{"nodes": [{"key": "kontannews", "attributes": {"label": "kontannews", "x": 2.4494983223005695, "y": 270.44030143828655, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 46.1361, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3921406275271940674_1740350316", "id": "kontannews", "source": "instagram-000001", "content": "XLSMART, melalui unit bisnis XLSMAfor BUSINESS, kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi digital nasional melalui penyelenggaraan Bravo 500 Summit 2026 di Jakarta, Kamis (11/6). Mengusung tema “Solusi untuk Korporasi, Solusi untuk Negeri”, forum ini mempertemukan lebih dari 5.000 pemimpin bisnis, regulator, akademisi, dan mitra teknologi untuk membahas masa depan ekonomi digital Indonesia.\n\nDalam kesempatan tersebut, XLSmart memperkenalkan Enterprise Smart Technology & Automation Prime (ESTA Prime), platform terbaru yang dirancang untuk membantu korporasi mengintegrasikan data, operasional, dan pengambilan keputusan dalam satu ekosistem digital. Solusi ini menggabungkan teknologi AI, cloud, keamanan digital, Internet of Things (IoT), analisa data, hingga pengintegrasian layanan operasional guna mendukung percepatan transformasi digital di berbagai sektor.\n\nTurut hadir dalam acara tersebut Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin, Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Meutya Hafid, jajaran direksi dan komisaris XLSMART, Menteri Komunikasi dan Digital RI periode 2014-2019 Rudiantara, Chairman of Sinar Mas Telecommunication and Technology Franky O. Widjaja, dan Menteri Perdagangan RI periode 2011-2014 Gita Wirjawan.\n\nContent partnership with", "post_id": "3921406275271940674_1740350316"}}, {"key": "xlsmartforbusiness", "attributes": {"label": "xlsmartforbusiness", "x": 453.74313049952633, "y": 81.74568778234436, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 85.3518, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3921406275271940674_1740350316", "id": "xlsmartforbusiness", "source": "instagram-000001", "content": "XLSMART, melalui unit bisnis XLSMAfor BUSINESS, kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi digital nasional melalui penyelenggaraan Bravo 500 Summit 2026 di Jakarta, Kamis (11/6). Mengusung tema “Solusi untuk Korporasi, Solusi untuk Negeri”, forum ini mempertemukan lebih dari 5.000 pemimpin bisnis, regulator, akademisi, dan mitra teknologi untuk membahas masa depan ekonomi digital Indonesia.\n\nDalam kesempatan tersebut, XLSmart memperkenalkan Enterprise Smart Technology & Automation Prime (ESTA Prime), platform terbaru yang dirancang untuk membantu korporasi mengintegrasikan data, operasional, dan pengambilan keputusan dalam satu ekosistem digital. Solusi ini menggabungkan teknologi AI, cloud, keamanan digital, Internet of Things (IoT), analisa data, hingga pengintegrasian layanan operasional guna mendukung percepatan transformasi digital di berbagai sektor.\n\nTurut hadir dalam acara tersebut Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin, Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Meutya Hafid, jajaran direksi dan komisaris XLSMART, Menteri Komunikasi dan Digital RI periode 2014-2019 Rudiantara, Chairman of Sinar Mas Telecommunication and Technology Franky O. Widjaja, dan Menteri Perdagangan RI periode 2011-2014 Gita Wirjawan.\n\nContent partnership with", "post_id": "3921406275271940674_1740350316"}}, {"key": "insidelombok", "attributes": {"label": "insidelombok", "x": 292.15527292367807, "y": 711.2457768830392, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 46.1361, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3920587172539340647_2091936366", "id": "insidelombok", "source": "instagram-000001", "content": "📣 *PENDAFTARAN KOMPETISI QRIS JELAJAH INDONESIA 2026 DIBUKA*\n\n*QRIS Jelajah Indonesia (QJI) 2026* kembali hadir! Melanjutkan antusiasme dan kesuksesan tahun sebelumnya, QJI 2026 mengajak generasi muda Indonesia menjelajahi kekayaan kuliner Nusantara sambil menjadi bagian dari transformasi pembayaran digital nasional.\n\nQJI 2026 hadir dengan tema:\n\n🌍 **Jelajah Kuliner Nusantara, Bayar Praktis Dengan QRIS**\n\nTahun ini, peserta akan diajak mengeksplorasi beragam kuliner khas daerah, mengenal kisah di balik para pelaku usaha kuliner lokal, serta mempromosikan cita rasa Nusantara melalui berbagai tantangan kreatif dan pengalaman langsung di lapangan.\n\nKompetisi akan diselenggarakan di *46 Kantor Perwakilan Bank Indonesia* di seluruh Indonesia. Peserta akan berkompetisi secara berkelompok untuk:\n\n🍲 Menjelajahi dan mempromosikan kuliner khas Nusantara serta UMKM unggulan daerah\n📲 Menyelesaikan berbagai misi kampanye digitalisasi sistem pembayaran\n📹 Menciptakan konten digital kreatif yang mengangkat kekayaan kuliner, budaya, dan potensi lokal\n👾 Game QJI untuk pengalaman interaktif dan edukatif terkait digitalisasi sistem pembayaran\n\nMelalui berbagai tantangan menarik, peserta tidak hanya berkontribusi dalam mendorong adopsi pembayaran digital, tetapi juga menjadi duta promosi kuliner Nusantara dan UMKM lokal kepada masyarakat luas.\n\n*Merchant kuliner _legend_* dan *_hidden gem_ terbaik* juga akan memperoleh *QRIS ⭐️ Award* sebagai bentuk apresiasi atas cita rasa kuliner unggulan serta komitmen dalam mendukung penggunaan QRIS dan pengembangan ekosistem ekonomi digital Indonesia.