{"nodes": [{"key": "SungaiNil3", "attributes": {"label": "SungaiNil3", "x": 603.6057552928125, "y": 523.3676220882737, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2063073422952042873", "id": "SungaiNil3", "source": "retweet-000002", "content": "YA setuju ini. Membiayai program dari utang secara berlebihan rentan krisis likuiditas. Pemerintah kesulitan k…", "post_id": "2063073422952042873"}}, {"key": "eddesign_", "attributes": {"label": "eddesign_", "x": 245.59545618275536, "y": 788.4112200997973, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 4.2418, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 1, "degree": 3}, "_id": "2063073422952042873", "id": "eddesign_", "source": "retweet-000002", "content": "YA setuju ini. Membiayai program dari utang secara berlebihan rentan krisis likuiditas. Pemerintah kesulitan k…", "post_id": "2063073422952042873"}}, {"key": "alamtegarrrr", "attributes": {"label": "alamtegarrrr", "x": 982.201464381035, "y": 71.09593138566962, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 7.8473, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2063073422952042873", "id": "alamtegarrrr", "source": "retweet-000002", "content": "YA setuju ini. Membiayai program dari utang secara berlebihan rentan krisis likuiditas. Pemerintah kesulitan k…", "post_id": "2063073422952042873"}}, {"key": "akutemaram", "attributes": {"label": "akutemaram", "x": 230.6204562124655, "y": 817.5760371218907, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2061034716548239757", "id": "akutemaram", "source": "tweet-000004", "content": "Saya pilih Ngontrak walau berat tapi dosa riba lebih berat. \n\nUntuk memastikan KPR bebas riba, bisa memanfaatkan program KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang disalurkan melalui perbankan syariah (seperti Bank Syariah Indonesia (BSI) atau BTN Syariah).", "post_id": "2061034716548239757"}}, {"key": "choiisanf", "attributes": {"label": "choiisanf", "x": 276.3352603635768, "y": 252.64587462544185, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.1148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2061034716548239757", "id": "choiisanf", "source": "tweet-000004", "content": "Saya pilih Ngontrak walau berat tapi dosa riba lebih berat. \n\nUntuk memastikan KPR bebas riba, bisa memanfaatkan program KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang disalurkan melalui perbankan syariah (seperti Bank Syariah Indonesia (BSI) atau BTN Syariah).", "post_id": "2061034716548239757"}}, {"key": "sejak2006", "attributes": {"label": "sejak2006", "x": 563.0507763733729, "y": 640.15523152879, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068256926488789234", "id": "sejak2006", "source": "tweet-000004", "content": "jamu pahit demi sehat dulu.\nnanti pake beras kencur,\n\nkebijakan likuiditas, berupa kelonggaran kredit sektor prioritas, caranya bank dapt stimulus, GWM dilonggarin. insentip\n\nsisi fiskal sih yang kudunya beneran ditata dengan baik. bobot belanja pemerintah gede, bahkan \"boros", "post_id": "2068256926488789234"}}, {"key": "bmartawardaya", "attributes": {"label": "bmartawardaya", "x": 2.565253909393661, "y": 140.4209110542437, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.1148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068256926488789234", "id": "bmartawardaya", "source": "tweet-000004", "content": "jamu pahit demi sehat dulu.\nnanti pake beras kencur,\n\nkebijakan likuiditas, berupa kelonggaran kredit sektor prioritas, caranya bank dapt stimulus, GWM dilonggarin. insentip\n\nsisi fiskal sih yang kudunya beneran ditata dengan baik. bobot belanja pemerintah gede, bahkan \"boros", "post_id": "2068256926488789234"}}, {"key": "zepy93", "attributes": {"label": "zepy93", "x": 539.5817167112356, "y": 262.6229620744555, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068128143966372237", "id": "zepy93", "source": "tweet-000004", "content": "Setuju.\nMSCI & FTSE itu \"uang untuk pasar saham\".\nPanda Bond itu \"uang untuk pemerintah\".\nYang satu bisa bikin saham naik-turun dalam hitungan hari.\nYang satu lagi lebih berpengaruh ke biaya utang, likuiditas valas, dan persepsi risiko negara.\nJadi untuk trader IHSG:\n📈 MSCI >", "post_id": "2068128143966372237"}}, {"key": "KejuBiskuit", "attributes": {"label": "KejuBiskuit", "x": 719.6204499612804, "y": 135.14784728449658, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.1148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068128143966372237", "id": "KejuBiskuit", "source": "tweet-000004", "content": "Setuju.\nMSCI & FTSE itu \"uang untuk pasar saham\".\nPanda Bond itu \"uang untuk pemerintah\".\nYang satu bisa bikin saham naik-turun dalam hitungan hari.\nYang satu lagi lebih berpengaruh ke biaya utang, likuiditas valas, dan persepsi risiko negara.\nJadi untuk trader IHSG:\n📈 MSCI >", "post_id": "2068128143966372237"}}, {"key": "tsetiady", "attributes": {"label": "tsetiady", "x": 19.612979750901815, "y": 541.2396878360429, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2064334299231584267", "id": "tsetiady", "source": "tweet-000004", "content": "karena itu (oil, fed rate) faktornya udah di luar kontrol kita..\n\nkalau trilemma ini kan cuma abstraksi dinamika hubungan yield, taxes, budgeting (faktor2 endogenous)\n\nlarinya likuiditas mau kemana: ke pasar uang/modal, ke pasar barang/konsumsi, atau masuk proyek pemerintah/infra", "post_id": "2064334299231584267"}}, {"key": "Don_Cassava", "attributes": {"label": "Don_Cassava", "x": 529.5440662814694, "y": 203.51214706364175, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.1148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2064334299231584267", "id": "Don_Cassava", "source": "tweet-000004", "content": "karena itu (oil, fed rate) faktornya udah di luar kontrol kita..\n\nkalau trilemma ini kan cuma abstraksi dinamika hubungan yield, taxes, budgeting (faktor2 endogenous)\n\nlarinya likuiditas mau kemana: ke pasar uang/modal, ke pasar barang/konsumsi, atau masuk proyek pemerintah/infra", "post_id": "2064334299231584267"}}, {"key": "SemestaKapal", "attributes": {"label": "SemestaKapal", "x": 910.3901147560865, "y": 887.3014590131173, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2059248500165283859", "id": "SemestaKapal", "source": "tweet-000004", "content": "Ini gimana belajar ekonominya?\n\nBgmn bisa, belanja pemerintah & penyaluran likuiditas itu mesin pertumbuhan ekonomi?\n\nItu mah belanjaaa. Ngambur2in duiiit. \n\nMesin pertumbuhan: faktor input yg numbuhin income. Ngga ada program naikin faktor input!\n\nJadinya, UTANG. Ngaco ini😅", "post_id": "2059248500165283859"}}, {"key": "KemenkeuRI", "attributes": {"label": "KemenkeuRI", "x": 875.8654292896747, "y": 536.6611829027257, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.1148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2059248500165283859", "id": "KemenkeuRI", "source": "tweet-000004", "content": "Ini gimana belajar ekonominya?\n\nBgmn bisa, belanja pemerintah & penyaluran likuiditas itu mesin pertumbuhan ekonomi?\n\nItu mah belanjaaa. Ngambur2in duiiit. \n\nMesin pertumbuhan: faktor input yg numbuhin income. Ngga ada program naikin faktor input!\n\nJadinya, UTANG. Ngaco ini😅", "post_id": "2059248500165283859"}}, {"key": "realbukanbuzzer", "attributes": {"label": "realbukanbuzzer", "x": 409.92902318680405, "y": 440.7606082428458, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2059983307245547708", "id": "realbukanbuzzer", "source": "tweet-000004", "content": "BI lagi mau jaga dua hal sekaligus: naikin rate biar rupiah ga jebol, tapi tetep beli SBN buat jaga likuiditas domestik. M0 april naik 14%, net-nya ekspansif. yg menarik, kalo pasar mulai baca ini sbg monetisasi utang pemerintah, rupiah bisa kena lbh keras dari skrng.", "post_id": "2059983307245547708"}}, {"key": "KuntoAjiW", "attributes": {"label": "KuntoAjiW", "x": 688.2777791342806, "y": 339.4153407067104, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.1148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2059983307245547708", "id": "KuntoAjiW", "source": "tweet-000004", "content": "BI lagi mau jaga dua hal sekaligus: naikin rate biar rupiah ga jebol, tapi tetep beli SBN buat jaga likuiditas domestik. M0 april naik 14%, net-nya ekspansif. yg menarik, kalo pasar mulai baca ini sbg monetisasi utang pemerintah, rupiah bisa kena lbh keras dari skrng.", "post_id": "2059983307245547708"}}, {"key": "btn", "attributes": {"label": "btn", "x": 778.5985345048559, "y": 651.6227938926638, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.1913, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3916183335456670859_2265167721", "id": "btn", "source": "instagram-000001", "content": "Abadikan momen terbaikmu di BTN Jakarta International Marathon 2026 dan menangkan merchandise eksklusif! ✨\n\nBagikan keseruanmu selama Race Pack Collection hingga Race Day dan raih kesempatan mendapatkan running cap, jersey, serta running jacket official BTN JAKIM 2026.\n\nSyarat:\n✅ Gunakan hashtag #BTNJakimJourneyChallenge\n✅ Top up/penempatan dana minimal Rp500 ribu\n✅ Follow dan tag akun resmi  dan \n✅ Pastikan akun kamu bersifat publik (tidak private)\n\n📷 Pengambilan konten mulai 10–14 Juni 2026\n📆 Periode upload maksimal 21 Juni 2026\n🏆 Pengumuman pemenang: 3 Juli 2026 setelah proses validasi selesai\n\nYuk, tunjukkan perjalanan terbaikmu di BTN JAKIM 2026! 🏃💙\n\nInfo lebih lanjut kunjungi btn.id/jakim2026 atau hubungi BTN Call 150286 atau 1500286\n\nMudahkan hidup digitalmu dengan balé by BTN, #SuperAppGakPakeMahal\n\n#HGCTHI\n#balébyBTN\n#BTNJAKIM", "post_id": "3916183335456670859_2265167721"}}, {"key": "btn_jakim", "attributes": {"label": "btn_jakim", "x": 37.09934489600997, "y": 625.9323485833744, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7866, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916183335456670859_2265167721", "id": "btn_jakim", "source": "instagram-000001", "content": "Abadikan momen terbaikmu di BTN Jakarta International Marathon 2026 dan menangkan merchandise eksklusif! ✨\n\nBagikan keseruanmu selama Race Pack Collection hingga Race Day dan raih kesempatan mendapatkan running cap, jersey, serta running jacket official BTN JAKIM 2026.\n\nSyarat:\n✅ Gunakan hashtag #BTNJakimJourneyChallenge\n✅ Top up/penempatan dana minimal Rp500 ribu\n✅ Follow dan tag akun resmi  dan \n✅ Pastikan akun kamu bersifat publik (tidak private)\n\n📷 Pengambilan konten mulai 10–14 Juni 2026\n📆 Periode upload maksimal 21 Juni 2026\n🏆 Pengumuman pemenang: 3 Juli 2026 setelah proses validasi selesai\n\nYuk, tunjukkan perjalanan terbaikmu di BTN JAKIM 2026! 🏃💙\n\nInfo lebih lanjut kunjungi btn.id/jakim2026 atau hubungi BTN Call 150286 atau 1500286\n\nMudahkan hidup digitalmu dengan balé by BTN, #SuperAppGakPakeMahal\n\n#HGCTHI\n#balébyBTN\n#BTNJAKIM", "post_id": "3916183335456670859_2265167721"}}, {"key": "palembangterkini.official", "attributes": {"label": "palembangterkini.official", "x": 552.9748114943125, "y": 547.4042662642064, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3916315535579719331_1632216784", "id": "palembangterkini.official", "source": "instagram-000001", "content": "Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut pemerintah tengah menyiapkan sistem penyaluran bantuan sosial menggunakan kecerdasan buatan (AI).⁠\n⁠\nLuhut mengungkapkan, besaran bantuan yang akan diterima per orang adalah sebesar Rp 5,4 juta. Program ini akan memanfaatkan Government Technology (GovTech) yang sedang dirancang pemerintah.⁠\n⁠\n\"Jadi dari tadi mengenai GovTech sebagai penutup, eh itu nanti pemerintahan Presiden Prabowo ini akan berbasis digitalisasi dengan support AI. Oleh karena itu kita melihat bahwa dalam waktu tidak terlalu lama eh kita akan punya Digital Single ID. Mungkin akhir tahun ini akan ada Digital Single ID yang mengakibatkan semua bansos atau Direct Cash Transfer itu akan targeted,\" ujar Luhut di Istana Negara, Selasa (9/6).\n⁠\nMenurut Luhut, sistem ini akan bisa berjalan mulai awal tahun depan. Ini termasuk juga akan diterapkan dalam penyaluran kredit usaha untuk UMKM.\n⁠\n#bicarafaktalewatberita #kumparan⁠\nReposted from", "post_id": "3916315535579719331_1632216784"}}, {"key": "kumparancom", "attributes": {"label": "kumparancom", "x": 969.2926106864799, "y": 950.2407619379791, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916315535579719331_1632216784", "id": "kumparancom", "source": "instagram-000001", "content": "Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut pemerintah tengah menyiapkan sistem penyaluran bantuan sosial menggunakan kecerdasan buatan (AI).⁠\n⁠\nLuhut mengungkapkan, besaran bantuan yang akan diterima per orang adalah sebesar Rp 5,4 juta. Program ini akan memanfaatkan Government Technology (GovTech) yang sedang dirancang pemerintah.⁠\n⁠\n\"Jadi dari tadi mengenai GovTech sebagai penutup, eh itu nanti pemerintahan Presiden Prabowo ini akan berbasis digitalisasi dengan support AI. Oleh karena itu kita melihat bahwa dalam waktu tidak terlalu lama eh kita akan punya Digital Single ID. Mungkin akhir tahun ini akan ada Digital Single ID yang mengakibatkan semua bansos atau Direct Cash Transfer itu akan targeted,\" ujar Luhut di Istana Negara, Selasa (9/6).\n⁠\nMenurut Luhut, sistem ini akan bisa berjalan mulai awal tahun depan. Ini termasuk juga akan diterapkan dalam penyaluran kredit usaha untuk UMKM.\n⁠\n#bicarafaktalewatberita #kumparan⁠\nReposted from", "post_id": "3916315535579719331_1632216784"}}, {"key": "antaranewsmaluku", "attributes": {"label": "antaranewsmaluku", "x": 597.2030420920574, "y": 809.9867633454767, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 22.0349, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3923487931481835342_48006814692", "id": "antaranewsmaluku", "source": "instagram-000001", "content": "Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan bahwa suku bunga untuk rumah subsidi tidak akan mengalami kenaikan dan tetap bertahan di angka 5 persen flat dari awal hingga akhir masa angsuran.\n\nDia mengatakan meskipun terjadi peningkatan BI Rate, pemerintah tetap mempertahankan suku bunga KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar 5 persen sehingga masyarakat dapat memperoleh rumah dengan cicilan yang terjangkau. \n\nBaca selengkapnya di ambon.antaranwes.com Klik tautan di bio  \n\n#MenteriPKP #RumahSubsidi #SukuBunga #BeritaMaluku #AntaraNewsAmbon", "post_id": "3923487931481835342_48006814692"}}, {"key": "karirgram", "attributes": {"label": "karirgram", "x": 972.4951815485806, "y": 624.817308181504, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3917183717401182746_4375881195", "id": "karirgram", "source": "instagram-000001", "content": "Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan perubahan skema penyaluran bantuan sosial (bansos) yang akan lebih banyak berbentuk transfer tunai langsung kepada penerima manfaat.\nNilai bantuan yang diterima masyarakat disebut rata-rata mencapai Rp5,4 juta per orang.\n\nSkema tersebut akan ditopang oleh sistem Digital Single ID yang saat ini sedang dikembangkan pemerintah sebagai bagian dari digitalisasi layanan publik berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).\n\n\"Rata-rata kita kumpulkan semua bansos itu dengan cash transfer dan seterusnya ada Rp5,4 juta per orang,\" kata Luhut dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (9/6).\n\nMenurut Luhut, integrasi data melalui Digital Single ID akan membuat penyaluran bantuan sosial dan bantuan langsung tunai (direct cash transfer) lebih tepat sasaran karena penerima dapat teridentifikasi secara lebih akurat.\n\nIa mengatakan sistem tersebut ditargetkan mulai tersedia pada akhir tahun ini. Dengan pemanfaatan AI, pemerintah dapat mengelola dan mengelompokkan data penerima bantuan secara lebih rinci sehingga berbagai program sosial dapat disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar berhak.\n\n\"Mungkin akhir tahun ini akan ada Digital Single ID yang mengakibatkan semua bansos atau direct cash transfer itu akan targeted. Jadi akan sesuai,\" ujarnya.\n\nLuhut juga mengungkapkan pemerintah sedang mengkaji perubahan pendekatan subsidi. Ke depan, subsidi disebut tidak lagi berfokus pada barang, melainkan langsung diberikan kepada masyarakat penerima manfaat.\n\nMenurut dia, langkah tersebut berpotensi meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi kebocoran anggaran karena bantuan dapat diterima langsung oleh kelompok sasaran.\n\nSelain untuk penyaluran bansos, data yang terintegrasi dalam Digital Single ID juga akan dimanfaatkan untuk mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).\n\n....\n\nLanjut dikomentar \n\nSumber: CNN Indonesia \n\n•• \n\nUntuk informasi motivasi dan Lowongan Kerja lainnya Follow    \n\n#KarirGram #berita #Kerja #B", "post_id": "3917183717401182746_4375881195"}}, {"key": "KarirGram", "attributes": {"label": "KarirGram", "x": 853.274969322798, "y": 158.99383534104982, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3917183717401182746_4375881195", "id": "KarirGram", "source": "instagram-000001", "content": "Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan perubahan skema penyaluran bantuan sosial (bansos) yang akan lebih banyak berbentuk transfer tunai langsung kepada penerima manfaat.\nNilai bantuan yang diterima masyarakat disebut rata-rata mencapai Rp5,4 juta per orang.\n\nSkema tersebut akan ditopang oleh sistem Digital Single ID yang saat ini sedang dikembangkan pemerintah sebagai bagian dari digitalisasi layanan publik berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).\n\n\"Rata-rata kita kumpulkan semua bansos itu dengan cash transfer dan seterusnya ada Rp5,4 juta per orang,\" kata Luhut dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (9/6).\n\nMenurut Luhut, integrasi data melalui Digital Single ID akan membuat penyaluran bantuan sosial dan bantuan langsung tunai (direct cash transfer) lebih tepat sasaran karena penerima dapat teridentifikasi secara lebih akurat.\n\nIa mengatakan sistem tersebut ditargetkan mulai tersedia pada akhir tahun ini. Dengan pemanfaatan AI, pemerintah dapat mengelola dan mengelompokkan data penerima bantuan secara lebih rinci sehingga berbagai program sosial dapat disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar berhak.\n\n\"Mungkin akhir tahun ini akan ada Digital Single ID yang mengakibatkan semua bansos atau direct cash transfer itu akan targeted. Jadi akan sesuai,\" ujarnya.\n\nLuhut juga mengungkapkan pemerintah sedang mengkaji perubahan pendekatan subsidi. Ke depan, subsidi disebut tidak lagi berfokus pada barang, melainkan langsung diberikan kepada masyarakat penerima manfaat.\n\nMenurut dia, langkah tersebut berpotensi meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi kebocoran anggaran karena bantuan dapat diterima langsung oleh kelompok sasaran.\n\nSelain untuk penyaluran bansos, data yang terintegrasi dalam Digital Single ID juga akan dimanfaatkan untuk mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).\n\n....\n\nLanjut dikomentar \n\nSumber: CNN Indonesia \n\n•• \n\nUntuk informasi motivasi dan Lowongan Kerja lainnya Follow    \n\n#KarirGram #berita #Kerja #B", "post_id": "3917183717401182746_4375881195"}}, {"key": "cliks_ciamislibashoaks", "attributes": {"label": "cliks_ciamislibashoaks", "x": 450.3375089525742, "y": 852.9062974464348, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3915428610178098307_64476981204", "id": "cliks_ciamislibashoaks", "source": "instagram-000001", "content": "HOAKS\nPurbaya Sebut Penyaluran Dana Bansos Harus Bayar Pendaftaran Rp100.000\n\nBeredar video di media sosial Facebook yang menampilkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa seolah-olah menyatakan bahwa penerima bantuan sosial (bansos) diwajibkan membayar biaya pendaftaran sebesar Rp100.000 sebelum bantuan dapat dicairkan. Dalam unggahan tersebut, masyarakat juga diarahkan untuk menghubungi akun melalui fitur Facebook Messenger guna mengurus proses pencairan bantuan.\n\nFaktanya, Setelah MinCliks telusuri, informasi tersebut tidak benar. Dilansir dari Tim Cek Fakta Kompas.com, video yang beredar merupakan hasil manipulasi berbasis kecerdasan buatan (AI). Melalui teknik reverse image search, diketahui bahwa video tersebut identik dengan unggahan akun Instagram  pada 9 Oktober 2025. Dalam video aslinya, Purbaya tidak membahas biaya pendaftaran bansos sama sekali. Ia sedang menjelaskan mengenai rencana penempatan dana pemerintah sebesar Rp275 triliun ke sejumlah bank daerah, seperti Bank Jatim dan Bank Jakarta. Pernyataan tersebut kemudian dimanipulasi dan diberi suara baru yang seolah-olah membahas kewajiban membayar biaya pendaftaran bansos. Tim Cek Fakta Kompas.com juga memeriksa video tersebut menggunakan platform pendeteksi AI, yaitu Hive Moderation dan TruthScan. Hasilnya menunjukkan bahwa suara Purbaya dalam video terdeteksi sebagai suara hasil rekayasa AI. Hive Moderation mendeteksi probabilitas AI generatif sebesar 91,2 persen, sementara TruthScan mendeteksi probabilitas sebesar 73 persen. Selain itu, fitur Facebook Messenger yang disertakan dalam unggahan mengarah pada pesan otomatis yang terindikasi sebagai bagian dari modus penipuan. Hingga saat ini tidak ada ketentuan resmi yang mewajibkan masyarakat membayar biaya pendaftaran untuk menerima bantuan sosial dari pemerintah.\n\nTetap Waspada ya Sobat Cliks! Selalu pastikan informasi berasal dari sumber resmi pemerintah dan jangan mudah memberikan data pribadi maupun melakukan transfer kepada pihak yang tidak jelas identitasnya.", "post_id": "3915428610178098307_64476981204"}}, {"key": "liputan5", "attributes": {"label": "liputan5", "x": 971.9788915153428, "y": 406.73718977626436, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3915428610178098307_64476981204", "id": "liputan5", "source": "instagram-000001", "content": "HOAKS\nPurbaya Sebut Penyaluran Dana Bansos Harus Bayar Pendaftaran Rp100.000\n\nBeredar video di media sosial Facebook yang menampilkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa seolah-olah menyatakan bahwa penerima bantuan sosial (bansos) diwajibkan membayar biaya pendaftaran sebesar Rp100.000 sebelum bantuan dapat dicairkan. Dalam unggahan tersebut, masyarakat juga diarahkan untuk menghubungi akun melalui fitur Facebook Messenger guna mengurus proses pencairan bantuan.\n\nFaktanya, Setelah MinCliks telusuri, informasi tersebut tidak benar. Dilansir dari Tim Cek Fakta Kompas.com, video yang beredar merupakan hasil manipulasi berbasis kecerdasan buatan (AI). Melalui teknik reverse image search, diketahui bahwa video tersebut identik dengan unggahan akun Instagram  pada 9 Oktober 2025. Dalam video aslinya, Purbaya tidak membahas biaya pendaftaran bansos sama sekali. Ia sedang menjelaskan mengenai rencana penempatan dana pemerintah sebesar Rp275 triliun ke sejumlah bank daerah, seperti Bank Jatim dan Bank Jakarta. Pernyataan tersebut kemudian dimanipulasi dan diberi suara baru yang seolah-olah membahas kewajiban membayar biaya pendaftaran bansos. Tim Cek Fakta Kompas.com juga memeriksa video tersebut menggunakan platform pendeteksi AI, yaitu Hive Moderation dan TruthScan. Hasilnya menunjukkan bahwa suara Purbaya dalam video terdeteksi sebagai suara hasil rekayasa AI. Hive Moderation mendeteksi probabilitas AI generatif sebesar 91,2 persen, sementara TruthScan mendeteksi probabilitas sebesar 73 persen. Selain itu, fitur Facebook Messenger yang disertakan dalam unggahan mengarah pada pesan otomatis yang terindikasi sebagai bagian dari modus penipuan. Hingga saat ini tidak ada ketentuan resmi yang mewajibkan masyarakat membayar biaya pendaftaran untuk menerima bantuan sosial dari pemerintah.\n\nTetap Waspada ya Sobat Cliks! Selalu pastikan informasi berasal dari sumber resmi pemerintah dan jangan mudah memberikan data pribadi maupun melakukan transfer kepada pihak yang tidak jelas identitasnya.", "post_id": "3915428610178098307_64476981204"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 401.81817471548254, "y": 697.0238533275642, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.377, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 5, "out_degree": 2, "degree": 7}, "_id": "3924174045763716115_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan tingkat suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi tidak akan mengalami kenaikan sekalipun terjadi tren kenaikan pada BI Rate.\n\nMaruarar mengatakan, langkah intervensi pemerintah untuk mematok bunga Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di angka 5 persen tetap berjalan demi menjaga agar cicilan hunian tetap terjangkau oleh masyarakat luas.\n\n\"Kami memastikan negara hadir dan berpihak kepada rakyat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah. Walaupun terdapat dinamika ekonomi dan peningkatan BI Rate, bunga FLPP tetap dijaga sebesar 5 persen agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap rumah yang layak dan terjangkau,\" kata Maruarar, Minggu (21/6/2026).\n\nMaruarar menegaskan skema tenor KPR FLPP dengan jangka waktu mencapai 40 tahun, yang digulirkan atas instruksi Presiden Prabowo Subianto telah dikaji secara mendalam dan dinyatakan siap diimplementasikan sesuai dengan ketentuan serta regulasi yang berlaku.\n\nBaca selengkapnya di \nhttps://www.idxchannel.com/economics/menteri-maruarar-pastikan-suku-bunga-rumah-subsidi-tak-terimbas-kenaikan-bi-rate\n\nAtau klik link di Bio  \n\nFoto : iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #sukubunga #BIRate #KPR", "post_id": "3924174045763716115_3310659452"}}, {"key": "infopemkotmakassar", "attributes": {"label": "infopemkotmakassar", "x": 127.6932059054624, "y": 435.67232398223575, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3917895948592734854_58108342536", "id": "infopemkotmakassar", "source": "instagram-000001", "content": "Walkot Appi: PKL yang Ditertibkan, Difasilitasi Akses KUR dan Pendampingan\n\n# Penataan PKL Dibarengi Pemberdayaan, Pemkot Makassar Gandeng Bank Sulselbar Salurkan KUR untuk UMKM\n\nMAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui perluasan akses pembiayaan usaha.\n\nSalah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat kolaborasi dengan sektor perbankan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku usaha, termasuk pedagang kaki lima (PKL) yang direlokasi atau terdampak penataan kawasan kota.\n\nKomitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat membuka Ewa-Ko Fest 2026 bertajuk \"Edukasi Wirausaha Kolaboratif dan Inovatif\" (Makassar Entrepreneurship Festival), dalam rangka memperingati Hari Kewirausahaan Nasional Tahun 2026. \n\nDirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar dengan Bank Sulselbar di Benteng Fort Rotterdam, Kamis (11/6/2026).\n\nPada kesempatan tersebut, Pemkot Makassar melalui Dinas Koperasi dan UKM bersama Bank Sulselbar juga menyerahkan bantuan pembiayaan KUR kepada sejumlah pelaku usaha dari berbagai sektor, mulai dari usaha kuliner, rumah kreatif, usaha pendingin, hingga usaha warung.\n\nDalam sambutannya, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menyampaikan bahwa Ewa-Ko Fest menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan di Kota Makassar sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak pengusaha baru yang mampu menjadi motor penggerak ekonomi Kota.\n\n\"Hari ini, dengan begitu banyak potensi UMKM yang dimiliki Kota Makassar, ini menjadi salah satu tanda bahwa kota yang maju adalah kota yang mampu melahirkan entrepreneur-entrepreneur yang siap berkembang,\" ujarnya.\n\nMenurutnya, jumlah pengusaha di Indonesia masih relatif rendah dibandingkan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara.\n\nKarena itu, berbagai program pemberdayaan harus terus diperkuat agar semakin banyak masyarakat yang berani memulai dan mengembangkan usaha.", "post_id": "3917895948592734854_58108342536"}}, {"key": "korespondenmakassar", "attributes": {"label": "korespondenmakassar", "x": 796.3314638681373, "y": 994.6081455492832, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.71, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3917895948592734854_58108342536", "id": "korespondenmakassar", "source": "instagram-000001", "content": "Walkot Appi: PKL yang Ditertibkan, Difasilitasi Akses KUR dan Pendampingan\n\n# Penataan PKL Dibarengi Pemberdayaan, Pemkot Makassar Gandeng Bank Sulselbar Salurkan KUR untuk UMKM\n\nMAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui perluasan akses pembiayaan usaha.\n\nSalah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat kolaborasi dengan sektor perbankan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku usaha, termasuk pedagang kaki lima (PKL) yang direlokasi atau terdampak penataan kawasan kota.\n\nKomitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat membuka Ewa-Ko Fest 2026 bertajuk \"Edukasi Wirausaha Kolaboratif dan Inovatif\" (Makassar Entrepreneurship Festival), dalam rangka memperingati Hari Kewirausahaan Nasional Tahun 2026. \n\nDirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar dengan Bank Sulselbar di Benteng Fort Rotterdam, Kamis (11/6/2026).\n\nPada kesempatan tersebut, Pemkot Makassar melalui Dinas Koperasi dan UKM bersama Bank Sulselbar juga menyerahkan bantuan pembiayaan KUR kepada sejumlah pelaku usaha dari berbagai sektor, mulai dari usaha kuliner, rumah kreatif, usaha pendingin, hingga usaha warung.\n\nDalam sambutannya, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menyampaikan bahwa Ewa-Ko Fest menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan di Kota Makassar sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak pengusaha baru yang mampu menjadi motor penggerak ekonomi Kota.\n\n\"Hari ini, dengan begitu banyak potensi UMKM yang dimiliki Kota Makassar, ini menjadi salah satu tanda bahwa kota yang maju adalah kota yang mampu melahirkan entrepreneur-entrepreneur yang siap berkembang,\" ujarnya.\n\nMenurutnya, jumlah pengusaha di Indonesia masih relatif rendah dibandingkan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara.\n\nKarena itu, berbagai program pemberdayaan harus terus diperkuat agar semakin banyak masyarakat yang berani memulai dan mengembangkan usaha.", "post_id": "3917895948592734854_58108342536"}}, {"key": "pemko.medan", "attributes": {"label": "pemko.medan", "x": 771.1125616103044, "y": 655.0371302464745, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7483, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3925020089938734061_4012256370", "id": "pemko.medan", "source": "instagram-000001", "content": "Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, memaparkan strategi efisiensi APBD 2025 dalam Sidang Paripurna DPRD Kota Medan, Senin (22/6/2026), saat menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi terkait Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025.\n\nDi hadapan pimpinan dan anggota DPRD, Rico Waas menegaskan kondisi keuangan Pemko Medan dalam keadaan sehat dengan tanpa utang jangka panjang. Ia menjelaskan, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) 2025 sebesar Rp592 miliar merupakan hasil pengelolaan keuangan yang efisien sekaligus untuk menjaga likuiditas daerah pada awal tahun anggaran 2026.\n\nMeski tahun 2025 menjadi periode penyesuaian dan efisiensi anggaran, Pemko Medan tetap memprioritaskan penanganan banjir. Sebanyak Rp255 miliar dialokasikan untuk program pengendalian banjir, dengan capaian 1.350 titik genangan berhasil ditangani dari total 2.575 titik yang tercantum dalam masterplan drainase kota.\n\nBaca Berita selengkapnya di https://portal.medan.go.id/\n\n#ricowaas\n#ricozaki\n#zakiyuddinharahap\n#medanuntuksemua\n#pemkomedan\n\nJangan lupa 𝐟𝐨𝐥𝐥𝐨𝐰, 𝐥𝐢𝐤𝐞, 𝐬𝐡𝐚𝐫𝐞 dan selalu update informasi seputar Pemerintah Kota Medan melalui akun media sosial kami :\n🌐 FB : Pemko Medan\n📹 YT : Pemko Medan\n🦜 X : \n📸 IG : \n📓 WB : portal.medan.go.id", "post_id": "3925020089938734061_4012256370"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 177.0786043026713, "y": 499.8241295919118, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.8508, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 6, "out_degree": 6, "degree": 12}, "_id": "3922755728394447205_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "🚀 BI-Rate Naik Jadi 5,75%, BI Perkuat Pertahanan Rupiah di Tengah Ketidakpastian Global\nby  Academy\n\nHalo Sobat Cuan!\nBank Indonesia (BI) kembali mengambil langkah tegas dengan menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18 Juni 2026.\n\n📌 Detail Kebijakan BI\n✅ BI-Rate naik dari 5,50% menjadi 5,75%\n✅ Deposit Facility naik menjadi 4,75%\n✅ Lending Facility naik menjadi 6,25%\n✅ Fokus utama menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan inflasi\n\nBI menegaskan langkah ini bersifat antisipatif untuk menghadapi berbagai risiko global yang masih membayangi pasar keuangan.\n\n📊 Kondisi Rupiah Masih Menjadi Perhatian\nHingga pertengahan Juni 2026, rupiah masih berada di kisaran Rp17.873 per dolar AS.\n\nSecara year-to-date, nilai tukar rupiah tercatat melemah sekitar 6,61%, sehingga stabilisasi kurs menjadi salah satu prioritas utama Bank Indonesia.\n\nDi sisi lain, BI tetap optimistis pertumbuhan ekonomi nasional masih berada dalam kisaran 4,9%–5,7% sepanjang 2026.\n\n🏦 Pandangan Para Ekonom\nBeberapa ekonom menilai keputusan BI cukup tepat dalam kondisi saat ini:\n▪️ Ekonom BCA menilai BI perlu menjaga daya saing instrumen keuangan domestik di tengah kenaikan imbal hasil global.\n▪️ Ekonom Bank Danamon melihat kenaikan suku bunga dapat meningkatkan minat investor asing terhadap aset Indonesia.\n▪️ Permata Bank menilai peluang kenaikan lanjutan masih terbuka apabila tekanan eksternal dan kebijakan The Fed tetap ketat.\n\n📈 Sektor yang Berpotensi Diuntungkan\nDalam lingkungan suku bunga yang lebih tinggi, beberapa sektor berpotensi memperoleh manfaat:\n✅ Perbankan besar (BBCA, BMRI, BBRI, BBNI)\n✅ Emiten yang memiliki likuiditas kuat\n✅ Saham blue chip yang menjadi tujuan utama dana asing\n\n📌 Gabung di  Community untuk mendapatkan update market, analisis saham pilihan, edukasi investasi, dan diskusi eksklusif bersama investor serta trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#BIRate #BankIndonesia #SukuBunga #Rupiah #IHSG", "post_id": "3922755728394447205_52512310886"}}, {"key": "nasionalberita_", "attributes": {"label": "nasionalberita_", "x": 916.2212981419812, "y": 971.2905172651137, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 22.0349, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3904577909634140080_65389909596", "id": "nasionalberita_", "source": "instagram-000001", "content": "Pemerintah menyiapkan dua mesin pertumbuhan ekonomi dengan menggabungkan kekuatan belanja pemerintah dan akselerasi sektor swasta sebagai penggerak utama ekonomi nasional.\n\nMenteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pemerintah ingin memastikan roda ekonomi bergerak lebih agresif dan merata melalui penguatan likuiditas perbankan serta dorongan penyaluran kredit ke sektor produktif.\n\n“Gimana kita menjalankannya? Selain belanja pemerintah, kita pastikan uang di perekonomian cukup. Sehingga perbankan kita paksa untuk bekerja, menyalurkan uang yang di perbankan sehingga masuk ke perekonomian. Dengan cara itu kita menghidupkan private sector juga. Jadi sekarang mesin ekonomi kita udah mulai bergerak dua-duanya. Mesin pemerintah dan mesin sektor swasta. Dan ini kita akan jalankan terus ke depan,” ungkap Purbaya dikutip dari laman Kemenkeu, Minggu (24/5/2026).\n\nPurbaya, target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen dapat dicapai apabila dunia usaha memperoleh dukungan likuiditas, kemudahan investasi, serta akses pembiayaan yang kompetitif.\n\nBaca Berita Lengkapnya di Bio \n\n#beritanasional #menkeu #ekonomi #beritaterkini\n\n\"Kalau anda memiliki info peristiwa atau kejadian di sekitar anda, informasikan kami di kolom komentar.", "post_id": "3904577909634140080_65389909596"}}, {"key": "idntimes.video", "attributes": {"label": "idntimes.video", "x": 104.06333828256165, "y": 227.66999927794018, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 9, "degree": 9}, "_id": "3912708202616916285_2089700769", "id": "idntimes.video", "source": "instagram-000001", "content": "PURBAYA TERTAWAKAN KABAR DIRINYA AKAN MUNDUR DARI MENKEU\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN Kita Edisi Juni 2026, Jumat (5/6/2026), di Kemenkeu, Jakarta, menertawakan kabar terkait dirinya yang akan mengundurkan diri dari jabatannya. \n\nSebelumnya, Purbaya sedang menjelaskan dampak penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) terhadap pertumbuhan kredit di bank-bank milik negara, seperti di BRI yang dilaporkan tumbuh 13,8% pada Mei 2026. Kemudian kredit di BSI tunmbuh lebih dari 10%, dan kredit BTN yang tumbuh hingga 15%.\n\nEditor: Fauzan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#kemenkau #purbaya #pubayayudhisadewa #menterikeuangan #purbayamundur", "post_id": "3912708202616916285_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes", "attributes": {"label": "IDNTimes", "x": 45.72169432959294, "y": 616.0192096196362, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.6174, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912708202616916285_2089700769", "id": "IDNTimes", "source": "instagram-000001", "content": "PURBAYA TERTAWAKAN KABAR DIRINYA AKAN MUNDUR DARI MENKEU\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN Kita Edisi Juni 2026, Jumat (5/6/2026), di Kemenkeu, Jakarta, menertawakan kabar terkait dirinya yang akan mengundurkan diri dari jabatannya. \n\nSebelumnya, Purbaya sedang menjelaskan dampak penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) terhadap pertumbuhan kredit di bank-bank milik negara, seperti di BRI yang dilaporkan tumbuh 13,8% pada Mei 2026. Kemudian kredit di BSI tunmbuh lebih dari 10%, dan kredit BTN yang tumbuh hingga 15%.\n\nEditor: Fauzan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#kemenkau #purbaya #pubayayudhisadewa #menterikeuangan #purbayamundur", "post_id": "3912708202616916285_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Korea", "attributes": {"label": "IDNTimes.Korea", "x": 432.4188770911577, "y": 419.09276205897885, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.6174, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912708202616916285_2089700769", "id": "IDNTimes.Korea", "source": "instagram-000001", "content": "PURBAYA TERTAWAKAN KABAR DIRINYA AKAN MUNDUR DARI MENKEU\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN Kita Edisi Juni 2026, Jumat (5/6/2026), di Kemenkeu, Jakarta, menertawakan kabar terkait dirinya yang akan mengundurkan diri dari jabatannya. \n\nSebelumnya, Purbaya sedang menjelaskan dampak penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) terhadap pertumbuhan kredit di bank-bank milik negara, seperti di BRI yang dilaporkan tumbuh 13,8% pada Mei 2026. Kemudian kredit di BSI tunmbuh lebih dari 10%, dan kredit BTN yang tumbuh hingga 15%.\n\nEditor: Fauzan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#kemenkau #purbaya #pubayayudhisadewa #menterikeuangan #purbayamundur", "post_id": "3912708202616916285_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Community", "attributes": {"label": "IDNTimes.Community", "x": 11.598456117161815, "y": 341.0272767757806, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.6174, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912708202616916285_2089700769", "id": "IDNTimes.Community", "source": "instagram-000001", "content": "PURBAYA TERTAWAKAN KABAR DIRINYA AKAN MUNDUR DARI MENKEU\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN Kita Edisi Juni 2026, Jumat (5/6/2026), di Kemenkeu, Jakarta, menertawakan kabar terkait dirinya yang akan mengundurkan diri dari jabatannya. \n\nSebelumnya, Purbaya sedang menjelaskan dampak penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) terhadap pertumbuhan kredit di bank-bank milik negara, seperti di BRI yang dilaporkan tumbuh 13,8% pada Mei 2026. Kemudian kredit di BSI tunmbuh lebih dari 10%, dan kredit BTN yang tumbuh hingga 15%.\n\nEditor: Fauzan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#kemenkau #purbaya #pubayayudhisadewa #menterikeuangan #purbayamundur", "post_id": "3912708202616916285_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Hype", "attributes": {"label": "IDNTimes.Hype", "x": 613.1852844732521, "y": 524.6382354878739, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.6174, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912708202616916285_2089700769", "id": "IDNTimes.Hype", "source": "instagram-000001", "content": "PURBAYA TERTAWAKAN KABAR DIRINYA AKAN MUNDUR DARI MENKEU\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN Kita Edisi Juni 2026, Jumat (5/6/2026), di Kemenkeu, Jakarta, menertawakan kabar terkait dirinya yang akan mengundurkan diri dari jabatannya. \n\nSebelumnya, Purbaya sedang menjelaskan dampak penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) terhadap pertumbuhan kredit di bank-bank milik negara, seperti di BRI yang dilaporkan tumbuh 13,8% pada Mei 2026. Kemudian kredit di BSI tunmbuh lebih dari 10%, dan kredit BTN yang tumbuh hingga 15%.\n\nEditor: Fauzan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#kemenkau #purbaya #pubayayudhisadewa #menterikeuangan #purbayamundur", "post_id": "3912708202616916285_2089700769"}}, {"key": "Duniaku_com", "attributes": {"label": "Duniaku_com", "x": 775.939553293194, "y": 116.62427437794898, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.6174, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912708202616916285_2089700769", "id": "Duniaku_com", "source": "instagram-000001", "content": "PURBAYA TERTAWAKAN KABAR DIRINYA AKAN MUNDUR DARI MENKEU\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN Kita Edisi Juni 2026, Jumat (5/6/2026), di Kemenkeu, Jakarta, menertawakan kabar terkait dirinya yang akan mengundurkan diri dari jabatannya. \n\nSebelumnya, Purbaya sedang menjelaskan dampak penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) terhadap pertumbuhan kredit di bank-bank milik negara, seperti di BRI yang dilaporkan tumbuh 13,8% pada Mei 2026. Kemudian kredit di BSI tunmbuh lebih dari 10%, dan kredit BTN yang tumbuh hingga 15%.\n\nEditor: Fauzan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#kemenkau #purbaya #pubayayudhisadewa #menterikeuangan #purbayamundur", "post_id": "3912708202616916285_2089700769"}}, {"key": "Popbela_com", "attributes": {"label": "Popbela_com", "x": 155.01482868607187, "y": 89.64969083965113, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.6174, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912708202616916285_2089700769", "id": "Popbela_com", "source": "instagram-000001", "content": "PURBAYA TERTAWAKAN KABAR DIRINYA AKAN MUNDUR DARI MENKEU\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN Kita Edisi Juni 2026, Jumat (5/6/2026), di Kemenkeu, Jakarta, menertawakan kabar terkait dirinya yang akan mengundurkan diri dari jabatannya. \n\nSebelumnya, Purbaya sedang menjelaskan dampak penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) terhadap pertumbuhan kredit di bank-bank milik negara, seperti di BRI yang dilaporkan tumbuh 13,8% pada Mei 2026. Kemudian kredit di BSI tunmbuh lebih dari 10%, dan kredit BTN yang tumbuh hingga 15%.\n\nEditor: Fauzan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#kemenkau #purbaya #pubayayudhisadewa #menterikeuangan #purbayamundur", "post_id": "3912708202616916285_2089700769"}}, {"key": "Popbela.Beauty", "attributes": {"label": "Popbela.Beauty", "x": 464.65174643105587, "y": 103.18736125644779, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.6174, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912708202616916285_2089700769", "id": "Popbela.Beauty", "source": "instagram-000001", "content": "PURBAYA TERTAWAKAN KABAR DIRINYA AKAN MUNDUR DARI MENKEU\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN Kita Edisi Juni 2026, Jumat (5/6/2026), di Kemenkeu, Jakarta, menertawakan kabar terkait dirinya yang akan mengundurkan diri dari jabatannya. \n\nSebelumnya, Purbaya sedang menjelaskan dampak penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) terhadap pertumbuhan kredit di bank-bank milik negara, seperti di BRI yang dilaporkan tumbuh 13,8% pada Mei 2026. Kemudian kredit di BSI tunmbuh lebih dari 10%, dan kredit BTN yang tumbuh hingga 15%.\n\nEditor: Fauzan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#kemenkau #purbaya #pubayayudhisadewa #menterikeuangan #purbayamundur", "post_id": "3912708202616916285_2089700769"}}, {"key": "Popmama_com", "attributes": {"label": "Popmama_com", "x": 39.25791187084815, "y": 141.4600916312577, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.6174, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912708202616916285_2089700769", "id": "Popmama_com", "source": "instagram-000001", "content": "PURBAYA TERTAWAKAN KABAR DIRINYA AKAN MUNDUR DARI MENKEU\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN Kita Edisi Juni 2026, Jumat (5/6/2026), di Kemenkeu, Jakarta, menertawakan kabar terkait dirinya yang akan mengundurkan diri dari jabatannya. \n\nSebelumnya, Purbaya sedang menjelaskan dampak penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) terhadap pertumbuhan kredit di bank-bank milik negara, seperti di BRI yang dilaporkan tumbuh 13,8% pada Mei 2026. Kemudian kredit di BSI tunmbuh lebih dari 10%, dan kredit BTN yang tumbuh hingga 15%.\n\nEditor: Fauzan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#kemenkau #purbaya #pubayayudhisadewa #menterikeuangan #purbayamundur", "post_id": "3912708202616916285_2089700769"}}, {"key": "Yummy.idn", "attributes": {"label": "Yummy.idn", "x": 152.50755367341895, "y": 891.4534946751361, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.6174, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912708202616916285_2089700769", "id": "Yummy.idn", "source": "instagram-000001", "content": "PURBAYA TERTAWAKAN KABAR DIRINYA AKAN MUNDUR DARI MENKEU\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN Kita Edisi Juni 2026, Jumat (5/6/2026), di Kemenkeu, Jakarta, menertawakan kabar terkait dirinya yang akan mengundurkan diri dari jabatannya. \n\nSebelumnya, Purbaya sedang menjelaskan dampak penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) terhadap pertumbuhan kredit di bank-bank milik negara, seperti di BRI yang dilaporkan tumbuh 13,8% pada Mei 2026. Kemudian kredit di BSI tunmbuh lebih dari 10%, dan kredit BTN yang tumbuh hingga 15%.\n\nEditor: Fauzan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#kemenkau #purbaya #pubayayudhisadewa #menterikeuangan #purbayamundur", "post_id": "3912708202616916285_2089700769"}}, {"key": "kontannews", "attributes": {"label": "kontannews", "x": 557.5877627230611, "y": 426.288531286804, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2683388080231351787_1740350316", "id": "kontannews", "source": "instagram-000001", "content": "Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) akan menjadi lebih terjangkau dalam waktu dekat. Pasalnya, manajemen Bank BCA melakukan aksi korporasi memecah nilai nominal saham atau stock split. Dengan harga saham BBCA yang bakal lebih murah, bagaimana rekomendasi para analis?\n\nApakah saham BBCA setelah stock split layak dibeli? Bagaimana prospek harga saham BBCA setelah stock split?\n\nStock split saham BBCA berlangsung dengan rasio 1:5. Dengan aksi korporasi ini, total jumlah saham BBCA akan membesar dari 24,65 miliar saham menjadi 123,27 miliar saham. Adapun nilai nominal saham akan berubah dari Rp 62,5 per saham menjadi Rp 12,5 per saham.\n\nAwal perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar tunai mulai pada Jumat (15/10) mendatang. Pada penutupan perdagangan Selasa (12/10), harga saham BBCA ditutup menguat 0,90% ke level 36.600 per saham.\n\nAnalis Pilarmas Investindo Sekuritas Okie Setya Ardiastama mengatakan, aksi korporasi ini dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham BBCA di bursa Efek Indonesia dan harga yang lebih terjangkau. “Secara garis besar, stock split dapat berdampak pada likuiditas pasar, yang tentunya cukup diminati dari segi investor maupun manajemen tersebut,” ungkap Okie,\n_____________________ \nArtikel selengkapnya swipe up di IG Story \n#investasiyuk #investasisaham #sahamindonesia \n#belajarsaham #belajarinvestasi #BBCA #bankbca #bankcentralasia", "post_id": "2683388080231351787_1740350316"}}, {"key": "KontanNews", "attributes": {"label": "KontanNews", "x": 112.42103198798881, "y": 910.9634005271222, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2683388080231351787_1740350316", "id": "KontanNews", "source": "instagram-000001", "content": "Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) akan menjadi lebih terjangkau dalam waktu dekat. Pasalnya, manajemen Bank BCA melakukan aksi korporasi memecah nilai nominal saham atau stock split. Dengan harga saham BBCA yang bakal lebih murah, bagaimana rekomendasi para analis?\n\nApakah saham BBCA setelah stock split layak dibeli? Bagaimana prospek harga saham BBCA setelah stock split?\n\nStock split saham BBCA berlangsung dengan rasio 1:5. Dengan aksi korporasi ini, total jumlah saham BBCA akan membesar dari 24,65 miliar saham menjadi 123,27 miliar saham. Adapun nilai nominal saham akan berubah dari Rp 62,5 per saham menjadi Rp 12,5 per saham.\n\nAwal perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar tunai mulai pada Jumat (15/10) mendatang. Pada penutupan perdagangan Selasa (12/10), harga saham BBCA ditutup menguat 0,90% ke level 36.600 per saham.\n\nAnalis Pilarmas Investindo Sekuritas Okie Setya Ardiastama mengatakan, aksi korporasi ini dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham BBCA di bursa Efek Indonesia dan harga yang lebih terjangkau. “Secara garis besar, stock split dapat berdampak pada likuiditas pasar, yang tentunya cukup diminati dari segi investor maupun manajemen tersebut,” ungkap Okie,\n_____________________ \nArtikel selengkapnya swipe up di IG Story \n#investasiyuk #investasisaham #sahamindonesia \n#belajarsaham #belajarinvestasi #BBCA #bankbca #bankcentralasia", "post_id": "2683388080231351787_1740350316"}}, {"key": "beritaindo.id", "attributes": {"label": "beritaindo.id", "x": 993.923675661853, "y": 965.2850019680809, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7483, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "7643730280104152340", "id": "beritaindo.id", "source": "tiktok-000001", "content": "BERITA-INDO.Id — Dugaan kasus korupsi dalam penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Karawang, Jawa Barat, tengah menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial. Kasus tersebut mencuat setelah Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang mengungkap adanya dugaan kredit fiktif yang melibatkan ratusan debitur pada dua proyek perumahan milik developer PT BAS, yakni Citra Swarna Grande dan Kartika Residence di wilayah Klari, Kabupaten Karawang. Informasi awal pengungkapan kasus itu ramai beredar melalui unggahan akun Instagram  pada Kamis, 21 Mei 2026. Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul \"Kejari Karawang Usut Dugaan KPR Fiktif BTN, 481 Debitur Diduga Manipulasi Data\" Baca selengkapnya di: https://www.berita-indo.id/kriminal/1912711427/kejari-karawang-usut-dugaan-kpr-fiktif-btn-481-debitur-diduga-manipulasi-data Untuk update Informasi terkini, jangan lupa Follow Akun Media Sosial Kami, Tiktok: , IG : berita_indo.id , Facebook: Berita-indo.com Jangan lupa share, Posting ulang, like dan koment postingan ini #beritaindodotid #kprfiktifbtn #manipulasidatadebitur #promedia", "post_id": "7643730280104152340"}}, {"key": "infokrw", "attributes": {"label": "infokrw", "x": 668.9424255365359, "y": 329.2198458932917, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.7483, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7643730280104152340", "id": "infokrw", "source": "tiktok-000001", "content": "BERITA-INDO.Id — Dugaan kasus korupsi dalam penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Karawang, Jawa Barat, tengah menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial. Kasus tersebut mencuat setelah Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang mengungkap adanya dugaan kredit fiktif yang melibatkan ratusan debitur pada dua proyek perumahan milik developer PT BAS, yakni Citra Swarna Grande dan Kartika Residence di wilayah Klari, Kabupaten Karawang. Informasi awal pengungkapan kasus itu ramai beredar melalui unggahan akun Instagram  pada Kamis, 21 Mei 2026. Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul \"Kejari Karawang Usut Dugaan KPR Fiktif BTN, 481 Debitur Diduga Manipulasi Data\" Baca selengkapnya di: https://www.berita-indo.id/kriminal/1912711427/kejari-karawang-usut-dugaan-kpr-fiktif-btn-481-debitur-diduga-manipulasi-data Untuk update Informasi terkini, jangan lupa Follow Akun Media Sosial Kami, Tiktok: , IG : berita_indo.id , Facebook: Berita-indo.com Jangan lupa share, Posting ulang, like dan koment postingan ini #beritaindodotid #kprfiktifbtn #manipulasidatadebitur #promedia", "post_id": "7643730280104152340"}}, {"key": "reformasi.co.id", "attributes": {"label": "reformasi.co.id", "x": 496.0124503690124, "y": 521.1529753813854, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7550565660712078597", "id": "reformasi.co.