{"nodes": [{"key": "Diiarisme", "attributes": {"label": "Diiarisme", "x": 199.0382667791326, "y": 338.38200116746253, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 10.6766, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2067652136633286782", "id": "Diiarisme", "source": "retweet-000002", "content": "Kredit Perbankan Tumbuh 9,98%\n\nSobat OJK,\n\nDi tengah berbagai risiko dari dinamika global, kinerja perbankan tumbuh posit…", "post_id": "2067652136633286782"}}, {"key": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "ojkindonesia", "x": 516.5500518260603, "y": 452.76984053633373, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 15.2142, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2067652136633286782", "id": "ojkindonesia", "source": "retweet-000002", "content": "Kredit Perbankan Tumbuh 9,98%\n\nSobat OJK,\n\nDi tengah berbagai risiko dari dinamika global, kinerja perbankan tumbuh posit…", "post_id": "2067652136633286782"}}, {"key": "Kunyah_renyah", "attributes": {"label": "Kunyah_renyah", "x": 220.78187431608575, "y": 116.53981412548397, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.6766, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2064542075203584228", "id": "Kunyah_renyah", "source": "tweet-000004", "content": "Betul NPL tinggi bahaya.\nTapi semua kredit perbankan pasti diasuransikan.\nJadi selain sita aset bank tetap dapat ganti rugi dari asuransi.\n\nSampai sekarang pun gak ada datanya berapa persen kredit perbankan lari ke MBG.\nMasalah rugi pun itu masalah bisnis.", "post_id": "2064542075203584228"}}, {"key": "abulmuzaffar10", "attributes": {"label": "abulmuzaffar10", "x": 939.7953821061928, "y": 664.9650145039614, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 19.7518, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2064542075203584228", "id": "abulmuzaffar10", "source": "tweet-000004", "content": "Betul NPL tinggi bahaya.\nTapi semua kredit perbankan pasti diasuransikan.\nJadi selain sita aset bank tetap dapat ganti rugi dari asuransi.\n\nSampai sekarang pun gak ada datanya berapa persen kredit perbankan lari ke MBG.\nMasalah rugi pun itu masalah bisnis.", "post_id": "2064542075203584228"}}, {"key": "patriotiku", "attributes": {"label": "patriotiku", "x": 485.72950558888016, "y": 255.74887269863078, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.6766, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2065189714941137185", "id": "patriotiku", "source": "tweet-000004", "content": "Prabowo Subianto pernah mengungkapkan bahwa banyak pabrik dan aset bisnisnya mandek serta tidak berproduksi karena kesulitan mendapatkan kredit perbankan. Kondisi tersebut dialaminya akibat tidak berada di dalam pemerintahan", "post_id": "2065189714941137185"}}, {"key": "Catatan_ali7", "attributes": {"label": "Catatan_ali7", "x": 831.5193524710941, "y": 672.1385622702418, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 19.7518, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2065189714941137185", "id": "Catatan_ali7", "source": "tweet-000004", "content": "Prabowo Subianto pernah mengungkapkan bahwa banyak pabrik dan aset bisnisnya mandek serta tidak berproduksi karena kesulitan mendapatkan kredit perbankan. Kondisi tersebut dialaminya akibat tidak berada di dalam pemerintahan", "post_id": "2065189714941137185"}}, {"key": "balikpapan_pos", "attributes": {"label": "balikpapan_pos", "x": 876.6800629700004, "y": 533.6844720301197, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6766, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3917077225279564130_3322656215", "id": "balikpapan_pos", "source": "instagram-000001", "content": "Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menilai sektor perbankan Indonesia tetap berada dalam kondisi yang sehat di tengah dinamika ekonomi global dan domestik. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan kredit yang tetap kuat, likuiditas yang terjaga, serta permodalan yang memadai untuk mendukung fungsi intermediasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nKetua Umum Perbanas sekaligus Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyatakan bahwa perbankan nasional masih mampu menjalankan perannya sebagai penggerak perekonomian melalui penyaluran kredit yang terus tumbuh dan penghimpunan dana masyarakat yang tetap meningkat.\n\"Berdasarkan data OJK, hingga akhir April 2026 penyaluran kredit perbankan tumbuh 9,98% secara tahunan, sedangkan Dana Pihak Ketiga tumbuh 11,40%. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan tetap terjaga dan fungsi intermediasi berjalan dengan baik,\" ujar Hery.\nDari sisi likuiditas, Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 86,88%.\n\n Sementara itu, rasio Gross Non Performing Loan (NPL) berada pada level 2,17%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa industri perbankan masih memiliki kapasitas yang memadai untuk mendukung pembiayaan ekonomi dengan tetap menjaga kualitas aset.\nMenurut Hery, kinerja tersebut menjadi modal penting bagi perbankan untuk terus mendukung aktivitas ekonomi dan berbagai program pembangunan nasional.\n\nMeski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat ketidakpastian global masih cukup tinggi. Ketegangan geopolitik, volatilitas harga energi, serta perlambatan ekonomi di sejumlah negara berpotensi memengaruhi aktivitas usaha dan sentimen pasar keuangan.\n\n“Karena itu, pengelolaan risiko yang prudent, kecukupan likuiditas, serta kualitas pertumbuhan kredit harus terus menjadi perhatian utama agar ketahanan industri tetap terjaga,” jelas Hery.\n.\n(*/han)\n.\nBaca berita lainnya melalui apps kami:\nPlaystore: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.balpos\nAppstore: https://apps.apple.com/app/balikpapan-pos/id6504913031\n.\nIkuti Media Balikpapanpos Lainnya\n\nhttps://www.balpos.com/\nhttps://www.facebook.com/balposdotcom/\nhttps://www.tiktok.com/#perbanas #perbankanindonesia #bri #ojk #kredit #ekonomiindonesia #", "post_id": "3917077225279564130_3322656215"}}, {"key": "ba", "attributes": {"label": "ba", "x": 933.8308489140105, "y": 701.3496362075847, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 19.7518, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3917077225279564130_3322656215", "id": "ba", "source": "instagram-000001", "content": "Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menilai sektor perbankan Indonesia tetap berada dalam kondisi yang sehat di tengah dinamika ekonomi global dan domestik. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan kredit yang tetap kuat, likuiditas yang terjaga, serta permodalan yang memadai untuk mendukung fungsi intermediasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nKetua Umum Perbanas sekaligus Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyatakan bahwa perbankan nasional masih mampu menjalankan perannya sebagai penggerak perekonomian melalui penyaluran kredit yang terus tumbuh dan penghimpunan dana masyarakat yang tetap meningkat.\n\"Berdasarkan data OJK, hingga akhir April 2026 penyaluran kredit perbankan tumbuh 9,98% secara tahunan, sedangkan Dana Pihak Ketiga tumbuh 11,40%. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan tetap terjaga dan fungsi intermediasi berjalan dengan baik,\" ujar Hery.\nDari sisi likuiditas, Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 86,88%.\n\n Sementara itu, rasio Gross Non Performing Loan (NPL) berada pada level 2,17%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa industri perbankan masih memiliki kapasitas yang memadai untuk mendukung pembiayaan ekonomi dengan tetap menjaga kualitas aset.\nMenurut Hery, kinerja tersebut menjadi modal penting bagi perbankan untuk terus mendukung aktivitas ekonomi dan berbagai program pembangunan nasional.\n\nMeski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat ketidakpastian global masih cukup tinggi. Ketegangan geopolitik, volatilitas harga energi, serta perlambatan ekonomi di sejumlah negara berpotensi memengaruhi aktivitas usaha dan sentimen pasar keuangan.\n\n“Karena itu, pengelolaan risiko yang prudent, kecukupan likuiditas, serta kualitas pertumbuhan kredit harus terus menjadi perhatian utama agar ketahanan industri tetap terjaga,” jelas Hery.\n.\n(*/han)\n.\nBaca berita lainnya melalui apps kami:\nPlaystore: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.balpos\nAppstore: https://apps.apple.com/app/balikpapan-pos/id6504913031\n.\nIkuti Media Balikpapanpos Lainnya\n\nhttps://www.balpos.com/\nhttps://www.facebook.com/balposdotcom/\nhttps://www.tiktok.com/#perbanas #perbankanindonesia #bri #ojk #kredit #ekonomiindonesia #", "post_id": "3917077225279564130_3322656215"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 33.863240846208065, "y": 387.3212600670032, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 13.5576, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 4, "degree": 8}, "_id": "3916226931243384705_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "🚨 BI Rate Naik Jadi 5,50%! Langkah Darurat Jaga Rupiah, Apa Dampaknya ke Saham Perbankan dan IHSG?\nby  Academy\n\nBank Indonesia (BI) kembali membuat kejutan pasar.\nDalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar di luar jadwal rutin bulanan, BI resmi menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%.\n\nKeputusan ini menjadi sinyal kuat bahwa stabilitas nilai tukar Rupiah saat ini menjadi prioritas utama otoritas moneter di tengah tekanan global yang meningkat.\n\n📌 Kenapa BI Rate Dinaikkan?\nMenurut Bank Indonesia, terdapat beberapa faktor utama yang mendorong kebijakan ini:\n▪️ Tekanan pelemahan Rupiah yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir\n▪️ Ketidakpastian global akibat konflik geopolitik yang memanas\n▪️ Arus keluar modal asing (capital outflow) dari pasar keuangan domestik\n\nSelain BI Rate, BI juga menyesuaikan instrumen lain:\n▪️ Deposit Facility menjadi 4,50%\n▪️ Lending Facility menjadi 6,25%\n\n📌 Strategi Tambahan yang Disiapkan BI\nUntuk meningkatkan daya tarik aset keuangan Indonesia dan menjaga stabilitas Rupiah, BI juga menyiapkan beberapa langkah lanjutan:\n✔️ Meningkatkan imbal hasil SRBI tenor menengah dan panjang\n✔️ Menurunkan biaya hedging bagi investor asing\n✔️ Membuka kembali instrumen repo perbankan\n✔️ Meningkatkan operasi moneter di pasar Rupiah dan valas\n\n📌 Dampaknya ke IHSG dan Saham\nKebijakan suku bunga yang lebih tinggi biasanya memberikan efek berbeda pada masing-masing sektor.\n🏦 Sektor Perbankan\n\nPotensi positif:\n▪️ Margin bunga berpotensi meningkat\n▪️ Instrumen keuangan menjadi lebih menarik bagi investor asing\n▪️ Rupiah yang lebih stabil mendukung sentimen pasar\n\n🏢 Sektor Properti dan Emiten Berutang Tinggi\nPotensi risiko:\n▪️ Beban bunga pinjaman meningkat\n▪️ Permintaan kredit properti berpotensi melambat\n▪️ Profitabilitas perusahaan dengan utang besar bisa tertekan\n\n📌 Gabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#BIRate #BankIndonesia #IHSG #Rupiah #BBCA", "post_id": "3916226931243384705_52512310886"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 881.8992951824829, "y": 547.7618591423643, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 18.5681, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3905405282880948242_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) membukukan laba bersih sebesar Rp18,1 triliun per 30 April 2026 atau tumbuh 18,9 persen secara year on year (YoY).\n\nKinerja tersebut tidak terlepas dari fokus bisnis yang dijalankan perusahaan dengan memperkuat peran sebagai penggerak ekonomi negeri melalui penguatan ekosistem bisnis, pemberdayaan UMKM, serta dukungan terhadap sektor ekonomi kreatif.\n\nSelaras dengan pertumbuhan tersebut, total aset bank berkode emiten BMRI ini berhasil menyentuh Rp2.245 triliun secara bank only, tumbuh 16,2 persen secara YoY dari posisi April 2025 sebesar Rp1.933 triliun.\n\nKinerja intermediasi Bank Mandiri hingga April 2026 juga tercatat berjalan optimal. Penyaluran kredit Bank Mandiri tumbuh 18,5 persen YoY menjadi Rp1.550 triliun, melampaui rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional. \n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/banking/laba-bank-mandiri-bmri-tembus-rp181-triliun-per-akhir-april-2026\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: dok.BMRI\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "3905405282880948242_3310659452"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 798.2841676816663, "y": 779.7579532127941, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 71.1769, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3909118354386297444_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Pengamat BUMN Herry Gunawan menilai penerapan Good Corporate Governance (GCG) di bank-bank Himbara sudah kuat berkat pengawasan BI, OJK, dan standar internasional yang menjaga kesehatan perbankan.\n\nIa menekankan independensi Himbara perlu dijaga agar terhindar dari intervensi pemerintah dan tetap tumbuh sehat di tengah ekspansi kredit.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#bumn #bank #himbara #bloombergtechnoz", "post_id": "3909118354386297444_51748745734"}}, {"key": "sahambbk", "attributes": {"label": "sahambbk", "x": 696.7339712676613, "y": 298.2289632296591, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 71.1769, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3909173246457529529_8368743173", "id": "sahambbk", "source": "instagram-000001", "content": "PERBANKAN SYARIAH MULAI MENARIK ARUS MODAL\n\nDi saat industri perbankan menghadapi tantangan likuiditas dan perlambatan ekonomi global, perbankan syariah justru menunjukkan momentum pertumbuhan yang lebih kuat.\n\nPer Maret 2026, pembiayaan syariah tumbuh 9,82% secara tahunan (YoY), melampaui pertumbuhan kredit perbankan nasional. Sementara pangsa pasar industri syariah meningkat menjadi 7,51%, menandakan penetrasi yang terus menguat dalam sistem keuangan Indonesia.\n\nPerkembangan tersebut mulai tercermin pada meningkatnya minat investor terhadap saham BRIS dan BTPS.\n\nBRIS tampil sebagai pilihan yang lebih defensif dengan pertumbuhan laba bersih 17,1% YoY, pertumbuhan DPK hampir 18%, serta dukungan ekspansi pembiayaan wholesale dan proyek infrastruktur BUMN.\n\nDi sisi lain, BTPS menawarkan profil pertumbuhan yang lebih agresif. Fokus pada segmen ultra mikro membuat prospek perusahaan sangat terkait dengan pemulihan daya beli masyarakat dan aktivitas ekonomi domestik.\n\nYang menarik, ekosistem haji dan umrah kini menjadi katalis pertumbuhan baru bagi industri. Digitalisasi tabungan haji telah menarik sekitar 1,2 juta nasabah baru, memperkuat basis dana murah sekaligus membuka peluang ekspansi layanan keuangan syariah ke depan.\n\nBagi investor, pertanyaannya bukan lagi apakah industri syariah akan tumbuh, melainkan seberapa besar potensi pertumbuhannya dalam lima tahun mendatang.\n\n💬 Menurut Anda, mana yang lebih menarik untuk investasi jangka panjang: BRIS atau BTPS?\n\n❤️ Like jika konten ini bermanfaat \n🔄 Share ke rekan investor Anda \n📌 Follow  untuk insight saham, ekonomi, dan market update setiap hari.\n\n#BRIS #BTPS #BankSyariahIndonesia #PerbankanSyariah #SahamIndonesia", "post_id": "3909173246457529529_8368743173"}}, {"key": "karirgram", "attributes": {"label": "karirgram", "x": 753.4631767939801, "y": 312.6723065512794, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6766, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3910426385912875682_4375881195", "id": "karirgram", "source": "instagram-000001", "content": "Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang masih terjadi di sejumlah sektor perlu menjadi perhatian industri asuransi. Khususnya terkait potensi tekanan terhadap produk asuransi jiwa kredit (AJK).\n\nMenurut Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogi Prastomiyono, kondisi PHK dapat mempengaruhi kualitas aset industri asuransi serta pertumbuhan premi.\n\n“Dalam kondisi PJK, masyarakat cenderung memprioritaskan kebutuhan pokok sehingga polis asuransi berisiko lapse, sementara di sisi lain risiko pada asuransi kredit meningkat karena potensi gagal bayar debitur,” ujarnya, dalam jawaban tertulis, dikutip Jumat (29/5/2026).\n\nOgi mengungkapkan, kondisi tersebut dapat menimbulkan tekanan terhadap rasio klaim dan tingkat solvabilitas perusahaan asuransi apabila tidak diantisipasi secara memadai.\n\nPada produk asuransi jiwa kredit, risiko utama yang dijamin pada dasarnya adalah kematian dan cacat tetap total. Meski begitu, tekanan ekonomi akibat PHK dinilai dapat berkontribusi secara tidak langsung terhadap peningkatan klaim.\n\n“Misalnya melalui faktor kesehatan atau tekanan psikososial,” kata Ogi.\n\nUntuk mengantisipasi lonjakan klaim, OJK meminta perusahaan asuransi memperkuat manajemen risiko secara menyeluruh. Beberapa langkah yang dinilai penting antara lain memperketat proses underwriting, khususnya pada sektor-sektor usaha yang rentan mengalami PHK.\n\nSelain itu, perusahaan juga didorong melakukan penyesuaian premi sesuai profil risiko terkini serta memastikan adanya skema risk sharing dengan perbankan agar penyaluran kredit tetap dilakukan secara prudent.\n\n“Penguatan proses verifikasi klaim dan evidence of insurability menjadi penting untuk memitigasi potensi moral hazard,” ucap Ogi.\n\nSumber : investortrust\n\n•• \nUntuk informasi motivasi dan Lowongan Kerja lainnya Follow    \n\n#KarirGram #berita #Kerja #PHK", "post_id": "3910426385912875682_4375881195"}}, {"key": "KarirGram", "attributes": {"label": "KarirGram", "x": 529.0858599617501, "y": 636.6532624818548, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 19.7518, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3910426385912875682_4375881195", "id": "KarirGram", "source": "instagram-000001", "content": "Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang masih terjadi di sejumlah sektor perlu menjadi perhatian industri asuransi. Khususnya terkait potensi tekanan terhadap produk asuransi jiwa kredit (AJK).\n\nMenurut Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogi Prastomiyono, kondisi PHK dapat mempengaruhi kualitas aset industri asuransi serta pertumbuhan premi.\n\n“Dalam kondisi PJK, masyarakat cenderung memprioritaskan kebutuhan pokok sehingga polis asuransi berisiko lapse, sementara di sisi lain risiko pada asuransi kredit meningkat karena potensi gagal bayar debitur,” ujarnya, dalam jawaban tertulis, dikutip Jumat (29/5/2026).\n\nOgi mengungkapkan, kondisi tersebut dapat menimbulkan tekanan terhadap rasio klaim dan tingkat solvabilitas perusahaan asuransi apabila tidak diantisipasi secara memadai.\n\nPada produk asuransi jiwa kredit, risiko utama yang dijamin pada dasarnya adalah kematian dan cacat tetap total. Meski begitu, tekanan ekonomi akibat PHK dinilai dapat berkontribusi secara tidak langsung terhadap peningkatan klaim.\n\n“Misalnya melalui faktor kesehatan atau tekanan psikososial,” kata Ogi.\n\nUntuk mengantisipasi lonjakan klaim, OJK meminta perusahaan asuransi memperkuat manajemen risiko secara menyeluruh. Beberapa langkah yang dinilai penting antara lain memperketat proses underwriting, khususnya pada sektor-sektor usaha yang rentan mengalami PHK.\n\nSelain itu, perusahaan juga didorong melakukan penyesuaian premi sesuai profil risiko terkini serta memastikan adanya skema risk sharing dengan perbankan agar penyaluran kredit tetap dilakukan secara prudent.\n\n“Penguatan proses verifikasi klaim dan evidence of insurability menjadi penting untuk memitigasi potensi moral hazard,” ucap Ogi.\n\nSumber : investortrust\n\n•• \nUntuk informasi motivasi dan Lowongan Kerja lainnya Follow    \n\n#KarirGram #berita #Kerja #PHK", "post_id": "3910426385912875682_4375881195"}}, {"key": "tinawiryawati", "attributes": {"label": "tinawiryawati", "x": 138.84476676096824, "y": 405.05606571502784, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6766, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7645143842194230535", "id": "tinawiryawati", "source": "tiktok-000001", "content": "Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. TINA WIRYAWATI, S.H., M.M. bersama dengan Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat melaksanakan kunjungan kerja ke Bank BJB Kota Cimahi. Hal tersebut dilakukan untuk melaksanakan evaluasi terhadap kinerja keuangan dan memantau optimalisasi aset BUMD, mendorong BJB untuk memperkuat penyaluran kredit UMKM dan membantu warga terbebas dari jeratan pinjaman online ilegal. Selain itu DPRD Provinsi Jawa Barat juga mengapresiasi kinerja positif perbankan sekaligus memastikan kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) lebih maksimal.   DPRD PROVINSI JAWA BARAT", "post_id": "7645143842194230535"}}, {"key": "gerindra", "attributes": {"label": "gerindra", "x": 64.68697508216559, "y": 139.52260487778966, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.2142, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7645143842194230535", "id": "gerindra", "source": "tiktok-000001", "content": "Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. TINA WIRYAWATI, S.H., M.M. bersama dengan Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat melaksanakan kunjungan kerja ke Bank BJB Kota Cimahi. Hal tersebut dilakukan untuk melaksanakan evaluasi terhadap kinerja keuangan dan memantau optimalisasi aset BUMD, mendorong BJB untuk memperkuat penyaluran kredit UMKM dan membantu warga terbebas dari jeratan pinjaman online ilegal. Selain itu DPRD Provinsi Jawa Barat juga mengapresiasi kinerja positif perbankan sekaligus memastikan kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) lebih maksimal.   DPRD PROVINSI JAWA BARAT", "post_id": "7645143842194230535"}}, {"key": "HUMAS", "attributes": {"label": "HUMAS", "x": 718.4561454624271, "y": 505.4134189506816, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.2142, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7645143842194230535", "id": "HUMAS", "source": "tiktok-000001", "content": "Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. TINA WIRYAWATI, S.H., M.M. bersama dengan Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat melaksanakan kunjungan kerja ke Bank BJB Kota Cimahi. Hal tersebut dilakukan untuk melaksanakan evaluasi terhadap kinerja keuangan dan memantau optimalisasi aset BUMD, mendorong BJB untuk memperkuat penyaluran kredit UMKM dan membantu warga terbebas dari jeratan pinjaman online ilegal. Selain itu DPRD Provinsi Jawa Barat juga mengapresiasi kinerja positif perbankan sekaligus memastikan kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) lebih maksimal.   