{"nodes": [{"key": "alamtegarrrr", "attributes": {"label": "alamtegarrrr", "x": 204.73048135699267, "y": 129.36807239956394, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2062464123959726257", "id": "alamtegarrrr", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah melemah + dolar menguat = harga naik, daya beli turun, biaya hidup meningkat, dan tekanan ekonomi paling besar dirasakan masyarakat & UMKM.", "post_id": "2062464123959726257"}}, {"key": "BaseBDG", "attributes": {"label": "BaseBDG", "x": 6.918842095293032, "y": 833.3531652038191, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.5592, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2062464123959726257", "id": "BaseBDG", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah melemah + dolar menguat = harga naik, daya beli turun, biaya hidup meningkat, dan tekanan ekonomi paling besar dirasakan masyarakat & UMKM.", "post_id": "2062464123959726257"}}, {"key": "ErykIrwan", "attributes": {"label": "ErykIrwan", "x": 615.5496028607581, "y": 812.2039926832746, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2058751294110855343", "id": "ErykIrwan", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar rupiah jeblok thd US$ itu artinya menambah mahal tiket pesawat (domestik & internasional). Harga2 dasar produksi, bahkan termasuk UMKM, akan naik signifikan. Untungnya di bagian mana??? Krisis ekonomi, menurut banyak riset, adalah pukulan telak bagi sektor pariwisata.", "post_id": "2058751294110855343"}}, {"key": "indepenSumatera", "attributes": {"label": "indepenSumatera", "x": 597.6076755268042, "y": 728.6965424091956, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.5592, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2058751294110855343", "id": "indepenSumatera", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar rupiah jeblok thd US$ itu artinya menambah mahal tiket pesawat (domestik & internasional). Harga2 dasar produksi, bahkan termasuk UMKM, akan naik signifikan. Untungnya di bagian mana??? Krisis ekonomi, menurut banyak riset, adalah pukulan telak bagi sektor pariwisata.", "post_id": "2058751294110855343"}}, {"key": "JalilBasyah", "attributes": {"label": "JalilBasyah", "x": 550.1139672633341, "y": 414.4051562416555, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2062939559223312643", "id": "JalilBasyah", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar rupiah turun thdp kurs dolar,krn cara penggunaan Anggran sngat  hambur, Prab sering jalan2,para menteri/lembaga,DPR bnyk ,pengeluaran anggaranpun lrbih bnyak konsumtif,termauk DPR,usaha UMKM dan Mikro turun,mk daya beli masyrakatpun  rendah,pelaku pasar krg bergairah", "post_id": "2062939559223312643"}}, {"key": "AnakLolina2", "attributes": {"label": "AnakLolina2", "x": 254.53792299513634, "y": 682.424239175302, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.5592, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2062939559223312643", "id": "AnakLolina2", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar rupiah turun thdp kurs dolar,krn cara penggunaan Anggran sngat  hambur, Prab sering jalan2,para menteri/lembaga,DPR bnyk ,pengeluaran anggaranpun lrbih bnyak konsumtif,termauk DPR,usaha UMKM dan Mikro turun,mk daya beli masyrakatpun  rendah,pelaku pasar krg bergairah", "post_id": "2062939559223312643"}}, {"key": "blacktanjunng", "attributes": {"label": "blacktanjunng", "x": 57.81348810637965, "y": 425.52811772473774, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2062044662375030879", "id": "blacktanjunng", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah emang fluktuatif, tapi pemerintah udah gercep: BI intervensi pasar, subsidi energi dijaga, program perlindungan pekerja jalan terus, dan UMKM dikasih akses kredit. Jadi bukan cuma omong, tapi ada aksi nyata buat redam dampak. 💪📈", "post_id": "2062044662375030879"}}, {"key": "NOTASLIMBOY", "attributes": {"label": "NOTASLIMBOY", "x": 548.4444922173183, "y": 925.4904980911298, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.5592, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2062044662375030879", "id": "NOTASLIMBOY", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah emang fluktuatif, tapi pemerintah udah gercep: BI intervensi pasar, subsidi energi dijaga, program perlindungan pekerja jalan terus, dan UMKM dikasih akses kredit. Jadi bukan cuma omong, tapi ada aksi nyata buat redam dampak. 💪📈", "post_id": "2062044662375030879"}}, {"key": "NusBhisma", "attributes": {"label": "NusBhisma", "x": 408.23593498910526, "y": 17.50858887349316, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2065741193523458183", "id": "NusBhisma", "source": "tweet-000004", "content": "Kenaikan BI-Rate ke 5,5% memberikan tekanan riil jangka pendek pada UMKM melalui kenaikan biaya pinjaman, perlambatan ekspansi, dan penurunan daya beli konsumen, meski stabilitas rupiah dan inflasi yang terjaga dapat menjadi penyeimbang jika didukung program stimulus pemerintah.", "post_id": "2065741193523458183"}}, {"key": "akuntandigital", "attributes": {"label": "akuntandigital", "x": 79.21985120928854, "y": 497.94230679336846, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.1334, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2065741193523458183", "id": "akuntandigital", "source": "tweet-000004", "content": "Kenaikan BI-Rate ke 5,5% memberikan tekanan riil jangka pendek pada UMKM melalui kenaikan biaya pinjaman, perlambatan ekspansi, dan penurunan daya beli konsumen, meski stabilitas rupiah dan inflasi yang terjaga dapat menjadi penyeimbang jika didukung program stimulus pemerintah.", "post_id": "2065741193523458183"}}, {"key": "anneserlo", "attributes": {"label": "anneserlo", "x": 610.9390802794153, "y": 79.73492988010567, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.1334, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2065741193523458183", "id": "anneserlo", "source": "tweet-000004", "content": "Kenaikan BI-Rate ke 5,5% memberikan tekanan riil jangka pendek pada UMKM melalui kenaikan biaya pinjaman, perlambatan ekspansi, dan penurunan daya beli konsumen, meski stabilitas rupiah dan inflasi yang terjaga dapat menjadi penyeimbang jika didukung program stimulus pemerintah.", "post_id": "2065741193523458183"}}, {"key": "inusa.media", "attributes": {"label": "inusa.media", "x": 678.0405951768514, "y": 344.9900353558889, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3910313933467237860_60374608148", "id": "inusa.media", "source": "instagram-000001", "content": "Di tengah kondisi nilai tukar rupiah yang terus mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat, pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 20 Tahun 2026 yang merevisi ketentuan Pajak Penghasilan (PPh) dalam PP Nomor 55 Tahun 2022. Salah satu perubahan yang menjadi perhatian pelaku usaha adalah berakhirnya fasilitas PPh Final UMKM sebesar 0,5 persen bagi sebagian besar badan usaha berbentuk Perseroan Terbatas (PT) dan Commanditaire Vennootschap (CV). Dengan aturan baru tersebut, badan usaha kini wajib menggunakan skema PPh Badan yang dihitung berdasarkan laba bersih perusahaan.\n\nKebijakan ini berpotensi meningkatkan beban administrasi dan kewajiban pajak sejumlah pelaku usaha. Jika sebelumnya pajak dihitung berdasarkan omzet melalui tarif final 0,5 persen, kini PT dan CV akan dikenakan tarif PPh Badan sebesar 22 persen dari laba kena pajak. Selain itu, seluruh badan usaha tersebut diwajibkan menyelenggarakan pembukuan secara penuh sebagai dasar perhitungan pajak dan pelaporan keuangan. Kondisi ini muncul di saat banyak pelaku usaha juga menghadapi tekanan biaya akibat pelemahan rupiah yang berdampak pada kenaikan harga bahan baku impor dan biaya operasional.\n\nPemerintah menyatakan perubahan aturan dilakukan untuk menciptakan sistem perpajakan yang lebih adil dan menutup celah penyalahgunaan fasilitas UMKM. Pengawasan terhadap praktik pemecahan usaha turut diperketat, termasuk penggabungan omzet dari beberapa PT perorangan yang dimiliki pihak yang sama. Meski dinilai dapat mendorong tata kelola usaha yang lebih profesional dan transparan, sebagian pelaku usaha menilai kebijakan tersebut berpotensi menambah tekanan terhadap dunia usaha yang saat ini masih menghadapi ketidakpastian ekonomi dan pelemahan daya beli masyarakat.\n\nFollow  untuk mendapatkan berita terkini yang disajikan singkat, jelas, dan terpercaya.", "post_id": "3910313933467237860_60374608148"}}, {"key": "inusamedia", "attributes": {"label": "inusamedia", "x": 161.09699428014744, "y": 702.2034202378447, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 10.5592, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3910313933467237860_60374608148", "id": "inusamedia", "source": "instagram-000001", "content": "Di tengah kondisi nilai tukar rupiah yang terus mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat, pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 20 Tahun 2026 yang merevisi ketentuan Pajak Penghasilan (PPh) dalam PP Nomor 55 Tahun 2022. Salah satu perubahan yang menjadi perhatian pelaku usaha adalah berakhirnya fasilitas PPh Final UMKM sebesar 0,5 persen bagi sebagian besar badan usaha berbentuk Perseroan Terbatas (PT) dan Commanditaire Vennootschap (CV). Dengan aturan baru tersebut, badan usaha kini wajib menggunakan skema PPh Badan yang dihitung berdasarkan laba bersih perusahaan.\n\nKebijakan ini berpotensi meningkatkan beban administrasi dan kewajiban pajak sejumlah pelaku usaha. Jika sebelumnya pajak dihitung berdasarkan omzet melalui tarif final 0,5 persen, kini PT dan CV akan dikenakan tarif PPh Badan sebesar 22 persen dari laba kena pajak. Selain itu, seluruh badan usaha tersebut diwajibkan menyelenggarakan pembukuan secara penuh sebagai dasar perhitungan pajak dan pelaporan keuangan. Kondisi ini muncul di saat banyak pelaku usaha juga menghadapi tekanan biaya akibat pelemahan rupiah yang berdampak pada kenaikan harga bahan baku impor dan biaya operasional.\n\nPemerintah menyatakan perubahan aturan dilakukan untuk menciptakan sistem perpajakan yang lebih adil dan menutup celah penyalahgunaan fasilitas UMKM. Pengawasan terhadap praktik pemecahan usaha turut diperketat, termasuk penggabungan omzet dari beberapa PT perorangan yang dimiliki pihak yang sama. Meski dinilai dapat mendorong tata kelola usaha yang lebih profesional dan transparan, sebagian pelaku usaha menilai kebijakan tersebut berpotensi menambah tekanan terhadap dunia usaha yang saat ini masih menghadapi ketidakpastian ekonomi dan pelemahan daya beli masyarakat.\n\nFollow  untuk mendapatkan berita terkini yang disajikan singkat, jelas, dan terpercaya.", "post_id": "3910313933467237860_60374608148"}}, {"key": "idntimes.video", "attributes": {"label": "idntimes.video", "x": 652.1226448845463, "y": 550.3434007699412, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 9, "degree": 9}, "_id": "3910445655025018355_2089700769", "id": "idntimes.video", "source": "instagram-000001", "content": "RUPIAH LOYO, KEDELAI MAHAL, UMKM SULE KENA GETAHNYA\n\nPelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai dirasakan pelaku usaha kecil di Jawa Timur (Jatim). Kenaikan harga bahan baku impor seperti kedelai dan kemasan plastik membuat biaya produksi membengkak, sementara daya beli masyarakat justru melemah.\n\nSalah satu yang terdampak adalah Udin, produsen susu kedelai (Sule) rumahan di Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Di tengah kurs dolar yang menembus kisaran Rp17.800 per dolar AS, Udin mengaku harus memutar otak agar usahanya tetap bertahan.\n\nHarga kedelai impor yang menjadi bahan baku utama produksinya kini melonjak hingga Rp11 ribu-Rp12 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya harga kedelai masih berada di bawah Rp9 ribu per kilogram, normalnya kisaran Rp8.400-Rp8.600.\n\nReporter: Ardiansyah Fajar Syahlillah\nEditor: Fauzan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#prabowosubianto #presidenindonesia #prabowo #kedelai #hargakedelai #kedelainaik #rupiahloyo #rupiahturun", "post_id": "3910445655025018355_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes", "attributes": {"label": "IDNTimes", "x": 470.87314993424724, "y": 742.1787071607895, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.2467, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3910445655025018355_2089700769", "id": "IDNTimes", "source": "instagram-000001", "content": "RUPIAH LOYO, KEDELAI MAHAL, UMKM SULE KENA GETAHNYA\n\nPelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai dirasakan pelaku usaha kecil di Jawa Timur (Jatim). Kenaikan harga bahan baku impor seperti kedelai dan kemasan plastik membuat biaya produksi membengkak, sementara daya beli masyarakat justru melemah.\n\nSalah satu yang terdampak adalah Udin, produsen susu kedelai (Sule) rumahan di Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Di tengah kurs dolar yang menembus kisaran Rp17.800 per dolar AS, Udin mengaku harus memutar otak agar usahanya tetap bertahan.\n\nHarga kedelai impor yang menjadi bahan baku utama produksinya kini melonjak hingga Rp11 ribu-Rp12 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya harga kedelai masih berada di bawah Rp9 ribu per kilogram, normalnya kisaran Rp8.400-Rp8.600.\n\nReporter: Ardiansyah Fajar Syahlillah\nEditor: Fauzan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#prabowosubianto #presidenindonesia #prabowo #kedelai #hargakedelai #kedelainaik #rupiahloyo #rupiahturun", "post_id": "3910445655025018355_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Korea", "attributes": {"label": "IDNTimes.Korea", "x": 756.1744109131904, "y": 730.1074713913138, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.2467, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3910445655025018355_2089700769", "id": "IDNTimes.Korea", "source": "instagram-000001", "content": "RUPIAH LOYO, KEDELAI MAHAL, UMKM SULE KENA GETAHNYA\n\nPelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai dirasakan pelaku usaha kecil di Jawa Timur (Jatim). Kenaikan harga bahan baku impor seperti kedelai dan kemasan plastik membuat biaya produksi membengkak, sementara daya beli masyarakat justru melemah.\n\nSalah satu yang terdampak adalah Udin, produsen susu kedelai (Sule) rumahan di Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Di tengah kurs dolar yang menembus kisaran Rp17.800 per dolar AS, Udin mengaku harus memutar otak agar usahanya tetap bertahan.\n\nHarga kedelai impor yang menjadi bahan baku utama produksinya kini melonjak hingga Rp11 ribu-Rp12 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya harga kedelai masih berada di bawah Rp9 ribu per kilogram, normalnya kisaran Rp8.400-Rp8.600.\n\nReporter: Ardiansyah Fajar Syahlillah\nEditor: Fauzan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#prabowosubianto #presidenindonesia #prabowo #kedelai #hargakedelai #kedelainaik #rupiahloyo #rupiahturun", "post_id": "3910445655025018355_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Community", "attributes": {"label": "IDNTimes.Community", "x": 633.344745264655, "y": 260.7860715695417, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.2467, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3910445655025018355_2089700769", "id": "IDNTimes.Community", "source": "instagram-000001", "content": "RUPIAH LOYO, KEDELAI MAHAL, UMKM SULE KENA GETAHNYA\n\nPelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai dirasakan pelaku usaha kecil di Jawa Timur (Jatim). Kenaikan harga bahan baku impor seperti kedelai dan kemasan plastik membuat biaya produksi membengkak, sementara daya beli masyarakat justru melemah.\n\nSalah satu yang terdampak adalah Udin, produsen susu kedelai (Sule) rumahan di Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Di tengah kurs dolar yang menembus kisaran Rp17.800 per dolar AS, Udin mengaku harus memutar otak agar usahanya tetap bertahan.\n\nHarga kedelai impor yang menjadi bahan baku utama produksinya kini melonjak hingga Rp11 ribu-Rp12 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya harga kedelai masih berada di bawah Rp9 ribu per kilogram, normalnya kisaran Rp8.400-Rp8.600.\n\nReporter: Ardiansyah Fajar Syahlillah\nEditor: Fauzan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#prabowosubianto #presidenindonesia #prabowo #kedelai #hargakedelai #kedelainaik #rupiahloyo #rupiahturun", "post_id": "3910445655025018355_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Hype", "attributes": {"label": "IDNTimes.Hype", "x": 383.5895431722333, "y": 759.2597054543664, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.2467, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3910445655025018355_2089700769", "id": "IDNTimes.Hype", "source": "instagram-000001", "content": "RUPIAH LOYO, KEDELAI MAHAL, UMKM SULE KENA GETAHNYA\n\nPelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai dirasakan pelaku usaha kecil di Jawa Timur (Jatim). Kenaikan harga bahan baku impor seperti kedelai dan kemasan plastik membuat biaya produksi membengkak, sementara daya beli masyarakat justru melemah.\n\nSalah satu yang terdampak adalah Udin, produsen susu kedelai (Sule) rumahan di Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Di tengah kurs dolar yang menembus kisaran Rp17.800 per dolar AS, Udin mengaku harus memutar otak agar usahanya tetap bertahan.\n\nHarga kedelai impor yang menjadi bahan baku utama produksinya kini melonjak hingga Rp11 ribu-Rp12 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya harga kedelai masih berada di bawah Rp9 ribu per kilogram, normalnya kisaran Rp8.400-Rp8.600.\n\nReporter: Ardiansyah Fajar Syahlillah\nEditor: Fauzan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#prabowosubianto #presidenindonesia #prabowo #kedelai #hargakedelai #kedelainaik #rupiahloyo #rupiahturun", "post_id": "3910445655025018355_2089700769"}}, {"key": "Duniaku_com", "attributes": {"label": "Duniaku_com", "x": 677.1713010339391, "y": 264.45457947309524, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.2467, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3910445655025018355_2089700769", "id": "Duniaku_com", "source": "instagram-000001", "content": "RUPIAH LOYO, KEDELAI MAHAL, UMKM SULE KENA GETAHNYA\n\nPelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai dirasakan pelaku usaha kecil di Jawa Timur (Jatim). Kenaikan harga bahan baku impor seperti kedelai dan kemasan plastik membuat biaya produksi membengkak, sementara daya beli masyarakat justru melemah.\n\nSalah satu yang terdampak adalah Udin, produsen susu kedelai (Sule) rumahan di Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Di tengah kurs dolar yang menembus kisaran Rp17.800 per dolar AS, Udin mengaku harus memutar otak agar usahanya tetap bertahan.\n\nHarga kedelai impor yang menjadi bahan baku utama produksinya kini melonjak hingga Rp11 ribu-Rp12 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya harga kedelai masih berada di bawah Rp9 ribu per kilogram, normalnya kisaran Rp8.400-Rp8.600.\n\nReporter: Ardiansyah Fajar Syahlillah\nEditor: Fauzan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#prabowosubianto #presidenindonesia #prabowo #kedelai #hargakedelai #kedelainaik #rupiahloyo #rupiahturun", "post_id": "3910445655025018355_2089700769"}}, {"key": "Popbela_com", "attributes": {"label": "Popbela_com", "x": 376.6191337943082, "y": 777.6816958392999, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.2467, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3910445655025018355_2089700769", "id": "Popbela_com", "source": "instagram-000001", "content": "RUPIAH LOYO, KEDELAI MAHAL, UMKM SULE KENA GETAHNYA\n\nPelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai dirasakan pelaku usaha kecil di Jawa Timur (Jatim). Kenaikan harga bahan baku impor seperti kedelai dan kemasan plastik membuat biaya produksi membengkak, sementara daya beli masyarakat justru melemah.\n\nSalah satu yang terdampak adalah Udin, produsen susu kedelai (Sule) rumahan di Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Di tengah kurs dolar yang menembus kisaran Rp17.800 per dolar AS, Udin mengaku harus memutar otak agar usahanya tetap bertahan.\n\nHarga kedelai impor yang menjadi bahan baku utama produksinya kini melonjak hingga Rp11 ribu-Rp12 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya harga kedelai masih berada di bawah Rp9 ribu per kilogram, normalnya kisaran Rp8.400-Rp8.600.\n\nReporter: Ardiansyah Fajar Syahlillah\nEditor: Fauzan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#prabowosubianto #presidenindonesia #prabowo #kedelai #hargakedelai #kedelainaik #rupiahloyo #rupiahturun", "post_id": "3910445655025018355_2089700769"}}, {"key": "Popbela.Beauty", "attributes": {"label": "Popbela.Beauty", "x": 798.7575770235898, "y": 12.599391083862876, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.2467, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3910445655025018355_2089700769", "id": "Popbela.Beauty", "source": "instagram-000001", "content": "RUPIAH LOYO, KEDELAI MAHAL, UMKM SULE KENA GETAHNYA\n\nPelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai dirasakan pelaku usaha kecil di Jawa Timur (Jatim). Kenaikan harga bahan baku impor seperti kedelai dan kemasan plastik membuat biaya produksi membengkak, sementara daya beli masyarakat justru melemah.\n\nSalah satu yang terdampak adalah Udin, produsen susu kedelai (Sule) rumahan di Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Di tengah kurs dolar yang menembus kisaran Rp17.800 per dolar AS, Udin mengaku harus memutar otak agar usahanya tetap bertahan.\n\nHarga kedelai impor yang menjadi bahan baku utama produksinya kini melonjak hingga Rp11 ribu-Rp12 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya harga kedelai masih berada di bawah Rp9 ribu per kilogram, normalnya kisaran Rp8.400-Rp8.600.\n\nReporter: Ardiansyah Fajar Syahlillah\nEditor: Fauzan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#prabowosubianto #presidenindonesia #prabowo #kedelai #hargakedelai #kedelainaik #rupiahloyo #rupiahturun", "post_id": "3910445655025018355_2089700769"}}, {"key": "Popmama_com", "attributes": {"label": "Popmama_com", "x": 132.30396664131828, "y": 776.9284305338715, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.2467, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3910445655025018355_2089700769", "id": "Popmama_com", "source": "instagram-000001", "content": "RUPIAH LOYO, KEDELAI MAHAL, UMKM SULE KENA GETAHNYA\n\nPelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai dirasakan pelaku usaha kecil di Jawa Timur (Jatim). Kenaikan harga bahan baku impor seperti kedelai dan kemasan plastik membuat biaya produksi membengkak, sementara daya beli masyarakat justru melemah.\n\nSalah satu yang terdampak adalah Udin, produsen susu kedelai (Sule) rumahan di Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Di tengah kurs dolar yang menembus kisaran Rp17.800 per dolar AS, Udin mengaku harus memutar otak agar usahanya tetap bertahan.\n\nHarga kedelai impor yang menjadi bahan baku utama produksinya kini melonjak hingga Rp11 ribu-Rp12 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya harga kedelai masih berada di bawah Rp9 ribu per kilogram, normalnya kisaran Rp8.400-Rp8.600.\n\nReporter: Ardiansyah Fajar Syahlillah\nEditor: Fauzan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#prabowosubianto #presidenindonesia #prabowo #kedelai #hargakedelai #kedelainaik #rupiahloyo #rupiahturun", "post_id": "3910445655025018355_2089700769"}}, {"key": "Yummy.idn", "attributes": {"label": "Yummy.idn", "x": 282.14356651557637, "y": 429.8520126504024, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.2467, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3910445655025018355_2089700769", "id": "Yummy.idn", "source": "instagram-000001", "content": "RUPIAH LOYO, KEDELAI MAHAL, UMKM SULE KENA GETAHNYA\n\nPelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai dirasakan pelaku usaha kecil di Jawa Timur (Jatim). Kenaikan harga bahan baku impor seperti kedelai dan kemasan plastik membuat biaya produksi membengkak, sementara daya beli masyarakat justru melemah.\n\nSalah satu yang terdampak adalah Udin, produsen susu kedelai (Sule) rumahan di Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Di tengah kurs dolar yang menembus kisaran Rp17.800 per dolar AS, Udin mengaku harus memutar otak agar usahanya tetap bertahan.\n\nHarga kedelai impor yang menjadi bahan baku utama produksinya kini melonjak hingga Rp11 ribu-Rp12 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya harga kedelai masih berada di bawah Rp9 ribu per kilogram, normalnya kisaran Rp8.400-Rp8.600.\n\nReporter: Ardiansyah Fajar Syahlillah\nEditor: Fauzan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#prabowosubianto #presidenindonesia #prabowo #kedelai #hargakedelai #kedelainaik #rupiahloyo #rupiahturun", "post_id": "3910445655025018355_2089700769"}}, {"key": "genbi_uho", "attributes": {"label": "genbi_uho", "x": 718.3454536891825, "y": 977.787443133628, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.9642, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 3, "degree": 5}, "_id": "3907791317258714070_52661523826", "id": "genbi_uho", "source": "instagram-000001", "content": "🌾✨ RECAP DAY 1 | GenBI BINA DESA 2026 ✨🌾\n\nHari pertama kegiatan Bina Desa GenBI Komisariat Universitas Halu Oleo telah dimulai dengan semangat kolaborasi dan kontribusi nyata untuk masyarakat. \n\nBerbagai kegiatan terlaksana sebagai langkah awal mendukung penguatan ekonomi, literasi, dan digitalisasi desa, di antaranya:\n\n📌 Sosialisasi CBP Rupiah, QRIS, dan PEKA sebagai upaya meningkatkan pemahaman siswa-siswi terkait sistem pembayaran digital dan literasi keuangan.\n📌 Pembuatan merchant QRIS untuk mendukung transformasi digital bagi pelaku UMKM desa.\n📌 Pemasangan baliho UMKM sebagai bentuk dukungan promosi dan penguatan identitas usaha lokal.\n📌 Pembukaan Lapak Baca bersama Komunitas BaBiBu  sebagai ruang literasi dan edukasi bagi siswa-siswi.\n\nSatu hari telah terlewati, namun semangat pengabdian masih terus bertumbuh🌱.Karena membangun desa bukan hanya tentang hadir, tetapi tentang memberi dampak dan menciptakan keberlanjutan. \n\nGenBl, Energi Untuk Negeri GenBl Sultra, Sosoito\n\nPantau terus informasinya dan jangan lupa follow untuk\nkegiatan menarik lainnya🤩\n——\nFollow Us👇🏻\nInstagram : \nTikTok : \nYouTube : \nWebsite : GenBI Sultra\n———\n#genbisultra\n#genbiuho\n#genbiuhobinadesa", "post_id": "3907791317258714070_52661523826"}}, {"key": "genbi_komsatuho", "attributes": {"label": "genbi_komsatuho", "x": 210.1138827538872, "y": 691.5407214022867, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.9642, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3907791317258714070_52661523826", "id": "genbi_komsatuho", "source": "instagram-000001", "content": "🌾✨ RECAP DAY 1 | GenBI BINA DESA 2026 ✨🌾\n\nHari pertama kegiatan Bina Desa GenBI Komisariat Universitas Halu Oleo telah dimulai dengan semangat kolaborasi dan kontribusi nyata untuk masyarakat. \n\nBerbagai kegiatan terlaksana sebagai langkah awal mendukung penguatan ekonomi, literasi, dan digitalisasi desa, di antaranya:\n\n📌 Sosialisasi CBP Rupiah, QRIS, dan PEKA sebagai upaya meningkatkan pemahaman siswa-siswi terkait sistem pembayaran digital dan literasi keuangan.\n📌 Pembuatan merchant QRIS untuk mendukung transformasi digital bagi pelaku UMKM desa.\n📌 Pemasangan baliho UMKM sebagai bentuk dukungan promosi dan penguatan identitas usaha lokal.\n📌 Pembukaan Lapak Baca bersama Komunitas BaBiBu  sebagai ruang literasi dan edukasi bagi siswa-siswi.\n\nSatu hari telah terlewati, namun semangat pengabdian masih terus bertumbuh🌱.Karena membangun desa bukan hanya tentang hadir, tetapi tentang memberi dampak dan menciptakan keberlanjutan. \n\nGenBl, Energi Untuk Negeri GenBl Sultra, Sosoito\n\nPantau terus informasinya dan jangan lupa follow untuk\nkegiatan menarik lainnya🤩\n——\nFollow Us👇🏻\nInstagram : \nTikTok : \nYouTube : \nWebsite : GenBI Sultra\n———\n#genbisultra\n#genbiuho\n#genbiuhobinadesa", "post_id": "3907791317258714070_52661523826"}}, {"key": "sandiuno", "attributes": {"label": "sandiuno", "x": 599.2406136704129, "y": 678.6014367351962, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3922936780844144609_2087030852", "id": "sandiuno", "source": "instagram-000001", "content": "Dari kantor Alibaba di Beijing, saya bersama teman-teman pengusaha yang ikut bergabung dalam  melihat bagaimana Tiongkok bisa merajai pasar dunia lewat ekosistem UMKM yang kuat.\n\nIndonesia juga pasti mampu. Kuncinya, kita kurangi ketergantungan impor, bangga pakai produk dalam negeri, manfaatkan teknologi agar bisnis makin produktif, sehingga nilai tukar Rupiah menguat, dan bisa menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya.", "post_id": "3922936780844144609_2087030852"}}, {"key": "bosum.indonesia", "attributes": {"label": "bosum.indonesia", "x": 652.6772648223096, "y": 867.6766823231068, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 10.5592, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922936780844144609_2087030852", "id": "bosum.indonesia", "source": "instagram-000001", "content": "Dari kantor Alibaba di Beijing, saya bersama teman-teman pengusaha yang ikut bergabung dalam  melihat bagaimana Tiongkok bisa merajai pasar dunia lewat ekosistem UMKM yang kuat.\n\nIndonesia juga pasti mampu. Kuncinya, kita kurangi ketergantungan impor, bangga pakai produk dalam negeri, manfaatkan teknologi agar bisnis makin produktif, sehingga nilai tukar Rupiah menguat, dan bisa menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya.", "post_id": "3922936780844144609_2087030852"}}, {"key": "bangsaonline", "attributes": {"label": "bangsaonline", "x": 577.8192854560511, "y": 906.5557713922947, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9264, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3915737812062681373_6049672621", "id": "bangsaonline", "source": "instagram-000001", "content": "Para pengrajin tahu di Kelurahan Tinalan, Kecamatan Pesantren, mengeluhkan kenaikan harga kedelai impor yang kini menembus Rp10.800,00. per kilogram, naik dari sebelumnya Rp9 ribu per kg. Lonjakan harga ini dinilai menjadi pukulan bagi keberlangsungan usaha mereka.\n\nTri Pramulaksono, salah satu perajin tahu, menyebut kenaikan harga kedelai dipicu melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. \n\n“Dulu dalam sehari kami bisa memproduksi hingga 1.000 potong tahu. Sekarang, dengan kondisi seperti ini, mentok hanya bisa menghasilkan 600 potong saja,” keluhnya, Selasa (9/6/2026).\n\nSelain mengurangi volume produksi, para pengrajin terpaksa menaikkan harga jual tahu dari Rp2.500,00. menjadi Rp3 ribu per potong. Namun, langkah ini berdampak pada menurunnya minat beli masyarakat. \n\n“Ya, sangat berdampak. Pembeli kadang lari ke penjual lain demi mencari harga yang lebih murah. Di pasar semuanya saling bersaing ketat,” kata Tri.\n\nIa menambahkan, frekuensi memasak tahu juga dikurangi dari 5 kali menjadi 3 kali sehari, dengan setiap produksi menghabiskan sekitar 8 kg kedelai. Kondisi sulit ini disebut sudah berlangsung dalam dua bulan terakhir.