{"nodes": [{"key": "HobasMatius", "attributes": {"label": "HobasMatius", "x": 554.0127367300984, "y": 3.698974929398191, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 22.8207, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2065648164649271399", "id": "HobasMatius", "source": "tweet-000004", "content": "yg orasi kan driver grab, hanya mitra statusnya, bukan pegawai, kok takut bgt brand nya ke impact hanya krn unjuk rasa", "post_id": "2065648164649271399"}}, {"key": "tukismind", "attributes": {"label": "tukismind", "x": 856.9720978666872, "y": 998.4844864020561, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 32.5195, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2065648164649271399", "id": "tukismind", "source": "tweet-000004", "content": "yg orasi kan driver grab, hanya mitra statusnya, bukan pegawai, kok takut bgt brand nya ke impact hanya krn unjuk rasa", "post_id": "2065648164649271399"}}, {"key": "txtfrombrand", "attributes": {"label": "txtfrombrand", "x": 143.94315236321643, "y": 274.2507612410252, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 32.5195, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2065648164649271399", "id": "txtfrombrand", "source": "tweet-000004", "content": "yg orasi kan driver grab, hanya mitra statusnya, bukan pegawai, kok takut bgt brand nya ke impact hanya krn unjuk rasa", "post_id": "2065648164649271399"}}, {"key": "dagingbelia", "attributes": {"label": "dagingbelia", "x": 47.931494735591215, "y": 944.6167591087013, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 22.8207, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2065754928333852688", "id": "dagingbelia", "source": "tweet-000004", "content": "Yasudahin ajalah selagi dia sudah menunaikan kewajiban.. masalah minta maaf itu khan low attitude dia.. Tapi Ga semua driver BB itu seperti itu.. merasa BB itu pekerjaan resmi, berseragam, dan diback up petinggi negara.. kalo grab atau gocar khan jarang drivernya berseragam..🤣🤣", "post_id": "2065754928333852688"}}, {"key": "txtharihariWNI", "attributes": {"label": "txtharihariWNI", "x": 935.9317830817644, "y": 547.9064591221726, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 42.2182, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2065754928333852688", "id": "txtharihariWNI", "source": "tweet-000004", "content": "Yasudahin ajalah selagi dia sudah menunaikan kewajiban.. masalah minta maaf itu khan low attitude dia.. Tapi Ga semua driver BB itu seperti itu.. merasa BB itu pekerjaan resmi, berseragam, dan diback up petinggi negara.. kalo grab atau gocar khan jarang drivernya berseragam..🤣🤣", "post_id": "2065754928333852688"}}, {"key": "depok24jam", "attributes": {"label": "depok24jam", "x": 76.84348370400352, "y": 554.062886421969, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 22.8207, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "3924140217099449234_6067905830", "id": "depok24jam", "source": "instagram-000001", "content": "Pengguna Threads dengan akun  menyampaikan keluhan kepada Grab Indonesia terkait kondisi pengemudi yang dinilai kurang fit saat bertugas mengantar penumpang.\n\nDalam unggahan yang ditujukan kepada  dan menandai akun Korlantas Polri, ia meminta perusahaan lebih memperhatikan waktu istirahat minimum bagi para pengemudi. Menurutnya, pengemudi yang ia temui tampak hampir tertidur saat sedang mengemudikan kendaraan.\n\n“Dear  agar memperhatikan minimum rest pengemudi, hampir tertidur saat menyetir. premium class bukan jaminan kabin bebas bau tengik karena pengemudi tidur dalam unit. Kalo ngantuk istirahat, jgn tidur di mobil apalagi saat bawa penumpang,” tulis akun tersebut.", "post_id": "3924140217099449234_6067905830"}}, {"key": "kiekie21", "attributes": {"label": "kiekie21", "x": 304.60449952659474, "y": 599.9565290418869, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 34.1359, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "3924140217099449234_6067905830", "id": "kiekie21", "source": "instagram-000001", "content": "Pengguna Threads dengan akun  menyampaikan keluhan kepada Grab Indonesia terkait kondisi pengemudi yang dinilai kurang fit saat bertugas mengantar penumpang.\n\nDalam unggahan yang ditujukan kepada  dan menandai akun Korlantas Polri, ia meminta perusahaan lebih memperhatikan waktu istirahat minimum bagi para pengemudi. Menurutnya, pengemudi yang ia temui tampak hampir tertidur saat sedang mengemudikan kendaraan.\n\n“Dear  agar memperhatikan minimum rest pengemudi, hampir tertidur saat menyetir. premium class bukan jaminan kabin bebas bau tengik karena pengemudi tidur dalam unit. Kalo ngantuk istirahat, jgn tidur di mobil apalagi saat bawa penumpang,” tulis akun tersebut.", "post_id": "3924140217099449234_6067905830"}}, {"key": "grabid", "attributes": {"label": "grabid", "x": 214.5621063363027, "y": 882.1152469033241, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 34.1359, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "3924140217099449234_6067905830", "id": "grabid", "source": "instagram-000001", "content": "Pengguna Threads dengan akun  menyampaikan keluhan kepada Grab Indonesia terkait kondisi pengemudi yang dinilai kurang fit saat bertugas mengantar penumpang.\n\nDalam unggahan yang ditujukan kepada  dan menandai akun Korlantas Polri, ia meminta perusahaan lebih memperhatikan waktu istirahat minimum bagi para pengemudi. Menurutnya, pengemudi yang ia temui tampak hampir tertidur saat sedang mengemudikan kendaraan.