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah menempatkan dana negara sebesar Rp200 triliun dalam bentuk deposito di lima bank pelat merah tanpa memberikan arahan khusus terkait penyalurannya. Kebijakan ini, menurutnya, dimaksudkan agar para direktur utama bank terdorong mencari peluang investasi yang produktif. “Para direktur bank itu orang-orang pintar. Selama ini mereka malas saja dan cenderung bermain aman, hanya menaruh dana di tempat yang minim risiko tapi tetap menghasilkan keuntungan besar. Dengan adanya dana Rp200 triliun ini, mereka dipaksa berpikir lebih jauh,” ujar Purbaya usai rapat dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Kantor DJP, Jakarta Selatan, Selasa (16/9/2025). Ia menambahkan, mekanisme berbasis pasar (market based) akan membuat bank-bank tersebut berlomba mencari proyek yang memberikan imbal hasil tinggi sekaligus aman. Dampaknya, lanjut Purbaya, akan terlihat pada sisi permintaan dan penawaran di pasar keuangan. Dengan likuiditas yang meningkat, suku bunga pinjaman diharapkan menurun, sehingga masyarakat lebih berani mengajukan kredit. “Jika permintaan dan penawaran tumbuh bersamaan tanpa menimbulkan overheating, maka injeksi dana ini akan menggerakkan perekonomian,” kata Purbaya. Menurut dia, skema deposito tersebut pada dasarnya merupakan instrumen kebijakan moneter. Pemerintah tetap memperoleh bunga dari penempatan dana itu, sehingga bank tidak bisa membiarkannya mengendap tanpa dimanfaatkan. “Saya paksa sistem bekerja. Kalau dana ini tidak dipakai, bank tetap harus membayar bunga kepada pemerintah,” tegasnya. Kebijakan ini sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 276 Tahun 2025 mengenai penempatan uang negara untuk mendukung program pemerintah dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Imbal hasil yang diberikan ditetapkan sebesar 80,476 persen dari suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Dengan BI rate berada di level 5 persen, pemerintah akan memperoleh bunga sekitar 4 persen dari dana deposito tersebut. Lima bank penerima dana pemerintah adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Rinciannya, BRI, BNI, dan Mandiri masing-masing menerima Rp55 triliun, BTN memperoleh Rp25 triliun, sedangkan BSI mendapatkan Rp10 triliun.", "post_id": "7550565660712078597"}}, {"key": "viamedianetwork", "attributes": {"label": "viamedianetwork", "x": 518.6784561353566, "y": 148.11624052176654, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7550565660712078597", "id": "viamedianetwork", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah menempatkan dana negara sebesar Rp200 triliun dalam bentuk deposito di lima bank pelat merah tanpa memberikan arahan khusus terkait penyalurannya. Kebijakan ini, menurutnya, dimaksudkan agar para direktur utama bank terdorong mencari peluang investasi yang produktif. “Para direktur bank itu orang-orang pintar. Selama ini mereka malas saja dan cenderung bermain aman, hanya menaruh dana di tempat yang minim risiko tapi tetap menghasilkan keuntungan besar. Dengan adanya dana Rp200 triliun ini, mereka dipaksa berpikir lebih jauh,” ujar Purbaya usai rapat dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Kantor DJP, Jakarta Selatan, Selasa (16/9/2025). Ia menambahkan, mekanisme berbasis pasar (market based) akan membuat bank-bank tersebut berlomba mencari proyek yang memberikan imbal hasil tinggi sekaligus aman. Dampaknya, lanjut Purbaya, akan terlihat pada sisi permintaan dan penawaran di pasar keuangan. Dengan likuiditas yang meningkat, suku bunga pinjaman diharapkan menurun, sehingga masyarakat lebih berani mengajukan kredit. “Jika permintaan dan penawaran tumbuh bersamaan tanpa menimbulkan overheating, maka injeksi dana ini akan menggerakkan perekonomian,” kata Purbaya. Menurut dia, skema deposito tersebut pada dasarnya merupakan instrumen kebijakan moneter. Pemerintah tetap memperoleh bunga dari penempatan dana itu, sehingga bank tidak bisa membiarkannya mengendap tanpa dimanfaatkan. “Saya paksa sistem bekerja. Kalau dana ini tidak dipakai, bank tetap harus membayar bunga kepada pemerintah,” tegasnya. Kebijakan ini sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 276 Tahun 2025 mengenai penempatan uang negara untuk mendukung program pemerintah dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Imbal hasil yang diberikan ditetapkan sebesar 80,476 persen dari suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Dengan BI rate berada di level 5 persen, pemerintah akan memperoleh bunga sekitar 4 persen dari dana deposito tersebut. Lima bank penerima dana pemerintah adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Rinciannya, BRI, BNI, dan Mandiri masing-masing menerima Rp55 triliun, BTN memperoleh Rp25 triliun, sedangkan BSI mendapatkan Rp10 triliun.", "post_id": "7550565660712078597"}}, {"key": "clipcw_", "attributes": {"label": "clipcw_", "x": 901.7605991667667, "y": 871.7599411038344, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7587771142002183444", "id": "clipcw_", "source": "tiktok-000001", "content": "Pemerintah dan DPR tengah membahas revisi Undang Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) yang akan mengatur aset kripto secara lebih spesifik di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai salah satu persoalan utama dalam industri aset kripto saat ini adalah struktur order book yang masih bergantung pada pasar global. Ketergantungan tersebut dinilai membuat pasar kripto domestik kurang optimal dalam pembentukan harga dan berpotensi mendorong aliran modal keluar negeri. Dalam wawancaranya bersama Leon Hartono di podcast The Overpost, Misbakhun menjelaskan bahwa mekanisme perdagangan yang ada saat ini masih didominasi sistem bilateral dan keterikatan dengan order book global, sehingga likuiditas lokal menjadi dangkal dan tidak kompetitif. Menurutnya, revisi UU P2SK justru diarahkan untuk memperbaiki kondisi tersebut melalui konsolidasi likuiditas. Dengan menggabungkan likuiditas yang selama ini terpencar, pasar domestik dinilai dapat membentuk order book lokal yang lebih dalam dan mandiri tanpa harus bergantung pada pasar luar negeri. \"Ada miskonsepsi bahwa aturan baru akan berpotensi membuat konsumen beralih ke platform aset kripto luar negeri, padahal yang terjadi justru sebaliknya. Dengan UU P2SK yang baru, kita mengonsolidasikan likuiditas yang tadinya terpencar sehingga akan menciptakan order book lokal yang tebal dan dalam. Hasilnya? Daya saing industri lokal meningkat dan ketergantungan pada pasar luar berkurang,\" jelas Misbakhun. la menegaskan bahwa penguatan order book lokal menjadi kunci penting dalam meningkatkan efisiensi pasar, memperkuat daya saing bursa kripto nasional, serta mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap likuiditas global. from:  #cryptowave #fyp #crypto", "post_id": "7587771142002183444"}}, {"key": "CryptoWave", "attributes": {"label": "CryptoWave", "x": 714.6289049205163, "y": 328.03501251185764, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.9242, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7587771142002183444", "id": "CryptoWave", "source": "tiktok-000001", "content": "Pemerintah dan DPR tengah membahas revisi Undang Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) yang akan mengatur aset kripto secara lebih spesifik di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai salah satu persoalan utama dalam industri aset kripto saat ini adalah struktur order book yang masih bergantung pada pasar global. Ketergantungan tersebut dinilai membuat pasar kripto domestik kurang optimal dalam pembentukan harga dan berpotensi mendorong aliran modal keluar negeri. Dalam wawancaranya bersama Leon Hartono di podcast The Overpost, Misbakhun menjelaskan bahwa mekanisme perdagangan yang ada saat ini masih didominasi sistem bilateral dan keterikatan dengan order book global, sehingga likuiditas lokal menjadi dangkal dan tidak kompetitif. Menurutnya, revisi UU P2SK justru diarahkan untuk memperbaiki kondisi tersebut melalui konsolidasi likuiditas. Dengan menggabungkan likuiditas yang selama ini terpencar, pasar domestik dinilai dapat membentuk order book lokal yang lebih dalam dan mandiri tanpa harus bergantung pada pasar luar negeri. \"Ada miskonsepsi bahwa aturan baru akan berpotensi membuat konsumen beralih ke platform aset kripto luar negeri, padahal yang terjadi justru sebaliknya. Dengan UU P2SK yang baru, kita mengonsolidasikan likuiditas yang tadinya terpencar sehingga akan menciptakan order book lokal yang tebal dan dalam. Hasilnya? Daya saing industri lokal meningkat dan ketergantungan pada pasar luar berkurang,\" jelas Misbakhun. la menegaskan bahwa penguatan order book lokal menjadi kunci penting dalam meningkatkan efisiensi pasar, memperkuat daya saing bursa kripto nasional, serta mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap likuiditas global. from:  #cryptowave #fyp #crypto", "post_id": "7587771142002183444"}}, {"key": "mz.official_id", "attributes": {"label": "mz.official_id", "x": 498.4951224954579, "y": 637.888954877873, "size": 13.96, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 42.9306, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648853964812832020", "id": "mz.official_id", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan menyepakati dua langkah konkret untuk stabilkan rupiah yang sudah menyentuh rekor terlemah Rp18.036 per dolar AS, dalam pertemuan evaluasi bersama DPR di Senayan pada Sabtu 6 Juni 2026, melansir Detik Finance. Langkah pertama: meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik untuk menarik kembali aliran dana asing yang keluar dari saham dan obligasi pemerintah. Langkah kedua: menjaga kecukupan likuiditas pasar keuangan melalui pengelolaan kas pemerintah di BI dengan peningkatan bunga yang dibayarkan ke fiskal, sehingga operasi moneter dan fiskal saling menopang. Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan kedua kebijakan ini dirancang agar fiskal dan moneter “seirama dan saling memperkuat” dalam menghadapi tekanan nilai tukar yang kini sudah mulai terasa hingga ke pedagang tahu-tempe yang bahan bakunya bergantung pada kedelai impor. Sumber:Tws News #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7648853964812832020"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 671.1904982531629, "y": 872.1902625830521, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 58.0902, "eigenvector": 47.0008, "in_degree": 25, "out_degree": 0, "degree": 25}, "_id": "7648853964812832020", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan menyepakati dua langkah konkret untuk stabilkan rupiah yang sudah menyentuh rekor terlemah Rp18.036 per dolar AS, dalam pertemuan evaluasi bersama DPR di Senayan pada Sabtu 6 Juni 2026, melansir Detik Finance. Langkah pertama: meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik untuk menarik kembali aliran dana asing yang keluar dari saham dan obligasi pemerintah. Langkah kedua: menjaga kecukupan likuiditas pasar keuangan melalui pengelolaan kas pemerintah di BI dengan peningkatan bunga yang dibayarkan ke fiskal, sehingga operasi moneter dan fiskal saling menopang. Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan kedua kebijakan ini dirancang agar fiskal dan moneter “seirama dan saling memperkuat” dalam menghadapi tekanan nilai tukar yang kini sudah mulai terasa hingga ke pedagang tahu-tempe yang bahan bakunya bergantung pada kedelai impor. Sumber:Tws News #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7648853964812832020"}}, {"key": "trendclip77", "attributes": {"label": "trendclip77", "x": 665.3739288046487, "y": 62.47042120548063, "size": 13.96, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 42.9306, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648597728053775623", "id": "trendclip77", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan menyepakati dua langkah konkret untuk stabilkan rupiah yang sudah menyentuh rekor terlemah Rp18.036 per dolar AS, dalam pertemuan evaluasi bersama DPR di Senayan pada Sabtu 6 Juni 2026, melansir Detik Finance. Langkah pertama: meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik untuk menarik kembali aliran dana asing yang keluar dari saham dan obligasi pemerintah. Langkah kedua: menjaga kecukupan likuiditas pasar keuangan melalui pengelolaan kas pemerintah di Bl dengan peningkatan bunga yang dibayarkan ke fiskal, sehingga operasi moneter dan fiskal saling menopang. Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan kedua kebijakan ini dirancang agar fiskal dan moneter \"seirama dan saling memperkuat\" dalam menghadapi tekanan nilai tukar yang kini sudah mulai terasa hingga ke pedagang tahu-tempe yang bahan bakunya bergantung pada kedelai impor. Sumber: TWS News  #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7648597728053775623"}}, {"key": "graham_di_caprio", "attributes": {"label": "graham_di_caprio", "x": 538.5616378872523, "y": 35.200538807275805, "size": 13.96, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 42.9306, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648586206984326416", "id": "graham_di_caprio", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan menyepakati dua langkah konkret untuk stabilkan rupiah yang sudah menyentuh rekor terlemah Rp18.036 per dolar AS, dalam pertemuan evaluasi bersama DPR di Senayan pada Sabtu 6 Juni 2026, melansir Detik Finance. Langkah pertama: meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik untuk menarik kembali aliran dana asing yang keluar dari saham dan obligasi pemerintah. Langkah kedua: menjaga kecukupan likuiditas pasar keuangan melalui pengelolaan kas pemerintah di BI dengan peningkatan bunga yang dibayarkan ke fiskal, sehingga operasi moneter dan fiskal saling menopang. Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan kedua kebijakan ini dirancang agar fiskal dan moneter “seirama dan saling memperkuat” dalam menghadapi tekanan nilai tukar yang kini sudah mulai terasa hingga ke pedagang tahu-tempe yang bahan bakunya bergantung pada kedelai impor. Sumber:TWS News  #kontencom #kontencomxtws #fyp", "post_id": "7648586206984326416"}}, {"key": "go_clipnews", "attributes": {"label": "go_clipnews", "x": 95.63369531393894, "y": 549.4601581056031, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648624464787148039", "id": "go_clipnews", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan menyepakati dua langkah konkret untuk stabilkan rupiah yang sudah menyentuh rekor terlemah Rp18.036 per dolar AS, dalam pertemuan evaluasi bersama DPR di Senayan pada Sabtu 6 Juni 2026, melansir Detik Finance. Langkah pertama: meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik untuk menarik kembali aliran dana asing yang keluar dari saham dan obligasi pemerintah. Langkah kedua: menjaga kecukupan likuiditas pasar keuangan melalui pengelolaan kas pemerintah di BI dengan peningkatan bunga yang dibayarkan ke fiskal, sehingga operasi moneter dan fiskal saling menopang. Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan kedua kebijakan ini dirancang agar fiskal dan moneter \"seirama dan saling memperkuat\" dalam menghadapi tekanan nilai tukar yang kini sudah mulai terasa hingga ke pedagang tahu-tempe yang bahan bakunya bergantung pada kedelai impor.  #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7648624464787148039"}}, {"key": "Konten.Com", "attributes": {"label": "Konten.Com", "x": 429.1389163868735, "y": 10.453521838575286, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7648624464787148039", "id": "Konten.Com", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan menyepakati dua langkah konkret untuk stabilkan rupiah yang sudah menyentuh rekor terlemah Rp18.036 per dolar AS, dalam pertemuan evaluasi bersama DPR di Senayan pada Sabtu 6 Juni 2026, melansir Detik Finance. Langkah pertama: meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik untuk menarik kembali aliran dana asing yang keluar dari saham dan obligasi pemerintah. Langkah kedua: menjaga kecukupan likuiditas pasar keuangan melalui pengelolaan kas pemerintah di BI dengan peningkatan bunga yang dibayarkan ke fiskal, sehingga operasi moneter dan fiskal saling menopang. Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan kedua kebijakan ini dirancang agar fiskal dan moneter \"seirama dan saling memperkuat\" dalam menghadapi tekanan nilai tukar yang kini sudah mulai terasa hingga ke pedagang tahu-tempe yang bahan bakunya bergantung pada kedelai impor.  #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7648624464787148039"}}, {"key": "clips_tws", "attributes": {"label": "clips_tws", "x": 333.3311047261884, "y": 94.5455315770235, "size": 13.96, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 42.9306, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7649000311700376852", "id": "clips_tws", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan menyepakati dua langkah konkret untuk stabilkan rupiah yang sudah menyentuh rekor terlemah Rp18.036 per dolar AS, dalam pertemuan evaluasi bersama DPR di Senayan pada Sabtu 6 Juni 2026, melansir Detik Finance. Langkah pertama: meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik untuk menarik kembali aliran dana asing yang keluar dari saham dan obligasi pemerintah. Langkah kedua: menjaga kecukupan likuiditas pasar keuangan melalui pengelolaan kas pemerintah di BI dengan peningkatan bunga yang dibayarkan ke fiskal, sehingga operasi moneter dan fiskal saling menopang. Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan kedua kebijakan ini dirancang agar fiskal dan moneter “seirama dan saling memperkuat” dalam menghadapi tekanan nilai tukar yang kini sudah mulai terasa hingga ke pedagang tahu-tempe yang bahan bakunya bergantung pada kedelai impor. sumber: TWS News   #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7649000311700376852"}}, {"key": "ronssclip4", "attributes": {"label": "ronssclip4", "x": 818.1302058694132, "y": 68.45754994756025, "size": 13.96, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 42.9306, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648601790966942996", "id": "ronssclip4", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan menyepakati dua langkah konkret untuk stabilkan rupiah yang sudah menyentuh rekor terlemah Rp18.036 per dolar AS, dalam pertemuan evaluasi bersama DPR di Senayan pada Sabtu 6 Juni 2026, melansir Detik Finance. Langkah pertama: meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik untuk menarik kembali aliran dana asing yang keluar dari saham dan obligasi pemerintah. Langkah kedua: menjaga kecukupan likuiditas pasar keuangan melalui pengelolaan kas pemerintah di BI dengan peningkatan bunga yang dibayarkan ke fiskal, sehingga operasi moneter dan fiskal saling menopang. Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan kedua kebijakan ini dirancang agar fiskal dan moneter “seirama dan saling memperkuat” dalam menghadapi tekanan nilai tukar yang kini sudah mulai terasa hingga ke pedagang tahu-tempe yang bahan bakunya bergantung pada kedelai impor. sumber:Tws News   #kontencom #kontencomxtws #purbaya #bahlil #prabowo", "post_id": "7648601790966942996"}}, {"key": "twsmotionnews", "attributes": {"label": "twsmotionnews", "x": 357.0839574566519, "y": 668.663260329844, "size": 13.96, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 42.9306, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7648619944762379541", "id": "twsmotionnews", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan menyepakati dua langkah konkret untuk stabilkan rupiah yang sudah menyentuh rekor terlemah Rp18.036 per dolar AS, dalam pertemuan evaluasi bersama DPR di Senayan pada Sabtu 6 Juni 2026, melansir Detik Finance. Langkah pertama: meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik untuk menarik kembali aliran dana asing yang keluar dari saham dan obligasi pemerintah. Langkah kedua: menjaga kecukupan likuiditas pasar keuangan melalui pengelolaan kas pemerintah di BI dengan peningkatan bunga yang dibayarkan ke fiskal, sehingga operasi moneter dan fiskal saling menopang. Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan kedua kebijakan ini dirancang agar fiskal dan moneter “seirama dan saling memperkuat” dalam menghadapi tekanan nilai tukar yang kini sudah mulai terasa hingga ke pedagang tahu-tempe yang bahan bakunya bergantung pada kedelai impor. sumber: TWS News    #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7648619944762379541"}}, {"key": "atwsnews", "attributes": {"label": "atwsnews", "x": 55.157329980753175, "y": 567.9013660938118, "size": 13.96, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 42.9306, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648671706709626119", "id": "atwsnews", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan menyepakati dua langkah konkret untuk stabilkan rupiah yang sudah mnenyentuh rekor terlemah Rp18.036 per dolar AS, dalam pertemuan evaluasi bersama DPR di Senayan pada Sabtu 6 Juni 2026, melansir Detik Finance. Langkah pertama: meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik untuk menarik kembali aliran dana asing yang keluar dari saham dan obligasi pemerintah. Langkah kedua: menjaga kecukupan likuiditas pasar keuangan melalui pengelolaan kas pemerintah di Bl dengan peningkatan bunga yang dibayarkan ke fiskal, sehingga operasi moneter dan fiskal saling menopang. Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan kedua kebijakan ini dirancang agar fiskal dan moneter \"seirama dan saling memperkuat\" dalam menghadapi tekanan nilai tukar yang kini sudah mulai terasa hingga ke pedagang tahu-tempe yang bahan bakunya bergantung pada kedelai impor. \"Sumber:Tws News\"   #kontencom #kontencomxtws  #rupiah #ekonomi", "post_id": "7648671706709626119"}}, {"key": "mr.jwnn", "attributes": {"label": "mr.jwnn", "x": 736.0403153124864, "y": 406.85217915536987, "size": 13.96, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 42.9306, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648745413935254791", "id": "mr.jwnn", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan menyepakati dua langkah konkret untuk stabilkan rupiah yang sudah menyentuh rekor terlemah Rp18.036 per dolar AS, dalam pertemuan evaluasi bersama DPR di Senayan pada Sabtu 6 Juni 2026, melansir Detik Finance. Langkah pertama: meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik untuk menarik kembali aliran dana asing yang keluar dari saham dan obligasi pemerintah. Langkah kedua: menjaga kecukupan likuiditas pasar keuangan melalui pengelolaan kas pemerintah di Bl dengan peningkatan bunga yang dibayarkan ke fiskal, sehingga operasi moneter dan fiskal saling menopang. Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan kedua kebijakan ini dirancang agar fiskal dan moneter \"seirama dan saling memperkuat\" dalam menghadapi tekanan nilai tukar yang kini sudah mulai terasa hingga ke pedagang tahu-tempe yang bahan bakunya bergantung pada kedelai impor. Sumber: TWS News #kontencom #kontencomxtws #purbaya #ihsg #fyp", "post_id": "7648745413935254791"}}, {"key": "nashihunamien", "attributes": {"label": "nashihunamien", "x": 151.4139562043465, "y": 919.0404932042001, "size": 13.96, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 42.9306, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648789403271220500", "id": "nashihunamien", "source": "tiktok-000001", "content": "tradewithsuli: Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan menyepakati dua langkah konkret untuk stabilkan rupiah yang sudah menyentuh rekor terlemah Rp18.036 per dolar AS, dalam pertemuan evaluasi bersama DPR di Senayan pada Sabtu 6 Juni 2026, melansir Detik Finance. Langkah pertama: meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik untuk menarik kembali aliran dana asing yang keluar dari saham dan obligasi pemerintah. Langkah kedua: menjaga kecukupan likuiditas pasar keuangan melalui pengelolaan kas pemerintah di BI dengan peningkatan bunga yang dibayarkan ke fiskal, sehingga operasi moneter dan fiskal saling menopang. Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan kedua kebijakan ini dirancang agar fiskal dan moneter \"seirama dan saling memperkuat\" dalam menghadapi tekanan nilai tukar yang kini sudah mulai terasa hingga ke pedagang tahu-tempe yang bahan bakunya bergantung pada kedelai impor. \"Sumber: TWS News\"  ig:  #kontencom #kontencomxtws #bi #trending #rupiah", "post_id": "7648789403271220500"}}, {"key": "raw_clp.xyz", "attributes": {"label": "raw_clp.xyz", "x": 566.1258718565974, "y": 955.5382230329673, "size": 13.96, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 42.9306, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648631457446972692", "id": "raw_clp.xyz", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan menyepakati dua langkah konkret untuk stabilkan rupiah yang sudah menyentuh rekor terlemah Rp18.036 per dolar AS, dalam pertemuan evaluasi bersama DPR di Senayan pada Sabtu 6 Juni 2026, melansir Detik Finance. Langkah pertama: meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik untuk menarik kembali aliran dana asing yang keluar dari saham dan obligasi pemerintah. Langkah kedua: menjaga kecukupan likuiditas pasar keuangan melalui pengelolaan kas pemerintah di BI dengan peningkatan bunga yang dibayarkan ke fiskal, sehingga operasi moneter dan fiskal saling menopang. Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan kedua kebijakan ini dirancang agar fiskal dan moneter \"seirama dan saling memperkuat\" dalam menghadapi tekanan nilai tukar yang kini sudah mulai terasa hingga ke pedagang tahu-tempe yang bahan bakunya bergantung pada kedelai impor. Sumber: TWS NEWS   #kontencom #kontencomxtws #rupiah #ekonomi #investasi", "post_id": "7648631457446972692"}}, {"key": "clipss.capital", "attributes": {"label": "clipss.capital", "x": 426.93523370013065, "y": 917.5459604599565, "size": 13.96, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 42.9306, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7648597176083303701", "id": "clipss.capital", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan menyepakati dua langkah konkret untuk stabilkan rupiah yang sudah menyentuh rekor terlemah Rp18.036 per dolar AS, dalam pertemuan evaluasi bersama DPR di Senayan pada Sabtu 6 Juni 2026, melansir Detik Finance. Langkah pertama: meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik untuk menarik kembali aliran dana asing yang keluar dari saham dan obligasi pemerintah. Langkah kedua: menjaga kecukupan likuiditas pasar keuangan melalui pengelolaan kas pemerintah di BI dengan peningkatan bunga yang dibayarkan ke fiskal, sehingga operasi moneter dan fiskal saling menopang. Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan kedua kebijakan ini dirancang agar fiskal dan moneter “seirama dan saling memperkuat” dalam menghadapi tekanan nilai tukar yang kini sudah mulai terasa hingga ke pedagang tahu-tempe yang bahan bakunya bergantung pada kedelai impor. Sumber : TWS News   Instagram :  #kontencom #kontencomxtws #fyp #purbaya #rupiah", "post_id": "7648597176083303701"}}, {"key": "willbitsecond", "attributes": {"label": "willbitsecond", "x": 315.1291089168937, "y": 893.8090341101205, "size": 13.96, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 42.9306, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648651383259893000", "id": "willbitsecond", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan menyepakati dua langkah konkret untuk stabilkan rupiah yang sudah menyentuh rekor terlemah Rp18.036 per dolar AS, dalam pertemuan evaluasi bersama DPR di Senayan pada Sabtu 6 Juni 2026, melansir Detik Finance. Langkah pertama: meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik untuk menarik kembali aliran dana asing yang keluar dari saham dan obligasi pemerintah. Langkah kedua: menjaga kecukupan likuiditas pasar keuangan melalui pengelolaan kas pemerintah di BI dengan peningkatan bunga yang dibayarkan ke fiskal, sehingga operasi moneter dan fiskal saling menopang. Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan kedua kebijakan ini dirancang agar fiskal dan moneter “seirama dan saling memperkuat” dalam menghadapi tekanan nilai tukar yang kini sudah mulai terasa hingga ke pedagang tahu-tempe yang bahan bakunya bergantung pada kedelai impor. Sumber: TWS News Ig :  #kontencom #kontencomxtws  #bi #rupiah #indonesia", "post_id": "7648651383259893000"}}, {"key": "clipp880", "attributes": {"label": "clipp880", "x": 774.5990921135901, "y": 547.211504208581, "size": 13.96, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 42.9306, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648634818028309780", "id": "clipp880", "source": "tiktok-000001", "content": "AKHIRNYA ADA HILAL! 😭 RI Rilis 2 Jurus Konkret Biar Rupiah Gak Makin Longsor! 📉💸 Tekanan ekonomi belakangan ini emang lagi berasa banget, bahkan dampaknya udah mulai menjalar sampai ke pedagang tahu-tempe yang bahan bakunya bergantung pada kedelai impor! 🏪 soybean Tapi tenang, akhirnya ada pergerakan nyata nih! Melansir Detik Finance, Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan resmi menyepakati dua langkah konkret buat menstabilkan nilai tukar Rupiah kita yang sudah menyentuh rekor terlemahnya di angka Rp18.036 per dolar AS! 😱 Kesepakatan besar ini lahir dari hasil pertemuan evaluasi darurat bersama DPR di Senayan pada Sabtu, 6 Juni 2026. Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan kalau kedua kebijakan ini dirancang biar kebijakan fiskal dan moneter bisa \"seirama dan saling memperkuat\"! 🤝✨ Ini dia 2 jurus penyelamat yang disiapkan pemerintah: 💥 Langkah Pertama (Tarik Dana Asing): Meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik. Strategi ini dipasang buat menarik kembali aliran dana asing (capital inflow) yang kemarin sempat kabur dari pasar saham dan obligasi pemerintah. 📈🏃‍♂️ 🏦 Langkah Kedua (Amankan Likuiditas): Menjaga kecukupan likuiditas pasar keuangan melalui pengelolaan kas pemerintah di BI. Caranya dengan meningkatkan bunga yang dibayarkan ke fiskal, sehingga operasi moneter dan fiskal bisa saling menopang satu sama lain! 💸🔄 Para pelaku pasar dan investor sekarang lagi mantau ketat banget, apakah dua jurus kolaborasi maut ini beneran bisa jadi obat kuat yang instan buat menjinakkan dolar AS. Kita lihat aja ke depannya! 🦅💼 Melihat Rupiah yang menyentuh Rp18.036, menurut kalian 2 jurus dari BI dan Kemenkeu ini udah cukup sat-set belum buat bantu para pedagang kecil? Komen di bawah! 👇💬 Sumber:Tws News  #kontencom #kontencomxtws #ekonomi #rupiah #indonesia", "post_id": "7648634818028309780"}}, {"key": "konten.com0", "attributes": {"label": "konten.com0", "x": 544.2225448453075, "y": 895.9305650649844, "size": 13.96, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 42.9306, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648853450943483154", "id": "konten.com0", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan menyepakati dua langkah konkret untuk stabilkan rupiah yang sudah menyentuh rekor terlemah Rp18.036 per dolar AS, dalam pertemuan evaluasi bersama DPR di Senayan pada Sabtu 6 Juni 2026, melansir Detik Finance. Langkah pertama: meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik untuk menarik kembali aliran dana asing yang keluar dari saham dan obligasi pemerintah. Langkah kedua: menjaga kecukupan likuiditas pasar keuangan melalui pengelolaan kas pemerintah di BI dengan peningkatan bunga yang dibayarkan ke fiskal, sehingga operasi moneter dan fiskal saling menopang. Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan kedua kebijakan ini dirancang agar fiskal dan moneter “seirama dan saling memperkuat” dalam menghadapi tekanan nilai tukar yang kini sudah mulai terasa hingga ke pedagang tahu-tempe yang bahan bakunya bergantung pada kedelai impor. Bagaimana tanggapan kalian mengenai langkah langkah pak purbaya & perry? Tulis komentarmu di kolomkomentar!! 👇🏻 Sumber:Tws News #kontencomxtws  #kontencom  #fyp", "post_id": "7648853450943483154"}}, {"key": "clipper.digital.id", "attributes": {"label": "clipper.digital.id", "x": 169.27631073708594, "y": 242.59325135581966, "size": 14.48, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 44.9657, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7648605301561675015", "id": "clipper.digital.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Purbaya Yudhi Sadewa (LPS) dan Perry Warjiyo (BI) baru aja menyepakati sinergi kuat untuk menjaga stabilitas mata uang kita tercinta. ​Nggak tanggung-tanggung, ada 2 JURUS TERBARU yang disiapkan pemerintah demi menahan guncangan eksternal global terhadap Rupiah. ​Kenapa kolaborasi BI & LPS ini penting banget buat kita? 1️⃣ Menjaga Kepercayaan Pasar: Kolaborasi ini bikin investor asing gak gampang kabur dan tetap percaya dengan fundamental ekonomi Indonesia. 2️⃣ Stabilisasi Likuiditas Perbankan: Biar perbankan dalam negeri tetap kokoh menopang kredit dan suku bunga gak langsung meroket tajam. ​Intinya, pemerintah lagi pasang badan nih biar efek domino pelemahan kurs gak sampai bikin harga barang-barang di pasar melonjak drastis.  ​Pembahasan detail mengenai isi dari 2 jurus tersebut bisa kamu cek langsung di slide berikutnya ya! 🧐 ​👇 Gimana menurut kamu? Apakah kebijakan ini bakal efektif bikin Rupiah perkasa lagi? Tulis opini kamu di kolom komentar! #kontencom #kontencomxtws #fyp", "post_id": "7648605301561675015"}}, {"key": "Kontencom", "attributes": {"label": "Kontencom", "x": 754.607734551476, "y": 389.1915214422822, "size": 3.57, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.71, "eigenvector": 2.2281, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7648605301561675015", "id": "Kontencom", "source": "tiktok-000001", "content": "Purbaya Yudhi Sadewa (LPS) dan Perry Warjiyo (BI) baru aja menyepakati sinergi kuat untuk menjaga stabilitas mata uang kita tercinta. ​Nggak tanggung-tanggung, ada 2 JURUS TERBARU yang disiapkan pemerintah demi menahan guncangan eksternal global terhadap Rupiah. ​Kenapa kolaborasi BI & LPS ini penting banget buat kita? 1️⃣ Menjaga Kepercayaan Pasar: Kolaborasi ini bikin investor asing gak gampang kabur dan tetap percaya dengan fundamental ekonomi Indonesia. 2️⃣ Stabilisasi Likuiditas Perbankan: Biar perbankan dalam negeri tetap kokoh menopang kredit dan suku bunga gak langsung meroket tajam. ​Intinya, pemerintah lagi pasang badan nih biar efek domino pelemahan kurs gak sampai bikin harga barang-barang di pasar melonjak drastis.  ​Pembahasan detail mengenai isi dari 2 jurus tersebut bisa kamu cek langsung di slide berikutnya ya! 🧐 ​👇 Gimana menurut kamu? Apakah kebijakan ini bakal efektif bikin Rupiah perkasa lagi? Tulis opini kamu di kolom komentar! #kontencom #kontencomxtws #fyp", "post_id": "7648605301561675015"}}, {"key": "rabs.clip98", "attributes": {"label": "rabs.clip98", "x": 319.4381011833528, "y": 884.3272561648678, "size": 13.96, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 42.9306, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7648525067537665301", "id": "rabs.clip98", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah menguat, bagaimana nasib tabungan kita? 🤔 Jangan panik duluan! OJK (Otoritas Jasa Keuangan) memastikan kalau kondisi perbankan Indonesia MASIH AMAN dan stabil pasca naiknya nilai tukar Rupiah. 💪 Apa artinya buat kita? 1️⃣ Likuiditas Masih Kuat: Bank punya dana yang cukup untuk operasional dan penarikan nasabah. 2️⃣ Ketahanan Teruji: Perbankan Indonesia punya modal yang kuat untuk menghadapi fluktuasi pasar. 3️⃣ Fokus pada Stabilitas: Pemerintah dan OJK terus  memantau situasi untuk menjaga stabilitas sistem keuangan. Jadi, tidak perlu khawatir berlebihan, ya! Tetap cerdas mengelola keuangan dan berinvestasi. 😉 Bagaimana pendapatmu tentang pergerakan Rupiah belakangan ini? Tulis di kolom komentar! 👇 Sumber: Tws News ig :   #kontencom #kontencomxtws #OJK #PerbankanAman", "post_id": "7648525067537665301"}}, {"key": "icanhiueattomato", "attributes": {"label": "icanhiueattomato", "x": 55.85237514739827, "y": 358.73325520387533, "size": 13.96, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 42.9306, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648918607140834567", "id": "icanhiueattomato", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah baru aja menyentuh rekor terlemahnya di angka Rp18.036 per dolar AS. Imbasnya? Tekanan ekonomi udah mulai kerasa nyata sampai ke pedagang tahu-tempe yang pusing gara-gara harga kedelai impor ikutan melonjak. 😭 Merespons kondisi darurat ini, Kemenkeu dan Bank Indonesia (BI) langsung menggelar pertemuan evaluasi bersama DPR di Senayan (Sabtu, 6/6). Hasilnya, Menkeu Purbaya dan Gubernur BI Perry Warjiyo sepakat ngeluarin 2 langkah konkret ini: 1️⃣ Narik Duit Asing Balik: Menaikkan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik. Tujuannya biar investor asing mau balik lagi naruh modalnya di saham dan obligasi pemerintah kita. 2️⃣ Saling Jaga Likuiditas: Mengelola kas pemerintah di BI dengan peningkatan bunga yang dibayarkan ke fiskal. Jadi, kebijakan moneter BI dan fiskal Kemenkeu bisa saling menopang dan jalan seirama! Gubernur BI menegaskan kalau langkah ini diambil biar kebijakan kita makin kuat ngelawan tekanan global. Semoga \"2 jurus\" ini bisa langsung manjur dan bikin Rupiah kita kembali bertenaga ya! 💪 Gimana pendapatmu? Kira-kira harga tahu-tempe bakal aman gak nih setelah ini? Sampaikan di kolom komentar! 👇 Sumber:Tws News #kontencomxtws  #kontencom", "post_id": "7648918607140834567"}}, {"key": "ifaaclipping_pemula", "attributes": {"label": "ifaaclipping_pemula", "x": 46.63446342183519, "y": 899.4235881291415, "size": 14.48, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 44.9657, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7647911640536485141", "id": "ifaaclipping_pemula", "source": "tiktok-000001", "content": "🇮🇩 INDONESIA SIAP PUNYA BURSA MINERAL SENDIRI! Kabar besar bagi investor, pelaku industri, dan pengamat pasar komoditas. Pemerintah bersama DPR telah mengesahkan landasan hukum pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Nasional yang ditargetkan mulai beroperasi pada 1 Januari 2027. 🎯 Tujuan utama: ✅ Membangun pusat perdagangan mineral nasional ✅ Menciptakan benchmark harga mineral Indonesia sendiri ✅ Mengurangi ketergantungan pada acuan harga luar negeri seperti LME London ✅ Meningkatkan daya saing sektor sumber daya alam Indonesia.  📈 Saham yang berpotensi mendapat perhatian pasar: ANTM • INCO • TINS • MDKA • MBMA • HRUM • ADRO • BYAN • ITMG • BUMI • INDY • AADI.  ⚠️ Tantangan yang perlu dicermati: • Sinkronisasi regulasi antar lembaga.  • Likuiditas perdagangan pada tahap awal.  • Kredibilitas benchmark yang membutuhkan waktu untuk terbentuk.  • Kesiapan pelaku industri dan emiten mineral.  Jika implementasinya berjalan sesuai rencana, langkah ini berpotensi menjadi salah satu transformasi terbesar dalam tata niaga mineral Indonesia dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama di pasar komoditas global. 💡 Simpan postingan ini dan ikuti perkembangannya, karena dampaknya bisa memengaruhi industri pertambangan, perdagangan komoditas, hingga pasar modal Indonesia. Sumber: TWS News Follow ig :  Follow tiktok :  #kontencom #kontencomxtws #fyp #BursaMineralIndonesia  #mineral", "post_id": "7647911640536485141"}}, {"key": "kontencom_", "attributes": {"label": "kontencom_", "x": 697.4941726710666, "y": 915.3308876745541, "size": 3.57, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.71, "eigenvector": 2.2281, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647911640536485141", "id": "kontencom_", "source": "tiktok-000001", "content": "🇮🇩 INDONESIA SIAP PUNYA BURSA MINERAL SENDIRI! Kabar besar bagi investor, pelaku industri, dan pengamat pasar komoditas. Pemerintah bersama DPR telah mengesahkan landasan hukum pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Nasional yang ditargetkan mulai beroperasi pada 1 Januari 2027. 🎯 Tujuan utama: ✅ Membangun pusat perdagangan mineral nasional ✅ Menciptakan benchmark harga mineral Indonesia sendiri ✅ Mengurangi ketergantungan pada acuan harga luar negeri seperti LME London ✅ Meningkatkan daya saing sektor sumber daya alam Indonesia.  📈 Saham yang berpotensi mendapat perhatian pasar: ANTM • INCO • TINS • MDKA • MBMA • HRUM • ADRO • BYAN • ITMG • BUMI • INDY • AADI.  ⚠️ Tantangan yang perlu dicermati: • Sinkronisasi regulasi antar lembaga.  • Likuiditas perdagangan pada tahap awal.  • Kredibilitas benchmark yang membutuhkan waktu untuk terbentuk.  • Kesiapan pelaku industri dan emiten mineral.  Jika implementasinya berjalan sesuai rencana, langkah ini berpotensi menjadi salah satu transformasi terbesar dalam tata niaga mineral Indonesia dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama di pasar komoditas global. 💡 Simpan postingan ini dan ikuti perkembangannya, karena dampaknya bisa memengaruhi industri pertambangan, perdagangan komoditas, hingga pasar modal Indonesia. Sumber: TWS News Follow ig :  Follow tiktok :  #kontencom #kontencomxtws #fyp #BursaMineralIndonesia  #mineral", "post_id": "7647911640536485141"}}, {"key": "jeffbudiman", "attributes": {"label": "jeffbudiman", "x": 71.18470423027823, "y": 252.44175769627896, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 22.0349, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7612884322416069889", "id": "jeffbudiman", "source": "tiktok-000001", "content": "Pemerintah memperpanjang penempatan dana Rp 200 triliun di bank-bank negara sampai September 2026 buat jaga likuiditas sistem keuangan dan bantu bank bisa salurkan kredit. Tujuannya? Biar bank tetap kuat dan bisa bantu UMKM Indonesia 💪📈  ⚠️ Follow  buat kamu makin update berita tentang ekonomi dan dunia saham biar portfolio kamu cuan terus! #investasi #investasisaham #saham #sahamindonesia #pasarmodal", "post_id": "7612884322416069889"}}, {"key": "jainulsiregar918", "attributes": {"label": "jainulsiregar918", "x": 599.8093845782709, "y": 766.7540946787058, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7571712827904281874", "id": "jainulsiregar918", "source": "tiktok-000001", "content": "komisi VII DPR RI mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyaluran kredit usaha rakyat ( KUR ). ketua komisi VII DPR RI  partaonan daulay menegaskan kur harus tepat sasaran  dan tidak hanya di berikan kepada penerima lama. #salehdaulay #BantuPanganBantuRakyat #PartaiAmanatNasional", "post_id": "7571712827904281874"}}, {"key": "Dr.saleh", "attributes": {"label": "Dr.saleh", "x": 109.43623073132814, "y": 166.81755977486122, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7571712827904281874", "id": "Dr.saleh", "source": "tiktok-000001", "content": "komisi VII DPR RI mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyaluran kredit usaha rakyat ( KUR ). ketua komisi VII DPR RI  partaonan daulay menegaskan kur harus tepat sasaran  dan tidak hanya di berikan kepada penerima lama. #salehdaulay #BantuPanganBantuRakyat #PartaiAmanatNasional", "post_id": "7571712827904281874"}}, {"key": "moraharahap88", "attributes": {"label": "moraharahap88", "x": 576.4306372304632, "y": 726.0028141463102, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7571646757755538695", "id": "moraharahap88", "source": "tiktok-000001", "content": "Komisi VII DPR RI mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Ketua Komisi VII DPR RI  Saleh Partaonan Daulay menegaskan KUR harus tepat sasaran dan tidak hanya diberikan kepada penerima lama. #SalehDaulay #BantuPanganBantuRakyat #PartaiAmanatNasional", "post_id": "7571646757755538695"}}, {"key": "Dr.", "attributes": {"label": "Dr.", "x": 868.152859873457, "y": 915.9150693250937, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7571646757755538695", "id": "Dr.", "source": "tiktok-000001", "content": "Komisi VII DPR RI mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Ketua Komisi VII DPR RI  Saleh Partaonan Daulay menegaskan KUR harus tepat sasaran dan tidak hanya diberikan kepada penerima lama. #SalehDaulay #BantuPanganBantuRakyat #PartaiAmanatNasional", "post_id": "7571646757755538695"}}, {"key": "karawangbercerita", "attributes": {"label": "karawangbercerita", "x": 302.3352782288281, "y": 676.3585672348554, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7643410308039593236", "id": "karawangbercerita", "source": "tiktok-000001", "content": "JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas praktik kecurangan di sektor pembiayaan perumahan.  Sebagai bentuk penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dan prinsip kehati-hatian perbankan (prudential banking), BTN menyatakan dukungan penuh kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang untuk mengusut tuntas kasus dugaan rekayasa data penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang dilakukan oleh pengembang perumahan, PT BAS. ​Kasus yang sedang disidik ini berkaitan dengan manipulasi data pada proyek perumahan Citra Swarna Grande dan Kartika Residence yang dikembangkan oleh PT BAS sepanjang tahun 2021 hingga 2024. ​ ​Corporate Secretary BTN, Ramon Armando, menegaskan bahwa posisi BTN dalam kasus ini adalah sebagai pihak yang proaktif mendorong penegakan hukum demi melindungi nasabah dan industri perbankan dari oknum pengembang yang tidak bertanggung jawab. ​\"BTN menempatkan perlindungan nasabah dan kepastian hukum kepemilikan rumah sebagai prioritas utama. Begitu ditemukan indikasi penyimpangan yang dilakukan pihak pengembang, kami langsung mengambil langkah proaktif dengan mendukung penuh aparat penegak hukum,\" ujar Ramon dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/5). ​ Sebagai lembaga keuangan yang menjunjung tinggi integritas, BTN bergerak cepat memperkuat benteng pertahanan internalnya agar modus operandi fraud dari pihak eksternal seperti ini tidak terulang kembali. Langkah mitigasi yang dilakukan meliputi memperketat validasi data calon debitur secara berlapis, meningkatkan pengawasan dokumen kredit agar celah manipulasi tertutup serta memperketat pengawasan dan seleksi terhadap developer yang menjadi mitra kerja sama. ​ ​Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat luas dalam memahami alur pengajuan KPR. Seringkali, saat terjadi kredit bermasalah atau fraud, masyarakat cenderung langsung menyalahkan pihak perbankan. Namun, fakta persidangan dan penyidikan seringkali menunjukkan bahwa bank justru menjadi korban dari konspirasi dan manipulasi data sistematis yang dirancang oleh oknum pengembang. ​Kepala Kejari Karawang, Dedi Irwan Virantama, mengungkapkan bahwa PT BAS diduga kuat membentuk \"tim KPR khusus\" yang bertugas memalsukan dokumen, mengedit data tanpa sepengetahuan debitur, hingga merekrut joki (pinjam nama) dari berbagai kalangan seperti oknum ojek, juru parkir, hingga pengangguran dengan imbalan tertentu. ​Bahkan, oknum developer ini bekerja sama dengan pihak luar untuk memalsukan Surat Keterangan Kerja (SKK) dan kartu identitas demi mengelabui sistem analisis kredit perbankan. ​\"PT BAS membentuk tim KPR khusus yang bertugas mengedit dan membuat dokumen palsu. Ada juga kerja sama dengan oknum HRD perusahaan tertentu untuk membuat surat keterangan kerja palsu guna mendukung pengajuan KPR,\" jelas Dedi di Kantor Kejari Karawang, Rabu (20/5). ​Kejari juga menemukan keanehan di lapangan di mana proses akad kredit dipaksakan berjalan oleh pengembang meskipun bangunan fisik rumah belum selesai atau bahkan belum terbangun. ​Komitmen Bersih-Bersih BUMN ​Dukungan penuh BTN terhadap Kejari Karawang sejalan dengan semangat \"bersih-bersih BUMN\" dari segala bentuk praktik korupsi dan kecurangan. Hingga saat ini, penyidik Kejari Karawang telah bergerak melakukan penggeledahan di berbagai lokasi dan memeriksa 91 orang saksi—termasuk di antaranya 15 orang dari pihak bank yang kooperatif membantu memberikan keterangan, 51 debitur, dan 26 orang dari pihak developer. ​Penyidikan yang didasarkan pada Surat Perintah Penyidikan tertanggal 30 Maret 2026 dan dilanjutkan pada 13 Mei 2026 ini diharapkan dapat segera mengungkap aktor intelektual di balik rekayasa dokumen ini. ​Melalui sikap transparan dan kooperatif ini, Bank BTN membuktikan posisinya sebagai bank tepercaya yang tidak mentoleransi segala bentuk kejahatan perbankan, sekaligus memastikan hak-hak nasabah sejati tetap terlindungi dengan aman. #btnkarawang  #btn   Negeri Karawang  #perumahankarawang", "post_id": "7643410308039593236"}}, {"key": "Kejaksaan", "attributes": {"label": "Kejaksaan", "x": 462.4670843651797, "y": 853.2967128053283, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.71, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7643410308039593236", "id": "Kejaksaan", "source": "tiktok-000001", "content": "JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas praktik kecurangan di sektor pembiayaan perumahan.  Sebagai bentuk penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dan prinsip kehati-hatian perbankan (prudential banking), BTN menyatakan dukungan penuh kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang untuk mengusut tuntas kasus dugaan rekayasa data penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang dilakukan oleh pengembang perumahan, PT BAS. ​Kasus yang sedang disidik ini berkaitan dengan manipulasi data pada proyek perumahan Citra Swarna Grande dan Kartika Residence yang dikembangkan oleh PT BAS sepanjang tahun 2021 hingga 2024. ​ ​Corporate Secretary BTN, Ramon Armando, menegaskan bahwa posisi BTN dalam kasus ini adalah sebagai pihak yang proaktif mendorong penegakan hukum demi melindungi nasabah dan industri perbankan dari oknum pengembang yang tidak bertanggung jawab. ​\"BTN menempatkan perlindungan nasabah dan kepastian hukum kepemilikan rumah sebagai prioritas utama. Begitu ditemukan indikasi penyimpangan yang dilakukan pihak pengembang, kami langsung mengambil langkah proaktif dengan mendukung penuh aparat penegak hukum,\" ujar Ramon dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/5). ​ Sebagai lembaga keuangan yang menjunjung tinggi integritas, BTN bergerak cepat memperkuat benteng pertahanan internalnya agar modus operandi fraud dari pihak eksternal seperti ini tidak terulang kembali. Langkah mitigasi yang dilakukan meliputi memperketat validasi data calon debitur secara berlapis, meningkatkan pengawasan dokumen kredit agar celah manipulasi tertutup serta memperketat pengawasan dan seleksi terhadap developer yang menjadi mitra kerja sama. ​ ​Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat luas dalam memahami alur pengajuan KPR. Seringkali, saat terjadi kredit bermasalah atau fraud, masyarakat cenderung langsung menyalahkan pihak perbankan. Namun, fakta persidangan dan penyidikan seringkali menunjukkan bahwa bank justru menjadi korban dari konspirasi dan manipulasi data sistematis yang dirancang oleh oknum pengembang. ​Kepala Kejari Karawang, Dedi Irwan Virantama, mengungkapkan bahwa PT BAS diduga kuat membentuk \"tim KPR khusus\" yang bertugas memalsukan dokumen, mengedit data tanpa sepengetahuan debitur, hingga merekrut joki (pinjam nama) dari berbagai kalangan seperti oknum ojek, juru parkir, hingga pengangguran dengan imbalan tertentu. ​Bahkan, oknum developer ini bekerja sama dengan pihak luar untuk memalsukan Surat Keterangan Kerja (SKK) dan kartu identitas demi mengelabui sistem analisis kredit perbankan. ​\"PT BAS membentuk tim KPR khusus yang bertugas mengedit dan membuat dokumen palsu. Ada juga kerja sama dengan oknum HRD perusahaan tertentu untuk membuat surat keterangan kerja palsu guna mendukung pengajuan KPR,\" jelas Dedi di Kantor Kejari Karawang, Rabu (20/5). ​Kejari juga menemukan keanehan di lapangan di mana proses akad kredit dipaksakan berjalan oleh pengembang meskipun bangunan fisik rumah belum selesai atau bahkan belum terbangun. ​Komitmen Bersih-Bersih BUMN ​Dukungan penuh BTN terhadap Kejari Karawang sejalan dengan semangat \"bersih-bersih BUMN\" dari segala bentuk praktik korupsi dan kecurangan. Hingga saat ini, penyidik Kejari Karawang telah bergerak melakukan penggeledahan di berbagai lokasi dan memeriksa 91 orang saksi—termasuk di antaranya 15 orang dari pihak bank yang kooperatif membantu memberikan keterangan, 51 debitur, dan 26 orang dari pihak developer. ​Penyidikan yang didasarkan pada Surat Perintah Penyidikan tertanggal 30 Maret 2026 dan dilanjutkan pada 13 Mei 2026 ini diharapkan dapat segera mengungkap aktor intelektual di balik rekayasa dokumen ini. ​Melalui sikap transparan dan kooperatif ini, Bank BTN membuktikan posisinya sebagai bank tepercaya yang tidak mentoleransi segala bentuk kejahatan perbankan, sekaligus memastikan hak-hak nasabah sejati tetap terlindungi dengan aman. #btnkarawang  #btn   Negeri Karawang  #perumahankarawang", "post_id": "7643410308039593236"}}, {"key": "clipperfinance05", "attributes": {"label": "clipperfinance05", "x": 536.6359658270079, "y": 140.51569457607337, "size": 13.96, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 42.9306, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7653091789263572244", "id": "clipperfinance05", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur yang digelar pada 17–18 Juni 2026. Kenaikan ini merupakan yang ketiga secara beruntun sejak Mei 2026, dan ditujukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah yang sempat melemah hingga mendekati Rp18.000 per dolar AS, sekaligus sebagai langkah pre-emptive menjaga inflasi tetap dalam kisaran sasaran pemerintah. Sehari setelah keputusan tersebut, Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan jajaran direksi dan komisaris bank-bank Himbara (BRI, Mandiri, BNI, BTN, dan BSI) di Istana Kepresidenan. Pertemuan tertutup yang berlangsung sekitar 4,5 jam itu turut dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, serta CEO Danantara Rosan Roeslani, untuk membahas pandangan dan arahan terkait arah perekonomian Indonesia ke depan. Menurut Rosan Roeslani, Presiden tidak memberikan arahan khusus untuk menahan suku bunga kredit meski acuan naik, melainkan meminta Himbara meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Dengan begitu, perbankan BUMN diharapkan tetap mampu menjaga penyaluran kredit ke sektor riil, khususnya UMKM, sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi sambil menjaga stabilitas sektor keuangan. Sumber: TWS News  #kontencom #kontencomxtws #fyp", "post_id": "7653091789263572244"}}, {"key": "sukabobs1", "attributes": {"label": "sukabobs1", "x": 269.125454772306, "y": 29.596892152285893, "size": 13.96, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 42.9306, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7649252492248763669", "id": "sukabobs1", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia dan Kementrian Keuangan menyepakati dua langkah konkret untuk stabilkan rupiah yang sudah menyentuh rekor terlemah, dalam pertemuan evaluasi bersama DPR Langkah pertama: meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik untuk menarik kembali aliran dana asing yang keluar dari saham dan obligasi pemerintah Langkah kedua: menjaga kecukupan likuiditas pasar keuangan melalui pengelolaan kas pemerintah di BI dengan meningkatkan bunga yang di bayarkan ke fiskal, sehingga operasi moneter dan fiskal saling menopang. Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan kedua kebijakan ini di rancang agar fiskal dan moneter \" seirama dan saling memperkuat\" dalam menghadapi tekanan nilai tukar yang kini sedang mulai terasa hingga ke pedagang. \"Sumber:TWS News\"   #kontencom #kontencomxtws #CapCut", "post_id": "7649252492248763669"}}, {"key": "clasclip", "attributes": {"label": "clasclip", "x": 850.2575691636146, "y": 544.8948974518705, "size": 13.96, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 42.9306, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648853298753146133", "id": "clasclip", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah sedang dalam perhatian khusus! Purbaya dan Perry telah menyepakati dua jurus penting untuk menjaga stabilitas Rupiah. Dua langkah strategis tersebut adalah: 1. Meningkatkan daya tarik imbal hasil agar investor asing kembali tertarik membeli SBN dan saham. 2. Menjaga likuiditas perbankan melalui pengelolaan kas pemerintah di Bank Indonesia (BI). Apakah langkah ini cukup ampuh untuk menahan pelemahan Rupiah menurut kalian? Mari diskusikan di kolom komentar! 👇 Sumber : TWS NEWS   #kontencom #kontencomxtws #CapCut #purbaya", "post_id": "7648853298753146133"}}, {"key": "clipperprofgema", "attributes": {"label": "clipperprofgema", "x": 573.8466569833942, "y": 310.8171864569712, "size": 13.96, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 42.9306, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7649167160861920532", "id": "clipperprofgema", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan menyepakati dua langkah konkret untuk stabilkan rupiah yang sudah menyentuh rekor terlemah Rp18.036 per dolar AS, dalam pertemuan evaluasi bersama DPR di Senayan pada Sabtu 6 Juni 2026, melansir Detik Finance. ​Langkah pertama: meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik untuk menarik kembali aliran dana asing yang keluar dari saham dan obligasi pemerintah. ​Langkah kedua: menjaga kecukupan likuiditas pasar keuangan melalui pengelolaan kas pemerintah di BI dengan peningkatan bunga yang dibayarkan ke fiskal, sehingga operasi moneter dan fiskal saling menopang. ​Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan kedua kebijakan ini dirancang agar fiskal dan moneter \"seirama dan saling memperkuat\" dalam menghadapi tekanan nilai tukar yang kini sudah mulai terasa hingga ke pedagang tahu-tempe yang bahan bakunya bergantung pada kedelai impor. Sumber : TWS News  #kontencom #kontencomxtws #bismillahfyp", "post_id": "7649167160861920532"}}, {"key": "analisasahamihsg", "attributes": {"label": "analisasahamihsg", "x": 60.71972871714981, "y": 370.8136163620408, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7642348896215420180", "id": "analisasahamihsg", "source": "tiktok-000001", "content": "Berhentilah menjadi barisan investor denial yang hobi membakar modal..Saatnya Buka Mata! Karena Bursa tidak peduli dengan harapanmu.. Bursa hanya peduli pada ke mana arah likuiditas bergerak. ​ Pelajari bagaimana cara membaca pergerakan hard assets, mengelola persepsi, dan memahami rotasi modal yang sesungguhnya. Yuk sama-sama belajar Fundamental..☺️ Jangan biarkan modalmu habis karena kebodohan yang dipelihara!🫢 Note : Semoga Pak  bikin gebrakan baru yang semakin menguntungkan Saham ANTM, karena di ANTAM, Jika Pemerintah Cuan, sudah pasti Investornya ikut Cuan, dan Endingnya Rakyat kelas bawah akan ikut kecipratan melalui efek domino ekonominya. Setuju..!?", "post_id": "7642348896215420180"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 965.3627263784799, "y": 528.105930225, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7642348896215420180", "id": "prabowo", "source": "tiktok-000001", "content": "Berhentilah menjadi barisan investor denial yang hobi membakar modal..Saatnya Buka Mata! Karena Bursa tidak peduli dengan harapanmu.. Bursa hanya peduli pada ke mana arah likuiditas bergerak. ​ Pelajari bagaimana cara membaca pergerakan hard assets, mengelola persepsi, dan memahami rotasi modal yang sesungguhnya. Yuk sama-sama belajar Fundamental..☺️ Jangan biarkan modalmu habis karena kebodohan yang dipelihara!🫢 Note : Semoga Pak  bikin gebrakan baru yang semakin menguntungkan Saham ANTM, karena di ANTAM, Jika Pemerintah Cuan, sudah pasti Investornya ikut Cuan, dan Endingnya Rakyat kelas bawah akan ikut kecipratan melalui efek domino ekonominya. Setuju..!?", "post_id": "7642348896215420180"}}, {"key": "maswoko46", "attributes": {"label": "maswoko46", "x": 935.3223884229102, "y": 729.6771157881751, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7634717160039828744", "id": "maswoko46", "source": "tiktok-000001", "content": "APA-APA SEMUA UNTUK MBG *Pusat Pusaran Menjaring Pundi-Pundi Uang *Loket Raksasa Di media sosial, ramai ajakan secara tidak langsung agar masyarakat menarik uang tabungan dari bank BUMN atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) gegara program Makan Bergizi Gratis (MBG). Disebutkan dalam narasinya bahwa kas negara sisa Rp 120 triliun. \"Sisa kas negara tinggal Rp 120 triliun. Yang nabung duit di bank Himbara perlu waspada, jangan sampe tabungan kita dipake buat MBG!\" tulis unggahan di Instagram , dikutip Jumat (24/4/2026). Hingga pukul 12.10 WIB, unggahan itu dipenuhi 1.922 komentar dan diposting ulang sebanyak 4.785. Tidak sedikit dari mereka yang percaya dan mengajak untuk menarik uang di bank. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta masyarakat agar tidak percaya dengan informasi yang tidak jelas keasliannya. Pemerintah dan OJK disebut tidak akan memaksa bank untuk menyalurkan kredit ke program-program prioritas termasuk MBG. \"Masyarakat jangan terpancing dengan isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Nggak mungkin pemerintah maupun OJK akan memaksa bank untuk menyalurkan kredit ke program-program prioritas pemerintah,\" kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae kepada detikcom. OJK menyadari bahwa uang di bank termasuk Himbara dominan milik masyarakat. Oleh karena itu, penyaluran kredit ke program-program pemerintah disebut tidak ada pemaksaan dan sudah menjadi keputusan bisnis bank yang tunduk kepada aturan OJK. Menurutnya, keputusan untuk menyalurkan kredit tetap merupakan prinsip hukum dari bank yang dilakukan berdasarkan prospek usaha, kinerja debitur dan kemampuan membayar. Adapun dalam proses persetujuan kredit, bank harus memiliki keyakinan atas kelayakan debitur berdasarkan analisis (character, capacity, capital, collateral dan condition of economy), disertai dengan pembentukan pencadangan sesuai dengan standar akutansi keuangan yang berlaku. Sb : Detik", "post_id": "7634717160039828744"}}, {"key": "kementrianbakuhantam", "attributes": {"label": "kementrianbakuhantam", "x": 995.4238321648538, "y": 46.41130735324883, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7634717160039828744", "id": "kementrianbakuhantam", "source": "tiktok-000001", "content": "APA-APA SEMUA UNTUK MBG *Pusat Pusaran Menjaring Pundi-Pundi Uang *Loket Raksasa Di media sosial, ramai ajakan secara tidak langsung agar masyarakat menarik uang tabungan dari bank BUMN atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) gegara program Makan Bergizi Gratis (MBG). Disebutkan dalam narasinya bahwa kas negara sisa Rp 120 triliun. \"Sisa kas negara tinggal Rp 120 triliun. Yang nabung duit di bank Himbara perlu waspada, jangan sampe tabungan kita dipake buat MBG!\" tulis unggahan di Instagram , dikutip Jumat (24/4/2026). Hingga pukul 12.10 WIB, unggahan itu dipenuhi 1.922 komentar dan diposting ulang sebanyak 4.785. Tidak sedikit dari mereka yang percaya dan mengajak untuk menarik uang di bank. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta masyarakat agar tidak percaya dengan informasi yang tidak jelas keasliannya. Pemerintah dan OJK disebut tidak akan memaksa bank untuk menyalurkan kredit ke program-program prioritas termasuk MBG. \"Masyarakat jangan terpancing dengan isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Nggak mungkin pemerintah maupun OJK akan memaksa bank untuk menyalurkan kredit ke program-program prioritas pemerintah,\" kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae kepada detikcom. OJK menyadari bahwa uang di bank termasuk Himbara dominan milik masyarakat. Oleh karena itu, penyaluran kredit ke program-program pemerintah disebut tidak ada pemaksaan dan sudah menjadi keputusan bisnis bank yang tunduk kepada aturan OJK. Menurutnya, keputusan untuk menyalurkan kredit tetap merupakan prinsip hukum dari bank yang dilakukan berdasarkan prospek usaha, kinerja debitur dan kemampuan membayar. Adapun dalam proses persetujuan kredit, bank harus memiliki keyakinan atas kelayakan debitur berdasarkan analisis (character, capacity, capital, collateral dan condition of economy), disertai dengan pembentukan pencadangan sesuai dengan standar akutansi keuangan yang berlaku. Sb : Detik", "post_id": "7634717160039828744"}}, {"key": "ikee.pri", "attributes": {"label": "ikee.pri", "x": 904.2646884299137, "y": 127.02232925021218, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7649671669962820884", "id": "ikee.pri", "source": "tiktok-000001", "content": "Tekanan ekonomi belakangan ini emang lagi berasa banget, bahkan dampaknya udah mulai menjalar sampai ke pedagang tahu-tempe yang bahan bakunya bergantung pada kedelai impor! 🏪 Tapi tenang, akhirnya ada pergerakan nyata nih! Melansir Detik Finance, Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan resmi menyepakati dua langkah konkret buat menstabilkan nilai tukar Rupiah kita yang sempat menyentuh angka Rp18.036 per dolar AS. 😱 Kesepakatan besar ini lahir dari hasil pertemuan evaluasi darurat bersama DPR di Senayan pada Sabtu, 6 Juni 2026. Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan kalau kedua kebijakan ini dirancang biar kebijakan fiskal dan moneter bisa \"seirama dan saling memperkuat\"! 🤝✨ Ini dia 2 jurus penyelamat yang disiapkan pemerintah: 💥 Langkah Pertama (Tarik Dana Asing): Meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik. Strategi ini dipasang buat menarik kembali aliran dana asing (capital inflow) yang sempat keluar dari pasar saham dan obligasi pemerintah. 📈🏃‍♂️ 🏦 Langkah Kedua (Amankan Likuiditas): Menjaga kecukupan likuiditas pasar keuangan melalui pengelolaan kas pemerintah di BI. Caranya dengan meningkatkan bunga yang dibayarkan ke fiskal, sehingga operasi moneter dan fiskal bisa saling menopang satu sama lain! 💸🔄 Para pelaku pasar dan investor sekarang lagi mantau ketat banget, apakah dua jurus kolaborasi maut ini beneran bisa jadi obat kuat yang instan buat menjinakkan dolar AS. Kita lihat aja ke depannya! 🦅💼 🤝 Partai Rakyat Indonesia (PRI) Mendukung Penuh! Kami mendukung penuh sinergi taktis antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan ini. Stabilitas Rupiah adalah kunci utama untuk melindungi daya beli masyarakat, menjaga stabilitas harga bahan pokok, dan menyelamatkan para pelaku UMKM serta pedagang kecil dari hantaman ekonomi global! Sumber:tiktok.com/clipp880 #PrabowoSubianto #KebijakanMoneter #PartaiRakyatIndonesia #MajuRakyatnyaJagaBangsanya #KoalisiIndonesiaMaju", "post_id": "7649671669962820884"}}, {"key": "dpp.pri", "attributes": {"label": "dpp.pri", "x": 610.3707121894564, "y": 62.701635191480754, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7649671669962820884", "id": "dpp.pri", "source": "tiktok-000001", "content": "Tekanan ekonomi belakangan ini emang lagi berasa banget, bahkan dampaknya udah mulai menjalar sampai ke pedagang tahu-tempe yang bahan bakunya bergantung pada kedelai impor! 🏪 Tapi tenang, akhirnya ada pergerakan nyata nih! Melansir Detik Finance, Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan resmi menyepakati dua langkah konkret buat menstabilkan nilai tukar Rupiah kita yang sempat menyentuh angka Rp18.036 per dolar AS. 😱 Kesepakatan besar ini lahir dari hasil pertemuan evaluasi darurat bersama DPR di Senayan pada Sabtu, 6 Juni 2026. Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan kalau kedua kebijakan ini dirancang biar kebijakan fiskal dan moneter bisa \"seirama dan saling memperkuat\"! 🤝✨ Ini dia 2 jurus penyelamat yang disiapkan pemerintah: 💥 Langkah Pertama (Tarik Dana Asing): Meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik. Strategi ini dipasang buat menarik kembali aliran dana asing (capital inflow) yang sempat keluar dari pasar saham dan obligasi pemerintah. 📈🏃‍♂️ 🏦 Langkah Kedua (Amankan Likuiditas): Menjaga kecukupan likuiditas pasar keuangan melalui pengelolaan kas pemerintah di BI. Caranya dengan meningkatkan bunga yang dibayarkan ke fiskal, sehingga operasi moneter dan fiskal bisa saling menopang satu sama lain! 💸🔄 Para pelaku pasar dan investor sekarang lagi mantau ketat banget, apakah dua jurus kolaborasi maut ini beneran bisa jadi obat kuat yang instan buat menjinakkan dolar AS. Kita lihat aja ke depannya! 🦅💼 🤝 Partai Rakyat Indonesia (PRI) Mendukung Penuh! Kami mendukung penuh sinergi taktis antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan ini. Stabilitas Rupiah adalah kunci utama untuk melindungi daya beli masyarakat, menjaga stabilitas harga bahan pokok, dan menyelamatkan para pelaku UMKM serta pedagang kecil dari hantaman ekonomi global! Sumber:tiktok.com/clipp880 #PrabowoSubianto #KebijakanMoneter #PartaiRakyatIndonesia #MajuRakyatnyaJagaBangsanya #KoalisiIndonesiaMaju", "post_id": "7649671669962820884"}}, {"key": "linksultra.com", "attributes": {"label": "linksultra.com", "x": 514.5648541619796, "y": 997.4337013622556, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7616735822645136660", "id": "linksultra.com", "source": "tiktok-000001", "content": "KENDARI, LINKSULTRA.COM – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 dan RUPS Luar Biasa di Tower Bank Sultra, Kendari, Jumat (13/3/2026). Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, mengatakan rapat tersebut membahas laporan pertanggungjawaban direksi sekaligus evaluasi kinerja Bank Sultra selama satu tahun terakhir. “Secara umum kinerja Bank Sultra dinilai memuaskan,” ujarnya usai rapat. Salah satu keputusan penting dalam RUPS tersebut adalah peningkatan pembagian dividen dari sebelumnya 70 persen menjadi 75 persen dari laba bersih. Kebijakan ini diharapkan memberi manfaat lebih besar bagi para pemegang saham yang mayoritas merupakan pemerintah daerah di Sulawesi Tenggara. Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Abubakar, menjelaskan kinerja keuangan Bank Sultra pada 2025 menunjukkan pertumbuhan positif. Total aset tercatat Rp14,8 triliun, dana pihak ketiga Rp10,3 triliun, dan penyaluran kredit Rp9,5 triliun. Bank Sultra juga membukukan laba bersih sebesar Rp419 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp314 miliar atau 75 persen akan dibagikan sebagai dividen kepada para pemegang saham.                                                              #linksultra #banksultra #gubernursultra #asr #pemprovsultra    Sultra", "post_id": "7616735822645136660"}}, {"key": "sultraprov", "attributes": {"label": "sultraprov", "x": 496.83534018340424, "y": 608.1698868668309, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2418, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7616735822645136660", "id": "sultraprov", "source": "tiktok-000001", "content": "KENDARI, LINKSULTRA.COM – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 dan RUPS Luar Biasa di Tower Bank Sultra, Kendari, Jumat (13/3/2026). Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, mengatakan rapat tersebut membahas laporan pertanggungjawaban direksi sekaligus evaluasi kinerja Bank Sultra selama satu tahun terakhir. “Secara umum kinerja Bank Sultra dinilai memuaskan,” ujarnya usai rapat. Salah satu keputusan penting dalam RUPS tersebut adalah peningkatan pembagian dividen dari sebelumnya 70 persen menjadi 75 persen dari laba bersih. Kebijakan ini diharapkan memberi manfaat lebih besar bagi para pemegang saham yang mayoritas merupakan pemerintah daerah di Sulawesi Tenggara. Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Abubakar, menjelaskan kinerja keuangan Bank Sultra pada 2025 menunjukkan pertumbuhan positif. Total aset tercatat Rp14,8 triliun, dana pihak ketiga Rp10,3 triliun, dan penyaluran kredit Rp9,5 triliun. Bank Sultra juga membukukan laba bersih sebesar Rp419 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp314 miliar atau 75 persen akan dibagikan sebagai dividen kepada para pemegang saham.                                                              #linksultra #banksultra #gubernursultra #asr #pemprovsultra    Sultra", "post_id": "7616735822645136660"}}, {"key": "Andisumangerukka87", "attributes": {"label": "Andisumangerukka87", "x": 394.43898368325745, "y": 609.5226083007268, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2418, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7616735822645136660", "id": "Andisumangerukka87", "source": "tiktok-000001", "content": "KENDARI, LINKSULTRA.COM – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 dan RUPS Luar Biasa di Tower Bank Sultra, Kendari, Jumat (13/3/2026). Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, mengatakan rapat tersebut membahas laporan pertanggungjawaban direksi sekaligus evaluasi kinerja Bank Sultra selama satu tahun terakhir. “Secara umum kinerja Bank Sultra dinilai memuaskan,” ujarnya usai rapat. Salah satu keputusan penting dalam RUPS tersebut adalah peningkatan pembagian dividen dari sebelumnya 70 persen menjadi 75 persen dari laba bersih. Kebijakan ini diharapkan memberi manfaat lebih besar bagi para pemegang saham yang mayoritas merupakan pemerintah daerah di Sulawesi Tenggara. Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Abubakar, menjelaskan kinerja keuangan Bank Sultra pada 2025 menunjukkan pertumbuhan positif. Total aset tercatat Rp14,8 triliun, dana pihak ketiga Rp10,3 triliun, dan penyaluran kredit Rp9,5 triliun. Bank Sultra juga membukukan laba bersih sebesar Rp419 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp314 miliar atau 75 persen akan dibagikan sebagai dividen kepada para pemegang saham.                                                              #linksultra #banksultra #gubernursultra #asr #pemprovsultra    Sultra", "post_id": "7616735822645136660"}}, {"key": "Bank", "attributes": {"label": "Bank", "x": 346.097750927403, "y": 949.3011812701491, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2418, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7616735822645136660", "id": "Bank", "source": "tiktok-000001", "content": "KENDARI, LINKSULTRA.COM – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 dan RUPS Luar Biasa di Tower Bank Sultra, Kendari, Jumat (13/3/2026). Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, mengatakan rapat tersebut membahas laporan pertanggungjawaban direksi sekaligus evaluasi kinerja Bank Sultra selama satu tahun terakhir. “Secara umum kinerja Bank Sultra dinilai memuaskan,” ujarnya usai rapat. Salah satu keputusan penting dalam RUPS tersebut adalah peningkatan pembagian dividen dari sebelumnya 70 persen menjadi 75 persen dari laba bersih. Kebijakan ini diharapkan memberi manfaat lebih besar bagi para pemegang saham yang mayoritas merupakan pemerintah daerah di Sulawesi Tenggara. Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Abubakar, menjelaskan kinerja keuangan Bank Sultra pada 2025 menunjukkan pertumbuhan positif. Total aset tercatat Rp14,8 triliun, dana pihak ketiga Rp10,3 triliun, dan penyaluran kredit Rp9,5 triliun. Bank Sultra juga membukukan laba bersih sebesar Rp419 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp314 miliar atau 75 persen akan dibagikan sebagai dividen kepada para pemegang saham.                                                              #linksultra #banksultra #gubernursultra #asr #pemprovsultra    Sultra", "post_id": "7616735822645136660"}}, {"key": "belajar.saham8", "attributes": {"label": "belajar.saham8", "x": 391.08332736902065, "y": 802.1973268359259, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7654451402223275272", "id": "belajar.saham8", "source": "tiktok-000001", "content": "MASYARAKAT INDO HARUS TAU!!!! CAMPUR TANGAN SINGAPURA KE RUPIAH: SELURUH ASET KITA DIJUAL DAN DITAMPUNG DI SINGAPURA!!!! 🚨🇸🇬🇲🇨💸🔥 Jagad finansial tanah air mendadak diguncang isu panas mengenai dugaan adanya aliran dana raksasa dan aset-aset berharga domestik yang sengaja dilepas untuk kemudian ditampung di pusat keuangan Singapura, hingga memicu kekhawatiran besar terhadap stabilitas nilai tukar Rupiah. Fenomena perpindahan likuiditas lintas negara ini sering kali dikaitkan dengan strategi *asset sheltering*, pelarian modal (*capital outflow*) saat pasar global bergejolak, hingga pemanfaatan insentif pajak internasional yang membuat dana-dana jumbo milik konglomerat betah parkir di negeri singa. Di video ini, kita bakal bongkar habis secara kritis fakta di balik layar mengenai dinamika aliran modal keluar ini—mulai dari modus penempatan aset, dampaknya terhadap cadangan devisa Bank Indonesia, hingga upaya taktis pemerintah dalam memperkuat benteng ekonomi domestik—jadi tonton sampai habis tanpa di-skip agar lu paham peta perputaran uang yang sebenarnya, dan menurut analisis kritis lu sendiri nih Bro, apakah fenomena ini murni urusan bisnis dan likuiditas global atau ada permainan kotor yang merugikan negara? Tulis opini berani lu di kolom komentar! 👇 #Sucorsekuritas  #Sahamindonesia #BeXpertWIthSucor #bernardwijaya17 #BernardXcliplab2  Sekuritas", "post_id": "7654451402223275272"}}, {"key": "Sucor", "attributes": {"label": "Sucor", "x": 245.05163221807157, "y": 491.1177375919684, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5195, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7654451402223275272", "id": "Sucor", "source": "tiktok-000001", "content": "MASYARAKAT INDO HARUS TAU!!!! CAMPUR TANGAN SINGAPURA KE RUPIAH: SELURUH ASET KITA DIJUAL DAN DITAMPUNG DI SINGAPURA!!!! 🚨🇸🇬🇲🇨💸🔥 Jagad finansial tanah air mendadak diguncang isu panas mengenai dugaan adanya aliran dana raksasa dan aset-aset berharga domestik yang sengaja dilepas untuk kemudian ditampung di pusat keuangan Singapura, hingga memicu kekhawatiran besar terhadap stabilitas nilai tukar Rupiah. Fenomena perpindahan likuiditas lintas negara ini sering kali dikaitkan dengan strategi *asset sheltering*, pelarian modal (*capital outflow*) saat pasar global bergejolak, hingga pemanfaatan insentif pajak internasional yang membuat dana-dana jumbo milik konglomerat betah parkir di negeri singa. Di video ini, kita bakal bongkar habis secara kritis fakta di balik layar mengenai dinamika aliran modal keluar ini—mulai dari modus penempatan aset, dampaknya terhadap cadangan devisa Bank Indonesia, hingga upaya taktis pemerintah dalam memperkuat benteng ekonomi domestik—jadi tonton sampai habis tanpa di-skip agar lu paham peta perputaran uang yang sebenarnya, dan menurut analisis kritis lu sendiri nih Bro, apakah fenomena ini murni urusan bisnis dan likuiditas global atau ada permainan kotor yang merugikan negara? Tulis opini berani lu di kolom komentar! 👇 #Sucorsekuritas  #Sahamindonesia #BeXpertWIthSucor #bernardwijaya17 #BernardXcliplab2  Sekuritas", "post_id": "7654451402223275272"}}, {"key": "buterflywave", "attributes": {"label": "buterflywave", "x": 516.0641489377608, "y": 815.4099833072889, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7651925586008444167", "id": "buterflywave", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bertolak ke China pada Selasa (16/6/2026) dalam upaya memperluas sumber pembiayaan negara dan memperkuat akses Indonesia ke pasar keuangan global. Salah satu agenda utama kunjungan tersebut adalah mempromosikan penerbitan Panda Bond sekaligus menarik minat investor China terhadap instrumen pembiayaan Indonesia. “Ya kan akan kita temui investor-investor itu, untuk yang Panda Bonds,” kata Purbaya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senin (15/6/2026). Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mendiversifikasi sumber pendanaan di tengah dinamika pasar keuangan global. Melalui Panda Bond, Indonesia berpeluang mengakses likuiditas dari investor domestik China dengan menggunakan denominasi yuan atau renminbi (RMB). Panda Bond merupakan surat utang berdenominasi yuan China atau renminbi (RMB) yang diterbitkan entitas asing di pasar domestik China. Instrumen ini dapat diterbitkan oleh pemerintah negara lain, lembaga multilateral, maupun perusahaan internasional yang ingin memperoleh pendanaan dari investor China. Sumber :   #cryptowave #purbaya #rupiah #buyindonesia #sellsingapura", "post_id": "7651925586008444167"}}, {"key": "tumbuhkaya.id", "attributes": {"label": "tumbuhkaya.id", "x": 621.4216843910575, "y": 260.06623396218697, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 22.0349, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7617097402041830674", "id": "tumbuhkaya.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank digital mulai menunjukkan taringnya di segmen UMKM. Amar Bank Indonesia ($AMAR) menjadi salah satu pemain yang agresif membidik segmen pembiayaan UMKM, pasar yang selama ini sering sulit dijangkau oleh bank konvensional karena keterbatasan agunan dan proses administrasi yang rumit. Melalui pendekatan credit scoring berbasis teknologi, bank ini tidak hanya menilai kemampuan bayar secara tradisional, tetapi juga menganalisis berbagai data perilaku dan karakter nasabah. Proses persetujuan kredit pun menjadi jauh lebih cepat dan sederhana, sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh pelaku UMKM. Model ini membuat banyak pelaku usaha kecil yang sebelumnya tidak bankable mulai beralih ke layanan bank digital, karena prosesnya lebih praktis dan fleksibel. Jika dilihat secara industri, potensi pasar UMKM di Indonesia masih sangat besar. Saat ini porsi penyaluran kredit UMKM nasional baru sekitar 20%, sementara target pemerintah berada di kisaran 30%. Artinya, masih ada ruang pertumbuhan yang cukup luas bagi lembaga keuangan yang mampu menjangkau segmen ini. Dengan tren masyarakat yang semakin digital-minded dan cashless, bank digital seperti $AMAR berpotensi mendapatkan momentum pertumbuhan baru, terutama jika mampu menjaga kualitas kredit sambil memperluas basis nasabah UMKM. Mau informasi lebih lengkap & insight harian? Follow  di Instagram! #amar #bankdigital #umkm #sahamindonesia #investasisaham", "post_id": "7617097402041830674"}}, {"key": "bekasimedia", "attributes": {"label": "bekasimedia", "x": 929.8149554889964, "y": 631.4328641310939, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7445252047273839877", "id": "bekasimedia", "source": "tiktok-000001", "content": "BEKASIMEDIA.COM - Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Bekasi sedang memproses Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Patriot. Anggota Bapemperda asal Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Kota Bekasi, Fendaby Surya menyatakan ada 2 hal utama yang menjadi fokus Bapemperda. \"Kita di Bapemperda sedang dalam proses membuat rancangan perda baru dengan BPRS. Ada 2 hal yang dibahas. Pertama terkait dengan nomenklatur dari Bank Pembiayaan Rakyat Syariah menjadi Bank Perekonomian Rakyat Syariah yang ini merupakan amanat dari Undang undang,\" kata Fendaby saat ditemui di Gedung DPRD Kota Bekasi usai rapat paripurna, Kamis (5/12/2024). \"Kedua, ada perubahan modal dasar, harapan kita agar BPRS dapat meningkatkan kinerjanya untuk mendapatkan lebih banyak kepercayaan dari masyarakat. Tentunya dengan modal kerja ini berarti pemerintah Kota Bekasi menaruh harapan besar kepada BPRS agar bisa menjangkau lebih luas lagi masyarakat Kota Bekasi dalam masalah pembiayaan terutama UMKM sehingga akan meningkatkan perekonomian Kota Bekasi kedepan,\" lanjutnya. \"BPRS ada juga program pembiayaan untuk UMKM namun memang baru sedikit sekali. Kemarin disampaikan oleh Dirut belum terlalu banyak karena cadangan mereka juga masih sedikit,\" ungkap Fendaby yang juga Anggota Komisi I. Oleh karenanya, dengan peningkatan modal dasar ini harapannya lebih banyak lagi sektor UMKM bisa mengakses pembiayaan di BPRS Patriot Kota Bekasi. Selain ada juga rencana bisnis yang diharapkan oleh BPRS itu sendiri. Secara laporan keuangan sangat sehat dan ini harus didorong sebagai BUMD yang bisa memberikan kontribusi untuk APBD Kota Bekasi  \"Modal dasar BPRS saat ini 140 miliar, namun yang baru masuk sekitar 80 miliar. Tetapi dalam aturan modal dasar ini sebenarnya hanya 25%. Jadi 80 miliar itu kalau kita jadikan 25% berarti modal dasar bisa kita tingkatkan, sekitar 300 miliar. Ini menjadi komitmen pemerintah Kota Bekasi yang harus direalisasikan,\" ungkap Anggota DPRD dari Dapil V yang mencakup kecamatan Bekasi Barat dan Pondokgede. Terakhir, terkait dengan UMKM, Ia menggarisbawahi tentang pentingnya komitmen Pemkot Bekasi untuk penempatan dana bergulir. \"Dana bergulir dari APBD untuk UMKM perlu terus ditingkatkan setiap tahunnya, agar makin banyak lagi UMKM yang bisa mendapatkan manfaatnya,\" pungkas Fendaby. (Denis) #legislatif #bekasi #media #umkm #bprs #tiktoknewsupdate", "post_id": "7445252047273839877"}}, {"key": "fendabysurya", "attributes": {"label": "fendabysurya", "x": 324.4749404247197, "y": 398.35672482356733, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7445252047273839877", "id": "fendabysurya", "source": "tiktok-000001", "content": "BEKASIMEDIA.COM - Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Bekasi sedang memproses Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Patriot. Anggota Bapemperda asal Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Kota Bekasi, Fendaby Surya menyatakan ada 2 hal utama yang menjadi fokus Bapemperda. \"Kita di Bapemperda sedang dalam proses membuat rancangan perda baru dengan BPRS. Ada 2 hal yang dibahas. Pertama terkait dengan nomenklatur dari Bank Pembiayaan Rakyat Syariah menjadi Bank Perekonomian Rakyat Syariah yang ini merupakan amanat dari Undang undang,\" kata Fendaby saat ditemui di Gedung DPRD Kota Bekasi usai rapat paripurna, Kamis (5/12/2024). \"Kedua, ada perubahan modal dasar, harapan kita agar BPRS dapat meningkatkan kinerjanya untuk mendapatkan lebih banyak kepercayaan dari masyarakat. Tentunya dengan modal kerja ini berarti pemerintah Kota Bekasi menaruh harapan besar kepada BPRS agar bisa menjangkau lebih luas lagi masyarakat Kota Bekasi dalam masalah pembiayaan terutama UMKM sehingga akan meningkatkan perekonomian Kota Bekasi kedepan,\" lanjutnya. \"BPRS ada juga program pembiayaan untuk UMKM namun memang baru sedikit sekali. Kemarin disampaikan oleh Dirut belum terlalu banyak karena cadangan mereka juga masih sedikit,\" ungkap Fendaby yang juga Anggota Komisi I. Oleh karenanya, dengan peningkatan modal dasar ini harapannya lebih banyak lagi sektor UMKM bisa mengakses pembiayaan di BPRS Patriot Kota Bekasi. Selain ada juga rencana bisnis yang diharapkan oleh BPRS itu sendiri. Secara laporan keuangan sangat sehat dan ini harus didorong sebagai BUMD yang bisa memberikan kontribusi untuk APBD Kota Bekasi  \"Modal dasar BPRS saat ini 140 miliar, namun yang baru masuk sekitar 80 miliar. Tetapi dalam aturan modal dasar ini sebenarnya hanya 25%. Jadi 80 miliar itu kalau kita jadikan 25% berarti modal dasar bisa kita tingkatkan, sekitar 300 miliar. Ini menjadi komitmen pemerintah Kota Bekasi yang harus direalisasikan,\" ungkap Anggota DPRD dari Dapil V yang mencakup kecamatan Bekasi Barat dan Pondokgede. Terakhir, terkait dengan UMKM, Ia menggarisbawahi tentang pentingnya komitmen Pemkot Bekasi untuk penempatan dana bergulir. \"Dana bergulir dari APBD untuk UMKM perlu terus ditingkatkan setiap tahunnya, agar makin banyak lagi UMKM yang bisa mendapatkan manfaatnya,\" pungkas Fendaby. (Denis) #legislatif #bekasi #media #umkm #bprs #tiktoknewsupdate", "post_id": "7445252047273839877"}}, {"key": "capitalflow.co.id", "attributes": {"label": "capitalflow.co.id", "x": 530.0680746408542, "y": 9.259545676521984, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7650445351006047508", "id": "capitalflow.co.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Selama puluhan tahun, Singapura selalu jadi pemenang di balik kekayaan alam Indonesia. Mereka jadi tempat parkir duit paling aman buat para eksportir raksasa kita. Tapi begitu tren SellSingapore digemakan, peta kekuatan ekonomi Asia Tenggara langsung bergeser total! 🧠❌ Kok bisa negara sekelas Singapura mendadak parno? Faktanya, tren ini bukan cuma aksi boikot kosong di sosial media. Sentimen ini meledak tepat saat pemerintah Indonesia memperketat regulasi ekspor komoditas hulu lewat sistem pengawasan ketat. 💸⚠️ Dampaknya ke ekonomi Singapura gak main-main:1️⃣ Likuiditas Mereka Terancam Kering: Selama ini komoditas CPO (kelapa sawit) dan batu bara kita banyak yang listing dan transaksinya numpuk di sana. Begitu celah under invoicing dan transfer pricing disumbat, aliran dana gelap dari barat yang biasa parkir di Singapura bakal berkurang drastis! 📉 2️⃣ Pasar Modal Singapura Mulai Goyang: Di saat mereka lagi gencar-gencarnya narik dana asing, sentimen nasionalisme ekonomi Indonesia ini bikin para fund manager global mikir dua kali buat naruh duit di sana kalau hulu komoditasnya ada di kita. Inget, Singapura itu gak punya sumber daya alam. Mereka cuma hidup dari jasa perantara dan administrasi duit kita. Sekali keran kepercayaan itu ditutup, ekonomi mereka yang di ujung tanduk! Lu tim yang dukung Indonesia total lepas dari ketergantungan Singapura, atau ngerasa tren ini terlalu berisiko buat kestabilan mata uang kita? Drop analisis tajam lu di bawah! 👇🔥  Sekuritas  Setya Ananda Wijaya #sucorsekuritas #sahamindonesia #bernardwijaya17 #bexpertwithsucor #bernardxgcpk3", "post_id": "7650445351006047508"}}, {"key": "Bernadus", "attributes": {"label": "Bernadus", "x": 382.54794721044385, "y": 296.13759435635734, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.71, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7650445351006047508", "id": "Bernadus", "source": "tiktok-000001", "content": "Selama puluhan tahun, Singapura selalu jadi pemenang di balik kekayaan alam Indonesia. Mereka jadi tempat parkir duit paling aman buat para eksportir raksasa kita. Tapi begitu tren SellSingapore digemakan, peta kekuatan ekonomi Asia Tenggara langsung bergeser total! 🧠❌ Kok bisa negara sekelas Singapura mendadak parno? Faktanya, tren ini bukan cuma aksi boikot kosong di sosial media. Sentimen ini meledak tepat saat pemerintah Indonesia memperketat regulasi ekspor komoditas hulu lewat sistem pengawasan ketat. 💸⚠️ Dampaknya ke ekonomi Singapura gak main-main:1️⃣ Likuiditas Mereka Terancam Kering: Selama ini komoditas CPO (kelapa sawit) dan batu bara kita banyak yang listing dan transaksinya numpuk di sana. Begitu celah under invoicing dan transfer pricing disumbat, aliran dana gelap dari barat yang biasa parkir di Singapura bakal berkurang drastis! 📉 2️⃣ Pasar Modal Singapura Mulai Goyang: Di saat mereka lagi gencar-gencarnya narik dana asing, sentimen nasionalisme ekonomi Indonesia ini bikin para fund manager global mikir dua kali buat naruh duit di sana kalau hulu komoditasnya ada di kita. Inget, Singapura itu gak punya sumber daya alam. Mereka cuma hidup dari jasa perantara dan administrasi duit kita. Sekali keran kepercayaan itu ditutup, ekonomi mereka yang di ujung tanduk! Lu tim yang dukung Indonesia total lepas dari ketergantungan Singapura, atau ngerasa tren ini terlalu berisiko buat kestabilan mata uang kita? Drop analisis tajam lu di bawah! 👇🔥  Sekuritas  Setya Ananda Wijaya #sucorsekuritas #sahamindonesia #bernardwijaya17 #bexpertwithsucor #bernardxgcpk3", "post_id": "7650445351006047508"}}, {"key": "Korespondenmakassarreal", "attributes": {"label": "Korespondenmakassarreal", "x": 564.6287361540848, "y": 821.8119411775014, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.71, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7650494491660422418", "id": "Korespondenmakassarreal", "source": "tiktok-000001", "content": "Walkot Appi: PKL yang Ditertibkan, Difasilitasi Akses KUR dan Pendampingan # Penataan PKL Dibarengi Pemberdayaan, Pemkot Makassar Gandeng Bank Sulselbar Salurkan KUR untuk UMKM MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui perluasan akses pembiayaan usaha. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat kolaborasi dengan sektor perbankan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku usaha, termasuk pedagang kaki lima (PKL) yang direlokasi atau terdampak penataan kawasan kota. Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat membuka Ewa-Ko Fest 2026 bertajuk \"Edukasi Wirausaha Kolaboratif dan Inovatif\" (Makassar Entrepreneurship Festival), dalam rangka memperingati Hari Kewirausahaan Nasional Tahun 2026.  Dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar dengan Bank Sulselbar di Benteng Fort Rotterdam, Kamis (11/6/2026). Pada kesempatan tersebut, Pemkot Makassar melalui Dinas Koperasi dan UKM bersama Bank Sulselbar juga menyerahkan bantuan pembiayaan KUR kepada sejumlah pelaku usaha dari berbagai sektor, mulai dari usaha kuliner, rumah kreatif, usaha pendingin, hingga usaha warung. Dalam sambutannya, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menyampaikan bahwa Ewa-Ko Fest menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan di Kota Makassar sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak pengusaha baru yang mampu menjadi motor penggerak ekonomi Kota. \"Hari ini, dengan begitu banyak potensi UMKM yang dimiliki Kota Makassar, ini menjadi salah satu tanda bahwa kota yang maju adalah kota yang mampu melahirkan entrepreneur-entrepreneur yang siap berkembang,\" ujarnya. Menurutnya, jumlah pengusaha di Indonesia masih relatif rendah dibandingkan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara. Karena itu, berbagai program pemberdayaan harus terus diperkuat agar semakin banyak masyarakat yang berani memulai dan mengembangkan usaha. Appi menilai, penyelenggaraan Ewa-Ko Fest memberikan ruang pembelajaran dan penguatan kapasitas bagi pelaku UMKM agar mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, hingga mengembangkan jaringan usaha yang lebih luas. Pada kesempatan itu, politisi Golkar itu juga mengapresiasi komitmen Bank Sulselbar yang siap memberikan dukungan maksimal kepada pelaku UMKM melalui penyaluran KUR dengan bunga yang relatif rendah. \"Bank Sulselbar telah memberikan komitmen untuk mendukung penuh para pelaku UMKM,\" katnaya.  Dukungan ini diwujudkan melalui program KUR yang saat ini memiliki bunga paling rendah dibandingkan skema kredit lainnya, sekitar enam persen.", "post_id": "7650494491660422418"}}, {"key": "IDXChannelcom", "attributes": {"label": "IDXChannelcom", "x": 941.2249294366555, "y": 444.98035278259454, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "432781620563594_1486064726650677", "id": "IDXChannelcom", "source": "facebook-000001", "content": "Ekosistem bisnis pertambangan sejauh ini masih terus dalam tekanan, seiring kebijakan baru pemerintah terkait sentralisasi ekspor lewat PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).\n\nTak hanya menyasar perusahaan tambang, tantangan juga dirasakan oleh para pelaku industri pertambangan, tak terkecuali bidang jasa penunjang dan kontraktor pertambangan, yang selama ini digeluti oleh PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE).\n\n\"Dengan tantangan yang ada, memang kita perlu melihat (emiten) secara fundamentalnya, sebagai bentuk kehati-hatian di tengah dinamika yang sedang terjadi di pasar, terutama untuk saham-saham berbasis komoditas (pertambangan),\" ujar Kepala Riset Praus Capital, Alfred Nainggolan, dalam keterangan resminya, Jumat (5/6/2026).\n\nDengan pendekatan tersebut, menurut Alfred, saham MINE masih menunjukkan fundamental kinerja yang cukup kuat, di mana capaian di triwulan I-2026 tidak hanya pertumbuhan operasional yang berkelanjutan, namun juga peningkatan likuiditas dan perbaikan struktur permodalan Perseroan.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/kinerja-positif-di-tengah-tekanan-ekspor-satu-pintu-begini-prospek-bisnis-mine-versi-analis \n\nAtau klik link di Bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #ekspor #DSI #MINE", "post_id": "432781620563594_1486064726650677"}}, {"key": "btvidofficial", "attributes": {"label": "btvidofficial", "x": 577.0765469091289, "y": 143.56456204105527, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "518373321558562_1443222831173244", "id": "btvidofficial", "source": "facebook-000001", "content": "Pemadaman Listrik Bergilir, Sampai Kapan? | Beritasatu Utama: Presiden Prabowo Subianto memanggil jajaran direksi PT PLN (Persero) ke Istana Kepresidenan untuk menyikapi keluhan masyarakat terkait gangguan pasokan listrik dan pemadaman yang sering terjadi di berbagai daerah. Langkah tegas kepala negara ini diambil menyusul banyaknya laporan mengenai pemadaman listrik masal (blackout) serta ketidakstabilan arus yang mengganggu aktivitas ekonomi warga dan operasional sektor industri. Presiden meminta manajemen PLN memberikan penjelasan komprehensif mengenai akar masalah teknis, kondisi riil likuiditas, hingga langkah darurat yang akan diambil untuk menjamin keandalan energi nasional tahun 2026.\n\nDalam pertemuan tersebut, pemerintah menekankan pemenuhan hak atas akses listrik yang stabil merupakan fondasi utama dalam menjaga produktivitas ekonomi rakyat menengah ke bawah. Presiden menginstruksikan PLN untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh infrastruktur transmisi, mempercepat modernisasi gardu induk yang usang, serta memperbaiki pola komunikasi publik saat terjadi gangguan sistem. Simak ulasan lengkap mengenai hasil pemanggilan direksi BUMN, poin-poin evaluasi presiden, serta target perbaikan krisis listrik nasional dalam tayangan video ini.\n\nSaksikan berita selengkapnya bersama Soza Hutapea dengan narasumber Sugeng Suparwoto - Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Satya Widya Yudha - Anggota Dewan Energi Nasional RI, dan Rafika Zulfa - Pengurus Harian YLKI dalam Beritasatu Utama, 22 Juni 2026 pukul 17.30 WIB.\n\n#ListrikPadam #PresidenPrabowo #PLN #Krisislisrik #BUMN #KebijakanEnergi #InfrastrukturNasional #EkonomiRakyat #EvaluasiPLN #BeritaTerkini #BeritasatuUtama #Beritasatu #SaatnyaMajuBersama\n\nPastikan kamu subscribe dan aktifkan juga tombol lonceng untuk mendapatkan notifikasi video terbaru dari BeritaSatu.\n\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------\nKunjungi juga social media channel kami :\n\nOfficial Website: https://www.beritasatu.com\nWhatsapp : https://whatsapp.com/channel/0029Vb2lVmJJJhzSSEkLN30K\nTwitter : https://twitter.com/Beritasatu\nFacebook : https://www.facebook.com/beritasatu/\nInstagram : https://www.instagram.com/beritasatu/\nTiktok : https://www.tiktok.com/\n\n__________________________________________________________________________________", "post_id": "518373321558562_1443222831173244"}}, {"key": "beritasatuofficial", "attributes": {"label": "beritasatuofficial", "x": 58.280685055751015, "y": 280.0962549504933, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "518373321558562_1443222831173244", "id": "beritasatuofficial", "source": "facebook-000001", "content": "Pemadaman Listrik Bergilir, Sampai Kapan? | Beritasatu Utama: Presiden Prabowo Subianto memanggil jajaran direksi PT PLN (Persero) ke Istana Kepresidenan untuk menyikapi keluhan masyarakat terkait gangguan pasokan listrik dan pemadaman yang sering terjadi di berbagai daerah. Langkah tegas kepala negara ini diambil menyusul banyaknya laporan mengenai pemadaman listrik masal (blackout) serta ketidakstabilan arus yang mengganggu aktivitas ekonomi warga dan operasional sektor industri. Presiden meminta manajemen PLN memberikan penjelasan komprehensif mengenai akar masalah teknis, kondisi riil likuiditas, hingga langkah darurat yang akan diambil untuk menjamin keandalan energi nasional tahun 2026.\n\nDalam pertemuan tersebut, pemerintah menekankan pemenuhan hak atas akses listrik yang stabil merupakan fondasi utama dalam menjaga produktivitas ekonomi rakyat menengah ke bawah. Presiden menginstruksikan PLN untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh infrastruktur transmisi, mempercepat modernisasi gardu induk yang usang, serta memperbaiki pola komunikasi publik saat terjadi gangguan sistem. Simak ulasan lengkap mengenai hasil pemanggilan direksi BUMN, poin-poin evaluasi presiden, serta target perbaikan krisis listrik nasional dalam tayangan video ini.\n\nSaksikan berita selengkapnya bersama Soza Hutapea dengan narasumber Sugeng Suparwoto - Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Satya Widya Yudha - Anggota Dewan Energi Nasional RI, dan Rafika Zulfa - Pengurus Harian YLKI dalam Beritasatu Utama, 22 Juni 2026 pukul 17.30 WIB.\n\n#ListrikPadam #PresidenPrabowo #PLN #Krisislisrik #BUMN #KebijakanEnergi #InfrastrukturNasional #EkonomiRakyat #EvaluasiPLN #BeritaTerkini #BeritasatuUtama #Beritasatu #SaatnyaMajuBersama\n\nPastikan kamu subscribe dan aktifkan juga tombol lonceng untuk mendapatkan notifikasi video terbaru dari BeritaSatu.\n\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------\nKunjungi juga social media channel kami :\n\nOfficial Website: https://www.beritasatu.com\nWhatsapp : https://whatsapp.com/channel/0029Vb2lVmJJJhzSSEkLN30K\nTwitter : https://twitter.com/Beritasatu\nFacebook : https://www.facebook.com/beritasatu/\nInstagram : https://www.instagram.com/beritasatu/\nTiktok : https://www.tiktok.com/\n\n__________________________________________________________________________________", "post_id": "518373321558562_1443222831173244"}}, {"key": "@ChiniKhorangTripura", "attributes": {"label": "@ChiniKhorangTripura", "x": 654.2148971055547, "y": 862.9104001656602, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "YS8junjAu50", "id": "@ChiniKhorangTripura", "source": "youtube-000001", "content": "Dorongan Inklusi Keuangan: Sekretaris Uni M. Nagaraju Meresmikan Skema Penyaluran Kredit Skala Besar\n\nM. Nagaraju, Sekretaris Departemen Layanan Keuangan (DFS), Kementerian Keuangan, Pemerintah India, meresmikan Program Penjangkauan Kredit tingkat tinggi di Rabindra Bhawan di Agartala. Diselenggarakan oleh Komite Bankir Tingkat Negara Bagian (SLBC) dan dipimpin oleh Punjab National Bank (PNB), acara ini mempertemukan para birokrat dan eksekutif perbankan tingkat atas untuk mempromosikan inklusi keuangan dan memperluas penyaluran kredit institusional di seluruh Tripura.\n\n________________________________________\nSelamat datang di Chini Khorang Tripura – Sumber Terpercaya Anda untuk Berita, Budaya & Informasi Terkini dari Tripura! 📰🎥\n\nTetap terinformasi dengan berita terkini, informasi politik, kisah sosial, program budaya, dan laporan eksklusif dari Tripura. Berlangganan untuk jurnalisme yang andal dan liputan langsung di lapangan.\n\nGabung ke saluran ini untuk mendapatkan akses ke keuntungan:\n   /   \n\nIkuti kami:\nFacebook:   / chinikhorang  \nTwitter (X): https://twitter.com/ChinikhorangTV?t=...\nInstagram: https://www.instagram.com/chini_khora...\nYouTube (Utama):    / chinikhorangtripura  \nYouTube (TV):    / chinikhorangtvchannel  \n\nBerlangganan sekarang dan tetap terhubung!\n\n#TripuraNews #ChiniKhorang #TripuraUpdates #BreakingNews #NorthEastIndia\n________________________________________", "post_id": "YS8junjAu50"}}, {"key": "chinikhorangtripura", "attributes": {"label": "chinikhorangtripura", "x": 151.3956453756853, "y": 385.11007535266, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "YS8junjAu50", "id": "chinikhorangtripura", "source": "youtube-000001", "content": "Dorongan Inklusi Keuangan: Sekretaris Uni M. Nagaraju Meresmikan Skema Penyaluran Kredit Skala Besar\n\nM. Nagaraju, Sekretaris Departemen Layanan Keuangan (DFS), Kementerian Keuangan, Pemerintah India, meresmikan Program Penjangkauan Kredit tingkat tinggi di Rabindra Bhawan di Agartala. Diselenggarakan oleh Komite Bankir Tingkat Negara Bagian (SLBC) dan dipimpin oleh Punjab National Bank (PNB), acara ini mempertemukan para birokrat dan eksekutif perbankan tingkat atas untuk mempromosikan inklusi keuangan dan memperluas penyaluran kredit institusional di seluruh Tripura.\n\n________________________________________\nSelamat datang di Chini Khorang Tripura – Sumber Terpercaya Anda untuk Berita, Budaya & Informasi Terkini dari Tripura! 📰🎥\n\nTetap terinformasi dengan berita terkini, informasi politik, kisah sosial, program budaya, dan laporan eksklusif dari Tripura. Berlangganan untuk jurnalisme yang andal dan liputan langsung di lapangan.\n\nGabung ke saluran ini untuk mendapatkan akses ke keuntungan:\n   /   \n\nIkuti kami:\nFacebook:   / chinikhorang  \nTwitter (X): https://twitter.com/ChinikhorangTV?t=...\nInstagram: https://www.instagram.com/chini_khora...\nYouTube (Utama):    / chinikhorangtripura  \nYouTube (TV):    / chinikhorangtvchannel  \n\nBerlangganan sekarang dan tetap terhubung!\n\n#TripuraNews #ChiniKhorang #TripuraUpdates #BreakingNews #NorthEastIndia\n________________________________________", "post_id": "YS8junjAu50"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 11.013248680592724, "y": 132.9314734559067, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 28, "degree": 28}, "_id": "kALtVYmQ9og", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "BI Godok Remunerasi Baru untuk Penempatan Dana Pemerintah | IDXC UPDATE\n\nDi tengah tekanan terhadap rupiah dan derasnya arus modal keluar, Bank Indonesia menyiapkan langkah baru yang berpotensi memperkuat stabilitas ekonomi nasional. BI tengah menggodok skema kenaikan bunga dana pemerintah yang ditempatkan di bank sentral, sekaligus mempererat sinergi dengan Kementerian Keuangan untuk meningkatkan daya tarik investasi domestik. Strategi ini diharapkan mampu menjaga likuiditas perbankan, menarik kembali modal asing, serta memperkuat kepercayaan pasar terhadap rupiah. #idxcupdate #bankindonesia \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "kALtVYmQ9og"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 299.4405691403561, "y": 813.7435277048709, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.4056, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "kALtVYmQ9og", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "BI Godok Remunerasi Baru untuk Penempatan Dana Pemerintah | IDXC UPDATE\n\nDi tengah tekanan terhadap rupiah dan derasnya arus modal keluar, Bank Indonesia menyiapkan langkah baru yang berpotensi memperkuat stabilitas ekonomi nasional. BI tengah menggodok skema kenaikan bunga dana pemerintah yang ditempatkan di bank sentral, sekaligus mempererat sinergi dengan Kementerian Keuangan untuk meningkatkan daya tarik investasi domestik. Strategi ini diharapkan mampu menjaga likuiditas perbankan, menarik kembali modal asing, serta memperkuat kepercayaan pasar terhadap rupiah. #idxcupdate #bankindonesia \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "kALtVYmQ9og"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 837.6274751023204, "y": 691.8483038426994, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.8739, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "kALtVYmQ9og", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "BI Godok Remunerasi Baru untuk Penempatan Dana Pemerintah | IDXC UPDATE\n\nDi tengah tekanan terhadap rupiah dan derasnya arus modal keluar, Bank Indonesia menyiapkan langkah baru yang berpotensi memperkuat stabilitas ekonomi nasional. BI tengah menggodok skema kenaikan bunga dana pemerintah yang ditempatkan di bank sentral, sekaligus mempererat sinergi dengan Kementerian Keuangan untuk meningkatkan daya tarik investasi domestik. Strategi ini diharapkan mampu menjaga likuiditas perbankan, menarik kembali modal asing, serta memperkuat kepercayaan pasar terhadap rupiah. #idxcupdate #bankindonesia \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "kALtVYmQ9og"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 192.39487997873883, "y": 7.560697314315412, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.8739, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 10, "out_degree": 0, "degree": 10}, "_id": "kALtVYmQ9og", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "BI Godok Remunerasi Baru untuk Penempatan Dana Pemerintah | IDXC UPDATE\n\nDi tengah tekanan terhadap rupiah dan derasnya arus modal keluar, Bank Indonesia menyiapkan langkah baru yang berpotensi memperkuat stabilitas ekonomi nasional. BI tengah menggodok skema kenaikan bunga dana pemerintah yang ditempatkan di bank sentral, sekaligus mempererat sinergi dengan Kementerian Keuangan untuk meningkatkan daya tarik investasi domestik. Strategi ini diharapkan mampu menjaga likuiditas perbankan, menarik kembali modal asing, serta memperkuat kepercayaan pasar terhadap rupiah. #idxcupdate #bankindonesia \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "kALtVYmQ9og"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 328.62813170791316, "y": 149.32035259055388, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.8739, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "kALtVYmQ9og", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "BI Godok Remunerasi Baru untuk Penempatan Dana Pemerintah | IDXC UPDATE\n\nDi tengah tekanan terhadap rupiah dan derasnya arus modal keluar, Bank Indonesia menyiapkan langkah baru yang berpotensi memperkuat stabilitas ekonomi nasional. BI tengah menggodok skema kenaikan bunga dana pemerintah yang ditempatkan di bank sentral, sekaligus mempererat sinergi dengan Kementerian Keuangan untuk meningkatkan daya tarik investasi domestik. Strategi ini diharapkan mampu menjaga likuiditas perbankan, menarik kembali modal asing, serta memperkuat kepercayaan pasar terhadap rupiah. #idxcupdate #bankindonesia \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "kALtVYmQ9og"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 643.9823211454382, "y": 871.8297055280192, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.8739, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "kALtVYmQ9og", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "BI Godok Remunerasi Baru untuk Penempatan Dana Pemerintah | IDXC UPDATE\n\nDi tengah tekanan terhadap rupiah dan derasnya arus modal keluar, Bank Indonesia menyiapkan langkah baru yang berpotensi memperkuat stabilitas ekonomi nasional. BI tengah menggodok skema kenaikan bunga dana pemerintah yang ditempatkan di bank sentral, sekaligus mempererat sinergi dengan Kementerian Keuangan untuk meningkatkan daya tarik investasi domestik. Strategi ini diharapkan mampu menjaga likuiditas perbankan, menarik kembali modal asing, serta memperkuat kepercayaan pasar terhadap rupiah. #idxcupdate #bankindonesia \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "kALtVYmQ9og"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 787.5296121820073, "y": 556.9386634051893, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.8739, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "kALtVYmQ9og", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "BI Godok Remunerasi Baru untuk Penempatan Dana Pemerintah | IDXC UPDATE\n\nDi tengah tekanan terhadap rupiah dan derasnya arus modal keluar, Bank Indonesia menyiapkan langkah baru yang berpotensi memperkuat stabilitas ekonomi nasional. BI tengah menggodok skema kenaikan bunga dana pemerintah yang ditempatkan di bank sentral, sekaligus mempererat sinergi dengan Kementerian Keuangan untuk meningkatkan daya tarik investasi domestik. Strategi ini diharapkan mampu menjaga likuiditas perbankan, menarik kembali modal asing, serta memperkuat kepercayaan pasar terhadap rupiah. #idxcupdate #bankindonesia \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "kALtVYmQ9og"}}, {"key": "@djpbjateng", "attributes": {"label": "@djpbjateng", "x": 854.8709566126091, "y": 601.8093905953099, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "g63yYskByeU", "id": "@djpbjateng", "source": "youtube-000001", "content": "Press Release APBN Jawa Tengah Realisasi s.d 30 April 2026\n\n📊 Simak Perkembangan APBN Kito Sedoyo Realisasi 30 April 2026!\n\nBagaimana kondisi keuangan negara di Jawa Tengah pada awal tahun 2026?\nMelalui APBN Kito Sedoyo, kami menghadirkan informasi terkini mengenai perkembangan fiskal di wilayah Jawa Tengah secara ringkas, transparan, dan mudah dipahami.\n\nDalam video ini, kami mengulas berbagai indikator penting, antara lain:\n✅ Perkembangan Pendapatan Negara di wilayah Jawa Tengah\n✅ Realisasi Belanja Negara untuk mendukung program prioritas pemerintah\n✅ Kondisi APBD Konsolidasian pemerintah daerah di Jawa Tengah\n✅ Progres penyaluran Kredit Program untuk mendukung UMKM dan perekonomian masyarakat\n✅ Berbagai kabar fiskal terbaru yang terjadi di Jawa Tengah\n\nInformasi ini penting untuk memberikan gambaran bagaimana APBN bekerja nyata untuk masyarakat, mulai dari pembangunan infrastruktur, dukungan pendidikan dan kesehatan, hingga penguatan ekonomi daerah.\n\nDengan transparansi fiskal, diharapkan masyarakat dapat semakin memahami peran APBN sebagai instrumen utama pembangunan serta kontribusinya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah.\n\nKajian Fiskal Regional Provinsi Jawa Tengah bisa diakses secara gratis\nLink : s.kemenkeu.go.id/KFRJateng\n\nJangan lewatkan update informasi fiskal lainnya dan perkembangan keuangan negara di Jawa Tengah melalui:\n📱 Instagram: \n\nMari bersama mengawal APBN untuk Indonesia yang lebih maju dan sejahtera. 🇮🇩\n\n#Purbaya\n#APBN\n#APBD\n#UangKita\n#JawaTengah\n#DJPbJateng\n#APBNKita\n#KeuanganNegara\n#Kemenkeu\n#DJPb\n#TransparansiFiskal\n#EkonomiDaerah\n#UMKM\n#IndonesiaMaju", "post_id": "g63yYskByeU"}}, {"key": "djpbjateng", "attributes": {"label": "djpbjateng", "x": 13.242303139408996, "y": 856.8327148255029, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "g63yYskByeU", "id": "djpbjateng", "source": "youtube-000001", "content": "Press Release APBN Jawa Tengah Realisasi s.d 30 April 2026\n\n📊 Simak Perkembangan APBN Kito Sedoyo Realisasi 30 April 2026!\n\nBagaimana kondisi keuangan negara di Jawa Tengah pada awal tahun 2026?\nMelalui APBN Kito Sedoyo, kami menghadirkan informasi terkini mengenai perkembangan fiskal di wilayah Jawa Tengah secara ringkas, transparan, dan mudah dipahami.\n\nDalam video ini, kami mengulas berbagai indikator penting, antara lain:\n✅ Perkembangan Pendapatan Negara di wilayah Jawa Tengah\n✅ Realisasi Belanja Negara untuk mendukung program prioritas pemerintah\n✅ Kondisi APBD Konsolidasian pemerintah daerah di Jawa Tengah\n✅ Progres penyaluran Kredit Program untuk mendukung UMKM dan perekonomian masyarakat\n✅ Berbagai kabar fiskal terbaru yang terjadi di Jawa Tengah\n\nInformasi ini penting untuk memberikan gambaran bagaimana APBN bekerja nyata untuk masyarakat, mulai dari pembangunan infrastruktur, dukungan pendidikan dan kesehatan, hingga penguatan ekonomi daerah.\n\nDengan transparansi fiskal, diharapkan masyarakat dapat semakin memahami peran APBN sebagai instrumen utama pembangunan serta kontribusinya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah.\n\nKajian Fiskal Regional Provinsi Jawa Tengah bisa diakses secara gratis\nLink : s.kemenkeu.go.id/KFRJateng\n\nJangan lewatkan update informasi fiskal lainnya dan perkembangan keuangan negara di Jawa Tengah melalui:\n📱 Instagram: \n\nMari bersama mengawal APBN untuk Indonesia yang lebih maju dan sejahtera. 🇮🇩\n\n#Purbaya\n#APBN\n#APBD\n#UangKita\n#JawaTengah\n#DJPbJateng\n#APBNKita\n#KeuanganNegara\n#Kemenkeu\n#DJPb\n#TransparansiFiskal\n#EkonomiDaerah\n#UMKM\n#IndonesiaMaju", "post_id": "g63yYskByeU"}}, {"key": "@wstruthbombs", "attributes": {"label": "@wstruthbombs", "x": 382.2957709692928, "y": 652.5917698711128, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 10, "degree": 10}, "_id": "CNDwSBcI0Es", "id": "@wstruthbombs", "source": "youtube-000001", "content": "Langkah DARURAT INI DAPAT MENYEBABKAN EKONOMI AS RUNTUH...\n\nJepang baru saja menghabiskan rekor $73,6 miliar untuk mencoba menghentikan keruntuhan yen — dan hampir tidak ada seorang pun di Wall Street yang membicarakan apa yang akan terjadi selanjutnya.\n\nDalam video ini, Mark menjelaskan mengapa Jepang menjual obligasi Treasury AS untuk mempertahankan mata uangnya, bagaimana perdagangan carry trade yen menjadi salah satu risiko terbesar dalam keuangan global, dan mengapa kenaikan imbal hasil Treasury dapat memperketat kondisi keuangan di Amerika tanpa campur tangan Federal Reserve.\n\nKami menjelaskan:\nMengapa ¥160 per dolar menjadi \"garis merah\" Jepang\nBagaimana intervensi mata uang sebenarnya bekerja\nMengapa Jepang mungkin terpaksa menjual lebih banyak obligasi Treasury AS\nLingkaran umpan balik berbahaya antara dolar dan yen\nBagaimana hal ini berdampak pada suku bunga hipotek, saham, obligasi, dan likuiditas global\nMengapa pelepasan carry trade dapat menghantam pasar dengan keras\n\nIni bukan hanya cerita tentang Jepang. Ini adalah cerita tentang likuiditas global — dan dapat berdampak langsung pada pasar AS.\n\nSelamat datang di Wall Street Truthbombs — tempat kami menghubungkan titik-titik sebelum pasar menyadarinya.\n\nBerlangganan: https://www.youtube.com/\n\nSubstack: https://substack.com/\nX: https://x.com/WSTruthBombs\nPatreon:   / wstruthbombs  \nBlueSky: https://bsky.app/profile/wstruthbombs...\nTikTok:   / wstruthbombs  \n\nVideo Truthbombs hanya untuk tujuan informasi dan hiburan. Pandangan yang diungkapkan oleh Mark Malek atau tamu adalah pandangan mereka sendiri dan tidak selalu mencerminkan pandangan Siebert Financial. Video ini bukan merupakan nasihat investasi, penawaran untuk menjual, atau ajakan untuk membeli sekuritas apa pun. Kinerja masa lalu tidak menunjukkan hasil di masa mendatang. Pendengar dan pemirsa harus berkonsultasi dengan profesional keuangan yang berkualifikasi sebelum membuat keputusan investasi apa pun.\n\nKeruntuhan yen Jepang, penjualan obligasi pemerintah Jepang, krisis mata uang Jepang, perdagangan carry yen, USD/JPY, Bank Sentral Jepang, imbal hasil obligasi pemerintah, obligasi pemerintah AS, krisis dolar yang kuat, Federal Reserve, makroekonomi, krisis valuta asing, intervensi Jepang, peringatan pasar obligasi, krisis likuiditas global, Wall Street Truthbombs, Mark Malek, kenaikan suku bunga hipotek, Jepang menjual obligasi pemerintah, intervensi mata uang\n\n#foryou #stockmarket #investing #trading #economy #bond #ustreasurybonds #japan #yen", "post_id": "CNDwSBcI0Es"}}, {"key": "wstruthbombs...", "attributes": {"label": "wstruthbombs...", "x": 761.6057461386015, "y": 426.2971178027678, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.5862, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "CNDwSBcI0Es", "id": "wstruthbombs...", "source": "youtube-000001", "content": "Langkah DARURAT INI DAPAT MENYEBABKAN EKONOMI AS RUNTUH...\n\nJepang baru saja menghabiskan rekor $73,6 miliar untuk mencoba menghentikan keruntuhan yen — dan hampir tidak ada seorang pun di Wall Street yang membicarakan apa yang akan terjadi selanjutnya.\n\nDalam video ini, Mark menjelaskan mengapa Jepang menjual obligasi Treasury AS untuk mempertahankan mata uangnya, bagaimana perdagangan carry trade yen menjadi salah satu risiko terbesar dalam keuangan global, dan mengapa kenaikan imbal hasil Treasury dapat memperketat kondisi keuangan di Amerika tanpa campur tangan Federal Reserve.\n\nKami menjelaskan:\nMengapa ¥160 per dolar menjadi \"garis merah\" Jepang\nBagaimana intervensi mata uang sebenarnya bekerja\nMengapa Jepang mungkin terpaksa menjual lebih banyak obligasi Treasury AS\nLingkaran umpan balik berbahaya antara dolar dan yen\nBagaimana hal ini berdampak pada suku bunga hipotek, saham, obligasi, dan likuiditas global\nMengapa pelepasan carry trade dapat menghantam pasar dengan keras\n\nIni bukan hanya cerita tentang Jepang. Ini adalah cerita tentang likuiditas global — dan dapat berdampak langsung pada pasar AS.\n\nSelamat datang di Wall Street Truthbombs — tempat kami menghubungkan titik-titik sebelum pasar menyadarinya.\n\nBerlangganan: https://www.youtube.com/\n\nSubstack: https://substack.com/\nX: https://x.com/WSTruthBombs\nPatreon:   / wstruthbombs  \nBlueSky: https://bsky.app/profile/wstruthbombs...\nTikTok:   / wstruthbombs  \n\nVideo Truthbombs hanya untuk tujuan informasi dan hiburan. Pandangan yang diungkapkan oleh Mark Malek atau tamu adalah pandangan mereka sendiri dan tidak selalu mencerminkan pandangan Siebert Financial. Video ini bukan merupakan nasihat investasi, penawaran untuk menjual, atau ajakan untuk membeli sekuritas apa pun. Kinerja masa lalu tidak menunjukkan hasil di masa mendatang. Pendengar dan pemirsa harus berkonsultasi dengan profesional keuangan yang berkualifikasi sebelum membuat keputusan investasi apa pun.\n\nKeruntuhan yen Jepang, penjualan obligasi pemerintah Jepang, krisis mata uang Jepang, perdagangan carry yen, USD/JPY, Bank Sentral Jepang, imbal hasil obligasi pemerintah, obligasi pemerintah AS, krisis dolar yang kuat, Federal Reserve, makroekonomi, krisis valuta asing, intervensi Jepang, peringatan pasar obligasi, krisis likuiditas global, Wall Street Truthbombs, Mark Malek, kenaikan suku bunga hipotek, Jepang menjual obligasi pemerintah, intervensi mata uang\n\n#foryou #stockmarket #investing #trading #economy #bond #ustreasurybonds #japan #yen", "post_id": "CNDwSBcI0Es"}}, {"key": "wstruthbombs", "attributes": {"label": "wstruthbombs", "x": 171.42824823086545, "y": 105.14791857899819, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.5862, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "CNDwSBcI0Es", "id": "wstruthbombs", "source": "youtube-000001", "content": "Langkah DARURAT INI DAPAT MENYEBABKAN EKONOMI AS RUNTUH...\n\nJepang baru saja menghabiskan rekor $73,6 miliar untuk mencoba menghentikan keruntuhan yen — dan hampir tidak ada seorang pun di Wall Street yang membicarakan apa yang akan terjadi selanjutnya.\n\nDalam video ini, Mark menjelaskan mengapa Jepang menjual obligasi Treasury AS untuk mempertahankan mata uangnya, bagaimana perdagangan carry trade yen menjadi salah satu risiko terbesar dalam keuangan global, dan mengapa kenaikan imbal hasil Treasury dapat memperketat kondisi keuangan di Amerika tanpa campur tangan Federal Reserve.