\n\nPara pengrajin berharap pemerintah turun tangan mengintervensi pasar, salah satunya dengan menyalurkan subsidi kedelai bagi pelaku UMKM. \n\n“Masalah bahan impor ini memang susah kalau kami jalan sendiri. Pemerintah harus hadir untuk mengatasi ini, kami sangat mengharapkan adanya koordinasi atau bantuan subsidi agar kerugian tidak makin membengkak,” ucap Tri. (uji/mar)\n\nSupport kami dengan cara Like, Share dan Follow \n\n#bangsaonline #reels #viral", "post_id": "3915737812062681373_6049672621"}}, {"key": "growwinid", "attributes": {"label": "growwinid", "x": 612.0219809974644, "y": 550.7106222861042, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 38.0503, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7650455341330681106", "id": "growwinid", "source": "tiktok-000001", "content": "Pelemahan nilai tukar rupiah mulai terasa dampaknya hingga ke lapisan paling bawah. Masyarakat mulai lebih selektif dalam memilih menu dan mengurangi porsi makan. Pemilik warteg seperti Sobirin mengakui meski belum menaikkan harga menu, jumlah kunjungan pelanggan menurun drastis karena orang kini lebih jarang makan di luar. Kenaikan harga bahan pokok dan BBM non-subsidi membuat masyarakat merasakan tekanan ekonomi yang nyata. Mereka berharap kondisi ekonomi, khususnya nilai tukar rupiah, dapat segera pulih agar daya beli kembali membaik. Sektor kuliner UMKM menjadi salah satu yang paling terdampak pertama kali ketika ekonomi mulai tertekan. Source: YouTube/CNN Indonesia __ Follow  untuk update terbaru seputar berita bisnis, teknologi, dan insight menarik! Kunjungi growwin.org untuk akses 1800+ modul pembelajaran bisnis berbagai bidang #growwin #bisnis #warteg #rupiah #umkm #ekonomi #dayabeli", "post_id": "7650455341330681106"}}, {"key": "nbllaarhmaa", "attributes": {"label": "nbllaarhmaa", "x": 282.3533537902614, "y": 583.8339241939299, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7650355821351554325", "id": "nbllaarhmaa", "source": "tiktok-000001", "content": "UAS TEORI EKONOMI MIKRO Analisis Keputusan Harga dan Maksimisasi Laba UMKM Fashion di Tengah Kenaikan Biaya Produksi Akibat Pelemahan Rupiah Nama : Nabilla Rahma Wulandari NIM : 25081324092 Kelas : 2025C Pelemahan nilai tukar rupiah menyebabkan harga bahan baku impor seperti kain dan aksesori meningkat, sehingga biaya produksi UMKM fashion menjadi lebih tinggi. Kondisi ini menimbulkan dilema bagi pelaku usaha dalam menentukan strategi yang tepat untuk mempertahankan keuntungan. Video ini menganalisis bagaimana UMKM fashion mengambil keputusan terkait harga dan laba menggunakan teori biaya produksi, elastisitas permintaan, dan maksimisasi laba dalam ekonomi mikro. Analisis menunjukkan bahwa kenaikan harga belum tentu menjadi solusi terbaik karena permintaan produk fashion cenderung elastis, sehingga perusahaan perlu mempertimbangkan berbagai trade-off untuk memperoleh keuntungan secara optimal. \n  \n \n #ekonomiunesa\n #ekonomikuat\n #mahasiswaekonomiunesa\n #TeoriEkonomiMikro\n #EkonomiMikro", "post_id": "7650355821351554325"}}, {"key": "ekonomifebunesa", "attributes": {"label": "ekonomifebunesa", "x": 959.949082130521, "y": 865.4876528749537, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.5592, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7650355821351554325", "id": "ekonomifebunesa", "source": "tiktok-000001", "content": "UAS TEORI EKONOMI MIKRO Analisis Keputusan Harga dan Maksimisasi Laba UMKM Fashion di Tengah Kenaikan Biaya Produksi Akibat Pelemahan Rupiah Nama : Nabilla Rahma Wulandari NIM : 25081324092 Kelas : 2025C Pelemahan nilai tukar rupiah menyebabkan harga bahan baku impor seperti kain dan aksesori meningkat, sehingga biaya produksi UMKM fashion menjadi lebih tinggi. Kondisi ini menimbulkan dilema bagi pelaku usaha dalam menentukan strategi yang tepat untuk mempertahankan keuntungan. Video ini menganalisis bagaimana UMKM fashion mengambil keputusan terkait harga dan laba menggunakan teori biaya produksi, elastisitas permintaan, dan maksimisasi laba dalam ekonomi mikro. Analisis menunjukkan bahwa kenaikan harga belum tentu menjadi solusi terbaik karena permintaan produk fashion cenderung elastis, sehingga perusahaan perlu mempertimbangkan berbagai trade-off untuk memperoleh keuntungan secara optimal. \n  \n \n #ekonomiunesa\n #ekonomikuat\n #mahasiswaekonomiunesa\n #TeoriEkonomiMikro\n #EkonomiMikro", "post_id": "7650355821351554325"}}, {"key": "kennedysukangeclip", "attributes": {"label": "kennedysukangeclip", "x": 964.8512342548256, "y": 634.4536247161257, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 47.619, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648240761418304776", "id": "kennedysukangeclip", "source": "tiktok-000001", "content": "Indonesia membukukan devisa pariwisata sebesar US$4,05 miliar atau setara Rp 68,28 triliun di kuartal I-2026, naik 6,3% dibanding periode sama tahun lalu. Capaian ini diumumkan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam Laporan Bulanan Kementerian Pariwisata.  Yang menarik, pertumbuhan ini terjadi di tengah kondisi pasar yang penuh tekanan, dengan Rupiah anjlok menembus Rp 18.000 per USD hari ini sebagai rekor terlemah sepanjang sejarah. IHSG dan bursa Asia juga dibuka merah, sementara perang Iran-Israel dan eskalasi konflik Israel-Lebanon terus membayangi sentimen global. Selain devisa, Kementerian Pariwisata mencatat pencapaian operasional yang signifikan. Sampai 30 Mei 2026, Kementerian bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal sudah memfasilitasi 31.548 sertifikasi halal bagi UMKM di 1.116 desa wisata yang tersebar di 34 provinsi. Program Karisma Event Nusantara yang berlangsung di 15 provinsi melibatkan 20.669 pekerja dan 3.936 UMKM, dengan perputaran ekonomi lebih dari Rp 45,57 miliar. Menpar menegaskan event bukan sekadar promosi destinasi, tetapi juga ruang ekonomi rakyat yang menggerakkan UMKM, seniman, pekerja kreatif, dan komunitas lokal. Bagi audiens Indonesia, data ini punya implikasi penting untuk perekonomian secara luas. Pertama, sektor pariwisata jadi salah satu penopang devisa di tengah tekanan kurs. Justru Rupiah yang melemah bikin Indonesia jadi destinasi lebih murah untuk turis asing dengan USD lebih kuat. Kedua, kontribusi pariwisata ke ekonomi rakyat lewat UMKM dan desa wisata jadi indikasi sektor ini bisa bertahan dari shock global. Ketiga, tantangan ke depan tetap besar, dari eskalasi perang Iran-Lebanon yang bisa tekan kunjungan turis Timur Tengah, sampai persaingan dengan Vietnam dan Thailand yang lebih agresif. Pelajaran dari Q1 2026: dalam ekonomi terbuka yang penuh ketidakpastian, diversifikasi sumber devisa dari sektor jasa seperti pariwisata jadi krusial untuk menahan tekanan kurs. Sumber: TWS News   #pariwisata #ekonomi #rupiah #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7648240761418304776"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 96.45563631895327, "y": 755.333589991017, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 100.3122, "eigenvector": 47.619, "in_degree": 21, "out_degree": 0, "degree": 21}, "_id": "7648240761418304776", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "Indonesia membukukan devisa pariwisata sebesar US$4,05 miliar atau setara Rp 68,28 triliun di kuartal I-2026, naik 6,3% dibanding periode sama tahun lalu. Capaian ini diumumkan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam Laporan Bulanan Kementerian Pariwisata.  Yang menarik, pertumbuhan ini terjadi di tengah kondisi pasar yang penuh tekanan, dengan Rupiah anjlok menembus Rp 18.000 per USD hari ini sebagai rekor terlemah sepanjang sejarah. IHSG dan bursa Asia juga dibuka merah, sementara perang Iran-Israel dan eskalasi konflik Israel-Lebanon terus membayangi sentimen global. Selain devisa, Kementerian Pariwisata mencatat pencapaian operasional yang signifikan. Sampai 30 Mei 2026, Kementerian bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal sudah memfasilitasi 31.548 sertifikasi halal bagi UMKM di 1.116 desa wisata yang tersebar di 34 provinsi. Program Karisma Event Nusantara yang berlangsung di 15 provinsi melibatkan 20.669 pekerja dan 3.936 UMKM, dengan perputaran ekonomi lebih dari Rp 45,57 miliar. Menpar menegaskan event bukan sekadar promosi destinasi, tetapi juga ruang ekonomi rakyat yang menggerakkan UMKM, seniman, pekerja kreatif, dan komunitas lokal. Bagi audiens Indonesia, data ini punya implikasi penting untuk perekonomian secara luas. Pertama, sektor pariwisata jadi salah satu penopang devisa di tengah tekanan kurs. Justru Rupiah yang melemah bikin Indonesia jadi destinasi lebih murah untuk turis asing dengan USD lebih kuat. Kedua, kontribusi pariwisata ke ekonomi rakyat lewat UMKM dan desa wisata jadi indikasi sektor ini bisa bertahan dari shock global. Ketiga, tantangan ke depan tetap besar, dari eskalasi perang Iran-Lebanon yang bisa tekan kunjungan turis Timur Tengah, sampai persaingan dengan Vietnam dan Thailand yang lebih agresif. Pelajaran dari Q1 2026: dalam ekonomi terbuka yang penuh ketidakpastian, diversifikasi sumber devisa dari sektor jasa seperti pariwisata jadi krusial untuk menahan tekanan kurs. Sumber: TWS News   #pariwisata #ekonomi #rupiah #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7648240761418304776"}}, {"key": "twsnewss2", "attributes": {"label": "twsnewss2", "x": 836.327515472642, "y": 750.8563163223001, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 47.619, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648057778745232661", "id": "twsnewss2", "source": "tiktok-000001", "content": "Indonesia membukukan devisa pariwisata sebesar US$4,05 miliar atau setara Rp 68,28 triliun di kuartal -2026, naik 6,3% dibanding periode sama tahun lalu. Capaian ini diumumkan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam Laporan Bulanan Kementerian Pariwisata. Yang menarik, pertumbuhan ini terjadi di tengah kondisi pasar yang penuh tekanan, dengan Rupiah anjlok menembus Rp 18.000 per USD hari ini sebagai rekor terlemah sepanjang sejarah. IHSG dan bursa Asia juga dibuka merah, sementara perang Iran-lsrael dan eskalasi konflik Israel-Lebanon terus membayangi sentimen global. Selain devisa, Kementerian Pariwisata mencatat pencapaian operasional yang signifikan. Sampai 30 Mei 2026, Kementerian bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal sudah memfasilitasi 31.548 sertifikasi halal bagi UMKM di 1.116 desa wisata yang tersebar di 34 provinsi. Program Karisma Event Nusantara yang berlangsung di 15 provinsi melibatkan 20.669 pekerja dan 3.936 UMKM, dengan perputaran ekonomi lebih dari Rp 45,57 miliar. Menpar menegaskan event bukan sekadar promosi destinasi, tetapi juga ruang ekonomi rakyat yang menggerakkan UMKM, seniman, pekerja kreatif, dan komunitas lokal. Bagi audiens Indonesia, data ini punya implikasi penting untuk perekonomian secara luas. Pertama, sektor pariwisata jadi salah satu penopang devisa di tengah tekanan kurs. Justru Rupiah yang melemah bikin Indonesia jadi destinasi lebih murah untuk turis asing dengan USD lebih kuat. Kedua, kontribusi pariwisata ke ekonomi rakyat lewat UMKM dan desa wisata jadi indikasi sektor ini bisa bertahan dari shock global. Ketiga, tantangan ke depan tetap besar, dari eskalasi perang Iran-Lebanon yang bisa tekan kunjungan turis Timur Tengah, sampai persaingan dengan Vietnam dan Thailand yang lebih agresif. Pelajaran dari Q1 2026: dalam ekonomi terbuka yang penuh ketidakpastian, diversifikasi sumber devisa dari sektor jasa seperti pariwisata jadi krusial untuk menahan tekanan kurs. Sumber TWS News  #pariwisata #ekonomi #rupiah #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7648057778745232661"}}, {"key": "ikee.pri", "attributes": {"label": "ikee.pri", "x": 618.3956184529872, "y": 748.1918434576264, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7649671669962820884", "id": "ikee.pri", "source": "tiktok-000001", "content": "Tekanan ekonomi belakangan ini emang lagi berasa banget, bahkan dampaknya udah mulai menjalar sampai ke pedagang tahu-tempe yang bahan bakunya bergantung pada kedelai impor! 🏪 Tapi tenang, akhirnya ada pergerakan nyata nih! Melansir Detik Finance, Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan resmi menyepakati dua langkah konkret buat menstabilkan nilai tukar Rupiah kita yang sempat menyentuh angka Rp18.036 per dolar AS. 😱 Kesepakatan besar ini lahir dari hasil pertemuan evaluasi darurat bersama DPR di Senayan pada Sabtu, 6 Juni 2026. Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan kalau kedua kebijakan ini dirancang biar kebijakan fiskal dan moneter bisa \"seirama dan saling memperkuat\"! 🤝✨ Ini dia 2 jurus penyelamat yang disiapkan pemerintah: 💥 Langkah Pertama (Tarik Dana Asing): Meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik. Strategi ini dipasang buat menarik kembali aliran dana asing (capital inflow) yang sempat keluar dari pasar saham dan obligasi pemerintah. 📈🏃‍♂️ 🏦 Langkah Kedua (Amankan Likuiditas): Menjaga kecukupan likuiditas pasar keuangan melalui pengelolaan kas pemerintah di BI. Caranya dengan meningkatkan bunga yang dibayarkan ke fiskal, sehingga operasi moneter dan fiskal bisa saling menopang satu sama lain! 💸🔄 Para pelaku pasar dan investor sekarang lagi mantau ketat banget, apakah dua jurus kolaborasi maut ini beneran bisa jadi obat kuat yang instan buat menjinakkan dolar AS. Kita lihat aja ke depannya! 🦅💼 🤝 Partai Rakyat Indonesia (PRI) Mendukung Penuh! Kami mendukung penuh sinergi taktis antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan ini. Stabilitas Rupiah adalah kunci utama untuk melindungi daya beli masyarakat, menjaga stabilitas harga bahan pokok, dan menyelamatkan para pelaku UMKM serta pedagang kecil dari hantaman ekonomi global! Sumber:tiktok.com/clipp880 #PrabowoSubianto #KebijakanMoneter #PartaiRakyatIndonesia #MajuRakyatnyaJagaBangsanya #KoalisiIndonesiaMaju", "post_id": "7649671669962820884"}}, {"key": "dpp.pri", "attributes": {"label": "dpp.pri", "x": 960.4213028443573, "y": 335.4969436466648, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.5592, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7649671669962820884", "id": "dpp.pri", "source": "tiktok-000001", "content": "Tekanan ekonomi belakangan ini emang lagi berasa banget, bahkan dampaknya udah mulai menjalar sampai ke pedagang tahu-tempe yang bahan bakunya bergantung pada kedelai impor! 🏪 Tapi tenang, akhirnya ada pergerakan nyata nih! Melansir Detik Finance, Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan resmi menyepakati dua langkah konkret buat menstabilkan nilai tukar Rupiah kita yang sempat menyentuh angka Rp18.036 per dolar AS. 😱 Kesepakatan besar ini lahir dari hasil pertemuan evaluasi darurat bersama DPR di Senayan pada Sabtu, 6 Juni 2026. Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan kalau kedua kebijakan ini dirancang biar kebijakan fiskal dan moneter bisa \"seirama dan saling memperkuat\"! 🤝✨ Ini dia 2 jurus penyelamat yang disiapkan pemerintah: 💥 Langkah Pertama (Tarik Dana Asing): Meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik. Strategi ini dipasang buat menarik kembali aliran dana asing (capital inflow) yang sempat keluar dari pasar saham dan obligasi pemerintah. 📈🏃‍♂️ 🏦 Langkah Kedua (Amankan Likuiditas): Menjaga kecukupan likuiditas pasar keuangan melalui pengelolaan kas pemerintah di BI. Caranya dengan meningkatkan bunga yang dibayarkan ke fiskal, sehingga operasi moneter dan fiskal bisa saling menopang satu sama lain! 💸🔄 Para pelaku pasar dan investor sekarang lagi mantau ketat banget, apakah dua jurus kolaborasi maut ini beneran bisa jadi obat kuat yang instan buat menjinakkan dolar AS. Kita lihat aja ke depannya! 🦅💼 🤝 Partai Rakyat Indonesia (PRI) Mendukung Penuh! Kami mendukung penuh sinergi taktis antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan ini. Stabilitas Rupiah adalah kunci utama untuk melindungi daya beli masyarakat, menjaga stabilitas harga bahan pokok, dan menyelamatkan para pelaku UMKM serta pedagang kecil dari hantaman ekonomi global! Sumber:tiktok.com/clipp880 #PrabowoSubianto #KebijakanMoneter #PartaiRakyatIndonesia #MajuRakyatnyaJagaBangsanya #KoalisiIndonesiaMaju", "post_id": "7649671669962820884"}}, {"key": "clipperfinance05", "attributes": {"label": "clipperfinance05", "x": 505.56053146360614, "y": 864.2021107770579, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 47.619, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7653091789263572244", "id": "clipperfinance05", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur yang digelar pada 17–18 Juni 2026. Kenaikan ini merupakan yang ketiga secara beruntun sejak Mei 2026, dan ditujukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah yang sempat melemah hingga mendekati Rp18.000 per dolar AS, sekaligus sebagai langkah pre-emptive menjaga inflasi tetap dalam kisaran sasaran pemerintah. Sehari setelah keputusan tersebut, Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan jajaran direksi dan komisaris bank-bank Himbara (BRI, Mandiri, BNI, BTN, dan BSI) di Istana Kepresidenan. Pertemuan tertutup yang berlangsung sekitar 4,5 jam itu turut dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, serta CEO Danantara Rosan Roeslani, untuk membahas pandangan dan arahan terkait arah perekonomian Indonesia ke depan. Menurut Rosan Roeslani, Presiden tidak memberikan arahan khusus untuk menahan suku bunga kredit meski acuan naik, melainkan meminta Himbara meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Dengan begitu, perbankan BUMN diharapkan tetap mampu menjaga penyaluran kredit ke sektor riil, khususnya UMKM, sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi sambil menjaga stabilitas sektor keuangan. Sumber: TWS News  #kontencom #kontencomxtws #fyp", "post_id": "7653091789263572244"}}, {"key": "wann_tws", "attributes": {"label": "wann_tws", "x": 377.70705983703846, "y": 382.78722317855176, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 47.619, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647803073447922962", "id": "wann_tws", "source": "tiktok-000001", "content": "📈 RUPIAH MELEMAH, PARIWISATA MERONTA? Cuan Rp 68 Triliun! Turis Asing Serbu Indonesia di Tengah Melemahnya Rupiah. Pelemahan nilai tukar Rupiah ternyata menjadi magnet bagi wisatawan mancanegara. Dengan nilai tukar yang menguntungkan bagi mereka, Indonesia kini menjadi destinasi yang sangat terjangkau dengan fasilitas maksimal. Lonjakan kunjungan ini sukses menyumbang devisa negara hingga mencapai Rp 68 Triliun! Angka ini menjadi angin segar bagi pelaku industri hospitality dan UMKM lokal. Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menegaskan: “Pariwisata Indonesia harus tumbuh lebih berkualitas, lebih merata, dan lebih berpihak kepada masyarakat.” Fokus kini beralih pada quality tourism agar perputaran uang dari turis asing bisa langsung dirasakan oleh masyarakat lokal. Bagaimana pendapatmu? Apakah daerahmu sudah mulai ramai turis asing? Tulis di kolom komentar! 👇 Sumber:TWS News   #kontencomxtws  #kontencom #pariwisata", "post_id": "7647803073447922962"}}, {"key": "clipper2669", "attributes": {"label": "clipper2669", "x": 185.3361212332316, "y": 42.056265876948665, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 47.619, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648314961529228564", "id": "clipper2669", "source": "tiktok-000001", "content": "RUPIAH MELEMAH, PARIWISATA MERONTA? Cuan Rp 68 Triliun! Turis Asing Serbu Indonesia di Tengah Melemahnya Rupiah. Pelemahan nilai tukar Rupiah ternyata menjadi magnet bagi wisatawan mancanegara. Dengan nilai tukar yang menguntungkan bagi mereka, Indonesia kini menjadi destinasi yang sangat terjangkau dengan fasilitas maksimal. Lonjakan kunjungan ini sukses menyumbang devisa negara hingga mencapai Rp 68 Triliun! Angka ini menjadi angin segar bagi pelaku industri hospitality dan UMKM lokal. Indonesia Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menegaskan : \"Pariwisata Indonesia harus tumbuh lebih berkualitas, lebih merata, dan lebih berpihak kepada masyarakat.\" Fokus kini beralih pada quality tourism agar perputaran uang dari turis asing bisa langsung dirasakan oleh masyarakat lokal. Bagaimana pendapatmu? Apakah daerahmu sudah mulai ramai turis asing? Tulis di kolom komentar! Sumber:TWS News #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7648314961529228564"}}, {"key": "ekonomidotin_", "attributes": {"label": "ekonomidotin_", "x": 847.7810993969058, "y": 930.4656171038931, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9264, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "7607008630163967253", "id": "ekonomidotin_", "source": "tiktok-000001", "content": "Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi, atau BPH Migas, terus memperkuat ketahanan energi nasional lewat dorongan penggunaan gas bumi sebagai sumber energi utama. Menurut Kepala BPH Migas Wahyudi Anas, gas bumi merupakan energi bersih, lebih efisien dan ramah lingkungan, yang dapat mendorong aktivitas ekonomi masyarakat dan mengurangi ketergantungan pada LPG impor. Wahyudi menjelaskan bahwa perluasan jaringan gas bumi dan pemanfaatan compressed natural gas (CNG) dari rumah tangga hingga pelaku UMKM di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Medan, berhasil menekan biaya operasional secara signifikan. Contohnya, sebuah UMKM nasi kebuli di Medan mampu menghemat belanja gas hingga puluhan juta rupiah setiap bulan setelah beralih dari LPG ke CNG. BPH Migas berharap langkah ini dapat mengakselerasi swadaya energi nasional, memperkuat distribusi energi yang transparan dan akuntabel, serta mendorong ekonomi rakyat lebih tahan banting. -------------- Ikuti Perkembangan Ekonomi di Media Sosial Ekonomidotin Instagram:  TikTok:  --------------", "post_id": "7607008630163967253"}}, {"key": "ekonomidotin", "attributes": {"label": "ekonomidotin", "x": 132.65667083920974, "y": 96.87377248662644, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.9264, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7607008630163967253", "id": "ekonomidotin", "source": "tiktok-000001", "content": "Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi, atau BPH Migas, terus memperkuat ketahanan energi nasional lewat dorongan penggunaan gas bumi sebagai sumber energi utama. Menurut Kepala BPH Migas Wahyudi Anas, gas bumi merupakan energi bersih, lebih efisien dan ramah lingkungan, yang dapat mendorong aktivitas ekonomi masyarakat dan mengurangi ketergantungan pada LPG impor. Wahyudi menjelaskan bahwa perluasan jaringan gas bumi dan pemanfaatan compressed natural gas (CNG) dari rumah tangga hingga pelaku UMKM di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Medan, berhasil menekan biaya operasional secara signifikan. Contohnya, sebuah UMKM nasi kebuli di Medan mampu menghemat belanja gas hingga puluhan juta rupiah setiap bulan setelah beralih dari LPG ke CNG. BPH Migas berharap langkah ini dapat mengakselerasi swadaya energi nasional, memperkuat distribusi energi yang transparan dan akuntabel, serta mendorong ekonomi rakyat lebih tahan banting. -------------- Ikuti Perkembangan Ekonomi di Media Sosial Ekonomidotin Instagram:  TikTok:  --------------", "post_id": "7607008630163967253"}}, {"key": "leoo4456", "attributes": {"label": "leoo4456", "x": 23.94849268014465, "y": 75.78942900180341, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 47.619, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7646046250202058004", "id": "leoo4456", "source": "tiktok-000001", "content": "🛑 DI TENGAH TEKANAN RUPIAH, MENTERI ESDM PASTIKAN HARGA PERTALITE DAN SOLAR TETAP STABIL! 🛑 ​Jakarta — Isu mengenai fluktuasi nilai tukar Rupiah belakangan ini memicu kekhawatiran publik terkait potensi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi. Namun, sebuah angin segar datang langsung dari tampuk kepemimpinan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). ​Dalam sebuah potongan video yang kini tengah menjadi sorotan hangat netizen, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia (yang akrab disapa 'Kanda Bahlil'), tampak memberikan sinyal positif bagi dompet masyarakat luas. Di tengah dinamika ekonomi global, beliau menegaskan komitmen pemerintah untuk TIDAK menaikkan harga BBM jenis Pertalite dan Solar. ​🔍 Analisis Kebijakan: Mengapa Ini Menjadi Kabar Krusial? ​Menjaga Daya Beli Masyarakat: Pertalite dan Solar adalah urat nadi transportasi harian bagi masyarakat kelas menengah ke bawah serta pelaku UMKM. Keputusan untuk menahan harga di tengah pelemahan Rupiah merupakan langkah strategis untuk mencegah efek domino inflasi. ​Sentimen Positif Pasar: Kepastian hukum dan stabilitas harga komoditas energi esensial seperti ini sangat diperlukan untuk memberikan ketenangan di tengah masyarakat agar tidak terjadi panic buying atau spekulasi pasar yang merugikan. ​Menariknya, dalam cuplikan video tersebut, Kanda Bahlil juga terlihat santai berinteraksi dengan selebriti papan atas Raffi Ahmad, memperlihatkan sisi humanis dan optimisme di balik ketegasan kebijakan yang diambil. ​💬 Bagaimana Pendapatmu? ​Langkah pemerintah menahan harga BBM subsidi ini tentu membawa kelegaan besar. Namun, tantangan subsidi energi ke depan dipastikan akan semakin dinamis. Apakah menurutmu kebijakan ini akan mampu bertahan stabil hingga akhir tahun? ​Tulis analisis dan pendapatmu di kolom komentar! 👇 Sumber: Tws News #kontencom  #kontencomxtws  #bahlil", "post_id": "7646046250202058004"}}, {"key": "koinsinyalixx", "attributes": {"label": "koinsinyalixx", "x": 743.3436272535314, "y": 268.4121690094685, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 47.619, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647528451565440277", "id": "koinsinyalixx", "source": "tiktok-000001", "content": "Indonesia membukukan devisa pariwisata sebesar US$4,05 miliar atau setara Rp 68,28 triliun di kuartal I-2026, naik 6,3% dibanding periode sama tahun lalu. Capaian ini diumumkan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam Laporan Bulanan Kementerian Pariwisata. Yang menarik, pertumbuhan ini terjadi di tengah kondisi pasar yang penuh tekanan, dengan Rupiah anjlok menembus Rp 18.000 per USD hari ini sebagai rekor terlemah sepanjang sejarah. IHSG dan bursa Asia juga dibuka merah, sementara perang Iran-Israel dan eskalasi konflik Israel-Lebanon terus membayangi sentimen global. Selain devisa, Kementerian Pariwisata mencatat pencapaian operasional yang signifikan. Sampai 30 Mei 2026, Kementerian bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal sudah memfasilitasi 31.548 sertifikasi halal bagi UMKM di 1.116 desa wisata yang tersebar di 34 provinsi. Program Karisma Event Nusantara yang berlangsung di 15 provinsi melibatkan 20.669 pekerja dan 3.936 UMKM, dengan perputaran ekonomi lebih dari Rp 45,57 miliar. Menpar menegaskan event bukan sekadar promosi destinasi, tetapi juga ruang ekonomi rakyat yang menggerakkan UMKM, seniman, pekerja kreatif, dan komunitas lokal. Bagi audiens Indonesia, data ini punya implikasi penting untuk perekonomian secara luas. Pertama, sektor pariwisata jadi salah satu penopang devisa di tengah tekanan kurs. Justru Rupiah yang melemah bikin Indonesia jadi destinasi lebih murah untuk turis asing dengan USD lebih kuat. Kedua, kontribusi pariwisata ke ekonomi rakyat lewat UMKM dan desa wisata jadi indikasi sektor ini bisa bertahan dari shock global. Ketiga, tantangan ke depan tetap besar, dari eskalasi perang Iran-Lebanon yang bisa tekan kunjungan turis Timur Tengah, sampai persaingan dengan Vietnam dan Thailand yang lebih agresif. Pelajaran dari Q1 2026: dalam ekonomi terbuka yang penuh ketidakpastian, diversifikasi sumber devisa dari sektor jasa seperti pariwisata jadi krusial untuk menahan tekanan kurs. #kontencomxtws  #kontencom  sumbernews", "post_id": "7647528451565440277"}}, {"key": "lannclipps", "attributes": {"label": "lannclipps", "x": 460.6344538641369, "y": 593.6350124400763, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 47.619, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7647798001473211669", "id": "lannclipps", "source": "tiktok-000001", "content": "Di saat nilai tukar rupiah melemah, sektor pariwisata Indonesia justru mencatat kabar positif. Kementerian Pariwisata melaporkan bahwa devisa pariwisata Indonesia mencapai sekitar US$4,05 miliar atau setara Rp68 triliun. Pencapaian ini didorong oleh meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke berbagai destinasi wisata di Indonesia. Melemahnya rupiah membuat biaya liburan di Indonesia menjadi relatif lebih murah bagi wisatawan asing. Akibatnya, banyak turis memilih Indonesia sebagai tujuan wisata karena mereka bisa mendapatkan lebih banyak nilai dari uang yang mereka keluarkan. Kondisi ini memberikan dampak positif bagi hotel, restoran, transportasi, UMKM, hingga pelaku usaha pariwisata di berbagai daerah. Meski pelemahan rupiah memiliki dampak negatif pada beberapa sektor, industri pariwisata justru menjadi salah satu pihak yang diuntungkan. Devisa yang masuk dari wisatawan asing membantu menambah cadangan devisa negara dan mendorong perputaran ekonomi di daerah-daerah wisata. Hal ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata masih menjadi salah satu sumber pendapatan penting bagi Indonesia. Menurut kalian, apakah Indonesia sudah memanfaatkan potensi pariwisata secara maksimal untuk meningkatkan pemasukan negara?  Sumber: TWS News Instagram: #kontencom  #kontencomxtws", "post_id": "7647798001473211669"}}, {"key": "x2jzero", "attributes": {"label": "x2jzero", "x": 806.3157773434792, "y": 705.8694746529823, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 47.619, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647796327652347156", "id": "x2jzero", "source": "tiktok-000001", "content": "Yang menarik, pertumbuhan ini terjadi di tengah kondisi pasar yang penuh tekanan, dengan Rupiah anjlok menembus Rp 18.000 per USD hari ini sebagai rekor terlemah sepanjang sejarah. IHSG dan bursa Asia juga dibuka merah, sementara perang Iran-Israel dan eskalasi konflik Israel-Lebanon terus membayangi sentimen global. Selain devisa, Kementerian Pariwisata mencatat pencapaian operasional yang signifikan. Sampai 30 Mei 2026, Kementerian bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal sudah memfasilitasi 31.548 sertifikasi halal bagi UMKM di 1.116 desa wisata yang tersebar di 34 provinsi. Program Karisma Event Nusantara yang berlangsung di 15 provinsi melibatkan 20.669 pekerja dan 3.936 UMKM, dengan perputaran ekonomi lebih dari Rp 45,57 miliar. Menpar menegaskan event bukan sekadar promosi destinasi, tetapi juga ruang ekonomi rakyat yang menggerakkan UMKM, seniman, pekerja kreatif, dan komunitas lokal Sumber: TWS News   #kontencomxtws #kontencom", "post_id": "7647796327652347156"}}, {"key": "tws.news1", "attributes": {"label": "tws.news1", "x": 478.72346241436225, "y": 131.60906653142712, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 47.619, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647796053000932629", "id": "tws.news1", "source": "tiktok-000001", "content": "Indonesia membukukan devisa pariwisata sebesar US$4,05 miliar atau setara Rp 68,28 triliun di kuartal I-2026, naik 6,3% dibanding periode sama tahun lalu. Capaian ini diumumkan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam Laporan Bulanan Kementerian Pariwisata. Yang menarik, pertumbuhan ini terjadi di tengah kondisi pasar yang penuh tekanan, dengan Rupiah anjlok menembus Rp 18.000 per USD hari ini sebagai rekor terlemah sepanjang sejarah. IHSG dan bursa Asia juga dibuka merah, sementara perang Iran-Israel dan eskalasi konflik Israel-Lebanon terus membayangi sentimen global. Selain devisa, Kementerian Pariwisata mencatat pencapaian operasional yang signifikan. Sampai 30 Mei 2026, Kementerian bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal sudah memfasilitasi 31.548 sertifikasi halal bagi UMKM di 1.116 desa wisata yang tersebar di 34 provinsi. Program Karisma Event Nusantara yang berlangsung di 15 provinsi melibatkan 20.669 pekerja dan 3.936 UMKM, dengan perputaran ekonomi lebih dari Rp 45,57 miliar. Menpar menegaskan event bukan sekadar promosi destinasi, tetapi juga ruang ekonomi rakyat yang menggerakkan UMKM, seniman, pekerja kreatif, dan komunitas lokal. Bagi audiens Indonesia, data ini punya implikasi penting untuk perekonomian secara luas. Pertama, sektor pariwisata jadi salah satu penopang devisa di tengah tekanan kurs. Justru Rupiah yang melemah bikin Indonesia jadi destinasi lebih murah untuk turis asing dengan USD lebih kuat. Kedua, kontribusi pariwisata ke ekonomi rakyat lewat UMKM dan desa wisata jadi indikasi sektor ini bisa bertahan dari shock global. Ketiga, tantangan ke depan tetap besar, dari eskalasi perang Iran-Lebanon yang bisa tekan kunjungan turis Timur Tengah, sampai persaingan dengan Vietnam dan Thailand yang lebih agresif. Pelajaran dari Q1 2026: dalam ekonomi terbuka yang penuh ketidakpastian, diversifikasi sumber devisa dari sektor jasa seperti pariwisata jadi krusial untuk menahan tekanan kurs. Sumber:TWS News   #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7647796053000932629"}}, {"key": "ruang.insight4", "attributes": {"label": "ruang.insight4", "x": 555.7813959512034, "y": 872.2349379607547, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647708364692016402", "id": "ruang.insight4", "source": "tiktok-000001", "content": "Indonesia membukukan devisa pariwisata sebesar US$4,05 miliar atau setara Rp 68,28 triliun di kuartal I-2026, naik 6,3% dibanding periode sama tahun lalu. Capaian ini diumumkan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam Laporan Bulanan Kementerian Pariwisata. Yang menarik, pertumbuhan ini terjadi di tengah kondisi pasar yang penuh tekanan, dengan Rupiah anjlok menembus Rp 18.000 per USD hari ini sebagai rekor terlemah sepanjang sejarah. IHSG dan bursa Asia juga dibuka merah, sementara perang Iran-Israel dan eskalasi konflik Israel-Lebanon terus membayangi sentimen global. Selain devisa, Kementerian Pariwisata mencatat pencapaian operasional yang signifikan. Sampai 30 Mei 2026, Kementerian bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal sudah memfasilitasi 31.548 sertifikasi halal bagi UMKM di 1.116 desa wisata yang tersebar di 34 provinsi. Program Karisma Event Nusantara yang berlangsung di 15 provinsi melibatkan 20.669 pekerja dan 3.936 UMKM, dengan perputaran ekonomi lebih dari Rp 45,57 miliar. Menpar menegaskan event bukan sekadar promosi destinasi, tetapi juga ruang ekonomi rakyat yang menggerakkan UMKM, seniman, pekerja kreatif, dan komunitas lokal.  