\n\n📅 *Pendaftaran dibuka hingga 30 Juni 2026*\n🌐 *Daftar sekarang melalui website resmi:* https://qrisjelajah.id\n\nYuk, ambil bagian dalam petualangan kuliner terbesar bersama QJI 2026! *Jelajahi cita rasa Nusantara, dukung UMKM lokal, dan rasakan kemudahan bertransaksi dengan QRIS di seluruh penjuru Indonesia.*\n\n_Gurihnya kuah soto Lamongan,_\n_Minumnya es semlo khas Jogja_\n_Jelajah kuliner jadi lebih nyaman_\n_Bayar pakai QRIS di mana saja_✨\n\nDownload game QJI di:\nhttps://play.google.com/store/apps/details?id=com.VisualRanger.com.JelajahQris", "post_id": "3920587172539340647_2091936366"}}, {"key": "qris_ntb", "attributes": {"label": "qris_ntb", "x": 108.39752008181836, "y": 344.9005889894279, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 65.7439, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3920587172539340647_2091936366", "id": "qris_ntb", "source": "instagram-000001", "content": "📣 *PENDAFTARAN KOMPETISI QRIS JELAJAH INDONESIA 2026 DIBUKA*\n\n*QRIS Jelajah Indonesia (QJI) 2026* kembali hadir! Melanjutkan antusiasme dan kesuksesan tahun sebelumnya, QJI 2026 mengajak generasi muda Indonesia menjelajahi kekayaan kuliner Nusantara sambil menjadi bagian dari transformasi pembayaran digital nasional.\n\nQJI 2026 hadir dengan tema:\n\n🌍 **Jelajah Kuliner Nusantara, Bayar Praktis Dengan QRIS**\n\nTahun ini, peserta akan diajak mengeksplorasi beragam kuliner khas daerah, mengenal kisah di balik para pelaku usaha kuliner lokal, serta mempromosikan cita rasa Nusantara melalui berbagai tantangan kreatif dan pengalaman langsung di lapangan.\n\nKompetisi akan diselenggarakan di *46 Kantor Perwakilan Bank Indonesia* di seluruh Indonesia. Peserta akan berkompetisi secara berkelompok untuk:\n\n🍲 Menjelajahi dan mempromosikan kuliner khas Nusantara serta UMKM unggulan daerah\n📲 Menyelesaikan berbagai misi kampanye digitalisasi sistem pembayaran\n📹 Menciptakan konten digital kreatif yang mengangkat kekayaan kuliner, budaya, dan potensi lokal\n👾 Game QJI untuk pengalaman interaktif dan edukatif terkait digitalisasi sistem pembayaran\n\nMelalui berbagai tantangan menarik, peserta tidak hanya berkontribusi dalam mendorong adopsi pembayaran digital, tetapi juga menjadi duta promosi kuliner Nusantara dan UMKM lokal kepada masyarakat luas.\n\n*Merchant kuliner _legend_* dan *_hidden gem_ terbaik* juga akan memperoleh *QRIS ⭐️ Award* sebagai bentuk apresiasi atas cita rasa kuliner unggulan serta komitmen dalam mendukung penggunaan QRIS dan pengembangan ekosistem ekonomi digital Indonesia.\n\n📅 *Pendaftaran dibuka hingga 30 Juni 2026*\n🌐 *Daftar sekarang melalui website resmi:* https://qrisjelajah.id\n\nYuk, ambil bagian dalam petualangan kuliner terbesar bersama QJI 2026! *Jelajahi cita rasa Nusantara, dukung UMKM lokal, dan rasakan kemudahan bertransaksi dengan QRIS di seluruh penjuru Indonesia.*\n\n_Gurihnya kuah soto Lamongan,_\n_Minumnya es semlo khas Jogja_\n_Jelajah kuliner jadi lebih nyaman_\n_Bayar pakai QRIS di mana saja_✨\n\nDownload game QJI di:\nhttps://play.google.com/store/apps/details?id=com.VisualRanger.com.JelajahQris", "post_id": "3920587172539340647_2091936366"}}, {"key": "bank_indonesia_kpwntb", "attributes": {"label": "bank_indonesia_kpwntb", "x": 297.3557905341534, "y": 25.594973310660627, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 65.7439, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3920587172539340647_2091936366", "id": "bank_indonesia_kpwntb", "source": "instagram-000001", "content": "📣 *PENDAFTARAN KOMPETISI QRIS JELAJAH INDONESIA 2026 DIBUKA*\n\n*QRIS Jelajah Indonesia (QJI) 2026* kembali hadir! Melanjutkan antusiasme dan kesuksesan tahun sebelumnya, QJI 2026 mengajak generasi muda Indonesia menjelajahi kekayaan kuliner Nusantara sambil menjadi bagian dari transformasi pembayaran digital nasional.\n\nQJI 2026 hadir dengan tema:\n\n🌍 **Jelajah Kuliner Nusantara, Bayar Praktis Dengan QRIS**\n\nTahun ini, peserta akan diajak mengeksplorasi beragam kuliner khas daerah, mengenal kisah di balik para pelaku usaha kuliner lokal, serta mempromosikan cita rasa Nusantara melalui berbagai tantangan kreatif dan pengalaman langsung di lapangan.\n\nKompetisi akan diselenggarakan di *46 Kantor Perwakilan Bank Indonesia* di seluruh Indonesia. Peserta akan berkompetisi secara berkelompok untuk:\n\n🍲 Menjelajahi dan mempromosikan kuliner khas Nusantara serta UMKM unggulan daerah\n📲 Menyelesaikan berbagai misi kampanye digitalisasi sistem pembayaran\n📹 Menciptakan konten digital kreatif yang mengangkat kekayaan kuliner, budaya, dan potensi lokal\n👾 Game QJI untuk pengalaman interaktif dan edukatif terkait digitalisasi sistem pembayaran\n\nMelalui berbagai tantangan menarik, peserta tidak hanya berkontribusi dalam mendorong adopsi pembayaran digital, tetapi juga menjadi duta promosi kuliner Nusantara dan UMKM lokal kepada masyarakat luas.\n\n*Merchant kuliner _legend_* dan *_hidden gem_ terbaik* juga akan memperoleh *QRIS ⭐️ Award* sebagai bentuk apresiasi atas cita rasa kuliner unggulan serta komitmen dalam mendukung penggunaan QRIS dan pengembangan ekosistem ekonomi digital Indonesia.\n\n📅 *Pendaftaran dibuka hingga 30 Juni 2026*\n🌐 *Daftar sekarang melalui website resmi:* https://qrisjelajah.id\n\nYuk, ambil bagian dalam petualangan kuliner terbesar bersama QJI 2026! *Jelajahi cita rasa Nusantara, dukung UMKM lokal, dan rasakan kemudahan bertransaksi dengan QRIS di seluruh penjuru Indonesia.