\n\nKami menjelaskan:\nMengapa ¥160 per dolar menjadi \"garis merah\" Jepang\nBagaimana intervensi mata uang sebenarnya bekerja\nMengapa Jepang mungkin terpaksa menjual lebih banyak obligasi Treasury AS\nLingkaran umpan balik berbahaya antara dolar dan yen\nBagaimana hal ini berdampak pada suku bunga hipotek, saham, obligasi, dan likuiditas global\nMengapa pelepasan carry trade dapat menghantam pasar dengan keras\n\nIni bukan hanya cerita tentang Jepang. Ini adalah cerita tentang likuiditas global — dan dapat berdampak langsung pada pasar AS.\n\nSelamat datang di Wall Street Truthbombs — tempat kami menghubungkan titik-titik sebelum pasar menyadarinya.\n\nBerlangganan: https://www.youtube.com/\n\nSubstack: https://substack.com/\nX: https://x.com/WSTruthBombs\nPatreon:   / wstruthbombs  \nBlueSky: https://bsky.app/profile/wstruthbombs...\nTikTok:   / wstruthbombs  \n\nVideo Truthbombs hanya untuk tujuan informasi dan hiburan. Pandangan yang diungkapkan oleh Mark Malek atau tamu adalah pandangan mereka sendiri dan tidak selalu mencerminkan pandangan Siebert Financial. Video ini bukan merupakan nasihat investasi, penawaran untuk menjual, atau ajakan untuk membeli sekuritas apa pun. Kinerja masa lalu tidak menunjukkan hasil di masa mendatang. Pendengar dan pemirsa harus berkonsultasi dengan profesional keuangan yang berkualifikasi sebelum membuat keputusan investasi apa pun.\n\nKeruntuhan yen Jepang, penjualan obligasi pemerintah Jepang, krisis mata uang Jepang, perdagangan carry yen, USD/JPY, Bank Sentral Jepang, imbal hasil obligasi pemerintah, obligasi pemerintah AS, krisis dolar yang kuat, Federal Reserve, makroekonomi, krisis valuta asing, intervensi Jepang, peringatan pasar obligasi, krisis likuiditas global, Wall Street Truthbombs, Mark Malek, kenaikan suku bunga hipotek, Jepang menjual obligasi pemerintah, intervensi mata uang\n\n#foryou #stockmarket #investing #trading #economy #bond #ustreasurybonds #japan #yen", "post_id": "CNDwSBcI0Es"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "attributes": {"label": "@KanalBankIndonesia", "x": 672.9166908067178, "y": 915.7823936936112, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "x4GoqpadzFs", "id": "@KanalBankIndonesia", "source": "youtube-000001", "content": "Seminar Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM)\n\n#SobatRupiah, sektor perumahan dan properti merupakan salah satu sektor yang memberi daya ungkit bagi pertumbuhan ekonomi. Faktor penting inilah yang menjadi alasan Bank Indonesia dalam menetapkan sektor tersebut sebagai salah satu sektor yang didorong dalam implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). \nDitambah lagi, kinerja Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menunjukkan tren peningkatan pertumbuhan yang didominasi populasi Gen Z dan Milenial!\n\nLalu, seperti apa implementasi dan efektivitas kebijakan ini bagi berbagai pihak, termasuk otoritas, perbankan, dan dunia usaha?\n\nSaksikan selengkapnya dalam Seminar Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) dengan tema “Insentif untuk Kredit/Pembiayaan Sektor Perumahan” bersama:\n \nDestry Damayanti, Deputi Gubernur Bank Indonesia\nBapak Ir. Iwan Suprijanto, ST, MT, Direktur Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)      \nBapak Widodo Ramadyanto, Analis Kebijakan Ahli Madya Pusat Kebijakan APBN Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan\nBapak Nixon LP Napitupulu, Direktur Utama Bank Tabungan Negara    \nBapak Haryanto Budiman, Direktur Consumer Banking BCA\nBapak Deddy Indrasetiawan, Wakil Ketua Umum 3 Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI)\nBapak Ignesjz Kemalawarta, Kepala Badan Kajian Strategis Dewan Pengurus Pusat Realestat Indonesia (DPPREI) dan Direktur PT Sinar Mas Land\nIbu Marisa Jaya, Head of Research 99 Group Indonesia (Rumah123.com)\nBapak Solikin M. Juhro, Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial\n\nYuk #SobatRupiah dukung implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial ke depan supaya makin #BeriMakna membangun ekonomi yang berkelanjutan.\n\n#diSetiapMaknaIndonesia\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "x4GoqpadzFs"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 266.1772920181293, "y": 909.4671997214483, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.0076, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "x4GoqpadzFs", "id": "bank_indonesia", "source": "youtube-000001", "content": "Seminar Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM)\n\n#SobatRupiah, sektor perumahan dan properti merupakan salah satu sektor yang memberi daya ungkit bagi pertumbuhan ekonomi. Faktor penting inilah yang menjadi alasan Bank Indonesia dalam menetapkan sektor tersebut sebagai salah satu sektor yang didorong dalam implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). \nDitambah lagi, kinerja Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menunjukkan tren peningkatan pertumbuhan yang didominasi populasi Gen Z dan Milenial!\n\nLalu, seperti apa implementasi dan efektivitas kebijakan ini bagi berbagai pihak, termasuk otoritas, perbankan, dan dunia usaha?\n\nSaksikan selengkapnya dalam Seminar Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) dengan tema “Insentif untuk Kredit/Pembiayaan Sektor Perumahan” bersama:\n \nDestry Damayanti, Deputi Gubernur Bank Indonesia\nBapak Ir. Iwan Suprijanto, ST, MT, Direktur Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)      \nBapak Widodo Ramadyanto, Analis Kebijakan Ahli Madya Pusat Kebijakan APBN Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan\nBapak Nixon LP Napitupulu, Direktur Utama Bank Tabungan Negara    \nBapak Haryanto Budiman, Direktur Consumer Banking BCA\nBapak Deddy Indrasetiawan, Wakil Ketua Umum 3 Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI)\nBapak Ignesjz Kemalawarta, Kepala Badan Kajian Strategis Dewan Pengurus Pusat Realestat Indonesia (DPPREI) dan Direktur PT Sinar Mas Land\nIbu Marisa Jaya, Head of Research 99 Group Indonesia (Rumah123.com)\nBapak Solikin M. Juhro, Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial\n\nYuk #SobatRupiah dukung implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial ke depan supaya makin #BeriMakna membangun ekonomi yang berkelanjutan.\n\n#diSetiapMaknaIndonesia\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "x4GoqpadzFs"}}, {"key": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "BankIndonesiaOfficial", "x": 549.9992881508695, "y": 655.372640080941, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.0076, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "x4GoqpadzFs", "id": "BankIndonesiaOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "Seminar Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM)\n\n#SobatRupiah, sektor perumahan dan properti merupakan salah satu sektor yang memberi daya ungkit bagi pertumbuhan ekonomi. Faktor penting inilah yang menjadi alasan Bank Indonesia dalam menetapkan sektor tersebut sebagai salah satu sektor yang didorong dalam implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). \nDitambah lagi, kinerja Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menunjukkan tren peningkatan pertumbuhan yang didominasi populasi Gen Z dan Milenial!\n\nLalu, seperti apa implementasi dan efektivitas kebijakan ini bagi berbagai pihak, termasuk otoritas, perbankan, dan dunia usaha?\n\nSaksikan selengkapnya dalam Seminar Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) dengan tema “Insentif untuk Kredit/Pembiayaan Sektor Perumahan” bersama:\n \nDestry Damayanti, Deputi Gubernur Bank Indonesia\nBapak Ir. Iwan Suprijanto, ST, MT, Direktur Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)      \nBapak Widodo Ramadyanto, Analis Kebijakan Ahli Madya Pusat Kebijakan APBN Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan\nBapak Nixon LP Napitupulu, Direktur Utama Bank Tabungan Negara    \nBapak Haryanto Budiman, Direktur Consumer Banking BCA\nBapak Deddy Indrasetiawan, Wakil Ketua Umum 3 Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI)\nBapak Ignesjz Kemalawarta, Kepala Badan Kajian Strategis Dewan Pengurus Pusat Realestat Indonesia (DPPREI) dan Direktur PT Sinar Mas Land\nIbu Marisa Jaya, Head of Research 99 Group Indonesia (Rumah123.com)\nBapak Solikin M. Juhro, Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial\n\nYuk #SobatRupiah dukung implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial ke depan supaya makin #BeriMakna membangun ekonomi yang berkelanjutan.\n\n#diSetiapMaknaIndonesia\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "x4GoqpadzFs"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "attributes": {"label": "@TribunnewsSurya", "x": 635.4639060734314, "y": 40.87670249396158, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "hHf2VeN9kBY", "id": "@TribunnewsSurya", "source": "youtube-000001", "content": "Perry Warjiyo Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Baru, BI Bergerak Saat Rupiah Terus Ditekan Pasar Global\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nEditor Video: Erricson Bernedy S\n\nSURYA.CO.ID - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan dua langkah utama yang disiapkan untuk meningkatkan likuiditas dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan pasar keuangan. Perry menjelaskan Bank Indonesia akan memperkuat kebijakan yang mampu menarik kembali aliran modal asing ke pasar domestik.\n\nLangkah pertama adalah meningkatkan daya tarik imbal hasil atau yield surat berharga Indonesia agar investasi portofolio asing kembali masuk ke dalam negeri. Menurutnya, masuknya dana asing akan membantu memperkuat pasokan devisa dan mendukung stabilitas rupiah. Selain itu, Bank Indonesia juga akan memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang dan sektor perbankan tetap terjaga.\n\nLangkah kedua dilakukan melalui pengelolaan kas pemerintah yang tetap ditempatkan di Bank Indonesia sehingga kebutuhan likuiditas sistem keuangan dapat terpenuhi dengan baik. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya otoritas moneter merespons tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat.\n\n\n\nJangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan!\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VaUt...\n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "hHf2VeN9kBY"}}, {"key": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "tribunnewssurya", "x": 36.511959444959885, "y": 947.0258212712307, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "hHf2VeN9kBY", "id": "tribunnewssurya", "source": "youtube-000001", "content": "Perry Warjiyo Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Baru, BI Bergerak Saat Rupiah Terus Ditekan Pasar Global\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nEditor Video: Erricson Bernedy S\n\nSURYA.CO.ID - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan dua langkah utama yang disiapkan untuk meningkatkan likuiditas dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan pasar keuangan. Perry menjelaskan Bank Indonesia akan memperkuat kebijakan yang mampu menarik kembali aliran modal asing ke pasar domestik.\n\nLangkah pertama adalah meningkatkan daya tarik imbal hasil atau yield surat berharga Indonesia agar investasi portofolio asing kembali masuk ke dalam negeri. Menurutnya, masuknya dana asing akan membantu memperkuat pasokan devisa dan mendukung stabilitas rupiah. Selain itu, Bank Indonesia juga akan memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang dan sektor perbankan tetap terjaga.\n\nLangkah kedua dilakukan melalui pengelolaan kas pemerintah yang tetap ditempatkan di Bank Indonesia sehingga kebutuhan likuiditas sistem keuangan dapat terpenuhi dengan baik. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya otoritas moneter merespons tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat.\n\n\n\nJangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan!\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VaUt...\n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "hHf2VeN9kBY"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 311.2400294781442, "y": 501.77155542035115, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "ZjFXpAj-x2c", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "APBN Sehat & Likuiditas Aman! BI dan Kemenkeu Perkuat Taktik Topang Pertumbuhan Ekonomi\n\nGaruda TV - Sinergi total otoritas tertinggi demi bentengi ekonomi nasional! Bertempat di Gedung Nusantara III Kompleks Parlemen Senayan pada Sabtu pagi, pimpinan DPR RI menggelar pertemuan strategis bersama Bank Indonesia dan Pemerintah guna memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter.\n\nPertemuan krusial ini dihadiri langsung oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua Komisi XI Mohamad Hekal, Gubernur BI Perry Warjiyo, Mensesneg Prasetyo Hadi, dan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Gubernur BI mengungkapkan dua jurus utama yang disepakati untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, yaitu mendongkrak daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik serta menjaga kecukupan likuiditas pasar melalui pengelolaan kas pemerintah di BI. Di sisi lain, Menkeu Purbaya memastikan postur APBN 2026 saat ini dalam kondisi sangat prima untuk menopang pertumbuhan ekonomi ke depan. Simak laporan lengkapnya hanya di Garuda TV!\n\nBagaimana kalian melihat dampak koordinasi kuat fiskal-moneter ini terhadap penguatan mata uang Rupiah kita? Yuk, tulis di kolom komentar!\n\n#EkonomiIndonesia #DPRRI #BankIndonesia #Kemenkeu #GarudaTV #Laporan8\n\nDigital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "ZjFXpAj-x2c"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 190.62202670780727, "y": 856.648982354889, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.71, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "ZjFXpAj-x2c", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "APBN Sehat & Likuiditas Aman! BI dan Kemenkeu Perkuat Taktik Topang Pertumbuhan Ekonomi\n\nGaruda TV - Sinergi total otoritas tertinggi demi bentengi ekonomi nasional! Bertempat di Gedung Nusantara III Kompleks Parlemen Senayan pada Sabtu pagi, pimpinan DPR RI menggelar pertemuan strategis bersama Bank Indonesia dan Pemerintah guna memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter.\n\nPertemuan krusial ini dihadiri langsung oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua Komisi XI Mohamad Hekal, Gubernur BI Perry Warjiyo, Mensesneg Prasetyo Hadi, dan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Gubernur BI mengungkapkan dua jurus utama yang disepakati untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, yaitu mendongkrak daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik serta menjaga kecukupan likuiditas pasar melalui pengelolaan kas pemerintah di BI. Di sisi lain, Menkeu Purbaya memastikan postur APBN 2026 saat ini dalam kondisi sangat prima untuk menopang pertumbuhan ekonomi ke depan. Simak laporan lengkapnya hanya di Garuda TV!\n\nBagaimana kalian melihat dampak koordinasi kuat fiskal-moneter ini terhadap penguatan mata uang Rupiah kita? Yuk, tulis di kolom komentar!\n\n#EkonomiIndonesia #DPRRI #BankIndonesia #Kemenkeu #GarudaTV #Laporan8\n\nDigital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "ZjFXpAj-x2c"}}, {"key": "@merdekadotcom", "attributes": {"label": "@merdekadotcom", "x": 980.5988373734003, "y": 384.2975412235632, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "P-DCi5bD5s4", "id": "@merdekadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "Kejutan Bos BI 2 Jurus Atasi Pelemahan Rupiah, Naikkan Bunga Utang Hingga Mik Bergetar\n\nMERDEKA.COM -Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar rapat koordinasi terkait kondisi perekonomian Indonesia, terutama mengenai upaya stabilisasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, bahwa fokus utama koordinasi fiskal dan moneter saat ini adalah stabilisasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Dalam rapat tersebut, lanjutnya, otoritas fiskal dan moneter menghasilkan dua strategi yang diharapkan dapat memperkuat stabilitas rupiah.\n\nPertama, pemerintah dan BI sepakat untuk terus meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen surat utang, baik Surat Berharga Negara (SBN) maupun Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), guna mendorong arus modal asing masuk (capital inflow).\n\nUpaya tersebut bertujuan meningkatkan pasokan valuta asing di dalam negeri, menjaga kepercayaan pasar, serta mengantisipasi arus modal keluar (capital outflow) di tengah kenaikan imbal hasil surat utang global.\n\nKedua, Perry menjelaskan bahwa otoritas fiskal dan moneter sepakat untuk menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan. Upaya tersebut dilakukan BI melalui pengelolaan kas pemerintah, namun dengan memberikan bunga yang lebih tinggi kepada pemerintah.\n\n\n----\n#merdekadotcom\n\nProduced by https://www.merdeka.com\n\n----\nMORE VIDEOS: \nYoutube ►    / merdekadotcom  \nVidio ► https://www.vidio.com/\nWhatsApp Channel ►  https://whatsapp.com/channel/0029Va2a...\nTwitter ►   / merdekadotcom  \nFacebook ►   / mdkcom  \nTelegram ► https://t.me/merdekacomnewsupdate", "post_id": "P-DCi5bD5s4"}}, {"key": "merdeka", "attributes": {"label": "merdeka", "x": 436.92356302682543, "y": 278.14412629677844, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "P-DCi5bD5s4", "id": "merdeka", "source": "youtube-000001", "content": "Kejutan Bos BI 2 Jurus Atasi Pelemahan Rupiah, Naikkan Bunga Utang Hingga Mik Bergetar\n\nMERDEKA.COM -Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar rapat koordinasi terkait kondisi perekonomian Indonesia, terutama mengenai upaya stabilisasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, bahwa fokus utama koordinasi fiskal dan moneter saat ini adalah stabilisasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Dalam rapat tersebut, lanjutnya, otoritas fiskal dan moneter menghasilkan dua strategi yang diharapkan dapat memperkuat stabilitas rupiah.\n\nPertama, pemerintah dan BI sepakat untuk terus meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen surat utang, baik Surat Berharga Negara (SBN) maupun Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), guna mendorong arus modal asing masuk (capital inflow).\n\nUpaya tersebut bertujuan meningkatkan pasokan valuta asing di dalam negeri, menjaga kepercayaan pasar, serta mengantisipasi arus modal keluar (capital outflow) di tengah kenaikan imbal hasil surat utang global.\n\nKedua, Perry menjelaskan bahwa otoritas fiskal dan moneter sepakat untuk menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan. Upaya tersebut dilakukan BI melalui pengelolaan kas pemerintah, namun dengan memberikan bunga yang lebih tinggi kepada pemerintah.\n\n\n----\n#merdekadotcom\n\nProduced by https://www.merdeka.com\n\n----\nMORE VIDEOS: \nYoutube ►    / merdekadotcom  \nVidio ► https://www.vidio.com/\nWhatsApp Channel ►  https://whatsapp.com/channel/0029Va2a...\nTwitter ►   / merdekadotcom  \nFacebook ►   / mdkcom  \nTelegram ► https://t.me/merdekacomnewsupdate", "post_id": "P-DCi5bD5s4"}}, {"key": "@ETNow", "attributes": {"label": "@ETNow", "x": 188.48508236794527, "y": 990.760636225553, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "avtd-H2MkyE", "id": "@ETNow", "source": "youtube-000001", "content": "Pemerintah Luncurkan Reformasi Pasar Obligasi; Dorongan Besar untuk Aliran Utang Luar Negeri | Be...\n\nPemerintah Luncurkan Reformasi Pasar Obligasi; Dorongan Besar untuk Aliran Utang Asing | Berita Bisnis | ET Now\n\nPemerintah telah meluncurkan serangkaian reformasi pasar obligasi baru yang bertujuan untuk menarik partisipasi asing yang lebih besar di pasar utang India. Langkah-langkah ini dirancang untuk memperdalam likuiditas pasar, meningkatkan akses investor, dan memperkuat daya tarik India di antara investor obligasi global.\n\nApa arti reformasi ini bagi imbal hasil obligasi, aliran portofolio asing, rupee, dan perekonomian secara lebih luas? Saksikan analisis terperinci ini saat kami menguraikan implikasinya bagi investor dan pasar keuangan India.\n\n#pasarobligasi #obligasiindia #investorasing #pasarutang #fpi #ekonomi #beritabisnis #etnow\n\nKendalikan uang Anda dengan Economic Times Now.\n\n#etnow #beritabisnis #anggaran2026bersamaetnow\n\nSaluran YouTube -    /   \n\nBerlangganan ET Now untuk mendapatkan pembaruan terbaru tentang berita pasar saham, berita bisnis, berita perusahaan, IPO & lainnya | https://bit.ly/SubscribeToETNow\n\nBerlangganan Sekarang ke Saluran Jaringan Kami :-\nET Now Swadesh:    / etnowswadesh  \nTimes Now: http://goo.gl/U9ibPb\n\nTautan Media Sosial :-\nTwitter - http://goo.gl/hA0vDt\nFacebook - http://goo.gl/5Lr4mC\n\nSitus web - https://www.etnownews.com\nUnduh Aplikasi kami untuk Berita Terkini: https://tinyurl.com/4y6e3u2e\n\nIkuti kami di Google News untuk pembaruan terbaru\nET Now: https://news.google.com/publications/...\nTimes Now Navbharat: https://bit.ly/3zDaKJo \nTimes Now : https://bit.ly/3CyrrYg\nZoom: https://bit.ly/3CEK0dv", "post_id": "avtd-H2MkyE"}}, {"key": "etnow", "attributes": {"label": "etnow", "x": 280.4852701781714, "y": 966.0153732687801, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.71, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "avtd-H2MkyE", "id": "etnow", "source": "youtube-000001", "content": "Pemerintah Luncurkan Reformasi Pasar Obligasi; Dorongan Besar untuk Aliran Utang Luar Negeri | Be...\n\nPemerintah Luncurkan Reformasi Pasar Obligasi; Dorongan Besar untuk Aliran Utang Asing | Berita Bisnis | ET Now\n\nPemerintah telah meluncurkan serangkaian reformasi pasar obligasi baru yang bertujuan untuk menarik partisipasi asing yang lebih besar di pasar utang India. Langkah-langkah ini dirancang untuk memperdalam likuiditas pasar, meningkatkan akses investor, dan memperkuat daya tarik India di antara investor obligasi global.\n\nApa arti reformasi ini bagi imbal hasil obligasi, aliran portofolio asing, rupee, dan perekonomian secara lebih luas? Saksikan analisis terperinci ini saat kami menguraikan implikasinya bagi investor dan pasar keuangan India.\n\n#pasarobligasi #obligasiindia #investorasing #pasarutang #fpi #ekonomi #beritabisnis #etnow\n\nKendalikan uang Anda dengan Economic Times Now.\n\n#etnow #beritabisnis #anggaran2026bersamaetnow\n\nSaluran YouTube -    /   \n\nBerlangganan ET Now untuk mendapatkan pembaruan terbaru tentang berita pasar saham, berita bisnis, berita perusahaan, IPO & lainnya | https://bit.ly/SubscribeToETNow\n\nBerlangganan Sekarang ke Saluran Jaringan Kami :-\nET Now Swadesh:    / etnowswadesh  \nTimes Now: http://goo.gl/U9ibPb\n\nTautan Media Sosial :-\nTwitter - http://goo.gl/hA0vDt\nFacebook - http://goo.gl/5Lr4mC\n\nSitus web - https://www.etnownews.com\nUnduh Aplikasi kami untuk Berita Terkini: https://tinyurl.com/4y6e3u2e\n\nIkuti kami di Google News untuk pembaruan terbaru\nET Now: https://news.google.com/publications/...\nTimes Now Navbharat: https://bit.ly/3zDaKJo \nTimes Now : https://bit.ly/3CyrrYg\nZoom: https://bit.ly/3CEK0dv", "post_id": "avtd-H2MkyE"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 278.2845731072813, "y": 632.269412269651, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "cvzP2eoqcBw", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Berlaku 1 Juni! Menkeu Purbaya Paparkan Ketentuan Baru DHE SDA\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan ketentuan baru mengenai penempatan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) yang mulai berlaku pada 1 Juni 2026. \n\nKebijakan tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2026 dan bertujuan memperkuat cadangan devisa nasional serta menjaga stabilitas ekonomi.\n\nDalam keterangannya, Purbaya mengatakan eksportir sumber daya alam wajib merepatriasi atau membawa kembali DHE SDA ke dalam negeri dengan tingkat kepatuhan 100 persen.\n\n“\"Eksportir yang telah terikat perjanjian bilateral diperbolehkan menempatkan sebagian DHE SDA pada bank non-Himbara. Porsi penempatan dana di bank non-Himbara dibatasi maksimal 30 persen dari total DHE SDA, dengan jangka waktu penempatan paling lama tiga bulan,” kata Purbaya, Minggu (31/5/2026). \n\nPurbaya menjelaskan penempatan DHE SDA diwajibkan melalui bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). \n\nSelain itu, konversi dana DHE SDA dari valuta asing ke rupiah dibatasi maksimal 50 persen.\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\nProduser: Yuilyana \nThumbnail Editor: Galih\n\n#airlanggahartarto #purbaya #danantara #breakingnews \n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "cvzP2eoqcBw"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 835.3581854820542, "y": 721.1055580217221, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.71, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "cvzP2eoqcBw", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Berlaku 1 Juni! Menkeu Purbaya Paparkan Ketentuan Baru DHE SDA\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan ketentuan baru mengenai penempatan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) yang mulai berlaku pada 1 Juni 2026. \n\nKebijakan tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2026 dan bertujuan memperkuat cadangan devisa nasional serta menjaga stabilitas ekonomi.\n\nDalam keterangannya, Purbaya mengatakan eksportir sumber daya alam wajib merepatriasi atau membawa kembali DHE SDA ke dalam negeri dengan tingkat kepatuhan 100 persen.\n\n“\"Eksportir yang telah terikat perjanjian bilateral diperbolehkan menempatkan sebagian DHE SDA pada bank non-Himbara. Porsi penempatan dana di bank non-Himbara dibatasi maksimal 30 persen dari total DHE SDA, dengan jangka waktu penempatan paling lama tiga bulan,” kata Purbaya, Minggu (31/5/2026). \n\nPurbaya menjelaskan penempatan DHE SDA diwajibkan melalui bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). \n\nSelain itu, konversi dana DHE SDA dari valuta asing ke rupiah dibatasi maksimal 50 persen.\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\nProduser: Yuilyana \nThumbnail Editor: Galih\n\n#airlanggahartarto #purbaya #danantara #breakingnews \n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "cvzP2eoqcBw"}}, {"key": "@Magatzine", "attributes": {"label": "@Magatzine", "x": 950.2070073215999, "y": 210.35781923379005, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "0FObBvfO1po", "id": "@Magatzine", "source": "youtube-000001", "content": "PERANG 50 TAHUN REBUTAN DOLLAR DEVISA EKSPOR | Magatzine\n\nPeraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2026 yang ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto menandai babak baru dalam Perang 50 Tahun Rebutan Dollar Devisa Ekspor Indonesia. aturan ini mengunci beberapa komoditas sumberdaya alam untuk di ekspor melalui aturan yang lebih ketat.\nSelama ini para eksportir memiliki kelonggaran untuk memindahkan dana hasil ekspor ke bank-bank luar negeri sehingga membuat likuiditas dollar dalam negeri menjadi kering. Untuk memperkuat perekonomian Indonesia melalui peningkatan jumlah cadangan devisa Indonesia maka Peraturan Pemerintah ini di keluarkan.\nVideo ini menyajikan sejarah panjang dari pergulatan aturan mengenai Devisa Hasil Ekspor (DHE) Indonesia sejak 50 tahun lalu di masa orde baru hingga yang terkini di Jaman Presiden Prabowo. \n\n----------\n adalah channel YouTube yang menyajikan konten inspiratif, insight tajam, dan cerita menarik yang membahas ekonomi makro dengan cara yang simpel, tajam, dan mudah dipahami. Dari isu global, kebijakan pemerintah, hingga tren finansial yang berdampak langsung ke kehidupan sehari-hari. Magatzine membongkar rahasia ekonomi makro yang sebenarnya menggerakkan hidup kita—dari harga BBM, inflasi, suku bunga, hingga krisis global. \n hadir sebagai “majalah digital” yang menghibur sekaligus membuka perspektif baru. Disajikan dengan storytelling tajam, visual sinematik, dan penjelasan simpel tapi dalam, setiap video dirancang bikin kamu “melek ekonomi” dalam hitungan menit. Tempatnya memahami ekonomi tanpa ribet, tapi tetap dalam dan relevan. \n juga mempromosikan nilai-nilai ekonomi pancasila, ekonomi kerakyatan, kedaulatan ekonomi serta demokrasi ekonomi sebagai upaya untuk membangunan kedaulatan ekonomi bangsa Indonesia \nSubscribe sekarang. Karena yang paham ekonomi… selalu selangkah lebih depan. \n\n#ekonomi #DevisaHasilEkspor #DHE #AnalisisEkonomi #EkonomiIndonesia #prabowo #ekspor #komoditas #insight", "post_id": "0FObBvfO1po"}}, {"key": "Magatzine", "attributes": {"label": "Magatzine", "x": 388.15222448728105, "y": 45.64311243962826, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2418, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "0FObBvfO1po", "id": "Magatzine", "source": "youtube-000001", "content": "PERANG 50 TAHUN REBUTAN DOLLAR DEVISA EKSPOR | Magatzine\n\nPeraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2026 yang ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto menandai babak baru dalam Perang 50 Tahun Rebutan Dollar Devisa Ekspor Indonesia. aturan ini mengunci beberapa komoditas sumberdaya alam untuk di ekspor melalui aturan yang lebih ketat.\nSelama ini para eksportir memiliki kelonggaran untuk memindahkan dana hasil ekspor ke bank-bank luar negeri sehingga membuat likuiditas dollar dalam negeri menjadi kering. Untuk memperkuat perekonomian Indonesia melalui peningkatan jumlah cadangan devisa Indonesia maka Peraturan Pemerintah ini di keluarkan.\nVideo ini menyajikan sejarah panjang dari pergulatan aturan mengenai Devisa Hasil Ekspor (DHE) Indonesia sejak 50 tahun lalu di masa orde baru hingga yang terkini di Jaman Presiden Prabowo. \n\n----------\n adalah channel YouTube yang menyajikan konten inspiratif, insight tajam, dan cerita menarik yang membahas ekonomi makro dengan cara yang simpel, tajam, dan mudah dipahami. Dari isu global, kebijakan pemerintah, hingga tren finansial yang berdampak langsung ke kehidupan sehari-hari. Magatzine membongkar rahasia ekonomi makro yang sebenarnya menggerakkan hidup kita—dari harga BBM, inflasi, suku bunga, hingga krisis global. \n hadir sebagai “majalah digital” yang menghibur sekaligus membuka perspektif baru. Disajikan dengan storytelling tajam, visual sinematik, dan penjelasan simpel tapi dalam, setiap video dirancang bikin kamu “melek ekonomi” dalam hitungan menit. Tempatnya memahami ekonomi tanpa ribet, tapi tetap dalam dan relevan. \n juga mempromosikan nilai-nilai ekonomi pancasila, ekonomi kerakyatan, kedaulatan ekonomi serta demokrasi ekonomi sebagai upaya untuk membangunan kedaulatan ekonomi bangsa Indonesia \nSubscribe sekarang. Karena yang paham ekonomi… selalu selangkah lebih depan. \n\n#ekonomi #DevisaHasilEkspor #DHE #AnalisisEkonomi #EkonomiIndonesia #prabowo #ekspor #komoditas #insight", "post_id": "0FObBvfO1po"}}, {"key": "@RepublicWorld", "attributes": {"label": "@RepublicWorld", "x": 931.0260091498728, "y": 795.6688748747755, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "O_D6E58Ys9k", "id": "@RepublicWorld", "source": "youtube-000001", "content": "Dorongan Modal Global: Pemerintah Dukung Keringanan Pajak Investor Asing Senilai $27,6 Miliar unt...\n\nDorongan Modal Global: Pemerintah Pusat Mendukung Keringanan Pajak Investor Asing Sebesar $27,6 Miliar untuk Obligasi Pemerintah\n\nDengan menawarkan paket keringanan pajak yang sangat dinantikan untuk investor portofolio asing (FPI), pemerintah pusat telah melakukan langkah strategis yang luar biasa untuk memperkuat pasar keuangan nasional. Pergeseran kebijakan strategis ini menurunkan atau menghilangkan kewajiban pajak keuntungan modal dan pajak pemotongan atas obligasi pemerintah (G-Sec) tertentu dalam upaya untuk mengakses potensi arus masuk modal asing sebesar dua puluh tujuh koma enam miliar dolar. Perubahan kebijakan bersejarah ini memposisikan India sebagai tujuan utama investasi utang negara jangka panjang pada saat yang krusial ketika negara-negara berkembang bersaing ketat untuk mendapatkan modal institusional internasional di tengah volatilitas imbal hasil obligasi pemerintah AS. Acara ini memberikan analisis menyeluruh tentang bagaimana kebijakan fiskal ini secara langsung memengaruhi ketersediaan kredit perusahaan, likuiditas pasar, dan ekosistem perbankan yang lebih luas. Acara ini menguraikan bagaimana miliaran dolar yang masuk akan mengendalikan parameter inflasi lokal sekaligus melindungi rekening modal dari guncangan global eksternal yang tiba-tiba. Untuk kajian makroekonomi komprehensif mengenai perubahan kode pajak baru, sentimen investor, dan penataan ulang arsitektur utang nasional, tonton video ini oleh Pranav Kulkarni, Editor Republic Business.\n\n#RepublicWorld #RepublicTV #BreakingNews #RepublicNews #IndiaNews #LiveNews #RepublicExclusive #RepublicWorldLive #ArnabGoswami #RepublicDigital #NationFirst #GSecTaxRelief #ForeignInvestors #IndianBondMarket #FIIInflows #Macroeconomics #UnionGovernment #TaxSweetener #WithholdingTax #CapitalGainsTax #GlobalCapital #SovereignDebt #ReserveBank #RupeeStability #EmergingMarkets #FiscalPolicy #InfrastructureFunding #FinanceMinistry #BankingSector #YieldCurve #InvestmentNews2026 #BreakingNewsIndia #FinancialArchitecture #BondIndex #CapitalMarkets #EconomicGrowth #TreasuryYields #MarketLiquidity #CorporateCredit #ObligasiNegara #ManajemenKekayaan #KeuanganGlobal\n\nTonton Lebih Banyak ➡️ Video di:    /   \n\nKunjungi Sekarang ➡️ Kisah Lengkap di: https://www.republicworld.com\n\n-------------------------------------------------------------------------------------------------------\n\nRepublic TV adalah saluran berita berbahasa Inggris nomor 1 di India sejak diluncurkan. Tonton Saluran YouTube Republic untuk mendapatkan semua berita terkini, berita LANGSUNG, video, dan perspektif dari jajaran reporter, pembawa acara, dan produser Republic Media Network yang tersebar di seluruh India dan dunia. Tonton Republic untuk debat Arnab Goswami yang paling banyak ditonton. Republic TV membuat berita dapat diakses setiap saat dan di berbagai perangkat. Di Republic, kami selalu memperbarui Anda dengan berita terkini tentang dunia politik, olahraga, hiburan, bisnis, pertahanan, sains, kesehatan, gaya hidup, gadget, dan banyak lagi.\n\nKami percaya pada Mengungkap Kisah dan Memecah Keheningan. Namun yang terpenting, bagi kami ‘Anda Adalah Republic, Kami Adalah Suara Anda.’\n\n🌟 Jangan hanya menonton berita—HIDUPKANLAH bersama Republic!\n\nDari berita utama hingga momen di balik layar, ikuti kami di mana saja:\n\n🌐 Situs web: www.republicworld.com\n👍 Facebook:   / republicworld  \n🐦 Twitter:   / republic  \n📸 Instagram:   / republicworld  \n📢 Telegram: https://t.me/RepublicLive\n\n📱 Saluran WhatsApp:\n💬 Digital: https://whatsapp.com/channel/0029VaAL...\n💬 Dunia: https://whatsapp.com/channel/0029Va1w...\n\nPenafian: Republic Media Network dapat menyediakan konten melalui situs web, sistem operasi, platform, dan portal pihak ketiga (‘Platform Pihak Ketiga’). Republic tidak mengontrol dan tidak bertanggung jawab atas Platform Pihak Ketiga, termasuk konten yang dihosting, iklan, keamanan, fungsionalitas, pengoperasian, atau ketersediaan.", "post_id": "O_D6E58Ys9k"}}, {"key": "republicdefence", "attributes": {"label": "republicdefence", "x": 728.1152019776767, "y": 563.1084318129202, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "O_D6E58Ys9k", "id": "republicdefence", "source": "youtube-000001", "content": "Dorongan Modal Global: Pemerintah Dukung Keringanan Pajak Investor Asing Senilai $27,6 Miliar unt...\n\nDorongan Modal Global: Pemerintah Pusat Mendukung Keringanan Pajak Investor Asing Sebesar $27,6 Miliar untuk Obligasi Pemerintah\n\nDengan menawarkan paket keringanan pajak yang sangat dinantikan untuk investor portofolio asing (FPI), pemerintah pusat telah melakukan langkah strategis yang luar biasa untuk memperkuat pasar keuangan nasional. Pergeseran kebijakan strategis ini menurunkan atau menghilangkan kewajiban pajak keuntungan modal dan pajak pemotongan atas obligasi pemerintah (G-Sec) tertentu dalam upaya untuk mengakses potensi arus masuk modal asing sebesar dua puluh tujuh koma enam miliar dolar. Perubahan kebijakan bersejarah ini memposisikan India sebagai tujuan utama investasi utang negara jangka panjang pada saat yang krusial ketika negara-negara berkembang bersaing ketat untuk mendapatkan modal institusional internasional di tengah volatilitas imbal hasil obligasi pemerintah AS. Acara ini memberikan analisis menyeluruh tentang bagaimana kebijakan fiskal ini secara langsung memengaruhi ketersediaan kredit perusahaan, likuiditas pasar, dan ekosistem perbankan yang lebih luas. Acara ini menguraikan bagaimana miliaran dolar yang masuk akan mengendalikan parameter inflasi lokal sekaligus melindungi rekening modal dari guncangan global eksternal yang tiba-tiba. Untuk kajian makroekonomi komprehensif mengenai perubahan kode pajak baru, sentimen investor, dan penataan ulang arsitektur utang nasional, tonton video ini oleh Pranav Kulkarni, Editor Republic Business.\n\n#RepublicWorld #RepublicTV #BreakingNews #RepublicNews #IndiaNews #LiveNews #RepublicExclusive #RepublicWorldLive #ArnabGoswami #RepublicDigital #NationFirst #GSecTaxRelief #ForeignInvestors #IndianBondMarket #FIIInflows #Macroeconomics #UnionGovernment #TaxSweetener #WithholdingTax #CapitalGainsTax #GlobalCapital #SovereignDebt #ReserveBank #RupeeStability #EmergingMarkets #FiscalPolicy #InfrastructureFunding #FinanceMinistry #BankingSector #YieldCurve #InvestmentNews2026 #BreakingNewsIndia #FinancialArchitecture #BondIndex #CapitalMarkets #EconomicGrowth #TreasuryYields #MarketLiquidity #CorporateCredit #ObligasiNegara #ManajemenKekayaan #KeuanganGlobal\n\nTonton Lebih Banyak ➡️ Video di:    /   \n\nKunjungi Sekarang ➡️ Kisah Lengkap di: https://www.republicworld.com\n\n-------------------------------------------------------------------------------------------------------\n\nRepublic TV adalah saluran berita berbahasa Inggris nomor 1 di India sejak diluncurkan. Tonton Saluran YouTube Republic untuk mendapatkan semua berita terkini, berita LANGSUNG, video, dan perspektif dari jajaran reporter, pembawa acara, dan produser Republic Media Network yang tersebar di seluruh India dan dunia. Tonton Republic untuk debat Arnab Goswami yang paling banyak ditonton. Republic TV membuat berita dapat diakses setiap saat dan di berbagai perangkat. Di Republic, kami selalu memperbarui Anda dengan berita terkini tentang dunia politik, olahraga, hiburan, bisnis, pertahanan, sains, kesehatan, gaya hidup, gadget, dan banyak lagi.\n\nKami percaya pada Mengungkap Kisah dan Memecah Keheningan. Namun yang terpenting, bagi kami ‘Anda Adalah Republic, Kami Adalah Suara Anda.’\n\n🌟 Jangan hanya menonton berita—HIDUPKANLAH bersama Republic!\n\nDari berita utama hingga momen di balik layar, ikuti kami di mana saja:\n\n🌐 Situs web: www.republicworld.com\n👍 Facebook:   / republicworld  \n🐦 Twitter:   / republic  \n📸 Instagram:   / republicworld  \n📢 Telegram: https://t.me/RepublicLive\n\n📱 Saluran WhatsApp:\n💬 Digital: https://whatsapp.com/channel/0029VaAL...\n💬 Dunia: https://whatsapp.com/channel/0029Va1w...\n\nPenafian: Republic Media Network dapat menyediakan konten melalui situs web, sistem operasi, platform, dan portal pihak ketiga (‘Platform Pihak Ketiga’). Republic tidak mengontrol dan tidak bertanggung jawab atas Platform Pihak Ketiga, termasuk konten yang dihosting, iklan, keamanan, fungsionalitas, pengoperasian, atau ketersediaan.", "post_id": "O_D6E58Ys9k"}}, {"key": "@Channel1TVGH", "attributes": {"label": "@Channel1TVGH", "x": 665.9094638327394, "y": 521.2306422714884, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "tInSz2av-R4", "id": "@Channel1TVGH", "source": "youtube-000001", "content": "Pemerintah Targetkan Pinjaman Surat Utang Negara sebesar GH¢5,89 Miliar Minggu Ini | Umpan Berita\n\n#BeritaGhana #Ekonomi #SuratUtangNegara #BoG #ChannelOneNews\n\nPemerintah berupaya mengumpulkan GH¢5,89 miliar dari pasar utang domestik minggu ini melalui penerbitan surat utang negara untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan jangka pendeknya.\n\nMenurut data lelang yang dirilis oleh Bank Ghana, target baru ini mencerminkan peningkatan signifikan dalam pinjaman pemerintah dibandingkan minggu sebelumnya.\n\nPerkembangan ini menyoroti ketergantungan berkelanjutan pada instrumen domestik jangka pendek untuk mengelola likuiditas dan membiayai kewajiban pemerintah.\n\nPara pengamat pasar akan memantau dengan cermat respons investor dan suku bunga dalam lelang surat utang negara yang akan datang.\n\nAnda sedang menonton video di saluran YouTube Channel One TV. Dari Breakfast Daily di pagi hari hingga program berita dan urusan terkini kami - ChannelOne Newsroom, The Point Of View, Face to Face dan What The Papers Are Saying - di malam hari, nikmati tayangan tanpa gangguan dari daftar program unik kami.\n\n\n📺 Ruang Berita Channel One - 20.00 - 21.00 [Setiap Hari]\n\n📺 Breakfast Daily - 07.00 - 11.00 [Hari Kerja]\n\n📺 The Point Of View - 21.00 - 22.00 [Senin dan Rabu]\n\nSENIN\n📺 Breakfast Daily - 07.00 - 11.00\n📺 Newsfeed - 12.00\n📺 Street News - 15.30 - 16.00\n📺 Newsfeed - 16.30\n📺 EdTech Mondays - 19.00 - 20.00\n📺 The Point Of View - 21.00 - 22.00\n\nSELASA\n📺 Breakfast Daily - 07.00 - 11.00 [Hari Kerja]\n📺 Newsfeed - 12.00 - 12.30\n📺 Newsfeed - 16.30\n📺 What's Cooking - 19.00 - 20.00 [Selasa]\n📺 Face To Face - 21.00 - 22.00\n\nRABU\n📺 Sarapan Setiap Hari - 07.00 - 11.00 [Hari Kerja]\n📺 Newsfeed - 12.00 - 12.30\n📺 Newsfeed - 16.30\n\nKAMIS\n📺 Sarapan Setiap Hari - 07.00 - 11.00 [Hari Kerja]\n\nJUMAT\n📺 Sarapan Setiap Hari - 07.00 - 11.00 [Hari Kerja]\n\nSABTU\n📺 Sarapan Setiap Hari - 07.00 - 11.00 [Hari Kerja]\n\nMINGGU\n📺 Sarapan Setiap Hari - 07.00 - 11.00 [Hari Kerja]\n\n📺 Face To Face - 21.00 - 22.00 [Selasa]\n\n📺 The Big Issue - 09.00 - Siang [Sabtu]\n\n📺 Apa Kata Media - 21.00 - 22.00 [Kamis]\n\n📺 Newsfeed - 12.00 dan 16.30 [Hari Kerja]\n\n📺 Ruang Kutipan - 15.00 - 16.00 [Kamis]\n\n📺 Jejak Kaki - 19.00 - 20.00 [Jumat]\n\n📺 Halaman Belakang - 18.30 - 19.00 [Jumat]\n\n📺 Apa yang Sedang Dimasak - 19.00 - 20.00 [Selasa]\n\n📺 Melampaui Batas - 19.00 - 20.00 [Kamis]\n\n📺 VoxPop Central - 19.00 - 19.30 [Kamis]\n\n📺 Keluarga Blankson - 19.30 - 20.00 [Setiap Kamis]\n\nChannelOne TV...Menceritakan Kisah Anda, Memberdayakan Perubahan\n\nIkuti kami:\n\nFacebook:   / channel1tvgh  \nX: https://x.com/Channel1TVGHA?t=DPofwFH...\nInstagram: https://www.instagram.com/channel1tvg...\nTikTok: https://www.tiktok.com/?...\nSitus web: channelonenewsonline.com\n\nKunjungi https://channelonenewsonline.com untuk berita terbaru dari koresponden kami, pembaruan acara kami, dan semua yang perlu Anda ketahui tentang presenter kami.\n\n#ChannelOneTV #BeritaGhana #SiaranLangsungTV #Langsung #Politik #Ghana #Olahraga #ChannelOneNews #Bisnis #Hiburan", "post_id": "tInSz2av-R4"}}, {"key": "channel1tvgh", "attributes": {"label": "channel1tvgh", "x": 232.48375971951697, "y": 567.5621752819072, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "tInSz2av-R4", "id": "channel1tvgh", "source": "youtube-000001", "content": "Pemerintah Targetkan Pinjaman Surat Utang Negara sebesar GH¢5,89 Miliar Minggu Ini | Umpan Berita\n\n#BeritaGhana #Ekonomi #SuratUtangNegara #BoG #ChannelOneNews\n\nPemerintah berupaya mengumpulkan GH¢5,89 miliar dari pasar utang domestik minggu ini melalui penerbitan surat utang negara untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan jangka pendeknya.\n\nMenurut data lelang yang dirilis oleh Bank Ghana, target baru ini mencerminkan peningkatan signifikan dalam pinjaman pemerintah dibandingkan minggu sebelumnya.\n\nPerkembangan ini menyoroti ketergantungan berkelanjutan pada instrumen domestik jangka pendek untuk mengelola likuiditas dan membiayai kewajiban pemerintah.\n\nPara pengamat pasar akan memantau dengan cermat respons investor dan suku bunga dalam lelang surat utang negara yang akan datang.\n\nAnda sedang menonton video di saluran YouTube Channel One TV. Dari Breakfast Daily di pagi hari hingga program berita dan urusan terkini kami - ChannelOne Newsroom, The Point Of View, Face to Face dan What The Papers Are Saying - di malam hari, nikmati tayangan tanpa gangguan dari daftar program unik kami.\n\n\n📺 Ruang Berita Channel One - 20.00 - 21.00 [Setiap Hari]\n\n📺 Breakfast Daily - 07.00 - 11.00 [Hari Kerja]\n\n📺 The Point Of View - 21.00 - 22.00 [Senin dan Rabu]\n\nSENIN\n📺 Breakfast Daily - 07.00 - 11.00\n📺 Newsfeed - 12.00\n📺 Street News - 15.30 - 16.00\n📺 Newsfeed - 16.30\n📺 EdTech Mondays - 19.00 - 20.00\n📺 The Point Of View - 21.00 - 22.00\n\nSELASA\n📺 Breakfast Daily - 07.00 - 11.00 [Hari Kerja]\n📺 Newsfeed - 12.00 - 12.30\n📺 Newsfeed - 16.30\n📺 What's Cooking - 19.00 - 20.00 [Selasa]\n📺 Face To Face - 21.00 - 22.00\n\nRABU\n📺 Sarapan Setiap Hari - 07.00 - 11.00 [Hari Kerja]\n📺 Newsfeed - 12.00 - 12.30\n📺 Newsfeed - 16.30\n\nKAMIS\n📺 Sarapan Setiap Hari - 07.00 - 11.00 [Hari Kerja]\n\nJUMAT\n📺 Sarapan Setiap Hari - 07.00 - 11.00 [Hari Kerja]\n\nSABTU\n📺 Sarapan Setiap Hari - 07.00 - 11.00 [Hari Kerja]\n\nMINGGU\n📺 Sarapan Setiap Hari - 07.00 - 11.00 [Hari Kerja]\n\n📺 Face To Face - 21.00 - 22.00 [Selasa]\n\n📺 The Big Issue - 09.00 - Siang [Sabtu]\n\n📺 Apa Kata Media - 21.00 - 22.00 [Kamis]\n\n📺 Newsfeed - 12.00 dan 16.30 [Hari Kerja]\n\n📺 Ruang Kutipan - 15.00 - 16.00 [Kamis]\n\n📺 Jejak Kaki - 19.00 - 20.00 [Jumat]\n\n📺 Halaman Belakang - 18.30 - 19.00 [Jumat]\n\n📺 Apa yang Sedang Dimasak - 19.00 - 20.00 [Selasa]\n\n📺 Melampaui Batas - 19.00 - 20.00 [Kamis]\n\n📺 VoxPop Central - 19.00 - 19.30 [Kamis]\n\n📺 Keluarga Blankson - 19.30 - 20.00 [Setiap Kamis]\n\nChannelOne TV...Menceritakan Kisah Anda, Memberdayakan Perubahan\n\nIkuti kami:\n\nFacebook:   / channel1tvgh  \nX: https://x.com/Channel1TVGHA?t=DPofwFH...\nInstagram: https://www.instagram.com/channel1tvg...\nTikTok: https://www.tiktok.com/?...\nSitus web: channelonenewsonline.com\n\nKunjungi https://channelonenewsonline.com untuk berita terbaru dari koresponden kami, pembaruan acara kami, dan semua yang perlu Anda ketahui tentang presenter kami.\n\n#ChannelOneTV #BeritaGhana #SiaranLangsungTV #Langsung #Politik #Ghana #Olahraga #ChannelOneNews #Bisnis #Hiburan", "post_id": "tInSz2av-R4"}}, {"key": "@yella_borsa", "attributes": {"label": "@yella_borsa", "x": 961.2491296183942, "y": 460.32818173593716, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "NSGU0atxKUM", "id": "@yella_borsa", "source": "youtube-000001", "content": "Bea materai baru di Bursa Efek Mesir: Akankah menekan harga saham atau justru mendukung pasar?\n\n📝 Deskripsi Video\n\nMasalah bea meterai pada transaksi pasar saham Mesir kembali mencuat setelah pemerintah mengusulkan untuk memberlakukannya kembali sebagai pengganti pajak keuntungan modal, sebuah langkah yang memicu perdebatan luas di kalangan investor dan pelaku pasar.\n\nDalam video ini, kita akan membahas secara detail:\n\n✅ Apa itu bea meterai?\n\n✅ Apa perbedaannya dengan pajak keuntungan modal?\n\n✅ Tarif yang saat ini dibahas dan diusulkan.\n\n✅ Mengapa pemerintah beralih ke sistem pajak ini?\n\n✅ Dampak keputusan tersebut terhadap investor kecil, spekulan, dan investor jangka panjang.\n\n✅ Apakah bea meterai akan memengaruhi likuiditas dan volume perdagangan?\n\n✅ Reaksi dari para ahli pasar keuangan dan lembaga investasi.\n\n✅ Apakah Bursa Efek Mesir akan diuntungkan atau dirugikan oleh perubahan ini?\n\nKami juga akan menganalisis skenario potensial dampak keputusan tersebut terhadap saham dan indeks dalam periode mendatang, serta sektor-sektor terpenting yang mungkin terpengaruh secara langsung atau tidak langsung.\n\n⚠️ Catatan Penting: Yang sedang dibahas saat ini berkaitan dengan proposal, diskusi, dan pernyataan resmi mengenai sistem pajak. Versi final mungkin berbeda setelah diterbitkannya undang-undang atau keputusan eksekutif secara resmi. ⚠️ Video ini hanya untuk tujuan pendidikan dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas apa pun.\n\n\n📌 Ikuti kami di grup kami untuk pembaruan harian:\n\n🔹 Grup Telegram:\n\nhttps://t.me/+mTCl-iTjN2cyYTBk\n\n🔹 Grup WhatsApp:\n\nhttps://chat.whatsapp.com/KJtPsXlqu6m...\n\n🔹 Grup Facebook:\n\n  / 734528708526282  \n\n📺 Saluran YouTube:\n\n   /   \n\n📧 Hubungi kami melalui WhatsApp:\n\n01000300374\n\n🔍\n\nBea Materai, Bea Materai Bursa Efek Mesir, Pajak Bursa Efek Mesir, Pajak Keuntungan Modal, Bursa Efek Mesir Hari Ini, Berita Bursa Efek Mesir, Analisis Bursa Efek Mesir, EGX30, EGX70, Pasar Saham Mesir, Investasi Saham, Pajak Perdagangan Saham di Mesir Pasar saham, Kementerian Keuangan Mesir, berita pasar saham Mesir, investor pasar saham, Mari Belajar Pasar Saham bersama Emad Awad.\n\n#\n\n#Bursa_Saham_Mesir\n#Pajak_Bea_Materai\n#Pajak_Keuntungan_Modal\n#EGX30\n#EGX70\n#Pasar_Modal\n#Investasi\n#Perdagangan\n#Saham\n#Mari_Belajar_Bursa_Saham_bersama_Emad_Awad\n\nSumber Informasi Resmi dan Berita Ekonomi:\n\nKementerian Keuangan Mesir\nBursa Saham Mesir\nMubasher Mesir - Pajak Bea Materai yang Ditargetkan pada Transaksi Bursa Saham\nSurat Kabar Al-Borsa - Target Pajak Bea Materai Baru\nAl-Ahram Gate - Pajak Bea Materai sebagai Pengganti Pajak Keuntungan Modal\n\nInformasi yang diberikan didasarkan pada pernyataan resmi dan laporan ekonomi yang diterbitkan hingga saat ini dan dapat berubah setelah diterbitkannya versi final undang-undang tersebut.", "post_id": "NSGU0atxKUM"}}, {"key": "yella_borsa", "attributes": {"label": "yella_borsa", "x": 961.1606768402406, "y": 367.6159674271386, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NSGU0atxKUM", "id": "yella_borsa", "source": "youtube-000001", "content": "Bea materai baru di Bursa Efek Mesir: Akankah menekan harga saham atau justru mendukung pasar?\n\n📝 Deskripsi Video\n\nMasalah bea meterai pada transaksi pasar saham Mesir kembali mencuat setelah pemerintah mengusulkan untuk memberlakukannya kembali sebagai pengganti pajak keuntungan modal, sebuah langkah yang memicu perdebatan luas di kalangan investor dan pelaku pasar.\n\nDalam video ini, kita akan membahas secara detail:\n\n✅ Apa itu bea meterai?\n\n✅ Apa perbedaannya dengan pajak keuntungan modal?\n\n✅ Tarif yang saat ini dibahas dan diusulkan.\n\n✅ Mengapa pemerintah beralih ke sistem pajak ini?\n\n✅ Dampak keputusan tersebut terhadap investor kecil, spekulan, dan investor jangka panjang.\n\n✅ Apakah bea meterai akan memengaruhi likuiditas dan volume perdagangan?\n\n✅ Reaksi dari para ahli pasar keuangan dan lembaga investasi.\n\n✅ Apakah Bursa Efek Mesir akan diuntungkan atau dirugikan oleh perubahan ini?\n\nKami juga akan menganalisis skenario potensial dampak keputusan tersebut terhadap saham dan indeks dalam periode mendatang, serta sektor-sektor terpenting yang mungkin terpengaruh secara langsung atau tidak langsung.\n\n⚠️ Catatan Penting: Yang sedang dibahas saat ini berkaitan dengan proposal, diskusi, dan pernyataan resmi mengenai sistem pajak. Versi final mungkin berbeda setelah diterbitkannya undang-undang atau keputusan eksekutif secara resmi. ⚠️ Video ini hanya untuk tujuan pendidikan dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas apa pun.\n\n\n📌 Ikuti kami di grup kami untuk pembaruan harian:\n\n🔹 Grup Telegram:\n\nhttps://t.me/+mTCl-iTjN2cyYTBk\n\n🔹 Grup WhatsApp:\n\nhttps://chat.whatsapp.com/KJtPsXlqu6m...\n\n🔹 Grup Facebook:\n\n  / 734528708526282  \n\n📺 Saluran YouTube:\n\n   /   \n\n📧 Hubungi kami melalui WhatsApp:\n\n01000300374\n\n🔍\n\nBea Materai, Bea Materai Bursa Efek Mesir, Pajak Bursa Efek Mesir, Pajak Keuntungan Modal, Bursa Efek Mesir Hari Ini, Berita Bursa Efek Mesir, Analisis Bursa Efek Mesir, EGX30, EGX70, Pasar Saham Mesir, Investasi Saham, Pajak Perdagangan Saham di Mesir Pasar saham, Kementerian Keuangan Mesir, berita pasar saham Mesir, investor pasar saham, Mari Belajar Pasar Saham bersama Emad Awad.\n\n#\n\n#Bursa_Saham_Mesir\n#Pajak_Bea_Materai\n#Pajak_Keuntungan_Modal\n#EGX30\n#EGX70\n#Pasar_Modal\n#Investasi\n#Perdagangan\n#Saham\n#Mari_Belajar_Bursa_Saham_bersama_Emad_Awad\n\nSumber Informasi Resmi dan Berita Ekonomi:\n\nKementerian Keuangan Mesir\nBursa Saham Mesir\nMubasher Mesir - Pajak Bea Materai yang Ditargetkan pada Transaksi Bursa Saham\nSurat Kabar Al-Borsa - Target Pajak Bea Materai Baru\nAl-Ahram Gate - Pajak Bea Materai sebagai Pengganti Pajak Keuntungan Modal\n\nInformasi yang diberikan didasarkan pada pernyataan resmi dan laporan ekonomi yang diterbitkan hingga saat ini dan dapat berubah setelah diterbitkannya versi final undang-undang tersebut.", "post_id": "NSGU0atxKUM"}}, {"key": "@themetalwar", "attributes": {"label": "@themetalwar", "x": 462.7861578963324, "y": 293.92735952020786, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "bKH4PDuC3f0", "id": "@themetalwar", "source": "youtube-000001", "content": "Emas $10.000 & Perak $500? Revaluasi Besar Ini Akan MENGEJUTKAN Dunia! Mario Innecco & Clive Thom...\n\nEmas $10.000 & Perak $500? Revaluasi Besar Akan Mengejutkan Dunia! Mario Innecco & Clive Thompson\n\nEmas dan perak kembali menjadi pusat percakapan utang global, bukan karena sensasi, tetapi karena pemerintah kehabisan solusi yang bersih. Mario Innecco dan Clive Thompson menjelaskan bahwa ketika utang menjadi terlalu berat, politisi biasanya merespons dengan menciptakan lebih banyak mata uang dan kredit, yang hanya semakin melemahkan daya beli.\nMario Innecco, seorang komentator uang sehat yang terkenal, dan Clive Thompson, mantan bankir Swiss dan pendidik keuangan, membahas mengapa revaluasi emas sekali lagi menjadi topik serius. Ide kuncinya sederhana: jika pemerintah AS memegang emas sebagai salah satu aset neraca riilnya, maka revaluasi emas tersebut dapat menjadi cara untuk mengatasi masalah utang tanpa secara terbuka mengakui gagal bayar.\nMereka juga membahas prediksi pasar yang berani, termasuk kemungkinan emas mencapai $10.000 dan perak mencapai $500, tetapi mereka menjelaskan bahwa ini bukanlah prediksi yang dijamin. Ini adalah potensi konsekuensi jika penurunan nilai mata uang, tekanan utang, dan ketidakstabilan moneter terus berlanjut.\nPoin yang lebih dalam adalah bahwa emas bukan hanya komoditas lain dalam diskusi ini. Emas adalah aset moneter yang berada di luar sistem keuangan berbasis utang yang normal. Clive menjelaskan bahwa pemerintah dan bank sentral dapat menggunakan mekanisme seperti surat utang yang terkait emas atau perjanjian pembelian kembali untuk menciptakan likuiditas tanpa memperlakukannya sebagai pinjaman biasa.\nHal itu penting karena pasar obligasi bukan lagi tempat yang aman seperti yang diyakini banyak investor. Mario membandingkan emas dan perak dengan obligasi dan uang tunai, menunjukkan bagaimana portofolio tradisional mengalami kesulitan sementara logam mulia telah meningkatkan pengembalian dan mengurangi risiko penurunan.\nEmas dan perak tidak bergerak dalam garis lurus. Fluktuasi harga jangka pendek dapat membuat frustrasi. Namun, jika utang meningkat, mata uang kehilangan nilai, dan obligasi tetap tertekan, emas dan perak dapat memperoleh kepentingan strategis.\n\nTetaplah mendapatkan informasi terbaru tentang harga emas dan perak dengan The Metal War! Baik Anda baru mengenal investasi atau seorang profesional berpengalaman, pembaruan kami akan terus memberi Anda informasi tentang tren pasar emas dan perak saat ini.\n\nBerlangganan saluran ini\n\n/ \n\nKami membuat konten edukatif tentang dunia komoditas, menghadirkan berita pasar terbaru dan klip terbaik dari para ahli yang paling dicari di bidang emas dan perak, menjelaskan konsep-konsep kunci yang dibahas dalam episode tersebut, dan mengajarkan fundamental utama emas dan perak agar Anda tetap terinformasi.\n\nPERNYATAAN KEUANGAN Saluran ini bertujuan untuk berbagi kiat dan video investasi dari para ahli. KAMI TIDAK MEMBERIKAN NASIHAT KEUANGAN! Harap berkonsultasi dengan penasihat keuangan berlisensi dan lakukan riset Anda sendiri sebelum mengambil tindakan keuangan apa pun. Kami mendapatkan komisi dari rujukan di atas berdasarkan persentase komisi per biaya yang dihasilkan oleh pendaftaran baru.\n\n#emas #marioinnecco #clivethompson #perak #hargaemas #hargaperak #investasi #investasi #prediksihargaemas #trenpasar #wawasankeuangan #membangunkekayaan #logammulia #tipsinvestasi #keuangan #makroekonomi #prakiraanhargaperak #hargaperakhariini #hargaemashariini #peranglogam", "post_id": "bKH4PDuC3f0"}}, {"key": "TheMetalWar", "attributes": {"label": "TheMetalWar", "x": 371.216900664691, "y": 821.5264423523297, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.71, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "bKH4PDuC3f0", "id": "TheMetalWar", "source": "youtube-000001", "content": "Emas $10.000 & Perak $500? Revaluasi Besar Ini Akan MENGEJUTKAN Dunia! Mario Innecco & Clive Thom...\n\nEmas $10.000 & Perak $500? Revaluasi Besar Akan Mengejutkan Dunia! Mario Innecco & Clive Thompson\n\nEmas dan perak kembali menjadi pusat percakapan utang global, bukan karena sensasi, tetapi karena pemerintah kehabisan solusi yang bersih. Mario Innecco dan Clive Thompson menjelaskan bahwa ketika utang menjadi terlalu berat, politisi biasanya merespons dengan menciptakan lebih banyak mata uang dan kredit, yang hanya semakin melemahkan daya beli.\nMario Innecco, seorang komentator uang sehat yang terkenal, dan Clive Thompson, mantan bankir Swiss dan pendidik keuangan, membahas mengapa revaluasi emas sekali lagi menjadi topik serius. Ide kuncinya sederhana: jika pemerintah AS memegang emas sebagai salah satu aset neraca riilnya, maka revaluasi emas tersebut dapat menjadi cara untuk mengatasi masalah utang tanpa secara terbuka mengakui gagal bayar.\nMereka juga membahas prediksi pasar yang berani, termasuk kemungkinan emas mencapai $10.000 dan perak mencapai $500, tetapi mereka menjelaskan bahwa ini bukanlah prediksi yang dijamin. Ini adalah potensi konsekuensi jika penurunan nilai mata uang, tekanan utang, dan ketidakstabilan moneter terus berlanjut.\nPoin yang lebih dalam adalah bahwa emas bukan hanya komoditas lain dalam diskusi ini. Emas adalah aset moneter yang berada di luar sistem keuangan berbasis utang yang normal. Clive menjelaskan bahwa pemerintah dan bank sentral dapat menggunakan mekanisme seperti surat utang yang terkait emas atau perjanjian pembelian kembali untuk menciptakan likuiditas tanpa memperlakukannya sebagai pinjaman biasa.