DPRD PROVINSI JAWA BARAT", "post_id": "7645143842194230535"}}, {"key": "deempatbelas.com", "attributes": {"label": "deempatbelas.com", "x": 112.7150566884123, "y": 154.38196469430378, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6766, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 5, "degree": 5}, "_id": "7647218042820300052", "id": "deempatbelas.com", "source": "tiktok-000001", "content": "MEDAN– BEM Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah kembali menggelar aksi unjuk rasa jilid II didepan kantor Bank Mandiri Cabang Medan. Dalam aksinya mereka menyoroti dugaan skandal kredit bermasalah senilai Rp82,39 miliar yang melibatkan PT Bintang Persada Satelit (BPSAT) dan Bank Mandiri Cabang Imam Bonjol Medan. Dalam aksinya, mahasiswa menilai kasus tersebut bukan sekadar kredit macet biasa, melainkan mengandung indikasi penyalahgunaan kewenangan, manipulasi nilai agunan (overvaluation), rekayasa administrasi kredit, hingga dugaan kolusi yang berpotensi menimbulkan kerugian negara. Sorotan menguat karena perusahaan penerima kredit disebut tengah mengalami kemunduran usaha bahkan berstatus pailit, namun tetap memperoleh fasilitas kredit korporasi bernilai puluhan miliar rupiah. Sementara aset yang dijadikan agunan dikabarkan hanya memiliki nilai lelang sekitar Rp10 miliar. BEM UMN Al-Washliyah menduga pencairan kredit sebesar itu tidak mungkin terjadi tanpa keterlibatan sejumlah pihak dalam proses analisis, penilaian agunan, rekomendasi, hingga persetujuan kredit. Mahasiswa juga menyoroti informasi bahwa kasus tersebut telah memasuki tahap penyidikan oleh Polda Sumatera Utara setelah adanya audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang mengungkap dugaan kerugian negara sekitar Rp30 miliar. Melalui aksi tersebut, BEM UMN Al-Washliyah mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara mengusut tuntas seluruh pihak yang diduga terlibat, memeriksa pejabat internal perbankan yang bertanggung jawab, serta membuka perkembangan penanganan perkara secara transparan kepada publik. \"Jangan ada pihak yang kebal hukum. Siapa pun yang terlibat harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan dan penegakan hukum,\" tegas massa aksi.  sumber : istimewa  #bemalwasliyah #bankmandiri #kreditmacet #poldasumut #unjukrasa     Pengaturan BUMN", "post_id": "7647218042820300052"}}, {"key": "bankmandiri", "attributes": {"label": "bankmandiri", "x": 799.2455414375156, "y": 0.23091057162671902, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4917, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647218042820300052", "id": "bankmandiri", "source": "tiktok-000001", "content": "MEDAN– BEM Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah kembali menggelar aksi unjuk rasa jilid II didepan kantor Bank Mandiri Cabang Medan. Dalam aksinya mereka menyoroti dugaan skandal kredit bermasalah senilai Rp82,39 miliar yang melibatkan PT Bintang Persada Satelit (BPSAT) dan Bank Mandiri Cabang Imam Bonjol Medan. Dalam aksinya, mahasiswa menilai kasus tersebut bukan sekadar kredit macet biasa, melainkan mengandung indikasi penyalahgunaan kewenangan, manipulasi nilai agunan (overvaluation), rekayasa administrasi kredit, hingga dugaan kolusi yang berpotensi menimbulkan kerugian negara. Sorotan menguat karena perusahaan penerima kredit disebut tengah mengalami kemunduran usaha bahkan berstatus pailit, namun tetap memperoleh fasilitas kredit korporasi bernilai puluhan miliar rupiah. Sementara aset yang dijadikan agunan dikabarkan hanya memiliki nilai lelang sekitar Rp10 miliar. BEM UMN Al-Washliyah menduga pencairan kredit sebesar itu tidak mungkin terjadi tanpa keterlibatan sejumlah pihak dalam proses analisis, penilaian agunan, rekomendasi, hingga persetujuan kredit. Mahasiswa juga menyoroti informasi bahwa kasus tersebut telah memasuki tahap penyidikan oleh Polda Sumatera Utara setelah adanya audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang mengungkap dugaan kerugian negara sekitar Rp30 miliar. Melalui aksi tersebut, BEM UMN Al-Washliyah mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara mengusut tuntas seluruh pihak yang diduga terlibat, memeriksa pejabat internal perbankan yang bertanggung jawab, serta membuka perkembangan penanganan perkara secara transparan kepada publik. \"Jangan ada pihak yang kebal hukum. Siapa pun yang terlibat harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan dan penegakan hukum,\" tegas massa aksi.  sumber : istimewa  #bemalwasliyah #bankmandiri #kreditmacet #poldasumut #unjukrasa     Pengaturan BUMN", "post_id": "7647218042820300052"}}, {"key": "poldasumatrautara", "attributes": {"label": "poldasumatrautara", "x": 273.44187240644214, "y": 954.5587577102311, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4917, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647218042820300052", "id": "poldasumatrautara", "source": "tiktok-000001", "content": "MEDAN– BEM Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah kembali menggelar aksi unjuk rasa jilid II didepan kantor Bank Mandiri Cabang Medan. Dalam aksinya mereka menyoroti dugaan skandal kredit bermasalah senilai Rp82,39 miliar yang melibatkan PT Bintang Persada Satelit (BPSAT) dan Bank Mandiri Cabang Imam Bonjol Medan. Dalam aksinya, mahasiswa menilai kasus tersebut bukan sekadar kredit macet biasa, melainkan mengandung indikasi penyalahgunaan kewenangan, manipulasi nilai agunan (overvaluation), rekayasa administrasi kredit, hingga dugaan kolusi yang berpotensi menimbulkan kerugian negara. Sorotan menguat karena perusahaan penerima kredit disebut tengah mengalami kemunduran usaha bahkan berstatus pailit, namun tetap memperoleh fasilitas kredit korporasi bernilai puluhan miliar rupiah. Sementara aset yang dijadikan agunan dikabarkan hanya memiliki nilai lelang sekitar Rp10 miliar. BEM UMN Al-Washliyah menduga pencairan kredit sebesar itu tidak mungkin terjadi tanpa keterlibatan sejumlah pihak dalam proses analisis, penilaian agunan, rekomendasi, hingga persetujuan kredit. Mahasiswa juga menyoroti informasi bahwa kasus tersebut telah memasuki tahap penyidikan oleh Polda Sumatera Utara setelah adanya audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang mengungkap dugaan kerugian negara sekitar Rp30 miliar. Melalui aksi tersebut, BEM UMN Al-Washliyah mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara mengusut tuntas seluruh pihak yang diduga terlibat, memeriksa pejabat internal perbankan yang bertanggung jawab, serta membuka perkembangan penanganan perkara secara transparan kepada publik. \"Jangan ada pihak yang kebal hukum. Siapa pun yang terlibat harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan dan penegakan hukum,\" tegas massa aksi.  sumber : istimewa  #bemalwasliyah #bankmandiri #kreditmacet #poldasumut #unjukrasa     Pengaturan BUMN", "post_id": "7647218042820300052"}}, {"key": "polda.sumut", "attributes": {"label": "polda.sumut", "x": 893.9848850296529, "y": 919.584338111577, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4917, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647218042820300052", "id": "polda.sumut", "source": "tiktok-000001", "content": "MEDAN– BEM Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah kembali menggelar aksi unjuk rasa jilid II didepan kantor Bank Mandiri Cabang Medan. Dalam aksinya mereka menyoroti dugaan skandal kredit bermasalah senilai Rp82,39 miliar yang melibatkan PT Bintang Persada Satelit (BPSAT) dan Bank Mandiri Cabang Imam Bonjol Medan. Dalam aksinya, mahasiswa menilai kasus tersebut bukan sekadar kredit macet biasa, melainkan mengandung indikasi penyalahgunaan kewenangan, manipulasi nilai agunan (overvaluation), rekayasa administrasi kredit, hingga dugaan kolusi yang berpotensi menimbulkan kerugian negara. Sorotan menguat karena perusahaan penerima kredit disebut tengah mengalami kemunduran usaha bahkan berstatus pailit, namun tetap memperoleh fasilitas kredit korporasi bernilai puluhan miliar rupiah. Sementara aset yang dijadikan agunan dikabarkan hanya memiliki nilai lelang sekitar Rp10 miliar. BEM UMN Al-Washliyah menduga pencairan kredit sebesar itu tidak mungkin terjadi tanpa keterlibatan sejumlah pihak dalam proses analisis, penilaian agunan, rekomendasi, hingga persetujuan kredit. Mahasiswa juga menyoroti informasi bahwa kasus tersebut telah memasuki tahap penyidikan oleh Polda Sumatera Utara setelah adanya audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang mengungkap dugaan kerugian negara sekitar Rp30 miliar. Melalui aksi tersebut, BEM UMN Al-Washliyah mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara mengusut tuntas seluruh pihak yang diduga terlibat, memeriksa pejabat internal perbankan yang bertanggung jawab, serta membuka perkembangan penanganan perkara secara transparan kepada publik. \"Jangan ada pihak yang kebal hukum. Siapa pun yang terlibat harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan dan penegakan hukum,\" tegas massa aksi.  sumber : istimewa  #bemalwasliyah #bankmandiri #kreditmacet #poldasumut #unjukrasa     Pengaturan BUMN", "post_id": "7647218042820300052"}}, {"key": "Badan", "attributes": {"label": "Badan", "x": 121.62577991790712, "y": 774.7429733761716, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4917, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647218042820300052", "id": "Badan", "source": "tiktok-000001", "content": "MEDAN– BEM Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah kembali menggelar aksi unjuk rasa jilid II didepan kantor Bank Mandiri Cabang Medan. Dalam aksinya mereka menyoroti dugaan skandal kredit bermasalah senilai Rp82,39 miliar yang melibatkan PT Bintang Persada Satelit (BPSAT) dan Bank Mandiri Cabang Imam Bonjol Medan. Dalam aksinya, mahasiswa menilai kasus tersebut bukan sekadar kredit macet biasa, melainkan mengandung indikasi penyalahgunaan kewenangan, manipulasi nilai agunan (overvaluation), rekayasa administrasi kredit, hingga dugaan kolusi yang berpotensi menimbulkan kerugian negara. Sorotan menguat karena perusahaan penerima kredit disebut tengah mengalami kemunduran usaha bahkan berstatus pailit, namun tetap memperoleh fasilitas kredit korporasi bernilai puluhan miliar rupiah. Sementara aset yang dijadikan agunan dikabarkan hanya memiliki nilai lelang sekitar Rp10 miliar. BEM UMN Al-Washliyah menduga pencairan kredit sebesar itu tidak mungkin terjadi tanpa keterlibatan sejumlah pihak dalam proses analisis, penilaian agunan, rekomendasi, hingga persetujuan kredit. Mahasiswa juga menyoroti informasi bahwa kasus tersebut telah memasuki tahap penyidikan oleh Polda Sumatera Utara setelah adanya audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang mengungkap dugaan kerugian negara sekitar Rp30 miliar. Melalui aksi tersebut, BEM UMN Al-Washliyah mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara mengusut tuntas seluruh pihak yang diduga terlibat, memeriksa pejabat internal perbankan yang bertanggung jawab, serta membuka perkembangan penanganan perkara secara transparan kepada publik. \"Jangan ada pihak yang kebal hukum. Siapa pun yang terlibat harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan dan penegakan hukum,\" tegas massa aksi.  sumber : istimewa  #bemalwasliyah #bankmandiri #kreditmacet #poldasumut #unjukrasa     Pengaturan BUMN", "post_id": "7647218042820300052"}}, {"key": "bumn_id", "attributes": {"label": "bumn_id", "x": 872.2636383793165, "y": 619.4575941315479, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4917, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647218042820300052", "id": "bumn_id", "source": "tiktok-000001", "content": "MEDAN– BEM Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah kembali menggelar aksi unjuk rasa jilid II didepan kantor Bank Mandiri Cabang Medan. Dalam aksinya mereka menyoroti dugaan skandal kredit bermasalah senilai Rp82,39 miliar yang melibatkan PT Bintang Persada Satelit (BPSAT) dan Bank Mandiri Cabang Imam Bonjol Medan. Dalam aksinya, mahasiswa menilai kasus tersebut bukan sekadar kredit macet biasa, melainkan mengandung indikasi penyalahgunaan kewenangan, manipulasi nilai agunan (overvaluation), rekayasa administrasi kredit, hingga dugaan kolusi yang berpotensi menimbulkan kerugian negara. Sorotan menguat karena perusahaan penerima kredit disebut tengah mengalami kemunduran usaha bahkan berstatus pailit, namun tetap memperoleh fasilitas kredit korporasi bernilai puluhan miliar rupiah. Sementara aset yang dijadikan agunan dikabarkan hanya memiliki nilai lelang sekitar Rp10 miliar. BEM UMN Al-Washliyah menduga pencairan kredit sebesar itu tidak mungkin terjadi tanpa keterlibatan sejumlah pihak dalam proses analisis, penilaian agunan, rekomendasi, hingga persetujuan kredit. Mahasiswa juga menyoroti informasi bahwa kasus tersebut telah memasuki tahap penyidikan oleh Polda Sumatera Utara setelah adanya audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang mengungkap dugaan kerugian negara sekitar Rp30 miliar. Melalui aksi tersebut, BEM UMN Al-Washliyah mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara mengusut tuntas seluruh pihak yang diduga terlibat, memeriksa pejabat internal perbankan yang bertanggung jawab, serta membuka perkembangan penanganan perkara secara transparan kepada publik. \"Jangan ada pihak yang kebal hukum. Siapa pun yang terlibat harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan dan penegakan hukum,\" tegas massa aksi.  sumber : istimewa  #bemalwasliyah #bankmandiri #kreditmacet #poldasumut #unjukrasa     Pengaturan BUMN", "post_id": "7647218042820300052"}}, {"key": "bw_mindset", "attributes": {"label": "bw_mindset", "x": 295.1299582768518, "y": 948.8190828998665, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6766, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7645297759532109074", "id": "bw_mindset", "source": "tiktok-000001", "content": "RAHASIA DI BALIK LAYAR: KENAPA SULTAN CINDO JUSTRU PANEN CUAN PAS PASAR LAGI ANJLOK?! 💸📈 Di saat investor ritel lagi pada sibuk cut loss dan gemetaran lihat bursa saham berdarah-darah, mental para market mover emang beda kelas! Bikin heboh satu market, sosok Cindo ini justru nekat borong saham Big Banks triliunan rupiah di saat semua orang panik bank sentral naikkin suku bunga karena hal ini! 😱 Kok bisa langkahnya malah melawan arah jarum jam? Bukannya kalau suku bunga naik, pasar modal biasanya lesu? Nah, di sinilah rahasia ilmu makroekonomi tingkat tinggi yang jarang dibuka ke publik! Ini dia tesis cerdas kenapa momen pengetatan moneter (tightening) justru jadi ladang emas buat bank-bank raksasa: 🏦 Kebanjiran Dana Murah (CASA Overflow): Bank-bank kapitalisasi besar (Big Caps) itu ibarat magnet uang. Dalam kondisi ekonomi apa pun, mereka selalu kebanjiran dana murah berupa tabungan dan giro masyarakat dengan beban bunga yang sangat rendah di sisi bawah. 📈 Melebarnya Margin Keuntungan (NIM): Ketika bank sentral menaikkan suku bunga, bank-bank raksasa ini punya keleluasaan penuh untuk langsung menaikkan bunga pinjaman (kredit) mereka ke nasabah. Di sisi lain, secara volume penyaluran kredit tetap stabil. Kebayang gak berapa tebal lonjakan margin keuntungan (Net Interest Margin) yang bakal mereka kantongi? 🛒 Diskon Harga Saham (Margin of Safety): Kepanikan masal kemarin bikin harga saham perbankan berjatuhan akibat aksi jual emosional. Para investor kelas naga melihat ini bukan sebagai bencana, melainkan sebagai Golden Buy untuk borong aset diskon sebelum marketnya rebound naik ke atas! Ingat, di dalam market, pihak yang menang bukan yang paling pintar baca grafik, tapi yang punya mental tenang dan paham ke mana Smart Money bergerak. Jangan sampai pas harga udah terbang tinggi, kalian baru ikutan beli karena fomo! Saham bank raksasa mana nih yang posisinya lagi kalian incar buat dicicil? 🕵️‍♂️ 👇 Tulis emiten Big Banks andalan kalian di kolom komentar! Jangan lupa klik SAVE video ini buat pengingat biar psikologi trading kalian gak gampang goyang! 💬  Sekuritas   Setya Ananda Wijaya  #SucorSekuritas #SahamIndonesia #BeXpertWithSucor #bernardwijaya17 #bernardxgcpk2", "post_id": "7645297759532109074"}}, {"key": "Sucor", "attributes": {"label": "Sucor", "x": 708.0061452771419, "y": 230.76192275073493, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.2142, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7645297759532109074", "id": "Sucor", "source": "tiktok-000001", "content": "RAHASIA DI BALIK LAYAR: KENAPA SULTAN CINDO JUSTRU PANEN CUAN PAS PASAR LAGI ANJLOK?! 💸📈 Di saat investor ritel lagi pada sibuk cut loss dan gemetaran lihat bursa saham berdarah-darah, mental para market mover emang beda kelas! Bikin heboh satu market, sosok Cindo ini justru nekat borong saham Big Banks triliunan rupiah di saat semua orang panik bank sentral naikkin suku bunga karena hal ini! 😱 Kok bisa langkahnya malah melawan arah jarum jam? Bukannya kalau suku bunga naik, pasar modal biasanya lesu? Nah, di sinilah rahasia ilmu makroekonomi tingkat tinggi yang jarang dibuka ke publik! Ini dia tesis cerdas kenapa momen pengetatan moneter (tightening) justru jadi ladang emas buat bank-bank raksasa: 🏦 Kebanjiran Dana Murah (CASA Overflow): Bank-bank kapitalisasi besar (Big Caps) itu ibarat magnet uang. Dalam kondisi ekonomi apa pun, mereka selalu kebanjiran dana murah berupa tabungan dan giro masyarakat dengan beban bunga yang sangat rendah di sisi bawah. 📈 Melebarnya Margin Keuntungan (NIM): Ketika bank sentral menaikkan suku bunga, bank-bank raksasa ini punya keleluasaan penuh untuk langsung menaikkan bunga pinjaman (kredit) mereka ke nasabah. Di sisi lain, secara volume penyaluran kredit tetap stabil. Kebayang gak berapa tebal lonjakan margin keuntungan (Net Interest Margin) yang bakal mereka kantongi? 🛒 Diskon Harga Saham (Margin of Safety): Kepanikan masal kemarin bikin harga saham perbankan berjatuhan akibat aksi jual emosional. Para investor kelas naga melihat ini bukan sebagai bencana, melainkan sebagai Golden Buy untuk borong aset diskon sebelum marketnya rebound naik ke atas! Ingat, di dalam market, pihak yang menang bukan yang paling pintar baca grafik, tapi yang punya mental tenang dan paham ke mana Smart Money bergerak. Jangan sampai pas harga udah terbang tinggi, kalian baru ikutan beli karena fomo! Saham bank raksasa mana nih yang posisinya lagi kalian incar buat dicicil? 🕵️‍♂️ 👇 Tulis emiten Big Banks andalan kalian di kolom komentar! Jangan lupa klik SAVE video ini buat pengingat biar psikologi trading kalian gak gampang goyang! 💬  Sekuritas   Setya Ananda Wijaya  #SucorSekuritas #SahamIndonesia #BeXpertWithSucor #bernardwijaya17 #bernardxgcpk2", "post_id": "7645297759532109074"}}, {"key": "Bernadus", "attributes": {"label": "Bernadus", "x": 824.5224148288606, "y": 664.8170922944739, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.2142, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7645297759532109074", "id": "Bernadus", "source": "tiktok-000001", "content": "RAHASIA DI BALIK LAYAR: KENAPA SULTAN CINDO JUSTRU PANEN CUAN PAS PASAR LAGI ANJLOK?! 💸📈 Di saat investor ritel lagi pada sibuk cut loss dan gemetaran lihat bursa saham berdarah-darah, mental para market mover emang beda kelas! Bikin heboh satu market, sosok Cindo ini justru nekat borong saham Big Banks triliunan rupiah di saat semua orang panik bank sentral naikkin suku bunga karena hal ini! 😱 Kok bisa langkahnya malah melawan arah jarum jam? Bukannya kalau suku bunga naik, pasar modal biasanya lesu? Nah, di sinilah rahasia ilmu makroekonomi tingkat tinggi yang jarang dibuka ke publik! Ini dia tesis cerdas kenapa momen pengetatan moneter (tightening) justru jadi ladang emas buat bank-bank raksasa: 🏦 Kebanjiran Dana Murah (CASA Overflow): Bank-bank kapitalisasi besar (Big Caps) itu ibarat magnet uang. Dalam kondisi ekonomi apa pun, mereka selalu kebanjiran dana murah berupa tabungan dan giro masyarakat dengan beban bunga yang sangat rendah di sisi bawah. 📈 Melebarnya Margin Keuntungan (NIM): Ketika bank sentral menaikkan suku bunga, bank-bank raksasa ini punya keleluasaan penuh untuk langsung menaikkan bunga pinjaman (kredit) mereka ke nasabah. Di sisi lain, secara volume penyaluran kredit tetap stabil. Kebayang gak berapa tebal lonjakan margin keuntungan (Net Interest Margin) yang bakal mereka kantongi? 🛒 Diskon Harga Saham (Margin of Safety): Kepanikan masal kemarin bikin harga saham perbankan berjatuhan akibat aksi jual emosional. Para investor kelas naga melihat ini bukan sebagai bencana, melainkan sebagai Golden Buy untuk borong aset diskon sebelum marketnya rebound naik ke atas! Ingat, di dalam market, pihak yang menang bukan yang paling pintar baca grafik, tapi yang punya mental tenang dan paham ke mana Smart Money bergerak. Jangan sampai pas harga udah terbang tinggi, kalian baru ikutan beli karena fomo! Saham bank raksasa mana nih yang posisinya lagi kalian incar buat dicicil? 🕵️‍♂️ 👇 Tulis emiten Big Banks andalan kalian di kolom komentar! Jangan lupa klik SAVE video ini buat pengingat biar psikologi trading kalian gak gampang goyang! 💬  Sekuritas   Setya Ananda Wijaya  #SucorSekuritas #SahamIndonesia #BeXpertWithSucor #bernardwijaya17 #bernardxgcpk2", "post_id": "7645297759532109074"}}, {"key": "mmindustri", "attributes": {"label": "mmindustri", "x": 388.9769201877873, "y": 402.944294256402, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6766, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7643663105519586568", "id": "mmindustri", "source": "tiktok-000001", "content": "Menyapa Rahasia DBS Indonesia Bangun Ekonomi Hijau Inklusif Pernah nggak sih kamu berpikir, kalau bank itu bisa jadi \"pahlawan\" bagi lingkungan dan masyarakat kecil? 🏦🌱 Banyak dari kita mengira bank cuma tempat nyimpen uang atau ambil kredit. Tapi di tahun 2026 ini, narasi perbankan sudah berubah total. Salah satu pemain kunci yang sedang mengubah wajah industri keuangan di Indonesia adalah Bank DBS Indonesia. Mereka nggak cuma bicara soal profit, tapi soal KEBERLANJUTAN dan INKLUSI. Apa sih maksudnya? Dan kenapa ini penting buat kamu, generasi muda, pelaku UMKM, hingga investor? Yuk, kita bedah tuntas dalam caption ini! 👇 1. Apa Itu Inklusi Keuangan Sebenarnya? 📱💸 Inklusi keuangan bukan sekadar punya rekening bank. Ini tentang akses. Akses untuk modal usaha bagi pedagang kaki lima, akses untuk asuransi bagi petani, dan akses untuk investasi bagi mahasiswa. DBS Indonesia menggunakan teknologiq  digital untuk merobohkan tembok penghalang ini. Dengan aplikasi yang user-friendly dan algoritma AI yang canggih, mereka bisa menilai kelayakan kredit bagi mereka yang sebelumnya \"unbankable\" atau tidak memiliki riwayat kredit formal. Ini adalah game-changer bagi jutaan UMKM di Indonesia! 