{"nodes": [{"key": "cho2MLHC", "attributes": {"label": "cho2MLHC", "x": 279.46909580749224, "y": 304.47054093455995, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2065727798090605038", "id": "cho2MLHC", "source": "retweet-000002", "content": "Purbaya X Perry, Siapa Bisa Menguatkan Rupiah?\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Bank Indonesia Perry War…", "post_id": "2065727798090605038"}}, {"key": "tempodotco", "attributes": {"label": "tempodotco", "x": 946.6392847153121, "y": 368.3011078086411, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 11.1365, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "2065727798090605038", "id": "tempodotco", "source": "retweet-000002", "content": "Purbaya X Perry, Siapa Bisa Menguatkan Rupiah?\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Bank Indonesia Perry War…", "post_id": "2065727798090605038"}}, {"key": "harijadee", "attributes": {"label": "harijadee", "x": 938.458494021611, "y": 772.4635767476136, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2065798097004064904", "id": "harijadee", "source": "retweet-000002", "content": "Purbaya X Perry, Siapa Bisa Menguatkan Rupiah?\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Bank Indonesia Perry War…", "post_id": "2065798097004064904"}}, {"key": "ltf1010", "attributes": {"label": "ltf1010", "x": 55.48263331180436, "y": 388.4311767043448, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2065921562998624608", "id": "ltf1010", "source": "retweet-000002", "content": "Purbaya X Perry, Siapa Bisa Menguatkan Rupiah?\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Bank Indonesia Perry War…", "post_id": "2065921562998624608"}}, {"key": "jek_uncle", "attributes": {"label": "jek_uncle", "x": 110.56207042370659, "y": 321.41747786660545, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2062480350765559835", "id": "jek_uncle", "source": "tweet-000004", "content": "SKENARIO YANG BEREDAR DI KALANGAN PELAKU PASAR\n1. Pergantian Menteri Keuangan.\n2. Chatib Basri atau Budi Gunadi Sadikin menjadi kandidat kuat Menkeu.\n3. Purbaya Yudhi Sadewa bergeser ke Bank Indonesia.\n⚠️ Masih sebatas rumor dan spekulasi. https://t.co/Trzh6Zpqr7", "post_id": "2062480350765559835"}}, {"key": "SobatBandar", "attributes": {"label": "SobatBandar", "x": 306.81923888481964, "y": 907.8229886892718, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.0561, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2062480350765559835", "id": "SobatBandar", "source": "tweet-000004", "content": "SKENARIO YANG BEREDAR DI KALANGAN PELAKU PASAR\n1. Pergantian Menteri Keuangan.\n2. Chatib Basri atau Budi Gunadi Sadikin menjadi kandidat kuat Menkeu.\n3. Purbaya Yudhi Sadewa bergeser ke Bank Indonesia.\n⚠️ Masih sebatas rumor dan spekulasi. https://t.co/Trzh6Zpqr7", "post_id": "2062480350765559835"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 37.44112612426975, "y": 141.04065114058005, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5688, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 7, "out_degree": 5, "degree": 12}, "_id": "3909769699831658600_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Pemerintah meyakini depresiasi rupiah atas dolar AS bersifat sementara akibat faktor eksternal dan musiman. Dalam hitungan bulan, kurs rupiah diproyeksikan menguat melawan greenback.\n\nKurs rupiah terhadap dolar AS terus melemah dalam beberapa minggu terakhir. Pada penutupan perdagangan Jumat (29/5/2026), nilai USD1 setara Rp17.823, yang mencerminkan tekanan meski Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga cukup agresif.\n\nSejak awal 2026, kurs rupiah melemah 6,6 persen terhadap dolar AS, menjadikan mata uang Garuda menjadi salah satu yang terlemah di kawasan Asia. Untuk Mei 2026 saja, rupiah terkoreksi sekitar 3 persen.\n\nMenteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, apa yang terjadi pada kurs rupiah saat ini tidak sesuai dengan fundamental ekonomi Indonesia yang kuat. Dia menilai, ekonomi domestik yang solid akan memperkuat rupiah dalam jangka menengah dan panjang.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/economics/purbaya-percaya-rupiah-bakal-lebih-kuat-dalam-2-3-bulan-ke-depan-ini-alasannya\n\nAtau klik link di Bio \n\nFoto: Dok. Kemenkeu\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #purbaya #rupiah #rupiahkuat", "post_id": "3909769699831658600_3310659452"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 949.8796536415372, "y": 545.6723180480624, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.8305, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 3, "degree": 6}, "_id": "3913320726867274944_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan BI dan Kementerian Keuangan menyiapkan dua strategi koordinasi fiskal dan moneter untuk menjaga stabilitas rupiah, dalam pertemuan DPR bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Sabtu (6/6/2026).\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#bankindonesia #purbaya #rupiah #bloombergtechnoz", "post_id": "3913320726867274944_51748745734"}}, {"key": "validnews", "attributes": {"label": "validnews", "x": 221.25949379648847, "y": 493.5481930087957, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3912004225203794734_5593726572", "id": "validnews", "source": "instagram-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Rabu (3/6), membantah kabar yang menyebut dirinya meminta perbankan melakukan stress test jika nilai tukar rupiah melampaui Rp18.000 per dolar AS. Bantahan tersebut untuk merespon pelemahan rupiah yang pada Kamis (4/6) pagi tercatat menyentuh Rp18.025,50 per dolar AS. \n\nMenurut Purbaya, berbagai rumor di pasar justru berkontribusi menciptakan sentimen negatif terhadap rupiah. Ia menegaskan bahwa stabilisasi nilai tukar merupakan kewenangan Bank Indonesia, sementara pemerintah akan tetap fokus menjaga fondasi ekonomi nasional dan berkoordinasi melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bila diperlukan.\n\nBaca berita selengkapnya hanya di Validnews.id atau klik link di bio.\n\n \n\n#rupiah #ekonomiindonesia #purbaya #kursdolar #updateekonomi", "post_id": "3912004225203794734_5593726572"}}, {"key": "kemenkeuri", "attributes": {"label": "kemenkeuri", "x": 366.13562212451467, "y": 982.1582117219483, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.9756, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912004225203794734_5593726572", "id": "kemenkeuri", "source": "instagram-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Rabu (3/6), membantah kabar yang menyebut dirinya meminta perbankan melakukan stress test jika nilai tukar rupiah melampaui Rp18.000 per dolar AS. Bantahan tersebut untuk merespon pelemahan rupiah yang pada Kamis (4/6) pagi tercatat menyentuh Rp18.025,50 per dolar AS. \n\nMenurut Purbaya, berbagai rumor di pasar justru berkontribusi menciptakan sentimen negatif terhadap rupiah. Ia menegaskan bahwa stabilisasi nilai tukar merupakan kewenangan Bank Indonesia, sementara pemerintah akan tetap fokus menjaga fondasi ekonomi nasional dan berkoordinasi melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bila diperlukan.\n\nBaca berita selengkapnya hanya di Validnews.id atau klik link di bio.\n\n \n\n#rupiah #ekonomiindonesia #purbaya #kursdolar #updateekonomi", "post_id": "3912004225203794734_5593726572"}}, {"key": "menkeuri", "attributes": {"label": "menkeuri", "x": 896.7169396601087, "y": 333.9338580512594, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.1365, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3912004225203794734_5593726572", "id": "menkeuri", "source": "instagram-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Rabu (3/6), membantah kabar yang menyebut dirinya meminta perbankan melakukan stress test jika nilai tukar rupiah melampaui Rp18.000 per dolar AS. Bantahan tersebut untuk merespon pelemahan rupiah yang pada Kamis (4/6) pagi tercatat menyentuh Rp18.025,50 per dolar AS. \n\nMenurut Purbaya, berbagai rumor di pasar justru berkontribusi menciptakan sentimen negatif terhadap rupiah. Ia menegaskan bahwa stabilisasi nilai tukar merupakan kewenangan Bank Indonesia, sementara pemerintah akan tetap fokus menjaga fondasi ekonomi nasional dan berkoordinasi melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bila diperlukan.\n\nBaca berita selengkapnya hanya di Validnews.id atau klik link di bio.\n\n \n\n#rupiah #ekonomiindonesia #purbaya #kursdolar #updateekonomi", "post_id": "3912004225203794734_5593726572"}}, {"key": "suaragarut.id", "attributes": {"label": "suaragarut.id", "x": 442.0128728362802, "y": 115.9743203192578, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 32.6341, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3912735298739907856_35619913485", "id": "suaragarut.id", "source": "instagram-000001", "content": "Mensesneg Jawab Rumor Menkeu Purbaya Mundur hingga Rupiah Anjlok ke Rp18.000 per Dolar AS \n____\n\nMensesneg Prasetyo Hadi menegaskan bahwa rumor Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mundur dan diganti tidak benar. \n\nIa menegaskan bahwa koordinasi antara lembaga dan kementerian saat ini justru lebih dibutuhkan.\n\n\"Dari mana itu, nggak ada. Saya kira tadi sore sudah disampaikan oleh beliau, tidak ada rencana penggantian. Justru yang sekarang kita perlukan adalah koordinasi yang erat antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan dan tentu di bawah koordinasi Kemenko Keuangan, jadi tidak ada rencana itu, belum ada,\" ujar Prasetyo Hadi, Jakarta, Kamis (4/6/2026). \n\nMenanggapi rupiah yang anjlok ke Rp18.000 per dolar AS, Prasetyo meyakini bahwa fundamental ekonomi Indonesia kuat.\n\n___\n\nSumber kompastv\nDM for copyright or removal\n\n[Baca berita dan informasi menarik lainnya hanya di https://suaragarut.id/]\n\nFollow akun  untuk informasi dan konten menarik lainnya\n\n#kebijakanpemerintah#suaragarutid#newsupdate#infoupdate", "post_id": "3912735298739907856_35619913485"}}, {"key": "10349080845", "attributes": {"label": "10349080845", "x": 974.103433121896, "y": 764.1406024078095, "size": 12.35, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 71.7718, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3912101208057575055_10349080845", "id": "10349080845", "source": "instagram-000001", "content": "DPR resmi sahkan revisi UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) jadi UU baru pada Kamis (4/6/2026), dihadiri Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri PAN-RB Rini Widyantini. Revisi punya skala besar dengan 17 pokok materi baru, 105 angka perubahan, dan mengubah 9 UU sektor keuangan sekaligus. Lima perubahan paling penting yang langsung berdampak ke kamu: aset kripto resmi punya payung hukum khusus (kemungkinan termasuk aturan exchange, pajak, custody, dan perlindungan investor); pemerintah bentuk Satuan Tugas khusus untuk berantas pinjol ilegal dan judi online; Danantara dapat kewenangan terbitkan surat utang sebagai instrument investasi baru; Indonesia bikin bursa khusus untuk perdagangan mineral strategis seperti nikel; serta kelembagaan Bank Indonesia, OJK, dan LPS direform dengan kewenangan dan struktur baru, plus DPR sekarang punya kewenangan lebih dalam evaluasi kinerja ketiga lembaga ini. UU tinggal tandatangan Presiden Prabowo sebelum berlaku, dengan aturan turunan dari OJK, BI, dan kementerian akan keluar bertahap. Sumber: TWS News  #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "3912101208057575055_10349080845"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 828.3035486944394, "y": 230.55521384119638, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 47.8912, "eigenvector": 92.0919, "in_degree": 13, "out_degree": 0, "degree": 13}, "_id": "3912101208057575055_10349080845", "id": "tradewithsuli", "source": "instagram-000001", "content": "DPR resmi sahkan revisi UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) jadi UU baru pada Kamis (4/6/2026), dihadiri Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri PAN-RB Rini Widyantini. Revisi punya skala besar dengan 17 pokok materi baru, 105 angka perubahan, dan mengubah 9 UU sektor keuangan sekaligus. Lima perubahan paling penting yang langsung berdampak ke kamu: aset kripto resmi punya payung hukum khusus (kemungkinan termasuk aturan exchange, pajak, custody, dan perlindungan investor); pemerintah bentuk Satuan Tugas khusus untuk berantas pinjol ilegal dan judi online; Danantara dapat kewenangan terbitkan surat utang sebagai instrument investasi baru; Indonesia bikin bursa khusus untuk perdagangan mineral strategis seperti nikel; serta kelembagaan Bank Indonesia, OJK, dan LPS direform dengan kewenangan dan struktur baru, plus DPR sekarang punya kewenangan lebih dalam evaluasi kinerja ketiga lembaga ini. UU tinggal tandatangan Presiden Prabowo sebelum berlaku, dengan aturan turunan dari OJK, BI, dan kementerian akan keluar bertahap. Sumber: TWS News  #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "3912101208057575055_10349080845"}}, {"key": "infoacehtimur_official", "attributes": {"label": "infoacehtimur_official", "x": 914.9135371631344, "y": 218.55107959870102, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3909221458187848851_7232012334", "id": "infoacehtimur_official", "source": "instagram-000001", "content": "“Geleng Kepala”\n\nJanuari 2026, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa pede banget bilang ke CNN Indonesia: “Saya bisa kuatkan rupiah dalam semalam. Dua hari, semalam dua malam beres” 💪 \nWaktu itu rupiah masih di Rp16.956/dolar AS. Nadanya yakin, kesannya tinggal muter tombol.\n\nFast forward ke 27 Mei 2026, Kompas.com nulis judul beda: “Kurs Rupiah Nyaris Tembus Rp17.800, Purbaya: Ya Saya Stres” 😮‍💨 \nRupiah malah makin nyungsep ke Rp17.796. Janji “semalam beres” nggak ketemu, yang ada canda “saya stres” sambil bilang APBN aman.\n\nIronisnya, alasannya mirip-mirip: fundamental ekonomi baik, dana asing masuk, tapi rupiah tetap melemah. 20 Januari katanya “tahu penyebabnya tapi bukan ranah BI”. 27 Mei bilangnya “stres tapi bond market terkendali”. Rakyat di tengah? Cuma bisa pasrah liat harga-harga naik.\n\nDua judul, satu menteri, empat bulan jaraknya. Plot twist-nya bikin kita geleng kepala 🤦 Mau percaya versi “semalam beres” atau siap-siap stres bareng? Komen pendapatmu di bawah 👇\n\n#Rupiah #Purbaya #MenkeuRI #KursDollar #EkonomiIndonesia BeritaTerkini GelengKepala RupiahVsDollar Indonesia\n\nBaca selengkapnya di website infoacehtimur.com (link di bio & story)\n________________________\nSalon mobil:  \nSelalu gunakan tagar :\nInfoacehtimur_Official acehtimur infoacehtimur beritaacehtimur\nTerimakasih", "post_id": "3909221458187848851_7232012334"}}, {"key": "88royals.coating", "attributes": {"label": "88royals.coating", "x": 718.7562280366052, "y": 538.0400847318102, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 13.217, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3909221458187848851_7232012334", "id": "88royals.coating", "source": "instagram-000001", "content": "“Geleng Kepala”\n\nJanuari 2026, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa pede banget bilang ke CNN Indonesia: “Saya bisa kuatkan rupiah dalam semalam. Dua hari, semalam dua malam beres” 💪 \nWaktu itu rupiah masih di Rp16.956/dolar AS. Nadanya yakin, kesannya tinggal muter tombol.\n\nFast forward ke 27 Mei 2026, Kompas.com nulis judul beda: “Kurs Rupiah Nyaris Tembus Rp17.800, Purbaya: Ya Saya Stres” 😮‍💨 \nRupiah malah makin nyungsep ke Rp17.796. Janji “semalam beres” nggak ketemu, yang ada canda “saya stres” sambil bilang APBN aman.\n\nIronisnya, alasannya mirip-mirip: fundamental ekonomi baik, dana asing masuk, tapi rupiah tetap melemah. 20 Januari katanya “tahu penyebabnya tapi bukan ranah BI”. 27 Mei bilangnya “stres tapi bond market terkendali”. Rakyat di tengah? Cuma bisa pasrah liat harga-harga naik.\n\nDua judul, satu menteri, empat bulan jaraknya. Plot twist-nya bikin kita geleng kepala 🤦 Mau percaya versi “semalam beres” atau siap-siap stres bareng? Komen pendapatmu di bawah 👇\n\n#Rupiah #Purbaya #MenkeuRI #KursDollar #EkonomiIndonesia BeritaTerkini GelengKepala RupiahVsDollar Indonesia\n\nBaca selengkapnya di website infoacehtimur.com (link di bio & story)\n________________________\nSalon mobil:  \nSelalu gunakan tagar :\nInfoacehtimur_Official acehtimur infoacehtimur beritaacehtimur\nTerimakasih", "post_id": "3909221458187848851_7232012334"}}, {"key": "infopbun", "attributes": {"label": "infopbun", "x": 617.105333940598, "y": 686.7939219084664, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3910333949324934692_205065170", "id": "infopbun", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus menunjukkan pelemahan. Berdasarkan data Bloomberg, Selasa (2/6), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tembus Rp 17.888 sekitar pukul 09.19 WIB. Rupiah melemah 83,50 poin atau 0,47 persen Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS belum mengganggu kondisi perekonomian nasional. Menurutnya, pemerintah telah mengantisipasi pergerakan kurs dalam penyusunan APBN, sehingga kondisi fiskal masih tetap terjaga. Purbaya mengatakan fokus pemerintah saat ini bukan semata-mata pada pergerakan nilai tukar, melainkan menjaga pertumbuhan ekonomi domestik agar tetap kuat dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. Ia menilai fundamental ekonomi yang solid akan menjadi faktor utama yang menopang penguatan rupiah ke depan. Purbaya menjelaskan secara teori mata uang suatu negara akan mengikuti kekuatan perekonomiannya. \nKarena itu, pemerintah terus berupaya menjaga momentum pertumbuhan agar Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang menarik di tengah ketidakpastian global. Purbaya menilai investor, baik foreign direct investment maupun investor portofolio, cenderung menempatkan dananya di negara yang memiliki prospek pertumbuhan ekonomi menjanjikan. Dengan kondisi tersebut, aliran modal yang masuk pada akhirnya dapat mendukung penguatan rupiah. \n\n📸: Dok. Antara. ⁠ \n\n#infoPBUN", "post_id": "3910333949324934692_205065170"}}, {"key": "kumparancom", "attributes": {"label": "kumparancom", "x": 936.3676486952605, "y": 314.91685031850744, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0561, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3910333949324934692_205065170", "id": "kumparancom", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus menunjukkan pelemahan. Berdasarkan data Bloomberg, Selasa (2/6), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tembus Rp 17.888 sekitar pukul 09.19 WIB. Rupiah melemah 83,50 poin atau 0,47 persen Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS belum mengganggu kondisi perekonomian nasional. Menurutnya, pemerintah telah mengantisipasi pergerakan kurs dalam penyusunan APBN, sehingga kondisi fiskal masih tetap terjaga. Purbaya mengatakan fokus pemerintah saat ini bukan semata-mata pada pergerakan nilai tukar, melainkan menjaga pertumbuhan ekonomi domestik agar tetap kuat dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. Ia menilai fundamental ekonomi yang solid akan menjadi faktor utama yang menopang penguatan rupiah ke depan. Purbaya menjelaskan secara teori mata uang suatu negara akan mengikuti kekuatan perekonomiannya. \nKarena itu, pemerintah terus berupaya menjaga momentum pertumbuhan agar Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang menarik di tengah ketidakpastian global. Purbaya menilai investor, baik foreign direct investment maupun investor portofolio, cenderung menempatkan dananya di negara yang memiliki prospek pertumbuhan ekonomi menjanjikan. Dengan kondisi tersebut, aliran modal yang masuk pada akhirnya dapat mendukung penguatan rupiah. \n\n📸: Dok. Antara. ⁠ \n\n#infoPBUN", "post_id": "3910333949324934692_205065170"}}, {"key": "kilat.media", "attributes": {"label": "kilat.media", "x": 951.5191019685075, "y": 34.301268977191214, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 5, "degree": 5}, "_id": "3913562234563843059_13707920938", "id": "kilat.media", "source": "instagram-000001", "content": "Akbar Faizal berkomentar soal rupiah yang makin melemah, ia singgung Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Seperti yang diketahui, nilai rupiah ke dollar AS kini Rp18 ribu dan menuai kecaman masyarakat.\n\nAkbar Faizal pun mengkritik sosok Menkeu Purbaya dalam cuitan terbarunya pada hari Jumat 5 Juni 2026. Dalam cuitannya Akbar menyebut Purbaya kalah, ia menyebut apa yang disampaikan tak terbukti.\n\nSebelumnya Purbaya menyebut bahwa keadaan ekonomi Indonesia baik-baik saja. Purbaya bahkan menyebut bahwa rupiah akan segera menguat lagi saat kemarin masih di angka Rp17 ribu.\n\nNamun rupanya apa yang disampaikan Purbaya tak terbukti ia menagih kebijakan yang layak.\n\n“Anda kalah Mas Yudhi , Menteri  Semua yg Anda ucapkan dan janjikan tak terbukti.” katanya lewat cuitan.\n\nAkbar menyebut Purbaya perlu memutuskan sesuatu yang layak buat masyarakat dan dirinya sendiri. Akbar menandai akun Bank Indonesia, OJK dan Prabowo Subianto.\n\n“Putuskan sesuatu yang layak bagi kami dan untuk diri Anda sendiri.   ,” pungkasnya.\n\nPenasaran dengan Berita Lengkapnya? Klik link beritanya di bawah ini \n\nhttps://www.kilat.com/nasional/84417215030/akbar-faizal-sebut-menkeu-purbaya-kalah-pasca-rupiah-makin-melemah-putuskan-yang-layak-bagi-kami", "post_id": "3913562234563843059_13707920938"}}, {"key": "/PurbayaYudhi", "attributes": {"label": "/PurbayaYudhi", "x": 620.79210428594, "y": 757.8448209677747, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7274, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3913562234563843059_13707920938", "id": "/PurbayaYudhi", "source": "instagram-000001", "content": "Akbar Faizal berkomentar soal rupiah yang makin melemah, ia singgung Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Seperti yang diketahui, nilai rupiah ke dollar AS kini Rp18 ribu dan menuai kecaman masyarakat.\n\nAkbar Faizal pun mengkritik sosok Menkeu Purbaya dalam cuitan terbarunya pada hari Jumat 5 Juni 2026. Dalam cuitannya Akbar menyebut Purbaya kalah, ia menyebut apa yang disampaikan tak terbukti.\n\nSebelumnya Purbaya menyebut bahwa keadaan ekonomi Indonesia baik-baik saja. Purbaya bahkan menyebut bahwa rupiah akan segera menguat lagi saat kemarin masih di angka Rp17 ribu.\n\nNamun rupanya apa yang disampaikan Purbaya tak terbukti ia menagih kebijakan yang layak.\n\n“Anda kalah Mas Yudhi , Menteri  Semua yg Anda ucapkan dan janjikan tak terbukti.” katanya lewat cuitan.\n\nAkbar menyebut Purbaya perlu memutuskan sesuatu yang layak buat masyarakat dan dirinya sendiri. Akbar menandai akun Bank Indonesia, OJK dan Prabowo Subianto.\n\n“Putuskan sesuatu yang layak bagi kami dan untuk diri Anda sendiri.   ,” pungkasnya.\n\nPenasaran dengan Berita Lengkapnya? Klik link beritanya di bawah ini \n\nhttps://www.kilat.com/nasional/84417215030/akbar-faizal-sebut-menkeu-purbaya-kalah-pasca-rupiah-makin-melemah-putuskan-yang-layak-bagi-kami", "post_id": "3913562234563843059_13707920938"}}, {"key": "/KemenkeuRI.", "attributes": {"label": "/KemenkeuRI.", "x": 637.1031099561435, "y": 291.5209687046181, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7274, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3913562234563843059_13707920938", "id": "/KemenkeuRI.", "source": "instagram-000001", "content": "Akbar Faizal berkomentar soal rupiah yang makin melemah, ia singgung Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Seperti yang diketahui, nilai rupiah ke dollar AS kini Rp18 ribu dan menuai kecaman masyarakat.\n\nAkbar Faizal pun mengkritik sosok Menkeu Purbaya dalam cuitan terbarunya pada hari Jumat 5 Juni 2026. Dalam cuitannya Akbar menyebut Purbaya kalah, ia menyebut apa yang disampaikan tak terbukti.\n\nSebelumnya Purbaya menyebut bahwa keadaan ekonomi Indonesia baik-baik saja. Purbaya bahkan menyebut bahwa rupiah akan segera menguat lagi saat kemarin masih di angka Rp17 ribu.\n\nNamun rupanya apa yang disampaikan Purbaya tak terbukti ia menagih kebijakan yang layak.\n\n“Anda kalah Mas Yudhi , Menteri  Semua yg Anda ucapkan dan janjikan tak terbukti.” katanya lewat cuitan.\n\nAkbar menyebut Purbaya perlu memutuskan sesuatu yang layak buat masyarakat dan dirinya sendiri. Akbar menandai akun Bank Indonesia, OJK dan Prabowo Subianto.\n\n“Putuskan sesuatu yang layak bagi kami dan untuk diri Anda sendiri.   ,” pungkasnya.\n\nPenasaran dengan Berita Lengkapnya? Klik link beritanya di bawah ini \n\nhttps://www.kilat.com/nasional/84417215030/akbar-faizal-sebut-menkeu-purbaya-kalah-pasca-rupiah-makin-melemah-putuskan-yang-layak-bagi-kami", "post_id": "3913562234563843059_13707920938"}}, {"key": "/bank_indonesia", "attributes": {"label": "/bank_indonesia", "x": 244.76779323485744, "y": 404.16689770191635, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7274, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3913562234563843059_13707920938", "id": "/bank_indonesia", "source": "instagram-000001", "content": "Akbar Faizal berkomentar soal rupiah yang makin melemah, ia singgung Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Seperti yang diketahui, nilai rupiah ke dollar AS kini Rp18 ribu dan menuai kecaman masyarakat.\n\nAkbar Faizal pun mengkritik sosok Menkeu Purbaya dalam cuitan terbarunya pada hari Jumat 5 Juni 2026. Dalam cuitannya Akbar menyebut Purbaya kalah, ia menyebut apa yang disampaikan tak terbukti.\n\nSebelumnya Purbaya menyebut bahwa keadaan ekonomi Indonesia baik-baik saja. Purbaya bahkan menyebut bahwa rupiah akan segera menguat lagi saat kemarin masih di angka Rp17 ribu.\n\nNamun rupanya apa yang disampaikan Purbaya tak terbukti ia menagih kebijakan yang layak.\n\n“Anda kalah Mas Yudhi , Menteri  Semua yg Anda ucapkan dan janjikan tak terbukti.” katanya lewat cuitan.\n\nAkbar menyebut Purbaya perlu memutuskan sesuatu yang layak buat masyarakat dan dirinya sendiri. Akbar menandai akun Bank Indonesia, OJK dan Prabowo Subianto.\n\n“Putuskan sesuatu yang layak bagi kami dan untuk diri Anda sendiri.   ,” pungkasnya.\n\nPenasaran dengan Berita Lengkapnya? Klik link beritanya di bawah ini \n\nhttps://www.kilat.com/nasional/84417215030/akbar-faizal-sebut-menkeu-purbaya-kalah-pasca-rupiah-makin-melemah-putuskan-yang-layak-bagi-kami", "post_id": "3913562234563843059_13707920938"}}, {"key": "/ojkindonesia", "attributes": {"label": "/ojkindonesia", "x": 523.5408542268659, "y": 583.760941826528, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7274, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3913562234563843059_13707920938", "id": "/ojkindonesia", "source": "instagram-000001", "content": "Akbar Faizal berkomentar soal rupiah yang makin melemah, ia singgung Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Seperti yang diketahui, nilai rupiah ke dollar AS kini Rp18 ribu dan menuai kecaman masyarakat.\n\nAkbar Faizal pun mengkritik sosok Menkeu Purbaya dalam cuitan terbarunya pada hari Jumat 5 Juni 2026. Dalam cuitannya Akbar menyebut Purbaya kalah, ia menyebut apa yang disampaikan tak terbukti.\n\nSebelumnya Purbaya menyebut bahwa keadaan ekonomi Indonesia baik-baik saja. Purbaya bahkan menyebut bahwa rupiah akan segera menguat lagi saat kemarin masih di angka Rp17 ribu.\n\nNamun rupanya apa yang disampaikan Purbaya tak terbukti ia menagih kebijakan yang layak.\n\n“Anda kalah Mas Yudhi , Menteri  Semua yg Anda ucapkan dan janjikan tak terbukti.” katanya lewat cuitan.\n\nAkbar menyebut Purbaya perlu memutuskan sesuatu yang layak buat masyarakat dan dirinya sendiri. Akbar menandai akun Bank Indonesia, OJK dan Prabowo Subianto.\n\n“Putuskan sesuatu yang layak bagi kami dan untuk diri Anda sendiri.   ,” pungkasnya.\n\nPenasaran dengan Berita Lengkapnya? Klik link beritanya di bawah ini \n\nhttps://www.kilat.com/nasional/84417215030/akbar-faizal-sebut-menkeu-purbaya-kalah-pasca-rupiah-makin-melemah-putuskan-yang-layak-bagi-kami", "post_id": "3913562234563843059_13707920938"}}, {"key": "/prabowo", "attributes": {"label": "/prabowo", "x": 120.24516673242135, "y": 355.34978809472585, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7274, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3913562234563843059_13707920938", "id": "/prabowo", "source": "instagram-000001", "content": "Akbar Faizal berkomentar soal rupiah yang makin melemah, ia singgung Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Seperti yang diketahui, nilai rupiah ke dollar AS kini Rp18 ribu dan menuai kecaman masyarakat.\n\nAkbar Faizal pun mengkritik sosok Menkeu Purbaya dalam cuitan terbarunya pada hari Jumat 5 Juni 2026. Dalam cuitannya Akbar menyebut Purbaya kalah, ia menyebut apa yang disampaikan tak terbukti.\n\nSebelumnya Purbaya menyebut bahwa keadaan ekonomi Indonesia baik-baik saja. Purbaya bahkan menyebut bahwa rupiah akan segera menguat lagi saat kemarin masih di angka Rp17 ribu.\n\nNamun rupanya apa yang disampaikan Purbaya tak terbukti ia menagih kebijakan yang layak.\n\n“Anda kalah Mas Yudhi , Menteri  Semua yg Anda ucapkan dan janjikan tak terbukti.” katanya lewat cuitan.\n\nAkbar menyebut Purbaya perlu memutuskan sesuatu yang layak buat masyarakat dan dirinya sendiri. Akbar menandai akun Bank Indonesia, OJK dan Prabowo Subianto.\n\n“Putuskan sesuatu yang layak bagi kami dan untuk diri Anda sendiri.   ,” pungkasnya.\n\nPenasaran dengan Berita Lengkapnya? Klik link beritanya di bawah ini \n\nhttps://www.kilat.com/nasional/84417215030/akbar-faizal-sebut-menkeu-purbaya-kalah-pasca-rupiah-makin-melemah-putuskan-yang-layak-bagi-kami", "post_id": "3913562234563843059_13707920938"}}, {"key": "prast_ulrcih", "attributes": {"label": "prast_ulrcih", "x": 761.0629523501001, "y": 862.6926272381525, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1819, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3914955657548414428_3310659452", "id": "prast_ulrcih", "source": "instagram-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan akan mendorong koordinasi dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah yang mengalami tekanan. Menteri Purbaya menegaskan, bahwa kewenangan utama dalam menjaga stabilitas Rupiah tetap berada di tangan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter. Namun apabila diperlukan koordinasi yang lebih intensif, maka KSSK akan mengambil langkah untuk memperbaiki kondisi nilai tukar Rupiah.\n\nPurbaya menambahkan, pelemahan Rupiah lebih banyak dipicu sentimen pasar dibandingkan kondisi fundamental ekonomi nasional. Dan beredarnya berbagai isu dan spekulasi negatif, termasuk isu tidak benar mengenai permintaan Menteri Keuangan kepada perbankan untuk melakukan simulasi terhadap skenario rupiah di atas Rp18.000 per dolar Amerika Serikat, sempat mempengaruhi persepsi pelaku pasar. Purbaya memastikan seiring fundamental ekonomi yang stabil, Rupiah akan kembali ke levelnya.