{"nodes": [{"key": "satria_ris8", "attributes": {"label": "satria_ris8", "x": 214.1859870589843, "y": 490.40166328948266, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.7171, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2055040297357476054", "id": "satria_ris8", "source": "tweet-000004", "content": "Secara makroekonomi, stabilitas Rupiah saat ini dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga The Fed dan ketidakpastian geopolitik global, tidak bisa diselesaikan secara instan hanya dengan menurunkan harga komoditas domestik.", "post_id": "2055040297357476054"}}, {"key": "zakiberkata", "attributes": {"label": "zakiberkata", "x": 416.34072367730556, "y": 24.35618507117654, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 21.6767, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2055040297357476054", "id": "zakiberkata", "source": "tweet-000004", "content": "Secara makroekonomi, stabilitas Rupiah saat ini dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga The Fed dan ketidakpastian geopolitik global, tidak bisa diselesaikan secara instan hanya dengan menurunkan harga komoditas domestik.", "post_id": "2055040297357476054"}}, {"key": "infotibanjaran.id", "attributes": {"label": "infotibanjaran.id", "x": 664.0977550013092, "y": 487.15615929878476, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.7171, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3922805836196036079_45016844333", "id": "infotibanjaran.id", "source": "instagram-000001", "content": "Suku bunga acuan atau rate kembali menyita perhatian publik seiring langkah Bank Indonesia (BI) menaikkannya di tengah tren pelemahan rupiah, ketidakpastian ekonomi global, dan upaya menjaga stabilitas nasional\n\nPada Selasa (9/6/2026), BI rate naik sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%. Pada saat yang sama, suku bunga deposit facility naik 25 basis poin menjadi 4,50% dan suku bunga lending facility meningkat 25 basis poin menjadi 6,25%.\n\nBank Indonesia menjelaskan kebijakan tersebut merupakan langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tingginya gejolak global akibat konflik di Timur Tengah.\n\nSelain itu, kebijakan ini juga bersifat preemptive untuk menjaga inflasi pada 2026 dan 2027 tetap berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5±1%.\n\nKenaikan suku bunga juga ditujukan untuk meningkatkan imbal hasil aset keuangan domestik sehingga dapat menarik kembali aliran investasi portofolio asing ke Indonesia.\n\nLangkah tersebut dilakukan hanya beberapa minggu setelah Bank Indonesia sebelumnya menaikkan rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% pada Mei 2026.\n\nKebijakan yang relatif agresif ini menunjukkan keseriusan bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah yang mengalami tekanan cukup besar sepanjang tahun berjalan.\n\nKenaikan BI rate selalu berimbas pada dompet masyarakat, mulai dari membengkaknya tagihan cicilan kredit dan bunga kredit pemilikan rumah (KPR), hingga potensi kenaikan bunga deposito. Perubahan-perubahan ini secara akumulatif langsung memengaruhi stabilitas kondisi keuangan rumah tangga.\n-", "post_id": "3922805836196036079_45016844333"}}, {"key": "voktis.id", "attributes": {"label": "voktis.id", "x": 267.9012977304156, "y": 208.02883916341597, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 21.6767, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922805836196036079_45016844333", "id": "voktis.id", "source": "instagram-000001", "content": "Suku bunga acuan atau rate kembali menyita perhatian publik seiring langkah Bank Indonesia (BI) menaikkannya di tengah tren pelemahan rupiah, ketidakpastian ekonomi global, dan upaya menjaga stabilitas nasional\n\nPada Selasa (9/6/2026), BI rate naik sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%. Pada saat yang sama, suku bunga deposit facility naik 25 basis poin menjadi 4,50% dan suku bunga lending facility meningkat 25 basis poin menjadi 6,25%.\n\nBank Indonesia menjelaskan kebijakan tersebut merupakan langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tingginya gejolak global akibat konflik di Timur Tengah.\n\nSelain itu, kebijakan ini juga bersifat preemptive untuk menjaga inflasi pada 2026 dan 2027 tetap berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5±1%.\n\nKenaikan suku bunga juga ditujukan untuk meningkatkan imbal hasil aset keuangan domestik sehingga dapat menarik kembali aliran investasi portofolio asing ke Indonesia.\n\nLangkah tersebut dilakukan hanya beberapa minggu setelah Bank Indonesia sebelumnya menaikkan rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% pada Mei 2026.\n\nKebijakan yang relatif agresif ini menunjukkan keseriusan bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah yang mengalami tekanan cukup besar sepanjang tahun berjalan.\n\nKenaikan BI rate selalu berimbas pada dompet masyarakat, mulai dari membengkaknya tagihan cicilan kredit dan bunga kredit pemilikan rumah (KPR), hingga potensi kenaikan bunga deposito. Perubahan-perubahan ini secara akumulatif langsung memengaruhi stabilitas kondisi keuangan rumah tangga.\n-", "post_id": "3922805836196036079_45016844333"}}, {"key": "idntimes.video", "attributes": {"label": "idntimes.video", "x": 284.9504264390469, "y": 205.6980461724963, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.7171, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 0, "out_degree": 9, "degree": 9}, "_id": "3916867687951963342_2089700769", "id": "idntimes.video", "source": "instagram-000001", "content": "BI Ungkap 7 Langkah Jaga Rupiah, Intervensi Besar Digencarkan\n\nJakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) menyiapkan tujuh langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global dan tren kenaikan suku bunga di berbagai negara.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, bank sentral akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, intervensi pasar, hingga pengawasan transaksi valuta asing (valas). Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nLangkah pertama dilakukan melalui intervensi agresif di pasar valuta asing. Intervensi dilakukan di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dalam negeri, serta Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore.\n\n\"Kami melakukan intervensi dalam jumlah besar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dari gejolak global,\" ujar Perry dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Rabu (10/6/2026).\n\nBerdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat ke level Rp17.944 per dolar AS atau naik 0,63 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.\n\nMeski turun dari posisi April 2026 sebesar 146,2 miliar dolar AS, level tersebut masih setara lebih dari enam bulan kebutuhan impor dan berada di atas standar kecukupan internasional.\n\nBaca selengkapnya di www.idntimes.com\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Rupiah #DolarAS", "post_id": "3916867687951963342_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes", "attributes": {"label": "IDNTimes", "x": 64.86114718627711, "y": 171.64764399154885, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8238, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916867687951963342_2089700769", "id": "IDNTimes", "source": "instagram-000001", "content": "BI Ungkap 7 Langkah Jaga Rupiah, Intervensi Besar Digencarkan\n\nJakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) menyiapkan tujuh langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global dan tren kenaikan suku bunga di berbagai negara.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, bank sentral akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, intervensi pasar, hingga pengawasan transaksi valuta asing (valas). Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nLangkah pertama dilakukan melalui intervensi agresif di pasar valuta asing. Intervensi dilakukan di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dalam negeri, serta Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore.\n\n\"Kami melakukan intervensi dalam jumlah besar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dari gejolak global,\" ujar Perry dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Rabu (10/6/2026).\n\nBerdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat ke level Rp17.944 per dolar AS atau naik 0,63 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.\n\nMeski turun dari posisi April 2026 sebesar 146,2 miliar dolar AS, level tersebut masih setara lebih dari enam bulan kebutuhan impor dan berada di atas standar kecukupan internasional.\n\nBaca selengkapnya di www.idntimes.com\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Rupiah #DolarAS", "post_id": "3916867687951963342_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Korea", "attributes": {"label": "IDNTimes.Korea", "x": 311.44004610818774, "y": 993.2622644912944, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8238, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916867687951963342_2089700769", "id": "IDNTimes.Korea", "source": "instagram-000001", "content": "BI Ungkap 7 Langkah Jaga Rupiah, Intervensi Besar Digencarkan\n\nJakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) menyiapkan tujuh langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global dan tren kenaikan suku bunga di berbagai negara.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, bank sentral akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, intervensi pasar, hingga pengawasan transaksi valuta asing (valas). Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nLangkah pertama dilakukan melalui intervensi agresif di pasar valuta asing. Intervensi dilakukan di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dalam negeri, serta Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore.\n\n\"Kami melakukan intervensi dalam jumlah besar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dari gejolak global,\" ujar Perry dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Rabu (10/6/2026).\n\nBerdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat ke level Rp17.944 per dolar AS atau naik 0,63 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.\n\nMeski turun dari posisi April 2026 sebesar 146,2 miliar dolar AS, level tersebut masih setara lebih dari enam bulan kebutuhan impor dan berada di atas standar kecukupan internasional.\n\nBaca selengkapnya di www.idntimes.com\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Rupiah #DolarAS", "post_id": "3916867687951963342_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Community", "attributes": {"label": "IDNTimes.Community", "x": 700.9048740614081, "y": 817.402937986815, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8238, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916867687951963342_2089700769", "id": "IDNTimes.Community", "source": "instagram-000001", "content": "BI Ungkap 7 Langkah Jaga Rupiah, Intervensi Besar Digencarkan\n\nJakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) menyiapkan tujuh langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global dan tren kenaikan suku bunga di berbagai negara.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, bank sentral akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, intervensi pasar, hingga pengawasan transaksi valuta asing (valas). Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nLangkah pertama dilakukan melalui intervensi agresif di pasar valuta asing. Intervensi dilakukan di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dalam negeri, serta Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore.\n\n\"Kami melakukan intervensi dalam jumlah besar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dari gejolak global,\" ujar Perry dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Rabu (10/6/2026).\n\nBerdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat ke level Rp17.944 per dolar AS atau naik 0,63 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.\n\nMeski turun dari posisi April 2026 sebesar 146,2 miliar dolar AS, level tersebut masih setara lebih dari enam bulan kebutuhan impor dan berada di atas standar kecukupan internasional.\n\nBaca selengkapnya di www.idntimes.com\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Rupiah #DolarAS", "post_id": "3916867687951963342_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Hype", "attributes": {"label": "IDNTimes.Hype", "x": 905.7085042202054, "y": 932.8845238453284, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8238, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916867687951963342_2089700769", "id": "IDNTimes.Hype", "source": "instagram-000001", "content": "BI Ungkap 7 Langkah Jaga Rupiah, Intervensi Besar Digencarkan\n\nJakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) menyiapkan tujuh langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global dan tren kenaikan suku bunga di berbagai negara.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, bank sentral akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, intervensi pasar, hingga pengawasan transaksi valuta asing (valas). Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nLangkah pertama dilakukan melalui intervensi agresif di pasar valuta asing. Intervensi dilakukan di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dalam negeri, serta Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore.\n\n\"Kami melakukan intervensi dalam jumlah besar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dari gejolak global,\" ujar Perry dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Rabu (10/6/2026).\n\nBerdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat ke level Rp17.944 per dolar AS atau naik 0,63 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.\n\nMeski turun dari posisi April 2026 sebesar 146,2 miliar dolar AS, level tersebut masih setara lebih dari enam bulan kebutuhan impor dan berada di atas standar kecukupan internasional.