{"nodes": [{"key": "aldotjahjadi8", "attributes": {"label": "aldotjahjadi8", "x": 610.8779332989888, "y": 673.9680595769619, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 21.0871, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2067508459646705914", "id": "aldotjahjadi8", "source": "retweet-000002", "content": "Pertumbuhan kredit perbankan tetap kuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lebih lanjut.\n\n➡️ Kredit perbankan pada Mei…", "post_id": "2067508459646705914"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 501.65766599752635, "y": 714.3857911646197, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 30.0491, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2067508459646705914", "id": "bank_indonesia", "source": "retweet-000002", "content": "Pertumbuhan kredit perbankan tetap kuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lebih lanjut.\n\n➡️ Kredit perbankan pada Mei…", "post_id": "2067508459646705914"}}, {"key": "keuangan_", "attributes": {"label": "keuangan_", "x": 901.1416340971242, "y": 851.0163631659628, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 21.0871, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067597476027306142", "id": "keuangan_", "source": "tweet-000004", "content": "Bank Indonesia (BI) menilai pertumbuhan kredit perbankan nasional masih menunjukkan tren yang kuat dan tetap menjadi salah satu motor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026.\n\nhttps://t.co/nBpmQ6eq38", "post_id": "2067597476027306142"}}, {"key": "AidilAKBAR", "attributes": {"label": "AidilAKBAR", "x": 578.1711723235076, "y": 756.9220794332575, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 39.0111, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067597476027306142", "id": "AidilAKBAR", "source": "tweet-000004", "content": "Bank Indonesia (BI) menilai pertumbuhan kredit perbankan nasional masih menunjukkan tren yang kuat dan tetap menjadi salah satu motor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026.\n\nhttps://t.co/nBpmQ6eq38", "post_id": "2067597476027306142"}}, {"key": "agithamelita", "attributes": {"label": "agithamelita", "x": 661.5883733968226, "y": 898.9524127375815, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 21.0871, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068585726841860157", "id": "agithamelita", "source": "tweet-000004", "content": "Kebijakan ini sebenarnya diharapkan agar pengetatan moneter tidak langsung menghantam daya beli masyarakat. Tujuannya jelas agar dunia usaha dan penyaluran kredit tetap jalan. \nSemoga kebijakan ini bisa menjaga keseimbangan antara stabilitas moneter dan pertumbuhan ekonomi di", "post_id": "2068585726841860157"}}, {"key": "prastow", "attributes": {"label": "prastow", "x": 54.324362617109934, "y": 926.6060896645482, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 39.0111, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068585726841860157", "id": "prastow", "source": "tweet-000004", "content": "Kebijakan ini sebenarnya diharapkan agar pengetatan moneter tidak langsung menghantam daya beli masyarakat. Tujuannya jelas agar dunia usaha dan penyaluran kredit tetap jalan. \nSemoga kebijakan ini bisa menjaga keseimbangan antara stabilitas moneter dan pertumbuhan ekonomi di", "post_id": "2068585726841860157"}}, {"key": "kemenkopmRI", "attributes": {"label": "kemenkopmRI", "x": 864.8672627061296, "y": 568.3899126332027, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 21.0871, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "1967934025932345559", "id": "kemenkopmRI", "source": "tweet-000004", "content": "Menko PM  mendorong seluruh bank dan pihak terkait mempercepat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk UMKM.\n\nTarget penyaluran KUR untuk 2,3 juta UMKM pada 2025 harus terpenuhi demi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. https://t.co/KyMBf5PsU5", "post_id": "1967934025932345559"}}, {"key": "cakimiNOW", "attributes": {"label": "cakimiNOW", "x": 646.6184654264006, "y": 8.077484926233724, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 39.0111, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1967934025932345559", "id": "cakimiNOW", "source": "tweet-000004", "content": "Menko PM  mendorong seluruh bank dan pihak terkait mempercepat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk UMKM.\n\nTarget penyaluran KUR untuk 2,3 juta UMKM pada 2025 harus terpenuhi demi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. https://t.co/KyMBf5PsU5", "post_id": "1967934025932345559"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 379.8282446241106, "y": 855.8573888461547, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 21.0871, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3904740906519897181_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia mengambil langkah berani dengan menaikkan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% di bulan Mei ini. Demikian juga dengan Suku Bunga Deposit Facility menjadi 4,25% dan Suku Bunga Lending Facility menjadi 6 persen. Keputusan Bank Sentral untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah yang terdampak perang di Timur Tengah, serta langkah pre-emptive dalam menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027.