\n\nSaksikan pembahasan selengkapnya dalam program Market Review bersama Prasetyo Wibowo  , Senin 8 Juni 2026, pukul 21.00 - 21.30 WIB. LIVE di IDX Channel (Indihome Ch 119, MNC VISION Ch 100, MNC PLAY Ch 128 HD, First Media Ch 389, K-VISION Ch 129, OXYGEN Ch 137 dan MY REPUBLIK Ch 576). Saksikan juga LIVE STREAMING di www.idxchannel.com dan aplikasi IDX Channel TV di APPS  store.\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #marketreview", "post_id": "3914955657548414428_3310659452"}}, {"key": "idntimes.video", "attributes": {"label": "idntimes.video", "x": 746.3687069242154, "y": 924.0324476559443, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 9, "degree": 9}, "_id": "3912123935579309139_2089700769", "id": "idntimes.video", "source": "instagram-000001", "content": "ISTANA BANTAH ISU PURBAYA KENA RESHUFFLE: SEKARANG SAATNYA KOORDINASI\n\nJakarta, IDN Times - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, membantah isu Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, terkena reshuffle atau pun mengundurkan diri dari Kabinet Merah Putih. Dia menegaskan tidak ada rencana pergantian anggota kabinet dalam waktu dekat.\n\n\"Gak ada, gak ada. Saya kira tadi sore juga sudah disampaikan oleh beliau (Purbaya) juga kan tidak ada, tidak ada rencana pergantian,\" ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).\n\n\"Justru yang sekarang kita perlukan adalah saling koordinasi yang erat, yang intens antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan tentu di bawah koordinasi Kemenko Ekonomi, gitu,\" sambungnya.\n\nSebelumnya, Purbaya juga membantah isu tersebut. Menurutnya, isu tersebut hanya rumor.\n\nReporter: Muhammad Ilman Nafi'an \nEditor: Alya\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\n\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#IDNTimes #Purbaya #PrasetyoHadi", "post_id": "3912123935579309139_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes", "attributes": {"label": "IDNTimes", "x": 662.0297403952449, "y": 720.593707325701, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.3575, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912123935579309139_2089700769", "id": "IDNTimes", "source": "instagram-000001", "content": "ISTANA BANTAH ISU PURBAYA KENA RESHUFFLE: SEKARANG SAATNYA KOORDINASI\n\nJakarta, IDN Times - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, membantah isu Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, terkena reshuffle atau pun mengundurkan diri dari Kabinet Merah Putih. Dia menegaskan tidak ada rencana pergantian anggota kabinet dalam waktu dekat.\n\n\"Gak ada, gak ada. Saya kira tadi sore juga sudah disampaikan oleh beliau (Purbaya) juga kan tidak ada, tidak ada rencana pergantian,\" ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).\n\n\"Justru yang sekarang kita perlukan adalah saling koordinasi yang erat, yang intens antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan tentu di bawah koordinasi Kemenko Ekonomi, gitu,\" sambungnya.\n\nSebelumnya, Purbaya juga membantah isu tersebut. Menurutnya, isu tersebut hanya rumor.\n\nReporter: Muhammad Ilman Nafi'an \nEditor: Alya\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\n\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#IDNTimes #Purbaya #PrasetyoHadi", "post_id": "3912123935579309139_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Korea", "attributes": {"label": "IDNTimes.Korea", "x": 905.7176646644349, "y": 623.9505905381392, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.3575, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912123935579309139_2089700769", "id": "IDNTimes.Korea", "source": "instagram-000001", "content": "ISTANA BANTAH ISU PURBAYA KENA RESHUFFLE: SEKARANG SAATNYA KOORDINASI\n\nJakarta, IDN Times - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, membantah isu Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, terkena reshuffle atau pun mengundurkan diri dari Kabinet Merah Putih. Dia menegaskan tidak ada rencana pergantian anggota kabinet dalam waktu dekat.\n\n\"Gak ada, gak ada. Saya kira tadi sore juga sudah disampaikan oleh beliau (Purbaya) juga kan tidak ada, tidak ada rencana pergantian,\" ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).\n\n\"Justru yang sekarang kita perlukan adalah saling koordinasi yang erat, yang intens antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan tentu di bawah koordinasi Kemenko Ekonomi, gitu,\" sambungnya.\n\nSebelumnya, Purbaya juga membantah isu tersebut. Menurutnya, isu tersebut hanya rumor.\n\nReporter: Muhammad Ilman Nafi'an \nEditor: Alya\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\n\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#IDNTimes #Purbaya #PrasetyoHadi", "post_id": "3912123935579309139_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Community", "attributes": {"label": "IDNTimes.Community", "x": 293.28125745009123, "y": 230.60264627568117, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.3575, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912123935579309139_2089700769", "id": "IDNTimes.Community", "source": "instagram-000001", "content": "ISTANA BANTAH ISU PURBAYA KENA RESHUFFLE: SEKARANG SAATNYA KOORDINASI\n\nJakarta, IDN Times - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, membantah isu Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, terkena reshuffle atau pun mengundurkan diri dari Kabinet Merah Putih. Dia menegaskan tidak ada rencana pergantian anggota kabinet dalam waktu dekat.\n\n\"Gak ada, gak ada. Saya kira tadi sore juga sudah disampaikan oleh beliau (Purbaya) juga kan tidak ada, tidak ada rencana pergantian,\" ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).\n\n\"Justru yang sekarang kita perlukan adalah saling koordinasi yang erat, yang intens antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan tentu di bawah koordinasi Kemenko Ekonomi, gitu,\" sambungnya.\n\nSebelumnya, Purbaya juga membantah isu tersebut. Menurutnya, isu tersebut hanya rumor.\n\nReporter: Muhammad Ilman Nafi'an \nEditor: Alya\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\n\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#IDNTimes #Purbaya #PrasetyoHadi", "post_id": "3912123935579309139_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Hype", "attributes": {"label": "IDNTimes.Hype", "x": 8.130885476074878, "y": 205.55475541522262, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.3575, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912123935579309139_2089700769", "id": "IDNTimes.Hype", "source": "instagram-000001", "content": "ISTANA BANTAH ISU PURBAYA KENA RESHUFFLE: SEKARANG SAATNYA KOORDINASI\n\nJakarta, IDN Times - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, membantah isu Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, terkena reshuffle atau pun mengundurkan diri dari Kabinet Merah Putih. Dia menegaskan tidak ada rencana pergantian anggota kabinet dalam waktu dekat.\n\n\"Gak ada, gak ada. Saya kira tadi sore juga sudah disampaikan oleh beliau (Purbaya) juga kan tidak ada, tidak ada rencana pergantian,\" ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).\n\n\"Justru yang sekarang kita perlukan adalah saling koordinasi yang erat, yang intens antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan tentu di bawah koordinasi Kemenko Ekonomi, gitu,\" sambungnya.\n\nSebelumnya, Purbaya juga membantah isu tersebut. Menurutnya, isu tersebut hanya rumor.\n\nReporter: Muhammad Ilman Nafi'an \nEditor: Alya\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\n\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#IDNTimes #Purbaya #PrasetyoHadi", "post_id": "3912123935579309139_2089700769"}}, {"key": "Duniaku_com", "attributes": {"label": "Duniaku_com", "x": 900.711021067338, "y": 252.6274303256354, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.3575, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912123935579309139_2089700769", "id": "Duniaku_com", "source": "instagram-000001", "content": "ISTANA BANTAH ISU PURBAYA KENA RESHUFFLE: SEKARANG SAATNYA KOORDINASI\n\nJakarta, IDN Times - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, membantah isu Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, terkena reshuffle atau pun mengundurkan diri dari Kabinet Merah Putih. Dia menegaskan tidak ada rencana pergantian anggota kabinet dalam waktu dekat.\n\n\"Gak ada, gak ada. Saya kira tadi sore juga sudah disampaikan oleh beliau (Purbaya) juga kan tidak ada, tidak ada rencana pergantian,\" ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).\n\n\"Justru yang sekarang kita perlukan adalah saling koordinasi yang erat, yang intens antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan tentu di bawah koordinasi Kemenko Ekonomi, gitu,\" sambungnya.\n\nSebelumnya, Purbaya juga membantah isu tersebut. Menurutnya, isu tersebut hanya rumor.\n\nReporter: Muhammad Ilman Nafi'an \nEditor: Alya\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\n\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#IDNTimes #Purbaya #PrasetyoHadi", "post_id": "3912123935579309139_2089700769"}}, {"key": "Popbela_com", "attributes": {"label": "Popbela_com", "x": 746.3374747792506, "y": 848.3630632578654, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.3575, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912123935579309139_2089700769", "id": "Popbela_com", "source": "instagram-000001", "content": "ISTANA BANTAH ISU PURBAYA KENA RESHUFFLE: SEKARANG SAATNYA KOORDINASI\n\nJakarta, IDN Times - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, membantah isu Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, terkena reshuffle atau pun mengundurkan diri dari Kabinet Merah Putih. Dia menegaskan tidak ada rencana pergantian anggota kabinet dalam waktu dekat.\n\n\"Gak ada, gak ada. Saya kira tadi sore juga sudah disampaikan oleh beliau (Purbaya) juga kan tidak ada, tidak ada rencana pergantian,\" ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).\n\n\"Justru yang sekarang kita perlukan adalah saling koordinasi yang erat, yang intens antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan tentu di bawah koordinasi Kemenko Ekonomi, gitu,\" sambungnya.\n\nSebelumnya, Purbaya juga membantah isu tersebut. Menurutnya, isu tersebut hanya rumor.\n\nReporter: Muhammad Ilman Nafi'an \nEditor: Alya\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\n\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#IDNTimes #Purbaya #PrasetyoHadi", "post_id": "3912123935579309139_2089700769"}}, {"key": "Popbela.Beauty", "attributes": {"label": "Popbela.Beauty", "x": 761.8399903905937, "y": 217.70638334187143, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.3575, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912123935579309139_2089700769", "id": "Popbela.Beauty", "source": "instagram-000001", "content": "ISTANA BANTAH ISU PURBAYA KENA RESHUFFLE: SEKARANG SAATNYA KOORDINASI\n\nJakarta, IDN Times - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, membantah isu Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, terkena reshuffle atau pun mengundurkan diri dari Kabinet Merah Putih. Dia menegaskan tidak ada rencana pergantian anggota kabinet dalam waktu dekat.\n\n\"Gak ada, gak ada. Saya kira tadi sore juga sudah disampaikan oleh beliau (Purbaya) juga kan tidak ada, tidak ada rencana pergantian,\" ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).\n\n\"Justru yang sekarang kita perlukan adalah saling koordinasi yang erat, yang intens antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan tentu di bawah koordinasi Kemenko Ekonomi, gitu,\" sambungnya.\n\nSebelumnya, Purbaya juga membantah isu tersebut. Menurutnya, isu tersebut hanya rumor.\n\nReporter: Muhammad Ilman Nafi'an \nEditor: Alya\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\n\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#IDNTimes #Purbaya #PrasetyoHadi", "post_id": "3912123935579309139_2089700769"}}, {"key": "Popmama_com", "attributes": {"label": "Popmama_com", "x": 718.9424184910077, "y": 750.6719244935505, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.3575, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912123935579309139_2089700769", "id": "Popmama_com", "source": "instagram-000001", "content": "ISTANA BANTAH ISU PURBAYA KENA RESHUFFLE: SEKARANG SAATNYA KOORDINASI\n\nJakarta, IDN Times - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, membantah isu Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, terkena reshuffle atau pun mengundurkan diri dari Kabinet Merah Putih. Dia menegaskan tidak ada rencana pergantian anggota kabinet dalam waktu dekat.\n\n\"Gak ada, gak ada. Saya kira tadi sore juga sudah disampaikan oleh beliau (Purbaya) juga kan tidak ada, tidak ada rencana pergantian,\" ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).\n\n\"Justru yang sekarang kita perlukan adalah saling koordinasi yang erat, yang intens antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan tentu di bawah koordinasi Kemenko Ekonomi, gitu,\" sambungnya.\n\nSebelumnya, Purbaya juga membantah isu tersebut. Menurutnya, isu tersebut hanya rumor.\n\nReporter: Muhammad Ilman Nafi'an \nEditor: Alya\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\n\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#IDNTimes #Purbaya #PrasetyoHadi", "post_id": "3912123935579309139_2089700769"}}, {"key": "Yummy.idn", "attributes": {"label": "Yummy.idn", "x": 800.4300183018818, "y": 628.7701328827816, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.3575, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912123935579309139_2089700769", "id": "Yummy.idn", "source": "instagram-000001", "content": "ISTANA BANTAH ISU PURBAYA KENA RESHUFFLE: SEKARANG SAATNYA KOORDINASI\n\nJakarta, IDN Times - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, membantah isu Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, terkena reshuffle atau pun mengundurkan diri dari Kabinet Merah Putih. Dia menegaskan tidak ada rencana pergantian anggota kabinet dalam waktu dekat.\n\n\"Gak ada, gak ada. Saya kira tadi sore juga sudah disampaikan oleh beliau (Purbaya) juga kan tidak ada, tidak ada rencana pergantian,\" ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).\n\n\"Justru yang sekarang kita perlukan adalah saling koordinasi yang erat, yang intens antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan tentu di bawah koordinasi Kemenko Ekonomi, gitu,\" sambungnya.\n\nSebelumnya, Purbaya juga membantah isu tersebut. Menurutnya, isu tersebut hanya rumor.\n\nReporter: Muhammad Ilman Nafi'an \nEditor: Alya\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\n\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#IDNTimes #Purbaya #PrasetyoHadi", "post_id": "3912123935579309139_2089700769"}}, {"key": "hariankompas", "attributes": {"label": "hariankompas", "x": 197.45929952726692, "y": 457.43784267009056, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3913396389921747640_1537212147", "id": "hariankompas", "source": "instagram-000001", "content": "Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Mereka bersama pimpinan DPR membahas koordinasi antara bidang fiskal dan moneter guna mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\nKedatangan Perry, Purbaya, dan Prasetyo disambut Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta. Dalam jumpa pers usai pertemuan, Dasco menyebut pertemuan ini dilakukan untuk membahas perekonomian negeri ini.\n\n“Teman-teman dari otoritas moneter maupun kebijakan fiskal, serta dari pihak pemerintah mengadakan evaluasi mengenai perkembangan ekonomi, sekaligus kemudian melakukan koordinasi bagaimana antara fiskal dan moneter bisa saling mendukung demi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik,” ungkap Dasco.\n\nSetelah itu, Perry angkat bicara terkait penegasan koordinasi antara fiskal dan moneter tetap dijaga erat. Semuanya saling mendukung dan memperkuat upaya-upaya bersama dalam melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah.\n\n“Bersama-sama menjaga stabilitas makroekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Penguatan koordinasi fiskal-moneter itu terus kita lakukan dan saat ini adalah memang difokuskan bagaimana fiskal dan moneter seirama, saling mendukung, saling memperkuat dengan kewenangan masing-masing,” papar Perrry.\n\nMenurut Perry, hasil pertemuan ini menghasilkan dua strategi yang diharapkan bisa memperkuat stabilitas rupiah. Pertama, pemerintah dan BI sepakat untuk terus meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen surat utang, baik Surat Berharga Negara (SBN) maupun Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).\n\nBaca selengkapnya dalam \"Akhir Pekan Menkeu dan Gubernur BI Rapat di DPR, Ada Apa?\" oleh Machradin Wahyudi Ritonga di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n#Ekonomi #HarianKompas #Kompasid #AdadiKompas", "post_id": "3913396389921747640_1537212147"}}, {"key": "hariankompas.", "attributes": {"label": "hariankompas.", "x": 432.7698358315475, "y": 956.9046683960352, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.9756, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3913396389921747640_1537212147", "id": "hariankompas.", "source": "instagram-000001", "content": "Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Mereka bersama pimpinan DPR membahas koordinasi antara bidang fiskal dan moneter guna mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\nKedatangan Perry, Purbaya, dan Prasetyo disambut Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta. Dalam jumpa pers usai pertemuan, Dasco menyebut pertemuan ini dilakukan untuk membahas perekonomian negeri ini.\n\n“Teman-teman dari otoritas moneter maupun kebijakan fiskal, serta dari pihak pemerintah mengadakan evaluasi mengenai perkembangan ekonomi, sekaligus kemudian melakukan koordinasi bagaimana antara fiskal dan moneter bisa saling mendukung demi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik,” ungkap Dasco.\n\nSetelah itu, Perry angkat bicara terkait penegasan koordinasi antara fiskal dan moneter tetap dijaga erat. Semuanya saling mendukung dan memperkuat upaya-upaya bersama dalam melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah.\n\n“Bersama-sama menjaga stabilitas makroekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Penguatan koordinasi fiskal-moneter itu terus kita lakukan dan saat ini adalah memang difokuskan bagaimana fiskal dan moneter seirama, saling mendukung, saling memperkuat dengan kewenangan masing-masing,” papar Perrry.\n\nMenurut Perry, hasil pertemuan ini menghasilkan dua strategi yang diharapkan bisa memperkuat stabilitas rupiah. Pertama, pemerintah dan BI sepakat untuk terus meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen surat utang, baik Surat Berharga Negara (SBN) maupun Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).\n\nBaca selengkapnya dalam \"Akhir Pekan Menkeu dan Gubernur BI Rapat di DPR, Ada Apa?\" oleh Machradin Wahyudi Ritonga di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n#Ekonomi #HarianKompas #Kompasid #AdadiKompas", "post_id": "3913396389921747640_1537212147"}}, {"key": "66320242220", "attributes": {"label": "66320242220", "x": 187.5696080764695, "y": 171.5665551704936, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3911877969022856196_66320242220", "id": "66320242220", "source": "instagram-000001", "content": "Paripurna DPR RI resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) menjadi undang-undang dalam Rapat Paripurna ke-20 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).\n\nSidang pengambilan keputusan tingkat I tersebut yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad itu turut dihadiri oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas. Pengesahan dilakukan setelah seluruh fraksi menyatakan persetujuan terhadap hasil pembahasan revisi UU P2SK.\n\nSebelum pengambilan keputusan tingkat II, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal menyampaikan laporan pembahasan RUU yang telah berlangsung sejak 4 Februari 2026 bersama pemerintah. Menurutnya, revisi UU P2SK diperlukan untuk mengoptimalkan peran sektor keuangan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.\n\n“Adanya kebutuhan hukum untuk mengoptimalkan peran sektor keuangan melatarbelakangi RUU Perubahan Undang-Undang P2SK,” ujar Hekal.\n\nIa menjelaskan, revisi UU P2SK mencakup 17 pokok materi pengaturan. Di antaranya penguatan kelembagaan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia; perluasan usaha perbankan dan perbankan syariah; pengaturan aset kripto; pembentukan satuan tugas pencegahan dan penanganan pinjaman daring serta perjudian daring; hingga penguatan mekanisme penegakan hukum di sektor jasa keuangan.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk informasi dan data menarik lainnya.", "post_id": "3911877969022856196_66320242220"}}, {"key": "ruangpikirr.id", "attributes": {"label": "ruangpikirr.id", "x": 25.37858880198163, "y": 640.8933563791516, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0561, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3911877969022856196_66320242220", "id": "ruangpikirr.id", "source": "instagram-000001", "content": "Paripurna DPR RI resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) menjadi undang-undang dalam Rapat Paripurna ke-20 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).\n\nSidang pengambilan keputusan tingkat I tersebut yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad itu turut dihadiri oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas. Pengesahan dilakukan setelah seluruh fraksi menyatakan persetujuan terhadap hasil pembahasan revisi UU P2SK.\n\nSebelum pengambilan keputusan tingkat II, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal menyampaikan laporan pembahasan RUU yang telah berlangsung sejak 4 Februari 2026 bersama pemerintah. Menurutnya, revisi UU P2SK diperlukan untuk mengoptimalkan peran sektor keuangan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.\n\n“Adanya kebutuhan hukum untuk mengoptimalkan peran sektor keuangan melatarbelakangi RUU Perubahan Undang-Undang P2SK,” ujar Hekal.\n\nIa menjelaskan, revisi UU P2SK mencakup 17 pokok materi pengaturan. Di antaranya penguatan kelembagaan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia; perluasan usaha perbankan dan perbankan syariah; pengaturan aset kripto; pembentukan satuan tugas pencegahan dan penanganan pinjaman daring serta perjudian daring; hingga penguatan mekanisme penegakan hukum di sektor jasa keuangan.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk informasi dan data menarik lainnya.", "post_id": "3911877969022856196_66320242220"}}, {"key": "fake_fgh", "attributes": {"label": "fake_fgh", "x": 224.36374917919878, "y": 719.9281331689247, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7649021401575214343", "id": "fake_fgh", "source": "tiktok-000001", "content": "Membalas   Langkah taktis langsung diambil oleh Purbaya Yudhi Sadewa (Ketua Dewan Komisioner LPS) dan Perry Warjiyo (Gubernur Bank Indonesia). Dua pemegang kebijakan penting ini resmi menyepakati 2 jurus terbaru demi menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah kita! Di tengah ketidakpastian pasar global, kolaborasi makroprudensial dan penjaminan seperti ini sangat krusial untuk menjaga kepercayaan pasar dan stabilitas sistem keuangan. Kira-kira apa dampak langsungnya buat market dan portofolio trading kita ya? 🤔👇 #Rupiah #BankIndonesia #LPS #kontencom #kontencomxtws  Sumber : TWS News", "post_id": "7649021401575214343"}}, {"key": "imut12_imut12", "attributes": {"label": "imut12_imut12", "x": 415.0756391235618, "y": 289.0274598807906, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0561, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7649021401575214343", "id": "imut12_imut12", "source": "tiktok-000001", "content": "Membalas   Langkah taktis langsung diambil oleh Purbaya Yudhi Sadewa (Ketua Dewan Komisioner LPS) dan Perry Warjiyo (Gubernur Bank Indonesia). Dua pemegang kebijakan penting ini resmi menyepakati 2 jurus terbaru demi menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah kita! Di tengah ketidakpastian pasar global, kolaborasi makroprudensial dan penjaminan seperti ini sangat krusial untuk menjaga kepercayaan pasar dan stabilitas sistem keuangan. Kira-kira apa dampak langsungnya buat market dan portofolio trading kita ya? 🤔👇 #Rupiah #BankIndonesia #LPS #kontencom #kontencomxtws  Sumber : TWS News", "post_id": "7649021401575214343"}}, {"key": "riwayat_clipper", "attributes": {"label": "riwayat_clipper", "x": 841.5035607955133, "y": 815.4254797944186, "size": 12.35, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 71.7718, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7649591667590204680", "id": "riwayat_clipper", "source": "tiktok-000001", "content": "Wakil Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis kebijakan kewajiban penempatan 100% Devisa Hasil Ekspor (DHE SDA) di dalam negeri melalui PP No. 21 Tahun 2026 akan mendukung penguatan rupiah mulai akhir Juni 2026. Meski demikian, efektivitas kebijakan ini masih perlu dibuktikan melalui realisasi arus DHE dan implementasi di lapangan. Jika berjalan optimal, peningkatan likuiditas dolar domestik berpotensi menguntungkan sektor perbankan, khususnya bank Himbara. Sebaliknya, sejumlah emiten berbasis SDA dapat menghadapi tekanan likuiditas jangka pendek. Investor disarankan mencermati realisasi DHE SDA, langkah stabilisasi Bank Indonesia, serta arah kebijakan global sebagai faktor utama yang memengaruhi pergerakan pasar dan nilai tukar rupiah. sumber info👇   #kontencomxsuli #kontencom", "post_id": "7649591667590204680"}}, {"key": "pikiranrakyat", "attributes": {"label": "pikiranrakyat", "x": 750.8918658213659, "y": 577.9277300460992, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7653714343808306452", "id": "pikiranrakyat", "source": "tiktok-000001", "content": "Indonesia Kantongi Komitmen Rp303 Triliun dari China, Menkeu Purbaya Bawa Kabar Besar dari Beijing Pemerintah Indonesia membawa pulang kabar positif dari China. Dalam rangkaian pertemuan strategis di Beijing, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa berhasil mengamankan komitmen pendanaan bernilai jumbo dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), sekaligus memperoleh dukungan penting terkait rencana penerbitan Panda Bond di pasar keuangan China.  Capaian tersebut dinilai menjadi sinyal kuat bahwa kepercayaan lembaga keuangan internasional terhadap perekonomian dan kondisi fiskal Indonesia masih terjaga. Dukungan yang diberikan tidak hanya membuka peluang pembiayaan pembangunan dalam skala besar, tetapi juga memperluas akses Indonesia ke sumber pendanaan global yang lebih beragam. Salah satu hasil paling menonjol dari kunjungan tersebut adalah komitmen pendanaan dari AIIB senilai US$17 miliar atau setara sekitar Rp303,04 triliun dengan asumsi kurs Rp17.826 per dolar AS. Dana tersebut direncanakan untuk mendukung berbagai proyek pembangunan nasional selama periode 2025 hingga 2029. \"Komitmen pendanaan senilai US$ 17 miliar dari AIIB untuk mendukung berbagai proyek pembangunan nasional selama periode 2025-2029,\" ujar Purbaya, dikutip dari akun Instagram , Sabtu 20 Juni 2026.  Komitmen tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan bilateral antara pemerintah Indonesia dan jajaran pimpinan AIIB di Beijing. Pendanaan ini diharapkan dapat mempercepat berbagai proyek strategis nasional yang membutuhkan dukungan pembiayaan jangka panjang, terutama di sektor infrastruktur dan pembangunan ekonomi. Vidia Elfa/PR #indonesia #china #purbaya #keuangan", "post_id": "7653714343808306452"}}, {"key": "the.indonesia.post", "attributes": {"label": "the.indonesia.post", "x": 594.9480855528835, "y": 148.616257531507, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7653050172796144917", "id": "the.indonesia.post", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Analisis Fiskal : Isu Purbaya Tolak Pinjaman IMF-World Bank dan Kaitannya dengan Fluktuasi Rupiah Serta IHSG ⚖️ Pernyataan tegas Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa terkait komitmen menjaga kemandirian moneter tanpa bergantung pada pinjaman lembaga donor internasional memicu perdebatan sengit mengenai penyebab koreksi teknis nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan, sebuah analisis makroekonomi yang dinilai berimbang guna memetakan sentimen pasar riil dari faktor eksternal global. 📄 Berdasarkan data manifes perdagangan Bursa Efek Indonesia dan nilai kurs JISDOR, pelemahan instrumen keuangan domestik pada Juni 2026 ini faktualnya lebih dipengaruhi oleh sentimen tingginya suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) serta outflow modal asing jangka pendek. 📋 Otoritas  bersama  menegaskan bahwa kebijakan penolakan utang baru dari IMF maupun World Bank merupakan keputusan fungsional untuk menjaga rasio utang jangka panjang, sementara fluktuasi IHSG saat ini adalah siklus penyesuaian portofolio rutin investor makro yang tidak berkorelasi langsung dengan kebijakan penolakan pinjaman modal asing tersebut. 🔍 Langkah menjaga kedaulatan fiskal yang konsisten digaungkan oleh jajaran komisioner keuangan ini berdampak pada tingginya kepercayaan fundamental ekonomi bagi masyarakat bawah di tengah gejolak geopolitik. ✨  Ketegasan membatasi utang luar negeri patut didukung demi kedaulatan moneter nasional secara obyektif, namun di sisi lain, pemerintah dituntut bergerak taktis menciptakan stimulus investasi domestik yang ramah pasar agar volatilitas pasar modal tidak terus menekan kinerja korporasi lokal di ruang siber komersial. 🎯 Menurut analisis ekonomi Anda, apakah keputusan menolak pinjaman lembaga internasional sudah tepat bagi ketahanan jangka panjang Rupiah?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiahIHSG #PurbayaYudhiSadewa #KemandirianFiskal #EkonomiNasional", "post_id": "7653050172796144917"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 133.56572737896855, "y": 806.7481847009524, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.9756, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7653050172796144917", "id": "bank_indonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Analisis Fiskal : Isu Purbaya Tolak Pinjaman IMF-World Bank dan Kaitannya dengan Fluktuasi Rupiah Serta IHSG ⚖️ Pernyataan tegas Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa terkait komitmen menjaga kemandirian moneter tanpa bergantung pada pinjaman lembaga donor internasional memicu perdebatan sengit mengenai penyebab koreksi teknis nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan, sebuah analisis makroekonomi yang dinilai berimbang guna memetakan sentimen pasar riil dari faktor eksternal global. 