\n\nBaca selengkapnya di www.idntimes.com\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Rupiah #DolarAS", "post_id": "3916867687951963342_2089700769"}}, {"key": "Duniaku_com", "attributes": {"label": "Duniaku_com", "x": 689.949259877496, "y": 7.549751473456046, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8238, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916867687951963342_2089700769", "id": "Duniaku_com", "source": "instagram-000001", "content": "BI Ungkap 7 Langkah Jaga Rupiah, Intervensi Besar Digencarkan\n\nJakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) menyiapkan tujuh langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global dan tren kenaikan suku bunga di berbagai negara.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, bank sentral akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, intervensi pasar, hingga pengawasan transaksi valuta asing (valas). Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nLangkah pertama dilakukan melalui intervensi agresif di pasar valuta asing. Intervensi dilakukan di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dalam negeri, serta Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore.\n\n\"Kami melakukan intervensi dalam jumlah besar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dari gejolak global,\" ujar Perry dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Rabu (10/6/2026).\n\nBerdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat ke level Rp17.944 per dolar AS atau naik 0,63 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.\n\nMeski turun dari posisi April 2026 sebesar 146,2 miliar dolar AS, level tersebut masih setara lebih dari enam bulan kebutuhan impor dan berada di atas standar kecukupan internasional.\n\nBaca selengkapnya di www.idntimes.com\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Rupiah #DolarAS", "post_id": "3916867687951963342_2089700769"}}, {"key": "Popbela_com", "attributes": {"label": "Popbela_com", "x": 134.6131274370356, "y": 622.7701122845724, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8238, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916867687951963342_2089700769", "id": "Popbela_com", "source": "instagram-000001", "content": "BI Ungkap 7 Langkah Jaga Rupiah, Intervensi Besar Digencarkan\n\nJakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) menyiapkan tujuh langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global dan tren kenaikan suku bunga di berbagai negara.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, bank sentral akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, intervensi pasar, hingga pengawasan transaksi valuta asing (valas). Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nLangkah pertama dilakukan melalui intervensi agresif di pasar valuta asing. Intervensi dilakukan di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dalam negeri, serta Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore.\n\n\"Kami melakukan intervensi dalam jumlah besar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dari gejolak global,\" ujar Perry dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Rabu (10/6/2026).\n\nBerdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat ke level Rp17.944 per dolar AS atau naik 0,63 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.\n\nMeski turun dari posisi April 2026 sebesar 146,2 miliar dolar AS, level tersebut masih setara lebih dari enam bulan kebutuhan impor dan berada di atas standar kecukupan internasional.\n\nBaca selengkapnya di www.idntimes.com\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Rupiah #DolarAS", "post_id": "3916867687951963342_2089700769"}}, {"key": "Popbela.Beauty", "attributes": {"label": "Popbela.Beauty", "x": 863.8020446652183, "y": 269.0476615375419, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8238, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916867687951963342_2089700769", "id": "Popbela.Beauty", "source": "instagram-000001", "content": "BI Ungkap 7 Langkah Jaga Rupiah, Intervensi Besar Digencarkan\n\nJakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) menyiapkan tujuh langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global dan tren kenaikan suku bunga di berbagai negara.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, bank sentral akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, intervensi pasar, hingga pengawasan transaksi valuta asing (valas). Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nLangkah pertama dilakukan melalui intervensi agresif di pasar valuta asing. Intervensi dilakukan di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dalam negeri, serta Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore.\n\n\"Kami melakukan intervensi dalam jumlah besar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dari gejolak global,\" ujar Perry dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Rabu (10/6/2026).\n\nBerdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat ke level Rp17.944 per dolar AS atau naik 0,63 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.\n\nMeski turun dari posisi April 2026 sebesar 146,2 miliar dolar AS, level tersebut masih setara lebih dari enam bulan kebutuhan impor dan berada di atas standar kecukupan internasional.\n\nBaca selengkapnya di www.idntimes.com\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Rupiah #DolarAS", "post_id": "3916867687951963342_2089700769"}}, {"key": "Popmama_com", "attributes": {"label": "Popmama_com", "x": 939.9019081030327, "y": 778.2687351528466, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8238, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916867687951963342_2089700769", "id": "Popmama_com", "source": "instagram-000001", "content": "BI Ungkap 7 Langkah Jaga Rupiah, Intervensi Besar Digencarkan\n\nJakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) menyiapkan tujuh langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global dan tren kenaikan suku bunga di berbagai negara.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, bank sentral akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, intervensi pasar, hingga pengawasan transaksi valuta asing (valas). Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nLangkah pertama dilakukan melalui intervensi agresif di pasar valuta asing. Intervensi dilakukan di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dalam negeri, serta Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore.\n\n\"Kami melakukan intervensi dalam jumlah besar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dari gejolak global,\" ujar Perry dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Rabu (10/6/2026).\n\nBerdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat ke level Rp17.944 per dolar AS atau naik 0,63 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.\n\nMeski turun dari posisi April 2026 sebesar 146,2 miliar dolar AS, level tersebut masih setara lebih dari enam bulan kebutuhan impor dan berada di atas standar kecukupan internasional.\n\nBaca selengkapnya di www.idntimes.com\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Rupiah #DolarAS", "post_id": "3916867687951963342_2089700769"}}, {"key": "Yummy.idn", "attributes": {"label": "Yummy.idn", "x": 381.4569666015785, "y": 670.1483906715055, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8238, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916867687951963342_2089700769", "id": "Yummy.idn", "source": "instagram-000001", "content": "BI Ungkap 7 Langkah Jaga Rupiah, Intervensi Besar Digencarkan\n\nJakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) menyiapkan tujuh langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global dan tren kenaikan suku bunga di berbagai negara.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, bank sentral akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, intervensi pasar, hingga pengawasan transaksi valuta asing (valas). Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nLangkah pertama dilakukan melalui intervensi agresif di pasar valuta asing. Intervensi dilakukan di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dalam negeri, serta Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore.\n\n\"Kami melakukan intervensi dalam jumlah besar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dari gejolak global,\" ujar Perry dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Rabu (10/6/2026).\n\nBerdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat ke level Rp17.944 per dolar AS atau naik 0,63 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.\n\nMeski turun dari posisi April 2026 sebesar 146,2 miliar dolar AS, level tersebut masih setara lebih dari enam bulan kebutuhan impor dan berada di atas standar kecukupan internasional.\n\nBaca selengkapnya di www.idntimes.com\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Rupiah #DolarAS", "post_id": "3916867687951963342_2089700769"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 877.0289714270302, "y": 589.8723238338506, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 20.3777, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3916226931243384705_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "🚨 BI Rate Naik Jadi 5,50%! Langkah Darurat Jaga Rupiah, Apa Dampaknya ke Saham Perbankan dan IHSG?\nby  Academy\n\nBank Indonesia (BI) kembali membuat kejutan pasar.\nDalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar di luar jadwal rutin bulanan, BI resmi menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%.\n\nKeputusan ini menjadi sinyal kuat bahwa stabilitas nilai tukar Rupiah saat ini menjadi prioritas utama otoritas moneter di tengah tekanan global yang meningkat.\n\n📌 Kenapa BI Rate Dinaikkan?\nMenurut Bank Indonesia, terdapat beberapa faktor utama yang mendorong kebijakan ini:\n▪️ Tekanan pelemahan Rupiah yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir\n▪️ Ketidakpastian global akibat konflik geopolitik yang memanas\n▪️ Arus keluar modal asing (capital outflow) dari pasar keuangan domestik\n\nSelain BI Rate, BI juga menyesuaikan instrumen lain:\n▪️ Deposit Facility menjadi 4,50%\n▪️ Lending Facility menjadi 6,25%\n\n📌 Strategi Tambahan yang Disiapkan BI\nUntuk meningkatkan daya tarik aset keuangan Indonesia dan menjaga stabilitas Rupiah, BI juga menyiapkan beberapa langkah lanjutan:\n✔️ Meningkatkan imbal hasil SRBI tenor menengah dan panjang\n✔️ Menurunkan biaya hedging bagi investor asing\n✔️ Membuka kembali instrumen repo perbankan\n✔️ Meningkatkan operasi moneter di pasar Rupiah dan valas\n\n📌 Dampaknya ke IHSG dan Saham\nKebijakan suku bunga yang lebih tinggi biasanya memberikan efek berbeda pada masing-masing sektor.\n🏦 Sektor Perbankan\n\nPotensi positif:\n▪️ Margin bunga berpotensi meningkat\n▪️ Instrumen keuangan menjadi lebih menarik bagi investor asing\n▪️ Rupiah yang lebih stabil mendukung sentimen pasar\n\n🏢 Sektor Properti dan Emiten Berutang Tinggi\nPotensi risiko:\n▪️ Beban bunga pinjaman meningkat\n▪️ Permintaan kredit properti berpotensi melambat\n▪️ Profitabilitas perusahaan dengan utang besar bisa tertekan\n\n📌 Gabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#BIRate #BankIndonesia #IHSG #Rupiah #BBCA", "post_id": "3916226931243384705_52512310886"}}, {"key": "wartapriangan.id", "attributes": {"label": "wartapriangan.id", "x": 226.9567641524929, "y": 965.1845274105762, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.7171, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7649683262553558279", "id": "wartapriangan.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Wartapriangan.id - Bank Indonesia (BI) resmi menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) menjadi 5,50 persen sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta mengantisipasi ketidakpastian ekonomi global.   Penulis: Kurnia W.  Desain: Luthfi #bankindonesia #sukubunga #birate #ekonomiindonesia #infokeuangan", "post_id": "7649683262553558279"}}, {"key": "menkeuri", "attributes": {"label": "menkeuri", "x": 992.0872301931831, "y": 188.3578259155576, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.6767, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7649683262553558279", "id": "menkeuri", "source": "tiktok-000001", "content": "Wartapriangan.id - Bank Indonesia (BI) resmi menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) menjadi 5,50 persen sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta mengantisipasi ketidakpastian ekonomi global.   Penulis: Kurnia W.  Desain: Luthfi #bankindonesia #sukubunga #birate #ekonomiindonesia #infokeuangan", "post_id": "7649683262553558279"}}, {"key": "buzzart_af", "attributes": {"label": "buzzart_af", "x": 951.4049651010396, "y": 440.5319645413356, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.7171, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7652722117317905672", "id": "buzzart_af", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta mengantisipasi tekanan inflasi di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung pada 17-18 Juni 2026. Dalam rapat tersebut, Bl memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%. \"Rapat Dewan Gubernur Bl pada 17-18 Juni 2026, memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%,\" ujar Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Kamis (18/6). Selain BI-Rate, Bank Indonesia juga menaikkan suku bunga fasilitas simpanan (Deposit Facility) sebesar 25 bps menjadi 4,75%. Sementara itu, suku bunga fasilitas pinjaman (Lending Facility) turut naik 25 bps menjadi 6,50%. Sumber:  #fyp #news  #gabrielrey #cryptowave", "post_id": "7652722117317905672"}}, {"key": "CryptoWave", "attributes": {"label": "CryptoWave", "x": 765.71911875941, "y": 777.336135048037, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 31.6363, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7652722117317905672", "id": "CryptoWave", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta mengantisipasi tekanan inflasi di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung pada 17-18 Juni 2026. Dalam rapat tersebut, Bl memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%. \"Rapat Dewan Gubernur Bl pada 17-18 Juni 2026, memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%,\" ujar Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Kamis (18/6). Selain BI-Rate, Bank Indonesia juga menaikkan suku bunga fasilitas simpanan (Deposit Facility) sebesar 25 bps menjadi 4,75%. Sementara itu, suku bunga fasilitas pinjaman (Lending Facility) turut naik 25 bps menjadi 6,50%. Sumber:  #fyp #news  #gabrielrey #cryptowave", "post_id": "7652722117317905672"}}, {"key": "buterflywave", "attributes": {"label": "buterflywave", "x": 206.05279582455793, "y": 659.0859032087699, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.7171, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7652703574056635656", "id": "buterflywave", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta mengantisipasi tekanan inflasi di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung pada 17–18 Juni 2026. Dalam rapat tersebut, BI memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%. “Rapat Dewan Gubernur BI pada 17-18 Juni 2026, memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%,” ujar Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Kamis (18/6). Selain BI-Rate, Bank Indonesia juga menaikkan suku bunga fasilitas simpanan (Deposit Facility) sebesar 25 bps menjadi 4,75%. Sementara itu, suku bunga fasilitas pinjaman (Lending Facility) turut naik 25 bps menjadi 6,50%. sumber :   #cryptowave #bankindonesia #bi #buyindonesia #sellsingapura", "post_id": "7652703574056635656"}}, {"key": "nexsafast", "attributes": {"label": "nexsafast", "x": 932.9740756811017, "y": 221.68375113972982, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.7171, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7649387414850555154", "id": "nexsafast", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 BERITA PENTING DARI BANK INDONESIA! 