{"nodes": [{"key": "ArmaZulfikar", "attributes": {"label": "ArmaZulfikar", "x": 61.32975411806774, "y": 161.3109333581675, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6018, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2059210398881177867", "id": "ArmaZulfikar", "source": "tweet-000004", "content": "Kerjaan IMF dan world bank, mereka marah Purbaya nolak kredit dari mereka $40 milyar. Plus bunga 5%..", "post_id": "2059210398881177867"}}, {"key": "bangherwin", "attributes": {"label": "bangherwin", "x": 84.62532499132081, "y": 990.913297006531, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.2134, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2059210398881177867", "id": "bangherwin", "source": "tweet-000004", "content": "Kerjaan IMF dan world bank, mereka marah Purbaya nolak kredit dari mereka $40 milyar. Plus bunga 5%..", "post_id": "2059210398881177867"}}, {"key": "AYchista", "attributes": {"label": "AYchista", "x": 649.6478812396371, "y": 639.140149836809, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6018, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2060502073628922123", "id": "AYchista", "source": "tweet-000004", "content": "Terus masa iya privider ga bs lacak nomor-nomor scammer. Busetlaj sehari aku ditawari kredivo, kredit allo bank, mega bank, dll (sampai 10 nomor). Udah ku maki aja masihhhhhhhh nelpon mulu. Blokir satu, nomor lain muncul.", "post_id": "2060502073628922123"}}, {"key": "KangManto123", "attributes": {"label": "KangManto123", "x": 392.0085924838902, "y": 2.435216959529196, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.2134, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2060502073628922123", "id": "KangManto123", "source": "tweet-000004", "content": "Terus masa iya privider ga bs lacak nomor-nomor scammer. Busetlaj sehari aku ditawari kredivo, kredit allo bank, mega bank, dll (sampai 10 nomor). Udah ku maki aja masihhhhhhhh nelpon mulu. Blokir satu, nomor lain muncul.", "post_id": "2060502073628922123"}}, {"key": "txtpersahaman", "attributes": {"label": "txtpersahaman", "x": 571.730861905083, "y": 397.0633586156992, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6018, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2061420351209533676", "id": "txtpersahaman", "source": "tweet-000004", "content": "omongan pak purbaya ada benarnya.\n- jadi nanti ada aturan yang DHE ekspor yang bikin dollar wajib parkir di dalam negeri dulu. nah maka dari itu logikanya likuiditas bank (terutama Himbara) harusnya makin tebal kan\n- terus liat deh lapkeu lapkeu perbankan. penyaluran kreditnya", "post_id": "2061420351209533676"}}, {"key": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "LambeSahamjja", "x": 81.58980783320757, "y": 115.77302230069408, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.2134, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2061420351209533676", "id": "LambeSahamjja", "source": "tweet-000004", "content": "omongan pak purbaya ada benarnya.\n- jadi nanti ada aturan yang DHE ekspor yang bikin dollar wajib parkir di dalam negeri dulu. nah maka dari itu logikanya likuiditas bank (terutama Himbara) harusnya makin tebal kan\n- terus liat deh lapkeu lapkeu perbankan. penyaluran kreditnya", "post_id": "2061420351209533676"}}, {"key": "BewoksXmoveUp", "attributes": {"label": "BewoksXmoveUp", "x": 559.138626636704, "y": 424.08097270420063, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6018, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2063135755451629653", "id": "BewoksXmoveUp", "source": "tweet-000004", "content": "Jare mas Noe perbankan kita statusnya PT brrti byk pihak luar dong ya?. Sejahat apa mereka bisa membuat anda gak bisa kuatkan nilai tukar rupiah, mreka itu teman atau musuh? Tegaskan ke semua pihak negara pnya bargain power pak purbaya!. Klo gak bisa lawan bkin win-win solution.", "post_id": "2063135755451629653"}}, {"key": "CNNIndonesia", "attributes": {"label": "CNNIndonesia", "x": 924.1634727836707, "y": 41.80780992762634, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.2134, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2063135755451629653", "id": "CNNIndonesia", "source": "tweet-000004", "content": "Jare mas Noe perbankan kita statusnya PT brrti byk pihak luar dong ya?. Sejahat apa mereka bisa membuat anda gak bisa kuatkan nilai tukar rupiah, mreka itu teman atau musuh? Tegaskan ke semua pihak negara pnya bargain power pak purbaya!. Klo gak bisa lawan bkin win-win solution.", "post_id": "2063135755451629653"}}, {"key": "sonnywi77531293", "attributes": {"label": "sonnywi77531293", "x": 18.531406615687974, "y": 907.1223319347939, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6018, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2063883191602266537", "id": "sonnywi77531293", "source": "tweet-000004", "content": "Dolar naik rupiah melemah tapi pertumbuhan ekonomi kuat, inflasi rendah, ekspor masih aman, devisa negara kuat, subsidi BBM dll jalan, kredit masyarakat  jalan, harga barang masih terjaga, swasembada pangan kita kuat. masalah dari luar bukan dr dalam. Knp Purbaya harus diganti?", "post_id": "2063883191602266537"}}, {"key": "tribunnews", "attributes": {"label": "tribunnews", "x": 985.0406994643445, "y": 357.1680915215303, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.2134, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2063883191602266537", "id": "tribunnews", "source": "tweet-000004", "content": "Dolar naik rupiah melemah tapi pertumbuhan ekonomi kuat, inflasi rendah, ekspor masih aman, devisa negara kuat, subsidi BBM dll jalan, kredit masyarakat  jalan, harga barang masih terjaga, swasembada pangan kita kuat. masalah dari luar bukan dr dalam. Knp Purbaya harus diganti?", "post_id": "2063883191602266537"}}, {"key": "hendra_su31", "attributes": {"label": "hendra_su31", "x": 51.433375728593525, "y": 827.735976613728, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6018, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2062878743589458166", "id": "hendra_su31", "source": "tweet-000004", "content": "Taruh uang langsung ke perbankan buat liquid(peran nya udh nyampur.)\n5. Kemenkeu ketua KSSK, BI anggota. Secara struktur Purbaya komando/lbh tinggi dari BI.\n6. US free market. Pengusaha US mungkin lbh gede dari Govt. Disini Govt lbh gede dari pengusaha/pasar. Konglo aja dipalak.", "post_id": "2062878743589458166"}}, {"key": "thisistama20", "attributes": {"label": "thisistama20", "x": 318.07296700838947, "y": 814.7792310625543, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.4076, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2062878743589458166", "id": "thisistama20", "source": "tweet-000004", "content": "Taruh uang langsung ke perbankan buat liquid(peran nya udh nyampur.)\n5. Kemenkeu ketua KSSK, BI anggota. Secara struktur Purbaya komando/lbh tinggi dari BI.\n6. US free market. Pengusaha US mungkin lbh gede dari Govt. Disini Govt lbh gede dari pengusaha/pasar. Konglo aja dipalak.", "post_id": "2062878743589458166"}}, {"key": "buzuzima0", "attributes": {"label": "buzuzima0", "x": 250.88424751238935, "y": 512.738657487699, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.4076, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2062878743589458166", "id": "buzuzima0", "source": "tweet-000004", "content": "Taruh uang langsung ke perbankan buat liquid(peran nya udh nyampur.)\n5. Kemenkeu ketua KSSK, BI anggota. Secara struktur Purbaya komando/lbh tinggi dari BI.\n6. US free market. Pengusaha US mungkin lbh gede dari Govt. Disini Govt lbh gede dari pengusaha/pasar. Konglo aja dipalak.", "post_id": "2062878743589458166"}}, {"key": "vibedeployer", "attributes": {"label": "vibedeployer", "x": 258.430454665612, "y": 285.71521773899366, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6018, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2063311799051849730", "id": "vibedeployer", "source": "tweet-000004", "content": "CB hemat anggaran, kalo owo nyerah bs aja bbm naik.\n\nDi bi, purbaya keynesian jd anti naikin bunga, paling dibiar tetap atau naik dikit, tp di saat bersamaan ksi kredit bunga rendah ke manufaktur/hilirisasi, asbunnya owo kan rakyat kecil bunga rendah tp itu risky jd gk mungkin", "post_id": "2063311799051849730"}}, {"key": "bengsharksol", "attributes": {"label": "bengsharksol", "x": 222.02182216581144, "y": 806.7627120820819, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.2134, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2063311799051849730", "id": "bengsharksol", "source": "tweet-000004", "content": "CB hemat anggaran, kalo owo nyerah bs aja bbm naik.\n\nDi bi, purbaya keynesian jd anti naikin bunga, paling dibiar tetap atau naik dikit, tp di saat bersamaan ksi kredit bunga rendah ke manufaktur/hilirisasi, asbunnya owo kan rakyat kecil bunga rendah tp itu risky jd gk mungkin", "post_id": "2063311799051849730"}}, {"key": "syaechu_ahmad", "attributes": {"label": "syaechu_ahmad", "x": 621.642176724405, "y": 88.63483084919966, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6018, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2064383364149477534", "id": "syaechu_ahmad", "source": "tweet-000004", "content": "jangan2,,purbaya guyur perbankan 50an T buat begianian??pantes domino efek nya gak jozzz.... pur pur", "post_id": "2064383364149477534"}}, {"key": "Naandaa27", "attributes": {"label": "Naandaa27", "x": 410.2304970950491, "y": 329.81231911984923, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.2134, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2064383364149477534", "id": "Naandaa27", "source": "tweet-000004", "content": "jangan2,,purbaya guyur perbankan 50an T buat begianian??pantes domino efek nya gak jozzz.... pur pur", "post_id": "2064383364149477534"}}, {"key": "m_saiful_arif12", "attributes": {"label": "m_saiful_arif12", "x": 362.9654321784722, "y": 748.7278522878167, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6018, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2068024911231328511", "id": "m_saiful_arif12", "source": "tweet-000004", "content": "ini kaya dongeng di film film tau \n\ndongeng itu kan bersifat mengarang bebas \n\nanda tau purbaya kmrin ngapain? \n\nnaro duit dibank himbara utk disalurkan kredit umkm tp pengelola bank himbara nyalurkannya ke yang lain (bkn utk kredit umkm)", "post_id": "2068024911231328511"}}, {"key": "Gerindra", "attributes": {"label": "Gerindra", "x": 79.43921125280262, "y": 360.9073462874894, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.4076, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2068024911231328511", "id": "Gerindra", "source": "tweet-000004", "content": "ini kaya dongeng di film film tau \n\ndongeng itu kan bersifat mengarang bebas \n\nanda tau purbaya kmrin ngapain? \n\nnaro duit dibank himbara utk disalurkan kredit umkm tp pengelola bank himbara nyalurkannya ke yang lain (bkn utk kredit umkm)", "post_id": "2068024911231328511"}}, {"key": "Bryn_Arya719", "attributes": {"label": "Bryn_Arya719", "x": 431.8854409042492, "y": 82.83653753746934, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6018, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2066392455134773431", "id": "Bryn_Arya719", "source": "tweet-000004", "content": "Kelihatannya Purbaya ini golongan yes man alias penjilat,apapun yang dikatakan Prabowo selalu disetujui tak ada adu debat menerima dengan persyaratan tertentu dan otaknya ada sedikit korslet,obral kredit disaat bisnis lesu sehingga di kritik majalah the Economist.", "post_id": "2066392455134773431"}}, {"key": "s_mulyatie", "attributes": {"label": "s_mulyatie", "x": 997.6793430929528, "y": 368.8649012792855, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.4723, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2066392455134773431", "id": "s_mulyatie", "source": "tweet-000004", "content": "Kelihatannya Purbaya ini golongan yes man alias penjilat,apapun yang dikatakan Prabowo selalu disetujui tak ada adu debat menerima dengan persyaratan tertentu dan otaknya ada sedikit korslet,obral kredit disaat bisnis lesu sehingga di kritik majalah the Economist.", "post_id": "2066392455134773431"}}, {"key": "tempodotco", "attributes": {"label": "tempodotco", "x": 536.5492004176126, "y": 387.46702449763217, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.4723, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2066392455134773431", "id": "tempodotco", "source": "tweet-000004", "content": "Kelihatannya Purbaya ini golongan yes man alias penjilat,apapun yang dikatakan Prabowo selalu disetujui tak ada adu debat menerima dengan persyaratan tertentu dan otaknya ada sedikit korslet,obral kredit disaat bisnis lesu sehingga di kritik majalah the Economist.", "post_id": "2066392455134773431"}}, {"key": "_haye_", "attributes": {"label": "_haye_", "x": 822.5022902053447, "y": 755.7453887163089, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.4723, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2066392455134773431", "id": "_haye_", "source": "tweet-000004", "content": "Kelihatannya Purbaya ini golongan yes man alias penjilat,apapun yang dikatakan Prabowo selalu disetujui tak ada adu debat menerima dengan persyaratan tertentu dan otaknya ada sedikit korslet,obral kredit disaat bisnis lesu sehingga di kritik majalah the Economist.", "post_id": "2066392455134773431"}}, {"key": "Focus_Learningg", "attributes": {"label": "Focus_Learningg", "x": 553.986039599552, "y": 481.8832453188918, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6018, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2064535566260240473", "id": "Focus_Learningg", "source": "tweet-000004", "content": "bang mo nanya dong, kemaren kan purbaya mindahin 200T duit SAL tuh ke himbara, apa likuiditas perbankan masih seret kalaupun dh gitu, terus kata ekonom jg justru sebenarnya bank di indo lagi kelebihan dana karena yg pinjam buat usaha dll kurang, yg bener mana ya", "post_id": "2064535566260240473"}}, {"key": "tsetiady", "attributes": {"label": "tsetiady", "x": 138.3690607777829, "y": 724.8157566706111, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.4076, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2064535566260240473", "id": "tsetiady", "source": "tweet-000004", "content": "bang mo nanya dong, kemaren kan purbaya mindahin 200T duit SAL tuh ke himbara, apa likuiditas perbankan masih seret kalaupun dh gitu, terus kata ekonom jg justru sebenarnya bank di indo lagi kelebihan dana karena yg pinjam buat usaha dll kurang, yg bener mana ya", "post_id": "2064535566260240473"}}, {"key": "Saham_fess", "attributes": {"label": "Saham_fess", "x": 863.7834635173845, "y": 235.54869195212558, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.4076, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2064535566260240473", "id": "Saham_fess", "source": "tweet-000004", "content": "bang mo nanya dong, kemaren kan purbaya mindahin 200T duit SAL tuh ke himbara, apa likuiditas perbankan masih seret kalaupun dh gitu, terus kata ekonom jg justru sebenarnya bank di indo lagi kelebihan dana karena yg pinjam buat usaha dll kurang, yg bener mana ya", "post_id": "2064535566260240473"}}, {"key": "LinggisSabit", "attributes": {"label": "LinggisSabit", "x": 871.3760555723898, "y": 503.74617331245366, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6018, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2068669800382103806", "id": "LinggisSabit", "source": "tweet-000004", "content": "\"NEGARA BUTUH DUIT CEPET\"😑  \nSaya justru tanda tanya\n➡️ Purbaya Kasih 200 Trilyun ke Bank BUMN utk Likuiditas Kredit lalu Mana Hasilnya?