{"nodes": [{"key": "aldotjahjadi8", "attributes": {"label": "aldotjahjadi8", "x": 218.83320919029026, "y": 242.07886278073744, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 27.7361, "eigenvector": 249.8694, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2067766691673821544", "id": "aldotjahjadi8", "source": "retweet-000002", "content": "Bank Indonesia menyalurkan insentif likuiditas makroprudensial sebesar Rp418,1 triliun hingga awal Juni 2026, dengan porsi…", "post_id": "2067766691673821544"}}, {"key": "BloombergTZ", "attributes": {"label": "BloombergTZ", "x": 829.7351695133948, "y": 649.6384767598906, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 63.0996, "eigenvector": 249.8694, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "2067766691673821544", "id": "BloombergTZ", "source": "retweet-000002", "content": "Bank Indonesia menyalurkan insentif likuiditas makroprudensial sebesar Rp418,1 triliun hingga awal Juni 2026, dengan porsi…", "post_id": "2067766691673821544"}}, {"key": "2Herdev", "attributes": {"label": "2Herdev", "x": 433.1771494438691, "y": 654.0113187289006, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 27.7361, "eigenvector": 249.8694, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2067793117638729894", "id": "2Herdev", "source": "retweet-000002", "content": "Bank Indonesia menyalurkan insentif likuiditas makroprudensial sebesar Rp418,1 triliun hingga awal Juni 2026, dengan porsi…", "post_id": "2067793117638729894"}}, {"key": "KejuBiskuit", "attributes": {"label": "KejuBiskuit", "x": 244.83855056023995, "y": 871.919174969105, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 27.7361, "eigenvector": 249.8694, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2067858954617860514", "id": "KejuBiskuit", "source": "retweet-000002", "content": "Bank Indonesia menyalurkan insentif likuiditas makroprudensial sebesar Rp418,1 triliun hingga awal Juni 2026, dengan porsi…", "post_id": "2067858954617860514"}}, {"key": "FirdausJuven", "attributes": {"label": "FirdausJuven", "x": 452.3848550799505, "y": 380.4219512528655, "size": 3.01, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 27.7361, "eigenvector": 0.1995, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2059760962736112078", "id": "FirdausJuven", "source": "retweet-000002", "content": "Bank Indonesia menyebut insentif kebijakan likuiditas makroprudensial (KLM) dapat meredam kenaikan agresif suku bunga kred…", "post_id": "2059760962736112078"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 567.1608485150404, "y": 718.6541198153226, "size": 3.02, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 263.4918, "eigenvector": 0.3228, "in_degree": 3, "out_degree": 1, "degree": 4}, "_id": "2059760962736112078", "id": "idx_channel", "source": "retweet-000002", "content": "Bank Indonesia menyebut insentif kebijakan likuiditas makroprudensial (KLM) dapat meredam kenaikan agresif suku bunga kred…", "post_id": "2059760962736112078"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 800.1174955545285, "y": 245.66662637507676, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 184.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3922597106336194157_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia menyalurkan insentif likuiditas makroprudensial sebesar Rp418,1 triliun hingga awal Juni 2026, dengan porsi terbesar dialokasikan kepada bank-bank BUMN untuk mendorong penyaluran kredit.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kebijakan ini bertujuan memperkuat pembiayaan ke sektor prioritas serta menjaga penyaluran kredit agar tetap mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#bankindonesia #bank #bumn #bloombergtechnoz", "post_id": "3922597106336194157_51748745734"}}, {"key": "media.clips02", "attributes": {"label": "media.clips02", "x": 672.0169531695411, "y": 607.2662364131696, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 27.7361, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7644065867751312647", "id": "media.clips02", "source": "tiktok-000001", "content": "‎Setelah Bank Indonesia bikin kejutan dengan naikkan suku bunga 50 basis poin ke 5,25%, Gubernur BI Perry Warjiyo langsung beberkan 5 jurus strategis