\n\n“Dear  agar memperhatikan minimum rest pengemudi, hampir tertidur saat menyetir. premium class bukan jaminan kabin bebas bau tengik karena pengemudi tidur dalam unit. Kalo ngantuk istirahat, jgn tidur di mobil apalagi saat bawa penumpang,” tulis akun tersebut.", "post_id": "3924140217099449234_6067905830"}}, {"key": "infotangselpride", "attributes": {"label": "infotangselpride", "x": 449.19985450988133, "y": 719.861089420449, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 22.8207, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "3924933213365637162_66316130323", "id": "infotangselpride", "source": "instagram-000001", "content": "Seorang pengguna Threads dengan akun  menyampaikan keluhannya kepada Grab Indonesia terkait kondisi pengemudi yang dinilai kurang fit saat bertugas mengantar penumpang.\n\nDalam unggahannya yang ditujukan kepada  dan turut menandai akun Korlantas Polri, ia meminta perusahaan lebih memperhatikan waktu istirahat minimum bagi para pengemudi demi menjaga keselamatan selama perjalanan.\n\nMenurutnya, pengemudi yang mengantarnya tampak sangat kelelahan hingga hampir tertidur saat mengemudikan kendaraan.\n\n“Dear  agar memperhatikan minimum rest pengemudi, hampir tertidur saat menyetir. Premium class bukan jaminan kabin bebas bau tengik karena pengemudi tidur dalam unit. Kalau ngantuk istirahat, jangan tidur di mobil apalagi saat bawa penumpang,” tulisnya.\n\nKeluhan tersebut memicu perhatian warganet dan kembali menyoroti pentingnya kondisi fisik pengemudi transportasi online demi keselamatan penumpang maupun pengguna jalan lainnya.", "post_id": "3924933213365637162_66316130323"}}, {"key": "lambe_oto_motif", "attributes": {"label": "lambe_oto_motif", "x": 896.8868135097244, "y": 163.75684074196906, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 22.8207, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3908594990125668865_65054327776", "id": "lambe_oto_motif", "source": "instagram-000001", "content": "KOK MINTA LEBIH? \n\nSebuah insiden k*k*r*s*n menimpa seorang pengguna layanan transportasi online Grab. \n\nKejadian ini bermula saat seorang pengemudi bernama Subhiantara meminta ongkos perjalanan yang lebih tinggi di luar tarif resmi yang tertera pada aplikasi. \n\nPengemudi tersebut diketahui mengendarai mobil LCGC jenis Calya berwarna oranye dengan nomor polisi F 1281 OS. \n\nSaat pelanggan bersikeras menolak permintaan tarif ilegal tersebut dan emoh membatalkan pesanan, oknum driver justru tersulut emosi. Ia bertindak k*s*r hingga tega melakukan p*m*k*l*n f*s*k terhadap pelanggannya sendiri. \n\nMerasa haknya dilanggar dan menjadi korban penganiayaan, pelanggan langsung melaporkan kasus ini ke layanan bantuan konsumen  \n\nHingga saat ini, korban masih menunggu kepastian hukum serta tindakan tegas berupa sanksi atau pemutusan kemitraan dari pihak penyedia aplikasi terkait insiden yang meresahkan ini.\n\nRepost lbj_jakarta", "post_id": "3908594990125668865_65054327776"}}, {"key": "grabid.", "attributes": {"label": "grabid.", "x": 443.1105003262975, "y": 11.238883378590913, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 42.2182, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3908594990125668865_65054327776", "id": "grabid.", "source": "instagram-000001", "content": "KOK MINTA LEBIH? \n\nSebuah insiden k*k*r*s*n menimpa seorang pengguna layanan transportasi online Grab. \n\nKejadian ini bermula saat seorang pengemudi bernama Subhiantara meminta ongkos perjalanan yang lebih tinggi di luar tarif resmi yang tertera pada aplikasi. \n\nPengemudi tersebut diketahui mengendarai mobil LCGC jenis Calya berwarna oranye dengan nomor polisi F 1281 OS. \n\nSaat pelanggan bersikeras menolak permintaan tarif ilegal tersebut dan emoh membatalkan pesanan, oknum driver justru tersulut emosi. Ia bertindak k*s*r hingga tega melakukan p*m*k*l*n f*s*k terhadap pelanggannya sendiri. \n\nMerasa haknya dilanggar dan menjadi korban penganiayaan, pelanggan langsung melaporkan kasus ini ke layanan bantuan konsumen  \n\nHingga saat ini, korban masih menunggu kepastian hukum serta tindakan tegas berupa sanksi atau pemutusan kemitraan dari pihak penyedia aplikasi terkait insiden yang meresahkan ini.\n\nRepost lbj_jakarta", "post_id": "3908594990125668865_65054327776"}}, {"key": "sukma_jaya07", "attributes": {"label": "sukma_jaya07", "x": 123.7494182236516, "y": 603.5230259939774, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 22.8207, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7615209684756155668", "id": "sukma_jaya07", "source": "tiktok-000001", "content": "alhamdulillah BHR dari grab sudah cair 🤲 terimakasih banyak untuk  sudah memberikan BHR, smoga bermanfaat untuk semua mitra🤲 #grab  #ojoltiktok  #ojolsambilan  #bhrgrab", "post_id": "7615209684756155668"}}, {"key": "grabindonesia", "attributes": {"label": "grabindonesia", "x": 631.3808129920325, "y": 78.09556770392267, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 42.2182, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7615209684756155668", "id": "grabindonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "alhamdulillah BHR dari grab sudah cair 🤲 terimakasih banyak untuk  sudah memberikan BHR, smoga bermanfaat untuk semua mitra🤲 #grab  #ojoltiktok  #ojolsambilan  #bhrgrab", "post_id": "7615209684756155668"}}, {"key": "atdgxaaaaa", "attributes": {"label": "atdgxaaaaa", "x": 808.6946482213199, "y": 180.38073706569767, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 22.8207, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7643060187846249736", "id": "atdgxaaaaa", "source": "tiktok-000001", "content": "sungguh disayangkan ketemu mitra pengemudi seperti ini.  kaca depan dibuka, AC ga dinyalakan sementara tombol ditutupin semua. stress. bahkan pengemudi protes ke penumpang terkait sistem grab yang katanya jarak penjemputan lebih jauh daripada pengantaran. padahal aku juga makan waktu nunggu driver buat selesaikan orderan dia sebelumnya. tolong ditindaklanjuti dan diberi peringatan tegas.  