\n➡️ DANA SISA TALANGAN 120 Trilyun \"Habis\" utk Masuk Pasar Obligasi 2 Trilyun Per Hari\n➡️ NOLAK IMF tp TERIMA UTANG dari CINA + AIIB", "post_id": "2068669800382103806"}}, {"key": "ArvinHonami", "attributes": {"label": "ArvinHonami", "x": 126.73887482400437, "y": 131.17991675391283, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.4076, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068669800382103806", "id": "ArvinHonami", "source": "tweet-000004", "content": "\"NEGARA BUTUH DUIT CEPET\"😑  \nSaya justru tanda tanya\n➡️ Purbaya Kasih 200 Trilyun ke Bank BUMN utk Likuiditas Kredit lalu Mana Hasilnya?\n➡️ DANA SISA TALANGAN 120 Trilyun \"Habis\" utk Masuk Pasar Obligasi 2 Trilyun Per Hari\n➡️ NOLAK IMF tp TERIMA UTANG dari CINA + AIIB", "post_id": "2068669800382103806"}}, {"key": "KemenkeuRI", "attributes": {"label": "KemenkeuRI", "x": 376.1080575063888, "y": 64.22271874120433, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.4076, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068669800382103806", "id": "KemenkeuRI", "source": "tweet-000004", "content": "\"NEGARA BUTUH DUIT CEPET\"😑  \nSaya justru tanda tanya\n➡️ Purbaya Kasih 200 Trilyun ke Bank BUMN utk Likuiditas Kredit lalu Mana Hasilnya?\n➡️ DANA SISA TALANGAN 120 Trilyun \"Habis\" utk Masuk Pasar Obligasi 2 Trilyun Per Hari\n➡️ NOLAK IMF tp TERIMA UTANG dari CINA + AIIB", "post_id": "2068669800382103806"}}, {"key": "Nicol49299957", "attributes": {"label": "Nicol49299957", "x": 586.1583772348209, "y": 960.0277038708527, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6018, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2064243299146514483", "id": "Nicol49299957", "source": "tweet-000004", "content": "Trnyt Fenomena Rumah2 ada Banner (DIJUAL CEPAT) Bukan hanya kota2 kecil, bahkan merambah ke desa2 juga & Ibu Kota, Krn mrk hampir rata2 mengalami Kredit Macet pemicunya DAYA BELI MASYARAKAT SAAT INI HANCUR LEBUR tapi Purbaya Berkelit kalau Daya Beli Masyarakat Baik2 Saja https://t.co/p1nQi9AqJX", "post_id": "2064243299146514483"}}, {"key": "insidefolkative", "attributes": {"label": "insidefolkative", "x": 868.6399375340397, "y": 568.8316836692219, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.2134, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2064243299146514483", "id": "insidefolkative", "source": "tweet-000004", "content": "Trnyt Fenomena Rumah2 ada Banner (DIJUAL CEPAT) Bukan hanya kota2 kecil, bahkan merambah ke desa2 juga & Ibu Kota, Krn mrk hampir rata2 mengalami Kredit Macet pemicunya DAYA BELI MASYARAKAT SAAT INI HANCUR LEBUR tapi Purbaya Berkelit kalau Daya Beli Masyarakat Baik2 Saja https://t.co/p1nQi9AqJX", "post_id": "2064243299146514483"}}, {"key": "bsadji1", "attributes": {"label": "bsadji1", "x": 783.3917320656594, "y": 598.139547659621, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.6018, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067911458198073554", "id": "bsadji1", "source": "tweet-000004", "content": "Utang 300 trilyun dr china,spy mau ngasih hutang,mungkin minta bunga dinaikkan.Makanya bunga naik 25 basic point lg. Akibatnya kredit jd mahal,dunia usaha menderita,bisa2 makin banyak pengangguran. Dan plot twistnya, rupiah cuman menguat 100-200 perak. TQ Purbaya🤪. Boss BI koplo", "post_id": "2067911458198073554"}}, {"key": "prastow", "attributes": {"label": "prastow", "x": 734.4140791747685, "y": 542.9920702330817, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.2134, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067911458198073554", "id": "prastow", "source": "tweet-000004", "content": "Utang 300 trilyun dr china,spy mau ngasih hutang,mungkin minta bunga dinaikkan.Makanya bunga naik 25 basic point lg. Akibatnya kredit jd mahal,dunia usaha menderita,bisa2 makin banyak pengangguran. Dan plot twistnya, rupiah cuman menguat 100-200 perak. TQ Purbaya🤪. Boss BI koplo", "post_id": "2067911458198073554"}}, {"key": "nasionalberita_", "attributes": {"label": "nasionalberita_", "x": 431.3202095165235, "y": 890.2328160200259, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 44.0118, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3904577909634140080_65389909596", "id": "nasionalberita_", "source": "instagram-000001", "content": "Pemerintah menyiapkan dua mesin pertumbuhan ekonomi dengan menggabungkan kekuatan belanja pemerintah dan akselerasi sektor swasta sebagai penggerak utama ekonomi nasional.\n\nMenteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pemerintah ingin memastikan roda ekonomi bergerak lebih agresif dan merata melalui penguatan likuiditas perbankan serta dorongan penyaluran kredit ke sektor produktif.\n\n“Gimana kita menjalankannya? Selain belanja pemerintah, kita pastikan uang di perekonomian cukup. Sehingga perbankan kita paksa untuk bekerja, menyalurkan uang yang di perbankan sehingga masuk ke perekonomian. Dengan cara itu kita menghidupkan private sector juga. Jadi sekarang mesin ekonomi kita udah mulai bergerak dua-duanya. Mesin pemerintah dan mesin sektor swasta. Dan ini kita akan jalankan terus ke depan,” ungkap Purbaya dikutip dari laman Kemenkeu, Minggu (24/5/2026).\n\nPurbaya, target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen dapat dicapai apabila dunia usaha memperoleh dukungan likuiditas, kemudahan investasi, serta akses pembiayaan yang kompetitif.\n\nBaca Berita Lengkapnya di Bio \n\n#beritanasional #menkeu #ekonomi #beritaterkini\n\n\"Kalau anda memiliki info peristiwa atau kejadian di sekitar anda, informasikan kami di kolom komentar.", "post_id": "3904577909634140080_65389909596"}}, {"key": "idntimes.video", "attributes": {"label": "idntimes.video", "x": 558.7565323291296, "y": 8.60139529419801, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6018, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 0, "out_degree": 9, "degree": 9}, "_id": "3912708202616916285_2089700769", "id": "idntimes.video", "source": "instagram-000001", "content": "PURBAYA TERTAWAKAN KABAR DIRINYA AKAN MUNDUR DARI MENKEU\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN Kita Edisi Juni 2026, Jumat (5/6/2026), di Kemenkeu, Jakarta, menertawakan kabar terkait dirinya yang akan mengundurkan diri dari jabatannya. \n\nSebelumnya, Purbaya sedang menjelaskan dampak penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) terhadap pertumbuhan kredit di bank-bank milik negara, seperti di BRI yang dilaporkan tumbuh 13,8% pada Mei 2026. Kemudian kredit di BSI tunmbuh lebih dari 10%, dan kredit BTN yang tumbuh hingga 15%.\n\nEditor: Fauzan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#kemenkau #purbaya #pubayayudhisadewa #menterikeuangan #purbayamundur", "post_id": "3912708202616916285_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes", "attributes": {"label": "IDNTimes", "x": 213.68920221101519, "y": 608.1935863421522, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.2253, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912708202616916285_2089700769", "id": "IDNTimes", "source": "instagram-000001", "content": "PURBAYA TERTAWAKAN KABAR DIRINYA AKAN MUNDUR DARI MENKEU\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN Kita Edisi Juni 2026, Jumat (5/6/2026), di Kemenkeu, Jakarta, menertawakan kabar terkait dirinya yang akan mengundurkan diri dari jabatannya. \n\nSebelumnya, Purbaya sedang menjelaskan dampak penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) terhadap pertumbuhan kredit di bank-bank milik negara, seperti di BRI yang dilaporkan tumbuh 13,8% pada Mei 2026. Kemudian kredit di BSI tunmbuh lebih dari 10%, dan kredit BTN yang tumbuh hingga 15%.\n\nEditor: Fauzan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#kemenkau #purbaya #pubayayudhisadewa #menterikeuangan #purbayamundur", "post_id": "3912708202616916285_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Korea", "attributes": {"label": "IDNTimes.Korea", "x": 999.7037684094976, "y": 375.1328919770571, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.2253, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912708202616916285_2089700769", "id": "IDNTimes.Korea", "source": "instagram-000001", "content": "PURBAYA TERTAWAKAN KABAR DIRINYA AKAN MUNDUR DARI MENKEU\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN Kita Edisi Juni 2026, Jumat (5/6/2026), di Kemenkeu, Jakarta, menertawakan kabar terkait dirinya yang akan mengundurkan diri dari jabatannya. \n\nSebelumnya, Purbaya sedang menjelaskan dampak penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) terhadap pertumbuhan kredit di bank-bank milik negara, seperti di BRI yang dilaporkan tumbuh 13,8% pada Mei 2026. Kemudian kredit di BSI tunmbuh lebih dari 10%, dan kredit BTN yang tumbuh hingga 15%.\n\nEditor: Fauzan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#kemenkau #purbaya #pubayayudhisadewa #menterikeuangan #purbayamundur", "post_id": "3912708202616916285_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Community", "attributes": {"label": "IDNTimes.Community", "x": 912.0884083491037, "y": 628.5559620789323, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.2253, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912708202616916285_2089700769", "id": "IDNTimes.Community", "source": "instagram-000001", "content": "PURBAYA TERTAWAKAN KABAR DIRINYA AKAN MUNDUR DARI MENKEU\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN Kita Edisi Juni 2026, Jumat (5/6/2026), di Kemenkeu, Jakarta, menertawakan kabar terkait dirinya yang akan mengundurkan diri dari jabatannya. \n\nSebelumnya, Purbaya sedang menjelaskan dampak penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) terhadap pertumbuhan kredit di bank-bank milik negara, seperti di BRI yang dilaporkan tumbuh 13,8% pada Mei 2026. Kemudian kredit di BSI tunmbuh lebih dari 10%, dan kredit BTN yang tumbuh hingga 15%.\n\nEditor: Fauzan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#kemenkau #purbaya #pubayayudhisadewa #menterikeuangan #purbayamundur", "post_id": "3912708202616916285_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Hype", "attributes": {"label": "IDNTimes.Hype", "x": 547.5641254739046, "y": 961.7622879718299, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.2253, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912708202616916285_2089700769", "id": "IDNTimes.Hype", "source": "instagram-000001", "content": "PURBAYA TERTAWAKAN KABAR DIRINYA AKAN MUNDUR DARI MENKEU\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN Kita Edisi Juni 2026, Jumat (5/6/2026), di Kemenkeu, Jakarta, menertawakan kabar terkait dirinya yang akan mengundurkan diri dari jabatannya. \n\nSebelumnya, Purbaya sedang menjelaskan dampak penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) terhadap pertumbuhan kredit di bank-bank milik negara, seperti di BRI yang dilaporkan tumbuh 13,8% pada Mei 2026. Kemudian kredit di BSI tunmbuh lebih dari 10%, dan kredit BTN yang tumbuh hingga 15%.\n\nEditor: Fauzan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#kemenkau #purbaya #pubayayudhisadewa #menterikeuangan #purbayamundur", "post_id": "3912708202616916285_2089700769"}}, {"key": "Duniaku_com", "attributes": {"label": "Duniaku_com", "x": 86.78409851172353, "y": 590.8629967436005, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.2253, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912708202616916285_2089700769", "id": "Duniaku_com", "source": "instagram-000001", "content": "PURBAYA TERTAWAKAN KABAR DIRINYA AKAN MUNDUR DARI MENKEU\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN Kita Edisi Juni 2026, Jumat (5/6/2026), di Kemenkeu, Jakarta, menertawakan kabar terkait dirinya yang akan mengundurkan diri dari jabatannya. \n\nSebelumnya, Purbaya sedang menjelaskan dampak penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) terhadap pertumbuhan kredit di bank-bank milik negara, seperti di BRI yang dilaporkan tumbuh 13,8% pada Mei 2026. Kemudian kredit di BSI tunmbuh lebih dari 10%, dan kredit BTN yang tumbuh hingga 15%.\n\nEditor: Fauzan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#kemenkau #purbaya #pubayayudhisadewa #menterikeuangan #purbayamundur", "post_id": "3912708202616916285_2089700769"}}, {"key": "Popbela_com", "attributes": {"label": "Popbela_com", "x": 547.4097947509478, "y": 256.35334126626486, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.2253, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912708202616916285_2089700769", "id": "Popbela_com", "source": "instagram-000001", "content": "PURBAYA TERTAWAKAN KABAR DIRINYA AKAN MUNDUR DARI MENKEU\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN Kita Edisi Juni 2026, Jumat (5/6/2026), di Kemenkeu, Jakarta, menertawakan kabar terkait dirinya yang akan mengundurkan diri dari jabatannya. \n\nSebelumnya, Purbaya sedang menjelaskan dampak penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) terhadap pertumbuhan kredit di bank-bank milik negara, seperti di BRI yang dilaporkan tumbuh 13,8% pada Mei 2026. Kemudian kredit di BSI tunmbuh lebih dari 10%, dan kredit BTN yang tumbuh hingga 15%.\n\nEditor: Fauzan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#kemenkau #purbaya #pubayayudhisadewa #menterikeuangan #purbayamundur", "post_id": "3912708202616916285_2089700769"}}, {"key": "Popbela.Beauty", "attributes": {"label": "Popbela.Beauty", "x": 409.6685519373294, "y": 794.1194249329081, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.2253, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912708202616916285_2089700769", "id": "Popbela.Beauty", "source": "instagram-000001", "content": "PURBAYA TERTAWAKAN KABAR DIRINYA AKAN MUNDUR DARI MENKEU\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN Kita Edisi Juni 2026, Jumat (5/6/2026), di Kemenkeu, Jakarta, menertawakan kabar terkait dirinya yang akan mengundurkan diri dari jabatannya. \n\nSebelumnya, Purbaya sedang menjelaskan dampak penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) terhadap pertumbuhan kredit di bank-bank milik negara, seperti di BRI yang dilaporkan tumbuh 13,8% pada Mei 2026. Kemudian kredit di BSI tunmbuh lebih dari 10%, dan kredit BTN yang tumbuh hingga 15%.\n\nEditor: Fauzan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#kemenkau #purbaya #pubayayudhisadewa #menterikeuangan #purbayamundur", "post_id": "3912708202616916285_2089700769"}}, {"key": "Popmama_com", "attributes": {"label": "Popmama_com", "x": 549.2780186787464, "y": 873.2827576284386, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.2253, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912708202616916285_2089700769", "id": "Popmama_com", "source": "instagram-000001", "content": "PURBAYA TERTAWAKAN KABAR DIRINYA AKAN MUNDUR DARI MENKEU\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN Kita Edisi Juni 2026, Jumat (5/6/2026), di Kemenkeu, Jakarta, menertawakan kabar terkait dirinya yang akan mengundurkan diri dari jabatannya. \n\nSebelumnya, Purbaya sedang menjelaskan dampak penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) terhadap pertumbuhan kredit di bank-bank milik negara, seperti di BRI yang dilaporkan tumbuh 13,8% pada Mei 2026. Kemudian kredit di BSI tunmbuh lebih dari 10%, dan kredit BTN yang tumbuh hingga 15%.