{"nodes": [{"key": "Rahadi0816", "attributes": {"label": "Rahadi0816", "x": 897.7573002328622, "y": 990.5243930535639, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 26.4162, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "2058915218944836092", "id": "Rahadi0816", "source": "retweet-000002", "content": "Kredit untuk UMKM dan sektor produktif lain berpotensi terganggu.\n🔴 4. Risiko Tata Kelola & Korupsi\nPotensi moral hazard, f…", "post_id": "2058915218944836092"}}, {"key": "nida_ina", "attributes": {"label": "nida_ina", "x": 786.7168401755337, "y": 279.8199411225404, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.1893, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068234014214000727", "id": "nida_ina", "source": "tweet-000004", "content": "Memang benar suku bunga yang lebih tinggi dapat membebani debitur KPR dan pelaku UMKM yang bergantung pada kredit. Namun otoritas moneter biasanya harus menimbang risiko yang lebih besar jika stabilitas ekonomi tidak dijaga.", "post_id": "2068234014214000727"}}, {"key": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "kalistohenituse", "x": 473.7934697682638, "y": 386.3298743488047, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 28.1003, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068234014214000727", "id": "kalistohenituse", "source": "tweet-000004", "content": "Memang benar suku bunga yang lebih tinggi dapat membebani debitur KPR dan pelaku UMKM yang bergantung pada kredit. Namun otoritas moneter biasanya harus menimbang risiko yang lebih besar jika stabilitas ekonomi tidak dijaga.", "post_id": "2068234014214000727"}}, {"key": "0xKros", "attributes": {"label": "0xKros", "x": 937.9975909948724, "y": 583.1324279049459, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.1893, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2067968046116061546", "id": "0xKros", "source": "tweet-000004", "content": "Biasanya korporasi itu sudah lebih mature, laporan keuangan bs diaudit, sedangkan kredit mikro dan UMKM itu \"pemula\", jadi risiko mereka gagal lebih tinggi. Makanya kebijakan di negara lain itu membimbing supaya umkm naik kelas jd korporasi, supaya credit costnya otomatis turun", "post_id": "2067968046116061546"}}, {"key": "vedantamaha", "attributes": {"label": "vedantamaha", "x": 521.2716623781369, "y": 859.332790877439, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 21.6448, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067968046116061546", "id": "vedantamaha", "source": "tweet-000004", "content": "Biasanya korporasi itu sudah lebih mature, laporan keuangan bs diaudit, sedangkan kredit mikro dan UMKM itu \"pemula\", jadi risiko mereka gagal lebih tinggi. Makanya kebijakan di negara lain itu membimbing supaya umkm naik kelas jd korporasi, supaya credit costnya otomatis turun", "post_id": "2067968046116061546"}}, {"key": "ricky_hopmans", "attributes": {"label": "ricky_hopmans", "x": 47.769675351010285, "y": 684.2448293934118, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 21.6448, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067968046116061546", "id": "ricky_hopmans", "source": "tweet-000004", "content": "Biasanya korporasi itu sudah lebih mature, laporan keuangan bs diaudit, sedangkan kredit mikro dan UMKM itu \"pemula\", jadi risiko mereka gagal lebih tinggi. Makanya kebijakan di negara lain itu membimbing supaya umkm naik kelas jd korporasi, supaya credit costnya otomatis turun", "post_id": "2067968046116061546"}}, {"key": "beomiyaaa", "attributes": {"label": "beomiyaaa", "x": 39.78765942099649, "y": 277.20745041291985, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.1893, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2064223955171660201", "id": "beomiyaaa", "source": "tweet-000004", "content": "Waduh mana baru ambil kredit mobil, kpr rumah yakan😌dah jelas dari awal ini tuh “bisnis” sama pemerintah. Risiko silakan tanggung sendiri 😂", "post_id": "2064223955171660201"}}, {"key": "Makaryo0", "attributes": {"label": "Makaryo0", "x": 285.5243530362481, "y": 601.5227563612715, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 28.1003, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2064223955171660201", "id": "Makaryo0", "source": "tweet-000004", "content": "Waduh mana baru ambil kredit mobil, kpr rumah yakan😌dah jelas dari awal ini tuh “bisnis” sama pemerintah. Risiko silakan tanggung sendiri 😂", "post_id": "2064223955171660201"}}, {"key": "yorlasnave", "attributes": {"label": "yorlasnave", "x": 460.9963642669612, "y": 727.9458424772259, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.1893, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068249302649160012", "id": "yorlasnave", "source": "tweet-000004", "content": "Implementasinya apakah memungkinkan atau wowo asal ngecap ?😂 logic aja kalo suku bunga kredit SME disamakan dengan korporasi ya bank akan fokus kucurin dana ke korporasi aja drpd SME yg notabene risiko creditnya lebih besar \n\nGood luck UMKM indo makin downfall from here 😂", "post_id": "2068249302649160012"}}, {"key": "SarjanaEksu", "attributes": {"label": "SarjanaEksu", "x": 641.7184954743313, "y": 959.7191823664654, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 28.1003, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068249302649160012", "id": "SarjanaEksu", "source": "tweet-000004", "content": "Implementasinya apakah memungkinkan atau wowo asal ngecap ?😂 logic aja kalo suku bunga kredit SME disamakan dengan korporasi ya bank akan fokus kucurin dana ke korporasi aja drpd SME yg notabene risiko creditnya lebih besar \n\nGood luck UMKM indo makin downfall from here 😂", "post_id": "2068249302649160012"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 308.8035394865416, "y": 956.6468956968671, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 15.1893, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3925110357617634772_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Keputusan berani Bank Indonesia untuk menaikkan kembali suku bunga acuan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% dinilai akan menjadi tantangan baru dunia usaha di paruh kedua tahun 2026. Tantangan bagi perusahaan tersebut mulai dari peningkatan biaya pendanaan (cost of fund), penundaan ekspansi bisnis dan investasi, penurunan daya beli konsumen hingga risiko lonjakan kredit bermasalah di industri perbankan maupun pembiayaan.\n\nDi sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto seperti dikutip media meminta bank-bank pelat merah yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara) untuk tidak segera menaikkan suku bunga pinjaman atau kredit. Sebab, kenaikan BI Rate dan suku bunga perbankan akan berdampak pada masyarakat dan pelaku usaha, terutama bagi mereka yang memiliki pinjaman di bank maupun perusahaan pembiayaan.\n\nSementara sejumlah sektor usaha yang berpotensi terdampak di era suku bunga tinggi diantaranya perumahan, konstruksi, otomotif, ritel dan barang konsumsi, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).\n\nSaksikan pembahasan selengkapnya dalam program Market Review bersama Prasetyo Wibowo , Senin 22 Juni 2026, pukul 21.00 - 21.30 WIB. LIVE di IDX Channel (Indihome Ch 119, MNC VISION Ch 100, MNC PLAY Ch 128 HD, First Media Ch 389, K-VISION Ch 129, OXYGEN Ch 137 dan MY REPUBLIK Ch 576). Saksikan juga LIVE STREAMING di www.idxchannel.com dan aplikasi IDX Channel TV di APPS  store.\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #marketreview #bankindonesia", "post_id": "3925110357617634772_3310659452"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 625.70595211872, "y": 843.077362134505, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 28.1003, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3925110357617634772_3310659452", "id": "prast_ulrich", "source": "instagram-000001", "content": "Keputusan berani Bank Indonesia untuk menaikkan kembali suku bunga acuan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% dinilai akan menjadi tantangan baru dunia usaha di paruh kedua tahun 2026. Tantangan bagi perusahaan tersebut mulai dari peningkatan biaya pendanaan (cost of fund), penundaan ekspansi bisnis dan investasi, penurunan daya beli konsumen hingga risiko lonjakan kredit bermasalah di industri perbankan maupun pembiayaan.\n\nDi sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto seperti dikutip media meminta bank-bank pelat merah yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara) untuk tidak segera menaikkan suku bunga pinjaman atau kredit. Sebab, kenaikan BI Rate dan suku bunga perbankan akan berdampak pada masyarakat dan pelaku usaha, terutama bagi mereka yang memiliki pinjaman di bank maupun perusahaan pembiayaan.\n\nSementara sejumlah sektor usaha yang berpotensi terdampak di era suku bunga tinggi diantaranya perumahan, konstruksi, otomotif, ritel dan barang konsumsi, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).\n\nSaksikan pembahasan selengkapnya dalam program Market Review bersama Prasetyo Wibowo , Senin 22 Juni 2026, pukul 21.00 - 21.30 WIB. LIVE di IDX Channel (Indihome Ch 119, MNC VISION Ch 100, MNC PLAY Ch 128 HD, First Media Ch 389, K-VISION Ch 129, OXYGEN Ch 137 dan MY REPUBLIK Ch 576). Saksikan juga LIVE STREAMING di www.idxchannel.com dan aplikasi IDX Channel TV di APPS  store.\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #marketreview #bankindonesia", "post_id": "3925110357617634772_3310659452"}}, {"key": "rembangupdates", "attributes": {"label": "rembangupdates", "x": 464.9617087736321, "y": 274.257386498569, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 15.1893, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3916151214218980787_11137334381", "id": "rembangupdates", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Jateng menyetorkan dividen hingga Rp9,07 miliar kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang untuk tahun buku 2025. Capaian tersebut mengemuka dalam pertemuan strategis antara jajaran Direksi Bank Jateng dengan Bupati Rembang, Harno yang berlangsung di kediaman pribadi Bupati pada Jumat, 29 Mei 2026, belum lama ini.\n\nDalam pertemuan tersebut, Direktur Kepatuhan & Manajemen Risiko Bank Jateng, Erik Abibon, mengungkapkan bahwa capaian predikat Champion untuk Cabang Rembang ditopang oleh pengelolaan bisnis yang sehat dan efisien. Hal ini dibuktikan dengan nilai rentabilitas yang menembus angka 24,27 persen.\n\nDi sisi lain, penguasaan pangsa pasar (market share) di kalangan ASN Rembang terbilang dominan, yakni mencapai 54,15% dari total 7.800 pegawai di lingkungan Pemkab Rembang.\n\n\"Meski saat ini terdapat tantangan penyesuaian anggaran daerah dari pusat, komitmen kami untuk memberikan imbal hasil maksimal dan menjaga fundamental tata kelola yang kuat tidak pernah surut. Ini adalah bentuk dukungan nyata kami terhadap kemajuan ekonomi Rembang,\" jelasnya.