{"nodes": [{"key": "EnterpriseMse", "attributes": {"label": "EnterpriseMse", "x": 818.189833015721, "y": 547.1203286001559, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 16.3023, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2067105643870536170", "id": "EnterpriseMse", "source": "retweet-000002", "content": "Laba Bersih Konsolidasi BTN Capai Rp1,85 Triliun Hingga Mei 2026 https://t.co/PZnpmijZjz lewat", "post_id": "2067105643870536170"}}, {"key": "BusinesupdateID", "attributes": {"label": "BusinesupdateID", "x": 235.61362363710725, "y": 157.9170101565558, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 20.9213, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 1, "degree": 3}, "_id": "2067105643870536170", "id": "BusinesupdateID", "source": "retweet-000002", "content": "Laba Bersih Konsolidasi BTN Capai Rp1,85 Triliun Hingga Mei 2026 https://t.co/PZnpmijZjz lewat", "post_id": "2067105643870536170"}}, {"key": "Businessupdate.id", "attributes": {"label": "Businessupdate.id", "x": 829.6780117508827, "y": 387.6493577156116, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 20.9213, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067105643870536170", "id": "Businessupdate.id", "source": "retweet-000002", "content": "Laba Bersih Konsolidasi BTN Capai Rp1,85 Triliun Hingga Mei 2026 https://t.co/PZnpmijZjz lewat", "post_id": "2067105643870536170"}}, {"key": "keuangannews_id", "attributes": {"label": "keuangannews_id", "x": 637.9896351579016, "y": 198.15709170232466, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 20.7013, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 4, "degree": 6}, "_id": "2067159288913739987", "id": "keuangannews_id", "source": "retweet-000002", "content": "BTN Bukukan Laba Bersih Konsolidasi Rp 1,85 Triliun Per Mei 2026, Naik 54,37% Yoy https://t.co/fglUrRIJDi lewat …", "post_id": "2067159288913739987"}}, {"key": "Keuan", "attributes": {"label": "Keuan", "x": 75.64551743139603, "y": 398.13617865024696, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 20.7013, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067159288913739987", "id": "Keuan", "source": "retweet-000002", "content": "BTN Bukukan Laba Bersih Konsolidasi Rp 1,85 Triliun Per Mei 2026, Naik 54,37% Yoy https://t.co/fglUrRIJDi lewat …", "post_id": "2067159288913739987"}}, {"key": "Businessupdate", "attributes": {"label": "Businessupdate", "x": 473.276035310269, "y": 320.5443342911841, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 34.0854, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067105366543130857", "id": "Businessupdate", "source": "tweet-000004", "content": "Laba Bersih Konsolidasi BTN Capai Rp1,85 Triliun Hingga Mei 2026 https://t.co/PZnpmijZjz lewat", "post_id": "2067105366543130857"}}, {"key": "keuangan", "attributes": {"label": "keuangan", "x": 135.38219804123764, "y": 948.5565859601235, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.7013, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067044132879786246", "id": "keuangan", "source": "tweet-000004", "content": "BTN Bukukan Laba Bersih Konsolidasi Rp 1,85 Triliun Per Mei 2026, Naik 54,37% Yoy https://t.co/fglUrRIJDi lewat  News https://t.co/myuiVKpo9c", "post_id": "2067044132879786246"}}, {"key": "akutemaram", "attributes": {"label": "akutemaram", "x": 581.536740345363, "y": 196.48891009202407, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.3023, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2061034716548239757", "id": "akutemaram", "source": "tweet-000004", "content": "Saya pilih Ngontrak walau berat tapi dosa riba lebih berat. \n\nUntuk memastikan KPR bebas riba, bisa memanfaatkan program KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang disalurkan melalui perbankan syariah (seperti Bank Syariah Indonesia (BSI) atau BTN Syariah).", "post_id": "2061034716548239757"}}, {"key": "choiisanf", "attributes": {"label": "choiisanf", "x": 682.9323491887485, "y": 860.5594923086422, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 30.1592, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2061034716548239757", "id": "choiisanf", "source": "tweet-000004", "content": "Saya pilih Ngontrak walau berat tapi dosa riba lebih berat. \n\nUntuk memastikan KPR bebas riba, bisa memanfaatkan program KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang disalurkan melalui perbankan syariah (seperti Bank Syariah Indonesia (BSI) atau BTN Syariah).", "post_id": "2061034716548239757"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 181.93821437092618, "y": 211.1228878562076, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 20.7013, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 4, "degree": 8}, "_id": "3922756717562340114_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "🚀 PRDL Resmi Gelar IPO, Pasang Harga Rp100–Rp120! Laba Bersih Melonjak Hampir 70%\nby  Academy\n\nHalo Sobat Cuan!\n\nSektor kesehatan kembali kedatangan calon emiten baru. PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), anak usaha Prodia yang bergerak di bidang alat kesehatan dan diagnostik medis, resmi membuka masa penawaran awal (bookbuilding) untuk melantai di Bursa Efek Indonesia.\n\nMelalui IPO ini, PRDL membidik dana segar hingga Rp62,75 miliar yang akan digunakan untuk memperkuat struktur keuangan serta mendukung ekspansi bisnis ke depan.\n\n📌 Detail IPO PRDL\n✅ Menawarkan hingga 522,9 juta saham baru\n✅ Setara 30% dari modal ditempatkan setelah IPO\n✅ Harga penawaran Rp100 – Rp120 per saham\n✅ Potensi dana yang dihimpun hingga Rp62,75 miliar\n✅ Menyediakan program Employee Stock Allocation (ESA) sebanyak 36,6 juta saham\n\n📊 Penggunaan Dana IPO\nDana hasil IPO akan difokuskan untuk memperkuat fundamental perusahaan, yaitu:\n▪️ Rp35,66 miliar untuk melunasi fasilitas kredit Bank BCA\n▪️ Sekitar 28,92% untuk belanja modal (capex)\n▪️ Sisanya untuk modal kerja operasional\n\n📈 Kinerja Keuangan Bertumbuh Kuat\nPRDL membukukan pertumbuhan yang cukup solid sepanjang tahun 2025:\n✅ Pendapatan naik 26,79% menjadi Rp74,37 miliar\n✅ Laba bersih melonjak 69,93% menjadi Rp16,99 miliar\n✅ Total aset meningkat menjadi Rp194,43 miliar\n✅ Liabilitas turun 5,54% menjadi Rp111,37 miliar\n✅ Ekuitas naik 25,51% menjadi Rp83,06 miliar\n\n📅 Jadwal Penting IPO\n▪️ Bookbuilding: 18 – 23 Juni 2026\n▪️ Penawaran Umum: 1 – 7 Juli 2026\n▪️ Listing di BEI: 9 Juli 2026\n\n🏥 Prospek Bisnis\nPRDL bergerak dalam bidang produksi dan pengolahan alat kesehatan untuk kebutuhan diagnostik medis.\n\n📌 Kesimpulan\nPRDL hadir sebagai calon emiten sektor kesehatan yang menarik dengan pertumbuhan pendapatan dan laba yang solid, neraca yang semakin sehat, serta dukungan dari grup Prodia yang sudah dikenal luas di industri kesehatan Indonesia.\n\n📌 Gabung di  Community untuk mendapatkan update market, analisis saham pilihan, edukasi investasi, dan diskusi eksklusif bersama investor serta trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#PRDL #IPO #SahamIPO #Prodia", "post_id": "3922756717562340114_52512310886"}}, {"key": "hariankompas", "attributes": {"label": "hariankompas", "x": 773.363811839923, "y": 446.7266442537099, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 16.3023, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3922950811152489091_1537212147", "id": "hariankompas", "source": "instagram-000001", "content": "Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI)  Anggoro Eko Cahyo, Komisaris Utama Prof Muhadjir Effendy beserta jajaran direksi dan komisaris BSI turut hadir memenuhi undangan Presiden RI Prabowo Subianto pada pertemuan di Istana Negara Kamis, 18 Juni 2026. Dalam pertemuan tersebut Kepala Negara menegaskan peran strategis bank Himbara bagi pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nMenteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga CEO Danantara Rosan Roeslani, seusai acara, menyampaikan arahan Presiden Prabowo bahwa bank Himbara (Mandiri, BRI, BNI, BTN dan BSI) tidak hanya dilihat sebagai entitas bisnis, namun juga dapat berperan aktif memberikan manfaat kepada masyarakat, di antaranya berupa pemberian persamaan dan kesempatan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Komersial maupun Korporasi. \n\nKapitalisasi pasar gabungan seluruh bank Himbara dapat mencapai sekitar Rp1.100 triliun. Angka tersebut mencerminkan sekitar 10 persen nilai seluruh perusahaan nasional.\n\nDirut BSI turut diundang karena sejak 23 Januari 2026 telah berstatus sebagai bank pemerintah. Pada Maret 2026, BSI masuk sebagai bank no 5 dari Top 10 Bank di Indonesia. Dengan status bank persero, BSI juga mendapat amanah mensuport program-program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, Program rumah bersubsidi (FLPP), Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah dan lainnya. \n\nHingga April 2026, laba bersih BSI mencapai Rp2,8 triliun atau meningkat 17,79% secara tahunan. Total aset tumbuh 12,17% menjadi Rp451 triliun, sementara pembiayaan naik 15,59% menjadi Rp332 triliun. Pada saat yang sama, DPK mencapai Rp382 triliun atau meningkat 17,9% secara tahunan. Pembiayaan segmen SME (kecil dan menengah) BSI mencatatkan pertumbuhan double digit 13,67% secara year on year pada posisi Rp25,69 Triliun.