{"nodes": [{"key": "januar_theda", "attributes": {"label": "januar_theda", "x": 7.331413056170688, "y": 673.2063147327507, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2063203907392999912", "id": "januar_theda", "source": "retweet-000002", "content": "Dinamika geopolitik global yang semakin kompleks menghadirkan tantangan baru bagi stabilitas ekonomi dunia: mulai dari k…", "post_id": "2063203907392999912"}}, {"key": "airlangga_hrt", "attributes": {"label": "airlangga_hrt", "x": 461.75538322006946, "y": 858.3469680477103, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 3.2445, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2063203907392999912", "id": "airlangga_hrt", "source": "retweet-000002", "content": "Dinamika geopolitik global yang semakin kompleks menghadirkan tantangan baru bagi stabilitas ekonomi dunia: mulai dari k…", "post_id": "2063203907392999912"}}, {"key": "FarisAhmadDoni1", "attributes": {"label": "FarisAhmadDoni1", "x": 105.95220977304032, "y": 613.3947494828395, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "2067779875617063153", "id": "FarisAhmadDoni1", "source": "retweet-000002", "content": "Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya tensi geopolitik, Indonesia menunjukkan sinyal stabilitas yang sem…", "post_id": "2067779875617063153"}}, {"key": "BangsaNara", "attributes": {"label": "BangsaNara", "x": 981.6050724560514, "y": 365.4145185014966, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 3.2445, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 18, "out_degree": 0, "degree": 18}, "_id": "2067779875617063153", "id": "BangsaNara", "source": "retweet-000002", "content": "Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya tensi geopolitik, Indonesia menunjukkan sinyal stabilitas yang sem…", "post_id": "2067779875617063153"}}, {"key": "Flo_Christyn95", "attributes": {"label": "Flo_Christyn95", "x": 834.9335680174934, "y": 110.4719067055805, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "2067780117389259110", "id": "Flo_Christyn95", "source": "retweet-000002", "content": "Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya tensi geopolitik, Indonesia menunjukkan sinyal stabilitas yang sem…", "post_id": "2067780117389259110"}}, {"key": "AnggaSa1154441", "attributes": {"label": "AnggaSa1154441", "x": 142.57868125916306, "y": 382.26899292434246, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "2067780216815231194", "id": "AnggaSa1154441", "source": "retweet-000002", "content": "Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya tensi geopolitik, Indonesia menunjukkan sinyal stabilitas yang sem…", "post_id": "2067780216815231194"}}, {"key": "aldo_tobing", "attributes": {"label": "aldo_tobing", "x": 874.2460269396423, "y": 59.84387248400724, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2059959302606176633", "id": "aldo_tobing", "source": "tweet-000004", "content": "Demi menjaga stabilitas geopolitik kandang.\n\nMake Kandang Great Again.", "post_id": "2059959302606176633"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 892.641521770195, "y": 33.40128154605537, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.1151, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "2059959302606176633", "id": "kompascom", "source": "tweet-000004", "content": "Demi menjaga stabilitas geopolitik kandang.\n\nMake Kandang Great Again.", "post_id": "2059959302606176633"}}, {"key": "RaisaD53959", "attributes": {"label": "RaisaD53959", "x": 548.2273012026006, "y": 127.44722885011883, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2059919419095330867", "id": "RaisaD53959", "source": "tweet-000004", "content": "Stabilitas nilai tukar Rupiah yang tetap terjaga di tengah ketidakpastian geopolitik global mencerminkan kepercayaan pasar yang tinggi terhadap kebijakan ekonomi pemerintah", "post_id": "2059919419095330867"}}, {"key": "Strategi_Bisnis", "attributes": {"label": "Strategi_Bisnis", "x": 720.3563596498692, "y": 639.9106727431208, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2059919419095330867", "id": "Strategi_Bisnis", "source": "tweet-000004", "content": "Stabilitas nilai tukar Rupiah yang tetap terjaga di tengah ketidakpastian geopolitik global mencerminkan kepercayaan pasar yang tinggi terhadap kebijakan ekonomi pemerintah", "post_id": "2059919419095330867"}}, {"key": "havisman", "attributes": {"label": "havisman", "x": 782.3954022584226, "y": 128.00395156804777, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2062439524349952316", "id": "havisman", "source": "tweet-000004", "content": "Ibu sri mulyani dibujuklah  spy mau jadi menko perekonomian. Kehadiran Sri Mulyani mungkin akan mempercepat stabilitas jangka pendek dan meningkatkan kepercayaan investor. Ini sambil nunggu stabilitas geopolitik global tp tetap hrs ada reformasi struktural.", "post_id": "2062439524349952316"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 14.896751647526795, "y": 810.3649989412958, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.3948, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "2062439524349952316", "id": "prabowo", "source": "tweet-000004", "content": "Ibu sri mulyani dibujuklah  spy mau jadi menko perekonomian. Kehadiran Sri Mulyani mungkin akan mempercepat stabilitas jangka pendek dan meningkatkan kepercayaan investor. Ini sambil nunggu stabilitas geopolitik global tp tetap hrs ada reformasi struktural.", "post_id": "2062439524349952316"}}, {"key": "Suhassakti", "attributes": {"label": "Suhassakti", "x": 603.0691478231479, "y": 895.8744089579704, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2060551878602289251", "id": "Suhassakti", "source": "tweet-000004", "content": "Ingin mengkritisi secara menyeluruh, dollar naik banyak faktor dari stabilitas politik. Bagaimana stabilitas politik di Indo saat ini? Kacau, kebijakan pemerintah? Kacau. Tidak aneh Investor asing cabut dari negara ini. Posisi indo dalam geopolitik pun gk jelas.", "post_id": "2060551878602289251"}}, {"key": "matchmurdock", "attributes": {"label": "matchmurdock", "x": 890.8820470665836, "y": 262.836556725934, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2060551878602289251", "id": "matchmurdock", "source": "tweet-000004", "content": "Ingin mengkritisi secara menyeluruh, dollar naik banyak faktor dari stabilitas politik. Bagaimana stabilitas politik di Indo saat ini? Kacau, kebijakan pemerintah? Kacau. Tidak aneh Investor asing cabut dari negara ini. Posisi indo dalam geopolitik pun gk jelas.", "post_id": "2060551878602289251"}}, {"key": "nsnnkbr", "attributes": {"label": "nsnnkbr", "x": 252.47883864963373, "y": 460.9662584998471, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2060876714247680328", "id": "nsnnkbr", "source": "tweet-000004", "content": "Contoh hasil akhir yang dituju itu apa ?\nDan korelasi kunjungan selama ini dengan stabilitas geopolitik bisa dijelaskan ? Pak dino disini bicara penghematan dengan tujuan sama yang bisa dicapai..", "post_id": "2060876714247680328"}}, {"key": "SalomoMr1", "attributes": {"label": "SalomoMr1", "x": 970.4439719218257, "y": 620.1931029680389, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 3.2445, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "2060876714247680328", "id": "SalomoMr1", "source": "tweet-000004", "content": "Contoh hasil akhir yang dituju itu apa ?\nDan korelasi kunjungan selama ini dengan stabilitas geopolitik bisa dijelaskan ? Pak dino disini bicara penghematan dengan tujuan sama yang bisa dicapai..", "post_id": "2060876714247680328"}}, {"key": "dinopattidjalal", "attributes": {"label": "dinopattidjalal", "x": 691.8295406239647, "y": 586.536670070827, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.0023, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2060876714247680328", "id": "dinopattidjalal", "source": "tweet-000004", "content": "Contoh hasil akhir yang dituju itu apa ?\nDan korelasi kunjungan selama ini dengan stabilitas geopolitik bisa dijelaskan ? Pak dino disini bicara penghematan dengan tujuan sama yang bisa dicapai..", "post_id": "2060876714247680328"}}, {"key": "satria_ris8", "attributes": {"label": "satria_ris8", "x": 249.30995656837786, "y": 809.0310766424207, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2055040297357476054", "id": "satria_ris8", "source": "tweet-000004", "content": "Secara makroekonomi, stabilitas Rupiah saat ini dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga The Fed dan ketidakpastian geopolitik global, tidak bisa diselesaikan secara instan hanya dengan menurunkan harga komoditas domestik.", "post_id": "2055040297357476054"}}, {"key": "zakiberkata", "attributes": {"label": "zakiberkata", "x": 810.4299592254915, "y": 281.41649605843577, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2055040297357476054", "id": "zakiberkata", "source": "tweet-000004", "content": "Secara makroekonomi, stabilitas Rupiah saat ini dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga The Fed dan ketidakpastian geopolitik global, tidak bisa diselesaikan secara instan hanya dengan menurunkan harga komoditas domestik.", "post_id": "2055040297357476054"}}, {"key": "Mencarikebnrn", "attributes": {"label": "Mencarikebnrn", "x": 877.3103452588676, "y": 249.02286023658803, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2063049673024393695", "id": "Mencarikebnrn", "source": "tweet-000004", "content": "Jangan hanya fokus ke kurs saja lihat makro ekonomi nya cadangan devisa kita masih kuat , utang masih terkendali , perbankan juga masih kuat , inflasi rendah , pertumbuhan ekonomi diatas 5% . Pertimbangankan juga suku bunga AS , dan geopolitik dunia sehingga..", "post_id": "2063049673024393695"}}, {"key": "boxxtoc", "attributes": {"label": "boxxtoc", "x": 495.6422168498796, "y": 647.9249825505444, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2063049673024393695", "id": "boxxtoc", "source": "tweet-000004", "content": "Jangan hanya fokus ke kurs saja lihat makro ekonomi nya cadangan devisa kita masih kuat , utang masih terkendali , perbankan juga masih kuat , inflasi rendah , pertumbuhan ekonomi diatas 5% . Pertimbangankan juga suku bunga AS , dan geopolitik dunia sehingga..", "post_id": "2063049673024393695"}}, {"key": "triwul82", "attributes": {"label": "triwul82", "x": 509.4191832558885, "y": 17.00771131439549, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2065279857358246283", "id": "triwul82", "source": "tweet-000004", "content": "Besar kemungkinan agenda yang dibahas berpusat pada resiliensi ekonomi nasional dan stabilitas geopolitik global.", "post_id": "2065279857358246283"}}, {"key": "RakyatBerbisik", "attributes": {"label": "RakyatBerbisik", "x": 806.9493173419213, "y": 911.058489050019, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2065279857358246283", "id": "RakyatBerbisik", "source": "tweet-000004", "content": "Besar kemungkinan agenda yang dibahas berpusat pada resiliensi ekonomi nasional dan stabilitas geopolitik global.", "post_id": "2065279857358246283"}}, {"key": "lockstock27", "attributes": {"label": "lockstock27", "x": 230.97859860491099, "y": 733.7431638149772, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2068194329643069749", "id": "lockstock27", "source": "tweet-000004", "content": "Ya itu tau kakau ekonomi dipengaruhi sama geopolitik🥱 \n\nUntuk dalam negeri ya makanya jangan gaduh mulu, karena stabilitas ekonomi juga bergantung sama stabilitas politik🥱", "post_id": "2068194329643069749"}}, {"key": "sunnyy12_", "attributes": {"label": "sunnyy12_", "x": 736.4289312108622, "y": 146.82234390722948, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 2.9219, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068194329643069749", "id": "sunnyy12_", "source": "tweet-000004", "content": "Ya itu tau kakau ekonomi dipengaruhi sama geopolitik🥱 \n\nUntuk dalam negeri ya makanya jangan gaduh mulu, karena stabilitas ekonomi juga bergantung sama stabilitas politik🥱", "post_id": "2068194329643069749"}}, {"key": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "LambeSahamjja", "x": 722.1233414839254, "y": 114.57819028083982, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 2.9219, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068194329643069749", "id": "LambeSahamjja", "source": "tweet-000004", "content": "Ya itu tau kakau ekonomi dipengaruhi sama geopolitik🥱 \n\nUntuk dalam negeri ya makanya jangan gaduh mulu, karena stabilitas ekonomi juga bergantung sama stabilitas politik🥱", "post_id": "2068194329643069749"}}, {"key": "aniesbaswedan", "attributes": {"label": "aniesbaswedan", "x": 727.8919583071815, "y": 790.6444327333554, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 2.9219, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068194329643069749", "id": "aniesbaswedan", "source": "tweet-000004", "content": "Ya itu tau kakau ekonomi dipengaruhi sama geopolitik🥱 \n\nUntuk dalam negeri ya makanya jangan gaduh mulu, karena stabilitas ekonomi juga bergantung sama stabilitas politik🥱", "post_id": "2068194329643069749"}}, {"key": "DavidSeptiawan0", "attributes": {"label": "DavidSeptiawan0", "x": 739.6708418433772, "y": 293.1279135472672, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067499726170386883", "id": "DavidSeptiawan0", "source": "tweet-000004", "content": "Meski demikian, fase ini masih awal, dan arah pasar berikutnya sangat bergantung pada hasil negosiasi lanjutan serta stabilitas geopolitik global.\n\n#SobatSuperDAX\nUsername : CERPVEFISNEEV", "post_id": "2067499726170386883"}}, {"key": "indodax", "attributes": {"label": "indodax", "x": 282.20402830643474, "y": 488.1817867563015, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067499726170386883", "id": "indodax", "source": "tweet-000004", "content": "Meski demikian, fase ini masih awal, dan arah pasar berikutnya sangat bergantung pada hasil negosiasi lanjutan serta stabilitas geopolitik global.\n\n#SobatSuperDAX\nUsername : CERPVEFISNEEV", "post_id": "2067499726170386883"}}, {"key": "KerjaHasil_id", "attributes": {"label": "KerjaHasil_id", "x": 28.540721799052537, "y": 25.554427234976586, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2069213619452285007", "id": "KerjaHasil_id", "source": "tweet-000004", "content": "mahasewa perlu belajar bedakan BBM non-subsidi #pertamax dan amplop #bohir. #ampas  \n\nMenaikkan harga BBM non-subsidi bukan karena kondisi ekonomi bermasalah, melainkan langkah menjaga stabilitas ekonomi nasional akibat geopolitik Timteng. #purbaya https://t.co/RwZLxIzfDc", "post_id": "2069213619452285007"}}, {"key": "BEMUI_Official", "attributes": {"label": "BEMUI_Official", "x": 942.0657219088763, "y": 694.4759119401729, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 3.2445, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069213619452285007", "id": "BEMUI_Official", "source": "tweet-000004", "content": "mahasewa perlu belajar bedakan BBM non-subsidi #pertamax dan amplop #bohir. #ampas  \n\nMenaikkan harga BBM non-subsidi bukan karena kondisi ekonomi bermasalah, melainkan langkah menjaga stabilitas ekonomi nasional akibat geopolitik Timteng. #purbaya https://t.co/RwZLxIzfDc", "post_id": "2069213619452285007"}}, {"key": "univ_indonesia", "attributes": {"label": "univ_indonesia", "x": 69.51206129131293, "y": 286.5781001253582, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 3.2445, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069213619452285007", "id": "univ_indonesia", "source": "tweet-000004", "content": "mahasewa perlu belajar bedakan BBM non-subsidi #pertamax dan amplop #bohir. #ampas  \n\nMenaikkan harga BBM non-subsidi bukan karena kondisi ekonomi bermasalah, melainkan langkah menjaga stabilitas ekonomi nasional akibat geopolitik Timteng. #purbaya https://t.co/RwZLxIzfDc", "post_id": "2069213619452285007"}}, {"key": "_ndiik", "attributes": {"label": "_ndiik", "x": 372.7347802642531, "y": 146.35395054722278, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2065652770678698462", "id": "_ndiik", "source": "tweet-000004", "content": "Ekonomi dirasa stabil krn MK dan KPK dijinakkan demi lolosnya anak ingusan? \nJgn pke tameng geopolitik global buat memaklumi kemunduran demokrasi, pelemahan hukum, sama hilangnya etika bernegara di akhir masa jabatannya! \nStabilitas itu di dompet rakyat, bkn di infografis pesanan", "post_id": "2065652770678698462"}}, {"key": "tham878", "attributes": {"label": "tham878", "x": 191.6755315124018, "y": 684.8136505253262, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2065652770678698462", "id": "tham878", "source": "tweet-000004", "content": "Ekonomi dirasa stabil krn MK dan KPK dijinakkan demi lolosnya anak ingusan? \nJgn pke tameng geopolitik global buat memaklumi kemunduran demokrasi, pelemahan hukum, sama hilangnya etika bernegara di akhir masa jabatannya! \nStabilitas itu di dompet rakyat, bkn di infografis pesanan", "post_id": "2065652770678698462"}}, {"key": "EkosMarcos69239", "attributes": {"label": "EkosMarcos69239", "x": 374.84454941943824, "y": 835.4645695037228, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067094731105169918", "id": "EkosMarcos69239", "source": "tweet-000004", "content": "Yoi bro siap \n\nGeopolitik skrg memang lg gamentu dari nwo,agenda 21/30,greatreset,perebutan energi untuk state power dll\n\nKlo kita perang sendiri maka agenda elite global goal\n\nHasilnya You Own Nothing n Be Happy\n\nJaga stabilitas sampe 2029\n\nFocus survival of the nation https://t.co/G23KUORXHp", "post_id": "2067094731105169918"}}, {"key": "RagilSemar", "attributes": {"label": "RagilSemar", "x": 58.9228068877875, "y": 687.4180542825625, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067094731105169918", "id": "RagilSemar", "source": "tweet-000004", "content": "Yoi bro siap \n\nGeopolitik skrg memang lg gamentu dari nwo,agenda 21/30,greatreset,perebutan energi untuk state power dll\n\nKlo kita perang sendiri maka agenda elite global goal\n\nHasilnya You Own Nothing n Be Happy\n\nJaga stabilitas sampe 2029\n\nFocus survival of the nation https://t.co/G23KUORXHp", "post_id": "2067094731105169918"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 869.0443609380638, "y": 654.545929094517, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 15.1787, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3911979939520899030_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) merespons pelemahan rupiah yang sempat menembus Rp18.000 per dolar AS dengan memperkuat intervensi di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar sesuai fundamental ekonomi.\n\nMenurut Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti, pelemahan rupiah masih dipicu faktor global seperti geopolitik dan arus keluar modal, serta peningkatan kebutuhan domestik untuk pembayaran utang dan dividen.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#BankIndonesia #NilaiTukarRupiah #BloombergTechnoz", "post_id": "3911979939520899030_51748745734"}}, {"key": "pdemokrat", "attributes": {"label": "pdemokrat", "x": 497.8223688975536, "y": 878.1030568815086, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3906895390716598333_4368683265", "id": "pdemokrat", "source": "instagram-000001", "content": "Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, , menegaskan komitmen Partai Demokrat untuk terus mendukung langkah-langkah pemerintah Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.\n\nMelalui Proklamasi Democracy Forum (PDF) yang diselenggarakan BRAINS DPP Partai Demokrat, berbagai gagasan dan solusi strategis dibahas guna menghadapi tantangan politik, ekonomi, keamanan, hingga sosial akibat konflik global yang terus berkembang. Demokrat percaya, dengan sinergi dan kebijakan yang tepat, Indonesia mampu menjaga ketahanan nasional dan terus melindungi kepentingan rakyat.\n\n#PartaiDemokrat #Demokrat #AHY", "post_id": "3906895390716598333_4368683265"}}, {"key": "ehermankhaeron", "attributes": {"label": "ehermankhaeron", "x": 869.3039651209093, "y": 471.04799850942356, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3906895390716598333_4368683265", "id": "ehermankhaeron", "source": "instagram-000001", "content": "Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, , menegaskan komitmen Partai Demokrat untuk terus mendukung langkah-langkah pemerintah Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.\n\nMelalui Proklamasi Democracy Forum (PDF) yang diselenggarakan BRAINS DPP Partai Demokrat, berbagai gagasan dan solusi strategis dibahas guna menghadapi tantangan politik, ekonomi, keamanan, hingga sosial akibat konflik global yang terus berkembang. Demokrat percaya, dengan sinergi dan kebijakan yang tepat, Indonesia mampu menjaga ketahanan nasional dan terus melindungi kepentingan rakyat.\n\n#PartaiDemokrat #Demokrat #AHY", "post_id": "3906895390716598333_4368683265"}}, {"key": "inusa.media", "attributes": {"label": "inusa.media", "x": 877.3273666412313, "y": 652.6421821450547, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "3911754260195537396_60374608148", "id": "inusa.media", "source": "instagram-000001", "content": "Dolar Amerika Serikat hari ini masih bertahan di level tinggi dan mendekati Rp18.000, membuat nilai tukar rupiah terus berada dalam tekanan. Pada perdagangan terbaru, rupiah bergerak di kisaran Rp17.975 per dolar AS, memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap stabilitas nilai tukar dan dampaknya terhadap harga barang impor.\n\nMenanggapi kondisi tersebut, Bank Indonesia (BI) menegaskan akan terus mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan yang dimiliki untuk menjaga stabilitas pasar keuangan dan nilai tukar rupiah. BI juga telah memberlakukan batas pembelian tunai valuta asing tanpa underlying sebesar US$25 ribu per pelaku per bulan serta mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral guna mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.\n\nAnalis menilai penguatan dolar dipengaruhi ketidakpastian global, termasuk faktor geopolitik dan tingginya permintaan mata uang AS di pasar domestik. Pemerintah dan otoritas keuangan diharapkan terus memperkuat koordinasi untuk menjaga kepercayaan pasar, stabilitas ekonomi, serta daya beli masyarakat di tengah tekanan terhadap rupiah yang masih berlangsung.\n\nFollow  untuk mendapatkan berita terkini yang disajikan singkat, jelas, dan terpercaya.", "post_id": "3911754260195537396_60374608148"}}, {"key": "inusamedia", "attributes": {"label": "inusamedia", "x": 654.5950581778999, "y": 333.523625374175, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 2.9219, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "3911754260195537396_60374608148", "id": "inusamedia", "source": "instagram-000001", "content": "Dolar Amerika Serikat hari ini masih bertahan di level tinggi dan mendekati Rp18.000, membuat nilai tukar rupiah terus berada dalam tekanan. Pada perdagangan terbaru, rupiah bergerak di kisaran Rp17.975 per dolar AS, memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap stabilitas nilai tukar dan dampaknya terhadap harga barang impor.\n\nMenanggapi kondisi tersebut, Bank Indonesia (BI) menegaskan akan terus mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan yang dimiliki untuk menjaga stabilitas pasar keuangan dan nilai tukar rupiah. BI juga telah memberlakukan batas pembelian tunai valuta asing tanpa underlying sebesar US$25 ribu per pelaku per bulan serta mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral guna mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.\n\nAnalis menilai penguatan dolar dipengaruhi ketidakpastian global, termasuk faktor geopolitik dan tingginya permintaan mata uang AS di pasar domestik. Pemerintah dan otoritas keuangan diharapkan terus memperkuat koordinasi untuk menjaga kepercayaan pasar, stabilitas ekonomi, serta daya beli masyarakat di tengah tekanan terhadap rupiah yang masih berlangsung.\n\nFollow  untuk mendapatkan berita terkini yang disajikan singkat, jelas, dan terpercaya.", "post_id": "3911754260195537396_60374608148"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 460.6745008967491, "y": 609.2440702553931, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.12, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 6, "out_degree": 4, "degree": 10}, "_id": "3905354365926575728_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menekankan Indonesia memiliki daya tahan dalam menghadapi ancaman krisis ekonomi maupun moneter global. \n\nDi tengah ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan fluktuasi harga minyak yang menyentuh level di atas asumsi makro nasional, fundamental ekonomi dalam negeri dianggap menunjukkan performa yang impresif.\n\nPerry merujuk pada kondisi ekonomi pada triwulan pertama 2026 yang membukukan pertumbuhan sebesar 5,61 persen atau melampaui capaian periode sebelumnya yang hanya berada di kisaran 5,1 persen.\n\nMenurutnya, pertumbuhan tersebut didukung oleh stabilitas harga di dalam negeri yang tetap terkendali. Inflasi pada bulan terakhir dilaporkan berada di angka 2,4 persen, sebuah indikator positif yang menunjukkan bahwa bauran kebijakan moneter dan fiskal berjalan sesuai dengan target sasaran pemerintah.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/economics/bi-klaim-indonesia-punya-daya-tahan-hadapi-ancaman-krisis-ekonomi\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: Dok Rohman/Tangkap Layar YouTube\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "3905354365926575728_3310659452"}}, {"key": "fraksipan_dprri", "attributes": {"label": "fraksipan_dprri", "x": 385.3495761839084, "y": 313.49704792820773, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3904789919013095402_3525083043", "id": "fraksipan_dprri", "source": "instagram-000001", "content": "Aqib Adriansyah  , Anggota Komisi XII DPR RI, mengapresiasi langkah strategis Pertamina Hulu Energy (PHE) dan seluruh perwira Pertamina yang terus menjaga stabilitas lifting serta ketersediaan migas nasional di tengah dinamika geopolitik global yang meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Menurutnya, berbagai upaya mitigasi yang dilakukan PHE mampu menjaga ketahanan energi nasional tetap berada pada kondisi yang aman dan terkendali.\n\nAqib juga mendorong langkah Presiden melalui Perpres Nomor 4 Tahun 2026 tentang Tim Pengendalian Alih Fungsi Lahan serta Keppres Nomor 19 Tahun 2025 mengenai Tim Koordinasi Percepatan Pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional. Ia menilai dua kebijakan tersebut menjadi fondasi penting untuk mempercepat solusi lintas sektor. Dalam kebijakan tersebut, Presiden juga memberikan mandat koordinasi kepada Menko Pangan, Zulkifli Hasan, guna memastikan sinergi antar kementerian berjalan lebih terarah, terutama dalam mendukung percepatan swasembada pangan dan energi nasional agar berjalan selaras dan efektif.\n\n#pertaminahuluenergi #pertamina #swasembadaenergi #fyp", "post_id": "3904789919013095402_3525083043"}}, {"key": "masaqib.id", "attributes": {"label": "masaqib.id", "x": 430.01297883189005, "y": 684.1715908764965, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3904789919013095402_3525083043", "id": "masaqib.id", "source": "instagram-000001", "content": "Aqib Adriansyah  , Anggota Komisi XII DPR RI, mengapresiasi langkah strategis Pertamina Hulu Energy (PHE) dan seluruh perwira Pertamina yang terus menjaga stabilitas lifting serta ketersediaan migas nasional di tengah dinamika geopolitik global yang meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Menurutnya, berbagai upaya mitigasi yang dilakukan PHE mampu menjaga ketahanan energi nasional tetap berada pada kondisi yang aman dan terkendali.\n\nAqib juga mendorong langkah Presiden melalui Perpres Nomor 4 Tahun 2026 tentang Tim Pengendalian Alih Fungsi Lahan serta Keppres Nomor 19 Tahun 2025 mengenai Tim Koordinasi Percepatan Pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional. Ia menilai dua kebijakan tersebut menjadi fondasi penting untuk mempercepat solusi lintas sektor. Dalam kebijakan tersebut, Presiden juga memberikan mandat koordinasi kepada Menko Pangan, Zulkifli Hasan, guna memastikan sinergi antar kementerian berjalan lebih terarah, terutama dalam mendukung percepatan swasembada pangan dan energi nasional agar berjalan selaras dan efektif.\n\n#pertaminahuluenergi #pertamina #swasembadaenergi #fyp", "post_id": "3904789919013095402_3525083043"}}, {"key": "80059357291", "attributes": {"label": "80059357291", "x": 517.0677707295811, "y": 980.6303291837132, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3867287661208295190_80059357291", "id": "80059357291", "source": "instagram-000001", "content": "Dunia saat ini sedang berada di persimpangan jalan yang penuh gejolak.\n\nBerdasarkan data terbaru, Indeks Ketidakpastian Kebijakan Ekonomi Global (GEPU) telah meroket ke level yang mengkhawatirkan, melampaui puncak volatilitas yang terjadi selama pandemi COVID-19 maupun krisis finansial global 2008. Fenomena ini mencerminkan kombinasi “badai sempurna” antara fragmentasi geo-ekonomi, transisi energi yang belum stabil, serta eskalasi konflik di berbagai belahan dunia. Jika pada 2008 musuh utamanya adalah sistem perbankan dan pada 2020 adalah kesehatan masyarakat, tantangan hari ini jauh lebih kompleks karena bersifat sistemik dan sulit diprediksi arahnya.\n\nMengapa Kondisi Sekarang Lebih Mengkhawatirkan?\nKetidakpastian kali ini tidak hanya dipicu oleh satu faktor tunggal, melainkan akumulasi dari beberapa variabel besar:\n\n• Tensi Geopolitik: Perang yang berlarut dan ketegangan perdagangan antar kekuatan besar mengganggu rantai pasok global secara permanen.\n\n• Inflasi & Suku Bunga: Kebijakan moneter yang ketat di berbagai negara maju menciptakan tekanan likuiditas bagi negara berkembang.\n\n• Disrupsi Teknologi: Kehadiran AI yang masif menciptakan ketidakpastian baru di pasar tenaga kerja dan regulasi internasional.\n\nDampaknya Terhadap Masyarakat Luas\nBagi pelaku usaha, angka indeks yang tinggi ini berarti sikap “wait and see” yang lebih lama, yang pada akhirnya memperlambat investasi dan pembukaan lapangan kerja. Bagi konsumen, hal ini berdampak langsung pada daya beli dan fluktuasi harga kebutuhan pokok yang kian tidak menentu.\n\nDi tengah kabut ekonomi ini, adaptabilitas dan literasi finansial menjadi kunci utama untuk bertahan. Kita tidak lagi sekadar menghadapi siklus ekonomi biasa, melainkan sebuah perubahan paradigma global yang menuntut kewaspadaan ekstra.\n \n#twsnews #tradewithsuli", "post_id": "3867287661208295190_80059357291"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 169.82367316301762, "y": 185.01638954344736, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 14.8563, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 8, "out_degree": 0, "degree": 8}, "_id": "3867287661208295190_80059357291", "id": "tradewithsuli", "source": "instagram-000001", "content": "Dunia saat ini sedang berada di persimpangan jalan yang penuh gejolak.\n\nBerdasarkan data terbaru, Indeks Ketidakpastian Kebijakan Ekonomi Global (GEPU) telah meroket ke level yang mengkhawatirkan, melampaui puncak volatilitas yang terjadi selama pandemi COVID-19 maupun krisis finansial global 2008. Fenomena ini mencerminkan kombinasi “badai sempurna” antara fragmentasi geo-ekonomi, transisi energi yang belum stabil, serta eskalasi konflik di berbagai belahan dunia. Jika pada 2008 musuh utamanya adalah sistem perbankan dan pada 2020 adalah kesehatan masyarakat, tantangan hari ini jauh lebih kompleks karena bersifat sistemik dan sulit diprediksi arahnya.\n\nMengapa Kondisi Sekarang Lebih Mengkhawatirkan?\nKetidakpastian kali ini tidak hanya dipicu oleh satu faktor tunggal, melainkan akumulasi dari beberapa variabel besar:\n\n• Tensi Geopolitik: Perang yang berlarut dan ketegangan perdagangan antar kekuatan besar mengganggu rantai pasok global secara permanen.\n\n• Inflasi & Suku Bunga: Kebijakan moneter yang ketat di berbagai negara maju menciptakan tekanan likuiditas bagi negara berkembang.\n\n• Disrupsi Teknologi: Kehadiran AI yang masif menciptakan ketidakpastian baru di pasar tenaga kerja dan regulasi internasional.\n\nDampaknya Terhadap Masyarakat Luas\nBagi pelaku usaha, angka indeks yang tinggi ini berarti sikap “wait and see” yang lebih lama, yang pada akhirnya memperlambat investasi dan pembukaan lapangan kerja. Bagi konsumen, hal ini berdampak langsung pada daya beli dan fluktuasi harga kebutuhan pokok yang kian tidak menentu.\n\nDi tengah kabut ekonomi ini, adaptabilitas dan literasi finansial menjadi kunci utama untuk bertahan. Kita tidak lagi sekadar menghadapi siklus ekonomi biasa, melainkan sebuah perubahan paradigma global yang menuntut kewaspadaan ekstra.\n \n#twsnews #tradewithsuli", "post_id": "3867287661208295190_80059357291"}}, {"key": "sudut_aceh", "attributes": {"label": "sudut_aceh", "x": 204.11477389399556, "y": 274.3622336980732, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.9597, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3912844076567446891_73622012859", "id": "sudut_aceh", "source": "instagram-000001", "content": "Dua tahun lalu, ekonom senior Indonesia, Faisal Basri, pernah menyampaikan proyeksi yang saat itu dianggap terlalu pesimistis oleh sebagian kalangan. Namun pada 5 Juni 2026, nilai tukar rupiah akhirnya menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS, sebuah angka yang pernah ia prediksi akan terjadi jika berbagai persoalan struktural ekonomi tidak segera dibenahi. ￼\n\nPelemahan rupiah bukan sekadar persoalan kurs. Dampaknya merembet ke berbagai sektor, mulai dari kenaikan harga barang impor, tekanan terhadap dunia usaha, hingga menurunnya daya beli masyarakat. Kelas menengah yang selama ini menjadi tulang punggung konsumsi domestik pun ikut merasakan tekanan yang semakin nyata. ￼\n\nDi tengah situasi tersebut, dinamika politik nasional juga menjadi sorotan. Hubungan yang disebut-sebut tidak lagi seharmonis dulu antara Presiden Prabowo Subianto dan Joko Widodo turut memunculkan berbagai spekulasi di ruang publik mengenai arah kebijakan ekonomi dan stabilitas investasi di Indonesia.\n\nMeski demikian, para pengamat menilai pemulihan nilai tukar rupiah masih sangat bergantung pada sejumlah faktor, baik dari dalam maupun luar negeri. Intervensi Bank Indonesia, arus investasi asing, kondisi geopolitik global, hingga kebijakan fiskal pemerintah akan menjadi penentu utama apakah rupiah mampu kembali menguat dalam waktu dekat. ￼\n\nKini pertanyaannya bukan lagi apakah prediksi Faisal Basri terbukti atau tidak. Pertanyaan yang lebih penting adalah: mampukah Indonesia membalikkan keadaan dan mengembalikan kepercayaan pasar sebelum tekanan ekonomi semakin dirasakan masyarakat luas?\n\nBagikan ke temanmu agar ikut tahu perkembangan Aceh hari ini.\nFollow  untuk update terpercaya lainnya.\n\n#FYP\n#FYPIndonesia\n#ExploreAceh\n#BandaAceh\n#sudutaceh", "post_id": "3912844076567446891_73622012859"}}, {"key": "swamediainc", "attributes": {"label": "swamediainc", "x": 954.8825434278269, "y": 276.5263660335884, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 15.1787, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3909967106100467095_282076797", "id": "swamediainc", "source": "instagram-000001", "content": "Permata Bank melalui Permata Institute for Economic Research (PIER) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada di kisaran 5,1–5,3%, dengan permintaan domestik tetap menjadi penggerak utama. Pada kuartal I 2026, PDB Indonesia tumbuh 5,61% secara tahunan, tertinggi sejak kuartal III 2022, didorong oleh konsumsi rumah tangga, percepatan belanja pemerintah, dan investasi yang masih resilien. Namun secara kuartalan ekonomi masih terkontraksi 0,77% akibat faktor musiman seperti Ramadan, Idulfitri, dan basis pembanding yang rendah.\n\nChief Economist Permata Bank, Josua Pardede, menyebut konsumsi rumah tangga tumbuh menjadi 5,52% dan belanja pemerintah melonjak 21,31% berkat percepatan realisasi fiskal serta program prioritas seperti MBG. Sementara itu, investasi tetap tumbuh meski melambat, dan ekspor hanya naik tipis di tengah ketidakpastian global akibat perang dagang dan konflik geopolitik. Secara sektoral, akomodasi serta makanan-minuman mencatat pertumbuhan tertinggi, sedangkan manufaktur dan pertambangan mengalami perlambatan.\n\nMeski kinerja ekonomi dinilai positif, PIER menilai kualitas pertumbuhan masih perlu diperkuat karena belum sepenuhnya ditopang investasi swasta yang berkelanjutan. Tekanan terlihat dari pelemahan manufaktur, kehati-hatian perekrutan tenaga kerja, arus keluar modal asing, serta risiko pelemahan rupiah dan kenaikan harga energi. Ke depan, koordinasi kebijakan fiskal dan moneter dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi, daya beli masyarakat, investasi produktif, serta penciptaan lapangan kerja formal.\n\nBerita selengkapnya dan informasi bisnis lainnya, baca https://swagroup.id/bankpermata\n\n………………………………………………………………………………………………\n\nUntuk Berita dan informasi ekonomi bisnis terkini, silakan kunjungi www.swa.co.id\n\nJangan lupa follow, like and tag  di IG, Tiktok, Linkedin, X, dan Youtube\n\n#PermataBank\n#SWAMediaInc\n#SWAOnline\n#BacaSWAaja", "post_id": "3909967106100467095_282076797"}}, {"key": "menluri", "attributes": {"label": "menluri", "x": 376.6321464282092, "y": 505.05147215182546, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3922809179567792121_71581734743", "id": "menluri", "source": "instagram-000001", "content": "Mewakili Bapak Presiden , saya menghadiri Sesi Pleno & Working Lunch KTT Peringatan 35 Tahun Kemitraan ASEAN-Rusia.\n\nIndonesia mendorong penguatan kerja sama ASEAN dengan Rusia untuk:\n\n✅ ketahanan pangan dan energi kawasan\n✅ integrasi ekonomi ASEAN-Eurasia\n✅ menjaga perdamaian dan stabilitas global\n\nKemitraan eksternal ASEAN yang kuat menjadi salah satu kunci ketahanan kawasan di tengah gejolak geopolitik global 🤝\n\n📍Kazan, 18 Juni 2026", "post_id": "3922809179567792121_71581734743"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 917.5218700247085, "y": 759.2221903328017, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 2.4883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 10, "out_degree": 10, "degree": 20}, "_id": "3916226931243384705_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "🚨 BI Rate Naik Jadi 5,50%! Langkah Darurat Jaga Rupiah, Apa Dampaknya ke Saham Perbankan dan IHSG?\nby  Academy\n\nBank Indonesia (BI) kembali membuat kejutan pasar.\nDalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar di luar jadwal rutin bulanan, BI resmi menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%.\n\nKeputusan ini menjadi sinyal kuat bahwa stabilitas nilai tukar Rupiah saat ini menjadi prioritas utama otoritas moneter di tengah tekanan global yang meningkat.\n\n📌 Kenapa BI Rate Dinaikkan?\nMenurut Bank Indonesia, terdapat beberapa faktor utama yang mendorong kebijakan ini:\n▪️ Tekanan pelemahan Rupiah yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir\n▪️ Ketidakpastian global akibat konflik geopolitik yang memanas\n▪️ Arus keluar modal asing (capital outflow) dari pasar keuangan domestik\n\nSelain BI Rate, BI juga menyesuaikan instrumen lain:\n▪️ Deposit Facility menjadi 4,50%\n▪️ Lending Facility menjadi 6,25%\n\n📌 Strategi Tambahan yang Disiapkan BI\nUntuk meningkatkan daya tarik aset keuangan Indonesia dan menjaga stabilitas Rupiah, BI juga menyiapkan beberapa langkah lanjutan:\n✔️ Meningkatkan imbal hasil SRBI tenor menengah dan panjang\n✔️ Menurunkan biaya hedging bagi investor asing\n✔️ Membuka kembali instrumen repo perbankan\n✔️ Meningkatkan operasi moneter di pasar Rupiah dan valas\n\n📌 Dampaknya ke IHSG dan Saham\nKebijakan suku bunga yang lebih tinggi biasanya memberikan efek berbeda pada masing-masing sektor.\n🏦 Sektor Perbankan\n\nPotensi positif:\n▪️ Margin bunga berpotensi meningkat\n▪️ Instrumen keuangan menjadi lebih menarik bagi investor asing\n▪️ Rupiah yang lebih stabil mendukung sentimen pasar\n\n🏢 Sektor Properti dan Emiten Berutang Tinggi\nPotensi risiko:\n▪️ Beban bunga pinjaman meningkat\n▪️ Permintaan kredit properti berpotensi melambat\n▪️ Profitabilitas perusahaan dengan utang besar bisa tertekan\n\n📌 Gabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#BIRate #BankIndonesia #IHSG #Rupiah #BBCA", "post_id": "3916226931243384705_52512310886"}}, {"key": "balikpapan_pos", "attributes": {"label": "balikpapan_pos", "x": 838.2242585435073, "y": 311.8608892263838, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3917077225279564130_3322656215", "id": "balikpapan_pos", "source": "instagram-000001", "content": "Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menilai sektor perbankan Indonesia tetap berada dalam kondisi yang sehat di tengah dinamika ekonomi global dan domestik. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan kredit yang tetap kuat, likuiditas yang terjaga, serta permodalan yang memadai untuk mendukung fungsi intermediasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nKetua Umum Perbanas sekaligus Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyatakan bahwa perbankan nasional masih mampu menjalankan perannya sebagai penggerak perekonomian melalui penyaluran kredit yang terus tumbuh dan penghimpunan dana masyarakat yang tetap meningkat.\n\"Berdasarkan data OJK, hingga akhir April 2026 penyaluran kredit perbankan tumbuh 9,98% secara tahunan, sedangkan Dana Pihak Ketiga tumbuh 11,40%. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan tetap terjaga dan fungsi intermediasi berjalan dengan baik,\" ujar Hery.\nDari sisi likuiditas, Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 86,88%.\n\n Sementara itu, rasio Gross Non Performing Loan (NPL) berada pada level 2,17%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa industri perbankan masih memiliki kapasitas yang memadai untuk mendukung pembiayaan ekonomi dengan tetap menjaga kualitas aset.\nMenurut Hery, kinerja tersebut menjadi modal penting bagi perbankan untuk terus mendukung aktivitas ekonomi dan berbagai program pembangunan nasional.\n\nMeski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat ketidakpastian global masih cukup tinggi. Ketegangan geopolitik, volatilitas harga energi, serta perlambatan ekonomi di sejumlah negara berpotensi memengaruhi aktivitas usaha dan sentimen pasar keuangan.\n\n“Karena itu, pengelolaan risiko yang prudent, kecukupan likuiditas, serta kualitas pertumbuhan kredit harus terus menjadi perhatian utama agar ketahanan industri tetap terjaga,” jelas Hery.\n.\n(*/han)\n.\nBaca berita lainnya melalui apps kami:\nPlaystore: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.balpos\nAppstore: https://apps.apple.com/app/balikpapan-pos/id6504913031\n.\nIkuti Media Balikpapanpos Lainnya\n\nhttps://www.balpos.com/\nhttps://www.facebook.com/balposdotcom/\nhttps://www.tiktok.com/#perbanas #perbankanindonesia #bri #ojk #kredit #ekonomiindonesia #", "post_id": "3917077225279564130_3322656215"}}, {"key": "ba", "attributes": {"label": "ba", "x": 904.5862089756056, "y": 373.79819344403, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3917077225279564130_3322656215", "id": "ba", "source": "instagram-000001", "content": "Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menilai sektor perbankan Indonesia tetap berada dalam kondisi yang sehat di tengah dinamika ekonomi global dan domestik. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan kredit yang tetap kuat, likuiditas yang terjaga, serta permodalan yang memadai untuk mendukung fungsi intermediasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nKetua Umum Perbanas sekaligus Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyatakan bahwa perbankan nasional masih mampu menjalankan perannya sebagai penggerak perekonomian melalui penyaluran kredit yang terus tumbuh dan penghimpunan dana masyarakat yang tetap meningkat.\n\"Berdasarkan data OJK, hingga akhir April 2026 penyaluran kredit perbankan tumbuh 9,98% secara tahunan, sedangkan Dana Pihak Ketiga tumbuh 11,40%. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan tetap terjaga dan fungsi intermediasi berjalan dengan baik,\" ujar Hery.\nDari sisi likuiditas, Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 86,88%.\n\n Sementara itu, rasio Gross Non Performing Loan (NPL) berada pada level 2,17%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa industri perbankan masih memiliki kapasitas yang memadai untuk mendukung pembiayaan ekonomi dengan tetap menjaga kualitas aset.\nMenurut Hery, kinerja tersebut menjadi modal penting bagi perbankan untuk terus mendukung aktivitas ekonomi dan berbagai program pembangunan nasional.\n\nMeski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat ketidakpastian global masih cukup tinggi. Ketegangan geopolitik, volatilitas harga energi, serta perlambatan ekonomi di sejumlah negara berpotensi memengaruhi aktivitas usaha dan sentimen pasar keuangan.\n\n“Karena itu, pengelolaan risiko yang prudent, kecukupan likuiditas, serta kualitas pertumbuhan kredit harus terus menjadi perhatian utama agar ketahanan industri tetap terjaga,” jelas Hery.\n.\n(*/han)\n.\nBaca berita lainnya melalui apps kami:\nPlaystore: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.balpos\nAppstore: https://apps.apple.com/app/balikpapan-pos/id6504913031\n.\nIkuti Media Balikpapanpos Lainnya\n\nhttps://www.balpos.com/\nhttps://www.facebook.com/balposdotcom/\nhttps://www.tiktok.com/#perbanas #perbankanindonesia #bri #ojk #kredit #ekonomiindonesia #", "post_id": "3917077225279564130_3322656215"}}, {"key": "bebasberpolitik.id", "attributes": {"label": "bebasberpolitik.id", "x": 917.2653902851084, "y": 645.2878315874112, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 15.1787, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3900112340978196108_78173878390", "id": "bebasberpolitik.id", "source": "instagram-000001", "content": "Ketegangan antara Uni Emirat Arab dan Iran kembali meningkat setelah serangkaian insiden keamanan di kawasan Teluk memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas regional yang selama ini sudah rentan akibat persaingan geopolitik, konflik kepentingan, dan dinamika kekuatan di Timur Tengah. Pemerintah Abu Dhabi menegaskan bahwa setiap bentuk ancaman atau serangan terhadap wilayah kedaulatan negara memberikan dasar bagi UEA untuk melakukan langkah pembelaan diri, termasuk memperkuat kesiapsiagaan keamanan dan respons diplomatik di tengah situasi yang semakin sensitif. Di sisi lain, eskalasi ini menambah kekhawatiran komunitas internasional karena kawasan Teluk memiliki peran strategis dalam rantai pasokan energi global, sehingga setiap peningkatan konflik berpotensi berdampak luas terhadap harga minyak, stabilitas ekonomi dunia, serta keamanan jalur perdagangan internasional yang sangat vital bagi banyak negara.\n\n👉🏻 Follow  untuk kabar terbaru dan insight menarik lainnya seputar politik Nasional dan Internasional.", "post_id": "3900112340978196108_78173878390"}}, {"key": "3116221401", "attributes": {"label": "3116221401", "x": 807.1882957825087, "y": 28.623570921102125, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "3914134202950613475_3116221401", "id": "3116221401", "source": "instagram-000001", "content": "🛢️LENSA RKIM – Fluktuasi Harga BBM: Ketika Guncangan Politik Dunia Menentukan Nasib dan Harga BBM di Indonesia\n\nMengapa dompetmu harus menanggung akibat konflik di negara lain? Inilah alasan mengapa gejolak politik global dapat memengaruhi harga BBM di Indonesia dan berdampak pada kehidupan masyarakat.\n\nDi balik perubahan harga BBM, terdapat dinamika geopolitik yang memengaruhi pasokan minyak dunia. Sebagai negara yang masih bergantung pada impor minyak, Indonesia ikut merasakan dampaknya terhadap biaya hidup dan kondisi ekonomi. Lalu, sejauh mana pemerintah dapat menjaga stabilitas harga di tengah ketidakpastian global? Temukan jawabannya dalam artikel ini.\n\n💌 Baca selengkapnya di sini:\n🔗 bit.ly/LensaRKIMTeam1\n\n✏️ Research Division — Departemen Research and Development\n\n#LensaRKIM #RKIMUB #ResearchDivision #RisetMahasiswa #KaryaIlmiah UniversitasBrawijaya BBM Geopolitik EkonomiIndonesia Energi LiterasiEkonomi\n\nInfo lebih lanjut, kunjungi:\n🌐 Website: rkim.ub.ac.id\n📸 Instagram: \n💬 OA Line: \n𝕏 Twitter/X: \n▶️ YouTube: RKIM UB\n\n==========================\nRiset dan Karya Ilmiah Mahasiswa Universitas Brawijaya", "post_id": "3914134202950613475_3116221401"}}, {"key": "rkimub", "attributes": {"label": "rkimub", "x": 876.5818590167246, "y": 481.49223202871804, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 2.9219, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3914134202950613475_3116221401", "id": "rkimub", "source": "instagram-000001", "content": "🛢️LENSA RKIM – Fluktuasi Harga BBM: Ketika Guncangan Politik Dunia Menentukan Nasib dan Harga BBM di Indonesia\n\nMengapa dompetmu harus menanggung akibat konflik di negara lain? Inilah alasan mengapa gejolak politik global dapat memengaruhi harga BBM di Indonesia dan berdampak pada kehidupan masyarakat.\n\nDi balik perubahan harga BBM, terdapat dinamika geopolitik yang memengaruhi pasokan minyak dunia. Sebagai negara yang masih bergantung pada impor minyak, Indonesia ikut merasakan dampaknya terhadap biaya hidup dan kondisi ekonomi. Lalu, sejauh mana pemerintah dapat menjaga stabilitas harga di tengah ketidakpastian global? Temukan jawabannya dalam artikel ini.\n\n💌 Baca selengkapnya di sini:\n🔗 bit.ly/LensaRKIMTeam1\n\n✏️ Research Division — Departemen Research and Development\n\n#LensaRKIM #RKIMUB #ResearchDivision #RisetMahasiswa #KaryaIlmiah UniversitasBrawijaya BBM Geopolitik EkonomiIndonesia Energi LiterasiEkonomi\n\nInfo lebih lanjut, kunjungi:\n🌐 Website: rkim.ub.ac.id\n📸 Instagram: \n💬 OA Line: \n𝕏 Twitter/X: \n▶️ YouTube: RKIM UB\n\n==========================\nRiset dan Karya Ilmiah Mahasiswa Universitas Brawijaya", "post_id": "3914134202950613475_3116221401"}}, {"key": "igj22030", "attributes": {"label": "igj22030", "x": 14.132229236043404, "y": 710.1860262460644, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 2.9219, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3914134202950613475_3116221401", "id": "igj22030", "source": "instagram-000001", "content": "🛢️LENSA RKIM – Fluktuasi Harga BBM: Ketika Guncangan Politik Dunia Menentukan Nasib dan Harga BBM di Indonesia\n\nMengapa dompetmu harus menanggung akibat konflik di negara lain? Inilah alasan mengapa gejolak politik global dapat memengaruhi harga BBM di Indonesia dan berdampak pada kehidupan masyarakat.\n\nDi balik perubahan harga BBM, terdapat dinamika geopolitik yang memengaruhi pasokan minyak dunia. Sebagai negara yang masih bergantung pada impor minyak, Indonesia ikut merasakan dampaknya terhadap biaya hidup dan kondisi ekonomi. Lalu, sejauh mana pemerintah dapat menjaga stabilitas harga di tengah ketidakpastian global? Temukan jawabannya dalam artikel ini.\n\n💌 Baca selengkapnya di sini:\n🔗 bit.ly/LensaRKIMTeam1\n\n✏️ Research Division — Departemen Research and Development\n\n#LensaRKIM #RKIMUB #ResearchDivision #RisetMahasiswa #KaryaIlmiah UniversitasBrawijaya BBM Geopolitik EkonomiIndonesia Energi LiterasiEkonomi\n\nInfo lebih lanjut, kunjungi:\n🌐 Website: rkim.ub.ac.id\n📸 Instagram: \n💬 OA Line: \n𝕏 Twitter/X: \n▶️ YouTube: RKIM UB\n\n==========================\nRiset dan Karya Ilmiah Mahasiswa Universitas Brawijaya", "post_id": "3914134202950613475_3116221401"}}, {"key": "rkim_ub", "attributes": {"label": "rkim_ub", "x": 190.53776192168138, "y": 899.3863066280968, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 2.9219, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3914134202950613475_3116221401", "id": "rkim_ub", "source": "instagram-000001", "content": "🛢️LENSA RKIM – Fluktuasi Harga BBM: Ketika Guncangan Politik Dunia Menentukan Nasib dan Harga BBM di Indonesia\n\nMengapa dompetmu harus menanggung akibat konflik di negara lain? Inilah alasan mengapa gejolak politik global dapat memengaruhi harga BBM di Indonesia dan berdampak pada kehidupan masyarakat.\n\nDi balik perubahan harga BBM, terdapat dinamika geopolitik yang memengaruhi pasokan minyak dunia. Sebagai negara yang masih bergantung pada impor minyak, Indonesia ikut merasakan dampaknya terhadap biaya hidup dan kondisi ekonomi. Lalu, sejauh mana pemerintah dapat menjaga stabilitas harga di tengah ketidakpastian global? Temukan jawabannya dalam artikel ini.\n\n💌 Baca selengkapnya di sini:\n🔗 bit.ly/LensaRKIMTeam1\n\n✏️ Research Division — Departemen Research and Development\n\n#LensaRKIM #RKIMUB #ResearchDivision #RisetMahasiswa #KaryaIlmiah UniversitasBrawijaya BBM Geopolitik EkonomiIndonesia Energi LiterasiEkonomi\n\nInfo lebih lanjut, kunjungi:\n🌐 Website: rkim.ub.ac.id\n📸 Instagram: \n💬 OA Line: \n𝕏 Twitter/X: \n▶️ YouTube: RKIM UB\n\n==========================\nRiset dan Karya Ilmiah Mahasiswa Universitas Brawijaya", "post_id": "3914134202950613475_3116221401"}}, {"key": "wartaekonomi", "attributes": {"label": "wartaekonomi", "x": 917.8098240808172, "y": 388.90948180485543, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3921123896195834083_2501583257", "id": "wartaekonomi", "source": "instagram-000001", "content": "Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pandangannya terkait Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan isu program nuklir Iran. Dalam pernyataan yang beredar luas, Trump menyoroti hubungan kedua pemimpin sekaligus menegaskan pentingnya dukungan Amerika Serikat terhadap keamanan Israel di tengah dinamika geopolitik kawasan.\n\nPernyataan tersebut kembali menempatkan hubungan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dalam sorotan global. Di tengah berbagai tantangan keamanan dan diplomasi, perkembangan di Timur Tengah terus menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi stabilitas politik, ekonomi, dan hubungan internasional.\n\nSumber: Instagram \nNaskah & Desain: Nadia\n\n#Geopolitik #PolitikGlobal #HubunganInternasional #TimurTengah #IsuGlobal", "post_id": "3921123896195834083_2501583257"}}, {"key": "islamchannel", "attributes": {"label": "islamchannel", "x": 113.09841885703209, "y": 106.89724712132875, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3921123896195834083_2501583257", "id": "islamchannel", "source": "instagram-000001", "content": "Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pandangannya terkait Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan isu program nuklir Iran. Dalam pernyataan yang beredar luas, Trump menyoroti hubungan kedua pemimpin sekaligus menegaskan pentingnya dukungan Amerika Serikat terhadap keamanan Israel di tengah dinamika geopolitik kawasan.\n\nPernyataan tersebut kembali menempatkan hubungan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dalam sorotan global. Di tengah berbagai tantangan keamanan dan diplomasi, perkembangan di Timur Tengah terus menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi stabilitas politik, ekonomi, dan hubungan internasional.\n\nSumber: Instagram \nNaskah & Desain: Nadia\n\n#Geopolitik #PolitikGlobal #HubunganInternasional #TimurTengah #IsuGlobal", "post_id": "3921123896195834083_2501583257"}}, {"key": "beldocuan", "attributes": {"label": "beldocuan", "x": 715.8843373857608, "y": 604.4282966025677, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "3916317238747790632_77879013289", "id": "beldocuan", "source": "instagram-000001", "content": "Di tengah gelombang pesimisme global terhadap pasar keuangan domestik, Chief Executive Officer (CEO) CIMB Group Holdings Bhd., Novan Amirudin, justru menyuarakan pandangan yang berlawanan (contrarian). Dalam wawancaranya dengan Bloomberg TV di Kuala Lumpur (10/6/2026), Novan menegaskan bahwa kondisi saat ini merupakan waktu yang sangat tepat bagi investor jangka panjang untuk menaruh modalnya di Indonesia, meskipun kepercayaan pasar terhadap ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini sedang berada di titik nadir.\n\nOptimisme raksasa perbankan Malaysia ini muncul di tengah kejatuhan indeks acuan pasar modal Indonesia. Sepanjang tahun 2026, Rupiah telah ambruk lebih dari 8% terhadap Dolar AS, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah terkoreksi dalam sekitar 35%. Pasar global tercatat melakukan aksi jual masif karena mengkhawatirkan risiko fiskal dari kebijakan populis kabinet Presiden Prabowo Subianto, terutama membengkaknya subsidi energi akibat konflik Timur Tengah. Namun bagi CIMB, penurunan valuasi aset di Indonesia saat ini justru membuka peluang besar untuk melakukan penetrasi dan ekspansi bisnis yang lebih murah.\n\nMelalui anak usahanya, PT Bank CIMB Niaga Tbk ($BNGA), CIMB Group dilaporkan tengah aktif berburu peluang merger dan akuisisi (M&A) di Indonesia untuk memperkuat portofolio bisnisnya, khususnya pada sektor wealth management dan segmen ritel khusus. Komitmen serupa juga ditegaskan oleh kompetitor senegaranya, Maybank Group, yang menyatakan bahwa operasi mereka di Indonesia tetap akan menjadi kontributor pertumbuhan penting dalam jangka menengah hingga panjang. Sikap agresif perbankan Malaysia ini menjadi sinyal bahwa di balik volatilitas makro yang mencekam, nilai fundamental korporasi di Indonesia dinilai sudah sangat murah untuk mulai diakumulasi oleh smart money global.\n-\nFollow TikTok \nInstagram \nTelegram \nbiar nggak ketinggalan update saham harian, serta buat diskusi & cari insight bareng komunitas cuan\n-\nCIMBGroup #BNGA #CIMBNiaga #IHSG #Saham", "post_id": "3916317238747790632_77879013289"}}, {"key": "BELDOCUAN", "attributes": {"label": "BELDOCUAN", "x": 248.11172916826442, "y": 283.4506165390137, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 2.9219, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3916317238747790632_77879013289", "id": "BELDOCUAN", "source": "instagram-000001", "content": "Di tengah gelombang pesimisme global terhadap pasar keuangan domestik, Chief Executive Officer (CEO) CIMB Group Holdings Bhd., Novan Amirudin, justru menyuarakan pandangan yang berlawanan (contrarian). Dalam wawancaranya dengan Bloomberg TV di Kuala Lumpur (10/6/2026), Novan menegaskan bahwa kondisi saat ini merupakan waktu yang sangat tepat bagi investor jangka panjang untuk menaruh modalnya di Indonesia, meskipun kepercayaan pasar terhadap ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini sedang berada di titik nadir.\n\nOptimisme raksasa perbankan Malaysia ini muncul di tengah kejatuhan indeks acuan pasar modal Indonesia. Sepanjang tahun 2026, Rupiah telah ambruk lebih dari 8% terhadap Dolar AS, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah terkoreksi dalam sekitar 35%. Pasar global tercatat melakukan aksi jual masif karena mengkhawatirkan risiko fiskal dari kebijakan populis kabinet Presiden Prabowo Subianto, terutama membengkaknya subsidi energi akibat konflik Timur Tengah. Namun bagi CIMB, penurunan valuasi aset di Indonesia saat ini justru membuka peluang besar untuk melakukan penetrasi dan ekspansi bisnis yang lebih murah.\n\nMelalui anak usahanya, PT Bank CIMB Niaga Tbk ($BNGA), CIMB Group dilaporkan tengah aktif berburu peluang merger dan akuisisi (M&A) di Indonesia untuk memperkuat portofolio bisnisnya, khususnya pada sektor wealth management dan segmen ritel khusus. Komitmen serupa juga ditegaskan oleh kompetitor senegaranya, Maybank Group, yang menyatakan bahwa operasi mereka di Indonesia tetap akan menjadi kontributor pertumbuhan penting dalam jangka menengah hingga panjang. Sikap agresif perbankan Malaysia ini menjadi sinyal bahwa di balik volatilitas makro yang mencekam, nilai fundamental korporasi di Indonesia dinilai sudah sangat murah untuk mulai diakumulasi oleh smart money global.\n-\nFollow TikTok \nInstagram \nTelegram \nbiar nggak ketinggalan update saham harian, serta buat diskusi & cari insight bareng komunitas cuan\n-\nCIMBGroup #BNGA #CIMBNiaga #IHSG #Saham", "post_id": "3916317238747790632_77879013289"}}, {"key": "beldocuanfreeforum", "attributes": {"label": "beldocuanfreeforum", "x": 508.32296760013327, "y": 930.6202995731553, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 2.9219, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916317238747790632_77879013289", "id": "beldocuanfreeforum", "source": "instagram-000001", "content": "Di tengah gelombang pesimisme global terhadap pasar keuangan domestik, Chief Executive Officer (CEO) CIMB Group Holdings Bhd., Novan Amirudin, justru menyuarakan pandangan yang berlawanan (contrarian). Dalam wawancaranya dengan Bloomberg TV di Kuala Lumpur (10/6/2026), Novan menegaskan bahwa kondisi saat ini merupakan waktu yang sangat tepat bagi investor jangka panjang untuk menaruh modalnya di Indonesia, meskipun kepercayaan pasar terhadap ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini sedang berada di titik nadir.\n\nOptimisme raksasa perbankan Malaysia ini muncul di tengah kejatuhan indeks acuan pasar modal Indonesia. Sepanjang tahun 2026, Rupiah telah ambruk lebih dari 8% terhadap Dolar AS, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah terkoreksi dalam sekitar 35%. Pasar global tercatat melakukan aksi jual masif karena mengkhawatirkan risiko fiskal dari kebijakan populis kabinet Presiden Prabowo Subianto, terutama membengkaknya subsidi energi akibat konflik Timur Tengah. Namun bagi CIMB, penurunan valuasi aset di Indonesia saat ini justru membuka peluang besar untuk melakukan penetrasi dan ekspansi bisnis yang lebih murah.\n\nMelalui anak usahanya, PT Bank CIMB Niaga Tbk ($BNGA), CIMB Group dilaporkan tengah aktif berburu peluang merger dan akuisisi (M&A) di Indonesia untuk memperkuat portofolio bisnisnya, khususnya pada sektor wealth management dan segmen ritel khusus. Komitmen serupa juga ditegaskan oleh kompetitor senegaranya, Maybank Group, yang menyatakan bahwa operasi mereka di Indonesia tetap akan menjadi kontributor pertumbuhan penting dalam jangka menengah hingga panjang. Sikap agresif perbankan Malaysia ini menjadi sinyal bahwa di balik volatilitas makro yang mencekam, nilai fundamental korporasi di Indonesia dinilai sudah sangat murah untuk mulai diakumulasi oleh smart money global.\n-\nFollow TikTok \nInstagram \nTelegram \nbiar nggak ketinggalan update saham harian, serta buat diskusi & cari insight bareng komunitas cuan\n-\nCIMBGroup #BNGA #CIMBNiaga #IHSG #Saham", "post_id": "3916317238747790632_77879013289"}}, {"key": "mindx.media", "attributes": {"label": "mindx.media", "x": 245.13745022557097, "y": 757.7829386619153, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 15.1787, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3916199888182072312_60927712703", "id": "mindx.media", "source": "instagram-000001", "content": "🔄 TEROBOSAN EKONOMI! Lewat Sistem Barter, Kemendag Ingin Tingkatkan Ekspor-Impor Tanpa Menggunakan Mata Uang Dolar\n\nKementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia tengah menggodok strategi perdagangan internasional yang cukup revolusioner guna memperkuat stabilitas ekonomi nasional dan mengurangi ketergantungan masif terhadap mata uang global, khususnya Dolar AS ($).\n\nBerdasarkan laporan resmi dari ANTARA/Maria Cicilia Galuh, Kemendag berencana mengoptimalkan mekanisme perdagangan imbal dagang atau sistem barter antarnegara mitra untuk transaksi ekspor dan impor komoditas utama. Langkah dedolarisasi ini diharapkan tidak hanya mengamankan pasokan kebutuhan dalam negeri di tengah ketidakpastian geopolitik global, tetapi juga membuka akses pasar baru yang lebih fleksibel bagi produk-produk unggulan lokal.\n\nfollow  for more trends update\n\n#mindxmedia #Kemendag #EkonomiIndonesia #SistemBarter #Dedolarisasi", "post_id": "3916199888182072312_60927712703"}}, {"key": "65443007442", "attributes": {"label": "65443007442", "x": 872.0996167803722, "y": 405.93104580372676, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3911701714097663003_65443007442", "id": "65443007442", "source": "instagram-000001", "content": "Geopolitik global kembali memanas. ⚠️🌍\n\nDalam beberapa update terbaru, ada dua titik yang perlu dipantau serius: Bolivia dan Timur Tengah.\n\nDi Bolivia, krisis politik makin dalam setelah dua menteri utama dilaporkan mundur di tengah gelombang protes dan blokade jalan. Para demonstran menuntut Presiden Rodrigo Paz mundur, sementara krisis ekonomi disebut menjadi yang terburuk dalam empat dekade.\n\nDi Timur Tengah, situasi juga masih rapuh. AS menyatakan Israel dan Lebanon sepakat menerapkan gencatan senjata, tetapi implementasinya masih sangat sensitif. Iran juga memperingatkan bahwa serangan terhadap Beirut dapat memicu eskalasi perang yang lebih luas.\n\nSementara itu, ketegangan AS–Iran tetap menjadi perhatian. Trump disebut ingin bertemu pemimpin Iran, namun Washington dan Teheran masih saling menuduh terkait pelanggaran gencatan senjata.\n\nIntinya: Pasar global tidak hanya membaca data ekonomi, tapi juga membaca risiko politik, perang, gencatan senjata, dan stabilitas kawasan.\n\nYang perlu dipantau: Bolivia, Israel–Lebanon, Iran, respons AS, keamanan kawasan, dan dampaknya terhadap sentimen pasar global.\n\nKonten ini hanya rangkuman informasi dan edukasi geopolitik. Beberapa poin masih berupa laporan/klaim dari pihak terkait dan dapat berkembang.\n\n\n\n#Geopolitik #Bolivia #TimurTengah #IsraelLebanon #Iran", "post_id": "3911701714097663003_65443007442"}}, {"key": "bakulemas26", "attributes": {"label": "bakulemas26", "x": 256.83596323025324, "y": 519.174931123943, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3911701714097663003_65443007442", "id": "bakulemas26", "source": "instagram-000001", "content": "Geopolitik global kembali memanas. ⚠️🌍\n\nDalam beberapa update terbaru, ada dua titik yang perlu dipantau serius: Bolivia dan Timur Tengah.\n\nDi Bolivia, krisis politik makin dalam setelah dua menteri utama dilaporkan mundur di tengah gelombang protes dan blokade jalan. Para demonstran menuntut Presiden Rodrigo Paz mundur, sementara krisis ekonomi disebut menjadi yang terburuk dalam empat dekade.\n\nDi Timur Tengah, situasi juga masih rapuh. AS menyatakan Israel dan Lebanon sepakat menerapkan gencatan senjata, tetapi implementasinya masih sangat sensitif. Iran juga memperingatkan bahwa serangan terhadap Beirut dapat memicu eskalasi perang yang lebih luas.\n\nSementara itu, ketegangan AS–Iran tetap menjadi perhatian. Trump disebut ingin bertemu pemimpin Iran, namun Washington dan Teheran masih saling menuduh terkait pelanggaran gencatan senjata.\n\nIntinya: Pasar global tidak hanya membaca data ekonomi, tapi juga membaca risiko politik, perang, gencatan senjata, dan stabilitas kawasan.\n\nYang perlu dipantau: Bolivia, Israel–Lebanon, Iran, respons AS, keamanan kawasan, dan dampaknya terhadap sentimen pasar global.\n\nKonten ini hanya rangkuman informasi dan edukasi geopolitik. Beberapa poin masih berupa laporan/klaim dari pihak terkait dan dapat berkembang.\n\n\n\n#Geopolitik #Bolivia #TimurTengah #IsraelLebanon #Iran", "post_id": "3911701714097663003_65443007442"}}, {"key": "joeliardisunendar", "attributes": {"label": "joeliardisunendar", "x": 571.8560212003207, "y": 974.4439992141636, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3919678737369726793_9022830818", "id": "joeliardisunendar", "source": "instagram-000001", "content": "Indonesia hari ini bukan Greece 2018 atau Inggris zaman Liz Truss 2022. Cermin yang jauh lebih relevan adalah Indonesia sendiri di 2013 — karena akar masalahnya mirip, dan begitu pula jalan keluarnya.\n\nTiga kesamaan yang sulit diabaikan:\n\n1️⃣ Rupiah kembali menjadi indikator utama. Di tahun 2013 rupiah melemah dari ~Rp9.500 ke Rp12.000. Hari ini rupiah kembali menjadi termometer kepercayaan. Pasar tidak sedang menilai kurs — mereka sedang menilai kredibilitas Indonesia.\n\n2️⃣ Asing menjual obligasi pemerintah. Yield SBN melonjak di 2013; kepemilikan asing kini kembali mendekati titik terendah historis. Bond market menjadi medan tempur utama.\n\n3️⃣ BI dipaksa menjadi garis pertahanan terakhir. Dua kenaikan suku bunga dalam waktu singkat menegaskan satu hal: stabilitas didahulukan di atas pertumbuhan jangka pendek.\n\nLalu di mana perbedaan terbesarnya?\n\n2013 adalah krisis eksternal — Bernanke memberi sinyal pengurangan QE, dan Indonesia menjadi salah satu dari “Fragile Five”.\n\n2026 adalah campuran eksternal dan domestik — konflik Timur Tengah dan harga energi bertemu dengan kekhawatiran fiskal, Danantara, dan independensi BI. Artinya, yang harus dipulihkan bukan hanya kondisi global, tetapi juga persepsi pasar terhadap Indonesia sendiri.\n\nBagaimana Indonesia keluar dari 2013? Jawabannya satu kata: kredibilitas. BI Rate naik dari 5,75% ke 7,50%, defisit transaksi berjalan diperbaiki, subsidi BBM direformasi, dan kebijakan berbicara dengan satu suara.\n\nPasar mulai kembali membeli Indonesia bukan saat ekonomi langsung membaik — tetapi saat investor percaya pembuat kebijakan bersedia menanggung rasa sakit jangka pendek demi kredibilitas jangka panjang. Tidak karena ingin populer.\n\nItu sebabnya langkah BI hari ini lebih diperhatikan daripada angka pertumbuhan kuartalan.\n\nKepercayaan investor tidak muncul karena janji dan pidato - melainkan oleh kredibilitas yang dibuktikan melalui tindakan.\n\n💾 Simpan & bagikan jika ini membantu cara Anda membaca pasar. Ikuti  untuk analisis lainnya.", "post_id": "3919678737369726793_9022830818"}}, {"key": "jsportfolio.id", "attributes": {"label": "jsportfolio.id", "x": 766.0493309327908, "y": 481.96996245610603, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3919678737369726793_9022830818", "id": "jsportfolio.id", "source": "instagram-000001", "content": "Indonesia hari ini bukan Greece 2018 atau Inggris zaman Liz Truss 2022. Cermin yang jauh lebih relevan adalah Indonesia sendiri di 2013 — karena akar masalahnya mirip, dan begitu pula jalan keluarnya.\n\nTiga kesamaan yang sulit diabaikan:\n\n1️⃣ Rupiah kembali menjadi indikator utama. Di tahun 2013 rupiah melemah dari ~Rp9.500 ke Rp12.000. Hari ini rupiah kembali menjadi termometer kepercayaan. Pasar tidak sedang menilai kurs — mereka sedang menilai kredibilitas Indonesia.\n\n2️⃣ Asing menjual obligasi pemerintah. Yield SBN melonjak di 2013; kepemilikan asing kini kembali mendekati titik terendah historis. Bond market menjadi medan tempur utama.\n\n3️⃣ BI dipaksa menjadi garis pertahanan terakhir. Dua kenaikan suku bunga dalam waktu singkat menegaskan satu hal: stabilitas didahulukan di atas pertumbuhan jangka pendek.\n\nLalu di mana perbedaan terbesarnya?\n\n2013 adalah krisis eksternal — Bernanke memberi sinyal pengurangan QE, dan Indonesia menjadi salah satu dari “Fragile Five”.\n\n2026 adalah campuran eksternal dan domestik — konflik Timur Tengah dan harga energi bertemu dengan kekhawatiran fiskal, Danantara, dan independensi BI. Artinya, yang harus dipulihkan bukan hanya kondisi global, tetapi juga persepsi pasar terhadap Indonesia sendiri.\n\nBagaimana Indonesia keluar dari 2013? Jawabannya satu kata: kredibilitas. BI Rate naik dari 5,75% ke 7,50%, defisit transaksi berjalan diperbaiki, subsidi BBM direformasi, dan kebijakan berbicara dengan satu suara.\n\nPasar mulai kembali membeli Indonesia bukan saat ekonomi langsung membaik — tetapi saat investor percaya pembuat kebijakan bersedia menanggung rasa sakit jangka pendek demi kredibilitas jangka panjang. Tidak karena ingin populer.\n\nItu sebabnya langkah BI hari ini lebih diperhatikan daripada angka pertumbuhan kuartalan.\n\nKepercayaan investor tidak muncul karena janji dan pidato - melainkan oleh kredibilitas yang dibuktikan melalui tindakan.\n\n💾 Simpan & bagikan jika ini membantu cara Anda membaca pasar. Ikuti  untuk analisis lainnya.", "post_id": "3919678737369726793_9022830818"}}, {"key": "17170587532", "attributes": {"label": "17170587532", "x": 146.6192414188381, "y": 108.42815909259606, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3908416341881259084_17170587532", "id": "17170587532", "source": "instagram-000001", "content": "Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan pabrik mobil listrik di Magelang pada Kamis (9/4/2026). Peresmian ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam mempercepat transisi energi nasional dari ketergantungan pada bahan bakar fosil menuju pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT). Kehadiran pabrik tersebut juga diharapkan memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional sekaligus mendorong pertumbuhan industri hijau yang berkelanjutan di Indonesia.\n\nLangkah ini menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun budaya penggunaan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan. Selain mendukung upaya pengurangan emisi karbon, pengembangan industri kendaraan listrik dalam negeri juga dipandang penting untuk menjaga ketahanan energi dan stabilitas ekonomi nasional di tengah gejolak harga minyak dunia serta ketidakpastian geopolitik global yang berpotensi mengganggu rantai pasok energi internasional. Dengan penguatan industri kendaraan listrik, Indonesia diharapkan mampu meningkatkan daya saing, menciptakan lapangan kerja baru, dan mempercepat transformasi menuju ekonomi hijau yang lebih tangguh\n\nSumber: beritasatu\n\nFollow", "post_id": "3908416341881259084_17170587532"}}, {"key": "viral.sekalii", "attributes": {"label": "viral.sekalii", "x": 536.0492609858167, "y": 113.52701884270056, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3908416341881259084_17170587532", "id": "viral.sekalii", "source": "instagram-000001", "content": "Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan pabrik mobil listrik di Magelang pada Kamis (9/4/2026). Peresmian ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam mempercepat transisi energi nasional dari ketergantungan pada bahan bakar fosil menuju pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT). Kehadiran pabrik tersebut juga diharapkan memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional sekaligus mendorong pertumbuhan industri hijau yang berkelanjutan di Indonesia.\n\nLangkah ini menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun budaya penggunaan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan. Selain mendukung upaya pengurangan emisi karbon, pengembangan industri kendaraan listrik dalam negeri juga dipandang penting untuk menjaga ketahanan energi dan stabilitas ekonomi nasional di tengah gejolak harga minyak dunia serta ketidakpastian geopolitik global yang berpotensi mengganggu rantai pasok energi internasional. Dengan penguatan industri kendaraan listrik, Indonesia diharapkan mampu meningkatkan daya saing, menciptakan lapangan kerja baru, dan mempercepat transformasi menuju ekonomi hijau yang lebih tangguh\n\nSumber: beritasatu\n\nFollow", "post_id": "3908416341881259084_17170587532"}}, {"key": "19585064872", "attributes": {"label": "19585064872", "x": 207.0801599439458, "y": 107.96566913337757, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3923175768842700438_19585064872", "id": "19585064872", "source": "instagram-000001", "content": "#Popro (Pojok Propagandis)\n\nRUPIAH MELEMAH, KITA BUTUH KHILAFAH\n\nVivisualiterasi.com - Rupiah melemah bahkan sebelum konflik geopolitik Iran vs AS. Ketika konflik semakin memuncak, rupiah semakin melemah dan turun drastis nilainya sepanjang sejarah. Meski demikian, pemerintah masih menganggap semua ini baik-baik saja. Hal itu mungkin hanya untuk menghibur rakyat, karena fakta di lapangan menunjukkan rakyat semakin menjerit merasakan beratnya beban hidup yang semakin menghimpit. \n\nKeadaan ini akan terus berlangsung jika negeri ini masih menganut sistem ekonomi kapitalisme yang berbasis ribawi dengan dolar AS sebagai kiblatnya. Inilah yang membuat negeri ini terjebak dalam dominasi mata uang global. Hal ini sangat kontras dengan sistem ekonomi Islam yang unggul dan bebas dari tekanan global. \n\nKarena negara Islam akan menerapkan sistem keuangan yang lebih stabil, yakni berbasis emas dan perak. Negara juga akan menjaga stabilitas harga-harga dengan mekanisme yang ditetapkan syariat, seperti melarang riba, menjamin distribusi, mengatur kepemilikan, dan sebagainya. Kesejahteraan rakyat menjadi tanggung jawab pemimpin negara karena ia adalah _raa’in_ sekaligus _junnah_ yang wajib melindungi rakyatnya.[] Dwi Lestari\n\nBaca selengkapnya>>\nhttps://www.vivisualiterasi.com/2026/06/rupiah-melemah-kita-butuh-khilafah.html\n\n===================\nFind us on all platforms:  media", "post_id": "3923175768842700438_19585064872"}}, {"key": "visualiterasi", "attributes": {"label": "visualiterasi", "x": 863.2338619727067, "y": 61.69800195879982, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3923175768842700438_19585064872", "id": "visualiterasi", "source": "instagram-000001", "content": "#Popro (Pojok Propagandis)\n\nRUPIAH MELEMAH, KITA BUTUH KHILAFAH\n\nVivisualiterasi.com - Rupiah melemah bahkan sebelum konflik geopolitik Iran vs AS. Ketika konflik semakin memuncak, rupiah semakin melemah dan turun drastis nilainya sepanjang sejarah. Meski demikian, pemerintah masih menganggap semua ini baik-baik saja. Hal itu mungkin hanya untuk menghibur rakyat, karena fakta di lapangan menunjukkan rakyat semakin menjerit merasakan beratnya beban hidup yang semakin menghimpit. \n\nKeadaan ini akan terus berlangsung jika negeri ini masih menganut sistem ekonomi kapitalisme yang berbasis ribawi dengan dolar AS sebagai kiblatnya. Inilah yang membuat negeri ini terjebak dalam dominasi mata uang global. Hal ini sangat kontras dengan sistem ekonomi Islam yang unggul dan bebas dari tekanan global. \n\nKarena negara Islam akan menerapkan sistem keuangan yang lebih stabil, yakni berbasis emas dan perak. Negara juga akan menjaga stabilitas harga-harga dengan mekanisme yang ditetapkan syariat, seperti melarang riba, menjamin distribusi, mengatur kepemilikan, dan sebagainya. Kesejahteraan rakyat menjadi tanggung jawab pemimpin negara karena ia adalah _raa’in_ sekaligus _junnah_ yang wajib melindungi rakyatnya.[] Dwi Lestari\n\nBaca selengkapnya>>\nhttps://www.vivisualiterasi.com/2026/06/rupiah-melemah-kita-butuh-khilafah.html\n\n===================\nFind us on all platforms:  media", "post_id": "3923175768842700438_19585064872"}}, {"key": "radarcirebon", "attributes": {"label": "radarcirebon", "x": 530.5706170534587, "y": 372.77827149239283, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 15.1787, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3918693058149369078_1718355346", "id": "radarcirebon", "source": "instagram-000001", "content": "PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI) mengumumkan rencana pembelian kembali saham dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan (buyback fluktuatif) dengan nilai sebesar-besarnya Rp500 miliar. \n\nCorporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan langkah ini merupakan bagian dari strategi perseroan untuk meningkatkan nilai pemegang saham sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap kekuatan fundamental kinerja perseroan serta prospek pertumbuhan jangka panjang yang tetap solid.\n\n“Kami menilai valuasi BBRI saat ini masih berada di bawah nilai wajarnya atau belum sepenuhnya merefleksikan kinerja dan potensi bisnis perseroan,” imbuh Dhanny. Periode buyback fluktuati f akan dilaksanakan pada 12 Juni 2026 hingga 11 September 2026.\n\nPelaksanaan buyback fluktuati f ini mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2023 tentang Kebijakan dalam Menjaga Kinerja dan Stabilitas Pasar Modal pada Kondisi Pasar yang Berfluktuasi Secara Signifikan, serta Surat OJK Nomor S-\n10/D.04/2026 tanggal 13 Maret 2026 mengenai kebijakan pelaksanaan pembelian kembali saham oleh perusahaan terbuka dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan. \n\nAdapun pendanaan buyback fluktuati f akan berpedoman pada POJK 13/2023 dan POJK 29/2023. Buyback fluktuatif akan dilaksanakan pada harga yang dinilai wajar, dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan yang berlaku.\nDhanny menambahkan bahwa langkah buyback yang dilakukan BRI juga telah mempertimbangkan kondisi pasar yang masih dipengaruhi berbagai tantangan global, mulai dari ketidakpastian ekonomi dunia, meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah,\nkenaikan harga minyak dunia, hingga arus keluar modal dari pasar negara berkembang.\n\nKondisi tersebut turut memberikan tekanan terhadap pasar keuangan, termasuk pasar modal Indonesia.\n.\n.\nBerita selengkapnya kunjungi Instastory  lalu KLIK TAUTAN!! \n.\n.\n#radarcirebon", "post_id": "3918693058149369078_1718355346"}}, {"key": "bangkabelitunginfonew", "attributes": {"label": "bangkabelitunginfonew", "x": 8.970457478129745, "y": 835.4338284819573, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 15.1787, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3923723666300677201_55481531290", "id": "bangkabelitunginfonew", "source": "instagram-000001", "content": "Pemerintah resmi mempercepat program energi nuklir nasional, termasuk percepatan pembentukan lembaga implementasi khusus, menyusul meningkatnya tekanan geopolitik global yang mengancam pasokan energi dunia. \n\nLangkah ini kembali membuka peluang Bangka Belitung sebagai kandidat lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertama di Indonesia.\n\nKeputusan strategis itu diambil dalam Sidang Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) ke-2 dan ke-3 Tahun 2026, yang dipimpin Menteri ESDM sekaligus Ketua Harian DEN, Bahlil Lahadalia, di Jakarta, Kamis (18/6/2026). \n\nSidang itupun memutuskan tiga hal sekaligus: memperkuat cadangan energi, harmonisasi regulasi penanganan krisis energi, dan percepatan pengembangan energi baru termasuk nuklir.\n\n“Indonesia berhasil melewati berbagai tantangan pada masa transisi dan kini berada pada posisi yang semakin kuat dalam menjaga ketahanan energi nasional,” kata Bahlil usai sidang.\n\nSalah satu keputusan terpenting sidang adalah percepatan pembentukan Nuclear Energy Program Implementation Organization (NEPIO). \n\nLembaga ini diamanatkan Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional sebagai motor utama persiapan program nuklir Indonesia.\n\nBagi Bangka Belitung, keputusan DEN ini punya arti tersendiri. Provinsi kepulauan penghasil timah itu sudah lebih dari satu dekade masuk kajian pemerintah sebagai lokasi potensial PLTN.\n\nSejumlah penelitian Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) kini bergabung ke dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan kondisi geologi Bangka yang relatif stabil. Jauh dari jalur gunung api aktif, minim aktivitas seismik besar. Kawasan pesisir Kabupaten Bangka Barat khususnya pernah menjadi objek studi intensif.\n\nStabilitas geologi itu menjadikan Bangka Belitung salah satu kandidat terkuat, bersaing dengan beberapa wilayah lain yang juga sedang dikaji.\n\n📝 selengkapnya di journalarta.com\n\nHanya Followers Yang Bisa Komentar‼️\n\nFollow  Buat Kamu Lebih Tau Kabar Seputar Bangka Belitung & Sekitarnya\n\n#bangkabelitunginfo #bangkabelitunginfonew #bangkabelitung #breakingnews #informasi", "post_id": "3923723666300677201_55481531290"}}, {"key": "betheonepercent2", "attributes": {"label": "betheonepercent2", "x": 213.9180772038527, "y": 702.5411402518502, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648584293442211080", "id": "betheonepercent2", "source": "tiktok-000001", "content": "Purbaya dan Perry Warjiyo sepakat jalankan 2 jurus konkret demi menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah! Langkah ini diambil untuk meningkatkan daya tarik imbal hasil bagi investor asing serta menjaga likuiditas perbankan nasional. Bagaimana dampak kebijakan makro ini ke market ke depannya? Yuk, pantau terus update berita finansial dan geopolitik lainnya di Instagram ! Sumber: TWS News #kontencom #kontencomxtws #twsnews #tradewithsuli #rupiah", "post_id": "7648584293442211080"}}, {"key": "faktaveritas", "attributes": {"label": "faktaveritas", "x": 306.7874225044155, "y": 196.44213900491303, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 5, "degree": 5}, "_id": "7642542249275821333", "id": "faktaveritas", "source": "tiktok-000001", "content": "Faktanya, tekanan terhadap rupiah terjadi di tengah gejolak ekonomi global yang juga menekan banyak mata uang dunia. Kenaikan suku bunga negara maju, ketidakpastian global, hingga tensi geopolitik ikut memperbesar tekanan. Dalam situasi seperti ini, yang terjadi bukan pembiaran, tapi upaya menjaga stabilitas agar dampaknya tidak semakin luas. Coba komen di bawah #fyp #jagaindonesia #negarahadir #wargajagawarga #rupiah    Indonesia", "post_id": "7642542249275821333"}}, {"key": "gerindra", "attributes": {"label": "gerindra", "x": 768.1636559751112, "y": 333.68573897034236, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.5992, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "7642542249275821333", "id": "gerindra", "source": "tiktok-000001", "content": "Faktanya, tekanan terhadap rupiah terjadi di tengah gejolak ekonomi global yang juga menekan banyak mata uang dunia. Kenaikan suku bunga negara maju, ketidakpastian global, hingga tensi geopolitik ikut memperbesar tekanan. Dalam situasi seperti ini, yang terjadi bukan pembiaran, tapi upaya menjaga stabilitas agar dampaknya tidak semakin luas. Coba komen di bawah #fyp #jagaindonesia #negarahadir #wargajagawarga #rupiah    Indonesia", "post_id": "7642542249275821333"}}, {"key": "Bank", "attributes": {"label": "Bank", "x": 573.3932324323225, "y": 397.01632318459656, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.6639, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7642542249275821333", "id": "Bank", "source": "tiktok-000001", "content": "Faktanya, tekanan terhadap rupiah terjadi di tengah gejolak ekonomi global yang juga menekan banyak mata uang dunia. Kenaikan suku bunga negara maju, ketidakpastian global, hingga tensi geopolitik ikut memperbesar tekanan. Dalam situasi seperti ini, yang terjadi bukan pembiaran, tapi upaya menjaga stabilitas agar dampaknya tidak semakin luas. Coba komen di bawah #fyp #jagaindonesia #negarahadir #wargajagawarga #rupiah    Indonesia", "post_id": "7642542249275821333"}}, {"key": "nextarxclip", "attributes": {"label": "nextarxclip", "x": 838.5926718474656, "y": 290.29901183243766, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7646460262211538194", "id": "nextarxclip", "source": "tiktok-000001", "content": "Investasi Strategis Demi Masa Depan Bangsa 🇮🇩🤝🇫🇷 Langkah nyata dalam memperkuat posisi Indonesia di kancah global. Pertemuan strategis ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga kedaulatan, ketahanan energi, dan stabilitas nasional di tengah dinamika geopolitik dunia. Keamanan dan kemandirian energi bukanlah biaya, melainkan investasi jangka panjang demi kedamaian dan kesejahteraan generasi mendatang. Bagaimana pendapatmu tentang langkah taktis ini?  