{"nodes": [{"key": "pemprovsumut", "attributes": {"label": "pemprovsumut", "x": 454.8988781809906, "y": 166.6642749657916, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 16.547, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3912049068679708570_6261465103", "id": "pemprovsumut", "source": "instagram-000001", "content": "Kolaborasi menjadi kunci dalam mewujudkan hunian layak bagi masyarakat.\n\nGubernur Sumut   mendorong penguatan sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan OJK untuk mendukung percepatan Program Tiga Juta Rumah, salah satu program prioritas nasional.\n\nMelalui dukungan sektor jasa keuangan, subsidi KPR, serta kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah dan pemangku kepentingan, diharapkan semakin banyak masyarakat yang dapat mengakses rumah layak dan terjangkau.\n\nBersama, kita wujudkan pembangunan yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara.\n\nSelengkapnya berita dapat diakses melalui Website : sumutprov.go.id\n\n#GubernurSumut #BobbyNasution #WakilGubernurSumut #Surya #PemprovSumut #SumateraUtara #KolaborasiSumutBerkah #SalamKolaborasi #SatuKolaborasiSejutaEnergi #SumutBerkah #Program3JutaRumah #OJK #PerumahanRakyat", "post_id": "3912049068679708570_6261465103"}}, {"key": "bobbynst", "attributes": {"label": "bobbynst", "x": 506.2518776634982, "y": 894.3217474063371, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 30.6119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912049068679708570_6261465103", "id": "bobbynst", "source": "instagram-000001", "content": "Kolaborasi menjadi kunci dalam mewujudkan hunian layak bagi masyarakat.\n\nGubernur Sumut   mendorong penguatan sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan OJK untuk mendukung percepatan Program Tiga Juta Rumah, salah satu program prioritas nasional.\n\nMelalui dukungan sektor jasa keuangan, subsidi KPR, serta kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah dan pemangku kepentingan, diharapkan semakin banyak masyarakat yang dapat mengakses rumah layak dan terjangkau.\n\nBersama, kita wujudkan pembangunan yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara.\n\nSelengkapnya berita dapat diakses melalui Website : sumutprov.go.id\n\n#GubernurSumut #BobbyNasution #WakilGubernurSumut #Surya #PemprovSumut #SumateraUtara #KolaborasiSumutBerkah #SalamKolaborasi #SatuKolaborasiSejutaEnergi #SumutBerkah #Program3JutaRumah #OJK #PerumahanRakyat", "post_id": "3912049068679708570_6261465103"}}, {"key": "kementerianpu", "attributes": {"label": "kementerianpu", "x": 897.4274468467162, "y": 377.9496166261291, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 16.547, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "3905599673646417809_1247810519", "id": "kementerianpu", "source": "instagram-000001", "content": "Menteri Pekerjaan Umum (PU)  menghadiri Rapat Koordinasi terkait Sekolah Rakyat (SR) bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Jakarta, Selasa (26/5). Rapat juga dihadiri perwakilan Kantor Staf Presiden (KSP) dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Rakor ini dilaksanakan untuk memperkuat percepatan pembangunan Sekolah Rakyat (SR), sebagai program prioritas pemerintah dalam peningkatan akses pendidikan sebagai langkah mendasar dalam pengentasan kemiskinan.\n\nKementerian PU terus berupaya memenuhi target penyelesaian pembangunan SR Tahap II sebanyak 93 titik agar dapat fungsional untuk mendukung tahun ajaran baru Juli 2026. Percepatan dilakukan melalui pembentukan Satuan Tugas Percepatan Pembangunan SR, penambahan tenaga kerja dan jam kerja menjadi tiga shift, inovasi metode konstruksi, serta penguatan koordinasi lintas sektor.\n\nUntuk mengatasi kendala keterbatasan arus kas sebagian penyedia jasa konstruksi, Kementerian PU telah berkoordinasi dengan Danantara dan perbankan Himbara guna mendukung pembiayaan pelaksanaan pekerjaan. Dukungan Zeni TNI juga akan dilibatkan pada titik-titik yang mengalami keterlambatan progres agar target penyelesaian tetap dapat dikejar.\n\n\n\n\n#PU608\n#SigapMembangunNegeriUntukRakyat", "post_id": "3905599673646417809_1247810519"}}, {"key": "Dody_Hanggodo", "attributes": {"label": "Dody_Hanggodo", "x": 246.6064769556766, "y": 958.4821485519952, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 25.9236, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3905599673646417809_1247810519", "id": "Dody_Hanggodo", "source": "instagram-000001", "content": "Menteri Pekerjaan Umum (PU)  menghadiri Rapat Koordinasi terkait Sekolah Rakyat (SR) bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Jakarta, Selasa (26/5). Rapat juga dihadiri perwakilan Kantor Staf Presiden (KSP) dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Rakor ini dilaksanakan untuk memperkuat percepatan pembangunan Sekolah Rakyat (SR), sebagai program prioritas pemerintah dalam peningkatan akses pendidikan sebagai langkah mendasar dalam pengentasan kemiskinan.\n\nKementerian PU terus berupaya memenuhi target penyelesaian pembangunan SR Tahap II sebanyak 93 titik agar dapat fungsional untuk mendukung tahun ajaran baru Juli 2026. Percepatan dilakukan melalui pembentukan Satuan Tugas Percepatan Pembangunan SR, penambahan tenaga kerja dan jam kerja menjadi tiga shift, inovasi metode konstruksi, serta penguatan koordinasi lintas sektor.\n\nUntuk mengatasi kendala keterbatasan arus kas sebagian penyedia jasa konstruksi, Kementerian PU telah berkoordinasi dengan Danantara dan perbankan Himbara guna mendukung pembiayaan pelaksanaan pekerjaan. Dukungan Zeni TNI juga akan dilibatkan pada titik-titik yang mengalami keterlambatan progres agar target penyelesaian tetap dapat dikejar.\n\n\n\n\n#PU608\n#SigapMembangunNegeriUntukRakyat", "post_id": "3905599673646417809_1247810519"}}, {"key": "bakom.ri", "attributes": {"label": "bakom.ri", "x": 980.2859367920976, "y": 44.65666307575611, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 25.9236, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3905599673646417809_1247810519", "id": "bakom.ri", "source": "instagram-000001", "content": "Menteri Pekerjaan Umum (PU)  menghadiri Rapat Koordinasi terkait Sekolah Rakyat (SR) bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Jakarta, Selasa (26/5). Rapat juga dihadiri perwakilan Kantor Staf Presiden (KSP) dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Rakor ini dilaksanakan untuk memperkuat percepatan pembangunan Sekolah Rakyat (SR), sebagai program prioritas pemerintah dalam peningkatan akses pendidikan sebagai langkah mendasar dalam pengentasan kemiskinan.\n\nKementerian PU terus berupaya memenuhi target penyelesaian pembangunan SR Tahap II sebanyak 93 titik agar dapat fungsional untuk mendukung tahun ajaran baru Juli 2026. Percepatan dilakukan melalui pembentukan Satuan Tugas Percepatan Pembangunan SR, penambahan tenaga kerja dan jam kerja menjadi tiga shift, inovasi metode konstruksi, serta penguatan koordinasi lintas sektor.\n\nUntuk mengatasi kendala keterbatasan arus kas sebagian penyedia jasa konstruksi, Kementerian PU telah berkoordinasi dengan Danantara dan perbankan Himbara guna mendukung pembiayaan pelaksanaan pekerjaan. Dukungan Zeni TNI juga akan dilibatkan pada titik-titik yang mengalami keterlambatan progres agar target penyelesaian tetap dapat dikejar.\n\n\n\n\n#PU608\n#SigapMembangunNegeriUntukRakyat", "post_id": "3905599673646417809_1247810519"}}, {"key": "kantorstafpresidenri", "attributes": {"label": "kantorstafpresidenri", "x": 350.18504079440703, "y": 829.5970154860634, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 25.9236, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3905599673646417809_1247810519", "id": "kantorstafpresidenri", "source": "instagram-000001", "content": "Menteri Pekerjaan Umum (PU)  menghadiri Rapat Koordinasi terkait Sekolah Rakyat (SR) bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Jakarta, Selasa (26/5). Rapat juga dihadiri perwakilan Kantor Staf Presiden (KSP) dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Rakor ini dilaksanakan untuk memperkuat percepatan pembangunan Sekolah Rakyat (SR), sebagai program prioritas pemerintah dalam peningkatan akses pendidikan sebagai langkah mendasar dalam pengentasan kemiskinan.\n\nKementerian PU terus berupaya memenuhi target penyelesaian pembangunan SR Tahap II sebanyak 93 titik agar dapat fungsional untuk mendukung tahun ajaran baru Juli 2026. Percepatan dilakukan melalui pembentukan Satuan Tugas Percepatan Pembangunan SR, penambahan tenaga kerja dan jam kerja menjadi tiga shift, inovasi metode konstruksi, serta penguatan koordinasi lintas sektor.\n\nUntuk mengatasi kendala keterbatasan arus kas sebagian penyedia jasa konstruksi, Kementerian PU telah berkoordinasi dengan Danantara dan perbankan Himbara guna mendukung pembiayaan pelaksanaan pekerjaan. Dukungan Zeni TNI juga akan dilibatkan pada titik-titik yang mengalami keterlambatan progres agar target penyelesaian tetap dapat dikejar.\n\n\n\n\n#PU608\n#SigapMembangunNegeriUntukRakyat", "post_id": "3905599673646417809_1247810519"}}, {"key": "indonesiago.id", "attributes": {"label": "indonesiago.id", "x": 18.939316074865765, "y": 718.8720874228445, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 16.547, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3916188842978436479_7030352582", "id": "indonesiago.id", "source": "instagram-000001", "content": "Presiden Prabowo Terima Laporan DEN, Survei MBG Tunjukkan Dampak Positif bagi UMKM Presiden Prabowo Subianto menerima Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan beserta jajaran di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (09/06/2026). \n\nDalam pertemuan tersebut, DEN melaporkan hasil survei independen terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menunjukkan dampak positif tidak hanya terhadap pemenuhan gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga terhadap pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta penciptaan ekosistem ekonomi baru di daerah. \n\nSekretaris DEN Septian Hario Seto menjelaskan bahwa survei dilakukan secara independen dan dibiayai langsung oleh DEN dengan mengambil sampel secara acak di 800 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. \n\nMenurut Septian, temuan positif pertama menunjukkan bahwa 86,9 persen SPPG saat ini telah bermitra dengan minimal satu supplier kecil, yang merupakan UMKM di sekitar lokasi mereka. Selain itu, survei juga menunjukkan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja lokal, di mana hampir seluruh operasional SPPG melibatkan masyarakat sekitar. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga menerima laporan mengenai perkembangan ekonomi terkini. \n\nAnggota DEN Firman Hidayat, menyampaikan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini tetap kuat dan jauh lebih baik dibandingkan saat krisis ekonomi 1998. Menurutnya, sejumlah indikator makro menunjukkan ketahanan ekonomi nasional yang terjaga, didukung oleh kondisi korporasi dan sektor perbankan yang sehat. \n\nSelain itu, Ketua DEN turut melaporkan kepada Presiden Prabowo tentang transformasi digital nasional. Menurut Ketua DEN, saat ini sekitar 80 persen sistem GovTech telah terkoneksi. \n\nTransformasi digital yang tengah dijalankan ini merupakan langkah besar menuju pemerintahan modern berbasis data. \n\nSumber: \n\n#KemensetnegRI #RilisPresiden #Indonesiagoid #InformasiPublik #BergerakBerdampak", "post_id": "3916188842978436479_7030352582"}}, {"key": "kemensetneg.ri", "attributes": {"label": "kemensetneg.ri", "x": 915.8948914995613, "y": 206.52361171192223, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 30.6119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916188842978436479_7030352582", "id": "kemensetneg.ri", "source": "instagram-000001", "content": "Presiden Prabowo Terima Laporan DEN, Survei MBG Tunjukkan Dampak Positif bagi UMKM Presiden Prabowo Subianto menerima Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan beserta jajaran di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (09/06/2026). \n\nDalam pertemuan tersebut, DEN melaporkan hasil survei independen terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menunjukkan dampak positif tidak hanya terhadap pemenuhan gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga terhadap pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta penciptaan ekosistem ekonomi baru di daerah. \n\nSekretaris DEN Septian Hario Seto menjelaskan bahwa survei dilakukan secara independen dan dibiayai langsung oleh DEN dengan mengambil sampel secara acak di 800 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. \n\nMenurut Septian, temuan positif pertama menunjukkan bahwa 86,9 persen SPPG saat ini telah bermitra dengan minimal satu supplier kecil, yang merupakan UMKM di sekitar lokasi mereka. Selain itu, survei juga menunjukkan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja lokal, di mana hampir seluruh operasional SPPG melibatkan masyarakat sekitar. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga menerima laporan mengenai perkembangan ekonomi terkini. \n\nAnggota DEN Firman Hidayat, menyampaikan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini tetap kuat dan jauh lebih baik dibandingkan saat krisis ekonomi 1998. Menurutnya, sejumlah indikator makro menunjukkan ketahanan ekonomi nasional yang terjaga, didukung oleh kondisi korporasi dan sektor perbankan yang sehat. \n\nSelain itu, Ketua DEN turut melaporkan kepada Presiden Prabowo tentang transformasi digital nasional. Menurut Ketua DEN, saat ini sekitar 80 persen sistem GovTech telah terkoneksi. \n\nTransformasi digital yang tengah dijalankan ini merupakan langkah besar menuju pemerintahan modern berbasis data. \n\nSumber: \n\n#KemensetnegRI #RilisPresiden #Indonesiagoid #InformasiPublik #BergerakBerdampak", "post_id": "3916188842978436479_7030352582"}}, {"key": "rakan_aceh", "attributes": {"label": "rakan_aceh", "x": 721.6553422484429, "y": 274.75528523069136, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 110.3117, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3917637564793980323_3564960400", "id": "rakan_aceh", "source": "instagram-000001", "content": "Follow  ~ Pemerintah masih mengkaji nasib dana talangan yang telah dikeluarkan sejumlah investor untuk pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah dana tersebut akan dikembalikan atau tidak.\n\nKepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengatakan pemerintah sedang melakukan penataan ulang terhadap program MBG, termasuk evaluasi terhadap titik-titik SPPG yang sebelumnya telah ditetapkan.