{"nodes": [{"key": "72819214106", "attributes": {"label": "72819214106", "x": 39.584222012422956, "y": 468.4922435356125, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 16.1878, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3912017289177387797_72819214106", "id": "72819214106", "source": "instagram-000001", "content": "Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,70% ke level 5.839. Tekanan pasar dipicu depresiasi rupiah hingga Rp18.034 per dolar AS serta kenaikan harga minyak dunia yang memunculkan kekhawatiran inflasi dan peluang Bank Indonesia kembali menaikkan BI Rate tahun ini.\n\nSentimen lain datang dari peringkat Baa2 dengan outlook negatif yang diberikan Moody’s kepada Danantara Investment Management (DIM), serta laporan bahwa sejumlah importir China menunda pembelian batu bara Indonesia akibat kekhawatiran terkait mekanisme kontrak, harga, dan perdagangan dalam sistem baru yang melibatkan Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).\n\nFollow  untuk info lainnya.", "post_id": "3912017289177387797_72819214106"}}, {"key": "Investora.Idn", "attributes": {"label": "Investora.Idn", "x": 928.725714074458, "y": 807.8269102162911, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 29.9474, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912017289177387797_72819214106", "id": "Investora.Idn", "source": "instagram-000001", "content": "Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,70% ke level 5.839. Tekanan pasar dipicu depresiasi rupiah hingga Rp18.034 per dolar AS serta kenaikan harga minyak dunia yang memunculkan kekhawatiran inflasi dan peluang Bank Indonesia kembali menaikkan BI Rate tahun ini.\n\nSentimen lain datang dari peringkat Baa2 dengan outlook negatif yang diberikan Moody’s kepada Danantara Investment Management (DIM), serta laporan bahwa sejumlah importir China menunda pembelian batu bara Indonesia akibat kekhawatiran terkait mekanisme kontrak, harga, dan perdagangan dalam sistem baru yang melibatkan Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).\n\nFollow  untuk info lainnya.", "post_id": "3912017289177387797_72819214106"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 712.6391871399522, "y": 619.3038892550908, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 107.9172, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3911432367856989777_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "IHSG ditutup melemah 4,94% ke level 5.889,48 pada sesi pertama perdagangan 3 Juni 2026. Pelemahan ini dipicu sejumlah sentimen negatif, mulai dari outlook negatif Moody’s terhadap Danantara, pelemahan rupiah yang telah turun 7,52% sejak awal tahun, hingga kekhawatiran inflasi akibat kenaikan harga minyak. 📊\n\nInvestor juga menantikan pengumuman MSCI pada 18 Juni mendatang terkait status Indonesia sebagai emerging market atau frontier market. Sementara itu, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp525,37 miliar. 💸\n\nSaham yang paling banyak dibeli asing adalah BUMI, BMRI, AMMN, BREN, dan DEWA. Sedangkan saham yang paling banyak dilepas asing adalah BBCA, TPIA, BBRI, DSSA, dan ANTM. 📉\n\nSumber: IDN Financials, 3 Juni 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#IHSG #BEI #SahamIndonesia #PasarModal #Investasi #InvestorSaham #MSCI #Rupiah #BBCA #BBRI #BUMI #AMMN #BREN #mancingsaham", "post_id": "3911432367856989777_52512310886"}}, {"key": "putr4_k0n0h4", "attributes": {"label": "putr4_k0n0h4", "x": 101.96475869503196, "y": 993.7040025585459, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 16.1878, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3906679733740245488_55744678044", "id": "putr4_k0n0h4", "source": "instagram-000001", "content": "Masih bilang indonesia baik2 saja ❓️\n\nEkonom utama Permata Bank, Josua Pardede, melempar peringatan keras terkait posisi Indonesia yang menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang mengalami arus modal keluar (capital outflow) massal di pasar surat utang atau obligasi sepanjang kuartal I 2026 (22/5). \n\nDi tengah hantaman sentimen global yang setara dihadapi oleh seluruh negara berkembang (emerging markets), investor asing justru tercatat melakukan aksi jual bersih (net outflow) sebesar US$1,48 miliar di pasar obligasi Indonesia, ditambah US$1,95 miliar di pasar saham. \n\nJosua menegaskan, rapor merah ini menjadi indikator sahih bahwa investor global tidak lagi sekadar melihat faktor eksternal, melainkan mulai cemas terhadap risiko domestik, terutama jebloknya rasio pajak (tax ratio) Indonesia yang hanya 13,3 persen serta membengkaknya beban bunga utang pemerintah yang diproyeksikan menembus Rp599,4 triliun tahun ini.\n\nData pelarian modal asing yang dipaparkan dalam Pelatihan Media Bank Indonesia di Makassar ini menelanjari kebohongan narasi \"fundamental ekonomi kita aman dan kuat\" yang terus diproduksi oleh humas istana. Menjadikan konflik Selat Hormuz sebagai kambing hitam tunggal atas carut-marutnya ekonomi domestik—seperti yang dipakai Badan Gizi untuk memotong anggaran MBG—kini terbukti patah secara ilmiah. \n\nSinyal bahaya sebenarnya sudah menyala sejak awal tahun ketika lembaga pemeringkat internasional Fitch dan Moody's kompak merevisi prospek (outlook) Indonesia menjadi negatif, disusul didepaknya 19 saham Indonesia dari indeks global MSCI. Investor asing memilih kabur karena mereka kalkulatif melihat kas negara yang tekor akibat ego politik megaproyek yang dipaksakan lewat penarikan utang ugal-ugalan, sementara kemampuan negara mengumpulkan pendapatan pajak sangat loyo di bawah rata-rata negara sekelas (peers).\n\nMelihat data bahwa cuma Indonesia yang mengalami pelarian modal asing di bursa obligasi ASEAN, menurut lo ini sinyal lampu merah buat dompet kita atau lo optimistis kenaikan suku bunga BI bisa menyelamatkan Rupiah? \n\nFollow  untuk terus mengawal kebijakan moneter, transparansi utang negara, dan investigasi pasar finansial.", "post_id": "3906679733740245488_55744678044"}}, {"key": "arahjakarta", "attributes": {"label": "arahjakarta", "x": 874.7357965400807, "y": 872.7108357671009, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 29.9474, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3906679733740245488_55744678044", "id": "arahjakarta", "source": "instagram-000001", "content": "Masih bilang indonesia baik2 saja ❓️\n\nEkonom utama Permata Bank, Josua Pardede, melempar peringatan keras terkait posisi Indonesia yang menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang mengalami arus modal keluar (capital outflow) massal di pasar surat utang atau obligasi sepanjang kuartal I 2026 (22/5). \n\nDi tengah hantaman sentimen global yang setara dihadapi oleh seluruh negara berkembang (emerging markets), investor asing justru tercatat melakukan aksi jual bersih (net outflow) sebesar US$1,48 miliar di pasar obligasi Indonesia, ditambah US$1,95 miliar di pasar saham. \n\nJosua menegaskan, rapor merah ini menjadi indikator sahih bahwa investor global tidak lagi sekadar melihat faktor eksternal, melainkan mulai cemas terhadap risiko domestik, terutama jebloknya rasio pajak (tax ratio) Indonesia yang hanya 13,3 persen serta membengkaknya beban bunga utang pemerintah yang diproyeksikan menembus Rp599,4 triliun tahun ini.\n\nData pelarian modal asing yang dipaparkan dalam Pelatihan Media Bank Indonesia di Makassar ini menelanjari kebohongan narasi \"fundamental ekonomi kita aman dan kuat\" yang terus diproduksi oleh humas istana. Menjadikan konflik Selat Hormuz sebagai kambing hitam tunggal atas carut-marutnya ekonomi domestik—seperti yang dipakai Badan Gizi untuk memotong anggaran MBG—kini terbukti patah secara ilmiah. \n\nSinyal bahaya sebenarnya sudah menyala sejak awal tahun ketika lembaga pemeringkat internasional Fitch dan Moody's kompak merevisi prospek (outlook) Indonesia menjadi negatif, disusul didepaknya 19 saham Indonesia dari indeks global MSCI. Investor asing memilih kabur karena mereka kalkulatif melihat kas negara yang tekor akibat ego politik megaproyek yang dipaksakan lewat penarikan utang ugal-ugalan, sementara kemampuan negara mengumpulkan pendapatan pajak sangat loyo di bawah rata-rata negara sekelas (peers).