{"nodes": [{"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 133.87883387747456, "y": 938.8838582597402, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 22.8498, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3922939060343644589_297782118", "id": "kompascom", "source": "instagram-000001", "content": "Kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen berpotensi meningkatkan beban cicilan masyarakat dan dunia usaha. \n\nKondisi tersebut dapat memicu kenaikan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) perbankan karena debitur menghadapi biaya pinjaman yang lebih tinggi.\n\nDi sisi lain, langkah tersebut dinilai tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan menahan tekanan eksternal yang berasal dari kebijakan moneter global.\n\nMana nih suaranya yang cicilannya naik? Komen ya! \n\nContent Creator: Dian Reinis  \nProduser: Akhdi Martin\n\n#BIrate #cicilan #ekonomi #sketch", "post_id": "3922939060343644589_297782118"}}, {"key": "rerekumampung", "attributes": {"label": "rerekumampung", "x": 66.77476583453546, "y": 857.8149520013264, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 32.561, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922939060343644589_297782118", "id": "rerekumampung", "source": "instagram-000001", "content": "Kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen berpotensi meningkatkan beban cicilan masyarakat dan dunia usaha. \n\nKondisi tersebut dapat memicu kenaikan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) perbankan karena debitur menghadapi biaya pinjaman yang lebih tinggi.\n\nDi sisi lain, langkah tersebut dinilai tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan menahan tekanan eksternal yang berasal dari kebijakan moneter global.\n\nMana nih suaranya yang cicilannya naik? Komen ya! \n\nContent Creator: Dian Reinis  \nProduser: Akhdi Martin\n\n#BIrate #cicilan #ekonomi #sketch", "post_id": "3922939060343644589_297782118"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 858.1896337639014, "y": 931.5007781505344, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 39.7388, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3914776588114801302_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "🚨 Imbal Hasil Aset Domestik Bakal Dinaikkan Demi Angkat Rupiah, Cek Dampaknya ke Portofolio Saham-mu!\nby  Academy\n\nBank Indonesia (BI) dan pemerintah tengah menyiapkan langkah besar untuk mengembalikan kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia.\n\nDi tengah tekanan IHSG, pelemahan Rupiah, dan derasnya arus modal keluar asing, BI mengisyaratkan akan meningkatkan daya tarik imbal hasil (yield) aset keuangan domestik guna menarik kembali dana investor global.\n\n📌 Langkah Strategis BI dan Pemerintah\n▪️ Meningkatkan imbal hasil instrumen keuangan domestik seperti SRBI dan obligasi pemerintah\n▪️ Menarik kembali aliran modal asing (capital inflow) ke pasar keuangan Indonesia\n▪️ Menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah tekanan global\n\n📌 Fakta Menarik di Pasar Keuangan\nPada lelang terbaru:\n✔️ Imbal hasil SRBI tenor 1 tahun mencapai 7,25%\n✔️ Yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun berada di 6,90%\n\n📌 Dampaknya ke Pasar Saham\nJika strategi BI berhasil:\n✔️ Rupiah berpotensi lebih stabil\n✔️ Dana asing berpeluang kembali masuk ke pasar saham\n✔️ Saham-saham big caps terutama sektor perbankan berpotensi mendapat sentimen positif\n✔️ Kepercayaan investor terhadap aset Indonesia dapat meningkat\n\nNamun terdapat risiko yang perlu diperhatikan:\n⚠️ Yield tinggi membuat instrumen pendapatan tetap menjadi lebih menarik dibanding saham\n⚠️ Emiten dengan utang besar berpotensi menghadapi tekanan biaya bunga yang lebih tinggi\n⚠️ Volatilitas pasar dapat tetap tinggi selama proses penyesuaian berlangsung\n\n📌 Sektor yang Layak Dicermati\n▪️ Perbankan besar seperti BBRI, BMRI, BBNI, dan BBCA berpotensi menjadi penerima manfaat jika arus modal asing kembali masuk.\n\n▪️ Emiten dengan struktur keuangan sehat dan utang rendah cenderung lebih tahan menghadapi lingkungan suku bunga tinggi.\n\n▪️ Sebaliknya, perusahaan dengan rasio utang tinggi perlu dicermati karena berpotensi menghadapi kenaikan beban bunga.\n\n📌 Gabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#IHSG #BankIndonesia #Rupiah", "post_id": "3914776588114801302_52512310886"}}, {"key": "sulitws", "attributes": {"label": "sulitws", "x": 247.30182227764675, "y": 294.35468906618246, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 22.8498, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7643630841708416277", "id": "sulitws", "source": "tiktok-000001", "content": "Skenario buruk rupiah kembali jadi sorotan. Analis pasar memperingatkan rupiah bisa melemah hingga Rp25.000 per dolar AS jika kebijakan Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) tidak berjalan sesuai harapan. Kekhawatiran ini muncul karena pengelolaan ekspor SDA satu pintu dinilai terlalu terburu-buru dan berisiko bikin investor asing kehilangan kepercayaan. Jika skenario terburuk terjadi, harga BBM, barang impor, elektronik, hingga kebutuhan pokok berpotensi ikut naik. Moody’s dan S&P bahkan disebut bisa menurunkan rating kredit Indonesia bila kondisi makin memburuk. Meski begitu, pemerintah sudah siapkan berbagai langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas rupiah dan ekonomi nasional. Sumber:TWS News  Indria Putra #kontencom #kontencomxtws #twsnews #ekonomi #rupiah", "post_id": "7643630841708416277"}}, {"key": "Sulianto", "attributes": {"label": "Sulianto", "x": 965.1923131409401, "y": 124.25723198111882, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 42.2721, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7643630841708416277", "id": "Sulianto", "source": "tiktok-000001", "content": "Skenario buruk rupiah kembali jadi sorotan. Analis pasar memperingatkan rupiah bisa melemah hingga Rp25.000 per dolar AS jika kebijakan Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) tidak berjalan sesuai harapan. Kekhawatiran ini muncul karena pengelolaan ekspor SDA satu pintu dinilai terlalu terburu-buru dan berisiko bikin investor asing kehilangan kepercayaan. Jika skenario terburuk terjadi, harga BBM, barang impor, elektronik, hingga kebutuhan pokok berpotensi ikut naik. Moody’s dan S&P bahkan disebut bisa menurunkan rating kredit Indonesia bila kondisi makin memburuk. Meski begitu, pemerintah sudah siapkan berbagai langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas rupiah dan ekonomi nasional. Sumber:TWS News  Indria Putra #kontencom #kontencomxtws #twsnews #ekonomi #rupiah", "post_id": "7643630841708416277"}}, {"key": "reredipalmerah", "attributes": {"label": "reredipalmerah", "x": 979.845720877153, "y": 392.90240510880625, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 32.561, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7653077419787619592", "id": "reredipalmerah", "source": "tiktok-000001", "content": "Kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen berpotensi meningkatkan beban cicilan masyarakat dan dunia usaha.  