{"nodes": [{"key": "34400960", "attributes": {"label": "34400960", "x": 177.308888623144, "y": 563.8836431565884, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 175.4386, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3904866416826441975_34400960", "id": "34400960", "source": "instagram-000001", "content": "CEO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk atau GoTo, Hans Patuwo menghadap Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya untuk melaporkan perkembangan potongan komisi aplikator ojek online (ojol) sebesar 8 persen dari tarif perjalanan.\n\nMengutip akun instagram Sekretariat Kabinet , Minggu (24/2/206), pertemuan antara bos GoTo dengan Seskab Teddy berlangsung pada pada Jumat malam, 22 Mei 2026, di Kantor Sekretariat Kabinet.\n\nSekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan telah melakukan pertemuan\ndengan CEO GoTo, Hans Patuwo. Pertemuan ini membahas banyak isus mengenai kondisi transportasi online.\n\n\"Dalam pertemuan tersebut, berbagai masukan terkait kondisi industri transportasi online, kesejahteraan driver online, hingga keberlanjutan bisnis digital di Indonesia menjadi topik utama pembahasan,\" tulisnya dalam akun Instagram dikutip, Minggu (24/5/2026).\n\nCEO GoTo, Hans Patuwo, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah. Apalagi, GoTo memiliki sekitar 800 ribu hingga 1 juta pengemudi aktif yang tersebar di seluruh Indonesia.\n\n\"Sementara itu, sejak pertama kali beroperasi, jumlah pengemudi yang pernah bergabung dengan platform Gojek telah mencapai sekitar 3 juta orang, baik yang masih aktif, bekerja paruh waktu, maupun yang sudah tidak lagi mengemudi,\" jelas Hans.\n\nSelain itu, GoTo juga menyampaikan komitmennya untuk mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan pendapatan pengemudi online.\n\nKebijakan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan para mitra driver di tengah perkembangan ekonomi digital nasional.\n\nPemerintah bersama pelaku usaha saat ini terus melakukan koordinasi guna mencari solusi terbaik yang berpihak kepada pengemudi online, tanpa mengabaikan keberlangsungan ekosistem bisnis transportasi digital.\n\nUpaya tersebut dinilai penting agar industri tetap tumbuh sehat sekaligus memberikan perlindungan ekonomi bagi para mitra pengemudi.\n\nPresiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan pengemudi online harus berjalan seiring dengan keberlanjutan bisnis yang adil dan berkelanjutan.", "post_id": "3904866416826441975_34400960"}}, {"key": "sekretariat.kabinet", "attributes": {"label": "sekretariat.kabinet", "x": 362.51386756614534, "y": 16.796211145991833, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 324.5614, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3904866416826441975_34400960", "id": "sekretariat.kabinet", "source": "instagram-000001", "content": "CEO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk atau GoTo, Hans Patuwo menghadap Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya untuk melaporkan perkembangan potongan komisi aplikator ojek online (ojol) sebesar 8 persen dari tarif perjalanan.\n\nMengutip akun instagram Sekretariat Kabinet , Minggu (24/2/206), pertemuan antara bos GoTo dengan Seskab Teddy berlangsung pada pada Jumat malam, 22 Mei 2026, di Kantor Sekretariat Kabinet.\n\nSekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan telah melakukan pertemuan\ndengan CEO GoTo, Hans Patuwo. Pertemuan ini membahas banyak isus mengenai kondisi transportasi online.\n\n\"Dalam pertemuan tersebut, berbagai masukan terkait kondisi industri transportasi online, kesejahteraan driver online, hingga keberlanjutan bisnis digital di Indonesia menjadi topik utama pembahasan,\" tulisnya dalam akun Instagram dikutip, Minggu (24/5/2026).\n\nCEO GoTo, Hans Patuwo, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah. Apalagi, GoTo memiliki sekitar 800 ribu hingga 1 juta pengemudi aktif yang tersebar di seluruh Indonesia.\n\n\"Sementara itu, sejak pertama kali beroperasi, jumlah pengemudi yang pernah bergabung dengan platform Gojek telah mencapai sekitar 3 juta orang, baik yang masih aktif, bekerja paruh waktu, maupun yang sudah tidak lagi mengemudi,\" jelas Hans.\n\nSelain itu, GoTo juga menyampaikan komitmennya untuk mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan pendapatan pengemudi online.