🚨 ​Warga, bersiaplah! Bank Indonesia baru saja mengumumkan keputusan krusial di tengah gejolak ekonomi global. 📉 Rupiah sedang diuji, dan BI mengambil langkah tegas. ​Di screenshot ini referensi: kita lihat berita dari  tentang kenaikan BI-Rate. ​Inilah yang Wajib Kamu Tahu: ​BI-Rate Naik: Bank Indonesia resmi menaikkan suku bunga acuan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,50%. ​Keputusan RDG Mingguan: Keputusan ini diambil pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan, tanggal 9 Juni 2026. ​Bukan Cuma Satu: Suku bunga Deposit Facility dan Lending Facility juga ikut naik 25 bps. ​Apa Artinya Buat Kamu? ​Pencegahan Pelemahan Rupiah: Langkah ini diambil untuk MENJAGA stabilitas nilai tukar Rupiah agar tidak merosot terlalu dalam di tengah pasar global yang tak menentu. ​Melawan Inflasi: BI berupaya mengendalikan inflasi agar harga barang-barang tidak melambung liar. ​Imbas Cicilan: Ini berita \"panas\" buat yang punya KPR, KKB, atau utang berbunga mengambang. Kenaikan suku bunga acuan berpotensi memicu kenaikan suku bunga kredit perbankan dalam beberapa bulan ke depan. ​Peluang Tabungan & Deposito: Kabar baiknya, suku bunga tabungan dan deposito juga bisa ikut naik, memberikan keuntungan lebih bagi penabung. ​BI berkomitmen mempertahankan daya tarik aset keuangan domestik. Tapi buat kita? Waktunya untuk meninjau kembali perencanaan keuangan. ​💬 Coba tulis di komentar, kamu tim yang \"senang tabungan naik\" atau \"panik cicilan naik\"? Let's discuss! Jangan lupa share berita penting ini ke teman-temanmu! Sumber :   Hastag :  #cryptowave #cryptowaveid #rupiah #fypシ", "post_id": "7649387414850555154"}}, {"key": "cryptowaveid", "attributes": {"label": "cryptowaveid", "x": 859.6233365604284, "y": 859.2319818177748, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.6969, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7649387414850555154", "id": "cryptowaveid", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 BERITA PENTING DARI BANK INDONESIA! 🚨 ​Warga, bersiaplah! Bank Indonesia baru saja mengumumkan keputusan krusial di tengah gejolak ekonomi global. 📉 Rupiah sedang diuji, dan BI mengambil langkah tegas. ​Di screenshot ini referensi: kita lihat berita dari  tentang kenaikan BI-Rate. ​Inilah yang Wajib Kamu Tahu: ​BI-Rate Naik: Bank Indonesia resmi menaikkan suku bunga acuan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,50%. ​Keputusan RDG Mingguan: Keputusan ini diambil pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan, tanggal 9 Juni 2026. ​Bukan Cuma Satu: Suku bunga Deposit Facility dan Lending Facility juga ikut naik 25 bps. ​Apa Artinya Buat Kamu? ​Pencegahan Pelemahan Rupiah: Langkah ini diambil untuk MENJAGA stabilitas nilai tukar Rupiah agar tidak merosot terlalu dalam di tengah pasar global yang tak menentu. ​Melawan Inflasi: BI berupaya mengendalikan inflasi agar harga barang-barang tidak melambung liar. ​Imbas Cicilan: Ini berita \"panas\" buat yang punya KPR, KKB, atau utang berbunga mengambang. Kenaikan suku bunga acuan berpotensi memicu kenaikan suku bunga kredit perbankan dalam beberapa bulan ke depan. ​Peluang Tabungan & Deposito: Kabar baiknya, suku bunga tabungan dan deposito juga bisa ikut naik, memberikan keuntungan lebih bagi penabung. ​BI berkomitmen mempertahankan daya tarik aset keuangan domestik. Tapi buat kita? Waktunya untuk meninjau kembali perencanaan keuangan. ​💬 Coba tulis di komentar, kamu tim yang \"senang tabungan naik\" atau \"panik cicilan naik\"? Let's discuss! Jangan lupa share berita penting ini ke teman-temanmu! Sumber :   Hastag :  #cryptowave #cryptowaveid #rupiah #fypシ", "post_id": "7649387414850555154"}}, {"key": "jelajahnews.id", "attributes": {"label": "jelajahnews.id", "x": 42.976653537200484, "y": 505.09267054697995, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.7171, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7641505604950838536", "id": "jelajahnews.id", "source": "tiktok-000001", "content": "JELAJAHNEWS.ID - Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak hanya dipengaruhi dinamika ekonomi global, tetapi juga mencerminkan masih adanya tantangan struktural di dalam negeri. Karena itu, penguatan fundamental ekonomi nasional dan peningkatan kepercayaan investor dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas rupiah. Pernyataan tersebut disampaikan Harris dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) terkait Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Menurut Harris, Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah, mulai dari intervensi di pasar valuta asing (valas) hingga pengelolaan instrumen moneter.  Namun, tekanan terhadap rupiah yang masih berlangsung menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi tidak sepenuhnya berasal dari faktor eksternal. “Kalau tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat, artinya kita juga perlu melihat faktor-faktor domestik yang memengaruhi persepsi pasar dan kepercayaan investor,” ujar Harris. Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menilai sejumlah indikator ekonomi domestik memiliki pengaruh besar terhadap ketahanan nilai tukar rupiah.  Beberapa di antaranya meliputi kondisi fiskal negara, defisit transaksi berjalan, iklim investasi, serta kepastian arah kebijakan ekonomi nasional. Menurutnya, stabilitas rupiah tidak dapat dijaga hanya melalui kebijakan moneter Bank Indonesia semata, tetapi membutuhkan koordinasi yang erat antara pemerintah, otoritas keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan. “Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Stabilitas nilai tukar juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik dan tingkat kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah,” kata politikus asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX tersebut. Harris menegaskan bahwa kepercayaan investor menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.  Semakin tinggi keyakinan pelaku usaha dan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, semakin kuat pula ketahanan rupiah menghadapi gejolak ekonomi global. Selain itu, ia menyoroti pentingnya komunikasi kebijakan yang konsisten dan kredibel agar pelaku pasar memperoleh kepastian dalam mengambil keputusan investasi.  Menurutnya, sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter akan menjadi faktor penentu dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang semakin dinamis. Komisi XI DPR RI, lanjut Harris, akan terus mengawasi berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia agar kebijakan yang diterapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas nilai tukar, tetapi juga tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ia berharap penguatan fundamental ekonomi nasional dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang lebih kuat di tengah ketidakpastian global. Dengan terjaganya stabilitas ekonomi domestik dan meningkatnya kepercayaan investor, nilai tukar rupiah diharapkan mampu bertahan lebih baik terhadap tekanan eksternal pada masa mendatang.(**)  #harristurino #stabilitasrupiah #bergantung #investor #kondisidomestik   RI", "post_id": "7641505604950838536"}}, {"key": "harristurino", "attributes": {"label": "harristurino", "x": 51.434534093286466, "y": 464.6946717804964, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.037, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7641505604950838536", "id": "harristurino", "source": "tiktok-000001", "content": "JELAJAHNEWS.ID - Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak hanya dipengaruhi dinamika ekonomi global, tetapi juga mencerminkan masih adanya tantangan struktural di dalam negeri. Karena itu, penguatan fundamental ekonomi nasional dan peningkatan kepercayaan investor dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas rupiah. Pernyataan tersebut disampaikan Harris dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) terkait Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Menurut Harris, Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah, mulai dari intervensi di pasar valuta asing (valas) hingga pengelolaan instrumen moneter.  Namun, tekanan terhadap rupiah yang masih berlangsung menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi tidak sepenuhnya berasal dari faktor eksternal. “Kalau tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat, artinya kita juga perlu melihat faktor-faktor domestik yang memengaruhi persepsi pasar dan kepercayaan investor,” ujar Harris. Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menilai sejumlah indikator ekonomi domestik memiliki pengaruh besar terhadap ketahanan nilai tukar rupiah.  Beberapa di antaranya meliputi kondisi fiskal negara, defisit transaksi berjalan, iklim investasi, serta kepastian arah kebijakan ekonomi nasional. Menurutnya, stabilitas rupiah tidak dapat dijaga hanya melalui kebijakan moneter Bank Indonesia semata, tetapi membutuhkan koordinasi yang erat antara pemerintah, otoritas keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan. “Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Stabilitas nilai tukar juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik dan tingkat kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah,” kata politikus asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX tersebut. Harris menegaskan bahwa kepercayaan investor menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.  Semakin tinggi keyakinan pelaku usaha dan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, semakin kuat pula ketahanan rupiah menghadapi gejolak ekonomi global. Selain itu, ia menyoroti pentingnya komunikasi kebijakan yang konsisten dan kredibel agar pelaku pasar memperoleh kepastian dalam mengambil keputusan investasi.  Menurutnya, sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter akan menjadi faktor penentu dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang semakin dinamis. Komisi XI DPR RI, lanjut Harris, akan terus mengawasi berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia agar kebijakan yang diterapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas nilai tukar, tetapi juga tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ia berharap penguatan fundamental ekonomi nasional dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang lebih kuat di tengah ketidakpastian global. Dengan terjaganya stabilitas ekonomi domestik dan meningkatnya kepercayaan investor, nilai tukar rupiah diharapkan mampu bertahan lebih baik terhadap tekanan eksternal pada masa mendatang.(**)  #harristurino #stabilitasrupiah #bergantung #investor #kondisidomestik   RI", "post_id": "7641505604950838536"}}, {"key": "DPR", "attributes": {"label": "DPR", "x": 470.78469947122426, "y": 23.788675922708723, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.037, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7641505604950838536", "id": "DPR", "source": "tiktok-000001", "content": "JELAJAHNEWS.ID - Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak hanya dipengaruhi dinamika ekonomi global, tetapi juga mencerminkan masih adanya tantangan struktural di dalam negeri. Karena itu, penguatan fundamental ekonomi nasional dan peningkatan kepercayaan investor dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas rupiah. Pernyataan tersebut disampaikan Harris dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) terkait Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Menurut Harris, Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah, mulai dari intervensi di pasar valuta asing (valas) hingga pengelolaan instrumen moneter.  Namun, tekanan terhadap rupiah yang masih berlangsung menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi tidak sepenuhnya berasal dari faktor eksternal. “Kalau tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat, artinya kita juga perlu melihat faktor-faktor domestik yang memengaruhi persepsi pasar dan kepercayaan investor,” ujar Harris. Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menilai sejumlah indikator ekonomi domestik memiliki pengaruh besar terhadap ketahanan nilai tukar rupiah.  Beberapa di antaranya meliputi kondisi fiskal negara, defisit transaksi berjalan, iklim investasi, serta kepastian arah kebijakan ekonomi nasional. Menurutnya, stabilitas rupiah tidak dapat dijaga hanya melalui kebijakan moneter Bank Indonesia semata, tetapi membutuhkan koordinasi yang erat antara pemerintah, otoritas keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan. “Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Stabilitas nilai tukar juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik dan tingkat kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah,” kata politikus asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX tersebut. Harris menegaskan bahwa kepercayaan investor menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.  