{"nodes": [{"key": "keuangan_", "attributes": {"label": "keuangan_", "x": 839.1076360980802, "y": 942.2291849869257, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2059194705871876398", "id": "keuangan_", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar rupiah diproyeksikan berpotensi menembus level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) dalam waktu dekat\n\nhttps://t.co/5JZuFcnV1C", "post_id": "2059194705871876398"}}, {"key": "AidilAKBAR", "attributes": {"label": "AidilAKBAR", "x": 756.6989208034389, "y": 92.12947134779503, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.9935, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2059194705871876398", "id": "AidilAKBAR", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar rupiah diproyeksikan berpotensi menembus level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) dalam waktu dekat\n\nhttps://t.co/5JZuFcnV1C", "post_id": "2059194705871876398"}}, {"key": "ACE911A", "attributes": {"label": "ACE911A", "x": 127.60728789273846, "y": 975.4955065240979, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2065330573913305374", "id": "ACE911A", "source": "tweet-000004", "content": "lo liat IHSG belum ke level psikologis dan rupiah juga.\ndan #Sellindonesia merdeka liputan asing belum pernah bilang gini.\nitu tanda sistem pemerintahan Prabowo salah.\nprogram MBG dan koperasi yang bahan korupsi.\nlo lihat di lapangan pertalite langka.\nblok", "post_id": "2065330573913305374"}}, {"key": "masrupilamii", "attributes": {"label": "masrupilamii", "x": 817.0106489055414, "y": 317.1320633407398, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.2982, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2065330573913305374", "id": "masrupilamii", "source": "tweet-000004", "content": "lo liat IHSG belum ke level psikologis dan rupiah juga.\ndan #Sellindonesia merdeka liputan asing belum pernah bilang gini.\nitu tanda sistem pemerintahan Prabowo salah.\nprogram MBG dan koperasi yang bahan korupsi.\nlo lihat di lapangan pertalite langka.\nblok", "post_id": "2065330573913305374"}}, {"key": "kalembgtt", "attributes": {"label": "kalembgtt", "x": 208.47727479869803, "y": 843.7273504468881, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.2982, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2065330573913305374", "id": "kalembgtt", "source": "tweet-000004", "content": "lo liat IHSG belum ke level psikologis dan rupiah juga.\ndan #Sellindonesia merdeka liputan asing belum pernah bilang gini.\nitu tanda sistem pemerintahan Prabowo salah.\nprogram MBG dan koperasi yang bahan korupsi.\nlo lihat di lapangan pertalite langka.\nblok", "post_id": "2065330573913305374"}}, {"key": "txtdrbekasi", "attributes": {"label": "txtdrbekasi", "x": 65.70051508341912, "y": 666.9200365213355, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.2982, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2065330573913305374", "id": "txtdrbekasi", "source": "tweet-000004", "content": "lo liat IHSG belum ke level psikologis dan rupiah juga.\ndan #Sellindonesia merdeka liputan asing belum pernah bilang gini.\nitu tanda sistem pemerintahan Prabowo salah.\nprogram MBG dan koperasi yang bahan korupsi.\nlo lihat di lapangan pertalite langka.\nblok", "post_id": "2065330573913305374"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 334.3686827950989, "y": 536.5358929738177, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.4911, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 8, "out_degree": 8, "degree": 16}, "_id": "3920570320051022775_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "🚀 Modal Asing Guyur RI Rp45 Triliun, Rupiah Kembali di Bawah Rp18.000!\nby  Academy\n\nHalo Sobat Cuan!\nKenaikan BI Rate ke 5,50% mulai menunjukkan hasil.\n\nBank Indonesia mencatat arus modal asing masuk lebih dari Rp45 triliun ke berbagai instrumen keuangan domestik hanya dalam beberapa hari terakhir.\n\n📌 Dari Mana Dana Asing Masuk?\n✅ SRBI: Rp15,11 triliun\n✅ SBN: Rp3,91 triliun\n✅ Obligasi Global Danantara: Rp26,9 triliun\n\nTotalnya mencapai lebih dari Rp45 triliun dan menjadi sinyal bahwa minat investor global terhadap aset Indonesia mulai pulih.\n\n📈 Rupiah Ikut Menguat\nMasuknya dana asing membantu Rupiah kembali bergerak di bawah level psikologis Rp18.000 per dolar AS.\n\nSelain itu, BI juga memperkuat kerja sama dengan China dan Hong Kong melalui skema transaksi mata uang lokal untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dalam perdagangan bilateral.