\n\nDirektur Digital dan Bisnis Konsumer Bank Jateng, Eko Tri Prasetyo, menyoroti besarnya potensi ekosistem digital di Rembang yang siap untuk diakselerasi.\n\n\"Transformasi digital di Rembang sudah berjalan, namun kami melihat ada ruang akselerasi yang sangat besar. Sektor pariwisata, UMKM, dan khususnya Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang menjadi primadona Rembang, akan menjadi prioritas. Ke depan, digitalisasi ini akan lebih masif dan tepat sasaran dengan berkolaborasi bersama dinas terkait,\" ujar Eko.\n\nSementara itu, Bupati Rembang mengungkapkan lonjakan angka penerimaan PPPK di Rembang turut menyumbang tambahan dana daerah sebesar Rp15 miliar, menjadi momentum strategis. Bank Jateng akan mengoptimalkan serapan pemanfaatan produk seperti Kredit ASN, KPR Subsidi melalui skema payroll, dan Kredit FLPP. Ia juga mendukung rencana ekspansi digital Bank Jateng di wilayahnya. Menurutnya, inovasi dan digitalisasi di sektor riil akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.\n\nDipublikasikan Antara Jateng pada 9 Juni 2026 pada 12.06 WIB. Stay updated with us. Follow  for more✨\n\n#rembangupdate #rembang", "post_id": "3916151214218980787_11137334381"}}, {"key": "rembangupdate", "attributes": {"label": "rembangupdate", "x": 12.16331384248226, "y": 500.3297817215102, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 28.1003, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916151214218980787_11137334381", "id": "rembangupdate", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Jateng menyetorkan dividen hingga Rp9,07 miliar kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang untuk tahun buku 2025. Capaian tersebut mengemuka dalam pertemuan strategis antara jajaran Direksi Bank Jateng dengan Bupati Rembang, Harno yang berlangsung di kediaman pribadi Bupati pada Jumat, 29 Mei 2026, belum lama ini.\n\nDalam pertemuan tersebut, Direktur Kepatuhan & Manajemen Risiko Bank Jateng, Erik Abibon, mengungkapkan bahwa capaian predikat Champion untuk Cabang Rembang ditopang oleh pengelolaan bisnis yang sehat dan efisien. Hal ini dibuktikan dengan nilai rentabilitas yang menembus angka 24,27 persen.\n\nDi sisi lain, penguasaan pangsa pasar (market share) di kalangan ASN Rembang terbilang dominan, yakni mencapai 54,15% dari total 7.800 pegawai di lingkungan Pemkab Rembang.\n\n\"Meski saat ini terdapat tantangan penyesuaian anggaran daerah dari pusat, komitmen kami untuk memberikan imbal hasil maksimal dan menjaga fundamental tata kelola yang kuat tidak pernah surut. Ini adalah bentuk dukungan nyata kami terhadap kemajuan ekonomi Rembang,\" jelasnya.\n\nDirektur Digital dan Bisnis Konsumer Bank Jateng, Eko Tri Prasetyo, menyoroti besarnya potensi ekosistem digital di Rembang yang siap untuk diakselerasi.\n\n\"Transformasi digital di Rembang sudah berjalan, namun kami melihat ada ruang akselerasi yang sangat besar. Sektor pariwisata, UMKM, dan khususnya Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang menjadi primadona Rembang, akan menjadi prioritas. Ke depan, digitalisasi ini akan lebih masif dan tepat sasaran dengan berkolaborasi bersama dinas terkait,\" ujar Eko.\n\nSementara itu, Bupati Rembang mengungkapkan lonjakan angka penerimaan PPPK di Rembang turut menyumbang tambahan dana daerah sebesar Rp15 miliar, menjadi momentum strategis. Bank Jateng akan mengoptimalkan serapan pemanfaatan produk seperti Kredit ASN, KPR Subsidi melalui skema payroll, dan Kredit FLPP. Ia juga mendukung rencana ekspansi digital Bank Jateng di wilayahnya. Menurutnya, inovasi dan digitalisasi di sektor riil akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.\n\nDipublikasikan Antara Jateng pada 9 Juni 2026 pada 12.06 WIB. Stay updated with us. Follow  for more✨\n\n#rembangupdate #rembang", "post_id": "3916151214218980787_11137334381"}}, {"key": "ilo.indonesia", "attributes": {"label": "ilo.indonesia", "x": 558.6027238725417, "y": 891.4958360699342, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 15.1893, "eigenvector": 166.6647, "in_degree": 0, "out_degree": 5, "degree": 5}, "_id": "3917603555017530371_68287769086", "id": "ilo.indonesia", "source": "instagram-000001", "content": "Berlangsung di Jawa Timur, ILO bersama , , , dan  melalui  🇨🇭meluncurkan Sistem Enterprise Resource Planning (ERP) dan inisiatif akses keuangan inklusif untuk sektor sapi perah di Jawa Timur.\n\nMelalui proyek PROMISE II IMPACT, sistem ERP akan diterapkan di tiga koperasi susu sapi perah:\n📍 KAN Jabung (Malang)\n📍 KPSP Setia Kawan (Pasuruan)\n📍 KSP Tani Wilis (Tulungagung)\n\nDengan pengelolaan data yang lebih terintegrasi, transparan, dan real-time, ERP membantu koperasi dan peternak:\n\n✅ Meningkatkan efisiensi usaha\n✅ Memperkuat profil usaha peternak\n✅ Memperluas akses pembiayaan dan asuransi ternak\n✅ Mendukung penilaian risiko berbasis data dan alternative credit scoring\n✅ Membangun kepercayaan antara peternak dan lembaga keuangan\n✅ Meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan peternak\n\nKolaborasi ini menunjukkan bagaimana digitalisasi dapat membuka peluang ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi peternak, koperasi, dan UMKM Indonesia.\n\n#KerjaLayak", "post_id": "3917603555017530371_68287769086"}}, {"key": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "ojkindonesia", "x": 849.2472891421835, "y": 756.9158380918788, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 17.7715, "eigenvector": 166.6647, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3917603555017530371_68287769086", "id": "ojkindonesia", "source": "instagram-000001", "content": "Berlangsung di Jawa Timur, ILO bersama , , , dan  melalui  🇨🇭meluncurkan Sistem Enterprise Resource Planning (ERP) dan inisiatif akses keuangan inklusif untuk sektor sapi perah di Jawa Timur.\n\nMelalui proyek PROMISE II IMPACT, sistem ERP akan diterapkan di tiga koperasi susu sapi perah:\n📍 KAN Jabung (Malang)\n📍 KPSP Setia Kawan (Pasuruan)\n📍 KSP Tani Wilis (Tulungagung)\n\nDengan pengelolaan data yang lebih terintegrasi, transparan, dan real-time, ERP membantu koperasi dan peternak:\n\n✅ Meningkatkan efisiensi usaha\n✅ Memperkuat profil usaha peternak\n✅ Memperluas akses pembiayaan dan asuransi ternak\n✅ Mendukung penilaian risiko berbasis data dan alternative credit scoring\n✅ Membangun kepercayaan antara peternak dan lembaga keuangan\n✅ Meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan peternak\n\nKolaborasi ini menunjukkan bagaimana digitalisasi dapat membuka peluang ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi peternak, koperasi, dan UMKM Indonesia.\n\n#KerjaLayak", "post_id": "3917603555017530371_68287769086"}}, {"key": "perekonomianri", "attributes": {"label": "perekonomianri", "x": 821.4320987359869, "y": 472.6804208802039, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 17.7715, "eigenvector": 166.6647, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3917603555017530371_68287769086", "id": "perekonomianri", "source": "instagram-000001", "content": "Berlangsung di Jawa Timur, ILO bersama , , , dan  melalui  🇨🇭meluncurkan Sistem Enterprise Resource Planning (ERP) dan inisiatif akses keuangan inklusif untuk sektor sapi perah di Jawa Timur.\n\nMelalui proyek PROMISE II IMPACT, sistem ERP akan diterapkan di tiga koperasi susu sapi perah:\n📍 KAN Jabung (Malang)\n📍 KPSP Setia Kawan (Pasuruan)\n📍 KSP Tani Wilis (Tulungagung)\n\nDengan pengelolaan data yang lebih terintegrasi, transparan, dan real-time, ERP membantu koperasi dan peternak:\n\n✅ Meningkatkan efisiensi usaha\n✅ Memperkuat profil usaha peternak\n✅ Memperluas akses pembiayaan dan asuransi ternak\n✅ Mendukung penilaian risiko berbasis data dan alternative credit scoring\n✅ Membangun kepercayaan antara peternak dan lembaga keuangan\n✅ Meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan peternak\n\nKolaborasi ini menunjukkan bagaimana digitalisasi dapat membuka peluang ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi peternak, koperasi, dan UMKM Indonesia.\n\n#KerjaLayak", "post_id": "3917603555017530371_68287769086"}}, {"key": "jatimpemprov", "attributes": {"label": "jatimpemprov", "x": 988.1160763099247, "y": 368.53306951900464, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 17.7715, "eigenvector": 166.6647, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3917603555017530371_68287769086", "id": "jatimpemprov", "source": "instagram-000001", "content": "Berlangsung di Jawa Timur, ILO bersama , , , dan  melalui  🇨🇭meluncurkan Sistem Enterprise Resource Planning (ERP) dan inisiatif akses keuangan inklusif untuk sektor sapi perah di Jawa Timur.\n\nMelalui proyek PROMISE II IMPACT, sistem ERP akan diterapkan di tiga koperasi susu sapi perah:\n📍 KAN Jabung (Malang)\n📍 KPSP Setia Kawan (Pasuruan)\n📍 KSP Tani Wilis (Tulungagung)\n\nDengan pengelolaan data yang lebih terintegrasi, transparan, dan real-time, ERP membantu koperasi dan peternak:\n\n✅ Meningkatkan efisiensi usaha\n✅ Memperkuat profil usaha peternak\n✅ Memperluas akses pembiayaan dan asuransi ternak\n✅ Mendukung penilaian risiko berbasis data dan alternative credit scoring\n✅ Membangun kepercayaan antara peternak dan lembaga keuangan\n✅ Meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan peternak\n\nKolaborasi ini menunjukkan bagaimana digitalisasi dapat membuka peluang ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi peternak, koperasi, dan UMKM Indonesia.\n\n#KerjaLayak", "post_id": "3917603555017530371_68287769086"}}, {"key": "swissinindonesia", "attributes": {"label": "swissinindonesia", "x": 599.5834823153284, "y": 85.67502003354332, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 17.7715, "eigenvector": 166.6647, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3917603555017530371_68287769086", "id": "swissinindonesia", "source": "instagram-000001", "content": "Berlangsung di Jawa Timur, ILO bersama , , , dan  melalui  🇨🇭meluncurkan Sistem Enterprise Resource Planning (ERP) dan inisiatif akses keuangan inklusif untuk sektor sapi perah di Jawa Timur.\n\nMelalui proyek PROMISE II IMPACT, sistem ERP akan diterapkan di tiga koperasi susu sapi perah:\n📍 KAN Jabung (Malang)\n📍 KPSP Setia Kawan (Pasuruan)\n📍 KSP Tani Wilis (Tulungagung)\n\nDengan pengelolaan data yang lebih terintegrasi, transparan, dan real-time, ERP membantu koperasi dan peternak:\n\n✅ Meningkatkan efisiensi usaha\n✅ Memperkuat profil usaha peternak\n✅ Memperluas akses pembiayaan dan asuransi ternak\n✅ Mendukung penilaian risiko berbasis data dan alternative credit scoring\n✅ Membangun kepercayaan antara peternak dan lembaga keuangan\n✅ Meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan peternak\n\nKolaborasi ini menunjukkan bagaimana digitalisasi dapat membuka peluang ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi peternak, koperasi, dan UMKM Indonesia.