\n\nAdapun nilai tukar Rupiah kembali tertekan pada penutupan Jumat lalu atau pasca kenaikan BI Rate menjadi Rp17.717 per dolar Amerika Serikat. Padahal dua hari sebelumnya sempat mengalami apresiasi yaitu Rp17.673 di hari Kamis dan Rp17.685 di hari Rabu.\n\nDisisi lain, Bank Indonesia terus memperkuat peran kredit perbankan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Kinerja penyaluran kredit perbankan per bulan April 2026 tercatat mengalami kenaikan sebesar 9,98% dibandingkan bulan Maret 9,49% dan Februari 9,37%.\n\nSaksikan pembahasan selengkapnya dalam program Market Review bersama Prasetyo Wibowo , Senin 25 Mei 2026, pukul 21.00 - 21.30 WIB. LIVE di IDX Channel (Indihome Ch 119, MNC VISION Ch 100, MNC PLAY Ch 128 HD, First Media Ch 389, K-VISION Ch 129, OXYGEN Ch 137 dan MY REPUBLIK Ch 576). Saksikan juga LIVE STREAMING di www.idxchannel.com dan aplikasi IDX Channel TV di APPS  store.\n\n#idxchannel #Idxchannelcommunity #marketreview #birate #sukubungabank", "post_id": "3904740906519897181_3310659452"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 363.0400233792198, "y": 428.5787175115611, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 56.9352, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3904740906519897181_3310659452", "id": "prast_ulrich", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia mengambil langkah berani dengan menaikkan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% di bulan Mei ini. Demikian juga dengan Suku Bunga Deposit Facility menjadi 4,25% dan Suku Bunga Lending Facility menjadi 6 persen. Keputusan Bank Sentral untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah yang terdampak perang di Timur Tengah, serta langkah pre-emptive dalam menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027.\n\nAdapun nilai tukar Rupiah kembali tertekan pada penutupan Jumat lalu atau pasca kenaikan BI Rate menjadi Rp17.717 per dolar Amerika Serikat. Padahal dua hari sebelumnya sempat mengalami apresiasi yaitu Rp17.673 di hari Kamis dan Rp17.685 di hari Rabu.\n\nDisisi lain, Bank Indonesia terus memperkuat peran kredit perbankan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Kinerja penyaluran kredit perbankan per bulan April 2026 tercatat mengalami kenaikan sebesar 9,98% dibandingkan bulan Maret 9,49% dan Februari 9,37%.\n\nSaksikan pembahasan selengkapnya dalam program Market Review bersama Prasetyo Wibowo , Senin 25 Mei 2026, pukul 21.00 - 21.30 WIB. LIVE di IDX Channel (Indihome Ch 119, MNC VISION Ch 100, MNC PLAY Ch 128 HD, First Media Ch 389, K-VISION Ch 129, OXYGEN Ch 137 dan MY REPUBLIK Ch 576). Saksikan juga LIVE STREAMING di www.idxchannel.com dan aplikasi IDX Channel TV di APPS  store.\n\n#idxchannel #Idxchannelcommunity #marketreview #birate #sukubungabank", "post_id": "3904740906519897181_3310659452"}}, {"key": "nasionalberita_", "attributes": {"label": "nasionalberita_", "x": 43.66996548835655, "y": 519.1748476680157, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 140.5796, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3904577909634140080_65389909596", "id": "nasionalberita_", "source": "instagram-000001", "content": "Pemerintah menyiapkan dua mesin pertumbuhan ekonomi dengan menggabungkan kekuatan belanja pemerintah dan akselerasi sektor swasta sebagai penggerak utama ekonomi nasional.\n\nMenteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pemerintah ingin memastikan roda ekonomi bergerak lebih agresif dan merata melalui penguatan likuiditas perbankan serta dorongan penyaluran kredit ke sektor produktif.\n\n“Gimana kita menjalankannya? Selain belanja pemerintah, kita pastikan uang di perekonomian cukup. Sehingga perbankan kita paksa untuk bekerja, menyalurkan uang yang di perbankan sehingga masuk ke perekonomian. Dengan cara itu kita menghidupkan private sector juga. Jadi sekarang mesin ekonomi kita udah mulai bergerak dua-duanya. Mesin pemerintah dan mesin sektor swasta. Dan ini kita akan jalankan terus ke depan,” ungkap Purbaya dikutip dari laman Kemenkeu, Minggu (24/5/2026).\n\nPurbaya, target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen dapat dicapai apabila dunia usaha memperoleh dukungan likuiditas, kemudahan investasi, serta akses pembiayaan yang kompetitif.\n\nBaca Berita Lengkapnya di Bio \n\n#beritanasional #menkeu #ekonomi #beritaterkini\n\n\"Kalau anda memiliki info peristiwa atau kejadian di sekitar anda, informasikan kami di kolom komentar.", "post_id": "3904577909634140080_65389909596"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 959.2437822363343, "y": 973.9187106138917, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 140.5796, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3922597106336194157_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia menyalurkan insentif likuiditas makroprudensial sebesar Rp418,1 triliun hingga awal Juni 2026, dengan porsi terbesar dialokasikan kepada bank-bank BUMN untuk mendorong penyaluran kredit.