\nHal itu penting karena pasar obligasi bukan lagi tempat yang aman seperti yang diyakini banyak investor. Mario membandingkan emas dan perak dengan obligasi dan uang tunai, menunjukkan bagaimana portofolio tradisional mengalami kesulitan sementara logam mulia telah meningkatkan pengembalian dan mengurangi risiko penurunan.\nEmas dan perak tidak bergerak dalam garis lurus. Fluktuasi harga jangka pendek dapat membuat frustrasi. Namun, jika utang meningkat, mata uang kehilangan nilai, dan obligasi tetap tertekan, emas dan perak dapat memperoleh kepentingan strategis.\n\nTetaplah mendapatkan informasi terbaru tentang harga emas dan perak dengan The Metal War! Baik Anda baru mengenal investasi atau seorang profesional berpengalaman, pembaruan kami akan terus memberi Anda informasi tentang tren pasar emas dan perak saat ini.\n\nBerlangganan saluran ini\n\n/ \n\nKami membuat konten edukatif tentang dunia komoditas, menghadirkan berita pasar terbaru dan klip terbaik dari para ahli yang paling dicari di bidang emas dan perak, menjelaskan konsep-konsep kunci yang dibahas dalam episode tersebut, dan mengajarkan fundamental utama emas dan perak agar Anda tetap terinformasi.\n\nPERNYATAAN KEUANGAN Saluran ini bertujuan untuk berbagi kiat dan video investasi dari para ahli. KAMI TIDAK MEMBERIKAN NASIHAT KEUANGAN! Harap berkonsultasi dengan penasihat keuangan berlisensi dan lakukan riset Anda sendiri sebelum mengambil tindakan keuangan apa pun. Kami mendapatkan komisi dari rujukan di atas berdasarkan persentase komisi per biaya yang dihasilkan oleh pendaftaran baru.\n\n#emas #marioinnecco #clivethompson #perak #hargaemas #hargaperak #investasi #investasi #prediksihargaemas #trenpasar #wawasankeuangan #membangunkekayaan #logammulia #tipsinvestasi #keuangan #makroekonomi #prakiraanhargaperak #hargaperakhariini #hargaemashariini #peranglogam", "post_id": "bKH4PDuC3f0"}}, {"key": "@InsightEcobankSolution", "attributes": {"label": "@InsightEcobankSolution", "x": 599.318636654736, "y": 205.00709634583237, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "-V2dpy1gRX4", "id": "@InsightEcobankSolution", "source": "youtube-000001", "content": "Bedah Kondisi Perbankan: Risiko Apa Saja yang Mengintai Kita di 2026?\n\nSelamat datang kembali di Solution Lounge! \n\nKondisi perbankan tahun 2026 sedang menghadapi tantangan baru. Apa saja risiko tersembunyi yang mengintai aset kita? Di Podcast #SolutionLounge Eps.7 Part 1 ini, kami mengundang Dr. Hendar, SE. MA untuk memperkaya wawasan terkait dinamika perbankan Indonesia, mulai dari suku bunga, profitabilitas, manajemen risiko, likuiditas, hingga ancaman siber dan geopolitik.\n\n📌 JANGAN LUPA SUBSCRIBE & NYALAKAN LONCENG NOTIFIKASI! \nPart 1 ini membahas kondisi aktual dan isu strategis perbankan.\n🔜 Part 2 Tayang Hari Minggu! IES bersama Dr. Hendar, SE. MA akan membongkar arah strategis, proyeksi perbankan, serta rekomendasi kedepan. Jangan sampai ketinggalan!\n\nTimestamps:\n00:00 - Highlight & Intro \n02:11 - Opening & Profil Narasumber: Dr. Hendar, SE. MA\n05:26 - Kilas Balik Kondisi Aktual Perbankan Indonesia \n07:34 - Sejauh Mana Tekanan Cost of Fund Akan Memengaruhi NIM dan ROA?\n10:49 - Gap Kinerja Antarbank Semakin Kompetitif\n14:54 - Isu Strategis Global dan Domestik\n17:00 - Transmisi Perlambatan Ekonomi dan Inflasi, Suku Bunga Tinggi, dan Fragmentasi Keuangan Terhadap Perbankan\n21:34 - Dampak Eskalasi Geopolitik dan Dinamika Harga Energi Terhadap Perbankan\n24:20 - Dampak dan Peluang Program Prioritas Pemerintah bagi Perbankan\n\n---\n\nTonton Episode Solution Lounge Lainnya:\n👉 Eps 6 - Tarif Resiprokal AS di Era Trump dan Proyeksi Dampak ke Indonesia:    • PART 1 | Tarif Resiprokal AS di Era Trump ...  \n👉 Eps 5 - 2025, Tahun Tantangan Bagi Ekonomi Dan Perbankan kah?:    • 2025, Tahun Tantangan Bagi Ekonomi Dan Per...  \n\nHubungi / Ikuti Kami:\n🌐 Website: insight-ecobank.co.id\n💼 LinkedIn: Insight Ecobank Solution\n📸 Instagram: \n📱TikTok: \n\n#Perbankan2026 #SolutionLounge #RisikoPerbankan #EkonomiIndonesia #PodcastFinansial #ManajemenRisiko #Keuangan2026", "post_id": "-V2dpy1gRX4"}}, {"key": "insightecobank.id", "attributes": {"label": "insightecobank.id", "x": 221.90368578897935, "y": 134.36332846527753, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.71, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "-V2dpy1gRX4", "id": "insightecobank.id", "source": "youtube-000001", "content": "Bedah Kondisi Perbankan: Risiko Apa Saja yang Mengintai Kita di 2026?\n\nSelamat datang kembali di Solution Lounge! \n\nKondisi perbankan tahun 2026 sedang menghadapi tantangan baru. Apa saja risiko tersembunyi yang mengintai aset kita? Di Podcast #SolutionLounge Eps.7 Part 1 ini, kami mengundang Dr. Hendar, SE. MA untuk memperkaya wawasan terkait dinamika perbankan Indonesia, mulai dari suku bunga, profitabilitas, manajemen risiko, likuiditas, hingga ancaman siber dan geopolitik.\n\n📌 JANGAN LUPA SUBSCRIBE & NYALAKAN LONCENG NOTIFIKASI! \nPart 1 ini membahas kondisi aktual dan isu strategis perbankan.\n🔜 Part 2 Tayang Hari Minggu! IES bersama Dr. Hendar, SE. MA akan membongkar arah strategis, proyeksi perbankan, serta rekomendasi kedepan. Jangan sampai ketinggalan!\n\nTimestamps:\n00:00 - Highlight & Intro \n02:11 - Opening & Profil Narasumber: Dr. Hendar, SE. MA\n05:26 - Kilas Balik Kondisi Aktual Perbankan Indonesia \n07:34 - Sejauh Mana Tekanan Cost of Fund Akan Memengaruhi NIM dan ROA?\n10:49 - Gap Kinerja Antarbank Semakin Kompetitif\n14:54 - Isu Strategis Global dan Domestik\n17:00 - Transmisi Perlambatan Ekonomi dan Inflasi, Suku Bunga Tinggi, dan Fragmentasi Keuangan Terhadap Perbankan\n21:34 - Dampak Eskalasi Geopolitik dan Dinamika Harga Energi Terhadap Perbankan\n24:20 - Dampak dan Peluang Program Prioritas Pemerintah bagi Perbankan\n\n---\n\nTonton Episode Solution Lounge Lainnya:\n👉 Eps 6 - Tarif Resiprokal AS di Era Trump dan Proyeksi Dampak ke Indonesia:    • PART 1 | Tarif Resiprokal AS di Era Trump ...  \n👉 Eps 5 - 2025, Tahun Tantangan Bagi Ekonomi Dan Perbankan kah?:    • 2025, Tahun Tantangan Bagi Ekonomi Dan Per...  \n\nHubungi / Ikuti Kami:\n🌐 Website: insight-ecobank.co.id\n💼 LinkedIn: Insight Ecobank Solution\n📸 Instagram: \n📱TikTok: \n\n#Perbankan2026 #SolutionLounge #RisikoPerbankan #EkonomiIndonesia #PodcastFinansial #ManajemenRisiko #Keuangan2026", "post_id": "-V2dpy1gRX4"}}, {"key": "@JamieTree", "attributes": {"label": "@JamieTree", "x": 204.59524366972403, "y": 15.142560984370057, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "BgCkTAGhXBc", "id": "@JamieTree", "source": "youtube-000001", "content": "Kol Douglas Macgregor MEMBERI PERINGATAN: Banyak Orang TIDAK TAHU Apa yang Akan Terjadi pada Ekonomi\n\n🔥🌍 Anda SEKARANG dapat menjadi anggota saluran kami untuk mendukung kami! 🌍👑 👉    /   \n\nKolonel Douglas Macgregor mengungkapkan mengapa konflik Iran vs AS dapat memicu krisis ekonomi global, guncangan harga minyak, resesi, keruntuhan maskapai penerbangan, dan eskalasi perang di Timur Tengah. Macgregor menjelaskan bagaimana Iran mungkin telah memperoleh kendali strategis di Selat Hormuz, mengganggu pasokan minyak global, dan mendorong harga energi lebih tinggi di seluruh Asia, Eropa, dan Amerika Serikat. Ia memperingatkan tentang masalah likuiditas BlackRock, meningkatnya utang AS, tekanan pasar obligasi, inflasi, kekurangan pangan, dan risiko keruntuhan ekonomi jika ketegangan dengan Iran berlanjut. Wawancara tersebut juga membahas Macron, Putin, Teheran, Riyadh, Arab Saudi, pabrik desalinasi di Teluk, dan meningkatnya kekhawatiran akan Perang Dunia 3 seiring pasar global bereaksi terhadap berita terbaru tentang Iran, strategi militer AS, dan ketegangan geopolitik.\n\nWawancara ini direkam ketika Presiden Prancis Macron secara terbuka menyerukan dimulainya kembali lalu lintas Selat Hormuz setelah berbicara langsung dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, sementara Presiden Rusia Putin mengadakan panggilan telepon dengan pimpinan Uni Emirat Arab sebelum bertemu dengan menteri luar negeri Iran, dan ketika Washington mengajukan lima prasyarat untuk dimulainya kembali pembicaraan yang ditolak Teheran sebagai hal yang tidak dapat diterima.\n\n📚 Sumber yang dikutip dalam video ini:\n\nAdministrasi Informasi Energi AS, Selat Hormuz\nhttps://eia.gov/todayinenergy/detail....\n\nBadan Energi Internasional, Laporan Pasar Minyak\nhttps://iea.org/reports/oil-market-re...\n\nOrganisasi Pangan dan Pertanian, Indeks Harga Pangan\nhttps://fao.org/worldfoodsituation/fo...\n\nIMF, Prospek Ekonomi Dunia\nhttps://imf.org/en/Publications/WEO\n\nLayanan Penelitian Kongres, Operasi Militer AS di Teluk Persia https://sgp.fas.org/crs/mideast/\n\nBank Dunia, Prospek Pasar Komoditas\nhttps://worldbank.org/en/research/com...\n\n⚠️ PENAFIAN: Saluran ini menyediakan komentar dan analisis geopolitik hanya untuk tujuan pendidikan dan informasi.\nPandangan yang diungkapkan oleh para tamu adalah pandangan mereka sendiri dan tidak mewakili posisi pemerintah atau lembaga militer mana pun.\n\nKami mendorong pemirsa untuk berkonsultasi dengan berbagai sumber dan membentuk kesimpulan mereka sendiri.\n\n#coldouglasmacgregor #douglasmacgregor #iran", "post_id": "BgCkTAGhXBc"}}, {"key": "jamietree", "attributes": {"label": "jamietree", "x": 211.156420835657, "y": 496.1594295684342, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "BgCkTAGhXBc", "id": "jamietree", "source": "youtube-000001", "content": "Kol Douglas Macgregor MEMBERI PERINGATAN: Banyak Orang TIDAK TAHU Apa yang Akan Terjadi pada Ekonomi\n\n🔥🌍 Anda SEKARANG dapat menjadi anggota saluran kami untuk mendukung kami! 🌍👑 👉    /   \n\nKolonel Douglas Macgregor mengungkapkan mengapa konflik Iran vs AS dapat memicu krisis ekonomi global, guncangan harga minyak, resesi, keruntuhan maskapai penerbangan, dan eskalasi perang di Timur Tengah. Macgregor menjelaskan bagaimana Iran mungkin telah memperoleh kendali strategis di Selat Hormuz, mengganggu pasokan minyak global, dan mendorong harga energi lebih tinggi di seluruh Asia, Eropa, dan Amerika Serikat. Ia memperingatkan tentang masalah likuiditas BlackRock, meningkatnya utang AS, tekanan pasar obligasi, inflasi, kekurangan pangan, dan risiko keruntuhan ekonomi jika ketegangan dengan Iran berlanjut. Wawancara tersebut juga membahas Macron, Putin, Teheran, Riyadh, Arab Saudi, pabrik desalinasi di Teluk, dan meningkatnya kekhawatiran akan Perang Dunia 3 seiring pasar global bereaksi terhadap berita terbaru tentang Iran, strategi militer AS, dan ketegangan geopolitik.\n\nWawancara ini direkam ketika Presiden Prancis Macron secara terbuka menyerukan dimulainya kembali lalu lintas Selat Hormuz setelah berbicara langsung dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, sementara Presiden Rusia Putin mengadakan panggilan telepon dengan pimpinan Uni Emirat Arab sebelum bertemu dengan menteri luar negeri Iran, dan ketika Washington mengajukan lima prasyarat untuk dimulainya kembali pembicaraan yang ditolak Teheran sebagai hal yang tidak dapat diterima.\n\n📚 Sumber yang dikutip dalam video ini:\n\nAdministrasi Informasi Energi AS, Selat Hormuz\nhttps://eia.gov/todayinenergy/detail....\n\nBadan Energi Internasional, Laporan Pasar Minyak\nhttps://iea.org/reports/oil-market-re...\n\nOrganisasi Pangan dan Pertanian, Indeks Harga Pangan\nhttps://fao.org/worldfoodsituation/fo...\n\nIMF, Prospek Ekonomi Dunia\nhttps://imf.org/en/Publications/WEO\n\nLayanan Penelitian Kongres, Operasi Militer AS di Teluk Persia https://sgp.fas.org/crs/mideast/\n\nBank Dunia, Prospek Pasar Komoditas\nhttps://worldbank.org/en/research/com...\n\n⚠️ PENAFIAN: Saluran ini menyediakan komentar dan analisis geopolitik hanya untuk tujuan pendidikan dan informasi.\nPandangan yang diungkapkan oleh para tamu adalah pandangan mereka sendiri dan tidak mewakili posisi pemerintah atau lembaga militer mana pun.\n\nKami mendorong pemirsa untuk berkonsultasi dengan berbagai sumber dan membentuk kesimpulan mereka sendiri.\n\n#coldouglasmacgregor #douglasmacgregor #iran", "post_id": "BgCkTAGhXBc"}}, {"key": "@tradingsahamfirman", "attributes": {"label": "@tradingsahamfirman", "x": 62.27433713879882, "y": 41.45269674761176, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "sZALLNbDymk", "id": "@tradingsahamfirman", "source": "youtube-000001", "content": "SAHAM GOTO TURUN KARNA MSCI!! JANGAN KUATIR.!! ADA KASUS SKEMA INI.!! GINI STRATEGINYA!!\n\n#sahamgoto\n#sahamgotohariini\n#sahamgotoanalisa\n\nAKADEMI INVESTOR PEMULA adalah kelas yang membantumu memilih saham, lengkap dengan harga beli, jual, dan cara meminimalisir risiko yang praktis: KLIK LINK DIBAWAH INI UNTUK GABUNG KELAS\n https://bit.ly/kelaspakfirman\n\nWA SAYA :0858-7891-7762\nJadi member VIP untuk mendapatkan semua benefit ini: https://bit.ly/kelaspakfirman\nMorgan Stanley Capital International (MSCI) membekukan rebalancing saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk akibat diperdagangkan pada harga minimum yang dapat diperdagangkan sebesar Rp50 di Bursa Efek Indonesia sejak penutupan perdagangan 13 Mei 2026.“MSCI akan membekukan setiap perubahan jumlah saham (NOS), Foreign Inclusion Factor (FIF), Domestic Inclusion Factor (DIF), constraint factors, serta penambahan dan penghapusan saham ini dalam indeks MSCI sebagai bagian dari Tinjauan Indeks Mei 2026,” sebut MSCI dalam pengumuman resmi, Rabu (26/5/2026).\nMSCI bilang perlakuan ini berlaku untuk MSCI Global Investable Market Indexes maupun indeks non-market capitalization weighted seperti MSCI Factor, Sustainability & Climate, Thematic, dan Capped Indexes.MSCI juga mencatat bahwa apabila akibat tidak diterapkannya perubahan constraint factor pada saham ini dalam MSCI 10/40 Index, MSCI 25/50 Index, atau MSCI 35/65 Index menyebabkan indeks-indeks tersebut tidak memenuhi batas konsentrasi sebagaimana diatur dalam metodologi indeks terkait, maka perubahan constraint factor tetap akan diterapkan terlepas dari perlakuan khusus tersebut.\n“MSCI juga akan kembali meninjau likuiditas saham ini sesuai metodologi MSCI Global Investable Market Indexes dalam Tinjauan Indeks Agustus 2026 dan dapat menghapus PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk apabila gagal memenuhi persyaratan likuiditas yang relevan pada saat itu,” sebut MSCI.\nCEO BPI Danantara Rosan Roeslani mengonfirmasi Danantara telah membeli saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) secara bertahap. Namun, Rosan belum dapat mengungkap porsi kepemilikan saham Danantara di GoTo karena prosesnya masih berlanjutHal itu diungkapkan Rosan seusai mengikuti rapat terbatas (ratas) dengan Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/5/2026) malam.\n\"Masih berlanjut, bertahap,\" katanya.Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Kepala BKPM itu mengungkapkan alasan Danantara masuk ke GoTo secara bertahap. Dikatakan, investasi itu merupakan salah satu strategi pemerintah untuk menyejahterakan para pengemudi ojek online (ojol).\"Danantara kita sudah masuk dan juga kita sudah bicara, yang penting kan buat kita ini adalah kesejahteraan ojol. Bagaimana kita bisa meningkatkan kesejahteraan ojol,\" katanya.\nRosan menyatakan, peningkatan kesejahterahan itu dilakukan dengan pemberian BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan kepada para mitra ojol. Selain itu, peningkatan kesejahteraan juga dilakukan dengan pemberian bantuan hari raya (BHR) yang lebih tinggi diberikan dari tahun sebelumnya.\n\"Termasuk adanya BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan. Itu kan tadinya sebelumnya enggak ada. Kemudian pada saat BHR kemarin, itu kan juga sebetulnya dari kami yang bicara agar THR-nya itu dilipatgandakan, di-double-kan. Itu juga dari kami sebetulnya,\" ungkap Rosan.\nsource\nhttps://www.bloombergtechnoz.com/deta...\nhttps://investortrust.id/business/102...\n#GOTO\n#SahamGOTO\n#GojekTokopedia\n#LabaGOTO\n#Investasi\n#IHSG\n#Saham\n#UpdateSaham\n#AnalisisSaham\n#PasarModal\n#Cuan\n#BeritaBisnis\n#EkonomiIndonesia\n#TechNews\n#StartupIndonesia\n#BreakingNews\n#EdukasiSaham\n#BeritaEkonomi\n\n📸  Instagram :   / tradingsahamfirman  \n🌍  Website: www.firmanhappy.com\n🎵 Tiktok:   / tradingsaham03  \n🎙 SNACKVIDEO: https://s.snackvideo.com/u/\nLINK ID :   / firman-happy-s-e-m-e-606714285  \nTELEGRAM : https://tinyurl.com/rekomendasibesok\nFACEBOOK :https://www.facebook.com/profile.php?...\n                    \nSalam Profit!\n\n---\nfirman happy berlisensi Magister Ekonomi. Kami siap untuk terus memberikan yang terbaik untuk Masyarakat indonesia.\n\nINFO PENTING !!!!\nKAMI TIDAK MENGADAKAN TITIP DANA APAPUN\nSaya hanya memakai Sosmed dan kontak diatas, selain kontak diatas berarti Bukan saya, karena banyak yang mengatas namakan TRADING SAHAM FIRMAN HAPPY untuk penipuan titip dana, sekali lagi saya tekankan saya ( FIRMAN HAPPY ) tidak pernah membuka jasa titip dana trading,  TERIMA KASIH !!\nSegala jenis Pembayaran untuk keperluan channel dan Group saya, UNTUK SAAT INI HANYA DI GRUP YUOTUBE DAN GRUP TELEGRAM ADA DIATAS ( selain itu berarti penipuan )", "post_id": "sZALLNbDymk"}}, {"key": "tradingsa...", "attributes": {"label": "tradingsa...", "x": 142.60767334036007, "y": 727.9883363934417, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "sZALLNbDymk", "id": "tradingsa...", "source": "youtube-000001", "content": "SAHAM GOTO TURUN KARNA MSCI!! JANGAN KUATIR.!! ADA KASUS SKEMA INI.!! GINI STRATEGINYA!!\n\n#sahamgoto\n#sahamgotohariini\n#sahamgotoanalisa\n\nAKADEMI INVESTOR PEMULA adalah kelas yang membantumu memilih saham, lengkap dengan harga beli, jual, dan cara meminimalisir risiko yang praktis: KLIK LINK DIBAWAH INI UNTUK GABUNG KELAS\n https://bit.ly/kelaspakfirman\n\nWA SAYA :0858-7891-7762\nJadi member VIP untuk mendapatkan semua benefit ini: https://bit.ly/kelaspakfirman\nMorgan Stanley Capital International (MSCI) membekukan rebalancing saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk akibat diperdagangkan pada harga minimum yang dapat diperdagangkan sebesar Rp50 di Bursa Efek Indonesia sejak penutupan perdagangan 13 Mei 2026.“MSCI akan membekukan setiap perubahan jumlah saham (NOS), Foreign Inclusion Factor (FIF), Domestic Inclusion Factor (DIF), constraint factors, serta penambahan dan penghapusan saham ini dalam indeks MSCI sebagai bagian dari Tinjauan Indeks Mei 2026,” sebut MSCI dalam pengumuman resmi, Rabu (26/5/2026).\nMSCI bilang perlakuan ini berlaku untuk MSCI Global Investable Market Indexes maupun indeks non-market capitalization weighted seperti MSCI Factor, Sustainability & Climate, Thematic, dan Capped Indexes.MSCI juga mencatat bahwa apabila akibat tidak diterapkannya perubahan constraint factor pada saham ini dalam MSCI 10/40 Index, MSCI 25/50 Index, atau MSCI 35/65 Index menyebabkan indeks-indeks tersebut tidak memenuhi batas konsentrasi sebagaimana diatur dalam metodologi indeks terkait, maka perubahan constraint factor tetap akan diterapkan terlepas dari perlakuan khusus tersebut.\n“MSCI juga akan kembali meninjau likuiditas saham ini sesuai metodologi MSCI Global Investable Market Indexes dalam Tinjauan Indeks Agustus 2026 dan dapat menghapus PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk apabila gagal memenuhi persyaratan likuiditas yang relevan pada saat itu,” sebut MSCI.\nCEO BPI Danantara Rosan Roeslani mengonfirmasi Danantara telah membeli saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) secara bertahap. Namun, Rosan belum dapat mengungkap porsi kepemilikan saham Danantara di GoTo karena prosesnya masih berlanjutHal itu diungkapkan Rosan seusai mengikuti rapat terbatas (ratas) dengan Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/5/2026) malam.\n\"Masih berlanjut, bertahap,\" katanya.Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Kepala BKPM itu mengungkapkan alasan Danantara masuk ke GoTo secara bertahap. Dikatakan, investasi itu merupakan salah satu strategi pemerintah untuk menyejahterakan para pengemudi ojek online (ojol).\"Danantara kita sudah masuk dan juga kita sudah bicara, yang penting kan buat kita ini adalah kesejahteraan ojol. Bagaimana kita bisa meningkatkan kesejahteraan ojol,\" katanya.\nRosan menyatakan, peningkatan kesejahterahan itu dilakukan dengan pemberian BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan kepada para mitra ojol. Selain itu, peningkatan kesejahteraan juga dilakukan dengan pemberian bantuan hari raya (BHR) yang lebih tinggi diberikan dari tahun sebelumnya.\n\"Termasuk adanya BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan. Itu kan tadinya sebelumnya enggak ada. Kemudian pada saat BHR kemarin, itu kan juga sebetulnya dari kami yang bicara agar THR-nya itu dilipatgandakan, di-double-kan. Itu juga dari kami sebetulnya,\" ungkap Rosan.\nsource\nhttps://www.bloombergtechnoz.com/deta...\nhttps://investortrust.id/business/102...\n#GOTO\n#SahamGOTO\n#GojekTokopedia\n#LabaGOTO\n#Investasi\n#IHSG\n#Saham\n#UpdateSaham\n#AnalisisSaham\n#PasarModal\n#Cuan\n#BeritaBisnis\n#EkonomiIndonesia\n#TechNews\n#StartupIndonesia\n#BreakingNews\n#EdukasiSaham\n#BeritaEkonomi\n\n📸  Instagram :   / tradingsahamfirman  \n🌍  Website: www.firmanhappy.com\n🎵 Tiktok:   / tradingsaham03  \n🎙 SNACKVIDEO: https://s.snackvideo.com/u/\nLINK ID :   / firman-happy-s-e-m-e-606714285  \nTELEGRAM : https://tinyurl.com/rekomendasibesok\nFACEBOOK :https://www.facebook.com/profile.php?...\n                    \nSalam Profit!\n\n---\nfirman happy berlisensi Magister Ekonomi. Kami siap untuk terus memberikan yang terbaik untuk Masyarakat indonesia.\n\nINFO PENTING !!!!\nKAMI TIDAK MENGADAKAN TITIP DANA APAPUN\nSaya hanya memakai Sosmed dan kontak diatas, selain kontak diatas berarti Bukan saya, karena banyak yang mengatas namakan TRADING SAHAM FIRMAN HAPPY untuk penipuan titip dana, sekali lagi saya tekankan saya ( FIRMAN HAPPY ) tidak pernah membuka jasa titip dana trading,  TERIMA KASIH !!\nSegala jenis Pembayaran untuk keperluan channel dan Group saya, UNTUK SAAT INI HANYA DI GRUP YUOTUBE DAN GRUP TELEGRAM ADA DIATAS ( selain itu berarti penipuan )", "post_id": "sZALLNbDymk"}}, {"key": "@yanuarrizky_economy", "attributes": {"label": "@yanuarrizky_economy", "x": 531.6959471765744, "y": 168.05098614331237, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Epa7Tb0TqiI", "id": "@yanuarrizky_economy", "source": "youtube-000001", "content": "RI Sakit tapi Ngaku Sehat, Siap-Siap Hadapi Stagflasi! | Analisis YR\n\nRupiah terus tersungkur hingga menuju level Rp18.000 per USD, namun komunikasi pemerintah dinilai masih penuh dengan penangkalan (denial). Di tengah turbulensi ekonomi global, apakah fundamental Indonesia benar-benar sekuat yang diklaim dalam angka statistik?\n\nDalam video yang saya kutip dari channel youtube \n saya membongkar realitas ngeri di balik melemahnya nilai tukar rupiah. Mulai dari kaburnya investor asing yang mulai membuang Surat Berharga Negara (SBN), hingga fenomena domestik \"MAUT\" (Makan Utang) yang menjerat masyarakat bawah lewat ledakan pinjol dan kartu kredit.\n\nSikap Bank Indonesia dan otoritas fiskal yang dinilai lambat bereaksi karena terlalu memaksakan agenda pertumbuhan (pro-growth) di saat dunia sedang mengarah pada jurang stagflasi. \"Pilihannya sederhana: kita mau terus berlari walaupun badan kita sakit, atau kita sembuhkan dulu penyakitnya baru kita berlari?\"\n\nTonton sampai habis untuk memahami navigasi ekonomi rumah tangga Anda di masa sulit ini!\n\n⏳ TIMESTAMP (CHAPTERS)\n00:00 — Teaser: Ancaman Krisis Baru Global Sovereign Bond & Paul Singer\n00:27 — Realitas Suku Bunga Pasar Uang & Kasus Global Bond BNI 7,5%\n00:57 — Pengertian Repricing Valuasi Pasar & Analisis Sense of Crisis Perdana Menteri Singapura\n01:57 — Indikator Krisis Global: Membaca Rasio Harga Emas vs Tembaga (Cooper)\n03:19 — Mengenang Krisis Wall Street 2008 & Dampak Bumerang Suku Bunga Fed Rate\n04:14 — Politik Konsensus Inflasi Rendah di Amerika Serikat & Era Quantitative Easing (QE)\n05:34 — Kebijakan Janet Yellen & Dampak Berantai pada 5 Negara Rentan (Five Fragile Countries)\n06:45 — Pengalaman Krisis Ekonomi 1997-1998 & Kesaksian George Soros Soal Kegagalan Asia\n08:14 — Transisi Kekuasaan Keuangan: Pergeseran Peran Sektor Perbankan ke Hedge Fund Non-Bank\n09:12 — Mengapa Indikator Kemampuan Membayar Utang Jauh Lebih Penting daripada Rasio Utang ke PDB\n09:48 — Jejak Pelemahan Likuiditas Rupiah Berdasarkan Kebijakan Ekspansi The Fed\n10:13 — Masalah Kredit Properti di Cina & Pengaruh Lesunya Ekspor-Impor Terhadap Indonesia\n10:34 — Fenomena Ekonomi \"MANTAP\" (Makan Tabungan) pada Masyarakat yang Dimulai Sejak 2019\n10:55 — Ledakan Kasus Pinjol, Penagihan Debt Collector, & Dampak Serangan ke Penerimaan Pajak (PPH/PPN)\n11:36 — Membandingkan Rasio Rasio Kecukupan Modal (CAR) Perbankan RI Tahun 1997 vs Kondisi Saat Ini\n12:33 — Kontra-Argumen SBN: Peran BI & Bank Umum Sebagai Standing Buyer saat Asing Kabur\n12:58 — Potensi \"Serangan Shock\" Asing Terhadap Surat Utang Pemerintah Indonesia\n14:27 — Pelajaran Sejarah: Independensi Otoritas Dewan Gubernur BI dalam Menghadapi Volatilitas Masa Lalu\n15:43 — Dilema Kebijakan Indonesia Hari Ini: Memilih Sembuh Dahulu atau Terus Dipaksa Berlari (Pro-Growth vs Stability)\n🏷️ \n#Rupiah #KrisisEkonomi #YanuarRizky #AniesBaswedan #UtangNegara #Pinjol #Stagflasi #EkonomiIndonesia2026 #Fiskal #SBN\n=========================================================\nSelamat datang di YouTube Channel Resmi Yanuar Rizky. Saluran ini hadir sebagai ruang jernih untuk membedah realita di balik angka—mulai dari kebijakan ekonomi-politik, dinamika fiskal, hingga reformasi struktural yang berdampak langsung pada kedaulatan bangsa.\n\nMari membaca arah zaman secara mandiri, kritis, dan berdaulat. \n\nDukung terus channel ini dengan cara Like, Share, Komentar, dan Subscribe agar diskusi sehat ini menjangkau lebih banyak anak muda dan masyarakat luas.\n\n---\n#enjoyAja #YanuarRizky #EkonomiPolitik #KebijakanPublik #EdukasiEkonomi\n\nDISCLAIMER: Seluruh konten dalam channel ini ditujukan untuk kepentingan edukasi, analisis kebijakan, informasi makro, dan arsip diskusi publik yang independen.", "post_id": "Epa7Tb0TqiI"}}, {"key": "aniesbaswedan", "attributes": {"label": "aniesbaswedan", "x": 510.44768901800387, "y": 539.1022556301556, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Epa7Tb0TqiI", "id": "aniesbaswedan", "source": "youtube-000001", "content": "RI Sakit tapi Ngaku Sehat, Siap-Siap Hadapi Stagflasi! | Analisis YR\n\nRupiah terus tersungkur hingga menuju level Rp18.000 per USD, namun komunikasi pemerintah dinilai masih penuh dengan penangkalan (denial). Di tengah turbulensi ekonomi global, apakah fundamental Indonesia benar-benar sekuat yang diklaim dalam angka statistik?\n\nDalam video yang saya kutip dari channel youtube \n saya membongkar realitas ngeri di balik melemahnya nilai tukar rupiah. Mulai dari kaburnya investor asing yang mulai membuang Surat Berharga Negara (SBN), hingga fenomena domestik \"MAUT\" (Makan Utang) yang menjerat masyarakat bawah lewat ledakan pinjol dan kartu kredit.\n\nSikap Bank Indonesia dan otoritas fiskal yang dinilai lambat bereaksi karena terlalu memaksakan agenda pertumbuhan (pro-growth) di saat dunia sedang mengarah pada jurang stagflasi. \"Pilihannya sederhana: kita mau terus berlari walaupun badan kita sakit, atau kita sembuhkan dulu penyakitnya baru kita berlari?\"\n\nTonton sampai habis untuk memahami navigasi ekonomi rumah tangga Anda di masa sulit ini!\n\n⏳ TIMESTAMP (CHAPTERS)\n00:00 — Teaser: Ancaman Krisis Baru Global Sovereign Bond & Paul Singer\n00:27 — Realitas Suku Bunga Pasar Uang & Kasus Global Bond BNI 7,5%\n00:57 — Pengertian Repricing Valuasi Pasar & Analisis Sense of Crisis Perdana Menteri Singapura\n01:57 — Indikator Krisis Global: Membaca Rasio Harga Emas vs Tembaga (Cooper)\n03:19 — Mengenang Krisis Wall Street 2008 & Dampak Bumerang Suku Bunga Fed Rate\n04:14 — Politik Konsensus Inflasi Rendah di Amerika Serikat & Era Quantitative Easing (QE)\n05:34 — Kebijakan Janet Yellen & Dampak Berantai pada 5 Negara Rentan (Five Fragile Countries)\n06:45 — Pengalaman Krisis Ekonomi 1997-1998 & Kesaksian George Soros Soal Kegagalan Asia\n08:14 — Transisi Kekuasaan Keuangan: Pergeseran Peran Sektor Perbankan ke Hedge Fund Non-Bank\n09:12 — Mengapa Indikator Kemampuan Membayar Utang Jauh Lebih Penting daripada Rasio Utang ke PDB\n09:48 — Jejak Pelemahan Likuiditas Rupiah Berdasarkan Kebijakan Ekspansi The Fed\n10:13 — Masalah Kredit Properti di Cina & Pengaruh Lesunya Ekspor-Impor Terhadap Indonesia\n10:34 — Fenomena Ekonomi \"MANTAP\" (Makan Tabungan) pada Masyarakat yang Dimulai Sejak 2019\n10:55 — Ledakan Kasus Pinjol, Penagihan Debt Collector, & Dampak Serangan ke Penerimaan Pajak (PPH/PPN)\n11:36 — Membandingkan Rasio Rasio Kecukupan Modal (CAR) Perbankan RI Tahun 1997 vs Kondisi Saat Ini\n12:33 — Kontra-Argumen SBN: Peran BI & Bank Umum Sebagai Standing Buyer saat Asing Kabur\n12:58 — Potensi \"Serangan Shock\" Asing Terhadap Surat Utang Pemerintah Indonesia\n14:27 — Pelajaran Sejarah: Independensi Otoritas Dewan Gubernur BI dalam Menghadapi Volatilitas Masa Lalu\n15:43 — Dilema Kebijakan Indonesia Hari Ini: Memilih Sembuh Dahulu atau Terus Dipaksa Berlari (Pro-Growth vs Stability)\n🏷️ \n#Rupiah #KrisisEkonomi #YanuarRizky #AniesBaswedan #UtangNegara #Pinjol #Stagflasi #EkonomiIndonesia2026 #Fiskal #SBN\n=========================================================\nSelamat datang di YouTube Channel Resmi Yanuar Rizky. Saluran ini hadir sebagai ruang jernih untuk membedah realita di balik angka—mulai dari kebijakan ekonomi-politik, dinamika fiskal, hingga reformasi struktural yang berdampak langsung pada kedaulatan bangsa.\n\nMari membaca arah zaman secara mandiri, kritis, dan berdaulat. \n\nDukung terus channel ini dengan cara Like, Share, Komentar, dan Subscribe agar diskusi sehat ini menjangkau lebih banyak anak muda dan masyarakat luas.\n\n---\n#enjoyAja #YanuarRizky #EkonomiPolitik #KebijakanPublik #EdukasiEkonomi\n\nDISCLAIMER: Seluruh konten dalam channel ini ditujukan untuk kepentingan edukasi, analisis kebijakan, informasi makro, dan arsip diskusi publik yang independen.", "post_id": "Epa7Tb0TqiI"}}, {"key": "@FinanceDailySilverUpdates", "attributes": {"label": "@FinanceDailySilverUpdates", "x": 546.8740970632098, "y": 520.6134149241519, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "-DofpMLCMzA", "id": "@FinanceDailySilverUpdates", "source": "youtube-000001", "content": "1 MENIT LALU! \"Anda Lebih Baik Mulai BERSIAP...\": Andy Schectman | Harga Perak 2026\n\n🔥 Newsletter Perak Harian GRATIS Saya dalam 5 Menit:\n👉🏻 https://silvernutshell.beehiiv.com/su...\n\n\"1 MENIT YANG LALU! \"Sebaiknya Anda Mulai MEMPERSIAPKAN Diri...\": Andy Schectman | Harga Perak 2026\n\nAndy Schectman memperingatkan bahwa pasar emas dan perak global mungkin bergeser dari penetapan harga kertas Barat menuju sistem pengiriman fisik baru yang dibangun di sekitar Asia, Hong Kong, Shanghai, Singapura, dan logam asli.\n\nDalam video ini, Andy Schectman menjelaskan mengapa kepercayaan pada COMEX dan London mungkin melemah karena semakin banyak pembeli fokus pada pengiriman, penyelesaian, dan kepemilikan fisik. Peringatannya sederhana: jika bursa tidak dapat mengirimkan logam di balik kontraknya, maka bursa tersebut mulai terlihat kurang seperti pasar nyata dan lebih seperti kasino. Di situlah perbedaan antara emas kertas dan emas asli, perak kertas dan perak asli, menjadi tidak mungkin diabaikan.\n\nAndy menjelaskan mengapa premi Shanghai yang terus-menerus di atas harga Barat mungkin merupakan salah satu tanda paling jelas bahwa harga kertas tidak lagi Mengungkap kebenaran sepenuhnya. Jika emas dan perak diperdagangkan dengan harga jauh lebih tinggi di Asia daripada di Barat, hal itu menunjukkan bahwa permintaan fisik lebih kuat daripada yang diakui oleh harga di layar. Arbitrase ini mendorong logam untuk berpindah dari Barat ke Timur, di mana logam tersebut mungkin tidak akan kembali.\n\nFokus utama diskusi ini adalah meningkatnya kontrak pengiriman fisik di luar New York dan London. Andy Schectman menyoroti batangan emas kilo yang dibuat untuk permintaan Asia, struktur pengiriman perak baru, infrastruktur penyimpanan besar-besaran Singapura, dan semakin pentingnya pusat penetapan harga Asia yang terkait dengan permintaan industri dan pemerintah yang sebenarnya.\n\nVideo ini juga menghubungkan pergeseran ini dengan de-dolarisasi. Ketika negara-negara membangun alternatif untuk sistem dolar, mereka mungkin membutuhkan lebih sedikit dolar dan lebih sedikit obligasi pemerintah AS. Jika permintaan obligasi pemerintah melemah, imbal hasil naik, tekanan keuangan meningkat, dan bank sentral mungkin terpaksa merespons dengan lebih banyak likuiditas. Siklus itu dapat membuat emas dan perak menjadi lebih menarik karena kepercayaan beralih dari janji-janji di atas kertas.\n\nPerak memainkan peran khusus dalam cerita ini karena perak adalah uang dan industri. Perak digunakan dalam panel surya, elektronik, kendaraan listrik, peralatan medis, teknologi pertahanan, dan AI. infrastruktur, dan manufaktur canggih. Sebuah pabrik tidak dapat menggunakan perak kertas. Pabrik membutuhkan logam asli.\n\n#perak #fed #emas #andyschectman #financedaily\n\n------\nSumber:\nPenurunan Dolar AS Bukan Keuntungan Emas, Melainkan Mata Uang yang Hilang | Andy Schectman\n   • How The U.S. Dollar's Decline Will Impact ...  \nLiving Your Greatness\nhttps://www.youtube.com/\nLiberty and Finance\nhttps://www.youtube.com/\nMiles Franklin\nhttps://www.youtube.com/\n\nSitus web\nhttps://www.milesfranklin.com\n\n------ Kami memegang lisensi komersial untuk semua konten yang ditampilkan dalam video ini, kecuali untuk segmen terkait topik tertentu yang digunakan berdasarkan penggunaan wajar, yang telah kami edit sepenuhnya. diri kita sendiri. Tidak ada yang ditampilkan di saluran ini yang boleh diartikan sebagai nasihat keuangan. Situasi setiap individu berbeda, dan tidak ada janji keuntungan atau kesuksesan di masa depan.\n\n------\n🎥 Materi yang dibagikan di sini hanya untuk tujuan informasi dan hiburan dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat profesional untuk situasi tertentu. Konten kami memberikan gambaran umum tentang berbagai topik dan bukan pengganti layanan profesional yang berkualifikasi. Untuk panduan khusus untuk situasi Anda, selalu konsultasikan dengan ahli keuangan atau hukum berlisensi.\n\n------\nPERNYATAAN PENAFIAN HAK CIPTA PENGGUNAAN WAJAR\nPernyataan Penafian Hak Cipta Berdasarkan Pasal 107 Undang-Undang Hak Cipta 1976, izin diberikan untuk \"penggunaan wajar\" untuk tujuan seperti kritik, komentar, pelaporan berita, pengajaran, beasiswa, dan penelitian. Penggunaan wajar adalah penggunaan yang diizinkan oleh undang-undang hak cipta yang mungkin melanggar hak cipta. Penggunaan nirlaba, pendidikan, atau pribadi menyeimbangkan timbangan untuk mendukung penggunaan wajar.\n\n-Video ini tidak berdampak negatif pada karya asli (bahkan akan berdampak positif bagi mereka)\n-Video ini juga untuk tujuan pengajaran dan inspirasi. -Kami hanya menggunakan cuplikan video untuk menyampaikan poin-poin penting jika diperlukan.\n\n#federalreserve #ekonomi #usa", "post_id": "-DofpMLCMzA"}}, {"key": "livingyourgr...", "attributes": {"label": "livingyourgr...", "x": 340.0744492343788, "y": 309.42452754642835, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2418, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "-DofpMLCMzA", "id": "livingyourgr...", "source": "youtube-000001", "content": "1 MENIT LALU! \"Anda Lebih Baik Mulai BERSIAP...\": Andy Schectman | Harga Perak 2026\n\n🔥 Newsletter Perak Harian GRATIS Saya dalam 5 Menit:\n👉🏻 https://silvernutshell.beehiiv.com/su...\n\n\"1 MENIT YANG LALU! \"Sebaiknya Anda Mulai MEMPERSIAPKAN Diri...\": Andy Schectman | Harga Perak 2026\n\nAndy Schectman memperingatkan bahwa pasar emas dan perak global mungkin bergeser dari penetapan harga kertas Barat menuju sistem pengiriman fisik baru yang dibangun di sekitar Asia, Hong Kong, Shanghai, Singapura, dan logam asli.\n\nDalam video ini, Andy Schectman menjelaskan mengapa kepercayaan pada COMEX dan London mungkin melemah karena semakin banyak pembeli fokus pada pengiriman, penyelesaian, dan kepemilikan fisik. Peringatannya sederhana: jika bursa tidak dapat mengirimkan logam di balik kontraknya, maka bursa tersebut mulai terlihat kurang seperti pasar nyata dan lebih seperti kasino. Di situlah perbedaan antara emas kertas dan emas asli, perak kertas dan perak asli, menjadi tidak mungkin diabaikan.\n\nAndy menjelaskan mengapa premi Shanghai yang terus-menerus di atas harga Barat mungkin merupakan salah satu tanda paling jelas bahwa harga kertas tidak lagi Mengungkap kebenaran sepenuhnya. Jika emas dan perak diperdagangkan dengan harga jauh lebih tinggi di Asia daripada di Barat, hal itu menunjukkan bahwa permintaan fisik lebih kuat daripada yang diakui oleh harga di layar. Arbitrase ini mendorong logam untuk berpindah dari Barat ke Timur, di mana logam tersebut mungkin tidak akan kembali.\n\nFokus utama diskusi ini adalah meningkatnya kontrak pengiriman fisik di luar New York dan London. Andy Schectman menyoroti batangan emas kilo yang dibuat untuk permintaan Asia, struktur pengiriman perak baru, infrastruktur penyimpanan besar-besaran Singapura, dan semakin pentingnya pusat penetapan harga Asia yang terkait dengan permintaan industri dan pemerintah yang sebenarnya.\n\nVideo ini juga menghubungkan pergeseran ini dengan de-dolarisasi. Ketika negara-negara membangun alternatif untuk sistem dolar, mereka mungkin membutuhkan lebih sedikit dolar dan lebih sedikit obligasi pemerintah AS. Jika permintaan obligasi pemerintah melemah, imbal hasil naik, tekanan keuangan meningkat, dan bank sentral mungkin terpaksa merespons dengan lebih banyak likuiditas. Siklus itu dapat membuat emas dan perak menjadi lebih menarik karena kepercayaan beralih dari janji-janji di atas kertas.\n\nPerak memainkan peran khusus dalam cerita ini karena perak adalah uang dan industri. Perak digunakan dalam panel surya, elektronik, kendaraan listrik, peralatan medis, teknologi pertahanan, dan AI. infrastruktur, dan manufaktur canggih. Sebuah pabrik tidak dapat menggunakan perak kertas. Pabrik membutuhkan logam asli.\n\n#perak #fed #emas #andyschectman #financedaily\n\n------\nSumber:\nPenurunan Dolar AS Bukan Keuntungan Emas, Melainkan Mata Uang yang Hilang | Andy Schectman\n   • How The U.S. Dollar's Decline Will Impact ...  \nLiving Your Greatness\nhttps://www.youtube.com/\nLiberty and Finance\nhttps://www.youtube.com/\nMiles Franklin\nhttps://www.youtube.com/\n\nSitus web\nhttps://www.milesfranklin.com\n\n------ Kami memegang lisensi komersial untuk semua konten yang ditampilkan dalam video ini, kecuali untuk segmen terkait topik tertentu yang digunakan berdasarkan penggunaan wajar, yang telah kami edit sepenuhnya. diri kita sendiri. Tidak ada yang ditampilkan di saluran ini yang boleh diartikan sebagai nasihat keuangan. Situasi setiap individu berbeda, dan tidak ada janji keuntungan atau kesuksesan di masa depan.\n\n------\n🎥 Materi yang dibagikan di sini hanya untuk tujuan informasi dan hiburan dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat profesional untuk situasi tertentu. Konten kami memberikan gambaran umum tentang berbagai topik dan bukan pengganti layanan profesional yang berkualifikasi. Untuk panduan khusus untuk situasi Anda, selalu konsultasikan dengan ahli keuangan atau hukum berlisensi.\n\n------\nPERNYATAAN PENAFIAN HAK CIPTA PENGGUNAAN WAJAR\nPernyataan Penafian Hak Cipta Berdasarkan Pasal 107 Undang-Undang Hak Cipta 1976, izin diberikan untuk \"penggunaan wajar\" untuk tujuan seperti kritik, komentar, pelaporan berita, pengajaran, beasiswa, dan penelitian. Penggunaan wajar adalah penggunaan yang diizinkan oleh undang-undang hak cipta yang mungkin melanggar hak cipta. Penggunaan nirlaba, pendidikan, atau pribadi menyeimbangkan timbangan untuk mendukung penggunaan wajar.\n\n-Video ini tidak berdampak negatif pada karya asli (bahkan akan berdampak positif bagi mereka)\n-Video ini juga untuk tujuan pengajaran dan inspirasi. -Kami hanya menggunakan cuplikan video untuk menyampaikan poin-poin penting jika diperlukan.\n\n#federalreserve #ekonomi #usa", "post_id": "-DofpMLCMzA"}}, {"key": "LibertyandFi...", "attributes": {"label": "LibertyandFi...", "x": 534.3369135338735, "y": 877.8950754699628, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2418, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "-DofpMLCMzA", "id": "LibertyandFi...", "source": "youtube-000001", "content": "1 MENIT LALU! \"Anda Lebih Baik Mulai BERSIAP...\": Andy Schectman | Harga Perak 2026\n\n🔥 Newsletter Perak Harian GRATIS Saya dalam 5 Menit:\n👉🏻 https://silvernutshell.beehiiv.com/su...\n\n\"1 MENIT YANG LALU! \"Sebaiknya Anda Mulai MEMPERSIAPKAN Diri...\": Andy Schectman | Harga Perak 2026\n\nAndy Schectman memperingatkan bahwa pasar emas dan perak global mungkin bergeser dari penetapan harga kertas Barat menuju sistem pengiriman fisik baru yang dibangun di sekitar Asia, Hong Kong, Shanghai, Singapura, dan logam asli.\n\nDalam video ini, Andy Schectman menjelaskan mengapa kepercayaan pada COMEX dan London mungkin melemah karena semakin banyak pembeli fokus pada pengiriman, penyelesaian, dan kepemilikan fisik. Peringatannya sederhana: jika bursa tidak dapat mengirimkan logam di balik kontraknya, maka bursa tersebut mulai terlihat kurang seperti pasar nyata dan lebih seperti kasino. Di situlah perbedaan antara emas kertas dan emas asli, perak kertas dan perak asli, menjadi tidak mungkin diabaikan.\n\nAndy menjelaskan mengapa premi Shanghai yang terus-menerus di atas harga Barat mungkin merupakan salah satu tanda paling jelas bahwa harga kertas tidak lagi Mengungkap kebenaran sepenuhnya. Jika emas dan perak diperdagangkan dengan harga jauh lebih tinggi di Asia daripada di Barat, hal itu menunjukkan bahwa permintaan fisik lebih kuat daripada yang diakui oleh harga di layar. Arbitrase ini mendorong logam untuk berpindah dari Barat ke Timur, di mana logam tersebut mungkin tidak akan kembali.\n\nFokus utama diskusi ini adalah meningkatnya kontrak pengiriman fisik di luar New York dan London. Andy Schectman menyoroti batangan emas kilo yang dibuat untuk permintaan Asia, struktur pengiriman perak baru, infrastruktur penyimpanan besar-besaran Singapura, dan semakin pentingnya pusat penetapan harga Asia yang terkait dengan permintaan industri dan pemerintah yang sebenarnya.\n\nVideo ini juga menghubungkan pergeseran ini dengan de-dolarisasi. Ketika negara-negara membangun alternatif untuk sistem dolar, mereka mungkin membutuhkan lebih sedikit dolar dan lebih sedikit obligasi pemerintah AS. Jika permintaan obligasi pemerintah melemah, imbal hasil naik, tekanan keuangan meningkat, dan bank sentral mungkin terpaksa merespons dengan lebih banyak likuiditas. Siklus itu dapat membuat emas dan perak menjadi lebih menarik karena kepercayaan beralih dari janji-janji di atas kertas.\n\nPerak memainkan peran khusus dalam cerita ini karena perak adalah uang dan industri. Perak digunakan dalam panel surya, elektronik, kendaraan listrik, peralatan medis, teknologi pertahanan, dan AI. infrastruktur, dan manufaktur canggih. Sebuah pabrik tidak dapat menggunakan perak kertas. Pabrik membutuhkan logam asli.\n\n#perak #fed #emas #andyschectman #financedaily\n\n------\nSumber:\nPenurunan Dolar AS Bukan Keuntungan Emas, Melainkan Mata Uang yang Hilang | Andy Schectman\n   • How The U.S. Dollar's Decline Will Impact ...  \nLiving Your Greatness\nhttps://www.youtube.com/\nLiberty and Finance\nhttps://www.youtube.com/\nMiles Franklin\nhttps://www.youtube.com/\n\nSitus web\nhttps://www.milesfranklin.com\n\n------ Kami memegang lisensi komersial untuk semua konten yang ditampilkan dalam video ini, kecuali untuk segmen terkait topik tertentu yang digunakan berdasarkan penggunaan wajar, yang telah kami edit sepenuhnya. diri kita sendiri. Tidak ada yang ditampilkan di saluran ini yang boleh diartikan sebagai nasihat keuangan. Situasi setiap individu berbeda, dan tidak ada janji keuntungan atau kesuksesan di masa depan.\n\n------\n🎥 Materi yang dibagikan di sini hanya untuk tujuan informasi dan hiburan dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat profesional untuk situasi tertentu. Konten kami memberikan gambaran umum tentang berbagai topik dan bukan pengganti layanan profesional yang berkualifikasi. Untuk panduan khusus untuk situasi Anda, selalu konsultasikan dengan ahli keuangan atau hukum berlisensi.\n\n------\nPERNYATAAN PENAFIAN HAK CIPTA PENGGUNAAN WAJAR\nPernyataan Penafian Hak Cipta Berdasarkan Pasal 107 Undang-Undang Hak Cipta 1976, izin diberikan untuk \"penggunaan wajar\" untuk tujuan seperti kritik, komentar, pelaporan berita, pengajaran, beasiswa, dan penelitian. Penggunaan wajar adalah penggunaan yang diizinkan oleh undang-undang hak cipta yang mungkin melanggar hak cipta. Penggunaan nirlaba, pendidikan, atau pribadi menyeimbangkan timbangan untuk mendukung penggunaan wajar.\n\n-Video ini tidak berdampak negatif pada karya asli (bahkan akan berdampak positif bagi mereka)\n-Video ini juga untuk tujuan pengajaran dan inspirasi. -Kami hanya menggunakan cuplikan video untuk menyampaikan poin-poin penting jika diperlukan.\n\n#federalreserve #ekonomi #usa", "post_id": "-DofpMLCMzA"}}, {"key": "MilesFrankli...", "attributes": {"label": "MilesFrankli...", "x": 430.9871248757984, "y": 939.9641348079729, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2418, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "-DofpMLCMzA", "id": "MilesFrankli...", "source": "youtube-000001", "content": "1 MENIT LALU! \"Anda Lebih Baik Mulai BERSIAP...\": Andy Schectman | Harga Perak 2026\n\n🔥 Newsletter Perak Harian GRATIS Saya dalam 5 Menit:\n👉🏻 https://silvernutshell.beehiiv.com/su...\n\n\"1 MENIT YANG LALU! \"Sebaiknya Anda Mulai MEMPERSIAPKAN Diri...\": Andy Schectman | Harga Perak 2026\n\nAndy Schectman memperingatkan bahwa pasar emas dan perak global mungkin bergeser dari penetapan harga kertas Barat menuju sistem pengiriman fisik baru yang dibangun di sekitar Asia, Hong Kong, Shanghai, Singapura, dan logam asli.\n\nDalam video ini, Andy Schectman menjelaskan mengapa kepercayaan pada COMEX dan London mungkin melemah karena semakin banyak pembeli fokus pada pengiriman, penyelesaian, dan kepemilikan fisik. Peringatannya sederhana: jika bursa tidak dapat mengirimkan logam di balik kontraknya, maka bursa tersebut mulai terlihat kurang seperti pasar nyata dan lebih seperti kasino. Di situlah perbedaan antara emas kertas dan emas asli, perak kertas dan perak asli, menjadi tidak mungkin diabaikan.\n\nAndy menjelaskan mengapa premi Shanghai yang terus-menerus di atas harga Barat mungkin merupakan salah satu tanda paling jelas bahwa harga kertas tidak lagi Mengungkap kebenaran sepenuhnya. Jika emas dan perak diperdagangkan dengan harga jauh lebih tinggi di Asia daripada di Barat, hal itu menunjukkan bahwa permintaan fisik lebih kuat daripada yang diakui oleh harga di layar. Arbitrase ini mendorong logam untuk berpindah dari Barat ke Timur, di mana logam tersebut mungkin tidak akan kembali.\n\nFokus utama diskusi ini adalah meningkatnya kontrak pengiriman fisik di luar New York dan London. Andy Schectman menyoroti batangan emas kilo yang dibuat untuk permintaan Asia, struktur pengiriman perak baru, infrastruktur penyimpanan besar-besaran Singapura, dan semakin pentingnya pusat penetapan harga Asia yang terkait dengan permintaan industri dan pemerintah yang sebenarnya.\n\nVideo ini juga menghubungkan pergeseran ini dengan de-dolarisasi. Ketika negara-negara membangun alternatif untuk sistem dolar, mereka mungkin membutuhkan lebih sedikit dolar dan lebih sedikit obligasi pemerintah AS. Jika permintaan obligasi pemerintah melemah, imbal hasil naik, tekanan keuangan meningkat, dan bank sentral mungkin terpaksa merespons dengan lebih banyak likuiditas. Siklus itu dapat membuat emas dan perak menjadi lebih menarik karena kepercayaan beralih dari janji-janji di atas kertas.\n\nPerak memainkan peran khusus dalam cerita ini karena perak adalah uang dan industri. Perak digunakan dalam panel surya, elektronik, kendaraan listrik, peralatan medis, teknologi pertahanan, dan AI. infrastruktur, dan manufaktur canggih. Sebuah pabrik tidak dapat menggunakan perak kertas. Pabrik membutuhkan logam asli.\n\n#perak #fed #emas #andyschectman #financedaily\n\n------\nSumber:\nPenurunan Dolar AS Bukan Keuntungan Emas, Melainkan Mata Uang yang Hilang | Andy Schectman\n   • How The U.S. Dollar's Decline Will Impact ...  \nLiving Your Greatness\nhttps://www.youtube.com/\nLiberty and Finance\nhttps://www.youtube.com/\nMiles Franklin\nhttps://www.youtube.com/\n\nSitus web\nhttps://www.milesfranklin.com\n\n------ Kami memegang lisensi komersial untuk semua konten yang ditampilkan dalam video ini, kecuali untuk segmen terkait topik tertentu yang digunakan berdasarkan penggunaan wajar, yang telah kami edit sepenuhnya. diri kita sendiri. Tidak ada yang ditampilkan di saluran ini yang boleh diartikan sebagai nasihat keuangan. Situasi setiap individu berbeda, dan tidak ada janji keuntungan atau kesuksesan di masa depan.\n\n------\n🎥 Materi yang dibagikan di sini hanya untuk tujuan informasi dan hiburan dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat profesional untuk situasi tertentu. Konten kami memberikan gambaran umum tentang berbagai topik dan bukan pengganti layanan profesional yang berkualifikasi. Untuk panduan khusus untuk situasi Anda, selalu konsultasikan dengan ahli keuangan atau hukum berlisensi.\n\n------\nPERNYATAAN PENAFIAN HAK CIPTA PENGGUNAAN WAJAR\nPernyataan Penafian Hak Cipta Berdasarkan Pasal 107 Undang-Undang Hak Cipta 1976, izin diberikan untuk \"penggunaan wajar\" untuk tujuan seperti kritik, komentar, pelaporan berita, pengajaran, beasiswa, dan penelitian. Penggunaan wajar adalah penggunaan yang diizinkan oleh undang-undang hak cipta yang mungkin melanggar hak cipta. Penggunaan nirlaba, pendidikan, atau pribadi menyeimbangkan timbangan untuk mendukung penggunaan wajar.\n\n-Video ini tidak berdampak negatif pada karya asli (bahkan akan berdampak positif bagi mereka)\n-Video ini juga untuk tujuan pengajaran dan inspirasi. -Kami hanya menggunakan cuplikan video untuk menyampaikan poin-poin penting jika diperlukan.\n\n#federalreserve #ekonomi #usa", "post_id": "-DofpMLCMzA"}}, {"key": "@berich467", "attributes": {"label": "@berich467", "x": 9.429308048285456, "y": 794.8517029961301, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 8, "degree": 8}, "_id": "J4X2iqMZDQM", "id": "@berich467", "source": "youtube-000001", "content": "Apakah RBI Baru Saja Menjual Emas Senilai $12 Miliar? Apa yang Ditunjukkan Data, dan Apa yang Tid...\n\nBuku Anak-Anak\n\nLiterasi Keuangan untuk Anak-Anak – Seri 2\nhttps://moneypechu.com/book/financial...\n\nLiterasi Keuangan untuk Anak-Anak – Seri 1\nhttps://moneypechu.com/book/financial...\n-------------------------------------------------\nBuku Bahasa Inggris\n\nSaham Biasa Keuntungan Luar Biasa\nhttps://moneypechu.com/book/ordinary-...\n\nSemua Tentang Reksa Dana\nhttps://moneypechu.com/book/all-about...\n\nAlkimia Uang\nhttps://moneypechu.com/book/alchemy-o...\n-------------------------------------------------\nPenawaran Kombo\n\nKombo 1\nhttps://moneypechu.com/book/combo-1-p...\n\nPaket 2\nhttps://moneypechu.com/book/combo-2-a...\n\nPaket 3\nhttps://moneypechu.com/book/combo3-pa...\n\nPaket 4\nhttps://moneypechu.com/book/combo-4-a...\n\nUntuk Artikel Premium dan Buku\n\nMengunjungi:\nhttps://moneypechu.com/books/\n-------------------------------------------------\nSaluran YouTube Kami Lainnya\n\n\nUang Pechu /  \n\nItuhuva Pechu - /   \n\nMakkal Pechu - / makkalpechu  \n\nProperti Ungal - /   \n\nPaisa Boltha Hai (Hindi) - / paisaboltahai1  \n\nUang Maatalu (Telugu ) - /  \n\nUang pechu Malayalam - / \n\nDuddina maathu - / \n \nSwadesi Mithran - / \n\nNava Sakthi - / -1\n\n-------------------------------------------------\nBeriklan Bersama Kami\n\nUntuk mengiklankan merek Anda di situs MoneyPechu, silakan hubungi:\n📞 7200006273\n📧 moneypechu\n-------------------------------------------------\nTetap Terupdate\n\nUntuk mendapatkan pembaruan instan tentang berita ekonomi, pasar saham, dan artikel premium eksklusif, kunjungi:\nhttps://www.moneypechu.com\n\nBeli Buku Langsung (Offline)\n\nBeli buku karya Anand Srinivasan secara langsung di:\n\n1B, Lantai 1, Apartemen Sreshta Anand\nNo: 15, 16, 17, Jalan Hanumantha\nBalaji Nagar, Royapettah\nChennai – 600014\nTamil Nadu\n-------------------------------------------------\nBeli Online\n\nAlchemy of Money\nhttps://moneypechu.com/book/alchemy-o...\n\nOrdinary Stocks Extraordinary Profits\nhttps://moneypechu.com/book/ordinary-...\n\nAll About Mutual Dana\nhttps://moneypechu.com/book/all-about...\n\nPanam Enum Manthiram (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/panam-enn...\n\nSaadharana Pangu Asaadharana Laabam (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/saadharan...\n\nReksa Dana Therinthu Kolvom (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/mutual-fu...\n-------------------------------------------------\n\nIkuti saya di Instagram: / anandsrinivasan   \n\n\nVinodSrinivasan:\nIkuti saya di Instagram: / vinodsrinivasan_\n\nUangpechudotcom:\nIkuti saya di Instagram: /   / moneypechu_dot_com  \n\nBeberapa dari Anda meminta saya untuk melihat laporan melakukan hal tersebut Perdebatan pun muncul: bahwa Bank Sentral India (RBI) telah menjual emasnya. Beberapa orang mengirimkan angka dari Bloomberg, beberapa menambahkan teori mereka sendiri tentang alasannya. Jadi saya membaca laporan sebenarnya dan data sebenarnya di baliknya, dan video ini membahas keduanya - karena ini adalah salah satu cerita di mana fakta-faktanya menarik dan teori-teori yang melingkupinya sebagian besar hanya kebisingan. Malam ini lebih banyak membahas tentang bagaimana membaca cerita seperti ini daripada tentang emas itu sendiri. Apa yang saya bahas: apa yang sebenarnya dilaporkan dan betapa lunaknya kata-katanya (diperkirakan, mungkin, disimpulkan dari data publik, bukan pengungkapan RBI); preseden tahun 2019 di mana kesimpulan serupa ditolak mentah-mentah oleh RBI; penjelasan likuiditas yang membosankan yang sesuai dengan setiap fakta; teori penyelamatan kroni yang lebih lantang dan mengapa data tersebut tidak memiliki bobot yang cukup; dan alasan perilaku mengapa penjelasan dramatis menyebar lebih cepat daripada penjelasan yang akurat. Ini adalah analisis struktural untuk pemikiran Anda sendiri. Saya bukan penasihat investasi yang terdaftar di SEBI. Tidak ada dalam video ini yang merupakan ajakan beli atau jual, dan tidak ada di dalamnya yang merupakan komentar tentang pemerintah atau perusahaan mana pun. Penjualan emas itu sendiri masih merupakan perkiraan eksternal, bukan angka yang terkonfirmasi. Video ini tersedia dalam trek audio Tamil dan Hindi. Ketuk ikon roda gigi pada pemutar YouTube, pilih trek audio, dan pilih bahasa Anda.\n\n#RBI #RupeeIndia #Emas #EkonomiIndia #Investasi #PasarSaham #MenjadiKaya", "post_id": "J4X2iqMZDQM"}}, {"key": "MoneyPechu", "attributes": {"label": "MoneyPechu", "x": 278.9704398245595, "y": 176.56140422643662, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.6565, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "J4X2iqMZDQM", "id": "MoneyPechu", "source": "youtube-000001", "content": "Apakah RBI Baru Saja Menjual Emas Senilai $12 Miliar? Apa yang Ditunjukkan Data, dan Apa yang Tid...\n\nBuku Anak-Anak\n\nLiterasi Keuangan untuk Anak-Anak – Seri 2\nhttps://moneypechu.com/book/financial...\n\nLiterasi Keuangan untuk Anak-Anak – Seri 1\nhttps://moneypechu.com/book/financial...\n-------------------------------------------------\nBuku Bahasa Inggris\n\nSaham Biasa Keuntungan Luar Biasa\nhttps://moneypechu.com/book/ordinary-...\n\nSemua Tentang Reksa Dana\nhttps://moneypechu.com/book/all-about...\n\nAlkimia Uang\nhttps://moneypechu.com/book/alchemy-o...\n-------------------------------------------------\nPenawaran Kombo\n\nKombo 1\nhttps://moneypechu.com/book/combo-1-p...\n\nPaket 2\nhttps://moneypechu.com/book/combo-2-a...\n\nPaket 3\nhttps://moneypechu.com/book/combo3-pa...\n\nPaket 4\nhttps://moneypechu.com/book/combo-4-a...\n\nUntuk Artikel Premium dan Buku\n\nMengunjungi:\nhttps://moneypechu.com/books/\n-------------------------------------------------\nSaluran YouTube Kami Lainnya\n\n\nUang Pechu /  \n\nItuhuva Pechu - /   \n\nMakkal Pechu - / makkalpechu  \n\nProperti Ungal - /   \n\nPaisa Boltha Hai (Hindi) - / paisaboltahai1  \n\nUang Maatalu (Telugu ) - /  \n\nUang pechu Malayalam - / \n\nDuddina maathu - / \n \nSwadesi Mithran - / \n\nNava Sakthi - / -1\n\n-------------------------------------------------\nBeriklan Bersama Kami\n\nUntuk mengiklankan merek Anda di situs MoneyPechu, silakan hubungi:\n📞 7200006273\n📧 moneypechu\n-------------------------------------------------\nTetap Terupdate\n\nUntuk mendapatkan pembaruan instan tentang berita ekonomi, pasar saham, dan artikel premium eksklusif, kunjungi:\nhttps://www.moneypechu.com\n\nBeli Buku Langsung (Offline)\n\nBeli buku karya Anand Srinivasan secara langsung di:\n\n1B, Lantai 1, Apartemen Sreshta Anand\nNo: 15, 16, 17, Jalan Hanumantha\nBalaji Nagar, Royapettah\nChennai – 600014\nTamil Nadu\n-------------------------------------------------\nBeli Online\n\nAlchemy of Money\nhttps://moneypechu.com/book/alchemy-o...\n\nOrdinary Stocks Extraordinary Profits\nhttps://moneypechu.com/book/ordinary-...\n\nAll About Mutual Dana\nhttps://moneypechu.com/book/all-about...\n\nPanam Enum Manthiram (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/panam-enn...\n\nSaadharana Pangu Asaadharana Laabam (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/saadharan...\n\nReksa Dana Therinthu Kolvom (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/mutual-fu...