Sumber: TWS News #kontencom #kontencomxtws #news", "post_id": "7646460262211538194"}}, {"key": "milky.id7", "attributes": {"label": "milky.id7", "x": 494.61320485004677, "y": 185.36844712419787, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7649431947072081169", "id": "milky.id7", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah berhasil rebound ke kisaran Rp18.059 per USD setelah sebelumnya menyentuh level Rp18.200, didorong meredanya tensi geopolitik Timur Tengah dan melemahnya harga minyak dunia. Sentimen positif ini turut mengangkat pasar saham domestik, terutama sektor perbankan. Saham bank BUMN bangkit kuat berkat fundamental yang tetap solid, dukungan kenaikan BI Rate ke 5,5%, serta optimisme terhadap rencana buyback. BBRI memimpin penguatan, diikuti BBCA, BMRI, dan BBNI, sehingga mendorong IHSG menjadi salah satu indeks dengan kinerja terbaik di Asia hari ini. Meski demikian, investor tetap perlu mencermati pergerakan rupiah, arus dana asing, dan agenda ekonomi global dalam beberapa waktu ke depan. Sumber: TWS News   #kontencom #kontencomxtws   #ihsg #saham #fyp", "post_id": "7649431947072081169"}}, {"key": "informasikhususnetizen", "attributes": {"label": "informasikhususnetizen", "x": 599.9245772596711, "y": 346.7628896890135, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7638548777690778900", "id": "informasikhususnetizen", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah yang melemah belakangan ini membuat banyak pihak khawatir terhadap kondisi ekonomi nasional. Namun tekanan tersebut terjadi di tengah situasi global yang memang sedang tidak stabil akibat konflik geopolitik, penguatan dolar AS, dan ketidakpastian pasar dunia. Meski begitu, kondisi fiskal Indonesia masih berada dalam batas aman. Rasio utang pemerintah tercatat sekitar 40,75% terhadap PDB, masih jauh di bawah batas aman internasional sebesar 60%. Di sisi lain, ekonomi Indonesia juga tetap menunjukkan pertumbuhan positif. Data BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Q1 mencapai 5,61% (y-on-y), menjadi salah satu yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Artinya, gejolak rupiah saat ini lebih mencerminkan tekanan global yang sedang terjadi, sementara fondasi ekonomi domestik masih cukup kuat untuk menjaga stabilitas nasional. #negarahadir #wargajagawarga #fyppppppppppppppppppppppp #jagaindonesia", "post_id": "7638548777690778900"}}, {"key": "folknomic", "attributes": {"label": "folknomic", "x": 996.2567975239857, "y": 853.5239023390513, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7631932313441537301", "id": "folknomic", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) menegaskan akan memperkuat intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah, setelah mata uang domestik sempat melemah hingga mendekati level terendah terhadap dolar AS. Wakil Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa intervensi dilakukan secara berlapis, mencakup pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga pasar obligasi, guna menekan volatilitas yang berlebihan. Ia menyebut tekanan terhadap rupiah terutama dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, seperti tensi geopolitik dan ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang memperkuat dolar AS. Meski begitu, pelemahan rupiah dinilai masih sejalan dengan pergerakan mata uang negara berkembang lainnya di kawasan Asia. Secara pasar, rupiah sempat berada di kisaran Rp17.200–Rp17.300 per dolar AS, mendekati titik terlemahnya sepanjang sejarah. Tekanan ini juga terlihat dari arus keluar modal asing, khususnya di pasar obligasi pemerintah. Sebagai respons, BI tidak hanya mengandalkan intervensi valas, tetapi juga memperkuat bauran kebijakan dengan pendekatan pro-pasar untuk menjaga daya tarik aset domestik. Langkah tersebut meliputi optimalisasi operasi moneter dan penyesuaian suku bunga, sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam target 1,5%–3,5%. Ke depan, BI menegaskan akan terus memantau perkembangan global dan domestik serta siap mengambil langkah tambahan jika diperlukan demi menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional. Follow  Number 1 Fintainment Media for the Modern Folks #folknomics #wealth #entrepreneur #financialfreedom #motivation", "post_id": "7631932313441537301"}}, {"key": "folknomics", "attributes": {"label": "folknomics", "x": 459.67544510242266, "y": 37.688285224833585, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631932313441537301", "id": "folknomics", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) menegaskan akan memperkuat intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah, setelah mata uang domestik sempat melemah hingga mendekati level terendah terhadap dolar AS. Wakil Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa intervensi dilakukan secara berlapis, mencakup pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga pasar obligasi, guna menekan volatilitas yang berlebihan. Ia menyebut tekanan terhadap rupiah terutama dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, seperti tensi geopolitik dan ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang memperkuat dolar AS. Meski begitu, pelemahan rupiah dinilai masih sejalan dengan pergerakan mata uang negara berkembang lainnya di kawasan Asia. Secara pasar, rupiah sempat berada di kisaran Rp17.200–Rp17.300 per dolar AS, mendekati titik terlemahnya sepanjang sejarah. Tekanan ini juga terlihat dari arus keluar modal asing, khususnya di pasar obligasi pemerintah. Sebagai respons, BI tidak hanya mengandalkan intervensi valas, tetapi juga memperkuat bauran kebijakan dengan pendekatan pro-pasar untuk menjaga daya tarik aset domestik. Langkah tersebut meliputi optimalisasi operasi moneter dan penyesuaian suku bunga, sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam target 1,5%–3,5%. Ke depan, BI menegaskan akan terus memantau perkembangan global dan domestik serta siap mengambil langkah tambahan jika diperlukan demi menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional. Follow  Number 1 Fintainment Media for the Modern Folks #folknomics #wealth #entrepreneur #financialfreedom #motivation", "post_id": "7631932313441537301"}}, {"key": "humaspolresabdya", "attributes": {"label": "humaspolresabdya", "x": 879.0512762814029, "y": 324.53598258424023, "size": 13.1, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 158.4858, "in_degree": 0, "out_degree": 11, "degree": 11}, "_id": "7651053683358158101", "id": "humaspolresabdya", "source": "tiktok-000001", "content": "PIDIE – Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., meluncurkan program penanaman jagung bersama Komunitas Petani Muda Milenial Kabupaten Pidie di Desa Blang Lueun, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polda Aceh terhadap program prioritas nasional di bidang ketahanan pangan sekaligus upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pertanian berbasis generasi muda. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Ny. Ira Marzuki, Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Aceh, para Pejabat Utama Polda Aceh, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K., Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, unsur Forkopimda Kabupaten Pidie, Muspika Kecamatan Simpang Tiga, perwakilan perbankan daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Balai Penyuluh Pertanian, kelompok tani, serta masyarakat setempat. Dalam amanat Kapolda Aceh yang dibacakan Wakapolda Aceh, disampaikan bahwa dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim, gangguan rantai pasok internasional, dinamika geopolitik, pertumbuhan penduduk, hingga ancaman krisis pangan yang berpotensi memengaruhi stabilitas suatu negara. “Dalam kondisi seperti ini, kemampuan suatu bangsa untuk memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri menjadi salah satu indikator penting ketahanan nasional. Karena itu, penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional sebagaimana yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia,” ujar Wakapolda Aceh.            #bidhumaspoldaaceh #kapoldaaceh #poldaacehmeutuah #polripresisi", "post_id": "7651053683358158101"}}, {"key": "marzukialba_bd91", "attributes": {"label": "marzukialba_bd91", "x": 156.65280873166432, "y": 278.0972514750386, "size": 7.16, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.6582, "eigenvector": 65.318, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7651053683358158101", "id": "marzukialba_bd91", "source": "tiktok-000001", "content": "PIDIE – Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., meluncurkan program penanaman jagung bersama Komunitas Petani Muda Milenial Kabupaten Pidie di Desa Blang Lueun, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polda Aceh terhadap program prioritas nasional di bidang ketahanan pangan sekaligus upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pertanian berbasis generasi muda. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Ny. Ira Marzuki, Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Aceh, para Pejabat Utama Polda Aceh, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K., Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, unsur Forkopimda Kabupaten Pidie, Muspika Kecamatan Simpang Tiga, perwakilan perbankan daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Balai Penyuluh Pertanian, kelompok tani, serta masyarakat setempat. Dalam amanat Kapolda Aceh yang dibacakan Wakapolda Aceh, disampaikan bahwa dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim, gangguan rantai pasok internasional, dinamika geopolitik, pertumbuhan penduduk, hingga ancaman krisis pangan yang berpotensi memengaruhi stabilitas suatu negara. “Dalam kondisi seperti ini, kemampuan suatu bangsa untuk memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri menjadi salah satu indikator penting ketahanan nasional. Karena itu, penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional sebagaimana yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia,” ujar Wakapolda Aceh.            #bidhumaspoldaaceh #kapoldaaceh #poldaacehmeutuah #polripresisi", "post_id": "7651053683358158101"}}, {"key": "sahabatomjuki", "attributes": {"label": "sahabatomjuki", "x": 396.3013302242155, "y": 167.1150162815914, "size": 7.16, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.6582, "eigenvector": 65.318, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7651053683358158101", "id": "sahabatomjuki", "source": "tiktok-000001", "content": "PIDIE – Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., meluncurkan program penanaman jagung bersama Komunitas Petani Muda Milenial Kabupaten Pidie di Desa Blang Lueun, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polda Aceh terhadap program prioritas nasional di bidang ketahanan pangan sekaligus upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pertanian berbasis generasi muda. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Ny. Ira Marzuki, Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Aceh, para Pejabat Utama Polda Aceh, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K., Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, unsur Forkopimda Kabupaten Pidie, Muspika Kecamatan Simpang Tiga, perwakilan perbankan daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Balai Penyuluh Pertanian, kelompok tani, serta masyarakat setempat. Dalam amanat Kapolda Aceh yang dibacakan Wakapolda Aceh, disampaikan bahwa dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim, gangguan rantai pasok internasional, dinamika geopolitik, pertumbuhan penduduk, hingga ancaman krisis pangan yang berpotensi memengaruhi stabilitas suatu negara. “Dalam kondisi seperti ini, kemampuan suatu bangsa untuk memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri menjadi salah satu indikator penting ketahanan nasional. Karena itu, penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional sebagaimana yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia,” ujar Wakapolda Aceh.            #bidhumaspoldaaceh #kapoldaaceh #poldaacehmeutuah #polripresisi", "post_id": "7651053683358158101"}}, {"key": "kapolda_aceh", "attributes": {"label": "kapolda_aceh", "x": 522.7243604465898, "y": 381.39215878734115, "size": 7.16, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.6582, "eigenvector": 65.318, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7651053683358158101", "id": "kapolda_aceh", "source": "tiktok-000001", "content": "PIDIE – Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., meluncurkan program penanaman jagung bersama Komunitas Petani Muda Milenial Kabupaten Pidie di Desa Blang Lueun, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polda Aceh terhadap program prioritas nasional di bidang ketahanan pangan sekaligus upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pertanian berbasis generasi muda. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Ny. Ira Marzuki, Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Aceh, para Pejabat Utama Polda Aceh, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K., Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, unsur Forkopimda Kabupaten Pidie, Muspika Kecamatan Simpang Tiga, perwakilan perbankan daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Balai Penyuluh Pertanian, kelompok tani, serta masyarakat setempat. Dalam amanat Kapolda Aceh yang dibacakan Wakapolda Aceh, disampaikan bahwa dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim, gangguan rantai pasok internasional, dinamika geopolitik, pertumbuhan penduduk, hingga ancaman krisis pangan yang berpotensi memengaruhi stabilitas suatu negara. “Dalam kondisi seperti ini, kemampuan suatu bangsa untuk memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri menjadi salah satu indikator penting ketahanan nasional. Karena itu, penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional sebagaimana yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia,” ujar Wakapolda Aceh.            #bidhumaspoldaaceh #kapoldaaceh #poldaacehmeutuah #polripresisi", "post_id": "7651053683358158101"}}, {"key": "spripimpoldaaceh", "attributes": {"label": "spripimpoldaaceh", "x": 555.0956315112616, "y": 30.92464853012522, "size": 7.16, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.6582, "eigenvector": 65.318, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7651053683358158101", "id": "spripimpoldaaceh", "source": "tiktok-000001", "content": "PIDIE – Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., meluncurkan program penanaman jagung bersama Komunitas Petani Muda Milenial Kabupaten Pidie di Desa Blang Lueun, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polda Aceh terhadap program prioritas nasional di bidang ketahanan pangan sekaligus upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pertanian berbasis generasi muda. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Ny. Ira Marzuki, Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Aceh, para Pejabat Utama Polda Aceh, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K., Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, unsur Forkopimda Kabupaten Pidie, Muspika Kecamatan Simpang Tiga, perwakilan perbankan daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Balai Penyuluh Pertanian, kelompok tani, serta masyarakat setempat. Dalam amanat Kapolda Aceh yang dibacakan Wakapolda Aceh, disampaikan bahwa dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim, gangguan rantai pasok internasional, dinamika geopolitik, pertumbuhan penduduk, hingga ancaman krisis pangan yang berpotensi memengaruhi stabilitas suatu negara. “Dalam kondisi seperti ini, kemampuan suatu bangsa untuk memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri menjadi salah satu indikator penting ketahanan nasional. Karena itu, penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional sebagaimana yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia,” ujar Wakapolda Aceh.            #bidhumaspoldaaceh #kapoldaaceh #poldaacehmeutuah #polripresisi", "post_id": "7651053683358158101"}}, {"key": "spripim.polri", "attributes": {"label": "spripim.polri", "x": 633.7149133722261, "y": 834.1074724794264, "size": 7.16, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.6582, "eigenvector": 65.318, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7651053683358158101", "id": "spripim.polri", "source": "tiktok-000001", "content": "PIDIE – Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., meluncurkan program penanaman jagung bersama Komunitas Petani Muda Milenial Kabupaten Pidie di Desa Blang Lueun, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polda Aceh terhadap program prioritas nasional di bidang ketahanan pangan sekaligus upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pertanian berbasis generasi muda. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Ny. Ira Marzuki, Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Aceh, para Pejabat Utama Polda Aceh, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K., Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, unsur Forkopimda Kabupaten Pidie, Muspika Kecamatan Simpang Tiga, perwakilan perbankan daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Balai Penyuluh Pertanian, kelompok tani, serta masyarakat setempat. Dalam amanat Kapolda Aceh yang dibacakan Wakapolda Aceh, disampaikan bahwa dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim, gangguan rantai pasok internasional, dinamika geopolitik, pertumbuhan penduduk, hingga ancaman krisis pangan yang berpotensi memengaruhi stabilitas suatu negara. “Dalam kondisi seperti ini, kemampuan suatu bangsa untuk memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri menjadi salah satu indikator penting ketahanan nasional. Karena itu, penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional sebagaimana yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia,” ujar Wakapolda Aceh.            #bidhumaspoldaaceh #kapoldaaceh #poldaacehmeutuah #polripresisi", "post_id": "7651053683358158101"}}, {"key": "bidhumaspoldaaceh", "attributes": {"label": "bidhumaspoldaaceh", "x": 476.75443643940616, "y": 518.0782668233003, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.6582, "eigenvector": 188.3341, "in_degree": 2, "out_degree": 11, "degree": 13}, "_id": "7651053683358158101", "id": "bidhumaspoldaaceh", "source": "tiktok-000001", "content": "PIDIE – Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., meluncurkan program penanaman jagung bersama Komunitas Petani Muda Milenial Kabupaten Pidie di Desa Blang Lueun, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polda Aceh terhadap program prioritas nasional di bidang ketahanan pangan sekaligus upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pertanian berbasis generasi muda. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Ny. Ira Marzuki, Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Aceh, para Pejabat Utama Polda Aceh, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K., Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, unsur Forkopimda Kabupaten Pidie, Muspika Kecamatan Simpang Tiga, perwakilan perbankan daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Balai Penyuluh Pertanian, kelompok tani, serta masyarakat setempat. Dalam amanat Kapolda Aceh yang dibacakan Wakapolda Aceh, disampaikan bahwa dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim, gangguan rantai pasok internasional, dinamika geopolitik, pertumbuhan penduduk, hingga ancaman krisis pangan yang berpotensi memengaruhi stabilitas suatu negara. “Dalam kondisi seperti ini, kemampuan suatu bangsa untuk memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri menjadi salah satu indikator penting ketahanan nasional. Karena itu, penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional sebagaimana yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia,” ujar Wakapolda Aceh.            #bidhumaspoldaaceh #kapoldaaceh #poldaacehmeutuah #polripresisi", "post_id": "7651053683358158101"}}, {"key": "divisihumaspolri", "attributes": {"label": "divisihumaspolri", "x": 308.20785980759524, "y": 896.4074109813516, "size": 7.16, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.6582, "eigenvector": 65.318, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7651053683358158101", "id": "divisihumaspolri", "source": "tiktok-000001", "content": "PIDIE – Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., meluncurkan program penanaman jagung bersama Komunitas Petani Muda Milenial Kabupaten Pidie di Desa Blang Lueun, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polda Aceh terhadap program prioritas nasional di bidang ketahanan pangan sekaligus upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pertanian berbasis generasi muda. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Ny. Ira Marzuki, Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Aceh, para Pejabat Utama Polda Aceh, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K., Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, unsur Forkopimda Kabupaten Pidie, Muspika Kecamatan Simpang Tiga, perwakilan perbankan daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Balai Penyuluh Pertanian, kelompok tani, serta masyarakat setempat. Dalam amanat Kapolda Aceh yang dibacakan Wakapolda Aceh, disampaikan bahwa dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim, gangguan rantai pasok internasional, dinamika geopolitik, pertumbuhan penduduk, hingga ancaman krisis pangan yang berpotensi memengaruhi stabilitas suatu negara. “Dalam kondisi seperti ini, kemampuan suatu bangsa untuk memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri menjadi salah satu indikator penting ketahanan nasional. Karena itu, penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional sebagaimana yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia,” ujar Wakapolda Aceh.            #bidhumaspoldaaceh #kapoldaaceh #poldaacehmeutuah #polripresisi", "post_id": "7651053683358158101"}}, {"key": "polisi_peduli", "attributes": {"label": "polisi_peduli", "x": 615.7537116410035, "y": 216.48142534337245, "size": 7.16, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.6582, "eigenvector": 65.318, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7651053683358158101", "id": "polisi_peduli", "source": "tiktok-000001", "content": "PIDIE – Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., meluncurkan program penanaman jagung bersama Komunitas Petani Muda Milenial Kabupaten Pidie di Desa Blang Lueun, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polda Aceh terhadap program prioritas nasional di bidang ketahanan pangan sekaligus upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pertanian berbasis generasi muda. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Ny. Ira Marzuki, Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Aceh, para Pejabat Utama Polda Aceh, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K., Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, unsur Forkopimda Kabupaten Pidie, Muspika Kecamatan Simpang Tiga, perwakilan perbankan daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Balai Penyuluh Pertanian, kelompok tani, serta masyarakat setempat. Dalam amanat Kapolda Aceh yang dibacakan Wakapolda Aceh, disampaikan bahwa dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim, gangguan rantai pasok internasional, dinamika geopolitik, pertumbuhan penduduk, hingga ancaman krisis pangan yang berpotensi memengaruhi stabilitas suatu negara. “Dalam kondisi seperti ini, kemampuan suatu bangsa untuk memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri menjadi salah satu indikator penting ketahanan nasional. Karena itu, penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional sebagaimana yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia,” ujar Wakapolda Aceh.            #bidhumaspoldaaceh #kapoldaaceh #poldaacehmeutuah #polripresisi", "post_id": "7651053683358158101"}}, {"key": "halo_polisi", "attributes": {"label": "halo_polisi", "x": 922.0385505479027, "y": 558.4153761410547, "size": 7.16, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.6582, "eigenvector": 65.318, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7651053683358158101", "id": "halo_polisi", "source": "tiktok-000001", "content": "PIDIE – Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., meluncurkan program penanaman jagung bersama Komunitas Petani Muda Milenial Kabupaten Pidie di Desa Blang Lueun, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polda Aceh terhadap program prioritas nasional di bidang ketahanan pangan sekaligus upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pertanian berbasis generasi muda. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Ny. Ira Marzuki, Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Aceh, para Pejabat Utama Polda Aceh, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K., Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, unsur Forkopimda Kabupaten Pidie, Muspika Kecamatan Simpang Tiga, perwakilan perbankan daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Balai Penyuluh Pertanian, kelompok tani, serta masyarakat setempat. Dalam amanat Kapolda Aceh yang dibacakan Wakapolda Aceh, disampaikan bahwa dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim, gangguan rantai pasok internasional, dinamika geopolitik, pertumbuhan penduduk, hingga ancaman krisis pangan yang berpotensi memengaruhi stabilitas suatu negara. “Dalam kondisi seperti ini, kemampuan suatu bangsa untuk memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri menjadi salah satu indikator penting ketahanan nasional. Karena itu, penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional sebagaimana yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia,” ujar Wakapolda Aceh.            #bidhumaspoldaaceh #kapoldaaceh #poldaacehmeutuah #polripresisi", "post_id": "7651053683358158101"}}, {"key": "polisi_indonesia", "attributes": {"label": "polisi_indonesia", "x": 877.3683111019407, "y": 260.9920705700096, "size": 7.16, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.6582, "eigenvector": 65.318, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7651053683358158101", "id": "polisi_indonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "PIDIE – Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., meluncurkan program penanaman jagung bersama Komunitas Petani Muda Milenial Kabupaten Pidie di Desa Blang Lueun, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polda Aceh terhadap program prioritas nasional di bidang ketahanan pangan sekaligus upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pertanian berbasis generasi muda. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Ny. Ira Marzuki, Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Aceh, para Pejabat Utama Polda Aceh, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K., Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, unsur Forkopimda Kabupaten Pidie, Muspika Kecamatan Simpang Tiga, perwakilan perbankan daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Balai Penyuluh Pertanian, kelompok tani, serta masyarakat setempat. Dalam amanat Kapolda Aceh yang dibacakan Wakapolda Aceh, disampaikan bahwa dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim, gangguan rantai pasok internasional, dinamika geopolitik, pertumbuhan penduduk, hingga ancaman krisis pangan yang berpotensi memengaruhi stabilitas suatu negara. “Dalam kondisi seperti ini, kemampuan suatu bangsa untuk memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri menjadi salah satu indikator penting ketahanan nasional. Karena itu, penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional sebagaimana yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia,” ujar Wakapolda Aceh.            #bidhumaspoldaaceh #kapoldaaceh #poldaacehmeutuah #polripresisi", "post_id": "7651053683358158101"}}, {"key": "polisirepublikindonesia", "attributes": {"label": "polisirepublikindonesia", "x": 775.1120295417488, "y": 997.4139554960125, "size": 7.16, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.6582, "eigenvector": 65.318, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7651053683358158101", "id": "polisirepublikindonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "PIDIE – Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., meluncurkan program penanaman jagung bersama Komunitas Petani Muda Milenial Kabupaten Pidie di Desa Blang Lueun, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polda Aceh terhadap program prioritas nasional di bidang ketahanan pangan sekaligus upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pertanian berbasis generasi muda. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Ny. Ira Marzuki, Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Aceh, para Pejabat Utama Polda Aceh, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K., Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, unsur Forkopimda Kabupaten Pidie, Muspika Kecamatan Simpang Tiga, perwakilan perbankan daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Balai Penyuluh Pertanian, kelompok tani, serta masyarakat setempat. Dalam amanat Kapolda Aceh yang dibacakan Wakapolda Aceh, disampaikan bahwa dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim, gangguan rantai pasok internasional, dinamika geopolitik, pertumbuhan penduduk, hingga ancaman krisis pangan yang berpotensi memengaruhi stabilitas suatu negara. “Dalam kondisi seperti ini, kemampuan suatu bangsa untuk memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri menjadi salah satu indikator penting ketahanan nasional. Karena itu, penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional sebagaimana yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia,” ujar Wakapolda Aceh.            #bidhumaspoldaaceh #kapoldaaceh #poldaacehmeutuah #polripresisi", "post_id": "7651053683358158101"}}, {"key": "the.indonesia.post", "attributes": {"label": "the.indonesia.post", "x": 154.6312112253695, "y": 430.6745873804313, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 9, "degree": 9}, "_id": "7649432448010325268", "id": "the.indonesia.post", "source": "tiktok-000001", "content": "Analisis Manuver Golkar, Bambang Pacul Bedah Potensi Pergeseran Geopolitik Bahlil Lahadalia Menuju Prabowo ⚖️ Pernyataan analisis politik yang dilontarkan politisi senior  Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul mengenai dinamika internal Partai Golkar di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia memicu diskusi hangat di ruang siber, sebuah kalkulasi taktis yang menyoroti potensi pergeseran loyalitas elite beringin di tengah transisi kekuasaan nasional. 📄 Dalam ulasan fraksi yang beredar lewat cuplikan video pendek, Bambang Pacul membaca pergerakan taktis  yang dinilai mulai melakukan kalibrasi ulang terhadap arah dukungan politik transisional mereka. 📋 Data faktual di lapangan menunjukkan koordinasi kebijakan strategis Golkar kini semakin intensif selaras dengan garis komando pemerintahan Presiden , terutama dalam pembahasan regulasi ekonomi fiskal dan konsolidasi parlemen di  Langkah ini dibaca para pengamat sebagai realitas pragmatisme politik partai besar untuk mengamankan posisi taktis di kabinet, meskipun fungsionaris partai menegaskan bahwa hubungan kemitraan strategis dengan Joko Widodo tetap berjalan baik sebagai bentuk penghormatan historis atas keberlanjutan program pembangunan nasional. 🔍 Analisis geopolitik domestik yang dilemparkan tokoh  ini berdampak pada semakin terbukanya ruang skeptisisme publik siber mengenai keabadian faksi loyalitas di tingkat elite kekuasaan. ✨ Di satu sisi, fleksibilitas Bahlil Lahadalia merupakan langkah logis demi menjaga stabilitas internal Golkar agar tetap berada di episentrum pemerintahan baru, namun di sisi lain, transisi yang terlalu kasat mata berisiko memicu persepsi miring mengenai rapuhnya komitmen koalisi jangka panjang. Ke depan, jajaran elite beringin dituntut mampu memainkan ritme komunikasi siber yang seimbang agar proses konsolidasi menuju kekuatan  tidak mengorbankan soliditas akar rumput partai yang masih terbagi dalam beberapa poros pengaruh kepemimpinan nasional terdahulu. 🎯 Apakah menurut Anda pergeseran arah politik Golkar ini murni tuntutan realitas kekuasaan baru atau sekadar strategi taktis temporal?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #BambangPacul #BahlilLahadalia #PrabowoJokowi #DinamikaGolkar", "post_id": "7649432448010325268"}}, {"key": "pdiperjuangan", "attributes": {"label": "pdiperjuangan", "x": 416.58457687078135, "y": 322.06773602619256, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.4919, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7649432448010325268", "id": "pdiperjuangan", "source": "tiktok-000001", "content": "Analisis Manuver Golkar, Bambang Pacul Bedah Potensi Pergeseran Geopolitik Bahlil Lahadalia Menuju Prabowo ⚖️ Pernyataan analisis politik yang dilontarkan politisi senior  Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul mengenai dinamika internal Partai Golkar di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia memicu diskusi hangat di ruang siber, sebuah kalkulasi taktis yang menyoroti potensi pergeseran loyalitas elite beringin di tengah transisi kekuasaan nasional. 📄 Dalam ulasan fraksi yang beredar lewat cuplikan video pendek, Bambang Pacul membaca pergerakan taktis  yang dinilai mulai melakukan kalibrasi ulang terhadap arah dukungan politik transisional mereka. 📋 Data faktual di lapangan menunjukkan koordinasi kebijakan strategis Golkar kini semakin intensif selaras dengan garis komando pemerintahan Presiden , terutama dalam pembahasan regulasi ekonomi fiskal dan konsolidasi parlemen di  Langkah ini dibaca para pengamat sebagai realitas pragmatisme politik partai besar untuk mengamankan posisi taktis di kabinet, meskipun fungsionaris partai menegaskan bahwa hubungan kemitraan strategis dengan Joko Widodo tetap berjalan baik sebagai bentuk penghormatan historis atas keberlanjutan program pembangunan nasional. 🔍 Analisis geopolitik domestik yang dilemparkan tokoh  ini berdampak pada semakin terbukanya ruang skeptisisme publik siber mengenai keabadian faksi loyalitas di tingkat elite kekuasaan. ✨ Di satu sisi, fleksibilitas Bahlil Lahadalia merupakan langkah logis demi menjaga stabilitas internal Golkar agar tetap berada di episentrum pemerintahan baru, namun di sisi lain, transisi yang terlalu kasat mata berisiko memicu persepsi miring mengenai rapuhnya komitmen koalisi jangka panjang. Ke depan, jajaran elite beringin dituntut mampu memainkan ritme komunikasi siber yang seimbang agar proses konsolidasi menuju kekuatan  tidak mengorbankan soliditas akar rumput partai yang masih terbagi dalam beberapa poros pengaruh kepemimpinan nasional terdahulu. 🎯 Apakah menurut Anda pergeseran arah politik Golkar ini murni tuntutan realitas kekuasaan baru atau sekadar strategi taktis temporal?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #BambangPacul #BahlilLahadalia #PrabowoJokowi #DinamikaGolkar", "post_id": "7649432448010325268"}}, {"key": "kabargolkar", "attributes": {"label": "kabargolkar", "x": 796.4312887520296, "y": 109.58341607273181, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.4919, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7649432448010325268", "id": "kabargolkar", "source": "tiktok-000001", "content": "Analisis Manuver Golkar, Bambang Pacul Bedah Potensi Pergeseran Geopolitik Bahlil Lahadalia Menuju Prabowo ⚖️ Pernyataan analisis politik yang dilontarkan politisi senior  Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul mengenai dinamika internal Partai Golkar di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia memicu diskusi hangat di ruang siber, sebuah kalkulasi taktis yang menyoroti potensi pergeseran loyalitas elite beringin di tengah transisi kekuasaan nasional. 📄 Dalam ulasan fraksi yang beredar lewat cuplikan video pendek, Bambang Pacul membaca pergerakan taktis  yang dinilai mulai melakukan kalibrasi ulang terhadap arah dukungan politik transisional mereka. 📋 Data faktual di lapangan menunjukkan koordinasi kebijakan strategis Golkar kini semakin intensif selaras dengan garis komando pemerintahan Presiden , terutama dalam pembahasan regulasi ekonomi fiskal dan konsolidasi parlemen di  Langkah ini dibaca para pengamat sebagai realitas pragmatisme politik partai besar untuk mengamankan posisi taktis di kabinet, meskipun fungsionaris partai menegaskan bahwa hubungan kemitraan strategis dengan Joko Widodo tetap berjalan baik sebagai bentuk penghormatan historis atas keberlanjutan program pembangunan nasional. 🔍 Analisis geopolitik domestik yang dilemparkan tokoh  ini berdampak pada semakin terbukanya ruang skeptisisme publik siber mengenai keabadian faksi loyalitas di tingkat elite kekuasaan. ✨ Di satu sisi, fleksibilitas Bahlil Lahadalia merupakan langkah logis demi menjaga stabilitas internal Golkar agar tetap berada di episentrum pemerintahan baru, namun di sisi lain, transisi yang terlalu kasat mata berisiko memicu persepsi miring mengenai rapuhnya komitmen koalisi jangka panjang. Ke depan, jajaran elite beringin dituntut mampu memainkan ritme komunikasi siber yang seimbang agar proses konsolidasi menuju kekuatan  tidak mengorbankan soliditas akar rumput partai yang masih terbagi dalam beberapa poros pengaruh kepemimpinan nasional terdahulu. 🎯 Apakah menurut Anda pergeseran arah politik Golkar ini murni tuntutan realitas kekuasaan baru atau sekadar strategi taktis temporal?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #BambangPacul #BahlilLahadalia #PrabowoJokowi #DinamikaGolkar", "post_id": "7649432448010325268"}}, {"key": "dpr_ri.", "attributes": {"label": "dpr_ri.", "x": 299.6058194540333, "y": 865.7316655227173, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.4919, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7649432448010325268", "id": "dpr_ri.", "source": "tiktok-000001", "content": "Analisis Manuver Golkar, Bambang Pacul Bedah Potensi Pergeseran Geopolitik Bahlil Lahadalia Menuju Prabowo ⚖️ Pernyataan analisis politik yang dilontarkan politisi senior  Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul mengenai dinamika internal Partai Golkar di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia memicu diskusi hangat di ruang siber, sebuah kalkulasi taktis yang menyoroti potensi pergeseran loyalitas elite beringin di tengah transisi kekuasaan nasional. 📄 Dalam ulasan fraksi yang beredar lewat cuplikan video pendek, Bambang Pacul membaca pergerakan taktis  yang dinilai mulai melakukan kalibrasi ulang terhadap arah dukungan politik transisional mereka. 📋 Data faktual di lapangan menunjukkan koordinasi kebijakan strategis Golkar kini semakin intensif selaras dengan garis komando pemerintahan Presiden , terutama dalam pembahasan regulasi ekonomi fiskal dan konsolidasi parlemen di  Langkah ini dibaca para pengamat sebagai realitas pragmatisme politik partai besar untuk mengamankan posisi taktis di kabinet, meskipun fungsionaris partai menegaskan bahwa hubungan kemitraan strategis dengan Joko Widodo tetap berjalan baik sebagai bentuk penghormatan historis atas keberlanjutan program pembangunan nasional. 🔍 Analisis geopolitik domestik yang dilemparkan tokoh  ini berdampak pada semakin terbukanya ruang skeptisisme publik siber mengenai keabadian faksi loyalitas di tingkat elite kekuasaan. ✨ Di satu sisi, fleksibilitas Bahlil Lahadalia merupakan langkah logis demi menjaga stabilitas internal Golkar agar tetap berada di episentrum pemerintahan baru, namun di sisi lain, transisi yang terlalu kasat mata berisiko memicu persepsi miring mengenai rapuhnya komitmen koalisi jangka panjang. Ke depan, jajaran elite beringin dituntut mampu memainkan ritme komunikasi siber yang seimbang agar proses konsolidasi menuju kekuatan  tidak mengorbankan soliditas akar rumput partai yang masih terbagi dalam beberapa poros pengaruh kepemimpinan nasional terdahulu. 🎯 Apakah menurut Anda pergeseran arah politik Golkar ini murni tuntutan realitas kekuasaan baru atau sekadar strategi taktis temporal?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #BambangPacul #BahlilLahadalia #PrabowoJokowi #DinamikaGolkar", "post_id": "7649432448010325268"}}, {"key": "netnews.id0", "attributes": {"label": "netnews.id0", "x": 171.84139415018717, "y": 241.05145424836195, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7644524991396023573", "id": "netnews.id0", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah Tembus Rp17.812! Kenapa BI Rate Naik Tapi Rupiah Masih Lemah? \"Kabar terbaru, hari ini Rabu 27 Mei 2026, nilai tukar rupiah terpantau berada di angka Rp17.812 per dolar AS. Banyak yang bertanya, kenapa BI sudah naikin suku bunga tapi rupiah belum juga stabil?\" \"Secara teori, suku bunga tinggi harusnya narik investor masuk, tapi kenyataannya ini bukan obat ajaib. Ada faktor global yang jauh lebih dominan saat ini.\" \"Ada 3 alasan utama kenapa rupiah masih tertekan:  1. **Dominasi Dolar AS:** Kebijakan The Fed yang mempertahankan suku bunga tinggi bikin investor lebih milih 'lari' ke aset aman atau *safe haven* seperti dolar AS.  2. **Ketidakpastian Global:** Sentimen risiko dunia akibat geopolitik bikin pasar finansial cenderung menghindari aset negara berkembang.  3. **Permintaan Valas Tinggi:** Kebutuhan korporasi dalam negeri akan dolar AS untuk bayar utang luar negeri dan dividen masih sangat besar, sementara stok dolarnya terbatas.\" **(Scene 4: Penutup/Kesimpulan)** \"Jadi, kenaikan BI Rate bukan satu-satunya penentu. Stabilitas rupiah sangat bergantung pada dinamika pasar global dan fundamental ekonomi kita sendiri. Apakah menurut kalian angka ini bakal terus naik atau mulai melandai? Tulis pendapat kalian di kolom komentar ya!\" \"Jangan lupa *follow*  untuk update ekonomi harian kalian!\" #netnewsid #Fyp #2026 #beritatiktok #indonesia", "post_id": "7644524991396023573"}}, {"key": "Netnews", "attributes": {"label": "Netnews", "x": 922.0586331265413, "y": 532.1998917180182, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7644524991396023573", "id": "Netnews", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah Tembus Rp17.812! Kenapa BI Rate Naik Tapi Rupiah Masih Lemah? \"Kabar terbaru, hari ini Rabu 27 Mei 2026, nilai tukar rupiah terpantau berada di angka Rp17.812 per dolar AS. Banyak yang bertanya, kenapa BI sudah naikin suku bunga tapi rupiah belum juga stabil?\" \"Secara teori, suku bunga tinggi harusnya narik investor masuk, tapi kenyataannya ini bukan obat ajaib. Ada faktor global yang jauh lebih dominan saat ini.\" \"Ada 3 alasan utama kenapa rupiah masih tertekan:  1. **Dominasi Dolar AS:** Kebijakan The Fed yang mempertahankan suku bunga tinggi bikin investor lebih milih 'lari' ke aset aman atau *safe haven* seperti dolar AS.  2. **Ketidakpastian Global:** Sentimen risiko dunia akibat geopolitik bikin pasar finansial cenderung menghindari aset negara berkembang.  3. **Permintaan Valas Tinggi:** Kebutuhan korporasi dalam negeri akan dolar AS untuk bayar utang luar negeri dan dividen masih sangat besar, sementara stok dolarnya terbatas.\" **(Scene 4: Penutup/Kesimpulan)** \"Jadi, kenaikan BI Rate bukan satu-satunya penentu. Stabilitas rupiah sangat bergantung pada dinamika pasar global dan fundamental ekonomi kita sendiri. Apakah menurut kalian angka ini bakal terus naik atau mulai melandai? Tulis pendapat kalian di kolom komentar ya!\" \"Jangan lupa *follow*  untuk update ekonomi harian kalian!\" #netnewsid #Fyp #2026 #beritatiktok #indonesia", "post_id": "7644524991396023573"}}, {"key": "duniadalamsejarah2", "attributes": {"label": "duniadalamsejarah2", "x": 322.0903960604469, "y": 140.0212676452195, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7565783352305798418", "id": "duniadalamsejarah2", "source": "tiktok-000001", "content": "Daftar 20 Negara dengan Posisi Politik Terkuat di Dunia; Indonesia di Peringkat 17! Di puncak kekuasaan politik dunia berdiri Presiden Amerika Serikat, yang mengendalikan ekonomi terbesar dan militer paling canggih, memengaruhi kebijakan global melalui aliansi seperti NATO. Posisi ini menentukan arah perdamaian atau konflik, dengan satu keputusan bisa mengguncang pasar saham hingga hubungan internasional. Selanjutnya, Sekretaris Jenderal Partai Komunis China memimpin negara berpenduduk terbanyak, mengarahkan pertumbuhan ekonomi raksasa dan inisiatif seperti Belt and Road yang merangkul benua Asia hingga Afrika. Kekuasaannya bersifat sentralisasi, menggabungkan politik, ekonomi, dan teknologi untuk memperluas pengaruh Beijing di panggung dunia. Presiden Rusia menempati posisi krusial ketiga, menguasai sumber daya energi vital dan arsenal nuklir terbesar, yang sering membentuk dinamika geopolitik Eropa dan Timur Tengah. Kekuatannya terletak pada strategi militer dan diplomasi tangguh, menjaga keseimbangan kekuasaan melawan blok Barat. Posisi-posisi ini, bersama pemimpin lain seperti Kanselir Jerman atau PM India, membentuk tatanan dunia modern, di mana kolaborasi atau persaingan mereka menentukan masa depan umat manusia di era ketidakpastian. Indonesia bisa masuk daftar posisi politik terkuat berkat populasi terbesar ke-4 dunia yang memberi basis dukungan domestik kuat. Ekonomi G20 dengan pertumbuhan cepat, pengaruh di ASEAN, serta sumber daya alam melimpah meningkatkan leverage globalnya. Militer modern dan diplomasi netral juga berperan, meski tantangan seperti stabilitas internal perlu diatasi untuk peringkat lebih tinggi. Sumber:  #DPU_FYI", "post_id": "7565783352305798418"}}, {"key": "Globalstats11", "attributes": {"label": "Globalstats11", "x": 135.32332094104694, "y": 271.40221029857827, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7565783352305798418", "id": "Globalstats11", "source": "tiktok-000001", "content": "Daftar 20 Negara dengan Posisi Politik Terkuat di Dunia; Indonesia di Peringkat 17! Di puncak kekuasaan politik dunia berdiri Presiden Amerika Serikat, yang mengendalikan ekonomi terbesar dan militer paling canggih, memengaruhi kebijakan global melalui aliansi seperti NATO. Posisi ini menentukan arah perdamaian atau konflik, dengan satu keputusan bisa mengguncang pasar saham hingga hubungan internasional. Selanjutnya, Sekretaris Jenderal Partai Komunis China memimpin negara berpenduduk terbanyak, mengarahkan pertumbuhan ekonomi raksasa dan inisiatif seperti Belt and Road yang merangkul benua Asia hingga Afrika. Kekuasaannya bersifat sentralisasi, menggabungkan politik, ekonomi, dan teknologi untuk memperluas pengaruh Beijing di panggung dunia. Presiden Rusia menempati posisi krusial ketiga, menguasai sumber daya energi vital dan arsenal nuklir terbesar, yang sering membentuk dinamika geopolitik Eropa dan Timur Tengah. Kekuatannya terletak pada strategi militer dan diplomasi tangguh, menjaga keseimbangan kekuasaan melawan blok Barat. Posisi-posisi ini, bersama pemimpin lain seperti Kanselir Jerman atau PM India, membentuk tatanan dunia modern, di mana kolaborasi atau persaingan mereka menentukan masa depan umat manusia di era ketidakpastian. Indonesia bisa masuk daftar posisi politik terkuat berkat populasi terbesar ke-4 dunia yang memberi basis dukungan domestik kuat. Ekonomi G20 dengan pertumbuhan cepat, pengaruh di ASEAN, serta sumber daya alam melimpah meningkatkan leverage globalnya. Militer modern dan diplomasi netral juga berperan, meski tantangan seperti stabilitas internal perlu diatasi untuk peringkat lebih tinggi. Sumber:  #DPU_FYI", "post_id": "7565783352305798418"}}, {"key": "indonesiastockexchange", "attributes": {"label": "indonesiastockexchange", "x": 601.8447209197487, "y": 464.88774231233, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.4919, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7650337559599435028", "id": "indonesiastockexchange", "source": "tiktok-000001", "content": "📈 Tertinggi di Asia, IHSG Melesat Ke Level 5.902 Ditengah Ancaman Dua Badai Sentimen Ekonomi AS 💸 Keberhasilan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memimpin penguatan bursa saham Asia-Pasifik dengan melesat tajam 2,71% ke level 5.902,37 per 10 Juni memicu optimisme siber baru, sebuah pemulihan teknikal yang diapresiasi pelaku pasar pasca-aksi bargain hunting massal meskipun bayang-bayang tekanan geopolitik dan ketegangan fiskal global dinilai masih berpotensi memicu koreksi susulan. 📄 Berdasarkan data rilis harian , penguatan indeks ditopang oleh ramainya volume transaksi yang menembus nilai Rp31,73 triliun dengan penguatan dominan pada 571 saham emiten. 📋 Sektor infrastruktur dan energi memimpin reli sektoral siber dengan lonjakan di atas 3,9%, yang digerakkan oleh saham kapitalisasi besar seperti BBCA dan BMRI. Kendati demikian, pasar saham domestik tercatat masih membukukan aliran modal keluar investor asing (net foreign outflow) yang cukup tebal mencapai Rp3,13 triliun dalam satu hari perdagangan saja. 🔍 Kontras dengan kebangkitan indeks saham, imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) dilaporkan tetap melambung tinggi ke zona merah akibat ekspektasi ketatnya kebijakan suku bunga bank sentral global. 📜 Otoritas moneter mengonfirmasi bahwa anomali ini mencerminkan sikap hati-hati para pengelola dana institusional yang masih mencermati ketahanan fiskal dalam negeri.  terus memantau pergerakan pasar sekunder guna meredam volatilitas arus modal agar stabilitas nilai tukar tetap terjaga kokoh. 📝 Lonjakan tajam IHSG yang menjadikannya performa terbaik di kawasan regional ini berdampak positif pada sentimen psikologis investor siber, namun kegembiraan ini dituntut tidak berubah menjadi euforia semu yang melalaikan mitigasi risiko jangka panjang. ✨ Di satu sisi, masuknya dana domestik membuktikan solidnya kepercayaan pasar lokal terhadap prospek ekonomi kepemimpinan Presiden  Namun di sisi lain, otoritas bursa wajib memperkuat sistem keterbukaan informasi agar ketidakpastian perang global tidak mendadak memicu aksi jual panik susulan yang merugikan investor ritel kecil di ruang digital. 🎯 Apakah reli tajam IHSG di tengah maraknya arus keluar modal asing (net sell) ini murni pemulihan fundamental yang berkelanjutan?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #IHSGMelesat #BursaSahamAsia #PasarModalIndonesia #InfoFiskalSiber", "post_id": "7650337559599435028"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 292.39876013468194, "y": 235.76474433385454, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.4919, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7650337559599435028", "id": "bank_indonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "📈 Tertinggi di Asia, IHSG Melesat Ke Level 5.902 Ditengah Ancaman Dua Badai Sentimen Ekonomi AS 💸 Keberhasilan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memimpin penguatan bursa saham Asia-Pasifik dengan melesat tajam 2,71% ke level 5.902,37 per 10 Juni memicu optimisme siber baru, sebuah pemulihan teknikal yang diapresiasi pelaku pasar pasca-aksi bargain hunting massal meskipun bayang-bayang tekanan geopolitik dan ketegangan fiskal global dinilai masih berpotensi memicu koreksi susulan. 📄 Berdasarkan data rilis harian , penguatan indeks ditopang oleh ramainya volume transaksi yang menembus nilai Rp31,73 triliun dengan penguatan dominan pada 571 saham emiten. 📋 Sektor infrastruktur dan energi memimpin reli sektoral siber dengan lonjakan di atas 3,9%, yang digerakkan oleh saham kapitalisasi besar seperti BBCA dan BMRI. Kendati demikian, pasar saham domestik tercatat masih membukukan aliran modal keluar investor asing (net foreign outflow) yang cukup tebal mencapai Rp3,13 triliun dalam satu hari perdagangan saja. 🔍 Kontras dengan kebangkitan indeks saham, imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) dilaporkan tetap melambung tinggi ke zona merah akibat ekspektasi ketatnya kebijakan suku bunga bank sentral global. 📜 Otoritas moneter mengonfirmasi bahwa anomali ini mencerminkan sikap hati-hati para pengelola dana institusional yang masih mencermati ketahanan fiskal dalam negeri.  terus memantau pergerakan pasar sekunder guna meredam volatilitas arus modal agar stabilitas nilai tukar tetap terjaga kokoh. 📝 Lonjakan tajam IHSG yang menjadikannya performa terbaik di kawasan regional ini berdampak positif pada sentimen psikologis investor siber, namun kegembiraan ini dituntut tidak berubah menjadi euforia semu yang melalaikan mitigasi risiko jangka panjang. ✨ Di satu sisi, masuknya dana domestik membuktikan solidnya kepercayaan pasar lokal terhadap prospek ekonomi kepemimpinan Presiden  Namun di sisi lain, otoritas bursa wajib memperkuat sistem keterbukaan informasi agar ketidakpastian perang global tidak mendadak memicu aksi jual panik susulan yang merugikan investor ritel kecil di ruang digital. 🎯 Apakah reli tajam IHSG di tengah maraknya arus keluar modal asing (net sell) ini murni pemulihan fundamental yang berkelanjutan?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #IHSGMelesat #BursaSahamAsia #PasarModalIndonesia #InfoFiskalSiber", "post_id": "7650337559599435028"}}, {"key": "prabowo.", "attributes": {"label": "prabowo.", "x": 578.770088076529, "y": 395.501729574677, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.4919, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7650337559599435028", "id": "prabowo.", "source": "tiktok-000001", "content": "📈 Tertinggi di Asia, IHSG Melesat Ke Level 5.902 Ditengah Ancaman Dua Badai Sentimen Ekonomi AS 💸 Keberhasilan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memimpin penguatan bursa saham Asia-Pasifik dengan melesat tajam 2,71% ke level 5.902,37 per 10 Juni memicu optimisme siber baru, sebuah pemulihan teknikal yang diapresiasi pelaku pasar pasca-aksi bargain hunting massal meskipun bayang-bayang tekanan geopolitik dan ketegangan fiskal global dinilai masih berpotensi memicu koreksi susulan. 📄 Berdasarkan data rilis harian , penguatan indeks ditopang oleh ramainya volume transaksi yang menembus nilai Rp31,73 triliun dengan penguatan dominan pada 571 saham emiten. 📋 Sektor infrastruktur dan energi memimpin reli sektoral siber dengan lonjakan di atas 3,9%, yang digerakkan oleh saham kapitalisasi besar seperti BBCA dan BMRI. Kendati demikian, pasar saham domestik tercatat masih membukukan aliran modal keluar investor asing (net foreign outflow) yang cukup tebal mencapai Rp3,13 triliun dalam satu hari perdagangan saja. 🔍 Kontras dengan kebangkitan indeks saham, imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) dilaporkan tetap melambung tinggi ke zona merah akibat ekspektasi ketatnya kebijakan suku bunga bank sentral global. 📜 Otoritas moneter mengonfirmasi bahwa anomali ini mencerminkan sikap hati-hati para pengelola dana institusional yang masih mencermati ketahanan fiskal dalam negeri.  terus memantau pergerakan pasar sekunder guna meredam volatilitas arus modal agar stabilitas nilai tukar tetap terjaga kokoh. 📝 Lonjakan tajam IHSG yang menjadikannya performa terbaik di kawasan regional ini berdampak positif pada sentimen psikologis investor siber, namun kegembiraan ini dituntut tidak berubah menjadi euforia semu yang melalaikan mitigasi risiko jangka panjang. ✨ Di satu sisi, masuknya dana domestik membuktikan solidnya kepercayaan pasar lokal terhadap prospek ekonomi kepemimpinan Presiden  Namun di sisi lain, otoritas bursa wajib memperkuat sistem keterbukaan informasi agar ketidakpastian perang global tidak mendadak memicu aksi jual panik susulan yang merugikan investor ritel kecil di ruang digital. 🎯 Apakah reli tajam IHSG di tengah maraknya arus keluar modal asing (net sell) ini murni pemulihan fundamental yang berkelanjutan?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #IHSGMelesat #BursaSahamAsia #PasarModalIndonesia #InfoFiskalSiber", "post_id": "7650337559599435028"}}, {"key": "Purbaya", "attributes": {"label": "Purbaya", "x": 379.3381862891245, "y": 634.5550649619721, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.6639, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7641528267949853973", "id": "Purbaya", "source": "tiktok-000001", "content": "Faktanya, pemerintah menilai kondisi saat ini berbeda jauh dibanding masa krisis dulu. Pelemahan rupiah disebut lebih dipengaruhi tekanan global seperti penguatan dolar AS, konflik geopolitik, hingga arus modal keluar dari pasar berkembang. Di tengah tekanan itu, ekonomi Indonesia masih tumbuh, sistem keuangan dinilai lebih kuat, dan koordinasi pemerintah bersama Bank Indonesia terus dilakukan untuk menjaga stabilitas pasar. Badai global memang mengguncang banyak negara, tetapi fondasi ekonomi disebut tidak lagi serapuh masa lalu. Coba komen di bawah #jagaindonesia #fyp #negarahadir #wargajagawarga #rupiah    Yudhi Sadewa", "post_id": "7641528267949853973"}}, {"key": "financialclub11", "attributes": {"label": "financialclub11", "x": 159.32265604931084, "y": 779.6113618227287, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647491350924889351", "id": "financialclub11", "source": "tiktok-000001", "content": "Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyatakan bahwa rupiah berpotensi melemah hingga Rp18.000 per dolar AS jika ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus berlanjut. Kondisi ini dapat menjaga harga minyak tetap tinggi, meningkatkan risiko inflasi global, serta mendorong arus modal keluar dari negara berkembang. Selain faktor eksternal, tekanan juga datang dari kebutuhan domestik seperti repatriasi dividen dan pembayaran utang luar negeri. Untuk menjaga stabilitas rupiah, Bank Indonesia terus melakukan intervensi melalui pasar NDF offshore, transaksi spot, DNDF domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Disclaimer: Bukan nasihat keuangan (NFA). Lakukan riset mandiri (DYOR). sc:   #malaysia #rupiah #ringgit #ternakuangnews", "post_id": "7647491350924889351"}}, {"key": "ternakuang.id", "attributes": {"label": "ternakuang.id", "x": 301.40802118913524, "y": 522.5291833768654, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647491350924889351", "id": "ternakuang.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyatakan bahwa rupiah berpotensi melemah hingga Rp18.000 per dolar AS jika ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus berlanjut. Kondisi ini dapat menjaga harga minyak tetap tinggi, meningkatkan risiko inflasi global, serta mendorong arus modal keluar dari negara berkembang. Selain faktor eksternal, tekanan juga datang dari kebutuhan domestik seperti repatriasi dividen dan pembayaran utang luar negeri. Untuk menjaga stabilitas rupiah, Bank Indonesia terus melakukan intervensi melalui pasar NDF offshore, transaksi spot, DNDF domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Disclaimer: Bukan nasihat keuangan (NFA). Lakukan riset mandiri (DYOR). sc:   #malaysia #rupiah #ringgit #ternakuangnews", "post_id": "7647491350924889351"}}, {"key": "cerita.luhut", "attributes": {"label": "cerita.luhut", "x": 173.17061112042055, "y": 851.0373155494174, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7644010489902583060", "id": "cerita.luhut", "source": "tiktok-000001", "content": "Dewan Ekonomi Nasional (DEN) bersama ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) hari ini menyelenggarakan seminar bertajuk “Navigating Global Uncertainty: Sustaining Growth and Stability in ASEAN” sebagai forum dialog kebijakan untuk memperkuat ketahanan ekonomi kawasan di tengah meningkatnya tantangan global. Forum ini mempertemukan pembuat kebijakan, akademisi, pelaku usaha, sektor keuangan, dan organisasi internasional untuk membahas berbagai tantangan mulai dari fragmentasi ekonomi global, ketegangan geopolitik, volatilitas harga energi, hingga pentingnya menjaga stabilitas fiskal dan momentum pertumbuhan ekonomi kawasan. Melalui forum ini, DEN menegaskan pentingnya kolaborasi regional dan dialog berbasis kebijakan untuk memastikan ASEAN tetap tumbuh, stabil, dan resilien menghadapi dinamika global ke depan. Sc :", "post_id": "7644010489902583060"}}, {"key": "dewanekonomi.id", "attributes": {"label": "dewanekonomi.id", "x": 64.31004613530345, "y": 457.1749819471591, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7644010489902583060", "id": "dewanekonomi.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Dewan Ekonomi Nasional (DEN) bersama ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) hari ini menyelenggarakan seminar bertajuk “Navigating Global Uncertainty: Sustaining Growth and Stability in ASEAN” sebagai forum dialog kebijakan untuk memperkuat ketahanan ekonomi kawasan di tengah meningkatnya tantangan global. Forum ini mempertemukan pembuat kebijakan, akademisi, pelaku usaha, sektor keuangan, dan organisasi internasional untuk membahas berbagai tantangan mulai dari fragmentasi ekonomi global, ketegangan geopolitik, volatilitas harga energi, hingga pentingnya menjaga stabilitas fiskal dan momentum pertumbuhan ekonomi kawasan. Melalui forum ini, DEN menegaskan pentingnya kolaborasi regional dan dialog berbasis kebijakan untuk memastikan ASEAN tetap tumbuh, stabil, dan resilien menghadapi dinamika global ke depan. Sc :", "post_id": "7644010489902583060"}}, {"key": "m4cronews", "attributes": {"label": "m4cronews", "x": 870.1298525030779, "y": 777.4906562037262, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "7648248638740778261", "id": "m4cronews", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, mewakili pemerintah, mengapresiasi pimpinan DPR RI yang telah memfasilitasi rapat koordinasi lintas sektor pada Sabtu pagi. Pertemuan intensif ini menjadi sinyal kuat adanya keselarasan langkah antara otoritas legislatif, moneter, dan fiskal dalam menjaga stabilitas makroekonomi serta mempercepat pemulihan nilai tukar rupiah. Menghadapi tantangan ekonomi global, Mensesneg menekankan bahwa kebijakan moneter (BI) dan fiskal (Kemenkeu) harus saling memperkuat di atas fundamental Indonesia yang sudah kokoh. Selain menjaga stabilitas makro, pemerintah kini fokus menggenjot sektor riil secara agresif. Akselerasi pertumbuhan ditargetkan pada sektor-sektor strategis, yakni pangan, energi, perikanan, serta hilirisasi industri untuk memberikan dampak instan pada penguatan mata uang nasional. \"Pemerintah harus terus mendorong program-program yang itu dapat meningkatkan pertumbuhan sektor ekonomi riil untuk bisa dipercepat, terutama program-program di bidang pangan, energi, perikanan, dan termasuk industrialisasi dan hilirisasi.\" Kata Prasetyo Hadi (Menteri Sekretaris Negara). Gimana nih pendapat mu? Butuh berita makroekonomi atau geopolitik. Jangan lupa follow  untuk informasi lainnya #news #ekonomi #geopolitik #fyp", "post_id": "7648248638740778261"}}, {"key": "m4cro.news", "attributes": {"label": "m4cro.news", "x": 164.41535078690939, "y": 258.9144498967727, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.7606, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "7648248638740778261", "id": "m4cro.news", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, mewakili pemerintah, mengapresiasi pimpinan DPR RI yang telah memfasilitasi rapat koordinasi lintas sektor pada Sabtu pagi. Pertemuan intensif ini menjadi sinyal kuat adanya keselarasan langkah antara otoritas legislatif, moneter, dan fiskal dalam menjaga stabilitas makroekonomi serta mempercepat pemulihan nilai tukar rupiah. Menghadapi tantangan ekonomi global, Mensesneg menekankan bahwa kebijakan moneter (BI) dan fiskal (Kemenkeu) harus saling memperkuat di atas fundamental Indonesia yang sudah kokoh. Selain menjaga stabilitas makro, pemerintah kini fokus menggenjot sektor riil secara agresif. Akselerasi pertumbuhan ditargetkan pada sektor-sektor strategis, yakni pangan, energi, perikanan, serta hilirisasi industri untuk memberikan dampak instan pada penguatan mata uang nasional. \"Pemerintah harus terus mendorong program-program yang itu dapat meningkatkan pertumbuhan sektor ekonomi riil untuk bisa dipercepat, terutama program-program di bidang pangan, energi, perikanan, dan termasuk industrialisasi dan hilirisasi.\" Kata Prasetyo Hadi (Menteri Sekretaris Negara). Gimana nih pendapat mu? Butuh berita makroekonomi atau geopolitik. Jangan lupa follow  untuk informasi lainnya #news #ekonomi #geopolitik #fyp", "post_id": "7648248638740778261"}}, {"key": "ayo_bukamata", "attributes": {"label": "ayo_bukamata", "x": 636.7581603652785, "y": 232.12917235375252, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.1787, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7645312221282585877", "id": "ayo_bukamata", "source": "tiktok-000001", "content": "TRUMP JAMIN SELAT HORMUZ TETAP TERBUKA, HARGA MINYAK DUNIA LANGSUNG ANJLOK! 🚨 Ketegangan ekstrem di jalur pasokan energi global akhirnya mendapat kepastian yang membuat pasar bernapas lega. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara resmi memastikan bahwa Selat Hormuz akan tetap terbuka untuk jalur perdagangan internasional. Pernyataan ini langsung meredam kepanikan pasar dan membuat harga minyak dunia spontan bergerak turun. Dinamika Pasar Energi: Berdasarkan laporan resmi dari sektor moneter dan komoditas global, jaminan dari Washington ini merespons kekhawatiran akut para pelaku usaha pasca-insiden serangan militer di dekat perairan strategis tersebut beberapa waktu lalu. Kepastian bahwa jalur logistik minyak paling vital di dunia ini tidak akan diblokade langsung memotong sentimen negatif dan menghentikan lonjakan harga minyak mentah secara instan. Poin Penting Situasi Terkini: Jaminan Keamanan: Trump memastikan operasional Selat Hormuz tetap berjalan guna menjaga stabilitas pasokan energi global. Respons Instan: Harga minyak mentah dunia yang sempat meroket akibat isu perang kini langsung berbalik arah ke zona hijau (turun). Kendali Washington: Fenomena ini kembali memperlihatkan betapa besarnya pengaruh setiap pernyataan dari Gedung Putih dalam mendikte pergerakan ekonomi dan harga komoditas dunia. Setelah sempat memanaskan situasi dengan aksi militer, jaminan sepihak dari Trump ini membuktikan bahwa kendali atas urat nadi ekonomi global memang sengaja dipermainkan demi kepentingan geopolitik tertentu. 💬 Melihat harga minyak dunia yang langsung turun begitu Trump memberi jaminan, menurut kalian apakah penurunan ini akan bertahan lama atau sekadar penenang sementara di tengah rapuhnya situasi Timur Tengah? Tulis analisis ekonomi kalian di kolom komentar! 👉 Follow  untuk terus mengawal isu geopolitik dunia, stabilitas ekonomi global, dan dampaknya pada kehidupan kita sehari-hari! Sumber: Kompas.com  #ayobukamata #HargaMinyakDunia #DonaldTrump", "post_id": "7645312221282585877"}}, {"key": "growwinid", "attributes": {"label": "growwinid", "x": 637.9628937863357, "y": 306.2353069982435, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.1787, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7647771669859290369", "id": "growwinid", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali mencatat rekor terlemah sepanjang sejarah dengan menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan Kamis (4/6) pagi. Mata uang Garuda melemah 49 poin atau 0,27 persen, dibuka di level Rp18.016 per dolar AS. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan pelemahan rupiah masih dipengaruhi oleh eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah yang menghambat prospek perdamaian. Kondisi ini membuat harga minyak dunia tetap tinggi, meningkatkan risiko inflasi global, dan mendorong arus modal keluar dari negara berkembang termasuk Indonesia. BI memastikan akan meningkatkan intensitas intervensi untuk menjaga stabilitas rupiah. Source: CNN Indonesia Video: YouTube/Kompas TV __ Follow  untuk update terbaru seputar berita bisnis, teknologi, dan insight menarik! Kunjungi growwin.org untuk akses 1800+ modul pembelajaran bisnis berbagai bidang #growwin #bisnis #rupiah #bankindonesia #ekonomi #valas #inflasi", "post_id": "7647771669859290369"}}, {"key": "digital.bisnis.id", "attributes": {"label": "digital.bisnis.id", "x": 31.637713176743354, "y": 909.7265258450964, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7645275374309379346", "id": "digital.bisnis.id", "source": "tiktok-000001", "content": "19 mei 2026 lalu, lantai bursa dapet suntikan optimisme baru! Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyambangi BEI bareng CEO Danantara Rosan Roeslani dan Kepala BP BUMN Dony Oskaria. 🧠⚡️ Why This Matters? 💡 Di tengah noise geopolitik global yang bikin pasar tegang, kunjungan ini adalah bentuk Institutional Support. Negara ingin memastikan bahwa: 1️⃣ Investor Global tetap confident naruh modalnya di Indonesia. 2️⃣ Investor Ritel (alias KITA) terus didorong buat jadi tulang punggung baru stabilitas bursa. 3️⃣ Danantara siap berperan strategis buat memperkuat fundamental ekonomi nasional. The Insight: 📈 Berbeda dengan kunjungan darurat tahun 2025 lalu, kali ini sinerginya terasa lebih matang. Ada kolaborasi antara pembuat kebijakan (DPR), regulator (OJK), dan eksekutor investasi (Danantara). 🛡️🇮🇩 Pesan buat kita para pelaku pasar: volatilitas itu sementara, tapi fundamental dan dukungan otoritas itu permanen. Gimana respon portofolio kalian liat kekompakan para petinggi ekonomi kita hari ini? 😉👇  #DigitalBisnis #IHSG #BursaEfekIndonesia #SufmiDasco #RosanRoeslani #Danantara #OJK #InvestasiSaham #PasarModal #EkonomiRI2026 #SmartInvestor #MarketUpdate #IndonesiaEmas2045 #BreakingNews #ekonomi", "post_id": "7645275374309379346"}}, {"key": "sufmi_dasco", "attributes": {"label": "sufmi_dasco", "x": 484.5823838459229, "y": 74.42100241421545, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7645275374309379346", "id": "sufmi_dasco", "source": "tiktok-000001", "content": "19 mei 2026 lalu, lantai bursa dapet suntikan optimisme baru! Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyambangi BEI bareng CEO Danantara Rosan Roeslani dan Kepala BP BUMN Dony Oskaria. 🧠⚡️ Why This Matters? 💡 Di tengah noise geopolitik global yang bikin pasar tegang, kunjungan ini adalah bentuk Institutional Support. Negara ingin memastikan bahwa: 1️⃣ Investor Global tetap confident naruh modalnya di Indonesia. 2️⃣ Investor Ritel (alias KITA) terus didorong buat jadi tulang punggung baru stabilitas bursa. 3️⃣ Danantara siap berperan strategis buat memperkuat fundamental ekonomi nasional. The Insight: 📈 Berbeda dengan kunjungan darurat tahun 2025 lalu, kali ini sinerginya terasa lebih matang. Ada kolaborasi antara pembuat kebijakan (DPR), regulator (OJK), dan eksekutor investasi (Danantara). 🛡️🇮🇩 Pesan buat kita para pelaku pasar: volatilitas itu sementara, tapi fundamental dan dukungan otoritas itu permanen. Gimana respon portofolio kalian liat kekompakan para petinggi ekonomi kita hari ini? 😉👇  #DigitalBisnis #IHSG #BursaEfekIndonesia #SufmiDasco #RosanRoeslani #Danantara #OJK #InvestasiSaham #PasarModal #EkonomiRI2026 #SmartInvestor #MarketUpdate #IndonesiaEmas2045 #BreakingNews #ekonomi", "post_id": "7645275374309379346"}}, {"key": "wann_tws", "attributes": {"label": "wann_tws", "x": 188.78023034265735, "y": 550.6765353883268, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7646471482335366407", "id": "wann_tws", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 AMERIKA SERIKAT KRISIS BBM: REKOR TERBURUK SEJAK 2003! Dunia energi kembali bergejolak. Amerika Serikat kini tengah menghadapi salah satu krisis bahan bakar minyak (BBM) paling mengkhawatirkan dalam dua dekade terakhir. Harga BBM di beberapa wilayah dilaporkan melonjak tajam hingga menyentuh angka $8.35 per galon atau setara dengan Rp145.000. Kenaikan kilat ini langsung memicu keresahan massal di tengah masyarakat yang mulai kesulitan memenuhi kebutuhan mobilitas harian dan domestik mereka. 📉 Stok Diesel Menyusut ke Level Terendah Bukan hanya bensin biasa, pasokan distillate fuel oil (termasuk diesel) di AS dikabarkan merosot tajam ke level terendah dalam 23 tahun terakhir. Sejumlah analis menilai situasi pelik ini dipicu oleh kombinasi faktor yang rumit: • Ketegangan geopolitik global • Kebijakan luar negeri yang dinamis • Lonjakan ekspor energi ke Eropa • Penutupan beberapa kilang minyak domestik Kondisi ini menjadi alarm keras bagi stabilitas ekonomi negara adidaya tersebut. Jika AS saja bisa goyah, bagaimana dampaknya terhadap peta ekonomi global dan Indonesia? Bagikan pendapatmu di kolom komentar! 👇 Apakah menurutmu krisis energi ini akan memicu efek domino yang berimbas pada harga komoditas di dalam negeri? Sumber :TWS News   #kontencomxtws  #kontencom", "post_id": "7646471482335366407"}}, {"key": "leoo4456", "attributes": {"label": "leoo4456", "x": 96.37955275504729, "y": 887.6940319504869, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7644952412171717909", "id": "leoo4456", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 ANALISIS SITUASI: BALASAN MILITER DI TENGAH DIPLOMASI 🚨 ​Dunia Hari Ini Sedang Menahan Napas. Sebuah rekaman video yang beredar memperlihatkan eskalasi ketegangan geopolitik yang kembali memanas. Di tengah bergulirnya proses meja perundingan, laporan di lapangan justru menunjukkan dinamika yang bertolak belakang: operasi militer skala besar dikabarkan kembali menyasar titik strategis di kawasan Timur Tengah. ​🔥 Paradoks di Garis Depan: Bom vs Negosiasi ​Secara historis, strategi \"bicara lembut sambil membawa pemukul besar\" (Big Stick Diplomacy) kerap digunakan oleh kekuatan militer dunia. Namun, ketika serangan udara dilaporkan terjadi tepat di tengah-tengah momentum negosiasi perdamaian yang krusial, pesan apa yang sebenarnya ingin disampaikan? ​Ada dua kemungkinan skenario analis dalam pola konflik seperti ini: ​Leverage Perundingan: Pihak penyerang mencoba menaikkan daya tawar (bargaining power) di atas meja diplomasi dengan cara menekan musuh di lapangan. ​Kegagalan Intelijen/Komunikasi: Adanya jeda atau mismatch antara pengambil keputusan politik (diplomat) dengan komandan militer di garis depan. ​📈 Efek Domino Global yang Harus Diwaspadai ​Konflik berkepanjangan yang memasuki bulan ketiga ini bukan lagi sekadar masalah regional. Dampak nyatanya sudah mulai menginfeksi stabilitas global: ​Lonjakan Harga Minyak Mentah: Ketegangan di jalur pasokan energi internasional dipastikan akan memicu volatilitas harga BBM dunia. ​Inflasi Global: Biaya logistik laut yang membengkak berisiko menaikkan harga barang pokok di berbagai belahan negara, termasuk Asia. ​Pergeseran Aliansi Politik: Krisis ini memaksa negara-negara kekuatan besar lainnya untuk segera menentukan sikap. Bagaimana pandangan kalian melihat situasi ini? Apakah diplomasi masih punya peluang, ataukah kekuatan militer yang akan menulis akhir dari konflik ini? Tulis analisis versi kalian di kolom komentar! 👇 Sumber:Tws News #kontencom #kontencomxtws  #trump  #america  #iran", "post_id": "7644952412171717909"}}, {"key": "konten.random1340", "attributes": {"label": "konten.random1340", "x": 651.399407589221, "y": 528.8801925425237, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7612249692210056465", "id": "konten.random1340", "source": "tiktok-000001", "content": "Gimana Menurut Kalian Nih 🤔  Pengamat sosial ekonomi dan keagamaan, Anwar Abbas, menilai China dan Rusia sudah semestinya menunjukkan dukungan terbuka kepada Iran. Hal ini perlu untuk mengimbangi keterlibatan Amerika Serikat (AS) yang membantu Israel dalam serangan yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Anwar menilai, keseimbangan geopolitik global kini sedang dipertaruhkan. Jika Israel terus disokong AS tanpa ada perlawanan sepadan dari kekuatan besar lainnya, dunia hanya akan jadi panggung tunggal bagi kemauan Washington. “Jika Israel dibantu Amerika Serikat untuk menyerang Iran maka semestinya China dan Rusia juga ikut membantu Iran menghadapi Israel dan Amerika Serikat. Sudah saatnya China dan Rusia menampakkan dirinya dengan terang-terangan dalam membela negara-negara yang ditindas oleh Amerika Serikat,” tegas Anwar kepada Inilah.com, Minggu (1/3/2026). Wakil Ketua Umum MUI ini, kebebasan AS dalam mengambil tindakan militer terhadap negara-negara yang berani membangkang harus segera diakhiri. Jika China dan Rusia tetap diam, Paman Sam bakal makin jemawa. “Sebab kalau hal itu tidak dilakukan oleh kedua negara tersebut maka AS tentu akan semakin bebas menzhalimi negara-negara yang tidak mau ikut perintahnya,” ujarnya. Anwar mendorong agar China dan Rusia segera menggerakkan armada militer mereka ke kawasan Teluk sebagai langkah pencegahan. “Untuk itu China dan Rusia sudah saatnya untuk unjuk kekuatan dengan menggerakkan armadanya mendekati kawasan teluk supaya Amerika serikat akan berpikir 10 kali untuk menyerang iran,” jelas Anwar. Langkah tersebut diyakini dapat menciptakan stabilitas kekuatan di Timur Tengah, mengingat AS juga memiliki keterbatasan jika terseret dalam perang jangka panjang. Apalagi AS tahu betul bila negaranya terseret terlalu jauh ke dalam peperangan langsung maka negaranya dalam jangka menengah atau panjang tidak akan pernah bisa untuk menang,” pungkasnya. Sebelumnya, Garda Revolusi Iran (IRGC) telah bersumpah akan membalas serangan AS dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Sumber : inilah Jangan lupa tag dan hastag  #perang #iran #chinarussia #fyp #UPDATETONEWS", "post_id": "7612249692210056465"}}, {"key": "warta.labura", "attributes": {"label": "warta.labura", "x": 160.387083901668, "y": 995.5229591350426, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7612249692210056465", "id": "warta.labura", "source": "tiktok-000001", "content": "Gimana Menurut Kalian Nih 🤔  Pengamat sosial ekonomi dan keagamaan, Anwar Abbas, menilai China dan Rusia sudah semestinya menunjukkan dukungan terbuka kepada Iran. Hal ini perlu untuk mengimbangi keterlibatan Amerika Serikat (AS) yang membantu Israel dalam serangan yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Anwar menilai, keseimbangan geopolitik global kini sedang dipertaruhkan. Jika Israel terus disokong AS tanpa ada perlawanan sepadan dari kekuatan besar lainnya, dunia hanya akan jadi panggung tunggal bagi kemauan Washington. “Jika Israel dibantu Amerika Serikat untuk menyerang Iran maka semestinya China dan Rusia juga ikut membantu Iran menghadapi Israel dan Amerika Serikat. Sudah saatnya China dan Rusia menampakkan dirinya dengan terang-terangan dalam membela negara-negara yang ditindas oleh Amerika Serikat,” tegas Anwar kepada Inilah.com, Minggu (1/3/2026). Wakil Ketua Umum MUI ini, kebebasan AS dalam mengambil tindakan militer terhadap negara-negara yang berani membangkang harus segera diakhiri. Jika China dan Rusia tetap diam, Paman Sam bakal makin jemawa. “Sebab kalau hal itu tidak dilakukan oleh kedua negara tersebut maka AS tentu akan semakin bebas menzhalimi negara-negara yang tidak mau ikut perintahnya,” ujarnya. Anwar mendorong agar China dan Rusia segera menggerakkan armada militer mereka ke kawasan Teluk sebagai langkah pencegahan. “Untuk itu China dan Rusia sudah saatnya untuk unjuk kekuatan dengan menggerakkan armadanya mendekati kawasan teluk supaya Amerika serikat akan berpikir 10 kali untuk menyerang iran,” jelas Anwar. Langkah tersebut diyakini dapat menciptakan stabilitas kekuatan di Timur Tengah, mengingat AS juga memiliki keterbatasan jika terseret dalam perang jangka panjang. Apalagi AS tahu betul bila negaranya terseret terlalu jauh ke dalam peperangan langsung maka negaranya dalam jangka menengah atau panjang tidak akan pernah bisa untuk menang,” pungkasnya. Sebelumnya, Garda Revolusi Iran (IRGC) telah bersumpah akan membalas serangan AS dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Sumber : inilah Jangan lupa tag dan hastag  #perang #iran #chinarussia #fyp #UPDATETONEWS", "post_id": "7612249692210056465"}}, {"key": "user485991268", "attributes": {"label": "user485991268", "x": 630.809749174081, "y": 144.54439534430674, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647390997931920660", "id": "user485991268", "source": "tiktok-000001", "content": "penjelasan. Secara garis besar, pergerakan nilai tukar Rupiah sangat dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal (global) dan internal (domestik). Berikut adalah penjelasan mengenai faktor-faktor utama yang biasanya menjadi pemicu fluktuasi tajam atau pelemahan Rupiah ke level psikologis yang rendah: 1. Faktor Eksternal (Tekanan Global) Faktor di luar kendali pemerintah Indonesia sering kali menjadi motor utama pelemahan mata uang negara berkembang (emerging markets), termasuk Rupiah. Kebijakan Suku Bunga Bank Sentral AS (The Fed): Jika The Fed mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lama (higher for longer) atau bahkan menaikkannya, daya tarik mata uang Dolar AS akan meningkat tajam. Investor global cenderung menarik dana mereka dari negara berkembang dan memindahkannya kembali ke AS (capital outflow), yang memicu kelangkaan Dolar di dalam negeri dan melemahkan Rupiah. Sentimen Risk-Off dan Ketegangan Geopolitik: Konflik geopolitik (seperti di Timur Tengah atau Ukraina) sering kali membuat investor panik. Dalam situasi ketidakpastian, investor akan memburu aset aman (safe-haven assets) seperti Dolar AS dan emas, sehingga mata uang selain Dolar otomatis tertekan. Perlambatan Ekonomi China: Sebagai salah satu mitra dagang terbesar Indonesia, kesehatan ekonomi China sangat memengaruhi permintaan komoditas kita. Jika ekonomi China melambat, ekspor Indonesia bisa turun, yang berdampak pada berkurangnya pasokan Dolar masuk ke tanah air. 2. Faktor Internal (Sentimen Domestik) Kondisi ekonomi dan politik di dalam negeri turut menentukan seberapa kuat Rupiah mampu menahan gempuran sentimen global. Defisit Transaksi Berjalan (Current Account Deficit): Jika nilai impor Indonesia lebih besar daripada nilai ekspor, atau terjadi pembayaran utang luar negeri dan repatriasi dividen yang masif oleh perusahaan asing, permintaan terhadap Dolar AS di dalam negeri akan melonjak. Persepsi Risiko Pasar Terhadap Kebijakan Fiskal: Pelaku pasar dan investor asing sangat mencermati arah kebijakan anggaran pemerintah (APBN), rasio utang negara, serta keberlanjutan program-program ekonomi. Jika ada kekhawatiran bahwa anggaran akan membengkak atau tidak dikelola dengan hati-hati, investor cenderung mengambil sikap wait-and-see atau keluar dari pasar keuangan Indonesia. Inflasi Domestik: Jika tingkat inflasi di Indonesia meningkat secara tidak terkendali, daya beli Rupiah akan turun secara riil, yang secara tidak langsung memberikan tekanan depresiasi terhadap nilai tukar. 3. Langkah Mitigasi (Peran Bank Indonesia) Level Rp18.000 merupakan angka psikologis yang sangat diperhatikan. Perlu diingat bahwa Bank Indonesia (BI) tidak tinggal diam dan memiliki berbagai instrumen untuk menjaga stabilitas Rupiah agar tidak melemah terlalu liar (undervalued): Intervensi Triple Intervention: BI secara rutin melakukan intervensi di pasar spot, pasar DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward), dan pasar Surat Berharga Negara (SBN) untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan valas. Kenaikan Suku Bunga (BI-Rate): Jika diperlukan, BI dapat menaikkan suku bunga acuan untuk menjaga daya tarik investasi aset Rupiah (seperti SRBI atau SBN) agar investor asing tetap bertahan. Pengelolaan Cadangan Devisa: BI menggunakan cadangan devisa sebagai \"bantalan\" untuk melakukan stabilisasi nilai tukar di kala tekanan pasar sedang memuncak Sumber: TWS News ig:  #kontencom #kontencomxtws #providusinsight", "post_id": "7647390997931920660"}}, {"key": "nicohsiahaan", "attributes": {"label": "nicohsiahaan", "x": 892.4376174565051, "y": 389.2752523542303, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 10, "degree": 10}, "_id": "7647362967834758420", "id": "nicohsiahaan", "source": "tiktok-000001", "content": "DIPLOMASI POLITIK LUAR NEGERI PRESIDEN PRABOWO\" Langkah diplomasi Presiden Prabowo Subianto yang melawat ke Prancis merupakan bukti kejeliannya dalam memanfaatkan momentum geopolitik demi mengamankan kepentingan nasional. Di tengah situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, kunjungan ini bukan sekadar seremonial kenegaraan, melainkan sebuah manuver taktis untuk memperkuat posisi tawar Indonesia.  Kemitraan strategis yang dibangun Prabowo dengan salah satu kekuatan utama Eropa Barat ini menjadi jangkar pengaman bagi perekonomian domestik, khususnya melalui realisasi investasi multidimensi yang nyata, transfer teknologi, hingga penyerapan puluhan ribu tenaga kerja lokal. Pembelaan terhadap kebijakan hilirisasi nikel yang digaungkan Prabowo semakin solid lewat kolaborasi konkrit antara Danantara dan perusahaan multinasional Prancis, Eramet. Melalui kerja sama hulu ke hilir ini, Prabowo berhasil mematahkan tembok proteksionisme hijau dan kampanye negatif lingkungan yang sering menyudutkan industri pertambangan Indonesia.  Dengan menggandeng Prancis yang dikenal memiliki standar tinggi pada tata kelola Environmental, Social, and Governance (ESG), komoditas mineral kritis Indonesia kini naik kelas di panggung dunia, tidak lagi dipandang miring sebagai ancaman ekologis tetapi diakui sebagai pilar penting transformasi energi global. Di sektor pertahanan dan stabilitas kawasan, kebijakan Prabowo menempatkan Prancis sebagai poros utama adalah langkah cerdas untuk memperkuat postur militer Indonesia di Indo-Pasifik yang kian dinamis.  Kritik yang menyebut Indonesia rawan terjebak dalam pusaran konflik kekuatan besar terpatahkan oleh kepiawaian Prabowo yang konsisten merajut kerja sama perdagangan alutsista berstandar dunia tanpa kehilangan arah.  Pilihan ini menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, Indonesia tetap berdaulat dan teguh menjalankan prinsip politik luar negeri Bebas-Aktif yang mandiri, tanpa harus mendiktekan diri pada poros Amerika Serikat, Tiongkok, maupun Rusia. Gaya diplomasi baru yang dibawa Prabowo menunjukkan keseimbangan luar biasa antara pragmatisme ekonomi dan keteguhan prinsip moral. Kehadirannya di Paris justru memperkuat posisi tawar Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina, memanfaatkan kesamaan visi solusi dua negara (two-state solution) dengan Prancis.  Melalui narasi diplomasi abad ke-21 yang aktif dan berani ini, Prabowo membuktikan bahwa kedaulatan ekonomi dan kewibawaan politik internasional adalah dua sisi mata uang yang sama, yang pada akhirnya ditambatkan sepenuhnya untuk menopang kesejahteraan dan keamanan seluruh rakyat Indonesia.  SUBIANTO    PRABOWO  Unofficial   Dasco  Sekretariat Negara  Kabinet RI  Indra Wijaya HQ  #prabowo #presiden #indonesia🇮🇩 #paris #fyp", "post_id": "7647362967834758420"}}, {"key": "PRABOWO", "attributes": {"label": "PRABOWO", "x": 361.7055823263472, "y": 139.75982395462893, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.4704, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647362967834758420", "id": "PRABOWO", "source": "tiktok-000001", "content": "DIPLOMASI POLITIK LUAR NEGERI PRESIDEN PRABOWO\" Langkah diplomasi Presiden Prabowo Subianto yang melawat ke Prancis merupakan bukti kejeliannya dalam memanfaatkan momentum geopolitik demi mengamankan kepentingan nasional. Di tengah situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, kunjungan ini bukan sekadar seremonial kenegaraan, melainkan sebuah manuver taktis untuk memperkuat posisi tawar Indonesia.  Kemitraan strategis yang dibangun Prabowo dengan salah satu kekuatan utama Eropa Barat ini menjadi jangkar pengaman bagi perekonomian domestik, khususnya melalui realisasi investasi multidimensi yang nyata, transfer teknologi, hingga penyerapan puluhan ribu tenaga kerja lokal. Pembelaan terhadap kebijakan hilirisasi nikel yang digaungkan Prabowo semakin solid lewat kolaborasi konkrit antara Danantara dan perusahaan multinasional Prancis, Eramet. Melalui kerja sama hulu ke hilir ini, Prabowo berhasil mematahkan tembok proteksionisme hijau dan kampanye negatif lingkungan yang sering menyudutkan industri pertambangan Indonesia.  Dengan menggandeng Prancis yang dikenal memiliki standar tinggi pada tata kelola Environmental, Social, and Governance (ESG), komoditas mineral kritis Indonesia kini naik kelas di panggung dunia, tidak lagi dipandang miring sebagai ancaman ekologis tetapi diakui sebagai pilar penting transformasi energi global. Di sektor pertahanan dan stabilitas kawasan, kebijakan Prabowo menempatkan Prancis sebagai poros utama adalah langkah cerdas untuk memperkuat postur militer Indonesia di Indo-Pasifik yang kian dinamis.  Kritik yang menyebut Indonesia rawan terjebak dalam pusaran konflik kekuatan besar terpatahkan oleh kepiawaian Prabowo yang konsisten merajut kerja sama perdagangan alutsista berstandar dunia tanpa kehilangan arah.  Pilihan ini menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, Indonesia tetap berdaulat dan teguh menjalankan prinsip politik luar negeri Bebas-Aktif yang mandiri, tanpa harus mendiktekan diri pada poros Amerika Serikat, Tiongkok, maupun Rusia. Gaya diplomasi baru yang dibawa Prabowo menunjukkan keseimbangan luar biasa antara pragmatisme ekonomi dan keteguhan prinsip moral. Kehadirannya di Paris justru memperkuat posisi tawar Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina, memanfaatkan kesamaan visi solusi dua negara (two-state solution) dengan Prancis.  Melalui narasi diplomasi abad ke-21 yang aktif dan berani ini, Prabowo membuktikan bahwa kedaulatan ekonomi dan kewibawaan politik internasional adalah dua sisi mata uang yang sama, yang pada akhirnya ditambatkan sepenuhnya untuk menopang kesejahteraan dan keamanan seluruh rakyat Indonesia.  SUBIANTO    PRABOWO  Unofficial   Dasco  Sekretariat Negara  Kabinet RI  Indra Wijaya HQ  #prabowo #presiden #indonesia🇮🇩 #paris #fyp", "post_id": "7647362967834758420"}}, {"key": "Tumgrd", "attributes": {"label": "Tumgrd", "x": 7.849794483400618, "y": 128.66360025452238, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.4704, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647362967834758420", "id": "Tumgrd", "source": "tiktok-000001", "content": "DIPLOMASI POLITIK LUAR NEGERI PRESIDEN PRABOWO\" Langkah diplomasi Presiden Prabowo Subianto yang melawat ke Prancis merupakan bukti kejeliannya dalam memanfaatkan momentum geopolitik demi mengamankan kepentingan nasional. Di tengah situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, kunjungan ini bukan sekadar seremonial kenegaraan, melainkan sebuah manuver taktis untuk memperkuat posisi tawar Indonesia.  Kemitraan strategis yang dibangun Prabowo dengan salah satu kekuatan utama Eropa Barat ini menjadi jangkar pengaman bagi perekonomian domestik, khususnya melalui realisasi investasi multidimensi yang nyata, transfer teknologi, hingga penyerapan puluhan ribu tenaga kerja lokal. Pembelaan terhadap kebijakan hilirisasi nikel yang digaungkan Prabowo semakin solid lewat kolaborasi konkrit antara Danantara dan perusahaan multinasional Prancis, Eramet. Melalui kerja sama hulu ke hilir ini, Prabowo berhasil mematahkan tembok proteksionisme hijau dan kampanye negatif lingkungan yang sering menyudutkan industri pertambangan Indonesia.  Dengan menggandeng Prancis yang dikenal memiliki standar tinggi pada tata kelola Environmental, Social, and Governance (ESG), komoditas mineral kritis Indonesia kini naik kelas di panggung dunia, tidak lagi dipandang miring sebagai ancaman ekologis tetapi diakui sebagai pilar penting transformasi energi global. Di sektor pertahanan dan stabilitas kawasan, kebijakan Prabowo menempatkan Prancis sebagai poros utama adalah langkah cerdas untuk memperkuat postur militer Indonesia di Indo-Pasifik yang kian dinamis.  Kritik yang menyebut Indonesia rawan terjebak dalam pusaran konflik kekuatan besar terpatahkan oleh kepiawaian Prabowo yang konsisten merajut kerja sama perdagangan alutsista berstandar dunia tanpa kehilangan arah.  Pilihan ini menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, Indonesia tetap berdaulat dan teguh menjalankan prinsip politik luar negeri Bebas-Aktif yang mandiri, tanpa harus mendiktekan diri pada poros Amerika Serikat, Tiongkok, maupun Rusia. Gaya diplomasi baru yang dibawa Prabowo menunjukkan keseimbangan luar biasa antara pragmatisme ekonomi dan keteguhan prinsip moral. Kehadirannya di Paris justru memperkuat posisi tawar Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina, memanfaatkan kesamaan visi solusi dua negara (two-state solution) dengan Prancis.  Melalui narasi diplomasi abad ke-21 yang aktif dan berani ini, Prabowo membuktikan bahwa kedaulatan ekonomi dan kewibawaan politik internasional adalah dua sisi mata uang yang sama, yang pada akhirnya ditambatkan sepenuhnya untuk menopang kesejahteraan dan keamanan seluruh rakyat Indonesia.  SUBIANTO    PRABOWO  Unofficial   Dasco  Sekretariat Negara  Kabinet RI  Indra Wijaya HQ  #prabowo #presiden #indonesia🇮🇩 #paris #fyp", "post_id": "7647362967834758420"}}, {"key": "PrabowoForNation", "attributes": {"label": "PrabowoForNation", "x": 762.4374790914047, "y": 283.2044288476211, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.4704, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647362967834758420", "id": "PrabowoForNation", "source": "tiktok-000001", "content": "DIPLOMASI POLITIK LUAR NEGERI PRESIDEN PRABOWO\" Langkah diplomasi Presiden Prabowo Subianto yang melawat ke Prancis merupakan bukti kejeliannya dalam memanfaatkan momentum geopolitik demi mengamankan kepentingan nasional. Di tengah situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, kunjungan ini bukan sekadar seremonial kenegaraan, melainkan sebuah manuver taktis untuk memperkuat posisi tawar Indonesia.  