Semakin tinggi keyakinan pelaku usaha dan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, semakin kuat pula ketahanan rupiah menghadapi gejolak ekonomi global. Selain itu, ia menyoroti pentingnya komunikasi kebijakan yang konsisten dan kredibel agar pelaku pasar memperoleh kepastian dalam mengambil keputusan investasi.  Menurutnya, sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter akan menjadi faktor penentu dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang semakin dinamis. Komisi XI DPR RI, lanjut Harris, akan terus mengawasi berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia agar kebijakan yang diterapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas nilai tukar, tetapi juga tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ia berharap penguatan fundamental ekonomi nasional dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang lebih kuat di tengah ketidakpastian global. Dengan terjaganya stabilitas ekonomi domestik dan meningkatnya kepercayaan investor, nilai tukar rupiah diharapkan mampu bertahan lebih baik terhadap tekanan eksternal pada masa mendatang.(**)  #harristurino #stabilitasrupiah #bergantung #investor #kondisidomestik   RI", "post_id": "7641505604950838536"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 236.62907960023816, "y": 962.3074087849654, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.037, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7641505604950838536", "id": "bank_indonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "JELAJAHNEWS.ID - Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak hanya dipengaruhi dinamika ekonomi global, tetapi juga mencerminkan masih adanya tantangan struktural di dalam negeri. Karena itu, penguatan fundamental ekonomi nasional dan peningkatan kepercayaan investor dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas rupiah. Pernyataan tersebut disampaikan Harris dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) terkait Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). Menurut Harris, Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah, mulai dari intervensi di pasar valuta asing (valas) hingga pengelolaan instrumen moneter.  Namun, tekanan terhadap rupiah yang masih berlangsung menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi tidak sepenuhnya berasal dari faktor eksternal. “Kalau tekanan terhadap rupiah masih cukup kuat, artinya kita juga perlu melihat faktor-faktor domestik yang memengaruhi persepsi pasar dan kepercayaan investor,” ujar Harris. Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menilai sejumlah indikator ekonomi domestik memiliki pengaruh besar terhadap ketahanan nilai tukar rupiah.  Beberapa di antaranya meliputi kondisi fiskal negara, defisit transaksi berjalan, iklim investasi, serta kepastian arah kebijakan ekonomi nasional. Menurutnya, stabilitas rupiah tidak dapat dijaga hanya melalui kebijakan moneter Bank Indonesia semata, tetapi membutuhkan koordinasi yang erat antara pemerintah, otoritas keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan. “Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendiri. Stabilitas nilai tukar juga sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi domestik dan tingkat kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah,” kata politikus asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX tersebut. Harris menegaskan bahwa kepercayaan investor menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.  Semakin tinggi keyakinan pelaku usaha dan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, semakin kuat pula ketahanan rupiah menghadapi gejolak ekonomi global. Selain itu, ia menyoroti pentingnya komunikasi kebijakan yang konsisten dan kredibel agar pelaku pasar memperoleh kepastian dalam mengambil keputusan investasi.  Menurutnya, sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter akan menjadi faktor penentu dalam menghadapi tekanan ekonomi global yang semakin dinamis. Komisi XI DPR RI, lanjut Harris, akan terus mengawasi berbagai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia agar kebijakan yang diterapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas nilai tukar, tetapi juga tetap mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ia berharap penguatan fundamental ekonomi nasional dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga Indonesia memiliki daya tahan ekonomi yang lebih kuat di tengah ketidakpastian global. Dengan terjaganya stabilitas ekonomi domestik dan meningkatnya kepercayaan investor, nilai tukar rupiah diharapkan mampu bertahan lebih baik terhadap tekanan eksternal pada masa mendatang.(**)  #harristurino #stabilitasrupiah #bergantung #investor #kondisidomestik   RI", "post_id": "7641505604950838536"}}, {"key": "netnews.id0", "attributes": {"label": "netnews.id0", "x": 84.43228838100725, "y": 663.7985147216461, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.7171, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7644524991396023573", "id": "netnews.id0", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah Tembus Rp17.812! Kenapa BI Rate Naik Tapi Rupiah Masih Lemah? \"Kabar terbaru, hari ini Rabu 27 Mei 2026, nilai tukar rupiah terpantau berada di angka Rp17.812 per dolar AS. Banyak yang bertanya, kenapa BI sudah naikin suku bunga tapi rupiah belum juga stabil?\" \"Secara teori, suku bunga tinggi harusnya narik investor masuk, tapi kenyataannya ini bukan obat ajaib. Ada faktor global yang jauh lebih dominan saat ini.\" \"Ada 3 alasan utama kenapa rupiah masih tertekan:  1. **Dominasi Dolar AS:** Kebijakan The Fed yang mempertahankan suku bunga tinggi bikin investor lebih milih 'lari' ke aset aman atau *safe haven* seperti dolar AS.  2. **Ketidakpastian Global:** Sentimen risiko dunia akibat geopolitik bikin pasar finansial cenderung menghindari aset negara berkembang.  3. **Permintaan Valas Tinggi:** Kebutuhan korporasi dalam negeri akan dolar AS untuk bayar utang luar negeri dan dividen masih sangat besar, sementara stok dolarnya terbatas.\" **(Scene 4: Penutup/Kesimpulan)** \"Jadi, kenaikan BI Rate bukan satu-satunya penentu. Stabilitas rupiah sangat bergantung pada dinamika pasar global dan fundamental ekonomi kita sendiri. Apakah menurut kalian angka ini bakal terus naik atau mulai melandai? Tulis pendapat kalian di kolom komentar ya!\" \"Jangan lupa *follow*  untuk update ekonomi harian kalian!\" #netnewsid #Fyp #2026 #beritatiktok #indonesia", "post_id": "7644524991396023573"}}, {"key": "Netnews", "attributes": {"label": "Netnews", "x": 598.3301382678361, "y": 716.1580254082198, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.6767, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7644524991396023573", "id": "Netnews", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah Tembus Rp17.812! Kenapa BI Rate Naik Tapi Rupiah Masih Lemah? \"Kabar terbaru, hari ini Rabu 27 Mei 2026, nilai tukar rupiah terpantau berada di angka Rp17.812 per dolar AS. Banyak yang bertanya, kenapa BI sudah naikin suku bunga tapi rupiah belum juga stabil?\" \"Secara teori, suku bunga tinggi harusnya narik investor masuk, tapi kenyataannya ini bukan obat ajaib. Ada faktor global yang jauh lebih dominan saat ini.\" \"Ada 3 alasan utama kenapa rupiah masih tertekan:  1. **Dominasi Dolar AS:** Kebijakan The Fed yang mempertahankan suku bunga tinggi bikin investor lebih milih 'lari' ke aset aman atau *safe haven* seperti dolar AS.  2. **Ketidakpastian Global:** Sentimen risiko dunia akibat geopolitik bikin pasar finansial cenderung menghindari aset negara berkembang.  3. **Permintaan Valas Tinggi:** Kebutuhan korporasi dalam negeri akan dolar AS untuk bayar utang luar negeri dan dividen masih sangat besar, sementara stok dolarnya terbatas.\" **(Scene 4: Penutup/Kesimpulan)** \"Jadi, kenaikan BI Rate bukan satu-satunya penentu. Stabilitas rupiah sangat bergantung pada dinamika pasar global dan fundamental ekonomi kita sendiri. Apakah menurut kalian angka ini bakal terus naik atau mulai melandai? Tulis pendapat kalian di kolom komentar ya!\" \"Jangan lupa *follow*  untuk update ekonomi harian kalian!\" #netnewsid #Fyp #2026 #beritatiktok #indonesia", "post_id": "7644524991396023573"}}, {"key": "folknomic", "attributes": {"label": "folknomic", "x": 497.3200735103288, "y": 994.4237614830977, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.7171, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7631932313441537301", "id": "folknomic", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) menegaskan akan memperkuat intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah, setelah mata uang domestik sempat melemah hingga mendekati level terendah terhadap dolar AS. Wakil Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa intervensi dilakukan secara berlapis, mencakup pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga pasar obligasi, guna menekan volatilitas yang berlebihan. Ia menyebut tekanan terhadap rupiah terutama dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, seperti tensi geopolitik dan ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang memperkuat dolar AS. Meski begitu, pelemahan rupiah dinilai masih sejalan dengan pergerakan mata uang negara berkembang lainnya di kawasan Asia. Secara pasar, rupiah sempat berada di kisaran Rp17.200–Rp17.300 per dolar AS, mendekati titik terlemahnya sepanjang sejarah. Tekanan ini juga terlihat dari arus keluar modal asing, khususnya di pasar obligasi pemerintah. Sebagai respons, BI tidak hanya mengandalkan intervensi valas, tetapi juga memperkuat bauran kebijakan dengan pendekatan pro-pasar untuk menjaga daya tarik aset domestik. Langkah tersebut meliputi optimalisasi operasi moneter dan penyesuaian suku bunga, sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam target 1,5%–3,5%. Ke depan, BI menegaskan akan terus memantau perkembangan global dan domestik serta siap mengambil langkah tambahan jika diperlukan demi menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional. Follow  Number 1 Fintainment Media for the Modern Folks #folknomics #wealth #entrepreneur #financialfreedom #motivation", "post_id": "7631932313441537301"}}, {"key": "folknomics", "attributes": {"label": "folknomics", "x": 48.10263054909747, "y": 40.75376956338728, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.6767, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631932313441537301", "id": "folknomics", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) menegaskan akan memperkuat intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah, setelah mata uang domestik sempat melemah hingga mendekati level terendah terhadap dolar AS. Wakil Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa intervensi dilakukan secara berlapis, mencakup pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga pasar obligasi, guna menekan volatilitas yang berlebihan. Ia menyebut tekanan terhadap rupiah terutama dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, seperti tensi geopolitik dan ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang memperkuat dolar AS. Meski begitu, pelemahan rupiah dinilai masih sejalan dengan pergerakan mata uang negara berkembang lainnya di kawasan Asia. Secara pasar, rupiah sempat berada di kisaran Rp17.200–Rp17.300 per dolar AS, mendekati titik terlemahnya sepanjang sejarah. Tekanan ini juga terlihat dari arus keluar modal asing, khususnya di pasar obligasi pemerintah. Sebagai respons, BI tidak hanya mengandalkan intervensi valas, tetapi juga memperkuat bauran kebijakan dengan pendekatan pro-pasar untuk menjaga daya tarik aset domestik. Langkah tersebut meliputi optimalisasi operasi moneter dan penyesuaian suku bunga, sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam target 1,5%–3,5%. Ke depan, BI menegaskan akan terus memantau perkembangan global dan domestik serta siap mengambil langkah tambahan jika diperlukan demi menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional. Follow  Number 1 Fintainment Media for the Modern Folks #folknomics #wealth #entrepreneur #financialfreedom #motivation", "post_id": "7631932313441537301"}}, {"key": "ikee.pri", "attributes": {"label": "ikee.pri", "x": 812.6377956823046, "y": 921.461864290111, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.7171, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7649671669962820884", "id": "ikee.pri", "source": "tiktok-000001", "content": "Tekanan ekonomi belakangan ini emang lagi berasa banget, bahkan dampaknya udah mulai menjalar sampai ke pedagang tahu-tempe yang bahan bakunya bergantung pada kedelai impor! 🏪 Tapi tenang, akhirnya ada pergerakan nyata nih! Melansir Detik Finance, Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan resmi menyepakati dua langkah konkret buat menstabilkan nilai tukar Rupiah kita yang sempat menyentuh angka Rp18.036 per dolar AS. 😱 Kesepakatan besar ini lahir dari hasil pertemuan evaluasi darurat bersama DPR di Senayan pada Sabtu, 6 Juni 2026. Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan kalau kedua kebijakan ini dirancang biar kebijakan fiskal dan moneter bisa \"seirama dan saling memperkuat\"! 🤝✨ Ini dia 2 jurus penyelamat yang disiapkan pemerintah: 💥 Langkah Pertama (Tarik Dana Asing): Meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik. Strategi ini dipasang buat menarik kembali aliran dana asing (capital inflow) yang sempat keluar dari pasar saham dan obligasi pemerintah. 📈🏃‍♂️ 🏦 Langkah Kedua (Amankan Likuiditas): Menjaga kecukupan likuiditas pasar keuangan melalui pengelolaan kas pemerintah di BI. Caranya dengan meningkatkan bunga yang dibayarkan ke fiskal, sehingga operasi moneter dan fiskal bisa saling menopang satu sama lain! 