\n\nMelihat data bahwa cuma Indonesia yang mengalami pelarian modal asing di bursa obligasi ASEAN, menurut lo ini sinyal lampu merah buat dompet kita atau lo optimistis kenaikan suku bunga BI bisa menyelamatkan Rupiah? \n\nFollow  untuk terus mengawal kebijakan moneter, transparansi utang negara, dan investigasi pasar finansial.", "post_id": "3906679733740245488_55744678044"}}, {"key": "cahenom34", "attributes": {"label": "cahenom34", "x": 941.5094668464073, "y": 465.52859381148636, "size": 14.46, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.1878, "eigenvector": 43.2063, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647132134347427093", "id": "cahenom34", "source": "tiktok-000001", "content": "Pasar saham Indonesia alami “Rabu Hitam” 3 Juni 2026. Bloomberg Technoz laporkan IHSG ditutup melemah 4,94% ke 5.889 di Sesi I, padahal bursa Asia lainnya menghijau. LQ45 ikut amblas 4,64%, IHSG tembus support kritis 6.000. Top losers: PTRO -15%, DATA -14,9%, AMMN -14,7%. Bersamaan, Moody’s Ratings beri rating perdana Baa2 ke PT Danantara Investment Management (DIM) dengan outlook NEGATIF, sejalan dengan peringkat sovereign Indonesia. Sebagai pembanding, S&P Global sebelumnya beri peringkat BBB ke DIM dengan outlook STABIL. Kombinasi IHSG anjlok 5% + Moody’s outlook negatif + rupiah rekor terlemah Rp17.925/USD adalah sinyal kuat sentimen global terhadap RI sangat tertekan. Anomali IHSG turun saat bursa Asia hijau menandakan faktor domestik dominan (rupiah, fiskal). Rating negatif Moody’s bisa kerek biaya pinjaman pemerintah ke depan. Strategi umum: diversifikasi ke emas (Antam Rp2,8 juta/gram), USD aset, obligasi pemerintah. Hindari leverage di market volatile. Pantau: kebijakan BI/Kemenkeu, pergerakan rupiah. Sumber: TWS News  #kontencom #kontencomxtws #saham #ihsg", "post_id": "7647132134347427093"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 816.083101527569, "y": 651.7304574443391, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 282.2075, "eigenvector": 45.2591, "in_degree": 27, "out_degree": 0, "degree": 27}, "_id": "7647132134347427093", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "Pasar saham Indonesia alami “Rabu Hitam” 3 Juni 2026. Bloomberg Technoz laporkan IHSG ditutup melemah 4,94% ke 5.889 di Sesi I, padahal bursa Asia lainnya menghijau. LQ45 ikut amblas 4,64%, IHSG tembus support kritis 6.000. Top losers: PTRO -15%, DATA -14,9%, AMMN -14,7%. Bersamaan, Moody’s Ratings beri rating perdana Baa2 ke PT Danantara Investment Management (DIM) dengan outlook NEGATIF, sejalan dengan peringkat sovereign Indonesia. Sebagai pembanding, S&P Global sebelumnya beri peringkat BBB ke DIM dengan outlook STABIL. Kombinasi IHSG anjlok 5% + Moody’s outlook negatif + rupiah rekor terlemah Rp17.925/USD adalah sinyal kuat sentimen global terhadap RI sangat tertekan. Anomali IHSG turun saat bursa Asia hijau menandakan faktor domestik dominan (rupiah, fiskal). Rating negatif Moody’s bisa kerek biaya pinjaman pemerintah ke depan. Strategi umum: diversifikasi ke emas (Antam Rp2,8 juta/gram), USD aset, obligasi pemerintah. Hindari leverage di market volatile. Pantau: kebijakan BI/Kemenkeu, pergerakan rupiah. Sumber: TWS News  #kontencom #kontencomxtws #saham #ihsg", "post_id": "7647132134347427093"}}, {"key": "clip_to_clip0", "attributes": {"label": "clip_to_clip0", "x": 715.0178480475453, "y": 953.7969530216556, "size": 14.46, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.1878, "eigenvector": 43.2063, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647133333650001159", "id": "clip_to_clip0", "source": "tiktok-000001", "content": "Pasar saham Indonesia alami “Rabu Hitam” 3 Juni 2026. Bloomberg Technoz laporkan IHSG ditutup melemah 4,94% ke 5.889 di Sesi I, padahal bursa Asia lainnya menghijau. LQ45 ikut amblas 4,64%, IHSG tembus support kritis 6.000. Top losers: PTRO -15%, DATA -14,9%, AMMN -14,7%. Bersamaan, Moody's Ratings beri rating perdana Baa2 ke PT Danantara Investment Management (DIM) dengan outlook NEGATIF, sejalan dengan peringkat sovereign Indonesia. Sebagai pembanding, S&P Global sebelumnya beri peringkat BBB ke DIM dengan outlook STABIL. Kombinasi IHSG anjlok 5% + Moody’s outlook negatif + rupiah rekor terlemah Rp17.925/USD adalah sinyal kuat sentimen global terhadap RI sangat tertekan. Anomali IHSG turun saat bursa Asia hijau menandakan faktor domestik dominan (rupiah, fiskal). Rating negatif Moody’s bisa kerek biaya pinjaman pemerintah ke depan. Strategi umum: diversifikasi ke emas (Antam Rp2,8 juta/gram), USD aset, obligasi pemerintah. Hindari leverage di market volatile. Pantau: kebijakan BI/Kemenkeu, pergerakan rupiah.  sumber:TWS News  #kontencom#kontencomxtws", "post_id": "7647133333650001159"}}, {"key": "kennedysukangeclip", "attributes": {"label": "kennedysukangeclip", "x": 512.9734400382971, "y": 796.9228195585617, "size": 14.46, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.1878, "eigenvector": 43.2063, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647784140426710279", "id": "kennedysukangeclip", "source": "tiktok-000001", "content": "Pasar saham Indonesia alami “Rabu Hitam” 3 Juni 2026. Bloomberg Technoz laporkan IHSG ditutup melemah 4,94% ke 5.889 di Sesi I, padahal bursa Asia lainnya menghijau. LQ45 ikut amblas 4,64%, IHSG tembus support kritis 6.000. Top losers: PTRO -15%, DATA -14,9%, AMMN -14,7%.  Bersamaan, Moody’s Ratings beri rating perdana Baa2 ke PT Danantara Investment Management (DIM) dengan outlook NEGATIF, sejalan dengan peringkat sovereign Indonesia. Sebagai pembanding, S&P Global sebelumnya beri peringkat BBB ke DIM dengan outlook STABIL. Kombinasi IHSG anjlok 5% + Moody’s outlook negatif + rupiah rekor terlemah Rp17.925/USD adalah sinyal kuat sentimen global terhadap RI sangat tertekan.  Anomali IHSG turun saat bursa Asia hijau menandakan faktor domestik dominan (rupiah, fiskal). Rating negatif Moody’s bisa kerek biaya pinjaman pemerintah ke depan. Strategi umum: diversifikasi ke emas (Antam Rp2,8 juta/gram), USD aset, obligasi pemerintah. Hindari leverage di market volatile. Pantau: kebijakan BI/Kemenkeu, pergerakan rupiah. Sumber: TWS News   #ihsg #trading #saham#kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7647784140426710279"}}, {"key": "clippernewbie76", "attributes": {"label": "clippernewbie76", "x": 876.525745379905, "y": 612.3360089272842, "size": 14.46, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.1878, "eigenvector": 43.2063, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647188091970669845", "id": "clippernewbie76", "source": "tiktok-000001", "content": "Pasar saham Indonesia alami \"Rabu Hitam\" 3 Juni 2026. Bloomberg Technoz laporkan IHSG ditutup melemah 4,94% ke 5.889 di Sesi I, padahal bursa Asia lainnya menghijau. LQ45 ikut amblas 4,64%, IHSG tembus support kritis 6.000. Top losers: PTRO -15%, DATA -14,9%, AMMN -14,7%. Bersamaan, Moody's Ratings beri rating perdana Baa2 ke PT Danantara Investment Management (DIM) dengan outlook NEGATIF, sejalan dengan peringkat sovereign Indonesia. Sebagai pembanding, S&P Global sebelumnya beri peringkat BBB ke DIM dengan outlook STABIL. Kombinasi IHSG anjlok 5% + Moody's outlook negatif + rupiah rekor terlemah Rp17.925/USD adalah sinyal kuat sentimen global terhadap RI sangat tertekan. Anomali IHSG turun saat bursa Asia hijau menandakan faktor domestik dominan (rupiah, fiskal). Rating negatif Moody's bisa kerek biaya pinjaman pemerintah ke depan. Strategi umum: diversifikasi ke emas (Antam Rp2,8 juta/gram), USD aset, obligasi pemerintah. Hindari leverage di market volatile. Pantau: kebijakan BI/Kemenkeu, pergerakan rupiah. SUMBER : TWS NEWS   #kontencom #kontencomxtws #IHSG", "post_id": "7647188091970669845"}}, {"key": "xiontwsnews", "attributes": {"label": "xiontwsnews", "x": 53.88320040197237, "y": 378.7093271083776, "size": 14.46, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.1878, "eigenvector": 43.2063, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647180409905614101", "id": "xiontwsnews", "source": "tiktok-000001", "content": "EKONOMI INDONESIA SEDANG TIDAK BAIK-BAIK SAJA!!!  