Indonesia", "post_id": "7643060187846249736"}}, {"key": "Grab", "attributes": {"label": "Grab", "x": 254.4027774547134, "y": 243.6229491231291, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 42.2182, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7643060187846249736", "id": "Grab", "source": "tiktok-000001", "content": "sungguh disayangkan ketemu mitra pengemudi seperti ini.  kaca depan dibuka, AC ga dinyalakan sementara tombol ditutupin semua. stress. bahkan pengemudi protes ke penumpang terkait sistem grab yang katanya jarak penjemputan lebih jauh daripada pengantaran. padahal aku juga makan waktu nunggu driver buat selesaikan orderan dia sebelumnya. tolong ditindaklanjuti dan diberi peringatan tegas.  Indonesia", "post_id": "7643060187846249736"}}, {"key": "tio_mf", "attributes": {"label": "tio_mf", "x": 799.0735095780775, "y": 302.29363852549164, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 22.8207, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "7485177007601503543", "id": "tio_mf", "source": "tiktok-000001", "content": "Pekerja lepas seperti mitra pengemudi ojek online atau ojol mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) atau yang disebut oleh aplikator sebagai Bonus Hari Raya (BHR). Besaran BHR yang diterima para pengemudi ojol ini tidak sama satu dan lainnya.   Di media sosial (medsos) seperti di X, para pengemudi ojol yang mulai mendapatkan THR atau BHR ini banyak yang membagikan perolehan mereka. Seperti sudah disinggung di atas, besaran BHR yang diterima para pengemudi ojol ini tidak sama. Si A mendapatkan berapa, belum tentu si B memperoleh jumlah yang sama. Demikian pula dengan si C, ada yang apes banget, cuma dapat BHR kurang dari Rp 1.000.    \"ATENSI KHUSUS dari Pemerintah langsung membuahkan HASIL.. THR dari GOJEK untuk para Driver SUDAH CAIR Ayo bang  dan semua Ojol.. Ucapkan terima kasih ke pak  .. Dapat THR, Mayan BUAT BAYAR TOILET waktu pjalanan Mudik,\" cuit akun X  membagikan video pengemudi ojol cuma dapat BHR senilai Rp 105.   Dalam video tersebut, terlihat User Interface atau UI aplikasi ride hailing, Gojek, memberikan informasi kepada mitra bahwa mereka telah mengirimkan sesuatu. Yang dikirim adalah uang, besarannya sedemikian, bahkan di komentar posting-an tersebut, ada yang dapat hanya Rp 93 saja.   \"THR gojekmilitan untuk bayar wc umum saja masih nombok Rp 1.895,\" komentar pengguna X lainnya dengan akun  Sementara pada komentar di posting-an yang sama, dari mitra pengemudi ojol lainnya, banyak yang membagikan tangkapan layar perolehan THR atau BHR mereka sebagai mitra pengemudi ojol. Ada yang dapat Rp 50 ribu, Rp 100 ribu, Rp 450 ribu dan Rp 900 ribu.    Besaran BHR yang diperoleh para pengemudi ojol tadi tidak sama. Memang, seperti sudah diberitakan sebelumnya, THR untuk ojol yang sudah diamanatkan oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara beberapa waktu lalu, besarannya akan disesuaikan oleh kinerja si mitra yang bersangkutan. Aplikator ride hailing seperti Gojek dan Grab juga sudah memastikan bahwa besaran uang THR yang diterima oleh mitra mereka akan sangat tergantung pada performa dan kinerja mereka. Sementara pengemudi yang rajin dengan target tertentu dapat THR besar, yang malas dapat sedikit atau bahkan tidak sama sekali.   Hal tersebut diklaim dilakukan karena prinsip keadilan. Sebab, tidak semua mitra ojol memiliki kinerja dan performa baik, begitu juga mitra pengemudi lama dengan mitra pengemudi baru, maka persentase yang didapat juga berbeda.", "post_id": "7485177007601503543"}}, {"key": "Gojekmilitan", "attributes": {"label": "Gojekmilitan", "x": 564.6414193050864, "y": 188.67507167494557, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 27.6701, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7485177007601503543", "id": "Gojekmilitan", "source": "tiktok-000001", "content": "Pekerja lepas seperti mitra pengemudi ojek online atau ojol mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) atau yang disebut oleh aplikator sebagai Bonus Hari Raya (BHR). Besaran BHR yang diterima para pengemudi ojol ini tidak sama satu dan lainnya.   Di media sosial (medsos) seperti di X, para pengemudi ojol yang mulai mendapatkan THR atau BHR ini banyak yang membagikan perolehan mereka. Seperti sudah disinggung di atas, besaran BHR yang diterima para pengemudi ojol ini tidak sama. Si A mendapatkan berapa, belum tentu si B memperoleh jumlah yang sama. Demikian pula dengan si C, ada yang apes banget, cuma dapat BHR kurang dari Rp 1.000.    \"ATENSI KHUSUS dari Pemerintah langsung membuahkan HASIL.. THR dari GOJEK untuk para Driver SUDAH CAIR Ayo bang  dan semua Ojol.. Ucapkan terima kasih ke pak  .. Dapat THR, Mayan BUAT BAYAR TOILET waktu pjalanan Mudik,\" cuit akun X  membagikan video pengemudi ojol cuma dapat BHR senilai Rp 105.   Dalam video tersebut, terlihat User Interface atau UI aplikasi ride hailing, Gojek, memberikan informasi kepada mitra bahwa mereka telah mengirimkan sesuatu. Yang dikirim adalah uang, besarannya sedemikian, bahkan di komentar posting-an tersebut, ada yang dapat hanya Rp 93 saja.   \"THR gojekmilitan untuk bayar wc umum saja masih nombok Rp 1.895,\" komentar pengguna X lainnya dengan akun  Sementara pada komentar di posting-an yang sama, dari mitra pengemudi ojol lainnya, banyak yang membagikan tangkapan layar perolehan THR atau BHR mereka sebagai mitra pengemudi ojol. Ada yang dapat Rp 50 ribu, Rp 100 ribu, Rp 450 ribu dan Rp 900 ribu.    Besaran BHR yang diperoleh para pengemudi ojol tadi tidak sama. Memang, seperti sudah diberitakan sebelumnya, THR untuk ojol yang sudah diamanatkan oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara beberapa waktu lalu, besarannya akan disesuaikan oleh kinerja si mitra yang bersangkutan. Aplikator ride hailing seperti Gojek dan Grab juga sudah memastikan bahwa besaran uang THR yang diterima oleh mitra mereka akan sangat tergantung pada performa dan kinerja mereka. Sementara pengemudi yang rajin dengan target tertentu dapat THR besar, yang malas dapat sedikit atau bahkan tidak sama sekali.   