{"nodes": [{"key": "daa_dena4", "attributes": {"label": "daa_dena4", "x": 66.70817259645123, "y": 343.4254436426961, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.1617, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2058978329034940838", "id": "daa_dena4", "source": "tweet-000004", "content": "Hoaks soal bank dipaksa biayai program pemerintah cuma bikin gaduh publik. Dunia perbankan punya aturan manajemen risiko dan pengawasan OJK yang gak bisa dimainkan sembarangan, be smart guys jgn mudah percaya opini sesat.\n#LanjutkanMBG", "post_id": "2058978329034940838"}}, {"key": "SumandoGaek", "attributes": {"label": "SumandoGaek", "x": 600.6467816019388, "y": 436.8371892576358, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 18.7991, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2058978329034940838", "id": "SumandoGaek", "source": "tweet-000004", "content": "Hoaks soal bank dipaksa biayai program pemerintah cuma bikin gaduh publik. Dunia perbankan punya aturan manajemen risiko dan pengawasan OJK yang gak bisa dimainkan sembarangan, be smart guys jgn mudah percaya opini sesat.\n#LanjutkanMBG", "post_id": "2058978329034940838"}}, {"key": "xjbeat", "attributes": {"label": "xjbeat", "x": 93.69046076633813, "y": 784.4049142600784, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.1617, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2062887823313957198", "id": "xjbeat", "source": "tweet-000004", "content": "Investor menyukai bank yang beroperasi  berdasarkan pertimbangan komersial dan manajemen risiko. Jika OJK /Danantara melakukan intervensi kebijakan, mengatur suku bunga khusus /memaksa penyaluran kredit pada proyek tertentu yang tidak visible, profitabilitas bank bisa tertekan..", "post_id": "2062887823313957198"}}, {"key": "dimarsasongko98", "attributes": {"label": "dimarsasongko98", "x": 66.61723194850377, "y": 685.6751231198768, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 18.7991, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2062887823313957198", "id": "dimarsasongko98", "source": "tweet-000004", "content": "Investor menyukai bank yang beroperasi  berdasarkan pertimbangan komersial dan manajemen risiko. Jika OJK /Danantara melakukan intervensi kebijakan, mengatur suku bunga khusus /memaksa penyaluran kredit pada proyek tertentu yang tidak visible, profitabilitas bank bisa tertekan..", "post_id": "2062887823313957198"}}, {"key": "layer7ventures", "attributes": {"label": "layer7ventures", "x": 345.7136894596552, "y": 47.83548920102765, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.1617, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2062435859274846602", "id": "layer7ventures", "source": "tweet-000004", "content": "The Bappebti→OJK move is the tell: crypto graduating from a commodity desk to a securities-style regulator. 🇮🇩 isn't alone — 🇲🇾 SC and 🇹🇭 SEC ran the same arc. Derivatives are where each one still stalls.", "post_id": "2062435859274846602"}}, {"key": "0xUrsanomics", "attributes": {"label": "0xUrsanomics", "x": 458.78039347880406, "y": 70.26161599635938, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 18.7991, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2062435859274846602", "id": "0xUrsanomics", "source": "tweet-000004", "content": "The Bappebti→OJK move is the tell: crypto graduating from a commodity desk to a securities-style regulator. 🇮🇩 isn't alone — 🇲🇾 SC and 🇹🇭 SEC ran the same arc. Derivatives are where each one still stalls.", "post_id": "2062435859274846602"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 717.8995818100716, "y": 172.21769463286896, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.243, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 5, "out_degree": 5, "degree": 10}, "_id": "3921290314938323706_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "🚨 Indonesia Menanti Vonis MSCI: Tetap Emerging Market atau Turun ke Frontier Market?\nby  Academy\n\nHalo Sobat Cuan!\n\nPasar saham Indonesia tengah menanti keputusan penting dari MSCI yang berpotensi menentukan status Indonesia sebagai Emerging Market atau bahkan turun menjadi Frontier Market.\n\nKeputusan ini sangat krusial karena dapat memengaruhi arus dana asing dan arah pergerakan IHSG dalam beberapa waktu ke depan.\n\n📅 Jadwal Penting MSCI\n▪️ 18 Juni 2026: MSCI Global Market Accessibility Review\n▪️ 23 Juni 2026: MSCI Annual Market Classification Review\n▪️ Pengumuman diperkirakan dirilis sekitar pukul 03.30 WIB\n\n💰 Kenapa Penting?\nJika Indonesia tetap berstatus Emerging Market, kepercayaan investor global berpotensi meningkat dan menjadi sentimen positif bagi pasar saham.\n\nNamun jika turun ke Frontier Market, beberapa dana investasi global berpotensi melakukan penyesuaian portofolio yang dapat memicu tekanan jual di pasar.\n\n📉 Latar Belakang Gejolak IHSG\n\nSejak awal 2026, pasar sempat diguncang kekhawatiran terkait evaluasi MSCI.\n\nBeberapa isu yang menjadi perhatian antara lain:\n✅ Transparansi kepemilikan saham\n✅ Ketentuan free float emiten\n✅ Konsentrasi kepemilikan saham tertentu\n\n🛠️ Langkah Perbaikan yang Dilakukan BEI & OJK\n\nUntuk mempertahankan status Emerging Market, regulator telah melakukan sejumlah reformasi:\n▪️ Transparansi data pemegang saham\n▪️ Pengetatan aturan free float minimum 15%\n▪️ Pengawasan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC)\n\n📊 Skenario yang Perlu Dicermati Investor\n✅ Jika Tetap Emerging Market\nPotensi sentimen positif bagi IHSG dan saham-saham berkapitalisasi besar, terutama sektor perbankan.\n\n⚠️ Jika Turun ke Frontier Market\nPotensi tekanan jual dari investor institusi global masih perlu diantisipasi sehingga volatilitas pasar dapat meningkat.\n\n📌 Gabung di  Community untuk mendapatkan update market, analisis saham pilihan, edukasi investasi, dan diskusi eksklusif bersama investor serta trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#MSCI #IHSG #SahamIndonesia #InvestasiSaham #MarketUpdate", "post_id": "3921290314938323706_52512310886"}}, {"key": "mirzajihan_", "attributes": {"label": "mirzajihan_", "x": 197.33736101451004, "y": 958.8572108620682, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1617, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3917886146416485991_63130207950", "id": "mirzajihan_", "source": "instagram-000001", "content": "Target pertumbuhan ekonomi 8 persen sebagaimana RPJMN tidak bisa dicapai jika hanya bertumpu pada APBD. Sementara ruang fiskal daerah terbatas dan kebutuhan pembangunan terus meningkat.\n\nKarena itu, gubernur  mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, regulator, lembaga keuangan, dan sektor swasta.\n\nLangkah ini diarahkan untuk menyelaraskan RPJMN, RPJMD, dan prioritas pembangunan nasional. Sekaligus membuka sumber pembiayaan alternatif dan mendorong investasi strategis. Termasuk pengembangan industri bioetanol berbasis komoditas unggulan Lampung.\n\nLalu, apa hasil yang dituju bagi masyarakat\nPertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdampak nyata, melalui:\n✔️ Terbukanya lapangan kerja\n✔️ Meningkatnya nilai tambah sektor pertanian\n✔️ Meningkatnya kesejahteraan masyarakat\n✔️ Menurunnya angka kemiskinan\n\nSeluruh arah kebijakan tersebut ditegaskan dalam rapat Sinergi dan Kolaborasi Pengembangan Ekonomi Daerah yang dipimpin Gubernur Mirza bersama Bank Indonesia, OJK, DJPb, dan perangkat daerah di Kantor Gubernur Lampung. Rapat ini menjadi langkah konkret Pemprov Lampung dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045.\n\n#LampungMaju #EkonomiInklusif #IndonesiaEmas2045 #KolaborasiPembangunan #GubernurLampung", "post_id": "3917886146416485991_63130207950"}}, {"key": "mirzano", "attributes": {"label": "mirzano", "x": 450.0614663974223, "y": 278.85119495381673, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 18.7991, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3917886146416485991_63130207950", "id": "mirzano", "source": "instagram-000001", "content": "Target pertumbuhan ekonomi 8 persen sebagaimana RPJMN tidak bisa dicapai jika hanya bertumpu pada APBD. Sementara ruang fiskal daerah terbatas dan kebutuhan pembangunan terus meningkat.\n\nKarena itu, gubernur  mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, regulator, lembaga keuangan, dan sektor swasta.\n\nLangkah ini diarahkan untuk menyelaraskan RPJMN, RPJMD, dan prioritas pembangunan nasional. Sekaligus membuka sumber pembiayaan alternatif dan mendorong investasi strategis. Termasuk pengembangan industri bioetanol berbasis komoditas unggulan Lampung.\n\nLalu, apa hasil yang dituju bagi masyarakat\nPertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdampak nyata, melalui:\n✔️ Terbukanya lapangan kerja\n✔️ Meningkatnya nilai tambah sektor pertanian\n✔️ Meningkatnya kesejahteraan masyarakat\n✔️ Menurunnya angka kemiskinan\n\nSeluruh arah kebijakan tersebut ditegaskan dalam rapat Sinergi dan Kolaborasi Pengembangan Ekonomi Daerah yang dipimpin Gubernur Mirza bersama Bank Indonesia, OJK, DJPb, dan perangkat daerah di Kantor Gubernur Lampung. Rapat ini menjadi langkah konkret Pemprov Lampung dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045.\n\n#LampungMaju #EkonomiInklusif #IndonesiaEmas2045 #KolaborasiPembangunan #GubernurLampung", "post_id": "3917886146416485991_63130207950"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 577.1579630271378, "y": 804.6486798036374, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 96.5351, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 1, "degree": 4}, "_id": "3924355340913449714_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar serangkaian sosialisasi terkait kebijakan pasar modal kepada beragam pemangku kepentingan (stakeholders) dalam sepekan. Langkah ini dilakukan untuk memperluas edukasi dan akses pasar modal kepada masyarakat.\n\nPada Senin (15/6/2026), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) meluncurkan temuan awal Census on Women in Executive Leadership Team (ELT) in IDX200 Companies (2022–2025) di Main Hall BEI, Jakarta. \n\nAcara bertema “From Disclosure to Impact: Advancing Women's Leadership in IDX200 Companies” ini dihadiri lebih dari 200 pemimpin perusahaan, regulator, dan pembuat kebijakan untuk membahas penguatan kesetaraan gender dalam kepemimpinan korporasi sebagai bagian dari agenda ESG. Seiring penguatan penerapan standar ESG oleh BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sensus ini diharapkan menjadi masukan bagi pengembangan kebijakan guna meningkatkan penerapan dan keterbukaan informasi terkait kesetaraan gender.\n\nKemudian pada Rabu (17/6/2026), BEI bersama OJK, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyelenggarakan dua forum strategis, yaitu “Diskusi Sinergi dalam Menjaga Stabilitas dan Resiliensi Pasar Modal Indonesia” dan “Capital Market Insight: Pengaturan Buyback dan Market Update” untuk membahas reformasi pasar modal, stabilitas pasar, dan pembaruan kebijakan buyback saham. \n\nBaca selengkapnya di \nhttps://www.idxchannel.com/market-news/bei-gelar-rangkaian-sosialisasi-kebijakan-pasar-modal-dari-jakarta-hingga-babel\n\nAtau klik link di Bio  \n\nFoto : dok BEI\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #BEI #pasarmodal", "post_id": "3924355340913449714_3310659452"}}, {"key": "balikpapan_pos", "attributes": {"label": "balikpapan_pos", "x": 726.277110348535, "y": 405.6139580227258, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1617, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3917077225279564130_3322656215", "id": "balikpapan_pos", "source": "instagram-000001", "content": "Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menilai sektor perbankan Indonesia tetap berada dalam kondisi yang sehat di tengah dinamika ekonomi global dan domestik. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan kredit yang tetap kuat, likuiditas yang terjaga, serta permodalan yang memadai untuk mendukung fungsi intermediasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nKetua Umum Perbanas sekaligus Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyatakan bahwa perbankan nasional masih mampu menjalankan perannya sebagai penggerak perekonomian melalui penyaluran kredit yang terus tumbuh dan penghimpunan dana masyarakat yang tetap meningkat.\n\"Berdasarkan data OJK, hingga akhir April 2026 penyaluran kredit perbankan tumbuh 9,98% secara tahunan, sedangkan Dana Pihak Ketiga tumbuh 11,40%. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan tetap terjaga dan fungsi intermediasi berjalan dengan baik,\" ujar Hery.\nDari sisi likuiditas, Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 86,88%.