{"nodes": [{"key": "asdfffffffghjkl", "attributes": {"label": "asdfffffffghjkl", "x": 713.3159980756775, "y": 652.0744391780141, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.826, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068859001597829196", "id": "asdfffffffghjkl", "source": "tweet-000004", "content": "BI bisa nahan kurs sebentar tapi yang nanggung ujung2nya konsumen. \n\nNaikin suku bunga= nahan rupiah tapi mukul daya beli dalam negeri.\n\nTumben om valen ga nantangin asing😭😭", "post_id": "2068859001597829196"}}, {"key": "valenttt____", "attributes": {"label": "valenttt____", "x": 817.2737758343585, "y": 247.9259070650305, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 25.5782, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068859001597829196", "id": "valenttt____", "source": "tweet-000004", "content": "BI bisa nahan kurs sebentar tapi yang nanggung ujung2nya konsumen. \n\nNaikin suku bunga= nahan rupiah tapi mukul daya beli dalam negeri.\n\nTumben om valen ga nantangin asing😭😭", "post_id": "2068859001597829196"}}, {"key": "pocongtampann", "attributes": {"label": "pocongtampann", "x": 44.103895045862316, "y": 294.2869808893763, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.826, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2067143526958383223", "id": "pocongtampann", "source": "tweet-000004", "content": "contoh hari ini minyak mentah 75 dolar / barel, Indonesia beli nya sekarang dengan kurs rupiah di ±17.500, tapi Indonesia beli nya di minggu depan yang mungkin harga minyak turun lagi tapi rupiah melemah imbas dari the fed, apakah pertamina turunkan harga atau engga ya?", "post_id": "2067143526958383223"}}, {"key": "JanuasJoo_", "attributes": {"label": "JanuasJoo_", "x": 499.989620360052, "y": 309.0775244760603, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 19.7021, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067143526958383223", "id": "JanuasJoo_", "source": "tweet-000004", "content": "contoh hari ini minyak mentah 75 dolar / barel, Indonesia beli nya sekarang dengan kurs rupiah di ±17.500, tapi Indonesia beli nya di minggu depan yang mungkin harga minyak turun lagi tapi rupiah melemah imbas dari the fed, apakah pertamina turunkan harga atau engga ya?", "post_id": "2067143526958383223"}}, {"key": "TxtdariHI", "attributes": {"label": "TxtdariHI", "x": 75.65305326160066, "y": 373.97940455814404, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 19.7021, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067143526958383223", "id": "TxtdariHI", "source": "tweet-000004", "content": "contoh hari ini minyak mentah 75 dolar / barel, Indonesia beli nya sekarang dengan kurs rupiah di ±17.500, tapi Indonesia beli nya di minggu depan yang mungkin harga minyak turun lagi tapi rupiah melemah imbas dari the fed, apakah pertamina turunkan harga atau engga ya?", "post_id": "2067143526958383223"}}, {"key": "martin_niguez", "attributes": {"label": "martin_niguez", "x": 286.66137184167127, "y": 471.5245260134603, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.826, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2068082419476136436", "id": "martin_niguez", "source": "tweet-000004", "content": "Gak semudah itu lah, orang faktor nya bukan cuma di kebijakan pemerintah atau fiskal doang, masih ada kebijakan moneter dan faktor eksternal juga yg dampaknya jauh lebih besar, apalagi the fed masih hawkish. Lu jg kejauhan masa infra & pendidikan dihubungin ke kurs rupiah.", "post_id": "2068082419476136436"}}, {"key": "Toomboro", "attributes": {"label": "Toomboro", "x": 560.3317018369279, "y": 875.8050295356286, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 19.7021, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068082419476136436", "id": "Toomboro", "source": "tweet-000004", "content": "Gak semudah itu lah, orang faktor nya bukan cuma di kebijakan pemerintah atau fiskal doang, masih ada kebijakan moneter dan faktor eksternal juga yg dampaknya jauh lebih besar, apalagi the fed masih hawkish. Lu jg kejauhan masa infra & pendidikan dihubungin ke kurs rupiah.", "post_id": "2068082419476136436"}}, {"key": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "LambeSahamjja", "x": 485.3938154162645, "y": 65.07272971477818, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 19.7021, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068082419476136436", "id": "LambeSahamjja", "source": "tweet-000004", "content": "Gak semudah itu lah, orang faktor nya bukan cuma di kebijakan pemerintah atau fiskal doang, masih ada kebijakan moneter dan faktor eksternal juga yg dampaknya jauh lebih besar, apalagi the fed masih hawkish. Lu jg kejauhan masa infra & pendidikan dihubungin ke kurs rupiah.", "post_id": "2068082419476136436"}}, {"key": "taniamedi_", "attributes": {"label": "taniamedi_", "x": 293.69580982846077, "y": 94.34027469015116, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.826, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2062794676374307269", "id": "taniamedi_", "source": "tweet-000004", "content": "Pelemahan rupiah memang perlu diwaspadai, tetapi mengaitkannya hanya dengan fiskal pemerintah terlalu menyederhanakan masalah. Pergerakan kurs dipengaruhi faktor global, arus modal, suku bunga AS, hingga kondisi geopolitik", "post_id": "2062794676374307269"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 740.2557981235635, "y": 275.57872824149075, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 25.5782, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2062794676374307269", "id": "kompascom", "source": "tweet-000004", "content": "Pelemahan rupiah memang perlu diwaspadai, tetapi mengaitkannya hanya dengan fiskal pemerintah terlalu menyederhanakan masalah. Pergerakan kurs dipengaruhi faktor global, arus modal, suku bunga AS, hingga kondisi geopolitik", "post_id": "2062794676374307269"}}, {"key": "Ombahku", "attributes": {"label": "Ombahku", "x": 351.1663818904876, "y": 58.733241623086016, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.826, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2062813800999563519", "id": "Ombahku", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar rupiah tidak bergerak hanya karena komentar nyinyir di media sosial. Kurs dipengaruhi oleh faktor-faktor : \n\n➡️ Arus modal asing masuk atau keluar.\n➡️ Kondisi ekonomi global dan suku bunga AS.\n➡️ Neraca perdagangan dan devisa negara.\n➡️ Utang pemerintah dan korporasi.", "post_id": "2062813800999563519"}}, {"key": "ImaginarySteady", "attributes": {"label": "ImaginarySteady", "x": 975.3748382119306, "y": 821.8387873066591, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 25.5782, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2062813800999563519", "id": "ImaginarySteady", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar rupiah tidak bergerak hanya karena komentar nyinyir di media sosial. Kurs dipengaruhi oleh faktor-faktor : \n\n➡️ Arus modal asing masuk atau keluar.\n➡️ Kondisi ekonomi global dan suku bunga AS.\n➡️ Neraca perdagangan dan devisa negara.\n➡️ Utang pemerintah dan korporasi.", "post_id": "2062813800999563519"}}, {"key": "TetraMalin333", "attributes": {"label": "TetraMalin333", "x": 915.8543089851217, "y": 572.3384621032621, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.826, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2062397520014385598", "id": "TetraMalin333", "source": "tweet-000004", "content": "Mau suku bunga naik turun ga ngaruh kalau orang orang pada gamau stok rupiah. Kurs itu dihitung berdasarkan mau tidak negara lain berbisnis di Indo, dan sekarang karena pemerintah kamburadul, pungli dimana mana, dan sosial ga jelas, mereka pada narik investasi dari kita.", "post_id": "2062397520014385598"}}, {"key": "bengsharksol", "attributes": {"label": "bengsharksol", "x": 113.63864705848248, "y": 719.0615110423936, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 25.5782, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2062397520014385598", "id": "bengsharksol", "source": "tweet-000004", "content": "Mau suku bunga naik turun ga ngaruh kalau orang orang pada gamau stok rupiah. Kurs itu dihitung berdasarkan mau tidak negara lain berbisnis di Indo, dan sekarang karena pemerintah kamburadul, pungli dimana mana, dan sosial ga jelas, mereka pada narik investasi dari kita.", "post_id": "2062397520014385598"}}, {"key": "hariankompas", "attributes": {"label": "hariankompas", "x": 32.9377996106387, "y": 662.566650120802, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 13.826, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3916050623070310111_1537212147", "id": "hariankompas", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan sebagai langkah terakhir menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang belakangan ini terus melemah. Tidak menutup kemungkinan suku bunga bisa kembali dikerek untuk mencegah depresiasi kurs yang lebih dalam.\n\nDi satu sisi, jurus kenaikan suku bunga ini dinilai bisa menahan depresiasi rupiah. Namun, di sisi lain, ada beban berupa ekonomi berbiaya tinggi dan pelemahan daya beli yang mesti ditanggung oleh sektor riil dan masyarakat.\n\nBerdasarkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Selasa (9/6/2026), BI memutuskan kembali mengerek naik suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,5 persen. Pengambilan keputusan ini lebih cepat atau di luar agenda RDG yang sejatinya dijadwalkan pada 16-17 Juni 2026.\n\nGubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan keputusan menaikkan suku bunga acuan itu merupakan hasil evaluasi mingguan yang dilakukan bank sentral terhadap perkembangan ekonomi dan pasar keuangan setelah RDG sebelumnya pada periode Mei 2026.\n\n”Waktu membuat keputusan tentu ada proyeksi-proyeksi. Dalam berbagai evaluasi hari ini, kita melihat pelemahan rupiah melebihi yang kita proyeksikan dulu,” kata Perry di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa.\n\nBaca selengkapnya dalam \"Jurus Pamungkas Menahan Pelemahan\" di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n#Ekonomi #Kompasid #HarianKompas #Kompas61\n#MerawatMasaDepan", "post_id": "3916050623070310111_1537212147"}}, {"key": "hariankompas.", "attributes": {"label": "hariankompas.", "x": 8.501633745994997, "y": 485.25056971541034, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 19.7021, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3916050623070310111_1537212147", "id": "hariankompas.", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuan sebagai langkah terakhir menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang belakangan ini terus melemah. Tidak menutup kemungkinan suku bunga bisa kembali dikerek untuk mencegah depresiasi kurs yang lebih dalam.\n\nDi satu sisi, jurus kenaikan suku bunga ini dinilai bisa menahan depresiasi rupiah. Namun, di sisi lain, ada beban berupa ekonomi berbiaya tinggi dan pelemahan daya beli yang mesti ditanggung oleh sektor riil dan masyarakat.\n\nBerdasarkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Selasa (9/6/2026), BI memutuskan kembali mengerek naik suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,5 persen. Pengambilan keputusan ini lebih cepat atau di luar agenda RDG yang sejatinya dijadwalkan pada 16-17 Juni 2026.\n\nGubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan keputusan menaikkan suku bunga acuan itu merupakan hasil evaluasi mingguan yang dilakukan bank sentral terhadap perkembangan ekonomi dan pasar keuangan setelah RDG sebelumnya pada periode Mei 2026.\n\n”Waktu membuat keputusan tentu ada proyeksi-proyeksi. Dalam berbagai evaluasi hari ini, kita melihat pelemahan rupiah melebihi yang kita proyeksikan dulu,” kata Perry di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa.\n\nBaca selengkapnya dalam \"Jurus Pamungkas Menahan Pelemahan\" di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n#Ekonomi #Kompasid #HarianKompas #Kompas61\n#MerawatMasaDepan", "post_id": "3916050623070310111_1537212147"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 600.2512892469149, "y": 443.20578327125895, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 24.0453, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3922755728394447205_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "🚀 BI-Rate Naik Jadi 5,75%, BI Perkuat Pertahanan Rupiah di Tengah Ketidakpastian Global\nby  Academy\n\nHalo Sobat Cuan!\nBank Indonesia (BI) kembali mengambil langkah tegas dengan menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18 Juni 2026.\n\n📌 Detail Kebijakan BI\n✅ BI-Rate naik dari 5,50% menjadi 5,75%\n✅ Deposit Facility naik menjadi 4,75%\n✅ Lending Facility naik menjadi 6,25%\n✅ Fokus utama menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan inflasi\n\nBI menegaskan langkah ini bersifat antisipatif untuk menghadapi berbagai risiko global yang masih membayangi pasar keuangan.\n\n📊 Kondisi Rupiah Masih Menjadi Perhatian\nHingga pertengahan Juni 2026, rupiah masih berada di kisaran Rp17.873 per dolar AS.\n\nSecara year-to-date, nilai tukar rupiah tercatat melemah sekitar 6,61%, sehingga stabilisasi kurs menjadi salah satu prioritas utama Bank Indonesia.\n\nDi sisi lain, BI tetap optimistis pertumbuhan ekonomi nasional masih berada dalam kisaran 4,9%–5,7% sepanjang 2026.\n\n🏦 Pandangan Para Ekonom\nBeberapa ekonom menilai keputusan BI cukup tepat dalam kondisi saat ini:\n▪️ Ekonom BCA menilai BI perlu menjaga daya saing instrumen keuangan domestik di tengah kenaikan imbal hasil global.\n▪️ Ekonom Bank Danamon melihat kenaikan suku bunga dapat meningkatkan minat investor asing terhadap aset Indonesia.\n▪️ Permata Bank menilai peluang kenaikan lanjutan masih terbuka apabila tekanan eksternal dan kebijakan The Fed tetap ketat.\n\n📈 Sektor yang Berpotensi Diuntungkan\nDalam lingkungan suku bunga yang lebih tinggi, beberapa sektor berpotensi memperoleh manfaat:\n✅ Perbankan besar (BBCA, BMRI, BBRI, BBNI)\n✅ Emiten yang memiliki likuiditas kuat\n✅ Saham blue chip yang menjadi tujuan utama dana asing\n\n📌 Gabung di  Community untuk mendapatkan update market, analisis saham pilihan, edukasi investasi, dan diskusi eksklusif bersama investor serta trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#BIRate #BankIndonesia #SukuBunga #Rupiah #IHSG", "post_id": "3922755728394447205_52512310886"}}, {"key": "mediaindonesia", "attributes": {"label": "mediaindonesia", "x": 918.8882059010115, "y": 770.0496382760601, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 13.826, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3919346003141492120_1535047760", "id": "mediaindonesia", "source": "instagram-000001", "content": "PELAN tapi pasti, nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai berangsur pulih sejak pekan lalu. Itu bisa juga dibaca bahwa kepercayaan pasar terhadap otoritas pengelola ekonomi negeri ini mulai menunjukkan tanda-tanda pulih.\n\nSejak Selasa (9/6), lalu, kurs rupiah dan IHSG langsung menuju tren penguatan setelah Bank Indonesia (BI) secara agresif menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50%. Gerak cepat BI menaikkan BI rate yang kali ini lewat rapat mingguan, bukan lagi lewat rapat bulanan, langsung membetot perhatian pasar.\n\nSaksikan selengkapnya dalam Editorial Media Indonesia, Jaga Kepercayaan, bersama Anggota Dewan Redaksi Media Group Suryopratomo\n\nLive Senin, 15 Juni 2026 pukul 07.05 WIB di", "post_id": "3919346003141492120_1535047760"}}, {"key": "metrotv", "attributes": {"label": "metrotv", "x": 127.15072397556038, "y": 496.7176150990268, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 25.5782, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3919346003141492120_1535047760", "id": "metrotv", "source": "instagram-000001", "content": "PELAN tapi pasti, nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai berangsur pulih sejak pekan lalu. Itu bisa juga dibaca bahwa kepercayaan pasar terhadap otoritas pengelola ekonomi negeri ini mulai menunjukkan tanda-tanda pulih.\n\nSejak Selasa (9/6), lalu, kurs rupiah dan IHSG langsung menuju tren penguatan setelah Bank Indonesia (BI) secara agresif menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50%. Gerak cepat BI menaikkan BI rate yang kali ini lewat rapat mingguan, bukan lagi lewat rapat bulanan, langsung membetot perhatian pasar.\n\nSaksikan selengkapnya dalam Editorial Media Indonesia, Jaga Kepercayaan, bersama Anggota Dewan Redaksi Media Group Suryopratomo\n\nLive Senin, 15 Juni 2026 pukul 07.05 WIB di", "post_id": "3919346003141492120_1535047760"}}, {"key": "joeliardisunendar", "attributes": {"label": "joeliardisunendar", "x": 538.625912544575, "y": 102.45107079683092, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 13.826, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3919678737369726793_9022830818", "id": "joeliardisunendar", "source": "instagram-000001", "content": "Indonesia hari ini bukan Greece 2018 atau Inggris zaman Liz Truss 2022. Cermin yang jauh lebih relevan adalah Indonesia sendiri di 2013 — karena akar masalahnya mirip, dan begitu pula jalan keluarnya.\n\nTiga kesamaan yang sulit diabaikan:\n\n1️⃣ Rupiah kembali menjadi indikator utama. Di tahun 2013 rupiah melemah dari ~Rp9.500 ke Rp12.000. Hari ini rupiah kembali menjadi termometer kepercayaan. Pasar tidak sedang menilai kurs — mereka sedang menilai kredibilitas Indonesia.\n\n2️⃣ Asing menjual obligasi pemerintah. Yield SBN melonjak di 2013; kepemilikan asing kini kembali mendekati titik terendah historis. Bond market menjadi medan tempur utama.\n\n3️⃣ BI dipaksa menjadi garis pertahanan terakhir. Dua kenaikan suku bunga dalam waktu singkat menegaskan satu hal: stabilitas didahulukan di atas pertumbuhan jangka pendek.\n\nLalu di mana perbedaan terbesarnya?\n\n2013 adalah krisis eksternal — Bernanke memberi sinyal pengurangan QE, dan Indonesia menjadi salah satu dari “Fragile Five”.\n\n2026 adalah campuran eksternal dan domestik — konflik Timur Tengah dan harga energi bertemu dengan kekhawatiran fiskal, Danantara, dan independensi BI. Artinya, yang harus dipulihkan bukan hanya kondisi global, tetapi juga persepsi pasar terhadap Indonesia sendiri.\n\nBagaimana Indonesia keluar dari 2013? Jawabannya satu kata: kredibilitas. BI Rate naik dari 5,75% ke 7,50%, defisit transaksi berjalan diperbaiki, subsidi BBM direformasi, dan kebijakan berbicara dengan satu suara.\n\nPasar mulai kembali membeli Indonesia bukan saat ekonomi langsung membaik — tetapi saat investor percaya pembuat kebijakan bersedia menanggung rasa sakit jangka pendek demi kredibilitas jangka panjang. Tidak karena ingin populer.\n\nItu sebabnya langkah BI hari ini lebih diperhatikan daripada angka pertumbuhan kuartalan.\n\nKepercayaan investor tidak muncul karena janji dan pidato - melainkan oleh kredibilitas yang dibuktikan melalui tindakan.\n\n💾 Simpan & bagikan jika ini membantu cara Anda membaca pasar. Ikuti  untuk analisis lainnya.", "post_id": "3919678737369726793_9022830818"}}, {"key": "jsportfolio.id", "attributes": {"label": "jsportfolio.id", "x": 466.3149883743695, "y": 862.2129307451326, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 25.5782, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3919678737369726793_9022830818", "id": "jsportfolio.id", "source": "instagram-000001", "content": "Indonesia hari ini bukan Greece 2018 atau Inggris zaman Liz Truss 2022. Cermin yang jauh lebih relevan adalah Indonesia sendiri di 2013 — karena akar masalahnya mirip, dan begitu pula jalan keluarnya.\n\nTiga kesamaan yang sulit diabaikan:\n\n1️⃣ Rupiah kembali menjadi indikator utama. Di tahun 2013 rupiah melemah dari ~Rp9.500 ke Rp12.000. Hari ini rupiah kembali menjadi termometer kepercayaan. Pasar tidak sedang menilai kurs — mereka sedang menilai kredibilitas Indonesia.