Bagi audiens Indonesia, data ini punya implikasi penting untuk perekonomian secara luas. Pertama, sektor pariwisata jadi salah satu penopang devisa di tengah tekanan kurs. Justru Rupiah yang melemah bikin Indonesia jadi destinasi lebih murah untuk turis asing dengan USD lebih kuat. Kedua, kontribusi pariwisata ke ekonomi rakyat lewat UMKM dan desa wisata jadi indikasi sektor ini bisa bertahan dari shock global. Ketiga, tantangan ke depan tetap besar, dari eskalasi perang Iran-Lebanon yang bisa tekan kunjungan turis Timur Tengah, sampai persaingan dengan Vietnam dan Thailand yang lebih agresif. Pelajaran dari Q1 2026: dalam ekonomi terbuka yang penuh ketidakpastian, diversifikasi sumber devisa dari sektor jasa seperti pariwisata jadi krusial untuk menahan tekanan kurs.  Sumber video:   Sumber: TWS News #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7647708364692016402"}}, {"key": "millenialzkece", "attributes": {"label": "millenialzkece", "x": 286.36462408924456, "y": 571.0805093447636, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.5592, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647708364692016402", "id": "millenialzkece", "source": "tiktok-000001", "content": "Indonesia membukukan devisa pariwisata sebesar US$4,05 miliar atau setara Rp 68,28 triliun di kuartal I-2026, naik 6,3% dibanding periode sama tahun lalu. Capaian ini diumumkan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam Laporan Bulanan Kementerian Pariwisata. Yang menarik, pertumbuhan ini terjadi di tengah kondisi pasar yang penuh tekanan, dengan Rupiah anjlok menembus Rp 18.000 per USD hari ini sebagai rekor terlemah sepanjang sejarah. IHSG dan bursa Asia juga dibuka merah, sementara perang Iran-Israel dan eskalasi konflik Israel-Lebanon terus membayangi sentimen global. Selain devisa, Kementerian Pariwisata mencatat pencapaian operasional yang signifikan. Sampai 30 Mei 2026, Kementerian bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal sudah memfasilitasi 31.548 sertifikasi halal bagi UMKM di 1.116 desa wisata yang tersebar di 34 provinsi. Program Karisma Event Nusantara yang berlangsung di 15 provinsi melibatkan 20.669 pekerja dan 3.936 UMKM, dengan perputaran ekonomi lebih dari Rp 45,57 miliar. Menpar menegaskan event bukan sekadar promosi destinasi, tetapi juga ruang ekonomi rakyat yang menggerakkan UMKM, seniman, pekerja kreatif, dan komunitas lokal.  Bagi audiens Indonesia, data ini punya implikasi penting untuk perekonomian secara luas. Pertama, sektor pariwisata jadi salah satu penopang devisa di tengah tekanan kurs. Justru Rupiah yang melemah bikin Indonesia jadi destinasi lebih murah untuk turis asing dengan USD lebih kuat. Kedua, kontribusi pariwisata ke ekonomi rakyat lewat UMKM dan desa wisata jadi indikasi sektor ini bisa bertahan dari shock global. Ketiga, tantangan ke depan tetap besar, dari eskalasi perang Iran-Lebanon yang bisa tekan kunjungan turis Timur Tengah, sampai persaingan dengan Vietnam dan Thailand yang lebih agresif. Pelajaran dari Q1 2026: dalam ekonomi terbuka yang penuh ketidakpastian, diversifikasi sumber devisa dari sektor jasa seperti pariwisata jadi krusial untuk menahan tekanan kurs.  Sumber video:   Sumber: TWS News #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7647708364692016402"}}, {"key": "clipperahmaddrisal7", "attributes": {"label": "clipperahmaddrisal7", "x": 380.40918197931796, "y": 578.9204791239471, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647659493412670728", "id": "clipperahmaddrisal7", "source": "tiktok-000001", "content": "Indonesia membukukan devisa pariwisata sebesar US$4,05 miliar atau setara Rp 68,28 triliun di kuartal I-2026, naik 6,3% dibanding periode sama tahun lalu. Capaian ini diumumkan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam Laporan Bulanan Kementerian Pariwisata.  Yang menarik, pertumbuhan ini terjadi di tengah kondisi pasar yang penuh tekanan, dengan Rupiah anjlok menembus Rp 18.000 per USD hari ini sebagai rekor terlemah sepanjang sejarah. IHSG dan bursa Asia juga dibuka merah, sementara perang Iran-Israel dan eskalasi konflik Israel-Lebanon terus membayangi sentimen global. Selain devisa, Kementerian Pariwisata mencatat pencapaian operasional yang signifikan. Sampai 30 Mei 2026, Kementerian bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal sudah memfasilitasi 31.548 sertifikasi halal bagi UMKM di 1.116 desa wisata yang tersebar di 34 provinsi. Program Karisma Event Nusantara yang berlangsung di 15 provinsi melibatkan 20.669 pekerja dan 3.936 UMKM, dengan perputaran ekonomi lebih dari Rp 45,57 miliar. Menpar menegaskan event bukan sekadar promosi destinasi, tetapi juga ruang ekonomi rakyat yang menggerakkan UMKM, seniman, pekerja kreatif, dan komunitas lokal. Bagi audiens Indonesia, data ini punya implikasi penting untuk perekonomian secara luas. Pertama, sektor pariwisata jadi salah satu penopang devisa di tengah tekanan kurs. Justru Rupiah yang melemah bikin Indonesia jadi destinasi lebih murah untuk turis asing dengan USD lebih kuat. Kedua, kontribusi pariwisata ke ekonomi rakyat lewat UMKM dan desa wisata jadi indikasi sektor ini bisa bertahan dari shock global. Ketiga, tantangan ke depan tetap besar, dari eskalasi perang Iran-Lebanon yang bisa tekan kunjungan turis Timur Tengah, sampai persaingan dengan Vietnam dan Thailand yang lebih agresif. Pelajaran dari Q1 2026: dalam ekonomi terbuka yang penuh ketidakpastian, diversifikasi sumber devisa dari sektor jasa seperti pariwisata jadi krusial untuk menahan tekanan kurs. Sumber : TWS NEWS   #kontencom #kontencomxtws #pariwisata #ekonomi", "post_id": "7647659493412670728"}}, {"key": "Kontencom", "attributes": {"label": "Kontencom", "x": 8.400386982024388, "y": 561.6826499518183, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.1763, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7647659493412670728", "id": "Kontencom", "source": "tiktok-000001", "content": "Indonesia membukukan devisa pariwisata sebesar US$4,05 miliar atau setara Rp 68,28 triliun di kuartal I-2026, naik 6,3% dibanding periode sama tahun lalu. Capaian ini diumumkan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam Laporan Bulanan Kementerian Pariwisata.  Yang menarik, pertumbuhan ini terjadi di tengah kondisi pasar yang penuh tekanan, dengan Rupiah anjlok menembus Rp 18.000 per USD hari ini sebagai rekor terlemah sepanjang sejarah. IHSG dan bursa Asia juga dibuka merah, sementara perang Iran-Israel dan eskalasi konflik Israel-Lebanon terus membayangi sentimen global. Selain devisa, Kementerian Pariwisata mencatat pencapaian operasional yang signifikan. Sampai 30 Mei 2026, Kementerian bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal sudah memfasilitasi 31.548 sertifikasi halal bagi UMKM di 1.116 desa wisata yang tersebar di 34 provinsi. Program Karisma Event Nusantara yang berlangsung di 15 provinsi melibatkan 20.669 pekerja dan 3.936 UMKM, dengan perputaran ekonomi lebih dari Rp 45,57 miliar. Menpar menegaskan event bukan sekadar promosi destinasi, tetapi juga ruang ekonomi rakyat yang menggerakkan UMKM, seniman, pekerja kreatif, dan komunitas lokal. Bagi audiens Indonesia, data ini punya implikasi penting untuk perekonomian secara luas. Pertama, sektor pariwisata jadi salah satu penopang devisa di tengah tekanan kurs. Justru Rupiah yang melemah bikin Indonesia jadi destinasi lebih murah untuk turis asing dengan USD lebih kuat. Kedua, kontribusi pariwisata ke ekonomi rakyat lewat UMKM dan desa wisata jadi indikasi sektor ini bisa bertahan dari shock global. Ketiga, tantangan ke depan tetap besar, dari eskalasi perang Iran-Lebanon yang bisa tekan kunjungan turis Timur Tengah, sampai persaingan dengan Vietnam dan Thailand yang lebih agresif. Pelajaran dari Q1 2026: dalam ekonomi terbuka yang penuh ketidakpastian, diversifikasi sumber devisa dari sektor jasa seperti pariwisata jadi krusial untuk menahan tekanan kurs. Sumber : TWS NEWS   #kontencom #kontencomxtws #pariwisata #ekonomi", "post_id": "7647659493412670728"}}, {"key": "twsupdate2", "attributes": {"label": "twsupdate2", "x": 868.3607921085124, "y": 517.4073184537285, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 47.619, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648273084079754516", "id": "twsupdate2", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨Indonesia membukukan devisa pariwisata sebesar US$4,05 miliar atau setara Rp 68,28 triliun di kuartal 1-2026, naik 6,3% dibanding periode sama tahun lalu. Capaian ini diumumkan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam Laporan Bulanan Kementerian Pariwisata. Yang menarik, pertumbuhan ini terjadi di tengah kondisi pasar yang penuh tekanan, dengan Rupiah anjlok menembus Rp 18.000 per USD hari ini sebagai rekor terlemah sepanjang sejarah. IHSG dan bursa Asia juga dibuka merah, sementara perang Iran-Israel dan eskalasi konflik Israel-Lebanon terus membayangi sentimen global. Selain devisa, Kementerian Pariwisata mencatat pencapaian operasional yang signifikan. Sampai 30 Mei 2026, Kementerian bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal sudah memfasilitasi 31.548 sertifikasi halal bagi UMKM di 1.116 desa wisata yang tersebar di 34 provinsi. Program Karisma Event Nusantara yang berlangsung di 15 provinsi melibatkan 20.669 pekerja dan 3.936 UMKM, dengan perputaran ekonomi lebih dari Rp 45,57 miliar. Menpar menegaskan event bukan sekadar promosi destinasi, tetapi juga ruang ekonomi rakyat yang menggerakkan UMKM, seniman, pekerja kreatif, dan komunitas lokal. Bagi audiens Indonesia, data ini punya implikasi penting untuk perekonomian secara luas. Pertama, sektor pariwisata jadi salah satu penopang devisa di tengah tekanan kurs. Justru Rupiah yang melemah bikin Indonesia jadi destinasi lebih murah untuk turis asing dengan USD lebih kuat. Kedua, kontribusi pariwisata ke ekonomi rakyat lewat UMKM dan desa wisata jadi indikasi sektor ini bisa bertahan dari shock global. Ketiga, tantangan ke depan tetap besar, dari eskalasi perang Iran-Lebanon yang bisa tekan kunjungan turis Timur Tengah, sampai persaingan dengan Vietnam dan Thailand yang lebih agresif. Pelajaran dari Q1 2026: dalam ekonomi terbuka yang penuh ketidakpastian, diversifikasi sumber devisa dari sektor jasa seperti pariwisata jadi krusial untuk menahan tekanan kurs.|Sumber:TWS News  #kontencom #kontencomxtws #fyp", "post_id": "7648273084079754516"}}, {"key": "nggih362", "attributes": {"label": "nggih362", "x": 318.2274267900965, "y": 762.5125301282188, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 47.619, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647809497859230983", "id": "nggih362", "source": "tiktok-000001", "content": "Indonesia membukukan devisa pariwisata sebesar US$4,05 miliar atau setara Rp 68,28 triliun di kuartal 1-2026, naik 6,3% dibanding periode sama tahun lalu. Capaian ini diumumkan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam Laporan Bulanan Kementerian Pariwisata. Yang menarik, pertumbuhan ini terjadi di tengah kondisi pasar yang penuh tekanan, dengan Rupiah anjlok menembus Rp 18.000 per USD hari ini sebagai rekor terlemah sepanjang sejarah. IHSG dan bursa Asia juga dibuka merah, sementara perang Iran-Israel dan eskalasi konflik Israel-Lebanon terus membayangi sentimen global. Selain devisa, Kementerian Pariwisata mencatat pencapaian operasional yang signifikan. Sampai 30 Mei 2026, Kementerian bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal sudah memfasilitasi 31.548 sertifikasi halal bagi UMKM di 1.116 desa wisata yang tersebar di 34 provinsi. Program Karisma Event Nusantara yang berlangsung di 15 provinsi melibatkan 20.669 pekerja dan 3.936 UMKM, dengan perputaran ekonomi lebih dari Rp 45,57 miliar. Menpar menegaskan event bukan sekadar promosi destinasi, tetapi juga ruang ekonomi rakyat yang menggerakkan UMKM, seniman, pekerja kreatif, dan komunitas lokal. Bagi audiens Indonesia, data ini punya implikasi penting untuk perekonomian secara luas. Pertama, sektor pariwisata jadi salah satu penopang devisa di tengah tekanan kurs. Justru Rupiah yang melemah bikin Indonesia jadi destinasi lebih murah untuk turis asing dengan USD lebih kuat. Kedua, kontribusi pariwisata ke ekonomi rakyat lewat UMKM dan desa wisata jadi indikasi sektor ini bisa bertahan dari shock global. Ketiga, tantangan ke depan tetap besar, dari eskalasi perang Iran-Lebanon yang bisa tekan kunjungan turis Timur Tengah, sampai persaingan dengan Vietnam dan Thailand yang lebih agresif. Pelajaran dari Q1 2026: dalam ekonomi terbuka yang penuh ketidakpastian, diversifikasi sumber devisa dari sektor jasa seperti pariwisata jadi krusial untuk menahan tekanan kurs. Sumber: TWS News  IG :   #kontencom #kontencomxtws #turis #cuan", "post_id": "7647809497859230983"}}, {"key": "twsnews0", "attributes": {"label": "twsnews0", "x": 213.97487808656956, "y": 992.7910278634282, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 47.619, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647883505661185298", "id": "twsnews0", "source": "tiktok-000001", "content": "Indonesia membukukan devisa pariwisata sebesar US$4,05 miliar atau setara Rp 68,28 triliun di kuartal 1-2026, naik 6,3% dibanding periode sama tahun lalu. Capaian ini diumumkan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam Laporan Bulanan Kementerian Pariwisata. Yang menarik, pertumbuhan ini terjadi di tengah kondisi pasar yang penuh tekanan, dengan Rupiah anjlok menembus Rp 18.000 per USD hari ini sebagai rekor terlemah sepanjang sejarah. IHSG dan bursa Asia juga dibuka merah, sementara perang Iran-Israel dan eskalasi konflik Israel-Lebanon terus membayangi sentimen global. Selain devisa, Kementerian Pariwisata mencatat pencapaian operasional yang signifikan. Sampai 30 Mei 2026, Kementerian bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal sudah memfasilitasi 31.548 sertifikasi halal bagi UMKM di 1.116 desa wisata yang tersebar di 34 provinsi. Program Karisma Event Nusantara yang berlangsung di 15 provinsi melibatkan 20.669 pekerja dan 3.936 UMKM, dengan perputaran ekonomi lebih dari Rp 45,57 miliar. Menpar menegaskan event bukan sekadar promosi destinasi, tetapi juga ruang ekonomi rakyat yang menggerakkan UMKM, seniman, pekerja kreatif, dan komunitas lokal. Bagi audiens Indonesia, data ini punya implikasi penting untuk perekonomian secara luas. Pertama, sektor pariwisata jadi salah satu penopang devisa di tengah tekanan kurs. Justru Rupiah yang melemah bikin Indonesia jadi destinasi lebih murah untuk turis asing dengan USD lebih kuat. Kedua, kontribusi pariwisata ke ekonomi rakyat lewat UMKM dan desa wisata jadi indikasi sektor ini bisa bertahan dari shock global. Ketiga, tantangan ke depan tetap besar, dari eskalasi perang Iran-Lebanon yang bisa tekan kunjungan turis Timur Tengah, sampai persaingan dengan Vietnam dan Thailand yang lebih agresif. Pelajaran dari Q1 2026: dalam ekonomi terbuka yang penuh ketidakpastian, diversifikasi sumber devisa dari sektor jasa seperti pariwisata jadi krusial untuk menahan tekanan kurs. Sumber: TWS News   #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7647883505661185298"}}, {"key": "blay_tws", "attributes": {"label": "blay_tws", "x": 681.9161507130774, "y": 486.0624909821294, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 47.619, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648854397891513608", "id": "blay_tws", "source": "tiktok-000001", "content": "Indonesia membukukan devisa pariwisata sebesar US$4,05 miliar atau setara Rp 68,28 triliun di kuartal I-2026, naik 6,3% dibanding periode sama tahun lalu. Capaian ini diumumkan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam Laporan Bulanan Kementerian Pariwisata. Yang menarik, pertumbuhan ini terjadi di tengah kondisi pasar yang penuh tekanan, dengan Rupiah anjlok menembus Rp 18.000 per USD hari ini sebagai rekor terlemah sepanjang sejarah. IHSG dan bursa Asia juga dibuka merah, sementara perang Iran-Israel dan eskalasi konflik Israel-Lebanon terus membayangi sentimen global. Selain devisa, Kementerian Pariwisata mencatat pencapaian operasional yang signifikan. Sampai 30 Mei 2026, Kementerian bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal sudah memfasilitasi 31.548 sertifikasi halal bagi UMKM di 1.116 desa wisata yang tersebar di 34 provinsi. Program Karisma Event Nusantara yang berlangsung di 15 provinsi melibatkan 20.669 pekerja dan 3.936 UMKM, dengan perputaran ekonomi lebih dari Rp 45,57 miliar. Menpar menegaskan event bukan sekadar promosi destinasi, tetapi juga ruang ekonomi rakyat yang menggerakkan UMKM, seniman, pekerja kreatif, dan komunitas lokal. Bagi audiens Indonesia, data ini punya implikasi penting untuk perekonomian secara luas. Pertama, sektor pariwisata jadi salah satu penopang devisa di tengah tekanan kurs. Justru Rupiah yang melemah bikin Indonesia jadi destinasi lebih murah untuk turis asing dengan USD lebih kuat. Kedua, kontribusi pariwisata ke ekonomi rakyat lewat UMKM dan desa wisata jadi indikasi sektor ini bisa bertahan dari shock global. Ketiga, tantangan ke depan tetap besar, dari eskalasi perang Iran-Lebanon yang bisa tekan kunjungan turis Timur Tengah, sampai persaingan dengan Vietnam dan Thailand yang lebih agresif. Pelajaran dari Q1 2026: dalam ekonomi terbuka yang penuh ketidakpastian, diversifikasi sumber devisa dari sektor jasa seperti pariwisata jadi krusial untuk menahan tekanan kurs. \"Sumber: TWS News\"  #kontencom #kontencomxtws #rupiah", "post_id": "7648854397891513608"}}, {"key": "as_screenprinting", "attributes": {"label": "as_screenprinting", "x": 920.2635201070349, "y": 990.5449143603087, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 47.619, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648292978867440914", "id": "as_screenprinting", "source": "tiktok-000001", "content": "Indonesia membukukan devisa pariwisata sebesar US$4,05 miliar atau setara Rp 68,28 triliun di kuartal I-2026, naik 6,3% dibanding periode sama tahun lalu. Capaian ini diumumkan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam Laporan Bulanan Kementerian Pariwisata.  Yang menarik, pertumbuhan ini terjadi di tengah kondisi pasar yang penuh tekanan, dengan Rupiah anjlok menembus Rp 18.000 per USD hari ini sebagai rekor terlemah sepanjang sejarah. IHSG dan bursa Asia juga dibuka merah, sementara perang Iran-Israel dan eskalasi konflik Israel-Lebanon terus membayangi sentimen global. Selain devisa, Kementerian Pariwisata mencatat pencapaian operasional yang signifikan. Sampai 30 Mei 2026, Kementerian bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal sudah memfasilitasi 31.548 sertifikasi halal bagi UMKM di 1.116 desa wisata yang tersebar di 34 provinsi. Program Karisma Event Nusantara yang berlangsung di 15 provinsi melibatkan 20.669 pekerja dan 3.936 UMKM, dengan perputaran ekonomi lebih dari Rp 45,57 miliar. Menpar menegaskan event bukan sekadar promosi destinasi, tetapi juga ruang ekonomi rakyat yang menggerakkan UMKM, seniman, pekerja kreatif, dan komunitas lokal. Bagi audiens Indonesia, data ini punya implikasi penting untuk perekonomian secara luas. Pertama, sektor pariwisata jadi salah satu penopang devisa di tengah tekanan kurs. Justru Rupiah yang melemah bikin Indonesia jadi destinasi lebih murah untuk turis asing dengan USD lebih kuat. Kedua, kontribusi pariwisata ke ekonomi rakyat lewat UMKM dan desa wisata jadi indikasi sektor ini bisa bertahan dari shock global. Ketiga, tantangan ke depan tetap besar, dari eskalasi perang Iran-Lebanon yang bisa tekan kunjungan turis Timur Tengah, sampai persaingan dengan Vietnam dan Thailand yang lebih agresif. Pelajaran dari Q1 2026: dalam ekonomi terbuka yang penuh ketidakpastian, diversifikasi sumber devisa dari sektor jasa seperti pariwisata jadi krusial untuk menahan tekanan kurs. Sumber:TWS News #pariwisata #ekonomi #rupiah #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7648292978867440914"}}, {"key": "graham_di_caprio", "attributes": {"label": "graham_di_caprio", "x": 768.3290338672008, "y": 459.626426187027, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 47.619, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647515787233627409", "id": "graham_di_caprio", "source": "tiktok-000001", "content": "Indonesia membukukan devisa pariwisata sebesar US$4,05 miliar atau setara Rp 68,28 triliun di kuartal I-2026, naik 6,3% dibanding periode sama tahun lalu. Capaian ini diumumkan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam Laporan Bulanan Kementerian Pariwisata.  Yang menarik, pertumbuhan ini terjadi di tengah kondisi pasar yang penuh tekanan, dengan Rupiah anjlok menembus Rp 18.000 per USD hari ini sebagai rekor terlemah sepanjang sejarah. IHSG dan bursa Asia juga dibuka merah, sementara perang Iran-Israel dan eskalasi konflik Israel-Lebanon terus membayangi sentimen global. Selain devisa, Kementerian Pariwisata mencatat pencapaian operasional yang signifikan. Sampai 30 Mei 2026, Kementerian bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal sudah memfasilitasi 31.548 sertifikasi halal bagi UMKM di 1.116 desa wisata yang tersebar di 34 provinsi. Program Karisma Event Nusantara yang berlangsung di 15 provinsi melibatkan 20.669 pekerja dan 3.936 UMKM, dengan perputaran ekonomi lebih dari Rp 45,57 miliar. Menpar menegaskan event bukan sekadar promosi destinasi, tetapi juga ruang ekonomi rakyat yang menggerakkan UMKM, seniman, pekerja kreatif, dan komunitas lokal. Bagi audiens Indonesia, data ini punya implikasi penting untuk perekonomian secara luas. Pertama, sektor pariwisata jadi salah satu penopang devisa di tengah tekanan kurs. Justru Rupiah yang melemah bikin Indonesia jadi destinasi lebih murah untuk turis asing dengan USD lebih kuat. Kedua, kontribusi pariwisata ke ekonomi rakyat lewat UMKM dan desa wisata jadi indikasi sektor ini bisa bertahan dari shock global. Ketiga, tantangan ke depan tetap besar, dari eskalasi perang Iran-Lebanon yang bisa tekan kunjungan turis Timur Tengah, sampai persaingan dengan Vietnam dan Thailand yang lebih agresif. Pelajaran dari Q1 2026: dalam ekonomi terbuka yang penuh ketidakpastian, diversifikasi sumber devisa dari sektor jasa seperti pariwisata jadi krusial untuk menahan tekanan kurs. Sumber:TWS News  #kontencom #kontencomxtws #fyp", "post_id": "7647515787233627409"}}, {"key": "yourdreams019", "attributes": {"label": "yourdreams019", "x": 159.9898572896854, "y": 569.4850391008537, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 47.619, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647792684173659409", "id": "yourdreams019", "source": "tiktok-000001", "content": "Indonesia membukukan devisa pariwisata sebesar US$4,05 miliar atau setara Rp 68,28 triliun di kuartal I-2026, naik 6,3% dibanding periode sama tahun lalu. Capaian ini diumumkan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam Laporan Bulanan Kementerian Pariwisata. Yang menarik, pertumbuhan ini terjadi di tengah kondisi pasar yang penuh tekanan, dengan Rupiah anjlok menembus Rp 18.000 per USD hari ini sebagai rekor terlemah sepanjang sejarah. IHSG dan bursa Asia juga dibuka merah, sementara perang Iran-Israel dan eskalasi konflik Israel-Lebanon terus membayangi sentimen global. Selain devisa, Kementerian Pariwisata mencatat pencapaian operasional yang signifikan. Sampai 30 Mei 2026, Kementerian bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal sudah memfasilitasi 31.548 sertifikasi halal bagi UMKM di 1.116 desa wisata yang tersebar di 34 provinsi. Program Karisma Event Nusantara yang berlangsung di 15 provinsi melibatkan 20.669 pekerja dan 3.936 UMKM, dengan perputaran ekonomi lebih dari Rp 45,57 miliar. Menpar menegaskan event bukan sekadar promosi destinasi, tetapi juga ruang ekonomi rakyat yang menggerakkan UMKM, seniman, pekerja kreatif, dan komunitas lokal. Bagi audiens Indonesia, data ini punya implikasi penting untuk perekonomian secara luas. Pertama, sektor pariwisata jadi salah satu penopang devisa di tengah tekanan kurs. Justru Rupiah yang melemah bikin Indonesia jadi destinasi lebih murah untuk turis asing dengan USD lebih kuat. Kedua, kontribusi pariwisata ke ekonomi rakyat lewat UMKM dan desa wisata jadi indikasi sektor ini bisa bertahan dari shock global. Ketiga, tantangan ke depan tetap besar, dari eskalasi perang Iran-Lebanon yang bisa tekan kunjungan turis Timur Tengah, sampai persaingan dengan Vietnam dan Thailand yang lebih agresif. Pelajaran dari Q1 2026: dalam ekonomi terbuka yang penuh ketidakpastian, diversifikasi sumber devisa dari sektor jasa seperti pariwisata jadi krusial untuk menahan tekanan kurs. Sumber: TWS News #kontencom #kontencomxtws Ig", "post_id": "7647792684173659409"}}, {"key": "titik.terendah.ku7", "attributes": {"label": "titik.terendah.ku7", "x": 822.0795831928278, "y": 605.0037821993814, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 47.619, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7646021824739872021", "id": "titik.terendah.ku7", "source": "tiktok-000001", "content": "MENTERI ESDM JANJI! PERTALITE & SOLAR TIDAK NAIK MESKI RUPIAH NAIK Bukan sekadar obral janji manis, bukan juga wacana penenang publik — tapi ini tentang komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas daya beli masyarakat di tengah fluktuasi ekonomi! 🇮🇩 Suli, si miliarder muda kripto yang pergerakannya selalu awas terhadap dinamika kebijakan energi dan dampaknya bagi pasar riil, ikut menyoroti kepastian harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi lewat unggahan terbarunya. Sebuah langkah strategis dari otoritas terkait demi memastikan roda perekonomian masyarakat tetap berputar stabil tanpa dibayangi beban lonjakan biaya transportasi. 📊 Pernyataan resmi mengenai harga BBM bersubsidi ini menegaskan beberapa poin penting:  * **Harga Tetap Stabil:** Pemerintah memberikan garansi bahwa harga untuk jenis BBM Pertalite dan Solar dipastikan tidak akan mengalami kenaikan.  * **Tidak Terpengaruh Fluktuasi:** Kebijakan untuk mempertahankan tarif ini akan terus berjalan meskipun nilai tukar Rupiah sedang mengalami dinamika ataupun penguatan di pasar.  * **Komitmen Subsidi:** Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan nyata pemerintah terhadap sektor energi domestik yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan harian masyarakat luas.  *\"Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM bersubsidi tidak akan naik hingga akhir tahun 2026.\"* — Sebuah jaminan penting untuk kepastian biaya operasional publik. ⚡ Kepastian mengenai bertahannya harga Pertalite dan Solar yang terekam di dalam file video \"VID_20260531183301788.mp4\" ini pun langsung menuai atensi besar, sekaligus memicu riuh pembahasan yang sangat positif di berbagai lapisan masyarakat, pelaku UMKM, hingga pengamat kebijakan publik. Mendengar komitmen dari Menteri ESDM yang menjamin harga BBM subsidi bakal tetap aman dan tidak naik hingga akhir tahun 2026 ini, bagaimana tanggapan serta harapan kalian untuk kestabilan harga barang pokok lainnya ke depan? Coba ketik opini kalian di kolom komentar bawah! 👇 Sumber IG: Tradewithsuli dan   #kontencom #kontencomxtws #bahlil #esdm #bbm", "post_id": "7646021824739872021"}}, {"key": "beritawithtws", "attributes": {"label": "beritawithtws", "x": 416.3711997195754, "y": 308.48894648417314, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 47.619, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7646265745390750997", "id": "beritawithtws", "source": "tiktok-000001", "content": "MENTERI ESDM JANJI! PERTALITE & SOLAR TIDAK NAIK MESKI RUPIAH NAIK Bukan sekadar obral janji manis, bukan juga wacana penenang publik — tapi ini tentang komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas daya beli masyarakat di tengah fluktuasi ekonomi! 🇮🇩 Suli, si miliarder muda kripto yang pergerakannya selalu awas terhadap dinamika kebijakan energi dan dampaknya bagi pasar riil, ikut menyoroti kepastian harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi lewat unggahan terbarunya. Sebuah langkah strategis dari otoritas terkait demi memastikan roda perekonomian masyarakat tetap berputar stabil tanpa dibayangi beban lonjakan biaya transportasi. 📊 Pernyataan resmi mengenai harga BBM bersubsidi ini menegaskan beberapa poin penting:  * **Harga Tetap Stabil:** Pemerintah memberikan garansi bahwa harga untuk jenis BBM Pertalite dan Solar dipastikan tidak akan mengalami kenaikan.  * **Tidak Terpengaruh Fluktuasi:** Kebijakan untuk mempertahankan tarif ini akan terus berjalan meskipun nilai tukar Rupiah sedang mengalami dinamika ataupun penguatan di pasar.  * **Komitmen Subsidi:** Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan nyata pemerintah terhadap sektor energi domestik yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan harian masyarakat luas.  *\"Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM bersubsidi tidak akan naik hingga akhir tahun 2026.\"* — Sebuah jaminan penting untuk kepastian biaya operasional publik. ⚡ Kepastian mengenai bertahannya harga Pertalite dan Solar yang terekam di dalam file video \"VID_20260531183301788.mp4\" ini pun langsung menuai atensi besar, sekaligus memicu riuh pembahasan yang sangat positif di berbagai lapisan masyarakat, pelaku UMKM, hingga pengamat kebijakan publik. Mendengar komitmen dari Menteri ESDM yang menjamin harga BBM subsidi bakal tetap aman dan tidak naik hingga akhir tahun 2026 ini, bagaimana tanggapan serta harapan kalian untuk kestabilan harga barang pokok lainnya ke depan? Coba ketik opini kalian di kolom komentar bawah! 