\n\nEditor: Fauzan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#kemenkau #purbaya #pubayayudhisadewa #menterikeuangan #purbayamundur", "post_id": "3912708202616916285_2089700769"}}, {"key": "Yummy.idn", "attributes": {"label": "Yummy.idn", "x": 575.405500490858, "y": 366.99075859974175, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.2253, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912708202616916285_2089700769", "id": "Yummy.idn", "source": "instagram-000001", "content": "PURBAYA TERTAWAKAN KABAR DIRINYA AKAN MUNDUR DARI MENKEU\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN Kita Edisi Juni 2026, Jumat (5/6/2026), di Kemenkeu, Jakarta, menertawakan kabar terkait dirinya yang akan mengundurkan diri dari jabatannya. \n\nSebelumnya, Purbaya sedang menjelaskan dampak penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) terhadap pertumbuhan kredit di bank-bank milik negara, seperti di BRI yang dilaporkan tumbuh 13,8% pada Mei 2026. Kemudian kredit di BSI tunmbuh lebih dari 10%, dan kredit BTN yang tumbuh hingga 15%.\n\nEditor: Fauzan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#kemenkau #purbaya #pubayayudhisadewa #menterikeuangan #purbayamundur", "post_id": "3912708202616916285_2089700769"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 390.4465288394692, "y": 693.8515310056117, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 44.0118, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3910429058757308935_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut aturan baru penempatan 100% DHE SDA di dalam negeri akan menambah likuiditas dolar di tiga bank Himbara, yakni Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, dan Bank Negara Indonesia.\n\nPurbaya juga menilai bertambahnya pasokan dolar dari DHE SDA dapat memperkuat rupiah, menjaga stabilitas pasar keuangan, serta mendorong likuiditas sektor perbankan dan ekonomi domestik.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#purbaya #bank #dolar #bloombergtechnoz", "post_id": "3910429058757308935_51748745734"}}, {"key": "validnews", "attributes": {"label": "validnews", "x": 472.45113563611443, "y": 410.8151889464906, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6018, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3912004225203794734_5593726572", "id": "validnews", "source": "instagram-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Rabu (3/6), membantah kabar yang menyebut dirinya meminta perbankan melakukan stress test jika nilai tukar rupiah melampaui Rp18.000 per dolar AS. Bantahan tersebut untuk merespon pelemahan rupiah yang pada Kamis (4/6) pagi tercatat menyentuh Rp18.025,50 per dolar AS. \n\nMenurut Purbaya, berbagai rumor di pasar justru berkontribusi menciptakan sentimen negatif terhadap rupiah. Ia menegaskan bahwa stabilisasi nilai tukar merupakan kewenangan Bank Indonesia, sementara pemerintah akan tetap fokus menjaga fondasi ekonomi nasional dan berkoordinasi melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bila diperlukan.\n\nBaca berita selengkapnya hanya di Validnews.id atau klik link di bio.\n\n \n\n#rupiah #ekonomiindonesia #purbaya #kursdolar #updateekonomi", "post_id": "3912004225203794734_5593726572"}}, {"key": "kemenkeuri", "attributes": {"label": "kemenkeuri", "x": 491.8266401518486, "y": 890.0870766840005, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.4076, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912004225203794734_5593726572", "id": "kemenkeuri", "source": "instagram-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Rabu (3/6), membantah kabar yang menyebut dirinya meminta perbankan melakukan stress test jika nilai tukar rupiah melampaui Rp18.000 per dolar AS. Bantahan tersebut untuk merespon pelemahan rupiah yang pada Kamis (4/6) pagi tercatat menyentuh Rp18.025,50 per dolar AS. \n\nMenurut Purbaya, berbagai rumor di pasar justru berkontribusi menciptakan sentimen negatif terhadap rupiah. Ia menegaskan bahwa stabilisasi nilai tukar merupakan kewenangan Bank Indonesia, sementara pemerintah akan tetap fokus menjaga fondasi ekonomi nasional dan berkoordinasi melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bila diperlukan.\n\nBaca berita selengkapnya hanya di Validnews.id atau klik link di bio.\n\n \n\n#rupiah #ekonomiindonesia #purbaya #kursdolar #updateekonomi", "post_id": "3912004225203794734_5593726572"}}, {"key": "menkeuri", "attributes": {"label": "menkeuri", "x": 695.6214797003685, "y": 688.8390996218834, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.4076, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912004225203794734_5593726572", "id": "menkeuri", "source": "instagram-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Rabu (3/6), membantah kabar yang menyebut dirinya meminta perbankan melakukan stress test jika nilai tukar rupiah melampaui Rp18.000 per dolar AS. Bantahan tersebut untuk merespon pelemahan rupiah yang pada Kamis (4/6) pagi tercatat menyentuh Rp18.025,50 per dolar AS. \n\nMenurut Purbaya, berbagai rumor di pasar justru berkontribusi menciptakan sentimen negatif terhadap rupiah. Ia menegaskan bahwa stabilisasi nilai tukar merupakan kewenangan Bank Indonesia, sementara pemerintah akan tetap fokus menjaga fondasi ekonomi nasional dan berkoordinasi melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bila diperlukan.\n\nBaca berita selengkapnya hanya di Validnews.id atau klik link di bio.\n\n \n\n#rupiah #ekonomiindonesia #purbaya #kursdolar #updateekonomi", "post_id": "3912004225203794734_5593726572"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 559.5779919217922, "y": 913.8963907411526, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 21.2407, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3909723723012517698_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Pemberlakuan regulasi anyar terkait Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) yang resmi berjalan mulai hari ini, Senin (1/6/2026), diproyeksikan menjadi angin segar bagi industri perbankan nasional. \n\nKebijakan penempatan dana di dalam negeri ini diyakini akan menjadi katalis positif, terutama bagi bank-bank yang bernaung di bawah Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai implementasi aturan ini akan mendongkrak likuiditas perbankan domestik secara masif. Mengalirnya tambahan devisa dari para eksportir ke dalam rekening khusus di bank nasional, khususnya yang berbasis valuta asing (valas), secara otomatis bakal mempertebal posisi kas serta memperkuat kapasitas intermediasi lembaga keuangan pelat merah.\n\n\"Dia akan punya dolar banyak, punya cash banyak. Kalau di financial market kadang-kadang ada istilah cash is king,\" ujar Purbaya dalam Konferensi Pers di Gedung Danantara, Minggu (31/5/2026).\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/economics/aturan-baru-dhe-sda-berlaku-likuiditas-valas-bank-himbara-bakal-banjir-dana-ekspor\n\nAtau klik link di Bio \n\nFoto: Istimewa\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #dhe #sda #likuiditas #ekspor", "post_id": "3909723723012517698_3310659452"}}, {"key": "prast_ulrcih", "attributes": {"label": "prast_ulrcih", "x": 201.3336990837271, "y": 778.927886013354, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 15.6291, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3914955657548414428_3310659452", "id": "prast_ulrcih", "source": "instagram-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan akan mendorong koordinasi dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah yang mengalami tekanan. Menteri Purbaya menegaskan, bahwa kewenangan utama dalam menjaga stabilitas Rupiah tetap berada di tangan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter. Namun apabila diperlukan koordinasi yang lebih intensif, maka KSSK akan mengambil langkah untuk memperbaiki kondisi nilai tukar Rupiah.\n\nPurbaya menambahkan, pelemahan Rupiah lebih banyak dipicu sentimen pasar dibandingkan kondisi fundamental ekonomi nasional. Dan beredarnya berbagai isu dan spekulasi negatif, termasuk isu tidak benar mengenai permintaan Menteri Keuangan kepada perbankan untuk melakukan simulasi terhadap skenario rupiah di atas Rp18.000 per dolar Amerika Serikat, sempat mempengaruhi persepsi pelaku pasar. Purbaya memastikan seiring fundamental ekonomi yang stabil, Rupiah akan kembali ke levelnya.\n\nSaksikan pembahasan selengkapnya dalam program Market Review bersama Prasetyo Wibowo  , Senin 8 Juni 2026, pukul 21.00 - 21.30 WIB. LIVE di IDX Channel (Indihome Ch 119, MNC VISION Ch 100, MNC PLAY Ch 128 HD, First Media Ch 389, K-VISION Ch 129, OXYGEN Ch 137 dan MY REPUBLIK Ch 576). Saksikan juga LIVE STREAMING di www.idxchannel.com dan aplikasi IDX Channel TV di APPS  store.\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #marketreview", "post_id": "3914955657548414428_3310659452"}}, {"key": "66320242220", "attributes": {"label": "66320242220", "x": 237.73089194788267, "y": 554.8325292633127, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6018, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3911877969022856196_66320242220", "id": "66320242220", "source": "instagram-000001", "content": "Paripurna DPR RI resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) menjadi undang-undang dalam Rapat Paripurna ke-20 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).\n\nSidang pengambilan keputusan tingkat I tersebut yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad itu turut dihadiri oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas. Pengesahan dilakukan setelah seluruh fraksi menyatakan persetujuan terhadap hasil pembahasan revisi UU P2SK.\n\nSebelum pengambilan keputusan tingkat II, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal menyampaikan laporan pembahasan RUU yang telah berlangsung sejak 4 Februari 2026 bersama pemerintah. Menurutnya, revisi UU P2SK diperlukan untuk mengoptimalkan peran sektor keuangan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.\n\n“Adanya kebutuhan hukum untuk mengoptimalkan peran sektor keuangan melatarbelakangi RUU Perubahan Undang-Undang P2SK,” ujar Hekal.\n\nIa menjelaskan, revisi UU P2SK mencakup 17 pokok materi pengaturan. Di antaranya penguatan kelembagaan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia; perluasan usaha perbankan dan perbankan syariah; pengaturan aset kripto; pembentukan satuan tugas pencegahan dan penanganan pinjaman daring serta perjudian daring; hingga penguatan mekanisme penegakan hukum di sektor jasa keuangan.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk informasi dan data menarik lainnya.", "post_id": "3911877969022856196_66320242220"}}, {"key": "ruangpikirr.id", "attributes": {"label": "ruangpikirr.id", "x": 588.053989121033, "y": 935.7241874661463, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.2134, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3911877969022856196_66320242220", "id": "ruangpikirr.id", "source": "instagram-000001", "content": "Paripurna DPR RI resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) menjadi undang-undang dalam Rapat Paripurna ke-20 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).\n\nSidang pengambilan keputusan tingkat I tersebut yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad itu turut dihadiri oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas. Pengesahan dilakukan setelah seluruh fraksi menyatakan persetujuan terhadap hasil pembahasan revisi UU P2SK.\n\nSebelum pengambilan keputusan tingkat II, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal menyampaikan laporan pembahasan RUU yang telah berlangsung sejak 4 Februari 2026 bersama pemerintah. Menurutnya, revisi UU P2SK diperlukan untuk mengoptimalkan peran sektor keuangan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.\n\n“Adanya kebutuhan hukum untuk mengoptimalkan peran sektor keuangan melatarbelakangi RUU Perubahan Undang-Undang P2SK,” ujar Hekal.\n\nIa menjelaskan, revisi UU P2SK mencakup 17 pokok materi pengaturan. Di antaranya penguatan kelembagaan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia; perluasan usaha perbankan dan perbankan syariah; pengaturan aset kripto; pembentukan satuan tugas pencegahan dan penanganan pinjaman daring serta perjudian daring; hingga penguatan mekanisme penegakan hukum di sektor jasa keuangan.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk informasi dan data menarik lainnya.", "post_id": "3911877969022856196_66320242220"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 469.3528129768194, "y": 136.85660110456843, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 44.0118, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3910685379200867372_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "Pemerintah menawarkan insentif pajak hingga 0% bagi eksportir yang menempatkan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) di dalam negeri sesuai ketentuan. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan pasokan devisa dan mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. \n\nMenurut Ketua Dewan Komisioner OJK sekaligus Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, imbal hasil dari instrumen yang berasal dari penempatan DHE SDA dapat dikenakan PPh 0%, jauh lebih rendah dibanding instrumen investasi reguler yang dikenakan pajak hingga 20%. 📉\n\nEksportir nonmigas diwajibkan menempatkan 100% DHE SDA di perbankan domestik selama minimal 12 bulan, sementara sektor migas wajib menempatkan minimal 30% selama tiga bulan. Pemerintah berharap kombinasi kewajiban dan insentif ini dapat meningkatkan kepatuhan eksportir serta memperkuat likuiditas devisa dalam negeri. 📊\n\nSumber: IDN Financials, 1 Juni 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#DHE #DHESDA #Rupiah #Ekspor #Pajak #OJK #Kemenkeu #Investasi #PasarModal #IHSG #SahamIndonesia #mancingsaham", "post_id": "3910685379200867372_52512310886"}}, {"key": "digivestasi_official", "attributes": {"label": "digivestasi_official", "x": 854.8776990165103, "y": 600.4611308591371, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 44.0118, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3911786619409624263_58769366246", "id": "digivestasi_official", "source": "instagram-000001", "content": "Kalau saya boleh main saham, saya sudah beli saham bank-bank Himbara dari kemarin saat harganya jatuh.\"\n\nPernyataan menarik ini datang dari Purbaya Yudhi Sadewa yang menyoroti potensi saham perbankan Himbara di tengah kondisi pasar saat ini.\n\nMenurutnya, bank-bank Himbara memiliki fundamental yang kuat dan berpotensi memiliki likuiditas besar ke depannya. Tak heran jika saat harga sahamnya terkoreksi, sebagian investor justru melihatnya sebagai peluang, bukan ancaman.\n\nNamun, penting untuk diingat bahwa setiap keputusan investasi tetap harus didasarkan pada analisis dan profil risiko masing-masing investor. Jangan hanya membeli karena mengikuti pendapat seseorang, tetapi pahami juga kondisi bisnis, valuasi, prospek pertumbuhan, dan risiko yang ada.\n\nKarena dalam investasi, yang terpenting bukan sekadar ikut tren, melainkan memahami apa yang kita beli. 💡\n\nMenurut kamu, saham bank Himbara saat ini masih menarik untuk dikoleksi atau justru masih perlu wait and see? Tulis pendapatmu di kolom komentar! 👇\n\n⚠️ Disclaimer: Konten ini bersifat edukasi dan bukan ajakan membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset dan analisis sebelum berinvestasi.\n\n📌 Save postingan ini sebagai bahan referensi dan insight investasi kamu.\n\n👉 Follow  untuk mendapatkan update pasar, edukasi saham, dan tips investasi yang mudah dipahami setiap hari!