Kemitraan strategis yang dibangun Prabowo dengan salah satu kekuatan utama Eropa Barat ini menjadi jangkar pengaman bagi perekonomian domestik, khususnya melalui realisasi investasi multidimensi yang nyata, transfer teknologi, hingga penyerapan puluhan ribu tenaga kerja lokal. Pembelaan terhadap kebijakan hilirisasi nikel yang digaungkan Prabowo semakin solid lewat kolaborasi konkrit antara Danantara dan perusahaan multinasional Prancis, Eramet. Melalui kerja sama hulu ke hilir ini, Prabowo berhasil mematahkan tembok proteksionisme hijau dan kampanye negatif lingkungan yang sering menyudutkan industri pertambangan Indonesia.  Dengan menggandeng Prancis yang dikenal memiliki standar tinggi pada tata kelola Environmental, Social, and Governance (ESG), komoditas mineral kritis Indonesia kini naik kelas di panggung dunia, tidak lagi dipandang miring sebagai ancaman ekologis tetapi diakui sebagai pilar penting transformasi energi global. Di sektor pertahanan dan stabilitas kawasan, kebijakan Prabowo menempatkan Prancis sebagai poros utama adalah langkah cerdas untuk memperkuat postur militer Indonesia di Indo-Pasifik yang kian dinamis.  Kritik yang menyebut Indonesia rawan terjebak dalam pusaran konflik kekuatan besar terpatahkan oleh kepiawaian Prabowo yang konsisten merajut kerja sama perdagangan alutsista berstandar dunia tanpa kehilangan arah.  Pilihan ini menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, Indonesia tetap berdaulat dan teguh menjalankan prinsip politik luar negeri Bebas-Aktif yang mandiri, tanpa harus mendiktekan diri pada poros Amerika Serikat, Tiongkok, maupun Rusia. Gaya diplomasi baru yang dibawa Prabowo menunjukkan keseimbangan luar biasa antara pragmatisme ekonomi dan keteguhan prinsip moral. Kehadirannya di Paris justru memperkuat posisi tawar Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina, memanfaatkan kesamaan visi solusi dua negara (two-state solution) dengan Prancis.  Melalui narasi diplomasi abad ke-21 yang aktif dan berani ini, Prabowo membuktikan bahwa kedaulatan ekonomi dan kewibawaan politik internasional adalah dua sisi mata uang yang sama, yang pada akhirnya ditambatkan sepenuhnya untuk menopang kesejahteraan dan keamanan seluruh rakyat Indonesia.  SUBIANTO    PRABOWO  Unofficial   Dasco  Sekretariat Negara  Kabinet RI  Indra Wijaya HQ  #prabowo #presiden #indonesia🇮🇩 #paris #fyp", "post_id": "7647362967834758420"}}, {"key": "PRESIDEN", "attributes": {"label": "PRESIDEN", "x": 789.668101266805, "y": 502.37116137687076, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.4704, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647362967834758420", "id": "PRESIDEN", "source": "tiktok-000001", "content": "DIPLOMASI POLITIK LUAR NEGERI PRESIDEN PRABOWO\" Langkah diplomasi Presiden Prabowo Subianto yang melawat ke Prancis merupakan bukti kejeliannya dalam memanfaatkan momentum geopolitik demi mengamankan kepentingan nasional. Di tengah situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, kunjungan ini bukan sekadar seremonial kenegaraan, melainkan sebuah manuver taktis untuk memperkuat posisi tawar Indonesia.  Kemitraan strategis yang dibangun Prabowo dengan salah satu kekuatan utama Eropa Barat ini menjadi jangkar pengaman bagi perekonomian domestik, khususnya melalui realisasi investasi multidimensi yang nyata, transfer teknologi, hingga penyerapan puluhan ribu tenaga kerja lokal. Pembelaan terhadap kebijakan hilirisasi nikel yang digaungkan Prabowo semakin solid lewat kolaborasi konkrit antara Danantara dan perusahaan multinasional Prancis, Eramet. Melalui kerja sama hulu ke hilir ini, Prabowo berhasil mematahkan tembok proteksionisme hijau dan kampanye negatif lingkungan yang sering menyudutkan industri pertambangan Indonesia.  Dengan menggandeng Prancis yang dikenal memiliki standar tinggi pada tata kelola Environmental, Social, and Governance (ESG), komoditas mineral kritis Indonesia kini naik kelas di panggung dunia, tidak lagi dipandang miring sebagai ancaman ekologis tetapi diakui sebagai pilar penting transformasi energi global. Di sektor pertahanan dan stabilitas kawasan, kebijakan Prabowo menempatkan Prancis sebagai poros utama adalah langkah cerdas untuk memperkuat postur militer Indonesia di Indo-Pasifik yang kian dinamis.  Kritik yang menyebut Indonesia rawan terjebak dalam pusaran konflik kekuatan besar terpatahkan oleh kepiawaian Prabowo yang konsisten merajut kerja sama perdagangan alutsista berstandar dunia tanpa kehilangan arah.  Pilihan ini menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, Indonesia tetap berdaulat dan teguh menjalankan prinsip politik luar negeri Bebas-Aktif yang mandiri, tanpa harus mendiktekan diri pada poros Amerika Serikat, Tiongkok, maupun Rusia. Gaya diplomasi baru yang dibawa Prabowo menunjukkan keseimbangan luar biasa antara pragmatisme ekonomi dan keteguhan prinsip moral. Kehadirannya di Paris justru memperkuat posisi tawar Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina, memanfaatkan kesamaan visi solusi dua negara (two-state solution) dengan Prancis.  Melalui narasi diplomasi abad ke-21 yang aktif dan berani ini, Prabowo membuktikan bahwa kedaulatan ekonomi dan kewibawaan politik internasional adalah dua sisi mata uang yang sama, yang pada akhirnya ditambatkan sepenuhnya untuk menopang kesejahteraan dan keamanan seluruh rakyat Indonesia.  SUBIANTO    PRABOWO  Unofficial   Dasco  Sekretariat Negara  Kabinet RI  Indra Wijaya HQ  #prabowo #presiden #indonesia🇮🇩 #paris #fyp", "post_id": "7647362967834758420"}}, {"key": "Prabowo", "attributes": {"label": "Prabowo", "x": 785.8013118409001, "y": 537.9829865063449, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.4704, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647362967834758420", "id": "Prabowo", "source": "tiktok-000001", "content": "DIPLOMASI POLITIK LUAR NEGERI PRESIDEN PRABOWO\" Langkah diplomasi Presiden Prabowo Subianto yang melawat ke Prancis merupakan bukti kejeliannya dalam memanfaatkan momentum geopolitik demi mengamankan kepentingan nasional. Di tengah situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, kunjungan ini bukan sekadar seremonial kenegaraan, melainkan sebuah manuver taktis untuk memperkuat posisi tawar Indonesia.  Kemitraan strategis yang dibangun Prabowo dengan salah satu kekuatan utama Eropa Barat ini menjadi jangkar pengaman bagi perekonomian domestik, khususnya melalui realisasi investasi multidimensi yang nyata, transfer teknologi, hingga penyerapan puluhan ribu tenaga kerja lokal. Pembelaan terhadap kebijakan hilirisasi nikel yang digaungkan Prabowo semakin solid lewat kolaborasi konkrit antara Danantara dan perusahaan multinasional Prancis, Eramet. Melalui kerja sama hulu ke hilir ini, Prabowo berhasil mematahkan tembok proteksionisme hijau dan kampanye negatif lingkungan yang sering menyudutkan industri pertambangan Indonesia.  Dengan menggandeng Prancis yang dikenal memiliki standar tinggi pada tata kelola Environmental, Social, and Governance (ESG), komoditas mineral kritis Indonesia kini naik kelas di panggung dunia, tidak lagi dipandang miring sebagai ancaman ekologis tetapi diakui sebagai pilar penting transformasi energi global. Di sektor pertahanan dan stabilitas kawasan, kebijakan Prabowo menempatkan Prancis sebagai poros utama adalah langkah cerdas untuk memperkuat postur militer Indonesia di Indo-Pasifik yang kian dinamis.  Kritik yang menyebut Indonesia rawan terjebak dalam pusaran konflik kekuatan besar terpatahkan oleh kepiawaian Prabowo yang konsisten merajut kerja sama perdagangan alutsista berstandar dunia tanpa kehilangan arah.  Pilihan ini menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, Indonesia tetap berdaulat dan teguh menjalankan prinsip politik luar negeri Bebas-Aktif yang mandiri, tanpa harus mendiktekan diri pada poros Amerika Serikat, Tiongkok, maupun Rusia. Gaya diplomasi baru yang dibawa Prabowo menunjukkan keseimbangan luar biasa antara pragmatisme ekonomi dan keteguhan prinsip moral. Kehadirannya di Paris justru memperkuat posisi tawar Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina, memanfaatkan kesamaan visi solusi dua negara (two-state solution) dengan Prancis.  Melalui narasi diplomasi abad ke-21 yang aktif dan berani ini, Prabowo membuktikan bahwa kedaulatan ekonomi dan kewibawaan politik internasional adalah dua sisi mata uang yang sama, yang pada akhirnya ditambatkan sepenuhnya untuk menopang kesejahteraan dan keamanan seluruh rakyat Indonesia.  SUBIANTO    PRABOWO  Unofficial   Dasco  Sekretariat Negara  Kabinet RI  Indra Wijaya HQ  #prabowo #presiden #indonesia🇮🇩 #paris #fyp", "post_id": "7647362967834758420"}}, {"key": "prabowomenyapa", "attributes": {"label": "prabowomenyapa", "x": 187.06580981106936, "y": 746.7347476163279, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.4704, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647362967834758420", "id": "prabowomenyapa", "source": "tiktok-000001", "content": "DIPLOMASI POLITIK LUAR NEGERI PRESIDEN PRABOWO\" Langkah diplomasi Presiden Prabowo Subianto yang melawat ke Prancis merupakan bukti kejeliannya dalam memanfaatkan momentum geopolitik demi mengamankan kepentingan nasional. Di tengah situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, kunjungan ini bukan sekadar seremonial kenegaraan, melainkan sebuah manuver taktis untuk memperkuat posisi tawar Indonesia.  Kemitraan strategis yang dibangun Prabowo dengan salah satu kekuatan utama Eropa Barat ini menjadi jangkar pengaman bagi perekonomian domestik, khususnya melalui realisasi investasi multidimensi yang nyata, transfer teknologi, hingga penyerapan puluhan ribu tenaga kerja lokal. Pembelaan terhadap kebijakan hilirisasi nikel yang digaungkan Prabowo semakin solid lewat kolaborasi konkrit antara Danantara dan perusahaan multinasional Prancis, Eramet. Melalui kerja sama hulu ke hilir ini, Prabowo berhasil mematahkan tembok proteksionisme hijau dan kampanye negatif lingkungan yang sering menyudutkan industri pertambangan Indonesia.  Dengan menggandeng Prancis yang dikenal memiliki standar tinggi pada tata kelola Environmental, Social, and Governance (ESG), komoditas mineral kritis Indonesia kini naik kelas di panggung dunia, tidak lagi dipandang miring sebagai ancaman ekologis tetapi diakui sebagai pilar penting transformasi energi global. Di sektor pertahanan dan stabilitas kawasan, kebijakan Prabowo menempatkan Prancis sebagai poros utama adalah langkah cerdas untuk memperkuat postur militer Indonesia di Indo-Pasifik yang kian dinamis.  Kritik yang menyebut Indonesia rawan terjebak dalam pusaran konflik kekuatan besar terpatahkan oleh kepiawaian Prabowo yang konsisten merajut kerja sama perdagangan alutsista berstandar dunia tanpa kehilangan arah.  Pilihan ini menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, Indonesia tetap berdaulat dan teguh menjalankan prinsip politik luar negeri Bebas-Aktif yang mandiri, tanpa harus mendiktekan diri pada poros Amerika Serikat, Tiongkok, maupun Rusia. Gaya diplomasi baru yang dibawa Prabowo menunjukkan keseimbangan luar biasa antara pragmatisme ekonomi dan keteguhan prinsip moral. Kehadirannya di Paris justru memperkuat posisi tawar Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina, memanfaatkan kesamaan visi solusi dua negara (two-state solution) dengan Prancis.  Melalui narasi diplomasi abad ke-21 yang aktif dan berani ini, Prabowo membuktikan bahwa kedaulatan ekonomi dan kewibawaan politik internasional adalah dua sisi mata uang yang sama, yang pada akhirnya ditambatkan sepenuhnya untuk menopang kesejahteraan dan keamanan seluruh rakyat Indonesia.  SUBIANTO    PRABOWO  Unofficial   Dasco  Sekretariat Negara  Kabinet RI  Indra Wijaya HQ  #prabowo #presiden #indonesia🇮🇩 #paris #fyp", "post_id": "7647362967834758420"}}, {"key": "Sufmi", "attributes": {"label": "Sufmi", "x": 267.49951143438443, "y": 39.058953606712635, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.4704, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647362967834758420", "id": "Sufmi", "source": "tiktok-000001", "content": "DIPLOMASI POLITIK LUAR NEGERI PRESIDEN PRABOWO\" Langkah diplomasi Presiden Prabowo Subianto yang melawat ke Prancis merupakan bukti kejeliannya dalam memanfaatkan momentum geopolitik demi mengamankan kepentingan nasional. Di tengah situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, kunjungan ini bukan sekadar seremonial kenegaraan, melainkan sebuah manuver taktis untuk memperkuat posisi tawar Indonesia.  Kemitraan strategis yang dibangun Prabowo dengan salah satu kekuatan utama Eropa Barat ini menjadi jangkar pengaman bagi perekonomian domestik, khususnya melalui realisasi investasi multidimensi yang nyata, transfer teknologi, hingga penyerapan puluhan ribu tenaga kerja lokal. Pembelaan terhadap kebijakan hilirisasi nikel yang digaungkan Prabowo semakin solid lewat kolaborasi konkrit antara Danantara dan perusahaan multinasional Prancis, Eramet. Melalui kerja sama hulu ke hilir ini, Prabowo berhasil mematahkan tembok proteksionisme hijau dan kampanye negatif lingkungan yang sering menyudutkan industri pertambangan Indonesia.  Dengan menggandeng Prancis yang dikenal memiliki standar tinggi pada tata kelola Environmental, Social, and Governance (ESG), komoditas mineral kritis Indonesia kini naik kelas di panggung dunia, tidak lagi dipandang miring sebagai ancaman ekologis tetapi diakui sebagai pilar penting transformasi energi global. Di sektor pertahanan dan stabilitas kawasan, kebijakan Prabowo menempatkan Prancis sebagai poros utama adalah langkah cerdas untuk memperkuat postur militer Indonesia di Indo-Pasifik yang kian dinamis.  Kritik yang menyebut Indonesia rawan terjebak dalam pusaran konflik kekuatan besar terpatahkan oleh kepiawaian Prabowo yang konsisten merajut kerja sama perdagangan alutsista berstandar dunia tanpa kehilangan arah.  Pilihan ini menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, Indonesia tetap berdaulat dan teguh menjalankan prinsip politik luar negeri Bebas-Aktif yang mandiri, tanpa harus mendiktekan diri pada poros Amerika Serikat, Tiongkok, maupun Rusia. Gaya diplomasi baru yang dibawa Prabowo menunjukkan keseimbangan luar biasa antara pragmatisme ekonomi dan keteguhan prinsip moral. Kehadirannya di Paris justru memperkuat posisi tawar Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina, memanfaatkan kesamaan visi solusi dua negara (two-state solution) dengan Prancis.  Melalui narasi diplomasi abad ke-21 yang aktif dan berani ini, Prabowo membuktikan bahwa kedaulatan ekonomi dan kewibawaan politik internasional adalah dua sisi mata uang yang sama, yang pada akhirnya ditambatkan sepenuhnya untuk menopang kesejahteraan dan keamanan seluruh rakyat Indonesia.  SUBIANTO    PRABOWO  Unofficial   Dasco  Sekretariat Negara  Kabinet RI  Indra Wijaya HQ  #prabowo #presiden #indonesia🇮🇩 #paris #fyp", "post_id": "7647362967834758420"}}, {"key": "Kementerian", "attributes": {"label": "Kementerian", "x": 117.93864268819698, "y": 772.475685877431, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.4704, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647362967834758420", "id": "Kementerian", "source": "tiktok-000001", "content": "DIPLOMASI POLITIK LUAR NEGERI PRESIDEN PRABOWO\" Langkah diplomasi Presiden Prabowo Subianto yang melawat ke Prancis merupakan bukti kejeliannya dalam memanfaatkan momentum geopolitik demi mengamankan kepentingan nasional. Di tengah situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, kunjungan ini bukan sekadar seremonial kenegaraan, melainkan sebuah manuver taktis untuk memperkuat posisi tawar Indonesia.  Kemitraan strategis yang dibangun Prabowo dengan salah satu kekuatan utama Eropa Barat ini menjadi jangkar pengaman bagi perekonomian domestik, khususnya melalui realisasi investasi multidimensi yang nyata, transfer teknologi, hingga penyerapan puluhan ribu tenaga kerja lokal. Pembelaan terhadap kebijakan hilirisasi nikel yang digaungkan Prabowo semakin solid lewat kolaborasi konkrit antara Danantara dan perusahaan multinasional Prancis, Eramet. Melalui kerja sama hulu ke hilir ini, Prabowo berhasil mematahkan tembok proteksionisme hijau dan kampanye negatif lingkungan yang sering menyudutkan industri pertambangan Indonesia.  Dengan menggandeng Prancis yang dikenal memiliki standar tinggi pada tata kelola Environmental, Social, and Governance (ESG), komoditas mineral kritis Indonesia kini naik kelas di panggung dunia, tidak lagi dipandang miring sebagai ancaman ekologis tetapi diakui sebagai pilar penting transformasi energi global. Di sektor pertahanan dan stabilitas kawasan, kebijakan Prabowo menempatkan Prancis sebagai poros utama adalah langkah cerdas untuk memperkuat postur militer Indonesia di Indo-Pasifik yang kian dinamis.  Kritik yang menyebut Indonesia rawan terjebak dalam pusaran konflik kekuatan besar terpatahkan oleh kepiawaian Prabowo yang konsisten merajut kerja sama perdagangan alutsista berstandar dunia tanpa kehilangan arah.  Pilihan ini menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, Indonesia tetap berdaulat dan teguh menjalankan prinsip politik luar negeri Bebas-Aktif yang mandiri, tanpa harus mendiktekan diri pada poros Amerika Serikat, Tiongkok, maupun Rusia. Gaya diplomasi baru yang dibawa Prabowo menunjukkan keseimbangan luar biasa antara pragmatisme ekonomi dan keteguhan prinsip moral. Kehadirannya di Paris justru memperkuat posisi tawar Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina, memanfaatkan kesamaan visi solusi dua negara (two-state solution) dengan Prancis.  Melalui narasi diplomasi abad ke-21 yang aktif dan berani ini, Prabowo membuktikan bahwa kedaulatan ekonomi dan kewibawaan politik internasional adalah dua sisi mata uang yang sama, yang pada akhirnya ditambatkan sepenuhnya untuk menopang kesejahteraan dan keamanan seluruh rakyat Indonesia.  SUBIANTO    PRABOWO  Unofficial   Dasco  Sekretariat Negara  Kabinet RI  Indra Wijaya HQ  #prabowo #presiden #indonesia🇮🇩 #paris #fyp", "post_id": "7647362967834758420"}}, {"key": "Sekretariat", "attributes": {"label": "Sekretariat", "x": 252.14493957240646, "y": 798.3953284970972, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.4704, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647362967834758420", "id": "Sekretariat", "source": "tiktok-000001", "content": "DIPLOMASI POLITIK LUAR NEGERI PRESIDEN PRABOWO\" Langkah diplomasi Presiden Prabowo Subianto yang melawat ke Prancis merupakan bukti kejeliannya dalam memanfaatkan momentum geopolitik demi mengamankan kepentingan nasional. Di tengah situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, kunjungan ini bukan sekadar seremonial kenegaraan, melainkan sebuah manuver taktis untuk memperkuat posisi tawar Indonesia.  Kemitraan strategis yang dibangun Prabowo dengan salah satu kekuatan utama Eropa Barat ini menjadi jangkar pengaman bagi perekonomian domestik, khususnya melalui realisasi investasi multidimensi yang nyata, transfer teknologi, hingga penyerapan puluhan ribu tenaga kerja lokal. Pembelaan terhadap kebijakan hilirisasi nikel yang digaungkan Prabowo semakin solid lewat kolaborasi konkrit antara Danantara dan perusahaan multinasional Prancis, Eramet. Melalui kerja sama hulu ke hilir ini, Prabowo berhasil mematahkan tembok proteksionisme hijau dan kampanye negatif lingkungan yang sering menyudutkan industri pertambangan Indonesia.  Dengan menggandeng Prancis yang dikenal memiliki standar tinggi pada tata kelola Environmental, Social, and Governance (ESG), komoditas mineral kritis Indonesia kini naik kelas di panggung dunia, tidak lagi dipandang miring sebagai ancaman ekologis tetapi diakui sebagai pilar penting transformasi energi global. Di sektor pertahanan dan stabilitas kawasan, kebijakan Prabowo menempatkan Prancis sebagai poros utama adalah langkah cerdas untuk memperkuat postur militer Indonesia di Indo-Pasifik yang kian dinamis.  Kritik yang menyebut Indonesia rawan terjebak dalam pusaran konflik kekuatan besar terpatahkan oleh kepiawaian Prabowo yang konsisten merajut kerja sama perdagangan alutsista berstandar dunia tanpa kehilangan arah.  Pilihan ini menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, Indonesia tetap berdaulat dan teguh menjalankan prinsip politik luar negeri Bebas-Aktif yang mandiri, tanpa harus mendiktekan diri pada poros Amerika Serikat, Tiongkok, maupun Rusia. Gaya diplomasi baru yang dibawa Prabowo menunjukkan keseimbangan luar biasa antara pragmatisme ekonomi dan keteguhan prinsip moral. Kehadirannya di Paris justru memperkuat posisi tawar Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina, memanfaatkan kesamaan visi solusi dua negara (two-state solution) dengan Prancis.  Melalui narasi diplomasi abad ke-21 yang aktif dan berani ini, Prabowo membuktikan bahwa kedaulatan ekonomi dan kewibawaan politik internasional adalah dua sisi mata uang yang sama, yang pada akhirnya ditambatkan sepenuhnya untuk menopang kesejahteraan dan keamanan seluruh rakyat Indonesia.  SUBIANTO    PRABOWO  Unofficial   Dasco  Sekretariat Negara  Kabinet RI  Indra Wijaya HQ  #prabowo #presiden #indonesia🇮🇩 #paris #fyp", "post_id": "7647362967834758420"}}, {"key": "Teddy", "attributes": {"label": "Teddy", "x": 208.26407385747692, "y": 794.9150310995623, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.4704, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647362967834758420", "id": "Teddy", "source": "tiktok-000001", "content": "DIPLOMASI POLITIK LUAR NEGERI PRESIDEN PRABOWO\" Langkah diplomasi Presiden Prabowo Subianto yang melawat ke Prancis merupakan bukti kejeliannya dalam memanfaatkan momentum geopolitik demi mengamankan kepentingan nasional. Di tengah situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, kunjungan ini bukan sekadar seremonial kenegaraan, melainkan sebuah manuver taktis untuk memperkuat posisi tawar Indonesia.  Kemitraan strategis yang dibangun Prabowo dengan salah satu kekuatan utama Eropa Barat ini menjadi jangkar pengaman bagi perekonomian domestik, khususnya melalui realisasi investasi multidimensi yang nyata, transfer teknologi, hingga penyerapan puluhan ribu tenaga kerja lokal. Pembelaan terhadap kebijakan hilirisasi nikel yang digaungkan Prabowo semakin solid lewat kolaborasi konkrit antara Danantara dan perusahaan multinasional Prancis, Eramet. Melalui kerja sama hulu ke hilir ini, Prabowo berhasil mematahkan tembok proteksionisme hijau dan kampanye negatif lingkungan yang sering menyudutkan industri pertambangan Indonesia.  Dengan menggandeng Prancis yang dikenal memiliki standar tinggi pada tata kelola Environmental, Social, and Governance (ESG), komoditas mineral kritis Indonesia kini naik kelas di panggung dunia, tidak lagi dipandang miring sebagai ancaman ekologis tetapi diakui sebagai pilar penting transformasi energi global. Di sektor pertahanan dan stabilitas kawasan, kebijakan Prabowo menempatkan Prancis sebagai poros utama adalah langkah cerdas untuk memperkuat postur militer Indonesia di Indo-Pasifik yang kian dinamis.  Kritik yang menyebut Indonesia rawan terjebak dalam pusaran konflik kekuatan besar terpatahkan oleh kepiawaian Prabowo yang konsisten merajut kerja sama perdagangan alutsista berstandar dunia tanpa kehilangan arah.  Pilihan ini menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, Indonesia tetap berdaulat dan teguh menjalankan prinsip politik luar negeri Bebas-Aktif yang mandiri, tanpa harus mendiktekan diri pada poros Amerika Serikat, Tiongkok, maupun Rusia. Gaya diplomasi baru yang dibawa Prabowo menunjukkan keseimbangan luar biasa antara pragmatisme ekonomi dan keteguhan prinsip moral. Kehadirannya di Paris justru memperkuat posisi tawar Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina, memanfaatkan kesamaan visi solusi dua negara (two-state solution) dengan Prancis.  Melalui narasi diplomasi abad ke-21 yang aktif dan berani ini, Prabowo membuktikan bahwa kedaulatan ekonomi dan kewibawaan politik internasional adalah dua sisi mata uang yang sama, yang pada akhirnya ditambatkan sepenuhnya untuk menopang kesejahteraan dan keamanan seluruh rakyat Indonesia.  SUBIANTO    PRABOWO  Unofficial   Dasco  Sekretariat Negara  Kabinet RI  Indra Wijaya HQ  #prabowo #presiden #indonesia🇮🇩 #paris #fyp", "post_id": "7647362967834758420"}}, {"key": "sinar.sela", "attributes": {"label": "sinar.sela", "x": 102.63454238392067, "y": 139.67776899458883, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7642268267427433736", "id": "sinar.sela", "source": "tiktok-000001", "content": "sumber berita :cnbc indonesia budayakan membaca Jakarta, CNBC Indonesia - Generasi muda menghadapi tantangan yang kian berat. Di tengah guncangan geopolitik dan gempuran teknologi kecerdasan buatan (AI), gelombang PHK terus terjadi. Perusahaan cenderung mengerem perekrutan karyawan baru, sembari menggenjot efisiensi melalui adopsi teknologi AI. Alhasil, banyak lulusan kuliah sulit mendapatkan pekerjaan dan berakhir sebagai pengangguran, atau mencari nafkah melalui jalur informal yang penuh ketidakpastian. Fenomena ini memperlihatkan revolusi AI yang makin nyata dan tak terelakkan. AI telah mengubah lanskap industri dan pasar di seluruh dunia. Rasa takut makin mendalam di kalangan \"generasi digital\" muda yang kini memasuki dunia kerja. Mereka khawatir dengan dampak AI terhadap pekerjaan dan kehidupan sehari-hari seiring dengan makin dikenalnya ChatGPT, Claude, Gemini, dkk. Mantan CEO Google, Eric Schmidt, memvalidasi kekhawatiran para generasi muda yang masuk kelompok Gen Z. Dalam pidatonya di acara kelulusan University of Arizona, Schmidt terang-terangan menyebut dampak AI akan lebih besar, lebih cepat, dan lebih konsekuensional, ketimbang inovasi-inovasi teknologi yang ada AI] akan menyentuh setiap profesi, setiap ruang kelas, setiap rumah sakit, setiap laboratorium, setiap orang, dan setiap hubungan yang Anda miliki,\" katanya, dikutip dari Reuters, Kamis (21/5/2026 Ketakutan itu bukan tanpa dasar. Baru-baru ini, raksasa perbankan Standard Chartered mengumumkan rencana PHK yang berdampak ke 7.000 pekerja. Perusahaan asal Inggris itu tak segan menyebut akan mengganti 'SDM rendah' dengan AI. Banyak perusahaan teknologi yang juga melakukan PHK dan mengaitkan keputusan itu dengan AI. Meta Platforms yang menanam software pelacak pada komputer karyawannya untuk melatih AI, mengumumkan rencana PHK yang berdampak pada 10% tenaga kerjanya secara global mulai bulan ini. Gelombang PHK massal di Meta sudah terjadi berkali-kali sejak 2022 silam. Dalam survei yang dilakukan Walton Family Foundation, GSV Ventures, dan Gallup dari Februari-Maret 2026, para Gen Z tampak makin tertekan dengan perkembangan AI yang kian masif. Dibandingkan tahun sebelumnya, saat ini lebih sedikit Gen Z yang bersemangat dan optimis dengan kehadiran AI. Sebaliknya, makin banyak yang merasa marah dan cemas tentang risiko AI pada pekerjaan dan relasi antar-manusia. Tanda ketidaknyamanan paling jelas terhadap visi dunia yang ditawarkan raksasa teknologi adalah meningkatnya ketidakpuasan di kalangan generasi muda di AS. Dalam survei Februari-Maret 2026, hampir setengah responden mengatakan risiko 'mudarat' AI lebih besar ketimbang manfaat yang ditawarkan. Beberapa orang mengaku saat ini perlu menguasai AI alias menjadi 'AI-savvy'. Namun, di saat yang sama, mereka merasa adopsi AI menghambat kreativitas dan proses pembelajaran yang lebih mendalam. \"Emosi negatif lebih intens dalam survei terbaru ketimbang tahun lalu,\" kata para peneliti survei. \"Generasi muda yang masuk ke dunia kerja saat ini lebih banyak melihat mudarat ketimbang manfaat AI,\" laporan itu menuliskan. Survei juga menunjukkan bahwa pandangan positif terkait AI meningkat seiring dengan level penggunaannya. Namun, bagi yang belum terlalu menggunakan AI, pandangan mereka cenderung negatif.  Indonesia #berita#genz#dampakai#cnbcindonesia#kecemasanpekerjaan", "post_id": "7642268267427433736"}}, {"key": "CNBC", "attributes": {"label": "CNBC", "x": 25.733481681581516, "y": 498.5179975368207, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7642268267427433736", "id": "CNBC", "source": "tiktok-000001", "content": "sumber berita :cnbc indonesia budayakan membaca Jakarta, CNBC Indonesia - Generasi muda menghadapi tantangan yang kian berat. Di tengah guncangan geopolitik dan gempuran teknologi kecerdasan buatan (AI), gelombang PHK terus terjadi. Perusahaan cenderung mengerem perekrutan karyawan baru, sembari menggenjot efisiensi melalui adopsi teknologi AI. Alhasil, banyak lulusan kuliah sulit mendapatkan pekerjaan dan berakhir sebagai pengangguran, atau mencari nafkah melalui jalur informal yang penuh ketidakpastian. Fenomena ini memperlihatkan revolusi AI yang makin nyata dan tak terelakkan. AI telah mengubah lanskap industri dan pasar di seluruh dunia. Rasa takut makin mendalam di kalangan \"generasi digital\" muda yang kini memasuki dunia kerja. Mereka khawatir dengan dampak AI terhadap pekerjaan dan kehidupan sehari-hari seiring dengan makin dikenalnya ChatGPT, Claude, Gemini, dkk. Mantan CEO Google, Eric Schmidt, memvalidasi kekhawatiran para generasi muda yang masuk kelompok Gen Z. Dalam pidatonya di acara kelulusan University of Arizona, Schmidt terang-terangan menyebut dampak AI akan lebih besar, lebih cepat, dan lebih konsekuensional, ketimbang inovasi-inovasi teknologi yang ada AI] akan menyentuh setiap profesi, setiap ruang kelas, setiap rumah sakit, setiap laboratorium, setiap orang, dan setiap hubungan yang Anda miliki,\" katanya, dikutip dari Reuters, Kamis (21/5/2026 Ketakutan itu bukan tanpa dasar. Baru-baru ini, raksasa perbankan Standard Chartered mengumumkan rencana PHK yang berdampak ke 7.000 pekerja. Perusahaan asal Inggris itu tak segan menyebut akan mengganti 'SDM rendah' dengan AI. Banyak perusahaan teknologi yang juga melakukan PHK dan mengaitkan keputusan itu dengan AI. Meta Platforms yang menanam software pelacak pada komputer karyawannya untuk melatih AI, mengumumkan rencana PHK yang berdampak pada 10% tenaga kerjanya secara global mulai bulan ini. Gelombang PHK massal di Meta sudah terjadi berkali-kali sejak 2022 silam. Dalam survei yang dilakukan Walton Family Foundation, GSV Ventures, dan Gallup dari Februari-Maret 2026, para Gen Z tampak makin tertekan dengan perkembangan AI yang kian masif. Dibandingkan tahun sebelumnya, saat ini lebih sedikit Gen Z yang bersemangat dan optimis dengan kehadiran AI. Sebaliknya, makin banyak yang merasa marah dan cemas tentang risiko AI pada pekerjaan dan relasi antar-manusia. Tanda ketidaknyamanan paling jelas terhadap visi dunia yang ditawarkan raksasa teknologi adalah meningkatnya ketidakpuasan di kalangan generasi muda di AS. Dalam survei Februari-Maret 2026, hampir setengah responden mengatakan risiko 'mudarat' AI lebih besar ketimbang manfaat yang ditawarkan. Beberapa orang mengaku saat ini perlu menguasai AI alias menjadi 'AI-savvy'. Namun, di saat yang sama, mereka merasa adopsi AI menghambat kreativitas dan proses pembelajaran yang lebih mendalam. \"Emosi negatif lebih intens dalam survei terbaru ketimbang tahun lalu,\" kata para peneliti survei. \"Generasi muda yang masuk ke dunia kerja saat ini lebih banyak melihat mudarat ketimbang manfaat AI,\" laporan itu menuliskan. Survei juga menunjukkan bahwa pandangan positif terkait AI meningkat seiring dengan level penggunaannya. Namun, bagi yang belum terlalu menggunakan AI, pandangan mereka cenderung negatif.  Indonesia #berita#genz#dampakai#cnbcindonesia#kecemasanpekerjaan", "post_id": "7642268267427433736"}}, {"key": "partaigeloraindonesia", "attributes": {"label": "partaigeloraindonesia", "x": 857.0816645613571, "y": 841.4335346832212, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "112691496802272_2085214125675002", "id": "partaigeloraindonesia", "source": "facebook-000001", "content": "Menatap Peta Baru Geopolitik Dunia: Arsitektur Kerja Sama Kawasan Pasca Perang AS-Israel Vs Iran\n\nEskalasi konflik di Timur Tengah antara AS-Israel melawan Iran bukan sekadar perang militer konvensional, melainkan titik balik yang meruntuhkan tatanan lama dan memaksa lahirnya arsitektur kerja sama kawasan yang sama sekali baru. Bagaimana peta aliansi global akan bergeser? Di mana posisi kekuatan-kekuatan besar dunia, dan apa dampaknya bagi stabilitas serta diplomasi Indonesia?\n\nSaksikan Live Streaming Kajian Pengembangan Wawasan ini bersama,\nSekretaris Jendral Partai Gelora Indonesia, Mahfuz Sidik. \nmengupas tuntas analisis mendalam mengenai masa depan geopolitik kawasan global.\n\nJangan lupa Like, Share, dan Subscribe untuk mendapatkan update kajian wawasan lainnya!\n\n========\n\nDapatkan informasi terbaru dari Partai Gelora Indonesia:\n\nWebsite: https://partaigelora.id\nSaluran Whatsapp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb70JunD38CJQsvC9R0G\nGabung Telegram: https://t.me/KabarGelora\nFacebook: https://facebook.com/Partai-Gelora-Indonesia\nX: https://twitter.com/Partaigeloraid\nInstagram: https://instagram.com/partaigeloraID\nTiktok: https://www.tiktok.com/", "post_id": "112691496802272_2085214125675002"}}, {"key": "partaigeloraid", "attributes": {"label": "partaigeloraid", "x": 163.94569454884922, "y": 272.59958881733724, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "112691496802272_2085214125675002", "id": "partaigeloraid", "source": "facebook-000001", "content": "Menatap Peta Baru Geopolitik Dunia: Arsitektur Kerja Sama Kawasan Pasca Perang AS-Israel Vs Iran\n\nEskalasi konflik di Timur Tengah antara AS-Israel melawan Iran bukan sekadar perang militer konvensional, melainkan titik balik yang meruntuhkan tatanan lama dan memaksa lahirnya arsitektur kerja sama kawasan yang sama sekali baru. Bagaimana peta aliansi global akan bergeser? Di mana posisi kekuatan-kekuatan besar dunia, dan apa dampaknya bagi stabilitas serta diplomasi Indonesia?\n\nSaksikan Live Streaming Kajian Pengembangan Wawasan ini bersama,\nSekretaris Jendral Partai Gelora Indonesia, Mahfuz Sidik. \nmengupas tuntas analisis mendalam mengenai masa depan geopolitik kawasan global.\n\nJangan lupa Like, Share, dan Subscribe untuk mendapatkan update kajian wawasan lainnya!\n\n========\n\nDapatkan informasi terbaru dari Partai Gelora Indonesia:\n\nWebsite: https://partaigelora.id\nSaluran Whatsapp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb70JunD38CJQsvC9R0G\nGabung Telegram: https://t.me/KabarGelora\nFacebook: https://facebook.com/Partai-Gelora-Indonesia\nX: https://twitter.com/Partaigeloraid\nInstagram: https://instagram.com/partaigeloraID\nTiktok: https://www.tiktok.com/", "post_id": "112691496802272_2085214125675002"}}, {"key": "IDXChannelcom", "attributes": {"label": "IDXChannelcom", "x": 480.70070737157334, "y": 965.5649882759145, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "432781620563594_1481296637127486", "id": "IDXChannelcom", "source": "facebook-000001", "content": "PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) mencatat pertumbuhan kinerja operasional sebesar 16,01 persen secara tahunan pada cabang (branch) Jakarta dan lima terminal satelit hingga awal kuartal II-2026. Kenaikan tersebut ditopang peningkatan arus kargo kendaraan penumpang, alat berat, bus, dan truk sebanyak 56.260 unit dibandingkan periode sama tahun lalu.\n\nBerdasarkan laporan produksi bulanan 2026, total shipcall di seluruh terminal IPCC hingga April 2026 mencapai 1.248 shipcall atau naik 21,17 persen dibandingkan periode sama 2025 sebanyak 1.030 shipcall. IPCC menilai pertumbuhan tersebut mencerminkan efektivitas strategi bisnis serta penguatan hubungan dengan pelanggan di tengah membaiknya stabilitas geopolitik global.\n\nDirektur Utama IPCCm Sugeng Mulyadi mengatakan perseroan akan terus memperkuat kapasitas dan kualitas layanan terminal kendaraan melalui transformasi operasional yang adaptif dan efisien. \n\n“Pertumbuhan kinerja operasional sepanjang Januari hingga April 2026 mencerminkan kepercayaan industri terhadap peran IPCC sebagai operator terminal kendaraan berstandar internasional yang mampu menjawab dinamika kebutuhan logistik nasional maupun global,” katanya dikutip Minggu (31/5/2026).\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/ipcc-catat-kinerja-operasional-tumbuh-16-persen-hingga-april-2026\n\nAtau klik link di Bio \n\nFoto: Istimewa\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #ipcc #kinerja #pertumbuhan", "post_id": "432781620563594_1481296637127486"}}, {"key": "@metrotvnews", "attributes": {"label": "@metrotvnews", "x": 805.3306756946496, "y": 889.4767708574349, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "CPrkzUoG9HI", "id": "@metrotvnews", "source": "youtube-000001", "content": "Metro Xinwen - Menteri ESDM Pastikan Harga BBM dan LPG Bersubsidi Stabil\n\nMetroTV, \nMenteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arifin Tasrif, memastikan harga BBM bersubsidi dan LPG 3 kilogram tidak akan naik meski tekanan geopolitik dari konflik Timur Tengah terus berlangsung.\n\nLangkah ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga stabilitas ekonomi dan meringankan beban masyarakat. Pemerintah menegaskan penyesuaian harga hanya berlaku untuk produk non-subsidi, sementara harga Pertalite, Solar, dan LPG 3 kg tetap aman.\n\n#HargaBBM #ESDM #LPG3Kg #SubsidiBBM #StabilitasEkonomi #PrabowoSubianto #BBMBersubsidi\n\n\n\n\n\n-----------------------------------------------------------------------\n\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook: https://www.facebook.com/metrotv/\nInstagram: https://www.instagram.com/metrotv/\nTwitter: https://twitter.com/metro_tv\nTikTok: https://www.tiktok.com/\nMetro Xtend: https://xtend.metrotvnews.com/", "post_id": "CPrkzUoG9HI"}}, {"key": "metro_tv", "attributes": {"label": "metro_tv", "x": 534.0691266286789, "y": 689.5995840600606, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "CPrkzUoG9HI", "id": "metro_tv", "source": "youtube-000001", "content": "Metro Xinwen - Menteri ESDM Pastikan Harga BBM dan LPG Bersubsidi Stabil\n\nMetroTV, \nMenteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arifin Tasrif, memastikan harga BBM bersubsidi dan LPG 3 kilogram tidak akan naik meski tekanan geopolitik dari konflik Timur Tengah terus berlangsung.\n\nLangkah ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga stabilitas ekonomi dan meringankan beban masyarakat. Pemerintah menegaskan penyesuaian harga hanya berlaku untuk produk non-subsidi, sementara harga Pertalite, Solar, dan LPG 3 kg tetap aman.\n\n#HargaBBM #ESDM #LPG3Kg #SubsidiBBM #StabilitasEkonomi #PrabowoSubianto #BBMBersubsidi\n\n\n\n\n\n-----------------------------------------------------------------------\n\nFollow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi  terkini!\n\n\nWebsite: https://www.metrotvnews.com/\nFacebook: https://www.facebook.com/metrotv/\nInstagram: https://www.instagram.com/metrotv/\nTwitter: https://twitter.com/metro_tv\nTikTok: https://www.tiktok.com/\nMetro Xtend: https://xtend.metrotvnews.com/", "post_id": "CPrkzUoG9HI"}}, {"key": "@JabarEkspres", "attributes": {"label": "@JabarEkspres", "x": 443.3004918472011, "y": 0.1365125223050656, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "AK81xJQXIgo", "id": "@JabarEkspres", "source": "youtube-000001", "content": "ARAHAN PRESIDEN PRABOWO SAAT GELAR PERTEMUAN DENGAN HIMPUNAN BANK NEGARA (HIMBARA)\n\nSaksikan arahan lengkap dan strategis dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, saat menggelar rapat kerja bersama jajaran direksi Himpunan Bank Negara (HIMBARA) di Istana Kepresidenan, Jakarta. Dalam pertemuan ini, Kepala Negara menekankan bahwa perbankan BUMN harus menjadi garda terdepan dalam mewujudkan kemandirian dan kedaulatan ekonomi nasional.\n\nPresiden Prabowo memberikan instruksi khusus agar Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN tidak hanya mengejar profitabilitas semata, melainkan memperbesar porsi pembiayaan produktif untuk sektor-sektor fundamental. Fokus utama diarahkan pada kemudahan akses modal bagi petani, nelayan, pelaku UMKM, serta pembiayaan perumahan rakyat. Langkah konkrit ini diambil untuk memastikan stabilitas ekonomi dalam negeri tetap terjaga kuat di tengah ketidakpastian dinamika geopolitik global.\n\n___\nUntuk berita lainnya kunjungi website kami di \nhttps://jabarekspres.com/\n___\nFollow juga akun resmi sosial media kami di\n\nwebsite      : https://jabarekspres.com/\nInstagram  :   / jabarekspres  \nTiktok         : https://www.tiktok.com/?...\nFacebook   :   / jabareksprescom  \nTwitter        :   / jabarekspres  \n\n#jabarekspres #jabareksprestv #beritahariini #presidenprabowo #prabowo #prabowosubianto", "post_id": "AK81xJQXIgo"}}, {"key": "jabarekspres", "attributes": {"label": "jabarekspres", "x": 136.95437457692285, "y": 821.4957706432638, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.2445, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "AK81xJQXIgo", "id": "jabarekspres", "source": "youtube-000001", "content": "ARAHAN PRESIDEN PRABOWO SAAT GELAR PERTEMUAN DENGAN HIMPUNAN BANK NEGARA (HIMBARA)\n\nSaksikan arahan lengkap dan strategis dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, saat menggelar rapat kerja bersama jajaran direksi Himpunan Bank Negara (HIMBARA) di Istana Kepresidenan, Jakarta. Dalam pertemuan ini, Kepala Negara menekankan bahwa perbankan BUMN harus menjadi garda terdepan dalam mewujudkan kemandirian dan kedaulatan ekonomi nasional.\n\nPresiden Prabowo memberikan instruksi khusus agar Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN tidak hanya mengejar profitabilitas semata, melainkan memperbesar porsi pembiayaan produktif untuk sektor-sektor fundamental. Fokus utama diarahkan pada kemudahan akses modal bagi petani, nelayan, pelaku UMKM, serta pembiayaan perumahan rakyat. Langkah konkrit ini diambil untuk memastikan stabilitas ekonomi dalam negeri tetap terjaga kuat di tengah ketidakpastian dinamika geopolitik global.\n\n___\nUntuk berita lainnya kunjungi website kami di \nhttps://jabarekspres.com/\n___\nFollow juga akun resmi sosial media kami di\n\nwebsite      : https://jabarekspres.com/\nInstagram  :   / jabarekspres  \nTiktok         : https://www.tiktok.com/?...\nFacebook   :   / jabareksprescom  \nTwitter        :   / jabarekspres  \n\n#jabarekspres #jabareksprestv #beritahariini #presidenprabowo #prabowo #prabowosubianto", "post_id": "AK81xJQXIgo"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "attributes": {"label": "@InnerBoost-oe4sd", "x": 646.0010911651023, "y": 523.4569296208418, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 5, "degree": 5}, "_id": "o3mDQrV1wL4", "id": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "youtube-000001", "content": "Bank - Bank Dunia Diminta Siaga Penuh! Ancaman AI Yang Disebut Bisa Memicu Petaka Global\n\n🚨 BANK-BANK DUNIA DIMINTA SIAGA PENUH! ANCAMAN AI YANG DISEBUT BISA MEMICU PETAKA GLOBAL 🚨\n\n⚠️ Apakah kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang selama ini dianggap sebagai teknologi masa depan justru sedang menciptakan ancaman baru bagi sistem keuangan dunia?\n\nDalam video Inner Boost kali ini, kita akan membahas laporan mengejutkan yang mengungkap bahwa regulator global telah memperingatkan seluruh sektor keuangan dunia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan AI yang semakin otonom.\n\n🌎 Financial Stability Board (FSB), lembaga internasional bentukan G20 yang bertugas menjaga stabilitas sistem keuangan global, mengeluarkan peringatan serius mengenai risiko yang ditimbulkan oleh Agentic AI.\n\n🤖 Apa itu Agentic AI?\n\nAgentic AI adalah generasi terbaru kecerdasan buatan yang tidak hanya mampu menjawab pertanyaan atau membantu pekerjaan manusia, tetapi juga mampu:\n✅ Merencanakan\n✅ Bernalar\n✅ Mengambil keputusan\n✅ Menjalankan tugas secara mandiri\n✅ Bekerja dengan pengawasan manusia yang sangat terbatas\n\nDi satu sisi, teknologi ini menjanjikan efisiensi luar biasa.\n\nNamun di sisi lain, regulator dunia mulai khawatir karena AI berpotensi melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan niat manusia, bahkan tanpa diketahui oleh perusahaan yang menggunakannya.\n\n🔥 Dalam video ini kita akan membahas secara lengkap:\n\n✅ Peringatan terbaru regulator global terhadap AI\n✅ Mengapa bank-bank dunia diminta siaga penuh\n✅ Risiko besar Agentic AI terhadap sistem keuangan global\n✅ Ancaman kebocoran data perbankan\n✅ Risiko tindakan ilegal yang dilakukan AI\n✅ Bahaya keamanan siber di era AI canggih\n✅ Dampak AI terhadap stabilitas ekonomi dunia\n✅ Mengapa Financial Stability Board (FSB) mulai khawatir\n✅ Survei Cambridge Centre for Alternative Finance mengenai adopsi Agentic AI\n✅ Ancaman AI terhadap industri perbankan\n✅ Potensi krisis keuangan akibat otomatisasi berlebihan\n✅ Alasan transaksi berisiko tinggi harus tetap melibatkan manusia\n✅ Konsep \"Karyawan Sintetis\" yang mulai dibahas regulator dunia\n✅ Apakah AI akan menggantikan pekerjaan manusia?\n✅ Masa depan dunia kerja di era kecerdasan buatan\n\n📊 Fakta menarik yang dibahas dalam video ini:\n\n✔️ 52% institusi keuangan telah aktif menggunakan Agentic AI\n✔️ 23% sedang memperluas penggunaan Agentic AI\n✔️ 29% lainnya sedang bersiap mengadopsi teknologi tersebut\n✔️ Regulator global memperingatkan risiko tindakan menyimpang yang dilakukan AI tanpa sepengetahuan manusia\n✔️ FSB meminta perusahaan keuangan menerapkan pengamanan baru untuk menghadapi era AI otonom\n\n🎯 Video ini sangat penting untuk ditonton oleh:\n\n💰 Investor\n🏦 Pelaku industri keuangan\n📈 Trader\n🎓 Mahasiswa\n💻 Pekerja sektor teknologi\n📚 Pecinta ekonomi dan geopolitik\n🌍 Masyarakat umum yang ingin memahami masa depan dunia\n\nKarena perkembangan AI tidak lagi hanya menjadi isu teknologi.\n\nKini AI telah menjadi isu ekonomi, keamanan, perbankan, investasi, bahkan stabilitas global.\n\n⚡ Apakah Agentic AI akan menjadi revolusi terbesar dalam sejarah manusia?\n\nAtaukah justru menjadi ancaman yang dapat memicu krisis baru di masa depan?\n\nTulis pendapat kalian di kolom komentar!\n\n👇 Jangan lupa:\n\n👍 LIKE video ini\n💬 COMMENT pendapat kalian\n📢 SHARE ke teman dan keluarga\n🔔 SUBSCRIBE channel Inner Boost agar tidak ketinggalan pembahasan ekonomi, geopolitik, investasi, keuangan global, dan perkembangan teknologi yang sedang mengubah dunia.\n\nTerima kasih sudah menonton dan mendukung channel Inner Boost.\n\nKarena dunia berubah lebih cepat daripada yang kita bayangkan, dan pengetahuan adalah senjata terbaik untuk menghadapinya.\n\n\n\n#AI #ArtificialIntelligence #AgenticAI #BankDunia #Perbankan #EkonomiGlobal #KrisisEkonomi #TeknologiAI #KecerdasanBuatan #FinancialStabilityBoard #FSB #BeritaEkonomi #EkonomiDunia #KeuanganGlobal #Geopolitik #Investasi #BankSentral #Resesi #TeknologiMasaDepan\n#InnerBoost #BeritaTerbaru #DuniaHariIni #AI2026 #Ekonomi #Finance\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "o3mDQrV1wL4"}}, {"key": "InnerBoost", "attributes": {"label": "InnerBoost", "x": 456.6554664707934, "y": 860.6186523868505, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.6639, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "o3mDQrV1wL4", "id": "InnerBoost", "source": "youtube-000001", "content": "Bank - Bank Dunia Diminta Siaga Penuh! Ancaman AI Yang Disebut Bisa Memicu Petaka Global\n\n🚨 BANK-BANK DUNIA DIMINTA SIAGA PENUH! ANCAMAN AI YANG DISEBUT BISA MEMICU PETAKA GLOBAL 🚨\n\n⚠️ Apakah kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang selama ini dianggap sebagai teknologi masa depan justru sedang menciptakan ancaman baru bagi sistem keuangan dunia?\n\nDalam video Inner Boost kali ini, kita akan membahas laporan mengejutkan yang mengungkap bahwa regulator global telah memperingatkan seluruh sektor keuangan dunia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan AI yang semakin otonom.\n\n🌎 Financial Stability Board (FSB), lembaga internasional bentukan G20 yang bertugas menjaga stabilitas sistem keuangan global, mengeluarkan peringatan serius mengenai risiko yang ditimbulkan oleh Agentic AI.\n\n🤖 Apa itu Agentic AI?\n\nAgentic AI adalah generasi terbaru kecerdasan buatan yang tidak hanya mampu menjawab pertanyaan atau membantu pekerjaan manusia, tetapi juga mampu:\n✅ Merencanakan\n✅ Bernalar\n✅ Mengambil keputusan\n✅ Menjalankan tugas secara mandiri\n✅ Bekerja dengan pengawasan manusia yang sangat terbatas\n\nDi satu sisi, teknologi ini menjanjikan efisiensi luar biasa.\n\nNamun di sisi lain, regulator dunia mulai khawatir karena AI berpotensi melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan niat manusia, bahkan tanpa diketahui oleh perusahaan yang menggunakannya.\n\n🔥 Dalam video ini kita akan membahas secara lengkap:\n\n✅ Peringatan terbaru regulator global terhadap AI\n✅ Mengapa bank-bank dunia diminta siaga penuh\n✅ Risiko besar Agentic AI terhadap sistem keuangan global\n✅ Ancaman kebocoran data perbankan\n✅ Risiko tindakan ilegal yang dilakukan AI\n✅ Bahaya keamanan siber di era AI canggih\n✅ Dampak AI terhadap stabilitas ekonomi dunia\n✅ Mengapa Financial Stability Board (FSB) mulai khawatir\n✅ Survei Cambridge Centre for Alternative Finance mengenai adopsi Agentic AI\n✅ Ancaman AI terhadap industri perbankan\n✅ Potensi krisis keuangan akibat otomatisasi berlebihan\n✅ Alasan transaksi berisiko tinggi harus tetap melibatkan manusia\n✅ Konsep \"Karyawan Sintetis\" yang mulai dibahas regulator dunia\n✅ Apakah AI akan menggantikan pekerjaan manusia?\n✅ Masa depan dunia kerja di era kecerdasan buatan\n\n📊 Fakta menarik yang dibahas dalam video ini:\n\n✔️ 52% institusi keuangan telah aktif menggunakan Agentic AI\n✔️ 23% sedang memperluas penggunaan Agentic AI\n✔️ 29% lainnya sedang bersiap mengadopsi teknologi tersebut\n✔️ Regulator global memperingatkan risiko tindakan menyimpang yang dilakukan AI tanpa sepengetahuan manusia\n✔️ FSB meminta perusahaan keuangan menerapkan pengamanan baru untuk menghadapi era AI otonom\n\n🎯 Video ini sangat penting untuk ditonton oleh:\n\n💰 Investor\n🏦 Pelaku industri keuangan\n📈 Trader\n🎓 Mahasiswa\n💻 Pekerja sektor teknologi\n📚 Pecinta ekonomi dan geopolitik\n🌍 Masyarakat umum yang ingin memahami masa depan dunia\n\nKarena perkembangan AI tidak lagi hanya menjadi isu teknologi.\n\nKini AI telah menjadi isu ekonomi, keamanan, perbankan, investasi, bahkan stabilitas global.\n\n⚡ Apakah Agentic AI akan menjadi revolusi terbesar dalam sejarah manusia?\n\nAtaukah justru menjadi ancaman yang dapat memicu krisis baru di masa depan?\n\nTulis pendapat kalian di kolom komentar!\n\n👇 Jangan lupa:\n\n👍 LIKE video ini\n💬 COMMENT pendapat kalian\n📢 SHARE ke teman dan keluarga\n🔔 SUBSCRIBE channel Inner Boost agar tidak ketinggalan pembahasan ekonomi, geopolitik, investasi, keuangan global, dan perkembangan teknologi yang sedang mengubah dunia.\n\nTerima kasih sudah menonton dan mendukung channel Inner Boost.\n\nKarena dunia berubah lebih cepat daripada yang kita bayangkan, dan pengetahuan adalah senjata terbaik untuk menghadapinya.\n\n\n\n#AI #ArtificialIntelligence #AgenticAI #BankDunia #Perbankan #EkonomiGlobal #KrisisEkonomi #TeknologiAI #KecerdasanBuatan #FinancialStabilityBoard #FSB #BeritaEkonomi #EkonomiDunia #KeuanganGlobal #Geopolitik #Investasi #BankSentral #Resesi #TeknologiMasaDepan\n#InnerBoost #BeritaTerbaru #DuniaHariIni #AI2026 #Ekonomi #Finance\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "o3mDQrV1wL4"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 42.79261603355433, "y": 793.5007183629143, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 126, "degree": 126}, "_id": "VWmbJDxSa_w", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,5 Persen Demi Perkuat Rupiah | IDXC UPDATE\n\nBank Indonesia menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen sebagai langkah memperkuat stabilitas rupiah di tengah gejolak global akibat konflik Timur Tengah. Kebijakan ini disertai peningkatan suku bunga fasilitas moneter serta berbagai langkah pendukung, termasuk penyesuaian imbal hasil SRBI, insentif bagi investor asing, penguatan likuiditas perbankan, dan intensifikasi intervensi di pasar valuta asing. Langkah tersebut diambil untuk menjaga inflasi tetap terkendali, menarik kembali aliran modal asing, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan eksternal.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "VWmbJDxSa_w"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 520.6933948051126, "y": 426.51096614423665, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2922, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 18, "out_degree": 0, "degree": 18}, "_id": "VWmbJDxSa_w", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,5 Persen Demi Perkuat Rupiah | IDXC UPDATE\n\nBank Indonesia menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen sebagai langkah memperkuat stabilitas rupiah di tengah gejolak global akibat konflik Timur Tengah. Kebijakan ini disertai peningkatan suku bunga fasilitas moneter serta berbagai langkah pendukung, termasuk penyesuaian imbal hasil SRBI, insentif bagi investor asing, penguatan likuiditas perbankan, dan intensifikasi intervensi di pasar valuta asing. Langkah tersebut diambil untuk menjaga inflasi tetap terkendali, menarik kembali aliran modal asing, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan eksternal.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "VWmbJDxSa_w"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 226.47178266107093, "y": 702.8924749418239, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.3459, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 24, "out_degree": 0, "degree": 24}, "_id": "VWmbJDxSa_w", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,5 Persen Demi Perkuat Rupiah | IDXC UPDATE\n\nBank Indonesia menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen sebagai langkah memperkuat stabilitas rupiah di tengah gejolak global akibat konflik Timur Tengah. Kebijakan ini disertai peningkatan suku bunga fasilitas moneter serta berbagai langkah pendukung, termasuk penyesuaian imbal hasil SRBI, insentif bagi investor asing, penguatan likuiditas perbankan, dan intensifikasi intervensi di pasar valuta asing. Langkah tersebut diambil untuk menjaga inflasi tetap terkendali, menarik kembali aliran modal asing, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan eksternal.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "VWmbJDxSa_w"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 26.486274318701987, "y": 700.0225135654614, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.3459, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 48, "out_degree": 0, "degree": 48}, "_id": "VWmbJDxSa_w", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,5 Persen Demi Perkuat Rupiah | IDXC UPDATE\n\nBank Indonesia menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen sebagai langkah memperkuat stabilitas rupiah di tengah gejolak global akibat konflik Timur Tengah. Kebijakan ini disertai peningkatan suku bunga fasilitas moneter serta berbagai langkah pendukung, termasuk penyesuaian imbal hasil SRBI, insentif bagi investor asing, penguatan likuiditas perbankan, dan intensifikasi intervensi di pasar valuta asing. Langkah tersebut diambil untuk menjaga inflasi tetap terkendali, menarik kembali aliran modal asing, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan eksternal.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "VWmbJDxSa_w"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 692.4753243118834, "y": 776.7997554015783, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.3459, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 24, "out_degree": 0, "degree": 24}, "_id": "VWmbJDxSa_w", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,5 Persen Demi Perkuat Rupiah | IDXC UPDATE\n\nBank Indonesia menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen sebagai langkah memperkuat stabilitas rupiah di tengah gejolak global akibat konflik Timur Tengah. Kebijakan ini disertai peningkatan suku bunga fasilitas moneter serta berbagai langkah pendukung, termasuk penyesuaian imbal hasil SRBI, insentif bagi investor asing, penguatan likuiditas perbankan, dan intensifikasi intervensi di pasar valuta asing. Langkah tersebut diambil untuk menjaga inflasi tetap terkendali, menarik kembali aliran modal asing, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan eksternal.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "VWmbJDxSa_w"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 171.10991247786257, "y": 320.4397666327501, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.3459, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 24, "out_degree": 0, "degree": 24}, "_id": "VWmbJDxSa_w", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,5 Persen Demi Perkuat Rupiah | IDXC UPDATE\n\nBank Indonesia menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen sebagai langkah memperkuat stabilitas rupiah di tengah gejolak global akibat konflik Timur Tengah. Kebijakan ini disertai peningkatan suku bunga fasilitas moneter serta berbagai langkah pendukung, termasuk penyesuaian imbal hasil SRBI, insentif bagi investor asing, penguatan likuiditas perbankan, dan intensifikasi intervensi di pasar valuta asing. Langkah tersebut diambil untuk menjaga inflasi tetap terkendali, menarik kembali aliran modal asing, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan eksternal.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "VWmbJDxSa_w"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 614.4231433627634, "y": 338.57811774016244, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.3459, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 24, "out_degree": 0, "degree": 24}, "_id": "VWmbJDxSa_w", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,5 Persen Demi Perkuat Rupiah | IDXC UPDATE\n\nBank Indonesia menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen sebagai langkah memperkuat stabilitas rupiah di tengah gejolak global akibat konflik Timur Tengah. Kebijakan ini disertai peningkatan suku bunga fasilitas moneter serta berbagai langkah pendukung, termasuk penyesuaian imbal hasil SRBI, insentif bagi investor asing, penguatan likuiditas perbankan, dan intensifikasi intervensi di pasar valuta asing. Langkah tersebut diambil untuk menjaga inflasi tetap terkendali, menarik kembali aliran modal asing, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan eksternal.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "VWmbJDxSa_w"}}, {"key": "@BeritaNasionalTV", "attributes": {"label": "@BeritaNasionalTV", "x": 711.9080022522603, "y": 559.8775261170091, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "3ixsnKJnYbY", "id": "@BeritaNasionalTV", "source": "youtube-000001", "content": "Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Ungkap Strategi Amankan Harga Komoditas\n\nPemerintah terus memperkuat langkah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah gejolak geopolitik dunia dan fluktuasi harga komoditas global. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah akan menyiapkan kebijakan yang terukur agar produksi dan iklim investasi tetap terjaga.\n\n#beritanasional #pemerintah #ekonomi \n====================================\n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan Komentar dan Share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Berita Nasional TV dan Website Berita di Berita Nasional.com\n\nSocial Media\nInstagram : \nTiktok : \nTwitter : \n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 BeritaNasionalTV", "post_id": "3ixsnKJnYbY"}}, {"key": "beritanasionaltv", "attributes": {"label": "beritanasionaltv", "x": 976.307536778204, "y": 810.9319952943814, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.9219, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3ixsnKJnYbY", "id": "beritanasionaltv", "source": "youtube-000001", "content": "Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Ungkap Strategi Amankan Harga Komoditas\n\nPemerintah terus memperkuat langkah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah gejolak geopolitik dunia dan fluktuasi harga komoditas global. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah akan menyiapkan kebijakan yang terukur agar produksi dan iklim investasi tetap terjaga.\n\n#beritanasional #pemerintah #ekonomi \n====================================\n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan Komentar dan Share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Berita Nasional TV dan Website Berita di Berita Nasional.com\n\nSocial Media\nInstagram : \nTiktok : \nTwitter : \n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 BeritaNasionalTV", "post_id": "3ixsnKJnYbY"}}, {"key": "beritanasional.tv", "attributes": {"label": "beritanasional.tv", "x": 92.25680829485638, "y": 152.68344452846938, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.9219, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3ixsnKJnYbY", "id": "beritanasional.tv", "source": "youtube-000001", "content": "Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Ungkap Strategi Amankan Harga Komoditas\n\nPemerintah terus memperkuat langkah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah gejolak geopolitik dunia dan fluktuasi harga komoditas global. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah akan menyiapkan kebijakan yang terukur agar produksi dan iklim investasi tetap terjaga.\n\n#beritanasional #pemerintah #ekonomi \n====================================\n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan Komentar dan Share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Berita Nasional TV dan Website Berita di Berita Nasional.com\n\nSocial Media\nInstagram : \nTiktok : \nTwitter : \n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 BeritaNasionalTV", "post_id": "3ixsnKJnYbY"}}, {"key": "NasionalBerita_", "attributes": {"label": "NasionalBerita_", "x": 908.4935890450892, "y": 503.62559488257284, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.9219, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3ixsnKJnYbY", "id": "NasionalBerita_", "source": "youtube-000001", "content": "Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Ungkap Strategi Amankan Harga Komoditas\n\nPemerintah terus memperkuat langkah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah gejolak geopolitik dunia dan fluktuasi harga komoditas global. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah akan menyiapkan kebijakan yang terukur agar produksi dan iklim investasi tetap terjaga.\n\n#beritanasional #pemerintah #ekonomi \n====================================\n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan Komentar dan Share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Berita Nasional TV dan Website Berita di Berita Nasional.com\n\nSocial Media\nInstagram : \nTiktok : \nTwitter : \n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 BeritaNasionalTV", "post_id": "3ixsnKJnYbY"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "attributes": {"label": "@OfficialSINDOnews", "x": 411.8937823009424, "y": 907.5295345002972, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 27, "degree": 27}, "_id": "wHHGJ0oNLxI", "id": "@OfficialSINDOnews", "source": "youtube-000001", "content": "AS & IRAN BERDAMAI, ISRAEL MARAH BESAR! Timur Tengah di Ambang Perang Baru?  | SINDO TRENDING\n\nKetegangan geopolitik kembali memanas! Di tengah kabar mencairnya hubungan antara Amerika Serikat dan Iran, muncul berbagai spekulasi mengenai reaksi Israel dan dampaknya terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah. Apakah perdamaian ini benar-benar membuka jalan menuju stabilitas, atau justru memicu babak baru persaingan dan konflik regional?\n\nSimak analisis lengkap, fakta-fakta terbaru, serta dampaknya terhadap keamanan global, harga minyak dunia, dan peta politik Timur Tengah dalam video ini.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 20 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Gabriel Reynaldo\n\n#Iran #Israel #AmerikaSerikat #TimurTengah #Geopolitik #BeritaDunia #KonflikTimurTengah #PolitikGlobal #NewsUpdate #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "wHHGJ0oNLxI"}}, {"key": "officialsindonews", "attributes": {"label": "officialsindonews", "x": 106.24132418432275, "y": 711.7890872038877, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.3485, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 9, "out_degree": 0, "degree": 9}, "_id": "wHHGJ0oNLxI", "id": "officialsindonews", "source": "youtube-000001", "content": "AS & IRAN BERDAMAI, ISRAEL MARAH BESAR! Timur Tengah di Ambang Perang Baru?  | SINDO TRENDING\n\nKetegangan geopolitik kembali memanas! Di tengah kabar mencairnya hubungan antara Amerika Serikat dan Iran, muncul berbagai spekulasi mengenai reaksi Israel dan dampaknya terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah. Apakah perdamaian ini benar-benar membuka jalan menuju stabilitas, atau justru memicu babak baru persaingan dan konflik regional?\n\nSimak analisis lengkap, fakta-fakta terbaru, serta dampaknya terhadap keamanan global, harga minyak dunia, dan peta politik Timur Tengah dalam video ini.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 20 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Gabriel Reynaldo\n\n#Iran #Israel #AmerikaSerikat #TimurTengah #Geopolitik #BeritaDunia #KonflikTimurTengah #PolitikGlobal #NewsUpdate #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "wHHGJ0oNLxI"}}, {"key": "sindopodcast", "attributes": {"label": "sindopodcast", "x": 738.0836669616124, "y": 676.6655539096288, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.3485, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 9, "out_degree": 0, "degree": 9}, "_id": "wHHGJ0oNLxI", "id": "sindopodcast", "source": "youtube-000001", "content": "AS & IRAN BERDAMAI, ISRAEL MARAH BESAR! Timur Tengah di Ambang Perang Baru?  | SINDO TRENDING\n\nKetegangan geopolitik kembali memanas! Di tengah kabar mencairnya hubungan antara Amerika Serikat dan Iran, muncul berbagai spekulasi mengenai reaksi Israel dan dampaknya terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah. Apakah perdamaian ini benar-benar membuka jalan menuju stabilitas, atau justru memicu babak baru persaingan dan konflik regional?\n\nSimak analisis lengkap, fakta-fakta terbaru, serta dampaknya terhadap keamanan global, harga minyak dunia, dan peta politik Timur Tengah dalam video ini.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 20 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Gabriel Reynaldo\n\n#Iran #Israel #AmerikaSerikat #TimurTengah #Geopolitik #BeritaDunia #KonflikTimurTengah #PolitikGlobal #NewsUpdate #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "wHHGJ0oNLxI"}}, {"key": "sindokalam", "attributes": {"label": "sindokalam", "x": 19.485911572723612, "y": 161.231062067833, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.3485, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 9, "out_degree": 0, "degree": 9}, "_id": "wHHGJ0oNLxI", "id": "sindokalam", "source": "youtube-000001", "content": "AS & IRAN BERDAMAI, ISRAEL MARAH BESAR! Timur Tengah di Ambang Perang Baru?  | SINDO TRENDING\n\nKetegangan geopolitik kembali memanas! Di tengah kabar mencairnya hubungan antara Amerika Serikat dan Iran, muncul berbagai spekulasi mengenai reaksi Israel dan dampaknya terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah. Apakah perdamaian ini benar-benar membuka jalan menuju stabilitas, atau justru memicu babak baru persaingan dan konflik regional?\n\nSimak analisis lengkap, fakta-fakta terbaru, serta dampaknya terhadap keamanan global, harga minyak dunia, dan peta politik Timur Tengah dalam video ini.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 20 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Gabriel Reynaldo\n\n#Iran #Israel #AmerikaSerikat #TimurTengah #Geopolitik #BeritaDunia #KonflikTimurTengah #PolitikGlobal #NewsUpdate #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "wHHGJ0oNLxI"}}, {"key": "@TrendLabID", "attributes": {"label": "@TrendLabID", "x": 308.34892341049147, "y": 949.010233248455, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "z1x_TtxWd_U", "id": "@TrendLabID", "source": "youtube-000001", "content": "PROYEKSI STABILITAS 2029: ARSITEKTUR EKONOMI & KONSOLIDASI KDM\n\nPROYEKSI STABILITAS 2029: ARSITEKTUR EKONOMI & KONSOLIDASI KDM | Laporan Intelijen Data ‪‬ \nAnalisis strategis ini membedah cetak biru transformasi fundamental dalam manajemen aset agraria, stabilitas geopolitik, dan rekayasa sosial di wilayah Jawa Barat Utara, khususnya Indramayu. Menghadapi garis waktu krusial menuju 2029, kawasan ini berada di titik persimpangan antara ancaman degradasi ekologis masif dan peluang integrasi logistik nasional. Melalui pendekatan multidimensi, rekonstruksi struktur ekonomi pertanian dan mitigasi risiko sosial menjadi harga mati demi mengamankan kedaulatan pangan nasional sekaligus stabilitas teritorial jangka panjang.\n\nAnalisis ini membedah urgensi transformasi fundamental dalam manajemen aset agraria di Jawa Barat, khususnya Indramayu. Data lapangan menunjukkan adanya Anomali Kebijakan dalam penggunaan input kimia jangka panjang yang mengakibatkan degradasi hara tanah secara masif. Penanaman kedelai bukan sekadar diversifikasi komoditas, melainkan sebuah instrumen Restorasi Biologis untuk memutus ketergantungan pada urea yang memicu ledakan biaya pestisida nonsubsidi. Tanpa intervensi makro ini, produktivitas lahan nasional diprediksi akan mengalami titik jenuh sebelum 2029.\n\nTerdapat fenomena Disrupsi Struktur Upah yang unik di wilayah basis pangan nasional. Tingginya upah buruh harian (kuli) menciptakan resistensi sistemik terhadap mekanisasi pertanian. Konsolidasi kapital melalui teknologi combine harvester menghadapi benturan langsung dengan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada penyerapan tenaga kerja manual. Hal ini memerlukan sinkronisasi regulasi antara ketersediaan lapangan kerja industri manufaktur, seperti kawasan industri sepatu di Losarang, dengan efisiensi sektor agrikultur.\n\nStabilitas nasional sangat bergantung pada kemampuan daerah dalam memitigasi risiko sosial ekonomi. Budaya pengeluaran non-produktif (Hajatan) dan jeratan instrumen kredit informal (Bank Emok) diidentifikasi sebagai kebocoran likuiditas di tingkat akar rumput. Strategi KDM melalui penekanan angka pernikahan dini dan peningkatan akses kepemilikan lahan bagi penggarap adalah upaya Rekayasa Sosial untuk menciptakan ketahanan finansial rumah tangga yang lebih stabil menghadapi fluktuasi ekonomi global.\n\nIntegrasi antara pembangunan infrastruktur jalan provinsi yang bersih dengan penguatan peran TNI (Mariner/Aster) dalam karya bakti pembangunan wilayah adalah manifestasi dari Sinergi Pertahanan Teritorial. Konektivitas Kertajati-Indramayu bukan sekadar proyek fisik, melainkan urat nadi distribusi logistik nasional. Posisi strategis KDM yang didukung oleh penasihat khusus ekonomi Presiden menunjukkan adanya keselarasan visi menuju stabilitas politik dan ekonomi jangka panjang.\n\n(Timestamps)\n00:00 – Proyeksi Makro: Transisi Kepemimpinan & Stabilitas 2029\n02:15 – Anomali Kebijakan: Kegagalan Monokultur & Bio-Restorasi Tanah\n04:45 – Arsitektur Ekonomi \"Wong Reang\": Paradoks Upah vs Kesejahteraan\n07:30 – Analisis Power Mapping: Sinergi KDM & Penasihat Ekonomi Presiden\n10:15 – Mitigasi Krisis Sosial: Dekonstruksi Budaya Utang & Bank Emok\n13:00 – Geopolitik Infrastruktur: Integrasi Logistik Jawa Barat Utara\n14:30 – Konklusi Strategis: Jalur Menuju Kedaulatan Pangan Mutlak\n\n#KDM #DediMulyadi #HashimDjojohadikusumo #PrabowoSubianto #KebijakanAgraria #EkonomiMakro #RegulasiPublik #KetahananPangan #Proyeksi2029 #StabilitasNasional #JawaBaratMaju #Indramayu #InvestasiDaerah #InfrastrukturStrategis #PowerMapping\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------\nAlgorithmc Integrity & Research Protocol:\nAnalisis & Riset: Team Trend Lab Indonesia\nMetodologi: Analisis Sentimen Digital & Social Media Mapping 2026\nSumber Data: Google Trends, Metadata Analysis, & Public Interaction Tracking\n\nEducation Shield (Disclaimer):\nVideo di channel ini diproduksi eksklusif untuk tujuan edukasi, analisis sosiologi mendalam, serta riset media digital. Trend Lab Indonesia beroperasi sebagai laboratorium data independen dan TIDAK BERAFILIASI dengan entitas politik, partai, atau tokoh publik manapun. Kami menggunakan pendekatan Data Science untuk membedah fenomena sosiopsikologi di Indonesia secara netral dan ilmiah.", "post_id": "z1x_TtxWd_U"}}, {"key": "TrendLabID", "attributes": {"label": "TrendLabID", "x": 699.0266699863424, "y": 350.4572766781382, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.5533, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 7, "out_degree": 0, "degree": 7}, "_id": "z1x_TtxWd_U", "id": "TrendLabID", "source": "youtube-000001", "content": "PROYEKSI STABILITAS 2029: ARSITEKTUR EKONOMI & KONSOLIDASI KDM\n\nPROYEKSI STABILITAS 2029: ARSITEKTUR EKONOMI & KONSOLIDASI KDM | Laporan Intelijen Data ‪‬ \nAnalisis strategis ini membedah cetak biru transformasi fundamental dalam manajemen aset agraria, stabilitas geopolitik, dan rekayasa sosial di wilayah Jawa Barat Utara, khususnya Indramayu. Menghadapi garis waktu krusial menuju 2029, kawasan ini berada di titik persimpangan antara ancaman degradasi ekologis masif dan peluang integrasi logistik nasional. Melalui pendekatan multidimensi, rekonstruksi struktur ekonomi pertanian dan mitigasi risiko sosial menjadi harga mati demi mengamankan kedaulatan pangan nasional sekaligus stabilitas teritorial jangka panjang.\n\nAnalisis ini membedah urgensi transformasi fundamental dalam manajemen aset agraria di Jawa Barat, khususnya Indramayu. Data lapangan menunjukkan adanya Anomali Kebijakan dalam penggunaan input kimia jangka panjang yang mengakibatkan degradasi hara tanah secara masif. Penanaman kedelai bukan sekadar diversifikasi komoditas, melainkan sebuah instrumen Restorasi Biologis untuk memutus ketergantungan pada urea yang memicu ledakan biaya pestisida nonsubsidi. Tanpa intervensi makro ini, produktivitas lahan nasional diprediksi akan mengalami titik jenuh sebelum 2029.\n\nTerdapat fenomena Disrupsi Struktur Upah yang unik di wilayah basis pangan nasional. Tingginya upah buruh harian (kuli) menciptakan resistensi sistemik terhadap mekanisasi pertanian. Konsolidasi kapital melalui teknologi combine harvester menghadapi benturan langsung dengan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada penyerapan tenaga kerja manual. Hal ini memerlukan sinkronisasi regulasi antara ketersediaan lapangan kerja industri manufaktur, seperti kawasan industri sepatu di Losarang, dengan efisiensi sektor agrikultur.\n\nStabilitas nasional sangat bergantung pada kemampuan daerah dalam memitigasi risiko sosial ekonomi. Budaya pengeluaran non-produktif (Hajatan) dan jeratan instrumen kredit informal (Bank Emok) diidentifikasi sebagai kebocoran likuiditas di tingkat akar rumput. Strategi KDM melalui penekanan angka pernikahan dini dan peningkatan akses kepemilikan lahan bagi penggarap adalah upaya Rekayasa Sosial untuk menciptakan ketahanan finansial rumah tangga yang lebih stabil menghadapi fluktuasi ekonomi global.\n\nIntegrasi antara pembangunan infrastruktur jalan provinsi yang bersih dengan penguatan peran TNI (Mariner/Aster) dalam karya bakti pembangunan wilayah adalah manifestasi dari Sinergi Pertahanan Teritorial. Konektivitas Kertajati-Indramayu bukan sekadar proyek fisik, melainkan urat nadi distribusi logistik nasional. Posisi strategis KDM yang didukung oleh penasihat khusus ekonomi Presiden menunjukkan adanya keselarasan visi menuju stabilitas politik dan ekonomi jangka panjang.\n\n(Timestamps)\n00:00 – Proyeksi Makro: Transisi Kepemimpinan & Stabilitas 2029\n02:15 – Anomali Kebijakan: Kegagalan Monokultur & Bio-Restorasi Tanah\n04:45 – Arsitektur Ekonomi \"Wong Reang\": Paradoks Upah vs Kesejahteraan\n07:30 – Analisis Power Mapping: Sinergi KDM & Penasihat Ekonomi Presiden\n10:15 – Mitigasi Krisis Sosial: Dekonstruksi Budaya Utang & Bank Emok\n13:00 – Geopolitik Infrastruktur: Integrasi Logistik Jawa Barat Utara\n14:30 – Konklusi Strategis: Jalur Menuju Kedaulatan Pangan Mutlak\n\n#KDM #DediMulyadi #HashimDjojohadikusumo #PrabowoSubianto #KebijakanAgraria #EkonomiMakro #RegulasiPublik #KetahananPangan #Proyeksi2029 #StabilitasNasional #JawaBaratMaju #Indramayu #InvestasiDaerah #InfrastrukturStrategis #PowerMapping\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------\nAlgorithmc Integrity & Research Protocol:\nAnalisis & Riset: Team Trend Lab Indonesia\nMetodologi: Analisis Sentimen Digital & Social Media Mapping 2026\nSumber Data: Google Trends, Metadata Analysis, & Public Interaction Tracking\n\nEducation Shield (Disclaimer):\nVideo di channel ini diproduksi eksklusif untuk tujuan edukasi, analisis sosiologi mendalam, serta riset media digital. Trend Lab Indonesia beroperasi sebagai laboratorium data independen dan TIDAK BERAFILIASI dengan entitas politik, partai, atau tokoh publik manapun. Kami menggunakan pendekatan Data Science untuk membedah fenomena sosiopsikologi di Indonesia secara netral dan ilmiah.", "post_id": "z1x_TtxWd_U"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 222.8410261880056, "y": 720.2187030750512, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 36, "degree": 36}, "_id": "fDVWYp616i0", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "ECB Naikkan Suku Bunga 25 Bps, Respons Kenaikan Inflasi Akibat Konflik Timur Tengah | MILENOMICS\n\nBank Sentral Eropa (ECB) resmi menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada 11 Juni 2026 sebagai upaya menahan lonjakan inflasi yang dipicu gejolak pasar energi global. Kebijakan ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan perang di Timur Tengah yang berdampak pada kenaikan harga energi dan memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi kawasan Eropa.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "fDVWYp616i0"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 352.98310541883194, "y": 508.8756145106007, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 20, "degree": 20}, "_id": "KVRPCoXljvk", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Pancasila Tetap Menjadi Fondasi Kuat di Tengah Perubahan Zaman\n\nDelapan puluh satu tahun sejak lahirnya Pancasila, Indonesia terus menunjukkan ketangguhannya menghadapi berbagai tantangan dunia. Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dinamika geopolitik, nilai-nilai Pancasila tetap menjadi pedoman dalam menjaga persatuan, stabilitas, dan arah pembangunan bangsa.\n\n#Pancasila #HariLahirPancasila #IndonesiaMaju #IndonesiaTangguh #BhinnekaTunggalIka\n-----\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "KVRPCoXljvk"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 633.9858554790972, "y": 403.6352323242918, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.3736, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 20, "out_degree": 0, "degree": 20}, "_id": "KVRPCoXljvk", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Pancasila Tetap Menjadi Fondasi Kuat di Tengah Perubahan Zaman\n\nDelapan puluh satu tahun sejak lahirnya Pancasila, Indonesia terus menunjukkan ketangguhannya menghadapi berbagai tantangan dunia. Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dinamika geopolitik, nilai-nilai Pancasila tetap menjadi pedoman dalam menjaga persatuan, stabilitas, dan arah pembangunan bangsa.\n\n#Pancasila #HariLahirPancasila #IndonesiaMaju #IndonesiaTangguh #BhinnekaTunggalIka\n-----\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "KVRPCoXljvk"}}, {"key": "@factualflowdrm", "attributes": {"label": "@factualflowdrm", "x": 191.8993477733617, "y": 932.0867312596913, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "wZmLUypUGRA", "id": "@factualflowdrm", "source": "youtube-000001", "content": "LANGSUNG: Konferensi Pers Kemenlu Tiongkok Jelaskan Posisi Resmi Terkait Geopolitik Global | AC1F\n\nLangsung dari Beijing, Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengadakan konferensi pers harian untuk membahas perkembangan internasional utama dan masalah keamanan regional. Juru bicara menyampaikan pernyataan resmi tentang kedaulatan teritorial, stabilitas lintas selat, dan kemitraan perdagangan. Media global memantau dengan cermat pengarahan resmi tersebut untuk melihat perubahan dalam sikap kebijakan luar negeri Tiongkok. Untuk detail lebih lanjut, saksikan berita kami dan berlangganan saluran kami, Factual Flow.\n\nSIARAN LANGSUNG Konferensi Pers Kementerian Luar Negeri China Menguraikan Sikap Resmi Mengenai Geopolitik Global\nSIARAN LANGSUNG Konferensi Pers Beijing Membahas Sengketa Maritim dan Kekhawatiran Keamanan Regional\nSIARAN LANGSUNG Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Menyampaikan Pernyataan Kebijakan Luar Negeri yang Penting\nSIARAN LANGSUNG Konferensi Pers Harian di Beijing Menguraikan Prioritas Diplomatik Strategis\n\nKementerian Luar Negeri China, Beijing, Konferensi Pers, Mao Ning, Guo Jiakun, Berita China, Kebijakan Luar Negeri, Geopolitik, Hubungan Internasional, Laut China Selatan, Ketegangan Lintas Selat, Diplomasi, Perdagangan Global, Kementerian Luar Negeri, Factual Flow Live, Konferensi Pers Beijing, Politik Dunia, Pernyataan Pemerintah\n\n#China #Beijing #KementerianLuarNegeri #KonferensiPers #Diplomasi #BeritaChina #Geopolitik #PolitikDunia #HubunganInternasional #FactualFlow\n\n-------------------------------------------------------------------------\nFactual Flow menawarkan liputan komprehensif tentang urusan global dari perspektif yang unik dan tidak memihak. Di Factual Flow, kami menyelami inti dari perkembangan politik penting, isu-isu sosial, konflik, dan banyak lagi, menghadirkan kebenaran tanpa filter tentang masalah-masalah paling mendesak yang membentuk lanskap global kita.\n\n#FactualFlow #BeritaTerbaru #BeritaTerkini\n\nSaluran Factual Flow di YouTube dikelola oleh Dot Republic Media. Semua hak dilindungi undang-undang.\n\nBerlangganan saluran kami untuk semua pembaruan terbaru:    /", "post_id": "wZmLUypUGRA"}}, {"key": "factualflowdrm", "attributes": {"label": "factualflowdrm", "x": 44.328143879848625, "y": 878.9598203497005, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wZmLUypUGRA", "id": "factualflowdrm", "source": "youtube-000001", "content": "LANGSUNG: Konferensi Pers Kemenlu Tiongkok Jelaskan Posisi Resmi Terkait Geopolitik Global | AC1F\n\nLangsung dari Beijing, Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengadakan konferensi pers harian untuk membahas perkembangan internasional utama dan masalah keamanan regional. Juru bicara menyampaikan pernyataan resmi tentang kedaulatan teritorial, stabilitas lintas selat, dan kemitraan perdagangan. Media global memantau dengan cermat pengarahan resmi tersebut untuk melihat perubahan dalam sikap kebijakan luar negeri Tiongkok. Untuk detail lebih lanjut, saksikan berita kami dan berlangganan saluran kami, Factual Flow.\n\nSIARAN LANGSUNG Konferensi Pers Kementerian Luar Negeri China Menguraikan Sikap Resmi Mengenai Geopolitik Global\nSIARAN LANGSUNG Konferensi Pers Beijing Membahas Sengketa Maritim dan Kekhawatiran Keamanan Regional\nSIARAN LANGSUNG Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Menyampaikan Pernyataan Kebijakan Luar Negeri yang Penting\nSIARAN LANGSUNG Konferensi Pers Harian di Beijing Menguraikan Prioritas Diplomatik Strategis\n\nKementerian Luar Negeri China, Beijing, Konferensi Pers, Mao Ning, Guo Jiakun, Berita China, Kebijakan Luar Negeri, Geopolitik, Hubungan Internasional, Laut China Selatan, Ketegangan Lintas Selat, Diplomasi, Perdagangan Global, Kementerian Luar Negeri, Factual Flow Live, Konferensi Pers Beijing, Politik Dunia, Pernyataan Pemerintah\n\n#China #Beijing #KementerianLuarNegeri #KonferensiPers #Diplomasi #BeritaChina #Geopolitik #PolitikDunia #HubunganInternasional #FactualFlow\n\n-------------------------------------------------------------------------\nFactual Flow menawarkan liputan komprehensif tentang urusan global dari perspektif yang unik dan tidak memihak. Di Factual Flow, kami menyelami inti dari perkembangan politik penting, isu-isu sosial, konflik, dan banyak lagi, menghadirkan kebenaran tanpa filter tentang masalah-masalah paling mendesak yang membentuk lanskap global kita.\n\n#FactualFlow #BeritaTerbaru #BeritaTerkini\n\nSaluran Factual Flow di YouTube dikelola oleh Dot Republic Media. Semua hak dilindungi undang-undang.\n\nBerlangganan saluran kami untuk semua pembaruan terbaru:    /", "post_id": "wZmLUypUGRA"}}, {"key": "@HippoAcademy", "attributes": {"label": "@HippoAcademy", "x": 927.5856307973311, "y": 299.4685565345965, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "won5ClMP_uU", "id": "@HippoAcademy", "source": "youtube-000001", "content": "PRABOWO BIKIN MALAYSIA PANIK! RUPIAH IHSG MELONJAK PESAT, SINGAPURA-MALAYSIA AUTO KETAR-KETIR!\n\nAkselerasi performa instrumen keuangan domestik dan penataan ketahanan sektor riil menjadi pilar utama Pemerintah Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi di kawasan Asia Tenggara. Pada perdagangan pertengahan Juni 2026, pasar modal nasional mencatatkan pertumbuhan impresif di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju positif hingga 5% pada sesi pertama. Lonjakan ini didorong oleh aksi korporasi penguatan aset serta konsolidasi strategis komitmen perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yang berjalan selaras dengan meredanya tensi geopolitik global antara Amerika Serikat dan Iran sehingga memicu kembalinya kepercayaan investor global ke pasar berkembang (*emerging markets*).\n\nResiliensi finansial ini diperkuat oleh penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, yang memicu penyesuaian portofolio para pelaku pasar valuta asing demi memitigasi risiko spekulatif. Di sisi lain, lompatan besar di sektor hulu ditunjukkan oleh capaian swasembada pangan terintegrasi dengan volume cadangan beras nasional yang stabil. Langkah kemandirian pangan dan energi ini secara langsung mengubah peta ketergantungan logistik regional, sekaligus mendorong analisis komparatif dan evaluasi rantai pasok dari negara-negara mitra dagang seperti Singapura dan Malaysia terkait pergeseran pusat gravitasi ekonomi di kawasan. Simak ulasan mendalam mengenai analisis pergerakan IHSG, strategi pengelolaan cadangan pangan nasional, serta dampaknya bagi ketahanan ekonomi makro Indonesia di Asia Tenggara dalam video ini sampai selesai!\n\n#PasarModal #PertumbuhanIHSG #SwasembadaPangan #KetahananEkonomi #IndonesiaMaju\n\nFollow Sosial Media Hippo Academy 👇👇\n🔴 TikTok : https://www.tiktok.com/\n🔴 Instagram : https://www.instagram.com/hippoacademy.id/\n🔴 Facebook : https://www.facebook.com/share/1CnW57ATMR/\n\n© Copyright Disclaimer under section 107 of the Copyright Act of 1976, allowance is made for \"fair use\" for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, education and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing.", "post_id": "won5ClMP_uU"}}, {"key": "hippoacademy.id/", "attributes": {"label": "hippoacademy.id/", "x": 619.8990118375888, "y": 495.54285944765985, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.2445, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "won5ClMP_uU", "id": "hippoacademy.id/", "source": "youtube-000001", "content": "PRABOWO BIKIN MALAYSIA PANIK! RUPIAH IHSG MELONJAK PESAT, SINGAPURA-MALAYSIA AUTO KETAR-KETIR!\n\nAkselerasi performa instrumen keuangan domestik dan penataan ketahanan sektor riil menjadi pilar utama Pemerintah Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi di kawasan Asia Tenggara. Pada perdagangan pertengahan Juni 2026, pasar modal nasional mencatatkan pertumbuhan impresif di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju positif hingga 5% pada sesi pertama. Lonjakan ini didorong oleh aksi korporasi penguatan aset serta konsolidasi strategis komitmen perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yang berjalan selaras dengan meredanya tensi geopolitik global antara Amerika Serikat dan Iran sehingga memicu kembalinya kepercayaan investor global ke pasar berkembang (*emerging markets*).\n\nResiliensi finansial ini diperkuat oleh penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, yang memicu penyesuaian portofolio para pelaku pasar valuta asing demi memitigasi risiko spekulatif. Di sisi lain, lompatan besar di sektor hulu ditunjukkan oleh capaian swasembada pangan terintegrasi dengan volume cadangan beras nasional yang stabil. Langkah kemandirian pangan dan energi ini secara langsung mengubah peta ketergantungan logistik regional, sekaligus mendorong analisis komparatif dan evaluasi rantai pasok dari negara-negara mitra dagang seperti Singapura dan Malaysia terkait pergeseran pusat gravitasi ekonomi di kawasan. Simak ulasan mendalam mengenai analisis pergerakan IHSG, strategi pengelolaan cadangan pangan nasional, serta dampaknya bagi ketahanan ekonomi makro Indonesia di Asia Tenggara dalam video ini sampai selesai!\n\n#PasarModal #PertumbuhanIHSG #SwasembadaPangan #KetahananEkonomi #IndonesiaMaju\n\nFollow Sosial Media Hippo Academy 👇👇\n🔴 TikTok : https://www.tiktok.com/\n🔴 Instagram : https://www.instagram.com/hippoacademy.id/\n🔴 Facebook : https://www.facebook.com/share/1CnW57ATMR/\n\n© Copyright Disclaimer under section 107 of the Copyright Act of 1976, allowance is made for \"fair use\" for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, education and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing.", "post_id": "won5ClMP_uU"}}, {"key": "@sb30official", "attributes": {"label": "@sb30official", "x": 329.0012224779523, "y": 563.7770837398291, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "aC0yWB79_PA", "id": "@sb30official", "source": "youtube-000001", "content": "Jangan Asal Menabung Uang Pensiun! Inilah 22 Jenis Investasi dari Grade S Terbaik Sampai D Berbahaya\n\nJangan Asal Menabung Uang Pensiun! Inilah 22 Jenis Investasi dari Grade S Terbaik Sampai D Berbahaya\n\nMAU UANG YANG GANTIAN BEKERJA UNTUK ANDA?