\n\n2️⃣ Asing menjual obligasi pemerintah. Yield SBN melonjak di 2013; kepemilikan asing kini kembali mendekati titik terendah historis. Bond market menjadi medan tempur utama.\n\n3️⃣ BI dipaksa menjadi garis pertahanan terakhir. Dua kenaikan suku bunga dalam waktu singkat menegaskan satu hal: stabilitas didahulukan di atas pertumbuhan jangka pendek.\n\nLalu di mana perbedaan terbesarnya?\n\n2013 adalah krisis eksternal — Bernanke memberi sinyal pengurangan QE, dan Indonesia menjadi salah satu dari “Fragile Five”.\n\n2026 adalah campuran eksternal dan domestik — konflik Timur Tengah dan harga energi bertemu dengan kekhawatiran fiskal, Danantara, dan independensi BI. Artinya, yang harus dipulihkan bukan hanya kondisi global, tetapi juga persepsi pasar terhadap Indonesia sendiri.\n\nBagaimana Indonesia keluar dari 2013? Jawabannya satu kata: kredibilitas. BI Rate naik dari 5,75% ke 7,50%, defisit transaksi berjalan diperbaiki, subsidi BBM direformasi, dan kebijakan berbicara dengan satu suara.\n\nPasar mulai kembali membeli Indonesia bukan saat ekonomi langsung membaik — tetapi saat investor percaya pembuat kebijakan bersedia menanggung rasa sakit jangka pendek demi kredibilitas jangka panjang. Tidak karena ingin populer.\n\nItu sebabnya langkah BI hari ini lebih diperhatikan daripada angka pertumbuhan kuartalan.\n\nKepercayaan investor tidak muncul karena janji dan pidato - melainkan oleh kredibilitas yang dibuktikan melalui tindakan.\n\n💾 Simpan & bagikan jika ini membantu cara Anda membaca pasar. Ikuti  untuk analisis lainnya.", "post_id": "3919678737369726793_9022830818"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 605.1469706973975, "y": 232.02840649137545, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 44.4838, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 2, "degree": 5}, "_id": "3909769699831658600_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Pemerintah meyakini depresiasi rupiah atas dolar AS bersifat sementara akibat faktor eksternal dan musiman. Dalam hitungan bulan, kurs rupiah diproyeksikan menguat melawan greenback.\n\nKurs rupiah terhadap dolar AS terus melemah dalam beberapa minggu terakhir. Pada penutupan perdagangan Jumat (29/5/2026), nilai USD1 setara Rp17.823, yang mencerminkan tekanan meski Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga cukup agresif.\n\nSejak awal 2026, kurs rupiah melemah 6,6 persen terhadap dolar AS, menjadikan mata uang Garuda menjadi salah satu yang terlemah di kawasan Asia. Untuk Mei 2026 saja, rupiah terkoreksi sekitar 3 persen.\n\nMenteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, apa yang terjadi pada kurs rupiah saat ini tidak sesuai dengan fundamental ekonomi Indonesia yang kuat. Dia menilai, ekonomi domestik yang solid akan memperkuat rupiah dalam jangka menengah dan panjang.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/economics/purbaya-percaya-rupiah-bakal-lebih-kuat-dalam-2-3-bulan-ke-depan-ini-alasannya\n\nAtau klik link di Bio \n\nFoto: Dok. Kemenkeu\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #purbaya #rupiah #rupiahkuat", "post_id": "3909769699831658600_3310659452"}}, {"key": "the.indonesia.post", "attributes": {"label": "the.indonesia.post", "x": 534.5349380707909, "y": 558.8379269168855, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.826, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "7653050172796144917", "id": "the.indonesia.post", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Analisis Fiskal : Isu Purbaya Tolak Pinjaman IMF-World Bank dan Kaitannya dengan Fluktuasi Rupiah Serta IHSG ⚖️ Pernyataan tegas Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa terkait komitmen menjaga kemandirian moneter tanpa bergantung pada pinjaman lembaga donor internasional memicu perdebatan sengit mengenai penyebab koreksi teknis nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan, sebuah analisis makroekonomi yang dinilai berimbang guna memetakan sentimen pasar riil dari faktor eksternal global. 📄 Berdasarkan data manifes perdagangan Bursa Efek Indonesia dan nilai kurs JISDOR, pelemahan instrumen keuangan domestik pada Juni 2026 ini faktualnya lebih dipengaruhi oleh sentimen tingginya suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) serta outflow modal asing jangka pendek. 📋 Otoritas  bersama  menegaskan bahwa kebijakan penolakan utang baru dari IMF maupun World Bank merupakan keputusan fungsional untuk menjaga rasio utang jangka panjang, sementara fluktuasi IHSG saat ini adalah siklus penyesuaian portofolio rutin investor makro yang tidak berkorelasi langsung dengan kebijakan penolakan pinjaman modal asing tersebut. 🔍 Langkah menjaga kedaulatan fiskal yang konsisten digaungkan oleh jajaran komisioner keuangan ini berdampak pada tingginya kepercayaan fundamental ekonomi bagi masyarakat bawah di tengah gejolak geopolitik. ✨  Ketegasan membatasi utang luar negeri patut didukung demi kedaulatan moneter nasional secara obyektif, namun di sisi lain, pemerintah dituntut bergerak taktis menciptakan stimulus investasi domestik yang ramah pasar agar volatilitas pasar modal tidak terus menekan kinerja korporasi lokal di ruang siber komersial. 🎯 Menurut analisis ekonomi Anda, apakah keputusan menolak pinjaman lembaga internasional sudah tepat bagi ketahanan jangka panjang Rupiah?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiahIHSG #PurbayaYudhiSadewa #KemandirianFiskal #EkonomiNasional", "post_id": "7653050172796144917"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 670.4251710746506, "y": 219.24491653969181, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.7641, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7653050172796144917", "id": "bank_indonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Analisis Fiskal : Isu Purbaya Tolak Pinjaman IMF-World Bank dan Kaitannya dengan Fluktuasi Rupiah Serta IHSG ⚖️ Pernyataan tegas Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa terkait komitmen menjaga kemandirian moneter tanpa bergantung pada pinjaman lembaga donor internasional memicu perdebatan sengit mengenai penyebab koreksi teknis nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan, sebuah analisis makroekonomi yang dinilai berimbang guna memetakan sentimen pasar riil dari faktor eksternal global. 📄 Berdasarkan data manifes perdagangan Bursa Efek Indonesia dan nilai kurs JISDOR, pelemahan instrumen keuangan domestik pada Juni 2026 ini faktualnya lebih dipengaruhi oleh sentimen tingginya suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) serta outflow modal asing jangka pendek. 📋 Otoritas  bersama  menegaskan bahwa kebijakan penolakan utang baru dari IMF maupun World Bank merupakan keputusan fungsional untuk menjaga rasio utang jangka panjang, sementara fluktuasi IHSG saat ini adalah siklus penyesuaian portofolio rutin investor makro yang tidak berkorelasi langsung dengan kebijakan penolakan pinjaman modal asing tersebut. 🔍 Langkah menjaga kedaulatan fiskal yang konsisten digaungkan oleh jajaran komisioner keuangan ini berdampak pada tingginya kepercayaan fundamental ekonomi bagi masyarakat bawah di tengah gejolak geopolitik. ✨  Ketegasan membatasi utang luar negeri patut didukung demi kedaulatan moneter nasional secara obyektif, namun di sisi lain, pemerintah dituntut bergerak taktis menciptakan stimulus investasi domestik yang ramah pasar agar volatilitas pasar modal tidak terus menekan kinerja korporasi lokal di ruang siber komersial. 🎯 Menurut analisis ekonomi Anda, apakah keputusan menolak pinjaman lembaga internasional sudah tepat bagi ketahanan jangka panjang Rupiah?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiahIHSG #PurbayaYudhiSadewa #KemandirianFiskal #EkonomiNasional", "post_id": "7653050172796144917"}}, {"key": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "ojkindonesia", "x": 355.6005560209375, "y": 374.6221967919831, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.7641, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7653050172796144917", "id": "ojkindonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Analisis Fiskal : Isu Purbaya Tolak Pinjaman IMF-World Bank dan Kaitannya dengan Fluktuasi Rupiah Serta IHSG ⚖️ Pernyataan tegas Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa terkait komitmen menjaga kemandirian moneter tanpa bergantung pada pinjaman lembaga donor internasional memicu perdebatan sengit mengenai penyebab koreksi teknis nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan, sebuah analisis makroekonomi yang dinilai berimbang guna memetakan sentimen pasar riil dari faktor eksternal global. 📄 Berdasarkan data manifes perdagangan Bursa Efek Indonesia dan nilai kurs JISDOR, pelemahan instrumen keuangan domestik pada Juni 2026 ini faktualnya lebih dipengaruhi oleh sentimen tingginya suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) serta outflow modal asing jangka pendek. 📋 Otoritas  bersama  menegaskan bahwa kebijakan penolakan utang baru dari IMF maupun World Bank merupakan keputusan fungsional untuk menjaga rasio utang jangka panjang, sementara fluktuasi IHSG saat ini adalah siklus penyesuaian portofolio rutin investor makro yang tidak berkorelasi langsung dengan kebijakan penolakan pinjaman modal asing tersebut. 🔍 Langkah menjaga kedaulatan fiskal yang konsisten digaungkan oleh jajaran komisioner keuangan ini berdampak pada tingginya kepercayaan fundamental ekonomi bagi masyarakat bawah di tengah gejolak geopolitik. ✨  Ketegasan membatasi utang luar negeri patut didukung demi kedaulatan moneter nasional secara obyektif, namun di sisi lain, pemerintah dituntut bergerak taktis menciptakan stimulus investasi domestik yang ramah pasar agar volatilitas pasar modal tidak terus menekan kinerja korporasi lokal di ruang siber komersial. 