👇 Sumber IG: Tradewithsuli dan   #kontencom #kontencomxtws #bahlil #esdm #bbm", "post_id": "7646265745390750997"}}, {"key": "trendclip77", "attributes": {"label": "trendclip77", "x": 657.6824868484639, "y": 870.5695408060735, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 47.619, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647683129343331591", "id": "trendclip77", "source": "tiktok-000001", "content": "Indonesia membukukan devisa pariwisata sebesar US$4,05 miliar atau setara Rp 68,28 triliun di kuartal 1-2026, naik 6,3% dibanding periode sama tahun lalu. Capaian ini diumumkan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam Laporan Bulanan Kementerian Pariwisata. Yang menarik, pertumbuhan ini terjadi di tengah kondisi pasar yang penuh tekanan, dengan Rupiah anjlok menembus Rp 18.000 per USD hari ini sebagai rekor terlemah sepanjang sejarah. IHSG dan bursa Asia juga dibuka merah, sementara perang Iran-Israel dan eskalasi konflik Israel-Lebanon terus membayangi sentimen global. Selain devisa, Kementerian Pariwisata mencatat pencapaian operasional yang signifikan. Sampai 30 Mei 2026, Kementerian bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal sudah memfasilitasi 31.548 sertifikasi halal bagi UMKM di 1.116 desa wisata yang tersebar di 34 provinsi. Program Karisma Event Nusantara yang berlangsung di 15 provinsi melibatkan 20.669 pekerja dan 3.936 UMKM, dengan perputaran ekonomi lebih dari Rp 45,57 miliar. Menpar menegaskan event bukan sekadar promosi destinasi, tetapi juga ruang ekonomi rakyat yang menggerakkan UMKM, seniman, pekerja kreatif, dan komunitas lokal. Sumber: TWS News  #kontencomxtws #kontencom", "post_id": "7647683129343331591"}}, {"key": "clipkonten09", "attributes": {"label": "clipkonten09", "x": 805.0044063406039, "y": 675.3863312189178, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7647521614371835157", "id": "clipkonten09", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 RUPIAH JADI YANG TERLEMAH SE-ASIA: Apa Dampaknya Buat Kantong Kita? 🚨 ​Belakangan ini, layar berita ekonomi lagi \"kebakaran\". Nilai tukar Rupiah sempat menyentuh level terendahnya terhadap Dolar AS, bahkan sempat tercatat sebagai salah satu mata uang dengan kinerja paling lemah di Asia. ​Tapi, buat kita yang nggak main saham atau valas, kenapa harus peduli? Nah, pelemahan rupiah ini bukan cuma angka di berita, tapi punya efek domino langsung ke isi dompet kita. Ini dia beberapa dampak nyatanya: ​1. Harga Barang Impor dan Elektronik Bakal Naik 📱 ​Hampir semua komponen smartphone, laptop, hingga barang otomotif itu dibeli pakai Dolar. Kalau Dolar makin perkasa, otomatis harga gadget incaranmu di toko retail berpotensi naik, atau minimal promo diskonnya bakal makin seret. ​2. Biaya Produksi \"Street Food\" sampai Skincare Ikut Tercekik 🍜✨ ​Bukan cuma barang mewah, bahan baku harian kita banyak yang impor. Kedelai untuk tahu/tempe, terigu untuk mi dan gorengan, hingga bahan aktif untuk skincare lokal rata-rata didatangkan dari luar negeri. Efeknya? Pengusaha lokal dilematis: mau menaikkan harga atau mengecilkan ukuran (shrinkflation). ​3. Ancaman Inflasi & Daya Beli Menurun 💸 ​Saat biaya produksi naik, harga barang di pasar ikut merangkak naik (inflasi). Masalahnya, kalau harga barang naik tapi gaji bulanan kita tetap sama, artinya daya beli kita sedang turun. Uang Rp100 ribu yang dulu bisa dapat banyak, sekarang cuma bisa beli sedikit barang. ​4. Traveling ke Luar Negeri Jadi Lebih Mahal ✈️ ​Buat yang sudah punya rencana liburan ke luar negeri atau mau nonton konser musisi internasional di Asia, siap-siap merogoh kocek lebih dalam. Biaya hotel, tiket pesawat, hingga uang jajan di sana bakal terasa berkali-kali lipat lebih mahal karena nilai tukar uang kita yang sedang melemah. ​💡 Sudut Pandang Positif: > Di tengah pelemahan ini, ada sektor yang justru diuntungkan, yaitu Eksportir Lokal dan UMKM Kreatif. Produk lokal yang dijual ke luar negeri harganya jadi lebih kompetitif, dan mereka menerima pendapatan dalam bentuk valas yang nilainya sedang tinggi. Jadi, ini waktu yang tepat buat kita makin cinta dan beli produk lokal! ​Bagaimana di daerahmu? Apakah sudah mulai terasa ada harga barang harian yang merangkak naik? Tulis di kolom komentar, ya! 👇  media by    #kontencomxtws #dolarnaik #kontencomxsuli #kontencom #menuandalan", "post_id": "7647521614371835157"}}, {"key": "waktubekasi", "attributes": {"label": "waktubekasi", "x": 16.660219886063587, "y": 205.61076284826984, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.3248, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647521614371835157", "id": "waktubekasi", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 RUPIAH JADI YANG TERLEMAH SE-ASIA: Apa Dampaknya Buat Kantong Kita? 🚨 ​Belakangan ini, layar berita ekonomi lagi \"kebakaran\". Nilai tukar Rupiah sempat menyentuh level terendahnya terhadap Dolar AS, bahkan sempat tercatat sebagai salah satu mata uang dengan kinerja paling lemah di Asia. ​Tapi, buat kita yang nggak main saham atau valas, kenapa harus peduli? Nah, pelemahan rupiah ini bukan cuma angka di berita, tapi punya efek domino langsung ke isi dompet kita. Ini dia beberapa dampak nyatanya: ​1. Harga Barang Impor dan Elektronik Bakal Naik 📱 ​Hampir semua komponen smartphone, laptop, hingga barang otomotif itu dibeli pakai Dolar. Kalau Dolar makin perkasa, otomatis harga gadget incaranmu di toko retail berpotensi naik, atau minimal promo diskonnya bakal makin seret. ​2. Biaya Produksi \"Street Food\" sampai Skincare Ikut Tercekik 🍜✨ ​Bukan cuma barang mewah, bahan baku harian kita banyak yang impor. Kedelai untuk tahu/tempe, terigu untuk mi dan gorengan, hingga bahan aktif untuk skincare lokal rata-rata didatangkan dari luar negeri. Efeknya? Pengusaha lokal dilematis: mau menaikkan harga atau mengecilkan ukuran (shrinkflation). ​3. Ancaman Inflasi & Daya Beli Menurun 💸 ​Saat biaya produksi naik, harga barang di pasar ikut merangkak naik (inflasi). Masalahnya, kalau harga barang naik tapi gaji bulanan kita tetap sama, artinya daya beli kita sedang turun. Uang Rp100 ribu yang dulu bisa dapat banyak, sekarang cuma bisa beli sedikit barang. ​4. Traveling ke Luar Negeri Jadi Lebih Mahal ✈️ ​Buat yang sudah punya rencana liburan ke luar negeri atau mau nonton konser musisi internasional di Asia, siap-siap merogoh kocek lebih dalam. Biaya hotel, tiket pesawat, hingga uang jajan di sana bakal terasa berkali-kali lipat lebih mahal karena nilai tukar uang kita yang sedang melemah. ​💡 Sudut Pandang Positif: > Di tengah pelemahan ini, ada sektor yang justru diuntungkan, yaitu Eksportir Lokal dan UMKM Kreatif. Produk lokal yang dijual ke luar negeri harganya jadi lebih kompetitif, dan mereka menerima pendapatan dalam bentuk valas yang nilainya sedang tinggi. Jadi, ini waktu yang tepat buat kita makin cinta dan beli produk lokal! ​Bagaimana di daerahmu? Apakah sudah mulai terasa ada harga barang harian yang merangkak naik? Tulis di kolom komentar, ya! 👇  media by    #kontencomxtws #dolarnaik #kontencomxsuli #kontencom #menuandalan", "post_id": "7647521614371835157"}}, {"key": "sinyaldata.id", "attributes": {"label": "sinyaldata.id", "x": 609.6100923059228, "y": 980.2817720928717, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.3248, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647521614371835157", "id": "sinyaldata.id", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 RUPIAH JADI YANG TERLEMAH SE-ASIA: Apa Dampaknya Buat Kantong Kita? 🚨 ​Belakangan ini, layar berita ekonomi lagi \"kebakaran\". Nilai tukar Rupiah sempat menyentuh level terendahnya terhadap Dolar AS, bahkan sempat tercatat sebagai salah satu mata uang dengan kinerja paling lemah di Asia. ​Tapi, buat kita yang nggak main saham atau valas, kenapa harus peduli? Nah, pelemahan rupiah ini bukan cuma angka di berita, tapi punya efek domino langsung ke isi dompet kita. Ini dia beberapa dampak nyatanya: ​1. Harga Barang Impor dan Elektronik Bakal Naik 📱 ​Hampir semua komponen smartphone, laptop, hingga barang otomotif itu dibeli pakai Dolar. Kalau Dolar makin perkasa, otomatis harga gadget incaranmu di toko retail berpotensi naik, atau minimal promo diskonnya bakal makin seret. ​2. Biaya Produksi \"Street Food\" sampai Skincare Ikut Tercekik 🍜✨ ​Bukan cuma barang mewah, bahan baku harian kita banyak yang impor. Kedelai untuk tahu/tempe, terigu untuk mi dan gorengan, hingga bahan aktif untuk skincare lokal rata-rata didatangkan dari luar negeri. Efeknya? Pengusaha lokal dilematis: mau menaikkan harga atau mengecilkan ukuran (shrinkflation). ​3. Ancaman Inflasi & Daya Beli Menurun 💸 ​Saat biaya produksi naik, harga barang di pasar ikut merangkak naik (inflasi). Masalahnya, kalau harga barang naik tapi gaji bulanan kita tetap sama, artinya daya beli kita sedang turun. Uang Rp100 ribu yang dulu bisa dapat banyak, sekarang cuma bisa beli sedikit barang. ​4. Traveling ke Luar Negeri Jadi Lebih Mahal ✈️ ​Buat yang sudah punya rencana liburan ke luar negeri atau mau nonton konser musisi internasional di Asia, siap-siap merogoh kocek lebih dalam. Biaya hotel, tiket pesawat, hingga uang jajan di sana bakal terasa berkali-kali lipat lebih mahal karena nilai tukar uang kita yang sedang melemah. ​💡 Sudut Pandang Positif: > Di tengah pelemahan ini, ada sektor yang justru diuntungkan, yaitu Eksportir Lokal dan UMKM Kreatif. Produk lokal yang dijual ke luar negeri harganya jadi lebih kompetitif, dan mereka menerima pendapatan dalam bentuk valas yang nilainya sedang tinggi. Jadi, ini waktu yang tepat buat kita makin cinta dan beli produk lokal! ​Bagaimana di daerahmu? Apakah sudah mulai terasa ada harga barang harian yang merangkak naik? Tulis di kolom komentar, ya! 👇  media by    #kontencomxtws #dolarnaik #kontencomxsuli #kontencom #menuandalan", "post_id": "7647521614371835157"}}, {"key": "nusantaratoday.id", "attributes": {"label": "nusantaratoday.id", "x": 421.2320167450938, "y": 889.6215247290883, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 12, "degree": 12}, "_id": "7647799019711859989", "id": "nusantaratoday.id", "source": "tiktok-000001", "content": "nusantaratoday.id_05-06-2026_Lonjakan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah kerap dianggap hanya menjadi urusan pelaku bisnis besar, investor, atau masyarakat perkotaan. Faktanya, efek domino dari melambungnya mata uang asing ini bergerak cepat hingga ke wilayah pelosok. Meskipun masyarakat pedesaan tidak bertransaksi menggunakan mata uang dolar, mereka justru menjadi salah satu kelompok yang paling rentan merasakan dampak negatifnya secara langsung. Berikut adalah beberapa dampak nyata yang kini membayangi kehidupan masyarakat di pedesaan akibat tren penguatan dolar yang terus berlanjut: 1. Biaya Produksi Pertanian Melonjak Sektor pertanian yang menjadi urat nadi perekonomian desa sangat bergantung pada komoditas impor. Bahan baku: Bahan kimia aktif untuk pupuk non-subsidi dan pestisida mayoritas didatangkan dari luar negeri. Dampak: Saat dolar menguat, harga tebus pupuk dan obat-obatan pertanian ikut melejit. Konsekuensi: Petani terpaksa mengeluarkan modal jauh lebih besar, sementara harga jual hasil panen belum tentu ikut naik. 2. Harga Kebutuhan Pokok Ikut Terkerek Banyak komoditas pangan meja makan yang dipasarkan di pasar tradisional pedesaan berasal dari jalur impor atau bergantung pada pakan impor. Kedelai dan jagung: Bahan baku utama pembuatan tahu, tempe, serta pakan ternak ayam petelur dan pedaging masih mengandalkan pasar global. Dampak: Kenaikan dolar memicu lonjakan harga tempe, tahu, telur, dan daging ayam di pasar desa. Konsekuensi: Daya beli masyarakat desa menurun drastis untuk memenuhi kebutuhan gizi harian. 3. Kenaikan Harga BBM dan Ongkos Angkut Minyak mentah dunia ditransaksikan menggunakan mata uang dolar AS. Distribusi: Ketika rupiah melemah, beban biaya pengadaan energi domestik akan meningkat. Dampak: Jika harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi naik atau pasokan bersubsidi diperketat, ongkos transportasi logistik ke desa otomatis membengkak. Konsekuensi: Harga barang-barang kelontong yang dikirim dari kota ke toko-toko desa menjadi lebih mahal. 4. Ancaman Penurunan Pendapatan Petani Sawit dan Karet Bagi desa yang mengandalkan komoditas ekspor seperti sawit atau karet, penguatan dolar secara teori bisa menguntungkan. Namun, realitanya sering kali berbeda. Kondisi global: Jika penguatan dolar dipicu oleh kelesuan ekonomi dunia, permintaan industri global terhadap komoditas justru menurun. Dampak: Harga beli Tandan Buah Segar (TBS) sawit atau getah karet di tingkat petani swadaya rawan ditekan oleh para pengepul. Melambungnya nilai tukar dolar bukan sekadar angka di layar gawai para pialang saham. Fenomena ekonomi ini adalah gelombang tak kasat mata yang perlahan mengikis isi dompet para petani, peternak, dan buruh tani di pelosok negeri. Tanpa adanya intervensi berupa stabilisasi harga bahan baku pertanian dan penguatan rantai pasok lokal, masyarakat desa akan terus menjadi pihak yang menanggung beban paling berat dari fluktuasi mata uang global ini.(KD.007) #indonesia #krisisekonomi #dolar #viral #fyp  SUBIANTO  Kabinet RI  Presiden  Sekretariat Negara     UMKM   Pangan Nasional", "post_id": "7647799019711859989"}}, {"key": "PRABOWO", "attributes": {"label": "PRABOWO", "x": 118.8660673176155, "y": 896.7371365723451, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647799019711859989", "id": "PRABOWO", "source": "tiktok-000001", "content": "nusantaratoday.id_05-06-2026_Lonjakan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah kerap dianggap hanya menjadi urusan pelaku bisnis besar, investor, atau masyarakat perkotaan. Faktanya, efek domino dari melambungnya mata uang asing ini bergerak cepat hingga ke wilayah pelosok. Meskipun masyarakat pedesaan tidak bertransaksi menggunakan mata uang dolar, mereka justru menjadi salah satu kelompok yang paling rentan merasakan dampak negatifnya secara langsung. Berikut adalah beberapa dampak nyata yang kini membayangi kehidupan masyarakat di pedesaan akibat tren penguatan dolar yang terus berlanjut: 1. Biaya Produksi Pertanian Melonjak Sektor pertanian yang menjadi urat nadi perekonomian desa sangat bergantung pada komoditas impor. Bahan baku: Bahan kimia aktif untuk pupuk non-subsidi dan pestisida mayoritas didatangkan dari luar negeri. Dampak: Saat dolar menguat, harga tebus pupuk dan obat-obatan pertanian ikut melejit. Konsekuensi: Petani terpaksa mengeluarkan modal jauh lebih besar, sementara harga jual hasil panen belum tentu ikut naik. 2. Harga Kebutuhan Pokok Ikut Terkerek Banyak komoditas pangan meja makan yang dipasarkan di pasar tradisional pedesaan berasal dari jalur impor atau bergantung pada pakan impor. Kedelai dan jagung: Bahan baku utama pembuatan tahu, tempe, serta pakan ternak ayam petelur dan pedaging masih mengandalkan pasar global. Dampak: Kenaikan dolar memicu lonjakan harga tempe, tahu, telur, dan daging ayam di pasar desa. Konsekuensi: Daya beli masyarakat desa menurun drastis untuk memenuhi kebutuhan gizi harian. 3. Kenaikan Harga BBM dan Ongkos Angkut Minyak mentah dunia ditransaksikan menggunakan mata uang dolar AS. Distribusi: Ketika rupiah melemah, beban biaya pengadaan energi domestik akan meningkat. Dampak: Jika harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi naik atau pasokan bersubsidi diperketat, ongkos transportasi logistik ke desa otomatis membengkak. Konsekuensi: Harga barang-barang kelontong yang dikirim dari kota ke toko-toko desa menjadi lebih mahal. 4. Ancaman Penurunan Pendapatan Petani Sawit dan Karet Bagi desa yang mengandalkan komoditas ekspor seperti sawit atau karet, penguatan dolar secara teori bisa menguntungkan. Namun, realitanya sering kali berbeda. Kondisi global: Jika penguatan dolar dipicu oleh kelesuan ekonomi dunia, permintaan industri global terhadap komoditas justru menurun. Dampak: Harga beli Tandan Buah Segar (TBS) sawit atau getah karet di tingkat petani swadaya rawan ditekan oleh para pengepul. Melambungnya nilai tukar dolar bukan sekadar angka di layar gawai para pialang saham. Fenomena ekonomi ini adalah gelombang tak kasat mata yang perlahan mengikis isi dompet para petani, peternak, dan buruh tani di pelosok negeri. Tanpa adanya intervensi berupa stabilisasi harga bahan baku pertanian dan penguatan rantai pasok lokal, masyarakat desa akan terus menjadi pihak yang menanggung beban paling berat dari fluktuasi mata uang global ini.(KD.007) #indonesia #krisisekonomi #dolar #viral #fyp  SUBIANTO  Kabinet RI  Presiden  Sekretariat Negara     UMKM   Pangan Nasional", "post_id": "7647799019711859989"}}, {"key": "Sekretariat", "attributes": {"label": "Sekretariat", "x": 677.6281920870505, "y": 833.378760033852, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7647799019711859989", "id": "Sekretariat", "source": "tiktok-000001", "content": "nusantaratoday.id_05-06-2026_Lonjakan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah kerap dianggap hanya menjadi urusan pelaku bisnis besar, investor, atau masyarakat perkotaan. Faktanya, efek domino dari melambungnya mata uang asing ini bergerak cepat hingga ke wilayah pelosok. Meskipun masyarakat pedesaan tidak bertransaksi menggunakan mata uang dolar, mereka justru menjadi salah satu kelompok yang paling rentan merasakan dampak negatifnya secara langsung. Berikut adalah beberapa dampak nyata yang kini membayangi kehidupan masyarakat di pedesaan akibat tren penguatan dolar yang terus berlanjut: 1. Biaya Produksi Pertanian Melonjak Sektor pertanian yang menjadi urat nadi perekonomian desa sangat bergantung pada komoditas impor. Bahan baku: Bahan kimia aktif untuk pupuk non-subsidi dan pestisida mayoritas didatangkan dari luar negeri. Dampak: Saat dolar menguat, harga tebus pupuk dan obat-obatan pertanian ikut melejit. Konsekuensi: Petani terpaksa mengeluarkan modal jauh lebih besar, sementara harga jual hasil panen belum tentu ikut naik. 2. Harga Kebutuhan Pokok Ikut Terkerek Banyak komoditas pangan meja makan yang dipasarkan di pasar tradisional pedesaan berasal dari jalur impor atau bergantung pada pakan impor. Kedelai dan jagung: Bahan baku utama pembuatan tahu, tempe, serta pakan ternak ayam petelur dan pedaging masih mengandalkan pasar global. Dampak: Kenaikan dolar memicu lonjakan harga tempe, tahu, telur, dan daging ayam di pasar desa. Konsekuensi: Daya beli masyarakat desa menurun drastis untuk memenuhi kebutuhan gizi harian. 3. Kenaikan Harga BBM dan Ongkos Angkut Minyak mentah dunia ditransaksikan menggunakan mata uang dolar AS. Distribusi: Ketika rupiah melemah, beban biaya pengadaan energi domestik akan meningkat. Dampak: Jika harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi naik atau pasokan bersubsidi diperketat, ongkos transportasi logistik ke desa otomatis membengkak. Konsekuensi: Harga barang-barang kelontong yang dikirim dari kota ke toko-toko desa menjadi lebih mahal. 4. Ancaman Penurunan Pendapatan Petani Sawit dan Karet Bagi desa yang mengandalkan komoditas ekspor seperti sawit atau karet, penguatan dolar secara teori bisa menguntungkan. Namun, realitanya sering kali berbeda. Kondisi global: Jika penguatan dolar dipicu oleh kelesuan ekonomi dunia, permintaan industri global terhadap komoditas justru menurun. Dampak: Harga beli Tandan Buah Segar (TBS) sawit atau getah karet di tingkat petani swadaya rawan ditekan oleh para pengepul. Melambungnya nilai tukar dolar bukan sekadar angka di layar gawai para pialang saham. Fenomena ekonomi ini adalah gelombang tak kasat mata yang perlahan mengikis isi dompet para petani, peternak, dan buruh tani di pelosok negeri. Tanpa adanya intervensi berupa stabilisasi harga bahan baku pertanian dan penguatan rantai pasok lokal, masyarakat desa akan terus menjadi pihak yang menanggung beban paling berat dari fluktuasi mata uang global ini.(KD.007) #indonesia #krisisekonomi #dolar #viral #fyp  SUBIANTO  Kabinet RI  Presiden  Sekretariat Negara     UMKM   Pangan Nasional", "post_id": "7647799019711859989"}}, {"key": "Kementerian", "attributes": {"label": "Kementerian", "x": 476.92283067231847, "y": 147.36153678711418, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7647799019711859989", "id": "Kementerian", "source": "tiktok-000001", "content": "nusantaratoday.id_05-06-2026_Lonjakan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah kerap dianggap hanya menjadi urusan pelaku bisnis besar, investor, atau masyarakat perkotaan. Faktanya, efek domino dari melambungnya mata uang asing ini bergerak cepat hingga ke wilayah pelosok. Meskipun masyarakat pedesaan tidak bertransaksi menggunakan mata uang dolar, mereka justru menjadi salah satu kelompok yang paling rentan merasakan dampak negatifnya secara langsung. Berikut adalah beberapa dampak nyata yang kini membayangi kehidupan masyarakat di pedesaan akibat tren penguatan dolar yang terus berlanjut: 1. Biaya Produksi Pertanian Melonjak Sektor pertanian yang menjadi urat nadi perekonomian desa sangat bergantung pada komoditas impor. Bahan baku: Bahan kimia aktif untuk pupuk non-subsidi dan pestisida mayoritas didatangkan dari luar negeri. Dampak: Saat dolar menguat, harga tebus pupuk dan obat-obatan pertanian ikut melejit. Konsekuensi: Petani terpaksa mengeluarkan modal jauh lebih besar, sementara harga jual hasil panen belum tentu ikut naik. 2. Harga Kebutuhan Pokok Ikut Terkerek Banyak komoditas pangan meja makan yang dipasarkan di pasar tradisional pedesaan berasal dari jalur impor atau bergantung pada pakan impor. Kedelai dan jagung: Bahan baku utama pembuatan tahu, tempe, serta pakan ternak ayam petelur dan pedaging masih mengandalkan pasar global. Dampak: Kenaikan dolar memicu lonjakan harga tempe, tahu, telur, dan daging ayam di pasar desa. Konsekuensi: Daya beli masyarakat desa menurun drastis untuk memenuhi kebutuhan gizi harian. 3. Kenaikan Harga BBM dan Ongkos Angkut Minyak mentah dunia ditransaksikan menggunakan mata uang dolar AS. Distribusi: Ketika rupiah melemah, beban biaya pengadaan energi domestik akan meningkat. Dampak: Jika harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi naik atau pasokan bersubsidi diperketat, ongkos transportasi logistik ke desa otomatis membengkak. Konsekuensi: Harga barang-barang kelontong yang dikirim dari kota ke toko-toko desa menjadi lebih mahal. 4. Ancaman Penurunan Pendapatan Petani Sawit dan Karet Bagi desa yang mengandalkan komoditas ekspor seperti sawit atau karet, penguatan dolar secara teori bisa menguntungkan. Namun, realitanya sering kali berbeda. Kondisi global: Jika penguatan dolar dipicu oleh kelesuan ekonomi dunia, permintaan industri global terhadap komoditas justru menurun. Dampak: Harga beli Tandan Buah Segar (TBS) sawit atau getah karet di tingkat petani swadaya rawan ditekan oleh para pengepul. Melambungnya nilai tukar dolar bukan sekadar angka di layar gawai para pialang saham. Fenomena ekonomi ini adalah gelombang tak kasat mata yang perlahan mengikis isi dompet para petani, peternak, dan buruh tani di pelosok negeri. Tanpa adanya intervensi berupa stabilisasi harga bahan baku pertanian dan penguatan rantai pasok lokal, masyarakat desa akan terus menjadi pihak yang menanggung beban paling berat dari fluktuasi mata uang global ini.(KD.007) #indonesia #krisisekonomi #dolar #viral #fyp  SUBIANTO  Kabinet RI  Presiden  Sekretariat Negara     UMKM   Pangan Nasional", "post_id": "7647799019711859989"}}, {"key": "perekonomianri", "attributes": {"label": "perekonomianri", "x": 317.60402716118716, "y": 395.666445627792, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647799019711859989", "id": "perekonomianri", "source": "tiktok-000001", "content": "nusantaratoday.id_05-06-2026_Lonjakan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah kerap dianggap hanya menjadi urusan pelaku bisnis besar, investor, atau masyarakat perkotaan. Faktanya, efek domino dari melambungnya mata uang asing ini bergerak cepat hingga ke wilayah pelosok. Meskipun masyarakat pedesaan tidak bertransaksi menggunakan mata uang dolar, mereka justru menjadi salah satu kelompok yang paling rentan merasakan dampak negatifnya secara langsung. Berikut adalah beberapa dampak nyata yang kini membayangi kehidupan masyarakat di pedesaan akibat tren penguatan dolar yang terus berlanjut: 1. Biaya Produksi Pertanian Melonjak Sektor pertanian yang menjadi urat nadi perekonomian desa sangat bergantung pada komoditas impor. Bahan baku: Bahan kimia aktif untuk pupuk non-subsidi dan pestisida mayoritas didatangkan dari luar negeri. Dampak: Saat dolar menguat, harga tebus pupuk dan obat-obatan pertanian ikut melejit. Konsekuensi: Petani terpaksa mengeluarkan modal jauh lebih besar, sementara harga jual hasil panen belum tentu ikut naik. 2. Harga Kebutuhan Pokok Ikut Terkerek Banyak komoditas pangan meja makan yang dipasarkan di pasar tradisional pedesaan berasal dari jalur impor atau bergantung pada pakan impor. Kedelai dan jagung: Bahan baku utama pembuatan tahu, tempe, serta pakan ternak ayam petelur dan pedaging masih mengandalkan pasar global. Dampak: Kenaikan dolar memicu lonjakan harga tempe, tahu, telur, dan daging ayam di pasar desa. Konsekuensi: Daya beli masyarakat desa menurun drastis untuk memenuhi kebutuhan gizi harian. 3. Kenaikan Harga BBM dan Ongkos Angkut Minyak mentah dunia ditransaksikan menggunakan mata uang dolar AS. Distribusi: Ketika rupiah melemah, beban biaya pengadaan energi domestik akan meningkat. Dampak: Jika harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi naik atau pasokan bersubsidi diperketat, ongkos transportasi logistik ke desa otomatis membengkak. Konsekuensi: Harga barang-barang kelontong yang dikirim dari kota ke toko-toko desa menjadi lebih mahal. 4. Ancaman Penurunan Pendapatan Petani Sawit dan Karet Bagi desa yang mengandalkan komoditas ekspor seperti sawit atau karet, penguatan dolar secara teori bisa menguntungkan. Namun, realitanya sering kali berbeda. Kondisi global: Jika penguatan dolar dipicu oleh kelesuan ekonomi dunia, permintaan industri global terhadap komoditas justru menurun. Dampak: Harga beli Tandan Buah Segar (TBS) sawit atau getah karet di tingkat petani swadaya rawan ditekan oleh para pengepul. Melambungnya nilai tukar dolar bukan sekadar angka di layar gawai para pialang saham. Fenomena ekonomi ini adalah gelombang tak kasat mata yang perlahan mengikis isi dompet para petani, peternak, dan buruh tani di pelosok negeri. Tanpa adanya intervensi berupa stabilisasi harga bahan baku pertanian dan penguatan rantai pasok lokal, masyarakat desa akan terus menjadi pihak yang menanggung beban paling berat dari fluktuasi mata uang global ini.(KD.007) #indonesia #krisisekonomi #dolar #viral #fyp  SUBIANTO  Kabinet RI  Presiden  Sekretariat Negara     UMKM   Pangan Nasional", "post_id": "7647799019711859989"}}, {"key": "ekraf.ri", "attributes": {"label": "ekraf.ri", "x": 841.3049394037218, "y": 726.9447363181613, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647799019711859989", "id": "ekraf.ri", "source": "tiktok-000001", "content": "nusantaratoday.id_05-06-2026_Lonjakan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah kerap dianggap hanya menjadi urusan pelaku bisnis besar, investor, atau masyarakat perkotaan. Faktanya, efek domino dari melambungnya mata uang asing ini bergerak cepat hingga ke wilayah pelosok. Meskipun masyarakat pedesaan tidak bertransaksi menggunakan mata uang dolar, mereka justru menjadi salah satu kelompok yang paling rentan merasakan dampak negatifnya secara langsung. Berikut adalah beberapa dampak nyata yang kini membayangi kehidupan masyarakat di pedesaan akibat tren penguatan dolar yang terus berlanjut: 1. Biaya Produksi Pertanian Melonjak Sektor pertanian yang menjadi urat nadi perekonomian desa sangat bergantung pada komoditas impor. Bahan baku: Bahan kimia aktif untuk pupuk non-subsidi dan pestisida mayoritas didatangkan dari luar negeri. Dampak: Saat dolar menguat, harga tebus pupuk dan obat-obatan pertanian ikut melejit. Konsekuensi: Petani terpaksa mengeluarkan modal jauh lebih besar, sementara harga jual hasil panen belum tentu ikut naik. 2. Harga Kebutuhan Pokok Ikut Terkerek Banyak komoditas pangan meja makan yang dipasarkan di pasar tradisional pedesaan berasal dari jalur impor atau bergantung pada pakan impor. Kedelai dan jagung: Bahan baku utama pembuatan tahu, tempe, serta pakan ternak ayam petelur dan pedaging masih mengandalkan pasar global. Dampak: Kenaikan dolar memicu lonjakan harga tempe, tahu, telur, dan daging ayam di pasar desa. Konsekuensi: Daya beli masyarakat desa menurun drastis untuk memenuhi kebutuhan gizi harian. 3. Kenaikan Harga BBM dan Ongkos Angkut Minyak mentah dunia ditransaksikan menggunakan mata uang dolar AS. Distribusi: Ketika rupiah melemah, beban biaya pengadaan energi domestik akan meningkat. Dampak: Jika harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi naik atau pasokan bersubsidi diperketat, ongkos transportasi logistik ke desa otomatis membengkak. Konsekuensi: Harga barang-barang kelontong yang dikirim dari kota ke toko-toko desa menjadi lebih mahal. 4. Ancaman Penurunan Pendapatan Petani Sawit dan Karet Bagi desa yang mengandalkan komoditas ekspor seperti sawit atau karet, penguatan dolar secara teori bisa menguntungkan. Namun, realitanya sering kali berbeda. Kondisi global: Jika penguatan dolar dipicu oleh kelesuan ekonomi dunia, permintaan industri global terhadap komoditas justru menurun. Dampak: Harga beli Tandan Buah Segar (TBS) sawit atau getah karet di tingkat petani swadaya rawan ditekan oleh para pengepul. Melambungnya nilai tukar dolar bukan sekadar angka di layar gawai para pialang saham. Fenomena ekonomi ini adalah gelombang tak kasat mata yang perlahan mengikis isi dompet para petani, peternak, dan buruh tani di pelosok negeri. Tanpa adanya intervensi berupa stabilisasi harga bahan baku pertanian dan penguatan rantai pasok lokal, masyarakat desa akan terus menjadi pihak yang menanggung beban paling berat dari fluktuasi mata uang global ini.(KD.007) #indonesia #krisisekonomi #dolar #viral #fyp  SUBIANTO  Kabinet RI  Presiden  Sekretariat Negara     UMKM   Pangan Nasional", "post_id": "7647799019711859989"}}, {"key": "Kemendag", "attributes": {"label": "Kemendag", "x": 258.86126840015646, "y": 492.71960764933254, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647799019711859989", "id": "Kemendag", "source": "tiktok-000001", "content": "nusantaratoday.id_05-06-2026_Lonjakan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah kerap dianggap hanya menjadi urusan pelaku bisnis besar, investor, atau masyarakat perkotaan. Faktanya, efek domino dari melambungnya mata uang asing ini bergerak cepat hingga ke wilayah pelosok. Meskipun masyarakat pedesaan tidak bertransaksi menggunakan mata uang dolar, mereka justru menjadi salah satu kelompok yang paling rentan merasakan dampak negatifnya secara langsung. Berikut adalah beberapa dampak nyata yang kini membayangi kehidupan masyarakat di pedesaan akibat tren penguatan dolar yang terus berlanjut: 1. Biaya Produksi Pertanian Melonjak Sektor pertanian yang menjadi urat nadi perekonomian desa sangat bergantung pada komoditas impor. Bahan baku: Bahan kimia aktif untuk pupuk non-subsidi dan pestisida mayoritas didatangkan dari luar negeri. Dampak: Saat dolar menguat, harga tebus pupuk dan obat-obatan pertanian ikut melejit. Konsekuensi: Petani terpaksa mengeluarkan modal jauh lebih besar, sementara harga jual hasil panen belum tentu ikut naik. 2. Harga Kebutuhan Pokok Ikut Terkerek Banyak komoditas pangan meja makan yang dipasarkan di pasar tradisional pedesaan berasal dari jalur impor atau bergantung pada pakan impor. Kedelai dan jagung: Bahan baku utama pembuatan tahu, tempe, serta pakan ternak ayam petelur dan pedaging masih mengandalkan pasar global. Dampak: Kenaikan dolar memicu lonjakan harga tempe, tahu, telur, dan daging ayam di pasar desa. Konsekuensi: Daya beli masyarakat desa menurun drastis untuk memenuhi kebutuhan gizi harian. 3. Kenaikan Harga BBM dan Ongkos Angkut Minyak mentah dunia ditransaksikan menggunakan mata uang dolar AS. Distribusi: Ketika rupiah melemah, beban biaya pengadaan energi domestik akan meningkat. Dampak: Jika harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi naik atau pasokan bersubsidi diperketat, ongkos transportasi logistik ke desa otomatis membengkak. Konsekuensi: Harga barang-barang kelontong yang dikirim dari kota ke toko-toko desa menjadi lebih mahal. 