\n\n #ADV", "post_id": "3922950811152489091_1537212147"}}, {"key": "banksyariahindonesia", "attributes": {"label": "banksyariahindonesia", "x": 90.4621246050149, "y": 973.9630477336675, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 30.1592, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922950811152489091_1537212147", "id": "banksyariahindonesia", "source": "instagram-000001", "content": "Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI)  Anggoro Eko Cahyo, Komisaris Utama Prof Muhadjir Effendy beserta jajaran direksi dan komisaris BSI turut hadir memenuhi undangan Presiden RI Prabowo Subianto pada pertemuan di Istana Negara Kamis, 18 Juni 2026. Dalam pertemuan tersebut Kepala Negara menegaskan peran strategis bank Himbara bagi pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nMenteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga CEO Danantara Rosan Roeslani, seusai acara, menyampaikan arahan Presiden Prabowo bahwa bank Himbara (Mandiri, BRI, BNI, BTN dan BSI) tidak hanya dilihat sebagai entitas bisnis, namun juga dapat berperan aktif memberikan manfaat kepada masyarakat, di antaranya berupa pemberian persamaan dan kesempatan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Komersial maupun Korporasi. \n\nKapitalisasi pasar gabungan seluruh bank Himbara dapat mencapai sekitar Rp1.100 triliun. Angka tersebut mencerminkan sekitar 10 persen nilai seluruh perusahaan nasional.\n\nDirut BSI turut diundang karena sejak 23 Januari 2026 telah berstatus sebagai bank pemerintah. Pada Maret 2026, BSI masuk sebagai bank no 5 dari Top 10 Bank di Indonesia. Dengan status bank persero, BSI juga mendapat amanah mensuport program-program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, Program rumah bersubsidi (FLPP), Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah dan lainnya. \n\nHingga April 2026, laba bersih BSI mencapai Rp2,8 triliun atau meningkat 17,79% secara tahunan. Total aset tumbuh 12,17% menjadi Rp451 triliun, sementara pembiayaan naik 15,59% menjadi Rp332 triliun. Pada saat yang sama, DPK mencapai Rp382 triliun atau meningkat 17,9% secara tahunan. Pembiayaan segmen SME (kecil dan menengah) BSI mencatatkan pertumbuhan double digit 13,67% secara year on year pada posisi Rp25,69 Triliun.\n\n #ADV", "post_id": "3922950811152489091_1537212147"}}, {"key": "kontannews", "attributes": {"label": "kontannews", "x": 720.7294151235831, "y": 807.7788306286598, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 16.3023, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2683388080231351787_1740350316", "id": "kontannews", "source": "instagram-000001", "content": "Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) akan menjadi lebih terjangkau dalam waktu dekat. Pasalnya, manajemen Bank BCA melakukan aksi korporasi memecah nilai nominal saham atau stock split. Dengan harga saham BBCA yang bakal lebih murah, bagaimana rekomendasi para analis?\n\nApakah saham BBCA setelah stock split layak dibeli? Bagaimana prospek harga saham BBCA setelah stock split?\n\nStock split saham BBCA berlangsung dengan rasio 1:5. Dengan aksi korporasi ini, total jumlah saham BBCA akan membesar dari 24,65 miliar saham menjadi 123,27 miliar saham. Adapun nilai nominal saham akan berubah dari Rp 62,5 per saham menjadi Rp 12,5 per saham.\n\nAwal perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar tunai mulai pada Jumat (15/10) mendatang. Pada penutupan perdagangan Selasa (12/10), harga saham BBCA ditutup menguat 0,90% ke level 36.600 per saham.\n\nAnalis Pilarmas Investindo Sekuritas Okie Setya Ardiastama mengatakan, aksi korporasi ini dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham BBCA di bursa Efek Indonesia dan harga yang lebih terjangkau. “Secara garis besar, stock split dapat berdampak pada likuiditas pasar, yang tentunya cukup diminati dari segi investor maupun manajemen tersebut,” ungkap Okie,\n_____________________ \nArtikel selengkapnya swipe up di IG Story \n#investasiyuk #investasisaham #sahamindonesia \n#belajarsaham #belajarinvestasi #BBCA #bankbca #bankcentralasia", "post_id": "2683388080231351787_1740350316"}}, {"key": "KontanNews", "attributes": {"label": "KontanNews", "x": 143.14401605939165, "y": 420.2424615917648, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 30.1592, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2683388080231351787_1740350316", "id": "KontanNews", "source": "instagram-000001", "content": "Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) akan menjadi lebih terjangkau dalam waktu dekat. Pasalnya, manajemen Bank BCA melakukan aksi korporasi memecah nilai nominal saham atau stock split. Dengan harga saham BBCA yang bakal lebih murah, bagaimana rekomendasi para analis?\n\nApakah saham BBCA setelah stock split layak dibeli? Bagaimana prospek harga saham BBCA setelah stock split?\n\nStock split saham BBCA berlangsung dengan rasio 1:5. Dengan aksi korporasi ini, total jumlah saham BBCA akan membesar dari 24,65 miliar saham menjadi 123,27 miliar saham. Adapun nilai nominal saham akan berubah dari Rp 62,5 per saham menjadi Rp 12,5 per saham.\n\nAwal perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar tunai mulai pada Jumat (15/10) mendatang. Pada penutupan perdagangan Selasa (12/10), harga saham BBCA ditutup menguat 0,90% ke level 36.600 per saham.\n\nAnalis Pilarmas Investindo Sekuritas Okie Setya Ardiastama mengatakan, aksi korporasi ini dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham BBCA di bursa Efek Indonesia dan harga yang lebih terjangkau. “Secara garis besar, stock split dapat berdampak pada likuiditas pasar, yang tentunya cukup diminati dari segi investor maupun manajemen tersebut,” ungkap Okie,\n_____________________ \nArtikel selengkapnya swipe up di IG Story \n#investasiyuk #investasisaham #sahamindonesia \n#belajarsaham #belajarinvestasi #BBCA #bankbca #bankcentralasia", "post_id": "2683388080231351787_1740350316"}}, {"key": "sumsel.media5", "attributes": {"label": "sumsel.media5", "x": 625.8126486463158, "y": 791.0031433343573, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.3023, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7608060342081506580", "id": "sumsel.media5", "source": "tiktok-000001", "content": "PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Bank Sumsel Babel) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 pada Kamis, 12 Februari 2026, bertempat di Hotel Novotel Palembang. Rapat yang dihadiri oleh seluruh pemegang saham ini menghasilkan sejumlah keputusan penting, salah satunya adalah penetapan pembagian dividen sebesar Rp302,9 miliar dari total laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp504,9 miliar. ​Dalam RUPS tersebut, Manajemen memaparkan capaian kinerja keuangan Perseroan yang tumbuh solid. Kepercayaan nasabah yang terus meningkat tercermin dari perolehan laba bersih tahun berjalan yang naik signifikan menjadi Rp504.999.167.447 dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp475.801.378.843. Stabilitas dan kesehatan keuangan Bank juga tercermin dari sejumlah rasio utama yang tetap berada pada level yang sehat dan sesuai dengan ketentuan regulator. Antara lain, Capital Adequacy Ratio (KPMM) sebesar 23,68%, Non-Performing Loan (NPL) net sebesar 0,72%, dan Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 84,32%. Dari sisi profitabilitas, Bank mencatat Net Interest Margin (NIM) sebesar 6,38% dan Return on Equity (ROE) sebesar 10,55%. ​Sebagai bentuk pengakuan atas kinerja dan tata kelola yang baik, Bank Sumsel Babel memperoleh rating idA+/Stable (Single A Plus; Stable Outlook) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) untuk periode 1 Oktober 2025 hingga 1 Oktober 2026. Peringkat ini mencerminkan kemampuan Bank dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka panjangnya dengan tingkat risiko yang relatif rendah dalam jangka menengah. ​Selain mencatat kinerja finansial yang kuat, Bank Sumsel Babel menunjukkan komitmen nyata dalam tanggung jawab sosial perusahaan melalui pelaksanaan Program Pasar Murah di wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung guna menekan laju inflasi, serta Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai kontribusi aktif Bank dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat di kedua provinsi tersebut. ​Keputusan pembagian dividen ini mencerminkan komitmen Bank Sumsel Babel dalam memberikan nilai tambah yang optimal kepada para pemegang saham, sekaligus memperkuat keberlanjutan bisnis Perseroan. Ke depan, Bank Sumsel Babel akan terus memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan kualitas layanan, serta mengokohkan peran strategisnya sebagai mitra utama pembangunan ekonomi daerah.      #banksumselbabel #banksumselbabelsyariah #sumselmedia #rups #fyp", "post_id": "7608060342081506580"}}, {"key": "banksumselbabeloffical", "attributes": {"label": "banksumselbabeloffical", "x": 13.968867505196325, "y": 859.9343636475878, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 20.9213, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7608060342081506580", "id": "banksumselbabeloffical", "source": "tiktok-000001", "content": "PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Bank Sumsel Babel) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 pada Kamis, 12 Februari 2026, bertempat di Hotel Novotel Palembang. Rapat yang dihadiri oleh seluruh pemegang saham ini menghasilkan sejumlah keputusan penting, salah satunya adalah penetapan pembagian dividen sebesar Rp302,9 miliar dari total laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp504,9 miliar. ​Dalam RUPS tersebut, Manajemen memaparkan capaian kinerja keuangan Perseroan yang tumbuh solid. Kepercayaan nasabah yang terus meningkat tercermin dari perolehan laba bersih tahun berjalan yang naik signifikan menjadi Rp504.999.167.447 dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp475.801.378.843. Stabilitas dan kesehatan keuangan Bank juga tercermin dari sejumlah rasio utama yang tetap berada pada level yang sehat dan sesuai dengan ketentuan regulator. Antara lain, Capital Adequacy Ratio (KPMM) sebesar 23,68%, Non-Performing Loan (NPL) net sebesar 0,72%, dan Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 84,32%. Dari sisi profitabilitas, Bank mencatat Net Interest Margin (NIM) sebesar 6,38% dan Return on Equity (ROE) sebesar 10,55%. ​Sebagai bentuk pengakuan atas kinerja dan tata kelola yang baik, Bank Sumsel Babel memperoleh rating idA+/Stable (Single A Plus; Stable Outlook) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) untuk periode 1 Oktober 2025 hingga 1 Oktober 2026. Peringkat ini mencerminkan kemampuan Bank dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka panjangnya dengan tingkat risiko yang relatif rendah dalam jangka menengah. ​Selain mencatat kinerja finansial yang kuat, Bank Sumsel Babel menunjukkan komitmen nyata dalam tanggung jawab sosial perusahaan melalui pelaksanaan Program Pasar Murah di wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung guna menekan laju inflasi, serta Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai kontribusi aktif Bank dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat di kedua provinsi tersebut. ​Keputusan pembagian dividen ini mencerminkan komitmen Bank Sumsel Babel dalam memberikan nilai tambah yang optimal kepada para pemegang saham, sekaligus memperkuat keberlanjutan bisnis Perseroan. Ke depan, Bank Sumsel Babel akan terus memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan kualitas layanan, serta mengokohkan peran strategisnya sebagai mitra utama pembangunan ekonomi daerah.      #banksumselbabel #banksumselbabelsyariah #sumselmedia #rups #fyp", "post_id": "7608060342081506580"}}, {"key": "banksumselbabelofficial", "attributes": {"label": "banksumselbabelofficial", "x": 702.9136843380086, "y": 890.7134363010343, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 20.9213, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7608060342081506580", "id": "banksumselbabelofficial", "source": "tiktok-000001", "content": "PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Bank Sumsel Babel) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 pada Kamis, 12 Februari 2026, bertempat di Hotel Novotel Palembang. Rapat yang dihadiri oleh seluruh pemegang saham ini menghasilkan sejumlah keputusan penting, salah satunya adalah penetapan pembagian dividen sebesar Rp302,9 miliar dari total laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp504,9 miliar. ​Dalam RUPS tersebut, Manajemen memaparkan capaian kinerja keuangan Perseroan yang tumbuh solid. Kepercayaan nasabah yang terus meningkat tercermin dari perolehan laba bersih tahun berjalan yang naik signifikan menjadi Rp504.999.167.447 dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp475.801.378.843. Stabilitas dan kesehatan keuangan Bank juga tercermin dari sejumlah rasio utama yang tetap berada pada level yang sehat dan sesuai dengan ketentuan regulator. Antara lain, Capital Adequacy Ratio (KPMM) sebesar 23,68%, Non-Performing Loan (NPL) net sebesar 0,72%, dan Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 84,32%. Dari sisi profitabilitas, Bank mencatat Net Interest Margin (NIM) sebesar 6,38% dan Return on Equity (ROE) sebesar 10,55%. ​Sebagai bentuk pengakuan atas kinerja dan tata kelola yang baik, Bank Sumsel Babel memperoleh rating idA+/Stable (Single A Plus; Stable Outlook) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) untuk periode 1 Oktober 2025 hingga 1 Oktober 2026. Peringkat ini mencerminkan kemampuan Bank dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka panjangnya dengan tingkat risiko yang relatif rendah dalam jangka menengah. ​Selain mencatat kinerja finansial yang kuat, Bank Sumsel Babel menunjukkan komitmen nyata dalam tanggung jawab sosial perusahaan melalui pelaksanaan Program Pasar Murah di wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung guna menekan laju inflasi, serta Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai kontribusi aktif Bank dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat di kedua provinsi tersebut. ​Keputusan pembagian dividen ini mencerminkan komitmen Bank Sumsel Babel dalam memberikan nilai tambah yang optimal kepada para pemegang saham, sekaligus memperkuat keberlanjutan bisnis Perseroan. Ke depan, Bank Sumsel Babel akan terus memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan kualitas layanan, serta mengokohkan peran strategisnya sebagai mitra utama pembangunan ekonomi daerah.      #banksumselbabel #banksumselbabelsyariah #sumselmedia #rups #fyp", "post_id": "7608060342081506580"}}, {"key": "banksumselbabelsy", "attributes": {"label": "banksumselbabelsy", "x": 281.2697933121144, "y": 732.3036067148253, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 20.9213, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7608060342081506580", "id": "banksumselbabelsy", "source": "tiktok-000001", "content": "PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Bank Sumsel Babel) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 pada Kamis, 12 Februari 2026, bertempat di Hotel Novotel Palembang. Rapat yang dihadiri oleh seluruh pemegang saham ini menghasilkan sejumlah keputusan penting, salah satunya adalah penetapan pembagian dividen sebesar Rp302,9 miliar dari total laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp504,9 miliar. ​Dalam RUPS tersebut, Manajemen memaparkan capaian kinerja keuangan Perseroan yang tumbuh solid. Kepercayaan nasabah yang terus meningkat tercermin dari perolehan laba bersih tahun berjalan yang naik signifikan menjadi Rp504.999.167.447 dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp475.801.378.843. Stabilitas dan kesehatan keuangan Bank juga tercermin dari sejumlah rasio utama yang tetap berada pada level yang sehat dan sesuai dengan ketentuan regulator. Antara lain, Capital Adequacy Ratio (KPMM) sebesar 23,68%, Non-Performing Loan (NPL) net sebesar 0,72%, dan Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 84,32%. Dari sisi profitabilitas, Bank mencatat Net Interest Margin (NIM) sebesar 6,38% dan Return on Equity (ROE) sebesar 10,55%. ​Sebagai bentuk pengakuan atas kinerja dan tata kelola yang baik, Bank Sumsel Babel memperoleh rating idA+/Stable (Single A Plus; Stable Outlook) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) untuk periode 1 Oktober 2025 hingga 1 Oktober 2026. Peringkat ini mencerminkan kemampuan Bank dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka panjangnya dengan tingkat risiko yang relatif rendah dalam jangka menengah. ​Selain mencatat kinerja finansial yang kuat, Bank Sumsel Babel menunjukkan komitmen nyata dalam tanggung jawab sosial perusahaan melalui pelaksanaan Program Pasar Murah di wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung guna menekan laju inflasi, serta Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai kontribusi aktif Bank dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat di kedua provinsi tersebut. ​Keputusan pembagian dividen ini mencerminkan komitmen Bank Sumsel Babel dalam memberikan nilai tambah yang optimal kepada para pemegang saham, sekaligus memperkuat keberlanjutan bisnis Perseroan. Ke depan, Bank Sumsel Babel akan terus memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan kualitas layanan, serta mengokohkan peran strategisnya sebagai mitra utama pembangunan ekonomi daerah.      #banksumselbabel #banksumselbabelsyariah #sumselmedia #rups #fyp", "post_id": "7608060342081506580"}}, {"key": "growwith_investing12", "attributes": {"label": "growwith_investing12", "x": 990.0248094692672, "y": 826.4808694366052, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.3023, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7647475590752226577", "id": "growwith_investing12", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sampaikan klaim optimis di tengah rupiah yang tembus rekor terlemah sepanjang sejarah Rp18.011 di pasar luar negeri. Bloomberg Technoz melaporkan pada Kamis (4/6/2026) bahwa Purbaya menilai aturan kewajiban penempatan 100% Devisa Hasil Ekspor SDA (DHE SDA) di dalam negeri via PP Nomor 21 Tahun 2026, yang efektif 1 Juni 2026, bisa dorong penguatan rupiah mulai akhir Juni. “Harusnya akhir bulan udah mulai kelihatan penguatnya ke rupiah,” kata Purbaya. Dia juga tegaskan fundamental ekonomi RI masih solid dan rupiah akan menguat begitu rumor negatif soal kebijakan fiskal mulai mereda. Konteks yang perlu dicermati: USD/IDR offshore sudah Rp18.011, IHSG anjlok 4,94% di Sesi I, dan Moody’s beri outlook NEGATIF ke Danantara. Buat investor Indonesia, klaim 30 hari ini adalah prediksi optimis yang perlu diverifikasi realisasinya karena implementasi DHE historis sering punya celah seperti under-invoicing dan transfer pricing. Kalau eksekusi mulus, suplai dolar domestik naik dan 3 Bank Himbara (BBRI, BMRI, BBNI) berpotensi diuntungkan, sementara emiten SDA (BYAN, ADRO, ITMG, AALI, ANTM, MBMA) bisa kena beban likuiditas sementara. Pantau realisasi DHE SDA harian 1-30 Juni, intervensi BI di pasar, dan FOMC bulan ini sebagai katalis utama sebelum ambil posisi. Sumber : TWS News   #kontencom  #kontencomxtws  #twsnews  #purbaya", "post_id": "7647475590752226577"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 136.61382553883894, "y": 818.3374303179012, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 71.7301, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 7, "out_degree": 0, "degree": 7}, "_id": "7647475590752226577", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sampaikan klaim optimis di tengah rupiah yang tembus rekor terlemah sepanjang sejarah Rp18.011 di pasar luar negeri. Bloomberg Technoz melaporkan pada Kamis (4/6/2026) bahwa Purbaya menilai aturan kewajiban penempatan 100% Devisa Hasil Ekspor SDA (DHE SDA) di dalam negeri via PP Nomor 21 Tahun 2026, yang efektif 1 Juni 2026, bisa dorong penguatan rupiah mulai akhir Juni. “Harusnya akhir bulan udah mulai kelihatan penguatnya ke rupiah,” kata Purbaya. Dia juga tegaskan fundamental ekonomi RI masih solid dan rupiah akan menguat begitu rumor negatif soal kebijakan fiskal mulai mereda. Konteks yang perlu dicermati: USD/IDR offshore sudah Rp18.011, IHSG anjlok 4,94% di Sesi I, dan Moody’s beri outlook NEGATIF ke Danantara. Buat investor Indonesia, klaim 30 hari ini adalah prediksi optimis yang perlu diverifikasi realisasinya karena implementasi DHE historis sering punya celah seperti under-invoicing dan transfer pricing. Kalau eksekusi mulus, suplai dolar domestik naik dan 3 Bank Himbara (BBRI, BMRI, BBNI) berpotensi diuntungkan, sementara emiten SDA (BYAN, ADRO, ITMG, AALI, ANTM, MBMA) bisa kena beban likuiditas sementara. Pantau realisasi DHE SDA harian 1-30 Juni, intervensi BI di pasar, dan FOMC bulan ini sebagai katalis utama sebelum ambil posisi. Sumber : TWS News   #kontencom  #kontencomxtws  #twsnews  #purbaya", "post_id": "7647475590752226577"}}, {"key": "ranvxst4r", "attributes": {"label": "ranvxst4r", "x": 184.84931757734458, "y": 417.2849493404657, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.3023, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647460846246890759", "id": "ranvxst4r", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sampaikan klaim optimis di tengah rupiah yang tembus rekor terlemah sepanjang sejarah Rp18.011 di pasar luar negeri. Bloomberg Technoz melaporkan pada Kamis (4/6/2026) bahwa Purbaya menilai aturan kewajiban penempatan 100% Devisa Hasil Ekspor SDA (DHE SDA) di dalam negeri via PP Nomor 21 Tahun 2026, yang efektif 1 Juni 2026, bisa dorong penguatan rupiah mulai akhir Juni. “Harusnya akhir bulan udah mulai kelihatan penguatnya ke rupiah,” kata Purbaya. Dia juga tegaskan fundamental ekonomi RI masih solid dan rupiah akan menguat begitu rumor negatif soal kebijakan fiskal mulai mereda. Konteks yang perlu dicermati: USD/IDR offshore sudah Rp18.011, IHSG anjlok 4,94% di Sesi I, dan Moody’s beri outlook NEGATIF ke Danantara. Buat investor Indonesia, klaim 30 hari ini adalah prediksi optimis yang perlu diverifikasi realisasinya karena implementasi DHE historis sering punya celah seperti under-invoicing dan transfer pricing. Kalau eksekusi mulus, suplai dolar domestik naik dan 3 Bank Himbara (BBRI, BMRI, BBNI) berpotensi diuntungkan, sementara emiten SDA (BYAN, ADRO, ITMG, AALI, ANTM, MBMA) bisa kena beban likuiditas sementara. Pantau realisasi DHE SDA harian 1-30 Juni, intervensi BI di pasar, dan FOMC bulan ini sebagai katalis utama sebelum ambil posisi. sumber:TWS News #kontencom #kontencomxtws #mentrikeuangan #fyp  ig:", "post_id": "7647460846246890759"}}, {"key": "willbitsecond", "attributes": {"label": "willbitsecond", "x": 537.0140663101519, "y": 25.39923846438896, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.3023, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7648184713659550984", "id": "willbitsecond", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sampaikan klaim optimis di tengah rupiah yang tembus rekor terlemah sepanjang sejarah Rp18.011 di pasar luar negeri. Bloomberg Technoz melaporkan pada Kamis (4/6/2026) bahwa Purbaya menilai aturan kewajiban penempatan 100% Devisa Hasil Ekspor SDA (DHE SDA) di dalam negeri via PP Nomor 21 Tahun 2026, yang efektif 1 Juni 2026, bisa dorong penguatan rupiah mulai akhir Juni.  “Harusnya akhir bulan udah mulai kelihatan penguatnya ke rupiah,” kata Purbaya. Dia juga tegaskan fundamental ekonomi RI masih solid dan rupiah akan menguat begitu rumor negatif soal kebijakan fiskal mulai mereda. Konteks yang perlu dicermati: USD/IDR offshore sudah Rp18.011, IHSG anjlok 4,94% di Sesi I, dan Moody’s beri outlook NEGATIF ke Danantara. Buat investor Indonesia, klaim 30 hari ini adalah prediksi optimis yang perlu diverifikasi realisasinya karena implementasi DHE historis sering punya celah seperti under-invoicing dan transfer pricing. Kalau eksekusi mulus, suplai dolar domestik naik dan 3 Bank Himbara (BBRI, BMRI, BBNI) berpotensi diuntungkan, sementara emiten SDA (BYAN, ADRO, ITMG, AALI, ANTM, MBMA) bisa kena beban likuiditas sementara. Pantau realisasi DHE SDA harian 1-30 Juni, intervensi BI di pasar, dan FOMC bulan ini sebagai katalis utama sebelum ambil posisi.        Sumber: TWS News Ig :  #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7648184713659550984"}}, {"key": "titik.terendah.ku7", "attributes": {"label": "titik.terendah.ku7", "x": 395.8956066685143, "y": 338.79615502737136, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.3023, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647752511566187797", "id": "titik.terendah.ku7", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sampaikan klaim optimis di tengah rupiah yang tembus rekor terlemah sepanjang sejarah Rp18.011 di pasar luar negeri. Bloomberg Technoz melaporkan pada Kamis (4/6/2026) bahwa Purbaya menilai aturan kewajiban penempatan 100% Devisa Hasil Ekspor SDA (DHE SDA) di dalam negeri via PP Nomor 21 Tahun 2026, yang efektif 1 Juni 2026, bisa dorong penguatan rupiah mulai akhir Juni. \"Harusnya akhir bulan udah mulai kelihatan penguatnya ke rupiah,\" kata Purbaya. Dia juga tegaskan fundamental ekonomi RI masih solid dan rupiah akan menguat begitu rumor negatif soal kebijakan fiskal mulai mereda. Konteks yang perlu dicermati: USD/IDR offshore sudah Rp18.011, IHSG anjlok 4,94% di Sesi I, dan Moody's beri outlook NEGATIF ke Danantara. Buat investor Indonesia, klaim 30 hari ini adalah prediksi optimis yang perlu diverifikasi realisasinya karena implementasi DHE historis sering punya celah seperti under-invoicing dan transfer pricing. Kalau eksekusi mulus, suplai dolar domestik naik dan 3 Bank Himbara (BBRI, BMRI, BBNI) berpotensi diuntungkan, sementara emiten SDA (BYAN, ADRO, ITMG, AALI, ANTM, MBMA) bisa kena beban likuiditas sementara. Pantau realisasi DHE SDA harian 1-30 Juni, intervensi Bl di pasar, dan FOMC bulan ini sebagai katalis utama sebelum ambil posisi Sumber IG : Tradewithsuli    #kontencom #kontencomxtws #purbaya #menkeu #Rupiah", "post_id": "7647752511566187797"}}, {"key": "foxnewsindo", "attributes": {"label": "foxnewsindo", "x": 628.1289111551747, "y": 232.16799287914125, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.3023, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647761534478830856", "id": "foxnewsindo", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sampaikan klaim optimis di tengah rupiah yang tembus rekor terlemah sepanjang sejarah Rp18.011 di pasar luar negeri. Bloomberg Technoz melaporkan pada Kamis (4/6/2026) bahwa Purbaya menilai aturan kewajiban penempatan 100% Devisa Hasil Ekspor SDA (DHE SDA) di dalam negeri via PP Nomor 21 Tahun 2026, yang efektif 1 Juni 2026, bisa dorong penguatan rupiah mulai akhir Juni. “Harusnya akhir bulan udah mulai kelihatan penguatnya ke rupiah,” kata Purbaya. Dia juga tegaskan fundamental ekonomi RI masih solid dan rupiah akan menguat begitu rumor negatif soal kebijakan fiskal mulai mereda. Konteks yang perlu dicermati: USD/IDR offshore sudah Rp18.011, IHSG anjlok 4,94% di Sesi I, dan Moody’s beri outlook NEGATIF ke Danantara. Buat investor Indonesia, klaim 30 hari ini adalah prediks optimis yang perlu diverifikasi realisasinya karena implementasi DHE historis sering punya celah seperti under-invoicing dan transfer pricing. Kalau eksekusi mulus, suplai dolar domestik naik dan 3 Bank Himbara (BBRI, BMRI, BBNI) berpotensi diuntungkan, sementara emiten SDA (BYAN, ADRO, ITMG, AALI, ANTM, MBMA) bisa kena beban likuiditas sementara. Pantau realisasi DHE SDA harian 1-30 Juni, intervensi Bl di pasar, dan FOMC bulan ini sebagai katalis utama sebelum ambil posisi. sumber konten “TWS News” #kontencom #kontencomxtws #rupiahmelemah", "post_id": "7647761534478830856"}}, {"key": "reformasi.co.id", "attributes": {"label": "reformasi.co.id", "x": 863.7958384612745, "y": 577.5655950222775, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.3023, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7550565660712078597", "id": "reformasi.co.