Hal tersebut diklaim dilakukan karena prinsip keadilan. Sebab, tidak semua mitra ojol memiliki kinerja dan performa baik, begitu juga mitra pengemudi lama dengan mitra pengemudi baru, maka persentase yang didapat juga berbeda.", "post_id": "7485177007601503543"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 985.1436759090751, "y": 546.7036525415136, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 27.6701, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7485177007601503543", "id": "prabowo", "source": "tiktok-000001", "content": "Pekerja lepas seperti mitra pengemudi ojek online atau ojol mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) atau yang disebut oleh aplikator sebagai Bonus Hari Raya (BHR). Besaran BHR yang diterima para pengemudi ojol ini tidak sama satu dan lainnya.   Di media sosial (medsos) seperti di X, para pengemudi ojol yang mulai mendapatkan THR atau BHR ini banyak yang membagikan perolehan mereka. Seperti sudah disinggung di atas, besaran BHR yang diterima para pengemudi ojol ini tidak sama. Si A mendapatkan berapa, belum tentu si B memperoleh jumlah yang sama. Demikian pula dengan si C, ada yang apes banget, cuma dapat BHR kurang dari Rp 1.000.    \"ATENSI KHUSUS dari Pemerintah langsung membuahkan HASIL.. THR dari GOJEK untuk para Driver SUDAH CAIR Ayo bang  dan semua Ojol.. Ucapkan terima kasih ke pak  .. Dapat THR, Mayan BUAT BAYAR TOILET waktu pjalanan Mudik,\" cuit akun X  membagikan video pengemudi ojol cuma dapat BHR senilai Rp 105.   Dalam video tersebut, terlihat User Interface atau UI aplikasi ride hailing, Gojek, memberikan informasi kepada mitra bahwa mereka telah mengirimkan sesuatu. Yang dikirim adalah uang, besarannya sedemikian, bahkan di komentar posting-an tersebut, ada yang dapat hanya Rp 93 saja.   \"THR gojekmilitan untuk bayar wc umum saja masih nombok Rp 1.895,\" komentar pengguna X lainnya dengan akun  Sementara pada komentar di posting-an yang sama, dari mitra pengemudi ojol lainnya, banyak yang membagikan tangkapan layar perolehan THR atau BHR mereka sebagai mitra pengemudi ojol. Ada yang dapat Rp 50 ribu, Rp 100 ribu, Rp 450 ribu dan Rp 900 ribu.    Besaran BHR yang diperoleh para pengemudi ojol tadi tidak sama. Memang, seperti sudah diberitakan sebelumnya, THR untuk ojol yang sudah diamanatkan oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara beberapa waktu lalu, besarannya akan disesuaikan oleh kinerja si mitra yang bersangkutan. Aplikator ride hailing seperti Gojek dan Grab juga sudah memastikan bahwa besaran uang THR yang diterima oleh mitra mereka akan sangat tergantung pada performa dan kinerja mereka. Sementara pengemudi yang rajin dengan target tertentu dapat THR besar, yang malas dapat sedikit atau bahkan tidak sama sekali.   Hal tersebut diklaim dilakukan karena prinsip keadilan. Sebab, tidak semua mitra ojol memiliki kinerja dan performa baik, begitu juga mitra pengemudi lama dengan mitra pengemudi baru, maka persentase yang didapat juga berbeda.", "post_id": "7485177007601503543"}}, {"key": "AraituLaki", "attributes": {"label": "AraituLaki", "x": 990.3714314408792, "y": 707.6040874599677, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 27.6701, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7485177007601503543", "id": "AraituLaki", "source": "tiktok-000001", "content": "Pekerja lepas seperti mitra pengemudi ojek online atau ojol mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) atau yang disebut oleh aplikator sebagai Bonus Hari Raya (BHR). Besaran BHR yang diterima para pengemudi ojol ini tidak sama satu dan lainnya.   Di media sosial (medsos) seperti di X, para pengemudi ojol yang mulai mendapatkan THR atau BHR ini banyak yang membagikan perolehan mereka. Seperti sudah disinggung di atas, besaran BHR yang diterima para pengemudi ojol ini tidak sama. Si A mendapatkan berapa, belum tentu si B memperoleh jumlah yang sama. Demikian pula dengan si C, ada yang apes banget, cuma dapat BHR kurang dari Rp 1.000.    \"ATENSI KHUSUS dari Pemerintah langsung membuahkan HASIL.. THR dari GOJEK untuk para Driver SUDAH CAIR Ayo bang  dan semua Ojol.. Ucapkan terima kasih ke pak  .. Dapat THR, Mayan BUAT BAYAR TOILET waktu pjalanan Mudik,\" cuit akun X  membagikan video pengemudi ojol cuma dapat BHR senilai Rp 105.   Dalam video tersebut, terlihat User Interface atau UI aplikasi ride hailing, Gojek, memberikan informasi kepada mitra bahwa mereka telah mengirimkan sesuatu. Yang dikirim adalah uang, besarannya sedemikian, bahkan di komentar posting-an tersebut, ada yang dapat hanya Rp 93 saja.   \"THR gojekmilitan untuk bayar wc umum saja masih nombok Rp 1.895,\" komentar pengguna X lainnya dengan akun  Sementara pada komentar di posting-an yang sama, dari mitra pengemudi ojol lainnya, banyak yang membagikan tangkapan layar perolehan THR atau BHR mereka sebagai mitra pengemudi ojol. Ada yang dapat Rp 50 ribu, Rp 100 ribu, Rp 450 ribu dan Rp 900 ribu.    Besaran BHR yang diperoleh para pengemudi ojol tadi tidak sama. Memang, seperti sudah diberitakan sebelumnya, THR untuk ojol yang sudah diamanatkan oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara beberapa waktu lalu, besarannya akan disesuaikan oleh kinerja si mitra yang bersangkutan. Aplikator ride hailing seperti Gojek dan Grab juga sudah memastikan bahwa besaran uang THR yang diterima oleh mitra mereka akan sangat tergantung pada performa dan kinerja mereka. Sementara pengemudi yang rajin dengan target tertentu dapat THR besar, yang malas dapat sedikit atau bahkan tidak sama sekali.   