\n-------------------------------------------------\n\nIkuti saya di Instagram: / anandsrinivasan   \n\n\nVinodSrinivasan:\nIkuti saya di Instagram: / vinodsrinivasan_\n\nUangpechudotcom:\nIkuti saya di Instagram: /   / moneypechu_dot_com  \n\nBeberapa dari Anda meminta saya untuk melihat laporan melakukan hal tersebut Perdebatan pun muncul: bahwa Bank Sentral India (RBI) telah menjual emasnya. Beberapa orang mengirimkan angka dari Bloomberg, beberapa menambahkan teori mereka sendiri tentang alasannya. Jadi saya membaca laporan sebenarnya dan data sebenarnya di baliknya, dan video ini membahas keduanya - karena ini adalah salah satu cerita di mana fakta-faktanya menarik dan teori-teori yang melingkupinya sebagian besar hanya kebisingan. Malam ini lebih banyak membahas tentang bagaimana membaca cerita seperti ini daripada tentang emas itu sendiri. Apa yang saya bahas: apa yang sebenarnya dilaporkan dan betapa lunaknya kata-katanya (diperkirakan, mungkin, disimpulkan dari data publik, bukan pengungkapan RBI); preseden tahun 2019 di mana kesimpulan serupa ditolak mentah-mentah oleh RBI; penjelasan likuiditas yang membosankan yang sesuai dengan setiap fakta; teori penyelamatan kroni yang lebih lantang dan mengapa data tersebut tidak memiliki bobot yang cukup; dan alasan perilaku mengapa penjelasan dramatis menyebar lebih cepat daripada penjelasan yang akurat. Ini adalah analisis struktural untuk pemikiran Anda sendiri. Saya bukan penasihat investasi yang terdaftar di SEBI. Tidak ada dalam video ini yang merupakan ajakan beli atau jual, dan tidak ada di dalamnya yang merupakan komentar tentang pemerintah atau perusahaan mana pun. Penjualan emas itu sendiri masih merupakan perkiraan eksternal, bukan angka yang terkonfirmasi. Video ini tersedia dalam trek audio Tamil dan Hindi. Ketuk ikon roda gigi pada pemutar YouTube, pilih trek audio, dan pilih bahasa Anda.\n\n#RBI #RupeeIndia #Emas #EkonomiIndia #Investasi #PasarSaham #MenjadiKaya", "post_id": "J4X2iqMZDQM"}}, {"key": "thathuvapechu478", "attributes": {"label": "thathuvapechu478", "x": 707.3039287979171, "y": 642.3681549711446, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.6565, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "J4X2iqMZDQM", "id": "thathuvapechu478", "source": "youtube-000001", "content": "Apakah RBI Baru Saja Menjual Emas Senilai $12 Miliar? Apa yang Ditunjukkan Data, dan Apa yang Tid...\n\nBuku Anak-Anak\n\nLiterasi Keuangan untuk Anak-Anak – Seri 2\nhttps://moneypechu.com/book/financial...\n\nLiterasi Keuangan untuk Anak-Anak – Seri 1\nhttps://moneypechu.com/book/financial...\n-------------------------------------------------\nBuku Bahasa Inggris\n\nSaham Biasa Keuntungan Luar Biasa\nhttps://moneypechu.com/book/ordinary-...\n\nSemua Tentang Reksa Dana\nhttps://moneypechu.com/book/all-about...\n\nAlkimia Uang\nhttps://moneypechu.com/book/alchemy-o...\n-------------------------------------------------\nPenawaran Kombo\n\nKombo 1\nhttps://moneypechu.com/book/combo-1-p...\n\nPaket 2\nhttps://moneypechu.com/book/combo-2-a...\n\nPaket 3\nhttps://moneypechu.com/book/combo3-pa...\n\nPaket 4\nhttps://moneypechu.com/book/combo-4-a...\n\nUntuk Artikel Premium dan Buku\n\nMengunjungi:\nhttps://moneypechu.com/books/\n-------------------------------------------------\nSaluran YouTube Kami Lainnya\n\n\nUang Pechu /  \n\nItuhuva Pechu - /   \n\nMakkal Pechu - / makkalpechu  \n\nProperti Ungal - /   \n\nPaisa Boltha Hai (Hindi) - / paisaboltahai1  \n\nUang Maatalu (Telugu ) - /  \n\nUang pechu Malayalam - / \n\nDuddina maathu - / \n \nSwadesi Mithran - / \n\nNava Sakthi - / -1\n\n-------------------------------------------------\nBeriklan Bersama Kami\n\nUntuk mengiklankan merek Anda di situs MoneyPechu, silakan hubungi:\n📞 7200006273\n📧 moneypechu\n-------------------------------------------------\nTetap Terupdate\n\nUntuk mendapatkan pembaruan instan tentang berita ekonomi, pasar saham, dan artikel premium eksklusif, kunjungi:\nhttps://www.moneypechu.com\n\nBeli Buku Langsung (Offline)\n\nBeli buku karya Anand Srinivasan secara langsung di:\n\n1B, Lantai 1, Apartemen Sreshta Anand\nNo: 15, 16, 17, Jalan Hanumantha\nBalaji Nagar, Royapettah\nChennai – 600014\nTamil Nadu\n-------------------------------------------------\nBeli Online\n\nAlchemy of Money\nhttps://moneypechu.com/book/alchemy-o...\n\nOrdinary Stocks Extraordinary Profits\nhttps://moneypechu.com/book/ordinary-...\n\nAll About Mutual Dana\nhttps://moneypechu.com/book/all-about...\n\nPanam Enum Manthiram (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/panam-enn...\n\nSaadharana Pangu Asaadharana Laabam (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/saadharan...\n\nReksa Dana Therinthu Kolvom (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/mutual-fu...\n-------------------------------------------------\n\nIkuti saya di Instagram: / anandsrinivasan   \n\n\nVinodSrinivasan:\nIkuti saya di Instagram: / vinodsrinivasan_\n\nUangpechudotcom:\nIkuti saya di Instagram: /   / moneypechu_dot_com  \n\nBeberapa dari Anda meminta saya untuk melihat laporan melakukan hal tersebut Perdebatan pun muncul: bahwa Bank Sentral India (RBI) telah menjual emasnya. Beberapa orang mengirimkan angka dari Bloomberg, beberapa menambahkan teori mereka sendiri tentang alasannya. Jadi saya membaca laporan sebenarnya dan data sebenarnya di baliknya, dan video ini membahas keduanya - karena ini adalah salah satu cerita di mana fakta-faktanya menarik dan teori-teori yang melingkupinya sebagian besar hanya kebisingan. Malam ini lebih banyak membahas tentang bagaimana membaca cerita seperti ini daripada tentang emas itu sendiri. Apa yang saya bahas: apa yang sebenarnya dilaporkan dan betapa lunaknya kata-katanya (diperkirakan, mungkin, disimpulkan dari data publik, bukan pengungkapan RBI); preseden tahun 2019 di mana kesimpulan serupa ditolak mentah-mentah oleh RBI; penjelasan likuiditas yang membosankan yang sesuai dengan setiap fakta; teori penyelamatan kroni yang lebih lantang dan mengapa data tersebut tidak memiliki bobot yang cukup; dan alasan perilaku mengapa penjelasan dramatis menyebar lebih cepat daripada penjelasan yang akurat. Ini adalah analisis struktural untuk pemikiran Anda sendiri. Saya bukan penasihat investasi yang terdaftar di SEBI. Tidak ada dalam video ini yang merupakan ajakan beli atau jual, dan tidak ada di dalamnya yang merupakan komentar tentang pemerintah atau perusahaan mana pun. Penjualan emas itu sendiri masih merupakan perkiraan eksternal, bukan angka yang terkonfirmasi. Video ini tersedia dalam trek audio Tamil dan Hindi. Ketuk ikon roda gigi pada pemutar YouTube, pilih trek audio, dan pilih bahasa Anda.\n\n#RBI #RupeeIndia #Emas #EkonomiIndia #Investasi #PasarSaham #MenjadiKaya", "post_id": "J4X2iqMZDQM"}}, {"key": "ungalproperty7102", "attributes": {"label": "ungalproperty7102", "x": 611.2721368558873, "y": 196.42642797944444, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.6565, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "J4X2iqMZDQM", "id": "ungalproperty7102", "source": "youtube-000001", "content": "Apakah RBI Baru Saja Menjual Emas Senilai $12 Miliar? Apa yang Ditunjukkan Data, dan Apa yang Tid...\n\nBuku Anak-Anak\n\nLiterasi Keuangan untuk Anak-Anak – Seri 2\nhttps://moneypechu.com/book/financial...\n\nLiterasi Keuangan untuk Anak-Anak – Seri 1\nhttps://moneypechu.com/book/financial...\n-------------------------------------------------\nBuku Bahasa Inggris\n\nSaham Biasa Keuntungan Luar Biasa\nhttps://moneypechu.com/book/ordinary-...\n\nSemua Tentang Reksa Dana\nhttps://moneypechu.com/book/all-about...\n\nAlkimia Uang\nhttps://moneypechu.com/book/alchemy-o...\n-------------------------------------------------\nPenawaran Kombo\n\nKombo 1\nhttps://moneypechu.com/book/combo-1-p...\n\nPaket 2\nhttps://moneypechu.com/book/combo-2-a...\n\nPaket 3\nhttps://moneypechu.com/book/combo3-pa...\n\nPaket 4\nhttps://moneypechu.com/book/combo-4-a...\n\nUntuk Artikel Premium dan Buku\n\nMengunjungi:\nhttps://moneypechu.com/books/\n-------------------------------------------------\nSaluran YouTube Kami Lainnya\n\n\nUang Pechu /  \n\nItuhuva Pechu - /   \n\nMakkal Pechu - / makkalpechu  \n\nProperti Ungal - /   \n\nPaisa Boltha Hai (Hindi) - / paisaboltahai1  \n\nUang Maatalu (Telugu ) - /  \n\nUang pechu Malayalam - / \n\nDuddina maathu - / \n \nSwadesi Mithran - / \n\nNava Sakthi - / -1\n\n-------------------------------------------------\nBeriklan Bersama Kami\n\nUntuk mengiklankan merek Anda di situs MoneyPechu, silakan hubungi:\n📞 7200006273\n📧 moneypechu\n-------------------------------------------------\nTetap Terupdate\n\nUntuk mendapatkan pembaruan instan tentang berita ekonomi, pasar saham, dan artikel premium eksklusif, kunjungi:\nhttps://www.moneypechu.com\n\nBeli Buku Langsung (Offline)\n\nBeli buku karya Anand Srinivasan secara langsung di:\n\n1B, Lantai 1, Apartemen Sreshta Anand\nNo: 15, 16, 17, Jalan Hanumantha\nBalaji Nagar, Royapettah\nChennai – 600014\nTamil Nadu\n-------------------------------------------------\nBeli Online\n\nAlchemy of Money\nhttps://moneypechu.com/book/alchemy-o...\n\nOrdinary Stocks Extraordinary Profits\nhttps://moneypechu.com/book/ordinary-...\n\nAll About Mutual Dana\nhttps://moneypechu.com/book/all-about...\n\nPanam Enum Manthiram (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/panam-enn...\n\nSaadharana Pangu Asaadharana Laabam (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/saadharan...\n\nReksa Dana Therinthu Kolvom (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/mutual-fu...\n-------------------------------------------------\n\nIkuti saya di Instagram: / anandsrinivasan   \n\n\nVinodSrinivasan:\nIkuti saya di Instagram: / vinodsrinivasan_\n\nUangpechudotcom:\nIkuti saya di Instagram: /   / moneypechu_dot_com  \n\nBeberapa dari Anda meminta saya untuk melihat laporan melakukan hal tersebut Perdebatan pun muncul: bahwa Bank Sentral India (RBI) telah menjual emasnya. Beberapa orang mengirimkan angka dari Bloomberg, beberapa menambahkan teori mereka sendiri tentang alasannya. Jadi saya membaca laporan sebenarnya dan data sebenarnya di baliknya, dan video ini membahas keduanya - karena ini adalah salah satu cerita di mana fakta-faktanya menarik dan teori-teori yang melingkupinya sebagian besar hanya kebisingan. Malam ini lebih banyak membahas tentang bagaimana membaca cerita seperti ini daripada tentang emas itu sendiri. Apa yang saya bahas: apa yang sebenarnya dilaporkan dan betapa lunaknya kata-katanya (diperkirakan, mungkin, disimpulkan dari data publik, bukan pengungkapan RBI); preseden tahun 2019 di mana kesimpulan serupa ditolak mentah-mentah oleh RBI; penjelasan likuiditas yang membosankan yang sesuai dengan setiap fakta; teori penyelamatan kroni yang lebih lantang dan mengapa data tersebut tidak memiliki bobot yang cukup; dan alasan perilaku mengapa penjelasan dramatis menyebar lebih cepat daripada penjelasan yang akurat. Ini adalah analisis struktural untuk pemikiran Anda sendiri. Saya bukan penasihat investasi yang terdaftar di SEBI. Tidak ada dalam video ini yang merupakan ajakan beli atau jual, dan tidak ada di dalamnya yang merupakan komentar tentang pemerintah atau perusahaan mana pun. Penjualan emas itu sendiri masih merupakan perkiraan eksternal, bukan angka yang terkonfirmasi. Video ini tersedia dalam trek audio Tamil dan Hindi. Ketuk ikon roda gigi pada pemutar YouTube, pilih trek audio, dan pilih bahasa Anda.\n\n#RBI #RupeeIndia #Emas #EkonomiIndia #Investasi #PasarSaham #MenjadiKaya", "post_id": "J4X2iqMZDQM"}}, {"key": "moneymaatalu", "attributes": {"label": "moneymaatalu", "x": 262.2901254845037, "y": 556.3039027038535, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.6565, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "J4X2iqMZDQM", "id": "moneymaatalu", "source": "youtube-000001", "content": "Apakah RBI Baru Saja Menjual Emas Senilai $12 Miliar? Apa yang Ditunjukkan Data, dan Apa yang Tid...\n\nBuku Anak-Anak\n\nLiterasi Keuangan untuk Anak-Anak – Seri 2\nhttps://moneypechu.com/book/financial...\n\nLiterasi Keuangan untuk Anak-Anak – Seri 1\nhttps://moneypechu.com/book/financial...\n-------------------------------------------------\nBuku Bahasa Inggris\n\nSaham Biasa Keuntungan Luar Biasa\nhttps://moneypechu.com/book/ordinary-...\n\nSemua Tentang Reksa Dana\nhttps://moneypechu.com/book/all-about...\n\nAlkimia Uang\nhttps://moneypechu.com/book/alchemy-o...\n-------------------------------------------------\nPenawaran Kombo\n\nKombo 1\nhttps://moneypechu.com/book/combo-1-p...\n\nPaket 2\nhttps://moneypechu.com/book/combo-2-a...\n\nPaket 3\nhttps://moneypechu.com/book/combo3-pa...\n\nPaket 4\nhttps://moneypechu.com/book/combo-4-a...\n\nUntuk Artikel Premium dan Buku\n\nMengunjungi:\nhttps://moneypechu.com/books/\n-------------------------------------------------\nSaluran YouTube Kami Lainnya\n\n\nUang Pechu /  \n\nItuhuva Pechu - /   \n\nMakkal Pechu - / makkalpechu  \n\nProperti Ungal - /   \n\nPaisa Boltha Hai (Hindi) - / paisaboltahai1  \n\nUang Maatalu (Telugu ) - /  \n\nUang pechu Malayalam - / \n\nDuddina maathu - / \n \nSwadesi Mithran - / \n\nNava Sakthi - / -1\n\n-------------------------------------------------\nBeriklan Bersama Kami\n\nUntuk mengiklankan merek Anda di situs MoneyPechu, silakan hubungi:\n📞 7200006273\n📧 moneypechu\n-------------------------------------------------\nTetap Terupdate\n\nUntuk mendapatkan pembaruan instan tentang berita ekonomi, pasar saham, dan artikel premium eksklusif, kunjungi:\nhttps://www.moneypechu.com\n\nBeli Buku Langsung (Offline)\n\nBeli buku karya Anand Srinivasan secara langsung di:\n\n1B, Lantai 1, Apartemen Sreshta Anand\nNo: 15, 16, 17, Jalan Hanumantha\nBalaji Nagar, Royapettah\nChennai – 600014\nTamil Nadu\n-------------------------------------------------\nBeli Online\n\nAlchemy of Money\nhttps://moneypechu.com/book/alchemy-o...\n\nOrdinary Stocks Extraordinary Profits\nhttps://moneypechu.com/book/ordinary-...\n\nAll About Mutual Dana\nhttps://moneypechu.com/book/all-about...\n\nPanam Enum Manthiram (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/panam-enn...\n\nSaadharana Pangu Asaadharana Laabam (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/saadharan...\n\nReksa Dana Therinthu Kolvom (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/mutual-fu...\n-------------------------------------------------\n\nIkuti saya di Instagram: / anandsrinivasan   \n\n\nVinodSrinivasan:\nIkuti saya di Instagram: / vinodsrinivasan_\n\nUangpechudotcom:\nIkuti saya di Instagram: /   / moneypechu_dot_com  \n\nBeberapa dari Anda meminta saya untuk melihat laporan melakukan hal tersebut Perdebatan pun muncul: bahwa Bank Sentral India (RBI) telah menjual emasnya. Beberapa orang mengirimkan angka dari Bloomberg, beberapa menambahkan teori mereka sendiri tentang alasannya. Jadi saya membaca laporan sebenarnya dan data sebenarnya di baliknya, dan video ini membahas keduanya - karena ini adalah salah satu cerita di mana fakta-faktanya menarik dan teori-teori yang melingkupinya sebagian besar hanya kebisingan. Malam ini lebih banyak membahas tentang bagaimana membaca cerita seperti ini daripada tentang emas itu sendiri. Apa yang saya bahas: apa yang sebenarnya dilaporkan dan betapa lunaknya kata-katanya (diperkirakan, mungkin, disimpulkan dari data publik, bukan pengungkapan RBI); preseden tahun 2019 di mana kesimpulan serupa ditolak mentah-mentah oleh RBI; penjelasan likuiditas yang membosankan yang sesuai dengan setiap fakta; teori penyelamatan kroni yang lebih lantang dan mengapa data tersebut tidak memiliki bobot yang cukup; dan alasan perilaku mengapa penjelasan dramatis menyebar lebih cepat daripada penjelasan yang akurat. Ini adalah analisis struktural untuk pemikiran Anda sendiri. Saya bukan penasihat investasi yang terdaftar di SEBI. Tidak ada dalam video ini yang merupakan ajakan beli atau jual, dan tidak ada di dalamnya yang merupakan komentar tentang pemerintah atau perusahaan mana pun. Penjualan emas itu sendiri masih merupakan perkiraan eksternal, bukan angka yang terkonfirmasi. Video ini tersedia dalam trek audio Tamil dan Hindi. Ketuk ikon roda gigi pada pemutar YouTube, pilih trek audio, dan pilih bahasa Anda.\n\n#RBI #RupeeIndia #Emas #EkonomiIndia #Investasi #PasarSaham #MenjadiKaya", "post_id": "J4X2iqMZDQM"}}, {"key": "moneypechumalayalam", "attributes": {"label": "moneypechumalayalam", "x": 860.1272455298812, "y": 863.963807565255, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.6565, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "J4X2iqMZDQM", "id": "moneypechumalayalam", "source": "youtube-000001", "content": "Apakah RBI Baru Saja Menjual Emas Senilai $12 Miliar? Apa yang Ditunjukkan Data, dan Apa yang Tid...\n\nBuku Anak-Anak\n\nLiterasi Keuangan untuk Anak-Anak – Seri 2\nhttps://moneypechu.com/book/financial...\n\nLiterasi Keuangan untuk Anak-Anak – Seri 1\nhttps://moneypechu.com/book/financial...\n-------------------------------------------------\nBuku Bahasa Inggris\n\nSaham Biasa Keuntungan Luar Biasa\nhttps://moneypechu.com/book/ordinary-...\n\nSemua Tentang Reksa Dana\nhttps://moneypechu.com/book/all-about...\n\nAlkimia Uang\nhttps://moneypechu.com/book/alchemy-o...\n-------------------------------------------------\nPenawaran Kombo\n\nKombo 1\nhttps://moneypechu.com/book/combo-1-p...\n\nPaket 2\nhttps://moneypechu.com/book/combo-2-a...\n\nPaket 3\nhttps://moneypechu.com/book/combo3-pa...\n\nPaket 4\nhttps://moneypechu.com/book/combo-4-a...\n\nUntuk Artikel Premium dan Buku\n\nMengunjungi:\nhttps://moneypechu.com/books/\n-------------------------------------------------\nSaluran YouTube Kami Lainnya\n\n\nUang Pechu /  \n\nItuhuva Pechu - /   \n\nMakkal Pechu - / makkalpechu  \n\nProperti Ungal - /   \n\nPaisa Boltha Hai (Hindi) - / paisaboltahai1  \n\nUang Maatalu (Telugu ) - /  \n\nUang pechu Malayalam - / \n\nDuddina maathu - / \n \nSwadesi Mithran - / \n\nNava Sakthi - / -1\n\n-------------------------------------------------\nBeriklan Bersama Kami\n\nUntuk mengiklankan merek Anda di situs MoneyPechu, silakan hubungi:\n📞 7200006273\n📧 moneypechu\n-------------------------------------------------\nTetap Terupdate\n\nUntuk mendapatkan pembaruan instan tentang berita ekonomi, pasar saham, dan artikel premium eksklusif, kunjungi:\nhttps://www.moneypechu.com\n\nBeli Buku Langsung (Offline)\n\nBeli buku karya Anand Srinivasan secara langsung di:\n\n1B, Lantai 1, Apartemen Sreshta Anand\nNo: 15, 16, 17, Jalan Hanumantha\nBalaji Nagar, Royapettah\nChennai – 600014\nTamil Nadu\n-------------------------------------------------\nBeli Online\n\nAlchemy of Money\nhttps://moneypechu.com/book/alchemy-o...\n\nOrdinary Stocks Extraordinary Profits\nhttps://moneypechu.com/book/ordinary-...\n\nAll About Mutual Dana\nhttps://moneypechu.com/book/all-about...\n\nPanam Enum Manthiram (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/panam-enn...\n\nSaadharana Pangu Asaadharana Laabam (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/saadharan...\n\nReksa Dana Therinthu Kolvom (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/mutual-fu...\n-------------------------------------------------\n\nIkuti saya di Instagram: / anandsrinivasan   \n\n\nVinodSrinivasan:\nIkuti saya di Instagram: / vinodsrinivasan_\n\nUangpechudotcom:\nIkuti saya di Instagram: /   / moneypechu_dot_com  \n\nBeberapa dari Anda meminta saya untuk melihat laporan melakukan hal tersebut Perdebatan pun muncul: bahwa Bank Sentral India (RBI) telah menjual emasnya. Beberapa orang mengirimkan angka dari Bloomberg, beberapa menambahkan teori mereka sendiri tentang alasannya. Jadi saya membaca laporan sebenarnya dan data sebenarnya di baliknya, dan video ini membahas keduanya - karena ini adalah salah satu cerita di mana fakta-faktanya menarik dan teori-teori yang melingkupinya sebagian besar hanya kebisingan. Malam ini lebih banyak membahas tentang bagaimana membaca cerita seperti ini daripada tentang emas itu sendiri. Apa yang saya bahas: apa yang sebenarnya dilaporkan dan betapa lunaknya kata-katanya (diperkirakan, mungkin, disimpulkan dari data publik, bukan pengungkapan RBI); preseden tahun 2019 di mana kesimpulan serupa ditolak mentah-mentah oleh RBI; penjelasan likuiditas yang membosankan yang sesuai dengan setiap fakta; teori penyelamatan kroni yang lebih lantang dan mengapa data tersebut tidak memiliki bobot yang cukup; dan alasan perilaku mengapa penjelasan dramatis menyebar lebih cepat daripada penjelasan yang akurat. Ini adalah analisis struktural untuk pemikiran Anda sendiri. Saya bukan penasihat investasi yang terdaftar di SEBI. Tidak ada dalam video ini yang merupakan ajakan beli atau jual, dan tidak ada di dalamnya yang merupakan komentar tentang pemerintah atau perusahaan mana pun. Penjualan emas itu sendiri masih merupakan perkiraan eksternal, bukan angka yang terkonfirmasi. Video ini tersedia dalam trek audio Tamil dan Hindi. Ketuk ikon roda gigi pada pemutar YouTube, pilih trek audio, dan pilih bahasa Anda.\n\n#RBI #RupeeIndia #Emas #EkonomiIndia #Investasi #PasarSaham #MenjadiKaya", "post_id": "J4X2iqMZDQM"}}, {"key": "Duddinamaathu", "attributes": {"label": "Duddinamaathu", "x": 222.34085950283932, "y": 696.0976532629433, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.6565, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "J4X2iqMZDQM", "id": "Duddinamaathu", "source": "youtube-000001", "content": "Apakah RBI Baru Saja Menjual Emas Senilai $12 Miliar? Apa yang Ditunjukkan Data, dan Apa yang Tid...\n\nBuku Anak-Anak\n\nLiterasi Keuangan untuk Anak-Anak – Seri 2\nhttps://moneypechu.com/book/financial...\n\nLiterasi Keuangan untuk Anak-Anak – Seri 1\nhttps://moneypechu.com/book/financial...\n-------------------------------------------------\nBuku Bahasa Inggris\n\nSaham Biasa Keuntungan Luar Biasa\nhttps://moneypechu.com/book/ordinary-...\n\nSemua Tentang Reksa Dana\nhttps://moneypechu.com/book/all-about...\n\nAlkimia Uang\nhttps://moneypechu.com/book/alchemy-o...\n-------------------------------------------------\nPenawaran Kombo\n\nKombo 1\nhttps://moneypechu.com/book/combo-1-p...\n\nPaket 2\nhttps://moneypechu.com/book/combo-2-a...\n\nPaket 3\nhttps://moneypechu.com/book/combo3-pa...\n\nPaket 4\nhttps://moneypechu.com/book/combo-4-a...\n\nUntuk Artikel Premium dan Buku\n\nMengunjungi:\nhttps://moneypechu.com/books/\n-------------------------------------------------\nSaluran YouTube Kami Lainnya\n\n\nUang Pechu /  \n\nItuhuva Pechu - /   \n\nMakkal Pechu - / makkalpechu  \n\nProperti Ungal - /   \n\nPaisa Boltha Hai (Hindi) - / paisaboltahai1  \n\nUang Maatalu (Telugu ) - /  \n\nUang pechu Malayalam - / \n\nDuddina maathu - / \n \nSwadesi Mithran - / \n\nNava Sakthi - / -1\n\n-------------------------------------------------\nBeriklan Bersama Kami\n\nUntuk mengiklankan merek Anda di situs MoneyPechu, silakan hubungi:\n📞 7200006273\n📧 moneypechu\n-------------------------------------------------\nTetap Terupdate\n\nUntuk mendapatkan pembaruan instan tentang berita ekonomi, pasar saham, dan artikel premium eksklusif, kunjungi:\nhttps://www.moneypechu.com\n\nBeli Buku Langsung (Offline)\n\nBeli buku karya Anand Srinivasan secara langsung di:\n\n1B, Lantai 1, Apartemen Sreshta Anand\nNo: 15, 16, 17, Jalan Hanumantha\nBalaji Nagar, Royapettah\nChennai – 600014\nTamil Nadu\n-------------------------------------------------\nBeli Online\n\nAlchemy of Money\nhttps://moneypechu.com/book/alchemy-o...\n\nOrdinary Stocks Extraordinary Profits\nhttps://moneypechu.com/book/ordinary-...\n\nAll About Mutual Dana\nhttps://moneypechu.com/book/all-about...\n\nPanam Enum Manthiram (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/panam-enn...\n\nSaadharana Pangu Asaadharana Laabam (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/saadharan...\n\nReksa Dana Therinthu Kolvom (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/mutual-fu...\n-------------------------------------------------\n\nIkuti saya di Instagram: / anandsrinivasan   \n\n\nVinodSrinivasan:\nIkuti saya di Instagram: / vinodsrinivasan_\n\nUangpechudotcom:\nIkuti saya di Instagram: /   / moneypechu_dot_com  \n\nBeberapa dari Anda meminta saya untuk melihat laporan melakukan hal tersebut Perdebatan pun muncul: bahwa Bank Sentral India (RBI) telah menjual emasnya. Beberapa orang mengirimkan angka dari Bloomberg, beberapa menambahkan teori mereka sendiri tentang alasannya. Jadi saya membaca laporan sebenarnya dan data sebenarnya di baliknya, dan video ini membahas keduanya - karena ini adalah salah satu cerita di mana fakta-faktanya menarik dan teori-teori yang melingkupinya sebagian besar hanya kebisingan. Malam ini lebih banyak membahas tentang bagaimana membaca cerita seperti ini daripada tentang emas itu sendiri. Apa yang saya bahas: apa yang sebenarnya dilaporkan dan betapa lunaknya kata-katanya (diperkirakan, mungkin, disimpulkan dari data publik, bukan pengungkapan RBI); preseden tahun 2019 di mana kesimpulan serupa ditolak mentah-mentah oleh RBI; penjelasan likuiditas yang membosankan yang sesuai dengan setiap fakta; teori penyelamatan kroni yang lebih lantang dan mengapa data tersebut tidak memiliki bobot yang cukup; dan alasan perilaku mengapa penjelasan dramatis menyebar lebih cepat daripada penjelasan yang akurat. Ini adalah analisis struktural untuk pemikiran Anda sendiri. Saya bukan penasihat investasi yang terdaftar di SEBI. Tidak ada dalam video ini yang merupakan ajakan beli atau jual, dan tidak ada di dalamnya yang merupakan komentar tentang pemerintah atau perusahaan mana pun. Penjualan emas itu sendiri masih merupakan perkiraan eksternal, bukan angka yang terkonfirmasi. Video ini tersedia dalam trek audio Tamil dan Hindi. Ketuk ikon roda gigi pada pemutar YouTube, pilih trek audio, dan pilih bahasa Anda.\n\n#RBI #RupeeIndia #Emas #EkonomiIndia #Investasi #PasarSaham #MenjadiKaya", "post_id": "J4X2iqMZDQM"}}, {"key": "swadesimithran", "attributes": {"label": "swadesimithran", "x": 156.10604637250535, "y": 376.35792200296146, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.6565, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "J4X2iqMZDQM", "id": "swadesimithran", "source": "youtube-000001", "content": "Apakah RBI Baru Saja Menjual Emas Senilai $12 Miliar? Apa yang Ditunjukkan Data, dan Apa yang Tid...\n\nBuku Anak-Anak\n\nLiterasi Keuangan untuk Anak-Anak – Seri 2\nhttps://moneypechu.com/book/financial...\n\nLiterasi Keuangan untuk Anak-Anak – Seri 1\nhttps://moneypechu.com/book/financial...\n-------------------------------------------------\nBuku Bahasa Inggris\n\nSaham Biasa Keuntungan Luar Biasa\nhttps://moneypechu.com/book/ordinary-...\n\nSemua Tentang Reksa Dana\nhttps://moneypechu.com/book/all-about...\n\nAlkimia Uang\nhttps://moneypechu.com/book/alchemy-o...\n-------------------------------------------------\nPenawaran Kombo\n\nKombo 1\nhttps://moneypechu.com/book/combo-1-p...\n\nPaket 2\nhttps://moneypechu.com/book/combo-2-a...\n\nPaket 3\nhttps://moneypechu.com/book/combo3-pa...\n\nPaket 4\nhttps://moneypechu.com/book/combo-4-a...\n\nUntuk Artikel Premium dan Buku\n\nMengunjungi:\nhttps://moneypechu.com/books/\n-------------------------------------------------\nSaluran YouTube Kami Lainnya\n\n\nUang Pechu /  \n\nItuhuva Pechu - /   \n\nMakkal Pechu - / makkalpechu  \n\nProperti Ungal - /   \n\nPaisa Boltha Hai (Hindi) - / paisaboltahai1  \n\nUang Maatalu (Telugu ) - /  \n\nUang pechu Malayalam - / \n\nDuddina maathu - / \n \nSwadesi Mithran - / \n\nNava Sakthi - / -1\n\n-------------------------------------------------\nBeriklan Bersama Kami\n\nUntuk mengiklankan merek Anda di situs MoneyPechu, silakan hubungi:\n📞 7200006273\n📧 moneypechu\n-------------------------------------------------\nTetap Terupdate\n\nUntuk mendapatkan pembaruan instan tentang berita ekonomi, pasar saham, dan artikel premium eksklusif, kunjungi:\nhttps://www.moneypechu.com\n\nBeli Buku Langsung (Offline)\n\nBeli buku karya Anand Srinivasan secara langsung di:\n\n1B, Lantai 1, Apartemen Sreshta Anand\nNo: 15, 16, 17, Jalan Hanumantha\nBalaji Nagar, Royapettah\nChennai – 600014\nTamil Nadu\n-------------------------------------------------\nBeli Online\n\nAlchemy of Money\nhttps://moneypechu.com/book/alchemy-o...\n\nOrdinary Stocks Extraordinary Profits\nhttps://moneypechu.com/book/ordinary-...\n\nAll About Mutual Dana\nhttps://moneypechu.com/book/all-about...\n\nPanam Enum Manthiram (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/panam-enn...\n\nSaadharana Pangu Asaadharana Laabam (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/saadharan...\n\nReksa Dana Therinthu Kolvom (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/mutual-fu...\n-------------------------------------------------\n\nIkuti saya di Instagram: / anandsrinivasan   \n\n\nVinodSrinivasan:\nIkuti saya di Instagram: / vinodsrinivasan_\n\nUangpechudotcom:\nIkuti saya di Instagram: /   / moneypechu_dot_com  \n\nBeberapa dari Anda meminta saya untuk melihat laporan melakukan hal tersebut Perdebatan pun muncul: bahwa Bank Sentral India (RBI) telah menjual emasnya. Beberapa orang mengirimkan angka dari Bloomberg, beberapa menambahkan teori mereka sendiri tentang alasannya. Jadi saya membaca laporan sebenarnya dan data sebenarnya di baliknya, dan video ini membahas keduanya - karena ini adalah salah satu cerita di mana fakta-faktanya menarik dan teori-teori yang melingkupinya sebagian besar hanya kebisingan. Malam ini lebih banyak membahas tentang bagaimana membaca cerita seperti ini daripada tentang emas itu sendiri. Apa yang saya bahas: apa yang sebenarnya dilaporkan dan betapa lunaknya kata-katanya (diperkirakan, mungkin, disimpulkan dari data publik, bukan pengungkapan RBI); preseden tahun 2019 di mana kesimpulan serupa ditolak mentah-mentah oleh RBI; penjelasan likuiditas yang membosankan yang sesuai dengan setiap fakta; teori penyelamatan kroni yang lebih lantang dan mengapa data tersebut tidak memiliki bobot yang cukup; dan alasan perilaku mengapa penjelasan dramatis menyebar lebih cepat daripada penjelasan yang akurat. Ini adalah analisis struktural untuk pemikiran Anda sendiri. Saya bukan penasihat investasi yang terdaftar di SEBI. Tidak ada dalam video ini yang merupakan ajakan beli atau jual, dan tidak ada di dalamnya yang merupakan komentar tentang pemerintah atau perusahaan mana pun. Penjualan emas itu sendiri masih merupakan perkiraan eksternal, bukan angka yang terkonfirmasi. Video ini tersedia dalam trek audio Tamil dan Hindi. Ketuk ikon roda gigi pada pemutar YouTube, pilih trek audio, dan pilih bahasa Anda.\n\n#RBI #RupeeIndia #Emas #EkonomiIndia #Investasi #PasarSaham #MenjadiKaya", "post_id": "J4X2iqMZDQM"}}, {"key": "Nava_sakthi", "attributes": {"label": "Nava_sakthi", "x": 81.07485441725126, "y": 35.52257510895684, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.6565, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "J4X2iqMZDQM", "id": "Nava_sakthi", "source": "youtube-000001", "content": "Apakah RBI Baru Saja Menjual Emas Senilai $12 Miliar? Apa yang Ditunjukkan Data, dan Apa yang Tid...\n\nBuku Anak-Anak\n\nLiterasi Keuangan untuk Anak-Anak – Seri 2\nhttps://moneypechu.com/book/financial...\n\nLiterasi Keuangan untuk Anak-Anak – Seri 1\nhttps://moneypechu.com/book/financial...\n-------------------------------------------------\nBuku Bahasa Inggris\n\nSaham Biasa Keuntungan Luar Biasa\nhttps://moneypechu.com/book/ordinary-...\n\nSemua Tentang Reksa Dana\nhttps://moneypechu.com/book/all-about...\n\nAlkimia Uang\nhttps://moneypechu.com/book/alchemy-o...\n-------------------------------------------------\nPenawaran Kombo\n\nKombo 1\nhttps://moneypechu.com/book/combo-1-p...\n\nPaket 2\nhttps://moneypechu.com/book/combo-2-a...\n\nPaket 3\nhttps://moneypechu.com/book/combo3-pa...\n\nPaket 4\nhttps://moneypechu.com/book/combo-4-a...\n\nUntuk Artikel Premium dan Buku\n\nMengunjungi:\nhttps://moneypechu.com/books/\n-------------------------------------------------\nSaluran YouTube Kami Lainnya\n\n\nUang Pechu /  \n\nItuhuva Pechu - /   \n\nMakkal Pechu - / makkalpechu  \n\nProperti Ungal - /   \n\nPaisa Boltha Hai (Hindi) - / paisaboltahai1  \n\nUang Maatalu (Telugu ) - /  \n\nUang pechu Malayalam - / \n\nDuddina maathu - / \n \nSwadesi Mithran - / \n\nNava Sakthi - / -1\n\n-------------------------------------------------\nBeriklan Bersama Kami\n\nUntuk mengiklankan merek Anda di situs MoneyPechu, silakan hubungi:\n📞 7200006273\n📧 moneypechu\n-------------------------------------------------\nTetap Terupdate\n\nUntuk mendapatkan pembaruan instan tentang berita ekonomi, pasar saham, dan artikel premium eksklusif, kunjungi:\nhttps://www.moneypechu.com\n\nBeli Buku Langsung (Offline)\n\nBeli buku karya Anand Srinivasan secara langsung di:\n\n1B, Lantai 1, Apartemen Sreshta Anand\nNo: 15, 16, 17, Jalan Hanumantha\nBalaji Nagar, Royapettah\nChennai – 600014\nTamil Nadu\n-------------------------------------------------\nBeli Online\n\nAlchemy of Money\nhttps://moneypechu.com/book/alchemy-o...\n\nOrdinary Stocks Extraordinary Profits\nhttps://moneypechu.com/book/ordinary-...\n\nAll About Mutual Dana\nhttps://moneypechu.com/book/all-about...\n\nPanam Enum Manthiram (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/panam-enn...\n\nSaadharana Pangu Asaadharana Laabam (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/saadharan...\n\nReksa Dana Therinthu Kolvom (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/mutual-fu...\n-------------------------------------------------\n\nIkuti saya di Instagram: / anandsrinivasan   \n\n\nVinodSrinivasan:\nIkuti saya di Instagram: / vinodsrinivasan_\n\nUangpechudotcom:\nIkuti saya di Instagram: /   / moneypechu_dot_com  \n\nBeberapa dari Anda meminta saya untuk melihat laporan melakukan hal tersebut Perdebatan pun muncul: bahwa Bank Sentral India (RBI) telah menjual emasnya. Beberapa orang mengirimkan angka dari Bloomberg, beberapa menambahkan teori mereka sendiri tentang alasannya. Jadi saya membaca laporan sebenarnya dan data sebenarnya di baliknya, dan video ini membahas keduanya - karena ini adalah salah satu cerita di mana fakta-faktanya menarik dan teori-teori yang melingkupinya sebagian besar hanya kebisingan. Malam ini lebih banyak membahas tentang bagaimana membaca cerita seperti ini daripada tentang emas itu sendiri. Apa yang saya bahas: apa yang sebenarnya dilaporkan dan betapa lunaknya kata-katanya (diperkirakan, mungkin, disimpulkan dari data publik, bukan pengungkapan RBI); preseden tahun 2019 di mana kesimpulan serupa ditolak mentah-mentah oleh RBI; penjelasan likuiditas yang membosankan yang sesuai dengan setiap fakta; teori penyelamatan kroni yang lebih lantang dan mengapa data tersebut tidak memiliki bobot yang cukup; dan alasan perilaku mengapa penjelasan dramatis menyebar lebih cepat daripada penjelasan yang akurat. Ini adalah analisis struktural untuk pemikiran Anda sendiri. Saya bukan penasihat investasi yang terdaftar di SEBI. Tidak ada dalam video ini yang merupakan ajakan beli atau jual, dan tidak ada di dalamnya yang merupakan komentar tentang pemerintah atau perusahaan mana pun. Penjualan emas itu sendiri masih merupakan perkiraan eksternal, bukan angka yang terkonfirmasi. Video ini tersedia dalam trek audio Tamil dan Hindi. Ketuk ikon roda gigi pada pemutar YouTube, pilih trek audio, dan pilih bahasa Anda.\n\n#RBI #RupeeIndia #Emas #EkonomiIndia #Investasi #PasarSaham #MenjadiKaya", "post_id": "J4X2iqMZDQM"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 174.45212418267275, "y": 35.76163584532033, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "Z3qL04ezvD0", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "Menakar Kebijakan Ekspor 1 Pintu PT DSI oleh Prabowo! Selamatkan Devisa Atau Jadi Skandal Baru?\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! \n\nPada video kali ini, kita akan membongkar tuntas revolusi ekonomi dan pasar modal terbesar di Indonesia saat ini: lahirnya PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) dan kebijakan ekspor satu pintu. Apakah ini sinyal kebangkitan ekonomi kita, atau justru awal dari kehancuran portofolio saham komoditas Anda?\n\nBanyak investor panik dan takut bahwa semua saham tambang akan hancur akibat kebijakan sentralisasi ini, namun faktanya dampaknya sama sekali tidak bisa dipukul rata. Emiten tambang dengan transaksi ke pihak afiliasi luar negeri, seperti PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan Grup Adaro (ADRO & ADMR), berisiko paling tinggi terkena penertiban margin, transfer pricing, hingga birokrasi baru. Sebaliknya, emiten dengan pembeli independen seperti AMMN dan BUMI hanya menghadapi risiko administratif. Kabar baiknya, perusahaan hulu migas (MEDC), BUMN yang diatur Harga Patokan Mineral (ANTM), serta jasa kontraktor tambang (ABMM, PTRO, DEWA) nyaris kebal dan tidak terdampak sama sekali.\n\nLantas, mengapa langkah radikal ekspor satu pintu ini diambil oleh Presiden Prabowo? Keputusan ini ternyata merupakan \"operasi bypass\" untuk menyelamatkan devisa negara dari kebobrokan masif di institusi lama. Terbongkarnya kasus suap pejabat tinggi Bea Cukai membuktikan maraknya praktik under-invoicing dan penyelundupan yang merugikan negara hingga miliaran dolar. Dengan political will yang kuat dan pendekatan investigasi follow the money pada perusahaan kargo, pemerintah akhirnya berhasil membersihkan mafia pelabuhan yang selama ini kebal hukum.\n\nNamun, sentralisasi absolut oleh Danantara juga membawa \"sisi gelap\" yang sangat mengerikan jika tidak diawasi. Monopoli kekuasaan DSI bisa mengundang pemburu rente baru dan memunculkan bentuk korupsi berskala kejahatan korporasi (manipulasi investasi fiktif dan transfer pricing), bukan sekadar suap birokrasi biasa. Kita wajib belajar dari tragedi kelam 1MDB di Malaysia; tanpa audit forensik internasional, sistem whistleblower, dan tata kelola (GCG) murni, kekayaan negara rentan dirampok oleh elit dari dalam.\n\nDi sisi makroekonomi, banyak pihak menyamakan dominasi agresif negara ini dengan rezim fasis. Faktanya, riset menegaskan ini adalah murni fenomena Kapitalisme Negara (State Capitalism). Indonesia sedang mencoba meniru kesuksesan Temasek di Singapura, kekuatan BUMN Tiongkok, atau Korea Selatan di era Park Chung-hee demi memaksimalkan daya tawar global. Meski begitu, kita tetap harus waspada terhadap risiko inefisiensi kronis dan matinya swasta menengah akibat efek crowding out.\n\nTerakhir, persiapkan diri Anda menghadapi \"tsunami likuiditas\" dari aturan Devisa Hasil Ekspor (DHE). Kebijakan agresif yang mewajibkan penempatan DHE 100% di bank Himbara selama 12 bulan berpotensi mengancam arus kas operasional emiten raksasa. Bersiaplah, karena fleksibilitas perusahaan untuk ekspansi dan membagikan dividen jumbo mungkin akan terpangkas drastis! Menariknya, Amerika Serikat justru mendapatkan \"jalur khusus\" (retensi 30% selama 3 bulan di bank non-Himbara) sebagai langkah mitigasi agar Indonesia terhindar dari retaliasi hukum dagang global. Realitasnya, kedaulatan devisa tetap harus tunduk pada kompromi efisiensi pasar internasional.\n\nTonton video ini sampai habis agar Anda tidak salah langkah, terhindar dari panic selling, dan mampu meracik ulang portofolio saham Anda dengan cerdas!\n\n00:06 Dampak Kebijakan Ekspor Satu Pintu (DSI) Terhadap Berbagai Perusahaan Tambang\n08:08 Latar Belakang Pembentukan DSI dan Kebobrokan Bea Cukai\n14:48 Potensi Risiko Korupsi pada Entitas Baru (Danantara/DSI)\n23:31 Narasi Ekonomi Negara: Kapitalisme Negara vs. Mispersepsi Fasisme\n30:39 Aturan Devisa Hasil Ekspor (DHE) dan Realitas Perdagangan Global\n\n📌 JANGAN LUPA: 👍 Like video ini jika Anda mendapat insight baru! 💬 Comment di bawah: Apakah Anda setuju dengan kebijakan PT Danantara, atau justru khawatir dengan dividen emiten favorit Anda? 🔔 Subscribe channel Wawasan Cerdas dan nyalakan loncengnya agar selalu update analisis ekonomi dan investasi paling mendalam!\n\nDisclaimer: Konten ini murni bersifat edukasi, dirangkum dari analisis objektif, dan BUKAN merupakan rekomendasi penasihat investasi untuk jual/beli saham. Segala keputusan akhir berada di tangan dan riset independen masing-masing investor.\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#WawasanCerdas #PTDanantara #SahamTambang #InvestasiSaham #EkonomiIndonesia #BeritaEkonomi #IHSG #PrabowoSubianto #BeaCukai #SkandalKorupsi #DividenSaham #KapitalismeNegara #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "Z3qL04ezvD0"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 844.7906619366779, "y": 879.6119300518495, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2418, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "Z3qL04ezvD0", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "Menakar Kebijakan Ekspor 1 Pintu PT DSI oleh Prabowo! Selamatkan Devisa Atau Jadi Skandal Baru?\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! \n\nPada video kali ini, kita akan membongkar tuntas revolusi ekonomi dan pasar modal terbesar di Indonesia saat ini: lahirnya PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) dan kebijakan ekspor satu pintu. Apakah ini sinyal kebangkitan ekonomi kita, atau justru awal dari kehancuran portofolio saham komoditas Anda?\n\nBanyak investor panik dan takut bahwa semua saham tambang akan hancur akibat kebijakan sentralisasi ini, namun faktanya dampaknya sama sekali tidak bisa dipukul rata. Emiten tambang dengan transaksi ke pihak afiliasi luar negeri, seperti PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan Grup Adaro (ADRO & ADMR), berisiko paling tinggi terkena penertiban margin, transfer pricing, hingga birokrasi baru. Sebaliknya, emiten dengan pembeli independen seperti AMMN dan BUMI hanya menghadapi risiko administratif. Kabar baiknya, perusahaan hulu migas (MEDC), BUMN yang diatur Harga Patokan Mineral (ANTM), serta jasa kontraktor tambang (ABMM, PTRO, DEWA) nyaris kebal dan tidak terdampak sama sekali.\n\nLantas, mengapa langkah radikal ekspor satu pintu ini diambil oleh Presiden Prabowo? Keputusan ini ternyata merupakan \"operasi bypass\" untuk menyelamatkan devisa negara dari kebobrokan masif di institusi lama. Terbongkarnya kasus suap pejabat tinggi Bea Cukai membuktikan maraknya praktik under-invoicing dan penyelundupan yang merugikan negara hingga miliaran dolar. Dengan political will yang kuat dan pendekatan investigasi follow the money pada perusahaan kargo, pemerintah akhirnya berhasil membersihkan mafia pelabuhan yang selama ini kebal hukum.\n\nNamun, sentralisasi absolut oleh Danantara juga membawa \"sisi gelap\" yang sangat mengerikan jika tidak diawasi. Monopoli kekuasaan DSI bisa mengundang pemburu rente baru dan memunculkan bentuk korupsi berskala kejahatan korporasi (manipulasi investasi fiktif dan transfer pricing), bukan sekadar suap birokrasi biasa. Kita wajib belajar dari tragedi kelam 1MDB di Malaysia; tanpa audit forensik internasional, sistem whistleblower, dan tata kelola (GCG) murni, kekayaan negara rentan dirampok oleh elit dari dalam.\n\nDi sisi makroekonomi, banyak pihak menyamakan dominasi agresif negara ini dengan rezim fasis. Faktanya, riset menegaskan ini adalah murni fenomena Kapitalisme Negara (State Capitalism). Indonesia sedang mencoba meniru kesuksesan Temasek di Singapura, kekuatan BUMN Tiongkok, atau Korea Selatan di era Park Chung-hee demi memaksimalkan daya tawar global. Meski begitu, kita tetap harus waspada terhadap risiko inefisiensi kronis dan matinya swasta menengah akibat efek crowding out.\n\nTerakhir, persiapkan diri Anda menghadapi \"tsunami likuiditas\" dari aturan Devisa Hasil Ekspor (DHE). Kebijakan agresif yang mewajibkan penempatan DHE 100% di bank Himbara selama 12 bulan berpotensi mengancam arus kas operasional emiten raksasa. Bersiaplah, karena fleksibilitas perusahaan untuk ekspansi dan membagikan dividen jumbo mungkin akan terpangkas drastis! Menariknya, Amerika Serikat justru mendapatkan \"jalur khusus\" (retensi 30% selama 3 bulan di bank non-Himbara) sebagai langkah mitigasi agar Indonesia terhindar dari retaliasi hukum dagang global. Realitasnya, kedaulatan devisa tetap harus tunduk pada kompromi efisiensi pasar internasional.\n\nTonton video ini sampai habis agar Anda tidak salah langkah, terhindar dari panic selling, dan mampu meracik ulang portofolio saham Anda dengan cerdas!\n\n00:06 Dampak Kebijakan Ekspor Satu Pintu (DSI) Terhadap Berbagai Perusahaan Tambang\n08:08 Latar Belakang Pembentukan DSI dan Kebobrokan Bea Cukai\n14:48 Potensi Risiko Korupsi pada Entitas Baru (Danantara/DSI)\n23:31 Narasi Ekonomi Negara: Kapitalisme Negara vs. Mispersepsi Fasisme\n30:39 Aturan Devisa Hasil Ekspor (DHE) dan Realitas Perdagangan Global\n\n📌 JANGAN LUPA: 👍 Like video ini jika Anda mendapat insight baru! 💬 Comment di bawah: Apakah Anda setuju dengan kebijakan PT Danantara, atau justru khawatir dengan dividen emiten favorit Anda? 🔔 Subscribe channel Wawasan Cerdas dan nyalakan loncengnya agar selalu update analisis ekonomi dan investasi paling mendalam!\n\nDisclaimer: Konten ini murni bersifat edukasi, dirangkum dari analisis objektif, dan BUKAN merupakan rekomendasi penasihat investasi untuk jual/beli saham. Segala keputusan akhir berada di tangan dan riset independen masing-masing investor.\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#WawasanCerdas #PTDanantara #SahamTambang #InvestasiSaham #EkonomiIndonesia #BeritaEkonomi #IHSG #PrabowoSubianto #BeaCukai #SkandalKorupsi #DividenSaham #KapitalismeNegara #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "Z3qL04ezvD0"}}, {"key": "@thecore_in", "attributes": {"label": "@thecore_in", "x": 346.2944535879292, "y": 326.02798346051156, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "v6fkRyKyg4c", "id": "@thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Apakah India Mengirim Sinyal yang Salah kepada Investor Global | Govindraj Ethiraj | The Core Report\n\nPada Episode 883 dari The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbicara dengan Prasanna Tantri, Profesor Madya Keuangan dan Direktur Eksekutif - Pusat Keuangan Analitis (CAF) di ISB serta Yogesh Rawat, Kepala Bagian Bisnis - Pinjaman Mahasiswa Internasional di Avanse financial services.\n\nLihat pelacak Pendapatan Langsung kami: https://earnings.thecore.in/\n\nCATATAN ACARA\n(00:00) Pandangan Kami\n(05:00) Mengapa SIP Anda menurunkan nilai rupee terhadap dolar\n(06:14) Pasar India diperkirakan akan dibuka lebih kuat berdasarkan laporan kesepakatan Iran-AS.\n(07:12) Delegasi bisnis beranggotakan 150 orang beserta menteri perdagangan akan mendarat di Kanada.\n(08:35) Kenaikan suku bunga tampaknya akan segera terjadi. Tetapi bagaimana dengan waktunya?\n\n(19:50) Bagaimana mahasiswa India yang akan belajar di luar negeri menyesuaikan pilihan mereka karena rezim visa yang lebih ketat dan depresiasi rupee\n\nInformasi Tambahan:\n\nRupee India mendekati 100 terhadap dolar AS, FPI telah menarik hampir $50 miliar dari ekuitas India, dan FDI bersih ke India telah melambat tajam.\n\nPada saat yang sama, India dilaporkan berkomitmen untuk membeli barang-barang energi, teknologi, dan pertanian AS senilai $500 miliar selama lima tahun. Ketika India membutuhkan modal asing, teknologi, dan bisnis global untuk berinvestasi di sini, mengapa India memberikan sinyal pengeluaran keluar yang begitu besar?\n\nEkonom Sajid Chinoy berpendapat bahwa FDI bersih India, yang pernah sekitar 1,5% dari PDB, hampir mengering sejak 2024 dan tetap terkait dengan kondisi keuangan global seperti imbal hasil obligasi pemerintah AS. Sementara itu, Vietnam terus menarik FDI yang kuat.\n\nLogika perdagangan India-AS telah berubah setelah putusan Mahkamah Agung AS tentang tarif timbal balik dan langkah menuju tarif seragam 10%. Jika India tetap mendapatkan perlakuan tarif yang sama, lalu apa sebenarnya yang dibeli dengan $500 miliar itu?\n\nIndia membutuhkan arus masuk modal, investasi asing langsung (FDI) yang lebih kuat, investasi manufaktur, transfer teknologi, dan pertumbuhan domestik. Bertindak sebagai pelanggan Amerika senilai setengah triliun dolar mungkin tidak akan menguntungkan kepentingan ekonomi India.\n\nSIP, Pasar, Perdagangan dengan Kanada:\n\nInvestasi bulanan Anda ke reksa dana mungkin telah membantu menyediakan likuiditas bagi investor asing untuk keluar dari saham India sejak September 2024.\n\nCatatan Jefferies mengatakan tekanan terhadap rupee India bukan terutama berasal dari defisit transaksi berjalan, tetapi dari arus modal yang lemah. Arus keluar ekuitas sekitar $78 miliar selama dua tahun diserap oleh arus domestik yang kuat, memberikan investor asing jalan keluar yang mudah dari pasar India yang mahal.\n\nRupee pulih setelah intervensi RBI, sementara Nifty & Sensex ditutup lebih tinggi. Pasar mungkin akan dibuka lebih kuat karena harapan kesepakatan perdamaian Iran-AS, mengurangi tekanan pada minyak, rupee, dan sentimen.\n\nIndia juga berupaya membangun kembali momentum perdagangan dengan Kanada karena kedua negara bertujuan untuk meningkatkan perdagangan bilateral menjadi sekitar $50 miliar selama lima tahun.\n\nGelombang panas mendorong permintaan listrik di atas 270 GW, menyebabkan pemadaman listrik di pusat-pusat seperti Chennai.\n\nBagaimana Seharusnya Inflasi India Ditangani?\n\nDengan harga minyak dan risiko energi yang meningkat, inflasi kembali menjadi fokus. Para ekonom mengamati apakah RBI dapat menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin dari suku bunga repo saat ini sebesar 5,25%.\n\nTetapi apakah kenaikan suku bunga merupakan respons yang tepat terhadap guncangan harga minyak? Govindraj Ethiraj berbicara dengan Prasanna Tantri dari Indian School of Business tentang apakah kerangka kerja target inflasi India terlalu kaku.\n\nMengapa Mahasiswa India Belajar di Luar Negeri Lebih Sedikit?\n\nJumlah mahasiswa India yang belajar di luar negeri menurun karena aturan visa diperketat di Kanada, AS, Australia, dan Inggris.\n\nNilai tukar rupee yang lebih lemah mendekati 96 terhadap dolar membuat pendidikan di luar negeri lebih mahal bagi keluarga India. Govindraj Ethiraj berbicara dengan Yogesh Rawat dari Avanse Financial Services tentang bagaimana permintaan pinjaman pendidikan, orang tua, dan mahasiswa berubah.\n\nNilai tukar rupee India mendekati 100, arus keluar FPI, FDI yang lemah, perdagangan India-AS, debat kenaikan suku bunga RBI, risiko inflasi, dan pilihan mahasiswa India untuk belajar di Jerman, Jepang, dan Dubai menimbulkan satu pertanyaan besar. Apakah India mengirimkan sinyal yang salah kepada investor dan keluarga global? Saksikan Govindraj Ethiraj di The Core Report untuk berita bisnis yang tajam, pasar, manufaktur, dan analisis ekonomi.\n\n#EkonomiIndia #Rupee #RBI #FDI #TheCoreReport #TheCore\n\nGabung dengan The Core Insider untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu tanggapan Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Co...", "post_id": "v6fkRyKyg4c"}}, {"key": "thecore_in", "attributes": {"label": "thecore_in", "x": 264.8436501728532, "y": 601.1643017018044, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.71, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "v6fkRyKyg4c", "id": "thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Apakah India Mengirim Sinyal yang Salah kepada Investor Global | Govindraj Ethiraj | The Core Report\n\nPada Episode 883 dari The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbicara dengan Prasanna Tantri, Profesor Madya Keuangan dan Direktur Eksekutif - Pusat Keuangan Analitis (CAF) di ISB serta Yogesh Rawat, Kepala Bagian Bisnis - Pinjaman Mahasiswa Internasional di Avanse financial services.\n\nLihat pelacak Pendapatan Langsung kami: https://earnings.thecore.in/\n\nCATATAN ACARA\n(00:00) Pandangan Kami\n(05:00) Mengapa SIP Anda menurunkan nilai rupee terhadap dolar\n(06:14) Pasar India diperkirakan akan dibuka lebih kuat berdasarkan laporan kesepakatan Iran-AS.\n(07:12) Delegasi bisnis beranggotakan 150 orang beserta menteri perdagangan akan mendarat di Kanada.\n(08:35) Kenaikan suku bunga tampaknya akan segera terjadi. Tetapi bagaimana dengan waktunya?\n\n(19:50) Bagaimana mahasiswa India yang akan belajar di luar negeri menyesuaikan pilihan mereka karena rezim visa yang lebih ketat dan depresiasi rupee\n\nInformasi Tambahan:\n\nRupee India mendekati 100 terhadap dolar AS, FPI telah menarik hampir $50 miliar dari ekuitas India, dan FDI bersih ke India telah melambat tajam.\n\nPada saat yang sama, India dilaporkan berkomitmen untuk membeli barang-barang energi, teknologi, dan pertanian AS senilai $500 miliar selama lima tahun. Ketika India membutuhkan modal asing, teknologi, dan bisnis global untuk berinvestasi di sini, mengapa India memberikan sinyal pengeluaran keluar yang begitu besar?\n\nEkonom Sajid Chinoy berpendapat bahwa FDI bersih India, yang pernah sekitar 1,5% dari PDB, hampir mengering sejak 2024 dan tetap terkait dengan kondisi keuangan global seperti imbal hasil obligasi pemerintah AS. Sementara itu, Vietnam terus menarik FDI yang kuat.\n\nLogika perdagangan India-AS telah berubah setelah putusan Mahkamah Agung AS tentang tarif timbal balik dan langkah menuju tarif seragam 10%. Jika India tetap mendapatkan perlakuan tarif yang sama, lalu apa sebenarnya yang dibeli dengan $500 miliar itu?\n\nIndia membutuhkan arus masuk modal, investasi asing langsung (FDI) yang lebih kuat, investasi manufaktur, transfer teknologi, dan pertumbuhan domestik. Bertindak sebagai pelanggan Amerika senilai setengah triliun dolar mungkin tidak akan menguntungkan kepentingan ekonomi India.\n\nSIP, Pasar, Perdagangan dengan Kanada:\n\nInvestasi bulanan Anda ke reksa dana mungkin telah membantu menyediakan likuiditas bagi investor asing untuk keluar dari saham India sejak September 2024.\n\nCatatan Jefferies mengatakan tekanan terhadap rupee India bukan terutama berasal dari defisit transaksi berjalan, tetapi dari arus modal yang lemah. Arus keluar ekuitas sekitar $78 miliar selama dua tahun diserap oleh arus domestik yang kuat, memberikan investor asing jalan keluar yang mudah dari pasar India yang mahal.\n\nRupee pulih setelah intervensi RBI, sementara Nifty & Sensex ditutup lebih tinggi. Pasar mungkin akan dibuka lebih kuat karena harapan kesepakatan perdamaian Iran-AS, mengurangi tekanan pada minyak, rupee, dan sentimen.\n\nIndia juga berupaya membangun kembali momentum perdagangan dengan Kanada karena kedua negara bertujuan untuk meningkatkan perdagangan bilateral menjadi sekitar $50 miliar selama lima tahun.\n\nGelombang panas mendorong permintaan listrik di atas 270 GW, menyebabkan pemadaman listrik di pusat-pusat seperti Chennai.\n\nBagaimana Seharusnya Inflasi India Ditangani?\n\nDengan harga minyak dan risiko energi yang meningkat, inflasi kembali menjadi fokus. Para ekonom mengamati apakah RBI dapat menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin dari suku bunga repo saat ini sebesar 5,25%.\n\nTetapi apakah kenaikan suku bunga merupakan respons yang tepat terhadap guncangan harga minyak? Govindraj Ethiraj berbicara dengan Prasanna Tantri dari Indian School of Business tentang apakah kerangka kerja target inflasi India terlalu kaku.\n\nMengapa Mahasiswa India Belajar di Luar Negeri Lebih Sedikit?\n\nJumlah mahasiswa India yang belajar di luar negeri menurun karena aturan visa diperketat di Kanada, AS, Australia, dan Inggris.\n\nNilai tukar rupee yang lebih lemah mendekati 96 terhadap dolar membuat pendidikan di luar negeri lebih mahal bagi keluarga India. Govindraj Ethiraj berbicara dengan Yogesh Rawat dari Avanse Financial Services tentang bagaimana permintaan pinjaman pendidikan, orang tua, dan mahasiswa berubah.\n\nNilai tukar rupee India mendekati 100, arus keluar FPI, FDI yang lemah, perdagangan India-AS, debat kenaikan suku bunga RBI, risiko inflasi, dan pilihan mahasiswa India untuk belajar di Jerman, Jepang, dan Dubai menimbulkan satu pertanyaan besar. Apakah India mengirimkan sinyal yang salah kepada investor dan keluarga global? Saksikan Govindraj Ethiraj di The Core Report untuk berita bisnis yang tajam, pasar, manufaktur, dan analisis ekonomi.\n\n#EkonomiIndia #Rupee #RBI #FDI #TheCoreReport #TheCore\n\nGabung dengan The Core Insider untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu tanggapan Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Co...", "post_id": "v6fkRyKyg4c"}}, {"key": "@PASFMRADIOBISNIS", "attributes": {"label": "@PASFMRADIOBISNIS", "x": 187.4896756667812, "y": 194.26706152127704, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "l23oQFbCL0k", "id": "@PASFMRADIOBISNIS", "source": "youtube-000001", "content": "Businessman Opinion SELASA 09 Juni 2026 -  ERA SUKU BUNGA TINGGI\n\nMitra bisnis, Era bunga tinggi bakal dimulai demi menarik kembali dana asing masuk ke pasar keuangan dalam negeri demi menopang tekanan yang melanda kurs rupiah. Selain itu, untuk menjaga likuiditas di pasar uang dan perbankan pemerintah juga akan mengoptimalkan penempatan dana pemerintah di BI. \n\nApa komentar anda mengenai langkah pemerintah dan BI untuk menguatkan rupiah ini?\n\n#bankindonesia #rupiah #pertumbuhanekonomi               \n\nFollow us! \ntwitter:  \nIG: pasfmradiobisnis \nFB: pasfm.jakarta \nLive streaming indotv.live\nEmail: redaksi", "post_id": "l23oQFbCL0k"}}, {"key": "pasfm", "attributes": {"label": "pasfm", "x": 937.9928794901801, "y": 619.0756780925975, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "l23oQFbCL0k", "id": "pasfm", "source": "youtube-000001", "content": "Businessman Opinion SELASA 09 Juni 2026 -  ERA SUKU BUNGA TINGGI\n\nMitra bisnis, Era bunga tinggi bakal dimulai demi menarik kembali dana asing masuk ke pasar keuangan dalam negeri demi menopang tekanan yang melanda kurs rupiah. Selain itu, untuk menjaga likuiditas di pasar uang dan perbankan pemerintah juga akan mengoptimalkan penempatan dana pemerintah di BI. \n\nApa komentar anda mengenai langkah pemerintah dan BI untuk menguatkan rupiah ini?\n\n#bankindonesia #rupiah #pertumbuhanekonomi               \n\nFollow us! \ntwitter:  \nIG: pasfmradiobisnis \nFB: pasfm.jakarta \nLive streaming indotv.live\nEmail: redaksi", "post_id": "l23oQFbCL0k"}}, {"key": "@BeritaNasionalTV", "attributes": {"label": "@BeritaNasionalTV", "x": 109.85723067718456, "y": 974.7546193948814, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "gA93ZKAuey4", "id": "@BeritaNasionalTV", "source": "youtube-000001", "content": "Baru Pulang Haji, Eks Bos Bank Pemerintah Ini Langsung Dijebloskan ke Sel Tahanan!