2. Keberlanjutan: Bukan Sekadar Tren, Tapi Kebutuhan 🌍♻️ Kita semua tahu isu perubahan iklim semakin serius. Sektor keuangan punya peran besar karena mereka yang mendanai proyek-proyek besar. DBS Indonesia berkomitmen pada prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance). Artinya, setiap rupiah yang dipinjamkan atau diinvestasikan akan diperiksa dampaknya terhadap lingkungan. Apakah proyek ini merusak hutan? Atau justru membantu energi terbarukan? DBS memilih后者 (yang kedua). Mereka mendorong transisi menuju ekonomi hijau, mendukung perusahaan yang ramah lingkungan, dan mengurangi jejak karbon operasional mereka sendiri. 3. Kolaborasi Strategis untuk Dampak Nasional 🤝🇮🇩 DBS Indonesia tidak bekerja sendirian. Mereka berkolaborasi dengan pemerintah, fintech lokal, dan komunitas untuk menciptakan ekosistem yang sehat. Artikel terbaru dari mmINDUSTRI.co.id mengulas bagaimana langkah-langkah konkret ini diambil. Dari program edukasi literasi keuangan di daerah terpencil hingga pendanaan hijau untuk industri manufaktur. Ini adalah bukti bahwa bank asing bisa sangat \"lokal\" dalam dampaknya. 4. Kenapa Kamu Harus Peduli?  - Bagi Gen Z & Milenial: Kamu ingin uangmu bekerja untuk hal baik? Memilih bank yang berkelanjutan adalah bentuk aktivisme finansial. - Bagi Pelaku Usaha: Akses pendanaan yang lebih adil dan transparan bisa membuka peluang bisnismu ke level berikutnya. - Bagi Masyarakat Umum: Ekonomi yang inklusif berarti kesenjangan sosial berkurang. Ketika UMKM tumbuh, lapangan kerja terbuka, dan daya beli meningkat. 5. Masa Depan Perbankan Ada Di Sini  Transformasi digital yang dilakukan DBS Indonesia menunjukkan bahwa masa depan perbankan adalah hybrid: canggih secara teknologi, namun hangat secara sosial. Mereka menggunakan data besar (Big Data) untuk memahami kebutuhan nasabah secara personal, bukan sekadar menjual produk massal. Apakah bank kamu sudah se-\"hijau\" dan se-inklusif ini? Atau kamu baru sadar kalau pilihan bankmu mempengaruhi masa depan bumi? Jangan cuma jadi penonton dalam revolusi keuangan ini. Pahami, pilih, dan dukung institusi yang sejalan dengan nilaimu. 🔥 MAU TAU DETAIL STRATEGI MEREKA? Jangan sampai ketinggalan insight pentingnya! Baca artikel lengkapnya sekarang juga sebelum tren ini makin mainstream! 👇 KLIK LINK DI BIO ATAU COPY PASTE INI: https://www.mmindustri.co.id/bank-dbs-indonesia-perkuat-keberlanjutan-dan-inklusi-nasional/ Bagikan video ini ke teman-teman pejuang UMKM dan pecinta lingkungan! Let’s grow together! 💚 DBSIndonesia #FinancialLiteracy #UMKMGoDigital #GreenBanking #SustainableLiving #BankDBS", "post_id": "7643663105519586568"}}, {"key": "mmINDUSTRI", "attributes": {"label": "mmINDUSTRI", "x": 55.842536039413694, "y": 53.47327309469618, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 19.7518, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7643663105519586568", "id": "mmINDUSTRI", "source": "tiktok-000001", "content": "Menyapa Rahasia DBS Indonesia Bangun Ekonomi Hijau Inklusif Pernah nggak sih kamu berpikir, kalau bank itu bisa jadi \"pahlawan\" bagi lingkungan dan masyarakat kecil? 🏦🌱 Banyak dari kita mengira bank cuma tempat nyimpen uang atau ambil kredit. Tapi di tahun 2026 ini, narasi perbankan sudah berubah total. Salah satu pemain kunci yang sedang mengubah wajah industri keuangan di Indonesia adalah Bank DBS Indonesia. Mereka nggak cuma bicara soal profit, tapi soal KEBERLANJUTAN dan INKLUSI. Apa sih maksudnya? Dan kenapa ini penting buat kamu, generasi muda, pelaku UMKM, hingga investor? Yuk, kita bedah tuntas dalam caption ini! 👇 1. Apa Itu Inklusi Keuangan Sebenarnya? 📱💸 Inklusi keuangan bukan sekadar punya rekening bank. Ini tentang akses. Akses untuk modal usaha bagi pedagang kaki lima, akses untuk asuransi bagi petani, dan akses untuk investasi bagi mahasiswa. DBS Indonesia menggunakan teknologiq  digital untuk merobohkan tembok penghalang ini. Dengan aplikasi yang user-friendly dan algoritma AI yang canggih, mereka bisa menilai kelayakan kredit bagi mereka yang sebelumnya \"unbankable\" atau tidak memiliki riwayat kredit formal. Ini adalah game-changer bagi jutaan UMKM di Indonesia! 2. Keberlanjutan: Bukan Sekadar Tren, Tapi Kebutuhan 🌍♻️ Kita semua tahu isu perubahan iklim semakin serius. Sektor keuangan punya peran besar karena mereka yang mendanai proyek-proyek besar. DBS Indonesia berkomitmen pada prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance). Artinya, setiap rupiah yang dipinjamkan atau diinvestasikan akan diperiksa dampaknya terhadap lingkungan. Apakah proyek ini merusak hutan? Atau justru membantu energi terbarukan? DBS memilih后者 (yang kedua). Mereka mendorong transisi menuju ekonomi hijau, mendukung perusahaan yang ramah lingkungan, dan mengurangi jejak karbon operasional mereka sendiri. 3. Kolaborasi Strategis untuk Dampak Nasional 🤝🇮🇩 DBS Indonesia tidak bekerja sendirian. Mereka berkolaborasi dengan pemerintah, fintech lokal, dan komunitas untuk menciptakan ekosistem yang sehat. Artikel terbaru dari mmINDUSTRI.co.id mengulas bagaimana langkah-langkah konkret ini diambil. Dari program edukasi literasi keuangan di daerah terpencil hingga pendanaan hijau untuk industri manufaktur. Ini adalah bukti bahwa bank asing bisa sangat \"lokal\" dalam dampaknya. 4. Kenapa Kamu Harus Peduli?  - Bagi Gen Z & Milenial: Kamu ingin uangmu bekerja untuk hal baik? Memilih bank yang berkelanjutan adalah bentuk aktivisme finansial. - Bagi Pelaku Usaha: Akses pendanaan yang lebih adil dan transparan bisa membuka peluang bisnismu ke level berikutnya. - Bagi Masyarakat Umum: Ekonomi yang inklusif berarti kesenjangan sosial berkurang. Ketika UMKM tumbuh, lapangan kerja terbuka, dan daya beli meningkat. 5. Masa Depan Perbankan Ada Di Sini  Transformasi digital yang dilakukan DBS Indonesia menunjukkan bahwa masa depan perbankan adalah hybrid: canggih secara teknologi, namun hangat secara sosial. Mereka menggunakan data besar (Big Data) untuk memahami kebutuhan nasabah secara personal, bukan sekadar menjual produk massal. Apakah bank kamu sudah se-\"hijau\" dan se-inklusif ini? Atau kamu baru sadar kalau pilihan bankmu mempengaruhi masa depan bumi? Jangan cuma jadi penonton dalam revolusi keuangan ini. Pahami, pilih, dan dukung institusi yang sejalan dengan nilaimu. 🔥 MAU TAU DETAIL STRATEGI MEREKA? Jangan sampai ketinggalan insight pentingnya! Baca artikel lengkapnya sekarang juga sebelum tren ini makin mainstream! 👇 KLIK LINK DI BIO ATAU COPY PASTE INI: https://www.mmindustri.co.id/bank-dbs-indonesia-perkuat-keberlanjutan-dan-inklusi-nasional/ Bagikan video ini ke teman-teman pejuang UMKM dan pecinta lingkungan! Let’s grow together! 💚 DBSIndonesia #FinancialLiteracy #UMKMGoDigital #GreenBanking #SustainableLiving #BankDBS", "post_id": "7643663105519586568"}}, {"key": "nexsafast", "attributes": {"label": "nexsafast", "x": 852.2999198087134, "y": 137.59431604099993, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6766, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7649387414850555154", "id": "nexsafast", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 BERITA PENTING DARI BANK INDONESIA! 🚨 ​Warga, bersiaplah! Bank Indonesia baru saja mengumumkan keputusan krusial di tengah gejolak ekonomi global. 📉 Rupiah sedang diuji, dan BI mengambil langkah tegas. ​Di screenshot ini referensi: kita lihat berita dari  tentang kenaikan BI-Rate. ​Inilah yang Wajib Kamu Tahu: ​BI-Rate Naik: Bank Indonesia resmi menaikkan suku bunga acuan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,50%. ​Keputusan RDG Mingguan: Keputusan ini diambil pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan, tanggal 9 Juni 2026. ​Bukan Cuma Satu: Suku bunga Deposit Facility dan Lending Facility juga ikut naik 25 bps. ​Apa Artinya Buat Kamu? ​Pencegahan Pelemahan Rupiah: Langkah ini diambil untuk MENJAGA stabilitas nilai tukar Rupiah agar tidak merosot terlalu dalam di tengah pasar global yang tak menentu. ​Melawan Inflasi: BI berupaya mengendalikan inflasi agar harga barang-barang tidak melambung liar. ​Imbas Cicilan: Ini berita \"panas\" buat yang punya KPR, KKB, atau utang berbunga mengambang. Kenaikan suku bunga acuan berpotensi memicu kenaikan suku bunga kredit perbankan dalam beberapa bulan ke depan. ​Peluang Tabungan & Deposito: Kabar baiknya, suku bunga tabungan dan deposito juga bisa ikut naik, memberikan keuntungan lebih bagi penabung. ​BI berkomitmen mempertahankan daya tarik aset keuangan domestik. Tapi buat kita? Waktunya untuk meninjau kembali perencanaan keuangan. ​💬 Coba tulis di komentar, kamu tim yang \"senang tabungan naik\" atau \"panik cicilan naik\"? Let's discuss! Jangan lupa share berita penting ini ke teman-temanmu! Sumber :   Hastag :  #cryptowave #cryptowaveid #rupiah #fypシ", "post_id": "7649387414850555154"}}, {"key": "cryptowaveid", "attributes": {"label": "cryptowaveid", "x": 561.6157989488826, "y": 664.5196475756077, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.2142, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7649387414850555154", "id": "cryptowaveid", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 BERITA PENTING DARI BANK INDONESIA! 🚨 ​Warga, bersiaplah! Bank Indonesia baru saja mengumumkan keputusan krusial di tengah gejolak ekonomi global. 📉 Rupiah sedang diuji, dan BI mengambil langkah tegas. ​Di screenshot ini referensi: kita lihat berita dari  tentang kenaikan BI-Rate. ​Inilah yang Wajib Kamu Tahu: ​BI-Rate Naik: Bank Indonesia resmi menaikkan suku bunga acuan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,50%. ​Keputusan RDG Mingguan: Keputusan ini diambil pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan, tanggal 9 Juni 2026. ​Bukan Cuma Satu: Suku bunga Deposit Facility dan Lending Facility juga ikut naik 25 bps. ​Apa Artinya Buat Kamu? ​Pencegahan Pelemahan Rupiah: Langkah ini diambil untuk MENJAGA stabilitas nilai tukar Rupiah agar tidak merosot terlalu dalam di tengah pasar global yang tak menentu. ​Melawan Inflasi: BI berupaya mengendalikan inflasi agar harga barang-barang tidak melambung liar. ​Imbas Cicilan: Ini berita \"panas\" buat yang punya KPR, KKB, atau utang berbunga mengambang. Kenaikan suku bunga acuan berpotensi memicu kenaikan suku bunga kredit perbankan dalam beberapa bulan ke depan. ​Peluang Tabungan & Deposito: Kabar baiknya, suku bunga tabungan dan deposito juga bisa ikut naik, memberikan keuntungan lebih bagi penabung. ​BI berkomitmen mempertahankan daya tarik aset keuangan domestik. Tapi buat kita? Waktunya untuk meninjau kembali perencanaan keuangan. ​💬 Coba tulis di komentar, kamu tim yang \"senang tabungan naik\" atau \"panik cicilan naik\"? Let's discuss! Jangan lupa share berita penting ini ke teman-temanmu! Sumber :   Hastag :  #cryptowave #cryptowaveid #rupiah #fypシ", "post_id": "7649387414850555154"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 677.8401715650015, "y": 487.5991086447662, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6766, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "kkqepvHXDQU", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "OJK Catat Kredit Perbankan Capai Rp8.755 Triliun pada April 2026 | 1ST SESSION CLOSING\n\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kredit perbankan pada April 2026 tumbuh 9,98 persen secara tahunan menjadi Rp8.755 triliun. Dari sisi penggunaan, kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 19,48 persen dan menjadi motor utama ekspansi penyaluran kredit nasional.\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "kkqepvHXDQU"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 950.4616563792202, "y": 724.643826289252, "size": 9.3, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.9731, "eigenvector": 70.6518, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "kkqepvHXDQU", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "OJK Catat Kredit Perbankan Capai Rp8.755 Triliun pada April 2026 | 1ST SESSION CLOSING\n\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kredit perbankan pada April 2026 tumbuh 9,98 persen secara tahunan menjadi Rp8.755 triliun. Dari sisi penggunaan, kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 19,48 persen dan menjadi motor utama ekspansi penyaluran kredit nasional.\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "kkqepvHXDQU"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 423.11650617807715, "y": 100.45004700868377, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.4856, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "kkqepvHXDQU", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "OJK Catat Kredit Perbankan Capai Rp8.755 Triliun pada April 2026 | 1ST SESSION CLOSING\n\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kredit perbankan pada April 2026 tumbuh 9,98 persen secara tahunan menjadi Rp8.755 triliun. Dari sisi penggunaan, kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 19,48 persen dan menjadi motor utama ekspansi penyaluran kredit nasional.\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "kkqepvHXDQU"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 224.39901076579548, "y": 715.863074988925, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.4856, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "kkqepvHXDQU", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "OJK Catat Kredit Perbankan Capai Rp8.755 Triliun pada April 2026 | 1ST SESSION CLOSING\n\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kredit perbankan pada April 2026 tumbuh 9,98 persen secara tahunan menjadi Rp8.755 triliun. Dari sisi penggunaan, kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 19,48 persen dan menjadi motor utama ekspansi penyaluran kredit nasional.\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "kkqepvHXDQU"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 773.6837422451836, "y": 840.6952122570219, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.4856, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "kkqepvHXDQU", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "OJK Catat Kredit Perbankan Capai Rp8.755 Triliun pada April 2026 | 1ST SESSION CLOSING\n\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kredit perbankan pada April 2026 tumbuh 9,98 persen secara tahunan menjadi Rp8.755 triliun. Dari sisi penggunaan, kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 19,48 persen dan menjadi motor utama ekspansi penyaluran kredit nasional.\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "kkqepvHXDQU"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 665.5044513638021, "y": 917.8199464925897, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.4856, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "kkqepvHXDQU", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "OJK Catat Kredit Perbankan Capai Rp8.755 Triliun pada April 2026 | 1ST SESSION CLOSING\n\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kredit perbankan pada April 2026 tumbuh 9,98 persen secara tahunan menjadi Rp8.755 triliun. Dari sisi penggunaan, kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 19,48 persen dan menjadi motor utama ekspansi penyaluran kredit nasional.\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "kkqepvHXDQU"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 863.2907847621664, "y": 134.05016614291165, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.4856, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "kkqepvHXDQU", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "OJK Catat Kredit Perbankan Capai Rp8.755 Triliun pada April 2026 | 1ST SESSION CLOSING\n\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kredit perbankan pada April 2026 tumbuh 9,98 persen secara tahunan menjadi Rp8.755 triliun. Dari sisi penggunaan, kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 19,48 persen dan menjadi motor utama ekspansi penyaluran kredit nasional.\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "kkqepvHXDQU"}}, {"key": "@ETNow", "attributes": {"label": "@ETNow", "x": 626.351008133032, "y": 458.28708084917236, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6766, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "i1zsBezXrHo", "id": "@ETNow", "source": "youtube-000001", "content": "Apakah Anda Harus Mempertahankan Saham Bank BUMN? Pandangan Ahli Mengenai Target PNB & Bank Of Ma...\n\nPertanyaan portofolio dari pemirsa mengenai kepemilikan saham besar di Punjab National Bank dan Bank of Maharashtra memicu diskusi mendalam tentang prospek perbankan BUMN.\n\nPara ahli menyoroti bahwa kedua bank tersebut telah mengalami peningkatan operasional yang kuat, dengan kekhawatiran tentang kualitas aset sebagian besar telah teratasi dan momentum pertumbuhan tetap terjaga.\n\nBank of Maharashtra berpotensi mencapai nilai wajar 100–110, sementara PNB mungkin membutuhkan waktu lebih lama tetapi tetap menawarkan potensi kenaikan valuasi dalam jangka waktu 12–18 bulan.\n\nPandangan keseluruhan menyarankan untuk memegang saham perbankan BUMN untuk potensi keuntungan jangka menengah.\n\n#psubanks #pnb #bankofmaharashtra #stockmarketindia #bankingstocks #investing #indianstockmarket #etnow\n\nSaluran YouTube -    /   \n\nBerlangganan ET Now untuk Pembaruan Terbaru tentang Berita Pasar Saham, Berita Bisnis, Berita Perusahaan, IPO & Lainnya | https://bit.ly/SubscribeToETNow\n\nBerlangganan Sekarang ke Saluran Jaringan Kami :-\nET Now Swadesh:    / etnowswadesh  \nTimes Now: http://goo.gl/U9ibPb\n\nTautan Media Sosial :-\nTwitter - http://goo.gl/hA0vDt\nFacebook - http://goo.gl/5Lr4mC\n\nSitus web - https://www.etnownews.com\nUnduh Aplikasi kami untuk Berita Terkini: https://tinyurl.com/4y6e3u2e\n\nIkuti kami di Google News untuk pembaruan terbaru\nET Now: https://news.google.com/publications/...\nTimes Now Navbharat: https://bit.ly/3zDaKJo \nTimes Now : https://bit.ly/3CyrrYg\nZoom: https://bit.ly/3CEK0dv", "post_id": "i1zsBezXrHo"}}, {"key": "etnow", "attributes": {"label": "etnow", "x": 246.80075260464906, "y": 890.8540011125947, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.2142, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "i1zsBezXrHo", "id": "etnow", "source": "youtube-000001", "content": "Apakah Anda Harus Mempertahankan Saham Bank BUMN? Pandangan Ahli Mengenai Target PNB & Bank Of Ma...\n\nPertanyaan portofolio dari pemirsa mengenai kepemilikan saham besar di Punjab National Bank dan Bank of Maharashtra memicu diskusi mendalam tentang prospek perbankan BUMN.\n\nPara ahli menyoroti bahwa kedua bank tersebut telah mengalami peningkatan operasional yang kuat, dengan kekhawatiran tentang kualitas aset sebagian besar telah teratasi dan momentum pertumbuhan tetap terjaga.\n\nBank of Maharashtra berpotensi mencapai nilai wajar 100–110, sementara PNB mungkin membutuhkan waktu lebih lama tetapi tetap menawarkan potensi kenaikan valuasi dalam jangka waktu 12–18 bulan.\n\nPandangan keseluruhan menyarankan untuk memegang saham perbankan BUMN untuk potensi keuntungan jangka menengah.\n\n#psubanks #pnb #bankofmaharashtra #stockmarketindia #bankingstocks #investing #indianstockmarket #etnow\n\nSaluran YouTube -    /   \n\nBerlangganan ET Now untuk Pembaruan Terbaru tentang Berita Pasar Saham, Berita Bisnis, Berita Perusahaan, IPO & Lainnya | https://bit.ly/SubscribeToETNow\n\nBerlangganan Sekarang ke Saluran Jaringan Kami :-\nET Now Swadesh:    / etnowswadesh  \nTimes Now: http://goo.gl/U9ibPb\n\nTautan Media Sosial :-\nTwitter - http://goo.gl/hA0vDt\nFacebook - http://goo.gl/5Lr4mC\n\nSitus web - https://www.etnownews.com\nUnduh Aplikasi kami untuk Berita Terkini: https://tinyurl.com/4y6e3u2e\n\nIkuti kami di Google News untuk pembaruan terbaru\nET Now: https://news.google.com/publications/...\nTimes Now Navbharat: https://bit.ly/3zDaKJo \nTimes Now : https://bit.ly/3CyrrYg\nZoom: https://bit.ly/3CEK0dv", "post_id": "i1zsBezXrHo"}}, {"key": "@thecore_in", "attributes": {"label": "@thecore_in", "x": 399.1839948036757, "y": 276.7405375926728, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6766, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "zEYCHm1QBhg", "id": "@thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa Saham Bank Melonjak Setelah Langkah Besar Rupee RBI | Govindraj Ethiraj | The Core Report\n\nPada Episode 897 dari The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbicara dengan Neil Shah, Wakil Presiden Riset dan Pendiri Bersama di Counterpoint Research.\n\nCATATAN ACARA:\n(00:00) Berita Hari Ini\n(01:29) Saham India keluar dari 10 Besar Indeks Pasar Berkembang MSCI\n(05:17) Saham bank naik karena langkah swap valuta asing RBI\n(06:19) TCS mengatakan agen AI dan karyawan akan bekerja sama\n(09:55) Fitch memangkas perkiraan pertumbuhan PDB India menjadi 6,4%\n(13:58) Neil Shah tentang bagaimana permintaan memori AI mengubah harga dan penjualan smartphone\n(25:17) Gelombang panas memukul produktivitas di pabrik garmen India\n\nBerlangganan How India’s Economy Works - Spotify | Apple | YouTube\n\nPasar, MSCI, Bank, dan TCS:\n\nPasar India menghadapi tekanan dari dua kekhawatiran utama, jatuhnya rupee dan imbal hasil pasar saham yang lemah selama dua tahun terakhir. Penjualan besar-besaran oleh investor asing telah merugikan India, Korea Selatan, dan Indonesia, sementara dana global terus mengejar saham-saham AI.\n\nUntuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade, tidak ada perusahaan India yang masuk dalam 10 besar Indeks Pasar Berkembang MSCI. Bobot MSCI EM India telah turun ke level terendah enam tahun sebesar 10,8%, sementara saham-saham terkait AI seperti TSMC, Samsung, dan SK Hynix telah melonjak.\n\nSaham-saham bank naik setelah RBI mengumumkan fasilitas swap valuta asing konsesional untuk perusahaan-perusahaan milik negara guna melindungi pinjaman luar negeri dengan biaya lebih rendah. Rupee juga menguat karena harga minyak turun.\n\nTCS mengatakan perekrutan IT mungkin melambat karena agen AI menjadi bagian dari angkatan kerja. Ketua N Chandrasekaran mengatakan karyawan dan agen AI akan bekerja bersama, menandakan pergeseran besar bagi sektor jasa IT India senilai $315 miliar.\n\nMengapa Fitch Menurunkan Perkiraan Pertumbuhan PDB India?\n\nFitch Ratings memangkas perkiraan pertumbuhan PDB India untuk tahun fiskal saat ini menjadi 6,4% dari 6,7%, dengan alasan dampak ekonomi dari perang AS-Iran, harga yang lebih tinggi, dan pengeluaran konsumen yang lebih lemah.\n\nNeraca transaksi berjalan India berubah menjadi surplus pada kuartal keempat, didukung oleh ekspor jasa, meskipun defisit perdagangan barang melebar.\n\nBerapa Banyak Dana yang Dikontribusikan SBI untuk Akuisisi Sun Pharma?