{"nodes": [{"key": "netizenledger", "attributes": {"label": "netizenledger", "x": 49.82610041635316, "y": 687.4112639897268, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.7774, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2060351955172749377", "id": "netizenledger", "source": "tweet-000004", "content": "Mereka negara miskin tapi:\nKenya pelopor global teknologi keuangan (fintech) seluler pake sistem M-Pesa. Ini bikin menarik modal ventura global yang gede banget ke wilayah bernama Silicon Savannah. \nNigeria berhasil reformasi mata uang menyeluruh ningkatin likuiditas dolar", "post_id": "2060351955172749377"}}, {"key": "NabielZahf63426", "attributes": {"label": "NabielZahf63426", "x": 455.3095363298871, "y": 811.2883275870648, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 22.4828, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2060351955172749377", "id": "NabielZahf63426", "source": "tweet-000004", "content": "Mereka negara miskin tapi:\nKenya pelopor global teknologi keuangan (fintech) seluler pake sistem M-Pesa. Ini bikin menarik modal ventura global yang gede banget ke wilayah bernama Silicon Savannah. \nNigeria berhasil reformasi mata uang menyeluruh ningkatin likuiditas dolar", "post_id": "2060351955172749377"}}, {"key": "Andhika60250823", "attributes": {"label": "Andhika60250823", "x": 966.3022218138831, "y": 199.4676033064978, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 22.4828, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2060351955172749377", "id": "Andhika60250823", "source": "tweet-000004", "content": "Mereka negara miskin tapi:\nKenya pelopor global teknologi keuangan (fintech) seluler pake sistem M-Pesa. Ini bikin menarik modal ventura global yang gede banget ke wilayah bernama Silicon Savannah. \nNigeria berhasil reformasi mata uang menyeluruh ningkatin likuiditas dolar", "post_id": "2060351955172749377"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 678.8581636741925, "y": 334.64547484703843, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 27.4389, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3922755728394447205_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "🚀 BI-Rate Naik Jadi 5,75%, BI Perkuat Pertahanan Rupiah di Tengah Ketidakpastian Global\nby  Academy\n\nHalo Sobat Cuan!\nBank Indonesia (BI) kembali mengambil langkah tegas dengan menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18 Juni 2026.\n\n📌 Detail Kebijakan BI\n✅ BI-Rate naik dari 5,50% menjadi 5,75%\n✅ Deposit Facility naik menjadi 4,75%\n✅ Lending Facility naik menjadi 6,25%\n✅ Fokus utama menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan inflasi\n\nBI menegaskan langkah ini bersifat antisipatif untuk menghadapi berbagai risiko global yang masih membayangi pasar keuangan.\n\n📊 Kondisi Rupiah Masih Menjadi Perhatian\nHingga pertengahan Juni 2026, rupiah masih berada di kisaran Rp17.873 per dolar AS.\n\nSecara year-to-date, nilai tukar rupiah tercatat melemah sekitar 6,61%, sehingga stabilisasi kurs menjadi salah satu prioritas utama Bank Indonesia.\n\nDi sisi lain, BI tetap optimistis pertumbuhan ekonomi nasional masih berada dalam kisaran 4,9%–5,7% sepanjang 2026.\n\n🏦 Pandangan Para Ekonom\nBeberapa ekonom menilai keputusan BI cukup tepat dalam kondisi saat ini:\n▪️ Ekonom BCA menilai BI perlu menjaga daya saing instrumen keuangan domestik di tengah kenaikan imbal hasil global.\n▪️ Ekonom Bank Danamon melihat kenaikan suku bunga dapat meningkatkan minat investor asing terhadap aset Indonesia.\n▪️ Permata Bank menilai peluang kenaikan lanjutan masih terbuka apabila tekanan eksternal dan kebijakan The Fed tetap ketat.\n\n📈 Sektor yang Berpotensi Diuntungkan\nDalam lingkungan suku bunga yang lebih tinggi, beberapa sektor berpotensi memperoleh manfaat:\n✅ Perbankan besar (BBCA, BMRI, BBRI, BBNI)\n✅ Emiten yang memiliki likuiditas kuat\n✅ Saham blue chip yang menjadi tujuan utama dana asing\n\n📌 Gabung di  Community untuk mendapatkan update market, analisis saham pilihan, edukasi investasi, dan diskusi eksklusif bersama investor serta trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#BIRate #BankIndonesia #SukuBunga #Rupiah #IHSG", "post_id": "3922755728394447205_52512310886"}}, {"key": "betheonepercent2", "attributes": {"label": "betheonepercent2", "x": 418.47053869053195, "y": 294.4302240051954, "size": 13.06, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7774, "eigenvector": 109.7613, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648584293442211080", "id": "betheonepercent2", "source": "tiktok-000001", "content": "Purbaya dan Perry Warjiyo sepakat jalankan 2 jurus konkret demi menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah! Langkah ini diambil untuk meningkatkan daya tarik imbal hasil bagi investor asing serta menjaga likuiditas perbankan nasional. Bagaimana dampak kebijakan makro ini ke market ke depannya? Yuk, pantau terus update berita finansial dan geopolitik lainnya di Instagram ! Sumber: TWS News #kontencom #kontencomxtws #twsnews #tradewithsuli #rupiah", "post_id": "7648584293442211080"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 761.8689925615753, "y": 172.3292899488633, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 89.5366, "eigenvector": 130.8994, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "7648584293442211080", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "Purbaya dan Perry Warjiyo sepakat jalankan 2 jurus konkret demi menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah! Langkah ini diambil untuk meningkatkan daya tarik imbal hasil bagi investor asing serta menjaga likuiditas perbankan nasional. Bagaimana dampak kebijakan makro ini ke market ke depannya? Yuk, pantau terus update berita finansial dan geopolitik lainnya di Instagram ! Sumber: TWS News #kontencom #kontencomxtws #twsnews #tradewithsuli #rupiah", "post_id": "7648584293442211080"}}, {"key": "chenelpasarmodal", "attributes": {"label": "chenelpasarmodal", "x": 507.41908724004315, "y": 4.689375595297363, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7774, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7653734154332376341", "id": "chenelpasarmodal", "source": "tiktok-000001", "content": "Membalas  by ; #INVESTOR.ID JAKARTA, investor.id – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) masih betah di posisi Rp 50 alias gocap sejak perdagangan 5 Mei 2026 sampai dengan 12 Juni 2026 kemarin. Tapi, diam-diam, saham emiten teknologi GOTO diserok investor asing dalam lima pekan terakhir pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada pekan ini, 8-12 Juni 2026, saham GOTO membukukan net buy investor asing Rp 60,39 miliar. Di 2-5 Juni, net buy asing di GOTO Rp 22,38 miliar. Pada 25-29 Mei, GOTO mencetak net buy investor asing Rp 103,37 miliar. Tanggal 18-22 Mei, net buy asing di GOTO Rp 48,61 miliar. Dan di 11-13 Mei, investor asing mencetak net buy Rp 14,33 miliar. Secara akumulasi dalam periode 11 Mei sampai dengan 8 Juni, saham GoTo Gojek Tokopedia meraup net buy dari investor asing sebesar Rp 249,08 miliar Sebelumnya, MSCI telah mengumumkan pembekukan perubahan, termasuk number of shares (NOS) dan foreign inclusion factor (FIF), untuk saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) seiring potensi isu dalam index replicability akibat likuiditas saham yang sangat rendah. “MSCI akan kembali me-review likuiditas GOTO pada index review Agustus 2026 dan akan menghapus GOTO apabila likuiditas saham gagal memenuhi persyaratan,” tulis Stockbit Sekuritas dalam catatannya, mengutip MSCI, Jumat (29/5/2026). Selain itu, FTSE Russell mengumumkan amandemen untuk hasil tinjauan indeks FTSE Global Equity periode Juni 2026. Dalam pengumuman itu, FTSE menyatakan bahwa salah satunya GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) akan dihapus dari FTSE Global Equity Index Series Mid Cap Index efektif 22 Juni 2026. Saham GOTO didepak karena efek tersebut terdaftar di papan pengembangan Bursa Efek Indonesia, yang merupakan segmen pasar yang tidak memenuhi syarat untuk GEIS, dan sesuai dengan Indonesia – Index Treatment for the June 2026 Index Review.", "post_id": "7653734154332376341"}}, {"key": "akunwakwak", "attributes": {"label": "akunwakwak", "x": 868.128817344314, "y": 882.7136152847062, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 29.1881, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7653734154332376341", "id": "akunwakwak", "source": "tiktok-000001", "content": "Membalas  by ; #INVESTOR.ID JAKARTA, investor.id – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) masih betah di posisi Rp 50 alias gocap sejak perdagangan 5 Mei 2026 sampai dengan 12 Juni 2026 kemarin. Tapi, diam-diam, saham emiten teknologi GOTO diserok investor asing dalam lima pekan terakhir pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada pekan ini, 8-12 Juni 2026, saham GOTO membukukan net buy investor asing Rp 60,39 miliar. Di 2-5 Juni, net buy asing di GOTO Rp 22,38 miliar. Pada 25-29 Mei, GOTO mencetak net buy investor asing Rp 103,37 miliar. Tanggal 18-22 Mei, net buy asing di GOTO Rp 48,61 miliar. Dan di 11-13 Mei, investor asing mencetak net buy Rp 14,33 miliar. Secara akumulasi dalam periode 11 Mei sampai dengan 8 Juni, saham GoTo Gojek Tokopedia meraup net buy dari investor asing sebesar Rp 249,08 miliar Sebelumnya, MSCI telah mengumumkan pembekukan perubahan, termasuk number of shares (NOS) dan foreign inclusion factor (FIF), untuk saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) seiring potensi isu dalam index replicability akibat likuiditas saham yang sangat rendah. “MSCI akan kembali me-review likuiditas GOTO pada index review Agustus 2026 dan akan menghapus GOTO apabila likuiditas saham gagal memenuhi persyaratan,” tulis Stockbit Sekuritas dalam catatannya, mengutip MSCI, Jumat (29/5/2026). Selain itu, FTSE Russell mengumumkan amandemen untuk hasil tinjauan indeks FTSE Global Equity periode Juni 2026. Dalam pengumuman itu, FTSE menyatakan bahwa salah satunya GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) akan dihapus dari FTSE Global Equity Index Series Mid Cap Index efektif 22 Juni 2026. Saham GOTO didepak karena efek tersebut terdaftar di papan pengembangan Bursa Efek Indonesia, yang merupakan segmen pasar yang tidak memenuhi syarat untuk GEIS, dan sesuai dengan Indonesia – Index Treatment for the June 2026 Index Review.", "post_id": "7653734154332376341"}}, {"key": "clasclip", "attributes": {"label": "clasclip", "x": 148.6763680560398, "y": 364.9419816733533, "size": 13.06, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7774, "eigenvector": 109.7613, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648853298753146133", "id": "clasclip", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah sedang dalam perhatian khusus! Purbaya dan Perry telah menyepakati dua jurus penting untuk menjaga stabilitas Rupiah. Dua langkah strategis tersebut adalah: 1. Meningkatkan daya tarik imbal hasil agar investor asing kembali tertarik membeli SBN dan saham. 2. Menjaga likuiditas perbankan melalui pengelolaan kas pemerintah di Bank Indonesia (BI). Apakah langkah ini cukup ampuh untuk menahan pelemahan Rupiah menurut kalian? Mari diskusikan di kolom komentar! 👇 Sumber : TWS NEWS   #kontencom #kontencomxtws #CapCut #purbaya", "post_id": "7648853298753146133"}}, {"key": "mh.daily8", "attributes": {"label": "mh.daily8", "x": 862.6507025854412, "y": 567.5803763520773, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7774, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7650240236240260359", "id": "mh.daily8", "source": "tiktok-000001", "content": "Cocokmologi atau fakta nih? 🤔👇 ​Belakangan ini IHSG lagi rontok gila-gilaan gara-gara asing terus melakukan net sell massal. Tapi pernah gak kalian kepikiran... jangan-jangan para fund manager raksasa ini lagi tarik kaki dari pasar saham lokal cuma buat siap-siap borong IPO SpaceX milik Elon Musk? 