4. Ancaman Penurunan Pendapatan Petani Sawit dan Karet Bagi desa yang mengandalkan komoditas ekspor seperti sawit atau karet, penguatan dolar secara teori bisa menguntungkan. Namun, realitanya sering kali berbeda. Kondisi global: Jika penguatan dolar dipicu oleh kelesuan ekonomi dunia, permintaan industri global terhadap komoditas justru menurun. Dampak: Harga beli Tandan Buah Segar (TBS) sawit atau getah karet di tingkat petani swadaya rawan ditekan oleh para pengepul. Melambungnya nilai tukar dolar bukan sekadar angka di layar gawai para pialang saham. Fenomena ekonomi ini adalah gelombang tak kasat mata yang perlahan mengikis isi dompet para petani, peternak, dan buruh tani di pelosok negeri. Tanpa adanya intervensi berupa stabilisasi harga bahan baku pertanian dan penguatan rantai pasok lokal, masyarakat desa akan terus menjadi pihak yang menanggung beban paling berat dari fluktuasi mata uang global ini.(KD.007) #indonesia #krisisekonomi #dolar #viral #fyp  SUBIANTO  Kabinet RI  Presiden  Sekretariat Negara     UMKM   Pangan Nasional", "post_id": "7647799019711859989"}}, {"key": "partaigerindra", "attributes": {"label": "partaigerindra", "x": 186.9433525793207, "y": 930.0561822050734, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647799019711859989", "id": "partaigerindra", "source": "tiktok-000001", "content": "nusantaratoday.id_05-06-2026_Lonjakan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah kerap dianggap hanya menjadi urusan pelaku bisnis besar, investor, atau masyarakat perkotaan. Faktanya, efek domino dari melambungnya mata uang asing ini bergerak cepat hingga ke wilayah pelosok. Meskipun masyarakat pedesaan tidak bertransaksi menggunakan mata uang dolar, mereka justru menjadi salah satu kelompok yang paling rentan merasakan dampak negatifnya secara langsung. Berikut adalah beberapa dampak nyata yang kini membayangi kehidupan masyarakat di pedesaan akibat tren penguatan dolar yang terus berlanjut: 1. Biaya Produksi Pertanian Melonjak Sektor pertanian yang menjadi urat nadi perekonomian desa sangat bergantung pada komoditas impor. Bahan baku: Bahan kimia aktif untuk pupuk non-subsidi dan pestisida mayoritas didatangkan dari luar negeri. Dampak: Saat dolar menguat, harga tebus pupuk dan obat-obatan pertanian ikut melejit. Konsekuensi: Petani terpaksa mengeluarkan modal jauh lebih besar, sementara harga jual hasil panen belum tentu ikut naik. 2. Harga Kebutuhan Pokok Ikut Terkerek Banyak komoditas pangan meja makan yang dipasarkan di pasar tradisional pedesaan berasal dari jalur impor atau bergantung pada pakan impor. Kedelai dan jagung: Bahan baku utama pembuatan tahu, tempe, serta pakan ternak ayam petelur dan pedaging masih mengandalkan pasar global. Dampak: Kenaikan dolar memicu lonjakan harga tempe, tahu, telur, dan daging ayam di pasar desa. Konsekuensi: Daya beli masyarakat desa menurun drastis untuk memenuhi kebutuhan gizi harian. 3. Kenaikan Harga BBM dan Ongkos Angkut Minyak mentah dunia ditransaksikan menggunakan mata uang dolar AS. Distribusi: Ketika rupiah melemah, beban biaya pengadaan energi domestik akan meningkat. Dampak: Jika harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi naik atau pasokan bersubsidi diperketat, ongkos transportasi logistik ke desa otomatis membengkak. Konsekuensi: Harga barang-barang kelontong yang dikirim dari kota ke toko-toko desa menjadi lebih mahal. 4. Ancaman Penurunan Pendapatan Petani Sawit dan Karet Bagi desa yang mengandalkan komoditas ekspor seperti sawit atau karet, penguatan dolar secara teori bisa menguntungkan. Namun, realitanya sering kali berbeda. Kondisi global: Jika penguatan dolar dipicu oleh kelesuan ekonomi dunia, permintaan industri global terhadap komoditas justru menurun. Dampak: Harga beli Tandan Buah Segar (TBS) sawit atau getah karet di tingkat petani swadaya rawan ditekan oleh para pengepul. Melambungnya nilai tukar dolar bukan sekadar angka di layar gawai para pialang saham. Fenomena ekonomi ini adalah gelombang tak kasat mata yang perlahan mengikis isi dompet para petani, peternak, dan buruh tani di pelosok negeri. Tanpa adanya intervensi berupa stabilisasi harga bahan baku pertanian dan penguatan rantai pasok lokal, masyarakat desa akan terus menjadi pihak yang menanggung beban paling berat dari fluktuasi mata uang global ini.(KD.007) #indonesia #krisisekonomi #dolar #viral #fyp  SUBIANTO  Kabinet RI  Presiden  Sekretariat Negara     UMKM   Pangan Nasional", "post_id": "7647799019711859989"}}, {"key": "Badan", "attributes": {"label": "Badan", "x": 7.574261713891639, "y": 283.0656238888087, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647799019711859989", "id": "Badan", "source": "tiktok-000001", "content": "nusantaratoday.id_05-06-2026_Lonjakan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah kerap dianggap hanya menjadi urusan pelaku bisnis besar, investor, atau masyarakat perkotaan. Faktanya, efek domino dari melambungnya mata uang asing ini bergerak cepat hingga ke wilayah pelosok. Meskipun masyarakat pedesaan tidak bertransaksi menggunakan mata uang dolar, mereka justru menjadi salah satu kelompok yang paling rentan merasakan dampak negatifnya secara langsung. Berikut adalah beberapa dampak nyata yang kini membayangi kehidupan masyarakat di pedesaan akibat tren penguatan dolar yang terus berlanjut: 1. Biaya Produksi Pertanian Melonjak Sektor pertanian yang menjadi urat nadi perekonomian desa sangat bergantung pada komoditas impor. Bahan baku: Bahan kimia aktif untuk pupuk non-subsidi dan pestisida mayoritas didatangkan dari luar negeri. Dampak: Saat dolar menguat, harga tebus pupuk dan obat-obatan pertanian ikut melejit. Konsekuensi: Petani terpaksa mengeluarkan modal jauh lebih besar, sementara harga jual hasil panen belum tentu ikut naik. 2. Harga Kebutuhan Pokok Ikut Terkerek Banyak komoditas pangan meja makan yang dipasarkan di pasar tradisional pedesaan berasal dari jalur impor atau bergantung pada pakan impor. Kedelai dan jagung: Bahan baku utama pembuatan tahu, tempe, serta pakan ternak ayam petelur dan pedaging masih mengandalkan pasar global. Dampak: Kenaikan dolar memicu lonjakan harga tempe, tahu, telur, dan daging ayam di pasar desa. Konsekuensi: Daya beli masyarakat desa menurun drastis untuk memenuhi kebutuhan gizi harian. 3. Kenaikan Harga BBM dan Ongkos Angkut Minyak mentah dunia ditransaksikan menggunakan mata uang dolar AS. Distribusi: Ketika rupiah melemah, beban biaya pengadaan energi domestik akan meningkat. Dampak: Jika harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi naik atau pasokan bersubsidi diperketat, ongkos transportasi logistik ke desa otomatis membengkak. Konsekuensi: Harga barang-barang kelontong yang dikirim dari kota ke toko-toko desa menjadi lebih mahal. 4. Ancaman Penurunan Pendapatan Petani Sawit dan Karet Bagi desa yang mengandalkan komoditas ekspor seperti sawit atau karet, penguatan dolar secara teori bisa menguntungkan. Namun, realitanya sering kali berbeda. Kondisi global: Jika penguatan dolar dipicu oleh kelesuan ekonomi dunia, permintaan industri global terhadap komoditas justru menurun. Dampak: Harga beli Tandan Buah Segar (TBS) sawit atau getah karet di tingkat petani swadaya rawan ditekan oleh para pengepul. Melambungnya nilai tukar dolar bukan sekadar angka di layar gawai para pialang saham. Fenomena ekonomi ini adalah gelombang tak kasat mata yang perlahan mengikis isi dompet para petani, peternak, dan buruh tani di pelosok negeri. Tanpa adanya intervensi berupa stabilisasi harga bahan baku pertanian dan penguatan rantai pasok lokal, masyarakat desa akan terus menjadi pihak yang menanggung beban paling berat dari fluktuasi mata uang global ini.(KD.007) #indonesia #krisisekonomi #dolar #viral #fyp  SUBIANTO  Kabinet RI  Presiden  Sekretariat Negara     UMKM   Pangan Nasional", "post_id": "7647799019711859989"}}, {"key": "kemenkeuri", "attributes": {"label": "kemenkeuri", "x": 976.3198044184736, "y": 856.657165221109, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647799019711859989", "id": "kemenkeuri", "source": "tiktok-000001", "content": "nusantaratoday.id_05-06-2026_Lonjakan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah kerap dianggap hanya menjadi urusan pelaku bisnis besar, investor, atau masyarakat perkotaan. Faktanya, efek domino dari melambungnya mata uang asing ini bergerak cepat hingga ke wilayah pelosok. Meskipun masyarakat pedesaan tidak bertransaksi menggunakan mata uang dolar, mereka justru menjadi salah satu kelompok yang paling rentan merasakan dampak negatifnya secara langsung. Berikut adalah beberapa dampak nyata yang kini membayangi kehidupan masyarakat di pedesaan akibat tren penguatan dolar yang terus berlanjut: 1. Biaya Produksi Pertanian Melonjak Sektor pertanian yang menjadi urat nadi perekonomian desa sangat bergantung pada komoditas impor. Bahan baku: Bahan kimia aktif untuk pupuk non-subsidi dan pestisida mayoritas didatangkan dari luar negeri. Dampak: Saat dolar menguat, harga tebus pupuk dan obat-obatan pertanian ikut melejit. Konsekuensi: Petani terpaksa mengeluarkan modal jauh lebih besar, sementara harga jual hasil panen belum tentu ikut naik. 2. Harga Kebutuhan Pokok Ikut Terkerek Banyak komoditas pangan meja makan yang dipasarkan di pasar tradisional pedesaan berasal dari jalur impor atau bergantung pada pakan impor. Kedelai dan jagung: Bahan baku utama pembuatan tahu, tempe, serta pakan ternak ayam petelur dan pedaging masih mengandalkan pasar global. Dampak: Kenaikan dolar memicu lonjakan harga tempe, tahu, telur, dan daging ayam di pasar desa. Konsekuensi: Daya beli masyarakat desa menurun drastis untuk memenuhi kebutuhan gizi harian. 3. Kenaikan Harga BBM dan Ongkos Angkut Minyak mentah dunia ditransaksikan menggunakan mata uang dolar AS. Distribusi: Ketika rupiah melemah, beban biaya pengadaan energi domestik akan meningkat. Dampak: Jika harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi naik atau pasokan bersubsidi diperketat, ongkos transportasi logistik ke desa otomatis membengkak. Konsekuensi: Harga barang-barang kelontong yang dikirim dari kota ke toko-toko desa menjadi lebih mahal. 4. Ancaman Penurunan Pendapatan Petani Sawit dan Karet Bagi desa yang mengandalkan komoditas ekspor seperti sawit atau karet, penguatan dolar secara teori bisa menguntungkan. Namun, realitanya sering kali berbeda. Kondisi global: Jika penguatan dolar dipicu oleh kelesuan ekonomi dunia, permintaan industri global terhadap komoditas justru menurun. Dampak: Harga beli Tandan Buah Segar (TBS) sawit atau getah karet di tingkat petani swadaya rawan ditekan oleh para pengepul. Melambungnya nilai tukar dolar bukan sekadar angka di layar gawai para pialang saham. Fenomena ekonomi ini adalah gelombang tak kasat mata yang perlahan mengikis isi dompet para petani, peternak, dan buruh tani di pelosok negeri. Tanpa adanya intervensi berupa stabilisasi harga bahan baku pertanian dan penguatan rantai pasok lokal, masyarakat desa akan terus menjadi pihak yang menanggung beban paling berat dari fluktuasi mata uang global ini.(KD.007) #indonesia #krisisekonomi #dolar #viral #fyp  SUBIANTO  Kabinet RI  Presiden  Sekretariat Negara     UMKM   Pangan Nasional", "post_id": "7647799019711859989"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 841.4972596775771, "y": 204.378908582598, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1119, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647799019711859989", "id": "bank_indonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "nusantaratoday.id_05-06-2026_Lonjakan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah kerap dianggap hanya menjadi urusan pelaku bisnis besar, investor, atau masyarakat perkotaan. Faktanya, efek domino dari melambungnya mata uang asing ini bergerak cepat hingga ke wilayah pelosok. Meskipun masyarakat pedesaan tidak bertransaksi menggunakan mata uang dolar, mereka justru menjadi salah satu kelompok yang paling rentan merasakan dampak negatifnya secara langsung. Berikut adalah beberapa dampak nyata yang kini membayangi kehidupan masyarakat di pedesaan akibat tren penguatan dolar yang terus berlanjut: 1. Biaya Produksi Pertanian Melonjak Sektor pertanian yang menjadi urat nadi perekonomian desa sangat bergantung pada komoditas impor. Bahan baku: Bahan kimia aktif untuk pupuk non-subsidi dan pestisida mayoritas didatangkan dari luar negeri. Dampak: Saat dolar menguat, harga tebus pupuk dan obat-obatan pertanian ikut melejit. Konsekuensi: Petani terpaksa mengeluarkan modal jauh lebih besar, sementara harga jual hasil panen belum tentu ikut naik. 2. Harga Kebutuhan Pokok Ikut Terkerek Banyak komoditas pangan meja makan yang dipasarkan di pasar tradisional pedesaan berasal dari jalur impor atau bergantung pada pakan impor. Kedelai dan jagung: Bahan baku utama pembuatan tahu, tempe, serta pakan ternak ayam petelur dan pedaging masih mengandalkan pasar global. Dampak: Kenaikan dolar memicu lonjakan harga tempe, tahu, telur, dan daging ayam di pasar desa. Konsekuensi: Daya beli masyarakat desa menurun drastis untuk memenuhi kebutuhan gizi harian. 3. Kenaikan Harga BBM dan Ongkos Angkut Minyak mentah dunia ditransaksikan menggunakan mata uang dolar AS. Distribusi: Ketika rupiah melemah, beban biaya pengadaan energi domestik akan meningkat. Dampak: Jika harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi naik atau pasokan bersubsidi diperketat, ongkos transportasi logistik ke desa otomatis membengkak. Konsekuensi: Harga barang-barang kelontong yang dikirim dari kota ke toko-toko desa menjadi lebih mahal. 4. Ancaman Penurunan Pendapatan Petani Sawit dan Karet Bagi desa yang mengandalkan komoditas ekspor seperti sawit atau karet, penguatan dolar secara teori bisa menguntungkan. Namun, realitanya sering kali berbeda. Kondisi global: Jika penguatan dolar dipicu oleh kelesuan ekonomi dunia, permintaan industri global terhadap komoditas justru menurun. Dampak: Harga beli Tandan Buah Segar (TBS) sawit atau getah karet di tingkat petani swadaya rawan ditekan oleh para pengepul. Melambungnya nilai tukar dolar bukan sekadar angka di layar gawai para pialang saham. Fenomena ekonomi ini adalah gelombang tak kasat mata yang perlahan mengikis isi dompet para petani, peternak, dan buruh tani di pelosok negeri. Tanpa adanya intervensi berupa stabilisasi harga bahan baku pertanian dan penguatan rantai pasok lokal, masyarakat desa akan terus menjadi pihak yang menanggung beban paling berat dari fluktuasi mata uang global ini.(KD.007) #indonesia #krisisekonomi #dolar #viral #fyp  SUBIANTO  Kabinet RI  Presiden  Sekretariat Negara     UMKM   Pangan Nasional", "post_id": "7647799019711859989"}}, {"key": "mmindustri", "attributes": {"label": "mmindustri", "x": 968.5802981065759, "y": 606.2742651034337, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7643663105519586568", "id": "mmindustri", "source": "tiktok-000001", "content": "Menyapa Rahasia DBS Indonesia Bangun Ekonomi Hijau Inklusif Pernah nggak sih kamu berpikir, kalau bank itu bisa jadi \"pahlawan\" bagi lingkungan dan masyarakat kecil? 🏦🌱 Banyak dari kita mengira bank cuma tempat nyimpen uang atau ambil kredit. Tapi di tahun 2026 ini, narasi perbankan sudah berubah total. Salah satu pemain kunci yang sedang mengubah wajah industri keuangan di Indonesia adalah Bank DBS Indonesia. Mereka nggak cuma bicara soal profit, tapi soal KEBERLANJUTAN dan INKLUSI. Apa sih maksudnya? Dan kenapa ini penting buat kamu, generasi muda, pelaku UMKM, hingga investor? Yuk, kita bedah tuntas dalam caption ini! 👇 1. Apa Itu Inklusi Keuangan Sebenarnya? 📱💸 Inklusi keuangan bukan sekadar punya rekening bank. Ini tentang akses. Akses untuk modal usaha bagi pedagang kaki lima, akses untuk asuransi bagi petani, dan akses untuk investasi bagi mahasiswa. DBS Indonesia menggunakan teknologiq  digital untuk merobohkan tembok penghalang ini. Dengan aplikasi yang user-friendly dan algoritma AI yang canggih, mereka bisa menilai kelayakan kredit bagi mereka yang sebelumnya \"unbankable\" atau tidak memiliki riwayat kredit formal. Ini adalah game-changer bagi jutaan UMKM di Indonesia! 2. Keberlanjutan: Bukan Sekadar Tren, Tapi Kebutuhan 🌍♻️ Kita semua tahu isu perubahan iklim semakin serius. Sektor keuangan punya peran besar karena mereka yang mendanai proyek-proyek besar. DBS Indonesia berkomitmen pada prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance). Artinya, setiap rupiah yang dipinjamkan atau diinvestasikan akan diperiksa dampaknya terhadap lingkungan. Apakah proyek ini merusak hutan? Atau justru membantu energi terbarukan? DBS memilih后者 (yang kedua). Mereka mendorong transisi menuju ekonomi hijau, mendukung perusahaan yang ramah lingkungan, dan mengurangi jejak karbon operasional mereka sendiri. 3. Kolaborasi Strategis untuk Dampak Nasional 🤝🇮🇩 DBS Indonesia tidak bekerja sendirian. Mereka berkolaborasi dengan pemerintah, fintech lokal, dan komunitas untuk menciptakan ekosistem yang sehat. Artikel terbaru dari mmINDUSTRI.co.id mengulas bagaimana langkah-langkah konkret ini diambil. Dari program edukasi literasi keuangan di daerah terpencil hingga pendanaan hijau untuk industri manufaktur. Ini adalah bukti bahwa bank asing bisa sangat \"lokal\" dalam dampaknya. 4. Kenapa Kamu Harus Peduli?  - Bagi Gen Z & Milenial: Kamu ingin uangmu bekerja untuk hal baik? Memilih bank yang berkelanjutan adalah bentuk aktivisme finansial. - Bagi Pelaku Usaha: Akses pendanaan yang lebih adil dan transparan bisa membuka peluang bisnismu ke level berikutnya. - Bagi Masyarakat Umum: Ekonomi yang inklusif berarti kesenjangan sosial berkurang. Ketika UMKM tumbuh, lapangan kerja terbuka, dan daya beli meningkat. 5. Masa Depan Perbankan Ada Di Sini  Transformasi digital yang dilakukan DBS Indonesia menunjukkan bahwa masa depan perbankan adalah hybrid: canggih secara teknologi, namun hangat secara sosial. Mereka menggunakan data besar (Big Data) untuk memahami kebutuhan nasabah secara personal, bukan sekadar menjual produk massal. Apakah bank kamu sudah se-\"hijau\" dan se-inklusif ini? Atau kamu baru sadar kalau pilihan bankmu mempengaruhi masa depan bumi? Jangan cuma jadi penonton dalam revolusi keuangan ini. Pahami, pilih, dan dukung institusi yang sejalan dengan nilaimu. 🔥 MAU TAU DETAIL STRATEGI MEREKA? Jangan sampai ketinggalan insight pentingnya! Baca artikel lengkapnya sekarang juga sebelum tren ini makin mainstream! 👇 KLIK LINK DI BIO ATAU COPY PASTE INI: https://www.mmindustri.co.id/bank-dbs-indonesia-perkuat-keberlanjutan-dan-inklusi-nasional/ Bagikan video ini ke teman-teman pejuang UMKM dan pecinta lingkungan! Let’s grow together! 💚 DBSIndonesia #FinancialLiteracy #UMKMGoDigital #GreenBanking #SustainableLiving #BankDBS", "post_id": "7643663105519586568"}}, {"key": "mmINDUSTRI", "attributes": {"label": "mmINDUSTRI", "x": 694.5963976293664, "y": 667.6910169884873, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.5592, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7643663105519586568", "id": "mmINDUSTRI", "source": "tiktok-000001", "content": "Menyapa Rahasia DBS Indonesia Bangun Ekonomi Hijau Inklusif Pernah nggak sih kamu berpikir, kalau bank itu bisa jadi \"pahlawan\" bagi lingkungan dan masyarakat kecil? 🏦🌱 Banyak dari kita mengira bank cuma tempat nyimpen uang atau ambil kredit. Tapi di tahun 2026 ini, narasi perbankan sudah berubah total. Salah satu pemain kunci yang sedang mengubah wajah industri keuangan di Indonesia adalah Bank DBS Indonesia. Mereka nggak cuma bicara soal profit, tapi soal KEBERLANJUTAN dan INKLUSI. Apa sih maksudnya? Dan kenapa ini penting buat kamu, generasi muda, pelaku UMKM, hingga investor? Yuk, kita bedah tuntas dalam caption ini! 👇 1. Apa Itu Inklusi Keuangan Sebenarnya? 📱💸 Inklusi keuangan bukan sekadar punya rekening bank. Ini tentang akses. Akses untuk modal usaha bagi pedagang kaki lima, akses untuk asuransi bagi petani, dan akses untuk investasi bagi mahasiswa. DBS Indonesia menggunakan teknologiq  digital untuk merobohkan tembok penghalang ini. Dengan aplikasi yang user-friendly dan algoritma AI yang canggih, mereka bisa menilai kelayakan kredit bagi mereka yang sebelumnya \"unbankable\" atau tidak memiliki riwayat kredit formal. Ini adalah game-changer bagi jutaan UMKM di Indonesia! 2. Keberlanjutan: Bukan Sekadar Tren, Tapi Kebutuhan 🌍♻️ Kita semua tahu isu perubahan iklim semakin serius. Sektor keuangan punya peran besar karena mereka yang mendanai proyek-proyek besar. DBS Indonesia berkomitmen pada prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance). Artinya, setiap rupiah yang dipinjamkan atau diinvestasikan akan diperiksa dampaknya terhadap lingkungan. Apakah proyek ini merusak hutan? Atau justru membantu energi terbarukan? DBS memilih后者 (yang kedua). Mereka mendorong transisi menuju ekonomi hijau, mendukung perusahaan yang ramah lingkungan, dan mengurangi jejak karbon operasional mereka sendiri. 3. Kolaborasi Strategis untuk Dampak Nasional 🤝🇮🇩 DBS Indonesia tidak bekerja sendirian. Mereka berkolaborasi dengan pemerintah, fintech lokal, dan komunitas untuk menciptakan ekosistem yang sehat. Artikel terbaru dari mmINDUSTRI.co.id mengulas bagaimana langkah-langkah konkret ini diambil. Dari program edukasi literasi keuangan di daerah terpencil hingga pendanaan hijau untuk industri manufaktur. Ini adalah bukti bahwa bank asing bisa sangat \"lokal\" dalam dampaknya. 4. Kenapa Kamu Harus Peduli?  - Bagi Gen Z & Milenial: Kamu ingin uangmu bekerja untuk hal baik? Memilih bank yang berkelanjutan adalah bentuk aktivisme finansial. - Bagi Pelaku Usaha: Akses pendanaan yang lebih adil dan transparan bisa membuka peluang bisnismu ke level berikutnya. - Bagi Masyarakat Umum: Ekonomi yang inklusif berarti kesenjangan sosial berkurang. Ketika UMKM tumbuh, lapangan kerja terbuka, dan daya beli meningkat. 5. Masa Depan Perbankan Ada Di Sini  Transformasi digital yang dilakukan DBS Indonesia menunjukkan bahwa masa depan perbankan adalah hybrid: canggih secara teknologi, namun hangat secara sosial. Mereka menggunakan data besar (Big Data) untuk memahami kebutuhan nasabah secara personal, bukan sekadar menjual produk massal. Apakah bank kamu sudah se-\"hijau\" dan se-inklusif ini? Atau kamu baru sadar kalau pilihan bankmu mempengaruhi masa depan bumi? Jangan cuma jadi penonton dalam revolusi keuangan ini. Pahami, pilih, dan dukung institusi yang sejalan dengan nilaimu. 🔥 MAU TAU DETAIL STRATEGI MEREKA? Jangan sampai ketinggalan insight pentingnya! Baca artikel lengkapnya sekarang juga sebelum tren ini makin mainstream! 👇 KLIK LINK DI BIO ATAU COPY PASTE INI: https://www.mmindustri.co.id/bank-dbs-indonesia-perkuat-keberlanjutan-dan-inklusi-nasional/ Bagikan video ini ke teman-teman pejuang UMKM dan pecinta lingkungan! Let’s grow together! 💚 DBSIndonesia #FinancialLiteracy #UMKMGoDigital #GreenBanking #SustainableLiving #BankDBS", "post_id": "7643663105519586568"}}, {"key": "btvidofficial", "attributes": {"label": "btvidofficial", "x": 479.5726052227645, "y": 300.99360429457244, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "518373321558562_1431012445727616", "id": "btvidofficial", "source": "facebook-000001", "content": "Fenomena Tiket Konser 2026: Daya Beli Tetap Tinggi Meski Kondisi Ekonomi Sedang Sulit #beritasatu: Daya beli tiket konser musik di Indonesia tetap tinggi sepanjang tahun 2026 meskipun masyarakat sedang menghadapi tantangan ekonomi akibat penguatan nilai tukar dolar terhadap rupiah. Tren industri hiburan ini terlihat dari kesuksesan konser boyband F4 di Indonesia Arena, kemeriahan Java Jazz Festival, hingga penampilan memukau Raisa dalam konser Love and Let Go yang dipadati penonton. Fenomena ini memicu pertanyaan besar mengenai pergeseran gaya hidup masyarakat yang kini lebih memprioritaskan kesehatan mental melalui hiburan musik berkualitas di tengah tekanan finansial. Meskipun kampanye penghematan ekonomi terus digalakkan, antusiasme penonton terhadap musisi internasional seperti Daniel Caesar hingga talenta lokal tetap tidak terbendung di berbagai lokasi strategis Jakarta. Kehadiran berbagai festival musik ini nyatanya memberikan dampak positif signifikan terhadap perputaran ekonomi kreatif dan memberikan manfaat nyata bagi sektor UMKM serta tenaga kerja pendukung di sekitar lokasi acara.\n\n#BeritaTerkini #KonserMusik2026 #EkonomiIndonesia #BreakingNews #JakartaHariIni #TiketKonser #JavaJazz2026 #KonserRaisa #DayaBeliMasyarakat #IndustriKreatif #HiburanJakarta #InfoKonser #GayaHidup #EventJakarta #F4Jakarta #KonserIndonesia2026 #DolarRupiah #EkonomiKreatifIndonesia #WisataKonser #UpdateBeritaSatu\n\nPastikan kamu subscribe dan aktifkan juga tombol lonceng untuk mendapatkan notifikasi video terbaru dari BeritaSatu.\n\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------\nKunjungi juga social media channel kami :\n\nOfficial Website: https://www.beritasatu.com\nWhatsapp : https://whatsapp.com/channel/0029Vb2lVmJJJhzSSEkLN30K\nTwitter : https://twitter.com/Beritasatu\nFacebook : https://www.facebook.com/beritasatu/\nInstagram : https://www.instagram.com/beritasatu/\nTiktok : https://www.tiktok.com/\n\n__________________________________________________________________________________", "post_id": "518373321558562_1431012445727616"}}, {"key": "beritasatuofficial", "attributes": {"label": "beritasatuofficial", "x": 711.4924358098934, "y": 769.0834487028969, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 10.5592, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "518373321558562_1431012445727616", "id": "beritasatuofficial", "source": "facebook-000001", "content": "Fenomena Tiket Konser 2026: Daya Beli Tetap Tinggi Meski Kondisi Ekonomi Sedang Sulit #beritasatu: Daya beli tiket konser musik di Indonesia tetap tinggi sepanjang tahun 2026 meskipun masyarakat sedang menghadapi tantangan ekonomi akibat penguatan nilai tukar dolar terhadap rupiah. Tren industri hiburan ini terlihat dari kesuksesan konser boyband F4 di Indonesia Arena, kemeriahan Java Jazz Festival, hingga penampilan memukau Raisa dalam konser Love and Let Go yang dipadati penonton. Fenomena ini memicu pertanyaan besar mengenai pergeseran gaya hidup masyarakat yang kini lebih memprioritaskan kesehatan mental melalui hiburan musik berkualitas di tengah tekanan finansial. Meskipun kampanye penghematan ekonomi terus digalakkan, antusiasme penonton terhadap musisi internasional seperti Daniel Caesar hingga talenta lokal tetap tidak terbendung di berbagai lokasi strategis Jakarta. Kehadiran berbagai festival musik ini nyatanya memberikan dampak positif signifikan terhadap perputaran ekonomi kreatif dan memberikan manfaat nyata bagi sektor UMKM serta tenaga kerja pendukung di sekitar lokasi acara.\n\n#BeritaTerkini #KonserMusik2026 #EkonomiIndonesia #BreakingNews #JakartaHariIni #TiketKonser #JavaJazz2026 #KonserRaisa #DayaBeliMasyarakat #IndustriKreatif #HiburanJakarta #InfoKonser #GayaHidup #EventJakarta #F4Jakarta #KonserIndonesia2026 #DolarRupiah #EkonomiKreatifIndonesia #WisataKonser #UpdateBeritaSatu\n\nPastikan kamu subscribe dan aktifkan juga tombol lonceng untuk mendapatkan notifikasi video terbaru dari BeritaSatu.\n\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------\nKunjungi juga social media channel kami :\n\nOfficial Website: https://www.beritasatu.com\nWhatsapp : https://whatsapp.com/channel/0029Vb2lVmJJJhzSSEkLN30K\nTwitter : https://twitter.com/Beritasatu\nFacebook : https://www.facebook.com/beritasatu/\nInstagram : https://www.instagram.com/beritasatu/\nTiktok : https://www.tiktok.com/\n\n__________________________________________________________________________________", "post_id": "518373321558562_1431012445727616"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 435.93359822153553, "y": 499.70744808660294, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "yUVV0CG9ZF8", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah, Pedagang Tahu-Tempe Tertekan, Menkeu Purbaya Janjikan Kebijakan Baru\n\nGaruda Tv - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons keluhan para pedagang tahu dan tempe yang terdampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Pemerintah, kata Purbaya, tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga stabilitas mata uang nasional sekaligus mengurangi tekanan terhadap pelaku usaha kecil.\n\nMenurut Purbaya, pemerintah saat ini sedang merancang pembaruan kebijakan ekonomi yang diharapkan mampu memperkuat nilai tukar rupiah dan menjaga kestabilannya dalam waktu dekat. Stabilitas mata uang dinilai penting karena berpengaruh langsung terhadap harga bahan baku impor yang digunakan oleh banyak pelaku usaha.\n\nIa menjelaskan, apabila nilai tukar rupiah dapat dijaga tetap stabil, maka tekanan biaya hidup masyarakat serta kenaikan harga jual produk di tingkat pedagang dapat ditekan. Langkah tersebut juga diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global.\n\nPelemahan rupiah saat ini mulai dirasakan oleh sejumlah sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk para pelaku usaha tahu dan tempe yang masih bergantung pada pasokan kedelai impor sebagai bahan baku utama produksi.\n\nKenaikan harga kedelai akibat fluktuasi kurs membuat biaya produksi meningkat, sehingga margin keuntungan para pedagang dan perajin tahu tempe ikut tergerus. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah karena berpotensi memengaruhi keberlangsungan usaha sekaligus harga pangan di tingkat konsumen.\n\nPurbaya menegaskan pemerintah terus berupaya menjaga ketersediaan dan kelancaran rantai pasok berbagai komoditas penting, termasuk kedelai dan bahan pangan lainnya. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan pelaku usaha tetap dapat menjalankan kegiatan produksinya secara berkelanjutan.\n\nPemerintah berharap berbagai langkah yang tengah disiapkan dapat membantu memulihkan margin keuntungan para pelaku usaha, menjaga stabilitas harga di pasar, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah yang paling rentan terhadap gejolak harga kebutuhan pokok.\n\nSelain menjaga stabilitas nilai tukar, pemerintah juga terus memantau perkembangan ekonomi global guna memastikan kebijakan yang diterapkan mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat dan pelaku usaha nasional.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#purbayayudhisadewa  #menkeu  #rupiahmelemah  #tahutempe  #HargaKedelai #umkmindonesia  #ekonomiri  #breakingnews  #beritaterkini  #PedagangTahu #PedagangTempe #viralnews #garudatv #laporan8 \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "yUVV0CG9ZF8"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 401.86440559513335, "y": 951.9986847320985, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.1334, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "yUVV0CG9ZF8", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah, Pedagang Tahu-Tempe Tertekan, Menkeu Purbaya Janjikan Kebijakan Baru\n\nGaruda Tv - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons keluhan para pedagang tahu dan tempe yang terdampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Pemerintah, kata Purbaya, tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga stabilitas mata uang nasional sekaligus mengurangi tekanan terhadap pelaku usaha kecil.\n\nMenurut Purbaya, pemerintah saat ini sedang merancang pembaruan kebijakan ekonomi yang diharapkan mampu memperkuat nilai tukar rupiah dan menjaga kestabilannya dalam waktu dekat. Stabilitas mata uang dinilai penting karena berpengaruh langsung terhadap harga bahan baku impor yang digunakan oleh banyak pelaku usaha.\n\nIa menjelaskan, apabila nilai tukar rupiah dapat dijaga tetap stabil, maka tekanan biaya hidup masyarakat serta kenaikan harga jual produk di tingkat pedagang dapat ditekan. Langkah tersebut juga diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global.\n\nPelemahan rupiah saat ini mulai dirasakan oleh sejumlah sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk para pelaku usaha tahu dan tempe yang masih bergantung pada pasokan kedelai impor sebagai bahan baku utama produksi.