Pasar saham Indonesia alami \"Rabu Hitam\" 3 Juni 2026. Bloomberg Technoz laporkan IHSG ditutup melemah 4,94% ke 5.889 di Sesi I, padahal bursa Asia lainnya menghijau. LQ45 ikut amblas 4,64%, IHSG tembus support kritis 6.000. Top losers: PTRO -15%, DATA -14,9%, AMMN -14,7%. Bersamaan, Moody's Ratings beri rating perdana Baa2 ke PT Danantara Investment Management (DIM) dengan outlook NEGATIF, sejalan dengan peringkat sovereign Indonesia. Sebagai pembanding, S&P Global sebelumnya beri peringkat BBB ke DIM dengan outlook STABIL. Kombinasi IHSG anjlok 5% + Moody's outlook negatif + rupiah rekor terlemah Rp17.925/USD adalah sinyal kuat sentimen global terhadap RI sangat tertekan. Anomali IHSG turun saat bursa Asia hijau menandakan faktor domestik dominan (rupiah, fiskal). Rating negatif Moody's bisa kerek biaya pinjaman pemerintah ke depan. Strategi umum: diversifikasi ke emas (Antam Rp2,8 juta/gram), USD aset, obligasi pemerintah. Hindari leverage di market volatile. Pantau: kebijakan BI/Kemenkeu, pergerakan rupiah. Sumber : TWS News   #kontencom #kontencomxtws #fyp #ihsg #turun", "post_id": "7647180409905614101"}}, {"key": "twsmotionnews", "attributes": {"label": "twsmotionnews", "x": 809.1835278686658, "y": 90.70424584914294, "size": 14.46, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.1878, "eigenvector": 43.2063, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7647135853659278612", "id": "twsmotionnews", "source": "tiktok-000001", "content": "Pasar saham Indonesia alami “Rabu Hitam” 3 Juni 2026. Bloomberg Technoz laporkan IHSG ditutup melemah 4,94% ke 5.889 di Sesi I, padahal bursa Asia lainnya menghijau. LQ45 ikut amblas 4,64%, IHSG tembus support kritis 6.000. Top losers: PTRO -15%, DATA -14,9%, AMMN -14,7%. Bersamaan, Moody’s Ratings beri rating perdana Baa2 ke PT Danantara Investment Management (DIM) dengan outlook NEGATIF, sejalan dengan peringkat sovereign Indonesia. Sebagai pembanding, S&P Global sebelumnya beri peringkat BBB ke DIM dengan outlook STABIL. Kombinasi IHSG anjlok 5% + Moody’s outlook negatif + rupiah rekor terlemah Rp17.925/USD adalah sinyal kuat sentimen global terhadap RI sangat tertekan. Anomali IHSG turun saat bursa Asia hijau menandakan faktor domestik dominan (rupiah, fiskal). Rating negatif Moody’s bisa kerek biaya pinjaman pemerintah ke depan. Strategi umum: diversifikasi ke emas (Antam Rp2,8 juta/gram), USD aset, obligasi pemerintah. Hindari leverage di market volatile. Pantau: kebijakan BI/Kemenkeu, pergerakan rupiah. sumber: TWS News    #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7647135853659278612"}}, {"key": "krz.clips0", "attributes": {"label": "krz.clips0", "x": 408.85943818985106, "y": 103.51589317506738, "size": 14.46, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.1878, "eigenvector": 43.2063, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648814875442990343", "id": "krz.clips0", "source": "tiktok-000001", "content": "Pasar saham Indonesia alami “Rabu Hitam” 3 Juni 2026. Bloomberg Technoz laporkan IHSG ditutup melemah 4,94% ke 5.889 di Sesi I, padahal bursa Asia lainnya menghijau. LQ45 ikut amblas 4,64%, IHSG tembus support kritis 6.000. Top losers: PTRO -15%, DATA -14,9%, AMMN -14,7%.  Bersamaan, Moody’s Ratings beri rating perdana Baa2 ke PT Danantara Investment Management (DIM) dengan outlook NEGATIF, sejalan dengan peringkat sovereign Indonesia. Sebagai pembanding, S&P Global sebelumnya beri peringkat BBB ke DIM dengan outlook STABIL. Kombinasi IHSG anjlok 5% + Moody’s outlook negatif + rupiah rekor terlemah Rp17.925/USD adalah sinyal kuat sentimen global terhadap RI sangat tertekan.  Anomali IHSG turun saat bursa Asia hijau menandakan faktor domestik dominan (rupiah, fiskal). Rating negatif Moody’s bisa kerek biaya pinjaman pemerintah ke depan. Strategi umum: diversifikasi ke emas (Antam Rp2,8 juta/gram), USD aset, obligasi pemerintah. Hindari leverage di market volatile. Pantau: kebijakan BI/Kemenkeu, pergerakan rupiah. Sumber: TWS News #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7648814875442990343"}}, {"key": "growwith_investing12", "attributes": {"label": "growwith_investing12", "x": 855.5356367262452, "y": 684.3411050516312, "size": 14.46, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.1878, "eigenvector": 43.2063, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7647475590752226577", "id": "growwith_investing12", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sampaikan klaim optimis di tengah rupiah yang tembus rekor terlemah sepanjang sejarah Rp18.011 di pasar luar negeri. Bloomberg Technoz melaporkan pada Kamis (4/6/2026) bahwa Purbaya menilai aturan kewajiban penempatan 100% Devisa Hasil Ekspor SDA (DHE SDA) di dalam negeri via PP Nomor 21 Tahun 2026, yang efektif 1 Juni 2026, bisa dorong penguatan rupiah mulai akhir Juni. “Harusnya akhir bulan udah mulai kelihatan penguatnya ke rupiah,” kata Purbaya. Dia juga tegaskan fundamental ekonomi RI masih solid dan rupiah akan menguat begitu rumor negatif soal kebijakan fiskal mulai mereda. Konteks yang perlu dicermati: USD/IDR offshore sudah Rp18.011, IHSG anjlok 4,94% di Sesi I, dan Moody’s beri outlook NEGATIF ke Danantara. Buat investor Indonesia, klaim 30 hari ini adalah prediksi optimis yang perlu diverifikasi realisasinya karena implementasi DHE historis sering punya celah seperti under-invoicing dan transfer pricing. Kalau eksekusi mulus, suplai dolar domestik naik dan 3 Bank Himbara (BBRI, BMRI, BBNI) berpotensi diuntungkan, sementara emiten SDA (BYAN, ADRO, ITMG, AALI, ANTM, MBMA) bisa kena beban likuiditas sementara. Pantau realisasi DHE SDA harian 1-30 Juni, intervensi BI di pasar, dan FOMC bulan ini sebagai katalis utama sebelum ambil posisi. Sumber : TWS News   #kontencom  #kontencomxtws  #twsnews  #purbaya", "post_id": "7647475590752226577"}}, {"key": "ranvxst4r", "attributes": {"label": "ranvxst4r", "x": 519.179866529114, "y": 624.7161136582281, "size": 14.46, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.1878, "eigenvector": 43.2063, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647460846246890759", "id": "ranvxst4r", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sampaikan klaim optimis di tengah rupiah yang tembus rekor terlemah sepanjang sejarah Rp18.011 di pasar luar negeri. Bloomberg Technoz melaporkan pada Kamis (4/6/2026) bahwa Purbaya menilai aturan kewajiban penempatan 100% Devisa Hasil Ekspor SDA (DHE SDA) di dalam negeri via PP Nomor 21 Tahun 2026, yang efektif 1 Juni 2026, bisa dorong penguatan rupiah mulai akhir Juni. “Harusnya akhir bulan udah mulai kelihatan penguatnya ke rupiah,” kata Purbaya. Dia juga tegaskan fundamental ekonomi RI masih solid dan rupiah akan menguat begitu rumor negatif soal kebijakan fiskal mulai mereda. Konteks yang perlu dicermati: USD/IDR offshore sudah Rp18.011, IHSG anjlok 4,94% di Sesi I, dan Moody’s beri outlook NEGATIF ke Danantara. Buat investor Indonesia, klaim 30 hari ini adalah prediksi optimis yang perlu diverifikasi realisasinya karena implementasi DHE historis sering punya celah seperti under-invoicing dan transfer pricing. Kalau eksekusi mulus, suplai dolar domestik naik dan 3 Bank Himbara (BBRI, BMRI, BBNI) berpotensi diuntungkan, sementara emiten SDA (BYAN, ADRO, ITMG, AALI, ANTM, MBMA) bisa kena beban likuiditas sementara. Pantau realisasi DHE SDA harian 1-30 Juni, intervensi BI di pasar, dan FOMC bulan ini sebagai katalis utama sebelum ambil posisi. sumber:TWS News #kontencom #kontencomxtws #mentrikeuangan #fyp  ig:", "post_id": "7647460846246890759"}}, {"key": "titik.terendah.ku7", "attributes": {"label": "titik.terendah.ku7", "x": 508.74547545806405, "y": 346.2329153998067, "size": 14.46, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.1878, "eigenvector": 43.2063, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647752511566187797", "id": "titik.terendah.ku7", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sampaikan klaim optimis di tengah rupiah yang tembus rekor terlemah sepanjang sejarah Rp18.011 di pasar luar negeri. Bloomberg Technoz melaporkan pada Kamis (4/6/2026) bahwa Purbaya menilai aturan kewajiban penempatan 100% Devisa Hasil Ekspor SDA (DHE SDA) di dalam negeri via PP Nomor 21 Tahun 2026, yang efektif 1 Juni 2026, bisa dorong penguatan rupiah mulai akhir Juni. \"Harusnya akhir bulan udah mulai kelihatan penguatnya ke rupiah,\" kata Purbaya. Dia juga tegaskan fundamental ekonomi RI masih solid dan rupiah akan menguat begitu rumor negatif soal kebijakan fiskal mulai mereda. Konteks yang perlu dicermati: USD/IDR offshore sudah Rp18.011, IHSG anjlok 4,94% di Sesi I, dan Moody's beri outlook NEGATIF ke Danantara. Buat investor Indonesia, klaim 30 hari ini adalah prediksi optimis yang perlu diverifikasi realisasinya karena implementasi DHE historis sering punya celah seperti under-invoicing dan transfer pricing. Kalau eksekusi mulus, suplai dolar domestik naik dan 3 Bank Himbara (BBRI, BMRI, BBNI) berpotensi diuntungkan, sementara emiten SDA (BYAN, ADRO, ITMG, AALI, ANTM, MBMA) bisa kena beban likuiditas sementara. Pantau realisasi DHE SDA harian 1-30 Juni, intervensi Bl di pasar, dan FOMC bulan ini sebagai katalis utama sebelum ambil posisi Sumber IG : Tradewithsuli    #kontencom #kontencomxtws #purbaya #menkeu #Rupiah", "post_id": "7647752511566187797"}}, {"key": "willbitsecond", "attributes": {"label": "willbitsecond", "x": 625.0521770956975, "y": 661.2792810806448, "size": 14.46, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.1878, "eigenvector": 43.2063, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7648184118202617095", "id": "willbitsecond", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sampaikan klaim optimis di tengah rupiah yang tembus rekor terlemah sepanjang sejarah Rp18.011 di pasar luar negeri. Bloomberg Technoz melaporkan pada Kamis (4/6/2026) bahwa Purbaya menilai aturan kewajiban penempatan 100% Devisa Hasil Ekspor SDA (DHE SDA) di dalam negeri via PP Nomor 21 Tahun 2026, yang efektif 1 Juni 2026, bisa dorong penguatan rupiah mulai akhir Juni.  “Harusnya akhir bulan udah mulai kelihatan penguatnya ke rupiah,” kata Purbaya. Dia juga tegaskan fundamental ekonomi RI masih solid dan rupiah akan menguat begitu rumor negatif soal kebijakan fiskal mulai mereda. Konteks yang perlu dicermati: USD/IDR offshore sudah Rp18.011, IHSG anjlok 4,94% di Sesi I, dan Moody’s beri outlook NEGATIF ke Danantara. Buat investor Indonesia, klaim 30 hari ini adalah prediksi optimis yang perlu diverifikasi realisasinya karena implementasi DHE historis sering punya celah seperti under-invoicing dan transfer pricing. Kalau eksekusi mulus, suplai dolar domestik naik dan 3 Bank Himbara (BBRI, BMRI, BBNI) berpotensi diuntungkan, sementara emiten SDA (BYAN, ADRO, ITMG, AALI, ANTM, MBMA) bisa kena beban likuiditas sementara. Pantau realisasi DHE SDA harian 1-30 Juni, intervensi BI di pasar, dan FOMC bulan ini sebagai katalis utama sebelum ambil posisi. Sumber: TWS News Ig :  #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7648184118202617095"}}, {"key": "foxnewsindo", "attributes": {"label": "foxnewsindo", "x": 816.6555421876086, "y": 865.5302569457654, "size": 14.46, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.1878, "eigenvector": 43.2063, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647761534478830856", "id": "foxnewsindo", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sampaikan klaim optimis di tengah rupiah yang tembus rekor terlemah sepanjang sejarah Rp18.011 di pasar luar negeri. Bloomberg Technoz melaporkan pada Kamis (4/6/2026) bahwa Purbaya menilai aturan kewajiban penempatan 100% Devisa Hasil Ekspor SDA (DHE SDA) di dalam negeri via PP Nomor 21 Tahun 2026, yang efektif 1 Juni 2026, bisa dorong penguatan rupiah mulai akhir Juni. “Harusnya akhir bulan udah mulai kelihatan penguatnya ke rupiah,” kata Purbaya. Dia juga tegaskan fundamental ekonomi RI masih solid dan rupiah akan menguat begitu rumor negatif soal kebijakan fiskal mulai mereda. Konteks yang perlu dicermati: USD/IDR offshore sudah Rp18.011, IHSG anjlok 4,94% di Sesi I, dan Moody’s beri outlook NEGATIF ke Danantara. Buat investor Indonesia, klaim 30 hari ini adalah prediks optimis yang perlu diverifikasi realisasinya karena implementasi DHE historis sering punya celah seperti under-invoicing dan transfer pricing. Kalau eksekusi mulus, suplai dolar domestik naik dan 3 Bank Himbara (BBRI, BMRI, BBNI) berpotensi diuntungkan, sementara emiten SDA (BYAN, ADRO, ITMG, AALI, ANTM, MBMA) bisa kena beban likuiditas sementara. Pantau realisasi DHE SDA harian 1-30 Juni, intervensi Bl di pasar, dan FOMC bulan ini sebagai katalis utama sebelum ambil posisi. sumber konten “TWS News” #kontencom #kontencomxtws #rupiahmelemah", "post_id": "7647761534478830856"}}, {"key": "hardddcoreee._", "attributes": {"label": "hardddcoreee._", "x": 279.26377079778285, "y": 620.9843471849264, "size": 14.46, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.1878, "eigenvector": 43.2063, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647310811865550088", "id": "hardddcoreee._", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 MARKET BERDARAH: IHSG AMBLAS KELUAR DARI LEVEL 6.000! 🚨 Dunia pasar modal Indonesia lagi dikejutkan sama penurunan tajam. Gara-gara rating kredit ekonomi RI dapat outlook negatif (turun ke Baa2) dari lembaga pemeringkat global Moody's, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung anjlok parah sebesar 4,94% di Sesi I dan terlempar ke level 5.889! Nggak main-main, ada 714 saham yang melemah dan cuma 35 saham yang bisa bertahan hijau. Dampak dari rating yang turun ini bikin investor asing mulai ragu naruh modalnya di Indonesia. Efek domino lainnya: rupiah makin melemah menembus rekor terlemah sepanjang masa, dan pemerintah terancam harus bayar bunga utang luar negeri yang jauh lebih mahal. Swipe left sampai akhir untuk lihat data lengkap perbandingan negara Asia lainnya di slide 3 serta dampaknya ke rupiah kita. 💬 Menurut analisa kalian, penurunan ini baru awal dari koreksi panjang (bearish) atau justru momen emas alias sinyal beli di harga murah (buy the dip)? Tulis opini kalian di kolom komentar! 👇 🚀 SHARE postingan ini ke grup komunitas investor saham, temen trading, atau keluarga kamu biar gak ketinggalan sentimen krusial ini! Sumber: TWS News #kontencom  #kontencomxtws", "post_id": "7647310811865550088"}}, {"key": "graham_di_caprio", "attributes": {"label": "graham_di_caprio", "x": 971.4380737977212, "y": 721.5405640828301, "size": 14.46, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.1878, "eigenvector": 43.2063, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648883818769829121", "id": "graham_di_caprio", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana terbang ke China dan Inggris pada pertengahan Juni 2026 untuk promosikan instrumen surat utang Indonesia kepada investor global. Bloomberg Technoz melaporkan pada Senin (8/6/2026) bahwa Purbaya akan bertolak ke China pada 16 Juni untuk perkenalkan rencana penerbitan Panda Bond, yaitu obligasi berdenominasi yuan yang diterbitkan entitas non-China di pasar modal China. Indonesia sebelumnya sudah pernah terbitkan Panda Bond di 2018, 2024, dan 2025. Setelah China, Purbaya lanjut ke Inggris untuk meyakinkan investor soal solidnya fundamental ekonomi RI. Konteks: roadshow ini dilakukan di tengah rupiah yang tertekan ke rekor terlemah Rp18.036, IHSG anjlok 6,5% sepekan, plus Moody’s beri outlook NEGATIF ke Danantara. Buat investor Indonesia, langkah ini patut dicermati secara kritis. Roadshow ke investor global adalah praktik standar, tapi efektivitasnya tetap tergantung pada kondisi fundamental, ekspektasi return, dan risk premium yang investor persepsikan soal RI saat ini. Kalau Panda Bond berhasil diterbitkan dengan kupon kompetitif, ini bisa diversifikasi sumber pendanaan RI sekaligus tunjukkan kepercayaan investor China ke ekonomi Indonesia. Sentimen pasar jangka pendek bisa positif kalau ada sinyal konkret demand pickup, tapi long-term tetap ditentukan oleh konsistensi fiskal dan pertumbuhan. Pantau hasil pertemuan Purbaya 16-18 Juni di China dan Inggris, lelang SBN domestik, plus arah rupiah pekan ini sebagai katalis utama. Sumber:TWS News  #kontencom #kontencomxtws #fyp", "post_id": "7648883818769829121"}}, {"key": "yourdreams019", "attributes": {"label": "yourdreams019", "x": 621.3903956570911, "y": 844.4124415349038, "size": 14.46, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.1878, "eigenvector": 43.2063, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648973008496790785", "id": "yourdreams019", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana terbang ke China dan Inggris pada pertengahan Juni 2026 untuk promosikan instrumen surat utang Indonesia kepada investor global. Bloomberg Technoz melaporkan pada Senin (8/6/2026) bahwa Purbaya akan bertolak ke China pada 16 Juni untuk perkenalkan rencana penerbitan Panda Bond, yaitu obligasi berdenominasi yuan yang diterbitkan entitas non-China di pasar modal China. Indonesia sebelumnya sudah pernah terbitkan Panda Bond di 2018, 2024, dan 2025. Setelah China, Purbaya lanjut ke Inggris untuk meyakinkan investor soal solidnya fundamental ekonomi RI. Konteks: roadshow ini dilakukan di tengah rupiah yang tertekan ke rekor terlemah Rp18.036, IHSG anjlok 6,5% sepekan, plus Moody’s beri outlook NEGATIF ke Danantara. Buat investor Indonesia, langkah ini patut dicermati secara kritis. Roadshow ke