\n\n Sementara itu, rasio Gross Non Performing Loan (NPL) berada pada level 2,17%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa industri perbankan masih memiliki kapasitas yang memadai untuk mendukung pembiayaan ekonomi dengan tetap menjaga kualitas aset.\nMenurut Hery, kinerja tersebut menjadi modal penting bagi perbankan untuk terus mendukung aktivitas ekonomi dan berbagai program pembangunan nasional.\n\nMeski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat ketidakpastian global masih cukup tinggi. Ketegangan geopolitik, volatilitas harga energi, serta perlambatan ekonomi di sejumlah negara berpotensi memengaruhi aktivitas usaha dan sentimen pasar keuangan.\n\n“Karena itu, pengelolaan risiko yang prudent, kecukupan likuiditas, serta kualitas pertumbuhan kredit harus terus menjadi perhatian utama agar ketahanan industri tetap terjaga,” jelas Hery.\n.\n(*/han)\n.\nBaca berita lainnya melalui apps kami:\nPlaystore: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.balpos\nAppstore: https://apps.apple.com/app/balikpapan-pos/id6504913031\n.\nIkuti Media Balikpapanpos Lainnya\n\nhttps://www.balpos.com/\nhttps://www.facebook.com/balposdotcom/\nhttps://www.tiktok.com/#perbanas #perbankanindonesia #bri #ojk #kredit #ekonomiindonesia #", "post_id": "3917077225279564130_3322656215"}}, {"key": "ba", "attributes": {"label": "ba", "x": 333.0196263948132, "y": 339.0354485956679, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 18.7991, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3917077225279564130_3322656215", "id": "ba", "source": "instagram-000001", "content": "Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menilai sektor perbankan Indonesia tetap berada dalam kondisi yang sehat di tengah dinamika ekonomi global dan domestik. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan kredit yang tetap kuat, likuiditas yang terjaga, serta permodalan yang memadai untuk mendukung fungsi intermediasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nKetua Umum Perbanas sekaligus Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyatakan bahwa perbankan nasional masih mampu menjalankan perannya sebagai penggerak perekonomian melalui penyaluran kredit yang terus tumbuh dan penghimpunan dana masyarakat yang tetap meningkat.\n\"Berdasarkan data OJK, hingga akhir April 2026 penyaluran kredit perbankan tumbuh 9,98% secara tahunan, sedangkan Dana Pihak Ketiga tumbuh 11,40%. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan tetap terjaga dan fungsi intermediasi berjalan dengan baik,\" ujar Hery.\nDari sisi likuiditas, Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 86,88%.\n\n Sementara itu, rasio Gross Non Performing Loan (NPL) berada pada level 2,17%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa industri perbankan masih memiliki kapasitas yang memadai untuk mendukung pembiayaan ekonomi dengan tetap menjaga kualitas aset.\nMenurut Hery, kinerja tersebut menjadi modal penting bagi perbankan untuk terus mendukung aktivitas ekonomi dan berbagai program pembangunan nasional.\n\nMeski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat ketidakpastian global masih cukup tinggi. Ketegangan geopolitik, volatilitas harga energi, serta perlambatan ekonomi di sejumlah negara berpotensi memengaruhi aktivitas usaha dan sentimen pasar keuangan.\n\n“Karena itu, pengelolaan risiko yang prudent, kecukupan likuiditas, serta kualitas pertumbuhan kredit harus terus menjadi perhatian utama agar ketahanan industri tetap terjaga,” jelas Hery.\n.\n(*/han)\n.\nBaca berita lainnya melalui apps kami:\nPlaystore: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.balpos\nAppstore: https://apps.apple.com/app/balikpapan-pos/id6504913031\n.\nIkuti Media Balikpapanpos Lainnya\n\nhttps://www.balpos.com/\nhttps://www.facebook.com/balposdotcom/\nhttps://www.tiktok.com/#perbanas #perbankanindonesia #bri #ojk #kredit #ekonomiindonesia #", "post_id": "3917077225279564130_3322656215"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 620.6976805285879, "y": 721.3146558655563, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 67.7439, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3912830828478251966_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi aset kripto di Indonesia hingga April 2026 sudah hampir mencapai Rp100 triliun, bahkan ketika pasar dibayangi pelemahan harga dan volatilitas yang tinggi.\n\nSimak informasi selengkapnya di video berikut ini. Follow  untuk berita dan data menarik lainnya. \n\n#OJK #Kripto #BloombergTechnoz", "post_id": "3912830828478251966_51748745734"}}, {"key": "ojk_purwokerto", "attributes": {"label": "ojk_purwokerto", "x": 443.81121785279754, "y": 400.409644274921, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 17.6725, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "3910407700371028652_3963318157", "id": "ojk_purwokerto", "source": "instagram-000001", "content": "OJK Purwokerto Menghadiri Kegiatan Silaturahmi dan Sharing bersama PERBARINDO\n\nHalo sedulur OJK Ngapak!\n\nOJK Purwokerto menghadiri kegiatan silaturahmi dan sharing yang diselenggarakan oleh PERBARINDO dengan tema pemasaran yang efektif dan teknik wawancara analisis karakter debitur, pada 18 Mei 2026.\n\nKegiatan ini menjadi wadah diskusi dan berbagi pengalaman bagi insan industri jasa keuangan dalam memperkuat kualitas layanan serta penerapan prinsip kehati-hatian.\n\nMelalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara regulator dan pelaku industri jasa keuangan semakin kuat guna mendukung terciptanya sektor jasa keuangan yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.\n\nYuk simak selengkapnya melalui postingan berikut 👆🏻\n\nJangan lupa follow  dan  untuk update seputar kegiatan OJK lainnya ya 🫶🏻\n\n#OJKPurwokerto\n#OJKNgapak\n#SinergiUntukNegeri\n#LiterasiKeuangan\n#InklusiKeuangan", "post_id": "3910407700371028652_3963318157"}}, {"key": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "ojkindonesia", "x": 937.2894532018773, "y": 862.4885621419855, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 17.6725, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3910407700371028652_3963318157", "id": "ojkindonesia", "source": "instagram-000001", "content": "OJK Purwokerto Menghadiri Kegiatan Silaturahmi dan Sharing bersama PERBARINDO\n\nHalo sedulur OJK Ngapak!\n\nOJK Purwokerto menghadiri kegiatan silaturahmi dan sharing yang diselenggarakan oleh PERBARINDO dengan tema pemasaran yang efektif dan teknik wawancara analisis karakter debitur, pada 18 Mei 2026.\n\nKegiatan ini menjadi wadah diskusi dan berbagi pengalaman bagi insan industri jasa keuangan dalam memperkuat kualitas layanan serta penerapan prinsip kehati-hatian.\n\nMelalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara regulator dan pelaku industri jasa keuangan semakin kuat guna mendukung terciptanya sektor jasa keuangan yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.\n\nYuk simak selengkapnya melalui postingan berikut 👆🏻\n\nJangan lupa follow  dan  untuk update seputar kegiatan OJK lainnya ya 🫶🏻\n\n#OJKPurwokerto\n#OJKNgapak\n#SinergiUntukNegeri\n#LiterasiKeuangan\n#InklusiKeuangan", "post_id": "3910407700371028652_3963318157"}}, {"key": "karirgram", "attributes": {"label": "karirgram", "x": 101.06065112888574, "y": 443.9515733937276, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1617, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3910426385912875682_4375881195", "id": "karirgram", "source": "instagram-000001", "content": "Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang masih terjadi di sejumlah sektor perlu menjadi perhatian industri asuransi. Khususnya terkait potensi tekanan terhadap produk asuransi jiwa kredit (AJK).\n\nMenurut Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogi Prastomiyono, kondisi PHK dapat mempengaruhi kualitas aset industri asuransi serta pertumbuhan premi.\n\n“Dalam kondisi PJK, masyarakat cenderung memprioritaskan kebutuhan pokok sehingga polis asuransi berisiko lapse, sementara di sisi lain risiko pada asuransi kredit meningkat karena potensi gagal bayar debitur,” ujarnya, dalam jawaban tertulis, dikutip Jumat (29/5/2026).\n\nOgi mengungkapkan, kondisi tersebut dapat menimbulkan tekanan terhadap rasio klaim dan tingkat solvabilitas perusahaan asuransi apabila tidak diantisipasi secara memadai.\n\nPada produk asuransi jiwa kredit, risiko utama yang dijamin pada dasarnya adalah kematian dan cacat tetap total. Meski begitu, tekanan ekonomi akibat PHK dinilai dapat berkontribusi secara tidak langsung terhadap peningkatan klaim.\n\n“Misalnya melalui faktor kesehatan atau tekanan psikososial,” kata Ogi.\n\nUntuk mengantisipasi lonjakan klaim, OJK meminta perusahaan asuransi memperkuat manajemen risiko secara menyeluruh. Beberapa langkah yang dinilai penting antara lain memperketat proses underwriting, khususnya pada sektor-sektor usaha yang rentan mengalami PHK.\n\nSelain itu, perusahaan juga didorong melakukan penyesuaian premi sesuai profil risiko terkini serta memastikan adanya skema risk sharing dengan perbankan agar penyaluran kredit tetap dilakukan secara prudent.\n\n“Penguatan proses verifikasi klaim dan evidence of insurability menjadi penting untuk memitigasi potensi moral hazard,” ucap Ogi.\n\nSumber : investortrust\n\n•• \nUntuk informasi motivasi dan Lowongan Kerja lainnya Follow    \n\n#KarirGram #berita #Kerja #PHK", "post_id": "3910426385912875682_4375881195"}}, {"key": "KarirGram", "attributes": {"label": "KarirGram", "x": 249.78535078712682, "y": 782.8901305393172, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 18.7991, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3910426385912875682_4375881195", "id": "KarirGram", "source": "instagram-000001", "content": "Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang masih terjadi di sejumlah sektor perlu menjadi perhatian industri asuransi. Khususnya terkait potensi tekanan terhadap produk asuransi jiwa kredit (AJK).\n\nMenurut Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogi Prastomiyono, kondisi PHK dapat mempengaruhi kualitas aset industri asuransi serta pertumbuhan premi.\n\n“Dalam kondisi PJK, masyarakat cenderung memprioritaskan kebutuhan pokok sehingga polis asuransi berisiko lapse, sementara di sisi lain risiko pada asuransi kredit meningkat karena potensi gagal bayar debitur,” ujarnya, dalam jawaban tertulis, dikutip Jumat (29/5/2026).\n\nOgi mengungkapkan, kondisi tersebut dapat menimbulkan tekanan terhadap rasio klaim dan tingkat solvabilitas perusahaan asuransi apabila tidak diantisipasi secara memadai.\n\nPada produk asuransi jiwa kredit, risiko utama yang dijamin pada dasarnya adalah kematian dan cacat tetap total. Meski begitu, tekanan ekonomi akibat PHK dinilai dapat berkontribusi secara tidak langsung terhadap peningkatan klaim.\n\n“Misalnya melalui faktor kesehatan atau tekanan psikososial,” kata Ogi.\n\nUntuk mengantisipasi lonjakan klaim, OJK meminta perusahaan asuransi memperkuat manajemen risiko secara menyeluruh. Beberapa langkah yang dinilai penting antara lain memperketat proses underwriting, khususnya pada sektor-sektor usaha yang rentan mengalami PHK.\n\nSelain itu, perusahaan juga didorong melakukan penyesuaian premi sesuai profil risiko terkini serta memastikan adanya skema risk sharing dengan perbankan agar penyaluran kredit tetap dilakukan secara prudent.\n\n“Penguatan proses verifikasi klaim dan evidence of insurability menjadi penting untuk memitigasi potensi moral hazard,” ucap Ogi.\n\nSumber : investortrust\n\n•• \nUntuk informasi motivasi dan Lowongan Kerja lainnya Follow    \n\n#KarirGram #berita #Kerja #PHK", "post_id": "3910426385912875682_4375881195"}}, {"key": "1671027898", "attributes": {"label": "1671027898", "x": 419.3544896579381, "y": 110.22012652847857, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1617, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3911373278183158185_1671027898", "id": "1671027898", "source": "instagram-000001", "content": "Menghadiri Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Menteri Keuangan  dalam agenda evaluasi kelembagaan Bank Indonesia, OJK, dan LPS melalui implementasi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).\n\nPembahasan ini menjadi bagian penting dalam memastikan sektor keuangan nasional memiliki fondasi regulasi yang kuat, adaptif, dan mampu menjawab tantangan ekonomi yang terus berkembang. Sinergi antara pemerintah, regulator, dan lembaga negara diperlukan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus memperkuat kepercayaan publik.