\n\n“Oh belum tentu (dananya diganti), ya saya enggak mengatakan uangnya akan diganti. Karena kan ini akan ditata ulang ya, tentunya juga pasti ada langkah-langkah konkret lah dari BGN,” kata Dudung dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (10/6/2026).\n\nMenurut Dudung, persoalan tersebut banyak ditemukan pada pembangunan SPPG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).\n\nIa menjelaskan, sejumlah investor sebelumnya mengajukan pembiayaan ke perbankan setelah memperoleh kepastian lokasi pembangunan melalui surat keputusan yang diterbitkan pejabat lama Badan Gizi Nasional (BGN).\n\nNamun, setelah muncul persoalan hukum dalam tata kelola program MBG, pemerintah memutuskan untuk mengevaluasi kembali sejumlah proyek yang telah direncanakan. Karena itu, kelanjutan pembangunan maupun tindak lanjut terhadap dana yang telah dikeluarkan investor masih menunggu hasil penataan ulang dan ketersediaan anggaran.\n\nDudung juga mengungkapkan bahwa masalah serupa tidak hanya terjadi di beberapa lokasi, melainkan dialami cukup banyak SPPG di berbagai daerah.\n\n“Banyak, bukan beberapa lagi SPPG. Nanti akan ditata ulang,” katanya.\n\nPernyataan tersebut muncul di tengah tuntutan pengusaha asal Sukabumi, H Mujazin, yang meminta pengembalian dana sekitar Rp218,25 miliar yang disebut telah disalurkan sebagai dana talangan untuk pembangunan dapur MBG.\n\nKasus ini juga berkaitan dengan penyidikan dugaan korupsi tata kelola program MBG yang tengah ditangani Kejaksaan Agung. Dalam perkara tersebut, mantan Kepala BGN Dadan Hindayana serta dua mantan Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya, telah ditetapkan sebagai tersangka.\n\nHastag #rakan_aceh\nSumber https://melihatindonesia.", "post_id": "3917637564793980323_3564960400"}}, {"key": "prokompimkabkarawang", "attributes": {"label": "prokompimkabkarawang", "x": 405.1975646063517, "y": 292.84794953340844, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 16.547, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "3916890573206673501_4482705725", "id": "prokompimkabkarawang", "source": "instagram-000001", "content": "Pemerintah Kabupaten Karawang secara resmi menggelar sosialisasi Program Kerja Tematik Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Tahun 2026. Lt3, Gedung Singaperbangsa, Kamis 11/06. \n\nLangkah ini sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah dalam mempercepat perluasan literasi dan inklusi keuangan yang berkelanjutan di seluruh lapisan masyarakat.\nDalam acara tersebut, Bupati Karawang yang diwakili oleh Drs. Asep Hazar,M.Sc. Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asda II) Setda Kabupaten Karawang, menyampaikan apresiasi serta menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor demi menyukseskan program-program strategis ini.\n\n4 Program Prioritas TPAKD Kabupaten Karawang Tahun 2026 :\n1. Program Berbagi Hewan Kurban (BEREHAN) / Tabungan Kurban bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).\n2. Program Asuransi Mikro Perlindungan Jiwa Petani, guna memberikan rasa aman bagi para pahlawan pangan.\n3. Program Pengembangan Ekonomi Daerah Berbasis Potensi, untuk melejitkan komoditas dan sektor unggulan lokal.\n4. Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), demi membangun budaya menabung sejak dini.\n\nPemerintah Kabupaten Karawang menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Biro Perekonomian. Provinsi Jabar dinilai sukses menginisiasi Program Tabungan Kurban ASN Jawa Barat (BEREHAN) sebagai salah satu motor penggerak strategis TPAKD 2026.\n\n\"Program BEREHAN ini adalah wujud nyata kolaborasi antara Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah, OJK, Bank BJB, dan seluruh pemangku kepentingan. Ini bukan sekadar program keuangan, melainkan gerakan untuk membangun ASN yang lebih cerdas dalam mengelola keuangan, lebih kuat dalam kepedulian sosial, serta lebih siap dalam melaksanakan ibadah,\" ujar Asda II dalam membacakan sambutan Bupati.\nSosialisasi ini menghadirkan para Narasumber:\n1. Biro Perekonomian Provinsi Jawa Barat\n2. OJK Provinsi Jawa Barat\n3. Bank BJB Pusat\nMelalui sosialisasi ini, TPAKD Kabupaten Karawang optimistis target inklusi keuangan tahun 2026 dapat tercapai secara optimal, sekaligus memberikan dampak kesejahteraan yang instan dan merata bagi masyarakat Karawang.", "post_id": "3916890573206673501_4482705725"}}, {"key": "aep_syaepulohse", "attributes": {"label": "aep_syaepulohse", "x": 203.969304975401, "y": 773.8195346099158, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 21.2353, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916890573206673501_4482705725", "id": "aep_syaepulohse", "source": "instagram-000001", "content": "Pemerintah Kabupaten Karawang secara resmi menggelar sosialisasi Program Kerja Tematik Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Tahun 2026. Lt3, Gedung Singaperbangsa, Kamis 11/06. \n\nLangkah ini sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah dalam mempercepat perluasan literasi dan inklusi keuangan yang berkelanjutan di seluruh lapisan masyarakat.\nDalam acara tersebut, Bupati Karawang yang diwakili oleh Drs. Asep Hazar,M.Sc. Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asda II) Setda Kabupaten Karawang, menyampaikan apresiasi serta menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor demi menyukseskan program-program strategis ini.\n\n4 Program Prioritas TPAKD Kabupaten Karawang Tahun 2026 :\n1. Program Berbagi Hewan Kurban (BEREHAN) / Tabungan Kurban bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).\n2. Program Asuransi Mikro Perlindungan Jiwa Petani, guna memberikan rasa aman bagi para pahlawan pangan.\n3. Program Pengembangan Ekonomi Daerah Berbasis Potensi, untuk melejitkan komoditas dan sektor unggulan lokal.\n4. Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), demi membangun budaya menabung sejak dini.\n\nPemerintah Kabupaten Karawang menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Biro Perekonomian. Provinsi Jabar dinilai sukses menginisiasi Program Tabungan Kurban ASN Jawa Barat (BEREHAN) sebagai salah satu motor penggerak strategis TPAKD 2026.\n\n\"Program BEREHAN ini adalah wujud nyata kolaborasi antara Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah, OJK, Bank BJB, dan seluruh pemangku kepentingan. Ini bukan sekadar program keuangan, melainkan gerakan untuk membangun ASN yang lebih cerdas dalam mengelola keuangan, lebih kuat dalam kepedulian sosial, serta lebih siap dalam melaksanakan ibadah,\" ujar Asda II dalam membacakan sambutan Bupati.\nSosialisasi ini menghadirkan para Narasumber:\n1. Biro Perekonomian Provinsi Jawa Barat\n2. OJK Provinsi Jawa Barat\n3. Bank BJB Pusat\nMelalui sosialisasi ini, TPAKD Kabupaten Karawang optimistis target inklusi keuangan tahun 2026 dapat tercapai secara optimal, sekaligus memberikan dampak kesejahteraan yang instan dan merata bagi masyarakat Karawang.", "post_id": "3916890573206673501_4482705725"}}, {"key": "hajimaslani", "attributes": {"label": "hajimaslani", "x": 492.73560457174483, "y": 828.6719273094869, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 21.2353, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916890573206673501_4482705725", "id": "hajimaslani", "source": "instagram-000001", "content": "Pemerintah Kabupaten Karawang secara resmi menggelar sosialisasi Program Kerja Tematik Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Tahun 2026. Lt3, Gedung Singaperbangsa, Kamis 11/06. \n\nLangkah ini sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah dalam mempercepat perluasan literasi dan inklusi keuangan yang berkelanjutan di seluruh lapisan masyarakat.\nDalam acara tersebut, Bupati Karawang yang diwakili oleh Drs. Asep Hazar,M.Sc. Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asda II) Setda Kabupaten Karawang, menyampaikan apresiasi serta menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor demi menyukseskan program-program strategis ini.\n\n4 Program Prioritas TPAKD Kabupaten Karawang Tahun 2026 :\n1. Program Berbagi Hewan Kurban (BEREHAN) / Tabungan Kurban bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).\n2. Program Asuransi Mikro Perlindungan Jiwa Petani, guna memberikan rasa aman bagi para pahlawan pangan.\n3. Program Pengembangan Ekonomi Daerah Berbasis Potensi, untuk melejitkan komoditas dan sektor unggulan lokal.\n4. Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), demi membangun budaya menabung sejak dini.\n\nPemerintah Kabupaten Karawang menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Biro Perekonomian. Provinsi Jabar dinilai sukses menginisiasi Program Tabungan Kurban ASN Jawa Barat (BEREHAN) sebagai salah satu motor penggerak strategis TPAKD 2026.\n\n\"Program BEREHAN ini adalah wujud nyata kolaborasi antara Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah, OJK, Bank BJB, dan seluruh pemangku kepentingan. Ini bukan sekadar program keuangan, melainkan gerakan untuk membangun ASN yang lebih cerdas dalam mengelola keuangan, lebih kuat dalam kepedulian sosial, serta lebih siap dalam melaksanakan ibadah,\" ujar Asda II dalam membacakan sambutan Bupati.\nSosialisasi ini menghadirkan para Narasumber:\n1. Biro Perekonomian Provinsi Jawa Barat\n2. OJK Provinsi Jawa Barat\n3. Bank BJB Pusat\nMelalui sosialisasi ini, TPAKD Kabupaten Karawang optimistis target inklusi keuangan tahun 2026 dapat tercapai secara optimal, sekaligus memberikan dampak kesejahteraan yang instan dan merata bagi masyarakat Karawang.", "post_id": "3916890573206673501_4482705725"}}, {"key": "ang.rahmatullah", "attributes": {"label": "ang.rahmatullah", "x": 284.8439564582532, "y": 821.0917191245837, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 21.2353, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916890573206673501_4482705725", "id": "ang.rahmatullah", "source": "instagram-000001", "content": "Pemerintah Kabupaten Karawang secara resmi menggelar sosialisasi Program Kerja Tematik Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Tahun 2026. Lt3, Gedung Singaperbangsa, Kamis 11/06. \n\nLangkah ini sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah dalam mempercepat perluasan literasi dan inklusi keuangan yang berkelanjutan di seluruh lapisan masyarakat.\nDalam acara tersebut, Bupati Karawang yang diwakili oleh Drs. Asep Hazar,M.Sc. Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asda II) Setda Kabupaten Karawang, menyampaikan apresiasi serta menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor demi menyukseskan program-program strategis ini.\n\n4 Program Prioritas TPAKD Kabupaten Karawang Tahun 2026 :\n1. Program Berbagi Hewan Kurban (BEREHAN) / Tabungan Kurban bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).\n2. Program Asuransi Mikro Perlindungan Jiwa Petani, guna memberikan rasa aman bagi para pahlawan pangan.\n3. Program Pengembangan Ekonomi Daerah Berbasis Potensi, untuk melejitkan komoditas dan sektor unggulan lokal.\n4. Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), demi membangun budaya menabung sejak dini.\n\nPemerintah Kabupaten Karawang menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Biro Perekonomian. Provinsi Jabar dinilai sukses menginisiasi Program Tabungan Kurban ASN Jawa Barat (BEREHAN) sebagai salah satu motor penggerak strategis TPAKD 2026.\n\n\"Program BEREHAN ini adalah wujud nyata kolaborasi antara Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah, OJK, Bank BJB, dan seluruh pemangku kepentingan. Ini bukan sekadar program keuangan, melainkan gerakan untuk membangun ASN yang lebih cerdas dalam mengelola keuangan, lebih kuat dalam kepedulian sosial, serta lebih siap dalam melaksanakan ibadah,\" ujar Asda II dalam membacakan sambutan Bupati.\nSosialisasi ini menghadirkan para Narasumber:\n1. Biro Perekonomian Provinsi Jawa Barat\n2. OJK Provinsi Jawa Barat\n3. Bank BJB Pusat\nMelalui sosialisasi ini, TPAKD Kabupaten Karawang optimistis target inklusi keuangan tahun 2026 dapat tercapai secara optimal, sekaligus memberikan dampak kesejahteraan yang instan dan merata bagi masyarakat Karawang.", "post_id": "3916890573206673501_4482705725"}}, {"key": "maswoko46", "attributes": {"label": "maswoko46", "x": 674.7763518371203, "y": 830.0851445490237, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.547, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7634717160039828744", "id": "maswoko46", "source": "tiktok-000001", "content": "APA-APA SEMUA UNTUK MBG *Pusat Pusaran Menjaring Pundi-Pundi Uang *Loket Raksasa Di media sosial, ramai ajakan secara tidak langsung agar masyarakat menarik uang tabungan dari bank BUMN atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) gegara program Makan Bergizi Gratis (MBG). Disebutkan dalam narasinya bahwa kas negara sisa Rp 120 triliun. \"Sisa kas negara tinggal Rp 120 triliun. Yang nabung duit di bank Himbara perlu waspada, jangan sampe tabungan kita dipake buat MBG!\" tulis unggahan di Instagram , dikutip Jumat (24/4/2026). Hingga pukul 12.10 WIB, unggahan itu dipenuhi 1.922 komentar dan diposting ulang sebanyak 4.785. Tidak sedikit dari mereka yang percaya dan mengajak untuk menarik uang di bank. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta masyarakat agar tidak percaya dengan informasi yang tidak jelas keasliannya. Pemerintah dan OJK disebut tidak akan memaksa bank untuk menyalurkan kredit ke program-program prioritas termasuk MBG. \"Masyarakat jangan terpancing dengan isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Nggak mungkin pemerintah maupun OJK akan memaksa bank untuk menyalurkan kredit ke program-program prioritas pemerintah,\" kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae kepada detikcom. OJK menyadari bahwa uang di bank termasuk Himbara dominan milik masyarakat. Oleh karena itu, penyaluran kredit ke program-program pemerintah disebut tidak ada pemaksaan dan sudah menjadi keputusan bisnis bank yang tunduk kepada aturan OJK. Menurutnya, keputusan untuk menyalurkan kredit tetap merupakan prinsip hukum dari bank yang dilakukan berdasarkan prospek usaha, kinerja debitur dan kemampuan membayar. Adapun dalam proses persetujuan kredit, bank harus memiliki keyakinan atas kelayakan debitur berdasarkan analisis (character, capacity, capital, collateral dan condition of economy), disertai dengan pembentukan pencadangan sesuai dengan standar akutansi keuangan yang berlaku. Sb : Detik", "post_id": "7634717160039828744"}}, {"key": "kementrianbakuhantam", "attributes": {"label": "kementrianbakuhantam", "x": 414.1627678556147, "y": 936.7930059067412, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 30.6119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7634717160039828744", "id": "kementrianbakuhantam", "source": "tiktok-000001", "content": "APA-APA SEMUA UNTUK MBG *Pusat Pusaran Menjaring Pundi-Pundi Uang *Loket Raksasa Di media sosial, ramai ajakan secara tidak langsung agar masyarakat menarik uang tabungan dari bank BUMN atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) gegara program Makan Bergizi Gratis (MBG). Disebutkan dalam narasinya bahwa kas negara sisa Rp 120 triliun. \"Sisa kas negara tinggal Rp 120 triliun. Yang nabung duit di bank Himbara perlu waspada, jangan sampe tabungan kita dipake buat MBG!