untuk pastikan ekonomi Indonesia tetap tumbuh. Perry menegaskan walaupun Bl fokus pada stabilitas rupiah, bukan berarti pertumbuhan ekonomi diabaikan. Kombinasi ini disebut bauran kebijakan moneter dan makroprudensial yang akomodatif. ‎ ‎Jurus pertama, BI banjirin likuiditas ke bank dengan beli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Sampai 19 Mei 2026, BI sudah gelontorkan Rp140,57 triliun untuk beli SBN. Kedua, Bl guyur Rp424,7 triliun lewat insentif likuiditas makroprudensial (KLM) ke bank-bank rajin yang mau salurin kredit ke sektor produktif. Ketiga, BI tegas larang bank naikkan bunga kredit walaupun BI Rate naik, supaya KPR dan kredit motor masyarakat tetap terjangkau. Keempat, jaga duit beredar (M0) tumbuh di 14,1% YoY supaya likuiditas tetap melimpah. Kelima, BI permudah sistem pembayaran digital seperti QRIS dan transfer untuk dukung aktivitas bisnis. ‎ ‎Buat masyarakat Indonesia, kombinasi BI naikkan bunga tapi tetap jaga ekonomi tumbuh ini sebenarnya kabar yang seimbang. Sisi positifnya, walaupun BI Rate naik ke 5,25%, bunga KPR dan kredit motor seharusnya tetap stabil karena bank dilarang naikkan bunga pinjaman. Bunga deposito tetap menarik (untung penabung), tapi cicilan KPR floating tidak ikut melonjak (bagus buat yang punya utang rumah). Buat investor saham, bank Himbara seperti BBRI, BMRI, BBNI, BBTN dapat alokasi KLM terbesar Rp214,2 triliun dan patut dipantau. Sektor strategis yang dapat penyaluran kredit lebih murah seperti UMKM, perumahan, dan otomotif berpotensi dapat angin segar. Tapi sukses-tidaknya kebijakan ini sangat tergantung apakah bank-bank benar-benar salurkan KLM ke sektor produktif, bukan cuma tahan likuiditas. ‎ Sumber: TWS News   #kontencom #kontenckmxtws", "post_id": "7644065867751312647"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 409.3685987596446, "y": 535.7081611285851, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 74.8875, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7644065867751312647", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "‎Setelah Bank Indonesia bikin kejutan dengan naikkan suku bunga 50 basis poin ke 5,25%, Gubernur BI Perry Warjiyo langsung beberkan 5 jurus strategis untuk pastikan ekonomi Indonesia tetap tumbuh. Perry menegaskan walaupun Bl fokus pada stabilitas rupiah, bukan berarti pertumbuhan ekonomi diabaikan. Kombinasi ini disebut bauran kebijakan moneter dan makroprudensial yang akomodatif. ‎ ‎Jurus pertama, BI banjirin likuiditas ke bank dengan beli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Sampai 19 Mei 2026, BI sudah gelontorkan Rp140,57 triliun untuk beli SBN. Kedua, Bl guyur Rp424,7 triliun lewat insentif likuiditas makroprudensial (KLM) ke bank-bank rajin yang mau salurin kredit ke sektor produktif. Ketiga, BI tegas larang bank naikkan bunga kredit walaupun BI Rate naik, supaya KPR dan kredit motor masyarakat tetap terjangkau. Keempat, jaga duit beredar (M0) tumbuh di 14,1% YoY supaya likuiditas tetap melimpah. Kelima, BI permudah sistem pembayaran digital seperti QRIS dan transfer untuk dukung aktivitas bisnis. ‎ ‎Buat masyarakat Indonesia, kombinasi BI naikkan bunga tapi tetap jaga ekonomi tumbuh ini sebenarnya kabar yang seimbang. Sisi positifnya, walaupun BI Rate naik ke 5,25%, bunga KPR dan kredit motor seharusnya tetap stabil karena bank dilarang naikkan bunga pinjaman. Bunga deposito tetap menarik (untung penabung), tapi cicilan KPR floating tidak ikut melonjak (bagus buat yang punya utang rumah). Buat investor saham, bank Himbara seperti BBRI, BMRI, BBNI, BBTN dapat alokasi KLM terbesar Rp214,2 triliun dan patut dipantau. Sektor strategis yang dapat penyaluran kredit lebih murah seperti UMKM, perumahan, dan otomotif berpotensi dapat angin segar. Tapi sukses-tidaknya kebijakan ini sangat tergantung apakah bank-bank benar-benar salurkan KLM ke sektor produktif, bukan cuma tahan likuiditas. ‎ Sumber: TWS News   #kontencom #kontenckmxtws", "post_id": "7644065867751312647"}}, {"key": "reyy16_8", "attributes": {"label": "reyy16_8", "x": 200.321311436924, "y": 756.9315358988347, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 27.7361, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7644017205604109575", "id": "reyy16_8", "source": "tiktok-000001", "content": "Setelah