyita perhatian publik.\nMulai dari utang negara yang terus meningkat, dorongan DPR untuk mengoptimalkan penerimaan pajak, pelemahan rupiah terhadap dolar AS, hingga anjloknya IHSG ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir.\nRentetan peristiwa yang terjadi hampir bersamaan tersebut memicu kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama terkait kondisi ekonomi, daya beli, dan tekanan biaya hidup yang dirasakan semakin berat.\nDi tengah situasi ini, banyak masyarakat mulai bertanya: ke mana arah perekonomian Indonesia akan bergerak dalam waktu dekat? Apakah berbagai dinamika ini hanya gejolak sementara, atau menjadi sinyal yang perlu mendapat perhatian lebih serius?\n\nsourch :", "post_id": "3916818897072366681_4031482764"}}, {"key": "ahquote", "attributes": {"label": "ahquote", "x": 817.9577598445914, "y": 698.7336517931511, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 24.968, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916818897072366681_4031482764", "id": "ahquote", "source": "instagram-000001", "content": "Dalam 11 hari belakangan, Indonesia diwarnai berbagai perkembangan besar yang menyita perhatian publik.\nMulai dari utang negara yang terus meningkat, dorongan DPR untuk mengoptimalkan penerimaan pajak, pelemahan rupiah terhadap dolar AS, hingga anjloknya IHSG ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir.\nRentetan peristiwa yang terjadi hampir bersamaan tersebut memicu kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama terkait kondisi ekonomi, daya beli, dan tekanan biaya hidup yang dirasakan semakin berat.\nDi tengah situasi ini, banyak masyarakat mulai bertanya: ke mana arah perekonomian Indonesia akan bergerak dalam waktu dekat? Apakah berbagai dinamika ini hanya gejolak sementara, atau menjadi sinyal yang perlu mendapat perhatian lebih serius?\n\nsourch :", "post_id": "3916818897072366681_4031482764"}}, {"key": "theogidn", "attributes": {"label": "theogidn", "x": 520.2710240079415, "y": 564.2462357012379, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.4962, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648886686616702229", "id": "theogidn", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan. Per 8 Juni 2026, kurs dolar AS tercatat mencapai Rp18.190, menunjukkan pelemahan rupiah ke salah satu level terendah dalam beberapa waktu terakhir. Menguatnya dolar AS berpotensi berdampak pada harga barang impor, biaya perjalanan ke luar negeri, hingga sektor usaha yang bergantung pada transaksi mata uang asing. Kondisi ini juga menjadi perhatian karena dapat memengaruhi daya beli masyarakat dan aktivitas ekonomi secara luas. Menurut Gens, apakah rupiah masih berpeluang menguat kembali dalam waktu dekat? Sumber : Wise  Sumber Visual : TikTok   #THEOG #OGNews #Rupiah #DolarAS #KursRupiah", "post_id": "7648886686616702229"}}, {"key": "santuy_aja2", "attributes": {"label": "santuy_aja2", "x": 990.6480877450525, "y": 655.4630735079195, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 24.968, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7648886686616702229", "id": "santuy_aja2", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan. Per 8 Juni 2026, kurs dolar AS tercatat mencapai Rp18.190, menunjukkan pelemahan rupiah ke salah satu level terendah dalam beberapa waktu terakhir. Menguatnya dolar AS berpotensi berdampak pada harga barang impor, biaya perjalanan ke luar negeri, hingga sektor usaha yang bergantung pada transaksi mata uang asing. Kondisi ini juga menjadi perhatian karena dapat memengaruhi daya beli masyarakat dan aktivitas ekonomi secara luas. Menurut Gens, apakah rupiah masih berpeluang menguat kembali dalam waktu dekat? Sumber : Wise  Sumber Visual : TikTok   #THEOG #OGNews #Rupiah #DolarAS #KursRupiah", "post_id": "7648886686616702229"}}, {"key": "wann_tws", "attributes": {"label": "wann_tws", "x": 79.36110260982932, "y": 111.68225584905522, "size": 12.21, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.4962, "eigenvector": 97.0612, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647477179844005127", "id": "wann_tws", "source": "tiktok-000001", "content": "RUPIAH TEMBUS Rp18.000 PER DOLAR AS: REKOR HISTORIS BARU! 📉🚨 Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) mencatatkan pergerakan historis pada perdagangan Kamis (4/6). Berdasarkan data pasar, mata uang Garuda sempat melemah hingga menyentuh angka Rp18.015 per dolar AS pada pagi hari ini. Pelemahan ini menandai salah satu level terendah Rupiah dalam beberapa waktu terakhir, di tengah dinamika sentimen ekonomi global dan domestik yang terus bergerak dinamis. Para pelaku pasar kini tengah mencermati langkah-langkah strategis yang akan diambil oleh otoritas moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar. Bagaimana opini Anda mengenai dampak pelemahan Rupiah ini terhadap harga barang-barang impor dan inflasi dalam negeri? Tulis di kolom komentar!👇 Sumber:TWS News   #kontencom  #kontencomxtws", "post_id": "7647477179844005127"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 890.1222309386218, "y": 438.297349917806, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 93.7988, "eigenvector": 126.449, "in_degree": 8, "out_degree": 0, "degree": 8}, "_id": "7647477179844005127", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "RUPIAH TEMBUS Rp18.000 PER DOLAR AS: REKOR HISTORIS BARU! 📉🚨 Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) mencatatkan pergerakan historis pada perdagangan Kamis (4/6). Berdasarkan data pasar, mata uang Garuda sempat melemah hingga menyentuh angka Rp18.015 per dolar AS pada pagi hari ini. Pelemahan ini menandai salah satu level terendah Rupiah dalam beberapa waktu terakhir, di tengah dinamika sentimen ekonomi global dan domestik yang terus bergerak dinamis. Para pelaku pasar kini tengah mencermati langkah-langkah strategis yang akan diambil oleh otoritas moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar. Bagaimana opini Anda mengenai dampak pelemahan Rupiah ini terhadap harga barang-barang impor dan inflasi dalam negeri? Tulis di kolom komentar!👇 Sumber:TWS News   #kontencom  #kontencomxtws", "post_id": "7647477179844005127"}}, {"key": "thinkfast1__", "attributes": {"label": "thinkfast1__", "x": 527.3838299696447, "y": 619.4526840971478, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.4962, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647410707021024533", "id": "thinkfast1__", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah kembali melemah hingga menyentuh Rp18.006 per dolar AS pada Kamis (4/6), level terendah sepanjang sejarah. Menurut Bloomberg, rupiah juga menjadi mata uang dengan kinerja terburuk ketiga di Asia. Pelemahan ini dipicu oleh anjloknya surplus perdagangan April 2026 yang hanya mencapai US$90 juta, turun 97% dari US$3,32 miliar pada bulan sebelumnya. Meski Bank Indonesia telah menaikkan BI Rate 50 bps menjadi 5,25%, rupiah masih tertekan. Ekonom menilai masalah utamanya adalah menurunnya kepercayaan pasar terhadap kondisi fiskal Indonesia, bukan sekadar faktor suku bunga. Disclaimer: NFA. DYOR. Sc   #indonesia #rupiah #ternakuangnews", "post_id": "7647410707021024533"}}, {"key": "ternakuang.id", "attributes": {"label": "ternakuang.id", "x": 597.8885174828001, "y": 721.5552635744771, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 24.968, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647410707021024533", "id": "ternakuang.