{"nodes": [{"key": "rinaldijaafar", "attributes": {"label": "rinaldijaafar", "x": 249.83647817976262, "y": 191.79996769084852, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 29.2903, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2064772546764132565", "id": "rinaldijaafar", "source": "retweet-000002", "content": "Bagaimana rupiah mau kuat?\nKetika pemilihan deputi gubernur BI saja jauh dari meritokrasi\n\nMasih ingat? Ada 3 kandidat…", "post_id": "2064772546764132565"}}, {"key": "txtdaritaxpayer", "attributes": {"label": "txtdaritaxpayer", "x": 371.8401673073647, "y": 982.1230774586123, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 91.5322, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 10, "out_degree": 0, "degree": 10}, "_id": "2064772546764132565", "id": "txtdaritaxpayer", "source": "retweet-000002", "content": "Bagaimana rupiah mau kuat?\nKetika pemilihan deputi gubernur BI saja jauh dari meritokrasi\n\nMasih ingat? Ada 3 kandidat…", "post_id": "2064772546764132565"}}, {"key": "Boboboy_09", "attributes": {"label": "Boboboy_09", "x": 906.9150186878298, "y": 411.6281816566888, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 29.2903, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2059053079757287670", "id": "Boboboy_09", "source": "retweet-000002", "content": "Bagaimana rupiah mau kuat?\nKetika pemilihan deputi gubernur BI saja jauh dari meritokrasi\n\nMasih ingat? Ada 3 kandidat…", "post_id": "2059053079757287670"}}, {"key": "zulfanam", "attributes": {"label": "zulfanam", "x": 174.1796209165265, "y": 631.775145227689, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 29.2903, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2058834544195973411", "id": "zulfanam", "source": "retweet-000002", "content": "Bagaimana rupiah mau kuat?\nKetika pemilihan deputi gubernur BI saja jauh dari meritokrasi\n\nMasih ingat? Ada 3 kandidat…", "post_id": "2058834544195973411"}}, {"key": "rezarebor", "attributes": {"label": "rezarebor", "x": 338.48355507120874, "y": 544.2554297155028, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 29.2903, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2060975411526570024", "id": "rezarebor", "source": "retweet-000002", "content": "Bagaimana rupiah mau kuat?\nKetika pemilihan deputi gubernur BI saja jauh dari meritokrasi\n\nMasih ingat? Ada 3 kandidat…", "post_id": "2060975411526570024"}}, {"key": "diaydiay9696", "attributes": {"label": "diaydiay9696", "x": 263.9821619001147, "y": 434.3737564402527, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 29.2903, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2061572787656163745", "id": "diaydiay9696", "source": "retweet-000002", "content": "Bagaimana rupiah mau kuat?\nKetika pemilihan deputi gubernur BI saja jauh dari meritokrasi\n\nMasih ingat? Ada 3 kandidat…", "post_id": "2061572787656163745"}}, {"key": "Suryasul0770", "attributes": {"label": "Suryasul0770", "x": 676.8617642399547, "y": 597.9031316933628, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 29.2903, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "2061324360846352539", "id": "Suryasul0770", "source": "tweet-000004", "content": "Jngn asal fanatis sj trhdp seseorang at partai tertentu (Gerindra)   lht lulusan Thomas Djiwandono, apakh bnr lulusan Harvard yg trkenal itu sprti yg nt katakan? Kl bkn PS&Gerindra g bakalan jd deputi gubernur BI, lht sj pergerakan rupiah msh lesu trhdp dolar", "post_id": "2061324360846352539"}}, {"key": "KebunTukan90356", "attributes": {"label": "KebunTukan90356", "x": 620.4309893854424, "y": 395.64315191516806, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 35.5145, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2061324360846352539", "id": "KebunTukan90356", "source": "tweet-000004", "content": "Jngn asal fanatis sj trhdp seseorang at partai tertentu (Gerindra)   lht lulusan Thomas Djiwandono, apakh bnr lulusan Harvard yg trkenal itu sprti yg nt katakan? Kl bkn PS&Gerindra g bakalan jd deputi gubernur BI, lht sj pergerakan rupiah msh lesu trhdp dolar", "post_id": "2061324360846352539"}}, {"key": "rdhn333", "attributes": {"label": "rdhn333", "x": 440.37834737431024, "y": 