{"nodes": [{"key": "Rafsyaa99", "attributes": {"label": "Rafsyaa99", "x": 291.06062178748317, "y": 910.451952496522, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 19.6528, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2062558692105748502", "id": "Rafsyaa99", "source": "tweet-000004", "content": "Postur fiskal dan alokasi APBN juga berperan ke kurs. Kalo kebijakan ga berorientasi untuk menstimulasi peningkatan PDB, efeknya akan membebani nilai tukar rupiah sebab forecast pertumbuhan ekonomi gak tercapai", "post_id": "2062558692105748502"}}, {"key": "My_Oz25", "attributes": {"label": "My_Oz25", "x": 542.5332016976996, "y": 750.0159369270242, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 28.0052, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2062558692105748502", "id": "My_Oz25", "source": "tweet-000004", "content": "Postur fiskal dan alokasi APBN juga berperan ke kurs. Kalo kebijakan ga berorientasi untuk menstimulasi peningkatan PDB, efeknya akan membebani nilai tukar rupiah sebab forecast pertumbuhan ekonomi gak tercapai", "post_id": "2062558692105748502"}}, {"key": "karirfess", "attributes": {"label": "karirfess", "x": 847.0240341473868, "y": 962.8455164738202, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 28.0052, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2062558692105748502", "id": "karirfess", "source": "tweet-000004", "content": "Postur fiskal dan alokasi APBN juga berperan ke kurs. Kalo kebijakan ga berorientasi untuk menstimulasi peningkatan PDB, efeknya akan membebani nilai tukar rupiah sebab forecast pertumbuhan ekonomi gak tercapai", "post_id": "2062558692105748502"}}, {"key": "harjobaskoro", "attributes": {"label": "harjobaskoro", "x": 380.9874739930992, "y": 999.6839003369271, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 19.6528, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068589864401109210", "id": "harjobaskoro", "source": "tweet-000004", "content": "Untuk apa pertumbuhan ekonomi tinggi kalau Rupiah terpuruk, hutang membengkak dan APBN defisit ?", "post_id": "2068589864401109210"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 672.6589109093283, "y": 621.060703461596, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 36.3577, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068589864401109210", "id": "kompascom", "source": "tweet-000004", "content": "Untuk apa pertumbuhan ekonomi tinggi kalau Rupiah terpuruk, hutang membengkak dan APBN defisit ?", "post_id": "2068589864401109210"}}, {"key": "kppndumai", "attributes": {"label": "kppndumai", "x": 78.30169962071332, "y": 33.86287881944372, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 19.6528, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3919910802638894291_2483398870", "id": "kppndumai", "source": "instagram-000001", "content": "APBN terus dijaga agar tetap sehat dan responsif dalam menghadapi dinamika ekonomi global. Dengan peran sebagai penopang stabilitas dan penggerak ekonomi, APBN hadir untuk melindungi masyarakat serta memastikan roda ekonomi terus bergerak.\n\nMelalui pengelolaan fiskal yang sehat dan terukur, #UangKita diarahkan agar setiap rupiah dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.\n\nAPBN terus bekerja hingga hari ini, sekaligus memperkuat pijakan pembangunan Indonesia ke depan yang lebih kuat.\n\n#DJPb #IndonesianTreasury #APBN KiTa\n\nRepost", "post_id": "3919910802638894291_2483398870"}}, {"key": "ditjenperbendaharaan", "attributes": {"label": "ditjenperbendaharaan", "x": 544.7017019596506, "y": 293.0328561226115, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 53.0626, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3919910802638894291_2483398870", "id": "ditjenperbendaharaan", "source": "instagram-000001", "content": "APBN terus dijaga agar tetap sehat dan responsif dalam menghadapi dinamika ekonomi global. Dengan peran sebagai penopang stabilitas dan penggerak ekonomi, APBN hadir untuk melindungi masyarakat serta memastikan roda ekonomi terus bergerak.\n\nMelalui pengelolaan fiskal yang sehat dan terukur, #UangKita diarahkan agar setiap rupiah dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.\n\nAPBN terus bekerja hingga hari ini, sekaligus memperkuat pijakan pembangunan Indonesia ke depan yang lebih kuat.\n\n#DJPb #IndonesianTreasury #APBN KiTa\n\nRepost", "post_id": "3919910802638894291_2483398870"}}, {"key": "djpbntt", "attributes": {"label": "djpbntt", "x": 677.1611809172286, "y": 463.1436868644873, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 19.6528, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3914815410926592023_8682876837", "id": "djpbntt", "source": "instagram-000001", "content": "APBN terus dijaga agar tetap sehat dan responsif dalam menghadapi dinamika ekonomi global 🌏\n\nDengan peran sebagai penopang stabilitas dan penggerak ekonomi, APBN hadir untuk melindungi masyarakat serta memastikan roda ekonomi terus bergerak.\n\nMelalui pengelolaan fiskal yang sehat dan terukur, #UangKita diarahkan agar setiap rupiah dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.\n\nAPBN terus bekerja hingga hari ini, sekaligus memperkuat pijakan pembangunan Indonesia ke depan yang lebih kuat.\n\n#DJPb #IndonesianTreasury #APBNKita\nReposted from", "post_id": "3914815410926592023_8682876837"}}, {"key": "indonesia_investment_education", "attributes": {"label": "indonesia_investment_education", "x": 482.1403993921527, "y": 552.306007268048, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 19.6528, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3909191806604632760_43078190953", "id": "indonesia_investment_education", "source": "instagram-000001", "content": "RUPIAH MELEMAH, TAPI PEMERINTAH MASIH OPTIMISTIS?\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan rupiah saat ini belum mengganggu kondisi fiskal maupun aktivitas ekonomi nasional.\n\nMenurutnya, pemerintah sudah memperhitungkan risiko depresiasi rupiah dalam penyusunan APBN sehingga kondisi anggaran masih tetap aman.\n\nPurbaya juga menegaskan bahwa kunci penguatan rupiah bukan sekadar intervensi pasar, melainkan pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.\n\nBahkan, Indonesia saat ini disebut sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat kedua di G20 setelah India.\n\nDi sisi lain, pemerintah berharap kondisi global akan membaik dalam beberapa bulan ke depan seiring meningkatnya peluang perdamaian di Timur Tengah dan meredanya ketidakpastian ekonomi dunia.\n\n📌 Pertanyaannya:\n\nApakah rupiah masih berpotensi kembali menguat ke bawah Rp17.000 per dolar AS dalam beberapa bulan ke depan?\n\nYuk tulis pendapatmu di kolom komentar 👇\n\nFollow  untuk update berita ekonomi, pasar modal, dan saham terbaru setiap hari.\n\nsource : CNBC Indonesia\n\n#Rupiah #DollarAS #KursRupiah #EkonomiIndonesia  #SahamIndonesia", "post_id": "3909191806604632760_43078190953"}}, {"key": "indonesiainvestmenteducation", "attributes": {"label": "indonesiainvestmenteducation", "x": 11.733587969923299, "y": 645.0534517713089, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 36.3577, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3909191806604632760_43078190953", "id": "indonesiainvestmenteducation", "source": "instagram-000001", "content": "RUPIAH MELEMAH, TAPI PEMERINTAH MASIH OPTIMISTIS?\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan rupiah saat ini belum mengganggu kondisi fiskal maupun aktivitas ekonomi nasional.\n\nMenurutnya, pemerintah sudah memperhitungkan risiko depresiasi rupiah dalam penyusunan APBN sehingga kondisi anggaran masih tetap aman.\n\nPurbaya juga menegaskan bahwa kunci penguatan rupiah bukan sekadar intervensi pasar, melainkan pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.\n\nBahkan, Indonesia saat ini disebut sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat kedua di G20 setelah India.\n\nDi sisi lain, pemerintah berharap kondisi global akan membaik dalam beberapa bulan ke depan seiring meningkatnya peluang perdamaian di Timur Tengah dan meredanya ketidakpastian ekonomi dunia.\n\n📌 Pertanyaannya:\n\nApakah rupiah masih berpotensi kembali menguat ke bawah Rp17.000 per dolar AS dalam beberapa bulan ke depan?\n\nYuk tulis pendapatmu di kolom komentar 👇\n\nFollow  untuk update berita ekonomi, pasar modal, dan saham terbaru setiap hari.