📄 Berdasarkan data manifes perdagangan Bursa Efek Indonesia dan nilai kurs JISDOR, pelemahan instrumen keuangan domestik pada Juni 2026 ini faktualnya lebih dipengaruhi oleh sentimen tingginya suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) serta outflow modal asing jangka pendek. 📋 Otoritas  bersama  menegaskan bahwa kebijakan penolakan utang baru dari IMF maupun World Bank merupakan keputusan fungsional untuk menjaga rasio utang jangka panjang, sementara fluktuasi IHSG saat ini adalah siklus penyesuaian portofolio rutin investor makro yang tidak berkorelasi langsung dengan kebijakan penolakan pinjaman modal asing tersebut. 🔍 Langkah menjaga kedaulatan fiskal yang konsisten digaungkan oleh jajaran komisioner keuangan ini berdampak pada tingginya kepercayaan fundamental ekonomi bagi masyarakat bawah di tengah gejolak geopolitik. ✨  Ketegasan membatasi utang luar negeri patut didukung demi kedaulatan moneter nasional secara obyektif, namun di sisi lain, pemerintah dituntut bergerak taktis menciptakan stimulus investasi domestik yang ramah pasar agar volatilitas pasar modal tidak terus menekan kinerja korporasi lokal di ruang siber komersial. 🎯 Menurut analisis ekonomi Anda, apakah keputusan menolak pinjaman lembaga internasional sudah tepat bagi ketahanan jangka panjang Rupiah?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiahIHSG #PurbayaYudhiSadewa #KemandirianFiskal #EkonomiNasional", "post_id": "7653050172796144917"}}, {"key": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "ojkindonesia", "x": 723.0991451570577, "y": 193.30228089205735, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.9756, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7653050172796144917", "id": "ojkindonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Analisis Fiskal : Isu Purbaya Tolak Pinjaman IMF-World Bank dan Kaitannya dengan Fluktuasi Rupiah Serta IHSG ⚖️ Pernyataan tegas Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa terkait komitmen menjaga kemandirian moneter tanpa bergantung pada pinjaman lembaga donor internasional memicu perdebatan sengit mengenai penyebab koreksi teknis nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan, sebuah analisis makroekonomi yang dinilai berimbang guna memetakan sentimen pasar riil dari faktor eksternal global. 📄 Berdasarkan data manifes perdagangan Bursa Efek Indonesia dan nilai kurs JISDOR, pelemahan instrumen keuangan domestik pada Juni 2026 ini faktualnya lebih dipengaruhi oleh sentimen tingginya suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) serta outflow modal asing jangka pendek. 📋 Otoritas  bersama  menegaskan bahwa kebijakan penolakan utang baru dari IMF maupun World Bank merupakan keputusan fungsional untuk menjaga rasio utang jangka panjang, sementara fluktuasi IHSG saat ini adalah siklus penyesuaian portofolio rutin investor makro yang tidak berkorelasi langsung dengan kebijakan penolakan pinjaman modal asing tersebut. 🔍 Langkah menjaga kedaulatan fiskal yang konsisten digaungkan oleh jajaran komisioner keuangan ini berdampak pada tingginya kepercayaan fundamental ekonomi bagi masyarakat bawah di tengah gejolak geopolitik. ✨  Ketegasan membatasi utang luar negeri patut didukung demi kedaulatan moneter nasional secara obyektif, namun di sisi lain, pemerintah dituntut bergerak taktis menciptakan stimulus investasi domestik yang ramah pasar agar volatilitas pasar modal tidak terus menekan kinerja korporasi lokal di ruang siber komersial. 🎯 Menurut analisis ekonomi Anda, apakah keputusan menolak pinjaman lembaga internasional sudah tepat bagi ketahanan jangka panjang Rupiah?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiahIHSG #PurbayaYudhiSadewa #KemandirianFiskal #EkonomiNasional", "post_id": "7653050172796144917"}}, {"key": "m4cronews", "attributes": {"label": "m4cronews", "x": 432.6141400317152, "y": 233.30306304517322, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648247948656135444", "id": "m4cronews", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa hasil pertemuan RAPBN menunjukkan fundamental ekonomi dan kondisi fiskal Indonesia saat ini berada dalam status sangat baik. Menkeu menegaskan bahwa fokus pemerintah ke depan adalah memperkuat sinkronisasi kebijakan dengan Bank Indonesia (BI) agar dampak kombinasi fiskal-moneter mampu mengembalikan kepercayaan pasar secara signifikan serta memperkuat nilai tukar rupiah. Pemerintah menargetkan sinergi penuh antara kebijakan fiskal dan moneter untuk menghentikan pelemahan rupiah ke level yang lebih tinggi. Langkah makro ini diambil karena stabilitas rupiah berdampak langsung pada sektor mikro masyarakat. Menkeu menyoroti kondisi pengrajin tahu dan tempe yang keuntungannya tergerus akibat tingginya biaya produksi bahan baku impor. Dengan rupiah yang stabil, diharapkan beban hidup sektor rumah tangga dan pelaku usaha kecil dapat ditekan secara signifikan. \"Sinergitas penuh itu harusnya akan mengembalikan kepatuhan pasar ke nilai tukar rupiah... sehingga para pedagang tahu tempe dan ibu-ibu di rumah tangga juga bisa merasakan harga yang lebih baik.\" Kata Purbaya Yudhi Sadewa (Menteri Keuangan). Gimana nih pendapat mu? Butuh berita makroekonomi atau geopolitik. Jangan lupa follow  untuk informasi lainnya #news #ekonomi #geopolitik #fyp", "post_id": "7648247948656135444"}}, {"key": "m4cro.news", "attributes": {"label": "m4cro.news", "x": 229.67563292116722, "y": 500.4121842357019, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0561, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7648247948656135444", "id": "m4cro.news", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa hasil pertemuan RAPBN menunjukkan fundamental ekonomi dan kondisi fiskal Indonesia saat ini berada dalam status sangat baik. Menkeu menegaskan bahwa fokus pemerintah ke depan adalah memperkuat sinkronisasi kebijakan dengan Bank Indonesia (BI) agar dampak kombinasi fiskal-moneter mampu mengembalikan kepercayaan pasar secara signifikan serta memperkuat nilai tukar rupiah. Pemerintah menargetkan sinergi penuh antara kebijakan fiskal dan moneter untuk menghentikan pelemahan rupiah ke level yang lebih tinggi. Langkah makro ini diambil karena stabilitas rupiah berdampak langsung pada sektor mikro masyarakat. Menkeu menyoroti kondisi pengrajin tahu dan tempe yang keuntungannya tergerus akibat tingginya biaya produksi bahan baku impor. Dengan rupiah yang stabil, diharapkan beban hidup sektor rumah tangga dan pelaku usaha kecil dapat ditekan secara signifikan. \"Sinergitas penuh itu harusnya akan mengembalikan kepatuhan pasar ke nilai tukar rupiah... sehingga para pedagang tahu tempe dan ibu-ibu di rumah tangga juga bisa merasakan harga yang lebih baik.\" Kata Purbaya Yudhi Sadewa (Menteri Keuangan). Gimana nih pendapat mu? Butuh berita makroekonomi atau geopolitik. Jangan lupa follow  untuk informasi lainnya #news #ekonomi #geopolitik #fyp", "post_id": "7648247948656135444"}}, {"key": "twsfanzy", "attributes": {"label": "twsfanzy", "x": 382.06675242599573, "y": 567.2933679723668, "size": 12.35, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 71.7718, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648608104644349205", "id": "twsfanzy", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 RUPIAH JANGAN SAMPAI JEBOL! Purbaya dan Perry Baru Saja Sepakat Jalankan 2 Strategi Besar Ini untuk Menjaga Stabilitas Ekonomi Indonesia! Di tengah tekanan ekonomi global, gejolak pasar keuangan, dan penguatan dolar AS yang terus menjadi sorotan, pemerintah bersama Bank Indonesia bergerak cepat. Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, dan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dikabarkan telah menyepakati dua strategi utama untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar tidak semakin tertekan. Langkah ini dinilai sangat penting karena melemahnya rupiah dapat berdampak langsung pada harga barang impor, biaya produksi, hingga kebutuhan sehari-hari masyarakat. Dengan sinergi kebijakan yang lebih kuat antara sektor fiskal, moneter, dan keuangan, pemerintah berharap kepercayaan investor tetap terjaga dan nilai rupiah bisa lebih stabil menghadapi ketidakpastian global. Lalu, apa sebenarnya dua jurus besar yang disiapkan? Dan seberapa besar pengaruhnya terhadap kondisi ekonomi serta kantong masyarakat Indonesia? Simak penjelasan lengkapnya sampai akhir, karena dampaknya bisa langsung terasa dalam kehidupan sehari-hari Anda! 💰📈🇮🇩 SUMBER:TWS NEWS #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7648608104644349205"}}, {"key": "clan.tws6", "attributes": {"label": "clan.tws6", "x": 481.0747305063058, "y": 367.9057251140904, "size": 12.35, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 71.7718, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647464875655990546", "id": "clan.tws6", "source": "tiktok-000001", "content": "Source ✤ Via  DPR resmi sahkan revisi UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) jadi UU baru pada Kamis (4/6/2026), dihadiri Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri PAN-RB Rini Widyantini. Revisi punya skala besar dengan 17 pokok materi baru, 105 angka perubahan, dan mengubah 9 UU sektor keuangan sekaligus.  Lima perubahan paling penting yang langsung berdampak ke kamu: aset kripto resmi punya payung hukum khusus (kemungkinan termasuk aturan exchange, pajak, custody, dan perlindungan investor); pemerintah bentuk Satuan Tugas khusus untuk berantas pinjol ilegal dan judi online; Danantara dapat kewenangan terbitkan surat utang sebagai instrument investasi baru; Indonesia bikin bursa khusus untuk perdagangan mineral strategis seperti nikel; serta kelembagaan Bank Indonesia, OJK, dan LPS direfor...  \"Sumber: TWS News\" #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7647464875655990546"}}, {"key": "sumeksco", "attributes": {"label": "sumeksco", "x": 281.9616159165711, "y": 452.0987844530557, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7644912181770751239", "id": "sumeksco", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai posisi nilai tukar rupiah saat ini tidak masuk akal. Artinya rupiah secara fundamental bisa lebih kuat dibandingkan posisi sekarang Rp17.800 per dolar Amerika Serikat (AS). \"Sebetulnya gak masuk akal,\" ungkap Purbaya di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Kemenkeu, Rabu (27/5/2026). Fundamental ekonomi terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang masih tumbuh di atas 5%, inflasi terjaga sesuai sasaran serta defisit transaksi berjalan yang terkendali. Meski demikian, penguatan dolar AS yang signifikan akibat ketidakpastian global membuat rupiah dan banyak mata uang negara lain melemah. Baik pemerintah maupun Bank Indonesia sudah mengeluarkan kebijakan untuk menahan laju pelemahan tersebut. Termasuk mengendalikan pasokan dolar AS di dalam negeri. . . . . Selengkapnya https://sumeks.disway.id/ Jangan lupa Follow  Instagram : Sumeks.co Tiktok : Sumeksco Facebook : Sumeks.co Youtube :  Informasi Iklan dan Promosi di Sumeksco Whatsapp : 0815-7473-2046 #sumeksco #purbaya #dolar #tiktokberita #rupiah", "post_id": "7644912181770751239"}}, {"key": "sumekscoofficial7168", "attributes": {"label": "sumekscoofficial7168", "x": 1.6963273828072278, "y": 925.7380212648575, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0561, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7644912181770751239", "id": "sumekscoofficial7168", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai posisi nilai tukar rupiah saat ini tidak masuk akal. Artinya rupiah secara fundamental bisa lebih kuat dibandingkan posisi sekarang Rp17.800 per dolar Amerika Serikat (AS). \"Sebetulnya gak masuk akal,\" ungkap Purbaya di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Kemenkeu, Rabu (27/5/2026). Fundamental ekonomi terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang masih tumbuh di atas 5%, inflasi terjaga sesuai sasaran serta defisit transaksi berjalan yang terkendali. Meski demikian, penguatan dolar AS yang signifikan akibat ketidakpastian global membuat rupiah dan banyak mata uang negara lain melemah. Baik pemerintah maupun Bank Indonesia sudah mengeluarkan kebijakan untuk menahan laju pelemahan tersebut. Termasuk mengendalikan pasokan dolar AS di dalam negeri. . . . . Selengkapnya https://sumeks.disway.id/ Jangan lupa Follow  Instagram : Sumeks.co Tiktok : Sumeksco Facebook : Sumeks.co Youtube :  Informasi Iklan dan Promosi di Sumeksco Whatsapp : 0815-7473-2046 #sumeksco #purbaya #dolar #tiktokberita #rupiah", "post_id": "7644912181770751239"}}, {"key": "clipper.digital.id", "attributes": {"label": "clipper.digital.id", "x": 798.0974891794333, "y": 101.34780748004135, "size": 13.18, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 78.1327, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7648605301561675015", "id": "clipper.digital.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Purbaya Yudhi Sadewa (LPS) dan Perry Warjiyo (BI) baru aja menyepakati sinergi kuat untuk menjaga stabilitas mata uang kita tercinta. ​Nggak tanggung-tanggung, ada 2 JURUS TERBARU yang disiapkan pemerintah demi menahan guncangan eksternal global terhadap Rupiah. ​Kenapa kolaborasi BI & LPS ini penting banget buat kita? 1️⃣ Menjaga Kepercayaan Pasar: Kolaborasi ini bikin investor asing gak gampang kabur dan tetap percaya dengan fundamental ekonomi Indonesia. 2️⃣ Stabilisasi Likuiditas Perbankan: Biar perbankan dalam negeri tetap kokoh menopang kredit dan suku bunga gak langsung meroket tajam. ​Intinya, pemerintah lagi pasang badan nih biar efek domino pelemahan kurs gak sampai bikin harga barang-barang di pasar melonjak drastis.  ​Pembahasan detail mengenai isi dari 2 jurus tersebut bisa kamu cek langsung di slide berikutnya ya! 🧐 ​👇 Gimana menurut kamu? Apakah kebijakan ini bakal efektif bikin Rupiah perkasa lagi? Tulis opini kamu di kolom komentar! #kontencom #kontencomxtws #fyp", "post_id": "7648605301561675015"}}, {"key": "Kontencom", "attributes": {"label": "Kontencom", "x": 131.2357350829737, "y": 727.8648188138138, "size": 4.06, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.9756, "eigenvector": 8.1619, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7648605301561675015", "id": "Kontencom", "source": "tiktok-000001", "content": "Purbaya Yudhi Sadewa (LPS) dan Perry Warjiyo (BI) baru aja menyepakati sinergi kuat untuk menjaga stabilitas mata uang kita tercinta. ​Nggak tanggung-tanggung, ada 2 JURUS TERBARU yang disiapkan pemerintah demi menahan guncangan eksternal global terhadap Rupiah. ​Kenapa kolaborasi BI & LPS ini penting banget buat kita? 1️⃣ Menjaga Kepercayaan Pasar: Kolaborasi ini bikin investor asing gak gampang kabur dan tetap percaya dengan fundamental ekonomi Indonesia. 2️⃣ Stabilisasi Likuiditas Perbankan: Biar perbankan dalam negeri tetap kokoh menopang kredit dan suku bunga gak langsung meroket tajam. ​Intinya, pemerintah lagi pasang badan nih biar efek domino pelemahan kurs gak sampai bikin harga barang-barang di pasar melonjak drastis.  ​Pembahasan detail mengenai isi dari 2 jurus tersebut bisa kamu cek langsung di slide berikutnya ya! 🧐 ​👇 Gimana menurut kamu? Apakah kebijakan ini bakal efektif bikin Rupiah perkasa lagi? Tulis opini kamu di kolom komentar! #kontencom #kontencomxtws #fyp", "post_id": "7648605301561675015"}}, {"key": "netizenmedia07", "attributes": {"label": "netizenmedia07", "x": 288.2344723513931, "y": 763.5071889819326, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7645526181420256519", "id": "netizenmedia07", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kini mendekati level Rp17.900 per dollar Amerika Serikat (AS). Meski demikian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi fiskal tetap terkendali dan belum memerlukan perubahan asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Melansir kompas.com, Purbaya mengakui pelemahan rupiah di tengah fundamental ekonomi domestik yang dinilai masih baik menjadi situasi yang tidak lazim. “Sebenarnya tidak masuk akal, biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental ekonomi,” ujar Purbaya Rabu 27 Mei 2026. Meski rupiah melemah, Purbaya menegaskan kondisi tersebut sudah masuk dalam simulasi APBN, termasuk dengan asumsi harga minyak dunia mencapai 100 dollar AS per barrel. “Jadi tidak ada masalah, saya tidak harus hitung ulang APBN-nya,” terangnya. Masih kata Purbaya, salah satu indikator yang menunjukkan kepercayaan pasar ialah penurunan imbal hasil surat utang negara (bond yield) di tengah tekanan kurs. . . sumber:   . . #fyp #infoterkini #breakingnews #fypindonesia #jakarta", "post_id": "7645526181420256519"}}, {"key": "Ulasan.co", "attributes": {"label": "Ulasan.co", "x": 460.65401715528, "y": 274.7213373454934, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0561, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7645526181420256519", "id": "Ulasan.co", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kini mendekati level Rp17.900 per dollar Amerika Serikat (AS). Meski demikian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi fiskal tetap terkendali dan belum memerlukan perubahan asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Melansir kompas.com, Purbaya mengakui pelemahan rupiah di tengah fundamental ekonomi domestik yang dinilai masih baik menjadi situasi yang tidak lazim. “Sebenarnya tidak masuk akal, biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental ekonomi,” ujar Purbaya Rabu 27 Mei 2026. Meski rupiah melemah, Purbaya menegaskan kondisi tersebut sudah masuk dalam simulasi APBN, termasuk dengan asumsi harga minyak dunia mencapai 100 dollar AS per barrel. “Jadi tidak ada masalah, saya tidak harus hitung ulang APBN-nya,” terangnya. Masih kata Purbaya, salah satu indikator yang menunjukkan kepercayaan pasar ialah penurunan imbal hasil surat utang negara (bond yield) di tengah tekanan kurs. . . sumber:   . . #fyp #infoterkini #breakingnews #fypindonesia #jakarta", "post_id": "7645526181420256519"}}, {"key": "twsmotionnews", "attributes": {"label": "twsmotionnews", "x": 660.060876593819, "y": 355.9950190127904, "size": 12.35, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 71.7718, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7647506256843836693", "id": "twsmotionnews", "source": "tiktok-000001", "content": "DPR resmi sahkan revisi UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) jadi UU baru pada Kamis (4/6/2026), dihadiri Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri PAN-RB Rini Widyantini. Revisi punya skala besar dengan 17 pokok materi baru, 105 angka perubahan, dan mengubah 9 UU sektor keuangan sekaligus. Lima perubahan paling penting yang langsung berdampak ke kamu: aset kripto resmi punya payung hukum khusus (kemungkinan termasuk aturan exchange, pajak, custody, dan perlindungan investor); pemerintah bentuk Satuan Tugas khusus untuk berantas pinjol ilegal dan judi online; Danantara dapat kewenangan terbitkan surat utang sebagai instrument investasi baru; Indonesia bikin bursa khusus untuk perdagangan mineral strategis seperti nikel; serta kelembagaan Bank Indonesia, OJK, dan LPS direform dengan kewenangan dan struktur baru, plus DPR sekarang punya kewenangan lebih dalam evaluasi kinerja ketiga lembaga ini. UU tinggal tandatangan Presiden Prabowo sebelum berlaku, dengan aturan turunan dari OJK, BI, dan kementerian akan keluar bertahap. sumber: TWS News    #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7647506256843836693"}}, {"key": "cahenom34", "attributes": {"label": "cahenom34", "x": 319.499720700098, "y": 913.9746791030104, "size": 12.35, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 71.7718, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647529086432185621", "id": "cahenom34", "source": "tiktok-000001", "content": "DPR resmi sahkan revisi UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) jadi UU baru pada Kamis (4/6/2026), dihadiri Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri PAN-RB Rini Widyantini. Revisi punya skala besar dengan 17 pokok materi baru, 105 angka perubahan, dan mengubah 9 UU sektor keuangan sekaligus. Lima perubahan paling penting yang langsung berdampak ke kamu: aset kripto resmi punya payung hukum khusus (kemungkinan termasuk aturan exchange, pajak, custody, dan perlindungan investor); pemerintah bentuk Satuan Tugas khusus untuk berantas pinjol ilegal dan judi online; Danantara dapat kewenangan terbitkan surat utang sebagai instrument investasi baru; Indonesia bikin bursa khusus untuk perdagangan mineral strategis seperti nikel; serta kelembagaan Bank Indonesia, OJK, dan LPS direform dengan kewenangan dan struktur baru, plus DPR sekarang punya kewenangan lebih dalam evaluasi kinerja ketiga lembaga ini. UU tinggal tandatangan Presiden Prabowo sebelum berlaku, dengan aturan turunan dari OJK, BI, dan kementerian akan keluar bertahap. Sumber: TWS News  #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7647529086432185621"}}, {"key": "clipperandom_1", "attributes": {"label": "clipperandom_1", "x": 956.5328629314388, "y": 42.98288157872698, "size": 12.35, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 71.7718, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648088733840952583", "id": "clipperandom_1", "source": "tiktok-000001", "content": "DPR resmi sahkan revisi UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) jadi UU baru pada Kamis (4/6/2026), dihadiri Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri PAN-RB Rini Widyantini. Revisi punya skala besar dengan 17 pokok materi baru, 105 angka perubahan, dan mengubah 9 UU sektor keuangan sekaligus.   Lima perubahan paling penting yang langsung berdampak ke kamu: aset kripto resmi punya payung hukum khusus (kemungkinan termasuk aturan exchange, pajak, custody, dan perlindungan investor); pemerintah bentuk Satuan Tugas khusus untuk berantas pinjol ilegal dan judi online; Danantara dapat kewenangan terbitkan surat utang sebagai instrument investasi baru; Indonesia bikin bursa khusus untuk perdagangan mineral strategis seperti nikel; serta kelembagaan Bank Indonesia, OJK, dan LPS direform dengan kewenangan dan struktur baru, plus DPR sekarang punya kewenangan lebih dalam evaluasi kinerja ketiga lembaga ini.   UU tinggal tandatangan Presiden Prabowo sebelum berlaku, dengan aturan turunan dari OJK, BI, dan kementerian akan keluar bertahap.  Sumber : TWS News\" #kontencomxtws #kontencom #indonesia #fyp #purbaya", "post_id": "7648088733840952583"}}, {"key": "solusimedia.id", "attributes": {"label": "solusimedia.id", "x": 918.5087544390415, "y": 34.39944252163163, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 32.6341, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7599921694567943442", "id": "solusimedia.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia telah mengukuhkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk periode 2026–2031 melalui Rapat Paripurna DPR RI yang digelar pada Selasa, 27 Januari 2026 di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta. Persetujuan diberikan secara bulat oleh seluruh anggota DPR setelah Thomas dinyatakan lolos dalam rangkaian uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) oleh Komisi XI DPR RI. Thomas, yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan, akan menggantikan posisi Juda Agung, yang telah mengundurkan diri awal Januari 2026 dari jabatan Deputi Gubernur BI. Komisi XI DPR RI menilai bahwa Thomas memiliki kapasitas, kompetensi, dan visi strategis yang sesuai dengan kebutuhan Bank Indonesia ke depan termasuk kemampuan untuk memperkuat sinergi kebijakan moneter dan fiskal demi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Selama fit and proper test, Thomas memaparkan visi bertajuk “BI Gerak”, yang mencakup lima pilar strategis seperti tata kelola kebijakan yang kredibel, efektivitas kebijakan, resiliensi sistem keuangan, sinergi fiskal-moneter-keuangan, serta keberlanjutan transformasi keuangan. Pengesahan ini juga dipandang memiliki dampak positif di pasar keuangan, dengan nilai tukar rupiah yang menunjukkan penguatan setelah hasil uji kelayakan diumumkan oleh Komisi XI. Baca selengkapnya klik link pada bio  #beritaterkinihariini #bankindonesia #thomasdjiwandono #deputigubernurbi  #ekonomiindonesia", "post_id": "7599921694567943442"}}, {"key": "leoo4456", "attributes": {"label": "leoo4456", "x": 359.5915968388662, "y": 750.6596316514156, "size": 12.35, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 71.7718, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7645197682440490260", "id": "leoo4456", "source": "tiktok-000001", "content": "NILAI TUKAR RUPIAH GEJOLAK ATAU STABIL? MENAKAR REALITAS DI BALIK ANGKA RP 17.800 💸📉] ​Dunia media sosial kembali dihebohkan dengan perbincangan hangat mengenai masa depan mata uang Garuda. Sebuah potongan video memperlihatkan momen Presiden terpilih Prabowo Subianto di tengah pusaran diskusi mengenai arah ekonomi nasional, disusul dengan sorotan tajam terhadap pengamat ekonomi kawakan, Purbaya Yudhi Sadewa. ​Narasi yang beredar di publik memicu tanda tanya besar: Apakah Rupiah benar-benar sedang bergerak menguat secara tak masuk akal, atau justru bayang-bayang pelemahan hingga menyentuh angka Rp 17.800 per Dolar AS yang sedang mengintai? ​Bagi para pelaku pasar dan masyarakat awam, angka belasan ribu per dolar bukan sekadar angka di papan bursa. Ia adalah penentu harga minyak goreng, tarif impor bahan baku, hingga beban utang luar negeri yang harus ditanggung negara. Ketika ada spekulasi yang menyebut angka Rp 17.800 sebagai hal yang \"tidak masuk akal\", publik pun terbelah. Ada yang optimis bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh di bawah transisi kepemimpinan baru, namun tidak sedikit pula yang cemas akan potensi shock ekonomi. ​🔍 Menakar Dua Sisi Mata Uang ​Fluktuasi nilai tukar mata uang tidak pernah terjadi di dalam ruang hampa. Jika kita membedah kondisi riil hari ini, pergerakan Rupiah selalu dipengaruhi oleh dua kekuatan besar: ​Faktor Internal (Fundamental Ekonomi): Bagaimana pertumbuhan ekonomi domestik, tingkat inflasi yang terjaga, serta kebijakan moneter dari Bank Indonesia dalam melakukan intervensi pasar. ​Faktor Eksternal (Global Sentiment): Kebijakan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed) yang fluktuatif, ketegangan geopolitik dunia, hingga dinamika harga komoditas global yang sering kali berada di luar kendali kita. ​Purbaya Yudhi Sadewa, dengan rekam jejaknya yang panjang di dunia ekonomi, kerap mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas agar daya beli masyarakat tidak tergerus. Di sisi lain, optimisme pemerintahan baru dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi menjadi sinyal positif yang diharapkan mampu menjadi benteng pertahanan bagi mata uang kita. ​💬 Waktunya Berdiskusi! ​Menjaga Rupiah tetap tangguh adalah kerja keras kolektif. Menghadapi ketidakpastian global, kita dituntut untuk jeli memilah informasi dan tidak terjebak dalam kepanikan finansial (panic buying atau panic selling). ​Menurut pandangan objektifmu, apa yang sebenarnya paling mendominasi pergerakan nilai tukar Rupiah saat ini? Apakah karena faktor kekuatan fundamental dalam negeri kita yang kuat, atau justru murni karena tekanan faktor eksternal global yang tak menentu? ​Tulis analisis dan pendapat cerdasmu di kolom komentar di bawah! 