Kondisi tersebut dapat memicu kenaikan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) perbankan karena debitur menghadapi biaya pinjaman yang lebih tinggi. Di sisi lain, langkah tersebut dinilai tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan menahan tekanan eksternal yang berasal dari kebijakan moneter global. Mana nih suaranya yang cicilannya naik? Komen ya!  Content Creator: Dian Reinis   Produser: Akhdi Martin #BIrate #cicilan #ekonomi #sketch", "post_id": "7653077419787619592"}}, {"key": "ventu.clips", "attributes": {"label": "ventu.clips", "x": 528.0733784255598, "y": 761.337814973433, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 22.8498, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7650028522102082834", "id": "ventu.clips", "source": "tiktok-000001", "content": "‎🚨 WASPADA! APAKAH SEJARAH '98 AKAN TERULANG? 🤔📉 ‎ ‎Pernah kepikiran nggak sih kalau dinamika ekonomi dan politik yang terjadi belakangan ini tuh sebenarnya sudah diatur? 😰 Prof Gema () membongkar dugaan \"Next Dirty Plan\" dari para elit global yang bisa memicu kekacauan sosial di Indonesia, mirip banget sama kejadian tahun 1998 silam! 💥 ‎ ‎Ada 3 agenda besar yang wajib kita antisipasi sebagai masyarakat cerdas: ‎1️⃣ Ajakan Sell Off Massal 💸: Mulai dari menekan nilai tukar Rupiah, aksi jual saham besar-besaran, hingga manipulasi obligasi untuk bikin kepanikan pasar dan membuat investor kabur! ‎ ‎2️⃣ Penurunan Rating Ekonomi 📉: Lembaga internasional seperti Moody’s, S&P, dan Fitch diprediksi bakal menurunkan rating Indonesia agar negara kita kesulitan mendapatkan pinjaman atau pendanaan global. ‎ ‎3️⃣ Provokasi Demo & Propaganda 🗣️: Ujung-ujungnya adalah menciptakan kekacauan sosial lewat aksi massa yang masif di berbagai kota demi agenda pemakzulan (impeachment). ‎ ‎Pola ini sangat jelas: Hancurkan ekonominya dulu, pecah belah kepercayaan rakyat pada pemerintah, buat mata uangnya terpuruk, baru kemudian picu kekacauan di jalanan! 🔥 ‎ ‎Pesan Penting untuk Kita Semua: ‎Jangan mudah terprovokasi, jangan ikut menyebarkan hoaks yang bikin masyarakat makin panik, dan tetap berpikiran jernih. Kita harus tetap bersatu menjaga stabilitas bangsa ini! 🇮🇩❤️ ‎ ‎Gimana pendapat kalian tentang analisis ini? Tulis di kolom komentar ya! 👇👇 ‎ ‎ ‎ ‎#astroxkc15 ‎#astronacci ‎#gemagoeyardi ‎#komunitasclipping", "post_id": "7650028522102082834"}}, {"key": "profgema", "attributes": {"label": "profgema", "x": 670.6993678550774, "y": 278.6364465294515, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 42.2721, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7650028522102082834", "id": "profgema", "source": "tiktok-000001", "content": "‎🚨 WASPADA! APAKAH SEJARAH '98 AKAN TERULANG? 🤔📉 ‎ ‎Pernah kepikiran nggak sih kalau dinamika ekonomi dan politik yang terjadi belakangan ini tuh sebenarnya sudah diatur? 😰 Prof Gema () membongkar dugaan \"Next Dirty Plan\" dari para elit global yang bisa memicu kekacauan sosial di Indonesia, mirip banget sama kejadian tahun 1998 silam! 💥 ‎ ‎Ada 3 agenda besar yang wajib kita antisipasi sebagai masyarakat cerdas: ‎1️⃣ Ajakan Sell Off Massal 💸: Mulai dari menekan nilai tukar Rupiah, aksi jual saham besar-besaran, hingga manipulasi obligasi untuk bikin kepanikan pasar dan membuat investor kabur! ‎ ‎2️⃣ Penurunan Rating Ekonomi 📉: Lembaga internasional seperti Moody’s, S&P, dan Fitch diprediksi bakal menurunkan rating Indonesia agar negara kita kesulitan mendapatkan pinjaman atau pendanaan global. ‎ ‎3️⃣ Provokasi Demo & Propaganda 🗣️: Ujung-ujungnya adalah menciptakan kekacauan sosial lewat aksi massa yang masif di berbagai kota demi agenda pemakzulan (impeachment). ‎ ‎Pola ini sangat jelas: Hancurkan ekonominya dulu, pecah belah kepercayaan rakyat pada pemerintah, buat mata uangnya terpuruk, baru kemudian picu kekacauan di jalanan! 🔥 ‎ ‎Pesan Penting untuk Kita Semua: ‎Jangan mudah terprovokasi, jangan ikut menyebarkan hoaks yang bikin masyarakat makin panik, dan tetap berpikiran jernih. Kita harus tetap bersatu menjaga stabilitas bangsa ini! 🇮🇩❤️ ‎ ‎Gimana pendapat kalian tentang analisis ini? Tulis di kolom komentar ya! 👇👇 ‎ ‎ ‎ ‎#astroxkc15 ‎#astronacci ‎#gemagoeyardi ‎#komunitasclipping", "post_id": "7650028522102082834"}}, {"key": "arahjakarta", "attributes": {"label": "arahjakarta", "x": 342.24426766762684, "y": 301.8138039277577, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 152.3302, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7641305557936426261", "id": "arahjakarta", "source": "tiktok-000001", "content": "Presiden Prabowo Subianto melempar kebijakan populis baru dengan memerintahkan bank-bank pelat merah (Himbara) untuk memangkas bunga kredit bagi rakyat kecil menjadi maksimal 5% per tahun. Langkah ekstrem ini diambil setelah Presiden menyoroti jeratan bunga pinjaman di lapangan yang diklaimnya bisa mencekik hingga 70% setahun. Merespons titah istana, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, Dian Ediana Rae, angkat bicara (17/5).  Meski mengapresiasi niat baik pemerintah untuk membantu kelompok unbankable, OJK langsung mengingatkan perbankan untuk memperketat tata kelola dan manajemen risiko. Otoritas mendorong bank melakukan stress test berkala serta menyiapkan pencadangan yang memadai guna mengantisipasi potensi ledakan kredit macet di tengah skenario ekonomi global yang sedang bergejolak. Perintah penurunan bunga hingga di bawah tingkat inflasi riil atau biaya dana (cost of fund) perbankan saat ini adalah kebijakan yang berisiko tinggi. Di tengah situasi makro ekonomi yang sensitif—di mana Rupiah sempat tersungkur ke level Rp17.500—memaksa bank BUMN menyalurkan kredit murah tanpa kalkulasi matang bisa mengikis ketahanan modal perbankan nasional.  