\n\nState Bank of India mungkin akan menginvestasikan hingga $1 miliar untuk membantu mendanai akuisisi luar negeri Sun Pharmaceutical Industries senilai $12 miliar, yang menyoroti kebutuhan India akan dukungan perbankan global yang lebih besar untuk kesepakatan internasional besar.\n\nBagaimana AI Meningkatkan Harga Smartphone di India?\n\nNeil Shah dari Counterpoint Research menjelaskan bagaimana booming AI global mendorong kenaikan harga memori DRAM dan NAND, meningkatkan biaya smartphone di India. Pusat data AI mengonsumsi lebih banyak memori, menciptakan kekurangan bagi produsen smartphone.\n\nPonsel di bawah ₹30.000 mengalami tekanan harga yang lebih tajam, sementara ponsel premium di atas ₹45.000 mungkin masih tumbuh karena konsumen India mencari nilai yang lebih baik dan perangkat yang lebih siap AI.\n\nProdusen ponsel pintar memangkas biaya pada layar, sensor kamera, dan modul kamera untuk mengimbangi memori yang mahal. Ponsel AI sekarang membutuhkan lebih banyak RAM untuk fitur AI di perangkat, AI tepi, dan AI hibrida.\n\nCounterpoint Research memperkirakan pasar ponsel pintar India akan menurun 10% hingga 15%, sementara ponsel pintar premium mungkin masih tumbuh dalam angka satu digit.\n\nBagaimana Gelombang Panas Mempengaruhi Industri Garmen?\n\nPanas ekstrem merugikan pabrik garmen India yang memasok merek global seperti Uniqlo, Marks and Spencer, dan Tesco. Sebuah laporan baru mengatakan gelombang panas mengurangi produktivitas hingga 10%, memengaruhi kualitas, pengiriman, dan kehadiran pekerja.\n\nDengan suhu mencapai 43 hingga 44 derajat Celcius di beberapa bagian India, perubahan iklim dan tekanan panas menjadi risiko serius bagi manufaktur dan ekspor India.\n\nLangkah besar RBI terkait nilai tukar rupee telah mengangkat saham-saham bank, tetapi pasar India masih menghadapi aksi jual FII, tekanan MSCI Emerging Markets, agen AI TCS, perkiraan PDB India dari Fitch, kenaikan harga smartphone, dan risiko gelombang panas terhadap manufaktur India. Saksikan The Core Report bersama Govindraj Ethiraj, yang menampilkan Neil Shah dari Counterpoint Research, untuk berita bisnis yang tajam, wawasan teknologi dan ekonomi.\n\n#BankStocks #RBI #IndianMarkets #BusinessNews #TheCoreReport #TheCore\n\nGabung dengan The Core Insider untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu tanggapan Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk semua pembaca & pendengar. Kirimkan email ke shiva untuk kebutuhan sponsor & studio merek.\n\nUntuk liputan selengkapnya, kunjungi thecore.in (https://www.thecore.in/)...", "post_id": "zEYCHm1QBhg"}}, {"key": "thecore_in", "attributes": {"label": "thecore_in", "x": 643.323294619939, "y": 311.0584759422187, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.7518, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "zEYCHm1QBhg", "id": "thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa Saham Bank Melonjak Setelah Langkah Besar Rupee RBI | Govindraj Ethiraj | The Core Report\n\nPada Episode 897 dari The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbicara dengan Neil Shah, Wakil Presiden Riset dan Pendiri Bersama di Counterpoint Research.\n\nCATATAN ACARA:\n(00:00) Berita Hari Ini\n(01:29) Saham India keluar dari 10 Besar Indeks Pasar Berkembang MSCI\n(05:17) Saham bank naik karena langkah swap valuta asing RBI\n(06:19) TCS mengatakan agen AI dan karyawan akan bekerja sama\n(09:55) Fitch memangkas perkiraan pertumbuhan PDB India menjadi 6,4%\n(13:58) Neil Shah tentang bagaimana permintaan memori AI mengubah harga dan penjualan smartphone\n(25:17) Gelombang panas memukul produktivitas di pabrik garmen India\n\nBerlangganan How India’s Economy Works - Spotify | Apple | YouTube\n\nPasar, MSCI, Bank, dan TCS:\n\nPasar India menghadapi tekanan dari dua kekhawatiran utama, jatuhnya rupee dan imbal hasil pasar saham yang lemah selama dua tahun terakhir. Penjualan besar-besaran oleh investor asing telah merugikan India, Korea Selatan, dan Indonesia, sementara dana global terus mengejar saham-saham AI.\n\nUntuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade, tidak ada perusahaan India yang masuk dalam 10 besar Indeks Pasar Berkembang MSCI. Bobot MSCI EM India telah turun ke level terendah enam tahun sebesar 10,8%, sementara saham-saham terkait AI seperti TSMC, Samsung, dan SK Hynix telah melonjak.\n\nSaham-saham bank naik setelah RBI mengumumkan fasilitas swap valuta asing konsesional untuk perusahaan-perusahaan milik negara guna melindungi pinjaman luar negeri dengan biaya lebih rendah. Rupee juga menguat karena harga minyak turun.\n\nTCS mengatakan perekrutan IT mungkin melambat karena agen AI menjadi bagian dari angkatan kerja. Ketua N Chandrasekaran mengatakan karyawan dan agen AI akan bekerja bersama, menandakan pergeseran besar bagi sektor jasa IT India senilai $315 miliar.\n\nMengapa Fitch Menurunkan Perkiraan Pertumbuhan PDB India?\n\nFitch Ratings memangkas perkiraan pertumbuhan PDB India untuk tahun fiskal saat ini menjadi 6,4% dari 6,7%, dengan alasan dampak ekonomi dari perang AS-Iran, harga yang lebih tinggi, dan pengeluaran konsumen yang lebih lemah.\n\nNeraca transaksi berjalan India berubah menjadi surplus pada kuartal keempat, didukung oleh ekspor jasa, meskipun defisit perdagangan barang melebar.\n\nBerapa Banyak Dana yang Dikontribusikan SBI untuk Akuisisi Sun Pharma?\n\nState Bank of India mungkin akan menginvestasikan hingga $1 miliar untuk membantu mendanai akuisisi luar negeri Sun Pharmaceutical Industries senilai $12 miliar, yang menyoroti kebutuhan India akan dukungan perbankan global yang lebih besar untuk kesepakatan internasional besar.\n\nBagaimana AI Meningkatkan Harga Smartphone di India?\n\nNeil Shah dari Counterpoint Research menjelaskan bagaimana booming AI global mendorong kenaikan harga memori DRAM dan NAND, meningkatkan biaya smartphone di India. Pusat data AI mengonsumsi lebih banyak memori, menciptakan kekurangan bagi produsen smartphone.\n\nPonsel di bawah ₹30.000 mengalami tekanan harga yang lebih tajam, sementara ponsel premium di atas ₹45.000 mungkin masih tumbuh karena konsumen India mencari nilai yang lebih baik dan perangkat yang lebih siap AI.\n\nProdusen ponsel pintar memangkas biaya pada layar, sensor kamera, dan modul kamera untuk mengimbangi memori yang mahal. Ponsel AI sekarang membutuhkan lebih banyak RAM untuk fitur AI di perangkat, AI tepi, dan AI hibrida.\n\nCounterpoint Research memperkirakan pasar ponsel pintar India akan menurun 10% hingga 15%, sementara ponsel pintar premium mungkin masih tumbuh dalam angka satu digit.\n\nBagaimana Gelombang Panas Mempengaruhi Industri Garmen?\n\nPanas ekstrem merugikan pabrik garmen India yang memasok merek global seperti Uniqlo, Marks and Spencer, dan Tesco. Sebuah laporan baru mengatakan gelombang panas mengurangi produktivitas hingga 10%, memengaruhi kualitas, pengiriman, dan kehadiran pekerja.\n\nDengan suhu mencapai 43 hingga 44 derajat Celcius di beberapa bagian India, perubahan iklim dan tekanan panas menjadi risiko serius bagi manufaktur dan ekspor India.\n\nLangkah besar RBI terkait nilai tukar rupee telah mengangkat saham-saham bank, tetapi pasar India masih menghadapi aksi jual FII, tekanan MSCI Emerging Markets, agen AI TCS, perkiraan PDB India dari Fitch, kenaikan harga smartphone, dan risiko gelombang panas terhadap manufaktur India. Saksikan The Core Report bersama Govindraj Ethiraj, yang menampilkan Neil Shah dari Counterpoint Research, untuk berita bisnis yang tajam, wawasan teknologi dan ekonomi.\n\n#BankStocks #RBI #IndianMarkets #BusinessNews #TheCoreReport #TheCore\n\nGabung dengan The Core Insider untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu tanggapan Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk semua pembaca & pendengar. Kirimkan email ke shiva untuk kebutuhan sponsor & studio merek.\n\nUntuk liputan selengkapnya, kunjungi thecore.in (https://www.thecore.in/)...", "post_id": "zEYCHm1QBhg"}}, {"key": "@WealthofAges-V", "attributes": {"label": "@WealthofAges-V", "x": 15.361245094939523, "y": 107.82758420335826, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6766, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "T0FnYOJ1mSs", "id": "@WealthofAges-V", "source": "youtube-000001", "content": "Sistem Pensiun Mesir Kuno: 3.000 Tahun Sebelum 401K\n\nSistem pensiun Mesir Kuno mendahului Wall Street selama 3.000 tahun — dan mekanisme di baliknya akan mengubah cara Anda berpikir tentang menabung, kekayaan, dan siapa sebenarnya penemu keamanan finansial.\n\nRekening pensiun Anda diciptakan oleh orang-orang yang membangun piramida. Serius. Sementara orang Amerika stres memikirkan apakah 401K mereka akan bertahan dari krisis pasar berikutnya, orang Mesir kuno telah menemukan sistem tabungan komunal, perbankan biji-bijian, dan aset tahan inflasi yang diam-diam dipinjam oleh Wall Street — dan tidak pernah mereka ceritakan kepada Anda.\n\nDalam video ini Anda akan menemukan alat keuangan yang tepat yang digunakan pekerja Mesir 3.000 tahun yang lalu: rekening tabungan yang didukung biji-bijian, reksa dana pekerja, pemogokan pertama di dunia terkait tunjangan pensiun, dan bagaimana strategi diversifikasi mereka mencerminkan S&P 500 saat ini.\n\nJika pelajaran sejarah mengajarkan ANDA INI, Anda pasti sudah kaya. Berlangganan Wealth of Ages — di mana setiap minggu kami menggali rahasia uang yang coba dikubur oleh peradaban.\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n⏱️ BAB\n0:00 Sistem Pensiun Kuno Mesir yang Mengejutkan\n0:45 Firaun Membayar Pekerja Seperti Ini\n2:39 Pemotong Batu Memiliki Rencana Pensiun\n7:27 Bank Gandum Mengalahkan Tabungan Modern\n11:15 3000 Tahun Lebih Maju dari 401K\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n🏛️ KEKAYAAN AGES — Kebijaksanaan Kuno. Kekayaan Modern.\n📜 Episode baru setiap Rabu & Jumat\n🔔 Berlangganan: https://www.youtube.com/\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n→ Instagram:   / wealthofages  \n→ Twitter/X: https://x.com/wealthofages\n→ TikTok:   / wealthofages  \n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n⚠️ PENAFIAN\nVideo ini hanya untuk tujuan pendidikan dan hiburan.\n\nVideo ini bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum.\nSelalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuat keputusan keuangan.\n\n🤖 PENGUNGKAPAN AI\nVideo ini menggunakan sulih suara dan gambar yang dihasilkan AI\nsebagai bagian dari produksinya. Skrip dan riset ditinjau oleh manusia.\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n♪ KREDIT MUSIK\nMusik oleh Kevin MacLeod (incompetech.com)\nDilisensikan di bawah Creative Commons: By Attribution 4.0\nhttps://creativecommons.org/licenses/...\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n🏛️ KEKAYAAN ABADI — Kebijaksanaan Kuno. Kekayaan Modern.\n\n📜 Episode baru setiap Rabu & Jumat\n🔔 Berlangganan: https://www.youtube.com/\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n→ Instagram:   / wealthofages  \n→ Twitter/X: https://x.com/wealthofages\n→ TikTok:   / wealthofages  \n\n#keuangankuno #rahasia kekayaan #sejarahuang #sejarahkeuangan #keuanganpribadi\n#sejarahuang #wealthofages #ekonomikuno #tipskeuangan #kearifankuno", "post_id": "T0FnYOJ1mSs"}}, {"key": "WealthofAges...", "attributes": {"label": "WealthofAges...", "x": 823.3951317075584, "y": 251.9888297793379, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.2142, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "T0FnYOJ1mSs", "id": "WealthofAges...", "source": "youtube-000001", "content": "Sistem Pensiun Mesir Kuno: 3.000 Tahun Sebelum 401K\n\nSistem pensiun Mesir Kuno mendahului Wall Street selama 3.000 tahun — dan mekanisme di baliknya akan mengubah cara Anda berpikir tentang menabung, kekayaan, dan siapa sebenarnya penemu keamanan finansial.\n\nRekening pensiun Anda diciptakan oleh orang-orang yang membangun piramida. Serius. Sementara orang Amerika stres memikirkan apakah 401K mereka akan bertahan dari krisis pasar berikutnya, orang Mesir kuno telah menemukan sistem tabungan komunal, perbankan biji-bijian, dan aset tahan inflasi yang diam-diam dipinjam oleh Wall Street — dan tidak pernah mereka ceritakan kepada Anda.\n\nDalam video ini Anda akan menemukan alat keuangan yang tepat yang digunakan pekerja Mesir 3.000 tahun yang lalu: rekening tabungan yang didukung biji-bijian, reksa dana pekerja, pemogokan pertama di dunia terkait tunjangan pensiun, dan bagaimana strategi diversifikasi mereka mencerminkan S&P 500 saat ini.\n\nJika pelajaran sejarah mengajarkan ANDA INI, Anda pasti sudah kaya. Berlangganan Wealth of Ages — di mana setiap minggu kami menggali rahasia uang yang coba dikubur oleh peradaban.\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n⏱️ BAB\n0:00 Sistem Pensiun Kuno Mesir yang Mengejutkan\n0:45 Firaun Membayar Pekerja Seperti Ini\n2:39 Pemotong Batu Memiliki Rencana Pensiun\n7:27 Bank Gandum Mengalahkan Tabungan Modern\n11:15 3000 Tahun Lebih Maju dari 401K\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n🏛️ KEKAYAAN AGES — Kebijaksanaan Kuno. Kekayaan Modern.\n📜 Episode baru setiap Rabu & Jumat\n🔔 Berlangganan: https://www.youtube.com/\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n→ Instagram:   / wealthofages  \n→ Twitter/X: https://x.com/wealthofages\n→ TikTok:   / wealthofages  \n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n⚠️ PENAFIAN\nVideo ini hanya untuk tujuan pendidikan dan hiburan.\n\nVideo ini bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum.\nSelalu lakukan riset Anda sendiri sebelum membuat keputusan keuangan.\n\n🤖 PENGUNGKAPAN AI\nVideo ini menggunakan sulih suara dan gambar yang dihasilkan AI\nsebagai bagian dari produksinya. Skrip dan riset ditinjau oleh manusia.\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n♪ KREDIT MUSIK\nMusik oleh Kevin MacLeod (incompetech.com)\nDilisensikan di bawah Creative Commons: By Attribution 4.0\nhttps://creativecommons.org/licenses/...\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n🏛️ KEKAYAAN ABADI — Kebijaksanaan Kuno. Kekayaan Modern.\n\n📜 Episode baru setiap Rabu & Jumat\n🔔 Berlangganan: https://www.youtube.com/\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n→ Instagram:   / wealthofages  \n→ Twitter/X: https://x.com/wealthofages\n→ TikTok:   / wealthofages  \n\n#keuangankuno #rahasia kekayaan #sejarahuang #sejarahkeuangan #keuanganpribadi\n#sejarahuang #wealthofages #ekonomikuno #tipskeuangan #kearifankuno", "post_id": "T0FnYOJ1mSs"}}, {"key": "@CryptoSenseii", "attributes": {"label": "@CryptoSenseii", "x": 288.8230276880116, "y": 671.843139385996, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6766, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "cCW5oFWc_lQ", "id": "@CryptoSenseii", "source": "youtube-000001", "content": "MEREKA MENGINGINKAN SEMUA XRP ANDA!!! XRP TERDEPAK DARI HARGA! TONTON SEKARANG!\n\n🚨 MEREKA TIDAK BISA MENYEMBUNYIKAN INI LAGI. Batas waktu ISO 20022 yang akan datang pada 14 Juli akan berdampak signifikan pada Fedwire dan FedNow, dan kami meneliti bagaimana hal ini memengaruhi Ripple XRP. Dengan permohonan Ripple untuk menjadi bank, perannya dalam ekosistem FedNow dapat meningkatkan adopsi sistem perbankan terhadap ledger XRP, menandai langkah maju yang besar bagi fintech dan sistem pembayaran. 💜 Terima kasih telah mendukung saluran ini! Sukai, bagikan, dan beri komentar jika ini membantu memperjelas apa yang sebenarnya terjadi..\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━\n💚 Uphold | XRP Anda, Bekerja Lebih Keras dari Sebelumnya\n▸ Jelajahi Uphold: https://uphold.com/sensei\n▸ Dapatkan Hadiah XRP: Kartu Elite 4% / Kartu Virtual 2%\n▸ Ubah Kripto menjadi Kredit Instan:    • How to Turn Your Crypto Into Instant Credi...  \n▸ Staking Fleksibel & Ditingkatkan:    • 🚨UPHOLD JUST DID A GAME CHANGER FOR XRP HO...  \n\n⚡ UpTrade | Broker Kripto Profesional\n▸ Jelajahi UpTrade: https://uptrade.co/ref/crypto-sensei\n▸ Diskon Biaya Perdagangan Seumur Hidup 45% + Onboarding\n▸ Penilaian Portofolio Gratis (Nilai $2.500)\n▸ Pelajari Lebih Lanjut:    • XRP HOLDERS EVERYTHING JUST BECAME SO MUCH...  \n\n⚡ UpTrade Alpha | Riset & Wawasan Pasar Tingkat Institusional\n▸ Jelajahi UpTrade Alpha: https://uptradealpha.com/register?ref...\n▸ Bulan Pertama Gratis (Nilai $459)\n▸ Agen Riset AI Pribadi + Akses Acara\n▸ Pelajari Lebih Lanjut: https://www.youtube.com/live/rOwmzK_b...\n\n⚠️ D’CENT | Manfaatkan XRP Anda!\n▸ Dompet Biometrik 1X | Diskon $30: https://store.dcentwallet.com/product...\n▸ Dompet Biometrik 2X | Diskon $99: https://store.dcentwallet.com/product...\n▸ Bergabunglah dengan XRP Alliance: https://store.dcentwallet.com/pages/x...\n\n✨ Nexo | Platform Kekayaan Anda untuk Aset Digital\n▸ Jelajahi Nexo: https://nexo.sjv.io/CryptoSensei\n━━━━━━━━━━━━━━━━━\n⭐ Komunitas + Buletin XRP Gratis\n▸ Discord:   / discord  \n▸ Buletin: https://joincryptonairz.com/Newsletter\n\n🔗 Kontak & Kolaborasi\n▸ Kemitraan: partnerships\n▸ Manajer Pengembangan Bisnis (Telegram) | \n▸ Formulir Kolaborasi: https://forms.gle/E6fskio5BBvd4zVn9\n▸ Tautan Media Sosial: https://linktr.ee/Crypt0Sensei\n\n🔴 Penafian Hukum & Regulasi Lengkap\n▸ https://docs.google.com/document/d/1T...\n\n#XRP #Ripple #Crypto #Blockchain #CryptoNews #xrpledger #xrpnews #cryptocurrency #altcoins #blockchaintechnology #cryptotrading #ripplexrp #xrpholders #xrparmy #xrptoday #xrpupdate #cryptosensei", "post_id": "cCW5oFWc_lQ"}}, {"key": "Jaalyn_T", "attributes": {"label": "Jaalyn_T", "x": 912.9779164407879, "y": 252.8085012425405, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.7017, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "cCW5oFWc_lQ", "id": "Jaalyn_T", "source": "youtube-000001", "content": "MEREKA MENGINGINKAN SEMUA XRP ANDA!!! XRP TERDEPAK DARI HARGA! TONTON SEKARANG!\n\n🚨 MEREKA TIDAK BISA MENYEMBUNYIKAN INI LAGI. Batas waktu ISO 20022 yang akan datang pada 14 Juli akan berdampak signifikan pada Fedwire dan FedNow, dan kami meneliti bagaimana hal ini memengaruhi Ripple XRP. Dengan permohonan Ripple untuk menjadi bank, perannya dalam ekosistem FedNow dapat meningkatkan adopsi sistem perbankan terhadap ledger XRP, menandai langkah maju yang besar bagi fintech dan sistem pembayaran. 💜 Terima kasih telah mendukung saluran ini! Sukai, bagikan, dan beri komentar jika ini membantu memperjelas apa yang sebenarnya terjadi..\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━\n💚 Uphold | XRP Anda, Bekerja Lebih Keras dari Sebelumnya\n▸ Jelajahi Uphold: https://uphold.com/sensei\n▸ Dapatkan Hadiah XRP: Kartu Elite 4% / Kartu Virtual 2%\n▸ Ubah Kripto menjadi Kredit Instan:    • How to Turn Your Crypto Into Instant Credi...  \n▸ Staking Fleksibel & Ditingkatkan:    • 🚨UPHOLD JUST DID A GAME CHANGER FOR XRP HO...  \n\n⚡ UpTrade | Broker Kripto Profesional\n▸ Jelajahi UpTrade: https://uptrade.co/ref/crypto-sensei\n▸ Diskon Biaya Perdagangan Seumur Hidup 45% + Onboarding\n▸ Penilaian Portofolio Gratis (Nilai $2.500)\n▸ Pelajari Lebih Lanjut:    • XRP HOLDERS EVERYTHING JUST BECAME SO MUCH...  \n\n⚡ UpTrade Alpha | Riset & Wawasan Pasar Tingkat Institusional\n▸ Jelajahi UpTrade Alpha: https://uptradealpha.com/register?ref...\n▸ Bulan Pertama Gratis (Nilai $459)\n▸ Agen Riset AI Pribadi + Akses Acara\n▸ Pelajari Lebih Lanjut: https://www.youtube.com/live/rOwmzK_b...\n\n⚠️ D’CENT | Manfaatkan XRP Anda!\n▸ Dompet Biometrik 1X | Diskon $30: https://store.dcentwallet.com/product...\n▸ Dompet Biometrik 2X | Diskon $99: https://store.dcentwallet.com/product...\n▸ Bergabunglah dengan XRP Alliance: https://store.dcentwallet.com/pages/x...\n\n✨ Nexo | Platform Kekayaan Anda untuk Aset Digital\n▸ Jelajahi Nexo: https://nexo.sjv.io/CryptoSensei\n━━━━━━━━━━━━━━━━━\n⭐ Komunitas + Buletin XRP Gratis\n▸ Discord:   / discord  \n▸ Buletin: https://joincryptonairz.com/Newsletter\n\n🔗 Kontak & Kolaborasi\n▸ Kemitraan: partnerships\n▸ Manajer Pengembangan Bisnis (Telegram) | \n▸ Formulir Kolaborasi: https://forms.gle/E6fskio5BBvd4zVn9\n▸ Tautan Media Sosial: https://linktr.ee/Crypt0Sensei\n\n🔴 Penafian Hukum & Regulasi Lengkap\n▸ https://docs.google.com/document/d/1T...\n\n#XRP #Ripple #Crypto #Blockchain #CryptoNews #xrpledger #xrpnews #cryptocurrency #altcoins #blockchaintechnology #cryptotrading #ripplexrp #xrpholders #xrparmy #xrptoday #xrpupdate #cryptosensei", "post_id": "cCW5oFWc_lQ"}}, {"key": "@Griffonomics", "attributes": {"label": "@Griffonomics", "x": 191.60924483521913, "y": 872.7924888964757, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6766, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3j2kLsU5e9A", "id": "@Griffonomics", "source": "youtube-000001", "content": "Tempus AI (TEM): 🧬 Monopoli Triliunan Gigabyte\n\nSelamat datang kembali di Griffonomics, tempat kami melakukan investigasi keuangan untuk menentukan risiko sebelum melihat imbalannya. Hari ini, kami akan mengungkap \"Alpha Pasar\" dari Tempus AI—menganalisis mengapa Eric Lefkofsky memimpin transisi berisiko tinggi dari diagnostik yang sarat aset ke jalan tol perangkat lunak elit, dan apakah penurunan sahamnya baru-baru ini sebesar 16% merupakan jebakan terminal atau zona pemuatan buatan.\n\nImbalannya: Kami mendefinisikan \"Moat Data Loop Tertutup\", menyoroti mengapa basis data multimodal 500 petabyte dan Retensi Pendapatan Bersih 126% menjadikan Tempus sebagai jalan tol perangkat lunak yang tak terhindarkan untuk jalur R&D biofarmasi. Kami menyoroti \"Alpha Arbitrase Konversi\", merinci bagaimana restrukturisasi obligasi 0% senilai $460 juta sepenuhnya menghapus utang bank berbunga tinggi untuk membuka jalan yang jelas menuju EBITDA yang Disesuaikan positif sepanjang tahun. Kami meneliti Mesin \"Algoritma AI Kardiologi\", yang menunjukkan bagaimana metrik EKG yang telah disetujui FDA menangkap monetisasi algoritmik tanpa batas.\n\nRisiko Forensik: Kami menganalisis \"Lingkaran Shorting Dana Lindung Nilai\"—mengungkap bagaimana lindung nilai delta oleh penjual short dan opsi pihak lawan perbankan secara mekanis menghancurkan harga saham tepat setelah pengumuman obligasi. Kami merinci \"Gundukan Dilusi Internal\", menyelidiki mengapa kompensasi berbasis saham triwulanan sebesar $56,3 juta menciptakan kesenjangan yang terus-menerus antara kerugian di atas kertas dan target EBITDA yang disesuaikan. Kami menguraikan \"Normalisasi Pro-Forma Ambry\", melacak pertumbuhan organik sebenarnya sebesar 7% yang tersembunyi di balik ekspansi volume utama yang digembungkan sebesar 54%.