👇👇 Sumber:Tws News #kontencom #kontencomxtws  #prabowo  #purbaya", "post_id": "7645197682440490260"}}, {"key": "graham_di_caprio", "attributes": {"label": "graham_di_caprio", "x": 787.016452460018, "y": 444.60633780535676, "size": 12.35, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 71.7718, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7644914597517905153", "id": "graham_di_caprio", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka menyatakan keheranannya terhadap pelemahan Rupiah yang hampir menyentuh Rp 17.800 per dolar AS. Melansir Detik Finance pada Kamis (28/5/2026), Purbaya menilai kondisi ini tidak masuk akal karena terjadi saat fundamental ekonomi Indonesia dinilai bagus. “Ekonomi bagus, ini terjadi ketika fundamentalnya bagus. Ini tidak masuk akal sebenarnya. Biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental,” ujar Purbaya di kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta Selatan. Berdasarkan data Bloomberg, dolar AS ditutup menguat 0,29% ke level Rp 17.795 pada perdagangan Selasa (26/5/2026). Walaupun heran, Purbaya menyatakan tidak perlu melakukan uji ketahanan (stress test) ulang terhadap APBN. Alasannya, pemerintah sudah menghitung berbagai simulasi sebelumnya, termasuk skenario kalau harga minyak dunia menyentuh US$100 per barel dengan asumsi kurs yang menyertainya. Purbaya bahkan berkelakar bahwa dirinya yang stres melihat kondisi ini. Satu sisi positif yang ditekankan Purbaya adalah imbal hasil (yield) di pasar obligasi Indonesia justru menurun, hasil dari aksi intervensi pemerintah di pasar Surat Berharga Negara (SBN) untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Bagi audiens Indonesia, pernyataan Menkeu ini menyoroti satu fenomena penting: pelemahan Rupiah saat ini lebih banyak didorong faktor eksternal (dolar AS kuat, yield US Treasury tinggi, perang Iran) daripada masalah fundamental domestik. Purbaya menyebut aliran modal asing mulai masuk lagi ke pasar obligasi Indonesia karena yield yang terkendali, dan menjanjikan akan ada tindakan pemerintah lebih lanjut untuk membantu nilai tukar Rupiah secara lebih signifikan. Bagi pelaku pasar dan investor, pernyataan ini jadi sinyal bahwa pemerintah masih punya amunisi tambahan, walaupun efektivitasnya tetap perlu dibuktikan di tengah tekanan global yang belum mereda. Sumber:TWS News #kontencom #kontencomxtws #fyp", "post_id": "7644914597517905153"}}, {"key": "loseper_", "attributes": {"label": "loseper_", "x": 183.8403254788825, "y": 173.40937574204096, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7644972924335688981", "id": "loseper_", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka menyatakan keheranannya terhadap pelemahan Rupiah yang hampir menyentuh Rp 17.800 per dolar AS. Melansir Detik Finance pada Kamis (28/5/2026), Purbaya menilai kondisi ini tidak masuk akal karena terjadi saat fundamental ekonomi Indonesia dinilai bagus. \"Ekonomi bagus, ini terjadi ketika fundamentalnya bagus. Ini tidak masuk akal sebenarnya. Biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental,\" ujar Purbaya di kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta Selatan. Berdasarkan data Bloomberg, dolar AS ditutup menguat 0,29% ke level Rp 17.795 pada perdagangan Selasa (26/5/2026). Walaupun heran, Purbaya menyatakan tidak perlu melakukan uji ketahanan (stress test) ulang terhadap APBN. Alasannya, pemerintah sudah menghitung berbagai simulasi sebelumnya, termasuk skenario kalau harga minyak dunia menyentuh US$100 per barel dengan asumsi kurs yang menyertainya. Purbaya bahkan berkelakar bahwa dirinya yang stres melihat kondisi ini. Satu sisi positif yang ditekankan Purbaya adalah imbal hasil (yield) di pasar obligasi Indonesia justru menurun, hasil dari aksi intervensi pemerintah di pasar Surat Berharga Negara (SBN) untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Bagi audiens Indonesia, pernyataan Menkeu ini menyoroti satu fenomena penting: pelemahan Rupiah saat ini lebih banyak didorong faktor eksternal (dolar AS kuat, yield US Treasury tinggi, perang Iran) daripada masalah fundamental domestik. Purbaya menyebut aliran modal asing mulai masuk lagi ke pasar obligasi Indonesia karena yield yang terkendali, dan menjanjikan akan ada tindakan pemerintah lebih lanjut untuk membantu nilai tukar Rupiah secara lebih signifikan. Bagi pelaku pasar dan investor, pernyataan ini jadi sinyal bahwa pemerintah masih punya amunisi tambahan, walaupun efektivitasnya tetap perlu dibuktikan di tengah tekanan global yang belum mereda. Sumber: TWS News   #kontencom #kontencomxtws #fyp #sulixtws #purbaya", "post_id": "7644972924335688981"}}, {"key": "kontencom_", "attributes": {"label": "kontencom_", "x": 134.41369811133296, "y": 828.0026672785394, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0561, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7644972924335688981", "id": "kontencom_", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka menyatakan keheranannya terhadap pelemahan Rupiah yang hampir menyentuh Rp 17.800 per dolar AS. Melansir Detik Finance pada Kamis (28/5/2026), Purbaya menilai kondisi ini tidak masuk akal karena terjadi saat fundamental ekonomi Indonesia dinilai bagus. \"Ekonomi bagus, ini terjadi ketika fundamentalnya bagus. Ini tidak masuk akal sebenarnya. Biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental,\" ujar Purbaya di kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta Selatan. Berdasarkan data Bloomberg, dolar AS ditutup menguat 0,29% ke level Rp 17.795 pada perdagangan Selasa (26/5/2026). Walaupun heran, Purbaya menyatakan tidak perlu melakukan uji ketahanan (stress test) ulang terhadap APBN. Alasannya, pemerintah sudah menghitung berbagai simulasi sebelumnya, termasuk skenario kalau harga minyak dunia menyentuh US$100 per barel dengan asumsi kurs yang menyertainya. Purbaya bahkan berkelakar bahwa dirinya yang stres melihat kondisi ini. Satu sisi positif yang ditekankan Purbaya adalah imbal hasil (yield) di pasar obligasi Indonesia justru menurun, hasil dari aksi intervensi pemerintah di pasar Surat Berharga Negara (SBN) untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Bagi audiens Indonesia, pernyataan Menkeu ini menyoroti satu fenomena penting: pelemahan Rupiah saat ini lebih banyak didorong faktor eksternal (dolar AS kuat, yield US Treasury tinggi, perang Iran) daripada masalah fundamental domestik. Purbaya menyebut aliran modal asing mulai masuk lagi ke pasar obligasi Indonesia karena yield yang terkendali, dan menjanjikan akan ada tindakan pemerintah lebih lanjut untuk membantu nilai tukar Rupiah secara lebih signifikan. Bagi pelaku pasar dan investor, pernyataan ini jadi sinyal bahwa pemerintah masih punya amunisi tambahan, walaupun efektivitasnya tetap perlu dibuktikan di tengah tekanan global yang belum mereda. Sumber: TWS News   #kontencom #kontencomxtws #fyp #sulixtws #purbaya", "post_id": "7644972924335688981"}}, {"key": "mindsetgrowthastronacci", "attributes": {"label": "mindsetgrowthastronacci", "x": 573.5606083801804, "y": 384.69889197094784, "size": 14.17, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 85.7309, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7644995153723231508", "id": "mindsetgrowthastronacci", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka menyatakan keheranannya terhadap pelemahan Rupiah yang hampir menyentuh Rp 17.800 per dolar AS. Melansir Detik Finance pada Kamis (28/5/2026), Purbaya menilai kondisi ini tidak masuk akal karena terjadi saat fundamental ekonomi Indonesia dinilai bagus. “Ekonomi bagus, ini terjadi ketika fundamentalnya bagus. Ini tidak masuk akal sebenarnya. Biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental,” ujar Purbaya di kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta Selatan. Berdasarkan data Bloomberg, dolar AS ditutup menguat 0,29% ke level Rp 17.795 pada perdagangan Selasa (26/5/2026). Walaupun heran, Purbaya menyatakan tidak perlu melakukan uji ketahanan (stress test) ulang terhadap APBN. Alasannya, pemerintah sudah menghitung berbagai simulasi sebelumnya, termasuk skenario kalau harga minyak dunia menyentuh US$100 per barel dengan asumsi kurs yang menyertainya. Purbaya bahkan berkelakar bahwa dirinya yang stres melihat kondisi ini. Satu sisi positif yang ditekankan Purbaya adalah imbal hasil (yield) di pasar obligasi Indonesia justru menurun, hasil dari aksi intervensi pemerintah di pasar Surat Berharga Negara (SBN) untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Bagi audiens Indonesia, pernyataan Menkeu ini menyoroti satu fenomena penting: pelemahan Rupiah saat ini lebih banyak didorong faktor eksternal (dolar AS kuat, yield US Treasury tinggi, perang Iran) daripada masalah fundamental domestik. Purbaya menyebut aliran modal asing mulai masuk lagi ke pasar obligasi Indonesia karena yield yang terkendali, dan menjanjikan akan ada tindakan pemerintah lebih lanjut untuk membantu nilai tukar Rupiah secara lebih signifikan. Bagi pelaku pasar dan investor, pernyataan ini jadi sinyal bahwa pemerintah masih punya amunisi tambahan, walaupun efektivitasnya tetap perlu dibuktikan di tengah tekanan global yang belum mereda.  ⚠️ DISCLAIMER Konten ini bersifat edukasi dan analisis, bukan ajakan untuk membeli atau menjual instrumen keuangan tertentu. Selalu gunakan risk management dan sesuaikan dengan profil risiko masing-masing. Gimana menurutmu,  rupiah anjlok karena fundamental atau faktor luar? coba komen di bawah 👇👇 SC; TWS Newss      Indria Putra  #kontencom  #kontencomxtws  #ekonomi #rupiah #crypto", "post_id": "7644995153723231508"}}, {"key": "konten.com", "attributes": {"label": "konten.com", "x": 916.9677252968003, "y": 231.77452385972774, "size": 4.17, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.2821, "eigenvector": 8.9556, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7644995153723231508", "id": "konten.com", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka menyatakan keheranannya terhadap pelemahan Rupiah yang hampir menyentuh Rp 17.800 per dolar AS. Melansir Detik Finance pada Kamis (28/5/2026), Purbaya menilai kondisi ini tidak masuk akal karena terjadi saat fundamental ekonomi Indonesia dinilai bagus. “Ekonomi bagus, ini terjadi ketika fundamentalnya bagus. Ini tidak masuk akal sebenarnya. Biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental,” ujar Purbaya di kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta Selatan. Berdasarkan data Bloomberg, dolar AS ditutup menguat 0,29% ke level Rp 17.795 pada perdagangan Selasa (26/5/2026). Walaupun heran, Purbaya menyatakan tidak perlu melakukan uji ketahanan (stress test) ulang terhadap APBN. Alasannya, pemerintah sudah menghitung berbagai simulasi sebelumnya, termasuk skenario kalau harga minyak dunia menyentuh US$100 per barel dengan asumsi kurs yang menyertainya. Purbaya bahkan berkelakar bahwa dirinya yang stres melihat kondisi ini. Satu sisi positif yang ditekankan Purbaya adalah imbal hasil (yield) di pasar obligasi Indonesia justru menurun, hasil dari aksi intervensi pemerintah di pasar Surat Berharga Negara (SBN) untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Bagi audiens Indonesia, pernyataan Menkeu ini menyoroti satu fenomena penting: pelemahan Rupiah saat ini lebih banyak didorong faktor eksternal (dolar AS kuat, yield US Treasury tinggi, perang Iran) daripada masalah fundamental domestik. Purbaya menyebut aliran modal asing mulai masuk lagi ke pasar obligasi Indonesia karena yield yang terkendali, dan menjanjikan akan ada tindakan pemerintah lebih lanjut untuk membantu nilai tukar Rupiah secara lebih signifikan. Bagi pelaku pasar dan investor, pernyataan ini jadi sinyal bahwa pemerintah masih punya amunisi tambahan, walaupun efektivitasnya tetap perlu dibuktikan di tengah tekanan global yang belum mereda.  ⚠️ DISCLAIMER Konten ini bersifat edukasi dan analisis, bukan ajakan untuk membeli atau menjual instrumen keuangan tertentu. Selalu gunakan risk management dan sesuaikan dengan profil risiko masing-masing. Gimana menurutmu,  rupiah anjlok karena fundamental atau faktor luar? coba komen di bawah 👇👇 SC; TWS Newss      Indria Putra  #kontencom  #kontencomxtws  #ekonomi #rupiah #crypto", "post_id": "7644995153723231508"}}, {"key": "Sulianto", "attributes": {"label": "Sulianto", "x": 392.81349224024586, "y": 45.149405689427155, "size": 4.17, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.2821, "eigenvector": 8.9556, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7644995153723231508", "id": "Sulianto", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka menyatakan keheranannya terhadap pelemahan Rupiah yang hampir menyentuh Rp 17.800 per dolar AS. Melansir Detik Finance pada Kamis (28/5/2026), Purbaya menilai kondisi ini tidak masuk akal karena terjadi saat fundamental ekonomi Indonesia dinilai bagus. “Ekonomi bagus, ini terjadi ketika fundamentalnya bagus. Ini tidak masuk akal sebenarnya. Biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental,” ujar Purbaya di kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta Selatan. Berdasarkan data Bloomberg, dolar AS ditutup menguat 0,29% ke level Rp 17.795 pada perdagangan Selasa (26/5/2026). Walaupun heran, Purbaya menyatakan tidak perlu melakukan uji ketahanan (stress test) ulang terhadap APBN. Alasannya, pemerintah sudah menghitung berbagai simulasi sebelumnya, termasuk skenario kalau harga minyak dunia menyentuh US$100 per barel dengan asumsi kurs yang menyertainya. Purbaya bahkan berkelakar bahwa dirinya yang stres melihat kondisi ini. Satu sisi positif yang ditekankan Purbaya adalah imbal hasil (yield) di pasar obligasi Indonesia justru menurun, hasil dari aksi intervensi pemerintah di pasar Surat Berharga Negara (SBN) untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Bagi audiens Indonesia, pernyataan Menkeu ini menyoroti satu fenomena penting: pelemahan Rupiah saat ini lebih banyak didorong faktor eksternal (dolar AS kuat, yield US Treasury tinggi, perang Iran) daripada masalah fundamental domestik. Purbaya menyebut aliran modal asing mulai masuk lagi ke pasar obligasi Indonesia karena yield yang terkendali, dan menjanjikan akan ada tindakan pemerintah lebih lanjut untuk membantu nilai tukar Rupiah secara lebih signifikan. Bagi pelaku pasar dan investor, pernyataan ini jadi sinyal bahwa pemerintah masih punya amunisi tambahan, walaupun efektivitasnya tetap perlu dibuktikan di tengah tekanan global yang belum mereda.  ⚠️ DISCLAIMER Konten ini bersifat edukasi dan analisis, bukan ajakan untuk membeli atau menjual instrumen keuangan tertentu. Selalu gunakan risk management dan sesuaikan dengan profil risiko masing-masing. Gimana menurutmu,  rupiah anjlok karena fundamental atau faktor luar? coba komen di bawah 👇👇 SC; TWS Newss      Indria Putra  #kontencom  #kontencomxtws  #ekonomi #rupiah #crypto", "post_id": "7644995153723231508"}}, {"key": "reformasi.co.id", "attributes": {"label": "reformasi.co.id", "x": 695.2031555946274, "y": 627.6322965184069, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7550565660712078597", "id": "reformasi.co.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah menempatkan dana negara sebesar Rp200 triliun dalam bentuk deposito di lima bank pelat merah tanpa memberikan arahan khusus terkait penyalurannya. Kebijakan ini, menurutnya, dimaksudkan agar para direktur utama bank terdorong mencari peluang investasi yang produktif. “Para direktur bank itu orang-orang pintar. Selama ini mereka malas saja dan cenderung bermain aman, hanya menaruh dana di tempat yang minim risiko tapi tetap menghasilkan keuntungan besar. Dengan adanya dana Rp200 triliun ini, mereka dipaksa berpikir lebih jauh,” ujar Purbaya usai rapat dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Kantor DJP, Jakarta Selatan, Selasa (16/9/2025). Ia menambahkan, mekanisme berbasis pasar (market based) akan membuat bank-bank tersebut berlomba mencari proyek yang memberikan imbal hasil tinggi sekaligus aman. Dampaknya, lanjut Purbaya, akan terlihat pada sisi permintaan dan penawaran di pasar keuangan. Dengan likuiditas yang meningkat, suku bunga pinjaman diharapkan menurun, sehingga masyarakat lebih berani mengajukan kredit. “Jika permintaan dan penawaran tumbuh bersamaan tanpa menimbulkan overheating, maka injeksi dana ini akan menggerakkan perekonomian,” kata Purbaya. Menurut dia, skema deposito tersebut pada dasarnya merupakan instrumen kebijakan moneter. Pemerintah tetap memperoleh bunga dari penempatan dana itu, sehingga bank tidak bisa membiarkannya mengendap tanpa dimanfaatkan. “Saya paksa sistem bekerja. Kalau dana ini tidak dipakai, bank tetap harus membayar bunga kepada pemerintah,” tegasnya. Kebijakan ini sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 276 Tahun 2025 mengenai penempatan uang negara untuk mendukung program pemerintah dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Imbal hasil yang diberikan ditetapkan sebesar 80,476 persen dari suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Dengan BI rate berada di level 5 persen, pemerintah akan memperoleh bunga sekitar 4 persen dari dana deposito tersebut. Lima bank penerima dana pemerintah adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Rinciannya, BRI, BNI, dan Mandiri masing-masing menerima Rp55 triliun, BTN memperoleh Rp25 triliun, sedangkan BSI mendapatkan Rp10 triliun.", "post_id": "7550565660712078597"}}, {"key": "viamedianetwork", "attributes": {"label": "viamedianetwork", "x": 840.3641657453211, "y": 374.3141078894777, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0561, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7550565660712078597", "id": "viamedianetwork", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah menempatkan dana negara sebesar Rp200 triliun dalam bentuk deposito di lima bank pelat merah tanpa memberikan arahan khusus terkait penyalurannya. Kebijakan ini, menurutnya, dimaksudkan agar para direktur utama bank terdorong mencari peluang investasi yang produktif. “Para direktur bank itu orang-orang pintar. Selama ini mereka malas saja dan cenderung bermain aman, hanya menaruh dana di tempat yang minim risiko tapi tetap menghasilkan keuntungan besar. Dengan adanya dana Rp200 triliun ini, mereka dipaksa berpikir lebih jauh,” ujar Purbaya usai rapat dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Kantor DJP, Jakarta Selatan, Selasa (16/9/2025). Ia menambahkan, mekanisme berbasis pasar (market based) akan membuat bank-bank tersebut berlomba mencari proyek yang memberikan imbal hasil tinggi sekaligus aman. Dampaknya, lanjut Purbaya, akan terlihat pada sisi permintaan dan penawaran di pasar keuangan. Dengan likuiditas yang meningkat, suku bunga pinjaman diharapkan menurun, sehingga masyarakat lebih berani mengajukan kredit. “Jika permintaan dan penawaran tumbuh bersamaan tanpa menimbulkan overheating, maka injeksi dana ini akan menggerakkan perekonomian,” kata Purbaya. Menurut dia, skema deposito tersebut pada dasarnya merupakan instrumen kebijakan moneter. Pemerintah tetap memperoleh bunga dari penempatan dana itu, sehingga bank tidak bisa membiarkannya mengendap tanpa dimanfaatkan. “Saya paksa sistem bekerja. Kalau dana ini tidak dipakai, bank tetap harus membayar bunga kepada pemerintah,” tegasnya. Kebijakan ini sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 276 Tahun 2025 mengenai penempatan uang negara untuk mendukung program pemerintah dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Imbal hasil yang diberikan ditetapkan sebesar 80,476 persen dari suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Dengan BI rate berada di level 5 persen, pemerintah akan memperoleh bunga sekitar 4 persen dari dana deposito tersebut. Lima bank penerima dana pemerintah adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Rinciannya, BRI, BNI, dan Mandiri masing-masing menerima Rp55 triliun, BTN memperoleh Rp25 triliun, sedangkan BSI mendapatkan Rp10 triliun.", "post_id": "7550565660712078597"}}, {"key": "konten.com0", "attributes": {"label": "konten.com0", "x": 100.64788913494871, "y": 383.3397773953042, "size": 12.35, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 71.7718, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648227087177764103", "id": "konten.com0", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pandangan yang optimis, di tengah kondisi nilai tukar rupiah yang mencatatkan rekor terlemah sepanjang sejarah, yaitu di angka Rp18.011 terhadap dolar AS di pasar luar negeri. Berdasarkan laporan Bloomberg Technoz pada Kamis, 4 Juni 2026, Purbaya menilai kebijakan kewajiban menempatkan 100% Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) di dalam negeri — yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2026 dan berlaku efektif mulai 1 Juni 2026 — akan mampu mendorong penguatan nilai tukar rupiah mulai akhir bulan Juni ini. “Menjelang akhir bulan, kita seharusnya sudah mulai melihat pergerakan penguatan nilai tukar rupiah,” ujar Purbaya. Ia juga menegaskan bahwa dasar perekonomian Indonesia masih sangat kokoh, dan nilai rupiah diprediksi akan menguat kembali seiring meredanya berbagai isu negatif yang beredar terkait kebijakan keuangan negara. Namun, ada sejumlah fakta penting yang perlu diperhatikan saat ini: nilai tukar rupiah di pasar luar negeri sudah menyentuh angka Rp18.011 terhadap dolar AS, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam sebesar 4,94% pada awal sesi perdagangan, serta lembaga pemeringkat Moody’s memberikan pandangan negatif terhadap kinerja Danantara. Bagi para investor di Indonesia, perkiraan pergerakan dalam 30 hari ke depan ini adalah pandangan yang optimis, namun hasilnya masih perlu dibuktikan di lapangan. Pasalnya, penerapan aturan Devisa Hasil Ekspor (DHE) di masa lalu sering kali ditemukan celah penyimpangan, seperti pencatatan nilai transaksi yang lebih rendah dari aslinya (under-invoicing) atau pengalihan keuntungan antar perusahaan dalam satu kelompok usaha (transfer pricing). Jika pelaksanaannya berjalan lancar tanpa hambatan, pasokan mata uang asing di dalam negeri akan bertambah. Kondisi ini berpotensi memberikan keuntungan bagi tiga bank besar milik negara, yaitu BRI, Mandiri, dan BNI. Sebaliknya, perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor sumber daya alam — seperti Bayan Resources, Adaro Energy, Indo Tambangraya Megah, Aneka Tambang, Antam, dan Merdeka Copper Gold — kemungkinan akan menghadapi tekanan ketersediaan dana dalam jangka pendek. Untuk saat ini, disarankan memantau ketat perkembangan pelaksanaan aturan DHE SDA sepanjang 1 hingga 30 Juni, langkah-langkah Bank Indonesia dalam menjaga kestabilan nilai tukar, serta keputusan kebijakan suku bunga dari bank sentral Amerika Serikat (FOMC) bulan ini. Hal-hal tersebut menjadi acuan utama sebelum mengambil keputusan investasi. Bagaimana tanggapanmu mengenai uang Rupiah Tulis opini cerdasmu di kolom komentar 👇🏻 Sumber:TWS NEWS #kontencomxtws  #kontencom", "post_id": "7648227087177764103"}}, {"key": "IDXChannelcom", "attributes": {"label": "IDXChannelcom", "x": 55.51396736999348, "y": 80.09297722408792, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "432781620563594_1481277807129369", "id": "IDXChannelcom", "source": "facebook-000001", "content": "Pemerintah meyakini depresiasi rupiah atas dolar AS bersifat sementara akibat faktor eksternal dan musiman. Dalam hitungan bulan, kurs rupiah diproyeksikan menguat melawan greenback.\n\nKurs rupiah terhadap dolar AS terus melemah dalam beberapa minggu terakhir. Pada penutupan perdagangan Jumat (29/5/2026), nilai USD1 setara Rp17.823, yang mencerminkan tekanan meski Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga cukup agresif.\n\nSejak awal 2026, kurs rupiah melemah 6,6 persen terhadap dolar AS, menjadikan mata uang Garuda menjadi salah satu yang terlemah di kawasan Asia. Untuk Mei 2026 saja, rupiah terkoreksi sekitar 3 persen.\n\nMenteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, apa yang terjadi pada kurs rupiah saat ini tidak sesuai dengan fundamental ekonomi Indonesia yang kuat. Dia menilai, ekonomi domestik yang solid akan memperkuat rupiah dalam jangka menengah dan panjang.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/economics/purbaya-percaya-rupiah-bakal-lebih-kuat-dalam-2-3-bulan-ke-depan-ini-alasannya\n\nAtau klik link di Bio \n\nFoto: Dok. Kemenkeu\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #purbaya #rupiah #rupiahkuat", "post_id": "432781620563594_1481277807129369"}}, {"key": "mediacehtimur", "attributes": {"label": "mediacehtimur", "x": 796.4440558608105, "y": 240.984943729204, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "101967158571806_1489897203151613", "id": "mediacehtimur", "source": "facebook-000001", "content": "“Geleng Kepala”\n\nJanuari 2026, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa pede banget bilang ke CNN Indonesia: “Saya bisa kuatkan rupiah dalam semalam. Dua hari, semalam dua malam beres” 💪  \nWaktu itu rupiah masih di Rp16.956/dolar AS. Nadanya yakin, kesannya tinggal muter tombol.\n\nFast forward ke 27 Mei 2026, Kompas.com nulis judul beda: “Kurs Rupiah Nyaris Tembus Rp17.800, Purbaya: Ya Saya Stres” 😮‍💨  \nRupiah malah makin nyungsep ke Rp17.796. Janji “semalam beres” nggak ketemu, yang ada canda “saya stres” sambil bilang APBN aman.\n\nIronisnya, alasannya mirip-mirip: fundamental ekonomi baik, dana asing masuk, tapi rupiah tetap melemah. 20 Januari katanya “tahu penyebabnya tapi bukan ranah BI”. 27 Mei bilangnya “stres tapi bond market terkendali”. Rakyat di tengah? Cuma bisa pasrah liat harga-harga naik.\n\nDua judul, satu menteri, empat bulan jaraknya. Plot twist-nya bikin kita geleng kepala 🤦 Mau percaya versi “semalam beres” atau siap-siap stres bareng? Komen pendapatmu di bawah 👇\n\n#Rupiah #Purbaya #MenkeuRI #KursDollar #EkonomiIndonesia BeritaTerkini GelengKepala RupiahVsDollar Indonesia\n\nBaca selengkapnya di website infoacehtimur.com (link di bio & story)\n________________________\nSalon mobil:  \nSelalu gunakan tagar :\nInfoacehtimur_Official acehtimur infoacehtimur beritaacehtimur\nTerimakasih", "post_id": "101967158571806_1489897203151613"}}, {"key": "@MetrotvjatengDiy", "attributes": {"label": "@MetrotvjatengDiy", "x": 605.196086813203, "y": 278.6580504337397, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "_lHAFlYFEO4", "id": "@MetrotvjatengDiy", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - SEGITIGA 'PENJAGA RUPIAH' DPR, MENKEU, GUBERNUR BI\n\nMETRO TV JATENG & DIY,   Akhir pekan lalu peristiwa penting untuk menjaga stabilitas ekonomi terjadi di gedung DPR RI. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco mengundang Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo untuk membahas situasi terkini perekonomian. Seperti apa pertemuan otoritas legislatif, otoritas fiskal, dan otoritas moneter ini berhasil meyakinkan pasar terhadap perekonomian Indonesia?\n\n#TopEconomyMetroTV #TopEconomy #TopNews #EkonomiIndonesia #DPRRI #MetroTV\n\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \n\nTikTok:   / metro_tv  \nInstagram: \nTwitter: \n\n#jawatengah #yogyakarta #MetrotvJatengDIY", "post_id": "_lHAFlYFEO4"}}, {"key": "metrotv_jateng_diy", "attributes": {"label": "metrotv_jateng_diy", "x": 530.3112133697786, "y": 106.53933556508144, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.9756, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "_lHAFlYFEO4", "id": "metrotv_jateng_diy", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - SEGITIGA 'PENJAGA RUPIAH' DPR, MENKEU, GUBERNUR BI\n\nMETRO TV JATENG & DIY,   Akhir pekan lalu peristiwa penting untuk menjaga stabilitas ekonomi terjadi di gedung DPR RI. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco mengundang Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo untuk membahas situasi terkini perekonomian. Seperti apa pertemuan otoritas legislatif, otoritas fiskal, dan otoritas moneter ini berhasil meyakinkan pasar terhadap perekonomian Indonesia?\n\n#TopEconomyMetroTV #TopEconomy #TopNews #EkonomiIndonesia #DPRRI #MetroTV\n\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \n\nTikTok:   / metro_tv  \nInstagram: \nTwitter: \n\n#jawatengah #yogyakarta #MetrotvJatengDIY", "post_id": "_lHAFlYFEO4"}}, {"key": "metrotvjateng", "attributes": {"label": "metrotvjateng", "x": 993.9993644865662, "y": 195.26807979909344, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.9756, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "_lHAFlYFEO4", "id": "metrotvjateng", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - SEGITIGA 'PENJAGA RUPIAH' DPR, MENKEU, GUBERNUR BI\n\nMETRO TV JATENG & DIY,   Akhir pekan lalu peristiwa penting untuk menjaga stabilitas ekonomi terjadi di gedung DPR RI. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco mengundang Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo untuk membahas situasi terkini perekonomian. Seperti apa pertemuan otoritas legislatif, otoritas fiskal, dan otoritas moneter ini berhasil meyakinkan pasar terhadap perekonomian Indonesia?\n\n#TopEconomyMetroTV #TopEconomy #TopNews #EkonomiIndonesia #DPRRI #MetroTV\n\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \n\nTikTok:   / metro_tv  \nInstagram: \nTwitter: \n\n#jawatengah #yogyakarta #MetrotvJatengDIY", "post_id": "_lHAFlYFEO4"}}, {"key": "@kompascom", "attributes": {"label": "@kompascom", "x": 923.5708409529334, "y": 442.1115428408687, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "h3pkaCJ_fsA", "id": "@kompascom", "source": "youtube-000001", "content": "BREAKING NEWS - Purbaya-Gubernur BI Dikejar Deadline DPR, Kurs Jadi Rp 17.500 dalam 3 Minggu\n\nBadan Anggaran (Banggar) DPR RI mengadakan rapat kerja dengan mengundang Menteri Keuangan, Menteri PPN dan Gubernur Bank Indonesia untuk membahas kerangka ekonomi makro dan kebijakan fiskal RAPBN 2027, Selasa (9/6/2026).\n\nPimpinan Banggar DPR, Said Abdullah mengatakan bahwa setidaknya minggu depan, atau dua minggu lagi, 3 minggu lagi kita bangun optimisme yang realistis agar rupiah bisa pulih kembali menjadi Rp 17.500 per us dollar.\n\nDalam kesempatan ini, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan berbagai strategi ekonomi dan fiskal tahun 2027 yang mengusung tema \"Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat\".\n\nTerdapat juga berbagai program kerja prioritas nasional (PKPN) seperti kedaulatan pangan, kemandirian energi, pendidikan, kesehatan, hilirisasi, pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi dan penurunan kemiskinan.\n\nVideo: TVR Parlemen\nStreamer: Yonathan Niko Aditama\n\nBergabunglah sebagai channel member kami untuk mendapatkan video-video eksklusif. Klik link berikut ini:\n   /   \n\nAgar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari seluruh Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas.com. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari Kompas.com. \n\nFollow kami di media sosial: \nFacebook:   / kompascom  \nInstagram:   / kompascom  \nTwitter:   / kompascom  \nTiktok:   / kompascom", "post_id": "h3pkaCJ_fsA"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 259.4415753226301, "y": 456.4447732477641, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0561, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "h3pkaCJ_fsA", "id": "kompascom", "source": "youtube-000001", "content": "BREAKING NEWS - Purbaya-Gubernur BI Dikejar Deadline DPR, Kurs Jadi Rp 17.500 dalam 3 Minggu\n\nBadan Anggaran (Banggar) DPR RI mengadakan rapat kerja dengan mengundang Menteri Keuangan, Menteri PPN dan Gubernur Bank Indonesia untuk membahas kerangka ekonomi makro dan kebijakan fiskal RAPBN 2027, Selasa (9/6/2026).\n\nPimpinan Banggar DPR, Said Abdullah mengatakan bahwa setidaknya minggu depan, atau dua minggu lagi, 3 minggu lagi kita bangun optimisme yang realistis agar rupiah bisa pulih kembali menjadi Rp 17.500 per us dollar.\n\nDalam kesempatan ini, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan berbagai strategi ekonomi dan fiskal tahun 2027 yang mengusung tema \"Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat\".\n\nTerdapat juga berbagai program kerja prioritas nasional (PKPN) seperti kedaulatan pangan, kemandirian energi, pendidikan, kesehatan, hilirisasi, pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi dan penurunan kemiskinan.\n\nVideo: TVR Parlemen\nStreamer: Yonathan Niko Aditama\n\nBergabunglah sebagai channel member kami untuk mendapatkan video-video eksklusif. Klik link berikut ini:\n   /   \n\nAgar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari seluruh Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas.com. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari Kompas.com. \n\nFollow kami di media sosial: \nFacebook:   / kompascom  \nInstagram:   / kompascom  \nTwitter:   / kompascom  \nTiktok:   / kompascom", "post_id": "h3pkaCJ_fsA"}}, {"key": "@metrotvjatim", "attributes": {"label": "@metrotvjatim", "x": 8.89176188717622, "y": 606.6822570415845, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "Hyvj0f3s0kw", "id": "@metrotvjatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - SEGITIGA 'PENJAGA RUPIAH' DPR, MENKEU, GUBERNUR BI\n\nMETRO TV JATIM,   Akhir pekan lalu peristiwa penting untuk menjaga stabilitas ekonomi terjadi di gedung DPR RI. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco mengundang Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo untuk membahas situasi terkini perekonomian. Seperti apa pertemuan otoritas legislatif, otoritas fiskal, dan otoritas moneter ini berhasil meyakinkan pasar terhadap perekonomian Indonesia?