Hal tersebut diklaim dilakukan karena prinsip keadilan. Sebab, tidak semua mitra ojol memiliki kinerja dan performa baik, begitu juga mitra pengemudi lama dengan mitra pengemudi baru, maka persentase yang didapat juga berbeda.", "post_id": "7485177007601503543"}}, {"key": "NawawiAlMaroni.", "attributes": {"label": "NawawiAlMaroni.", "x": 618.4529902184696, "y": 545.4288520803668, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 27.6701, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7485177007601503543", "id": "NawawiAlMaroni.", "source": "tiktok-000001", "content": "Pekerja lepas seperti mitra pengemudi ojek online atau ojol mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) atau yang disebut oleh aplikator sebagai Bonus Hari Raya (BHR). Besaran BHR yang diterima para pengemudi ojol ini tidak sama satu dan lainnya.   Di media sosial (medsos) seperti di X, para pengemudi ojol yang mulai mendapatkan THR atau BHR ini banyak yang membagikan perolehan mereka. Seperti sudah disinggung di atas, besaran BHR yang diterima para pengemudi ojol ini tidak sama. Si A mendapatkan berapa, belum tentu si B memperoleh jumlah yang sama. Demikian pula dengan si C, ada yang apes banget, cuma dapat BHR kurang dari Rp 1.000.    \"ATENSI KHUSUS dari Pemerintah langsung membuahkan HASIL.. THR dari GOJEK untuk para Driver SUDAH CAIR Ayo bang  dan semua Ojol.. Ucapkan terima kasih ke pak  .. Dapat THR, Mayan BUAT BAYAR TOILET waktu pjalanan Mudik,\" cuit akun X  membagikan video pengemudi ojol cuma dapat BHR senilai Rp 105.   Dalam video tersebut, terlihat User Interface atau UI aplikasi ride hailing, Gojek, memberikan informasi kepada mitra bahwa mereka telah mengirimkan sesuatu. Yang dikirim adalah uang, besarannya sedemikian, bahkan di komentar posting-an tersebut, ada yang dapat hanya Rp 93 saja.   \"THR gojekmilitan untuk bayar wc umum saja masih nombok Rp 1.895,\" komentar pengguna X lainnya dengan akun  Sementara pada komentar di posting-an yang sama, dari mitra pengemudi ojol lainnya, banyak yang membagikan tangkapan layar perolehan THR atau BHR mereka sebagai mitra pengemudi ojol. Ada yang dapat Rp 50 ribu, Rp 100 ribu, Rp 450 ribu dan Rp 900 ribu.    Besaran BHR yang diperoleh para pengemudi ojol tadi tidak sama. Memang, seperti sudah diberitakan sebelumnya, THR untuk ojol yang sudah diamanatkan oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara beberapa waktu lalu, besarannya akan disesuaikan oleh kinerja si mitra yang bersangkutan. Aplikator ride hailing seperti Gojek dan Grab juga sudah memastikan bahwa besaran uang THR yang diterima oleh mitra mereka akan sangat tergantung pada performa dan kinerja mereka. Sementara pengemudi yang rajin dengan target tertentu dapat THR besar, yang malas dapat sedikit atau bahkan tidak sama sekali.   Hal tersebut diklaim dilakukan karena prinsip keadilan. Sebab, tidak semua mitra ojol memiliki kinerja dan performa baik, begitu juga mitra pengemudi lama dengan mitra pengemudi baru, maka persentase yang didapat juga berbeda.", "post_id": "7485177007601503543"}}, {"key": "infosepatantimur.id", "attributes": {"label": "infosepatantimur.id", "x": 985.6928400522717, "y": 19.820097290986993, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 22.8207, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7504822514737007880", "id": "infosepatantimur.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Gabungan ojek online (ojol) se-Indonesia akan menggelar aksi besar-besaran di Jakarta pada 20 Mei 2025 nanti Para driver dikabarkan akan mematikan aplikasi Gojek dan Grab selama seharian penuh! Mereka menuntut payung hukum untuk mitra driver dan mendesak perusahaan ojol menaati regulasi yang tertulis di Permenhub PM No.12 tahun 2019 dan Kepmenhub KP No.667 tahun 2022 dengan perubahan KP No.1001 tahun 2022 mengenai tarif dan potongan biaya sewa aplikasi - source:  #infosepatantimur", "post_id": "7504822514737007880"}}, {"key": "jkt.spot", "attributes": {"label": "jkt.spot", "x": 777.1340828928089, "y": 337.82831666601265, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 42.2182, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7504822514737007880", "id": "jkt.spot", "source": "tiktok-000001", "content": "Gabungan ojek online (ojol) se-Indonesia akan menggelar aksi besar-besaran di Jakarta pada 20 Mei 2025 nanti Para driver dikabarkan akan mematikan aplikasi Gojek dan Grab selama seharian penuh! Mereka menuntut payung hukum untuk mitra driver dan mendesak perusahaan ojol menaati regulasi yang tertulis di Permenhub PM No.12 tahun 2019 dan Kepmenhub KP No.667 tahun 2022 dengan perubahan KP No.1001 tahun 2022 mengenai tarif dan potongan biaya sewa aplikasi - source:  #infosepatantimur", "post_id": "7504822514737007880"}}, {"key": "ojol.logy", "attributes": {"label": "ojol.logy", "x": 906.530615710762, "y": 1.1379066543246719, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 22.8207, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7652391108848143637", "id": "ojol.logy", "source": "tiktok-000001", "content": "Ternyata Gr diboikot gara gara banyaknya driver mengungkapkan rasa kekecewaan yang tak kunjung didengar oleh pihak aplikator, serta disisilain ada beberapa orang yang mengakatan kalau grab kepunyaan singapur, dan hal ini disangkutkan sama pelemahan rupiah. jadi gimana tanggapan kalian?  #grab #boikotgrab #notiflarangandemo", "post_id": "7652391108848143637"}}, {"key": "b", "attributes": {"label": "b", "x": 970.3977474124958, "y": 126.51870453946789, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 42.2182, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7652391108848143637", "id": "b", "source": "tiktok-000001", "content": "Ternyata Gr diboikot gara gara banyaknya driver mengungkapkan rasa kekecewaan yang tak kunjung didengar oleh pihak aplikator, serta disisilain ada beberapa orang yang mengakatan kalau grab kepunyaan singapur, dan hal ini disangkutkan sama pelemahan rupiah. jadi gimana tanggapan kalian?  #grab #boikotgrab #notiflarangandemo", "post_id": "7652391108848143637"}}, {"key": "monitorinddotcom", "attributes": {"label": "monitorinddotcom", "x": 455.8883090280237, "y": 571.5754877159064, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 22.8207, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7645858999774055700", "id": "monitorinddotcom", "source": "tiktok-000001", "content": "Tolak Bayar Tarif Ekstra di Luar Aplikasi, Pelanggan Grab Diduga Jadi Korban Pemukulan Oknum Pengemudi Tindak kekerasan yang melibatkan oknum mitra pengemudi layanan transportasi online, Grab, kembali mencoreng kenyamanan konsumen. Insiden ini menimpa seorang pelanggan yang diduga dianiaya oleh pengemudi bernama Subhiantara, pengendara LCGC Calya berwarna oranye dengan pelat nomor F 1281 OS. Kejadian bermula ketika pengemudi tersebut secara sepihak meminta biaya perjalanan yang lebih tinggi dari tarif resmi yang tertera di aplikasi.  Saat pelanggan bersikeras menolak permintaan tersebut dan enggan membatalkan pesanan, oknum pengemudi diduga terpancing emosi dan melakukan pemukulan. Merasa haknya sebagai konsumen dirugikan dan menjadi korban kekerasan, pelanggan tersebut telah melayangkan laporan resmi ke layanan pengaduan   Saat ini, publik dan pihak korban tengah menanti tindak lanjut tegas dari penyedia aplikasi terhadap oknum yang bersangkutan. #grab #ojol #viral #driver #grabcar", "post_id": "7645858999774055700"}}, {"key": "GrabID.", "attributes": {"label": "GrabID.", "x": 178.23189887027146, "y": 372.15526278109655, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 42.2182, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7645858999774055700", "id": "GrabID.", "source": "tiktok-000001", "content": "Tolak Bayar Tarif Ekstra di Luar Aplikasi, Pelanggan Grab Diduga Jadi Korban Pemukulan Oknum Pengemudi Tindak kekerasan yang melibatkan oknum mitra pengemudi layanan transportasi online, Grab, kembali mencoreng kenyamanan konsumen. Insiden ini menimpa seorang pelanggan yang diduga dianiaya oleh pengemudi bernama Subhiantara, pengendara LCGC Calya berwarna oranye dengan pelat nomor F 1281 OS. Kejadian bermula ketika pengemudi tersebut secara sepihak meminta biaya perjalanan yang lebih tinggi dari tarif resmi yang tertera di aplikasi.  Saat pelanggan bersikeras menolak permintaan tersebut dan enggan membatalkan pesanan, oknum pengemudi diduga terpancing emosi dan melakukan pemukulan. Merasa haknya sebagai konsumen dirugikan dan menjadi korban kekerasan, pelanggan tersebut telah melayangkan laporan resmi ke layanan pengaduan   Saat ini, publik dan pihak korban tengah menanti tindak lanjut tegas dari penyedia aplikasi terhadap oknum yang bersangkutan. #grab #ojol #viral #driver #grabcar", "post_id": "7645858999774055700"}}, {"key": "volunteer.netizen", "attributes": {"label": "volunteer.netizen", "x": 525.9555332834273, "y": 241.38635548118936, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 39.6881, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "7645661038620232980", "id": "volunteer.netizen", "source": "tiktok-000001", "content": "🔥VIRAL! DRIVER GRAB MEMUKUL CUST KARENA TAK MAU CANCEL USAI MENOLAK ONGKOS TAMBAHAN !?😰 Sebuah insiden mengejutkan kembali mencuat di dunia transportasi online. Seorang mitra Grab bernama Subhiantara dengan kendaraan LCGC Toyota Calya warna oranye bernopol F 1281 OS, diduga melakukan tindakan pemukulan terhadap customer yang menolak untuk meng-cancel order. Berdasarkan informasi yang beredar, pihak pengemudi disebut meminta tarif tambahan di luar ketentuan resmi aplikasi. Namun ketika customer menolak untuk membatalkan order, situasi justru memanas hingga terjadi dugaan kekerasan fisik. Pihak customer sendiri telah melaporkan kejadian ini ke CS pengaduan resmi Grab dan saat ini masih menunggu tindak lanjut serta proses investigasi dari pihak penyedia aplikasi. Peristiwa ini pun langsung menuai perhatian warganet dan memicu diskusi luas soal etika, keamanan, dan transparansi dalam layanan transportasi online. Sobat Voluners, menurut kalian apakah kasus seperti ini perlu tindakan tegas dan sanksi permanen jika terbukti bersalah? 👉 Jangan lupa like & follow  &  untuk update berita viral lainnya! #FYP #Trending #Viral #Explore #voluners", "post_id": "7645661038620232980"}}, {"key": "cyberthrones", "attributes": {"label": "cyberthrones", "x": 163.23235764950917, "y": 439.7734849563807, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 39.6881, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7645661038620232980", "id": "cyberthrones", "source": "tiktok-000001", "content": "🔥VIRAL! DRIVER GRAB MEMUKUL CUST KARENA TAK MAU CANCEL USAI MENOLAK ONGKOS TAMBAHAN !?😰 Sebuah insiden mengejutkan kembali mencuat di dunia transportasi online. Seorang mitra Grab bernama Subhiantara dengan kendaraan LCGC Toyota Calya warna oranye bernopol F 1281 OS, diduga melakukan tindakan pemukulan terhadap customer yang menolak untuk meng-cancel order. Berdasarkan informasi yang beredar, pihak pengemudi disebut meminta tarif tambahan di luar ketentuan resmi aplikasi. Namun ketika customer menolak untuk membatalkan order, situasi justru memanas hingga terjadi dugaan kekerasan fisik. Pihak customer sendiri telah melaporkan kejadian ini ke CS pengaduan resmi Grab dan saat ini masih menunggu tindak lanjut serta proses investigasi dari pihak penyedia aplikasi. Peristiwa ini pun langsung menuai perhatian warganet dan memicu diskusi luas soal etika, keamanan, dan transparansi dalam layanan transportasi online. Sobat Voluners, menurut kalian apakah kasus seperti ini perlu tindakan tegas dan sanksi permanen jika terbukti bersalah? 