💸🔄 Para pelaku pasar dan investor sekarang lagi mantau ketat banget, apakah dua jurus kolaborasi maut ini beneran bisa jadi obat kuat yang instan buat menjinakkan dolar AS. Kita lihat aja ke depannya! 🦅💼 🤝 Partai Rakyat Indonesia (PRI) Mendukung Penuh! Kami mendukung penuh sinergi taktis antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan ini. Stabilitas Rupiah adalah kunci utama untuk melindungi daya beli masyarakat, menjaga stabilitas harga bahan pokok, dan menyelamatkan para pelaku UMKM serta pedagang kecil dari hantaman ekonomi global! Sumber:tiktok.com/clipp880 #PrabowoSubianto #KebijakanMoneter #PartaiRakyatIndonesia #MajuRakyatnyaJagaBangsanya #KoalisiIndonesiaMaju", "post_id": "7649671669962820884"}}, {"key": "dpp.pri", "attributes": {"label": "dpp.pri", "x": 307.4638405582339, "y": 320.9901479268895, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.6767, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7649671669962820884", "id": "dpp.pri", "source": "tiktok-000001", "content": "Tekanan ekonomi belakangan ini emang lagi berasa banget, bahkan dampaknya udah mulai menjalar sampai ke pedagang tahu-tempe yang bahan bakunya bergantung pada kedelai impor! 🏪 Tapi tenang, akhirnya ada pergerakan nyata nih! Melansir Detik Finance, Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan resmi menyepakati dua langkah konkret buat menstabilkan nilai tukar Rupiah kita yang sempat menyentuh angka Rp18.036 per dolar AS. 😱 Kesepakatan besar ini lahir dari hasil pertemuan evaluasi darurat bersama DPR di Senayan pada Sabtu, 6 Juni 2026. Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan kalau kedua kebijakan ini dirancang biar kebijakan fiskal dan moneter bisa \"seirama dan saling memperkuat\"! 🤝✨ Ini dia 2 jurus penyelamat yang disiapkan pemerintah: 💥 Langkah Pertama (Tarik Dana Asing): Meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik. Strategi ini dipasang buat menarik kembali aliran dana asing (capital inflow) yang sempat keluar dari pasar saham dan obligasi pemerintah. 📈🏃‍♂️ 🏦 Langkah Kedua (Amankan Likuiditas): Menjaga kecukupan likuiditas pasar keuangan melalui pengelolaan kas pemerintah di BI. Caranya dengan meningkatkan bunga yang dibayarkan ke fiskal, sehingga operasi moneter dan fiskal bisa saling menopang satu sama lain! 💸🔄 Para pelaku pasar dan investor sekarang lagi mantau ketat banget, apakah dua jurus kolaborasi maut ini beneran bisa jadi obat kuat yang instan buat menjinakkan dolar AS. Kita lihat aja ke depannya! 🦅💼 🤝 Partai Rakyat Indonesia (PRI) Mendukung Penuh! Kami mendukung penuh sinergi taktis antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan ini. Stabilitas Rupiah adalah kunci utama untuk melindungi daya beli masyarakat, menjaga stabilitas harga bahan pokok, dan menyelamatkan para pelaku UMKM serta pedagang kecil dari hantaman ekonomi global! Sumber:tiktok.com/clipp880 #PrabowoSubianto #KebijakanMoneter #PartaiRakyatIndonesia #MajuRakyatnyaJagaBangsanya #KoalisiIndonesiaMaju", "post_id": "7649671669962820884"}}, {"key": "financialclub11", "attributes": {"label": "financialclub11", "x": 214.48411692776136, "y": 252.70645938914072, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.7171, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647491350924889351", "id": "financialclub11", "source": "tiktok-000001", "content": "Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyatakan bahwa rupiah berpotensi melemah hingga Rp18.000 per dolar AS jika ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus berlanjut. Kondisi ini dapat menjaga harga minyak tetap tinggi, meningkatkan risiko inflasi global, serta mendorong arus modal keluar dari negara berkembang. Selain faktor eksternal, tekanan juga datang dari kebutuhan domestik seperti repatriasi dividen dan pembayaran utang luar negeri. Untuk menjaga stabilitas rupiah, Bank Indonesia terus melakukan intervensi melalui pasar NDF offshore, transaksi spot, DNDF domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Disclaimer: Bukan nasihat keuangan (NFA). Lakukan riset mandiri (DYOR). sc:   #malaysia #rupiah #ringgit #ternakuangnews", "post_id": "7647491350924889351"}}, {"key": "ternakuang.id", "attributes": {"label": "ternakuang.id", "x": 175.59201189524575, "y": 78.89433816887936, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.6767, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647491350924889351", "id": "ternakuang.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyatakan bahwa rupiah berpotensi melemah hingga Rp18.000 per dolar AS jika ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus berlanjut. Kondisi ini dapat menjaga harga minyak tetap tinggi, meningkatkan risiko inflasi global, serta mendorong arus modal keluar dari negara berkembang. Selain faktor eksternal, tekanan juga datang dari kebutuhan domestik seperti repatriasi dividen dan pembayaran utang luar negeri. Untuk menjaga stabilitas rupiah, Bank Indonesia terus melakukan intervensi melalui pasar NDF offshore, transaksi spot, DNDF domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Disclaimer: Bukan nasihat keuangan (NFA). Lakukan riset mandiri (DYOR). sc:   #malaysia #rupiah #ringgit #ternakuangnews", "post_id": "7647491350924889351"}}, {"key": "growwinid", "attributes": {"label": "growwinid", "x": 786.0688187634539, "y": 168.25704613216595, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 78.1131, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7647771669859290369", "id": "growwinid", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali mencatat rekor terlemah sepanjang sejarah dengan menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan Kamis (4/6) pagi. Mata uang Garuda melemah 49 poin atau 0,27 persen, dibuka di level Rp18.016 per dolar AS. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan pelemahan rupiah masih dipengaruhi oleh eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah yang menghambat prospek perdamaian. Kondisi ini membuat harga minyak dunia tetap tinggi, meningkatkan risiko inflasi global, dan mendorong arus modal keluar dari negara berkembang termasuk Indonesia. BI memastikan akan meningkatkan intensitas intervensi untuk menjaga stabilitas rupiah. Source: CNN Indonesia Video: YouTube/Kompas TV __ Follow  untuk update terbaru seputar berita bisnis, teknologi, dan insight menarik! Kunjungi growwin.org untuk akses 1800+ modul pembelajaran bisnis berbagai bidang #growwin #bisnis #rupiah #bankindonesia #ekonomi #valas #inflasi", "post_id": "7647771669859290369"}}, {"key": "leoo4456", "attributes": {"label": "leoo4456", "x": 797.1339027934483, "y": 814.4356613745138, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.7171, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7646328315699268884", "id": "leoo4456", "source": "tiktok-000001", "content": "BYE BYE DOLAR? 🇮🇩 INDONESIA SIAPKAN STRATEGI BARU! ​Di tengah fluktuasi nilai tukar mata uang global, langkah berani terus diambil oleh pemerintah kita. Bukan cuma sekadar bertahan, tapi Kemenkeu kini makin serius menyiapkan strategi untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap Dolar AS (USD)! 🔥 ​Langkah ini dikenal dengan istilah Dedollarization atau diversifikasi mata uang. Alih-alih bertumpu penuh pada satu mata uang dunia, Indonesia mulai memaksimalkan solusi pinjaman dan transaksi menggunakan mata uang lain yang gak kalah kuat, seperti Yen (Jepang), Renminbi (China), hingga Dolar Australia. ​Strategi ini krusial banget buat menjaga stabilitas Rupiah kita agar gak gampang goyang saat ekonomi global lagi bergejolak. Dalam potongan video, terlihat juga momen Wakil Menteri Keuangan, Prof. Suahasil Nazara, saat berada di Kereta Cepat Whoosh—simbol nyata bagaimana kolaborasi infrastruktur dan ekonomi strategis sedang berjalan di tanah air. ​Gimana menurut kalian? Apakah langkah lepas dari dominasi Dolar ini bakal bikin posisi Rupiah makin perkasa ke depannya? Tulis pendapat kritis kalian di kolom komentar! 👇 Sumber: Tws News #kontencom  #kontencomxtws  #purbaya", "post_id": "7646328315699268884"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 36.79289728644375, "y": 510.5285020821725, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 31.6363, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7646328315699268884", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "BYE BYE DOLAR? 🇮🇩 INDONESIA SIAPKAN STRATEGI BARU! ​Di tengah fluktuasi nilai tukar mata uang global, langkah berani terus diambil oleh pemerintah kita. Bukan cuma sekadar bertahan, tapi Kemenkeu kini makin serius menyiapkan strategi untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap Dolar AS (USD)! 🔥 ​Langkah ini dikenal dengan istilah Dedollarization atau diversifikasi mata uang. Alih-alih bertumpu penuh pada satu mata uang dunia, Indonesia mulai memaksimalkan solusi pinjaman dan transaksi menggunakan mata uang lain yang gak kalah kuat, seperti Yen (Jepang), Renminbi (China), hingga Dolar Australia. ​Strategi ini krusial banget buat menjaga stabilitas Rupiah kita agar gak gampang goyang saat ekonomi global lagi bergejolak. Dalam potongan video, terlihat juga momen Wakil Menteri Keuangan, Prof. Suahasil Nazara, saat berada di Kereta Cepat Whoosh—simbol nyata bagaimana kolaborasi infrastruktur dan ekonomi strategis sedang berjalan di tanah air. ​Gimana menurut kalian? Apakah langkah lepas dari dominasi Dolar ini bakal bikin posisi Rupiah makin perkasa ke depannya? Tulis pendapat kritis kalian di kolom komentar! 👇 Sumber: Tws News #kontencom  #kontencomxtws  #purbaya", "post_id": "7646328315699268884"}}, {"key": "m4cronews", "attributes": {"label": "m4cronews", "x": 569.5111399094714, "y": 227.8837634038573, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.7171, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648247948656135444", "id": "m4cronews", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa hasil pertemuan RAPBN menunjukkan fundamental ekonomi dan kondisi fiskal Indonesia saat ini berada dalam status sangat baik. Menkeu menegaskan bahwa fokus pemerintah ke depan adalah memperkuat sinkronisasi kebijakan dengan Bank Indonesia (BI) agar dampak kombinasi fiskal-moneter mampu mengembalikan kepercayaan pasar secara signifikan serta memperkuat nilai tukar rupiah. Pemerintah menargetkan sinergi penuh antara kebijakan fiskal dan moneter untuk menghentikan pelemahan rupiah ke level yang lebih tinggi. Langkah makro ini diambil karena stabilitas rupiah berdampak langsung pada sektor mikro masyarakat. Menkeu menyoroti kondisi pengrajin tahu dan tempe yang keuntungannya tergerus akibat tingginya biaya produksi bahan baku impor. Dengan rupiah yang stabil, diharapkan beban hidup sektor rumah tangga dan pelaku usaha kecil dapat ditekan secara signifikan. \"Sinergitas penuh itu harusnya akan mengembalikan kepatuhan pasar ke nilai tukar rupiah... sehingga para pedagang tahu tempe dan ibu-ibu di rumah tangga juga bisa merasakan harga yang lebih baik.\" Kata Purbaya Yudhi Sadewa (Menteri Keuangan). Gimana nih pendapat mu? Butuh berita makroekonomi atau geopolitik. Jangan lupa follow  untuk informasi lainnya #news #ekonomi #geopolitik #fyp", "post_id": "7648247948656135444"}}, {"key": "m4cro.news", "attributes": {"label": "m4cro.news", "x": 994.6109554431, "y": 55.92965899259672, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.6767, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7648247948656135444", "id": "m4cro.news", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa hasil pertemuan RAPBN menunjukkan fundamental ekonomi dan kondisi fiskal Indonesia saat ini berada dalam status sangat baik. Menkeu menegaskan bahwa fokus pemerintah ke depan adalah memperkuat sinkronisasi kebijakan dengan Bank Indonesia (BI) agar dampak kombinasi fiskal-moneter mampu mengembalikan kepercayaan pasar secara signifikan serta memperkuat nilai tukar rupiah. Pemerintah menargetkan sinergi penuh antara kebijakan fiskal dan moneter untuk menghentikan pelemahan rupiah ke level yang lebih tinggi. Langkah makro ini diambil karena stabilitas rupiah berdampak langsung pada sektor mikro masyarakat. Menkeu menyoroti kondisi pengrajin tahu dan tempe yang keuntungannya tergerus akibat tingginya biaya produksi bahan baku impor. Dengan rupiah yang stabil, diharapkan beban hidup sektor rumah tangga dan pelaku usaha kecil dapat ditekan secara signifikan. \"Sinergitas penuh itu harusnya akan mengembalikan kepatuhan pasar ke nilai tukar rupiah... sehingga para pedagang tahu tempe dan ibu-ibu di rumah tangga juga bisa merasakan harga yang lebih baik.\" Kata Purbaya Yudhi Sadewa (Menteri Keuangan). Gimana nih pendapat mu? Butuh berita makroekonomi atau geopolitik. Jangan lupa follow  untuk informasi lainnya #news #ekonomi #geopolitik #fyp", "post_id": "7648247948656135444"}}, {"key": "user485991268", "attributes": {"label": "user485991268", "x": 731.246589744377, "y": 473.5626093807789, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.7171, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647390997931920660", "id": "user485991268", "source": "tiktok-000001", "content": "penjelasan. Secara garis besar, pergerakan nilai tukar Rupiah sangat dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal (global) dan internal (domestik). Berikut adalah penjelasan mengenai faktor-faktor utama yang biasanya menjadi pemicu fluktuasi tajam atau pelemahan Rupiah ke level psikologis yang rendah: 1. Faktor Eksternal (Tekanan Global) Faktor di luar kendali pemerintah Indonesia sering kali menjadi motor utama pelemahan mata uang negara berkembang (emerging markets), termasuk Rupiah. Kebijakan Suku Bunga Bank Sentral AS (The Fed): Jika The Fed mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lama (higher for longer) atau bahkan menaikkannya, daya tarik mata uang Dolar AS akan meningkat tajam. Investor global cenderung menarik dana mereka dari negara berkembang dan memindahkannya kembali ke AS (capital outflow), yang memicu kelangkaan Dolar di dalam negeri dan melemahkan Rupiah. Sentimen Risk-Off dan Ketegangan Geopolitik: Konflik geopolitik (seperti di Timur Tengah atau Ukraina) sering kali membuat investor panik. Dalam situasi ketidakpastian, investor akan memburu aset aman (safe-haven assets) seperti Dolar AS dan emas, sehingga mata uang selain Dolar otomatis tertekan. Perlambatan Ekonomi China: Sebagai salah satu mitra dagang terbesar Indonesia, kesehatan ekonomi China sangat memengaruhi permintaan komoditas kita. Jika ekonomi China melambat, ekspor Indonesia bisa turun, yang berdampak pada berkurangnya pasokan Dolar masuk ke tanah air. 2. Faktor Internal (Sentimen Domestik) Kondisi ekonomi dan politik di dalam negeri turut menentukan seberapa kuat Rupiah mampu menahan gempuran sentimen global. Defisit Transaksi Berjalan (Current Account Deficit): Jika nilai impor Indonesia lebih besar daripada nilai ekspor, atau terjadi pembayaran utang luar negeri dan repatriasi dividen yang masif oleh perusahaan asing, permintaan terhadap Dolar AS di dalam negeri akan melonjak. Persepsi Risiko Pasar Terhadap Kebijakan Fiskal: Pelaku pasar dan investor asing sangat mencermati arah kebijakan anggaran pemerintah (APBN), rasio utang negara, serta keberlanjutan program-program ekonomi. Jika ada kekhawatiran bahwa anggaran akan membengkak atau tidak dikelola dengan hati-hati, investor cenderung mengambil sikap wait-and-see atau keluar dari pasar keuangan Indonesia. Inflasi Domestik: Jika tingkat inflasi di Indonesia meningkat secara tidak terkendali, daya beli Rupiah akan turun secara riil, yang secara tidak langsung memberikan tekanan depresiasi terhadap nilai tukar. 