\n\nKebijakan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan para mitra driver di tengah perkembangan ekonomi digital nasional.\n\nPemerintah bersama pelaku usaha saat ini terus melakukan koordinasi guna mencari solusi terbaik yang berpihak kepada pengemudi online, tanpa mengabaikan keberlangsungan ekosistem bisnis transportasi digital.\n\nUpaya tersebut dinilai penting agar industri tetap tumbuh sehat sekaligus memberikan perlindungan ekonomi bagi para mitra pengemudi.\n\nPresiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan pengemudi online harus berjalan seiring dengan keberlanjutan bisnis yang adil dan berkelanjutan.", "post_id": "3904866416826441975_34400960"}}, {"key": "medandailynews", "attributes": {"label": "medandailynews", "x": 388.70024883681987, "y": 687.8363826979831, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 175.4386, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3922234706056225267_8139839031", "id": "medandailynews", "source": "instagram-000001", "content": "Ratusan pengemudi ojek online (ojol) terlihat bergerak menuju Gedung DPRD Sumatera Utara untuk menyampaikan aspirasi mereka.\n\nDalam aksi tersebut, para pengemudi turut menagih sejumlah janji yang pernah disampaikan Presiden Prabowo Subianto terkait kesejahteraan mitra ojol.\n\nBerdasarkan video yang beredar di media sosial, iring-iringan pengemudi ojol memadati jalan menuju DPRD Sumut.\n\nMereka berharap adanya perhatian serius terhadap berbagai persoalan yang selama ini dihadapi para pengemudi transportasi berbasis aplikasi.\n\nSalah satu yang menjadi sorotan adalah komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan pengemudi ojol.\n\nBeberapa kebijakan yang pernah disampaikan antara lain pembatasan potongan aplikator menjadi maksimal 8 persen, jaminan pendapatan yang lebih besar bagi pengemudi hingga sekitar 92 persen, serta pemberian perlindungan kesehatan melalui program BPJS Kesehatan.\n\nSelain itu, para pengemudi juga berharap adanya regulasi yang memberikan kepastian hukum, perlindungan kerja, serta sistem kemitraan yang dinilai lebih adil bagi para pengemudi ojek online di Indonesia.\n\nAksi menuju DPRD Sumut ini menjadi salah satu bentuk penyampaian aspirasi agar berbagai kebijakan yang telah dijanjikan dapat direalisasikan dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan para pengemudi.\n\n🎥 Video:", "post_id": "3922234706056225267_8139839031"}}, {"key": "mahmudhidayat06", "attributes": {"label": "mahmudhidayat06", "x": 825.4332246468641, "y": 19.453452575146525, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 324.5614, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3922234706056225267_8139839031", "id": "mahmudhidayat06", "source": "instagram-000001", "content": "Ratusan pengemudi ojek online (ojol) terlihat bergerak menuju Gedung DPRD Sumatera Utara untuk menyampaikan aspirasi mereka.\n\nDalam aksi tersebut, para pengemudi turut menagih sejumlah janji yang pernah disampaikan Presiden Prabowo Subianto terkait kesejahteraan mitra ojol.\n\nBerdasarkan video yang beredar di media sosial, iring-iringan pengemudi ojol memadati jalan menuju DPRD Sumut.\n\nMereka berharap adanya perhatian serius terhadap berbagai persoalan yang selama ini dihadapi para pengemudi transportasi berbasis aplikasi.\n\nSalah satu yang menjadi sorotan adalah komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan pengemudi ojol.\n\nBeberapa kebijakan yang pernah disampaikan antara lain pembatasan potongan aplikator menjadi maksimal 8 persen, jaminan pendapatan yang lebih besar bagi pengemudi hingga sekitar 92 persen, serta pemberian perlindungan kesehatan melalui program BPJS Kesehatan.\n\nSelain itu, para pengemudi juga berharap adanya regulasi yang memberikan kepastian hukum, perlindungan kerja, serta sistem kemitraan yang dinilai lebih adil bagi para pengemudi ojek online di Indonesia.\n\nAksi menuju DPRD Sumut ini menjadi salah satu bentuk penyampaian aspirasi agar berbagai kebijakan yang telah dijanjikan dapat direalisasikan dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan para pengemudi.\n\n🎥 Video:", "post_id": "3922234706056225267_8139839031"}}], "edges": [{"key": "34400960", "source": "34400960", "target": "sekretariat.kabinet", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "medandailynews", "source": "medandailynews", "target": "mahmudhidayat06", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}]}