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah kembali melemah hingga menyentuh Rp18.006 per dolar AS pada Kamis (4/6), level terendah sepanjang sejarah. Menurut Bloomberg, rupiah juga menjadi mata uang dengan kinerja terburuk ketiga di Asia. Pelemahan ini dipicu oleh anjloknya surplus perdagangan April 2026 yang hanya mencapai US$90 juta, turun 97% dari US$3,32 miliar pada bulan sebelumnya. Meski Bank Indonesia telah menaikkan BI Rate 50 bps menjadi 5,25%, rupiah masih tertekan. Ekonom menilai masalah utamanya adalah menurunnya kepercayaan pasar terhadap kondisi fiskal Indonesia, bukan sekadar faktor suku bunga. Disclaimer: NFA. DYOR. Sc   #indonesia #rupiah #ternakuangnews", "post_id": "7647410707021024533"}}, {"key": "fallclips2", "attributes": {"label": "fallclips2", "x": 889.2533112637149, "y": 240.01045217883154, "size": 12.21, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.4962, "eigenvector": 97.0612, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648966679245901064", "id": "fallclips2", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 RUPIAH KEMBALI TERTEKAN, MENYENTUH LEVEL TERENDAH BARU! 🚨 Nilai tukar Rupiah kembali menjadi sorotan setelah menyentuh level Rp18.200 per dolar AS, mencatatkan rekor pelemahan terbaru yang memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar dan masyarakat. Kondisi ini menunjukkan betapa kuatnya tekanan eksternal maupun internal yang sedang dihadapi perekonomian Indonesia. Pelemahan Rupiah bukan hanya sekadar angka di layar. Dampaknya dapat dirasakan di berbagai sektor, mulai dari kenaikan biaya impor, harga bahan baku yang lebih mahal, hingga potensi peningkatan harga barang dan jasa di dalam negeri. Bagi para investor dan trader, kondisi seperti ini sering kali menciptakan volatilitas tinggi yang menghadirkan tantangan sekaligus peluang. Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian, penting bagi masyarakat untuk tetap tenang dan bijak dalam mengambil keputusan keuangan. Diversifikasi aset, pengelolaan risiko yang baik, serta terus mengikuti perkembangan ekonomi global menjadi langkah yang semakin relevan saat ini. 📉 Rupiah melemah. 📈 Pasar bergerak cepat. 🎯 Strategi dan manajemen risiko menjadi kunci. Bagaimana menurut kalian? Apakah pelemahan Rupiah ini hanya sementara atau berpotensi berlanjut dalam beberapa waktu ke depan?  #kontencom #kontencomxtws #pasarkeuangan #MoneyManagement #Rupiah", "post_id": "7648966679245901064"}}, {"key": "margiincall_", "attributes": {"label": "margiincall_", "x": 12.217945200218793, "y": 346.51929672424575, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.4962, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647521580964187410", "id": "margiincall_", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah yang resmi menembus level Rp18.000 per dolar AS memicu berbagai spekulasi di pasar, termasuk dugaan bahwa kebijakan fiskal pemerintah menjadi penyebab utama pelemahan mata uang nasional. Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis tudingan tersebut. Ia menegaskan kondisi fiskal Indonesia justru tengah membaik, sehingga tidak benar jika APBN disebut sebagai pemicu rupiah jatuh ke level terendah sepanjang sejarah. \"Banyak yang bilang gara-gara fiskalnya berantakan. Nanti kita ketemu kapan? Minggu depan ya? Ada update fiskal bulanan itu, fiskal APBN kita. Itu bulan Mei membaik kan dibanding bulan April,\" ujar Purbaya di kawasan DPR, Jakarta, Kamis (04/06), melansir berbagai sumber. Source:  Crypto  #akademicrypto #zenithinsight #purbaya", "post_id": "7647521580964187410"}}, {"key": "Akademi", "attributes": {"label": "Akademi", "x": 484.89974042809183, "y": 0.17571263756566147, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 24.968, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647521580964187410", "id": "Akademi", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah yang resmi menembus level Rp18.000 per dolar AS memicu berbagai spekulasi di pasar, termasuk dugaan bahwa kebijakan fiskal pemerintah menjadi penyebab utama pelemahan mata uang nasional. Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis tudingan tersebut. Ia menegaskan kondisi fiskal Indonesia justru tengah membaik, sehingga tidak benar jika APBN disebut sebagai pemicu rupiah jatuh ke level terendah sepanjang sejarah. \"Banyak yang bilang gara-gara fiskalnya berantakan. Nanti kita ketemu kapan? Minggu depan ya? Ada update fiskal bulanan itu, fiskal APBN kita. Itu bulan Mei membaik kan dibanding bulan April,\" ujar Purbaya di kawasan DPR, Jakarta, Kamis (04/06), melansir berbagai sumber. Source:  Crypto  #akademicrypto #zenithinsight #purbaya", "post_id": "7647521580964187410"}}, {"key": "clipperfinance05", "attributes": {"label": "clipperfinance05", "x": 648.1804689282566, "y": 585.7961475956289, "size": 12.21, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.4962, "eigenvector": 97.0612, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648970390550678804", "id": "clipperfinance05", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia umumkan posisi cadangan devisa RI Mei 2026 di US$144,9 miliar, turun US$1,3 miliar (sekitar Rp 23,5 triliun) dari April yang masih US$146,2 miliar. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, jelaskan penurunan ini dipengaruhi 2 faktor: pertama, pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo Mei 2026; kedua, kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah oleh BI di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global dan permintaan valuta asing domestik. Konteks audiens: cadev adalah “tabungan dolar” yang dimiliki negara via BI, fungsinya untuk bayar utang luar negeri, jaga stabilitas kurs, dan biayai impor. Posisi Mei 2026 setara pembiayaan 5,6 bulan impor,masih di atas standar IMF minimal 3 bulan impor. “BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” kata Denny. Tapi audiens perlu cermati dengan kritis. Pertama, penurunan cadev ini terjadi di tengah Rupiah tembus Rp 18.100+ (rekor terlemah sepanjang sejarah) plus IHSG anjlok ke level terendah 5 tahun dengan asing net sell Rp 72,22 triliun YTD. Kalau tekanan ke Rupiah berlanjut, BI mungkin perlu intervensi lebih agresif yang bisa kuras cadev lebih lanjut. Kedua, cadev sekarang terendah dalam hampir 2 tahun, bisa pengaruhi persepsi investor global ke fundamental RI. Pantau katalis utama: keputusan BI Rate, roadshow Purbaya ke China & Inggris 16 Juni (promosi Panda Bond), realisasi DHE SDA, plus FOMC AS bulan ini. Sumber: TWS News #kontencom #kontencomxtws #fyp", "post_id": "7648970390550678804"}}, {"key": "twsupdate2", "attributes": {"label": "twsupdate2", "x": 71.58744563839903, "y": 785.2180694235739, "size": 12.21, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.4962, "eigenvector": 97.0612, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648972050064805141", "id": "twsupdate2", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨Indonesia umumkan posisi cadangan devisa RI Mei 2026 di US$144,9 miliar, turun US$1,3 miliar (sekitar Rp 23,5 triliun) dari April yang masih US$146,2 miliar. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, jelaskan penurunan ini dipengaruhi 2 faktor: pertama, pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo Mei 2026; kedua, kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah oleh Bl di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global dan permintaan valuta asing domestik. Konteks audiens: cadev adalah \"tabungan dolar\" yang dimiliki negara via BI, fungsinya untuk bayar utang luar negeri, jaga stabilitas kurs, dan biayai impor. Posisi Mei 2026 setara pembiayaan 5,6 bulan impor, masih di atas standar IMF minimal 3 bulan impor. \"BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,\" kata Denny. Tapi audiens perlu cermati dengan kritis. Pertama, penurunan cadev ini terjadi di tengah Rupiah tembus Rp 18.100+ (rekor terlemah sepanjang sejarah) plus IHSG anjlok ke level terendah 5 tahun dengan asing net sell Rp 72,22 triliun YTD. Kalau tekanan ke Rupiah berlanjut, Bl mungkin perlu intervensi lebih agresif yang bisa kuras cadev lebih lanjut. Kedua, cadev sekarang terendah dalam hampir 2 tahun, bisa pengaruhi persepsi investor global ke fundamental RI. Pantau katalis utama: keputusan BI Rate, roadshow Purbaya ke China & Inggris 16 Juni (promosi Panda Bond), realisasi DHE SDA, plus FOMC AS bulan ini.