Jika tidak disubsidi penuh oleh APBN melalui skema Subsidi Bunga, kebijakan ini akan mengorbankan tingkat kesehatan bank-bank negara demi pemenuhan syahwat politik jangka pendek. Publik patut waspada: tanpa pengawasan ketat, pemaksaan kredit murah berisiko menciptakan gelombang Non-Performing Loan (NPL) baru, di mana dana masyarakat justru habis menguap akibat penyaluran yang tidak kredibel dan salah sasaran. Niat baik memberi modal murah bagi rakyat jangan sampai mengorbankan kesehatan bank negara, karena merawat kepercayaan pasar jauh lebih mahal ketimbang meramu retorika di panggung pidato. Menurut lo, bunga kredit 5% ini bakal beneran bikin UMKM kita maju, atau justru bakal bikin bank-bank BUMN kita yang kolaps akibat kredit macet? Follow  untuk memantau stabilitas perbankan dan kebijakan ekonomi nasional. Tetap kritis, kawal uang negara, jangan biarkan sistem keuangan kita rapuh akibat kebijakan yang dipaksakan tanpa mitigasi risiko yang matang!", "post_id": "7641305557936426261"}}, {"key": "sumsel.media5", "attributes": {"label": "sumsel.media5", "x": 38.15687540904178, "y": 714.3122715598288, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 22.8498, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7608060342081506580", "id": "sumsel.media5", "source": "tiktok-000001", "content": "PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Bank Sumsel Babel) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 pada Kamis, 12 Februari 2026, bertempat di Hotel Novotel Palembang. Rapat yang dihadiri oleh seluruh pemegang saham ini menghasilkan sejumlah keputusan penting, salah satunya adalah penetapan pembagian dividen sebesar Rp302,9 miliar dari total laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp504,9 miliar. ​Dalam RUPS tersebut, Manajemen memaparkan capaian kinerja keuangan Perseroan yang tumbuh solid. Kepercayaan nasabah yang terus meningkat tercermin dari perolehan laba bersih tahun berjalan yang naik signifikan menjadi Rp504.999.167.447 dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp475.801.378.843. Stabilitas dan kesehatan keuangan Bank juga tercermin dari sejumlah rasio utama yang tetap berada pada level yang sehat dan sesuai dengan ketentuan regulator. Antara lain, Capital Adequacy Ratio (KPMM) sebesar 23,68%, Non-Performing Loan (NPL) net sebesar 0,72%, dan Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 84,32%. Dari sisi profitabilitas, Bank mencatat Net Interest Margin (NIM) sebesar 6,38% dan Return on Equity (ROE) sebesar 10,55%. ​Sebagai bentuk pengakuan atas kinerja dan tata kelola yang baik, Bank Sumsel Babel memperoleh rating idA+/Stable (Single A Plus; Stable Outlook) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) untuk periode 1 Oktober 2025 hingga 1 Oktober 2026. Peringkat ini mencerminkan kemampuan Bank dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka panjangnya dengan tingkat risiko yang relatif rendah dalam jangka menengah. ​Selain mencatat kinerja finansial yang kuat, Bank Sumsel Babel menunjukkan komitmen nyata dalam tanggung jawab sosial perusahaan melalui pelaksanaan Program Pasar Murah di wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung guna menekan laju inflasi, serta Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai kontribusi aktif Bank dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat di kedua provinsi tersebut. ​Keputusan pembagian dividen ini mencerminkan komitmen Bank Sumsel Babel dalam memberikan nilai tambah yang optimal kepada para pemegang saham, sekaligus memperkuat keberlanjutan bisnis Perseroan. Ke depan, Bank Sumsel Babel akan terus memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan kualitas layanan, serta mengokohkan peran strategisnya sebagai mitra utama pembangunan ekonomi daerah.      #banksumselbabel #banksumselbabelsyariah #sumselmedia #rups #fyp", "post_id": "7608060342081506580"}}, {"key": "banksumselbabeloffical", "attributes": {"label": "banksumselbabeloffical", "x": 426.64463962077923, "y": 645.3721138921393, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 29.3239, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7608060342081506580", "id": "banksumselbabeloffical", "source": "tiktok-000001", "content": "PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Bank Sumsel Babel) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 pada Kamis, 12 Februari 2026, bertempat di Hotel Novotel Palembang. Rapat yang dihadiri oleh seluruh pemegang saham ini menghasilkan sejumlah keputusan penting, salah satunya adalah penetapan pembagian dividen sebesar Rp302,9 miliar dari total laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp504,9 miliar. ​Dalam RUPS tersebut, Manajemen memaparkan capaian kinerja keuangan Perseroan yang tumbuh solid. Kepercayaan nasabah yang terus meningkat tercermin dari perolehan laba bersih tahun berjalan yang naik signifikan menjadi Rp504.999.167.447 dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp475.801.378.843. Stabilitas dan kesehatan keuangan Bank juga tercermin dari sejumlah rasio utama yang tetap berada pada level yang sehat dan sesuai dengan ketentuan regulator. Antara lain, Capital Adequacy Ratio (KPMM) sebesar 23,68%, Non-Performing Loan (NPL) net sebesar 0,72%, dan Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 84,32%. Dari sisi profitabilitas, Bank mencatat Net Interest Margin (NIM) sebesar 6,38% dan Return on Equity (ROE) sebesar 10,55%. ​Sebagai bentuk pengakuan atas kinerja dan tata kelola yang baik, Bank Sumsel Babel memperoleh rating idA+/Stable (Single A Plus; Stable Outlook) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) untuk periode 1 Oktober 2025 hingga 1 Oktober 2026. Peringkat ini mencerminkan kemampuan Bank dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka panjangnya dengan tingkat risiko yang relatif rendah dalam jangka menengah. ​Selain mencatat kinerja finansial yang kuat, Bank Sumsel Babel menunjukkan komitmen nyata dalam tanggung jawab sosial perusahaan melalui pelaksanaan Program Pasar Murah di wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung guna menekan laju inflasi, serta Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai kontribusi aktif Bank dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat di kedua provinsi tersebut. ​Keputusan pembagian dividen ini mencerminkan komitmen Bank Sumsel Babel dalam memberikan nilai tambah yang optimal kepada para pemegang saham, sekaligus memperkuat keberlanjutan bisnis Perseroan. Ke depan, Bank Sumsel Babel akan terus memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan kualitas layanan, serta mengokohkan peran strategisnya sebagai mitra utama pembangunan ekonomi daerah.      #banksumselbabel #banksumselbabelsyariah #sumselmedia #rups #fyp", "post_id": "7608060342081506580"}}, {"key": "banksumselbabelofficial", "attributes": {"label": "banksumselbabelofficial", "x": 961.2368885278282, "y": 758.8507613710576, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 29.3239, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7608060342081506580", "id": "banksumselbabelofficial", "source": "tiktok-000001", "content": "PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Bank Sumsel Babel) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 pada Kamis, 12 Februari 2026, bertempat di Hotel Novotel Palembang. Rapat yang dihadiri oleh seluruh pemegang saham ini menghasilkan sejumlah keputusan penting, salah satunya adalah penetapan pembagian dividen sebesar Rp302,9 miliar dari total laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp504,9 miliar. ​Dalam RUPS tersebut, Manajemen memaparkan capaian kinerja keuangan Perseroan yang tumbuh solid. Kepercayaan nasabah yang terus meningkat tercermin dari perolehan laba bersih tahun berjalan