\n\n#TopEconomyMetroTV #TopEconomy #TopNews #EkonomiIndonesia #DPRRI #MetroTV\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "Hyvj0f3s0kw"}}, {"key": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "metrotv_jatim", "x": 651.0524239432458, "y": 619.4849377233448, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.2821, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Hyvj0f3s0kw", "id": "metrotv_jatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - SEGITIGA 'PENJAGA RUPIAH' DPR, MENKEU, GUBERNUR BI\n\nMETRO TV JATIM,   Akhir pekan lalu peristiwa penting untuk menjaga stabilitas ekonomi terjadi di gedung DPR RI. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco mengundang Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo untuk membahas situasi terkini perekonomian. Seperti apa pertemuan otoritas legislatif, otoritas fiskal, dan otoritas moneter ini berhasil meyakinkan pasar terhadap perekonomian Indonesia?\n\n#TopEconomyMetroTV #TopEconomy #TopNews #EkonomiIndonesia #DPRRI #MetroTV\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "Hyvj0f3s0kw"}}, {"key": "metro_tv_jatim", "attributes": {"label": "metro_tv_jatim", "x": 335.3907197467964, "y": 216.6443542007981, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.2821, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Hyvj0f3s0kw", "id": "metro_tv_jatim", "source": "youtube-000001", "content": "TOP ECONOMY - SEGITIGA 'PENJAGA RUPIAH' DPR, MENKEU, GUBERNUR BI\n\nMETRO TV JATIM,   Akhir pekan lalu peristiwa penting untuk menjaga stabilitas ekonomi terjadi di gedung DPR RI. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco mengundang Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo untuk membahas situasi terkini perekonomian. Seperti apa pertemuan otoritas legislatif, otoritas fiskal, dan otoritas moneter ini berhasil meyakinkan pasar terhadap perekonomian Indonesia?\n\n#TopEconomyMetroTV #TopEconomy #TopNews #EkonomiIndonesia #DPRRI #MetroTV\n-----------------------------------------------------------------------\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook:   / metrotv  \nInstagram:   / metrotv  \nTwitter:   / metro_tv  \nTikTok:   / metro_tv  \n\nInstagram: \nTwitter: \nYoutube : metrotv jatim\nTikTok : \n\n#jawatimur #metrotvjatim #metrotv", "post_id": "Hyvj0f3s0kw"}}, {"key": "@V-Today", "attributes": {"label": "@V-Today", "x": 799.0709482771374, "y": 532.2087666625821, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "z58PlZG3gTQ", "id": "@V-Today", "source": "youtube-000001", "content": "Isu Fiskal Memburuk? Purbaya Tegaskan APBN Masih Sangat Sehat\n\nV-Today, EKONOMI - Pemerintah memastikan kondisi fiskal Indonesia tetap berada dalam kondisi yang sehat dan terkendali. Hal tersebut disampaikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa saat menjawab berbagai pertanyaan media terkait kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), nilai tukar rupiah, hingga koordinasi pemerintah dengan Bank Indonesia.\n\nMenurut Purbaya, pemerintah memiliki komitmen kuat untuk menjaga defisit fiskal tetap berada di bawah batas 3 persen. Namun demikian, pemerintah juga tetap menjaga fleksibilitas kebijakan agar mampu merespons berbagai dinamika ekonomi yang mungkin terjadi di masa mendatang.\n\n\"Jangan lupa kita perlu betul-betul terjaga dan kalau ada apa-apa kita bisa adjust, kita perbaiki. Kita betul-betul fleksibel untuk memastikan defisitnya di bawah 3 persen tanpa mengganggu perekonomian secara berlebihan,\" ujar Purbaya.\n==============================================================\nRead More:\n\nhttps://v-today.com/\n\nFollow Us:\n\n  / vtodaydotcom  \n  / vtodaydotcom  \n  / vtodaydotcom  \nhttps://www.threads.com/", "post_id": "z58PlZG3gTQ"}}, {"key": "vtodaydotcom", "attributes": {"label": "vtodaydotcom", "x": 649.1342498660204, "y": 495.8987745126826, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.9756, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "z58PlZG3gTQ", "id": "vtodaydotcom", "source": "youtube-000001", "content": "Isu Fiskal Memburuk? Purbaya Tegaskan APBN Masih Sangat Sehat\n\nV-Today, EKONOMI - Pemerintah memastikan kondisi fiskal Indonesia tetap berada dalam kondisi yang sehat dan terkendali. Hal tersebut disampaikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa saat menjawab berbagai pertanyaan media terkait kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), nilai tukar rupiah, hingga koordinasi pemerintah dengan Bank Indonesia.\n\nMenurut Purbaya, pemerintah memiliki komitmen kuat untuk menjaga defisit fiskal tetap berada di bawah batas 3 persen. Namun demikian, pemerintah juga tetap menjaga fleksibilitas kebijakan agar mampu merespons berbagai dinamika ekonomi yang mungkin terjadi di masa mendatang.\n\n\"Jangan lupa kita perlu betul-betul terjaga dan kalau ada apa-apa kita bisa adjust, kita perbaiki. Kita betul-betul fleksibel untuk memastikan defisitnya di bawah 3 persen tanpa mengganggu perekonomian secara berlebihan,\" ujar Purbaya.\n==============================================================\nRead More:\n\nhttps://v-today.com/\n\nFollow Us:\n\n  / vtodaydotcom  \n  / vtodaydotcom  \n  / vtodaydotcom  \nhttps://www.threads.com/", "post_id": "z58PlZG3gTQ"}}, {"key": "@VideoTribunPontianak", "attributes": {"label": "@VideoTribunPontianak", "x": 988.9184001762962, "y": 965.9668351492533, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "NP9q8HwO9-c", "id": "@VideoTribunPontianak", "source": "youtube-000001", "content": "MENKEU PURBAYA & GUBERNUR BI JANJI NAIKKAN RUPIAH LEWAT 2 LANGKAH\n\nMenteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmennya untuk memperkuat kembali nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bersama Bank Indonesia (BI). Dalam upaya tersebut, ia menyampaikan bahwa dirinya telah berdiskusi dengan Gubernur BI Perry Warjiyo untuk menetapkan target penguatan rupiah dalam waktu dekat.\n\nKesepakatan ini akan diwujudkan melalui langkah sinkronisasi antara kebijakan fiskal yang dijalankan Kementerian Keuangan dan kebijakan moneter dari Bank Indonesia.\n\n#purbaya #rupiah #gubernurbi #selamatkanrupiah #kebijakanbi #kemenkeu #rupiahkuat #ekonomiindonesia #beritaterkini\n\nKumpulan video menarik, unik, viral, hiburan, dunia selebriti, gaya hidup, sport dan peristiwa terkini untuk Anda.\n\nSimak berita selengkapnya di http://pontianak.tribunnews.com/\nSimak Video Viral lainnya    / tribunsingkawang1  \n\nProgram: -\nHost: -\nEditor Video: Nurul \nUploader: -\n\n‎Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLd...\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\nFollow us:\n\nInstagram:   / tribunpontianak  \nFacebook:   / tribunpontianakinteraktif  \nTwitter:   / tribunpontianak  \nTikTok: tiktok.com/\n\nTerima Kasih Telah Subscribe, Like, dan comment konten-konten menarik dari Kami.", "post_id": "NP9q8HwO9-c"}}, {"key": "tribunpontianak", "attributes": {"label": "tribunpontianak", "x": 269.0568806865638, "y": 974.4023619856806, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0561, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NP9q8HwO9-c", "id": "tribunpontianak", "source": "youtube-000001", "content": "MENKEU PURBAYA & GUBERNUR BI JANJI NAIKKAN RUPIAH LEWAT 2 LANGKAH\n\nMenteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmennya untuk memperkuat kembali nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bersama Bank Indonesia (BI). Dalam upaya tersebut, ia menyampaikan bahwa dirinya telah berdiskusi dengan Gubernur BI Perry Warjiyo untuk menetapkan target penguatan rupiah dalam waktu dekat.\n\nKesepakatan ini akan diwujudkan melalui langkah sinkronisasi antara kebijakan fiskal yang dijalankan Kementerian Keuangan dan kebijakan moneter dari Bank Indonesia.\n\n#purbaya #rupiah #gubernurbi #selamatkanrupiah #kebijakanbi #kemenkeu #rupiahkuat #ekonomiindonesia #beritaterkini\n\nKumpulan video menarik, unik, viral, hiburan, dunia selebriti, gaya hidup, sport dan peristiwa terkini untuk Anda.\n\nSimak berita selengkapnya di http://pontianak.tribunnews.com/\nSimak Video Viral lainnya    / tribunsingkawang1  \n\nProgram: -\nHost: -\nEditor Video: Nurul \nUploader: -\n\n‎Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLd...\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\nFollow us:\n\nInstagram:   / tribunpontianak  \nFacebook:   / tribunpontianakinteraktif  \nTwitter:   / tribunpontianak  \nTikTok: tiktok.com/\n\nTerima Kasih Telah Subscribe, Like, dan comment konten-konten menarik dari Kami.", "post_id": "NP9q8HwO9-c"}}, {"key": "@kaltimpostnews", "attributes": {"label": "@kaltimpostnews", "x": 644.3123724666112, "y": 906.6196551293295, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "8zYGtyYrK5c", "id": "@kaltimpostnews", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu & Gubernur BI Kompak Amankan Kestabilan Rupiah Demi Selamatkan Nasib Pedagang Tahu Tempe\n\nBertempat di Gedung Parlemen, Sabtu (6/6), Wakil Ketu DPR RI Sufmi Dasco Ahmad Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, serta Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.\n\nPertemuan tingkat tinggi ini berfokus penuh pada penyelarasan jurus fiskal dan moneter agar berjalan seirama demi memompa pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Melalui sinkronisasi kebijakan baru yang lebih agresif ini, pemerintah membidik target rupiah yang jauh lebih stabil. \n\n#MenteriKeuangan #GubernurBI #RupiahHariIni #KursRupiah #KebijakanFiskal #Moneter #PedagangTahuTempe #InflasiPangan #Kemenkeu #BankIndonesia #BreakingNews #EkonomiRakyat #WongCilik\n\nDapatkan konten-konten Kaltim Post di berbagai platform media: \n\nhttps://www.kaltimpost.id\n  / kaltimpost   \n  / kaltimpostonline  \n  / kaltim_post  \n   /   \n  / kaltimpostnews  \nhttps://www.threads.net/ \n\nDapatkan juga berita-berita terbaru Kaltim Post dengan mengikuti Channel Whatsapp di https://whatsapp.com/channel/0029Vajs...\n\nInfo bisnis Kaltim Post https://wa.me/kaltimpostnews", "post_id": "8zYGtyYrK5c"}}, {"key": "kaltimpostnews", "attributes": {"label": "kaltimpostnews", "x": 282.605098629648, "y": 172.51364963224637, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.9756, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "8zYGtyYrK5c", "id": "kaltimpostnews", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu & Gubernur BI Kompak Amankan Kestabilan Rupiah Demi Selamatkan Nasib Pedagang Tahu Tempe\n\nBertempat di Gedung Parlemen, Sabtu (6/6), Wakil Ketu DPR RI Sufmi Dasco Ahmad Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, serta Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.\n\nPertemuan tingkat tinggi ini berfokus penuh pada penyelarasan jurus fiskal dan moneter agar berjalan seirama demi memompa pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Melalui sinkronisasi kebijakan baru yang lebih agresif ini, pemerintah membidik target rupiah yang jauh lebih stabil. \n\n#MenteriKeuangan #GubernurBI #RupiahHariIni #KursRupiah #KebijakanFiskal #Moneter #PedagangTahuTempe #InflasiPangan #Kemenkeu #BankIndonesia #BreakingNews #EkonomiRakyat #WongCilik\n\nDapatkan konten-konten Kaltim Post di berbagai platform media: \n\nhttps://www.kaltimpost.id\n  / kaltimpost   \n  / kaltimpostonline  \n  / kaltim_post  \n   /   \n  / kaltimpostnews  \nhttps://www.threads.net/ \n\nDapatkan juga berita-berita terbaru Kaltim Post dengan mengikuti Channel Whatsapp di https://whatsapp.com/channel/0029Vajs...\n\nInfo bisnis Kaltim Post https://wa.me/kaltimpostnews", "post_id": "8zYGtyYrK5c"}}, {"key": "kaltimpost", "attributes": {"label": "kaltimpost", "x": 28.31432746942908, "y": 606.4678582967448, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.9756, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "8zYGtyYrK5c", "id": "kaltimpost", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu & Gubernur BI Kompak Amankan Kestabilan Rupiah Demi Selamatkan Nasib Pedagang Tahu Tempe\n\nBertempat di Gedung Parlemen, Sabtu (6/6), Wakil Ketu DPR RI Sufmi Dasco Ahmad Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, serta Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.\n\nPertemuan tingkat tinggi ini berfokus penuh pada penyelarasan jurus fiskal dan moneter agar berjalan seirama demi memompa pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Melalui sinkronisasi kebijakan baru yang lebih agresif ini, pemerintah membidik target rupiah yang jauh lebih stabil. \n\n#MenteriKeuangan #GubernurBI #RupiahHariIni #KursRupiah #KebijakanFiskal #Moneter #PedagangTahuTempe #InflasiPangan #Kemenkeu #BankIndonesia #BreakingNews #EkonomiRakyat #WongCilik\n\nDapatkan konten-konten Kaltim Post di berbagai platform media: \n\nhttps://www.kaltimpost.id\n  / kaltimpost   \n  / kaltimpostonline  \n  / kaltim_post  \n   /   \n  / kaltimpostnews  \nhttps://www.threads.net/ \n\nDapatkan juga berita-berita terbaru Kaltim Post dengan mengikuti Channel Whatsapp di https://whatsapp.com/channel/0029Vajs...\n\nInfo bisnis Kaltim Post https://wa.me/kaltimpostnews", "post_id": "8zYGtyYrK5c"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 848.841738795159, "y": 866.0668748567313, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 9, "degree": 9}, "_id": "fCnmhnkeR9E", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Perry Warjiyo dan Purbaya Sepakat Perkuat Sinergi Fiskal-Moneter Hadapi Ketidakpastian Global\n\nGaruda Tv - Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.\n\nPenguatan koordinasi tersebut dibahas dalam rapat bersama yang digelar di Gedung DPR RI, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dan otoritas moneter dalam menjaga stabilitas makroekonomi serta meningkatkan kepercayaan pasar.\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa terdapat sejumlah langkah strategis yang telah disepakati bersama untuk memperkuat sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal. Koordinasi yang erat dinilai penting untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi global yang masih berlangsung.\n\nMenurut Perry, kerja sama yang solid antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta memastikan perekonomian nasional tetap tumbuh secara berkelanjutan.\n\nSementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan dukungan penuh terhadap penguatan koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter. Ia menilai sinergi antarlembaga akan membuat berbagai kebijakan ekonomi yang diterapkan pemerintah menjadi lebih efektif dan memberikan dampak yang optimal bagi masyarakat.\n\nPurbaya juga menekankan bahwa koordinasi yang kuat diperlukan untuk menjaga stabilitas sektor keuangan, memperkuat daya tahan ekonomi nasional, dan merespons dinamika pasar global secara cepat dan terukur.\n\nPemerintah dan Bank Indonesia berharap penguatan koordinasi ini dapat meningkatkan kepercayaan publik maupun pelaku pasar terhadap perekonomian Indonesia. Selain itu, sinergi yang semakin erat diharapkan mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global.\n\nLangkah tersebut juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dan Bank Indonesia untuk terus menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui kebijakan yang terkoordinasi, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#bankindonesia  #BI #kementeriankeuangan  #kemenkeu  #PerryWarjiyo #purbayayudhisadewa  #rupiah  #StabilitasRupiah #kebijakanmoneter  #kebijakanfiskal  #ekonomi  #stabilitasekonomi #garudatv #laporan8 \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "fCnmhnkeR9E"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 440.5352783385453, "y": 994.8642820538618, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.3575, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 9, "out_degree": 0, "degree": 9}, "_id": "fCnmhnkeR9E", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Perry Warjiyo dan Purbaya Sepakat Perkuat Sinergi Fiskal-Moneter Hadapi Ketidakpastian Global\n\nGaruda Tv - Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.\n\nPenguatan koordinasi tersebut dibahas dalam rapat bersama yang digelar di Gedung DPR RI, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dan otoritas moneter dalam menjaga stabilitas makroekonomi serta meningkatkan kepercayaan pasar.\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa terdapat sejumlah langkah strategis yang telah disepakati bersama untuk memperkuat sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal. Koordinasi yang erat dinilai penting untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi global yang masih berlangsung.\n\nMenurut Perry, kerja sama yang solid antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta memastikan perekonomian nasional tetap tumbuh secara berkelanjutan.\n\nSementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan dukungan penuh terhadap penguatan koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter. Ia menilai sinergi antarlembaga akan membuat berbagai kebijakan ekonomi yang diterapkan pemerintah menjadi lebih efektif dan memberikan dampak yang optimal bagi masyarakat.\n\nPurbaya juga menekankan bahwa koordinasi yang kuat diperlukan untuk menjaga stabilitas sektor keuangan, memperkuat daya tahan ekonomi nasional, dan merespons dinamika pasar global secara cepat dan terukur.\n\nPemerintah dan Bank Indonesia berharap penguatan koordinasi ini dapat meningkatkan kepercayaan publik maupun pelaku pasar terhadap perekonomian Indonesia. Selain itu, sinergi yang semakin erat diharapkan mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global.\n\nLangkah tersebut juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dan Bank Indonesia untuk terus menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui kebijakan yang terkoordinasi, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#bankindonesia  #BI #kementeriankeuangan  #kemenkeu  #PerryWarjiyo #purbayayudhisadewa  #rupiah  #StabilitasRupiah #kebijakanmoneter  #kebijakanfiskal  #ekonomi  #stabilitasekonomi #garudatv #laporan8 \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "fCnmhnkeR9E"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 145.29027361692448, "y": 814.4981308930039, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0341, "in_degree": 0, "out_degree": 70, "degree": 70}, "_id": "dM-6CuJVNUI", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Dubes Wang Ungkap Purbaya Bakal Kunjungi China Pekan Depan, Bahas Apa? | IDXC UPDATE\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke China pekan depan, menyusul kunjungan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo yang tengah berlangsung. Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong menyebut kerja sama sektor keuangan, termasuk potensi penggunaan QRIS di China serta Alipay dan WeChat di Indonesia, menjadi salah satu fokus kemitraan baru kedua negara.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "dM-6CuJVNUI"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 19.717271828248006, "y": 607.8932432419952, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9546, "eigenvector": 0.0179, "in_degree": 10, "out_degree": 0, "degree": 10}, "_id": "dM-6CuJVNUI", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Dubes Wang Ungkap Purbaya Bakal Kunjungi China Pekan Depan, Bahas Apa? | IDXC UPDATE\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke China pekan depan, menyusul kunjungan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo yang tengah berlangsung. Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong menyebut kerja sama sektor keuangan, termasuk potensi penggunaan QRIS di China serta Alipay dan WeChat di Indonesia, menjadi salah satu fokus kemitraan baru kedua negara.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "dM-6CuJVNUI"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 638.8883874161223, "y": 857.2141740913347, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.128, "eigenvector": 0.0341, "in_degree": 14, "out_degree": 0, "degree": 14}, "_id": "dM-6CuJVNUI", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Dubes Wang Ungkap Purbaya Bakal Kunjungi China Pekan Depan, Bahas Apa? | IDXC UPDATE\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke China pekan depan, menyusul kunjungan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo yang tengah berlangsung. Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong menyebut kerja sama sektor keuangan, termasuk potensi penggunaan QRIS di China serta Alipay dan WeChat di Indonesia, menjadi salah satu fokus kemitraan baru kedua negara.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "dM-6CuJVNUI"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 179.02339306934334, "y": 158.92726453597538, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.128, "eigenvector": 0.0341, "in_degree": 28, "out_degree": 0, "degree": 28}, "_id": "dM-6CuJVNUI", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Dubes Wang Ungkap Purbaya Bakal Kunjungi China Pekan Depan, Bahas Apa? | IDXC UPDATE\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke China pekan depan, menyusul kunjungan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo yang tengah berlangsung. Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong menyebut kerja sama sektor keuangan, termasuk potensi penggunaan QRIS di China serta Alipay dan WeChat di Indonesia, menjadi salah satu fokus kemitraan baru kedua negara.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "dM-6CuJVNUI"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 257.0204302390835, "y": 429.06442537272494, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.128, "eigenvector": 0.0341, "in_degree": 14, "out_degree": 0, "degree": 14}, "_id": "dM-6CuJVNUI", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Dubes Wang Ungkap Purbaya Bakal Kunjungi China Pekan Depan, Bahas Apa? | IDXC UPDATE\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke China pekan depan, menyusul kunjungan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo yang tengah berlangsung. Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong menyebut kerja sama sektor keuangan, termasuk potensi penggunaan QRIS di China serta Alipay dan WeChat di Indonesia, menjadi salah satu fokus kemitraan baru kedua negara.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "dM-6CuJVNUI"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 185.73772071034355, "y": 355.1650479358445, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.128, "eigenvector": 0.0341, "in_degree": 14, "out_degree": 0, "degree": 14}, "_id": "dM-6CuJVNUI", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Dubes Wang Ungkap Purbaya Bakal Kunjungi China Pekan Depan, Bahas Apa? | IDXC UPDATE\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke China pekan depan, menyusul kunjungan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo yang tengah berlangsung. Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong menyebut kerja sama sektor keuangan, termasuk potensi penggunaan QRIS di China serta Alipay dan WeChat di Indonesia, menjadi salah satu fokus kemitraan baru kedua negara.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "dM-6CuJVNUI"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 69.18317464331069, "y": 463.32113685183907, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.128, "eigenvector": 0.0341, "in_degree": 14, "out_degree": 0, "degree": 14}, "_id": "dM-6CuJVNUI", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Dubes Wang Ungkap Purbaya Bakal Kunjungi China Pekan Depan, Bahas Apa? | IDXC UPDATE\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke China pekan depan, menyusul kunjungan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo yang tengah berlangsung. Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong menyebut kerja sama sektor keuangan, termasuk potensi penggunaan QRIS di China serta Alipay dan WeChat di Indonesia, menjadi salah satu fokus kemitraan baru kedua negara.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "dM-6CuJVNUI"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 394.54477254251117, "y": 27.848409888919345, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0309, "in_degree": 0, "out_degree": 24, "degree": 24}, "_id": "CrnXjiqfG2k", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Dubes Wang Ungkap Purbaya Bakal Kunjungi China Pekan Depan, Bahas Apa? | MILENOMICS\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke China pekan depan, menyusul kunjungan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo yang tengah berlangsung. Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong menyebut kerja sama sektor keuangan, termasuk potensi penggunaan QRIS di China serta Alipay dan WeChat di Indonesia, menjadi salah satu fokus kemitraan baru kedua negara.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "CrnXjiqfG2k"}}, {"key": "@TribunMedanTV", "attributes": {"label": "@TribunMedanTV", "x": 388.47939426579427, "y": 186.73472078358543, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "MrjYZhl3WXI", "id": "@TribunMedanTV", "source": "youtube-000001", "content": "REAKSI PURBAYA Dicecar Soal Rupiah Tembus Rp 18.000 Per Dolar AS, Sebut Masih di Bawah Kendali\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-MEDAN.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons terkait nilai rupiah yang tembus Rp 18.000 per dolar AS.\n\nPurbaya menyebut bahwa nilai rupiah tersebut masih di bawah kendali Bank Indonesia.\n\nDikutip dari Tribunnews.com, Ia menyatakan tidak ada alasan untuk panik karena kebijakan moneter yang dijalankan BI dinilai masih berada di jalur yang tepat. \n\nMenurutnya, stabilitas rupiah saat ini tetap berada dalam kendali otoritas moneter sehingga masyarakat tidak perlu bereaksi berlebihan. \n\nPurbaya juga menyerahkan sepenuhnya pengelolaan nilai tukar kepada Bank Indonesia sebagai lembaga yang berwenang. \n\nTerkait dampak pelemahan rupiah terhadap utang pemerintah, ia menjelaskan bahwa sebagian besar surat utang negara memiliki kupon atau bunga tetap. \n\nMeski demikian, nilai pembayaran dalam rupiah memang dapat meningkat ketika kurs dolar AS menguat.\n\nEditor Video : Fanry Maulana\n\nBergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nBaca selengkapnya di www.tribun-medan.com\n\n#TribunMedan", "post_id": "MrjYZhl3WXI"}}, {"key": "tribunmedantv", "attributes": {"label": "tribunmedantv", "x": 225.85484719542038, "y": 696.9759301796325, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.9756, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "MrjYZhl3WXI", "id": "tribunmedantv", "source": "youtube-000001", "content": "REAKSI PURBAYA Dicecar Soal Rupiah Tembus Rp 18.000 Per Dolar AS, Sebut Masih di Bawah Kendali\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-MEDAN.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons terkait nilai rupiah yang tembus Rp 18.000 per dolar AS.\n\nPurbaya menyebut bahwa nilai rupiah tersebut masih di bawah kendali Bank Indonesia.\n\nDikutip dari Tribunnews.com, Ia menyatakan tidak ada alasan untuk panik karena kebijakan moneter yang dijalankan BI dinilai masih berada di jalur yang tepat. \n\nMenurutnya, stabilitas rupiah saat ini tetap berada dalam kendali otoritas moneter sehingga masyarakat tidak perlu bereaksi berlebihan. \n\nPurbaya juga menyerahkan sepenuhnya pengelolaan nilai tukar kepada Bank Indonesia sebagai lembaga yang berwenang. \n\nTerkait dampak pelemahan rupiah terhadap utang pemerintah, ia menjelaskan bahwa sebagian besar surat utang negara memiliki kupon atau bunga tetap. \n\nMeski demikian, nilai pembayaran dalam rupiah memang dapat meningkat ketika kurs dolar AS menguat.\n\nEditor Video : Fanry Maulana\n\nBergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nBaca selengkapnya di www.tribun-medan.com\n\n#TribunMedan", "post_id": "MrjYZhl3WXI"}}, {"key": "@genpico", "attributes": {"label": "@genpico", "x": 500.063784415446, "y": 684.4093926204503, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "bThuvwh_QQA", "id": "@genpico", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Mengaku Stres Rupiah Nyaris Rp17.800 per Dolar AS\n\nNilai tukar rupiah kembali tertekan hingga nyaris menyentuh Rp17.800 per dolar AS. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahkan mengaku stres melihat kondisi pasar, meski pemerintah menilai fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat. Di tengah gejolak kurs dan penguatan dolar AS, pemerintah juga menyiapkan langkah lanjutan untuk menjaga stabilitas rupiah, pasar obligasi, hingga keamanan APBN 2026.\n\n \n\nSimak video selengkapnya di sini! \n\n \n\n#PurbayaYudhiSadewa #MenkeuPurbaya #NilaiTukarRupiah \n\n \n\nBACA JUGA: Viral Lagu MBG Mas Bahlil Ganteng, Netizen Terhibur\n\n \n\nBaca selengkapnya:\n\nhttps://www.genpi.co/berita/281217/vi...\n\n \n\nFOLLOW US:\n\nInstagram :  \n\nFanpage Facebook : GenPIco\n\nTikTok:", "post_id": "bThuvwh_QQA"}}, {"key": "Genpicomedia", "attributes": {"label": "Genpicomedia", "x": 943.8153556625024, "y": 659.2498236927297, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.9756, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "bThuvwh_QQA", "id": "Genpicomedia", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Mengaku Stres Rupiah Nyaris Rp17.800 per Dolar AS\n\nNilai tukar rupiah kembali tertekan hingga nyaris menyentuh Rp17.800 per dolar AS. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahkan mengaku stres melihat kondisi pasar, meski pemerintah menilai fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat. Di tengah gejolak kurs dan penguatan dolar AS, pemerintah juga menyiapkan langkah lanjutan untuk menjaga stabilitas rupiah, pasar obligasi, hingga keamanan APBN 2026.\n\n \n\nSimak video selengkapnya di sini! \n\n \n\n#PurbayaYudhiSadewa #MenkeuPurbaya #NilaiTukarRupiah \n\n \n\nBACA JUGA: Viral Lagu MBG Mas Bahlil Ganteng, Netizen Terhibur\n\n \n\nBaca selengkapnya:\n\nhttps://www.genpi.co/berita/281217/vi...\n\n \n\nFOLLOW US:\n\nInstagram :  \n\nFanpage Facebook : GenPIco\n\nTikTok:", "post_id": "bThuvwh_QQA"}}, {"key": "genpicomedia", "attributes": {"label": "genpicomedia", "x": 289.39277422684637, "y": 844.1077841290153, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.9756, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "bThuvwh_QQA", "id": "genpicomedia", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Mengaku Stres Rupiah Nyaris Rp17.800 per Dolar AS\n\nNilai tukar rupiah kembali tertekan hingga nyaris menyentuh Rp17.800 per dolar AS. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahkan mengaku stres melihat kondisi pasar, meski pemerintah menilai fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat. Di tengah gejolak kurs dan penguatan dolar AS, pemerintah juga menyiapkan langkah lanjutan untuk menjaga stabilitas rupiah, pasar obligasi, hingga keamanan APBN 2026.