||Sumber:TWS News  #kontencom #kontencomxtws #fyp #mbg", "post_id": "7648972050064805141"}}, {"key": "clippertws21", "attributes": {"label": "clippertws21", "x": 936.7371758108529, "y": 602.5565644394586, "size": 12.21, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.4962, "eigenvector": 97.0612, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648976066836450578", "id": "clippertws21", "source": "tiktok-000001", "content": "[BACA CAPTION] Bank Indonesia umumkan posisi cadangan devisa RI Mei 2026 di US$144,9 miliar, turun US$1,3 miliar (sekitar Rp 23,5 triliun) dari April yang masih US$146,2 miliar. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, jelaskan penurunan ini dipengaruhi 2 faktor: pertama, pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo Mei 2026; kedua, kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah oleh BI di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global dan permintaan valuta asing domestik. Konteks audiens: cadev adalah “tabungan dolar” yang dimiliki negara via BI, fungsinya untuk bayar utang luar negeri, jaga stabilitas kurs, dan biayai impor. Posisi Mei 2026 setara pembiayaan 5,6 bulan impor,masih di atas standar IMF minimal 3 bulan impor. “BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” kata Denny. Tapi audiens perlu cermati dengan kritis. Pertama, penurunan cadev ini terjadi di tengah Rupiah tembus Rp 18.100+ (rekor terlemah sepanjang sejarah) plus IHSG anjlok ke level terendah 5 tahun dengan asing net sell Rp 72,22 triliun YTD. Kalau tekanan ke Rupiah berlanjut, BI mungkin perlu intervensi lebih agresif yang bisa kuras cadev lebih lanjut. Kedua, cadev sekarang terendah dalam hampir 2 tahun, bisa pengaruhi persepsi investor global ke fundamental RI. Pantau katalis utama: keputusan BI Rate, roadshow Purbaya ke China & Inggris 16 Juni (promosi Panda Bond), realisasi DHE SDA, plus FOMC AS bulan ini. Sumber: TWS News   #kontencomxtws  #kontencom  #rupiah #ekonomi #indonesia", "post_id": "7648976066836450578"}}, {"key": "raw_clp.xyz", "attributes": {"label": "raw_clp.xyz", "x": 145.51988503233093, "y": 684.2333437457153, "size": 12.21, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.4962, "eigenvector": 97.0612, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7649025872934210837", "id": "raw_clp.xyz", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia umumkan posisi cadangan devisa RI Mei 2026 di US$144,9 miliar, turun US$1,3 miliar (sekitar Rp 23,5 triliun) dari April yang masih US$146,2 miliar. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, jelaskan penurunan ini dipengaruhi 2 faktor: pertama, pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo Mei 2026; kedua, kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah oleh BI di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global dan permintaan valuta asing domestik. Konteks audiens: cadev adalah \"tabungan dolar\" yang dimiliki negara via BI, fungsinya untuk bayar utang luar negeri, jaga stabilitas kurs, dan biayai impor. Posisi Mei 2026 setara pembiayaan 5,6 bulan impor, masih di atas standar IMF minimal 3 bulan impor. \"BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,\" kata Denny. Tapi audiens perlu cermati dengan kritis. Pertama, penurunan cadev ini terjadi di tengah Rupiah tembus Rp 18.100+ (rekor terlemah sepanjang sejarah) plus IHSG anjlok ke level terendah 5 tahun dengan asing net sell Rp 72,22 triliun YTD. Kalau tekanan ke Rupiah berlanjut, BI mungkin perlu intervensi lebih agresif yang bisa kuras cadev lebih lanjut. Kedua, cadev sekarang terendah dalam hampir 2 tahun, bisa pengaruhi persepsi investor global ke fundamental RI. Pantau katalis utama: keputusan BI Rate, roadshow Purbaya ke China & Inggris 16 Juni (promosi Panda Bond), realisasi DHE SDA, plus FOMC AS bulan ini. SC: TWS NEWS   #kontencom #kontencomxtws #rupiah #ekonomi #indonesia", "post_id": "7649025872934210837"}}, {"key": "folknomic", "attributes": {"label": "folknomic", "x": 364.58629216998406, "y": 380.6066554269525, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.4962, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7631932313441537301", "id": "folknomic", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) menegaskan akan memperkuat intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah, setelah mata uang domestik sempat melemah hingga mendekati level terendah terhadap dolar AS. Wakil Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa intervensi dilakukan secara berlapis, mencakup pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga pasar obligasi, guna menekan volatilitas yang berlebihan. Ia menyebut tekanan terhadap rupiah terutama dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, seperti tensi geopolitik dan ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang memperkuat dolar AS. Meski begitu, pelemahan rupiah dinilai masih sejalan dengan pergerakan mata uang negara berkembang lainnya di kawasan Asia. Secara pasar, rupiah sempat berada di kisaran Rp17.200–Rp17.300 per dolar AS, mendekati titik terlemahnya sepanjang sejarah. Tekanan ini juga terlihat dari arus keluar modal asing, khususnya di pasar obligasi pemerintah. Sebagai respons, BI tidak hanya mengandalkan intervensi valas, tetapi juga memperkuat bauran kebijakan dengan pendekatan pro-pasar untuk menjaga daya tarik aset domestik. Langkah tersebut meliputi optimalisasi operasi moneter dan penyesuaian suku bunga, sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam target 1,5%–3,5%. Ke depan, BI menegaskan akan terus memantau perkembangan global dan domestik serta siap mengambil langkah tambahan jika diperlukan demi menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional. Follow  Number 1 Fintainment Media for the Modern Folks #folknomics #wealth #entrepreneur #financialfreedom #motivation", "post_id": "7631932313441537301"}}, {"key": "folknomics", "attributes": {"label": "folknomics", "x": 768.3892994602696, "y": 589.6470585761995, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 24.968, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631932313441537301", "id": "folknomics", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) menegaskan akan memperkuat intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah, setelah mata uang domestik sempat melemah hingga mendekati level terendah terhadap dolar AS. Wakil Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa intervensi dilakukan secara berlapis, mencakup pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga pasar obligasi, guna menekan volatilitas yang berlebihan. Ia menyebut tekanan terhadap rupiah terutama dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, seperti tensi geopolitik dan ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang memperkuat dolar AS. Meski begitu, pelemahan rupiah dinilai masih sejalan dengan pergerakan mata uang negara berkembang lainnya di kawasan Asia. Secara pasar, rupiah sempat berada di kisaran Rp17.200–Rp17.300 per dolar AS, mendekati titik terlemahnya sepanjang sejarah. Tekanan ini juga terlihat dari arus keluar modal asing, khususnya di pasar obligasi pemerintah. Sebagai respons, BI tidak hanya mengandalkan intervensi valas, tetapi juga memperkuat bauran kebijakan dengan pendekatan pro-pasar untuk menjaga daya tarik aset domestik. Langkah tersebut meliputi optimalisasi operasi moneter dan penyesuaian suku bunga, sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam target 1,5%–3,5%. Ke depan, BI menegaskan akan terus memantau perkembangan global dan domestik serta siap mengambil langkah tambahan jika diperlukan demi menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional. Follow  Number 1 Fintainment Media for the Modern Folks #folknomics #wealth #entrepreneur #financialfreedom #motivation", "post_id": "7631932313441537301"}}, {"key": "clipin088", "attributes": {"label": "clipin088", "x": 661.2075809574695, "y": 279.9041326358518, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.4962, "eigenvector": 126.449, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7649366633084931336", "id": "clipin088", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia umumkan posisi cadangan devisa RI Mei 2026 di US$144,9 miliar, turun US$1,3 miliar (sekitar Rp23,5 triliun) dari April yang masih US$146,2 miliar. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, jelaskan penurunan ini dipengaruhi 2 faktor: pertama, pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo Mei 2026; kedua, kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah oleh BI di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global dan permintaan valuta asing domestik.  Konteks audiens: cadev adalah “tabungan dolar” yang dimiliki negara via BI, fungsinya untuk bayar utang luar negeri, jaga stabilitas kurs, dan biayai impor. Posisi Mei 2026 setara pembiayaan 5,6 bulan impor, masih di atas standar IMF minimal 3 bulan impor. “BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” kata Denny. Tapi audiens perlu cermati dengan kritis. Pertama, penurunan cadev ini terjadi di tengah Rupiah tembus Rp18.100+ (rekor terlemah sepanjang sejarah) plus IHSG anjlok ke level terendah 5 tahun dengan asing net sell Rp72,22 triliun YTD.  Kalau tekanan ke Rupiah berlanjut, BI mungkin perlu intervensi lebih agresif yang bisa kuras cadev lebih lanjut. Kedua, cadev sekarang terendah dalam hampir 2 tahun, bisa pengaruhi persepsi investor global ke fundamental RI. Pantau katalis utama: keputusan BI Rate, roadshow Purbaya ke China & Inggris 16 Juni (promosi Panda Bond), realisasi DHE SDA, plus FOMC AS bulan ini. sumber:    #kontencom  #kontencomxsuli  #fyp  #rupiahindonesia #fyppppppppppppppppppppppp", "post_id": "7649366633084931336"}}, {"key": "Kontencom", "attributes": {"label": "Kontencom", "x": 707.9491944230258, "y": 150.56307615645147, "size": 6.63, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 24.968, "eigenvector": 38.2857, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7649366633084931336", "id": "Kontencom", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia umumkan posisi cadangan devisa RI Mei 2026 di US$144,9 miliar, turun US$1,3 miliar (sekitar Rp23,5 triliun) dari April yang masih US$146,2 miliar. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, jelaskan penurunan ini dipengaruhi 2 faktor: pertama, pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo Mei 2026; kedua, kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah oleh BI di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global dan permintaan valuta asing domestik.  Konteks audiens: cadev adalah “tabungan dolar” yang dimiliki negara via BI, fungsinya untuk bayar utang luar negeri, jaga stabilitas kurs, dan biayai impor. Posisi Mei 2026 setara pembiayaan 5,6 bulan impor, masih di atas standar IMF minimal 3 bulan impor. “BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” kata Denny. Tapi audiens perlu cermati dengan kritis. Pertama, penurunan cadev ini terjadi di tengah Rupiah tembus Rp18.100+ (rekor terlemah sepanjang sejarah) plus IHSG anjlok ke level terendah 5 tahun dengan asing net sell Rp72,22 triliun YTD.  Kalau tekanan ke Rupiah berlanjut, BI mungkin perlu intervensi lebih agresif yang bisa kuras cadev lebih lanjut. Kedua, cadev sekarang terendah dalam hampir 2 tahun, bisa pengaruhi persepsi investor global ke fundamental RI. Pantau katalis utama: keputusan BI Rate, roadshow Purbaya ke China & Inggris 16 Juni (promosi Panda Bond), realisasi DHE SDA, plus FOMC AS bulan ini. sumber:    #kontencom  #kontencomxsuli  #fyp  #rupiahindonesia #fyppppppppppppppppppppppp", "post_id": "7649366633084931336"}}, {"key": "kii65990", "attributes": {"label": "kii65990", "x": 418.48511086698016, "y": 554.2216903557182, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.4962, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648991657303493895", "id": "kii65990", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia umumkan posisi cadangan devisa RI Mei 2026 di US$144,9 miliar, turun US$1,3 miliar (sekitar Rp 23,5 triliun) dari April yang masih US$146,2 miliar. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bl, Ramdan Denny Prakoso, jelaskan penurunan ini dipengaruhi 2 faktor:pertama, pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo Mei 2026, kedua, kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah oleh BI di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global dan permintaan valuta asing domestik. Konteks audiens: cadev adalah \"tabungan dolar\" yang dimiliki negara via Bl, fungsinya untuk bayar utang luar negeri, jaga stabilitas kurs, dan biayai impor. Posisi Mei 2026 setara pembiayaan 5,6 bulan impor,masih di atas standar IMF minimal 3 bulan impor. \"BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjagabstabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,\" kata Denny. Tapi audiens perlu cermati dengan kritis. Pertama, penurunan cadev ini terjadi di tengah Rupiah tembus Rp 18.100+ (rekor terlemah sepanjang sejarah) plus IHSG anjlok ke level terendah 5 tahun dengan asing net sell Rp 72,22 triliun YTD. Kalau tekanan ke Rupiah berlanjut, BI mungkin perlu intervensi lebih agresif yang bisa kuras cadev lebih lanjut. Kedua, cadev sekarang terendah dalam hampir 2 tahun, bisa pengaruhi persepsi investor global ke fundamental RI. Pantau katalis utama: keputusan BI Rate, roadshow Purbaya ke China & Inggris 16 Juni (promosi Panda Bond), realisasi DHE SDA, plus FOMC AS bulan ini. \" Sumber: TWS News \"   #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7648991657303493895"}}, {"key": "1tradewhitsuli", "attributes": {"label": "1tradewhitsuli", "x": 386.5869224971076, "y": 802.0135192940027, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 24.968, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7648991657303493895", "id": "1tradewhitsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia umumkan posisi cadangan devisa RI Mei 2026 di US$144,9 miliar, turun US$1,3 miliar (sekitar Rp 23,5 triliun) dari April yang masih US$146,2 miliar. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bl, Ramdan Denny Prakoso, jelaskan penurunan ini dipengaruhi 2 faktor:pertama, pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo Mei 2026, kedua, kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah oleh BI di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global dan permintaan valuta asing domestik. Konteks audiens: cadev adalah \"tabungan dolar\" yang dimiliki negara via Bl, fungsinya untuk bayar utang luar negeri, jaga stabilitas kurs, dan biayai impor. Posisi Mei 2026 setara pembiayaan 5,6 bulan impor,masih di atas standar IMF minimal 3 bulan impor. \"BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjagabstabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,\" kata Denny. Tapi audiens perlu cermati dengan kritis. Pertama, penurunan cadev ini terjadi di tengah Rupiah tembus Rp 18.100+ (rekor terlemah sepanjang sejarah) plus IHSG anjlok ke level terendah 5 tahun dengan asing net sell Rp 72,22 triliun YTD. Kalau tekanan ke Rupiah berlanjut, BI mungkin perlu intervensi lebih agresif yang bisa kuras cadev lebih lanjut. Kedua, cadev sekarang terendah dalam hampir 2 tahun, bisa pengaruhi persepsi investor global ke fundamental RI. Pantau katalis utama: keputusan BI Rate, roadshow Purbaya ke China & Inggris 16 Juni (promosi Panda Bond), realisasi DHE SDA, plus FOMC AS bulan ini. \" Sumber: TWS News \"   #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7648991657303493895"}}, {"key": "partnerclipper", "attributes": {"label": "partnerclipper", "x": 234.40591673899436, "y": 838.6680816459206, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.4962, "eigenvector": 126.449, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7649221455493827861", "id": "partnerclipper", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia umumkan posisi cadangan devisa RI Mei 2026 di US$144,9 miliar, turun US$1,3 miliar (sekitar Rp 23,5 triliun) dari April yang masih US$146,2 miliar. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, jelaskan penurunan ini dipengaruhi 2 faktor: pertama, pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo Mei 2026; kedua, kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah oleh BI di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global dan permintaan valuta asing domestik. Konteks audiens: cadev adalah “tabungan dolar” yang dimiliki negara via BI, fungsinya untuk bayar utang luar negeri, jaga stabilitas kurs, dan biayai impor. Posisi Mei 2026 setara pembiayaan 5,6 bulan impor,masih di atas standar IMF minimal 3 bulan impor. “BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” kata Denny. Tapi audiens perlu cermati dengan kritis. Pertama, penurunan cadev ini terjadi di tengah Rupiah tembus Rp 18.100+ (rekor terlemah sepanjang sejarah) plus IHSG anjlok ke level terendah 5 tahun dengan asing net sell Rp 72,22 triliun YTD. Kalau tekanan ke Rupiah berlanjut, BI mungkin perlu intervensi lebih agresif yang bisa kuras cadev lebih lanjut. Kedua, cadev sekarang terendah dalam hampir 2 tahun, bisa pengaruhi persepsi investor global ke fundamental RI. Pantau katalis utama: keputusan BI Rate, roadshow Purbaya ke China & Inggris 16 Juni (promosi Panda Bond), realisasi DHE SDA, plus FOMC AS bulan ini.  Sumbe: TWS NEWS     #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7649221455493827861"}}, {"key": "medantalk", "attributes": {"label": "medantalk", "x": 83.41193584187235, "y": 118.09647089779773, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 23.4717, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "143962286624_1381488350668830", "id": "medantalk", "source": "facebook-000001", "content": "Pertama kalinya Dolar AS Sentuh Nilai 18.000 dan Singapura 14.000 per dolar\n\nTekanan terhadap pasar keuangan Indonesia semakin dalam. Nilai tukar rupiah menembus level Rp14.060 per dolar Singapura dan untuk pertama kalinya Dolar Amerika sentuh nilai Rp 18.039, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh ke level terendah dalam lima tahun.\n.\n◇ Selalu pantau STORY dan FOLLOW   utk info kejadian/kecelakaan/lalulintas terkini yang blm tentu di post ke feed dan utk bisa ikut komentar. Ingat aktifkan notifikasi agar tidak ketinggalan berita/cerita seru\n\n#medan #berita #medantalk", "post_id": "143962286624_1381488350668830"}}, {"key": "medanku", "attributes": {"label": "medanku", "x": 993.342251782011, "y": 779.0895593869584, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 23.4717, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "143962286624_1381488350668830", "id": "medanku", "source": "facebook-000001", "content": "Pertama kalinya Dolar AS Sentuh Nilai 18.000 dan Singapura 14.000 per dolar\n\nTekanan terhadap pasar keuangan Indonesia semakin dalam. Nilai tukar rupiah menembus level Rp14.060 per dolar Singapura dan untuk pertama kalinya Dolar Amerika sentuh nilai Rp 18.039, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh ke level terendah dalam lima tahun.\n.\n◇ Selalu pantau STORY dan FOLLOW   utk info kejadian/kecelakaan/lalulintas terkini yang blm tentu di post ke feed dan utk bisa ikut komentar. Ingat aktifkan notifikasi agar tidak ketinggalan berita/cerita seru\n\n#medan #berita #medantalk", "post_id": "143962286624_1381488350668830"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 226.0801897474548, "y": 717.4048534781779, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.4962, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "fvvl9ZPsRI4", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "🔴LIVE - Rupiah Anjlok, Soal Kepercayaan atau Fundamental Ekonomi? | BUSINESS TALK\n\nKOMPAS.TV - Rupiah Anjlok, Soal Kepercayaan atau Fundamental Ekonomi? | BUSINESS TALK\n\nPelemahan rupiah terus berlanjut dan mulai berdampak pada sejumlah sektor usaha. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mendorong Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen. Langkah ini ditempuh untuk menstabilkan nilai tukar rupiah, menahan arus modal keluar, serta menjaga daya tarik aset domestik di mata investor global.\n\nMeski Bank Indonesia telah melakukan berbagai upaya stabilisasi, rupiah belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Sebaliknya, mata uang Garuda terus mencatatkan level terendah baru di tengah tekanan yang masih berlangsung.\n\nDampaknya terhadap perekonomian rumah tangga pun mulai terasa, sementara gejolak nilai tukar belum juga mereda. Sebagian tekanan memang berasal dari faktor global. Namun, ketika rupiah terus terpuruk meski berbagai instrumen kebijakan telah dikeluarkan, muncul pertanyaan yang perlu dicermati: apakah anjloknya rupiah lebih dipengaruhi oleh persoalan kepercayaan pasar atau mencerminkan kondisi fundamental ekonomi?\n\nSimak pembahasan selengkapnya dalam #BusinessTalk eps. ‘Rupiah Anjlok, Soal Kepercayaan atau Fundamental Ekonomi’ pada malam ini pkl 22.00 WIB di KompasTV\n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "fvvl9ZPsRI4"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 527.2326498687285, "y": 302.1219412082328, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.3202, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "fvvl9ZPsRI4", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "🔴LIVE - Rupiah Anjlok, Soal Kepercayaan atau Fundamental Ekonomi? | BUSINESS TALK\n\nKOMPAS.TV - Rupiah Anjlok, Soal Kepercayaan atau Fundamental Ekonomi? | BUSINESS TALK\n\nPelemahan rupiah terus berlanjut dan mulai berdampak pada sejumlah sektor usaha. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mendorong Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen. Langkah ini ditempuh untuk menstabilkan nilai tukar rupiah, menahan arus modal keluar, serta menjaga daya tarik aset domestik di mata investor global.\n\nMeski Bank Indonesia telah melakukan berbagai upaya stabilisasi, rupiah belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Sebaliknya, mata uang Garuda terus mencatatkan level terendah baru di tengah tekanan yang masih berlangsung.\n\nDampaknya terhadap perekonomian rumah tangga pun mulai terasa, sementara gejolak nilai tukar belum juga mereda. Sebagian tekanan memang berasal dari faktor global. Namun, ketika rupiah terus terpuruk meski berbagai instrumen kebijakan telah dikeluarkan, muncul pertanyaan yang perlu dicermati: apakah anjloknya rupiah lebih dipengaruhi oleh persoalan kepercayaan pasar atau mencerminkan kondisi fundamental ekonomi?\n\nSimak pembahasan selengkapnya dalam #BusinessTalk eps. ‘Rupiah Anjlok, Soal Kepercayaan atau Fundamental Ekonomi’ pada malam ini pkl 22.00 WIB di KompasTV\n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "fvvl9ZPsRI4"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 701.4035614823383, "y": 607.8085706226955, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.4962, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "5L456G5YWwA", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS & IHSG Turun 4,11% Apa yang Terjadi?\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mengalami tekanan hebat pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026. IHSG ditutup anjlok lebih dari 4 persen dan menyentuh level terendah dalam lima tahun terakhir.