Bank Indonesia bikin kejutan dengan naikkan suku bunga 50 basis poin ke 5,25% kemarin, Gubernur BI Perry Warjiyo langsung beberkan 5 jurus strategis untuk pastikan ekonomi Indonesia tetap tumbuh. Perry menegaskan walaupun BI fokus pada stabilitas rupiah, bukan berarti pertumbuhan ekonomi diabaikan. Kombinasi ini disebut bauran kebijakan moneter dan makroprudensial yang akomodatif. Jurus pertama, BI banjirin likuiditas ke bank dengan beli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Sampai 19 Mei 2026, BI sudah gelontorkan Rp140,57 triliun untuk beli SBN. Kedua, BI guyur Rp424,7 triliun lewat insentif likuiditas makroprudensial (KLM) ke bank-bank rajin yang mau salurin kredit ke sektor produktif. Ketiga, BI tegas larang bank naikkan bunga kredit walaupun BI Rate naik, supaya KPR dan kredit motor masyarakat tetap terjangkau. Keempat, jaga duit beredar (M0) tumbuh di 14,1% YoY supaya likuiditas tetap melimpah. Kelima, BI permudah sistem pembayaran digital seperti QRIS dan transfer untuk dukung aktivitas bisnis. Buat masyarakat Indonesia, kombinasi BI naikkan bunga tapi tetap jaga ekonomi tumbuh ini sebenarnya kabar yang seimbang. Sisi positifnya, walaupun BI Rate naik ke 5,25%, bunga KPR dan kredit motor seharusnya tetap stabil karena bank dilarang naikkan bunga pinjaman. Bunga deposito tetap menarik (untung penabung), tapi cicilan KPR floating tidak ikut melonjak (bagus buat yang punya utang rumah). Buat investor saham, bank Himbara seperti BBRI, BMRI, BBNI, BBTN dapat alokasi KLM terbesar Rp214,2 triliun dan patut dipantau. Sektor strategis yang dapat penyaluran kredit lebih murah seperti UMKM, perumahan, dan otomotif berpotensi dapat angin segar. Tapi sukses-tidaknya kebijakan ini sangat tergantung apakah bank-bank benar-benar salurkan KLM ke sektor produktif, bukan cuma tahan likuiditas. Sumber: TWS News\" #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7644017205604109575"}}, {"key": "@tv9newsroom", "attributes": {"label": "@tv9newsroom", "x": 949.2926977112247, "y": 952.1482890204315, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.7361, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "DUQr3nxhai0", "id": "@tv9newsroom", "source": "youtube-000001", "content": "LIKUIDITAS SEKTOR PERBANKAN DITAMBAH 255 TRILIUNAN RUPIAH\n\nBerdasarkan catatan bi sejak penguatan kebijakan insentif likuiditas makroprudensial atau klm diimplementasikan pada awal juni 2024 pencapaian dan jumlah bank yang menerima insentif meningkat dibandingkan klm eksisting dari penguatan kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (klm) bank Indonesia (bi), bank-bank telah menerima tambahan likuiditas rp255,8 triliun hingga periode juni 2024 dengan rate insentif 3,42 persen.\n\n‪‬ #jurnal9", "post_id": "DUQr3nxhai0"}}, {"key": "tv9nusantara", "attributes": {"label": "tv9nusantara", "x": 547.4288082589704, "y": 623.7996464886226, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 51.3118, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "DUQr3nxhai0", "id": "tv9nusantara", "source": "youtube-000001", "content": "LIKUIDITAS SEKTOR PERBANKAN DITAMBAH 255 TRILIUNAN RUPIAH\n\nBerdasarkan catatan bi sejak penguatan kebijakan insentif likuiditas makroprudensial atau klm diimplementasikan pada awal juni 2024 pencapaian dan jumlah bank yang menerima insentif meningkat dibandingkan klm eksisting dari penguatan kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (klm) bank Indonesia (bi), bank-bank telah menerima tambahan likuiditas rp255,8 triliun hingga periode juni 2024 dengan rate insentif 3,42 persen.