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah menempatkan dana negara sebesar Rp200 triliun dalam bentuk deposito di lima bank pelat merah tanpa memberikan arahan khusus terkait penyalurannya. Kebijakan ini, menurutnya, dimaksudkan agar para direktur utama bank terdorong mencari peluang investasi yang produktif. “Para direktur bank itu orang-orang pintar. Selama ini mereka malas saja dan cenderung bermain aman, hanya menaruh dana di tempat yang minim risiko tapi tetap menghasilkan keuntungan besar. Dengan adanya dana Rp200 triliun ini, mereka dipaksa berpikir lebih jauh,” ujar Purbaya usai rapat dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Kantor DJP, Jakarta Selatan, Selasa (16/9/2025). Ia menambahkan, mekanisme berbasis pasar (market based) akan membuat bank-bank tersebut berlomba mencari proyek yang memberikan imbal hasil tinggi sekaligus aman. Dampaknya, lanjut Purbaya, akan terlihat pada sisi permintaan dan penawaran di pasar keuangan. Dengan likuiditas yang meningkat, suku bunga pinjaman diharapkan menurun, sehingga masyarakat lebih berani mengajukan kredit. “Jika permintaan dan penawaran tumbuh bersamaan tanpa menimbulkan overheating, maka injeksi dana ini akan menggerakkan perekonomian,” kata Purbaya. Menurut dia, skema deposito tersebut pada dasarnya merupakan instrumen kebijakan moneter. Pemerintah tetap memperoleh bunga dari penempatan dana itu, sehingga bank tidak bisa membiarkannya mengendap tanpa dimanfaatkan. “Saya paksa sistem bekerja. Kalau dana ini tidak dipakai, bank tetap harus membayar bunga kepada pemerintah,” tegasnya. Kebijakan ini sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 276 Tahun 2025 mengenai penempatan uang negara untuk mendukung program pemerintah dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Imbal hasil yang diberikan ditetapkan sebesar 80,476 persen dari suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Dengan BI rate berada di level 5 persen, pemerintah akan memperoleh bunga sekitar 4 persen dari dana deposito tersebut. Lima bank penerima dana pemerintah adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Rinciannya, BRI, BNI, dan Mandiri masing-masing menerima Rp55 triliun, BTN memperoleh Rp25 triliun, sedangkan BSI mendapatkan Rp10 triliun.", "post_id": "7550565660712078597"}}, {"key": "viamedianetwork", "attributes": {"label": "viamedianetwork", "x": 549.8666019875076, "y": 832.5149693048558, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 30.1592, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7550565660712078597", "id": "viamedianetwork", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah menempatkan dana negara sebesar Rp200 triliun dalam bentuk deposito di lima bank pelat merah tanpa memberikan arahan khusus terkait penyalurannya. Kebijakan ini, menurutnya, dimaksudkan agar para direktur utama bank terdorong mencari peluang investasi yang produktif. “Para direktur bank itu orang-orang pintar. Selama ini mereka malas saja dan cenderung bermain aman, hanya menaruh dana di tempat yang minim risiko tapi tetap menghasilkan keuntungan besar. Dengan adanya dana Rp200 triliun ini, mereka dipaksa berpikir lebih jauh,” ujar Purbaya usai rapat dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Kantor DJP, Jakarta Selatan, Selasa (16/9/2025). Ia menambahkan, mekanisme berbasis pasar (market based) akan membuat bank-bank tersebut berlomba mencari proyek yang memberikan imbal hasil tinggi sekaligus aman. Dampaknya, lanjut Purbaya, akan terlihat pada sisi permintaan dan penawaran di pasar keuangan. Dengan likuiditas yang meningkat, suku bunga pinjaman diharapkan menurun, sehingga masyarakat lebih berani mengajukan kredit. “Jika permintaan dan penawaran tumbuh bersamaan tanpa menimbulkan overheating, maka injeksi dana ini akan menggerakkan perekonomian,” kata Purbaya. Menurut dia, skema deposito tersebut pada dasarnya merupakan instrumen kebijakan moneter. Pemerintah tetap memperoleh bunga dari penempatan dana itu, sehingga bank tidak bisa membiarkannya mengendap tanpa dimanfaatkan. “Saya paksa sistem bekerja. Kalau dana ini tidak dipakai, bank tetap harus membayar bunga kepada pemerintah,” tegasnya. Kebijakan ini sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 276 Tahun 2025 mengenai penempatan uang negara untuk mendukung program pemerintah dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Imbal hasil yang diberikan ditetapkan sebesar 80,476 persen dari suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Dengan BI rate berada di level 5 persen, pemerintah akan memperoleh bunga sekitar 4 persen dari dana deposito tersebut. Lima bank penerima dana pemerintah adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Rinciannya, BRI, BNI, dan Mandiri masing-masing menerima Rp55 triliun, BTN memperoleh Rp25 triliun, sedangkan BSI mendapatkan Rp10 triliun.", "post_id": "7550565660712078597"}}, {"key": "@SolusiBCA", "attributes": {"label": "@SolusiBCA", "x": 682.4877202723304, "y": 890.7043140020795, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.3023, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "LC7DFJ80kFU", "id": "@SolusiBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Analyst Meeting: Paparan Kinerja Triwulan 1 PT Bank Central Asia Tbk\n\nBCA kembali melanjutkan kinerja solid pada Triwulan I 2022, dengan laba bersih yang tumbuh 14,6% YoY menjadi Rp8,1 T.\n\nSelain terus berinovasi dalam digital banking, Presiden Direktur BCA Bapak Jahja Setiaatmadja juga menjelaskan peran kantor cabang yang ternyata masih penting hingga saat ini.\n\nBCA juga melakukan sejumlah inisiatif untuk mendukung perwujudan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: http://www.bca.co.id​\nTwitter:  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | BizGuide BCA | Xpresi BCA | Bank BCA\nIG:  | \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "LC7DFJ80kFU"}}, {"key": "GoodLifeBCA", "attributes": {"label": "GoodLifeBCA", "x": 321.71361789845656, "y": 568.9788828942995, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.6118, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "LC7DFJ80kFU", "id": "GoodLifeBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Analyst Meeting: Paparan Kinerja Triwulan 1 PT Bank Central Asia Tbk\n\nBCA kembali melanjutkan kinerja solid pada Triwulan I 2022, dengan laba bersih yang tumbuh 14,6% YoY menjadi Rp8,1 T.\n\nSelain terus berinovasi dalam digital banking, Presiden Direktur BCA Bapak Jahja Setiaatmadja juga menjelaskan peran kantor cabang yang ternyata masih penting hingga saat ini.\n\nBCA juga melakukan sejumlah inisiatif untuk mendukung perwujudan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: http://www.bca.co.id​\nTwitter:  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | BizGuide BCA | Xpresi BCA | Bank BCA\nIG:  | \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "LC7DFJ80kFU"}}, {"key": "BizGuideBCA", "attributes": {"label": "BizGuideBCA", "x": 107.3263648121262, "y": 235.40130879770317, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.6118, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "LC7DFJ80kFU", "id": "BizGuideBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Analyst Meeting: Paparan Kinerja Triwulan 1 PT Bank Central Asia Tbk\n\nBCA kembali melanjutkan kinerja solid pada Triwulan I 2022, dengan laba bersih yang tumbuh 14,6% YoY menjadi Rp8,1 T.\n\nSelain terus berinovasi dalam digital banking, Presiden Direktur BCA Bapak Jahja Setiaatmadja juga menjelaskan peran kantor cabang yang ternyata masih penting hingga saat ini.\n\nBCA juga melakukan sejumlah inisiatif untuk mendukung perwujudan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: http://www.bca.co.id​\nTwitter:  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | BizGuide BCA | Xpresi BCA | Bank BCA\nIG:  | \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "LC7DFJ80kFU"}}, {"key": "XpresiBCA", "attributes": {"label": "XpresiBCA", "x": 933.9372391528638, "y": 134.75596559408453, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.6118, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "LC7DFJ80kFU", "id": "XpresiBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Analyst Meeting: Paparan Kinerja Triwulan 1 PT Bank Central Asia Tbk\n\nBCA kembali melanjutkan kinerja solid pada Triwulan I 2022, dengan laba bersih yang tumbuh 14,6% YoY menjadi Rp8,1 T.