\n\n#KerjaLayak", "post_id": "3917603555017530371_68287769086"}}, {"key": "seco_cooperation", "attributes": {"label": "seco_cooperation", "x": 72.5775229360961, "y": 615.1623063980953, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 17.7715, "eigenvector": 166.6647, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3917603555017530371_68287769086", "id": "seco_cooperation", "source": "instagram-000001", "content": "Berlangsung di Jawa Timur, ILO bersama , , , dan  melalui  🇨🇭meluncurkan Sistem Enterprise Resource Planning (ERP) dan inisiatif akses keuangan inklusif untuk sektor sapi perah di Jawa Timur.\n\nMelalui proyek PROMISE II IMPACT, sistem ERP akan diterapkan di tiga koperasi susu sapi perah:\n📍 KAN Jabung (Malang)\n📍 KPSP Setia Kawan (Pasuruan)\n📍 KSP Tani Wilis (Tulungagung)\n\nDengan pengelolaan data yang lebih terintegrasi, transparan, dan real-time, ERP membantu koperasi dan peternak:\n\n✅ Meningkatkan efisiensi usaha\n✅ Memperkuat profil usaha peternak\n✅ Memperluas akses pembiayaan dan asuransi ternak\n✅ Mendukung penilaian risiko berbasis data dan alternative credit scoring\n✅ Membangun kepercayaan antara peternak dan lembaga keuangan\n✅ Meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan peternak\n\nKolaborasi ini menunjukkan bagaimana digitalisasi dapat membuka peluang ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi peternak, koperasi, dan UMKM Indonesia.\n\n#KerjaLayak", "post_id": "3917603555017530371_68287769086"}}, {"key": "arahjakarta", "attributes": {"label": "arahjakarta", "x": 803.2575497930733, "y": 570.8473952776245, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 101.2607, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7641305557936426261", "id": "arahjakarta", "source": "tiktok-000001", "content": "Presiden Prabowo Subianto melempar kebijakan populis baru dengan memerintahkan bank-bank pelat merah (Himbara) untuk memangkas bunga kredit bagi rakyat kecil menjadi maksimal 5% per tahun. Langkah ekstrem ini diambil setelah Presiden menyoroti jeratan bunga pinjaman di lapangan yang diklaimnya bisa mencekik hingga 70% setahun. Merespons titah istana, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, Dian Ediana Rae, angkat bicara (17/5).  Meski mengapresiasi niat baik pemerintah untuk membantu kelompok unbankable, OJK langsung mengingatkan perbankan untuk memperketat tata kelola dan manajemen risiko. Otoritas mendorong bank melakukan stress test berkala serta menyiapkan pencadangan yang memadai guna mengantisipasi potensi ledakan kredit macet di tengah skenario ekonomi global yang sedang bergejolak. Perintah penurunan bunga hingga di bawah tingkat inflasi riil atau biaya dana (cost of fund) perbankan saat ini adalah kebijakan yang berisiko tinggi. Di tengah situasi makro ekonomi yang sensitif—di mana Rupiah sempat tersungkur ke level Rp17.500—memaksa bank BUMN menyalurkan kredit murah tanpa kalkulasi matang bisa mengikis ketahanan modal perbankan nasional.  Jika tidak disubsidi penuh oleh APBN melalui skema Subsidi Bunga, kebijakan ini akan mengorbankan tingkat kesehatan bank-bank negara demi pemenuhan syahwat politik jangka pendek. Publik patut waspada: tanpa pengawasan ketat, pemaksaan kredit murah berisiko menciptakan gelombang Non-Performing Loan (NPL) baru, di mana dana masyarakat justru habis menguap akibat penyaluran yang tidak kredibel dan salah sasaran. Niat baik memberi modal murah bagi rakyat jangan sampai mengorbankan kesehatan bank negara, karena merawat kepercayaan pasar jauh lebih mahal ketimbang meramu retorika di panggung pidato. Menurut lo, bunga kredit 5% ini bakal beneran bikin UMKM kita maju, atau justru bakal bikin bank-bank BUMN kita yang kolaps akibat kredit macet? Follow  untuk memantau stabilitas perbankan dan kebijakan ekonomi nasional. Tetap kritis, kawal uang negara, jangan biarkan sistem keuangan kita rapuh akibat kebijakan yang dipaksakan tanpa mitigasi risiko yang matang!", "post_id": "7641305557936426261"}}, {"key": "hanyadianaja", "attributes": {"label": "hanyadianaja", "x": 852.3769816628693, "y": 89.81955578863443, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.1893, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7632649936089271573", "id": "hanyadianaja", "source": "tiktok-000001", "content": "#Repost  OJK DORONG BANK BIAYAI MAKAN GRATIS: AMAN ATAU ANCAMAN? 🏦🍽️⚠️ Ada kabar serius dari dunia perbankan. OJK lagi nyiapin aturan supaya bank-bank di Indonesia lebih \"aktif\" kasih pinjaman buat program prioritas pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan 3 Juta Rumah. Analisis kami melihat ada risiko sistemik yang mengintai: 1. Duit Nasabah Bukan Duit Politik: Bank itu lembaga kepercayaan. Kalau mereka \"didorong\" kasih kredit ke proyek yang belum jelas rekam jejaknya cuma demi dukung pemerintah, risikonya gagal bayar bakal ditanggung oleh dana nasabah. 2. NPL UMKM Lagi Tinggi: Faktanya, kredit macet di sektor UMKM lagi naik ke angka 4,33%. Memaksa bank masuk ke ekosistem MBG yang pelakunya UMKM baru itu sama aja nambah beban risiko di tengah situasi ekonomi yang lagi nggak stabil. 3. Intervensi Halus: Meski OJK bilang \"nggak wajib\", tapi memasukkan poin ini ke Rencana Bisnis Bank (RBB) bisa jadi tekanan psikologis buat direksi bank agar \"nurut\" sama kemauan penguasa. Pakar wanti-wanti: jangan sampai disiplin risiko perbankan dikalahkan oleh ambisi politik. Bank harus tetap independen! Menurut kalian, setuju nggak kalau dana yang kalian simpan di bank dipakai buat modalin vendor makan siang gratis? Jika bank tempat kalian menabung mulai menyalurkan kredit besar-besaran ke program pemerintah yang berisiko tinggi, apakah kalian akan tetap merasa aman menyimpan uang di sana? Share opini kalian! 👇 Tabungan aman, ekonomi mapan. Follow  untuk terus memantau apakah 'piring makan' ini bakal menguras kantong rakyat lewat jalur perbankan!", "post_id": "7632649936089271573"}}, {"key": "sudutgelap.id", "attributes": {"label": "sudutgelap.id", "x": 207.8353209907148, "y": 704.2131002145549, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.6448, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7632649936089271573", "id": "sudutgelap.id", "source": "tiktok-000001", "content": "#Repost  OJK DORONG BANK BIAYAI MAKAN GRATIS: AMAN ATAU ANCAMAN? 🏦🍽️⚠️ Ada kabar serius dari dunia perbankan. OJK lagi nyiapin aturan supaya bank-bank di Indonesia lebih \"aktif\" kasih pinjaman buat program prioritas pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan 3 Juta Rumah. Analisis kami melihat ada risiko sistemik yang mengintai: 1. Duit Nasabah Bukan Duit Politik: Bank itu lembaga kepercayaan. Kalau mereka \"didorong\" kasih kredit ke proyek yang belum jelas rekam jejaknya cuma demi dukung pemerintah, risikonya gagal bayar bakal ditanggung oleh dana nasabah. 2. NPL UMKM Lagi Tinggi: Faktanya, kredit macet di sektor UMKM lagi naik ke angka 4,33%. Memaksa bank masuk ke ekosistem MBG yang pelakunya UMKM baru itu sama aja nambah beban risiko di tengah situasi ekonomi yang lagi nggak stabil. 3. Intervensi Halus: Meski OJK bilang \"nggak wajib\", tapi memasukkan poin ini ke Rencana Bisnis Bank (RBB) bisa jadi tekanan psikologis buat direksi bank agar \"nurut\" sama kemauan penguasa. Pakar wanti-wanti: jangan sampai disiplin risiko perbankan dikalahkan oleh ambisi politik. Bank harus tetap independen! Menurut kalian, setuju nggak kalau dana yang kalian simpan di bank dipakai buat modalin vendor makan siang gratis? Jika bank tempat kalian menabung mulai menyalurkan kredit besar-besaran ke program pemerintah yang berisiko tinggi, apakah kalian akan tetap merasa aman menyimpan uang di sana? Share opini kalian! 👇 Tabungan aman, ekonomi mapan. Follow  untuk terus memantau apakah 'piring makan' ini bakal menguras kantong rakyat lewat jalur perbankan!", "post_id": "7632649936089271573"}}, {"key": "pawartosjateng", "attributes": {"label": "pawartosjateng", "x": 949.9136205790156, "y": 39.12568747079148, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.1893, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7611587076210920712", "id": "pawartosjateng", "source": "tiktok-000001", "content": "Kinerja Bank Jateng Tahun Buku 2025 menunjukkan fundamental yang kuat dengan laba bersih Rp 1,4 triliun, pertumbuhan 11,57 persen, serta total aset menembus Rp 100,066 triliun. Predikat sebagai BPD paling sehat nasional mencerminkan konsistensi tata kelola dan manajemen risiko yang terjaga. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, selaku Pemegang Saham Pengendali, menekankan pentingnya optimalisasi peran intermediasi perbankan dalam mendukung agenda pembangunan daerah. Fokus diarahkan pada penguatan pembiayaan sektor produktif, dukungan terhadap UMKM, kontribusi sosial perusahaan, serta sinergi lintas pemerintah kabupaten/kota. Penguatan sektor keuangan daerah menjadi elemen strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi regional sekaligus mendukung arah pembangunan nasional secara terukur dan berkelanjutan.  Luthfi  Yasin Maimoen  #ahmadluthfi #jawatengah #GoodGovernance #KeuanganDaerah #PembangunanBerkelanjutan", "post_id": "7611587076210920712"}}, {"key": "Ahmad", "attributes": {"label": "Ahmad", "x": 674.6920670922766, "y": 743.906674299135, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.6448, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7611587076210920712", "id": "Ahmad", "source": "tiktok-000001", "content": "Kinerja Bank Jateng Tahun Buku 2025 menunjukkan fundamental yang kuat dengan laba bersih Rp 1,4 triliun, pertumbuhan 11,57 persen, serta total aset menembus Rp 100,066 triliun. Predikat sebagai BPD paling sehat nasional mencerminkan konsistensi tata kelola dan manajemen risiko yang terjaga. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, selaku Pemegang Saham Pengendali, menekankan pentingnya optimalisasi peran intermediasi perbankan dalam mendukung agenda pembangunan daerah. Fokus diarahkan pada penguatan pembiayaan sektor produktif, dukungan terhadap UMKM, kontribusi sosial perusahaan, serta sinergi lintas pemerintah kabupaten/kota. Penguatan sektor keuangan daerah menjadi elemen strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi regional sekaligus mendukung arah pembangunan nasional secara terukur dan berkelanjutan.  Luthfi  Yasin Maimoen  #ahmadluthfi #jawatengah #GoodGovernance #KeuanganDaerah #PembangunanBerkelanjutan", "post_id": "7611587076210920712"}}, {"key": "Taj", "attributes": {"label": "Taj", "x": 801.7752020972464, "y": 565.1852222908811, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.6448, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7611587076210920712", "id": "Taj", "source": "tiktok-000001", "content": "Kinerja Bank Jateng Tahun Buku 2025 menunjukkan fundamental yang kuat dengan laba bersih Rp 1,4 triliun, pertumbuhan 11,57 persen, serta total aset menembus Rp 100,066 triliun. Predikat sebagai BPD paling sehat nasional mencerminkan konsistensi tata kelola dan manajemen risiko yang terjaga. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, selaku Pemegang Saham Pengendali, menekankan pentingnya optimalisasi peran intermediasi perbankan dalam mendukung agenda pembangunan daerah. Fokus diarahkan pada penguatan pembiayaan sektor produktif, dukungan terhadap UMKM, kontribusi sosial perusahaan, serta sinergi lintas pemerintah kabupaten/kota. Penguatan sektor keuangan daerah menjadi elemen strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi regional sekaligus mendukung arah pembangunan nasional secara terukur dan berkelanjutan.  Luthfi  Yasin Maimoen  #ahmadluthfi #jawatengah #GoodGovernance #KeuanganDaerah #PembangunanBerkelanjutan", "post_id": "7611587076210920712"}}, {"key": "@asuransikreditindonesia", "attributes": {"label": "@asuransikreditindonesia", "x": 315.5368187185509, "y": 949.3749091709238, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.1893, "eigenvector": 0.0024, "in_degree": 0, "out_degree": 5, "degree": 5}, "_id": "pQS27JJXMwE", "id": "@asuransikreditindonesia", "source": "youtube-000001", "content": "Media Gathering Askrindo 2026 - Semarang, Jawa Tengah\n\n© PT Asuransi Kredit Indonesia\nPT Askrindo kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan UMKM dan memperkuat inklusi keuangan nasional. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Media Gathering Askrindo yang diselenggarakan di Semarang, Jawa Tengah.\n\nDirektur Kepatuhan, SDM, dan Manajemen Risiko Askrindo, R. Mahelan Prabantarikso, menyampaikan bahwa Askrindo terus berupaya hadir sebagai perusahaan yang memberikan kontribusi nyata bagi penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian nasional.\n\nKunjungi website dan social media PT Askrindo\nhttps://askrindo.co.id/\nInstagram:  |  | \nFacebook: PT Asuransi Kredit Indonesia\nTwitter: \nTikTok:", "post_id": "pQS27JJXMwE"}}, {"key": "askrindo", "attributes": {"label": "askrindo", "x": 394.54765112285116, "y": 511.5061340539941, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.7715, "eigenvector": 0.0024, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "pQS27JJXMwE", "id": "askrindo", "source": "youtube-000001", "content": "Media Gathering Askrindo 2026 - Semarang, Jawa Tengah\n\n© PT Asuransi Kredit Indonesia\nPT Askrindo kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan UMKM dan memperkuat inklusi keuangan nasional. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Media Gathering Askrindo yang diselenggarakan di Semarang, Jawa Tengah.\n\nDirektur Kepatuhan, SDM, dan Manajemen Risiko Askrindo, R. Mahelan Prabantarikso, menyampaikan bahwa Askrindo terus berupaya hadir sebagai perusahaan yang memberikan kontribusi nyata bagi penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian nasional.\n\nKunjungi website dan social media PT Askrindo\nhttps://askrindo.co.id/\nInstagram:  |  | \nFacebook: PT Asuransi Kredit Indonesia\nTwitter: \nTikTok:", "post_id": "pQS27JJXMwE"}}, {"key": "digiask.askrindo", "attributes": {"label": "digiask.askrindo", "x": 575.1277082507851, "y": 0.238015856488194, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.7715, "eigenvector": 0.0024, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "pQS27JJXMwE", "id": "digiask.askrindo", "source": "youtube-000001", "content": "Media Gathering Askrindo 2026 - Semarang, Jawa Tengah\n\n© PT Asuransi Kredit Indonesia\nPT Askrindo kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan UMKM dan memperkuat inklusi keuangan nasional. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Media Gathering Askrindo yang diselenggarakan di Semarang, Jawa Tengah.\n\nDirektur Kepatuhan, SDM, dan Manajemen Risiko Askrindo, R. Mahelan Prabantarikso, menyampaikan bahwa Askrindo terus berupaya hadir sebagai perusahaan yang memberikan kontribusi nyata bagi penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian nasional.\n\nKunjungi website dan social media PT Askrindo\nhttps://askrindo.co.id/\nInstagram:  |  | \nFacebook: PT Asuransi Kredit Indonesia\nTwitter: \nTikTok:", "post_id": "pQS27JJXMwE"}}, {"key": "lifeataskrindo", "attributes": {"label": "lifeataskrindo", "x": 824.7331208777746, "y": 204.96765158231057, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.7715, "eigenvector": 0.0024, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "pQS27JJXMwE", "id": "lifeataskrindo", "source": "youtube-000001", "content": "Media Gathering Askrindo 2026 - Semarang, Jawa Tengah\n\n© PT Asuransi Kredit Indonesia\nPT Askrindo kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan UMKM dan memperkuat inklusi keuangan nasional. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Media Gathering Askrindo yang diselenggarakan di Semarang, Jawa Tengah.\n\nDirektur Kepatuhan, SDM, dan Manajemen Risiko Askrindo, R. Mahelan Prabantarikso, menyampaikan bahwa Askrindo terus berupaya hadir sebagai perusahaan yang memberikan kontribusi nyata bagi penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian nasional.\n\nKunjungi website dan social media PT Askrindo\nhttps://askrindo.co.id/\nInstagram:  |  | \nFacebook: PT Asuransi Kredit Indonesia\nTwitter: \nTikTok:", "post_id": "pQS27JJXMwE"}}, {"key": "pt_askrindo", "attributes": {"label": "pt_askrindo", "x": 111.6524282398742, "y": 96.40223028149086, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.7715, "eigenvector": 0.0024, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "pQS27JJXMwE", "id": "pt_askrindo", "source": "youtube-000001", "content": "Media Gathering Askrindo 2026 - Semarang, Jawa Tengah\n\n© PT Asuransi Kredit Indonesia\nPT Askrindo kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan UMKM dan memperkuat inklusi keuangan nasional. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Media Gathering Askrindo yang diselenggarakan di Semarang, Jawa Tengah.\n\nDirektur Kepatuhan, SDM, dan Manajemen Risiko Askrindo, R. Mahelan Prabantarikso, menyampaikan bahwa Askrindo terus berupaya hadir sebagai perusahaan yang memberikan kontribusi nyata bagi penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian nasional.\n\nKunjungi website dan social media PT Askrindo\nhttps://askrindo.co.id/\nInstagram:  |  | \nFacebook: PT Asuransi Kredit Indonesia\nTwitter: \nTikTok:", "post_id": "pQS27JJXMwE"}}, {"key": "@ETNow", "attributes": {"label": "@ETNow", "x": 60.878513878475204, "y": 943.2166150279552, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.1893, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "vTrUB00qqqo", "id": "@ETNow", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa Bank Konvensional Mengabaikan UMKM — Dan Bagaimana Aye Finance Mengubahnya | AAYC | Berit...\n\nMengapa Bank Tradisional Mengabaikan UMKM — Dan Bagaimana Aye Finance Mengubahnya | AAYC | Berita Bisnis\n\nAye Finance berfokus pada salah satu peluang ekonomi terbesar di India — memberikan pinjaman kepada UMKM dan usaha kecil yang kurang terlayani di seluruh negeri.\n\nDalam percakapan ini, Sanjay Sharma menjelaskan model pinjaman perusahaan, strategi pertumbuhan, pendekatan manajemen risiko, dan bagaimana teknologi membantu memperluas akses kredit kepada para pengusaha yang sering diabaikan oleh saluran perbankan tradisional.\n\nSaksikan diskusi lengkap tentang ekosistem UMKM India, inklusi keuangan, tren pinjaman, dan masa depan pembiayaan usaha kecil.\n\n#msme #ayefinance #smallbusiness #financialinclusion #lending #indianeconomy #businessnews #fintech\n\nKendalikan uang Anda dengan Economic Times Now.\n\n#etnow #beritabisnis #anggaran2026bersamaetnow\n\nSaluran YouTube -    /   \n\nBerlangganan ET Now untuk mendapatkan pembaruan terbaru tentang berita pasar saham, berita bisnis, berita perusahaan, IPO & lainnya | https://bit.ly/SubscribeToETNow\n\nBerlangganan Sekarang ke Saluran Jaringan Kami :-\nET Now Swadesh:    / etnowswadesh  \nTimes Now: http://goo.gl/U9ibPb\n\nTautan Media Sosial :-\nTwitter - http://goo.gl/hA0vDt\nFacebook - http://goo.gl/5Lr4mC\n\nSitus web - https://www.etnownews.com\nUnduh Aplikasi kami untuk Berita Terkini: https://tinyurl.com/4y6e3u2e\n\nIkuti kami di Google News untuk pembaruan terbaru\nET Now: https://news.google.com/publications/...\nTimes Now Navbharat: https://bit.ly/3zDaKJo \nTimes Now : https://bit.ly/3CyrrYg\nZoom: https://bit.ly/3CEK0dv", "post_id": "vTrUB00qqqo"}}, {"key": "etnow", "attributes": {"label": "etnow", "x": 244.8872023936789, "y": 685.2465213397612, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.6448, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "vTrUB00qqqo", "id": "etnow", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa Bank Konvensional Mengabaikan UMKM — Dan Bagaimana Aye Finance Mengubahnya | AAYC | Berit...\n\nMengapa Bank Tradisional Mengabaikan UMKM — Dan Bagaimana Aye Finance Mengubahnya | AAYC | Berita Bisnis\n\nAye Finance berfokus pada salah satu peluang ekonomi terbesar di India — memberikan pinjaman kepada UMKM dan usaha kecil yang kurang terlayani di seluruh negeri.\n\nDalam percakapan ini, Sanjay Sharma menjelaskan model pinjaman perusahaan, strategi pertumbuhan, pendekatan manajemen risiko, dan bagaimana teknologi membantu memperluas akses kredit kepada para pengusaha yang sering diabaikan oleh saluran perbankan tradisional.\n\nSaksikan diskusi lengkap tentang ekosistem UMKM India, inklusi keuangan, tren pinjaman, dan masa depan pembiayaan usaha kecil.\n\n#msme #ayefinance #smallbusiness #financialinclusion #lending #indianeconomy #businessnews #fintech\n\nKendalikan uang Anda dengan Economic Times Now.\n\n#etnow #beritabisnis #anggaran2026bersamaetnow\n\nSaluran YouTube -    /   \n\nBerlangganan ET Now untuk mendapatkan pembaruan terbaru tentang berita pasar saham, berita bisnis, berita perusahaan, IPO & lainnya | https://bit.ly/SubscribeToETNow\n\nBerlangganan Sekarang ke Saluran Jaringan Kami :-\nET Now Swadesh:    / etnowswadesh  \nTimes Now: http://goo.gl/U9ibPb\n\nTautan Media Sosial :-\nTwitter - http://goo.gl/hA0vDt\nFacebook - http://goo.gl/5Lr4mC\n\nSitus web - https://www.etnownews.com\nUnduh Aplikasi kami untuk Berita Terkini: https://tinyurl.com/4y6e3u2e\n\nIkuti kami di Google News untuk pembaruan terbaru\nET Now: https://news.google.com/publications/...