\n\nDari perspektif hukum, kepastian regulasi dan tata kelola yang baik merupakan kunci dalam menciptakan sistem keuangan yang sehat, transparan, akuntabel, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.\n\nMelalui kolaborasi yang kuat, kita terus membangun ekosistem keuangan yang tangguh demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan Indonesia.", "post_id": "3911373278183158185_1671027898"}}, {"key": "purbayayudhi", "attributes": {"label": "purbayayudhi", "x": 194.06674169067816, "y": 74.06046755399709, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 18.7991, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3911373278183158185_1671027898", "id": "purbayayudhi", "source": "instagram-000001", "content": "Menghadiri Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Menteri Keuangan  dalam agenda evaluasi kelembagaan Bank Indonesia, OJK, dan LPS melalui implementasi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).\n\nPembahasan ini menjadi bagian penting dalam memastikan sektor keuangan nasional memiliki fondasi regulasi yang kuat, adaptif, dan mampu menjawab tantangan ekonomi yang terus berkembang. Sinergi antara pemerintah, regulator, dan lembaga negara diperlukan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus memperkuat kepercayaan publik.\n\nDari perspektif hukum, kepastian regulasi dan tata kelola yang baik merupakan kunci dalam menciptakan sistem keuangan yang sehat, transparan, akuntabel, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.\n\nMelalui kolaborasi yang kuat, kita terus membangun ekosistem keuangan yang tangguh demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan Indonesia.", "post_id": "3911373278183158185_1671027898"}}, {"key": "official.ifi", "attributes": {"label": "official.ifi", "x": 122.92076347893011, "y": 620.9271587621257, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.6725, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "7588393910263696647", "id": "official.ifi", "source": "tiktok-000001", "content": "Sepanjang tahun 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sebanyak tujuh bank perekonomian rakyat di Indonesia resmi ditutup. Seluruh bank yang dicabut izin usahanya berasal dari kelompok Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) yang dinilai tidak mampu menjaga kesehatan keuangan sesuai ketentuan yang berlaku. Penutupan dilakukan setelah OJK memberikan waktu dan pengawasan intensif kepada bank-bank tersebut untuk melakukan penyehatan. Namun, permasalahan seperti keterbatasan modal, lemahnya likuiditas, serta buruknya tata kelola membuat upaya perbaikan tidak membuahkan hasil. Dalam kondisi tersebut, pencabutan izin usaha menjadi langkah terakhir yang harus ditempuh regulator. Setelah izin usaha dicabut, proses penyelesaian bank ditangani oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). LPS memastikan simpanan nasabah tetap dijamin sesuai aturan yang berlaku, sehingga masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti prosedur klaim yang telah ditetapkan. Kasus penutupan tujuh BPR dan BPRS sepanjang 2025 ini menjadi pengingat pentingnya penguatan pengawasan dan manajemen risiko di sektor perbankan daerah. OJK menegaskan akan terus memperketat pengawasan guna menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus melindungi kepentingan nasabah di seluruh wilayah Indonesia. Baca selengkapnya di sites.google.com/view/indonesia-financial-insights (Link ada di bio) For more information: TikTok:  Instagram:  Website: sites.google.com/view/indonesia-financial-insights #perbankan #ojk #ojkindonesia", "post_id": "7588393910263696647"}}, {"key": "cryptowavem2nd", "attributes": {"label": "cryptowavem2nd", "x": 609.8411906251158, "y": 140.48968672838035, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1617, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7654202506406366482", "id": "cryptowavem2nd", "source": "tiktok-000001", "content": "Otoritas Jasa Keuangan (OJK) panggil beberapa influencer sama key opinion leader (KOL) yang diduga promosiin platform investasi sama crypto ilegal ke masyarakat. Gerak ini bagian dari usaha OJK buat jaga konsumen di sektor jasa keuangan digital. Lewat Satgas PASTI, OJK ingetin para influencer buat pastiin produk atau platform yang mereka promosiin itu legal dulu sebelum kasih rekomendasi ke followers. OJK khawatir kalau promo platform tanpa izin itu bisa rugiing masyarakat dan nambah risiko penipuan investasi. Regulator juga ngasih info kalau mereka lagi siappin aturan khusus soal influencer keuangan atau finfluencer. Regulasi ini buat tingkatin akuntabilitas influencer yang kasih edukasi, analisis, sama promosi produk keuangan lewat media sosial. Enggak cuma panggil influencer, OJK sama Satgas PASTI udah blokir banyak konten media sosial sama tautan yang nawarin produk keuangan digital tanpa izin. Ini buat hentiin penyebaran promosi platform ilegal yang makin marak di internet. OJK juga ingetin masyarakat buat pakai prinsip \"Legal dan Logis\" sebelum invest. Masyarakat harus pastiin kalau platform sama produk yang dipakai itu udah dapat izin atau terdaftar di OJK, juga harus waspada sama tawaran keuntungan gede-gedean yang dijanjiin dalam waktu singkat. Video diawal hanya hook dan tidak ada maksud apapun terhadap kasus mereka.  Sumber :   #cryptowave #ojk #influencer #crypto", "post_id": "7654202506406366482"}}, {"key": "CryptoWave", "attributes": {"label": "CryptoWave", "x": 341.1526063065695, "y": 294.21712235495534, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.7991, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7654202506406366482", "id": "CryptoWave", "source": "tiktok-000001", "content": "Otoritas Jasa Keuangan (OJK) panggil beberapa influencer sama key opinion leader (KOL) yang diduga promosiin platform investasi sama crypto ilegal ke masyarakat. Gerak ini bagian dari usaha OJK buat jaga konsumen di sektor jasa keuangan digital. Lewat Satgas PASTI, OJK ingetin para influencer buat pastiin produk atau platform yang mereka promosiin itu legal dulu sebelum kasih rekomendasi ke followers. OJK khawatir kalau promo platform tanpa izin itu bisa rugiing masyarakat dan nambah risiko penipuan investasi. Regulator juga ngasih info kalau mereka lagi siappin aturan khusus soal influencer keuangan atau finfluencer. Regulasi ini buat tingkatin akuntabilitas influencer yang kasih edukasi, analisis, sama promosi produk keuangan lewat media sosial. Enggak cuma panggil influencer, OJK sama Satgas PASTI udah blokir banyak konten media sosial sama tautan yang nawarin produk keuangan digital tanpa izin. Ini buat hentiin penyebaran promosi platform ilegal yang makin marak di internet. OJK juga ingetin masyarakat buat pakai prinsip \"Legal dan Logis\" sebelum invest. Masyarakat harus pastiin kalau platform sama produk yang dipakai itu udah dapat izin atau terdaftar di OJK, juga harus waspada sama tawaran keuntungan gede-gedean yang dijanjiin dalam waktu singkat. Video diawal hanya hook dan tidak ada maksud apapun terhadap kasus mereka.  Sumber :   #cryptowave #ojk #influencer #crypto", "post_id": "7654202506406366482"}}, {"key": "cipie.aja.sih", "attributes": {"label": "cipie.aja.sih", "x": 761.9679000081316, "y": 423.05507510195395, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1617, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7588942704592145685", "id": "cipie.aja.sih", "source": "tiktok-000001", "content": "Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 32 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Layanan Beli Sekarang Bayar Nanti (Buy Now Pay Later/BNPL) sebagai langkah mitigasi risiko atas pesatnya pertumbuhan pembiayaan digital di sektor jasa keuangan. Aturan ini mulai berlaku sejak diundangkan pada 15 Desember 2025. Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi OJK, M. Ismail Riyadi, mengatakan regulasi tersebut disusun untuk memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat tata kelola dan manajemen risiko dalam layanan BNPL. “Pengaturan ini bertujuan memberikan kepastian hukum, memperkuat tata kelola dan manajemen risiko, menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, serta mendorong pertumbuhan industri yang sehat dan berkelanjutan,” kata Ismail dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (24/12/2025). Ismail menjelaskan, pengaturan BNPL dalam Buy Now Pay Later sejalan dengan transformasi digital sektor jasa keuangan dan agenda peningkatan inklusi keuangan nasional, dengan tetap menempatkan kepercayaan masyarakat sebagai prioritas utama. Dalam beleid tersebut ditegaskan bahwa penyelenggaraan layanan BNPL hanya dapat dilakukan oleh Bank Umum dan Perusahaan Pembiayaan. Bank Umum dapat menyelenggarakan BNPL dengan mengacu pada ketentuan perbankan yang berlaku, sementara Perusahaan Pembiayaan wajib memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari OJK. “Penyelenggaraan BNPL dapat dilakukan secara konvensional maupun berdasarkan prinsip syariah sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya. POJK 32 Tahun 2025 juga mengatur karakteristik utama layanan BNPL, yakni digunakan untuk pembiayaan pembelian barang dan/atau jasa secara nontunai, tanpa agunan, memiliki batas plafon tertentu, serta dilakukan melalui sistem elektronik dengan skema pembayaran angsuran sesuai kesepakatan. Dalam pelaksanaannya, Bank Umum dan Perusahaan Pembiayaan diwajibkan menerapkan prinsip kehati-hatian, perlindungan konsumen, serta perlindungan data pribadi nasabah atau debitur sesuai peraturan perundang-undangan. Regulasi ini juga mewajibkan penyelenggara BNPL untuk menyampaikan keterbukaan informasi yang jelas, transparan, dan mudah dipahami kepada calon nasabah maupun nasabah. Informasi tersebut mencakup sumber dana pembiayaan, jumlah serta frekuensi cicilan, hingga informasi lain yang ditetapkan OJK. Kewajiban keterbukaan informasi itu diharapkan dapat membantu konsumen mengambil keputusan pembiayaan secara sadar dan bertanggung jawab, sekaligus meminimalkan risiko gagal bayar. Selain itu, POJK 32 Tahun 2025 turut mengatur mekanisme penagihan, kewajiban pelaporan kepada OJK, serta ketentuan penghentian penyelenggaraan layanan BNPL, baik atas inisiatif penyelenggara maupun atas perintah OJK. Dalam aturan tersebut, OJK juga diberikan kewenangan menetapkan kebijakan tertentu, termasuk batas maksimum manfaat ekonomi bagi Perusahaan Pembiayaan dalam penyelenggaraan layanan BNPL. (vv)  Jasa Keuangan", "post_id": "7588942704592145685"}}, {"key": "Otoritas", "attributes": {"label": "Otoritas", "x": 935.6122720624774, "y": 50.97922878872818, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 27.4365, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7588942704592145685", "id": "Otoritas", "source": "tiktok-000001", "content": "Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 32 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Layanan Beli Sekarang Bayar Nanti (Buy Now Pay Later/BNPL) sebagai langkah mitigasi risiko atas pesatnya pertumbuhan pembiayaan digital di sektor jasa keuangan. Aturan ini mulai berlaku sejak diundangkan pada 15 Desember 2025. Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi OJK, M. Ismail Riyadi, mengatakan regulasi tersebut disusun untuk memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat tata kelola dan manajemen risiko dalam layanan BNPL. “Pengaturan ini bertujuan memberikan kepastian hukum, memperkuat tata kelola dan manajemen risiko, menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, serta mendorong pertumbuhan industri yang sehat dan berkelanjutan,” kata Ismail dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (24/12/2025). Ismail menjelaskan, pengaturan BNPL dalam Buy Now Pay Later sejalan dengan transformasi digital sektor jasa keuangan dan agenda peningkatan inklusi keuangan nasional, dengan tetap menempatkan kepercayaan masyarakat sebagai prioritas utama. Dalam beleid tersebut ditegaskan bahwa penyelenggaraan layanan BNPL hanya dapat dilakukan oleh Bank Umum dan Perusahaan Pembiayaan. Bank Umum dapat menyelenggarakan BNPL dengan mengacu pada ketentuan perbankan yang berlaku, sementara Perusahaan Pembiayaan wajib memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari OJK. “Penyelenggaraan BNPL dapat dilakukan secara konvensional maupun berdasarkan prinsip syariah sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya. POJK 32 Tahun 2025 juga mengatur karakteristik utama layanan BNPL, yakni digunakan untuk pembiayaan pembelian barang dan/atau jasa secara nontunai, tanpa agunan, memiliki batas plafon tertentu, serta dilakukan melalui sistem elektronik dengan skema pembayaran angsuran sesuai kesepakatan. Dalam pelaksanaannya, Bank Umum dan Perusahaan Pembiayaan diwajibkan menerapkan prinsip kehati-hatian, perlindungan konsumen, serta perlindungan data pribadi nasabah atau debitur sesuai peraturan perundang-undangan. Regulasi ini juga mewajibkan penyelenggara BNPL untuk menyampaikan keterbukaan informasi yang jelas, transparan, dan mudah dipahami kepada calon nasabah maupun nasabah. Informasi tersebut mencakup sumber dana pembiayaan, jumlah serta frekuensi cicilan, hingga informasi lain yang ditetapkan OJK. Kewajiban keterbukaan informasi itu diharapkan dapat membantu konsumen mengambil keputusan pembiayaan secara sadar dan bertanggung jawab, sekaligus meminimalkan risiko gagal bayar. Selain itu, POJK 32 Tahun 2025 turut mengatur mekanisme penagihan, kewajiban pelaporan kepada OJK, serta ketentuan penghentian penyelenggaraan layanan BNPL, baik atas inisiatif penyelenggara maupun atas perintah OJK. Dalam aturan tersebut, OJK juga diberikan kewenangan menetapkan kebijakan tertentu, termasuk batas maksimum manfaat ekonomi bagi Perusahaan Pembiayaan dalam penyelenggaraan layanan BNPL. (vv)  Jasa Keuangan", "post_id": "7588942704592145685"}}, {"key": "intinews.co", "attributes": {"label": "intinews.co", "x": 945.0307144412396, "y": 445.4045516793177, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1617, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7588168606425402644", "id": "intinews.co", "source": "tiktok-000001", "content": "Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 32 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Layanan Beli Sekarang Bayar Nanti (Buy Now Pay Later/BNPL) sebagai langkah mitigasi risiko atas pesatnya pertumbuhan pembiayaan digital di sektor jasa keuangan. Aturan ini mulai berlaku sejak diundangkan pada 15 Desember 2025. Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi OJK, M. Ismail Riyadi, mengatakan regulasi tersebut disusun untuk memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat tata kelola dan manajemen risiko dalam layanan BNPL. “Pengaturan ini bertujuan memberikan kepastian hukum, memperkuat tata kelola dan manajemen risiko, menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, serta mendorong pertumbuhan industri yang sehat dan berkelanjutan,” kata Ismail dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (24/12/2025). Ismail menjelaskan, pengaturan BNPL dalam Buy Now Pay Later sejalan dengan transformasi digital sektor jasa keuangan dan agenda peningkatan inklusi keuangan nasional, dengan tetap menempatkan kepercayaan masyarakat sebagai prioritas utama. Dalam beleid tersebut ditegaskan bahwa penyelenggaraan layanan BNPL hanya dapat dilakukan oleh Bank Umum dan Perusahaan Pembiayaan. Bank Umum dapat menyelenggarakan BNPL dengan mengacu pada ketentuan perbankan yang berlaku, sementara Perusahaan Pembiayaan wajib memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari OJK. “Penyelenggaraan BNPL dapat dilakukan secara konvensional maupun berdasarkan prinsip syariah sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya. POJK 32 Tahun 2025 juga mengatur karakteristik utama layanan BNPL, yakni digunakan untuk pembiayaan pembelian barang dan/atau jasa secara nontunai, tanpa agunan, memiliki batas plafon tertentu, serta dilakukan melalui sistem elektronik dengan skema pembayaran angsuran sesuai kesepakatan. Dalam pelaksanaannya, Bank Umum dan Perusahaan Pembiayaan diwajibkan menerapkan prinsip kehati-hatian, perlindungan konsumen, serta perlindungan data pribadi nasabah atau debitur sesuai peraturan perundang-undangan. Regulasi ini juga mewajibkan penyelenggara BNPL untuk menyampaikan keterbukaan informasi yang jelas, transparan, dan mudah dipahami kepada calon nasabah maupun nasabah. Informasi tersebut mencakup sumber dana pembiayaan, jumlah serta frekuensi cicilan, hingga informasi lain yang ditetapkan OJK. Kewajiban keterbukaan informasi itu diharapkan dapat membantu konsumen mengambil keputusan pembiayaan secara sadar dan bertanggung jawab, sekaligus meminimalkan risiko gagal bayar. Selain itu, POJK 32 Tahun 2025 turut mengatur mekanisme penagihan, kewajiban pelaporan kepada OJK, serta ketentuan penghentian penyelenggaraan layanan BNPL, baik atas inisiatif penyelenggara maupun atas perintah OJK. Dalam aturan tersebut, OJK juga diberikan kewenangan menetapkan kebijakan tertentu, termasuk batas maksimum manfaat ekonomi bagi Perusahaan Pembiayaan dalam penyelenggaraan layanan BNPL. (vv)  Jasa Keuangan", "post_id": "7588168606425402644"}}, {"key": "folknomic", "attributes": {"label": "folknomic", "x": 833.0037400129536, "y": 500.7420006884918, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1617, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7631932313441537301", "id": "folknomic", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) menegaskan akan memperkuat intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah, setelah mata uang domestik sempat melemah hingga mendekati level terendah terhadap dolar AS. Wakil Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa intervensi dilakukan secara berlapis, mencakup pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga pasar obligasi, guna menekan volatilitas yang berlebihan. Ia menyebut tekanan terhadap rupiah terutama dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, seperti tensi geopolitik dan ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang memperkuat dolar AS. Meski begitu, pelemahan rupiah dinilai masih sejalan dengan pergerakan mata uang negara berkembang lainnya di kawasan Asia. Secara pasar, rupiah sempat berada di kisaran Rp17.200–Rp17.300 per dolar AS, mendekati titik terlemahnya sepanjang sejarah. Tekanan ini juga terlihat dari arus keluar modal asing, khususnya di pasar obligasi pemerintah. Sebagai respons, BI tidak hanya mengandalkan intervensi valas, tetapi juga memperkuat bauran kebijakan dengan pendekatan pro-pasar untuk menjaga daya tarik aset domestik. Langkah tersebut meliputi optimalisasi operasi moneter dan penyesuaian suku bunga, sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam target 1,5%–3,5%. Ke depan, BI menegaskan akan terus memantau perkembangan global dan domestik serta siap mengambil langkah tambahan jika diperlukan demi menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional. Follow  Number 1 Fintainment Media for the Modern Folks #folknomics #wealth #entrepreneur #financialfreedom #motivation", "post_id": "7631932313441537301"}}, {"key": "folknomics", "attributes": {"label": "folknomics", "x": 112.7453762987578, "y": 764.347645768595, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.7991, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631932313441537301", "id": "folknomics", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) menegaskan akan memperkuat intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah, setelah mata uang domestik sempat melemah hingga mendekati level terendah terhadap dolar AS. Wakil Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa intervensi dilakukan secara berlapis, mencakup pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga pasar obligasi, guna menekan volatilitas yang berlebihan. Ia menyebut tekanan terhadap rupiah terutama dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, seperti tensi geopolitik dan ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat yang memperkuat dolar AS. Meski begitu, pelemahan rupiah dinilai masih sejalan dengan pergerakan mata uang negara berkembang lainnya di kawasan Asia. Secara pasar, rupiah sempat berada di kisaran Rp17.200–Rp17.300 per dolar AS, mendekati titik terlemahnya sepanjang sejarah. Tekanan ini juga terlihat dari arus keluar modal asing, khususnya di pasar obligasi pemerintah. Sebagai respons, BI tidak hanya mengandalkan intervensi valas, tetapi juga memperkuat bauran kebijakan dengan pendekatan pro-pasar untuk menjaga daya tarik aset domestik. Langkah tersebut meliputi optimalisasi operasi moneter dan penyesuaian suku bunga, sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam target 1,5%–3,5%. Ke depan, BI menegaskan akan terus memantau perkembangan global dan domestik serta siap mengambil langkah tambahan jika diperlukan demi menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional. Follow  Number 1 Fintainment Media for the Modern Folks #folknomics #wealth #entrepreneur #financialfreedom #motivation", "post_id": "7631932313441537301"}}, {"key": "arahjakarta", "attributes": {"label": "arahjakarta", "x": 229.31459295709922, "y": 178.85282365976784, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 67.7439, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7641305557936426261", "id": "arahjakarta", "source": "tiktok-000001", "content": "Presiden Prabowo Subianto melempar kebijakan populis baru dengan memerintahkan bank-bank pelat merah (Himbara) untuk memangkas bunga kredit bagi rakyat kecil menjadi maksimal 5% per tahun. Langkah ekstrem ini diambil setelah Presiden menyoroti jeratan bunga pinjaman di lapangan yang diklaimnya bisa mencekik hingga 70% setahun. Merespons titah istana, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, Dian Ediana Rae, angkat bicara (17/5).  Meski mengapresiasi niat baik pemerintah untuk membantu kelompok unbankable, OJK langsung mengingatkan perbankan untuk memperketat tata kelola dan manajemen risiko. Otoritas mendorong bank melakukan stress test berkala serta menyiapkan pencadangan yang memadai guna mengantisipasi potensi ledakan kredit macet di tengah skenario ekonomi global yang sedang bergejolak. Perintah penurunan bunga hingga di bawah tingkat inflasi riil atau biaya dana (cost of fund) perbankan saat ini adalah kebijakan yang berisiko tinggi. Di tengah situasi makro ekonomi yang sensitif—di mana Rupiah sempat tersungkur ke level Rp17.500—memaksa bank BUMN menyalurkan kredit murah tanpa kalkulasi matang bisa mengikis ketahanan modal perbankan nasional.  Jika tidak disubsidi penuh oleh APBN melalui skema Subsidi Bunga, kebijakan ini akan mengorbankan tingkat kesehatan bank-bank negara demi pemenuhan syahwat politik jangka pendek. Publik patut waspada: tanpa pengawasan ketat, pemaksaan kredit murah berisiko menciptakan gelombang Non-Performing Loan (NPL) baru, di mana dana masyarakat justru habis menguap akibat penyaluran yang tidak kredibel dan salah sasaran. Niat baik memberi modal murah bagi rakyat jangan sampai mengorbankan kesehatan bank negara, karena merawat kepercayaan pasar jauh lebih mahal ketimbang meramu retorika di panggung pidato. Menurut lo, bunga kredit 5% ini bakal beneran bikin UMKM kita maju, atau justru bakal bikin bank-bank BUMN kita yang kolaps akibat kredit macet? Follow  untuk memantau stabilitas perbankan dan kebijakan ekonomi nasional. Tetap kritis, kawal uang negara, jangan biarkan sistem keuangan kita rapuh akibat kebijakan yang dipaksakan tanpa mitigasi risiko yang matang!", "post_id": "7641305557936426261"}}, {"key": "the.indonesia.post", "attributes": {"label": "the.indonesia.post", "x": 280.0903608106098, "y": 670.7694489965949, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1617, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7653727519434116373", "id": "the.indonesia.post", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Menilik Proyeksi Ekonomi Klasik : Menguji Validitas Prediksi Almarhum Faisal Basri Soal Rupiah Tembus Rp18.000 Per Dolar AS 💸 Peredaran kembali cuplikan video lawas berisi proyeksi ekonomi dari almarhum ekonom senior Faisal Basri mengenai potensi pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh angka Rp18.000 per dolar AS memicu perdebatan sengit di ruang siber, sebuah analisis makroekonomi yang menuntut validasi data riil berimbang agar tidak melahirkan kepanikan spekulatif di tingkat domestik. 📄 Berdasarkan data manifes kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis resmi oleh  pada Juni 2026, nilai tukar mata uang domestik faktualnya masih berfluktuasi dinamis di kisaran angka Rp16.200 hingga Rp16.450 per dolar AS akibat tekanan sentimen suku bunga global The Fed. 📋 Rekam jejak digital mencatat bahwa analisis kritis yang dilontarkan sang ekonom dua tahun lalu merupakan sebuah pemodelan risiko fiskal bersyarat jika pemerintah tidak taktis memitigasi pembengkakan utang luar negeri serta defisit neraca berjalan, sehingga klaim sepihak netizen yang menyebut prediksi angka ekstrem tersebut telah sepenuhnya menjadi kenyataan di pasar spot saat ini terbukti tidak akurat secara statistik. 