\n\nsource : CNBC Indonesia\n\n#Rupiah #DollarAS #KursRupiah #EkonomiIndonesia  #SahamIndonesia", "post_id": "3909191806604632760_43078190953"}}, {"key": "infopbun", "attributes": {"label": "infopbun", "x": 682.4070874152369, "y": 441.4103842863037, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 19.6528, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3910333949324934692_205065170", "id": "infopbun", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus menunjukkan pelemahan. Berdasarkan data Bloomberg, Selasa (2/6), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tembus Rp 17.888 sekitar pukul 09.19 WIB. Rupiah melemah 83,50 poin atau 0,47 persen Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS belum mengganggu kondisi perekonomian nasional. Menurutnya, pemerintah telah mengantisipasi pergerakan kurs dalam penyusunan APBN, sehingga kondisi fiskal masih tetap terjaga. Purbaya mengatakan fokus pemerintah saat ini bukan semata-mata pada pergerakan nilai tukar, melainkan menjaga pertumbuhan ekonomi domestik agar tetap kuat dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. Ia menilai fundamental ekonomi yang solid akan menjadi faktor utama yang menopang penguatan rupiah ke depan. Purbaya menjelaskan secara teori mata uang suatu negara akan mengikuti kekuatan perekonomiannya. \nKarena itu, pemerintah terus berupaya menjaga momentum pertumbuhan agar Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang menarik di tengah ketidakpastian global. Purbaya menilai investor, baik foreign direct investment maupun investor portofolio, cenderung menempatkan dananya di negara yang memiliki prospek pertumbuhan ekonomi menjanjikan. Dengan kondisi tersebut, aliran modal yang masuk pada akhirnya dapat mendukung penguatan rupiah. \n\n📸: Dok. Antara. ⁠ \n\n#infoPBUN", "post_id": "3910333949324934692_205065170"}}, {"key": "kumparancom", "attributes": {"label": "kumparancom", "x": 257.80801479875146, "y": 861.696451966696, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 36.3577, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3910333949324934692_205065170", "id": "kumparancom", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus menunjukkan pelemahan. Berdasarkan data Bloomberg, Selasa (2/6), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tembus Rp 17.888 sekitar pukul 09.19 WIB. Rupiah melemah 83,50 poin atau 0,47 persen Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS belum mengganggu kondisi perekonomian nasional. Menurutnya, pemerintah telah mengantisipasi pergerakan kurs dalam penyusunan APBN, sehingga kondisi fiskal masih tetap terjaga. Purbaya mengatakan fokus pemerintah saat ini bukan semata-mata pada pergerakan nilai tukar, melainkan menjaga pertumbuhan ekonomi domestik agar tetap kuat dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. Ia menilai fundamental ekonomi yang solid akan menjadi faktor utama yang menopang penguatan rupiah ke depan. Purbaya menjelaskan secara teori mata uang suatu negara akan mengikuti kekuatan perekonomiannya. \nKarena itu, pemerintah terus berupaya menjaga momentum pertumbuhan agar Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang menarik di tengah ketidakpastian global. Purbaya menilai investor, baik foreign direct investment maupun investor portofolio, cenderung menempatkan dananya di negara yang memiliki prospek pertumbuhan ekonomi menjanjikan. Dengan kondisi tersebut, aliran modal yang masuk pada akhirnya dapat mendukung penguatan rupiah. \n\n📸: Dok. Antara. ⁠ \n\n#infoPBUN", "post_id": "3910333949324934692_205065170"}}, {"key": "reyy16_8", "attributes": {"label": "reyy16_8", "x": 958.1316399946968, "y": 725.1801801489358, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 19.6528, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7645305357757140231", "id": "reyy16_8", "source": "tiktok-000001", "content": "Pemerintah resmi membentuk Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi lewat Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 2026, melansir Kontan. Pengumuman disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di kantornya di Jakarta hari ini Selasa 28 April 2026. Airlangga ditunjuk sebagai ketua, dengan Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM Rosan Roeslani sebagai wakil ketua. Tugas utama Satgas: mempercepat paket ekonomi, stimulus, dan program prioritas lintas kementerian/lembaga. Untuk eksekusi yang lebih terstruktur, Satgas dibagi ke dalam lima Kelompok Kerja (Pokja). Pokja pertama fokus perumusan strategi peningkatan pertumbuhan ekonomi. Pokja kedua bertanggung jawab atas percepatan implementasi program dan penyelesaian hambatan (de-bottlenecking). Pokja ketiga memperkuat regulasi, kelembagaan, dan penegakan hukum. Pokja keempat fokus pada penguatan perdagangan dan kerja sama ekonomi internasional. Pokja kelima menangani monitoring, evaluasi, dan pengelolaan anggaran. Airlangga menegaskan Satgas akan bekerja strategis dan terintegrasi, tidak hanya menjalankan program tapi juga melakukan terobosan kebijakan untuk percepat implementasi di lapangan. Salah satu langkah konkret yang langsung diputuskan: pemberian insentif bagi industri petrokimia melalui pembebasan bea masuk impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari 5 persen menjadi 0 persen. Ini sinyal positif bahwa pemerintah serius merespons tekanan ekonomi yang nyata, mengingat APBN 2026 sedang dalam tekanan akibat harga minyak global di kisaran 107 dolar per barel, jauh dari asumsi APBN 70 dolar. Target pertumbuhan ekonomi 6 persen di 2026 yang sebelumnya dianggap ambisius kini punya peluang lebih besar tercapai dengan koordinasi yang lebih cepat. Buat investor, pembentukan Satgas ini bisa jadi katalis positif buat sentimen IHSG dan Rupiah dalam jangka menengah, sambil tetap memantau eksekusi nyata di lapangan. Sumber: TWS News\" #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7645305357757140231"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 298.2593021266536, "y": 949.3417101432706, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 36.3577, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7645305357757140231", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "Pemerintah resmi membentuk Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi lewat Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 2026, melansir Kontan. Pengumuman disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di kantornya di Jakarta hari ini Selasa 28 April 2026. Airlangga ditunjuk sebagai ketua, dengan Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM Rosan Roeslani sebagai wakil ketua. Tugas utama Satgas: mempercepat paket ekonomi, stimulus, dan program prioritas lintas kementerian/lembaga. Untuk eksekusi yang lebih terstruktur, Satgas dibagi ke dalam lima Kelompok Kerja (Pokja). Pokja pertama fokus perumusan strategi peningkatan pertumbuhan ekonomi. Pokja kedua bertanggung jawab atas percepatan implementasi program dan penyelesaian hambatan (de-bottlenecking). Pokja ketiga memperkuat regulasi, kelembagaan, dan penegakan hukum. Pokja keempat fokus pada penguatan perdagangan dan kerja sama ekonomi internasional. Pokja kelima menangani monitoring, evaluasi, dan pengelolaan anggaran. Airlangga menegaskan Satgas akan bekerja strategis dan terintegrasi, tidak hanya menjalankan program tapi juga melakukan terobosan kebijakan untuk percepat implementasi di lapangan. Salah satu langkah konkret yang langsung diputuskan: pemberian insentif bagi industri petrokimia melalui pembebasan bea masuk impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari 5 persen menjadi 0 persen. Ini sinyal positif bahwa pemerintah serius merespons tekanan ekonomi yang nyata, mengingat APBN 2026 sedang dalam tekanan akibat harga minyak global di kisaran 107 dolar per barel, jauh dari asumsi APBN 70 dolar. Target pertumbuhan ekonomi 6 persen di 2026 yang sebelumnya dianggap ambisius kini punya peluang lebih besar tercapai dengan koordinasi yang lebih cepat. Buat investor, pembentukan Satgas ini bisa jadi katalis positif buat sentimen IHSG dan Rupiah dalam jangka menengah, sambil tetap memantau eksekusi nyata di lapangan. Sumber: TWS News\" #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7645305357757140231"}}, {"key": "digital.bisnis.id", "attributes": {"label": "digital.bisnis.id", "x": 448.85301698921734, "y": 17.167913350169428, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 19.6528, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7645278805124271378", "id": "digital.bisnis.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Minggu ini rupiah terhadap Dolar AS menyentuh di level Rp17.795. Tapi, jangan buru-buru panik. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru aja kasih pernyataan yang \"dingin\" tapi meyakinkan. 🧠⚡️ The Main Point: 💡 Menkeu menilai pelemahan ini TIDAK LOGIS. Mengapa? Karena fundamental ekonomi kita lagi sangat solid. Pertumbuhan ekonomi oke, inflasi terjaga. Pelemahan ini dianggap murni karena tekanan eksternal yang bikin pasar jadi emosional. No More Stress Test? 🛡️ Pemerintah juga mutusin buat nggak stress test ulang APBN. Alasannya simpel: Kemenkeu sudah \"sedia payung sebelum hujan\". Simulasi anggaran kita sudah mencakup skenario harga minyak US$100 per barel. Artinya, bantalan fiskal kita masih sangat tebal buat nahan guncangan ini. DigitalBisnis.id Insight: 📈 Ketenangan otoritas adalah modal penting buat jaga sentimen. Saat Menkeu bilang \"nggak masuk akal\", beliau lagi ngingetin kita semua buat balik ke data, bukan cuma liat angka yang digoreng spekulan. Kalian tim yang tetep tenang liat fundamental, atau tim yang mulai cemas sama harga barang impor? 🤔👇 sumber: 🎬 youtube.com/ #DigitalBisnis #Rupiah #MenkeuPurbaya #EkonomiIndonesia2026 #MarketUpdate #APBN #KursDolar #Investasi #BusinessInsight #PurbayaYudhiSadewa #IndonesiaEmas2045 #MarketIntelligence", "post_id": "7645278805124271378"}}, {"key": "liputan6_news", "attributes": {"label": "liputan6_news", "x": 528.1406277325607, "y": 818.7441461292796, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 36.3577, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7645278805124271378", "id": "liputan6_news", "source": "tiktok-000001", "content": "Minggu ini rupiah terhadap Dolar AS menyentuh di level Rp17.795. Tapi, jangan buru-buru panik. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru aja kasih pernyataan yang \"dingin\" tapi meyakinkan. 