*\n\n_Gurihnya kuah soto Lamongan,_\n_Minumnya es semlo khas Jogja_\n_Jelajah kuliner jadi lebih nyaman_\n_Bayar pakai QRIS di mana saja_✨\n\nDownload game QJI di:\nhttps://play.google.com/store/apps/details?id=com.VisualRanger.com.JelajahQris", "post_id": "3920587172539340647_2091936366"}}, {"key": "@KemkomdigiTV", "attributes": {"label": "@KemkomdigiTV", "x": 714.1950897641948, "y": 871.7365165158759, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 46.1361, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "jFR1z25AvqY", "id": "@KemkomdigiTV", "source": "youtube-000001", "content": "Menkomdigi: Nilai Ekonomi Digital Harus Berputar di Dalam Negeri\n\nMenteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan Indonesia tidak boleh lagi puas hanya menjadi pasar besar ekonomi digital.\n\nIndonesia harus naik kelas menjadi pencipta dan pemilik nilai, sehingga pertumbuhan digital benar-benar mensejahterakan masyarakat dan memperkuat ekonomi nasional.\n\nDengan nilai ekonomi digital mencapai US$100 miliar — terbesar di ASEAN — dan diproyeksikan melonjak hingga US$360 miliar pada 2030, Indonesia kini berada di titik krusial untuk mengubah potensi luar biasa ini menjadi kekuatan ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan.\n\n“Menghubungkan masyarakat adalah bagian yang cukup mudah. Justru bagian yang jauh lebih sulit dan jauh lebih berharga adalah menghubungkan sistem kita serta mengubah seluruh pertumbuhan itu menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan. Inilah babak ketika Asia Tenggara tidak mau hanya menjadi pasar namun juga turut membentuk ekonomi digital dunia,” tegas Meutya Hafid dalam Asia Economic Summit di Jakarta Selatan, Rabu (17/06/2026).\n\nKanal Sosial Media Kementerian Komdigi:\n\nhttps://www.komdigi.go.id/\nInstagram:   / kemkomdigi   ()\n\nWhatsapp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va2f...\n\n#Komdigi #Komunikasi #Digital", "post_id": "jFR1z25AvqY"}}, {"key": "kemenkomdigi", "attributes": {"label": "kemenkomdigi", "x": 20.10883083689341, "y": 242.61965742920643, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 85.3518, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "jFR1z25AvqY", "id": "kemenkomdigi", "source": "youtube-000001", "content": "Menkomdigi: Nilai Ekonomi Digital Harus Berputar di Dalam Negeri\n\nMenteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan Indonesia tidak boleh lagi puas hanya menjadi pasar besar ekonomi digital.\n\nIndonesia harus naik kelas menjadi pencipta dan pemilik nilai, sehingga pertumbuhan digital benar-benar mensejahterakan masyarakat dan memperkuat ekonomi nasional.\n\nDengan nilai ekonomi digital mencapai US$100 miliar — terbesar di ASEAN — dan diproyeksikan melonjak hingga US$360 miliar pada 2030, Indonesia kini berada di titik krusial untuk mengubah potensi luar biasa ini menjadi kekuatan ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan.\n\n“Menghubungkan masyarakat adalah bagian yang cukup mudah. Justru bagian yang jauh lebih sulit dan jauh lebih berharga adalah menghubungkan sistem kita serta mengubah seluruh pertumbuhan itu menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan. Inilah babak ketika Asia Tenggara tidak mau hanya menjadi pasar namun juga turut membentuk ekonomi digital dunia,” tegas Meutya Hafid dalam Asia Economic Summit di Jakarta Selatan, Rabu (17/06/2026).\n\nKanal Sosial Media Kementerian Komdigi:\n\nhttps://www.komdigi.go.id/\nInstagram:   / kemkomdigi   ()\n\nWhatsapp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va2f...\n\n#Komdigi #Komunikasi #Digital", "post_id": "jFR1z25AvqY"}}, {"key": "@IndefEconomics", "attributes": {"label": "@IndefEconomics", "x": 455.06023618203426, "y": 107.95773326742652, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 46.1361, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "lcoVoToc6P8", "id": "@IndefEconomics", "source": "youtube-000001", "content": "Pancasila Sebagai Kompas: Menuju Keadilan Sosial Lewat Fintech Syariah\n\nDi tengah pesatnya teknologi, kita justru kerap disuguhkan dengan maraknya pinjol ilegal, jeratan utang, hingga kesenjangan akses modal bagi UMKM. Apakah ekosistem keuangan digital yang kita bangun sudah sejalan dengan cita-cita sila kelima, atau justru menciptakan bentuk kesenjangan baru?\n\nDi episode ke-13 Sharia Insight, kami hadirkan Ronald Yusuf Wijaya, Ketua Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI), mengenai peran fintech syariah dalam membangun sistem keuangan yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan.\n\nPoin Kunci:\nPosisi Pancasila dalam ekonomi digital Indonesia\nPerbedaan mendasar fintech syariah dan fintech konvensional\nFenomena pinjaman online ilegal dan dampaknya bagi masyarakat\nPeran fintech syariah dalam memperluas akses pembiayaan UMKM\nPentingnya integritas data dan open finance\n\nTonton hingga akhir sekarang juga untuk memahami bahwa teknologi bukan sekadar alat untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sarana untuk mewujudkan keadilan sosial yang lebih luas bagi seluruh masyarakat.\n\n Dukung Terus Konten INDEF:\nJangan lupa klik LIKE, SHARE, dan SUBSCRIBE agar tidak ketinggalan update seputar isu ekonomi terkini.