\nTimes Now Navbharat: https://bit.ly/3zDaKJo \nTimes Now : https://bit.ly/3CyrrYg\nZoom: https://bit.ly/3CEK0dv", "post_id": "vTrUB00qqqo"}}, {"key": "@RayFuentesIO", "attributes": {"label": "@RayFuentesIO", "x": 237.2336036128496, "y": 315.4052553090324, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.1893, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "5E5uNS79cPU", "id": "@RayFuentesIO", "source": "youtube-000001", "content": "CPO Uphold: XRP Menggerakkan Keuangan GLOBAL & Meluncurkan Produk BARU! (Paul Unterberg)\n\nApa kabar, keluarga dan teman-teman! Ray Fuentes di sini LIVE dari konferensi XRP Las Vegas bersama Chief Product Officer Uphold, Paul Unterberg! Paul baru saja turun dari panggung setelah berbagi beberapa wawasan dan pengumuman produk yang luar biasa, mengungkapkan bagaimana blockchain tidak lagi hanya \"mencari kasus penggunaan,\" tetapi secara aktif membangun infrastruktur yang dapat diskalakan yang sudah mendukung sistem keuangan dunia. Bersiaplah untuk menyelami inovasi terobosan Uphold, termasuk fitur investasi otomatis, kartu debit kripto dengan bonus XRP, dan kartu kredit on-chain yang sangat dinantikan yang memungkinkan Anda memanfaatkan XRP Anda tanpa harus menjualnya!\n\n• Uphold berada di garis depan pergeseran besar: dari ide spekulatif ke pembangunan infrastruktur yang dapat diskalakan yang mendukung sistem keuangan global.\n• Paul Unterberg berbagi produk Uphold baru yang menarik: fitur investasi otomatis yang menawarkan hingga 4% pengembalian, kartu debit kripto untuk pengeluaran dunia nyata dengan bonus XRP, dan kartu kredit on-chain yang revolusioner.\n\n• Pelajari bagaimana kartu kredit on-chain baru memungkinkan Anda untuk mengambil pinjaman mikro dengan jaminan XRP Anda, memungkinkan Anda mengakses nilai tanpa menjual kripto Anda.\n• Laju inovasi yang cepat didorong oleh agen dan pengembangan bertenaga AI, memungkinkan Uphold untuk meluncurkan fitur-fitur inovatif lebih cepat dari sebelumnya.\n• Temukan mengapa sekarang adalah waktu terbaik bagi pengembang dan pengusaha untuk membangun di ruang kripto, memanfaatkan blockchain dan AI untuk meluncurkan produk dengan pergerakan uang terintegrasi sejak hari pertama.\n\nDalam wawancara eksklusif ini, Ray Fuentes berbincang dengan Paul Unterberg, Chief Product Officer di Uphold, setelah presentasinya yang berdampak di konferensi XRP Las Vegas. Paul menjelaskan evolusi layanan keuangan dalam ekosistem blockchain, menekankan komitmen Uphold untuk menciptakan produk praktis dan berbasis utilitas yang secara mulus mengintegrasikan kripto ke dalam kehidupan keuangan sehari-hari. Ia juga membahas peran AI dalam mempercepat pengembangan produk dan memberdayakan generasi pembangun berikutnya di bidang ini.\n\nUnduh Aplikasi Uphold di sini: https://rayfuentes.io/uphold\nIkuti Uphold di X di sini: https://x.com/UpholdInc\nIkuti Paul Unterberg di X di sini: https://x.com/PaulWavelength\n\nGabung Jaringan Ray Fuentes\nTerhubung dengan para pendiri, investor, dan inovator yang membentuk blockchain, AI, dan masa depan keuangan.\n\n👉 Bergabunglah dengan Komunitas\n🌐 https://rayfuentes.io/network\n\n🎙 Ingin Tampil di Acara?\n\nKami menampilkan percakapan dengan para pendiri, investor, dan pengembang di bidang fintech, blockchain, dan AI.\nDaftar untuk bergabung dengan jaringan atau hubungi kami di bawah ini.\n\n📧 hello\n\n🔔 Ikuti Ray Fuentes\nX → https://x.com/RayFuentesIO\nLinkedIn →   / rayfuentesio  \nYouTube →    /   \n\n🌍 Ekosistem Ray Fuentes\nDi dalam komunitas ini Anda akan mendapatkan akses ke:\n• wawancara dengan para pendiri dan investor\n• wawasan awal tentang pasar fintech dan kripto yang sedang berkembang\n• acara dan mastermind pilihan\n• jaringan para pembangun yang membentuk masa depan keuangan\n\n⚠ Penafian\nKonten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan pendidikan dan bukan merupakan nasihat investasi, penawaran untuk menjual, atau ajakan untuk membeli sekuritas atau strategi investasi apa pun. Pandangan yang diungkapkan adalah pandangan pembicara dan tidak selalu mencerminkan pandangan Ray Fuentes LLC.\n\nRay Fuentes LLC, termasuk para pembawa acara, produser, dan perwakilannya, tidak bertanggung jawab atas kinerja, perilaku, atau tindakan sponsor, pengiklan, atau afiliasi mana pun yang disebutkan dalam konten ini. Dalam keadaan apa pun, Ray Fuentes LLC atau karyawannya tidak bertanggung jawab atas kerugian tidak langsung, insidental, khusus, atau konsekuensial yang timbul dari penggunaan atau ketergantungan pada informasi yang disajikan.\n\nSemua investasi mengandung risiko, termasuk potensi kehilangan pokok investasi. Kinerja masa lalu bukanlah indikasi hasil di masa mendatang. Pernyataan mengenai pertumbuhan, pengalaman, atau posisi pasar mencerminkan pendapat pembicara dan tidak boleh ditafsirkan sebagai jaminan kinerja atau keberhasilan di masa mendatang.\n\nPendaftaran dengan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), jika berlaku, tidak menyiratkan tingkat keterampilan atau pelatihan tertentu dan tidak merupakan dukungan oleh SEC.\n\nPembawa acara atau pembuat konten dapat menerima kompensasi, biaya rujukan, atau insentif keuangan lainnya yang terkait dengan perusahaan, produk, atau layanan yang disebutkan. Kompensasi tersebut dapat menimbulkan konflik kepentingan, dan pemirsa harus mempertimbangkan hubungan ini ketika mengevaluasi informasi yang disajikan.", "post_id": "5E5uNS79cPU"}}, {"key": "rayfuentesio", "attributes": {"label": "rayfuentesio", "x": 757.1946533364776, "y": 486.45775712026506, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.1003, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5E5uNS79cPU", "id": "rayfuentesio", "source": "youtube-000001", "content": "CPO Uphold: XRP Menggerakkan Keuangan GLOBAL & Meluncurkan Produk BARU! (Paul Unterberg)\n\nApa kabar, keluarga dan teman-teman! Ray Fuentes di sini LIVE dari konferensi XRP Las Vegas bersama Chief Product Officer Uphold, Paul Unterberg! Paul baru saja turun dari panggung setelah berbagi beberapa wawasan dan pengumuman produk yang luar biasa, mengungkapkan bagaimana blockchain tidak lagi hanya \"mencari kasus penggunaan,\" tetapi secara aktif membangun infrastruktur yang dapat diskalakan yang sudah mendukung sistem keuangan dunia. Bersiaplah untuk menyelami inovasi terobosan Uphold, termasuk fitur investasi otomatis, kartu debit kripto dengan bonus XRP, dan kartu kredit on-chain yang sangat dinantikan yang memungkinkan Anda memanfaatkan XRP Anda tanpa harus menjualnya!\n\n• Uphold berada di garis depan pergeseran besar: dari ide spekulatif ke pembangunan infrastruktur yang dapat diskalakan yang mendukung sistem keuangan global.\n• Paul Unterberg berbagi produk Uphold baru yang menarik: fitur investasi otomatis yang menawarkan hingga 4% pengembalian, kartu debit kripto untuk pengeluaran dunia nyata dengan bonus XRP, dan kartu kredit on-chain yang revolusioner.\n\n• Pelajari bagaimana kartu kredit on-chain baru memungkinkan Anda untuk mengambil pinjaman mikro dengan jaminan XRP Anda, memungkinkan Anda mengakses nilai tanpa menjual kripto Anda.\n• Laju inovasi yang cepat didorong oleh agen dan pengembangan bertenaga AI, memungkinkan Uphold untuk meluncurkan fitur-fitur inovatif lebih cepat dari sebelumnya.\n• Temukan mengapa sekarang adalah waktu terbaik bagi pengembang dan pengusaha untuk membangun di ruang kripto, memanfaatkan blockchain dan AI untuk meluncurkan produk dengan pergerakan uang terintegrasi sejak hari pertama.\n\nDalam wawancara eksklusif ini, Ray Fuentes berbincang dengan Paul Unterberg, Chief Product Officer di Uphold, setelah presentasinya yang berdampak di konferensi XRP Las Vegas. Paul menjelaskan evolusi layanan keuangan dalam ekosistem blockchain, menekankan komitmen Uphold untuk menciptakan produk praktis dan berbasis utilitas yang secara mulus mengintegrasikan kripto ke dalam kehidupan keuangan sehari-hari. Ia juga membahas peran AI dalam mempercepat pengembangan produk dan memberdayakan generasi pembangun berikutnya di bidang ini.\n\nUnduh Aplikasi Uphold di sini: https://rayfuentes.io/uphold\nIkuti Uphold di X di sini: https://x.com/UpholdInc\nIkuti Paul Unterberg di X di sini: https://x.com/PaulWavelength\n\nGabung Jaringan Ray Fuentes\nTerhubung dengan para pendiri, investor, dan inovator yang membentuk blockchain, AI, dan masa depan keuangan.\n\n👉 Bergabunglah dengan Komunitas\n🌐 https://rayfuentes.io/network\n\n🎙 Ingin Tampil di Acara?\n\nKami menampilkan percakapan dengan para pendiri, investor, dan pengembang di bidang fintech, blockchain, dan AI.\nDaftar untuk bergabung dengan jaringan atau hubungi kami di bawah ini.\n\n📧 hello\n\n🔔 Ikuti Ray Fuentes\nX → https://x.com/RayFuentesIO\nLinkedIn →   / rayfuentesio  \nYouTube →    /   \n\n🌍 Ekosistem Ray Fuentes\nDi dalam komunitas ini Anda akan mendapatkan akses ke:\n• wawancara dengan para pendiri dan investor\n• wawasan awal tentang pasar fintech dan kripto yang sedang berkembang\n• acara dan mastermind pilihan\n• jaringan para pembangun yang membentuk masa depan keuangan\n\n⚠ Penafian\nKonten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan pendidikan dan bukan merupakan nasihat investasi, penawaran untuk menjual, atau ajakan untuk membeli sekuritas atau strategi investasi apa pun. Pandangan yang diungkapkan adalah pandangan pembicara dan tidak selalu mencerminkan pandangan Ray Fuentes LLC.\n\nRay Fuentes LLC, termasuk para pembawa acara, produser, dan perwakilannya, tidak bertanggung jawab atas kinerja, perilaku, atau tindakan sponsor, pengiklan, atau afiliasi mana pun yang disebutkan dalam konten ini. Dalam keadaan apa pun, Ray Fuentes LLC atau karyawannya tidak bertanggung jawab atas kerugian tidak langsung, insidental, khusus, atau konsekuensial yang timbul dari penggunaan atau ketergantungan pada informasi yang disajikan.\n\nSemua investasi mengandung risiko, termasuk potensi kehilangan pokok investasi. Kinerja masa lalu bukanlah indikasi hasil di masa mendatang. Pernyataan mengenai pertumbuhan, pengalaman, atau posisi pasar mencerminkan pendapat pembicara dan tidak boleh ditafsirkan sebagai jaminan kinerja atau keberhasilan di masa mendatang.\n\nPendaftaran dengan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), jika berlaku, tidak menyiratkan tingkat keterampilan atau pelatihan tertentu dan tidak merupakan dukungan oleh SEC.\n\nPembawa acara atau pembuat konten dapat menerima kompensasi, biaya rujukan, atau insentif keuangan lainnya yang terkait dengan perusahaan, produk, atau layanan yang disebutkan. Kompensasi tersebut dapat menimbulkan konflik kepentingan, dan pemirsa harus mempertimbangkan hubungan ini ketika mengevaluasi informasi yang disajikan.", "post_id": "5E5uNS79cPU"}}, {"key": "@propertyaccelerator", "attributes": {"label": "@propertyaccelerator", "x": 552.8660548314051, "y": 833.7137765461181, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.1893, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7l2O-B6V_Pw", "id": "@propertyaccelerator", "source": "youtube-000001", "content": "Aturan KPR Jadi Lebih MUDAH — Inilah Perubahannya\n\nAturan KPR Kini Lebih MUDAH — Inilah Perubahannya\n\nAturan KPR bisa jadi lebih mudah, membantu lebih banyak pembeli rumah pertama kali, pekerja wiraswasta, peminjam usia lanjut, dan orang-orang dengan masalah kredit di masa lalu. Dalam video ini, saya menjelaskan apa yang ingin diubah oleh FCA, siapa yang bisa mendapatkan manfaat, dan risiko dari pinjaman yang lebih mudah.