3. Langkah Mitigasi (Peran Bank Indonesia) Level Rp18.000 merupakan angka psikologis yang sangat diperhatikan. Perlu diingat bahwa Bank Indonesia (BI) tidak tinggal diam dan memiliki berbagai instrumen untuk menjaga stabilitas Rupiah agar tidak melemah terlalu liar (undervalued): Intervensi Triple Intervention: BI secara rutin melakukan intervensi di pasar spot, pasar DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward), dan pasar Surat Berharga Negara (SBN) untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan valas. Kenaikan Suku Bunga (BI-Rate): Jika diperlukan, BI dapat menaikkan suku bunga acuan untuk menjaga daya tarik investasi aset Rupiah (seperti SRBI atau SBN) agar investor asing tetap bertahan. Pengelolaan Cadangan Devisa: BI menggunakan cadangan devisa sebagai \"bantalan\" untuk melakukan stabilisasi nilai tukar di kala tekanan pasar sedang memuncak Sumber: TWS News ig:  #kontencom #kontencomxtws #providusinsight", "post_id": "7647390997931920660"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "attributes": {"label": "@InnerBoost-oe4sd", "x": 461.7270651741443, "y": 898.628295190778, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.7171, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "NEr4KDZ-JYU", "id": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "youtube-000001", "content": "Perkuat Kerjasama Mata Uang Dengan China, Mampu Ini Untuk Jaga Stabilitas Rupiah??\n\n🔥 INDONESIA & CHINA PERKUAT CURRENCY SWAP! BISAKAH LANGKAH INI MENYELAMATKAN RUPIAH DARI TEKANAN DOLAR? 🔥\n\n🌏 Di tengah ketidakpastian ekonomi global, perang dagang, gejolak geopolitik, hingga dominasi dolar Amerika Serikat yang masih sangat kuat, Indonesia dan China mengambil langkah strategis yang menarik perhatian dunia.\n\nBank Indonesia (BI) dan People's Bank of China (PBOC) resmi memperkuat kerja sama Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) dalam upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, memperkuat ketahanan sektor keuangan, memperluas transaksi menggunakan mata uang lokal, serta mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.\n\n📈 Namun pertanyaannya...\n\n❓ Apakah langkah ini benar-benar mampu menjaga stabilitas rupiah?\n❓ Apakah Indonesia sedang menuju era dedolarisasi?\n❓ Apa dampaknya bagi ekonomi nasional, investasi, perdagangan, dan masyarakat Indonesia?\n❓ Mengapa China begitu aktif memperluas penggunaan mata uang renminbi atau yuan di berbagai negara?\n❓ Apakah ini menjadi sinyal perubahan besar dalam sistem keuangan dunia?\n\nDalam video ini, Inner Boost akan membahas secara mendalam dan lengkap mengenai kerja sama terbaru antara Indonesia dan China, termasuk:\n\n✅ Penguatan Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA)\n✅ Peran Bank Indonesia dan People's Bank of China\n✅ Pertemuan Perry Warjiyo dan Pan Gongsheng di Shanghai\n✅ Strategi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah\n✅ Upaya mengurangi eksposur terhadap dolar Amerika Serikat\n✅ Penguatan Local Currency Transaction (LCT)\n✅ Pembentukan RMB Clearing Bank di Indonesia\n✅ Pengembangan ekosistem dan likuiditas renminbi\n✅ Implementasi QR Cross Border Indonesia-China\n✅ Dampak terhadap perdagangan internasional\n✅ Dampak terhadap investasi dan sektor perbankan\n✅ Analisis peluang dan risiko bagi Indonesia\n✅ Masa depan hubungan ekonomi Indonesia dan China\n✅ Ancaman serta peluang dalam perubahan ekonomi global\n\n💡 Video ini sangat penting untuk ditonton bagi Anda yang ingin memahami:\n\n🔹 Ekonomi Indonesia\n🔹 Rupiah dan nilai tukar\n🔹 Dolar Amerika Serikat\n🔹 Yuan China atau Renminbi\n🔹 Investasi dan pasar keuangan\n🔹 Geopolitik ekonomi global\n🔹 Dedolarisasi dunia\n🔹 Hubungan Indonesia-China\n🔹 Kebijakan Bank Indonesia\n🔹 Masa depan sistem keuangan internasional\n\n🌍 Dunia sedang berubah.\n\nNegara-negara mulai mencari cara untuk memperkuat ketahanan ekonomi mereka, mengurangi risiko ketergantungan terhadap satu mata uang, dan membangun sistem keuangan yang lebih fleksibel.\n\nApakah Indonesia sedang mengambil langkah yang tepat?\n\nTonton video ini sampai selesai agar Anda mendapatkan gambaran utuh mengenai salah satu perkembangan ekonomi paling penting yang sedang terjadi saat ini.\n\n💬 Setelah menonton, tuliskan pendapat Anda di kolom komentar:\n\n👉 Apakah kerja sama Indonesia dan China ini akan membantu menjaga stabilitas rupiah?\n👉 Apakah penggunaan mata uang lokal dapat mengurangi dominasi dolar AS?\n👉 Bagaimana menurut Anda masa depan ekonomi Indonesia di tengah perubahan global saat ini?\n\n👍 Jika video ini bermanfaat:\n✅ Like video ini\n✅ Bagikan kepada keluarga dan teman\n✅ Subscribe channel Inner Boost\n✅ Aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan analisis ekonomi, investasi, emas, geopolitik, dan keuangan global terbaru\n\nTerima kasih sudah menonton dan mendukung perkembangan channel Inner Boost.\n\nKarena memahami perubahan dunia hari ini adalah langkah awal untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik.\n\n\n#IndonesiaChina #CurrencySwap #Rupiah #BankIndonesia #PerryWarjiyo #China #YuanChina #Renminbi #Dedolarisasi #DolarAS #EkonomiIndonesian #EkonomiDunia #BeritaEkonomi #Investasi #Geopolitik #KeuanganGlobal #NilaiTukarRupiah #QRISCrossBorder #LocalCurrencyTransaction #InnerBoost\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "NEr4KDZ-JYU"}}, {"key": "InnerBoost", "attributes": {"label": "InnerBoost", "x": 505.0063084205135, "y": 644.7866697319793, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.6767, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NEr4KDZ-JYU", "id": "InnerBoost", "source": "youtube-000001", "content": "Perkuat Kerjasama Mata Uang Dengan China, Mampu Ini Untuk Jaga Stabilitas Rupiah??\n\n🔥 INDONESIA & CHINA PERKUAT CURRENCY SWAP! BISAKAH LANGKAH INI MENYELAMATKAN RUPIAH DARI TEKANAN DOLAR? 🔥\n\n🌏 Di tengah ketidakpastian ekonomi global, perang dagang, gejolak geopolitik, hingga dominasi dolar Amerika Serikat yang masih sangat kuat, Indonesia dan China mengambil langkah strategis yang menarik perhatian dunia.\n\nBank Indonesia (BI) dan People's Bank of China (PBOC) resmi memperkuat kerja sama Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) dalam upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, memperkuat ketahanan sektor keuangan, memperluas transaksi menggunakan mata uang lokal, serta mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.\n\n📈 Namun pertanyaannya...\n\n❓ Apakah langkah ini benar-benar mampu menjaga stabilitas rupiah?\n❓ Apakah Indonesia sedang menuju era dedolarisasi?\n❓ Apa dampaknya bagi ekonomi nasional, investasi, perdagangan, dan masyarakat Indonesia?\n❓ Mengapa China begitu aktif memperluas penggunaan mata uang renminbi atau yuan di berbagai negara?\n❓ Apakah ini menjadi sinyal perubahan besar dalam sistem keuangan dunia?\n\nDalam video ini, Inner Boost akan membahas secara mendalam dan lengkap mengenai kerja sama terbaru antara Indonesia dan China, termasuk:\n\n✅ Penguatan Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA)\n✅ Peran Bank Indonesia dan People's Bank of China\n✅ Pertemuan Perry Warjiyo dan Pan Gongsheng di Shanghai\n✅ Strategi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah\n✅ Upaya mengurangi eksposur terhadap dolar Amerika Serikat\n✅ Penguatan Local Currency Transaction (LCT)\n✅ Pembentukan RMB Clearing Bank di Indonesia\n✅ Pengembangan ekosistem dan likuiditas renminbi\n✅ Implementasi QR Cross Border Indonesia-China\n✅ Dampak terhadap perdagangan internasional\n✅ Dampak terhadap investasi dan sektor perbankan\n✅ Analisis peluang dan risiko bagi Indonesia\n✅ Masa depan hubungan ekonomi Indonesia dan China\n✅ Ancaman serta peluang dalam perubahan ekonomi global\n\n💡 Video ini sangat penting untuk ditonton bagi Anda yang ingin memahami:\n\n🔹 Ekonomi Indonesia\n🔹 Rupiah dan nilai tukar\n🔹 Dolar Amerika Serikat\n🔹 Yuan China atau Renminbi\n🔹 Investasi dan pasar keuangan\n🔹 Geopolitik ekonomi global\n🔹 Dedolarisasi dunia\n🔹 Hubungan Indonesia-China\n🔹 Kebijakan Bank Indonesia\n🔹 Masa depan sistem keuangan internasional\n\n🌍 Dunia sedang berubah.\n\nNegara-negara mulai mencari cara untuk memperkuat ketahanan ekonomi mereka, mengurangi risiko ketergantungan terhadap satu mata uang, dan membangun sistem keuangan yang lebih fleksibel.\n\nApakah Indonesia sedang mengambil langkah yang tepat?\n\nTonton video ini sampai selesai agar Anda mendapatkan gambaran utuh mengenai salah satu perkembangan ekonomi paling penting yang sedang terjadi saat ini.\n\n💬 Setelah menonton, tuliskan pendapat Anda di kolom komentar:\n\n👉 Apakah kerja sama Indonesia dan China ini akan membantu menjaga stabilitas rupiah?\n👉 Apakah penggunaan mata uang lokal dapat mengurangi dominasi dolar AS?\n👉 Bagaimana menurut Anda masa depan ekonomi Indonesia di tengah perubahan global saat ini?\n\n👍 Jika video ini bermanfaat:\n✅ Like video ini\n✅ Bagikan kepada keluarga dan teman\n✅ Subscribe channel Inner Boost\n✅ Aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan analisis ekonomi, investasi, emas, geopolitik, dan keuangan global terbaru\n\nTerima kasih sudah menonton dan mendukung perkembangan channel Inner Boost.\n\nKarena memahami perubahan dunia hari ini adalah langkah awal untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik.\n\n\n#IndonesiaChina #CurrencySwap #Rupiah #BankIndonesia #PerryWarjiyo #China #YuanChina #Renminbi #Dedolarisasi #DolarAS #EkonomiIndonesian #EkonomiDunia #BeritaEkonomi #Investasi #Geopolitik #KeuanganGlobal #NilaiTukarRupiah #QRISCrossBorder #LocalCurrencyTransaction #InnerBoost\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "NEr4KDZ-JYU"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "attributes": {"label": "@OfficialSINDOnews", "x": 226.44642228063339, "y": 140.98965836514498, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.7171, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "Wv2Wcc-8gRc", "id": "@OfficialSINDOnews", "source": "youtube-000001", "content": "PENGUATAN RUPIAH: Pemerintah Fokus Jaga Stabilitas di Tengah Gejolak Global | Sindo Today | 16/06\n\nDi tengah fluktuasi ekonomi global yang menantang, pemerintah kini menyiapkan serangkaian strategi jitu untuk menjaga stabilitas Rupiah. Fokus utama adalah memperkuat fundamental ekonomi nasional dan menekan volatilitas. Bagaimana strategi ini akan mempengaruhi pasar dan daya beli masyarakat? Simak pemaparan lengkapnya!\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 16 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Riki\n\n#SindoNews #Viral #BeritaTerkini #Rupiah #EkonomiIndonesia #StrategiPemerintah #StabilitasEkonomi #SindoTrending #BeritaEkonomi #KursRupiah", "post_id": "Wv2Wcc-8gRc"}}, {"key": "officialsindonews", "attributes": {"label": "officialsindonews", "x": 944.7187823128553, "y": 24.18444867933067, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.037, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Wv2Wcc-8gRc", "id": "officialsindonews", "source": "youtube-000001", "content": "PENGUATAN RUPIAH: Pemerintah Fokus Jaga Stabilitas di Tengah Gejolak Global | Sindo Today | 16/06\n\nDi tengah fluktuasi ekonomi global yang menantang, pemerintah kini menyiapkan serangkaian strategi jitu untuk menjaga stabilitas Rupiah. Fokus utama adalah memperkuat fundamental ekonomi nasional dan menekan volatilitas. Bagaimana strategi ini akan mempengaruhi pasar dan daya beli masyarakat? Simak pemaparan lengkapnya!\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 16 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Riki\n\n#SindoNews #Viral #BeritaTerkini #Rupiah #EkonomiIndonesia #StrategiPemerintah #StabilitasEkonomi #SindoTrending #BeritaEkonomi #KursRupiah", "post_id": "Wv2Wcc-8gRc"}}, {"key": "sindopodcast", "attributes": {"label": "sindopodcast", "x": 221.24010194674136, "y": 345.38331308431947, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.037, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Wv2Wcc-8gRc", "id": "sindopodcast", "source": "youtube-000001", "content": "PENGUATAN RUPIAH: Pemerintah Fokus Jaga Stabilitas di Tengah Gejolak Global | Sindo Today | 16/06\n\nDi tengah fluktuasi ekonomi global yang menantang, pemerintah kini menyiapkan serangkaian strategi jitu untuk menjaga stabilitas Rupiah. Fokus utama adalah memperkuat fundamental ekonomi nasional dan menekan volatilitas. Bagaimana strategi ini akan mempengaruhi pasar dan daya beli masyarakat? Simak pemaparan lengkapnya!