🧠⚡️ The Main Point: 💡 Menkeu menilai pelemahan ini TIDAK LOGIS. Mengapa? Karena fundamental ekonomi kita lagi sangat solid. Pertumbuhan ekonomi oke, inflasi terjaga. Pelemahan ini dianggap murni karena tekanan eksternal yang bikin pasar jadi emosional. No More Stress Test? 🛡️ Pemerintah juga mutusin buat nggak stress test ulang APBN. Alasannya simpel: Kemenkeu sudah \"sedia payung sebelum hujan\". Simulasi anggaran kita sudah mencakup skenario harga minyak US$100 per barel. Artinya, bantalan fiskal kita masih sangat tebal buat nahan guncangan ini. DigitalBisnis.id Insight: 📈 Ketenangan otoritas adalah modal penting buat jaga sentimen. Saat Menkeu bilang \"nggak masuk akal\", beliau lagi ngingetin kita semua buat balik ke data, bukan cuma liat angka yang digoreng spekulan. Kalian tim yang tetep tenang liat fundamental, atau tim yang mulai cemas sama harga barang impor? 🤔👇 sumber: 🎬 youtube.com/ #DigitalBisnis #Rupiah #MenkeuPurbaya #EkonomiIndonesia2026 #MarketUpdate #APBN #KursDolar #Investasi #BusinessInsight #PurbayaYudhiSadewa #IndonesiaEmas2045 #MarketIntelligence", "post_id": "7645278805124271378"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 926.5233372752342, "y": 869.2320518987649, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.6528, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "t5QaPN3LB_s", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Bantah Isu Resesi, Tegaskan Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat\n\nGaruda Tv - Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa menegaskan kondisi fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan solid di tengah berbagai tantangan ekonomi global. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers APBN Kita Edisi Juni 2026 di Jakarta, Jumat (5/6).\n\nPurbaya membantah berbagai spekulasi mengenai potensi resesi ekonomi yang disebut-sebut mengancam Indonesia. Menurutnya, sejumlah indikator utama menunjukkan perekonomian nasional masih berada pada jalur yang sehat.\n\n\"Paling terpenting adalah fundamental perekonomian Indonesia masih dalam kondisi yang baik, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terkait kondisi ekonomi saat ini,\" ujar Purbaya.\n\nDalam paparannya, Purbaya menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 mencapai 5,61 persen. Pemerintah optimistis kinerja ekonomi akan semakin membaik pada semester kedua tahun ini seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan belanja pemerintah.\n\nSelain itu, tingkat inflasi nasional tercatat sebesar 3,08 persen. Meski mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya, angka tersebut masih berada dalam rentang sasaran yang ditetapkan pemerintah bersama Bank Indonesia.\n\nMenanggapi pelemahan nilai tukar rupiah serta fluktuasi pasar keuangan yang sempat mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun ke level 5.600, Purbaya menilai kondisi tersebut tidak mencerminkan melemahnya fundamental ekonomi nasional.\n\nIa menjelaskan, tingginya defisit anggaran pada awal tahun terjadi karena pemerintah mempercepat realisasi belanja negara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, kondisi fiskal saat ini terus menunjukkan perbaikan.\n\nPurbaya juga memastikan pemerintah masih memiliki cadangan kas yang memadai untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung berbagai program prioritas nasional.\n\nTerkait pengelolaan fiskal, ia menegaskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tetap berkomitmen menjaga defisit APBN di bawah batas aman tiga persen terhadap produk domestik bruto. Bahkan, Presiden Prabowo disebut menginginkan defisit fiskal dapat ditekan serendah mungkin.\n\nUntuk tahun anggaran mendatang, pemerintah menetapkan target defisit sebesar 1,8 persen yang dinilai realistis sekaligus tetap menjaga kesehatan fiskal negara.\n\nMenjawab kekhawatiran mengenai daya beli masyarakat akibat pelemahan rupiah, Purbaya mengatakan berbagai indikator konsumsi masih menunjukkan tren positif. Data pertumbuhan ekonomi, belanja rumah tangga, hingga Indeks Ritel Mandiri menunjukkan aktivitas konsumsi masyarakat tetap tumbuh dengan baik.\n\nPemerintah optimistis stabilitas ekonomi nasional dapat terus terjaga melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang dilakukan secara berkelanjutan.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#breakingnews #financemarket #APBNKita2026 #PurbayaYudiSadewa #ekonomiindonesia  #apbn2026  #DefisitAPBN #Rupiah #FundamentalEkonomi #prabowosubianto  #ekonomi  #inflasi #garudatv #laporan8 \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "t5QaPN3LB_s"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 341.2798347108926, "y": 690.6326205762922, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.4369, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "t5QaPN3LB_s", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Bantah Isu Resesi, Tegaskan Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat\n\nGaruda Tv - Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa menegaskan kondisi fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan solid di tengah berbagai tantangan ekonomi global. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers APBN Kita Edisi Juni 2026 di Jakarta, Jumat (5/6).\n\nPurbaya membantah berbagai spekulasi mengenai potensi resesi ekonomi yang disebut-sebut mengancam Indonesia. Menurutnya, sejumlah indikator utama menunjukkan perekonomian nasional masih berada pada jalur yang sehat.\n\n\"Paling terpenting adalah fundamental perekonomian Indonesia masih dalam kondisi yang baik, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terkait kondisi ekonomi saat ini,\" ujar Purbaya.\n\nDalam paparannya, Purbaya menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 mencapai 5,61 persen. Pemerintah optimistis kinerja ekonomi akan semakin membaik pada semester kedua tahun ini seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan belanja pemerintah.\n\nSelain itu, tingkat inflasi nasional tercatat sebesar 3,08 persen. Meski mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya, angka tersebut masih berada dalam rentang sasaran yang ditetapkan pemerintah bersama Bank Indonesia.\n\nMenanggapi pelemahan nilai tukar rupiah serta fluktuasi pasar keuangan yang sempat mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun ke level 5.600, Purbaya menilai kondisi tersebut tidak mencerminkan melemahnya fundamental ekonomi nasional.\n\nIa menjelaskan, tingginya defisit anggaran pada awal tahun terjadi karena pemerintah mempercepat realisasi belanja negara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, kondisi fiskal saat ini terus menunjukkan perbaikan.\n\nPurbaya juga memastikan pemerintah masih memiliki cadangan kas yang memadai untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung berbagai program prioritas nasional.\n\nTerkait pengelolaan fiskal, ia menegaskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tetap berkomitmen menjaga defisit APBN di bawah batas aman tiga persen terhadap produk domestik bruto. Bahkan, Presiden Prabowo disebut menginginkan defisit fiskal dapat ditekan serendah mungkin.\n\nUntuk tahun anggaran mendatang, pemerintah menetapkan target defisit sebesar 1,8 persen yang dinilai realistis sekaligus tetap menjaga kesehatan fiskal negara.\n\nMenjawab kekhawatiran mengenai daya beli masyarakat akibat pelemahan rupiah, Purbaya mengatakan berbagai indikator konsumsi masih menunjukkan tren positif. Data pertumbuhan ekonomi, belanja rumah tangga, hingga Indeks Ritel Mandiri menunjukkan aktivitas konsumsi masyarakat tetap tumbuh dengan baik.\n\nPemerintah optimistis stabilitas ekonomi nasional dapat terus terjaga melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang dilakukan secara berkelanjutan.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#breakingnews #financemarket #APBNKita2026 #PurbayaYudiSadewa #ekonomiindonesia  #apbn2026  #DefisitAPBN #Rupiah #FundamentalEkonomi #prabowosubianto  #ekonomi  #inflasi #garudatv #laporan8 \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "t5QaPN3LB_s"}}, {"key": "@TribunMedanTV", "attributes": {"label": "@TribunMedanTV", "x": 505.5439640010141, "y": 480.7909818334819, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.6528, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ocNqg2N9V84", "id": "@TribunMedanTV", "source": "youtube-000001", "content": "JAWABAN MENOHOK Purbaya, Optimis Yakin Rupiah akan Menguat Seiring Pertumbuhan Ekonomi\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-MEDAN.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pelemahan nilai tukar rupiah saat ini belum memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian nasional maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).\n\nHal itu disampaikannya saat menjawab pertanyaan jurnalis Al Jazeera mengenai kekhawatiran terhadap dampak pelemahan rupiah, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.\n\nEditor Video : TRIA RIZKI\n\nBergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nBaca selengkapnya di www.tribun-medan.com\n\n#TribunMedan", "post_id": "ocNqg2N9V84"}}, {"key": "tribunmedantv", "attributes": {"label": "tribunmedantv", "x": 963.7028748475734, "y": 818.2109908669146, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.3577, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ocNqg2N9V84", "id": "tribunmedantv", "source": "youtube-000001", "content": "JAWABAN MENOHOK Purbaya, Optimis Yakin Rupiah akan Menguat Seiring Pertumbuhan Ekonomi\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-MEDAN.