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kebijakan ini bertujuan memperkuat pembiayaan ke sektor prioritas serta menjaga penyaluran kredit agar tetap mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#bankindonesia #bank #bumn #bloombergtechnoz", "post_id": "3922597106336194157_51748745734"}}, {"key": "balikpapan_pos", "attributes": {"label": "balikpapan_pos", "x": 132.12160646879946, "y": 310.0110770496971, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 21.0871, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3917077225279564130_3322656215", "id": "balikpapan_pos", "source": "instagram-000001", "content": "Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menilai sektor perbankan Indonesia tetap berada dalam kondisi yang sehat di tengah dinamika ekonomi global dan domestik. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan kredit yang tetap kuat, likuiditas yang terjaga, serta permodalan yang memadai untuk mendukung fungsi intermediasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nKetua Umum Perbanas sekaligus Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyatakan bahwa perbankan nasional masih mampu menjalankan perannya sebagai penggerak perekonomian melalui penyaluran kredit yang terus tumbuh dan penghimpunan dana masyarakat yang tetap meningkat.\n\"Berdasarkan data OJK, hingga akhir April 2026 penyaluran kredit perbankan tumbuh 9,98% secara tahunan, sedangkan Dana Pihak Ketiga tumbuh 11,40%. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan tetap terjaga dan fungsi intermediasi berjalan dengan baik,\" ujar Hery.\nDari sisi likuiditas, Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 86,88%.\n\n Sementara itu, rasio Gross Non Performing Loan (NPL) berada pada level 2,17%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa industri perbankan masih memiliki kapasitas yang memadai untuk mendukung pembiayaan ekonomi dengan tetap menjaga kualitas aset.\nMenurut Hery, kinerja tersebut menjadi modal penting bagi perbankan untuk terus mendukung aktivitas ekonomi dan berbagai program pembangunan nasional.\n\nMeski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat ketidakpastian global masih cukup tinggi. Ketegangan geopolitik, volatilitas harga energi, serta perlambatan ekonomi di sejumlah negara berpotensi memengaruhi aktivitas usaha dan sentimen pasar keuangan.\n\n“Karena itu, pengelolaan risiko yang prudent, kecukupan likuiditas, serta kualitas pertumbuhan kredit harus terus menjadi perhatian utama agar ketahanan industri tetap terjaga,” jelas Hery.\n.\n(*/han)\n.\nBaca berita lainnya melalui apps kami:\nPlaystore: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.balpos\nAppstore: https://apps.apple.com/app/balikpapan-pos/id6504913031\n.\nIkuti Media Balikpapanpos Lainnya\n\nhttps://www.balpos.com/\nhttps://www.facebook.com/balposdotcom/\nhttps://www.tiktok.com/#perbanas #perbankanindonesia #bri #ojk #kredit #ekonomiindonesia #", "post_id": "3917077225279564130_3322656215"}}, {"key": "ba", "attributes": {"label": "ba", "x": 581.7365166441888, "y": 819.7147217748794, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 39.0111, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3917077225279564130_3322656215", "id": "ba", "source": "instagram-000001", "content": "Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menilai sektor perbankan Indonesia tetap berada dalam kondisi yang sehat di tengah dinamika ekonomi global dan domestik. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan kredit yang tetap kuat, likuiditas yang terjaga, serta permodalan yang memadai untuk mendukung fungsi intermediasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nKetua Umum Perbanas sekaligus Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyatakan bahwa perbankan nasional masih mampu menjalankan perannya sebagai penggerak perekonomian melalui penyaluran kredit yang terus tumbuh dan penghimpunan dana masyarakat yang tetap meningkat.\n\"Berdasarkan data OJK, hingga akhir April 2026 penyaluran kredit perbankan tumbuh 9,98% secara tahunan, sedangkan Dana Pihak Ketiga tumbuh 11,40%. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan tetap terjaga dan fungsi intermediasi berjalan dengan baik,\" ujar Hery.\nDari sisi likuiditas, Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 86,88%.\n\n Sementara itu, rasio Gross Non Performing Loan (NPL) berada pada level 2,17%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa industri perbankan masih memiliki kapasitas yang memadai untuk mendukung pembiayaan ekonomi dengan tetap menjaga kualitas aset.\nMenurut Hery, kinerja tersebut menjadi modal penting bagi perbankan untuk terus mendukung aktivitas ekonomi dan berbagai program pembangunan nasional.\n\nMeski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat ketidakpastian global masih cukup tinggi. Ketegangan geopolitik, volatilitas harga energi, serta perlambatan ekonomi di sejumlah negara berpotensi memengaruhi aktivitas usaha dan sentimen pasar keuangan.\n\n“Karena itu, pengelolaan risiko yang prudent, kecukupan likuiditas, serta kualitas pertumbuhan kredit harus terus menjadi perhatian utama agar ketahanan industri tetap terjaga,” jelas Hery.