investor global adalah praktik standar, tapi efektivitasnya tetap tergantung pada kondisi fundamental, ekspektasi return, dan risk premium yang investor persepsikan soal RI saat ini. Kalau Panda Bond berhasil diterbitkan dengan kupon kompetitif, ini bisa diversifikasi sumber pendanaan RI sekaligus tunjukkan kepercayaan investor China ke ekonomi Indonesia. Sentimen pasar jangka pendek bisa positif kalau ada sinyal konkret demand pickup, tapi long-term tetap ditentukan oleh konsistensi fiskal dan pertumbuhan. Pantau hasil pertemuan Purbaya 16-18 Juni di China dan Inggris, lelang SBN domestik, plus arah rupiah pekan ini sebagai katalis utama. Sumber: TWS News #kontencom #kontencomxtws  Ig", "post_id": "7648973008496790785"}}, {"key": "twsupdate2", "attributes": {"label": "twsupdate2", "x": 257.5741712658639, "y": 702.0742683707291, "size": 14.46, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.1878, "eigenvector": 43.2063, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648963601700637972", "id": "twsupdate2", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana terbang ke China dan Inggris pada pertengahan Juni 2026 untuk promosikan instrumen surat utang Indonesia kepada investor global. Bloomberg Technoz melaporkan pada Senin (8/6/2026) bahwa Purbaya akan bertolak ke China pada 16 Juni untuk perkenalkan rencana penerbitan Panda Bond, yaitu obligasi berdenominasi yuan yang diterbitkan entitas non-China di pasar modal China. Indonesia sebelumnya sudah pernah terbitkan Panda Bond di 2018, 2024, dan 2025. Setelah China, Purbaya lanjut ke Inggris untuk meyakinkan investor soal solidnya fundamental ekonomi RI. Konteks: roadshow ini dilakukan di tengah rupiah yang tertekan ke rekor terlemah Rp18.036, IHSG anjlok 6,5% sepekan, plus Moody's beri outlook NEGATIF ke Danantara. Buat investor Indonesia, langkah ini patut dicermati secara kritis. Roadshow ke investor global adalah praktik standar, tapi efektivitasnya tetap tergantung pada kondisi fundamental, ekspektasi return, dan risk premium yang investor persepsikan soal RI saat ini. Kalau Panda Bond berhasil diterbitkan dengan kupon kompetitif, ini bisa diversifikasi sumber pendanaan RI sekaligus tunjukkan kepercayaan investor China ke ekonomi Indonesia. Sentimen pasar jangka pendek bisa positif kalau ada sinyal konkret demand pickup, tapi long-term tetap ditentukan oleh konsistensi fiskal dan pertumbuhan. Pantau hasil pertemuan Purbaya 16-18 Juni di China dan Inggris, lelang SBN domestik, plus arah rupiah pekan ini sebagai katalis utama.||| Baca selengkapnya:TWS News  #kontencom #kontencomxtws #fyp #mbg", "post_id": "7648963601700637972"}}, {"key": "clipss.capital", "attributes": {"label": "clipss.capital", "x": 661.7573234018067, "y": 720.0035179479421, "size": 14.46, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.1878, "eigenvector": 43.2063, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7648892723520441621", "id": "clipss.capital", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana terbang ke China dan Inggris pada pertengahan Juni 2026 untuk promosikan instrumen surat utang Indonesia kepada investor global. Bloomberg Technoz melaporkan pada Senin (8/6/2026) bahwa Purbaya akan bertolak ke China pada 16 Juni untuk perkenalkan rencana penerbita Panda Bond, yaitu obligasi berdenominasi yuan yang diterbitkan entitas non-China di pasar modal China. Indonesia sebelumnya sudah pernah terbitkan Panda Bond di 2018, 2024, dan 2025. Setelah China, Purbaya lanjut ke Inggris untuk meyakinkan investor soal solidnya fundamental ekonomi RI. Konteks: roadshow ini dilakukan di tengah rupiah yang tertekan ke rekor terlemah Rp18.036, IHSG anjlok 6,5% sepekan, plus Moody's beri outlook NEGATIF ke Danantara. ​Buat investor Indonesia, langkah ini patut dicermati secara kritis. Roadshow ke investor global adalah praktik standar, tapi efektivitasnya tetap tergantung pada kondisi fundamental, ekspektasi return, dan risk premium yang investor persepsikan soal RI saat ini. Kalau Panda Bond berhasil diterbitkan dengan kupon kompetitif, ini bisa diversifikasi sumber pendanaan RI sekaligus tunjukkan kepercayaan investor China ke ekonomi Indonesia. Sentimen pasar jangka pendek bisa positif kalau ada sinyal konkret demand pickup, tapi long-term tetap ditentukan oleh konsistensi fiskal dan pertumbuhan. Pantau hasil pertemuan Purbaya 16-18 Juni di China dan Inggris, lelang SBN domestik, plus arah rupiah pekan ini sebagai katalis utama. Sumber : TWS News  Instagram :  #kontencom #kontencomxtws #fyp #purbaya", "post_id": "7648892723520441621"}}, {"key": "tradewithsuli12", "attributes": {"label": "tradewithsuli12", "x": 805.5010187085117, "y": 970.3261149862134, "size": 14.46, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.1878, "eigenvector": 43.2063, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7649055451555892487", "id": "tradewithsuli12", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana terbang ke China dan Inggris pada pertengahan Juni 2026 untuk promosikan instrumen surat utang Indonesia kepada investor global. Bloomberg Technoz melaporkan pada Senin (8/6/2026) bahwa Purbaya akan bertolak ke China pada 16 Juni untuk perkenalkan rencana penerbitan Panda Bond, yaitu obligasi berdenominasi yuan yang diterbitkan entitas non-China di pasar modal China. Indonesia sebelumnya sudah pernah terbitkan Panda Bond di 2018, 2024, dan 2025. Setelah China, Purbaya lanjut ke Inggris untuk meyakinkan investor soal solidnya fundamental ekonomi RI. Konteks: roadshow ini dilakukan di tengah rupiah yang tertekan ke rekor terlemah Rp18.036, IHSG anjlok 6,5% sepekan, plus Moody’s beri outlook NEGATIF ke Danantara.\n \n Buat investor Indonesia, langkah ini patut dicermati secara kritis. Roadshow ke investor global adalah praktik standar, tapi efektivitasnya tetap tergantung pada kondisi fundamental, ekspektasi return, dan risk premium yang investor persepsikan soal RI saat ini. Kalau Panda Bond berhasil diterbitkan dengan kupon kompetitif, ini bisa diversifikasi sumber pendanaan RI sekaligus tunjukkan kepercayaan investor China ke ekonomi Indonesia. Sentimen pasar jangka pendek bisa positif kalau ada sinyal konkret demand pickup, tapi long-term tetap ditentukan oleh konsistensi fiskal dan pertumbuhan. Pantau hasil pertemuan Purbaya 16-18 Juni di China dan Inggris, lelang SBN domestik, plus arah rupiah pekan ini sebagai katalis utama.\n Sumber :  TWS News  #kontencom #kontencomxtws\n#indonesia #rupiah #ekonomi", "post_id": "7649055451555892487"}}, {"key": "man_twsnews", "attributes": {"label": "man_twsnews", "x": 149.39029776755262, "y": 177.6235022936199, "size": 14.46, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.1878, "eigenvector": 43.2063, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7649020959772445970", "id": "man_twsnews", "source": "tiktok-000001", "content": "Tradewithsuli Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana terbang ke China dan Inggris pada pertengahan Juni 2026 untuk promosikan instrumen surat utang Indonesia kepada investor global. Bloomberg Technoz melaporkan pada Senin (8/6/2026) bahwa Purbaya akan bertolak ke China pada 16 Juni untuk perkenalkan rencana penerbitan Panda Bond, yaitu obligasi berdenominasi yuan yang diterbitkan entitas non-China di pasar modal China. Indonesia sebelumnya sudah pernah terbitkan Panda Bond di 2018, 2024, dan 2025. Setelah China, Purbaya lanjut ke Inggris untuk meyakinkan investor soal solidnya fundamental ekonomi RI. Konteks: roadshow ini dilakukan di tengah rupiah yang tertekan ke rekor terlemah Rp18.036, IHSG anjlok 6,5% sepekan, plus Moody's beri outlook NEGATIF ke Danantara. Buat investor Indonesia, langkah ini patut dicermati secara kritis. Roadshow ke investor global adalah praktik standar, tapi efektivitasnya tetap tergantung pada kondisi fundamental, ekspektasi return, dan risk premium yang investor persepsikan soal RI saat ini. Kalau Panda Bond berhasil diterbitkan dengan kupon kompetitif, ini bisa diversifikasi sumber pendanaan RI sekaligus tunjukkan kepercayaan investor China ke ekonomi Indonesia. Sentimen pasar jangka pendek bisa positif kalau ada sinyal konkret demand pickup, tapi long-term tetap ditentukan oleh konsistensi fiskal dan pertumbuhan. Pantau hasil pertemuan Purbaya 16–18 Juni di China dan Inggris, lelang SBN domestik, plus arah rupiah pekan ini sebagai katalis utama. Sumber:TWS News  #kontencom #kontencomxtws #ekonomi #rupiah #indonesia", "post_id": "7649020959772445970"}}, {"key": "jeckclip4", "attributes": {"label": "jeckclip4", "x": 299.5722208549906, "y": 115.83122535393886, "size": 14.46, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.1878, "eigenvector": 43.2063, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648949938130308372", "id": "jeckclip4", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana terbang ke China dan Inggris pada pertengahan Juni 2026 untuk promosikan instrumen surat utang Indonesia kepada investor global. Bloomberg Technoz melaporkan pada Senin (8/6/2026) bahwa Purbaya akan bertolak ke China pada 16 Juni untuk perkenalkan rencana penerbitan Panda Bond, yaitu obligasi berdenominasi yuan yang diterbitkan entitas non-China di pasar modal China. Indonesia sebelumnya sudah pernah terbitkan Panda Bond di 2018, 2024, dan 2025. Setelah China, Purbaya lanjut ke Inggris untuk meyakinkan investor soal solidnya fundamental ekonomi RI. Konteks: roadshow ini dilakukan di tengah rupiah yang tertekan ke rekor terlemah Rp18.036, IHSG anjlok 6,5% sepekan, plus Moody's beri outlook NEGATIF ke Danantara. Buat investor Indonesia, langkah ini patut dicermati secara kritis. Roadshow ke investor global adalah praktik standar, tapi efektivitasnya tetap tergantung pada kondisi fundamental, ekspektasi return, dan risk premium yang investor persepsikan soal RI saat ini. Kalau Panda Bond berhasil diterbitkan dengan kupon kompetitif, ini bisa diversifikasi sumber pendanaan RI sekaligus tunjukkan kepercayaan investor China ke ekonomi Indonesia. Sentimen pasar jangka pendek bisa positif kalau ada sinyal konkret demand pickup, tapi long-term tetap ditentukan oleh konsistensi fiskal dan pertumbuhan. Pantau hasil pertemuan Purbaya 16-18 Juni di China dan Inggris, lelang SBN domestik, plus arah rupiah pekan ini sebagai katalis utama. \"Sumber: TWS News    #purbaya #rupiah #pandabond #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7648949938130308372"}}, {"key": "hotnews988", "attributes": {"label": "hotnews988", "x": 864.8748999086093, "y": 158.36099996126129, "size": 14.46, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.1878, "eigenvector": 43.2063, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7649074911557864724", "id": "hotnews988", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana terbang ke China dan Inggris pada pertengahan Juni 2026 untuk promosikan instrumen surat utang Indonesia kepada investor global. Bloomberg Technoz melaporkan pada Senin (8/6/2026) bahwa Purbaya akan bertolak ke China pada 16 Juni untuk perkenalkan rencana penerbitan Panda Bond, yaitu obligasi berdenominasi yuan yang diterbitkan entitas non-China di pasar modal China. Indonesia sebelumnya sudah pernah terbitkan Panda Bond di 2018, 2024, dan 2025. Setelah China, Purbaya lanjut ke Inggris untuk meyakinkan investor soal solidnya fundamental ekonomi RI. Konteks: roadshow ini dilakukan di tengah rupiah yang tertekan ke rekor terlemah Rp18.036, IHSG anjlok 6,5% sepekan, plus Moody’s beri outlook NEGATIF ke Danantara. Buat investor Indonesia, langkah ini patut dicermati secara kritis. Roadshow ke investor global adalah praktik standar, tapi efektivitasnya tetap tergantung pada kondisi fundamental, ekspektasi return, dan risk premium yang investor persepsikan soal RI saat ini. Kalau Panda Bond berhasil diterbitkan dengan kupon kompetitif, ini bisa diversifikasi sumber pendanaan RI sekaligus tunjukkan kepercayaan investor China ke ekonomi Indonesia. Sentimen pasar jangka pendek bisa positif kalau ada sinyal konkret demand pickup, tapi long-term tetap ditentukan oleh konsistensi fiskal dan pertumbuhan. Pantau hasil pertemuan Purbaya 16-18 Juni di China dan Inggris, lelang SBN domestik, plus arah rupiah pekan ini sebagai katalis utama. Sumber : TWS News #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7649074911557864724"}}, {"key": "clipin088", "attributes": {"label": "clipin088", "x": 453.71873504135664, "y": 384.87444489391896, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.1878, "eigenvector": 45.2591, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7649248830273195271", "id": "clipin088", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana terbang ke China dan Inggris pada pertengahan Juni 2026 untuk promosikan instrumen surat utang Indonesia kepada investor global. Bloomberg Technoz melaporkan pada Senin (8/6/2026) bahwa Purbaya akan bertolak ke China pada 16 Juni untuk perkenalkan rencana penerbitan Panda Bond, yaitu obligasi berdenominasi yuan yang diterbitkan entitas non-China di pasar modal China. Indonesia sebelumnya sudah pernah terbitkan Panda Bond di 2018, 2024, dan 2025. Setelah China, Purbaya lanjut ke Inggris untuk meyakinkan investor soal solidnya fundamental ekonomi RI. Konteks: roadshow ini dilakukan di tengah rupiah yang tertekan ke rekor terlemah Rp18.036, IHSG anjlok 6,5% sepekan, plus Moody's beri outlook NEGATIF ke Danantara. Buat investor Indonesia, langkah ini patut dicermati secara kritis.  Roadshow ke investor global adalah praktik standar, tapi efektivitasnya tetap tergantung pada kondisi fundamental, ekspektasi return, dan risk premium yang investor persepsikan soal RI saat ini. Kalau Panda Bond berhasil diterbitkan dengan kupon kompetitif, ini bisa diversifikasi sumber pendanaan RI sekaligus tunjukkan kepercayaan investor China ke ekonomi Indonesia.  Sentimen pasar jangka pendek bisa positif kalau ada sinyal konkret demand pickup, tapi long-term tetap ditentukan oleh konsistensi fiskal dan pertumbuhan. Pantau hasil pertemuan Purbaya 16–18 Juni di China dan Inggris, lelang SBN domestik, plus arah rupiah pekan ini sebagai katalis utama. sumber:    #kontencom #kontencomxsuli #fyp #purbaya #rupiah", "post_id": "7649248830273195271"}}, {"key": "Kontencom", "attributes": {"label": "Kontencom", "x": 326.136158817686, "y": 500.76906153044354, "size": 3.57, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 23.0676, "eigenvector": 2.1503, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7649248830273195271", "id": "Kontencom", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana terbang ke China dan Inggris pada pertengahan Juni 2026 untuk promosikan instrumen surat utang Indonesia kepada investor global. Bloomberg Technoz melaporkan pada Senin (8/6/2026) bahwa Purbaya akan bertolak ke China pada 16 Juni untuk perkenalkan rencana penerbitan Panda Bond, yaitu obligasi berdenominasi yuan yang diterbitkan entitas non-China di pasar modal China. Indonesia sebelumnya sudah pernah terbitkan Panda Bond di 2018, 2024, dan 2025. Setelah China, Purbaya lanjut ke Inggris untuk meyakinkan investor soal solidnya fundamental ekonomi RI. Konteks: roadshow ini dilakukan di tengah rupiah yang tertekan ke rekor terlemah Rp18.036, IHSG anjlok 6,5% sepekan, plus Moody's beri outlook NEGATIF ke Danantara. Buat investor Indonesia, langkah ini patut dicermati secara kritis.  Roadshow ke investor global adalah praktik standar, tapi efektivitasnya tetap tergantung pada kondisi fundamental, ekspektasi return, dan risk premium yang investor persepsikan soal RI saat ini. Kalau Panda Bond berhasil diterbitkan dengan kupon kompetitif, ini bisa diversifikasi sumber pendanaan RI sekaligus tunjukkan kepercayaan investor China ke ekonomi Indonesia.  Sentimen pasar jangka pendek bisa positif kalau ada sinyal konkret demand pickup, tapi long-term tetap ditentukan oleh konsistensi fiskal dan pertumbuhan. Pantau hasil pertemuan Purbaya 16–18 Juni di China dan Inggris, lelang SBN domestik, plus arah rupiah pekan ini sebagai katalis utama. sumber:    #kontencom #kontencomxsuli #fyp #purbaya #rupiah", "post_id": "7649248830273195271"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "attributes": {"label": "@KompasTVSukabumi", "x": 501.36672138818204, "y": 234.98772126834345, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.1878, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "XkyC2uZ_xR4", "id": "@KompasTVSukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus 18.000 per Dolar AS & IHSG Anjlok, Founder Komunitas Saham Superstocks\n\nKOMPAS.TV - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mengalami tekanan hebat pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026. IHSG ditutup anjlok lebih dari 4 persen dan menyentuh level terendah dalam lima tahun terakhir.