yang naik signifikan menjadi Rp504.999.167.447 dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp475.801.378.843. Stabilitas dan kesehatan keuangan Bank juga tercermin dari sejumlah rasio utama yang tetap berada pada level yang sehat dan sesuai dengan ketentuan regulator. Antara lain, Capital Adequacy Ratio (KPMM) sebesar 23,68%, Non-Performing Loan (NPL) net sebesar 0,72%, dan Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 84,32%. Dari sisi profitabilitas, Bank mencatat Net Interest Margin (NIM) sebesar 6,38% dan Return on Equity (ROE) sebesar 10,55%. ​Sebagai bentuk pengakuan atas kinerja dan tata kelola yang baik, Bank Sumsel Babel memperoleh rating idA+/Stable (Single A Plus; Stable Outlook) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) untuk periode 1 Oktober 2025 hingga 1 Oktober 2026. Peringkat ini mencerminkan kemampuan Bank dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka panjangnya dengan tingkat risiko yang relatif rendah dalam jangka menengah. ​Selain mencatat kinerja finansial yang kuat, Bank Sumsel Babel menunjukkan komitmen nyata dalam tanggung jawab sosial perusahaan melalui pelaksanaan Program Pasar Murah di wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung guna menekan laju inflasi, serta Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai kontribusi aktif Bank dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat di kedua provinsi tersebut. ​Keputusan pembagian dividen ini mencerminkan komitmen Bank Sumsel Babel dalam memberikan nilai tambah yang optimal kepada para pemegang saham, sekaligus memperkuat keberlanjutan bisnis Perseroan. Ke depan, Bank Sumsel Babel akan terus memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan kualitas layanan, serta mengokohkan peran strategisnya sebagai mitra utama pembangunan ekonomi daerah.      #banksumselbabel #banksumselbabelsyariah #sumselmedia #rups #fyp", "post_id": "7608060342081506580"}}, {"key": "banksumselbabelsy", "attributes": {"label": "banksumselbabelsy", "x": 868.4064987502006, "y": 832.4820727815666, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 29.3239, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7608060342081506580", "id": "banksumselbabelsy", "source": "tiktok-000001", "content": "PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Bank Sumsel Babel) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 pada Kamis, 12 Februari 2026, bertempat di Hotel Novotel Palembang. Rapat yang dihadiri oleh seluruh pemegang saham ini menghasilkan sejumlah keputusan penting, salah satunya adalah penetapan pembagian dividen sebesar Rp302,9 miliar dari total laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp504,9 miliar. ​Dalam RUPS tersebut, Manajemen memaparkan capaian kinerja keuangan Perseroan yang tumbuh solid. Kepercayaan nasabah yang terus meningkat tercermin dari perolehan laba bersih tahun berjalan yang naik signifikan menjadi Rp504.999.167.447 dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp475.801.378.843. Stabilitas dan kesehatan keuangan Bank juga tercermin dari sejumlah rasio utama yang tetap berada pada level yang sehat dan sesuai dengan ketentuan regulator. Antara lain, Capital Adequacy Ratio (KPMM) sebesar 23,68%, Non-Performing Loan (NPL) net sebesar 0,72%, dan Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 84,32%. Dari sisi profitabilitas, Bank mencatat Net Interest Margin (NIM) sebesar 6,38% dan Return on Equity (ROE) sebesar 10,55%. ​Sebagai bentuk pengakuan atas kinerja dan tata kelola yang baik, Bank Sumsel Babel memperoleh rating idA+/Stable (Single A Plus; Stable Outlook) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) untuk periode 1 Oktober 2025 hingga 1 Oktober 2026. Peringkat ini mencerminkan kemampuan Bank dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka panjangnya dengan tingkat risiko yang relatif rendah dalam jangka menengah. ​Selain mencatat kinerja finansial yang kuat, Bank Sumsel Babel menunjukkan komitmen nyata dalam tanggung jawab sosial perusahaan melalui pelaksanaan Program Pasar Murah di wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung guna menekan laju inflasi, serta Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai kontribusi aktif Bank dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat di kedua provinsi tersebut. ​Keputusan pembagian dividen ini mencerminkan komitmen Bank Sumsel Babel dalam memberikan nilai tambah yang optimal kepada para pemegang saham, sekaligus memperkuat keberlanjutan bisnis Perseroan. Ke depan, Bank Sumsel Babel akan terus memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan kualitas layanan, serta mengokohkan peran strategisnya sebagai mitra utama pembangunan ekonomi daerah.      #banksumselbabel #banksumselbabelsyariah #sumselmedia #rups #fyp", "post_id": "7608060342081506580"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 501.05934617721294, "y": 36.53381504756137, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.8498, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "vTzWLj00phU", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Mensesneg & Himbara: Jangan Khawatir, Fundamental Ekonomi RI Sangat Kuat! I KMP\n\nGarudaTV - Pesan penyeimbang dari ring satu Istana dan petinggi perbankan nasional demi menjaga stabilitas pasar keuangan domestik! \n\nMenteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia, khususnya di sektor perbankan, berada dalam kondisi yang sangat kokoh. Pernyataan ini disampaikan usai menghadiri pertemuan intensif bersama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Kepala BP BUMN Dony Oskaria, dan para petinggi Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) di Kompleks Parlemen, Jakarta.\n\nSenada dengan pemerintah, Ketua Umum Himbara Putrama Wahju Setyawan meminta publik dan para pelaku pasar modal untuk tidak khawatir berlebihan dalam merespons dinamika bursa akhir-akhir ini. Berdasarkan data riil, likuiditas perbankan plat merah dipastikan tetap aman terkendali dengan rasio kredit bermasalah (NPL) yang sangat rendah. \n\nBahkan, industri perbankan nasional saat ini tengah mencatatkan performa terbaiknya, di mana pertumbuhan kredit rata-rata tumbuh di kisaran 20% dan Dana Pihak Ketiga (DPK) melonjak subur di angka 20 hingga 30%. Sinergi lintas lembaga antara eksekutif, legislatif, dan industri perbankan ini diharapkan mampu mempertebal kepercayaan investor terhadap ekosistem keuangan tanah air. Simak laporan lengkapnya!\n\nMelihat pertumbuhan kredit Himbara yang tembus 20%, bagaimana optimisme kalian terhadap pergerakan bursa saham kita pekan ini? Tulis di kolom komentar!