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pelemahan nilai tukar rupiah saat ini belum memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian nasional maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).\n\nHal itu disampaikannya saat menjawab pertanyaan jurnalis Al Jazeera mengenai kekhawatiran terhadap dampak pelemahan rupiah, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.\n\nEditor Video : TRIA RIZKI\n\nBergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nBaca selengkapnya di www.tribun-medan.com\n\n#TribunMedan", "post_id": "ocNqg2N9V84"}}, {"key": "@IndefEconomics", "attributes": {"label": "@IndefEconomics", "x": 503.77663598652754, "y": 469.81681364261664, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.6528, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "VJuDQ9SSYy4", "id": "@IndefEconomics", "source": "youtube-000001", "content": "Analisis KEM-PPKF 2027: Menguji Kredibilitas Fiskal dan Target Pertumbuhan Makro | WOE Ep. 48\n\nPresiden Prabowo Subianto baru saja menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) serta RAPBN 2027. Di tengah target pertumbuhan ekonomi yang cukup ambisius (5,8% - 6,5%), pemerintah dihadapkan pada realitas ruang fiskal yang terbatas, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga respons pasar yang fluktuatif—terutama pasca-munculnya isu pengelolaan komoditas strategis melalui Danantara. \n\nDi episode ke 48 What’s on Economy, kami hadirkan Eko Listiyanto, Direktur Pengembangan Big Data INDEF, untuk membahas arah kebijakan fiskal pemerintah dalam KEM-PPKF dan RAPBN 2027.\n\nPoin Kunci:\nElemen Kejutan dan Sentimen Pasar terhadap KEM-PPKF 2027\nTarget Pertumbuhan Ekonomi yang Terlalu Ambisius\nPostur APBN yang Tidak Ideal Akibat Program Prioritas (MBG)\nSinyal Pengendalian Defisit untuk Menjaga Kepercayaan Investor\nKritik terhadap Kebijakan Trial and Error dan Pentingnya Kredibilitas\n\nTonton hingga akhir sekarang juga untuk mengetahui seberapa realistis target ekonomi pemerintah tahun depan.\n\nDukung Terus Konten INDEF:\nJangan lupa klik LIKE, SHARE, dan SUBSCRIBE agar tidak ketinggalan update seputar isu ekonomi terkini.\n\n📌 Follow Instagram kami:  🌐 Website: www.indef.or.id", "post_id": "VJuDQ9SSYy4"}}, {"key": "indef_official", "attributes": {"label": "indef_official", "x": 850.2188795207971, "y": 381.37275360063273, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.3577, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "VJuDQ9SSYy4", "id": "indef_official", "source": "youtube-000001", "content": "Analisis KEM-PPKF 2027: Menguji Kredibilitas Fiskal dan Target Pertumbuhan Makro | WOE Ep. 48\n\nPresiden Prabowo Subianto baru saja menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) serta RAPBN 2027. Di tengah target pertumbuhan ekonomi yang cukup ambisius (5,8% - 6,5%), pemerintah dihadapkan pada realitas ruang fiskal yang terbatas, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga respons pasar yang fluktuatif—terutama pasca-munculnya isu pengelolaan komoditas strategis melalui Danantara. \n\nDi episode ke 48 What’s on Economy, kami hadirkan Eko Listiyanto, Direktur Pengembangan Big Data INDEF, untuk membahas arah kebijakan fiskal pemerintah dalam KEM-PPKF dan RAPBN 2027.\n\nPoin Kunci:\nElemen Kejutan dan Sentimen Pasar terhadap KEM-PPKF 2027\nTarget Pertumbuhan Ekonomi yang Terlalu Ambisius\nPostur APBN yang Tidak Ideal Akibat Program Prioritas (MBG)\nSinyal Pengendalian Defisit untuk Menjaga Kepercayaan Investor\nKritik terhadap Kebijakan Trial and Error dan Pentingnya Kredibilitas\n\nTonton hingga akhir sekarang juga untuk mengetahui seberapa realistis target ekonomi pemerintah tahun depan.\n\nDukung Terus Konten INDEF:\nJangan lupa klik LIKE, SHARE, dan SUBSCRIBE agar tidak ketinggalan update seputar isu ekonomi terkini.\n\n📌 Follow Instagram kami:  🌐 Website: www.indef.or.id", "post_id": "VJuDQ9SSYy4"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "@kabarbursadotcom", "x": 274.5087888908112, "y": 332.68597851325853, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.6528, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "g2cWdsB4ZyE", "id": "@kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Pidato dan Pemaparan Presiden Prabowo Tentang Ekonomi dan RAPBN 2027\n\nKABARBURSA.COM — Prabowo Subianto mematok target pertumbuhan ekonomi Indonesia 2027 di kisaran 5,8 hingga 6,5 persen saat memaparkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2027 di Gedung DPR RI, Jakarta. Dalam paparan itu, pemerintah juga menargetkan defisit APBN tetap berada pada kisaran 1,80 hingga maksimal 2,40 persen dari PDB, sambil menjaga stabilitas fiskal, rupiah, dan inflasi. Arah kebijakan ini penting karena menjadi pijakan menuju target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029 sekaligus menyangkut daya beli, lapangan kerja, dan kesejahteraan publik. Simak selengkapnya dan subscribe untuk update ekonomi terkini. Tulis pendapat Anda di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#prabowo #ekonomi2027 #apbn2027 #dprri #kemppkf2027 #defisitapbn #pertumbuhanekonomi #rupiah #fiskal #inflasi #indonesiamaju #kebijakanekonomi #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "g2cWdsB4ZyE"}}, {"key": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "kabarbursadotcom", "x": 687.057191058274, "y": 270.16331868633347, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.3577, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "g2cWdsB4ZyE", "id": "kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Pidato dan Pemaparan Presiden Prabowo Tentang Ekonomi dan RAPBN 2027\n\nKABARBURSA.COM — Prabowo Subianto mematok target pertumbuhan ekonomi Indonesia 2027 di kisaran 5,8 hingga 6,5 persen saat memaparkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2027 di Gedung DPR RI, Jakarta. Dalam paparan itu, pemerintah juga menargetkan defisit APBN tetap berada pada kisaran 1,80 hingga maksimal 2,40 persen dari PDB, sambil menjaga stabilitas fiskal, rupiah, dan inflasi. Arah kebijakan ini penting karena menjadi pijakan menuju target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029 sekaligus menyangkut daya beli, lapangan kerja, dan kesejahteraan publik. Simak selengkapnya dan subscribe untuk update ekonomi terkini. Tulis pendapat Anda di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#prabowo #ekonomi2027 #apbn2027 #dprri #kemppkf2027 #defisitapbn #pertumbuhanekonomi #rupiah #fiskal #inflasi #indonesiamaju #kebijakanekonomi #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "g2cWdsB4ZyE"}}, {"key": "@Sulselsatu", "attributes": {"label": "@Sulselsatu", "x": 284.4691224157532, "y": 521.1853512036763, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.6528, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "tWuoapPFujg", "id": "@Sulselsatu", "source": "youtube-000001", "content": "DPR, BI dan Pemerintah Perkuat Koordinasi Jaga Stabilitas Rupiah\n\nDPR, Bank Indonesia dan pemerintah sepakat memperkuat koordinasi fiskal dan moneter.\n\nLangkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.\n\nWakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan pertemuan membahas perkembangan ekonomi nasional.\n\nMenurutnya, kebijakan fiskal dan moneter harus berjalan selaras menghadapi tantangan ekonomi.\n\nSementara itu, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menegaskan fokus utama adalah menjaga stabilitas rupiah.\n\nBI dan pemerintah sepakat meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik.\n\nLangkah itu diharapkan mampu menarik kembali aliran modal asing ke Indonesia.\n\nDi sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kondisi APBN saat ini tetap kuat.\n\nMenurutnya, sinergi fiskal dan moneter akan membuat kebijakan ekonomi lebih efektif.\n-------------------------------------------------------\nAyo Klik Subscribe Channel Youtube Sulselsatu.com\n   /   \nVideo terkini dan terbaru..\n------------------------------\nSound:  berlisensi Creative Commons Attribution (https://creativecommons.org/licenses/...)\n\nDisclaimer: \nThe images or videos on this channel sometimes come from various other media sources. Copyright is fully held by the source. If there is a problem with this, you can contact us here\n\nFor copyright matters please contact us at: \nPT. LATAMA MEDIA SATU \nNo Telepone: (0411) 467 4269\n-----------------------------", "post_id": "tWuoapPFujg"}}, {"key": "sulselsatu", "attributes": {"label": "sulselsatu", "x": 23.34382420342984, "y": 764.6694653392259, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.3577, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "tWuoapPFujg", "id": "sulselsatu", "source": "youtube-000001", "content": "DPR, BI dan Pemerintah Perkuat Koordinasi Jaga Stabilitas Rupiah\n\nDPR, Bank Indonesia dan pemerintah sepakat memperkuat koordinasi fiskal dan moneter.\n\nLangkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.\n\nWakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan pertemuan membahas perkembangan ekonomi nasional.\n\nMenurutnya, kebijakan fiskal dan moneter harus berjalan selaras menghadapi tantangan ekonomi.\n\nSementara itu, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menegaskan fokus utama adalah menjaga stabilitas rupiah.