📈🚀 ​Secara valuasi, SpaceX itu bukan sekadar perusahaan roket biasa, tapi ekosistem masa depan (Starlink + xAI) yang nilainya 2 kali lipat dari IHSG kita! Jadi secara logika money flow, wajar banget kalau terjadi rotasi uang skala global besar-besaran yang bikin likuiditas bursa domestik kering sementara. ​Menurut kalian, ini murni teori cocokmologi atau emang strategi investor asing yang masuk akal? Diskusi di kolom komentar! 👇💥 #ajaibdesktop #ajaibtk #ajaibterminal    #investasi #spacex", "post_id": "7650240236240260359"}}, {"key": "ajaibinvestasi", "attributes": {"label": "ajaibinvestasi", "x": 728.2095870755682, "y": 505.6038631580314, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 29.1881, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7650240236240260359", "id": "ajaibinvestasi", "source": "tiktok-000001", "content": "Cocokmologi atau fakta nih? 🤔👇 ​Belakangan ini IHSG lagi rontok gila-gilaan gara-gara asing terus melakukan net sell massal. Tapi pernah gak kalian kepikiran... jangan-jangan para fund manager raksasa ini lagi tarik kaki dari pasar saham lokal cuma buat siap-siap borong IPO SpaceX milik Elon Musk? 📈🚀 ​Secara valuasi, SpaceX itu bukan sekadar perusahaan roket biasa, tapi ekosistem masa depan (Starlink + xAI) yang nilainya 2 kali lipat dari IHSG kita! Jadi secara logika money flow, wajar banget kalau terjadi rotasi uang skala global besar-besaran yang bikin likuiditas bursa domestik kering sementara. ​Menurut kalian, ini murni teori cocokmologi atau emang strategi investor asing yang masuk akal? Diskusi di kolom komentar! 👇💥 #ajaibdesktop #ajaibtk #ajaibterminal    #investasi #spacex", "post_id": "7650240236240260359"}}, {"key": "myterminal.id", "attributes": {"label": "myterminal.id", "x": 54.925238933284604, "y": 551.5565701518005, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 105.1813, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7650469763021376788", "id": "myterminal.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengalami lonjakan signifikan sebesar 19% dalam tiga hari terakhir, mencapai Rp 5.825, yang menarik perhatian investor asing dengan catatan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 387,96 miliar. Dalam periode perdagangan Kamis (11/6), saham BBCA menjadi yang paling banyak diburu investor asing dan menyumbang 14,25% dari total nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia, mencapai Rp 3,12 triliun. BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BBCA dengan target harga Rp 10.900, menilai valuasi saham ini masih undervalued pada kisaran -2 SD P/BV dan menjadikannya pilihan utama di sektor perbankan. BBCA berencana untuk membagikan dividen sebanyak tiga kali dalam tahun ini, dengan dividen interim pertama sebesar Rp 20 per saham yang akan dibagikan pada 26 Juni 2026. Selain pembagian dividen, BBCA juga akan melaksanakan program pembelian kembali saham (buyback) hingga maksimal Rp 5 triliun selama periode 12 bulan, sebagai bentuk optimisme terhadap pasar modal Indonesia. Manajemen BBCA menyatakan bahwa aksi korporasi seperti pembagian dividen dan buyback tidak akan memberikan dampak material pada kondisi keuangan atau operasional perusahaan, serta tetap mematuhi prinsip GCG dan regulasi yang berlaku. Menanggapi kenaikan suku bunga acuan BI menjadi 5,50%, BBCA terus mencermati perkembangan makroekonomi dan menjaga keseimbangan antara likuiditas dan pertumbuhan kredit yang sehat, serta menyesuaikan suku bunga kredit agar tetap kompetitif. Follow instagram", "post_id": "7650469763021376788"}}, {"key": "investora.idn", "attributes": {"label": "investora.idn", "x": 157.68572439170325, "y": 619.3519705481854, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7774, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7652251529851784469", "id": "investora.idn", "source": "tiktok-000001", "content": "PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi salah satu saham yang terus diburu investor asing. Sepanjang periode 18 Mei hingga 15 Juni 2026, saham GOTO mencatat net buy asing sebesar Rp238,64 miliar. Menariknya, harga saham masih bertahan di level Rp50 sejak 5 Mei 2026. Mandiri Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi buy dengan target harga Rp100. Di tengah minat asing tersebut, MSCI mengumumkan pembekuan perubahan number of shares (NOS) dan foreign inclusion factor (FIF) GOTO akibat isu likuiditas, serta akan melakukan evaluasi kembali pada Agustus 2026. Sementara FTSE Russell mengumumkan penghapusan GOTO dari FTSE Global Equity Index Series Mid Cap Index efektif 22 Juni 2026. Perseroan juga akan menggelar RUPS pada 18 Juni 2026 dengan agenda pengangkatan kembali sejumlah komisaris serta usulan buyback saham hingga Rp3,5 triliun sebagai bagian dari strategi pengelolaan modal. Follow  untuk info lainnya.", "post_id": "7652251529851784469"}}, {"key": "Investora.Idn", "attributes": {"label": "Investora.Idn", "x": 829.1538978430026, "y": 397.19064524120995, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 29.1881, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7652251529851784469", "id": "Investora.Idn", "source": "tiktok-000001", "content": "PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi salah satu saham yang terus diburu investor asing. Sepanjang periode 18 Mei hingga 15 Juni 2026, saham GOTO mencatat net buy asing sebesar Rp238,64 miliar. Menariknya, harga saham masih bertahan di level Rp50 sejak 5 Mei 2026. Mandiri Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi buy dengan target harga Rp100. Di tengah minat asing tersebut, MSCI mengumumkan pembekuan perubahan number of shares (NOS) dan foreign inclusion factor (FIF) GOTO akibat isu likuiditas, serta akan melakukan evaluasi kembali pada Agustus 2026. Sementara FTSE Russell mengumumkan penghapusan GOTO dari FTSE Global Equity Index Series Mid Cap Index efektif 22 Juni 2026. Perseroan juga akan menggelar RUPS pada 18 Juni 2026 dengan agenda pengangkatan kembali sejumlah komisaris serta usulan buyback saham hingga Rp3,5 triliun sebagai bagian dari strategi pengelolaan modal. Follow  untuk info lainnya.", "post_id": "7652251529851784469"}}, {"key": "clipper.digital.id", "attributes": {"label": "clipper.digital.id", "x": 637.0598115136436, "y": 627.5576597085196, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7774, "eigenvector": 130.8994, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7648605301561675015", "id": "clipper.digital.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Purbaya Yudhi Sadewa (LPS) dan Perry Warjiyo (BI) baru aja menyepakati sinergi kuat untuk menjaga stabilitas mata uang kita tercinta. ​Nggak tanggung-tanggung, ada 2 JURUS TERBARU yang disiapkan pemerintah demi menahan guncangan eksternal global terhadap Rupiah. ​Kenapa kolaborasi BI & LPS ini penting banget buat kita? 1️⃣ Menjaga Kepercayaan Pasar: Kolaborasi ini bikin investor asing gak gampang kabur dan tetap percaya dengan fundamental ekonomi Indonesia. 2️⃣ Stabilisasi Likuiditas Perbankan: Biar perbankan dalam negeri tetap kokoh menopang kredit dan suku bunga gak langsung meroket tajam. ​Intinya, pemerintah lagi pasang badan nih biar efek domino pelemahan kurs gak sampai bikin harga barang-barang di pasar melonjak drastis.  ​Pembahasan detail mengenai isi dari 2 jurus tersebut bisa kamu cek langsung di slide berikutnya ya! 🧐 ​👇 Gimana menurut kamu? Apakah kebijakan ini bakal efektif bikin Rupiah perkasa lagi? Tulis opini kamu di kolom komentar! #kontencom #kontencomxtws #fyp", "post_id": "7648605301561675015"}}, {"key": "Kontencom", "attributes": {"label": "Kontencom", "x": 689.0075514519727, "y": 610.8840405587408, "size": 5.31, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 22.4828, "eigenvector": 25.2089, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7648605301561675015", "id": "Kontencom", "source": "tiktok-000001", "content": "Purbaya Yudhi Sadewa (LPS) dan Perry Warjiyo (BI) baru aja menyepakati sinergi kuat untuk menjaga stabilitas mata uang kita tercinta. ​Nggak tanggung-tanggung, ada 2 JURUS TERBARU yang disiapkan pemerintah demi menahan guncangan eksternal global terhadap Rupiah. ​Kenapa kolaborasi BI & LPS ini penting banget buat kita? 1️⃣ Menjaga Kepercayaan Pasar: Kolaborasi ini bikin investor asing gak gampang kabur dan tetap percaya dengan fundamental ekonomi Indonesia. 2️⃣ Stabilisasi Likuiditas Perbankan: Biar perbankan dalam negeri tetap kokoh menopang kredit dan suku bunga gak langsung meroket tajam. ​Intinya, pemerintah lagi pasang badan nih biar efek domino pelemahan kurs gak sampai bikin harga barang-barang di pasar melonjak drastis.  ​Pembahasan detail mengenai isi dari 2 jurus tersebut bisa kamu cek langsung di slide berikutnya ya! 🧐 ​👇 Gimana menurut kamu? Apakah kebijakan ini bakal efektif bikin Rupiah perkasa lagi? Tulis opini kamu di kolom komentar! #kontencom #kontencomxtws #fyp", "post_id": "7648605301561675015"}}, {"key": "icanhiueattomato", "attributes": {"label": "icanhiueattomato", "x": 196.75011206837323, "y": 837.3574438994569, "size": 13.06, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7774, "eigenvector": 109.7613, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648918607140834567", "id": "icanhiueattomato", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah baru aja menyentuh rekor terlemahnya di angka Rp18.036 per dolar AS. Imbasnya? Tekanan ekonomi udah mulai kerasa nyata sampai ke pedagang tahu-tempe yang pusing gara-gara harga kedelai impor ikutan melonjak. 😭 Merespons kondisi darurat ini, Kemenkeu dan Bank Indonesia (BI) langsung menggelar pertemuan evaluasi bersama DPR di Senayan (Sabtu, 6/6). Hasilnya, Menkeu Purbaya dan Gubernur BI Perry Warjiyo sepakat ngeluarin 2 langkah konkret ini: 1️⃣ Narik Duit Asing Balik: Menaikkan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik. Tujuannya biar investor asing mau balik lagi naruh modalnya di saham dan obligasi pemerintah kita. 2️⃣ Saling Jaga Likuiditas: Mengelola kas pemerintah di BI dengan peningkatan bunga yang dibayarkan ke fiskal. Jadi, kebijakan moneter BI dan fiskal Kemenkeu bisa saling menopang dan jalan seirama! Gubernur BI menegaskan kalau langkah ini diambil biar kebijakan kita makin kuat ngelawan tekanan global. Semoga \"2 jurus\" ini bisa langsung manjur dan bikin Rupiah kita kembali bertenaga ya! 💪 Gimana pendapatmu? Kira-kira harga tahu-tempe bakal aman gak nih setelah ini? Sampaikan di kolom komentar! 👇 Sumber:Tws News #kontencomxtws  #kontencom", "post_id": "7648918607140834567"}}, {"key": "graham_di_caprio", "attributes": {"label": "graham_di_caprio", "x": 512.9443479078419, "y": 60.176095423347896, "size": 13.06, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7774, "eigenvector": 109.7613, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7644957175915220240", "id": "graham_di_caprio", "source": "tiktok-000001", "content": "Saham GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) mentok di Rp50 per lembar sejak 13 Mei 2026, dan MSCI resmi ancam depak GOTO dari indeks global di tinjauan Agustus 2026. Penyebabnya: likuiditas saham terlalu rendah, investor institusi dan asing kesulitan transaksi normal di pasar. Kondisi ini berawal dari Perpres No.27 Tahun 2026 yang batasi komisi aplikator ojol dari 20% ke 8%. Investor langsung jualan masif, GOTO menyentuh Rp50 pertama kali pada 5 Mei dan resmi gocap sejak 13 Mei. Pada 27 Mei, MSCI bekukan rebalancing GOTO sekaligus ancam depak. Bobot GOTO di MSCI Indonesia Index masih 3,29% per 30 April 2026. Manajemen GOTO siapkan buyback saham hingga Rp3,5 triliun mulai 19 Juni 2026 buat jaga stabilitas harga. Saldo kas perusahaan juga masih solid Rp22,73 triliun per Maret 2026. Tapi efek domino tetap kerasa di pasar. MSCI sudah depak 6 saham Indonesia Mei lalu (BREN, TPIA, CUAN, AMMN, DSSA, AMRT), dan kalau GOTO ikut didepak Agustus nanti, tekanan ke investor asing kabur dari Indonesia makin gede. Konteks ini terjadi saat Rupiah hampir tembus Rp17.900 dan IHSG masih di kisaran 6.000-an. Sumber:TWS News #kontencom #kontencomxtws #fyp", "post_id": "7644957175915220240"}}, {"key": "aurapragmatis", "attributes": {"label": "aurapragmatis", "x": 976.0705926838759, "y": 261.512905373129, "size": 13.06, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7774, "eigenvector": 109.7613, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7645190476286512402", "id": "aurapragmatis", "source": "tiktok-000001", "content": "GOTO terancam!  