\nJika Anda lelah hidup dikejar target, ingin punya pemasukan tetap saat tidur/libur, dan ingin mengamankan masa pensiun dengan arus kas Dollar (USD):\n\nBergabunglah di WhaleX F.I.R.E Offline Workshop (2 Hari Penuh di Jakarta):\n👉 Amankan Kursi Anda Sekarang: https://www.whalex.id/kelas/fire\n\n00:00 — Insecurity Calon Pensiunan & Aturan Main Ranking\n03:06 — Ranking Instrumen Perbankan & Surat Berharga Negara \n11:48 — Kupas Tuntas Saham Dividen Lokal vs Luar Negeri \n14:57 — Dilema Investasi Properti & Sektor Riil \n27:01 — Masa Depan Emas Fisik vs Aset Kripto & DeFi \n34:03 — Adu Argumen Geopolitik & Info Kelas Offline WHX\n---\nWA CHANNEL SB30 UNTUK KONTEN EKSKLUSIF:\nhttps://whatsapp.com/channel/0029Vb61...\nGABUNG MEMBER YOUTUBE SUCCESS BEFORE 30\n   /", "post_id": "aC0yWB79_PA"}}, {"key": "sb30official", "attributes": {"label": "sb30official", "x": 718.5630967269751, "y": 883.0526984531205, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "aC0yWB79_PA", "id": "sb30official", "source": "youtube-000001", "content": "Jangan Asal Menabung Uang Pensiun! Inilah 22 Jenis Investasi dari Grade S Terbaik Sampai D Berbahaya\n\nJangan Asal Menabung Uang Pensiun! Inilah 22 Jenis Investasi dari Grade S Terbaik Sampai D Berbahaya\n\nMAU UANG YANG GANTIAN BEKERJA UNTUK ANDA?\nJika Anda lelah hidup dikejar target, ingin punya pemasukan tetap saat tidur/libur, dan ingin mengamankan masa pensiun dengan arus kas Dollar (USD):\n\nBergabunglah di WhaleX F.I.R.E Offline Workshop (2 Hari Penuh di Jakarta):\n👉 Amankan Kursi Anda Sekarang: https://www.whalex.id/kelas/fire\n\n00:00 — Insecurity Calon Pensiunan & Aturan Main Ranking\n03:06 — Ranking Instrumen Perbankan & Surat Berharga Negara \n11:48 — Kupas Tuntas Saham Dividen Lokal vs Luar Negeri \n14:57 — Dilema Investasi Properti & Sektor Riil \n27:01 — Masa Depan Emas Fisik vs Aset Kripto & DeFi \n34:03 — Adu Argumen Geopolitik & Info Kelas Offline WHX\n---\nWA CHANNEL SB30 UNTUK KONTEN EKSKLUSIF:\nhttps://whatsapp.com/channel/0029Vb61...\nGABUNG MEMBER YOUTUBE SUCCESS BEFORE 30\n   /", "post_id": "aC0yWB79_PA"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "attributes": {"label": "@DRMNewsInternational", "x": 315.75675697193384, "y": 565.0174934493489, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 22, "degree": 22}, "_id": "W9f-UWBqI44", "id": "@DRMNewsInternational", "source": "youtube-000001", "content": "Pakistan, Tiongkok, dan Pemimpin Pertahanan Global Bahas Stabilitas Strategis di Shangri-La Dialo...\n\nPara pemimpin militer dan keamanan senior dari Pakistan, Tiongkok, Malaysia, Belanda, Korea Selatan, dan Komite Internasional Palang Merah membahas ancaman yang meningkat terhadap stabilitas strategis selama sesi khusus di Dialog Shangri-La di Singapura. Pembicaraan tersebut berfokus pada risiko nuklir, persaingan militer, manajemen krisis, konflik regional, pencegahan, dan dampak yang semakin besar dari teknologi baru terhadap keamanan global.\n\nSesi 1: MENGELOLA ANCAMAN TERHADAP STABILITAS STRATEGIS\nKetua: Dr. Daniel Salisbury, Senior Fellow untuk Pengendalian Senjata Nuklir, Non-Proliferasi dan Perlucutan Senjata, IISS-Asia\nMirjana Spoljaric, Presiden, Komite Internasional Palang Merah\nRaja Dato’ Nushirwan bin Zainal Abidin, Direktur Jenderal, Departemen Perdana Menteri, Dewan Keamanan Nasional, Malaysia\nMayor Jenderal Meng Xiangqing, Profesor; Anggota, Komite Nasional Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok, Universitas Pertahanan Nasional, Tentara Pembebasan Rakyat, Tiongkok\nLetnan Jenderal Nauman Zakria, Komandan Korps 1; Komandan, Komando Pasukan Roket Angkatan Darat, Angkatan Darat Pakistan\nJenderal Onno Eichelsheim, Kepala Pertahanan, Belanda\n\nDialog Shangri-La, Singapura, Angkatan Darat Pakistan, Letnan Jenderal Nauman Zakria, Tiongkok, Mayor Jenderal Meng Xiangqing, Korea Selatan, Belanda, Komite Palang Merah Internasional, stabilitas strategis, keamanan nuklir, keamanan global, pemimpin militer, KTT pertahanan, Indo-Pasifik, ketegangan geopolitik, pengendalian senjata, hubungan internasional, berita dunia, konferensi keamanan\n\nSiaran langsung dari Singapura: Menteri pertahanan dari berbagai negara berkumpul untuk sesi khusus di Dialog Shangri-La untuk membahas pengelolaan ancaman terhadap stabilitas strategis di tengah meningkatnya ketegangan global.\nLiputan langsung diskusi keamanan tingkat tinggi ini dengan DRM News.\n\nDialog Shangri-La, pertemuan menteri pertahanan, stabilitas strategis, forum keamanan Singapura, ancaman keamanan global, kebijakan pertahanan, risiko strategis internasional, Shangri-La 2026, forum pemimpin militer, keamanan Asia Pasifik, pembicaraan pertahanan multilateral, stabilitas global, pencegahan strategis, diplomasi pertahanan, KTT Singapura, hubungan internasional, tantangan keamanan, sesi menteri pertahanan\n\n#ShangriLaDialogue #StabilitasStrategis #MenteriPertahanan #KTTSingapura #KeamananGlobal #SiaranLangsungDariSingapura #KeamananAsia #KebijakanPertahanan #HubunganInternasional #RisikoStrategis #DRMNews #ShangriLa2026\n\nSIARAN LANGSUNG: Menteri Pertahanan Membahas Pengelolaan Ancaman terhadap Stabilitas Strategis di Dialog Shangri-La | AC1G\n\n----------------------------------------------------------\nSelamat datang di DRM News – sumber utama Anda untuk berita terkini dan analisis ahli tentang urusan global, dunia hiburan, olahraga, AI, pasar keuangan, dan banyak lagi. Kami percaya bahwa demokrasi mati dalam kegelapan, dan kami berkomitmen untuk memberi informasi dan mendidik Anda dengan pelaporan yang tidak bias dan berbasis fakta.\n\nDi DRM News, kami beroperasi secara independen, tanpa pengaruh dari perusahaan, pengiklan, atau pemerintah. Kami meliput berita-berita penting – bahkan yang dihindari orang lain – karena Anda berhak mendapatkan kebenaran.\n\nPunya ide cerita atau umpan balik yang berharga? 💡 Kirimkan email kepada kami di info\n\n—baik itu berupa informasi, opini Anda, atau topik yang ingin Anda lihat diliput.\n\n🔔 Berlangganan untuk pembaruan harian\n👍 Sukai, bagikan, dan beri komentar untuk bergabung dalam percakapan\n📢 Suara Anda penting – beri tahu kami pendapat Anda!\n\n#BeritaTerbaru #BeritaInternasional #AI #Olahraga #Hiburan #PasarKeuangan #DRMNews\n\nSaluran YouTube DRM News dikelola oleh Dot Republic Media, Semua Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.\n\nBerlangganan saluran kami untuk mendapatkan semua pembaruan terbaru: https://youtube.com/\n\nSukai Halaman Facebook kami: https://www.facebook.com/profile.php?...\n\nIkuti kami di Instagram:   / drmnews_", "post_id": "W9f-UWBqI44"}}, {"key": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "DRMNewsInternati...", "x": 40.48929912362909, "y": 87.25949460183313, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.3648, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 22, "out_degree": 0, "degree": 22}, "_id": "W9f-UWBqI44", "id": "DRMNewsInternati...", "source": "youtube-000001", "content": "Pakistan, Tiongkok, dan Pemimpin Pertahanan Global Bahas Stabilitas Strategis di Shangri-La Dialo...\n\nPara pemimpin militer dan keamanan senior dari Pakistan, Tiongkok, Malaysia, Belanda, Korea Selatan, dan Komite Internasional Palang Merah membahas ancaman yang meningkat terhadap stabilitas strategis selama sesi khusus di Dialog Shangri-La di Singapura. Pembicaraan tersebut berfokus pada risiko nuklir, persaingan militer, manajemen krisis, konflik regional, pencegahan, dan dampak yang semakin besar dari teknologi baru terhadap keamanan global.\n\nSesi 1: MENGELOLA ANCAMAN TERHADAP STABILITAS STRATEGIS\nKetua: Dr. Daniel Salisbury, Senior Fellow untuk Pengendalian Senjata Nuklir, Non-Proliferasi dan Perlucutan Senjata, IISS-Asia\nMirjana Spoljaric, Presiden, Komite Internasional Palang Merah\nRaja Dato’ Nushirwan bin Zainal Abidin, Direktur Jenderal, Departemen Perdana Menteri, Dewan Keamanan Nasional, Malaysia\nMayor Jenderal Meng Xiangqing, Profesor; Anggota, Komite Nasional Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok, Universitas Pertahanan Nasional, Tentara Pembebasan Rakyat, Tiongkok\nLetnan Jenderal Nauman Zakria, Komandan Korps 1; Komandan, Komando Pasukan Roket Angkatan Darat, Angkatan Darat Pakistan\nJenderal Onno Eichelsheim, Kepala Pertahanan, Belanda\n\nDialog Shangri-La, Singapura, Angkatan Darat Pakistan, Letnan Jenderal Nauman Zakria, Tiongkok, Mayor Jenderal Meng Xiangqing, Korea Selatan, Belanda, Komite Palang Merah Internasional, stabilitas strategis, keamanan nuklir, keamanan global, pemimpin militer, KTT pertahanan, Indo-Pasifik, ketegangan geopolitik, pengendalian senjata, hubungan internasional, berita dunia, konferensi keamanan\n\nSiaran langsung dari Singapura: Menteri pertahanan dari berbagai negara berkumpul untuk sesi khusus di Dialog Shangri-La untuk membahas pengelolaan ancaman terhadap stabilitas strategis di tengah meningkatnya ketegangan global.\nLiputan langsung diskusi keamanan tingkat tinggi ini dengan DRM News.\n\nDialog Shangri-La, pertemuan menteri pertahanan, stabilitas strategis, forum keamanan Singapura, ancaman keamanan global, kebijakan pertahanan, risiko strategis internasional, Shangri-La 2026, forum pemimpin militer, keamanan Asia Pasifik, pembicaraan pertahanan multilateral, stabilitas global, pencegahan strategis, diplomasi pertahanan, KTT Singapura, hubungan internasional, tantangan keamanan, sesi menteri pertahanan\n\n#ShangriLaDialogue #StabilitasStrategis #MenteriPertahanan #KTTSingapura #KeamananGlobal #SiaranLangsungDariSingapura #KeamananAsia #KebijakanPertahanan #HubunganInternasional #RisikoStrategis #DRMNews #ShangriLa2026\n\nSIARAN LANGSUNG: Menteri Pertahanan Membahas Pengelolaan Ancaman terhadap Stabilitas Strategis di Dialog Shangri-La | AC1G\n\n----------------------------------------------------------\nSelamat datang di DRM News – sumber utama Anda untuk berita terkini dan analisis ahli tentang urusan global, dunia hiburan, olahraga, AI, pasar keuangan, dan banyak lagi. Kami percaya bahwa demokrasi mati dalam kegelapan, dan kami berkomitmen untuk memberi informasi dan mendidik Anda dengan pelaporan yang tidak bias dan berbasis fakta.\n\nDi DRM News, kami beroperasi secara independen, tanpa pengaruh dari perusahaan, pengiklan, atau pemerintah. Kami meliput berita-berita penting – bahkan yang dihindari orang lain – karena Anda berhak mendapatkan kebenaran.\n\nPunya ide cerita atau umpan balik yang berharga? 💡 Kirimkan email kepada kami di info\n\n—baik itu berupa informasi, opini Anda, atau topik yang ingin Anda lihat diliput.\n\n🔔 Berlangganan untuk pembaruan harian\n👍 Sukai, bagikan, dan beri komentar untuk bergabung dalam percakapan\n📢 Suara Anda penting – beri tahu kami pendapat Anda!\n\n#BeritaTerbaru #BeritaInternasional #AI #Olahraga #Hiburan #PasarKeuangan #DRMNews\n\nSaluran YouTube DRM News dikelola oleh Dot Republic Media, Semua Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.\n\nBerlangganan saluran kami untuk mendapatkan semua pembaruan terbaru: https://youtube.com/\n\nSukai Halaman Facebook kami: https://www.facebook.com/profile.php?...\n\nIkuti kami di Instagram:   / drmnews_", "post_id": "W9f-UWBqI44"}}, {"key": "@kompascom", "attributes": {"label": "@kompascom", "x": 524.4211670551384, "y": 266.3314940566749, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ePTRhEoq_ho", "id": "@kompascom", "source": "youtube-000001", "content": "Anis Matta: Tatanan Dunia Lama sudah Mati, Peran Indonesia Strategis\n\nBergabunglah sebagai channel member kami untuk mendapatkan video-video eksklusif. Klik link berikut ini:\n   /   \n\nKesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran membuka harapan bagi stabilitas dunia pasca tutupnya Selat Hormuz.\n\nWakil Menteri Luar Negeri RI Khusus Bidang Urusan Dunia Islam, Anis Matta, membeberkan lanskap geopolitik yang menuju perubahan. Konflik yang terjadi antara Amerika Serikat-Israel dan Iran bukan lagi bersifat regional. Anis Matta juga berpendapat bahwa ini adalah bagian dari proses perubahan tatanan dunia yang dampaknya sudah terasa hari ini. \n\nSituasi di Timur Tengah memberi dampak besar hingga Asia Pasifik, mulai harga minyak dan kurs mata uang.\n\nDi tengah ketegangan, kesepakatan AS-Iran yang terjalin, bak menanti langit cerah dalam awan kelam konflik geopolitik. \n\nKemudian, bagaimana posisi Indonesia?\n\n#Naratama #AmirSodikin #AnisMatta #PerjanjianDamai #KonflikAmerikaIran #AmerikaIran\n \nEksekutif Produser: Oky Ivans\nProduser: Rima Rismania\nAsisten Produser: Putri Aulia\nKreatif: Adam Aulia Manzal Khan\nPenata Kamera: M. Rizki Fauzan, Frederikus Tuto K. Soromaking, Putri Dewi Nawang Wulan\nPenyunting Gambar: Bagus Wahyudi\n\n*****\n\nAgar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari seluruh Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas.com. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari Kompas.com. \n\nFollow kami di media sosial: \nFacebook:   / kompascom  \nInstagram:   / kompascom  \nTwitter:   / kompascom  \nTiktok:   / kompascom", "post_id": "ePTRhEoq_ho"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "attributes": {"label": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "x": 30.06374614993179, "y": 736.2575876268504, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "coJPPSyyerM", "id": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "BBM Bakal Turun?! Dampak Gila Buat Indonesia Jika Iran & AS Mendadak Damai!\n\nBBM Bakal Turun? Dampak Gila Buat Indonesia Jika Iran & AS Mendadak Damai! Apakah perdamaian permanen antara Iran dan Amerika Serikat benar-benar bisa menyelamatkan ekonomi Indonesia dari ancaman krisis energi dan lonjakan inflasi? \n\nDalam video analisis ekonomi global ini, kita akan membedah dampak masif dari pembukaan kembali Selat Hormuz jika resolusi damai antara Iran dan AS terealisasi secara permanen. Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak bumi global. Konflik geopolitik di wilayah ini selalu berhasil membuat harga minyak mentah dunia meroket dan mengancam stabilitas ekonomi dalam negeri.\n\nNamun, apa yang terjadi jika kedua negara ini mendadak damai? Bagi masyarakat Indonesia, keuntungan utamanya sangat nyata: stabilitas harga BBM dan tarif listrik, keamanan armada kapal tanker nasional seperti milik Pertamina, hingga pengurangan subsidi energi pada APBN kita. Dampak domonino ini tidak hanya memperkuat nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, tetapi juga menekan biaya impor bahan baku yang membuat harga bahan pokok di pasar tradisional tetap murah dan terjangkau.\n\nSaksikan juga analisis kritis mengenai sektor industri Indonesia mana yang paling cepat merasakan dampak positif ini. Mulai dari sektor logistik, sektor transportasi, hingga sektor manufaktur dan industri barang konsumsi (FMCG) yang siap melakukan ekspansi pasar ekspor secara masif karena penurunan biaya operasional.\n\nBagaimana pendapat Anda mengenai masa depan perdamaian Timur Tengah ini? Apakah stabilitas ekonomi Indonesia akan sepenuhnya aman? Tuliskan analisis kritis Anda di kolom komentar!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #IranASDamai #hargabbm  #ekonomiindonesia  #selathormuz  #SubsidiEnergi #geopolitik  #analisisekonomi  #beritahariini  #logistikindonesia  #pertamina  #RupiahMenguat #youtubenews \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "coJPPSyyerM"}}, {"key": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "koranjakarta...", "x": 472.63023147294126, "y": 175.0335300460133, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.2445, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "coJPPSyyerM", "id": "koranjakarta...", "source": "youtube-000001", "content": "BBM Bakal Turun?! Dampak Gila Buat Indonesia Jika Iran & AS Mendadak Damai!\n\nBBM Bakal Turun? Dampak Gila Buat Indonesia Jika Iran & AS Mendadak Damai! Apakah perdamaian permanen antara Iran dan Amerika Serikat benar-benar bisa menyelamatkan ekonomi Indonesia dari ancaman krisis energi dan lonjakan inflasi? \n\nDalam video analisis ekonomi global ini, kita akan membedah dampak masif dari pembukaan kembali Selat Hormuz jika resolusi damai antara Iran dan AS terealisasi secara permanen. Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak bumi global. Konflik geopolitik di wilayah ini selalu berhasil membuat harga minyak mentah dunia meroket dan mengancam stabilitas ekonomi dalam negeri.\n\nNamun, apa yang terjadi jika kedua negara ini mendadak damai? Bagi masyarakat Indonesia, keuntungan utamanya sangat nyata: stabilitas harga BBM dan tarif listrik, keamanan armada kapal tanker nasional seperti milik Pertamina, hingga pengurangan subsidi energi pada APBN kita. Dampak domonino ini tidak hanya memperkuat nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, tetapi juga menekan biaya impor bahan baku yang membuat harga bahan pokok di pasar tradisional tetap murah dan terjangkau.\n\nSaksikan juga analisis kritis mengenai sektor industri Indonesia mana yang paling cepat merasakan dampak positif ini. Mulai dari sektor logistik, sektor transportasi, hingga sektor manufaktur dan industri barang konsumsi (FMCG) yang siap melakukan ekspansi pasar ekspor secara masif karena penurunan biaya operasional.\n\nBagaimana pendapat Anda mengenai masa depan perdamaian Timur Tengah ini? Apakah stabilitas ekonomi Indonesia akan sepenuhnya aman? Tuliskan analisis kritis Anda di kolom komentar!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #IranASDamai #hargabbm  #ekonomiindonesia  #selathormuz  #SubsidiEnergi #geopolitik  #analisisekonomi  #beritahariini  #logistikindonesia  #pertamina  #RupiahMenguat #youtubenews \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "coJPPSyyerM"}}, {"key": "@VideoTribunPontianak", "attributes": {"label": "@VideoTribunPontianak", "x": 111.92482135020632, "y": 371.8787801168263, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "_AuCozXxeGE", "id": "@VideoTribunPontianak", "source": "youtube-000001", "content": "🔵 RUPIAH BAKAL PERKASA? PERRY WARJIYO BONGKAR ALASAN EKONOMI INDONESIA MAKIN KUAT\n\nKabar penting datang dari Bank Indonesia. Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan optimisme bahwa nilai tukar rupiah akan menguat dalam beberapa tahun ke depan.\n\nDalam rapat bersama Badan Anggaran DPR dan Menteri Keuangan, Perry memproyeksikan kurs rupiah berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar Amerika Serikat pada tahun 2027.\n\nApa yang membuat Bank Indonesia begitu optimistis?\n\nMenurut Perry Warjiyo, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan membaik seiring meredanya ketegangan geopolitik dunia. Selain itu, fundamental ekonomi Indonesia dinilai tetap kuat dan mampu menopang stabilitas nilai tukar rupiah.\n\nTak hanya itu, berbagai kebijakan pemerintah yang mendorong ekspor nasional juga diyakini akan memperkuat posisi rupiah di pasar keuangan global.\n\nBank Indonesia bersama pemerintah akan terus menjaga sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal guna memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga. Perry juga menegaskan komitmen BI untuk menjaga nilai tukar rupiah sekaligus menarik lebih banyak investasi asing masuk ke Indonesia.\n\nBenarkah rupiah akan semakin kuat pada 2027? Tulis pendapat Anda di kolom komentar dan jangan lupa subscribe untuk mendapatkan update ekonomi terbaru setiap hari.\n\n#rupiah #perrywarjiyo #bankindonesia #ekonomiindonesia #kursdollar #beritaterkini #ekonomi #investasi #liveupdate #trendingnews\n\nSimak berita selengkapnya di http://pontianak.tribunnews.com/\nSimak Video Viral lainnya    / tribunsingkawang1  \n\nProgram: live update\nHost: -\nOperator: Irwan\nSumber: Tribunnews\n\n‎Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLd...\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\nFollow us:\n\nInstagram:   / tribunpontianak  \nFacebook:   / tribunpontianakinteraktif  \nTwitter:   / tribunpontianak  \nTikTok: tiktok.com/\n\nTerima Kasih Telah Subscribe, Like, dan comment konten-konten menarik dari Kami.", "post_id": "_AuCozXxeGE"}}, {"key": "tribunpontianak", "attributes": {"label": "tribunpontianak", "x": 346.99681638549254, "y": 436.7064613200543, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "_AuCozXxeGE", "id": "tribunpontianak", "source": "youtube-000001", "content": "🔵 RUPIAH BAKAL PERKASA? PERRY WARJIYO BONGKAR ALASAN EKONOMI INDONESIA MAKIN KUAT\n\nKabar penting datang dari Bank Indonesia. Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan optimisme bahwa nilai tukar rupiah akan menguat dalam beberapa tahun ke depan.\n\nDalam rapat bersama Badan Anggaran DPR dan Menteri Keuangan, Perry memproyeksikan kurs rupiah berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar Amerika Serikat pada tahun 2027.\n\nApa yang membuat Bank Indonesia begitu optimistis?\n\nMenurut Perry Warjiyo, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan membaik seiring meredanya ketegangan geopolitik dunia. Selain itu, fundamental ekonomi Indonesia dinilai tetap kuat dan mampu menopang stabilitas nilai tukar rupiah.\n\nTak hanya itu, berbagai kebijakan pemerintah yang mendorong ekspor nasional juga diyakini akan memperkuat posisi rupiah di pasar keuangan global.\n\nBank Indonesia bersama pemerintah akan terus menjaga sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal guna memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga. Perry juga menegaskan komitmen BI untuk menjaga nilai tukar rupiah sekaligus menarik lebih banyak investasi asing masuk ke Indonesia.\n\nBenarkah rupiah akan semakin kuat pada 2027? Tulis pendapat Anda di kolom komentar dan jangan lupa subscribe untuk mendapatkan update ekonomi terbaru setiap hari.\n\n#rupiah #perrywarjiyo #bankindonesia #ekonomiindonesia #kursdollar #beritaterkini #ekonomi #investasi #liveupdate #trendingnews\n\nSimak berita selengkapnya di http://pontianak.tribunnews.com/\nSimak Video Viral lainnya    / tribunsingkawang1  \n\nProgram: live update\nHost: -\nOperator: Irwan\nSumber: Tribunnews\n\n‎Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLd...\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\nFollow us:\n\nInstagram:   / tribunpontianak  \nFacebook:   / tribunpontianakinteraktif  \nTwitter:   / tribunpontianak  \nTikTok: tiktok.com/\n\nTerima Kasih Telah Subscribe, Like, dan comment konten-konten menarik dari Kami.", "post_id": "_AuCozXxeGE"}}, {"key": "@NTVGlobalnews", "attributes": {"label": "@NTVGlobalnews", "x": 919.2281841314259, "y": 960.4485306565351, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "QOm7FQVsz3g", "id": "@NTVGlobalnews", "source": "youtube-000001", "content": "Pemilu Armenia 2026: Pashinyan Menang, Lonjakan Pro-Rusia | Pemilu Armenia | NTV Global\n\nPemilu Armenia 2026: Pashinyan Menang, Dukungan Pro-Rusia Meningkat | Pemilu Armenia | NTV Global\n\nHasil pemilu Armenia menjadi berita utama global karena Nikol Pashinyan menang sementara partai-partai pro-Rusia memperoleh suara yang kuat. Krisis politik Armenia semakin dalam karena pemilih tetap terpecah mengenai arah masa depan negara antara Eropa dan Rusia.\nDalam laporan khusus oleh NTV Global ini, kami menguraikan apa arti kemenangan Nikol Pashinyan bagi demokrasi Armenia, kebijakan luar negeri, dan stabilitas regional. Meskipun Pashinyan telah mengamankan masa jabatan lainnya, kinerja kuat partai-partai pro-Rusia menyoroti polarisasi politik yang semakin meningkat di Armenia. Pemilu ini mencerminkan sebuah negara di persimpangan jalan—menyeimbangkan hubungan historisnya dengan Moskow dan hubungannya yang berkembang dengan Uni Eropa.\nPentingnya geopolitik Armenia telah meningkat secara signifikan karena ketegangan di Kaukasus Selatan, terutama setelah konflik baru-baru ini yang melibatkan Azerbaijan dan pergeseran pengaruh Rusia di kawasan tersebut. Para analis berpendapat bahwa ketidakpuasan domestik, tekanan ekonomi, dan kekhawatiran keamanan memainkan peran kunci dalam membentuk perilaku pemilih.\n\nNTV Global meneliti bagaimana pemilihan ini dapat membentuk kembali hubungan Armenia-Rusia, hubungan Armenia-UE, dan dinamika kekuasaan yang lebih luas di kawasan Kaukasus. Akankah Pashinyan melanjutkan agenda reformasinya, atau akankah meningkatnya dukungan pro-Rusia mengubah jalur strategis negara tersebut?\nTetaplah bersama kami karena NTV Global akan memberikan liputan mendalam, analisis ahli, dan perspektif langsung tentang masa depan politik Armenia dan implikasinya secara global.\n\n#PemiluArmenia #Pashinyan #RusiaArmenia #PolitikKaukasus #Geopolitik #berita #ntvglobal #ntv\nTerima kasih telah menonton!!!\n\n🔔 Berlangganan NTV Global untuk lebih banyak film dokumenter mendalam tentang infrastruktur global, lingkungan, dan transformasi geopolitik.\n\n📌 Jangan lupa untuk menyukai, berkomentar, dan berbagi pendapat Anda tentang pembangunan vs. warisan. Untuk Berlangganan, klik tautan ini:    /   \nSilakan aktifkan Lonceng Notifikasi 🔔!", "post_id": "QOm7FQVsz3g"}}, {"key": "ntvglobalnews", "attributes": {"label": "ntvglobalnews", "x": 213.7405922270754, "y": 983.261532626391, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.5533, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "QOm7FQVsz3g", "id": "ntvglobalnews", "source": "youtube-000001", "content": "Pemilu Armenia 2026: Pashinyan Menang, Lonjakan Pro-Rusia | Pemilu Armenia | NTV Global\n\nPemilu Armenia 2026: Pashinyan Menang, Dukungan Pro-Rusia Meningkat | Pemilu Armenia | NTV Global\n\nHasil pemilu Armenia menjadi berita utama global karena Nikol Pashinyan menang sementara partai-partai pro-Rusia memperoleh suara yang kuat. Krisis politik Armenia semakin dalam karena pemilih tetap terpecah mengenai arah masa depan negara antara Eropa dan Rusia.\nDalam laporan khusus oleh NTV Global ini, kami menguraikan apa arti kemenangan Nikol Pashinyan bagi demokrasi Armenia, kebijakan luar negeri, dan stabilitas regional. Meskipun Pashinyan telah mengamankan masa jabatan lainnya, kinerja kuat partai-partai pro-Rusia menyoroti polarisasi politik yang semakin meningkat di Armenia. Pemilu ini mencerminkan sebuah negara di persimpangan jalan—menyeimbangkan hubungan historisnya dengan Moskow dan hubungannya yang berkembang dengan Uni Eropa.\nPentingnya geopolitik Armenia telah meningkat secara signifikan karena ketegangan di Kaukasus Selatan, terutama setelah konflik baru-baru ini yang melibatkan Azerbaijan dan pergeseran pengaruh Rusia di kawasan tersebut. Para analis berpendapat bahwa ketidakpuasan domestik, tekanan ekonomi, dan kekhawatiran keamanan memainkan peran kunci dalam membentuk perilaku pemilih.\n\nNTV Global meneliti bagaimana pemilihan ini dapat membentuk kembali hubungan Armenia-Rusia, hubungan Armenia-UE, dan dinamika kekuasaan yang lebih luas di kawasan Kaukasus. Akankah Pashinyan melanjutkan agenda reformasinya, atau akankah meningkatnya dukungan pro-Rusia mengubah jalur strategis negara tersebut?\nTetaplah bersama kami karena NTV Global akan memberikan liputan mendalam, analisis ahli, dan perspektif langsung tentang masa depan politik Armenia dan implikasinya secara global.\n\n#PemiluArmenia #Pashinyan #RusiaArmenia #PolitikKaukasus #Geopolitik #berita #ntvglobal #ntv\nTerima kasih telah menonton!!!\n\n🔔 Berlangganan NTV Global untuk lebih banyak film dokumenter mendalam tentang infrastruktur global, lingkungan, dan transformasi geopolitik.\n\n📌 Jangan lupa untuk menyukai, berkomentar, dan berbagi pendapat Anda tentang pembangunan vs. warisan. Untuk Berlangganan, klik tautan ini:    /   \nSilakan aktifkan Lonceng Notifikasi 🔔!", "post_id": "QOm7FQVsz3g"}}, {"key": "@ETNow", "attributes": {"label": "@ETNow", "x": 747.6852546128956, "y": 571.7882764391723, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "bbabACaPxX4", "id": "@ETNow", "source": "youtube-000001", "content": "PNB Menargetkan Aliran Dana NRI sebesar $2,5 Miliar Setelah Kebijakan Besar FCNR dari RBI | Ashok...\n\nJendela deposito FCNR(B) khusus RBI menciptakan antusiasme baru di kalangan bank dan NRI (Non-Resident Indian). Dalam wawancara eksklusif ini, Direktur Utama & CEO PNB, Ashok Chandra, menjelaskan mengapa bank tersebut mengharapkan untuk memobilisasi hampir $2,5 miliar dalam deposito FCNR dan bagaimana langkah ini dapat memperkuat profitabilitas, meningkatkan margin, dan menyediakan pendanaan jangka panjang yang stabil.\n\nDiskusi ini juga mencakup prospek NIM (Net Interest Margin), pertumbuhan deposito, permintaan kredit, tren pinjaman UMKM, risiko geopolitik, kesiapan ECL (Executive Closure), dan masa depan sektor perbankan India. Jika Anda seorang NRI, investor, bankir, atau penggemar pasar saham, percakapan ini menawarkan wawasan berharga tentang salah satu perkembangan perbankan terbesar di FY27.\n\nKendalikan uang Anda dengan kondisi ekonomi saat ini.\n\n#etnow #beritabisnis #fcnr #nri #pnb #rbi #sahamperbankan #bankindia #pasarsahamindia #depositonri\n\nSaluran YouTube -    /   \n\nBerlangganan ET Now untuk mendapatkan pembaruan terbaru tentang berita pasar saham, berita bisnis, berita perusahaan, IPO & lainnya | https://bit.ly/SubscribeToETNow\n\nBerlangganan Sekarang ke Saluran Jaringan Kami :-\nET Now Swadesh:    / etnowswadesh  \nTimes Now: http://goo.gl/U9ibPb\n\nTautan Media Sosial :-\nTwitter - http://goo.gl/hA0vDt\nFacebook - http://goo.gl/5Lr4mC\n\nSitus web - https://www.etnownews.com\nUnduh Aplikasi kami untuk Berita Terkini: https://tinyurl.com/4y6e3u2e\n\nIkuti kami di Google News untuk pembaruan terbaru\nET Now: https://news.google.com/publications/...\nTimes Now Navbharat: https://bit.ly/3zDaKJo \nTimes Now : https://bit.ly/3CyrrYg\nZoom: https://bit.ly/3CEK0dv", "post_id": "bbabACaPxX4"}}, {"key": "etnow", "attributes": {"label": "etnow", "x": 114.26769849776552, "y": 223.82272273895964, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.9219, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "bbabACaPxX4", "id": "etnow", "source": "youtube-000001", "content": "PNB Menargetkan Aliran Dana NRI sebesar $2,5 Miliar Setelah Kebijakan Besar FCNR dari RBI | Ashok...\n\nJendela deposito FCNR(B) khusus RBI menciptakan antusiasme baru di kalangan bank dan NRI (Non-Resident Indian). Dalam wawancara eksklusif ini, Direktur Utama & CEO PNB, Ashok Chandra, menjelaskan mengapa bank tersebut mengharapkan untuk memobilisasi hampir $2,5 miliar dalam deposito FCNR dan bagaimana langkah ini dapat memperkuat profitabilitas, meningkatkan margin, dan menyediakan pendanaan jangka panjang yang stabil.\n\nDiskusi ini juga mencakup prospek NIM (Net Interest Margin), pertumbuhan deposito, permintaan kredit, tren pinjaman UMKM, risiko geopolitik, kesiapan ECL (Executive Closure), dan masa depan sektor perbankan India. Jika Anda seorang NRI, investor, bankir, atau penggemar pasar saham, percakapan ini menawarkan wawasan berharga tentang salah satu perkembangan perbankan terbesar di FY27.\n\nKendalikan uang Anda dengan kondisi ekonomi saat ini.\n\n#etnow #beritabisnis #fcnr #nri #pnb #rbi #sahamperbankan #bankindia #pasarsahamindia #depositonri\n\nSaluran YouTube -    /   \n\nBerlangganan ET Now untuk mendapatkan pembaruan terbaru tentang berita pasar saham, berita bisnis, berita perusahaan, IPO & lainnya | https://bit.ly/SubscribeToETNow\n\nBerlangganan Sekarang ke Saluran Jaringan Kami :-\nET Now Swadesh:    / etnowswadesh  \nTimes Now: http://goo.gl/U9ibPb\n\nTautan Media Sosial :-\nTwitter - http://goo.gl/hA0vDt\nFacebook - http://goo.gl/5Lr4mC\n\nSitus web - https://www.etnownews.com\nUnduh Aplikasi kami untuk Berita Terkini: https://tinyurl.com/4y6e3u2e\n\nIkuti kami di Google News untuk pembaruan terbaru\nET Now: https://news.google.com/publications/...\nTimes Now Navbharat: https://bit.ly/3zDaKJo \nTimes Now : https://bit.ly/3CyrrYg\nZoom: https://bit.ly/3CEK0dv", "post_id": "bbabACaPxX4"}}, {"key": "@OfficialiNews", "attributes": {"label": "@OfficialiNews", "x": 557.6036919260146, "y": 756.3243818214605, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "IksNp7Ig8wQ", "id": "@OfficialiNews", "source": "youtube-000001", "content": "Iran Dilarang Punya Senjata Nuklir, Guru Besar Geopolitik Siti Mutiah Bongkar Risiko Negosiasi\n\nKetegangan terkait program nuklir Iran kembali menjadi sorotan dunia. Guru Besar Geopolitik UGM Siti Mutiah Setiawati, mengingatkan bahwa perundingan nuklir antara Iran dan negara-negara Barat berpotensi mengalami kegagalan apabila tidak ditemukan titik temu dalam waktu dekat.\n\nMenurut Siti Mutiah, larangan terhadap Iran untuk memiliki senjata nuklir menjadi salah satu isu paling sensitif dalam negosiasi yang sedang berlangsung. Jika perundingan menemui jalan buntu, dampaknya tidak hanya dirasakan kawasan Timur Tengah, tetapi juga berpotensi memengaruhi stabilitas politik dan keamanan global.\n\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\n\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\n#Iran #NuklirIran #SenjataNuklir #Geopolitik #SitiMutiahSetiawati #PerundinganNuklir #TimurTengah #AmerikaSerikat #IranVsAS #KonflikTimurTengah #BeritaDunia #PolitikInternasional #GeopolitikDunia #IranNuclear #WorldNews #InternationalNews #KrisisGlobal #KeteganganIran #NuclearDeal #IranNews #iNews #BeritaTerkini #BreakingNews #BeritaHariIni #BeritaNasional #BeritaIndonesia #BeritaDunia #TerlengkapTercepatTerpercaya", "post_id": "IksNp7Ig8wQ"}}, {"key": "officialinews", "attributes": {"label": "officialinews", "x": 111.33091619636792, "y": 872.8650803705905, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.5533, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 7, "out_degree": 0, "degree": 7}, "_id": "IksNp7Ig8wQ", "id": "officialinews", "source": "youtube-000001", "content": "Iran Dilarang Punya Senjata Nuklir, Guru Besar Geopolitik Siti Mutiah Bongkar Risiko Negosiasi\n\nKetegangan terkait program nuklir Iran kembali menjadi sorotan dunia. Guru Besar Geopolitik UGM Siti Mutiah Setiawati, mengingatkan bahwa perundingan nuklir antara Iran dan negara-negara Barat berpotensi mengalami kegagalan apabila tidak ditemukan titik temu dalam waktu dekat.\n\nMenurut Siti Mutiah, larangan terhadap Iran untuk memiliki senjata nuklir menjadi salah satu isu paling sensitif dalam negosiasi yang sedang berlangsung. Jika perundingan menemui jalan buntu, dampaknya tidak hanya dirasakan kawasan Timur Tengah, tetapi juga berpotensi memengaruhi stabilitas politik dan keamanan global.\n\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\n\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\n#Iran #NuklirIran #SenjataNuklir #Geopolitik #SitiMutiahSetiawati #PerundinganNuklir #TimurTengah #AmerikaSerikat #IranVsAS #KonflikTimurTengah #BeritaDunia #PolitikInternasional #GeopolitikDunia #IranNuclear #WorldNews #InternationalNews #KrisisGlobal #KeteganganIran #NuclearDeal #IranNews #iNews #BeritaTerkini #BreakingNews #BeritaHariIni #BeritaNasional #BeritaIndonesia #BeritaDunia #TerlengkapTercepatTerpercaya", "post_id": "IksNp7Ig8wQ"}}, {"key": "@longgamewithleonge", "attributes": {"label": "@longgamewithleonge", "x": 279.3373439706938, "y": 614.4750671100248, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "kniuTE5m_Bw", "id": "@longgamewithleonge", "source": "youtube-000001", "content": "Seorang Ilmuwan Politik dari Cambridge: Akankah Vietnam Menjadi Macan Asia Berikutnya?\n\nTu Minh Tri kembali untuk diskusi geopolitik yang blak-blakan tentang keseimbangan yang rapuh di Vietnam, mitos \"China berikutnya,\" dan krisis energi yang mengancam Asia Tenggara.\n\n🎙️Tentang Tamu: Tu Minh Tri\nTu Minh Tri adalah penduduk asli Saigon dan seorang ilmuwan politik terlatih, memegang gelar dari Universitas Cambridge dan LSE. Ia telah bekerja di lembaga think tank dan konsultan manajemen di seluruh Inggris dan saat ini merupakan peneliti di Universitas RMIT Vietnam, yang berfokus pada kebijakan keberlanjutan dan skema perdagangan emisi. Sebagai seorang sarjana Gen-Z, ia membawa perspektif yang tajam, pragmatis, dan berpendidikan tinggi terhadap pergeseran geopolitik paling mendesak di zaman kita.\n\n🎙️Tentang Pembawa Acara: Leon Ge\nLeon Ge adalah mantan karyawan Google, pendiri, investor, dan pemikir sistem industri yang bekerja di China, Eropa, dan Asia Tenggara. Ia berfokus pada material, manufaktur, rantai pasokan, dan pergeseran geopolitik yang membentuk kembali ekonomi riil. Ia juga pendiri dan CEO Tocco, di mana ia sedang membangun platform intelijen industri.\n\nDalam episode ini, kita membahas:\nKeseimbangan Vietnam sebagai \"kekuatan menengah\" dan mengapa negara-negara adidaya global seperti AS, Tiongkok, dan Rusia secara aktif bersaing untuk mendapatkan loyalitasnya.\nIlusi yang terlalu optimis: Mengapa Vietnam kemungkinan besar tidak akan menjadi Macan Asia berikutnya atau Tiongkok berikutnya.\nBom waktu demografis: Mengapa angka kelahiran Vietnam yang menurun berarti negara ini berisiko menua sebelum menjadi kaya.\nMengapa Investasi Langsung Asing (FDI) yang memecahkan rekor tidak cukup tanpa infrastruktur internal dan transfer teknologi untuk menangkap nilai riil.\nKontras Asia Tenggara: Mengapa Vietnam unggul dari Thailand dan Filipina karena stabilitas politiknya yang tangguh.\nKrisis tenaga kerja tersembunyi: Mengapa kaum muda Vietnam yang berpendidikan menghindari pekerjaan manufaktur, dan apa artinya bagi masa depan industri negara tersebut.\nGuncangan energi global yang akan datang yang berasal dari Selat Hormuz, dan mengapa kurangnya jaringan energi terintegrasi ASEAN membuatnya sama sekali tidak siap.\n\n\n--- Ikuti Leon di:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / leon.podcast  \nTikTok:   / leon.thoughts  \nLinkedin:   / meetleon  \nSubstack: https://longgamewithleonge.substack.com\n\nLihat Konsultasi Industri Eksklusif Leon untuk China & Vietnam https://tocco.agency/\n\n#Vietnam #china #USA #pertumbuhanekonomi #geopolitik #chinaplusone #makroekonomi #fdi", "post_id": "kniuTE5m_Bw"}}, {"key": "longgamewithleonge", "attributes": {"label": "longgamewithleonge", "x": 119.10207243912596, "y": 257.3474994514576, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "kniuTE5m_Bw", "id": "longgamewithleonge", "source": "youtube-000001", "content": "Seorang Ilmuwan Politik dari Cambridge: Akankah Vietnam Menjadi Macan Asia Berikutnya?\n\nTu Minh Tri kembali untuk diskusi geopolitik yang blak-blakan tentang keseimbangan yang rapuh di Vietnam, mitos \"China berikutnya,\" dan krisis energi yang mengancam Asia Tenggara.\n\n🎙️Tentang Tamu: Tu Minh Tri\nTu Minh Tri adalah penduduk asli Saigon dan seorang ilmuwan politik terlatih, memegang gelar dari Universitas Cambridge dan LSE. Ia telah bekerja di lembaga think tank dan konsultan manajemen di seluruh Inggris dan saat ini merupakan peneliti di Universitas RMIT Vietnam, yang berfokus pada kebijakan keberlanjutan dan skema perdagangan emisi. Sebagai seorang sarjana Gen-Z, ia membawa perspektif yang tajam, pragmatis, dan berpendidikan tinggi terhadap pergeseran geopolitik paling mendesak di zaman kita.\n\n🎙️Tentang Pembawa Acara: Leon Ge\nLeon Ge adalah mantan karyawan Google, pendiri, investor, dan pemikir sistem industri yang bekerja di China, Eropa, dan Asia Tenggara. Ia berfokus pada material, manufaktur, rantai pasokan, dan pergeseran geopolitik yang membentuk kembali ekonomi riil. Ia juga pendiri dan CEO Tocco, di mana ia sedang membangun platform intelijen industri.\n\nDalam episode ini, kita membahas:\nKeseimbangan Vietnam sebagai \"kekuatan menengah\" dan mengapa negara-negara adidaya global seperti AS, Tiongkok, dan Rusia secara aktif bersaing untuk mendapatkan loyalitasnya.\nIlusi yang terlalu optimis: Mengapa Vietnam kemungkinan besar tidak akan menjadi Macan Asia berikutnya atau Tiongkok berikutnya.\nBom waktu demografis: Mengapa angka kelahiran Vietnam yang menurun berarti negara ini berisiko menua sebelum menjadi kaya.\nMengapa Investasi Langsung Asing (FDI) yang memecahkan rekor tidak cukup tanpa infrastruktur internal dan transfer teknologi untuk menangkap nilai riil.\nKontras Asia Tenggara: Mengapa Vietnam unggul dari Thailand dan Filipina karena stabilitas politiknya yang tangguh.\nKrisis tenaga kerja tersembunyi: Mengapa kaum muda Vietnam yang berpendidikan menghindari pekerjaan manufaktur, dan apa artinya bagi masa depan industri negara tersebut.\nGuncangan energi global yang akan datang yang berasal dari Selat Hormuz, dan mengapa kurangnya jaringan energi terintegrasi ASEAN membuatnya sama sekali tidak siap.\n\n\n--- Ikuti Leon di:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / leon.podcast  \nTikTok:   / leon.thoughts  \nLinkedin:   / meetleon  \nSubstack: https://longgamewithleonge.substack.com\n\nLihat Konsultasi Industri Eksklusif Leon untuk China & Vietnam https://tocco.agency/\n\n#Vietnam #china #USA #pertumbuhanekonomi #geopolitik #chinaplusone #makroekonomi #fdi", "post_id": "kniuTE5m_Bw"}}, {"key": "@inconnectnews", "attributes": {"label": "@inconnectnews", "x": 0.4235895742947804, "y": 723.1561336686173, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 15, "degree": 15}, "_id": "S3Ff9pHGzpY", "id": "@inconnectnews", "source": "youtube-000001", "content": "Akankah India Melewati Selat Hormuz dengan Pipa Bawah Laut Ini? | Berita Terbaru | Ekonomi India\n\nAkankah India Melewati Selat Hormuz dengan Pipa Bawah Laut Ini?\n\nIndia mungkin sedang mempersiapkan salah satu langkah energi terbesar dalam sejarah modern—pipa gas bawah laut sepanjang 1.500 KM dari Oman ke Gujarat yang dapat melewati Selat Hormuz yang rawan konflik dan membentuk kembali jalur energi global. Dengan nilai hampir ₹40.000 crore ($4,7 miliar), proyek MEIDP yang diusulkan dapat mengirimkan 31 juta meter kubik gas per hari, meningkatkan keamanan energi India di tengah meningkatnya ketegangan di Asia Barat. Apakah ini langkah geopolitik terbesar PM Modi hingga saat ini? Mungkinkah India sedang menulis ulang masa depan rantai pasokan LNG global? Bagaimana ini akan meningkatkan perekonomian India? Saksikan pembaruan pertahanan Inconnect News ini untuk detail lebih lanjut!\n\n#India #EkonomiIndia #PMModi #Modi #IndiaOman #KeamananEnergi #SelatHormuz #LNG #LPG #ImporMinyak #GasAlam #ImporLNG #ImporLPG #BeritaPertahanan #BeritaIndia #EnergiGlobal #BeritaTerbaru #Pertahanan #Geopolitik #berita #urusanterkini #urusandunia #beritadunia\n\nMengapa Pipa Gas Oman-India Merupakan Pengubah Permainan |\n\nIndia mungkin berada di ambang transformasi energi bersejarah karena proyek Pipa Gas India-Oman yang besar dapat membentuk kembali rute perdagangan global dan melewati titik hambatan Selat Hormuz, menandai pergeseran penting dalam geopolitik regional dan strategi energi. Inisiatif keamanan energi India ini menyoroti potensi pengalihan Selat Hormuz melalui pipa gas Oman-India dan pipa Oman-Gujarat, memperkuat keamanan energi India di tengah meningkatnya krisis energi India dan ketidakpastian global.\n\nBerita ini digambarkan sebagai berita terkini dan berita dunia dalam pemberitaan terbaru, dengan laporan berita India menunjukkan implikasi besar bagi impor LPG India, strategi pipa minyak, kekhawatiran akan kekurangan LPG di India, dan stabilitas ekonomi India secara lebih luas. Analis pertahanan dan geopolitik yang dikutip dalam News and Inconnect News Insights mencatat bahwa Modi dan para pembuat kebijakan India sedang menjajaki solusi jangka panjang untuk keamanan energi sambil mengatasi tantangan strategis tingkat UPSC yang dihadapi infrastruktur India dan rantai pasokan global.\n\nSecara keseluruhan, visi Pipa India-Oman ini menempatkan India di pusat geopolitik energi global, memperkuat peran India dalam narasi berita dunia dan membentuk masa depan keamanan energi dan ketahanan ekonomi India. Para ahli juga menyarankan bahwa pipa gas Oman-India dapat mendefinisikan kembali konektivitas strategis di seluruh Asia Barat, mengurangi ketergantungan pada koridor maritim yang rentan sambil meningkatkan perencanaan energi jangka panjang dan mendukung pertumbuhan infrastruktur yang selaras dengan ekspansi ekonomi India dan tujuan diversifikasi energi.\n\nAnalisis selama berminggu-minggu di Inconnect News Insights dan diskusi berorientasi UPSC menggarisbawahi bagaimana India, di bawah kepemimpinan Modi, memprioritaskan kesiapan Pertahanan, jalur energi global, dan ketahanan terhadap guncangan pasokan yang terkait dengan gangguan Selat Hormuz dan ketegangan geopolitik yang lebih luas.\n\nDengan momentum berita terkini yang terus meningkat, kisah Pipa India-Oman ini terus mendominasi berita utama dunia sebagai pergeseran penting dalam strategi keamanan energi untuk kepentingan nasional India dan dampak pasar global. Saksikan Inconnect News Insights dan berita terbaru tentang Pertahanan dan Geopolitik.\n\nBerikut beberapa pertanyaan, tinggalkan komentar dan sampaikan pendapat Anda:\nApakah India akan selamanya melewati Selat Hormuz?\n\nBisakah pipa bawah laut sepanjang 1.500 KM benar-benar mengubah jalur energi global?\n\nApakah ini langkah besar PM Modi di bidang energi?\n\nAkankah Oman menjadi gerbang energi utama India?\n\nBisakah India mewujudkan proyek pipa mega terdalam di dunia?\n\n#india #berita #beritainggris #beritaterbaru #updateberita #beritaterkini #beritaterkini #beritaterkini #beritaterkini #beritaterkini #inconnectnews\n\nTerhubung dengan kami:\nDi Youtube: https://www.youtube.com/\nDi Instagram: \nDi Twitter: \nDi Facebook:   / inconnectnewsofficial  \nDi Linkedin:   / inconnectnews  \n\nSelamat datang di Inconnectnews, tempat berita bertemu dengan hiburan! Kami menghadirkan pembaruan audio-visual harian tentang Berita & peristiwa terkini. Bergabunglah dengan kami saat kami menjelajahi dunia dan menghadirkan berita terbaru dari seluruh India, Kawasan Samudra Hindia, Indo Pasifik, dan sekitarnya!", "post_id": "S3Ff9pHGzpY"}}, {"key": "inconnectnew...", "attributes": {"label": "inconnectnew...", "x": 546.8463145928803, "y": 122.84422516639526, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.4058, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "S3Ff9pHGzpY", "id": "inconnectnew...", "source": "youtube-000001", "content": "Akankah India Melewati Selat Hormuz dengan Pipa Bawah Laut Ini? | Berita Terbaru | Ekonomi India\n\nAkankah India Melewati Selat Hormuz dengan Pipa Bawah Laut Ini?\n\nIndia mungkin sedang mempersiapkan salah satu langkah energi terbesar dalam sejarah modern—pipa gas bawah laut sepanjang 1.500 KM dari Oman ke Gujarat yang dapat melewati Selat Hormuz yang rawan konflik dan membentuk kembali jalur energi global. Dengan nilai hampir ₹40.000 crore ($4,7 miliar), proyek MEIDP yang diusulkan dapat mengirimkan 31 juta meter kubik gas per hari, meningkatkan keamanan energi India di tengah meningkatnya ketegangan di Asia Barat. Apakah ini langkah geopolitik terbesar PM Modi hingga saat ini? Mungkinkah India sedang menulis ulang masa depan rantai pasokan LNG global? Bagaimana ini akan meningkatkan perekonomian India? Saksikan pembaruan pertahanan Inconnect News ini untuk detail lebih lanjut!\n\n#India #EkonomiIndia #PMModi #Modi #IndiaOman #KeamananEnergi #SelatHormuz #LNG #LPG #ImporMinyak #GasAlam #ImporLNG #ImporLPG #BeritaPertahanan #BeritaIndia #EnergiGlobal #BeritaTerbaru #Pertahanan #Geopolitik #berita #urusanterkini #urusandunia #beritadunia\n\nMengapa Pipa Gas Oman-India Merupakan Pengubah Permainan |\n\nIndia mungkin berada di ambang transformasi energi bersejarah karena proyek Pipa Gas India-Oman yang besar dapat membentuk kembali rute perdagangan global dan melewati titik hambatan Selat Hormuz, menandai pergeseran penting dalam geopolitik regional dan strategi energi. Inisiatif keamanan energi India ini menyoroti potensi pengalihan Selat Hormuz melalui pipa gas Oman-India dan pipa Oman-Gujarat, memperkuat keamanan energi India di tengah meningkatnya krisis energi India dan ketidakpastian global.\n\nBerita ini digambarkan sebagai berita terkini dan berita dunia dalam pemberitaan terbaru, dengan laporan berita India menunjukkan implikasi besar bagi impor LPG India, strategi pipa minyak, kekhawatiran akan kekurangan LPG di India, dan stabilitas ekonomi India secara lebih luas. Analis pertahanan dan geopolitik yang dikutip dalam News and Inconnect News Insights mencatat bahwa Modi dan para pembuat kebijakan India sedang menjajaki solusi jangka panjang untuk keamanan energi sambil mengatasi tantangan strategis tingkat UPSC yang dihadapi infrastruktur India dan rantai pasokan global.\n\nSecara keseluruhan, visi Pipa India-Oman ini menempatkan India di pusat geopolitik energi global, memperkuat peran India dalam narasi berita dunia dan membentuk masa depan keamanan energi dan ketahanan ekonomi India. Para ahli juga menyarankan bahwa pipa gas Oman-India dapat mendefinisikan kembali konektivitas strategis di seluruh Asia Barat, mengurangi ketergantungan pada koridor maritim yang rentan sambil meningkatkan perencanaan energi jangka panjang dan mendukung pertumbuhan infrastruktur yang selaras dengan ekspansi ekonomi India dan tujuan diversifikasi energi.\n\nAnalisis selama berminggu-minggu di Inconnect News Insights dan diskusi berorientasi UPSC menggarisbawahi bagaimana India, di bawah kepemimpinan Modi, memprioritaskan kesiapan Pertahanan, jalur energi global, dan ketahanan terhadap guncangan pasokan yang terkait dengan gangguan Selat Hormuz dan ketegangan geopolitik yang lebih luas.\n\nDengan momentum berita terkini yang terus meningkat, kisah Pipa India-Oman ini terus mendominasi berita utama dunia sebagai pergeseran penting dalam strategi keamanan energi untuk kepentingan nasional India dan dampak pasar global. Saksikan Inconnect News Insights dan berita terbaru tentang Pertahanan dan Geopolitik.\n\nBerikut beberapa pertanyaan, tinggalkan komentar dan sampaikan pendapat Anda:\nApakah India akan selamanya melewati Selat Hormuz?\n\nBisakah pipa bawah laut sepanjang 1.500 KM benar-benar mengubah jalur energi global?\n\nApakah ini langkah besar PM Modi di bidang energi?\n\nAkankah Oman menjadi gerbang energi utama India?\n\nBisakah India mewujudkan proyek pipa mega terdalam di dunia?\n\n#india #berita #beritainggris #beritaterbaru #updateberita #beritaterkini #beritaterkini #beritaterkini #beritaterkini #beritaterkini #inconnectnews\n\nTerhubung dengan kami:\nDi Youtube: https://www.youtube.com/\nDi Instagram: \nDi Twitter: \nDi Facebook:   / inconnectnewsofficial  \nDi Linkedin:   / inconnectnews  \n\nSelamat datang di Inconnectnews, tempat berita bertemu dengan hiburan! Kami menghadirkan pembaruan audio-visual harian tentang Berita & peristiwa terkini. Bergabunglah dengan kami saat kami menjelajahi dunia dan menghadirkan berita terbaru dari seluruh India, Kawasan Samudra Hindia, Indo Pasifik, dan sekitarnya!", "post_id": "S3Ff9pHGzpY"}}, {"key": "inconnectnews", "attributes": {"label": "inconnectnews", "x": 728.6160685617332, "y": 519.2348714868747, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.4058, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 10, "out_degree": 0, "degree": 10}, "_id": "S3Ff9pHGzpY", "id": "inconnectnews", "source": "youtube-000001", "content": "Akankah India Melewati Selat Hormuz dengan Pipa Bawah Laut Ini? | Berita Terbaru | Ekonomi India\n\nAkankah India Melewati Selat Hormuz dengan Pipa Bawah Laut Ini?\n\nIndia mungkin sedang mempersiapkan salah satu langkah energi terbesar dalam sejarah modern—pipa gas bawah laut sepanjang 1.500 KM dari Oman ke Gujarat yang dapat melewati Selat Hormuz yang rawan konflik dan membentuk kembali jalur energi global. Dengan nilai hampir ₹40.000 crore ($4,7 miliar), proyek MEIDP yang diusulkan dapat mengirimkan 31 juta meter kubik gas per hari, meningkatkan keamanan energi India di tengah meningkatnya ketegangan di Asia Barat. Apakah ini langkah geopolitik terbesar PM Modi hingga saat ini? Mungkinkah India sedang menulis ulang masa depan rantai pasokan LNG global? Bagaimana ini akan meningkatkan perekonomian India? Saksikan pembaruan pertahanan Inconnect News ini untuk detail lebih lanjut!\n\n#India #EkonomiIndia #PMModi #Modi #IndiaOman #KeamananEnergi #SelatHormuz #LNG #LPG #ImporMinyak #GasAlam #ImporLNG #ImporLPG #BeritaPertahanan #BeritaIndia #EnergiGlobal #BeritaTerbaru #Pertahanan #Geopolitik #berita #urusanterkini #urusandunia #beritadunia\n\nMengapa Pipa Gas Oman-India Merupakan Pengubah Permainan |\n\nIndia mungkin berada di ambang transformasi energi bersejarah karena proyek Pipa Gas India-Oman yang besar dapat membentuk kembali rute perdagangan global dan melewati titik hambatan Selat Hormuz, menandai pergeseran penting dalam geopolitik regional dan strategi energi. Inisiatif keamanan energi India ini menyoroti potensi pengalihan Selat Hormuz melalui pipa gas Oman-India dan pipa Oman-Gujarat, memperkuat keamanan energi India di tengah meningkatnya krisis energi India dan ketidakpastian global.\n\nBerita ini digambarkan sebagai berita terkini dan berita dunia dalam pemberitaan terbaru, dengan laporan berita India menunjukkan implikasi besar bagi impor LPG India, strategi pipa minyak, kekhawatiran akan kekurangan LPG di India, dan stabilitas ekonomi India secara lebih luas. Analis pertahanan dan geopolitik yang dikutip dalam News and Inconnect News Insights mencatat bahwa Modi dan para pembuat kebijakan India sedang menjajaki solusi jangka panjang untuk keamanan energi sambil mengatasi tantangan strategis tingkat UPSC yang dihadapi infrastruktur India dan rantai pasokan global.\n\nSecara keseluruhan, visi Pipa India-Oman ini menempatkan India di pusat geopolitik energi global, memperkuat peran India dalam narasi berita dunia dan membentuk masa depan keamanan energi dan ketahanan ekonomi India. Para ahli juga menyarankan bahwa pipa gas Oman-India dapat mendefinisikan kembali konektivitas strategis di seluruh Asia Barat, mengurangi ketergantungan pada koridor maritim yang rentan sambil meningkatkan perencanaan energi jangka panjang dan mendukung pertumbuhan infrastruktur yang selaras dengan ekspansi ekonomi India dan tujuan diversifikasi energi.\n\nAnalisis selama berminggu-minggu di Inconnect News Insights dan diskusi berorientasi UPSC menggarisbawahi bagaimana India, di bawah kepemimpinan Modi, memprioritaskan kesiapan Pertahanan, jalur energi global, dan ketahanan terhadap guncangan pasokan yang terkait dengan gangguan Selat Hormuz dan ketegangan geopolitik yang lebih luas.\n\nDengan momentum berita terkini yang terus meningkat, kisah Pipa India-Oman ini terus mendominasi berita utama dunia sebagai pergeseran penting dalam strategi keamanan energi untuk kepentingan nasional India dan dampak pasar global. Saksikan Inconnect News Insights dan berita terbaru tentang Pertahanan dan Geopolitik.\n\nBerikut beberapa pertanyaan, tinggalkan komentar dan sampaikan pendapat Anda:\nApakah India akan selamanya melewati Selat Hormuz?\n\nBisakah pipa bawah laut sepanjang 1.500 KM benar-benar mengubah jalur energi global?\n\nApakah ini langkah besar PM Modi di bidang energi?\n\nAkankah Oman menjadi gerbang energi utama India?\n\nBisakah India mewujudkan proyek pipa mega terdalam di dunia?\n\n#india #berita #beritainggris #beritaterbaru #updateberita #beritaterkini #beritaterkini #beritaterkini #beritaterkini #beritaterkini #inconnectnews\n\nTerhubung dengan kami:\nDi Youtube: https://www.youtube.com/\nDi Instagram: \nDi Twitter: \nDi Facebook:   / inconnectnewsofficial  \nDi Linkedin:   / inconnectnews  \n\nSelamat datang di Inconnectnews, tempat berita bertemu dengan hiburan! Kami menghadirkan pembaruan audio-visual harian tentang Berita & peristiwa terkini. Bergabunglah dengan kami saat kami menjelajahi dunia dan menghadirkan berita terbaru dari seluruh India, Kawasan Samudra Hindia, Indo Pasifik, dan sekitarnya!", "post_id": "S3Ff9pHGzpY"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 258.5253559286076, "y": 676.7082121573353, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "om3h7hWu_og", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Yakin Harga Pertamax Segera Turun! Rupiah Menguat, Minyak Dunia Jadi Kunci Penurunan BBM\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keyakinannya bahwa harga Pertamax berpotensi segera turun seiring membaiknya kondisi ekonomi global.\n\nPenguatan nilai tukar rupiah, rebound pasar saham, penurunan yield, serta masuknya arus modal dinilai menunjukkan meningkatnya kepercayaan pasar.\n\nKondisi ini diperkuat oleh peluang stabilisasi geopolitik yang dapat menurunkan harga minyak dunia.\n\nPurbaya menjelaskan bahwa sebelumnya kenaikan harga minyak sempat menekan harga BBM non-subsidi dan menimbulkan dinamika di masyarakat.\n\nNamun dengan tren penurunan tekanan global, termasuk harga minyak yang mulai terkendali, pemerintah optimistis biaya energi akan ikut turun.\n\nHal ini diharapkan memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas daya beli masyarakat ke depan.\n\nProduser: Prayogi Haro\nEditor: Joshua\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "om3h7hWu_og"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 533.6179151440767, "y": 286.7508392083897, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.9219, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "om3h7hWu_og", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Yakin Harga Pertamax Segera Turun! Rupiah Menguat, Minyak Dunia Jadi Kunci Penurunan BBM\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keyakinannya bahwa harga Pertamax berpotensi segera turun seiring membaiknya kondisi ekonomi global.\n\nPenguatan nilai tukar rupiah, rebound pasar saham, penurunan yield, serta masuknya arus modal dinilai menunjukkan meningkatnya kepercayaan pasar.\n\nKondisi ini diperkuat oleh peluang stabilisasi geopolitik yang dapat menurunkan harga minyak dunia.\n\nPurbaya menjelaskan bahwa sebelumnya kenaikan harga minyak sempat menekan harga BBM non-subsidi dan menimbulkan dinamika di masyarakat.\n\nNamun dengan tren penurunan tekanan global, termasuk harga minyak yang mulai terkendali, pemerintah optimistis biaya energi akan ikut turun.\n\nHal ini diharapkan memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas daya beli masyarakat ke depan.\n\nProduser: Prayogi Haro\nEditor: Joshua\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "om3h7hWu_og"}}, {"key": "@NDTVProfitIndia", "attributes": {"label": "@NDTVProfitIndia", "x": 720.7126032239319, "y": 656.5331261722537, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "nnRTqMbTZ40", "id": "@NDTVProfitIndia", "source": "youtube-000001", "content": "Iran Lepaskan ‘Tembakan Peringatan’ ke Kapal di Dekat Selat Hormuz | Eskalasi Baru Guncang Pelaya...\n\nIran dilaporkan telah melepaskan tembakan peringatan ke beberapa kapal yang mencoba melewati Selat Hormuz yang sangat penting secara strategis, yang semakin meningkatkan ketegangan di salah satu koridor energi terpenting di dunia.\n\nMenurut laporan, pasukan Iran memperingatkan kapal-kapal yang beroperasi di dekat jalur air tersebut sebelum melepaskan tembakan peringatan, memaksa kapal-kapal untuk mengubah haluan dan meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pengiriman global.\n\nSelat Hormuz menangani sebagian besar perdagangan minyak dan LNG dunia, sehingga aktivitas militer apa pun di wilayah tersebut menjadi perhatian utama bagi pasar energi, perdagangan global, dan stabilitas geopolitik.\n\nAkankah ini memicu krisis maritim yang lebih luas? Apa artinya bagi harga minyak, rute pengiriman, dan konfrontasi AS-Iran yang lebih luas?\n\n#Iran #SelatHormuz #BeritaTerbaru #TimurTengah #HargaMinyak #BeritaDunia #PerdaganganGlobal #KrisisPerkapalan #BeritaIran #Geopolitik #ASIran #MinyakMentah #KrisisEnergi #SelatHormuz #PasarGlobal\n\nProduser: Jinto Joy\n\nUntuk video lainnya, berlangganan saluran kami:    /   \nKunjungi NDTV Profit untuk berita lainnya: https://www.ndtvprofit.com/\nJangan memasuki pasar saham tanpa pengetahuan. Baca semua Laporan Penelitian di sini: https://www.ndtvprofit.com/research-r...\n\nIkuti NDTV Profit di sini\nTwitter:   / ndtvprofitindia   ,   / ndtvprofit  \nLinkedIn:   / ndtvprofit  \nInstagram:   / ndtvprofit  \nFacebook:   / ndtvprofit", "post_id": "nnRTqMbTZ40"}}, {"key": "ndtvprofitindia", "attributes": {"label": "ndtvprofitindia", "x": 939.8444471903359, "y": 847.4554620946232, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "nnRTqMbTZ40", "id": "ndtvprofitindia", "source": "youtube-000001", "content": "Iran Lepaskan ‘Tembakan Peringatan’ ke Kapal di Dekat Selat Hormuz | Eskalasi Baru Guncang Pelaya...\n\nIran dilaporkan telah melepaskan tembakan peringatan ke beberapa kapal yang mencoba melewati Selat Hormuz yang sangat penting secara strategis, yang semakin meningkatkan ketegangan di salah satu koridor energi terpenting di dunia.\n\nMenurut laporan, pasukan Iran memperingatkan kapal-kapal yang beroperasi di dekat jalur air tersebut sebelum melepaskan tembakan peringatan, memaksa kapal-kapal untuk mengubah haluan dan meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pengiriman global.\n\nSelat Hormuz menangani sebagian besar perdagangan minyak dan LNG dunia, sehingga aktivitas militer apa pun di wilayah tersebut menjadi perhatian utama bagi pasar energi, perdagangan global, dan stabilitas geopolitik.\n\nAkankah ini memicu krisis maritim yang lebih luas? Apa artinya bagi harga minyak, rute pengiriman, dan konfrontasi AS-Iran yang lebih luas?\n\n#Iran #SelatHormuz #BeritaTerbaru #TimurTengah #HargaMinyak #BeritaDunia #PerdaganganGlobal #KrisisPerkapalan #BeritaIran #Geopolitik #ASIran #MinyakMentah #KrisisEnergi #SelatHormuz #PasarGlobal\n\nProduser: Jinto Joy\n\nUntuk video lainnya, berlangganan saluran kami:    /   \nKunjungi NDTV Profit untuk berita lainnya: https://www.ndtvprofit.com/\nJangan memasuki pasar saham tanpa pengetahuan. Baca semua Laporan Penelitian di sini: https://www.ndtvprofit.com/research-r...\n\nIkuti NDTV Profit di sini\nTwitter:   / ndtvprofitindia   ,   / ndtvprofit  \nLinkedIn:   / ndtvprofit  \nInstagram:   / ndtvprofit  \nFacebook:   / ndtvprofit", "post_id": "nnRTqMbTZ40"}}, {"key": "@NextGenInvestGlobal", "attributes": {"label": "@NextGenInvestGlobal", "x": 137.76007539803825, "y": 102.13414649399677, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "LSn-UxZuHyk", "id": "@NextGenInvestGlobal", "source": "youtube-000001", "content": "Jebakan Likuiditas 2026: Bersiap untuk Tebing Utang $936 Miliar & Penularan Global\n\nLanskap makroekonomi global telah bergeser secara fundamental, dan perkiraan penurunan suku bunga pada tahun 2026 telah sirna. Dengan inflasi utama yang melonjak hingga 4,2% yang didorong oleh guncangan energi global yang parah, bank sentral secara agresif memprioritaskan stabilitas harga daripada pertumbuhan ekonomi. Apakah Anda berada pada posisi strategis untuk menghadapi jebakan likuiditas yang akan datang, ataukah Anda akan menjadi sumber likuiditas bagi para pemain institusional yang memiliki leverage tinggi?\n\nDalam penjelasan makroekonomi komprehensif ini, kami menganalisis lima domino yang jatuh yang saat ini mengancam sistem keuangan global: guncangan energi geopolitik, bank sentral yang tidak kenal kompromi, jurang utang real estat komersial sebesar $936 miliar yang akan datang, pelarian modal institusional yang belum pernah terjadi sebelumnya ke dana pasar uang, dan kesenjangan harga yang mendalam dalam rasio emas-perak. Dengan memahami titik-titik tekanan sistemik ini, investor dapat menavigasi realitas \"harga lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama\" dan melindungi daya beli mereka. Kami juga merinci rencana restrukturisasi portofolio yang rasional dan berbasis data untuk melindungi aset Anda dari jebakan pasar bearish algoritmik dan likuidasi pasar. Jangan lupa berlangganan saluran  dan aktifkan lonceng notifikasi untuk analisis terbaru yang akan membentuk masa depan keuangan Anda!\n\n00:00 - Jebakan Likuiditas 2026 dan Hilangnya Pemotongan Suku Bunga\n01:21 - Domino 1: Guncangan Energi Global & Inflasi yang Kembali Meningkat\n02:01 - Domino 2: Bank Sentral Memprioritaskan Stabilitas Harga\n03:14 - Domino 3: Jurang Utang Real Estat $936 Miliar\n04:18 - Domino 4: Pelarian Modal Institusional ke Likuiditas\n05:20 - Domino 5: Paradoks Logam Mulia & Nilai Perak\n07:01 - Rencana Aksi: Restrukturisasi Arus Kas Portofolio Anda\n\n#Ekonomi #PasarGlobal #JebakanLikuiditas #Investasi #NextGenInvestGlobal\n\nPERINGATAN\nInformasi yang terkandung dalam video ini bukan merupakan nasihat investasi. Ini hanya untuk tujuan informasi.", "post_id": "LSn-UxZuHyk"}}, {"key": "NextGenInvestGlobal", "attributes": {"label": "NextGenInvestGlobal", "x": 167.51837420737237, "y": 744.9940218542099, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "LSn-UxZuHyk", "id": "NextGenInvestGlobal", "source": "youtube-000001", "content": "Jebakan Likuiditas 2026: Bersiap untuk Tebing Utang $936 Miliar & Penularan Global\n\nLanskap makroekonomi global telah bergeser secara fundamental, dan perkiraan penurunan suku bunga pada tahun 2026 telah sirna. Dengan inflasi utama yang melonjak hingga 4,2% yang didorong oleh guncangan energi global yang parah, bank sentral secara agresif memprioritaskan stabilitas harga daripada pertumbuhan ekonomi. Apakah Anda berada pada posisi strategis untuk menghadapi jebakan likuiditas yang akan datang, ataukah Anda akan menjadi sumber likuiditas bagi para pemain institusional yang memiliki leverage tinggi?\n\nDalam penjelasan makroekonomi komprehensif ini, kami menganalisis lima domino yang jatuh yang saat ini mengancam sistem keuangan global: guncangan energi geopolitik, bank sentral yang tidak kenal kompromi, jurang utang real estat komersial sebesar $936 miliar yang akan datang, pelarian modal institusional yang belum pernah terjadi sebelumnya ke dana pasar uang, dan kesenjangan harga yang mendalam dalam rasio emas-perak. Dengan memahami titik-titik tekanan sistemik ini, investor dapat menavigasi realitas \"harga lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama\" dan melindungi daya beli mereka. Kami juga merinci rencana restrukturisasi portofolio yang rasional dan berbasis data untuk melindungi aset Anda dari jebakan pasar bearish algoritmik dan likuidasi pasar. Jangan lupa berlangganan saluran  dan aktifkan lonceng notifikasi untuk analisis terbaru yang akan membentuk masa depan keuangan Anda!\n\n00:00 - Jebakan Likuiditas 2026 dan Hilangnya Pemotongan Suku Bunga\n01:21 - Domino 1: Guncangan Energi Global & Inflasi yang Kembali Meningkat\n02:01 - Domino 2: Bank Sentral Memprioritaskan Stabilitas Harga\n03:14 - Domino 3: Jurang Utang Real Estat $936 Miliar\n04:18 - Domino 4: Pelarian Modal Institusional ke Likuiditas\n05:20 - Domino 5: Paradoks Logam Mulia & Nilai Perak\n07:01 - Rencana Aksi: Restrukturisasi Arus Kas Portofolio Anda\n\n#Ekonomi #PasarGlobal #JebakanLikuiditas #Investasi #NextGenInvestGlobal\n\nPERINGATAN\nInformasi yang terkandung dalam video ini bukan merupakan nasihat investasi. Ini hanya untuk tujuan informasi.", "post_id": "LSn-UxZuHyk"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 124.89872907376143, "y": 504.5064705502336, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "WimQ_ibQdVQ", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Pertamax Naik, Menteri ESDM Bahlil & Pertamina Jamin BBM Subsidi Tidak Berubah\n\nKOMPAS.TV - PT Pertamina memastikan harga BBM subsidi jenis Pertalite dan Biosolar tetap tidak berubah meski terjadi penyesuaian harga BBM non-subsidi.\n\nDirektur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyatakan penyesuaian harga BBM non-subsidi dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global, harga minyak dunia, serta daya beli masyarakat.\n\nSebelumnya, harga Pertamax mengalami kenaikan dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter mengikuti perkembangan harga pasar.\n\nSementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah tidak akan mengubah harga BBM subsidi maupun LPG 3 kilogram. Menurutnya, kenaikan harga BBM non-subsidi merupakan konsekuensi dari penyesuaian terhadap harga minyak dunia, namun pemerintah tetap meminta penyedia BBM menjaga stabilitas harga agar tidak terjadi kenaikan secara drastis.\n\n#Pertamina #Pertamax #Pertalite #hargabbm #bbmnaik #bbmsubsidi \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "WimQ_ibQdVQ"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 222.90309999713688, "y": 370.5904748593731, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.2445, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "WimQ_ibQdVQ", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Pertamax Naik, Menteri ESDM Bahlil & Pertamina Jamin BBM Subsidi Tidak Berubah\n\nKOMPAS.TV - PT Pertamina memastikan harga BBM subsidi jenis Pertalite dan Biosolar tetap tidak berubah meski terjadi penyesuaian harga BBM non-subsidi.\n\nDirektur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyatakan penyesuaian harga BBM non-subsidi dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global, harga minyak dunia, serta daya beli masyarakat.\n\nSebelumnya, harga Pertamax mengalami kenaikan dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter mengikuti perkembangan harga pasar.\n\nSementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah tidak akan mengubah harga BBM subsidi maupun LPG 3 kilogram. Menurutnya, kenaikan harga BBM non-subsidi merupakan konsekuensi dari penyesuaian terhadap harga minyak dunia, namun pemerintah tetap meminta penyedia BBM menjaga stabilitas harga agar tidak terjadi kenaikan secara drastis.\n\n#Pertamina #Pertamax #Pertalite #hargabbm #bbmnaik #bbmsubsidi \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "WimQ_ibQdVQ"}}, {"key": "@timesofindia", "attributes": {"label": "@timesofindia", "x": 487.5174311755993, "y": 117.93301220234265, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "3D4pmBLG4Z4", "id": "@timesofindia", "source": "youtube-000001", "content": "BOOM! Serangan Balasan Iran Melanda Kilang Minyak Utama Israel; Rudal 'GENERASI KETIGA' yang Mema...\n\nIRGC menyatakan telah melancarkan serangan rudal terhadap fasilitas petrokimia di Haifa setelah serangan Israel menghantam Perusahaan Petrokimia Karoun Iran di Mahshahr. Teheran memperingatkan bahwa penargetan infrastruktur energi dapat memperluas konflik di luar situs militer dan mengancam keamanan energi regional. Pertukaran serangan terbaru ini telah meningkatkan kekhawatiran akan konfrontasi yang lebih luas dengan potensi konsekuensi bagi pasar minyak global dan stabilitas ekonomi.\n\n#irgc #iran #haifa #petrochemical #mojtabakhamenei #tehran #mahshahr\n\nTimes Of India (TOI) adalah harian berbahasa Inggris terlaris di dunia.\n\nVideo Times Of India menghadirkan berita global, pandangan, dan analisis tajam. Kami melacak kebangkitan global India, keterlibatannya yang semakin meningkat dengan dunia, lanskap geopolitik yang berubah di tengah konflik dan perang, serta tatanan dunia yang sedang berkembang.\n\nBERITA INTERNASIONAL | KONFLIK GLOBAL | PERANG TIMUR TENGAH | PERUBAHAN TATA DUNIA #TOILive | #TOIVideos\n\nBerlangganan saluran YouTube Times Of India dan tekan ikon lonceng untuk mendapatkan notifikasi saat kami siaran langsung.\n\nBergabunglah dengan jutaan pembaca TOI; Unduh aplikasi kami di http://toi.in/app-yt\n\nKunjungi situs web kami https://www.timesofindia.com/\nIkuti kami di X/ \nFacebook:   / timesofindia  \nInstagram:   / timesofindia  \nIkuti saluran WhatsApp TOI: https://bit.ly/3RYl0J9\nUntuk berita & pembaruan harian dan cerita eksklusif, ikuti Times of India", "post_id": "3D4pmBLG4Z4"}}, {"key": "timesofindia", "attributes": {"label": "timesofindia", "x": 306.06986691220806, "y": 45.145288138830566, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.5994, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "3D4pmBLG4Z4", "id": "timesofindia", "source": "youtube-000001", "content": "BOOM! Serangan Balasan Iran Melanda Kilang Minyak Utama Israel; Rudal 'GENERASI KETIGA' yang Mema...\n\nIRGC menyatakan telah melancarkan serangan rudal terhadap fasilitas petrokimia di Haifa setelah serangan Israel menghantam Perusahaan Petrokimia Karoun Iran di Mahshahr. Teheran memperingatkan bahwa penargetan infrastruktur energi dapat memperluas konflik di luar situs militer dan mengancam keamanan energi regional. Pertukaran serangan terbaru ini telah meningkatkan kekhawatiran akan konfrontasi yang lebih luas dengan potensi konsekuensi bagi pasar minyak global dan stabilitas ekonomi.\n\n#irgc #iran #haifa #petrochemical #mojtabakhamenei #tehran #mahshahr\n\nTimes Of India (TOI) adalah harian berbahasa Inggris terlaris di dunia.\n\nVideo Times Of India menghadirkan berita global, pandangan, dan analisis tajam. Kami melacak kebangkitan global India, keterlibatannya yang semakin meningkat dengan dunia, lanskap geopolitik yang berubah di tengah konflik dan perang, serta tatanan dunia yang sedang berkembang.\n\nBERITA INTERNASIONAL | KONFLIK GLOBAL | PERANG TIMUR TENGAH | PERUBAHAN TATA DUNIA #TOILive | #TOIVideos\n\nBerlangganan saluran YouTube Times Of India dan tekan ikon lonceng untuk mendapatkan notifikasi saat kami siaran langsung.\n\nBergabunglah dengan jutaan pembaca TOI; Unduh aplikasi kami di http://toi.in/app-yt\n\nKunjungi situs web kami https://www.timesofindia.com/\nIkuti kami di X/ \nFacebook:   / timesofindia  \nInstagram:   / timesofindia  \nIkuti saluran WhatsApp TOI: https://bit.ly/3RYl0J9\nUntuk berita & pembaruan harian dan cerita eksklusif, ikuti Times of India", "post_id": "3D4pmBLG4Z4"}}, {"key": "@全球大視野Global_Vision", "attributes": {"label": "@全球大視野Global_Vision", "x": 951.7759997440422, "y": 339.9681390894287, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ku4nHi10WB4", "id": "@全球大視野Global_Vision", "source": "youtube-000001", "content": "Apakah ketertarikan Generasi Z terhadap Tiongkok merupakan tanda kemarahan terhadap Barat?! Keter...\n\nVideo asli:    • Why Gen-Z Loves China   Saluran: Living Ironically in Europe \n\nVideo ini mendukung berbagai bahasa audio. Gunakan pengaturan YouTube ⚙️ untuk memilih bahasa pilihan Anda.\n\nVideo ini menerjemahkan dan merangkum fenomena meningkatnya ketertarikan Generasi Z terhadap Tiongkok, meliputi pengaruh kekecewaan geopolitik, daya tarik stabilitas yang dirasakan, dan peran kekuatan lunak dalam membentuk persepsi global.\n\n00:00 Kebangkitan Ketertarikan Generasi Z pada Tiongkok\n01:33 Kekecewaan Geopolitik dan Kemunafikan Barat\n03:25 Daya Tarik Stabilitas Otoriter\n04:15 Pergeseran Ekonomi dan Kebangkitan Konsumerisme Tiongkok\n05:15 TikTok sebagai Alat Proyeksi Kekuatan Lunak\n07:17 Perjuangan Bersama dan Realitas Pemuda Modern\n\nVideo ini menerjemahkan dan merangkum ketertarikan Generasi Z yang semakin meningkat terhadap Tiongkok, meliputi kekecewaan geopolitik, kerinduan akan sistem yang stabil, dan bagaimana kekuatan lunak membentuk kembali persepsi global.\n\n00:00 Mengapa Generasi Z tiba-tiba menunjukkan minat yang begitu kuat pada Tiongkok?\n\n01:33 Standar ganda geopolitik Barat menyebabkan kekecewaan terhadap nilai-nilai demokrasi di kalangan generasi muda.\n\n03:25 Efisiensi administratif sistem otoriter menjadi solusi alternatif untuk krisis modern.\n\n04:15 Kebangkitan pesat e-commerce Tiongkok menaklukkan konsumen muda dengan rasio harga-kinerja yang tinggi.\n\n05:15 TikTok menjadi senjata kekuatan lunak, dengan cermat membentuk citra modern Tiongkok.\n\n07:17 Di balik fasad yang glamor, kaum muda Tiongkok juga menghadapi dilema rasa puas diri dan pengangguran.\n\n#China #USA #GenerasiZ #TikTok #Israel #Gaza #KekuatanLunak #Ideologi #Geopolitik #KreditSosial #Kenyamanan #BeltAndRoad #ManipulasiMedia #MediaSosial #Algoritma #EksporBudaya #Kapitalisme #Globalisasi #Sensor #HubunganAS-China #China #USA #GenZ #TikTok #Israel #Gaza #KekuatanLunak #Ideologi #Geopolitik #KreditSosial #TangPing #BeltandRoad #BiasMedia #MediaSosial #Algoritma #EksporBudaya #Kapitalisme #Globalisasi #Sensor #HubunganAS-China\n\n🌞Perkemahan Musim Panas Luar Biasa 2026 untuk Penyiar Berita Muda CTi - Daftar di sini 👉https://pse.is/AR614c\n\n📣Dukung berita internasional berkualitas, bergabunglah dengan keanggotaan CTi TV 👉https://reurl.cc/pgZL9d\n\n☀️ \"Global Vision\" melaporkan peristiwa berita internasional, menyediakan liputan langsung dari sumber terpercaya, dan dipercaya oleh masyarakat Tionghoa di seluruh dunia!\n\n\"Global Vision\" tayang perdana Senin hingga Jumat pukul 23:00\n\n\"Global Gossip\" tayang perdana Senin hingga Jumat pukul 16:00\n\n\"Advancing to Strategic Heights\" tayang perdana Sabtu pukul 21:00\n\n\"International Straight-Talk Showdown\" tayang perdana Minggu pukul 21:00\n\n✨Harga diskon eksklusif: Masukkan kode 【cti888】✨\n\n【618 Shopping Spree】Dapatkan 1500 RMB dengan pembelian yang memenuhi syarat: https://pse.is/AR621c\n\n【618 Sleep Aid】Beli 8 probiotik dan dapatkan hadiah 1000 RMB: https://pse.is/AR624c [618 Anti-Aging Skin KS] Beli satu set KS dengan harga di bawah 3000: https://pse.is/AR627c\n\n[618 Vitality Collagen] Beli Kolagen dan dapatkan hadiah bonus 2099+: https://pse.is/AR625c\n\n[618 Lactoferrin] Lactoferrin waktu terbatas ↘Diskon 70%: https://pse.is/AR630c\n\n[618 Super Hydrating] KS Aloe Vera botol tunggal diskon 60%: https://pse.is/AR628c\n\n[618 Tabir Surya Berkinerja Tinggi] Bonus KS Tabir Surya 3 Gratis 1: https://pse.is/AR629c\n\n[618 Tali Gantungan Praktis] Tali gantungan serbaguna langsung diskon 168: https://pse.is/AR638c\n\n[618 Zhongtian Tianchuang] Tas ransel perjalanan diskon 60%: https://pse.is/AR637c\n\n【618 Kaos Putih Bergaya】Kaos putih serbaguna diskon 70%: https://pse.is/AR637c\n\n【Susu Want Want 618】Diskon 20% untuk protein berkualitas tinggi: https://pse.is/AR639c\n\n【Suplemen Minyak Ikan 618】Minyak ikan premium Norwegia diskon 20%+: https://pse.is/AR527c\n\n【Foto Toko Anchor】Bingkai foto kreatif bertema Anchor: https://pse.is/AR513c\n\n【Kalender Meja Anchor + Foto Toko】Kumpulkan foto-foto Anchor yang indah sekaligus: https://pse.is/AR517c\n\n【Perlindungan Aman】Zona Khusus Dewa Air Want Want: https://bit.ly/AR274c\n\n💵Sponsor online oleh CTiTV👉https://bit.ly/ctidonate (Green World Financial Services/Kartu Kredit dan ATM Diterima)\n\n💵Sponsor Langsung oleh CTI Television 👉 Cabang Chang Hwa Bank Taipei: 009-5012 Nomor Rekening: 50128688988600 Nama Rekening: CTI Television Co., Ltd.\n\n🏧ATM: CHANG HWA COMMERCIAL BANK CABANG TAIPEI (CCBCTWTP501)\n\n🏦NOMOR REKENING: 50128688988600 NAMA REKENING: CTI TELEVISION INCORPORATION\n\n⚠️Pembagian atau penautan konten ini tanpa izin untuk tujuan komersial dilarang.\n\n⚠️Penyalinan dan penggunaan tanpa izin untuk pengembangan dan pemanfaatan kecerdasan buatan dilarang keras.\n\n⚠️Persetujuan tertulis sebelumnya diperlukan untuk penggunaan komersial apa pun.\n\n【Aturan Ruang Obrolan Zhongtian】Selamat datang untuk meninggalkan komentar dan berinteraksi. Harap hormati pendapat semua orang, bicaralah secara rasional, dan patuhi aturan ini. Pelanggar akan dihapus komentarnya...", "post_id": "ku4nHi10WB4"}}, {"key": "LivingIronicallyinEurope", "attributes": {"label": "LivingIronicallyinEurope", "x": 341.202567702474, "y": 638.7074574021855, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ku4nHi10WB4", "id": "LivingIronicallyinEurope", "source": "youtube-000001", "content": "Apakah ketertarikan Generasi Z terhadap Tiongkok merupakan tanda kemarahan terhadap Barat?! Keter...\n\nVideo asli:    • Why Gen-Z Loves China   Saluran: Living Ironically in Europe \n\nVideo ini mendukung berbagai bahasa audio. Gunakan pengaturan YouTube ⚙️ untuk memilih bahasa pilihan Anda.\n\nVideo ini menerjemahkan dan merangkum fenomena meningkatnya ketertarikan Generasi Z terhadap Tiongkok, meliputi pengaruh kekecewaan geopolitik, daya tarik stabilitas yang dirasakan, dan peran kekuatan lunak dalam membentuk persepsi global.\n\n00:00 Kebangkitan Ketertarikan Generasi Z pada Tiongkok\n01:33 Kekecewaan Geopolitik dan Kemunafikan Barat\n03:25 Daya Tarik Stabilitas Otoriter\n04:15 Pergeseran Ekonomi dan Kebangkitan Konsumerisme Tiongkok\n05:15 TikTok sebagai Alat Proyeksi Kekuatan Lunak\n07:17 Perjuangan Bersama dan Realitas Pemuda Modern\n\nVideo ini menerjemahkan dan merangkum ketertarikan Generasi Z yang semakin meningkat terhadap Tiongkok, meliputi kekecewaan geopolitik, kerinduan akan sistem yang stabil, dan bagaimana kekuatan lunak membentuk kembali persepsi global.\n\n00:00 Mengapa Generasi Z tiba-tiba menunjukkan minat yang begitu kuat pada Tiongkok?\n\n01:33 Standar ganda geopolitik Barat menyebabkan kekecewaan terhadap nilai-nilai demokrasi di kalangan generasi muda.\n\n03:25 Efisiensi administratif sistem otoriter menjadi solusi alternatif untuk krisis modern.\n\n04:15 Kebangkitan pesat e-commerce Tiongkok menaklukkan konsumen muda dengan rasio harga-kinerja yang tinggi.\n\n05:15 TikTok menjadi senjata kekuatan lunak, dengan cermat membentuk citra modern Tiongkok.\n\n07:17 Di balik fasad yang glamor, kaum muda Tiongkok juga menghadapi dilema rasa puas diri dan pengangguran.\n\n#China #USA #GenerasiZ #TikTok #Israel #Gaza #KekuatanLunak #Ideologi #Geopolitik #KreditSosial #Kenyamanan #BeltAndRoad #ManipulasiMedia #MediaSosial #Algoritma #EksporBudaya #Kapitalisme #Globalisasi #Sensor #HubunganAS-China #China #USA #GenZ #TikTok #Israel #Gaza #KekuatanLunak #Ideologi #Geopolitik #KreditSosial #TangPing #BeltandRoad #BiasMedia #MediaSosial #Algoritma #EksporBudaya #Kapitalisme #Globalisasi #Sensor #HubunganAS-China\n\n🌞Perkemahan Musim Panas Luar Biasa 2026 untuk Penyiar Berita Muda CTi - Daftar di sini 👉https://pse.is/AR614c\n\n📣Dukung berita internasional berkualitas, bergabunglah dengan keanggotaan CTi TV 👉https://reurl.cc/pgZL9d\n\n☀️ \"Global Vision\" melaporkan peristiwa berita internasional, menyediakan liputan langsung dari sumber terpercaya, dan dipercaya oleh masyarakat Tionghoa di seluruh dunia!\n\n\"Global Vision\" tayang perdana Senin hingga Jumat pukul 23:00\n\n\"Global Gossip\" tayang perdana Senin hingga Jumat pukul 16:00\n\n\"Advancing to Strategic Heights\" tayang perdana Sabtu pukul 21:00\n\n\"International Straight-Talk Showdown\" tayang perdana Minggu pukul 21:00\n\n✨Harga diskon eksklusif: Masukkan kode 【cti888】✨\n\n【618 Shopping Spree】Dapatkan 1500 RMB dengan pembelian yang memenuhi syarat: https://pse.is/AR621c\n\n【618 Sleep Aid】Beli 8 probiotik dan dapatkan hadiah 1000 RMB: https://pse.is/AR624c [618 Anti-Aging Skin KS] Beli satu set KS dengan harga di bawah 3000: https://pse.is/AR627c\n\n[618 Vitality Collagen] Beli Kolagen dan dapatkan hadiah bonus 2099+: https://pse.is/AR625c\n\n[618 Lactoferrin] Lactoferrin waktu terbatas ↘Diskon 70%: https://pse.is/AR630c\n\n[618 Super Hydrating] KS Aloe Vera botol tunggal diskon 60%: https://pse.is/AR628c\n\n[618 Tabir Surya Berkinerja Tinggi] Bonus KS Tabir Surya 3 Gratis 1: https://pse.is/AR629c\n\n[618 Tali Gantungan Praktis] Tali gantungan serbaguna langsung diskon 168: https://pse.is/AR638c\n\n[618 Zhongtian Tianchuang] Tas ransel perjalanan diskon 60%: https://pse.is/AR637c\n\n【618 Kaos Putih Bergaya】Kaos putih serbaguna diskon 70%: https://pse.is/AR637c\n\n【Susu Want Want 618】Diskon 20% untuk protein berkualitas tinggi: https://pse.is/AR639c\n\n【Suplemen Minyak Ikan 618】Minyak ikan premium Norwegia diskon 20%+: https://pse.is/AR527c\n\n【Foto Toko Anchor】Bingkai foto kreatif bertema Anchor: https://pse.is/AR513c\n\n【Kalender Meja Anchor + Foto Toko】Kumpulkan foto-foto Anchor yang indah sekaligus: https://pse.is/AR517c\n\n【Perlindungan Aman】Zona Khusus Dewa Air Want Want: https://bit.ly/AR274c\n\n💵Sponsor online oleh CTiTV👉https://bit.ly/ctidonate (Green World Financial Services/Kartu Kredit dan ATM Diterima)\n\n💵Sponsor Langsung oleh CTI Television 👉 Cabang Chang Hwa Bank Taipei: 009-5012 Nomor Rekening: 50128688988600 Nama Rekening: CTI Television Co., Ltd.\n\n🏧ATM: CHANG HWA COMMERCIAL BANK CABANG TAIPEI (CCBCTWTP501)\n\n🏦NOMOR REKENING: 50128688988600 NAMA REKENING: CTI TELEVISION INCORPORATION\n\n⚠️Pembagian atau penautan konten ini tanpa izin untuk tujuan komersial dilarang.\n\n⚠️Penyalinan dan penggunaan tanpa izin untuk pengembangan dan pemanfaatan kecerdasan buatan dilarang keras.\n\n⚠️Persetujuan tertulis sebelumnya diperlukan untuk penggunaan komersial apa pun.\n\n【Aturan Ruang Obrolan Zhongtian】Selamat datang untuk meninggalkan komentar dan berinteraksi. Harap hormati pendapat semua orang, bicaralah secara rasional, dan patuhi aturan ini. Pelanggar akan dihapus komentarnya...", "post_id": "ku4nHi10WB4"}}, {"key": "@liputan6_news", "attributes": {"label": "@liputan6_news", "x": 189.16652711192972, "y": 347.8702490436857, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "EVVEbN_t5ck", "id": "@liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Pemerintah Pastikan Nilai Subsidi BBM dan LPG Tak Turun  | Liputan 6\n\nDi tengah gejolak geopolitik global yang terus tidak menentu, pemerintah menegaskan komitmen penuh untuk tidak mengurangi alokasi anggaran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) maupun Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi. Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas ekonomi nasional serta melindungi daya beli masyarakat luas. Kendati subsidi untuk masyarakat dipastikan aman, pemerintah menyatakan bahwa penyesuaian tarif untuk BBM non-subsidi akan tetap dilakukan secara berkala dengan mengikuti fluktuasi harga minyak mentah di pasar dunia.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "EVVEbN_t5ck"}}, {"key": "sctv", "attributes": {"label": "sctv", "x": 537.0383310806816, "y": 498.0293306242779, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.9219, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "EVVEbN_t5ck", "id": "sctv", "source": "youtube-000001", "content": "Pemerintah Pastikan Nilai Subsidi BBM dan LPG Tak Turun  | Liputan 6\n\nDi tengah gejolak geopolitik global yang terus tidak menentu, pemerintah menegaskan komitmen penuh untuk tidak mengurangi alokasi anggaran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) maupun Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi. Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas ekonomi nasional serta melindungi daya beli masyarakat luas. Kendati subsidi untuk masyarakat dipastikan aman, pemerintah menyatakan bahwa penyesuaian tarif untuk BBM non-subsidi akan tetap dilakukan secara berkala dengan mengikuti fluktuasi harga minyak mentah di pasar dunia.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "EVVEbN_t5ck"}}, {"key": "liputan6_news", "attributes": {"label": "liputan6_news", "x": 185.33067122040504, "y": 752.9778684549896, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.9219, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "EVVEbN_t5ck", "id": "liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Pemerintah Pastikan Nilai Subsidi BBM dan LPG Tak Turun  | Liputan 6\n\nDi tengah gejolak geopolitik global yang terus tidak menentu, pemerintah menegaskan komitmen penuh untuk tidak mengurangi alokasi anggaran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) maupun Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi. Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas ekonomi nasional serta melindungi daya beli masyarakat luas. Kendati subsidi untuk masyarakat dipastikan aman, pemerintah menyatakan bahwa penyesuaian tarif untuk BBM non-subsidi akan tetap dilakukan secara berkala dengan mengikuti fluktuasi harga minyak mentah di pasar dunia.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "EVVEbN_t5ck"}}, {"key": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "liputan6daerah", "x": 862.6809159598705, "y": 669.5697640314427, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.9219, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "EVVEbN_t5ck", "id": "liputan6daerah", "source": "youtube-000001", "content": "Pemerintah Pastikan Nilai Subsidi BBM dan LPG Tak Turun  | Liputan 6\n\nDi tengah gejolak geopolitik global yang terus tidak menentu, pemerintah menegaskan komitmen penuh untuk tidak mengurangi alokasi anggaran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) maupun Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi. Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas ekonomi nasional serta melindungi daya beli masyarakat luas. Kendati subsidi untuk masyarakat dipastikan aman, pemerintah menyatakan bahwa penyesuaian tarif untuk BBM non-subsidi akan tetap dilakukan secara berkala dengan mengikuti fluktuasi harga minyak mentah di pasar dunia.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "EVVEbN_t5ck"}}, {"key": "@ProfJiangBahasaIndonesia", "attributes": {"label": "@ProfJiangBahasaIndonesia", "x": 550.2928602955627, "y": 807.0611225002971, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "drnj9gDcj4s", "id": "@ProfJiangBahasaIndonesia", "source": "youtube-000001", "content": "Selat Hormuz & Runtuhnya Kerajaan Petrodolar AS - Prof. Jiang Xueqin\n\nSumber asli dalam bahasa Inggris:    • Game Theory #9:  The US-Iran War  \n\nAkses kelas-kelas asli sang profesor:\n   /    \n\nGeografi adalah takdir, dan dalam peta konflik global, terdapat satu titik sempit yang memegang kendali atas urat nadi peradaban modern. Dalam segmen ini, Profesor Jiang Xueqin membedah peran krusial Selat Hormuz—sebuah jalur perairan sempit sepanjang 33 kilometer—yang menjadi episentrum dan lynchpin (kunci pasak) dari bertahannya Imperium Ekonomi Amerika Serikat.\n\nProfesor Jiang Xueqin menjelaskan secara gamblang bagaimana penutupan selat ini oleh Iran dapat memicu efek domino yang melumpuhkan ekonomi dunia dalam hitungan bulan. Melalui analisis geopolitik yang tajam, ia mengungkap paradoks besar dari negara-negara kaya di kawasan Teluk (GCC): sebuah wilayah yang bergelimang petrodolar namun mengalami kerentanan eksistensial yang akut karena harus mengimpor 80% kebutuhan pangan dan air bersih mereka. Ketika jalur logistik ini terputus, kemegahan kota-kota gurun modern dihadapkan pada ancaman kelaparan yang nyata.