\n\n🏦 Sektor yang Menarik Dicermati\nJika tren penguatan Rupiah berlanjut, sektor yang berpotensi mendapat sentimen positif antara lain:\n✅ Perbankan besar\n✅ Emiten dengan utang dolar AS tinggi\n✅ Saham yang sensitif terhadap pergerakan nilai tukar\n\n📌 Kesimpulan\nMasuknya lebih dari Rp45 triliun dana asing menunjukkan kepercayaan investor global terhadap Indonesia mulai membaik pasca kenaikan BI Rate.\n\nPenguatan Rupiah dan derasnya inflow menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan, namun investor tetap perlu mengedepankan disiplin dan manajemen risiko dalam setiap keputusan investasi.\n\n📌 Gabung di  Community untuk mendapatkan update market, analisis saham pilihan, edukasi investasi, dan diskusi eksklusif bersama investor serta trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#IHSG #Rupiah #BankIndonesia #BIRate #SBN", "post_id": "3920570320051022775_52512310886"}}, {"key": "bulanramadhan_1448h", "attributes": {"label": "bulanramadhan_1448h", "x": 438.7465769348108, "y": 279.44375432609314, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 32.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3912135301976426431_26297891865", "id": "bulanramadhan_1448h", "source": "instagram-000001", "content": "Dolar AS menembus Rp18.000 untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia pada 4 Juni 2026. Pelemahan rupiah dipicu konflik Timur Tengah, kenaikan harga minyak, inflasi yang meningkat, dan merosotnya surplus neraca dagang. Meski Bank Indonesia telah melakukan intervensi, tekanan eksternal yang kuat membuat rupiah menembus level psikologis tersebut.\n\nFollow  for more info! \n#ramadhan1448h #kursrupiah #dollar #ekonomi #indonesia", "post_id": "3912135301976426431_26297891865"}}, {"key": "ahquote", "attributes": {"label": "ahquote", "x": 94.28588885541123, "y": 259.733603543901, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3911757736941868232_39518500122", "id": "ahquote", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali mencetak rekor terendah sepanjang sejarah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini. Pada pukul 06.20 WIB, rupiah menembus level psikologis Rp18.000 dan berada di Rp18.001 per dolar AS, melemah 0,43% atau 76,3 poin dibanding posisi sebelumnya. Dalam 24 jam terakhir, mata uang Garuda juga sempat menyentuh level terlemah di Rp18.013 per dolar AS. Gimana menurut kalian?🤔\n\n[📸: ]", "post_id": "3911757736941868232_39518500122"}}, {"key": "wibisono.ari", "attributes": {"label": "wibisono.ari", "x": 960.6529976129426, "y": 544.566310814492, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0792, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3911757736941868232_39518500122", "id": "wibisono.ari", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali mencetak rekor terendah sepanjang sejarah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini. Pada pukul 06.20 WIB, rupiah menembus level psikologis Rp18.000 dan berada di Rp18.001 per dolar AS, melemah 0,43% atau 76,3 poin dibanding posisi sebelumnya. Dalam 24 jam terakhir, mata uang Garuda juga sempat menyentuh level terlemah di Rp18.013 per dolar AS. Gimana menurut kalian?🤔\n\n[📸: ]", "post_id": "3911757736941868232_39518500122"}}, {"key": "totalpolitikcom", "attributes": {"label": "totalpolitikcom", "x": 407.94919083365266, "y": 28.78014674401086, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3907694989749602480_4061615535", "id": "totalpolitikcom", "source": "instagram-000001", "content": "Rupiah kian tertekan di hadapan mata uang global dan regional. Pada perdagangan Jumat (29/5/2026), rupiah sempat menyentuh Rp17.893 per dolar AS di pasar spot, mendekati level psikologis Rp17.900 per dolar AS sekaligus menjadi salah satu titik terlemah sepanjang sejarah.\n\nTekanan bertubi-tubi ini menandai semakin beratnya beban rupiah di tengah ketidakpastian pasar global dan sentimen ekonomi regional. Apalagi, untuk pertama kalinya, kurs rupiah menembus level Rp14.000 per dolar Singapura (SGD), sebelum sedikit pulih ke kisaran Rp13.982/SGD. Sejak awal tahun, rupiah telah melemah sekitar 7–8 persen terhadap mata uang Negeri Singa tersebut.\n\nPelemahan lebih tajam terjadi terhadap ringgit Malaysia. Rupiah menembus level psikologis Rp4.500/MYR dan diperdagangkan di sekitar Rp4.502,95 per ringgit, level terlemah sepanjang sejarah. Sepanjang 2026, rupiah telah terdepresiasi hampir 10 persen terhadap mata uang Negeri Jiran.