\" tulis unggahan di Instagram , dikutip Jumat (24/4/2026). Hingga pukul 12.10 WIB, unggahan itu dipenuhi 1.922 komentar dan diposting ulang sebanyak 4.785. Tidak sedikit dari mereka yang percaya dan mengajak untuk menarik uang di bank. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta masyarakat agar tidak percaya dengan informasi yang tidak jelas keasliannya. Pemerintah dan OJK disebut tidak akan memaksa bank untuk menyalurkan kredit ke program-program prioritas termasuk MBG. \"Masyarakat jangan terpancing dengan isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Nggak mungkin pemerintah maupun OJK akan memaksa bank untuk menyalurkan kredit ke program-program prioritas pemerintah,\" kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae kepada detikcom. OJK menyadari bahwa uang di bank termasuk Himbara dominan milik masyarakat. Oleh karena itu, penyaluran kredit ke program-program pemerintah disebut tidak ada pemaksaan dan sudah menjadi keputusan bisnis bank yang tunduk kepada aturan OJK. Menurutnya, keputusan untuk menyalurkan kredit tetap merupakan prinsip hukum dari bank yang dilakukan berdasarkan prospek usaha, kinerja debitur dan kemampuan membayar. Adapun dalam proses persetujuan kredit, bank harus memiliki keyakinan atas kelayakan debitur berdasarkan analisis (character, capacity, capital, collateral dan condition of economy), disertai dengan pembentukan pencadangan sesuai dengan standar akutansi keuangan yang berlaku. Sb : Detik", "post_id": "7634717160039828744"}}, {"key": "humaspolresabdya", "attributes": {"label": "humaspolresabdya", "x": 595.9317729626451, "y": 910.6421346706628, "size": 13.1, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.547, "eigenvector": 158.4858, "in_degree": 0, "out_degree": 11, "degree": 11}, "_id": "7651053683358158101", "id": "humaspolresabdya", "source": "tiktok-000001", "content": "PIDIE – Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., meluncurkan program penanaman jagung bersama Komunitas Petani Muda Milenial Kabupaten Pidie di Desa Blang Lueun, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polda Aceh terhadap program prioritas nasional di bidang ketahanan pangan sekaligus upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pertanian berbasis generasi muda. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Ny. Ira Marzuki, Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Aceh, para Pejabat Utama Polda Aceh, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K., Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, unsur Forkopimda Kabupaten Pidie, Muspika Kecamatan Simpang Tiga, perwakilan perbankan daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Balai Penyuluh Pertanian, kelompok tani, serta masyarakat setempat. Dalam amanat Kapolda Aceh yang dibacakan Wakapolda Aceh, disampaikan bahwa dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim, gangguan rantai pasok internasional, dinamika geopolitik, pertumbuhan penduduk, hingga ancaman krisis pangan yang berpotensi memengaruhi stabilitas suatu negara. “Dalam kondisi seperti ini, kemampuan suatu bangsa untuk memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri menjadi salah satu indikator penting ketahanan nasional. Karena itu, penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional sebagaimana yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia,” ujar Wakapolda Aceh.            #bidhumaspoldaaceh #kapoldaaceh #poldaacehmeutuah #polripresisi", "post_id": "7651053683358158101"}}, {"key": "marzukialba_bd91", "attributes": {"label": "marzukialba_bd91", "x": 297.1065357879964, "y": 408.93078032800634, "size": 7.16, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 19.3184, "eigenvector": 65.318, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7651053683358158101", "id": "marzukialba_bd91", "source": "tiktok-000001", "content": "PIDIE – Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., meluncurkan program penanaman jagung bersama Komunitas Petani Muda Milenial Kabupaten Pidie di Desa Blang Lueun, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polda Aceh terhadap program prioritas nasional di bidang ketahanan pangan sekaligus upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pertanian berbasis generasi muda. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Ny. Ira Marzuki, Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Aceh, para Pejabat Utama Polda Aceh, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K., Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, unsur Forkopimda Kabupaten Pidie, Muspika Kecamatan Simpang Tiga, perwakilan perbankan daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Balai Penyuluh Pertanian, kelompok tani, serta masyarakat setempat. Dalam amanat Kapolda Aceh yang dibacakan Wakapolda Aceh, disampaikan bahwa dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim, gangguan rantai pasok internasional, dinamika geopolitik, pertumbuhan penduduk, hingga ancaman krisis pangan yang berpotensi memengaruhi stabilitas suatu negara. “Dalam kondisi seperti ini, kemampuan suatu bangsa untuk memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri menjadi salah satu indikator penting ketahanan nasional. Karena itu, penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional sebagaimana yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia,” ujar Wakapolda Aceh.            #bidhumaspoldaaceh #kapoldaaceh #poldaacehmeutuah #polripresisi", "post_id": "7651053683358158101"}}, {"key": "sahabatomjuki", "attributes": {"label": "sahabatomjuki", "x": 939.382163926741, "y": 408.89531742673734, "size": 7.16, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 19.3184, "eigenvector": 65.318, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7651053683358158101", "id": "sahabatomjuki", "source": "tiktok-000001", "content": "PIDIE – Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., meluncurkan program penanaman jagung bersama Komunitas Petani Muda Milenial Kabupaten Pidie di Desa Blang Lueun, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polda Aceh terhadap program prioritas nasional di bidang ketahanan pangan sekaligus upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pertanian berbasis generasi muda. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Ny. Ira Marzuki, Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Aceh, para Pejabat Utama Polda Aceh, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K., Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, unsur Forkopimda Kabupaten Pidie, Muspika Kecamatan Simpang Tiga, perwakilan perbankan daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Balai Penyuluh Pertanian, kelompok tani, serta masyarakat setempat. Dalam amanat Kapolda Aceh yang dibacakan Wakapolda Aceh, disampaikan bahwa dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim, gangguan rantai pasok internasional, dinamika geopolitik, pertumbuhan penduduk, hingga ancaman krisis pangan yang berpotensi memengaruhi stabilitas suatu negara. “Dalam kondisi seperti ini, kemampuan suatu bangsa untuk memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri menjadi salah satu indikator penting ketahanan nasional. Karena itu, penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional sebagaimana yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia,” ujar Wakapolda Aceh.            #bidhumaspoldaaceh #kapoldaaceh #poldaacehmeutuah #polripresisi", "post_id": "7651053683358158101"}}, {"key": "kapolda_aceh", "attributes": {"label": "kapolda_aceh", "x": 407.24563784006796, "y": 524.1371348254853, "size": 7.16, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 19.3184, "eigenvector": 65.318, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7651053683358158101", "id": "kapolda_aceh", "source": "tiktok-000001", "content": "PIDIE – Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., meluncurkan program penanaman jagung bersama Komunitas Petani Muda Milenial Kabupaten Pidie di Desa Blang Lueun, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polda Aceh terhadap program prioritas nasional di bidang ketahanan pangan sekaligus upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pertanian berbasis generasi muda. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Ny. Ira Marzuki, Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Aceh, para Pejabat Utama Polda Aceh, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K., Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, unsur Forkopimda Kabupaten Pidie, Muspika Kecamatan Simpang Tiga, perwakilan perbankan daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Balai Penyuluh Pertanian, kelompok tani, serta masyarakat setempat. Dalam amanat Kapolda Aceh yang dibacakan Wakapolda Aceh, disampaikan bahwa dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim, gangguan rantai pasok internasional, dinamika geopolitik, pertumbuhan penduduk, hingga ancaman krisis pangan yang berpotensi memengaruhi stabilitas suatu negara. “Dalam kondisi seperti ini, kemampuan suatu bangsa untuk memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri menjadi salah satu indikator penting ketahanan nasional. Karena itu, penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional sebagaimana yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia,” ujar Wakapolda Aceh.            #bidhumaspoldaaceh #kapoldaaceh #poldaacehmeutuah #polripresisi", "post_id": "7651053683358158101"}}, {"key": "spripimpoldaaceh", "attributes": {"label": "spripimpoldaaceh", "x": 903.2315718758767, "y": 178.06581956171706, "size": 7.16, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 19.3184, "eigenvector": 65.318, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7651053683358158101", "id": "spripimpoldaaceh", "source": "tiktok-000001", "content": "PIDIE – Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., meluncurkan program penanaman jagung bersama Komunitas Petani Muda Milenial Kabupaten Pidie di Desa Blang Lueun, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polda Aceh terhadap program prioritas nasional di bidang ketahanan pangan sekaligus upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pertanian berbasis generasi muda. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Ny. Ira Marzuki, Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Aceh, para Pejabat Utama Polda Aceh, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K., Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, unsur Forkopimda Kabupaten Pidie, Muspika Kecamatan Simpang Tiga, perwakilan perbankan daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Balai Penyuluh Pertanian, kelompok tani, serta masyarakat setempat. Dalam amanat Kapolda Aceh yang dibacakan Wakapolda Aceh, disampaikan bahwa dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim, gangguan rantai pasok internasional, dinamika geopolitik, pertumbuhan penduduk, hingga ancaman krisis pangan yang berpotensi memengaruhi stabilitas suatu negara. “Dalam kondisi seperti ini, kemampuan suatu bangsa untuk memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri menjadi salah satu indikator penting ketahanan nasional. Karena itu, penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional sebagaimana yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia,” ujar Wakapolda Aceh.            #bidhumaspoldaaceh #kapoldaaceh #poldaacehmeutuah #polripresisi", "post_id": "7651053683358158101"}}, {"key": "spripim.polri", "attributes": {"label": "spripim.polri", "x": 498.71786249674665, "y": 65.92681153473856, "size": 7.16, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 19.3184, "eigenvector": 65.318, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7651053683358158101", "id": "spripim.polri", "source": "tiktok-000001", "content": "PIDIE – Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., meluncurkan program penanaman jagung bersama Komunitas Petani Muda Milenial Kabupaten Pidie di Desa Blang Lueun, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polda Aceh terhadap program prioritas nasional di bidang ketahanan pangan sekaligus upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pertanian berbasis generasi muda. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Ny. Ira Marzuki, Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Aceh, para Pejabat Utama Polda Aceh, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K., Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, unsur Forkopimda Kabupaten Pidie, Muspika Kecamatan Simpang Tiga, perwakilan perbankan daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Balai Penyuluh Pertanian, kelompok tani, serta masyarakat setempat. Dalam amanat Kapolda Aceh yang dibacakan Wakapolda Aceh, disampaikan bahwa dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim, gangguan rantai pasok internasional, dinamika geopolitik, pertumbuhan penduduk, hingga ancaman krisis pangan yang berpotensi memengaruhi stabilitas suatu negara. “Dalam kondisi seperti ini, kemampuan suatu bangsa untuk memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri menjadi salah satu indikator penting ketahanan nasional. Karena itu, penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional sebagaimana yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia,” ujar Wakapolda Aceh.            #bidhumaspoldaaceh #kapoldaaceh #poldaacehmeutuah #polripresisi", "post_id": "7651053683358158101"}}, {"key": "bidhumaspoldaaceh", "attributes": {"label": "bidhumaspoldaaceh", "x": 253.47899230926728, "y": 196.75562264978862, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 19.3184, "eigenvector": 188.3341, "in_degree": 2, "out_degree": 11, "degree": 13}, "_id": "7651053683358158101", "id": "bidhumaspoldaaceh", "source": "tiktok-000001", "content": "PIDIE – Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., meluncurkan program penanaman jagung bersama Komunitas Petani Muda Milenial Kabupaten Pidie di Desa Blang Lueun, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polda Aceh terhadap program prioritas nasional di bidang ketahanan pangan sekaligus upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pertanian berbasis generasi muda. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Ny. Ira Marzuki, Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Aceh, para Pejabat Utama Polda Aceh, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K., Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, unsur Forkopimda Kabupaten Pidie, Muspika Kecamatan Simpang Tiga, perwakilan perbankan daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Balai Penyuluh Pertanian, kelompok tani, serta masyarakat setempat. Dalam amanat Kapolda Aceh yang dibacakan Wakapolda Aceh, disampaikan bahwa dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim, gangguan rantai pasok internasional, dinamika geopolitik, pertumbuhan penduduk, hingga ancaman krisis pangan yang berpotensi memengaruhi stabilitas suatu negara. “Dalam kondisi seperti ini, kemampuan suatu bangsa untuk memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri menjadi salah satu indikator penting ketahanan nasional. Karena itu, penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional sebagaimana yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia,” ujar Wakapolda Aceh.            #bidhumaspoldaaceh #kapoldaaceh #poldaacehmeutuah #polripresisi", "post_id": "7651053683358158101"}}, {"key": "divisihumaspolri", "attributes": {"label": "divisihumaspolri", "x": 919.7430894777211, "y": 454.92923231546325, "size": 7.16, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 19.3184, "eigenvector": 65.318, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7651053683358158101", "id": "divisihumaspolri", "source": "tiktok-000001", "content": "PIDIE – Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., meluncurkan program penanaman jagung bersama Komunitas Petani Muda Milenial Kabupaten Pidie di Desa Blang Lueun, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polda Aceh terhadap program prioritas nasional di bidang ketahanan pangan sekaligus upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pertanian berbasis generasi muda. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Ny. Ira Marzuki, Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Aceh, para Pejabat Utama Polda Aceh, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K., Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, unsur Forkopimda Kabupaten Pidie, Muspika Kecamatan Simpang Tiga, perwakilan perbankan daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Balai Penyuluh Pertanian, kelompok tani, serta masyarakat setempat. Dalam amanat Kapolda Aceh yang dibacakan Wakapolda Aceh, disampaikan bahwa dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim, gangguan rantai pasok internasional, dinamika geopolitik, pertumbuhan penduduk, hingga ancaman krisis pangan yang berpotensi memengaruhi stabilitas suatu negara. “Dalam kondisi seperti ini, kemampuan suatu bangsa untuk memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri menjadi salah satu indikator penting ketahanan nasional. Karena itu, penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional sebagaimana yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia,” ujar Wakapolda Aceh.            #bidhumaspoldaaceh #kapoldaaceh #poldaacehmeutuah #polripresisi", "post_id": "7651053683358158101"}}, {"key": "polisi_peduli", "attributes": {"label": "polisi_peduli", "x": 209.4663276457024, "y": 878.1888478654803, "size": 7.16, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 19.3184, "eigenvector": 65.318, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7651053683358158101", "id": "polisi_peduli", "source": "tiktok-000001", "content": "PIDIE – Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., meluncurkan program penanaman jagung bersama Komunitas Petani Muda Milenial Kabupaten Pidie di Desa Blang Lueun, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polda Aceh terhadap program prioritas nasional di bidang ketahanan pangan sekaligus upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pertanian berbasis generasi muda. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Ny. Ira Marzuki, Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Aceh, para Pejabat Utama Polda Aceh, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K., Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, unsur Forkopimda Kabupaten Pidie, Muspika Kecamatan Simpang Tiga, perwakilan perbankan daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Balai Penyuluh Pertanian, kelompok tani, serta masyarakat setempat. Dalam amanat Kapolda Aceh yang dibacakan Wakapolda Aceh, disampaikan bahwa dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim, gangguan rantai pasok internasional, dinamika geopolitik, pertumbuhan penduduk, hingga ancaman krisis pangan yang berpotensi memengaruhi stabilitas suatu negara. “Dalam kondisi seperti ini, kemampuan suatu bangsa untuk memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri menjadi salah satu indikator penting ketahanan nasional. Karena itu, penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional sebagaimana yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia,” ujar Wakapolda Aceh.            #bidhumaspoldaaceh #kapoldaaceh #poldaacehmeutuah #polripresisi", "post_id": "7651053683358158101"}}, {"key": "halo_polisi", "attributes": {"label": "halo_polisi", "x": 46.50597268976841, "y": 968.4112358170827, "size": 7.16, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 19.3184, "eigenvector": 65.318, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7651053683358158101", "id": "halo_polisi", "source": "tiktok-000001", "content": "PIDIE – Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., meluncurkan program penanaman jagung bersama Komunitas Petani Muda Milenial Kabupaten Pidie di Desa Blang Lueun, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polda Aceh terhadap program prioritas nasional di bidang ketahanan pangan sekaligus upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pertanian berbasis generasi muda. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Ny. Ira Marzuki, Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Aceh, para Pejabat Utama Polda Aceh, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K., Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, unsur Forkopimda Kabupaten Pidie, Muspika Kecamatan Simpang Tiga, perwakilan perbankan daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Balai Penyuluh Pertanian, kelompok tani, serta masyarakat setempat. Dalam amanat Kapolda Aceh yang dibacakan Wakapolda Aceh, disampaikan bahwa dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim, gangguan rantai pasok internasional, dinamika geopolitik, pertumbuhan penduduk, hingga ancaman krisis pangan yang berpotensi memengaruhi stabilitas suatu negara. “Dalam kondisi seperti ini, kemampuan suatu bangsa untuk memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri menjadi salah satu indikator penting ketahanan nasional. Karena itu, penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional sebagaimana yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia,” ujar Wakapolda Aceh.            #bidhumaspoldaaceh #kapoldaaceh #poldaacehmeutuah #polripresisi", "post_id": "7651053683358158101"}}, {"key": "polisi_indonesia", "attributes": {"label": "polisi_indonesia", "x": 849.3227974885891, "y": 411.3674276752135, "size": 7.16, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 19.3184, "eigenvector": 65.318, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7651053683358158101", "id": "polisi_indonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "PIDIE – Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., meluncurkan program penanaman jagung bersama Komunitas Petani Muda Milenial Kabupaten Pidie di Desa Blang Lueun, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polda Aceh terhadap program prioritas nasional di bidang ketahanan pangan sekaligus upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pertanian berbasis generasi muda. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Ny. Ira Marzuki, Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Aceh, para Pejabat Utama Polda Aceh, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K., Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, unsur Forkopimda Kabupaten Pidie, Muspika Kecamatan Simpang Tiga, perwakilan perbankan daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Balai Penyuluh Pertanian, kelompok tani, serta masyarakat setempat. Dalam amanat Kapolda Aceh yang dibacakan Wakapolda Aceh, disampaikan bahwa dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim, gangguan rantai pasok internasional, dinamika geopolitik, pertumbuhan penduduk, hingga ancaman krisis pangan yang berpotensi memengaruhi stabilitas suatu negara. “Dalam kondisi seperti ini, kemampuan suatu bangsa untuk memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri menjadi salah satu indikator penting ketahanan nasional. Karena itu, penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional sebagaimana yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia,” ujar Wakapolda Aceh.            #bidhumaspoldaaceh #kapoldaaceh #poldaacehmeutuah #polripresisi", "post_id": "7651053683358158101"}}, {"key": "polisirepublikindonesia", "attributes": {"label": "polisirepublikindonesia", "x": 298.5589092697663, "y": 581.9267497074358, "size": 7.16, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 19.3184, "eigenvector": 65.318, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7651053683358158101", "id": "polisirepublikindonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "PIDIE – Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., meluncurkan program penanaman jagung bersama Komunitas Petani Muda Milenial Kabupaten Pidie di Desa Blang Lueun, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polda Aceh terhadap program prioritas nasional di bidang ketahanan pangan sekaligus upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pertanian berbasis generasi muda. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Ny. Ira Marzuki, Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Aceh, para Pejabat Utama Polda Aceh, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K., Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, unsur Forkopimda Kabupaten Pidie, Muspika Kecamatan Simpang Tiga, perwakilan perbankan daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Balai Penyuluh Pertanian, kelompok tani, serta masyarakat setempat. Dalam amanat Kapolda Aceh yang dibacakan Wakapolda Aceh, disampaikan bahwa dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim, gangguan rantai pasok internasional, dinamika geopolitik, pertumbuhan penduduk, hingga ancaman krisis pangan yang berpotensi memengaruhi stabilitas suatu negara. “Dalam kondisi seperti ini, kemampuan suatu bangsa untuk memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri menjadi salah satu indikator penting ketahanan nasional. Karena itu, penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional sebagaimana yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia,” ujar Wakapolda Aceh.            #bidhumaspoldaaceh #kapoldaaceh #poldaacehmeutuah #polripresisi", "post_id": "7651053683358158101"}}, {"key": "hanyadianaja", "attributes": {"label": "hanyadianaja", "x": 930.7812019152677, "y": 374.56322527247244, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.547, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7632649936089271573", "id": "hanyadianaja", "source": "tiktok-000001", "content": "#Repost  OJK DORONG BANK BIAYAI MAKAN GRATIS: AMAN ATAU ANCAMAN? 🏦🍽️⚠️ Ada kabar serius dari dunia perbankan. OJK lagi nyiapin aturan supaya bank-bank di Indonesia lebih \"aktif\" kasih pinjaman buat program prioritas pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan 3 Juta Rumah. Analisis kami melihat ada risiko sistemik yang mengintai: 1. Duit Nasabah Bukan Duit Politik: Bank itu lembaga kepercayaan. Kalau mereka \"didorong\" kasih kredit ke proyek yang belum jelas rekam jejaknya cuma demi dukung pemerintah, risikonya gagal bayar bakal ditanggung oleh dana nasabah. 2. NPL UMKM Lagi Tinggi: Faktanya, kredit macet di sektor UMKM lagi naik ke angka 4,33%. Memaksa bank masuk ke ekosistem MBG yang pelakunya UMKM baru itu sama aja nambah beban risiko di tengah situasi ekonomi yang lagi nggak stabil. 3. Intervensi Halus: Meski OJK bilang \"nggak wajib\", tapi memasukkan poin ini ke Rencana Bisnis Bank (RBB) bisa jadi tekanan psikologis buat direksi bank agar \"nurut\" sama kemauan penguasa. Pakar wanti-wanti: jangan sampai disiplin risiko perbankan dikalahkan oleh ambisi politik. Bank harus tetap independen! Menurut kalian, setuju nggak kalau dana yang kalian simpan di bank dipakai buat modalin vendor makan siang gratis? Jika bank tempat kalian menabung mulai menyalurkan kredit besar-besaran ke program pemerintah yang berisiko tinggi, apakah kalian akan tetap merasa aman menyimpan uang di sana? Share opini kalian! 👇 Tabungan aman, ekonomi mapan. Follow  untuk terus memantau apakah 'piring makan' ini bakal menguras kantong rakyat lewat jalur perbankan!", "post_id": "7632649936089271573"}}, {"key": "sudutgelap.id", "attributes": {"label": "sudutgelap.id", "x": 902.521269549329, "y": 559.3735175283869, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 23.5795, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7632649936089271573", "id": "sudutgelap.id", "source": "tiktok-000001", "content": "#Repost  OJK DORONG BANK BIAYAI MAKAN GRATIS: AMAN ATAU ANCAMAN? 🏦🍽️⚠️ Ada kabar serius dari dunia perbankan. OJK lagi nyiapin aturan supaya bank-bank di Indonesia lebih \"aktif\" kasih pinjaman buat program prioritas pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan 3 Juta Rumah. Analisis kami melihat ada risiko sistemik yang mengintai: 1. Duit Nasabah Bukan Duit Politik: Bank itu lembaga kepercayaan. Kalau mereka \"didorong\" kasih kredit ke proyek yang belum jelas rekam jejaknya cuma demi dukung pemerintah, risikonya gagal bayar bakal ditanggung oleh dana nasabah. 