\n\nKenaikan harga kedelai akibat fluktuasi kurs membuat biaya produksi meningkat, sehingga margin keuntungan para pedagang dan perajin tahu tempe ikut tergerus. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah karena berpotensi memengaruhi keberlangsungan usaha sekaligus harga pangan di tingkat konsumen.\n\nPurbaya menegaskan pemerintah terus berupaya menjaga ketersediaan dan kelancaran rantai pasok berbagai komoditas penting, termasuk kedelai dan bahan pangan lainnya. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan pelaku usaha tetap dapat menjalankan kegiatan produksinya secara berkelanjutan.\n\nPemerintah berharap berbagai langkah yang tengah disiapkan dapat membantu memulihkan margin keuntungan para pelaku usaha, menjaga stabilitas harga di pasar, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah yang paling rentan terhadap gejolak harga kebutuhan pokok.\n\nSelain menjaga stabilitas nilai tukar, pemerintah juga terus memantau perkembangan ekonomi global guna memastikan kebijakan yang diterapkan mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat dan pelaku usaha nasional.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#purbayayudhisadewa  #menkeu  #rupiahmelemah  #tahutempe  #HargaKedelai #umkmindonesia  #ekonomiri  #breakingnews  #beritaterkini  #PedagangTahu #PedagangTempe #viralnews #garudatv #laporan8 \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "yUVV0CG9ZF8"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "attributes": {"label": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "x": 811.272693015636, "y": 106.23003869066328, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "fEDlwqYtX5Y", "id": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "SEJARAH BURUK? Rupiah Tembus 18.000, Badai PHK Massal Intip Industri Indonesia?\n\nSejarah buruk ekonomi kembali tercipta! Nilai tukar Rupiah ambrol hingga resmi menembus level psikologis baru di atas Rp18.000 per dolar AS. Lonjakan ekstrem mata uang Paman Sam ini memicu alarm bahaya bagi ketahanan ekonomi nasional, bahkan ancaman badai PHK massal kini mulai mengintip sektor industri dan dunia usaha di Indonesia.\n\nDi tengah tekanan eksternal akibat eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah dan potensi penutupan Selat Hormuz, dunia usaha dalam negeri kian tercekik. Industri makanan, tekstil, elektronik, hingga UMKM yang bergantung pada bahan baku impor kini menghadapi lonjakan biaya produksi yang ugal-ugalan.\n\nBagaimana nasib dompet kita dan keberlangsungan lapangan kerja di Indonesia jika Rupiah terus melemah? Simak analisis kritis dan data lengkapnya dalam video ini sampai habis!\n\nVideo Editor: Rifqi Rahmandika\n\n#koranjakarta #news #RupiahHariIni #DolarTembus18000 #EkonomiIndonesia #KrisisEkonomi #BadaiPHK #InfoSektorRiil #BeritaEkonomi #InsentifHipmi #KursRupiah #BreakingNewsIndonesia\n\n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "fEDlwqYtX5Y"}}, {"key": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "koranjakarta...", "x": 874.0694079304199, "y": 964.8900643072293, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.5592, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "fEDlwqYtX5Y", "id": "koranjakarta...", "source": "youtube-000001", "content": "SEJARAH BURUK? Rupiah Tembus 18.000, Badai PHK Massal Intip Industri Indonesia?\n\nSejarah buruk ekonomi kembali tercipta! Nilai tukar Rupiah ambrol hingga resmi menembus level psikologis baru di atas Rp18.000 per dolar AS. Lonjakan ekstrem mata uang Paman Sam ini memicu alarm bahaya bagi ketahanan ekonomi nasional, bahkan ancaman badai PHK massal kini mulai mengintip sektor industri dan dunia usaha di Indonesia.\n\nDi tengah tekanan eksternal akibat eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah dan potensi penutupan Selat Hormuz, dunia usaha dalam negeri kian tercekik. Industri makanan, tekstil, elektronik, hingga UMKM yang bergantung pada bahan baku impor kini menghadapi lonjakan biaya produksi yang ugal-ugalan.\n\nBagaimana nasib dompet kita dan keberlangsungan lapangan kerja di Indonesia jika Rupiah terus melemah? Simak analisis kritis dan data lengkapnya dalam video ini sampai habis!\n\nVideo Editor: Rifqi Rahmandika\n\n#koranjakarta #news #RupiahHariIni #DolarTembus18000 #EkonomiIndonesia #KrisisEkonomi #BadaiPHK #InfoSektorRiil #BeritaEkonomi #InsentifHipmi #KursRupiah #BreakingNewsIndonesia\n\n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "fEDlwqYtX5Y"}}, {"key": "@liputan6_news", "attributes": {"label": "@liputan6_news", "x": 505.5734251109435, "y": 359.3338875033848, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "qSwOT6W_PVY", "id": "@liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Jeritan Pedagang Kecil Saat Nilai Tukar Rupiah Terpuruk di Bawah Tekanan Dolar AS | Liputan 6\n\nDampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kini kian meluas dan mulai memukul sektor ekonomi makro hingga mikro di tanah air. Tidak hanya dirasakan oleh pelaku industri berskala besar, para pemilik lini usaha kecil seperti warung kopi (warkop) hingga pelaku usaha bengkel motor pun kini mulai meratapi getahnya.\n\nLonjakan harga pada komoditas dan komponen impor, seperti bahan baku susu, biji kopi impor, hingga suku cadang (spare part) kendaraan membuat biaya operasional dan produksi harian melambung tinggi. Situasi pelik ini memaksa para pelaku UMKM berada di pilihan sulit antara menaikkan harga jual ke konsumen atau memangkas margin keuntungan demi bertahan di tengah guncangan ekonomi global.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "qSwOT6W_PVY"}}, {"key": "sctv", "attributes": {"label": "sctv", "x": 152.54635696225583, "y": 182.7823280875428, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.3248, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "qSwOT6W_PVY", "id": "sctv", "source": "youtube-000001", "content": "Jeritan Pedagang Kecil Saat Nilai Tukar Rupiah Terpuruk di Bawah Tekanan Dolar AS | Liputan 6\n\nDampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kini kian meluas dan mulai memukul sektor ekonomi makro hingga mikro di tanah air. Tidak hanya dirasakan oleh pelaku industri berskala besar, para pemilik lini usaha kecil seperti warung kopi (warkop) hingga pelaku usaha bengkel motor pun kini mulai meratapi getahnya.\n\nLonjakan harga pada komoditas dan komponen impor, seperti bahan baku susu, biji kopi impor, hingga suku cadang (spare part) kendaraan membuat biaya operasional dan produksi harian melambung tinggi. Situasi pelik ini memaksa para pelaku UMKM berada di pilihan sulit antara menaikkan harga jual ke konsumen atau memangkas margin keuntungan demi bertahan di tengah guncangan ekonomi global.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "qSwOT6W_PVY"}}, {"key": "liputan6_news", "attributes": {"label": "liputan6_news", "x": 710.2430197392904, "y": 261.4490168268001, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.3248, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "qSwOT6W_PVY", "id": "liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Jeritan Pedagang Kecil Saat Nilai Tukar Rupiah Terpuruk di Bawah Tekanan Dolar AS | Liputan 6\n\nDampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kini kian meluas dan mulai memukul sektor ekonomi makro hingga mikro di tanah air. Tidak hanya dirasakan oleh pelaku industri berskala besar, para pemilik lini usaha kecil seperti warung kopi (warkop) hingga pelaku usaha bengkel motor pun kini mulai meratapi getahnya.\n\nLonjakan harga pada komoditas dan komponen impor, seperti bahan baku susu, biji kopi impor, hingga suku cadang (spare part) kendaraan membuat biaya operasional dan produksi harian melambung tinggi. Situasi pelik ini memaksa para pelaku UMKM berada di pilihan sulit antara menaikkan harga jual ke konsumen atau memangkas margin keuntungan demi bertahan di tengah guncangan ekonomi global.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "qSwOT6W_PVY"}}, {"key": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "liputan6daerah", "x": 249.67361535672006, "y": 950.0825430174293, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.3248, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "qSwOT6W_PVY", "id": "liputan6daerah", "source": "youtube-000001", "content": "Jeritan Pedagang Kecil Saat Nilai Tukar Rupiah Terpuruk di Bawah Tekanan Dolar AS | Liputan 6\n\nDampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kini kian meluas dan mulai memukul sektor ekonomi makro hingga mikro di tanah air. Tidak hanya dirasakan oleh pelaku industri berskala besar, para pemilik lini usaha kecil seperti warung kopi (warkop) hingga pelaku usaha bengkel motor pun kini mulai meratapi getahnya.\n\nLonjakan harga pada komoditas dan komponen impor, seperti bahan baku susu, biji kopi impor, hingga suku cadang (spare part) kendaraan membuat biaya operasional dan produksi harian melambung tinggi. Situasi pelik ini memaksa para pelaku UMKM berada di pilihan sulit antara menaikkan harga jual ke konsumen atau memangkas margin keuntungan demi bertahan di tengah guncangan ekonomi global.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "qSwOT6W_PVY"}}, {"key": "@fokus.indosiar", "attributes": {"label": "@fokus.indosiar", "x": 230.46101556393793, "y": 68.03308126254115, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "ULdGcgJ0_g8", "id": "@fokus.indosiar", "source": "youtube-000001", "content": "Penjual Mi Ayam Terdampak Lemahnya Rupiah | Fokus\n\nDampak melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar dirasakan oleh pelaku UMKM, salah satunya penjual mi ayam. Reporter Emtek Media melaporkan langsung dari kawasan Ciledug, Tangerang.\n\nSimak berita-berita lainnya di: https://www.vidio.com/\n\n#NewsIndosiar #Fokus #FokusIndosiar\n\nFokus Indosiar adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan PT. Elang Mahkota Teknologi (Emtek). Menayangkan rangkaian informasi berita menarik pilihan pada pagi, siang, dan malam hari mengenai peristiwa dalam negeri maupun mancanegara yang aktual dan terkini.\n\nJangan lewatkan tayangan berita Fokus indosiar, dengan terus mengikuti perkembangannya melalui media sosial:\n\nFacebook Indosiar:   / indosiarid.tv  \nTwitter Indosiar:   / indosiar  \nVidio Indosiar: https://www.vidio.com/\n\nAnda juga dapat mengikuti informasi pilihan seputar berita hukum dan kriminal, tragedi, bencana alam, hingga orang hilang di media sosial Patroli Indosiar:\nYouTube Patroli Indosiar:    /   \nTikTok Patroli Indosiar:   / patroli.indosiar", "post_id": "ULdGcgJ0_g8"}}, {"key": "indosiar", "attributes": {"label": "indosiar", "x": 881.9328011117678, "y": 197.95711269002146, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.3248, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "ULdGcgJ0_g8", "id": "indosiar", "source": "youtube-000001", "content": "Penjual Mi Ayam Terdampak Lemahnya Rupiah | Fokus\n\nDampak melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar dirasakan oleh pelaku UMKM, salah satunya penjual mi ayam. Reporter Emtek Media melaporkan langsung dari kawasan Ciledug, Tangerang.\n\nSimak berita-berita lainnya di: https://www.vidio.com/\n\n#NewsIndosiar #Fokus #FokusIndosiar\n\nFokus Indosiar adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan PT. Elang Mahkota Teknologi (Emtek). Menayangkan rangkaian informasi berita menarik pilihan pada pagi, siang, dan malam hari mengenai peristiwa dalam negeri maupun mancanegara yang aktual dan terkini.\n\nJangan lewatkan tayangan berita Fokus indosiar, dengan terus mengikuti perkembangannya melalui media sosial:\n\nFacebook Indosiar:   / indosiarid.tv  \nTwitter Indosiar:   / indosiar  \nVidio Indosiar: https://www.vidio.com/\n\nAnda juga dapat mengikuti informasi pilihan seputar berita hukum dan kriminal, tragedi, bencana alam, hingga orang hilang di media sosial Patroli Indosiar:\nYouTube Patroli Indosiar:    /   \nTikTok Patroli Indosiar:   / patroli.indosiar", "post_id": "ULdGcgJ0_g8"}}, {"key": "patroliindosiar", "attributes": {"label": "patroliindosiar", "x": 111.06488566838912, "y": 783.2197282120982, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.3248, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ULdGcgJ0_g8", "id": "patroliindosiar", "source": "youtube-000001", "content": "Penjual Mi Ayam Terdampak Lemahnya Rupiah | Fokus\n\nDampak melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar dirasakan oleh pelaku UMKM, salah satunya penjual mi ayam. Reporter Emtek Media melaporkan langsung dari kawasan Ciledug, Tangerang.\n\nSimak berita-berita lainnya di: https://www.vidio.com/\n\n#NewsIndosiar #Fokus #FokusIndosiar\n\nFokus Indosiar adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan PT. Elang Mahkota Teknologi (Emtek). Menayangkan rangkaian informasi berita menarik pilihan pada pagi, siang, dan malam hari mengenai peristiwa dalam negeri maupun mancanegara yang aktual dan terkini.\n\nJangan lewatkan tayangan berita Fokus indosiar, dengan terus mengikuti perkembangannya melalui media sosial:\n\nFacebook Indosiar:   / indosiarid.tv  \nTwitter Indosiar:   / indosiar  \nVidio Indosiar: https://www.vidio.com/\n\nAnda juga dapat mengikuti informasi pilihan seputar berita hukum dan kriminal, tragedi, bencana alam, hingga orang hilang di media sosial Patroli Indosiar:\nYouTube Patroli Indosiar:    /   \nTikTok Patroli Indosiar:   / patroli.indosiar", "post_id": "ULdGcgJ0_g8"}}, {"key": "@sinpotv", "attributes": {"label": "@sinpotv", "x": 214.11866426213732, "y": 373.2312095459553, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "vQEXM2chJeU", "id": "@sinpotv", "source": "youtube-000001", "content": "DPR Sahkan RUU P2SK jadi Undang-Undang, Polisi Ringkus Pemalak Kendaraan | Menyapa Indonesia Pagi\n\nMenyapa Indonesia Pagi Jumat, 5 Juni 2026\n1. Polda Papua perluas pencarian korban ledakan bom\n2. Lambung kapal bocor, 35 penumpang kapal dievakuasi\n3. Basarnas selamatkan 6 nelayan akibat perahu terbalik\n4. Pencuri HP di bandara bebas dan diberi pekerjaan di SPPG\n5. WNA ditangkap karena tidak bayar makanan\n6. Polisi ringkus pemalak kendaraan berpelat Jakarta\n7. Pelaku curanmor bersenpi di Lampung tewas ditembak petugas\n8. Teror laki-laki telanjang tengah malam\n9. DPR minta Kemenkeu dan BI intervensi anjloknya rupiah\n10. Menkeu buka suara anjloknya nilai tukar terhadap dolar AS\n11. DPR optimis pemerintah bisa atasi nilai tukar rupiah\n12. Pimpinan DPR akan awasi ketat tata kelola BGN\n13. 3 Permendag soal ekspor siap terbit\n14. Pemerintah akan sesuaikan harga eceran tertinggi MinyaKita\n15. Komisi II DPR akan segera bahas RUU Pemilu\n16. SPPG diminta serap telur para peternak\n17. Pemerintah pastikan pajak UMKM tak ada kenaikan\n18. Pajak UMKM 0,5 persen untuk perkuat pemberdayaan UMKM\n19. Wamen ATR/BPN tinjau pelataran di Kantah Kota Banjarbaru\n20. Raker persiapan PON 2028 dan Asian Games 2026\n21. Komisi III DPR rapat bersama pemerintah\n22. Kemenhub serap anggaran mencapai 32,27 persen\n23. Komisi V soroti keselamatan transportasi kecelakaan di Bekasi\n24. Komisi II DPR dalami substansi RPP BUMD\n25. TNI AL evakuasi kapal ikan tenggelam, 21 orang selamat\n26. DPR sahkan RUU P2SK jadi undang-undang\n27. Intervensi pengawasan akan dilakukan melalui Komisi IX DPR RI\n28. Komdigi–ASEAN Foundation perkuat adopsi teknologi AI\n29. DPR pastikan rangkaian ibadah haji berjalan lancar\n30. Daging dam dibagikan sebagian ke Palestina\n31. Wamenhaj apresiasi respons cepat petugas haji Daker Bandara\n32. Tradisi ngadu bedug khas Banten\n33. Serangan udara Israel kembali brutal di Lebanon\n34. Iran klaim balas serangan AS\n35. Meksiko soroti penyelidikan gubernur oleh AS\n36. Badai tropis Jangmi sapu pesisir Jepang\n37. Robot penari curi perhatian di Forum Ekonomi Rusia\n38. Leclerc perpanjang kontrak bersama Ferrari\n39. Timnas Kongo tetap latihan di tengah wabah Ebola\n\n#sinpotv #sinpotvnews #MenyapaIndonesiaPagi #BeritaTerkini #Nasional #Internasional #BreakingNews\nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv", "post_id": "vQEXM2chJeU"}}, {"key": "sinpotv", "attributes": {"label": "sinpotv", "x": 871.513997975756, "y": 145.7043750566317, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.9205, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "vQEXM2chJeU", "id": "sinpotv", "source": "youtube-000001", "content": "DPR Sahkan RUU P2SK jadi Undang-Undang, Polisi Ringkus Pemalak Kendaraan | Menyapa Indonesia Pagi\n\nMenyapa Indonesia Pagi Jumat, 5 Juni 2026\n1. Polda Papua perluas pencarian korban ledakan bom\n2. Lambung kapal bocor, 35 penumpang kapal dievakuasi\n3. Basarnas selamatkan 6 nelayan akibat perahu terbalik\n4. Pencuri HP di bandara bebas dan diberi pekerjaan di SPPG\n5. WNA ditangkap karena tidak bayar makanan\n6. Polisi ringkus pemalak kendaraan berpelat Jakarta\n7. Pelaku curanmor bersenpi di Lampung tewas ditembak petugas\n8. Teror laki-laki telanjang tengah malam\n9. DPR minta Kemenkeu dan BI intervensi anjloknya rupiah\n10. Menkeu buka suara anjloknya nilai tukar terhadap dolar AS\n11. DPR optimis pemerintah bisa atasi nilai tukar rupiah\n12. Pimpinan DPR akan awasi ketat tata kelola BGN\n13. 3 Permendag soal ekspor siap terbit\n14. Pemerintah akan sesuaikan harga eceran tertinggi MinyaKita\n15. Komisi II DPR akan segera bahas RUU Pemilu\n16. SPPG diminta serap telur para peternak\n17. Pemerintah pastikan pajak UMKM tak ada kenaikan\n18. Pajak UMKM 0,5 persen untuk perkuat pemberdayaan UMKM\n19. Wamen ATR/BPN tinjau pelataran di Kantah Kota Banjarbaru\n20. Raker persiapan PON 2028 dan Asian Games 2026\n21. Komisi III DPR rapat bersama pemerintah\n22. Kemenhub serap anggaran mencapai 32,27 persen\n23. Komisi V soroti keselamatan transportasi kecelakaan di Bekasi\n24. Komisi II DPR dalami substansi RPP BUMD\n25. TNI AL evakuasi kapal ikan tenggelam, 21 orang selamat\n26. DPR sahkan RUU P2SK jadi undang-undang\n27. Intervensi pengawasan akan dilakukan melalui Komisi IX DPR RI\n28. Komdigi–ASEAN Foundation perkuat adopsi teknologi AI\n29. DPR pastikan rangkaian ibadah haji berjalan lancar\n30. Daging dam dibagikan sebagian ke Palestina\n31. Wamenhaj apresiasi respons cepat petugas haji Daker Bandara\n32. Tradisi ngadu bedug khas Banten\n33. Serangan udara Israel kembali brutal di Lebanon\n34. Iran klaim balas serangan AS\n35. Meksiko soroti penyelidikan gubernur oleh AS\n36. Badai tropis Jangmi sapu pesisir Jepang\n37. Robot penari curi perhatian di Forum Ekonomi Rusia\n38. Leclerc perpanjang kontrak bersama Ferrari\n39. Timnas Kongo tetap latihan di tengah wabah Ebola\n\n#sinpotv #sinpotvnews #MenyapaIndonesiaPagi #BeritaTerkini #Nasional #Internasional #BreakingNews\nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv", "post_id": "vQEXM2chJeU"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 591.5222565438692, "y": 416.1027912707663, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "-eK9YZu-gkw", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] UMKM Go Digital & BI Rate 5,25% Jadi Sorotan | MARKET REVIEW\n\nMarketplace lokal untuk UMKM dan kenaikan BI Rate 5,25% menjadi dua isu penting yang memengaruhi arah ekonomi Indonesia. Pemerintah tengah menyiapkan integrasi Sapa UMKM dengan PaDi UMKM untuk memperkuat akses pembiayaan, legalitas, pelatihan, sertifikasi, hingga pemasaran produk bagi pelaku usaha kecil. Di sisi lain, Bank Indonesia menaikkan BI Rate demi menjaga stabilitas Rupiah dan inflasi, meski nilai tukar masih tertekan di level Rp17.717 per dolar AS. Lalu, bagaimana dampaknya bagi UMKM, dunia usaha, dan pertumbuhan ekonomi nasional?\n\n#UMKM #bankindonesia \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "-eK9YZu-gkw"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 174.41689052014365, "y": 252.04060288317697, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.4007, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "-eK9YZu-gkw", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] UMKM Go Digital & BI Rate 5,25% Jadi Sorotan | MARKET REVIEW\n\nMarketplace lokal untuk UMKM dan kenaikan BI Rate 5,25% menjadi dua isu penting yang memengaruhi arah ekonomi Indonesia. Pemerintah tengah menyiapkan integrasi Sapa UMKM dengan PaDi UMKM untuk memperkuat akses pembiayaan, legalitas, pelatihan, sertifikasi, hingga pemasaran produk bagi pelaku usaha kecil. Di sisi lain, Bank Indonesia menaikkan BI Rate demi menjaga stabilitas Rupiah dan inflasi, meski nilai tukar masih tertekan di level Rp17.717 per dolar AS. Lalu, bagaimana dampaknya bagi UMKM, dunia usaha, dan pertumbuhan ekonomi nasional?\n\n#UMKM #bankindonesia \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "-eK9YZu-gkw"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 274.879853259159, "y": 765.9072065518346, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.4007, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "-eK9YZu-gkw", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] UMKM Go Digital & BI Rate 5,25% Jadi Sorotan | MARKET REVIEW\n\nMarketplace lokal untuk UMKM dan kenaikan BI Rate 5,25% menjadi dua isu penting yang memengaruhi arah ekonomi Indonesia. Pemerintah tengah menyiapkan integrasi Sapa UMKM dengan PaDi UMKM untuk memperkuat akses pembiayaan, legalitas, pelatihan, sertifikasi, hingga pemasaran produk bagi pelaku usaha kecil. Di sisi lain, Bank Indonesia menaikkan BI Rate demi menjaga stabilitas Rupiah dan inflasi, meski nilai tukar masih tertekan di level Rp17.717 per dolar AS. Lalu, bagaimana dampaknya bagi UMKM, dunia usaha, dan pertumbuhan ekonomi nasional?\n\n#UMKM #bankindonesia \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "-eK9YZu-gkw"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 0.3761842884324462, "y": 533.0817158417116, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.4007, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "-eK9YZu-gkw", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] UMKM Go Digital & BI Rate 5,25% Jadi Sorotan | MARKET REVIEW\n\nMarketplace lokal untuk UMKM dan kenaikan BI Rate 5,25% menjadi dua isu penting yang memengaruhi arah ekonomi Indonesia. Pemerintah tengah menyiapkan integrasi Sapa UMKM dengan PaDi UMKM untuk memperkuat akses pembiayaan, legalitas, pelatihan, sertifikasi, hingga pemasaran produk bagi pelaku usaha kecil. Di sisi lain, Bank Indonesia menaikkan BI Rate demi menjaga stabilitas Rupiah dan inflasi, meski nilai tukar masih tertekan di level Rp17.717 per dolar AS. Lalu, bagaimana dampaknya bagi UMKM, dunia usaha, dan pertumbuhan ekonomi nasional?\n\n#UMKM #bankindonesia \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "-eK9YZu-gkw"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 109.63233668130268, "y": 2.532398673493863, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.4007, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "-eK9YZu-gkw", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] UMKM Go Digital & BI Rate 5,25% Jadi Sorotan | MARKET REVIEW\n\nMarketplace lokal untuk UMKM dan kenaikan BI Rate 5,25% menjadi dua isu penting yang memengaruhi arah ekonomi Indonesia. Pemerintah tengah menyiapkan integrasi Sapa UMKM dengan PaDi UMKM untuk memperkuat akses pembiayaan, legalitas, pelatihan, sertifikasi, hingga pemasaran produk bagi pelaku usaha kecil. Di sisi lain, Bank Indonesia menaikkan BI Rate demi menjaga stabilitas Rupiah dan inflasi, meski nilai tukar masih tertekan di level Rp17.717 per dolar AS. Lalu, bagaimana dampaknya bagi UMKM, dunia usaha, dan pertumbuhan ekonomi nasional?\n\n#UMKM #bankindonesia \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "-eK9YZu-gkw"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 541.2103073652062, "y": 981.4028567269297, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.4007, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "-eK9YZu-gkw", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] UMKM Go Digital & BI Rate 5,25% Jadi Sorotan | MARKET REVIEW\n\nMarketplace lokal untuk UMKM dan kenaikan BI Rate 5,25% menjadi dua isu penting yang memengaruhi arah ekonomi Indonesia. Pemerintah tengah menyiapkan integrasi Sapa UMKM dengan PaDi UMKM untuk memperkuat akses pembiayaan, legalitas, pelatihan, sertifikasi, hingga pemasaran produk bagi pelaku usaha kecil. Di sisi lain, Bank Indonesia menaikkan BI Rate demi menjaga stabilitas Rupiah dan inflasi, meski nilai tukar masih tertekan di level Rp17.717 per dolar AS. Lalu, bagaimana dampaknya bagi UMKM, dunia usaha, dan pertumbuhan ekonomi nasional?\n\n#UMKM #bankindonesia \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "-eK9YZu-gkw"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 767.4179755255992, "y": 815.6707032333074, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.4007, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "-eK9YZu-gkw", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] UMKM Go Digital & BI Rate 5,25% Jadi Sorotan | MARKET REVIEW\n\nMarketplace lokal untuk UMKM dan kenaikan BI Rate 5,25% menjadi dua isu penting yang memengaruhi arah ekonomi Indonesia. Pemerintah tengah menyiapkan integrasi Sapa UMKM dengan PaDi UMKM untuk memperkuat akses pembiayaan, legalitas, pelatihan, sertifikasi, hingga pemasaran produk bagi pelaku usaha kecil. Di sisi lain, Bank Indonesia menaikkan BI Rate demi menjaga stabilitas Rupiah dan inflasi, meski nilai tukar masih tertekan di level Rp17.717 per dolar AS. Lalu, bagaimana dampaknya bagi UMKM, dunia usaha, dan pertumbuhan ekonomi nasional?\n\n#UMKM #bankindonesia \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "-eK9YZu-gkw"}}, {"key": "@CiptaSaranaCendekia", "attributes": {"label": "@CiptaSaranaCendekia", "x": 963.1891851034212, "y": 132.3315052366878, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "mas7flGxiU4", "id": "@CiptaSaranaCendekia", "source": "youtube-000001", "content": "Dolar Tembus 17 Ribu! Kenapa Tempe, BBM & Sembako Ikut Naik? 😱\n\nHalo Rekan Cipta!\n\nDolar naik sampai tembus Rp17 ribu, lalu muncul narasi “desa aman karena nggak pakai dolar”. Tapi… benarkah sesimpel itu?\n\nDi video ini, Kak Dika dan Kak Yusita ngobrol santai soal bagaimana kenaikan dolar ternyata bisa berdampak langsung ke kehidupan sehari-hari. Mulai dari pupuk, pakan ternak, kedelai, mie instan, sampai harga gorengan—semuanya ternyata terhubung dengan rantai ekonomi global.\n\nIndonesia masih bergantung pada impor berbagai bahan baku penting. Ketika Rupiah melemah, biaya impor ikut naik. Efeknya memang nggak selalu langsung terasa, tapi perlahan masuk ke harga sembako, ongkir, biaya produksi UMKM, hingga tekanan terhadap APBN karena impor BBM dan utang luar negeri.\n\nDi akhir video, kita juga bahas kenapa kondisi seperti ini bikin masyarakat dan pelaku usaha harus lebih disiplin mengelola cashflow, menghitung margin usaha, dan membedakan kebutuhan dengan keinginan. Karena di era sekarang, ekonomi global bisa sangat cepat memengaruhi isi dompet dan isi piring kita sehari-hari.\n\n🎯 Jangan lupa Like, Comment, dan Subscribe supaya kamu nggak cuma kaget harga naik… tapi juga ngerti kenapa bisa naik.\n\n#DolarNaik #EkonomiIndonesia #Rupiah  #Inflasi #CiptaSaranaCendekia #LiterasiEkonomi\n\n📍 PT. Cipta Sarana Cendekia\nJl. Baiduri Pandan No. 11 (Graha Sunrise Malang)\n📧 Email: ciptasaranacendekia\n🌐 Website: www.ciptasaranacendekia.com\n📸 Instagram: \n📞 Informasi lebih lanjut:\n081233347004 (Admin VHSD)\n082241578026 (Admin SCHRD)", "post_id": "mas7flGxiU4"}}, {"key": "ciptasaranacendekia", "attributes": {"label": "ciptasaranacendekia", "x": 280.91220872250324, "y": 269.37257974345187, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.5592, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "mas7flGxiU4", "id": "ciptasaranacendekia", "source": "youtube-000001", "content": "Dolar Tembus 17 Ribu! Kenapa Tempe, BBM & Sembako Ikut Naik? 😱\n\nHalo Rekan Cipta!\n\nDolar naik sampai tembus Rp17 ribu, lalu muncul narasi “desa aman karena nggak pakai dolar”. Tapi… benarkah sesimpel itu?\n\nDi video ini, Kak Dika dan Kak Yusita ngobrol santai soal bagaimana kenaikan dolar ternyata bisa berdampak langsung ke kehidupan sehari-hari. Mulai dari pupuk, pakan ternak, kedelai, mie instan, sampai harga gorengan—semuanya ternyata terhubung dengan rantai ekonomi global.\n\nIndonesia masih bergantung pada impor berbagai bahan baku penting. Ketika Rupiah melemah, biaya impor ikut naik. Efeknya memang nggak selalu langsung terasa, tapi perlahan masuk ke harga sembako, ongkir, biaya produksi UMKM, hingga tekanan terhadap APBN karena impor BBM dan utang luar negeri.\n\nDi akhir video, kita juga bahas kenapa kondisi seperti ini bikin masyarakat dan pelaku usaha harus lebih disiplin mengelola cashflow, menghitung margin usaha, dan membedakan kebutuhan dengan keinginan. Karena di era sekarang, ekonomi global bisa sangat cepat memengaruhi isi dompet dan isi piring kita sehari-hari.\n\n🎯 Jangan lupa Like, Comment, dan Subscribe supaya kamu nggak cuma kaget harga naik… tapi juga ngerti kenapa bisa naik.\n\n#DolarNaik #EkonomiIndonesia #Rupiah  #Inflasi #CiptaSaranaCendekia #LiterasiEkonomi\n\n📍 PT. Cipta Sarana Cendekia\nJl. Baiduri Pandan No. 11 (Graha Sunrise Malang)\n📧 Email: ciptasaranacendekia\n🌐 Website: www.ciptasaranacendekia.com\n📸 Instagram: \n📞 Informasi lebih lanjut:\n081233347004 (Admin VHSD)\n082241578026 (Admin SCHRD)", "post_id": "mas7flGxiU4"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "attributes": {"label": "@OfficialSINDOnews", "x": 660.5019599631197, "y": 627.1450662995965, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "iOCqtWafj2o", "id": "@OfficialSINDOnews", "source": "youtube-000001", "content": "BBM Naik & Rupiah Anjlok, Menteri Maman Ungkap Nasib UMKM Berbahan Baku Impor | Sindo Siang | 11/06\n\nMenteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Maman Abdurrahman, mengungkap sejumlah pelaku usaha UMKM khususnya yang bergantung pada bahan baku impor terkena dampak fluktuasi nilai tukar rupiah hingga kenaikan bahan bakar minyak non subsidi.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 11 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Herlina\n\n#SIndoSiang #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "iOCqtWafj2o"}}, {"key": "officialsindonews", "attributes": {"label": "officialsindonews", "x": 425.77540897041024, "y": 995.4621658275626, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.3248, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "iOCqtWafj2o", "id": "officialsindonews", "source": "youtube-000001", "content": "BBM Naik & Rupiah Anjlok, Menteri Maman Ungkap Nasib UMKM Berbahan Baku Impor | Sindo Siang | 11/06\n\nMenteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Maman Abdurrahman, mengungkap sejumlah pelaku usaha UMKM khususnya yang bergantung pada bahan baku impor terkena dampak fluktuasi nilai tukar rupiah hingga kenaikan bahan bakar minyak non subsidi.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 11 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Herlina\n\n#SIndoSiang #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "iOCqtWafj2o"}}, {"key": "sindopodcast", "attributes": {"label": "sindopodcast", "x": 116.97123132338638, "y": 735.8812363297708, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.3248, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "iOCqtWafj2o", "id": "sindopodcast", "source": "youtube-000001", "content": "BBM Naik & Rupiah Anjlok, Menteri Maman Ungkap Nasib UMKM Berbahan Baku Impor | Sindo Siang | 11/06\n\nMenteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Maman Abdurrahman, mengungkap sejumlah pelaku usaha UMKM khususnya yang bergantung pada bahan baku impor terkena dampak fluktuasi nilai tukar rupiah hingga kenaikan bahan bakar minyak non subsidi.