\n\n#Mensesneg #Himbara #PrasetyoHadi #SufmiDascoAhmad #GarudaTV #GarudaTV #Laporan8 #KabinetMerahPutih\n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "vTzWLj00phU"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 969.2309554593461, "y": 805.7674655245416, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 42.2721, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "vTzWLj00phU", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Mensesneg & Himbara: Jangan Khawatir, Fundamental Ekonomi RI Sangat Kuat! I KMP\n\nGarudaTV - Pesan penyeimbang dari ring satu Istana dan petinggi perbankan nasional demi menjaga stabilitas pasar keuangan domestik! \n\nMenteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia, khususnya di sektor perbankan, berada dalam kondisi yang sangat kokoh. Pernyataan ini disampaikan usai menghadiri pertemuan intensif bersama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Kepala BP BUMN Dony Oskaria, dan para petinggi Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) di Kompleks Parlemen, Jakarta.\n\nSenada dengan pemerintah, Ketua Umum Himbara Putrama Wahju Setyawan meminta publik dan para pelaku pasar modal untuk tidak khawatir berlebihan dalam merespons dinamika bursa akhir-akhir ini. Berdasarkan data riil, likuiditas perbankan plat merah dipastikan tetap aman terkendali dengan rasio kredit bermasalah (NPL) yang sangat rendah. \n\nBahkan, industri perbankan nasional saat ini tengah mencatatkan performa terbaiknya, di mana pertumbuhan kredit rata-rata tumbuh di kisaran 20% dan Dana Pihak Ketiga (DPK) melonjak subur di angka 20 hingga 30%. Sinergi lintas lembaga antara eksekutif, legislatif, dan industri perbankan ini diharapkan mampu mempertebal kepercayaan investor terhadap ekosistem keuangan tanah air. Simak laporan lengkapnya!\n\nMelihat pertumbuhan kredit Himbara yang tembus 20%, bagaimana optimisme kalian terhadap pergerakan bursa saham kita pekan ini? Tulis di kolom komentar!\n\n#Mensesneg #Himbara #PrasetyoHadi #SufmiDascoAhmad #GarudaTV #GarudaTV #Laporan8 #KabinetMerahPutih\n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "vTzWLj00phU"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 173.40577634663256, "y": 378.1019941455845, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.8498, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "AleytseymZE", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "S&P dan Moody’s Waspadai Kebijakan Ekspor RI, Ekonomi Bisa Terdampak | MILENOMICS\n\nS&P Global Ratings memperingatkan bahwa rencana pemerintah Indonesia untuk memusatkan pengendalian ekspor komoditas dapat menekan penerimaan negara dan meningkatkan risiko terhadap stabilitas ekonomi makro. Sementara itu, Moody’s Ratings menilai kebijakan tersebut berpotensi berdampak negatif pada profil kredit perusahaan tambang serta menimbulkan distorsi pasar jika tidak dikelola dengan hati-hati. Kedua lembaga menekankan pentingnya kebijakan yang jelas dan konsisten agar tidak mengganggu stabilitas ekonomi dan daya saing sektor komoditas.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "AleytseymZE"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 570.4036701899038, "y": 568.900622043552, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.0869, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "AleytseymZE", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "S&P dan Moody’s Waspadai Kebijakan Ekspor RI, Ekonomi Bisa Terdampak | MILENOMICS\n\nS&P Global Ratings memperingatkan bahwa rencana pemerintah Indonesia untuk memusatkan pengendalian ekspor komoditas dapat menekan penerimaan negara dan meningkatkan risiko terhadap stabilitas ekonomi makro. Sementara itu, Moody’s Ratings menilai kebijakan tersebut berpotensi berdampak negatif pada profil kredit perusahaan tambang serta menimbulkan distorsi pasar jika tidak dikelola dengan hati-hati. Kedua lembaga menekankan pentingnya kebijakan yang jelas dan konsisten agar tidak mengganggu stabilitas ekonomi dan daya saing sektor komoditas.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "AleytseymZE"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 614.0847564069146, "y": 377.2981505779569, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.0869, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "AleytseymZE", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "S&P dan Moody’s Waspadai Kebijakan Ekspor RI, Ekonomi Bisa Terdampak | MILENOMICS\n\nS&P Global Ratings memperingatkan bahwa rencana pemerintah Indonesia untuk memusatkan pengendalian ekspor komoditas dapat menekan penerimaan negara dan meningkatkan risiko terhadap stabilitas ekonomi makro. Sementara itu, Moody’s Ratings menilai kebijakan tersebut berpotensi berdampak negatif pada profil kredit perusahaan tambang serta menimbulkan distorsi pasar jika tidak dikelola dengan hati-hati. Kedua lembaga menekankan pentingnya kebijakan yang jelas dan konsisten agar tidak mengganggu stabilitas ekonomi dan daya saing sektor komoditas.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "AleytseymZE"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 248.97002845650397, "y": 751.8812291439757, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.0869, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "AleytseymZE", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "S&P dan Moody’s Waspadai Kebijakan Ekspor RI, Ekonomi Bisa Terdampak | MILENOMICS\n\nS&P Global Ratings memperingatkan bahwa rencana pemerintah Indonesia untuk memusatkan pengendalian ekspor komoditas dapat menekan penerimaan negara dan meningkatkan risiko terhadap stabilitas ekonomi makro. Sementara itu, Moody’s Ratings menilai kebijakan tersebut berpotensi berdampak negatif pada profil kredit perusahaan tambang serta menimbulkan distorsi pasar jika tidak dikelola dengan hati-hati. Kedua lembaga menekankan pentingnya kebijakan yang jelas dan konsisten agar tidak mengganggu stabilitas ekonomi dan daya saing sektor komoditas.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "AleytseymZE"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 259.3445001232709, "y": 465.41445950029924, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.0869, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "AleytseymZE", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "S&P dan Moody’s Waspadai Kebijakan Ekspor RI, Ekonomi Bisa Terdampak | MILENOMICS\n\nS&P Global Ratings memperingatkan bahwa rencana pemerintah Indonesia untuk memusatkan pengendalian ekspor komoditas dapat menekan penerimaan negara dan meningkatkan risiko terhadap stabilitas ekonomi makro. Sementara itu, Moody’s Ratings menilai kebijakan tersebut berpotensi berdampak negatif pada profil kredit perusahaan tambang serta menimbulkan distorsi pasar jika tidak dikelola dengan hati-hati. Kedua lembaga menekankan pentingnya kebijakan yang jelas dan konsisten agar tidak mengganggu stabilitas ekonomi dan daya saing sektor komoditas.