\n\n \n\nSimak video selengkapnya di sini! \n\n \n\n#PurbayaYudhiSadewa #MenkeuPurbaya #NilaiTukarRupiah \n\n \n\nBACA JUGA: Viral Lagu MBG Mas Bahlil Ganteng, Netizen Terhibur\n\n \n\nBaca selengkapnya:\n\nhttps://www.genpi.co/berita/281217/vi...\n\n \n\nFOLLOW US:\n\nInstagram :  \n\nFanpage Facebook : GenPIco\n\nTikTok:", "post_id": "bThuvwh_QQA"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "attributes": {"label": "@OfficialSINDOnews", "x": 341.90759299444807, "y": 359.8832995547397, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "2pyTVENhPAs", "id": "@OfficialSINDOnews", "source": "youtube-000001", "content": "Evaluasi Ekonomi Bersama BI dan DPR, Purbaya Dorong Kebijakan Strategis | Sindo Sore | 06/06\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menghadiri rapat evaluasi ekonomi bersama Gubernur Bank Indonesia dan jajaran DPR untuk membahas perkembangan ekonomi nasional serta tantangan yang dihadapi ke depan. \n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 06 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: GALIH \n\n#purbaya #bankindonesia #dpr", "post_id": "2pyTVENhPAs"}}, {"key": "officialsindonews", "attributes": {"label": "officialsindonews", "x": 58.83535336654477, "y": 708.0719128498179, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.5887, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2pyTVENhPAs", "id": "officialsindonews", "source": "youtube-000001", "content": "Evaluasi Ekonomi Bersama BI dan DPR, Purbaya Dorong Kebijakan Strategis | Sindo Sore | 06/06\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menghadiri rapat evaluasi ekonomi bersama Gubernur Bank Indonesia dan jajaran DPR untuk membahas perkembangan ekonomi nasional serta tantangan yang dihadapi ke depan. \n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 06 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: GALIH \n\n#purbaya #bankindonesia #dpr", "post_id": "2pyTVENhPAs"}}, {"key": "sindopodcast", "attributes": {"label": "sindopodcast", "x": 751.3259151109309, "y": 918.8783798710534, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.5887, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2pyTVENhPAs", "id": "sindopodcast", "source": "youtube-000001", "content": "Evaluasi Ekonomi Bersama BI dan DPR, Purbaya Dorong Kebijakan Strategis | Sindo Sore | 06/06\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menghadiri rapat evaluasi ekonomi bersama Gubernur Bank Indonesia dan jajaran DPR untuk membahas perkembangan ekonomi nasional serta tantangan yang dihadapi ke depan. \n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 06 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: GALIH \n\n#purbaya #bankindonesia #dpr", "post_id": "2pyTVENhPAs"}}, {"key": "sindokalam", "attributes": {"label": "sindokalam", "x": 579.4641502831977, "y": 565.0900729347842, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.5887, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2pyTVENhPAs", "id": "sindokalam", "source": "youtube-000001", "content": "Evaluasi Ekonomi Bersama BI dan DPR, Purbaya Dorong Kebijakan Strategis | Sindo Sore | 06/06\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menghadiri rapat evaluasi ekonomi bersama Gubernur Bank Indonesia dan jajaran DPR untuk membahas perkembangan ekonomi nasional serta tantangan yang dihadapi ke depan. \n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 06 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: GALIH \n\n#purbaya #bankindonesia #dpr", "post_id": "2pyTVENhPAs"}}, {"key": "@tribuntimur", "attributes": {"label": "@tribuntimur", "x": 209.57242036973923, "y": 992.5313973067174, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "4mYW9xmars8", "id": "@tribuntimur", "source": "youtube-000001", "content": "Rumor Jabatan Baru Purbaya Yudhi Sadewa Setelah Isu Pengunduran dari Menteri Keuangan\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\n\nTRIBUN-TIMUR.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab isu dirinya akan mundur dari jabatannya sekarang.\n\nIsu tersebut mencuat setelah nilai tukar rupiah sempat menembus level Rp18.000 per dolar AS pada Kamis (4/6/2026). \n\nMenanggapi kabar yang beredar, Purbaya memastikan dirinya tetap menjabat sebagai Menteri Keuangan dan tidak mengajukan pengunduran diri.\n\nSelain isu mundur dari kabinet, beredar pula berbagai spekulasi mengenai kemungkinan perpindahan jabatan Purbaya. \n\nNamanya disebut-sebut berpotensi mengisi sejumlah posisi strategis, mulai dari Chief Executive Officer (CEO) Danantara hingga Gubernur Bank Indonesia.\n\nMeski demikian, Purbaya tidak memberikan tanggapan terkait rumor perpindahan jabatan tersebut.(TRIBUN-TIMUR.COM)\n\nUpdate info terkini via http://tribun-timur.com/\n\nFollow dan like fanpage Facebook http://bit.ly/FBTribunTimurMks\nYouTube business inquiries: 081144407111\nFollow akun Instagram http://bit.ly/IGTribunTimur\nFollow akun Twitter http://bit.ly/twitterTribunTimur\n\nYoutube: \nNaskah: Wa Ode Nurmin\nNarator: Wa Ode Nurmin\nEditor Video: Abdul Rahman\n\n#Purbaya #menkeu #mundur #Rumor #Jabatanbaru #PurbayaYudhiSadewa #Setelah #Isu #Pengundurandir #dari #Menterikeuangan #tribuntimur #tribunviral", "post_id": "4mYW9xmars8"}}, {"key": "tribunnews", "attributes": {"label": "tribunnews", "x": 664.8073789033409, "y": 844.8247075029175, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.2821, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "4mYW9xmars8", "id": "tribunnews", "source": "youtube-000001", "content": "Rumor Jabatan Baru Purbaya Yudhi Sadewa Setelah Isu Pengunduran dari Menteri Keuangan\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\n\nTRIBUN-TIMUR.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab isu dirinya akan mundur dari jabatannya sekarang.\n\nIsu tersebut mencuat setelah nilai tukar rupiah sempat menembus level Rp18.000 per dolar AS pada Kamis (4/6/2026). \n\nMenanggapi kabar yang beredar, Purbaya memastikan dirinya tetap menjabat sebagai Menteri Keuangan dan tidak mengajukan pengunduran diri.\n\nSelain isu mundur dari kabinet, beredar pula berbagai spekulasi mengenai kemungkinan perpindahan jabatan Purbaya. \n\nNamanya disebut-sebut berpotensi mengisi sejumlah posisi strategis, mulai dari Chief Executive Officer (CEO) Danantara hingga Gubernur Bank Indonesia.\n\nMeski demikian, Purbaya tidak memberikan tanggapan terkait rumor perpindahan jabatan tersebut.(TRIBUN-TIMUR.COM)\n\nUpdate info terkini via http://tribun-timur.com/\n\nFollow dan like fanpage Facebook http://bit.ly/FBTribunTimurMks\nYouTube business inquiries: 081144407111\nFollow akun Instagram http://bit.ly/IGTribunTimur\nFollow akun Twitter http://bit.ly/twitterTribunTimur\n\nYoutube: \nNaskah: Wa Ode Nurmin\nNarator: Wa Ode Nurmin\nEditor Video: Abdul Rahman\n\n#Purbaya #menkeu #mundur #Rumor #Jabatanbaru #PurbayaYudhiSadewa #Setelah #Isu #Pengundurandir #dari #Menterikeuangan #tribuntimur #tribunviral", "post_id": "4mYW9xmars8"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 841.522392703385, "y": 270.3827776345876, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "1FoTQh0Ik5A", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah, BI Imbau Warga Tak Panic Buying Dolar AS\n\nKOMPAS.TV - Bank Indonesia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying atau memborong dolar Amerika Serikat. Tindakan panic buying dinilai berpotensi memperparah volatilitas rupiah.\n\nDirektur Departemen Pendalaman Pasar Keuangan Bank Indonesia, Ruth A. Cussoy Intama, membandingkan panic buying dolar Amerika Serikat yang terjadi saat ini dengan panic buying pangan saat pandemi Covid-19.\n\nBank Indonesia meminta masyarakat membeli dolar Amerika Serikat hanya saat dibutuhkan. Meski demikian, BI memastikan kondisi likuiditas dolar Amerika Serikat di dalam negeri tetap aman. Pasokan valas untuk memenuhi kebutuhan money changer atau Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing (KUPVA) masih sangat memadai.\n\nMenurut Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, rupiah yang terus melemah ke level terendah sepanjang sejarah disebabkan meningkatnya kebutuhan valas di dalam negeri. Kenaikan permintaan dolar terjadi memasuki musim pembayaran dividen perusahaan dan penyelenggaraan ibadah haji.\n\nSebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons rupiah yang terus melemah hingga menembus level di atas Rp17.800 per dolar AS. Meski rupiah terus mengalami tekanan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis ke depan rupiah bakal tetap terkendali.\n\n#rupiah #dolaras #bankindonesia\n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "1FoTQh0Ik5A"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 930.4413714103679, "y": 831.3828300881283, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.2821, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "1FoTQh0Ik5A", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah, BI Imbau Warga Tak Panic Buying Dolar AS\n\nKOMPAS.TV - Bank Indonesia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying atau memborong dolar Amerika Serikat. Tindakan panic buying dinilai berpotensi memperparah volatilitas rupiah.\n\nDirektur Departemen Pendalaman Pasar Keuangan Bank Indonesia, Ruth A. Cussoy Intama, membandingkan panic buying dolar Amerika Serikat yang terjadi saat ini dengan panic buying pangan saat pandemi Covid-19.\n\nBank Indonesia meminta masyarakat membeli dolar Amerika Serikat hanya saat dibutuhkan. Meski demikian, BI memastikan kondisi likuiditas dolar Amerika Serikat di dalam negeri tetap aman. Pasokan valas untuk memenuhi kebutuhan money changer atau Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing (KUPVA) masih sangat memadai.\n\nMenurut Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, rupiah yang terus melemah ke level terendah sepanjang sejarah disebabkan meningkatnya kebutuhan valas di dalam negeri. Kenaikan permintaan dolar terjadi memasuki musim pembayaran dividen perusahaan dan penyelenggaraan ibadah haji.\n\nSebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons rupiah yang terus melemah hingga menembus level di atas Rp17.800 per dolar AS. Meski rupiah terus mengalami tekanan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis ke depan rupiah bakal tetap terkendali.\n\n#rupiah #dolaras #bankindonesia\n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "1FoTQh0Ik5A"}}, {"key": "@sinpotv", "attributes": {"label": "@sinpotv", "x": 569.4890026397256, "y": 762.7735996842206, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "XZ_XBinVC_8", "id": "@sinpotv", "source": "youtube-000001", "content": "DPR Minta Kemenkeu Dan BI Intervensi Anjloknya Rupiah\n\nWakil Ketua DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal, meminta Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dan Bank Indonesia segera merespons anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. Hal tersebut dilakukan agar Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia dapat melakukan konsolidasi fiskal dan moneter.\n\n#sinpotv #sinpotvnews #Ekonomi #Rupiah #BankIndonesia\nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv", "post_id": "XZ_XBinVC_8"}}, {"key": "sinpotv", "attributes": {"label": "sinpotv", "x": 836.9490300897402, "y": 300.62430559533306, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.9756, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "XZ_XBinVC_8", "id": "sinpotv", "source": "youtube-000001", "content": "DPR Minta Kemenkeu Dan BI Intervensi Anjloknya Rupiah\n\nWakil Ketua DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal, meminta Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dan Bank Indonesia segera merespons anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. Hal tersebut dilakukan agar Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia dapat melakukan konsolidasi fiskal dan moneter.\n\n#sinpotv #sinpotvnews #Ekonomi #Rupiah #BankIndonesia\nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv", "post_id": "XZ_XBinVC_8"}}, {"key": "@trijayafm", "attributes": {"label": "@trijayafm", "x": 422.3797019081168, "y": 197.80909742295415, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "8MRnhvQf8Ag", "id": "@trijayafm", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Mundur Akibat Rupiah Anjlok? Ini Jawaban Istana | iNews Terkini\n\nIstana Negara melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan bantahan tegas atas isu yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan mundur dari jabatannya di tengah gejolak pasar. \n\nPrasetyo memastikan tidak ada rencana pergantian Menkeu dalam waktu dekat, sekaligus menepis rumor reshuffle yang sempat ramai dibahas di media dan kalangan pelaku pasar.\n\nDalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Prasetyo juga menegaskan pentingnya memperkuat koordinasi antara pemerintah, Bank Indonesia, dan OJK untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.\n\nBagaimana menurut Anda? \nYuk komen / live chat ya \n\nCek juga\nInstagram   / mnctrijayafm   \nTiktok   / mnctrijaya  \nAudio streaming https://www.mnctrijaya.com/ \nSelengkapnya di https://www.inews.id/news\nBoleh bantu subscribe ya  ⁨\n\n#news #Prabowo #Jokowi #Iran", "post_id": "8MRnhvQf8Ag"}}, {"key": "trijaya", "attributes": {"label": "trijaya", "x": 650.2537405754067, "y": 812.5621421294942, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0561, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "8MRnhvQf8Ag", "id": "trijaya", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Mundur Akibat Rupiah Anjlok? Ini Jawaban Istana | iNews Terkini\n\nIstana Negara melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan bantahan tegas atas isu yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan mundur dari jabatannya di tengah gejolak pasar. \n\nPrasetyo memastikan tidak ada rencana pergantian Menkeu dalam waktu dekat, sekaligus menepis rumor reshuffle yang sempat ramai dibahas di media dan kalangan pelaku pasar.\n\nDalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Prasetyo juga menegaskan pentingnya memperkuat koordinasi antara pemerintah, Bank Indonesia, dan OJK untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.\n\nBagaimana menurut Anda? \nYuk komen / live chat ya \n\nCek juga\nInstagram   / mnctrijayafm   \nTiktok   / mnctrijaya  \nAudio streaming https://www.mnctrijaya.com/ \nSelengkapnya di https://www.inews.id/news\nBoleh bantu subscribe ya  ⁨\n\n#news #Prabowo #Jokowi #Iran", "post_id": "8MRnhvQf8Ag"}}, {"key": "@BuletiniNews", "attributes": {"label": "@BuletiniNews", "x": 65.29990806222052, "y": 496.31039994772584, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "m9LGx4K1Sq0", "id": "@BuletiniNews", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Mundur Akibat Rupiah Anjlok? Ini Jawaban Istana | iNews Terkini\n\nIstana Negara melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan bantahan tegas atas isu yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan mundur dari jabatannya di tengah gejolak pasar. \n\nPrasetyo memastikan tidak ada rencana pergantian Menkeu dalam waktu dekat, sekaligus menepis rumor reshuffle yang sempat ramai dibahas di media dan kalangan pelaku pasar.\n\nDalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Prasetyo juga menegaskan pentingnya memperkuat koordinasi antara pemerintah, Bank Indonesia, dan OJK untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.\n\nYuk Subscribe    /   \n\nSelengkapnya baca di: https://www.inews.id/\nFollow Our Official Twitter:   / gtvid_news  \nCheck Our Official Website: https://www.inews.id\nLike Our Official Facebook:   / gtvindonesianews  \nFollow Our Official Instagram:\n  / gtvindonesia_news", "post_id": "m9LGx4K1Sq0"}}, {"key": "buletininews", "attributes": {"label": "buletininews", "x": 267.1147362167655, "y": 880.9495948086471, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0561, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "m9LGx4K1Sq0", "id": "buletininews", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Mundur Akibat Rupiah Anjlok? Ini Jawaban Istana | iNews Terkini\n\nIstana Negara melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan bantahan tegas atas isu yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan mundur dari jabatannya di tengah gejolak pasar. \n\nPrasetyo memastikan tidak ada rencana pergantian Menkeu dalam waktu dekat, sekaligus menepis rumor reshuffle yang sempat ramai dibahas di media dan kalangan pelaku pasar.\n\nDalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Prasetyo juga menegaskan pentingnya memperkuat koordinasi antara pemerintah, Bank Indonesia, dan OJK untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.\n\nYuk Subscribe    /   \n\nSelengkapnya baca di: https://www.inews.id/\nFollow Our Official Twitter:   / gtvid_news  \nCheck Our Official Website: https://www.inews.id\nLike Our Official Facebook:   / gtvindonesianews  \nFollow Our Official Instagram:\n  / gtvindonesia_news", "post_id": "m9LGx4K1Sq0"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "attributes": {"label": "@tuturmediadigital", "x": 608.459410972553, "y": 318.99813377260125, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "psy_cqasJQ8", "id": "@tuturmediadigital", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Rupiah Tertekan, IHSG Anjlok! OJK Beberkan Kondisi Terkini Sektor Keuangan Indonesia\n\nTUTUR.co.id - Pimpinan DPR RI bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Bank Indonesia menggelar konferensi pers untuk menjelaskan perkembangan kondisi ekonomi Indonesia terkini. Agenda ini menjadi perhatian publik di tengah sorotan terhadap nilai tukar rupiah, kondisi APBN, daya beli masyarakat, hingga berbagai isu ekonomi yang berkembang dalam beberapa waktu terakhir.\n\n#Rupiah #IHSG #OJK #EkonomiIndonesia #PasarKeuangan #Perbankan #Investasi#breakingnews #beritaterkini #newsupdate #beritaekonomi #tuturmediadigital #tuturtv \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...\n\n-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------\n\nMusic: Cybernetic Dreams by Alex-Productions ® / alexproductionsmusic\nLicense: Creative Commons - Attribution 3.0 Unported - CC BY 3.0\nFree Download / Stream: https://audiolibrary.com.co/alex-prod.\nMusic promoted by Audio Library:\n• DAILY No Copyright For You - Cybernetic Dreams by Alex-Productions", "post_id": "psy_cqasJQ8"}}, {"key": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "tuturtvmedia", "x": 239.69297215659302, "y": 762.7192251499631, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0561, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "psy_cqasJQ8", "id": "tuturtvmedia", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Rupiah Tertekan, IHSG Anjlok! OJK Beberkan Kondisi Terkini Sektor Keuangan Indonesia\n\nTUTUR.co.id - Pimpinan DPR RI bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Bank Indonesia menggelar konferensi pers untuk menjelaskan perkembangan kondisi ekonomi Indonesia terkini. Agenda ini menjadi perhatian publik di tengah sorotan terhadap nilai tukar rupiah, kondisi APBN, daya beli masyarakat, hingga berbagai isu ekonomi yang berkembang dalam beberapa waktu terakhir.\n\n#Rupiah #IHSG #OJK #EkonomiIndonesia #PasarKeuangan #Perbankan #Investasi#breakingnews #beritaterkini #newsupdate #beritaekonomi #tuturmediadigital #tuturtv \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...\n\n-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------\n\nMusic: Cybernetic Dreams by Alex-Productions ® / alexproductionsmusic\nLicense: Creative Commons - Attribution 3.0 Unported - CC BY 3.0\nFree Download / Stream: https://audiolibrary.com.co/alex-prod.\nMusic promoted by Audio Library:\n• DAILY No Copyright For You - Cybernetic Dreams by Alex-Productions", "post_id": "psy_cqasJQ8"}}, {"key": "@tribunjakarta", "attributes": {"label": "@tribunjakarta", "x": 241.96458553551793, "y": 493.76186561561764, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "_NVJi6HCjqo", "id": "@tribunjakarta", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Buka Suara soal Rupiah Sentuh Rp18 000 per Dolar AS, Masih di Bawah Kendali BI\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kondisi nilai tukar rupiah yang menyentuh Rp18.000 per dolar AS masih dapat dikelola dengan baik oleh Bank Indonesia.\n\nIa menyatakan tidak ada alasan untuk panik karena kebijakan moneter yang dijalankan BI dinilai masih berada di jalur yang tepat. \n\nMenurutnya, stabilitas rupiah saat ini tetap berada dalam kendali otoritas moneter sehingga masyarakat tidak perlu bereaksi berlebihan. \n\n\n\nSumber: https://www.tribunnews.com/bisnis/783...\nEditor Video : Elvera\nUploader: Erwin Joko Prasetyo\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta", "post_id": "_NVJi6HCjqo"}}, {"key": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "tribunjakarta", "x": 789.5093633325102, "y": 864.6049038079304, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.9354, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "_NVJi6HCjqo", "id": "tribunjakarta", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Buka Suara soal Rupiah Sentuh Rp18 000 per Dolar AS, Masih di Bawah Kendali BI\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kondisi nilai tukar rupiah yang menyentuh Rp18.000 per dolar AS masih dapat dikelola dengan baik oleh Bank Indonesia.\n\nIa menyatakan tidak ada alasan untuk panik karena kebijakan moneter yang dijalankan BI dinilai masih berada di jalur yang tepat. \n\nMenurutnya, stabilitas rupiah saat ini tetap berada dalam kendali otoritas moneter sehingga masyarakat tidak perlu bereaksi berlebihan. \n\n\n\nSumber: https://www.tribunnews.com/bisnis/783...\nEditor Video : Elvera\nUploader: Erwin Joko Prasetyo\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta", "post_id": "_NVJi6HCjqo"}}, {"key": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "tribun.jakart...", "x": 704.3876717756264, "y": 58.32753948035185, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.9354, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "_NVJi6HCjqo", "id": "tribun.jakart...", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Buka Suara soal Rupiah Sentuh Rp18 000 per Dolar AS, Masih di Bawah Kendali BI\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kondisi nilai tukar rupiah yang menyentuh Rp18.000 per dolar AS masih dapat dikelola dengan baik oleh Bank Indonesia.\n\nIa menyatakan tidak ada alasan untuk panik karena kebijakan moneter yang dijalankan BI dinilai masih berada di jalur yang tepat. \n\nMenurutnya, stabilitas rupiah saat ini tetap berada dalam kendali otoritas moneter sehingga masyarakat tidak perlu bereaksi berlebihan. \n\n\n\nSumber: https://www.tribunnews.com/bisnis/783...\nEditor Video : Elvera\nUploader: Erwin Joko Prasetyo\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta", "post_id": "_NVJi6HCjqo"}}, {"key": "@Sulselsatu", "attributes": {"label": "@Sulselsatu", "x": 565.6477578536394, "y": 484.4567270867877, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "tWuoapPFujg", "id": "@Sulselsatu", "source": "youtube-000001", "content": "DPR, BI dan Pemerintah Perkuat Koordinasi Jaga Stabilitas Rupiah\n\nDPR, Bank Indonesia dan pemerintah sepakat memperkuat koordinasi fiskal dan moneter.\n\nLangkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.\n\nWakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan pertemuan membahas perkembangan ekonomi nasional.\n\nMenurutnya, kebijakan fiskal dan moneter harus berjalan selaras menghadapi tantangan ekonomi.\n\nSementara itu, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menegaskan fokus utama adalah menjaga stabilitas rupiah.\n\nBI dan pemerintah sepakat meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik.\n\nLangkah itu diharapkan mampu menarik kembali aliran modal asing ke Indonesia.\n\nDi sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kondisi APBN saat ini tetap kuat.\n\nMenurutnya, sinergi fiskal dan moneter akan membuat kebijakan ekonomi lebih efektif.\n-------------------------------------------------------\nAyo Klik Subscribe Channel Youtube Sulselsatu.com\n   /   \nVideo terkini dan terbaru..\n------------------------------\nSound:  berlisensi Creative Commons Attribution (https://creativecommons.org/licenses/...)\n\nDisclaimer: \nThe images or videos on this channel sometimes come from various other media sources. Copyright is fully held by the source. If there is a problem with this, you can contact us here\n\nFor copyright matters please contact us at: \nPT. LATAMA MEDIA SATU \nNo Telepone: (0411) 467 4269\n-----------------------------", "post_id": "tWuoapPFujg"}}, {"key": "sulselsatu", "attributes": {"label": "sulselsatu", "x": 796.0829244087572, "y": 191.3972964076961, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0561, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "tWuoapPFujg", "id": "sulselsatu", "source": "youtube-000001", "content": "DPR, BI dan Pemerintah Perkuat Koordinasi Jaga Stabilitas Rupiah\n\nDPR, Bank Indonesia dan pemerintah sepakat memperkuat koordinasi fiskal dan moneter.\n\nLangkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.\n\nWakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan pertemuan membahas perkembangan ekonomi nasional.\n\nMenurutnya, kebijakan fiskal dan moneter harus berjalan selaras menghadapi tantangan ekonomi.\n\nSementara itu, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menegaskan fokus utama adalah menjaga stabilitas rupiah.\n\nBI dan pemerintah sepakat meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik.\n\nLangkah itu diharapkan mampu menarik kembali aliran modal asing ke Indonesia.\n\nDi sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kondisi APBN saat ini tetap kuat.\n\nMenurutnya, sinergi fiskal dan moneter akan membuat kebijakan ekonomi lebih efektif.\n-------------------------------------------------------\nAyo Klik Subscribe Channel Youtube Sulselsatu.com\n   /   \nVideo terkini dan terbaru..\n------------------------------\nSound:  berlisensi Creative Commons Attribution (https://creativecommons.org/licenses/...)\n\nDisclaimer: \nThe images or videos on this channel sometimes come from various other media sources. Copyright is fully held by the source. If there is a problem with this, you can contact us here\n\nFor copyright matters please contact us at: \nPT. LATAMA MEDIA SATU \nNo Telepone: (0411) 467 4269\n-----------------------------", "post_id": "tWuoapPFujg"}}, {"key": "@LintasiNews", "attributes": {"label": "@LintasiNews", "x": 482.74591780784084, "y": 785.3703439779422, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "nc0zDJJw7us", "id": "@LintasiNews", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Mundur Akibat Rupiah Anjlok? Ini Jawaban Istana | iNews Terkini\n\nIstana Negara melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan bantahan tegas atas isu yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan mundur dari jabatannya di tengah gejolak pasar. \n\nPrasetyo memastikan tidak ada rencana pergantian Menkeu dalam waktu dekat, sekaligus menepis rumor reshuffle yang sempat ramai dibahas di media dan kalangan pelaku pasar.\n\nDalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Prasetyo juga menegaskan pentingnya memperkuat koordinasi antara pemerintah, Bank Indonesia, dan OJK untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.\n\nYuk Subscribe    /   \n\nBaca Juga: https://www.inews.id/news\n\nFollow Our Official Twitter:   / lintas_mnctv  \nCheck Our Official Website: https://www.inews.id\nLike Our Official Facebook:   / mnctvnews  \nFollow Our Official Instagram:   / mnctvnews  \n\nDapatkan sajian berita dan liputan langsung peristiwa terkini secara cepat dan akurat di:\nhttps://www.inews.id/ untuk berita dari daerah-daerah di seluruh Indonesia\nhttps://www.okezone.com/ untuk berita-berita sports dan gaya hidup\nhttps://www.sindonews.com/ untuk berita-berita politik dalam dan luar negeri\nhttps://www.idxchannel.com/ untuk berita-berita pasar saham dan ekonomi\n\n#LintasiNewsSiang", "post_id": "nc0zDJJw7us"}}, {"key": "lintasinews", "attributes": {"label": "lintasinews", "x": 974.4512445748658, "y": 772.1312628973938, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0561, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "nc0zDJJw7us", "id": "lintasinews", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Mundur Akibat Rupiah Anjlok? Ini Jawaban Istana | iNews Terkini\n\nIstana Negara melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan bantahan tegas atas isu yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan mundur dari jabatannya di tengah gejolak pasar. \n\nPrasetyo memastikan tidak ada rencana pergantian Menkeu dalam waktu dekat, sekaligus menepis rumor reshuffle yang sempat ramai dibahas di media dan kalangan pelaku pasar.\n\nDalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Prasetyo juga menegaskan pentingnya memperkuat koordinasi antara pemerintah, Bank Indonesia, dan OJK untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.\n\nYuk Subscribe    /   \n\nBaca Juga: https://www.inews.id/news\n\nFollow Our Official Twitter:   / lintas_mnctv  \nCheck Our Official Website: https://www.inews.id\nLike Our Official Facebook:   / mnctvnews  \nFollow Our Official Instagram:   / mnctvnews  \n\nDapatkan sajian berita dan liputan langsung peristiwa terkini secara cepat dan akurat di:\nhttps://www.inews.id/ untuk berita dari daerah-daerah di seluruh Indonesia\nhttps://www.okezone.com/ untuk berita-berita sports dan gaya hidup\nhttps://www.sindonews.com/ untuk berita-berita politik dalam dan luar negeri\nhttps://www.idxchannel.com/ untuk berita-berita pasar saham dan ekonomi\n\n#LintasiNewsSiang", "post_id": "nc0zDJJw7us"}}, {"key": "@liputan6_news", "attributes": {"label": "@liputan6_news", "x": 523.1719872107037, "y": 252.03362155880438, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "tDD4bis19fk", "id": "@liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Perbaiki Kondisi Ekonomi RI, Purbaya: “Semua Pihak Perkuat Koordinasi” | Liputan 6\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ungkap upaya pemerintah untuk perbaiki kondisi ekonomi Indonesia saat ini. Perkuat kebijakan-kebijakan fiskal dan koordinasi semua pihak di pemerintah maupun Bank Indonesia.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "tDD4bis19fk"}}, {"key": "sctv", "attributes": {"label": "sctv", "x": 987.2261852736799, "y": 633.7893477190933, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.5887, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "tDD4bis19fk", "id": "sctv", "source": "youtube-000001", "content": "Perbaiki Kondisi Ekonomi RI, Purbaya: “Semua Pihak Perkuat Koordinasi” | Liputan 6\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ungkap upaya pemerintah untuk perbaiki kondisi ekonomi Indonesia saat ini. Perkuat kebijakan-kebijakan fiskal dan koordinasi semua pihak di pemerintah maupun Bank Indonesia.