\n.\n(*/han)\n.\nBaca berita lainnya melalui apps kami:\nPlaystore: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.balpos\nAppstore: https://apps.apple.com/app/balikpapan-pos/id6504913031\n.\nIkuti Media Balikpapanpos Lainnya\n\nhttps://www.balpos.com/\nhttps://www.facebook.com/balposdotcom/\nhttps://www.tiktok.com/#perbanas #perbankanindonesia #bri #ojk #kredit #ekonomiindonesia #", "post_id": "3917077225279564130_3322656215"}}, {"key": "prokopimkabbandung", "attributes": {"label": "prokopimkabbandung", "x": 402.94192328472224, "y": 44.287384617453405, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 21.0871, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "3925145812917512287_5163599623", "id": "prokopimkabbandung", "source": "instagram-000001", "content": "Wargi Kabupaten Bandung…\n\nBupati Bandung, Kang Dadang Supriatna, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, Cakra Amiyana, membuka Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BPR Kertaraharja Tahun Buku 2025/2026 di Hotel Grand Sunshine, Senin (22/06/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi kinerja sekaligus memperkuat peran BPR Kertaraharja dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.\n\nDalam arahannya, Bupati menegaskan pentingnya penguatan tata kelola perusahaan agar BPR Kertaraharja semakin profesional, sehat, dan berdaya saing. Ia menyebut, BPR memiliki peran strategis tidak hanya sebagai lembaga intermediasi keuangan, tetapi juga sebagai penggerak pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, petani, nelayan, dan pedagang kecil.\n\nBupati menyoroti tantangan kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) yang perlu ditangani secara serius melalui penguatan tata kelola dan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit.\n\n“Digitalisasi tidak lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan,” tegas Bupati. Ia mendorong BPR Kertaraharja untuk terus berinovasi melalui layanan digital serta meningkatkan literasi keuangan masyarakat.\n\nMelalui RUPS tersebut, BPR Kertaraharja diharapkan dapat semakin optimal dalam menjalankan perannya serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Bandung yang lebih Bedas, maju, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas.\n\n\n\n\n\n#kabbandung #prokopimkabbandung #bedas", "post_id": "3925145812917512287_5163599623"}}, {"key": "dadangsupriatna", "attributes": {"label": "dadangsupriatna", "x": 748.3457199815101, "y": 313.18480456507024, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 27.0618, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3925145812917512287_5163599623", "id": "dadangsupriatna", "source": "instagram-000001", "content": "Wargi Kabupaten Bandung…\n\nBupati Bandung, Kang Dadang Supriatna, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, Cakra Amiyana, membuka Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BPR Kertaraharja Tahun Buku 2025/2026 di Hotel Grand Sunshine, Senin (22/06/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi kinerja sekaligus memperkuat peran BPR Kertaraharja dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.\n\nDalam arahannya, Bupati menegaskan pentingnya penguatan tata kelola perusahaan agar BPR Kertaraharja semakin profesional, sehat, dan berdaya saing. Ia menyebut, BPR memiliki peran strategis tidak hanya sebagai lembaga intermediasi keuangan, tetapi juga sebagai penggerak pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, petani, nelayan, dan pedagang kecil.\n\nBupati menyoroti tantangan kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) yang perlu ditangani secara serius melalui penguatan tata kelola dan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit.\n\n“Digitalisasi tidak lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan,” tegas Bupati. Ia mendorong BPR Kertaraharja untuk terus berinovasi melalui layanan digital serta meningkatkan literasi keuangan masyarakat.\n\nMelalui RUPS tersebut, BPR Kertaraharja diharapkan dapat semakin optimal dalam menjalankan perannya serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Bandung yang lebih Bedas, maju, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas.\n\n\n\n\n\n#kabbandung #prokopimkabbandung #bedas", "post_id": "3925145812917512287_5163599623"}}, {"key": "wakilbupati.bandung", "attributes": {"label": "wakilbupati.bandung", "x": 641.5707310870016, "y": 785.462159014955, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 27.0618, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3925145812917512287_5163599623", "id": "wakilbupati.bandung", "source": "instagram-000001", "content": "Wargi Kabupaten Bandung…\n\nBupati Bandung, Kang Dadang Supriatna, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, Cakra Amiyana, membuka Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BPR Kertaraharja Tahun Buku 2025/2026 di Hotel Grand Sunshine, Senin (22/06/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi kinerja sekaligus memperkuat peran BPR Kertaraharja dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.