2. NPL UMKM Lagi Tinggi: Faktanya, kredit macet di sektor UMKM lagi naik ke angka 4,33%. Memaksa bank masuk ke ekosistem MBG yang pelakunya UMKM baru itu sama aja nambah beban risiko di tengah situasi ekonomi yang lagi nggak stabil. 3. Intervensi Halus: Meski OJK bilang \"nggak wajib\", tapi memasukkan poin ini ke Rencana Bisnis Bank (RBB) bisa jadi tekanan psikologis buat direksi bank agar \"nurut\" sama kemauan penguasa. Pakar wanti-wanti: jangan sampai disiplin risiko perbankan dikalahkan oleh ambisi politik. Bank harus tetap independen! Menurut kalian, setuju nggak kalau dana yang kalian simpan di bank dipakai buat modalin vendor makan siang gratis? Jika bank tempat kalian menabung mulai menyalurkan kredit besar-besaran ke program pemerintah yang berisiko tinggi, apakah kalian akan tetap merasa aman menyimpan uang di sana? Share opini kalian! 👇 Tabungan aman, ekonomi mapan. Follow  untuk terus memantau apakah 'piring makan' ini bakal menguras kantong rakyat lewat jalur perbankan!", "post_id": "7632649936089271573"}}, {"key": "KemenPU", "attributes": {"label": "KemenPU", "x": 9.761016019280145, "y": 855.2016122157843, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 16.547, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "385822541529169_1408871484608979", "id": "KemenPU", "source": "facebook-000001", "content": "Menteri Pekerjaan Umum (PU)  menghadiri Rapat Koordinasi terkait Sekolah Rakyat (SR) bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Jakarta, Selasa (26/5). Rapat juga dihadiri perwakilan Kantor Staf Presiden (KSP) dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Rakor ini dilaksanakan untuk memperkuat percepatan pembangunan Sekolah Rakyat (SR), sebagai program prioritas pemerintah dalam peningkatan akses pendidikan sebagai langkah mendasar dalam pengentasan kemiskinan.\n\nKementerian PU terus berupaya memenuhi target penyelesaian pembangunan SR Tahap II sebanyak 93 titik agar dapat fungsional untuk mendukung tahun ajaran baru Juli 2026. Percepatan dilakukan melalui pembentukan Satuan Tugas Percepatan Pembangunan SR, penambahan tenaga kerja dan jam kerja menjadi tiga shift, inovasi metode konstruksi, serta penguatan koordinasi lintas sektor.\n\nUntuk mengatasi kendala keterbatasan arus kas sebagian penyedia jasa konstruksi, Kementerian PU telah berkoordinasi dengan Danantara dan perbankan Himbara guna mendukung pembiayaan pelaksanaan pekerjaan. Dukungan Zeni TNI juga akan dilibatkan pada titik-titik yang mengalami keterlambatan progres agar target penyelesaian tetap dapat dikejar.\n\n\n\n\n#PU608\n#SigapMembangunNegeriUntukRakyat", "post_id": "385822541529169_1408871484608979"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 892.5719191584667, "y": 849.6894309260681, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.547, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "LW-IDe7QmSQ", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Wamentan Sudaryono Bongkar Efek Program MBG Bagi Sektor Pertanian\n\nProgram Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata gak cuma soal bagi-bagi makanan sehat, tapi juga jadi penyelamat sektor pertanian nasional!\n\nWakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono membeberkan fakta menarik dalam Konferensi Nasional OJK di Jakarta. Sebelum program MBG berjalan, para petani sering pusing karena komoditas seperti wortel, tomat, hingga susu kerap kelebihan pasokan (oversupply) bahkan sampai terbuang percuma. Tapi sekarang? Permintaan pasar langsung melonjak tajam dan ekonomi daerah ikut berputar kencang!\n\nPenasaran bagaimana program andalan ini sukses mendongkrak kesejahteraan petani kita? Simak penjelasan lengkap Wamentan Sudaryono di video ini! Jangan lupa like, comment, dan subscribe!\n\nEditor & Uploader: BS\n\n#MakanBergiziGratis #PertanianIndonesia #WamentanSudaryono #EkonomiDaerah #KabarPertanian #Nasional\n-----\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "LW-IDe7QmSQ"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 579.0156102482528, "y": 526.2660512186118, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 30.6119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "LW-IDe7QmSQ", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Wamentan Sudaryono Bongkar Efek Program MBG Bagi Sektor Pertanian\n\nProgram Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata gak cuma soal bagi-bagi makanan sehat, tapi juga jadi penyelamat sektor pertanian nasional!\n\nWakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono membeberkan fakta menarik dalam Konferensi Nasional OJK di Jakarta. Sebelum program MBG berjalan, para petani sering pusing karena komoditas seperti wortel, tomat, hingga susu kerap kelebihan pasokan (oversupply) bahkan sampai terbuang percuma. Tapi sekarang? Permintaan pasar langsung melonjak tajam dan ekonomi daerah ikut berputar kencang!\n\nPenasaran bagaimana program andalan ini sukses mendongkrak kesejahteraan petani kita? Simak penjelasan lengkap Wamentan Sudaryono di video ini! Jangan lupa like, comment, dan subscribe!\n\nEditor & Uploader: BS\n\n#MakanBergiziGratis #PertanianIndonesia #WamentanSudaryono #EkonomiDaerah #KabarPertanian #Nasional\n-----\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "LW-IDe7QmSQ"}}, {"key": "@InsightEcobankSolution", "attributes": {"label": "@InsightEcobankSolution", "x": 351.63108791569607, "y": 956.8755505578416, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.547, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "-V2dpy1gRX4", "id": "@InsightEcobankSolution", "source": "youtube-000001", "content": "Bedah Kondisi Perbankan: Risiko Apa Saja yang Mengintai Kita di 2026?\n\nSelamat datang kembali di Solution Lounge! \n\nKondisi perbankan tahun 2026 sedang menghadapi tantangan baru. Apa saja risiko tersembunyi yang mengintai aset kita? Di Podcast #SolutionLounge Eps.7 Part 1 ini, kami mengundang Dr. Hendar, SE. MA untuk memperkaya wawasan terkait dinamika perbankan Indonesia, mulai dari suku bunga, profitabilitas, manajemen risiko, likuiditas, hingga ancaman siber dan geopolitik.\n\n📌 JANGAN LUPA SUBSCRIBE & NYALAKAN LONCENG NOTIFIKASI! \nPart 1 ini membahas kondisi aktual dan isu strategis perbankan.\n🔜 Part 2 Tayang Hari Minggu! IES bersama Dr. Hendar, SE. MA akan membongkar arah strategis, proyeksi perbankan, serta rekomendasi kedepan. Jangan sampai ketinggalan!\n\nTimestamps:\n00:00 - Highlight & Intro \n02:11 - Opening & Profil Narasumber: Dr. Hendar, SE. MA\n05:26 - Kilas Balik Kondisi Aktual Perbankan Indonesia \n07:34 - Sejauh Mana Tekanan Cost of Fund Akan Memengaruhi NIM dan ROA?\n10:49 - Gap Kinerja Antarbank Semakin Kompetitif\n14:54 - Isu Strategis Global dan Domestik\n17:00 - Transmisi Perlambatan Ekonomi dan Inflasi, Suku Bunga Tinggi, dan Fragmentasi Keuangan Terhadap Perbankan\n21:34 - Dampak Eskalasi Geopolitik dan Dinamika Harga Energi Terhadap Perbankan\n24:20 - Dampak dan Peluang Program Prioritas Pemerintah bagi Perbankan\n\n---\n\nTonton Episode Solution Lounge Lainnya:\n👉 Eps 6 - Tarif Resiprokal AS di Era Trump dan Proyeksi Dampak ke Indonesia:    • PART 1 | Tarif Resiprokal AS di Era Trump ...  \n👉 Eps 5 - 2025, Tahun Tantangan Bagi Ekonomi Dan Perbankan kah?:    • 2025, Tahun Tantangan Bagi Ekonomi Dan Per...  \n\nHubungi / Ikuti Kami:\n🌐 Website: insight-ecobank.co.id\n💼 LinkedIn: Insight Ecobank Solution\n📸 Instagram: \n📱TikTok: \n\n#Perbankan2026 #SolutionLounge #RisikoPerbankan #EkonomiIndonesia #PodcastFinansial #ManajemenRisiko #Keuangan2026", "post_id": "-V2dpy1gRX4"}}, {"key": "insightecobank.id", "attributes": {"label": "insightecobank.id", "x": 513.2695489514765, "y": 196.76301663618034, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.5795, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "-V2dpy1gRX4", "id": "insightecobank.id", "source": "youtube-000001", "content": "Bedah Kondisi Perbankan: Risiko Apa Saja yang Mengintai Kita di 2026?\n\nSelamat datang kembali di Solution Lounge! \n\nKondisi perbankan tahun 2026 sedang menghadapi tantangan baru. Apa saja risiko tersembunyi yang mengintai aset kita? Di Podcast #SolutionLounge Eps.7 Part 1 ini, kami mengundang Dr. Hendar, SE. MA untuk memperkaya wawasan terkait dinamika perbankan Indonesia, mulai dari suku bunga, profitabilitas, manajemen risiko, likuiditas, hingga ancaman siber dan geopolitik.\n\n📌 JANGAN LUPA SUBSCRIBE & NYALAKAN LONCENG NOTIFIKASI! \nPart 1 ini membahas kondisi aktual dan isu strategis perbankan.\n🔜 Part 2 Tayang Hari Minggu! IES bersama Dr. Hendar, SE. MA akan membongkar arah strategis, proyeksi perbankan, serta rekomendasi kedepan. Jangan sampai ketinggalan!\n\nTimestamps:\n00:00 - Highlight & Intro \n02:11 - Opening & Profil Narasumber: Dr. Hendar, SE. MA\n05:26 - Kilas Balik Kondisi Aktual Perbankan Indonesia \n07:34 - Sejauh Mana Tekanan Cost of Fund Akan Memengaruhi NIM dan ROA?\n10:49 - Gap Kinerja Antarbank Semakin Kompetitif\n14:54 - Isu Strategis Global dan Domestik\n17:00 - Transmisi Perlambatan Ekonomi dan Inflasi, Suku Bunga Tinggi, dan Fragmentasi Keuangan Terhadap Perbankan\n21:34 - Dampak Eskalasi Geopolitik dan Dinamika Harga Energi Terhadap Perbankan\n24:20 - Dampak dan Peluang Program Prioritas Pemerintah bagi Perbankan\n\n---\n\nTonton Episode Solution Lounge Lainnya:\n👉 Eps 6 - Tarif Resiprokal AS di Era Trump dan Proyeksi Dampak ke Indonesia:    • PART 1 | Tarif Resiprokal AS di Era Trump ...  \n👉 Eps 5 - 2025, Tahun Tantangan Bagi Ekonomi Dan Perbankan kah?:    • 2025, Tahun Tantangan Bagi Ekonomi Dan Per...  \n\nHubungi / Ikuti Kami:\n🌐 Website: insight-ecobank.co.id\n💼 LinkedIn: Insight Ecobank Solution\n📸 Instagram: \n📱TikTok: \n\n#Perbankan2026 #SolutionLounge #RisikoPerbankan #EkonomiIndonesia #PodcastFinansial #ManajemenRisiko #Keuangan2026", "post_id": "-V2dpy1gRX4"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 939.1070868958584, "y": 278.8808321990506, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.547, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "0Sfhn4gPxc8", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Gejolak Selat Hormuz Memanas, OJK Sebut Ekonomi Nasional Tembus 5,61%\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Gejolak di Selat Hormuz yang memengaruhi pasokan energi minyak dan gas dunia turut mengguncang perekonomian global. Namun di tengah tekanan tersebut, perekonomian Indonesia justru mencatat pertumbuhan positif dengan laju pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,61 persen.\n\nHal itu disampaikan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Friderica Widyasari Dewi, dalam Konferensi Nasional OJK bertajuk Pengembangan Ekonomi Daerah untuk Memperkuat Stabilitas dan Investasi. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.\n\nBerbagai sektor penunjang ekonomi daerah dinilai menjadi salah satu faktor utama yang menopang pertumbuhan tersebut. Karena itu, pemerintah bersama OJK terus mendorong sejumlah program prioritas guna memperkuat stabilitas ekonomi, meningkatkan investasi, serta menjaga momentum pertumbuhan di berbagai daerah.\n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "0Sfhn4gPxc8"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 611.9889991482953, "y": 4.911969230536606, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 30.6119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "0Sfhn4gPxc8", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Gejolak Selat Hormuz Memanas, OJK Sebut Ekonomi Nasional Tembus 5,61%\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Gejolak di Selat Hormuz yang memengaruhi pasokan energi minyak dan gas dunia turut mengguncang perekonomian global. Namun di tengah tekanan tersebut, perekonomian Indonesia justru mencatat pertumbuhan positif dengan laju pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,61 persen.\n\nHal itu disampaikan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Friderica Widyasari Dewi, dalam Konferensi Nasional OJK bertajuk Pengembangan Ekonomi Daerah untuk Memperkuat Stabilitas dan Investasi. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.\n\nBerbagai sektor penunjang ekonomi daerah dinilai menjadi salah satu faktor utama yang menopang pertumbuhan tersebut. Karena itu, pemerintah bersama OJK terus mendorong sejumlah program prioritas guna memperkuat stabilitas ekonomi, meningkatkan investasi, serta menjaga momentum pertumbuhan di berbagai daerah.\n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "0Sfhn4gPxc8"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 238.36859219991246, "y": 796.1576642364232, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.547, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "O1UEEhBeeaE", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "Bedah Analisis Ferry Irwandi tentang Ekonomi Indonesia 2026! Fakta & Ilusi Ekonomi Indonesia\n\n🔗 SUMBER ANALISIS & REFERENSI: Narasi dan data di dalam video ini diadaptasi dari bedah dokumen Analisis Makroekonomi Indonesia 2026 oleh Ferry Irwandi. Tonton video sumber selengkapnya di sini:    • Analisis dan Solusi Ekonomi Indonesia 2026  \n\nSelamat datang di channel Wawasan Cerdas! Di video kali ini, kita akan membongkar tuntas realitas mengerikan di balik angka pertumbuhan ekonomi Indonesia yang selama ini sering dibanggakan. Benarkah ekonomi kita sedang baik-baik saja? Atau kita sebenarnya sedang berada di dalam ilusi \"Pertumbuhan Semu\" (Potemkin Growth) yang perlahan-lahan menghancurkan fundamental negara?\n\nKita akan membedah secara mendalam krisis makroekonomi yang mengguncang Indonesia, mulai dari pelemahan ekstrem nilai tukar Rupiah yang menembus rekor terlemahnya di Rp17.645 per Dolar AS, anjloknya cadangan devisa, hingga fenomena arus modal keluar (capital outflow) yang masif. Namun, tahukah kamu bahwa ini BUKANLAH krisis sistemik atau perbankan seperti tragedi tahun 1998?\n\nAncaman yang jauh lebih mematikan dan bersifat laten sedang mengintai kita: \"Middle-Income Trap\" (Jebakan Kelas Menengah)! Faktanya, dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah kehilangan lebih dari 10,6 juta penduduk kelas menengah secara struktural. Hal ini dipicu oleh inefisiensi investasi yang parah dengan tingginya angka Incremental Capital Output Ratio (ICOR) mencapai 6,33, yang artinya kita butuh modal Rp6,33 hanya untuk menghasilkan Rp1 output baru. Akibatnya, sektor manufaktur terkontraksi dan memicu gelombang PHK massal di berbagai daerah.