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 11 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Herlina\n\n#SIndoSiang #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "iOCqtWafj2o"}}, {"key": "sindokalam", "attributes": {"label": "sindokalam", "x": 999.6925965206188, "y": 315.3497178554233, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.3248, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "iOCqtWafj2o", "id": "sindokalam", "source": "youtube-000001", "content": "BBM Naik & Rupiah Anjlok, Menteri Maman Ungkap Nasib UMKM Berbahan Baku Impor | Sindo Siang | 11/06\n\nMenteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Maman Abdurrahman, mengungkap sejumlah pelaku usaha UMKM khususnya yang bergantung pada bahan baku impor terkena dampak fluktuasi nilai tukar rupiah hingga kenaikan bahan bakar minyak non subsidi.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 11 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Herlina\n\n#SIndoSiang #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "iOCqtWafj2o"}}, {"key": "@VideoTribunPontianak", "attributes": {"label": "@VideoTribunPontianak", "x": 678.0836574372552, "y": 148.34197471864564, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "An73DSZgF5U", "id": "@VideoTribunPontianak", "source": "youtube-000001", "content": "🔵 RUPIAH MELEMAH! PRODUSEN TAHU DI KEDIRI TERPAKSA KURANGI PRODUKSI DAN NAIKKAN HARGA\n\nDampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kini mulai dirasakan pelaku usaha kecil di daerah. Salah satunya para produsen tahu di Kelurahan Tinalan, Kota Kediri.\n\nKenaikan harga kedelai impor yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir membuat biaya produksi tahu terus membengkak. Kondisi ini memaksa para perajin melakukan berbagai langkah penyesuaian agar usaha mereka tetap bertahan.\n\nSejumlah produsen memilih mengurangi jumlah produksi harian, sementara sebagian lainnya terpaksa menaikkan harga jual tahu untuk menutupi lonjakan biaya bahan baku.\n\nPara pelaku usaha mengaku khawatir jika nilai tukar rupiah terus melemah dan harga kedelai impor kembali naik. Sebab, kedelai merupakan bahan baku utama yang sangat menentukan keberlangsungan usaha mereka.\n\nFenomena ini menunjukkan bagaimana pergerakan kurs rupiah tidak hanya berdampak pada sektor besar, tetapi juga langsung dirasakan oleh pelaku UMKM dan masyarakat sehari-hari.\n\nBagaimana pendapat Anda? Apakah pemerintah perlu mengambil langkah khusus untuk membantu perajin tahu dan pelaku UMKM yang terdampak kenaikan bahan baku impor? Tulis komentar Anda di bawah.\n\n#rupiah #hargakedelai #produsentahu #umkm #kediri #ekonomiindonesia #beritaterkini #usahaecil #liveupdate #viralnews\n\nSimak berita selengkapnya di http://pontianak.tribunnews.com/\nSimak Video Viral lainnya    / tribunsingkawang1  \n\nProgram: live update\nHost: -\nOperator: Irwan\nSumber: Tribunnews\n\n‎Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLd...\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\nFollow us:\n\nInstagram:   / tribunpontianak  \nFacebook:   / tribunpontianakinteraktif  \nTwitter:   / tribunpontianak  \nTikTok: tiktok.com/\n\nTerima Kasih Telah Subscribe, Like, dan comment konten-konten menarik dari Kami.", "post_id": "An73DSZgF5U"}}, {"key": "tribunpontianak", "attributes": {"label": "tribunpontianak", "x": 952.3544099407991, "y": 729.8384302761992, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.5592, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "An73DSZgF5U", "id": "tribunpontianak", "source": "youtube-000001", "content": "🔵 RUPIAH MELEMAH! PRODUSEN TAHU DI KEDIRI TERPAKSA KURANGI PRODUKSI DAN NAIKKAN HARGA\n\nDampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kini mulai dirasakan pelaku usaha kecil di daerah. Salah satunya para produsen tahu di Kelurahan Tinalan, Kota Kediri.\n\nKenaikan harga kedelai impor yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir membuat biaya produksi tahu terus membengkak. Kondisi ini memaksa para perajin melakukan berbagai langkah penyesuaian agar usaha mereka tetap bertahan.\n\nSejumlah produsen memilih mengurangi jumlah produksi harian, sementara sebagian lainnya terpaksa menaikkan harga jual tahu untuk menutupi lonjakan biaya bahan baku.\n\nPara pelaku usaha mengaku khawatir jika nilai tukar rupiah terus melemah dan harga kedelai impor kembali naik. Sebab, kedelai merupakan bahan baku utama yang sangat menentukan keberlangsungan usaha mereka.\n\nFenomena ini menunjukkan bagaimana pergerakan kurs rupiah tidak hanya berdampak pada sektor besar, tetapi juga langsung dirasakan oleh pelaku UMKM dan masyarakat sehari-hari.\n\nBagaimana pendapat Anda? Apakah pemerintah perlu mengambil langkah khusus untuk membantu perajin tahu dan pelaku UMKM yang terdampak kenaikan bahan baku impor? Tulis komentar Anda di bawah.\n\n#rupiah #hargakedelai #produsentahu #umkm #kediri #ekonomiindonesia #beritaterkini #usahaecil #liveupdate #viralnews\n\nSimak berita selengkapnya di http://pontianak.tribunnews.com/\nSimak Video Viral lainnya    / tribunsingkawang1  \n\nProgram: live update\nHost: -\nOperator: Irwan\nSumber: Tribunnews\n\n‎Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLd...\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\nFollow us:\n\nInstagram:   / tribunpontianak  \nFacebook:   / tribunpontianakinteraktif  \nTwitter:   / tribunpontianak  \nTikTok: tiktok.com/\n\nTerima Kasih Telah Subscribe, Like, dan comment konten-konten menarik dari Kami.", "post_id": "An73DSZgF5U"}}, {"key": "@Bennix", "attributes": {"label": "@Bennix", "x": 536.7906810255154, "y": 751.1542905054823, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "bGKMKgI443k", "id": "@Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH MELEMAH RINGGIT MENGUAT!! 2 JUTA RAKYAT MALAYSIA SERBU INDONESIA?\n\nRUPIAH MELEMAH RINGGIT MENGUAT!! 2 JUTA RAKYAT MALAYSIA SERBU INDONESIA?\n\nFenomena menarik terjadi di Asia Tenggara ketika jutaan warga Malaysia berbondong-bondong datang ke Indonesia di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap ringgit Malaysia. Banyak pihak menilai perbedaan kurs yang semakin lebar membuat Indonesia menjadi destinasi wisata, belanja, kuliner, hingga hiburan yang jauh lebih murah bagi wisatawan asal Malaysia. Benarkah hingga 2 juta warga Malaysia menyerbu Indonesia? Apa dampaknya bagi ekonomi Indonesia, sektor pariwisata, UMKM, hotel, pusat perbelanjaan, dan masyarakat lokal?\n\nDalam video ini kita akan membahas fakta di balik ramainya kedatangan wisatawan Malaysia ke Indonesia, pengaruh nilai tukar rupiah terhadap daya beli warga Malaysia, serta mengapa kota-kota seperti Batam, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Bali menjadi tujuan favorit wisatawan dari negeri jiran. Kita juga akan melihat bagaimana pelemahan rupiah dapat menciptakan peluang ekonomi baru sekaligus tantangan bagi Indonesia di tengah persaingan ekonomi kawasan ASEAN.\n\nSelain itu, video ini mengulas hubungan ekonomi Indonesia dan Malaysia, perkembangan kurs rupiah terhadap ringgit, tren pariwisata lintas negara, serta dampak yang dirasakan oleh pelaku usaha lokal. Apakah fenomena ini menjadi bukti Indonesia semakin murah bagi wisatawan asing? Ataukah justru menjadi sinyal adanya persoalan ekonomi yang lebih besar? Simak pembahasannya sampai selesai.\n\nJangan lupa subscribe, like, dan bagikan video ini agar semakin banyak masyarakat yang memahami perkembangan ekonomi Indonesia, nilai tukar rupiah, hubungan ekonomi Indonesia-Malaysia, serta dinamika pariwisata dan perdagangan di Asia Tenggara.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "bGKMKgI443k"}}, {"key": "Bennix", "attributes": {"label": "Bennix", "x": 159.34730897790584, "y": 223.92257841822806, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.9205, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "bGKMKgI443k", "id": "Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH MELEMAH RINGGIT MENGUAT!! 2 JUTA RAKYAT MALAYSIA SERBU INDONESIA?\n\nRUPIAH MELEMAH RINGGIT MENGUAT!! 2 JUTA RAKYAT MALAYSIA SERBU INDONESIA?\n\nFenomena menarik terjadi di Asia Tenggara ketika jutaan warga Malaysia berbondong-bondong datang ke Indonesia di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap ringgit Malaysia. Banyak pihak menilai perbedaan kurs yang semakin lebar membuat Indonesia menjadi destinasi wisata, belanja, kuliner, hingga hiburan yang jauh lebih murah bagi wisatawan asal Malaysia. Benarkah hingga 2 juta warga Malaysia menyerbu Indonesia? Apa dampaknya bagi ekonomi Indonesia, sektor pariwisata, UMKM, hotel, pusat perbelanjaan, dan masyarakat lokal?\n\nDalam video ini kita akan membahas fakta di balik ramainya kedatangan wisatawan Malaysia ke Indonesia, pengaruh nilai tukar rupiah terhadap daya beli warga Malaysia, serta mengapa kota-kota seperti Batam, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Bali menjadi tujuan favorit wisatawan dari negeri jiran. Kita juga akan melihat bagaimana pelemahan rupiah dapat menciptakan peluang ekonomi baru sekaligus tantangan bagi Indonesia di tengah persaingan ekonomi kawasan ASEAN.\n\nSelain itu, video ini mengulas hubungan ekonomi Indonesia dan Malaysia, perkembangan kurs rupiah terhadap ringgit, tren pariwisata lintas negara, serta dampak yang dirasakan oleh pelaku usaha lokal. Apakah fenomena ini menjadi bukti Indonesia semakin murah bagi wisatawan asing? Ataukah justru menjadi sinyal adanya persoalan ekonomi yang lebih besar? Simak pembahasannya sampai selesai.\n\nJangan lupa subscribe, like, dan bagikan video ini agar semakin banyak masyarakat yang memahami perkembangan ekonomi Indonesia, nilai tukar rupiah, hubungan ekonomi Indonesia-Malaysia, serta dinamika pariwisata dan perdagangan di Asia Tenggara.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "bGKMKgI443k"}}, {"key": "bennix.official", "attributes": {"label": "bennix.official", "x": 810.602134028585, "y": 413.0018640849272, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.9205, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "bGKMKgI443k", "id": "bennix.official", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH MELEMAH RINGGIT MENGUAT!! 2 JUTA RAKYAT MALAYSIA SERBU INDONESIA?\n\nRUPIAH MELEMAH RINGGIT MENGUAT!! 2 JUTA RAKYAT MALAYSIA SERBU INDONESIA?\n\nFenomena menarik terjadi di Asia Tenggara ketika jutaan warga Malaysia berbondong-bondong datang ke Indonesia di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap ringgit Malaysia. Banyak pihak menilai perbedaan kurs yang semakin lebar membuat Indonesia menjadi destinasi wisata, belanja, kuliner, hingga hiburan yang jauh lebih murah bagi wisatawan asal Malaysia. Benarkah hingga 2 juta warga Malaysia menyerbu Indonesia? Apa dampaknya bagi ekonomi Indonesia, sektor pariwisata, UMKM, hotel, pusat perbelanjaan, dan masyarakat lokal?\n\nDalam video ini kita akan membahas fakta di balik ramainya kedatangan wisatawan Malaysia ke Indonesia, pengaruh nilai tukar rupiah terhadap daya beli warga Malaysia, serta mengapa kota-kota seperti Batam, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Bali menjadi tujuan favorit wisatawan dari negeri jiran. Kita juga akan melihat bagaimana pelemahan rupiah dapat menciptakan peluang ekonomi baru sekaligus tantangan bagi Indonesia di tengah persaingan ekonomi kawasan ASEAN.\n\nSelain itu, video ini mengulas hubungan ekonomi Indonesia dan Malaysia, perkembangan kurs rupiah terhadap ringgit, tren pariwisata lintas negara, serta dampak yang dirasakan oleh pelaku usaha lokal. Apakah fenomena ini menjadi bukti Indonesia semakin murah bagi wisatawan asing? Ataukah justru menjadi sinyal adanya persoalan ekonomi yang lebih besar? Simak pembahasannya sampai selesai.\n\nJangan lupa subscribe, like, dan bagikan video ini agar semakin banyak masyarakat yang memahami perkembangan ekonomi Indonesia, nilai tukar rupiah, hubungan ekonomi Indonesia-Malaysia, serta dinamika pariwisata dan perdagangan di Asia Tenggara.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "bGKMKgI443k"}}, {"key": "bennix.real", "attributes": {"label": "bennix.real", "x": 110.29564176201102, "y": 429.1908086825037, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.9205, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "bGKMKgI443k", "id": "bennix.real", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH MELEMAH RINGGIT MENGUAT!! 2 JUTA RAKYAT MALAYSIA SERBU INDONESIA?\n\nRUPIAH MELEMAH RINGGIT MENGUAT!! 2 JUTA RAKYAT MALAYSIA SERBU INDONESIA?\n\nFenomena menarik terjadi di Asia Tenggara ketika jutaan warga Malaysia berbondong-bondong datang ke Indonesia di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap ringgit Malaysia. Banyak pihak menilai perbedaan kurs yang semakin lebar membuat Indonesia menjadi destinasi wisata, belanja, kuliner, hingga hiburan yang jauh lebih murah bagi wisatawan asal Malaysia. Benarkah hingga 2 juta warga Malaysia menyerbu Indonesia? Apa dampaknya bagi ekonomi Indonesia, sektor pariwisata, UMKM, hotel, pusat perbelanjaan, dan masyarakat lokal?\n\nDalam video ini kita akan membahas fakta di balik ramainya kedatangan wisatawan Malaysia ke Indonesia, pengaruh nilai tukar rupiah terhadap daya beli warga Malaysia, serta mengapa kota-kota seperti Batam, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Bali menjadi tujuan favorit wisatawan dari negeri jiran. Kita juga akan melihat bagaimana pelemahan rupiah dapat menciptakan peluang ekonomi baru sekaligus tantangan bagi Indonesia di tengah persaingan ekonomi kawasan ASEAN.\n\nSelain itu, video ini mengulas hubungan ekonomi Indonesia dan Malaysia, perkembangan kurs rupiah terhadap ringgit, tren pariwisata lintas negara, serta dampak yang dirasakan oleh pelaku usaha lokal. Apakah fenomena ini menjadi bukti Indonesia semakin murah bagi wisatawan asing? Ataukah justru menjadi sinyal adanya persoalan ekonomi yang lebih besar? Simak pembahasannya sampai selesai.\n\nJangan lupa subscribe, like, dan bagikan video ini agar semakin banyak masyarakat yang memahami perkembangan ekonomi Indonesia, nilai tukar rupiah, hubungan ekonomi Indonesia-Malaysia, serta dinamika pariwisata dan perdagangan di Asia Tenggara.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "bGKMKgI443k"}}, {"key": "bennix", "attributes": {"label": "bennix", "x": 726.4527613319752, "y": 3.140743771168686, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.9205, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "bGKMKgI443k", "id": "bennix", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH MELEMAH RINGGIT MENGUAT!! 2 JUTA RAKYAT MALAYSIA SERBU INDONESIA?\n\nRUPIAH MELEMAH RINGGIT MENGUAT!! 2 JUTA RAKYAT MALAYSIA SERBU INDONESIA?\n\nFenomena menarik terjadi di Asia Tenggara ketika jutaan warga Malaysia berbondong-bondong datang ke Indonesia di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap ringgit Malaysia. Banyak pihak menilai perbedaan kurs yang semakin lebar membuat Indonesia menjadi destinasi wisata, belanja, kuliner, hingga hiburan yang jauh lebih murah bagi wisatawan asal Malaysia. Benarkah hingga 2 juta warga Malaysia menyerbu Indonesia? Apa dampaknya bagi ekonomi Indonesia, sektor pariwisata, UMKM, hotel, pusat perbelanjaan, dan masyarakat lokal?\n\nDalam video ini kita akan membahas fakta di balik ramainya kedatangan wisatawan Malaysia ke Indonesia, pengaruh nilai tukar rupiah terhadap daya beli warga Malaysia, serta mengapa kota-kota seperti Batam, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Bali menjadi tujuan favorit wisatawan dari negeri jiran. Kita juga akan melihat bagaimana pelemahan rupiah dapat menciptakan peluang ekonomi baru sekaligus tantangan bagi Indonesia di tengah persaingan ekonomi kawasan ASEAN.\n\nSelain itu, video ini mengulas hubungan ekonomi Indonesia dan Malaysia, perkembangan kurs rupiah terhadap ringgit, tren pariwisata lintas negara, serta dampak yang dirasakan oleh pelaku usaha lokal. Apakah fenomena ini menjadi bukti Indonesia semakin murah bagi wisatawan asing? Ataukah justru menjadi sinyal adanya persoalan ekonomi yang lebih besar? Simak pembahasannya sampai selesai.\n\nJangan lupa subscribe, like, dan bagikan video ini agar semakin banyak masyarakat yang memahami perkembangan ekonomi Indonesia, nilai tukar rupiah, hubungan ekonomi Indonesia-Malaysia, serta dinamika pariwisata dan perdagangan di Asia Tenggara.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "bGKMKgI443k"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "@kabarbursadotcom", "x": 503.8071757622322, "y": 584.5423291410627, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "BwDJtn4m97Q", "id": "@kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] Daya Beli Kelas Menengah Tergerus: Ancaman Nyata bagi Ekonomi Nasional\n\nKABARBURSA.COM — Kelas menengah Indonesia dinilai menghadapi tekanan yang semakin berat akibat kenaikan harga kebutuhan pokok, biaya pendidikan, bunga kredit, dan pelemahan nilai tukar rupiah. Data BPS mencatat jumlah kelas menengah menyusut dari 57 juta menjadi 47 juta orang dalam lima tahun terakhir, padahal kelompok ini menyumbang lebih dari 81 persen total konsumsi nasional. Ekonom dan pakar kebijakan publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, mengingatkan bahwa pelemahan daya beli kelas menengah berpotensi memicu efek domino: menekan UMKM, meningkatkan kredit bermasalah, hingga mengurangi penerimaan pajak negara. Kondisi ini menjadi pengingat penting bagi publik dan pembuat kebijakan bahwa stabilitas konsumsi kelas menengah adalah fondasi ketahanan ekonomi Indonesia. Jangan lewatkan analisis lengkapnya — subscribe dan tinggalkan pendapat Anda di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#kelasmenegah #dayabeli #ekonomiindonesia #bps #upnveteranjakarta #konsumsinasional #pertumbuhanekonomi #umkm #kreditbermasalah #kebijakan ekonomi #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "BwDJtn4m97Q"}}, {"key": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "kabarbursadotcom", "x": 725.3348104568968, "y": 112.55829527845518, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.1334, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "BwDJtn4m97Q", "id": "kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] Daya Beli Kelas Menengah Tergerus: Ancaman Nyata bagi Ekonomi Nasional\n\nKABARBURSA.COM — Kelas menengah Indonesia dinilai menghadapi tekanan yang semakin berat akibat kenaikan harga kebutuhan pokok, biaya pendidikan, bunga kredit, dan pelemahan nilai tukar rupiah. Data BPS mencatat jumlah kelas menengah menyusut dari 57 juta menjadi 47 juta orang dalam lima tahun terakhir, padahal kelompok ini menyumbang lebih dari 81 persen total konsumsi nasional. Ekonom dan pakar kebijakan publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, mengingatkan bahwa pelemahan daya beli kelas menengah berpotensi memicu efek domino: menekan UMKM, meningkatkan kredit bermasalah, hingga mengurangi penerimaan pajak negara. Kondisi ini menjadi pengingat penting bagi publik dan pembuat kebijakan bahwa stabilitas konsumsi kelas menengah adalah fondasi ketahanan ekonomi Indonesia. Jangan lewatkan analisis lengkapnya — subscribe dan tinggalkan pendapat Anda di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#kelasmenegah #dayabeli #ekonomiindonesia #bps #upnveteranjakarta #konsumsinasional #pertumbuhanekonomi #umkm #kreditbermasalah #kebijakan ekonomi #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "BwDJtn4m97Q"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "attributes": {"label": "@TribunnewsSurya", "x": 798.543237311291, "y": 160.1949738362276, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "TUVhnQJr2BI", "id": "@TribunnewsSurya", "source": "youtube-000001", "content": "Ukuran Tempe di Bangkalan Semakin Tipis Terhimpit Dolar AS, Harga Kedelai Impor Merangkak Naik\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\n\nSURYA.CO.ID - Ketergantungan terhadap stabilitas harga kedelai impor dirasakan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tempe di Kabupaten Bangkalan. Melonjaknya harga bahan baku kedelai impor seiring melemahnya Rupiah terhadap Dolar AS, memaksa produsen tempe rumahan berskala kecil di perkampungan mengurangi ukuran  potongan setiap tempe. \n\nPelaku UMKM Tempe, Junaidi Suharja (31), warga Desa Keleyan, Kecamatan Socah mengungkapkan, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dirasa menguras biaya produksi tempe karena harga per sak kedelai impor merangkak naik dalam setiap harinya.\n\n\"Kenaikan bahan baku kedelai impor karena mengikuti dolar AS. Harga kedelai impor sudah naik mulai awal tahun meski 100 rupiah per Kilogram, terkadang 200 rupiah. Sekarang kedelai impor Rp 10.900 per Kilogram, sebelumnya Rp 10.000,\" ungkap pria yang biasa disapa Yudi itu, Senin (8/5/2026). \n\nDikutip dari TribunKaltim.com edisi Minggu (7/6/2026) malam, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat tipis, sebagaimana dilansir dari data Bloomberg. Disebutkan, rupiah di pasar spot menguat tipi 0,07 persen secara harian ke Rp 18.036 per dolar AS.\n \n\"Ketika saya kulakan 10 sak, berati ada kenaikan Rp 100 ribu karena setiap sak berisi 50 Kg. Sebelumnya terjadi kenaikan harga kedelai impor, saya biasa kulakan bahan baku sejumlah Rp 5 juta, sekarang total Rp 6 juta,\" jelas Yudi didampingi isterinya, Nur Alya Pratiwi (28). \n\nProduksi 500 Potong Tempe per Hari\n\nSelain terhimpit kenaikan harga bahan baku kedelai impor, Yudi juga dibuat menghela nafas panjang ketika dihadapkan dengan kenaikan signifikan bahan plastik untuk kebutuhan produksi tempe. \n\nBapak dengan dua orang anak itu memaparkan, harga setiap ikat plastik berisi 10 helai sudah menyentuh Rp 15 ribu bahkan pernah seharga Rp 20 ribu sebelum kembali seharga Rp 15 ribu. Padahal sebelum terjadi kenaikan, harga per ikat plastik tempe masih Rp 10 ribu. \n\n\"Kami menyiasati dengan mengurangi ukuran tempe, menjadi lebih tipis namun harga tetap Rp 2.500 per potong. Setiap hari produksi 500 potong tempe untuk dijual sendiri ke pasar serta memenuhi kebutuhan warung nasi penyetan dan pejual sayur keliling,\" paparnya. \n\nKedelai Lokal Kurang Diiminati Konsumen\n\nSelama empat tahun menggeluti usaha produksi tempe bersama isterinya, Yudi pernah mencoba produksi tempe dengan memakai bahan baku kedelai lokal. Namun upaya menekan biaya produksi itu dinilai gagal karena kurang diminati pelanggan. \n\n\"Hasil produksi kurang bagus karena kedelai lokal. Selain ukuran kedelai kecil dan warna merah, rasanya juga agak kecut. Tidak seperti kedelai impor yang warna putih dan kualitas rasa bagus,\" pungkasnya. (Ahmad Faisol)\n\nVP: Rizky\nReporter: Ahmad Faisol\nHost: Heftys \n\n\nJangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan!\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VaUt...\n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "TUVhnQJr2BI"}}, {"key": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "tribunnewssurya", "x": 74.40810447046353, "y": 703.6894275978483, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.5592, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "TUVhnQJr2BI", "id": "tribunnewssurya", "source": "youtube-000001", "content": "Ukuran Tempe di Bangkalan Semakin Tipis Terhimpit Dolar AS, Harga Kedelai Impor Merangkak Naik\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\n\nSURYA.CO.ID - Ketergantungan terhadap stabilitas harga kedelai impor dirasakan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tempe di Kabupaten Bangkalan. Melonjaknya harga bahan baku kedelai impor seiring melemahnya Rupiah terhadap Dolar AS, memaksa produsen tempe rumahan berskala kecil di perkampungan mengurangi ukuran  potongan setiap tempe. \n\nPelaku UMKM Tempe, Junaidi Suharja (31), warga Desa Keleyan, Kecamatan Socah mengungkapkan, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dirasa menguras biaya produksi tempe karena harga per sak kedelai impor merangkak naik dalam setiap harinya.\n\n\"Kenaikan bahan baku kedelai impor karena mengikuti dolar AS. Harga kedelai impor sudah naik mulai awal tahun meski 100 rupiah per Kilogram, terkadang 200 rupiah. Sekarang kedelai impor Rp 10.900 per Kilogram, sebelumnya Rp 10.000,\" ungkap pria yang biasa disapa Yudi itu, Senin (8/5/2026). \n\nDikutip dari TribunKaltim.com edisi Minggu (7/6/2026) malam, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat tipis, sebagaimana dilansir dari data Bloomberg. Disebutkan, rupiah di pasar spot menguat tipi 0,07 persen secara harian ke Rp 18.036 per dolar AS.\n \n\"Ketika saya kulakan 10 sak, berati ada kenaikan Rp 100 ribu karena setiap sak berisi 50 Kg. Sebelumnya terjadi kenaikan harga kedelai impor, saya biasa kulakan bahan baku sejumlah Rp 5 juta, sekarang total Rp 6 juta,\" jelas Yudi didampingi isterinya, Nur Alya Pratiwi (28). \n\nProduksi 500 Potong Tempe per Hari\n\nSelain terhimpit kenaikan harga bahan baku kedelai impor, Yudi juga dibuat menghela nafas panjang ketika dihadapkan dengan kenaikan signifikan bahan plastik untuk kebutuhan produksi tempe. \n\nBapak dengan dua orang anak itu memaparkan, harga setiap ikat plastik berisi 10 helai sudah menyentuh Rp 15 ribu bahkan pernah seharga Rp 20 ribu sebelum kembali seharga Rp 15 ribu. Padahal sebelum terjadi kenaikan, harga per ikat plastik tempe masih Rp 10 ribu. \n\n\"Kami menyiasati dengan mengurangi ukuran tempe, menjadi lebih tipis namun harga tetap Rp 2.500 per potong. Setiap hari produksi 500 potong tempe untuk dijual sendiri ke pasar serta memenuhi kebutuhan warung nasi penyetan dan pejual sayur keliling,\" paparnya. \n\nKedelai Lokal Kurang Diiminati Konsumen\n\nSelama empat tahun menggeluti usaha produksi tempe bersama isterinya, Yudi pernah mencoba produksi tempe dengan memakai bahan baku kedelai lokal. Namun upaya menekan biaya produksi itu dinilai gagal karena kurang diminati pelanggan. \n\n\"Hasil produksi kurang bagus karena kedelai lokal. Selain ukuran kedelai kecil dan warna merah, rasanya juga agak kecut. Tidak seperti kedelai impor yang warna putih dan kualitas rasa bagus,\" pungkasnya. (Ahmad Faisol)\n\nVP: Rizky\nReporter: Ahmad Faisol\nHost: Heftys \n\n\nJangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan!\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VaUt...\n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "TUVhnQJr2BI"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 177.68625650446901, "y": 310.5757329677393, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "5Uak3kmm7pQ", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Presiden Prabowo Panggil Luhut Panjaitan dan Chatib Basri ke Istana\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap sejumlah hasil pembahasan yang disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto, Selasa (9/6/2026). \n\nLuhut menjelaskan, DEN telah melakukan survei independen terkait pelaksanaan program MBG. \n\nSurvei tersebut dibiayai secara mandiri untuk melihat dampak ekonomi yang muncul di sekitar \nSatuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).\n\n\"Hasil survei menunjukkan 86,9 persen dari SPPG saat ini paling tidak memiliki pemasok kecil atau UMKM yang berada di sekitar lokasi. Rata-rata setiap SPPG menggandeng tiga UMKM,\" kata Anggota DEN Septian Hario Seto.\n\nIa menilai temuan tersebut menunjukkan mulai terbentuknya ekosistem ekonomi baru di sekitar pelaksanaan program MBG.\n\nSelain membahas MBG, Luhut juga menyoroti langkah pemerintah dalam mengintegrasikan data nasional melalui sistem berbasis AI.\n\nSementara itu, mantan Menteri Keuangan RI, Chatib Basri, mengatakan pembahasan bersama Presiden turut menyoroti perkembangan ekonomi makro nasional.\n\nMenurut Chatib, salah satu isu yang menjadi perhatian adalah potensi kenaikan harga akibat pelemahan nilai tukar rupiah yang dapat berdampak pada kelompok masyarakat menengah ke bawah.\n\n\"Kami membahas perkembangan makro ekonomi berkaitan dengan kondisi sekarang. Isu \npentingnya adalah kemungkinan risiko kenaikan harga akibat pelemahan rupiah dan dampaknya terhadap kelompok menengah ke bawah,\" kata Chatib.\n\nLebih lanjut Luhut mengatakan program MBG sudah Baik, tata kelolanya akan diperbaiki.\n\n\"Kita jangan bertengkar lagi,\" kata Luhut menutup konferensi pers. \n\n#dewanekonominasional #prabowo #luhutbinsarpandjaitan #chatibbasri\n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "5Uak3kmm7pQ"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 277.25268691831286, "y": 393.7068176417318, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.5592, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5Uak3kmm7pQ", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Presiden Prabowo Panggil Luhut Panjaitan dan Chatib Basri ke Istana\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap sejumlah hasil pembahasan yang disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto, Selasa (9/6/2026). \n\nLuhut menjelaskan, DEN telah melakukan survei independen terkait pelaksanaan program MBG. \n\nSurvei tersebut dibiayai secara mandiri untuk melihat dampak ekonomi yang muncul di sekitar \nSatuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).\n\n\"Hasil survei menunjukkan 86,9 persen dari SPPG saat ini paling tidak memiliki pemasok kecil atau UMKM yang berada di sekitar lokasi. Rata-rata setiap SPPG menggandeng tiga UMKM,\" kata Anggota DEN Septian Hario Seto.\n\nIa menilai temuan tersebut menunjukkan mulai terbentuknya ekosistem ekonomi baru di sekitar pelaksanaan program MBG.\n\nSelain membahas MBG, Luhut juga menyoroti langkah pemerintah dalam mengintegrasikan data nasional melalui sistem berbasis AI.\n\nSementara itu, mantan Menteri Keuangan RI, Chatib Basri, mengatakan pembahasan bersama Presiden turut menyoroti perkembangan ekonomi makro nasional.\n\nMenurut Chatib, salah satu isu yang menjadi perhatian adalah potensi kenaikan harga akibat pelemahan nilai tukar rupiah yang dapat berdampak pada kelompok masyarakat menengah ke bawah.\n\n\"Kami membahas perkembangan makro ekonomi berkaitan dengan kondisi sekarang. Isu \npentingnya adalah kemungkinan risiko kenaikan harga akibat pelemahan rupiah dan dampaknya terhadap kelompok menengah ke bawah,\" kata Chatib.\n\nLebih lanjut Luhut mengatakan program MBG sudah Baik, tata kelolanya akan diperbaiki.\n\n\"Kita jangan bertengkar lagi,\" kata Luhut menutup konferensi pers. \n\n#dewanekonominasional #prabowo #luhutbinsarpandjaitan #chatibbasri\n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "5Uak3kmm7pQ"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "attributes": {"label": "@KompasTVDewata", "x": 246.63797131485921, "y": 980.0693622231682, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "HtEdOerC19U", "id": "@KompasTVDewata", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Dipanggil Prabowo, Luhut & Chatib Paparkan Hasil Rapat soal Survei MBG hingga Ekonomi Makro\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap sejumlah hasil pembahasan yang disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto, Selasa (9/6/2026). \n\nLuhut menjelaskan, DEN telah melakukan survei independen terkait pelaksanaan program MBG. \n\nSurvei tersebut dibiayai secara mandiri untuk melihat dampak ekonomi yang muncul di sekitar \nSatuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).\n\n\"Hasil survei menunjukkan 86,9 persen dari SPPG saat ini paling tidak memiliki pemasok kecil atau UMKM yang berada di sekitar lokasi. Rata-rata setiap SPPG menggandeng tiga UMKM,\" kata Anggota DEN Septian Hario Seto.\n\nIa menilai temuan tersebut menunjukkan mulai terbentuknya ekosistem ekonomi baru di sekitar pelaksanaan program MBG.\n\nSelain membahas MBG, Luhut juga menyoroti langkah pemerintah dalam mengintegrasikan data nasional melalui sistem berbasis AI.\n\nSementara itu, mantan Menteri Keuangan RI, Chatib Basri, mengatakan pembahasan bersama Presiden turut menyoroti perkembangan ekonomi makro nasional.\n\nMenurut Chatib, salah satu isu yang menjadi perhatian adalah potensi kenaikan harga akibat pelemahan nilai tukar rupiah yang dapat berdampak pada kelompok masyarakat menengah ke bawah.\n\n\"Kami membahas perkembangan makro ekonomi berkaitan dengan kondisi sekarang. Isu \npentingnya adalah kemungkinan risiko kenaikan harga akibat pelemahan rupiah dan dampaknya terhadap kelompok menengah ke bawah,\" kata Chatib.\n\nLebih lanjut Luhut mengatakan program MBG sudah Baik, tata kelolanya akan diperbaiki.