\n\nDalam arahannya, Bupati menegaskan pentingnya penguatan tata kelola perusahaan agar BPR Kertaraharja semakin profesional, sehat, dan berdaya saing. Ia menyebut, BPR memiliki peran strategis tidak hanya sebagai lembaga intermediasi keuangan, tetapi juga sebagai penggerak pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, petani, nelayan, dan pedagang kecil.\n\nBupati menyoroti tantangan kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) yang perlu ditangani secara serius melalui penguatan tata kelola dan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit.\n\n“Digitalisasi tidak lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan,” tegas Bupati. Ia mendorong BPR Kertaraharja untuk terus berinovasi melalui layanan digital serta meningkatkan literasi keuangan masyarakat.\n\nMelalui RUPS tersebut, BPR Kertaraharja diharapkan dapat semakin optimal dalam menjalankan perannya serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Bandung yang lebih Bedas, maju, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas.\n\n\n\n\n\n#kabbandung #prokopimkabbandung #bedas", "post_id": "3925145812917512287_5163599623"}}, {"key": "cakra.amiyana", "attributes": {"label": "cakra.amiyana", "x": 816.9709759680647, "y": 624.8110956572984, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 27.0618, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3925145812917512287_5163599623", "id": "cakra.amiyana", "source": "instagram-000001", "content": "Wargi Kabupaten Bandung…\n\nBupati Bandung, Kang Dadang Supriatna, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, Cakra Amiyana, membuka Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BPR Kertaraharja Tahun Buku 2025/2026 di Hotel Grand Sunshine, Senin (22/06/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi kinerja sekaligus memperkuat peran BPR Kertaraharja dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.\n\nDalam arahannya, Bupati menegaskan pentingnya penguatan tata kelola perusahaan agar BPR Kertaraharja semakin profesional, sehat, dan berdaya saing. Ia menyebut, BPR memiliki peran strategis tidak hanya sebagai lembaga intermediasi keuangan, tetapi juga sebagai penggerak pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, petani, nelayan, dan pedagang kecil.\n\nBupati menyoroti tantangan kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) yang perlu ditangani secara serius melalui penguatan tata kelola dan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit.\n\n“Digitalisasi tidak lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan,” tegas Bupati. Ia mendorong BPR Kertaraharja untuk terus berinovasi melalui layanan digital serta meningkatkan literasi keuangan masyarakat.\n\nMelalui RUPS tersebut, BPR Kertaraharja diharapkan dapat semakin optimal dalam menjalankan perannya serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Bandung yang lebih Bedas, maju, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas.\n\n\n\n\n\n#kabbandung #prokopimkabbandung #bedas", "post_id": "3925145812917512287_5163599623"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 32.936785570858774, "y": 654.4699349918815, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 36.6732, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3916950419105156765_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "💸 KELAS MENENGAH DIHANTAM BEBAN BERLAPIS! Suku Bunga Naik + Pertamax Naik Tajam, Emiten Ritel Wajib Waspada?\nby  Academy\n\nHalo Sobat Cuan!\n\nDi tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, kelas menengah Indonesia kembali menghadapi tekanan dari dua arah sekaligus.\n\nDi satu sisi, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50% demi menjaga stabilitas Rupiah.\n\nDi sisi lain, harga BBM nonsubsidi mengalami kenaikan signifikan yang berpotensi meningkatkan biaya hidup masyarakat sehari-hari.\n\nKombinasi kedua faktor ini dapat berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat dan pada akhirnya memengaruhi kinerja sejumlah sektor di pasar saham.\n\nLalu, apa saja efek dominonya?\n\n📌 Mengapa Kelas Menengah Menjadi Pihak yang Paling Tertekan?\n1️⃣ Cicilan Semakin Berat\nKenaikan suku bunga biasanya akan diteruskan ke berbagai produk kredit perbankan. Mulai dari KPR, kredit kendaraan, hingga pinjaman usaha berpotensi mengalami kenaikan biaya bunga.\n\n2️⃣ Pengeluaran Harian Bertambah\nKenaikan harga BBM akan langsung memengaruhi biaya transportasi, distribusi barang, hingga pengeluaran rutin masyarakat.\n\n3️⃣ Tekanan terhadap Konsumsi Rumah Tangga\nKetika biaya hidup meningkat sementara pendapatan tidak bertambah secepat itu, masyarakat cenderung mulai mengurangi pengeluaran non-prioritas.\n\nBiasanya yang pertama dikorbankan adalah belanja sekunder, hiburan, rekreasi, hingga pembelian aset baru.\n📊 Dampaknya ke Pasar Saham\nKonsumsi rumah tangga merupakan salah satu kontributor terbesar pertumbuhan ekonomi Indonesia.\n\n⚠️ Sektor yang Perlu Diwaspadai\n🏢 Properti\n🛍️ Ritel Non-Primer\n🚗 Sektor yang Bergantung pada Konsumsi Diskresioner.