🔍 Munculnya kembali narasi proyeksi ekonomi masa lalu di tengah volatilitas pasar keuangan saat ini berdampak pada krusialnya penyajian edukasi literasi keuangan yang obyektif bagi masyarakat bawah. ✨  Peringatan dini dari para akademisi independen wajib dijadikan instrumen evaluasi berharga bagi tata kelola fiskal , namun di sisi lain, publik siber dituntut bergerak taktis menyaring arus informasi agar tidak mudah termakan framing disinformasi potongan video pendek yang mengaburkan data fundamental riil ketahanan moneter nasional. 🎯 Apa langkah paling efektif yang harus diambil Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas Rupiah saat ini?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiah #FaisalBasri #KursBankIndonesia #EkonomiNasional", "post_id": "7653727519434116373"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 269.5289183244315, "y": 236.02363959832928, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.4804, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7653727519434116373", "id": "bank_indonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Menilik Proyeksi Ekonomi Klasik : Menguji Validitas Prediksi Almarhum Faisal Basri Soal Rupiah Tembus Rp18.000 Per Dolar AS 💸 Peredaran kembali cuplikan video lawas berisi proyeksi ekonomi dari almarhum ekonom senior Faisal Basri mengenai potensi pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh angka Rp18.000 per dolar AS memicu perdebatan sengit di ruang siber, sebuah analisis makroekonomi yang menuntut validasi data riil berimbang agar tidak melahirkan kepanikan spekulatif di tingkat domestik. 📄 Berdasarkan data manifes kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis resmi oleh  pada Juni 2026, nilai tukar mata uang domestik faktualnya masih berfluktuasi dinamis di kisaran angka Rp16.200 hingga Rp16.450 per dolar AS akibat tekanan sentimen suku bunga global The Fed. 📋 Rekam jejak digital mencatat bahwa analisis kritis yang dilontarkan sang ekonom dua tahun lalu merupakan sebuah pemodelan risiko fiskal bersyarat jika pemerintah tidak taktis memitigasi pembengkakan utang luar negeri serta defisit neraca berjalan, sehingga klaim sepihak netizen yang menyebut prediksi angka ekstrem tersebut telah sepenuhnya menjadi kenyataan di pasar spot saat ini terbukti tidak akurat secara statistik. 🔍 Munculnya kembali narasi proyeksi ekonomi masa lalu di tengah volatilitas pasar keuangan saat ini berdampak pada krusialnya penyajian edukasi literasi keuangan yang obyektif bagi masyarakat bawah. ✨  Peringatan dini dari para akademisi independen wajib dijadikan instrumen evaluasi berharga bagi tata kelola fiskal , namun di sisi lain, publik siber dituntut bergerak taktis menyaring arus informasi agar tidak mudah termakan framing disinformasi potongan video pendek yang mengaburkan data fundamental riil ketahanan moneter nasional. 🎯 Apa langkah paling efektif yang harus diambil Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas Rupiah saat ini?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiah #FaisalBasri #KursBankIndonesia #EkonomiNasional", "post_id": "7653727519434116373"}}, {"key": "kemenkeuri", "attributes": {"label": "kemenkeuri", "x": 451.7008482793311, "y": 66.96815822547953, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.4804, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7653727519434116373", "id": "kemenkeuri", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Menilik Proyeksi Ekonomi Klasik : Menguji Validitas Prediksi Almarhum Faisal Basri Soal Rupiah Tembus Rp18.000 Per Dolar AS 💸 Peredaran kembali cuplikan video lawas berisi proyeksi ekonomi dari almarhum ekonom senior Faisal Basri mengenai potensi pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh angka Rp18.000 per dolar AS memicu perdebatan sengit di ruang siber, sebuah analisis makroekonomi yang menuntut validasi data riil berimbang agar tidak melahirkan kepanikan spekulatif di tingkat domestik. 📄 Berdasarkan data manifes kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis resmi oleh  pada Juni 2026, nilai tukar mata uang domestik faktualnya masih berfluktuasi dinamis di kisaran angka Rp16.200 hingga Rp16.450 per dolar AS akibat tekanan sentimen suku bunga global The Fed. 📋 Rekam jejak digital mencatat bahwa analisis kritis yang dilontarkan sang ekonom dua tahun lalu merupakan sebuah pemodelan risiko fiskal bersyarat jika pemerintah tidak taktis memitigasi pembengkakan utang luar negeri serta defisit neraca berjalan, sehingga klaim sepihak netizen yang menyebut prediksi angka ekstrem tersebut telah sepenuhnya menjadi kenyataan di pasar spot saat ini terbukti tidak akurat secara statistik. 🔍 Munculnya kembali narasi proyeksi ekonomi masa lalu di tengah volatilitas pasar keuangan saat ini berdampak pada krusialnya penyajian edukasi literasi keuangan yang obyektif bagi masyarakat bawah. ✨  Peringatan dini dari para akademisi independen wajib dijadikan instrumen evaluasi berharga bagi tata kelola fiskal , namun di sisi lain, publik siber dituntut bergerak taktis menyaring arus informasi agar tidak mudah termakan framing disinformasi potongan video pendek yang mengaburkan data fundamental riil ketahanan moneter nasional. 🎯 Apa langkah paling efektif yang harus diambil Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas Rupiah saat ini?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiah #FaisalBasri #KursBankIndonesia #EkonomiNasional", "post_id": "7653727519434116373"}}, {"key": "dem_tws", "attributes": {"label": "dem_tws", "x": 714.2152561281429, "y": 736.4234609785005, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1617, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648318385343745300", "id": "dem_tws", "source": "tiktok-000001", "content": "BANK RI MASIH AMAN 🔥 Otoritas Jasa Keuangan menyatakan dampak pelemahan rupiah terhadap sektor perbankan masih relatif terkendali meski kurs bertahan di atas Rp18.000 per dolar AS. Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyebut kondisi ini tercermin dari rasio kecukupan modal perbankan yang tercatat 23,97% per April 2026, jauh di atas batas minimum yang ditetapkan regulator, melansir Bloomberg Technoz. OJK juga menilai eksposur langsung perbankan terhadap risiko nilai tukar masih terjaga, tercermin dari posisi devisa neto yang berada di bawah ambang batas yang diizinkan. Artinya, sejauh ini bank-bank besar Indonesia dinilai masih punya bantalan modal yang cukup untuk menyerap tekanan dari pelemahan rupiah yang sudah berlangsung beberapa pekan. Bagi nasabah dan investor, pernyataan OJK ini memberikan sinyal bahwa risiko sistemik di sektor perbankan belum dalam kondisi kritis. Namun perlu dicatat, penilaian ini menggunakan data April 2026, sebelum rupiah menembus Rp18.000 untuk pertama kali dalam sejarah. Data terkini bisa menunjukkan gambaran yang berbeda jika tekanan berlanjut hingga akhir kuartal kedua sumber, TWS News   #ekonomi #indonesia #rupiah  #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7648318385343745300"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 291.4679144799667, "y": 279.75660220232714, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 27.4365, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7648318385343745300", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "BANK RI MASIH AMAN 🔥 Otoritas Jasa Keuangan menyatakan dampak pelemahan rupiah terhadap sektor perbankan masih relatif terkendali meski kurs bertahan di atas Rp18.000 per dolar AS. Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyebut kondisi ini tercermin dari rasio kecukupan modal perbankan yang tercatat 23,97% per April 2026, jauh di atas batas minimum yang ditetapkan regulator, melansir Bloomberg Technoz. OJK juga menilai eksposur langsung perbankan terhadap risiko nilai tukar masih terjaga, tercermin dari posisi devisa neto yang berada di bawah ambang batas yang diizinkan. Artinya, sejauh ini bank-bank besar Indonesia dinilai masih punya bantalan modal yang cukup untuk menyerap tekanan dari pelemahan rupiah yang sudah berlangsung beberapa pekan. Bagi nasabah dan investor, pernyataan OJK ini memberikan sinyal bahwa risiko sistemik di sektor perbankan belum dalam kondisi kritis. Namun perlu dicatat, penilaian ini menggunakan data April 2026, sebelum rupiah menembus Rp18.000 untuk pertama kali dalam sejarah. Data terkini bisa menunjukkan gambaran yang berbeda jika tekanan berlanjut hingga akhir kuartal kedua sumber, TWS News   #ekonomi #indonesia #rupiah  #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7648318385343745300"}}, {"key": "raw_clp.xyz", "attributes": {"label": "raw_clp.xyz", "x": 292.4071192848963, "y": 246.59339971743753, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1617, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648296739723562260", "id": "raw_clp.xyz", "source": "tiktok-000001", "content": "Otoritas Jasa Keuangan menyatakan dampak pelemahan rupiah terhadap sektor perbankan masih relatif terkendali meski kurs bertahan di atas Rp18.000 per dolar AS. Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyebut kondisi ini tercermin dari rasio kecukupan modal perbankan yang tercatat 23,97% per April 2026, jauh di atas batas minimum yang ditetapkan regulator, melansir Bloomberg Technoz. OJK juga menilai eksposur langsung perbankan terhadap risiko nilai tukar masih terjaga, tercermin dari posisi devisa neto yang berada di bawah ambang batas yang diizinkan. Artinya, sejauh ini bank-bank besar Indonesia dinilai masih punya bantalan modal yang cukup untuk menyerap tekanan dari pelemahan rupiah yang sudah berlangsung beberapa pekan. Bagi nasabah dan investor, pernyataan OJK ini memberikan sinyal bahwa risiko sistemik di sektor perbankan belum dalam kondisi kritis. Namun perlu dicatat, penilaian ini menggunakan data April 2026, sebelum rupiah menembus Rp18.000 untuk pertama kali dalam sejarah. Data terkini bisa menunjukkan gambaran yang berbeda jika tekanan berlanjut hingga akhir kuartal kedua. Sumber: TWS NEWS   #kontencom #kontencomxtws #rupiah #ekonomi #ihsg", "post_id": "7648296739723562260"}}, {"key": "digital.bisnis.id", "attributes": {"label": "digital.bisnis.id", "x": 2.8670742157439477, "y": 809.050072670388, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1617, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7645275374309379346", "id": "digital.bisnis.id", "source": "tiktok-000001", "content": "19 mei 2026 lalu, lantai bursa dapet suntikan optimisme baru! Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyambangi BEI bareng CEO Danantara Rosan Roeslani dan Kepala BP BUMN Dony Oskaria. 🧠⚡️ Why This Matters? 💡 Di tengah noise geopolitik global yang bikin pasar tegang, kunjungan ini adalah bentuk Institutional Support. Negara ingin memastikan bahwa: 1️⃣ Investor Global tetap confident naruh modalnya di Indonesia. 2️⃣ Investor Ritel (alias KITA) terus didorong buat jadi tulang punggung baru stabilitas bursa. 3️⃣ Danantara siap berperan strategis buat memperkuat fundamental ekonomi nasional. The Insight: 📈 Berbeda dengan kunjungan darurat tahun 2025 lalu, kali ini sinerginya terasa lebih matang. Ada kolaborasi antara pembuat kebijakan (DPR), regulator (OJK), dan eksekutor investasi (Danantara). 🛡️🇮🇩 Pesan buat kita para pelaku pasar: volatilitas itu sementara, tapi fundamental dan dukungan otoritas itu permanen. Gimana respon portofolio kalian liat kekompakan para petinggi ekonomi kita hari ini? 😉👇  #DigitalBisnis #IHSG #BursaEfekIndonesia #SufmiDasco #RosanRoeslani #Danantara #OJK #InvestasiSaham #PasarModal #EkonomiRI2026 #SmartInvestor #MarketUpdate #IndonesiaEmas2045 #BreakingNews #ekonomi", "post_id": "7645275374309379346"}}, {"key": "sufmi_dasco", "attributes": {"label": "sufmi_dasco", "x": 169.3947768260705, "y": 576.8338314602655, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.7991, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7645275374309379346", "id": "sufmi_dasco", "source": "tiktok-000001", "content": "19 mei 2026 lalu, lantai bursa dapet suntikan optimisme baru! Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyambangi BEI bareng CEO Danantara Rosan Roeslani dan Kepala BP BUMN Dony Oskaria. 🧠⚡️ Why This Matters? 💡 Di tengah noise geopolitik global yang bikin pasar tegang, kunjungan ini adalah bentuk Institutional Support. Negara ingin memastikan bahwa: 1️⃣ Investor Global tetap confident naruh modalnya di Indonesia. 2️⃣ Investor Ritel (alias KITA) terus didorong buat jadi tulang punggung baru stabilitas bursa. 3️⃣ Danantara siap berperan strategis buat memperkuat fundamental ekonomi nasional. The Insight: 📈 Berbeda dengan kunjungan darurat tahun 2025 lalu, kali ini sinerginya terasa lebih matang. Ada kolaborasi antara pembuat kebijakan (DPR), regulator (OJK), dan eksekutor investasi (Danantara). 