👉 Jangan lupa like & follow  &  untuk update berita viral lainnya! #FYP #Trending #Viral #Explore #voluners", "post_id": "7645661038620232980"}}, {"key": "@Br_Kumbara", "attributes": {"label": "@Br_Kumbara", "x": 509.04238353405395, "y": 475.57711596743235, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.8207, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7GeUkZTaHqU", "id": "@Br_Kumbara", "source": "youtube-000001", "content": "Investigasi | Anomali aturan Grab: Fitur Tujuan saya - solusi searah atau eksploitasi terselubung⁉️\n\nFitur \"atur tujuan searah\" di app driver Grab.\napakah fitur ini membantu mitra driver di lapangan atau justru menjadi petaka bagi sebagian driver?\nMau searah pulang malah semakin menjauh, bahkan berlawanan arah! \n\"apa penyebabnya?\"\napa karena fitur ini punya aturan baru yang belum di ketahui oleh sebagian mitra driver di lapangan!\nmari kita cari tahu...\n\nDalam investigasi kali ini kita akan menganlisa kenapa fitur ini bisa menguntungkan dan merugikan bagi mitra driver.\nJangan sampai anda terjebak dalam permainan yang anda TIDAK ketahui!\n\nLangsung saja kita cek vidonya sampai akhir...\nSegmen:\n01:27 Fitur-fitur terupadte GRAB yang harus mitra driver ketahui\n02:14 Solusi tips dan trik saldo minin driver\n02:47 tips Asisten AI Grab yang memudahkan driver melihat traffic, performa akun driver\n03:27 Fitur \"Tujuan saya\" sebuah aturan baru yang diberlakukan oleh Grab \n04:32 Bedah algoritma fitur searah: mengapa sistem seakan tidak memberi kesempatan driver untuk mendapatkan order tambahan saat searah tujuan?\n08:04 Apakah demo driver dari tuntutan 8% dan lainya dapat menyelesaikan masalah driver terkait anomali ini?\n08:59 - 14:20 Track Bonus: [RAHASIA] Strategi dan taktik mekanisme menggunakan fitur searah tujuan saya oleh driver pro\n\nSelamat menyaksikan...\n\nJangan lupa SUBSCRIBE dan aktifkan loncengnya biar nggak ketinggalan seri terbaru berikutnya!\nBagi anda yang penasaran dan masih ingin berdiskusi tentang Pariwisata dan Industri Kreatif lainya, yok segera \"JOIN\" Langganan dengan click link berikut:\n   /   \nManfaat:\nRespon chat komentar lebih cepat\nKomentar lebih mencolok dari audiens lainnya\nSaran dan masukan akan kita diskusikan bersama\nKeuntungan stiker emoji unik dari channel\nTerima kasih selalu kami ucapkan kepada audiens setia Sobat Parekraf Pro.", "post_id": "7GeUkZTaHqU"}}, {"key": "br_kumbara", "attributes": {"label": "br_kumbara", "x": 587.4011482703826, "y": 847.2192084439027, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 42.2182, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7GeUkZTaHqU", "id": "br_kumbara", "source": "youtube-000001", "content": "Investigasi | Anomali aturan Grab: Fitur Tujuan saya - solusi searah atau eksploitasi terselubung⁉️\n\nFitur \"atur tujuan searah\" di app driver Grab.\napakah fitur ini membantu mitra driver di lapangan atau justru menjadi petaka bagi sebagian driver?\nMau searah pulang malah semakin menjauh, bahkan berlawanan arah! \n\"apa penyebabnya?\"\napa karena fitur ini punya aturan baru yang belum di ketahui oleh sebagian mitra driver di lapangan!\nmari kita cari tahu...\n\nDalam investigasi kali ini kita akan menganlisa kenapa fitur ini bisa menguntungkan dan merugikan bagi mitra driver.\nJangan sampai anda terjebak dalam permainan yang anda TIDAK ketahui!\n\nLangsung saja kita cek vidonya sampai akhir...\nSegmen:\n01:27 Fitur-fitur terupadte GRAB yang harus mitra driver ketahui\n02:14 Solusi tips dan trik saldo minin driver\n02:47 tips Asisten AI Grab yang memudahkan driver melihat traffic, performa akun driver\n03:27 Fitur \"Tujuan saya\" sebuah aturan baru yang diberlakukan oleh Grab \n04:32 Bedah algoritma fitur searah: mengapa sistem seakan tidak memberi kesempatan driver untuk mendapatkan order tambahan saat searah tujuan?\n08:04 Apakah demo driver dari tuntutan 8% dan lainya dapat menyelesaikan masalah driver terkait anomali ini?\n08:59 - 14:20 Track Bonus: [RAHASIA] Strategi dan taktik mekanisme menggunakan fitur searah tujuan saya oleh driver pro\n\nSelamat menyaksikan...\n\nJangan lupa SUBSCRIBE dan aktifkan loncengnya biar nggak ketinggalan seri terbaru berikutnya!\nBagi anda yang penasaran dan masih ingin berdiskusi tentang Pariwisata dan Industri Kreatif lainya, yok segera \"JOIN\" Langganan dengan click link berikut:\n   /   \nManfaat:\nRespon chat komentar lebih cepat\nKomentar lebih mencolok dari audiens lainnya\nSaran dan masukan akan kita diskusikan bersama\nKeuntungan stiker emoji unik dari channel\nTerima kasih selalu kami ucapkan kepada audiens setia Sobat Parekraf Pro.", "post_id": "7GeUkZTaHqU"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 386.8202699154255, "y": 299.28872712978625, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.8207, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "v9ocxv298Sg", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Sah! Potongan Komisi Ojol Resmi Turun Jadi 8 Persen Mulai 1 Juli 2026, Driver Makin Sejahtera\n\nDewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) bersama manajemen dua aplikator besar ojek online di Indonesia resmi mengumumkan penurunan drastis potongan komisi bagi mitra pengemudi roda dua menjadi 8 persen, yang akan berlaku efektif per 1 Juli 2026. Langkah strategis ini merupakan bentuk realisasi dan tindak lanjut konkret dari komitmen yang sebelumnya disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada peringatan Hari Buruh (May Day), 1 Mei lalu.\n\nDalam konferensi pers di Gedung DPR RI, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Cucun Ahmad Syamsurijal mendampingi pimpinan dua aplikator utama, yakni Wakil Direktur Utama GoTo Catherine Hindra Sutjahyo (layanan GoRide) serta CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi (layanan GrabBike). Kedua belah pihak secara terbuka menyepakati implementasi pemotongan baru tersebut guna meningkatkan standar kesejahteraan para mitra pengemudi ojol.