\n\n✅ Sektor yang Relatif Lebih Defensif\n🍜 Konsumer Primer / FMCG\n🏥 Kesehatan\n📡 Utilitas dan Infrastruktur Tertentu\n\n📌 Gabung di  Community untuk mendapatkan update market, analisis saham pilihan, edukasi investasi, dan diskusi eksklusif bersama investor serta trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#IHSG #SahamIndonesia #InvestasiSaham #MarketUpdate #BIrate", "post_id": "3916950419105156765_52512310886"}}, {"key": "media.clips02", "attributes": {"label": "media.clips02", "x": 71.85917797896747, "y": 880.6675064561132, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.0871, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7644065867751312647", "id": "media.clips02", "source": "tiktok-000001", "content": "‎Setelah Bank Indonesia bikin kejutan dengan naikkan suku bunga 50 basis poin ke 5,25%, Gubernur BI Perry Warjiyo langsung beberkan 5 jurus strategis untuk pastikan ekonomi Indonesia tetap tumbuh. Perry menegaskan walaupun Bl fokus pada stabilitas rupiah, bukan berarti pertumbuhan ekonomi diabaikan. Kombinasi ini disebut bauran kebijakan moneter dan makroprudensial yang akomodatif. ‎ ‎Jurus pertama, BI banjirin likuiditas ke bank dengan beli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Sampai 19 Mei 2026, BI sudah gelontorkan Rp140,57 triliun untuk beli SBN. Kedua, Bl guyur Rp424,7 triliun lewat insentif likuiditas makroprudensial (KLM) ke bank-bank rajin yang mau salurin kredit ke sektor produktif. Ketiga, BI tegas larang bank naikkan bunga kredit walaupun BI Rate naik, supaya KPR dan kredit motor masyarakat tetap terjangkau. Keempat, jaga duit beredar (M0) tumbuh di 14,1% YoY supaya likuiditas tetap melimpah. Kelima, BI permudah sistem pembayaran digital seperti QRIS dan transfer untuk dukung aktivitas bisnis. ‎ ‎Buat masyarakat Indonesia, kombinasi BI naikkan bunga tapi tetap jaga ekonomi tumbuh ini sebenarnya kabar yang seimbang. Sisi positifnya, walaupun BI Rate naik ke 5,25%, bunga KPR dan kredit motor seharusnya tetap stabil karena bank dilarang naikkan bunga pinjaman. Bunga deposito tetap menarik (untung penabung), tapi cicilan KPR floating tidak ikut melonjak (bagus buat yang punya utang rumah). Buat investor saham, bank Himbara seperti BBRI, BMRI, BBNI, BBTN dapat alokasi KLM terbesar Rp214,2 triliun dan patut dipantau. Sektor strategis yang dapat penyaluran kredit lebih murah seperti UMKM, perumahan, dan otomotif berpotensi dapat angin segar. Tapi sukses-tidaknya kebijakan ini sangat tergantung apakah bank-bank benar-benar salurkan KLM ke sektor produktif, bukan cuma tahan likuiditas. ‎ Sumber: TWS News   #kontencom #kontenckmxtws", "post_id": "7644065867751312647"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 921.135040031654, "y": 869.5845273616388, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 74.8592, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "7644065867751312647", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "‎Setelah Bank Indonesia bikin kejutan dengan naikkan suku bunga 50 basis poin ke 5,25%, Gubernur BI Perry Warjiyo langsung beberkan 5 jurus strategis untuk pastikan ekonomi Indonesia tetap tumbuh. Perry menegaskan walaupun Bl fokus pada stabilitas rupiah, bukan berarti pertumbuhan ekonomi diabaikan. Kombinasi ini disebut bauran kebijakan moneter dan makroprudensial yang akomodatif. ‎ ‎Jurus pertama, BI banjirin likuiditas ke bank dengan beli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Sampai 19 Mei 2026, BI sudah gelontorkan Rp140,57 triliun untuk beli SBN. Kedua, Bl guyur Rp424,7 triliun lewat insentif likuiditas makroprudensial (KLM) ke bank-bank rajin yang mau salurin kredit ke sektor produktif. Ketiga, BI tegas larang bank naikkan bunga kredit walaupun BI Rate naik, supaya KPR dan kredit motor masyarakat tetap terjangkau. Keempat, jaga duit beredar (M0) tumbuh di 14,1% YoY supaya likuiditas tetap melimpah. Kelima, BI permudah sistem pembayaran digital seperti QRIS dan transfer untuk dukung aktivitas bisnis. ‎ ‎Buat masyarakat Indonesia, kombinasi BI naikkan bunga tapi tetap jaga ekonomi tumbuh ini sebenarnya kabar yang seimbang. Sisi positifnya, walaupun BI Rate naik ke 5,25%, bunga KPR dan kredit motor seharusnya tetap stabil karena bank dilarang naikkan bunga pinjaman. Bunga deposito tetap menarik (untung penabung), tapi cicilan KPR floating tidak ikut melonjak (bagus buat yang punya utang rumah). Buat investor saham, bank Himbara seperti BBRI, BMRI, BBNI, BBTN dapat alokasi KLM terbesar Rp214,2 triliun dan patut dipantau. Sektor strategis yang dapat penyaluran kredit lebih murah seperti UMKM, perumahan, dan otomotif berpotensi dapat angin segar. Tapi sukses-tidaknya kebijakan ini sangat tergantung apakah bank-bank benar-benar salurkan KLM ke sektor produktif, bukan cuma tahan likuiditas. ‎ Sumber: TWS News   #kontencom #kontenckmxtws", "post_id": "7644065867751312647"}}, {"key": "reyy16_8", "attributes": {"label": "reyy16_8", "x": 602.8087198336182, "y": 297.0157035265455, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.0871, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7644017205604109575", "id": "reyy16_8", "source": "tiktok-000001", "content": "Setelah Bank Indonesia bikin