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "AleytseymZE"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 990.2658890056895, "y": 16.89761941586909, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.0869, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "AleytseymZE", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "S&P dan Moody’s Waspadai Kebijakan Ekspor RI, Ekonomi Bisa Terdampak | MILENOMICS\n\nS&P Global Ratings memperingatkan bahwa rencana pemerintah Indonesia untuk memusatkan pengendalian ekspor komoditas dapat menekan penerimaan negara dan meningkatkan risiko terhadap stabilitas ekonomi makro. Sementara itu, Moody’s Ratings menilai kebijakan tersebut berpotensi berdampak negatif pada profil kredit perusahaan tambang serta menimbulkan distorsi pasar jika tidak dikelola dengan hati-hati. Kedua lembaga menekankan pentingnya kebijakan yang jelas dan konsisten agar tidak mengganggu stabilitas ekonomi dan daya saing sektor komoditas.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "AleytseymZE"}}, {"key": "@MarksMoneyStrategies", "attributes": {"label": "@MarksMoneyStrategies", "x": 468.3660604690578, "y": 58.81628157252261, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.8498, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "KEXp_dqDiuM", "id": "@MarksMoneyStrategies", "source": "youtube-000001", "content": "Apa yang Tidak Diberitahukan Bank Kepada Anda Tentang Perbankan dan Bagaimana Hal Itu Dapat Merug...\n\n🔥 Apakah Anda Membayar Pajak Berlebihan kepada IRS? Ikuti Survei Gratis 60 Detik Kami dan Cari Tahu.\n\nhttps://bit.ly/taxquiz2026\n\n⭐️ Kami Menjembatani Kesenjangan Antara Kebijaksanaan Wall Street dan Kesuksesan Main Street.\nJika Anda seorang pemilik bisnis yang lelah menyerahkan uang hasil jerih payah Anda kepada IRS dan Wall Street, Anda berada di tempat yang tepat—panduan sebenarnya untuk memangkas tagihan pajak Anda secara legal, melindungi kekayaan Anda, dan mengambil kembali kendali atas masa depan keuangan Anda.\nMark Lewis, EA adalah Agen Terdaftar IRS dengan pengalaman lebih dari 20 tahun membantu para pengusaha membangun strategi pajak yang lebih cerdas, melindungi aset mereka, dan menciptakan keamanan finansial yang langgeng. Ia dikenal karena kemampuannya menguraikan aturan IRS yang kompleks menjadi strategi sederhana dan praktis yang benar-benar dapat Anda gunakan:\n• Bagaimana orang kaya secara legal mengurangi pajak\n• Bagaimana melindungi bisnis dan aset pribadi Anda\n• Strategi perwalian cerdas yang jarang diketahui orang\n• Struktur keuangan yang menciptakan stabilitas jangka panjang\n\n🔔 BERLANGGANAN KE SALURAN SAYA\n\n⭐️ HUBUNGI KAMI:\n📧 Email Mark: mark\n📖 Situs: http://www.ExecutiveMoneyStrategies.com\n💻 Tonton:    /   \n🎯 IG   / marksmoneystrategies  \n🎯 FB   / marksmoneystrategies  \n🎯 TT   / marksmoneystrategies  \n\n#pengusaha #keuangan\n© 2026 Semua Hak Dilindungi Undang-Undang | Mark Lewis, EA | Executive Money Strategies\n---", "post_id": "KEXp_dqDiuM"}}, {"key": "marksmoneystrategies", "attributes": {"label": "marksmoneystrategies", "x": 56.09497836368105, "y": 672.246296400298, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 42.2721, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "KEXp_dqDiuM", "id": "marksmoneystrategies", "source": "youtube-000001", "content": "Apa yang Tidak Diberitahukan Bank Kepada Anda Tentang Perbankan dan Bagaimana Hal Itu Dapat Merug...\n\n🔥 Apakah Anda Membayar Pajak Berlebihan kepada IRS? Ikuti Survei Gratis 60 Detik Kami dan Cari Tahu.\n\nhttps://bit.ly/taxquiz2026\n\n⭐️ Kami Menjembatani Kesenjangan Antara Kebijaksanaan Wall Street dan Kesuksesan Main Street.\nJika Anda seorang pemilik bisnis yang lelah menyerahkan uang hasil jerih payah Anda kepada IRS dan Wall Street, Anda berada di tempat yang tepat—panduan sebenarnya untuk memangkas tagihan pajak Anda secara legal, melindungi kekayaan Anda, dan mengambil kembali kendali atas masa depan keuangan Anda.\nMark Lewis, EA adalah Agen Terdaftar IRS dengan pengalaman lebih dari 20 tahun membantu para pengusaha membangun strategi pajak yang lebih cerdas, melindungi aset mereka, dan menciptakan keamanan finansial yang langgeng. Ia dikenal karena kemampuannya menguraikan aturan IRS yang kompleks menjadi strategi sederhana dan praktis yang benar-benar dapat Anda gunakan:\n• Bagaimana orang kaya secara legal mengurangi pajak\n• Bagaimana melindungi bisnis dan aset pribadi Anda\n• Strategi perwalian cerdas yang jarang diketahui orang\n• Struktur keuangan yang menciptakan stabilitas jangka panjang\n\n🔔 BERLANGGANAN KE SALURAN SAYA\n\n⭐️ HUBUNGI KAMI:\n📧 Email Mark: mark\n📖 Situs: http://www.ExecutiveMoneyStrategies.com\n💻 Tonton:    /   \n🎯 IG   / marksmoneystrategies  \n🎯 FB   / marksmoneystrategies  \n🎯 TT   / marksmoneystrategies  \n\n#pengusaha #keuangan\n© 2026 Semua Hak Dilindungi Undang-Undang | Mark Lewis, EA | Executive Money Strategies\n---", "post_id": "KEXp_dqDiuM"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "attributes": {"label": "@KompasTVSukabumi", "x": 951.291696743636, "y": 725.3562937669578, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.8498, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "XkyC2uZ_xR4", "id": "@KompasTVSukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus 18.000 per Dolar AS & IHSG Anjlok, Founder Komunitas Saham Superstocks\n\nKOMPAS.TV - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mengalami tekanan hebat pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026. IHSG ditutup anjlok lebih dari 4 persen dan menyentuh level terendah dalam lima tahun terakhir.\n\nSejumlah sentimen negatif datang secara bersamaan dan menekan kepercayaan investor, baik institusional maupun ritel. \n\nMulai dari pelemahan nilai tukar rupiah yang nyaris menembus Rp18.000 per dolar Amerika Serikat, rumor mengenai potensi proyeksi negatif terhadap stabilitas ekonomi Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional, hingga outlook negatif yang diberikan Moody's terhadap Danantara Investment Management.\n\nMengutip RTI Business, IHSG ditutup melemah 254,3 poin atau 4,11 persen. Dari total saham yang diperdagangkan, hanya 69 saham menguat, sementara 692 saham melemah dan 54 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp25,1 triliun dengan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia sebesar Rp10.478 triliun.\n\nDari sisi sektoral, seluruh indeks kompak berada di zona merah. Sektor barang baku menjadi penekan utama dengan pelemahan 9,05 persen, disusul sektor energi yang turun 5,61 persen, infrastruktur 5,05 persen, kesehatan 4,36 persen, industri 3,54 persen, serta properti dan keuangan yang masing-masing turun 3,48 persen dan 1,76 persen.\n\nTekanan juga datang dari arus modal asing. Pada perdagangan kemarin, investor asing tercatat melakukan jual bersih atau net sell hampir Rp1 triliun. \n\nBahkan dalam sepekan terakhir, dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia mencapai Rp14,04 triliun.