\n\nUsai ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, SF, mantan pimpinan salah satu bank pemerintah Cabang Martapura periode 2022–2024, langsung ditahan terkait kasus dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).\n\nTersangka yang baru saja kembali dari ibadah haji tersebut kini menjalani proses hukum lebih lanjut untuk kepentingan penyidikan dan pengembangan perkara.\n\n#beritanasional #korupsi #kur\n====================================\n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan Komentar dan Share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Berita Nasional TV dan Website Berita di Berita Nasional.com\n\nSocial Media\nInstagram : \nTiktok : \nTwitter : \n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 BeritaNasionalTV", "post_id": "gA93ZKAuey4"}}, {"key": "beritanasionaltv", "attributes": {"label": "beritanasionaltv", "x": 457.3355332259048, "y": 532.7762886863094, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2418, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "gA93ZKAuey4", "id": "beritanasionaltv", "source": "youtube-000001", "content": "Baru Pulang Haji, Eks Bos Bank Pemerintah Ini Langsung Dijebloskan ke Sel Tahanan!\n\nUsai ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, SF, mantan pimpinan salah satu bank pemerintah Cabang Martapura periode 2022–2024, langsung ditahan terkait kasus dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).\n\nTersangka yang baru saja kembali dari ibadah haji tersebut kini menjalani proses hukum lebih lanjut untuk kepentingan penyidikan dan pengembangan perkara.\n\n#beritanasional #korupsi #kur\n====================================\n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan Komentar dan Share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Berita Nasional TV dan Website Berita di Berita Nasional.com\n\nSocial Media\nInstagram : \nTiktok : \nTwitter : \n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 BeritaNasionalTV", "post_id": "gA93ZKAuey4"}}, {"key": "beritanasional.tv", "attributes": {"label": "beritanasional.tv", "x": 972.5425037113667, "y": 787.9140760291633, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2418, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "gA93ZKAuey4", "id": "beritanasional.tv", "source": "youtube-000001", "content": "Baru Pulang Haji, Eks Bos Bank Pemerintah Ini Langsung Dijebloskan ke Sel Tahanan!\n\nUsai ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, SF, mantan pimpinan salah satu bank pemerintah Cabang Martapura periode 2022–2024, langsung ditahan terkait kasus dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).\n\nTersangka yang baru saja kembali dari ibadah haji tersebut kini menjalani proses hukum lebih lanjut untuk kepentingan penyidikan dan pengembangan perkara.\n\n#beritanasional #korupsi #kur\n====================================\n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan Komentar dan Share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Berita Nasional TV dan Website Berita di Berita Nasional.com\n\nSocial Media\nInstagram : \nTiktok : \nTwitter : \n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 BeritaNasionalTV", "post_id": "gA93ZKAuey4"}}, {"key": "NasionalBerita_", "attributes": {"label": "NasionalBerita_", "x": 544.5536985770403, "y": 944.9039641181406, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2418, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "gA93ZKAuey4", "id": "NasionalBerita_", "source": "youtube-000001", "content": "Baru Pulang Haji, Eks Bos Bank Pemerintah Ini Langsung Dijebloskan ke Sel Tahanan!\n\nUsai ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, SF, mantan pimpinan salah satu bank pemerintah Cabang Martapura periode 2022–2024, langsung ditahan terkait kasus dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).\n\nTersangka yang baru saja kembali dari ibadah haji tersebut kini menjalani proses hukum lebih lanjut untuk kepentingan penyidikan dan pengembangan perkara.\n\n#beritanasional #korupsi #kur\n====================================\n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan Komentar dan Share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Berita Nasional TV dan Website Berita di Berita Nasional.com\n\nSocial Media\nInstagram : \nTiktok : \nTwitter : \n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 BeritaNasionalTV", "post_id": "gA93ZKAuey4"}}, {"key": "@officialokezone", "attributes": {"label": "@officialokezone", "x": 936.3787269997841, "y": 128.5769257394106, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "C_Z28b9sK4U", "id": "@officialokezone", "source": "youtube-000001", "content": "Miris! Baru Pulang Haji, Mantan Kacab Bank  Ini Langsung Dijebloskan ke Penjara\n\nTim Penyidik Pidsus Kejati Sumsel resmi menahan Kepala Cabang (Kacab) bank pemerintah di Martapura, Sumatra Selatan, setelah ditetapkan sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Penahanan tersebut dilakukan sesaat setelah yang bersangkutan pulang dari menunaikan ibadah haji.\n\nBaca selengkapnya klik di sini: \nhttps://news.okezone.com/\n\nYuk Subscribe:    /   \nWa Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va5J...\nFacebook  :   / okezonecom  \nInstagram :   / okezonecom  \nTwitter :   / okezonenews", "post_id": "C_Z28b9sK4U"}}, {"key": "officialokezone", "attributes": {"label": "officialokezone", "x": 128.20468232158154, "y": 297.58976556104386, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "C_Z28b9sK4U", "id": "officialokezone", "source": "youtube-000001", "content": "Miris! Baru Pulang Haji, Mantan Kacab Bank  Ini Langsung Dijebloskan ke Penjara\n\nTim Penyidik Pidsus Kejati Sumsel resmi menahan Kepala Cabang (Kacab) bank pemerintah di Martapura, Sumatra Selatan, setelah ditetapkan sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Penahanan tersebut dilakukan sesaat setelah yang bersangkutan pulang dari menunaikan ibadah haji.\n\nBaca selengkapnya klik di sini: \nhttps://news.okezone.com/\n\nYuk Subscribe:    /   \nWa Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va5J...\nFacebook  :   / okezonecom  \nInstagram :   / okezonecom  \nTwitter :   / okezonenews", "post_id": "C_Z28b9sK4U"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "attributes": {"label": "@tuturmediadigital", "x": 743.0170162242049, "y": 50.2740423151582, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "hp4KM_VwEOE", "id": "@tuturmediadigital", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tertekan, Gubernur BI Ungkap 2 Jurus Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah\n\nTUTUR.co.id - Nilai tukar rupiah masih berada di bawah tekanan dan bertahan di atas level Rp18.000 per dolar AS. Merespons kondisi tersebut, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan dua strategi utama yang disepakati bersama pemerintah untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional.\n\nLangkah pertama adalah meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik guna menarik kembali aliran modal asing ke pasar Indonesia. Sementara langkah kedua adalah menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan sektor perbankan melalui penguatan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter. Menurut Perry, sinergi BI dan pemerintah akan terus diperkuat untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.\n\n#Rupiah #PerryWarjiyo #BankIndonesia #BI #KursDolar #NilaiTukarRupiah #EkonomiIndonesia #PasarKeuangan #ModalAsing #Investasi #APBN #KebijakanMoneter #KebijakanFiskal #BeritaEkonomi #tuturmediadigital #tututv\n\n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...", "post_id": "hp4KM_VwEOE"}}, {"key": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "tuturtvmedia", "x": 61.79624448084409, "y": 380.0427418470689, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "hp4KM_VwEOE", "id": "tuturtvmedia", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tertekan, Gubernur BI Ungkap 2 Jurus Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah\n\nTUTUR.co.id - Nilai tukar rupiah masih berada di bawah tekanan dan bertahan di atas level Rp18.000 per dolar AS. Merespons kondisi tersebut, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan dua strategi utama yang disepakati bersama pemerintah untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional.\n\nLangkah pertama adalah meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik guna menarik kembali aliran modal asing ke pasar Indonesia. Sementara langkah kedua adalah menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan sektor perbankan melalui penguatan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter. Menurut Perry, sinergi BI dan pemerintah akan terus diperkuat untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.\n\n#Rupiah #PerryWarjiyo #BankIndonesia #BI #KursDolar #NilaiTukarRupiah #EkonomiIndonesia #PasarKeuangan #ModalAsing #Investasi #APBN #KebijakanMoneter #KebijakanFiskal #BeritaEkonomi #tuturmediadigital #tututv\n\n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...", "post_id": "hp4KM_VwEOE"}}, {"key": "@NDTVProfitIndia", "attributes": {"label": "@NDTVProfitIndia", "x": 33.46032227681117, "y": 781.0538733072678, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "y3VyyaYEcxA", "id": "@NDTVProfitIndia", "source": "youtube-000001", "content": "Jatuhnya Nilai Rupee Berhenti, Tapi Apakah Krisis Benar-Benar Berakhir? Para Pakar Membedah Tanta...\n\nApakah RBI telah menyelesaikan masalah rupee India, atau hanya mengulur waktu?\n\nDalam diskusi yang mendalam ini, Jayesh Mehta dari DSP Finance dan mantan anggota SEBI, Ananth Narayan, membahas langkah-langkah terbaru RBI dan pemerintah yang bertujuan untuk menstabilkan rupee, menarik modal asing, dan meningkatkan likuiditas dalam sistem perbankan. Saksikan percakapan lengkapnya untuk mendengar pandangan mereka tentang rupee, arus masuk asing, dan gambaran makroekonomi India yang lebih luas.\n\nRupee\n#RBI\n#EkonomiIndia\n#RupeeVsDolar\n#PasarMataUang\n#PasarSahamIndia\n#PasarSahamIndia\n#InvestorAsing\n#FII\n#FPI\n#PasarObligasi\n\nUntuk video lainnya, berlangganan saluran kami:    /   \nKunjungi NDTV Profit untuk berita lainnya: https://www.ndtvprofit.com/\nJangan memasuki pasar saham tanpa pengetahuan. Baca semua Laporan Penelitian di sini: https://www.ndtvprofit.com/research-r...\n\nIkuti NDTV Profit di sini\nTwitter:   / ndtvprofitindia   ,   / ndtvprofit  \nLinkedIn:   / ndtvprofit  \nInstagram:   / ndtvprofit  \nFacebook:   / ndtvprofit", "post_id": "y3VyyaYEcxA"}}, {"key": "ndtvprofitindia", "attributes": {"label": "ndtvprofitindia", "x": 463.29830626661015, "y": 640.8207356057824, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "y3VyyaYEcxA", "id": "ndtvprofitindia", "source": "youtube-000001", "content": "Jatuhnya Nilai Rupee Berhenti, Tapi Apakah Krisis Benar-Benar Berakhir? Para Pakar Membedah Tanta...\n\nApakah RBI telah menyelesaikan masalah rupee India, atau hanya mengulur waktu?\n\nDalam diskusi yang mendalam ini, Jayesh Mehta dari DSP Finance dan mantan anggota SEBI, Ananth Narayan, membahas langkah-langkah terbaru RBI dan pemerintah yang bertujuan untuk menstabilkan rupee, menarik modal asing, dan meningkatkan likuiditas dalam sistem perbankan. Saksikan percakapan lengkapnya untuk mendengar pandangan mereka tentang rupee, arus masuk asing, dan gambaran makroekonomi India yang lebih luas.\n\nRupee\n#RBI\n#EkonomiIndia\n#RupeeVsDolar\n#PasarMataUang\n#PasarSahamIndia\n#PasarSahamIndia\n#InvestorAsing\n#FII\n#FPI\n#PasarObligasi\n\nUntuk video lainnya, berlangganan saluran kami:    /   \nKunjungi NDTV Profit untuk berita lainnya: https://www.ndtvprofit.com/\nJangan memasuki pasar saham tanpa pengetahuan. Baca semua Laporan Penelitian di sini: https://www.ndtvprofit.com/research-r...\n\nIkuti NDTV Profit di sini\nTwitter:   / ndtvprofitindia   ,   / ndtvprofit  \nLinkedIn:   / ndtvprofit  \nInstagram:   / ndtvprofit  \nFacebook:   / ndtvprofit", "post_id": "y3VyyaYEcxA"}}, {"key": "@liputan6_news", "attributes": {"label": "@liputan6_news", "x": 210.00426526444383, "y": 856.1740364379134, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "VO_ntmBXTVA", "id": "@liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "BI Rate\" Naik, Pemerintah Jamin Bunga KPR Rumah Subsidi Tetap Flat 5 Persen! | Liputan 6\n\nMeski suku bunga Bank Indonesia (BI-Rate) naik, pemerintah memastikan bunga KPR rumah subsidi tetap flat 5 persen. Kebijakan ini dipertahankan melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk menjaga keterjangkauan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "VO_ntmBXTVA"}}, {"key": "sctv", "attributes": {"label": "sctv", "x": 724.8096354200351, "y": 641.5866440792047, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.7735, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "VO_ntmBXTVA", "id": "sctv", "source": "youtube-000001", "content": "BI Rate\" Naik, Pemerintah Jamin Bunga KPR Rumah Subsidi Tetap Flat 5 Persen! | Liputan 6\n\nMeski suku bunga Bank Indonesia (BI-Rate) naik, pemerintah memastikan bunga KPR rumah subsidi tetap flat 5 persen. Kebijakan ini dipertahankan melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk menjaga keterjangkauan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "VO_ntmBXTVA"}}, {"key": "liputan6_news", "attributes": {"label": "liputan6_news", "x": 385.15759289705534, "y": 358.4419654129194, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.7735, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "VO_ntmBXTVA", "id": "liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "BI Rate\" Naik, Pemerintah Jamin Bunga KPR Rumah Subsidi Tetap Flat 5 Persen! | Liputan 6\n\nMeski suku bunga Bank Indonesia (BI-Rate) naik, pemerintah memastikan bunga KPR rumah subsidi tetap flat 5 persen. Kebijakan ini dipertahankan melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk menjaga keterjangkauan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "VO_ntmBXTVA"}}, {"key": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "liputan6daerah", "x": 232.94023457258072, "y": 95.50724592019277, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.7735, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "VO_ntmBXTVA", "id": "liputan6daerah", "source": "youtube-000001", "content": "BI Rate\" Naik, Pemerintah Jamin Bunga KPR Rumah Subsidi Tetap Flat 5 Persen! | Liputan 6\n\nMeski suku bunga Bank Indonesia (BI-Rate) naik, pemerintah memastikan bunga KPR rumah subsidi tetap flat 5 persen. Kebijakan ini dipertahankan melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk menjaga keterjangkauan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "VO_ntmBXTVA"}}, {"key": "@advocatainstitute", "attributes": {"label": "@advocatainstitute", "x": 312.4356404132885, "y": 457.5301390418133, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "FJZG0oklcw8", "id": "@advocatainstitute", "source": "youtube-000001", "content": "Apakah CBSL Mengelola LKR dengan Bijak? | Riyad | Ravi | Charindra\n\nDalam episode ini, kita akan membahas perkembangan ekonomi terkini dan mendiskusikan bagaimana peristiwa geopolitik baru-baru ini, termasuk perkembangan di sekitar Selat Hormuz, dapat berdampak pada pasar global dan lokal. Kita juga akan mengkritisi pengelolaan LKR oleh Bank Sentral Sri Lanka, membahas apakah kebijakan moneter saat ini merupakan intervensi yang bijaksana atau tindakan reaktif yang berisiko merusak kepercayaan pasar jangka panjang.\n\nMenampilkan: Riyad Riffai, Ravi Ratnasabapathy, dan Charindra Chandrasena.\n\n0:40 - Kesepakatan Iran-AS dan Selat Hormuz\n3:06 - Harga Minyak Global dan Inflasi\n4:21 - Intervensi Mata Uang Bank Sentral\n16:35 - Kepercayaan Pasar dan Konsistensi Kebijakan\n20:26 - Kritik terhadap Langkah-Langkah Pemerintah Tertentu\n26:45 - Manajemen Likuiditas sebagai Fungsi Utama:\n\nNantikan diskusi serupa di masa mendatang di saluran media sosial kami di bawah ini↓\n\nAdvocata Insider - https://support.advocata.org/\nFacebook -   / advocatainstitute  \nFacebook -   / advocataplus  \nInstagram -   / advocatalk  \nTwitter -   / advocatalk​​​​  \nTwitter -   / advocataplus  \nTiktok -   / advocatalk​​​​  \n\nBerlangganan saluran YouTube Advocata Institute\n(https://www.youtube.com/)\n\nUntuk konten terkait Sinhala lainnya, berlangganan saluran YouTube Advocata Plus\n(   /   )", "post_id": "FJZG0oklcw8"}}, {"key": "advocatainst...", "attributes": {"label": "advocatainst...", "x": 764.0415913610669, "y": 921.5139646471597, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.71, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "FJZG0oklcw8", "id": "advocatainst...", "source": "youtube-000001", "content": "Apakah CBSL Mengelola LKR dengan Bijak? | Riyad | Ravi | Charindra\n\nDalam episode ini, kita akan membahas perkembangan ekonomi terkini dan mendiskusikan bagaimana peristiwa geopolitik baru-baru ini, termasuk perkembangan di sekitar Selat Hormuz, dapat berdampak pada pasar global dan lokal. Kita juga akan mengkritisi pengelolaan LKR oleh Bank Sentral Sri Lanka, membahas apakah kebijakan moneter saat ini merupakan intervensi yang bijaksana atau tindakan reaktif yang berisiko merusak kepercayaan pasar jangka panjang.\n\nMenampilkan: Riyad Riffai, Ravi Ratnasabapathy, dan Charindra Chandrasena.\n\n0:40 - Kesepakatan Iran-AS dan Selat Hormuz\n3:06 - Harga Minyak Global dan Inflasi\n4:21 - Intervensi Mata Uang Bank Sentral\n16:35 - Kepercayaan Pasar dan Konsistensi Kebijakan\n20:26 - Kritik terhadap Langkah-Langkah Pemerintah Tertentu\n26:45 - Manajemen Likuiditas sebagai Fungsi Utama:\n\nNantikan diskusi serupa di masa mendatang di saluran media sosial kami di bawah ini↓\n\nAdvocata Insider - https://support.advocata.org/\nFacebook -   / advocatainstitute  \nFacebook -   / advocataplus  \nInstagram -   / advocatalk  \nTwitter -   / advocatalk​​​​  \nTwitter -   / advocataplus  \nTiktok -   / advocatalk​​​​  \n\nBerlangganan saluran YouTube Advocata Institute\n(https://www.youtube.com/)\n\nUntuk konten terkait Sinhala lainnya, berlangganan saluran YouTube Advocata Plus\n(   /   )", "post_id": "FJZG0oklcw8"}}, {"key": "advocataplus", "attributes": {"label": "advocataplus", "x": 213.83670661289423, "y": 920.4589230494571, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.71, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "FJZG0oklcw8", "id": "advocataplus", "source": "youtube-000001", "content": "Apakah CBSL Mengelola LKR dengan Bijak? | Riyad | Ravi | Charindra\n\nDalam episode ini, kita akan membahas perkembangan ekonomi terkini dan mendiskusikan bagaimana peristiwa geopolitik baru-baru ini, termasuk perkembangan di sekitar Selat Hormuz, dapat berdampak pada pasar global dan lokal. Kita juga akan mengkritisi pengelolaan LKR oleh Bank Sentral Sri Lanka, membahas apakah kebijakan moneter saat ini merupakan intervensi yang bijaksana atau tindakan reaktif yang berisiko merusak kepercayaan pasar jangka panjang.\n\nMenampilkan: Riyad Riffai, Ravi Ratnasabapathy, dan Charindra Chandrasena.\n\n0:40 - Kesepakatan Iran-AS dan Selat Hormuz\n3:06 - Harga Minyak Global dan Inflasi\n4:21 - Intervensi Mata Uang Bank Sentral\n16:35 - Kepercayaan Pasar dan Konsistensi Kebijakan\n20:26 - Kritik terhadap Langkah-Langkah Pemerintah Tertentu\n26:45 - Manajemen Likuiditas sebagai Fungsi Utama:\n\nNantikan diskusi serupa di masa mendatang di saluran media sosial kami di bawah ini↓\n\nAdvocata Insider - https://support.advocata.org/\nFacebook -   / advocatainstitute  \nFacebook -   / advocataplus  \nInstagram -   / advocatalk  \nTwitter -   / advocatalk​​​​  \nTwitter -   / advocataplus  \nTiktok -   / advocatalk​​​​  \n\nBerlangganan saluran YouTube Advocata Institute\n(https://www.youtube.com/)\n\nUntuk konten terkait Sinhala lainnya, berlangganan saluran YouTube Advocata Plus\n(   /   )", "post_id": "FJZG0oklcw8"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 297.75244663847144, "y": 62.06852176456701, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "fJZQcK47q14", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "BI Rate Naik, Bunga KPR Subsidi Dipastikan Tetap 5 Persen | MILENOMICS\n\nKementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman memastikan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia menjadi 5,5 persen tidak berdampak pada bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi. Skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tetap menawarkan bunga 5 persen untuk rumah tapak dan 6 persen untuk rumah susun yang berlaku tetap hingga akhir masa kredit. Pemerintah juga memastikan program perumahan subsidi lainnya tetap berjalan guna mendukung target pembangunan 3 juta rumah dan menjaga akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap hunian layak.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "fJZQcK47q14"}}, {"key": "@sb30official", "attributes": {"label": "@sb30official", "x": 501.9408248394445, "y": 323.83451706706046, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "uPmPqZfR5q4", "id": "@sb30official", "source": "youtube-000001", "content": "INDONESIA GELAP: Negara Kaya Batu Bara, Kok Mati Terus Merugikan Pengusaha UMKM?\n\n00:00 Hook: Jeritan UMKM di Bandung Hingga Isu Konspirasi \"Blackout 7 Hari\" di Tahun 2026\n\n00:51 Realita Makro: Kerugian Sektor Manufaktur Tembus Miliaran Rupiah Per Jam Akibat Pemadaman\n\n01:55 Ironi Sistem Jamali: Cadangan Daya 32% yang Tetap Jebol Akibat Krisis di Sektor Hulu\n\n02:35 Ketimpangan Modal: Mengapa UMKM Menjadi Korban Paling Rentan dari Kegagalan Sistem Terpusat\n\n03:29 Kronologi Krisis Kelistrikan 2026: Membaca Manipulasi Data Keamanan Stok Batubara PLN\n\n04:39 4 Faktor Utama Meledaknya Krisis: Kebijakan Kuota Produksi Hingga Kontrak Finansial Kaku\n\n05:28 Faktor 1 & 2—Disparitas Harga: Mengapa Pengusaha Tambang Lebih Memilih Ekspor Senilai $120 Per Ton\n\n06:38 Faktor 3—Psikologi Kuota Beras: Logika Pengusaha Mengamankan Margin di Tengah Pemotongan Kuota\n\n07:19 Transisi Satu Pintu Danantara (DSI): Benarkah Ada Aksi \"Jual Massal\" Sebelum Regulasi 2027?\n\n08:24 Faktor 4—Jeratan Finansial Kontrak Swasta: Menguliti Beban Biaya PLN yang Mengikat Arus Kas\n\n09:05 Hambatan Likuiditas PLN: Kapal Eskpor Terus Berlayar Saat Pembangkit Domestik Kehabisan Bahan Bakar\n\n09:44 Dampak Berantai Krisis Air: Kelumpuhan Rumah Pompa PDAM di Surabaya, Kediri, Hingga Medan\n\n10:40 Ironi Negara Raksasa Energi: Ketika Adonan Roti Rusak & Omset Fotokopi Anjlok Kena Sektor Hulu\n\n11:26 Target Pajak 2026 Terancam: Bagaimana Matinya Listrik Menggerogoti Basis Konsumsi Domestik\n\n12:14 Gelombang Protes Mahasiswa: Mempertanyakan Transparansi dan Lingkaran Elite di Samping Pak Prabowo\n\n13:08 Klaim Meleset Pemerintah: Janji Stok Aman Menteri Bahlil Versus Analisis Skeptis Lembaga Independen (IESR)\n\n14:18 Solusi Jangka Pendek vs Masalah Struktural: Kebiasaan Penambalan Permukaan yang Terus Berulang\n\n15:14 Bahaya Monopoli Energi: Ketiadaan Alternatif \"Plan B\" Bagi Konsumen Ketika Sistem Utama Gagal\n\n16:41 Refleksi Ketahanan Energi: Ketergantungan 75% Batubara & Hak Rakyat Atas Transparansi Informasi\n\n18:20 Closing: Suarakan Aspirasi di Kolom Komentar, Mari Selamatkan Ekonomi Keluarga! Salam Hebat Luar Biasa!\n\n---\nWA CHANNEL SB30 UNTUK KONTEN EKSKLUSIF:\nhttps://whatsapp.com/channel/0029Vb61...\nGABUNG MEMBER YOUTUBE SUCCESS BEFORE 30\n   /", "post_id": "uPmPqZfR5q4"}}, {"key": "sb30official", "attributes": {"label": "sb30official", "x": 295.65511734439076, "y": 370.95984337819823, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "uPmPqZfR5q4", "id": "sb30official", "source": "youtube-000001", "content": "INDONESIA GELAP: Negara Kaya Batu Bara, Kok Mati Terus Merugikan Pengusaha UMKM?\n\n00:00 Hook: Jeritan UMKM di Bandung Hingga Isu Konspirasi \"Blackout 7 Hari\" di Tahun 2026\n\n00:51 Realita Makro: Kerugian Sektor Manufaktur Tembus Miliaran Rupiah Per Jam Akibat Pemadaman\n\n01:55 Ironi Sistem Jamali: Cadangan Daya 32% yang Tetap Jebol Akibat Krisis di Sektor Hulu\n\n02:35 Ketimpangan Modal: Mengapa UMKM Menjadi Korban Paling Rentan dari Kegagalan Sistem Terpusat\n\n03:29 Kronologi Krisis Kelistrikan 2026: Membaca Manipulasi Data Keamanan Stok Batubara PLN\n\n04:39 4 Faktor Utama Meledaknya Krisis: Kebijakan Kuota Produksi Hingga Kontrak Finansial Kaku\n\n05:28 Faktor 1 & 2—Disparitas Harga: Mengapa Pengusaha Tambang Lebih Memilih Ekspor Senilai $120 Per Ton\n\n06:38 Faktor 3—Psikologi Kuota Beras: Logika Pengusaha Mengamankan Margin di Tengah Pemotongan Kuota\n\n07:19 Transisi Satu Pintu Danantara (DSI): Benarkah Ada Aksi \"Jual Massal\" Sebelum Regulasi 2027?\n\n08:24 Faktor 4—Jeratan Finansial Kontrak Swasta: Menguliti Beban Biaya PLN yang Mengikat Arus Kas\n\n09:05 Hambatan Likuiditas PLN: Kapal Eskpor Terus Berlayar Saat Pembangkit Domestik Kehabisan Bahan Bakar\n\n09:44 Dampak Berantai Krisis Air: Kelumpuhan Rumah Pompa PDAM di Surabaya, Kediri, Hingga Medan\n\n10:40 Ironi Negara Raksasa Energi: Ketika Adonan Roti Rusak & Omset Fotokopi Anjlok Kena Sektor Hulu\n\n11:26 Target Pajak 2026 Terancam: Bagaimana Matinya Listrik Menggerogoti Basis Konsumsi Domestik\n\n12:14 Gelombang Protes Mahasiswa: Mempertanyakan Transparansi dan Lingkaran Elite di Samping Pak Prabowo\n\n13:08 Klaim Meleset Pemerintah: Janji Stok Aman Menteri Bahlil Versus Analisis Skeptis Lembaga Independen (IESR)\n\n14:18 Solusi Jangka Pendek vs Masalah Struktural: Kebiasaan Penambalan Permukaan yang Terus Berulang\n\n15:14 Bahaya Monopoli Energi: Ketiadaan Alternatif \"Plan B\" Bagi Konsumen Ketika Sistem Utama Gagal\n\n16:41 Refleksi Ketahanan Energi: Ketergantungan 75% Batubara & Hak Rakyat Atas Transparansi Informasi\n\n18:20 Closing: Suarakan Aspirasi di Kolom Komentar, Mari Selamatkan Ekonomi Keluarga! Salam Hebat Luar Biasa!\n\n---\nWA CHANNEL SB30 UNTUK KONTEN EKSKLUSIF:\nhttps://whatsapp.com/channel/0029Vb61...\nGABUNG MEMBER YOUTUBE SUCCESS BEFORE 30\n   /", "post_id": "uPmPqZfR5q4"}}, {"key": "@TrendLabID", "attributes": {"label": "@TrendLabID", "x": 215.58236866545488, "y": 151.59769698220472, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "rolPKkebd4M", "id": "@TrendLabID", "source": "youtube-000001", "content": "Proyek KDM 2029: Mengapa Tender Jatuh ke Tangan Sama?\n\nProyek KDM 2029: Mengapa Tender Jatuh ke Tangan Sama? | Laporan Intelijen Data ‪‬ \nPerkembangan infrastruktur strategis menuju tahun 2029 menuntut pemahaman mendalam mengenai manajemen aset dan kebijakan anggaran publik. Ketika alokasi dana daerah digulirkan, pola distribusi proyek sering kali memperlihatkan kecenderungan yang seragam. Ini bukan sekadar masalah teknis pengadaan barang dan jasa, melainkan cerminan dari dinamika konsolidasi kapital di tingkat elite. Analisis terhadap dokumen pengadaan menunjukkan adanya kriteria kualifikasi yang sangat spesifik, yang secara natural membatasi jumlah partisipan pasar yang mampu bersaing. Fenomena ini memicu diskusi hangat di kalangan analis kebijakan publik mengenai efisiensi penyerapan anggaran fiskal dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi regional jangka panjang.\n\nDalam lanskap ekonomi politik kontemporer, keterkaitan antara pemegang kebijakan dan entitas korporasi besar membentuk sebuah ekosistem yang kompleks. Melalui pemetaan kekuatan (power mapping) yang objektif, kita dapat melihat bagaimana instrumen regulasi makro sering kali selaras dengan rencana ekspansi bisnis kelompok usaha tertentu. Stabilitas nasional menuju proyeksi 2029 membutuhkan kepastian hukum dan keberlanjutan pembangunan infrastruktur fisik. Oleh karena itu, penunjukan mitra strategis yang memiliki rekam jejak panjang sering kali dipandang oleh otoritas sebagai langkah mitigasi risiko kegagalan proyek, meskipun di sisi lain, hal ini menciptakan anomali kebijakan yang mereduksi iklim kompetisi yang sehat di sektor investasi daerah.\n\nProyek infrastruktur skala besar yang dikaitkan dengan figur kepemimpinan strategis seperti KDM selalu melibatkan instrumen finansial yang rumit, mulai dari skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) hingga sekuritisasi aset masa depan. Bagi para investor institusional, memahami pergerakan modal dalam lingkaran tender ini adalah kunci untuk membaca arah kebijakan moneter dan riil di tingkat domestik. Konsentrasi proyek pada segelintir korporasi raksasa secara tidak langsung memengaruhi volatilitas sektor konstruksi dan perbankan penyedia likuiditas. Artikel dan analisis ini membedah bagaimana manajemen risiko korporasi beradaptasi dengan preferensi politik lokal yang berdampak pada stabilitas makroekonomi secara nasional.\n\nMenjelang transisi kepemimpinan dan target pembangunan jangka panjang tahun 2029, setiap keputusan anggaran membawa bobot geopolitik domestik yang signifikan. Sentralisasi penyerapan proyek di satu tangan memunculkan pertanyaan mengenai desentralisasi ekonomi dan pemerataan kesejahteraan. Apakah pola ini merupakan prasyarat mutlak demi tercapainya efisiensi eksekusi di tengah ketidakpastian global, ataukah ini bentuk pengamanan logistik strategis jangka panjang? Dengan pendekatan yang dingin dan berbasis data finansial, kita mengeksplorasi bagaimana arsitektur kebijakan ini dirancang untuk menjaga keseimbangan kekuasaan sekaligus memastikan roda industrialisasi daerah tetap berputar sesuai target pertumbuhan nasional.\n\nStamptime:\n00:00 - Analisis Makro: Cetak Biru Infrastruktur Nasional 2029\n02:15 - Anatomi Pengadaan: Membaca Klausul Tender Berkinerja Tinggi\n04:30 - Power Mapping: Jaringan Korporasi dan Otoritas Publik\n06:45 - Anomali Kebijakan: Alasan Teknis di Balik Pemenang yang Sama\n09:15 - Manajemen Aset Daerah: Aliran Likuiditas Fiskal\n11:30 - Proyeksi KDM: Mitigasi Risiko Versus Efisiensi Pembangunan\n13:45 - Kesimpulan Eksekutif: Stabilitas Nasional dan Konsolidasi Kapital 2029\n\n#KDM #DediMulyadi #KepemimpinanStrategis #ElitePolitik #TokohNasional #KebijakanPublik #KonsolidasiKapital #InfrastrukturDaerah #AnggaranFiskal #RegulasiMakro #Proyeksi2029 #StabilitasNasional #AnalisisMakroekonomi #ManajemenAset #GeopolitikDomestik\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------\nAlgorithmc Integrity & Research Protocol:\nAnalisis & Riset: Team Trend Lab Indonesia\nMetodologi: Analisis Sentimen Digital & Social Media Mapping 2026\nSumber Data: Google Trends, Metadata Analysis, & Public Interaction Tracking\n\nEducation Shield (Disclaimer):\nVideo di channel ini diproduksi eksklusif untuk tujuan edukasi, analisis sosiologi mendalam, serta riset media digital. Trend Lab Indonesia beroperasi sebagai laboratorium data independen dan TIDAK BERAFILIASI dengan entitas politik, partai, atau tokoh publik manapun. Kami menggunakan pendekatan Data Science untuk membedah fenomena sosiopsikologi di Indonesia secara netral dan ilmiah.", "post_id": "rolPKkebd4M"}}, {"key": "TrendLabID", "attributes": {"label": "TrendLabID", "x": 702.0089067719048, "y": 684.6491313137485, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "rolPKkebd4M", "id": "TrendLabID", "source": "youtube-000001", "content": "Proyek KDM 2029: Mengapa Tender Jatuh ke Tangan Sama?\n\nProyek KDM 2029: Mengapa Tender Jatuh ke Tangan Sama? | Laporan Intelijen Data ‪‬ \nPerkembangan infrastruktur strategis menuju tahun 2029 menuntut pemahaman mendalam mengenai manajemen aset dan kebijakan anggaran publik. Ketika alokasi dana daerah digulirkan, pola distribusi proyek sering kali memperlihatkan kecenderungan yang seragam. Ini bukan sekadar masalah teknis pengadaan barang dan jasa, melainkan cerminan dari dinamika konsolidasi kapital di tingkat elite. Analisis terhadap dokumen pengadaan menunjukkan adanya kriteria kualifikasi yang sangat spesifik, yang secara natural membatasi jumlah partisipan pasar yang mampu bersaing. Fenomena ini memicu diskusi hangat di kalangan analis kebijakan publik mengenai efisiensi penyerapan anggaran fiskal dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi regional jangka panjang.\n\nDalam lanskap ekonomi politik kontemporer, keterkaitan antara pemegang kebijakan dan entitas korporasi besar membentuk sebuah ekosistem yang kompleks. Melalui pemetaan kekuatan (power mapping) yang objektif, kita dapat melihat bagaimana instrumen regulasi makro sering kali selaras dengan rencana ekspansi bisnis kelompok usaha tertentu. Stabilitas nasional menuju proyeksi 2029 membutuhkan kepastian hukum dan keberlanjutan pembangunan infrastruktur fisik. Oleh karena itu, penunjukan mitra strategis yang memiliki rekam jejak panjang sering kali dipandang oleh otoritas sebagai langkah mitigasi risiko kegagalan proyek, meskipun di sisi lain, hal ini menciptakan anomali kebijakan yang mereduksi iklim kompetisi yang sehat di sektor investasi daerah.\n\nProyek infrastruktur skala besar yang dikaitkan dengan figur kepemimpinan strategis seperti KDM selalu melibatkan instrumen finansial yang rumit, mulai dari skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) hingga sekuritisasi aset masa depan. Bagi para investor institusional, memahami pergerakan modal dalam lingkaran tender ini adalah kunci untuk membaca arah kebijakan moneter dan riil di tingkat domestik. Konsentrasi proyek pada segelintir korporasi raksasa secara tidak langsung memengaruhi volatilitas sektor konstruksi dan perbankan penyedia likuiditas. Artikel dan analisis ini membedah bagaimana manajemen risiko korporasi beradaptasi dengan preferensi politik lokal yang berdampak pada stabilitas makroekonomi secara nasional.\n\nMenjelang transisi kepemimpinan dan target pembangunan jangka panjang tahun 2029, setiap keputusan anggaran membawa bobot geopolitik domestik yang signifikan. Sentralisasi penyerapan proyek di satu tangan memunculkan pertanyaan mengenai desentralisasi ekonomi dan pemerataan kesejahteraan. Apakah pola ini merupakan prasyarat mutlak demi tercapainya efisiensi eksekusi di tengah ketidakpastian global, ataukah ini bentuk pengamanan logistik strategis jangka panjang? Dengan pendekatan yang dingin dan berbasis data finansial, kita mengeksplorasi bagaimana arsitektur kebijakan ini dirancang untuk menjaga keseimbangan kekuasaan sekaligus memastikan roda industrialisasi daerah tetap berputar sesuai target pertumbuhan nasional.\n\nStamptime:\n00:00 - Analisis Makro: Cetak Biru Infrastruktur Nasional 2029\n02:15 - Anatomi Pengadaan: Membaca Klausul Tender Berkinerja Tinggi\n04:30 - Power Mapping: Jaringan Korporasi dan Otoritas Publik\n06:45 - Anomali Kebijakan: Alasan Teknis di Balik Pemenang yang Sama\n09:15 - Manajemen Aset Daerah: Aliran Likuiditas Fiskal\n11:30 - Proyeksi KDM: Mitigasi Risiko Versus Efisiensi Pembangunan\n13:45 - Kesimpulan Eksekutif: Stabilitas Nasional dan Konsolidasi Kapital 2029\n\n#KDM #DediMulyadi #KepemimpinanStrategis #ElitePolitik #TokohNasional #KebijakanPublik #KonsolidasiKapital #InfrastrukturDaerah #AnggaranFiskal #RegulasiMakro #Proyeksi2029 #StabilitasNasional #AnalisisMakroekonomi #ManajemenAset #GeopolitikDomestik\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------\nAlgorithmc Integrity & Research Protocol:\nAnalisis & Riset: Team Trend Lab Indonesia\nMetodologi: Analisis Sentimen Digital & Social Media Mapping 2026\nSumber Data: Google Trends, Metadata Analysis, & Public Interaction Tracking\n\nEducation Shield (Disclaimer):\nVideo di channel ini diproduksi eksklusif untuk tujuan edukasi, analisis sosiologi mendalam, serta riset media digital. Trend Lab Indonesia beroperasi sebagai laboratorium data independen dan TIDAK BERAFILIASI dengan entitas politik, partai, atau tokoh publik manapun. Kami menggunakan pendekatan Data Science untuk membedah fenomena sosiopsikologi di Indonesia secara netral dan ilmiah.", "post_id": "rolPKkebd4M"}}, {"key": "@Griffonomics", "attributes": {"label": "@Griffonomics", "x": 634.8278832311462, "y": 418.4340683078933, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "rV3IBU2hMKc", "id": "@Griffonomics", "source": "youtube-000001", "content": "Quantinuum (QNT): ⚛️ Penggabung \"Atomik\" dengan Akurasi Tinggi\n\nSelamat datang di Griffonomics, tempat kami melakukan investigasi keuangan untuk menentukan risiko sebelum melihat imbalannya. Hari ini, kami melakukan analisis forensik mendalam terhadap Quantinuum—dengan simbol saham QNT—membedah perubahan teknologi yang berani, yang secara sengaja mengorbankan pengeluaran R&D yang tinggi demi keunggulan kompetitif yang dominan dan presisi tinggi dalam perangkat keras ion terperangkap.\n\nImbalannya: Kami mengevaluasi pergeseran fundamental QNT dari perusahaan spin-off Honeywell menjadi perusahaan utilitas kuantum global yang independen. Kami mengaudit keunggulan overhead \"Qubit Logis\" 2:1 mereka yang spektakuler, mengisolasi bagaimana penggunaan atom identik yang terjadi secara alami (ion terperangkap) mencapai fidelitas gerbang dua qubit sebesar 99,921% yang memecahkan rekor dunia. Kami menguraikan arsitektur alokasi modal yang mendorong total likuiditas mereka sebesar $2,3 miliar, yang didukung oleh dana cadangan pasca-IPO yang sangat besar yang melindungi mereka dari krisis pengeluaran kas yang melumpuhkan pesaing yang lebih kecil seperti IonQ. Kami merinci mekanisme keunggulan kompetitif \"Software-as-a-Service\" mereka, menunjukkan bagaimana kompiler sumber terbuka TKET menstandarisasi industri kuantum terlepas dari penyedia perangkat keras mana yang akhirnya dipilih. Terakhir, kami menganalisis jalur pendanaan pemerintah mereka yang kuat, memetakan sewa superkomputer R&D Riken dan penghargaan penting mereka sebesar $100 juta dari Undang-Undang CHIPS AS untuk manufaktur dalam negeri.\n\nRisiko Forensik: Kami memeriksa secara cermat hambatan-hambatan yang terus-menerus membatasi valuasi jangka panjang mereka. Kami melakukan audit forensik atas kerugian bersih GAAP sebesar $192,6 juta, mengisolasi bagaimana perusahaan secara agresif menukar pengeluaran R&D besar-besaran untuk keunggulan teknologi yang tidak akan sepenuhnya dikomersialkan hingga peluncuran \"Apollo\" mereka pada tahun 2029. Kami mengisolasi \"Perangkap Konsentrasi\" struktural, mendokumentasikan bagaimana 60% dari total pendapatan mereka pada tahun 2025 terkait dengan satu pelanggan (RIKEN), menciptakan volatilitas pendapatan yang signifikan. Terakhir, kami memaparkan risiko pengenceran jangka pendek, dengan merinci bagaimana penerbitan saham pemerintah melalui program hibah berdasarkan Undang-Undang CHIPS memaksa diskon struktural pada pemegang saham yang ada sebagai imbalan atas skala manufaktur yang disponsori negara.\n\nJudul Bab\nPendahuluan: Ion Terperangkap, Fidelitas Gerbang, dan Pergeseran Kuantum Industri\nGambaran Bisnis: Transisi dari Divisi Honeywell ke Utilitas Kuantum Independen\nForensik Margin: Mendekonstruksi Jalur Menuju Toleransi Kesalahan (Arsitektur QCCD)\nDorongan Satu Kali: Memperhitungkan Perisai Kas $2,3 Miliar dan Keunggulan Perangkat Lunak TKET\nKeunggulan Akurasi: Mengapa Fidelitas Gerbang 99,9% Mengalahkan Skala Qubit Superkonduktor\nKendala Pertumbuhan: Menjembatani Kesenjangan Komersialisasi \"Apollo 2029\"\nAudit Backlog: Mengkuantifikasi RPO $80,7 Juta dan Risiko Konsentrasi Pendapatan 60%\nGesekan Konversi: Menganalisis Keterlambatan Administratif di Balik Tonggak Sewa Pemerintah\nMekanisme Saluran: Mengukur Keunggulan Qubit Fisik-ke-Logis 2:1\nPenyerapan Industri: Di ​​Dalam Manufaktur Sumber Tunggal Honeywell dan Integrasi Keamanan Siber\nKinerja Segmen: Menganalisis Pendorong Riset Sovereign vs. Kimia Industri\nModel Valuasi: Bagaimana Cadangan Kas $2,3 Miliar Melipatgandakan Nilai Intrinsik\nPengembalian Modal: \"Neraca Keuangan Benteng\" QNT vs. Rekan-rekan Perangkat Keras yang Kekurangan Modal Ventura\nKESIMPULAN AKHIR: Mesin Penggabungan yang Melimpah Kas dan Dikoreksi Kesalahan atau Jebakan Litbang yang Terlalu Mahal?\n\n#QNT #Quantinuum #QuantumComputing #TrappedIon #QubitFidelity #TKET #QuantumSecurity #BacklogForensics #Honeywell #DeepTech #ComputationalChemistry #Griffonomics #PortfolioProtection #Moat\n\n🔥 BERLANGGANAN Griffonomics:    /   \n\nInvestigasi Keuangan: Kebenaran di Balik Ticker.\n\nRisiko Terdefinisi. Portofolio Terlindungi.\n\nPENAFIAN HUKUM\nKonten yang disediakan di saluran Griffonomics hanya untuk tujuan informasi dan pendidikan serta mencerminkan pendapat pribadi dan riset pembuatnya untuk portofolio mereka sendiri. Ini BUKAN nasihat keuangan. Selalu lakukan riset menyeluruh Anda sendiri sebelum membuat keputusan investasi apa pun.", "post_id": "rV3IBU2hMKc"}}, {"key": "griffonomics", "attributes": {"label": "griffonomics", "x": 136.1933485370336, "y": 265.7369705864653, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "rV3IBU2hMKc", "id": "griffonomics", "source": "youtube-000001", "content": "Quantinuum (QNT): ⚛️ Penggabung \"Atomik\" dengan Akurasi Tinggi\n\nSelamat datang di Griffonomics, tempat kami melakukan investigasi keuangan untuk menentukan risiko sebelum melihat imbalannya. Hari ini, kami melakukan analisis forensik mendalam terhadap Quantinuum—dengan simbol saham QNT—membedah perubahan teknologi yang berani, yang secara sengaja mengorbankan pengeluaran R&D yang tinggi demi keunggulan kompetitif yang dominan dan presisi tinggi dalam perangkat keras ion terperangkap.\n\nImbalannya: Kami mengevaluasi pergeseran fundamental QNT dari perusahaan spin-off Honeywell menjadi perusahaan utilitas kuantum global yang independen. Kami mengaudit keunggulan overhead \"Qubit Logis\" 2:1 mereka yang spektakuler, mengisolasi bagaimana penggunaan atom identik yang terjadi secara alami (ion terperangkap) mencapai fidelitas gerbang dua qubit sebesar 99,921% yang memecahkan rekor dunia. Kami menguraikan arsitektur alokasi modal yang mendorong total likuiditas mereka sebesar $2,3 miliar, yang didukung oleh dana cadangan pasca-IPO yang sangat besar yang melindungi mereka dari krisis pengeluaran kas yang melumpuhkan pesaing yang lebih kecil seperti IonQ. Kami merinci mekanisme keunggulan kompetitif \"Software-as-a-Service\" mereka, menunjukkan bagaimana kompiler sumber terbuka TKET menstandarisasi industri kuantum terlepas dari penyedia perangkat keras mana yang akhirnya dipilih. Terakhir, kami menganalisis jalur pendanaan pemerintah mereka yang kuat, memetakan sewa superkomputer R&D Riken dan penghargaan penting mereka sebesar $100 juta dari Undang-Undang CHIPS AS untuk manufaktur dalam negeri.\n\nRisiko Forensik: Kami memeriksa secara cermat hambatan-hambatan yang terus-menerus membatasi valuasi jangka panjang mereka. Kami melakukan audit forensik atas kerugian bersih GAAP sebesar $192,6 juta, mengisolasi bagaimana perusahaan secara agresif menukar pengeluaran R&D besar-besaran untuk keunggulan teknologi yang tidak akan sepenuhnya dikomersialkan hingga peluncuran \"Apollo\" mereka pada tahun 2029. Kami mengisolasi \"Perangkap Konsentrasi\" struktural, mendokumentasikan bagaimana 60% dari total pendapatan mereka pada tahun 2025 terkait dengan satu pelanggan (RIKEN), menciptakan volatilitas pendapatan yang signifikan. Terakhir, kami memaparkan risiko pengenceran jangka pendek, dengan merinci bagaimana penerbitan saham pemerintah melalui program hibah berdasarkan Undang-Undang CHIPS memaksa diskon struktural pada pemegang saham yang ada sebagai imbalan atas skala manufaktur yang disponsori negara.\n\nJudul Bab\nPendahuluan: Ion Terperangkap, Fidelitas Gerbang, dan Pergeseran Kuantum Industri\nGambaran Bisnis: Transisi dari Divisi Honeywell ke Utilitas Kuantum Independen\nForensik Margin: Mendekonstruksi Jalur Menuju Toleransi Kesalahan (Arsitektur QCCD)\nDorongan Satu Kali: Memperhitungkan Perisai Kas $2,3 Miliar dan Keunggulan Perangkat Lunak TKET\nKeunggulan Akurasi: Mengapa Fidelitas Gerbang 99,9% Mengalahkan Skala Qubit Superkonduktor\nKendala Pertumbuhan: Menjembatani Kesenjangan Komersialisasi \"Apollo 2029\"\nAudit Backlog: Mengkuantifikasi RPO $80,7 Juta dan Risiko Konsentrasi Pendapatan 60%\nGesekan Konversi: Menganalisis Keterlambatan Administratif di Balik Tonggak Sewa Pemerintah\nMekanisme Saluran: Mengukur Keunggulan Qubit Fisik-ke-Logis 2:1\nPenyerapan Industri: Di ​​Dalam Manufaktur Sumber Tunggal Honeywell dan Integrasi Keamanan Siber\nKinerja Segmen: Menganalisis Pendorong Riset Sovereign vs. Kimia Industri\nModel Valuasi: Bagaimana Cadangan Kas $2,3 Miliar Melipatgandakan Nilai Intrinsik\nPengembalian Modal: \"Neraca Keuangan Benteng\" QNT vs. Rekan-rekan Perangkat Keras yang Kekurangan Modal Ventura\nKESIMPULAN AKHIR: Mesin Penggabungan yang Melimpah Kas dan Dikoreksi Kesalahan atau Jebakan Litbang yang Terlalu Mahal?\n\n#QNT #Quantinuum #QuantumComputing #TrappedIon #QubitFidelity #TKET #QuantumSecurity #BacklogForensics #Honeywell #DeepTech #ComputationalChemistry #Griffonomics #PortfolioProtection #Moat\n\n🔥 BERLANGGANAN Griffonomics:    /   \n\nInvestigasi Keuangan: Kebenaran di Balik Ticker.\n\nRisiko Terdefinisi. Portofolio Terlindungi.\n\nPENAFIAN HUKUM\nKonten yang disediakan di saluran Griffonomics hanya untuk tujuan informasi dan pendidikan serta mencerminkan pendapat pribadi dan riset pembuatnya untuk portofolio mereka sendiri. Ini BUKAN nasihat keuangan. Selalu lakukan riset menyeluruh Anda sendiri sebelum membuat keputusan investasi apa pun.", "post_id": "rV3IBU2hMKc"}}, {"key": "@AnthonyPompliano", "attributes": {"label": "@AnthonyPompliano", "x": 689.457554335844, "y": 56.855709988644975, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "qezOp08hwPQ", "id": "@AnthonyPompliano", "source": "youtube-000001", "content": "Perubahan Terbesar Dalam Sejarah AI Sedang Terjadi Saat Ini\n\nJordi Visser () adalah investor makro veteran dengan pengalaman lebih dari 30 tahun dan penulis VisserLabs Substack. Dalam percakapan ini, kita membahas pergeseran AI yang terjadi pada perusahaan hyperscaler, kebangkitan model open source, apa arti situasi Mythos/Fable 5 bagi pemerintah dan investor, konferensi pers pertama Kevin Warsh di Fed, ke mana sebenarnya inflasi akan menuju, dan mengapa bitcoin masih berada di pasar bearish dan apa yang perlu diubah.\n\n🔊 Podcast Audio\nDengarkan The Pomp Podcast di platform audio pilihan Anda: http://pomppodcast.com\n\n🖥️ Dari Meja Anthony Pompliano\nLihat acara BARU saya untuk rangkuman harian singkat tentang berita-berita terbesar di bidang keuangan, teknologi, dan politik: http://pompdesk.com/\n\n📧 Newsletter\nPomp menulis surat harian kepada lebih dari 270.000 investor tentang bisnis, teknologi, dan keuangan. Ia menguraikan topik-topik kompleks ke dalam bahasa yang mudah dipahami sambil berbagi pendapat tentang berbagai aspek dari setiap industri. Anda dapat berlangganan di: https://pomp.substack.com/\n\n👉 Ikuti Pomp di Media Sosial:\nTwitter:   / apompliano  \nInstagram:   / pompglobal  \nLinkedIn:   / anthonypompliano  \n\n🤝 Sponsor Podcast\nSimple Mining membuat penambangan Bitcoin menjadi sederhana dan mudah diakses oleh semua orang.\n\nKami menawarkan layanan hosting premium, membantu Anda memaksimalkan profitabilitas penambangan Bitcoin. Untuk informasi lebih lanjut tentang Simple Mining atau untuk mulai menambang Bitcoin, kunjungi https://www.simplemining.io/pomp\n\nArch Public adalah platform perdagangan otomatis yang mengotomatiskan pembelian dan penjualan strategi kripto pilihan Anda. Daftar hari ini di https://www.archpublic.com dan mulai strategi perdagangan otomatis Anda secara gratis. Tanpa jebakan. Tanpa biaya tersembunyi. Hanya perdagangan yang lebih cerdas.\n\nMencari tempat trading yang lebih baik? BloFin memberi trader akses ke likuiditas yang tinggi, produk futures canggih untuk aset kripto DAN TradFi, eksekusi cepat, dan antarmuka yang bersih dan intuitif—semuanya dalam satu platform. Untuk merayakan kemitraan mereka dengan kami, mereka memberikan hadiah Deposit & Trade senilai $100.000. Deposit, trading, dan dapatkan hadiah berdasarkan aktivitas Anda selama kampanye.\n\n⏰ Cap Waktu:\n0:00 - Pendahuluan\n0:57 - Perubahan AI & kelemahan hyperscaler\n5:47 - Model open source & persaingan AI AS vs Tiongkok\n7:19 - Permintaan token, Paradoks Jevons & tren adopsi AI\n14:22 - Kapan pengeluaran CapEx menjadi masalah?\n17:59 - Model AI open source vs closed source — siapa yang menang dalam jangka panjang?\n19:25 - Agensi & apa artinya bagi individu\n24:34 - Apakah AI & energi satu-satunya hal yang menopang pasar?\n\n28:32 - Konferensi pers pertama Kevin Warsh di Fed\n31:36 - Prospek inflasi & data CPI selanjutnya\n37:44 - Mengapa begitu banyak orang Amerika merasa terjebak & biaya hidup sebenarnya\n44:51 - Pasar bearish Bitcoin & apa yang perlu diubah\n\n#Bitcoin #AnthonyPompliano #Pomp", "post_id": "qezOp08hwPQ"}}, {"key": "JordiVisserLabs", "attributes": {"label": "JordiVisserLabs", "x": 197.01738963896707, "y": 473.313123048599, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "qezOp08hwPQ", "id": "JordiVisserLabs", "source": "youtube-000001", "content": "Perubahan Terbesar Dalam Sejarah AI Sedang Terjadi Saat Ini\n\nJordi Visser () adalah investor makro veteran dengan pengalaman lebih dari 30 tahun dan penulis VisserLabs Substack. Dalam percakapan ini, kita membahas pergeseran AI yang terjadi pada perusahaan hyperscaler, kebangkitan model open source, apa arti situasi Mythos/Fable 5 bagi pemerintah dan investor, konferensi pers pertama Kevin Warsh di Fed, ke mana sebenarnya inflasi akan menuju, dan mengapa bitcoin masih berada di pasar bearish dan apa yang perlu diubah.\n\n🔊 Podcast Audio\nDengarkan The Pomp Podcast di platform audio pilihan Anda: http://pomppodcast.com\n\n🖥️ Dari Meja Anthony Pompliano\nLihat acara BARU saya untuk rangkuman harian singkat tentang berita-berita terbesar di bidang keuangan, teknologi, dan politik: http://pompdesk.com/\n\n📧 Newsletter\nPomp menulis surat harian kepada lebih dari 270.000 investor tentang bisnis, teknologi, dan keuangan. Ia menguraikan topik-topik kompleks ke dalam bahasa yang mudah dipahami sambil berbagi pendapat tentang berbagai aspek dari setiap industri. Anda dapat berlangganan di: https://pomp.substack.com/\n\n👉 Ikuti Pomp di Media Sosial:\nTwitter:   / apompliano  \nInstagram:   / pompglobal  \nLinkedIn:   / anthonypompliano  \n\n🤝 Sponsor Podcast\nSimple Mining membuat penambangan Bitcoin menjadi sederhana dan mudah diakses oleh semua orang.\n\nKami menawarkan layanan hosting premium, membantu Anda memaksimalkan profitabilitas penambangan Bitcoin. Untuk informasi lebih lanjut tentang Simple Mining atau untuk mulai menambang Bitcoin, kunjungi https://www.simplemining.io/pomp\n\nArch Public adalah platform perdagangan otomatis yang mengotomatiskan pembelian dan penjualan strategi kripto pilihan Anda. Daftar hari ini di https://www.archpublic.com dan mulai strategi perdagangan otomatis Anda secara gratis. Tanpa jebakan. Tanpa biaya tersembunyi. Hanya perdagangan yang lebih cerdas.\n\nMencari tempat trading yang lebih baik? BloFin memberi trader akses ke likuiditas yang tinggi, produk futures canggih untuk aset kripto DAN TradFi, eksekusi cepat, dan antarmuka yang bersih dan intuitif—semuanya dalam satu platform. Untuk merayakan kemitraan mereka dengan kami, mereka memberikan hadiah Deposit & Trade senilai $100.000. Deposit, trading, dan dapatkan hadiah berdasarkan aktivitas Anda selama kampanye.\n\n⏰ Cap Waktu:\n0:00 - Pendahuluan\n0:57 - Perubahan AI & kelemahan hyperscaler\n5:47 - Model open source & persaingan AI AS vs Tiongkok\n7:19 - Permintaan token, Paradoks Jevons & tren adopsi AI\n14:22 - Kapan pengeluaran CapEx menjadi masalah?\n17:59 - Model AI open source vs closed source — siapa yang menang dalam jangka panjang?\n19:25 - Agensi & apa artinya bagi individu\n24:34 - Apakah AI & energi satu-satunya hal yang menopang pasar?\n\n28:32 - Konferensi pers pertama Kevin Warsh di Fed\n31:36 - Prospek inflasi & data CPI selanjutnya\n37:44 - Mengapa begitu banyak orang Amerika merasa terjebak & biaya hidup sebenarnya\n44:51 - Pasar bearish Bitcoin & apa yang perlu diubah\n\n#Bitcoin #AnthonyPompliano #Pomp", "post_id": "qezOp08hwPQ"}}, {"key": "@BTCSessions", "attributes": {"label": "@BTCSessions", "x": 968.2235225522526, "y": 186.81624260021957, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "XGPaWFavFqk", "id": "@BTCSessions", "source": "youtube-000001", "content": "Kebenaran Kejam Tentang Bitcoin dalam Sistem Dolar BARU | Tom Luongo & Nolan Bauerle\n\nSesi Mentor Ep. 075: Kebenaran Brutal Tentang Bitcoin dalam Sistem Dolar BARU, Kematian Partai Tunggal, dan Bagaimana Trump Mengubah Perdagangan Global | Tom Luongo & Nolan Bauerle\n\nBitcoin akan menjadi aset jaminan dalam sistem dolar baru — bukan pengganti langsungnya. Tom Luongo dan Nolan Bauerle menjelaskan secara tepat mengapa urutan operasi tersebut penting, siapa yang melawannya, dan apa hubungan konflik Iran, Fannie/Freddie, dan koridor perdagangan Alaska-Rusia dengan peran Bitcoin pada akhirnya.\n\nDalam percakapan ini, Anda akan mempelajari mengapa Tom Luongo berpendapat bahwa Wall Street sudah terinfeksi Bitcoin dan industri energi akan menjadi target selanjutnya — dan mengapa urutan tersebut, bukan adopsi ritel, yang sebenarnya mengubah realitas moneter. Anda akan melihat bagaimana Nolan Bauerle menghubungkan etos Bitcoin \"jangan percaya, verifikasi\" secara langsung dengan integritas pemilu dan mengapa para pendukung Bitcoin begitu tegas mendukung Trump pada tahun 2026. Anda akan memahami kerangka kerja bimetal yang telah dibangun Tom selama dua tahun: Amerika, Rusia, Tiongkok (ARC) sebagai realitas geostrategis, dengan Bitcoin dan emas sebagai lapisan jaminan di bawah sistem dolar yang dirancang ulang. Dan Anda akan mendengar kedua tamu menjelaskan mengapa kendali City of London selama 40 tahun atas pasar eurodollar — dan cengkeramannya pada Fannie, Freddie, dan kurva imbal hasil jangka panjang — adalah arsitektur tersembunyi dari perang yang sedang terjadi saat ini.\n\n⏱️ Cap waktu:\n0:00 - Pendahuluan\n1:32 - Pandangan Tom dari Ketinggian 30.000 Kaki tentang Iran\n3:34 - Mengatur Ulang Perdagangan Menjauh dari Titik-Titik Cengkeraman\n5:20 - Keruntuhan Iran dan Ekuitas Swasta IRGC\n7:15 - Trump Memenangkan Perang Saudara di Dalam Partai Republik\n9:31 - Narasi Perang Saudara MAGA Itu Palsu\n10:29 - Bitcoin di Dalam Kerangka Dolar\n12:07 - Dominasi Dolar dengan Jaminan Bitcoin\n19:03 - Stablecoin Bimetalisme dan Uang yang Sehat\n22:12 - Bitcoin dan Energi Selanjutnya di Wall Street\n30:52 - Krisis Likuiditas Dolar dan SOFR\n44:22 - Mengapa Para Bitcoiner Memilih Trump\n47:15 - Integritas Pemilu dan Pasar Prediksi\n53:12 - Hak Milik Privasi vs CBDC\n59:49 - Audit Pemerintah dan Pergeseran Transparansi\n1:05:29 - Pencurian Fannie Freddie 2008 dan London\n1:13:48 - Krisis Dolar Musim Panas dan Langkah-langkah Trump\n1:18:20 - Jembatan Alaska-Rusia dan Perdagangan ARC\n1:21:49 - Mengapa Satoshi Menggunakan Nama Samaran Jepang\n\n🔗 Tautan & Sumber Daya:\nTom Luongo — Buletin Gold Goats & Guns:   / goldgoatsnguns  \nTom Luongo di X: https://x.com/TFL1728\nNolan Bauerle di X: https://x.com/countbtc\nNolan Bauerle di Rumble: https://rumble.com/user/Countbtc\n\n• Sovereign Sessions — Edukasi AI, Privasi, dan Bitcoin: http://youtube.com/\n\n📌 Episode Sebelumnya:\nJeff Booth & Samson Mow →    • Bitcoin Tanked… But AI Giants Will Implode...  \n\n⚡ Didukung oleh Abundant Mines: Penambangan Bitcoin yang dikelola sepenuhnya. Pelajari lebih lanjut di https://qrco.de/bgYKPB\n\n🔒 Amankan Bitcoin Anda dengan perlengkapan TERBAIK di pasaran dari Coinkite. Dapatkan diskon 5% untuk COLDCARD, kunjungi: https://qrco.de/bfiDBV\n\n💡Pesan Sesi Privat dengan Nathan, Gary, atau Ben di Bitcoin Mentor: Kuasai penyimpanan mandiri, perangkat keras, multisig, Lightning, privasi, dan banyak lagi. 👉 Kunjungi btcmentor.io\n\nIkuti Kami di X:\n• BTC Sessions: \n• Nathan: \n\n#Bitcoin #BTC #BTCSessions #BitcoinGeopolitics #BitcoinCollateral #DollarSystem #TomLuongo #NolanBauerle #Bimetallism #GeopoliticsAndBitcoin #ElectionIntegrity #BitcoinMacro\n#TrumpIran #Stablecoins #MonetaryReset #DollarReset #DeathOfTheUniparty #Uniparty #WeaponizedDollar #GlobalTradeRewired #BitcoinDollarSystem #BitcoinInDollarSystem #NewDollarSystem #ARCWorldOrder", "post_id": "XGPaWFavFqk"}}, {"key": "SovereignSessions...", "attributes": {"label": "SovereignSessions...", "x": 384.96066478553826, "y": 47.78007689516728, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2418, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "XGPaWFavFqk", "id": "SovereignSessions...", "source": "youtube-000001", "content": "Kebenaran Kejam Tentang Bitcoin dalam Sistem Dolar BARU | Tom Luongo & Nolan Bauerle\n\nSesi Mentor Ep. 075: Kebenaran Brutal Tentang Bitcoin dalam Sistem Dolar BARU, Kematian Partai Tunggal, dan Bagaimana Trump Mengubah Perdagangan Global | Tom Luongo & Nolan Bauerle\n\nBitcoin akan menjadi aset jaminan dalam sistem dolar baru — bukan pengganti langsungnya. Tom Luongo dan Nolan Bauerle menjelaskan secara tepat mengapa urutan operasi tersebut penting, siapa yang melawannya, dan apa hubungan konflik Iran, Fannie/Freddie, dan koridor perdagangan Alaska-Rusia dengan peran Bitcoin pada akhirnya.\n\nDalam percakapan ini, Anda akan mempelajari mengapa Tom Luongo berpendapat bahwa Wall Street sudah terinfeksi Bitcoin dan industri energi akan menjadi target selanjutnya — dan mengapa urutan tersebut, bukan adopsi ritel, yang sebenarnya mengubah realitas moneter. Anda akan melihat bagaimana Nolan Bauerle menghubungkan etos Bitcoin \"jangan percaya, verifikasi\" secara langsung dengan integritas pemilu dan mengapa para pendukung Bitcoin begitu tegas mendukung Trump pada tahun 2026. Anda akan memahami kerangka kerja bimetal yang telah dibangun Tom selama dua tahun: Amerika, Rusia, Tiongkok (ARC) sebagai realitas geostrategis, dengan Bitcoin dan emas sebagai lapisan jaminan di bawah sistem dolar yang dirancang ulang. Dan Anda akan mendengar kedua tamu menjelaskan mengapa kendali City of London selama 40 tahun atas pasar eurodollar — dan cengkeramannya pada Fannie, Freddie, dan kurva imbal hasil jangka panjang — adalah arsitektur tersembunyi dari perang yang sedang terjadi saat ini.