\n\nLayaknya analogi \"Katak dalam Panci Rebusan\" (Boiling Frog), masyarakat dan birokrasi kita perlahan-lahan dimatikan oleh stagnasi ekonomi tanpa kita sadari, karena kita selalu berpikir bahwa fundamental kita kuat. Padahal, air rebusan itu adalah deindustrialisasi dan inefisiensi yang terus dipanaskan sejak 2019!\n\nDi video edukasi ini, Wawasan Cerdas juga akan mengkritisi berbagai kebijakan fiskal dan moneter pemerintah. Kita akan membahas:\nPemborosan APBN untuk subsidi energi (deadweight loss) dan mengapa transisi ke Direct Benefit Transfer (DBT) atau subsidi tunai langsung memiliki risiko memicu ledakan inflasi (Cost-Push Inflation) jika tidak dieksekusi dengan perhitungan stress test yang matang.\n\nPolemik dan evaluasi program raksasa triliunan rupiah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menguras ruang fiskal negara.\n\nRisiko nyata dari pengetatan suku bunga global, konflik geopolitik Timur Tengah, dan dampaknya pada mahalnya biaya hidup (inflasi pangan/logistik) di Indonesia.\n\nApakah Bank Indonesia dan pemerintah mampu melakukan reformasi struktural yang radikal? Atau kita justru harus mengorbankan impian menjadi negara maju di visi Indonesia Emas 2045? Tonton video ini sampai habis untuk mengetahui skenario perekonomian ke depan dan bagaimana dampaknya terhadap dompet serta masa depanmu!\n\n🗣️ BAGAIMANA PENDAPATMU? Apakah kamu merasakan daya beli yang semakin menurun atau sulitnya mencari pekerjaan saat ini? Coba ceritakan pengalamanmu di kolom komentar di bawah! Mari berdiskusi dengan cerdas.\n\n00:06 Kondisi Krisis Mei 2026\n11:09 Faktor Resiko Utama\n19:46 Diagnosis Sektor Riil dan Moneter\n29:01 Skenario Ekonomi 2026\n38:26 Analisis Wawasan Cerdas\n\n👍 JANGAN LUPA DUKUNG CHANNEL INI! Jika informasi ini bermanfaat dan membuka wawasanmu, pastikan untuk menekan tombol LIKE, SHARE video ini ke teman atau grup keluargamu, dan klik SUBSCRIBE agar tidak ketinggalan analisis mendalam dari Wawasan Cerdas selanjutnya!\n\n#WawasanCerdas #KrisisEkonomi #EkonomiIndonesia #MiddleIncomeTrap #KelasMenengah #RupiahAnjlok #PHKMassal #Makroekonomi #Inflasi #SubsidiBBM #Investasi #KebijakanPemerintah #IndonesiaEmas2045 #KrisisMataUang #BeritaEkonomi #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "O1UEEhBeeaE"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 327.8877908914645, "y": 256.86810137174956, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.5795, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "O1UEEhBeeaE", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "Bedah Analisis Ferry Irwandi tentang Ekonomi Indonesia 2026! Fakta & Ilusi Ekonomi Indonesia\n\n🔗 SUMBER ANALISIS & REFERENSI: Narasi dan data di dalam video ini diadaptasi dari bedah dokumen Analisis Makroekonomi Indonesia 2026 oleh Ferry Irwandi. Tonton video sumber selengkapnya di sini:    • Analisis dan Solusi Ekonomi Indonesia 2026  \n\nSelamat datang di channel Wawasan Cerdas! Di video kali ini, kita akan membongkar tuntas realitas mengerikan di balik angka pertumbuhan ekonomi Indonesia yang selama ini sering dibanggakan. Benarkah ekonomi kita sedang baik-baik saja? Atau kita sebenarnya sedang berada di dalam ilusi \"Pertumbuhan Semu\" (Potemkin Growth) yang perlahan-lahan menghancurkan fundamental negara?\n\nKita akan membedah secara mendalam krisis makroekonomi yang mengguncang Indonesia, mulai dari pelemahan ekstrem nilai tukar Rupiah yang menembus rekor terlemahnya di Rp17.645 per Dolar AS, anjloknya cadangan devisa, hingga fenomena arus modal keluar (capital outflow) yang masif. Namun, tahukah kamu bahwa ini BUKANLAH krisis sistemik atau perbankan seperti tragedi tahun 1998?\n\nAncaman yang jauh lebih mematikan dan bersifat laten sedang mengintai kita: \"Middle-Income Trap\" (Jebakan Kelas Menengah)! Faktanya, dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah kehilangan lebih dari 10,6 juta penduduk kelas menengah secara struktural. Hal ini dipicu oleh inefisiensi investasi yang parah dengan tingginya angka Incremental Capital Output Ratio (ICOR) mencapai 6,33, yang artinya kita butuh modal Rp6,33 hanya untuk menghasilkan Rp1 output baru. Akibatnya, sektor manufaktur terkontraksi dan memicu gelombang PHK massal di berbagai daerah.\n\nLayaknya analogi \"Katak dalam Panci Rebusan\" (Boiling Frog), masyarakat dan birokrasi kita perlahan-lahan dimatikan oleh stagnasi ekonomi tanpa kita sadari, karena kita selalu berpikir bahwa fundamental kita kuat. Padahal, air rebusan itu adalah deindustrialisasi dan inefisiensi yang terus dipanaskan sejak 2019!\n\nDi video edukasi ini, Wawasan Cerdas juga akan mengkritisi berbagai kebijakan fiskal dan moneter pemerintah. Kita akan membahas:\nPemborosan APBN untuk subsidi energi (deadweight loss) dan mengapa transisi ke Direct Benefit Transfer (DBT) atau subsidi tunai langsung memiliki risiko memicu ledakan inflasi (Cost-Push Inflation) jika tidak dieksekusi dengan perhitungan stress test yang matang.\n\nPolemik dan evaluasi program raksasa triliunan rupiah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menguras ruang fiskal negara.\n\nRisiko nyata dari pengetatan suku bunga global, konflik geopolitik Timur Tengah, dan dampaknya pada mahalnya biaya hidup (inflasi pangan/logistik) di Indonesia.\n\nApakah Bank Indonesia dan pemerintah mampu melakukan reformasi struktural yang radikal? Atau kita justru harus mengorbankan impian menjadi negara maju di visi Indonesia Emas 2045? Tonton video ini sampai habis untuk mengetahui skenario perekonomian ke depan dan bagaimana dampaknya terhadap dompet serta masa depanmu!\n\n🗣️ BAGAIMANA PENDAPATMU? Apakah kamu merasakan daya beli yang semakin menurun atau sulitnya mencari pekerjaan saat ini? Coba ceritakan pengalamanmu di kolom komentar di bawah! Mari berdiskusi dengan cerdas.\n\n00:06 Kondisi Krisis Mei 2026\n11:09 Faktor Resiko Utama\n19:46 Diagnosis Sektor Riil dan Moneter\n29:01 Skenario Ekonomi 2026\n38:26 Analisis Wawasan Cerdas\n\n👍 JANGAN LUPA DUKUNG CHANNEL INI! Jika informasi ini bermanfaat dan membuka wawasanmu, pastikan untuk menekan tombol LIKE, SHARE video ini ke teman atau grup keluargamu, dan klik SUBSCRIBE agar tidak ketinggalan analisis mendalam dari Wawasan Cerdas selanjutnya!\n\n#WawasanCerdas #KrisisEkonomi #EkonomiIndonesia #MiddleIncomeTrap #KelasMenengah #RupiahAnjlok #PHKMassal #Makroekonomi #Inflasi #SubsidiBBM #Investasi #KebijakanPemerintah #IndonesiaEmas2045 #KrisisMataUang #BeritaEkonomi #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "O1UEEhBeeaE"}}, {"key": "@PikiranRakyatKuningan", "attributes": {"label": "@PikiranRakyatKuningan", "x": 793.5479121217412, "y": 229.86811945536533, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.547, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 5, "degree": 5}, "_id": "OP1EhHi9J_g", "id": "@PikiranRakyatKuningan", "source": "youtube-000001", "content": "Membangun Ketahanan dalam Goncangan Keuangan Bersama DPRD Jabar: Bijak Berutang & Pengelolaan Uang\n\nPR KUNINGAN — Naik-turunnya dolar kerap memicu kekhawatiran masyarakat. Harga kebutuhan pokok bisa terdampak, biaya produksi ikut bergerak, sementara daya beli belum sepenuhnya pulih. Namun bagi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. Tina Wiryawati, SH., MM., persoalan ekonomi rakyat tidak bisa hanya dilihat dari fluktuasi kurs mata uang. Yang lebih penting adalah membangun keberanian berusaha, memperkuat literasi keuangan, dan mengurangi ketergantungan terhadap utang konsumtif.\nDi beranda Villa De La Tina, Desa Puncak, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Rabu 17 Juni 2026, obrolan soal ekonomi rakyat mengalir dari isu dolar AS (Amerika Serikat), daya beli masyarakat, hingga cara warga desa menghadapi tekanan keuangan yang kerap datang tanpa aba-aba.\nAnggota Komisi III DPRD Jabar, Tina Wiryawati menilai meningkatnya daya beli hingga kesejahteraan masyarakat selalu berawal dari pendapatan yang stabil, sedangkan pendapatan hanya bisa tumbuh jika masyarakat memiliki pekerjaan atau usaha yang produktif.\nMenurut politisi perempuan Gerindra ini, menyatakan bahwa tantangan terbesar masyarakat bukan semata kekurangan modal, melainkan keberanian untuk memulai. Ia menyebut semangat kewirausahaan harus dibangun lebih dulu sebelum berbicara tentang akses pembiayaan.\nKarena itu, selama beberapa tahun terakhir ia aktif menggelar pelatihan di desa-desa, terutama bagi kelompok perempuan dan Kelompok Wanita Tani (KWT), agar mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.\nAlih-alih hanya fokus pada makanan ringan yang sudah banyak diproduksi masyarakat, Tina mendorong warga membuat kebutuhan sehari-hari seperti sabun cuci piring, pasta gigi, minyak telon, dan produk rumah tangga lainnya yang memiliki pasar lebih luas.\nIa mencontohkan pelatihan pembuatan sabun cuci piring yang pernah dilakukan di sejumlah desa. Saat ini, produk tersebut bahkan memiliki peluang pasar yang lebih besar karena dibutuhkan oleh restoran, hotel, rumah makan hingga dapur program makan bergizi gratis (MBG).\nTina Wiryawati meyakini satu desa seharusnya mampu memenuhi sebagian kebutuhan produknya sendiri sekaligus menciptakan sumber penghasilan baru bagi warga setempat.\nNamun ia mengingatkan, usaha tidak cukup hanya berhenti pada produksi. Pelaku UMKM juga harus memahami apa itu arus kas, pencatatan keuangan agar usahanya dianggap layak oleh lembaga perbankan.\n“Bank pada dasarnya ingin melihat kemampuan pengembalian pinjaman. Karena itu usaha harus berjalan dan keuangannya tercatat dengan baik. NPL atau Non-Performing Loan, ini akan menjadi catatan bagi bank-bank dalam menentukan layak tidaknya terhadap pengusaha untuk diberi kredit permodalan—yang gagal bayar tentunya gak mungkin dikasih pinjaman modal bank,” ujar Tina.\nJangan Hanya Jadi Konsumen\nTina Wiryawati juga mengajak masyarakat melihat peluang ekonomi dari sektor pertanian dan tanaman herbal yang selama ini sering dianggap biasa.\nMenurutnya, komoditas seperti kunyit, jahe, kopi hingga berbagai tanaman herbal memiliki peluang pasar yang besar jika diolah dan diarahkan ke pasar ekspor.\nIa menilai pembahasan soal kurs dolar AS sering kali hanya dipandang dari sisi negatif, padahal petani dan pelaku usaha yang produknya berorientasi ekspor justru bisa memperoleh keuntungan lebih besar ketika nilai dolar menguat.\nKarena itu, desa-desa perlu didorong untuk meningkatkan kualitas produksi sekaligus memahami mekanisme pemasaran ekspor agar tidak hanya menjadi konsumen produk luar negeri.\nBank Emok Masih Jadi Tantangan\nDalam kesempatan itu, Anggota Komisi 3 DPRD Jabar ini juga menyoroti masih maraknya praktik pinjaman informal yang dikenal masyarakat sebagai “Bank Emok Ilegal” hingga pinjaman online (pinjol) ilegal yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).\nMenurutnya, layanan semacam itu sering dipilih karena prosesnya cepat dan langsung mendatangi masyarakat, sementara sebagian warga masih merasa kesulitan mengakses layanan perbankan formal.\nIa menilai persoalan utama bukan hanya soal akses, tetapi juga rendahnya literasi keuangan. Banyak masyarakat belum memahami bahwa dana pinjaman harus dikelola secara produktif dan memiliki kewajiban untuk dikembalikan.\n“Sebagai solusi, baik dalam giat reses maupun kunjungan kerja kepada konstituen, kami dari Komisi 3 DPRD Jabar senantiasa mendorong penguatan kredit usaha rakyat (KUR), pola pembiayaan kelompok, serta pendampingan usaha agar masyarakat memiliki rekam usaha yang lebih baik dan lebih mudah memperoleh akses pembiayaan resmi,” tukasnya.\n.\nBaca berita selengkapnya di Pikiran Rakyat Kuningan klik link: https://kuningan.pikiran-rakyat.com/e...\n#pikiranrakyat #prkuningan #dutaliterasikeuangan #erixexvrayanto #ojk #tinawiryawati #dprdjabar \n‪‬ ‪‬   ‪‬", "post_id": "OP1EhHi9J_g"}}, {"key": "ojkindonesia306", "attributes": {"label": "ojkindonesia306", "x": 49.46886968032638, "y": 10.148897413175039, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.36, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "OP1EhHi9J_g", "id": "ojkindonesia306", "source": "youtube-000001", "content": "Membangun Ketahanan dalam Goncangan Keuangan Bersama DPRD Jabar: Bijak Berutang & Pengelolaan Uang\n\nPR KUNINGAN — Naik-turunnya dolar kerap memicu kekhawatiran masyarakat. Harga kebutuhan pokok bisa terdampak, biaya produksi ikut bergerak, sementara daya beli belum sepenuhnya pulih. Namun bagi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. Tina Wiryawati, SH., MM., persoalan ekonomi rakyat tidak bisa hanya dilihat dari fluktuasi kurs mata uang. Yang lebih penting adalah membangun keberanian berusaha, memperkuat literasi keuangan, dan mengurangi ketergantungan terhadap utang konsumtif.\nDi beranda Villa De La Tina, Desa Puncak, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Rabu 17 Juni 2026, obrolan soal ekonomi rakyat mengalir dari isu dolar AS (Amerika Serikat), daya beli masyarakat, hingga cara warga desa menghadapi tekanan keuangan yang kerap datang tanpa aba-aba.\nAnggota Komisi III DPRD Jabar, Tina Wiryawati menilai meningkatnya daya beli hingga kesejahteraan masyarakat selalu berawal dari pendapatan yang stabil, sedangkan pendapatan hanya bisa tumbuh jika masyarakat memiliki pekerjaan atau usaha yang produktif.\nMenurut politisi perempuan Gerindra ini, menyatakan bahwa tantangan terbesar masyarakat bukan semata kekurangan modal, melainkan keberanian untuk memulai. Ia menyebut semangat kewirausahaan harus dibangun lebih dulu sebelum berbicara tentang akses pembiayaan.\nKarena itu, selama beberapa tahun terakhir ia aktif menggelar pelatihan di desa-desa, terutama bagi kelompok perempuan dan Kelompok Wanita Tani (KWT), agar mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.\nAlih-alih hanya fokus pada makanan ringan yang sudah banyak diproduksi masyarakat, Tina mendorong warga membuat kebutuhan sehari-hari seperti sabun cuci piring, pasta gigi, minyak telon, dan produk rumah tangga lainnya yang memiliki pasar lebih luas.\nIa mencontohkan pelatihan pembuatan sabun cuci piring yang pernah dilakukan di sejumlah desa. Saat ini, produk tersebut bahkan memiliki peluang pasar yang lebih besar karena dibutuhkan oleh restoran, hotel, rumah makan hingga dapur program makan bergizi gratis (MBG).\nTina Wiryawati meyakini satu desa seharusnya mampu memenuhi sebagian kebutuhan produknya sendiri sekaligus menciptakan sumber penghasilan baru bagi warga setempat.\nNamun ia mengingatkan, usaha tidak cukup hanya berhenti pada produksi. Pelaku UMKM juga harus memahami apa itu arus kas, pencatatan keuangan agar usahanya dianggap layak oleh lembaga perbankan.