\n\nSejumlah sentimen negatif datang secara bersamaan dan menekan kepercayaan investor, baik institusional maupun ritel. \n\nMulai dari pelemahan nilai tukar rupiah yang nyaris menembus Rp18.000 per dolar Amerika Serikat, rumor mengenai potensi proyeksi negatif terhadap stabilitas ekonomi Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional, hingga outlook negatif yang diberikan Moody's terhadap Danantara Investment Management.\n\nMengutip RTI Business, IHSG ditutup melemah 254,3 poin atau 4,11 persen. Dari total saham yang diperdagangkan, hanya 69 saham menguat, sementara 692 saham melemah dan 54 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp25,1 triliun dengan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia sebesar Rp10.478 triliun.\n\nDari sisi sektoral, seluruh indeks kompak berada di zona merah. Sektor barang baku menjadi penekan utama dengan pelemahan 9,05 persen, disusul sektor energi yang turun 5,61 persen, infrastruktur 5,05 persen, kesehatan 4,36 persen, industri 3,54 persen, serta properti dan keuangan yang masing-masing turun 3,48 persen dan 1,76 persen.\n\nTekanan juga datang dari arus modal asing. Pada perdagangan kemarin, investor asing tercatat melakukan jual bersih atau net sell hampir Rp1 triliun. \n\nBahkan dalam sepekan terakhir, dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia mencapai Rp14,04 triliun.\n\nLalu, apa yang sebenarnya terjadi di pasar keuangan hingga membuat IHSG jatuh lebih dari 4 persen dalam sehari? Seberapa besar pelemahan rupiah yang kini mendekati Rp18.000 per dolar AS memengaruhi sentimen investor dan pergerakan pasar saham nasional?\n\nKita akan membahasnya bersama Founder Indonesia Superstocks Community, Edhi Pranasidhi.\n\n#rupiah #ihsg #dolar #matauang #ekonomi #bisnis \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "5L456G5YWwA"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 145.29290312926258, "y": 135.78186128335457, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.2321, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "5L456G5YWwA", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS & IHSG Turun 4,11% Apa yang Terjadi?\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mengalami tekanan hebat pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026. IHSG ditutup anjlok lebih dari 4 persen dan menyentuh level terendah dalam lima tahun terakhir.\n\nSejumlah sentimen negatif datang secara bersamaan dan menekan kepercayaan investor, baik institusional maupun ritel. \n\nMulai dari pelemahan nilai tukar rupiah yang nyaris menembus Rp18.000 per dolar Amerika Serikat, rumor mengenai potensi proyeksi negatif terhadap stabilitas ekonomi Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional, hingga outlook negatif yang diberikan Moody's terhadap Danantara Investment Management.\n\nMengutip RTI Business, IHSG ditutup melemah 254,3 poin atau 4,11 persen. Dari total saham yang diperdagangkan, hanya 69 saham menguat, sementara 692 saham melemah dan 54 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp25,1 triliun dengan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia sebesar Rp10.478 triliun.\n\nDari sisi sektoral, seluruh indeks kompak berada di zona merah. Sektor barang baku menjadi penekan utama dengan pelemahan 9,05 persen, disusul sektor energi yang turun 5,61 persen, infrastruktur 5,05 persen, kesehatan 4,36 persen, industri 3,54 persen, serta properti dan keuangan yang masing-masing turun 3,48 persen dan 1,76 persen.\n\nTekanan juga datang dari arus modal asing. Pada perdagangan kemarin, investor asing tercatat melakukan jual bersih atau net sell hampir Rp1 triliun. \n\nBahkan dalam sepekan terakhir, dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia mencapai Rp14,04 triliun.\n\nLalu, apa yang sebenarnya terjadi di pasar keuangan hingga membuat IHSG jatuh lebih dari 4 persen dalam sehari? Seberapa besar pelemahan rupiah yang kini mendekati Rp18.000 per dolar AS memengaruhi sentimen investor dan pergerakan pasar saham nasional?\n\nKita akan membahasnya bersama Founder Indonesia Superstocks Community, Edhi Pranasidhi.\n\n#rupiah #ihsg #dolar #matauang #ekonomi #bisnis \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "5L456G5YWwA"}}, {"key": "@Asiaonenewstv", "attributes": {"label": "@Asiaonenewstv", "x": 189.2339275385856, "y": 143.5296892895992, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.4962, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "wf31MWxq1tI", "id": "@Asiaonenewstv", "source": "youtube-000001", "content": "Reaksi Warga Indonesia Saat Rupiah Anjlok ke Level Terendah Terhadap Dolar AS | Asia One News\n\n🌍 Selamat datang di Asia One – Jendela Anda Menuju Berita Sejati! 📰\nAsia One adalah sumber berita 24/7 Anda, menghadirkan berita utama terkini, analisis mendalam, dan jurnalisme tanpa takut dari seluruh dunia.\n\nReaksi Warga Indonesia Saat Rupiah Jatuh ke Rekor Terendah Terhadap Dolar AS | Asia One News\n\n#Asiaone #BeritaInggris #AsiaOneNews #Indonesia #Rupiah #Ekonomi #Keuangan\n\nMenjangkau lebih dari 270 juta rumah tangga di lebih dari 140 negara di seluruh dunia, pemirsa kami mempercayai Asia One News untuk terus memberi mereka informasi, inspirasi, dan hiburan.\n\nPelaporan kami yang tidak memihak dan berbasis fakta memenangkan pujian dan rasa hormat di seluruh dunia. Ini adalah merek jurnalisme unik kami yang telah diandalkan dunia.\n\n🎥 Dari berita terkini dan pembaruan politik hingga isu-isu sosial, bisnis, teknologi, dan wawancara eksklusif — Asia One meliput semuanya dengan akurat, seimbang, dan bertanggung jawab.\n\n💬 Berlangganan sekarang dan jadilah bagian dari suara baru yang berani dalam jurnalisme yang menjunjung tinggi kebenaran, transparansi, dan kepercayaan.\n\n🔔 Tekan ikon lonceng agar tidak ketinggalan pembaruan dari Asia One – Satu Suara, Satu Kebenaran.\n\nFacebook\n  / asiaonenewsofficial  \nInstagram\n  / asia.onenews  \nTiktok\nwww.tiktok.com/\nX\nhttps://x.com/AsiaOne_News\nWebsite\nAsiaone.news\nLinkedIn\n  / asia-one-news-58779136a  \n\nBerita Rupiah Terjatuh Terendah terhadap Dolar AS | Krisis Mata Uang Indonesia | Pembaruan Jakarta | Dampak Kurs Dolar AS terhadap Ekonomi Indonesia | Kenaikan Harga Bahan Bakar | Tekanan Keuangan Indonesia | Kekhawatiran Ekonomi Indonesia | Tabungan Emas | Depresiasi Mata Uang | Berita Asia Tenggara | Laporan Jatuhnya Rupiah Indonesia ke Rekor Terendah | Biaya Impor Meningkat | Ekonomi Indonesia | Berita Terkini Pasar Forex Indonesia | Asia One News\n\n#AsiaOne #asiaonenews #Englishnews\n#AsiaOne #EnglishNews #asiaone", "post_id": "wf31MWxq1tI"}}, {"key": "asiaonenews", "attributes": {"label": "asiaonenews", "x": 79.27822882809265, "y": 502.048588922399, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.968, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wf31MWxq1tI", "id": "asiaonenews", "source": "youtube-000001", "content": "Reaksi Warga Indonesia Saat Rupiah Anjlok ke Level Terendah Terhadap Dolar AS | Asia One News\n\n🌍 Selamat datang di Asia One – Jendela Anda Menuju Berita Sejati! 📰\nAsia One adalah sumber berita 24/7 Anda, menghadirkan berita utama terkini, analisis mendalam, dan jurnalisme tanpa takut dari seluruh dunia.\n\nReaksi Warga Indonesia Saat Rupiah Jatuh ke Rekor Terendah Terhadap Dolar AS | Asia One News\n\n#Asiaone #BeritaInggris #AsiaOneNews #Indonesia #Rupiah #Ekonomi #Keuangan\n\nMenjangkau lebih dari 270 juta rumah tangga di lebih dari 140 negara di seluruh dunia, pemirsa kami mempercayai Asia One News untuk terus memberi mereka informasi, inspirasi, dan hiburan.\n\nPelaporan kami yang tidak memihak dan berbasis fakta memenangkan pujian dan rasa hormat di seluruh dunia. Ini adalah merek jurnalisme unik kami yang telah diandalkan dunia.\n\n🎥 Dari berita terkini dan pembaruan politik hingga isu-isu sosial, bisnis, teknologi, dan wawancara eksklusif — Asia One meliput semuanya dengan akurat, seimbang, dan bertanggung jawab.