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "tDD4bis19fk"}}, {"key": "liputan6_news", "attributes": {"label": "liputan6_news", "x": 699.6939157133446, "y": 98.23784782878064, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.5887, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "tDD4bis19fk", "id": "liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Perbaiki Kondisi Ekonomi RI, Purbaya: “Semua Pihak Perkuat Koordinasi” | Liputan 6\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ungkap upaya pemerintah untuk perbaiki kondisi ekonomi Indonesia saat ini. Perkuat kebijakan-kebijakan fiskal dan koordinasi semua pihak di pemerintah maupun Bank Indonesia.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "tDD4bis19fk"}}, {"key": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "liputan6daerah", "x": 426.8156951095361, "y": 886.8816604350002, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.5887, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "tDD4bis19fk", "id": "liputan6daerah", "source": "youtube-000001", "content": "Perbaiki Kondisi Ekonomi RI, Purbaya: “Semua Pihak Perkuat Koordinasi” | Liputan 6\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ungkap upaya pemerintah untuk perbaiki kondisi ekonomi Indonesia saat ini. Perkuat kebijakan-kebijakan fiskal dan koordinasi semua pihak di pemerintah maupun Bank Indonesia.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "tDD4bis19fk"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 503.32195758121657, "y": 325.6126006837058, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "rstzXOelQ6o", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Dasco Kumpulkan Menkeu Purbaya hingga Gubernur BI Perry Warjiyo, Bahas Stabilitas Ekonomi\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV -  DPR menggelar pertemuan dengan Bank Indonesia dan pemerintah di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Sabtu (6/6/2026).\n\nPertemuan itu dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Pertemuan dihadiri Mensesneg Prasetyo Hadi, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa hingga Gubernur BI Perry Warjiyo.\n\n\"Alhamdulillah hasil koordinasi pada hari ini telah menghasilkan beberapa kesepakatan yang tentunya akan disampaikan oleh masing-masing pihak baik dari otoritas moneter, fiskal maupun dari pihak pemerintah,\" kata Dasco (Timecode 1:04).\n\n#menkeupurbaya #dpr #gubernurbi #ekonomiindonesia \n\nEditor: Novaltri\nProduser: Dian\n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "rstzXOelQ6o"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 117.63476866343137, "y": 541.5194347450694, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.9354, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "rstzXOelQ6o", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Dasco Kumpulkan Menkeu Purbaya hingga Gubernur BI Perry Warjiyo, Bahas Stabilitas Ekonomi\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV -  DPR menggelar pertemuan dengan Bank Indonesia dan pemerintah di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Sabtu (6/6/2026).\n\nPertemuan itu dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Pertemuan dihadiri Mensesneg Prasetyo Hadi, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa hingga Gubernur BI Perry Warjiyo.\n\n\"Alhamdulillah hasil koordinasi pada hari ini telah menghasilkan beberapa kesepakatan yang tentunya akan disampaikan oleh masing-masing pihak baik dari otoritas moneter, fiskal maupun dari pihak pemerintah,\" kata Dasco (Timecode 1:04).\n\n#menkeupurbaya #dpr #gubernurbi #ekonomiindonesia \n\nEditor: Novaltri\nProduser: Dian\n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "rstzXOelQ6o"}}, {"key": "@wartakotaproduction", "attributes": {"label": "@wartakotaproduction", "x": 956.3994338620801, "y": 345.7770541094264, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "cvT18aYhdqk", "id": "@wartakotaproduction", "source": "youtube-000001", "content": "Momen Dasco Turun Tangan Panggil Menkeu dan Gubernur BI\n\nDownload Aplikasi Berita TribunX di Playstore atau App Store Untuk dapatkan Pengalaman Terbaru\n\nWARTAKOTALIVE.COM, Jakarta- \n\nDewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar pertemuan koordinasi dengan pemerintah dan Bank Indonesia (BI) di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Pertemuan tersebut difokuskan untuk membahas kondisi perekonomian nasional sekaligus memperkuat sinergi antarlembaga dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah dinamika global dan domestik.\nRapat koordinasi itu dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad. Hadir dalam pertemuan tersebut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Gubernur Perry Warjiyo.\nPertemuan yang berlangsung di tengah sorotan terhadap pergerakan pasar keuangan dan nilai tukar rupiah itu menjadi ajang koordinasi antara otoritas fiskal, otoritas moneter, serta pemerintah guna memastikan langkah-langkah kebijakan berjalan selaras dan mampu menjaga kepercayaan publik maupun pelaku usaha.\n\nPenulis dan vo        : Joanita Ary\nSumber Video         : Kompas TV\nEditor Video            : Angga Bhagya Nugraha\nUploader                 : Angga Bhagya Nugraha\n\nPantau informasi terupdate melalui sosial kami:\nInstagram:   / wartakotalive  \nTwitter:   / wartakotalive  \nFacebook:   / wartakotalive  \nTikTok :", "post_id": "cvT18aYhdqk"}}, {"key": "wartakotalive.com", "attributes": {"label": "wartakotalive.com", "x": 39.353685823618974, "y": 93.81564237612372, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0561, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "cvT18aYhdqk", "id": "wartakotalive.com", "source": "youtube-000001", "content": "Momen Dasco Turun Tangan Panggil Menkeu dan Gubernur BI\n\nDownload Aplikasi Berita TribunX di Playstore atau App Store Untuk dapatkan Pengalaman Terbaru\n\nWARTAKOTALIVE.COM, Jakarta- \n\nDewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar pertemuan koordinasi dengan pemerintah dan Bank Indonesia (BI) di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Pertemuan tersebut difokuskan untuk membahas kondisi perekonomian nasional sekaligus memperkuat sinergi antarlembaga dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah dinamika global dan domestik.\nRapat koordinasi itu dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad. Hadir dalam pertemuan tersebut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Gubernur Perry Warjiyo.\nPertemuan yang berlangsung di tengah sorotan terhadap pergerakan pasar keuangan dan nilai tukar rupiah itu menjadi ajang koordinasi antara otoritas fiskal, otoritas moneter, serta pemerintah guna memastikan langkah-langkah kebijakan berjalan selaras dan mampu menjaga kepercayaan publik maupun pelaku usaha.\n\nPenulis dan vo        : Joanita Ary\nSumber Video         : Kompas TV\nEditor Video            : Angga Bhagya Nugraha\nUploader                 : Angga Bhagya Nugraha\n\nPantau informasi terupdate melalui sosial kami:\nInstagram:   / wartakotalive  \nTwitter:   / wartakotalive  \nFacebook:   / wartakotalive  \nTikTok :", "post_id": "cvT18aYhdqk"}}, {"key": "tribunkaltimofficial", "attributes": {"label": "tribunkaltimofficial", "x": 157.4988205781419, "y": 226.85792746230527, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.2821, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "PXMFgfDPQps", "id": "tribunkaltimofficial", "source": "youtube-000001", "content": "Kelakar Prabowo Dulu: Selama Purbaya Masih Bisa Senyum, Ekonomi Dipastikan Aman\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\n\n\nTRIBUN-TIMUR.COM - Kehadiran Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di konferensi pers di Gedung DPR RI, Sabtu (6/6/2026) menjadi perhatian.\n\nPurbaya bersama Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo diundang pimpinan DPR untuk melakukan konferensi pers.\n\nHadir pula Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. \n\nKonpres digelar untuk menyampaikan kondisi perekonomian terkini di balik merosotnya nilai tukar rupiah dan indeks saham di bursa efek.\n\nYang jadi sorotan ekpresi Purbaya. Sepanjang mengikuti keterangan pers, Purbaya nyaris tanpa senyum.\n\nMengenakan batik biru kekuningan, kedua tangannya disilangkan di perut, dia Hanya menunduk ketika Mensesneg berbicara.\n\nBahkan saat gilirannya berbicara kondisi ekonomi sekarang, tak nampak mimik canda di wajahnya seperti biasa.(TRIBUN-TIMUR.COM)\n\nUpdate info terkini via http://tribun-timur.com/\n\nFollow dan like fanpage Facebook http://bit.ly/FBTribunTimurMks\nYouTube business inquiries: 081144407111\nFollow akun Instagram http://bit.ly/IGTribunTimur\nFollow akun Twitter http://bit.ly/twitterTribunTimur\n\nYoutube: , \nNaskah: Wa Ode Nurmin\nNarator: Wa Ode Nurmin\nEditor Video: Abdul Rahman\n\n#Purbaya #Tanpa #Senyum #Kondisi #Ekonomi #celetukan #Presiden #Prabowo #MenteriKeuangan #PurbayaYudhiSadewa #konferensipers #GedungDPRRI #GubernurBankIndonesia #PerryWarjiyo  #WakilKetuaDPRRI #SufmiDascoAhmad #MenteriSekretarisNegara  #Mensesneg #PrasetyoHadi #tribuntimur #tribunviral", "post_id": "PXMFgfDPQps"}}, {"key": "@forumkeadilanTV", "attributes": {"label": "@forumkeadilanTV", "x": 362.30122750001135, "y": 132.8970368825867, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "1rR50v0mTcw", "id": "@forumkeadilanTV", "source": "youtube-000001", "content": "GEDE SANDRA: AKSELERASI PURBAYA DIJEGAL KEBIJAKAN SUKU BUNGA BANK INDONESIA\n\nNilai tukar rupiah terus turun hingga tembus Rp18.000 per dolar Amerika Serikat. Penurunan terus terjadi semenjak Gubernur BI dijabat keponakan Presiden Prabowo Subianto, Thomas Djiwandono.\n\nApa sebenarnya yang sedang terjadi? Apa yang harus dilakukan Prabowo? \n\nPodcast Madilog Forum Keadilan berikut ini mengupas pertanyaan-pertanyaan tersebut secara kritis dan mendalam bersama narasumber yang ahli di bidangnya.*\n\nHost: Margi Syarif - Jurnalis Senior\nNarasumber: Gede Sandra - Ekonom\n\nFor Partnership, Please Contact:\nbisnis\nhttps://wa.me/628119899090\n\nDapatkan informasi terkini isu-isu hukum dan politik di Indonesia dengan Forum Keadilan. Download aplikasinya sekarang!\nPlaystore https://tinyurl.com/forumkeadilanplay...\nAppStore https://tinyurl.com/forumkeadilanapps\nPortal https://forumkeadilan.com/\n\nApakah Anda peduli dengan isu-isu keadilan sosial dan ingin berkontribusi dalam menciptakan perubahan positif? Forum Keadilan adalah tempat yang tepat untuk Anda!  Ikuti kami sekarang di:\nYouTube    /   \nInstagram   / forumkeadilantv  \nFB   / forumkeadilandotcom  \nTiktok   / forumkeadilantv  \n\n#gedesandra #prabowo #rupiah #bankindonesia #thomasdjiwandono #purbaya #ekonomiindonesia #madilog #forumkeadilan #beritapolitik #viralpolitik #newsupdate", "post_id": "1rR50v0mTcw"}}, {"key": "forumkeadilantv", "attributes": {"label": "forumkeadilantv", "x": 352.76039905031985, "y": 40.53107585801718, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0561, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1rR50v0mTcw", "id": "forumkeadilantv", "source": "youtube-000001", "content": "GEDE SANDRA: AKSELERASI PURBAYA DIJEGAL KEBIJAKAN SUKU BUNGA BANK INDONESIA\n\nNilai tukar rupiah terus turun hingga tembus Rp18.000 per dolar Amerika Serikat. Penurunan terus terjadi semenjak Gubernur BI dijabat keponakan Presiden Prabowo Subianto, Thomas Djiwandono.\n\nApa sebenarnya yang sedang terjadi? Apa yang harus dilakukan Prabowo? \n\nPodcast Madilog Forum Keadilan berikut ini mengupas pertanyaan-pertanyaan tersebut secara kritis dan mendalam bersama narasumber yang ahli di bidangnya.*\n\nHost: Margi Syarif - Jurnalis Senior\nNarasumber: Gede Sandra - Ekonom\n\nFor Partnership, Please Contact:\nbisnis\nhttps://wa.me/628119899090\n\nDapatkan informasi terkini isu-isu hukum dan politik di Indonesia dengan Forum Keadilan. Download aplikasinya sekarang!\nPlaystore https://tinyurl.com/forumkeadilanplay...\nAppStore https://tinyurl.com/forumkeadilanapps\nPortal https://forumkeadilan.com/\n\nApakah Anda peduli dengan isu-isu keadilan sosial dan ingin berkontribusi dalam menciptakan perubahan positif? Forum Keadilan adalah tempat yang tepat untuk Anda!  Ikuti kami sekarang di:\nYouTube    /   \nInstagram   / forumkeadilantv  \nFB   / forumkeadilandotcom  \nTiktok   / forumkeadilantv  \n\n#gedesandra #prabowo #rupiah #bankindonesia #thomasdjiwandono #purbaya #ekonomiindonesia #madilog #forumkeadilan #beritapolitik #viralpolitik #newsupdate", "post_id": "1rR50v0mTcw"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "attributes": {"label": "@TribunnewsSurya", "x": 350.36419046376665, "y": 117.18512363022026, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "yvhdUQzgiHQ", "id": "@TribunnewsSurya", "source": "youtube-000001", "content": "Momen Dasco Turun Tangan, Menkeu Purbaya dan Perry Warjiyo Dipanggil Bahas Ekonomi RI\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nEditor Video: Erricson Bernedy S\n\nSURYA.CO.ID - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar pertemuan koordinasi dengan pemerintah dan Bank Indonesia (BI) di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).  Pertemuan tersebut difokuskan untuk membahas kondisi perekonomian nasional sekaligus memperkuat sinergi antarlembaga dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah dinamika global dan domestik.\n\nRapat koordinasi itu dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad. Hadir dalam pertemuan tersebut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Gubernur Perry Warjiyo.\n\nPertemuan yang berlangsung di tengah sorotan terhadap pergerakan pasar keuangan dan nilai tukar rupiah itu menjadi ajang koordinasi antara otoritas fiskal, otoritas moneter, serta pemerintah untuk memastikan langkah-langkah kebijakan berjalan selaras dan mampu menjaga kepercayaan masyarakat maupun pelaku usaha.\n\n\n\nJangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan!\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VaUt...\n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "yvhdUQzgiHQ"}}, {"key": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "tribunnewssurya", "x": 970.9654646185803, "y": 599.4476809473787, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.2821, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "yvhdUQzgiHQ", "id": "tribunnewssurya", "source": "youtube-000001", "content": "Momen Dasco Turun Tangan, Menkeu Purbaya dan Perry Warjiyo Dipanggil Bahas Ekonomi RI\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nEditor Video: Erricson Bernedy S\n\nSURYA.CO.ID - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar pertemuan koordinasi dengan pemerintah dan Bank Indonesia (BI) di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).  Pertemuan tersebut difokuskan untuk membahas kondisi perekonomian nasional sekaligus memperkuat sinergi antarlembaga dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah dinamika global dan domestik.\n\nRapat koordinasi itu dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad. Hadir dalam pertemuan tersebut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Gubernur Perry Warjiyo.\n\nPertemuan yang berlangsung di tengah sorotan terhadap pergerakan pasar keuangan dan nilai tukar rupiah itu menjadi ajang koordinasi antara otoritas fiskal, otoritas moneter, serta pemerintah untuk memastikan langkah-langkah kebijakan berjalan selaras dan mampu menjaga kepercayaan masyarakat maupun pelaku usaha.\n\n\n\nJangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan!\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VaUt...\n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "yvhdUQzgiHQ"}}, {"key": "@tradingsahamfirman", "attributes": {"label": "@tradingsahamfirman", "x": 108.89370081489635, "y": 900.5461169973499, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "PHs9rOP0VZg", "id": "@tradingsahamfirman", "source": "youtube-000001", "content": "MENGERIKAN.!! TERBONGKAR SKEMA ASING MENGUSIK RUPIAH KITA DAN BBRI! GINI STRATEGINYA!\n\n#sahambbri\n#sahambbrihariini\n#sahambbriuntukjangkapanjang \n\nUNTUK BERLANGANAN KLIK DIBAWAH INI.!!!\n\nGRUP TELEGRAM\nhttps://tinyurl.com/rekomendasibesok\nCP: 0858-7891-7762\n\nGRUP YOUTUBE\n   /   \nWEBSITE KAMI :\nwww.firmanhappy.com\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan saat penutupan perdagangan Kamis (4/6/2026). Indeks ditutup melemah 101 poin atau 1,70 persen ke level 5.840 di tengah derasnya aksi jual investor asing yang masih membayangi pasar saham domestik. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing membukukan net sell atau jual bersih sebesar Rp 1,43 triliun. Aksi jual tersebut terutama terkonsentrasi pada saham-saham berkapitalisasi besar yang selama ini menjadi penopang utama pergerakan indeks.\nMenteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menolak tawaran bantuan pendanaan utang dari Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) di tengah guncangan ekonomi global yang menekan banyak negara saat ini.\nAdapun, tawaran bantuan ini disampaikan dalam pertemuan pemerintah dan Managing Director IMF Kristalina Georgieva di Washington DC, Amerika Serikat, pada minggu lalu (14/6).\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan arus modal asing ke pasar uang Indonesia masih tetap kuat di tengah gejolak pasar saham. Purbaya mengklaim arus modal asing masih masuk ke Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).\nPurbaya mengatakan inflow asing ke SBN mulai naik di kuartal II-2026, di tengah kondisi negatif di pasar saham RI. Menurut data Kemenkeu, inflow ke SBN Rp 90,9 triliun hingga 3 Juni 2026 dan SRBI inflownya mencapai Rp 70,1 triliun.\nsource\nhttps://money.kompas.com/read/2026/06...\nhttps://www.cnbcindonesia.com/news/20...\nhttps://www.cnbcindonesia.com/market/...\n#purbaya \n#bmri \n#sahamBBCA\n#sahamBBNI #sahamBRIS \n#sahamBBTN\n#bbri\n#Saham BBRI\n#bri\n#Bank Rakyat Indonesia\n#PT Bank Rakyat Indonesia Tbk\n#donal trump import,\n#donald trump important message,\n#donald trump import tax,\n#donald trump import,\n#donald trump tariff import,\n#donald trump copy,\n#donald trump trade deal\n#Saham BBRI\n#bri\n#Bank Rakyat Indonesia\n#PT Bank Rakyat Indonesia Tbk\n#bri \n#bbri\n#laba bri\n#hery gunardi\n#Taipan\n#Tarif Trump\n#Perang Dagang\n#Donald Trump\n#tarif-impor\n#donald-trump\n#tanah-jarang\n#perang-dagang\n#BPIDanantara \n#superholdingBUMN\n#Danantara \n#dividen \n#pembagiandividen \n#dividenBUMN\n#BBRI\n#Oskaria\n#Himbara\n#InvestorAsing\n#SahamBBRI\n#IHSG\n#BeliBersih\n#BahasaAsing\n#bbri\n#Pasar Saham\n#hendropriyono \n#am hendropriyono\n#georgesoros \n\n\nINFO PENTING !!!!\nKAMI TIDAK MENGADAKAN TITIP DANA APAPUN\nSaya hanya memakai Sosmed dan kontak diatas, selain kontak diatas berarti Bukan saya, karena banyak yang mengatas namakan TRADING SAHAM FIRMAN HAPPY untuk penipuan titip dana, sekali lagi saya tekankan saya ( FIRMAN HAPPY ) tidak pernah membuka jasa titip dana trading,  TERIMA KASIH !!\nSegala jenis Pembayaran untuk keperluan channel dan Group saya, \nDisclaimer ON : Semua rekomendasi hanya untuk edukasi & Hiburan, tidak untuk menyarankan Beli atau Jual saham ( silahkan analisa sendiri masing2 ), kerugian dan keuntungan semua ditanggung oleh kalian masing2, dan Kami tidak pernah membuat program titip dana untuk trading atau investasi, semua kerugian yang diakibatkan oleh investasi bodong yang mengatas namakan TRADING SAHAM FIRMAN HAPPY adalah bukan tanggung jawab kami. \n\nWA PRIBADI SAYA \n0858-7891-7762 (FIRMAN HAPPY)\nSELAIN ITU PENIPUAN..!!", "post_id": "PHs9rOP0VZg"}}, {"key": "tradingsahamfirman", "attributes": {"label": "tradingsahamfirman", "x": 538.731401170128, "y": 913.1736680705194, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0561, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "PHs9rOP0VZg", "id": "tradingsahamfirman", "source": "youtube-000001", "content": "MENGERIKAN.!! TERBONGKAR SKEMA ASING MENGUSIK RUPIAH KITA DAN BBRI! GINI STRATEGINYA!\n\n#sahambbri\n#sahambbrihariini\n#sahambbriuntukjangkapanjang \n\nUNTUK BERLANGANAN KLIK DIBAWAH INI.!!!\n\nGRUP TELEGRAM\nhttps://tinyurl.com/rekomendasibesok\nCP: 0858-7891-7762\n\nGRUP YOUTUBE\n   /   \nWEBSITE KAMI :\nwww.firmanhappy.com\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan saat penutupan perdagangan Kamis (4/6/2026). Indeks ditutup melemah 101 poin atau 1,70 persen ke level 5.840 di tengah derasnya aksi jual investor asing yang masih membayangi pasar saham domestik. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing membukukan net sell atau jual bersih sebesar Rp 1,43 triliun. Aksi jual tersebut terutama terkonsentrasi pada saham-saham berkapitalisasi besar yang selama ini menjadi penopang utama pergerakan indeks.\nMenteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menolak tawaran bantuan pendanaan utang dari Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) di tengah guncangan ekonomi global yang menekan banyak negara saat ini.\nAdapun, tawaran bantuan ini disampaikan dalam pertemuan pemerintah dan Managing Director IMF Kristalina Georgieva di Washington DC, Amerika Serikat, pada minggu lalu (14/6).\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan arus modal asing ke pasar uang Indonesia masih tetap kuat di tengah gejolak pasar saham. Purbaya mengklaim arus modal asing masih masuk ke Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).\nPurbaya mengatakan inflow asing ke SBN mulai naik di kuartal II-2026, di tengah kondisi negatif di pasar saham RI. Menurut data Kemenkeu, inflow ke SBN Rp 90,9 triliun hingga 3 Juni 2026 dan SRBI inflownya mencapai Rp 70,1 triliun.\nsource\nhttps://money.kompas.com/read/2026/06...\nhttps://www.cnbcindonesia.com/news/20...\nhttps://www.cnbcindonesia.com/market/...\n#purbaya \n#bmri \n#sahamBBCA\n#sahamBBNI #sahamBRIS \n#sahamBBTN\n#bbri\n#Saham BBRI\n#bri\n#Bank Rakyat Indonesia\n#PT Bank Rakyat Indonesia Tbk\n#donal trump import,\n#donald trump important message,\n#donald trump import tax,\n#donald trump import,\n#donald trump tariff import,\n#donald trump copy,\n#donald trump trade deal\n#Saham BBRI\n#bri\n#Bank Rakyat Indonesia\n#PT Bank Rakyat Indonesia Tbk\n#bri \n#bbri\n#laba bri\n#hery gunardi\n#Taipan\n#Tarif Trump\n#Perang Dagang\n#Donald Trump\n#tarif-impor\n#donald-trump\n#tanah-jarang\n#perang-dagang\n#BPIDanantara \n#superholdingBUMN\n#Danantara \n#dividen \n#pembagiandividen \n#dividenBUMN\n#BBRI\n#Oskaria\n#Himbara\n#InvestorAsing\n#SahamBBRI\n#IHSG\n#BeliBersih\n#BahasaAsing\n#bbri\n#Pasar Saham\n#hendropriyono \n#am hendropriyono\n#georgesoros \n\n\nINFO PENTING !!!!\nKAMI TIDAK MENGADAKAN TITIP DANA APAPUN\nSaya hanya memakai Sosmed dan kontak diatas, selain kontak diatas berarti Bukan saya, karena banyak yang mengatas namakan TRADING SAHAM FIRMAN HAPPY untuk penipuan titip dana, sekali lagi saya tekankan saya ( FIRMAN HAPPY ) tidak pernah membuka jasa titip dana trading,  TERIMA KASIH !!\nSegala jenis Pembayaran untuk keperluan channel dan Group saya, \nDisclaimer ON : Semua rekomendasi hanya untuk edukasi & Hiburan, tidak untuk menyarankan Beli atau Jual saham ( silahkan analisa sendiri masing2 ), kerugian dan keuntungan semua ditanggung oleh kalian masing2, dan Kami tidak pernah membuat program titip dana untuk trading atau investasi, semua kerugian yang diakibatkan oleh investasi bodong yang mengatas namakan TRADING SAHAM FIRMAN HAPPY adalah bukan tanggung jawab kami. \n\nWA PRIBADI SAYA \n0858-7891-7762 (FIRMAN HAPPY)\nSELAIN ITU PENIPUAN..!!", "post_id": "PHs9rOP0VZg"}}, {"key": "@OfficialiNews", "attributes": {"label": "@OfficialiNews", "x": 465.98372485249115, "y": 142.86576168260524, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "Z4rf5VQdOg8", "id": "@OfficialiNews", "source": "youtube-000001", "content": "Istana Jelaskan Isu Mundurnya Menkeu Purbaya Akibat Anjloknya Rupiah & IHSG | iNews Terkini 4/6\n\nIstana Negara melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan bantahan tegas atas isu yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan mundur dari jabatannya di tengah gejolak pasar. \n\nPrasetyo memastikan tidak ada rencana pergantian Menkeu dalam waktu dekat, sekaligus menepis rumor reshuffle yang sempat ramai dibahas di media dan kalangan pelaku pasar.\n\nDalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Prasetyo juga menegaskan pentingnya memperkuat koordinasi antara pemerintah, Bank Indonesia, dan OJK untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.\n\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\n\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\nPurbayaYudhiSadewa #MenteriKeuangan #Istana #TidakAdaMundur #Menkeu #KabinetMerahPutih #PrasetyoHadi #PolitikIndonesia #BeritaTerkini #BreakingNewsIndonesia #EkonomiIndonesia #Rupiah #IHSG #Reshuffle #UpdatePolitik #iNews #BeritaTerkini #BreakingNews #BeritaHariIni #BeritaNasional #BeritaIndonesia #BeritaDunia #TerlengkapTercepatTerpercaya", "post_id": "Z4rf5VQdOg8"}}, {"key": "officialinews", "attributes": {"label": "officialinews", "x": 913.0182588235891, "y": 263.5957041967365, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.2821, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "Z4rf5VQdOg8", "id": "officialinews", "source": "youtube-000001", "content": "Istana Jelaskan Isu Mundurnya Menkeu Purbaya Akibat Anjloknya Rupiah & IHSG | iNews Terkini 4/6\n\nIstana Negara melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan bantahan tegas atas isu yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan mundur dari jabatannya di tengah gejolak pasar. \n\nPrasetyo memastikan tidak ada rencana pergantian Menkeu dalam waktu dekat, sekaligus menepis rumor reshuffle yang sempat ramai dibahas di media dan kalangan pelaku pasar.\n\nDalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Prasetyo juga menegaskan pentingnya memperkuat koordinasi antara pemerintah, Bank Indonesia, dan OJK untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.\n\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\n\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\nPurbayaYudhiSadewa #MenteriKeuangan #Istana #TidakAdaMundur #Menkeu #KabinetMerahPutih #PrasetyoHadi #PolitikIndonesia #BeritaTerkini #BreakingNewsIndonesia #EkonomiIndonesia #Rupiah #IHSG #Reshuffle #UpdatePolitik #iNews #BeritaTerkini #BreakingNews #BeritaHariIni #BeritaNasional #BeritaIndonesia #BeritaDunia #TerlengkapTercepatTerpercaya", "post_id": "Z4rf5VQdOg8"}}, {"key": "@medianawacitaindonesia", "attributes": {"label": "@medianawacitaindonesia", "x": 377.310464329897, "y": 337.94552937925494, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 5, "degree": 5}, "_id": "_Zu_0CMrVpY", "id": "@medianawacitaindonesia", "source": "youtube-000001", "content": "HEBOH! Istana Bantah Kabar Purbaya Mundur dari Menkeu, Prabowo Tak Akan Reshuffle?\n\nKabar mengenai Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang disebut-sebut akan mengundurkan diri dari jabatannya mendadak menjadi perbincangan hangat di tengah publik. Isu tersebut bahkan memicu berbagai spekulasi terkait kemungkinan reshuffle Kabinet Merah Putih.\n\nMenanggapi kabar yang beredar, Istana Kepresidenan melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa tidak ada rencana pergantian Menteri Keuangan maupun reshuffle kabinet dalam waktu dekat. Pemerintah justru saat ini fokus memperkuat koordinasi antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.\n\nPurbaya sendiri turut membantah isu pengunduran dirinya dan menyebut kabar tersebut tidak benar. Pernyataan tersebut sekaligus meredam berbagai spekulasi yang berkembang di tengah kondisi ekonomi yang menjadi perhatian publik.\n\nLantas, dari mana sebenarnya isu ini bermula? Dan mengapa rumor pergantian Menteri Keuangan begitu cepat menyebar? Simak ulasan lengkapnya dalam video berikut.\n\n-------\nEditor : Faiz Sahal M\nDesign : Faiz Sahal M\nSosmed : Runa\nSource : YT Sekretariat presiden\n\n🌟 Jangan Lupa Subscribe, Like, Comment, & Share 🌟\n\n⭐️ Baca Berita Menarik & Terupdate Lainnya di ⬇️\n https://www.nawacitapost.com\natau kamu bisa mengunduh aplikasinya di:\nApp Store : https://apps.apple.com/id/app/nawacit...\nPlay Store : https://play.google.com/store/apps/de... \nBisa juga gabung di Saluran WhatsApp kami di https://whatsapp.com/channel/0029VaYj...\n\n💥 Follow Us on Social Media ⬇️\n1. Instagram:\nmedianawacita https://www.instagram.com/medianawaci...\npodcastsosok https://www.instagram.com/podcastsoso...\n\n2. Threads:\nmedianawacita https://www.threads.net/\npodcastsosok https://www.threads.net/\n\n3. TikTok:\nmedianawacita.news https://www.tiktok.com/\nmedianawacita.tv https://www.tiktok.com/\n\n4. X https://x.com/medianawacita?s=21\n\n5. Facebook https://www.facebook.com/mediana.nawa...\n\n6. Spotify:\nPodcast Sosok https://open.spotify.com/show/6VHubMC...\n\n7.Noice:\nMedia Nawacita Indonesia https://open.noice.id/medianawacita\n\n8. Snack Video https://s.snackvideo.com/u/\n\n🌟Ikutin juga program kita yang lainnya ⬇️\n1. Daily News    • Nawacita News  \n2. Podcast Sekaranglah Waktunya    • Podcast SEKARANGLAH WAKTUNYA   \n3. Podcast Sosok    • Podcast SOSOK  \n4. Icip-Icip    • ICIP-ICIP  \n5. Podcast Tipis-Tipis    • Podcast TIPIS-TIPIS  \n\n💥Kalau kamu mau beriklan di podcast atau platform kami, bisa hubungi ⬇️\n0851-8215-9848\n\n#MediaNawacitaIndonesia #NawacitaPolitik #beritanasional #BeritaViral  #beritanasional #hotnews  #beritaterkini #PurbayaYudhiSadewa #Menkeu #Prabowo #IstanaNegara #ReshuffleKabinet #BeritaPolitik #BeritaTerbaru #Indonesia #KabinetMerahPutih #BreakingNews", "post_id": "_Zu_0CMrVpY"}}, {"key": "medianawacit...", "attributes": {"label": "medianawacit...", "x": 363.60558061433136, "y": 807.456691322637, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7274, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "_Zu_0CMrVpY", "id": "medianawacit...", "source": "youtube-000001", "content": "HEBOH! Istana Bantah Kabar Purbaya Mundur dari Menkeu, Prabowo Tak Akan Reshuffle?\n\nKabar mengenai Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang disebut-sebut akan mengundurkan diri dari jabatannya mendadak menjadi perbincangan hangat di tengah publik. Isu tersebut bahkan memicu berbagai spekulasi terkait kemungkinan reshuffle Kabinet Merah Putih.