\n\nBI dan pemerintah sepakat meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik.\n\nLangkah itu diharapkan mampu menarik kembali aliran modal asing ke Indonesia.\n\nDi sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kondisi APBN saat ini tetap kuat.\n\nMenurutnya, sinergi fiskal dan moneter akan membuat kebijakan ekonomi lebih efektif.\n-------------------------------------------------------\nAyo Klik Subscribe Channel Youtube Sulselsatu.com\n   /   \nVideo terkini dan terbaru..\n------------------------------\nSound:  berlisensi Creative Commons Attribution (https://creativecommons.org/licenses/...)\n\nDisclaimer: \nThe images or videos on this channel sometimes come from various other media sources. Copyright is fully held by the source. If there is a problem with this, you can contact us here\n\nFor copyright matters please contact us at: \nPT. LATAMA MEDIA SATU \nNo Telepone: (0411) 467 4269\n-----------------------------", "post_id": "tWuoapPFujg"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 68.29336342725966, "y": 927.124149482802, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.6528, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "9uNjipzjLA0", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Paparkan Menkeu Purbaya Soal APBN Edisi Juni 2026, Ungkap Kondisi Ekonomi - Inflasi Terkini\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan perkembangan terkini perekonomian nasional dalam agenda APBN Kita Edisi Juni 2026.\n\nDalam paparannya, Purbaya menyampaikan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), kondisi ekonomi global, perkembangan inflasi, nilai tukar rupiah, investasi, hingga kinerja sektor keuangan nasional sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara.\n\nPurbaya menjelaskan bahwa perekonomian Indonesia masih menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah dinamika global.\n\nInflasi Mei 2026 tercatat sebesar 3,08 persen dan masih berada dalam rentang target pemerintah dan Bank Indonesia.\n\nSelain itu, aktivitas manufaktur kembali memasuki fase ekspansi, surplus neraca perdagangan terus berlanjut, serta arus modal asing mulai menunjukkan tren positif terutama pada instrumen surat berharga negara.\n\nDalam kesempatan tersebut, Purbaya juga memaparkan kinerja APBN hingga Mei 2026 yang menunjukkan perbaikan signifikan.\n\nPemerintah optimistis berbagai indikator ekonomi, termasuk konsumsi masyarakat, pertumbuhan kredit perbankan, dan investasi, dapat menjadi modal kuat untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2026 hingga memasuki tahun 2027.\n\nProduser: Prayogi Haro\nEditor: Joshua\n\n\n\n#breakingnews #purbaya #menkeu #apbnkita \n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "9uNjipzjLA0"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 927.785279470719, "y": 678.7565543418768, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.3577, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "9uNjipzjLA0", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Paparkan Menkeu Purbaya Soal APBN Edisi Juni 2026, Ungkap Kondisi Ekonomi - Inflasi Terkini\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan perkembangan terkini perekonomian nasional dalam agenda APBN Kita Edisi Juni 2026.\n\nDalam paparannya, Purbaya menyampaikan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), kondisi ekonomi global, perkembangan inflasi, nilai tukar rupiah, investasi, hingga kinerja sektor keuangan nasional sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara.\n\nPurbaya menjelaskan bahwa perekonomian Indonesia masih menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah dinamika global.\n\nInflasi Mei 2026 tercatat sebesar 3,08 persen dan masih berada dalam rentang target pemerintah dan Bank Indonesia.\n\nSelain itu, aktivitas manufaktur kembali memasuki fase ekspansi, surplus neraca perdagangan terus berlanjut, serta arus modal asing mulai menunjukkan tren positif terutama pada instrumen surat berharga negara.\n\nDalam kesempatan tersebut, Purbaya juga memaparkan kinerja APBN hingga Mei 2026 yang menunjukkan perbaikan signifikan.\n\nPemerintah optimistis berbagai indikator ekonomi, termasuk konsumsi masyarakat, pertumbuhan kredit perbankan, dan investasi, dapat menjadi modal kuat untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2026 hingga memasuki tahun 2027.\n\nProduser: Prayogi Haro\nEditor: Joshua\n\n\n\n#breakingnews #purbaya #menkeu #apbnkita \n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "9uNjipzjLA0"}}, {"key": "@cngumregahofficial3502", "attributes": {"label": "@cngumregahofficial3502", "x": 914.5666705868862, "y": 464.4705996626772, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.6528, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "sj3UxoAjhRc", "id": "@cngumregahofficial3502", "source": "youtube-000001", "content": "#MBGwajibSUKSES\n\nRp. 12 T APBN 2025 Mengendap Di Rekening Yayasan SPPG, Ketua Umum APKLI-P Desak Presiden Prabowo Copot Dadan dan Sony Sanjaya, dan KPK Segera Periksa Pejabat BGN\n\nJakarta,- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menemukan adanya pengendapan APBN 2025 direkening Yayasan SPPG (Dapur MBG) sebesar Rp 12 trilyun, sebuah dana yang sangat besar, dan seharusnya dikembalikan ke negara melalui Kementerian Keuangan RI. Beberapa waktu lalu, KPK RI juga telah menyampaikan ada 8 celah potensi korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Untuk itu, selaku Ketua Umum Asosiasi PKL Indonesia Perjuangan (APKLI-P) mendesak KPK segera melakukan penyelidikan dugaan tindakan koruptif dan penyalahgunaan kewenangan program MBG. Karena, KPK itu  bukan lembaga konsultan, bukan lembaga kajian, juga bukan juru bicara pemerintah. Melainkan Komisi Pemberantasan Korupsi yang seharusnya segera bertindak cepat dan mengusut tuntas ketika ada bau sangat menyengat dugaan korupsi program MBG, tegas Ketua Umum APKLI-P, dr. Ali Mahsun ATMO, M.Biomed., Jakarta, Jumat, 29 Mei 2026.\n\nMenurut dokter ahli kekebalan tubuh lulusan FKUB Malang dan FKUI Jakarta ini, ketika ada banyak bau sangat menyengat dugaan tindakan koruptif dan penyalahgunaan kewenangan program MBG unggulan Presiden Prabowo seharusnya KPK RI segera bertindak cepat dan usut tuntas tanpa pandang bulu. Segera lakukan penyelidikan bahkan penyidikan. Bukan berubah wajah sebagai konsultan, pengkaji bahkan juru bicara pemerintah. Kenapa? Paling tidak ada 8 penggunaan APBN yang beraroma korupsi dan penyalahgunaan kewenangan program MBG. Yaitu; 1. Dana APBN 2025 mengendap di rekening Yayasan SPPG sebesar Rp. 12 trilyun, 2. SPPG yang di suspend bukan diberi sanksi melainkan tetap dapat insentif Rp 6 Juta/hari, 3. Praktik sogok-menyogok titik dapur MBG  400 juta, 4. Pengadaan 21.081 motor listrik dengan harga  42 juta sebesar Rp. 1,22 trilyun, 5. Pengadaan 31 paket event organizer senilai Rp 113,9 miliar, 6. Pengadaan IT sebesar Rp. 1,2 trilyun, 7. Pengadaan alat makan untuk 315 SPPG senilai Rp 215 miliar, dan, 8. Pengadaan kaos kaki dengan harga  100 ribu per pasang sebesar 6,9 milyar.\n\nBagi Ketua Bakornas LKMI PBHMI 1995-1998 ini, setiap rupiah yang keluar dari APBN dan setiap kewenangan amanah rakyat harus dipertanggungjawabkan. Ia menggunakan peribahasa Jawa untuk menggambarkan situasi ini, ngunu yo ngunu tapi yo ngunu atau ojo kebacut.\n\nDemi Marwah dan ruh kepemimpinan Presiden Prabowo, dimana program MBG adalah luhur dan mulia. Memiliki visi dan misi besar sebagai driver gizi generasi penerus bangsa, juga sebagai driver ekonomi rakyat pedesaan dan gang-gang perkotaan, dimana pagu APBN-nya sangat besar (2026: Rp. 335 trilyun di efisienkan menjadi Rp. 268 trilyun). Bahkan MBG adalah bagian dari instrument penegakan kedaulatan ekonomi bangsa dan penggapaian pertumbuhan ekonomi nasional 8% tahun 2029. Artinya program MBG wajib sukses tidak boleh gagal. Lebih dari itu, Presiden Prabowo telah menyatakan bahwa masih banyak masalah yang harus ditertibkan dalam program MBG, dan telah perintahkan Kepala KSP RI Dudung Abdurrahman untuk segera lakukan investigasi terhadap berbagai masalah dan adanya dugaan korupsi dilapangan. Oleh karena itu, kami mendesak Presiden Prabowo melakukan evaluasi total dan segera mencopot Kepala BGN RI, Dadan Hindayana dan Wakil Kepala BGN RI, Sony Sanjaya. Kami juga mendesak Presiden RI ke-8 mengembalikan ruh program MBG ke kantin sekolah dan kuliner rakyat. Dan KPK RI harus segera periksa oknum pejabat BGN RI yang diduga melakukan tindakan koruptif dan menyalahgunakan kewenangan. Atau ojo suwe-suwe ben ora ambyar (jangan lama-lama agar tidak luruhkan kepercayaan rakyat), pungkas Ali Mahsun ATMO, Presiden Kawulo Alit Indonesia (KAI) yang pernah emban Sekretaris Lembaga Sosial Mabrot PBNU 2000-2005.", "post_id": "sj3UxoAjhRc"}}, {"key": "Rp.", "attributes": {"label": "Rp.", "x": 574.5673584440152, "y": 929.514993215724, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.2211, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "sj3UxoAjhRc", "id": "Rp.", "source": "youtube-000001", "content": "#MBGwajibSUKSES\n\nRp. 12 T APBN 2025 Mengendap Di Rekening Yayasan SPPG, Ketua Umum APKLI-P Desak Presiden Prabowo Copot Dadan dan Sony Sanjaya, dan KPK Segera Periksa Pejabat BGN\n\nJakarta,- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menemukan adanya pengendapan APBN 2025 direkening Yayasan SPPG (Dapur MBG) sebesar Rp 12 trilyun, sebuah dana yang sangat besar, dan seharusnya dikembalikan ke negara melalui Kementerian Keuangan RI. Beberapa waktu lalu, KPK RI juga telah menyampaikan ada 8 celah potensi korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Untuk itu, selaku Ketua Umum Asosiasi PKL Indonesia Perjuangan (APKLI-P) mendesak KPK segera melakukan penyelidikan dugaan tindakan koruptif dan penyalahgunaan kewenangan program MBG. Karena, KPK itu  bukan lembaga konsultan, bukan lembaga kajian, juga bukan juru bicara pemerintah. Melainkan Komisi Pemberantasan Korupsi yang seharusnya segera bertindak cepat dan mengusut tuntas ketika ada bau sangat menyengat dugaan korupsi program MBG, tegas Ketua Umum APKLI-P, dr. Ali Mahsun ATMO, M.Biomed., Jakarta, Jumat, 29 Mei 2026.