\n\n#KPR #PembeliRumahPertama #BeritaProperti #PerumahanInggris\n\nPenjualan Kilat Gila-gilaan untuk Semua Pelatihan Kami! 👉 https://marketing.property-accelerato...\n\nEbook BARU - Rahasia KPR: Cara Mendapatkan Penawaran Terbaik di Tahun 2025\nhttps://marketing.property-accelerato...\n\nEbook: Raih Keuntungan dari Penurunan Pasar Properti https://marketing.property-accelerato...\n\nIkuti Polling Kami di Sini - https://www.youtube.com/\n\nBeri tahu saya pendapat Anda, beri komentar di bawah, jika ada pertanyaan, silakan tulis di bawah.\n\nUnduh Ebook GRATIS 4 Langkah Sederhana untuk Menjadi Kaya Melalui Properti https://property-accelerator.co.uk/fr...\n\nBagikan video ini:    • Mortgage Rules Just Got EASIER — Here’s Wh...  \n\nBERMANFAAT 🚀 Berlangganan saluran ini untuk konten yang lebih menarik https://james-nicholson.co.uk/ytproperty\n\nHUBUNGI JAMES DI MEDIA SOSIAL:\n\n👍 Sukai Halaman Facebook saya: https://james-nicholson.co.uk/fb\n🙋‍♂️ Bergabunglah dengan Grup Facebook saya:   / jamespropertyaccelerator  \n❤️ Ikuti saya di Instagram:   / jamesnicholsonproperty  \n🐤 Ikuti saya di Twitter: https://james-nicholson.co.uk/twitter 🏫 Terhubung dengan saya di LinkedIn: https://james-nicholson.co.uk/linkedin\n\nVideo\n\n🔴 Investasi Properti Pertama Saya    • The First Property I Purchased - What I Go...  \n\nProgram\n\n💰 Temukan program saya di sini https://property-accelerator.co.uk/\n\nBelum berlangganan? Klik di sini sekarang https://james-nicholson.co.uk/ytproperty\n\n#InvestasiProperti #PasarProperti #PasarPerumahan\n\nhttps://www.youtube.com/c/PropertyAcc...", "post_id": "7l2O-B6V_Pw"}}, {"key": "propertyacce...", "attributes": {"label": "propertyacce...", "x": 575.5884379807376, "y": 444.55565034729784, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.1003, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7l2O-B6V_Pw", "id": "propertyacce...", "source": "youtube-000001", "content": "Aturan KPR Jadi Lebih MUDAH — Inilah Perubahannya\n\nAturan KPR Kini Lebih MUDAH — Inilah Perubahannya\n\nAturan KPR bisa jadi lebih mudah, membantu lebih banyak pembeli rumah pertama kali, pekerja wiraswasta, peminjam usia lanjut, dan orang-orang dengan masalah kredit di masa lalu. Dalam video ini, saya menjelaskan apa yang ingin diubah oleh FCA, siapa yang bisa mendapatkan manfaat, dan risiko dari pinjaman yang lebih mudah.\n\n#KPR #PembeliRumahPertama #BeritaProperti #PerumahanInggris\n\nPenjualan Kilat Gila-gilaan untuk Semua Pelatihan Kami! 👉 https://marketing.property-accelerato...\n\nEbook BARU - Rahasia KPR: Cara Mendapatkan Penawaran Terbaik di Tahun 2025\nhttps://marketing.property-accelerato...\n\nEbook: Raih Keuntungan dari Penurunan Pasar Properti https://marketing.property-accelerato...\n\nIkuti Polling Kami di Sini - https://www.youtube.com/\n\nBeri tahu saya pendapat Anda, beri komentar di bawah, jika ada pertanyaan, silakan tulis di bawah.\n\nUnduh Ebook GRATIS 4 Langkah Sederhana untuk Menjadi Kaya Melalui Properti https://property-accelerator.co.uk/fr...\n\nBagikan video ini:    • Mortgage Rules Just Got EASIER — Here’s Wh...  \n\nBERMANFAAT 🚀 Berlangganan saluran ini untuk konten yang lebih menarik https://james-nicholson.co.uk/ytproperty\n\nHUBUNGI JAMES DI MEDIA SOSIAL:\n\n👍 Sukai Halaman Facebook saya: https://james-nicholson.co.uk/fb\n🙋‍♂️ Bergabunglah dengan Grup Facebook saya:   / jamespropertyaccelerator  \n❤️ Ikuti saya di Instagram:   / jamesnicholsonproperty  \n🐤 Ikuti saya di Twitter: https://james-nicholson.co.uk/twitter 🏫 Terhubung dengan saya di LinkedIn: https://james-nicholson.co.uk/linkedin\n\nVideo\n\n🔴 Investasi Properti Pertama Saya    • The First Property I Purchased - What I Go...  \n\nProgram\n\n💰 Temukan program saya di sini https://property-accelerator.co.uk/\n\nBelum berlangganan? Klik di sini sekarang https://james-nicholson.co.uk/ytproperty\n\n#InvestasiProperti #PasarProperti #PasarPerumahan\n\nhttps://www.youtube.com/c/PropertyAcc...", "post_id": "7l2O-B6V_Pw"}}, {"key": "@jejaksaham", "attributes": {"label": "@jejaksaham", "x": 326.06031252647614, "y": 846.6777373114656, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.1893, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "zWbiOendx64", "id": "@jejaksaham", "source": "youtube-000001", "content": "🏦BBRI🏦 Turun 50%, Tapi Justru Makin Menarik? Ini Analisa Lengkapnya🤗\n\nBBRI Turun 50%, Tapi Justru Makin Menarik? Investo Ini Perhitungan Lengkapnya🤗 ‪‬ \n\nHarga saham BBRI sudah turun lebih dari 50% dari puncaknya. Banyak investor mulai khawatir, bahkan mempertanyakan apakah BBRI masih layak dimiliki.\n\nNamun apakah penurunan harga ini benar-benar menandakan bisnis yang memburuk? Atau justru membuka peluang bagi investor jangka panjang?\n\nDi video ini kita akan membahas BBRI secara mendalam, mulai dari model bisnisnya sebagai penguasa segmen mikro dan UMKM, kondisi keuangan terbaru, kualitas kredit, pertumbuhan laba, valuasi saat ini, hingga potensi dividen beberapa tahun ke depan.\n\nKita juga akan membahas simulasi strategi dividen investing, estimasi harga wajar berdasarkan beberapa pendekatan fundamental, zona akumulasi yang menarik, serta risiko-risiko yang tetap harus diperhatikan oleh investor.\n\nJika kamu adalah investor yang fokus pada fundamental, dividen, dan investasi jangka panjang, video ini wajib ditonton sampai selesai.\n\n📌 Pembahasan: ✔ Analisa bisnis BBRI\n✔ Kondisi keuangan terbaru\n✔ Valuasi dan harga wajar BBRI\n✔ Potensi dividen hingga 2030\n✔ Strategi beli bertahap\n✔ Risiko yang perlu diperhatikan\n✔ Kesimpulan dan outlook investasi\n\n⚠️ Disclaimer: Video ini dibuat untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan ajakan membeli atau menjual saham tertentu. Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.\n\n#BBRI #InvestasiSaham #Dividen #SahamIndonesia #ValueInvesting #IHSG #AnalisaSaham", "post_id": "zWbiOendx64"}}, {"key": "jejaksaham", "attributes": {"label": "jejaksaham", "x": 526.149079862404, "y": 537.5110622940737, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.1003, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "zWbiOendx64", "id": "jejaksaham", "source": "youtube-000001", "content": "🏦BBRI🏦 Turun 50%, Tapi Justru Makin Menarik? Ini Analisa Lengkapnya🤗\n\nBBRI Turun 50%, Tapi Justru Makin Menarik? Investo Ini Perhitungan Lengkapnya🤗 ‪‬ \n\nHarga saham BBRI sudah turun lebih dari 50% dari puncaknya. Banyak investor mulai khawatir, bahkan mempertanyakan apakah BBRI masih layak dimiliki.\n\nNamun apakah penurunan harga ini benar-benar menandakan bisnis yang memburuk? Atau justru membuka peluang bagi investor jangka panjang?\n\nDi video ini kita akan membahas BBRI secara mendalam, mulai dari model bisnisnya sebagai penguasa segmen mikro dan UMKM, kondisi keuangan terbaru, kualitas kredit, pertumbuhan laba, valuasi saat ini, hingga potensi dividen beberapa tahun ke depan.\n\nKita juga akan membahas simulasi strategi dividen investing, estimasi harga wajar berdasarkan beberapa pendekatan fundamental, zona akumulasi yang menarik, serta risiko-risiko yang tetap harus diperhatikan oleh investor.\n\nJika kamu adalah investor yang fokus pada fundamental, dividen, dan investasi jangka panjang, video ini wajib ditonton sampai selesai.\n\n📌 Pembahasan: ✔ Analisa bisnis BBRI\n✔ Kondisi keuangan terbaru\n✔ Valuasi dan harga wajar BBRI\n✔ Potensi dividen hingga 2030\n✔ Strategi beli bertahap\n✔ Risiko yang perlu diperhatikan\n✔ Kesimpulan dan outlook investasi\n\n⚠️ Disclaimer: Video ini dibuat untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan ajakan membeli atau menjual saham tertentu. Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.\n\n#BBRI #InvestasiSaham #Dividen #SahamIndonesia #ValueInvesting #IHSG #AnalisaSaham", "post_id": "zWbiOendx64"}}, {"key": "@sb30official", "attributes": {"label": "@sb30official", "x": 77.9196674960414, "y": 181.89862350452745, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.1893, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ApRy5EwmjPw", "id": "@sb30official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus 18.000 & Badai Pajak UMKM: 6 Alasan Mengapa Ekonomi Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja\n\n00:00 Hook: Dolar Melejit ke 18.000 & 6 Kebijakan \"Aneh\" Pemerintahan Baru yang Saling Mengunci\n\n00:51 Sisi Lain Ekonomi: Ini Bukan Kejadian Terpisah, Melainkan Satu Benang Merah Tekanan APBN\n\n01:49 Kebijakan 1—Bom Waktu Subsidi BBM: Efek Domino Harga Minyak Dunia (ICP) Tembus 91,8 Dolar\n\n03:29 Analogi Pinjol Rumah Tangga: Mengkritisi Retorika Politik \"Rakyat Desa Gak Butuh Dolar\"\n\n05:23 Kebijakan 2—Bom Waktu Pajak UMKM: Batas Waktu PPH Final 0,5% Habis, CV & PT Otomatis Kena 22%\n\n07:08 Aturan Firm Splitting: Ditjen Pajak Mengunci Celah Pengusaha yang Memecah Entitas Bisnis\n\n08:26 Kebijakan 3—Moneter Agresif: BI Rate Naik ke 5,5% Demi Menahan Modal Asing Keluar (Capital Outflow)\n\n09:55 Dampak Suku Bunga Mengambang (Floating): Sektor Properti, KPR, Otomatif, & UMKM Mulai Megap-Megap\n\n11:19 Kebijakan 4—Ekspor Satu Pintu DSI: Regulasi Danantara yang Memicu Ketidakpastian Investor Global\n\n12:38 Prediksi Ekstrim 2027: Risiko Nyata Aliran Devisa Macet yang Bisa Menyeret Rupiah ke 25.000\n\n13:17 Kebijakan 5—Lingkaran Setan PHK Massal: Kontraksi Daya Beli dan Penurunan Setoran PPN Negara\n\n14:37 Kebijakan 6—Krisis Kepercayaan Publik: Mempertanyakan Gurita Entitas Baru DSI, Danantara, & Kopdes\n\n15:40 Ironi Kopdes Merah Putih: Niat Menyaingi Alfamart-Indomaret tapi Ambil Stok di Gudang yang Sama\n\n16:27 Isu Transparansi Proyek Politik: Potensi Kebocoran Anggaran Tanpa Sistem Pengawasan yang Ketat\n\n17:01 Kesimpulan 6 Pilar Masalah: Rangkuman Siklus Benang Kusut Makro Ekonomi Indonesia 2026\n\n17:37 Strategi Survival Pengusaha: Audit Biaya, Cek Status Pajak Badan, & Antisipasi Kredit Mengambang\n\n17:52 Strategi Survival Karyawan: Keluar dari Sektor Rentan & Cara Membangun Sumber Income Tambahan\n\n18:36 Closing: Berhenti Mengutuk Pemerintah, Selamatkan Ekonomi Keluarga Anda! Salam Hebat Luar Biasa!\n\n---\nWA CHANNEL SB30 UNTUK KONTEN EKSKLUSIF:\nhttps://whatsapp.com/channel/0029Vb61...