{"nodes": [{"key": "@tribunjakarta", "attributes": {"label": "@tribunjakarta", "x": 443.90447914230083, "y": 580.4780237577429, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 259.7402, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "A-4gnbzmutI", "id": "@tribunjakarta", "source": "youtube-000001", "content": "Cerita Ojol di Jakarta Akui Tarikan Makin Sepi: Hanya Bawa Pulang Rp 50 Ribu buat Makan Keluarga\n\nJurnalis Video: Elga Hikari Putra\n\nTRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Menjadi pengemudi ojek online (ojol) di Jakarta tak lagi semanis beberapa tahun lalu. \n\nRealita pahit ini dirasakan betul oleh Sutarman, seorang driver ojol yang harus memeras keringat lebih dalam demi menghidupi keluarganya di tengah ketatnya persaingan jalanan.\n\nSutarman mengakui, saat ini pendapatan dari hasil menarik ojek online turun drastis. \n\nBerkurangnya pendapatan ini dipicu oleh persaingan yang teramat ketat, baik dari segi perang tarif antar aplikator maupun membludaknya jumlah driver di lapangan.\n\nTerlebih, saat ini kondisi ekonomi tengah berada di masa sulit yang membuat penumpang juga berkurang.\n\nKarenanya, di tengah kondisi ekonomi yang kian sulit, Sutarman bersama sejumlah warga penghuni Rusun Mulya Jaya, Bambu Apus, Jakarta Timur mendatangi kantor Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta agar mereka mendapatkan perpanjangan tinggal di rusun milik Kementerian Sosial itu.\n\nPasalnya, aturan dari Kemensos bahwa Rusun Mulya Jaya hanya merupakan tempat tinggal sementara maksimal dua tahun untuk masyarakat miskin dengan membayar iuran Rp 10 ribu perbulan.\n\nSutarman dan warga berharap, mereka bisa diberi tambahan waktu untuk tinggal di Rusun Mulya Jaya atau mendapat jatah rusun terjangkau dari Pemprov DKI Jakarta.\n\nSUMBER\n\nhttps://jakarta.tribunnews.com/jakart...\n\nReporter: Elga Hikari Putra\nVideografer: Elga Hikari Putra\nEditor : Elga Hikari Putra\nUploader: Megan Febry Wibowo\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial m\n\nedia TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\nInstagram:   / tribunjakarta", "post_id": "A-4gnbzmutI"}}, {"key": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "tribunjakarta", "x": 150.9707239516469, "y": 815.820299254585, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 370.1299, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "A-4gnbzmutI", "id": "tribunjakarta", "source": "youtube-000001", "content": "Cerita Ojol di Jakarta Akui Tarikan Makin Sepi: Hanya Bawa Pulang Rp 50 Ribu buat Makan Keluarga\n\nJurnalis Video: Elga Hikari Putra\n\nTRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Menjadi pengemudi ojek online (ojol) di Jakarta tak lagi semanis beberapa tahun lalu. \n\nRealita pahit ini dirasakan betul oleh Sutarman, seorang driver ojol yang harus memeras keringat lebih dalam demi menghidupi keluarganya di tengah ketatnya persaingan jalanan.\n\nSutarman mengakui, saat ini pendapatan dari hasil menarik ojek online turun drastis. \n\nBerkurangnya pendapatan ini dipicu oleh persaingan yang teramat ketat, baik dari segi perang tarif antar aplikator maupun membludaknya jumlah driver di lapangan.\n\nTerlebih, saat ini kondisi ekonomi tengah berada di masa sulit yang membuat penumpang juga berkurang.\n\nKarenanya, di tengah kondisi ekonomi yang kian sulit, Sutarman bersama sejumlah warga penghuni Rusun Mulya Jaya, Bambu Apus, Jakarta Timur mendatangi kantor Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta agar mereka mendapatkan perpanjangan tinggal di rusun milik Kementerian Sosial itu.\n\nPasalnya, aturan dari Kemensos bahwa Rusun Mulya Jaya hanya merupakan tempat tinggal sementara maksimal dua tahun untuk masyarakat miskin dengan membayar iuran Rp 10 ribu perbulan.\n\nSutarman dan warga berharap, mereka bisa diberi tambahan waktu untuk tinggal di Rusun Mulya Jaya atau mendapat jatah rusun terjangkau dari Pemprov DKI Jakarta.\n\nSUMBER\n\nhttps://jakarta.tribunnews.com/jakart...\n\nReporter: Elga Hikari Putra\nVideografer: Elga Hikari Putra\nEditor : Elga Hikari Putra\nUploader: Megan Febry Wibowo\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial m\n\nedia TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\nInstagram:   / tribunjakarta", "post_id": "A-4gnbzmutI"}}, {"key": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "tribun.jakart...", "x": 774.0051151481954, "y": 543.2143324678689, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 370.1299, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "A-4gnbzmutI", "id": "tribun.jakart...", "source": "youtube-000001", "content": "Cerita Ojol di Jakarta Akui Tarikan Makin Sepi: Hanya Bawa Pulang Rp 50 Ribu buat Makan Keluarga\n\nJurnalis Video: Elga Hikari Putra\n\nTRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Menjadi pengemudi ojek online (ojol) di Jakarta tak lagi semanis beberapa tahun lalu. \n\nRealita pahit ini dirasakan betul oleh Sutarman, seorang driver ojol yang harus memeras keringat lebih dalam demi menghidupi keluarganya di tengah ketatnya persaingan jalanan.\n\nSutarman mengakui, saat ini pendapatan dari hasil menarik ojek online turun drastis. \n\nBerkurangnya pendapatan ini dipicu oleh persaingan yang teramat ketat, baik dari segi perang tarif antar aplikator maupun membludaknya jumlah driver di lapangan.\n\nTerlebih, saat ini kondisi ekonomi tengah berada di masa sulit yang membuat penumpang juga berkurang.\n\nKarenanya, di tengah kondisi ekonomi yang kian sulit, Sutarman bersama sejumlah warga penghuni Rusun Mulya Jaya, Bambu Apus, Jakarta Timur mendatangi kantor Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta agar mereka mendapatkan perpanjangan tinggal di rusun milik Kementerian Sosial itu.\n\nPasalnya, aturan dari Kemensos bahwa Rusun Mulya Jaya hanya merupakan tempat tinggal sementara maksimal dua tahun untuk masyarakat miskin dengan membayar iuran Rp 10 ribu perbulan.\n\nSutarman dan warga berharap, mereka bisa diberi tambahan waktu untuk tinggal di Rusun Mulya Jaya atau mendapat jatah rusun terjangkau dari Pemprov DKI Jakarta.\n\nSUMBER\n\nhttps://jakarta.tribunnews.com/jakart...\n\nReporter: Elga Hikari Putra\nVideografer: Elga Hikari Putra\nEditor : Elga Hikari Putra\nUploader: Megan Febry Wibowo\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial m\n\nedia TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/profile.php?...\nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\nInstagram:   / tribunjakarta", "post_id": "A-4gnbzmutI"}}], "edges": [{"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribunjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjakarta", "source": "@tribunjakarta", "target": "tribun.jakart...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}