Saham GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) mentok di Rp50 per lembar sejak 13 Mei 2026, dan MSCI resmi ancam depak GOTO dari indeks global di tinjauan Agustus 2026. Penyebabnya: likuiditas saham terlalu rendah, investor institusi dan asing kesulitan transaksi normal di pasar. Kondisi ini berawal dari Perpres No.27 Tahun 2026 yang batasi komisi aplikator ojol dari 20% ke 8%. Investor langsung jualan masif, GOTO menyentuh Rp50 pertama kali pada 5 Mei dan resmi gocap sejak 13 Mei. Pada 27 Mei, MSCI bekukan rebalancing GOTO sekaligus ancam depak. Bobot GOTO di MSCI Indonesia Index masih 3,29% per 30 April 2026. Manajemen GOTO siapkan buyback saham hingga Rp3,5 triliun mulai 19 Juni 2026 buat jaga stabilitas harga. Saldo kas perusahaan juga masih solid Rp22,73 triliun per Maret 2026. Tapi efek domino tetap kerasa di pasar. MSCI sudah depak 6 saham Indonesia Mei lalu (BREN, ΤΡΙΑ, CUAN, AMMN, DSSA, AMRT), dan kalau GOTO ikut didepak Agustus nanti, tekanan ke investor asing kabur dari Indonesia makin gede. Konteks ini terjadi saat Rupiah hampir tembus Rp17.900 dan IHSG masih di kisaran 6.000-an. Sumber: TWS News  #kontencomxtws #kontencom #fyp #saham", "post_id": "7645190476286512402"}}, {"key": "@RepublicWorld", "attributes": {"label": "@RepublicWorld", "x": 722.8211815290092, "y": 101.79287955742078, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7774, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "O_D6E58Ys9k", "id": "@RepublicWorld", "source": "youtube-000001", "content": "Dorongan Modal Global: Pemerintah Dukung Keringanan Pajak Investor Asing Senilai $27,6 Miliar unt...\n\nDorongan Modal Global: Pemerintah Pusat Mendukung Keringanan Pajak Investor Asing Sebesar $27,6 Miliar untuk Obligasi Pemerintah\n\nDengan menawarkan paket keringanan pajak yang sangat dinantikan untuk investor portofolio asing (FPI), pemerintah pusat telah melakukan langkah strategis yang luar biasa untuk memperkuat pasar keuangan nasional. Pergeseran kebijakan strategis ini menurunkan atau menghilangkan kewajiban pajak keuntungan modal dan pajak pemotongan atas obligasi pemerintah (G-Sec) tertentu dalam upaya untuk mengakses potensi arus masuk modal asing sebesar dua puluh tujuh koma enam miliar dolar. Perubahan kebijakan bersejarah ini memposisikan India sebagai tujuan utama investasi utang negara jangka panjang pada saat yang krusial ketika negara-negara berkembang bersaing ketat untuk mendapatkan modal institusional internasional di tengah volatilitas imbal hasil obligasi pemerintah AS. Acara ini memberikan analisis menyeluruh tentang bagaimana kebijakan fiskal ini secara langsung memengaruhi ketersediaan kredit perusahaan, likuiditas pasar, dan ekosistem perbankan yang lebih luas. Acara ini menguraikan bagaimana miliaran dolar yang masuk akan mengendalikan parameter inflasi lokal sekaligus melindungi rekening modal dari guncangan global eksternal yang tiba-tiba. Untuk kajian makroekonomi komprehensif mengenai perubahan kode pajak baru, sentimen investor, dan penataan ulang arsitektur utang nasional, tonton video ini oleh Pranav Kulkarni, Editor Republic Business.\n\n#RepublicWorld #RepublicTV #BreakingNews #RepublicNews #IndiaNews #LiveNews #RepublicExclusive #RepublicWorldLive #ArnabGoswami #RepublicDigital #NationFirst #GSecTaxRelief #ForeignInvestors #IndianBondMarket #FIIInflows #Macroeconomics #UnionGovernment #TaxSweetener #WithholdingTax #CapitalGainsTax #GlobalCapital #SovereignDebt #ReserveBank #RupeeStability #EmergingMarkets #FiscalPolicy #InfrastructureFunding #FinanceMinistry #BankingSector #YieldCurve #InvestmentNews2026 #BreakingNewsIndia #FinancialArchitecture #BondIndex #CapitalMarkets #EconomicGrowth #TreasuryYields #MarketLiquidity #CorporateCredit #ObligasiNegara #ManajemenKekayaan #KeuanganGlobal\n\nTonton Lebih Banyak ➡️ Video di:    /   \n\nKunjungi Sekarang ➡️ Kisah Lengkap di: https://www.republicworld.com\n\n-------------------------------------------------------------------------------------------------------\n\nRepublic TV adalah saluran berita berbahasa Inggris nomor 1 di India sejak diluncurkan. Tonton Saluran YouTube Republic untuk mendapatkan semua berita terkini, berita LANGSUNG, video, dan perspektif dari jajaran reporter, pembawa acara, dan produser Republic Media Network yang tersebar di seluruh India dan dunia. Tonton Republic untuk debat Arnab Goswami yang paling banyak ditonton. Republic TV membuat berita dapat diakses setiap saat dan di berbagai perangkat. Di Republic, kami selalu memperbarui Anda dengan berita terkini tentang dunia politik, olahraga, hiburan, bisnis, pertahanan, sains, kesehatan, gaya hidup, gadget, dan banyak lagi.\n\nKami percaya pada Mengungkap Kisah dan Memecah Keheningan. Namun yang terpenting, bagi kami ‘Anda Adalah Republic, Kami Adalah Suara Anda.’\n\n🌟 Jangan hanya menonton berita—HIDUPKANLAH bersama Republic!\n\nDari berita utama hingga momen di balik layar, ikuti kami di mana saja:\n\n🌐 Situs web: www.republicworld.com\n👍 Facebook:   / republicworld  \n🐦 Twitter:   / republic  \n📸 Instagram:   / republicworld  \n📢 Telegram: https://t.me/RepublicLive\n\n📱 Saluran WhatsApp:\n💬 Digital: https://whatsapp.com/channel/0029VaAL...\n💬 Dunia: https://whatsapp.com/channel/0029Va1w...\n\nPenafian: Republic Media Network dapat menyediakan konten melalui situs web, sistem operasi, platform, dan portal pihak ketiga (‘Platform Pihak Ketiga’). Republic tidak mengontrol dan tidak bertanggung jawab atas Platform Pihak Ketiga, termasuk konten yang dihosting, iklan, keamanan, fungsionalitas, pengoperasian, atau ketersediaan.", "post_id": "O_D6E58Ys9k"}}, {"key": "republicdefence", "attributes": {"label": "republicdefence", "x": 889.2910434199589, "y": 328.2819520831023, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.1881, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "O_D6E58Ys9k", "id": "republicdefence", "source": "youtube-000001", "content": "Dorongan Modal Global: Pemerintah Dukung Keringanan Pajak Investor Asing Senilai $27,6 Miliar unt...\n\nDorongan Modal Global: Pemerintah Pusat Mendukung Keringanan Pajak Investor Asing Sebesar $27,6 Miliar untuk Obligasi Pemerintah\n\nDengan menawarkan paket keringanan pajak yang sangat dinantikan untuk investor portofolio asing (FPI), pemerintah pusat telah melakukan langkah strategis yang luar biasa untuk memperkuat pasar keuangan nasional. Pergeseran kebijakan strategis ini menurunkan atau menghilangkan kewajiban pajak keuntungan modal dan pajak pemotongan atas obligasi pemerintah (G-Sec) tertentu dalam upaya untuk mengakses potensi arus masuk modal asing sebesar dua puluh tujuh koma enam miliar dolar. Perubahan kebijakan bersejarah ini memposisikan India sebagai tujuan utama investasi utang negara jangka panjang pada saat yang krusial ketika negara-negara berkembang bersaing ketat untuk mendapatkan modal institusional internasional di tengah volatilitas imbal hasil obligasi pemerintah AS. Acara ini memberikan analisis menyeluruh tentang bagaimana kebijakan fiskal ini secara langsung memengaruhi ketersediaan kredit perusahaan, likuiditas pasar, dan ekosistem perbankan yang lebih luas. Acara ini menguraikan bagaimana miliaran dolar yang masuk akan mengendalikan parameter inflasi lokal sekaligus melindungi rekening modal dari guncangan global eksternal yang tiba-tiba. Untuk kajian makroekonomi komprehensif mengenai perubahan kode pajak baru, sentimen investor, dan penataan ulang arsitektur utang nasional, tonton video ini oleh Pranav Kulkarni, Editor Republic Business.\n\n#RepublicWorld #RepublicTV #BreakingNews #RepublicNews #IndiaNews #LiveNews #RepublicExclusive #RepublicWorldLive #ArnabGoswami #RepublicDigital #NationFirst #GSecTaxRelief #ForeignInvestors #IndianBondMarket #FIIInflows #Macroeconomics #UnionGovernment #TaxSweetener #WithholdingTax #CapitalGainsTax #GlobalCapital #SovereignDebt #ReserveBank #RupeeStability #EmergingMarkets #FiscalPolicy #InfrastructureFunding #FinanceMinistry #BankingSector #YieldCurve #InvestmentNews2026 #BreakingNewsIndia #FinancialArchitecture #BondIndex #CapitalMarkets #EconomicGrowth #TreasuryYields #MarketLiquidity #CorporateCredit #ObligasiNegara #ManajemenKekayaan #KeuanganGlobal\n\nTonton Lebih Banyak ➡️ Video di:    /   \n\nKunjungi Sekarang ➡️ Kisah Lengkap di: https://www.republicworld.com\n\n-------------------------------------------------------------------------------------------------------\n\nRepublic TV adalah saluran berita berbahasa Inggris nomor 1 di India sejak diluncurkan. Tonton Saluran YouTube Republic untuk mendapatkan semua berita terkini, berita LANGSUNG, video, dan perspektif dari jajaran reporter, pembawa acara, dan produser Republic Media Network yang tersebar di seluruh India dan dunia. Tonton Republic untuk debat Arnab Goswami yang paling banyak ditonton. Republic TV membuat berita dapat diakses setiap saat dan di berbagai perangkat. Di Republic, kami selalu memperbarui Anda dengan berita terkini tentang dunia politik, olahraga, hiburan, bisnis, pertahanan, sains, kesehatan, gaya hidup, gadget, dan banyak lagi.\n\nKami percaya pada Mengungkap Kisah dan Memecah Keheningan. Namun yang terpenting, bagi kami ‘Anda Adalah Republic, Kami Adalah Suara Anda.’\n\n🌟 Jangan hanya menonton berita—HIDUPKANLAH bersama Republic!\n\nDari berita utama hingga momen di balik layar, ikuti kami di mana saja:\n\n🌐 Situs web: www.republicworld.com\n👍 Facebook:   / republicworld  \n🐦 Twitter:   / republic  \n📸 Instagram:   / republicworld  \n📢 Telegram: https://t.me/RepublicLive\n\n📱 Saluran WhatsApp:\n💬 Digital: https://whatsapp.com/channel/0029VaAL...\n💬 Dunia: https://whatsapp.com/channel/0029Va1w...\n\nPenafian: Republic Media Network dapat menyediakan konten melalui situs web, sistem operasi, platform, dan portal pihak ketiga (‘Platform Pihak Ketiga’). Republic tidak mengontrol dan tidak bertanggung jawab atas Platform Pihak Ketiga, termasuk konten yang dihosting, iklan, keamanan, fungsionalitas, pengoperasian, atau ketersediaan.", "post_id": "O_D6E58Ys9k"}}, {"key": "@oceanpressindonesia", "attributes": {"label": "@oceanpressindonesia", "x": 128.8570304224669, "y": 278.821153742124, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7774, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "d8kJtrKYnKQ", "id": "@oceanpressindonesia", "source": "youtube-000001", "content": "MANAJEMEN RISIKO SYARIAH: PENDEKATAN TERINTEGRASI BERBASIS MAQASID AL-SHARIAH\n\n📘✨ Dalam buku ini Anda akan mendapatkan:\n🕌💼 Konsep dasar Manajemen Risiko Syariah\n⚖️📊 Prinsip Maqasid Al-Shariah dalam keuangan\n🏦📈 Identifikasi, pengukuran, dan mitigasi risiko\n💰🛡️ Manajemen risiko pembiayaan, likuiditas, dan operasional\n📋🕌 Risiko kepatuhan syariah dalam lembaga keuangan\n🏛️🤝 Tata kelola (good governance) dalam keuangan syariah\n🔍💡 Analisis risiko berbasis sistem dan nilai Islam\n💻🌐 Dampak digitalisasi dan fintech dalam risiko syariah\n📉📊 Strategi menghadapi dinamika ekonomi global\n📚🧠 Implementasi praktis di lembaga keuangan syariah\n============================================\n🚀 Gabung Sekarang di CV. Ocean Press Indonesia!\n📖 Dapatkan layanan penerbitan yang mudah, terpercaya, dan mendukung setiap langkah kepenulisanmu.\n🎁 Promo spesial & fasilitas lengkap untuk penulis pemula maupun berpengalaman.\n💌 Hubungi kami:\n📧 Email: oceanpressindonesia\nTemukan dan ikuti kami di:\n🌐 Website: https://www.oceanpressindonesia.com\n📸 Instagram: \n📺 YouTube: Ocean Press \n🎥 TikTok: Ocean Press \n📘 Facebook: Ocean Press\n#ManajemenRisikoSyariah 🕌\n#MaqasidAlShariah ⚖️\n#KeuanganSyariah 💰\n#TataKelolaSyariah 🏦\n#RiskManagement 📊\n#EkonomiIslam 🌿\n#FintechSyariah 💻\n#GoodGovernance 🏛️\n#LiterasiKeuangan 📚", "post_id": "d8kJtrKYnKQ"}}, {"key": "ocean_press", "attributes": {"label": "ocean_press", "x": 593.677275576, "y": 772.6077320450025, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.1881, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "d8kJtrKYnKQ", "id": "ocean_press", "source": "youtube-000001", "content": "MANAJEMEN RISIKO SYARIAH: PENDEKATAN TERINTEGRASI BERBASIS MAQASID AL-SHARIAH\n\n📘✨ Dalam buku ini Anda akan mendapatkan:\n🕌💼 Konsep dasar Manajemen Risiko Syariah\n⚖️📊 Prinsip Maqasid Al-Shariah dalam keuangan\n🏦📈 Identifikasi, pengukuran, dan mitigasi risiko\n💰🛡️ Manajemen risiko pembiayaan, likuiditas, dan operasional\n📋🕌 Risiko kepatuhan syariah dalam lembaga keuangan\n🏛️🤝 Tata kelola (good governance) dalam keuangan syariah\n🔍💡 Analisis risiko berbasis sistem dan nilai Islam\n💻🌐 Dampak digitalisasi dan fintech dalam risiko syariah\n📉📊 Strategi menghadapi dinamika ekonomi global\n📚🧠 Implementasi praktis di lembaga keuangan syariah\n============================================\n🚀 Gabung Sekarang di CV. Ocean Press Indonesia!