\n\n#Saham #InvestasiSaham #SahamIndonesia #IHSG #BankHimbara", "post_id": "3911786619409624263_58769366246"}}, {"key": "kompasdata", "attributes": {"label": "kompasdata", "x": 700.1763853985902, "y": 838.1085962178639, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6018, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3915658626262190814_1681607129", "id": "kompasdata", "source": "instagram-000001", "content": "Sentimen “Sell Indonesia” kembali menguat seiring pelemahan rupiah dan koreksi IHSG. Bagaimana dampaknya terhadap investor dalam negeri dan masyarakat?\n‌\nBelakangan ini, pasar keuangan Indonesia mendapat sorotan setelah muncul seruan “Sell Indonesia” dari sebagian investor global. Sentimen tersebut muncul di tengah pelemahan rupiah, tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), serta meningkatnya kekhawatiran investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.\n‌\nMenteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa telah merespons ulasan “Sell Indonesia” yang memicu sentimen negatif di pasar keuangan. Menurutnya, analisis yang dirilis tersebut tidak akurat karena tidak memahami kondisi fundamental ekonomi dan kesehatan fiskal Indonesia yang sebenarnya.\n\nMenurutnya, sejumlah indikator fundamental masih menunjukkan ketahanan ekonomi yang relatif baik. Mulai dari stabilitas sektor keuangan, kondisi perbankan yang tetap terjaga, hingga aktivitas ekonomi domestik yang masih berjalan. Purbaya juga menekankan bahwa penilaian terhadap Indonesia perlu dilakukan secara komprehensif dan tidak hanya berfokus pada pergerakan jangka pendek di pasar keuangan.\n‌\nMeski sentimen jangka pendek tampak memburuk, banyak investor menilai fundamental jangka panjang Indonesia masih tetap kuat dan menarik. Di tengah pertumbuhan investor tersebut, fenomena “Sell Indonesia” bisa menjadi alarm bagi pemerintah untuk lebih memperkuat kepercayaan pasar. Pemulihan pasar sangat bergantung pada upaya membangun kembali kepercayaan investor melalui stabilitas kebijakan dan fundamental ekonomi yang kuat.\n\nDikutip dari artikel “Investor Global Gaungkan ‘Sell Indonesia’, Bagaimana Dampaknya bagi Indonesia?” oleh Antonius Purwanto  (Peneliti Litbang Kompas) di Kompas.id.\n‌\n#RisetLitbang #LitbangKompas #Ekonomi #Polhuk  #Kompas61", "post_id": "3915658626262190814_1681607129"}}, {"key": "antonius_pur", "attributes": {"label": "antonius_pur", "x": 785.7795377591812, "y": 821.5013635795278, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.2134, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3915658626262190814_1681607129", "id": "antonius_pur", "source": "instagram-000001", "content": "Sentimen “Sell Indonesia” kembali menguat seiring pelemahan rupiah dan koreksi IHSG. Bagaimana dampaknya terhadap investor dalam negeri dan masyarakat?\n‌\nBelakangan ini, pasar keuangan Indonesia mendapat sorotan setelah muncul seruan “Sell Indonesia” dari sebagian investor global. Sentimen tersebut muncul di tengah pelemahan rupiah, tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), serta meningkatnya kekhawatiran investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.\n‌\nMenteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa telah merespons ulasan “Sell Indonesia” yang memicu sentimen negatif di pasar keuangan. Menurutnya, analisis yang dirilis tersebut tidak akurat karena tidak memahami kondisi fundamental ekonomi dan kesehatan fiskal Indonesia yang sebenarnya.\n\nMenurutnya, sejumlah indikator fundamental masih menunjukkan ketahanan ekonomi yang relatif baik. Mulai dari stabilitas sektor keuangan, kondisi perbankan yang tetap terjaga, hingga aktivitas ekonomi domestik yang masih berjalan. Purbaya juga menekankan bahwa penilaian terhadap Indonesia perlu dilakukan secara komprehensif dan tidak hanya berfokus pada pergerakan jangka pendek di pasar keuangan.\n‌\nMeski sentimen jangka pendek tampak memburuk, banyak investor menilai fundamental jangka panjang Indonesia masih tetap kuat dan menarik. Di tengah pertumbuhan investor tersebut, fenomena “Sell Indonesia” bisa menjadi alarm bagi pemerintah untuk lebih memperkuat kepercayaan pasar. Pemulihan pasar sangat bergantung pada upaya membangun kembali kepercayaan investor melalui stabilitas kebijakan dan fundamental ekonomi yang kuat.\n\nDikutip dari artikel “Investor Global Gaungkan ‘Sell Indonesia’, Bagaimana Dampaknya bagi Indonesia?” oleh Antonius Purwanto  (Peneliti Litbang Kompas) di Kompas.id.\n‌\n#RisetLitbang #LitbangKompas #Ekonomi #Polhuk  #Kompas61", "post_id": "3915658626262190814_1681607129"}}, {"key": "betheonepercent2", "attributes": {"label": "betheonepercent2", "x": 915.2843377473832, "y": 761.9379358937368, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6018, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648584293442211080", "id": "betheonepercent2", "source": "tiktok-000001", "content": "Purbaya dan Perry Warjiyo sepakat jalankan 2 jurus konkret demi menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah! Langkah ini diambil untuk meningkatkan daya tarik imbal hasil bagi investor asing serta menjaga likuiditas perbankan nasional. Bagaimana dampak kebijakan makro ini ke market ke depannya? Yuk, pantau terus update berita finansial dan geopolitik lainnya di Instagram ! Sumber: TWS News #kontencom #kontencomxtws #twsnews #tradewithsuli #rupiah", "post_id": "7648584293442211080"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 420.3180399112126, "y": 587.4806013096895, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 31.8538, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "7648584293442211080", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "Purbaya dan Perry Warjiyo sepakat jalankan 2 jurus konkret demi menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah! Langkah ini diambil untuk meningkatkan daya tarik imbal hasil bagi investor asing serta menjaga likuiditas perbankan nasional. Bagaimana dampak kebijakan makro ini ke market ke depannya? Yuk, pantau terus update berita finansial dan geopolitik lainnya di Instagram ! Sumber: TWS News #kontencom #kontencomxtws #twsnews #tradewithsuli #rupiah", "post_id": "7648584293442211080"}}, {"key": "clasclip", "attributes": {"label": "clasclip", "x": 595.8644924501638, "y": 428.41617838645965, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6018, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648853298753146133", "id": "clasclip", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah sedang dalam perhatian khusus! Purbaya dan Perry telah menyepakati dua jurus penting untuk menjaga stabilitas Rupiah. Dua langkah strategis tersebut adalah: 1. Meningkatkan daya tarik imbal hasil agar investor asing kembali tertarik membeli SBN dan saham. 2. Menjaga likuiditas perbankan melalui pengelolaan kas pemerintah di Bank Indonesia (BI). Apakah langkah ini cukup ampuh untuk menahan pelemahan Rupiah menurut kalian? Mari diskusikan di kolom komentar! 👇 Sumber : TWS NEWS   #kontencom #kontencomxtws #CapCut #purbaya", "post_id": "7648853298753146133"}}, {"key": "riwayat_clipper", "attributes": {"label": "riwayat_clipper", "x": 510.8703125073937, "y": 929.7283888494189, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6018, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7649591667590204680", "id": "riwayat_clipper", "source": "tiktok-000001", "content": "Wakil Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis kebijakan kewajiban penempatan 100% Devisa Hasil Ekspor (DHE SDA) di dalam negeri melalui PP No. 21 Tahun 2026 akan mendukung penguatan rupiah mulai akhir Juni 2026. Meski demikian, efektivitas kebijakan ini masih perlu dibuktikan melalui realisasi arus DHE dan implementasi di lapangan. Jika berjalan optimal, peningkatan likuiditas dolar domestik berpotensi menguntungkan sektor perbankan, khususnya bank Himbara. Sebaliknya, sejumlah emiten berbasis SDA dapat menghadapi tekanan likuiditas jangka pendek. Investor disarankan mencermati realisasi DHE SDA, langkah stabilisasi Bank Indonesia, serta arah kebijakan global sebagai faktor utama yang memengaruhi pergerakan pasar dan nilai tukar rupiah. sumber info👇   #kontencomxsuli #kontencom", "post_id": "7649591667590204680"}}, {"key": "clipper.digital.id", "attributes": {"label": "clipper.digital.id", "x": 43.59827752468615, "y": 111.30694308375344, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6018, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7648605301561675015", "id": "clipper.digital.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Purbaya Yudhi Sadewa (LPS) dan Perry Warjiyo (BI) baru aja menyepakati sinergi kuat untuk menjaga stabilitas mata uang kita tercinta. ​Nggak tanggung-tanggung, ada 2 JURUS TERBARU yang disiapkan pemerintah demi menahan guncangan eksternal global terhadap Rupiah. ​Kenapa kolaborasi BI & LPS ini penting banget buat kita? 1️⃣ Menjaga Kepercayaan Pasar: Kolaborasi ini bikin investor asing gak gampang kabur dan tetap percaya dengan fundamental ekonomi Indonesia. 2️⃣ Stabilisasi Likuiditas Perbankan: Biar perbankan dalam negeri tetap kokoh menopang kredit dan suku bunga gak langsung meroket tajam. ​Intinya, pemerintah lagi pasang badan nih biar efek domino pelemahan kurs gak sampai bikin harga barang-barang di pasar melonjak drastis.  ​Pembahasan detail mengenai isi dari 2 jurus tersebut bisa kamu cek langsung di slide berikutnya ya! 🧐 ​👇 Gimana menurut kamu? Apakah kebijakan ini bakal efektif bikin Rupiah perkasa lagi? Tulis opini kamu di kolom komentar! #kontencom #kontencomxtws #fyp", "post_id": "7648605301561675015"}}, {"key": "Kontencom", "attributes": {"label": "Kontencom", "x": 472.61056626797125, "y": 826.5623403158559, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.4076, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7648605301561675015", "id": "Kontencom", "source": "tiktok-000001", "content": "Purbaya Yudhi Sadewa (LPS) dan Perry Warjiyo (BI) baru aja menyepakati sinergi kuat untuk menjaga stabilitas mata uang kita tercinta. ​Nggak tanggung-tanggung, ada 2 JURUS TERBARU yang disiapkan pemerintah demi menahan guncangan eksternal global terhadap Rupiah. ​Kenapa kolaborasi BI & LPS ini penting banget buat kita? 1️⃣ Menjaga Kepercayaan Pasar: Kolaborasi ini bikin investor asing gak gampang kabur dan tetap percaya dengan fundamental ekonomi Indonesia. 2️⃣ Stabilisasi Likuiditas Perbankan: Biar perbankan dalam negeri tetap kokoh menopang kredit dan suku bunga gak langsung meroket tajam. ​Intinya, pemerintah lagi pasang badan nih biar efek domino pelemahan kurs gak sampai bikin harga barang-barang di pasar melonjak drastis.  ​Pembahasan detail mengenai isi dari 2 jurus tersebut bisa kamu cek langsung di slide berikutnya ya! 🧐 ​👇 Gimana menurut kamu? Apakah kebijakan ini bakal efektif bikin Rupiah perkasa lagi? Tulis opini kamu di kolom komentar! #kontencom #kontencomxtws #fyp", "post_id": "7648605301561675015"}}, {"key": "reformasi.co.id", "attributes": {"label": "reformasi.co.id", "x": 255.8323232481583, "y": 708.0022844406833, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6018, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7550565660712078597", "id": "reformasi.co.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah menempatkan dana negara sebesar Rp200 triliun dalam bentuk deposito di lima bank pelat merah tanpa memberikan arahan khusus terkait penyalurannya. Kebijakan ini, menurutnya, dimaksudkan agar para direktur utama bank terdorong mencari peluang investasi yang produktif. “Para direktur bank itu orang-orang pintar. Selama ini mereka malas saja dan cenderung bermain aman, hanya menaruh dana di tempat yang minim risiko tapi tetap menghasilkan keuntungan besar. Dengan adanya dana Rp200 triliun ini, mereka dipaksa berpikir lebih jauh,” ujar Purbaya usai rapat dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Kantor DJP, Jakarta Selatan, Selasa (16/9/2025). Ia menambahkan, mekanisme berbasis pasar (market based) akan membuat bank-bank tersebut berlomba mencari proyek yang memberikan imbal hasil tinggi sekaligus aman. Dampaknya, lanjut Purbaya, akan terlihat pada sisi permintaan dan penawaran di pasar keuangan. Dengan likuiditas yang meningkat, suku bunga pinjaman diharapkan menurun, sehingga masyarakat lebih berani mengajukan kredit. “Jika permintaan dan penawaran tumbuh bersamaan tanpa menimbulkan overheating, maka injeksi dana ini akan menggerakkan perekonomian,” kata Purbaya. Menurut dia, skema deposito tersebut pada dasarnya merupakan instrumen kebijakan moneter. Pemerintah tetap memperoleh bunga dari penempatan dana itu, sehingga bank tidak bisa membiarkannya mengendap tanpa dimanfaatkan. “Saya paksa sistem bekerja. Kalau dana ini tidak dipakai, bank tetap harus membayar bunga kepada pemerintah,” tegasnya. Kebijakan ini sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 276 Tahun 2025 mengenai penempatan uang negara untuk mendukung program pemerintah dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Imbal hasil yang diberikan ditetapkan sebesar 80,476 persen dari suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Dengan BI rate berada di level 5 persen, pemerintah akan memperoleh bunga sekitar 4 persen dari dana deposito tersebut. Lima bank penerima dana pemerintah adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Rinciannya, BRI, BNI, dan Mandiri masing-masing menerima Rp55 triliun, BTN memperoleh Rp25 triliun, sedangkan BSI mendapatkan Rp10 triliun.", "post_id": "7550565660712078597"}}, {"key": "viamedianetwork", "attributes": {"label": "viamedianetwork", "x": 215.59606482710336, "y": 418.5430060160187, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.2134, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7550565660712078597", "id": "viamedianetwork", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah menempatkan dana negara sebesar Rp200 triliun dalam bentuk deposito di lima bank pelat merah tanpa memberikan arahan khusus terkait penyalurannya. Kebijakan ini, menurutnya, dimaksudkan agar para direktur utama bank terdorong mencari peluang investasi yang produktif. “Para direktur bank itu orang-orang pintar. Selama ini mereka malas saja dan cenderung bermain aman, hanya menaruh dana di tempat yang minim risiko tapi tetap menghasilkan keuntungan besar. Dengan adanya dana Rp200 triliun ini, mereka dipaksa berpikir lebih jauh,” ujar Purbaya usai rapat dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Kantor DJP, Jakarta Selatan, Selasa (16/9/2025). Ia menambahkan, mekanisme berbasis pasar (market based) akan membuat bank-bank tersebut berlomba mencari proyek yang memberikan imbal hasil tinggi sekaligus aman. Dampaknya, lanjut Purbaya, akan terlihat pada sisi permintaan dan penawaran di pasar keuangan. Dengan likuiditas yang meningkat, suku bunga pinjaman diharapkan menurun, sehingga masyarakat lebih berani mengajukan kredit. “Jika permintaan dan penawaran tumbuh bersamaan tanpa menimbulkan overheating, maka injeksi dana ini akan menggerakkan perekonomian,” kata Purbaya. Menurut dia, skema deposito tersebut pada dasarnya merupakan instrumen kebijakan moneter. Pemerintah tetap memperoleh bunga dari penempatan dana itu, sehingga bank tidak bisa membiarkannya mengendap tanpa dimanfaatkan. “Saya paksa sistem bekerja. Kalau dana ini tidak dipakai, bank tetap harus membayar bunga kepada pemerintah,” tegasnya. Kebijakan ini sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 276 Tahun 2025 mengenai penempatan uang negara untuk mendukung program pemerintah dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Imbal hasil yang diberikan ditetapkan sebesar 80,476 persen dari suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Dengan BI rate berada di level 5 persen, pemerintah akan memperoleh bunga sekitar 4 persen dari dana deposito tersebut. Lima bank penerima dana pemerintah adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Rinciannya, BRI, BNI, dan Mandiri masing-masing menerima Rp55 triliun, BTN memperoleh Rp25 triliun, sedangkan BSI mendapatkan Rp10 triliun.", "post_id": "7550565660712078597"}}, {"key": "bagus_reza8", "attributes": {"label": "bagus_reza8", "x": 216.6318501220401, "y": 383.11593772584473, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6018, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7638587629151210770", "id": "bagus_reza8", "source": "tiktok-000001", "content": "Waspada Penipuan Dana Hibah: Wajah Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Dicatut Lewat Teknologi Deepfake AI ​Penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam bentuk video deepfake ditemukan tengah marak di platform media sosial TikTok. Konten tersebut secara ilegal mencatut wajah Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, untuk menyebarkan informasi palsu terkait program \"Bantuan Dana Hibah\" yang mengatasnamakan Bank BRI. ​Berdasarkan penelusuran digital pada akun , pelaku mengunggah rangkaian video hasil rekayasa AI yang menjanjikan pencairan dana hibah dalam jumlah besar kepada masyarakat. Untuk melancarkan aksinya, pelaku mengarahkan korban ke jalur komunikasi pribadi. ​Detail Temuan dan Modus Operandi Penipuan: ​Identitas Akun: Pelaku beroperasi melalui akun TikTok dengan nama  yang secara spesifik menawarkan bantuan dana hibah  ​Kontak Pendaftaran Fiktif: Masyarakat diminta waspada terhadap nomor WhatsApp 0878-8911-3292-0 yang digunakan pelaku sebagai pusat pendaftaran palsu. ​Manipulasi Visual: Video menunjukkan kejanggalan pada sinkronisasi suara dan gerak bibir.  ​Skema Penipuan: Modus ini menjanjikan bantuan dana instan guna memancing masyarakat untuk menghubungi nomor WhatsApp tersebut, yang berujung pada potensi tindak penipuan materiil maupun penyalahgunaan dokumen identitas. ​\"Bantuan Dana Hibah\" sebagaimana yang dinarasikan dalam video tersebut adalah tidak benar atau hoaks. Segala bentuk penyaluran dana bantuan pemerintah atau program perbankan memiliki prosedur resmi melalui birokrasi negara dan kantor cabang bank, bukan melalui pesan instan WhatsApp atau akun media sosial pribadi. ​Masyarakat diminta untuk berhati-hati terhadap narasi video yang menawarkan bantuan cuma-cuma dengan mencatut nama pejabat negara. Pastikan untuk selalu melakukan verifikasi melalui akun resmi pemerintah atau bank yang telah memiliki tanda verifikasi (centang biru).", "post_id": "7638587629151210770"}}, {"key": "bantuan.dana.hibah183", "attributes": {"label": "bantuan.dana.hibah183", "x": 599.2285186753306, "y": 639.8944820521675, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.2134, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "7638587629151210770", "id": "bantuan.dana.hibah183", "source": "tiktok-000001", "content": "Waspada Penipuan Dana Hibah: Wajah Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Dicatut Lewat Teknologi Deepfake AI ​Penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam bentuk video deepfake ditemukan tengah marak di platform media sosial TikTok. Konten tersebut secara ilegal mencatut wajah Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, untuk menyebarkan informasi palsu terkait program \"Bantuan Dana Hibah\" yang mengatasnamakan Bank BRI. ​Berdasarkan penelusuran digital pada akun , pelaku mengunggah rangkaian video hasil rekayasa AI yang menjanjikan pencairan dana hibah dalam jumlah besar kepada masyarakat. Untuk melancarkan aksinya, pelaku mengarahkan korban ke jalur komunikasi pribadi. ​Detail Temuan dan Modus Operandi Penipuan: ​Identitas Akun: Pelaku beroperasi melalui akun TikTok dengan nama  yang secara spesifik menawarkan bantuan dana hibah  ​Kontak Pendaftaran Fiktif: Masyarakat diminta waspada terhadap nomor WhatsApp 0878-8911-3292-0 yang digunakan pelaku sebagai pusat pendaftaran palsu. ​Manipulasi Visual: Video menunjukkan kejanggalan pada sinkronisasi suara dan gerak bibir.  ​Skema Penipuan: Modus ini menjanjikan bantuan dana instan guna memancing masyarakat untuk menghubungi nomor WhatsApp tersebut, yang berujung pada potensi tindak penipuan materiil maupun penyalahgunaan dokumen identitas. ​\"Bantuan Dana Hibah\" sebagaimana yang dinarasikan dalam video tersebut adalah tidak benar atau hoaks. Segala bentuk penyaluran dana bantuan pemerintah atau program perbankan memiliki prosedur resmi melalui birokrasi negara dan kantor cabang bank, bukan melalui pesan instan WhatsApp atau akun media sosial pribadi. ​Masyarakat diminta untuk berhati-hati terhadap narasi video yang menawarkan bantuan cuma-cuma dengan mencatut nama pejabat negara. Pastikan untuk selalu melakukan verifikasi melalui akun resmi pemerintah atau bank yang telah memiliki tanda verifikasi (centang biru).", "post_id": "7638587629151210770"}}, {"key": "indonesiabercerita.id", "attributes": {"label": "indonesiabercerita.id", "x": 531.4712293274622, "y": 345.0926294202065, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6018, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7638581607267421448", "id": "indonesiabercerita.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Waspada Penipuan Dana Hibah!!! Wajah Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Dicatut Lewat Teknologi Deepfake AI ​Penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam bentuk video deepfake ditemukan tengah marak di platform media sosial TikTok. Konten tersebut secara ilegal mencatut wajah Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, untuk menyebarkan informasi palsu terkait program \"Bantuan Dana Hibah\" yang mengatasnamakan Bank BRI. ​Berdasarkan penelusuran digital pada akun , pelaku mengunggah rangkaian video hasil rekayasa AI yang menjanjikan pencairan dana hibah dalam jumlah besar kepada masyarakat. Untuk melancarkan aksinya, pelaku mengarahkan korban ke jalur komunikasi pribadi. ​Detail Temuan dan Modus Operandi Penipuan: ​Identitas Akun: Pelaku beroperasi melalui akun TikTok dengan nama  yang secara spesifik menawarkan bantuan dana hibah  ​Kontak Pendaftaran Fiktif: Masyarakat diminta waspada terhadap nomor WhatsApp 0878-8911-3292-0 yang digunakan pelaku sebagai pusat pendaftaran palsu. ​Manipulasi Visual: Video menunjukkan kejanggalan pada sinkronisasi suara dan gerak bibir.  ​Skema Penipuan: Modus ini menjanjikan bantuan dana instan guna memancing masyarakat untuk menghubungi nomor WhatsApp tersebut, yang berujung pada potensi tindak penipuan materiil maupun penyalahgunaan dokumen identitas. ​\"Bantuan Dana Hibah\" sebagaimana yang dinarasikan dalam video tersebut adalah tidak benar atau hoaks. Segala bentuk penyaluran dana bantuan pemerintah atau program perbankan memiliki prosedur resmi melalui birokrasi negara dan kantor cabang bank, bukan melalui pesan instan WhatsApp atau akun media sosial pribadi. ​Masyarakat diminta untuk berhati-hati terhadap narasi video yang menawarkan bantuan cuma-cuma dengan mencatut nama pejabat negara. Pastikan untuk selalu melakukan verifikasi melalui akun resmi pemerintah atau bank yang telah memiliki tanda verifikasi (centang biru). #xybca #purbaya #bri #viral #fyp", "post_id": "7638581607267421448"}}, {"key": "reyy16_8", "attributes": {"label": "reyy16_8", "x": 403.69655905536706, "y": 447.3597611289656, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6018, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7643715710501358855", "id": "reyy16_8", "source": "tiktok-000001", "content": "Skenario suram untuk rupiah keluar dari kalangan analis pasar di tengah polemik kebijakan ekspor SDA satu pintu. Kartika Sutandi (Tjoe Ay), Founder & CMO Jarvis Asset Management, memperingatkan rupiah berpotensi anjlok tembus Rp25.000/USD kalau implementasi Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) tidak berjalan baik. Pernyataan ini disampaikan di Stock Idea Festival, Jakarta, Sabtu (23/5/2026). Tiga risiko utama: kebijakan terlalu terburu-buru, pelanggan asing bisa kabur ke negara lain yang fleksibel, dan perlambatan penyesuaian jual-beli saat dialihkan ke DSI. Kalau revenue dolar AS jeblok, S&P dan Moody’s bisa turunkan peringkat kredit RI, yang bikin rupiah makin tertekan. Buat masyarakat RI, skenario Rp25.000 ini bukan prediksi pasti tapi worst case scenario, dengan potensi pelemahan 41% dari level Rp17.700 sekarang. Kalau benar terjadi, harga BBM, kedelai, gandum, HP, dan barang impor bisa melonjak. Buat investor, momentum diversifikasi ke aset tahan kurs seperti emas, properti, atau saham eksportir punya revenue dolar. Tapi pemerintah sudah keluar paket lengkap: BI Rate naik 50 bps, Purbaya suntik Rp2 T/hari, DHE SDA 100% repatriasi 1 Juni, dan transaksi LCT naik 309%. Sukses tidaknya skenario buruk ini tergantung implementasi DSI di lapangan. \"Sumber: TWS News\"  #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7643715710501358855"}}, {"key": "IDXChannelcom", "attributes": {"label": "IDXChannelcom", "x": 812.2995601688835, "y": 174.7932956074951, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6018, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1481370480453435", "id": "IDXChannelcom", "source": "facebook-000001", "content": "Pemberlakuan regulasi anyar terkait Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) yang resmi berjalan mulai hari ini, Senin (1/6/2026), diproyeksikan menjadi angin segar bagi industri perbankan nasional. \n\nKebijakan penempatan dana di dalam negeri ini diyakini akan menjadi katalis positif, terutama bagi bank-bank yang bernaung di bawah Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai implementasi aturan ini akan mendongkrak likuiditas perbankan domestik secara masif. Mengalirnya tambahan devisa dari para eksportir ke dalam rekening khusus di bank nasional, khususnya yang berbasis valuta asing (valas), secara otomatis bakal mempertebal posisi kas serta memperkuat kapasitas intermediasi lembaga keuangan pelat merah.\n\n\"Dia akan punya dolar banyak, punya cash banyak. Kalau di financial market kadang-kadang ada istilah cash is king,\" ujar Purbaya dalam Konferensi Pers di Gedung Danantara, Minggu (31/5/2026).\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/economics/aturan-baru-dhe-sda-berlaku-likuiditas-valas-bank-himbara-bakal-banjir-dana-ekspor\n\nAtau klik link di Bio \n\nFoto: Istimewa\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #dhe #sda #likuiditas #ekspor", "post_id": "432781620563594_1481370480453435"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 648.1495134206529, "y": 140.07320023347148, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6018, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "9uNjipzjLA0", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Paparkan Menkeu Purbaya Soal APBN Edisi Juni 2026, Ungkap Kondisi Ekonomi - Inflasi Terkini\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan perkembangan terkini perekonomian nasional dalam agenda APBN Kita Edisi Juni 2026.\n\nDalam paparannya, Purbaya menyampaikan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), kondisi ekonomi global, perkembangan inflasi, nilai tukar rupiah, investasi, hingga kinerja sektor keuangan nasional sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara.\n\nPurbaya menjelaskan bahwa perekonomian Indonesia masih menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah dinamika global.\n\nInflasi Mei 2026 tercatat sebesar 3,08 persen dan masih berada dalam rentang target pemerintah dan Bank Indonesia.\n\nSelain itu, aktivitas manufaktur kembali memasuki fase ekspansi, surplus neraca perdagangan terus berlanjut, serta arus modal asing mulai menunjukkan tren positif terutama pada instrumen surat berharga negara.\n\nDalam kesempatan tersebut, Purbaya juga memaparkan kinerja APBN hingga Mei 2026 yang menunjukkan perbaikan signifikan.\n\nPemerintah optimistis berbagai indikator ekonomi, termasuk konsumsi masyarakat, pertumbuhan kredit perbankan, dan investasi, dapat menjadi modal kuat untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2026 hingga memasuki tahun 2027.\n\nProduser: Prayogi Haro\nEditor: Joshua\n\n\n\n#breakingnews #purbaya #menkeu #apbnkita \n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "9uNjipzjLA0"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 433.73605430476823, "y": 268.3434694244929, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.0047, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "9uNjipzjLA0", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Paparkan Menkeu Purbaya Soal APBN Edisi Juni 2026, Ungkap Kondisi Ekonomi - Inflasi Terkini\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan perkembangan terkini perekonomian nasional dalam agenda APBN Kita Edisi Juni 2026.\n\nDalam paparannya, Purbaya menyampaikan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), kondisi ekonomi global, perkembangan inflasi, nilai tukar rupiah, investasi, hingga kinerja sektor keuangan nasional sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara.\n\nPurbaya menjelaskan bahwa perekonomian Indonesia masih menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah dinamika global.\n\nInflasi Mei 2026 tercatat sebesar 3,08 persen dan masih berada dalam rentang target pemerintah dan Bank Indonesia.\n\nSelain itu, aktivitas manufaktur kembali memasuki fase ekspansi, surplus neraca perdagangan terus berlanjut, serta arus modal asing mulai menunjukkan tren positif terutama pada instrumen surat berharga negara.\n\nDalam kesempatan tersebut, Purbaya juga memaparkan kinerja APBN hingga Mei 2026 yang menunjukkan perbaikan signifikan.\n\nPemerintah optimistis berbagai indikator ekonomi, termasuk konsumsi masyarakat, pertumbuhan kredit perbankan, dan investasi, dapat menjadi modal kuat untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2026 hingga memasuki tahun 2027.\n\nProduser: Prayogi Haro\nEditor: Joshua\n\n\n\n#breakingnews #purbaya #menkeu #apbnkita \n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "9uNjipzjLA0"}}, {"key": "@merdekadotcom", "attributes": {"label": "@merdekadotcom", "x": 960.3245792125979, "y": 490.4198188422033, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6018, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "DjeXavCeEkE", "id": "@merdekadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "Tegas Menkeu Purbaya Lawan Balik Tudingan Ekonomi RI Resesi: Saya Bingung, Uang Kita Cukup!\n\nMERDEKA.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menggelar konferensi pers terkaini APBNKITA pada Jumat, 5 Juni 2026. Pembahasan terakit kondisi ekonomi Indonesia terkini.\n\nPurbaya juga merasa bingung mendengar banyak kabar di luar yang menyebut ekonomi Indonesia diprediksi menuju resesi.\n\n\"Jadi ini yang saya agak bingung. Kenapa ada cerita bahwa kita ekonominya menuju resesi ketika stimulus di ekonomi cukup, uang cukup, dan pertumbuhan kredit juga cukup,\" ujarnya.\n\n----\n#merdekadotcom\n\nProduced by https://www.merdeka.com\n\n----\nMORE VIDEOS: \nYoutube ►    / merdekadotcom  \nVidio ► https://www.vidio.com/\nWhatsApp Channel ►  https://whatsapp.com/channel/0029Va2a...\nTwitter ►   / merdekadotcom  \nFacebook ►   / mdkcom  \nTelegram ► https://t.me/merdekacomnewsupdate", "post_id": "DjeXavCeEkE"}}, {"key": "merdeka", "attributes": {"label": "merdeka", "x": 250.03374968747337, "y": 726.461696511204, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.4076, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "DjeXavCeEkE", "id": "merdeka", "source": "youtube-000001", "content": "Tegas Menkeu Purbaya Lawan Balik Tudingan Ekonomi RI Resesi: Saya Bingung, Uang Kita Cukup!