\n\nMenurut dokter ahli kekebalan tubuh lulusan FKUB Malang dan FKUI Jakarta ini, ketika ada banyak bau sangat menyengat dugaan tindakan koruptif dan penyalahgunaan kewenangan program MBG unggulan Presiden Prabowo seharusnya KPK RI segera bertindak cepat dan usut tuntas tanpa pandang bulu. Segera lakukan penyelidikan bahkan penyidikan. Bukan berubah wajah sebagai konsultan, pengkaji bahkan juru bicara pemerintah. Kenapa? Paling tidak ada 8 penggunaan APBN yang beraroma korupsi dan penyalahgunaan kewenangan program MBG. Yaitu; 1. Dana APBN 2025 mengendap di rekening Yayasan SPPG sebesar Rp. 12 trilyun, 2. SPPG yang di suspend bukan diberi sanksi melainkan tetap dapat insentif Rp 6 Juta/hari, 3. Praktik sogok-menyogok titik dapur MBG  400 juta, 4. Pengadaan 21.081 motor listrik dengan harga  42 juta sebesar Rp. 1,22 trilyun, 5. Pengadaan 31 paket event organizer senilai Rp 113,9 miliar, 6. Pengadaan IT sebesar Rp. 1,2 trilyun, 7. Pengadaan alat makan untuk 315 SPPG senilai Rp 215 miliar, dan, 8. Pengadaan kaos kaki dengan harga  100 ribu per pasang sebesar 6,9 milyar.\n\nBagi Ketua Bakornas LKMI PBHMI 1995-1998 ini, setiap rupiah yang keluar dari APBN dan setiap kewenangan amanah rakyat harus dipertanggungjawabkan. Ia menggunakan peribahasa Jawa untuk menggambarkan situasi ini, ngunu yo ngunu tapi yo ngunu atau ojo kebacut.\n\nDemi Marwah dan ruh kepemimpinan Presiden Prabowo, dimana program MBG adalah luhur dan mulia. Memiliki visi dan misi besar sebagai driver gizi generasi penerus bangsa, juga sebagai driver ekonomi rakyat pedesaan dan gang-gang perkotaan, dimana pagu APBN-nya sangat besar (2026: Rp. 335 trilyun di efisienkan menjadi Rp. 268 trilyun). Bahkan MBG adalah bagian dari instrument penegakan kedaulatan ekonomi bangsa dan penggapaian pertumbuhan ekonomi nasional 8% tahun 2029. Artinya program MBG wajib sukses tidak boleh gagal. Lebih dari itu, Presiden Prabowo telah menyatakan bahwa masih banyak masalah yang harus ditertibkan dalam program MBG, dan telah perintahkan Kepala KSP RI Dudung Abdurrahman untuk segera lakukan investigasi terhadap berbagai masalah dan adanya dugaan korupsi dilapangan. Oleh karena itu, kami mendesak Presiden Prabowo melakukan evaluasi total dan segera mencopot Kepala BGN RI, Dadan Hindayana dan Wakil Kepala BGN RI, Sony Sanjaya. Kami juga mendesak Presiden RI ke-8 mengembalikan ruh program MBG ke kantin sekolah dan kuliner rakyat. Dan KPK RI harus segera periksa oknum pejabat BGN RI yang diduga melakukan tindakan koruptif dan menyalahgunakan kewenangan. Atau ojo suwe-suwe ben ora ambyar (jangan lama-lama agar tidak luruhkan kepercayaan rakyat), pungkas Ali Mahsun ATMO, Presiden Kawulo Alit Indonesia (KAI) yang pernah emban Sekretaris Lembaga Sosial Mabrot PBNU 2000-2005.", "post_id": "sj3UxoAjhRc"}}, {"key": "Rp", "attributes": {"label": "Rp", "x": 775.5906211979192, "y": 991.2316047884133, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.2211, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "sj3UxoAjhRc", "id": "Rp", "source": "youtube-000001", "content": "#MBGwajibSUKSES\n\nRp. 12 T APBN 2025 Mengendap Di Rekening Yayasan SPPG, Ketua Umum APKLI-P Desak Presiden Prabowo Copot Dadan dan Sony Sanjaya, dan KPK Segera Periksa Pejabat BGN\n\nJakarta,- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menemukan adanya pengendapan APBN 2025 direkening Yayasan SPPG (Dapur MBG) sebesar Rp 12 trilyun, sebuah dana yang sangat besar, dan seharusnya dikembalikan ke negara melalui Kementerian Keuangan RI. Beberapa waktu lalu, KPK RI juga telah menyampaikan ada 8 celah potensi korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Untuk itu, selaku Ketua Umum Asosiasi PKL Indonesia Perjuangan (APKLI-P) mendesak KPK segera melakukan penyelidikan dugaan tindakan koruptif dan penyalahgunaan kewenangan program MBG. Karena, KPK itu  bukan lembaga konsultan, bukan lembaga kajian, juga bukan juru bicara pemerintah. Melainkan Komisi Pemberantasan Korupsi yang seharusnya segera bertindak cepat dan mengusut tuntas ketika ada bau sangat menyengat dugaan korupsi program MBG, tegas Ketua Umum APKLI-P, dr. Ali Mahsun ATMO, M.Biomed., Jakarta, Jumat, 29 Mei 2026.\n\nMenurut dokter ahli kekebalan tubuh lulusan FKUB Malang dan FKUI Jakarta ini, ketika ada banyak bau sangat menyengat dugaan tindakan koruptif dan penyalahgunaan kewenangan program MBG unggulan Presiden Prabowo seharusnya KPK RI segera bertindak cepat dan usut tuntas tanpa pandang bulu. Segera lakukan penyelidikan bahkan penyidikan. Bukan berubah wajah sebagai konsultan, pengkaji bahkan juru bicara pemerintah. Kenapa? Paling tidak ada 8 penggunaan APBN yang beraroma korupsi dan penyalahgunaan kewenangan program MBG. Yaitu; 1. Dana APBN 2025 mengendap di rekening Yayasan SPPG sebesar Rp. 12 trilyun, 2. SPPG yang di suspend bukan diberi sanksi melainkan tetap dapat insentif Rp 6 Juta/hari, 3. Praktik sogok-menyogok titik dapur MBG  400 juta, 4. Pengadaan 21.081 motor listrik dengan harga  42 juta sebesar Rp. 1,22 trilyun, 5. Pengadaan 31 paket event organizer senilai Rp 113,9 miliar, 6. Pengadaan IT sebesar Rp. 1,2 trilyun, 7. Pengadaan alat makan untuk 315 SPPG senilai Rp 215 miliar, dan, 8. Pengadaan kaos kaki dengan harga  100 ribu per pasang sebesar 6,9 milyar.\n\nBagi Ketua Bakornas LKMI PBHMI 1995-1998 ini, setiap rupiah yang keluar dari APBN dan setiap kewenangan amanah rakyat harus dipertanggungjawabkan. Ia menggunakan peribahasa Jawa untuk menggambarkan situasi ini, ngunu yo ngunu tapi yo ngunu atau ojo kebacut.\n\nDemi Marwah dan ruh kepemimpinan Presiden Prabowo, dimana program MBG adalah luhur dan mulia. Memiliki visi dan misi besar sebagai driver gizi generasi penerus bangsa, juga sebagai driver ekonomi rakyat pedesaan dan gang-gang perkotaan, dimana pagu APBN-nya sangat besar (2026: Rp. 335 trilyun di efisienkan menjadi Rp. 268 trilyun). Bahkan MBG adalah bagian dari instrument penegakan kedaulatan ekonomi bangsa dan penggapaian pertumbuhan ekonomi nasional 8% tahun 2029. Artinya program MBG wajib sukses tidak boleh gagal. Lebih dari itu, Presiden Prabowo telah menyatakan bahwa masih banyak masalah yang harus ditertibkan dalam program MBG, dan telah perintahkan Kepala KSP RI Dudung Abdurrahman untuk segera lakukan investigasi terhadap berbagai masalah dan adanya dugaan korupsi dilapangan. Oleh karena itu, kami mendesak Presiden Prabowo melakukan evaluasi total dan segera mencopot Kepala BGN RI, Dadan Hindayana dan Wakil Kepala BGN RI, Sony Sanjaya. Kami juga mendesak Presiden RI ke-8 mengembalikan ruh program MBG ke kantin sekolah dan kuliner rakyat. Dan KPK RI harus segera periksa oknum pejabat BGN RI yang diduga melakukan tindakan koruptif dan menyalahgunakan kewenangan. Atau ojo suwe-suwe ben ora ambyar (jangan lama-lama agar tidak luruhkan kepercayaan rakyat), pungkas Ali Mahsun ATMO, Presiden Kawulo Alit Indonesia (KAI) yang pernah emban Sekretaris Lembaga Sosial Mabrot PBNU 2000-2005.", "post_id": "sj3UxoAjhRc"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 5.440276339295447, "y": 180.37144062932097, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.6528, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "O1UEEhBeeaE", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "Bedah Analisis Ferry Irwandi tentang Ekonomi Indonesia 2026! Fakta & Ilusi Ekonomi Indonesia\n\n🔗 SUMBER ANALISIS & REFERENSI: Narasi dan data di dalam video ini diadaptasi dari bedah dokumen Analisis Makroekonomi Indonesia 2026 oleh Ferry Irwandi. Tonton video sumber selengkapnya di sini:    • Analisis dan Solusi Ekonomi Indonesia 2026  \n\nSelamat datang di channel Wawasan Cerdas! Di video kali ini, kita akan membongkar tuntas realitas mengerikan di balik angka pertumbuhan ekonomi Indonesia yang selama ini sering dibanggakan. Benarkah ekonomi kita sedang baik-baik saja? Atau kita sebenarnya sedang berada di dalam ilusi \"Pertumbuhan Semu\" (Potemkin Growth) yang perlahan-lahan menghancurkan fundamental negara?\n\nKita akan membedah secara mendalam krisis makroekonomi yang mengguncang Indonesia, mulai dari pelemahan ekstrem nilai tukar Rupiah yang menembus rekor terlemahnya di Rp17.645 per Dolar AS, anjloknya cadangan devisa, hingga fenomena arus modal keluar (capital outflow) yang masif. Namun, tahukah kamu bahwa ini BUKANLAH krisis sistemik atau perbankan seperti tragedi tahun 1998?