\n📖 Dapatkan layanan penerbitan yang mudah, terpercaya, dan mendukung setiap langkah kepenulisanmu.\n🎁 Promo spesial & fasilitas lengkap untuk penulis pemula maupun berpengalaman.\n💌 Hubungi kami:\n📧 Email: oceanpressindonesia\nTemukan dan ikuti kami di:\n🌐 Website: https://www.oceanpressindonesia.com\n📸 Instagram: \n📺 YouTube: Ocean Press \n🎥 TikTok: Ocean Press \n📘 Facebook: Ocean Press\n#ManajemenRisikoSyariah 🕌\n#MaqasidAlShariah ⚖️\n#KeuanganSyariah 💰\n#TataKelolaSyariah 🏦\n#RiskManagement 📊\n#EkonomiIslam 🌿\n#FintechSyariah 💻\n#GoodGovernance 🏛️\n#LiterasiKeuangan 📚", "post_id": "d8kJtrKYnKQ"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 421.94221604379135, "y": 463.03819562936656, "size": 5.15, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7774, "eigenvector": 23.4551, "in_degree": 0, "out_degree": 21, "degree": 21}, "_id": "Ypnsx94WUJ8", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "OJK Catat IHSG Turun 11,92 Persen Sepanjang Mei 2026, Asing Net Sell Rp4,1 Triliun | IDXC UPDATE\n\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut pasar modal Indonesia tengah berada dalam fase tekanan akibat sentimen global dan domestik. Sepanjang Mei 2026, IHSG terkoreksi 11,92 persen secara bulanan dan turun 29,14 persen secara year to date (ytd), dipicu aksi jual investor asing yang mencatat net sell Rp4,1 triliun. Meski demikian, OJK menilai ketahanan pasar tetap terjaga, tercermin dari likuiditas yang stabil, pertumbuhan jumlah investor yang mencapai 27,75 juta, serta nilai penghimpunan dana korporasi di pasar modal yang telah menyentuh Rp68,18 triliun hingga akhir Mei 2026.\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Ypnsx94WUJ8"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 638.5957268905776, "y": 815.0297861224236, "size": 5.15, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.416, "eigenvector": 23.4551, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "Ypnsx94WUJ8", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "OJK Catat IHSG Turun 11,92 Persen Sepanjang Mei 2026, Asing Net Sell Rp4,1 Triliun | IDXC UPDATE\n\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut pasar modal Indonesia tengah berada dalam fase tekanan akibat sentimen global dan domestik. Sepanjang Mei 2026, IHSG terkoreksi 11,92 persen secara bulanan dan turun 29,14 persen secara year to date (ytd), dipicu aksi jual investor asing yang mencatat net sell Rp4,1 triliun. Meski demikian, OJK menilai ketahanan pasar tetap terjaga, tercermin dari likuiditas yang stabil, pertumbuhan jumlah investor yang mencapai 27,75 juta, serta nilai penghimpunan dana korporasi di pasar modal yang telah menyentuh Rp68,18 triliun hingga akhir Mei 2026.\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Ypnsx94WUJ8"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 254.54788667646355, "y": 730.4456016102167, "size": 5.15, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.416, "eigenvector": 23.4551, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "Ypnsx94WUJ8", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "OJK Catat IHSG Turun 11,92 Persen Sepanjang Mei 2026, Asing Net Sell Rp4,1 Triliun | IDXC UPDATE\n\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut pasar modal Indonesia tengah berada dalam fase tekanan akibat sentimen global dan domestik. Sepanjang Mei 2026, IHSG terkoreksi 11,92 persen secara bulanan dan turun 29,14 persen secara year to date (ytd), dipicu aksi jual investor asing yang mencatat net sell Rp4,1 triliun. Meski demikian, OJK menilai ketahanan pasar tetap terjaga, tercermin dari likuiditas yang stabil, pertumbuhan jumlah investor yang mencapai 27,75 juta, serta nilai penghimpunan dana korporasi di pasar modal yang telah menyentuh Rp68,18 triliun hingga akhir Mei 2026.\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Ypnsx94WUJ8"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 389.02996456765646, "y": 356.3335469198485, "size": 5.15, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.416, "eigenvector": 23.4551, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "Ypnsx94WUJ8", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "OJK Catat IHSG Turun 11,92 Persen Sepanjang Mei 2026, Asing Net Sell Rp4,1 Triliun | IDXC UPDATE\n\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut pasar modal Indonesia tengah berada dalam fase tekanan akibat sentimen global dan domestik. Sepanjang Mei 2026, IHSG terkoreksi 11,92 persen secara bulanan dan turun 29,14 persen secara year to date (ytd), dipicu aksi jual investor asing yang mencatat net sell Rp4,1 triliun. Meski demikian, OJK menilai ketahanan pasar tetap terjaga, tercermin dari likuiditas yang stabil, pertumbuhan jumlah investor yang mencapai 27,75 juta, serta nilai penghimpunan dana korporasi di pasar modal yang telah menyentuh Rp68,18 triliun hingga akhir Mei 2026.\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Ypnsx94WUJ8"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 368.23798489567906, "y": 795.7846771171526, "size": 5.15, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.416, "eigenvector": 23.4551, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "Ypnsx94WUJ8", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "OJK Catat IHSG Turun 11,92 Persen Sepanjang Mei 2026, Asing Net Sell Rp4,1 Triliun | IDXC UPDATE\n\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut pasar modal Indonesia tengah berada dalam fase tekanan akibat sentimen global dan domestik. Sepanjang Mei 2026, IHSG terkoreksi 11,92 persen secara bulanan dan turun 29,14 persen secara year to date (ytd), dipicu aksi jual investor asing yang mencatat net sell Rp4,1 triliun. Meski demikian, OJK menilai ketahanan pasar tetap terjaga, tercermin dari likuiditas yang stabil, pertumbuhan jumlah investor yang mencapai 27,75 juta, serta nilai penghimpunan dana korporasi di pasar modal yang telah menyentuh Rp68,18 triliun hingga akhir Mei 2026.\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Ypnsx94WUJ8"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 652.1152744446184, "y": 337.15448058132927, "size": 5.15, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.416, "eigenvector": 23.4551, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "Ypnsx94WUJ8", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "OJK Catat IHSG Turun 11,92 Persen Sepanjang Mei 2026, Asing Net Sell Rp4,1 Triliun | IDXC UPDATE\n\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut pasar modal Indonesia tengah berada dalam fase tekanan akibat sentimen global dan domestik. Sepanjang Mei 2026, IHSG terkoreksi 11,92 persen secara bulanan dan turun 29,14 persen secara year to date (ytd), dipicu aksi jual investor asing yang mencatat net sell Rp4,1 triliun. Meski demikian, OJK menilai ketahanan pasar tetap terjaga, tercermin dari likuiditas yang stabil, pertumbuhan jumlah investor yang mencapai 27,75 juta, serta nilai penghimpunan dana korporasi di pasar modal yang telah menyentuh Rp68,18 triliun hingga akhir Mei 2026.\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Ypnsx94WUJ8"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 553.5489218222078, "y": 963.1677152032291, "size": 5.15, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.416, "eigenvector": 23.4551, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "Ypnsx94WUJ8", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "OJK Catat IHSG Turun 11,92 Persen Sepanjang Mei 2026, Asing Net Sell Rp4,1 Triliun | IDXC UPDATE\n\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut pasar modal Indonesia tengah berada dalam fase tekanan akibat sentimen global dan domestik. Sepanjang Mei 2026, IHSG terkoreksi 11,92 persen secara bulanan dan turun 29,14 persen secara year to date (ytd), dipicu aksi jual investor asing yang mencatat net sell Rp4,1 triliun. Meski demikian, OJK menilai ketahanan pasar tetap terjaga, tercermin dari likuiditas yang stabil, pertumbuhan jumlah investor yang mencapai 27,75 juta, serta nilai penghimpunan dana korporasi di pasar modal yang telah menyentuh Rp68,18 triliun hingga akhir Mei 2026.\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Ypnsx94WUJ8"}}, {"key": "@jejaksaham", "attributes": {"label": "@jejaksaham", "x": 783.5697675568496, "y": 380.6952848283639, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7774, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "h1SlH5Pk8mg", "id": "@jejaksaham", "source": "youtube-000001", "content": "🏦 BBRI 🏦 Update Transaksi Saat Turun -3,9%📉🔥\n\n#bbri #ihsg #trading \n🏦 BBRI 🏦 Update Transaksi Saat Turun -3,9%📉🔥‪‬ \n\nSaham BBRI kembali menjadi sorotan setelah ditutup turun sekitar 3,9% pada perdagangan terakhir dan menyentuh area harga terendah dalam beberapa tahun terakhir. Tekanan jual yang besar terlihat dari aktivitas transaksi yang sangat tinggi, dengan nilai perdagangan mencapai triliunan rupiah serta dominasi aksi net sell investor asing. \n\nDalam video ini kita akan membahas order book BBRI, melihat bagaimana susunan antrian bid dan offer, membaca tekanan distribusi maupun potensi akumulasi, serta mengupas broker summary untuk mengetahui siapa yang paling agresif melakukan jual maupun beli saat harga mengalami koreksi tajam.\n\nApakah penurunan ini merupakan sinyal pelemahan yang masih berlanjut? Ataukah justru menjadi area yang mulai menarik untuk dipantau oleh investor jangka panjang? Semua akan dibahas dari sudut pandang price action, order flow, broker summary, dan psikologi pasar.\n\nTonton sampai selesai agar tidak salah membaca pergerakan bandar, likuiditas pasar, dan dinamika supply-demand yang terjadi di saham BBRI saat tekanan jual meningkat.\n\n📌 Topik Pembahasan: \n✔ Analisa transaksi BBRI saat turun 3,9%\n✔ Bedah order book dan antrian bid-offer\n✔ Broker summary & foreign flow\n✔ Tekanan jual vs potensi akumulasi\n\n\nDISCLAIMER Video ini dibuat hanya untuk tujuan edukasi dan berbagi informasi. Seluruh analisa merupakan opini pribadi berdasarkan data pasar, order book, broker summary, dan kondisi teknikal yang tersedia saat video dibuat. Bukan ajakan membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset dan analisa mandiri (DYOR) serta sesuaikan keputusan investasi dengan profil risiko masing-masing.\n\nKeyword: BBRI, saham BBRI, analisa BBRI, order book BBRI, broker summary BBRI, foreign flow BBRI, saham bank BUMN, saham perbankan, IHSG hari ini, saham turun 3,9 persen, bandar saham, akumulasi saham, distribusi saham, analisa teknikal BBRI, investasi saham Indonesia, trading saham, Stockbit, market recap, MSCI, saham undervalued\n\n#Hashtag #BBRI #SahamBBRI #OrderBook #BrokerSummary #ForeignFlow #SahamHariIni #IHSG #InvestasiSaham #TradingSaham #Stockbit #AnalisaSaham #BigBanks #ValueInvesting #DividendInvesting #MarketReview", "post_id": "h1SlH5Pk8mg"}}, {"key": "jejaksaham", "attributes": {"label": "jejaksaham", "x": 470.3837234174527, "y": 139.12459917585673, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.1881, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "h1SlH5Pk8mg", "id": "jejaksaham", "source": "youtube-000001", "content": "🏦 BBRI 🏦 Update Transaksi Saat Turun -3,9%📉🔥\n\n#bbri #ihsg #trading \n🏦 BBRI 🏦 Update Transaksi Saat Turun -3,9%📉🔥‪‬ \n\nSaham BBRI kembali menjadi sorotan setelah ditutup turun sekitar 3,9% pada perdagangan terakhir dan menyentuh area harga terendah dalam beberapa tahun terakhir. Tekanan jual yang besar terlihat dari aktivitas transaksi yang sangat tinggi, dengan nilai perdagangan mencapai triliunan rupiah serta dominasi aksi net sell investor asing. \n\nDalam video ini kita akan membahas order book BBRI, melihat bagaimana susunan antrian bid dan offer, membaca tekanan distribusi maupun potensi akumulasi, serta mengupas broker summary untuk mengetahui siapa yang paling agresif melakukan jual maupun beli saat harga mengalami koreksi tajam.