851.3746654004525, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 35.5145, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2061324360846352539", "id": "rdhn333", "source": "tweet-000004", "content": "Jngn asal fanatis sj trhdp seseorang at partai tertentu (Gerindra)   lht lulusan Thomas Djiwandono, apakh bnr lulusan Harvard yg trkenal itu sprti yg nt katakan? Kl bkn PS&Gerindra g bakalan jd deputi gubernur BI, lht sj pergerakan rupiah msh lesu trhdp dolar", "post_id": "2061324360846352539"}}, {"key": "dimarsasongko98", "attributes": {"label": "dimarsasongko98", "x": 576.2181486717036, "y": 692.3480100599213, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 35.5145, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2061324360846352539", "id": "dimarsasongko98", "source": "tweet-000004", "content": "Jngn asal fanatis sj trhdp seseorang at partai tertentu (Gerindra)   lht lulusan Thomas Djiwandono, apakh bnr lulusan Harvard yg trkenal itu sprti yg nt katakan? Kl bkn PS&Gerindra g bakalan jd deputi gubernur BI, lht sj pergerakan rupiah msh lesu trhdp dolar", "post_id": "2061324360846352539"}}, {"key": "Ketctard", "attributes": {"label": "Ketctard", "x": 902.5450601544337, "y": 547.6533834307726, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 29.2903, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2063532412991324434", "id": "Ketctard", "source": "tweet-000004", "content": "Dengan premis yang sama\n\nPonakan prabowo jadi deputi gubernur BI tanpa punya background dan pengalaman di bidang moneter dan modalnya cuma \"saya merasa bisa\" Pas fit n propper test di DPR\n\nHasilnya bisa di liat kan sekarang kaya gimana kekuatan rupiah??", "post_id": "2063532412991324434"}}, {"key": "sociotalker", "attributes": {"label": "sociotalker", "x": 580.184395921864, "y": 553.5730894852182, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 54.187, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2063532412991324434", "id": "sociotalker", "source": "tweet-000004", "content": "Dengan premis yang sama\n\nPonakan prabowo jadi deputi gubernur BI tanpa punya background dan pengalaman di bidang moneter dan modalnya cuma \"saya merasa bisa\" Pas fit n propper test di DPR\n\nHasilnya bisa di liat kan sekarang kaya gimana kekuatan rupiah??", "post_id": "2063532412991324434"}}, {"key": "solusimedia.id", "attributes": {"label": "solusimedia.id", "x": 139.4032452320323, "y": 525.9250925043418, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 195.2672, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7599921694567943442", "id": "solusimedia.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia telah mengukuhkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk periode 2026–2031 melalui Rapat Paripurna DPR RI yang digelar pada Selasa, 27 Januari 2026 di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta. Persetujuan diberikan secara bulat oleh seluruh anggota DPR setelah Thomas dinyatakan lolos dalam rangkaian uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) oleh Komisi XI DPR RI. Thomas, yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan, akan menggantikan posisi Juda Agung, yang telah mengundurkan diri awal Januari 2026 dari jabatan Deputi Gubernur BI. Komisi XI DPR RI menilai bahwa Thomas memiliki kapasitas, kompetensi, dan visi strategis yang sesuai dengan kebutuhan Bank Indonesia ke depan termasuk kemampuan untuk memperkuat sinergi kebijakan moneter dan fiskal demi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Selama fit and proper test, Thomas memaparkan visi bertajuk “BI Gerak”, yang mencakup lima pilar strategis seperti tata kelola kebijakan yang kredibel, efektivitas kebijakan, resiliensi sistem keuangan, sinergi fiskal-moneter-keuangan, serta keberlanjutan transformasi keuangan. Pengesahan ini juga dipandang memiliki dampak positif di pasar keuangan, dengan nilai tukar rupiah yang menunjukkan penguatan setelah hasil uji kelayakan diumumkan oleh Komisi XI. Baca selengkapnya klik link pada bio  #beritaterkinihariini #bankindonesia #thomasdjiwandono #deputigubernurbi  #ekonomiindonesia", "post_id": "7599921694567943442"}}, {"key": "@forumkeadilanTV", "attributes": {"label": "@forumkeadilanTV", "x": 941.7003659279758, "y": 809.9110417239057, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.2903, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "Pxi8eE9mTjY", "id": "@forumkeadilanTV", "source": "youtube-000001", "content": "HARDY HERMAWAN: NASIB RAKYAT INDONESIA DITENTUKAN SPEKULASI PRABOW\n\nNilai tukar rupiah terus turun hingga tembus Rp18.000 per dolar Amerika Serikat. Penurunan terus terjadi semenjak Deputi Gubernur BI dijabat keponakan Presiden Prabowo Subianto, Thomas Djiwandono.