\n\n📰: Diolah dari berbagai sumber.\nIkuti Perkembangan Politik di Media Sosial Total Politik \n\nYouTube: \"Total Politik⁣⁣\"⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣  \nTikTok:  \nSpotify: Total Politik⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣ \n...........................................⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣.............................  \n#TotalPolitik #Rupiah #Dolar #MataUang", "post_id": "3907694989749602480_4061615535"}}, {"key": "totalpolitik", "attributes": {"label": "totalpolitik", "x": 394.04783574135536, "y": 138.82199938492766, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0792, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3907694989749602480_4061615535", "id": "totalpolitik", "source": "instagram-000001", "content": "Rupiah kian tertekan di hadapan mata uang global dan regional. Pada perdagangan Jumat (29/5/2026), rupiah sempat menyentuh Rp17.893 per dolar AS di pasar spot, mendekati level psikologis Rp17.900 per dolar AS sekaligus menjadi salah satu titik terlemah sepanjang sejarah.\n\nTekanan bertubi-tubi ini menandai semakin beratnya beban rupiah di tengah ketidakpastian pasar global dan sentimen ekonomi regional. Apalagi, untuk pertama kalinya, kurs rupiah menembus level Rp14.000 per dolar Singapura (SGD), sebelum sedikit pulih ke kisaran Rp13.982/SGD. Sejak awal tahun, rupiah telah melemah sekitar 7–8 persen terhadap mata uang Negeri Singa tersebut.\n\nPelemahan lebih tajam terjadi terhadap ringgit Malaysia. Rupiah menembus level psikologis Rp4.500/MYR dan diperdagangkan di sekitar Rp4.502,95 per ringgit, level terlemah sepanjang sejarah. Sepanjang 2026, rupiah telah terdepresiasi hampir 10 persen terhadap mata uang Negeri Jiran.\n\n📰: Diolah dari berbagai sumber.\nIkuti Perkembangan Politik di Media Sosial Total Politik \n\nYouTube: \"Total Politik⁣⁣\"⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣  \nTikTok:  \nSpotify: Total Politik⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣ \n...........................................⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣.............................  \n#TotalPolitik #Rupiah #Dolar #MataUang", "post_id": "3907694989749602480_4061615535"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 219.78076082167962, "y": 935.82716887665, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 32.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3911778948867471480_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Rupiah dibuka melemah hingga menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan Kamis (4/6/2026), untuk pertama kalinya dalam sejarah. \n\nPelemahan rupiah dipicu kombinasi sentimen global dan domestik, mulai dari tingginya harga minyak, inflasi yang meningkat, hingga kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi dan ketidakpastian kebijakan dalam negeri.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#RupiahMelemah #NilaiTukarRupiah #BloombergTechnoz", "post_id": "3911778948867471480_51748745734"}}, {"key": "infomamuju_", "attributes": {"label": "infomamuju_", "x": 303.37786013238275, "y": 516.2734724199836, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3911770880804617270_5345591773", "id": "infomamuju_", "source": "instagram-000001", "content": "Sempat Tembus Rp18.009 per Dolar AS, Kini Kembali ke Rp17.975 Nilai tukar Dolar Amerika Serikat terhadap Rupiah sempat menyentuh level Rp18.009 per USD berdasarkan data konversi Google/Morningstar pada 3 Juni 2026. Angka tersebut menjadi sorotan karena untuk pertama kalinya menembus level psikologis Rp18.000. Namun pada pembaruan berikutnya, nilai tukar kembali turun ke kisaran Rp17.975 per USD. Meski demikian, pergerakan ini menunjukkan tekanan terhadap Rupiah yang masih cukup tinggi dalam beberapa pekan terakhir. \n.\n.\n📸 Sumber: Google Finance / Morningstar\nVia", "post_id": "3911770880804617270_5345591773"}}, {"key": "balikpapanmedsos", "attributes": {"label": "balikpapanmedsos", "x": 852.5938624915256, "y": 885.6717016898574, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0792, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3911770880804617270_5345591773", "id": "balikpapanmedsos", "source": "instagram-000001", "content": "Sempat Tembus Rp18.009 per Dolar AS, Kini Kembali ke Rp17.975 Nilai tukar Dolar Amerika Serikat terhadap Rupiah sempat menyentuh level Rp18.009 per USD berdasarkan data konversi Google/Morningstar pada 3 Juni 2026. Angka tersebut menjadi sorotan karena untuk pertama kalinya menembus level psikologis Rp18.000. Namun pada pembaruan berikutnya, nilai tukar kembali turun ke kisaran Rp17.975 per USD. Meski demikian, pergerakan ini menunjukkan tekanan terhadap Rupiah yang masih cukup tinggi dalam beberapa pekan terakhir. \n.