\n\nApakah penurunan ini merupakan sinyal pelemahan yang masih berlanjut? Ataukah justru menjadi area yang mulai menarik untuk dipantau oleh investor jangka panjang? Semua akan dibahas dari sudut pandang price action, order flow, broker summary, dan psikologi pasar.\n\nTonton sampai selesai agar tidak salah membaca pergerakan bandar, likuiditas pasar, dan dinamika supply-demand yang terjadi di saham BBRI saat tekanan jual meningkat.\n\n📌 Topik Pembahasan: \n✔ Analisa transaksi BBRI saat turun 3,9%\n✔ Bedah order book dan antrian bid-offer\n✔ Broker summary & foreign flow\n✔ Tekanan jual vs potensi akumulasi\n\n\nDISCLAIMER Video ini dibuat hanya untuk tujuan edukasi dan berbagi informasi. Seluruh analisa merupakan opini pribadi berdasarkan data pasar, order book, broker summary, dan kondisi teknikal yang tersedia saat video dibuat. Bukan ajakan membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset dan analisa mandiri (DYOR) serta sesuaikan keputusan investasi dengan profil risiko masing-masing.\n\nKeyword: BBRI, saham BBRI, analisa BBRI, order book BBRI, broker summary BBRI, foreign flow BBRI, saham bank BUMN, saham perbankan, IHSG hari ini, saham turun 3,9 persen, bandar saham, akumulasi saham, distribusi saham, analisa teknikal BBRI, investasi saham Indonesia, trading saham, Stockbit, market recap, MSCI, saham undervalued\n\n#Hashtag #BBRI #SahamBBRI #OrderBook #BrokerSummary #ForeignFlow #SahamHariIni #IHSG #InvestasiSaham #TradingSaham #Stockbit #AnalisaSaham #BigBanks #ValueInvesting #DividendInvesting #MarketReview", "post_id": "h1SlH5Pk8mg"}}, {"key": "@thecore_in", "attributes": {"label": "@thecore_in", "x": 486.9249278820769, "y": 664.5489386505619, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7774, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "v6fkRyKyg4c", "id": "@thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Apakah India Mengirim Sinyal yang Salah kepada Investor Global | Govindraj Ethiraj | The Core Report\n\nPada Episode 883 dari The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbicara dengan Prasanna Tantri, Profesor Madya Keuangan dan Direktur Eksekutif - Pusat Keuangan Analitis (CAF) di ISB serta Yogesh Rawat, Kepala Bagian Bisnis - Pinjaman Mahasiswa Internasional di Avanse financial services.\n\nLihat pelacak Pendapatan Langsung kami: https://earnings.thecore.in/\n\nCATATAN ACARA\n(00:00) Pandangan Kami\n(05:00) Mengapa SIP Anda menurunkan nilai rupee terhadap dolar\n(06:14) Pasar India diperkirakan akan dibuka lebih kuat berdasarkan laporan kesepakatan Iran-AS.\n(07:12) Delegasi bisnis beranggotakan 150 orang beserta menteri perdagangan akan mendarat di Kanada.\n(08:35) Kenaikan suku bunga tampaknya akan segera terjadi. Tetapi bagaimana dengan waktunya?\n\n(19:50) Bagaimana mahasiswa India yang akan belajar di luar negeri menyesuaikan pilihan mereka karena rezim visa yang lebih ketat dan depresiasi rupee\n\nInformasi Tambahan:\n\nRupee India mendekati 100 terhadap dolar AS, FPI telah menarik hampir $50 miliar dari ekuitas India, dan FDI bersih ke India telah melambat tajam.\n\nPada saat yang sama, India dilaporkan berkomitmen untuk membeli barang-barang energi, teknologi, dan pertanian AS senilai $500 miliar selama lima tahun. Ketika India membutuhkan modal asing, teknologi, dan bisnis global untuk berinvestasi di sini, mengapa India memberikan sinyal pengeluaran keluar yang begitu besar?\n\nEkonom Sajid Chinoy berpendapat bahwa FDI bersih India, yang pernah sekitar 1,5% dari PDB, hampir mengering sejak 2024 dan tetap terkait dengan kondisi keuangan global seperti imbal hasil obligasi pemerintah AS. Sementara itu, Vietnam terus menarik FDI yang kuat.\n\nLogika perdagangan India-AS telah berubah setelah putusan Mahkamah Agung AS tentang tarif timbal balik dan langkah menuju tarif seragam 10%. Jika India tetap mendapatkan perlakuan tarif yang sama, lalu apa sebenarnya yang dibeli dengan $500 miliar itu?\n\nIndia membutuhkan arus masuk modal, investasi asing langsung (FDI) yang lebih kuat, investasi manufaktur, transfer teknologi, dan pertumbuhan domestik. Bertindak sebagai pelanggan Amerika senilai setengah triliun dolar mungkin tidak akan menguntungkan kepentingan ekonomi India.\n\nSIP, Pasar, Perdagangan dengan Kanada:\n\nInvestasi bulanan Anda ke reksa dana mungkin telah membantu menyediakan likuiditas bagi investor asing untuk keluar dari saham India sejak September 2024.\n\nCatatan Jefferies mengatakan tekanan terhadap rupee India bukan terutama berasal dari defisit transaksi berjalan, tetapi dari arus modal yang lemah. Arus keluar ekuitas sekitar $78 miliar selama dua tahun diserap oleh arus domestik yang kuat, memberikan investor asing jalan keluar yang mudah dari pasar India yang mahal.\n\nRupee pulih setelah intervensi RBI, sementara Nifty & Sensex ditutup lebih tinggi. Pasar mungkin akan dibuka lebih kuat karena harapan kesepakatan perdamaian Iran-AS, mengurangi tekanan pada minyak, rupee, dan sentimen.\n\nIndia juga berupaya membangun kembali momentum perdagangan dengan Kanada karena kedua negara bertujuan untuk meningkatkan perdagangan bilateral menjadi sekitar $50 miliar selama lima tahun.\n\nGelombang panas mendorong permintaan listrik di atas 270 GW, menyebabkan pemadaman listrik di pusat-pusat seperti Chennai.\n\nBagaimana Seharusnya Inflasi India Ditangani?\n\nDengan harga minyak dan risiko energi yang meningkat, inflasi kembali menjadi fokus. Para ekonom mengamati apakah RBI dapat menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin dari suku bunga repo saat ini sebesar 5,25%.\n\nTetapi apakah kenaikan suku bunga merupakan respons yang tepat terhadap guncangan harga minyak? Govindraj Ethiraj berbicara dengan Prasanna Tantri dari Indian School of Business tentang apakah kerangka kerja target inflasi India terlalu kaku.\n\nMengapa Mahasiswa India Belajar di Luar Negeri Lebih Sedikit?\n\nJumlah mahasiswa India yang belajar di luar negeri menurun karena aturan visa diperketat di Kanada, AS, Australia, dan Inggris.\n\nNilai tukar rupee yang lebih lemah mendekati 96 terhadap dolar membuat pendidikan di luar negeri lebih mahal bagi keluarga India. Govindraj Ethiraj berbicara dengan Yogesh Rawat dari Avanse Financial Services tentang bagaimana permintaan pinjaman pendidikan, orang tua, dan mahasiswa berubah.\n\nNilai tukar rupee India mendekati 100, arus keluar FPI, FDI yang lemah, perdagangan India-AS, debat kenaikan suku bunga RBI, risiko inflasi, dan pilihan mahasiswa India untuk belajar di Jerman, Jepang, dan Dubai menimbulkan satu pertanyaan besar. Apakah India mengirimkan sinyal yang salah kepada investor dan keluarga global? Saksikan Govindraj Ethiraj di The Core Report untuk berita bisnis yang tajam, pasar, manufaktur, dan analisis ekonomi.\n\n#EkonomiIndia #Rupee #RBI #FDI #TheCoreReport #TheCore\n\nGabung dengan The Core Insider untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu tanggapan Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Co...", "post_id": "v6fkRyKyg4c"}}, {"key": "thecore_in", "attributes": {"label": "thecore_in", "x": 656.0636717842666, "y": 870.2722687167116, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.2476, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "v6fkRyKyg4c", "id": "thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Apakah India Mengirim Sinyal yang Salah kepada Investor Global | Govindraj Ethiraj | The Core Report\n\nPada Episode 883 dari The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbicara dengan Prasanna Tantri, Profesor Madya Keuangan dan Direktur Eksekutif - Pusat Keuangan Analitis (CAF) di ISB serta Yogesh Rawat, Kepala Bagian Bisnis - Pinjaman Mahasiswa Internasional di Avanse financial services.\n\nLihat pelacak Pendapatan Langsung kami: https://earnings.thecore.in/\n\nCATATAN ACARA\n(00:00) Pandangan Kami\n(05:00) Mengapa SIP Anda menurunkan nilai rupee terhadap dolar\n(06:14) Pasar India diperkirakan akan dibuka lebih kuat berdasarkan laporan kesepakatan Iran-AS.\n(07:12) Delegasi bisnis beranggotakan 150 orang beserta menteri perdagangan akan mendarat di Kanada.\n(08:35) Kenaikan suku bunga tampaknya akan segera terjadi. Tetapi bagaimana dengan waktunya?\n\n(19:50) Bagaimana mahasiswa India yang akan belajar di luar negeri menyesuaikan pilihan mereka karena rezim visa yang lebih ketat dan depresiasi rupee\n\nInformasi Tambahan:\n\nRupee India mendekati 100 terhadap dolar AS, FPI telah menarik hampir $50 miliar dari ekuitas India, dan FDI bersih ke India telah melambat tajam.\n\nPada saat yang sama, India dilaporkan berkomitmen untuk membeli barang-barang energi, teknologi, dan pertanian AS senilai $500 miliar selama lima tahun. Ketika India membutuhkan modal asing, teknologi, dan bisnis global untuk berinvestasi di sini, mengapa India memberikan sinyal pengeluaran keluar yang begitu besar?\n\nEkonom Sajid Chinoy berpendapat bahwa FDI bersih India, yang pernah sekitar 1,5% dari PDB, hampir mengering sejak 2024 dan tetap terkait dengan kondisi keuangan global seperti imbal hasil obligasi pemerintah AS. Sementara itu, Vietnam terus menarik FDI yang kuat.\n\nLogika perdagangan India-AS telah berubah setelah putusan Mahkamah Agung AS tentang tarif timbal balik dan langkah menuju tarif seragam 10%. Jika India tetap mendapatkan perlakuan tarif yang sama, lalu apa sebenarnya yang dibeli dengan $500 miliar itu?\n\nIndia membutuhkan arus masuk modal, investasi asing langsung (FDI) yang lebih kuat, investasi manufaktur, transfer teknologi, dan pertumbuhan domestik. Bertindak sebagai pelanggan Amerika senilai setengah triliun dolar mungkin tidak akan menguntungkan kepentingan ekonomi India.\n\nSIP, Pasar, Perdagangan dengan Kanada:\n\nInvestasi bulanan Anda ke reksa dana mungkin telah membantu menyediakan likuiditas bagi investor asing untuk keluar dari saham India sejak September 2024.\n\nCatatan Jefferies mengatakan tekanan terhadap rupee India bukan terutama berasal dari defisit transaksi berjalan, tetapi dari arus modal yang lemah. Arus keluar ekuitas sekitar $78 miliar selama dua tahun diserap oleh arus domestik yang kuat, memberikan investor asing jalan keluar yang mudah dari pasar India yang mahal.\n\nRupee pulih setelah intervensi RBI, sementara Nifty & Sensex ditutup lebih tinggi. Pasar mungkin akan dibuka lebih kuat karena harapan kesepakatan perdamaian Iran-AS, mengurangi tekanan pada minyak, rupee, dan sentimen.\n\nIndia juga berupaya membangun kembali momentum perdagangan dengan Kanada karena kedua negara bertujuan untuk meningkatkan perdagangan bilateral menjadi sekitar $50 miliar selama lima tahun.\n\nGelombang panas mendorong permintaan listrik di atas 270 GW, menyebabkan pemadaman listrik di pusat-pusat seperti Chennai.\n\nBagaimana Seharusnya Inflasi India Ditangani?\n\nDengan harga minyak dan risiko energi yang meningkat, inflasi kembali menjadi fokus. Para ekonom mengamati apakah RBI dapat menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin dari suku bunga repo saat ini sebesar 5,25%.\n\nTetapi apakah kenaikan suku bunga merupakan respons yang tepat terhadap guncangan harga minyak? Govindraj Ethiraj berbicara dengan Prasanna Tantri dari Indian School of Business tentang apakah kerangka kerja target inflasi India terlalu kaku.\n\nMengapa Mahasiswa India Belajar di Luar Negeri Lebih Sedikit?\n\nJumlah mahasiswa India yang belajar di luar negeri menurun karena aturan visa diperketat di Kanada, AS, Australia, dan Inggris.\n\nNilai tukar rupee yang lebih lemah mendekati 96 terhadap dolar membuat pendidikan di luar negeri lebih mahal bagi keluarga India. Govindraj Ethiraj berbicara dengan Yogesh Rawat dari Avanse Financial Services tentang bagaimana permintaan pinjaman pendidikan, orang tua, dan mahasiswa berubah.