\n\n\nJudul Bab\nPendahuluan: Jalan Tol Margin Tinggi Kedokteran Presisi\nForensik Pendapatan Kuartal 1 2026: Mengukur Rekor Pendapatan $348 Juta vs. Kerugian GAAP\nMekanisme Pasar: Mekanisme Sejati di Balik Penurunan Short Squeeze 16%\nPembiayaan Ulang Aset: Mengubah Fasilitas Kredit menjadi Utang Tanpa Kupon 0,00%\nKoridor Panggilan Terbatas: Mengisolasi Float Kelas A hingga Batas $98,94\nRoda Penggerak Perangkat Lunak: Mengonsumsi Pertumbuhan Hiper 44,1% dalam Lisensi Data Wawasan\nBenteng Bukti Dunia Nyata BMS: Menskalakan Antarmuka Lensa Berbasis Cloud\nPenyakit Residual Minimal: Lonjakan Volume 500% dan Lindung Nilai Biaya Personalis\nRealitas Pertumbuhan M&A: Memperhitungkan Tingkat Organik 7% yang Sebenar-benarnya di Dalam Ambry Genetics\nGesekan Kompensasi Internal: Mendamaikan Penambahan Operasional Berbasis Saham Sebesar $56,3 Juta\nOpsi Segmen Algos: Ledakan AI Kardiologi CPT $128\nApa yang Diharapkan Selanjutnya: Membingkai Hari Investor Perdana 29 Mei\nKESIMPULAN AKHIR: Kekuatan Data Kesehatan Struktural atau Spekulasi AI yang Terlalu Tinggi?\n\n#TEM #TempusAI #PrecisionMedicine #InsightsPlatform #ConvertibleNotes #MarketPlumbing #DeltaHedging #Biopharma #SaaSStocks #StockMarket2026 #FinancialAnalysis #ValueInvesting #Griffonomics #PortfolioProtection #EarningsReview #Moat #AI\n\n🔥 BERLANGGANAN Griffonomics:    /   \n\nInvestigasi Keuangan: Kebenaran di Balik Ticker.\nRisiko Terdefinisi. Portofolio Terlindungi.\n\nPERNYATAAN HUKUM\nKonten yang disediakan di saluran Griffonomics hanya untuk tujuan informasi dan pendidikan serta mencerminkan pendapat pribadi dan riset kreator untuk portofolio mereka sendiri. Ini BUKAN nasihat keuangan. Selalu lakukan riset menyeluruh Anda sendiri sebelum membuat keputusan investasi apa pun.", "post_id": "3j2kLsU5e9A"}}, {"key": "griffonomics", "attributes": {"label": "griffonomics", "x": 131.42618906226954, "y": 126.93863374371305, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.7518, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3j2kLsU5e9A", "id": "griffonomics", "source": "youtube-000001", "content": "Tempus AI (TEM): 🧬 Monopoli Triliunan Gigabyte\n\nSelamat datang kembali di Griffonomics, tempat kami melakukan investigasi keuangan untuk menentukan risiko sebelum melihat imbalannya. Hari ini, kami akan mengungkap \"Alpha Pasar\" dari Tempus AI—menganalisis mengapa Eric Lefkofsky memimpin transisi berisiko tinggi dari diagnostik yang sarat aset ke jalan tol perangkat lunak elit, dan apakah penurunan sahamnya baru-baru ini sebesar 16% merupakan jebakan terminal atau zona pemuatan buatan.\n\nImbalannya: Kami mendefinisikan \"Moat Data Loop Tertutup\", menyoroti mengapa basis data multimodal 500 petabyte dan Retensi Pendapatan Bersih 126% menjadikan Tempus sebagai jalan tol perangkat lunak yang tak terhindarkan untuk jalur R&D biofarmasi. Kami menyoroti \"Alpha Arbitrase Konversi\", merinci bagaimana restrukturisasi obligasi 0% senilai $460 juta sepenuhnya menghapus utang bank berbunga tinggi untuk membuka jalan yang jelas menuju EBITDA yang Disesuaikan positif sepanjang tahun. Kami meneliti Mesin \"Algoritma AI Kardiologi\", yang menunjukkan bagaimana metrik EKG yang telah disetujui FDA menangkap monetisasi algoritmik tanpa batas.\n\nRisiko Forensik: Kami menganalisis \"Lingkaran Shorting Dana Lindung Nilai\"—mengungkap bagaimana lindung nilai delta oleh penjual short dan opsi pihak lawan perbankan secara mekanis menghancurkan harga saham tepat setelah pengumuman obligasi. Kami merinci \"Gundukan Dilusi Internal\", menyelidiki mengapa kompensasi berbasis saham triwulanan sebesar $56,3 juta menciptakan kesenjangan yang terus-menerus antara kerugian di atas kertas dan target EBITDA yang disesuaikan. Kami menguraikan \"Normalisasi Pro-Forma Ambry\", melacak pertumbuhan organik sebenarnya sebesar 7% yang tersembunyi di balik ekspansi volume utama yang digembungkan sebesar 54%.\n\n\nJudul Bab\nPendahuluan: Jalan Tol Margin Tinggi Kedokteran Presisi\nForensik Pendapatan Kuartal 1 2026: Mengukur Rekor Pendapatan $348 Juta vs. Kerugian GAAP\nMekanisme Pasar: Mekanisme Sejati di Balik Penurunan Short Squeeze 16%\nPembiayaan Ulang Aset: Mengubah Fasilitas Kredit menjadi Utang Tanpa Kupon 0,00%\nKoridor Panggilan Terbatas: Mengisolasi Float Kelas A hingga Batas $98,94\nRoda Penggerak Perangkat Lunak: Mengonsumsi Pertumbuhan Hiper 44,1% dalam Lisensi Data Wawasan\nBenteng Bukti Dunia Nyata BMS: Menskalakan Antarmuka Lensa Berbasis Cloud\nPenyakit Residual Minimal: Lonjakan Volume 500% dan Lindung Nilai Biaya Personalis\nRealitas Pertumbuhan M&A: Memperhitungkan Tingkat Organik 7% yang Sebenar-benarnya di Dalam Ambry Genetics\nGesekan Kompensasi Internal: Mendamaikan Penambahan Operasional Berbasis Saham Sebesar $56,3 Juta\nOpsi Segmen Algos: Ledakan AI Kardiologi CPT $128\nApa yang Diharapkan Selanjutnya: Membingkai Hari Investor Perdana 29 Mei\nKESIMPULAN AKHIR: Kekuatan Data Kesehatan Struktural atau Spekulasi AI yang Terlalu Tinggi?\n\n#TEM #TempusAI #PrecisionMedicine #InsightsPlatform #ConvertibleNotes #MarketPlumbing #DeltaHedging #Biopharma #SaaSStocks #StockMarket2026 #FinancialAnalysis #ValueInvesting #Griffonomics #PortfolioProtection #EarningsReview #Moat #AI\n\n🔥 BERLANGGANAN Griffonomics:    /   \n\nInvestigasi Keuangan: Kebenaran di Balik Ticker.\nRisiko Terdefinisi. Portofolio Terlindungi.\n\nPERNYATAAN HUKUM\nKonten yang disediakan di saluran Griffonomics hanya untuk tujuan informasi dan pendidikan serta mencerminkan pendapat pribadi dan riset kreator untuk portofolio mereka sendiri. Ini BUKAN nasihat keuangan. Selalu lakukan riset menyeluruh Anda sendiri sebelum membuat keputusan investasi apa pun.", "post_id": "3j2kLsU5e9A"}}, {"key": "@PikiranRakyatKuningan", "attributes": {"label": "@PikiranRakyatKuningan", "x": 637.4093156019937, "y": 911.5372338621727, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6766, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 5, "degree": 5}, "_id": "OP1EhHi9J_g", "id": "@PikiranRakyatKuningan", "source": "youtube-000001", "content": "Membangun Ketahanan dalam Goncangan Keuangan Bersama DPRD Jabar: Bijak Berutang & Pengelolaan Uang\n\nPR KUNINGAN — Naik-turunnya dolar kerap memicu kekhawatiran masyarakat. Harga kebutuhan pokok bisa terdampak, biaya produksi ikut bergerak, sementara daya beli belum sepenuhnya pulih. Namun bagi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. Tina Wiryawati, SH., MM., persoalan ekonomi rakyat tidak bisa hanya dilihat dari fluktuasi kurs mata uang. Yang lebih penting adalah membangun keberanian berusaha, memperkuat literasi keuangan, dan mengurangi ketergantungan terhadap utang konsumtif.\nDi beranda Villa De La Tina, Desa Puncak, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Rabu 17 Juni 2026, obrolan soal ekonomi rakyat mengalir dari isu dolar AS (Amerika Serikat), daya beli masyarakat, hingga cara warga desa menghadapi tekanan keuangan yang kerap datang tanpa aba-aba.\nAnggota Komisi III DPRD Jabar, Tina Wiryawati menilai meningkatnya daya beli hingga kesejahteraan masyarakat selalu berawal dari pendapatan yang stabil, sedangkan pendapatan hanya bisa tumbuh jika masyarakat memiliki pekerjaan atau usaha yang produktif.\nMenurut politisi perempuan Gerindra ini, menyatakan bahwa tantangan terbesar masyarakat bukan semata kekurangan modal, melainkan keberanian untuk memulai. Ia menyebut semangat kewirausahaan harus dibangun lebih dulu sebelum berbicara tentang akses pembiayaan.\nKarena itu, selama beberapa tahun terakhir ia aktif menggelar pelatihan di desa-desa, terutama bagi kelompok perempuan dan Kelompok Wanita Tani (KWT), agar mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.\nAlih-alih hanya fokus pada makanan ringan yang sudah banyak diproduksi masyarakat, Tina mendorong warga membuat kebutuhan sehari-hari seperti sabun cuci piring, pasta gigi, minyak telon, dan produk rumah tangga lainnya yang memiliki pasar lebih luas.\nIa mencontohkan pelatihan pembuatan sabun cuci piring yang pernah dilakukan di sejumlah desa. Saat ini, produk tersebut bahkan memiliki peluang pasar yang lebih besar karena dibutuhkan oleh restoran, hotel, rumah makan hingga dapur program makan bergizi gratis (MBG).\nTina Wiryawati meyakini satu desa seharusnya mampu memenuhi sebagian kebutuhan produknya sendiri sekaligus menciptakan sumber penghasilan baru bagi warga setempat.\nNamun ia mengingatkan, usaha tidak cukup hanya berhenti pada produksi. Pelaku UMKM juga harus memahami apa itu arus kas, pencatatan keuangan agar usahanya dianggap layak oleh lembaga perbankan.\n“Bank pada dasarnya ingin melihat kemampuan pengembalian pinjaman. Karena itu usaha harus berjalan dan keuangannya tercatat dengan baik. NPL atau Non-Performing Loan, ini akan menjadi catatan bagi bank-bank dalam menentukan layak tidaknya terhadap pengusaha untuk diberi kredit permodalan—yang gagal bayar tentunya gak mungkin dikasih pinjaman modal bank,” ujar Tina.\nJangan Hanya Jadi Konsumen\nTina Wiryawati juga mengajak masyarakat melihat peluang ekonomi dari sektor pertanian dan tanaman herbal yang selama ini sering dianggap biasa.\nMenurutnya, komoditas seperti kunyit, jahe, kopi hingga berbagai tanaman herbal memiliki peluang pasar yang besar jika diolah dan diarahkan ke pasar ekspor.\nIa menilai pembahasan soal kurs dolar AS sering kali hanya dipandang dari sisi negatif, padahal petani dan pelaku usaha yang produknya berorientasi ekspor justru bisa memperoleh keuntungan lebih besar ketika nilai dolar menguat.\nKarena itu, desa-desa perlu didorong untuk meningkatkan kualitas produksi sekaligus memahami mekanisme pemasaran ekspor agar tidak hanya menjadi konsumen produk luar negeri.\nBank Emok Masih Jadi Tantangan\nDalam kesempatan itu, Anggota Komisi 3 DPRD Jabar ini juga menyoroti masih maraknya praktik pinjaman informal yang dikenal masyarakat sebagai “Bank Emok Ilegal” hingga pinjaman online (pinjol) ilegal yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).\nMenurutnya, layanan semacam itu sering dipilih karena prosesnya cepat dan langsung mendatangi masyarakat, sementara sebagian warga masih merasa kesulitan mengakses layanan perbankan formal.\nIa menilai persoalan utama bukan hanya soal akses, tetapi juga rendahnya literasi keuangan. Banyak masyarakat belum memahami bahwa dana pinjaman harus dikelola secara produktif dan memiliki kewajiban untuk dikembalikan.\n“Sebagai solusi, baik dalam giat reses maupun kunjungan kerja kepada konstituen, kami dari Komisi 3 DPRD Jabar senantiasa mendorong penguatan kredit usaha rakyat (KUR), pola pembiayaan kelompok, serta pendampingan usaha agar masyarakat memiliki rekam usaha yang lebih baik dan lebih mudah memperoleh akses pembiayaan resmi,” tukasnya.\n.\nBaca berita selengkapnya di Pikiran Rakyat Kuningan klik link: https://kuningan.pikiran-rakyat.com/e...\n#pikiranrakyat #prkuningan #dutaliterasikeuangan #erixexvrayanto #ojk #tinawiryawati #dprdjabar \n‪‬ ‪‬   ‪‬", "post_id": "OP1EhHi9J_g"}}, {"key": "ojkindonesia306", "attributes": {"label": "ojkindonesia306", "x": 483.37556539059614, "y": 559.3274552444378, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4917, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "OP1EhHi9J_g", "id": "ojkindonesia306", "source": "youtube-000001", "content": "Membangun Ketahanan dalam Goncangan Keuangan Bersama DPRD Jabar: Bijak Berutang & Pengelolaan Uang\n\nPR KUNINGAN — Naik-turunnya dolar kerap memicu kekhawatiran masyarakat. Harga kebutuhan pokok bisa terdampak, biaya produksi ikut bergerak, sementara daya beli belum sepenuhnya pulih. Namun bagi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. Tina Wiryawati, SH., MM., persoalan ekonomi rakyat tidak bisa hanya dilihat dari fluktuasi kurs mata uang. Yang lebih penting adalah membangun keberanian berusaha, memperkuat literasi keuangan, dan mengurangi ketergantungan terhadap utang konsumtif.\nDi beranda Villa De La Tina, Desa Puncak, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Rabu 17 Juni 2026, obrolan soal ekonomi rakyat mengalir dari isu dolar AS (Amerika Serikat), daya beli masyarakat, hingga cara warga desa menghadapi tekanan keuangan yang kerap datang tanpa aba-aba.\nAnggota Komisi III DPRD Jabar, Tina Wiryawati menilai meningkatnya daya beli hingga kesejahteraan masyarakat selalu berawal dari pendapatan yang stabil, sedangkan pendapatan hanya bisa tumbuh jika masyarakat memiliki pekerjaan atau usaha yang produktif.\nMenurut politisi perempuan Gerindra ini, menyatakan bahwa tantangan terbesar masyarakat bukan semata kekurangan modal, melainkan keberanian untuk memulai. Ia menyebut semangat kewirausahaan harus dibangun lebih dulu sebelum berbicara tentang akses pembiayaan.\nKarena itu, selama beberapa tahun terakhir ia aktif menggelar pelatihan di desa-desa, terutama bagi kelompok perempuan dan Kelompok Wanita Tani (KWT), agar mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.\nAlih-alih hanya fokus pada makanan ringan yang sudah banyak diproduksi masyarakat, Tina mendorong warga membuat kebutuhan sehari-hari seperti sabun cuci piring, pasta gigi, minyak telon, dan produk rumah tangga lainnya yang memiliki pasar lebih luas.\nIa mencontohkan pelatihan pembuatan sabun cuci piring yang pernah dilakukan di sejumlah desa. Saat ini, produk tersebut bahkan memiliki peluang pasar yang lebih besar karena dibutuhkan oleh restoran, hotel, rumah makan hingga dapur program makan bergizi gratis (MBG).\nTina Wiryawati meyakini satu desa seharusnya mampu memenuhi sebagian kebutuhan produknya sendiri sekaligus menciptakan sumber penghasilan baru bagi warga setempat.\nNamun ia mengingatkan, usaha tidak cukup hanya berhenti pada produksi. Pelaku UMKM juga harus memahami apa itu arus kas, pencatatan keuangan agar usahanya dianggap layak oleh lembaga perbankan.\n“Bank pada dasarnya ingin melihat kemampuan pengembalian pinjaman. Karena itu usaha harus berjalan dan keuangannya tercatat dengan baik. NPL atau Non-Performing Loan, ini akan menjadi catatan bagi bank-bank dalam menentukan layak tidaknya terhadap pengusaha untuk diberi kredit permodalan—yang gagal bayar tentunya gak mungkin dikasih pinjaman modal bank,” ujar Tina.\nJangan Hanya Jadi Konsumen\nTina Wiryawati juga mengajak masyarakat melihat peluang ekonomi dari sektor pertanian dan tanaman herbal yang selama ini sering dianggap biasa.\nMenurutnya, komoditas seperti kunyit, jahe, kopi hingga berbagai tanaman herbal memiliki peluang pasar yang besar jika diolah dan diarahkan ke pasar ekspor.\nIa menilai pembahasan soal kurs dolar AS sering kali hanya dipandang dari sisi negatif, padahal petani dan pelaku usaha yang produknya berorientasi ekspor justru bisa memperoleh keuntungan lebih besar ketika nilai dolar menguat.\nKarena itu, desa-desa perlu didorong untuk meningkatkan kualitas produksi sekaligus memahami mekanisme pemasaran ekspor agar tidak hanya menjadi konsumen produk luar negeri.\nBank Emok Masih Jadi Tantangan\nDalam kesempatan itu, Anggota Komisi 3 DPRD Jabar ini juga menyoroti masih maraknya praktik pinjaman informal yang dikenal masyarakat sebagai “Bank Emok Ilegal” hingga pinjaman online (pinjol) ilegal yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).\nMenurutnya, layanan semacam itu sering dipilih karena prosesnya cepat dan langsung mendatangi masyarakat, sementara sebagian warga masih merasa kesulitan mengakses layanan perbankan formal.\nIa menilai persoalan utama bukan hanya soal akses, tetapi juga rendahnya literasi keuangan. Banyak masyarakat belum memahami bahwa dana pinjaman harus dikelola secara produktif dan memiliki kewajiban untuk dikembalikan.\n“Sebagai solusi, baik dalam giat reses maupun kunjungan kerja kepada konstituen, kami dari Komisi 3 DPRD Jabar senantiasa mendorong penguatan kredit usaha rakyat (KUR), pola pembiayaan kelompok, serta pendampingan usaha agar masyarakat memiliki rekam usaha yang lebih baik dan lebih mudah memperoleh akses pembiayaan resmi,” tukasnya.\n.\nBaca berita selengkapnya di Pikiran Rakyat Kuningan klik link: https://kuningan.pikiran-rakyat.com/e...\n#pikiranrakyat #prkuningan #dutaliterasikeuangan #erixexvrayanto #ojk #tinawiryawati #dprdjabar \n‪‬ ‪‬   ‪‬", "post_id": "OP1EhHi9J_g"}}, {"key": "OtoritasJasaKeuangan", "attributes": {"label": "OtoritasJasaKeuangan", "x": 236.29922812634885, "y": 13.29035008923929, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4917, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "OP1EhHi9J_g", "id": "OtoritasJasaKeuangan", "source": "youtube-000001", "content": "Membangun Ketahanan dalam Goncangan Keuangan Bersama DPRD Jabar: Bijak Berutang & Pengelolaan Uang\n\nPR KUNINGAN — Naik-turunnya dolar kerap memicu kekhawatiran masyarakat. Harga kebutuhan pokok bisa terdampak, biaya produksi ikut bergerak, sementara daya beli belum sepenuhnya pulih. Namun bagi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. Tina Wiryawati, SH., MM., persoalan ekonomi rakyat tidak bisa hanya dilihat dari fluktuasi kurs mata uang. Yang lebih penting adalah membangun keberanian berusaha, memperkuat literasi keuangan, dan mengurangi ketergantungan terhadap utang konsumtif.\nDi beranda Villa De La Tina, Desa Puncak, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Rabu 17 Juni 2026, obrolan soal ekonomi rakyat mengalir dari isu dolar AS (Amerika Serikat), daya beli masyarakat, hingga cara warga desa menghadapi tekanan keuangan yang kerap datang tanpa aba-aba.\nAnggota Komisi III DPRD Jabar, Tina Wiryawati menilai meningkatnya daya beli hingga kesejahteraan masyarakat selalu berawal dari pendapatan yang stabil, sedangkan pendapatan hanya bisa tumbuh jika masyarakat memiliki pekerjaan atau usaha yang produktif.\nMenurut politisi perempuan Gerindra ini, menyatakan bahwa tantangan terbesar masyarakat bukan semata kekurangan modal, melainkan keberanian untuk memulai. Ia menyebut semangat kewirausahaan harus dibangun lebih dulu sebelum berbicara tentang akses pembiayaan.\nKarena itu, selama beberapa tahun terakhir ia aktif menggelar pelatihan di desa-desa, terutama bagi kelompok perempuan dan Kelompok Wanita Tani (KWT), agar mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.\nAlih-alih hanya fokus pada makanan ringan yang sudah banyak diproduksi masyarakat, Tina mendorong warga membuat kebutuhan sehari-hari seperti sabun cuci piring, pasta gigi, minyak telon, dan produk rumah tangga lainnya yang memiliki pasar lebih luas.\nIa mencontohkan pelatihan pembuatan sabun cuci piring yang pernah dilakukan di sejumlah desa. Saat ini, produk tersebut bahkan memiliki peluang pasar yang lebih besar karena dibutuhkan oleh restoran, hotel, rumah makan hingga dapur program makan bergizi gratis (MBG).\nTina Wiryawati meyakini satu desa seharusnya mampu memenuhi sebagian kebutuhan produknya sendiri sekaligus menciptakan sumber penghasilan baru bagi warga setempat.\nNamun ia mengingatkan, usaha tidak cukup hanya berhenti pada produksi. Pelaku UMKM juga harus memahami apa itu arus kas, pencatatan keuangan agar usahanya dianggap layak oleh lembaga perbankan.\n“Bank pada dasarnya ingin melihat kemampuan pengembalian pinjaman. Karena itu usaha harus berjalan dan keuangannya tercatat dengan baik. NPL atau Non-Performing Loan, ini akan menjadi catatan bagi bank-bank dalam menentukan layak tidaknya terhadap pengusaha untuk diberi kredit permodalan—yang gagal bayar tentunya gak mungkin dikasih pinjaman modal bank,” ujar Tina.\nJangan Hanya Jadi Konsumen\nTina Wiryawati juga mengajak masyarakat melihat peluang ekonomi dari sektor pertanian dan tanaman herbal yang selama ini sering dianggap biasa.\nMenurutnya, komoditas seperti kunyit, jahe, kopi hingga berbagai tanaman herbal memiliki peluang pasar yang besar jika diolah dan diarahkan ke pasar ekspor.\nIa menilai pembahasan soal kurs dolar AS sering kali hanya dipandang dari sisi negatif, padahal petani dan pelaku usaha yang produknya berorientasi ekspor justru bisa memperoleh keuntungan lebih besar ketika nilai dolar menguat.\nKarena itu, desa-desa perlu didorong untuk meningkatkan kualitas produksi sekaligus memahami mekanisme pemasaran ekspor agar tidak hanya menjadi konsumen produk luar negeri.\nBank Emok Masih Jadi Tantangan\nDalam kesempatan itu, Anggota Komisi 3 DPRD Jabar ini juga menyoroti masih maraknya praktik pinjaman informal yang dikenal masyarakat sebagai “Bank Emok Ilegal” hingga pinjaman online (pinjol) ilegal yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).\nMenurutnya, layanan semacam itu sering dipilih karena prosesnya cepat dan langsung mendatangi masyarakat, sementara sebagian warga masih merasa kesulitan mengakses layanan perbankan formal.\nIa menilai persoalan utama bukan hanya soal akses, tetapi juga rendahnya literasi keuangan. Banyak masyarakat belum memahami bahwa dana pinjaman harus dikelola secara produktif dan memiliki kewajiban untuk dikembalikan.\n“Sebagai solusi, baik dalam giat reses maupun kunjungan kerja kepada konstituen, kami dari Komisi 3 DPRD Jabar senantiasa mendorong penguatan kredit usaha rakyat (KUR), pola pembiayaan kelompok, serta pendampingan usaha agar masyarakat memiliki rekam usaha yang lebih baik dan lebih mudah memperoleh akses pembiayaan resmi,” tukasnya.\n.\nBaca berita selengkapnya di Pikiran Rakyat Kuningan klik link: https://kuningan.pikiran-rakyat.com/e...\n#pikiranrakyat #prkuningan #dutaliterasikeuangan #erixexvrayanto #ojk #tinawiryawati #dprdjabar \n‪‬ ‪‬   ‪‬", "post_id": "OP1EhHi9J_g"}}, {"key": "dutaliterasikeuanganojk", "attributes": {"label": "dutaliterasikeuanganojk", "x": 753.6580417220499, "y": 150.46144874678413, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4917, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "OP1EhHi9J_g", "id": "dutaliterasikeuanganojk", "source": "youtube-000001", "content": "Membangun Ketahanan dalam Goncangan Keuangan Bersama DPRD Jabar: Bijak Berutang & Pengelolaan Uang\n\nPR KUNINGAN — Naik-turunnya dolar kerap memicu kekhawatiran masyarakat. Harga kebutuhan pokok bisa terdampak, biaya produksi ikut bergerak, sementara daya beli belum sepenuhnya pulih. Namun bagi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. Tina Wiryawati, SH., MM., persoalan ekonomi rakyat tidak bisa hanya dilihat dari fluktuasi kurs mata uang. Yang lebih penting adalah membangun keberanian berusaha, memperkuat literasi keuangan, dan mengurangi ketergantungan terhadap utang konsumtif.\nDi beranda Villa De La Tina, Desa Puncak, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Rabu 17 Juni 2026, obrolan soal ekonomi rakyat mengalir dari isu dolar AS (Amerika Serikat), daya beli masyarakat, hingga cara warga desa menghadapi tekanan keuangan yang kerap datang tanpa aba-aba.\nAnggota Komisi III DPRD Jabar, Tina Wiryawati menilai meningkatnya daya beli hingga kesejahteraan masyarakat selalu berawal dari pendapatan yang stabil, sedangkan pendapatan hanya bisa tumbuh jika masyarakat memiliki pekerjaan atau usaha yang produktif.