\n\nLebih jauh lagi, pembahasan ini membongkar fondasi sistem keuangan dunia, yaitu Petrodolar—mekanisme yang selama ini memberi nilai dan kekuatan supranatural pada mata uang Dolar AS. Profesor Jiang mengajak kita melihat bagaimana keruntuhan stabilitas di kawasan ini bukan sekadar masalah pasokan energi, melainkan awal dari runtuhnya dominasi finansial Barat. Sebuah ulasan mendalam mengenai ketergantungan manusia pada alam, rapuhnya batas-batas ketahanan pangan modern, dan senjakala sebuah imperium global yang dipicu oleh penyempitan jalur perdagangan dunia.", "post_id": "drnj9gDcj4s"}}, {"key": "predictivehistory", "attributes": {"label": "predictivehistory", "x": 999.6633906715248, "y": 310.9402180638631, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "drnj9gDcj4s", "id": "predictivehistory", "source": "youtube-000001", "content": "Selat Hormuz & Runtuhnya Kerajaan Petrodolar AS - Prof. Jiang Xueqin\n\nSumber asli dalam bahasa Inggris:    • Game Theory #9:  The US-Iran War  \n\nAkses kelas-kelas asli sang profesor:\n   /    \n\nGeografi adalah takdir, dan dalam peta konflik global, terdapat satu titik sempit yang memegang kendali atas urat nadi peradaban modern. Dalam segmen ini, Profesor Jiang Xueqin membedah peran krusial Selat Hormuz—sebuah jalur perairan sempit sepanjang 33 kilometer—yang menjadi episentrum dan lynchpin (kunci pasak) dari bertahannya Imperium Ekonomi Amerika Serikat.\n\nProfesor Jiang Xueqin menjelaskan secara gamblang bagaimana penutupan selat ini oleh Iran dapat memicu efek domino yang melumpuhkan ekonomi dunia dalam hitungan bulan. Melalui analisis geopolitik yang tajam, ia mengungkap paradoks besar dari negara-negara kaya di kawasan Teluk (GCC): sebuah wilayah yang bergelimang petrodolar namun mengalami kerentanan eksistensial yang akut karena harus mengimpor 80% kebutuhan pangan dan air bersih mereka. Ketika jalur logistik ini terputus, kemegahan kota-kota gurun modern dihadapkan pada ancaman kelaparan yang nyata.\n\nLebih jauh lagi, pembahasan ini membongkar fondasi sistem keuangan dunia, yaitu Petrodolar—mekanisme yang selama ini memberi nilai dan kekuatan supranatural pada mata uang Dolar AS. Profesor Jiang mengajak kita melihat bagaimana keruntuhan stabilitas di kawasan ini bukan sekadar masalah pasokan energi, melainkan awal dari runtuhnya dominasi finansial Barat. Sebuah ulasan mendalam mengenai ketergantungan manusia pada alam, rapuhnya batas-batas ketahanan pangan modern, dan senjakala sebuah imperium global yang dipicu oleh penyempitan jalur perdagangan dunia.", "post_id": "drnj9gDcj4s"}}, {"key": "@aimmediahouse", "attributes": {"label": "@aimmediahouse", "x": 615.3784604873013, "y": 284.68108121654535, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 5, "degree": 5}, "_id": "f2EiYzp3Kew", "id": "@aimmediahouse", "source": "youtube-000001", "content": "PERINGATAN: RBI Memberi Peringatan kepada Bank-Bank India tentang Kerentanan AI - Keamanan UPI da...\n\nBank Sentral India (RBI) telah mengeluarkan arahan kepada bank-bank di India, mendesak mereka untuk memperkuat pertahanan keamanan siber terhadap potensi ancaman yang ditimbulkan oleh model kecerdasan buatan (AI) canggih. Langkah ini diambil karena pemerintah tetap waspada, terutama di tengah kekhawatiran tentang rilis model AI baru dan risiko yang ditimbulkannya terhadap data pribadi. Memperkuat keamanan informasi sangat penting bagi sektor perbankan dan keuangan untuk mencegah pelanggaran data.\n\n✅ Cypher 2026: Bergabunglah dengan 5.000+ pemimpin AI. Pesan sekarang → https://cypher.analyticsindiamag.com/...\n✅ Liga Catur: Uji kemampuan Anda → https://chess.analyticsindiamag.com/\n\n#RBI #PerbankanDanKeuangan #PelanggaranData #KecerdasanBuatan #FrontPage #AIMNetwork\n------------------------------------------------------------------------------------------\n📌 TENTANG FRONT PAGE\n\nFront Page adalah ringkasan berita langsung harian yang membahas AI, teknologi perusahaan, semikonduktor, dan peran India dalam ekonomi teknologi global. Dibuat untuk orang-orang yang membuat keputusan, bukan hanya mengonsumsi berita utama.\n\n---------------------------------------------------------------------------------------\n👋 TENTANG AIM NETWORK\nAIM Network adalah suara terkemuka di India di persimpangan AI, Teknologi, dan Bisnis. Kami menghadirkan analisis tajam, berita terkini, dan perspektif orisinal tentang segala hal mulai dari terobosan AI Generatif hingga pergeseran pasar geopolitik.\n\n🔔 Berlangganan untuk wawasan harian: https://www.youtube.com/\n\n📺 TONTON SERI POPULER KAMI:\nHalaman Depan (Berita Teknologi Harian):    • Front Page  \nObrolan Teknologi (Podcast):    • Tech Talk  \nRealitas Simulasi (Podcast) -    • Simulated Reality Podcast  \n\n📰 TETAP TERUPDATE:\nSitus web: https://analyticsindiamag.com/\nLinkedIn:   / analytics-india-magazine  \nTwitter/X: https://x.com/Analyticsindiam\nInstagram:   / aim.media.house  \n\n------------------------------------------------------------------------------------------", "post_id": "f2EiYzp3Kew"}}, {"key": "aimmediahous...", "attributes": {"label": "aimmediahous...", "x": 562.5448100546394, "y": 428.5691329519693, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.6639, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "f2EiYzp3Kew", "id": "aimmediahous...", "source": "youtube-000001", "content": "PERINGATAN: RBI Memberi Peringatan kepada Bank-Bank India tentang Kerentanan AI - Keamanan UPI da...\n\nBank Sentral India (RBI) telah mengeluarkan arahan kepada bank-bank di India, mendesak mereka untuk memperkuat pertahanan keamanan siber terhadap potensi ancaman yang ditimbulkan oleh model kecerdasan buatan (AI) canggih. Langkah ini diambil karena pemerintah tetap waspada, terutama di tengah kekhawatiran tentang rilis model AI baru dan risiko yang ditimbulkannya terhadap data pribadi. Memperkuat keamanan informasi sangat penting bagi sektor perbankan dan keuangan untuk mencegah pelanggaran data.\n\n✅ Cypher 2026: Bergabunglah dengan 5.000+ pemimpin AI. Pesan sekarang → https://cypher.analyticsindiamag.com/...\n✅ Liga Catur: Uji kemampuan Anda → https://chess.analyticsindiamag.com/\n\n#RBI #PerbankanDanKeuangan #PelanggaranData #KecerdasanBuatan #FrontPage #AIMNetwork\n------------------------------------------------------------------------------------------\n📌 TENTANG FRONT PAGE\n\nFront Page adalah ringkasan berita langsung harian yang membahas AI, teknologi perusahaan, semikonduktor, dan peran India dalam ekonomi teknologi global. Dibuat untuk orang-orang yang membuat keputusan, bukan hanya mengonsumsi berita utama.\n\n---------------------------------------------------------------------------------------\n👋 TENTANG AIM NETWORK\nAIM Network adalah suara terkemuka di India di persimpangan AI, Teknologi, dan Bisnis. Kami menghadirkan analisis tajam, berita terkini, dan perspektif orisinal tentang segala hal mulai dari terobosan AI Generatif hingga pergeseran pasar geopolitik.\n\n🔔 Berlangganan untuk wawasan harian: https://www.youtube.com/\n\n📺 TONTON SERI POPULER KAMI:\nHalaman Depan (Berita Teknologi Harian):    • Front Page  \nObrolan Teknologi (Podcast):    • Tech Talk  \nRealitas Simulasi (Podcast) -    • Simulated Reality Podcast  \n\n📰 TETAP TERUPDATE:\nSitus web: https://analyticsindiamag.com/\nLinkedIn:   / analytics-india-magazine  \nTwitter/X: https://x.com/Analyticsindiam\nInstagram:   / aim.media.house  \n\n------------------------------------------------------------------------------------------", "post_id": "f2EiYzp3Kew"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "attributes": {"label": "@BloombergPodcasts", "x": 28.69886715117731, "y": 230.07129138207105, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "Wqa0PDn_JJU", "id": "@BloombergPodcasts", "source": "youtube-000001", "content": "Prospek Ekonomi Global | Bloomberg Surveillance\n\nBerita terkini seputar keuangan, ekonomi, dan investasi.\nSaksikan Tom dan Paul LIVE setiap hari di YouTube: http://bit.ly/3vTiACF (http://bit.ly/3vTiACF).\nBloomberg Surveillance yang dipandu oleh Tom Keene & Paul Sweeney, Jumat, 19 Juni 2026\nMenampilkan:\n\n1) Anneka Treon, Kepala Global Perbankan Swasta, Manajemen Kekayaan, dan Investasi di ING Investments, bergabung untuk membahas prospek investasinya di seluruh Eropa, kekhawatiran klien, dan gambaran makro yang lebih luas.\n\n2) Janet Henry, Kepala Ekonom Global di HSBC, membahas perekonomian global yang terpukul dan dampak yang akan terjadi jika kesepakatan Iran gagal.\n\n3) Vania Stavrakeva, Asisten Profesor Ekonomi di London Business School, membahas inflasi, perlambatan pertumbuhan, dan ketidakpastian geopolitik.\n\n4) Duta Besar Puneet Talwar, Kepala di Talwar Global Strategies dan mantan Duta Besar AS untuk Maroko, berbicara tentang mengapa Iran muncul dari konfliknya dengan AS dalam posisi yang lebih kuat dan perbandingan antara MOU dan JCPOA.\nLihat omnystudio.com/listener (https://omnystudio.com/listener) untuk informasi privasi.\n\nTom Keene, Paul Sweeney, Lisa Mateo, dan Michael Barr mengawasi perekonomian dan pasar saat mereka membahas perkembangan terbaru di bidang keuangan, ekonomi, dan investasi, serta berbicara dengan tokoh-tokoh terkemuka yang membentuk percakapan seputar pasar dunia.\n\nSaksikan Surveillance TV LIVE setiap pagi: http://bit.ly/3P7nstQ \nSaksikan Surveillance Radio LIVE setiap pagi hari kerja: http://bit.ly/3vTiACF\n\nBerlangganan Bloomberg Podcasts: https://bit.ly/BloombergPodcasts\nDengarkan lebih banyak Bloomberg Surveillance:    • Bloomberg Surveillance (Audio)  \n\n#Bloomberg #Podcast #Surveillance #News #Markets\n\nKunjungi kami: https://www.bloomberg.com/podcasts\n\nIkuti Bloomberg Podcasts di Twitter:   / podcasts  \n\nKunjungi saluran YouTube kami lainnya:\nBloomberg Television:    /    \nBloomberg Originals:    / bloomberg  \nQuicktake:    /   \n\nUntuk liputan berita, pasar, dan lainnya: http://www.bloomberg.com/video", "post_id": "Wqa0PDn_JJU"}}, {"key": "markets", "attributes": {"label": "markets", "x": 661.220913941033, "y": 623.3271634460746, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.2445, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Wqa0PDn_JJU", "id": "markets", "source": "youtube-000001", "content": "Prospek Ekonomi Global | Bloomberg Surveillance\n\nBerita terkini seputar keuangan, ekonomi, dan investasi.\nSaksikan Tom dan Paul LIVE setiap hari di YouTube: http://bit.ly/3vTiACF (http://bit.ly/3vTiACF).\nBloomberg Surveillance yang dipandu oleh Tom Keene & Paul Sweeney, Jumat, 19 Juni 2026\nMenampilkan:\n\n1) Anneka Treon, Kepala Global Perbankan Swasta, Manajemen Kekayaan, dan Investasi di ING Investments, bergabung untuk membahas prospek investasinya di seluruh Eropa, kekhawatiran klien, dan gambaran makro yang lebih luas.\n\n2) Janet Henry, Kepala Ekonom Global di HSBC, membahas perekonomian global yang terpukul dan dampak yang akan terjadi jika kesepakatan Iran gagal.\n\n3) Vania Stavrakeva, Asisten Profesor Ekonomi di London Business School, membahas inflasi, perlambatan pertumbuhan, dan ketidakpastian geopolitik.\n\n4) Duta Besar Puneet Talwar, Kepala di Talwar Global Strategies dan mantan Duta Besar AS untuk Maroko, berbicara tentang mengapa Iran muncul dari konfliknya dengan AS dalam posisi yang lebih kuat dan perbandingan antara MOU dan JCPOA.\nLihat omnystudio.com/listener (https://omnystudio.com/listener) untuk informasi privasi.\n\nTom Keene, Paul Sweeney, Lisa Mateo, dan Michael Barr mengawasi perekonomian dan pasar saat mereka membahas perkembangan terbaru di bidang keuangan, ekonomi, dan investasi, serta berbicara dengan tokoh-tokoh terkemuka yang membentuk percakapan seputar pasar dunia.\n\nSaksikan Surveillance TV LIVE setiap pagi: http://bit.ly/3P7nstQ \nSaksikan Surveillance Radio LIVE setiap pagi hari kerja: http://bit.ly/3vTiACF\n\nBerlangganan Bloomberg Podcasts: https://bit.ly/BloombergPodcasts\nDengarkan lebih banyak Bloomberg Surveillance:    • Bloomberg Surveillance (Audio)  \n\n#Bloomberg #Podcast #Surveillance #News #Markets\n\nKunjungi kami: https://www.bloomberg.com/podcasts\n\nIkuti Bloomberg Podcasts di Twitter:   / podcasts  \n\nKunjungi saluran YouTube kami lainnya:\nBloomberg Television:    /    \nBloomberg Originals:    / bloomberg  \nQuicktake:    /   \n\nUntuk liputan berita, pasar, dan lainnya: http://www.bloomberg.com/video", "post_id": "Wqa0PDn_JJU"}}, {"key": "bloombergquicktake", "attributes": {"label": "bloombergquicktake", "x": 935.1664403755594, "y": 729.9414193939299, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.2445, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Wqa0PDn_JJU", "id": "bloombergquicktake", "source": "youtube-000001", "content": "Prospek Ekonomi Global | Bloomberg Surveillance\n\nBerita terkini seputar keuangan, ekonomi, dan investasi.\nSaksikan Tom dan Paul LIVE setiap hari di YouTube: http://bit.ly/3vTiACF (http://bit.ly/3vTiACF).\nBloomberg Surveillance yang dipandu oleh Tom Keene & Paul Sweeney, Jumat, 19 Juni 2026\nMenampilkan:\n\n1) Anneka Treon, Kepala Global Perbankan Swasta, Manajemen Kekayaan, dan Investasi di ING Investments, bergabung untuk membahas prospek investasinya di seluruh Eropa, kekhawatiran klien, dan gambaran makro yang lebih luas.\n\n2) Janet Henry, Kepala Ekonom Global di HSBC, membahas perekonomian global yang terpukul dan dampak yang akan terjadi jika kesepakatan Iran gagal.\n\n3) Vania Stavrakeva, Asisten Profesor Ekonomi di London Business School, membahas inflasi, perlambatan pertumbuhan, dan ketidakpastian geopolitik.\n\n4) Duta Besar Puneet Talwar, Kepala di Talwar Global Strategies dan mantan Duta Besar AS untuk Maroko, berbicara tentang mengapa Iran muncul dari konfliknya dengan AS dalam posisi yang lebih kuat dan perbandingan antara MOU dan JCPOA.\nLihat omnystudio.com/listener (https://omnystudio.com/listener) untuk informasi privasi.\n\nTom Keene, Paul Sweeney, Lisa Mateo, dan Michael Barr mengawasi perekonomian dan pasar saat mereka membahas perkembangan terbaru di bidang keuangan, ekonomi, dan investasi, serta berbicara dengan tokoh-tokoh terkemuka yang membentuk percakapan seputar pasar dunia.\n\nSaksikan Surveillance TV LIVE setiap pagi: http://bit.ly/3P7nstQ \nSaksikan Surveillance Radio LIVE setiap pagi hari kerja: http://bit.ly/3vTiACF\n\nBerlangganan Bloomberg Podcasts: https://bit.ly/BloombergPodcasts\nDengarkan lebih banyak Bloomberg Surveillance:    • Bloomberg Surveillance (Audio)  \n\n#Bloomberg #Podcast #Surveillance #News #Markets\n\nKunjungi kami: https://www.bloomberg.com/podcasts\n\nIkuti Bloomberg Podcasts di Twitter:   / podcasts  \n\nKunjungi saluran YouTube kami lainnya:\nBloomberg Television:    /    \nBloomberg Originals:    / bloomberg  \nQuicktake:    /   \n\nUntuk liputan berita, pasar, dan lainnya: http://www.bloomberg.com/video", "post_id": "Wqa0PDn_JJU"}}, {"key": "@oneindia", "attributes": {"label": "@oneindia", "x": 529.3050103911424, "y": 53.18195046491658, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "9fERBLA7zPU", "id": "@oneindia", "source": "youtube-000001", "content": "KAMI Akan HANCURKAN Kapal Kalian\": Iran LARANG Kapal Israel Melintasi Hormuz Saat Netanyahu TOLA...\n\nKetegangan di Timur Tengah meningkat tajam setelah muncul laporan bahwa Iran telah melarang kapal-kapal yang terkait dengan Israel untuk melintasi Selat Hormuz, salah satu jalur energi terpenting di dunia.\n\nMenurut perkembangan terbaru, para pejabat Iran telah memperingatkan akan mengambil tindakan tegas jika terjadi pelanggaran maritim, mengaitkan langkah tersebut dengan ketegangan regional yang sedang berlangsung dan kehadiran militer Israel di Lebanon. Situasi ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang terhenti, dengan Israel dilaporkan menolak untuk menarik pasukan dari Lebanon selatan meskipun ada tekanan internasional.\n\nSelat Hormuz, yang menangani hampir seperlima pengiriman minyak global, telah menjadi titik api utama dalam kebuntuan geopolitik Iran-Israel-AS yang lebih luas. Gangguan apa pun di wilayah tersebut menimbulkan kekhawatiran langsung terhadap keamanan energi global dan stabilitas pelayaran.\n\nVideo ini membahas perkembangan terkini, reaksi politik, dan potensi dampak global dari pembatasan maritim Iran yang dilaporkan dan meningkatnya ketegangan regional.\n\n#Iran #Israel #Hormuz #BeritaTimurTengah #BeritaTerbaru #BeritaDunia #Geopolitik #SelatHormuz #KonflikIranIsrael #Lebanon #Netanyahu #KrisisPerkapalan #PasarMinyak #BeritaGlobal #BeritaPerang\n#oneindianews #oneindiaenglish #breakingnews #worldnews #englishnewslive #englishnews #latestnews #news\n\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------\n\nBerita yang berbicara dalam bahasa Anda – Aplikasi Oneindia kini tersedia | Klik tautan di bawah ini untuk mengunduh\n\nhttps://play.google.com/store/apps/de...\n\nOneindia News adalah saluran yang digerakkan oleh kaum muda yang menghadirkan berita-berita yang perlu Anda perhatikan, populer, informatif, dan menghibur. Ikuti dan sukai kami untuk konten eksklusif dan menggugah pikiran...\n\nYouTube:    /   \n\nSukai kami di Facebook:   / oneindianews  \n\nIkuti kami di Instagram:   / oneindia_en  \n\nKami ada di X: https://x.com/Oneindia\n\n~HT.410~PR.462~GR.506~ED.102~VG.MX~", "post_id": "9fERBLA7zPU"}}, {"key": "oneindia", "attributes": {"label": "oneindia", "x": 601.240148262804, "y": 874.4586133578381, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "9fERBLA7zPU", "id": "oneindia", "source": "youtube-000001", "content": "KAMI Akan HANCURKAN Kapal Kalian\": Iran LARANG Kapal Israel Melintasi Hormuz Saat Netanyahu TOLA...\n\nKetegangan di Timur Tengah meningkat tajam setelah muncul laporan bahwa Iran telah melarang kapal-kapal yang terkait dengan Israel untuk melintasi Selat Hormuz, salah satu jalur energi terpenting di dunia.\n\nMenurut perkembangan terbaru, para pejabat Iran telah memperingatkan akan mengambil tindakan tegas jika terjadi pelanggaran maritim, mengaitkan langkah tersebut dengan ketegangan regional yang sedang berlangsung dan kehadiran militer Israel di Lebanon. Situasi ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang terhenti, dengan Israel dilaporkan menolak untuk menarik pasukan dari Lebanon selatan meskipun ada tekanan internasional.\n\nSelat Hormuz, yang menangani hampir seperlima pengiriman minyak global, telah menjadi titik api utama dalam kebuntuan geopolitik Iran-Israel-AS yang lebih luas. Gangguan apa pun di wilayah tersebut menimbulkan kekhawatiran langsung terhadap keamanan energi global dan stabilitas pelayaran.\n\nVideo ini membahas perkembangan terkini, reaksi politik, dan potensi dampak global dari pembatasan maritim Iran yang dilaporkan dan meningkatnya ketegangan regional.\n\n#Iran #Israel #Hormuz #BeritaTimurTengah #BeritaTerbaru #BeritaDunia #Geopolitik #SelatHormuz #KonflikIranIsrael #Lebanon #Netanyahu #KrisisPerkapalan #PasarMinyak #BeritaGlobal #BeritaPerang\n#oneindianews #oneindiaenglish #breakingnews #worldnews #englishnewslive #englishnews #latestnews #news\n\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------\n\nBerita yang berbicara dalam bahasa Anda – Aplikasi Oneindia kini tersedia | Klik tautan di bawah ini untuk mengunduh\n\nhttps://play.google.com/store/apps/de...\n\nOneindia News adalah saluran yang digerakkan oleh kaum muda yang menghadirkan berita-berita yang perlu Anda perhatikan, populer, informatif, dan menghibur. Ikuti dan sukai kami untuk konten eksklusif dan menggugah pikiran...\n\nYouTube:    /   \n\nSukai kami di Facebook:   / oneindianews  \n\nIkuti kami di Instagram:   / oneindia_en  \n\nKami ada di X: https://x.com/Oneindia\n\n~HT.410~PR.462~GR.506~ED.102~VG.MX~", "post_id": "9fERBLA7zPU"}}, {"key": "@Firstpost", "attributes": {"label": "@Firstpost", "x": 601.7766484058166, "y": 448.96384892648956, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ILgJpMZTHZo", "id": "@Firstpost", "source": "youtube-000001", "content": "Trump Ingin Bertemu Khamenei Setelah Serangan Iran di Kuwait dan Bahrain | Vantage di Firstpost | 4K\n\nKetegangan antara Amerika Serikat dan Iran telah meningkat menjadi konflik berkepanjangan yang meluas ke seluruh wilayah Teluk, membahayakan sekutu Amerika di Kuwait, Bahrain, dan UEA. Setelah berbulan-bulan serangan dan gencatan senjata singkat pada bulan April, serangan baru telah membuat rudal dan drone menargetkan infrastruktur yang terkait dengan kehadiran militer AS, termasuk Bandara Internasional Kuwait dan pangkalan di Bahrain. Iran mengklaim serangan tersebut merupakan pembalasan atas tindakan AS di dekat Selat Hormuz, sementara Washington dan negara-negara Teluk menyalahkan Teheran atas agresi tersebut. Seiring berlanjutnya eskalasi, stabilitas regional melemah, bahkan ketika upaya diplomatik berjuang untuk mendapatkan daya tarik di tengah meningkatnya kekerasan.\n\n---\n\nPertemuan Trump dengan Iran | Trump Ingin Berdialog dengan Khamenei | Serangan Iran di Teluk | Serangan Rudal Kuwait | Krisis Keamanan Bahrain | Konflik AS-Iran | Perkembangan Perang Timur Tengah | Ketegangan Selat Hormuz | Geopolitik Teluk | Berita Dunia Terkini | Firstpost | Berita Dunia | Berita Langsung | Vantage | Hem Saroya | Berita\n\n#trump #iran #timurtengah #kuwait #bahrain #usiran #beritaterkini #geopolitik #selathormuz #firstpost #vantageonfirstpost #hemsaroya #beritadunia\n\nVantage adalah program berita, opini, dan isu terkini yang inovatif dari Firstpost. Ditujukan untuk audiens global, Vantage meliput berita-berita terbesar dari perspektif 360 derajat, memberi pemirsa kesempatan untuk menilai dampak peristiwa dunia melalui lensa India yang unik.\n\nDengan mematahkan stereotip, Vantage bertujuan untuk menantang kebijaksanaan konvensional dan menyajikan pandangan alternatif tentang urusan global, menentang norma dan membuka pintu bagi perspektif baru. Program ini melampaui berita utama untuk mengungkap kisah-kisah tersembunyi – menjadikan Vantage sebagai tujuan untuk ide-ide yang menggugah pikiran.\n\nVantage tayang Senin hingga Jumat pukul 21.00 IST di Firstpost di semua platform terkemuka.\n\nBerlangganan saluran Firstpost dan tekan ikon lonceng untuk mendapatkan pemberitahuan saat kami siaran langsung.\n\n   /   \n\nIkuti Firstpost di Instagram:\n  / firstpost  \n\nIkuti Firstpost di Facebook:\n  / firstpostin  \n\nIkuti Firstpost di Twitter:\n  / firstpost  \n\nIkuti Firstpost di WhatsApp:\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...", "post_id": "ILgJpMZTHZo"}}, {"key": "firstpost", "attributes": {"label": "firstpost", "x": 566.0288737376225, "y": 870.5205102431125, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ILgJpMZTHZo", "id": "firstpost", "source": "youtube-000001", "content": "Trump Ingin Bertemu Khamenei Setelah Serangan Iran di Kuwait dan Bahrain | Vantage di Firstpost | 4K\n\nKetegangan antara Amerika Serikat dan Iran telah meningkat menjadi konflik berkepanjangan yang meluas ke seluruh wilayah Teluk, membahayakan sekutu Amerika di Kuwait, Bahrain, dan UEA. Setelah berbulan-bulan serangan dan gencatan senjata singkat pada bulan April, serangan baru telah membuat rudal dan drone menargetkan infrastruktur yang terkait dengan kehadiran militer AS, termasuk Bandara Internasional Kuwait dan pangkalan di Bahrain. Iran mengklaim serangan tersebut merupakan pembalasan atas tindakan AS di dekat Selat Hormuz, sementara Washington dan negara-negara Teluk menyalahkan Teheran atas agresi tersebut. Seiring berlanjutnya eskalasi, stabilitas regional melemah, bahkan ketika upaya diplomatik berjuang untuk mendapatkan daya tarik di tengah meningkatnya kekerasan.\n\n---\n\nPertemuan Trump dengan Iran | Trump Ingin Berdialog dengan Khamenei | Serangan Iran di Teluk | Serangan Rudal Kuwait | Krisis Keamanan Bahrain | Konflik AS-Iran | Perkembangan Perang Timur Tengah | Ketegangan Selat Hormuz | Geopolitik Teluk | Berita Dunia Terkini | Firstpost | Berita Dunia | Berita Langsung | Vantage | Hem Saroya | Berita\n\n#trump #iran #timurtengah #kuwait #bahrain #usiran #beritaterkini #geopolitik #selathormuz #firstpost #vantageonfirstpost #hemsaroya #beritadunia\n\nVantage adalah program berita, opini, dan isu terkini yang inovatif dari Firstpost. Ditujukan untuk audiens global, Vantage meliput berita-berita terbesar dari perspektif 360 derajat, memberi pemirsa kesempatan untuk menilai dampak peristiwa dunia melalui lensa India yang unik.\n\nDengan mematahkan stereotip, Vantage bertujuan untuk menantang kebijaksanaan konvensional dan menyajikan pandangan alternatif tentang urusan global, menentang norma dan membuka pintu bagi perspektif baru. Program ini melampaui berita utama untuk mengungkap kisah-kisah tersembunyi – menjadikan Vantage sebagai tujuan untuk ide-ide yang menggugah pikiran.\n\nVantage tayang Senin hingga Jumat pukul 21.00 IST di Firstpost di semua platform terkemuka.\n\nBerlangganan saluran Firstpost dan tekan ikon lonceng untuk mendapatkan pemberitahuan saat kami siaran langsung.\n\n   /   \n\nIkuti Firstpost di Instagram:\n  / firstpost  \n\nIkuti Firstpost di Facebook:\n  / firstpostin  \n\nIkuti Firstpost di Twitter:\n  / firstpost  \n\nIkuti Firstpost di WhatsApp:\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...", "post_id": "ILgJpMZTHZo"}}, {"key": "@OpenDialogueByAxis", "attributes": {"label": "@OpenDialogueByAxis", "x": 41.72566449124693, "y": 259.49056133503166, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Gmj2_GgZkgI", "id": "@OpenDialogueByAxis", "source": "youtube-000001", "content": "Perlambatan Ekonomi India: Apa Selanjutnya? | Dialog Terbuka | Episode 47\n\nApakah ekonomi India menghadapi krisis struktural, ataukah kita sedang menyaksikan titik balik pertumbuhan yang penting? Dalam video ini, kami memberikan analisis mendalam tentang penurunan PDB saat ini, depresiasi rupee, dan tantangan yang sedang dihadapi pertumbuhan ekonomi India.\n\nKami menguraikan mengapa perlambatan PDB nominal, yang didorong oleh kombinasi inflasi ultra-rendah dan pengetatan fiskal, telah berdampak pada pendapatan perusahaan dan valuasi pasar, yang pada akhirnya memicu arus keluar FII baru-baru ini.\n\nPelajari bagaimana dampak inflasi, risiko geopolitik, dan siklus belanja modal global membentuk kembali pasar India saat ini. Para pembicara juga membahas indikator ekonomi utama yang menunjukkan potensi pemulihan ekonomi sedang berlangsung dan menjelaskan mengapa lingkungan inflasi moderat 4–5% sangat penting untuk pertumbuhan laba yang berkelanjutan. Dari menganalisis mengapa rupee jatuh hingga mengeksplorasi inisiatif terbaru RBI untuk menarik modal asing, uraian ini sangat penting bagi investor. Berlangganan Open Dialogue untuk percakapan yang lebih mendalam tentang ekonomi, perbankan, dan keuangan India!\n\n\nPembicara:\nSameer Shetty: Kepala Grup, Perbankan Digital & Program Strategis, Axis Bank\n\nR Sivakumar: Kepala Investasi, Axis Mutual Fund\n\nPenanda Waktu:\n\n00:00 – Pendahuluan - Penurunan Pasar Saham India: Apa yang Sebenarnya Terjadi?\n\n04:00 – Konsolidasi Fiskal & Kenaikan Suku Bunga RBI: Akar Penyebabnya\n09:00 – Krisis Asia Barat, Arus Keluar FII & Masalah Valuasi India\n17:00 – Depresiasi Rupee: Tiga Pukulan Berat & Respons Kebijakan RBI\n23:00 – Siklus Belanja Modal AI Global — Risiko Tersembunyi dalam Pendapatan yang Ditingkatkan\n40:00 – Prospek Ekonomi India — Indikator Utama yang Perlu Diperhatikan\n44:00 – Strategi Portofolio untuk Investor Ritel\n47:50 – Kesimpulan\n\n========================================================\nVideo yang direkomendasikan:\n\n▶️ Ini Bukan Hanya Soal Minyak: Bagaimana Konflik Mempengaruhi Pertumbuhan, Inflasi & Mata Uang | Episode Spesial:    • This Isn’t Just About Oil: How the Conflic...  \n\n▶️ Pertumbuhan Ekonomi India vs. Pendapatan Per Kapita Dijelaskan | Dialog Terbuka | Episode 33:    • India’s Economic Growth vs. Per Capita Inc...  \n\n▶️ Anggota MPC RBI Menjelaskan Kebijakan Moneter, Suku Bunga, Inflasi & Dampak Ekonomi | Dialog Terbuka | Episode 37:    • RBI’s MPC Member Explains Monetary Policy,...  \n\n#krisisekonomiindia #penurunanPDB #dampakinflasi #pertumbuhanekonomiindia #depresiasimatauang #depresiasirupee #risikogeopolitik #mengaparupeejatuh #indikatorekonomi #pemulihanekonomi #perlambatanekonomi #pertumbuhanPDBrilitif #PDBnominal #tigapenyebabpukulan #dinamikainvestasiasing #konflikasiabarat #fcnrswap #sikluscapex #AxisBank #OpenDialogue\n\nBERLANGGANAN KAMI:    /   \n\nUnduh Aplikasi Axis Bank: https://play.google.com/store/apps/de...\n\nUntuk video informatif dan diskusi lebih lanjut tentang topik penting terkait Perbankan, keuangan & ekonomi:\nLinkedIn -   / axis-bank  \nInstagram -   / opendialoguebyaxisbank  \nFacebook -   / axisbank  \nX- https://x.com/AxisBank\n\nHak Cipta:\n©Axis Bank Limited [2026]. Semua hak dilindungi undang-undang. Video ini dan semua video lain di saluran ini dilindungi oleh undang-undang hak cipta dan tidak boleh digunakan atau direproduksi tanpa izin tertulis dari pemilik hak cipta.\n\nPERNYATAAN PENAFIAN HUKUM:\nDengan mengakses podcast video ini (“Podcast”), saya mengakui bahwa Axis Bank Limited dan anak perusahaannya (“AXIS BANK”) tidak memberikan jaminan, garansi, atau pernyataan apa pun mengenai keakuratan atau kecukupan informasi yang ditampilkan dalam Podcast ini. Informasi, pendapat, dan rekomendasi yang disajikan dalam Podcast ini hanya untuk informasi umum dan setiap ketergantungan pada informasi yang diberikan dalam Podcast ini dilakukan atas risiko Anda sendiri. Podcast ini tidak boleh dianggap sebagai nasihat profesional. Kecuali dinyatakan secara khusus sebaliknya, AXIS BANK tidak mendukung, menyetujui, merekomendasikan, atau mensertifikasi informasi, produk, proses, layanan, atau organisasi apa pun yang disajikan atau disebutkan dalam Podcast ini, dan informasi dari Podcast ini tidak boleh dirujuk dengan cara apa pun untuk menyiratkan persetujuan atau dukungan tersebut. Lebih lanjut, AXIS BANK tidak memberikan jaminan bahwa Podcast ini, atau server yang menyediakannya, bebas dari virus, worm, atau elemen atau kode lain yang memiliki sifat merusak atau mencemari.\n\nAXIS BANK SECARA TEGAS MENOLAK SEGALA TANGGUNG JAWAB ATAS KERUGIAN LANGSUNG, TIDAK LANGSUNG, INSIDENTAL, KHUSUS, KONSEKUENSIAL, ATAU KERUGIAN LAINNYA YANG TIMBUL AKIBAT PENGGUNAAN, REFERENSI, KEPERCAYAAN, ATAU KETIDAKMAMPUAN INDIVIDU UNTUK MENGGUNAKAN INFORMASI PODCAST YANG DISAJIKAN DALAM PODCAST INI.", "post_id": "Gmj2_GgZkgI"}}, {"key": "opendialoguebyaxis", "attributes": {"label": "opendialoguebyaxis", "x": 263.70499414586857, "y": 278.6181339726873, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Gmj2_GgZkgI", "id": "opendialoguebyaxis", "source": "youtube-000001", "content": "Perlambatan Ekonomi India: Apa Selanjutnya? | Dialog Terbuka | Episode 47\n\nApakah ekonomi India menghadapi krisis struktural, ataukah kita sedang menyaksikan titik balik pertumbuhan yang penting? Dalam video ini, kami memberikan analisis mendalam tentang penurunan PDB saat ini, depresiasi rupee, dan tantangan yang sedang dihadapi pertumbuhan ekonomi India.\n\nKami menguraikan mengapa perlambatan PDB nominal, yang didorong oleh kombinasi inflasi ultra-rendah dan pengetatan fiskal, telah berdampak pada pendapatan perusahaan dan valuasi pasar, yang pada akhirnya memicu arus keluar FII baru-baru ini.\n\nPelajari bagaimana dampak inflasi, risiko geopolitik, dan siklus belanja modal global membentuk kembali pasar India saat ini. Para pembicara juga membahas indikator ekonomi utama yang menunjukkan potensi pemulihan ekonomi sedang berlangsung dan menjelaskan mengapa lingkungan inflasi moderat 4–5% sangat penting untuk pertumbuhan laba yang berkelanjutan. Dari menganalisis mengapa rupee jatuh hingga mengeksplorasi inisiatif terbaru RBI untuk menarik modal asing, uraian ini sangat penting bagi investor. Berlangganan Open Dialogue untuk percakapan yang lebih mendalam tentang ekonomi, perbankan, dan keuangan India!\n\n\nPembicara:\nSameer Shetty: Kepala Grup, Perbankan Digital & Program Strategis, Axis Bank\n\nR Sivakumar: Kepala Investasi, Axis Mutual Fund\n\nPenanda Waktu:\n\n00:00 – Pendahuluan - Penurunan Pasar Saham India: Apa yang Sebenarnya Terjadi?\n\n04:00 – Konsolidasi Fiskal & Kenaikan Suku Bunga RBI: Akar Penyebabnya\n09:00 – Krisis Asia Barat, Arus Keluar FII & Masalah Valuasi India\n17:00 – Depresiasi Rupee: Tiga Pukulan Berat & Respons Kebijakan RBI\n23:00 – Siklus Belanja Modal AI Global — Risiko Tersembunyi dalam Pendapatan yang Ditingkatkan\n40:00 – Prospek Ekonomi India — Indikator Utama yang Perlu Diperhatikan\n44:00 – Strategi Portofolio untuk Investor Ritel\n47:50 – Kesimpulan\n\n========================================================\nVideo yang direkomendasikan:\n\n▶️ Ini Bukan Hanya Soal Minyak: Bagaimana Konflik Mempengaruhi Pertumbuhan, Inflasi & Mata Uang | Episode Spesial:    • This Isn’t Just About Oil: How the Conflic...  \n\n▶️ Pertumbuhan Ekonomi India vs. Pendapatan Per Kapita Dijelaskan | Dialog Terbuka | Episode 33:    • India’s Economic Growth vs. Per Capita Inc...  \n\n▶️ Anggota MPC RBI Menjelaskan Kebijakan Moneter, Suku Bunga, Inflasi & Dampak Ekonomi | Dialog Terbuka | Episode 37:    • RBI’s MPC Member Explains Monetary Policy,...  \n\n#krisisekonomiindia #penurunanPDB #dampakinflasi #pertumbuhanekonomiindia #depresiasimatauang #depresiasirupee #risikogeopolitik #mengaparupeejatuh #indikatorekonomi #pemulihanekonomi #perlambatanekonomi #pertumbuhanPDBrilitif #PDBnominal #tigapenyebabpukulan #dinamikainvestasiasing #konflikasiabarat #fcnrswap #sikluscapex #AxisBank #OpenDialogue\n\nBERLANGGANAN KAMI:    /   \n\nUnduh Aplikasi Axis Bank: https://play.google.com/store/apps/de...\n\nUntuk video informatif dan diskusi lebih lanjut tentang topik penting terkait Perbankan, keuangan & ekonomi:\nLinkedIn -   / axis-bank  \nInstagram -   / opendialoguebyaxisbank  \nFacebook -   / axisbank  \nX- https://x.com/AxisBank\n\nHak Cipta:\n©Axis Bank Limited [2026]. Semua hak dilindungi undang-undang. Video ini dan semua video lain di saluran ini dilindungi oleh undang-undang hak cipta dan tidak boleh digunakan atau direproduksi tanpa izin tertulis dari pemilik hak cipta.\n\nPERNYATAAN PENAFIAN HUKUM:\nDengan mengakses podcast video ini (“Podcast”), saya mengakui bahwa Axis Bank Limited dan anak perusahaannya (“AXIS BANK”) tidak memberikan jaminan, garansi, atau pernyataan apa pun mengenai keakuratan atau kecukupan informasi yang ditampilkan dalam Podcast ini. Informasi, pendapat, dan rekomendasi yang disajikan dalam Podcast ini hanya untuk informasi umum dan setiap ketergantungan pada informasi yang diberikan dalam Podcast ini dilakukan atas risiko Anda sendiri. Podcast ini tidak boleh dianggap sebagai nasihat profesional. Kecuali dinyatakan secara khusus sebaliknya, AXIS BANK tidak mendukung, menyetujui, merekomendasikan, atau mensertifikasi informasi, produk, proses, layanan, atau organisasi apa pun yang disajikan atau disebutkan dalam Podcast ini, dan informasi dari Podcast ini tidak boleh dirujuk dengan cara apa pun untuk menyiratkan persetujuan atau dukungan tersebut. Lebih lanjut, AXIS BANK tidak memberikan jaminan bahwa Podcast ini, atau server yang menyediakannya, bebas dari virus, worm, atau elemen atau kode lain yang memiliki sifat merusak atau mencemari.\n\nAXIS BANK SECARA TEGAS MENOLAK SEGALA TANGGUNG JAWAB ATAS KERUGIAN LANGSUNG, TIDAK LANGSUNG, INSIDENTAL, KHUSUS, KONSEKUENSIAL, ATAU KERUGIAN LAINNYA YANG TIMBUL AKIBAT PENGGUNAAN, REFERENSI, KEPERCAYAAN, ATAU KETIDAKMAMPUAN INDIVIDU UNTUK MENGGUNAKAN INFORMASI PODCAST YANG DISAJIKAN DALAM PODCAST INI.", "post_id": "Gmj2_GgZkgI"}}, {"key": "@RTVMalacanang", "attributes": {"label": "@RTVMalacanang", "x": 195.76216209255847, "y": 339.9727900879388, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "Fox4O5gFHAU", "id": "@RTVMalacanang", "source": "youtube-000001", "content": "Pertemuan dengan Liga Persahabatan Parlementer Jepang-Filipina (Sambutan Lengkap) 27/5/2026\n\nTokyo, Jepang\n27 Mei 2026\n\nPresiden Ferdinand R. Marcos Jr. menggarisbawahi persahabatan yang abadi dan kemitraan strategis yang berkembang antara Filipina dan Jepang selama pertemuannya dengan Liga Persahabatan Parlemen Jepang-Filipina (JPPFL) di Tokyo.\n\nSaat kedua negara memperingati ulang tahun ke-70 normalisasi hubungan diplomatik, Presiden menekankan bahwa tonggak sejarah ini tidak hanya mencerminkan kerja sama selama beberapa dekade tetapi juga kepercayaan yang mendalam, rekonsiliasi, dan tujuan bersama yang terus memperkuat hubungan bilateral. Beliau menyampaikan apresiasi atas dukungan teguh JPPFL dalam memajukan hubungan Filipina-Jepang melalui keterlibatan dan kerja sama parlemen.\n\nDalam sambutannya, Presiden Marcos Jr. menekankan pentingnya kemitraan yang terpercaya di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, gangguan rantai pasokan, dan tantangan terhadap tatanan internasional berbasis aturan. Beliau mencatat bahwa Filipina dan Jepang sedang bergerak menuju peningkatan hubungan mereka ke Kemitraan Strategis Komprehensif — tingkatan tertinggi dalam kerangka diplomatik Filipina — yang berlandaskan nilai-nilai bersama, saling menghormati, dan kepatuhan terhadap hukum internasional. Kepala Eksekutif juga menyambut baik peran proaktif Jepang dalam mempromosikan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di Indo-Pasifik, khususnya melalui upaya untuk memperkuat keamanan regional, ketahanan ekonomi, inovasi teknologi, dan kerja sama yang berpusat pada Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).\n\nIa lebih lanjut menekankan pentingnya memperdalam kerja sama pertahanan, maritim, dan ekonomi antara kedua negara, dengan menyebutkan perjanjian seperti Perjanjian Akses Timbal Balik (RAA) dan Perjanjian Akuisisi dan Layanan Lintas (ACSA), serta dukungan Bantuan Keamanan Resmi (OSA) Jepang yang berkelanjutan untuk Filipina. Ia mengakui Jepang sebagai salah satu mitra terpenting negara tersebut dalam perdagangan, investasi, dan bantuan pembangunan, dan menyatakan optimisme tentang perluasan kolaborasi di bidang-bidang baru seperti energi bersih, transformasi digital, kecerdasan buatan (AI), mineral penting, dan kerja sama ruang angkasa.\n\n“Filipina dan Jepang menunjukkan bahwa persahabatan mereka tetap teguh di saat-saat terpenting dengan saling mendukung di masa bencana dan krisis… Saat kita menghadapi perubahan arus, persahabatan antara Filipina dan Jepang terus berkembang dan semakin kuat, dan kami berharap dapat bekerja sama dengan JPPFL untuk membawanya ke tingkat yang lebih tinggi lagi,” kata Presiden Marcos Jr. dalam pesannya.\n\nTerhubung dengan RTVM\n\nSitus web: http://rtvm.gov.ph\nFacebook: www.facebook.com/presidentialcom dan www.facebook.com/rtvmalacanang\nYouTube: \nTiktok:", "post_id": "Fox4O5gFHAU"}}, {"key": "RTVMalacanang", "attributes": {"label": "RTVMalacanang", "x": 714.9487835513198, "y": 955.1171046517807, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.2445, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Fox4O5gFHAU", "id": "RTVMalacanang", "source": "youtube-000001", "content": "Pertemuan dengan Liga Persahabatan Parlementer Jepang-Filipina (Sambutan Lengkap) 27/5/2026\n\nTokyo, Jepang\n27 Mei 2026\n\nPresiden Ferdinand R. Marcos Jr. menggarisbawahi persahabatan yang abadi dan kemitraan strategis yang berkembang antara Filipina dan Jepang selama pertemuannya dengan Liga Persahabatan Parlemen Jepang-Filipina (JPPFL) di Tokyo.\n\nSaat kedua negara memperingati ulang tahun ke-70 normalisasi hubungan diplomatik, Presiden menekankan bahwa tonggak sejarah ini tidak hanya mencerminkan kerja sama selama beberapa dekade tetapi juga kepercayaan yang mendalam, rekonsiliasi, dan tujuan bersama yang terus memperkuat hubungan bilateral. Beliau menyampaikan apresiasi atas dukungan teguh JPPFL dalam memajukan hubungan Filipina-Jepang melalui keterlibatan dan kerja sama parlemen.\n\nDalam sambutannya, Presiden Marcos Jr. menekankan pentingnya kemitraan yang terpercaya di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, gangguan rantai pasokan, dan tantangan terhadap tatanan internasional berbasis aturan. Beliau mencatat bahwa Filipina dan Jepang sedang bergerak menuju peningkatan hubungan mereka ke Kemitraan Strategis Komprehensif — tingkatan tertinggi dalam kerangka diplomatik Filipina — yang berlandaskan nilai-nilai bersama, saling menghormati, dan kepatuhan terhadap hukum internasional. Kepala Eksekutif juga menyambut baik peran proaktif Jepang dalam mempromosikan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di Indo-Pasifik, khususnya melalui upaya untuk memperkuat keamanan regional, ketahanan ekonomi, inovasi teknologi, dan kerja sama yang berpusat pada Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).\n\nIa lebih lanjut menekankan pentingnya memperdalam kerja sama pertahanan, maritim, dan ekonomi antara kedua negara, dengan menyebutkan perjanjian seperti Perjanjian Akses Timbal Balik (RAA) dan Perjanjian Akuisisi dan Layanan Lintas (ACSA), serta dukungan Bantuan Keamanan Resmi (OSA) Jepang yang berkelanjutan untuk Filipina. Ia mengakui Jepang sebagai salah satu mitra terpenting negara tersebut dalam perdagangan, investasi, dan bantuan pembangunan, dan menyatakan optimisme tentang perluasan kolaborasi di bidang-bidang baru seperti energi bersih, transformasi digital, kecerdasan buatan (AI), mineral penting, dan kerja sama ruang angkasa.\n\n“Filipina dan Jepang menunjukkan bahwa persahabatan mereka tetap teguh di saat-saat terpenting dengan saling mendukung di masa bencana dan krisis… Saat kita menghadapi perubahan arus, persahabatan antara Filipina dan Jepang terus berkembang dan semakin kuat, dan kami berharap dapat bekerja sama dengan JPPFL untuk membawanya ke tingkat yang lebih tinggi lagi,” kata Presiden Marcos Jr. dalam pesannya.\n\nTerhubung dengan RTVM\n\nSitus web: http://rtvm.gov.ph\nFacebook: www.facebook.com/presidentialcom dan www.facebook.com/rtvmalacanang\nYouTube: \nTiktok:", "post_id": "Fox4O5gFHAU"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "attributes": {"label": "@KompasTVDewata", "x": 422.8333732094167, "y": 693.0591765756731, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "s92VPDqEqv8", "id": "@KompasTVDewata", "source": "youtube-000001", "content": "Polemik BBM, Rupiah Melemah hingga MBG, Saatnya Pemerintah Dengar Suara Rakyat!\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green memicu gelombang unjuk rasa di sejumlah daerah.\n\nMassa mendesak pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM serta menuntut perbaikan ekonomi.\n\nMereka juga menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah dan menilai sejumlah kebijakan pemerintah justru menjadi penyebab ekonomi Indonesia bermasalah, terutama soal MBG.\n\nKenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 pada 10 Juni lalu mengejutkan masyarakat.\n\nBanyaknya masyarakat yang beralih ke Pertalite membuat sejumlah SPBU di Jakarta kehabisan stok BBM.\n\nDirektur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menegaskan keputusan menaikkan harga harus dilakukan karena mengacu pada mekanisme pasar. Menurutnya, perubahan harga saat ini masih mempertimbangkan daya beli masyarakat.\n\nKetua Komisi XI DPR, Muhamad Misbakhun menilai kenaikan harga Pertamax akan memberikan tekanan terhadap inflasi.\n\nUntuk itu, berbagai opsi stimulus dan insentif saat ini sedang dibahas untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan.\n\nMenkeu Purbaya mengakui kenaikan Pertamax berpotensi mendorong sebagian masyarakat beralih ke Pertalite.\n\nNamun, pemerintah belum menghitung besaran perpindahan konsumsi BBM tersebut maupun dampaknya terhadap beban subsidi energi dalam APBN.\n\nDi sisi lain, Purbaya menilai kenaikan harga Pertamax tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap inflasi nasional.\n\nUntuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah tengah mengkaji sejumlah skema bantuan sebelum kembali berkoordinasi dengan Pertamina.\n\nKemenkeu sebagai penanggung jawab fiskal dan BI sebagai pengendali moneter sepakat untuk terus meningkatkan koordinasi guna menjaga nilai tukar rupiah dan angka pertumbuhan ekonomi. Pemerintah, BI, maupun DPR mau mendengar masukan dari banyak pihak.\n\nKoordinasi dan komunikasi yang baik antarlembaga ini memang diperlukan di saat negara kita menghadapi situasi yang tidak mudah akibat kondisi geopolitik yang tidak menentu.\n\n\n\nTerima kasih sudah menonton!\n\nJangan lewatkan berita dan inspirasi terkini dari Pulau Dewata. Dukung kami dengan LIKE, berikan pandangan Anda di KOMENTAR, BAGIKAN kepada kerabat Anda, dan pastikan Anda SUBSCRIBE untuk mendapatkan notifikasi video terbaru.\n\n🔔 Jangan Lupa Nyalakan Lonceng Notifikasi! 🔔\n\nKompasTV Dewata Official Channel.\nInspirasi Bali. Berita Terpercaya.\n\nTonton Kami Langsung di TV:\nSetiap hari pukul 05.30 WITA - 08.00 WITA\n\nJelajahi Konten Kami:\n\n🎥 VIDEO TERBARU:    /   \n\n✅ SUBSCRIBE SEKARANG:    /   \n\nIkuti Kami di Media Sosial:\n\nFacebook:   / kompastvdewata  \n\nInstagram:   / kompastvbalidewata", "post_id": "s92VPDqEqv8"}}, {"key": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "kompastvdewata", "x": 122.52748172345918, "y": 959.1830285427205, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.2445, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "s92VPDqEqv8", "id": "kompastvdewata", "source": "youtube-000001", "content": "Polemik BBM, Rupiah Melemah hingga MBG, Saatnya Pemerintah Dengar Suara Rakyat!\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green memicu gelombang unjuk rasa di sejumlah daerah.\n\nMassa mendesak pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM serta menuntut perbaikan ekonomi.\n\nMereka juga menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah dan menilai sejumlah kebijakan pemerintah justru menjadi penyebab ekonomi Indonesia bermasalah, terutama soal MBG.\n\nKenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 pada 10 Juni lalu mengejutkan masyarakat.\n\nBanyaknya masyarakat yang beralih ke Pertalite membuat sejumlah SPBU di Jakarta kehabisan stok BBM.\n\nDirektur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menegaskan keputusan menaikkan harga harus dilakukan karena mengacu pada mekanisme pasar. Menurutnya, perubahan harga saat ini masih mempertimbangkan daya beli masyarakat.\n\nKetua Komisi XI DPR, Muhamad Misbakhun menilai kenaikan harga Pertamax akan memberikan tekanan terhadap inflasi.\n\nUntuk itu, berbagai opsi stimulus dan insentif saat ini sedang dibahas untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan.\n\nMenkeu Purbaya mengakui kenaikan Pertamax berpotensi mendorong sebagian masyarakat beralih ke Pertalite.\n\nNamun, pemerintah belum menghitung besaran perpindahan konsumsi BBM tersebut maupun dampaknya terhadap beban subsidi energi dalam APBN.\n\nDi sisi lain, Purbaya menilai kenaikan harga Pertamax tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap inflasi nasional.\n\nUntuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah tengah mengkaji sejumlah skema bantuan sebelum kembali berkoordinasi dengan Pertamina.\n\nKemenkeu sebagai penanggung jawab fiskal dan BI sebagai pengendali moneter sepakat untuk terus meningkatkan koordinasi guna menjaga nilai tukar rupiah dan angka pertumbuhan ekonomi. Pemerintah, BI, maupun DPR mau mendengar masukan dari banyak pihak.\n\nKoordinasi dan komunikasi yang baik antarlembaga ini memang diperlukan di saat negara kita menghadapi situasi yang tidak mudah akibat kondisi geopolitik yang tidak menentu.\n\n\n\nTerima kasih sudah menonton!\n\nJangan lewatkan berita dan inspirasi terkini dari Pulau Dewata. Dukung kami dengan LIKE, berikan pandangan Anda di KOMENTAR, BAGIKAN kepada kerabat Anda, dan pastikan Anda SUBSCRIBE untuk mendapatkan notifikasi video terbaru.\n\n🔔 Jangan Lupa Nyalakan Lonceng Notifikasi! 🔔\n\nKompasTV Dewata Official Channel.\nInspirasi Bali. Berita Terpercaya.\n\nTonton Kami Langsung di TV:\nSetiap hari pukul 05.30 WITA - 08.00 WITA\n\nJelajahi Konten Kami:\n\n🎥 VIDEO TERBARU:    /   \n\n✅ SUBSCRIBE SEKARANG:    /   \n\nIkuti Kami di Media Sosial:\n\nFacebook:   / kompastvdewata  \n\nInstagram:   / kompastvbalidewata", "post_id": "s92VPDqEqv8"}}, {"key": "@in-trik", "attributes": {"label": "@in-trik", "x": 827.4677137578368, "y": 985.193674183838, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "jDR4H9g4r84", "id": "@in-trik", "source": "youtube-000001", "content": "PUBLIK DIBOHONGI? Rencana Netanyahu Gagal, Kondisi Israel Pasca Serangan Iran-Hizbullah Lebih Parah\n\n#intrik #israel #iran #netanyahu #geopolitik #mossad #idf #hizbullah \n\nApa yang sebenarnya terjadi di dalam lingkaran keamanan Israel saat ini? Selama ini, narasi yang muncul di permukaan tampak terkendali, namun kenyataannya jauh lebih kompleks. Video ini membongkar situasi terkini Israel pasca serangan rudal Iran dan proksinya yang jarang tersorot media arus utama.\n\nKita akan membahas benturan strategi yang belum pernah terjadi sebelumnya antara IDF (Militer) dan Mossad (Intelijen). Di saat militer ingin membatasi skala perang, Mossad justru mendorong langkah yang jauh lebih ekstrem. Mengapa Netanyahu mulai panik dengan bocornya informasi mengenai kerusakan fasilitas vital dari Haifa hingga Tel Aviv?\n\nJangan lupa untuk LIKE, SHARE, dan SUBSCRIBE ke  untuk update situasi geopolitik paling tajam lainnya!\n--------------------------------------------------------------\n00:00 - Intro: Rahasia di Balik Serangan Balasan Israel \n00:17 - Pecah! Benturan Strategi IDF vs Mossad \n01:02 - Misi Rahasia Mossad Menjatuhkan Rezim Teheran \n01:47 - Sensor Informasi: Fakta yang Disaring dari Publik \n02:47 - Demonstrasi Tel Aviv: Rakyat Mulai Marah pada Netanyahu \n03:39 - Infrastruktur Vital yang Menjadi Target Rudal Presisi \n04:12 - Kerusakan Fasilitas Komunikasi Satelit di Wadi Ayala \n04:51 - Kilang Minyak Haifa & Krisis Energi Israel \n06:08 - Dampak Psikologis: Ribuan Rumah di Tel Aviv Rusak \n06:51 - Kegagalan Strategis? Kritik Tajam Yair Lapid \n07:27 - Beban Ekonomi: Puluhan Miliar Dolar Hilang Akibat Perang \n08:22 - Israel Terisolasi? Tekanan Keras dari Negara-Negara Eropa \n09:35 - Kesimpulan: Seberapa Lama Stabilitas Israel Bisa Bertahan?\n--------------------------------------------------------------\nFollow kami juga disini:\n👉 Facebook : https://www.facebook.com/\n👉 Twitter : https://twitter.com/\n---------------------------------------------------------------\n\nFor copyright matters please contact us at: \nadv.daftarpopuler\n\nDisclaimer - Some contents are used for educational purpose under fair use. Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for \"fair use\" for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favor of fair use.", "post_id": "jDR4H9g4r84"}}, {"key": "InTrik", "attributes": {"label": "InTrik", "x": 994.4553163528853, "y": 350.6999718184607, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "jDR4H9g4r84", "id": "InTrik", "source": "youtube-000001", "content": "PUBLIK DIBOHONGI? Rencana Netanyahu Gagal, Kondisi Israel Pasca Serangan Iran-Hizbullah Lebih Parah\n\n#intrik #israel #iran #netanyahu #geopolitik #mossad #idf #hizbullah \n\nApa yang sebenarnya terjadi di dalam lingkaran keamanan Israel saat ini? Selama ini, narasi yang muncul di permukaan tampak terkendali, namun kenyataannya jauh lebih kompleks. Video ini membongkar situasi terkini Israel pasca serangan rudal Iran dan proksinya yang jarang tersorot media arus utama.\n\nKita akan membahas benturan strategi yang belum pernah terjadi sebelumnya antara IDF (Militer) dan Mossad (Intelijen). Di saat militer ingin membatasi skala perang, Mossad justru mendorong langkah yang jauh lebih ekstrem. Mengapa Netanyahu mulai panik dengan bocornya informasi mengenai kerusakan fasilitas vital dari Haifa hingga Tel Aviv?\n\nJangan lupa untuk LIKE, SHARE, dan SUBSCRIBE ke  untuk update situasi geopolitik paling tajam lainnya!\n--------------------------------------------------------------\n00:00 - Intro: Rahasia di Balik Serangan Balasan Israel \n00:17 - Pecah! Benturan Strategi IDF vs Mossad \n01:02 - Misi Rahasia Mossad Menjatuhkan Rezim Teheran \n01:47 - Sensor Informasi: Fakta yang Disaring dari Publik \n02:47 - Demonstrasi Tel Aviv: Rakyat Mulai Marah pada Netanyahu \n03:39 - Infrastruktur Vital yang Menjadi Target Rudal Presisi \n04:12 - Kerusakan Fasilitas Komunikasi Satelit di Wadi Ayala \n04:51 - Kilang Minyak Haifa & Krisis Energi Israel \n06:08 - Dampak Psikologis: Ribuan Rumah di Tel Aviv Rusak \n06:51 - Kegagalan Strategis? Kritik Tajam Yair Lapid \n07:27 - Beban Ekonomi: Puluhan Miliar Dolar Hilang Akibat Perang \n08:22 - Israel Terisolasi? Tekanan Keras dari Negara-Negara Eropa \n09:35 - Kesimpulan: Seberapa Lama Stabilitas Israel Bisa Bertahan?\n--------------------------------------------------------------\nFollow kami juga disini:\n👉 Facebook : https://www.facebook.com/\n👉 Twitter : https://twitter.com/\n---------------------------------------------------------------\n\nFor copyright matters please contact us at: \nadv.daftarpopuler\n\nDisclaimer - Some contents are used for educational purpose under fair use. Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for \"fair use\" for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favor of fair use.", "post_id": "jDR4H9g4r84"}}, {"key": "@CerdasSejarah", "attributes": {"label": "@CerdasSejarah", "x": 192.2562981514182, "y": 918.7631823370672, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "zpAjWieJOtY", "id": "@CerdasSejarah", "source": "youtube-000001", "content": "MEMAHAMI SISI GELAP TIMOR TIMUR YANG SEBENARNYA!\n\nDi buku teks sekolah, kita disuapi narasi bahwa Timor Timur adalah provinsi ke-27 yang tidak tahu diuntung. Kita diajarkan bahwa integrasi adalah sebuah anugerah, dan perpisahan adalah bentuk pengkhianatan. Namun, di balik seragam merah-putih dan pidato patriotik yang membahana, tersimpan sebuah kuburan massal yang nyaris dihapus dari memori bangsa.\n\nDi episode Cerdas Sejarah kali ini, kita melakukan bedah forensik terhadap salah satu konspirasi paling berdarah dalam sejarah geopolitik Asia Tenggara. Kita tidak sedang membicarakan sejarah buku teks yang aman. Kita akan menguliti bagaimana sebuah wilayah kecil di ujung Nusantara dijadikan bidak catur dalam permainan Perang Dingin yang kejam.\n\nKami menelanjangi data rahasia yang selama puluhan tahun terkubur: Mulai dari pertemuan rahasia di Jakarta di mana Henry Kissinger memberikan 'lampu hijau' untuk invasi, hingga dokumen deklasifikasi Inggris yang membongkar keterlibatan sekutu Barat dalam melakukan cover-up atas kematian jurnalis mereka sendiri—semua demi menjaga kontrak persenjataan dan stabilitas rezim.\n\nNamun, dokumenter ini melampaui urusan senjata. Kita akan mengungkap motif paling purba dari segala peperangan: Keserakahan. Bagaimana elite politik dan korporasi minyak internasional merancang 'Pesta Sampanye' di atas langit Laut Timor, sementara di daratan, rakyat Timor Timur hidup dalam teror kelaparan dan peluru. Kita membongkar misteri kaset VHS yang diselundupkan di bawah batu nisan Santa Cruz—kaset yang akhirnya menghancurkan topeng Orde Baru di mata dunia.\n\nMengapa negara yang menyebut dirinya pahlawan kemanusiaan justru bersulang di atas kuburan massal? Dan bagaimana sejarah ini akhirnya menjadi beban yang memaksakan kehancuran ekonomi Indonesia di tahun 1998?\n\nTonton dokumenter ini sampai habis. Karena kebenaran tidak pernah meminta izin untuk ditemukan; ia hanya menunggu untuk diungkap.\n\n☕ Apresiasi Riset & Traktir Kopi Tim Cerdas Sejarah:\nDukunganmu membantu kami tetap independen membongkar apa yang disembunyikan buku teks sejarah pada umumnya : https://bagibagi.co/CerdasSejarah\n\nJangan lupa untuk LIKE, SHARE, dan SUBSCRIBE ke Cerdas Sejarah untuk terus mendukung jurnalisme investigasi sejarah yang mendalam dan independen.\n\n🎵 Audio & Visual:\nMusic by Karl Casey \n\nFootage arsip berita (Arsip PBB, dokumentasi militer, rekaman jurnalis independen) digunakan di bawah koridor Fair Use.\n\n📧 Kerjasama Bisnis: mjabalnoor14\n\n⚖️ Fair Use Disclaimer:\nCopyright Disclaimer under section 107 of the Copyright Act of 1976, allowance is made for “fair use” for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, education and research.\n\n#TimorTimur #CerdasSejarah #SejarahIndonesia #Geopolitik #DokumenterSejarah #OperasiSeroja #SantaCruz #SejarahDunia #Konspirasi #JurnalismeInvestigasi", "post_id": "zpAjWieJOtY"}}, {"key": "WhiteBatAudio", "attributes": {"label": "WhiteBatAudio", "x": 200.5527109400177, "y": 883.2585759172346, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "zpAjWieJOtY", "id": "WhiteBatAudio", "source": "youtube-000001", "content": "MEMAHAMI SISI GELAP TIMOR TIMUR YANG SEBENARNYA!\n\nDi buku teks sekolah, kita disuapi narasi bahwa Timor Timur adalah provinsi ke-27 yang tidak tahu diuntung. Kita diajarkan bahwa integrasi adalah sebuah anugerah, dan perpisahan adalah bentuk pengkhianatan. Namun, di balik seragam merah-putih dan pidato patriotik yang membahana, tersimpan sebuah kuburan massal yang nyaris dihapus dari memori bangsa.\n\nDi episode Cerdas Sejarah kali ini, kita melakukan bedah forensik terhadap salah satu konspirasi paling berdarah dalam sejarah geopolitik Asia Tenggara. Kita tidak sedang membicarakan sejarah buku teks yang aman. Kita akan menguliti bagaimana sebuah wilayah kecil di ujung Nusantara dijadikan bidak catur dalam permainan Perang Dingin yang kejam.\n\nKami menelanjangi data rahasia yang selama puluhan tahun terkubur: Mulai dari pertemuan rahasia di Jakarta di mana Henry Kissinger memberikan 'lampu hijau' untuk invasi, hingga dokumen deklasifikasi Inggris yang membongkar keterlibatan sekutu Barat dalam melakukan cover-up atas kematian jurnalis mereka sendiri—semua demi menjaga kontrak persenjataan dan stabilitas rezim.\n\nNamun, dokumenter ini melampaui urusan senjata. Kita akan mengungkap motif paling purba dari segala peperangan: Keserakahan. Bagaimana elite politik dan korporasi minyak internasional merancang 'Pesta Sampanye' di atas langit Laut Timor, sementara di daratan, rakyat Timor Timur hidup dalam teror kelaparan dan peluru. Kita membongkar misteri kaset VHS yang diselundupkan di bawah batu nisan Santa Cruz—kaset yang akhirnya menghancurkan topeng Orde Baru di mata dunia.\n\nMengapa negara yang menyebut dirinya pahlawan kemanusiaan justru bersulang di atas kuburan massal? Dan bagaimana sejarah ini akhirnya menjadi beban yang memaksakan kehancuran ekonomi Indonesia di tahun 1998?\n\nTonton dokumenter ini sampai habis. Karena kebenaran tidak pernah meminta izin untuk ditemukan; ia hanya menunggu untuk diungkap.\n\n☕ Apresiasi Riset & Traktir Kopi Tim Cerdas Sejarah:\nDukunganmu membantu kami tetap independen membongkar apa yang disembunyikan buku teks sejarah pada umumnya : https://bagibagi.co/CerdasSejarah\n\nJangan lupa untuk LIKE, SHARE, dan SUBSCRIBE ke Cerdas Sejarah untuk terus mendukung jurnalisme investigasi sejarah yang mendalam dan independen.\n\n🎵 Audio & Visual:\nMusic by Karl Casey \n\nFootage arsip berita (Arsip PBB, dokumentasi militer, rekaman jurnalis independen) digunakan di bawah koridor Fair Use.\n\n📧 Kerjasama Bisnis: mjabalnoor14\n\n⚖️ Fair Use Disclaimer:\nCopyright Disclaimer under section 107 of the Copyright Act of 1976, allowance is made for “fair use” for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, education and research.\n\n#TimorTimur #CerdasSejarah #SejarahIndonesia #Geopolitik #DokumenterSejarah #OperasiSeroja #SantaCruz #SejarahDunia #Konspirasi #JurnalismeInvestigasi", "post_id": "zpAjWieJOtY"}}, {"key": "@sbcgold", "attributes": {"label": "@sbcgold", "x": 444.326430964432, "y": 813.782186685545, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "HycRjfbdp4g", "id": "@sbcgold", "source": "youtube-000001", "content": "Emas Mengungguli Dolar & Euro: Era Baru bagi Logam Mulia? | The Gold Spot\n\nKonsolidasi harga emas baru-baru ini mungkin menarik perhatian media, tetapi kisah yang lebih besar sedang terjadi di balik layar. Bank Sentral Eropa (ECB) baru-baru ini mengungkapkan bahwa emas telah melampaui dolar AS dan euro dalam cadangan devisa resmi berdasarkan nilai pasar, yang menggarisbawahi peran logam mulia ini yang semakin penting dalam sistem keuangan global.\n\nBank sentral tetap menjadi pembeli utama, melanjutkan tren akumulasi selama bertahun-tahun yang didorong oleh de-dolarisasi dan ketidakpastian geopolitik. Sementara itu, kelas pembeli baru muncul, dengan perusahaan kripto seperti Tether dan PAX Gold mengumpulkan kepemilikan emas batangan yang signifikan. Pada saat yang sama, reklasifikasi emas Basel III sebagai aset Tier 1 telah memperkuat posisinya di sektor perbankan.\n\nPergeseran ini memengaruhi bagaimana lembaga dan investor memandang konstruksi portofolio, dengan beberapa perusahaan besar merekomendasikan alokasi emas yang lebih besar daripada sebelumnya. Dikombinasikan dengan perkiraan yang semakin optimis dari bank-bank besar, tren ini menunjukkan pentingnya emas dalam ekonomi global mungkin akan terus meningkat.\n\nSaksikan The Gold Spot minggu ini untuk mendengarkan pendiri Scottsdale Bullion & Coin, Eric Sepanek, dan penasihat logam mulia, Todd Graf, membahas perubahan-perubahan penting ini, membahas prediksi dan perkiraan harga emas yang baru terungkap, serta mengungkapkan berapa banyak emas yang sebaiknya dipegang investor untuk kinerja optimal.\n\n👉 BACA LEBIH LANJUT DI SINI: https://www.sbcgold.com/blog/gold-ove...\n\n⭐ PANDUAN, LAPORAN, & ARTIKEL TERKAIT:\n\n👉 Minta SALINAN GRATIS Panduan Kesalahan Pemula kami di sini: https://www.sbcgold.com/free-investme...\n\n👉 Minta SALINAN GRATIS Laporan Investor Perak Terbaru kami di sini: https://www.sbcgold.com/free-silver-i...\n\n🔗 Harga Emas & Perak Real-Time: https://www.sbcgold.com/charts/?utm_s...\n\n---- \n\n⭐ Penasihat Logam Mulia  dalam video The Gold Spot ini: \n\n👤 Todd Graf: https://www.sbcgold.com/about/todd-gr...\n\n👤 Eric Sepanek\n\n#emas #hargaemas #prediksihargaemas #logammulia #investasi #perak\n\nLangsung ke:\n0:00 - Selamat datang di The Gold Spot\n0:35 - Emas Melampaui Obligasi AS dalam Cadangan Devisa\n1:33 - Bank Sentral Terus Membeli Emas\n2:20 - Munculnya Kelas Pembeli Emas Baru\n3:02 - Mengapa Status Aset Tier 1 Emas Sangat Penting\n5:00 - Emas Seharga $8.000 per Ons?\n\n6:41 - Berapa Banyak Emas yang Harus Anda Miliki?\n\n7:49 - Jangan Abaikan Perak\n8:40 - Laporan Investor Perak Terbaru\n9:23 - Terima kasih telah menonton The Gold Spot", "post_id": "HycRjfbdp4g"}}, {"key": "sbcgold", "attributes": {"label": "sbcgold", "x": 660.3227254256876, "y": 973.2741786265739, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "HycRjfbdp4g", "id": "sbcgold", "source": "youtube-000001", "content": "Emas Mengungguli Dolar & Euro: Era Baru bagi Logam Mulia? | The Gold Spot\n\nKonsolidasi harga emas baru-baru ini mungkin menarik perhatian media, tetapi kisah yang lebih besar sedang terjadi di balik layar. Bank Sentral Eropa (ECB) baru-baru ini mengungkapkan bahwa emas telah melampaui dolar AS dan euro dalam cadangan devisa resmi berdasarkan nilai pasar, yang menggarisbawahi peran logam mulia ini yang semakin penting dalam sistem keuangan global.\n\nBank sentral tetap menjadi pembeli utama, melanjutkan tren akumulasi selama bertahun-tahun yang didorong oleh de-dolarisasi dan ketidakpastian geopolitik. Sementara itu, kelas pembeli baru muncul, dengan perusahaan kripto seperti Tether dan PAX Gold mengumpulkan kepemilikan emas batangan yang signifikan. Pada saat yang sama, reklasifikasi emas Basel III sebagai aset Tier 1 telah memperkuat posisinya di sektor perbankan.\n\nPergeseran ini memengaruhi bagaimana lembaga dan investor memandang konstruksi portofolio, dengan beberapa perusahaan besar merekomendasikan alokasi emas yang lebih besar daripada sebelumnya. Dikombinasikan dengan perkiraan yang semakin optimis dari bank-bank besar, tren ini menunjukkan pentingnya emas dalam ekonomi global mungkin akan terus meningkat.\n\nSaksikan The Gold Spot minggu ini untuk mendengarkan pendiri Scottsdale Bullion & Coin, Eric Sepanek, dan penasihat logam mulia, Todd Graf, membahas perubahan-perubahan penting ini, membahas prediksi dan perkiraan harga emas yang baru terungkap, serta mengungkapkan berapa banyak emas yang sebaiknya dipegang investor untuk kinerja optimal.\n\n👉 BACA LEBIH LANJUT DI SINI: https://www.sbcgold.com/blog/gold-ove...\n\n⭐ PANDUAN, LAPORAN, & ARTIKEL TERKAIT:\n\n👉 Minta SALINAN GRATIS Panduan Kesalahan Pemula kami di sini: https://www.sbcgold.com/free-investme...\n\n👉 Minta SALINAN GRATIS Laporan Investor Perak Terbaru kami di sini: https://www.sbcgold.com/free-silver-i...\n\n🔗 Harga Emas & Perak Real-Time: https://www.sbcgold.com/charts/?utm_s...\n\n---- \n\n⭐ Penasihat Logam Mulia  dalam video The Gold Spot ini: \n\n👤 Todd Graf: https://www.sbcgold.com/about/todd-gr...\n\n👤 Eric Sepanek\n\n#emas #hargaemas #prediksihargaemas #logammulia #investasi #perak\n\nLangsung ke:\n0:00 - Selamat datang di The Gold Spot\n0:35 - Emas Melampaui Obligasi AS dalam Cadangan Devisa\n1:33 - Bank Sentral Terus Membeli Emas\n2:20 - Munculnya Kelas Pembeli Emas Baru\n3:02 - Mengapa Status Aset Tier 1 Emas Sangat Penting\n5:00 - Emas Seharga $8.000 per Ons?\n\n6:41 - Berapa Banyak Emas yang Harus Anda Miliki?\n\n7:49 - Jangan Abaikan Perak\n8:40 - Laporan Investor Perak Terbaru\n9:23 - Terima kasih telah menonton The Gold Spot", "post_id": "HycRjfbdp4g"}}, {"key": "@Bennix", "attributes": {"label": "@Bennix", "x": 827.1817117125005, "y": 29.991630972624918, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "0apVHpnfQUs", "id": "@Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "DOSA BESAR DIBALIK REPUBLIK TEPUNG!! 56 T Devisa Habis Tiap Tahun, Rakyat RI SUKSES DI CUCI OTAK?\n\nDOSA BESAR DIBALIK REPUBLIK TEPUNG!! 56 T Devisa Habis Tiap Tahun, Rakyat RI SUKSES DI CUCI OTAK?\n\nDalam video ini kita akan membahas fenomena yang jarang disadari oleh masyarakat Indonesia, yaitu bagaimana Indonesia perlahan berubah menjadi \"Republik Tepung\". Ketergantungan masyarakat terhadap makanan berbasis tepung dan gandum impor terus meningkat dari tahun ke tahun, sementara Indonesia bukanlah negara penghasil gandum. Akibatnya, puluhan triliun rupiah devisa harus keluar setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan impor gandum yang terus melonjak. Apakah kondisi ini hanya sekadar perubahan pola konsumsi, atau ada faktor ekonomi global yang lebih besar di baliknya?\n\nVideo ini mengulas sejarah masuknya gandum ke Indonesia, perubahan pola makan masyarakat, menjamurnya makanan berbasis tepung di berbagai daerah, hingga dampaknya terhadap neraca perdagangan dan cadangan devisa negara. Kita juga akan membahas mengapa Indonesia yang kaya akan sumber karbohidrat lokal seperti singkong, ubi, sagu, dan jagung justru semakin bergantung pada gandum impor. Benarkah ketergantungan ini menjadi salah satu faktor yang membuat devisa terus mengalir ke luar negeri? Apakah konsumsi gandum yang terus meningkat dapat memengaruhi stabilitas ekonomi nasional dan nilai tukar rupiah dalam jangka panjang?\n\nSelain itu, video ini juga mengulas perkembangan industri pangan Indonesia, impor gandum Indonesia, konsumsi tepung terigu nasional, kondisi petani lokal, strategi ketahanan pangan, kedaulatan pangan Indonesia, serta tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia di tengah persaingan global. Dengan data, fakta, dan analisis ekonomi yang menarik, video ini akan membantu Anda memahami bagaimana kebiasaan konsumsi masyarakat dapat berdampak pada perekonomian negara secara keseluruhan.\n\nTonton sampai selesai dan bagikan pendapat Anda di kolom komentar. Apakah Indonesia sudah terlalu bergantung pada gandum impor? Apakah pangan lokal bisa menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan tersebut? Jangan lupa subscribe, nyalakan lonceng notifikasi, dan dukung channel ini agar terus menghadirkan analisis ekonomi, geopolitik, perdagangan internasional, dan isu strategis Indonesia yang jarang dibahas media arus utama.\n\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "0apVHpnfQUs"}}, {"key": "Bennix", "attributes": {"label": "Bennix", "x": 155.5301207122023, "y": 626.7579561616832, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.7606, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "0apVHpnfQUs", "id": "Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "DOSA BESAR DIBALIK REPUBLIK TEPUNG!! 56 T Devisa Habis Tiap Tahun, Rakyat RI SUKSES DI CUCI OTAK?\n\nDOSA BESAR DIBALIK REPUBLIK TEPUNG!! 56 T Devisa Habis Tiap Tahun, Rakyat RI SUKSES DI CUCI OTAK?\n\nDalam video ini kita akan membahas fenomena yang jarang disadari oleh masyarakat Indonesia, yaitu bagaimana Indonesia perlahan berubah menjadi \"Republik Tepung\". Ketergantungan masyarakat terhadap makanan berbasis tepung dan gandum impor terus meningkat dari tahun ke tahun, sementara Indonesia bukanlah negara penghasil gandum. Akibatnya, puluhan triliun rupiah devisa harus keluar setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan impor gandum yang terus melonjak. Apakah kondisi ini hanya sekadar perubahan pola konsumsi, atau ada faktor ekonomi global yang lebih besar di baliknya?\n\nVideo ini mengulas sejarah masuknya gandum ke Indonesia, perubahan pola makan masyarakat, menjamurnya makanan berbasis tepung di berbagai daerah, hingga dampaknya terhadap neraca perdagangan dan cadangan devisa negara. Kita juga akan membahas mengapa Indonesia yang kaya akan sumber karbohidrat lokal seperti singkong, ubi, sagu, dan jagung justru semakin bergantung pada gandum impor. Benarkah ketergantungan ini menjadi salah satu faktor yang membuat devisa terus mengalir ke luar negeri? Apakah konsumsi gandum yang terus meningkat dapat memengaruhi stabilitas ekonomi nasional dan nilai tukar rupiah dalam jangka panjang?\n\nSelain itu, video ini juga mengulas perkembangan industri pangan Indonesia, impor gandum Indonesia, konsumsi tepung terigu nasional, kondisi petani lokal, strategi ketahanan pangan, kedaulatan pangan Indonesia, serta tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia di tengah persaingan global. Dengan data, fakta, dan analisis ekonomi yang menarik, video ini akan membantu Anda memahami bagaimana kebiasaan konsumsi masyarakat dapat berdampak pada perekonomian negara secara keseluruhan.\n\nTonton sampai selesai dan bagikan pendapat Anda di kolom komentar. Apakah Indonesia sudah terlalu bergantung pada gandum impor? Apakah pangan lokal bisa menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan tersebut? Jangan lupa subscribe, nyalakan lonceng notifikasi, dan dukung channel ini agar terus menghadirkan analisis ekonomi, geopolitik, perdagangan internasional, dan isu strategis Indonesia yang jarang dibahas media arus utama.\n\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "0apVHpnfQUs"}}, {"key": "bennix.official", "attributes": {"label": "bennix.official", "x": 287.1705677512374, "y": 167.5782919249619, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.7606, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "0apVHpnfQUs", "id": "bennix.official", "source": "youtube-000001", "content": "DOSA BESAR DIBALIK REPUBLIK TEPUNG!! 56 T Devisa Habis Tiap Tahun, Rakyat RI SUKSES DI CUCI OTAK?\n\nDOSA BESAR DIBALIK REPUBLIK TEPUNG!! 56 T Devisa Habis Tiap Tahun, Rakyat RI SUKSES DI CUCI OTAK?\n\nDalam video ini kita akan membahas fenomena yang jarang disadari oleh masyarakat Indonesia, yaitu bagaimana Indonesia perlahan berubah menjadi \"Republik Tepung\". Ketergantungan masyarakat terhadap makanan berbasis tepung dan gandum impor terus meningkat dari tahun ke tahun, sementara Indonesia bukanlah negara penghasil gandum. Akibatnya, puluhan triliun rupiah devisa harus keluar setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan impor gandum yang terus melonjak. Apakah kondisi ini hanya sekadar perubahan pola konsumsi, atau ada faktor ekonomi global yang lebih besar di baliknya?\n\nVideo ini mengulas sejarah masuknya gandum ke Indonesia, perubahan pola makan masyarakat, menjamurnya makanan berbasis tepung di berbagai daerah, hingga dampaknya terhadap neraca perdagangan dan cadangan devisa negara. Kita juga akan membahas mengapa Indonesia yang kaya akan sumber karbohidrat lokal seperti singkong, ubi, sagu, dan jagung justru semakin bergantung pada gandum impor. Benarkah ketergantungan ini menjadi salah satu faktor yang membuat devisa terus mengalir ke luar negeri? Apakah konsumsi gandum yang terus meningkat dapat memengaruhi stabilitas ekonomi nasional dan nilai tukar rupiah dalam jangka panjang?\n\nSelain itu, video ini juga mengulas perkembangan industri pangan Indonesia, impor gandum Indonesia, konsumsi tepung terigu nasional, kondisi petani lokal, strategi ketahanan pangan, kedaulatan pangan Indonesia, serta tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia di tengah persaingan global. Dengan data, fakta, dan analisis ekonomi yang menarik, video ini akan membantu Anda memahami bagaimana kebiasaan konsumsi masyarakat dapat berdampak pada perekonomian negara secara keseluruhan.\n\nTonton sampai selesai dan bagikan pendapat Anda di kolom komentar. Apakah Indonesia sudah terlalu bergantung pada gandum impor? Apakah pangan lokal bisa menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan tersebut? Jangan lupa subscribe, nyalakan lonceng notifikasi, dan dukung channel ini agar terus menghadirkan analisis ekonomi, geopolitik, perdagangan internasional, dan isu strategis Indonesia yang jarang dibahas media arus utama.\n\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "0apVHpnfQUs"}}, {"key": "bennix.real", "attributes": {"label": "bennix.real", "x": 62.876453394968166, "y": 793.1088752169035, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.7606, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "0apVHpnfQUs", "id": "bennix.real", "source": "youtube-000001", "content": "DOSA BESAR DIBALIK REPUBLIK TEPUNG!! 56 T Devisa Habis Tiap Tahun, Rakyat RI SUKSES DI CUCI OTAK?\n\nDOSA BESAR DIBALIK REPUBLIK TEPUNG!! 56 T Devisa Habis Tiap Tahun, Rakyat RI SUKSES DI CUCI OTAK?\n\nDalam video ini kita akan membahas fenomena yang jarang disadari oleh masyarakat Indonesia, yaitu bagaimana Indonesia perlahan berubah menjadi \"Republik Tepung\". Ketergantungan masyarakat terhadap makanan berbasis tepung dan gandum impor terus meningkat dari tahun ke tahun, sementara Indonesia bukanlah negara penghasil gandum. Akibatnya, puluhan triliun rupiah devisa harus keluar setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan impor gandum yang terus melonjak. Apakah kondisi ini hanya sekadar perubahan pola konsumsi, atau ada faktor ekonomi global yang lebih besar di baliknya?\n\nVideo ini mengulas sejarah masuknya gandum ke Indonesia, perubahan pola makan masyarakat, menjamurnya makanan berbasis tepung di berbagai daerah, hingga dampaknya terhadap neraca perdagangan dan cadangan devisa negara. Kita juga akan membahas mengapa Indonesia yang kaya akan sumber karbohidrat lokal seperti singkong, ubi, sagu, dan jagung justru semakin bergantung pada gandum impor. Benarkah ketergantungan ini menjadi salah satu faktor yang membuat devisa terus mengalir ke luar negeri? Apakah konsumsi gandum yang terus meningkat dapat memengaruhi stabilitas ekonomi nasional dan nilai tukar rupiah dalam jangka panjang?\n\nSelain itu, video ini juga mengulas perkembangan industri pangan Indonesia, impor gandum Indonesia, konsumsi tepung terigu nasional, kondisi petani lokal, strategi ketahanan pangan, kedaulatan pangan Indonesia, serta tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia di tengah persaingan global. Dengan data, fakta, dan analisis ekonomi yang menarik, video ini akan membantu Anda memahami bagaimana kebiasaan konsumsi masyarakat dapat berdampak pada perekonomian negara secara keseluruhan.\n\nTonton sampai selesai dan bagikan pendapat Anda di kolom komentar. Apakah Indonesia sudah terlalu bergantung pada gandum impor? Apakah pangan lokal bisa menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan tersebut? Jangan lupa subscribe, nyalakan lonceng notifikasi, dan dukung channel ini agar terus menghadirkan analisis ekonomi, geopolitik, perdagangan internasional, dan isu strategis Indonesia yang jarang dibahas media arus utama.\n\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "0apVHpnfQUs"}}, {"key": "bennix", "attributes": {"label": "bennix", "x": 850.8832763827478, "y": 152.25094703780707, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.7606, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "0apVHpnfQUs", "id": "bennix", "source": "youtube-000001", "content": "DOSA BESAR DIBALIK REPUBLIK TEPUNG!! 56 T Devisa Habis Tiap Tahun, Rakyat RI SUKSES DI CUCI OTAK?\n\nDOSA BESAR DIBALIK REPUBLIK TEPUNG!! 56 T Devisa Habis Tiap Tahun, Rakyat RI SUKSES DI CUCI OTAK?\n\nDalam video ini kita akan membahas fenomena yang jarang disadari oleh masyarakat Indonesia, yaitu bagaimana Indonesia perlahan berubah menjadi \"Republik Tepung\". Ketergantungan masyarakat terhadap makanan berbasis tepung dan gandum impor terus meningkat dari tahun ke tahun, sementara Indonesia bukanlah negara penghasil gandum. Akibatnya, puluhan triliun rupiah devisa harus keluar setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan impor gandum yang terus melonjak. Apakah kondisi ini hanya sekadar perubahan pola konsumsi, atau ada faktor ekonomi global yang lebih besar di baliknya?\n\nVideo ini mengulas sejarah masuknya gandum ke Indonesia, perubahan pola makan masyarakat, menjamurnya makanan berbasis tepung di berbagai daerah, hingga dampaknya terhadap neraca perdagangan dan cadangan devisa negara. Kita juga akan membahas mengapa Indonesia yang kaya akan sumber karbohidrat lokal seperti singkong, ubi, sagu, dan jagung justru semakin bergantung pada gandum impor. Benarkah ketergantungan ini menjadi salah satu faktor yang membuat devisa terus mengalir ke luar negeri? Apakah konsumsi gandum yang terus meningkat dapat memengaruhi stabilitas ekonomi nasional dan nilai tukar rupiah dalam jangka panjang?\n\nSelain itu, video ini juga mengulas perkembangan industri pangan Indonesia, impor gandum Indonesia, konsumsi tepung terigu nasional, kondisi petani lokal, strategi ketahanan pangan, kedaulatan pangan Indonesia, serta tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia di tengah persaingan global. Dengan data, fakta, dan analisis ekonomi yang menarik, video ini akan membantu Anda memahami bagaimana kebiasaan konsumsi masyarakat dapat berdampak pada perekonomian negara secara keseluruhan.\n\nTonton sampai selesai dan bagikan pendapat Anda di kolom komentar. Apakah Indonesia sudah terlalu bergantung pada gandum impor? Apakah pangan lokal bisa menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan tersebut? Jangan lupa subscribe, nyalakan lonceng notifikasi, dan dukung channel ini agar terus menghadirkan analisis ekonomi, geopolitik, perdagangan internasional, dan isu strategis Indonesia yang jarang dibahas media arus utama.\n\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "0apVHpnfQUs"}}, {"key": "@lampungpostupdate", "attributes": {"label": "@lampungpostupdate", "x": 852.948039466598, "y": 80.04843170061937, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "Vro7AWzfotw", "id": "@lampungpostupdate", "source": "youtube-000001", "content": "PRESIDEN IRAN MUNDUR?! Isu Resign Bikin Geger Dunia, Pemerintah Teheran Langsung Buka Suara\n\nPRESIDEN IRAN MUNDUR?! Isu Resign Bikin Geger Dunia, Pemerintah Teheran Langsung Buka Suara\n\n​Dunia internasional mendadak diguncang oleh rumor politik luar biasa besar yang datang langsung dari jantung pemerintahan Republik Islam Iran.\n​Publik global dikejutkan oleh beredarnya laporan sepihak yang mengeklaim bahwa Presiden Iran telah mengajukan surat pengunduran diri atau resign dari jabatannya di tengah situasi regional yang sedang memanas.\n​Kabar yang berembus kencang di media sosial dan beberapa media asing tersebut langsung memicu spekulasi liar mengenai adanya keretakan politik internal di dalam struktur kekuasaan Teheran.\n​Melihat rumor tersebut kian bola salju dan berpotensi memicu ketidakstabilan domestik, otoritas tertinggi Teheran pun langsung buka suara memberikan klarifikasi resmi.\n​Juru bicara pemerintah Iran dengan tegas membantah seluruh narasi tersebut dan menyatakan bahwa kabar mundurnya sang Presiden adalah hoaks atau berita bohong yang sepenuhnya tidak berdasar.\n​Teheran menuding bahwa rumor murahan ini sengaja diembuskan dan dikoordinasikan oleh jaringan intelijen Barat serta sekutunya sebagai bentuk perang psikologis atau psychological warfare.\n​Tujuan dari penyebaran disinformasi ini dinilai tidak lain adalah untuk menciptakan kepanikan pasar, mengganggu stabilitas ekonomi, serta melemahkan posisi tawar diplomasi Iran yang saat ini sedang berjalan.\n​Pemerintah Iran menegaskan bahwa seluruh jajaran kabinet dan lembaga eksekutif tetap solid dan fokus menjalankan roda pemerintahan di bawah arahan Pemimpin Agung Ayatollah Ali Khamenei.\n​Para analis geopolitik menilai, respons kilat dari pihak Teheran ini sangat krusial demi meredam gejolak sentimen negatif di pasar komoditas energi, terutama terkait keamanan jalur Selat Hormuz.\n​Ketegangan di Timur Tengah yang belum sepenuhnya reda memang membuat kawasan ini sangat sensitif terhadap isu perubahan kepemimpinan sekecil apa pun.\n​Kini, situasi di ibu kota Teheran dilaporkan tetap kondusif dan aktivitas kenegaraan sang Presiden tetap berjalan normal sesuai dengan agenda yang telah dijadwalkan.\n​Peristiwa ini menjadi pengingat bagi komunitas internasional betapa sengitnya perang informasi yang terjadi hari ini, di mana sebuah rumor politik dapat digunakan sebagai senjata untuk menggoyang kedaulatan sebuah negara.\n\nLampung Post Update - Channel berita terkini dan breaking news seputar politik Indonesia, pemerintahan, korupsi, dan fenomena viral nasional. Dapatkan update terbaru tentang Prabowo, Gibran Rakabuming, Purbaya, dan tokoh politik lainnya. Kami hadirkan talkshow politik, podcast berita, analisis mendalam, dan liputan eksklusif dari Lampung hingga nasional. Subscribe untuk berita viral dan trending topic setiap hari. \n\nURL Channel\n   /   \n\nLampung Post Update\nhttps://s.id/lampungpostupdate\n\nLampost.co\nhttps://www.lampost.co/\n\nHarian Umum Lampung Post\n  / lampost.co  \n\nTwitter Lampost.co\n  / lampostco", "post_id": "Vro7AWzfotw"}}, {"key": "lampungpostupdate", "attributes": {"label": "lampungpostupdate", "x": 108.70819687732747, "y": 833.9564880072917, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.2445, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Vro7AWzfotw", "id": "lampungpostupdate", "source": "youtube-000001", "content": "PRESIDEN IRAN MUNDUR?! Isu Resign Bikin Geger Dunia, Pemerintah Teheran Langsung Buka Suara\n\nPRESIDEN IRAN MUNDUR?! Isu Resign Bikin Geger Dunia, Pemerintah Teheran Langsung Buka Suara\n\n​Dunia internasional mendadak diguncang oleh rumor politik luar biasa besar yang datang langsung dari jantung pemerintahan Republik Islam Iran.\n​Publik global dikejutkan oleh beredarnya laporan sepihak yang mengeklaim bahwa Presiden Iran telah mengajukan surat pengunduran diri atau resign dari jabatannya di tengah situasi regional yang sedang memanas.\n​Kabar yang berembus kencang di media sosial dan beberapa media asing tersebut langsung memicu spekulasi liar mengenai adanya keretakan politik internal di dalam struktur kekuasaan Teheran.\n​Melihat rumor tersebut kian bola salju dan berpotensi memicu ketidakstabilan domestik, otoritas tertinggi Teheran pun langsung buka suara memberikan klarifikasi resmi.\n​Juru bicara pemerintah Iran dengan tegas membantah seluruh narasi tersebut dan menyatakan bahwa kabar mundurnya sang Presiden adalah hoaks atau berita bohong yang sepenuhnya tidak berdasar.\n​Teheran menuding bahwa rumor murahan ini sengaja diembuskan dan dikoordinasikan oleh jaringan intelijen Barat serta sekutunya sebagai bentuk perang psikologis atau psychological warfare.\n​Tujuan dari penyebaran disinformasi ini dinilai tidak lain adalah untuk menciptakan kepanikan pasar, mengganggu stabilitas ekonomi, serta melemahkan posisi tawar diplomasi Iran yang saat ini sedang berjalan.\n​Pemerintah Iran menegaskan bahwa seluruh jajaran kabinet dan lembaga eksekutif tetap solid dan fokus menjalankan roda pemerintahan di bawah arahan Pemimpin Agung Ayatollah Ali Khamenei.\n​Para analis geopolitik menilai, respons kilat dari pihak Teheran ini sangat krusial demi meredam gejolak sentimen negatif di pasar komoditas energi, terutama terkait keamanan jalur Selat Hormuz.\n​Ketegangan di Timur Tengah yang belum sepenuhnya reda memang membuat kawasan ini sangat sensitif terhadap isu perubahan kepemimpinan sekecil apa pun.\n​Kini, situasi di ibu kota Teheran dilaporkan tetap kondusif dan aktivitas kenegaraan sang Presiden tetap berjalan normal sesuai dengan agenda yang telah dijadwalkan.\n​Peristiwa ini menjadi pengingat bagi komunitas internasional betapa sengitnya perang informasi yang terjadi hari ini, di mana sebuah rumor politik dapat digunakan sebagai senjata untuk menggoyang kedaulatan sebuah negara.\n\nLampung Post Update - Channel berita terkini dan breaking news seputar politik Indonesia, pemerintahan, korupsi, dan fenomena viral nasional. Dapatkan update terbaru tentang Prabowo, Gibran Rakabuming, Purbaya, dan tokoh politik lainnya. Kami hadirkan talkshow politik, podcast berita, analisis mendalam, dan liputan eksklusif dari Lampung hingga nasional. Subscribe untuk berita viral dan trending topic setiap hari. \n\nURL Channel\n   /   \n\nLampung Post Update\nhttps://s.id/lampungpostupdate\n\nLampost.co\nhttps://www.lampost.co/\n\nHarian Umum Lampung Post\n  / lampost.co  \n\nTwitter Lampost.co\n  / lampostco", "post_id": "Vro7AWzfotw"}}, {"key": "@NajmaNMinhas", "attributes": {"label": "@NajmaNMinhas", "x": 191.23127063980115, "y": 833.8342362230497, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "Lfn9vF_Fh6o", "id": "@NajmaNMinhas", "source": "youtube-000001", "content": "Perang Iran Mengungkap Senjata Rahasia Tiongkok — Dan Itu Bukan Militer\n\nKetika perang Iran mengancam untuk mengganggu pasokan minyak global dan membuat harga energi melonjak, Presiden Trump bergerak cepat menuju de-eskalasi. Tetapi sementara dunia fokus pada rudal, diplomasi, dan Selat Hormuz, sebuah cerita berbeda terungkap di balik layar.\nMenurut kepala analis komoditas Bloomberg, Javier Blas, China mungkin telah menyerap sebagian besar guncangan minyak global dengan secara dramatis mengurangi impor tanpa mengalami kerusakan ekonomi yang besar. Dengan melakukan itu, Beijing mungkin telah membantu mencegah krisis ekonomi yang jauh lebih besar menyebar ke seluruh ekonomi dunia.\nBagaimana China mampu melakukan ini?\nJawabannya kembali lebih dari dua puluh tahun yang lalu ke \"Dilema Malaka\" dan strategi jangka panjang Beijing untuk mengurangi kerentanannya terhadap gangguan energi. Cadangan minyak strategis yang sangat besar, industri kendaraan listrik terbesar di dunia, cadangan batubara, jaringan pipa yang membentang di Eurasia, dan investasi infrastruktur selama beberapa dekade mungkin telah bergabung untuk menciptakan apa yang oleh beberapa analis disebut sebagai \"perisai minyak\" baru China.\n\nDalam GVS Deep Dive ini, kita akan membahas:\n• Mengapa Trump mungkin berada di bawah tekanan untuk mengakhiri konflik Iran dengan cepat\n• Argumen Javier Blas bahwa China menyerap guncangan minyak\n• Cadangan minyak strategis China dan strategi keamanan energi\n• Dilema Malaka dan respons China sejak 2003\n• Bagaimana kendaraan listrik menjadi senjata geopolitik\n• Peran batubara, pipa gas, dan ketahanan industri\n• Apakah China secara fundamental telah mengurangi kerentanan energinya\n• Apa artinya ini bagi Taiwan dan skenario blokade di masa depan\n• Kesamaan yang mengejutkan antara perang Iran dan krisis keuangan 2008\n• Apakah China membantu menstabilkan ekonomi global dua kali dalam waktu kurang dari dua puluh tahun\nMungkinkah perang Iran telah mengungkapkan bahwa kelemahan terbesar China telah menjadi salah satu kekuatan terbesarnya?\n\nTonton sampai akhir untuk perbandingan dengan krisis keuangan 2008 dan mengapa beberapa analis percaya bahwa peran China dalam stabilitas global jauh lebih besar daripada yang disadari kebanyakan orang.\n\n#China #PerangIran #HargaMinyak #Trump #EkonomiGlobal #Geopolitik #Taiwan #KeamananEnergi #KendaraanListrik #SelatHormuz #ASChina #Bloomberg #JavierBlas #PasarMinyak #GVSDeepDive\n\nSilakan berikan komentar Anda di bawah. Berlangganan dan bagikan video kami.\nGabung ke Saluran WhatsApp kami untuk mendapatkan video terbaru!\n\nhttps://whatsapp.com/channel/0029Vb81...\n\nNajma berkicau di \n\nNajma Minhas adalah Managing Editor, Global Village Space. Ia pernah bekerja dengan National Economic Research Associates (NERA) di New York, Lehman Brothers di London, dan Standard Chartered Bank di Pakistan. Sebelum meluncurkan GVS, ia bekerja sebagai konsultan di Bank Dunia dan USAID. Najma belajar Ekonomi di London School of Economics dan Hubungan Internasional di Universitas Columbia, New York. Dia berkicau di Twitter dengan akun", "post_id": "Lfn9vF_Fh6o"}}, {"key": "MinhasNajma", "attributes": {"label": "MinhasNajma", "x": 646.642666102837, "y": 271.307470485713, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.2445, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Lfn9vF_Fh6o", "id": "MinhasNajma", "source": "youtube-000001", "content": "Perang Iran Mengungkap Senjata Rahasia Tiongkok — Dan Itu Bukan Militer\n\nKetika perang Iran mengancam untuk mengganggu pasokan minyak global dan membuat harga energi melonjak, Presiden Trump bergerak cepat menuju de-eskalasi. Tetapi sementara dunia fokus pada rudal, diplomasi, dan Selat Hormuz, sebuah cerita berbeda terungkap di balik layar.\nMenurut kepala analis komoditas Bloomberg, Javier Blas, China mungkin telah menyerap sebagian besar guncangan minyak global dengan secara dramatis mengurangi impor tanpa mengalami kerusakan ekonomi yang besar. Dengan melakukan itu, Beijing mungkin telah membantu mencegah krisis ekonomi yang jauh lebih besar menyebar ke seluruh ekonomi dunia.