\n\nNilai tukar rupee India mendekati 100, arus keluar FPI, FDI yang lemah, perdagangan India-AS, debat kenaikan suku bunga RBI, risiko inflasi, dan pilihan mahasiswa India untuk belajar di Jerman, Jepang, dan Dubai menimbulkan satu pertanyaan besar. Apakah India mengirimkan sinyal yang salah kepada investor dan keluarga global? Saksikan Govindraj Ethiraj di The Core Report untuk berita bisnis yang tajam, pasar, manufaktur, dan analisis ekonomi.\n\n#EkonomiIndia #Rupee #RBI #FDI #TheCoreReport #TheCore\n\nGabung dengan The Core Insider untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu tanggapan Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Co...", "post_id": "v6fkRyKyg4c"}}, {"key": "@yanuarrizky_economy", "attributes": {"label": "@yanuarrizky_economy", "x": 472.8177823488073, "y": 150.61867750560998, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7774, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Epa7Tb0TqiI", "id": "@yanuarrizky_economy", "source": "youtube-000001", "content": "RI Sakit tapi Ngaku Sehat, Siap-Siap Hadapi Stagflasi! | Analisis YR\n\nRupiah terus tersungkur hingga menuju level Rp18.000 per USD, namun komunikasi pemerintah dinilai masih penuh dengan penangkalan (denial). Di tengah turbulensi ekonomi global, apakah fundamental Indonesia benar-benar sekuat yang diklaim dalam angka statistik?\n\nDalam video yang saya kutip dari channel youtube \n saya membongkar realitas ngeri di balik melemahnya nilai tukar rupiah. Mulai dari kaburnya investor asing yang mulai membuang Surat Berharga Negara (SBN), hingga fenomena domestik \"MAUT\" (Makan Utang) yang menjerat masyarakat bawah lewat ledakan pinjol dan kartu kredit.\n\nSikap Bank Indonesia dan otoritas fiskal yang dinilai lambat bereaksi karena terlalu memaksakan agenda pertumbuhan (pro-growth) di saat dunia sedang mengarah pada jurang stagflasi. \"Pilihannya sederhana: kita mau terus berlari walaupun badan kita sakit, atau kita sembuhkan dulu penyakitnya baru kita berlari?\"\n\nTonton sampai habis untuk memahami navigasi ekonomi rumah tangga Anda di masa sulit ini!\n\n⏳ TIMESTAMP (CHAPTERS)\n00:00 — Teaser: Ancaman Krisis Baru Global Sovereign Bond & Paul Singer\n00:27 — Realitas Suku Bunga Pasar Uang & Kasus Global Bond BNI 7,5%\n00:57 — Pengertian Repricing Valuasi Pasar & Analisis Sense of Crisis Perdana Menteri Singapura\n01:57 — Indikator Krisis Global: Membaca Rasio Harga Emas vs Tembaga (Cooper)\n03:19 — Mengenang Krisis Wall Street 2008 & Dampak Bumerang Suku Bunga Fed Rate\n04:14 — Politik Konsensus Inflasi Rendah di Amerika Serikat & Era Quantitative Easing (QE)\n05:34 — Kebijakan Janet Yellen & Dampak Berantai pada 5 Negara Rentan (Five Fragile Countries)\n06:45 — Pengalaman Krisis Ekonomi 1997-1998 & Kesaksian George Soros Soal Kegagalan Asia\n08:14 — Transisi Kekuasaan Keuangan: Pergeseran Peran Sektor Perbankan ke Hedge Fund Non-Bank\n09:12 — Mengapa Indikator Kemampuan Membayar Utang Jauh Lebih Penting daripada Rasio Utang ke PDB\n09:48 — Jejak Pelemahan Likuiditas Rupiah Berdasarkan Kebijakan Ekspansi The Fed\n10:13 — Masalah Kredit Properti di Cina & Pengaruh Lesunya Ekspor-Impor Terhadap Indonesia\n10:34 — Fenomena Ekonomi \"MANTAP\" (Makan Tabungan) pada Masyarakat yang Dimulai Sejak 2019\n10:55 — Ledakan Kasus Pinjol, Penagihan Debt Collector, & Dampak Serangan ke Penerimaan Pajak (PPH/PPN)\n11:36 — Membandingkan Rasio Rasio Kecukupan Modal (CAR) Perbankan RI Tahun 1997 vs Kondisi Saat Ini\n12:33 — Kontra-Argumen SBN: Peran BI & Bank Umum Sebagai Standing Buyer saat Asing Kabur\n12:58 — Potensi \"Serangan Shock\" Asing Terhadap Surat Utang Pemerintah Indonesia\n14:27 — Pelajaran Sejarah: Independensi Otoritas Dewan Gubernur BI dalam Menghadapi Volatilitas Masa Lalu\n15:43 — Dilema Kebijakan Indonesia Hari Ini: Memilih Sembuh Dahulu atau Terus Dipaksa Berlari (Pro-Growth vs Stability)\n🏷️ \n#Rupiah #KrisisEkonomi #YanuarRizky #AniesBaswedan #UtangNegara #Pinjol #Stagflasi #EkonomiIndonesia2026 #Fiskal #SBN\n=========================================================\nSelamat datang di YouTube Channel Resmi Yanuar Rizky. Saluran ini hadir sebagai ruang jernih untuk membedah realita di balik angka—mulai dari kebijakan ekonomi-politik, dinamika fiskal, hingga reformasi struktural yang berdampak langsung pada kedaulatan bangsa.\n\nMari membaca arah zaman secara mandiri, kritis, dan berdaulat. \n\nDukung terus channel ini dengan cara Like, Share, Komentar, dan Subscribe agar diskusi sehat ini menjangkau lebih banyak anak muda dan masyarakat luas.\n\n---\n#enjoyAja #YanuarRizky #EkonomiPolitik #KebijakanPublik #EdukasiEkonomi\n\nDISCLAIMER: Seluruh konten dalam channel ini ditujukan untuk kepentingan edukasi, analisis kebijakan, informasi makro, dan arsip diskusi publik yang independen.", "post_id": "Epa7Tb0TqiI"}}, {"key": "aniesbaswedan", "attributes": {"label": "aniesbaswedan", "x": 618.8024189113995, "y": 906.4160552469655, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.1881, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Epa7Tb0TqiI", "id": "aniesbaswedan", "source": "youtube-000001", "content": "RI Sakit tapi Ngaku Sehat, Siap-Siap Hadapi Stagflasi! | Analisis YR\n\nRupiah terus tersungkur hingga menuju level Rp18.000 per USD, namun komunikasi pemerintah dinilai masih penuh dengan penangkalan (denial). Di tengah turbulensi ekonomi global, apakah fundamental Indonesia benar-benar sekuat yang diklaim dalam angka statistik?\n\nDalam video yang saya kutip dari channel youtube \n saya membongkar realitas ngeri di balik melemahnya nilai tukar rupiah. Mulai dari kaburnya investor asing yang mulai membuang Surat Berharga Negara (SBN), hingga fenomena domestik \"MAUT\" (Makan Utang) yang menjerat masyarakat bawah lewat ledakan pinjol dan kartu kredit.\n\nSikap Bank Indonesia dan otoritas fiskal yang dinilai lambat bereaksi karena terlalu memaksakan agenda pertumbuhan (pro-growth) di saat dunia sedang mengarah pada jurang stagflasi. \"Pilihannya sederhana: kita mau terus berlari walaupun badan kita sakit, atau kita sembuhkan dulu penyakitnya baru kita berlari?\"\n\nTonton sampai habis untuk memahami navigasi ekonomi rumah tangga Anda di masa sulit ini!\n\n⏳ TIMESTAMP (CHAPTERS)\n00:00 — Teaser: Ancaman Krisis Baru Global Sovereign Bond & Paul Singer\n00:27 — Realitas Suku Bunga Pasar Uang & Kasus Global Bond BNI 7,5%\n00:57 — Pengertian Repricing Valuasi Pasar & Analisis Sense of Crisis Perdana Menteri Singapura\n01:57 — Indikator Krisis Global: Membaca Rasio Harga Emas vs Tembaga (Cooper)\n03:19 — Mengenang Krisis Wall Street 2008 & Dampak Bumerang Suku Bunga Fed Rate\n04:14 — Politik Konsensus Inflasi Rendah di Amerika Serikat & Era Quantitative Easing (QE)\n05:34 — Kebijakan Janet Yellen & Dampak Berantai pada 5 Negara Rentan (Five Fragile Countries)\n06:45 — Pengalaman Krisis Ekonomi 1997-1998 & Kesaksian George Soros Soal Kegagalan Asia\n08:14 — Transisi Kekuasaan Keuangan: Pergeseran Peran Sektor Perbankan ke Hedge Fund Non-Bank\n09:12 — Mengapa Indikator Kemampuan Membayar Utang Jauh Lebih Penting daripada Rasio Utang ke PDB\n09:48 — Jejak Pelemahan Likuiditas Rupiah Berdasarkan Kebijakan Ekspansi The Fed\n10:13 — Masalah Kredit Properti di Cina & Pengaruh Lesunya Ekspor-Impor Terhadap Indonesia\n10:34 — Fenomena Ekonomi \"MANTAP\" (Makan Tabungan) pada Masyarakat yang Dimulai Sejak 2019\n10:55 — Ledakan Kasus Pinjol, Penagihan Debt Collector, & Dampak Serangan ke Penerimaan Pajak (PPH/PPN)\n11:36 — Membandingkan Rasio Rasio Kecukupan Modal (CAR) Perbankan RI Tahun 1997 vs Kondisi Saat Ini\n12:33 — Kontra-Argumen SBN: Peran BI & Bank Umum Sebagai Standing Buyer saat Asing Kabur\n12:58 — Potensi \"Serangan Shock\" Asing Terhadap Surat Utang Pemerintah Indonesia\n14:27 — Pelajaran Sejarah: Independensi Otoritas Dewan Gubernur BI dalam Menghadapi Volatilitas Masa Lalu\n15:43 — Dilema Kebijakan Indonesia Hari Ini: Memilih Sembuh Dahulu atau Terus Dipaksa Berlari (Pro-Growth vs Stability)\n🏷️ \n#Rupiah #KrisisEkonomi #YanuarRizky #AniesBaswedan #UtangNegara #Pinjol #Stagflasi #EkonomiIndonesia2026 #Fiskal #SBN\n=========================================================\nSelamat datang di YouTube Channel Resmi Yanuar Rizky. Saluran ini hadir sebagai ruang jernih untuk membedah realita di balik angka—mulai dari kebijakan ekonomi-politik, dinamika fiskal, hingga reformasi struktural yang berdampak langsung pada kedaulatan bangsa.\n\nMari membaca arah zaman secara mandiri, kritis, dan berdaulat. \n\nDukung terus channel ini dengan cara Like, Share, Komentar, dan Subscribe agar diskusi sehat ini menjangkau lebih banyak anak muda dan masyarakat luas.\n\n---\n#enjoyAja #YanuarRizky #EkonomiPolitik #KebijakanPublik #EdukasiEkonomi\n\nDISCLAIMER: Seluruh konten dalam channel ini ditujukan untuk kepentingan edukasi, analisis kebijakan, informasi makro, dan arsip diskusi publik yang independen.", "post_id": "Epa7Tb0TqiI"}}, {"key": "@BriTeresi", "attributes": {"label": "@BriTeresi", "x": 727.6661965886998, "y": 178.39988632789928, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7774, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "giTEdTkNs1o", "id": "@BriTeresi", "source": "youtube-000001", "content": "Rob Cunningham tentang Trump, XRP & Sistem Keuangan Baru | Free the Money Ep. 28\n\nDaftar di iTrustCapital menggunakan tautan saya untuk mendapatkan bonus pendanaan $100 dan lihat mengapa semakin banyak orang membuka IRA Kripto, Emas & Perak yang menguntungkan pajak untuk mendiversifikasi dan melindungi kekayaan masa depan mereka: https://itrustcapital.com/go/bri-teresi\n\nLihat koin privasi favorit saya, Zano. Anda dapat membeli Zano dengan mudah di MEXC menggunakan VPN, atau menelusuri daftar lengkap bursa tempat Zano tersedia di sini: https://zanolist.com/exchanges\n\nAnda juga dapat menemukan konten edukatif, tutorial, dan wawancara di Saluran YouTube resmi Zano:    /   \n\nDalam episode Free the Money ini, Rob Cunningham kembali untuk membahas apa yang menurutnya merupakan transisi besar dalam sistem keuangan global.\n\nKami membahas perintah eksekutif Trump baru-baru ini, Federal Reserve yang mengeksplorasi \"akun master ramping\" untuk perusahaan fintech dan kripto, dan mengapa Rob percaya Amerika sedang bergerak menuju sistem keuangan berbasis blockchain yang dibangun di sekitar tokenisasi, penyelesaian digital, dan transparansi yang lebih besar.\n\nRob berbagi pemikirannya tentang:\n• RLUSD & dolar digital yang didukung Treasury\n• Perjalanan Trump ke China dan kemungkinan tatanan moneter baru\n• Emas, utang, pasar obligasi & potensi pengaturan ulang ala \"Jubilee\"\n• Kota London, perbankan sentral & struktur kekuatan keuangan global\n• Mengapa ia percaya sistem sedang bergeser dari ketidaktransparanan menuju transparansi.\n\nTerlepas dari apakah Anda setuju dengan setiap poin atau tidak, percakapan ini pasti akan membuat Anda berpikir. Kami membahas semuanya, mulai dari makroekonomi dan uang yang sehat hingga iman, kedaulatan, dan masa depan keuangan.