\nMenurut politisi perempuan Gerindra ini, menyatakan bahwa tantangan terbesar masyarakat bukan semata kekurangan modal, melainkan keberanian untuk memulai. Ia menyebut semangat kewirausahaan harus dibangun lebih dulu sebelum berbicara tentang akses pembiayaan.\nKarena itu, selama beberapa tahun terakhir ia aktif menggelar pelatihan di desa-desa, terutama bagi kelompok perempuan dan Kelompok Wanita Tani (KWT), agar mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.\nAlih-alih hanya fokus pada makanan ringan yang sudah banyak diproduksi masyarakat, Tina mendorong warga membuat kebutuhan sehari-hari seperti sabun cuci piring, pasta gigi, minyak telon, dan produk rumah tangga lainnya yang memiliki pasar lebih luas.\nIa mencontohkan pelatihan pembuatan sabun cuci piring yang pernah dilakukan di sejumlah desa. Saat ini, produk tersebut bahkan memiliki peluang pasar yang lebih besar karena dibutuhkan oleh restoran, hotel, rumah makan hingga dapur program makan bergizi gratis (MBG).\nTina Wiryawati meyakini satu desa seharusnya mampu memenuhi sebagian kebutuhan produknya sendiri sekaligus menciptakan sumber penghasilan baru bagi warga setempat.\nNamun ia mengingatkan, usaha tidak cukup hanya berhenti pada produksi. Pelaku UMKM juga harus memahami apa itu arus kas, pencatatan keuangan agar usahanya dianggap layak oleh lembaga perbankan.\n“Bank pada dasarnya ingin melihat kemampuan pengembalian pinjaman. Karena itu usaha harus berjalan dan keuangannya tercatat dengan baik. NPL atau Non-Performing Loan, ini akan menjadi catatan bagi bank-bank dalam menentukan layak tidaknya terhadap pengusaha untuk diberi kredit permodalan—yang gagal bayar tentunya gak mungkin dikasih pinjaman modal bank,” ujar Tina.\nJangan Hanya Jadi Konsumen\nTina Wiryawati juga mengajak masyarakat melihat peluang ekonomi dari sektor pertanian dan tanaman herbal yang selama ini sering dianggap biasa.\nMenurutnya, komoditas seperti kunyit, jahe, kopi hingga berbagai tanaman herbal memiliki peluang pasar yang besar jika diolah dan diarahkan ke pasar ekspor.\nIa menilai pembahasan soal kurs dolar AS sering kali hanya dipandang dari sisi negatif, padahal petani dan pelaku usaha yang produknya berorientasi ekspor justru bisa memperoleh keuntungan lebih besar ketika nilai dolar menguat.\nKarena itu, desa-desa perlu didorong untuk meningkatkan kualitas produksi sekaligus memahami mekanisme pemasaran ekspor agar tidak hanya menjadi konsumen produk luar negeri.\nBank Emok Masih Jadi Tantangan\nDalam kesempatan itu, Anggota Komisi 3 DPRD Jabar ini juga menyoroti masih maraknya praktik pinjaman informal yang dikenal masyarakat sebagai “Bank Emok Ilegal” hingga pinjaman online (pinjol) ilegal yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).\nMenurutnya, layanan semacam itu sering dipilih karena prosesnya cepat dan langsung mendatangi masyarakat, sementara sebagian warga masih merasa kesulitan mengakses layanan perbankan formal.\nIa menilai persoalan utama bukan hanya soal akses, tetapi juga rendahnya literasi keuangan. Banyak masyarakat belum memahami bahwa dana pinjaman harus dikelola secara produktif dan memiliki kewajiban untuk dikembalikan.\n“Sebagai solusi, baik dalam giat reses maupun kunjungan kerja kepada konstituen, kami dari Komisi 3 DPRD Jabar senantiasa mendorong penguatan kredit usaha rakyat (KUR), pola pembiayaan kelompok, serta pendampingan usaha agar masyarakat memiliki rekam usaha yang lebih baik dan lebih mudah memperoleh akses pembiayaan resmi,” tukasnya.\n.\nBaca berita selengkapnya di Pikiran Rakyat Kuningan klik link: https://kuningan.pikiran-rakyat.com/e...\n#pikiranrakyat #prkuningan #dutaliterasikeuangan #erixexvrayanto #ojk #tinawiryawati #dprdjabar \n‪‬ ‪‬   ‪‬", "post_id": "OP1EhHi9J_g"}}, {"key": "ojkjabar", "attributes": {"label": "ojkjabar", "x": 316.8130382028985, "y": 545.580175799472, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4917, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "OP1EhHi9J_g", "id": "ojkjabar", "source": "youtube-000001", "content": "Membangun Ketahanan dalam Goncangan Keuangan Bersama DPRD Jabar: Bijak Berutang & Pengelolaan Uang\n\nPR KUNINGAN — Naik-turunnya dolar kerap memicu kekhawatiran masyarakat. Harga kebutuhan pokok bisa terdampak, biaya produksi ikut bergerak, sementara daya beli belum sepenuhnya pulih. Namun bagi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. Tina Wiryawati, SH., MM., persoalan ekonomi rakyat tidak bisa hanya dilihat dari fluktuasi kurs mata uang. Yang lebih penting adalah membangun keberanian berusaha, memperkuat literasi keuangan, dan mengurangi ketergantungan terhadap utang konsumtif.\nDi beranda Villa De La Tina, Desa Puncak, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Rabu 17 Juni 2026, obrolan soal ekonomi rakyat mengalir dari isu dolar AS (Amerika Serikat), daya beli masyarakat, hingga cara warga desa menghadapi tekanan keuangan yang kerap datang tanpa aba-aba.\nAnggota Komisi III DPRD Jabar, Tina Wiryawati menilai meningkatnya daya beli hingga kesejahteraan masyarakat selalu berawal dari pendapatan yang stabil, sedangkan pendapatan hanya bisa tumbuh jika masyarakat memiliki pekerjaan atau usaha yang produktif.\nMenurut politisi perempuan Gerindra ini, menyatakan bahwa tantangan terbesar masyarakat bukan semata kekurangan modal, melainkan keberanian untuk memulai. Ia menyebut semangat kewirausahaan harus dibangun lebih dulu sebelum berbicara tentang akses pembiayaan.\nKarena itu, selama beberapa tahun terakhir ia aktif menggelar pelatihan di desa-desa, terutama bagi kelompok perempuan dan Kelompok Wanita Tani (KWT), agar mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.\nAlih-alih hanya fokus pada makanan ringan yang sudah banyak diproduksi masyarakat, Tina mendorong warga membuat kebutuhan sehari-hari seperti sabun cuci piring, pasta gigi, minyak telon, dan produk rumah tangga lainnya yang memiliki pasar lebih luas.\nIa mencontohkan pelatihan pembuatan sabun cuci piring yang pernah dilakukan di sejumlah desa. Saat ini, produk tersebut bahkan memiliki peluang pasar yang lebih besar karena dibutuhkan oleh restoran, hotel, rumah makan hingga dapur program makan bergizi gratis (MBG).\nTina Wiryawati meyakini satu desa seharusnya mampu memenuhi sebagian kebutuhan produknya sendiri sekaligus menciptakan sumber penghasilan baru bagi warga setempat.\nNamun ia mengingatkan, usaha tidak cukup hanya berhenti pada produksi. Pelaku UMKM juga harus memahami apa itu arus kas, pencatatan keuangan agar usahanya dianggap layak oleh lembaga perbankan.\n“Bank pada dasarnya ingin melihat kemampuan pengembalian pinjaman. Karena itu usaha harus berjalan dan keuangannya tercatat dengan baik. NPL atau Non-Performing Loan, ini akan menjadi catatan bagi bank-bank dalam menentukan layak tidaknya terhadap pengusaha untuk diberi kredit permodalan—yang gagal bayar tentunya gak mungkin dikasih pinjaman modal bank,” ujar Tina.\nJangan Hanya Jadi Konsumen\nTina Wiryawati juga mengajak masyarakat melihat peluang ekonomi dari sektor pertanian dan tanaman herbal yang selama ini sering dianggap biasa.\nMenurutnya, komoditas seperti kunyit, jahe, kopi hingga berbagai tanaman herbal memiliki peluang pasar yang besar jika diolah dan diarahkan ke pasar ekspor.\nIa menilai pembahasan soal kurs dolar AS sering kali hanya dipandang dari sisi negatif, padahal petani dan pelaku usaha yang produknya berorientasi ekspor justru bisa memperoleh keuntungan lebih besar ketika nilai dolar menguat.\nKarena itu, desa-desa perlu didorong untuk meningkatkan kualitas produksi sekaligus memahami mekanisme pemasaran ekspor agar tidak hanya menjadi konsumen produk luar negeri.\nBank Emok Masih Jadi Tantangan\nDalam kesempatan itu, Anggota Komisi 3 DPRD Jabar ini juga menyoroti masih maraknya praktik pinjaman informal yang dikenal masyarakat sebagai “Bank Emok Ilegal” hingga pinjaman online (pinjol) ilegal yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).\nMenurutnya, layanan semacam itu sering dipilih karena prosesnya cepat dan langsung mendatangi masyarakat, sementara sebagian warga masih merasa kesulitan mengakses layanan perbankan formal.\nIa menilai persoalan utama bukan hanya soal akses, tetapi juga rendahnya literasi keuangan. Banyak masyarakat belum memahami bahwa dana pinjaman harus dikelola secara produktif dan memiliki kewajiban untuk dikembalikan.\n“Sebagai solusi, baik dalam giat reses maupun kunjungan kerja kepada konstituen, kami dari Komisi 3 DPRD Jabar senantiasa mendorong penguatan kredit usaha rakyat (KUR), pola pembiayaan kelompok, serta pendampingan usaha agar masyarakat memiliki rekam usaha yang lebih baik dan lebih mudah memperoleh akses pembiayaan resmi,” tukasnya.\n.\nBaca berita selengkapnya di Pikiran Rakyat Kuningan klik link: https://kuningan.pikiran-rakyat.com/e...\n#pikiranrakyat #prkuningan #dutaliterasikeuangan #erixexvrayanto #ojk #tinawiryawati #dprdjabar \n‪‬ ‪‬   ‪‬", "post_id": "OP1EhHi9J_g"}}, {"key": "ojkcirebon4902", "attributes": {"label": "ojkcirebon4902", "x": 466.1963638629895, "y": 300.11410975785736, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4917, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "OP1EhHi9J_g", "id": "ojkcirebon4902", "source": "youtube-000001", "content": "Membangun Ketahanan dalam Goncangan Keuangan Bersama DPRD Jabar: Bijak Berutang & Pengelolaan Uang\n\nPR KUNINGAN — Naik-turunnya dolar kerap memicu kekhawatiran masyarakat. Harga kebutuhan pokok bisa terdampak, biaya produksi ikut bergerak, sementara daya beli belum sepenuhnya pulih. Namun bagi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. Tina Wiryawati, SH., MM., persoalan ekonomi rakyat tidak bisa hanya dilihat dari fluktuasi kurs mata uang. Yang lebih penting adalah membangun keberanian berusaha, memperkuat literasi keuangan, dan mengurangi ketergantungan terhadap utang konsumtif.\nDi beranda Villa De La Tina, Desa Puncak, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Rabu 17 Juni 2026, obrolan soal ekonomi rakyat mengalir dari isu dolar AS (Amerika Serikat), daya beli masyarakat, hingga cara warga desa menghadapi tekanan keuangan yang kerap datang tanpa aba-aba.\nAnggota Komisi III DPRD Jabar, Tina Wiryawati menilai meningkatnya daya beli hingga kesejahteraan masyarakat selalu berawal dari pendapatan yang stabil, sedangkan pendapatan hanya bisa tumbuh jika masyarakat memiliki pekerjaan atau usaha yang produktif.\nMenurut politisi perempuan Gerindra ini, menyatakan bahwa tantangan terbesar masyarakat bukan semata kekurangan modal, melainkan keberanian untuk memulai. Ia menyebut semangat kewirausahaan harus dibangun lebih dulu sebelum berbicara tentang akses pembiayaan.\nKarena itu, selama beberapa tahun terakhir ia aktif menggelar pelatihan di desa-desa, terutama bagi kelompok perempuan dan Kelompok Wanita Tani (KWT), agar mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.\nAlih-alih hanya fokus pada makanan ringan yang sudah banyak diproduksi masyarakat, Tina mendorong warga membuat kebutuhan sehari-hari seperti sabun cuci piring, pasta gigi, minyak telon, dan produk rumah tangga lainnya yang memiliki pasar lebih luas.\nIa mencontohkan pelatihan pembuatan sabun cuci piring yang pernah dilakukan di sejumlah desa. Saat ini, produk tersebut bahkan memiliki peluang pasar yang lebih besar karena dibutuhkan oleh restoran, hotel, rumah makan hingga dapur program makan bergizi gratis (MBG).\nTina Wiryawati meyakini satu desa seharusnya mampu memenuhi sebagian kebutuhan produknya sendiri sekaligus menciptakan sumber penghasilan baru bagi warga setempat.\nNamun ia mengingatkan, usaha tidak cukup hanya berhenti pada produksi. Pelaku UMKM juga harus memahami apa itu arus kas, pencatatan keuangan agar usahanya dianggap layak oleh lembaga perbankan.\n“Bank pada dasarnya ingin melihat kemampuan pengembalian pinjaman. Karena itu usaha harus berjalan dan keuangannya tercatat dengan baik. NPL atau Non-Performing Loan, ini akan menjadi catatan bagi bank-bank dalam menentukan layak tidaknya terhadap pengusaha untuk diberi kredit permodalan—yang gagal bayar tentunya gak mungkin dikasih pinjaman modal bank,” ujar Tina.\nJangan Hanya Jadi Konsumen\nTina Wiryawati juga mengajak masyarakat melihat peluang ekonomi dari sektor pertanian dan tanaman herbal yang selama ini sering dianggap biasa.\nMenurutnya, komoditas seperti kunyit, jahe, kopi hingga berbagai tanaman herbal memiliki peluang pasar yang besar jika diolah dan diarahkan ke pasar ekspor.\nIa menilai pembahasan soal kurs dolar AS sering kali hanya dipandang dari sisi negatif, padahal petani dan pelaku usaha yang produknya berorientasi ekspor justru bisa memperoleh keuntungan lebih besar ketika nilai dolar menguat.\nKarena itu, desa-desa perlu didorong untuk meningkatkan kualitas produksi sekaligus memahami mekanisme pemasaran ekspor agar tidak hanya menjadi konsumen produk luar negeri.\nBank Emok Masih Jadi Tantangan\nDalam kesempatan itu, Anggota Komisi 3 DPRD Jabar ini juga menyoroti masih maraknya praktik pinjaman informal yang dikenal masyarakat sebagai “Bank Emok Ilegal” hingga pinjaman online (pinjol) ilegal yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).\nMenurutnya, layanan semacam itu sering dipilih karena prosesnya cepat dan langsung mendatangi masyarakat, sementara sebagian warga masih merasa kesulitan mengakses layanan perbankan formal.\nIa menilai persoalan utama bukan hanya soal akses, tetapi juga rendahnya literasi keuangan. Banyak masyarakat belum memahami bahwa dana pinjaman harus dikelola secara produktif dan memiliki kewajiban untuk dikembalikan.\n“Sebagai solusi, baik dalam giat reses maupun kunjungan kerja kepada konstituen, kami dari Komisi 3 DPRD Jabar senantiasa mendorong penguatan kredit usaha rakyat (KUR), pola pembiayaan kelompok, serta pendampingan usaha agar masyarakat memiliki rekam usaha yang lebih baik dan lebih mudah memperoleh akses pembiayaan resmi,” tukasnya.\n.\nBaca berita selengkapnya di Pikiran Rakyat Kuningan klik link: https://kuningan.pikiran-rakyat.com/e...\n#pikiranrakyat #prkuningan #dutaliterasikeuangan #erixexvrayanto #ojk #tinawiryawati #dprdjabar \n‪‬ ‪‬   ‪‬", "post_id": "OP1EhHi9J_g"}}, {"key": "@Cheeky_Crypto_Unfiltered", "attributes": {"label": "@Cheeky_Crypto_Unfiltered", "x": 179.48774230962906, "y": 345.2381187837367, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6766, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 5, "degree": 5}, "_id": "kpl_pmqshdI", "id": "@Cheeky_Crypto_Unfiltered", "source": "youtube-000001", "content": "The Fed, Inflasi & Cardano: Mengapa Hal Ini Bisa Lebih Penting daripada Sekadar Grafik Harga\n\nKaitan tersembunyi antara bank-bank besar, inflasi, dan nilai masa depan Cardano mungkin adalah likuiditas itu sendiri.\n\nVideo ini menguraikan mengapa uji stres bank Federal Reserve pada 24 Juni penting bagi pemegang ADA, meskipun itu bukan peristiwa Cardano. Kami menghubungkan 32 lembaga perbankan utama, penyangga modal, penciptaan kredit, tekanan inflasi, dan selera risiko dengan pasar kripto yang lebih luas. Kisah ini menjelaskan mengapa ADA dapat menunjukkan kemajuan dalam tata kelola, staking, pertumbuhan DeFi, dan potensi jangka panjang sementara harganya masih terasa berat. Video ini juga mengeksplorasi mengapa kelangkaan saja tidak cukup, mengapa Cardano harus mendapatkan utilitas nyata, dan mengapa jaringan lapisan dasar yang serius mungkin lebih penting karena keuangan tradisional terus membuktikan dirinya berada di bawah tekanan. Berlangganan untuk analisis kripto yang lebih mendalam. #Cardano #ADA #Crypto\n\nPool [CHEEK] CHEEKY CRYPTO - https://cexplorer.io/pool/pool1zj4h7k...\n\nID Pool Stake: pool1zj4h7kc6v53q9r8x3fwzfuayf2frwme8u5k86gu0uzeeuvqxgul\n🗳️ ID DRep: drep1y2zu2ls2hqw9dycxl8s8z3d9nmw7s794xh3xn3jytkh30esalzwdv\n\nBursa:   / exchanges  \n\n🔗 Edukasi Gratis Discord:\n👉   / discord  \n\n🧠 Ini adalah komunitas untuk diskusi edukatif saja.\n\n🚫 Tidak ada nasihat keuangan yang diberikan.\n\n👨‍💼 Admin dan moderator bukanlah profesional keuangan berlisensi.\n\n📚 Pelajari:\n\n👉 https://cheekyschool.com/\nSumber daya edukatif saja – tidak ada jaminan hasil keuangan.\n\n-----------------------------------------------------------------\n\n🎥 SALURAN YOUTUBE KAMI\n\n🔹 Ikuti Cheeky Crypto di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto Plus di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto News di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto Education di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto Unfiltered di YouTube: / \n\n-----------------------------------------------------------------\n\n📱 IKUTI KAMI DI MEDIA SOSIAL\n\n🐦 Ikuti kami di X: / cheekycrypto\n📘 Ikuti kami Di Facebook: /cheekycrypto\n\n-----------------------------------------------------------------\nLihat Penawaran Afiliasi Kami:\n\nKami mungkin mendapatkan komisi jika Anda mendaftar melalui tautan di bawah ini.\n\n👉 https://portal.cheekycrypto.io/cheeky...\n\n-----------------------------------------------------------------\n\n⚠️ 𝗕𝗘𝗪𝗔𝗥𝗘 𝗢𝗙 𝗦𝗖𝗔𝗠𝗠𝗘𝗥𝗦 𝗜𝗡 𝗢𝗨𝗥 𝗖𝗢𝗠𝗠𝗘𝗡𝗧𝗦 𝗔𝗡𝗗 𝗖𝗢𝗠𝗠𝗨𝗡𝗜𝗧𝗬 PERINGATAN ⚠️\n\n🛑 PENAFIAN:\n\nSaluran ini hanya untuk tujuan hiburan. Semua pendapat yang diungkapkan oleh pembawa acara dan tamu tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan. Pandangan tamu dan pembawa acara tidak selalu mencerminkan pandangan saluran ini.\n\nKami tidak mempromosikan skema cepat kaya, strategi perdagangan yang menjamin keuntungan, atau perilaku keuangan yang berisiko.\n\nSemua keputusan perdagangan adalah tanggung jawab Anda sendiri. Pemirsa sangat disarankan untuk melakukan riset sendiri.\nPerdagangan mata uang kripto membawa risiko kerugian yang signifikan, dan tidak ada hasil yang dijamin. Saluran ini tidak menawarkan layanan keuangan atau sekuritas dan tidak menjamin hasil apa pun.\nPenawaran afiliasi hanya ditujukan untuk penduduk non-Inggris.\n\nKonten ini mematuhi kebijakan Konten Berbahaya dan Berisiko YouTube dan ditujukan untuk audiens dewasa yang tertarik mempelajari teknologi blockchain. Beberapa tautan adalah penawaran afiliasi.\n\nKami mungkin mendapatkan komisi jika Anda mendaftar melalui platform tersebut, tanpa biaya tambahan bagi Anda.\nPlatform ini bukan rekomendasi dan dibagikan hanya untuk tujuan informasi.\nPenawaran bervariasi dan mungkin tidak tersedia di semua wilayah. Harap konsultasikan dengan hukum setempat dan penasihat keuangan Anda sebelum berpartisipasi.\n\n-----------------------------------------------------------------\nCap Waktu\n00:00 Inflasi Bank Besar dan Cardano\n02:15 Mengapa Uji Stres Bank Penting\n04:33 Lingkaran Umpan Balik Fiat yang Rusak\n07:18 Cardano di Luar Grafik Harian\n09:49 Mengapa Pemegang ADA Merasa Dihukum\n12:03 Menunggu Likuiditas Kembali\n12:17 Penyangga Modal dan Pasar Kripto\n14:38 Utilitas dan Valuasi Cardano\n16:41 Penafian Risiko Kripto\n17:02 Keuangan Tradisional Bertemu Kripto\n18:30 Rotasi Kekayaan ke Aset Digital\n20:19 Lapisan Dasar yang Aman Versus Hype\n20:34 Apa yang Harus Diperhatikan pada 24 Juni\n22:27 Mengapa Nilai Masa Depan Cardano Penting", "post_id": "kpl_pmqshdI"}}, {"key": "CheekyCrypto", "attributes": {"label": "CheekyCrypto", "x": 195.4414310892282, "y": 602.360549152753, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4917, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "kpl_pmqshdI", "id": "CheekyCrypto", "source": "youtube-000001", "content": "The Fed, Inflasi & Cardano: Mengapa Hal Ini Bisa Lebih Penting daripada Sekadar Grafik Harga\n\nKaitan tersembunyi antara bank-bank besar, inflasi, dan nilai masa depan Cardano mungkin adalah likuiditas itu sendiri.\n\nVideo ini menguraikan mengapa uji stres bank Federal Reserve pada 24 Juni penting bagi pemegang ADA, meskipun itu bukan peristiwa Cardano. Kami menghubungkan 32 lembaga perbankan utama, penyangga modal, penciptaan kredit, tekanan inflasi, dan selera risiko dengan pasar kripto yang lebih luas. Kisah ini menjelaskan mengapa ADA dapat menunjukkan kemajuan dalam tata kelola, staking, pertumbuhan DeFi, dan potensi jangka panjang sementara harganya masih terasa berat. Video ini juga mengeksplorasi mengapa kelangkaan saja tidak cukup, mengapa Cardano harus mendapatkan utilitas nyata, dan mengapa jaringan lapisan dasar yang serius mungkin lebih penting karena keuangan tradisional terus membuktikan dirinya berada di bawah tekanan. Berlangganan untuk analisis kripto yang lebih mendalam. #Cardano #ADA #Crypto\n\nPool [CHEEK] CHEEKY CRYPTO - https://cexplorer.io/pool/pool1zj4h7k...\n\nID Pool Stake: pool1zj4h7kc6v53q9r8x3fwzfuayf2frwme8u5k86gu0uzeeuvqxgul\n🗳️ ID DRep: drep1y2zu2ls2hqw9dycxl8s8z3d9nmw7s794xh3xn3jytkh30esalzwdv\n\nBursa:   / exchanges  \n\n🔗 Edukasi Gratis Discord:\n👉   / discord  \n\n🧠 Ini adalah komunitas untuk diskusi edukatif saja.\n\n🚫 Tidak ada nasihat keuangan yang diberikan.\n\n👨‍💼 Admin dan moderator bukanlah profesional keuangan berlisensi.\n\n📚 Pelajari:\n\n👉 https://cheekyschool.com/\nSumber daya edukatif saja – tidak ada jaminan hasil keuangan.\n\n-----------------------------------------------------------------\n\n🎥 SALURAN YOUTUBE KAMI\n\n🔹 Ikuti Cheeky Crypto di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto Plus di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto News di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto Education di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto Unfiltered di YouTube: / \n\n-----------------------------------------------------------------\n\n📱 IKUTI KAMI DI MEDIA SOSIAL\n\n🐦 Ikuti kami di X: / cheekycrypto\n📘 Ikuti kami Di Facebook: /cheekycrypto\n\n-----------------------------------------------------------------\nLihat Penawaran Afiliasi Kami:\n\nKami mungkin mendapatkan komisi jika Anda mendaftar melalui tautan di bawah ini.\n\n👉 https://portal.cheekycrypto.io/cheeky...\n\n-----------------------------------------------------------------\n\n⚠️ 𝗕𝗘𝗪𝗔𝗥𝗘 𝗢𝗙 𝗦𝗖𝗔𝗠𝗠𝗘𝗥𝗦 𝗜𝗡 𝗢𝗨𝗥 𝗖𝗢𝗠𝗠𝗘𝗡𝗧𝗦 𝗔𝗡𝗗 𝗖𝗢𝗠𝗠𝗨𝗡𝗜𝗧𝗬 PERINGATAN ⚠️\n\n🛑 PENAFIAN:\n\nSaluran ini hanya untuk tujuan hiburan. Semua pendapat yang diungkapkan oleh pembawa acara dan tamu tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan. Pandangan tamu dan pembawa acara tidak selalu mencerminkan pandangan saluran ini.\n\nKami tidak mempromosikan skema cepat kaya, strategi perdagangan yang menjamin keuntungan, atau perilaku keuangan yang berisiko.\n\nSemua keputusan perdagangan adalah tanggung jawab Anda sendiri. Pemirsa sangat disarankan untuk melakukan riset sendiri.\nPerdagangan mata uang kripto membawa risiko kerugian yang signifikan, dan tidak ada hasil yang dijamin. Saluran ini tidak menawarkan layanan keuangan atau sekuritas dan tidak menjamin hasil apa pun.