\n\nSelain terus berinovasi dalam digital banking, Presiden Direktur BCA Bapak Jahja Setiaatmadja juga menjelaskan peran kantor cabang yang ternyata masih penting hingga saat ini.\n\nBCA juga melakukan sejumlah inisiatif untuk mendukung perwujudan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: http://www.bca.co.id​\nTwitter:  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | BizGuide BCA | Xpresi BCA | Bank BCA\nIG:  | \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "LC7DFJ80kFU"}}, {"key": "BankBCA", "attributes": {"label": "BankBCA", "x": 694.0914312319285, "y": 457.0754543625972, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.6118, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "LC7DFJ80kFU", "id": "BankBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Analyst Meeting: Paparan Kinerja Triwulan 1 PT Bank Central Asia Tbk\n\nBCA kembali melanjutkan kinerja solid pada Triwulan I 2022, dengan laba bersih yang tumbuh 14,6% YoY menjadi Rp8,1 T.\n\nSelain terus berinovasi dalam digital banking, Presiden Direktur BCA Bapak Jahja Setiaatmadja juga menjelaskan peran kantor cabang yang ternyata masih penting hingga saat ini.\n\nBCA juga melakukan sejumlah inisiatif untuk mendukung perwujudan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: http://www.bca.co.id​\nTwitter:  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | BizGuide BCA | Xpresi BCA | Bank BCA\nIG:  | \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "LC7DFJ80kFU"}}, {"key": "LifeAtBCA", "attributes": {"label": "LifeAtBCA", "x": 712.3669679596168, "y": 605.1710362388343, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.6118, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "LC7DFJ80kFU", "id": "LifeAtBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Analyst Meeting: Paparan Kinerja Triwulan 1 PT Bank Central Asia Tbk\n\nBCA kembali melanjutkan kinerja solid pada Triwulan I 2022, dengan laba bersih yang tumbuh 14,6% YoY menjadi Rp8,1 T.\n\nSelain terus berinovasi dalam digital banking, Presiden Direktur BCA Bapak Jahja Setiaatmadja juga menjelaskan peran kantor cabang yang ternyata masih penting hingga saat ini.\n\nBCA juga melakukan sejumlah inisiatif untuk mendukung perwujudan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: http://www.bca.co.id​\nTwitter:  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | BizGuide BCA | Xpresi BCA | Bank BCA\nIG:  | \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "LC7DFJ80kFU"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 323.8602363146782, "y": 276.0151186090688, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.3023, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "7MGPF1SUy2c", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "BBCA ROYAL! Laba Rp14,7 Triliun, Dividen Interim Langsung Dibagikan | 1ST SESSION CLOSING\n\nPT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali memanjakan investor dengan pembagian dividen interim di tengah kinerja keuangan yang kuat. Dengan laba bersih mencapai Rp14,7 triliun, BCA menunjukkan fundamental yang tetap kokoh dan berkomitmen memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. \n\n\n#idxcupdate #idxc #1stsessionclosing \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "7MGPF1SUy2c"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 1.904991093925501, "y": 54.300765761201355, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.3478, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7MGPF1SUy2c", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "BBCA ROYAL! Laba Rp14,7 Triliun, Dividen Interim Langsung Dibagikan | 1ST SESSION CLOSING\n\nPT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali memanjakan investor dengan pembagian dividen interim di tengah kinerja keuangan yang kuat. Dengan laba bersih mencapai Rp14,7 triliun, BCA menunjukkan fundamental yang tetap kokoh dan berkomitmen memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. \n\n\n#idxcupdate #idxc #1stsessionclosing \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "7MGPF1SUy2c"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 898.5746896585514, "y": 876.5621912908758, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.3478, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "7MGPF1SUy2c", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "BBCA ROYAL! Laba Rp14,7 Triliun, Dividen Interim Langsung Dibagikan | 1ST SESSION CLOSING\n\nPT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali memanjakan investor dengan pembagian dividen interim di tengah kinerja keuangan yang kuat. Dengan laba bersih mencapai Rp14,7 triliun, BCA menunjukkan fundamental yang tetap kokoh dan berkomitmen memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. \n\n\n#idxcupdate #idxc #1stsessionclosing \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "7MGPF1SUy2c"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 270.4808678065824, "y": 959.2920544745182, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.3478, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "7MGPF1SUy2c", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "BBCA ROYAL! Laba Rp14,7 Triliun, Dividen Interim Langsung Dibagikan | 1ST SESSION CLOSING\n\nPT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali memanjakan investor dengan pembagian dividen interim di tengah kinerja keuangan yang kuat. Dengan laba bersih mencapai Rp14,7 triliun, BCA menunjukkan fundamental yang tetap kokoh dan berkomitmen memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. \n\n\n#idxcupdate #idxc #1stsessionclosing \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "7MGPF1SUy2c"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 544.477364836388, "y": 175.37900741859013, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.3478, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "7MGPF1SUy2c", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "BBCA ROYAL! Laba Rp14,7 Triliun, Dividen Interim Langsung Dibagikan | 1ST SESSION CLOSING\n\nPT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali memanjakan investor dengan pembagian dividen interim di tengah kinerja keuangan yang kuat. Dengan laba bersih mencapai Rp14,7 triliun, BCA menunjukkan fundamental yang tetap kokoh dan berkomitmen memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. \n\n\n#idxcupdate #idxc #1stsessionclosing \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "7MGPF1SUy2c"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 743.5678840134174, "y": 332.35598609564397, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.3478, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "7MGPF1SUy2c", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "BBCA ROYAL! Laba Rp14,7 Triliun, Dividen Interim Langsung Dibagikan | 1ST SESSION CLOSING\n\nPT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali memanjakan investor dengan pembagian dividen interim di tengah kinerja keuangan yang kuat. Dengan laba bersih mencapai Rp14,7 triliun, BCA menunjukkan fundamental yang tetap kokoh dan berkomitmen memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. \n\n\n#idxcupdate #idxc #1stsessionclosing \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "7MGPF1SUy2c"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 966.9500312325159, "y": 685.6705718699737, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.3478, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "7MGPF1SUy2c", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "BBCA ROYAL! Laba Rp14,7 Triliun, Dividen Interim Langsung Dibagikan | 1ST SESSION CLOSING\n\nPT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali memanjakan investor dengan pembagian dividen interim di tengah kinerja keuangan yang kuat. Dengan laba bersih mencapai Rp14,7 triliun, BCA menunjukkan fundamental yang tetap kokoh dan berkomitmen memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. \n\n\n#idxcupdate #idxc #1stsessionclosing \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "7MGPF1SUy2c"}}, {"key": "@SahamdariNol", "attributes": {"label": "@SahamdariNol", "x": 503.3463043139127, "y": 245.5259937873807, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.3023, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "YFRtIxISOqw", "id": "@SahamdariNol", "source": "youtube-000001", "content": "Kenapa Nabung Saham Bank BCA Cocok Untuk Pemula?\n\nKlik disini untuk gabung membership Saham Dari Nol!    /    \n\nButuh berapa lama sih saham Bank BCA tumbuh dari Rp7.000 ke Rp19.800 per lembar? Jawabannya bisa kita dapatkan menggunakan indikator PER alias Price to Earning Ratio. Dalam video sepanjang 34 menit ini dijelaskan cara perhitungannya dan juga dijelaskan mengapa Saham BCA ini baik dipilih untuk pemula dalam jangka panjang.