\n\nSejumlah sentimen negatif datang secara bersamaan dan menekan kepercayaan investor, baik institusional maupun ritel. \n\nMulai dari pelemahan nilai tukar rupiah yang nyaris menembus Rp18.000 per dolar Amerika Serikat, rumor mengenai potensi proyeksi negatif terhadap stabilitas ekonomi Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional, hingga outlook negatif yang diberikan Moody's terhadap Danantara Investment Management.\n\nMengutip RTI Business, IHSG ditutup melemah 254,3 poin atau 4,11 persen. Dari total saham yang diperdagangkan, hanya 69 saham menguat, sementara 692 saham melemah dan 54 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp25,1 triliun dengan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia sebesar Rp10.478 triliun.\n\nDari sisi sektoral, seluruh indeks kompak berada di zona merah. Sektor barang baku menjadi penekan utama dengan pelemahan 9,05 persen, disusul sektor energi yang turun 5,61 persen, infrastruktur 5,05 persen, kesehatan 4,36 persen, industri 3,54 persen, serta properti dan keuangan yang masing-masing turun 3,48 persen dan 1,76 persen.\n\nTekanan juga datang dari arus modal asing. Pada perdagangan kemarin, investor asing tercatat melakukan jual bersih atau net sell hampir Rp1 triliun. \n\nBahkan dalam sepekan terakhir, dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia mencapai Rp14,04 triliun.\n\nLalu, apa yang sebenarnya terjadi di pasar keuangan hingga membuat IHSG jatuh lebih dari 4 persen dalam sehari? Seberapa besar pelemahan rupiah yang kini mendekati Rp18.000 per dolar AS memengaruhi sentimen investor dan pergerakan pasar saham nasional?\n\nKita akan membahasnya bersama Founder Indonesia Superstocks Community, Edhi Pranasidhi.\n#rupiahmelemah #dollar #ihsg\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "XkyC2uZ_xR4"}}, {"key": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "ktvsukabumi", "x": 26.154096512482795, "y": 336.6482405368779, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.9474, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "XkyC2uZ_xR4", "id": "ktvsukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus 18.000 per Dolar AS & IHSG Anjlok, Founder Komunitas Saham Superstocks\n\nKOMPAS.TV - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mengalami tekanan hebat pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026. IHSG ditutup anjlok lebih dari 4 persen dan menyentuh level terendah dalam lima tahun terakhir.\n\nSejumlah sentimen negatif datang secara bersamaan dan menekan kepercayaan investor, baik institusional maupun ritel. \n\nMulai dari pelemahan nilai tukar rupiah yang nyaris menembus Rp18.000 per dolar Amerika Serikat, rumor mengenai potensi proyeksi negatif terhadap stabilitas ekonomi Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional, hingga outlook negatif yang diberikan Moody's terhadap Danantara Investment Management.\n\nMengutip RTI Business, IHSG ditutup melemah 254,3 poin atau 4,11 persen. Dari total saham yang diperdagangkan, hanya 69 saham menguat, sementara 692 saham melemah dan 54 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp25,1 triliun dengan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia sebesar Rp10.478 triliun.\n\nDari sisi sektoral, seluruh indeks kompak berada di zona merah. Sektor barang baku menjadi penekan utama dengan pelemahan 9,05 persen, disusul sektor energi yang turun 5,61 persen, infrastruktur 5,05 persen, kesehatan 4,36 persen, industri 3,54 persen, serta properti dan keuangan yang masing-masing turun 3,48 persen dan 1,76 persen.\n\nTekanan juga datang dari arus modal asing. Pada perdagangan kemarin, investor asing tercatat melakukan jual bersih atau net sell hampir Rp1 triliun. \n\nBahkan dalam sepekan terakhir, dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia mencapai Rp14,04 triliun.\n\nLalu, apa yang sebenarnya terjadi di pasar keuangan hingga membuat IHSG jatuh lebih dari 4 persen dalam sehari? Seberapa besar pelemahan rupiah yang kini mendekati Rp18.000 per dolar AS memengaruhi sentimen investor dan pergerakan pasar saham nasional?\n\nKita akan membahasnya bersama Founder Indonesia Superstocks Community, Edhi Pranasidhi.\n#rupiahmelemah #dollar #ihsg\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "XkyC2uZ_xR4"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 217.18733713874195, "y": 386.9140517597684, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.1878, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Fh31lBKMcXA", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Founder Komunitas Saham Superstocks soal Rupiah Tembus 18.000 per Dolar AS & IHSG Anjlok 4,11 Persen\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mengalami tekanan hebat pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026. IHSG ditutup anjlok lebih dari 4 persen dan menyentuh level terendah dalam lima tahun terakhir.\n\nSejumlah sentimen negatif datang secara bersamaan dan menekan kepercayaan investor, baik institusional maupun ritel. \n\nMulai dari pelemahan nilai tukar rupiah yang nyaris menembus Rp18.000 per dolar Amerika Serikat, rumor mengenai potensi proyeksi negatif terhadap stabilitas ekonomi Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional, hingga outlook negatif yang diberikan Moody's terhadap Danantara Investment Management.\n\nMengutip RTI Business, IHSG ditutup melemah 254,3 poin atau 4,11 persen. Dari total saham yang diperdagangkan, hanya 69 saham menguat, sementara 692 saham melemah dan 54 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp25,1 triliun dengan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia sebesar Rp10.478 triliun.\n\nDari sisi sektoral, seluruh indeks kompak berada di zona merah. Sektor barang baku menjadi penekan utama dengan pelemahan 9,05 persen, disusul sektor energi yang turun 5,61 persen, infrastruktur 5,05 persen, kesehatan 4,36 persen, industri 3,54 persen, serta properti dan keuangan yang masing-masing turun 3,48 persen dan 1,76 persen.\n\nTekanan juga datang dari arus modal asing. Pada perdagangan kemarin, investor asing tercatat melakukan jual bersih atau net sell hampir Rp1 triliun. \n\nBahkan dalam sepekan terakhir, dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia mencapai Rp14,04 triliun.\n\nLalu, apa yang sebenarnya terjadi di pasar keuangan hingga membuat IHSG jatuh lebih dari 4 persen dalam sehari? Seberapa besar pelemahan rupiah yang kini mendekati Rp18.000 per dolar AS memengaruhi sentimen investor dan pergerakan pasar saham nasional?\n\nKita akan membahasnya bersama Founder Indonesia Superstocks Community, Edhi Pranasidhi.\n\nProduser: Shinta Millenia\n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "Fh31lBKMcXA"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 1.9533493639707356, "y": 169.11334861879402, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.9474, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Fh31lBKMcXA", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Founder Komunitas Saham Superstocks soal Rupiah Tembus 18.000 per Dolar AS & IHSG Anjlok 4,11 Persen\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mengalami tekanan hebat pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026. IHSG ditutup anjlok lebih dari 4 persen dan menyentuh level terendah dalam lima tahun terakhir.\n\nSejumlah sentimen negatif datang secara bersamaan dan menekan kepercayaan investor, baik institusional maupun ritel. \n\nMulai dari pelemahan nilai tukar rupiah yang nyaris menembus Rp18.000 per dolar Amerika Serikat, rumor mengenai potensi proyeksi negatif terhadap stabilitas ekonomi Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional, hingga outlook negatif yang diberikan Moody's terhadap Danantara Investment Management.\n\nMengutip RTI Business, IHSG ditutup melemah 254,3 poin atau 4,11 persen. Dari total saham yang diperdagangkan, hanya 69 saham menguat, sementara 692 saham melemah dan 54 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp25,1 triliun dengan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia sebesar Rp10.478 triliun.\n\nDari sisi sektoral, seluruh indeks kompak berada di zona merah. Sektor barang baku menjadi penekan utama dengan pelemahan 9,05 persen, disusul sektor energi yang turun 5,61 persen, infrastruktur 5,05 persen, kesehatan 4,36 persen, industri 3,54 persen, serta properti dan keuangan yang masing-masing turun 3,48 persen dan 1,76 persen.