\n\nAncaman yang jauh lebih mematikan dan bersifat laten sedang mengintai kita: \"Middle-Income Trap\" (Jebakan Kelas Menengah)! Faktanya, dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah kehilangan lebih dari 10,6 juta penduduk kelas menengah secara struktural. Hal ini dipicu oleh inefisiensi investasi yang parah dengan tingginya angka Incremental Capital Output Ratio (ICOR) mencapai 6,33, yang artinya kita butuh modal Rp6,33 hanya untuk menghasilkan Rp1 output baru. Akibatnya, sektor manufaktur terkontraksi dan memicu gelombang PHK massal di berbagai daerah.\n\nLayaknya analogi \"Katak dalam Panci Rebusan\" (Boiling Frog), masyarakat dan birokrasi kita perlahan-lahan dimatikan oleh stagnasi ekonomi tanpa kita sadari, karena kita selalu berpikir bahwa fundamental kita kuat. Padahal, air rebusan itu adalah deindustrialisasi dan inefisiensi yang terus dipanaskan sejak 2019!\n\nDi video edukasi ini, Wawasan Cerdas juga akan mengkritisi berbagai kebijakan fiskal dan moneter pemerintah. Kita akan membahas:\nPemborosan APBN untuk subsidi energi (deadweight loss) dan mengapa transisi ke Direct Benefit Transfer (DBT) atau subsidi tunai langsung memiliki risiko memicu ledakan inflasi (Cost-Push Inflation) jika tidak dieksekusi dengan perhitungan stress test yang matang.\n\nPolemik dan evaluasi program raksasa triliunan rupiah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menguras ruang fiskal negara.\n\nRisiko nyata dari pengetatan suku bunga global, konflik geopolitik Timur Tengah, dan dampaknya pada mahalnya biaya hidup (inflasi pangan/logistik) di Indonesia.\n\nApakah Bank Indonesia dan pemerintah mampu melakukan reformasi struktural yang radikal? Atau kita justru harus mengorbankan impian menjadi negara maju di visi Indonesia Emas 2045? Tonton video ini sampai habis untuk mengetahui skenario perekonomian ke depan dan bagaimana dampaknya terhadap dompet serta masa depanmu!\n\n🗣️ BAGAIMANA PENDAPATMU? Apakah kamu merasakan daya beli yang semakin menurun atau sulitnya mencari pekerjaan saat ini? Coba ceritakan pengalamanmu di kolom komentar di bawah! Mari berdiskusi dengan cerdas.\n\n00:06 Kondisi Krisis Mei 2026\n11:09 Faktor Resiko Utama\n19:46 Diagnosis Sektor Riil dan Moneter\n29:01 Skenario Ekonomi 2026\n38:26 Analisis Wawasan Cerdas\n\n👍 JANGAN LUPA DUKUNG CHANNEL INI! Jika informasi ini bermanfaat dan membuka wawasanmu, pastikan untuk menekan tombol LIKE, SHARE video ini ke teman atau grup keluargamu, dan klik SUBSCRIBE agar tidak ketinggalan analisis mendalam dari Wawasan Cerdas selanjutnya!\n\n#WawasanCerdas #KrisisEkonomi #EkonomiIndonesia #MiddleIncomeTrap #KelasMenengah #RupiahAnjlok #PHKMassal #Makroekonomi #Inflasi #SubsidiBBM #Investasi #KebijakanPemerintah #IndonesiaEmas2045 #KrisisMataUang #BeritaEkonomi #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "O1UEEhBeeaE"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 981.6932612319526, "y": 458.5305530002769, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.3577, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "O1UEEhBeeaE", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "Bedah Analisis Ferry Irwandi tentang Ekonomi Indonesia 2026! Fakta & Ilusi Ekonomi Indonesia\n\n🔗 SUMBER ANALISIS & REFERENSI: Narasi dan data di dalam video ini diadaptasi dari bedah dokumen Analisis Makroekonomi Indonesia 2026 oleh Ferry Irwandi. Tonton video sumber selengkapnya di sini:    • Analisis dan Solusi Ekonomi Indonesia 2026  \n\nSelamat datang di channel Wawasan Cerdas! Di video kali ini, kita akan membongkar tuntas realitas mengerikan di balik angka pertumbuhan ekonomi Indonesia yang selama ini sering dibanggakan. Benarkah ekonomi kita sedang baik-baik saja? Atau kita sebenarnya sedang berada di dalam ilusi \"Pertumbuhan Semu\" (Potemkin Growth) yang perlahan-lahan menghancurkan fundamental negara?\n\nKita akan membedah secara mendalam krisis makroekonomi yang mengguncang Indonesia, mulai dari pelemahan ekstrem nilai tukar Rupiah yang menembus rekor terlemahnya di Rp17.645 per Dolar AS, anjloknya cadangan devisa, hingga fenomena arus modal keluar (capital outflow) yang masif. Namun, tahukah kamu bahwa ini BUKANLAH krisis sistemik atau perbankan seperti tragedi tahun 1998?\n\nAncaman yang jauh lebih mematikan dan bersifat laten sedang mengintai kita: \"Middle-Income Trap\" (Jebakan Kelas Menengah)! Faktanya, dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah kehilangan lebih dari 10,6 juta penduduk kelas menengah secara struktural. Hal ini dipicu oleh inefisiensi investasi yang parah dengan tingginya angka Incremental Capital Output Ratio (ICOR) mencapai 6,33, yang artinya kita butuh modal Rp6,33 hanya untuk menghasilkan Rp1 output baru. Akibatnya, sektor manufaktur terkontraksi dan memicu gelombang PHK massal di berbagai daerah.\n\nLayaknya analogi \"Katak dalam Panci Rebusan\" (Boiling Frog), masyarakat dan birokrasi kita perlahan-lahan dimatikan oleh stagnasi ekonomi tanpa kita sadari, karena kita selalu berpikir bahwa fundamental kita kuat. Padahal, air rebusan itu adalah deindustrialisasi dan inefisiensi yang terus dipanaskan sejak 2019!\n\nDi video edukasi ini, Wawasan Cerdas juga akan mengkritisi berbagai kebijakan fiskal dan moneter pemerintah. Kita akan membahas:\nPemborosan APBN untuk subsidi energi (deadweight loss) dan mengapa transisi ke Direct Benefit Transfer (DBT) atau subsidi tunai langsung memiliki risiko memicu ledakan inflasi (Cost-Push Inflation) jika tidak dieksekusi dengan perhitungan stress test yang matang.\n\nPolemik dan evaluasi program raksasa triliunan rupiah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menguras ruang fiskal negara.\n\nRisiko nyata dari pengetatan suku bunga global, konflik geopolitik Timur Tengah, dan dampaknya pada mahalnya biaya hidup (inflasi pangan/logistik) di Indonesia.\n\nApakah Bank Indonesia dan pemerintah mampu melakukan reformasi struktural yang radikal? Atau kita justru harus mengorbankan impian menjadi negara maju di visi Indonesia Emas 2045? Tonton video ini sampai habis untuk mengetahui skenario perekonomian ke depan dan bagaimana dampaknya terhadap dompet serta masa depanmu!\n\n🗣️ BAGAIMANA PENDAPATMU? Apakah kamu merasakan daya beli yang semakin menurun atau sulitnya mencari pekerjaan saat ini? Coba ceritakan pengalamanmu di kolom komentar di bawah! Mari berdiskusi dengan cerdas.\n\n00:06 Kondisi Krisis Mei 2026\n11:09 Faktor Resiko Utama\n19:46 Diagnosis Sektor Riil dan Moneter\n29:01 Skenario Ekonomi 2026\n38:26 Analisis Wawasan Cerdas\n\n👍 JANGAN LUPA DUKUNG CHANNEL INI! Jika informasi ini bermanfaat dan membuka wawasanmu, pastikan untuk menekan tombol LIKE, SHARE video ini ke teman atau grup keluargamu, dan klik SUBSCRIBE agar tidak ketinggalan analisis mendalam dari Wawasan Cerdas selanjutnya!\n\n#WawasanCerdas #KrisisEkonomi #EkonomiIndonesia #MiddleIncomeTrap #KelasMenengah #RupiahAnjlok #PHKMassal #Makroekonomi #Inflasi #SubsidiBBM #Investasi #KebijakanPemerintah #IndonesiaEmas2045 #KrisisMataUang #BeritaEkonomi #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "O1UEEhBeeaE"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "attributes": {"label": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "x": 184.50430879146816, "y": 856.4994956209769, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.6528, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "5by1dtpaN48", "id": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "Target Ekonomi 2027 Bisa Tumbuh 6.5%? Pakar: Mustahil Tanpa Evaluasi Dana Jumbo Ini!\n\nTarget pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2027 sebesar 5,8% hingga 6,5% kini menjadi sorotan tajam. Melalui strategi \"Pro Growth - Pro Welfare\", pemerintah optimis bisa mencapai trajektori pertumbuhan 8% pada tahun 2029. Namun, apakah target ekonomi 2027 ini realistis di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dinamika politik dalam negeri?\n\nPakar ekonomi sekaligus Dosen Magister Ekonomi Terapan Universitas Katolik Atma Jaya, YB. Suhartoko, memberikan peringatan keras. Tekanan eksternal seperti kenaikan harga minyak dunia, lonjakan imbal hasil Treasury AS, hingga pelemahan nilai tukar Rupiah dan koreksi IHSG menjadi ancaman nyata bagi stabilitas ekonomi makro Indonesia.\n\nDalam video ini, kita akan membedah mengapa kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) dengan menaikkan suku bunga acuan saja tidak cukup. Dibutuhkan langkah komplementer dari kebijakan fiskal Kementerian Keuangan. Simak analisis kritis mengenai pentingnya evaluasi program prioritas pemerintah yang menelan dana jumbo demi menjaga stabilitas APBN dan meningkatkan kepercayaan pasar modal.\n\n\nVideo Editor: Rifqi Rahmandika\n\n#koranjakarta #news #EkonomiIndonesia #TargetEkonomi2027 #KebijakanFiskal #APBN #Rupiah #BankIndonesia #IHSG #BeritaEkonomi #HardNews #InvestasiIndonesia #ProGrowthProWelfare\n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "5by1dtpaN48"}}, {"key": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "koranjakarta...", "x": 406.42467705566054, "y": 832.7365201403459, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.3577, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5by1dtpaN48", "id": "koranjakarta...", "source": "youtube-000001", "content": "Target Ekonomi 2027 Bisa Tumbuh 6.5%? Pakar: Mustahil Tanpa Evaluasi Dana Jumbo Ini!\n\nTarget pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2027 sebesar 5,8% hingga 6,5% kini menjadi sorotan tajam. Melalui strategi \"Pro Growth - Pro Welfare\", pemerintah optimis bisa mencapai trajektori pertumbuhan 8% pada tahun 2029. Namun, apakah target ekonomi 2027 ini realistis di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dinamika politik dalam negeri?