🎯 Menurut analisis ekonomi Anda, apakah keputusan menolak pinjaman lembaga internasional sudah tepat bagi ketahanan jangka panjang Rupiah?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiahIHSG #PurbayaYudhiSadewa #KemandirianFiskal #EkonomiNasional", "post_id": "7653050172796144917"}}, {"key": "kemenkeuri", "attributes": {"label": "kemenkeuri", "x": 793.931467545458, "y": 212.0635217952549, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.7641, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7653727519434116373", "id": "kemenkeuri", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Menilik Proyeksi Ekonomi Klasik : Menguji Validitas Prediksi Almarhum Faisal Basri Soal Rupiah Tembus Rp18.000 Per Dolar AS 💸 Peredaran kembali cuplikan video lawas berisi proyeksi ekonomi dari almarhum ekonom senior Faisal Basri mengenai potensi pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh angka Rp18.000 per dolar AS memicu perdebatan sengit di ruang siber, sebuah analisis makroekonomi yang menuntut validasi data riil berimbang agar tidak melahirkan kepanikan spekulatif di tingkat domestik. 📄 Berdasarkan data manifes kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis resmi oleh  pada Juni 2026, nilai tukar mata uang domestik faktualnya masih berfluktuasi dinamis di kisaran angka Rp16.200 hingga Rp16.450 per dolar AS akibat tekanan sentimen suku bunga global The Fed. 📋 Rekam jejak digital mencatat bahwa analisis kritis yang dilontarkan sang ekonom dua tahun lalu merupakan sebuah pemodelan risiko fiskal bersyarat jika pemerintah tidak taktis memitigasi pembengkakan utang luar negeri serta defisit neraca berjalan, sehingga klaim sepihak netizen yang menyebut prediksi angka ekstrem tersebut telah sepenuhnya menjadi kenyataan di pasar spot saat ini terbukti tidak akurat secara statistik. 🔍 Munculnya kembali narasi proyeksi ekonomi masa lalu di tengah volatilitas pasar keuangan saat ini berdampak pada krusialnya penyajian edukasi literasi keuangan yang obyektif bagi masyarakat bawah. ✨  Peringatan dini dari para akademisi independen wajib dijadikan instrumen evaluasi berharga bagi tata kelola fiskal , namun di sisi lain, publik siber dituntut bergerak taktis menyaring arus informasi agar tidak mudah termakan framing disinformasi potongan video pendek yang mengaburkan data fundamental riil ketahanan moneter nasional. 🎯 Apa langkah paling efektif yang harus diambil Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas Rupiah saat ini?🤔 Sosial Media : MZF #TheIndonesiaPost #AnalisisRupiah #FaisalBasri #KursBankIndonesia #EkonomiNasional", "post_id": "7653727519434116373"}}, {"key": "ekos_umm", "attributes": {"label": "ekos_umm", "x": 363.82098102190764, "y": 947.5070261101843, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.826, "eigenvector": 0.0024, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "7647898764249697556", "id": "ekos_umm", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Rupiah Melemah, Dolar Menguat! 💵 Tahukah kamu? Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini telah menyentuh kisaran Rp18.100 per USD. Lalu, sebenarnya apa yang menyebabkan rupiah melemah? Apakah karena kondisi ekonomi Indonesia sedang tidak baik? Atau ada faktor global yang memengaruhinya? 🌍 Penguatan dolar AS, kebijakan suku bunga Amerika Serikat, kondisi perdagangan internasional, hingga sentimen pasar global ternyata memiliki pengaruh besar terhadap nilai tukar rupiah. Sebagai generasi yang melek finansial, penting bagi kita untuk memahami apa yang terjadi di balik angka kurs yang terus bergerak setiap hari. 🎥 Simak video literasi ekonomi  dari Pak Fitrian Aprilianto, S.E., M.E. berikut sampai selesai untuk mengetahui: ✅ Mengapa rupiah melemah ✅ Faktor-faktor yang memengaruhi nilai tukar Karena memahami ekonomi bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga bekal penting untuk mengambil keputusan keuangan yang lebih cerdas. *Disclaimer pengambilan video saat rupiah d angka 17.600  #ekosumm #LiterasiEkonomi #RupiahMelemah #DolarAS #EkonomiIndonesia    EKOS UMM  Indonesia", "post_id": "7647898764249697556"}}, {"key": "ummcampus", "attributes": {"label": "ummcampus", "x": 442.07907488657906, "y": 39.4881382506852, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.7641, "eigenvector": 0.0024, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647898764249697556", "id": "ummcampus", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Rupiah Melemah, Dolar Menguat! 💵 Tahukah kamu? Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini telah menyentuh kisaran Rp18.100 per USD. Lalu, sebenarnya apa yang menyebabkan rupiah melemah? Apakah karena kondisi ekonomi Indonesia sedang tidak baik? Atau ada faktor global yang memengaruhinya? 🌍 Penguatan dolar AS, kebijakan suku bunga Amerika Serikat, kondisi perdagangan internasional, hingga sentimen pasar global ternyata memiliki pengaruh besar terhadap nilai tukar rupiah. Sebagai generasi yang melek finansial, penting bagi kita untuk memahami apa yang terjadi di balik angka kurs yang terus bergerak setiap hari. 🎥 Simak video literasi ekonomi  dari Pak Fitrian Aprilianto, S.E., M.E. berikut sampai selesai untuk mengetahui: ✅ Mengapa rupiah melemah ✅ Faktor-faktor yang memengaruhi nilai tukar Karena memahami ekonomi bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga bekal penting untuk mengambil keputusan keuangan yang lebih cerdas. *Disclaimer pengambilan video saat rupiah d angka 17.600  #ekosumm #LiterasiEkonomi #RupiahMelemah #DolarAS #EkonomiIndonesia    EKOS UMM  Indonesia", "post_id": "7647898764249697556"}}, {"key": "PMB_UMM", "attributes": {"label": "PMB_UMM", "x": 378.5904328534955, "y": 845.7017744162812, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.7641, "eigenvector": 0.0024, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647898764249697556", "id": "PMB_UMM", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Rupiah Melemah, Dolar Menguat! 💵 Tahukah kamu? Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini telah menyentuh kisaran Rp18.100 per USD. Lalu, sebenarnya apa yang menyebabkan rupiah melemah? Apakah karena kondisi ekonomi Indonesia sedang tidak baik? Atau ada faktor global yang memengaruhinya? 🌍 Penguatan dolar AS, kebijakan suku bunga Amerika Serikat, kondisi perdagangan internasional, hingga sentimen pasar global ternyata memiliki pengaruh besar terhadap nilai tukar rupiah. Sebagai generasi yang melek finansial, penting bagi kita untuk memahami apa yang terjadi di balik angka kurs yang terus bergerak setiap hari. 🎥 Simak video literasi ekonomi  dari Pak Fitrian Aprilianto, S.E., M.E. berikut sampai selesai untuk mengetahui: ✅ Mengapa rupiah melemah ✅ Faktor-faktor yang memengaruhi nilai tukar Karena memahami ekonomi bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga bekal penting untuk mengambil keputusan keuangan yang lebih cerdas. *Disclaimer pengambilan video saat rupiah d angka 17.600  #ekosumm #LiterasiEkonomi #RupiahMelemah #DolarAS #EkonomiIndonesia    EKOS UMM  Indonesia", "post_id": "7647898764249697556"}}, {"key": "HMPS", "attributes": {"label": "HMPS", "x": 495.8235081477129, "y": 238.94869904588745, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.7641, "eigenvector": 0.0024, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647898764249697556", "id": "HMPS", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Rupiah Melemah, Dolar Menguat! 💵 Tahukah kamu? Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini telah menyentuh kisaran Rp18.100 per USD. Lalu, sebenarnya apa yang menyebabkan rupiah melemah? Apakah karena kondisi ekonomi Indonesia sedang tidak baik? Atau ada faktor global yang memengaruhinya? 🌍 Penguatan dolar AS, kebijakan suku bunga Amerika Serikat, kondisi perdagangan internasional, hingga sentimen pasar global ternyata memiliki pengaruh besar terhadap nilai tukar rupiah. Sebagai generasi yang melek finansial, penting bagi kita untuk memahami apa yang terjadi di balik angka kurs yang terus bergerak setiap hari. 🎥 Simak video literasi ekonomi  dari Pak Fitrian Aprilianto, S.E., M.E. berikut sampai selesai untuk mengetahui: ✅ Mengapa rupiah melemah ✅ Faktor-faktor yang memengaruhi nilai tukar Karena memahami ekonomi bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga bekal penting untuk mengambil keputusan keuangan yang lebih cerdas. *Disclaimer pengambilan video saat rupiah d angka 17.600  #ekosumm #LiterasiEkonomi #RupiahMelemah #DolarAS #EkonomiIndonesia    EKOS UMM  Indonesia", "post_id": "7647898764249697556"}}, {"key": "Bank", "attributes": {"label": "Bank", "x": 867.9040788140162, "y": 188.98750602244596, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.7641, "eigenvector": 0.0024, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647898764249697556", "id": "Bank", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 Rupiah Melemah, Dolar Menguat! 💵 Tahukah kamu? Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini telah menyentuh kisaran Rp18.100 per USD. Lalu, sebenarnya apa yang menyebabkan rupiah melemah? Apakah karena kondisi ekonomi Indonesia sedang tidak baik? Atau ada faktor global yang memengaruhinya? 🌍 Penguatan dolar AS, kebijakan suku bunga Amerika Serikat, kondisi perdagangan internasional, hingga sentimen pasar global ternyata memiliki pengaruh besar terhadap nilai tukar rupiah. Sebagai generasi yang melek finansial, penting bagi kita untuk memahami apa yang terjadi di balik angka kurs yang terus bergerak setiap hari. 