\n\nAkan lebih baik sebelum nonton video ini cari tahu dulu tentang:\n1. Cara download laporan keuangan    • 2 Cara Download Laporan Keuangan Perusahaan  \n2. Apa itu laba bersih    • Apa itu Aset Liabilitas Ekuitas Laba?  \n3. Apa itu laba per saham    • Apa itu Laba Per Saham? | Earning Per Shar...  \nIngatt! Investasi selalu mengandung risiko. Jangan mudah percaya dengan perkataan orang di internet! Termasuk apa yang ada di dalam channel ini ya. Selamat belajar!\n\nSalah satu buku yang gue suka! (Gampang banget ngertinya)\n(Lo Kheng Hong: Orang Miskin yang Menjadi Triliuner di Bursa Efek Indonesia)\nhttps://tokopedia.link/viKasWvfgwb\nhttps://tokopedia.link/viKasWvfgwb\nhttps://tokopedia.link/viKasWvfgwb \n\nBelajar Laporan Keuangan dari Nol! (8 Video)\n   • 2 Cara Download Laporan Keuangan Perusahaan  \n\nDownload aplikasi Ajaib: https://go.onelink.me/ShqC/sahamdarinol\nKode Ajaib: sahamdarinol (daftar biar lo dapet 1 lot hadiah saham dari Ajaib Sekuritas) \nPT Ajaib Sekuritas Asia terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.", "post_id": "YFRtIxISOqw"}}, {"key": "sahamdarinol", "attributes": {"label": "sahamdarinol", "x": 819.6077675250119, "y": 271.0263868136635, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 30.1592, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "YFRtIxISOqw", "id": "sahamdarinol", "source": "youtube-000001", "content": "Kenapa Nabung Saham Bank BCA Cocok Untuk Pemula?\n\nKlik disini untuk gabung membership Saham Dari Nol!    /    \n\nButuh berapa lama sih saham Bank BCA tumbuh dari Rp7.000 ke Rp19.800 per lembar? Jawabannya bisa kita dapatkan menggunakan indikator PER alias Price to Earning Ratio. Dalam video sepanjang 34 menit ini dijelaskan cara perhitungannya dan juga dijelaskan mengapa Saham BCA ini baik dipilih untuk pemula dalam jangka panjang.\n\nAkan lebih baik sebelum nonton video ini cari tahu dulu tentang:\n1. Cara download laporan keuangan    • 2 Cara Download Laporan Keuangan Perusahaan  \n2. Apa itu laba bersih    • Apa itu Aset Liabilitas Ekuitas Laba?  \n3. Apa itu laba per saham    • Apa itu Laba Per Saham? | Earning Per Shar...  \nIngatt! Investasi selalu mengandung risiko. Jangan mudah percaya dengan perkataan orang di internet! Termasuk apa yang ada di dalam channel ini ya. Selamat belajar!\n\nSalah satu buku yang gue suka! (Gampang banget ngertinya)\n(Lo Kheng Hong: Orang Miskin yang Menjadi Triliuner di Bursa Efek Indonesia)\nhttps://tokopedia.link/viKasWvfgwb\nhttps://tokopedia.link/viKasWvfgwb\nhttps://tokopedia.link/viKasWvfgwb \n\nBelajar Laporan Keuangan dari Nol! (8 Video)\n   • 2 Cara Download Laporan Keuangan Perusahaan  \n\nDownload aplikasi Ajaib: https://go.onelink.me/ShqC/sahamdarinol\nKode Ajaib: sahamdarinol (daftar biar lo dapet 1 lot hadiah saham dari Ajaib Sekuritas) \nPT Ajaib Sekuritas Asia terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.", "post_id": "YFRtIxISOqw"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "attributes": {"label": "@KanalBankIndonesia", "x": 498.367672871028, "y": 590.056535606498, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.3023, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "x4GoqpadzFs", "id": "@KanalBankIndonesia", "source": "youtube-000001", "content": "Seminar Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM)\n\n#SobatRupiah, sektor perumahan dan properti merupakan salah satu sektor yang memberi daya ungkit bagi pertumbuhan ekonomi. Faktor penting inilah yang menjadi alasan Bank Indonesia dalam menetapkan sektor tersebut sebagai salah satu sektor yang didorong dalam implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). \nDitambah lagi, kinerja Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menunjukkan tren peningkatan pertumbuhan yang didominasi populasi Gen Z dan Milenial!\n\nLalu, seperti apa implementasi dan efektivitas kebijakan ini bagi berbagai pihak, termasuk otoritas, perbankan, dan dunia usaha?\n\nSaksikan selengkapnya dalam Seminar Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) dengan tema “Insentif untuk Kredit/Pembiayaan Sektor Perumahan” bersama:\n \nDestry Damayanti, Deputi Gubernur Bank Indonesia\nBapak Ir. Iwan Suprijanto, ST, MT, Direktur Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)      \nBapak Widodo Ramadyanto, Analis Kebijakan Ahli Madya Pusat Kebijakan APBN Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan\nBapak Nixon LP Napitupulu, Direktur Utama Bank Tabungan Negara    \nBapak Haryanto Budiman, Direktur Consumer Banking BCA\nBapak Deddy Indrasetiawan, Wakil Ketua Umum 3 Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI)\nBapak Ignesjz Kemalawarta, Kepala Badan Kajian Strategis Dewan Pengurus Pusat Realestat Indonesia (DPPREI) dan Direktur PT Sinar Mas Land\nIbu Marisa Jaya, Head of Research 99 Group Indonesia (Rumah123.com)\nBapak Solikin M. Juhro, Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial\n\nYuk #SobatRupiah dukung implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial ke depan supaya makin #BeriMakna membangun ekonomi yang berkelanjutan.\n\n#diSetiapMaknaIndonesia\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "x4GoqpadzFs"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 742.5022121257982, "y": 729.6868944439677, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.2308, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "x4GoqpadzFs", "id": "bank_indonesia", "source": "youtube-000001", "content": "Seminar Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM)\n\n#SobatRupiah, sektor perumahan dan properti merupakan salah satu sektor yang memberi daya ungkit bagi pertumbuhan ekonomi. Faktor penting inilah yang menjadi alasan Bank Indonesia dalam menetapkan sektor tersebut sebagai salah satu sektor yang didorong dalam implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). \nDitambah lagi, kinerja Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menunjukkan tren peningkatan pertumbuhan yang didominasi populasi Gen Z dan Milenial!\n\nLalu, seperti apa implementasi dan efektivitas kebijakan ini bagi berbagai pihak, termasuk otoritas, perbankan, dan dunia usaha?\n\nSaksikan selengkapnya dalam Seminar Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) dengan tema “Insentif untuk Kredit/Pembiayaan Sektor Perumahan” bersama:\n \nDestry Damayanti, Deputi Gubernur Bank Indonesia\nBapak Ir. Iwan Suprijanto, ST, MT, Direktur Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)      \nBapak Widodo Ramadyanto, Analis Kebijakan Ahli Madya Pusat Kebijakan APBN Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan\nBapak Nixon LP Napitupulu, Direktur Utama Bank Tabungan Negara    \nBapak Haryanto Budiman, Direktur Consumer Banking BCA\nBapak Deddy Indrasetiawan, Wakil Ketua Umum 3 Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI)\nBapak Ignesjz Kemalawarta, Kepala Badan Kajian Strategis Dewan Pengurus Pusat Realestat Indonesia (DPPREI) dan Direktur PT Sinar Mas Land\nIbu Marisa Jaya, Head of Research 99 Group Indonesia (Rumah123.com)\nBapak Solikin M. Juhro, Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial\n\nYuk #SobatRupiah dukung implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial ke depan supaya makin #BeriMakna membangun ekonomi yang berkelanjutan.\n\n#diSetiapMaknaIndonesia\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "x4GoqpadzFs"}}, {"key": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "BankIndonesiaOfficial", "x": 915.839696130817, "y": 84.5379521932017, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.2308, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "x4GoqpadzFs", "id": "BankIndonesiaOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "Seminar Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM)\n\n#SobatRupiah, sektor perumahan dan properti merupakan salah satu sektor yang memberi daya ungkit bagi pertumbuhan ekonomi. Faktor penting inilah yang menjadi alasan Bank Indonesia dalam menetapkan sektor tersebut sebagai salah satu sektor yang didorong dalam implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). \nDitambah lagi, kinerja Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menunjukkan tren peningkatan pertumbuhan yang didominasi populasi Gen Z dan Milenial!\n\nLalu, seperti apa implementasi dan efektivitas kebijakan ini bagi berbagai pihak, termasuk otoritas, perbankan, dan dunia usaha?\n\nSaksikan selengkapnya dalam Seminar Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) dengan tema “Insentif untuk Kredit/Pembiayaan Sektor Perumahan” bersama:\n \nDestry Damayanti, Deputi Gubernur Bank Indonesia\nBapak Ir. Iwan Suprijanto, ST, MT, Direktur Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)      \nBapak Widodo Ramadyanto, Analis Kebijakan Ahli Madya Pusat Kebijakan APBN Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan\nBapak Nixon LP Napitupulu, Direktur Utama Bank Tabungan Negara    \nBapak Haryanto Budiman, Direktur Consumer Banking BCA\nBapak Deddy Indrasetiawan, Wakil Ketua Umum 3 Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI)\nBapak Ignesjz Kemalawarta, Kepala Badan Kajian Strategis Dewan Pengurus Pusat Realestat Indonesia (DPPREI) dan Direktur PT Sinar Mas Land\nIbu Marisa Jaya, Head of Research 99 Group Indonesia (Rumah123.com)\nBapak Solikin M. Juhro, Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial\n\nYuk #SobatRupiah dukung implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial ke depan supaya makin #BeriMakna membangun ekonomi yang berkelanjutan.