\n\nMenanggapi kabar yang beredar, Istana Kepresidenan melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa tidak ada rencana pergantian Menteri Keuangan maupun reshuffle kabinet dalam waktu dekat. Pemerintah justru saat ini fokus memperkuat koordinasi antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.\n\nPurbaya sendiri turut membantah isu pengunduran dirinya dan menyebut kabar tersebut tidak benar. Pernyataan tersebut sekaligus meredam berbagai spekulasi yang berkembang di tengah kondisi ekonomi yang menjadi perhatian publik.\n\nLantas, dari mana sebenarnya isu ini bermula? Dan mengapa rumor pergantian Menteri Keuangan begitu cepat menyebar? Simak ulasan lengkapnya dalam video berikut.\n\n-------\nEditor : Faiz Sahal M\nDesign : Faiz Sahal M\nSosmed : Runa\nSource : YT Sekretariat presiden\n\n🌟 Jangan Lupa Subscribe, Like, Comment, & Share 🌟\n\n⭐️ Baca Berita Menarik & Terupdate Lainnya di ⬇️\n https://www.nawacitapost.com\natau kamu bisa mengunduh aplikasinya di:\nApp Store : https://apps.apple.com/id/app/nawacit...\nPlay Store : https://play.google.com/store/apps/de... \nBisa juga gabung di Saluran WhatsApp kami di https://whatsapp.com/channel/0029VaYj...\n\n💥 Follow Us on Social Media ⬇️\n1. Instagram:\nmedianawacita https://www.instagram.com/medianawaci...\npodcastsosok https://www.instagram.com/podcastsoso...\n\n2. Threads:\nmedianawacita https://www.threads.net/\npodcastsosok https://www.threads.net/\n\n3. TikTok:\nmedianawacita.news https://www.tiktok.com/\nmedianawacita.tv https://www.tiktok.com/\n\n4. X https://x.com/medianawacita?s=21\n\n5. Facebook https://www.facebook.com/mediana.nawa...\n\n6. Spotify:\nPodcast Sosok https://open.spotify.com/show/6VHubMC...\n\n7.Noice:\nMedia Nawacita Indonesia https://open.noice.id/medianawacita\n\n8. Snack Video https://s.snackvideo.com/u/\n\n🌟Ikutin juga program kita yang lainnya ⬇️\n1. Daily News    • Nawacita News  \n2. Podcast Sekaranglah Waktunya    • Podcast SEKARANGLAH WAKTUNYA   \n3. Podcast Sosok    • Podcast SOSOK  \n4. Icip-Icip    • ICIP-ICIP  \n5. Podcast Tipis-Tipis    • Podcast TIPIS-TIPIS  \n\n💥Kalau kamu mau beriklan di podcast atau platform kami, bisa hubungi ⬇️\n0851-8215-9848\n\n#MediaNawacitaIndonesia #NawacitaPolitik #beritanasional #BeritaViral  #beritanasional #hotnews  #beritaterkini #PurbayaYudhiSadewa #Menkeu #Prabowo #IstanaNegara #ReshuffleKabinet #BeritaPolitik #BeritaTerbaru #Indonesia #KabinetMerahPutih #BreakingNews", "post_id": "_Zu_0CMrVpY"}}, {"key": "podcastsosok...", "attributes": {"label": "podcastsosok...", "x": 452.7650000426838, "y": 766.0234075777469, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7274, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "_Zu_0CMrVpY", "id": "podcastsosok...", "source": "youtube-000001", "content": "HEBOH! Istana Bantah Kabar Purbaya Mundur dari Menkeu, Prabowo Tak Akan Reshuffle?\n\nKabar mengenai Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang disebut-sebut akan mengundurkan diri dari jabatannya mendadak menjadi perbincangan hangat di tengah publik. Isu tersebut bahkan memicu berbagai spekulasi terkait kemungkinan reshuffle Kabinet Merah Putih.\n\nMenanggapi kabar yang beredar, Istana Kepresidenan melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa tidak ada rencana pergantian Menteri Keuangan maupun reshuffle kabinet dalam waktu dekat. Pemerintah justru saat ini fokus memperkuat koordinasi antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.\n\nPurbaya sendiri turut membantah isu pengunduran dirinya dan menyebut kabar tersebut tidak benar. Pernyataan tersebut sekaligus meredam berbagai spekulasi yang berkembang di tengah kondisi ekonomi yang menjadi perhatian publik.\n\nLantas, dari mana sebenarnya isu ini bermula? Dan mengapa rumor pergantian Menteri Keuangan begitu cepat menyebar? Simak ulasan lengkapnya dalam video berikut.\n\n-------\nEditor : Faiz Sahal M\nDesign : Faiz Sahal M\nSosmed : Runa\nSource : YT Sekretariat presiden\n\n🌟 Jangan Lupa Subscribe, Like, Comment, & Share 🌟\n\n⭐️ Baca Berita Menarik & Terupdate Lainnya di ⬇️\n https://www.nawacitapost.com\natau kamu bisa mengunduh aplikasinya di:\nApp Store : https://apps.apple.com/id/app/nawacit...\nPlay Store : https://play.google.com/store/apps/de... \nBisa juga gabung di Saluran WhatsApp kami di https://whatsapp.com/channel/0029VaYj...\n\n💥 Follow Us on Social Media ⬇️\n1. Instagram:\nmedianawacita https://www.instagram.com/medianawaci...\npodcastsosok https://www.instagram.com/podcastsoso...\n\n2. Threads:\nmedianawacita https://www.threads.net/\npodcastsosok https://www.threads.net/\n\n3. TikTok:\nmedianawacita.news https://www.tiktok.com/\nmedianawacita.tv https://www.tiktok.com/\n\n4. X https://x.com/medianawacita?s=21\n\n5. Facebook https://www.facebook.com/mediana.nawa...\n\n6. Spotify:\nPodcast Sosok https://open.spotify.com/show/6VHubMC...\n\n7.Noice:\nMedia Nawacita Indonesia https://open.noice.id/medianawacita\n\n8. Snack Video https://s.snackvideo.com/u/\n\n🌟Ikutin juga program kita yang lainnya ⬇️\n1. Daily News    • Nawacita News  \n2. Podcast Sekaranglah Waktunya    • Podcast SEKARANGLAH WAKTUNYA   \n3. Podcast Sosok    • Podcast SOSOK  \n4. Icip-Icip    • ICIP-ICIP  \n5. Podcast Tipis-Tipis    • Podcast TIPIS-TIPIS  \n\n💥Kalau kamu mau beriklan di podcast atau platform kami, bisa hubungi ⬇️\n0851-8215-9848\n\n#MediaNawacitaIndonesia #NawacitaPolitik #beritanasional #BeritaViral  #beritanasional #hotnews  #beritaterkini #PurbayaYudhiSadewa #Menkeu #Prabowo #IstanaNegara #ReshuffleKabinet #BeritaPolitik #BeritaTerbaru #Indonesia #KabinetMerahPutih #BreakingNews", "post_id": "_Zu_0CMrVpY"}}, {"key": "medianawacita...", "attributes": {"label": "medianawacita...", "x": 58.07832416005776, "y": 422.45031289114434, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7274, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "_Zu_0CMrVpY", "id": "medianawacita...", "source": "youtube-000001", "content": "HEBOH! Istana Bantah Kabar Purbaya Mundur dari Menkeu, Prabowo Tak Akan Reshuffle?\n\nKabar mengenai Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang disebut-sebut akan mengundurkan diri dari jabatannya mendadak menjadi perbincangan hangat di tengah publik. Isu tersebut bahkan memicu berbagai spekulasi terkait kemungkinan reshuffle Kabinet Merah Putih.\n\nMenanggapi kabar yang beredar, Istana Kepresidenan melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa tidak ada rencana pergantian Menteri Keuangan maupun reshuffle kabinet dalam waktu dekat. Pemerintah justru saat ini fokus memperkuat koordinasi antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.\n\nPurbaya sendiri turut membantah isu pengunduran dirinya dan menyebut kabar tersebut tidak benar. Pernyataan tersebut sekaligus meredam berbagai spekulasi yang berkembang di tengah kondisi ekonomi yang menjadi perhatian publik.\n\nLantas, dari mana sebenarnya isu ini bermula? Dan mengapa rumor pergantian Menteri Keuangan begitu cepat menyebar? Simak ulasan lengkapnya dalam video berikut.\n\n-------\nEditor : Faiz Sahal M\nDesign : Faiz Sahal M\nSosmed : Runa\nSource : YT Sekretariat presiden\n\n🌟 Jangan Lupa Subscribe, Like, Comment, & Share 🌟\n\n⭐️ Baca Berita Menarik & Terupdate Lainnya di ⬇️\n https://www.nawacitapost.com\natau kamu bisa mengunduh aplikasinya di:\nApp Store : https://apps.apple.com/id/app/nawacit...\nPlay Store : https://play.google.com/store/apps/de... \nBisa juga gabung di Saluran WhatsApp kami di https://whatsapp.com/channel/0029VaYj...\n\n💥 Follow Us on Social Media ⬇️\n1. Instagram:\nmedianawacita https://www.instagram.com/medianawaci...\npodcastsosok https://www.instagram.com/podcastsoso...\n\n2. Threads:\nmedianawacita https://www.threads.net/\npodcastsosok https://www.threads.net/\n\n3. TikTok:\nmedianawacita.news https://www.tiktok.com/\nmedianawacita.tv https://www.tiktok.com/\n\n4. X https://x.com/medianawacita?s=21\n\n5. Facebook https://www.facebook.com/mediana.nawa...\n\n6. Spotify:\nPodcast Sosok https://open.spotify.com/show/6VHubMC...\n\n7.Noice:\nMedia Nawacita Indonesia https://open.noice.id/medianawacita\n\n8. Snack Video https://s.snackvideo.com/u/\n\n🌟Ikutin juga program kita yang lainnya ⬇️\n1. Daily News    • Nawacita News  \n2. Podcast Sekaranglah Waktunya    • Podcast SEKARANGLAH WAKTUNYA   \n3. Podcast Sosok    • Podcast SOSOK  \n4. Icip-Icip    • ICIP-ICIP  \n5. Podcast Tipis-Tipis    • Podcast TIPIS-TIPIS  \n\n💥Kalau kamu mau beriklan di podcast atau platform kami, bisa hubungi ⬇️\n0851-8215-9848\n\n#MediaNawacitaIndonesia #NawacitaPolitik #beritanasional #BeritaViral  #beritanasional #hotnews  #beritaterkini #PurbayaYudhiSadewa #Menkeu #Prabowo #IstanaNegara #ReshuffleKabinet #BeritaPolitik #BeritaTerbaru #Indonesia #KabinetMerahPutih #BreakingNews", "post_id": "_Zu_0CMrVpY"}}, {"key": "medianawa...", "attributes": {"label": "medianawa...", "x": 497.3287373217232, "y": 538.5981485310772, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7274, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "_Zu_0CMrVpY", "id": "medianawa...", "source": "youtube-000001", "content": "HEBOH! Istana Bantah Kabar Purbaya Mundur dari Menkeu, Prabowo Tak Akan Reshuffle?\n\nKabar mengenai Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang disebut-sebut akan mengundurkan diri dari jabatannya mendadak menjadi perbincangan hangat di tengah publik. Isu tersebut bahkan memicu berbagai spekulasi terkait kemungkinan reshuffle Kabinet Merah Putih.\n\nMenanggapi kabar yang beredar, Istana Kepresidenan melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa tidak ada rencana pergantian Menteri Keuangan maupun reshuffle kabinet dalam waktu dekat. Pemerintah justru saat ini fokus memperkuat koordinasi antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.\n\nPurbaya sendiri turut membantah isu pengunduran dirinya dan menyebut kabar tersebut tidak benar. Pernyataan tersebut sekaligus meredam berbagai spekulasi yang berkembang di tengah kondisi ekonomi yang menjadi perhatian publik.\n\nLantas, dari mana sebenarnya isu ini bermula? Dan mengapa rumor pergantian Menteri Keuangan begitu cepat menyebar? Simak ulasan lengkapnya dalam video berikut.\n\n-------\nEditor : Faiz Sahal M\nDesign : Faiz Sahal M\nSosmed : Runa\nSource : YT Sekretariat presiden\n\n🌟 Jangan Lupa Subscribe, Like, Comment, & Share 🌟\n\n⭐️ Baca Berita Menarik & Terupdate Lainnya di ⬇️\n https://www.nawacitapost.com\natau kamu bisa mengunduh aplikasinya di:\nApp Store : https://apps.apple.com/id/app/nawacit...\nPlay Store : https://play.google.com/store/apps/de... \nBisa juga gabung di Saluran WhatsApp kami di https://whatsapp.com/channel/0029VaYj...\n\n💥 Follow Us on Social Media ⬇️\n1. Instagram:\nmedianawacita https://www.instagram.com/medianawaci...\npodcastsosok https://www.instagram.com/podcastsoso...\n\n2. Threads:\nmedianawacita https://www.threads.net/\npodcastsosok https://www.threads.net/\n\n3. TikTok:\nmedianawacita.news https://www.tiktok.com/\nmedianawacita.tv https://www.tiktok.com/\n\n4. X https://x.com/medianawacita?s=21\n\n5. Facebook https://www.facebook.com/mediana.nawa...\n\n6. Spotify:\nPodcast Sosok https://open.spotify.com/show/6VHubMC...\n\n7.Noice:\nMedia Nawacita Indonesia https://open.noice.id/medianawacita\n\n8. Snack Video https://s.snackvideo.com/u/\n\n🌟Ikutin juga program kita yang lainnya ⬇️\n1. Daily News    • Nawacita News  \n2. Podcast Sekaranglah Waktunya    • Podcast SEKARANGLAH WAKTUNYA   \n3. Podcast Sosok    • Podcast SOSOK  \n4. Icip-Icip    • ICIP-ICIP  \n5. Podcast Tipis-Tipis    • Podcast TIPIS-TIPIS  \n\n💥Kalau kamu mau beriklan di podcast atau platform kami, bisa hubungi ⬇️\n0851-8215-9848\n\n#MediaNawacitaIndonesia #NawacitaPolitik #beritanasional #BeritaViral  #beritanasional #hotnews  #beritaterkini #PurbayaYudhiSadewa #Menkeu #Prabowo #IstanaNegara #ReshuffleKabinet #BeritaPolitik #BeritaTerbaru #Indonesia #KabinetMerahPutih #BreakingNews", "post_id": "_Zu_0CMrVpY"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 335.15957920465587, "y": 644.6982737880813, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.8952, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "OrEUlFuxzl0", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "BUBBLE IHSG PECAH! 3.646 Triliun Lenyap & Rupiah Tembus Rp17.800! Bagaimana ini Pak Prabowo?\n\nSelamat datang di channel Wawasan Cerdas! 🚀\n\nGuncangan dahsyat sedang melanda ekonomi Indonesia di pertengahan tahun 2026. Terdapat eksodus besar-besaran investor asing yang menarik dana hingga Rp56 Triliun dari pasar reguler IHSG hanya dalam waktu 5 bulan. Bersamaan dengan itu, nilai tukar Rupiah anjlok parah hingga mendekati level Rp17.800 per dolar AS, level terlemah yang mengingatkan pada masa kemerdekaan.\n\nDi video kali ini, Wawasan Cerdas mengupas tuntas misteri di balik jatuhnya IHSG dan fenomena pecahnya \"bubble\" saham-saham raksasa. Lima saham raksasa (BREN, DSSA, BBCA, BBRI, dan MLPT) tercatat telah menghapus kapitalisasi pasar hingga sekitar Rp3.646 Triliun!\n\nSaham MLPT mengalami crash paling mengerikan hingga harga anjlok 92,7%.\n\nDSSA anjlok 90,4%, menjebak banyak investor ritel yang jumlahnya justru meledak naik 410% saat harga sedang jatuh.\n\nBREN menjadi penyumbang kehilangan market cap terbesar, yaitu menguap sekitar Rp1.279 Triliun.\n\nSementara itu, BBRI mengalami derating panjang, namun secara fundamental valuasinya saat ini justru menjadi yang paling sehat dan masuk akal. Ingat, semua saham bubble pasti akan pecah, hanya soal waktu saja!\n\nKita juga akan membahas respons Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang merasa kebingungan dengan pelemahan Rupiah karena merasa fundamental ekonomi Indonesia masih kuat. Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal berbeda. Pelemahan Rupiah ini sangat terkait erat dengan tingginya Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia yang menembus US$431,72 Miliar pada akhir 2025, di mana Singapura merupakan negara pemberi pinjaman terbesar kepada Indonesia. Dengan melemahnya kurs ke level Rp17.793,5, beban utang negara kita otomatis membengkak hingga lebih dari seribu triliun rupiah.\n\nSebagai langkah perlawanan terhadap kebocoran devisa, pemerintah menuduh banyak perusahaan eksportir raksasa kelapa sawit (CPO) dan batubara melakukan praktik manipulasi invoice (under-invoicing) dan transfer pricing. Pemerintah menyoroti rasio bayar pajak terhadap omzet yang di bawah 0,5%—meskipun secara akuntansi pajak, perusahaan besar seharusnya dinilai dari Effective Tax Rate (ETR), bukan sekadar omzet.\n\nUntuk memutus rantai kecurangan ini, pemerintah berencana menerapkan kebijakan radikal \"Ekspor 1 Pintu\" melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia pada tahun 2027. Nantinya, semua pembeli asing yang menginginkan sumber daya alam Indonesia wajib membeli melalui Danantara. Kebijakan ini dinilai ampuh untuk memaksa dana konglomerat yang diparkir di Singapura kembali ke tanah air. Namun, bagi emiten yang selama ini jujur, kebijakan ekspor 1 pintu ini berisiko memperpanjang birokrasi pelabuhan, menambah biaya handling, menekan margin laba, dan mengunci arus kas mereka.\n\nBagaimana nasib IHSG dan Rupiah ke depannya? Apakah kebijakan Danantara akan membawa Indonesia menjadi negara termaju, atau justru menjadi blunder bagi iklim investasi? Tonton video ini sampai habis untuk mendapatkan wawasan cerdas yang tidak akan Anda temukan di tempat lain!\n\n00:06 IHSG Pasca Penutupan 26 Mei 2026\n07:28 Bubble Saham BBCA vs BREN vs BBRI vs DSSA vs MLPT\n16:02 Apakah Banyak Eksportir Melakukan Underinvoicing?\n25:33 Tax Rasio vs Omset Ekspor\n33:47 Rupiah Anjlok Tak Masuk Akal\n\nJangan lupa untuk LIKE, COMMENT, dan SUBSCRIBE channel Wawasan Cerdas agar Anda selalu mendapat update analisis ekonomi dan pergerakan pasar saham paling tajam!\n\n⚠️ DISCLAIMER: Video ini dibuat hanya untuk tujuan edukasi dan berbagi informasi, bukan rekomendasi penasihat investasi untuk jual atau beli saham. Keputusan investasi dan risiko sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor.\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#WawasanCerdas #IHSG2026 #RupiahAnjlok #BubbleSaham #Danantara #SahamBREN #SahamBBRI #SahamDSSA #SahamMLPT #KrisisEkonomi #UtangLuarNegeri #Ekspor1Pintu #InvestasiSaham #BeritaEkonomi #Prabowo #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "OrEUlFuxzl0"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 618.0570967827618, "y": 335.6458218143469, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0561, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "OrEUlFuxzl0", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "BUBBLE IHSG PECAH! 3.646 Triliun Lenyap & Rupiah Tembus Rp17.800! Bagaimana ini Pak Prabowo?\n\nSelamat datang di channel Wawasan Cerdas! 🚀\n\nGuncangan dahsyat sedang melanda ekonomi Indonesia di pertengahan tahun 2026. Terdapat eksodus besar-besaran investor asing yang menarik dana hingga Rp56 Triliun dari pasar reguler IHSG hanya dalam waktu 5 bulan. Bersamaan dengan itu, nilai tukar Rupiah anjlok parah hingga mendekati level Rp17.800 per dolar AS, level terlemah yang mengingatkan pada masa kemerdekaan.\n\nDi video kali ini, Wawasan Cerdas mengupas tuntas misteri di balik jatuhnya IHSG dan fenomena pecahnya \"bubble\" saham-saham raksasa. Lima saham raksasa (BREN, DSSA, BBCA, BBRI, dan MLPT) tercatat telah menghapus kapitalisasi pasar hingga sekitar Rp3.646 Triliun!\n\nSaham MLPT mengalami crash paling mengerikan hingga harga anjlok 92,7%.\n\nDSSA anjlok 90,4%, menjebak banyak investor ritel yang jumlahnya justru meledak naik 410% saat harga sedang jatuh.\n\nBREN menjadi penyumbang kehilangan market cap terbesar, yaitu menguap sekitar Rp1.279 Triliun.\n\nSementara itu, BBRI mengalami derating panjang, namun secara fundamental valuasinya saat ini justru menjadi yang paling sehat dan masuk akal. Ingat, semua saham bubble pasti akan pecah, hanya soal waktu saja!\n\nKita juga akan membahas respons Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang merasa kebingungan dengan pelemahan Rupiah karena merasa fundamental ekonomi Indonesia masih kuat. Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal berbeda. Pelemahan Rupiah ini sangat terkait erat dengan tingginya Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia yang menembus US$431,72 Miliar pada akhir 2025, di mana Singapura merupakan negara pemberi pinjaman terbesar kepada Indonesia. Dengan melemahnya kurs ke level Rp17.793,5, beban utang negara kita otomatis membengkak hingga lebih dari seribu triliun rupiah.\n\nSebagai langkah perlawanan terhadap kebocoran devisa, pemerintah menuduh banyak perusahaan eksportir raksasa kelapa sawit (CPO) dan batubara melakukan praktik manipulasi invoice (under-invoicing) dan transfer pricing. Pemerintah menyoroti rasio bayar pajak terhadap omzet yang di bawah 0,5%—meskipun secara akuntansi pajak, perusahaan besar seharusnya dinilai dari Effective Tax Rate (ETR), bukan sekadar omzet.\n\nUntuk memutus rantai kecurangan ini, pemerintah berencana menerapkan kebijakan radikal \"Ekspor 1 Pintu\" melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia pada tahun 2027. Nantinya, semua pembeli asing yang menginginkan sumber daya alam Indonesia wajib membeli melalui Danantara. Kebijakan ini dinilai ampuh untuk memaksa dana konglomerat yang diparkir di Singapura kembali ke tanah air. Namun, bagi emiten yang selama ini jujur, kebijakan ekspor 1 pintu ini berisiko memperpanjang birokrasi pelabuhan, menambah biaya handling, menekan margin laba, dan mengunci arus kas mereka.\n\nBagaimana nasib IHSG dan Rupiah ke depannya? Apakah kebijakan Danantara akan membawa Indonesia menjadi negara termaju, atau justru menjadi blunder bagi iklim investasi? Tonton video ini sampai habis untuk mendapatkan wawasan cerdas yang tidak akan Anda temukan di tempat lain!\n\n00:06 IHSG Pasca Penutupan 26 Mei 2026\n07:28 Bubble Saham BBCA vs BREN vs BBRI vs DSSA vs MLPT\n16:02 Apakah Banyak Eksportir Melakukan Underinvoicing?\n25:33 Tax Rasio vs Omset Ekspor\n33:47 Rupiah Anjlok Tak Masuk Akal\n\nJangan lupa untuk LIKE, COMMENT, dan SUBSCRIBE channel Wawasan Cerdas agar Anda selalu mendapat update analisis ekonomi dan pergerakan pasar saham paling tajam!\n\n⚠️ DISCLAIMER: Video ini dibuat hanya untuk tujuan edukasi dan berbagi informasi, bukan rekomendasi penasihat investasi untuk jual atau beli saham. Keputusan investasi dan risiko sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor.\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#WawasanCerdas #IHSG2026 #RupiahAnjlok #BubbleSaham #Danantara #SahamBREN #SahamBBRI #SahamDSSA #SahamMLPT #KrisisEkonomi #UtangLuarNegeri #Ekspor1Pintu #InvestasiSaham #BeritaEkonomi #Prabowo #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "OrEUlFuxzl0"}}], "edges": [{"key": "cho2MLHC", "source": "cho2MLHC", "target": "tempodotco", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "cho2MLHC", "source": "cho2MLHC", "target": "tempodotco", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "harijadee", "source": "harijadee", "target": "tempodotco", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "harijadee", "source": "harijadee", "target": "tempodotco", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "ltf1010", "source": "ltf1010", "target": "tempodotco", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "ltf1010", "source": "ltf1010", "target": "tempodotco", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "jek_uncle", "source": "jek_uncle", "target": "SobatBandar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "validnews", "source": "validnews", "target": "kemenkeuri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "validnews", "source": "validnews", "target": "menkeuri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "suaragarut.id", "source": "suaragarut.id", "target": "suaragarut.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "10349080845", "source": "10349080845", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infoacehtimur_official", "source": "infoacehtimur_official", "target": "88royals.coating", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infopbun", "source": "infopbun", "target": "kumparancom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kilat.media", "source": "kilat.media", "target": "/PurbayaYudhi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kilat.media", "source": "kilat.media", "target": "/KemenkeuRI.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kilat.media", "source": "kilat.media", "target": "/bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kilat.media", "source": "kilat.media", "target": "/ojkindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kilat.media", "source": "kilat.media", "target": "/prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "prast_ulrcih", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Korea", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Community", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Hype", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Duniaku_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popbela_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popbela.Beauty", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popmama_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Yummy.idn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "hariankompas", "source": "hariankompas", "target": "hariankompas.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "66320242220", "source": "66320242220", "target": "ruangpikirr.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "hariankompas", "source": "hariankompas", "target": "hariankompas.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "fake_fgh", "source": "fake_fgh", "target": "imut12_imut12", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "riwayat_clipper", "source": "riwayat_clipper", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "pikiranrakyat", "source": "pikiranrakyat", "target": "menkeuri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "m4cronews", "source": "m4cronews", "target": "m4cro.news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "twsfanzy", "source": "twsfanzy", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clan.tws6", "source": "clan.tws6", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "sumeksco", "source": "sumeksco", "target": "sumekscoofficial7168", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipper.digital.id", "source": "clipper.digital.id", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipper.digital.id", "source": "clipper.digital.id", "target": "Kontencom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "netizenmedia07", "source": "netizenmedia07", "target": "Ulasan.co", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "twsmotionnews", "source": "twsmotionnews", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cahenom34", "source": "cahenom34", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipperandom_1", "source": "clipperandom_1", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "solusimedia.id", "source": "solusimedia.id", "target": "solusimedia.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "leoo4456", "source": "leoo4456", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "graham_di_caprio", "source": "graham_di_caprio", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "twsmotionnews", "source": "twsmotionnews", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "loseper_", "source": "loseper_", "target": "kontencom_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "mindsetgrowthastronacci", "source": "mindsetgrowthastronacci", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "mindsetgrowthastronacci", "source": "mindsetgrowthastronacci", "target": "konten.com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "mindsetgrowthastronacci", "source": "mindsetgrowthastronacci", "target": "Sulianto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "reformasi.co.id", "source": "reformasi.co.id", "target": "viamedianetwork", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "konten.com0", "source": "konten.com0", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "mediacehtimur", "source": "mediacehtimur", "target": "88royals.coating", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@MetrotvjatengDiy", "source": "@MetrotvjatengDiy", "target": "metrotv_jateng_diy", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@MetrotvjatengDiy", "source": "@MetrotvjatengDiy", "target": "metrotvjateng", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompascom", "source": "@kompascom", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metro_tv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@metrotvjatim", "source": "@metrotvjatim", "target": "metrotv_jatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@V-Today", "source": "@V-Today", "target": "vtodaydotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@VideoTribunPontianak", "source": "@VideoTribunPontianak", "target": "tribunpontianak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kaltimpostnews", "source": "@kaltimpostnews", "target": "kaltimpostnews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kaltimpostnews", "source": "@kaltimpostnews", "target": "kaltimpost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunMedanTV", "source": "@TribunMedanTV", "target": "tribunmedantv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@genpico", "source": "@genpico", "target": "Genpicomedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@genpico", "source": "@genpico", "target": "genpicomedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribuntimur", "source": "@tribuntimur", "target": "tribunnews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunMedanTV", "source": "@TribunMedanTV", "target": "tribunmedantv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@trijayafm", "source": "@trijayafm", "target": "trijaya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BuletiniNews", "source": "@BuletiniNews", "target": "buletininews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "source": "@tuturmediadigital", "target": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Sulselsatu", "source": "@Sulselsatu", "target": "sulselsatu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@LintasiNews", "source": "@LintasiNews", "target": "lintasinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "sctv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6_news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wartakotaproduction", "source": "@wartakotaproduction", "target": "wartakotalive.com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "sctv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6_news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribuntimur", "source": "@tribuntimur", "target": "tribunnews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribuntimur", "source": "@tribuntimur", "target": "tribunkaltimofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@forumkeadilanTV", "source": "@forumkeadilanTV", "target": "forumkeadilantv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "source": "@TribunnewsSurya", "target": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "source": "@TribunnewsSurya", "target": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tradingsahamfirman", "source": "@tradingsahamfirman", "target": "tradingsahamfirman", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialiNews", "source": "@OfficialiNews", "target": "officialinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialiNews", "source": "@OfficialiNews", "target": "officialinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialiNews", "source": "@OfficialiNews", "target": "officialinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@medianawacitaindonesia", "source": "@medianawacitaindonesia", "target": "medianawacit...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@medianawacitaindonesia", "source": "@medianawacitaindonesia", "target": "podcastsosok...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@medianawacitaindonesia", "source": "@medianawacitaindonesia", "target": "medianawacita...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@medianawacitaindonesia", "source": "@medianawacitaindonesia", "target": "medianawacita...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@medianawacitaindonesia", "source": "@medianawacitaindonesia", "target": "medianawa...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "source": "@TribunnewsSurya", "target": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@V-Today", "source": "@V-Today", "target": "vtodaydotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}