{"nodes": [{"key": "verloka.id", "attributes": {"label": "verloka.id", "x": 0.9509138042367304, "y": 823.3983600979241, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 350.8771, "eigenvector": 500.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3913847885015927510_77470716735", "id": "verloka.id", "source": "instagram-000001", "content": "Sebuah pengalaman kurang menyenangkan dibagikan oleh seorang pengguna Threads dengan akun  terkait modus penipuan tarif ojek manual di ibu kota.\n\nCerita bermula saat sang suami baru saja pulang dari gelaran Indofest di Senayan. Karena kondisi lalu lintas yang sangat padat dan sulit mendapatkan ojek online dari gojek, ia akhirnya memutuskan untuk menyewa ojek manual menuju Bundaran HI.\n\nSaat memastikan tarif di awal, oknum pengemudi ojek tersebut menjawab harganya \"LIMA PULUH DELAPAN\". Secara wajar, penumpang tentu menangkap maksudnya adalah Rp58.000.\n\nNamun apes, setibanya di tujuan setelah 20 menit perjalanan, oknum pengemudi tersebut justru menuntut bayaran fantastis sebesar Rp400.000.\n\nGak Masuk Akal Dalihnya: Saat didebat soal kesepakatan awal, oknum tersebut dengan santai berdalih bahwa maksud dari ucapannya di awal adalah \"LIMA PULUHNYA ADA DELAPAN\" (alias 50.000×8).\n\nBukannya merasa bersalah karena menjebak penumpang, oknum ini malah menantang untuk diviralkan dan sempat turun dari motor seperti mengajak ribut, yang penting uang Rp400.000 tersebut tetap dibayarkan.\n\nDuh, ngeri banget ya! Tetap waspada ya Teman Media kalau mau naik transportasi umum non-aplikasi. Jangan ragu untuk menegaskan nominal lengkap (misal: \"Lima puluh delapan ribu rupiah\") di awal biar gak jadi korban modus \"plesetan\" kayak gini. Gimana tanggapan kalian soal kejadian ini? Ada yang pernah ngalamin juga?", "post_id": "3913847885015927510_77470716735"}}, {"key": "sashariella", "attributes": {"label": "sashariella", "x": 34.478556407967595, "y": 491.9179436763773, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 649.1229, "eigenvector": 500.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3913847885015927510_77470716735", "id": "sashariella", "source": "instagram-000001", "content": "Sebuah pengalaman kurang menyenangkan dibagikan oleh seorang pengguna Threads dengan akun  terkait modus penipuan tarif ojek manual di ibu kota.\n\nCerita bermula saat sang suami baru saja pulang dari gelaran Indofest di Senayan. Karena kondisi lalu lintas yang sangat padat dan sulit mendapatkan ojek online dari gojek, ia akhirnya memutuskan untuk menyewa ojek manual menuju Bundaran HI.\n\nSaat memastikan tarif di awal, oknum pengemudi ojek tersebut menjawab harganya \"LIMA PULUH DELAPAN\". Secara wajar, penumpang tentu menangkap maksudnya adalah Rp58.000.\n\nNamun apes, setibanya di tujuan setelah 20 menit perjalanan, oknum pengemudi tersebut justru menuntut bayaran fantastis sebesar Rp400.000.\n\nGak Masuk Akal Dalihnya: Saat didebat soal kesepakatan awal, oknum tersebut dengan santai berdalih bahwa maksud dari ucapannya di awal adalah \"LIMA PULUHNYA ADA DELAPAN\" (alias 50.000×8).\n\nBukannya merasa bersalah karena menjebak penumpang, oknum ini malah menantang untuk diviralkan dan sempat turun dari motor seperti mengajak ribut, yang penting uang Rp400.000 tersebut tetap dibayarkan.\n\nDuh, ngeri banget ya! Tetap waspada ya Teman Media kalau mau naik transportasi umum non-aplikasi. Jangan ragu untuk menegaskan nominal lengkap (misal: \"Lima puluh delapan ribu rupiah\") di awal biar gak jadi korban modus \"plesetan\" kayak gini. Gimana tanggapan kalian soal kejadian ini? Ada yang pernah ngalamin juga?", "post_id": "3913847885015927510_77470716735"}}], "edges": [{"key": "verloka.id", "source": "verloka.id", "target": "sashariella", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}]}