\nBagaimana China mampu melakukan ini?\nJawabannya kembali lebih dari dua puluh tahun yang lalu ke \"Dilema Malaka\" dan strategi jangka panjang Beijing untuk mengurangi kerentanannya terhadap gangguan energi. Cadangan minyak strategis yang sangat besar, industri kendaraan listrik terbesar di dunia, cadangan batubara, jaringan pipa yang membentang di Eurasia, dan investasi infrastruktur selama beberapa dekade mungkin telah bergabung untuk menciptakan apa yang oleh beberapa analis disebut sebagai \"perisai minyak\" baru China.\n\nDalam GVS Deep Dive ini, kita akan membahas:\n• Mengapa Trump mungkin berada di bawah tekanan untuk mengakhiri konflik Iran dengan cepat\n• Argumen Javier Blas bahwa China menyerap guncangan minyak\n• Cadangan minyak strategis China dan strategi keamanan energi\n• Dilema Malaka dan respons China sejak 2003\n• Bagaimana kendaraan listrik menjadi senjata geopolitik\n• Peran batubara, pipa gas, dan ketahanan industri\n• Apakah China secara fundamental telah mengurangi kerentanan energinya\n• Apa artinya ini bagi Taiwan dan skenario blokade di masa depan\n• Kesamaan yang mengejutkan antara perang Iran dan krisis keuangan 2008\n• Apakah China membantu menstabilkan ekonomi global dua kali dalam waktu kurang dari dua puluh tahun\nMungkinkah perang Iran telah mengungkapkan bahwa kelemahan terbesar China telah menjadi salah satu kekuatan terbesarnya?\n\nTonton sampai akhir untuk perbandingan dengan krisis keuangan 2008 dan mengapa beberapa analis percaya bahwa peran China dalam stabilitas global jauh lebih besar daripada yang disadari kebanyakan orang.\n\n#China #PerangIran #HargaMinyak #Trump #EkonomiGlobal #Geopolitik #Taiwan #KeamananEnergi #KendaraanListrik #SelatHormuz #ASChina #Bloomberg #JavierBlas #PasarMinyak #GVSDeepDive\n\nSilakan berikan komentar Anda di bawah. Berlangganan dan bagikan video kami.\nGabung ke Saluran WhatsApp kami untuk mendapatkan video terbaru!\n\nhttps://whatsapp.com/channel/0029Vb81...\n\nNajma berkicau di \n\nNajma Minhas adalah Managing Editor, Global Village Space. Ia pernah bekerja dengan National Economic Research Associates (NERA) di New York, Lehman Brothers di London, dan Standard Chartered Bank di Pakistan. Sebelum meluncurkan GVS, ia bekerja sebagai konsultan di Bank Dunia dan USAID. Najma belajar Ekonomi di London School of Economics dan Hubungan Internasional di Universitas Columbia, New York. Dia berkicau di Twitter dengan akun", "post_id": "Lfn9vF_Fh6o"}}, {"key": "MinhasNajma.", "attributes": {"label": "MinhasNajma.", "x": 667.696115518544, "y": 203.00613319370254, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.2445, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Lfn9vF_Fh6o", "id": "MinhasNajma.", "source": "youtube-000001", "content": "Perang Iran Mengungkap Senjata Rahasia Tiongkok — Dan Itu Bukan Militer\n\nKetika perang Iran mengancam untuk mengganggu pasokan minyak global dan membuat harga energi melonjak, Presiden Trump bergerak cepat menuju de-eskalasi. Tetapi sementara dunia fokus pada rudal, diplomasi, dan Selat Hormuz, sebuah cerita berbeda terungkap di balik layar.\nMenurut kepala analis komoditas Bloomberg, Javier Blas, China mungkin telah menyerap sebagian besar guncangan minyak global dengan secara dramatis mengurangi impor tanpa mengalami kerusakan ekonomi yang besar. Dengan melakukan itu, Beijing mungkin telah membantu mencegah krisis ekonomi yang jauh lebih besar menyebar ke seluruh ekonomi dunia.\nBagaimana China mampu melakukan ini?\nJawabannya kembali lebih dari dua puluh tahun yang lalu ke \"Dilema Malaka\" dan strategi jangka panjang Beijing untuk mengurangi kerentanannya terhadap gangguan energi. Cadangan minyak strategis yang sangat besar, industri kendaraan listrik terbesar di dunia, cadangan batubara, jaringan pipa yang membentang di Eurasia, dan investasi infrastruktur selama beberapa dekade mungkin telah bergabung untuk menciptakan apa yang oleh beberapa analis disebut sebagai \"perisai minyak\" baru China.\n\nDalam GVS Deep Dive ini, kita akan membahas:\n• Mengapa Trump mungkin berada di bawah tekanan untuk mengakhiri konflik Iran dengan cepat\n• Argumen Javier Blas bahwa China menyerap guncangan minyak\n• Cadangan minyak strategis China dan strategi keamanan energi\n• Dilema Malaka dan respons China sejak 2003\n• Bagaimana kendaraan listrik menjadi senjata geopolitik\n• Peran batubara, pipa gas, dan ketahanan industri\n• Apakah China secara fundamental telah mengurangi kerentanan energinya\n• Apa artinya ini bagi Taiwan dan skenario blokade di masa depan\n• Kesamaan yang mengejutkan antara perang Iran dan krisis keuangan 2008\n• Apakah China membantu menstabilkan ekonomi global dua kali dalam waktu kurang dari dua puluh tahun\nMungkinkah perang Iran telah mengungkapkan bahwa kelemahan terbesar China telah menjadi salah satu kekuatan terbesarnya?\n\nTonton sampai akhir untuk perbandingan dengan krisis keuangan 2008 dan mengapa beberapa analis percaya bahwa peran China dalam stabilitas global jauh lebih besar daripada yang disadari kebanyakan orang.\n\n#China #PerangIran #HargaMinyak #Trump #EkonomiGlobal #Geopolitik #Taiwan #KeamananEnergi #KendaraanListrik #SelatHormuz #ASChina #Bloomberg #JavierBlas #PasarMinyak #GVSDeepDive\n\nSilakan berikan komentar Anda di bawah. Berlangganan dan bagikan video kami.\nGabung ke Saluran WhatsApp kami untuk mendapatkan video terbaru!\n\nhttps://whatsapp.com/channel/0029Vb81...\n\nNajma berkicau di \n\nNajma Minhas adalah Managing Editor, Global Village Space. Ia pernah bekerja dengan National Economic Research Associates (NERA) di New York, Lehman Brothers di London, dan Standard Chartered Bank di Pakistan. Sebelum meluncurkan GVS, ia bekerja sebagai konsultan di Bank Dunia dan USAID. Najma belajar Ekonomi di London School of Economics dan Hubungan Internasional di Universitas Columbia, New York. Dia berkicau di Twitter dengan akun", "post_id": "Lfn9vF_Fh6o"}}, {"key": "ntvlatestnews", "attributes": {"label": "ntvlatestnews", "x": 425.07083764645324, "y": 879.2965032695741, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.5533, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "bRdYFQUVunk", "id": "ntvlatestnews", "source": "youtube-000001", "content": "Akankah Hubungan AS-Iran Memasuki Babak Baru? | Trump | Iran | NTV Global\n\nMungkinkah Hubungan AS-Iran Menuju Babak Baru? | Trump | Iran\n\nProgram ini berisi sulih suara yang dihasilkan AI untuk tujuan adaptasi bahasa. Hak konten asli tetap berada di tangan pemiliknya masing-masing.\n\nDebat baru telah muncul mengenai masa depan hubungan antara Amerika Serikat dan Iran menyusul pernyataan mantan Presiden AS Donald Trump. Selama wawancara podcast, Trump menyatakan minatnya untuk bertemu Mojtaba Khamenei, memicu diskusi di antara analis politik dan pengamat internasional.\n\nKomentar tersebut muncul di tengah pertanyaan yang sedang berlangsung tentang masa depan hubungan AS-Iran, stabilitas regional, dan keterlibatan diplomatik di Timur Tengah. Analis mengatakan bahwa potensi dialog antara tokoh-tokoh berpengaruh dari kedua belah pihak dapat memiliki implikasi signifikan bagi politik regional dan diplomasi internasional.\n\nDiskusi ini juga telah memperbarui perhatian pada perkembangan di dalam Iran dan lanskap geopolitik yang lebih luas setelah ketegangan baru-baru ini di kawasan tersebut. Para pengamat terus memantau apakah pernyataan ini menandakan kemungkinan pergeseran dalam hubungan diplomatik.\n\nSaksikan laporan lengkap untuk pembaruan terbaru, analisis ahli, dan reaksi internasional hanya di NTV Global.\n\n\n#Iran #AS #Trump #HubunganASIran #TimurTengah #BeritaDunia #Geopolitik\n\n🔹 NTV Global SEKILAS\nDari berita yang tidak bias dan komprehensif hingga program hiburan, International Television Channel Ltd. (NTV) telah mempertahankan posisinya sebagai unggulan di semua bidang sejak awal dan telah menjadi salah satu saluran TV paling populer di Bangladesh. Dengan slogan ‘Somoyer Sathe Agamir Pothe’ yang berarti ‘menuju masa depan seiring waktu’, dan menjunjung tinggi bahasa dan budaya Bengali, Al-haj Mohammad Mosaddak Ali mendirikan NTV pada 3 Juli 2003.\n\n🔹 Mengapa Memilih NTV Global?\nNTV News menawarkan pelaporan berita yang tidak bias dan mendalam yang mencakup berbagai topik termasuk politik, hiburan, olahraga, bisnis, sains, teknologi, dan kesehatan. Misi kami adalah untuk memberi Anda berita yang paling akurat dan tepat waktu, memastikan Anda tetap terinformasi di mana pun Anda berada.\n\n*🔹 Tetap Terhubung dengan NTV Global\nIkuti kami di platform digital lainnya untuk mendapatkan konten eksklusif, pembaruan, dan siaran langsung:\n• Situs web: 🌐 https://www.ntvbd.com\n• Facebook:   / ntvdigital  \n• Instagram:   / ntvdigital  \n• Twitter:   / ntvdigitals  \n• LinkedIn:   / ntvbangladesh  \n\n🔹 Jelajahi Lebih Lanjut di Saluran YouTube Kami\n• NTV News:    /   \n• NTV Natok:    /   \n• NTV Shows:    /   \n• Bangla Movie:    /   \n• NTV Health:    /   \n• NTV Islamic Show:    /   \n\n🔹 Penafian Penggunaan Wajar\nKami menghormati hukum hak cipta dan menggunakan materi tertentu berdasarkan doktrin \"Penggunaan Wajar\", sebagaimana diuraikan dalam Undang-Undang Hak Cipta tahun 2000. Konten kami dimaksudkan untuk tujuan pendidikan, komentar, dan informasi.\n\n🔹 Pemberitahuan Hak Cipta:\nSemua konten di saluran ini dimiliki oleh International Television Channel Ltd (NTV). Penggunaan, pendistribusian ulang, atau pengunggahan ulang tanpa izin dilarang keras. Tindakan hukum dapat diambil terhadap pelanggaran.\n\nPenafian AI\nProgram ini berisi sulih suara yang dihasilkan AI untuk tujuan adaptasi bahasa. Hak cipta konten asli tetap berada di tangan pemiliknya masing-masing.\n\n📞 Hubungi Kami\nUntuk pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi Fakaruddin Jewel, Editor & Kepala NTV Online, di fakaruddin\n\nTerima kasih atas dukungan Anda kepada NTV Global! Jangan ragu untuk membagikan informasi terbaru kepada teman dan keluarga Anda, dan tetap ikuti terus liputan berita yang lebih terpercaya! 🙏\n\n#NTVGlobal\n#NTVEnglishNews\n#TrendingIssues\n#Latestupdate", "post_id": "bRdYFQUVunk"}}, {"key": "ntvnatok", "attributes": {"label": "ntvnatok", "x": 31.21301230950202, "y": 691.6802457235617, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.5533, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "bRdYFQUVunk", "id": "ntvnatok", "source": "youtube-000001", "content": "Akankah Hubungan AS-Iran Memasuki Babak Baru? | Trump | Iran | NTV Global\n\nMungkinkah Hubungan AS-Iran Menuju Babak Baru? | Trump | Iran\n\nProgram ini berisi sulih suara yang dihasilkan AI untuk tujuan adaptasi bahasa. Hak konten asli tetap berada di tangan pemiliknya masing-masing.\n\nDebat baru telah muncul mengenai masa depan hubungan antara Amerika Serikat dan Iran menyusul pernyataan mantan Presiden AS Donald Trump. Selama wawancara podcast, Trump menyatakan minatnya untuk bertemu Mojtaba Khamenei, memicu diskusi di antara analis politik dan pengamat internasional.\n\nKomentar tersebut muncul di tengah pertanyaan yang sedang berlangsung tentang masa depan hubungan AS-Iran, stabilitas regional, dan keterlibatan diplomatik di Timur Tengah. Analis mengatakan bahwa potensi dialog antara tokoh-tokoh berpengaruh dari kedua belah pihak dapat memiliki implikasi signifikan bagi politik regional dan diplomasi internasional.\n\nDiskusi ini juga telah memperbarui perhatian pada perkembangan di dalam Iran dan lanskap geopolitik yang lebih luas setelah ketegangan baru-baru ini di kawasan tersebut. Para pengamat terus memantau apakah pernyataan ini menandakan kemungkinan pergeseran dalam hubungan diplomatik.\n\nSaksikan laporan lengkap untuk pembaruan terbaru, analisis ahli, dan reaksi internasional hanya di NTV Global.\n\n\n#Iran #AS #Trump #HubunganASIran #TimurTengah #BeritaDunia #Geopolitik\n\n🔹 NTV Global SEKILAS\nDari berita yang tidak bias dan komprehensif hingga program hiburan, International Television Channel Ltd. (NTV) telah mempertahankan posisinya sebagai unggulan di semua bidang sejak awal dan telah menjadi salah satu saluran TV paling populer di Bangladesh. Dengan slogan ‘Somoyer Sathe Agamir Pothe’ yang berarti ‘menuju masa depan seiring waktu’, dan menjunjung tinggi bahasa dan budaya Bengali, Al-haj Mohammad Mosaddak Ali mendirikan NTV pada 3 Juli 2003.\n\n🔹 Mengapa Memilih NTV Global?\nNTV News menawarkan pelaporan berita yang tidak bias dan mendalam yang mencakup berbagai topik termasuk politik, hiburan, olahraga, bisnis, sains, teknologi, dan kesehatan. Misi kami adalah untuk memberi Anda berita yang paling akurat dan tepat waktu, memastikan Anda tetap terinformasi di mana pun Anda berada.\n\n*🔹 Tetap Terhubung dengan NTV Global\nIkuti kami di platform digital lainnya untuk mendapatkan konten eksklusif, pembaruan, dan siaran langsung:\n• Situs web: 🌐 https://www.ntvbd.com\n• Facebook:   / ntvdigital  \n• Instagram:   / ntvdigital  \n• Twitter:   / ntvdigitals  \n• LinkedIn:   / ntvbangladesh  \n\n🔹 Jelajahi Lebih Lanjut di Saluran YouTube Kami\n• NTV News:    /   \n• NTV Natok:    /   \n• NTV Shows:    /   \n• Bangla Movie:    /   \n• NTV Health:    /   \n• NTV Islamic Show:    /   \n\n🔹 Penafian Penggunaan Wajar\nKami menghormati hukum hak cipta dan menggunakan materi tertentu berdasarkan doktrin \"Penggunaan Wajar\", sebagaimana diuraikan dalam Undang-Undang Hak Cipta tahun 2000. Konten kami dimaksudkan untuk tujuan pendidikan, komentar, dan informasi.\n\n🔹 Pemberitahuan Hak Cipta:\nSemua konten di saluran ini dimiliki oleh International Television Channel Ltd (NTV). Penggunaan, pendistribusian ulang, atau pengunggahan ulang tanpa izin dilarang keras. Tindakan hukum dapat diambil terhadap pelanggaran.\n\nPenafian AI\nProgram ini berisi sulih suara yang dihasilkan AI untuk tujuan adaptasi bahasa. Hak cipta konten asli tetap berada di tangan pemiliknya masing-masing.\n\n📞 Hubungi Kami\nUntuk pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi Fakaruddin Jewel, Editor & Kepala NTV Online, di fakaruddin\n\nTerima kasih atas dukungan Anda kepada NTV Global! Jangan ragu untuk membagikan informasi terbaru kepada teman dan keluarga Anda, dan tetap ikuti terus liputan berita yang lebih terpercaya! 🙏\n\n#NTVGlobal\n#NTVEnglishNews\n#TrendingIssues\n#Latestupdate", "post_id": "bRdYFQUVunk"}}, {"key": "watchntvshows", "attributes": {"label": "watchntvshows", "x": 901.3117944844586, "y": 572.8920802258574, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.5533, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "bRdYFQUVunk", "id": "watchntvshows", "source": "youtube-000001", "content": "Akankah Hubungan AS-Iran Memasuki Babak Baru? | Trump | Iran | NTV Global\n\nMungkinkah Hubungan AS-Iran Menuju Babak Baru? | Trump | Iran\n\nProgram ini berisi sulih suara yang dihasilkan AI untuk tujuan adaptasi bahasa. Hak konten asli tetap berada di tangan pemiliknya masing-masing.\n\nDebat baru telah muncul mengenai masa depan hubungan antara Amerika Serikat dan Iran menyusul pernyataan mantan Presiden AS Donald Trump. Selama wawancara podcast, Trump menyatakan minatnya untuk bertemu Mojtaba Khamenei, memicu diskusi di antara analis politik dan pengamat internasional.\n\nKomentar tersebut muncul di tengah pertanyaan yang sedang berlangsung tentang masa depan hubungan AS-Iran, stabilitas regional, dan keterlibatan diplomatik di Timur Tengah. Analis mengatakan bahwa potensi dialog antara tokoh-tokoh berpengaruh dari kedua belah pihak dapat memiliki implikasi signifikan bagi politik regional dan diplomasi internasional.\n\nDiskusi ini juga telah memperbarui perhatian pada perkembangan di dalam Iran dan lanskap geopolitik yang lebih luas setelah ketegangan baru-baru ini di kawasan tersebut. Para pengamat terus memantau apakah pernyataan ini menandakan kemungkinan pergeseran dalam hubungan diplomatik.\n\nSaksikan laporan lengkap untuk pembaruan terbaru, analisis ahli, dan reaksi internasional hanya di NTV Global.\n\n\n#Iran #AS #Trump #HubunganASIran #TimurTengah #BeritaDunia #Geopolitik\n\n🔹 NTV Global SEKILAS\nDari berita yang tidak bias dan komprehensif hingga program hiburan, International Television Channel Ltd. (NTV) telah mempertahankan posisinya sebagai unggulan di semua bidang sejak awal dan telah menjadi salah satu saluran TV paling populer di Bangladesh. Dengan slogan ‘Somoyer Sathe Agamir Pothe’ yang berarti ‘menuju masa depan seiring waktu’, dan menjunjung tinggi bahasa dan budaya Bengali, Al-haj Mohammad Mosaddak Ali mendirikan NTV pada 3 Juli 2003.\n\n🔹 Mengapa Memilih NTV Global?\nNTV News menawarkan pelaporan berita yang tidak bias dan mendalam yang mencakup berbagai topik termasuk politik, hiburan, olahraga, bisnis, sains, teknologi, dan kesehatan. Misi kami adalah untuk memberi Anda berita yang paling akurat dan tepat waktu, memastikan Anda tetap terinformasi di mana pun Anda berada.\n\n*🔹 Tetap Terhubung dengan NTV Global\nIkuti kami di platform digital lainnya untuk mendapatkan konten eksklusif, pembaruan, dan siaran langsung:\n• Situs web: 🌐 https://www.ntvbd.com\n• Facebook:   / ntvdigital  \n• Instagram:   / ntvdigital  \n• Twitter:   / ntvdigitals  \n• LinkedIn:   / ntvbangladesh  \n\n🔹 Jelajahi Lebih Lanjut di Saluran YouTube Kami\n• NTV News:    /   \n• NTV Natok:    /   \n• NTV Shows:    /   \n• Bangla Movie:    /   \n• NTV Health:    /   \n• NTV Islamic Show:    /   \n\n🔹 Penafian Penggunaan Wajar\nKami menghormati hukum hak cipta dan menggunakan materi tertentu berdasarkan doktrin \"Penggunaan Wajar\", sebagaimana diuraikan dalam Undang-Undang Hak Cipta tahun 2000. Konten kami dimaksudkan untuk tujuan pendidikan, komentar, dan informasi.\n\n🔹 Pemberitahuan Hak Cipta:\nSemua konten di saluran ini dimiliki oleh International Television Channel Ltd (NTV). Penggunaan, pendistribusian ulang, atau pengunggahan ulang tanpa izin dilarang keras. Tindakan hukum dapat diambil terhadap pelanggaran.\n\nPenafian AI\nProgram ini berisi sulih suara yang dihasilkan AI untuk tujuan adaptasi bahasa. Hak cipta konten asli tetap berada di tangan pemiliknya masing-masing.\n\n📞 Hubungi Kami\nUntuk pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi Fakaruddin Jewel, Editor & Kepala NTV Online, di fakaruddin\n\nTerima kasih atas dukungan Anda kepada NTV Global! Jangan ragu untuk membagikan informasi terbaru kepada teman dan keluarga Anda, dan tetap ikuti terus liputan berita yang lebih terpercaya! 🙏\n\n#NTVGlobal\n#NTVEnglishNews\n#TrendingIssues\n#Latestupdate", "post_id": "bRdYFQUVunk"}}, {"key": "ntvbanglamovie", "attributes": {"label": "ntvbanglamovie", "x": 800.7331160741339, "y": 395.6791425572526, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.5533, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "bRdYFQUVunk", "id": "ntvbanglamovie", "source": "youtube-000001", "content": "Akankah Hubungan AS-Iran Memasuki Babak Baru? | Trump | Iran | NTV Global\n\nMungkinkah Hubungan AS-Iran Menuju Babak Baru? | Trump | Iran\n\nProgram ini berisi sulih suara yang dihasilkan AI untuk tujuan adaptasi bahasa. Hak konten asli tetap berada di tangan pemiliknya masing-masing.\n\nDebat baru telah muncul mengenai masa depan hubungan antara Amerika Serikat dan Iran menyusul pernyataan mantan Presiden AS Donald Trump. Selama wawancara podcast, Trump menyatakan minatnya untuk bertemu Mojtaba Khamenei, memicu diskusi di antara analis politik dan pengamat internasional.\n\nKomentar tersebut muncul di tengah pertanyaan yang sedang berlangsung tentang masa depan hubungan AS-Iran, stabilitas regional, dan keterlibatan diplomatik di Timur Tengah. Analis mengatakan bahwa potensi dialog antara tokoh-tokoh berpengaruh dari kedua belah pihak dapat memiliki implikasi signifikan bagi politik regional dan diplomasi internasional.\n\nDiskusi ini juga telah memperbarui perhatian pada perkembangan di dalam Iran dan lanskap geopolitik yang lebih luas setelah ketegangan baru-baru ini di kawasan tersebut. Para pengamat terus memantau apakah pernyataan ini menandakan kemungkinan pergeseran dalam hubungan diplomatik.\n\nSaksikan laporan lengkap untuk pembaruan terbaru, analisis ahli, dan reaksi internasional hanya di NTV Global.\n\n\n#Iran #AS #Trump #HubunganASIran #TimurTengah #BeritaDunia #Geopolitik\n\n🔹 NTV Global SEKILAS\nDari berita yang tidak bias dan komprehensif hingga program hiburan, International Television Channel Ltd. (NTV) telah mempertahankan posisinya sebagai unggulan di semua bidang sejak awal dan telah menjadi salah satu saluran TV paling populer di Bangladesh. Dengan slogan ‘Somoyer Sathe Agamir Pothe’ yang berarti ‘menuju masa depan seiring waktu’, dan menjunjung tinggi bahasa dan budaya Bengali, Al-haj Mohammad Mosaddak Ali mendirikan NTV pada 3 Juli 2003.\n\n🔹 Mengapa Memilih NTV Global?\nNTV News menawarkan pelaporan berita yang tidak bias dan mendalam yang mencakup berbagai topik termasuk politik, hiburan, olahraga, bisnis, sains, teknologi, dan kesehatan. Misi kami adalah untuk memberi Anda berita yang paling akurat dan tepat waktu, memastikan Anda tetap terinformasi di mana pun Anda berada.\n\n*🔹 Tetap Terhubung dengan NTV Global\nIkuti kami di platform digital lainnya untuk mendapatkan konten eksklusif, pembaruan, dan siaran langsung:\n• Situs web: 🌐 https://www.ntvbd.com\n• Facebook:   / ntvdigital  \n• Instagram:   / ntvdigital  \n• Twitter:   / ntvdigitals  \n• LinkedIn:   / ntvbangladesh  \n\n🔹 Jelajahi Lebih Lanjut di Saluran YouTube Kami\n• NTV News:    /   \n• NTV Natok:    /   \n• NTV Shows:    /   \n• Bangla Movie:    /   \n• NTV Health:    /   \n• NTV Islamic Show:    /   \n\n🔹 Penafian Penggunaan Wajar\nKami menghormati hukum hak cipta dan menggunakan materi tertentu berdasarkan doktrin \"Penggunaan Wajar\", sebagaimana diuraikan dalam Undang-Undang Hak Cipta tahun 2000. Konten kami dimaksudkan untuk tujuan pendidikan, komentar, dan informasi.\n\n🔹 Pemberitahuan Hak Cipta:\nSemua konten di saluran ini dimiliki oleh International Television Channel Ltd (NTV). Penggunaan, pendistribusian ulang, atau pengunggahan ulang tanpa izin dilarang keras. Tindakan hukum dapat diambil terhadap pelanggaran.\n\nPenafian AI\nProgram ini berisi sulih suara yang dihasilkan AI untuk tujuan adaptasi bahasa. Hak cipta konten asli tetap berada di tangan pemiliknya masing-masing.\n\n📞 Hubungi Kami\nUntuk pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi Fakaruddin Jewel, Editor & Kepala NTV Online, di fakaruddin\n\nTerima kasih atas dukungan Anda kepada NTV Global! Jangan ragu untuk membagikan informasi terbaru kepada teman dan keluarga Anda, dan tetap ikuti terus liputan berita yang lebih terpercaya! 🙏\n\n#NTVGlobal\n#NTVEnglishNews\n#TrendingIssues\n#Latestupdate", "post_id": "bRdYFQUVunk"}}, {"key": "ntvhealth", "attributes": {"label": "ntvhealth", "x": 482.57212694033757, "y": 927.1080114322816, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.5533, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "bRdYFQUVunk", "id": "ntvhealth", "source": "youtube-000001", "content": "Akankah Hubungan AS-Iran Memasuki Babak Baru? | Trump | Iran | NTV Global\n\nMungkinkah Hubungan AS-Iran Menuju Babak Baru? | Trump | Iran\n\nProgram ini berisi sulih suara yang dihasilkan AI untuk tujuan adaptasi bahasa. Hak konten asli tetap berada di tangan pemiliknya masing-masing.\n\nDebat baru telah muncul mengenai masa depan hubungan antara Amerika Serikat dan Iran menyusul pernyataan mantan Presiden AS Donald Trump. Selama wawancara podcast, Trump menyatakan minatnya untuk bertemu Mojtaba Khamenei, memicu diskusi di antara analis politik dan pengamat internasional.\n\nKomentar tersebut muncul di tengah pertanyaan yang sedang berlangsung tentang masa depan hubungan AS-Iran, stabilitas regional, dan keterlibatan diplomatik di Timur Tengah. Analis mengatakan bahwa potensi dialog antara tokoh-tokoh berpengaruh dari kedua belah pihak dapat memiliki implikasi signifikan bagi politik regional dan diplomasi internasional.\n\nDiskusi ini juga telah memperbarui perhatian pada perkembangan di dalam Iran dan lanskap geopolitik yang lebih luas setelah ketegangan baru-baru ini di kawasan tersebut. Para pengamat terus memantau apakah pernyataan ini menandakan kemungkinan pergeseran dalam hubungan diplomatik.\n\nSaksikan laporan lengkap untuk pembaruan terbaru, analisis ahli, dan reaksi internasional hanya di NTV Global.\n\n\n#Iran #AS #Trump #HubunganASIran #TimurTengah #BeritaDunia #Geopolitik\n\n🔹 NTV Global SEKILAS\nDari berita yang tidak bias dan komprehensif hingga program hiburan, International Television Channel Ltd. (NTV) telah mempertahankan posisinya sebagai unggulan di semua bidang sejak awal dan telah menjadi salah satu saluran TV paling populer di Bangladesh. Dengan slogan ‘Somoyer Sathe Agamir Pothe’ yang berarti ‘menuju masa depan seiring waktu’, dan menjunjung tinggi bahasa dan budaya Bengali, Al-haj Mohammad Mosaddak Ali mendirikan NTV pada 3 Juli 2003.\n\n🔹 Mengapa Memilih NTV Global?\nNTV News menawarkan pelaporan berita yang tidak bias dan mendalam yang mencakup berbagai topik termasuk politik, hiburan, olahraga, bisnis, sains, teknologi, dan kesehatan. Misi kami adalah untuk memberi Anda berita yang paling akurat dan tepat waktu, memastikan Anda tetap terinformasi di mana pun Anda berada.\n\n*🔹 Tetap Terhubung dengan NTV Global\nIkuti kami di platform digital lainnya untuk mendapatkan konten eksklusif, pembaruan, dan siaran langsung:\n• Situs web: 🌐 https://www.ntvbd.com\n• Facebook:   / ntvdigital  \n• Instagram:   / ntvdigital  \n• Twitter:   / ntvdigitals  \n• LinkedIn:   / ntvbangladesh  \n\n🔹 Jelajahi Lebih Lanjut di Saluran YouTube Kami\n• NTV News:    /   \n• NTV Natok:    /   \n• NTV Shows:    /   \n• Bangla Movie:    /   \n• NTV Health:    /   \n• NTV Islamic Show:    /   \n\n🔹 Penafian Penggunaan Wajar\nKami menghormati hukum hak cipta dan menggunakan materi tertentu berdasarkan doktrin \"Penggunaan Wajar\", sebagaimana diuraikan dalam Undang-Undang Hak Cipta tahun 2000. Konten kami dimaksudkan untuk tujuan pendidikan, komentar, dan informasi.\n\n🔹 Pemberitahuan Hak Cipta:\nSemua konten di saluran ini dimiliki oleh International Television Channel Ltd (NTV). Penggunaan, pendistribusian ulang, atau pengunggahan ulang tanpa izin dilarang keras. Tindakan hukum dapat diambil terhadap pelanggaran.\n\nPenafian AI\nProgram ini berisi sulih suara yang dihasilkan AI untuk tujuan adaptasi bahasa. Hak cipta konten asli tetap berada di tangan pemiliknya masing-masing.\n\n📞 Hubungi Kami\nUntuk pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi Fakaruddin Jewel, Editor & Kepala NTV Online, di fakaruddin\n\nTerima kasih atas dukungan Anda kepada NTV Global! Jangan ragu untuk membagikan informasi terbaru kepada teman dan keluarga Anda, dan tetap ikuti terus liputan berita yang lebih terpercaya! 🙏\n\n#NTVGlobal\n#NTVEnglishNews\n#TrendingIssues\n#Latestupdate", "post_id": "bRdYFQUVunk"}}, {"key": "ntvislamicshow", "attributes": {"label": "ntvislamicshow", "x": 779.5108575020499, "y": 899.0431268641304, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.5533, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "bRdYFQUVunk", "id": "ntvislamicshow", "source": "youtube-000001", "content": "Akankah Hubungan AS-Iran Memasuki Babak Baru? | Trump | Iran | NTV Global\n\nMungkinkah Hubungan AS-Iran Menuju Babak Baru? | Trump | Iran\n\nProgram ini berisi sulih suara yang dihasilkan AI untuk tujuan adaptasi bahasa. Hak konten asli tetap berada di tangan pemiliknya masing-masing.\n\nDebat baru telah muncul mengenai masa depan hubungan antara Amerika Serikat dan Iran menyusul pernyataan mantan Presiden AS Donald Trump. Selama wawancara podcast, Trump menyatakan minatnya untuk bertemu Mojtaba Khamenei, memicu diskusi di antara analis politik dan pengamat internasional.\n\nKomentar tersebut muncul di tengah pertanyaan yang sedang berlangsung tentang masa depan hubungan AS-Iran, stabilitas regional, dan keterlibatan diplomatik di Timur Tengah. Analis mengatakan bahwa potensi dialog antara tokoh-tokoh berpengaruh dari kedua belah pihak dapat memiliki implikasi signifikan bagi politik regional dan diplomasi internasional.\n\nDiskusi ini juga telah memperbarui perhatian pada perkembangan di dalam Iran dan lanskap geopolitik yang lebih luas setelah ketegangan baru-baru ini di kawasan tersebut. Para pengamat terus memantau apakah pernyataan ini menandakan kemungkinan pergeseran dalam hubungan diplomatik.\n\nSaksikan laporan lengkap untuk pembaruan terbaru, analisis ahli, dan reaksi internasional hanya di NTV Global.\n\n\n#Iran #AS #Trump #HubunganASIran #TimurTengah #BeritaDunia #Geopolitik\n\n🔹 NTV Global SEKILAS\nDari berita yang tidak bias dan komprehensif hingga program hiburan, International Television Channel Ltd. (NTV) telah mempertahankan posisinya sebagai unggulan di semua bidang sejak awal dan telah menjadi salah satu saluran TV paling populer di Bangladesh. Dengan slogan ‘Somoyer Sathe Agamir Pothe’ yang berarti ‘menuju masa depan seiring waktu’, dan menjunjung tinggi bahasa dan budaya Bengali, Al-haj Mohammad Mosaddak Ali mendirikan NTV pada 3 Juli 2003.\n\n🔹 Mengapa Memilih NTV Global?\nNTV News menawarkan pelaporan berita yang tidak bias dan mendalam yang mencakup berbagai topik termasuk politik, hiburan, olahraga, bisnis, sains, teknologi, dan kesehatan. Misi kami adalah untuk memberi Anda berita yang paling akurat dan tepat waktu, memastikan Anda tetap terinformasi di mana pun Anda berada.\n\n*🔹 Tetap Terhubung dengan NTV Global\nIkuti kami di platform digital lainnya untuk mendapatkan konten eksklusif, pembaruan, dan siaran langsung:\n• Situs web: 🌐 https://www.ntvbd.com\n• Facebook:   / ntvdigital  \n• Instagram:   / ntvdigital  \n• Twitter:   / ntvdigitals  \n• LinkedIn:   / ntvbangladesh  \n\n🔹 Jelajahi Lebih Lanjut di Saluran YouTube Kami\n• NTV News:    /   \n• NTV Natok:    /   \n• NTV Shows:    /   \n• Bangla Movie:    /   \n• NTV Health:    /   \n• NTV Islamic Show:    /   \n\n🔹 Penafian Penggunaan Wajar\nKami menghormati hukum hak cipta dan menggunakan materi tertentu berdasarkan doktrin \"Penggunaan Wajar\", sebagaimana diuraikan dalam Undang-Undang Hak Cipta tahun 2000. Konten kami dimaksudkan untuk tujuan pendidikan, komentar, dan informasi.\n\n🔹 Pemberitahuan Hak Cipta:\nSemua konten di saluran ini dimiliki oleh International Television Channel Ltd (NTV). Penggunaan, pendistribusian ulang, atau pengunggahan ulang tanpa izin dilarang keras. Tindakan hukum dapat diambil terhadap pelanggaran.\n\nPenafian AI\nProgram ini berisi sulih suara yang dihasilkan AI untuk tujuan adaptasi bahasa. Hak cipta konten asli tetap berada di tangan pemiliknya masing-masing.\n\n📞 Hubungi Kami\nUntuk pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi Fakaruddin Jewel, Editor & Kepala NTV Online, di fakaruddin\n\nTerima kasih atas dukungan Anda kepada NTV Global! Jangan ragu untuk membagikan informasi terbaru kepada teman dan keluarga Anda, dan tetap ikuti terus liputan berita yang lebih terpercaya! 🙏\n\n#NTVGlobal\n#NTVEnglishNews\n#TrendingIssues\n#Latestupdate", "post_id": "bRdYFQUVunk"}}, {"key": "@ThinkSchool", "attributes": {"label": "@ThinkSchool", "x": 812.9820878959197, "y": 552.2157115688083, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "wO7copUXogI", "id": "@ThinkSchool", "source": "youtube-000001", "content": "Bagaimana Silicon Valley Bank gagal? : Studi kasus bisnis\n\n⭐️ Kursus Komunikasi unggulan Think School dengan lokakarya eksklusif tentang Chat GPT meliputi:\nhttps://thethinkschool.com/checkouts/...\n\nVIDEO PENGANTAR:\n\nPada 10 Maret 2022, salah satu bank terbesar di Amerika Serikat ditutup dan bank ini, seperti yang kita semua tahu, tidak lain adalah Bank Lembah Silikon!!!! Alasan mengapa ini menjadi masalah besar adalah karena, bank ini merupakan bank terbesar yang gagal sejak krisis keuangan 2008 dan kegagalan terbesar kedua dalam sejarah AS.\nHal ini telah menciptakan kekacauan di pasar, sehingga di satu sisi, para analis berpikir ini akan menyebabkan bank run, di sisi lain, mereka mengatakan bahwa dengan menipisnya pendanaan startup, ini akan menjadi mimpi buruk bagi startup India dan Amerika yang terkait dengan bank tersebut!!!\nJadi, dalam episode hari ini, mari kita coba pahami.\nApa itu Bank Lembah Silikon dan mengapa ini menjadi masalah besar dalam ekosistem Startup global? Bagaimana bank sebesar itu bisa bangkrut dalam waktu sesingkat itu?\nBagaimana dampaknya terhadap ekosistem startup India?\nDan apa saja materi pembelajaran yang dapat membantu Anda memahami krisis perbankan ini dengan lebih baik?\n\nThink School adalah Sekolah Digital yang kita semua layak dapatkan, tetapi tidak pernah kita miliki.\n►►Lihat kursus online Think School: https://www.thethinkschool.com\n\n⬇️Daftar Putar Terbaik 2022 Kami\n\nGeopolitik:\nIndia Menjebak Tiongkok -    • How India is TRAPPING China with its Milit...  \nRaksasa Minyak Menghancurkan Eropa -    • Why OPEC Cut Oil Production And Why It Sca...  \nStrategi Rahasia Israel -    • How did Israel become SUPER POWERFUL & Wha...  \nStrategi Militer Tiongkok vs India di Ladakh -    • Why is China taking over Indian BORDERS an...  \nResesi AS yang Akan Datang Mempengaruhi Perekonomian India -    • America’s Recession Explained: What’s Real...  \n\nBisnis Terbaik:\n1. Cat Asia -    • How Asian Paints Destroyed British Giants ...  \n2. Amul -    • How Amul beat its competition & made 39,20...  \n3. Haldiram -    • The Origin story of Haldiram : an 80,000cr...  \n4. Malboro -    • The Genius Marketing Strategy of Marlboro ...  \n5. Lijjat Papad -    • How 7 Mumbai-based women Entrepreneurs mad...  \n\n►Buku yang wajib dibaca semua orang:\n1. Sapiens: https://amzn.to/3wIqqtG\n2. Jab Jab Jab Right Hook: https://amzn.to/3eb36ym\n3. Presuasion: https://amzn.to/3nF4Xi8\n4. Start with why: https://amzn.to/2R7UHCW\n5. Culture code: https://amzn.to/3tfaxsZ\n6. Hooked: https://amzn.to/2R9G9CM\n7. Aku akan mengajarimu menjadi kaya: https://amzn.to/3AUDLSO\n8. Dari Dunia Ketiga ke Dunia Pertama: https://amzn.to/3yQSjAV\n9. Ini Pemasaran: https://amzn.to/334VNlL\n\n🎧 Ingin membeli peralatan yang kami gunakan?\n1. Laptop Kami: https://amzn.to/3z66odv\n2. Mikrofon Kami: https://amzn.to/3liQQyi\n3. Dudukan Kamera: https://amzn.to/3z8l3ov\n4. Dudukan Ponsel: https://amzn.to/3xgCF25\n5. Laptop: https://amzn.to/3gMYXRi\n\n✅Belajar Materi:\n\nhttps://www.wsj.com/articles/bond-los...\nhttps://www.barrons.com/articles/svb-...\nhttps://www.marketscreener.com/quote/...\n\nhttps://www.livemint.com/news/india/t...\n\n✅Untuk mendukung pekerjaan kami, Anda dapat berdonasi di sini: https://www.instamojo.com/\n\n#resesi #bankamerika #pendanaanstartup\n#thinkschool #studikasusbisnis #geopolitik Kredit: CNN-News 18, WION, NBC News, Money control pro, Business standard, TV18, Business Today, ABC news, CNBC, ET now, Bloomberg originals, Financial Times, dokumenter DW, AL Jazeera English, BBC news, Firstpost. Penggunaan wajar - Video ini hanya untuk tujuan edukasi. Semua materi yang digunakan dalam video ini, termasuk gambar, audio, dan klip video, adalah milik masing-masing pemiliknya dan digunakan di sini berdasarkan doktrin penggunaan wajar. Video ini dimaksudkan untuk memberikan komentar, kritik, penelitian, dan edukasi tentang materi yang dibahas. Kami yakin ini merupakan penggunaan wajar atas materi berhak cipta tersebut sebagaimana diatur dalam Pasal 107 Undang-Undang Hak Cipta AS.", "post_id": "wO7copUXogI"}}, {"key": "thinkschool", "attributes": {"label": "thinkschool", "x": 976.9706568576559, "y": 515.5497992001033, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wO7copUXogI", "id": "thinkschool", "source": "youtube-000001", "content": "Bagaimana Silicon Valley Bank gagal? : Studi kasus bisnis\n\n⭐️ Kursus Komunikasi unggulan Think School dengan lokakarya eksklusif tentang Chat GPT meliputi:\nhttps://thethinkschool.com/checkouts/...\n\nVIDEO PENGANTAR:\n\nPada 10 Maret 2022, salah satu bank terbesar di Amerika Serikat ditutup dan bank ini, seperti yang kita semua tahu, tidak lain adalah Bank Lembah Silikon!!!! Alasan mengapa ini menjadi masalah besar adalah karena, bank ini merupakan bank terbesar yang gagal sejak krisis keuangan 2008 dan kegagalan terbesar kedua dalam sejarah AS.\nHal ini telah menciptakan kekacauan di pasar, sehingga di satu sisi, para analis berpikir ini akan menyebabkan bank run, di sisi lain, mereka mengatakan bahwa dengan menipisnya pendanaan startup, ini akan menjadi mimpi buruk bagi startup India dan Amerika yang terkait dengan bank tersebut!!!\nJadi, dalam episode hari ini, mari kita coba pahami.\nApa itu Bank Lembah Silikon dan mengapa ini menjadi masalah besar dalam ekosistem Startup global? Bagaimana bank sebesar itu bisa bangkrut dalam waktu sesingkat itu?\nBagaimana dampaknya terhadap ekosistem startup India?\nDan apa saja materi pembelajaran yang dapat membantu Anda memahami krisis perbankan ini dengan lebih baik?\n\nThink School adalah Sekolah Digital yang kita semua layak dapatkan, tetapi tidak pernah kita miliki.\n►►Lihat kursus online Think School: https://www.thethinkschool.com\n\n⬇️Daftar Putar Terbaik 2022 Kami\n\nGeopolitik:\nIndia Menjebak Tiongkok -    • How India is TRAPPING China with its Milit...  \nRaksasa Minyak Menghancurkan Eropa -    • Why OPEC Cut Oil Production And Why It Sca...  \nStrategi Rahasia Israel -    • How did Israel become SUPER POWERFUL & Wha...  \nStrategi Militer Tiongkok vs India di Ladakh -    • Why is China taking over Indian BORDERS an...  \nResesi AS yang Akan Datang Mempengaruhi Perekonomian India -    • America’s Recession Explained: What’s Real...  \n\nBisnis Terbaik:\n1. Cat Asia -    • How Asian Paints Destroyed British Giants ...  \n2. Amul -    • How Amul beat its competition & made 39,20...  \n3. Haldiram -    • The Origin story of Haldiram : an 80,000cr...  \n4. Malboro -    • The Genius Marketing Strategy of Marlboro ...  \n5. Lijjat Papad -    • How 7 Mumbai-based women Entrepreneurs mad...  \n\n►Buku yang wajib dibaca semua orang:\n1. Sapiens: https://amzn.to/3wIqqtG\n2. Jab Jab Jab Right Hook: https://amzn.to/3eb36ym\n3. Presuasion: https://amzn.to/3nF4Xi8\n4. Start with why: https://amzn.to/2R7UHCW\n5. Culture code: https://amzn.to/3tfaxsZ\n6. Hooked: https://amzn.to/2R9G9CM\n7. Aku akan mengajarimu menjadi kaya: https://amzn.to/3AUDLSO\n8. Dari Dunia Ketiga ke Dunia Pertama: https://amzn.to/3yQSjAV\n9. Ini Pemasaran: https://amzn.to/334VNlL\n\n🎧 Ingin membeli peralatan yang kami gunakan?\n1. Laptop Kami: https://amzn.to/3z66odv\n2. Mikrofon Kami: https://amzn.to/3liQQyi\n3. Dudukan Kamera: https://amzn.to/3z8l3ov\n4. Dudukan Ponsel: https://amzn.to/3xgCF25\n5. Laptop: https://amzn.to/3gMYXRi\n\n✅Belajar Materi:\n\nhttps://www.wsj.com/articles/bond-los...\nhttps://www.barrons.com/articles/svb-...\nhttps://www.marketscreener.com/quote/...\n\nhttps://www.livemint.com/news/india/t...\n\n✅Untuk mendukung pekerjaan kami, Anda dapat berdonasi di sini: https://www.instamojo.com/\n\n#resesi #bankamerika #pendanaanstartup\n#thinkschool #studikasusbisnis #geopolitik Kredit: CNN-News 18, WION, NBC News, Money control pro, Business standard, TV18, Business Today, ABC news, CNBC, ET now, Bloomberg originals, Financial Times, dokumenter DW, AL Jazeera English, BBC news, Firstpost. Penggunaan wajar - Video ini hanya untuk tujuan edukasi. Semua materi yang digunakan dalam video ini, termasuk gambar, audio, dan klip video, adalah milik masing-masing pemiliknya dan digunakan di sini berdasarkan doktrin penggunaan wajar. Video ini dimaksudkan untuk memberikan komentar, kritik, penelitian, dan edukasi tentang materi yang dibahas. Kami yakin ini merupakan penggunaan wajar atas materi berhak cipta tersebut sebagaimana diatur dalam Pasal 107 Undang-Undang Hak Cipta AS.", "post_id": "wO7copUXogI"}}, {"key": "@InsightEcobankSolution", "attributes": {"label": "@InsightEcobankSolution", "x": 742.1331440605948, "y": 824.1304961449628, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "-V2dpy1gRX4", "id": "@InsightEcobankSolution", "source": "youtube-000001", "content": "Bedah Kondisi Perbankan: Risiko Apa Saja yang Mengintai Kita di 2026?\n\nSelamat datang kembali di Solution Lounge! \n\nKondisi perbankan tahun 2026 sedang menghadapi tantangan baru. Apa saja risiko tersembunyi yang mengintai aset kita? Di Podcast #SolutionLounge Eps.7 Part 1 ini, kami mengundang Dr. Hendar, SE. MA untuk memperkaya wawasan terkait dinamika perbankan Indonesia, mulai dari suku bunga, profitabilitas, manajemen risiko, likuiditas, hingga ancaman siber dan geopolitik.\n\n📌 JANGAN LUPA SUBSCRIBE & NYALAKAN LONCENG NOTIFIKASI! \nPart 1 ini membahas kondisi aktual dan isu strategis perbankan.\n🔜 Part 2 Tayang Hari Minggu! IES bersama Dr. Hendar, SE. MA akan membongkar arah strategis, proyeksi perbankan, serta rekomendasi kedepan. Jangan sampai ketinggalan!\n\nTimestamps:\n00:00 - Highlight & Intro \n02:11 - Opening & Profil Narasumber: Dr. Hendar, SE. MA\n05:26 - Kilas Balik Kondisi Aktual Perbankan Indonesia \n07:34 - Sejauh Mana Tekanan Cost of Fund Akan Memengaruhi NIM dan ROA?\n10:49 - Gap Kinerja Antarbank Semakin Kompetitif\n14:54 - Isu Strategis Global dan Domestik\n17:00 - Transmisi Perlambatan Ekonomi dan Inflasi, Suku Bunga Tinggi, dan Fragmentasi Keuangan Terhadap Perbankan\n21:34 - Dampak Eskalasi Geopolitik dan Dinamika Harga Energi Terhadap Perbankan\n24:20 - Dampak dan Peluang Program Prioritas Pemerintah bagi Perbankan\n\n---\n\nTonton Episode Solution Lounge Lainnya:\n👉 Eps 6 - Tarif Resiprokal AS di Era Trump dan Proyeksi Dampak ke Indonesia:    • PART 1 | Tarif Resiprokal AS di Era Trump ...  \n👉 Eps 5 - 2025, Tahun Tantangan Bagi Ekonomi Dan Perbankan kah?:    • 2025, Tahun Tantangan Bagi Ekonomi Dan Per...  \n\nHubungi / Ikuti Kami:\n🌐 Website: insight-ecobank.co.id\n💼 LinkedIn: Insight Ecobank Solution\n📸 Instagram: \n📱TikTok: \n\n#Perbankan2026 #SolutionLounge #RisikoPerbankan #EkonomiIndonesia #PodcastFinansial #ManajemenRisiko #Keuangan2026", "post_id": "-V2dpy1gRX4"}}, {"key": "insightecobank.id", "attributes": {"label": "insightecobank.id", "x": 258.1023753225878, "y": 662.1377827897968, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.2445, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "-V2dpy1gRX4", "id": "insightecobank.id", "source": "youtube-000001", "content": "Bedah Kondisi Perbankan: Risiko Apa Saja yang Mengintai Kita di 2026?\n\nSelamat datang kembali di Solution Lounge! \n\nKondisi perbankan tahun 2026 sedang menghadapi tantangan baru. Apa saja risiko tersembunyi yang mengintai aset kita? Di Podcast #SolutionLounge Eps.7 Part 1 ini, kami mengundang Dr. Hendar, SE. MA untuk memperkaya wawasan terkait dinamika perbankan Indonesia, mulai dari suku bunga, profitabilitas, manajemen risiko, likuiditas, hingga ancaman siber dan geopolitik.\n\n📌 JANGAN LUPA SUBSCRIBE & NYALAKAN LONCENG NOTIFIKASI! \nPart 1 ini membahas kondisi aktual dan isu strategis perbankan.\n🔜 Part 2 Tayang Hari Minggu! IES bersama Dr. Hendar, SE. MA akan membongkar arah strategis, proyeksi perbankan, serta rekomendasi kedepan. Jangan sampai ketinggalan!\n\nTimestamps:\n00:00 - Highlight & Intro \n02:11 - Opening & Profil Narasumber: Dr. Hendar, SE. MA\n05:26 - Kilas Balik Kondisi Aktual Perbankan Indonesia \n07:34 - Sejauh Mana Tekanan Cost of Fund Akan Memengaruhi NIM dan ROA?\n10:49 - Gap Kinerja Antarbank Semakin Kompetitif\n14:54 - Isu Strategis Global dan Domestik\n17:00 - Transmisi Perlambatan Ekonomi dan Inflasi, Suku Bunga Tinggi, dan Fragmentasi Keuangan Terhadap Perbankan\n21:34 - Dampak Eskalasi Geopolitik dan Dinamika Harga Energi Terhadap Perbankan\n24:20 - Dampak dan Peluang Program Prioritas Pemerintah bagi Perbankan\n\n---\n\nTonton Episode Solution Lounge Lainnya:\n👉 Eps 6 - Tarif Resiprokal AS di Era Trump dan Proyeksi Dampak ke Indonesia:    • PART 1 | Tarif Resiprokal AS di Era Trump ...  \n👉 Eps 5 - 2025, Tahun Tantangan Bagi Ekonomi Dan Perbankan kah?:    • 2025, Tahun Tantangan Bagi Ekonomi Dan Per...  \n\nHubungi / Ikuti Kami:\n🌐 Website: insight-ecobank.co.id\n💼 LinkedIn: Insight Ecobank Solution\n📸 Instagram: \n📱TikTok: \n\n#Perbankan2026 #SolutionLounge #RisikoPerbankan #EkonomiIndonesia #PodcastFinansial #ManajemenRisiko #Keuangan2026", "post_id": "-V2dpy1gRX4"}}, {"key": "@ProfessorJohnAnalysis", "attributes": {"label": "@ProfessorJohnAnalysis", "x": 587.7482974756392, "y": 319.3650914523152, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "NkUN8EYODaU", "id": "@ProfessorJohnAnalysis", "source": "youtube-000001", "content": "Krisis Perbankan Rusia Baru Saja MELEDAK… MILIARAN Dana Keluar dari Sistem SAAT INI JUGA!\n\nSistem perbankan Rusia mengalami gangguan besar yang melumpuhkan pembayaran kartu, aplikasi perbankan seluler, transfer, akses ATM, dan bahkan sistem pembayaran metro Moskow — dan penjelasan yang datang dari dalam Rusia jauh lebih mengkhawatirkan daripada yang disarankan oleh sebagian besar berita utama.\n\nDalam video ini, kami menguraikan kegagalan perbankan nasional yang menimpa lembaga keuangan utama Rusia termasuk Sberbank, VTB, Alfa-Bank, Gazprombank, dan T-Bank, dan mengapa banyak pakar keamanan siber Rusia percaya bahwa gangguan tersebut bukan disebabkan oleh peretas asing — tetapi oleh infrastruktur sensor Rusia sendiri.\n\nSaat Kremlin meningkatkan penindakan VPN dan penyaringan internet melalui sistem Deep Packet Inspection (DPI) Roskomnadzor, teknologi yang sama diduga mulai mengganggu infrastruktur perbankan itu sendiri.\n\nKemudian terjadilah upaya menutup-nutupi.\n\nLaporan yang menghubungkan gangguan tersebut dengan sistem sensor negara dilaporkan dihapus dari platform media Rusia, sementara tokoh-tokoh keamanan siber terkemuka menghadapi tekanan setelah secara terbuka menyalahkan pembatasan internet pemerintah.\n\nVideo ini menjelaskan:\n\nMengapa Sberbank dan bank-bank besar Rusia lainnya tiba-tiba gagal\nBagaimana sistem sensor Rusia mungkin telah memicu gangguan pembayaran di seluruh negeri\nApa sebenarnya yang dilakukan teknologi Deep Packet Inspection (DPI)\nMengapa pintu putar metro Moskow berhenti menerima kartu\nPentingnya warga Rusia segera beralih ke uang tunai\nMengapa kepercayaan pada perbankan digital lebih penting daripada gangguan itu sendiri\nUpaya Kremlin untuk menyensor laporan yang menghubungkan kegagalan tersebut dengan Roskomnadzor\nKomentar kontroversial Natalia Kasperskaya dan permintaan maaf yang dipaksakan\nBagaimana strategi \"internet berdaulat\" Rusia mungkin menjadi bumerang\nMengapa sistem pembayaran domestik seperti Mir tetap rentan\nHubungan antara kontrol internet dan stabilitas perbankan\nKrisis utang perusahaan Rusia yang semakin meningkat\nMengapa pembayaran yang terlambat dan pinjaman macet diam-diam menyebar di seluruh perekonomian\nRisiko keruntuhan yang dihadapi sektor konstruksi dan sipil Rusia\nBagaimana pengeluaran perang mendorong spiral inflasi utang\nMengapa Rusia sekarang menghabiskan lebih banyak untuk melayani utang daripada untuk pendidikan dan perawatan kesehatan gabungan\nDampak sanksi, menyusutnya pendapatan minyak, dan Pertumbuhan yang melambat\nMengapa ini belum menjadi krisis perbankan klasik — tetapi dapat berkembang menjadi sesuatu yang lebih berbahaya\nBagaimana kepercayaan, bukan uang tunai, adalah fondasi sebenarnya dari sistem perbankan\nMengapa pemadaman berulang perlahan mengikis kepercayaan pada lembaga keuangan\nImplikasi ekonomi yang lebih besar bagi ekonomi masa perang Putin\n\nYang terpenting, video ini mengeksplorasi pertanyaan yang lebih dalam:\n\nApa yang terjadi ketika sistem yang dirancang untuk memperketat kendali negara justru menjadi hal yang mendestabilisasi ekonomi itu sendiri?\n\nKarena bahaya sebenarnya mungkin bukan keruntuhan mendadak.\n\nMungkin itu adalah erosi kepercayaan yang lambat di dalam sistem keuangan yang sudah berada di bawah tekanan luar biasa.\n\n\n\n⸻\n\nPenafian\n\nVideo ini membahas perkembangan geopolitik dan ekonomi yang sedang berlangsung yang melibatkan sektor perbankan Rusia, infrastruktur internet, lingkungan sanksi, dan ekonomi masa perang.\n\nBeberapa klaim yang dibahas berasal dari media Rusia, lembaga pemerintah, dan analis independen yang laporannya mungkin bertentangan atau berkembang dari waktu ke waktu. Konten ini dimaksudkan hanya untuk tujuan pendidikan dan informasi.\n\n⸻\n\nTagar\n\n#Rusia #Putin #BankRun #Sberbank #EkonomiRusia #Moskow #Geopolitik #KrisisPerbankan #Keuangan #BeritaDunia #KrisisEkonomi #Sanksi #ProfessorJohnAnalysis #VTB #BeritaTerbaru", "post_id": "NkUN8EYODaU"}}, {"key": "ProfessorJohnAnalysis", "attributes": {"label": "ProfessorJohnAnalysis", "x": 185.6620507834047, "y": 693.72057921691, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NkUN8EYODaU", "id": "ProfessorJohnAnalysis", "source": "youtube-000001", "content": "Krisis Perbankan Rusia Baru Saja MELEDAK… MILIARAN Dana Keluar dari Sistem SAAT INI JUGA!\n\nSistem perbankan Rusia mengalami gangguan besar yang melumpuhkan pembayaran kartu, aplikasi perbankan seluler, transfer, akses ATM, dan bahkan sistem pembayaran metro Moskow — dan penjelasan yang datang dari dalam Rusia jauh lebih mengkhawatirkan daripada yang disarankan oleh sebagian besar berita utama.\n\nDalam video ini, kami menguraikan kegagalan perbankan nasional yang menimpa lembaga keuangan utama Rusia termasuk Sberbank, VTB, Alfa-Bank, Gazprombank, dan T-Bank, dan mengapa banyak pakar keamanan siber Rusia percaya bahwa gangguan tersebut bukan disebabkan oleh peretas asing — tetapi oleh infrastruktur sensor Rusia sendiri.\n\nSaat Kremlin meningkatkan penindakan VPN dan penyaringan internet melalui sistem Deep Packet Inspection (DPI) Roskomnadzor, teknologi yang sama diduga mulai mengganggu infrastruktur perbankan itu sendiri.\n\nKemudian terjadilah upaya menutup-nutupi.\n\nLaporan yang menghubungkan gangguan tersebut dengan sistem sensor negara dilaporkan dihapus dari platform media Rusia, sementara tokoh-tokoh keamanan siber terkemuka menghadapi tekanan setelah secara terbuka menyalahkan pembatasan internet pemerintah.\n\nVideo ini menjelaskan:\n\nMengapa Sberbank dan bank-bank besar Rusia lainnya tiba-tiba gagal\nBagaimana sistem sensor Rusia mungkin telah memicu gangguan pembayaran di seluruh negeri\nApa sebenarnya yang dilakukan teknologi Deep Packet Inspection (DPI)\nMengapa pintu putar metro Moskow berhenti menerima kartu\nPentingnya warga Rusia segera beralih ke uang tunai\nMengapa kepercayaan pada perbankan digital lebih penting daripada gangguan itu sendiri\nUpaya Kremlin untuk menyensor laporan yang menghubungkan kegagalan tersebut dengan Roskomnadzor\nKomentar kontroversial Natalia Kasperskaya dan permintaan maaf yang dipaksakan\nBagaimana strategi \"internet berdaulat\" Rusia mungkin menjadi bumerang\nMengapa sistem pembayaran domestik seperti Mir tetap rentan\nHubungan antara kontrol internet dan stabilitas perbankan\nKrisis utang perusahaan Rusia yang semakin meningkat\nMengapa pembayaran yang terlambat dan pinjaman macet diam-diam menyebar di seluruh perekonomian\nRisiko keruntuhan yang dihadapi sektor konstruksi dan sipil Rusia\nBagaimana pengeluaran perang mendorong spiral inflasi utang\nMengapa Rusia sekarang menghabiskan lebih banyak untuk melayani utang daripada untuk pendidikan dan perawatan kesehatan gabungan\nDampak sanksi, menyusutnya pendapatan minyak, dan Pertumbuhan yang melambat\nMengapa ini belum menjadi krisis perbankan klasik — tetapi dapat berkembang menjadi sesuatu yang lebih berbahaya\nBagaimana kepercayaan, bukan uang tunai, adalah fondasi sebenarnya dari sistem perbankan\nMengapa pemadaman berulang perlahan mengikis kepercayaan pada lembaga keuangan\nImplikasi ekonomi yang lebih besar bagi ekonomi masa perang Putin\n\nYang terpenting, video ini mengeksplorasi pertanyaan yang lebih dalam:\n\nApa yang terjadi ketika sistem yang dirancang untuk memperketat kendali negara justru menjadi hal yang mendestabilisasi ekonomi itu sendiri?\n\nKarena bahaya sebenarnya mungkin bukan keruntuhan mendadak.\n\nMungkin itu adalah erosi kepercayaan yang lambat di dalam sistem keuangan yang sudah berada di bawah tekanan luar biasa.\n\n\n\n⸻\n\nPenafian\n\nVideo ini membahas perkembangan geopolitik dan ekonomi yang sedang berlangsung yang melibatkan sektor perbankan Rusia, infrastruktur internet, lingkungan sanksi, dan ekonomi masa perang.\n\nBeberapa klaim yang dibahas berasal dari media Rusia, lembaga pemerintah, dan analis independen yang laporannya mungkin bertentangan atau berkembang dari waktu ke waktu. Konten ini dimaksudkan hanya untuk tujuan pendidikan dan informasi.\n\n⸻\n\nTagar\n\n#Rusia #Putin #BankRun #Sberbank #EkonomiRusia #Moskow #Geopolitik #KrisisPerbankan #Keuangan #BeritaDunia #KrisisEkonomi #Sanksi #ProfessorJohnAnalysis #VTB #BeritaTerbaru", "post_id": "NkUN8EYODaU"}}, {"key": "@MortgageBrokerLondonOntario", "attributes": {"label": "@MortgageBrokerLondonOntario", "x": 109.39926747134865, "y": 1.8578632829225894, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Xvj6rIxEw8M", "id": "@MortgageBrokerLondonOntario", "source": "youtube-000001", "content": "Peringatan Risiko dari Bank of Canada\n\nBank Sentral Kanada memperingatkan bahwa sistem keuangan Kanada menghadapi tiga risiko utama: tarif AS, guncangan geopolitik, dan gangguan AI.\n\nNamun, cerita yang lebih besar mungkin adalah apa yang tidak diungkapkan Bank Sentral secara terang-terangan.\n\nDengan Kanada sekarang berada dalam resesi teknis, pengangguran meningkat, dan harga minyak menambah tekanan, Bank Sentral berusaha untuk menunjukkan ketenangan sambil mengakui bahwa sistem keuangan rentan terhadap guncangan yang mungkin tidak dapat dikendalikan.\n\n#bankofcanada #ekonomiKanada #resesi\n\nRilis Laporan Stabilitas Keuangan / Publication du Rapport sur la stabilité financière:\n\n   • Release of the Financial Stability Report ...  \n\nAktivitas Penjualan Rumah di Kanada Sedikit Berubah di Bulan Maret:\n\n   • Canadian Home Sales Activity Little Change...  \n\nLaporan Stabilitas Keuangan—2025:\n\nhttps://www.bankofcanada.ca/2025/05/f...\n\nLaporan Stabilitas Keuangan—2026:\n\nhttps://www.bankofcanada.ca/wp-conten...\n\nMark Mitchell – Broker Hipotek London Ontario\n920 Commissioners road east London, Ontario N5Z 3J1\nTelepon: (519)860-2102 (Telepon atau SMS)\nMarkMitchell\nLisensi Broker: 10464\nLisensi Broker: M16001479\nhttps://www.LondonOntarioMortgages.ca – Ajukan Permohonan Secara Online!!\nSaluran Youtube:    / markmitchellmortgagebrokerlondonontario  \n\nBerlangganan SEKARANG untuk berita/video KPR/Keuangan lainnya.\n\nIkuti saya di Media Sosial:\nInstagram -   / mortgagebrokerlondonontario  \nFacebook -   / londonontariomortgages  \nTwitter -   / londonmortgage1  \nLinkedIn -   / mark-mitchell-london-s-mortgage-broker-197...  \nTikTok - https://www.tiktok.com/\nKomentar di Saluran ini tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan", "post_id": "Xvj6rIxEw8M"}}, {"key": "mortgagebroke...", "attributes": {"label": "mortgagebroke...", "x": 341.98883086800527, "y": 50.17586857686385, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Xvj6rIxEw8M", "id": "mortgagebroke...", "source": "youtube-000001", "content": "Peringatan Risiko dari Bank of Canada\n\nBank Sentral Kanada memperingatkan bahwa sistem keuangan Kanada menghadapi tiga risiko utama: tarif AS, guncangan geopolitik, dan gangguan AI.\n\nNamun, cerita yang lebih besar mungkin adalah apa yang tidak diungkapkan Bank Sentral secara terang-terangan.\n\nDengan Kanada sekarang berada dalam resesi teknis, pengangguran meningkat, dan harga minyak menambah tekanan, Bank Sentral berusaha untuk menunjukkan ketenangan sambil mengakui bahwa sistem keuangan rentan terhadap guncangan yang mungkin tidak dapat dikendalikan.\n\n#bankofcanada #ekonomiKanada #resesi\n\nRilis Laporan Stabilitas Keuangan / Publication du Rapport sur la stabilité financière:\n\n   • Release of the Financial Stability Report ...  \n\nAktivitas Penjualan Rumah di Kanada Sedikit Berubah di Bulan Maret:\n\n   • Canadian Home Sales Activity Little Change...  \n\nLaporan Stabilitas Keuangan—2025:\n\nhttps://www.bankofcanada.ca/2025/05/f...\n\nLaporan Stabilitas Keuangan—2026:\n\nhttps://www.bankofcanada.ca/wp-conten...\n\nMark Mitchell – Broker Hipotek London Ontario\n920 Commissioners road east London, Ontario N5Z 3J1\nTelepon: (519)860-2102 (Telepon atau SMS)\nMarkMitchell\nLisensi Broker: 10464\nLisensi Broker: M16001479\nhttps://www.LondonOntarioMortgages.ca – Ajukan Permohonan Secara Online!!\nSaluran Youtube:    / markmitchellmortgagebrokerlondonontario  \n\nBerlangganan SEKARANG untuk berita/video KPR/Keuangan lainnya.\n\nIkuti saya di Media Sosial:\nInstagram -   / mortgagebrokerlondonontario  \nFacebook -   / londonontariomortgages  \nTwitter -   / londonmortgage1  \nLinkedIn -   / mark-mitchell-london-s-mortgage-broker-197...  \nTikTok - https://www.tiktok.com/\nKomentar di Saluran ini tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan", "post_id": "Xvj6rIxEw8M"}}, {"key": "@Rational-Thinkersz", "attributes": {"label": "@Rational-Thinkersz", "x": 292.41196738989686, "y": 716.8111782966453, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "eef3C9dKmO0", "id": "@Rational-Thinkersz", "source": "youtube-000001", "content": "Wawancara LENGKAP | Samir Saran tentang Trump, Tiongkok & Risiko Nuklir | Pemikir Rasional\n\nGabung ke saluran ini untuk mendapatkan akses ke keuntungan:\n   / -thinkersz  \n\nTonton wawancara lengkap yang menampilkan Samir Saran saat ia membahas tantangan geopolitik dan ekonomi terbesar yang membentuk dunia modern.\n\nDalam percakapan yang luas ini, Samir Saran membahas:\n\n✅ Trump dan masa depan kekuatan Amerika\n✅ Dominasi Tiongkok dalam mineral langka\n✅ Pencegahan nuklir dan stabilitas strategis\n✅ Rantai pasokan global dan persaingan perdagangan\n✅ Teknologi, keamanan, dan perang ekonomi\n✅ Munculnya dunia multipolar\n✅ Peran India dalam perubahan tatanan global\n\nDari sumber daya mineral langka hingga strategi nuklir, wawancara ini memberikan pandangan komprehensif tentang kekuatan yang membentuk kembali politik dan ekonomi internasional.\n\n👉 Tonton wawancara lengkap untuk wawasan geopolitik yang kuat dan analisis ahli.\n\n#SamirSaran #Trump #China #RareEarths #Geopolitik #Nuklir #PolitikGlobal #India #TataDunia #PemikirRasional\n\nJelajahi Koleksi Kaos Eksklusif Saya:- https://amzn.to/4qm9XqY\n\nLihat buku Why Bharath Matters karya Dr. S. Jaishankar:- https://amzn.to/4jkLcth\n\nApple Store:- https://amzn.to/3YjNLC2", "post_id": "eef3C9dKmO0"}}, {"key": "rational", "attributes": {"label": "rational", "x": 846.4841186362657, "y": 519.4055736681079, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "eef3C9dKmO0", "id": "rational", "source": "youtube-000001", "content": "Wawancara LENGKAP | Samir Saran tentang Trump, Tiongkok & Risiko Nuklir | Pemikir Rasional\n\nGabung ke saluran ini untuk mendapatkan akses ke keuntungan:\n   / -thinkersz  \n\nTonton wawancara lengkap yang menampilkan Samir Saran saat ia membahas tantangan geopolitik dan ekonomi terbesar yang membentuk dunia modern.\n\nDalam percakapan yang luas ini, Samir Saran membahas:\n\n✅ Trump dan masa depan kekuatan Amerika\n✅ Dominasi Tiongkok dalam mineral langka\n✅ Pencegahan nuklir dan stabilitas strategis\n✅ Rantai pasokan global dan persaingan perdagangan\n✅ Teknologi, keamanan, dan perang ekonomi\n✅ Munculnya dunia multipolar\n✅ Peran India dalam perubahan tatanan global\n\nDari sumber daya mineral langka hingga strategi nuklir, wawancara ini memberikan pandangan komprehensif tentang kekuatan yang membentuk kembali politik dan ekonomi internasional.\n\n👉 Tonton wawancara lengkap untuk wawasan geopolitik yang kuat dan analisis ahli.\n\n#SamirSaran #Trump #China #RareEarths #Geopolitik #Nuklir #PolitikGlobal #India #TataDunia #PemikirRasional\n\nJelajahi Koleksi Kaos Eksklusif Saya:- https://amzn.to/4qm9XqY\n\nLihat buku Why Bharath Matters karya Dr. S. Jaishankar:- https://amzn.to/4jkLcth\n\nApple Store:- https://amzn.to/3YjNLC2", "post_id": "eef3C9dKmO0"}}, {"key": "@SobatPorto", "attributes": {"label": "@SobatPorto", "x": 249.00118330929521, "y": 320.0987647656953, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "-CTqVP8mPd4", "id": "@SobatPorto", "source": "youtube-000001", "content": "Investor Cabut, Rupiah OTW Rp18,000!!?? IHSG Potensi Rebound | Market Update 1 Juni 2026\n\nBuat yang mau sinyal saham setiap harinya 👇\nhttps://t.me/SobatportopublicChannel\n\nFollow Instagram Kami  \nhttps://www.instagram.com/sobatporto?...\n\nFollow Tiktok Kami  \nhttps://www.tiktok.com/?_r...\n\nChapters:\n00:00 Pendahuluan dan kondisi terkini IHSG\n00:56 Pembahasan MSCI Rebalancing\n02:22 Faktor geopolitik dan harga minyak\n03:47 Kebijakan pemerintah dan dampaknya terhadap market\n06:30 Ekonomi domestik dan cerminan harga saham\n07:35 Pertumbuhan ekonomi Indonesia vs negara maju\n09:26 Belanja pemerintah dan bisnis model Kopdes\n10:38 Rupiah dan kebijakan Bank Indonesia\n12:25 Harapan rebound IHSG dan strategi hold cash\n15:33 Dampak kebijakan ekspor satu pintu pada emiten tambang\n17:47 Strategi investasi perbankan (DCA)\n19:14 Rekomendasi saham perbankan (BMRI, BBNI, BBCA)\n20:31 Analisis saham Antam untuk trading\n21:20 Strategi swing trading\n23:22 Analisis saham PTBA\n24:04 Analisis saham TPIA\n25:02 Closing Statement", "post_id": "-CTqVP8mPd4"}}, {"key": "sobatporto", "attributes": {"label": "sobatporto", "x": 943.8336236624401, "y": 791.9117735153278, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.9219, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "-CTqVP8mPd4", "id": "sobatporto", "source": "youtube-000001", "content": "Investor Cabut, Rupiah OTW Rp18,000!!?? IHSG Potensi Rebound | Market Update 1 Juni 2026\n\nBuat yang mau sinyal saham setiap harinya 👇\nhttps://t.me/SobatportopublicChannel\n\nFollow Instagram Kami  \nhttps://www.instagram.com/sobatporto?...\n\nFollow Tiktok Kami  \nhttps://www.tiktok.com/?_r...\n\nChapters:\n00:00 Pendahuluan dan kondisi terkini IHSG\n00:56 Pembahasan MSCI Rebalancing\n02:22 Faktor geopolitik dan harga minyak\n03:47 Kebijakan pemerintah dan dampaknya terhadap market\n06:30 Ekonomi domestik dan cerminan harga saham\n07:35 Pertumbuhan ekonomi Indonesia vs negara maju\n09:26 Belanja pemerintah dan bisnis model Kopdes\n10:38 Rupiah dan kebijakan Bank Indonesia\n12:25 Harapan rebound IHSG dan strategi hold cash\n15:33 Dampak kebijakan ekspor satu pintu pada emiten tambang\n17:47 Strategi investasi perbankan (DCA)\n19:14 Rekomendasi saham perbankan (BMRI, BBNI, BBCA)\n20:31 Analisis saham Antam untuk trading\n21:20 Strategi swing trading\n23:22 Analisis saham PTBA\n24:04 Analisis saham TPIA\n25:02 Closing Statement", "post_id": "-CTqVP8mPd4"}}, {"key": "@ReflyHarunOfficial", "attributes": {"label": "@ReflyHarunOfficial", "x": 164.52243591026917, "y": 781.9786673112142, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "emxNZcdyQxo", "id": "@ReflyHarunOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "JENDERAL BINTANG 3 & BINTANG 2 AJA SUNGKEM! GUBERNUR LEMHANNAS RI BOCORKAN BELAKANG LAYAR PEJABAT!\n\nKeren Cadas! Podcast by Refly Harun kali ini menghadirkan diskusi mendalam bersama Ace Hasan Syadzily, Gubernur Lemhannas RI. Sebagai kepala lembaga pendidikan tertinggi bagi calon pemimpin nasional, beliau mengemban tugas strategis dalam menggembleng para Jenderal, Menteri, Anggota DPR, hingga Kepala Daerah sebelum mereka memegang kendali kekuasaan di Indonesia.\n\nTidak hanya menjadi mentor bagi para elite pejabat negara, Gubernur Lemhannas juga berperan penting sebagai salah satu penasihat strategis Presiden dalam memetakan ancaman kedaulatan, mulai dari dinamika geopolitik global hingga stabilitas dalam negeri. Bagaimana strategi dan visi Ace Hasan dalam memimpin lembaga krusial ini demi mencetak kader pemimpin yang berintegritas?\n\nSimak obrolan tajam dan penuh insight berbobot ini sampai selesai!\n\nRefly Harun Channel:\n   /   \n---\nRH PODCAST:\n   /   \n---\nOgie Official:\n   /   \n---\nAku Naufal:\n   / akunaufal  \n---\nYuyun Hairunisa Official:\n   /", "post_id": "emxNZcdyQxo"}}, {"key": "reflyharunofficial", "attributes": {"label": "reflyharunofficial", "x": 957.2913303227069, "y": 406.6304741393042, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.7606, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "emxNZcdyQxo", "id": "reflyharunofficial", "source": "youtube-000001", "content": "JENDERAL BINTANG 3 & BINTANG 2 AJA SUNGKEM! GUBERNUR LEMHANNAS RI BOCORKAN BELAKANG LAYAR PEJABAT!\n\nKeren Cadas! Podcast by Refly Harun kali ini menghadirkan diskusi mendalam bersama Ace Hasan Syadzily, Gubernur Lemhannas RI. Sebagai kepala lembaga pendidikan tertinggi bagi calon pemimpin nasional, beliau mengemban tugas strategis dalam menggembleng para Jenderal, Menteri, Anggota DPR, hingga Kepala Daerah sebelum mereka memegang kendali kekuasaan di Indonesia.\n\nTidak hanya menjadi mentor bagi para elite pejabat negara, Gubernur Lemhannas juga berperan penting sebagai salah satu penasihat strategis Presiden dalam memetakan ancaman kedaulatan, mulai dari dinamika geopolitik global hingga stabilitas dalam negeri. Bagaimana strategi dan visi Ace Hasan dalam memimpin lembaga krusial ini demi mencetak kader pemimpin yang berintegritas?\n\nSimak obrolan tajam dan penuh insight berbobot ini sampai selesai!\n\nRefly Harun Channel:\n   /   \n---\nRH PODCAST:\n   /   \n---\nOgie Official:\n   /   \n---\nAku Naufal:\n   / akunaufal  \n---\nYuyun Hairunisa Official:\n   /", "post_id": "emxNZcdyQxo"}}, {"key": "reflyharunpodcastkerencadas", "attributes": {"label": "reflyharunpodcastkerencadas", "x": 653.1396619160629, "y": 406.1752531499635, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.7606, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "emxNZcdyQxo", "id": "reflyharunpodcastkerencadas", "source": "youtube-000001", "content": "JENDERAL BINTANG 3 & BINTANG 2 AJA SUNGKEM! GUBERNUR LEMHANNAS RI BOCORKAN BELAKANG LAYAR PEJABAT!\n\nKeren Cadas! Podcast by Refly Harun kali ini menghadirkan diskusi mendalam bersama Ace Hasan Syadzily, Gubernur Lemhannas RI. Sebagai kepala lembaga pendidikan tertinggi bagi calon pemimpin nasional, beliau mengemban tugas strategis dalam menggembleng para Jenderal, Menteri, Anggota DPR, hingga Kepala Daerah sebelum mereka memegang kendali kekuasaan di Indonesia.\n\nTidak hanya menjadi mentor bagi para elite pejabat negara, Gubernur Lemhannas juga berperan penting sebagai salah satu penasihat strategis Presiden dalam memetakan ancaman kedaulatan, mulai dari dinamika geopolitik global hingga stabilitas dalam negeri. Bagaimana strategi dan visi Ace Hasan dalam memimpin lembaga krusial ini demi mencetak kader pemimpin yang berintegritas?\n\nSimak obrolan tajam dan penuh insight berbobot ini sampai selesai!\n\nRefly Harun Channel:\n   /   \n---\nRH PODCAST:\n   /   \n---\nOgie Official:\n   /   \n---\nAku Naufal:\n   / akunaufal  \n---\nYuyun Hairunisa Official:\n   /", "post_id": "emxNZcdyQxo"}}, {"key": "ogieofficialogiecherista8214", "attributes": {"label": "ogieofficialogiecherista8214", "x": 511.98112532502273, "y": 957.9569950809567, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.7606, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "emxNZcdyQxo", "id": "ogieofficialogiecherista8214", "source": "youtube-000001", "content": "JENDERAL BINTANG 3 & BINTANG 2 AJA SUNGKEM! GUBERNUR LEMHANNAS RI BOCORKAN BELAKANG LAYAR PEJABAT!\n\nKeren Cadas! Podcast by Refly Harun kali ini menghadirkan diskusi mendalam bersama Ace Hasan Syadzily, Gubernur Lemhannas RI. Sebagai kepala lembaga pendidikan tertinggi bagi calon pemimpin nasional, beliau mengemban tugas strategis dalam menggembleng para Jenderal, Menteri, Anggota DPR, hingga Kepala Daerah sebelum mereka memegang kendali kekuasaan di Indonesia.\n\nTidak hanya menjadi mentor bagi para elite pejabat negara, Gubernur Lemhannas juga berperan penting sebagai salah satu penasihat strategis Presiden dalam memetakan ancaman kedaulatan, mulai dari dinamika geopolitik global hingga stabilitas dalam negeri. Bagaimana strategi dan visi Ace Hasan dalam memimpin lembaga krusial ini demi mencetak kader pemimpin yang berintegritas?\n\nSimak obrolan tajam dan penuh insight berbobot ini sampai selesai!\n\nRefly Harun Channel:\n   /   \n---\nRH PODCAST:\n   /   \n---\nOgie Official:\n   /   \n---\nAku Naufal:\n   / akunaufal  \n---\nYuyun Hairunisa Official:\n   /", "post_id": "emxNZcdyQxo"}}, {"key": "kerencadaschannel", "attributes": {"label": "kerencadaschannel", "x": 224.41917753955144, "y": 693.4495571030541, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.7606, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "emxNZcdyQxo", "id": "kerencadaschannel", "source": "youtube-000001", "content": "JENDERAL BINTANG 3 & BINTANG 2 AJA SUNGKEM! GUBERNUR LEMHANNAS RI BOCORKAN BELAKANG LAYAR PEJABAT!\n\nKeren Cadas! Podcast by Refly Harun kali ini menghadirkan diskusi mendalam bersama Ace Hasan Syadzily, Gubernur Lemhannas RI. Sebagai kepala lembaga pendidikan tertinggi bagi calon pemimpin nasional, beliau mengemban tugas strategis dalam menggembleng para Jenderal, Menteri, Anggota DPR, hingga Kepala Daerah sebelum mereka memegang kendali kekuasaan di Indonesia.\n\nTidak hanya menjadi mentor bagi para elite pejabat negara, Gubernur Lemhannas juga berperan penting sebagai salah satu penasihat strategis Presiden dalam memetakan ancaman kedaulatan, mulai dari dinamika geopolitik global hingga stabilitas dalam negeri. Bagaimana strategi dan visi Ace Hasan dalam memimpin lembaga krusial ini demi mencetak kader pemimpin yang berintegritas?\n\nSimak obrolan tajam dan penuh insight berbobot ini sampai selesai!\n\nRefly Harun Channel:\n   /   \n---\nRH PODCAST:\n   /   \n---\nOgie Official:\n   /   \n---\nAku Naufal:\n   / akunaufal  \n---\nYuyun Hairunisa Official:\n   /", "post_id": "emxNZcdyQxo"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "attributes": {"label": "@tuturmediadigital", "x": 229.32328794026614, "y": 379.8549767581233, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "WO0HsbWhwgQ", "id": "@tuturmediadigital", "source": "youtube-000001", "content": "Optimis Rupiah Menguat, Menkeu Purbaya: Kalau Pegang Dolar, Jual Sajalah!\n\nTUTUR.co.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah telah masuk ke pasar obligasi global sebagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan ekonomi global. Menurutnya, penerbitan global bond senilai sekitar 2 hingga 3 miliar dolar AS diharapkan dapat menambah suplai valuta asing di pasar domestik dan membantu menopang penguatan rupiah.\n\nDalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Purbaya juga mengimbau pelaku pasar yang masih menyimpan dolar AS untuk mempertimbangkan melepas kepemilikannya. Ia menilai tekanan terhadap rupiah lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal, terutama ketidakpastian geopolitik global yang turut menekan mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.\n\n#purbaya #rupiah #dolar #nilaitukarrupiah #tuturtv #tuturmediadigital \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...", "post_id": "WO0HsbWhwgQ"}}, {"key": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "tuturtvmedia", "x": 158.32740639497788, "y": 680.6958918654494, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "WO0HsbWhwgQ", "id": "tuturtvmedia", "source": "youtube-000001", "content": "Optimis Rupiah Menguat, Menkeu Purbaya: Kalau Pegang Dolar, Jual Sajalah!\n\nTUTUR.co.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah telah masuk ke pasar obligasi global sebagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan ekonomi global. Menurutnya, penerbitan global bond senilai sekitar 2 hingga 3 miliar dolar AS diharapkan dapat menambah suplai valuta asing di pasar domestik dan membantu menopang penguatan rupiah.\n\nDalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Purbaya juga mengimbau pelaku pasar yang masih menyimpan dolar AS untuk mempertimbangkan melepas kepemilikannya. Ia menilai tekanan terhadap rupiah lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal, terutama ketidakpastian geopolitik global yang turut menekan mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.\n\n#purbaya #rupiah #dolar #nilaitukarrupiah #tuturtv #tuturmediadigital \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...", "post_id": "WO0HsbWhwgQ"}}, {"key": "@reflyharunpodcastkerencadas", "attributes": {"label": "@reflyharunpodcastkerencadas", "x": 607.7273842665429, "y": 484.22990377816353, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "SrO8nP7xoN0", "id": "@reflyharunpodcastkerencadas", "source": "youtube-000001", "content": "ANAK BUAH BAHLIL INI JADI SIPIL YANG MIMPIN LEMHANAS! ‘TIDAK BANYAK UANGNYA’!! | ACE HASAN SYADZILY\n\nKeren Cadas! Podcast kali ini menghadirkan diskusi mendalam bersama Kang Ace Hasan Syadzily, Gubernur Lemhannas RI. Sebagai kepala lembaga pendidikan tertinggi bagi calon pemimpin nasional, beliau mengemban tugas strategis dalam menggembleng para Jenderal, Menteri, Anggota DPR, hingga Kepala Daerah sebelum mereka memegang kendali kekuasaan di Indonesia.\n\nTidak hanya menjadi mentor bagi para elite pejabat negara, Gubernur Lemhannas juga berperan penting sebagai salah satu penasihat strategis Presiden dalam memetakan ancaman kedaulatan, mulai dari dinamika geopolitik global hingga stabilitas dalam negeri. Bagaimana strategi dan visi Kang Ace Hasan dalam memimpin lembaga krusial ini demi mencetak kader pemimpin yang berintegritas?\n\nSimak obrolan tajam dan penuh insight berbobot ini sampai selesai\n\nSubscribe channel RH Family \n\nFollow IG: https://www.instagram.com/reflyharuno...\nFollow Twitter: https://x.com/ReflyHZ\nFollow Tiktok: https://www.tiktok.com/?_t...\n\n#reflyharunterbaru #beritaterkini #reflyharunpodcast #REPOT", "post_id": "SrO8nP7xoN0"}}, {"key": "kerencadas", "attributes": {"label": "kerencadas", "x": 496.3301542809111, "y": 747.720539495491, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "SrO8nP7xoN0", "id": "kerencadas", "source": "youtube-000001", "content": "ANAK BUAH BAHLIL INI JADI SIPIL YANG MIMPIN LEMHANAS! ‘TIDAK BANYAK UANGNYA’!! | ACE HASAN SYADZILY\n\nKeren Cadas! Podcast kali ini menghadirkan diskusi mendalam bersama Kang Ace Hasan Syadzily, Gubernur Lemhannas RI. Sebagai kepala lembaga pendidikan tertinggi bagi calon pemimpin nasional, beliau mengemban tugas strategis dalam menggembleng para Jenderal, Menteri, Anggota DPR, hingga Kepala Daerah sebelum mereka memegang kendali kekuasaan di Indonesia.\n\nTidak hanya menjadi mentor bagi para elite pejabat negara, Gubernur Lemhannas juga berperan penting sebagai salah satu penasihat strategis Presiden dalam memetakan ancaman kedaulatan, mulai dari dinamika geopolitik global hingga stabilitas dalam negeri. Bagaimana strategi dan visi Kang Ace Hasan dalam memimpin lembaga krusial ini demi mencetak kader pemimpin yang berintegritas?\n\nSimak obrolan tajam dan penuh insight berbobot ini sampai selesai\n\nSubscribe channel RH Family \n\nFollow IG: https://www.instagram.com/reflyharuno...\nFollow Twitter: https://x.com/ReflyHZ\nFollow Tiktok: https://www.tiktok.com/?_t...\n\n#reflyharunterbaru #beritaterkini #reflyharunpodcast #REPOT", "post_id": "SrO8nP7xoN0"}}, {"key": "@ThinkBRICS", "attributes": {"label": "@ThinkBRICS", "x": 730.2596444791186, "y": 357.1317530578444, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "u9hHQxwYxNA", "id": "@ThinkBRICS", "source": "youtube-000001", "content": "Alasan Sebenarnya 150 Delegasi Baru Saja Berkumpul di Moskwa untuk Forum Keamanan Internasional 2026\n\nDunia telah berubah selamanya pada Mei 2026. Sementara Barat berpaling, Think BRICS mengeksplorasi mengapa 5,5 miliar orang sedang membangun masa depan baru.\n\nVideo ini membahas secara mendalam Forum Keamanan Internasional Moskow 2026, di mana kematian perjanjian New STAmenandai lahirnya poros keamanan dunia multipolar. Seiring dengan bangkitnya negara-negara Selatan, perpecahan BRICS vs G7 telah mencapai titik kritis. Kami menganalisis perlombaan senjata nuklir yang dipicu oleh pengabaian pengekangan oleh AS dan mengapa pertemuan 150 delegasi di Moskow mewakili pergeseran geopolitik terbesar yang pernah terjadi pada tahun 2026. Dari pidato Putin di Moskow hingga semakin dalamnya aliansi Tiongkok-Rusia, kami menguraikan akhir dari stabilitas strategis. Era hegemoni Barat digantikan oleh mayoritas global dan kekuatan ekonomi BRICS senilai $70 triliun.\n\nKami mengeksplorasi simfoni kedaulatan negara-negara yang menolak \"tatanan berbasis aturan\" dan munculnya senjata otonom yang dipamerkan Tiongkok—kawanan drone dengan waktu reaksi 6,6 milidetik. Arsitektur keamanan multipolar baru ini bukan sekadar ideologi; ini adalah proyek pembangunan yang menggunakan teknologi militer canggih untuk memastikan berakhirnya dominasi era Barat. Dalam krisis keamanan global ini, diplomasi pertahanan adalah satu-satunya alat yang tersisa bagi negara-negara yang mencari kedaulatan sejati dalam lanskap geopolitik yang berubah.\n\nMeskipun kami memberikan tinjauan menyeluruh tentang Forum Keamanan Moskow dan runtuhnya Perjanjian New Start, film dokumenter Think BRICS ini tidak memberikan analisis taktis harian tentang garis depan di Ukraina atau fokus pada politik domestik internal NATO. Kami tidak membahas risalah KTT G7 secara spesifik atau detail mendalam tentang pasar keuangan ritel Barat. Sebaliknya, fokus kami tetap pada dunia multipolar dan respons negara-negara Selatan terhadap perlombaan senjata nuklir.\n\nKami tidak berspekulasi tentang kebocoran intelijen Barat yang belum terverifikasi, dan kami juga tidak fokus pada aliansi Tiongkok-Rusia melalui lensa Barat semata. Analisis ini mengecualikan sejarah mayoritas global sebelum abad ke-21, dan lebih berfokus pada pergeseran geopolitik 2026 dan transisi PDB BRICS senilai $70 triliun. Ini tentang arsitektur keamanan multipolar dan masa depan geopolitik, bukan rangkuman aturan lama tahun 1945.\n\n#BRICS #EraBaru #DuniaMultipolar #GlobalSelatan #Geopolitik2026\n\n0:00 Kematian Diam-diam Perjanjian New START\n0:42 Mengapa AS Meninggalkan Inspeksi Nuklir\n1:18 Tanggapan Mengerikan Rusia terhadap Berakhirnya Perjanjian\n2:05 Forum Keamanan Moskow: 150 Delegasi Berkumpul\n2:54 70% Umat Manusia Menolak Tatanan Barat\n3:41 Pergeseran $70 Triliun: Bagaimana PDB BRICS Melampaui G7\n4:30 Senjata Otonom China 6,6 Juta Terungkap\n5:15 Simfoni Kedaulatan vs. Pesta Vampir Barat\n6:02 Membangun Arsitektur Keamanan Multipolar Baru\n6:50 Mengapa Mei 2026 Mengubah Geopolitik Global Selamanya\n7:35 Rencana Global Selatan untuk Era Pasca-Barat\n\n🌍  |  | \n🎥  | \n📰 Newsletter: thinkbrics.substack.com\n☕ Dukungan: buymeacoffee.com/ThinkBRICS\n✅ Berlangganan: youtube.com/?sub_confirmat...\n\n⚠️ Konten edukatif. Sumber publik. Bukan saran resmi. Verifikasi secara independen. Penggunaan wajar.", "post_id": "u9hHQxwYxNA"}}, {"key": "ThinkBRICS_de", "attributes": {"label": "ThinkBRICS_de", "x": 653.3471902090313, "y": 779.6060215661511, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.5994, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "u9hHQxwYxNA", "id": "ThinkBRICS_de", "source": "youtube-000001", "content": "Alasan Sebenarnya 150 Delegasi Baru Saja Berkumpul di Moskwa untuk Forum Keamanan Internasional 2026\n\nDunia telah berubah selamanya pada Mei 2026. Sementara Barat berpaling, Think BRICS mengeksplorasi mengapa 5,5 miliar orang sedang membangun masa depan baru.\n\nVideo ini membahas secara mendalam Forum Keamanan Internasional Moskow 2026, di mana kematian perjanjian New STAmenandai lahirnya poros keamanan dunia multipolar. Seiring dengan bangkitnya negara-negara Selatan, perpecahan BRICS vs G7 telah mencapai titik kritis. Kami menganalisis perlombaan senjata nuklir yang dipicu oleh pengabaian pengekangan oleh AS dan mengapa pertemuan 150 delegasi di Moskow mewakili pergeseran geopolitik terbesar yang pernah terjadi pada tahun 2026. Dari pidato Putin di Moskow hingga semakin dalamnya aliansi Tiongkok-Rusia, kami menguraikan akhir dari stabilitas strategis. Era hegemoni Barat digantikan oleh mayoritas global dan kekuatan ekonomi BRICS senilai $70 triliun.\n\nKami mengeksplorasi simfoni kedaulatan negara-negara yang menolak \"tatanan berbasis aturan\" dan munculnya senjata otonom yang dipamerkan Tiongkok—kawanan drone dengan waktu reaksi 6,6 milidetik. Arsitektur keamanan multipolar baru ini bukan sekadar ideologi; ini adalah proyek pembangunan yang menggunakan teknologi militer canggih untuk memastikan berakhirnya dominasi era Barat. Dalam krisis keamanan global ini, diplomasi pertahanan adalah satu-satunya alat yang tersisa bagi negara-negara yang mencari kedaulatan sejati dalam lanskap geopolitik yang berubah.\n\nMeskipun kami memberikan tinjauan menyeluruh tentang Forum Keamanan Moskow dan runtuhnya Perjanjian New Start, film dokumenter Think BRICS ini tidak memberikan analisis taktis harian tentang garis depan di Ukraina atau fokus pada politik domestik internal NATO. Kami tidak membahas risalah KTT G7 secara spesifik atau detail mendalam tentang pasar keuangan ritel Barat. Sebaliknya, fokus kami tetap pada dunia multipolar dan respons negara-negara Selatan terhadap perlombaan senjata nuklir.\n\nKami tidak berspekulasi tentang kebocoran intelijen Barat yang belum terverifikasi, dan kami juga tidak fokus pada aliansi Tiongkok-Rusia melalui lensa Barat semata. Analisis ini mengecualikan sejarah mayoritas global sebelum abad ke-21, dan lebih berfokus pada pergeseran geopolitik 2026 dan transisi PDB BRICS senilai $70 triliun. Ini tentang arsitektur keamanan multipolar dan masa depan geopolitik, bukan rangkuman aturan lama tahun 1945.\n\n#BRICS #EraBaru #DuniaMultipolar #GlobalSelatan #Geopolitik2026\n\n0:00 Kematian Diam-diam Perjanjian New START\n0:42 Mengapa AS Meninggalkan Inspeksi Nuklir\n1:18 Tanggapan Mengerikan Rusia terhadap Berakhirnya Perjanjian\n2:05 Forum Keamanan Moskow: 150 Delegasi Berkumpul\n2:54 70% Umat Manusia Menolak Tatanan Barat\n3:41 Pergeseran $70 Triliun: Bagaimana PDB BRICS Melampaui G7\n4:30 Senjata Otonom China 6,6 Juta Terungkap\n5:15 Simfoni Kedaulatan vs. Pesta Vampir Barat\n6:02 Membangun Arsitektur Keamanan Multipolar Baru\n6:50 Mengapa Mei 2026 Mengubah Geopolitik Global Selamanya\n7:35 Rencana Global Selatan untuk Era Pasca-Barat\n\n🌍  |  | \n🎥  | \n📰 Newsletter: thinkbrics.substack.com\n☕ Dukungan: buymeacoffee.com/ThinkBRICS\n✅ Berlangganan: youtube.com/?sub_confirmat...\n\n⚠️ Konten edukatif. Sumber publik. Bukan saran resmi. Verifikasi secara independen. Penggunaan wajar.", "post_id": "u9hHQxwYxNA"}}, {"key": "ThinkBRICS_es", "attributes": {"label": "ThinkBRICS_es", "x": 38.47272481742658, "y": 209.9372183995085, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.5994, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "u9hHQxwYxNA", "id": "ThinkBRICS_es", "source": "youtube-000001", "content": "Alasan Sebenarnya 150 Delegasi Baru Saja Berkumpul di Moskwa untuk Forum Keamanan Internasional 2026\n\nDunia telah berubah selamanya pada Mei 2026. Sementara Barat berpaling, Think BRICS mengeksplorasi mengapa 5,5 miliar orang sedang membangun masa depan baru.\n\nVideo ini membahas secara mendalam Forum Keamanan Internasional Moskow 2026, di mana kematian perjanjian New STAmenandai lahirnya poros keamanan dunia multipolar. Seiring dengan bangkitnya negara-negara Selatan, perpecahan BRICS vs G7 telah mencapai titik kritis. Kami menganalisis perlombaan senjata nuklir yang dipicu oleh pengabaian pengekangan oleh AS dan mengapa pertemuan 150 delegasi di Moskow mewakili pergeseran geopolitik terbesar yang pernah terjadi pada tahun 2026. Dari pidato Putin di Moskow hingga semakin dalamnya aliansi Tiongkok-Rusia, kami menguraikan akhir dari stabilitas strategis. Era hegemoni Barat digantikan oleh mayoritas global dan kekuatan ekonomi BRICS senilai $70 triliun.\n\nKami mengeksplorasi simfoni kedaulatan negara-negara yang menolak \"tatanan berbasis aturan\" dan munculnya senjata otonom yang dipamerkan Tiongkok—kawanan drone dengan waktu reaksi 6,6 milidetik. Arsitektur keamanan multipolar baru ini bukan sekadar ideologi; ini adalah proyek pembangunan yang menggunakan teknologi militer canggih untuk memastikan berakhirnya dominasi era Barat. Dalam krisis keamanan global ini, diplomasi pertahanan adalah satu-satunya alat yang tersisa bagi negara-negara yang mencari kedaulatan sejati dalam lanskap geopolitik yang berubah.\n\nMeskipun kami memberikan tinjauan menyeluruh tentang Forum Keamanan Moskow dan runtuhnya Perjanjian New Start, film dokumenter Think BRICS ini tidak memberikan analisis taktis harian tentang garis depan di Ukraina atau fokus pada politik domestik internal NATO. Kami tidak membahas risalah KTT G7 secara spesifik atau detail mendalam tentang pasar keuangan ritel Barat. Sebaliknya, fokus kami tetap pada dunia multipolar dan respons negara-negara Selatan terhadap perlombaan senjata nuklir.\n\nKami tidak berspekulasi tentang kebocoran intelijen Barat yang belum terverifikasi, dan kami juga tidak fokus pada aliansi Tiongkok-Rusia melalui lensa Barat semata. Analisis ini mengecualikan sejarah mayoritas global sebelum abad ke-21, dan lebih berfokus pada pergeseran geopolitik 2026 dan transisi PDB BRICS senilai $70 triliun. Ini tentang arsitektur keamanan multipolar dan masa depan geopolitik, bukan rangkuman aturan lama tahun 1945.\n\n#BRICS #EraBaru #DuniaMultipolar #GlobalSelatan #Geopolitik2026\n\n0:00 Kematian Diam-diam Perjanjian New START\n0:42 Mengapa AS Meninggalkan Inspeksi Nuklir\n1:18 Tanggapan Mengerikan Rusia terhadap Berakhirnya Perjanjian\n2:05 Forum Keamanan Moskow: 150 Delegasi Berkumpul\n2:54 70% Umat Manusia Menolak Tatanan Barat\n3:41 Pergeseran $70 Triliun: Bagaimana PDB BRICS Melampaui G7\n4:30 Senjata Otonom China 6,6 Juta Terungkap\n5:15 Simfoni Kedaulatan vs. Pesta Vampir Barat\n6:02 Membangun Arsitektur Keamanan Multipolar Baru\n6:50 Mengapa Mei 2026 Mengubah Geopolitik Global Selamanya\n7:35 Rencana Global Selatan untuk Era Pasca-Barat\n\n🌍  |  | \n🎥  | \n📰 Newsletter: thinkbrics.substack.com\n☕ Dukungan: buymeacoffee.com/ThinkBRICS\n✅ Berlangganan: youtube.com/?sub_confirmat...\n\n⚠️ Konten edukatif. Sumber publik. Bukan saran resmi. Verifikasi secara independen. Penggunaan wajar.", "post_id": "u9hHQxwYxNA"}}, {"key": "ThinkBRICS_pt", "attributes": {"label": "ThinkBRICS_pt", "x": 381.8749114159884, "y": 294.5356590230259, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.5994, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "u9hHQxwYxNA", "id": "ThinkBRICS_pt", "source": "youtube-000001", "content": "Alasan Sebenarnya 150 Delegasi Baru Saja Berkumpul di Moskwa untuk Forum Keamanan Internasional 2026\n\nDunia telah berubah selamanya pada Mei 2026. Sementara Barat berpaling, Think BRICS mengeksplorasi mengapa 5,5 miliar orang sedang membangun masa depan baru.\n\nVideo ini membahas secara mendalam Forum Keamanan Internasional Moskow 2026, di mana kematian perjanjian New STAmenandai lahirnya poros keamanan dunia multipolar. Seiring dengan bangkitnya negara-negara Selatan, perpecahan BRICS vs G7 telah mencapai titik kritis. Kami menganalisis perlombaan senjata nuklir yang dipicu oleh pengabaian pengekangan oleh AS dan mengapa pertemuan 150 delegasi di Moskow mewakili pergeseran geopolitik terbesar yang pernah terjadi pada tahun 2026. Dari pidato Putin di Moskow hingga semakin dalamnya aliansi Tiongkok-Rusia, kami menguraikan akhir dari stabilitas strategis. Era hegemoni Barat digantikan oleh mayoritas global dan kekuatan ekonomi BRICS senilai $70 triliun.\n\nKami mengeksplorasi simfoni kedaulatan negara-negara yang menolak \"tatanan berbasis aturan\" dan munculnya senjata otonom yang dipamerkan Tiongkok—kawanan drone dengan waktu reaksi 6,6 milidetik. Arsitektur keamanan multipolar baru ini bukan sekadar ideologi; ini adalah proyek pembangunan yang menggunakan teknologi militer canggih untuk memastikan berakhirnya dominasi era Barat. Dalam krisis keamanan global ini, diplomasi pertahanan adalah satu-satunya alat yang tersisa bagi negara-negara yang mencari kedaulatan sejati dalam lanskap geopolitik yang berubah.\n\nMeskipun kami memberikan tinjauan menyeluruh tentang Forum Keamanan Moskow dan runtuhnya Perjanjian New Start, film dokumenter Think BRICS ini tidak memberikan analisis taktis harian tentang garis depan di Ukraina atau fokus pada politik domestik internal NATO. Kami tidak membahas risalah KTT G7 secara spesifik atau detail mendalam tentang pasar keuangan ritel Barat. Sebaliknya, fokus kami tetap pada dunia multipolar dan respons negara-negara Selatan terhadap perlombaan senjata nuklir.\n\nKami tidak berspekulasi tentang kebocoran intelijen Barat yang belum terverifikasi, dan kami juga tidak fokus pada aliansi Tiongkok-Rusia melalui lensa Barat semata. Analisis ini mengecualikan sejarah mayoritas global sebelum abad ke-21, dan lebih berfokus pada pergeseran geopolitik 2026 dan transisi PDB BRICS senilai $70 triliun. Ini tentang arsitektur keamanan multipolar dan masa depan geopolitik, bukan rangkuman aturan lama tahun 1945.\n\n#BRICS #EraBaru #DuniaMultipolar #GlobalSelatan #Geopolitik2026\n\n0:00 Kematian Diam-diam Perjanjian New START\n0:42 Mengapa AS Meninggalkan Inspeksi Nuklir\n1:18 Tanggapan Mengerikan Rusia terhadap Berakhirnya Perjanjian\n2:05 Forum Keamanan Moskow: 150 Delegasi Berkumpul\n2:54 70% Umat Manusia Menolak Tatanan Barat\n3:41 Pergeseran $70 Triliun: Bagaimana PDB BRICS Melampaui G7\n4:30 Senjata Otonom China 6,6 Juta Terungkap\n5:15 Simfoni Kedaulatan vs. Pesta Vampir Barat\n6:02 Membangun Arsitektur Keamanan Multipolar Baru\n6:50 Mengapa Mei 2026 Mengubah Geopolitik Global Selamanya\n7:35 Rencana Global Selatan untuk Era Pasca-Barat\n\n🌍  |  | \n🎥  | \n📰 Newsletter: thinkbrics.substack.com\n☕ Dukungan: buymeacoffee.com/ThinkBRICS\n✅ Berlangganan: youtube.com/?sub_confirmat...