\n\n📌 Follow Instagram kami:  🌐 Website: www.indef.or.id \n\n#ShariaInsight #PodcastINDEF #FintechSyariah #EkonomiDigital", "post_id": "lcoVoToc6P8"}}, {"key": "indef_official", "attributes": {"label": "indef_official", "x": 128.13632363476825, "y": 2.2177575370947444, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 85.3518, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "lcoVoToc6P8", "id": "indef_official", "source": "youtube-000001", "content": "Pancasila Sebagai Kompas: Menuju Keadilan Sosial Lewat Fintech Syariah\n\nDi tengah pesatnya teknologi, kita justru kerap disuguhkan dengan maraknya pinjol ilegal, jeratan utang, hingga kesenjangan akses modal bagi UMKM. Apakah ekosistem keuangan digital yang kita bangun sudah sejalan dengan cita-cita sila kelima, atau justru menciptakan bentuk kesenjangan baru?\n\nDi episode ke-13 Sharia Insight, kami hadirkan Ronald Yusuf Wijaya, Ketua Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI), mengenai peran fintech syariah dalam membangun sistem keuangan yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan.\n\nPoin Kunci:\nPosisi Pancasila dalam ekonomi digital Indonesia\nPerbedaan mendasar fintech syariah dan fintech konvensional\nFenomena pinjaman online ilegal dan dampaknya bagi masyarakat\nPeran fintech syariah dalam memperluas akses pembiayaan UMKM\nPentingnya integritas data dan open finance\n\nTonton hingga akhir sekarang juga untuk memahami bahwa teknologi bukan sekadar alat untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sarana untuk mewujudkan keadilan sosial yang lebih luas bagi seluruh masyarakat.\n\n Dukung Terus Konten INDEF:\nJangan lupa klik LIKE, SHARE, dan SUBSCRIBE agar tidak ketinggalan update seputar isu ekonomi terkini.\n\n📌 Follow Instagram kami:  🌐 Website: www.indef.or.id \n\n#ShariaInsight #PodcastINDEF #FintechSyariah #EkonomiDigital", "post_id": "lcoVoToc6P8"}}, {"key": "@Bennix", "attributes": {"label": "@Bennix", "x": 17.469517871856688, "y": 932.1964564448308, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 46.1361, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 0, "out_degree": 8, "degree": 8}, "_id": "cdBzJyuLztc", "id": "@Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "UMKM TERDESAK!! INIKAH AKHIR DARI MARKETPLACE DI INDONESIA? 80 Triliun Habis Dibakar!!\n\nUMKM TERDESAK!! INIKAH AKHIR DARI MARKETPLACE DI INDONESIA?\n\n\nBiaya admin marketplace kembali naik dan membuat banyak pelaku UMKM mengeluh. Setelah bertahun-tahun menikmati era diskon besar-besaran, gratis ongkir, cashback, dan berbagai promo yang membakar uang hingga puluhan triliun rupiah, kini banyak marketplace di Indonesia mulai mengubah strategi bisnis mereka. Benarkah era bakar duit marketplace sudah berakhir? Dan apakah kenaikan biaya admin ini akan menjadi beban baru bagi para penjual online serta UMKM Indonesia?\n\nDalam video ini kita akan membahas bagaimana marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, dan platform e-commerce lainnya selama bertahun-tahun bersaing merebut pasar dengan strategi subsidi besar-besaran. Diperkirakan industri marketplace telah membakar dana hingga puluhan triliun rupiah untuk memberikan promo kepada konsumen Indonesia. Strategi ini berhasil meningkatkan transaksi online, mendorong digitalisasi UMKM, memperluas akses pasar, serta ikut menggerakkan daya beli masyarakat.\n\nNamun kini situasinya mulai berubah. Investor menuntut profitabilitas, pertumbuhan bisnis yang sehat, dan pengurangan kerugian. Akibatnya biaya admin seller naik, biaya layanan bertambah, persaingan harga semakin ketat, dan margin keuntungan UMKM semakin tertekan. Apakah kondisi ini akan membuat banyak pelaku usaha kecil kesulitan bertahan? Apakah konsumen Indonesia juga akan terkena dampaknya melalui harga barang yang lebih mahal?\n\nVideo ini akan mengupas tuntas fenomena kenaikan biaya admin marketplace, dampaknya terhadap UMKM Indonesia, masa depan e-commerce Indonesia, strategi bisnis marketplace setelah era bakar duit, serta bagaimana perubahan ini dapat memengaruhi ekonomi digital Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Simak sampai selesai dan tuliskan pendapat kalian di kolom komentar. Apakah kenaikan biaya admin marketplace merupakan langkah yang wajar untuk mencapai keuntungan, atau justru akan memperlambat pertumbuhan UMKM dan ekonomi digital Indonesia?\n\n#Marketplace #UMKM #Shopee #Tokopedia #Lazada #EkonomiIndonesia #BisnisOnline #EcommerceIndonesia #SellerOnline #BiayaAdmin #DigitalEconomy #EkonomiDigital #JualanOnline #MarketplaceIndonesia #GratisOngkir #PromoMarketplace #BeritaEkonomi #AnalisisEkonomi #UsahaKecil #UMKMIndonesia\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "cdBzJyuLztc"}}, {"key": "Bennix", "attributes": {"label": "Bennix", "x": 121.63107383590076, "y": 482.4227402775475, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 51.0381, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "cdBzJyuLztc", "id": "Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "UMKM TERDESAK!! INIKAH AKHIR DARI MARKETPLACE DI INDONESIA? 80 Triliun Habis Dibakar!!\n\nUMKM TERDESAK!! INIKAH AKHIR DARI MARKETPLACE DI INDONESIA?\n\n\nBiaya admin marketplace kembali naik dan membuat banyak pelaku UMKM mengeluh. Setelah bertahun-tahun menikmati era diskon besar-besaran, gratis ongkir, cashback, dan berbagai promo yang membakar uang hingga puluhan triliun rupiah, kini banyak marketplace di Indonesia mulai mengubah strategi bisnis mereka. Benarkah era bakar duit marketplace sudah berakhir? Dan apakah kenaikan biaya admin ini akan menjadi beban baru bagi para penjual online serta UMKM Indonesia?