\n\n💬 Berlangganan sekarang dan jadilah bagian dari suara baru yang berani dalam jurnalisme yang menjunjung tinggi kebenaran, transparansi, dan kepercayaan.\n\n🔔 Tekan ikon lonceng agar tidak ketinggalan pembaruan dari Asia One – Satu Suara, Satu Kebenaran.\n\nFacebook\n  / asiaonenewsofficial  \nInstagram\n  / asia.onenews  \nTiktok\nwww.tiktok.com/\nX\nhttps://x.com/AsiaOne_News\nWebsite\nAsiaone.news\nLinkedIn\n  / asia-one-news-58779136a  \n\nBerita Rupiah Terjatuh Terendah terhadap Dolar AS | Krisis Mata Uang Indonesia | Pembaruan Jakarta | Dampak Kurs Dolar AS terhadap Ekonomi Indonesia | Kenaikan Harga Bahan Bakar | Tekanan Keuangan Indonesia | Kekhawatiran Ekonomi Indonesia | Tabungan Emas | Depresiasi Mata Uang | Berita Asia Tenggara | Laporan Jatuhnya Rupiah Indonesia ke Rekor Terendah | Biaya Impor Meningkat | Ekonomi Indonesia | Berita Terkini Pasar Forex Indonesia | Asia One News\n\n#AsiaOne #asiaonenews #Englishnews\n#AsiaOne #EnglishNews #asiaone", "post_id": "wf31MWxq1tI"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "attributes": {"label": "@KompasTVSukabumi", "x": 191.50172616096427, "y": 814.521542257513, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.4962, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "XkyC2uZ_xR4", "id": "@KompasTVSukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus 18.000 per Dolar AS & IHSG Anjlok, Founder Komunitas Saham Superstocks\n\nKOMPAS.TV - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mengalami tekanan hebat pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026. IHSG ditutup anjlok lebih dari 4 persen dan menyentuh level terendah dalam lima tahun terakhir.\n\nSejumlah sentimen negatif datang secara bersamaan dan menekan kepercayaan investor, baik institusional maupun ritel. \n\nMulai dari pelemahan nilai tukar rupiah yang nyaris menembus Rp18.000 per dolar Amerika Serikat, rumor mengenai potensi proyeksi negatif terhadap stabilitas ekonomi Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional, hingga outlook negatif yang diberikan Moody's terhadap Danantara Investment Management.\n\nMengutip RTI Business, IHSG ditutup melemah 254,3 poin atau 4,11 persen. Dari total saham yang diperdagangkan, hanya 69 saham menguat, sementara 692 saham melemah dan 54 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp25,1 triliun dengan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia sebesar Rp10.478 triliun.\n\nDari sisi sektoral, seluruh indeks kompak berada di zona merah. Sektor barang baku menjadi penekan utama dengan pelemahan 9,05 persen, disusul sektor energi yang turun 5,61 persen, infrastruktur 5,05 persen, kesehatan 4,36 persen, industri 3,54 persen, serta properti dan keuangan yang masing-masing turun 3,48 persen dan 1,76 persen.\n\nTekanan juga datang dari arus modal asing. Pada perdagangan kemarin, investor asing tercatat melakukan jual bersih atau net sell hampir Rp1 triliun. \n\nBahkan dalam sepekan terakhir, dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia mencapai Rp14,04 triliun.\n\nLalu, apa yang sebenarnya terjadi di pasar keuangan hingga membuat IHSG jatuh lebih dari 4 persen dalam sehari? Seberapa besar pelemahan rupiah yang kini mendekati Rp18.000 per dolar AS memengaruhi sentimen investor dan pergerakan pasar saham nasional?\n\nKita akan membahasnya bersama Founder Indonesia Superstocks Community, Edhi Pranasidhi.\n#rupiahmelemah #dollar #ihsg\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "XkyC2uZ_xR4"}}, {"key": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "ktvsukabumi", "x": 891.6247603693164, "y": 537.3958426037372, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.968, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "XkyC2uZ_xR4", "id": "ktvsukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus 18.000 per Dolar AS & IHSG Anjlok, Founder Komunitas Saham Superstocks\n\nKOMPAS.TV - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mengalami tekanan hebat pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026. IHSG ditutup anjlok lebih dari 4 persen dan menyentuh level terendah dalam lima tahun terakhir.\n\nSejumlah sentimen negatif datang secara bersamaan dan menekan kepercayaan investor, baik institusional maupun ritel. \n\nMulai dari pelemahan nilai tukar rupiah yang nyaris menembus Rp18.000 per dolar Amerika Serikat, rumor mengenai potensi proyeksi negatif terhadap stabilitas ekonomi Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional, hingga outlook negatif yang diberikan Moody's terhadap Danantara Investment Management.\n\nMengutip RTI Business, IHSG ditutup melemah 254,3 poin atau 4,11 persen. Dari total saham yang diperdagangkan, hanya 69 saham menguat, sementara 692 saham melemah dan 54 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp25,1 triliun dengan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia sebesar Rp10.478 triliun.\n\nDari sisi sektoral, seluruh indeks kompak berada di zona merah. Sektor barang baku menjadi penekan utama dengan pelemahan 9,05 persen, disusul sektor energi yang turun 5,61 persen, infrastruktur 5,05 persen, kesehatan 4,36 persen, industri 3,54 persen, serta properti dan keuangan yang masing-masing turun 3,48 persen dan 1,76 persen.\n\nTekanan juga datang dari arus modal asing. Pada perdagangan kemarin, investor asing tercatat melakukan jual bersih atau net sell hampir Rp1 triliun. \n\nBahkan dalam sepekan terakhir, dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia mencapai Rp14,04 triliun.\n\nLalu, apa yang sebenarnya terjadi di pasar keuangan hingga membuat IHSG jatuh lebih dari 4 persen dalam sehari? Seberapa besar pelemahan rupiah yang kini mendekati Rp18.000 per dolar AS memengaruhi sentimen investor dan pergerakan pasar saham nasional?\n\nKita akan membahasnya bersama Founder Indonesia Superstocks Community, Edhi Pranasidhi.\n#rupiahmelemah #dollar #ihsg\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "XkyC2uZ_xR4"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "attributes": {"label": "@KompasTVDewata", "x": 582.8679397677872, "y": 777.623155484843, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.4962, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "NZFe81jQYTE", "id": "@KompasTVDewata", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah dan IHSG Tertekan, Pemerintah Didesak Ambil Langkah Nyata Bukan Hanya Omong Kosong!\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Tren pelemahan rupiah terhadap dolar AS serta sejumlah mata uang asing lain, dan rontoknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga ke level terendah, dinilai harus direspons dengan tindakan nyata.\n\nSinkronisasi kebijakan moneter melalui Bank Indonesia dan kebijakan fiskal melalui Kementerian Keuangan harus ditunjukkan kepada publik dan pasar.\n\nSinkronisasi kebijakan secara menyeluruh yang dihasilkan pasca-pertemuan DPR, BI, dan Kementerian Keuangan harus bisa dirasakan langsung oleh pelaku pasar dan masyarakat.\n\nDari sisi fiskal misalnya, selain pengelolaan kas negara yang transparan, dalam waktu dekat juga perlu dilakukan pengurangan anggaran belanja negara untuk sektor-sektor nonprioritas seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.\n\nAnggaran sebesar Rp335 triliun untuk program MBG dinilai terlalu besar dan berpotensi membebani APBN.\n\nPemangkasan anggaran sebesar Rp67 triliun dari total Rp335 triliun dinilai patut diapresiasi, namun masih perlu dikaji agar dapat dilakukan efisiensi lebih lanjut.\n\nIdealnya, anggaran MBG tidak lebih dari Rp100 triliun agar risiko penyimpangan maupun korupsi dapat diminimalkan.\n\nSelain pos anggaran MBG, sejumlah pos belanja lain juga dinilai perlu dihitung ulang untuk dipangkas semata-mata guna mengurangi beban fiskal yang selama ini menjadi perhatian pelaku pasar.