🎥 Simak video literasi ekonomi  dari Pak Fitrian Aprilianto, S.E., M.E. berikut sampai selesai untuk mengetahui: ✅ Mengapa rupiah melemah ✅ Faktor-faktor yang memengaruhi nilai tukar Karena memahami ekonomi bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga bekal penting untuk mengambil keputusan keuangan yang lebih cerdas. *Disclaimer pengambilan video saat rupiah d angka 17.600  #ekosumm #LiterasiEkonomi #RupiahMelemah #DolarAS #EkonomiIndonesia    EKOS UMM  Indonesia", "post_id": "7647898764249697556"}}, {"key": "wann_tws", "attributes": {"label": "wann_tws", "x": 664.9863811070486, "y": 2.416613994837613, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.826, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647577689829756168", "id": "wann_tws", "source": "tiktok-000001", "content": "[REKOR HISTORIS] Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Bagaimana Dampaknya ke Kita? 📉💸 Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) mencatatkan pergerakan historis. Berdasarkan data perdagangan terbaru per awal Juni 2026, kurs Rupiah secara resmi telah melewati angka psikologis Rp18.000 per Dolar AS. Fluktuasi ini dipengaruhi oleh berbagai sentimen makroekonomi global dan domestik, mulai dari kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Fed) yang tetap ketat, hingga dinamika arus modal keluar (capital outflow). Bagi masyarakat awam, pelemahan nilai tukar ini berpotensi memberikan efek domino pada: 1. Harga Barang Impor: Potensi kenaikan harga barang-barang elektronik, bahan baku industri, hingga produk pangan impor. 2. Sektor Wisata & Pendidikan: Biaya perjalanan ke luar negeri dan biaya kuliah di luar negeri yang otomatis membengkak. 3. Sisi Positif: Kabar baik bagi para eksportir lokal dan pelaku industri pariwisata dalam negeri karena produk Indonesia menjadi lebih kompetitif di pasar global. Bagaimana tanggapan kamu melihat angka ini? Apakah sektor usaha atau belanja harianmu sudah mulai merasakan dampaknya? Tulis di kolom komentar!👇 Sumber:TWS News   #kontencomxtws  #kontencom  #Rupiah #EkonomiIndonesia #kursdolar", "post_id": "7647577689829756168"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 413.9169315131932, "y": 219.02575040225346, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 43.2064, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "7647577689829756168", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "[REKOR HISTORIS] Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Bagaimana Dampaknya ke Kita? 📉💸 Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) mencatatkan pergerakan historis. Berdasarkan data perdagangan terbaru per awal Juni 2026, kurs Rupiah secara resmi telah melewati angka psikologis Rp18.000 per Dolar AS. Fluktuasi ini dipengaruhi oleh berbagai sentimen makroekonomi global dan domestik, mulai dari kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Fed) yang tetap ketat, hingga dinamika arus modal keluar (capital outflow). Bagi masyarakat awam, pelemahan nilai tukar ini berpotensi memberikan efek domino pada: 1. Harga Barang Impor: Potensi kenaikan harga barang-barang elektronik, bahan baku industri, hingga produk pangan impor. 2. Sektor Wisata & Pendidikan: Biaya perjalanan ke luar negeri dan biaya kuliah di luar negeri yang otomatis membengkak. 3. Sisi Positif: Kabar baik bagi para eksportir lokal dan pelaku industri pariwisata dalam negeri karena produk Indonesia menjadi lebih kompetitif di pasar global. Bagaimana tanggapan kamu melihat angka ini? Apakah sektor usaha atau belanja harianmu sudah mulai merasakan dampaknya? Tulis di kolom komentar!👇 Sumber:TWS News   #kontencomxtws  #kontencom  #Rupiah #EkonomiIndonesia #kursdolar", "post_id": "7647577689829756168"}}, {"key": "clipper.digital.id", "attributes": {"label": "clipper.digital.id", "x": 97.33376597136045, "y": 586.9040508092472, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.826, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7648605301561675015", "id": "clipper.digital.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Purbaya Yudhi Sadewa (LPS) dan Perry Warjiyo (BI) baru aja menyepakati sinergi kuat untuk menjaga stabilitas mata uang kita tercinta. ​Nggak tanggung-tanggung, ada 2 JURUS TERBARU yang disiapkan pemerintah demi menahan guncangan eksternal global terhadap Rupiah. ​Kenapa kolaborasi BI & LPS ini penting banget buat kita? 1️⃣ Menjaga Kepercayaan Pasar: Kolaborasi ini bikin investor asing gak gampang kabur dan tetap percaya dengan fundamental ekonomi Indonesia. 2️⃣ Stabilisasi Likuiditas Perbankan: Biar perbankan dalam negeri tetap kokoh menopang kredit dan suku bunga gak langsung meroket tajam. ​Intinya, pemerintah lagi pasang badan nih biar efek domino pelemahan kurs gak sampai bikin harga barang-barang di pasar melonjak drastis.  ​Pembahasan detail mengenai isi dari 2 jurus tersebut bisa kamu cek langsung di slide berikutnya ya! 🧐 ​👇 Gimana menurut kamu? Apakah kebijakan ini bakal efektif bikin Rupiah perkasa lagi? Tulis opini kamu di kolom komentar! #kontencom #kontencomxtws #fyp", "post_id": "7648605301561675015"}}, {"key": "Kontencom", "attributes": {"label": "Kontencom", "x": 291.81586456780616, "y": 262.56150832178, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 19.7021, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7648605301561675015", "id": "Kontencom", "source": "tiktok-000001", "content": "Purbaya Yudhi Sadewa (LPS) dan Perry Warjiyo (BI) baru aja menyepakati sinergi kuat untuk menjaga stabilitas mata uang kita tercinta. ​Nggak tanggung-tanggung, ada 2 JURUS TERBARU yang disiapkan pemerintah demi menahan guncangan eksternal global terhadap Rupiah. ​Kenapa kolaborasi BI & LPS ini penting banget buat kita? 1️⃣ Menjaga Kepercayaan Pasar: Kolaborasi ini bikin investor asing gak gampang kabur dan tetap percaya dengan fundamental ekonomi Indonesia. 2️⃣ Stabilisasi Likuiditas Perbankan: Biar perbankan dalam negeri tetap kokoh menopang kredit dan suku bunga gak langsung meroket tajam. ​Intinya, pemerintah lagi pasang badan nih biar efek domino pelemahan kurs gak sampai bikin harga barang-barang di pasar melonjak drastis.  ​Pembahasan detail mengenai isi dari 2 jurus tersebut bisa kamu cek langsung di slide berikutnya ya! 🧐 ​👇 Gimana menurut kamu? Apakah kebijakan ini bakal efektif bikin Rupiah perkasa lagi? Tulis opini kamu di kolom komentar! #kontencom #kontencomxtws #fyp", "post_id": "7648605301561675015"}}, {"key": "hausclip_", "attributes": {"label": "hausclip_", "x": 487.9516404488433, "y": 717.148850008813, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.826, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7645223644410580245", "id": "hausclip_", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah Menyentuh Rp17.800 Disebut Gak Masuk Akal, Purbaya Heran Setengah Mati!🤨 Kondisi nilai tukar mata uang Garuda lagi-lagi bikin geger ruang publik nih, gaes. Gimana enggak? Rupiah dilaporkan kembali mencetak rekor terlemahnya hingga menyentuh level psikologis baru di kisaran Rp17.800 per dolar AS.  Fenomena drop-nya nilai tukar ini bahkan sampai bikin seorang Purbaya heran setengah mati dan menilai kalau pergerakannya udah bener-bener gak masuk akal. ​Sentimen global yang makin liar ditambah perperangan suku bunga di luar sana emang sukses bikin Rupiah kita kena tekanan mental yang cukup hebat. Tapi di tengah situasi finansial yang lagi bikin ketar-ketir begini, untungnya atmosfer gak begitu tegang karena ada Kanda disampingnya yang siap nemenin dan ngasih support system terbaik. ​Bagi para pelaku bisnis dan kita-kita yang hobi belanja barang impor, angka Rp17.800 ini emang wajib diwaspadai karena bisa memicu kenaikan harga barang di pasar domestik. Tapi ya mau gimana lagi, dinamika pasar emang selalu penuh kejutan yang gak terduga. ​Langkah taktis dari Bank Indonesia buat menstabilkan kurs tentu bakal terus dipantau ketat sama pelaku pasar dalam beberapa hari ke depan. Sumber: TWS News #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7645223644410580245"}}, {"key": "IDXChannelcom", "attributes": {"label": "IDXChannelcom", "x": 472.0318221910722, "y": 794.9236391061918, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 13.826, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1481277807129369", "id": "IDXChannelcom", "source": "facebook-000001", "content": "Pemerintah meyakini depresiasi rupiah atas dolar AS bersifat sementara akibat faktor eksternal dan musiman. Dalam hitungan bulan, kurs rupiah diproyeksikan menguat melawan greenback.\n\nKurs rupiah terhadap dolar AS terus melemah dalam beberapa minggu terakhir. Pada penutupan perdagangan Jumat (29/5/2026), nilai USD1 setara Rp17.823, yang mencerminkan tekanan meski Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga cukup agresif.\n\nSejak awal 2026, kurs rupiah melemah 6,6 persen terhadap dolar AS, menjadikan mata uang Garuda menjadi salah satu yang terlemah di kawasan Asia. Untuk Mei 2026 saja, rupiah terkoreksi sekitar 3 persen.\n\nMenteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, apa yang terjadi pada kurs rupiah saat ini tidak sesuai dengan fundamental ekonomi Indonesia yang kuat. Dia menilai, ekonomi domestik yang solid akan memperkuat rupiah dalam jangka menengah dan panjang.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/economics/purbaya-percaya-rupiah-bakal-lebih-kuat-dalam-2-3-bulan-ke-depan-ini-alasannya\n\nAtau klik link di Bio \n\nFoto: Dok. Kemenkeu\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #purbaya #rupiah #rupiahkuat", "post_id": "432781620563594_1481277807129369"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "attributes": {"label": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "x": 858.6553352262822, "y": 940.9717991247738, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.826, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "_WGo1IQIA08", "id": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "Intervensi BI Gagal Total?! Terbongkar Penyebab Rupiah Hancur ke 18.000!