\nPenawaran afiliasi hanya ditujukan untuk penduduk non-Inggris.\n\nKonten ini mematuhi kebijakan Konten Berbahaya dan Berisiko YouTube dan ditujukan untuk audiens dewasa yang tertarik mempelajari teknologi blockchain. Beberapa tautan adalah penawaran afiliasi.\n\nKami mungkin mendapatkan komisi jika Anda mendaftar melalui platform tersebut, tanpa biaya tambahan bagi Anda.\nPlatform ini bukan rekomendasi dan dibagikan hanya untuk tujuan informasi.\nPenawaran bervariasi dan mungkin tidak tersedia di semua wilayah. Harap konsultasikan dengan hukum setempat dan penasihat keuangan Anda sebelum berpartisipasi.\n\n-----------------------------------------------------------------\nCap Waktu\n00:00 Inflasi Bank Besar dan Cardano\n02:15 Mengapa Uji Stres Bank Penting\n04:33 Lingkaran Umpan Balik Fiat yang Rusak\n07:18 Cardano di Luar Grafik Harian\n09:49 Mengapa Pemegang ADA Merasa Dihukum\n12:03 Menunggu Likuiditas Kembali\n12:17 Penyangga Modal dan Pasar Kripto\n14:38 Utilitas dan Valuasi Cardano\n16:41 Penafian Risiko Kripto\n17:02 Keuangan Tradisional Bertemu Kripto\n18:30 Rotasi Kekayaan ke Aset Digital\n20:19 Lapisan Dasar yang Aman Versus Hype\n20:34 Apa yang Harus Diperhatikan pada 24 Juni\n22:27 Mengapa Nilai Masa Depan Cardano Penting", "post_id": "kpl_pmqshdI"}}, {"key": "CheekyCryptoPlus", "attributes": {"label": "CheekyCryptoPlus", "x": 285.6403774713794, "y": 532.3144959770964, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4917, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "kpl_pmqshdI", "id": "CheekyCryptoPlus", "source": "youtube-000001", "content": "The Fed, Inflasi & Cardano: Mengapa Hal Ini Bisa Lebih Penting daripada Sekadar Grafik Harga\n\nKaitan tersembunyi antara bank-bank besar, inflasi, dan nilai masa depan Cardano mungkin adalah likuiditas itu sendiri.\n\nVideo ini menguraikan mengapa uji stres bank Federal Reserve pada 24 Juni penting bagi pemegang ADA, meskipun itu bukan peristiwa Cardano. Kami menghubungkan 32 lembaga perbankan utama, penyangga modal, penciptaan kredit, tekanan inflasi, dan selera risiko dengan pasar kripto yang lebih luas. Kisah ini menjelaskan mengapa ADA dapat menunjukkan kemajuan dalam tata kelola, staking, pertumbuhan DeFi, dan potensi jangka panjang sementara harganya masih terasa berat. Video ini juga mengeksplorasi mengapa kelangkaan saja tidak cukup, mengapa Cardano harus mendapatkan utilitas nyata, dan mengapa jaringan lapisan dasar yang serius mungkin lebih penting karena keuangan tradisional terus membuktikan dirinya berada di bawah tekanan. Berlangganan untuk analisis kripto yang lebih mendalam. #Cardano #ADA #Crypto\n\nPool [CHEEK] CHEEKY CRYPTO - https://cexplorer.io/pool/pool1zj4h7k...\n\nID Pool Stake: pool1zj4h7kc6v53q9r8x3fwzfuayf2frwme8u5k86gu0uzeeuvqxgul\n🗳️ ID DRep: drep1y2zu2ls2hqw9dycxl8s8z3d9nmw7s794xh3xn3jytkh30esalzwdv\n\nBursa:   / exchanges  \n\n🔗 Edukasi Gratis Discord:\n👉   / discord  \n\n🧠 Ini adalah komunitas untuk diskusi edukatif saja.\n\n🚫 Tidak ada nasihat keuangan yang diberikan.\n\n👨‍💼 Admin dan moderator bukanlah profesional keuangan berlisensi.\n\n📚 Pelajari:\n\n👉 https://cheekyschool.com/\nSumber daya edukatif saja – tidak ada jaminan hasil keuangan.\n\n-----------------------------------------------------------------\n\n🎥 SALURAN YOUTUBE KAMI\n\n🔹 Ikuti Cheeky Crypto di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto Plus di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto News di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto Education di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto Unfiltered di YouTube: / \n\n-----------------------------------------------------------------\n\n📱 IKUTI KAMI DI MEDIA SOSIAL\n\n🐦 Ikuti kami di X: / cheekycrypto\n📘 Ikuti kami Di Facebook: /cheekycrypto\n\n-----------------------------------------------------------------\nLihat Penawaran Afiliasi Kami:\n\nKami mungkin mendapatkan komisi jika Anda mendaftar melalui tautan di bawah ini.\n\n👉 https://portal.cheekycrypto.io/cheeky...\n\n-----------------------------------------------------------------\n\n⚠️ 𝗕𝗘𝗪𝗔𝗥𝗘 𝗢𝗙 𝗦𝗖𝗔𝗠𝗠𝗘𝗥𝗦 𝗜𝗡 𝗢𝗨𝗥 𝗖𝗢𝗠𝗠𝗘𝗡𝗧𝗦 𝗔𝗡𝗗 𝗖𝗢𝗠𝗠𝗨𝗡𝗜𝗧𝗬 PERINGATAN ⚠️\n\n🛑 PENAFIAN:\n\nSaluran ini hanya untuk tujuan hiburan. Semua pendapat yang diungkapkan oleh pembawa acara dan tamu tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan. Pandangan tamu dan pembawa acara tidak selalu mencerminkan pandangan saluran ini.\n\nKami tidak mempromosikan skema cepat kaya, strategi perdagangan yang menjamin keuntungan, atau perilaku keuangan yang berisiko.\n\nSemua keputusan perdagangan adalah tanggung jawab Anda sendiri. Pemirsa sangat disarankan untuk melakukan riset sendiri.\nPerdagangan mata uang kripto membawa risiko kerugian yang signifikan, dan tidak ada hasil yang dijamin. Saluran ini tidak menawarkan layanan keuangan atau sekuritas dan tidak menjamin hasil apa pun.\nPenawaran afiliasi hanya ditujukan untuk penduduk non-Inggris.\n\nKonten ini mematuhi kebijakan Konten Berbahaya dan Berisiko YouTube dan ditujukan untuk audiens dewasa yang tertarik mempelajari teknologi blockchain. Beberapa tautan adalah penawaran afiliasi.\n\nKami mungkin mendapatkan komisi jika Anda mendaftar melalui platform tersebut, tanpa biaya tambahan bagi Anda.\nPlatform ini bukan rekomendasi dan dibagikan hanya untuk tujuan informasi.\nPenawaran bervariasi dan mungkin tidak tersedia di semua wilayah. Harap konsultasikan dengan hukum setempat dan penasihat keuangan Anda sebelum berpartisipasi.\n\n-----------------------------------------------------------------\nCap Waktu\n00:00 Inflasi Bank Besar dan Cardano\n02:15 Mengapa Uji Stres Bank Penting\n04:33 Lingkaran Umpan Balik Fiat yang Rusak\n07:18 Cardano di Luar Grafik Harian\n09:49 Mengapa Pemegang ADA Merasa Dihukum\n12:03 Menunggu Likuiditas Kembali\n12:17 Penyangga Modal dan Pasar Kripto\n14:38 Utilitas dan Valuasi Cardano\n16:41 Penafian Risiko Kripto\n17:02 Keuangan Tradisional Bertemu Kripto\n18:30 Rotasi Kekayaan ke Aset Digital\n20:19 Lapisan Dasar yang Aman Versus Hype\n20:34 Apa yang Harus Diperhatikan pada 24 Juni\n22:27 Mengapa Nilai Masa Depan Cardano Penting", "post_id": "kpl_pmqshdI"}}, {"key": "CheekyCryptoNews", "attributes": {"label": "CheekyCryptoNews", "x": 692.3627743120089, "y": 386.0044693035776, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4917, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "kpl_pmqshdI", "id": "CheekyCryptoNews", "source": "youtube-000001", "content": "The Fed, Inflasi & Cardano: Mengapa Hal Ini Bisa Lebih Penting daripada Sekadar Grafik Harga\n\nKaitan tersembunyi antara bank-bank besar, inflasi, dan nilai masa depan Cardano mungkin adalah likuiditas itu sendiri.\n\nVideo ini menguraikan mengapa uji stres bank Federal Reserve pada 24 Juni penting bagi pemegang ADA, meskipun itu bukan peristiwa Cardano. Kami menghubungkan 32 lembaga perbankan utama, penyangga modal, penciptaan kredit, tekanan inflasi, dan selera risiko dengan pasar kripto yang lebih luas. Kisah ini menjelaskan mengapa ADA dapat menunjukkan kemajuan dalam tata kelola, staking, pertumbuhan DeFi, dan potensi jangka panjang sementara harganya masih terasa berat. Video ini juga mengeksplorasi mengapa kelangkaan saja tidak cukup, mengapa Cardano harus mendapatkan utilitas nyata, dan mengapa jaringan lapisan dasar yang serius mungkin lebih penting karena keuangan tradisional terus membuktikan dirinya berada di bawah tekanan. Berlangganan untuk analisis kripto yang lebih mendalam. #Cardano #ADA #Crypto\n\nPool [CHEEK] CHEEKY CRYPTO - https://cexplorer.io/pool/pool1zj4h7k...\n\nID Pool Stake: pool1zj4h7kc6v53q9r8x3fwzfuayf2frwme8u5k86gu0uzeeuvqxgul\n🗳️ ID DRep: drep1y2zu2ls2hqw9dycxl8s8z3d9nmw7s794xh3xn3jytkh30esalzwdv\n\nBursa:   / exchanges  \n\n🔗 Edukasi Gratis Discord:\n👉   / discord  \n\n🧠 Ini adalah komunitas untuk diskusi edukatif saja.\n\n🚫 Tidak ada nasihat keuangan yang diberikan.\n\n👨‍💼 Admin dan moderator bukanlah profesional keuangan berlisensi.\n\n📚 Pelajari:\n\n👉 https://cheekyschool.com/\nSumber daya edukatif saja – tidak ada jaminan hasil keuangan.\n\n-----------------------------------------------------------------\n\n🎥 SALURAN YOUTUBE KAMI\n\n🔹 Ikuti Cheeky Crypto di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto Plus di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto News di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto Education di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto Unfiltered di YouTube: / \n\n-----------------------------------------------------------------\n\n📱 IKUTI KAMI DI MEDIA SOSIAL\n\n🐦 Ikuti kami di X: / cheekycrypto\n📘 Ikuti kami Di Facebook: /cheekycrypto\n\n-----------------------------------------------------------------\nLihat Penawaran Afiliasi Kami:\n\nKami mungkin mendapatkan komisi jika Anda mendaftar melalui tautan di bawah ini.\n\n👉 https://portal.cheekycrypto.io/cheeky...\n\n-----------------------------------------------------------------\n\n⚠️ 𝗕𝗘𝗪𝗔𝗥𝗘 𝗢𝗙 𝗦𝗖𝗔𝗠𝗠𝗘𝗥𝗦 𝗜𝗡 𝗢𝗨𝗥 𝗖𝗢𝗠𝗠𝗘𝗡𝗧𝗦 𝗔𝗡𝗗 𝗖𝗢𝗠𝗠𝗨𝗡𝗜𝗧𝗬 PERINGATAN ⚠️\n\n🛑 PENAFIAN:\n\nSaluran ini hanya untuk tujuan hiburan. Semua pendapat yang diungkapkan oleh pembawa acara dan tamu tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan. Pandangan tamu dan pembawa acara tidak selalu mencerminkan pandangan saluran ini.\n\nKami tidak mempromosikan skema cepat kaya, strategi perdagangan yang menjamin keuntungan, atau perilaku keuangan yang berisiko.\n\nSemua keputusan perdagangan adalah tanggung jawab Anda sendiri. Pemirsa sangat disarankan untuk melakukan riset sendiri.\nPerdagangan mata uang kripto membawa risiko kerugian yang signifikan, dan tidak ada hasil yang dijamin. Saluran ini tidak menawarkan layanan keuangan atau sekuritas dan tidak menjamin hasil apa pun.\nPenawaran afiliasi hanya ditujukan untuk penduduk non-Inggris.\n\nKonten ini mematuhi kebijakan Konten Berbahaya dan Berisiko YouTube dan ditujukan untuk audiens dewasa yang tertarik mempelajari teknologi blockchain. Beberapa tautan adalah penawaran afiliasi.\n\nKami mungkin mendapatkan komisi jika Anda mendaftar melalui platform tersebut, tanpa biaya tambahan bagi Anda.\nPlatform ini bukan rekomendasi dan dibagikan hanya untuk tujuan informasi.\nPenawaran bervariasi dan mungkin tidak tersedia di semua wilayah. Harap konsultasikan dengan hukum setempat dan penasihat keuangan Anda sebelum berpartisipasi.\n\n-----------------------------------------------------------------\nCap Waktu\n00:00 Inflasi Bank Besar dan Cardano\n02:15 Mengapa Uji Stres Bank Penting\n04:33 Lingkaran Umpan Balik Fiat yang Rusak\n07:18 Cardano di Luar Grafik Harian\n09:49 Mengapa Pemegang ADA Merasa Dihukum\n12:03 Menunggu Likuiditas Kembali\n12:17 Penyangga Modal dan Pasar Kripto\n14:38 Utilitas dan Valuasi Cardano\n16:41 Penafian Risiko Kripto\n17:02 Keuangan Tradisional Bertemu Kripto\n18:30 Rotasi Kekayaan ke Aset Digital\n20:19 Lapisan Dasar yang Aman Versus Hype\n20:34 Apa yang Harus Diperhatikan pada 24 Juni\n22:27 Mengapa Nilai Masa Depan Cardano Penting", "post_id": "kpl_pmqshdI"}}, {"key": "CheekyCryptoEducation", "attributes": {"label": "CheekyCryptoEducation", "x": 625.0723848813933, "y": 834.7650932021567, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4917, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "kpl_pmqshdI", "id": "CheekyCryptoEducation", "source": "youtube-000001", "content": "The Fed, Inflasi & Cardano: Mengapa Hal Ini Bisa Lebih Penting daripada Sekadar Grafik Harga\n\nKaitan tersembunyi antara bank-bank besar, inflasi, dan nilai masa depan Cardano mungkin adalah likuiditas itu sendiri.\n\nVideo ini menguraikan mengapa uji stres bank Federal Reserve pada 24 Juni penting bagi pemegang ADA, meskipun itu bukan peristiwa Cardano. Kami menghubungkan 32 lembaga perbankan utama, penyangga modal, penciptaan kredit, tekanan inflasi, dan selera risiko dengan pasar kripto yang lebih luas. Kisah ini menjelaskan mengapa ADA dapat menunjukkan kemajuan dalam tata kelola, staking, pertumbuhan DeFi, dan potensi jangka panjang sementara harganya masih terasa berat. Video ini juga mengeksplorasi mengapa kelangkaan saja tidak cukup, mengapa Cardano harus mendapatkan utilitas nyata, dan mengapa jaringan lapisan dasar yang serius mungkin lebih penting karena keuangan tradisional terus membuktikan dirinya berada di bawah tekanan. Berlangganan untuk analisis kripto yang lebih mendalam. #Cardano #ADA #Crypto\n\nPool [CHEEK] CHEEKY CRYPTO - https://cexplorer.io/pool/pool1zj4h7k...\n\nID Pool Stake: pool1zj4h7kc6v53q9r8x3fwzfuayf2frwme8u5k86gu0uzeeuvqxgul\n🗳️ ID DRep: drep1y2zu2ls2hqw9dycxl8s8z3d9nmw7s794xh3xn3jytkh30esalzwdv\n\nBursa:   / exchanges  \n\n🔗 Edukasi Gratis Discord:\n👉   / discord  \n\n🧠 Ini adalah komunitas untuk diskusi edukatif saja.\n\n🚫 Tidak ada nasihat keuangan yang diberikan.\n\n👨‍💼 Admin dan moderator bukanlah profesional keuangan berlisensi.\n\n📚 Pelajari:\n\n👉 https://cheekyschool.com/\nSumber daya edukatif saja – tidak ada jaminan hasil keuangan.\n\n-----------------------------------------------------------------\n\n🎥 SALURAN YOUTUBE KAMI\n\n🔹 Ikuti Cheeky Crypto di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto Plus di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto News di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto Education di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto Unfiltered di YouTube: / \n\n-----------------------------------------------------------------\n\n📱 IKUTI KAMI DI MEDIA SOSIAL\n\n🐦 Ikuti kami di X: / cheekycrypto\n📘 Ikuti kami Di Facebook: /cheekycrypto\n\n-----------------------------------------------------------------\nLihat Penawaran Afiliasi Kami:\n\nKami mungkin mendapatkan komisi jika Anda mendaftar melalui tautan di bawah ini.\n\n👉 https://portal.cheekycrypto.io/cheeky...\n\n-----------------------------------------------------------------\n\n⚠️ 𝗕𝗘𝗪𝗔𝗥𝗘 𝗢𝗙 𝗦𝗖𝗔𝗠𝗠𝗘𝗥𝗦 𝗜𝗡 𝗢𝗨𝗥 𝗖𝗢𝗠𝗠𝗘𝗡𝗧𝗦 𝗔𝗡𝗗 𝗖𝗢𝗠𝗠𝗨𝗡𝗜𝗧𝗬 PERINGATAN ⚠️\n\n🛑 PENAFIAN:\n\nSaluran ini hanya untuk tujuan hiburan. Semua pendapat yang diungkapkan oleh pembawa acara dan tamu tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan. Pandangan tamu dan pembawa acara tidak selalu mencerminkan pandangan saluran ini.\n\nKami tidak mempromosikan skema cepat kaya, strategi perdagangan yang menjamin keuntungan, atau perilaku keuangan yang berisiko.\n\nSemua keputusan perdagangan adalah tanggung jawab Anda sendiri. Pemirsa sangat disarankan untuk melakukan riset sendiri.\nPerdagangan mata uang kripto membawa risiko kerugian yang signifikan, dan tidak ada hasil yang dijamin. Saluran ini tidak menawarkan layanan keuangan atau sekuritas dan tidak menjamin hasil apa pun.\nPenawaran afiliasi hanya ditujukan untuk penduduk non-Inggris.\n\nKonten ini mematuhi kebijakan Konten Berbahaya dan Berisiko YouTube dan ditujukan untuk audiens dewasa yang tertarik mempelajari teknologi blockchain. Beberapa tautan adalah penawaran afiliasi.\n\nKami mungkin mendapatkan komisi jika Anda mendaftar melalui platform tersebut, tanpa biaya tambahan bagi Anda.\nPlatform ini bukan rekomendasi dan dibagikan hanya untuk tujuan informasi.\nPenawaran bervariasi dan mungkin tidak tersedia di semua wilayah. Harap konsultasikan dengan hukum setempat dan penasihat keuangan Anda sebelum berpartisipasi.\n\n-----------------------------------------------------------------\nCap Waktu\n00:00 Inflasi Bank Besar dan Cardano\n02:15 Mengapa Uji Stres Bank Penting\n04:33 Lingkaran Umpan Balik Fiat yang Rusak\n07:18 Cardano di Luar Grafik Harian\n09:49 Mengapa Pemegang ADA Merasa Dihukum\n12:03 Menunggu Likuiditas Kembali\n12:17 Penyangga Modal dan Pasar Kripto\n14:38 Utilitas dan Valuasi Cardano\n16:41 Penafian Risiko Kripto\n17:02 Keuangan Tradisional Bertemu Kripto\n18:30 Rotasi Kekayaan ke Aset Digital\n20:19 Lapisan Dasar yang Aman Versus Hype\n20:34 Apa yang Harus Diperhatikan pada 24 Juni\n22:27 Mengapa Nilai Masa Depan Cardano Penting", "post_id": "kpl_pmqshdI"}}, {"key": "Cheeky_Crypto_Unfiltered", "attributes": {"label": "Cheeky_Crypto_Unfiltered", "x": 424.9185553555134, "y": 0.937603364575823, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4917, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "kpl_pmqshdI", "id": "Cheeky_Crypto_Unfiltered", "source": "youtube-000001", "content": "The Fed, Inflasi & Cardano: Mengapa Hal Ini Bisa Lebih Penting daripada Sekadar Grafik Harga\n\nKaitan tersembunyi antara bank-bank besar, inflasi, dan nilai masa depan Cardano mungkin adalah likuiditas itu sendiri.\n\nVideo ini menguraikan mengapa uji stres bank Federal Reserve pada 24 Juni penting bagi pemegang ADA, meskipun itu bukan peristiwa Cardano. Kami menghubungkan 32 lembaga perbankan utama, penyangga modal, penciptaan kredit, tekanan inflasi, dan selera risiko dengan pasar kripto yang lebih luas. Kisah ini menjelaskan mengapa ADA dapat menunjukkan kemajuan dalam tata kelola, staking, pertumbuhan DeFi, dan potensi jangka panjang sementara harganya masih terasa berat. Video ini juga mengeksplorasi mengapa kelangkaan saja tidak cukup, mengapa Cardano harus mendapatkan utilitas nyata, dan mengapa jaringan lapisan dasar yang serius mungkin lebih penting karena keuangan tradisional terus membuktikan dirinya berada di bawah tekanan. Berlangganan untuk analisis kripto yang lebih mendalam. #Cardano #ADA #Crypto\n\nPool [CHEEK] CHEEKY CRYPTO - https://cexplorer.io/pool/pool1zj4h7k...\n\nID Pool Stake: pool1zj4h7kc6v53q9r8x3fwzfuayf2frwme8u5k86gu0uzeeuvqxgul\n🗳️ ID DRep: drep1y2zu2ls2hqw9dycxl8s8z3d9nmw7s794xh3xn3jytkh30esalzwdv\n\nBursa:   / exchanges  \n\n🔗 Edukasi Gratis Discord:\n👉   / discord  \n\n🧠 Ini adalah komunitas untuk diskusi edukatif saja.\n\n🚫 Tidak ada nasihat keuangan yang diberikan.\n\n👨‍💼 Admin dan moderator bukanlah profesional keuangan berlisensi.\n\n📚 Pelajari:\n\n👉 https://cheekyschool.com/\nSumber daya edukatif saja – tidak ada jaminan hasil keuangan.\n\n-----------------------------------------------------------------\n\n🎥 SALURAN YOUTUBE KAMI\n\n🔹 Ikuti Cheeky Crypto di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto Plus di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto News di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto Education di YouTube: / \n🔹 Ikuti Cheeky Crypto Unfiltered di YouTube: / \n\n-----------------------------------------------------------------\n\n📱 IKUTI KAMI DI MEDIA SOSIAL\n\n🐦 Ikuti kami di X: / cheekycrypto\n📘 Ikuti kami Di Facebook: /cheekycrypto\n\n-----------------------------------------------------------------\nLihat Penawaran Afiliasi Kami:\n\nKami mungkin mendapatkan komisi jika Anda mendaftar melalui tautan di bawah ini.\n\n👉 https://portal.cheekycrypto.io/cheeky...\n\n-----------------------------------------------------------------\n\n⚠️ 𝗕𝗘𝗪𝗔𝗥𝗘 𝗢𝗙 𝗦𝗖𝗔𝗠𝗠𝗘𝗥𝗦 𝗜𝗡 𝗢𝗨𝗥 𝗖𝗢𝗠𝗠𝗘𝗡𝗧𝗦 𝗔𝗡𝗗 𝗖𝗢𝗠𝗠𝗨𝗡𝗜𝗧𝗬 PERINGATAN ⚠️\n\n🛑 PENAFIAN:\n\nSaluran ini hanya untuk tujuan hiburan. Semua pendapat yang diungkapkan oleh pembawa acara dan tamu tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan. Pandangan tamu dan pembawa acara tidak selalu mencerminkan pandangan saluran ini.\n\nKami tidak mempromosikan skema cepat kaya, strategi perdagangan yang menjamin keuntungan, atau perilaku keuangan yang berisiko.\n\nSemua keputusan perdagangan adalah tanggung jawab Anda sendiri. Pemirsa sangat disarankan untuk melakukan riset sendiri.\nPerdagangan mata uang kripto membawa risiko kerugian yang signifikan, dan tidak ada hasil yang dijamin. Saluran ini tidak menawarkan layanan keuangan atau sekuritas dan tidak menjamin hasil apa pun.\nPenawaran afiliasi hanya ditujukan untuk penduduk non-Inggris.\n\nKonten ini mematuhi kebijakan Konten Berbahaya dan Berisiko YouTube dan ditujukan untuk audiens dewasa yang tertarik mempelajari teknologi blockchain. Beberapa tautan adalah penawaran afiliasi.\n\nKami mungkin mendapatkan komisi jika Anda mendaftar melalui platform tersebut, tanpa biaya tambahan bagi Anda.\nPlatform ini bukan rekomendasi dan dibagikan hanya untuk tujuan informasi.\nPenawaran bervariasi dan mungkin tidak tersedia di semua wilayah. Harap konsultasikan dengan hukum setempat dan penasihat keuangan Anda sebelum berpartisipasi.\n\n-----------------------------------------------------------------\nCap Waktu\n00:00 Inflasi Bank Besar dan Cardano\n02:15 Mengapa Uji Stres Bank Penting\n04:33 Lingkaran Umpan Balik Fiat yang Rusak\n07:18 Cardano di Luar Grafik Harian\n09:49 Mengapa Pemegang ADA Merasa Dihukum\n12:03 Menunggu Likuiditas Kembali\n12:17 Penyangga Modal dan Pasar Kripto\n14:38 Utilitas dan Valuasi Cardano\n16:41 Penafian Risiko Kripto\n17:02 Keuangan Tradisional Bertemu Kripto\n18:30 Rotasi Kekayaan ke Aset Digital\n20:19 Lapisan Dasar yang Aman Versus Hype\n20:34 Apa yang Harus Diperhatikan pada 24 Juni\n22:27 Mengapa Nilai Masa Depan Cardano Penting", "post_id": "kpl_pmqshdI"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 408.38592408524374, "y": 414.7644988904301, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6766, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "vTzWLj00phU", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Mensesneg & Himbara: Jangan Khawatir, Fundamental Ekonomi RI Sangat Kuat! I KMP\n\nGarudaTV - Pesan penyeimbang dari ring satu Istana dan petinggi perbankan nasional demi menjaga stabilitas pasar keuangan domestik! \n\nMenteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia, khususnya di sektor perbankan, berada dalam kondisi yang sangat kokoh. Pernyataan ini disampaikan usai menghadiri pertemuan intensif bersama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Kepala BP BUMN Dony Oskaria, dan para petinggi Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) di Kompleks Parlemen, Jakarta.\n\nSenada dengan pemerintah, Ketua Umum Himbara Putrama Wahju Setyawan meminta publik dan para pelaku pasar modal untuk tidak khawatir berlebihan dalam merespons dinamika bursa akhir-akhir ini. Berdasarkan data riil, likuiditas perbankan plat merah dipastikan tetap aman terkendali dengan rasio kredit bermasalah (NPL) yang sangat rendah. \n\nBahkan, industri perbankan nasional saat ini tengah mencatatkan performa terbaiknya, di mana pertumbuhan kredit rata-rata tumbuh di kisaran 20% dan Dana Pihak Ketiga (DPK) melonjak subur di angka 20 hingga 30%. Sinergi lintas lembaga antara eksekutif, legislatif, dan industri perbankan ini diharapkan mampu mempertebal kepercayaan investor terhadap ekosistem keuangan tanah air. Simak laporan lengkapnya!\n\nMelihat pertumbuhan kredit Himbara yang tembus 20%, bagaimana optimisme kalian terhadap pergerakan bursa saham kita pekan ini? Tulis di kolom komentar!