\n\n‪‬ #jurnal9", "post_id": "DUQr3nxhai0"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "attributes": {"label": "@KanalBankIndonesia", "x": 382.01385779815865, "y": 310.875839395503, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.7361, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 8, "degree": 8}, "_id": "Gqk8iFg1ne4", "id": "@KanalBankIndonesia", "source": "youtube-000001", "content": "Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial: Insentif untuk Kredit/Pembiayaan Sektor Hilirisasi\n\n#SobatRupiah, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan bentuk sinergi dengan Pemerintah, Bank Indonesia menerbitkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). \n\nSejauh mana perkembangannya? Lalu, bagaimana implementasinya? Yuk, #BeriMakna pahami dampak penguatan kebijakan ini bagi perekonomian nasional ke depan. \n\nSaksikan informasi lengkapnya dalam Seminar Nasional “Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM): Insentif untuk Kredit/Pembiayaan Sektor Hilirisasi”, bersama:\n\n• Keynote Speaker\nDeputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung\n\n• Pembicara\nDirektur Eksekutif Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia Solikin M. Juhro\nAsisten Deputi Pertambangan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Tubagus Nugraha\nHimpunan Bank Negara (HIMBARA) Supari\nDirektur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Indonesia - Indonesia Mining Association Djoko Widajatno S.\nDirektur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI), Hendra Sinadia\n\nSelamat menyaksikan!\n\n#disetiapmaknaindonesia \n\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "Gqk8iFg1ne4"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 947.1816325898733, "y": 924.2373259580985, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 30.6831, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "Gqk8iFg1ne4", "id": "bank_indonesia", "source": "youtube-000001", "content": "Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial: Insentif untuk Kredit/Pembiayaan Sektor Hilirisasi\n\n#SobatRupiah, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan bentuk sinergi dengan Pemerintah, Bank Indonesia menerbitkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). \n\nSejauh mana perkembangannya? Lalu, bagaimana implementasinya? Yuk, #BeriMakna pahami dampak penguatan kebijakan ini bagi perekonomian nasional ke depan. \n\nSaksikan informasi lengkapnya dalam Seminar Nasional “Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM): Insentif untuk Kredit/Pembiayaan Sektor Hilirisasi”, bersama:\n\n• Keynote Speaker\nDeputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung\n\n• Pembicara\nDirektur Eksekutif Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia Solikin M. Juhro\nAsisten Deputi Pertambangan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Tubagus Nugraha\nHimpunan Bank Negara (HIMBARA) Supari\nDirektur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Indonesia - Indonesia Mining Association Djoko Widajatno S.\nDirektur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI), Hendra Sinadia\n\nSelamat menyaksikan!\n\n#disetiapmaknaindonesia \n\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "Gqk8iFg1ne4"}}, {"key": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "BankIndonesiaOfficial", "x": 926.9098127473353, "y": 349.6902733382831, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 30.6831, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "Gqk8iFg1ne4", "id": "BankIndonesiaOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial: Insentif untuk Kredit/Pembiayaan Sektor Hilirisasi\n\n#SobatRupiah, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan bentuk sinergi dengan Pemerintah, Bank Indonesia menerbitkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). \n\nSejauh mana perkembangannya? Lalu, bagaimana implementasinya? Yuk, #BeriMakna pahami dampak penguatan kebijakan ini bagi perekonomian nasional ke depan. \n\nSaksikan informasi lengkapnya dalam Seminar Nasional “Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM): Insentif untuk Kredit/Pembiayaan Sektor Hilirisasi”, bersama:\n\n• Keynote Speaker\nDeputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung\n\n• Pembicara\nDirektur Eksekutif Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia Solikin M. Juhro\nAsisten Deputi Pertambangan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Tubagus Nugraha\nHimpunan Bank Negara (HIMBARA) Supari\nDirektur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Indonesia - Indonesia Mining Association Djoko Widajatno S.\nDirektur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI), Hendra Sinadia\n\nSelamat menyaksikan!