\n\nRupiah melemah tembus 18.000 per dollar AS! Mengapa intervensi pasar Bank Indonesia belum mampu menyelamatkan nilai tukar rupiah dan mengatasi akar persoalan ekonomi nasional? \n\nDalam video ini, kita membedah analisis kritis dari pengamat kebijakan publik dan ekonom mengenai penyebab kurs rupiah hari ini hancur ke level Rp18.000. Apakah kebijakan moneter seperti intervensi valas dan kenaikan suku bunga BI rate sudah kehilangan efektivitasnya? Mengapa kredibilitas fiskal, pengelolaan APBN, dan risiko pembiayaan program pemerintah kini menjadi sorotan tajam pelaku pasar global?\n\nSimak evaluasi mendalam mengenai pentingnya disiplin fiskal, menjaga independensi bank sentral dari skema burden sharing, serta langkah strategis jangka panjang untuk menguatkan stabilitas rupiah secara berkelanjutan.\n\nApakah strategi Bank Indonesia saat ini sudah tepat atau pemerintah harus segera merombak total kebijakan ekonomi mereka? Tulis opini kritis Anda di kolom komentar!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #kursrupiah  #rupiahmelemah  #bankindonesia  #ekonominasional  #krisisekonomi  #kebijakanfiskal  #apbn  #FiskalMoneter #beritaterkini  #Rupiah18000\n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "_WGo1IQIA08"}}, {"key": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "koranjakarta...", "x": 502.0117715450044, "y": 542.9836743546, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.5782, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "_WGo1IQIA08", "id": "koranjakarta...", "source": "youtube-000001", "content": "Intervensi BI Gagal Total?! Terbongkar Penyebab Rupiah Hancur ke 18.000!\n\nRupiah melemah tembus 18.000 per dollar AS! Mengapa intervensi pasar Bank Indonesia belum mampu menyelamatkan nilai tukar rupiah dan mengatasi akar persoalan ekonomi nasional? \n\nDalam video ini, kita membedah analisis kritis dari pengamat kebijakan publik dan ekonom mengenai penyebab kurs rupiah hari ini hancur ke level Rp18.000. Apakah kebijakan moneter seperti intervensi valas dan kenaikan suku bunga BI rate sudah kehilangan efektivitasnya? Mengapa kredibilitas fiskal, pengelolaan APBN, dan risiko pembiayaan program pemerintah kini menjadi sorotan tajam pelaku pasar global?\n\nSimak evaluasi mendalam mengenai pentingnya disiplin fiskal, menjaga independensi bank sentral dari skema burden sharing, serta langkah strategis jangka panjang untuk menguatkan stabilitas rupiah secara berkelanjutan.\n\nApakah strategi Bank Indonesia saat ini sudah tepat atau pemerintah harus segera merombak total kebijakan ekonomi mereka? Tulis opini kritis Anda di kolom komentar!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #kursrupiah  #rupiahmelemah  #bankindonesia  #ekonominasional  #krisisekonomi  #kebijakanfiskal  #apbn  #FiskalMoneter #beritaterkini  #Rupiah18000\n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "_WGo1IQIA08"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 139.0160911067211, "y": 139.73639583691477, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.826, "eigenvector": 166.6647, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "GdCMfKuLIrs", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "BI Minta Masyarakat Tak Panic Buying Dolar AS, Ini Alasannya | MILENOMICS\n\nBank Indonesia mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru memborong dolar Amerika Serikat di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Otoritas moneter menilai perilaku panic buying di pasar valuta asing justru dapat memperbesar tekanan terhadap kurs rupiah dan meningkatkan volatilitas di pasar keuangan domestik.\n\nBank Indonesia menegaskan kondisi fundamental ekonomi nasional masih relatif terjaga meski rupiah mengalami tekanan akibat sentimen global seperti penguatan dolar AS, tingginya suku bunga global, hingga ketidakpastian geopolitik dunia.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "GdCMfKuLIrs"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 827.6209013552658, "y": 564.5453782716748, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7847, "eigenvector": 166.6647, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "GdCMfKuLIrs", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "BI Minta Masyarakat Tak Panic Buying Dolar AS, Ini Alasannya | MILENOMICS\n\nBank Indonesia mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru memborong dolar Amerika Serikat di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Otoritas moneter menilai perilaku panic buying di pasar valuta asing justru dapat memperbesar tekanan terhadap kurs rupiah dan meningkatkan volatilitas di pasar keuangan domestik.\n\nBank Indonesia menegaskan kondisi fundamental ekonomi nasional masih relatif terjaga meski rupiah mengalami tekanan akibat sentimen global seperti penguatan dolar AS, tingginya suku bunga global, hingga ketidakpastian geopolitik dunia.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "GdCMfKuLIrs"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 119.3108410190633, "y": 27.015860814195825, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7847, "eigenvector": 166.6647, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "GdCMfKuLIrs", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "BI Minta Masyarakat Tak Panic Buying Dolar AS, Ini Alasannya | MILENOMICS\n\nBank Indonesia mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru memborong dolar Amerika Serikat di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Otoritas moneter menilai perilaku panic buying di pasar valuta asing justru dapat memperbesar tekanan terhadap kurs rupiah dan meningkatkan volatilitas di pasar keuangan domestik.\n\nBank Indonesia menegaskan kondisi fundamental ekonomi nasional masih relatif terjaga meski rupiah mengalami tekanan akibat sentimen global seperti penguatan dolar AS, tingginya suku bunga global, hingga ketidakpastian geopolitik dunia.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "GdCMfKuLIrs"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 435.99063069048816, "y": 557.8212598266363, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7847, "eigenvector": 166.6647, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "GdCMfKuLIrs", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "BI Minta Masyarakat Tak Panic Buying Dolar AS, Ini Alasannya | MILENOMICS\n\nBank Indonesia mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru memborong dolar Amerika Serikat di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Otoritas moneter menilai perilaku panic buying di pasar valuta asing justru dapat memperbesar tekanan terhadap kurs rupiah dan meningkatkan volatilitas di pasar keuangan domestik.\n\nBank Indonesia menegaskan kondisi fundamental ekonomi nasional masih relatif terjaga meski rupiah mengalami tekanan akibat sentimen global seperti penguatan dolar AS, tingginya suku bunga global, hingga ketidakpastian geopolitik dunia.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "GdCMfKuLIrs"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 314.03921698898915, "y": 746.4166568952708, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7847, "eigenvector": 166.6647, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "GdCMfKuLIrs", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "BI Minta Masyarakat Tak Panic Buying Dolar AS, Ini Alasannya | MILENOMICS\n\nBank Indonesia mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru memborong dolar Amerika Serikat di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Otoritas moneter menilai perilaku panic buying di pasar valuta asing justru dapat memperbesar tekanan terhadap kurs rupiah dan meningkatkan volatilitas di pasar keuangan domestik.\n\nBank Indonesia menegaskan kondisi fundamental ekonomi nasional masih relatif terjaga meski rupiah mengalami tekanan akibat sentimen global seperti penguatan dolar AS, tingginya suku bunga global, hingga ketidakpastian geopolitik dunia.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "GdCMfKuLIrs"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 656.9319109325692, "y": 954.7067652985174, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.7847, "eigenvector": 166.6647, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "GdCMfKuLIrs", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "BI Minta Masyarakat Tak Panic Buying Dolar AS, Ini Alasannya | MILENOMICS\n\nBank Indonesia mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru memborong dolar Amerika Serikat di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Otoritas moneter menilai perilaku panic buying di pasar valuta asing justru dapat memperbesar tekanan terhadap kurs rupiah dan meningkatkan volatilitas di pasar keuangan domestik.\n\nBank Indonesia menegaskan kondisi fundamental ekonomi nasional masih relatif terjaga meski rupiah mengalami tekanan akibat sentimen global seperti penguatan dolar AS, tingginya suku bunga global, hingga ketidakpastian geopolitik dunia.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "GdCMfKuLIrs"}}, {"key": "@yonhapnewstv23", "attributes": {"label": "@yonhapnewstv23", "x": 311.1994406347609, "y": 652.7415455895972, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.826, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "HLkl--JyQBY", "id": "@yonhapnewstv23", "source": "youtube-000001", "content": "Kurs Rupiah Terus Melemah... Kim Yong-beom: \"Biaya Kesuksesan yang Tak Terelakkan\" / YonhapnewsTV\n\n[Pembawa Acara]\n\nDengan nilai tukar yang tinggi yang terus berlanjut sejak perang Timur Tengah, lampu peringatan telah menyala di pasar valuta asing kita.\n\nDi tengah nilai tukar yang terus melebihi 1.500 won, Kim Yong-bum, Kepala Kantor Kebijakan Kepresidenan, menyatakan bahwa nilai tukar yang tinggi, suku bunga yang tinggi, dan inflasi yang tinggi adalah biaya yang terkait dengan kemajuan ekonomi yang pesat.\n\nLaporan oleh Reporter So Jae-hyung.\n\n[Reporter]\n\nNilai tukar won-dolar baru-baru ini secara konsisten berada di atas angka 1.500 won.\n\nSelain dampak perang Timur Tengah, prospek pasar yang berlaku bahwa kemungkinan penurunan suku bunga AS tahun ini rendah semakin memicu kenaikan nilai tukar.