\nGABUNG MEMBER YOUTUBE SUCCESS BEFORE 30\n   /", "post_id": "ApRy5EwmjPw"}}, {"key": "sb30official", "attributes": {"label": "sb30official", "x": 783.4194019110134, "y": 36.1820871210089, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.1003, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ApRy5EwmjPw", "id": "sb30official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus 18.000 & Badai Pajak UMKM: 6 Alasan Mengapa Ekonomi Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja\n\n00:00 Hook: Dolar Melejit ke 18.000 & 6 Kebijakan \"Aneh\" Pemerintahan Baru yang Saling Mengunci\n\n00:51 Sisi Lain Ekonomi: Ini Bukan Kejadian Terpisah, Melainkan Satu Benang Merah Tekanan APBN\n\n01:49 Kebijakan 1—Bom Waktu Subsidi BBM: Efek Domino Harga Minyak Dunia (ICP) Tembus 91,8 Dolar\n\n03:29 Analogi Pinjol Rumah Tangga: Mengkritisi Retorika Politik \"Rakyat Desa Gak Butuh Dolar\"\n\n05:23 Kebijakan 2—Bom Waktu Pajak UMKM: Batas Waktu PPH Final 0,5% Habis, CV & PT Otomatis Kena 22%\n\n07:08 Aturan Firm Splitting: Ditjen Pajak Mengunci Celah Pengusaha yang Memecah Entitas Bisnis\n\n08:26 Kebijakan 3—Moneter Agresif: BI Rate Naik ke 5,5% Demi Menahan Modal Asing Keluar (Capital Outflow)\n\n09:55 Dampak Suku Bunga Mengambang (Floating): Sektor Properti, KPR, Otomatif, & UMKM Mulai Megap-Megap\n\n11:19 Kebijakan 4—Ekspor Satu Pintu DSI: Regulasi Danantara yang Memicu Ketidakpastian Investor Global\n\n12:38 Prediksi Ekstrim 2027: Risiko Nyata Aliran Devisa Macet yang Bisa Menyeret Rupiah ke 25.000\n\n13:17 Kebijakan 5—Lingkaran Setan PHK Massal: Kontraksi Daya Beli dan Penurunan Setoran PPN Negara\n\n14:37 Kebijakan 6—Krisis Kepercayaan Publik: Mempertanyakan Gurita Entitas Baru DSI, Danantara, & Kopdes\n\n15:40 Ironi Kopdes Merah Putih: Niat Menyaingi Alfamart-Indomaret tapi Ambil Stok di Gudang yang Sama\n\n16:27 Isu Transparansi Proyek Politik: Potensi Kebocoran Anggaran Tanpa Sistem Pengawasan yang Ketat\n\n17:01 Kesimpulan 6 Pilar Masalah: Rangkuman Siklus Benang Kusut Makro Ekonomi Indonesia 2026\n\n17:37 Strategi Survival Pengusaha: Audit Biaya, Cek Status Pajak Badan, & Antisipasi Kredit Mengambang\n\n17:52 Strategi Survival Karyawan: Keluar dari Sektor Rentan & Cara Membangun Sumber Income Tambahan\n\n18:36 Closing: Berhenti Mengutuk Pemerintah, Selamatkan Ekonomi Keluarga Anda! Salam Hebat Luar Biasa!\n\n---\nWA CHANNEL SB30 UNTUK KONTEN EKSKLUSIF:\nhttps://whatsapp.com/channel/0029Vb61...\nGABUNG MEMBER YOUTUBE SUCCESS BEFORE 30\n   /", "post_id": "ApRy5EwmjPw"}}, {"key": "@EconpoliAI", "attributes": {"label": "@EconpoliAI", "x": 716.0875927321376, "y": 910.0581051960258, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.1893, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "239OdfrVgb0", "id": "@EconpoliAI", "source": "youtube-000001", "content": "SEBI Tindak Tegas Praktik Screen-Scraping -- Risiko Denda ₹1 Crore bagi Fintech\n\n[HOT] Tonton Selanjutnya — Lonjakan Impor $24 Miliar: India Mengaudit 9 FTA untuk Memperbaiki Defisit Perdagangan:    • $24B Import Surge: India Audits 9 FTAs to ...  \n\n[TV] JELAJAHI LEBIH LANJUT TENTANG TOPIK INI:\n• Pivot e-Rupee RBI Senilai ₹771 Miliar -- Tokenisasi Aset Baru Membuka Pintu:    • RBI’s ₹771Cr e-Rupee Pivot -- New Asset To...  \n• Peningkatan PDB 4% pada tahun 2030 — Tambang Emas Startup DPI 2.0 India:    • 4% GDP Boost by 2030 — India’s DPI 2.0 Sta...  \n• Kesenjangan Kredit ₹380 Miliar vs Pertumbuhan UMKM — Mengapa Arus Kas Menjadi Medan Pertempuran Baru India:    • ₹380 Billion Credit Gap vs MSME Growth — W...  \n\nSEBI telah mengeluarkan tindakan keras yang ketat terhadap Praktik pengambilan data dari layar (screen-scraping) menandakan pergeseran regulasi besar yang dapat mengenakan denda sebesar ₹1 crore kepada perusahaan fintech yang tidak patuh. Video ini menguraikan implikasi mandat baru ini bagi ekosistem keuangan India dan bagaimana hal itu akan membentuk kembali keamanan data dan privasi pengguna.\n\nBAB:\n00:00 — Pendahuluan\n00:08 — Apa yang Terjadi & Mengapa Itu Penting\n01:39 — Pemenang, Pecundang & Apa Kerugiannya bagi Anda\n03:36 — Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya & Bagaimana Beradaptasi\n\n[TV] Tonton versi singkatnya: https://www.youtube.com/\n[TWITTER] Ikuti di X untuk wawasan cepat: https://x.com/econpoliai\n[IG] Instagram Reels:   / econpoliai  \n[LINKEDIN] Analisis LinkedIn:   / 113052952  \n\n[BERLANGGANAN] Berlangganan untuk ekonomi & geopolitik harian:    /   \n\n#EconPoli #SEBI #Fintech #PrivasiData #PenjelasanEkonomi #BeritaTerbaru #BeritaDunia #Keuangan #Geopolitik #India", "post_id": "239OdfrVgb0"}}, {"key": "EconpoliAI/s...", "attributes": {"label": "EconpoliAI/s...", "x": 670.2633757022355, "y": 777.1205445695753, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.6448, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "239OdfrVgb0", "id": "EconpoliAI/s...", "source": "youtube-000001", "content": "SEBI Tindak Tegas Praktik Screen-Scraping -- Risiko Denda ₹1 Crore bagi Fintech\n\n[HOT] Tonton Selanjutnya — Lonjakan Impor $24 Miliar: India Mengaudit 9 FTA untuk Memperbaiki Defisit Perdagangan:    • $24B Import Surge: India Audits 9 FTAs to ...  \n\n[TV] JELAJAHI LEBIH LANJUT TENTANG TOPIK INI:\n• Pivot e-Rupee RBI Senilai ₹771 Miliar -- Tokenisasi Aset Baru Membuka Pintu:    • RBI’s ₹771Cr e-Rupee Pivot -- New Asset To...  \n• Peningkatan PDB 4% pada tahun 2030 — Tambang Emas Startup DPI 2.0 India:    • 4% GDP Boost by 2030 — India’s DPI 2.0 Sta...  \n• Kesenjangan Kredit ₹380 Miliar vs Pertumbuhan UMKM — Mengapa Arus Kas Menjadi Medan Pertempuran Baru India:    • ₹380 Billion Credit Gap vs MSME Growth — W...  \n\nSEBI telah mengeluarkan tindakan keras yang ketat terhadap Praktik pengambilan data dari layar (screen-scraping) menandakan pergeseran regulasi besar yang dapat mengenakan denda sebesar ₹1 crore kepada perusahaan fintech yang tidak patuh. Video ini menguraikan implikasi mandat baru ini bagi ekosistem keuangan India dan bagaimana hal itu akan membentuk kembali keamanan data dan privasi pengguna.\n\nBAB:\n00:00 — Pendahuluan\n00:08 — Apa yang Terjadi & Mengapa Itu Penting\n01:39 — Pemenang, Pecundang & Apa Kerugiannya bagi Anda\n03:36 — Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya & Bagaimana Beradaptasi\n\n[TV] Tonton versi singkatnya: https://www.youtube.com/\n[TWITTER] Ikuti di X untuk wawasan cepat: https://x.com/econpoliai\n[IG] Instagram Reels:   / econpoliai  \n[LINKEDIN] Analisis LinkedIn:   / 113052952  \n\n[BERLANGGANAN] Berlangganan untuk ekonomi & geopolitik harian:    /   \n\n#EconPoli #SEBI #Fintech #PrivasiData #PenjelasanEkonomi #BeritaTerbaru #BeritaDunia #Keuangan #Geopolitik #India", "post_id": "239OdfrVgb0"}}, {"key": "econpoliai", "attributes": {"label": "econpoliai", "x": 504.6491808887841, "y": 543.8661597431488, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.6448, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "239OdfrVgb0", "id": "econpoliai", "source": "youtube-000001", "content": "SEBI Tindak Tegas Praktik Screen-Scraping -- Risiko Denda ₹1 Crore bagi Fintech\n\n[HOT] Tonton Selanjutnya — Lonjakan Impor $24 Miliar: India Mengaudit 9 FTA untuk Memperbaiki Defisit Perdagangan:    • $24B Import Surge: India Audits 9 FTAs to ...  \n\n[TV] JELAJAHI LEBIH LANJUT TENTANG TOPIK INI:\n• Pivot e-Rupee RBI Senilai ₹771 Miliar -- Tokenisasi Aset Baru Membuka Pintu:    • RBI’s ₹771Cr e-Rupee Pivot -- New Asset To...  \n• Peningkatan PDB 4% pada tahun 2030 — Tambang Emas Startup DPI 2.0 India:    • 4% GDP Boost by 2030 — India’s DPI 2.0 Sta...  \n• Kesenjangan Kredit ₹380 Miliar vs Pertumbuhan UMKM — Mengapa Arus Kas Menjadi Medan Pertempuran Baru India:    • ₹380 Billion Credit Gap vs MSME Growth — W...  \n\nSEBI telah mengeluarkan tindakan keras yang ketat terhadap Praktik pengambilan data dari layar (screen-scraping) menandakan pergeseran regulasi besar yang dapat mengenakan denda sebesar ₹1 crore kepada perusahaan fintech yang tidak patuh. Video ini menguraikan implikasi mandat baru ini bagi ekosistem keuangan India dan bagaimana hal itu akan membentuk kembali keamanan data dan privasi pengguna.\n\nBAB:\n00:00 — Pendahuluan\n00:08 — Apa yang Terjadi & Mengapa Itu Penting\n01:39 — Pemenang, Pecundang & Apa Kerugiannya bagi Anda\n03:36 — Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya & Bagaimana Beradaptasi\n\n[TV] Tonton versi singkatnya: https://www.youtube.com/\n[TWITTER] Ikuti di X untuk wawasan cepat: https://x.com/econpoliai\n[IG] Instagram Reels:   / econpoliai  \n[LINKEDIN] Analisis LinkedIn:   / 113052952  \n\n[BERLANGGANAN] Berlangganan untuk ekonomi & geopolitik harian:    /   \n\n#EconPoli #SEBI #Fintech #PrivasiData #PenjelasanEkonomi #BeritaTerbaru #BeritaDunia #Keuangan #Geopolitik #India", "post_id": "239OdfrVgb0"}}, {"key": "@tradingsahamfirman", "attributes": {"label": "@tradingsahamfirman", "x": 292.79810644512236, "y": 347.65163116413856, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.1893, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "xgoWAboSeHw", "id": "@tradingsahamfirman", "source": "youtube-000001", "content": "TERBONGKAR.!! IRAN DAN US DAMAI, Potensi Cuan /Jebakan SAHAM BBRI ? INI STRATEGINYA!\n\n#sahambbri\n#sahambbrihariini\n#sahambbriuntukjangkapanjang \n\nUNTUK BERLANGANAN KLIK DIBAWAH INI.!!!\n\nGRUP TELEGRAM\nhttps://tinyurl.com/rekomendasibesok\nCP: 0858-7891-7762\n\nGRUP YOUTUBE\n   /   \nWEBSITE KAMI :\nwww.firmanhappy.com\n\nMelansir data RTI Infokom, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi salah satu saham perbankan besar yang telah melemah 30,85% sejak awal tahun ini (year-to-date/YtD), dan parkir pada posisi Rp6.275 per saham pada Senin (15/6/2026).  \nPerdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengumumkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan damai.\"Setelah pembicaraan intensif, kami dengan senang hati mengumumkan bahwa kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran telah tercapai,\" tulis Sharif di media sosial X.\"Kedua pihak telah menyatakan penghentian operasi militer di semua front dengan segera dan permanen, termasuk Lebanon,\" tambahnya, seraya mengatakan bahwa upacara penandatanganan resmi kesepakatan akan berlangsung Jumat (19/06) mendatang di Swiss.Pria yang telah bertindak sebagai mediator dalam konflik tersebut berterima kasih kepada Qatar, Arab Saudi, dan Turki \"atas kontribusi besar mereka\" dalam mencapai kesepakatan tersebut.Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengonfirmasi informasi dari Pakistan bahwa negaranya telah mencapai kesepakatan dengan Iran.\nkabar mengejutkan datang dari saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang tengah mengalami koreksi tajam hingga menyentuh level valuasi sangat murah atau undervalued. Fenomena \"diskon\" besar-besaran ini nyatanya tidak lepas dari hantaman badai di sektor ekonomi riil, mulai dari melemahnya daya beli masyarakat hingga tantangan berat sektor UMKM yang memicu lonjakan rasio kredit bermasalah (NPL) secara nasional. Kondisi makroekonomi yang kurang kondusif tersebut akhirnya memicu kekhawatiran global dan aksi jual bersih (net sell) masif oleh investor asing, sehingga meskipun secara fundamental saham BBRI sangat menarik untuk dikoleksi jangka panjang, pemulihan harganya di bursa masih tertahan oleh risiko daya tahan ekonomi masyarakat kelas bawah. Jadi, apakah ini saat yang tepat untuk mulai mencicil beli atau justru wait and see? Tulis pendapat Anda di kolom komentar, dan jangan lupa untuk like, share, serta subscribe agar tidak ketinggalan informasi pasar modal terkini berikutnya!