\nTonton sekarang dan beri tahu saya pendapat Anda di bawah ini 👇\n\n0:00 Latar Belakang Rob Cunningham yang Luar Biasa: Pilot, Bankir, Pencari Kebenaran\n4:35 Apakah Trump Diam-diam Memerintahkan The Fed? Akun Utama Ramping & Kontrol Perbendaharaan\n7:25 Revolusi Tokenisasi\n9:11 iTrustCapital\n15:16 Zano\n17:43 Perintah Eksekutif Trump Dapat Mempercepat Sistem Keuangan Blockchain Amerika\n22:41 Kunjungan Trump ke China, Pergeseran Kekuatan Global & Tatanan Moneter Baru\n30:22 Emas, China & Perebutan Kekuasaan Global: “Mereka yang Memegang Emaslah yang Membuat Aturan”\n35:04 Reset Utang Gaya Jubileum? Keuangan Alkitabiah, Utang Global & Putaran Keempat\n39:13 Catatan Kemenangan, Mengakhiri Federal Reserve & Peran Potensial RLUSD dalam Sistem Moneter Baru Amerika\n49:16 Agama vs Iman: Perbedaan Tersembunyi yang Tidak Pernah Dipertanyakan Kebanyakan Orang\n54:28 Kota London Dijelaskan: Perbankan Sentral, Kekuatan Global & Kontrol Keuangan\n58:36 Masa Depan XRP: Likuiditas, Kedaulatan & Internet Nilai\n\n#xrp #xrpl #ripple #rlusd #clarityact #tokenization #bondmarket #china #gold #reset #financialfreedom #finance #xlm #bitcoin #ai #federalreserve #defi", "post_id": "giTEdTkNs1o"}}, {"key": "zanoproject", "attributes": {"label": "zanoproject", "x": 530.9333689098115, "y": 839.7245444520801, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.1881, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "giTEdTkNs1o", "id": "zanoproject", "source": "youtube-000001", "content": "Rob Cunningham tentang Trump, XRP & Sistem Keuangan Baru | Free the Money Ep. 28\n\nDaftar di iTrustCapital menggunakan tautan saya untuk mendapatkan bonus pendanaan $100 dan lihat mengapa semakin banyak orang membuka IRA Kripto, Emas & Perak yang menguntungkan pajak untuk mendiversifikasi dan melindungi kekayaan masa depan mereka: https://itrustcapital.com/go/bri-teresi\n\nLihat koin privasi favorit saya, Zano. Anda dapat membeli Zano dengan mudah di MEXC menggunakan VPN, atau menelusuri daftar lengkap bursa tempat Zano tersedia di sini: https://zanolist.com/exchanges\n\nAnda juga dapat menemukan konten edukatif, tutorial, dan wawancara di Saluran YouTube resmi Zano:    /   \n\nDalam episode Free the Money ini, Rob Cunningham kembali untuk membahas apa yang menurutnya merupakan transisi besar dalam sistem keuangan global.\n\nKami membahas perintah eksekutif Trump baru-baru ini, Federal Reserve yang mengeksplorasi \"akun master ramping\" untuk perusahaan fintech dan kripto, dan mengapa Rob percaya Amerika sedang bergerak menuju sistem keuangan berbasis blockchain yang dibangun di sekitar tokenisasi, penyelesaian digital, dan transparansi yang lebih besar.\n\nRob berbagi pemikirannya tentang:\n• RLUSD & dolar digital yang didukung Treasury\n• Perjalanan Trump ke China dan kemungkinan tatanan moneter baru\n• Emas, utang, pasar obligasi & potensi pengaturan ulang ala \"Jubilee\"\n• Kota London, perbankan sentral & struktur kekuatan keuangan global\n• Mengapa ia percaya sistem sedang bergeser dari ketidaktransparanan menuju transparansi.\n\nTerlepas dari apakah Anda setuju dengan setiap poin atau tidak, percakapan ini pasti akan membuat Anda berpikir. Kami membahas semuanya, mulai dari makroekonomi dan uang yang sehat hingga iman, kedaulatan, dan masa depan keuangan.\nTonton sekarang dan beri tahu saya pendapat Anda di bawah ini 👇\n\n0:00 Latar Belakang Rob Cunningham yang Luar Biasa: Pilot, Bankir, Pencari Kebenaran\n4:35 Apakah Trump Diam-diam Memerintahkan The Fed? Akun Utama Ramping & Kontrol Perbendaharaan\n7:25 Revolusi Tokenisasi\n9:11 iTrustCapital\n15:16 Zano\n17:43 Perintah Eksekutif Trump Dapat Mempercepat Sistem Keuangan Blockchain Amerika\n22:41 Kunjungan Trump ke China, Pergeseran Kekuatan Global & Tatanan Moneter Baru\n30:22 Emas, China & Perebutan Kekuasaan Global: “Mereka yang Memegang Emaslah yang Membuat Aturan”\n35:04 Reset Utang Gaya Jubileum? Keuangan Alkitabiah, Utang Global & Putaran Keempat\n39:13 Catatan Kemenangan, Mengakhiri Federal Reserve & Peran Potensial RLUSD dalam Sistem Moneter Baru Amerika\n49:16 Agama vs Iman: Perbedaan Tersembunyi yang Tidak Pernah Dipertanyakan Kebanyakan Orang\n54:28 Kota London Dijelaskan: Perbankan Sentral, Kekuatan Global & Kontrol Keuangan\n58:36 Masa Depan XRP: Likuiditas, Kedaulatan & Internet Nilai\n\n#xrp #xrpl #ripple #rlusd #clarityact #tokenization #bondmarket #china #gold #reset #financialfreedom #finance #xlm #bitcoin #ai #federalreserve #defi", "post_id": "giTEdTkNs1o"}}, {"key": "@tradingsahamfirman", "attributes": {"label": "@tradingsahamfirman", "x": 66.546856966058, "y": 795.7019800671459, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7774, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "fKN_QmBYur0", "id": "@tradingsahamfirman", "source": "youtube-000001", "content": "TERBONGKAR.!! Asing Masuk Rp2 Triliun ke 2 Saham Ini! Borong Sekarang atau Telat? GINI STRATEGINYA!\n\nPada perdagangan saham kemarin, Rabu 17 Juni 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah dengan kehilangan 0,55% di posisi 6.220. Investor asing diam–diam borong saham BBRI, dan saham BBCA.\nEnggan sejalan dengan IHSG, investor asing justru gencar melangsungkan beli bersih (net buy) mencapai Rp2,51 triliun pada perdagangan saham seluruh pasar. Berbeda halnya, pada pasar reguler investor asing net sell Rp328 miliar.\nAdapun investor asing net buy terbesar pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencapai Rp456,07 miliar. Terdorong tren pembelian, saham BBRI berhasil menguat 3% hingga berada di posisi Rp3.080/saham.\nBerikut 10 saham dengan angka net buy tertinggi yang paling jadi incaran oleh investor asing sepanjang perdagangan Rabu (17/6/2026):\nPT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp456,07 miliar\nPT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp375,28 miliar\nPT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) Rp67,55 miliar\nPT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp38,7 miliar\nPT Timah Tbk (TINS) Rp33,55 miliar\nPT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp17,13 miliar\nPT XLSMATelecom Sejahtera Tbk (EXCL) Rp14,23 miliar\nPT AKR Corporindo Tbk (AKRA) Rp13,7 miliar\nPT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp13,36 miliar\nPT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) Rp12,42 miliar\nSementara itu, investor asing net sell terbesar pada saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencapai Rp358 miliar. Tertekan aksi jual, saham TPIA melemah 5% di posisi Rp1.995/saham.\nsource\nhttps://www.bloombergtechnoz.com/deta...\ntag\n#IHSG\n#SahamHariIni\n#RekomendasiSaham\n#SahamIndonesia\n#InvestasiSaham\n#BBRI\n#BBCA\n#SahamBBRI\n#SahamBBCA\n#IncaranAsing\n#InvestorAsing\n\n\n\nSURPORT\nISTAGRAM                        \n  / tradingsahamfirman  \nTIKTOK                               \n  / tradingsaham03  \nFACEBOOK        \nhttps://www.facebook.com/profile.php?...\nTELEGRAM                        \nt.me/tradingsahamfirman\nSNACKVIDEO                    \nhttps://s.snackvideo.com/u/\n\n\nINFO PENTING !!!!\nKAMI TIDAK MENGADAKAN TITIP DANA APAPUN\nSaya hanya memakai Sosmed dan kontak diatas, selain kontak diatas berarti Bukan saya, karena banyak yang mengatas namakan TRADING SAHAM FIRMAN HAPPY untuk penipuan titip dana, sekali lagi saya tekankan saya ( FIRMAN HAPPY ) tidak pernah membuka jasa titip dana trading,  TERIMA KASIH !!\nSegala jenis Pembayaran untuk keperluan channel dan Group saya,UNTUK SAAT INI HANYA DI GRUP YUOTUBE ADAPUN GRUP TELEGRAM MASIH DALAM PENGEMBANGAN TEAM KAMI( selain itu berarti penipuan ) \n\nDisclaimer ON : Semua rekomendasi hanya untuk edukasi & Hiburan, tidak untuk menyarankan Beli atau Jual saham ( silahkan analisa sendiri masing2 ), kerugian dan keuntungan semua ditanggung oleh kalian masing2, dan Kami tidak pernah membuat program titip dana untuk trading atau investasi, semua kerugian yang diakibatkan oleh investasi bodong yang mengatas namakan TRADING SAHAM FIRMAN HAPPY adalah bukan tanggung jawab kami. \n\n\n\nsaham,investasi saham,analisa saham,belajar saham,saham pemula,rekomendasi saham,nabung saham,trading saham,bursa saham,saham hari ini,saham profit,beli saham,tips saham,saham untuk pemula,analisa saham hari ini,cara main saham,tutorial saham,indikator saham,saham isat,saham asii,saham bbri,saham bmri,saham inkp,saham admr,saham goto,saham fren,ilmu saham,saham medc,saham sido,bandarmologi saham,analisa saham besok,saham ajaib", "post_id": "fKN_QmBYur0"}}, {"key": "tradingsa...", "attributes": {"label": "tradingsa...", "x": 38.437499112316864, "y": 930.4829736809108, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.1881, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "fKN_QmBYur0", "id": "tradingsa...", "source": "youtube-000001", "content": "TERBONGKAR.!! Asing Masuk Rp2 Triliun ke 2 Saham Ini! Borong Sekarang atau Telat? GINI STRATEGINYA!\n\nPada perdagangan saham kemarin, Rabu 17 Juni 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah dengan kehilangan 0,55% di posisi 6.220. Investor asing diam–diam borong saham BBRI, dan saham BBCA.\nEnggan sejalan dengan IHSG, investor asing justru gencar melangsungkan beli bersih (net buy) mencapai Rp2,51 triliun pada perdagangan saham seluruh pasar. Berbeda halnya, pada pasar reguler investor asing net sell Rp328 miliar.\nAdapun investor asing net buy terbesar pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencapai Rp456,07 miliar. Terdorong tren pembelian, saham BBRI berhasil menguat 3% hingga berada di posisi Rp3.080/saham.\nBerikut 10 saham dengan angka net buy tertinggi yang paling jadi incaran oleh investor asing sepanjang perdagangan Rabu (17/6/2026):\nPT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp456,07 miliar\nPT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp375,28 miliar\nPT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) Rp67,55 miliar\nPT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp38,7 miliar\nPT Timah Tbk (TINS) Rp33,55 miliar\nPT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp17,13 miliar\nPT XLSMATelecom Sejahtera Tbk (EXCL) Rp14,23 miliar\nPT AKR Corporindo Tbk (AKRA) Rp13,7 miliar\nPT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp13,36 miliar\nPT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) Rp12,42 miliar\nSementara itu, investor asing net sell terbesar pada saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencapai Rp358 miliar. Tertekan aksi jual, saham TPIA melemah 5% di posisi Rp1.995/saham.\nsource\nhttps://www.bloombergtechnoz.com/deta...\ntag\n#IHSG\n#SahamHariIni\n#RekomendasiSaham\n#SahamIndonesia\n#InvestasiSaham\n#BBRI\n#BBCA\n#SahamBBRI\n#SahamBBCA\n#IncaranAsing\n#InvestorAsing\n\n\n\nSURPORT\nISTAGRAM                        \n  / tradingsahamfirman  \nTIKTOK                               \n  / tradingsaham03  \nFACEBOOK        \nhttps://www.facebook.com/profile.php?...\nTELEGRAM                        \nt.me/tradingsahamfirman\nSNACKVIDEO                    \nhttps://s.snackvideo.com/u/\n\n\nINFO PENTING !!!!\nKAMI TIDAK MENGADAKAN TITIP DANA APAPUN\nSaya hanya memakai Sosmed dan kontak diatas, selain kontak diatas berarti Bukan saya, karena banyak yang mengatas namakan TRADING SAHAM FIRMAN HAPPY untuk penipuan titip dana, sekali lagi saya tekankan saya ( FIRMAN HAPPY ) tidak pernah membuka jasa titip dana trading,  TERIMA KASIH !!\nSegala jenis Pembayaran untuk keperluan channel dan Group saya,UNTUK SAAT INI HANYA DI GRUP YUOTUBE ADAPUN GRUP TELEGRAM MASIH DALAM PENGEMBANGAN TEAM KAMI( selain itu berarti penipuan ) \n\nDisclaimer ON : Semua rekomendasi hanya untuk edukasi & Hiburan, tidak untuk menyarankan Beli atau Jual saham ( silahkan analisa sendiri masing2 ), kerugian dan keuntungan semua ditanggung oleh kalian masing2, dan Kami tidak pernah membuat program titip dana untuk trading atau investasi, semua kerugian yang diakibatkan oleh investasi bodong yang mengatas namakan TRADING SAHAM FIRMAN HAPPY adalah bukan tanggung jawab kami. \n\n\n\nsaham,investasi saham,analisa saham,belajar saham,saham pemula,rekomendasi saham,nabung saham,trading saham,bursa saham,saham hari ini,saham profit,beli saham,tips saham,saham untuk pemula,analisa saham hari ini,cara main saham,tutorial saham,indikator saham,saham isat,saham asii,saham bbri,saham bmri,saham inkp,saham admr,saham goto,saham fren,ilmu saham,saham medc,saham sido,bandarmologi saham,analisa saham besok,saham ajaib", "post_id": "fKN_QmBYur0"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 798.3170588215065, "y": 508.04581526567904, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7774, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "99uEfTWgMVE", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "KIAMAT TRADER?! Wacana Trading Dianggap Omzet Pajak & Dunia Lagi Mode Hawkish! | WAWASAN CERDAS\n\n00:06 Wacana Trading Saham Dianggap Omzet Pajak\n09:37 Dunia Lagi Mode Hawkish\n17:33 The Fed Tetap Hold Rate\n25:59 Australia Paling Semangat Naikkan Rate, Indonesia Nomor Dua\n32:46 Bursa Indonesia vs Australia vs Singapura\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! Di episode kali ini, kita akan membongkar tuntas sebuah \"Perfect Storm\" atau badai mematikan yang sedang menghantui pasar modal Indonesia. Ada dua ancaman raksasa yang siap menggerus portofolio Anda: wacana mengerikan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terkait trading saham, dan kondisi makroekonomi global yang sedang berada dalam mode hawkish ekstrem!