\n\nBaru-baru ini, Presiden Lee Jae-myung bertemu dengan Menteri Keuangan AS Scott Besant dan berupaya membangun pertahanan untuk nilai tukar, termasuk mengusulkan pertukaran mata uang, tetapi belum ada hasil yang signifikan yang muncul.\n\nDi tengah situasi ini, Kim Yong-bum, Kepala Kantor Kebijakan Kepresidenan, tampil membela situasi nilai tukar yang tinggi baru-baru ini. Argumennya adalah bahwa suku bunga tinggi, inflasi tinggi, dan nilai tukar tinggi merupakan biaya tak terhindarkan dari kesuksesan yang menyertai perekonomian Korea saat melompat ke dimensi baru.\n\nKepala Staf Kim kemudian menekankan, \"Perekonomian Korea memasuki fase di mana pertumbuhan nominal mendekati 10%,\" menambahkan, \"Jika perekonomian Korea telah memasuki dimensi baru, kerangka persepsi juga harus berkembang.\"\n\nSecara khusus, ia membedakan dengan jelas antara depresiasi won baru-baru ini dan ketidakstabilan yang terlihat selama krisis nilai tukar, menjelaskan bahwa hal itu bukan berasal dari kekurangan mata uang asing tetapi dari investor asing yang merealisasikan keuntungan setelah keuntungan mereka melonjak karena KOSPI.\n\nLingkaran politik terlibat dalam perdebatan sengit atas pernyataan Kepala Staf Kim.\n\nSementara Partai Kekuatan Rakyat mengkritiknya dengan keras, mengatakan bahwa ia \"menggambar potret diri yang memalukan mengenai neraka 'tiga hal yang tinggi',\"\n\n[Jang Dong-hyuk / Ketua Komite Kampanye Pemilu Tetap, Partai Kekuatan Rakyat] \"Rakyat menderita karena inflasi tinggi, nilai tukar tinggi, dan harga minyak tinggi, tetapi apa yang dikatakan Kepala Kebijakan Istana Kepresidenan Kim Yong-bum? Ia menyebutnya sebagai gesekan yang diperlukan untuk lompatan maju.\"\n\n** Partai Demokrat secara aktif membela Kepala Staf Kim, menyatakan bahwa \"'tiga hal yang tinggi' adalah kenyataan yang tak terelakkan.\"\n\n[Cho Seung-rae / Direktur Markas Besar Kampanye Umum, Partai Demokrat Korea] \"Tampaknya Partai Kekuatan Rakyat kini telah menjadi kelompok yang tidak kompeten yang pada dasarnya bingung tentang kondisi dan lingkungan eksternal, upaya yang dibutuhkan oleh pelaku ekonomi, dan bahkan apa peran masing-masing dalam menerapkan kebijakan ekonomi.\"\n\nNamun, Kepala Staf Kim menekankan bahwa ia akan secara aktif mengelola konsentrasi dan volatilitas yang berlebihan.\n\nIni adalah So Jae-hyung dari Yonhap News TV.\n\n\n[Laporan Video: Lee Il-hwan, Yoon Je-hwan, Jung Chang-hoon]\n\n[Penyuntingan Video: Kim Hwi-soo]\n\n[Ulasan Berita]\n\n▣ Berlangganan 'Docu-Digging,' saluran dokumenter khusus Yonhap News TV\n\n   / -digging  \n\n▣ Berlangganan Saluran YouTube Yonhap News TV\n\n   /   \n\n▣ Awal Berita Korea, Yonhap News TV / Yonhap News TV\n\nhttp://www.yonhapnewstv.co.kr/", "post_id": "HLkl--JyQBY"}}, {"key": "docu", "attributes": {"label": "docu", "x": 17.33744662178449, "y": 406.32235168668365, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.7021, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "HLkl--JyQBY", "id": "docu", "source": "youtube-000001", "content": "Kurs Rupiah Terus Melemah... Kim Yong-beom: \"Biaya Kesuksesan yang Tak Terelakkan\" / YonhapnewsTV\n\n[Pembawa Acara]\n\nDengan nilai tukar yang tinggi yang terus berlanjut sejak perang Timur Tengah, lampu peringatan telah menyala di pasar valuta asing kita.\n\nDi tengah nilai tukar yang terus melebihi 1.500 won, Kim Yong-bum, Kepala Kantor Kebijakan Kepresidenan, menyatakan bahwa nilai tukar yang tinggi, suku bunga yang tinggi, dan inflasi yang tinggi adalah biaya yang terkait dengan kemajuan ekonomi yang pesat.\n\nLaporan oleh Reporter So Jae-hyung.\n\n[Reporter]\n\nNilai tukar won-dolar baru-baru ini secara konsisten berada di atas angka 1.500 won.\n\nSelain dampak perang Timur Tengah, prospek pasar yang berlaku bahwa kemungkinan penurunan suku bunga AS tahun ini rendah semakin memicu kenaikan nilai tukar.\n\nBaru-baru ini, Presiden Lee Jae-myung bertemu dengan Menteri Keuangan AS Scott Besant dan berupaya membangun pertahanan untuk nilai tukar, termasuk mengusulkan pertukaran mata uang, tetapi belum ada hasil yang signifikan yang muncul.\n\nDi tengah situasi ini, Kim Yong-bum, Kepala Kantor Kebijakan Kepresidenan, tampil membela situasi nilai tukar yang tinggi baru-baru ini. Argumennya adalah bahwa suku bunga tinggi, inflasi tinggi, dan nilai tukar tinggi merupakan biaya tak terhindarkan dari kesuksesan yang menyertai perekonomian Korea saat melompat ke dimensi baru.\n\nKepala Staf Kim kemudian menekankan, \"Perekonomian Korea memasuki fase di mana pertumbuhan nominal mendekati 10%,\" menambahkan, \"Jika perekonomian Korea telah memasuki dimensi baru, kerangka persepsi juga harus berkembang.\"\n\nSecara khusus, ia membedakan dengan jelas antara depresiasi won baru-baru ini dan ketidakstabilan yang terlihat selama krisis nilai tukar, menjelaskan bahwa hal itu bukan berasal dari kekurangan mata uang asing tetapi dari investor asing yang merealisasikan keuntungan setelah keuntungan mereka melonjak karena KOSPI.\n\nLingkaran politik terlibat dalam perdebatan sengit atas pernyataan Kepala Staf Kim.\n\nSementara Partai Kekuatan Rakyat mengkritiknya dengan keras, mengatakan bahwa ia \"menggambar potret diri yang memalukan mengenai neraka 'tiga hal yang tinggi',\"\n\n[Jang Dong-hyuk / Ketua Komite Kampanye Pemilu Tetap, Partai Kekuatan Rakyat] \"Rakyat menderita karena inflasi tinggi, nilai tukar tinggi, dan harga minyak tinggi, tetapi apa yang dikatakan Kepala Kebijakan Istana Kepresidenan Kim Yong-bum? Ia menyebutnya sebagai gesekan yang diperlukan untuk lompatan maju.\"\n\n** Partai Demokrat secara aktif membela Kepala Staf Kim, menyatakan bahwa \"'tiga hal yang tinggi' adalah kenyataan yang tak terelakkan.\"\n\n[Cho Seung-rae / Direktur Markas Besar Kampanye Umum, Partai Demokrat Korea] \"Tampaknya Partai Kekuatan Rakyat kini telah menjadi kelompok yang tidak kompeten yang pada dasarnya bingung tentang kondisi dan lingkungan eksternal, upaya yang dibutuhkan oleh pelaku ekonomi, dan bahkan apa peran masing-masing dalam menerapkan kebijakan ekonomi.\"\n\nNamun, Kepala Staf Kim menekankan bahwa ia akan secara aktif mengelola konsentrasi dan volatilitas yang berlebihan.\n\nIni adalah So Jae-hyung dari Yonhap News TV.\n\n\n[Laporan Video: Lee Il-hwan, Yoon Je-hwan, Jung Chang-hoon]\n\n[Penyuntingan Video: Kim Hwi-soo]\n\n[Ulasan Berita]\n\n▣ Berlangganan 'Docu-Digging,' saluran dokumenter khusus Yonhap News TV\n\n   / -digging  \n\n▣ Berlangganan Saluran YouTube Yonhap News TV\n\n   /   \n\n▣ Awal Berita Korea, Yonhap News TV / Yonhap News TV\n\nhttp://www.yonhapnewstv.co.kr/", "post_id": "HLkl--JyQBY"}}, {"key": "yonhapnewstv23", "attributes": {"label": "yonhapnewstv23", "x": 935.6931294208541, "y": 566.4389312434561, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.7021, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "HLkl--JyQBY", "id": "yonhapnewstv23", "source": "youtube-000001", "content": "Kurs Rupiah Terus Melemah... Kim Yong-beom: \"Biaya Kesuksesan yang Tak Terelakkan\" / YonhapnewsTV\n\n[Pembawa Acara]\n\nDengan nilai tukar yang tinggi yang terus berlanjut sejak perang Timur Tengah, lampu peringatan telah menyala di pasar valuta asing kita.\n\nDi tengah nilai tukar yang terus melebihi 1.500 won, Kim Yong-bum, Kepala Kantor Kebijakan Kepresidenan, menyatakan bahwa nilai tukar yang tinggi, suku bunga yang tinggi, dan inflasi yang tinggi adalah biaya yang terkait dengan kemajuan ekonomi yang pesat.\n\nLaporan oleh Reporter So Jae-hyung.\n\n[Reporter]\n\nNilai tukar won-dolar baru-baru ini secara konsisten berada di atas angka 1.500 won.\n\nSelain dampak perang Timur Tengah, prospek pasar yang berlaku bahwa kemungkinan penurunan suku bunga AS tahun ini rendah semakin memicu kenaikan nilai tukar.\n\nBaru-baru ini, Presiden Lee Jae-myung bertemu dengan Menteri Keuangan AS Scott Besant dan berupaya membangun pertahanan untuk nilai tukar, termasuk mengusulkan pertukaran mata uang, tetapi belum ada hasil yang signifikan yang muncul.\n\nDi tengah situasi ini, Kim Yong-bum, Kepala Kantor Kebijakan Kepresidenan, tampil membela situasi nilai tukar yang tinggi baru-baru ini. Argumennya adalah bahwa suku bunga tinggi, inflasi tinggi, dan nilai tukar tinggi merupakan biaya tak terhindarkan dari kesuksesan yang menyertai perekonomian Korea saat melompat ke dimensi baru.\n\nKepala Staf Kim kemudian menekankan, \"Perekonomian Korea memasuki fase di mana pertumbuhan nominal mendekati 10%,\" menambahkan, \"Jika perekonomian Korea telah memasuki dimensi baru, kerangka persepsi juga harus berkembang.\"\n\nSecara khusus, ia membedakan dengan jelas antara depresiasi won baru-baru ini dan ketidakstabilan yang terlihat selama krisis nilai tukar, menjelaskan bahwa hal itu bukan berasal dari kekurangan mata uang asing tetapi dari investor asing yang merealisasikan keuntungan setelah keuntungan mereka melonjak karena KOSPI.\n\nLingkaran politik terlibat dalam perdebatan sengit atas pernyataan Kepala Staf Kim.\n\nSementara Partai Kekuatan Rakyat mengkritiknya dengan keras, mengatakan bahwa ia \"menggambar potret diri yang memalukan mengenai neraka 'tiga hal yang tinggi',\"\n\n[Jang Dong-hyuk / Ketua Komite Kampanye Pemilu Tetap, Partai Kekuatan Rakyat] \"Rakyat menderita karena inflasi tinggi, nilai tukar tinggi, dan harga minyak tinggi, tetapi apa yang dikatakan Kepala Kebijakan Istana Kepresidenan Kim Yong-bum? Ia menyebutnya sebagai gesekan yang diperlukan untuk lompatan maju.\"\n\n** Partai Demokrat secara aktif membela Kepala Staf Kim, menyatakan bahwa \"'tiga hal yang tinggi' adalah kenyataan yang tak terelakkan.\"\n\n[Cho Seung-rae / Direktur Markas Besar Kampanye Umum, Partai Demokrat Korea] \"Tampaknya Partai Kekuatan Rakyat kini telah menjadi kelompok yang tidak kompeten yang pada dasarnya bingung tentang kondisi dan lingkungan eksternal, upaya yang dibutuhkan oleh pelaku ekonomi, dan bahkan apa peran masing-masing dalam menerapkan kebijakan ekonomi.