\n\nMERDEKA.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menggelar konferensi pers terkaini APBNKITA pada Jumat, 5 Juni 2026. Pembahasan terakit kondisi ekonomi Indonesia terkini.\n\nPurbaya juga merasa bingung mendengar banyak kabar di luar yang menyebut ekonomi Indonesia diprediksi menuju resesi.\n\n\"Jadi ini yang saya agak bingung. Kenapa ada cerita bahwa kita ekonominya menuju resesi ketika stimulus di ekonomi cukup, uang cukup, dan pertumbuhan kredit juga cukup,\" ujarnya.\n\n----\n#merdekadotcom\n\nProduced by https://www.merdeka.com\n\n----\nMORE VIDEOS: \nYoutube ►    / merdekadotcom  \nVidio ► https://www.vidio.com/\nWhatsApp Channel ►  https://whatsapp.com/channel/0029Va2a...\nTwitter ►   / merdekadotcom  \nFacebook ►   / mdkcom  \nTelegram ► https://t.me/merdekacomnewsupdate", "post_id": "DjeXavCeEkE"}}, {"key": "@trijayafm", "attributes": {"label": "@trijayafm", "x": 392.1855066056775, "y": 349.176137632818, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6018, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ZQi6yq7fMx0", "id": "@trijayafm", "source": "youtube-000001", "content": "Kelakar Purbaya ke Media: Lebih Menarik Menteri Keuangan Mundur daripada Keuangan Himbara Cukup\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bercanda menyoroti pemberitaan yang kemarin sempat viral. Ia menyebut, media tampak lebih tertarik dengan berita menteri keuangan mundur dibandingkan melaporkan bahwa kondisi keuangan dan kredit di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) tetap aman | iNews Terkini\n\n\nBagaimana menurut Anda? \nYuk komen / live chat ya \n\nCek juga\nInstagram   / mnctrijayafm   \nTiktok   / mnctrijaya  \nAudio streaming https://www.mnctrijaya.com/ \nSelengkapnya di https://www.inews.id/news\nBoleh bantu subscribe ya  ⁨\n\n#news #Prabowo #Jokowi #Iran", "post_id": "ZQi6yq7fMx0"}}, {"key": "trijaya", "attributes": {"label": "trijaya", "x": 866.3077873428695, "y": 942.626628232958, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.2134, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ZQi6yq7fMx0", "id": "trijaya", "source": "youtube-000001", "content": "Kelakar Purbaya ke Media: Lebih Menarik Menteri Keuangan Mundur daripada Keuangan Himbara Cukup\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bercanda menyoroti pemberitaan yang kemarin sempat viral. Ia menyebut, media tampak lebih tertarik dengan berita menteri keuangan mundur dibandingkan melaporkan bahwa kondisi keuangan dan kredit di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) tetap aman | iNews Terkini\n\n\nBagaimana menurut Anda? \nYuk komen / live chat ya \n\nCek juga\nInstagram   / mnctrijayafm   \nTiktok   / mnctrijaya  \nAudio streaming https://www.mnctrijaya.com/ \nSelengkapnya di https://www.inews.id/news\nBoleh bantu subscribe ya  ⁨\n\n#news #Prabowo #Jokowi #Iran", "post_id": "ZQi6yq7fMx0"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "attributes": {"label": "@TribunnewsSurya", "x": 777.7217401740648, "y": 858.6336216463641, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6018, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Zfbsij6OU5M", "id": "@TribunnewsSurya", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Bingung Kenapa Ada Cerita Indonesia Menuju Resesi: Uang Kita Cukup Terkendali\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo: Kementerian Keuangan\nUploader: Teguh Wahyudi\n\nSURYA.CO.ID, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku heran dengan banyaknya pihak yang mengatakan bahwa ekonomi Indonesia menuju krisis. Menurutnya, hal ini tidak berdasar, karena dirinya melihat langsung denyut ekonomi masyarakat masih aktif.\n\nIa menegaskan aktivitas ekonomi domestik masih terjaga di tengah berbagai sentimen negatif yang beredar di ruang publik.\n“Jadi ini yang saya agak bingung. Kenapa ada cerita bahwa kita ekonominya menuju resesi ketika stimulus di ekonomi cukup, uang cukup, dan pertumbuhan kredit juga cukup,” kata Purbaya, dalam Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Juni 2026, Jumat (5/6/2026). \n\n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "Zfbsij6OU5M"}}, {"key": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "tribunnewssurya", "x": 897.5833003183419, "y": 260.23427886284355, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.2134, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Zfbsij6OU5M", "id": "tribunnewssurya", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Bingung Kenapa Ada Cerita Indonesia Menuju Resesi: Uang Kita Cukup Terkendali\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo: Kementerian Keuangan\nUploader: Teguh Wahyudi\n\nSURYA.CO.ID, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku heran dengan banyaknya pihak yang mengatakan bahwa ekonomi Indonesia menuju krisis. Menurutnya, hal ini tidak berdasar, karena dirinya melihat langsung denyut ekonomi masyarakat masih aktif.\n\nIa menegaskan aktivitas ekonomi domestik masih terjaga di tengah berbagai sentimen negatif yang beredar di ruang publik.\n“Jadi ini yang saya agak bingung. Kenapa ada cerita bahwa kita ekonominya menuju resesi ketika stimulus di ekonomi cukup, uang cukup, dan pertumbuhan kredit juga cukup,” kata Purbaya, dalam Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Juni 2026, Jumat (5/6/2026). \n\n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "Zfbsij6OU5M"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 418.3075692889194, "y": 54.553290238539496, "size": 13.86, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6018, "eigenvector": 121.7406, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "OapBVqfHTD0", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Bantah Rumor S&P Turunkan Peringkat Utang Indonesia | MILENOMICS\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah rumor yang menyebut S&P Global Ratings akan menurunkan peringkat utang Indonesia. Purbaya menegaskan kondisi fiskal nasional masih kuat dan menyebut pertemuan dengan S&P baru dijadwalkan berlangsung pada Rabu malam. Di tengah spekulasi yang sempat menekan IHSG dan rupiah, S&P justru memberikan peringkat kredit BBB dengan outlook stabil kepada PT Danantara Investment Management, sejalan dengan peringkat kredit sovereign Indonesia.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "OapBVqfHTD0"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 446.50616315760584, "y": 879.9966954894692, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8043, "eigenvector": 134.5218, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "OapBVqfHTD0", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Bantah Rumor S&P Turunkan Peringkat Utang Indonesia | MILENOMICS\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah rumor yang menyebut S&P Global Ratings akan menurunkan peringkat utang Indonesia. Purbaya menegaskan kondisi fiskal nasional masih kuat dan menyebut pertemuan dengan S&P baru dijadwalkan berlangsung pada Rabu malam. Di tengah spekulasi yang sempat menekan IHSG dan rupiah, S&P justru memberikan peringkat kredit BBB dengan outlook stabil kepada PT Danantara Investment Management, sejalan dengan peringkat kredit sovereign Indonesia.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "OapBVqfHTD0"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 898.8126441612823, "y": 187.85222365385258, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8043, "eigenvector": 134.5218, "in_degree": 8, "out_degree": 0, "degree": 8}, "_id": "OapBVqfHTD0", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Bantah Rumor S&P Turunkan Peringkat Utang Indonesia | MILENOMICS\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah rumor yang menyebut S&P Global Ratings akan menurunkan peringkat utang Indonesia. Purbaya menegaskan kondisi fiskal nasional masih kuat dan menyebut pertemuan dengan S&P baru dijadwalkan berlangsung pada Rabu malam. Di tengah spekulasi yang sempat menekan IHSG dan rupiah, S&P justru memberikan peringkat kredit BBB dengan outlook stabil kepada PT Danantara Investment Management, sejalan dengan peringkat kredit sovereign Indonesia.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "OapBVqfHTD0"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 793.4780386404283, "y": 31.102824812059726, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8043, "eigenvector": 134.5218, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "OapBVqfHTD0", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Bantah Rumor S&P Turunkan Peringkat Utang Indonesia | MILENOMICS\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah rumor yang menyebut S&P Global Ratings akan menurunkan peringkat utang Indonesia. Purbaya menegaskan kondisi fiskal nasional masih kuat dan menyebut pertemuan dengan S&P baru dijadwalkan berlangsung pada Rabu malam. Di tengah spekulasi yang sempat menekan IHSG dan rupiah, S&P justru memberikan peringkat kredit BBB dengan outlook stabil kepada PT Danantara Investment Management, sejalan dengan peringkat kredit sovereign Indonesia.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "OapBVqfHTD0"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 527.6908636632342, "y": 250.93688344964193, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8043, "eigenvector": 134.5218, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "OapBVqfHTD0", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Bantah Rumor S&P Turunkan Peringkat Utang Indonesia | MILENOMICS\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah rumor yang menyebut S&P Global Ratings akan menurunkan peringkat utang Indonesia. Purbaya menegaskan kondisi fiskal nasional masih kuat dan menyebut pertemuan dengan S&P baru dijadwalkan berlangsung pada Rabu malam. Di tengah spekulasi yang sempat menekan IHSG dan rupiah, S&P justru memberikan peringkat kredit BBB dengan outlook stabil kepada PT Danantara Investment Management, sejalan dengan peringkat kredit sovereign Indonesia.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "OapBVqfHTD0"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 980.2077738155817, "y": 981.6965360638699, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8043, "eigenvector": 134.5218, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "OapBVqfHTD0", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Bantah Rumor S&P Turunkan Peringkat Utang Indonesia | MILENOMICS\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah rumor yang menyebut S&P Global Ratings akan menurunkan peringkat utang Indonesia. Purbaya menegaskan kondisi fiskal nasional masih kuat dan menyebut pertemuan dengan S&P baru dijadwalkan berlangsung pada Rabu malam. Di tengah spekulasi yang sempat menekan IHSG dan rupiah, S&P justru memberikan peringkat kredit BBB dengan outlook stabil kepada PT Danantara Investment Management, sejalan dengan peringkat kredit sovereign Indonesia.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "OapBVqfHTD0"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 278.72997916820066, "y": 307.83641806977823, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6018, "eigenvector": 134.5218, "in_degree": 0, "out_degree": 21, "degree": 21}, "_id": "J_QYp0UzbUg", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Bantah Rumor S&P Turunkan Peringkat Utang Indonesia | IDXC UPDATE\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah rumor yang menyebut S&P Global Ratings akan menurunkan peringkat utang Indonesia. Purbaya menegaskan kondisi fiskal nasional masih kuat dan menyebut pertemuan dengan S&P baru dijadwalkan berlangsung pada Rabu malam. Di tengah spekulasi yang sempat menekan IHSG dan rupiah, S&P justru memberikan peringkat kredit BBB dengan outlook stabil kepada PT Danantara Investment Management, sejalan dengan peringkat kredit sovereign Indonesia.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "J_QYp0UzbUg"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 782.0719771266247, "y": 805.3531638367875, "size": 9.3, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.869, "eigenvector": 70.6156, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "J_QYp0UzbUg", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Bantah Rumor S&P Turunkan Peringkat Utang Indonesia | IDXC UPDATE\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah rumor yang menyebut S&P Global Ratings akan menurunkan peringkat utang Indonesia. Purbaya menegaskan kondisi fiskal nasional masih kuat dan menyebut pertemuan dengan S&P baru dijadwalkan berlangsung pada Rabu malam. Di tengah spekulasi yang sempat menekan IHSG dan rupiah, S&P justru memberikan peringkat kredit BBB dengan outlook stabil kepada PT Danantara Investment Management, sejalan dengan peringkat kredit sovereign Indonesia.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "J_QYp0UzbUg"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 728.9195007432413, "y": 445.35081468140146, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6018, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "8sMgnmVne-Q", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Respons Rupiah Tembus Rp17 800 per Dolar: Tak Masuk Akal, Fundamental Ekonomi Kita Bagus\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Nilai tukar rupiah makin jatuh hingga ke level Rp17.800 per dolar AS.\n\nMeski rupiah terus mengalami tekanan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis ke depan rupiah bakal tetap terkendali.\n\nSaat ditanyai hasil simulasi \"stress test\" Kementerian Keuangan untuk pelemahan rupiah, Purbaya tekankan Kemenkeu sudah berhitung dengan matang. Termasuk dengan mempertimbangkan harga minyak dunia yang terus melonjak.\n\nPurbaya menambahkan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya agar gejolak rupiah tetap terkendali. Salah satunya melalui intervensi di pasar obligasi.\n\nMenanggapi rupiah yang terus melemah terhadap dolar Amerika, Purbaya bilang hal itu tidak masuk akal karena fundamental ekonomi Indonesia bagus.\n\nUntuk menahan agar rupiah tidak semakin ambruk, pemerintah mengeluarkan aturan tegas per satu Juni mendatang.\n\nMelalui PP Nomor 2 dan 21 Tahun 2026, eksportir sektor sumber daya alam dan nonmigas wajib memarkirkan 100 persen devisa hasil ekspor atau DHE di perbankan dalam negeri. Dolar tersebut wajib dikunci selama 12 bulan.\n\nSehingga, jika dolar di dalam negeri melimpah, maka harga dolar akan turun dan rupiah bisa lebih kuat.\n\nTak hanya dari sisi fiskal, dari sisi moneter, Bank Indonesia juga ikut menyalakan alarm dengan menaikkan suku bunga acuan BI Rate menjadi 5,25 persen.\n\nTujuannya agar para investor asing mau tetap menyimpan uangnya di Indonesia, sekaligus membentengi rupiah dari dampak konflik di Timur Tengah. BI memprediksi rupiah akan kembali menguat pada Juli dan Agustus.\n\nMenanggapi kebijakan pemerintah untuk memperkuat rupiah, ekonom menilai hal itu harus dimulai dari membereskan persoalan dasar, yakni jumlah orang miskin yang semakin bertambah.\n\n#menkeupurbaya #rupiah #dolar\n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "8sMgnmVne-Q"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 83.47606300926158, "y": 865.0022897126709, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.2134, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "8sMgnmVne-Q", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Respons Rupiah Tembus Rp17 800 per Dolar: Tak Masuk Akal, Fundamental Ekonomi Kita Bagus\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Nilai tukar rupiah makin jatuh hingga ke level Rp17.800 per dolar AS.