kejutan dengan naikkan suku bunga 50 basis poin ke 5,25% kemarin, Gubernur BI Perry Warjiyo langsung beberkan 5 jurus strategis untuk pastikan ekonomi Indonesia tetap tumbuh. Perry menegaskan walaupun BI fokus pada stabilitas rupiah, bukan berarti pertumbuhan ekonomi diabaikan. Kombinasi ini disebut bauran kebijakan moneter dan makroprudensial yang akomodatif. Jurus pertama, BI banjirin likuiditas ke bank dengan beli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Sampai 19 Mei 2026, BI sudah gelontorkan Rp140,57 triliun untuk beli SBN. Kedua, BI guyur Rp424,7 triliun lewat insentif likuiditas makroprudensial (KLM) ke bank-bank rajin yang mau salurin kredit ke sektor produktif. Ketiga, BI tegas larang bank naikkan bunga kredit walaupun BI Rate naik, supaya KPR dan kredit motor masyarakat tetap terjangkau. Keempat, jaga duit beredar (M0) tumbuh di 14,1% YoY supaya likuiditas tetap melimpah. Kelima, BI permudah sistem pembayaran digital seperti QRIS dan transfer untuk dukung aktivitas bisnis. Buat masyarakat Indonesia, kombinasi BI naikkan bunga tapi tetap jaga ekonomi tumbuh ini sebenarnya kabar yang seimbang. Sisi positifnya, walaupun BI Rate naik ke 5,25%, bunga KPR dan kredit motor seharusnya tetap stabil karena bank dilarang naikkan bunga pinjaman. Bunga deposito tetap menarik (untung penabung), tapi cicilan KPR floating tidak ikut melonjak (bagus buat yang punya utang rumah). Buat investor saham, bank Himbara seperti BBRI, BMRI, BBNI, BBTN dapat alokasi KLM terbesar Rp214,2 triliun dan patut dipantau. Sektor strategis yang dapat penyaluran kredit lebih murah seperti UMKM, perumahan, dan otomotif berpotensi dapat angin segar. Tapi sukses-tidaknya kebijakan ini sangat tergantung apakah bank-bank benar-benar salurkan KLM ke sektor produktif, bukan cuma tahan likuiditas. Sumber: TWS News\" #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7644017205604109575"}}, {"key": "clipperfinance05", "attributes": {"label": "clipperfinance05", "x": 660.4543016292283, "y": 899.2485764466018, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.0871, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7653091789263572244", "id": "clipperfinance05", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur yang digelar pada 17–18 Juni 2026. Kenaikan ini merupakan yang ketiga secara beruntun sejak Mei 2026, dan ditujukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah yang sempat melemah hingga mendekati Rp18.000 per dolar AS, sekaligus sebagai langkah pre-emptive menjaga inflasi tetap dalam kisaran sasaran pemerintah. Sehari setelah keputusan tersebut, Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan jajaran direksi dan komisaris bank-bank Himbara (BRI, Mandiri, BNI, BTN, dan BSI) di Istana Kepresidenan. Pertemuan tertutup yang berlangsung sekitar 4,5 jam itu turut dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, serta CEO Danantara Rosan Roeslani, untuk membahas pandangan dan arahan terkait arah perekonomian Indonesia ke depan. Menurut Rosan Roeslani, Presiden tidak memberikan arahan khusus untuk menahan suku bunga kredit meski acuan naik, melainkan meminta Himbara meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Dengan begitu, perbankan BUMN diharapkan tetap mampu menjaga penyaluran kredit ke sektor riil, khususnya UMKM, sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi sambil menjaga stabilitas sektor keuangan. Sumber: TWS News  #kontencom #kontencomxtws #fyp", "post_id": "7653091789263572244"}}, {"key": "IDXChannelcom", "attributes": {"label": "IDXChannelcom", "x": 147.8017795489882, "y": 515.8627668016115, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 21.0871, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1475332921057191", "id": "IDXChannelcom", "source": "facebook-000001", "content": "Bank Indonesia mengambil langkah berani dengan menaikkan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% di bulan Mei ini. Demikian juga dengan Suku Bunga Deposit Facility menjadi 4,25% dan Suku Bunga Lending Facility menjadi 6 persen. Keputusan Bank Sentral untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah yang terdampak perang di Timur Tengah, serta langkah pre-emptive dalam menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027.\n\nAdapun nilai tukar Rupiah kembali tertekan pada penutupan Jumat lalu atau pasca kenaikan BI Rate menjadi Rp17.717 per dolar Amerika Serikat. Padahal dua hari sebelumnya sempat mengalami apresiasi yaitu Rp17.673 di hari Kamis dan Rp17.685 di hari Rabu.\n\nDisisi lain, Bank Indonesia terus memperkuat peran kredit perbankan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Kinerja penyaluran kredit perbankan per bulan April 2026 tercatat mengalami kenaikan sebesar 9,98% dibandingkan bulan Maret 9,49% dan Februari 9,37%.\n\nSaksikan pembahasan selengkapnya dalam program Market Review bersama Prasetyo Wibowo , Senin 25 Mei 2026, pukul 21.00 - 21.30 WIB. LIVE di IDX Channel (Indihome Ch 119, MNC VISION Ch 100, MNC PLAY Ch 128 HD, First Media Ch 389, K-VISION Ch 129, OXYGEN Ch 137 dan MY REPUBLIK Ch 576). Saksikan juga LIVE STREAMING di www.idxchannel.com dan aplikasi IDX Channel TV di APPS  store.