\n\n#diSetiapMaknaIndonesia\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "x4GoqpadzFs"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 450.92197323997806, "y": 739.8583331734595, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.3023, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 0, "out_degree": 13, "degree": 13}, "_id": "BdirNeMAj_U", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "BBCA ROYAL! Laba Rp14,7 Triliun, Dividen Interim Langsung Dibagikan | MILENOMICS\n\nPT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali memanjakan investor dengan pembagian dividen interim di tengah kinerja keuangan yang kuat. Dengan laba bersih mencapai Rp14,7 triliun, BCA menunjukkan fundamental yang tetap kokoh dan berkomitmen memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "BdirNeMAj_U"}}, {"key": "@InsightEcobankSolution", "attributes": {"label": "@InsightEcobankSolution", "x": 512.0528546632519, "y": 398.7034687373653, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.3023, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "-V2dpy1gRX4", "id": "@InsightEcobankSolution", "source": "youtube-000001", "content": "Bedah Kondisi Perbankan: Risiko Apa Saja yang Mengintai Kita di 2026?\n\nSelamat datang kembali di Solution Lounge! \n\nKondisi perbankan tahun 2026 sedang menghadapi tantangan baru. Apa saja risiko tersembunyi yang mengintai aset kita? Di Podcast #SolutionLounge Eps.7 Part 1 ini, kami mengundang Dr. Hendar, SE. MA untuk memperkaya wawasan terkait dinamika perbankan Indonesia, mulai dari suku bunga, profitabilitas, manajemen risiko, likuiditas, hingga ancaman siber dan geopolitik.\n\n📌 JANGAN LUPA SUBSCRIBE & NYALAKAN LONCENG NOTIFIKASI! \nPart 1 ini membahas kondisi aktual dan isu strategis perbankan.\n🔜 Part 2 Tayang Hari Minggu! IES bersama Dr. Hendar, SE. MA akan membongkar arah strategis, proyeksi perbankan, serta rekomendasi kedepan. Jangan sampai ketinggalan!\n\nTimestamps:\n00:00 - Highlight & Intro \n02:11 - Opening & Profil Narasumber: Dr. Hendar, SE. MA\n05:26 - Kilas Balik Kondisi Aktual Perbankan Indonesia \n07:34 - Sejauh Mana Tekanan Cost of Fund Akan Memengaruhi NIM dan ROA?\n10:49 - Gap Kinerja Antarbank Semakin Kompetitif\n14:54 - Isu Strategis Global dan Domestik\n17:00 - Transmisi Perlambatan Ekonomi dan Inflasi, Suku Bunga Tinggi, dan Fragmentasi Keuangan Terhadap Perbankan\n21:34 - Dampak Eskalasi Geopolitik dan Dinamika Harga Energi Terhadap Perbankan\n24:20 - Dampak dan Peluang Program Prioritas Pemerintah bagi Perbankan\n\n---\n\nTonton Episode Solution Lounge Lainnya:\n👉 Eps 6 - Tarif Resiprokal AS di Era Trump dan Proyeksi Dampak ke Indonesia:    • PART 1 | Tarif Resiprokal AS di Era Trump ...  \n👉 Eps 5 - 2025, Tahun Tantangan Bagi Ekonomi Dan Perbankan kah?:    • 2025, Tahun Tantangan Bagi Ekonomi Dan Per...  \n\nHubungi / Ikuti Kami:\n🌐 Website: insight-ecobank.co.id\n💼 LinkedIn: Insight Ecobank Solution\n📸 Instagram: \n📱TikTok: \n\n#Perbankan2026 #SolutionLounge #RisikoPerbankan #EkonomiIndonesia #PodcastFinansial #ManajemenRisiko #Keuangan2026", "post_id": "-V2dpy1gRX4"}}, {"key": "insightecobank.id", "attributes": {"label": "insightecobank.id", "x": 311.99337887495705, "y": 861.9637432785104, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.2308, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "-V2dpy1gRX4", "id": "insightecobank.id", "source": "youtube-000001", "content": "Bedah Kondisi Perbankan: Risiko Apa Saja yang Mengintai Kita di 2026?\n\nSelamat datang kembali di Solution Lounge! \n\nKondisi perbankan tahun 2026 sedang menghadapi tantangan baru. Apa saja risiko tersembunyi yang mengintai aset kita? Di Podcast #SolutionLounge Eps.7 Part 1 ini, kami mengundang Dr. Hendar, SE. MA untuk memperkaya wawasan terkait dinamika perbankan Indonesia, mulai dari suku bunga, profitabilitas, manajemen risiko, likuiditas, hingga ancaman siber dan geopolitik.\n\n📌 JANGAN LUPA SUBSCRIBE & NYALAKAN LONCENG NOTIFIKASI! \nPart 1 ini membahas kondisi aktual dan isu strategis perbankan.\n🔜 Part 2 Tayang Hari Minggu! IES bersama Dr. Hendar, SE. MA akan membongkar arah strategis, proyeksi perbankan, serta rekomendasi kedepan. Jangan sampai ketinggalan!\n\nTimestamps:\n00:00 - Highlight & Intro \n02:11 - Opening & Profil Narasumber: Dr. Hendar, SE. MA\n05:26 - Kilas Balik Kondisi Aktual Perbankan Indonesia \n07:34 - Sejauh Mana Tekanan Cost of Fund Akan Memengaruhi NIM dan ROA?\n10:49 - Gap Kinerja Antarbank Semakin Kompetitif\n14:54 - Isu Strategis Global dan Domestik\n17:00 - Transmisi Perlambatan Ekonomi dan Inflasi, Suku Bunga Tinggi, dan Fragmentasi Keuangan Terhadap Perbankan\n21:34 - Dampak Eskalasi Geopolitik dan Dinamika Harga Energi Terhadap Perbankan\n24:20 - Dampak dan Peluang Program Prioritas Pemerintah bagi Perbankan\n\n---\n\nTonton Episode Solution Lounge Lainnya:\n👉 Eps 6 - Tarif Resiprokal AS di Era Trump dan Proyeksi Dampak ke Indonesia:    • PART 1 | Tarif Resiprokal AS di Era Trump ...  \n👉 Eps 5 - 2025, Tahun Tantangan Bagi Ekonomi Dan Perbankan kah?:    • 2025, Tahun Tantangan Bagi Ekonomi Dan Per...  \n\nHubungi / Ikuti Kami:\n🌐 Website: insight-ecobank.co.id\n💼 LinkedIn: Insight Ecobank Solution\n📸 Instagram: \n📱TikTok: \n\n#Perbankan2026 #SolutionLounge #RisikoPerbankan #EkonomiIndonesia #PodcastFinansial #ManajemenRisiko #Keuangan2026", "post_id": "-V2dpy1gRX4"}}], "edges": [{"key": "EnterpriseMse", "source": "EnterpriseMse", "target": "BusinesupdateID", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "EnterpriseMse", "source": "EnterpriseMse", "target": "BusinesupdateID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "EnterpriseMse", "source": "EnterpriseMse", "target": "Businessupdate.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "keuangannews_id", "source": "keuangannews_id", "target": "keuangannews_id", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "keuangannews_id", "source": "keuangannews_id", "target": "keuangannews_id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "keuangannews_id", "source": "keuangannews_id", "target": "Keuan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "BusinesupdateID", "source": "BusinesupdateID", "target": "Businessupdate", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "keuangannews_id", "source": "keuangannews_id", "target": "keuangan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "akutemaram", "source": "akutemaram", "target": "choiisanf", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "hariankompas", "source": "hariankompas", "target": "banksyariahindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kontannews", "source": "kontannews", "target": "KontanNews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "sumsel.media5", "source": "sumsel.media5", "target": "banksumselbabeloffical", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "sumsel.media5", "source": "sumsel.media5", "target": "banksumselbabelofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "sumsel.media5", "source": "sumsel.media5", "target": "banksumselbabelsy", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "growwith_investing12", "source": "growwith_investing12", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ranvxst4r", "source": "ranvxst4r", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "growwith_investing12", "source": "growwith_investing12", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "willbitsecond", "source": "willbitsecond", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "titik.terendah.ku7", "source": "titik.terendah.ku7", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "willbitsecond", "source": "willbitsecond", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "foxnewsindo", "source": "foxnewsindo", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "reformasi.co.id", "source": "reformasi.co.id", "target": "viamedianetwork", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "GoodLifeBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "BizGuideBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "XpresiBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "BankBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "GoodLifeBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "LifeAtBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SahamdariNol", "source": "@SahamdariNol", "target": "sahamdarinol", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InsightEcobankSolution", "source": "@InsightEcobankSolution", "target": "insightecobank.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InsightEcobankSolution", "source": "@InsightEcobankSolution", "target": "insightecobank.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}