\n\n\"Kita jangan bertengkar lagi,\" kata Luhut menutup konferensi pers. \n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\n#breakingnews #prabowo #luhutbinsarpandjaitan \n\nTerima kasih sudah menonton!\n\nJangan lewatkan berita dan inspirasi terkini dari Pulau Dewata. Dukung kami dengan LIKE, berikan pandangan Anda di KOMENTAR, BAGIKAN kepada kerabat Anda, dan pastikan Anda SUBSCRIBE untuk mendapatkan notifikasi video terbaru.\n\n🔔 Jangan Lupa Nyalakan Lonceng Notifikasi! 🔔\n\nKompasTV Dewata Official Channel.\nInspirasi Bali. Berita Terpercaya.\n\nTonton Kami Langsung di TV:\nSetiap hari pukul 05.30 WITA - 08.00 WITA\n\nJelajahi Konten Kami:\n\n🎥 VIDEO TERBARU:    /   \n\n✅ SUBSCRIBE SEKARANG:    /   \n\nIkuti Kami di Media Sosial:\n\nFacebook:   / kompastvdewata  \n\nInstagram:   / kompastvbalidewata", "post_id": "HtEdOerC19U"}}, {"key": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "kompastvdewata", "x": 916.1967846904518, "y": 150.10197728329112, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.9205, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "HtEdOerC19U", "id": "kompastvdewata", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Dipanggil Prabowo, Luhut & Chatib Paparkan Hasil Rapat soal Survei MBG hingga Ekonomi Makro\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap sejumlah hasil pembahasan yang disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto, Selasa (9/6/2026). \n\nLuhut menjelaskan, DEN telah melakukan survei independen terkait pelaksanaan program MBG. \n\nSurvei tersebut dibiayai secara mandiri untuk melihat dampak ekonomi yang muncul di sekitar \nSatuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).\n\n\"Hasil survei menunjukkan 86,9 persen dari SPPG saat ini paling tidak memiliki pemasok kecil atau UMKM yang berada di sekitar lokasi. Rata-rata setiap SPPG menggandeng tiga UMKM,\" kata Anggota DEN Septian Hario Seto.\n\nIa menilai temuan tersebut menunjukkan mulai terbentuknya ekosistem ekonomi baru di sekitar pelaksanaan program MBG.\n\nSelain membahas MBG, Luhut juga menyoroti langkah pemerintah dalam mengintegrasikan data nasional melalui sistem berbasis AI.\n\nSementara itu, mantan Menteri Keuangan RI, Chatib Basri, mengatakan pembahasan bersama Presiden turut menyoroti perkembangan ekonomi makro nasional.\n\nMenurut Chatib, salah satu isu yang menjadi perhatian adalah potensi kenaikan harga akibat pelemahan nilai tukar rupiah yang dapat berdampak pada kelompok masyarakat menengah ke bawah.\n\n\"Kami membahas perkembangan makro ekonomi berkaitan dengan kondisi sekarang. Isu \npentingnya adalah kemungkinan risiko kenaikan harga akibat pelemahan rupiah dan dampaknya terhadap kelompok menengah ke bawah,\" kata Chatib.\n\nLebih lanjut Luhut mengatakan program MBG sudah Baik, tata kelolanya akan diperbaiki.\n\n\"Kita jangan bertengkar lagi,\" kata Luhut menutup konferensi pers. \n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\n#breakingnews #prabowo #luhutbinsarpandjaitan \n\nTerima kasih sudah menonton!\n\nJangan lewatkan berita dan inspirasi terkini dari Pulau Dewata. Dukung kami dengan LIKE, berikan pandangan Anda di KOMENTAR, BAGIKAN kepada kerabat Anda, dan pastikan Anda SUBSCRIBE untuk mendapatkan notifikasi video terbaru.\n\n🔔 Jangan Lupa Nyalakan Lonceng Notifikasi! 🔔\n\nKompasTV Dewata Official Channel.\nInspirasi Bali. Berita Terpercaya.\n\nTonton Kami Langsung di TV:\nSetiap hari pukul 05.30 WITA - 08.00 WITA\n\nJelajahi Konten Kami:\n\n🎥 VIDEO TERBARU:    /   \n\n✅ SUBSCRIBE SEKARANG:    /   \n\nIkuti Kami di Media Sosial:\n\nFacebook:   / kompastvdewata  \n\nInstagram:   / kompastvbalidewata", "post_id": "HtEdOerC19U"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 558.5572128997682, "y": 456.85426196726377, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "vRFbXnjKsE8", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "FULL! Dipanggil Prabowo, Luhut & Chatib Paparkan Hasil Rapat soal Survei MBG hingga Ekonomi Makro\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap sejumlah hasil pembahasan yang disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto, Selasa (9/6/2026). \n\nLuhut menjelaskan, DEN telah melakukan survei independen terkait pelaksanaan program MBG. \n\nSurvei tersebut dibiayai secara mandiri untuk melihat dampak ekonomi yang muncul di sekitar \nSatuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).\n\n\"Hasil survei menunjukkan 86,9 persen dari SPPG saat ini paling tidak memiliki pemasok kecil atau UMKM yang berada di sekitar lokasi. Rata-rata setiap SPPG menggandeng tiga UMKM,\" kata Anggota DEN Septian Hario Seto.\n\nIa menilai temuan tersebut menunjukkan mulai terbentuknya ekosistem ekonomi baru di sekitar pelaksanaan program MBG.\n\nSelain membahas MBG, Luhut juga menyoroti langkah pemerintah dalam mengintegrasikan data nasional melalui sistem berbasis AI.\n\nSementara itu, mantan Menteri Keuangan RI, Chatib Basri, mengatakan pembahasan bersama Presiden turut menyoroti perkembangan ekonomi makro nasional.\n\nMenurut Chatib, salah satu isu yang menjadi perhatian adalah potensi kenaikan harga akibat pelemahan nilai tukar rupiah yang dapat berdampak pada kelompok masyarakat menengah ke bawah.\n\n\"Kami membahas perkembangan makro ekonomi berkaitan dengan kondisi sekarang. Isu \npentingnya adalah kemungkinan risiko kenaikan harga akibat pelemahan rupiah dan dampaknya terhadap kelompok menengah ke bawah,\" kata Chatib.\n\nLebih lanjut Luhut mengatakan program MBG sudah Baik, tata kelolanya akan diperbaiki.\n\n\"Kita jangan bertengkar lagi,\" kata Luhut menutup konferensi pers. \n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nProduser: Yuilyana \nThumbnail Editor: Aqshal\n#breakingnews #prabowo #luhutbinsarpandjaitan \n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "vRFbXnjKsE8"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 39.07786789395074, "y": 507.0536348717101, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.5592, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "vRFbXnjKsE8", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "FULL! Dipanggil Prabowo, Luhut & Chatib Paparkan Hasil Rapat soal Survei MBG hingga Ekonomi Makro\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap sejumlah hasil pembahasan yang disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto, Selasa (9/6/2026). \n\nLuhut menjelaskan, DEN telah melakukan survei independen terkait pelaksanaan program MBG. \n\nSurvei tersebut dibiayai secara mandiri untuk melihat dampak ekonomi yang muncul di sekitar \nSatuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).\n\n\"Hasil survei menunjukkan 86,9 persen dari SPPG saat ini paling tidak memiliki pemasok kecil atau UMKM yang berada di sekitar lokasi. Rata-rata setiap SPPG menggandeng tiga UMKM,\" kata Anggota DEN Septian Hario Seto.\n\nIa menilai temuan tersebut menunjukkan mulai terbentuknya ekosistem ekonomi baru di sekitar pelaksanaan program MBG.\n\nSelain membahas MBG, Luhut juga menyoroti langkah pemerintah dalam mengintegrasikan data nasional melalui sistem berbasis AI.\n\nSementara itu, mantan Menteri Keuangan RI, Chatib Basri, mengatakan pembahasan bersama Presiden turut menyoroti perkembangan ekonomi makro nasional.\n\nMenurut Chatib, salah satu isu yang menjadi perhatian adalah potensi kenaikan harga akibat pelemahan nilai tukar rupiah yang dapat berdampak pada kelompok masyarakat menengah ke bawah.\n\n\"Kami membahas perkembangan makro ekonomi berkaitan dengan kondisi sekarang. Isu \npentingnya adalah kemungkinan risiko kenaikan harga akibat pelemahan rupiah dan dampaknya terhadap kelompok menengah ke bawah,\" kata Chatib.\n\nLebih lanjut Luhut mengatakan program MBG sudah Baik, tata kelolanya akan diperbaiki.\n\n\"Kita jangan bertengkar lagi,\" kata Luhut menutup konferensi pers. \n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nProduser: Yuilyana \nThumbnail Editor: Aqshal\n#breakingnews #prabowo #luhutbinsarpandjaitan \n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "vRFbXnjKsE8"}}, {"key": "@sb30official", "attributes": {"label": "@sb30official", "x": 476.5543935949702, "y": 914.0639525260302, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "uPmPqZfR5q4", "id": "@sb30official", "source": "youtube-000001", "content": "INDONESIA GELAP: Negara Kaya Batu Bara, Kok Mati Terus Merugikan Pengusaha UMKM?\n\n00:00 Hook: Jeritan UMKM di Bandung Hingga Isu Konspirasi \"Blackout 7 Hari\" di Tahun 2026\n\n00:51 Realita Makro: Kerugian Sektor Manufaktur Tembus Miliaran Rupiah Per Jam Akibat Pemadaman\n\n01:55 Ironi Sistem Jamali: Cadangan Daya 32% yang Tetap Jebol Akibat Krisis di Sektor Hulu\n\n02:35 Ketimpangan Modal: Mengapa UMKM Menjadi Korban Paling Rentan dari Kegagalan Sistem Terpusat\n\n03:29 Kronologi Krisis Kelistrikan 2026: Membaca Manipulasi Data Keamanan Stok Batubara PLN\n\n04:39 4 Faktor Utama Meledaknya Krisis: Kebijakan Kuota Produksi Hingga Kontrak Finansial Kaku\n\n05:28 Faktor 1 & 2—Disparitas Harga: Mengapa Pengusaha Tambang Lebih Memilih Ekspor Senilai $120 Per Ton\n\n06:38 Faktor 3—Psikologi Kuota Beras: Logika Pengusaha Mengamankan Margin di Tengah Pemotongan Kuota\n\n07:19 Transisi Satu Pintu Danantara (DSI): Benarkah Ada Aksi \"Jual Massal\" Sebelum Regulasi 2027?\n\n08:24 Faktor 4—Jeratan Finansial Kontrak Swasta: Menguliti Beban Biaya PLN yang Mengikat Arus Kas\n\n09:05 Hambatan Likuiditas PLN: Kapal Eskpor Terus Berlayar Saat Pembangkit Domestik Kehabisan Bahan Bakar\n\n09:44 Dampak Berantai Krisis Air: Kelumpuhan Rumah Pompa PDAM di Surabaya, Kediri, Hingga Medan\n\n10:40 Ironi Negara Raksasa Energi: Ketika Adonan Roti Rusak & Omset Fotokopi Anjlok Kena Sektor Hulu\n\n11:26 Target Pajak 2026 Terancam: Bagaimana Matinya Listrik Menggerogoti Basis Konsumsi Domestik\n\n12:14 Gelombang Protes Mahasiswa: Mempertanyakan Transparansi dan Lingkaran Elite di Samping Pak Prabowo\n\n13:08 Klaim Meleset Pemerintah: Janji Stok Aman Menteri Bahlil Versus Analisis Skeptis Lembaga Independen (IESR)\n\n14:18 Solusi Jangka Pendek vs Masalah Struktural: Kebiasaan Penambalan Permukaan yang Terus Berulang\n\n15:14 Bahaya Monopoli Energi: Ketiadaan Alternatif \"Plan B\" Bagi Konsumen Ketika Sistem Utama Gagal\n\n16:41 Refleksi Ketahanan Energi: Ketergantungan 75% Batubara & Hak Rakyat Atas Transparansi Informasi\n\n18:20 Closing: Suarakan Aspirasi di Kolom Komentar, Mari Selamatkan Ekonomi Keluarga! Salam Hebat Luar Biasa!\n\n---\nWA CHANNEL SB30 UNTUK KONTEN EKSKLUSIF:\nhttps://whatsapp.com/channel/0029Vb61...\nGABUNG MEMBER YOUTUBE SUCCESS BEFORE 30\n   /", "post_id": "uPmPqZfR5q4"}}, {"key": "sb30official", "attributes": {"label": "sb30official", "x": 975.8957323713224, "y": 316.0522079506726, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.1334, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "uPmPqZfR5q4", "id": "sb30official", "source": "youtube-000001", "content": "INDONESIA GELAP: Negara Kaya Batu Bara, Kok Mati Terus Merugikan Pengusaha UMKM?\n\n00:00 Hook: Jeritan UMKM di Bandung Hingga Isu Konspirasi \"Blackout 7 Hari\" di Tahun 2026\n\n00:51 Realita Makro: Kerugian Sektor Manufaktur Tembus Miliaran Rupiah Per Jam Akibat Pemadaman\n\n01:55 Ironi Sistem Jamali: Cadangan Daya 32% yang Tetap Jebol Akibat Krisis di Sektor Hulu\n\n02:35 Ketimpangan Modal: Mengapa UMKM Menjadi Korban Paling Rentan dari Kegagalan Sistem Terpusat\n\n03:29 Kronologi Krisis Kelistrikan 2026: Membaca Manipulasi Data Keamanan Stok Batubara PLN\n\n04:39 4 Faktor Utama Meledaknya Krisis: Kebijakan Kuota Produksi Hingga Kontrak Finansial Kaku\n\n05:28 Faktor 1 & 2—Disparitas Harga: Mengapa Pengusaha Tambang Lebih Memilih Ekspor Senilai $120 Per Ton\n\n06:38 Faktor 3—Psikologi Kuota Beras: Logika Pengusaha Mengamankan Margin di Tengah Pemotongan Kuota\n\n07:19 Transisi Satu Pintu Danantara (DSI): Benarkah Ada Aksi \"Jual Massal\" Sebelum Regulasi 2027?\n\n08:24 Faktor 4—Jeratan Finansial Kontrak Swasta: Menguliti Beban Biaya PLN yang Mengikat Arus Kas\n\n09:05 Hambatan Likuiditas PLN: Kapal Eskpor Terus Berlayar Saat Pembangkit Domestik Kehabisan Bahan Bakar\n\n09:44 Dampak Berantai Krisis Air: Kelumpuhan Rumah Pompa PDAM di Surabaya, Kediri, Hingga Medan\n\n10:40 Ironi Negara Raksasa Energi: Ketika Adonan Roti Rusak & Omset Fotokopi Anjlok Kena Sektor Hulu\n\n11:26 Target Pajak 2026 Terancam: Bagaimana Matinya Listrik Menggerogoti Basis Konsumsi Domestik\n\n12:14 Gelombang Protes Mahasiswa: Mempertanyakan Transparansi dan Lingkaran Elite di Samping Pak Prabowo\n\n13:08 Klaim Meleset Pemerintah: Janji Stok Aman Menteri Bahlil Versus Analisis Skeptis Lembaga Independen (IESR)\n\n14:18 Solusi Jangka Pendek vs Masalah Struktural: Kebiasaan Penambalan Permukaan yang Terus Berulang\n\n15:14 Bahaya Monopoli Energi: Ketiadaan Alternatif \"Plan B\" Bagi Konsumen Ketika Sistem Utama Gagal\n\n16:41 Refleksi Ketahanan Energi: Ketergantungan 75% Batubara & Hak Rakyat Atas Transparansi Informasi\n\n18:20 Closing: Suarakan Aspirasi di Kolom Komentar, Mari Selamatkan Ekonomi Keluarga! Salam Hebat Luar Biasa!\n\n---\nWA CHANNEL SB30 UNTUK KONTEN EKSKLUSIF:\nhttps://whatsapp.com/channel/0029Vb61...\nGABUNG MEMBER YOUTUBE SUCCESS BEFORE 30\n   /", "post_id": "uPmPqZfR5q4"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 80.34974879091861, "y": 668.4221690844441, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "99uEfTWgMVE", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "KIAMAT TRADER?! Wacana Trading Dianggap Omzet Pajak & Dunia Lagi Mode Hawkish! | WAWASAN CERDAS\n\n00:06 Wacana Trading Saham Dianggap Omzet Pajak\n09:37 Dunia Lagi Mode Hawkish\n17:33 The Fed Tetap Hold Rate\n25:59 Australia Paling Semangat Naikkan Rate, Indonesia Nomor Dua\n32:46 Bursa Indonesia vs Australia vs Singapura\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! Di episode kali ini, kita akan membongkar tuntas sebuah \"Perfect Storm\" atau badai mematikan yang sedang menghantui pasar modal Indonesia. Ada dua ancaman raksasa yang siap menggerus portofolio Anda: wacana mengerikan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terkait trading saham, dan kondisi makroekonomi global yang sedang berada dalam mode hawkish ekstrem!\n\n🚨 Bencana Pajak Saham: Jual Rugi Tetap Dianggap Omzet? Pernahkah Anda membayangkan transaksi saham Anda disamakan dengan jualan warung kelontong? Kegaduhan luar biasa sedang melanda komunitas trader ritel setelah munculnya wacana dari penyuluhan DJP di YouTube yang mengindikasikan bahwa aktivitas trading saham aktif dapat dikategorikan sebagai kegiatan usaha. Artinya, seluruh nilai transaksi jual saham Anda berpotensi dianggap sebagai peredaran bruto atau omzet!\n\nAturan ini sangat absurd karena dalam dunia saham, menjual senilai Rp1 miliar belum tentu berarti untung. Anda bisa saja menjual karena cut loss (rugi), namun di mata wacana pajak ini, nilai jual tersebut tetap memperbesar angka \"omzet\" Anda. Bahaya terbesarnya ada pada investor ritel yang juga memiliki usaha UMKM. Jika total nilai jual saham digabung dengan omzet usaha dan menembus batas Rp4,8 miliar per tahun, Anda bisa tiba-tiba kehilangan hak istimewa fasilitas PPh Final UMKM 0,5%! Padahal, selama ini setiap penjualan saham sudah otomatis dipotong PPh Final 0,1% oleh broker. Jika ritel ketakutan dan berhenti transaksi, likuiditas Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kering kerontang, bid-offer merenggang, dan IHSG bisa rontok.\n\n🌍 Dunia Mode Hawkish: Suku Bunga Mencekik & Rupiah Terkapar Seolah masalah pajak belum cukup, kita sedang dihantam tsunami dari luar negeri. Nampaknya seluruh dunia saat ini sedang kompak dalam mode hawkish, di mana era uang murah telah berakhir. Amerika Serikat memimpin ketegangan ini. Meskipun The Fed menahan suku bunga di level 3,50% - 3,75%, proyeksi inflasi PCE mereka untuk tahun 2026 justru dinaikkan menjadi 3,6% (jauh di atas target 2%). Sinyal dari The Fed ini sangat keras: suku bunga tinggi akan ditahan lebih lama!\n\nKepanikan menyebar ke seluruh dunia. Bank of Japan (BoJ) yang biasanya menjadi sumber dana murah global secara mengejutkan menaikkan suku bunga ke 1%, tertinggi dalam 31 tahun terakhir. European Central Bank (ECB) juga ikut menaikkan tiga suku bunga utamanya sebesar 25 bps. Dampaknya? Dolar AS mengamuk dan yield (imbal hasil) obligasi global terbang tinggi.\n\n📉 Apa Kabar Indonesia? Untuk membentengi nilai tukar Rupiah dari pelarian modal asing (capital outflow), Bank Indonesia (BI) terpaksa harus bertindak galak dengan menaikkan BI-Rate menjadi 5,50%. Pasar obligasi kita merespons dengan panik; yield SBN tenor 2 tahun melonjak tajam nyaris 200 bps secara year-to-date menyentuh 7,095%. Kondisi suku bunga tinggi dan dolar kuat ini menjadi racun bagi IHSG. Kombinasi yield tinggi dan potensi keluarnya investor asing membuat saham-saham growth (pertumbuhan), teknologi, properti, dan perusahaan dengan utang dolar yang besar menjadi sangat rentan dan berdarah-darah. Sebaliknya, saham bank besar dan eksportir mungkin sedikit lebih defensif, namun tetap berisiko jika asing jualan massal.\n\nBagaimana kita sebagai investor dan trader harus bersikap di tengah ancaman pajak yang tidak masuk akal dan tekanan suku bunga global ini? Temukan analisis strategis selengkapnya hanya di video ini agar Anda tidak salah mengambil keputusan finansial!\n\nDisclaimer: Video ini dibuat murni untuk tujuan edukasi, diskusi, dan informasi. Ini bukan rekomendasi atau ajakan dari penasihat investasi untuk melakukan jual atau beli saham. Segala keputusan, keuntungan, dan risiko investasi sepenuhnya berada di tangan dan tanggung jawab masing-masing investor.\n\nDukung terus Wawasan Cerdas untuk memajukan literasi finansial Indonesia! Klik tombol LIKE jika video ini membuka wawasan Anda, SUBSCRIBE sekarang juga, dan aktifkan LONCENG notifikasi supaya tidak ketinggalan update paling krusial seputar ekonomi, IHSG, dan strategi investasi.\n\nAyo suarakan pendapat Anda di kolom komentar: Apakah Anda setuju jika nilai trading saham dianggap omzet dan digabung dengan perhitungan pajak UMKM Anda? Mari kita berdiskusi dengan cerdas!\n\n\n#WawasanCerdas #IHSG #PajakSaham #TradingSaham #PajakUMKM #TheFed #SukuBungaBI #Rupiah #MarketCrash #BursaEfekIndonesia #InvestasiSaham #SahamPemula #MakroEkonomi #SahamAnjlok #KrisisEkonomi #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "99uEfTWgMVE"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 93.57727170947028, "y": 122.17508384099295, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.5592, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "99uEfTWgMVE", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "KIAMAT TRADER?! Wacana Trading Dianggap Omzet Pajak & Dunia Lagi Mode Hawkish! | WAWASAN CERDAS\n\n00:06 Wacana Trading Saham Dianggap Omzet Pajak\n09:37 Dunia Lagi Mode Hawkish\n17:33 The Fed Tetap Hold Rate\n25:59 Australia Paling Semangat Naikkan Rate, Indonesia Nomor Dua\n32:46 Bursa Indonesia vs Australia vs Singapura\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! Di episode kali ini, kita akan membongkar tuntas sebuah \"Perfect Storm\" atau badai mematikan yang sedang menghantui pasar modal Indonesia. Ada dua ancaman raksasa yang siap menggerus portofolio Anda: wacana mengerikan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terkait trading saham, dan kondisi makroekonomi global yang sedang berada dalam mode hawkish ekstrem!\n\n🚨 Bencana Pajak Saham: Jual Rugi Tetap Dianggap Omzet? Pernahkah Anda membayangkan transaksi saham Anda disamakan dengan jualan warung kelontong? Kegaduhan luar biasa sedang melanda komunitas trader ritel setelah munculnya wacana dari penyuluhan DJP di YouTube yang mengindikasikan bahwa aktivitas trading saham aktif dapat dikategorikan sebagai kegiatan usaha. Artinya, seluruh nilai transaksi jual saham Anda berpotensi dianggap sebagai peredaran bruto atau omzet!\n\nAturan ini sangat absurd karena dalam dunia saham, menjual senilai Rp1 miliar belum tentu berarti untung. Anda bisa saja menjual karena cut loss (rugi), namun di mata wacana pajak ini, nilai jual tersebut tetap memperbesar angka \"omzet\" Anda. Bahaya terbesarnya ada pada investor ritel yang juga memiliki usaha UMKM. Jika total nilai jual saham digabung dengan omzet usaha dan menembus batas Rp4,8 miliar per tahun, Anda bisa tiba-tiba kehilangan hak istimewa fasilitas PPh Final UMKM 0,5%! Padahal, selama ini setiap penjualan saham sudah otomatis dipotong PPh Final 0,1% oleh broker. Jika ritel ketakutan dan berhenti transaksi, likuiditas Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kering kerontang, bid-offer merenggang, dan IHSG bisa rontok.\n\n🌍 Dunia Mode Hawkish: Suku Bunga Mencekik & Rupiah Terkapar Seolah masalah pajak belum cukup, kita sedang dihantam tsunami dari luar negeri. Nampaknya seluruh dunia saat ini sedang kompak dalam mode hawkish, di mana era uang murah telah berakhir. Amerika Serikat memimpin ketegangan ini. Meskipun The Fed menahan suku bunga di level 3,50% - 3,75%, proyeksi inflasi PCE mereka untuk tahun 2026 justru dinaikkan menjadi 3,6% (jauh di atas target 2%). Sinyal dari The Fed ini sangat keras: suku bunga tinggi akan ditahan lebih lama!\n\nKepanikan menyebar ke seluruh dunia. Bank of Japan (BoJ) yang biasanya menjadi sumber dana murah global secara mengejutkan menaikkan suku bunga ke 1%, tertinggi dalam 31 tahun terakhir. European Central Bank (ECB) juga ikut menaikkan tiga suku bunga utamanya sebesar 25 bps. Dampaknya? Dolar AS mengamuk dan yield (imbal hasil) obligasi global terbang tinggi.\n\n📉 Apa Kabar Indonesia? Untuk membentengi nilai tukar Rupiah dari pelarian modal asing (capital outflow), Bank Indonesia (BI) terpaksa harus bertindak galak dengan menaikkan BI-Rate menjadi 5,50%. Pasar obligasi kita merespons dengan panik; yield SBN tenor 2 tahun melonjak tajam nyaris 200 bps secara year-to-date menyentuh 7,095%. Kondisi suku bunga tinggi dan dolar kuat ini menjadi racun bagi IHSG. Kombinasi yield tinggi dan potensi keluarnya investor asing membuat saham-saham growth (pertumbuhan), teknologi, properti, dan perusahaan dengan utang dolar yang besar menjadi sangat rentan dan berdarah-darah. Sebaliknya, saham bank besar dan eksportir mungkin sedikit lebih defensif, namun tetap berisiko jika asing jualan massal.\n\nBagaimana kita sebagai investor dan trader harus bersikap di tengah ancaman pajak yang tidak masuk akal dan tekanan suku bunga global ini? Temukan analisis strategis selengkapnya hanya di video ini agar Anda tidak salah mengambil keputusan finansial!\n\nDisclaimer: Video ini dibuat murni untuk tujuan edukasi, diskusi, dan informasi. Ini bukan rekomendasi atau ajakan dari penasihat investasi untuk melakukan jual atau beli saham. Segala keputusan, keuntungan, dan risiko investasi sepenuhnya berada di tangan dan tanggung jawab masing-masing investor.\n\nDukung terus Wawasan Cerdas untuk memajukan literasi finansial Indonesia! Klik tombol LIKE jika video ini membuka wawasan Anda, SUBSCRIBE sekarang juga, dan aktifkan LONCENG notifikasi supaya tidak ketinggalan update paling krusial seputar ekonomi, IHSG, dan strategi investasi.\n\nAyo suarakan pendapat Anda di kolom komentar: Apakah Anda setuju jika nilai trading saham dianggap omzet dan digabung dengan perhitungan pajak UMKM Anda? Mari kita berdiskusi dengan cerdas!\n\n\n#WawasanCerdas #IHSG #PajakSaham #TradingSaham #PajakUMKM #TheFed #SukuBungaBI #Rupiah #MarketCrash #BursaEfekIndonesia #InvestasiSaham #SahamPemula #MakroEkonomi #SahamAnjlok #KrisisEkonomi #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "99uEfTWgMVE"}}], "edges": [{"key": "alamtegarrrr", "source": "alamtegarrrr", "target": "BaseBDG", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ErykIrwan", "source": "ErykIrwan", "target": "indepenSumatera", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "JalilBasyah", "source": "JalilBasyah", "target": "AnakLolina2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "blacktanjunng", "source": "blacktanjunng", "target": "NOTASLIMBOY", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "NusBhisma", "source": "NusBhisma", "target": "akuntandigital", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "NusBhisma", "source": "NusBhisma", "target": "anneserlo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "inusa.media", "source": "inusa.media", "target": "inusamedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Korea", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Community", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Hype", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Duniaku_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popbela_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popbela.Beauty", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popmama_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Yummy.idn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "genbi_uho", "source": "genbi_uho", "target": "genbi_uho", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "genbi_uho", "source": "genbi_uho", "target": "genbi_uho", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "genbi_uho", "source": "genbi_uho", "target": "genbi_komsatuho", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "sandiuno", "source": "sandiuno", "target": "bosum.indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bangsaonline", "source": "bangsaonline", "target": "bangsaonline", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "growwinid", "source": "growwinid", "target": "growwinid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nbllaarhmaa", "source": "nbllaarhmaa", "target": "ekonomifebunesa", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "kennedysukangeclip", "source": "kennedysukangeclip", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "twsnewss2", "source": "twsnewss2", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ikee.pri", "source": "ikee.pri", "target": "dpp.pri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipperfinance05", "source": "clipperfinance05", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "wann_tws", "source": "wann_tws", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipper2669", "source": "clipper2669", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ekonomidotin_", "source": "ekonomidotin_", "target": "ekonomidotin", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ekonomidotin_", "source": "ekonomidotin_", "target": "ekonomidotin_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "leoo4456", "source": "leoo4456", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "koinsinyalixx", "source": "koinsinyalixx", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "lannclipps", "source": "lannclipps", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "x2jzero", "source": "x2jzero", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "tws.news1", "source": "tws.news1", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "lannclipps", "source": "lannclipps", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ruang.insight4", "source": "ruang.insight4", "target": "millenialzkece", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipperahmaddrisal7", "source": "clipperahmaddrisal7", "target": "Kontencom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "twsupdate2", "source": "twsupdate2", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nggih362", "source": "nggih362", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "twsnews0", "source": "twsnews0", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "blay_tws", "source": "blay_tws", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "as_screenprinting", "source": "as_screenprinting", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "graham_di_caprio", "source": "graham_di_caprio", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "yourdreams019", "source": "yourdreams019", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "titik.terendah.ku7", "source": "titik.terendah.ku7", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "beritawithtws", "source": "beritawithtws", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "trendclip77", "source": "trendclip77", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipkonten09", "source": "clipkonten09", "target": "Kontencom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipkonten09", "source": "clipkonten09", "target": "waktubekasi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipkonten09", "source": "clipkonten09", "target": "sinyaldata.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nusantaratoday.id", "source": "nusantaratoday.id", "target": "PRABOWO", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nusantaratoday.id", "source": "nusantaratoday.id", "target": "Sekretariat", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nusantaratoday.id", "source": "nusantaratoday.id", "target": "Sekretariat", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nusantaratoday.id", "source": "nusantaratoday.id", "target": "Kementerian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nusantaratoday.id", "source": "nusantaratoday.id", "target": "perekonomianri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nusantaratoday.id", "source": "nusantaratoday.id", "target": "ekraf.ri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nusantaratoday.id", "source": "nusantaratoday.id", "target": "Kemendag", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nusantaratoday.id", "source": "nusantaratoday.id", "target": "Kementerian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nusantaratoday.id", "source": "nusantaratoday.id", "target": "partaigerindra", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nusantaratoday.id", "source": "nusantaratoday.id", "target": "Badan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nusantaratoday.id", "source": "nusantaratoday.id", "target": "kemenkeuri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nusantaratoday.id", "source": "nusantaratoday.id", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "mmindustri", "source": "mmindustri", "target": "mmINDUSTRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "btvidofficial", "source": "btvidofficial", "target": "beritasatuofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "bangsaonline", "source": "bangsaonline", "target": "bangsaonline", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "sctv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6_news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@fokus.indosiar", "source": "@fokus.indosiar", "target": "indosiar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@fokus.indosiar", "source": "@fokus.indosiar", "target": "indosiar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@fokus.indosiar", "source": "@fokus.indosiar", "target": "patroliindosiar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@CiptaSaranaCendekia", "source": "@CiptaSaranaCendekia", "target": "ciptasaranacendekia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@VideoTribunPontianak", "source": "@VideoTribunPontianak", "target": "tribunpontianak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "Bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.real", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "source": "@TribunnewsSurya", "target": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "source": "@KompasTVDewata", "target": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "source": "@KompasTVDewata", "target": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sb30official", "source": "@sb30official", "target": "sb30official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sb30official", "source": "@sb30official", "target": "sb30official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "source": "@KompasTVDewata", "target": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "source": "@KompasTVDewata", "target": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}