🛡️🇮🇩 Pesan buat kita para pelaku pasar: volatilitas itu sementara, tapi fundamental dan dukungan otoritas itu permanen. Gimana respon portofolio kalian liat kekompakan para petinggi ekonomi kita hari ini? 😉👇  #DigitalBisnis #IHSG #BursaEfekIndonesia #SufmiDasco #RosanRoeslani #Danantara #OJK #InvestasiSaham #PasarModal #EkonomiRI2026 #SmartInvestor #MarketUpdate #IndonesiaEmas2045 #BreakingNews #ekonomi", "post_id": "7645275374309379346"}}, {"key": "IDXChannelcom", "attributes": {"label": "IDXChannelcom", "x": 544.6134124616565, "y": 178.6029516827543, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1617, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "432781620563594_1475241367733013", "id": "IDXChannelcom", "source": "facebook-000001", "content": "Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan pemantauan terhadap strategi Anti-Fraud Bank yang embedded dengan pengawasan secara offsite dan onsite yang dilakukan pengawas. \n\nKepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menuturkan, OJK telah mengatur penerapan manajemen risiko dan penerapan Strategi Anti Fraud bagi LJK.\n\n\"Antara lain melalui ketentuan terkini POJK Nomor 12 Tahun 2024 tentang Penerapan Strategi Anti Fraud bagi Lembaga Jasa Keuangan yang telah mengatur bahwa Lembaga Jasa Keuangan (LJK) wajib menyusun dan menerapkan strategi anti fraud yang terdiri dari 4 (empat) pilar meliputi pencegahan; deteksi; investigasi, pelaporan, dan sanksi; serta pemantauan, evaluasi, dan tindak lanjut,\" tuturnya dalam jawaban tertulis Minggu (24/5/2026).\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/banking/begini-cara-ojk-terapkan-strategi-anti-fraud-bank\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "432781620563594_1475241367733013"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "attributes": {"label": "@OfficialSINDOnews", "x": 846.736594425496, "y": 84.56539399602147, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1617, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "Wv2Wcc-8gRc", "id": "@OfficialSINDOnews", "source": "youtube-000001", "content": "PENGUATAN RUPIAH: Pemerintah Fokus Jaga Stabilitas di Tengah Gejolak Global | Sindo Today | 16/06\n\nDi tengah fluktuasi ekonomi global yang menantang, pemerintah kini menyiapkan serangkaian strategi jitu untuk menjaga stabilitas Rupiah. Fokus utama adalah memperkuat fundamental ekonomi nasional dan menekan volatilitas. Bagaimana strategi ini akan mempengaruhi pasar dan daya beli masyarakat? Simak pemaparan lengkapnya!\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 16 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Riki\n\n#SindoNews #Viral #BeritaTerkini #Rupiah #EkonomiIndonesia #StrategiPemerintah #StabilitasEkonomi #SindoTrending #BeritaEkonomi #KursRupiah", "post_id": "Wv2Wcc-8gRc"}}, {"key": "officialsindonews", "attributes": {"label": "officialsindonews", "x": 782.5659278686743, "y": 225.87480403851757, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.0408, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Wv2Wcc-8gRc", "id": "officialsindonews", "source": "youtube-000001", "content": "PENGUATAN RUPIAH: Pemerintah Fokus Jaga Stabilitas di Tengah Gejolak Global | Sindo Today | 16/06\n\nDi tengah fluktuasi ekonomi global yang menantang, pemerintah kini menyiapkan serangkaian strategi jitu untuk menjaga stabilitas Rupiah. Fokus utama adalah memperkuat fundamental ekonomi nasional dan menekan volatilitas. Bagaimana strategi ini akan mempengaruhi pasar dan daya beli masyarakat? Simak pemaparan lengkapnya!\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 16 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Riki\n\n#SindoNews #Viral #BeritaTerkini #Rupiah #EkonomiIndonesia #StrategiPemerintah #StabilitasEkonomi #SindoTrending #BeritaEkonomi #KursRupiah", "post_id": "Wv2Wcc-8gRc"}}, {"key": "sindopodcast", "attributes": {"label": "sindopodcast", "x": 179.00869408744646, "y": 252.18113972977318, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.0408, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Wv2Wcc-8gRc", "id": "sindopodcast", "source": "youtube-000001", "content": "PENGUATAN RUPIAH: Pemerintah Fokus Jaga Stabilitas di Tengah Gejolak Global | Sindo Today | 16/06\n\nDi tengah fluktuasi ekonomi global yang menantang, pemerintah kini menyiapkan serangkaian strategi jitu untuk menjaga stabilitas Rupiah. Fokus utama adalah memperkuat fundamental ekonomi nasional dan menekan volatilitas. Bagaimana strategi ini akan mempengaruhi pasar dan daya beli masyarakat? Simak pemaparan lengkapnya!\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 16 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Riki\n\n#SindoNews #Viral #BeritaTerkini #Rupiah #EkonomiIndonesia #StrategiPemerintah #StabilitasEkonomi #SindoTrending #BeritaEkonomi #KursRupiah", "post_id": "Wv2Wcc-8gRc"}}, {"key": "sindokalam", "attributes": {"label": "sindokalam", "x": 859.2528630759284, "y": 848.3005249203072, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.0408, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Wv2Wcc-8gRc", "id": "sindokalam", "source": "youtube-000001", "content": "PENGUATAN RUPIAH: Pemerintah Fokus Jaga Stabilitas di Tengah Gejolak Global | Sindo Today | 16/06\n\nDi tengah fluktuasi ekonomi global yang menantang, pemerintah kini menyiapkan serangkaian strategi jitu untuk menjaga stabilitas Rupiah. Fokus utama adalah memperkuat fundamental ekonomi nasional dan menekan volatilitas. Bagaimana strategi ini akan mempengaruhi pasar dan daya beli masyarakat? Simak pemaparan lengkapnya!\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 16 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Riki\n\n#SindoNews #Viral #BeritaTerkini #Rupiah #EkonomiIndonesia #StrategiPemerintah #StabilitasEkonomi #SindoTrending #BeritaEkonomi #KursRupiah", "post_id": "Wv2Wcc-8gRc"}}, {"key": "@intandw9366", "attributes": {"label": "@intandw9366", "x": 310.62808209941204, "y": 927.8346727373666, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1617, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "RevLZUCq1c0", "id": "@intandw9366", "source": "youtube-000001", "content": "🎙️ TaniFund: Ketika Investor Kehilangan Miliaran Rupiah | FinTalks Podcast\n\n🌾💸 Bagaimana financial technology memengaruhi pembiayaan agribisnis dari sudut pandang berbagai pihak?\n\nDalam video ini, kami membahas peran fintech agribisnis melalui tiga perspektif utama: *Otoritas Jasa Keuangan (OJK)* sebagai regulator, *lender* sebagai penyedia modal, dan *petani* sebagai penerima pembiayaan.\n\n📌 Dari sisi OJK: bagaimana kebijakan dan regulasi dibentuk untuk menjaga keamanan, transparansi, dan inklusi keuangan.\n📌 Dari sisi lender: bagaimana peluang investasi dan risiko pembiayaan di sektor agribisnis dinilai.\n📌 Dari sisi petani: bagaimana fintech menjadi alternatif akses modal yang lebih cepat, mudah, dan fleksibel dibanding pembiayaan konvensional.\n\nVideo ini memberikan gambaran tentang dinamika, tantangan, dan peluang kolaborasi antara regulator, investor, dan petani dalam membangun ekosistem pembiayaan agribisnis yang lebih kuat dan berkelanjutan. 🌱✨\n\n‪‬ \n#Fintech #Agribisnis #OJK #PembiayaanPertanian #Lender #Petani #InklusiKeuangan #agribisnisfemipb #growingthefuture #agribisnisforindonesia", "post_id": "RevLZUCq1c0"}}, {"key": "agribisnis.femipb", "attributes": {"label": "agribisnis.femipb", "x": 712.7971179711366, "y": 116.87317472258097, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.7991, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "RevLZUCq1c0", "id": "agribisnis.femipb", "source": "youtube-000001", "content": "🎙️ TaniFund: Ketika Investor Kehilangan Miliaran Rupiah | FinTalks Podcast\n\n🌾💸 Bagaimana financial technology memengaruhi pembiayaan agribisnis dari sudut pandang berbagai pihak?\n\nDalam video ini, kami membahas peran fintech agribisnis melalui tiga perspektif utama: *Otoritas Jasa Keuangan (OJK)* sebagai regulator, *lender* sebagai penyedia modal, dan *petani* sebagai penerima pembiayaan.\n\n📌 Dari sisi OJK: bagaimana kebijakan dan regulasi dibentuk untuk menjaga keamanan, transparansi, dan inklusi keuangan.\n📌 Dari sisi lender: bagaimana peluang investasi dan risiko pembiayaan di sektor agribisnis dinilai.\n📌 Dari sisi petani: bagaimana fintech menjadi alternatif akses modal yang lebih cepat, mudah, dan fleksibel dibanding pembiayaan konvensional.\n\nVideo ini memberikan gambaran tentang dinamika, tantangan, dan peluang kolaborasi antara regulator, investor, dan petani dalam membangun ekosistem pembiayaan agribisnis yang lebih kuat dan berkelanjutan. 🌱✨\n\n‪‬ \n#Fintech #Agribisnis #OJK #PembiayaanPertanian #Lender #Petani #InklusiKeuangan #agribisnisfemipb #growingthefuture #agribisnisforindonesia", "post_id": "RevLZUCq1c0"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 535.4999453599178, "y": 462.9259476062164, "size": 13.86, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1617, "eigenvector": 121.803, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "16VAynkEHfg", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "OJK Tekankan Pengelolaan Risiko dalam Implementasi AI di Industri Keuangan | TECH BIZZ\n\nOtoritas Jasa Keuangan menegaskan penerapan artificial intelligence di industri keuangan, termasuk perbankan, harus tetap mengedepankan tata kelola dan manajemen risiko yang ketat guna menjaga keamanan serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "16VAynkEHfg"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 521.0212184414864, "y": 562.0305538118326, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8352, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "16VAynkEHfg", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "OJK Tekankan Pengelolaan Risiko dalam Implementasi AI di Industri Keuangan | TECH BIZZ\n\nOtoritas Jasa Keuangan menegaskan penerapan artificial intelligence di industri keuangan, termasuk perbankan, harus tetap mengedepankan tata kelola dan manajemen risiko yang ketat guna menjaga keamanan serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "16VAynkEHfg"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 892.199823759414, "y": 50.26528001023023, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8352, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "16VAynkEHfg", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "OJK Tekankan Pengelolaan Risiko dalam Implementasi AI di Industri Keuangan | TECH BIZZ\n\nOtoritas Jasa Keuangan menegaskan penerapan artificial intelligence di industri keuangan, termasuk perbankan, harus tetap mengedepankan tata kelola dan manajemen risiko yang ketat guna menjaga keamanan serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "16VAynkEHfg"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 971.7406432266997, "y": 679.3430691226745, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8352, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "16VAynkEHfg", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "OJK Tekankan Pengelolaan Risiko dalam Implementasi AI di Industri Keuangan | TECH BIZZ\n\nOtoritas Jasa Keuangan menegaskan penerapan artificial intelligence di industri keuangan, termasuk perbankan, harus tetap mengedepankan tata kelola dan manajemen risiko yang ketat guna menjaga keamanan serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "16VAynkEHfg"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 276.3094307120517, "y": 381.636638171067, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8352, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "16VAynkEHfg", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "OJK Tekankan Pengelolaan Risiko dalam Implementasi AI di Industri Keuangan | TECH BIZZ\n\nOtoritas Jasa Keuangan menegaskan penerapan artificial intelligence di industri keuangan, termasuk perbankan, harus tetap mengedepankan tata kelola dan manajemen risiko yang ketat guna menjaga keamanan serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "16VAynkEHfg"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 773.3193910176391, "y": 600.408778719899, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8352, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "16VAynkEHfg", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "OJK Tekankan Pengelolaan Risiko dalam Implementasi AI di Industri Keuangan | TECH BIZZ\n\nOtoritas Jasa Keuangan menegaskan penerapan artificial intelligence di industri keuangan, termasuk perbankan, harus tetap mengedepankan tata kelola dan manajemen risiko yang ketat guna menjaga keamanan serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "16VAynkEHfg"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 45.07893565275833, "y": 884.0418164274424, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1617, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "Ok74h42Q8Fk", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "OJK Tekankan Pengelolaan Risiko dalam Implementasi AI di Industri Keuangan | 1ST SESSION CLOSING\n\nOtoritas Jasa Keuangan menegaskan penerapan artificial intelligence di industri keuangan, termasuk perbankan, harus tetap mengedepankan tata kelola dan manajemen risiko yang ketat guna menjaga keamanan serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Ok74h42Q8Fk"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 613.9283707538285, "y": 874.6011812507444, "size": 9.3, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.3956, "eigenvector": 70.6518, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Ok74h42Q8Fk", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "OJK Tekankan Pengelolaan Risiko dalam Implementasi AI di Industri Keuangan | 1ST SESSION CLOSING\n\nOtoritas Jasa Keuangan menegaskan penerapan artificial intelligence di industri keuangan, termasuk perbankan, harus tetap mengedepankan tata kelola dan manajemen risiko yang ketat guna menjaga keamanan serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.