{"nodes": [{"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 572.397884135216, "y": 116.14426428570457, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 1000.0, "eigenvector": 1000.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3917723863770204335_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Yield SRBI tenor 12 bulan naik ke rekor tertinggi 7,57% setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan, namun nilai lelang terbaru justru menurun. Kondisi ini mengindikasikan pelaku pasar mulai lebih selektif meski instrumen rupiah menawarkan imbal hasil yang semakin menarik.\n\nSecara porsi, sektor perbankan kini menguasai sekitar 69,2% dari total SRBI yang beredar (outstanding), menunjukkan mereka masih enggan menyalurkan kredit, yang dianggap lebih berisiko. Jika tren ini berlanjut, transmisi kebijakan moneter ke sektor riil berpotensi melambat.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#yield #bank #ekonomi #bloombergtechnoz", "post_id": "3917723863770204335_51748745734"}}], "edges": [{"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}]}