\n\nPakar ekonomi sekaligus Dosen Magister Ekonomi Terapan Universitas Katolik Atma Jaya, YB. Suhartoko, memberikan peringatan keras. Tekanan eksternal seperti kenaikan harga minyak dunia, lonjakan imbal hasil Treasury AS, hingga pelemahan nilai tukar Rupiah dan koreksi IHSG menjadi ancaman nyata bagi stabilitas ekonomi makro Indonesia.\n\nDalam video ini, kita akan membedah mengapa kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) dengan menaikkan suku bunga acuan saja tidak cukup. Dibutuhkan langkah komplementer dari kebijakan fiskal Kementerian Keuangan. Simak analisis kritis mengenai pentingnya evaluasi program prioritas pemerintah yang menelan dana jumbo demi menjaga stabilitas APBN dan meningkatkan kepercayaan pasar modal.\n\n\nVideo Editor: Rifqi Rahmandika\n\n#koranjakarta #news #EkonomiIndonesia #TargetEkonomi2027 #KebijakanFiskal #APBN #Rupiah #BankIndonesia #IHSG #BeritaEkonomi #HardNews #InvestasiIndonesia #ProGrowthProWelfare\n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "5by1dtpaN48"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "attributes": {"label": "@KompasTVDewata", "x": 795.2398945313982, "y": 301.9319099097291, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.6528, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "s92VPDqEqv8", "id": "@KompasTVDewata", "source": "youtube-000001", "content": "Polemik BBM, Rupiah Melemah hingga MBG, Saatnya Pemerintah Dengar Suara Rakyat!\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green memicu gelombang unjuk rasa di sejumlah daerah.\n\nMassa mendesak pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM serta menuntut perbaikan ekonomi.\n\nMereka juga menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah dan menilai sejumlah kebijakan pemerintah justru menjadi penyebab ekonomi Indonesia bermasalah, terutama soal MBG.\n\nKenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 pada 10 Juni lalu mengejutkan masyarakat.\n\nBanyaknya masyarakat yang beralih ke Pertalite membuat sejumlah SPBU di Jakarta kehabisan stok BBM.\n\nDirektur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menegaskan keputusan menaikkan harga harus dilakukan karena mengacu pada mekanisme pasar. Menurutnya, perubahan harga saat ini masih mempertimbangkan daya beli masyarakat.\n\nKetua Komisi XI DPR, Muhamad Misbakhun menilai kenaikan harga Pertamax akan memberikan tekanan terhadap inflasi.\n\nUntuk itu, berbagai opsi stimulus dan insentif saat ini sedang dibahas untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan.\n\nMenkeu Purbaya mengakui kenaikan Pertamax berpotensi mendorong sebagian masyarakat beralih ke Pertalite.\n\nNamun, pemerintah belum menghitung besaran perpindahan konsumsi BBM tersebut maupun dampaknya terhadap beban subsidi energi dalam APBN.\n\nDi sisi lain, Purbaya menilai kenaikan harga Pertamax tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap inflasi nasional.\n\nUntuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah tengah mengkaji sejumlah skema bantuan sebelum kembali berkoordinasi dengan Pertamina.\n\nKemenkeu sebagai penanggung jawab fiskal dan BI sebagai pengendali moneter sepakat untuk terus meningkatkan koordinasi guna menjaga nilai tukar rupiah dan angka pertumbuhan ekonomi. Pemerintah, BI, maupun DPR mau mendengar masukan dari banyak pihak.\n\nKoordinasi dan komunikasi yang baik antarlembaga ini memang diperlukan di saat negara kita menghadapi situasi yang tidak mudah akibat kondisi geopolitik yang tidak menentu.\n\n\n\nTerima kasih sudah menonton!\n\nJangan lewatkan berita dan inspirasi terkini dari Pulau Dewata. Dukung kami dengan LIKE, berikan pandangan Anda di KOMENTAR, BAGIKAN kepada kerabat Anda, dan pastikan Anda SUBSCRIBE untuk mendapatkan notifikasi video terbaru.\n\n🔔 Jangan Lupa Nyalakan Lonceng Notifikasi! 🔔\n\nKompasTV Dewata Official Channel.\nInspirasi Bali. Berita Terpercaya.\n\nTonton Kami Langsung di TV:\nSetiap hari pukul 05.30 WITA - 08.00 WITA\n\nJelajahi Konten Kami:\n\n🎥 VIDEO TERBARU:    /   \n\n✅ SUBSCRIBE SEKARANG:    /   \n\nIkuti Kami di Media Sosial:\n\nFacebook:   / kompastvdewata  \n\nInstagram:   / kompastvbalidewata", "post_id": "s92VPDqEqv8"}}, {"key": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "kompastvdewata", "x": 14.8706169736591, "y": 754.6793663966005, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.0052, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "s92VPDqEqv8", "id": "kompastvdewata", "source": "youtube-000001", "content": "Polemik BBM, Rupiah Melemah hingga MBG, Saatnya Pemerintah Dengar Suara Rakyat!\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green memicu gelombang unjuk rasa di sejumlah daerah.\n\nMassa mendesak pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM serta menuntut perbaikan ekonomi.\n\nMereka juga menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah dan menilai sejumlah kebijakan pemerintah justru menjadi penyebab ekonomi Indonesia bermasalah, terutama soal MBG.\n\nKenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 pada 10 Juni lalu mengejutkan masyarakat.\n\nBanyaknya masyarakat yang beralih ke Pertalite membuat sejumlah SPBU di Jakarta kehabisan stok BBM.\n\nDirektur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menegaskan keputusan menaikkan harga harus dilakukan karena mengacu pada mekanisme pasar. Menurutnya, perubahan harga saat ini masih mempertimbangkan daya beli masyarakat.\n\nKetua Komisi XI DPR, Muhamad Misbakhun menilai kenaikan harga Pertamax akan memberikan tekanan terhadap inflasi.\n\nUntuk itu, berbagai opsi stimulus dan insentif saat ini sedang dibahas untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan.\n\nMenkeu Purbaya mengakui kenaikan Pertamax berpotensi mendorong sebagian masyarakat beralih ke Pertalite.\n\nNamun, pemerintah belum menghitung besaran perpindahan konsumsi BBM tersebut maupun dampaknya terhadap beban subsidi energi dalam APBN.\n\nDi sisi lain, Purbaya menilai kenaikan harga Pertamax tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap inflasi nasional.\n\nUntuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah tengah mengkaji sejumlah skema bantuan sebelum kembali berkoordinasi dengan Pertamina.\n\nKemenkeu sebagai penanggung jawab fiskal dan BI sebagai pengendali moneter sepakat untuk terus meningkatkan koordinasi guna menjaga nilai tukar rupiah dan angka pertumbuhan ekonomi. Pemerintah, BI, maupun DPR mau mendengar masukan dari banyak pihak.\n\nKoordinasi dan komunikasi yang baik antarlembaga ini memang diperlukan di saat negara kita menghadapi situasi yang tidak mudah akibat kondisi geopolitik yang tidak menentu.\n\n\n\nTerima kasih sudah menonton!\n\nJangan lewatkan berita dan inspirasi terkini dari Pulau Dewata. Dukung kami dengan LIKE, berikan pandangan Anda di KOMENTAR, BAGIKAN kepada kerabat Anda, dan pastikan Anda SUBSCRIBE untuk mendapatkan notifikasi video terbaru.\n\n🔔 Jangan Lupa Nyalakan Lonceng Notifikasi! 🔔\n\nKompasTV Dewata Official Channel.\nInspirasi Bali. Berita Terpercaya.\n\nTonton Kami Langsung di TV:\nSetiap hari pukul 05.30 WITA - 08.00 WITA\n\nJelajahi Konten Kami:\n\n🎥 VIDEO TERBARU:    /   \n\n✅ SUBSCRIBE SEKARANG:    /   \n\nIkuti Kami di Media Sosial:\n\nFacebook:   / kompastvdewata  \n\nInstagram:   / kompastvbalidewata", "post_id": "s92VPDqEqv8"}}], "edges": [{"key": "Rafsyaa99", "source": "Rafsyaa99", "target": "My_Oz25", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Rafsyaa99", "source": "Rafsyaa99", "target": "karirfess", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "harjobaskoro", "source": "harjobaskoro", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "kppndumai", "source": "kppndumai", "target": "ditjenperbendaharaan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "djpbntt", "source": "djpbntt", "target": "ditjenperbendaharaan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "indonesia_investment_education", "source": "indonesia_investment_education", "target": "indonesiainvestmenteducation", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infopbun", "source": "infopbun", "target": "kumparancom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "reyy16_8", "source": "reyy16_8", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "digital.bisnis.id", "source": "digital.bisnis.id", "target": "liputan6_news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunMedanTV", "source": "@TribunMedanTV", "target": "tribunmedantv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IndefEconomics", "source": "@IndefEconomics", "target": "indef_official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Sulselsatu", "source": "@Sulselsatu", "target": "sulselsatu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@cngumregahofficial3502", "source": "@cngumregahofficial3502", "target": "Rp.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@cngumregahofficial3502", "source": "@cngumregahofficial3502", "target": "Rp", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@cngumregahofficial3502", "source": "@cngumregahofficial3502", "target": "Rp", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "source": "@KompasTVDewata", "target": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "source": "@KompasTVDewata", "target": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}