\n\nSelain terus menyisir pos pengeluaran anggaran, pemerintah juga perlu mengantisipasi dampak terus melemahnya nilai tukar rupiah, seperti kenaikan harga bahan pokok dan potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) yang berujung pada meningkatnya angka pengangguran terbuka.\n\nPerlu ada langkah konkret di tingkat kementerian untuk mengantisipasi kenaikan harga di masyarakat secara cepat dan solutif. Begitu pula pembentukan satuan tugas untuk mengantisipasi PHK akibat berhentinya operasional pabrik-pabrik industri yang terdampak pelemahan rupiah.\n\n#rupiah #ihsg #rupiahlemah #ekonomi\n\nTerima kasih sudah menonton!\n\nJangan lewatkan berita dan inspirasi terkini dari Pulau Dewata. Dukung kami dengan LIKE, berikan pandangan Anda di KOMENTAR, BAGIKAN kepada kerabat Anda, dan pastikan Anda SUBSCRIBE untuk mendapatkan notifikasi video terbaru.\n\n🔔 Jangan Lupa Nyalakan Lonceng Notifikasi! 🔔\n\nKompasTV Dewata Official Channel.\nInspirasi Bali. Berita Terpercaya.\n\nTonton Kami Langsung di TV:\nSetiap hari pukul 05.30 WITA - 08.00 WITA\n\nJelajahi Konten Kami:\n\n🎥 VIDEO TERBARU:    /   \n\n✅ SUBSCRIBE SEKARANG:    /   \n\nIkuti Kami di Media Sosial:\n\nFacebook:   / kompastvdewata  \n\nInstagram:   / kompastvbalidewata", "post_id": "NZFe81jQYTE"}}, {"key": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "kompastvdewata", "x": 899.5573046783838, "y": 154.78491256290593, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.2321, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "NZFe81jQYTE", "id": "kompastvdewata", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah dan IHSG Tertekan, Pemerintah Didesak Ambil Langkah Nyata Bukan Hanya Omong Kosong!\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Tren pelemahan rupiah terhadap dolar AS serta sejumlah mata uang asing lain, dan rontoknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga ke level terendah, dinilai harus direspons dengan tindakan nyata.\n\nSinkronisasi kebijakan moneter melalui Bank Indonesia dan kebijakan fiskal melalui Kementerian Keuangan harus ditunjukkan kepada publik dan pasar.\n\nSinkronisasi kebijakan secara menyeluruh yang dihasilkan pasca-pertemuan DPR, BI, dan Kementerian Keuangan harus bisa dirasakan langsung oleh pelaku pasar dan masyarakat.\n\nDari sisi fiskal misalnya, selain pengelolaan kas negara yang transparan, dalam waktu dekat juga perlu dilakukan pengurangan anggaran belanja negara untuk sektor-sektor nonprioritas seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.\n\nAnggaran sebesar Rp335 triliun untuk program MBG dinilai terlalu besar dan berpotensi membebani APBN.\n\nPemangkasan anggaran sebesar Rp67 triliun dari total Rp335 triliun dinilai patut diapresiasi, namun masih perlu dikaji agar dapat dilakukan efisiensi lebih lanjut.\n\nIdealnya, anggaran MBG tidak lebih dari Rp100 triliun agar risiko penyimpangan maupun korupsi dapat diminimalkan.\n\nSelain pos anggaran MBG, sejumlah pos belanja lain juga dinilai perlu dihitung ulang untuk dipangkas semata-mata guna mengurangi beban fiskal yang selama ini menjadi perhatian pelaku pasar.\n\nSelain terus menyisir pos pengeluaran anggaran, pemerintah juga perlu mengantisipasi dampak terus melemahnya nilai tukar rupiah, seperti kenaikan harga bahan pokok dan potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) yang berujung pada meningkatnya angka pengangguran terbuka.\n\nPerlu ada langkah konkret di tingkat kementerian untuk mengantisipasi kenaikan harga di masyarakat secara cepat dan solutif. Begitu pula pembentukan satuan tugas untuk mengantisipasi PHK akibat berhentinya operasional pabrik-pabrik industri yang terdampak pelemahan rupiah.\n\n#rupiah #ihsg #rupiahlemah #ekonomi\n\nTerima kasih sudah menonton!\n\nJangan lewatkan berita dan inspirasi terkini dari Pulau Dewata. Dukung kami dengan LIKE, berikan pandangan Anda di KOMENTAR, BAGIKAN kepada kerabat Anda, dan pastikan Anda SUBSCRIBE untuk mendapatkan notifikasi video terbaru.\n\n🔔 Jangan Lupa Nyalakan Lonceng Notifikasi! 🔔\n\nKompasTV Dewata Official Channel.\nInspirasi Bali. Berita Terpercaya.\n\nTonton Kami Langsung di TV:\nSetiap hari pukul 05.30 WITA - 08.00 WITA\n\nJelajahi Konten Kami:\n\n🎥 VIDEO TERBARU:    /   \n\n✅ SUBSCRIBE SEKARANG:    /   \n\nIkuti Kami di Media Sosial:\n\nFacebook:   / kompastvdewata  \n\nInstagram:   / kompastvbalidewata", "post_id": "NZFe81jQYTE"}}], "edges": [{"key": "mtkya1969", "source": "mtkya1969", "target": "P3gEl", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "mtkya1969", "source": "mtkya1969", "target": "P3gEl", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "AntoniusCDN", "source": "AntoniusCDN", "target": "P3gEl", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "AntoniusCDN", "source": "AntoniusCDN", "target": "P3gEl", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "irianto_eluay", "source": "irianto_eluay", "target": "P3gEl", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "irianto_eluay", "source": "irianto_eluay", "target": "P3gEl", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "bangherwin", "source": "bangherwin", "target": "id_rupiah", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "bangherwin", "source": "bangherwin", "target": "id_rupiah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "dimarsasongko98", "source": "dimarsasongko98", "target": "wrahardian2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infobanyumas", "source": "infobanyumas", "target": "infobanyumas", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "ciparay.id", "source": "ciparay.id", "target": "ahquote", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "theogidn", "source": "theogidn", "target": "santuy_aja2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "wann_tws", "source": "wann_tws", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "thinkfast1__", "source": "thinkfast1__", "target": "ternakuang.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "fallclips2", "source": "fallclips2", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "margiincall_", "source": "margiincall_", "target": "Akademi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipperfinance05", "source": "clipperfinance05", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "twsupdate2", "source": "twsupdate2", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clippertws21", "source": "clippertws21", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "raw_clp.xyz", "source": "raw_clp.xyz", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "folknomic", "source": "folknomic", "target": "folknomics", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipin088", "source": "clipin088", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipin088", "source": "clipin088", "target": "Kontencom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "kii65990", "source": "kii65990", "target": "1tradewhitsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "partnerclipper", "source": "partnerclipper", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "partnerclipper", "source": "partnerclipper", "target": "Kontencom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "medantalk", "source": "medantalk", "target": "medantalk", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "medantalk", "source": "medantalk", "target": "medanku", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Asiaonenewstv", "source": "@Asiaonenewstv", "target": "asiaonenews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "source": "@KompasTVSukabumi", "target": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "source": "@KompasTVDewata", "target": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "source": "@KompasTVDewata", "target": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}