\n\nApa sebenarnya yang sedang terjadi? Apa yang harus dilakukan Prabowo? \n\nPodcast Madilog Forum Keadilan berikut ini mengupas pertanyaan-pertanyaan tersebut secara kritis dan mendalam bersama narasumber yang ahli di bidangnya.*\n\nHost: Darmawan Sepriyossa - Jurnalis Senior\nNarasumber: Hardy Hermawan - Peneliti Praxa Institute\n\nFor Partnership, Please Contact:\nbisnis\nhttps://wa.me/628119899090\n\nDapatkan informasi terkini isu-isu hukum dan politik di Indonesia dengan Forum Keadilan. Download aplikasinya sekarang!\nPlaystore https://tinyurl.com/forumkeadilanplay...\nAppStore https://tinyurl.com/forumkeadilanapps\nPortal https://forumkeadilan.com/\n\nApakah Anda peduli dengan isu-isu keadilan sosial dan ingin berkontribusi dalam menciptakan perubahan positif? Forum Keadilan adalah tempat yang tepat untuk Anda!  Ikuti kami sekarang di:\nYouTube    /   \nInstagram   / forumkeadilantv  \nFB   / forumkeadilandotcom  \nTiktok   / forumkeadilantv  \n\n#hardyhermawan #prabowo #ekonomiindonesia #rupiah #oligarki #politikindonesia #madilog #forumkeadilan #beritapolitik #viralpolitik #newsupdate #podcastpolitik", "post_id": "Pxi8eE9mTjY"}}, {"key": "forumkeadilantv", "attributes": {"label": "forumkeadilantv", "x": 691.4438060368869, "y": 168.82985255464456, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 41.7386, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Pxi8eE9mTjY", "id": "forumkeadilantv", "source": "youtube-000001", "content": "HARDY HERMAWAN: NASIB RAKYAT INDONESIA DITENTUKAN SPEKULASI PRABOW\n\nNilai tukar rupiah terus turun hingga tembus Rp18.000 per dolar Amerika Serikat. Penurunan terus terjadi semenjak Deputi Gubernur BI dijabat keponakan Presiden Prabowo Subianto, Thomas Djiwandono.\n\nApa sebenarnya yang sedang terjadi? Apa yang harus dilakukan Prabowo? \n\nPodcast Madilog Forum Keadilan berikut ini mengupas pertanyaan-pertanyaan tersebut secara kritis dan mendalam bersama narasumber yang ahli di bidangnya.*\n\nHost: Darmawan Sepriyossa - Jurnalis Senior\nNarasumber: Hardy Hermawan - Peneliti Praxa Institute\n\nFor Partnership, Please Contact:\nbisnis\nhttps://wa.me/628119899090\n\nDapatkan informasi terkini isu-isu hukum dan politik di Indonesia dengan Forum Keadilan. Download aplikasinya sekarang!\nPlaystore https://tinyurl.com/forumkeadilanplay...\nAppStore https://tinyurl.com/forumkeadilanapps\nPortal https://forumkeadilan.com/\n\nApakah Anda peduli dengan isu-isu keadilan sosial dan ingin berkontribusi dalam menciptakan perubahan positif? Forum Keadilan adalah tempat yang tepat untuk Anda!  Ikuti kami sekarang di:\nYouTube    /   \nInstagram   / forumkeadilantv  \nFB   / forumkeadilandotcom  \nTiktok   / forumkeadilantv  \n\n#hardyhermawan #prabowo #ekonomiindonesia #rupiah #oligarki #politikindonesia #madilog #forumkeadilan #beritapolitik #viralpolitik #newsupdate #podcastpolitik", "post_id": "Pxi8eE9mTjY"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 419.60904755392147, "y": 432.03580257360454, "size": 13.86, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.2903, "eigenvector": 121.803, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "SloaddGDMcc", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kembali Pangkas Batas Beli Dolar, Rupiah Makin Dijaga Ketat! | MILENOMICS\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan pengetatan batas pembelian valuta asing (valas) secara tunai tanpa underlying transaction telah berjalan efektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kebijakan tersebut dinilai berhasil menekan aktivitas pembelian valas berlebihan sekaligus membantu meredam gejolak di pasar keuangan domestik.