\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 16 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Riki\n\n#SindoNews #Viral #BeritaTerkini #Rupiah #EkonomiIndonesia #StrategiPemerintah #StabilitasEkonomi #SindoTrending #BeritaEkonomi #KursRupiah", "post_id": "Wv2Wcc-8gRc"}}, {"key": "sindokalam", "attributes": {"label": "sindokalam", "x": 753.3387332452534, "y": 22.962986562801934, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.037, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Wv2Wcc-8gRc", "id": "sindokalam", "source": "youtube-000001", "content": "PENGUATAN RUPIAH: Pemerintah Fokus Jaga Stabilitas di Tengah Gejolak Global | Sindo Today | 16/06\n\nDi tengah fluktuasi ekonomi global yang menantang, pemerintah kini menyiapkan serangkaian strategi jitu untuk menjaga stabilitas Rupiah. Fokus utama adalah memperkuat fundamental ekonomi nasional dan menekan volatilitas. Bagaimana strategi ini akan mempengaruhi pasar dan daya beli masyarakat? Simak pemaparan lengkapnya!\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 16 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Riki\n\n#SindoNews #Viral #BeritaTerkini #Rupiah #EkonomiIndonesia #StrategiPemerintah #StabilitasEkonomi #SindoTrending #BeritaEkonomi #KursRupiah", "post_id": "Wv2Wcc-8gRc"}}, {"key": "@JCCNetwork", "attributes": {"label": "@JCCNetwork", "x": 866.887698827306, "y": 193.59931955331422, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.7171, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "d4NQCAz6MmU", "id": "@JCCNetwork", "source": "youtube-000001", "content": "Said Abdullah Dorong Pemulihan ke Rp17.500 per Dolar AS dalam 3 Pekan\n\n‪‬ Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah bersyukur rupiah mulai menguat setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50%. Dari level Rp18.190 per dolar AS, rupiah menguat hingga ditutup di kisaran Rp18.050 per dolar AS. Said berharap sinergi kebijakan fiskal dan moneter pemerintah dapat terus memperkuat nilai tukar rupiah, dengan target kembali ke level Rp17.500 per dolar AS dalam tiga minggu ke depan. Kenaikan suku bunga BI juga ditujukan untuk menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi, dan menarik aliran investasi asing di tengah gejolak ekonomi global.\n\n#Rupiah #SaidAbdullah #JCCNetwork\n\nYouTube channel resmi JCC Network menjadi bagian PT Sejahtera Jaringan Media (SJM). Dibawakan langsung oleh host terpercaya dan kredibel, topik-topik politik, hukum, sosial, religi dan isu-isu aktual lainnya dikemas lewat kemasan yang tidak sekadar menghibur, namun juga insightful.\n\nKlik, follow, dan subscribe website & medsos kami 👇🏻\n\nWebsite: https://jccnetwork.id/\nFacebook: JCC Network \nInstagram: \nTwitter: \nTikTok: \nYouTube: JCC Network\n\n#jccnetwork #ProOtonomi #podcast #contentcreator #youtuber", "post_id": "d4NQCAz6MmU"}}, {"key": "JCCNetwork", "attributes": {"label": "JCCNetwork", "x": 392.232539164362, "y": 970.0692876375707, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.207, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "d4NQCAz6MmU", "id": "JCCNetwork", "source": "youtube-000001", "content": "Said Abdullah Dorong Pemulihan ke Rp17.500 per Dolar AS dalam 3 Pekan\n\n‪‬ Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah bersyukur rupiah mulai menguat setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50%. Dari level Rp18.190 per dolar AS, rupiah menguat hingga ditutup di kisaran Rp18.050 per dolar AS. Said berharap sinergi kebijakan fiskal dan moneter pemerintah dapat terus memperkuat nilai tukar rupiah, dengan target kembali ke level Rp17.500 per dolar AS dalam tiga minggu ke depan. Kenaikan suku bunga BI juga ditujukan untuk menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi, dan menarik aliran investasi asing di tengah gejolak ekonomi global.\n\n#Rupiah #SaidAbdullah #JCCNetwork\n\nYouTube channel resmi JCC Network menjadi bagian PT Sejahtera Jaringan Media (SJM). Dibawakan langsung oleh host terpercaya dan kredibel, topik-topik politik, hukum, sosial, religi dan isu-isu aktual lainnya dikemas lewat kemasan yang tidak sekadar menghibur, namun juga insightful.\n\nKlik, follow, dan subscribe website & medsos kami 👇🏻\n\nWebsite: https://jccnetwork.id/\nFacebook: JCC Network \nInstagram: \nTwitter: \nTikTok: \nYouTube: JCC Network\n\n#jccnetwork #ProOtonomi #podcast #contentcreator #youtuber", "post_id": "d4NQCAz6MmU"}}, {"key": "jccbetwork.id", "attributes": {"label": "jccbetwork.id", "x": 842.528892531661, "y": 308.7818327549967, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.207, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "d4NQCAz6MmU", "id": "jccbetwork.id", "source": "youtube-000001", "content": "Said Abdullah Dorong Pemulihan ke Rp17.500 per Dolar AS dalam 3 Pekan\n\n‪‬ Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah bersyukur rupiah mulai menguat setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50%. Dari level Rp18.190 per dolar AS, rupiah menguat hingga ditutup di kisaran Rp18.050 per dolar AS. Said berharap sinergi kebijakan fiskal dan moneter pemerintah dapat terus memperkuat nilai tukar rupiah, dengan target kembali ke level Rp17.500 per dolar AS dalam tiga minggu ke depan. Kenaikan suku bunga BI juga ditujukan untuk menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi, dan menarik aliran investasi asing di tengah gejolak ekonomi global.\n\n#Rupiah #SaidAbdullah #JCCNetwork\n\nYouTube channel resmi JCC Network menjadi bagian PT Sejahtera Jaringan Media (SJM). Dibawakan langsung oleh host terpercaya dan kredibel, topik-topik politik, hukum, sosial, religi dan isu-isu aktual lainnya dikemas lewat kemasan yang tidak sekadar menghibur, namun juga insightful.\n\nKlik, follow, dan subscribe website & medsos kami 👇🏻\n\nWebsite: https://jccnetwork.id/\nFacebook: JCC Network \nInstagram: \nTwitter: \nTikTok: \nYouTube: JCC Network\n\n#jccnetwork #ProOtonomi #podcast #contentcreator #youtuber", "post_id": "d4NQCAz6MmU"}}, {"key": "jcc_network", "attributes": {"label": "jcc_network", "x": 470.3434299218445, "y": 153.72131649808406, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.207, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "d4NQCAz6MmU", "id": "jcc_network", "source": "youtube-000001", "content": "Said Abdullah Dorong Pemulihan ke Rp17.500 per Dolar AS dalam 3 Pekan\n\n‪‬ Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah bersyukur rupiah mulai menguat setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50%. Dari level Rp18.190 per dolar AS, rupiah menguat hingga ditutup di kisaran Rp18.050 per dolar AS. Said berharap sinergi kebijakan fiskal dan moneter pemerintah dapat terus memperkuat nilai tukar rupiah, dengan target kembali ke level Rp17.500 per dolar AS dalam tiga minggu ke depan. Kenaikan suku bunga BI juga ditujukan untuk menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi, dan menarik aliran investasi asing di tengah gejolak ekonomi global.\n\n#Rupiah #SaidAbdullah #JCCNetwork\n\nYouTube channel resmi JCC Network menjadi bagian PT Sejahtera Jaringan Media (SJM). Dibawakan langsung oleh host terpercaya dan kredibel, topik-topik politik, hukum, sosial, religi dan isu-isu aktual lainnya dikemas lewat kemasan yang tidak sekadar menghibur, namun juga insightful.\n\nKlik, follow, dan subscribe website & medsos kami 👇🏻\n\nWebsite: https://jccnetwork.id/\nFacebook: JCC Network \nInstagram: \nTwitter: \nTikTok: \nYouTube: JCC Network\n\n#jccnetwork #ProOtonomi #podcast #contentcreator #youtuber", "post_id": "d4NQCAz6MmU"}}, {"key": "jccnetwork.id", "attributes": {"label": "jccnetwork.id", "x": 366.39856930050286, "y": 550.7686071417883, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.207, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "d4NQCAz6MmU", "id": "jccnetwork.id", "source": "youtube-000001", "content": "Said Abdullah Dorong Pemulihan ke Rp17.500 per Dolar AS dalam 3 Pekan\n\n‪‬ Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah bersyukur rupiah mulai menguat setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50%. Dari level Rp18.190 per dolar AS, rupiah menguat hingga ditutup di kisaran Rp18.050 per dolar AS. Said berharap sinergi kebijakan fiskal dan moneter pemerintah dapat terus memperkuat nilai tukar rupiah, dengan target kembali ke level Rp17.500 per dolar AS dalam tiga minggu ke depan. Kenaikan suku bunga BI juga ditujukan untuk menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi, dan menarik aliran investasi asing di tengah gejolak ekonomi global.\n\n#Rupiah #SaidAbdullah #JCCNetwork\n\nYouTube channel resmi JCC Network menjadi bagian PT Sejahtera Jaringan Media (SJM). Dibawakan langsung oleh host terpercaya dan kredibel, topik-topik politik, hukum, sosial, religi dan isu-isu aktual lainnya dikemas lewat kemasan yang tidak sekadar menghibur, namun juga insightful.\n\nKlik, follow, dan subscribe website & medsos kami 👇🏻\n\nWebsite: https://jccnetwork.id/\nFacebook: JCC Network \nInstagram: \nTwitter: \nTikTok: \nYouTube: JCC Network\n\n#jccnetwork #ProOtonomi #podcast #contentcreator #youtuber", "post_id": "d4NQCAz6MmU"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 860.6453259238838, "y": 236.18506102047877, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.7171, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 14, "degree": 14}, "_id": "4073LDTf4oU", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Kejar Target Ekspor 30%, Bisakah Stabilitas Rupiah Dipertahankan? | MARKET REVIEW\n\nDi tengah ketidakpastian ekonomi global, Indonesia menghadapi dua tantangan besar sekaligus: mengejar target peningkatan ekspor manufaktur hingga 30% dan menjaga stabilitas ekonomi di tengah kenaikan utang luar negeri yang telah mencapai USD439,8 miliar atau sekitar Rp7.784,5 triliun per April 2026. Di satu sisi, sektor industri pengolahan menjadi tulang punggung ekspor nasional dengan kontribusi lebih dari 82%, sementara di sisi lain, derasnya arus modal asing ke Surat Berharga Negara (SBN) mencerminkan masih terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia. Mampukah Indonesia memanfaatkan momentum penguatan ekspor untuk memperkuat ketahanan industri sekaligus menjaga keseimbangan utang, stabilitas rupiah, dan daya tahan ekonomi nasional di tengah tantangan global yang terus berkembang?                                                                                      #marketreview  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "4073LDTf4oU"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 206.13998348007823, "y": 817.1928411727476, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4285, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "4073LDTf4oU", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Kejar Target Ekspor 30%, Bisakah Stabilitas Rupiah Dipertahankan? | MARKET REVIEW\n\nDi tengah ketidakpastian ekonomi global, Indonesia menghadapi dua tantangan besar sekaligus: mengejar target peningkatan ekspor manufaktur hingga 30% dan menjaga stabilitas ekonomi di tengah kenaikan utang luar negeri yang telah mencapai USD439,8 miliar atau sekitar Rp7.784,5 triliun per April 2026. Di satu sisi, sektor industri pengolahan menjadi tulang punggung ekspor nasional dengan kontribusi lebih dari 82%, sementara di sisi lain, derasnya arus modal asing ke Surat Berharga Negara (SBN) mencerminkan masih terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia. Mampukah Indonesia memanfaatkan momentum penguatan ekspor untuk memperkuat ketahanan industri sekaligus menjaga keseimbangan utang, stabilitas rupiah, dan daya tahan ekonomi nasional di tengah tantangan global yang terus berkembang?                                                                                      #marketreview  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "4073LDTf4oU"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 704.1708916182456, "y": 311.7137721839843, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4285, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "4073LDTf4oU", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Kejar Target Ekspor 30%, Bisakah Stabilitas Rupiah Dipertahankan? | MARKET REVIEW\n\nDi tengah ketidakpastian ekonomi global, Indonesia menghadapi dua tantangan besar sekaligus: mengejar target peningkatan ekspor manufaktur hingga 30% dan menjaga stabilitas ekonomi di tengah kenaikan utang luar negeri yang telah mencapai USD439,8 miliar atau sekitar Rp7.784,5 triliun per April 2026. Di satu sisi, sektor industri pengolahan menjadi tulang punggung ekspor nasional dengan kontribusi lebih dari 82%, sementara di sisi lain, derasnya arus modal asing ke Surat Berharga Negara (SBN) mencerminkan masih terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia. Mampukah Indonesia memanfaatkan momentum penguatan ekspor untuk memperkuat ketahanan industri sekaligus menjaga keseimbangan utang, stabilitas rupiah, dan daya tahan ekonomi nasional di tengah tantangan global yang terus berkembang?                                                                                      #marketreview  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "4073LDTf4oU"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 687.6073301101228, "y": 558.1665398286167, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4285, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "4073LDTf4oU", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Kejar Target Ekspor 30%, Bisakah Stabilitas Rupiah Dipertahankan? | MARKET REVIEW\n\nDi tengah ketidakpastian ekonomi global, Indonesia menghadapi dua tantangan besar sekaligus: mengejar target peningkatan ekspor manufaktur hingga 30% dan menjaga stabilitas ekonomi di tengah kenaikan utang luar negeri yang telah mencapai USD439,8 miliar atau sekitar Rp7.784,5 triliun per April 2026. Di satu sisi, sektor industri pengolahan menjadi tulang punggung ekspor nasional dengan kontribusi lebih dari 82%, sementara di sisi lain, derasnya arus modal asing ke Surat Berharga Negara (SBN) mencerminkan masih terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia. Mampukah Indonesia memanfaatkan momentum penguatan ekspor untuk memperkuat ketahanan industri sekaligus menjaga keseimbangan utang, stabilitas rupiah, dan daya tahan ekonomi nasional di tengah tantangan global yang terus berkembang?                                                                                      #marketreview  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "4073LDTf4oU"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 747.9051753584425, "y": 502.1570304183189, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4285, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "4073LDTf4oU", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Kejar Target Ekspor 30%, Bisakah Stabilitas Rupiah Dipertahankan? | MARKET REVIEW\n\nDi tengah ketidakpastian ekonomi global, Indonesia menghadapi dua tantangan besar sekaligus: mengejar target peningkatan ekspor manufaktur hingga 30% dan menjaga stabilitas ekonomi di tengah kenaikan utang luar negeri yang telah mencapai USD439,8 miliar atau sekitar Rp7.784,5 triliun per April 2026. Di satu sisi, sektor industri pengolahan menjadi tulang punggung ekspor nasional dengan kontribusi lebih dari 82%, sementara di sisi lain, derasnya arus modal asing ke Surat Berharga Negara (SBN) mencerminkan masih terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia. Mampukah Indonesia memanfaatkan momentum penguatan ekspor untuk memperkuat ketahanan industri sekaligus menjaga keseimbangan utang, stabilitas rupiah, dan daya tahan ekonomi nasional di tengah tantangan global yang terus berkembang?                                                                                      #marketreview  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "4073LDTf4oU"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 194.83465937040322, "y": 562.1787345830717, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4285, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "4073LDTf4oU", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Kejar Target Ekspor 30%, Bisakah Stabilitas Rupiah Dipertahankan? | MARKET REVIEW\n\nDi tengah ketidakpastian ekonomi global, Indonesia menghadapi dua tantangan besar sekaligus: mengejar target peningkatan ekspor manufaktur hingga 30% dan menjaga stabilitas ekonomi di tengah kenaikan utang luar negeri yang telah mencapai USD439,8 miliar atau sekitar Rp7.784,5 triliun per April 2026. Di satu sisi, sektor industri pengolahan menjadi tulang punggung ekspor nasional dengan kontribusi lebih dari 82%, sementara di sisi lain, derasnya arus modal asing ke Surat Berharga Negara (SBN) mencerminkan masih terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia. Mampukah Indonesia memanfaatkan momentum penguatan ekspor untuk memperkuat ketahanan industri sekaligus menjaga keseimbangan utang, stabilitas rupiah, dan daya tahan ekonomi nasional di tengah tantangan global yang terus berkembang?                                                                                      #marketreview  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "4073LDTf4oU"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 63.69565492356743, "y": 193.51836294369528, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4285, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "4073LDTf4oU", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Kejar Target Ekspor 30%, Bisakah Stabilitas Rupiah Dipertahankan? | MARKET REVIEW\n\nDi tengah ketidakpastian ekonomi global, Indonesia menghadapi dua tantangan besar sekaligus: mengejar target peningkatan ekspor manufaktur hingga 30% dan menjaga stabilitas ekonomi di tengah kenaikan utang luar negeri yang telah mencapai USD439,8 miliar atau sekitar Rp7.784,5 triliun per April 2026. Di satu sisi, sektor industri pengolahan menjadi tulang punggung ekspor nasional dengan kontribusi lebih dari 82%, sementara di sisi lain, derasnya arus modal asing ke Surat Berharga Negara (SBN) mencerminkan masih terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia. Mampukah Indonesia memanfaatkan momentum penguatan ekspor untuk memperkuat ketahanan industri sekaligus menjaga keseimbangan utang, stabilitas rupiah, dan daya tahan ekonomi nasional di tengah tantangan global yang terus berkembang?                                                                                      #marketreview  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "4073LDTf4oU"}}, {"key": "@OfficialiNews", "attributes": {"label": "@OfficialiNews", "x": 606.8929697060692, "y": 280.4987011901877, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.7171, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ohegMgD1pVk", "id": "@OfficialiNews", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah? Ekonom Ungkap Cadangan Devisa Indonesia Tak Cukup Jaga Nilai Tukar!\n\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\nDalam episode terbaru To The Point Aja, ekonom sekaligus Co-Founder FINE Institute, Kusfiardi, mengulas kondisi nilai tukar rupiah di tengah tekanan ekonomi global. Benarkah besarnya cadangan devisa Indonesia cukup untuk menjaga stabilitas rupiah?\n\nKusfiardi menilai bahwa kekuatan rupiah tidak bisa hanya diukur dari tingginya cadangan devisa. Selama ketergantungan Indonesia terhadap impor masih besar, cadangan devisa belum tentu menjadi jaminan ketahanan ekonomi nasional.\n\nDalam perbincangan ini dibahas berbagai isu penting, mulai dari keterbatasan intervensi Bank Indonesia, risiko penggerusan cadangan devisa, hingga perlunya strategi ekonomi baru yang lebih terintegrasi. Koordinasi antara kebijakan moneter, fiskal, dan sektor riil dinilai menjadi kunci agar Indonesia mampu menghadapi gejolak ekonomi dunia.\n\nApakah Indonesia membutuhkan pendekatan ekonomi yang lebih menyeluruh untuk menjaga stabilitas rupiah dan ketahanan ekonomi nasional? Simak analisis tajam dan mendalam dari Kusfiardi hanya di To The Point Aja.\n\nJangan lupa subscribe, like, dan aktifkan notifikasi agar tidak ketinggalan pembahasan ekonomi, politik, dan isu-isu strategis lainnya.\n\n#ToThePointAja #Kusfiardi #FINEInstitute #Rupiah #NilaiTukarRupiah #CadanganDevisa #BankIndonesia #EkonomiIndonesia #EkonomiGlobal #KebijakanMoneter #KebijakanFiskal #StabilitasEkonomi\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\n#iNews #BeritaTerkini #BreakingNews #BeritaHariIni #BeritaNasional #BeritaIndonesia #BeritaDunia #TerlengkapTercepatTerpercaya", "post_id": "ohegMgD1pVk"}}, {"key": "officialinews", "attributes": {"label": "officialinews", "x": 736.0635441166538, "y": 903.5684654099767, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.6767, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ohegMgD1pVk", "id": "officialinews", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah? Ekonom Ungkap Cadangan Devisa Indonesia Tak Cukup Jaga Nilai Tukar!\n\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\nDalam episode terbaru To The Point Aja, ekonom sekaligus Co-Founder FINE Institute, Kusfiardi, mengulas kondisi nilai tukar rupiah di tengah tekanan ekonomi global. Benarkah besarnya cadangan devisa Indonesia cukup untuk menjaga stabilitas rupiah?\n\nKusfiardi menilai bahwa kekuatan rupiah tidak bisa hanya diukur dari tingginya cadangan devisa. Selama ketergantungan Indonesia terhadap impor masih besar, cadangan devisa belum tentu menjadi jaminan ketahanan ekonomi nasional.\n\nDalam perbincangan ini dibahas berbagai isu penting, mulai dari keterbatasan intervensi Bank Indonesia, risiko penggerusan cadangan devisa, hingga perlunya strategi ekonomi baru yang lebih terintegrasi. Koordinasi antara kebijakan moneter, fiskal, dan sektor riil dinilai menjadi kunci agar Indonesia mampu menghadapi gejolak ekonomi dunia.\n\nApakah Indonesia membutuhkan pendekatan ekonomi yang lebih menyeluruh untuk menjaga stabilitas rupiah dan ketahanan ekonomi nasional? Simak analisis tajam dan mendalam dari Kusfiardi hanya di To The Point Aja.\n\nJangan lupa subscribe, like, dan aktifkan notifikasi agar tidak ketinggalan pembahasan ekonomi, politik, dan isu-isu strategis lainnya.\n\n#ToThePointAja #Kusfiardi #FINEInstitute #Rupiah #NilaiTukarRupiah #CadanganDevisa #BankIndonesia #EkonomiIndonesia #EkonomiGlobal #KebijakanMoneter #KebijakanFiskal #StabilitasEkonomi\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\n#iNews #BeritaTerkini #BreakingNews #BeritaHariIni #BeritaNasional #BeritaIndonesia #BeritaDunia #TerlengkapTercepatTerpercaya", "post_id": "ohegMgD1pVk"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "attributes": {"label": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "x": 64.06866311105975, "y": 66.38593871464715, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.7171, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "j9LCUBYJAnI", "id": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "BI RATE NAIK 50 BPS! Tapi Kenapa Pasar Obligasi Kita Malah Terancam?\n\nBank Indonesia (BI) resmi mengambil langkah agresif dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mei 2026 dengan menaikkan BI-Rate sebesar 50 basis poin (bps) ke level 5,25%! Langkah pre-emptive ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tekanan dolar AS yang kian kuat.\n\nNamun, apakah kebijakan ini sepenuhnya aman? Para ekonom justru mengingatkan adanya ancaman baru di struktur pasar uang domestik. Instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dinilai terlalu menarik hingga menyedot likuiditas dari pasar obligasi jangka panjang (SBN). Jika kondisi ini dibiarkan, yield curve akan tertekan dan pembiayaan pembangunan nasional bisa terganggu!\n\nSimak analisis kritis selengkapnya mengenai dampak kenaikan suku bunga BI, nasib pasar obligasi negara, hingga pentingnya sinergi antara BI dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam video ini.\n\nVideo Editor: Rifqi Rahmandika\n\n#koranjakarta #news #BankIndonesia #BIRate #PasarObligasi #SukuBungaBI #Rupiah #EkonomiIndonesia #SBN #SRBI #Kemenkeu #Investasi #BeritaEkonomi #Macroeconomics #YouTubeSEO\n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "j9LCUBYJAnI"}}, {"key": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "koranjakarta...", "x": 560.9735931790177, "y": 321.2174477670806, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.6767, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "j9LCUBYJAnI", "id": "koranjakarta...", "source": "youtube-000001", "content": "BI RATE NAIK 50 BPS! Tapi Kenapa Pasar Obligasi Kita Malah Terancam?\n\nBank Indonesia (BI) resmi mengambil langkah agresif dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mei 2026 dengan menaikkan BI-Rate sebesar 50 basis poin (bps) ke level 5,25%! Langkah pre-emptive ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tekanan dolar AS yang kian kuat.\n\nNamun, apakah kebijakan ini sepenuhnya aman? Para ekonom justru mengingatkan adanya ancaman baru di struktur pasar uang domestik. Instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dinilai terlalu menarik hingga menyedot likuiditas dari pasar obligasi jangka panjang (SBN). Jika kondisi ini dibiarkan, yield curve akan tertekan dan pembiayaan pembangunan nasional bisa terganggu!\n\nSimak analisis kritis selengkapnya mengenai dampak kenaikan suku bunga BI, nasib pasar obligasi negara, hingga pentingnya sinergi antara BI dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam video ini.\n\nVideo Editor: Rifqi Rahmandika\n\n#koranjakarta #news #BankIndonesia #BIRate #PasarObligasi #SukuBungaBI #Rupiah #EkonomiIndonesia #SBN #SRBI #Kemenkeu #Investasi #BeritaEkonomi #Macroeconomics #YouTubeSEO\n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "j9LCUBYJAnI"}}], "edges": [{"key": "satria_ris8", "source": "satria_ris8", "target": "zakiberkata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "infotibanjaran.id", "source": "infotibanjaran.id", "target": "voktis.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Korea", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Community", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Hype", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Duniaku_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popbela_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popbela.Beauty", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popmama_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Yummy.idn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "wartapriangan.id", "source": "wartapriangan.id", "target": "menkeuri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "buzzart_af", "source": "buzzart_af", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "buterflywave", "source": "buterflywave", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nexsafast", "source": "nexsafast", "target": "cryptowaveid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nexsafast", "source": "nexsafast", "target": "cryptowaveid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jelajahnews.id", "source": "jelajahnews.id", "target": "harristurino", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jelajahnews.id", "source": "jelajahnews.id", "target": "DPR", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jelajahnews.id", "source": "jelajahnews.id", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "netnews.id0", "source": "netnews.id0", "target": "Netnews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "folknomic", "source": "folknomic", "target": "folknomics", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ikee.pri", "source": "ikee.pri", "target": "dpp.pri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "financialclub11", "source": "financialclub11", "target": "ternakuang.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "growwinid", "source": "growwinid", "target": "growwinid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "leoo4456", "source": "leoo4456", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "m4cronews", "source": "m4cronews", "target": "m4cro.news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "user485991268", "source": "user485991268", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@JCCNetwork", "source": "@JCCNetwork", "target": "JCCNetwork", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@JCCNetwork", "source": "@JCCNetwork", "target": "jccbetwork.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@JCCNetwork", "source": "@JCCNetwork", "target": "jcc_network", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@JCCNetwork", "source": "@JCCNetwork", "target": "jccnetwork.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialiNews", "source": "@OfficialiNews", "target": "officialinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}