\n\n⏱️ Cap waktu:\n0:00 - Pendahuluan\n1:32 - Pandangan Tom dari Ketinggian 30.000 Kaki tentang Iran\n3:34 - Mengatur Ulang Perdagangan Menjauh dari Titik-Titik Cengkeraman\n5:20 - Keruntuhan Iran dan Ekuitas Swasta IRGC\n7:15 - Trump Memenangkan Perang Saudara di Dalam Partai Republik\n9:31 - Narasi Perang Saudara MAGA Itu Palsu\n10:29 - Bitcoin di Dalam Kerangka Dolar\n12:07 - Dominasi Dolar dengan Jaminan Bitcoin\n19:03 - Stablecoin Bimetalisme dan Uang yang Sehat\n22:12 - Bitcoin dan Energi Selanjutnya di Wall Street\n30:52 - Krisis Likuiditas Dolar dan SOFR\n44:22 - Mengapa Para Bitcoiner Memilih Trump\n47:15 - Integritas Pemilu dan Pasar Prediksi\n53:12 - Hak Milik Privasi vs CBDC\n59:49 - Audit Pemerintah dan Pergeseran Transparansi\n1:05:29 - Pencurian Fannie Freddie 2008 dan London\n1:13:48 - Krisis Dolar Musim Panas dan Langkah-langkah Trump\n1:18:20 - Jembatan Alaska-Rusia dan Perdagangan ARC\n1:21:49 - Mengapa Satoshi Menggunakan Nama Samaran Jepang\n\n🔗 Tautan & Sumber Daya:\nTom Luongo — Buletin Gold Goats & Guns:   / goldgoatsnguns  \nTom Luongo di X: https://x.com/TFL1728\nNolan Bauerle di X: https://x.com/countbtc\nNolan Bauerle di Rumble: https://rumble.com/user/Countbtc\n\n• Sovereign Sessions — Edukasi AI, Privasi, dan Bitcoin: http://youtube.com/\n\n📌 Episode Sebelumnya:\nJeff Booth & Samson Mow →    • Bitcoin Tanked… But AI Giants Will Implode...  \n\n⚡ Didukung oleh Abundant Mines: Penambangan Bitcoin yang dikelola sepenuhnya. Pelajari lebih lanjut di https://qrco.de/bgYKPB\n\n🔒 Amankan Bitcoin Anda dengan perlengkapan TERBAIK di pasaran dari Coinkite. Dapatkan diskon 5% untuk COLDCARD, kunjungi: https://qrco.de/bfiDBV\n\n💡Pesan Sesi Privat dengan Nathan, Gary, atau Ben di Bitcoin Mentor: Kuasai penyimpanan mandiri, perangkat keras, multisig, Lightning, privasi, dan banyak lagi. 👉 Kunjungi btcmentor.io\n\nIkuti Kami di X:\n• BTC Sessions: \n• Nathan: \n\n#Bitcoin #BTC #BTCSessions #BitcoinGeopolitics #BitcoinCollateral #DollarSystem #TomLuongo #NolanBauerle #Bimetallism #GeopoliticsAndBitcoin #ElectionIntegrity #BitcoinMacro\n#TrumpIran #Stablecoins #MonetaryReset #DollarReset #DeathOfTheUniparty #Uniparty #WeaponizedDollar #GlobalTradeRewired #BitcoinDollarSystem #BitcoinInDollarSystem #NewDollarSystem #ARCWorldOrder", "post_id": "XGPaWFavFqk"}}, {"key": "BTCsessions", "attributes": {"label": "BTCsessions", "x": 51.31356630437401, "y": 161.88991360007765, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2418, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "XGPaWFavFqk", "id": "BTCsessions", "source": "youtube-000001", "content": "Kebenaran Kejam Tentang Bitcoin dalam Sistem Dolar BARU | Tom Luongo & Nolan Bauerle\n\nSesi Mentor Ep. 075: Kebenaran Brutal Tentang Bitcoin dalam Sistem Dolar BARU, Kematian Partai Tunggal, dan Bagaimana Trump Mengubah Perdagangan Global | Tom Luongo & Nolan Bauerle\n\nBitcoin akan menjadi aset jaminan dalam sistem dolar baru — bukan pengganti langsungnya. Tom Luongo dan Nolan Bauerle menjelaskan secara tepat mengapa urutan operasi tersebut penting, siapa yang melawannya, dan apa hubungan konflik Iran, Fannie/Freddie, dan koridor perdagangan Alaska-Rusia dengan peran Bitcoin pada akhirnya.\n\nDalam percakapan ini, Anda akan mempelajari mengapa Tom Luongo berpendapat bahwa Wall Street sudah terinfeksi Bitcoin dan industri energi akan menjadi target selanjutnya — dan mengapa urutan tersebut, bukan adopsi ritel, yang sebenarnya mengubah realitas moneter. Anda akan melihat bagaimana Nolan Bauerle menghubungkan etos Bitcoin \"jangan percaya, verifikasi\" secara langsung dengan integritas pemilu dan mengapa para pendukung Bitcoin begitu tegas mendukung Trump pada tahun 2026. Anda akan memahami kerangka kerja bimetal yang telah dibangun Tom selama dua tahun: Amerika, Rusia, Tiongkok (ARC) sebagai realitas geostrategis, dengan Bitcoin dan emas sebagai lapisan jaminan di bawah sistem dolar yang dirancang ulang. Dan Anda akan mendengar kedua tamu menjelaskan mengapa kendali City of London selama 40 tahun atas pasar eurodollar — dan cengkeramannya pada Fannie, Freddie, dan kurva imbal hasil jangka panjang — adalah arsitektur tersembunyi dari perang yang sedang terjadi saat ini.\n\n⏱️ Cap waktu:\n0:00 - Pendahuluan\n1:32 - Pandangan Tom dari Ketinggian 30.000 Kaki tentang Iran\n3:34 - Mengatur Ulang Perdagangan Menjauh dari Titik-Titik Cengkeraman\n5:20 - Keruntuhan Iran dan Ekuitas Swasta IRGC\n7:15 - Trump Memenangkan Perang Saudara di Dalam Partai Republik\n9:31 - Narasi Perang Saudara MAGA Itu Palsu\n10:29 - Bitcoin di Dalam Kerangka Dolar\n12:07 - Dominasi Dolar dengan Jaminan Bitcoin\n19:03 - Stablecoin Bimetalisme dan Uang yang Sehat\n22:12 - Bitcoin dan Energi Selanjutnya di Wall Street\n30:52 - Krisis Likuiditas Dolar dan SOFR\n44:22 - Mengapa Para Bitcoiner Memilih Trump\n47:15 - Integritas Pemilu dan Pasar Prediksi\n53:12 - Hak Milik Privasi vs CBDC\n59:49 - Audit Pemerintah dan Pergeseran Transparansi\n1:05:29 - Pencurian Fannie Freddie 2008 dan London\n1:13:48 - Krisis Dolar Musim Panas dan Langkah-langkah Trump\n1:18:20 - Jembatan Alaska-Rusia dan Perdagangan ARC\n1:21:49 - Mengapa Satoshi Menggunakan Nama Samaran Jepang\n\n🔗 Tautan & Sumber Daya:\nTom Luongo — Buletin Gold Goats & Guns:   / goldgoatsnguns  \nTom Luongo di X: https://x.com/TFL1728\nNolan Bauerle di X: https://x.com/countbtc\nNolan Bauerle di Rumble: https://rumble.com/user/Countbtc\n\n• Sovereign Sessions — Edukasi AI, Privasi, dan Bitcoin: http://youtube.com/\n\n📌 Episode Sebelumnya:\nJeff Booth & Samson Mow →    • Bitcoin Tanked… But AI Giants Will Implode...  \n\n⚡ Didukung oleh Abundant Mines: Penambangan Bitcoin yang dikelola sepenuhnya. Pelajari lebih lanjut di https://qrco.de/bgYKPB\n\n🔒 Amankan Bitcoin Anda dengan perlengkapan TERBAIK di pasaran dari Coinkite. Dapatkan diskon 5% untuk COLDCARD, kunjungi: https://qrco.de/bfiDBV\n\n💡Pesan Sesi Privat dengan Nathan, Gary, atau Ben di Bitcoin Mentor: Kuasai penyimpanan mandiri, perangkat keras, multisig, Lightning, privasi, dan banyak lagi. 👉 Kunjungi btcmentor.io\n\nIkuti Kami di X:\n• BTC Sessions: \n• Nathan: \n\n#Bitcoin #BTC #BTCSessions #BitcoinGeopolitics #BitcoinCollateral #DollarSystem #TomLuongo #NolanBauerle #Bimetallism #GeopoliticsAndBitcoin #ElectionIntegrity #BitcoinMacro\n#TrumpIran #Stablecoins #MonetaryReset #DollarReset #DeathOfTheUniparty #Uniparty #WeaponizedDollar #GlobalTradeRewired #BitcoinDollarSystem #BitcoinInDollarSystem #NewDollarSystem #ARCWorldOrder", "post_id": "XGPaWFavFqk"}}, {"key": "theBTCmentor", "attributes": {"label": "theBTCmentor", "x": 397.27555743498675, "y": 569.2416644505878, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.2418, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "XGPaWFavFqk", "id": "theBTCmentor", "source": "youtube-000001", "content": "Kebenaran Kejam Tentang Bitcoin dalam Sistem Dolar BARU | Tom Luongo & Nolan Bauerle\n\nSesi Mentor Ep. 075: Kebenaran Brutal Tentang Bitcoin dalam Sistem Dolar BARU, Kematian Partai Tunggal, dan Bagaimana Trump Mengubah Perdagangan Global | Tom Luongo & Nolan Bauerle\n\nBitcoin akan menjadi aset jaminan dalam sistem dolar baru — bukan pengganti langsungnya. Tom Luongo dan Nolan Bauerle menjelaskan secara tepat mengapa urutan operasi tersebut penting, siapa yang melawannya, dan apa hubungan konflik Iran, Fannie/Freddie, dan koridor perdagangan Alaska-Rusia dengan peran Bitcoin pada akhirnya.\n\nDalam percakapan ini, Anda akan mempelajari mengapa Tom Luongo berpendapat bahwa Wall Street sudah terinfeksi Bitcoin dan industri energi akan menjadi target selanjutnya — dan mengapa urutan tersebut, bukan adopsi ritel, yang sebenarnya mengubah realitas moneter. Anda akan melihat bagaimana Nolan Bauerle menghubungkan etos Bitcoin \"jangan percaya, verifikasi\" secara langsung dengan integritas pemilu dan mengapa para pendukung Bitcoin begitu tegas mendukung Trump pada tahun 2026. Anda akan memahami kerangka kerja bimetal yang telah dibangun Tom selama dua tahun: Amerika, Rusia, Tiongkok (ARC) sebagai realitas geostrategis, dengan Bitcoin dan emas sebagai lapisan jaminan di bawah sistem dolar yang dirancang ulang. Dan Anda akan mendengar kedua tamu menjelaskan mengapa kendali City of London selama 40 tahun atas pasar eurodollar — dan cengkeramannya pada Fannie, Freddie, dan kurva imbal hasil jangka panjang — adalah arsitektur tersembunyi dari perang yang sedang terjadi saat ini.\n\n⏱️ Cap waktu:\n0:00 - Pendahuluan\n1:32 - Pandangan Tom dari Ketinggian 30.000 Kaki tentang Iran\n3:34 - Mengatur Ulang Perdagangan Menjauh dari Titik-Titik Cengkeraman\n5:20 - Keruntuhan Iran dan Ekuitas Swasta IRGC\n7:15 - Trump Memenangkan Perang Saudara di Dalam Partai Republik\n9:31 - Narasi Perang Saudara MAGA Itu Palsu\n10:29 - Bitcoin di Dalam Kerangka Dolar\n12:07 - Dominasi Dolar dengan Jaminan Bitcoin\n19:03 - Stablecoin Bimetalisme dan Uang yang Sehat\n22:12 - Bitcoin dan Energi Selanjutnya di Wall Street\n30:52 - Krisis Likuiditas Dolar dan SOFR\n44:22 - Mengapa Para Bitcoiner Memilih Trump\n47:15 - Integritas Pemilu dan Pasar Prediksi\n53:12 - Hak Milik Privasi vs CBDC\n59:49 - Audit Pemerintah dan Pergeseran Transparansi\n1:05:29 - Pencurian Fannie Freddie 2008 dan London\n1:13:48 - Krisis Dolar Musim Panas dan Langkah-langkah Trump\n1:18:20 - Jembatan Alaska-Rusia dan Perdagangan ARC\n1:21:49 - Mengapa Satoshi Menggunakan Nama Samaran Jepang\n\n🔗 Tautan & Sumber Daya:\nTom Luongo — Buletin Gold Goats & Guns:   / goldgoatsnguns  \nTom Luongo di X: https://x.com/TFL1728\nNolan Bauerle di X: https://x.com/countbtc\nNolan Bauerle di Rumble: https://rumble.com/user/Countbtc\n\n• Sovereign Sessions — Edukasi AI, Privasi, dan Bitcoin: http://youtube.com/\n\n📌 Episode Sebelumnya:\nJeff Booth & Samson Mow →    • Bitcoin Tanked… But AI Giants Will Implode...  \n\n⚡ Didukung oleh Abundant Mines: Penambangan Bitcoin yang dikelola sepenuhnya. Pelajari lebih lanjut di https://qrco.de/bgYKPB\n\n🔒 Amankan Bitcoin Anda dengan perlengkapan TERBAIK di pasaran dari Coinkite. Dapatkan diskon 5% untuk COLDCARD, kunjungi: https://qrco.de/bfiDBV\n\n💡Pesan Sesi Privat dengan Nathan, Gary, atau Ben di Bitcoin Mentor: Kuasai penyimpanan mandiri, perangkat keras, multisig, Lightning, privasi, dan banyak lagi. 👉 Kunjungi btcmentor.io\n\nIkuti Kami di X:\n• BTC Sessions: \n• Nathan: \n\n#Bitcoin #BTC #BTCSessions #BitcoinGeopolitics #BitcoinCollateral #DollarSystem #TomLuongo #NolanBauerle #Bimetallism #GeopoliticsAndBitcoin #ElectionIntegrity #BitcoinMacro\n#TrumpIran #Stablecoins #MonetaryReset #DollarReset #DeathOfTheUniparty #Uniparty #WeaponizedDollar #GlobalTradeRewired #BitcoinDollarSystem #BitcoinInDollarSystem #NewDollarSystem #ARCWorldOrder", "post_id": "XGPaWFavFqk"}}, {"key": "@BTCTrueNorth", "attributes": {"label": "@BTCTrueNorth", "x": 175.88935823259322, "y": 204.8440469195778, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "1lY1QqXIngQ", "id": "@BTCTrueNorth", "source": "youtube-000001", "content": "CEO Perusahaan Publik Pertaruhkan Segalanya pada Bitcoin & Kredit Digital | The Income Show | Ep. 6\n\nIncome Show kembali hadir untuk Episode 6, dengan pembawa acara  ditemani oleh Evan Horowitz untuk membahas perdagangan Anti-debasement (sebagai CEO publik $FMHS), masa depan Bitcoin, pergerakan harga terkini $MSTR & $STRC), volatilitas pasar dan cara menghadapi hari-hari merah, dan masih banyak lagi.\n\nIkuti Evan di X: https://x.com/evanhorowitz\nIkuti Joe di X: https://x.com/IIICapital\nIkuti True North di X: https://x.com/TNorth\nTetap ikuti perkembangan True North di sini: https://tnorth.com/\n\nCap Waktu:\n00:00 Pendahuluan\n02:51 Dari Ganja ke Bitcoin\n08:44 Tesis Perusahaan Anti-Debasement\n12:32 Membandingkan Adopsi Internet dengan Bitcoin\n15:31 Kredit Digital sebagai Aset Strategis\n19:50 Mengelola Neraca Multi-Aset\n22:12 Meningkatkan Skala Perbendaharaan Aset Digital\n26:22 Prospek Bearish pada Stablecoin\n28:57 Tokenisasi Emas\n30:23 Hambatan AI dan Siklus Pasar\n31:51 Sinergi antara Emas dan Bitcoin\n34:33 Memahami Pentingnya Uang Tanpa Izin\n37:31 Dampak Global Bitcoin Standar\n40:23 Masa Depan Aset Perbendaharaan Korporasi\n41:43 Menetralkan Biaya Perusahaan dengan Kredit Digital\n43:17 Volatilitas Pasar dan Hari Merah\n47:23 Kesimpulan\n\nPenafian: Konten dalam video ini hanya untuk tujuan informasi dan pendidikan dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan. Kami bukan penasihat keuangan, dan Anda harus berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum membuat keputusan keuangan apa pun. Semua investasi mengandung risiko, dan Anda bertanggung jawab atas keputusan Anda sendiri.\n\nTrue North tidak bermaksud agar apa pun di sini dianggap sebagai penawaran atau penjualan sekuritas apa pun, termasuk sekuritas Strive. True North mendorong pendengar untuk berkonsultasi dengan penasihat pajak dan investasi mereka. Informasi tambahan tentang sekuritas atau penerbit yang dirujuk di sini dapat ditemukan dalam pengajuan penerbit tersebut kepada Komisi Sekuritas dan Bursa (“SEC”), termasuk pernyataan pendaftaran, prospektus, dan suplemen prospektus untuk sekuritas masing-masing penerbit. Pendengar harus membaca dokumen tersebut dan dokumen lain yang dimasukkan sebagai referensi di dalamnya atau yang telah diajukan penerbit tersebut kepada SEC untuk informasi yang lebih lengkap. Anda dapat memperoleh dokumen-dokumen ini secara gratis dengan mengunjungi EDGAR di situs web SEC di [www.sec.gov](http://www.sec.gov).*\n\nSetiap sekuritas yang disebutkan di sini, termasuk sekuritas dari perusahaan induk True North, Strive, tidak dijaminkan oleh kepemilikan bitcoin yang mendasarinya dan mungkin berada di bawah klaim senior. Tidak ada jaminan pengembalian, likuiditas, atau kinerja di masa mendatang. Sekuritas yang disebutkan di sini bukanlah deposito bank, tidak diasuransikan oleh FDIC, tidak diatur dengan cara yang sama, dan tidak memiliki perlindungan peraturan dan perlindungan lainnya yang sama seperti rekening bank, dana pasar uang, obligasi pemerintah, atau investasi serupa, dan akibatnya mungkin bukan investasi yang sebanding. Harga perdagangan saat ini dan imbal hasil efektif dapat bervariasi, suku bunga saat ini tidak menunjukkan suku bunga di masa mendatang, dan dalam beberapa kasus suku bunga dapat mengalami penyesuaian yang sering dan mungkin jauh lebih rendah daripada yang dibahas di sini. Dividen tunai tidak dijamin. Dalam beberapa kasus, dividen belum dibayarkan dan mungkin tidak akan dibayarkan di masa mendatang. Kepemilikan sekuritas yang disebutkan di sini tidak memberikan kepemilikan atas aset yang mendasarinya, termasuk bitcoin.", "post_id": "1lY1QqXIngQ"}}, {"key": "IIICapital", "attributes": {"label": "IIICapital", "x": 704.9853716337873, "y": 477.9088952085185, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1lY1QqXIngQ", "id": "IIICapital", "source": "youtube-000001", "content": "CEO Perusahaan Publik Pertaruhkan Segalanya pada Bitcoin & Kredit Digital | The Income Show | Ep. 6\n\nIncome Show kembali hadir untuk Episode 6, dengan pembawa acara  ditemani oleh Evan Horowitz untuk membahas perdagangan Anti-debasement (sebagai CEO publik $FMHS), masa depan Bitcoin, pergerakan harga terkini $MSTR & $STRC), volatilitas pasar dan cara menghadapi hari-hari merah, dan masih banyak lagi.\n\nIkuti Evan di X: https://x.com/evanhorowitz\nIkuti Joe di X: https://x.com/IIICapital\nIkuti True North di X: https://x.com/TNorth\nTetap ikuti perkembangan True North di sini: https://tnorth.com/\n\nCap Waktu:\n00:00 Pendahuluan\n02:51 Dari Ganja ke Bitcoin\n08:44 Tesis Perusahaan Anti-Debasement\n12:32 Membandingkan Adopsi Internet dengan Bitcoin\n15:31 Kredit Digital sebagai Aset Strategis\n19:50 Mengelola Neraca Multi-Aset\n22:12 Meningkatkan Skala Perbendaharaan Aset Digital\n26:22 Prospek Bearish pada Stablecoin\n28:57 Tokenisasi Emas\n30:23 Hambatan AI dan Siklus Pasar\n31:51 Sinergi antara Emas dan Bitcoin\n34:33 Memahami Pentingnya Uang Tanpa Izin\n37:31 Dampak Global Bitcoin Standar\n40:23 Masa Depan Aset Perbendaharaan Korporasi\n41:43 Menetralkan Biaya Perusahaan dengan Kredit Digital\n43:17 Volatilitas Pasar dan Hari Merah\n47:23 Kesimpulan\n\nPenafian: Konten dalam video ini hanya untuk tujuan informasi dan pendidikan dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan. Kami bukan penasihat keuangan, dan Anda harus berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum membuat keputusan keuangan apa pun. Semua investasi mengandung risiko, dan Anda bertanggung jawab atas keputusan Anda sendiri.\n\nTrue North tidak bermaksud agar apa pun di sini dianggap sebagai penawaran atau penjualan sekuritas apa pun, termasuk sekuritas Strive. True North mendorong pendengar untuk berkonsultasi dengan penasihat pajak dan investasi mereka. Informasi tambahan tentang sekuritas atau penerbit yang dirujuk di sini dapat ditemukan dalam pengajuan penerbit tersebut kepada Komisi Sekuritas dan Bursa (“SEC”), termasuk pernyataan pendaftaran, prospektus, dan suplemen prospektus untuk sekuritas masing-masing penerbit. Pendengar harus membaca dokumen tersebut dan dokumen lain yang dimasukkan sebagai referensi di dalamnya atau yang telah diajukan penerbit tersebut kepada SEC untuk informasi yang lebih lengkap. Anda dapat memperoleh dokumen-dokumen ini secara gratis dengan mengunjungi EDGAR di situs web SEC di [www.sec.gov](http://www.sec.gov).*\n\nSetiap sekuritas yang disebutkan di sini, termasuk sekuritas dari perusahaan induk True North, Strive, tidak dijaminkan oleh kepemilikan bitcoin yang mendasarinya dan mungkin berada di bawah klaim senior. Tidak ada jaminan pengembalian, likuiditas, atau kinerja di masa mendatang. Sekuritas yang disebutkan di sini bukanlah deposito bank, tidak diasuransikan oleh FDIC, tidak diatur dengan cara yang sama, dan tidak memiliki perlindungan peraturan dan perlindungan lainnya yang sama seperti rekening bank, dana pasar uang, obligasi pemerintah, atau investasi serupa, dan akibatnya mungkin bukan investasi yang sebanding. Harga perdagangan saat ini dan imbal hasil efektif dapat bervariasi, suku bunga saat ini tidak menunjukkan suku bunga di masa mendatang, dan dalam beberapa kasus suku bunga dapat mengalami penyesuaian yang sering dan mungkin jauh lebih rendah daripada yang dibahas di sini. Dividen tunai tidak dijamin. Dalam beberapa kasus, dividen belum dibayarkan dan mungkin tidak akan dibayarkan di masa mendatang. Kepemilikan sekuritas yang disebutkan di sini tidak memberikan kepemilikan atas aset yang mendasarinya, termasuk bitcoin.", "post_id": "1lY1QqXIngQ"}}, {"key": "@BisolaWildflower", "attributes": {"label": "@BisolaWildflower", "x": 732.9981435588877, "y": 187.50643179259419, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "_J1cr2mCHTc", "id": "@BisolaWildflower", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa Semua Orang Harus Membeli Zenytal Gardens Phase 2 di Ibeju Lekki SEKARANG!\n\nMengapa Semua Orang Harus Membeli Zenytal Gardens Fase 2 di Ibeju Lekki SEKARANG JUGA!\n\nSemua orang menginginkan penawaran menarik di Ibeju Lekki. Tetapi setiap kali mereka meminta rekomendasi kepada saya, saya selalu mengatakan Beli Zenytal Gardens Fase 2. Zenytal Gardens adalah perumahan tertutup bersertifikat hak milik (C of O) di Elerangbe, tempat saya berada sekarang. Sebidang tanah dijual seharga 30 juta Naira. Dan saya akan berbagi mengapa saya merekomendasikan perumahan ini dalam video ini. Saya akan memberi tahu Anda mengapa Zenytal Gardens Fase 2 seharga 30 juta Naira adalah pilihan terbaik untuk portofolio Anda, dan jika Anda tidak membelinya sekarang, Anda akan melihat orang lain membangun kekayaan turun-temurun tepat di depan mata Anda.\n\nSaat ini, seseorang menawarkan sebidang tanah di Elerangbe seharga 22 juta Naira. Kedengarannya luar biasa, bukan? Anda merasa seperti menghemat 8 juta Naira. Tetapi yang tidak mereka katakan kepada Anda adalah bahwa aksesibilitas memainkan peran besar.\n\nTerkadang, kekayaan properti bukan tentang seberapa murah Anda membelinya; tetapi tentang seberapa cepat dan tinggi nilainya meningkat. Zenytal Gardens terletak strategis tepat di garis depan. Lokasinya *menghadap jalan raya* dan **hanya 3 menit dari Jalan Tol Lekki-Epe**. Mengapa ini penting? Aksesibilitas mendorong likuiditas. Ketika merek komersial premium, sekolah, atau individu kaya ingin membeli tanah dari Anda di masa depan, mereka tidak ingin berkendara 30 menit dari jalan utama. Mereka menginginkan visibilitas. Mereka menginginkan kedekatan. Sebidang tanah seharga 22 juta Naira di seberang jalan tidak akan memberikan hasil seperti ini. Zenytal Gardens memberi Anda nilai premium dengan akses langsung ke jalan raya yang menjamin nilai jual kembali yang jauh lebih tinggi dan lebih cepat. Anda tidak hanya membeli tanah; Anda membeli kecepatan likuidasi.\n\nJika Anda berpikir ini hanya omong kosong pemasaran, mari kita lihat sejarah. Sejarah tidak berbohong. *Zenytal Gardens Fase 1 terjual habis dalam beberapa bulan.* Para investor yang ragu-ragu pada Fase 1 kini menghubungi saya, memohon alokasi yang sudah tidak ada lagi. Fase 2 merupakan kelanjutan dari kisah sukses tersebut, tetapi bahkan lebih baik. Fase 2 diluncurkan sebagai kawasan hunian cerdas dan ramah lingkungan. Kita berbicara tentang kawasan hunian yang dirancang dengan pengawasan berbasis AI, jaringan tenaga surya cerdas, akses gerbang otomatis, dan sertifikat kepemilikan dari Pemerintah. Kawasan ini aman, terverifikasi, dan didukung oleh rekam jejak pengiriman yang cepat. Ketika Fase 1 terjual habis dengan cepat, hal itu membuktikan satu hal: pasar mempercayai produk ini, dan permintaannya tak terpuaskan.\n\n\"Lihatlah apa yang terjadi di sekitar Anda di Elerangbe, Ibeju Lekki. Kawasan ini berada tepat di sebelah lokasi Bandara Internasional Lekki yang direncanakan. Saya yakin dari halte bus ke Bandara hanya membutuhkan waktu kurang dari 5 menit berkendara, yang berarti Anda hanya sekitar 7 menit dari Alaro City dan Universitas Pan-Atlantic juga dekat. Ketika Anda menanamkan uang Anda di Zenytal Gardens Fase 2, Anda ikut serta dalam pembangunan infrastruktur bernilai miliaran dolar. Setiap hari pemerintah atau sektor swasta membangun jalan menuju bandara, nilai investasi Anda sebesar 30 juta Naira akan melonjak. Anda mendapatkan lahan premium seluas 500 meter persegi tanpa masalah 'omo-onile' (masalah kepemilikan tanah), sertifikat hak milik yang kuat, dan rencana pembayaran tanpa bunga hingga 12 bulan hanya dengan deposit awal 3 juta Naira.\"\n\n\"Dengarkan saya baik-baik: Fase 2 sudah berjalan sangat cepat. Jendela pra-peluncuran adalah tempat para investor cerdas masuk. Begitu fase ini mencapai kapasitas tertentu, harga akan menyesuaikan, dan titik masuk 30 juta Naira itu akan menjadi kenangan. Mohon dan mohon, sekaranglah saatnya untuk masuk. Beli berdasarkan posisi. Beli berdasarkan kinerja. Beli Zenytal Gardens Fase 2.\n\nIni adalah video yang sangat singkat karena saya hanya mampir sebentar di sini. Saya akan mengurus alokasi salah satu klien saya di Epe Zylus Chrystland City. Videonya akan segera tayang perdana. Anda harus menontonnya. Berlangganan saluran saya  jika Anda belum melakukannya dan gunakan informasi kontak yang ditampilkan di layar untuk menghubungi saya dan mengamankan lahan Anda sebelum kenaikan harga berikutnya. Mari kita mulai pengurusan dokumen Anda hari ini. Saya sayang Anda, selamat berinvestasi!\n\nSejarah tidak akan terulang, kata mereka. Tapi yang ini? Akan segera terulang.\n\n#lagosrealestate #ibejulekki #ibejulekkilands #wargaNigeriaDiLuarNegeri #wargaNigeriaDiIndiaspora #realestateNigeria #LagosNigeria #realestateLagos #realestateNigeria #investasirealestate #investasilahan #perbankanlahan #caraberinvestasi #caramenghasilkanuang\n\nTONTON SELANJUTNYA:\n\n   • I came for my Client’s Land Allocation in ...  \n\n   • Nigerians Abroad, STOP BUYING DISTRESS LAN...  \n\nhttps://youtube.com/watch?v=m...", "post_id": "_J1cr2mCHTc"}}, {"key": "BisolaWildflower", "attributes": {"label": "BisolaWildflower", "x": 243.728706375513, "y": 640.6875301378884, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.1148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "_J1cr2mCHTc", "id": "BisolaWildflower", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa Semua Orang Harus Membeli Zenytal Gardens Phase 2 di Ibeju Lekki SEKARANG!\n\nMengapa Semua Orang Harus Membeli Zenytal Gardens Fase 2 di Ibeju Lekki SEKARANG JUGA!\n\nSemua orang menginginkan penawaran menarik di Ibeju Lekki. Tetapi setiap kali mereka meminta rekomendasi kepada saya, saya selalu mengatakan Beli Zenytal Gardens Fase 2. Zenytal Gardens adalah perumahan tertutup bersertifikat hak milik (C of O) di Elerangbe, tempat saya berada sekarang. Sebidang tanah dijual seharga 30 juta Naira. Dan saya akan berbagi mengapa saya merekomendasikan perumahan ini dalam video ini. Saya akan memberi tahu Anda mengapa Zenytal Gardens Fase 2 seharga 30 juta Naira adalah pilihan terbaik untuk portofolio Anda, dan jika Anda tidak membelinya sekarang, Anda akan melihat orang lain membangun kekayaan turun-temurun tepat di depan mata Anda.\n\nSaat ini, seseorang menawarkan sebidang tanah di Elerangbe seharga 22 juta Naira. Kedengarannya luar biasa, bukan? Anda merasa seperti menghemat 8 juta Naira. Tetapi yang tidak mereka katakan kepada Anda adalah bahwa aksesibilitas memainkan peran besar.\n\nTerkadang, kekayaan properti bukan tentang seberapa murah Anda membelinya; tetapi tentang seberapa cepat dan tinggi nilainya meningkat. Zenytal Gardens terletak strategis tepat di garis depan. Lokasinya *menghadap jalan raya* dan **hanya 3 menit dari Jalan Tol Lekki-Epe**. Mengapa ini penting? Aksesibilitas mendorong likuiditas. Ketika merek komersial premium, sekolah, atau individu kaya ingin membeli tanah dari Anda di masa depan, mereka tidak ingin berkendara 30 menit dari jalan utama. Mereka menginginkan visibilitas. Mereka menginginkan kedekatan. Sebidang tanah seharga 22 juta Naira di seberang jalan tidak akan memberikan hasil seperti ini. Zenytal Gardens memberi Anda nilai premium dengan akses langsung ke jalan raya yang menjamin nilai jual kembali yang jauh lebih tinggi dan lebih cepat. Anda tidak hanya membeli tanah; Anda membeli kecepatan likuidasi.\n\nJika Anda berpikir ini hanya omong kosong pemasaran, mari kita lihat sejarah. Sejarah tidak berbohong. *Zenytal Gardens Fase 1 terjual habis dalam beberapa bulan.* Para investor yang ragu-ragu pada Fase 1 kini menghubungi saya, memohon alokasi yang sudah tidak ada lagi. Fase 2 merupakan kelanjutan dari kisah sukses tersebut, tetapi bahkan lebih baik. Fase 2 diluncurkan sebagai kawasan hunian cerdas dan ramah lingkungan. Kita berbicara tentang kawasan hunian yang dirancang dengan pengawasan berbasis AI, jaringan tenaga surya cerdas, akses gerbang otomatis, dan sertifikat kepemilikan dari Pemerintah. Kawasan ini aman, terverifikasi, dan didukung oleh rekam jejak pengiriman yang cepat. Ketika Fase 1 terjual habis dengan cepat, hal itu membuktikan satu hal: pasar mempercayai produk ini, dan permintaannya tak terpuaskan.\n\n\"Lihatlah apa yang terjadi di sekitar Anda di Elerangbe, Ibeju Lekki. Kawasan ini berada tepat di sebelah lokasi Bandara Internasional Lekki yang direncanakan. Saya yakin dari halte bus ke Bandara hanya membutuhkan waktu kurang dari 5 menit berkendara, yang berarti Anda hanya sekitar 7 menit dari Alaro City dan Universitas Pan-Atlantic juga dekat. Ketika Anda menanamkan uang Anda di Zenytal Gardens Fase 2, Anda ikut serta dalam pembangunan infrastruktur bernilai miliaran dolar. Setiap hari pemerintah atau sektor swasta membangun jalan menuju bandara, nilai investasi Anda sebesar 30 juta Naira akan melonjak. Anda mendapatkan lahan premium seluas 500 meter persegi tanpa masalah 'omo-onile' (masalah kepemilikan tanah), sertifikat hak milik yang kuat, dan rencana pembayaran tanpa bunga hingga 12 bulan hanya dengan deposit awal 3 juta Naira.\"\n\n\"Dengarkan saya baik-baik: Fase 2 sudah berjalan sangat cepat. Jendela pra-peluncuran adalah tempat para investor cerdas masuk. Begitu fase ini mencapai kapasitas tertentu, harga akan menyesuaikan, dan titik masuk 30 juta Naira itu akan menjadi kenangan. Mohon dan mohon, sekaranglah saatnya untuk masuk. Beli berdasarkan posisi. Beli berdasarkan kinerja. Beli Zenytal Gardens Fase 2.\n\nIni adalah video yang sangat singkat karena saya hanya mampir sebentar di sini. Saya akan mengurus alokasi salah satu klien saya di Epe Zylus Chrystland City. Videonya akan segera tayang perdana. Anda harus menontonnya. Berlangganan saluran saya  jika Anda belum melakukannya dan gunakan informasi kontak yang ditampilkan di layar untuk menghubungi saya dan mengamankan lahan Anda sebelum kenaikan harga berikutnya. Mari kita mulai pengurusan dokumen Anda hari ini. Saya sayang Anda, selamat berinvestasi!\n\nSejarah tidak akan terulang, kata mereka. Tapi yang ini? Akan segera terulang.\n\n#lagosrealestate #ibejulekki #ibejulekkilands #wargaNigeriaDiLuarNegeri #wargaNigeriaDiIndiaspora #realestateNigeria #LagosNigeria #realestateLagos #realestateNigeria #investasirealestate #investasilahan #perbankanlahan #caraberinvestasi #caramenghasilkanuang\n\nTONTON SELANJUTNYA:\n\n   • I came for my Client’s Land Allocation in ...  \n\n   • Nigerians Abroad, STOP BUYING DISTRESS LAN...  \n\nhttps://youtube.com/watch?v=m...", "post_id": "_J1cr2mCHTc"}}, {"key": "@SoarFinancially", "attributes": {"label": "@SoarFinancially", "x": 623.7086912824478, "y": 5.6581161996023255, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 3.3053, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "KPnDg0RXt5A", "id": "@SoarFinancially", "source": "youtube-000001", "content": "Saham Emas Akan Naik Dua Kali Lipat Meski Harga Emas Tidak Bergerak | George Noble\n\nInvestor veteran George Noble bergabung dengan Soar Financially untuk membahas mengapa ia percaya portofolio tradisional 60/40 sudah berakhir, mengapa emas dan perak tetap berada dalam pasar bullish jangka panjang, dan mengapa saham AI bisa menjadi kegagalan investasi terbesar dalam sejarah. George berbagi pandangannya tentang inflasi, utang pemerintah, pasar obligasi, penambang emas, Tesla, dan masa depan dolar AS.\n#pasarperumahan #hipotek #federalreserve\n-----------\nTerima kasih kepada #sponsor kami MONEY METALS. Pastikan untuk mengunjungi mereka: https://bit.ly/BUYGoldSilver\n------------\n👨‍💼 Tamu: George Noble, Pendiri & Manajer Portofolio\n🏢 Perusahaan: Noble Capital Advisors\n🌎 https://noblecapitalmarkets.com/\n🌎 https://georgenoble.substack.com/\n𝕏  \n📅 Tanggal perekaman: 22 Juni 2026\n\n---------------------\nLihat saluran YouTube berbahasa Jerman kami yang baru: \n👉  \n\n📰 Harga Komoditas & Komentar Terkini 📰\n👉 Clear Commodity Network 👈\n🌎 https://clearcommodity.net/ 🌎\n\n►► Ikuti Kami! ◄◄\nTwitter: /soarfinancial\nSitus web: http://www.soarfinancial.com/\n---------------------\n\n00:00 Pertemuan Fed & Pasar\n01:25 Ekonomi vs Pasar Saham\n03:45 Era Inflasi Baru\n05:19 Mengapa Aturan 60/40 Sudah Mati\n06:12 Tantangan Kevin Warsh\n08:40 Tanda-Tanda Peringatan Likuiditas\n12:02 Masalah Pasar Obligasi\n15:35 Siapa yang Membeli Utang AS?\n18:56 Apakah Dolar Sudah Habis?\n21:01 Emas vs Mata Uang Fiat\n24:27 Penjelasan Koreksi Emas\n29:01 Mengapa Emas Masih Unggul\n34:17 Emas Menuju $15.000?\n\n34:42 Jual Saham Tesla, Beli Emas\n36:00 Peringatan Gelembung AI\n37:22 Cara Berinvestasi $1 Juta\n38:19 Saham Emas Terbaik Hari Ini\n40:11 Di Mana Mengikuti George\n\n*Penafian:*\n\nBeberapa tautan yang disajikan mungkin merupakan tautan afiliasi. Kami mungkin menerima komisi jika pembelian dilakukan menggunakan tautan tersebut!\n\nKecuali diungkapkan secara khusus, semua informasi yang tersedia di Soar Financial dan afiliasinya atau mitranya harus dianggap bersifat non-komersial. Tidak satu pun konten yang diproduksi oleh Soar Financial yang boleh dianggap sebagai dukungan, penawaran, atau rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Soar Financial tidak terdaftar di otoritas pengatur keuangan atau sekuritas mana pun di Kanada, AS, Eropa, atau Inggris, dan tidak memberikan, atau mengklaim memberikan, nasihat atau rekomendasi investasi kepada konsumen mana pun dari konten yang diproduksi dan dipublikasikan oleh Soar Financial. Selalu lakukan uji tuntas Anda sendiri dan/atau konsultasikan dengan profesional hukum, pajak, atau investasi yang berkualifikasi jika nasihat pribadi dianggap perlu.\n\nSoar Financial dan perusahaan-perusahaan terkaitnya (termasuk direktur, karyawan, dan perwakilannya) atau pihak terkait dapat memegang posisi ekuitas dalam sekuritas yang dirinci dalam komunikasi. Jika hal ini terjadi, pengungkapan akan dilakukan. Pengungkapan di media sosial akan dilakukan menggunakan tagar #coi (singkatan dari konflik kepentingan).\n\nSoar Financial, afiliasinya, dan masing-masing direktur, pejabat, karyawan, atau agennya secara tegas menolak segala tanggung jawab atas kerugian atau kerusakan, baik langsung, tidak langsung, khusus, atau konsekuensial, atau konsekuensi lainnya, apa pun penyebabnya, yang timbul dari penggunaan atau reproduksi situs ini atau keputusan yang dibuat atau tindakan yang diambil berdasarkan konten yang dihasilkan oleh Soar Financial, baik yang diizinkan maupun tidak. Dengan mengakses konten Soar Financial, setiap konsumen konten Soar Financial melepaskan Soar Financial, afiliasinya, dan masing-masing pejabat, direktur, agen, dan karyawannya dari semua klaim dan proses hukum atas kerugian, kerusakan, atau konsekuensi tersebut.\n\n#Emas #SahamEmas #Perak #Investasi #PasarSaham #Pasar #Keuangan #Makro #GeorgeNoble #LogamMulia #Inflasi #FederalReserve #Tesla #GelembungAI #Resesi #KrisisUtang #PertambanganEmas #PerlindunganKekayaan #ProspekEkonomi #melonjaksecarafinansial", "post_id": "KPnDg0RXt5A"}}, {"key": "NobleCapMkts", "attributes": {"label": "NobleCapMkts", "x": 793.5699156394554, "y": 192.75118920417566, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.71, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "KPnDg0RXt5A", "id": "NobleCapMkts", "source": "youtube-000001", "content": "Saham Emas Akan Naik Dua Kali Lipat Meski Harga Emas Tidak Bergerak | George Noble\n\nInvestor veteran George Noble bergabung dengan Soar Financially untuk membahas mengapa ia percaya portofolio tradisional 60/40 sudah berakhir, mengapa emas dan perak tetap berada dalam pasar bullish jangka panjang, dan mengapa saham AI bisa menjadi kegagalan investasi terbesar dalam sejarah. George berbagi pandangannya tentang inflasi, utang pemerintah, pasar obligasi, penambang emas, Tesla, dan masa depan dolar AS.\n#pasarperumahan #hipotek #federalreserve\n-----------\nTerima kasih kepada #sponsor kami MONEY METALS. Pastikan untuk mengunjungi mereka: https://bit.ly/BUYGoldSilver\n------------\n👨‍💼 Tamu: George Noble, Pendiri & Manajer Portofolio\n🏢 Perusahaan: Noble Capital Advisors\n🌎 https://noblecapitalmarkets.com/\n🌎 https://georgenoble.substack.com/\n𝕏  \n📅 Tanggal perekaman: 22 Juni 2026\n\n---------------------\nLihat saluran YouTube berbahasa Jerman kami yang baru: \n👉  \n\n📰 Harga Komoditas & Komentar Terkini 📰\n👉 Clear Commodity Network 👈\n🌎 https://clearcommodity.net/ 🌎\n\n►► Ikuti Kami! ◄◄\nTwitter: /soarfinancial\nSitus web: http://www.soarfinancial.com/\n---------------------\n\n00:00 Pertemuan Fed & Pasar\n01:25 Ekonomi vs Pasar Saham\n03:45 Era Inflasi Baru\n05:19 Mengapa Aturan 60/40 Sudah Mati\n06:12 Tantangan Kevin Warsh\n08:40 Tanda-Tanda Peringatan Likuiditas\n12:02 Masalah Pasar Obligasi\n15:35 Siapa yang Membeli Utang AS?\n18:56 Apakah Dolar Sudah Habis?\n21:01 Emas vs Mata Uang Fiat\n24:27 Penjelasan Koreksi Emas\n29:01 Mengapa Emas Masih Unggul\n34:17 Emas Menuju $15.000?\n\n34:42 Jual Saham Tesla, Beli Emas\n36:00 Peringatan Gelembung AI\n37:22 Cara Berinvestasi $1 Juta\n38:19 Saham Emas Terbaik Hari Ini\n40:11 Di Mana Mengikuti George\n\n*Penafian:*\n\nBeberapa tautan yang disajikan mungkin merupakan tautan afiliasi. Kami mungkin menerima komisi jika pembelian dilakukan menggunakan tautan tersebut!\n\nKecuali diungkapkan secara khusus, semua informasi yang tersedia di Soar Financial dan afiliasinya atau mitranya harus dianggap bersifat non-komersial. Tidak satu pun konten yang diproduksi oleh Soar Financial yang boleh dianggap sebagai dukungan, penawaran, atau rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Soar Financial tidak terdaftar di otoritas pengatur keuangan atau sekuritas mana pun di Kanada, AS, Eropa, atau Inggris, dan tidak memberikan, atau mengklaim memberikan, nasihat atau rekomendasi investasi kepada konsumen mana pun dari konten yang diproduksi dan dipublikasikan oleh Soar Financial. Selalu lakukan uji tuntas Anda sendiri dan/atau konsultasikan dengan profesional hukum, pajak, atau investasi yang berkualifikasi jika nasihat pribadi dianggap perlu.\n\nSoar Financial dan perusahaan-perusahaan terkaitnya (termasuk direktur, karyawan, dan perwakilannya) atau pihak terkait dapat memegang posisi ekuitas dalam sekuritas yang dirinci dalam komunikasi. Jika hal ini terjadi, pengungkapan akan dilakukan. Pengungkapan di media sosial akan dilakukan menggunakan tagar #coi (singkatan dari konflik kepentingan).\n\nSoar Financial, afiliasinya, dan masing-masing direktur, pejabat, karyawan, atau agennya secara tegas menolak segala tanggung jawab atas kerugian atau kerusakan, baik langsung, tidak langsung, khusus, atau konsekuensial, atau konsekuensi lainnya, apa pun penyebabnya, yang timbul dari penggunaan atau reproduksi situs ini atau keputusan yang dibuat atau tindakan yang diambil berdasarkan konten yang dihasilkan oleh Soar Financial, baik yang diizinkan maupun tidak. Dengan mengakses konten Soar Financial, setiap konsumen konten Soar Financial melepaskan Soar Financial, afiliasinya, dan masing-masing pejabat, direktur, agen, dan karyawannya dari semua klaim dan proses hukum atas kerugian, kerusakan, atau konsekuensi tersebut.\n\n#Emas #SahamEmas #Perak #Investasi #PasarSaham #Pasar #Keuangan #Makro #GeorgeNoble #LogamMulia #Inflasi #FederalReserve #Tesla #GelembungAI #Resesi #KrisisUtang #PertambanganEmas #PerlindunganKekayaan #ProspekEkonomi #melonjaksecarafinansial", "post_id": "KPnDg0RXt5A"}}, {"key": "KaiHoffmannAU", "attributes": {"label": "KaiHoffmannAU", "x": 969.1439087637021, "y": 35.256514988210476, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.71, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "KPnDg0RXt5A", "id": "KaiHoffmannAU", "source": "youtube-000001", "content": "Saham Emas Akan Naik Dua Kali Lipat Meski Harga Emas Tidak Bergerak | George Noble\n\nInvestor veteran George Noble bergabung dengan Soar Financially untuk membahas mengapa ia percaya portofolio tradisional 60/40 sudah berakhir, mengapa emas dan perak tetap berada dalam pasar bullish jangka panjang, dan mengapa saham AI bisa menjadi kegagalan investasi terbesar dalam sejarah. George berbagi pandangannya tentang inflasi, utang pemerintah, pasar obligasi, penambang emas, Tesla, dan masa depan dolar AS.\n#pasarperumahan #hipotek #federalreserve\n-----------\nTerima kasih kepada #sponsor kami MONEY METALS. Pastikan untuk mengunjungi mereka: https://bit.ly/BUYGoldSilver\n------------\n👨‍💼 Tamu: George Noble, Pendiri & Manajer Portofolio\n🏢 Perusahaan: Noble Capital Advisors\n🌎 https://noblecapitalmarkets.com/\n🌎 https://georgenoble.substack.com/\n𝕏  \n📅 Tanggal perekaman: 22 Juni 2026\n\n---------------------\nLihat saluran YouTube berbahasa Jerman kami yang baru: \n👉  \n\n📰 Harga Komoditas & Komentar Terkini 📰\n👉 Clear Commodity Network 👈\n🌎 https://clearcommodity.net/ 🌎\n\n►► Ikuti Kami! ◄◄\nTwitter: /soarfinancial\nSitus web: http://www.soarfinancial.com/\n---------------------\n\n00:00 Pertemuan Fed & Pasar\n01:25 Ekonomi vs Pasar Saham\n03:45 Era Inflasi Baru\n05:19 Mengapa Aturan 60/40 Sudah Mati\n06:12 Tantangan Kevin Warsh\n08:40 Tanda-Tanda Peringatan Likuiditas\n12:02 Masalah Pasar Obligasi\n15:35 Siapa yang Membeli Utang AS?\n18:56 Apakah Dolar Sudah Habis?\n21:01 Emas vs Mata Uang Fiat\n24:27 Penjelasan Koreksi Emas\n29:01 Mengapa Emas Masih Unggul\n34:17 Emas Menuju $15.000?\n\n34:42 Jual Saham Tesla, Beli Emas\n36:00 Peringatan Gelembung AI\n37:22 Cara Berinvestasi $1 Juta\n38:19 Saham Emas Terbaik Hari Ini\n40:11 Di Mana Mengikuti George\n\n*Penafian:*\n\nBeberapa tautan yang disajikan mungkin merupakan tautan afiliasi. Kami mungkin menerima komisi jika pembelian dilakukan menggunakan tautan tersebut!\n\nKecuali diungkapkan secara khusus, semua informasi yang tersedia di Soar Financial dan afiliasinya atau mitranya harus dianggap bersifat non-komersial. Tidak satu pun konten yang diproduksi oleh Soar Financial yang boleh dianggap sebagai dukungan, penawaran, atau rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Soar Financial tidak terdaftar di otoritas pengatur keuangan atau sekuritas mana pun di Kanada, AS, Eropa, atau Inggris, dan tidak memberikan, atau mengklaim memberikan, nasihat atau rekomendasi investasi kepada konsumen mana pun dari konten yang diproduksi dan dipublikasikan oleh Soar Financial. Selalu lakukan uji tuntas Anda sendiri dan/atau konsultasikan dengan profesional hukum, pajak, atau investasi yang berkualifikasi jika nasihat pribadi dianggap perlu.\n\nSoar Financial dan perusahaan-perusahaan terkaitnya (termasuk direktur, karyawan, dan perwakilannya) atau pihak terkait dapat memegang posisi ekuitas dalam sekuritas yang dirinci dalam komunikasi. Jika hal ini terjadi, pengungkapan akan dilakukan. Pengungkapan di media sosial akan dilakukan menggunakan tagar #coi (singkatan dari konflik kepentingan).\n\nSoar Financial, afiliasinya, dan masing-masing direktur, pejabat, karyawan, atau agennya secara tegas menolak segala tanggung jawab atas kerugian atau kerusakan, baik langsung, tidak langsung, khusus, atau konsekuensial, atau konsekuensi lainnya, apa pun penyebabnya, yang timbul dari penggunaan atau reproduksi situs ini atau keputusan yang dibuat atau tindakan yang diambil berdasarkan konten yang dihasilkan oleh Soar Financial, baik yang diizinkan maupun tidak. Dengan mengakses konten Soar Financial, setiap konsumen konten Soar Financial melepaskan Soar Financial, afiliasinya, dan masing-masing pejabat, direktur, agen, dan karyawannya dari semua klaim dan proses hukum atas kerugian, kerusakan, atau konsekuensi tersebut.\n\n#Emas #SahamEmas #Perak #Investasi #PasarSaham #Pasar #Keuangan #Makro #GeorgeNoble #LogamMulia #Inflasi #FederalReserve #Tesla #GelembungAI #Resesi #KrisisUtang #PertambanganEmas #PerlindunganKekayaan #ProspekEkonomi #melonjaksecarafinansial", "post_id": "KPnDg0RXt5A"}}], "edges": [{"key": "SungaiNil3", "source": "SungaiNil3", "target": "eddesign_", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "SungaiNil3", "source": "SungaiNil3", "target": "eddesign_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "SungaiNil3", "source": "SungaiNil3", "target": "alamtegarrrr", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "akutemaram", "source": "akutemaram", "target": "choiisanf", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "sejak2006", "source": "sejak2006", "target": "bmartawardaya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "zepy93", "source": "zepy93", "target": "KejuBiskuit", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "tsetiady", "source": "tsetiady", "target": "Don_Cassava", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "eddesign_", "source": "eddesign_", "target": "alamtegarrrr", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "SemestaKapal", "source": "SemestaKapal", "target": "KemenkeuRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "realbukanbuzzer", "source": "realbukanbuzzer", "target": "KuntoAjiW", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "btn", "source": "btn", "target": "btn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "btn", "source": "btn", "target": "btn_jakim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "palembangterkini.official", "source": "palembangterkini.official", "target": "kumparancom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "antaranewsmaluku", "source": "antaranewsmaluku", "target": "antaranewsmaluku", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "karirgram", "source": "karirgram", "target": "KarirGram", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "cliks_ciamislibashoaks", "source": "cliks_ciamislibashoaks", "target": "liputan5", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infopemkotmakassar", "source": "infopemkotmakassar", "target": "korespondenmakassar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pemko.medan", "source": "pemko.medan", "target": "pemko.medan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pemko.medan", "source": "pemko.medan", "target": "pemko.medan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "nasionalberita_", "source": "nasionalberita_", "target": "nasionalberita_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Korea", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Community", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Hype", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Duniaku_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popbela_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popbela.Beauty", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popmama_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Yummy.idn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kontannews", "source": "kontannews", "target": "KontanNews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "beritaindo.id", "source": "beritaindo.id", "target": "infokrw", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "beritaindo.id", "source": "beritaindo.id", "target": "beritaindo.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "reformasi.co.id", "source": "reformasi.co.id", "target": "viamedianetwork", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipcw_", "source": "clipcw_", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "mz.official_id", "source": "mz.official_id", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "trendclip77", "source": "trendclip77", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "graham_di_caprio", "source": "graham_di_caprio", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "go_clipnews", "source": "go_clipnews", "target": "Konten.Com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clips_tws", "source": "clips_tws", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ronssclip4", "source": "ronssclip4", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "twsmotionnews", "source": "twsmotionnews", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "twsmotionnews", "source": "twsmotionnews", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "atwsnews", "source": "atwsnews", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "mr.jwnn", "source": "mr.jwnn", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nashihunamien", "source": "nashihunamien", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "raw_clp.xyz", "source": "raw_clp.xyz", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipss.capital", "source": "clipss.capital", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipss.capital", "source": "clipss.capital", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "willbitsecond", "source": "willbitsecond", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipp880", "source": "clipp880", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "konten.com0", "source": "konten.com0", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipper.digital.id", "source": "clipper.digital.id", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipper.digital.id", "source": "clipper.digital.id", "target": "Kontencom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "rabs.clip98", "source": "rabs.clip98", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "icanhiueattomato", "source": "icanhiueattomato", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ifaaclipping_pemula", "source": "ifaaclipping_pemula", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ifaaclipping_pemula", "source": "ifaaclipping_pemula", "target": "kontencom_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jeffbudiman", "source": "jeffbudiman", "target": "jeffbudiman", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jainulsiregar918", "source": "jainulsiregar918", "target": "Dr.saleh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "moraharahap88", "source": "moraharahap88", "target": "Dr.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "karawangbercerita", "source": "karawangbercerita", "target": "Kejaksaan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "karawangbercerita", "source": "karawangbercerita", "target": "btn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipperfinance05", "source": "clipperfinance05", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "sukabobs1", "source": "sukabobs1", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clasclip", "source": "clasclip", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipperprofgema", "source": "clipperprofgema", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "analisasahamihsg", "source": "analisasahamihsg", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "maswoko46", "source": "maswoko46", "target": "kementrianbakuhantam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ikee.pri", "source": "ikee.pri", "target": "dpp.pri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "linksultra.com", "source": "linksultra.com", "target": "sultraprov", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "linksultra.com", "source": "linksultra.com", "target": "Andisumangerukka87", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "linksultra.com", "source": "linksultra.com", "target": "Bank", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "belajar.saham8", "source": "belajar.saham8", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "buterflywave", "source": "buterflywave", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "tumbuhkaya.id", "source": "tumbuhkaya.id", "target": "tumbuhkaya.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "rabs.clip98", "source": "rabs.clip98", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "bekasimedia", "source": "bekasimedia", "target": "fendabysurya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "capitalflow.co.id", "source": "capitalflow.co.id", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "capitalflow.co.id", "source": "capitalflow.co.id", "target": "Bernadus", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "infopemkotmakassar", "source": "infopemkotmakassar", "target": "Korespondenmakassarreal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "btvidofficial", "source": "btvidofficial", "target": "beritasatuofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@ChiniKhorangTripura", "source": "@ChiniKhorangTripura", "target": "chinikhorangtripura", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@djpbjateng", "source": "@djpbjateng", "target": "djpbjateng", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wstruthbombs", "source": "@wstruthbombs", "target": "wstruthbombs...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wstruthbombs", "source": "@wstruthbombs", "target": "wstruthbombs", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "source": "@TribunnewsSurya", "target": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@merdekadotcom", "source": "@merdekadotcom", "target": "merdeka", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ETNow", "source": "@ETNow", "target": "etnow", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Magatzine", "source": "@Magatzine", "target": "Magatzine", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Magatzine", "source": "@Magatzine", "target": "Magatzine", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Magatzine", "source": "@Magatzine", "target": "Magatzine", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@RepublicWorld", "source": "@RepublicWorld", "target": "republicdefence", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ETNow", "source": "@ETNow", "target": "etnow", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Channel1TVGH", "source": "@Channel1TVGH", "target": "channel1tvgh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@yella_borsa", "source": "@yella_borsa", "target": "yella_borsa", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@themetalwar", "source": "@themetalwar", "target": "TheMetalWar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InsightEcobankSolution", "source": "@InsightEcobankSolution", "target": "insightecobank.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InsightEcobankSolution", "source": "@InsightEcobankSolution", "target": "insightecobank.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@JamieTree", "source": "@JamieTree", "target": "jamietree", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tradingsahamfirman", "source": "@tradingsahamfirman", "target": "tradingsa...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@yanuarrizky_economy", "source": "@yanuarrizky_economy", "target": "aniesbaswedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@FinanceDailySilverUpdates", "source": "@FinanceDailySilverUpdates", "target": "livingyourgr...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@FinanceDailySilverUpdates", "source": "@FinanceDailySilverUpdates", "target": "LibertyandFi...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@FinanceDailySilverUpdates", "source": "@FinanceDailySilverUpdates", "target": "MilesFrankli...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@berich467", "source": "@berich467", "target": "MoneyPechu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@berich467", "source": "@berich467", "target": "thathuvapechu478", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@berich467", "source": "@berich467", "target": "ungalproperty7102", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@berich467", "source": "@berich467", "target": "moneymaatalu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@berich467", "source": "@berich467", "target": "moneypechumalayalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@berich467", "source": "@berich467", "target": "Duddinamaathu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@berich467", "source": "@berich467", "target": "swadesimithran", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@berich467", "source": "@berich467", "target": "Nava_sakthi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@thecore_in", "source": "@thecore_in", "target": "thecore_in", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@PASFMRADIOBISNIS", "source": "@PASFMRADIOBISNIS", "target": "pasfm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BeritaNasionalTV", "source": "@BeritaNasionalTV", "target": "beritanasionaltv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BeritaNasionalTV", "source": "@BeritaNasionalTV", "target": "beritanasional.tv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BeritaNasionalTV", "source": "@BeritaNasionalTV", "target": "NasionalBerita_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@officialokezone", "source": "@officialokezone", "target": "officialokezone", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wstruthbombs", "source": "@wstruthbombs", "target": "wstruthbombs...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wstruthbombs", "source": "@wstruthbombs", "target": "wstruthbombs", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wstruthbombs", "source": "@wstruthbombs", "target": "wstruthbombs...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wstruthbombs", "source": "@wstruthbombs", "target": "wstruthbombs", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "source": "@tuturmediadigital", "target": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wstruthbombs", "source": "@wstruthbombs", "target": "wstruthbombs...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wstruthbombs", "source": "@wstruthbombs", "target": "wstruthbombs", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@NDTVProfitIndia", "source": "@NDTVProfitIndia", "target": "ndtvprofitindia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wstruthbombs", "source": "@wstruthbombs", "target": "wstruthbombs...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wstruthbombs", "source": "@wstruthbombs", "target": "wstruthbombs", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "sctv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6_news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "sctv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6_news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@advocatainstitute", "source": "@advocatainstitute", "target": "advocatainst...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@advocatainstitute", "source": "@advocatainstitute", "target": "advocataplus", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sb30official", "source": "@sb30official", "target": "sb30official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TrendLabID", "source": "@TrendLabID", "target": "TrendLabID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Griffonomics", "source": "@Griffonomics", "target": "griffonomics", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@themetalwar", "source": "@themetalwar", "target": "TheMetalWar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@AnthonyPompliano", "source": "@AnthonyPompliano", "target": "JordiVisserLabs", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BTCSessions", "source": "@BTCSessions", "target": "SovereignSessions...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BTCSessions", "source": "@BTCSessions", "target": "BTCsessions", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BTCSessions", "source": "@BTCSessions", "target": "theBTCmentor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BTCTrueNorth", "source": "@BTCTrueNorth", "target": "IIICapital", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BisolaWildflower", "source": "@BisolaWildflower", "target": "BisolaWildflower", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@thecore_in", "source": "@thecore_in", "target": "thecore_in", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SoarFinancially", "source": "@SoarFinancially", "target": "NobleCapMkts", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SoarFinancially", "source": "@SoarFinancially", "target": "KaiHoffmannAU", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}