\n\nDeputi Gubernur Thomas Djiwandono mengungkapkan bahwa Bank Indonesia kembali memangkas ambang batas pembelian tunai valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi maksimal 10.000 dolar AS per pelaku per bulan. Ketentuan baru ini akan mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026.\n\nMenurut Thomas, langkah tersebut tergolong cepat mengingat BI baru saja menurunkan batas serupa dari 100.000 dolar AS menjadi 25.000 dolar AS pada awal Juni 2026. Berdasarkan evaluasi BI, penurunan threshold pada tahap sebelumnya terbukti mampu mengurangi rata-rata transaksi harian valas secara signifikan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "SloaddGDMcc"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 946.7506876749477, "y": 114.31117172684824, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.9964, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "SloaddGDMcc", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kembali Pangkas Batas Beli Dolar, Rupiah Makin Dijaga Ketat! | MILENOMICS\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan pengetatan batas pembelian valuta asing (valas) secara tunai tanpa underlying transaction telah berjalan efektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kebijakan tersebut dinilai berhasil menekan aktivitas pembelian valas berlebihan sekaligus membantu meredam gejolak di pasar keuangan domestik.\n\nDeputi Gubernur Thomas Djiwandono mengungkapkan bahwa Bank Indonesia kembali memangkas ambang batas pembelian tunai valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi maksimal 10.000 dolar AS per pelaku per bulan. Ketentuan baru ini akan mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026.\n\nMenurut Thomas, langkah tersebut tergolong cepat mengingat BI baru saja menurunkan batas serupa dari 100.000 dolar AS menjadi 25.000 dolar AS pada awal Juni 2026. Berdasarkan evaluasi BI, penurunan threshold pada tahap sebelumnya terbukti mampu mengurangi rata-rata transaksi harian valas secara signifikan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "SloaddGDMcc"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 51.9553045274681, "y": 751.0515210755351, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.9964, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "SloaddGDMcc", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kembali Pangkas Batas Beli Dolar, Rupiah Makin Dijaga Ketat! | MILENOMICS\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan pengetatan batas pembelian valuta asing (valas) secara tunai tanpa underlying transaction telah berjalan efektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kebijakan tersebut dinilai berhasil menekan aktivitas pembelian valas berlebihan sekaligus membantu meredam gejolak di pasar keuangan domestik.\n\nDeputi Gubernur Thomas Djiwandono mengungkapkan bahwa Bank Indonesia kembali memangkas ambang batas pembelian tunai valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi maksimal 10.000 dolar AS per pelaku per bulan. Ketentuan baru ini akan mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026.\n\nMenurut Thomas, langkah tersebut tergolong cepat mengingat BI baru saja menurunkan batas serupa dari 100.000 dolar AS menjadi 25.000 dolar AS pada awal Juni 2026. Berdasarkan evaluasi BI, penurunan threshold pada tahap sebelumnya terbukti mampu mengurangi rata-rata transaksi harian valas secara signifikan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "SloaddGDMcc"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 42.11357735598398, "y": 111.14338547753866, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.9964, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "SloaddGDMcc", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kembali Pangkas Batas Beli Dolar, Rupiah Makin Dijaga Ketat! | MILENOMICS\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan pengetatan batas pembelian valuta asing (valas) secara tunai tanpa underlying transaction telah berjalan efektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kebijakan tersebut dinilai berhasil menekan aktivitas pembelian valas berlebihan sekaligus membantu meredam gejolak di pasar keuangan domestik.