\n“Bank pada dasarnya ingin melihat kemampuan pengembalian pinjaman. Karena itu usaha harus berjalan dan keuangannya tercatat dengan baik. NPL atau Non-Performing Loan, ini akan menjadi catatan bagi bank-bank dalam menentukan layak tidaknya terhadap pengusaha untuk diberi kredit permodalan—yang gagal bayar tentunya gak mungkin dikasih pinjaman modal bank,” ujar Tina.\nJangan Hanya Jadi Konsumen\nTina Wiryawati juga mengajak masyarakat melihat peluang ekonomi dari sektor pertanian dan tanaman herbal yang selama ini sering dianggap biasa.\nMenurutnya, komoditas seperti kunyit, jahe, kopi hingga berbagai tanaman herbal memiliki peluang pasar yang besar jika diolah dan diarahkan ke pasar ekspor.\nIa menilai pembahasan soal kurs dolar AS sering kali hanya dipandang dari sisi negatif, padahal petani dan pelaku usaha yang produknya berorientasi ekspor justru bisa memperoleh keuntungan lebih besar ketika nilai dolar menguat.\nKarena itu, desa-desa perlu didorong untuk meningkatkan kualitas produksi sekaligus memahami mekanisme pemasaran ekspor agar tidak hanya menjadi konsumen produk luar negeri.\nBank Emok Masih Jadi Tantangan\nDalam kesempatan itu, Anggota Komisi 3 DPRD Jabar ini juga menyoroti masih maraknya praktik pinjaman informal yang dikenal masyarakat sebagai “Bank Emok Ilegal” hingga pinjaman online (pinjol) ilegal yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).\nMenurutnya, layanan semacam itu sering dipilih karena prosesnya cepat dan langsung mendatangi masyarakat, sementara sebagian warga masih merasa kesulitan mengakses layanan perbankan formal.\nIa menilai persoalan utama bukan hanya soal akses, tetapi juga rendahnya literasi keuangan. Banyak masyarakat belum memahami bahwa dana pinjaman harus dikelola secara produktif dan memiliki kewajiban untuk dikembalikan.\n“Sebagai solusi, baik dalam giat reses maupun kunjungan kerja kepada konstituen, kami dari Komisi 3 DPRD Jabar senantiasa mendorong penguatan kredit usaha rakyat (KUR), pola pembiayaan kelompok, serta pendampingan usaha agar masyarakat memiliki rekam usaha yang lebih baik dan lebih mudah memperoleh akses pembiayaan resmi,” tukasnya.\n.\nBaca berita selengkapnya di Pikiran Rakyat Kuningan klik link: https://kuningan.pikiran-rakyat.com/e...\n#pikiranrakyat #prkuningan #dutaliterasikeuangan #erixexvrayanto #ojk #tinawiryawati #dprdjabar \n‪‬ ‪‬   ‪‬", "post_id": "OP1EhHi9J_g"}}, {"key": "OtoritasJasaKeuangan", "attributes": {"label": "OtoritasJasaKeuangan", "x": 646.651592483685, "y": 516.3900271738902, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.36, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "OP1EhHi9J_g", "id": "OtoritasJasaKeuangan", "source": "youtube-000001", "content": "Membangun Ketahanan dalam Goncangan Keuangan Bersama DPRD Jabar: Bijak Berutang & Pengelolaan Uang\n\nPR KUNINGAN — Naik-turunnya dolar kerap memicu kekhawatiran masyarakat. Harga kebutuhan pokok bisa terdampak, biaya produksi ikut bergerak, sementara daya beli belum sepenuhnya pulih. Namun bagi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. Tina Wiryawati, SH., MM., persoalan ekonomi rakyat tidak bisa hanya dilihat dari fluktuasi kurs mata uang. Yang lebih penting adalah membangun keberanian berusaha, memperkuat literasi keuangan, dan mengurangi ketergantungan terhadap utang konsumtif.\nDi beranda Villa De La Tina, Desa Puncak, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Rabu 17 Juni 2026, obrolan soal ekonomi rakyat mengalir dari isu dolar AS (Amerika Serikat), daya beli masyarakat, hingga cara warga desa menghadapi tekanan keuangan yang kerap datang tanpa aba-aba.\nAnggota Komisi III DPRD Jabar, Tina Wiryawati menilai meningkatnya daya beli hingga kesejahteraan masyarakat selalu berawal dari pendapatan yang stabil, sedangkan pendapatan hanya bisa tumbuh jika masyarakat memiliki pekerjaan atau usaha yang produktif.\nMenurut politisi perempuan Gerindra ini, menyatakan bahwa tantangan terbesar masyarakat bukan semata kekurangan modal, melainkan keberanian untuk memulai. Ia menyebut semangat kewirausahaan harus dibangun lebih dulu sebelum berbicara tentang akses pembiayaan.\nKarena itu, selama beberapa tahun terakhir ia aktif menggelar pelatihan di desa-desa, terutama bagi kelompok perempuan dan Kelompok Wanita Tani (KWT), agar mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.\nAlih-alih hanya fokus pada makanan ringan yang sudah banyak diproduksi masyarakat, Tina mendorong warga membuat kebutuhan sehari-hari seperti sabun cuci piring, pasta gigi, minyak telon, dan produk rumah tangga lainnya yang memiliki pasar lebih luas.\nIa mencontohkan pelatihan pembuatan sabun cuci piring yang pernah dilakukan di sejumlah desa. Saat ini, produk tersebut bahkan memiliki peluang pasar yang lebih besar karena dibutuhkan oleh restoran, hotel, rumah makan hingga dapur program makan bergizi gratis (MBG).\nTina Wiryawati meyakini satu desa seharusnya mampu memenuhi sebagian kebutuhan produknya sendiri sekaligus menciptakan sumber penghasilan baru bagi warga setempat.\nNamun ia mengingatkan, usaha tidak cukup hanya berhenti pada produksi. Pelaku UMKM juga harus memahami apa itu arus kas, pencatatan keuangan agar usahanya dianggap layak oleh lembaga perbankan.\n“Bank pada dasarnya ingin melihat kemampuan pengembalian pinjaman. Karena itu usaha harus berjalan dan keuangannya tercatat dengan baik. NPL atau Non-Performing Loan, ini akan menjadi catatan bagi bank-bank dalam menentukan layak tidaknya terhadap pengusaha untuk diberi kredit permodalan—yang gagal bayar tentunya gak mungkin dikasih pinjaman modal bank,” ujar Tina.\nJangan Hanya Jadi Konsumen\nTina Wiryawati juga mengajak masyarakat melihat peluang ekonomi dari sektor pertanian dan tanaman herbal yang selama ini sering dianggap biasa.\nMenurutnya, komoditas seperti kunyit, jahe, kopi hingga berbagai tanaman herbal memiliki peluang pasar yang besar jika diolah dan diarahkan ke pasar ekspor.\nIa menilai pembahasan soal kurs dolar AS sering kali hanya dipandang dari sisi negatif, padahal petani dan pelaku usaha yang produknya berorientasi ekspor justru bisa memperoleh keuntungan lebih besar ketika nilai dolar menguat.\nKarena itu, desa-desa perlu didorong untuk meningkatkan kualitas produksi sekaligus memahami mekanisme pemasaran ekspor agar tidak hanya menjadi konsumen produk luar negeri.\nBank Emok Masih Jadi Tantangan\nDalam kesempatan itu, Anggota Komisi 3 DPRD Jabar ini juga menyoroti masih maraknya praktik pinjaman informal yang dikenal masyarakat sebagai “Bank Emok Ilegal” hingga pinjaman online (pinjol) ilegal yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).\nMenurutnya, layanan semacam itu sering dipilih karena prosesnya cepat dan langsung mendatangi masyarakat, sementara sebagian warga masih merasa kesulitan mengakses layanan perbankan formal.\nIa menilai persoalan utama bukan hanya soal akses, tetapi juga rendahnya literasi keuangan. Banyak masyarakat belum memahami bahwa dana pinjaman harus dikelola secara produktif dan memiliki kewajiban untuk dikembalikan.\n“Sebagai solusi, baik dalam giat reses maupun kunjungan kerja kepada konstituen, kami dari Komisi 3 DPRD Jabar senantiasa mendorong penguatan kredit usaha rakyat (KUR), pola pembiayaan kelompok, serta pendampingan usaha agar masyarakat memiliki rekam usaha yang lebih baik dan lebih mudah memperoleh akses pembiayaan resmi,” tukasnya.\n.\nBaca berita selengkapnya di Pikiran Rakyat Kuningan klik link: https://kuningan.pikiran-rakyat.com/e...\n#pikiranrakyat #prkuningan #dutaliterasikeuangan #erixexvrayanto #ojk #tinawiryawati #dprdjabar \n‪‬ ‪‬   ‪‬", "post_id": "OP1EhHi9J_g"}}, {"key": "dutaliterasikeuanganojk", "attributes": {"label": "dutaliterasikeuanganojk", "x": 736.0331451352965, "y": 473.8669731343884, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.36, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "OP1EhHi9J_g", "id": "dutaliterasikeuanganojk", "source": "youtube-000001", "content": "Membangun Ketahanan dalam Goncangan Keuangan Bersama DPRD Jabar: Bijak Berutang & Pengelolaan Uang\n\nPR KUNINGAN — Naik-turunnya dolar kerap memicu kekhawatiran masyarakat. Harga kebutuhan pokok bisa terdampak, biaya produksi ikut bergerak, sementara daya beli belum sepenuhnya pulih. Namun bagi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. Tina Wiryawati, SH., MM., persoalan ekonomi rakyat tidak bisa hanya dilihat dari fluktuasi kurs mata uang. Yang lebih penting adalah membangun keberanian berusaha, memperkuat literasi keuangan, dan mengurangi ketergantungan terhadap utang konsumtif.\nDi beranda Villa De La Tina, Desa Puncak, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Rabu 17 Juni 2026, obrolan soal ekonomi rakyat mengalir dari isu dolar AS (Amerika Serikat), daya beli masyarakat, hingga cara warga desa menghadapi tekanan keuangan yang kerap datang tanpa aba-aba.\nAnggota Komisi III DPRD Jabar, Tina Wiryawati menilai meningkatnya daya beli hingga kesejahteraan masyarakat selalu berawal dari pendapatan yang stabil, sedangkan pendapatan hanya bisa tumbuh jika masyarakat memiliki pekerjaan atau usaha yang produktif.\nMenurut politisi perempuan Gerindra ini, menyatakan bahwa tantangan terbesar masyarakat bukan semata kekurangan modal, melainkan keberanian untuk memulai. Ia menyebut semangat kewirausahaan harus dibangun lebih dulu sebelum berbicara tentang akses pembiayaan.\nKarena itu, selama beberapa tahun terakhir ia aktif menggelar pelatihan di desa-desa, terutama bagi kelompok perempuan dan Kelompok Wanita Tani (KWT), agar mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.\nAlih-alih hanya fokus pada makanan ringan yang sudah banyak diproduksi masyarakat, Tina mendorong warga membuat kebutuhan sehari-hari seperti sabun cuci piring, pasta gigi, minyak telon, dan produk rumah tangga lainnya yang memiliki pasar lebih luas.\nIa mencontohkan pelatihan pembuatan sabun cuci piring yang pernah dilakukan di sejumlah desa. Saat ini, produk tersebut bahkan memiliki peluang pasar yang lebih besar karena dibutuhkan oleh restoran, hotel, rumah makan hingga dapur program makan bergizi gratis (MBG).\nTina Wiryawati meyakini satu desa seharusnya mampu memenuhi sebagian kebutuhan produknya sendiri sekaligus menciptakan sumber penghasilan baru bagi warga setempat.\nNamun ia mengingatkan, usaha tidak cukup hanya berhenti pada produksi. Pelaku UMKM juga harus memahami apa itu arus kas, pencatatan keuangan agar usahanya dianggap layak oleh lembaga perbankan.\n“Bank pada dasarnya ingin melihat kemampuan pengembalian pinjaman. Karena itu usaha harus berjalan dan keuangannya tercatat dengan baik. NPL atau Non-Performing Loan, ini akan menjadi catatan bagi bank-bank dalam menentukan layak tidaknya terhadap pengusaha untuk diberi kredit permodalan—yang gagal bayar tentunya gak mungkin dikasih pinjaman modal bank,” ujar Tina.\nJangan Hanya Jadi Konsumen\nTina Wiryawati juga mengajak masyarakat melihat peluang ekonomi dari sektor pertanian dan tanaman herbal yang selama ini sering dianggap biasa.\nMenurutnya, komoditas seperti kunyit, jahe, kopi hingga berbagai tanaman herbal memiliki peluang pasar yang besar jika diolah dan diarahkan ke pasar ekspor.\nIa menilai pembahasan soal kurs dolar AS sering kali hanya dipandang dari sisi negatif, padahal petani dan pelaku usaha yang produknya berorientasi ekspor justru bisa memperoleh keuntungan lebih besar ketika nilai dolar menguat.\nKarena itu, desa-desa perlu didorong untuk meningkatkan kualitas produksi sekaligus memahami mekanisme pemasaran ekspor agar tidak hanya menjadi konsumen produk luar negeri.\nBank Emok Masih Jadi Tantangan\nDalam kesempatan itu, Anggota Komisi 3 DPRD Jabar ini juga menyoroti masih maraknya praktik pinjaman informal yang dikenal masyarakat sebagai “Bank Emok Ilegal” hingga pinjaman online (pinjol) ilegal yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).\nMenurutnya, layanan semacam itu sering dipilih karena prosesnya cepat dan langsung mendatangi masyarakat, sementara sebagian warga masih merasa kesulitan mengakses layanan perbankan formal.\nIa menilai persoalan utama bukan hanya soal akses, tetapi juga rendahnya literasi keuangan. Banyak masyarakat belum memahami bahwa dana pinjaman harus dikelola secara produktif dan memiliki kewajiban untuk dikembalikan.\n“Sebagai solusi, baik dalam giat reses maupun kunjungan kerja kepada konstituen, kami dari Komisi 3 DPRD Jabar senantiasa mendorong penguatan kredit usaha rakyat (KUR), pola pembiayaan kelompok, serta pendampingan usaha agar masyarakat memiliki rekam usaha yang lebih baik dan lebih mudah memperoleh akses pembiayaan resmi,” tukasnya.\n.\nBaca berita selengkapnya di Pikiran Rakyat Kuningan klik link: https://kuningan.pikiran-rakyat.com/e...\n#pikiranrakyat #prkuningan #dutaliterasikeuangan #erixexvrayanto #ojk #tinawiryawati #dprdjabar \n‪‬ ‪‬   ‪‬", "post_id": "OP1EhHi9J_g"}}, {"key": "ojkjabar", "attributes": {"label": "ojkjabar", "x": 270.11568419572916, "y": 713.6964308723345, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.36, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "OP1EhHi9J_g", "id": "ojkjabar", "source": "youtube-000001", "content": "Membangun Ketahanan dalam Goncangan Keuangan Bersama DPRD Jabar: Bijak Berutang & Pengelolaan Uang\n\nPR KUNINGAN — Naik-turunnya dolar kerap memicu kekhawatiran masyarakat. Harga kebutuhan pokok bisa terdampak, biaya produksi ikut bergerak, sementara daya beli belum sepenuhnya pulih. Namun bagi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. Tina Wiryawati, SH., MM., persoalan ekonomi rakyat tidak bisa hanya dilihat dari fluktuasi kurs mata uang. Yang lebih penting adalah membangun keberanian berusaha, memperkuat literasi keuangan, dan mengurangi ketergantungan terhadap utang konsumtif.\nDi beranda Villa De La Tina, Desa Puncak, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Rabu 17 Juni 2026, obrolan soal ekonomi rakyat mengalir dari isu dolar AS (Amerika Serikat), daya beli masyarakat, hingga cara warga desa menghadapi tekanan keuangan yang kerap datang tanpa aba-aba.\nAnggota Komisi III DPRD Jabar, Tina Wiryawati menilai meningkatnya daya beli hingga kesejahteraan masyarakat selalu berawal dari pendapatan yang stabil, sedangkan pendapatan hanya bisa tumbuh jika masyarakat memiliki pekerjaan atau usaha yang produktif.\nMenurut politisi perempuan Gerindra ini, menyatakan bahwa tantangan terbesar masyarakat bukan semata kekurangan modal, melainkan keberanian untuk memulai. Ia menyebut semangat kewirausahaan harus dibangun lebih dulu sebelum berbicara tentang akses pembiayaan.