\n\n#idxcupdate  #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Ok74h42Q8Fk"}}, {"key": "@Pustakabangsaindonesia3", "attributes": {"label": "@Pustakabangsaindonesia3", "x": 422.1460029528515, "y": 792.9540128732897, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1617, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "lGkGgxaeZBk", "id": "@Pustakabangsaindonesia3", "source": "youtube-000001", "content": "Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Audit Report Lag Sektor Pertambangan BEI 2021–2024\n\nhttps://pustakajurnal.web.id/index.ph...\n#Sinta Septiana Sari\n#Tuban Drijah Herawati\n🏢Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif telah meningkatkan ekspektasi mutu pelaporan keuangan, terutama dengan 956 perusahaan IPO di BEI hingga Mei 2025, di mana sektor pertambangan berkontribusi 63 perusahaan. Hal ini  menekankan  pentingnya  informasi  keuangan  akurat  dan  tepat  waktu  bagi  investor,  kreditur,  dan  regulator, sebagaimana  diatur  OJK  melalui  Peraturan  Nomor  14/POJK.04/2022 yang  membatasi  penyampaian  laporan  auditan maksimal 90 hari setelah akhir tahun buku. Namun, data menunjukkan fluktuasi keterlambatan penyampaian laporan auditan  tahunan,  dengan  45  perusahaan  pertambangan  mengalami  audit report  lag  selama  2021-2024  meski  ada relaksasi pandemi COVID-19.\n💡Perusahaan  pertambangan  yang  terdaftar  di  Bursa  Efek  Indonesia  (BEI)  wajib  menyampaikan  laporan  keuangan  auditan  sesuai regulasi yang berlaku. Namun, audit report lag masih terjadi pada beberapa perusahaan pertambangan periode 2021–2024.\n\n============================================================\nMari bergabung dan jadilah bagian dari penelitian kami bersama Pustaka Bangsa Indonesia!\nHubungi kami di :\n📧 Email: pustakabangsaindonesia21 \n📞 Nomor:   0821-6159-636\n📸 Instagram:  https://www.instagram.com/pustakabang...\n🎥 TikTok: https://www.tiktok.com/\n🌐 Website: https://jurnal.pustakabangsaindonesia. com/\n\nAlamat Kantor : Jl. Lolo Gn. Sariak Blok A/2 Gunung Sarik, Kuranji, Kota Padang\n\nAyo wujudkan impian menjadi penulis akademik! Kirim naskah jurnalmu hari ini dan jadilah bagian dari peneliti yang menginspirasi\n\n#Sinta Septiana Sari\n#Tuban Drijah Herawati\n#pengaruh\n#ukuran\n#perusahaan\n#audit\n#reportlag\n#sektorpertambangan\n#BEI\n#2021-2024", "post_id": "lGkGgxaeZBk"}}, {"key": "pustakabangsa...", "attributes": {"label": "pustakabangsa...", "x": 862.8750739980613, "y": 349.42013421735805, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.7991, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "lGkGgxaeZBk", "id": "pustakabangsa...", "source": "youtube-000001", "content": "Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Audit Report Lag Sektor Pertambangan BEI 2021–2024\n\nhttps://pustakajurnal.web.id/index.ph...\n#Sinta Septiana Sari\n#Tuban Drijah Herawati\n🏢Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif telah meningkatkan ekspektasi mutu pelaporan keuangan, terutama dengan 956 perusahaan IPO di BEI hingga Mei 2025, di mana sektor pertambangan berkontribusi 63 perusahaan. Hal ini  menekankan  pentingnya  informasi  keuangan  akurat  dan  tepat  waktu  bagi  investor,  kreditur,  dan  regulator, sebagaimana  diatur  OJK  melalui  Peraturan  Nomor  14/POJK.04/2022 yang  membatasi  penyampaian  laporan  auditan maksimal 90 hari setelah akhir tahun buku. Namun, data menunjukkan fluktuasi keterlambatan penyampaian laporan auditan  tahunan,  dengan  45  perusahaan  pertambangan  mengalami  audit report  lag  selama  2021-2024  meski  ada relaksasi pandemi COVID-19.\n💡Perusahaan  pertambangan  yang  terdaftar  di  Bursa  Efek  Indonesia  (BEI)  wajib  menyampaikan  laporan  keuangan  auditan  sesuai regulasi yang berlaku. Namun, audit report lag masih terjadi pada beberapa perusahaan pertambangan periode 2021–2024.\n\n============================================================\nMari bergabung dan jadilah bagian dari penelitian kami bersama Pustaka Bangsa Indonesia!\nHubungi kami di :\n📧 Email: pustakabangsaindonesia21 \n📞 Nomor:   0821-6159-636\n📸 Instagram:  https://www.instagram.com/pustakabang...\n🎥 TikTok: https://www.tiktok.com/\n🌐 Website: https://jurnal.pustakabangsaindonesia. com/\n\nAlamat Kantor : Jl. Lolo Gn. Sariak Blok A/2 Gunung Sarik, Kuranji, Kota Padang\n\nAyo wujudkan impian menjadi penulis akademik! Kirim naskah jurnalmu hari ini dan jadilah bagian dari peneliti yang menginspirasi\n\n#Sinta Septiana Sari\n#Tuban Drijah Herawati\n#pengaruh\n#ukuran\n#perusahaan\n#audit\n#reportlag\n#sektorpertambangan\n#BEI\n#2021-2024", "post_id": "lGkGgxaeZBk"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "attributes": {"label": "@tuturmediadigital", "x": 643.9254884985544, "y": 507.917360177075, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1617, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "0zXOT0d8GEc", "id": "@tuturmediadigital", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] OJK Gelar Konferensi Nasional Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah\n\nTUTUR.co.id - Otoritas Jasa Keuangan menggelar Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah sebagai upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kegiatan tersebut mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Daerah melalui Sinergi Kebijakan Lintas Sektor”.\n\nMelalui forum ini, OJK mendorong kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, regulator, hingga pelaku industri guna memperkuat fondasi ekonomi daerah. Sinergi kebijakan dinilai penting untuk mempercepat pembangunan ekonomi sekaligus meningkatkan daya tahan daerah menghadapi tantangan global.\n\n#OJK #EkonomiDaerah #PertumbuhanEkonomi #KonferensiNasional #EkonomiIndonesia #SinergiLintasSektor #PembangunanDaerah #KeuanganIndonesia #BeritaEkonomi #Indonesia #breakingnews #beritaterkini #newsupdate #beritaekonomi #tuturmediadigital #tuturtv \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...\n\n-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------\n\nMusic: Cybernetic Dreams by Alex-Productions ® / alexproductionsmusic\nLicense: Creative Commons - Attribution 3.0 Unported - CC BY 3.0\nFree Download / Stream: https://audiolibrary.com.co/alex-prod.\nMusic promoted by Audio Library:\n• DAILY No Copyright For You - Cybernetic Dreams by Alex-Productions", "post_id": "0zXOT0d8GEc"}}, {"key": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "tuturtvmedia", "x": 495.3931297016678, "y": 932.2768103840393, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.7991, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "0zXOT0d8GEc", "id": "tuturtvmedia", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] OJK Gelar Konferensi Nasional Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah\n\nTUTUR.co.id - Otoritas Jasa Keuangan menggelar Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah sebagai upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kegiatan tersebut mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Daerah melalui Sinergi Kebijakan Lintas Sektor”.\n\nMelalui forum ini, OJK mendorong kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, regulator, hingga pelaku industri guna memperkuat fondasi ekonomi daerah. Sinergi kebijakan dinilai penting untuk mempercepat pembangunan ekonomi sekaligus meningkatkan daya tahan daerah menghadapi tantangan global.\n\n#OJK #EkonomiDaerah #PertumbuhanEkonomi #KonferensiNasional #EkonomiIndonesia #SinergiLintasSektor #PembangunanDaerah #KeuanganIndonesia #BeritaEkonomi #Indonesia #breakingnews #beritaterkini #newsupdate #beritaekonomi #tuturmediadigital #tuturtv \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...\n\n-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------\n\nMusic: Cybernetic Dreams by Alex-Productions ® / alexproductionsmusic\nLicense: Creative Commons - Attribution 3.0 Unported - CC BY 3.0\nFree Download / Stream: https://audiolibrary.com.co/alex-prod.\nMusic promoted by Audio Library:\n• DAILY No Copyright For You - Cybernetic Dreams by Alex-Productions", "post_id": "0zXOT0d8GEc"}}, {"key": "@duitpintar99", "attributes": {"label": "@duitpintar99", "x": 204.98770841044734, "y": 146.40473790651043, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.1617, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "BVO0boVqWc0", "id": "@duitpintar99", "source": "youtube-000001", "content": "Tidur pun Uang Tetap Masuk!! 7 Cara Membangun Passive Income dari Nol yang Terbukti\n\n💰 Bayangkan uangmu terus bertambah\nbahkan ketika kamu sedang tidur,\nberlibur, atau bermain dengan\nanak-anak di akhir pekan.\n\nItulah kekuatan PASSIVE INCOME —\ndan hari ini saya akan tunjukkan\n7 cara nyata membangunnya dari NOL,\nbahkan kalau kamu tidak punya\nmodal besar sekalipun!\n\nDari properti sewaan, dividen saham,\nkonten digital, sampai royalti karya\nkreatif — semua bisa kamu mulai\ndengan kondisi finansial apapun\nyang kamu punya hari ini!\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n⏱️ TIMESTAMP\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n00:00 - Intro\n00:50 - Active income vs passive income\n03:00 - Passive Income 1: Properti Sewaan\n05:30 - Passive Income 2: Dividen Saham\n07:30 - Passive Income 3: Konten Digital\n09:30 - Passive Income 4: Reksa Dana\n         dan Obligasi ORI\n11:30 - Passive Income 5: Royalti\n         Karya Kreatif\n13:00 - Passive Income 6: Bisnis Otomatis\n14:30 - Passive Income 7: P2P Lending\n15:30 - Roadmap 4 fase dari nol ke\n         Financial Freedom\n17:30 - Tantangan & langkah mulai hari ini\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n💡 7 PASSIVE INCOME YANG DIBAHAS\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n✅ Properti Sewaan — return total\n   10-18% per tahun dari sewa\n   plus kenaikan nilai properti\n✅ Dividen Saham — Rp833rb per bulan\n   dari portofolio Rp200 juta\n   tanpa kerja apapun\n✅ Konten Digital — dibuat sekali\n   menghasilkan terus bertahun-tahun\n✅ Reksa Dana dan ORI — passive income\n   Rp541rb per bulan dari Rp100 juta\n   dijamin negara\n✅ Royalti Karya — foto desain musik\n   menghasilkan Rp3-15 juta per bulan\n✅ Bisnis Otomatis — tiga pilar sistem\n   SDM dan teknologi yang bekerja\n   tanpa kehadiran aktif pemilik\n✅ P2P Lending OJK — return 12-18%\n   per tahun dengan manajemen\n   risiko yang ketat\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n🔥 FAKTA MENGEJUTKAN\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n🏠 KPR cerdas bisa membangun aset\n   properti hampir tanpa uang sendiri\n   per bulan kalau sewa menutupi cicilan\n📈 Dividen saham bisa tumbuh otomatis\n   tanpa perlu kerja tambahan apapun\n🎬 Konten YouTube evergreen terus\n   menghasilkan iklan bertahun-tahun\n   setelah sekali dibuat\n🏆 P2P Lending return 12-18% per tahun\n   jauh melampaui deposito bank manapun\n💡 Modal terbesar passive income\n   konten digital adalah NOL RUPIAH —\n   hanya butuh kreativitas dan konsistensi\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n🔔 JANGAN LUPA\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n👍 LIKE video ini kalau membuka matamu!\n🔔 SUBSCRIBE + aktifkan lonceng notifikasi\n💬 Komen di bawah: passive income mana\n   yang langsung mau kamu mulai\n   dalam 48 jam ke depan?\n📤 SHARE ke orang yang masih menukar\n   seluruh waktunya hanya untuk\n   active income saja!