\n\n⚠️ Konten edukatif. Sumber publik. Bukan saran resmi. Verifikasi secara independen. Penggunaan wajar.", "post_id": "u9hHQxwYxNA"}}, {"key": "ThinkBRICSChronicles", "attributes": {"label": "ThinkBRICSChronicles", "x": 453.2615446356091, "y": 275.0387320085972, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.5994, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "u9hHQxwYxNA", "id": "ThinkBRICSChronicles", "source": "youtube-000001", "content": "Alasan Sebenarnya 150 Delegasi Baru Saja Berkumpul di Moskwa untuk Forum Keamanan Internasional 2026\n\nDunia telah berubah selamanya pada Mei 2026. Sementara Barat berpaling, Think BRICS mengeksplorasi mengapa 5,5 miliar orang sedang membangun masa depan baru.\n\nVideo ini membahas secara mendalam Forum Keamanan Internasional Moskow 2026, di mana kematian perjanjian New STAmenandai lahirnya poros keamanan dunia multipolar. Seiring dengan bangkitnya negara-negara Selatan, perpecahan BRICS vs G7 telah mencapai titik kritis. Kami menganalisis perlombaan senjata nuklir yang dipicu oleh pengabaian pengekangan oleh AS dan mengapa pertemuan 150 delegasi di Moskow mewakili pergeseran geopolitik terbesar yang pernah terjadi pada tahun 2026. Dari pidato Putin di Moskow hingga semakin dalamnya aliansi Tiongkok-Rusia, kami menguraikan akhir dari stabilitas strategis. Era hegemoni Barat digantikan oleh mayoritas global dan kekuatan ekonomi BRICS senilai $70 triliun.\n\nKami mengeksplorasi simfoni kedaulatan negara-negara yang menolak \"tatanan berbasis aturan\" dan munculnya senjata otonom yang dipamerkan Tiongkok—kawanan drone dengan waktu reaksi 6,6 milidetik. Arsitektur keamanan multipolar baru ini bukan sekadar ideologi; ini adalah proyek pembangunan yang menggunakan teknologi militer canggih untuk memastikan berakhirnya dominasi era Barat. Dalam krisis keamanan global ini, diplomasi pertahanan adalah satu-satunya alat yang tersisa bagi negara-negara yang mencari kedaulatan sejati dalam lanskap geopolitik yang berubah.\n\nMeskipun kami memberikan tinjauan menyeluruh tentang Forum Keamanan Moskow dan runtuhnya Perjanjian New Start, film dokumenter Think BRICS ini tidak memberikan analisis taktis harian tentang garis depan di Ukraina atau fokus pada politik domestik internal NATO. Kami tidak membahas risalah KTT G7 secara spesifik atau detail mendalam tentang pasar keuangan ritel Barat. Sebaliknya, fokus kami tetap pada dunia multipolar dan respons negara-negara Selatan terhadap perlombaan senjata nuklir.\n\nKami tidak berspekulasi tentang kebocoran intelijen Barat yang belum terverifikasi, dan kami juga tidak fokus pada aliansi Tiongkok-Rusia melalui lensa Barat semata. Analisis ini mengecualikan sejarah mayoritas global sebelum abad ke-21, dan lebih berfokus pada pergeseran geopolitik 2026 dan transisi PDB BRICS senilai $70 triliun. Ini tentang arsitektur keamanan multipolar dan masa depan geopolitik, bukan rangkuman aturan lama tahun 1945.\n\n#BRICS #EraBaru #DuniaMultipolar #GlobalSelatan #Geopolitik2026\n\n0:00 Kematian Diam-diam Perjanjian New START\n0:42 Mengapa AS Meninggalkan Inspeksi Nuklir\n1:18 Tanggapan Mengerikan Rusia terhadap Berakhirnya Perjanjian\n2:05 Forum Keamanan Moskow: 150 Delegasi Berkumpul\n2:54 70% Umat Manusia Menolak Tatanan Barat\n3:41 Pergeseran $70 Triliun: Bagaimana PDB BRICS Melampaui G7\n4:30 Senjata Otonom China 6,6 Juta Terungkap\n5:15 Simfoni Kedaulatan vs. Pesta Vampir Barat\n6:02 Membangun Arsitektur Keamanan Multipolar Baru\n6:50 Mengapa Mei 2026 Mengubah Geopolitik Global Selamanya\n7:35 Rencana Global Selatan untuk Era Pasca-Barat\n\n🌍  |  | \n🎥  | \n📰 Newsletter: thinkbrics.substack.com\n☕ Dukungan: buymeacoffee.com/ThinkBRICS\n✅ Berlangganan: youtube.com/?sub_confirmat...\n\n⚠️ Konten edukatif. Sumber publik. Bukan saran resmi. Verifikasi secara independen. Penggunaan wajar.", "post_id": "u9hHQxwYxNA"}}, {"key": "BRICSbusiness", "attributes": {"label": "BRICSbusiness", "x": 876.346348976156, "y": 973.847005752633, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.5994, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "u9hHQxwYxNA", "id": "BRICSbusiness", "source": "youtube-000001", "content": "Alasan Sebenarnya 150 Delegasi Baru Saja Berkumpul di Moskwa untuk Forum Keamanan Internasional 2026\n\nDunia telah berubah selamanya pada Mei 2026. Sementara Barat berpaling, Think BRICS mengeksplorasi mengapa 5,5 miliar orang sedang membangun masa depan baru.\n\nVideo ini membahas secara mendalam Forum Keamanan Internasional Moskow 2026, di mana kematian perjanjian New STAmenandai lahirnya poros keamanan dunia multipolar. Seiring dengan bangkitnya negara-negara Selatan, perpecahan BRICS vs G7 telah mencapai titik kritis. Kami menganalisis perlombaan senjata nuklir yang dipicu oleh pengabaian pengekangan oleh AS dan mengapa pertemuan 150 delegasi di Moskow mewakili pergeseran geopolitik terbesar yang pernah terjadi pada tahun 2026. Dari pidato Putin di Moskow hingga semakin dalamnya aliansi Tiongkok-Rusia, kami menguraikan akhir dari stabilitas strategis. Era hegemoni Barat digantikan oleh mayoritas global dan kekuatan ekonomi BRICS senilai $70 triliun.\n\nKami mengeksplorasi simfoni kedaulatan negara-negara yang menolak \"tatanan berbasis aturan\" dan munculnya senjata otonom yang dipamerkan Tiongkok—kawanan drone dengan waktu reaksi 6,6 milidetik. Arsitektur keamanan multipolar baru ini bukan sekadar ideologi; ini adalah proyek pembangunan yang menggunakan teknologi militer canggih untuk memastikan berakhirnya dominasi era Barat. Dalam krisis keamanan global ini, diplomasi pertahanan adalah satu-satunya alat yang tersisa bagi negara-negara yang mencari kedaulatan sejati dalam lanskap geopolitik yang berubah.\n\nMeskipun kami memberikan tinjauan menyeluruh tentang Forum Keamanan Moskow dan runtuhnya Perjanjian New Start, film dokumenter Think BRICS ini tidak memberikan analisis taktis harian tentang garis depan di Ukraina atau fokus pada politik domestik internal NATO. Kami tidak membahas risalah KTT G7 secara spesifik atau detail mendalam tentang pasar keuangan ritel Barat. Sebaliknya, fokus kami tetap pada dunia multipolar dan respons negara-negara Selatan terhadap perlombaan senjata nuklir.\n\nKami tidak berspekulasi tentang kebocoran intelijen Barat yang belum terverifikasi, dan kami juga tidak fokus pada aliansi Tiongkok-Rusia melalui lensa Barat semata. Analisis ini mengecualikan sejarah mayoritas global sebelum abad ke-21, dan lebih berfokus pada pergeseran geopolitik 2026 dan transisi PDB BRICS senilai $70 triliun. Ini tentang arsitektur keamanan multipolar dan masa depan geopolitik, bukan rangkuman aturan lama tahun 1945.\n\n#BRICS #EraBaru #DuniaMultipolar #GlobalSelatan #Geopolitik2026\n\n0:00 Kematian Diam-diam Perjanjian New START\n0:42 Mengapa AS Meninggalkan Inspeksi Nuklir\n1:18 Tanggapan Mengerikan Rusia terhadap Berakhirnya Perjanjian\n2:05 Forum Keamanan Moskow: 150 Delegasi Berkumpul\n2:54 70% Umat Manusia Menolak Tatanan Barat\n3:41 Pergeseran $70 Triliun: Bagaimana PDB BRICS Melampaui G7\n4:30 Senjata Otonom China 6,6 Juta Terungkap\n5:15 Simfoni Kedaulatan vs. Pesta Vampir Barat\n6:02 Membangun Arsitektur Keamanan Multipolar Baru\n6:50 Mengapa Mei 2026 Mengubah Geopolitik Global Selamanya\n7:35 Rencana Global Selatan untuk Era Pasca-Barat\n\n🌍  |  | \n🎥  | \n📰 Newsletter: thinkbrics.substack.com\n☕ Dukungan: buymeacoffee.com/ThinkBRICS\n✅ Berlangganan: youtube.com/?sub_confirmat...\n\n⚠️ Konten edukatif. Sumber publik. Bukan saran resmi. Verifikasi secara independen. Penggunaan wajar.", "post_id": "u9hHQxwYxNA"}}, {"key": "ThinkBRICS", "attributes": {"label": "ThinkBRICS", "x": 847.5478240622233, "y": 304.769428991155, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.5994, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "u9hHQxwYxNA", "id": "ThinkBRICS", "source": "youtube-000001", "content": "Alasan Sebenarnya 150 Delegasi Baru Saja Berkumpul di Moskwa untuk Forum Keamanan Internasional 2026\n\nDunia telah berubah selamanya pada Mei 2026. Sementara Barat berpaling, Think BRICS mengeksplorasi mengapa 5,5 miliar orang sedang membangun masa depan baru.\n\nVideo ini membahas secara mendalam Forum Keamanan Internasional Moskow 2026, di mana kematian perjanjian New STAmenandai lahirnya poros keamanan dunia multipolar. Seiring dengan bangkitnya negara-negara Selatan, perpecahan BRICS vs G7 telah mencapai titik kritis. Kami menganalisis perlombaan senjata nuklir yang dipicu oleh pengabaian pengekangan oleh AS dan mengapa pertemuan 150 delegasi di Moskow mewakili pergeseran geopolitik terbesar yang pernah terjadi pada tahun 2026. Dari pidato Putin di Moskow hingga semakin dalamnya aliansi Tiongkok-Rusia, kami menguraikan akhir dari stabilitas strategis. Era hegemoni Barat digantikan oleh mayoritas global dan kekuatan ekonomi BRICS senilai $70 triliun.\n\nKami mengeksplorasi simfoni kedaulatan negara-negara yang menolak \"tatanan berbasis aturan\" dan munculnya senjata otonom yang dipamerkan Tiongkok—kawanan drone dengan waktu reaksi 6,6 milidetik. Arsitektur keamanan multipolar baru ini bukan sekadar ideologi; ini adalah proyek pembangunan yang menggunakan teknologi militer canggih untuk memastikan berakhirnya dominasi era Barat. Dalam krisis keamanan global ini, diplomasi pertahanan adalah satu-satunya alat yang tersisa bagi negara-negara yang mencari kedaulatan sejati dalam lanskap geopolitik yang berubah.\n\nMeskipun kami memberikan tinjauan menyeluruh tentang Forum Keamanan Moskow dan runtuhnya Perjanjian New Start, film dokumenter Think BRICS ini tidak memberikan analisis taktis harian tentang garis depan di Ukraina atau fokus pada politik domestik internal NATO. Kami tidak membahas risalah KTT G7 secara spesifik atau detail mendalam tentang pasar keuangan ritel Barat. Sebaliknya, fokus kami tetap pada dunia multipolar dan respons negara-negara Selatan terhadap perlombaan senjata nuklir.\n\nKami tidak berspekulasi tentang kebocoran intelijen Barat yang belum terverifikasi, dan kami juga tidak fokus pada aliansi Tiongkok-Rusia melalui lensa Barat semata. Analisis ini mengecualikan sejarah mayoritas global sebelum abad ke-21, dan lebih berfokus pada pergeseran geopolitik 2026 dan transisi PDB BRICS senilai $70 triliun. Ini tentang arsitektur keamanan multipolar dan masa depan geopolitik, bukan rangkuman aturan lama tahun 1945.\n\n#BRICS #EraBaru #DuniaMultipolar #GlobalSelatan #Geopolitik2026\n\n0:00 Kematian Diam-diam Perjanjian New START\n0:42 Mengapa AS Meninggalkan Inspeksi Nuklir\n1:18 Tanggapan Mengerikan Rusia terhadap Berakhirnya Perjanjian\n2:05 Forum Keamanan Moskow: 150 Delegasi Berkumpul\n2:54 70% Umat Manusia Menolak Tatanan Barat\n3:41 Pergeseran $70 Triliun: Bagaimana PDB BRICS Melampaui G7\n4:30 Senjata Otonom China 6,6 Juta Terungkap\n5:15 Simfoni Kedaulatan vs. Pesta Vampir Barat\n6:02 Membangun Arsitektur Keamanan Multipolar Baru\n6:50 Mengapa Mei 2026 Mengubah Geopolitik Global Selamanya\n7:35 Rencana Global Selatan untuk Era Pasca-Barat\n\n🌍  |  | \n🎥  | \n📰 Newsletter: thinkbrics.substack.com\n☕ Dukungan: buymeacoffee.com/ThinkBRICS\n✅ Berlangganan: youtube.com/?sub_confirmat...\n\n⚠️ Konten edukatif. Sumber publik. Bukan saran resmi. Verifikasi secara independen. Penggunaan wajar.", "post_id": "u9hHQxwYxNA"}}, {"key": "@cgtn", "attributes": {"label": "@cgtn", "x": 348.90984315291263, "y": 507.20493215355145, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "RS7mKoI-M6k", "id": "@cgtn", "source": "youtube-000001", "content": "Fokus Dialog Shangri-La: Masa depan seperti apa yang menanti keamanan dan stabilitas di kawasan A...\n\nPara pejabat pertahanan dan akademisi dari seluruh dunia berkumpul di Singapura untuk membahas tantangan keamanan yang dihadapi kawasan Asia-Pasifik dan sekitarnya. Dikenal sebagai forum keamanan terkemuka di kawasan ini, Dialog Shangri-La tahun ini berlangsung pada saat gangguan rantai pasokan telah menjadi perhatian global, sementara ketegangan yang berkelanjutan di Timur Tengah dan hambatan ekonomi global menambah tekanan lebih lanjut pada lingkungan keamanan internasional. Jadi, apa yang harus kita perhatikan di Dialog Shangri-La tahun ini? Bagaimana kekuatan regional menanggapi lingkungan geopolitik yang berubah ini? Dan apa yang akan terjadi selanjutnya bagi keamanan dan stabilitas di Asia-Pasifik?\n\nPara tamu dalam episode Dialog ini adalah Zhou Bo, peneliti senior di Pusat Keamanan dan Strategi Internasional di Universitas Tsinghua; Warwick Powell, profesor adjung di Universitas Teknologi Queensland; dan Robert Kelly, profesor di Departemen Ilmu Politik di Universitas Nasional Pusan.\n\n📺 Berlangganan saluran YouTube kami dan tetap dapatkan informasi terbaru tentang analisis dan wawancara kami:👇\n   /    👈\n\nUnduh aplikasi kami di Apple Store (iOS): https://itunes.apple.com/us/app/cctvn...\nUnduh aplikasi kami di Google Play (Android): https://play.google.com/store/apps/de...\n\nUntuk informasi lebih lanjut:\nhttps://www.cgtn.com/video\n\nVideo yang paling banyak ditonton:\nTantangan Mustahil: 30 detik untuk menghitung uang kertas dengan mata tertutup\n   • Impossible Challenge: 30 seconds to count ...  \nTantangan Mustahil: Arat Hosseini, Atlet Senam dari Iran!\n   • Impossible Challenge: Gymnastics Boy Arat ...  \nTantangan Mustahil: Bagaimana menenangkan bayi dalam 5 detik?\n   • Impossible Challenge : How to calm babies ...", "post_id": "RS7mKoI-M6k"}}, {"key": "cgtn", "attributes": {"label": "cgtn", "x": 766.0790203955659, "y": 697.8945934776491, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "RS7mKoI-M6k", "id": "cgtn", "source": "youtube-000001", "content": "Fokus Dialog Shangri-La: Masa depan seperti apa yang menanti keamanan dan stabilitas di kawasan A...\n\nPara pejabat pertahanan dan akademisi dari seluruh dunia berkumpul di Singapura untuk membahas tantangan keamanan yang dihadapi kawasan Asia-Pasifik dan sekitarnya. Dikenal sebagai forum keamanan terkemuka di kawasan ini, Dialog Shangri-La tahun ini berlangsung pada saat gangguan rantai pasokan telah menjadi perhatian global, sementara ketegangan yang berkelanjutan di Timur Tengah dan hambatan ekonomi global menambah tekanan lebih lanjut pada lingkungan keamanan internasional. Jadi, apa yang harus kita perhatikan di Dialog Shangri-La tahun ini? Bagaimana kekuatan regional menanggapi lingkungan geopolitik yang berubah ini? Dan apa yang akan terjadi selanjutnya bagi keamanan dan stabilitas di Asia-Pasifik?\n\nPara tamu dalam episode Dialog ini adalah Zhou Bo, peneliti senior di Pusat Keamanan dan Strategi Internasional di Universitas Tsinghua; Warwick Powell, profesor adjung di Universitas Teknologi Queensland; dan Robert Kelly, profesor di Departemen Ilmu Politik di Universitas Nasional Pusan.\n\n📺 Berlangganan saluran YouTube kami dan tetap dapatkan informasi terbaru tentang analisis dan wawancara kami:👇\n   /    👈\n\nUnduh aplikasi kami di Apple Store (iOS): https://itunes.apple.com/us/app/cctvn...\nUnduh aplikasi kami di Google Play (Android): https://play.google.com/store/apps/de...\n\nUntuk informasi lebih lanjut:\nhttps://www.cgtn.com/video\n\nVideo yang paling banyak ditonton:\nTantangan Mustahil: 30 detik untuk menghitung uang kertas dengan mata tertutup\n   • Impossible Challenge: 30 seconds to count ...  \nTantangan Mustahil: Arat Hosseini, Atlet Senam dari Iran!\n   • Impossible Challenge: Gymnastics Boy Arat ...  \nTantangan Mustahil: Bagaimana menenangkan bayi dalam 5 detik?\n   • Impossible Challenge : How to calm babies ...", "post_id": "RS7mKoI-M6k"}}, {"key": "@balikpapantv_official", "attributes": {"label": "@balikpapantv_official", "x": 573.7398181734962, "y": 642.175285785531, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "rmZRLwiwfEI", "id": "@balikpapantv_official", "source": "youtube-000001", "content": "DPRD BALIKPAPAN DORONG OPERASI PASAR\n\nBalikpapan, 7 April 2026 - Ketegangan geopolitik global mulai memicu kekhawatiran terhadap stabilitas harga bahan pokok di daerah. Menanggapi hal tersebut, DPRD Kota Balikpapan meminta Pemerintah Kota bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk segera memperkuat sinergi melalui operasi pasar guna meredam potensi lonjakan harga.\n\nIsu konflik global yang berdampak pada jalur distribusi komoditas kini menjadi perhatian serius kalangan legislatif di Balikpapan. Kondisi ini dinilai berpotensi memicu kenaikan harga barang kebutuhan pokok, yang mulai dirasakan dan dikhawatirkan oleh masyarakat.\n\nWakil Ketua I DPRD Balikpapan, Yono Suherman, menegaskan pentingnya evaluasi dan penguatan pelaksanaan operasi pasar. Menurutnya, langkah tersebut sangat krusial agar kinerja TPID lebih efektif dan mampu memberikan dampak nyata, termasuk dalam mengendalikan perilaku spekulatif di kalangan pelaku usaha.\n\n“Operasi pasar harus diperkuat dan dievaluasi kembali agar benar-benar tepat sasaran. Ini penting supaya pelaku usaha tidak memanfaatkan situasi global untuk menaikkan harga secara tidak wajar,” ujar Yono.\n\nDPRD juga menyoroti adanya potensi oknum pelaku usaha yang mencoba mengambil keuntungan dari situasi global, baik karena faktor distribusi maupun alasan non-situasional. Oleh karena itu, pengawasan serta koordinasi lintas sektor dinilai perlu ditingkatkan.\n\nSebagai langkah antisipasi, DPRD Kota Balikpapan akan segera melakukan koordinasi dan konsultasi intensif dengan TPID serta Pemerintah Kota Balikpapan guna memastikan stabilitas harga tetap terjaga.\n\nLangkah preventif ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global yang semakin dinamis, sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman di pasaran.\n\n\n\n\nVideo Jurnalis/ Delita natalie- Balikpapan TV\nRedaksi/ Agung - Balikpapan TV\nEditor/ Dilla - Balikpapan TV\n\n\nFollow Tiktok Balikpapan TV 👇\nhttps://www.tiktok.com/\n\nFollow Instagram Balikpapan TV 👇\nhttps://www.instagram.com/balikpapant...\n\n#AyoNobarBTV #balikpapantelevisi #balikpapantv #televisibalikpapan #televisikaltim\n#tvdigitalbalikpapan\n#tvdigitalkaltim \n#beritaterkini #kaltimpost #news #balikpapan #pemkotbalikpapan #jawaposmedia #penajamterikini  penajampaserutara #samarinda #pemprovkaltim #pemkabppu", "post_id": "rmZRLwiwfEI"}}, {"key": "balikpapantv_...", "attributes": {"label": "balikpapantv_...", "x": 60.98098580751498, "y": 278.1930430569073, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "rmZRLwiwfEI", "id": "balikpapantv_...", "source": "youtube-000001", "content": "DPRD BALIKPAPAN DORONG OPERASI PASAR\n\nBalikpapan, 7 April 2026 - Ketegangan geopolitik global mulai memicu kekhawatiran terhadap stabilitas harga bahan pokok di daerah. Menanggapi hal tersebut, DPRD Kota Balikpapan meminta Pemerintah Kota bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk segera memperkuat sinergi melalui operasi pasar guna meredam potensi lonjakan harga.\n\nIsu konflik global yang berdampak pada jalur distribusi komoditas kini menjadi perhatian serius kalangan legislatif di Balikpapan. Kondisi ini dinilai berpotensi memicu kenaikan harga barang kebutuhan pokok, yang mulai dirasakan dan dikhawatirkan oleh masyarakat.\n\nWakil Ketua I DPRD Balikpapan, Yono Suherman, menegaskan pentingnya evaluasi dan penguatan pelaksanaan operasi pasar. Menurutnya, langkah tersebut sangat krusial agar kinerja TPID lebih efektif dan mampu memberikan dampak nyata, termasuk dalam mengendalikan perilaku spekulatif di kalangan pelaku usaha.\n\n“Operasi pasar harus diperkuat dan dievaluasi kembali agar benar-benar tepat sasaran. Ini penting supaya pelaku usaha tidak memanfaatkan situasi global untuk menaikkan harga secara tidak wajar,” ujar Yono.\n\nDPRD juga menyoroti adanya potensi oknum pelaku usaha yang mencoba mengambil keuntungan dari situasi global, baik karena faktor distribusi maupun alasan non-situasional. Oleh karena itu, pengawasan serta koordinasi lintas sektor dinilai perlu ditingkatkan.\n\nSebagai langkah antisipasi, DPRD Kota Balikpapan akan segera melakukan koordinasi dan konsultasi intensif dengan TPID serta Pemerintah Kota Balikpapan guna memastikan stabilitas harga tetap terjaga.\n\nLangkah preventif ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global yang semakin dinamis, sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman di pasaran.\n\n\n\n\nVideo Jurnalis/ Delita natalie- Balikpapan TV\nRedaksi/ Agung - Balikpapan TV\nEditor/ Dilla - Balikpapan TV\n\n\nFollow Tiktok Balikpapan TV 👇\nhttps://www.tiktok.com/\n\nFollow Instagram Balikpapan TV 👇\nhttps://www.instagram.com/balikpapant...\n\n#AyoNobarBTV #balikpapantelevisi #balikpapantv #televisibalikpapan #televisikaltim\n#tvdigitalbalikpapan\n#tvdigitalkaltim \n#beritaterkini #kaltimpost #news #balikpapan #pemkotbalikpapan #jawaposmedia #penajamterikini  penajampaserutara #samarinda #pemprovkaltim #pemkabppu", "post_id": "rmZRLwiwfEI"}}, {"key": "@kronologifakta", "attributes": {"label": "@kronologifakta", "x": 23.71007454998186, "y": 321.0821417899632, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7kmBTR6BUxU", "id": "@kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "INDONESIA TARGET BERIKUTNYA? Nikel RI Jadi Rebutan Dunia, Ancaman Kedaulatan Mengintai!\n\nSumber ini membahas kekhawatiran mengenai ketahanan nasional Indonesia di tengah ketegangan geopolitik global, dengan menyoroti kemungkinan Indonesia menjadi target intervensi Amerika Serikat seperti yang dialami Venezuela.\n\nPenulis menekankan pentingnya swasembada energi melalui program biodiesel guna mengurangi ketergantungan pada impor dan memperkuat stabilitas ekonomi saat terjadi konflik internasional. Keunggulan strategis Indonesia terletak pada cadangan *nikel terbesar di dunia*, yang menjadi komoditas krusial bagi industri militer dan manufaktur baja nirkarat global.\n\nNamun, kekayaan sumber daya alam ini dianggap sebagai pisau bermata dua yang dapat memicu ancaman kedaulatan jika tidak dikelola dengan diplomasi yang cerdik. Narasi ini mendorong penguatan kedaulatan domestik agar Indonesia mampu bertahan mandiri dan tidak hanya menjadi alat kepentingan negara-negara besar.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‬untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "7kmBTR6BUxU"}}, {"key": "kronologifakta", "attributes": {"label": "kronologifakta", "x": 820.3373094419774, "y": 498.6385542308218, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.2445, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7kmBTR6BUxU", "id": "kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "INDONESIA TARGET BERIKUTNYA? Nikel RI Jadi Rebutan Dunia, Ancaman Kedaulatan Mengintai!\n\nSumber ini membahas kekhawatiran mengenai ketahanan nasional Indonesia di tengah ketegangan geopolitik global, dengan menyoroti kemungkinan Indonesia menjadi target intervensi Amerika Serikat seperti yang dialami Venezuela.\n\nPenulis menekankan pentingnya swasembada energi melalui program biodiesel guna mengurangi ketergantungan pada impor dan memperkuat stabilitas ekonomi saat terjadi konflik internasional. Keunggulan strategis Indonesia terletak pada cadangan *nikel terbesar di dunia*, yang menjadi komoditas krusial bagi industri militer dan manufaktur baja nirkarat global.\n\nNamun, kekayaan sumber daya alam ini dianggap sebagai pisau bermata dua yang dapat memicu ancaman kedaulatan jika tidak dikelola dengan diplomasi yang cerdik. Narasi ini mendorong penguatan kedaulatan domestik agar Indonesia mampu bertahan mandiri dan tidak hanya menjadi alat kepentingan negara-negara besar.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‬untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "7kmBTR6BUxU"}}, {"key": "@apt_news", "attributes": {"label": "@apt_news", "x": 610.1485567902139, "y": 903.164531859741, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "CK7OrWV94y0", "id": "@apt_news", "source": "youtube-000001", "content": "Putin: \"Kami Akan Menemukan Seseorang untuk Menandatangani Dokumen\" Jika Ukraina Menginginkan Per...\n\nGabung ke saluran ini untuk mendapatkan akses ke fasilitas tambahan:\n   /   \n\nPresiden Rusia Vladimir Putin memberikan tanggapan panjang lebar atas pertanyaan dari AFP selama pertemuan dengan kantor berita internasional di Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF).\n\nPutin membahas dua topik utama: legitimasi mandat Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan kinerja ekonomi Rusia di tengah konflik yang sedang berlangsung dan sanksi Barat.\n\nMengenai Ukraina, Putin berpendapat bahwa masih ada pertanyaan mengenai kerangka hukum seputar perjanjian perdamaian di masa depan dan siapa yang berwenang untuk menandatangani dokumen penyelesaian akhir. Ia mengatakan para ahli hukum pada akhirnya harus menentukan masalah tersebut.\n\nBeralih ke ekonomi, Putin menolak prediksi bahwa Rusia akan mengalami keruntuhan ekonomi, mengutip pernyataan terkenal Mark Twain bahwa laporan tentang kematiannya sangat dibesar-besarkan. Ia berpendapat bahwa ekonomi Rusia terus tumbuh meskipun ada sanksi, sambil mengakui tantangan seperti inflasi dan suku bunga tinggi.\n\nPutin juga membahas kebijakan ekonomi, investasi, pengendalian inflasi, upah, pengeluaran sosial, pensiun, dan utang publik, dengan alasan bahwa otoritas keuangan Rusia sedang menjalankan kebijakan yang bertujuan untuk menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang.\n\nKomentar tersebut disampaikan selama SPIEF 2026, salah satu forum ekonomi dan geopolitik tahunan terbesar di Rusia.\n\n#Putin\n\n#VladimirPutin\n\n#Zelenskyy\n\n#Ukraina\n\n#Rusia\n\n#RusiaUkraina\n\nPutin, Vladimir Putin, pidato Putin, Putin Zelenskyy, Zelenskyy, perang Ukraina, perang Rusia-Ukraina, ekonomi Rusia, ekonomi Rusia, sanksi, SPIEF 2026, Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg, Putin AFP, wawancara AFP, pembicaraan damai, kesepakatan damai Ukraina, geopolitik, berita dunia, berita internasional, berita Rusia, berita Ukraina, berita ekonomi, inflasi, suku bunga, sanksi terhadap Rusia, ekonomi Eropa, diplomasi, kebijakan luar negeri, urusan terkini", "post_id": "CK7OrWV94y0"}}, {"key": "apt_news", "attributes": {"label": "apt_news", "x": 49.02897737596146, "y": 563.4914763418873, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "CK7OrWV94y0", "id": "apt_news", "source": "youtube-000001", "content": "Putin: \"Kami Akan Menemukan Seseorang untuk Menandatangani Dokumen\" Jika Ukraina Menginginkan Per...\n\nGabung ke saluran ini untuk mendapatkan akses ke fasilitas tambahan:\n   /   \n\nPresiden Rusia Vladimir Putin memberikan tanggapan panjang lebar atas pertanyaan dari AFP selama pertemuan dengan kantor berita internasional di Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF).\n\nPutin membahas dua topik utama: legitimasi mandat Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan kinerja ekonomi Rusia di tengah konflik yang sedang berlangsung dan sanksi Barat.\n\nMengenai Ukraina, Putin berpendapat bahwa masih ada pertanyaan mengenai kerangka hukum seputar perjanjian perdamaian di masa depan dan siapa yang berwenang untuk menandatangani dokumen penyelesaian akhir. Ia mengatakan para ahli hukum pada akhirnya harus menentukan masalah tersebut.\n\nBeralih ke ekonomi, Putin menolak prediksi bahwa Rusia akan mengalami keruntuhan ekonomi, mengutip pernyataan terkenal Mark Twain bahwa laporan tentang kematiannya sangat dibesar-besarkan. Ia berpendapat bahwa ekonomi Rusia terus tumbuh meskipun ada sanksi, sambil mengakui tantangan seperti inflasi dan suku bunga tinggi.\n\nPutin juga membahas kebijakan ekonomi, investasi, pengendalian inflasi, upah, pengeluaran sosial, pensiun, dan utang publik, dengan alasan bahwa otoritas keuangan Rusia sedang menjalankan kebijakan yang bertujuan untuk menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang.\n\nKomentar tersebut disampaikan selama SPIEF 2026, salah satu forum ekonomi dan geopolitik tahunan terbesar di Rusia.\n\n#Putin\n\n#VladimirPutin\n\n#Zelenskyy\n\n#Ukraina\n\n#Rusia\n\n#RusiaUkraina\n\nPutin, Vladimir Putin, pidato Putin, Putin Zelenskyy, Zelenskyy, perang Ukraina, perang Rusia-Ukraina, ekonomi Rusia, ekonomi Rusia, sanksi, SPIEF 2026, Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg, Putin AFP, wawancara AFP, pembicaraan damai, kesepakatan damai Ukraina, geopolitik, berita dunia, berita internasional, berita Rusia, berita Ukraina, berita ekonomi, inflasi, suku bunga, sanksi terhadap Rusia, ekonomi Eropa, diplomasi, kebijakan luar negeri, urusan terkini", "post_id": "CK7OrWV94y0"}}, {"key": "@ThinkingGlobalChannel", "attributes": {"label": "@ThinkingGlobalChannel", "x": 398.78898166531485, "y": 787.2201537965856, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "urq6n6nc2cI", "id": "@ThinkingGlobalChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Pelajaran dari Bolivia: Bagaimana Kedaulatan Dibangun di Jalanan\n\nPerang lithium Bolivia telah dimulai. Seiring meningkatnya krisis di La Paz, analisis struktural ini mengungkap realitas mentah kedaulatan Global Selatan yang terancam oleh cetak biru baru kolonisasi ulang neoliberal. Pada November 2025, Presiden Rodrigo Paz menjabat dengan janji untuk membuka Bolivia ke pasar global.\n\nDalam beberapa minggu, kebijakan itu terwujud dalam Dekrit Agung 5503—121 pasal terapi kejut ekonomi yang dirancang dalam pertemuan tertutup dengan Departemen Luar Negeri AS, DFC, Bank EXIM, dan USTDA.\n\nVideo ini menguraikan mekanisme modern kolonialisme hijau dan nasionalisme sumber daya. Bolivia memiliki cadangan lithium terbesar di planet ini: antara 21 dan 23 juta ton di Salar de Uyuni. Sementara transisi energi Barat membutuhkan material ini untuk baterai dan teknologi terbarukan, pemerintah sebelumnya menjaganya di bawah kedaulatan negara yang ketat, memblokir akses ke perusahaan transnasional.\n\nKetika pemerintahan Paz mencoba strategi finansialisasi lahan melalui Undang-Undang 1720, gerakan sosial, penambang, dan masyarakat adat memahami persis apa yang dipertaruhkan. Ini adalah kisah definitif tentang pemberontakan Bolivia, papan catur geopolitik Amerika Latin, penerapan perang hukum, dan bagaimana kedaulatan sejati bukanlah abstraksi hukum, melainkan praktik sehari-hari yang dibangun di jalanan.\n\nDalam video ini:\n→ Anatomi Dekrit 5503 dan Undang-Undang 1720, dan mengapa Undang-Undang 1720 lebih berbahaya daripada dekrit tersebut\n→ Bagaimana COB dan gerakan masyarakat adat memaksa pemerintah mundur dua kali berturut-turut\n→ Perang hukum terhadap Evo Morales tepat pada puncak pemberontakan\n→ Argentina di bawah Milei mengirimkan \"bantuan kemanusiaan\" — yang diidentifikasi oleh anggota parlemen Argentina sebagai peralatan anti-huru hara\n→ Marco Rubio menyebut blokade tersebut sebagai pekerjaan \"pengedar narkoba dan penjahat\"\n→ Apa yang diungkapkan Bolivia tentang arsitektur baru kolonisasi ulang neoliberal di Global Selatan\n\nDepartemen Luar Negeri AS menyebut paket ekonomi Paz sebagai \"reformasi untuk memulihkan stabilitas setelah puluhan tahun kebijakan yang gagal.\" Puluhan tahun tersebut kebetulan tepat pada tahun-tahun ketika kemiskinan Bolivia turun dari 60% menjadi 34%.\nKedaulatan bukanlah kata dalam pidato politik. Itu adalah praktik sehari-hari, yang dipertahankan di jalanan, atau hilang dalam pertemuan dengan investor asing.\nBolivia sudah melakukan perlawanan. Pertanyaannya adalah apa yang akan dipelajari negara-negara Selatan lainnya dari hal ini.\n\n-\n⏱️ CAP WAKTU:\nLa Paz Dikepung - 00:00\nSiapa Rodrigo Paz? - 00:54\nAnatomi Pembongkaran - 01:57\nPerang Hukum dan Geopolitik - 04:52\nPenutup - 06:34\n-\n\n🔔 Thinking Global membahas kekuatan ekonomi yang membentuk kembali kekuasaan di abad ke-21, dengan sumber primer, data struktural, dan tanpa penyederhanaan.\n\nBerlangganan untuk analisis geopolitik dan ekonomi:\n   /   \n\n👥 Dukung analisis mendalam:\nPatreon:   / thinkingglobalchannel  \nKeanggotaan:    /   \n\n#geopolitik #BoliviaLithium #globalselatan #nasionalismesumberdaya #berpikirglobal #ekonomipolitik #kebijakanluarnegeri #KrisisAmerikaLatin", "post_id": "urq6n6nc2cI"}}, {"key": "thinkingglobalchannel", "attributes": {"label": "thinkingglobalchannel", "x": 450.89209390274385, "y": 391.1247368062611, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.2445, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "urq6n6nc2cI", "id": "thinkingglobalchannel", "source": "youtube-000001", "content": "Pelajaran dari Bolivia: Bagaimana Kedaulatan Dibangun di Jalanan\n\nPerang lithium Bolivia telah dimulai. Seiring meningkatnya krisis di La Paz, analisis struktural ini mengungkap realitas mentah kedaulatan Global Selatan yang terancam oleh cetak biru baru kolonisasi ulang neoliberal. Pada November 2025, Presiden Rodrigo Paz menjabat dengan janji untuk membuka Bolivia ke pasar global.\n\nDalam beberapa minggu, kebijakan itu terwujud dalam Dekrit Agung 5503—121 pasal terapi kejut ekonomi yang dirancang dalam pertemuan tertutup dengan Departemen Luar Negeri AS, DFC, Bank EXIM, dan USTDA.\n\nVideo ini menguraikan mekanisme modern kolonialisme hijau dan nasionalisme sumber daya. Bolivia memiliki cadangan lithium terbesar di planet ini: antara 21 dan 23 juta ton di Salar de Uyuni. Sementara transisi energi Barat membutuhkan material ini untuk baterai dan teknologi terbarukan, pemerintah sebelumnya menjaganya di bawah kedaulatan negara yang ketat, memblokir akses ke perusahaan transnasional.\n\nKetika pemerintahan Paz mencoba strategi finansialisasi lahan melalui Undang-Undang 1720, gerakan sosial, penambang, dan masyarakat adat memahami persis apa yang dipertaruhkan. Ini adalah kisah definitif tentang pemberontakan Bolivia, papan catur geopolitik Amerika Latin, penerapan perang hukum, dan bagaimana kedaulatan sejati bukanlah abstraksi hukum, melainkan praktik sehari-hari yang dibangun di jalanan.\n\nDalam video ini:\n→ Anatomi Dekrit 5503 dan Undang-Undang 1720, dan mengapa Undang-Undang 1720 lebih berbahaya daripada dekrit tersebut\n→ Bagaimana COB dan gerakan masyarakat adat memaksa pemerintah mundur dua kali berturut-turut\n→ Perang hukum terhadap Evo Morales tepat pada puncak pemberontakan\n→ Argentina di bawah Milei mengirimkan \"bantuan kemanusiaan\" — yang diidentifikasi oleh anggota parlemen Argentina sebagai peralatan anti-huru hara\n→ Marco Rubio menyebut blokade tersebut sebagai pekerjaan \"pengedar narkoba dan penjahat\"\n→ Apa yang diungkapkan Bolivia tentang arsitektur baru kolonisasi ulang neoliberal di Global Selatan\n\nDepartemen Luar Negeri AS menyebut paket ekonomi Paz sebagai \"reformasi untuk memulihkan stabilitas setelah puluhan tahun kebijakan yang gagal.\" Puluhan tahun tersebut kebetulan tepat pada tahun-tahun ketika kemiskinan Bolivia turun dari 60% menjadi 34%.\nKedaulatan bukanlah kata dalam pidato politik. Itu adalah praktik sehari-hari, yang dipertahankan di jalanan, atau hilang dalam pertemuan dengan investor asing.\nBolivia sudah melakukan perlawanan. Pertanyaannya adalah apa yang akan dipelajari negara-negara Selatan lainnya dari hal ini.\n\n-\n⏱️ CAP WAKTU:\nLa Paz Dikepung - 00:00\nSiapa Rodrigo Paz? - 00:54\nAnatomi Pembongkaran - 01:57\nPerang Hukum dan Geopolitik - 04:52\nPenutup - 06:34\n-\n\n🔔 Thinking Global membahas kekuatan ekonomi yang membentuk kembali kekuasaan di abad ke-21, dengan sumber primer, data struktural, dan tanpa penyederhanaan.\n\nBerlangganan untuk analisis geopolitik dan ekonomi:\n   /   \n\n👥 Dukung analisis mendalam:\nPatreon:   / thinkingglobalchannel  \nKeanggotaan:    /   \n\n#geopolitik #BoliviaLithium #globalselatan #nasionalismesumberdaya #berpikirglobal #ekonomipolitik #kebijakanluarnegeri #KrisisAmerikaLatin", "post_id": "urq6n6nc2cI"}}, {"key": "@ThinkingClass", "attributes": {"label": "@ThinkingClass", "x": 679.7361892985821, "y": 621.7968311603021, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "9UGsFIoPul0", "id": "@ThinkingClass", "source": "youtube-000001", "content": "Perang Iran Menghancurkan Ekonomi Global dan Inggris Tidak Memiliki Rencana\n\nInggris membangun ekonominya berdasarkan asumsi bahwa stabilitas global bersifat permanen. Energi murah, jalur pelayaran terbuka, supremasi angkatan laut Amerika, dan impor, utang, serta pertumbuhan yang tak terbatas.\n\nSekarang Selat Hormuz secara efektif tertutup, seperlima minyak dunia melewati zona konflik, dan asumsi yang mendasari ekonomi Barat modern mulai retak.\n\nWilliam Clouston memimpin  (SDP). Firas Modad adalah analis geopolitik dan pembawa acara di  Percakapan ini bukan hanya tentang Iran, tetapi tentang apa yang terjadi pada sebuah negara yang berhenti berpikir serius tentang energi, industri, perbatasan, ketahanan, moral, dan, pada akhirnya, peradaban itu sendiri.\n\nKita membahas secara terbuka tentang:\nApa arti penutupan Selat secara militer dan apakah akan pernah dibuka kembali\nBagaimana Inggris akhirnya tidak memiliki cadangan strategis, tidak memiliki swasembada energi, dan tidak memiliki basis industri\nMengapa pemerintah berturut-turut berhenti berpikir seperti penjaga bangsa\nApa yang sebenarnya akan dilakukan pemerintah yang waras tentang energi, manufaktur, dan perbatasan\nPukulan ganda ideologis: purisme perdagangan bebas dan nol emisi gabungan sangat mematikan bagi Inggris\nBagaimana sektor keuangan dikuasai secara ideologis dan gagal melihat krisis yang akan datang\nApakah ekonomi global terintegrasi telah berakhir dan apa yang akan menggantikannya\nBagaimana krisis kepercayaan mendasari krisis moral bangsa dan mengapa pembangkit listrik saja tidak akan memperbaikinya\nApa yang sebenarnya harus mulai dilakukan orang biasa secara berbeda dalam kehidupan mereka sendiri sebagai respons\n\nTemukan karya mereka:\nMakalah Hijau Negara Investasi SDP: https://www.sdp.org.uk\nGeopolitik Firas Modad: https://modadgeopolitics.com\nThe Lotus Eaters: https://lotuseaters.com\n\nEpisode terkait:\n#126 Gary Gerstle — Perang Iran Mengakhiri Ekonomi Global:    • The Iran War Is Ending The Global Economy ...   - #109 William Clouston — Mengapa Politik Inggris Mengatur Bertentangan dengan Kepentingan Nasional:    • Why British Politics Is A Case Study In Go...  \n#112 Firas Modad — Inggris Kehilangan Kendali di Dalam dan Luar Negeri:    • Britain Is Being Hollowed Out — A Geopolit...  \n\nThinking Class adalah podcast wawancara panjang tentang kekuatan budaya, sejarah, dan moral yang membentuk Inggris, Britania Raya, dan dunia Barat yang lebih luas. Dipandu oleh John Gillam.\n\n▶ YouTube:    /   \n✍️ Substack: https://thinkingclass.substack.com\n🎧 Spotify: https://open.spotify.com/show/37vvzrl...\n🍎 Apple Podcasts: https://podcasts.apple.com/gb/podcast...\n🐦 X: https://x.com/thinkingclasses\n\nEpisode baru setiap Kamis pukul 15.00.\n\nBab\n00:00 — Britania Raya membangun ekonominya berdasarkan global stabilitas\n00:55 — Apa yang sebenarnya terjadi di Selat Hormuz?\n06:55 — Apakah globalisasi mulai retak secara permanen?\n10:44 — Apa yang sebenarnya akan dilakukan negara yang waras sekarang? 14:00 — Purisme perdagangan bebas ditambah nol emisi bersih: kombinasi yang mematikan\n16:32 — Apakah sektor keuangan juga dikuasai secara ideologis?\n21:21 — Mengapa kelas penguasa Inggris tidak dapat berpikir secara nasional\n27:45 — Krisis mata uang, utang, dan batasan sistem dolar\n33:24 — Energi, perumahan, perbatasan: tiga prioritas Clouston\n38:31 — Mengapa Inggris mungkin masih berada di posisi yang lebih baik daripada Eropa\n42:45 — Inggris sebagai negara bawahan — bagaimana kedaulatan harus digunakan\n46:30 — Krisis iman di balik krisis moral\n48:10 — Inggris menjadi tidak dapat diperintah karena kita lupa cara mengatur diri sendiri\n54:10 — Spiral rasa bersalah dalam masyarakat pemukim Anglo\n56:50 — Apa yang dikatakan orang biasa Seharusnya memang begitu sekarang", "post_id": "9UGsFIoPul0"}}, {"key": "SocialDemocraticParty", "attributes": {"label": "SocialDemocraticParty", "x": 756.7590784491516, "y": 648.7625316486732, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.9219, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "9UGsFIoPul0", "id": "SocialDemocraticParty", "source": "youtube-000001", "content": "Perang Iran Menghancurkan Ekonomi Global dan Inggris Tidak Memiliki Rencana\n\nInggris membangun ekonominya berdasarkan asumsi bahwa stabilitas global bersifat permanen. Energi murah, jalur pelayaran terbuka, supremasi angkatan laut Amerika, dan impor, utang, serta pertumbuhan yang tak terbatas.\n\nSekarang Selat Hormuz secara efektif tertutup, seperlima minyak dunia melewati zona konflik, dan asumsi yang mendasari ekonomi Barat modern mulai retak.\n\nWilliam Clouston memimpin  (SDP). Firas Modad adalah analis geopolitik dan pembawa acara di  Percakapan ini bukan hanya tentang Iran, tetapi tentang apa yang terjadi pada sebuah negara yang berhenti berpikir serius tentang energi, industri, perbatasan, ketahanan, moral, dan, pada akhirnya, peradaban itu sendiri.\n\nKita membahas secara terbuka tentang:\nApa arti penutupan Selat secara militer dan apakah akan pernah dibuka kembali\nBagaimana Inggris akhirnya tidak memiliki cadangan strategis, tidak memiliki swasembada energi, dan tidak memiliki basis industri\nMengapa pemerintah berturut-turut berhenti berpikir seperti penjaga bangsa\nApa yang sebenarnya akan dilakukan pemerintah yang waras tentang energi, manufaktur, dan perbatasan\nPukulan ganda ideologis: purisme perdagangan bebas dan nol emisi gabungan sangat mematikan bagi Inggris\nBagaimana sektor keuangan dikuasai secara ideologis dan gagal melihat krisis yang akan datang\nApakah ekonomi global terintegrasi telah berakhir dan apa yang akan menggantikannya\nBagaimana krisis kepercayaan mendasari krisis moral bangsa dan mengapa pembangkit listrik saja tidak akan memperbaikinya\nApa yang sebenarnya harus mulai dilakukan orang biasa secara berbeda dalam kehidupan mereka sendiri sebagai respons\n\nTemukan karya mereka:\nMakalah Hijau Negara Investasi SDP: https://www.sdp.org.uk\nGeopolitik Firas Modad: https://modadgeopolitics.com\nThe Lotus Eaters: https://lotuseaters.com\n\nEpisode terkait:\n#126 Gary Gerstle — Perang Iran Mengakhiri Ekonomi Global:    • The Iran War Is Ending The Global Economy ...   - #109 William Clouston — Mengapa Politik Inggris Mengatur Bertentangan dengan Kepentingan Nasional:    • Why British Politics Is A Case Study In Go...  \n#112 Firas Modad — Inggris Kehilangan Kendali di Dalam dan Luar Negeri:    • Britain Is Being Hollowed Out — A Geopolit...  \n\nThinking Class adalah podcast wawancara panjang tentang kekuatan budaya, sejarah, dan moral yang membentuk Inggris, Britania Raya, dan dunia Barat yang lebih luas. Dipandu oleh John Gillam.\n\n▶ YouTube:    /   \n✍️ Substack: https://thinkingclass.substack.com\n🎧 Spotify: https://open.spotify.com/show/37vvzrl...\n🍎 Apple Podcasts: https://podcasts.apple.com/gb/podcast...\n🐦 X: https://x.com/thinkingclasses\n\nEpisode baru setiap Kamis pukul 15.00.\n\nBab\n00:00 — Britania Raya membangun ekonominya berdasarkan global stabilitas\n00:55 — Apa yang sebenarnya terjadi di Selat Hormuz?\n06:55 — Apakah globalisasi mulai retak secara permanen?\n10:44 — Apa yang sebenarnya akan dilakukan negara yang waras sekarang? 14:00 — Purisme perdagangan bebas ditambah nol emisi bersih: kombinasi yang mematikan\n16:32 — Apakah sektor keuangan juga dikuasai secara ideologis?\n21:21 — Mengapa kelas penguasa Inggris tidak dapat berpikir secara nasional\n27:45 — Krisis mata uang, utang, dan batasan sistem dolar\n33:24 — Energi, perumahan, perbatasan: tiga prioritas Clouston\n38:31 — Mengapa Inggris mungkin masih berada di posisi yang lebih baik daripada Eropa\n42:45 — Inggris sebagai negara bawahan — bagaimana kedaulatan harus digunakan\n46:30 — Krisis iman di balik krisis moral\n48:10 — Inggris menjadi tidak dapat diperintah karena kita lupa cara mengatur diri sendiri\n54:10 — Spiral rasa bersalah dalam masyarakat pemukim Anglo\n56:50 — Apa yang dikatakan orang biasa Seharusnya memang begitu sekarang", "post_id": "9UGsFIoPul0"}}, {"key": "ThePodcastoftheLotusEaters.", "attributes": {"label": "ThePodcastoftheLotusEaters.", "x": 347.2455746337657, "y": 95.65381657079763, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.9219, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "9UGsFIoPul0", "id": "ThePodcastoftheLotusEaters.", "source": "youtube-000001", "content": "Perang Iran Menghancurkan Ekonomi Global dan Inggris Tidak Memiliki Rencana\n\nInggris membangun ekonominya berdasarkan asumsi bahwa stabilitas global bersifat permanen. Energi murah, jalur pelayaran terbuka, supremasi angkatan laut Amerika, dan impor, utang, serta pertumbuhan yang tak terbatas.\n\nSekarang Selat Hormuz secara efektif tertutup, seperlima minyak dunia melewati zona konflik, dan asumsi yang mendasari ekonomi Barat modern mulai retak.\n\nWilliam Clouston memimpin  (SDP). Firas Modad adalah analis geopolitik dan pembawa acara di  Percakapan ini bukan hanya tentang Iran, tetapi tentang apa yang terjadi pada sebuah negara yang berhenti berpikir serius tentang energi, industri, perbatasan, ketahanan, moral, dan, pada akhirnya, peradaban itu sendiri.\n\nKita membahas secara terbuka tentang:\nApa arti penutupan Selat secara militer dan apakah akan pernah dibuka kembali\nBagaimana Inggris akhirnya tidak memiliki cadangan strategis, tidak memiliki swasembada energi, dan tidak memiliki basis industri\nMengapa pemerintah berturut-turut berhenti berpikir seperti penjaga bangsa\nApa yang sebenarnya akan dilakukan pemerintah yang waras tentang energi, manufaktur, dan perbatasan\nPukulan ganda ideologis: purisme perdagangan bebas dan nol emisi gabungan sangat mematikan bagi Inggris\nBagaimana sektor keuangan dikuasai secara ideologis dan gagal melihat krisis yang akan datang\nApakah ekonomi global terintegrasi telah berakhir dan apa yang akan menggantikannya\nBagaimana krisis kepercayaan mendasari krisis moral bangsa dan mengapa pembangkit listrik saja tidak akan memperbaikinya\nApa yang sebenarnya harus mulai dilakukan orang biasa secara berbeda dalam kehidupan mereka sendiri sebagai respons\n\nTemukan karya mereka:\nMakalah Hijau Negara Investasi SDP: https://www.sdp.org.uk\nGeopolitik Firas Modad: https://modadgeopolitics.com\nThe Lotus Eaters: https://lotuseaters.com\n\nEpisode terkait:\n#126 Gary Gerstle — Perang Iran Mengakhiri Ekonomi Global:    • The Iran War Is Ending The Global Economy ...   - #109 William Clouston — Mengapa Politik Inggris Mengatur Bertentangan dengan Kepentingan Nasional:    • Why British Politics Is A Case Study In Go...  \n#112 Firas Modad — Inggris Kehilangan Kendali di Dalam dan Luar Negeri:    • Britain Is Being Hollowed Out — A Geopolit...  \n\nThinking Class adalah podcast wawancara panjang tentang kekuatan budaya, sejarah, dan moral yang membentuk Inggris, Britania Raya, dan dunia Barat yang lebih luas. Dipandu oleh John Gillam.\n\n▶ YouTube:    /   \n✍️ Substack: https://thinkingclass.substack.com\n🎧 Spotify: https://open.spotify.com/show/37vvzrl...\n🍎 Apple Podcasts: https://podcasts.apple.com/gb/podcast...\n🐦 X: https://x.com/thinkingclasses\n\nEpisode baru setiap Kamis pukul 15.00.\n\nBab\n00:00 — Britania Raya membangun ekonominya berdasarkan global stabilitas\n00:55 — Apa yang sebenarnya terjadi di Selat Hormuz?\n06:55 — Apakah globalisasi mulai retak secara permanen?\n10:44 — Apa yang sebenarnya akan dilakukan negara yang waras sekarang? 14:00 — Purisme perdagangan bebas ditambah nol emisi bersih: kombinasi yang mematikan\n16:32 — Apakah sektor keuangan juga dikuasai secara ideologis?\n21:21 — Mengapa kelas penguasa Inggris tidak dapat berpikir secara nasional\n27:45 — Krisis mata uang, utang, dan batasan sistem dolar\n33:24 — Energi, perumahan, perbatasan: tiga prioritas Clouston\n38:31 — Mengapa Inggris mungkin masih berada di posisi yang lebih baik daripada Eropa\n42:45 — Inggris sebagai negara bawahan — bagaimana kedaulatan harus digunakan\n46:30 — Krisis iman di balik krisis moral\n48:10 — Inggris menjadi tidak dapat diperintah karena kita lupa cara mengatur diri sendiri\n54:10 — Spiral rasa bersalah dalam masyarakat pemukim Anglo\n56:50 — Apa yang dikatakan orang biasa Seharusnya memang begitu sekarang", "post_id": "9UGsFIoPul0"}}, {"key": "thinkingclass", "attributes": {"label": "thinkingclass", "x": 466.32116714319835, "y": 119.38112971364522, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.9219, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "9UGsFIoPul0", "id": "thinkingclass", "source": "youtube-000001", "content": "Perang Iran Menghancurkan Ekonomi Global dan Inggris Tidak Memiliki Rencana\n\nInggris membangun ekonominya berdasarkan asumsi bahwa stabilitas global bersifat permanen. Energi murah, jalur pelayaran terbuka, supremasi angkatan laut Amerika, dan impor, utang, serta pertumbuhan yang tak terbatas.\n\nSekarang Selat Hormuz secara efektif tertutup, seperlima minyak dunia melewati zona konflik, dan asumsi yang mendasari ekonomi Barat modern mulai retak.\n\nWilliam Clouston memimpin  (SDP). Firas Modad adalah analis geopolitik dan pembawa acara di  Percakapan ini bukan hanya tentang Iran, tetapi tentang apa yang terjadi pada sebuah negara yang berhenti berpikir serius tentang energi, industri, perbatasan, ketahanan, moral, dan, pada akhirnya, peradaban itu sendiri.\n\nKita membahas secara terbuka tentang:\nApa arti penutupan Selat secara militer dan apakah akan pernah dibuka kembali\nBagaimana Inggris akhirnya tidak memiliki cadangan strategis, tidak memiliki swasembada energi, dan tidak memiliki basis industri\nMengapa pemerintah berturut-turut berhenti berpikir seperti penjaga bangsa\nApa yang sebenarnya akan dilakukan pemerintah yang waras tentang energi, manufaktur, dan perbatasan\nPukulan ganda ideologis: purisme perdagangan bebas dan nol emisi gabungan sangat mematikan bagi Inggris\nBagaimana sektor keuangan dikuasai secara ideologis dan gagal melihat krisis yang akan datang\nApakah ekonomi global terintegrasi telah berakhir dan apa yang akan menggantikannya\nBagaimana krisis kepercayaan mendasari krisis moral bangsa dan mengapa pembangkit listrik saja tidak akan memperbaikinya\nApa yang sebenarnya harus mulai dilakukan orang biasa secara berbeda dalam kehidupan mereka sendiri sebagai respons\n\nTemukan karya mereka:\nMakalah Hijau Negara Investasi SDP: https://www.sdp.org.uk\nGeopolitik Firas Modad: https://modadgeopolitics.com\nThe Lotus Eaters: https://lotuseaters.com\n\nEpisode terkait:\n#126 Gary Gerstle — Perang Iran Mengakhiri Ekonomi Global:    • The Iran War Is Ending The Global Economy ...   - #109 William Clouston — Mengapa Politik Inggris Mengatur Bertentangan dengan Kepentingan Nasional:    • Why British Politics Is A Case Study In Go...  \n#112 Firas Modad — Inggris Kehilangan Kendali di Dalam dan Luar Negeri:    • Britain Is Being Hollowed Out — A Geopolit...  \n\nThinking Class adalah podcast wawancara panjang tentang kekuatan budaya, sejarah, dan moral yang membentuk Inggris, Britania Raya, dan dunia Barat yang lebih luas. Dipandu oleh John Gillam.\n\n▶ YouTube:    /   \n✍️ Substack: https://thinkingclass.substack.com\n🎧 Spotify: https://open.spotify.com/show/37vvzrl...\n🍎 Apple Podcasts: https://podcasts.apple.com/gb/podcast...\n🐦 X: https://x.com/thinkingclasses\n\nEpisode baru setiap Kamis pukul 15.00.\n\nBab\n00:00 — Britania Raya membangun ekonominya berdasarkan global stabilitas\n00:55 — Apa yang sebenarnya terjadi di Selat Hormuz?\n06:55 — Apakah globalisasi mulai retak secara permanen?\n10:44 — Apa yang sebenarnya akan dilakukan negara yang waras sekarang? 14:00 — Purisme perdagangan bebas ditambah nol emisi bersih: kombinasi yang mematikan\n16:32 — Apakah sektor keuangan juga dikuasai secara ideologis?\n21:21 — Mengapa kelas penguasa Inggris tidak dapat berpikir secara nasional\n27:45 — Krisis mata uang, utang, dan batasan sistem dolar\n33:24 — Energi, perumahan, perbatasan: tiga prioritas Clouston\n38:31 — Mengapa Inggris mungkin masih berada di posisi yang lebih baik daripada Eropa\n42:45 — Inggris sebagai negara bawahan — bagaimana kedaulatan harus digunakan\n46:30 — Krisis iman di balik krisis moral\n48:10 — Inggris menjadi tidak dapat diperintah karena kita lupa cara mengatur diri sendiri\n54:10 — Spiral rasa bersalah dalam masyarakat pemukim Anglo\n56:50 — Apa yang dikatakan orang biasa Seharusnya memang begitu sekarang", "post_id": "9UGsFIoPul0"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "attributes": {"label": "@tribunpekanbaruofficial", "x": 213.39606251889887, "y": 971.8975897450473, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "F2oeOUlZwhA", "id": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "youtube-000001", "content": "Israel Perluas Serbuan Militer di Libanon, Prancis Murka, Minta PBB Bertindak\n\n#rino\nlDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\n\nPrancis melontarkan kritik keras terhadap operasi militer Israel di Lebanon dan mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera mengambil tindakan. \n\n\nParis bahkan secara resmi meminta digelarnya pertemuan darurat Dewan Keamanan untuk membahas eskalasi konflik yang semakin memanas di wilayah tersebut.\n\n\nMenteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mengatakan langkah itu diambil setelah pasukan Israel memperluas operasi darat mereka di Lebanon selatan dan berhasil merebut Kastil Beaufort, sebuah benteng bersejarah yang memiliki nilai strategis dan simbolis.\n\n\n“Saya telah meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB,” ujar Barrot, seperti dikutip Anadolu, Minggu 31 Mei.\n\n\nMenurutnya, setiap negara memang memiliki hak untuk mempertahankan diri, termasuk Israel. Namun, ia menegaskan bahwa tidak ada alasan yang dapat membenarkan berlanjutnya operasi militer Israel di wilayah Lebanon maupun pendudukan yang semakin meluas.\n\n\nPrancis menilai langkah militer Israel tersebut sangat mengkhawatirkan dan berpotensi memperburuk stabilitas kawasan Timur Tengah.\n\n\nBarrot bahkan menyebut operasi tersebut sebagai sebuah kesalahan besar yang dapat memicu konsekuensi lebih luas bagi keamanan regional.\n\n\nKekhawatiran Paris muncul di tengah meningkatnya ketegangan di berbagai titik konflik Timur Tengah. \n\n\nSelain menyerukan pembahasan mendesak di PBB, Barrot juga meminta Iran dan Amerika Serikat untuk segera mencapai kesepakatan guna menurunkan tensi yang terus meningkat.\n\n\nBarrot juga turut menyoroti dampak ekonomi global yang muncul akibat ancaman terhadap jalur perdagangan internasional, khususnya Selat Hormuz. \n\n\nMenurutnya, gangguan terhadap jalur vital tersebut sudah mulai dirasakan masyarakat melalui kenaikan biaya energi dan tekanan terhadap perekonomian.\n\n\n“Konsekuensi dari blokade Selat Hormuz dirasakan setiap hari, di pompa bensin, dan secara lebih umum melalui dampaknya pada ekonomi global dan ekonomi Prancis,” ujarnya.\n\n\nIa menambahkan bahwa Prancis masih mempertimbangkan kemungkinan misi untuk menjaga kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Saat ini, pembahasan dan koordinasi dengan Teheran serta Washington masih terus berlangsung.\n\n\nSementara itu, Israel menganggap keberhasilan merebut Kastil Beaufort sebagai pencapaian penting dalam kampanye militernya melawan Hizbullah. \n\n\nPerdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut operasi tersebut sebagai titik balik yang menandai perubahan besar dalam strategi keamanan negaranya.\n\n\n“Hari ini, kita kembali ke Beaufort dengan cara yang berbeda. Kita kembali bersatu, bertekad, dan lebih kuat dari sebelumnya,” kata Netanyahu dalam pernyataan video.\n\n\nIa menegaskan bahwa perebutan kastil bersejarah itu menunjukkan perubahan dramatis dalam kebijakan militer Israel. \n\n\nNetanyahu juga menekankan bahwa pasukannya kini mengambil inisiatif di berbagai medan operasi, mulai dari Gaza, Lebanon hingga Suriah.\n\n\nPerbedaan pandangan yang tajam antara Paris dan Tel Aviv menambah kompleksitas situasi di Timur Tengah. \n\nDengan Prancis mendorong intervensi diplomatik melalui PBB dan Israel melanjutkan operasi militernya, perhatian dunia kini tertuju pada langkah Dewan Keamanan dalam merespons perkembangan terbaru di Lebanon.\n\n\nSumber Video \n\nX/\n\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /", "post_id": "F2oeOUlZwhA"}}, {"key": "IDF", "attributes": {"label": "IDF", "x": 563.2610309511113, "y": 810.388205686034, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.9219, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "F2oeOUlZwhA", "id": "IDF", "source": "youtube-000001", "content": "Israel Perluas Serbuan Militer di Libanon, Prancis Murka, Minta PBB Bertindak\n\n#rino\nlDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\n\nPrancis melontarkan kritik keras terhadap operasi militer Israel di Lebanon dan mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera mengambil tindakan. \n\n\nParis bahkan secara resmi meminta digelarnya pertemuan darurat Dewan Keamanan untuk membahas eskalasi konflik yang semakin memanas di wilayah tersebut.\n\n\nMenteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mengatakan langkah itu diambil setelah pasukan Israel memperluas operasi darat mereka di Lebanon selatan dan berhasil merebut Kastil Beaufort, sebuah benteng bersejarah yang memiliki nilai strategis dan simbolis.\n\n\n“Saya telah meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB,” ujar Barrot, seperti dikutip Anadolu, Minggu 31 Mei.\n\n\nMenurutnya, setiap negara memang memiliki hak untuk mempertahankan diri, termasuk Israel. Namun, ia menegaskan bahwa tidak ada alasan yang dapat membenarkan berlanjutnya operasi militer Israel di wilayah Lebanon maupun pendudukan yang semakin meluas.\n\n\nPrancis menilai langkah militer Israel tersebut sangat mengkhawatirkan dan berpotensi memperburuk stabilitas kawasan Timur Tengah.\n\n\nBarrot bahkan menyebut operasi tersebut sebagai sebuah kesalahan besar yang dapat memicu konsekuensi lebih luas bagi keamanan regional.\n\n\nKekhawatiran Paris muncul di tengah meningkatnya ketegangan di berbagai titik konflik Timur Tengah. \n\n\nSelain menyerukan pembahasan mendesak di PBB, Barrot juga meminta Iran dan Amerika Serikat untuk segera mencapai kesepakatan guna menurunkan tensi yang terus meningkat.\n\n\nBarrot juga turut menyoroti dampak ekonomi global yang muncul akibat ancaman terhadap jalur perdagangan internasional, khususnya Selat Hormuz. \n\n\nMenurutnya, gangguan terhadap jalur vital tersebut sudah mulai dirasakan masyarakat melalui kenaikan biaya energi dan tekanan terhadap perekonomian.\n\n\n“Konsekuensi dari blokade Selat Hormuz dirasakan setiap hari, di pompa bensin, dan secara lebih umum melalui dampaknya pada ekonomi global dan ekonomi Prancis,” ujarnya.\n\n\nIa menambahkan bahwa Prancis masih mempertimbangkan kemungkinan misi untuk menjaga kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Saat ini, pembahasan dan koordinasi dengan Teheran serta Washington masih terus berlangsung.\n\n\nSementara itu, Israel menganggap keberhasilan merebut Kastil Beaufort sebagai pencapaian penting dalam kampanye militernya melawan Hizbullah. \n\n\nPerdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut operasi tersebut sebagai titik balik yang menandai perubahan besar dalam strategi keamanan negaranya.\n\n\n“Hari ini, kita kembali ke Beaufort dengan cara yang berbeda. Kita kembali bersatu, bertekad, dan lebih kuat dari sebelumnya,” kata Netanyahu dalam pernyataan video.\n\n\nIa menegaskan bahwa perebutan kastil bersejarah itu menunjukkan perubahan dramatis dalam kebijakan militer Israel. \n\n\nNetanyahu juga menekankan bahwa pasukannya kini mengambil inisiatif di berbagai medan operasi, mulai dari Gaza, Lebanon hingga Suriah.\n\n\nPerbedaan pandangan yang tajam antara Paris dan Tel Aviv menambah kompleksitas situasi di Timur Tengah. \n\nDengan Prancis mendorong intervensi diplomatik melalui PBB dan Israel melanjutkan operasi militernya, perhatian dunia kini tertuju pada langkah Dewan Keamanan dalam merespons perkembangan terbaru di Lebanon.\n\n\nSumber Video \n\nX/\n\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /", "post_id": "F2oeOUlZwhA"}}, {"key": "tribunpekanbaruofficial", "attributes": {"label": "tribunpekanbaruofficial", "x": 797.3807401582474, "y": 677.5238997078776, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.9219, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "F2oeOUlZwhA", "id": "tribunpekanbaruofficial", "source": "youtube-000001", "content": "Israel Perluas Serbuan Militer di Libanon, Prancis Murka, Minta PBB Bertindak\n\n#rino\nlDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\n\nPrancis melontarkan kritik keras terhadap operasi militer Israel di Lebanon dan mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera mengambil tindakan. \n\n\nParis bahkan secara resmi meminta digelarnya pertemuan darurat Dewan Keamanan untuk membahas eskalasi konflik yang semakin memanas di wilayah tersebut.\n\n\nMenteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mengatakan langkah itu diambil setelah pasukan Israel memperluas operasi darat mereka di Lebanon selatan dan berhasil merebut Kastil Beaufort, sebuah benteng bersejarah yang memiliki nilai strategis dan simbolis.\n\n\n“Saya telah meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB,” ujar Barrot, seperti dikutip Anadolu, Minggu 31 Mei.\n\n\nMenurutnya, setiap negara memang memiliki hak untuk mempertahankan diri, termasuk Israel. Namun, ia menegaskan bahwa tidak ada alasan yang dapat membenarkan berlanjutnya operasi militer Israel di wilayah Lebanon maupun pendudukan yang semakin meluas.\n\n\nPrancis menilai langkah militer Israel tersebut sangat mengkhawatirkan dan berpotensi memperburuk stabilitas kawasan Timur Tengah.\n\n\nBarrot bahkan menyebut operasi tersebut sebagai sebuah kesalahan besar yang dapat memicu konsekuensi lebih luas bagi keamanan regional.\n\n\nKekhawatiran Paris muncul di tengah meningkatnya ketegangan di berbagai titik konflik Timur Tengah. \n\n\nSelain menyerukan pembahasan mendesak di PBB, Barrot juga meminta Iran dan Amerika Serikat untuk segera mencapai kesepakatan guna menurunkan tensi yang terus meningkat.\n\n\nBarrot juga turut menyoroti dampak ekonomi global yang muncul akibat ancaman terhadap jalur perdagangan internasional, khususnya Selat Hormuz. \n\n\nMenurutnya, gangguan terhadap jalur vital tersebut sudah mulai dirasakan masyarakat melalui kenaikan biaya energi dan tekanan terhadap perekonomian.\n\n\n“Konsekuensi dari blokade Selat Hormuz dirasakan setiap hari, di pompa bensin, dan secara lebih umum melalui dampaknya pada ekonomi global dan ekonomi Prancis,” ujarnya.\n\n\nIa menambahkan bahwa Prancis masih mempertimbangkan kemungkinan misi untuk menjaga kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Saat ini, pembahasan dan koordinasi dengan Teheran serta Washington masih terus berlangsung.\n\n\nSementara itu, Israel menganggap keberhasilan merebut Kastil Beaufort sebagai pencapaian penting dalam kampanye militernya melawan Hizbullah. \n\n\nPerdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut operasi tersebut sebagai titik balik yang menandai perubahan besar dalam strategi keamanan negaranya.\n\n\n“Hari ini, kita kembali ke Beaufort dengan cara yang berbeda. Kita kembali bersatu, bertekad, dan lebih kuat dari sebelumnya,” kata Netanyahu dalam pernyataan video.\n\n\nIa menegaskan bahwa perebutan kastil bersejarah itu menunjukkan perubahan dramatis dalam kebijakan militer Israel. \n\n\nNetanyahu juga menekankan bahwa pasukannya kini mengambil inisiatif di berbagai medan operasi, mulai dari Gaza, Lebanon hingga Suriah.\n\n\nPerbedaan pandangan yang tajam antara Paris dan Tel Aviv menambah kompleksitas situasi di Timur Tengah. \n\nDengan Prancis mendorong intervensi diplomatik melalui PBB dan Israel melanjutkan operasi militernya, perhatian dunia kini tertuju pada langkah Dewan Keamanan dalam merespons perkembangan terbaru di Lebanon.\n\n\nSumber Video \n\nX/\n\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /", "post_id": "F2oeOUlZwhA"}}, {"key": "tribunpekanbaru", "attributes": {"label": "tribunpekanbaru", "x": 247.7203555838584, "y": 14.651487877830217, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.9219, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "F2oeOUlZwhA", "id": "tribunpekanbaru", "source": "youtube-000001", "content": "Israel Perluas Serbuan Militer di Libanon, Prancis Murka, Minta PBB Bertindak\n\n#rino\nlDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\n\nPrancis melontarkan kritik keras terhadap operasi militer Israel di Lebanon dan mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera mengambil tindakan. \n\n\nParis bahkan secara resmi meminta digelarnya pertemuan darurat Dewan Keamanan untuk membahas eskalasi konflik yang semakin memanas di wilayah tersebut.\n\n\nMenteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mengatakan langkah itu diambil setelah pasukan Israel memperluas operasi darat mereka di Lebanon selatan dan berhasil merebut Kastil Beaufort, sebuah benteng bersejarah yang memiliki nilai strategis dan simbolis.\n\n\n“Saya telah meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB,” ujar Barrot, seperti dikutip Anadolu, Minggu 31 Mei.\n\n\nMenurutnya, setiap negara memang memiliki hak untuk mempertahankan diri, termasuk Israel. Namun, ia menegaskan bahwa tidak ada alasan yang dapat membenarkan berlanjutnya operasi militer Israel di wilayah Lebanon maupun pendudukan yang semakin meluas.\n\n\nPrancis menilai langkah militer Israel tersebut sangat mengkhawatirkan dan berpotensi memperburuk stabilitas kawasan Timur Tengah.\n\n\nBarrot bahkan menyebut operasi tersebut sebagai sebuah kesalahan besar yang dapat memicu konsekuensi lebih luas bagi keamanan regional.\n\n\nKekhawatiran Paris muncul di tengah meningkatnya ketegangan di berbagai titik konflik Timur Tengah. \n\n\nSelain menyerukan pembahasan mendesak di PBB, Barrot juga meminta Iran dan Amerika Serikat untuk segera mencapai kesepakatan guna menurunkan tensi yang terus meningkat.\n\n\nBarrot juga turut menyoroti dampak ekonomi global yang muncul akibat ancaman terhadap jalur perdagangan internasional, khususnya Selat Hormuz. \n\n\nMenurutnya, gangguan terhadap jalur vital tersebut sudah mulai dirasakan masyarakat melalui kenaikan biaya energi dan tekanan terhadap perekonomian.\n\n\n“Konsekuensi dari blokade Selat Hormuz dirasakan setiap hari, di pompa bensin, dan secara lebih umum melalui dampaknya pada ekonomi global dan ekonomi Prancis,” ujarnya.\n\n\nIa menambahkan bahwa Prancis masih mempertimbangkan kemungkinan misi untuk menjaga kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Saat ini, pembahasan dan koordinasi dengan Teheran serta Washington masih terus berlangsung.\n\n\nSementara itu, Israel menganggap keberhasilan merebut Kastil Beaufort sebagai pencapaian penting dalam kampanye militernya melawan Hizbullah. \n\n\nPerdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut operasi tersebut sebagai titik balik yang menandai perubahan besar dalam strategi keamanan negaranya.\n\n\n“Hari ini, kita kembali ke Beaufort dengan cara yang berbeda. Kita kembali bersatu, bertekad, dan lebih kuat dari sebelumnya,” kata Netanyahu dalam pernyataan video.\n\n\nIa menegaskan bahwa perebutan kastil bersejarah itu menunjukkan perubahan dramatis dalam kebijakan militer Israel. \n\n\nNetanyahu juga menekankan bahwa pasukannya kini mengambil inisiatif di berbagai medan operasi, mulai dari Gaza, Lebanon hingga Suriah.\n\n\nPerbedaan pandangan yang tajam antara Paris dan Tel Aviv menambah kompleksitas situasi di Timur Tengah. \n\nDengan Prancis mendorong intervensi diplomatik melalui PBB dan Israel melanjutkan operasi militernya, perhatian dunia kini tertuju pada langkah Dewan Keamanan dalam merespons perkembangan terbaru di Lebanon.\n\n\nSumber Video \n\nX/\n\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /", "post_id": "F2oeOUlZwhA"}}, {"key": "@V-Today", "attributes": {"label": "@V-Today", "x": 521.8850325373985, "y": 570.326979559969, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ip8nTU0jtXY", "id": "@V-Today", "source": "youtube-000001", "content": "Sah! DPR Ketok Palu Revisi UU P2SK, Sistem Keuanga Baru, Kripto hingga Pinjol Jadi Sorotan\n\nJAKARTA, 4 JUNI 2026  – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI resmi menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Persetujuan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR RI yang membahas pengambilan keputusan tingkat II terhadap revisi UU P2SK.\n\nPemerintah menyambut baik keputusan tersebut. Dalam pendapat akhir pemerintah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa revisi UU P2SK menjadi langkah strategis untuk memperkuat sistem keuangan nasional di tengah tantangan ekonomi global yang masih berlangsung.\n\nDalam sambutannya, Purbaya menjelaskan bahwa kondisi ekonomi dunia masih dibayangi ketidakpastian. Konflik geopolitik, gangguan rantai pasok global, dan fluktuasi harga energi masih menjadi tantangan bagi banyak negara.\n\nMeski demikian, Indonesia mampu menjaga stabilitas ekonomi dengan cukup baik. Pertumbuhan ekonomi nasional tetap berada di atas rata-rata negara-negara G20 dan ASEAN. Selain itu, inflasi juga masih terkendali.\n\nMenurut Purbaya, kondisi tersebut harus dijaga melalui penguatan sektor keuangan yang sehat dan berdaya saing.\n\n\"Pemerintah berkomitmen mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan. Karena itu, Indonesia membutuhkan sektor keuangan yang kokoh dan sehat,\" ujar Purbaya dalam Rapat Paripurna DPR RI.\n\nPurbaya menilai reformasi sektor keuangan yang telah dimulai melalui UU P2SK harus terus dilanjutkan. Langkah tersebut penting agar sektor keuangan mampu mendukung kebutuhan pembiayaan pembangunan nasional.\n\nIa menjelaskan bahwa sektor keuangan berfungsi sebagai penggerak utama aktivitas ekonomi. Melalui sektor ini, pembiayaan dapat disalurkan ke berbagai sektor produktif yang menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.\n\nKarena itu, pemerintah ingin memastikan bahwa sistem keuangan Indonesia tetap stabil, transparan, dan mampu bersaing di tingkat internasional.\n\nSelain menjaga stabilitas, pemerintah juga ingin memperluas inklusi keuangan. Dengan begitu, lebih banyak masyarakat dapat mengakses layanan keuangan secara aman dan mudah.\n\nPerubahan UU P2SK tidak hanya bertujuan memperkuat sektor keuangan. Revisi ini juga menjadi tindak lanjut atas putusan Mahkamah Konstitusi yang memerlukan penyesuaian sejumlah ketentuan dalam undang-undang sebelumnya.\n\nPemerintah bersama DPR kemudian melakukan pembahasan secara intensif dengan melibatkan berbagai pihak. Akademisi, asosiasi industri, pelaku usaha, dan masyarakat turut memberikan masukan selama proses penyusunan revisi UU tersebut.\n\nLangkah ini dilakukan agar regulasi yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan sektor keuangan nasional.\n\nPemerintah dan DPR menyepakati 17 substansi utama dalam revisi UU P2SK. Topik tersebut mencakup berbagai aspek penting dalam sektor keuangan.\n\nBeberapa di antaranya meliputi:\n\nPenguatan kelembagaan OJK.\nPenguatan kelembagaan Bank Indonesia.\nPenguatan kelembagaan LPS.\nEvaluasi kinerja lembaga keuangan oleh DPR.\nPengembangan perbankan syariah.\nDemutualisasi bursa efek.\nPengaturan aset kripto.\nPenanganan pinjaman daring dan perjudian daring.\nPenguatan mekanisme penyidikan sektor jasa keuangan.\nPenyelesaian piutang macet UMKM.\nPengembangan pusat finansial internasional Indonesia.\n\nMenurut pemerintah, seluruh substansi tersebut dirancang untuk memperkuat daya tahan sistem keuangan sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.\n\nPurbaya menegaskan bahwa revisi UU P2SK juga sejalan dengan arah pembangunan nasional yang tertuang dalam program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.\n\nMelalui penguatan sektor keuangan, pemerintah berharap investasi dapat tumbuh lebih cepat. Selain itu, pembiayaan bagi sektor produktif juga akan semakin luas.\n\nJika pembiayaan meningkat, maka pertumbuhan ekonomi dapat berjalan lebih kuat dan berkelanjutan. Dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan.\n\nPersetujuan DPR terhadap revisi UU P2SK menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat fondasi ekonomi Indonesia. Pemerintah berharap regulasi baru ini mampu menciptakan sistem keuangan yang lebih modern, inklusif, dan berdaya saing.\n\nDengan sistem keuangan yang sehat, Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk menarik investasi, meningkatkan produktivitas ekonomi, dan menghadapi berbagai tantangan global di masa depan.\n\nRevisi UU P2SK juga menunjukkan komitmen pemerintah dan DPR dalam membangun sektor keuangan yang mampu mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional serta mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.(*)\n============================================================\nRead More:\n\nhttps://v-today.com/\n\nFollow Us:\n\n  / vtodaydotcom  \n  / vtodaydotcom  \n  / vtodaydotcom  \nhttps://www.threads.com/", "post_id": "ip8nTU0jtXY"}}, {"key": "vtodaydotcom", "attributes": {"label": "vtodaydotcom", "x": 466.2179713298815, "y": 644.903880690445, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ip8nTU0jtXY", "id": "vtodaydotcom", "source": "youtube-000001", "content": "Sah! DPR Ketok Palu Revisi UU P2SK, Sistem Keuanga Baru, Kripto hingga Pinjol Jadi Sorotan\n\nJAKARTA, 4 JUNI 2026  – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI resmi menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Persetujuan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR RI yang membahas pengambilan keputusan tingkat II terhadap revisi UU P2SK.\n\nPemerintah menyambut baik keputusan tersebut. Dalam pendapat akhir pemerintah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa revisi UU P2SK menjadi langkah strategis untuk memperkuat sistem keuangan nasional di tengah tantangan ekonomi global yang masih berlangsung.\n\nDalam sambutannya, Purbaya menjelaskan bahwa kondisi ekonomi dunia masih dibayangi ketidakpastian. Konflik geopolitik, gangguan rantai pasok global, dan fluktuasi harga energi masih menjadi tantangan bagi banyak negara.\n\nMeski demikian, Indonesia mampu menjaga stabilitas ekonomi dengan cukup baik. Pertumbuhan ekonomi nasional tetap berada di atas rata-rata negara-negara G20 dan ASEAN. Selain itu, inflasi juga masih terkendali.\n\nMenurut Purbaya, kondisi tersebut harus dijaga melalui penguatan sektor keuangan yang sehat dan berdaya saing.\n\n\"Pemerintah berkomitmen mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan. Karena itu, Indonesia membutuhkan sektor keuangan yang kokoh dan sehat,\" ujar Purbaya dalam Rapat Paripurna DPR RI.\n\nPurbaya menilai reformasi sektor keuangan yang telah dimulai melalui UU P2SK harus terus dilanjutkan. Langkah tersebut penting agar sektor keuangan mampu mendukung kebutuhan pembiayaan pembangunan nasional.\n\nIa menjelaskan bahwa sektor keuangan berfungsi sebagai penggerak utama aktivitas ekonomi. Melalui sektor ini, pembiayaan dapat disalurkan ke berbagai sektor produktif yang menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.\n\nKarena itu, pemerintah ingin memastikan bahwa sistem keuangan Indonesia tetap stabil, transparan, dan mampu bersaing di tingkat internasional.\n\nSelain menjaga stabilitas, pemerintah juga ingin memperluas inklusi keuangan. Dengan begitu, lebih banyak masyarakat dapat mengakses layanan keuangan secara aman dan mudah.\n\nPerubahan UU P2SK tidak hanya bertujuan memperkuat sektor keuangan. Revisi ini juga menjadi tindak lanjut atas putusan Mahkamah Konstitusi yang memerlukan penyesuaian sejumlah ketentuan dalam undang-undang sebelumnya.\n\nPemerintah bersama DPR kemudian melakukan pembahasan secara intensif dengan melibatkan berbagai pihak. Akademisi, asosiasi industri, pelaku usaha, dan masyarakat turut memberikan masukan selama proses penyusunan revisi UU tersebut.\n\nLangkah ini dilakukan agar regulasi yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan sektor keuangan nasional.\n\nPemerintah dan DPR menyepakati 17 substansi utama dalam revisi UU P2SK. Topik tersebut mencakup berbagai aspek penting dalam sektor keuangan.\n\nBeberapa di antaranya meliputi:\n\nPenguatan kelembagaan OJK.\nPenguatan kelembagaan Bank Indonesia.\nPenguatan kelembagaan LPS.\nEvaluasi kinerja lembaga keuangan oleh DPR.\nPengembangan perbankan syariah.\nDemutualisasi bursa efek.\nPengaturan aset kripto.\nPenanganan pinjaman daring dan perjudian daring.\nPenguatan mekanisme penyidikan sektor jasa keuangan.\nPenyelesaian piutang macet UMKM.\nPengembangan pusat finansial internasional Indonesia.\n\nMenurut pemerintah, seluruh substansi tersebut dirancang untuk memperkuat daya tahan sistem keuangan sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.\n\nPurbaya menegaskan bahwa revisi UU P2SK juga sejalan dengan arah pembangunan nasional yang tertuang dalam program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.\n\nMelalui penguatan sektor keuangan, pemerintah berharap investasi dapat tumbuh lebih cepat. Selain itu, pembiayaan bagi sektor produktif juga akan semakin luas.\n\nJika pembiayaan meningkat, maka pertumbuhan ekonomi dapat berjalan lebih kuat dan berkelanjutan. Dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan.\n\nPersetujuan DPR terhadap revisi UU P2SK menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat fondasi ekonomi Indonesia. Pemerintah berharap regulasi baru ini mampu menciptakan sistem keuangan yang lebih modern, inklusif, dan berdaya saing.\n\nDengan sistem keuangan yang sehat, Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk menarik investasi, meningkatkan produktivitas ekonomi, dan menghadapi berbagai tantangan global di masa depan.\n\nRevisi UU P2SK juga menunjukkan komitmen pemerintah dan DPR dalam membangun sektor keuangan yang mampu mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional serta mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.(*)\n============================================================\nRead More:\n\nhttps://v-today.com/\n\nFollow Us:\n\n  / vtodaydotcom  \n  / vtodaydotcom  \n  / vtodaydotcom  \nhttps://www.threads.com/", "post_id": "ip8nTU0jtXY"}}, {"key": "@BackToJerusalem", "attributes": {"label": "@BackToJerusalem", "x": 431.2223008034063, "y": 917.8174853070761, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Avs97SRlHFY", "id": "@BackToJerusalem", "source": "youtube-000001", "content": "Jalur Kereta Rahasia Tiongkok ke Iran — Mengapa Tidak Ada yang Membicarakan Ini?\n\nAngkatan laut Iran telah lenyap. Angkatan udara mereka telah lenyap. Pertahanan udara mereka telah lenyap. Selat Hormuz telah dicekik. Jalur perbankan vital mereka dengan negara-negara GCC telah diputus. Berdasarkan setiap metrik yang terlihat, Iran seharusnya kehabisan rudal dan drone. Namun — mereka belum kehabisan.\n\nSebagai seorang misionaris yang telah bertahun-tahun melakukan perjalanan antara Tiongkok dan Iran, saya yakin saya tahu alasannya. Dan itu semua berkaitan dengan jalur kereta api baru yang dibuka pada 25 Mei 2025, yang menghubungkan Xi'an, Tiongkok langsung ke Teheran — memangkas waktu pengiriman laut hampir setengahnya.\n\nInisiatif Sabuk dan Jalan Tiongkok telah membangun jalan belakang ke Iran melalui Asia Tengah — melalui Kazakhstan, Uzbekistan, Tajikistan, Turkmenistan — dan tidak ada yang membicarakannya.\n\nSaya bukan ahli strategi militer. Saya seorang misionaris. Tetapi saya menyaksikan mitra kita di Iran menderita, dan saya sangat ingin memahami mengapa koridor ini belum ditangani. Mungkin Anda tahu alasannya.\n\nJika Anda memiliki wawasan—terutama jika Anda mempelajari geopolitik, Asia Tengah, atau strategi militer—silakan bagikan di kolom komentar. Saya ingin belajar.\n\nSementara itu, para misionaris BTJ masih berada di Iran, Lebanon, Yaman, Irak, dan Oman. Mereka tidak akan pergi. Mereka membutuhkan doa dan dukungan Anda.\n\n👉 Penggalangan Dana untuk Misionaris di Zona Perang:\nhttps://backtojerusalem.com/worker-su...\n📖 Buku-buku karya Eugene Bach termasuk \"Jesus in Iran\": https://undergroundpublishing.co.uk/p...\n🙏 Doakan gereja rumah bawah tanah di Iran\n\n---\n📌 BAB\n00:00 — Pendahuluan dari Swedia\n01:19 — Apa yang Saya Dengar dari Mitra di Lapangan\n01:47 — Militer Iran vs. Ukraina: Perbandingan\n04:34 — Pintu Belakang yang Tidak Dibicarakan Siapa Pun\n08:11 — Jebakan Utang Inisiatif Sabuk dan Jalan\n11:09 — Frekuensi Kereta Api MENINGKAT Selama Perang\n12:31 — Kazakhstan: Pusat Utama\n13:52 — UEA, Kuwait, Dubai — Jalur Keuangan Iran Terputus\n17:16 — Kebingungan Jujur Saya sebagai seorang Misionaris\n18:21 — Misionaris di Zona Perang: Mereka Tidak Akan Pergi\n20:25 — Realitas Spiritual di Balik Perang\n22:11 — Rial Iran Jatuh Bebas / Penderitaan Gereja Rumahan\n\n---\nBack to Jerusalem adalah organisasi nirlaba 501(c)(3) yang mendukung misionaris Tionghoa di Jendela 10/40.\n🌐 Situs web: https://backtojerusalem.com\n📺 YouTube:    /", "post_id": "Avs97SRlHFY"}}, {"key": "backtojerusalem", "attributes": {"label": "backtojerusalem", "x": 566.7126976956442, "y": 74.11711293386014, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Avs97SRlHFY", "id": "backtojerusalem", "source": "youtube-000001", "content": "Jalur Kereta Rahasia Tiongkok ke Iran — Mengapa Tidak Ada yang Membicarakan Ini?\n\nAngkatan laut Iran telah lenyap. Angkatan udara mereka telah lenyap. Pertahanan udara mereka telah lenyap. Selat Hormuz telah dicekik. Jalur perbankan vital mereka dengan negara-negara GCC telah diputus. Berdasarkan setiap metrik yang terlihat, Iran seharusnya kehabisan rudal dan drone. Namun — mereka belum kehabisan.\n\nSebagai seorang misionaris yang telah bertahun-tahun melakukan perjalanan antara Tiongkok dan Iran, saya yakin saya tahu alasannya. Dan itu semua berkaitan dengan jalur kereta api baru yang dibuka pada 25 Mei 2025, yang menghubungkan Xi'an, Tiongkok langsung ke Teheran — memangkas waktu pengiriman laut hampir setengahnya.\n\nInisiatif Sabuk dan Jalan Tiongkok telah membangun jalan belakang ke Iran melalui Asia Tengah — melalui Kazakhstan, Uzbekistan, Tajikistan, Turkmenistan — dan tidak ada yang membicarakannya.\n\nSaya bukan ahli strategi militer. Saya seorang misionaris. Tetapi saya menyaksikan mitra kita di Iran menderita, dan saya sangat ingin memahami mengapa koridor ini belum ditangani. Mungkin Anda tahu alasannya.\n\nJika Anda memiliki wawasan—terutama jika Anda mempelajari geopolitik, Asia Tengah, atau strategi militer—silakan bagikan di kolom komentar. Saya ingin belajar.\n\nSementara itu, para misionaris BTJ masih berada di Iran, Lebanon, Yaman, Irak, dan Oman. Mereka tidak akan pergi. Mereka membutuhkan doa dan dukungan Anda.\n\n👉 Penggalangan Dana untuk Misionaris di Zona Perang:\nhttps://backtojerusalem.com/worker-su...\n📖 Buku-buku karya Eugene Bach termasuk \"Jesus in Iran\": https://undergroundpublishing.co.uk/p...\n🙏 Doakan gereja rumah bawah tanah di Iran\n\n---\n📌 BAB\n00:00 — Pendahuluan dari Swedia\n01:19 — Apa yang Saya Dengar dari Mitra di Lapangan\n01:47 — Militer Iran vs. Ukraina: Perbandingan\n04:34 — Pintu Belakang yang Tidak Dibicarakan Siapa Pun\n08:11 — Jebakan Utang Inisiatif Sabuk dan Jalan\n11:09 — Frekuensi Kereta Api MENINGKAT Selama Perang\n12:31 — Kazakhstan: Pusat Utama\n13:52 — UEA, Kuwait, Dubai — Jalur Keuangan Iran Terputus\n17:16 — Kebingungan Jujur Saya sebagai seorang Misionaris\n18:21 — Misionaris di Zona Perang: Mereka Tidak Akan Pergi\n20:25 — Realitas Spiritual di Balik Perang\n22:11 — Rial Iran Jatuh Bebas / Penderitaan Gereja Rumahan\n\n---\nBack to Jerusalem adalah organisasi nirlaba 501(c)(3) yang mendukung misionaris Tionghoa di Jendela 10/40.\n🌐 Situs web: https://backtojerusalem.com\n📺 YouTube:    /", "post_id": "Avs97SRlHFY"}}, {"key": "@PulsePointReport", "attributes": {"label": "@PulsePointReport", "x": 412.9209131445056, "y": 872.8745970209745, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "lknx3B_I2qo", "id": "@PulsePointReport", "source": "youtube-000001", "content": "BANK RUN—Industri Perbankan Moskow RUNTUH saat Warga Rusia Tarik UANG MILIARAN\n\n#Rusia #Makroekonomi #KeamananSiber #Roskomnadzor #PenarikanDanaBank #Putin #InternetBerdaulat #KrisisKeuangan #AnalisisTaktis\n\nApa yang terjadi ketika rezim otoriter yang mencoba menghalangi kebenaran secara tidak sengaja melumpuhkan ekonominya sendiri? Dalam tindakan \"serangan ramah\" digital yang belum pernah terjadi sebelumnya, badan sensor negara Rusia, Roskomnadzor, meluncurkan gelombang pemblokiran IP agresif yang menargetkan Telegram dan VPN. Hasilnya? Kegagalan dahsyat yang secara tidak sengaja memutuskan layanan cloud dan koneksi API tulang punggung keuangan Rusia.\n\nDalam hitungan detik, Sberbank, VTB, Alfa-Bank, dan Sistem Pembayaran Cepat (SBP) runtuh. Kartu digital berubah menjadi plastik yang tidak berguna, kereta bawah tanah membeku, dan perdagangan ritel terhenti. Pemadaman digital ini memicu titik kritis psikologis langsung bagi jutaan warga, memicu penarikan dana besar-besaran senilai miliaran rubel karena massa yang panik bergegas untuk mengosongkan ATM.\n\nDalam video ini, kita akan mengupas kesalahan teknis yang memicu krisis ekonomi beruntun dan mengungkap keretakan fatal di front internal Kremlin:\n\nBOM DIGITAL: Bagaimana algoritma perutean Roskomnadzor membutakan bank-bank terbesar Rusia dan melumpuhkan perdagangan sehari-hari sepenuhnya.\n\nPENGUAPAN 470 MILIAR RUBEL: Mekanisme penarikan dana massal lima tahap klasik, dan mengapa pergeseran mendadak ke ekonomi tunai yang tidak dapat diaudit mencekik anggaran negara.\n\nKEJADIAN KRISIS PROVINSI & PEMBERHENTIAN MASSAL: Bagaimana gelombang kejut keuangan menyebabkan runtuhnya layanan kesehatan lokal di 19 wilayah dan diperkirakan akan menyebabkan lebih dari 105.000 kehilangan pekerjaan.\n\nKONTRAS OLIARCH: Garis patahan berbahaya yang semakin melebar antara warga biasa yang kehilangan akses ke obat-obatan dan 155 miliarder masa perang yang memperluas kekayaan mereka sebesar $68,6 miliar.\n\nJika Anda menyukai analisis kami, Anda dapat mendukung kami dengan membelikan kami kopi ☕️ https://buymeacoffee.com/pprglobal\n\nAnda juga dapat mendengarkan podcast kami di Spotify 🎧 \nhttps://open.spotify.com/show/7diLvLT...\n\nKami mendukung proyek resmi Ukraina, \n\nKami membagikan kampanye United24 untuk Ukraina kepada Anda. Anda dapat mengetahui lebih lanjut dan memberikan dukungan Anda melalui tautan di bawah ini.\n\nSEKUTU BAJA:\nDan berikut tautan untuk Penggalangan Dana #2 — kampanye bersama oleh UNITED24 dan Saint Javelin untuk mengumpulkan dana bagi robot darat penyelamat jiwa.\n\n🔗 https://u24.gov.ua/allies-of-steel?ut...\n\nPemberitahuan hukum:\nVideo ini menggunakan artikel analisis geopolitik asli yang ditulis oleh milscopex.com dan tim PPR Global.\nGambar sampul, visual kreatif, grafik, dan artikel video tunduk pada hak cipta.\nUntuk bisnis dan kolaborasi, silakan hubungi kami di pprglobal", "post_id": "lknx3B_I2qo"}}, {"key": "UNITED24media", "attributes": {"label": "UNITED24media", "x": 12.258435424915781, "y": 210.46447312085715, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "lknx3B_I2qo", "id": "UNITED24media", "source": "youtube-000001", "content": "BANK RUN—Industri Perbankan Moskow RUNTUH saat Warga Rusia Tarik UANG MILIARAN\n\n#Rusia #Makroekonomi #KeamananSiber #Roskomnadzor #PenarikanDanaBank #Putin #InternetBerdaulat #KrisisKeuangan #AnalisisTaktis\n\nApa yang terjadi ketika rezim otoriter yang mencoba menghalangi kebenaran secara tidak sengaja melumpuhkan ekonominya sendiri? Dalam tindakan \"serangan ramah\" digital yang belum pernah terjadi sebelumnya, badan sensor negara Rusia, Roskomnadzor, meluncurkan gelombang pemblokiran IP agresif yang menargetkan Telegram dan VPN. Hasilnya? Kegagalan dahsyat yang secara tidak sengaja memutuskan layanan cloud dan koneksi API tulang punggung keuangan Rusia.\n\nDalam hitungan detik, Sberbank, VTB, Alfa-Bank, dan Sistem Pembayaran Cepat (SBP) runtuh. Kartu digital berubah menjadi plastik yang tidak berguna, kereta bawah tanah membeku, dan perdagangan ritel terhenti. Pemadaman digital ini memicu titik kritis psikologis langsung bagi jutaan warga, memicu penarikan dana besar-besaran senilai miliaran rubel karena massa yang panik bergegas untuk mengosongkan ATM.\n\nDalam video ini, kita akan mengupas kesalahan teknis yang memicu krisis ekonomi beruntun dan mengungkap keretakan fatal di front internal Kremlin:\n\nBOM DIGITAL: Bagaimana algoritma perutean Roskomnadzor membutakan bank-bank terbesar Rusia dan melumpuhkan perdagangan sehari-hari sepenuhnya.\n\nPENGUAPAN 470 MILIAR RUBEL: Mekanisme penarikan dana massal lima tahap klasik, dan mengapa pergeseran mendadak ke ekonomi tunai yang tidak dapat diaudit mencekik anggaran negara.\n\nKEJADIAN KRISIS PROVINSI & PEMBERHENTIAN MASSAL: Bagaimana gelombang kejut keuangan menyebabkan runtuhnya layanan kesehatan lokal di 19 wilayah dan diperkirakan akan menyebabkan lebih dari 105.000 kehilangan pekerjaan.\n\nKONTRAS OLIARCH: Garis patahan berbahaya yang semakin melebar antara warga biasa yang kehilangan akses ke obat-obatan dan 155 miliarder masa perang yang memperluas kekayaan mereka sebesar $68,6 miliar.\n\nJika Anda menyukai analisis kami, Anda dapat mendukung kami dengan membelikan kami kopi ☕️ https://buymeacoffee.com/pprglobal\n\nAnda juga dapat mendengarkan podcast kami di Spotify 🎧 \nhttps://open.spotify.com/show/7diLvLT...\n\nKami mendukung proyek resmi Ukraina, \n\nKami membagikan kampanye United24 untuk Ukraina kepada Anda. Anda dapat mengetahui lebih lanjut dan memberikan dukungan Anda melalui tautan di bawah ini.\n\nSEKUTU BAJA:\nDan berikut tautan untuk Penggalangan Dana #2 — kampanye bersama oleh UNITED24 dan Saint Javelin untuk mengumpulkan dana bagi robot darat penyelamat jiwa.\n\n🔗 https://u24.gov.ua/allies-of-steel?ut...\n\nPemberitahuan hukum:\nVideo ini menggunakan artikel analisis geopolitik asli yang ditulis oleh milscopex.com dan tim PPR Global.\nGambar sampul, visual kreatif, grafik, dan artikel video tunduk pada hak cipta.