\n\nMeski rupiah terus mengalami tekanan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis ke depan rupiah bakal tetap terkendali.\n\nSaat ditanyai hasil simulasi \"stress test\" Kementerian Keuangan untuk pelemahan rupiah, Purbaya tekankan Kemenkeu sudah berhitung dengan matang. Termasuk dengan mempertimbangkan harga minyak dunia yang terus melonjak.\n\nPurbaya menambahkan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya agar gejolak rupiah tetap terkendali. Salah satunya melalui intervensi di pasar obligasi.\n\nMenanggapi rupiah yang terus melemah terhadap dolar Amerika, Purbaya bilang hal itu tidak masuk akal karena fundamental ekonomi Indonesia bagus.\n\nUntuk menahan agar rupiah tidak semakin ambruk, pemerintah mengeluarkan aturan tegas per satu Juni mendatang.\n\nMelalui PP Nomor 2 dan 21 Tahun 2026, eksportir sektor sumber daya alam dan nonmigas wajib memarkirkan 100 persen devisa hasil ekspor atau DHE di perbankan dalam negeri. Dolar tersebut wajib dikunci selama 12 bulan.\n\nSehingga, jika dolar di dalam negeri melimpah, maka harga dolar akan turun dan rupiah bisa lebih kuat.\n\nTak hanya dari sisi fiskal, dari sisi moneter, Bank Indonesia juga ikut menyalakan alarm dengan menaikkan suku bunga acuan BI Rate menjadi 5,25 persen.\n\nTujuannya agar para investor asing mau tetap menyimpan uangnya di Indonesia, sekaligus membentengi rupiah dari dampak konflik di Timur Tengah. BI memprediksi rupiah akan kembali menguat pada Juli dan Agustus.\n\nMenanggapi kebijakan pemerintah untuk memperkuat rupiah, ekonom menilai hal itu harus dimulai dari membereskan persoalan dasar, yakni jumlah orang miskin yang semakin bertambah.\n\n#menkeupurbaya #rupiah #dolar\n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "8sMgnmVne-Q"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 946.861773834516, "y": 110.799417789194, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6018, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "m-8nAfaNook", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Paparkan Strategi Jaga Daya Beli Masyarakat di Komisi XI DPR RI | LAPORAN 8 UPDATE\n\nGarudaTV - Komisi XI DPR RI menggelar rapat kerja bersama Kementerian Keuangan serta Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa, guna membahas laporan kinerja dan evaluasi program kerja lembaga keuangan negara.\n\nRapat yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, tersebut membahas sejumlah capaian kinerja, efektivitas kebijakan fiskal, hingga penguatan stabilitas sektor keuangan nasional di tengah tantangan ekonomi global.\n\nDalam rapat itu, Kementerian Keuangan memaparkan perkembangan realisasi anggaran, strategi menjaga pertumbuhan ekonomi, serta langkah pemerintah dalam mempertahankan daya beli masyarakat. Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan kondisi sektor perbankan nasional yang dinilai masih stabil dan terjaga.\n\nAnggota Komisi XI DPR RI turut memberikan sejumlah catatan terkait pengawasan anggaran, efektivitas program pemerintah, hingga perlunya penguatan mitigasi risiko terhadap gejolak ekonomi global.\n\nRapat kerja tersebut juga menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPR RI terhadap kinerja mitra kerja di sektor keuangan dan fiskal agar tetap berjalan sesuai target dan kebutuhan masyarakat.\n\nKomisi XI DPR RI menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan lembaga keuangan dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, khususnya menghadapi dinamika ekonomi dunia yang terus berkembang.\n\n#komisixi  #dprri  #kemenkeuterpercaya  #purbayayudhisadewa  #rapatkerja  #LaporanKinerja #ekonomiindonesia  #apbn2026  #lps  #beritapolitik   #GarudaTV #Laporan8 \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "m-8nAfaNook"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 960.2585414933781, "y": 115.92477897638076, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.4723, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "m-8nAfaNook", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Paparkan Strategi Jaga Daya Beli Masyarakat di Komisi XI DPR RI | LAPORAN 8 UPDATE\n\nGarudaTV - Komisi XI DPR RI menggelar rapat kerja bersama Kementerian Keuangan serta Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa, guna membahas laporan kinerja dan evaluasi program kerja lembaga keuangan negara.\n\nRapat yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, tersebut membahas sejumlah capaian kinerja, efektivitas kebijakan fiskal, hingga penguatan stabilitas sektor keuangan nasional di tengah tantangan ekonomi global.\n\nDalam rapat itu, Kementerian Keuangan memaparkan perkembangan realisasi anggaran, strategi menjaga pertumbuhan ekonomi, serta langkah pemerintah dalam mempertahankan daya beli masyarakat. Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan kondisi sektor perbankan nasional yang dinilai masih stabil dan terjaga.\n\nAnggota Komisi XI DPR RI turut memberikan sejumlah catatan terkait pengawasan anggaran, efektivitas program pemerintah, hingga perlunya penguatan mitigasi risiko terhadap gejolak ekonomi global.\n\nRapat kerja tersebut juga menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPR RI terhadap kinerja mitra kerja di sektor keuangan dan fiskal agar tetap berjalan sesuai target dan kebutuhan masyarakat.\n\nKomisi XI DPR RI menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan lembaga keuangan dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, khususnya menghadapi dinamika ekonomi dunia yang terus berkembang.\n\n#komisixi  #dprri  #kemenkeuterpercaya  #purbayayudhisadewa  #rapatkerja  #LaporanKinerja #ekonomiindonesia  #apbn2026  #lps  #beritapolitik   #GarudaTV #Laporan8 \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "m-8nAfaNook"}}, {"key": "@OfficialiNews", "attributes": {"label": "@OfficialiNews", "x": 89.08515468448918, "y": 159.0328453629719, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6018, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "ndFPkiYaXrI", "id": "@OfficialiNews", "source": "youtube-000001", "content": "Kelakar Purbaya ke Media: Lebih Menarik Menteri Keuangan Mundur daripada Uang di Himbara Cukup\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bercanda menyoroti pemberitaan yang kemarin sempat viral. Ia menyebut, media tampak lebih tertarik dengan berita menteri keuangan mundur dibandingkan melaporkan bahwa kondisi keuangan dan kredit di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) tetap aman.\n\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\n\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\n#iNews #BeritaTerkini #BreakingNews #BeritaHariIni #BeritaNasional #BeritaIndonesia #BeritaDunia #TerlengkapTercepatTerpercaya", "post_id": "ndFPkiYaXrI"}}, {"key": "officialinews", "attributes": {"label": "officialinews", "x": 465.41928625474935, "y": 207.6066238955412, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.4076, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "ndFPkiYaXrI", "id": "officialinews", "source": "youtube-000001", "content": "Kelakar Purbaya ke Media: Lebih Menarik Menteri Keuangan Mundur daripada Uang di Himbara Cukup\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bercanda menyoroti pemberitaan yang kemarin sempat viral. Ia menyebut, media tampak lebih tertarik dengan berita menteri keuangan mundur dibandingkan melaporkan bahwa kondisi keuangan dan kredit di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) tetap aman.\n\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\n\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\n#iNews #BeritaTerkini #BreakingNews #BeritaHariIni #BeritaNasional #BeritaIndonesia #BeritaDunia #TerlengkapTercepatTerpercaya", "post_id": "ndFPkiYaXrI"}}, {"key": "@V-Today", "attributes": {"label": "@V-Today", "x": 809.9042276557162, "y": 609.5976497194982, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6018, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ip8nTU0jtXY", "id": "@V-Today", "source": "youtube-000001", "content": "Sah! DPR Ketok Palu Revisi UU P2SK, Sistem Keuanga Baru, Kripto hingga Pinjol Jadi Sorotan\n\nJAKARTA, 4 JUNI 2026  – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI resmi menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Persetujuan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR RI yang membahas pengambilan keputusan tingkat II terhadap revisi UU P2SK.\n\nPemerintah menyambut baik keputusan tersebut. Dalam pendapat akhir pemerintah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa revisi UU P2SK menjadi langkah strategis untuk memperkuat sistem keuangan nasional di tengah tantangan ekonomi global yang masih berlangsung.\n\nDalam sambutannya, Purbaya menjelaskan bahwa kondisi ekonomi dunia masih dibayangi ketidakpastian. Konflik geopolitik, gangguan rantai pasok global, dan fluktuasi harga energi masih menjadi tantangan bagi banyak negara.\n\nMeski demikian, Indonesia mampu menjaga stabilitas ekonomi dengan cukup baik. Pertumbuhan ekonomi nasional tetap berada di atas rata-rata negara-negara G20 dan ASEAN. Selain itu, inflasi juga masih terkendali.\n\nMenurut Purbaya, kondisi tersebut harus dijaga melalui penguatan sektor keuangan yang sehat dan berdaya saing.\n\n\"Pemerintah berkomitmen mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan. Karena itu, Indonesia membutuhkan sektor keuangan yang kokoh dan sehat,\" ujar Purbaya dalam Rapat Paripurna DPR RI.\n\nPurbaya menilai reformasi sektor keuangan yang telah dimulai melalui UU P2SK harus terus dilanjutkan. Langkah tersebut penting agar sektor keuangan mampu mendukung kebutuhan pembiayaan pembangunan nasional.\n\nIa menjelaskan bahwa sektor keuangan berfungsi sebagai penggerak utama aktivitas ekonomi. Melalui sektor ini, pembiayaan dapat disalurkan ke berbagai sektor produktif yang menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.\n\nKarena itu, pemerintah ingin memastikan bahwa sistem keuangan Indonesia tetap stabil, transparan, dan mampu bersaing di tingkat internasional.\n\nSelain menjaga stabilitas, pemerintah juga ingin memperluas inklusi keuangan. Dengan begitu, lebih banyak masyarakat dapat mengakses layanan keuangan secara aman dan mudah.\n\nPerubahan UU P2SK tidak hanya bertujuan memperkuat sektor keuangan. Revisi ini juga menjadi tindak lanjut atas putusan Mahkamah Konstitusi yang memerlukan penyesuaian sejumlah ketentuan dalam undang-undang sebelumnya.\n\nPemerintah bersama DPR kemudian melakukan pembahasan secara intensif dengan melibatkan berbagai pihak. Akademisi, asosiasi industri, pelaku usaha, dan masyarakat turut memberikan masukan selama proses penyusunan revisi UU tersebut.\n\nLangkah ini dilakukan agar regulasi yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan sektor keuangan nasional.\n\nPemerintah dan DPR menyepakati 17 substansi utama dalam revisi UU P2SK. Topik tersebut mencakup berbagai aspek penting dalam sektor keuangan.\n\nBeberapa di antaranya meliputi:\n\nPenguatan kelembagaan OJK.\nPenguatan kelembagaan Bank Indonesia.\nPenguatan kelembagaan LPS.\nEvaluasi kinerja lembaga keuangan oleh DPR.\nPengembangan perbankan syariah.\nDemutualisasi bursa efek.\nPengaturan aset kripto.\nPenanganan pinjaman daring dan perjudian daring.\nPenguatan mekanisme penyidikan sektor jasa keuangan.\nPenyelesaian piutang macet UMKM.\nPengembangan pusat finansial internasional Indonesia.\n\nMenurut pemerintah, seluruh substansi tersebut dirancang untuk memperkuat daya tahan sistem keuangan sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.\n\nPurbaya menegaskan bahwa revisi UU P2SK juga sejalan dengan arah pembangunan nasional yang tertuang dalam program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.\n\nMelalui penguatan sektor keuangan, pemerintah berharap investasi dapat tumbuh lebih cepat. Selain itu, pembiayaan bagi sektor produktif juga akan semakin luas.\n\nJika pembiayaan meningkat, maka pertumbuhan ekonomi dapat berjalan lebih kuat dan berkelanjutan. Dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan.\n\nPersetujuan DPR terhadap revisi UU P2SK menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat fondasi ekonomi Indonesia. Pemerintah berharap regulasi baru ini mampu menciptakan sistem keuangan yang lebih modern, inklusif, dan berdaya saing.\n\nDengan sistem keuangan yang sehat, Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk menarik investasi, meningkatkan produktivitas ekonomi, dan menghadapi berbagai tantangan global di masa depan.\n\nRevisi UU P2SK juga menunjukkan komitmen pemerintah dan DPR dalam membangun sektor keuangan yang mampu mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional serta mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.(*)\n============================================================\nRead More:\n\nhttps://v-today.com/\n\nFollow Us:\n\n  / vtodaydotcom  \n  / vtodaydotcom  \n  / vtodaydotcom  \nhttps://www.threads.com/", "post_id": "ip8nTU0jtXY"}}, {"key": "vtodaydotcom", "attributes": {"label": "vtodaydotcom", "x": 530.7297475662136, "y": 265.39890867073535, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.2134, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ip8nTU0jtXY", "id": "vtodaydotcom", "source": "youtube-000001", "content": "Sah! DPR Ketok Palu Revisi UU P2SK, Sistem Keuanga Baru, Kripto hingga Pinjol Jadi Sorotan\n\nJAKARTA, 4 JUNI 2026  – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI resmi menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Persetujuan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR RI yang membahas pengambilan keputusan tingkat II terhadap revisi UU P2SK.\n\nPemerintah menyambut baik keputusan tersebut. Dalam pendapat akhir pemerintah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa revisi UU P2SK menjadi langkah strategis untuk memperkuat sistem keuangan nasional di tengah tantangan ekonomi global yang masih berlangsung.\n\nDalam sambutannya, Purbaya menjelaskan bahwa kondisi ekonomi dunia masih dibayangi ketidakpastian. Konflik geopolitik, gangguan rantai pasok global, dan fluktuasi harga energi masih menjadi tantangan bagi banyak negara.\n\nMeski demikian, Indonesia mampu menjaga stabilitas ekonomi dengan cukup baik. Pertumbuhan ekonomi nasional tetap berada di atas rata-rata negara-negara G20 dan ASEAN. Selain itu, inflasi juga masih terkendali.\n\nMenurut Purbaya, kondisi tersebut harus dijaga melalui penguatan sektor keuangan yang sehat dan berdaya saing.\n\n\"Pemerintah berkomitmen mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan. Karena itu, Indonesia membutuhkan sektor keuangan yang kokoh dan sehat,\" ujar Purbaya dalam Rapat Paripurna DPR RI.\n\nPurbaya menilai reformasi sektor keuangan yang telah dimulai melalui UU P2SK harus terus dilanjutkan. Langkah tersebut penting agar sektor keuangan mampu mendukung kebutuhan pembiayaan pembangunan nasional.\n\nIa menjelaskan bahwa sektor keuangan berfungsi sebagai penggerak utama aktivitas ekonomi. Melalui sektor ini, pembiayaan dapat disalurkan ke berbagai sektor produktif yang menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.\n\nKarena itu, pemerintah ingin memastikan bahwa sistem keuangan Indonesia tetap stabil, transparan, dan mampu bersaing di tingkat internasional.\n\nSelain menjaga stabilitas, pemerintah juga ingin memperluas inklusi keuangan. Dengan begitu, lebih banyak masyarakat dapat mengakses layanan keuangan secara aman dan mudah.\n\nPerubahan UU P2SK tidak hanya bertujuan memperkuat sektor keuangan. Revisi ini juga menjadi tindak lanjut atas putusan Mahkamah Konstitusi yang memerlukan penyesuaian sejumlah ketentuan dalam undang-undang sebelumnya.