\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #marketreview", "post_id": "432781620563594_1475332921057191"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 93.49009550796406, "y": 347.6872230641883, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.0871, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "1ydZTAvVopk", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Bicara Inflasi 3,08% Masih Terkendali, Daya Beli Masyarakat Tetap Kuat\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Ekonomi RI Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa inflasi Indonesia masih berada dalam kondisi yang terkendali meskipun pada Mei 2026 meningkat menjadi 3,08 persen.\n\nMenurutnya, angka tersebut masih berada dalam rentang target pemerintah dan Bank Indonesia, yakni 2,5 persen plus minus 1 persen.\n\nPurbaya menjelaskan kenaikan inflasi terutama dipicu oleh kelompok volatile food, khususnya harga cabai merah dan bawang merah yang terdampak cuaca ekstrem.\n\nNamun ia menilai faktor tersebut bersifat sementara dan berpotensi kembali turun ketika kondisi pasokan membaik. Karena itu, pemerintah tetap optimistis inflasi dapat dijaga pada level yang sehat bagi perekonomian.\n\nSelain itu, Purbaya juga membantah berbagai narasi yang menyebut ekonomi Indonesia sedang melemah.\n\nIa menyoroti sejumlah indikator seperti peningkatan aktivitas manufaktur, pertumbuhan kredit perbankan, konsumsi masyarakat, hingga surplus neraca perdagangan yang dinilai menunjukkan daya beli dan aktivitas ekonomi nasional masih cukup kuat.\n\nMenurutnya, pemerintah akan terus menjaga stabilitas harga pangan dan memperkuat koordinasi kebijakan fiskal serta moneter untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\n#breakingnews #purbaya #menkeu #apbnkita \n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "1ydZTAvVopk"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 221.1779919972867, "y": 483.31026129633415, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 30.0491, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "1ydZTAvVopk", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Bicara Inflasi 3,08% Masih Terkendali, Daya Beli Masyarakat Tetap Kuat\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Ekonomi RI Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa inflasi Indonesia masih berada dalam kondisi yang terkendali meskipun pada Mei 2026 meningkat menjadi 3,08 persen.\n\nMenurutnya, angka tersebut masih berada dalam rentang target pemerintah dan Bank Indonesia, yakni 2,5 persen plus minus 1 persen.\n\nPurbaya menjelaskan kenaikan inflasi terutama dipicu oleh kelompok volatile food, khususnya harga cabai merah dan bawang merah yang terdampak cuaca ekstrem.\n\nNamun ia menilai faktor tersebut bersifat sementara dan berpotensi kembali turun ketika kondisi pasokan membaik. Karena itu, pemerintah tetap optimistis inflasi dapat dijaga pada level yang sehat bagi perekonomian.\n\nSelain itu, Purbaya juga membantah berbagai narasi yang menyebut ekonomi Indonesia sedang melemah.\n\nIa menyoroti sejumlah indikator seperti peningkatan aktivitas manufaktur, pertumbuhan kredit perbankan, konsumsi masyarakat, hingga surplus neraca perdagangan yang dinilai menunjukkan daya beli dan aktivitas ekonomi nasional masih cukup kuat.\n\nMenurutnya, pemerintah akan terus menjaga stabilitas harga pangan dan memperkuat koordinasi kebijakan fiskal serta moneter untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\n#breakingnews #purbaya #menkeu #apbnkita \n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "1ydZTAvVopk"}}], "edges": [{"key": "aldotjahjadi8", "source": "aldotjahjadi8", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "aldotjahjadi8", "source": "aldotjahjadi8", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "keuangan_", "source": "keuangan_", "target": "AidilAKBAR", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "agithamelita", "source": "agithamelita", "target": "prastow", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "kemenkopmRI", "source": "kemenkopmRI", "target": "cakimiNOW", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "nasionalberita_", "source": "nasionalberita_", "target": "nasionalberita_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "balikpapan_pos", "source": "balikpapan_pos", "target": "ba", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "prokopimkabbandung", "source": "prokopimkabbandung", "target": "dadangsupriatna", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "prokopimkabbandung", "source": "prokopimkabbandung", "target": "wakilbupati.bandung", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "prokopimkabbandung", "source": "prokopimkabbandung", "target": "cakra.amiyana", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "media.clips02", "source": "media.clips02", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "reyy16_8", "source": "reyy16_8", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipperfinance05", "source": "clipperfinance05", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}