\n\nLalu, apa yang sebenarnya terjadi di pasar keuangan hingga membuat IHSG jatuh lebih dari 4 persen dalam sehari? Seberapa besar pelemahan rupiah yang kini mendekati Rp18.000 per dolar AS memengaruhi sentimen investor dan pergerakan pasar saham nasional?\n\nKita akan membahasnya bersama Founder Indonesia Superstocks Community, Edhi Pranasidhi.\n#rupiahmelemah #dollar #ihsg\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "XkyC2uZ_xR4"}}, {"key": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "ktvsukabumi", "x": 583.6246455938423, "y": 773.4154010386101, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 42.2721, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "XkyC2uZ_xR4", "id": "ktvsukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus 18.000 per Dolar AS & IHSG Anjlok, Founder Komunitas Saham Superstocks\n\nKOMPAS.TV - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mengalami tekanan hebat pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026. IHSG ditutup anjlok lebih dari 4 persen dan menyentuh level terendah dalam lima tahun terakhir.\n\nSejumlah sentimen negatif datang secara bersamaan dan menekan kepercayaan investor, baik institusional maupun ritel. \n\nMulai dari pelemahan nilai tukar rupiah yang nyaris menembus Rp18.000 per dolar Amerika Serikat, rumor mengenai potensi proyeksi negatif terhadap stabilitas ekonomi Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional, hingga outlook negatif yang diberikan Moody's terhadap Danantara Investment Management.\n\nMengutip RTI Business, IHSG ditutup melemah 254,3 poin atau 4,11 persen. Dari total saham yang diperdagangkan, hanya 69 saham menguat, sementara 692 saham melemah dan 54 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp25,1 triliun dengan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia sebesar Rp10.478 triliun.\n\nDari sisi sektoral, seluruh indeks kompak berada di zona merah. Sektor barang baku menjadi penekan utama dengan pelemahan 9,05 persen, disusul sektor energi yang turun 5,61 persen, infrastruktur 5,05 persen, kesehatan 4,36 persen, industri 3,54 persen, serta properti dan keuangan yang masing-masing turun 3,48 persen dan 1,76 persen.\n\nTekanan juga datang dari arus modal asing. Pada perdagangan kemarin, investor asing tercatat melakukan jual bersih atau net sell hampir Rp1 triliun. \n\nBahkan dalam sepekan terakhir, dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia mencapai Rp14,04 triliun.\n\nLalu, apa yang sebenarnya terjadi di pasar keuangan hingga membuat IHSG jatuh lebih dari 4 persen dalam sehari? Seberapa besar pelemahan rupiah yang kini mendekati Rp18.000 per dolar AS memengaruhi sentimen investor dan pergerakan pasar saham nasional?\n\nKita akan membahasnya bersama Founder Indonesia Superstocks Community, Edhi Pranasidhi.\n#rupiahmelemah #dollar #ihsg\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "XkyC2uZ_xR4"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 560.1740345479054, "y": 294.5347785653879, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.8498, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Fh31lBKMcXA", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Founder Komunitas Saham Superstocks soal Rupiah Tembus 18.000 per Dolar AS & IHSG Anjlok 4,11 Persen\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mengalami tekanan hebat pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026. IHSG ditutup anjlok lebih dari 4 persen dan menyentuh level terendah dalam lima tahun terakhir.\n\nSejumlah sentimen negatif datang secara bersamaan dan menekan kepercayaan investor, baik institusional maupun ritel. \n\nMulai dari pelemahan nilai tukar rupiah yang nyaris menembus Rp18.000 per dolar Amerika Serikat, rumor mengenai potensi proyeksi negatif terhadap stabilitas ekonomi Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional, hingga outlook negatif yang diberikan Moody's terhadap Danantara Investment Management.\n\nMengutip RTI Business, IHSG ditutup melemah 254,3 poin atau 4,11 persen. Dari total saham yang diperdagangkan, hanya 69 saham menguat, sementara 692 saham melemah dan 54 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp25,1 triliun dengan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia sebesar Rp10.478 triliun.\n\nDari sisi sektoral, seluruh indeks kompak berada di zona merah. Sektor barang baku menjadi penekan utama dengan pelemahan 9,05 persen, disusul sektor energi yang turun 5,61 persen, infrastruktur 5,05 persen, kesehatan 4,36 persen, industri 3,54 persen, serta properti dan keuangan yang masing-masing turun 3,48 persen dan 1,76 persen.\n\nTekanan juga datang dari arus modal asing. Pada perdagangan kemarin, investor asing tercatat melakukan jual bersih atau net sell hampir Rp1 triliun. \n\nBahkan dalam sepekan terakhir, dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia mencapai Rp14,04 triliun.\n\nLalu, apa yang sebenarnya terjadi di pasar keuangan hingga membuat IHSG jatuh lebih dari 4 persen dalam sehari? Seberapa besar pelemahan rupiah yang kini mendekati Rp18.000 per dolar AS memengaruhi sentimen investor dan pergerakan pasar saham nasional?\n\nKita akan membahasnya bersama Founder Indonesia Superstocks Community, Edhi Pranasidhi.\n\nProduser: Shinta Millenia\n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "Fh31lBKMcXA"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 129.427011986743, "y": 826.7278387502649, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 42.2721, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Fh31lBKMcXA", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Founder Komunitas Saham Superstocks soal Rupiah Tembus 18.000 per Dolar AS & IHSG Anjlok 4,11 Persen\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mengalami tekanan hebat pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026. IHSG ditutup anjlok lebih dari 4 persen dan menyentuh level terendah dalam lima tahun terakhir.\n\nSejumlah sentimen negatif datang secara bersamaan dan menekan kepercayaan investor, baik institusional maupun ritel. \n\nMulai dari pelemahan nilai tukar rupiah yang nyaris menembus Rp18.000 per dolar Amerika Serikat, rumor mengenai potensi proyeksi negatif terhadap stabilitas ekonomi Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional, hingga outlook negatif yang diberikan Moody's terhadap Danantara Investment Management.\n\nMengutip RTI Business, IHSG ditutup melemah 254,3 poin atau 4,11 persen. Dari total saham yang diperdagangkan, hanya 69 saham menguat, sementara 692 saham melemah dan 54 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp25,1 triliun dengan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia sebesar Rp10.478 triliun.\n\nDari sisi sektoral, seluruh indeks kompak berada di zona merah. Sektor barang baku menjadi penekan utama dengan pelemahan 9,05 persen, disusul sektor energi yang turun 5,61 persen, infrastruktur 5,05 persen, kesehatan 4,36 persen, industri 3,54 persen, serta properti dan keuangan yang masing-masing turun 3,48 persen dan 1,76 persen.