\n\nPemerintah bersama DPR kemudian melakukan pembahasan secara intensif dengan melibatkan berbagai pihak. Akademisi, asosiasi industri, pelaku usaha, dan masyarakat turut memberikan masukan selama proses penyusunan revisi UU tersebut.\n\nLangkah ini dilakukan agar regulasi yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan sektor keuangan nasional.\n\nPemerintah dan DPR menyepakati 17 substansi utama dalam revisi UU P2SK. Topik tersebut mencakup berbagai aspek penting dalam sektor keuangan.\n\nBeberapa di antaranya meliputi:\n\nPenguatan kelembagaan OJK.\nPenguatan kelembagaan Bank Indonesia.\nPenguatan kelembagaan LPS.\nEvaluasi kinerja lembaga keuangan oleh DPR.\nPengembangan perbankan syariah.\nDemutualisasi bursa efek.\nPengaturan aset kripto.\nPenanganan pinjaman daring dan perjudian daring.\nPenguatan mekanisme penyidikan sektor jasa keuangan.\nPenyelesaian piutang macet UMKM.\nPengembangan pusat finansial internasional Indonesia.\n\nMenurut pemerintah, seluruh substansi tersebut dirancang untuk memperkuat daya tahan sistem keuangan sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.\n\nPurbaya menegaskan bahwa revisi UU P2SK juga sejalan dengan arah pembangunan nasional yang tertuang dalam program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.\n\nMelalui penguatan sektor keuangan, pemerintah berharap investasi dapat tumbuh lebih cepat. Selain itu, pembiayaan bagi sektor produktif juga akan semakin luas.\n\nJika pembiayaan meningkat, maka pertumbuhan ekonomi dapat berjalan lebih kuat dan berkelanjutan. Dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan.\n\nPersetujuan DPR terhadap revisi UU P2SK menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat fondasi ekonomi Indonesia. Pemerintah berharap regulasi baru ini mampu menciptakan sistem keuangan yang lebih modern, inklusif, dan berdaya saing.\n\nDengan sistem keuangan yang sehat, Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk menarik investasi, meningkatkan produktivitas ekonomi, dan menghadapi berbagai tantangan global di masa depan.\n\nRevisi UU P2SK juga menunjukkan komitmen pemerintah dan DPR dalam membangun sektor keuangan yang mampu mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional serta mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.(*)\n============================================================\nRead More:\n\nhttps://v-today.com/\n\nFollow Us:\n\n  / vtodaydotcom  \n  / vtodaydotcom  \n  / vtodaydotcom  \nhttps://www.threads.com/", "post_id": "ip8nTU0jtXY"}}, {"key": "@kronologifakta", "attributes": {"label": "@kronologifakta", "x": 185.453182329681, "y": 382.4204538638408, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6018, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "pzbyg0guANs", "id": "@kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "CARA HABIBIE MASIHKAH RELEVAN DI ERA SEKARANG ?!! BISAKAH PURBAYA BUAT DOLAR 15 000?\n\nKali ini kita akan membahas strategi luar biasa Presiden B.J. Habibie dalam mengatasi krisis ekonomi hebat tahun 1998 yang berhasil menguatkan nilai tukar rupiah secara drastis dalam waktu singkat. Langkah awal yang beliau ambil adalah membangun kepercayaan publik dan internasional melalui reformasi demokrasi, seperti menjamin kebebasan berpendapat dan mempercepat pemilihan umum.\n\nSecara teknis, Habibie melakukan penguatan sektor perbankan dengan merger bank-bank negara menjadi Bank Mandiri serta memberikan otonomi penuh kepada Bank Indonesia sebagai penyeimbang kebijakan pemerintah.\n\nBeliau bahkan bersedia mengorbankan proyek kebanggaan pesawat N250 demi mengalihkan anggaran untuk jaring pengaman sosial dan stabilitas pangan rakyat kecil. Melalui kombinasi *penurunan ego kepemimpinan dan kebijakan ekonomi taktis*, Indonesia mampu memulihkan stabilitas nasional serta menarik kembali modal asing yang sempat keluar. Narasi ini memberikan refleksi penting mengenai relevansi kepemimpinan teknokratis dalam menghadapi tantangan ekonomi serupa di masa kini.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‬untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "pzbyg0guANs"}}, {"key": "kronologifakta", "attributes": {"label": "kronologifakta", "x": 510.16174762494114, "y": 292.90512358583885, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.2134, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "pzbyg0guANs", "id": "kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "CARA HABIBIE MASIHKAH RELEVAN DI ERA SEKARANG ?!! BISAKAH PURBAYA BUAT DOLAR 15 000?\n\nKali ini kita akan membahas strategi luar biasa Presiden B.J. Habibie dalam mengatasi krisis ekonomi hebat tahun 1998 yang berhasil menguatkan nilai tukar rupiah secara drastis dalam waktu singkat. Langkah awal yang beliau ambil adalah membangun kepercayaan publik dan internasional melalui reformasi demokrasi, seperti menjamin kebebasan berpendapat dan mempercepat pemilihan umum.\n\nSecara teknis, Habibie melakukan penguatan sektor perbankan dengan merger bank-bank negara menjadi Bank Mandiri serta memberikan otonomi penuh kepada Bank Indonesia sebagai penyeimbang kebijakan pemerintah.\n\nBeliau bahkan bersedia mengorbankan proyek kebanggaan pesawat N250 demi mengalihkan anggaran untuk jaring pengaman sosial dan stabilitas pangan rakyat kecil. Melalui kombinasi *penurunan ego kepemimpinan dan kebijakan ekonomi taktis*, Indonesia mampu memulihkan stabilitas nasional serta menarik kembali modal asing yang sempat keluar. Narasi ini memberikan refleksi penting mengenai relevansi kepemimpinan teknokratis dalam menghadapi tantangan ekonomi serupa di masa kini.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‬untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "pzbyg0guANs"}}, {"key": "@VideoTribunPontianak", "attributes": {"label": "@VideoTribunPontianak", "x": 21.162851797047132, "y": 581.476363369594, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.6018, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "JGLq1-0wLQs", "id": "@VideoTribunPontianak", "source": "youtube-000001", "content": "KEJUTAN BOS BI! LUNCURKAN 2 STRATEGI SELAMATKAN RUPIAH NAIKKAN BUNGA UTANG & JAGA LIKUIDITAS\n\nWakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menggelar pertemuan penting dengan mengumpulkan Gubernur BI, Perry Warjiyo hingga Menkeu Purbaya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6).\n\nGubernur BI, Perry Warjiyo menyiapkan dua langkah utama untuk menjaga nilai tukar rupiah yang belakangan mengalami tekanan terhadap dolar AS.\n\nJurus pertama yang disepakati adalah meningkatkan daya tarik surat utang dalam negeri, seperti Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).\n\nCaranya dengan menawarkan imbal hasil atau bunga yang lebih menarik bagi investor.\n\nJurus kedua adalah menjaga ketersediaan dana atau likuiditas di pasar keuangan dan perbankan.\n\n#bankindonesia #rupiah #dolar #strategibi #selamatkanrupiah #bungautang #jagalikuiditas #ekonomiindonesia #kebijakanbi #beritaterkini\n\nKumpulan video menarik, unik, viral, hiburan, dunia selebriti, gaya hidup, sport dan peristiwa terkini untuk Anda.\n\nSimak berita selengkapnya di http://pontianak.tribunnews.com/\nSimak Video Viral lainnya    / tribunsingkawang1  \n\nProgram: -\nHost: -\nEditor Video: Nurul \nUploader: -\n\n‎Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLd...\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\nFollow us:\n\nInstagram:   / tribunpontianak  \nFacebook:   / tribunpontianakinteraktif  \nTwitter:   / tribunpontianak  \nTikTok: tiktok.com/\n\nTerima Kasih Telah Subscribe, Like, dan comment konten-konten menarik dari Kami.", "post_id": "JGLq1-0wLQs"}}, {"key": "tribunpontianak", "attributes": {"label": "tribunpontianak", "x": 218.44223710679088, "y": 186.67163883105098, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.2134, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "JGLq1-0wLQs", "id": "tribunpontianak", "source": "youtube-000001", "content": "KEJUTAN BOS BI! LUNCURKAN 2 STRATEGI SELAMATKAN RUPIAH NAIKKAN BUNGA UTANG & JAGA LIKUIDITAS\n\nWakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menggelar pertemuan penting dengan mengumpulkan Gubernur BI, Perry Warjiyo hingga Menkeu Purbaya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6).\n\nGubernur BI, Perry Warjiyo menyiapkan dua langkah utama untuk menjaga nilai tukar rupiah yang belakangan mengalami tekanan terhadap dolar AS.\n\nJurus pertama yang disepakati adalah meningkatkan daya tarik surat utang dalam negeri, seperti Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).\n\nCaranya dengan menawarkan imbal hasil atau bunga yang lebih menarik bagi investor.\n\nJurus kedua adalah menjaga ketersediaan dana atau likuiditas di pasar keuangan dan perbankan.\n\n#bankindonesia #rupiah #dolar #strategibi #selamatkanrupiah #bungautang #jagalikuiditas #ekonomiindonesia #kebijakanbi #beritaterkini\n\nKumpulan video menarik, unik, viral, hiburan, dunia selebriti, gaya hidup, sport dan peristiwa terkini untuk Anda.\n\nSimak berita selengkapnya di http://pontianak.tribunnews.com/\nSimak Video Viral lainnya    / tribunsingkawang1  \n\nProgram: -\nHost: -\nEditor Video: Nurul \nUploader: -\n\n‎Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLd...\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\nFollow us:\n\nInstagram:   / tribunpontianak  \nFacebook:   / tribunpontianakinteraktif  \nTwitter:   / tribunpontianak  \nTikTok: tiktok.com/\n\nTerima Kasih Telah Subscribe, Like, dan comment konten-konten menarik dari Kami.", "post_id": "JGLq1-0wLQs"}}], "edges": [{"key": "ArmaZulfikar", "source": "ArmaZulfikar", "target": "bangherwin", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "AYchista", "source": "AYchista", "target": "KangManto123", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "txtpersahaman", "source": "txtpersahaman", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "BewoksXmoveUp", "source": "BewoksXmoveUp", "target": "CNNIndonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "sonnywi77531293", "source": "sonnywi77531293", "target": "tribunnews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "hendra_su31", "source": "hendra_su31", "target": "thisistama20", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "hendra_su31", "source": "hendra_su31", "target": "buzuzima0", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "vibedeployer", "source": "vibedeployer", "target": "bengsharksol", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "syaechu_ahmad", "source": "syaechu_ahmad", "target": "Naandaa27", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "m_saiful_arif12", "source": "m_saiful_arif12", "target": "Gerindra", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "m_saiful_arif12", "source": "m_saiful_arif12", "target": "Gerindra", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Bryn_Arya719", "source": "Bryn_Arya719", "target": "s_mulyatie", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Bryn_Arya719", "source": "Bryn_Arya719", "target": "tempodotco", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Bryn_Arya719", "source": "Bryn_Arya719", "target": "_haye_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Focus_Learningg", "source": "Focus_Learningg", "target": "tsetiady", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Focus_Learningg", "source": "Focus_Learningg", "target": "Saham_fess", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "LinggisSabit", "source": "LinggisSabit", "target": "ArvinHonami", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "LinggisSabit", "source": "LinggisSabit", "target": "KemenkeuRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Nicol49299957", "source": "Nicol49299957", "target": "insidefolkative", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bsadji1", "source": "bsadji1", "target": "prastow", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "nasionalberita_", "source": "nasionalberita_", "target": "nasionalberita_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Korea", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Community", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Hype", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Duniaku_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popbela_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popbela.Beauty", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popmama_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Yummy.idn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "validnews", "source": "validnews", "target": "kemenkeuri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "validnews", "source": "validnews", "target": "menkeuri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "prast_ulrcih", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "66320242220", "source": "66320242220", "target": "ruangpikirr.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "digivestasi_official", "source": "digivestasi_official", "target": "digivestasi_official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kompasdata", "source": "kompasdata", "target": "antonius_pur", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "betheonepercent2", "source": "betheonepercent2", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clasclip", "source": "clasclip", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "riwayat_clipper", "source": "riwayat_clipper", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipper.digital.id", "source": "clipper.digital.id", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipper.digital.id", "source": "clipper.digital.id", "target": "Kontencom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "reformasi.co.id", "source": "reformasi.co.id", "target": "viamedianetwork", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "bagus_reza8", "source": "bagus_reza8", "target": "bantuan.dana.hibah183", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "bagus_reza8", "source": "bagus_reza8", "target": "bantuan.dana.hibah183", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "indonesiabercerita.id", "source": "indonesiabercerita.id", "target": "bantuan.dana.hibah183", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "indonesiabercerita.id", "source": "indonesiabercerita.id", "target": "bantuan.dana.hibah183", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "reyy16_8", "source": "reyy16_8", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@merdekadotcom", "source": "@merdekadotcom", "target": "merdeka", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@trijayafm", "source": "@trijayafm", "target": "trijaya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "source": "@TribunnewsSurya", "target": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@merdekadotcom", "source": "@merdekadotcom", "target": "merdeka", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialiNews", "source": "@OfficialiNews", "target": "officialinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialiNews", "source": "@OfficialiNews", "target": "officialinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@V-Today", "source": "@V-Today", "target": "vtodaydotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kronologifakta", "source": "@kronologifakta", "target": "kronologifakta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@VideoTribunPontianak", "source": "@VideoTribunPontianak", "target": "tribunpontianak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}