\n\n#disetiapmaknaindonesia \n\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "Gqk8iFg1ne4"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "@kabarbursadotcom", "x": 316.60776410743983, "y": 308.1552016960988, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.7361, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "WmbWX-SzSoE", "id": "@kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "BI Perkuat Insentif Likuiditas Rp370,6 T untuk Dorong Kredit & Lapangan Kerja\n\nKABARBURSA.COM – Bank Indonesia memperkuat bauran kebijakan makroprudensial melalui insentif likuiditas makroprudensial (KLM) sejak 1 April 2025. Insentif ini ditingkatkan dari maksimum 4% menjadi 5% dari DPK, guna mendorong pertumbuhan kredit perbankan ke sektor prioritas, termasuk perumahan, UMKM, pertanian, dan manufaktur. Total insentif KLM telah mencapai Rp370,6 triliun hingga pertengahan April 2025. Selain itu, BI juga mempertahankan kebijakan uang muka 0% untuk kredit properti dan kendaraan bermotor, memperpanjangnya hingga akhir 2025 untuk menjaga daya beli dan memperkuat pemulihan ekonomi nasional.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nUang Beredar Per Maret 2025 Tumbuh, Capai Rp9.436,4 Triliun\nhttps://kabarbursa.com/market-hari-in...\n\nBanyak Diburu, Harga Emas Naik Lagi 1,4 Persen\nhttps://kabarbursa.com/makro/125217/b...\n\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#bankindonesia #klm #likuiditasperbankan\n#pertumbuhanekonomi #kreditumkm #perumahanrakyat\n#ekonomikreatif #sistemkeuangan #dp0persen\n#kabarbursa #news #beritaterkini", "post_id": "WmbWX-SzSoE"}}, {"key": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "kabarbursadotcom", "x": 183.93721266865182, "y": 892.8167353473372, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 51.3118, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "WmbWX-SzSoE", "id": "kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "BI Perkuat Insentif Likuiditas Rp370,6 T untuk Dorong Kredit & Lapangan Kerja\n\nKABARBURSA.COM – Bank Indonesia memperkuat bauran kebijakan makroprudensial melalui insentif likuiditas makroprudensial (KLM) sejak 1 April 2025. Insentif ini ditingkatkan dari maksimum 4% menjadi 5% dari DPK, guna mendorong pertumbuhan kredit perbankan ke sektor prioritas, termasuk perumahan, UMKM, pertanian, dan manufaktur. Total insentif KLM telah mencapai Rp370,6 triliun hingga pertengahan April 2025. Selain itu, BI juga mempertahankan kebijakan uang muka 0% untuk kredit properti dan kendaraan bermotor, memperpanjangnya hingga akhir 2025 untuk menjaga daya beli dan memperkuat pemulihan ekonomi nasional.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nUang Beredar Per Maret 2025 Tumbuh, Capai Rp9.436,4 Triliun\nhttps://kabarbursa.com/market-hari-in...\n\nBanyak Diburu, Harga Emas Naik Lagi 1,4 Persen\nhttps://kabarbursa.com/makro/125217/b...\n\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#bankindonesia #klm #likuiditasperbankan\n#pertumbuhanekonomi #kreditumkm #perumahanrakyat\n#ekonomikreatif #sistemkeuangan #dp0persen\n#kabarbursa #news #beritaterkini", "post_id": "WmbWX-SzSoE"}}], "edges": [{"key": "aldotjahjadi8", "source": "aldotjahjadi8", "target": "BloombergTZ", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "aldotjahjadi8", "source": "aldotjahjadi8", "target": "BloombergTZ", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "2Herdev", "source": "2Herdev", "target": "BloombergTZ", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "2Herdev", "source": "2Herdev", "target": "BloombergTZ", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "KejuBiskuit", "source": "KejuBiskuit", "target": "BloombergTZ", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "KejuBiskuit", "source": "KejuBiskuit", "target": "BloombergTZ", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "FirdausJuven", "source": "FirdausJuven", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "FirdausJuven", "source": "FirdausJuven", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "media.clips02", "source": "media.clips02", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "reyy16_8", "source": "reyy16_8", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@tv9newsroom", "source": "@tv9newsroom", "target": "tv9nusantara", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}