\n\nDalam video ini kita akan membahas bagaimana marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, dan platform e-commerce lainnya selama bertahun-tahun bersaing merebut pasar dengan strategi subsidi besar-besaran. Diperkirakan industri marketplace telah membakar dana hingga puluhan triliun rupiah untuk memberikan promo kepada konsumen Indonesia. Strategi ini berhasil meningkatkan transaksi online, mendorong digitalisasi UMKM, memperluas akses pasar, serta ikut menggerakkan daya beli masyarakat.\n\nNamun kini situasinya mulai berubah. Investor menuntut profitabilitas, pertumbuhan bisnis yang sehat, dan pengurangan kerugian. Akibatnya biaya admin seller naik, biaya layanan bertambah, persaingan harga semakin ketat, dan margin keuntungan UMKM semakin tertekan. Apakah kondisi ini akan membuat banyak pelaku usaha kecil kesulitan bertahan? Apakah konsumen Indonesia juga akan terkena dampaknya melalui harga barang yang lebih mahal?\n\nVideo ini akan mengupas tuntas fenomena kenaikan biaya admin marketplace, dampaknya terhadap UMKM Indonesia, masa depan e-commerce Indonesia, strategi bisnis marketplace setelah era bakar duit, serta bagaimana perubahan ini dapat memengaruhi ekonomi digital Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Simak sampai selesai dan tuliskan pendapat kalian di kolom komentar. Apakah kenaikan biaya admin marketplace merupakan langkah yang wajar untuk mencapai keuntungan, atau justru akan memperlambat pertumbuhan UMKM dan ekonomi digital Indonesia?\n\n#Marketplace #UMKM #Shopee #Tokopedia #Lazada #EkonomiIndonesia #BisnisOnline #EcommerceIndonesia #SellerOnline #BiayaAdmin #DigitalEconomy #EkonomiDigital #JualanOnline #MarketplaceIndonesia #GratisOngkir #PromoMarketplace #BeritaEkonomi #AnalisisEkonomi #UsahaKecil #UMKMIndonesia\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "cdBzJyuLztc"}}, {"key": "bennix.official", "attributes": {"label": "bennix.official", "x": 492.94503392415487, "y": 937.1442697617183, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 51.0381, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "cdBzJyuLztc", "id": "bennix.official", "source": "youtube-000001", "content": "UMKM TERDESAK!! INIKAH AKHIR DARI MARKETPLACE DI INDONESIA? 80 Triliun Habis Dibakar!!\n\nUMKM TERDESAK!! INIKAH AKHIR DARI MARKETPLACE DI INDONESIA?\n\n\nBiaya admin marketplace kembali naik dan membuat banyak pelaku UMKM mengeluh. Setelah bertahun-tahun menikmati era diskon besar-besaran, gratis ongkir, cashback, dan berbagai promo yang membakar uang hingga puluhan triliun rupiah, kini banyak marketplace di Indonesia mulai mengubah strategi bisnis mereka. Benarkah era bakar duit marketplace sudah berakhir? Dan apakah kenaikan biaya admin ini akan menjadi beban baru bagi para penjual online serta UMKM Indonesia?\n\nDalam video ini kita akan membahas bagaimana marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, dan platform e-commerce lainnya selama bertahun-tahun bersaing merebut pasar dengan strategi subsidi besar-besaran. Diperkirakan industri marketplace telah membakar dana hingga puluhan triliun rupiah untuk memberikan promo kepada konsumen Indonesia. Strategi ini berhasil meningkatkan transaksi online, mendorong digitalisasi UMKM, memperluas akses pasar, serta ikut menggerakkan daya beli masyarakat.\n\nNamun kini situasinya mulai berubah. Investor menuntut profitabilitas, pertumbuhan bisnis yang sehat, dan pengurangan kerugian. Akibatnya biaya admin seller naik, biaya layanan bertambah, persaingan harga semakin ketat, dan margin keuntungan UMKM semakin tertekan. Apakah kondisi ini akan membuat banyak pelaku usaha kecil kesulitan bertahan? Apakah konsumen Indonesia juga akan terkena dampaknya melalui harga barang yang lebih mahal?\n\nVideo ini akan mengupas tuntas fenomena kenaikan biaya admin marketplace, dampaknya terhadap UMKM Indonesia, masa depan e-commerce Indonesia, strategi bisnis marketplace setelah era bakar duit, serta bagaimana perubahan ini dapat memengaruhi ekonomi digital Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Simak sampai selesai dan tuliskan pendapat kalian di kolom komentar. Apakah kenaikan biaya admin marketplace merupakan langkah yang wajar untuk mencapai keuntungan, atau justru akan memperlambat pertumbuhan UMKM dan ekonomi digital Indonesia?\n\n#Marketplace #UMKM #Shopee #Tokopedia #Lazada #EkonomiIndonesia #BisnisOnline #EcommerceIndonesia #SellerOnline #BiayaAdmin #DigitalEconomy #EkonomiDigital #JualanOnline #MarketplaceIndonesia #GratisOngkir #PromoMarketplace #BeritaEkonomi #AnalisisEkonomi #UsahaKecil #UMKMIndonesia\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "cdBzJyuLztc"}}, {"key": "bennix.real", "attributes": {"label": "bennix.real", "x": 308.43026056506926, "y": 116.48040246597414, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 51.0381, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "cdBzJyuLztc", "id": "bennix.real", "source": "youtube-000001", "content": "UMKM TERDESAK!! INIKAH AKHIR DARI MARKETPLACE DI INDONESIA? 80 Triliun Habis Dibakar!!\n\nUMKM TERDESAK!! INIKAH AKHIR DARI MARKETPLACE DI INDONESIA?\n\n\nBiaya admin marketplace kembali naik dan membuat banyak pelaku UMKM mengeluh. Setelah bertahun-tahun menikmati era diskon besar-besaran, gratis ongkir, cashback, dan berbagai promo yang membakar uang hingga puluhan triliun rupiah, kini banyak marketplace di Indonesia mulai mengubah strategi bisnis mereka. Benarkah era bakar duit marketplace sudah berakhir? Dan apakah kenaikan biaya admin ini akan menjadi beban baru bagi para penjual online serta UMKM Indonesia?