\n\nDeputi Gubernur Thomas Djiwandono mengungkapkan bahwa Bank Indonesia kembali memangkas ambang batas pembelian tunai valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi maksimal 10.000 dolar AS per pelaku per bulan. Ketentuan baru ini akan mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026.\n\nMenurut Thomas, langkah tersebut tergolong cepat mengingat BI baru saja menurunkan batas serupa dari 100.000 dolar AS menjadi 25.000 dolar AS pada awal Juni 2026. Berdasarkan evaluasi BI, penurunan threshold pada tahap sebelumnya terbukti mampu mengurangi rata-rata transaksi harian valas secara signifikan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "SloaddGDMcc"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 546.9536601420932, "y": 928.6980212381222, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.9964, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "SloaddGDMcc", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kembali Pangkas Batas Beli Dolar, Rupiah Makin Dijaga Ketat! | MILENOMICS\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan pengetatan batas pembelian valuta asing (valas) secara tunai tanpa underlying transaction telah berjalan efektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kebijakan tersebut dinilai berhasil menekan aktivitas pembelian valas berlebihan sekaligus membantu meredam gejolak di pasar keuangan domestik.\n\nDeputi Gubernur Thomas Djiwandono mengungkapkan bahwa Bank Indonesia kembali memangkas ambang batas pembelian tunai valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi maksimal 10.000 dolar AS per pelaku per bulan. Ketentuan baru ini akan mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026.\n\nMenurut Thomas, langkah tersebut tergolong cepat mengingat BI baru saja menurunkan batas serupa dari 100.000 dolar AS menjadi 25.000 dolar AS pada awal Juni 2026. Berdasarkan evaluasi BI, penurunan threshold pada tahap sebelumnya terbukti mampu mengurangi rata-rata transaksi harian valas secara signifikan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "SloaddGDMcc"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 319.97822103077465, "y": 731.6112379147293, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.9964, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "SloaddGDMcc", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kembali Pangkas Batas Beli Dolar, Rupiah Makin Dijaga Ketat! | MILENOMICS\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan pengetatan batas pembelian valuta asing (valas) secara tunai tanpa underlying transaction telah berjalan efektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kebijakan tersebut dinilai berhasil menekan aktivitas pembelian valas berlebihan sekaligus membantu meredam gejolak di pasar keuangan domestik.\n\nDeputi Gubernur Thomas Djiwandono mengungkapkan bahwa Bank Indonesia kembali memangkas ambang batas pembelian tunai valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi maksimal 10.000 dolar AS per pelaku per bulan. Ketentuan baru ini akan mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026.\n\nMenurut Thomas, langkah tersebut tergolong cepat mengingat BI baru saja menurunkan batas serupa dari 100.000 dolar AS menjadi 25.000 dolar AS pada awal Juni 2026. Berdasarkan evaluasi BI, penurunan threshold pada tahap sebelumnya terbukti mampu mengurangi rata-rata transaksi harian valas secara signifikan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "SloaddGDMcc"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 229.49864648961815, "y": 207.90493467908266, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.2903, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "Srzu3rGlPsg", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kembali Pangkas Batas Beli Dolar, Rupiah Makin Dijaga Ketat! | 1ST SESSION CLOSING\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan pengetatan batas pembelian valuta asing (valas) secara tunai tanpa underlying transaction telah berjalan efektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kebijakan tersebut dinilai berhasil menekan aktivitas pembelian valas berlebihan sekaligus membantu meredam gejolak di pasar keuangan domestik.