\n\nTekanan juga datang dari arus modal asing. Pada perdagangan kemarin, investor asing tercatat melakukan jual bersih atau net sell hampir Rp1 triliun. \n\nBahkan dalam sepekan terakhir, dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia mencapai Rp14,04 triliun.\n\nLalu, apa yang sebenarnya terjadi di pasar keuangan hingga membuat IHSG jatuh lebih dari 4 persen dalam sehari? Seberapa besar pelemahan rupiah yang kini mendekati Rp18.000 per dolar AS memengaruhi sentimen investor dan pergerakan pasar saham nasional?\n\nKita akan membahasnya bersama Founder Indonesia Superstocks Community, Edhi Pranasidhi.\n\nProduser: Shinta Millenia\n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "Fh31lBKMcXA"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 436.16777094092316, "y": 229.20051541852848, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.8498, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "5L456G5YWwA", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS & IHSG Turun 4,11% Apa yang Terjadi?\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mengalami tekanan hebat pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026. IHSG ditutup anjlok lebih dari 4 persen dan menyentuh level terendah dalam lima tahun terakhir.\n\nSejumlah sentimen negatif datang secara bersamaan dan menekan kepercayaan investor, baik institusional maupun ritel. \n\nMulai dari pelemahan nilai tukar rupiah yang nyaris menembus Rp18.000 per dolar Amerika Serikat, rumor mengenai potensi proyeksi negatif terhadap stabilitas ekonomi Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional, hingga outlook negatif yang diberikan Moody's terhadap Danantara Investment Management.\n\nMengutip RTI Business, IHSG ditutup melemah 254,3 poin atau 4,11 persen. Dari total saham yang diperdagangkan, hanya 69 saham menguat, sementara 692 saham melemah dan 54 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp25,1 triliun dengan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia sebesar Rp10.478 triliun.\n\nDari sisi sektoral, seluruh indeks kompak berada di zona merah. Sektor barang baku menjadi penekan utama dengan pelemahan 9,05 persen, disusul sektor energi yang turun 5,61 persen, infrastruktur 5,05 persen, kesehatan 4,36 persen, industri 3,54 persen, serta properti dan keuangan yang masing-masing turun 3,48 persen dan 1,76 persen.\n\nTekanan juga datang dari arus modal asing. Pada perdagangan kemarin, investor asing tercatat melakukan jual bersih atau net sell hampir Rp1 triliun. \n\nBahkan dalam sepekan terakhir, dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia mencapai Rp14,04 triliun.\n\nLalu, apa yang sebenarnya terjadi di pasar keuangan hingga membuat IHSG jatuh lebih dari 4 persen dalam sehari? Seberapa besar pelemahan rupiah yang kini mendekati Rp18.000 per dolar AS memengaruhi sentimen investor dan pergerakan pasar saham nasional?\n\nKita akan membahasnya bersama Founder Indonesia Superstocks Community, Edhi Pranasidhi.\n\n#rupiah #ihsg #dolar #matauang #ekonomi #bisnis \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "5L456G5YWwA"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 806.137577511916, "y": 780.9508835559886, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 42.2721, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5L456G5YWwA", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS & IHSG Turun 4,11% Apa yang Terjadi?\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mengalami tekanan hebat pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026. IHSG ditutup anjlok lebih dari 4 persen dan menyentuh level terendah dalam lima tahun terakhir.\n\nSejumlah sentimen negatif datang secara bersamaan dan menekan kepercayaan investor, baik institusional maupun ritel. \n\nMulai dari pelemahan nilai tukar rupiah yang nyaris menembus Rp18.000 per dolar Amerika Serikat, rumor mengenai potensi proyeksi negatif terhadap stabilitas ekonomi Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional, hingga outlook negatif yang diberikan Moody's terhadap Danantara Investment Management.\n\nMengutip RTI Business, IHSG ditutup melemah 254,3 poin atau 4,11 persen. Dari total saham yang diperdagangkan, hanya 69 saham menguat, sementara 692 saham melemah dan 54 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp25,1 triliun dengan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia sebesar Rp10.478 triliun.\n\nDari sisi sektoral, seluruh indeks kompak berada di zona merah. Sektor barang baku menjadi penekan utama dengan pelemahan 9,05 persen, disusul sektor energi yang turun 5,61 persen, infrastruktur 5,05 persen, kesehatan 4,36 persen, industri 3,54 persen, serta properti dan keuangan yang masing-masing turun 3,48 persen dan 1,76 persen.\n\nTekanan juga datang dari arus modal asing. Pada perdagangan kemarin, investor asing tercatat melakukan jual bersih atau net sell hampir Rp1 triliun. \n\nBahkan dalam sepekan terakhir, dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia mencapai Rp14,04 triliun.\n\nLalu, apa yang sebenarnya terjadi di pasar keuangan hingga membuat IHSG jatuh lebih dari 4 persen dalam sehari? Seberapa besar pelemahan rupiah yang kini mendekati Rp18.000 per dolar AS memengaruhi sentimen investor dan pergerakan pasar saham nasional?\n\nKita akan membahasnya bersama Founder Indonesia Superstocks Community, Edhi Pranasidhi.\n\n#rupiah #ihsg #dolar #matauang #ekonomi #bisnis \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "5L456G5YWwA"}}], "edges": [{"key": "kompascom", "source": "kompascom", "target": "rerekumampung", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "sulitws", "source": "sulitws", "target": "Sulianto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "kompascom", "source": "kompascom", "target": "reredipalmerah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ventu.clips", "source": "ventu.clips", "target": "profgema", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "arahjakarta", "source": "arahjakarta", "target": "arahjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "sumsel.media5", "source": "sumsel.media5", "target": "banksumselbabeloffical", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "sumsel.media5", "source": "sumsel.media5", "target": "banksumselbabelofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "sumsel.media5", "source": "sumsel.media5", "target": "banksumselbabelsy", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@MarksMoneyStrategies", "source": "@MarksMoneyStrategies", "target": "marksmoneystrategies", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "source": "@KompasTVSukabumi", "target": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}