\n\nDalam video ini kita akan membahas bagaimana marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, dan platform e-commerce lainnya selama bertahun-tahun bersaing merebut pasar dengan strategi subsidi besar-besaran. Diperkirakan industri marketplace telah membakar dana hingga puluhan triliun rupiah untuk memberikan promo kepada konsumen Indonesia. Strategi ini berhasil meningkatkan transaksi online, mendorong digitalisasi UMKM, memperluas akses pasar, serta ikut menggerakkan daya beli masyarakat.\n\nNamun kini situasinya mulai berubah. Investor menuntut profitabilitas, pertumbuhan bisnis yang sehat, dan pengurangan kerugian. Akibatnya biaya admin seller naik, biaya layanan bertambah, persaingan harga semakin ketat, dan margin keuntungan UMKM semakin tertekan. Apakah kondisi ini akan membuat banyak pelaku usaha kecil kesulitan bertahan? Apakah konsumen Indonesia juga akan terkena dampaknya melalui harga barang yang lebih mahal?\n\nVideo ini akan mengupas tuntas fenomena kenaikan biaya admin marketplace, dampaknya terhadap UMKM Indonesia, masa depan e-commerce Indonesia, strategi bisnis marketplace setelah era bakar duit, serta bagaimana perubahan ini dapat memengaruhi ekonomi digital Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Simak sampai selesai dan tuliskan pendapat kalian di kolom komentar. Apakah kenaikan biaya admin marketplace merupakan langkah yang wajar untuk mencapai keuntungan, atau justru akan memperlambat pertumbuhan UMKM dan ekonomi digital Indonesia?\n\n#Marketplace #UMKM #Shopee #Tokopedia #Lazada #EkonomiIndonesia #BisnisOnline #EcommerceIndonesia #SellerOnline #BiayaAdmin #DigitalEconomy #EkonomiDigital #JualanOnline #MarketplaceIndonesia #GratisOngkir #PromoMarketplace #BeritaEkonomi #AnalisisEkonomi #UsahaKecil #UMKMIndonesia\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "cdBzJyuLztc"}}, {"key": "bennix", "attributes": {"label": "bennix", "x": 714.6061001358346, "y": 904.1889272048713, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 51.0381, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "cdBzJyuLztc", "id": "bennix", "source": "youtube-000001", "content": "UMKM TERDESAK!! INIKAH AKHIR DARI MARKETPLACE DI INDONESIA? 80 Triliun Habis Dibakar!!\n\nUMKM TERDESAK!! INIKAH AKHIR DARI MARKETPLACE DI INDONESIA?\n\n\nBiaya admin marketplace kembali naik dan membuat banyak pelaku UMKM mengeluh. Setelah bertahun-tahun menikmati era diskon besar-besaran, gratis ongkir, cashback, dan berbagai promo yang membakar uang hingga puluhan triliun rupiah, kini banyak marketplace di Indonesia mulai mengubah strategi bisnis mereka. Benarkah era bakar duit marketplace sudah berakhir? Dan apakah kenaikan biaya admin ini akan menjadi beban baru bagi para penjual online serta UMKM Indonesia?\n\nDalam video ini kita akan membahas bagaimana marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, dan platform e-commerce lainnya selama bertahun-tahun bersaing merebut pasar dengan strategi subsidi besar-besaran. Diperkirakan industri marketplace telah membakar dana hingga puluhan triliun rupiah untuk memberikan promo kepada konsumen Indonesia. Strategi ini berhasil meningkatkan transaksi online, mendorong digitalisasi UMKM, memperluas akses pasar, serta ikut menggerakkan daya beli masyarakat.\n\nNamun kini situasinya mulai berubah. Investor menuntut profitabilitas, pertumbuhan bisnis yang sehat, dan pengurangan kerugian. Akibatnya biaya admin seller naik, biaya layanan bertambah, persaingan harga semakin ketat, dan margin keuntungan UMKM semakin tertekan. Apakah kondisi ini akan membuat banyak pelaku usaha kecil kesulitan bertahan? Apakah konsumen Indonesia juga akan terkena dampaknya melalui harga barang yang lebih mahal?\n\nVideo ini akan mengupas tuntas fenomena kenaikan biaya admin marketplace, dampaknya terhadap UMKM Indonesia, masa depan e-commerce Indonesia, strategi bisnis marketplace setelah era bakar duit, serta bagaimana perubahan ini dapat memengaruhi ekonomi digital Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Simak sampai selesai dan tuliskan pendapat kalian di kolom komentar. Apakah kenaikan biaya admin marketplace merupakan langkah yang wajar untuk mencapai keuntungan, atau justru akan memperlambat pertumbuhan UMKM dan ekonomi digital Indonesia?\n\n#Marketplace #UMKM #Shopee #Tokopedia #Lazada #EkonomiIndonesia #BisnisOnline #EcommerceIndonesia #SellerOnline #BiayaAdmin #DigitalEconomy #EkonomiDigital #JualanOnline #MarketplaceIndonesia #GratisOngkir #PromoMarketplace #BeritaEkonomi #AnalisisEkonomi #UsahaKecil #UMKMIndonesia\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "cdBzJyuLztc"}}, {"key": "@theknowalapedia", "attributes": {"label": "@theknowalapedia", "x": 130.3016142726765, "y": 660.9506896598823, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 46.1361, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "clE6su6ynck", "id": "@theknowalapedia", "source": "youtube-000001", "content": "Udah Miskin Masih Pinjol dan Judol: Memahami Pola Pikir Bodoh Masyarakat Indonesia !?\n\nUdah Miskin Masih Pinjol dan Judol: Memahami Pola Pikir Bodoh Masyarakat Indonesia !?\n\nOrang miskin sering dianggap boros, konsumtif, dan terlalu mudah tergoda pinjaman online. Tapi benarkah masalahnya sesederhana itu?