\n\n#Mensesneg #Himbara #PrasetyoHadi #SufmiDascoAhmad #GarudaTV #GarudaTV #Laporan8 #KabinetMerahPutih\n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "vTzWLj00phU"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 329.5864935926136, "y": 907.833852456353, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.7518, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "vTzWLj00phU", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Mensesneg & Himbara: Jangan Khawatir, Fundamental Ekonomi RI Sangat Kuat! I KMP\n\nGarudaTV - Pesan penyeimbang dari ring satu Istana dan petinggi perbankan nasional demi menjaga stabilitas pasar keuangan domestik! \n\nMenteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia, khususnya di sektor perbankan, berada dalam kondisi yang sangat kokoh. Pernyataan ini disampaikan usai menghadiri pertemuan intensif bersama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Kepala BP BUMN Dony Oskaria, dan para petinggi Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) di Kompleks Parlemen, Jakarta.\n\nSenada dengan pemerintah, Ketua Umum Himbara Putrama Wahju Setyawan meminta publik dan para pelaku pasar modal untuk tidak khawatir berlebihan dalam merespons dinamika bursa akhir-akhir ini. Berdasarkan data riil, likuiditas perbankan plat merah dipastikan tetap aman terkendali dengan rasio kredit bermasalah (NPL) yang sangat rendah. \n\nBahkan, industri perbankan nasional saat ini tengah mencatatkan performa terbaiknya, di mana pertumbuhan kredit rata-rata tumbuh di kisaran 20% dan Dana Pihak Ketiga (DPK) melonjak subur di angka 20 hingga 30%. Sinergi lintas lembaga antara eksekutif, legislatif, dan industri perbankan ini diharapkan mampu mempertebal kepercayaan investor terhadap ekosistem keuangan tanah air. Simak laporan lengkapnya!\n\nMelihat pertumbuhan kredit Himbara yang tembus 20%, bagaimana optimisme kalian terhadap pergerakan bursa saham kita pekan ini? Tulis di kolom komentar!\n\n#Mensesneg #Himbara #PrasetyoHadi #SufmiDascoAhmad #GarudaTV #GarudaTV #Laporan8 #KabinetMerahPutih\n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "vTzWLj00phU"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 345.1827427697718, "y": 787.4798522292575, "size": 13.86, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6766, "eigenvector": 121.803, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "rd9Ibw42V9c", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "OJK Catat Kredit Perbankan Capai Rp8.755 Triliun pada April 2026 | MILENOMICS\n\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kredit perbankan pada April 2026 tumbuh 9,98 persen secara tahunan menjadi Rp8.755 triliun. Dari sisi penggunaan, kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 19,48 persen dan menjadi motor utama ekspansi penyaluran kredit nasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "rd9Ibw42V9c"}}, {"key": "@kitco", "attributes": {"label": "@kitco", "x": 359.77926171842313, "y": 590.7992463171416, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6766, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "yFpwUtau350", "id": "@kitco", "source": "youtube-000001", "content": "Koreksi Harga Emas: Mengapa Saya \"Berharap\" Harga Turun Lagi $1.000 | Marc Faber\n\nHarga emas bertahan di dekat $4.500 per ons setelah penurunan selama 30 hari, tetapi Dr. Marc Faber mengatakan bahwa investor yang berfokus pada volatilitas harian melewatkan pergeseran struktural yang lebih besar. Dalam wawancara ini dengan Jeremy Szafron, Penyiar Senior Kitco News, penerbit Gloom, Boom & Doom Report menjelaskan strategi 50 tahunnya untuk memegang emas fisik, mengapa ia berharap harga turun lebih jauh untuk mengakumulasi lebih banyak, dan peringatannya tentang pengetatan likuiditas di kredit swasta dan pasar yang lebih luas.\n\nFaber juga menguraikan akumulasi emas bank sentral, penilaiannya tentang booming belanja modal teknologi AI, dan mengapa menyimpan logam mulia di luar sistem perbankan sangat penting untuk perlindungan kekayaan jangka panjang.\n\n\nDirekam 4 Juni 2026\n\nIkuti Jeremy Szafron di X:  (https://x.com/JeremySzafron)\nIkuti Kitco News di X:  (https://x.com/KitcoNewsNOW)\nIkuti Dr. Marc Faber di X:  (https://x.com/gloomboomdoom)\n\nCap waktu:\n00:00 Persiapan Penurunan Harga Emas\n01:34 Tesis Pengetatan Likuiditas\n08:43 Tanda-Tanda Peringatan Kredit Swasta\n10:40 Dua Ekonomi dan Inflasi\n15:16 Strategi Bertahan Hidup Rumah Tangga\n18:31 Kasus Nilai Saham Energi\n22:27 Pemeriksaan Realitas Gelembung AI\n26:27 Pelajaran Psikologi Gelembung\n34:08 Bank Sentral Membeli Emas\n39:58 Panduan Alokasi Portofolio\n45:18 Risiko Perang dan Keamanan Aset\n52:25 Penitipan dan Penyitaan Emas\n56:45 Ringkasan Akhir dan Berlangganan\n\n#Emas #MarcFaber #KitcoNews #LogamMulia #Investasi #Makroekonomi #HargaEmas\n__________________________________________________________________\n\nSukai, bagikan, dan berlangganan Kitco News—dan aktifkan notifikasi untuk tetap mendapatkan informasi terkini tentang wawancara ahli, wawasan pasar, dan liputan berita terkini.\n\nIKUTI KAMI: \nX: https://x.com/kitconewsnow \nInstagram:   / kitconews   \nFacebook:   / kitconews   \nLinkedIn:   / kitconews  \n\nDengarkan PODCAST di\n🎧 Spotify: https://open.spotify.com/show/1My4Wgt...\n🎧 Apple Podcasts: https://podcasts.apple.com/us/podcast...\n🎧 Semua episode podcast tersedia di sini → https://kitconews.buzzsprout.com\n\nKunjungi: https://Kitco.com/ untuk harga emas, perak, dan kripto terkini, berita pertambangan terbaru, dan wawasan makroekonomi.\n\nHarga dan grafik emas langsung: https://www.kitco.com/charts/gold\nHarga dan grafik perak langsung: https://www.kitco.com/charts/silver\nData pasar kripto langsung: https://www.kitco.com/price/crypto\n\nPelajari lebih lanjut tentang Kitco News: https://www.kitco.com/news/about/\n\nUntuk informasi lebih lanjut tentang periklanan, sponsor, dan promosi pemasaran – silakan kunjungi media kit online kami di: https://www.kitco.com/advertising\n\nPenafian:\nVideo-video ini tidak dimaksudkan untuk memberikan saran perdagangan, dan pandangan yang diungkapkan tidak selalu mencerminkan pandangan Kitco Metals Inc. Kitco News, para pembawa acara, produser, dan reporternya tidak bertanggung jawab dalam bentuk apa pun atas kinerja atau tindakan sponsor, pengiklan, atau afiliasi Kitco News. Dalam keadaan apa pun Kitco dan karyawannya tidak akan bertanggung jawab atas kerugian tidak langsung, khusus, insidental, atau konsekuensial yang timbul dari penggunaan konten dalam video ini.", "post_id": "yFpwUtau350"}}, {"key": "JeremySzafron", "attributes": {"label": "JeremySzafron", "x": 492.2296651789266, "y": 722.5567804717685, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.7017, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "yFpwUtau350", "id": "JeremySzafron", "source": "youtube-000001", "content": "Koreksi Harga Emas: Mengapa Saya \"Berharap\" Harga Turun Lagi $1.000 | Marc Faber\n\nHarga emas bertahan di dekat $4.500 per ons setelah penurunan selama 30 hari, tetapi Dr. Marc Faber mengatakan bahwa investor yang berfokus pada volatilitas harian melewatkan pergeseran struktural yang lebih besar. Dalam wawancara ini dengan Jeremy Szafron, Penyiar Senior Kitco News, penerbit Gloom, Boom & Doom Report menjelaskan strategi 50 tahunnya untuk memegang emas fisik, mengapa ia berharap harga turun lebih jauh untuk mengakumulasi lebih banyak, dan peringatannya tentang pengetatan likuiditas di kredit swasta dan pasar yang lebih luas.\n\nFaber juga menguraikan akumulasi emas bank sentral, penilaiannya tentang booming belanja modal teknologi AI, dan mengapa menyimpan logam mulia di luar sistem perbankan sangat penting untuk perlindungan kekayaan jangka panjang.\n\n\nDirekam 4 Juni 2026\n\nIkuti Jeremy Szafron di X:  (https://x.com/JeremySzafron)\nIkuti Kitco News di X:  (https://x.com/KitcoNewsNOW)\nIkuti Dr. Marc Faber di X:  (https://x.com/gloomboomdoom)\n\nCap waktu:\n00:00 Persiapan Penurunan Harga Emas\n01:34 Tesis Pengetatan Likuiditas\n08:43 Tanda-Tanda Peringatan Kredit Swasta\n10:40 Dua Ekonomi dan Inflasi\n15:16 Strategi Bertahan Hidup Rumah Tangga\n18:31 Kasus Nilai Saham Energi\n22:27 Pemeriksaan Realitas Gelembung AI\n26:27 Pelajaran Psikologi Gelembung\n34:08 Bank Sentral Membeli Emas\n39:58 Panduan Alokasi Portofolio\n45:18 Risiko Perang dan Keamanan Aset\n52:25 Penitipan dan Penyitaan Emas\n56:45 Ringkasan Akhir dan Berlangganan\n\n#Emas #MarcFaber #KitcoNews #LogamMulia #Investasi #Makroekonomi #HargaEmas\n__________________________________________________________________\n\nSukai, bagikan, dan berlangganan Kitco News—dan aktifkan notifikasi untuk tetap mendapatkan informasi terkini tentang wawancara ahli, wawasan pasar, dan liputan berita terkini.\n\nIKUTI KAMI: \nX: https://x.com/kitconewsnow \nInstagram:   / kitconews   \nFacebook:   / kitconews   \nLinkedIn:   / kitconews  \n\nDengarkan PODCAST di\n🎧 Spotify: https://open.spotify.com/show/1My4Wgt...\n🎧 Apple Podcasts: https://podcasts.apple.com/us/podcast...\n🎧 Semua episode podcast tersedia di sini → https://kitconews.buzzsprout.com\n\nKunjungi: https://Kitco.com/ untuk harga emas, perak, dan kripto terkini, berita pertambangan terbaru, dan wawasan makroekonomi.\n\nHarga dan grafik emas langsung: https://www.kitco.com/charts/gold\nHarga dan grafik perak langsung: https://www.kitco.com/charts/silver\nData pasar kripto langsung: https://www.kitco.com/price/crypto\n\nPelajari lebih lanjut tentang Kitco News: https://www.kitco.com/news/about/\n\nUntuk informasi lebih lanjut tentang periklanan, sponsor, dan promosi pemasaran – silakan kunjungi media kit online kami di: https://www.kitco.com/advertising\n\nPenafian:\nVideo-video ini tidak dimaksudkan untuk memberikan saran perdagangan, dan pandangan yang diungkapkan tidak selalu mencerminkan pandangan Kitco Metals Inc. Kitco News, para pembawa acara, produser, dan reporternya tidak bertanggung jawab dalam bentuk apa pun atas kinerja atau tindakan sponsor, pengiklan, atau afiliasi Kitco News. Dalam keadaan apa pun Kitco dan karyawannya tidak akan bertanggung jawab atas kerugian tidak langsung, khusus, insidental, atau konsekuensial yang timbul dari penggunaan konten dalam video ini.", "post_id": "yFpwUtau350"}}, {"key": "KitcoNewsNOW", "attributes": {"label": "KitcoNewsNOW", "x": 663.831655035819, "y": 920.3377820190859, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.7017, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "yFpwUtau350", "id": "KitcoNewsNOW", "source": "youtube-000001", "content": "Koreksi Harga Emas: Mengapa Saya \"Berharap\" Harga Turun Lagi $1.000 | Marc Faber\n\nHarga emas bertahan di dekat $4.500 per ons setelah penurunan selama 30 hari, tetapi Dr. Marc Faber mengatakan bahwa investor yang berfokus pada volatilitas harian melewatkan pergeseran struktural yang lebih besar. Dalam wawancara ini dengan Jeremy Szafron, Penyiar Senior Kitco News, penerbit Gloom, Boom & Doom Report menjelaskan strategi 50 tahunnya untuk memegang emas fisik, mengapa ia berharap harga turun lebih jauh untuk mengakumulasi lebih banyak, dan peringatannya tentang pengetatan likuiditas di kredit swasta dan pasar yang lebih luas.\n\nFaber juga menguraikan akumulasi emas bank sentral, penilaiannya tentang booming belanja modal teknologi AI, dan mengapa menyimpan logam mulia di luar sistem perbankan sangat penting untuk perlindungan kekayaan jangka panjang.\n\n\nDirekam 4 Juni 2026\n\nIkuti Jeremy Szafron di X:  (https://x.com/JeremySzafron)\nIkuti Kitco News di X:  (https://x.com/KitcoNewsNOW)\nIkuti Dr. Marc Faber di X:  (https://x.com/gloomboomdoom)\n\nCap waktu:\n00:00 Persiapan Penurunan Harga Emas\n01:34 Tesis Pengetatan Likuiditas\n08:43 Tanda-Tanda Peringatan Kredit Swasta\n10:40 Dua Ekonomi dan Inflasi\n15:16 Strategi Bertahan Hidup Rumah Tangga\n18:31 Kasus Nilai Saham Energi\n22:27 Pemeriksaan Realitas Gelembung AI\n26:27 Pelajaran Psikologi Gelembung\n34:08 Bank Sentral Membeli Emas\n39:58 Panduan Alokasi Portofolio\n45:18 Risiko Perang dan Keamanan Aset\n52:25 Penitipan dan Penyitaan Emas\n56:45 Ringkasan Akhir dan Berlangganan\n\n#Emas #MarcFaber #KitcoNews #LogamMulia #Investasi #Makroekonomi #HargaEmas\n__________________________________________________________________\n\nSukai, bagikan, dan berlangganan Kitco News—dan aktifkan notifikasi untuk tetap mendapatkan informasi terkini tentang wawancara ahli, wawasan pasar, dan liputan berita terkini.\n\nIKUTI KAMI: \nX: https://x.com/kitconewsnow \nInstagram:   / kitconews   \nFacebook:   / kitconews   \nLinkedIn:   / kitconews  \n\nDengarkan PODCAST di\n🎧 Spotify: https://open.spotify.com/show/1My4Wgt...\n🎧 Apple Podcasts: https://podcasts.apple.com/us/podcast...\n🎧 Semua episode podcast tersedia di sini → https://kitconews.buzzsprout.com\n\nKunjungi: https://Kitco.com/ untuk harga emas, perak, dan kripto terkini, berita pertambangan terbaru, dan wawasan makroekonomi.\n\nHarga dan grafik emas langsung: https://www.kitco.com/charts/gold\nHarga dan grafik perak langsung: https://www.kitco.com/charts/silver\nData pasar kripto langsung: https://www.kitco.com/price/crypto\n\nPelajari lebih lanjut tentang Kitco News: https://www.kitco.com/news/about/\n\nUntuk informasi lebih lanjut tentang periklanan, sponsor, dan promosi pemasaran – silakan kunjungi media kit online kami di: https://www.kitco.com/advertising\n\nPenafian:\nVideo-video ini tidak dimaksudkan untuk memberikan saran perdagangan, dan pandangan yang diungkapkan tidak selalu mencerminkan pandangan Kitco Metals Inc. Kitco News, para pembawa acara, produser, dan reporternya tidak bertanggung jawab dalam bentuk apa pun atas kinerja atau tindakan sponsor, pengiklan, atau afiliasi Kitco News. Dalam keadaan apa pun Kitco dan karyawannya tidak akan bertanggung jawab atas kerugian tidak langsung, khusus, insidental, atau konsekuensial yang timbul dari penggunaan konten dalam video ini.", "post_id": "yFpwUtau350"}}, {"key": "gloomboomdoom", "attributes": {"label": "gloomboomdoom", "x": 462.9579963396903, "y": 809.2795522539129, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.7017, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "yFpwUtau350", "id": "gloomboomdoom", "source": "youtube-000001", "content": "Koreksi Harga Emas: Mengapa Saya \"Berharap\" Harga Turun Lagi $1.000 | Marc Faber\n\nHarga emas bertahan di dekat $4.500 per ons setelah penurunan selama 30 hari, tetapi Dr. Marc Faber mengatakan bahwa investor yang berfokus pada volatilitas harian melewatkan pergeseran struktural yang lebih besar. Dalam wawancara ini dengan Jeremy Szafron, Penyiar Senior Kitco News, penerbit Gloom, Boom & Doom Report menjelaskan strategi 50 tahunnya untuk memegang emas fisik, mengapa ia berharap harga turun lebih jauh untuk mengakumulasi lebih banyak, dan peringatannya tentang pengetatan likuiditas di kredit swasta dan pasar yang lebih luas.\n\nFaber juga menguraikan akumulasi emas bank sentral, penilaiannya tentang booming belanja modal teknologi AI, dan mengapa menyimpan logam mulia di luar sistem perbankan sangat penting untuk perlindungan kekayaan jangka panjang.\n\n\nDirekam 4 Juni 2026\n\nIkuti Jeremy Szafron di X:  (https://x.com/JeremySzafron)\nIkuti Kitco News di X:  (https://x.com/KitcoNewsNOW)\nIkuti Dr. Marc Faber di X:  (https://x.com/gloomboomdoom)\n\nCap waktu:\n00:00 Persiapan Penurunan Harga Emas\n01:34 Tesis Pengetatan Likuiditas\n08:43 Tanda-Tanda Peringatan Kredit Swasta\n10:40 Dua Ekonomi dan Inflasi\n15:16 Strategi Bertahan Hidup Rumah Tangga\n18:31 Kasus Nilai Saham Energi\n22:27 Pemeriksaan Realitas Gelembung AI\n26:27 Pelajaran Psikologi Gelembung\n34:08 Bank Sentral Membeli Emas\n39:58 Panduan Alokasi Portofolio\n45:18 Risiko Perang dan Keamanan Aset\n52:25 Penitipan dan Penyitaan Emas\n56:45 Ringkasan Akhir dan Berlangganan\n\n#Emas #MarcFaber #KitcoNews #LogamMulia #Investasi #Makroekonomi #HargaEmas\n__________________________________________________________________\n\nSukai, bagikan, dan berlangganan Kitco News—dan aktifkan notifikasi untuk tetap mendapatkan informasi terkini tentang wawancara ahli, wawasan pasar, dan liputan berita terkini.\n\nIKUTI KAMI: \nX: https://x.com/kitconewsnow \nInstagram:   / kitconews   \nFacebook:   / kitconews   \nLinkedIn:   / kitconews  \n\nDengarkan PODCAST di\n🎧 Spotify: https://open.spotify.com/show/1My4Wgt...\n🎧 Apple Podcasts: https://podcasts.apple.com/us/podcast...\n🎧 Semua episode podcast tersedia di sini → https://kitconews.buzzsprout.com\n\nKunjungi: https://Kitco.com/ untuk harga emas, perak, dan kripto terkini, berita pertambangan terbaru, dan wawasan makroekonomi.\n\nHarga dan grafik emas langsung: https://www.kitco.com/charts/gold\nHarga dan grafik perak langsung: https://www.kitco.com/charts/silver\nData pasar kripto langsung: https://www.kitco.com/price/crypto\n\nPelajari lebih lanjut tentang Kitco News: https://www.kitco.com/news/about/\n\nUntuk informasi lebih lanjut tentang periklanan, sponsor, dan promosi pemasaran – silakan kunjungi media kit online kami di: https://www.kitco.com/advertising\n\nPenafian:\nVideo-video ini tidak dimaksudkan untuk memberikan saran perdagangan, dan pandangan yang diungkapkan tidak selalu mencerminkan pandangan Kitco Metals Inc. Kitco News, para pembawa acara, produser, dan reporternya tidak bertanggung jawab dalam bentuk apa pun atas kinerja atau tindakan sponsor, pengiklan, atau afiliasi Kitco News. Dalam keadaan apa pun Kitco dan karyawannya tidak akan bertanggung jawab atas kerugian tidak langsung, khusus, insidental, atau konsekuensial yang timbul dari penggunaan konten dalam video ini.", "post_id": "yFpwUtau350"}}], "edges": [{"key": "Diiarisme", "source": "Diiarisme", "target": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Diiarisme", "source": "Diiarisme", "target": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Kunyah_renyah", "source": "Kunyah_renyah", "target": "abulmuzaffar10", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "patriotiku", "source": "patriotiku", "target": "Catatan_ali7", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "balikpapan_pos", "source": "balikpapan_pos", "target": "ba", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "sahambbk", "source": "sahambbk", "target": "sahambbk", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "karirgram", "source": "karirgram", "target": "KarirGram", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "tinawiryawati", "source": "tinawiryawati", "target": "gerindra", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "tinawiryawati", "source": "tinawiryawati", "target": "HUMAS", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "deempatbelas.com", "source": "deempatbelas.com", "target": "bankmandiri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "deempatbelas.com", "source": "deempatbelas.com", "target": "poldasumatrautara", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "deempatbelas.com", "source": "deempatbelas.com", "target": "polda.sumut", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "deempatbelas.com", "source": "deempatbelas.com", "target": "Badan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "deempatbelas.com", "source": "deempatbelas.com", "target": "bumn_id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "bw_mindset", "source": "bw_mindset", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "bw_mindset", "source": "bw_mindset", "target": "Bernadus", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "mmindustri", "source": "mmindustri", "target": "mmINDUSTRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nexsafast", "source": "nexsafast", "target": "cryptowaveid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nexsafast", "source": "nexsafast", "target": "cryptowaveid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ETNow", "source": "@ETNow", "target": "etnow", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@thecore_in", "source": "@thecore_in", "target": "thecore_in", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@WealthofAges-V", "source": "@WealthofAges-V", "target": "WealthofAges...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@WealthofAges-V", "source": "@WealthofAges-V", "target": "WealthofAges...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@CryptoSenseii", "source": "@CryptoSenseii", "target": "Jaalyn_T", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Griffonomics", "source": "@Griffonomics", "target": "griffonomics", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@PikiranRakyatKuningan", "source": "@PikiranRakyatKuningan", "target": "ojkindonesia306", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@PikiranRakyatKuningan", "source": "@PikiranRakyatKuningan", "target": "OtoritasJasaKeuangan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@PikiranRakyatKuningan", "source": "@PikiranRakyatKuningan", "target": "dutaliterasikeuanganojk", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@PikiranRakyatKuningan", "source": "@PikiranRakyatKuningan", "target": "ojkjabar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@PikiranRakyatKuningan", "source": "@PikiranRakyatKuningan", "target": "ojkcirebon4902", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Cheeky_Crypto_Unfiltered", "source": "@Cheeky_Crypto_Unfiltered", "target": "CheekyCrypto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Cheeky_Crypto_Unfiltered", "source": "@Cheeky_Crypto_Unfiltered", "target": "CheekyCryptoPlus", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Cheeky_Crypto_Unfiltered", "source": "@Cheeky_Crypto_Unfiltered", "target": "CheekyCryptoNews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Cheeky_Crypto_Unfiltered", "source": "@Cheeky_Crypto_Unfiltered", "target": "CheekyCryptoEducation", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Cheeky_Crypto_Unfiltered", "source": "@Cheeky_Crypto_Unfiltered", "target": "Cheeky_Crypto_Unfiltered", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ETNow", "source": "@ETNow", "target": "etnow", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@CryptoSenseii", "source": "@CryptoSenseii", "target": "Jaalyn_T", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@CryptoSenseii", "source": "@CryptoSenseii", "target": "Jaalyn_T", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kitco", "source": "@kitco", "target": "JeremySzafron", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kitco", "source": "@kitco", "target": "KitcoNewsNOW", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kitco", "source": "@kitco", "target": "gloomboomdoom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}