\nKarena itu, selama beberapa tahun terakhir ia aktif menggelar pelatihan di desa-desa, terutama bagi kelompok perempuan dan Kelompok Wanita Tani (KWT), agar mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.\nAlih-alih hanya fokus pada makanan ringan yang sudah banyak diproduksi masyarakat, Tina mendorong warga membuat kebutuhan sehari-hari seperti sabun cuci piring, pasta gigi, minyak telon, dan produk rumah tangga lainnya yang memiliki pasar lebih luas.\nIa mencontohkan pelatihan pembuatan sabun cuci piring yang pernah dilakukan di sejumlah desa. Saat ini, produk tersebut bahkan memiliki peluang pasar yang lebih besar karena dibutuhkan oleh restoran, hotel, rumah makan hingga dapur program makan bergizi gratis (MBG).\nTina Wiryawati meyakini satu desa seharusnya mampu memenuhi sebagian kebutuhan produknya sendiri sekaligus menciptakan sumber penghasilan baru bagi warga setempat.\nNamun ia mengingatkan, usaha tidak cukup hanya berhenti pada produksi. Pelaku UMKM juga harus memahami apa itu arus kas, pencatatan keuangan agar usahanya dianggap layak oleh lembaga perbankan.\n“Bank pada dasarnya ingin melihat kemampuan pengembalian pinjaman. Karena itu usaha harus berjalan dan keuangannya tercatat dengan baik. NPL atau Non-Performing Loan, ini akan menjadi catatan bagi bank-bank dalam menentukan layak tidaknya terhadap pengusaha untuk diberi kredit permodalan—yang gagal bayar tentunya gak mungkin dikasih pinjaman modal bank,” ujar Tina.\nJangan Hanya Jadi Konsumen\nTina Wiryawati juga mengajak masyarakat melihat peluang ekonomi dari sektor pertanian dan tanaman herbal yang selama ini sering dianggap biasa.\nMenurutnya, komoditas seperti kunyit, jahe, kopi hingga berbagai tanaman herbal memiliki peluang pasar yang besar jika diolah dan diarahkan ke pasar ekspor.\nIa menilai pembahasan soal kurs dolar AS sering kali hanya dipandang dari sisi negatif, padahal petani dan pelaku usaha yang produknya berorientasi ekspor justru bisa memperoleh keuntungan lebih besar ketika nilai dolar menguat.\nKarena itu, desa-desa perlu didorong untuk meningkatkan kualitas produksi sekaligus memahami mekanisme pemasaran ekspor agar tidak hanya menjadi konsumen produk luar negeri.\nBank Emok Masih Jadi Tantangan\nDalam kesempatan itu, Anggota Komisi 3 DPRD Jabar ini juga menyoroti masih maraknya praktik pinjaman informal yang dikenal masyarakat sebagai “Bank Emok Ilegal” hingga pinjaman online (pinjol) ilegal yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).\nMenurutnya, layanan semacam itu sering dipilih karena prosesnya cepat dan langsung mendatangi masyarakat, sementara sebagian warga masih merasa kesulitan mengakses layanan perbankan formal.\nIa menilai persoalan utama bukan hanya soal akses, tetapi juga rendahnya literasi keuangan. Banyak masyarakat belum memahami bahwa dana pinjaman harus dikelola secara produktif dan memiliki kewajiban untuk dikembalikan.\n“Sebagai solusi, baik dalam giat reses maupun kunjungan kerja kepada konstituen, kami dari Komisi 3 DPRD Jabar senantiasa mendorong penguatan kredit usaha rakyat (KUR), pola pembiayaan kelompok, serta pendampingan usaha agar masyarakat memiliki rekam usaha yang lebih baik dan lebih mudah memperoleh akses pembiayaan resmi,” tukasnya.\n.\nBaca berita selengkapnya di Pikiran Rakyat Kuningan klik link: https://kuningan.pikiran-rakyat.com/e...\n#pikiranrakyat #prkuningan #dutaliterasikeuangan #erixexvrayanto #ojk #tinawiryawati #dprdjabar \n‪‬ ‪‬   ‪‬", "post_id": "OP1EhHi9J_g"}}, {"key": "ojkcirebon4902", "attributes": {"label": "ojkcirebon4902", "x": 468.109145653135, "y": 171.62979796275434, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.36, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "OP1EhHi9J_g", "id": "ojkcirebon4902", "source": "youtube-000001", "content": "Membangun Ketahanan dalam Goncangan Keuangan Bersama DPRD Jabar: Bijak Berutang & Pengelolaan Uang\n\nPR KUNINGAN — Naik-turunnya dolar kerap memicu kekhawatiran masyarakat. Harga kebutuhan pokok bisa terdampak, biaya produksi ikut bergerak, sementara daya beli belum sepenuhnya pulih. Namun bagi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. Tina Wiryawati, SH., MM., persoalan ekonomi rakyat tidak bisa hanya dilihat dari fluktuasi kurs mata uang. Yang lebih penting adalah membangun keberanian berusaha, memperkuat literasi keuangan, dan mengurangi ketergantungan terhadap utang konsumtif.\nDi beranda Villa De La Tina, Desa Puncak, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Rabu 17 Juni 2026, obrolan soal ekonomi rakyat mengalir dari isu dolar AS (Amerika Serikat), daya beli masyarakat, hingga cara warga desa menghadapi tekanan keuangan yang kerap datang tanpa aba-aba.\nAnggota Komisi III DPRD Jabar, Tina Wiryawati menilai meningkatnya daya beli hingga kesejahteraan masyarakat selalu berawal dari pendapatan yang stabil, sedangkan pendapatan hanya bisa tumbuh jika masyarakat memiliki pekerjaan atau usaha yang produktif.\nMenurut politisi perempuan Gerindra ini, menyatakan bahwa tantangan terbesar masyarakat bukan semata kekurangan modal, melainkan keberanian untuk memulai. Ia menyebut semangat kewirausahaan harus dibangun lebih dulu sebelum berbicara tentang akses pembiayaan.\nKarena itu, selama beberapa tahun terakhir ia aktif menggelar pelatihan di desa-desa, terutama bagi kelompok perempuan dan Kelompok Wanita Tani (KWT), agar mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.\nAlih-alih hanya fokus pada makanan ringan yang sudah banyak diproduksi masyarakat, Tina mendorong warga membuat kebutuhan sehari-hari seperti sabun cuci piring, pasta gigi, minyak telon, dan produk rumah tangga lainnya yang memiliki pasar lebih luas.\nIa mencontohkan pelatihan pembuatan sabun cuci piring yang pernah dilakukan di sejumlah desa. Saat ini, produk tersebut bahkan memiliki peluang pasar yang lebih besar karena dibutuhkan oleh restoran, hotel, rumah makan hingga dapur program makan bergizi gratis (MBG).\nTina Wiryawati meyakini satu desa seharusnya mampu memenuhi sebagian kebutuhan produknya sendiri sekaligus menciptakan sumber penghasilan baru bagi warga setempat.\nNamun ia mengingatkan, usaha tidak cukup hanya berhenti pada produksi. Pelaku UMKM juga harus memahami apa itu arus kas, pencatatan keuangan agar usahanya dianggap layak oleh lembaga perbankan.\n“Bank pada dasarnya ingin melihat kemampuan pengembalian pinjaman. Karena itu usaha harus berjalan dan keuangannya tercatat dengan baik. NPL atau Non-Performing Loan, ini akan menjadi catatan bagi bank-bank dalam menentukan layak tidaknya terhadap pengusaha untuk diberi kredit permodalan—yang gagal bayar tentunya gak mungkin dikasih pinjaman modal bank,” ujar Tina.\nJangan Hanya Jadi Konsumen\nTina Wiryawati juga mengajak masyarakat melihat peluang ekonomi dari sektor pertanian dan tanaman herbal yang selama ini sering dianggap biasa.\nMenurutnya, komoditas seperti kunyit, jahe, kopi hingga berbagai tanaman herbal memiliki peluang pasar yang besar jika diolah dan diarahkan ke pasar ekspor.\nIa menilai pembahasan soal kurs dolar AS sering kali hanya dipandang dari sisi negatif, padahal petani dan pelaku usaha yang produknya berorientasi ekspor justru bisa memperoleh keuntungan lebih besar ketika nilai dolar menguat.\nKarena itu, desa-desa perlu didorong untuk meningkatkan kualitas produksi sekaligus memahami mekanisme pemasaran ekspor agar tidak hanya menjadi konsumen produk luar negeri.\nBank Emok Masih Jadi Tantangan\nDalam kesempatan itu, Anggota Komisi 3 DPRD Jabar ini juga menyoroti masih maraknya praktik pinjaman informal yang dikenal masyarakat sebagai “Bank Emok Ilegal” hingga pinjaman online (pinjol) ilegal yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).\nMenurutnya, layanan semacam itu sering dipilih karena prosesnya cepat dan langsung mendatangi masyarakat, sementara sebagian warga masih merasa kesulitan mengakses layanan perbankan formal.\nIa menilai persoalan utama bukan hanya soal akses, tetapi juga rendahnya literasi keuangan. Banyak masyarakat belum memahami bahwa dana pinjaman harus dikelola secara produktif dan memiliki kewajiban untuk dikembalikan.\n“Sebagai solusi, baik dalam giat reses maupun kunjungan kerja kepada konstituen, kami dari Komisi 3 DPRD Jabar senantiasa mendorong penguatan kredit usaha rakyat (KUR), pola pembiayaan kelompok, serta pendampingan usaha agar masyarakat memiliki rekam usaha yang lebih baik dan lebih mudah memperoleh akses pembiayaan resmi,” tukasnya.\n.\nBaca berita selengkapnya di Pikiran Rakyat Kuningan klik link: https://kuningan.pikiran-rakyat.com/e...\n#pikiranrakyat #prkuningan #dutaliterasikeuangan #erixexvrayanto #ojk #tinawiryawati #dprdjabar \n‪‬ ‪‬   ‪‬", "post_id": "OP1EhHi9J_g"}}], "edges": [{"key": "pemprovsumut", "source": "pemprovsumut", "target": "bobbynst", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kementerianpu", "source": "kementerianpu", "target": "Dody_Hanggodo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kementerianpu", "source": "kementerianpu", "target": "bakom.ri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kementerianpu", "source": "kementerianpu", "target": "kantorstafpresidenri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "indonesiago.id", "source": "indonesiago.id", "target": "kemensetneg.ri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "rakan_aceh", "source": "rakan_aceh", "target": "rakan_aceh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "prokompimkabkarawang", "source": "prokompimkabkarawang", "target": "aep_syaepulohse", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "prokompimkabkarawang", "source": "prokompimkabkarawang", "target": "hajimaslani", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "prokompimkabkarawang", "source": "prokompimkabkarawang", "target": "ang.rahmatullah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "maswoko46", "source": "maswoko46", "target": "kementrianbakuhantam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "humaspolresabdya", "source": "humaspolresabdya", "target": "marzukialba_bd91", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "humaspolresabdya", "source": "humaspolresabdya", "target": "sahabatomjuki", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "humaspolresabdya", "source": "humaspolresabdya", "target": "kapolda_aceh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "humaspolresabdya", "source": "humaspolresabdya", "target": "spripimpoldaaceh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "humaspolresabdya", "source": "humaspolresabdya", "target": "spripim.polri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "humaspolresabdya", "source": "humaspolresabdya", "target": "bidhumaspoldaaceh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "humaspolresabdya", "source": "humaspolresabdya", "target": "divisihumaspolri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "humaspolresabdya", "source": "humaspolresabdya", "target": "polisi_peduli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "humaspolresabdya", "source": "humaspolresabdya", "target": "halo_polisi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "humaspolresabdya", "source": "humaspolresabdya", "target": "polisi_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "humaspolresabdya", "source": "humaspolresabdya", "target": "polisirepublikindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "hanyadianaja", "source": "hanyadianaja", "target": "sudutgelap.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "hanyadianaja", "source": "hanyadianaja", "target": "sudutgelap.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "KemenPU", "source": "KemenPU", "target": "Dody_Hanggodo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "KemenPU", "source": "KemenPU", "target": "bakom.ri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "KemenPU", "source": "KemenPU", "target": "kantorstafpresidenri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "bidhumaspoldaaceh", "source": "bidhumaspoldaaceh", "target": "marzukialba_bd91", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "bidhumaspoldaaceh", "source": "bidhumaspoldaaceh", "target": "sahabatomjuki", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "bidhumaspoldaaceh", "source": "bidhumaspoldaaceh", "target": "kapolda_aceh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "bidhumaspoldaaceh", "source": "bidhumaspoldaaceh", "target": "spripimpoldaaceh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "bidhumaspoldaaceh", "source": "bidhumaspoldaaceh", "target": "spripim.polri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "bidhumaspoldaaceh", "source": "bidhumaspoldaaceh", "target": "bidhumaspoldaaceh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "bidhumaspoldaaceh", "source": "bidhumaspoldaaceh", "target": "divisihumaspolri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "bidhumaspoldaaceh", "source": "bidhumaspoldaaceh", "target": "polisi_peduli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "bidhumaspoldaaceh", "source": "bidhumaspoldaaceh", "target": "halo_polisi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "bidhumaspoldaaceh", "source": "bidhumaspoldaaceh", "target": "polisi_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "bidhumaspoldaaceh", "source": "bidhumaspoldaaceh", "target": "polisirepublikindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InsightEcobankSolution", "source": "@InsightEcobankSolution", "target": "insightecobank.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InsightEcobankSolution", "source": "@InsightEcobankSolution", "target": "insightecobank.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@PikiranRakyatKuningan", "source": "@PikiranRakyatKuningan", "target": "ojkindonesia306", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@PikiranRakyatKuningan", "source": "@PikiranRakyatKuningan", "target": "OtoritasJasaKeuangan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@PikiranRakyatKuningan", "source": "@PikiranRakyatKuningan", "target": "dutaliterasikeuanganojk", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@PikiranRakyatKuningan", "source": "@PikiranRakyatKuningan", "target": "ojkjabar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@PikiranRakyatKuningan", "source": "@PikiranRakyatKuningan", "target": "ojkcirebon4902", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}