\n\nDi tengah harga kebutuhan pokok yang terus naik, biaya hidup yang semakin mahal, dan kondisi ekonomi yang makin tidak pasti, banyak orang hidup hanya satu gaji dari krisis berikutnya. \n\nKetika masa depan terasa sulit dijangkau, kesenangan instan sering kali menjadi pelarian. Flash sale, paylater, pinjol, influencer, hingga media sosial terus menawarkan ilusi bahwa kebahagiaan bisa dibeli hanya dengan satu klik.\n\nNamun apakah fenomena konsumtif dan maraknya pinjol benar-benar terjadi karena masyarakat tidak bisa mengatur uang?\nAtau justru karena ada sistem ekonomi, lingkungan sosial, dan rendahnya literasi keuangan yang membuat jutaan orang lebih rentan terjebak dalam lingkaran utang?\n\nPenasaran kan?\nTonton video ini sampai habis, karena mungkin setelahnya cara pandangmu tentang kemiskinan, konsumtif, dan pinjol akan berubah.\n\nPart Video:\n00:00 : Opening\n01:53 : Mengapa Orang Miskin Lebih Mudah Tergoda untuk Belanja?\n04:03 : Harga yang Harus Dibayar untuk Bertahan Hidup\n05:31 : Kenapa Ini Bisa Terjadi?\n08:01 : Jadi Ini Salah Sistem atau Salah Individu?\n09:37 : Kesimpulan\n\nStay Curious & Sampai Jumpa!\n------\nThe Knowalapedia adalah channel edukasi dan bukan cuma channel yang hanya menjawab pertanyaan-pertanyaan random, misterius, atau nyeleneh. Tapi juga tempat buat menumbuhkan rasa ingin tahu kamu tentang edukasi, pop kultur, sejarah, misteri, konspirasi, pertanyaan-pertanyaan \"What If's\", dan segala hal unik di dunia ini.\n\nFollow semua sosial media The Knowalapedia untuk dapetin update terbaru, konten unik, dan fakta-fakta yang bikin kamu makin penasaran!\n\nInstagram:   / knowalapedia  \nTiktok:   / knowalapedia  \n\nFor business inquiries:\nknowalapedia\n\nKonten Knowala membutuhkan riset dan waktu produksi yang nggak sebentar. Kalau kamu merasa konten ini bermanfaat dan mau mendukung Knowala untuk terus konsisten \"memuaskan rasa ingin tahumu\", kamu bisa beri dukungan melalui:\n\n➡️ Saweria:\nhttps://saweria.co/theknowalapedia\n\nSetiap dukungan, sekecil apa pun, sangat berarti untuk keberlangsungan channel ini dan pembuatan konten-konten seru selanjutnya! 🙏\n-----\nReferences & Credits:\n1. Aset foto & video: freepik.com/video\n2. Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (2024). OJK dan BPS Umumkan Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Tahun 2024.\nhttps://ojk.go.id/id/berita-dan-kegia...\n3. TikTok. (2024). Video Unboxing oleh Dictionarei.\nhttps://www.tiktok.com/\n4. TikTok. (2025). Video Unboxing oleh Kent Hadi.\nhttps://www.tiktok.com/\n5. Liputan6. (2022). Baru 17,5 Juta UMKM yang Bisa Cicipi Manisnya Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia.\nhttps://www.liputan6.com/bisnis/read/...\n\n#ekonomi #pinjol  #paylater  #literasikeuangan  #utang  #kemiskinan  #finansial  #finance #judionline #Konsumtif #EdukasiKeuangan #TheKnowalapedia", "post_id": "clE6su6ynck"}}, {"key": "dictionarei/v...", "attributes": {"label": "dictionarei/v...", "x": 560.1485693238985, "y": 386.62720475485236, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 65.7439, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "clE6su6ynck", "id": "dictionarei/v...", "source": "youtube-000001", "content": "Udah Miskin Masih Pinjol dan Judol: Memahami Pola Pikir Bodoh Masyarakat Indonesia !?\n\nUdah Miskin Masih Pinjol dan Judol: Memahami Pola Pikir Bodoh Masyarakat Indonesia !?\n\nOrang miskin sering dianggap boros, konsumtif, dan terlalu mudah tergoda pinjaman online. Tapi benarkah masalahnya sesederhana itu?\n\nDi tengah harga kebutuhan pokok yang terus naik, biaya hidup yang semakin mahal, dan kondisi ekonomi yang makin tidak pasti, banyak orang hidup hanya satu gaji dari krisis berikutnya. \n\nKetika masa depan terasa sulit dijangkau, kesenangan instan sering kali menjadi pelarian. Flash sale, paylater, pinjol, influencer, hingga media sosial terus menawarkan ilusi bahwa kebahagiaan bisa dibeli hanya dengan satu klik.\n\nNamun apakah fenomena konsumtif dan maraknya pinjol benar-benar terjadi karena masyarakat tidak bisa mengatur uang?\nAtau justru karena ada sistem ekonomi, lingkungan sosial, dan rendahnya literasi keuangan yang membuat jutaan orang lebih rentan terjebak dalam lingkaran utang?\n\nPenasaran kan?\nTonton video ini sampai habis, karena mungkin setelahnya cara pandangmu tentang kemiskinan, konsumtif, dan pinjol akan berubah.\n\nPart Video:\n00:00 : Opening\n01:53 : Mengapa Orang Miskin Lebih Mudah Tergoda untuk Belanja?\n04:03 : Harga yang Harus Dibayar untuk Bertahan Hidup\n05:31 : Kenapa Ini Bisa Terjadi?\n08:01 : Jadi Ini Salah Sistem atau Salah Individu?\n09:37 : Kesimpulan\n\nStay Curious & Sampai Jumpa!\n------\nThe Knowalapedia adalah channel edukasi dan bukan cuma channel yang hanya menjawab pertanyaan-pertanyaan random, misterius, atau nyeleneh. Tapi juga tempat buat menumbuhkan rasa ingin tahu kamu tentang edukasi, pop kultur, sejarah, misteri, konspirasi, pertanyaan-pertanyaan \"What If's\", dan segala hal unik di dunia ini.\n\nFollow semua sosial media The Knowalapedia untuk dapetin update terbaru, konten unik, dan fakta-fakta yang bikin kamu makin penasaran!\n\nInstagram:   / knowalapedia  \nTiktok:   / knowalapedia  \n\nFor business inquiries:\nknowalapedia\n\nKonten Knowala membutuhkan riset dan waktu produksi yang nggak sebentar. Kalau kamu merasa konten ini bermanfaat dan mau mendukung Knowala untuk terus konsisten \"memuaskan rasa ingin tahumu\", kamu bisa beri dukungan melalui:\n\n➡️ Saweria:\nhttps://saweria.co/theknowalapedia\n\nSetiap dukungan, sekecil apa pun, sangat berarti untuk keberlangsungan channel ini dan pembuatan konten-konten seru selanjutnya! 