\n\nTekanan juga datang dari arus modal asing. Pada perdagangan kemarin, investor asing tercatat melakukan jual bersih atau net sell hampir Rp1 triliun. \n\nBahkan dalam sepekan terakhir, dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia mencapai Rp14,04 triliun.\n\nLalu, apa yang sebenarnya terjadi di pasar keuangan hingga membuat IHSG jatuh lebih dari 4 persen dalam sehari? Seberapa besar pelemahan rupiah yang kini mendekati Rp18.000 per dolar AS memengaruhi sentimen investor dan pergerakan pasar saham nasional?\n\nKita akan membahasnya bersama Founder Indonesia Superstocks Community, Edhi Pranasidhi.\n\nProduser: Shinta Millenia\n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "Fh31lBKMcXA"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 846.8882096555933, "y": 358.9518785908362, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.1878, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "5L456G5YWwA", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS & IHSG Turun 4,11% Apa yang Terjadi?\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mengalami tekanan hebat pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026. IHSG ditutup anjlok lebih dari 4 persen dan menyentuh level terendah dalam lima tahun terakhir.\n\nSejumlah sentimen negatif datang secara bersamaan dan menekan kepercayaan investor, baik institusional maupun ritel. \n\nMulai dari pelemahan nilai tukar rupiah yang nyaris menembus Rp18.000 per dolar Amerika Serikat, rumor mengenai potensi proyeksi negatif terhadap stabilitas ekonomi Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional, hingga outlook negatif yang diberikan Moody's terhadap Danantara Investment Management.\n\nMengutip RTI Business, IHSG ditutup melemah 254,3 poin atau 4,11 persen. Dari total saham yang diperdagangkan, hanya 69 saham menguat, sementara 692 saham melemah dan 54 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp25,1 triliun dengan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia sebesar Rp10.478 triliun.\n\nDari sisi sektoral, seluruh indeks kompak berada di zona merah. Sektor barang baku menjadi penekan utama dengan pelemahan 9,05 persen, disusul sektor energi yang turun 5,61 persen, infrastruktur 5,05 persen, kesehatan 4,36 persen, industri 3,54 persen, serta properti dan keuangan yang masing-masing turun 3,48 persen dan 1,76 persen.\n\nTekanan juga datang dari arus modal asing. Pada perdagangan kemarin, investor asing tercatat melakukan jual bersih atau net sell hampir Rp1 triliun. \n\nBahkan dalam sepekan terakhir, dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia mencapai Rp14,04 triliun.\n\nLalu, apa yang sebenarnya terjadi di pasar keuangan hingga membuat IHSG jatuh lebih dari 4 persen dalam sehari? Seberapa besar pelemahan rupiah yang kini mendekati Rp18.000 per dolar AS memengaruhi sentimen investor dan pergerakan pasar saham nasional?\n\nKita akan membahasnya bersama Founder Indonesia Superstocks Community, Edhi Pranasidhi.\n\n#rupiah #ihsg #dolar #matauang #ekonomi #bisnis \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "5L456G5YWwA"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 518.3937560224049, "y": 966.9991469163318, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.9474, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5L456G5YWwA", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS & IHSG Turun 4,11% Apa yang Terjadi?\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mengalami tekanan hebat pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026. IHSG ditutup anjlok lebih dari 4 persen dan menyentuh level terendah dalam lima tahun terakhir.\n\nSejumlah sentimen negatif datang secara bersamaan dan menekan kepercayaan investor, baik institusional maupun ritel. \n\nMulai dari pelemahan nilai tukar rupiah yang nyaris menembus Rp18.000 per dolar Amerika Serikat, rumor mengenai potensi proyeksi negatif terhadap stabilitas ekonomi Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional, hingga outlook negatif yang diberikan Moody's terhadap Danantara Investment Management.\n\nMengutip RTI Business, IHSG ditutup melemah 254,3 poin atau 4,11 persen. Dari total saham yang diperdagangkan, hanya 69 saham menguat, sementara 692 saham melemah dan 54 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp25,1 triliun dengan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia sebesar Rp10.478 triliun.\n\nDari sisi sektoral, seluruh indeks kompak berada di zona merah. Sektor barang baku menjadi penekan utama dengan pelemahan 9,05 persen, disusul sektor energi yang turun 5,61 persen, infrastruktur 5,05 persen, kesehatan 4,36 persen, industri 3,54 persen, serta properti dan keuangan yang masing-masing turun 3,48 persen dan 1,76 persen.\n\nTekanan juga datang dari arus modal asing. Pada perdagangan kemarin, investor asing tercatat melakukan jual bersih atau net sell hampir Rp1 triliun. \n\nBahkan dalam sepekan terakhir, dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia mencapai Rp14,04 triliun.\n\nLalu, apa yang sebenarnya terjadi di pasar keuangan hingga membuat IHSG jatuh lebih dari 4 persen dalam sehari? Seberapa besar pelemahan rupiah yang kini mendekati Rp18.000 per dolar AS memengaruhi sentimen investor dan pergerakan pasar saham nasional?\n\nKita akan membahasnya bersama Founder Indonesia Superstocks Community, Edhi Pranasidhi.\n\n#rupiah #ihsg #dolar #matauang #ekonomi #bisnis \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "5L456G5YWwA"}}], "edges": [{"key": "72819214106", "source": "72819214106", "target": "Investora.Idn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "putr4_k0n0h4", "source": "putr4_k0n0h4", "target": "arahjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "cahenom34", "source": "cahenom34", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clip_to_clip0", "source": "clip_to_clip0", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "kennedysukangeclip", "source": "kennedysukangeclip", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clippernewbie76", "source": "clippernewbie76", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "xiontwsnews", "source": "xiontwsnews", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "twsmotionnews", "source": "twsmotionnews", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "krz.clips0", "source": "krz.clips0", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "growwith_investing12", "source": "growwith_investing12", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ranvxst4r", "source": "ranvxst4r", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "titik.terendah.ku7", "source": "titik.terendah.ku7", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "willbitsecond", "source": "willbitsecond", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "growwith_investing12", "source": "growwith_investing12", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "willbitsecond", "source": "willbitsecond", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "foxnewsindo", "source": "foxnewsindo", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "hardddcoreee._", "source": "hardddcoreee._", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "graham_di_caprio", "source": "graham_di_caprio", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "yourdreams019", "source": "yourdreams019", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "twsupdate2", "source": "twsupdate2", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "twsmotionnews", "source": "twsmotionnews", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "twsmotionnews", "source": "twsmotionnews", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipss.capital", "source": "clipss.capital", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipss.capital", "source": "clipss.capital", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "tradewithsuli12", "source": "tradewithsuli12", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "man_twsnews", "source": "man_twsnews", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jeckclip4", "source": "jeckclip4", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "hotnews988", "source": "hotnews988", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipin088", "source": "clipin088", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipin088", "source": "clipin088", "target": "Kontencom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "source": "@KompasTVSukabumi", "target": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}