\n\n🚨 Bencana Pajak Saham: Jual Rugi Tetap Dianggap Omzet? Pernahkah Anda membayangkan transaksi saham Anda disamakan dengan jualan warung kelontong? Kegaduhan luar biasa sedang melanda komunitas trader ritel setelah munculnya wacana dari penyuluhan DJP di YouTube yang mengindikasikan bahwa aktivitas trading saham aktif dapat dikategorikan sebagai kegiatan usaha. Artinya, seluruh nilai transaksi jual saham Anda berpotensi dianggap sebagai peredaran bruto atau omzet!\n\nAturan ini sangat absurd karena dalam dunia saham, menjual senilai Rp1 miliar belum tentu berarti untung. Anda bisa saja menjual karena cut loss (rugi), namun di mata wacana pajak ini, nilai jual tersebut tetap memperbesar angka \"omzet\" Anda. Bahaya terbesarnya ada pada investor ritel yang juga memiliki usaha UMKM. Jika total nilai jual saham digabung dengan omzet usaha dan menembus batas Rp4,8 miliar per tahun, Anda bisa tiba-tiba kehilangan hak istimewa fasilitas PPh Final UMKM 0,5%! Padahal, selama ini setiap penjualan saham sudah otomatis dipotong PPh Final 0,1% oleh broker. Jika ritel ketakutan dan berhenti transaksi, likuiditas Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kering kerontang, bid-offer merenggang, dan IHSG bisa rontok.\n\n🌍 Dunia Mode Hawkish: Suku Bunga Mencekik & Rupiah Terkapar Seolah masalah pajak belum cukup, kita sedang dihantam tsunami dari luar negeri. Nampaknya seluruh dunia saat ini sedang kompak dalam mode hawkish, di mana era uang murah telah berakhir. Amerika Serikat memimpin ketegangan ini. Meskipun The Fed menahan suku bunga di level 3,50% - 3,75%, proyeksi inflasi PCE mereka untuk tahun 2026 justru dinaikkan menjadi 3,6% (jauh di atas target 2%). Sinyal dari The Fed ini sangat keras: suku bunga tinggi akan ditahan lebih lama!\n\nKepanikan menyebar ke seluruh dunia. Bank of Japan (BoJ) yang biasanya menjadi sumber dana murah global secara mengejutkan menaikkan suku bunga ke 1%, tertinggi dalam 31 tahun terakhir. European Central Bank (ECB) juga ikut menaikkan tiga suku bunga utamanya sebesar 25 bps. Dampaknya? Dolar AS mengamuk dan yield (imbal hasil) obligasi global terbang tinggi.\n\n📉 Apa Kabar Indonesia? Untuk membentengi nilai tukar Rupiah dari pelarian modal asing (capital outflow), Bank Indonesia (BI) terpaksa harus bertindak galak dengan menaikkan BI-Rate menjadi 5,50%. Pasar obligasi kita merespons dengan panik; yield SBN tenor 2 tahun melonjak tajam nyaris 200 bps secara year-to-date menyentuh 7,095%. Kondisi suku bunga tinggi dan dolar kuat ini menjadi racun bagi IHSG. Kombinasi yield tinggi dan potensi keluarnya investor asing membuat saham-saham growth (pertumbuhan), teknologi, properti, dan perusahaan dengan utang dolar yang besar menjadi sangat rentan dan berdarah-darah. Sebaliknya, saham bank besar dan eksportir mungkin sedikit lebih defensif, namun tetap berisiko jika asing jualan massal.\n\nBagaimana kita sebagai investor dan trader harus bersikap di tengah ancaman pajak yang tidak masuk akal dan tekanan suku bunga global ini? Temukan analisis strategis selengkapnya hanya di video ini agar Anda tidak salah mengambil keputusan finansial!\n\nDisclaimer: Video ini dibuat murni untuk tujuan edukasi, diskusi, dan informasi. Ini bukan rekomendasi atau ajakan dari penasihat investasi untuk melakukan jual atau beli saham. Segala keputusan, keuntungan, dan risiko investasi sepenuhnya berada di tangan dan tanggung jawab masing-masing investor.\n\nDukung terus Wawasan Cerdas untuk memajukan literasi finansial Indonesia! Klik tombol LIKE jika video ini membuka wawasan Anda, SUBSCRIBE sekarang juga, dan aktifkan LONCENG notifikasi supaya tidak ketinggalan update paling krusial seputar ekonomi, IHSG, dan strategi investasi.\n\nAyo suarakan pendapat Anda di kolom komentar: Apakah Anda setuju jika nilai trading saham dianggap omzet dan digabung dengan perhitungan pajak UMKM Anda? Mari kita berdiskusi dengan cerdas!\n\n\n#WawasanCerdas #IHSG #PajakSaham #TradingSaham #PajakUMKM #TheFed #SukuBungaBI #Rupiah #MarketCrash #BursaEfekIndonesia #InvestasiSaham #SahamPemula #MakroEkonomi #SahamAnjlok #KrisisEkonomi #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "99uEfTWgMVE"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 377.5986990319814, "y": 499.29470571340306, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.1881, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "99uEfTWgMVE", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "KIAMAT TRADER?! Wacana Trading Dianggap Omzet Pajak & Dunia Lagi Mode Hawkish! | WAWASAN CERDAS\n\n00:06 Wacana Trading Saham Dianggap Omzet Pajak\n09:37 Dunia Lagi Mode Hawkish\n17:33 The Fed Tetap Hold Rate\n25:59 Australia Paling Semangat Naikkan Rate, Indonesia Nomor Dua\n32:46 Bursa Indonesia vs Australia vs Singapura\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! Di episode kali ini, kita akan membongkar tuntas sebuah \"Perfect Storm\" atau badai mematikan yang sedang menghantui pasar modal Indonesia. Ada dua ancaman raksasa yang siap menggerus portofolio Anda: wacana mengerikan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terkait trading saham, dan kondisi makroekonomi global yang sedang berada dalam mode hawkish ekstrem!\n\n🚨 Bencana Pajak Saham: Jual Rugi Tetap Dianggap Omzet? Pernahkah Anda membayangkan transaksi saham Anda disamakan dengan jualan warung kelontong? Kegaduhan luar biasa sedang melanda komunitas trader ritel setelah munculnya wacana dari penyuluhan DJP di YouTube yang mengindikasikan bahwa aktivitas trading saham aktif dapat dikategorikan sebagai kegiatan usaha. Artinya, seluruh nilai transaksi jual saham Anda berpotensi dianggap sebagai peredaran bruto atau omzet!\n\nAturan ini sangat absurd karena dalam dunia saham, menjual senilai Rp1 miliar belum tentu berarti untung. Anda bisa saja menjual karena cut loss (rugi), namun di mata wacana pajak ini, nilai jual tersebut tetap memperbesar angka \"omzet\" Anda. Bahaya terbesarnya ada pada investor ritel yang juga memiliki usaha UMKM. Jika total nilai jual saham digabung dengan omzet usaha dan menembus batas Rp4,8 miliar per tahun, Anda bisa tiba-tiba kehilangan hak istimewa fasilitas PPh Final UMKM 0,5%! Padahal, selama ini setiap penjualan saham sudah otomatis dipotong PPh Final 0,1% oleh broker. Jika ritel ketakutan dan berhenti transaksi, likuiditas Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kering kerontang, bid-offer merenggang, dan IHSG bisa rontok.\n\n🌍 Dunia Mode Hawkish: Suku Bunga Mencekik & Rupiah Terkapar Seolah masalah pajak belum cukup, kita sedang dihantam tsunami dari luar negeri. Nampaknya seluruh dunia saat ini sedang kompak dalam mode hawkish, di mana era uang murah telah berakhir. Amerika Serikat memimpin ketegangan ini. Meskipun The Fed menahan suku bunga di level 3,50% - 3,75%, proyeksi inflasi PCE mereka untuk tahun 2026 justru dinaikkan menjadi 3,6% (jauh di atas target 2%). Sinyal dari The Fed ini sangat keras: suku bunga tinggi akan ditahan lebih lama!\n\nKepanikan menyebar ke seluruh dunia. Bank of Japan (BoJ) yang biasanya menjadi sumber dana murah global secara mengejutkan menaikkan suku bunga ke 1%, tertinggi dalam 31 tahun terakhir. European Central Bank (ECB) juga ikut menaikkan tiga suku bunga utamanya sebesar 25 bps. Dampaknya? Dolar AS mengamuk dan yield (imbal hasil) obligasi global terbang tinggi.\n\n📉 Apa Kabar Indonesia? Untuk membentengi nilai tukar Rupiah dari pelarian modal asing (capital outflow), Bank Indonesia (BI) terpaksa harus bertindak galak dengan menaikkan BI-Rate menjadi 5,50%. Pasar obligasi kita merespons dengan panik; yield SBN tenor 2 tahun melonjak tajam nyaris 200 bps secara year-to-date menyentuh 7,095%. Kondisi suku bunga tinggi dan dolar kuat ini menjadi racun bagi IHSG. Kombinasi yield tinggi dan potensi keluarnya investor asing membuat saham-saham growth (pertumbuhan), teknologi, properti, dan perusahaan dengan utang dolar yang besar menjadi sangat rentan dan berdarah-darah. Sebaliknya, saham bank besar dan eksportir mungkin sedikit lebih defensif, namun tetap berisiko jika asing jualan massal.\n\nBagaimana kita sebagai investor dan trader harus bersikap di tengah ancaman pajak yang tidak masuk akal dan tekanan suku bunga global ini? Temukan analisis strategis selengkapnya hanya di video ini agar Anda tidak salah mengambil keputusan finansial!\n\nDisclaimer: Video ini dibuat murni untuk tujuan edukasi, diskusi, dan informasi. Ini bukan rekomendasi atau ajakan dari penasihat investasi untuk melakukan jual atau beli saham. Segala keputusan, keuntungan, dan risiko investasi sepenuhnya berada di tangan dan tanggung jawab masing-masing investor.\n\nDukung terus Wawasan Cerdas untuk memajukan literasi finansial Indonesia! Klik tombol LIKE jika video ini membuka wawasan Anda, SUBSCRIBE sekarang juga, dan aktifkan LONCENG notifikasi supaya tidak ketinggalan update paling krusial seputar ekonomi, IHSG, dan strategi investasi.\n\nAyo suarakan pendapat Anda di kolom komentar: Apakah Anda setuju jika nilai trading saham dianggap omzet dan digabung dengan perhitungan pajak UMKM Anda? Mari kita berdiskusi dengan cerdas!\n\n\n#WawasanCerdas #IHSG #PajakSaham #TradingSaham #PajakUMKM #TheFed #SukuBungaBI #Rupiah #MarketCrash #BursaEfekIndonesia #InvestasiSaham #SahamPemula #MakroEkonomi #SahamAnjlok #KrisisEkonomi #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "99uEfTWgMVE"}}], "edges": [{"key": "netizenledger", "source": "netizenledger", "target": "NabielZahf63426", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "netizenledger", "source": "netizenledger", "target": "Andhika60250823", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "betheonepercent2", "source": "betheonepercent2", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "chenelpasarmodal", "source": "chenelpasarmodal", "target": "akunwakwak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clasclip", "source": "clasclip", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "mh.daily8", "source": "mh.daily8", "target": "ajaibinvestasi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "myterminal.id", "source": "myterminal.id", "target": "myterminal.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "investora.idn", "source": "investora.idn", "target": "Investora.Idn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipper.digital.id", "source": "clipper.digital.id", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipper.digital.id", "source": "clipper.digital.id", "target": "Kontencom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "icanhiueattomato", "source": "icanhiueattomato", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "graham_di_caprio", "source": "graham_di_caprio", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "aurapragmatis", "source": "aurapragmatis", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@RepublicWorld", "source": "@RepublicWorld", "target": "republicdefence", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@oceanpressindonesia", "source": "@oceanpressindonesia", "target": "ocean_press", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@jejaksaham", "source": "@jejaksaham", "target": "jejaksaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@thecore_in", "source": "@thecore_in", "target": "thecore_in", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@yanuarrizky_economy", "source": "@yanuarrizky_economy", "target": "aniesbaswedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BriTeresi", "source": "@BriTeresi", "target": "zanoproject", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tradingsahamfirman", "source": "@tradingsahamfirman", "target": "tradingsa...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@thecore_in", "source": "@thecore_in", "target": "thecore_in", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@thecore_in", "source": "@thecore_in", "target": "thecore_in", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}