🙏\n-----\nReferences & Credits:\n1. Aset foto & video: freepik.com/video\n2. Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (2024). OJK dan BPS Umumkan Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Tahun 2024.\nhttps://ojk.go.id/id/berita-dan-kegia...\n3. TikTok. (2024). Video Unboxing oleh Dictionarei.\nhttps://www.tiktok.com/\n4. TikTok. (2025). Video Unboxing oleh Kent Hadi.\nhttps://www.tiktok.com/\n5. Liputan6. (2022). Baru 17,5 Juta UMKM yang Bisa Cicipi Manisnya Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia.\nhttps://www.liputan6.com/bisnis/read/...\n\n#ekonomi #pinjol  #paylater  #literasikeuangan  #utang  #kemiskinan  #finansial  #finance #judionline #Konsumtif #EdukasiKeuangan #TheKnowalapedia", "post_id": "clE6su6ynck"}}, {"key": "kent.hadi/vid...", "attributes": {"label": "kent.hadi/vid...", "x": 672.4996696450047, "y": 358.0976084497016, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 65.7439, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "clE6su6ynck", "id": "kent.hadi/vid...", "source": "youtube-000001", "content": "Udah Miskin Masih Pinjol dan Judol: Memahami Pola Pikir Bodoh Masyarakat Indonesia !?\n\nUdah Miskin Masih Pinjol dan Judol: Memahami Pola Pikir Bodoh Masyarakat Indonesia !?\n\nOrang miskin sering dianggap boros, konsumtif, dan terlalu mudah tergoda pinjaman online. Tapi benarkah masalahnya sesederhana itu?\n\nDi tengah harga kebutuhan pokok yang terus naik, biaya hidup yang semakin mahal, dan kondisi ekonomi yang makin tidak pasti, banyak orang hidup hanya satu gaji dari krisis berikutnya. \n\nKetika masa depan terasa sulit dijangkau, kesenangan instan sering kali menjadi pelarian. Flash sale, paylater, pinjol, influencer, hingga media sosial terus menawarkan ilusi bahwa kebahagiaan bisa dibeli hanya dengan satu klik.\n\nNamun apakah fenomena konsumtif dan maraknya pinjol benar-benar terjadi karena masyarakat tidak bisa mengatur uang?\nAtau justru karena ada sistem ekonomi, lingkungan sosial, dan rendahnya literasi keuangan yang membuat jutaan orang lebih rentan terjebak dalam lingkaran utang?\n\nPenasaran kan?\nTonton video ini sampai habis, karena mungkin setelahnya cara pandangmu tentang kemiskinan, konsumtif, dan pinjol akan berubah.\n\nPart Video:\n00:00 : Opening\n01:53 : Mengapa Orang Miskin Lebih Mudah Tergoda untuk Belanja?\n04:03 : Harga yang Harus Dibayar untuk Bertahan Hidup\n05:31 : Kenapa Ini Bisa Terjadi?\n08:01 : Jadi Ini Salah Sistem atau Salah Individu?\n09:37 : Kesimpulan\n\nStay Curious & Sampai Jumpa!\n------\nThe Knowalapedia adalah channel edukasi dan bukan cuma channel yang hanya menjawab pertanyaan-pertanyaan random, misterius, atau nyeleneh. Tapi juga tempat buat menumbuhkan rasa ingin tahu kamu tentang edukasi, pop kultur, sejarah, misteri, konspirasi, pertanyaan-pertanyaan \"What If's\", dan segala hal unik di dunia ini.\n\nFollow semua sosial media The Knowalapedia untuk dapetin update terbaru, konten unik, dan fakta-fakta yang bikin kamu makin penasaran!\n\nInstagram:   / knowalapedia  \nTiktok:   / knowalapedia  \n\nFor business inquiries:\nknowalapedia\n\nKonten Knowala membutuhkan riset dan waktu produksi yang nggak sebentar. Kalau kamu merasa konten ini bermanfaat dan mau mendukung Knowala untuk terus konsisten \"memuaskan rasa ingin tahumu\", kamu bisa beri dukungan melalui:\n\n➡️ Saweria:\nhttps://saweria.co/theknowalapedia\n\nSetiap dukungan, sekecil apa pun, sangat berarti untuk keberlangsungan channel ini dan pembuatan konten-konten seru selanjutnya! 🙏\n-----\nReferences & Credits:\n1. Aset foto & video: freepik.com/video\n2. Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (2024). OJK dan BPS Umumkan Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Tahun 2024.\nhttps://ojk.go.id/id/berita-dan-kegia...\n3. TikTok. (2024). Video Unboxing oleh Dictionarei.\nhttps://www.tiktok.com/\n4. TikTok. (2025). Video Unboxing oleh Kent Hadi.\nhttps://www.tiktok.com/\n5. Liputan6. (2022). Baru 17,5 Juta UMKM yang Bisa Cicipi Manisnya Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia.\nhttps://www.liputan6.com/bisnis/read/...\n\n#ekonomi #pinjol  #paylater  #literasikeuangan  #utang  #kemiskinan  #finansial  #finance #judionline #Konsumtif #EdukasiKeuangan #TheKnowalapedia", "post_id": "clE6su6ynck"}}], "edges": [{"key": "kontannews", "source": "kontannews", "target": "xlsmartforbusiness", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "insidelombok", "source": "insidelombok", "target": "qris_ntb", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "insidelombok", "source": "insidelombok", "target": "bank_indonesia_kpwntb", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "@KemkomdigiTV", "source": "@KemkomdigiTV", "target": "kemenkomdigi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IndefEconomics", "source": "@IndefEconomics", "target": "indef_official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "Bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.real", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "Bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.real", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@theknowalapedia", "source": "@theknowalapedia", "target": "dictionarei/v...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@theknowalapedia", "source": "@theknowalapedia", "target": "kent.hadi/vid...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}