\n\nDeputi Gubernur Thomas Djiwandono mengungkapkan bahwa Bank Indonesia kembali memangkas ambang batas pembelian tunai valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi maksimal 10.000 dolar AS per pelaku per bulan. Ketentuan baru ini akan mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026.\n\nMenurut Thomas, langkah tersebut tergolong cepat mengingat BI baru saja menurunkan batas serupa dari 100.000 dolar AS menjadi 25.000 dolar AS pada awal Juni 2026. Berdasarkan evaluasi BI, penurunan threshold pada tahap sebelumnya terbukti mampu mengurangi rata-rata transaksi harian valas secara signifikan.#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Srzu3rGlPsg"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 140.72658445640795, "y": 464.898242078166, "size": 9.3, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 32.8469, "eigenvector": 70.6518, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Srzu3rGlPsg", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "BI Kembali Pangkas Batas Beli Dolar, Rupiah Makin Dijaga Ketat! | 1ST SESSION CLOSING\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan pengetatan batas pembelian valuta asing (valas) secara tunai tanpa underlying transaction telah berjalan efektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kebijakan tersebut dinilai berhasil menekan aktivitas pembelian valas berlebihan sekaligus membantu meredam gejolak di pasar keuangan domestik.\n\nDeputi Gubernur Thomas Djiwandono mengungkapkan bahwa Bank Indonesia kembali memangkas ambang batas pembelian tunai valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi maksimal 10.000 dolar AS per pelaku per bulan. Ketentuan baru ini akan mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026.\n\nMenurut Thomas, langkah tersebut tergolong cepat mengingat BI baru saja menurunkan batas serupa dari 100.000 dolar AS menjadi 25.000 dolar AS pada awal Juni 2026. Berdasarkan evaluasi BI, penurunan threshold pada tahap sebelumnya terbukti mampu mengurangi rata-rata transaksi harian valas secara signifikan.#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Srzu3rGlPsg"}}], "edges": [{"key": "rinaldijaafar", "source": "rinaldijaafar", "target": "txtdaritaxpayer", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "rinaldijaafar", "source": "rinaldijaafar", "target": "txtdaritaxpayer", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Boboboy_09", "source": "Boboboy_09", "target": "txtdaritaxpayer", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Boboboy_09", "source": "Boboboy_09", "target": "txtdaritaxpayer", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "zulfanam", "source": "zulfanam", "target": "txtdaritaxpayer", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "zulfanam", "source": "zulfanam", "target": "txtdaritaxpayer", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "rezarebor", "source": "rezarebor", "target": "txtdaritaxpayer", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "rezarebor", "source": "rezarebor", "target": "txtdaritaxpayer", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "diaydiay9696", "source": "diaydiay9696", "target": "txtdaritaxpayer", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "diaydiay9696", "source": "diaydiay9696", "target": "txtdaritaxpayer", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Suryasul0770", "source": "Suryasul0770", "target": "KebunTukan90356", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Suryasul0770", "source": "Suryasul0770", "target": "rdhn333", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Suryasul0770", "source": "Suryasul0770", "target": "dimarsasongko98", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Suryasul0770", "source": "Suryasul0770", "target": "KebunTukan90356", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Ketctard", "source": "Ketctard", "target": "sociotalker", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "solusimedia.id", "source": "solusimedia.id", "target": "solusimedia.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@forumkeadilanTV", "source": "@forumkeadilanTV", "target": "forumkeadilantv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@forumkeadilanTV", "source": "@forumkeadilanTV", "target": "forumkeadilantv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}