\"\n\nNamun, Kepala Staf Kim menekankan bahwa ia akan secara aktif mengelola konsentrasi dan volatilitas yang berlebihan.\n\nIni adalah So Jae-hyung dari Yonhap News TV.\n\n\n[Laporan Video: Lee Il-hwan, Yoon Je-hwan, Jung Chang-hoon]\n\n[Penyuntingan Video: Kim Hwi-soo]\n\n[Ulasan Berita]\n\n▣ Berlangganan 'Docu-Digging,' saluran dokumenter khusus Yonhap News TV\n\n   / -digging  \n\n▣ Berlangganan Saluran YouTube Yonhap News TV\n\n   /   \n\n▣ Awal Berita Korea, Yonhap News TV / Yonhap News TV\n\nhttp://www.yonhapnewstv.co.kr/", "post_id": "HLkl--JyQBY"}}, {"key": "@PASFMRADIOBISNIS", "attributes": {"label": "@PASFMRADIOBISNIS", "x": 834.7997766525232, "y": 9.628020382427827, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.826, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "l23oQFbCL0k", "id": "@PASFMRADIOBISNIS", "source": "youtube-000001", "content": "Businessman Opinion SELASA 09 Juni 2026 -  ERA SUKU BUNGA TINGGI\n\nMitra bisnis, Era bunga tinggi bakal dimulai demi menarik kembali dana asing masuk ke pasar keuangan dalam negeri demi menopang tekanan yang melanda kurs rupiah. Selain itu, untuk menjaga likuiditas di pasar uang dan perbankan pemerintah juga akan mengoptimalkan penempatan dana pemerintah di BI. \n\nApa komentar anda mengenai langkah pemerintah dan BI untuk menguatkan rupiah ini?\n\n#bankindonesia #rupiah #pertumbuhanekonomi               \n\nFollow us! \ntwitter:  \nIG: pasfmradiobisnis \nFB: pasfm.jakarta \nLive streaming indotv.live\nEmail: redaksi", "post_id": "l23oQFbCL0k"}}, {"key": "pasfm", "attributes": {"label": "pasfm", "x": 630.9421172631908, "y": 694.2395763226561, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.5782, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "l23oQFbCL0k", "id": "pasfm", "source": "youtube-000001", "content": "Businessman Opinion SELASA 09 Juni 2026 -  ERA SUKU BUNGA TINGGI\n\nMitra bisnis, Era bunga tinggi bakal dimulai demi menarik kembali dana asing masuk ke pasar keuangan dalam negeri demi menopang tekanan yang melanda kurs rupiah. Selain itu, untuk menjaga likuiditas di pasar uang dan perbankan pemerintah juga akan mengoptimalkan penempatan dana pemerintah di BI. \n\nApa komentar anda mengenai langkah pemerintah dan BI untuk menguatkan rupiah ini?\n\n#bankindonesia #rupiah #pertumbuhanekonomi               \n\nFollow us! \ntwitter:  \nIG: pasfmradiobisnis \nFB: pasfm.jakarta \nLive streaming indotv.live\nEmail: redaksi", "post_id": "l23oQFbCL0k"}}, {"key": "@liputan6_news", "attributes": {"label": "@liputan6_news", "x": 256.6380394902349, "y": 817.4945713881198, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.826, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "9l2lftX7QlY", "id": "@liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Menko Airlangga Tanggapi Kenaikan BI Rate, Beri Sinyal Positif untuk RI | Liputan 6\n\nMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan bukti bahwa kenaikan suku bunga acuan (BI Rate) menjadi 5,50 persen telah berdampak positif bagi penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. \n\nAdapun pada Selasa (9/6/2026), IHSG ditutup di posisi 5.746,64, naik 7,57 persen dibanding penutupan pada hari sebelumnya.  Senada, kurs rupiah ditutup menguat 130 poin atau 0,71 persen menjadi Rp 18.058 per dolar AS, dari sebelumnya Rp 18.188 per dolar AS.  Ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (9/6/2026), Airlangga mengatakan bahwa itu menjadi bukti bahwa kenaikan BI Rate memang mengutamakan kestabilan ekonomi. \n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "9l2lftX7QlY"}}, {"key": "sctv", "attributes": {"label": "sctv", "x": 939.9832386538859, "y": 859.8715848023951, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.7434, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "9l2lftX7QlY", "id": "sctv", "source": "youtube-000001", "content": "Menko Airlangga Tanggapi Kenaikan BI Rate, Beri Sinyal Positif untuk RI | Liputan 6\n\nMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan bukti bahwa kenaikan suku bunga acuan (BI Rate) menjadi 5,50 persen telah berdampak positif bagi penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. \n\nAdapun pada Selasa (9/6/2026), IHSG ditutup di posisi 5.746,64, naik 7,57 persen dibanding penutupan pada hari sebelumnya.  Senada, kurs rupiah ditutup menguat 130 poin atau 0,71 persen menjadi Rp 18.058 per dolar AS, dari sebelumnya Rp 18.188 per dolar AS.  Ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (9/6/2026), Airlangga mengatakan bahwa itu menjadi bukti bahwa kenaikan BI Rate memang mengutamakan kestabilan ekonomi. \n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "9l2lftX7QlY"}}, {"key": "liputan6_news", "attributes": {"label": "liputan6_news", "x": 525.4712719198127, "y": 30.292202575541438, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.7434, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "9l2lftX7QlY", "id": "liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Menko Airlangga Tanggapi Kenaikan BI Rate, Beri Sinyal Positif untuk RI | Liputan 6\n\nMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan bukti bahwa kenaikan suku bunga acuan (BI Rate) menjadi 5,50 persen telah berdampak positif bagi penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. \n\nAdapun pada Selasa (9/6/2026), IHSG ditutup di posisi 5.746,64, naik 7,57 persen dibanding penutupan pada hari sebelumnya.  Senada, kurs rupiah ditutup menguat 130 poin atau 0,71 persen menjadi Rp 18.058 per dolar AS, dari sebelumnya Rp 18.188 per dolar AS.  Ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (9/6/2026), Airlangga mengatakan bahwa itu menjadi bukti bahwa kenaikan BI Rate memang mengutamakan kestabilan ekonomi. \n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "9l2lftX7QlY"}}, {"key": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "liputan6daerah", "x": 889.8526895605324, "y": 664.1933926003736, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.7434, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "9l2lftX7QlY", "id": "liputan6daerah", "source": "youtube-000001", "content": "Menko Airlangga Tanggapi Kenaikan BI Rate, Beri Sinyal Positif untuk RI | Liputan 6\n\nMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan bukti bahwa kenaikan suku bunga acuan (BI Rate) menjadi 5,50 persen telah berdampak positif bagi penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. \n\nAdapun pada Selasa (9/6/2026), IHSG ditutup di posisi 5.746,64, naik 7,57 persen dibanding penutupan pada hari sebelumnya.  Senada, kurs rupiah ditutup menguat 130 poin atau 0,71 persen menjadi Rp 18.058 per dolar AS, dari sebelumnya Rp 18.188 per dolar AS.  Ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (9/6/2026), Airlangga mengatakan bahwa itu menjadi bukti bahwa kenaikan BI Rate memang mengutamakan kestabilan ekonomi. \n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "9l2lftX7QlY"}}], "edges": [{"key": "asdfffffffghjkl", "source": "asdfffffffghjkl", "target": "valenttt____", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "pocongtampann", "source": "pocongtampann", "target": "JanuasJoo_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "pocongtampann", "source": "pocongtampann", "target": "TxtdariHI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "martin_niguez", "source": "martin_niguez", "target": "Toomboro", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "martin_niguez", "source": "martin_niguez", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "taniamedi_", "source": "taniamedi_", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Ombahku", "source": "Ombahku", "target": "ImaginarySteady", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "TetraMalin333", "source": "TetraMalin333", "target": "bengsharksol", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "hariankompas", "source": "hariankompas", "target": "hariankompas.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mediaindonesia", "source": "mediaindonesia", "target": "metrotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "hariankompas", "source": "hariankompas", "target": "hariankompas.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "joeliardisunendar", "source": "joeliardisunendar", "target": "jsportfolio.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "the.indonesia.post", "source": "the.indonesia.post", "target": "kemenkeuri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ekos_umm", "source": "ekos_umm", "target": "ummcampus", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ekos_umm", "source": "ekos_umm", "target": "PMB_UMM", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ekos_umm", "source": "ekos_umm", "target": "HMPS", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ekos_umm", "source": "ekos_umm", "target": "Bank", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "wann_tws", "source": "wann_tws", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipper.digital.id", "source": "clipper.digital.id", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipper.digital.id", "source": "clipper.digital.id", "target": "Kontencom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "hausclip_", "source": "hausclip_", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@yonhapnewstv23", "source": "@yonhapnewstv23", "target": "docu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@yonhapnewstv23", "source": "@yonhapnewstv23", "target": "yonhapnewstv23", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@PASFMRADIOBISNIS", "source": "@PASFMRADIOBISNIS", "target": "pasfm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "sctv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6_news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}