\nsource\nhttps://premium.bisnis.com/read/20260...\nhttps://www.bbc.com/indonesia/article...\n#Saham #Investasi #SahamKombat #BelajarSaham #IHSG #PasarModal #Keuangan #Bisnis #BBRI #SahamBBRI #BBCA #BMRI #Perbankan #AnalisisSaham #BeritaEkonomi\n#purbaya \n#bmri \n#sahamBBCA\n#sahamBBNI #sahamBRIS \n#sahamBBTN\n#bbri\n#Saham BBRI\n#bri\n#Bank Rakyat Indonesia\n#PT Bank Rakyat Indonesia Tbk\n#donal trump import,\n#donald trump important message,\n#donald trump import tax,\n#donald trump import,\n#donald trump tariff import,\n#donald trump copy,\n#donald trump trade deal\n#Saham BBRI\n#bri\n#Bank Rakyat Indonesia\n#PT Bank Rakyat Indonesia Tbk\n#bri \n#bbri\n#laba bri\n#hery gunardi\n#Taipan\n#Tarif Trump\n#Perang Dagang\n#Donald Trump\n#tarif-impor\n#donald-trump\n#tanah-jarang\n#perang-dagang\n#BPIDanantara \n#superholdingBUMN\n#Danantara \n#dividen \n#pembagiandividen \n#dividenBUMN\n#BBRI\n#Oskaria\n#Himbara\n#InvestorAsing\n#SahamBBRI\n#IHSG\n#BeliBersih\n#BahasaAsing\n#bbri\n#Pasar Saham\n#hendropriyono \n#am hendropriyono\n#georgesoros \n\n\nINFO PENTING !!!!\nKAMI TIDAK MENGADAKAN TITIP DANA APAPUN\nSaya hanya memakai Sosmed dan kontak diatas, selain kontak diatas berarti Bukan saya, karena banyak yang mengatas namakan TRADING SAHAM FIRMAN HAPPY untuk penipuan titip dana, sekali lagi saya tekankan saya ( FIRMAN HAPPY ) tidak pernah membuka jasa titip dana trading,  TERIMA KASIH !!\nSegala jenis Pembayaran untuk keperluan channel dan Group saya, \nDisclaimer ON : Semua rekomendasi hanya untuk edukasi & Hiburan, tidak untuk menyarankan Beli atau Jual saham ( silahkan analisa sendiri masing2 ), kerugian dan keuntungan semua ditanggung oleh kalian masing2, dan Kami tidak pernah membuat program titip dana untuk trading atau investasi, semua kerugian yang diakibatkan oleh investasi bodong yang mengatas namakan TRADING SAHAM FIRMAN HAPPY adalah bukan tanggung jawab kami. \n\nWA PRIBADI SAYA \n0858-7891-7762 (FIRMAN HAPPY)\nSELAIN ITU PENIPUAN..!!", "post_id": "xgoWAboSeHw"}}, {"key": "tradingsahamfirman", "attributes": {"label": "tradingsahamfirman", "x": 17.89953887287887, "y": 28.23443314082286, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.1003, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "xgoWAboSeHw", "id": "tradingsahamfirman", "source": "youtube-000001", "content": "TERBONGKAR.!! IRAN DAN US DAMAI, Potensi Cuan /Jebakan SAHAM BBRI ? INI STRATEGINYA!\n\n#sahambbri\n#sahambbrihariini\n#sahambbriuntukjangkapanjang \n\nUNTUK BERLANGANAN KLIK DIBAWAH INI.!!!\n\nGRUP TELEGRAM\nhttps://tinyurl.com/rekomendasibesok\nCP: 0858-7891-7762\n\nGRUP YOUTUBE\n   /   \nWEBSITE KAMI :\nwww.firmanhappy.com\n\nMelansir data RTI Infokom, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi salah satu saham perbankan besar yang telah melemah 30,85% sejak awal tahun ini (year-to-date/YtD), dan parkir pada posisi Rp6.275 per saham pada Senin (15/6/2026).  \nPerdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengumumkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan damai.\"Setelah pembicaraan intensif, kami dengan senang hati mengumumkan bahwa kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran telah tercapai,\" tulis Sharif di media sosial X.\"Kedua pihak telah menyatakan penghentian operasi militer di semua front dengan segera dan permanen, termasuk Lebanon,\" tambahnya, seraya mengatakan bahwa upacara penandatanganan resmi kesepakatan akan berlangsung Jumat (19/06) mendatang di Swiss.Pria yang telah bertindak sebagai mediator dalam konflik tersebut berterima kasih kepada Qatar, Arab Saudi, dan Turki \"atas kontribusi besar mereka\" dalam mencapai kesepakatan tersebut.Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengonfirmasi informasi dari Pakistan bahwa negaranya telah mencapai kesepakatan dengan Iran.\nkabar mengejutkan datang dari saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang tengah mengalami koreksi tajam hingga menyentuh level valuasi sangat murah atau undervalued. Fenomena \"diskon\" besar-besaran ini nyatanya tidak lepas dari hantaman badai di sektor ekonomi riil, mulai dari melemahnya daya beli masyarakat hingga tantangan berat sektor UMKM yang memicu lonjakan rasio kredit bermasalah (NPL) secara nasional. Kondisi makroekonomi yang kurang kondusif tersebut akhirnya memicu kekhawatiran global dan aksi jual bersih (net sell) masif oleh investor asing, sehingga meskipun secara fundamental saham BBRI sangat menarik untuk dikoleksi jangka panjang, pemulihan harganya di bursa masih tertahan oleh risiko daya tahan ekonomi masyarakat kelas bawah. Jadi, apakah ini saat yang tepat untuk mulai mencicil beli atau justru wait and see? Tulis pendapat Anda di kolom komentar, dan jangan lupa untuk like, share, serta subscribe agar tidak ketinggalan informasi pasar modal terkini berikutnya!\nsource\nhttps://premium.bisnis.com/read/20260...\nhttps://www.bbc.com/indonesia/article...\n#Saham #Investasi #SahamKombat #BelajarSaham #IHSG #PasarModal #Keuangan #Bisnis #BBRI #SahamBBRI #BBCA #BMRI #Perbankan #AnalisisSaham #BeritaEkonomi\n#purbaya \n#bmri \n#sahamBBCA\n#sahamBBNI #sahamBRIS \n#sahamBBTN\n#bbri\n#Saham BBRI\n#bri\n#Bank Rakyat Indonesia\n#PT Bank Rakyat Indonesia Tbk\n#donal trump import,\n#donald trump important message,\n#donald trump import tax,\n#donald trump import,\n#donald trump tariff import,\n#donald trump copy,\n#donald trump trade deal\n#Saham BBRI\n#bri\n#Bank Rakyat Indonesia\n#PT Bank Rakyat Indonesia Tbk\n#bri \n#bbri\n#laba bri\n#hery gunardi\n#Taipan\n#Tarif Trump\n#Perang Dagang\n#Donald Trump\n#tarif-impor\n#donald-trump\n#tanah-jarang\n#perang-dagang\n#BPIDanantara \n#superholdingBUMN\n#Danantara \n#dividen \n#pembagiandividen \n#dividenBUMN\n#BBRI\n#Oskaria\n#Himbara\n#InvestorAsing\n#SahamBBRI\n#IHSG\n#BeliBersih\n#BahasaAsing\n#bbri\n#Pasar Saham\n#hendropriyono \n#am hendropriyono\n#georgesoros \n\n\nINFO PENTING !!!!\nKAMI TIDAK MENGADAKAN TITIP DANA APAPUN\nSaya hanya memakai Sosmed dan kontak diatas, selain kontak diatas berarti Bukan saya, karena banyak yang mengatas namakan TRADING SAHAM FIRMAN HAPPY untuk penipuan titip dana, sekali lagi saya tekankan saya ( FIRMAN HAPPY ) tidak pernah membuka jasa titip dana trading,  TERIMA KASIH !!\nSegala jenis Pembayaran untuk keperluan channel dan Group saya, \nDisclaimer ON : Semua rekomendasi hanya untuk edukasi & Hiburan, tidak untuk menyarankan Beli atau Jual saham ( silahkan analisa sendiri masing2 ), kerugian dan keuntungan semua ditanggung oleh kalian masing2, dan Kami tidak pernah membuat program titip dana untuk trading atau investasi, semua kerugian yang diakibatkan oleh investasi bodong yang mengatas namakan TRADING SAHAM FIRMAN HAPPY adalah bukan tanggung jawab kami. \n\nWA PRIBADI SAYA \n0858-7891-7762 (FIRMAN HAPPY)\nSELAIN ITU PENIPUAN..!!", "post_id": "xgoWAboSeHw"}}], "edges": [{"key": "Rahadi0816", "source": "Rahadi0816", "target": "Rahadi0816", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Rahadi0816", "source": "Rahadi0816", "target": "Rahadi0816", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "nida_ina", "source": "nida_ina", "target": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "0xKros", "source": "0xKros", "target": "vedantamaha", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "0xKros", "source": "0xKros", "target": "ricky_hopmans", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "beomiyaaa", "source": "beomiyaaa", "target": "Makaryo0", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "yorlasnave", "source": "yorlasnave", "target": "SarjanaEksu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "rembangupdates", "source": "rembangupdates", "target": "rembangupdate", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "ilo.indonesia", "source": "ilo.indonesia", "target": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "ilo.indonesia", "source": "ilo.indonesia", "target": "perekonomianri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "ilo.indonesia", "source": "ilo.indonesia", "target": "jatimpemprov", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "ilo.indonesia", "source": "ilo.indonesia", "target": "swissinindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "ilo.indonesia", "source": "ilo.indonesia", "target": "seco_cooperation", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "arahjakarta", "source": "arahjakarta", "target": "arahjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "hanyadianaja", "source": "hanyadianaja", "target": "sudutgelap.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "hanyadianaja", "source": "hanyadianaja", "target": "sudutgelap.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "pawartosjateng", "source": "pawartosjateng", "target": "Ahmad", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "pawartosjateng", "source": "pawartosjateng", "target": "Taj", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@asuransikreditindonesia", "source": "@asuransikreditindonesia", "target": "askrindo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@asuransikreditindonesia", "source": "@asuransikreditindonesia", "target": "digiask.askrindo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@asuransikreditindonesia", "source": "@asuransikreditindonesia", "target": "lifeataskrindo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@asuransikreditindonesia", "source": "@asuransikreditindonesia", "target": "askrindo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@asuransikreditindonesia", "source": "@asuransikreditindonesia", "target": "pt_askrindo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ETNow", "source": "@ETNow", "target": "etnow", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@RayFuentesIO", "source": "@RayFuentesIO", "target": "rayfuentesio", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@propertyaccelerator", "source": "@propertyaccelerator", "target": "propertyacce...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@jejaksaham", "source": "@jejaksaham", "target": "jejaksaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sb30official", "source": "@sb30official", "target": "sb30official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@EconpoliAI", "source": "@EconpoliAI", "target": "EconpoliAI/s...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@EconpoliAI", "source": "@EconpoliAI", "target": "econpoliai", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ETNow", "source": "@ETNow", "target": "etnow", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tradingsahamfirman", "source": "@tradingsahamfirman", "target": "tradingsahamfirman", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}