\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n📱 FOLLOW DUIT PINTAR\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\nInstagram : \nTikTok    : \nYouTube   :    /   \n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n⚠️ DISCLAIMER\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\nVideo ini hanya untuk tujuan edukasi\ndan informasi. Semua angka yang\ndisebutkan adalah estimasi berdasarkan\nkondisi pasar umum dan dapat berbeda\ndi kondisi aktual. Investasi selalu\nmemiliki risiko. Untuk P2P Lending\nhanya gunakan platform resmi\nterdaftar OJK. Selalu lakukan riset\nmandiri sebelum mengambil keputusan\ninvestasi apapun.\n\n#DuitPintar #PassiveIncome #KebebasanFinansial #passiveincome #penghasilanpasif\n#kebebasanfinansial #investasi\n#literasikeuangan #finansial\n#bebasfinansial #penghasilantambahan\n#financialfreedom #uangtidur #cuan #passiveincome #penghasilanpasif\n#kebebasanfinansial #investasi\n#literasikeuangan #finansial\n#bebasfinansial #penghasilantambahan\n#financialfreedom #uangtidur #cuan", "post_id": "BVO0boVqWc0"}}, {"key": "DuitPintar", "attributes": {"label": "DuitPintar", "x": 985.3707616231179, "y": 220.19787762767996, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.0408, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "BVO0boVqWc0", "id": "DuitPintar", "source": "youtube-000001", "content": "Tidur pun Uang Tetap Masuk!! 7 Cara Membangun Passive Income dari Nol yang Terbukti\n\n💰 Bayangkan uangmu terus bertambah\nbahkan ketika kamu sedang tidur,\nberlibur, atau bermain dengan\nanak-anak di akhir pekan.\n\nItulah kekuatan PASSIVE INCOME —\ndan hari ini saya akan tunjukkan\n7 cara nyata membangunnya dari NOL,\nbahkan kalau kamu tidak punya\nmodal besar sekalipun!\n\nDari properti sewaan, dividen saham,\nkonten digital, sampai royalti karya\nkreatif — semua bisa kamu mulai\ndengan kondisi finansial apapun\nyang kamu punya hari ini!\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n⏱️ TIMESTAMP\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n00:00 - Intro\n00:50 - Active income vs passive income\n03:00 - Passive Income 1: Properti Sewaan\n05:30 - Passive Income 2: Dividen Saham\n07:30 - Passive Income 3: Konten Digital\n09:30 - Passive Income 4: Reksa Dana\n         dan Obligasi ORI\n11:30 - Passive Income 5: Royalti\n         Karya Kreatif\n13:00 - Passive Income 6: Bisnis Otomatis\n14:30 - Passive Income 7: P2P Lending\n15:30 - Roadmap 4 fase dari nol ke\n         Financial Freedom\n17:30 - Tantangan & langkah mulai hari ini\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n💡 7 PASSIVE INCOME YANG DIBAHAS\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n✅ Properti Sewaan — return total\n   10-18% per tahun dari sewa\n   plus kenaikan nilai properti\n✅ Dividen Saham — Rp833rb per bulan\n   dari portofolio Rp200 juta\n   tanpa kerja apapun\n✅ Konten Digital — dibuat sekali\n   menghasilkan terus bertahun-tahun\n✅ Reksa Dana dan ORI — passive income\n   Rp541rb per bulan dari Rp100 juta\n   dijamin negara\n✅ Royalti Karya — foto desain musik\n   menghasilkan Rp3-15 juta per bulan\n✅ Bisnis Otomatis — tiga pilar sistem\n   SDM dan teknologi yang bekerja\n   tanpa kehadiran aktif pemilik\n✅ P2P Lending OJK — return 12-18%\n   per tahun dengan manajemen\n   risiko yang ketat\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n🔥 FAKTA MENGEJUTKAN\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n🏠 KPR cerdas bisa membangun aset\n   properti hampir tanpa uang sendiri\n   per bulan kalau sewa menutupi cicilan\n📈 Dividen saham bisa tumbuh otomatis\n   tanpa perlu kerja tambahan apapun\n🎬 Konten YouTube evergreen terus\n   menghasilkan iklan bertahun-tahun\n   setelah sekali dibuat\n🏆 P2P Lending return 12-18% per tahun\n   jauh melampaui deposito bank manapun\n💡 Modal terbesar passive income\n   konten digital adalah NOL RUPIAH —\n   hanya butuh kreativitas dan konsistensi\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n🔔 JANGAN LUPA\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n👍 LIKE video ini kalau membuka matamu!\n🔔 SUBSCRIBE + aktifkan lonceng notifikasi\n💬 Komen di bawah: passive income mana\n   yang langsung mau kamu mulai\n   dalam 48 jam ke depan?\n📤 SHARE ke orang yang masih menukar\n   seluruh waktunya hanya untuk\n   active income saja!\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n📱 FOLLOW DUIT PINTAR\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\nInstagram : \nTikTok    : \nYouTube   :    /   \n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n⚠️ DISCLAIMER\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\nVideo ini hanya untuk tujuan edukasi\ndan informasi. Semua angka yang\ndisebutkan adalah estimasi berdasarkan\nkondisi pasar umum dan dapat berbeda\ndi kondisi aktual. Investasi selalu\nmemiliki risiko. Untuk P2P Lending\nhanya gunakan platform resmi\nterdaftar OJK. Selalu lakukan riset\nmandiri sebelum mengambil keputusan\ninvestasi apapun.\n\n#DuitPintar #PassiveIncome #KebebasanFinansial #passiveincome #penghasilanpasif\n#kebebasanfinansial #investasi\n#literasikeuangan #finansial\n#bebasfinansial #penghasilantambahan\n#financialfreedom #uangtidur #cuan #passiveincome #penghasilanpasif\n#kebebasanfinansial #investasi\n#literasikeuangan #finansial\n#bebasfinansial #penghasilantambahan\n#financialfreedom #uangtidur #cuan", "post_id": "BVO0boVqWc0"}}, {"key": "duitpintar", "attributes": {"label": "duitpintar", "x": 323.1957994741066, "y": 77.00672483451143, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.0408, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "BVO0boVqWc0", "id": "duitpintar", "source": "youtube-000001", "content": "Tidur pun Uang Tetap Masuk!! 7 Cara Membangun Passive Income dari Nol yang Terbukti\n\n💰 Bayangkan uangmu terus bertambah\nbahkan ketika kamu sedang tidur,\nberlibur, atau bermain dengan\nanak-anak di akhir pekan.\n\nItulah kekuatan PASSIVE INCOME —\ndan hari ini saya akan tunjukkan\n7 cara nyata membangunnya dari NOL,\nbahkan kalau kamu tidak punya\nmodal besar sekalipun!\n\nDari properti sewaan, dividen saham,\nkonten digital, sampai royalti karya\nkreatif — semua bisa kamu mulai\ndengan kondisi finansial apapun\nyang kamu punya hari ini!\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n⏱️ TIMESTAMP\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n00:00 - Intro\n00:50 - Active income vs passive income\n03:00 - Passive Income 1: Properti Sewaan\n05:30 - Passive Income 2: Dividen Saham\n07:30 - Passive Income 3: Konten Digital\n09:30 - Passive Income 4: Reksa Dana\n         dan Obligasi ORI\n11:30 - Passive Income 5: Royalti\n         Karya Kreatif\n13:00 - Passive Income 6: Bisnis Otomatis\n14:30 - Passive Income 7: P2P Lending\n15:30 - Roadmap 4 fase dari nol ke\n         Financial Freedom\n17:30 - Tantangan & langkah mulai hari ini\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n💡 7 PASSIVE INCOME YANG DIBAHAS\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n✅ Properti Sewaan — return total\n   10-18% per tahun dari sewa\n   plus kenaikan nilai properti\n✅ Dividen Saham — Rp833rb per bulan\n   dari portofolio Rp200 juta\n   tanpa kerja apapun\n✅ Konten Digital — dibuat sekali\n   menghasilkan terus bertahun-tahun\n✅ Reksa Dana dan ORI — passive income\n   Rp541rb per bulan dari Rp100 juta\n   dijamin negara\n✅ Royalti Karya — foto desain musik\n   menghasilkan Rp3-15 juta per bulan\n✅ Bisnis Otomatis — tiga pilar sistem\n   SDM dan teknologi yang bekerja\n   tanpa kehadiran aktif pemilik\n✅ P2P Lending OJK — return 12-18%\n   per tahun dengan manajemen\n   risiko yang ketat\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n🔥 FAKTA MENGEJUTKAN\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n🏠 KPR cerdas bisa membangun aset\n   properti hampir tanpa uang sendiri\n   per bulan kalau sewa menutupi cicilan\n📈 Dividen saham bisa tumbuh otomatis\n   tanpa perlu kerja tambahan apapun\n🎬 Konten YouTube evergreen terus\n   menghasilkan iklan bertahun-tahun\n   setelah sekali dibuat\n🏆 P2P Lending return 12-18% per tahun\n   jauh melampaui deposito bank manapun\n💡 Modal terbesar passive income\n   konten digital adalah NOL RUPIAH —\n   hanya butuh kreativitas dan konsistensi\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n🔔 JANGAN LUPA\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n👍 LIKE video ini kalau membuka matamu!\n🔔 SUBSCRIBE + aktifkan lonceng notifikasi\n💬 Komen di bawah: passive income mana\n   yang langsung mau kamu mulai\n   dalam 48 jam ke depan?\n📤 SHARE ke orang yang masih menukar\n   seluruh waktunya hanya untuk\n   active income saja!\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n📱 FOLLOW DUIT PINTAR\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\nInstagram : \nTikTok    : \nYouTube   :    /   \n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n⚠️ DISCLAIMER\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\nVideo ini hanya untuk tujuan edukasi\ndan informasi. Semua angka yang\ndisebutkan adalah estimasi berdasarkan\nkondisi pasar umum dan dapat berbeda\ndi kondisi aktual. Investasi selalu\nmemiliki risiko. Untuk P2P Lending\nhanya gunakan platform resmi\nterdaftar OJK. Selalu lakukan riset\nmandiri sebelum mengambil keputusan\ninvestasi apapun.\n\n#DuitPintar #PassiveIncome #KebebasanFinansial #passiveincome #penghasilanpasif\n#kebebasanfinansial #investasi\n#literasikeuangan #finansial\n#bebasfinansial #penghasilantambahan\n#financialfreedom #uangtidur #cuan #passiveincome #penghasilanpasif\n#kebebasanfinansial #investasi\n#literasikeuangan #finansial\n#bebasfinansial #penghasilantambahan\n#financialfreedom #uangtidur #cuan", "post_id": "BVO0boVqWc0"}}], "edges": [{"key": "daa_dena4", "source": "daa_dena4", "target": "SumandoGaek", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "xjbeat", "source": "xjbeat", "target": "dimarsasongko98", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "layer7ventures", "source": "layer7ventures", "target": "0xUrsanomics", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mirzajihan_", "source": "mirzajihan_", "target": "mirzano", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "balikpapan_pos", "source": "balikpapan_pos", "target": "ba", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "ojk_purwokerto", "source": "ojk_purwokerto", "target": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "ojk_purwokerto", "source": "ojk_purwokerto", "target": "ojk_purwokerto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "karirgram", "source": "karirgram", "target": "KarirGram", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "1671027898", "source": "1671027898", "target": "purbayayudhi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "official.ifi", "source": "official.ifi", "target": "official.ifi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "official.ifi", "source": "official.ifi", "target": "official.ifi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cryptowavem2nd", "source": "cryptowavem2nd", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cipie.aja.sih", "source": "cipie.aja.sih", "target": "Otoritas", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "intinews.co", "source": "intinews.co", "target": "Otoritas", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "folknomic", "source": "folknomic", "target": "folknomics", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "arahjakarta", "source": "arahjakarta", "target": "arahjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "kemenkeuri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "dem_tws", "source": "dem_tws", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "raw_clp.xyz", "source": "raw_clp.xyz", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "digital.bisnis.id", "source": "digital.bisnis.id", "target": "sufmi_dasco", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@intandw9366", "source": "@intandw9366", "target": "agribisnis.femipb", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Pustakabangsaindonesia3", "source": "@Pustakabangsaindonesia3", "target": "pustakabangsa...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "source": "@tuturmediadigital", "target": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@duitpintar99", "source": "@duitpintar99", "target": "DuitPintar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@duitpintar99", "source": "@duitpintar99", "target": "DuitPintar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@duitpintar99", "source": "@duitpintar99", "target": "duitpintar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}