\n\nPemberlakuan tarif komisi baru sebesar 8 persen ini menjadi angin segar sekaligus jawaban atas keresahan jutaan pengemudi ojek online di tanah air, yang selama bertahun-tahun dibebani potongan komisi manajemen hingga mencapai 20 persen. DPR RI menegaskan akan terus mengawal jalannya regulasi ini secara ketat di lapangan demi memastikan kesejahteraan para pekerja transportasi daring di seluruh penjuru Indonesia berjalan optimal.\n\nBagaimana tanggapan Anda para driver dan konsumen mengenai pemotongan komisi ojol menjadi 8 persen ini? Tulis opini Anda di kolom komentar. \n\nEditor & Uploader: BS\n\n#PotonganKomisiOjol #OjekOnline #GrabIndonesia #GoToGojek #GrabBike #GoRide #DPRRI #PresidenPrabowo #KesejahteraanDriver #GarudaTV #Nasional\n-----\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "v9ocxv298Sg"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 470.88868239062873, "y": 432.31146397177275, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 42.2182, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "v9ocxv298Sg", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Sah! Potongan Komisi Ojol Resmi Turun Jadi 8 Persen Mulai 1 Juli 2026, Driver Makin Sejahtera\n\nDewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) bersama manajemen dua aplikator besar ojek online di Indonesia resmi mengumumkan penurunan drastis potongan komisi bagi mitra pengemudi roda dua menjadi 8 persen, yang akan berlaku efektif per 1 Juli 2026. Langkah strategis ini merupakan bentuk realisasi dan tindak lanjut konkret dari komitmen yang sebelumnya disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada peringatan Hari Buruh (May Day), 1 Mei lalu.\n\nDalam konferensi pers di Gedung DPR RI, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Cucun Ahmad Syamsurijal mendampingi pimpinan dua aplikator utama, yakni Wakil Direktur Utama GoTo Catherine Hindra Sutjahyo (layanan GoRide) serta CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi (layanan GrabBike). Kedua belah pihak secara terbuka menyepakati implementasi pemotongan baru tersebut guna meningkatkan standar kesejahteraan para mitra pengemudi ojol.\n\nPemberlakuan tarif komisi baru sebesar 8 persen ini menjadi angin segar sekaligus jawaban atas keresahan jutaan pengemudi ojek online di tanah air, yang selama bertahun-tahun dibebani potongan komisi manajemen hingga mencapai 20 persen. DPR RI menegaskan akan terus mengawal jalannya regulasi ini secara ketat di lapangan demi memastikan kesejahteraan para pekerja transportasi daring di seluruh penjuru Indonesia berjalan optimal.\n\nBagaimana tanggapan Anda para driver dan konsumen mengenai pemotongan komisi ojol menjadi 8 persen ini? Tulis opini Anda di kolom komentar. \n\nEditor & Uploader: BS\n\n#PotonganKomisiOjol #OjekOnline #GrabIndonesia #GoToGojek #GrabBike #GoRide #DPRRI #PresidenPrabowo #KesejahteraanDriver #GarudaTV #Nasional\n-----\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "v9ocxv298Sg"}}], "edges": [{"key": "HobasMatius", "source": "HobasMatius", "target": "tukismind", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "HobasMatius", "source": "HobasMatius", "target": "txtfrombrand", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "dagingbelia", "source": "dagingbelia", "target": "txtharihariWNI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "depok24jam", "source": "depok24jam", "target": "kiekie21", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "depok24jam", "source": "depok24jam", "target": "grabid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "depok24jam", "source": "depok24jam", "target": "grabid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotangselpride", "source": "infotangselpride", "target": "kiekie21", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotangselpride", "source": "infotangselpride", "target": "grabid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infotangselpride", "source": "infotangselpride", "target": "grabid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "lambe_oto_motif", "source": "lambe_oto_motif", "target": "grabid.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "sukma_jaya07", "source": "sukma_jaya07", "target": "grabindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "atdgxaaaaa", "source": "atdgxaaaaa", "target": "Grab", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "tio_mf", "source": "tio_mf", "target": "Gojekmilitan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "tio_mf", "source": "tio_mf", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "tio_mf", "source": "tio_mf", "target": "AraituLaki", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "tio_mf", "source": "tio_mf", "target": "NawawiAlMaroni.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "infosepatantimur.id", "source": "infosepatantimur.id", "target": "jkt.spot", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ojol.logy", "source": "ojol.logy", "target": "b", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "monitorinddotcom", "source": "monitorinddotcom", "target": "GrabID.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "volunteer.netizen", "source": "volunteer.netizen", "target": "volunteer.netizen", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "volunteer.netizen", "source": "volunteer.netizen", "target": "cyberthrones", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "infotangselpride", "source": "infotangselpride", "target": "kiekie21", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@Br_Kumbara", "source": "@Br_Kumbara", "target": "br_kumbara", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}