\nUntuk bisnis dan kolaborasi, silakan hubungi kami di pprglobal", "post_id": "lknx3B_I2qo"}}, {"key": "@yanuarrizky_economy", "attributes": {"label": "@yanuarrizky_economy", "x": 762.8634627497458, "y": 946.6644427531041, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "-sNuCv7WFAU", "id": "@yanuarrizky_economy", "source": "youtube-000001", "content": "Adu Stamina: Pemerintah VS Hedge Fund Global, Siapa yang Bertahan?? | Analisis YR\n\nNilai tukar rupiah dan surat utang negara terus menjadi arena adu stamina yang sengit antara kebijakan pemerintah domestik dan pergerakan dana dari hedge fund global atau yang sering disebut sebagai \"bandar\" pasar keuangan. Mengapa langkah-langkah yang diambil belum mampu membawa rupiah menguat secara signifikan? Di video ini, Saya bersama Mas  membahas  realita di balik dinamika pasar domestik, pergeseran minat investor ke valas, serta dampaknya bagi perekonomian masyarakat biasa. Yuk, simak analisis mendalamnya!\n\nTimestamp Video:\n[00:00] Teaser & Logika Pembentukan Harga Pasar (Konsep Bandar Keuangan)\n[01:02] Kilas Balik Kebijakan Surat Utang Domestik dari Era Jokowi\n[01:36] Porsi SBN di Tangan Asing dan Pengaruh US Treasury Yield\n[02:44] Mengapa Investor Asing Tidak Tertarik dengan Bunga Tetap?\n[04:31] Perbedaan Investor Institusi VS Investor Individu di Pasar\n[05:12] Mengapa Hedge Fund Global Disebut sebagai Bandar?\n[06:40] Aliran Dana dan Pengaruh Pemikiran Kebijakan Fiskal\n[08:09] Dilema Fiskal Negara dan Ketergantungan terhadap Asing\n[09:11] Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Masyarakat Domestik\n[10:17] Fenomena Migrasi Dana Domestik ke Tabungan Valas\n[11:08] Isu Global Bond dan Ekspektasi Nilai Tukar Rupiah\n[12:25] Koreksi Pasar Global (DXY) dan Perbandingannya dengan Mata Uang ASEAN\n[13:37] Benarkah Pelemahan Rupiah Murni karena Faktor Geopolitik?\n[15:02] Realita Hasil Lelang Utang Pemerintah yang Berada di Bawah Target\n[16:54] Perbandingan Yield Global Pemerintah Indonesia dengan US Treasury\n[18:23] Kondisi Perbankan Nasional dan Fenomena Perang Suku Bunga Valas\n[21:09] Kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) per 1 Juni dan Dampak Nyatanya\n[22:07] Kesimpulan Analisis: Ancaman Krisis Kepercayaan Keuangan Domestik\n\n\n#YanuarRizky #AnalisisEkonomi #Rupiah #HedgeFund #KebijakanFiskal #EkonomiIndonesia #PasarKeuangan #Valas\n\n\nSelamat datang di YouTube Channel Resmi Yanuar Rizky. Saluran ini hadir sebagai ruang jernih untuk membedah realita di balik angka—mulai dari kebijakan ekonomi-politik, dinamika fiskal, hingga reformasi struktural yang berdampak langsung pada kedaulatan bangsa.\n\nMari membaca arah zaman secara mandiri, kritis, dan berdaulat. \n\nDukung terus channel ini dengan cara Like, Share, Komentar, dan Subscribe agar diskusi sehat ini menjangkau lebih banyak anak muda dan masyarakat luas. \n\n🔴 Hubungi Kami & Kolaborasi:\n      +62813-8997-9760\n      visiintegritasmedia\n\n\n#enjoyAja #YanuarRizky #EkonomiPolitik #KebijakanPublik #EdukasiEkonomi\n\nDISCLAIMER: Seluruh konten dalam channel ini ditujukan untuk kepentingan edukasi, analisis kebijakan, informasi makro, dan arsip diskusi publik yang independen.", "post_id": "-sNuCv7WFAU"}}, {"key": "Awalilrisky", "attributes": {"label": "Awalilrisky", "x": 289.46532162567917, "y": 704.6034782189738, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "-sNuCv7WFAU", "id": "Awalilrisky", "source": "youtube-000001", "content": "Adu Stamina: Pemerintah VS Hedge Fund Global, Siapa yang Bertahan?? | Analisis YR\n\nNilai tukar rupiah dan surat utang negara terus menjadi arena adu stamina yang sengit antara kebijakan pemerintah domestik dan pergerakan dana dari hedge fund global atau yang sering disebut sebagai \"bandar\" pasar keuangan. Mengapa langkah-langkah yang diambil belum mampu membawa rupiah menguat secara signifikan? Di video ini, Saya bersama Mas  membahas  realita di balik dinamika pasar domestik, pergeseran minat investor ke valas, serta dampaknya bagi perekonomian masyarakat biasa. Yuk, simak analisis mendalamnya!\n\nTimestamp Video:\n[00:00] Teaser & Logika Pembentukan Harga Pasar (Konsep Bandar Keuangan)\n[01:02] Kilas Balik Kebijakan Surat Utang Domestik dari Era Jokowi\n[01:36] Porsi SBN di Tangan Asing dan Pengaruh US Treasury Yield\n[02:44] Mengapa Investor Asing Tidak Tertarik dengan Bunga Tetap?\n[04:31] Perbedaan Investor Institusi VS Investor Individu di Pasar\n[05:12] Mengapa Hedge Fund Global Disebut sebagai Bandar?\n[06:40] Aliran Dana dan Pengaruh Pemikiran Kebijakan Fiskal\n[08:09] Dilema Fiskal Negara dan Ketergantungan terhadap Asing\n[09:11] Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Masyarakat Domestik\n[10:17] Fenomena Migrasi Dana Domestik ke Tabungan Valas\n[11:08] Isu Global Bond dan Ekspektasi Nilai Tukar Rupiah\n[12:25] Koreksi Pasar Global (DXY) dan Perbandingannya dengan Mata Uang ASEAN\n[13:37] Benarkah Pelemahan Rupiah Murni karena Faktor Geopolitik?\n[15:02] Realita Hasil Lelang Utang Pemerintah yang Berada di Bawah Target\n[16:54] Perbandingan Yield Global Pemerintah Indonesia dengan US Treasury\n[18:23] Kondisi Perbankan Nasional dan Fenomena Perang Suku Bunga Valas\n[21:09] Kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) per 1 Juni dan Dampak Nyatanya\n[22:07] Kesimpulan Analisis: Ancaman Krisis Kepercayaan Keuangan Domestik\n\n\n#YanuarRizky #AnalisisEkonomi #Rupiah #HedgeFund #KebijakanFiskal #EkonomiIndonesia #PasarKeuangan #Valas\n\n\nSelamat datang di YouTube Channel Resmi Yanuar Rizky. Saluran ini hadir sebagai ruang jernih untuk membedah realita di balik angka—mulai dari kebijakan ekonomi-politik, dinamika fiskal, hingga reformasi struktural yang berdampak langsung pada kedaulatan bangsa.\n\nMari membaca arah zaman secara mandiri, kritis, dan berdaulat. \n\nDukung terus channel ini dengan cara Like, Share, Komentar, dan Subscribe agar diskusi sehat ini menjangkau lebih banyak anak muda dan masyarakat luas. \n\n🔴 Hubungi Kami & Kolaborasi:\n      +62813-8997-9760\n      visiintegritasmedia\n\n\n#enjoyAja #YanuarRizky #EkonomiPolitik #KebijakanPublik #EdukasiEkonomi\n\nDISCLAIMER: Seluruh konten dalam channel ini ditujukan untuk kepentingan edukasi, analisis kebijakan, informasi makro, dan arsip diskusi publik yang independen.", "post_id": "-sNuCv7WFAU"}}, {"key": "@SnapFlash", "attributes": {"label": "@SnapFlash", "x": 389.94600660256174, "y": 657.8123432766923, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "JJy0vP7zJLg", "id": "@SnapFlash", "source": "youtube-000001", "content": "Kemitraan Botswana–Uni Eropa Perkuat Perdagangan, Lapangan Kerja & Tambahan Dana 8 Juta Euro Dium...\n\nBotswana dan Uni Eropa memperingati Hari Eropa di Gaborone dengan diskusi tingkat tinggi tentang diplomasi, perdagangan, kerja sama pembangunan, dan transformasi ekonomi.\n\nAcara tersebut mempertemukan para diplomat, pejabat pemerintah, dan mitra pembangunan untuk merefleksikan 45 tahun kemitraan antara Botswana dan Uni Eropa — sebuah hubungan yang dibangun di atas demokrasi, stabilitas, dan kemakmuran bersama.\n\nUni Eropa memuji Botswana sebagai salah satu contoh tata kelola demokrasi terkuat di Afrika dan menyoroti dukungan berkelanjutan untuk sektor-sektor kunci termasuk transformasi hijau, inovasi digital, pertanian, pariwisata, pengelolaan air, dan pengembangan masyarakat sipil.\n\nSalah satu sorotan utama adalah pengumuman program senilai 8 juta euro yang bertujuan untuk memperkuat ekowisata dan hortikultura — sektor-sektor yang diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja dan mendukung diversifikasi ekonomi di Botswana.\n\nNamun di samping perayaan tersebut, para pejabat Uni Eropa juga memperingatkan tentang meningkatnya ketidakstabilan global yang didorong oleh konflik, ketegangan geopolitik, dan ketidakpastian ekonomi, serta menyerukan kerja sama internasional yang lebih kuat.\n\nMenteri Hubungan Internasional Botswana, Phenyo Butale, menegaskan kembali komitmen negara tersebut terhadap kemitraannya dengan Uni Eropa, menekankan pentingnya kemitraan tersebut dalam bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pembangunan berkelanjutan.\n\nSaat Duta Besar Petra Pereyra bersiap untuk mengakhiri misi diplomatiknya di Botswana, acara tersebut juga menghadirkan refleksi emosional tentang masa jabatannya dan peran Botswana di panggung global.\n\n💬 Namun pertanyaan besar tetap ada — apakah Botswana menggunakan kemitraan internasional seperti hubungan dengan Uni Eropa secara efektif untuk menciptakan lapangan kerja dan peluang bagi kaum muda?\n\n👇 Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar.\n\n🔔 Jangan lupa untuk menyukai, berlangganan, dan mengaktifkan notifikasi untuk berita terkini, politik, dan urusan global lainnya dari SnapFlash.\n\n🎙️ Teruslah bertanya. Tetaplah terinformasi.\n\n#Botswana #UniEropa #UE #Gaborone #HariEropa #BeritaBotswana #Perdagangan #Investasi #PembangunanEkonomi #BeritaAfrika #SnapFlash #HubunganInternasional #BantuanPembangunan #EkonomiHijau #PekerjaanPemuda #ekonomiBotswana\n\nTetap terhubung dengan SnapFlash!\n\nSuka dengan apa yang kami lakukan? Dukung SnapFlash dengan membelikan kami kopi! ☕ Kontribusi Anda membantu kami tetap independen, meningkatkan konten kami, dan menghadirkan kisah-kisah yang paling penting bagi Anda. Setiap sedikit pun berarti! https://buymeacoffee.com/snapflash\n\nBerlangganan saluran YouTube kami untuk pembaruan terbaru: youtube.com/?sub_confirmati...\n\nTunjukkan dukungan Anda untuk SnapFlash dengan membeli merchandise! Setiap pembelian membantu menjaga kelangsungan saluran ini – terima kasih telah menjadi bagian dari komunitas SnapFlash! Belanja di sini: https://snapflash.myspreadshop.co.uk/\n\nIkuti kami di X untuk berita dan pembaruan: x.com/snapflashnews\n\nGabung ke saluran WhatsApp kami untuk akses mudah: https://whatsapp.com/channel/0029VaoE...\n\nMenjadi anggota SnapFlash dan nikmati konten eksklusif:    /", "post_id": "JJy0vP7zJLg"}}, {"key": "SnapFlash", "attributes": {"label": "SnapFlash", "x": 382.5573164013084, "y": 275.4572579868966, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.2445, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "JJy0vP7zJLg", "id": "SnapFlash", "source": "youtube-000001", "content": "Kemitraan Botswana–Uni Eropa Perkuat Perdagangan, Lapangan Kerja & Tambahan Dana 8 Juta Euro Dium...\n\nBotswana dan Uni Eropa memperingati Hari Eropa di Gaborone dengan diskusi tingkat tinggi tentang diplomasi, perdagangan, kerja sama pembangunan, dan transformasi ekonomi.\n\nAcara tersebut mempertemukan para diplomat, pejabat pemerintah, dan mitra pembangunan untuk merefleksikan 45 tahun kemitraan antara Botswana dan Uni Eropa — sebuah hubungan yang dibangun di atas demokrasi, stabilitas, dan kemakmuran bersama.\n\nUni Eropa memuji Botswana sebagai salah satu contoh tata kelola demokrasi terkuat di Afrika dan menyoroti dukungan berkelanjutan untuk sektor-sektor kunci termasuk transformasi hijau, inovasi digital, pertanian, pariwisata, pengelolaan air, dan pengembangan masyarakat sipil.\n\nSalah satu sorotan utama adalah pengumuman program senilai 8 juta euro yang bertujuan untuk memperkuat ekowisata dan hortikultura — sektor-sektor yang diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja dan mendukung diversifikasi ekonomi di Botswana.\n\nNamun di samping perayaan tersebut, para pejabat Uni Eropa juga memperingatkan tentang meningkatnya ketidakstabilan global yang didorong oleh konflik, ketegangan geopolitik, dan ketidakpastian ekonomi, serta menyerukan kerja sama internasional yang lebih kuat.\n\nMenteri Hubungan Internasional Botswana, Phenyo Butale, menegaskan kembali komitmen negara tersebut terhadap kemitraannya dengan Uni Eropa, menekankan pentingnya kemitraan tersebut dalam bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pembangunan berkelanjutan.\n\nSaat Duta Besar Petra Pereyra bersiap untuk mengakhiri misi diplomatiknya di Botswana, acara tersebut juga menghadirkan refleksi emosional tentang masa jabatannya dan peran Botswana di panggung global.\n\n💬 Namun pertanyaan besar tetap ada — apakah Botswana menggunakan kemitraan internasional seperti hubungan dengan Uni Eropa secara efektif untuk menciptakan lapangan kerja dan peluang bagi kaum muda?\n\n👇 Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar.\n\n🔔 Jangan lupa untuk menyukai, berlangganan, dan mengaktifkan notifikasi untuk berita terkini, politik, dan urusan global lainnya dari SnapFlash.\n\n🎙️ Teruslah bertanya. Tetaplah terinformasi.\n\n#Botswana #UniEropa #UE #Gaborone #HariEropa #BeritaBotswana #Perdagangan #Investasi #PembangunanEkonomi #BeritaAfrika #SnapFlash #HubunganInternasional #BantuanPembangunan #EkonomiHijau #PekerjaanPemuda #ekonomiBotswana\n\nTetap terhubung dengan SnapFlash!\n\nSuka dengan apa yang kami lakukan? Dukung SnapFlash dengan membelikan kami kopi! ☕ Kontribusi Anda membantu kami tetap independen, meningkatkan konten kami, dan menghadirkan kisah-kisah yang paling penting bagi Anda. Setiap sedikit pun berarti! https://buymeacoffee.com/snapflash\n\nBerlangganan saluran YouTube kami untuk pembaruan terbaru: youtube.com/?sub_confirmati...\n\nTunjukkan dukungan Anda untuk SnapFlash dengan membeli merchandise! Setiap pembelian membantu menjaga kelangsungan saluran ini – terima kasih telah menjadi bagian dari komunitas SnapFlash! Belanja di sini: https://snapflash.myspreadshop.co.uk/\n\nIkuti kami di X untuk berita dan pembaruan: x.com/snapflashnews\n\nGabung ke saluran WhatsApp kami untuk akses mudah: https://whatsapp.com/channel/0029VaoE...\n\nMenjadi anggota SnapFlash dan nikmati konten eksklusif:    /", "post_id": "JJy0vP7zJLg"}}, {"key": "snapflash", "attributes": {"label": "snapflash", "x": 243.78485452826914, "y": 624.2590662112821, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.2445, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "JJy0vP7zJLg", "id": "snapflash", "source": "youtube-000001", "content": "Kemitraan Botswana–Uni Eropa Perkuat Perdagangan, Lapangan Kerja & Tambahan Dana 8 Juta Euro Dium...\n\nBotswana dan Uni Eropa memperingati Hari Eropa di Gaborone dengan diskusi tingkat tinggi tentang diplomasi, perdagangan, kerja sama pembangunan, dan transformasi ekonomi.\n\nAcara tersebut mempertemukan para diplomat, pejabat pemerintah, dan mitra pembangunan untuk merefleksikan 45 tahun kemitraan antara Botswana dan Uni Eropa — sebuah hubungan yang dibangun di atas demokrasi, stabilitas, dan kemakmuran bersama.\n\nUni Eropa memuji Botswana sebagai salah satu contoh tata kelola demokrasi terkuat di Afrika dan menyoroti dukungan berkelanjutan untuk sektor-sektor kunci termasuk transformasi hijau, inovasi digital, pertanian, pariwisata, pengelolaan air, dan pengembangan masyarakat sipil.\n\nSalah satu sorotan utama adalah pengumuman program senilai 8 juta euro yang bertujuan untuk memperkuat ekowisata dan hortikultura — sektor-sektor yang diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja dan mendukung diversifikasi ekonomi di Botswana.\n\nNamun di samping perayaan tersebut, para pejabat Uni Eropa juga memperingatkan tentang meningkatnya ketidakstabilan global yang didorong oleh konflik, ketegangan geopolitik, dan ketidakpastian ekonomi, serta menyerukan kerja sama internasional yang lebih kuat.\n\nMenteri Hubungan Internasional Botswana, Phenyo Butale, menegaskan kembali komitmen negara tersebut terhadap kemitraannya dengan Uni Eropa, menekankan pentingnya kemitraan tersebut dalam bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pembangunan berkelanjutan.\n\nSaat Duta Besar Petra Pereyra bersiap untuk mengakhiri misi diplomatiknya di Botswana, acara tersebut juga menghadirkan refleksi emosional tentang masa jabatannya dan peran Botswana di panggung global.\n\n💬 Namun pertanyaan besar tetap ada — apakah Botswana menggunakan kemitraan internasional seperti hubungan dengan Uni Eropa secara efektif untuk menciptakan lapangan kerja dan peluang bagi kaum muda?\n\n👇 Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar.\n\n🔔 Jangan lupa untuk menyukai, berlangganan, dan mengaktifkan notifikasi untuk berita terkini, politik, dan urusan global lainnya dari SnapFlash.\n\n🎙️ Teruslah bertanya. Tetaplah terinformasi.\n\n#Botswana #UniEropa #UE #Gaborone #HariEropa #BeritaBotswana #Perdagangan #Investasi #PembangunanEkonomi #BeritaAfrika #SnapFlash #HubunganInternasional #BantuanPembangunan #EkonomiHijau #PekerjaanPemuda #ekonomiBotswana\n\nTetap terhubung dengan SnapFlash!\n\nSuka dengan apa yang kami lakukan? Dukung SnapFlash dengan membelikan kami kopi! ☕ Kontribusi Anda membantu kami tetap independen, meningkatkan konten kami, dan menghadirkan kisah-kisah yang paling penting bagi Anda. Setiap sedikit pun berarti! https://buymeacoffee.com/snapflash\n\nBerlangganan saluran YouTube kami untuk pembaruan terbaru: youtube.com/?sub_confirmati...\n\nTunjukkan dukungan Anda untuk SnapFlash dengan membeli merchandise! Setiap pembelian membantu menjaga kelangsungan saluran ini – terima kasih telah menjadi bagian dari komunitas SnapFlash! Belanja di sini: https://snapflash.myspreadshop.co.uk/\n\nIkuti kami di X untuk berita dan pembaruan: x.com/snapflashnews\n\nGabung ke saluran WhatsApp kami untuk akses mudah: https://whatsapp.com/channel/0029VaoE...\n\nMenjadi anggota SnapFlash dan nikmati konten eksklusif:    /", "post_id": "JJy0vP7zJLg"}}, {"key": "@BeritaSatuChannel", "attributes": {"label": "@BeritaSatuChannel", "x": 96.89588200278764, "y": 735.8337935873359, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "21md-2fT2c4", "id": "@BeritaSatuChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Di Depan Emmanuel Macron, Presiden Prabowo Suarakan Kemerdekaan Palestina\n\nPresiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan komitmen kuatnya agar hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis terus melangkah maju dengan arah yang jelas di berbagai sektor strategis. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo dalam pidato resminya pada konferensi pers bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris. Pemimpin kedua negara sepakat mempererat komitmen strategis komprehensif guna menghadapi ketidakpastian situasi global saat ini.\n\nDalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya memperluas kerja sama konkret di bidang pertahanan, energi bersih, riset, sains, hingga pendidikan masa depan, termasuk instruksi pembelajaran bahasa Prancis di sekolah-sekolah Indonesia. Selain penguatan kerja sama bilateral dan ekonomi via France-Indonesia High Level Business Council, Presiden Prabowo juga menyuarakan visi perdamaian dunia global, terutama apresiasi terhadap posisi Prancis yang konsisten mendukung solusi dua negara (two-state solution) demi tegaknya keadilan dan kemerdekaan bagi rakyat Palestina.\n\n📌 Poin-Poin Utama Pidato Presiden Prabowo:\nApresiasi Diplomasi Tinggi: Ungkapan terima kasih yang mendalam atas penyambutan penuh kehormatan bagi delegasi Indonesia di benua Eropa.\nAkselerasi Kerja Sama Bilateral: Mendorong implementasi komprehensif perjanjian Indonesia-European Union CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement) secara seimbang dan berdampak nyata.\nInstruksi Pendidikan Bahasa: Kebijakan baru dari Presiden Prabowo agar institusi sekolah di Indonesia mulai mengadopsi pembelajaran bahasa Prancis guna mempersiapkan masa depan dunia yang multipolar.\nSinergi Ekonomi Berdampak: Menyambut baik pembentukan France-Indonesia High Level Business Council untuk menarik investasi berkelanjutan dari perusahaan-perusahaan besar Prancis.\nSolusi Dua Negara untuk Palestina: Penegasan sikap tegas Indonesia bahwa perdamaian hakiki di Timur Tengah dan rantai pasok global tidak akan tercapai tanpa adanya keadilan bagi kemerdekaan Palestina.\n\n⏱️ Timestamp Video:\n[00:41] - Ucapan Terima Kasih Presiden Prabowo atas Sambutan Hangat di Istana Élysée\n[01:49] - Catatan Diplomasi: Penguatan Hubungan RI-Prancis di Tingkat Tertinggi\n[03:17] - Sinergi Bilateral: Fokus Sektor Pertahanan, Sains, Teknologi, dan Energi Bersih\n[03:40] - Kebijakan Baru: Instruksi Pembelajaran Bahasa Prancis di Sekolah Indonesia\n[05:20] - Kerja Sama Ekonomi & Pembentukan France-Indonesia High Level Business Council\n[06:50] - Komitmen Geopolitik Global: Stabilitas Timur Tengah dan Dampaknya pada Energi Dunia\n[07:15] - Sikap Tegas RI & Prancis Dukung Solusi Dua Negara untuk Kemerdekaan Palestina\n[09:30] - Harapan Presiden Prabowo untuk Hubungan Indonesia-Prancis di Masa Depan\n\n📢 Mari Berdiskusi!\nBagaimana opini Anda mengenai poin-poin pidato Presiden Prabowo Subianto di Prancis, terutama mengenai instruksi pembelajaran bahasa Prancis serta komitmen geopolitiknya? Tulis pandangan cerdas Anda di bawah!\n\nJangan lupa untuk LIKE, SHARE, dan SUBSCRIBE ke channel ‪‬  untuk terus mendapatkan draf informasi berita nasional, breaking news, dan diplomasi internasional terlengkap.\n\n🔗 Link Video Terkait:\nSaksikan tayangan lengkapnya di sini:    • Di Depan Emmanuel Macron, Presiden Prabowo...  \n\n#PrabowoSubianto #EmmanuelMacron #IndonesiaPrancis #BeritaSatu #PidatoPresiden #DiplomasiRI #IstanaElysee #TwoStateSolution #Palestina #BreakingNews #BeritaTerkini #Beritasatu\n#SaatnyaMajuBersama\n\nPastikan kamu subscribe dan aktifkan juga tombol lonceng untuk mendapatkan notifikasi video terbaru dari BeritaSatu.\n\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------\nKunjungi juga social media channel kami :\n\nOfficial Website: https://www.beritasatu.com\nWhatsapp : https://whatsapp.com/channel/0029Vb2l...\nTwitter       :   / beritasatu  \nFacebook :   / beritasatu  \nInstagram :   / beritasatu  \nTiktok        :   / beritasatuofficial  \n\n__________________________________________________________________________________", "post_id": "21md-2fT2c4"}}, {"key": "BeritaSatuChannel", "attributes": {"label": "BeritaSatuChannel", "x": 140.90034031775943, "y": 232.80086864199822, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "21md-2fT2c4", "id": "BeritaSatuChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Di Depan Emmanuel Macron, Presiden Prabowo Suarakan Kemerdekaan Palestina\n\nPresiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan komitmen kuatnya agar hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis terus melangkah maju dengan arah yang jelas di berbagai sektor strategis. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo dalam pidato resminya pada konferensi pers bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris. Pemimpin kedua negara sepakat mempererat komitmen strategis komprehensif guna menghadapi ketidakpastian situasi global saat ini.\n\nDalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya memperluas kerja sama konkret di bidang pertahanan, energi bersih, riset, sains, hingga pendidikan masa depan, termasuk instruksi pembelajaran bahasa Prancis di sekolah-sekolah Indonesia. Selain penguatan kerja sama bilateral dan ekonomi via France-Indonesia High Level Business Council, Presiden Prabowo juga menyuarakan visi perdamaian dunia global, terutama apresiasi terhadap posisi Prancis yang konsisten mendukung solusi dua negara (two-state solution) demi tegaknya keadilan dan kemerdekaan bagi rakyat Palestina.\n\n📌 Poin-Poin Utama Pidato Presiden Prabowo:\nApresiasi Diplomasi Tinggi: Ungkapan terima kasih yang mendalam atas penyambutan penuh kehormatan bagi delegasi Indonesia di benua Eropa.\nAkselerasi Kerja Sama Bilateral: Mendorong implementasi komprehensif perjanjian Indonesia-European Union CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement) secara seimbang dan berdampak nyata.\nInstruksi Pendidikan Bahasa: Kebijakan baru dari Presiden Prabowo agar institusi sekolah di Indonesia mulai mengadopsi pembelajaran bahasa Prancis guna mempersiapkan masa depan dunia yang multipolar.\nSinergi Ekonomi Berdampak: Menyambut baik pembentukan France-Indonesia High Level Business Council untuk menarik investasi berkelanjutan dari perusahaan-perusahaan besar Prancis.\nSolusi Dua Negara untuk Palestina: Penegasan sikap tegas Indonesia bahwa perdamaian hakiki di Timur Tengah dan rantai pasok global tidak akan tercapai tanpa adanya keadilan bagi kemerdekaan Palestina.\n\n⏱️ Timestamp Video:\n[00:41] - Ucapan Terima Kasih Presiden Prabowo atas Sambutan Hangat di Istana Élysée\n[01:49] - Catatan Diplomasi: Penguatan Hubungan RI-Prancis di Tingkat Tertinggi\n[03:17] - Sinergi Bilateral: Fokus Sektor Pertahanan, Sains, Teknologi, dan Energi Bersih\n[03:40] - Kebijakan Baru: Instruksi Pembelajaran Bahasa Prancis di Sekolah Indonesia\n[05:20] - Kerja Sama Ekonomi & Pembentukan France-Indonesia High Level Business Council\n[06:50] - Komitmen Geopolitik Global: Stabilitas Timur Tengah dan Dampaknya pada Energi Dunia\n[07:15] - Sikap Tegas RI & Prancis Dukung Solusi Dua Negara untuk Kemerdekaan Palestina\n[09:30] - Harapan Presiden Prabowo untuk Hubungan Indonesia-Prancis di Masa Depan\n\n📢 Mari Berdiskusi!\nBagaimana opini Anda mengenai poin-poin pidato Presiden Prabowo Subianto di Prancis, terutama mengenai instruksi pembelajaran bahasa Prancis serta komitmen geopolitiknya? Tulis pandangan cerdas Anda di bawah!\n\nJangan lupa untuk LIKE, SHARE, dan SUBSCRIBE ke channel ‪‬  untuk terus mendapatkan draf informasi berita nasional, breaking news, dan diplomasi internasional terlengkap.\n\n🔗 Link Video Terkait:\nSaksikan tayangan lengkapnya di sini:    • Di Depan Emmanuel Macron, Presiden Prabowo...  \n\n#PrabowoSubianto #EmmanuelMacron #IndonesiaPrancis #BeritaSatu #PidatoPresiden #DiplomasiRI #IstanaElysee #TwoStateSolution #Palestina #BreakingNews #BeritaTerkini #Beritasatu\n#SaatnyaMajuBersama\n\nPastikan kamu subscribe dan aktifkan juga tombol lonceng untuk mendapatkan notifikasi video terbaru dari BeritaSatu.\n\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------\nKunjungi juga social media channel kami :\n\nOfficial Website: https://www.beritasatu.com\nWhatsapp : https://whatsapp.com/channel/0029Vb2l...\nTwitter       :   / beritasatu  \nFacebook :   / beritasatu  \nInstagram :   / beritasatu  \nTiktok        :   / beritasatuofficial  \n\n__________________________________________________________________________________", "post_id": "21md-2fT2c4"}}, {"key": "@KamalTalks79", "attributes": {"label": "@KamalTalks79", "x": 986.9854152016087, "y": 989.6865598669913, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "EaFb9nSR2tM", "id": "@KamalTalks79", "source": "youtube-000001", "content": "PSX Mencapai Level Tertinggi Baru! Mengapa FFC & TRG Melonjak 📈| Anggaran 2026, Pembicaraan Iran-...\n\n💥Prospek KSE-100 untuk minggu mendatang\n📈 Reli TRG karena peningkatan kepemilikan saham JS Bank (kepercayaan institusional),\n📈 Reli FFC karena proyek konversi batubara menjadi urea senilai $1,12 miliar (katalis pertumbuhan jangka panjang),\n🇵🇰 Anggaran FY27 sebagai peristiwa penting berikutnya yang akan menggerakkan pasar,\n🔥 Harga minyak, perundingan perdamaian Iran-AS, dan ekspektasi anggaran digabungkan menjadi satu prospek PSX yang berorientasi ke depan.\n\n✅ Dampak negosiasi perdamaian AS-Iran terhadap pasar global\n✅ Penurunan harga minyak internasional sebesar 19% selama Mei 2026\n✅ Pengurangan harga bensin dan solar sebesar Rs. 22 per liter oleh pemerintah Pakistan\n✅ Bagaimana harga minyak yang lebih rendah dapat menguntungkan perekonomian Pakistan, prospek inflasi, neraca transaksi berjalan, dan pasar saham\n✅ Implikasi dari kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz\n\nPenurunan harga minyak mentah baru-baru ini, ditambah dengan meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, telah secara signifikan meningkatkan sentimen investor dan memperkuat ekspektasi stabilitas ekonomi di Pakistan.\n\nShakil Anwer Kamal adalah seorang\n\"Ekonom dan Pakar Pasar Modal dengan Pengalaman Mengajar yang Luas di bidang Ekonomi dan Manajemen Keuangan; Berdedikasi untuk Menjembatani Dunia Akademik dan Wawasan Keuangan Dunia Nyata, Juga Kontributor Digital Futuristik tentang Tren Ekonomi.\"\n\nPenafian:\n\"Video ini semata-mata untuk tujuan pendidikan dan memberikan informasi, dan tidak dimaksudkan untuk memberikan nasihat apa pun. Informasi yang dibagikan hanyalah pandangan pribadi. Di mana pun nama saham/saham atau reksa dana disebutkan, ini hanya untuk tujuan pendidikan dan informasi. Pasar saham dan investasi bisa berisiko, mohon minta nasihat profesional sebelum mengambil keputusan apa pun.\"\n\nPelajari perdagangan pasar saham bersama Shakil Anwer Kamal dan daftarkan diri Anda di sesi berikutnya.\n\nEmail: economist.shakil\n\nSilakan berlangganan saluran YouTube ini:\n   /   \n\nDan terhubung dengan Bapak Shakil Anwer Kamal di media sosial:\nTwitter: shakil_ak\nLinkedIn:\n  / shakil-anwer-kamal-23243633  \nFacebook:\n  / shakilanwerkamal  \n\nDan bergabunglah dengan grup WhatsApp premium kami untuk pembaruan harian: https://chat.whatsapp.com/FAMk1jnxW4s...\n\n#PSX #KSE100 #PakistanStockExchange #FFC #TRG #PTC #DCL #OilPrices #IranUSTalks #PakistanEconomy #StocksToWatch #StockMarketPakistan #ShakilAnwerKamal\n#pakistanstockexchangenews #kse #pakistanstockexchange #pakistanstockmarket #stockmarket #pakistan #companyresults #cashdividend #financialresults #newsupdates #stock #Mari #dividends #alfaadhi #dividend #dividendstocks #psx #index #mmfinancialspakistan #pakistanstocks #cryptoworld #stockmarketinvesting #stockmarketeducation #financialeducation #nasdaq #sharebazar #heatmap #nasdaqfutures #nasdaqtrading #sazew #cryptoworldevolution\n\nPrediksi pasar saham untuk hari Senin\nAnalisis pasar saham untuk besok\nAnalisis grafik pasar saham hari ini\nAnalisis PSX hari ini\nTrading untuk pemula di Pakistan\nCara membeli saham di Pakistan\nPasar saham untuk pemula di Pakistan\nCara menganalisis pasar saham\nInvestasi di Pakistan\nUsaha kecil di Pakistan\nMengapa Pakistan penting bagi dunia\nCara mempelajari pergerakan harga di pasar saham\nCara menghasilkan uang di Pakistan\nAnalisis saham Mari Petroleum\nCara menganalisis perusahaan untuk investasi\nHarga pasar Pakistan hari ini\nPasar saham Pakistan hari ini\nAnalisis teknikal pasar\nTips pasar saham terbaik.\nPasar saham Pakistan, pasar saham Pakistan untuk pemula, pasar saham Pakistan hari ini, pembaruan pasar saham Pakistan, kursus pasar saham Pakistan, analisis pasar saham Pakistan, perdagangan pasar saham Pakistan, aplikasi pasar saham Pakistan, berita pasar saham Pakistan hari ini, berita pasar saham Pakistan\nBisnis terbaik di Pakistan\nSaham menguntungkan untuk dibeli hari ini\nPengetahuan dasar tentang pasar saham\nEkonomi Pakistan", "post_id": "EaFb9nSR2tM"}}, {"key": "kamaltalks79", "attributes": {"label": "kamaltalks79", "x": 963.7057528351277, "y": 779.2770929702691, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "EaFb9nSR2tM", "id": "kamaltalks79", "source": "youtube-000001", "content": "PSX Mencapai Level Tertinggi Baru! Mengapa FFC & TRG Melonjak 📈| Anggaran 2026, Pembicaraan Iran-...\n\n💥Prospek KSE-100 untuk minggu mendatang\n📈 Reli TRG karena peningkatan kepemilikan saham JS Bank (kepercayaan institusional),\n📈 Reli FFC karena proyek konversi batubara menjadi urea senilai $1,12 miliar (katalis pertumbuhan jangka panjang),\n🇵🇰 Anggaran FY27 sebagai peristiwa penting berikutnya yang akan menggerakkan pasar,\n🔥 Harga minyak, perundingan perdamaian Iran-AS, dan ekspektasi anggaran digabungkan menjadi satu prospek PSX yang berorientasi ke depan.\n\n✅ Dampak negosiasi perdamaian AS-Iran terhadap pasar global\n✅ Penurunan harga minyak internasional sebesar 19% selama Mei 2026\n✅ Pengurangan harga bensin dan solar sebesar Rs. 22 per liter oleh pemerintah Pakistan\n✅ Bagaimana harga minyak yang lebih rendah dapat menguntungkan perekonomian Pakistan, prospek inflasi, neraca transaksi berjalan, dan pasar saham\n✅ Implikasi dari kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz\n\nPenurunan harga minyak mentah baru-baru ini, ditambah dengan meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, telah secara signifikan meningkatkan sentimen investor dan memperkuat ekspektasi stabilitas ekonomi di Pakistan.\n\nShakil Anwer Kamal adalah seorang\n\"Ekonom dan Pakar Pasar Modal dengan Pengalaman Mengajar yang Luas di bidang Ekonomi dan Manajemen Keuangan; Berdedikasi untuk Menjembatani Dunia Akademik dan Wawasan Keuangan Dunia Nyata, Juga Kontributor Digital Futuristik tentang Tren Ekonomi.\"\n\nPenafian:\n\"Video ini semata-mata untuk tujuan pendidikan dan memberikan informasi, dan tidak dimaksudkan untuk memberikan nasihat apa pun. Informasi yang dibagikan hanyalah pandangan pribadi. Di mana pun nama saham/saham atau reksa dana disebutkan, ini hanya untuk tujuan pendidikan dan informasi. Pasar saham dan investasi bisa berisiko, mohon minta nasihat profesional sebelum mengambil keputusan apa pun.\"\n\nPelajari perdagangan pasar saham bersama Shakil Anwer Kamal dan daftarkan diri Anda di sesi berikutnya.\n\nEmail: economist.shakil\n\nSilakan berlangganan saluran YouTube ini:\n   /   \n\nDan terhubung dengan Bapak Shakil Anwer Kamal di media sosial:\nTwitter: shakil_ak\nLinkedIn:\n  / shakil-anwer-kamal-23243633  \nFacebook:\n  / shakilanwerkamal  \n\nDan bergabunglah dengan grup WhatsApp premium kami untuk pembaruan harian: https://chat.whatsapp.com/FAMk1jnxW4s...\n\n#PSX #KSE100 #PakistanStockExchange #FFC #TRG #PTC #DCL #OilPrices #IranUSTalks #PakistanEconomy #StocksToWatch #StockMarketPakistan #ShakilAnwerKamal\n#pakistanstockexchangenews #kse #pakistanstockexchange #pakistanstockmarket #stockmarket #pakistan #companyresults #cashdividend #financialresults #newsupdates #stock #Mari #dividends #alfaadhi #dividend #dividendstocks #psx #index #mmfinancialspakistan #pakistanstocks #cryptoworld #stockmarketinvesting #stockmarketeducation #financialeducation #nasdaq #sharebazar #heatmap #nasdaqfutures #nasdaqtrading #sazew #cryptoworldevolution\n\nPrediksi pasar saham untuk hari Senin\nAnalisis pasar saham untuk besok\nAnalisis grafik pasar saham hari ini\nAnalisis PSX hari ini\nTrading untuk pemula di Pakistan\nCara membeli saham di Pakistan\nPasar saham untuk pemula di Pakistan\nCara menganalisis pasar saham\nInvestasi di Pakistan\nUsaha kecil di Pakistan\nMengapa Pakistan penting bagi dunia\nCara mempelajari pergerakan harga di pasar saham\nCara menghasilkan uang di Pakistan\nAnalisis saham Mari Petroleum\nCara menganalisis perusahaan untuk investasi\nHarga pasar Pakistan hari ini\nPasar saham Pakistan hari ini\nAnalisis teknikal pasar\nTips pasar saham terbaik.\nPasar saham Pakistan, pasar saham Pakistan untuk pemula, pasar saham Pakistan hari ini, pembaruan pasar saham Pakistan, kursus pasar saham Pakistan, analisis pasar saham Pakistan, perdagangan pasar saham Pakistan, aplikasi pasar saham Pakistan, berita pasar saham Pakistan hari ini, berita pasar saham Pakistan\nBisnis terbaik di Pakistan\nSaham menguntungkan untuk dibeli hari ini\nPengetahuan dasar tentang pasar saham\nEkonomi Pakistan", "post_id": "EaFb9nSR2tM"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 226.1959574425031, "y": 583.2202298354334, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "O1UEEhBeeaE", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "Bedah Analisis Ferry Irwandi tentang Ekonomi Indonesia 2026! Fakta & Ilusi Ekonomi Indonesia\n\n🔗 SUMBER ANALISIS & REFERENSI: Narasi dan data di dalam video ini diadaptasi dari bedah dokumen Analisis Makroekonomi Indonesia 2026 oleh Ferry Irwandi. Tonton video sumber selengkapnya di sini:    • Analisis dan Solusi Ekonomi Indonesia 2026  \n\nSelamat datang di channel Wawasan Cerdas! Di video kali ini, kita akan membongkar tuntas realitas mengerikan di balik angka pertumbuhan ekonomi Indonesia yang selama ini sering dibanggakan. Benarkah ekonomi kita sedang baik-baik saja? Atau kita sebenarnya sedang berada di dalam ilusi \"Pertumbuhan Semu\" (Potemkin Growth) yang perlahan-lahan menghancurkan fundamental negara?\n\nKita akan membedah secara mendalam krisis makroekonomi yang mengguncang Indonesia, mulai dari pelemahan ekstrem nilai tukar Rupiah yang menembus rekor terlemahnya di Rp17.645 per Dolar AS, anjloknya cadangan devisa, hingga fenomena arus modal keluar (capital outflow) yang masif. Namun, tahukah kamu bahwa ini BUKANLAH krisis sistemik atau perbankan seperti tragedi tahun 1998?\n\nAncaman yang jauh lebih mematikan dan bersifat laten sedang mengintai kita: \"Middle-Income Trap\" (Jebakan Kelas Menengah)! Faktanya, dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah kehilangan lebih dari 10,6 juta penduduk kelas menengah secara struktural. Hal ini dipicu oleh inefisiensi investasi yang parah dengan tingginya angka Incremental Capital Output Ratio (ICOR) mencapai 6,33, yang artinya kita butuh modal Rp6,33 hanya untuk menghasilkan Rp1 output baru. Akibatnya, sektor manufaktur terkontraksi dan memicu gelombang PHK massal di berbagai daerah.\n\nLayaknya analogi \"Katak dalam Panci Rebusan\" (Boiling Frog), masyarakat dan birokrasi kita perlahan-lahan dimatikan oleh stagnasi ekonomi tanpa kita sadari, karena kita selalu berpikir bahwa fundamental kita kuat. Padahal, air rebusan itu adalah deindustrialisasi dan inefisiensi yang terus dipanaskan sejak 2019!\n\nDi video edukasi ini, Wawasan Cerdas juga akan mengkritisi berbagai kebijakan fiskal dan moneter pemerintah. Kita akan membahas:\nPemborosan APBN untuk subsidi energi (deadweight loss) dan mengapa transisi ke Direct Benefit Transfer (DBT) atau subsidi tunai langsung memiliki risiko memicu ledakan inflasi (Cost-Push Inflation) jika tidak dieksekusi dengan perhitungan stress test yang matang.\n\nPolemik dan evaluasi program raksasa triliunan rupiah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menguras ruang fiskal negara.\n\nRisiko nyata dari pengetatan suku bunga global, konflik geopolitik Timur Tengah, dan dampaknya pada mahalnya biaya hidup (inflasi pangan/logistik) di Indonesia.\n\nApakah Bank Indonesia dan pemerintah mampu melakukan reformasi struktural yang radikal? Atau kita justru harus mengorbankan impian menjadi negara maju di visi Indonesia Emas 2045? Tonton video ini sampai habis untuk mengetahui skenario perekonomian ke depan dan bagaimana dampaknya terhadap dompet serta masa depanmu!\n\n🗣️ BAGAIMANA PENDAPATMU? Apakah kamu merasakan daya beli yang semakin menurun atau sulitnya mencari pekerjaan saat ini? Coba ceritakan pengalamanmu di kolom komentar di bawah! Mari berdiskusi dengan cerdas.\n\n00:06 Kondisi Krisis Mei 2026\n11:09 Faktor Resiko Utama\n19:46 Diagnosis Sektor Riil dan Moneter\n29:01 Skenario Ekonomi 2026\n38:26 Analisis Wawasan Cerdas\n\n👍 JANGAN LUPA DUKUNG CHANNEL INI! Jika informasi ini bermanfaat dan membuka wawasanmu, pastikan untuk menekan tombol LIKE, SHARE video ini ke teman atau grup keluargamu, dan klik SUBSCRIBE agar tidak ketinggalan analisis mendalam dari Wawasan Cerdas selanjutnya!\n\n#WawasanCerdas #KrisisEkonomi #EkonomiIndonesia #MiddleIncomeTrap #KelasMenengah #RupiahAnjlok #PHKMassal #Makroekonomi #Inflasi #SubsidiBBM #Investasi #KebijakanPemerintah #IndonesiaEmas2045 #KrisisMataUang #BeritaEkonomi #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "O1UEEhBeeaE"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 327.73438288734604, "y": 111.84788505892406, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "O1UEEhBeeaE", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "Bedah Analisis Ferry Irwandi tentang Ekonomi Indonesia 2026! Fakta & Ilusi Ekonomi Indonesia\n\n🔗 SUMBER ANALISIS & REFERENSI: Narasi dan data di dalam video ini diadaptasi dari bedah dokumen Analisis Makroekonomi Indonesia 2026 oleh Ferry Irwandi. Tonton video sumber selengkapnya di sini:    • Analisis dan Solusi Ekonomi Indonesia 2026  \n\nSelamat datang di channel Wawasan Cerdas! Di video kali ini, kita akan membongkar tuntas realitas mengerikan di balik angka pertumbuhan ekonomi Indonesia yang selama ini sering dibanggakan. Benarkah ekonomi kita sedang baik-baik saja? Atau kita sebenarnya sedang berada di dalam ilusi \"Pertumbuhan Semu\" (Potemkin Growth) yang perlahan-lahan menghancurkan fundamental negara?\n\nKita akan membedah secara mendalam krisis makroekonomi yang mengguncang Indonesia, mulai dari pelemahan ekstrem nilai tukar Rupiah yang menembus rekor terlemahnya di Rp17.645 per Dolar AS, anjloknya cadangan devisa, hingga fenomena arus modal keluar (capital outflow) yang masif. Namun, tahukah kamu bahwa ini BUKANLAH krisis sistemik atau perbankan seperti tragedi tahun 1998?\n\nAncaman yang jauh lebih mematikan dan bersifat laten sedang mengintai kita: \"Middle-Income Trap\" (Jebakan Kelas Menengah)! Faktanya, dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah kehilangan lebih dari 10,6 juta penduduk kelas menengah secara struktural. Hal ini dipicu oleh inefisiensi investasi yang parah dengan tingginya angka Incremental Capital Output Ratio (ICOR) mencapai 6,33, yang artinya kita butuh modal Rp6,33 hanya untuk menghasilkan Rp1 output baru. Akibatnya, sektor manufaktur terkontraksi dan memicu gelombang PHK massal di berbagai daerah.\n\nLayaknya analogi \"Katak dalam Panci Rebusan\" (Boiling Frog), masyarakat dan birokrasi kita perlahan-lahan dimatikan oleh stagnasi ekonomi tanpa kita sadari, karena kita selalu berpikir bahwa fundamental kita kuat. Padahal, air rebusan itu adalah deindustrialisasi dan inefisiensi yang terus dipanaskan sejak 2019!\n\nDi video edukasi ini, Wawasan Cerdas juga akan mengkritisi berbagai kebijakan fiskal dan moneter pemerintah. Kita akan membahas:\nPemborosan APBN untuk subsidi energi (deadweight loss) dan mengapa transisi ke Direct Benefit Transfer (DBT) atau subsidi tunai langsung memiliki risiko memicu ledakan inflasi (Cost-Push Inflation) jika tidak dieksekusi dengan perhitungan stress test yang matang.\n\nPolemik dan evaluasi program raksasa triliunan rupiah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menguras ruang fiskal negara.\n\nRisiko nyata dari pengetatan suku bunga global, konflik geopolitik Timur Tengah, dan dampaknya pada mahalnya biaya hidup (inflasi pangan/logistik) di Indonesia.\n\nApakah Bank Indonesia dan pemerintah mampu melakukan reformasi struktural yang radikal? Atau kita justru harus mengorbankan impian menjadi negara maju di visi Indonesia Emas 2045? Tonton video ini sampai habis untuk mengetahui skenario perekonomian ke depan dan bagaimana dampaknya terhadap dompet serta masa depanmu!\n\n🗣️ BAGAIMANA PENDAPATMU? Apakah kamu merasakan daya beli yang semakin menurun atau sulitnya mencari pekerjaan saat ini? Coba ceritakan pengalamanmu di kolom komentar di bawah! Mari berdiskusi dengan cerdas.\n\n00:06 Kondisi Krisis Mei 2026\n11:09 Faktor Resiko Utama\n19:46 Diagnosis Sektor Riil dan Moneter\n29:01 Skenario Ekonomi 2026\n38:26 Analisis Wawasan Cerdas\n\n👍 JANGAN LUPA DUKUNG CHANNEL INI! Jika informasi ini bermanfaat dan membuka wawasanmu, pastikan untuk menekan tombol LIKE, SHARE video ini ke teman atau grup keluargamu, dan klik SUBSCRIBE agar tidak ketinggalan analisis mendalam dari Wawasan Cerdas selanjutnya!\n\n#WawasanCerdas #KrisisEkonomi #EkonomiIndonesia #MiddleIncomeTrap #KelasMenengah #RupiahAnjlok #PHKMassal #Makroekonomi #Inflasi #SubsidiBBM #Investasi #KebijakanPemerintah #IndonesiaEmas2045 #KrisisMataUang #BeritaEkonomi #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "O1UEEhBeeaE"}}, {"key": "@tribunjakarta", "attributes": {"label": "@tribunjakarta", "x": 182.4668673789307, "y": 608.0658767435391, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 2.2768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "iSNiXHrTFto", "id": "@tribunjakarta", "source": "youtube-000001", "content": "KONKRET! Seskab Teddy Ungkap Kunjungan Luar Negeri Presiden Prabowo Hasilkan Investasi Triliunan\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa rangkaian kunjungan luar negeri yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto selama sekitar satu setengah tahun terakhir telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Indonesia.\n\n Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), nilai investasi yang berhasil dihimpun dari berbagai kerja sama internasional tersebut mencapai sekitar Rp 2.430 triliun.\n\nMenurut Teddy, berbagai lawatan Presiden Prabowo ke sejumlah negara sahabat selama ini tidak dapat dipandang hanya sebagai agenda diplomatik atau kegiatan seremonial semata.\n\nIa menilai kunjungan tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat hubungan bilateral, membuka pasar baru, serta menarik investasi yang dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.\n\n\"Manfaatnya apa? Ya sekarang ini, di tengah konflik krisis dunia, situasi negara terjamin. Stok BBM aman, harga BBM subsidi tidak naik. Stok pangan aman,\" kata Teddy dalam keterangan video yang disampaikan pada Senin (1/6/2026) malam.\n\nTeddy menjelaskan bahwa kondisi dunia saat ini masih dibayangi berbagai ketidakpastian, mulai dari konflik geopolitik hingga perlambatan ekonomi global.\n\nDalam situasi tersebut, pemerintah berupaya memastikan Indonesia tetap memiliki ketahanan ekonomi yang kuat melalui penguatan kerja sama internasional dan peningkatan investasi.\n\nSalah satu contoh yang disampaikan Teddy adalah hasil kunjungan Presiden Prabowo ke Jepang dan Korea Selatan pada bulan lalu. \n\nDari dua negara tersebut, Indonesia disebut memperoleh komitmen investasi baru dengan nilai mencapai sekitar Rp 575 triliun.\n\nIa menegaskan bahwa capaian tersebut menunjukkan bahwa diplomasi ekonomi yang dijalankan pemerintah telah menghasilkan manfaat konkret bagi pembangunan nasional.\n\nInvestasi yang masuk diharapkan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur, memperluas lapangan kerja, meningkatkan kapasitas industri nasional, serta memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.\n\nSelain capaian investasi, Teddy juga menyinggung sejumlah perkembangan yang dinilai memperkuat posisi Indonesia di panggung internasional.\n\nSalah satunya adalah bergabungnya Indonesia ke dalam kelompok negara-negara BRICS yang terdiri atas sejumlah ekonomi besar dunia.\n\nMenurut dia, keanggotaan Indonesia dalam BRICS membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang perdagangan, investasi, teknologi, dan keuangan.\n\nLangkah tersebut dinilai semakin memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang terus berubah.\n\nTeddy juga menyoroti keberhasilan Indonesia memperoleh tarif nol persen untuk sejumlah produk ekspor ke Uni Eropa yang dicapai pada tahun 2025.\n\nKebijakan tersebut diyakini dapat meningkatkan daya saing produk nasional sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha Indonesia di kawasan Eropa.\n\nDi samping itu, pemerintah terus memperkuat berbagai kerja sama strategis dengan negara-negara mitra untuk mendukung ketahanan energi, ketahanan pangan, serta pengembangan sektor industri nasional.\n\nBagi pemerintah, kata Teddy, seluruh agenda diplomasi yang dijalankan Presiden Prabowo diarahkan untuk memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga di tengah tantangan global.\n\nOleh karena itu, berbagai kunjungan luar negeri yang dilakukan Presiden merupakan bagian dari upaya menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat melalui peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan ketahanan ekonomi Indonesia.\n\nDengan nilai investasi yang disebut mencapai Rp 2.430 triliun, pemerintah optimistis kerja sama internasional yang terus diperluas akan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.\n\n\n\nArtikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Teddy: Kunjungan Luar Negeri Prabowo Hasilkan Investasi Rp 2.430 Triliun, https://wartakota.tribunnews.com/nasi....\n\nEditor Video : Ilham Bintang Anugerah\nUploader: Fitriana SekarAyu\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta  \n\n#prabowosubianto \n#teddyindrawijaya  \n#prabowosubianto \n#investasiindonesia \n#diplomasiprabowo \n#LawatanPrabowo\n#kabinetprabowo \n#EkonomiIndonesia\n#BRICS\n#DinoPattiDjalal\n#PolitikIndonesia\n#BeritaPolitik\n#InvestasiAsing\n#indonesiaterkini", "post_id": "iSNiXHrTFto"}}, {"key": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "tribunjakarta", "x": 123.12881042685487, "y": 951.7350616141076, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.2445, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "iSNiXHrTFto", "id": "tribunjakarta", "source": "youtube-000001", "content": "KONKRET! Seskab Teddy Ungkap Kunjungan Luar Negeri Presiden Prabowo Hasilkan Investasi Triliunan\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa rangkaian kunjungan luar negeri yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto selama sekitar satu setengah tahun terakhir telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Indonesia.\n\n Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), nilai investasi yang berhasil dihimpun dari berbagai kerja sama internasional tersebut mencapai sekitar Rp 2.430 triliun.\n\nMenurut Teddy, berbagai lawatan Presiden Prabowo ke sejumlah negara sahabat selama ini tidak dapat dipandang hanya sebagai agenda diplomatik atau kegiatan seremonial semata.\n\nIa menilai kunjungan tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat hubungan bilateral, membuka pasar baru, serta menarik investasi yang dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.\n\n\"Manfaatnya apa? Ya sekarang ini, di tengah konflik krisis dunia, situasi negara terjamin. Stok BBM aman, harga BBM subsidi tidak naik. Stok pangan aman,\" kata Teddy dalam keterangan video yang disampaikan pada Senin (1/6/2026) malam.\n\nTeddy menjelaskan bahwa kondisi dunia saat ini masih dibayangi berbagai ketidakpastian, mulai dari konflik geopolitik hingga perlambatan ekonomi global.\n\nDalam situasi tersebut, pemerintah berupaya memastikan Indonesia tetap memiliki ketahanan ekonomi yang kuat melalui penguatan kerja sama internasional dan peningkatan investasi.\n\nSalah satu contoh yang disampaikan Teddy adalah hasil kunjungan Presiden Prabowo ke Jepang dan Korea Selatan pada bulan lalu. \n\nDari dua negara tersebut, Indonesia disebut memperoleh komitmen investasi baru dengan nilai mencapai sekitar Rp 575 triliun.\n\nIa menegaskan bahwa capaian tersebut menunjukkan bahwa diplomasi ekonomi yang dijalankan pemerintah telah menghasilkan manfaat konkret bagi pembangunan nasional.\n\nInvestasi yang masuk diharapkan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur, memperluas lapangan kerja, meningkatkan kapasitas industri nasional, serta memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.\n\nSelain capaian investasi, Teddy juga menyinggung sejumlah perkembangan yang dinilai memperkuat posisi Indonesia di panggung internasional.\n\nSalah satunya adalah bergabungnya Indonesia ke dalam kelompok negara-negara BRICS yang terdiri atas sejumlah ekonomi besar dunia.\n\nMenurut dia, keanggotaan Indonesia dalam BRICS membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang perdagangan, investasi, teknologi, dan keuangan.\n\nLangkah tersebut dinilai semakin memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang terus berubah.\n\nTeddy juga menyoroti keberhasilan Indonesia memperoleh tarif nol persen untuk sejumlah produk ekspor ke Uni Eropa yang dicapai pada tahun 2025.\n\nKebijakan tersebut diyakini dapat meningkatkan daya saing produk nasional sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha Indonesia di kawasan Eropa.\n\nDi samping itu, pemerintah terus memperkuat berbagai kerja sama strategis dengan negara-negara mitra untuk mendukung ketahanan energi, ketahanan pangan, serta pengembangan sektor industri nasional.\n\nBagi pemerintah, kata Teddy, seluruh agenda diplomasi yang dijalankan Presiden Prabowo diarahkan untuk memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga di tengah tantangan global.\n\nOleh karena itu, berbagai kunjungan luar negeri yang dilakukan Presiden merupakan bagian dari upaya menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat melalui peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan ketahanan ekonomi Indonesia.\n\nDengan nilai investasi yang disebut mencapai Rp 2.430 triliun, pemerintah optimistis kerja sama internasional yang terus diperluas akan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.\n\n\n\nArtikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Teddy: Kunjungan Luar Negeri Prabowo Hasilkan Investasi Rp 2.430 Triliun, https://wartakota.tribunnews.com/nasi....\n\nEditor Video : Ilham Bintang Anugerah\nUploader: Fitriana SekarAyu\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta  \n\n#prabowosubianto \n#teddyindrawijaya  \n#prabowosubianto \n#investasiindonesia \n#diplomasiprabowo \n#LawatanPrabowo\n#kabinetprabowo \n#EkonomiIndonesia\n#BRICS\n#DinoPattiDjalal\n#PolitikIndonesia\n#BeritaPolitik\n#InvestasiAsing\n#indonesiaterkini", "post_id": "iSNiXHrTFto"}}, {"key": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "tribun.jakart...", "x": 271.25259251113164, "y": 960.1525675121989, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.2445, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "iSNiXHrTFto", "id": "tribun.jakart...", "source": "youtube-000001", "content": "KONKRET! Seskab Teddy Ungkap Kunjungan Luar Negeri Presiden Prabowo Hasilkan Investasi Triliunan\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUNJAKARTA.COM - Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa rangkaian kunjungan luar negeri yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto selama sekitar satu setengah tahun terakhir telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Indonesia.\n\n Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), nilai investasi yang berhasil dihimpun dari berbagai kerja sama internasional tersebut mencapai sekitar Rp 2.430 triliun.\n\nMenurut Teddy, berbagai lawatan Presiden Prabowo ke sejumlah negara sahabat selama ini tidak dapat dipandang hanya sebagai agenda diplomatik atau kegiatan seremonial semata.\n\nIa menilai kunjungan tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat hubungan bilateral, membuka pasar baru, serta menarik investasi yang dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.\n\n\"Manfaatnya apa? Ya sekarang ini, di tengah konflik krisis dunia, situasi negara terjamin. Stok BBM aman, harga BBM subsidi tidak naik. Stok pangan aman,\" kata Teddy dalam keterangan video yang disampaikan pada Senin (1/6/2026) malam.\n\nTeddy menjelaskan bahwa kondisi dunia saat ini masih dibayangi berbagai ketidakpastian, mulai dari konflik geopolitik hingga perlambatan ekonomi global.\n\nDalam situasi tersebut, pemerintah berupaya memastikan Indonesia tetap memiliki ketahanan ekonomi yang kuat melalui penguatan kerja sama internasional dan peningkatan investasi.\n\nSalah satu contoh yang disampaikan Teddy adalah hasil kunjungan Presiden Prabowo ke Jepang dan Korea Selatan pada bulan lalu. \n\nDari dua negara tersebut, Indonesia disebut memperoleh komitmen investasi baru dengan nilai mencapai sekitar Rp 575 triliun.\n\nIa menegaskan bahwa capaian tersebut menunjukkan bahwa diplomasi ekonomi yang dijalankan pemerintah telah menghasilkan manfaat konkret bagi pembangunan nasional.\n\nInvestasi yang masuk diharapkan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur, memperluas lapangan kerja, meningkatkan kapasitas industri nasional, serta memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.\n\nSelain capaian investasi, Teddy juga menyinggung sejumlah perkembangan yang dinilai memperkuat posisi Indonesia di panggung internasional.\n\nSalah satunya adalah bergabungnya Indonesia ke dalam kelompok negara-negara BRICS yang terdiri atas sejumlah ekonomi besar dunia.\n\nMenurut dia, keanggotaan Indonesia dalam BRICS membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang perdagangan, investasi, teknologi, dan keuangan.\n\nLangkah tersebut dinilai semakin memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang terus berubah.\n\nTeddy juga menyoroti keberhasilan Indonesia memperoleh tarif nol persen untuk sejumlah produk ekspor ke Uni Eropa yang dicapai pada tahun 2025.\n\nKebijakan tersebut diyakini dapat meningkatkan daya saing produk nasional sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha Indonesia di kawasan Eropa.\n\nDi samping itu, pemerintah terus memperkuat berbagai kerja sama strategis dengan negara-negara mitra untuk mendukung ketahanan energi, ketahanan pangan, serta pengembangan sektor industri nasional.\n\nBagi pemerintah, kata Teddy, seluruh agenda diplomasi yang dijalankan Presiden Prabowo diarahkan untuk memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga di tengah tantangan global.\n\nOleh karena itu, berbagai kunjungan luar negeri yang dilakukan Presiden merupakan bagian dari upaya menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat melalui peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan ketahanan ekonomi Indonesia.\n\nDengan nilai investasi yang disebut mencapai Rp 2.430 triliun, pemerintah optimistis kerja sama internasional yang terus diperluas akan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.\n\n\n\nArtikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Teddy: Kunjungan Luar Negeri Prabowo Hasilkan Investasi Rp 2.430 Triliun, https://wartakota.tribunnews.com/nasi....\n\nEditor Video : Ilham Bintang Anugerah\nUploader: Fitriana SekarAyu\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\n​Instagram:   / tribunjakarta  \n\n#prabowosubianto \n#teddyindrawijaya  \n#prabowosubianto \n#investasiindonesia \n#diplomasiprabowo \n#LawatanPrabowo\n#kabinetprabowo \n#EkonomiIndonesia\n#BRICS\n#DinoPattiDjalal\n#PolitikIndonesia\n#BeritaPolitik\n#InvestasiAsing\n#indonesiaterkini", "post_id": "iSNiXHrTFto"}}], "edges": [{"key": "januar_theda", "source": "januar_theda", "target": "airlangga_hrt", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "januar_theda", "source": "januar_theda", "target": "airlangga_hrt", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "FarisAhmadDoni1", "source": "FarisAhmadDoni1", "target": "BangsaNara", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "FarisAhmadDoni1", "source": "FarisAhmadDoni1", "target": "BangsaNara", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "FarisAhmadDoni1", "source": "FarisAhmadDoni1", "target": "BangsaNara", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "FarisAhmadDoni1", "source": "FarisAhmadDoni1", "target": "BangsaNara", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Flo_Christyn95", "source": "Flo_Christyn95", "target": "BangsaNara", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Flo_Christyn95", "source": "Flo_Christyn95", "target": "BangsaNara", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "AnggaSa1154441", "source": "AnggaSa1154441", "target": "BangsaNara", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "AnggaSa1154441", "source": "AnggaSa1154441", "target": "BangsaNara", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "FarisAhmadDoni1", "source": "FarisAhmadDoni1", "target": "BangsaNara", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "FarisAhmadDoni1", "source": "FarisAhmadDoni1", "target": "BangsaNara", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Flo_Christyn95", "source": "Flo_Christyn95", "target": "BangsaNara", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Flo_Christyn95", "source": "Flo_Christyn95", "target": "BangsaNara", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Flo_Christyn95", "source": "Flo_Christyn95", "target": "BangsaNara", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Flo_Christyn95", "source": "Flo_Christyn95", "target": "BangsaNara", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "AnggaSa1154441", "source": "AnggaSa1154441", "target": "BangsaNara", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "AnggaSa1154441", "source": "AnggaSa1154441", "target": "BangsaNara", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "AnggaSa1154441", "source": "AnggaSa1154441", "target": "BangsaNara", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "AnggaSa1154441", "source": "AnggaSa1154441", "target": "BangsaNara", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "aldo_tobing", "source": "aldo_tobing", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "RaisaD53959", "source": "RaisaD53959", "target": "Strategi_Bisnis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "havisman", "source": "havisman", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "havisman", "source": "havisman", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Suhassakti", "source": "Suhassakti", "target": "matchmurdock", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "nsnnkbr", "source": "nsnnkbr", "target": "SalomoMr1", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "nsnnkbr", "source": "nsnnkbr", "target": "dinopattidjalal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "satria_ris8", "source": "satria_ris8", "target": "zakiberkata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Mencarikebnrn", "source": "Mencarikebnrn", "target": "boxxtoc", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "SalomoMr1", "source": "SalomoMr1", "target": "dinopattidjalal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "triwul82", "source": "triwul82", "target": "RakyatBerbisik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "lockstock27", "source": "lockstock27", "target": "sunnyy12_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "lockstock27", "source": "lockstock27", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "lockstock27", "source": "lockstock27", "target": "aniesbaswedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "DavidSeptiawan0", "source": "DavidSeptiawan0", "target": "indodax", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "KerjaHasil_id", "source": "KerjaHasil_id", "target": "BEMUI_Official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "KerjaHasil_id", "source": "KerjaHasil_id", "target": "univ_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "_ndiik", "source": "_ndiik", "target": "tham878", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "EkosMarcos69239", "source": "EkosMarcos69239", "target": "RagilSemar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pdemokrat", "source": "pdemokrat", "target": "ehermankhaeron", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "inusa.media", "source": "inusa.media", "target": "inusamedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "fraksipan_dprri", "source": "fraksipan_dprri", "target": "masaqib.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "80059357291", "source": "80059357291", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "inusa.media", "source": "inusa.media", "target": "inusamedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "sudut_aceh", "source": "sudut_aceh", "target": "sudut_aceh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "swamediainc", "source": "swamediainc", "target": "swamediainc", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "menluri", "source": "menluri", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "balikpapan_pos", "source": "balikpapan_pos", "target": "ba", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bebasberpolitik.id", "source": "bebasberpolitik.id", "target": "bebasberpolitik.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "3116221401", "source": "3116221401", "target": "rkimub", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "3116221401", "source": "3116221401", "target": "igj22030", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "3116221401", "source": "3116221401", "target": "rkim_ub", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "wartaekonomi", "source": "wartaekonomi", "target": "islamchannel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "beldocuan", "source": "beldocuan", "target": "BELDOCUAN", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "beldocuan", "source": "beldocuan", "target": "BELDOCUAN", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "beldocuan", "source": "beldocuan", "target": "beldocuanfreeforum", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mindx.media", "source": "mindx.media", "target": "mindx.media", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "65443007442", "source": "65443007442", "target": "bakulemas26", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "sudut_aceh", "source": "sudut_aceh", "target": "sudut_aceh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "joeliardisunendar", "source": "joeliardisunendar", "target": "jsportfolio.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "17170587532", "source": "17170587532", "target": "viral.sekalii", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "inusa.media", "source": "inusa.media", "target": "inusamedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "19585064872", "source": "19585064872", "target": "visualiterasi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "radarcirebon", "source": "radarcirebon", "target": "radarcirebon", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bangkabelitunginfonew", "source": "bangkabelitunginfonew", "target": "bangkabelitunginfonew", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "betheonepercent2", "source": "betheonepercent2", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "faktaveritas", "source": "faktaveritas", "target": "gerindra", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "faktaveritas", "source": "faktaveritas", "target": "Bank", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nextarxclip", "source": "nextarxclip", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "milky.id7", "source": "milky.id7", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "informasikhususnetizen", "source": "informasikhususnetizen", "target": "gerindra", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "folknomic", "source": "folknomic", "target": "folknomics", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "humaspolresabdya", "source": "humaspolresabdya", "target": "marzukialba_bd91", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "humaspolresabdya", "source": "humaspolresabdya", "target": "sahabatomjuki", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "humaspolresabdya", "source": "humaspolresabdya", "target": "kapolda_aceh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "humaspolresabdya", "source": "humaspolresabdya", "target": "spripimpoldaaceh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "humaspolresabdya", "source": "humaspolresabdya", "target": "spripim.polri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "humaspolresabdya", "source": "humaspolresabdya", "target": "bidhumaspoldaaceh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "humaspolresabdya", "source": "humaspolresabdya", "target": "divisihumaspolri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "humaspolresabdya", "source": "humaspolresabdya", "target": "polisi_peduli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "humaspolresabdya", "source": "humaspolresabdya", "target": "halo_polisi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "humaspolresabdya", "source": "humaspolresabdya", "target": "polisi_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "humaspolresabdya", "source": "humaspolresabdya", "target": "polisirepublikindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "pdiperjuangan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "kabargolkar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "dpr_ri.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "pdiperjuangan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "netnews.id0", "source": "netnews.id0", "target": "Netnews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "duniadalamsejarah2", "source": "duniadalamsejarah2", "target": "Globalstats11", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "indonesiastockexchange", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "prabowo.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "faktaveritas", "source": "faktaveritas", "target": "gerindra", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "faktaveritas", "source": "faktaveritas", "target": "gerindra", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "faktaveritas", "source": "faktaveritas", "target": "Purbaya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "financialclub11", "source": "financialclub11", "target": "ternakuang.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cerita.luhut", "source": "cerita.luhut", "target": "dewanekonomi.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "m4cronews", "source": "m4cronews", "target": "m4cro.news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ayo_bukamata", "source": "ayo_bukamata", "target": "ayo_bukamata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "growwinid", "source": "growwinid", "target": "growwinid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "digital.bisnis.id", "source": "digital.bisnis.id", "target": "sufmi_dasco", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "m4cronews", "source": "m4cronews", "target": "m4cro.news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "wann_tws", "source": "wann_tws", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "m4cronews", "source": "m4cronews", "target": "m4cro.news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "leoo4456", "source": "leoo4456", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "konten.random1340", "source": "konten.random1340", "target": "warta.labura", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "m4cronews", "source": "m4cronews", "target": "m4cro.news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "user485991268", "source": "user485991268", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nicohsiahaan", "source": "nicohsiahaan", "target": "PRABOWO", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nicohsiahaan", "source": "nicohsiahaan", "target": "Tumgrd", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nicohsiahaan", "source": "nicohsiahaan", "target": "PrabowoForNation", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nicohsiahaan", "source": "nicohsiahaan", "target": "PRESIDEN", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nicohsiahaan", "source": "nicohsiahaan", "target": "Prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nicohsiahaan", "source": "nicohsiahaan", "target": "prabowomenyapa", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nicohsiahaan", "source": "nicohsiahaan", "target": "Sufmi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nicohsiahaan", "source": "nicohsiahaan", "target": "Kementerian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nicohsiahaan", "source": "nicohsiahaan", "target": "Sekretariat", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nicohsiahaan", "source": "nicohsiahaan", "target": "Teddy", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "leoo4456", "source": "leoo4456", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "sinar.sela", "source": "sinar.sela", "target": "CNBC", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "partaigeloraindonesia", "source": "partaigeloraindonesia", "target": "partaigeloraid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "bidhumaspoldaaceh", "source": "bidhumaspoldaaceh", "target": "marzukialba_bd91", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "bidhumaspoldaaceh", "source": "bidhumaspoldaaceh", "target": "sahabatomjuki", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "bidhumaspoldaaceh", "source": "bidhumaspoldaaceh", "target": "kapolda_aceh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "bidhumaspoldaaceh", "source": "bidhumaspoldaaceh", "target": "spripimpoldaaceh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "bidhumaspoldaaceh", "source": "bidhumaspoldaaceh", "target": "spripim.polri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "bidhumaspoldaaceh", "source": "bidhumaspoldaaceh", "target": "bidhumaspoldaaceh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "bidhumaspoldaaceh", "source": "bidhumaspoldaaceh", "target": "divisihumaspolri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "bidhumaspoldaaceh", "source": "bidhumaspoldaaceh", "target": "polisi_peduli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "bidhumaspoldaaceh", "source": "bidhumaspoldaaceh", "target": "halo_polisi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "bidhumaspoldaaceh", "source": "bidhumaspoldaaceh", "target": "polisi_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "bidhumaspoldaaceh", "source": "bidhumaspoldaaceh", "target": "polisirepublikindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@metrotvnews", "source": "@metrotvnews", "target": "metro_tv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@JabarEkspres", "source": "@JabarEkspres", "target": "jabarekspres", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BeritaNasionalTV", "source": "@BeritaNasionalTV", "target": "beritanasionaltv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BeritaNasionalTV", "source": "@BeritaNasionalTV", "target": "beritanasional.tv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BeritaNasionalTV", "source": "@BeritaNasionalTV", "target": "NasionalBerita_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TrendLabID", "source": "@TrendLabID", "target": "TrendLabID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@factualflowdrm", "source": "@factualflowdrm", "target": "factualflowdrm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@HippoAcademy", "source": "@HippoAcademy", "target": "hippoacademy.id/", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sb30official", "source": "@sb30official", "target": "sb30official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "source": "@DRMNewsInternational", "target": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompascom", "source": "@kompascom", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@VideoTribunPontianak", "source": "@VideoTribunPontianak", "target": "tribunpontianak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@NTVGlobalnews", "source": "@NTVGlobalnews", "target": "ntvglobalnews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ETNow", "source": "@ETNow", "target": "etnow", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialiNews", "source": "@OfficialiNews", "target": "officialinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TrendLabID", "source": "@TrendLabID", "target": "TrendLabID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@HippoAcademy", "source": "@HippoAcademy", "target": "hippoacademy.id/", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@longgamewithleonge", "source": "@longgamewithleonge", "target": "longgamewithleonge", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@inconnectnews", "source": "@inconnectnews", "target": "inconnectnew...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@inconnectnews", "source": "@inconnectnews", "target": "inconnectnews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@inconnectnews", "source": "@inconnectnews", "target": "inconnectnews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@NDTVProfitIndia", "source": "@NDTVProfitIndia", "target": "ndtvprofitindia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@NextGenInvestGlobal", "source": "@NextGenInvestGlobal", "target": "NextGenInvestGlobal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TrendLabID", "source": "@TrendLabID", "target": "TrendLabID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TrendLabID", "source": "@TrendLabID", "target": "TrendLabID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "source": "@DRMNewsInternational", "target": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@timesofindia", "source": "@timesofindia", "target": "timesofindia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TrendLabID", "source": "@TrendLabID", "target": "TrendLabID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@全球大視野Global_Vision", "source": "@全球大視野Global_Vision", "target": "LivingIronicallyinEurope", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TrendLabID", "source": "@TrendLabID", "target": "TrendLabID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ETNow", "source": "@ETNow", "target": "etnow", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "source": "@DRMNewsInternational", "target": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "sctv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6_news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ProfJiangBahasaIndonesia", "source": "@ProfJiangBahasaIndonesia", "target": "predictivehistory", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@timesofindia", "source": "@timesofindia", "target": "timesofindia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@aimmediahouse", "source": "@aimmediahouse", "target": "aimmediahous...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialiNews", "source": "@OfficialiNews", "target": "officialinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialiNews", "source": "@OfficialiNews", "target": "officialinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialiNews", "source": "@OfficialiNews", "target": "officialinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "source": "@BloombergPodcasts", "target": "markets", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "source": "@BloombergPodcasts", "target": "bloombergquicktake", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@timesofindia", "source": "@timesofindia", "target": "timesofindia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialiNews", "source": "@OfficialiNews", "target": "officialinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@oneindia", "source": "@oneindia", "target": "oneindia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@inconnectnews", "source": "@inconnectnews", "target": "inconnectnew...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@inconnectnews", "source": "@inconnectnews", "target": "inconnectnews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@inconnectnews", "source": "@inconnectnews", "target": "inconnectnews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "source": "@DRMNewsInternational", "target": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@inconnectnews", "source": "@inconnectnews", "target": "inconnectnew...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@inconnectnews", "source": "@inconnectnews", "target": "inconnectnews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@inconnectnews", "source": "@inconnectnews", "target": "inconnectnews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "source": "@DRMNewsInternational", "target": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Firstpost", "source": "@Firstpost", "target": "firstpost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OpenDialogueByAxis", "source": "@OpenDialogueByAxis", "target": "opendialoguebyaxis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@aimmediahouse", "source": "@aimmediahouse", "target": "aimmediahous...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@inconnectnews", "source": "@inconnectnews", "target": "inconnectnew...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@inconnectnews", "source": "@inconnectnews", "target": "inconnectnews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@inconnectnews", "source": "@inconnectnews", "target": "inconnectnews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@RTVMalacanang", "source": "@RTVMalacanang", "target": "RTVMalacanang", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@RTVMalacanang", "source": "@RTVMalacanang", "target": "RTVMalacanang", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "source": "@KompasTVDewata", "target": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "source": "@KompasTVDewata", "target": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@in-trik", "source": "@in-trik", "target": "InTrik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "source": "@DRMNewsInternational", "target": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TrendLabID", "source": "@TrendLabID", "target": "TrendLabID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@inconnectnews", "source": "@inconnectnews", "target": "inconnectnew...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@inconnectnews", "source": "@inconnectnews", "target": "inconnectnews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@inconnectnews", "source": "@inconnectnews", "target": "inconnectnews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@CerdasSejarah", "source": "@CerdasSejarah", "target": "WhiteBatAudio", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sbcgold", "source": "@sbcgold", "target": "sbcgold", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "Bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.real", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "source": "@DRMNewsInternational", "target": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@lampungpostupdate", "source": "@lampungpostupdate", "target": "lampungpostupdate", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@NajmaNMinhas", "source": "@NajmaNMinhas", "target": "MinhasNajma", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@NajmaNMinhas", "source": "@NajmaNMinhas", "target": "MinhasNajma.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@lampungpostupdate", "source": "@lampungpostupdate", "target": "lampungpostupdate", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "source": "@DRMNewsInternational", "target": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@NTVGlobalnews", "source": "@NTVGlobalnews", "target": "ntvlatestnews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@NTVGlobalnews", "source": "@NTVGlobalnews", "target": "ntvnatok", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@NTVGlobalnews", "source": "@NTVGlobalnews", "target": "watchntvshows", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@NTVGlobalnews", "source": "@NTVGlobalnews", "target": "ntvbanglamovie", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@NTVGlobalnews", "source": "@NTVGlobalnews", "target": "ntvhealth", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@NTVGlobalnews", "source": "@NTVGlobalnews", "target": "ntvislamicshow", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ThinkSchool", "source": "@ThinkSchool", "target": "thinkschool", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InsightEcobankSolution", "source": "@InsightEcobankSolution", "target": "insightecobank.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InsightEcobankSolution", "source": "@InsightEcobankSolution", "target": "insightecobank.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ProfessorJohnAnalysis", "source": "@ProfessorJohnAnalysis", "target": "ProfessorJohnAnalysis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "source": "@DRMNewsInternational", "target": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialiNews", "source": "@OfficialiNews", "target": "officialinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@MortgageBrokerLondonOntario", "source": "@MortgageBrokerLondonOntario", "target": "mortgagebroke...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Rational-Thinkersz", "source": "@Rational-Thinkersz", "target": "rational", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SobatPorto", "source": "@SobatPorto", "target": "sobatporto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SobatPorto", "source": "@SobatPorto", "target": "sobatporto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SobatPorto", "source": "@SobatPorto", "target": "sobatporto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "source": "@DRMNewsInternational", "target": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "source": "@DRMNewsInternational", "target": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ReflyHarunOfficial", "source": "@ReflyHarunOfficial", "target": "reflyharunofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ReflyHarunOfficial", "source": "@ReflyHarunOfficial", "target": "reflyharunpodcastkerencadas", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ReflyHarunOfficial", "source": "@ReflyHarunOfficial", "target": "ogieofficialogiecherista8214", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ReflyHarunOfficial", "source": "@ReflyHarunOfficial", "target": "kerencadaschannel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "source": "@tuturmediadigital", "target": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@reflyharunpodcastkerencadas", "source": "@reflyharunpodcastkerencadas", "target": "kerencadas", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ThinkBRICS", "source": "@ThinkBRICS", "target": "ThinkBRICS_de", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ThinkBRICS", "source": "@ThinkBRICS", "target": "ThinkBRICS_es", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ThinkBRICS", "source": "@ThinkBRICS", "target": "ThinkBRICS_pt", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ThinkBRICS", "source": "@ThinkBRICS", "target": "ThinkBRICSChronicles", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ThinkBRICS", "source": "@ThinkBRICS", "target": "BRICSbusiness", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ThinkBRICS", "source": "@ThinkBRICS", "target": "ThinkBRICS", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@cgtn", "source": "@cgtn", "target": "cgtn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "source": "@DRMNewsInternational", "target": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@JabarEkspres", "source": "@JabarEkspres", "target": "jabarekspres", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@balikpapantv_official", "source": "@balikpapantv_official", "target": "balikpapantv_...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kronologifakta", "source": "@kronologifakta", "target": "kronologifakta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "source": "@DRMNewsInternational", "target": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@apt_news", "source": "@apt_news", "target": "apt_news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@aimmediahouse", "source": "@aimmediahouse", "target": "aimmediahous...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "source": "@DRMNewsInternational", "target": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "source": "@DRMNewsInternational", "target": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ThinkingGlobalChannel", "source": "@ThinkingGlobalChannel", "target": "thinkingglobalchannel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ThinkingGlobalChannel", "source": "@ThinkingGlobalChannel", "target": "thinkingglobalchannel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kronologifakta", "source": "@kronologifakta", "target": "kronologifakta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ThinkingClass", "source": "@ThinkingClass", "target": "SocialDemocraticParty", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ThinkingClass", "source": "@ThinkingClass", "target": "ThePodcastoftheLotusEaters.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ThinkingClass", "source": "@ThinkingClass", "target": "thinkingclass", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@timesofindia", "source": "@timesofindia", "target": "timesofindia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "@tribunpekanbaruofficial", "target": "IDF", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "@tribunpekanbaruofficial", "target": "tribunpekanbaruofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "@tribunpekanbaruofficial", "target": "tribunpekanbaru", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@timesofindia", "source": "@timesofindia", "target": "timesofindia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@V-Today", "source": "@V-Today", "target": "vtodaydotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@timesofindia", "source": "@timesofindia", "target": "timesofindia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialiNews", "source": "@OfficialiNews", "target": "officialinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ETNow", "source": "@ETNow", "target": "etnow", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@aimmediahouse", "source": "@aimmediahouse", "target": "aimmediahous...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "source": "@DRMNewsInternational", "target": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "source": "@DRMNewsInternational", "target": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "source": "@DRMNewsInternational", "target": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "source": "@DRMNewsInternational", "target": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "source": "@DRMNewsInternational", "target": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BackToJerusalem", "source": "@BackToJerusalem", "target": "backtojerusalem", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "source": "@DRMNewsInternational", "target": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@PulsePointReport", "source": "@PulsePointReport", "target": "UNITED24media", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@yanuarrizky_economy", "source": "@yanuarrizky_economy", "target": "Awalilrisky", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SnapFlash", "source": "@SnapFlash", "target": "SnapFlash", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SnapFlash", "source": "@SnapFlash", "target": "snapflash", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@aimmediahouse", "source": "@aimmediahouse", "target": "aimmediahous...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BeritaSatuChannel", "source": "@BeritaSatuChannel", "target": "BeritaSatuChannel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "source": "@DRMNewsInternational", "target": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KamalTalks79", "source": "@KamalTalks79", "target": "kamaltalks79", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}