\n.\n📸 Sumber: Google Finance / Morningstar\nVia", "post_id": "3911770880804617270_5345591773"}}, {"key": "info_banyuresmi", "attributes": {"label": "info_banyuresmi", "x": 535.4285627801473, "y": 136.341046390849, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3912606882158476828_8227258433", "id": "info_banyuresmi", "source": "instagram-000001", "content": "🚨Dollar hari ini kembali menjadi perhatian pelaku pasar dan masyarakat setelah nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah menembus level psikologis Rp18.000. Penguatan mata uang Negeri Paman Sam tersebut menambah tekanan terhadap rupiah yang dalam beberapa waktu terakhir terus mengalami pelemahan.\n\nBerdasarkan data pasar pada Kamis, 4 Juni 2026, kurs dolar AS tercatat bergerak di atas level Rp18.000. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap dampaknya pada berbagai sektor ekonomi, mulai dari perdagangan, investasi, hingga daya beli masyarakat.\n\n \n#berita #Nusantara", "post_id": "3912606882158476828_8227258433"}}, {"key": "infojawabarat", "attributes": {"label": "infojawabarat", "x": 404.041115839191, "y": 87.0385474881048, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0792, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912606882158476828_8227258433", "id": "infojawabarat", "source": "instagram-000001", "content": "🚨Dollar hari ini kembali menjadi perhatian pelaku pasar dan masyarakat setelah nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah menembus level psikologis Rp18.000. Penguatan mata uang Negeri Paman Sam tersebut menambah tekanan terhadap rupiah yang dalam beberapa waktu terakhir terus mengalami pelemahan.\n\nBerdasarkan data pasar pada Kamis, 4 Juni 2026, kurs dolar AS tercatat bergerak di atas level Rp18.000. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap dampaknya pada berbagai sektor ekonomi, mulai dari perdagangan, investasi, hingga daya beli masyarakat.\n\n \n#berita #Nusantara", "post_id": "3912606882158476828_8227258433"}}, {"key": "suaragarut.id", "attributes": {"label": "suaragarut.id", "x": 548.5305355914029, "y": 563.8060896928705, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 32.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3911784105813071873_35619913485", "id": "suaragarut.id", "source": "instagram-000001", "content": "Dollar hari ini kembali menjadi perhatian pelaku pasar dan masyarakat setelah nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah menembus level psikologis Rp18.000. Penguatan mata uang Negeri Paman Sam tersebut menambah tekanan terhadap rupiah yang dalam beberapa waktu terakhir terus mengalami pelemahan.\n\nBerdasarkan data pasar pada Kamis, 4 Juni 2026, kurs dolar AS tercatat bergerak di atas level Rp18.000. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap dampaknya pada berbagai sektor ekonomi, mulai dari perdagangan, investasi, hingga daya beli masyarakat.\n\nSumber infojawabarat\nDM for copyright or removal\n\n[Baca berita dan informasi menarik lainnya hanya di https://suaragarut.id/]\n\nFollow akun  untuk informasi dan konten menarik lainnya\n\n#suaragarutid #newsupdate #kebijakanpemerintah #dollaramerika #rupiahmelemah", "post_id": "3911784105813071873_35619913485"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 991.1552248750387, "y": 678.225293746566, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.8479, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 3, "degree": 6}, "_id": "3907450874495187419_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah diproyeksikan masih berada dalam tren pelemahan yang kuat dan berisiko terus meluncur mendekati level psikologis baru Rp18.000 per Dolar Amerika Serikat (AS) pada sesi perdagangan Jumat (29/5/2026). \n\n\"Dalam perdagangan hari ini rupiah kemungkinan masih melemah hingga mendekati Rp17.900 per dolar AS,” tutur Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi Jumat (29/5/2026).\n\nPerforma ini mengonfirmasi penutupan rapor merah mata uang Garuda di pasar offshore pada perdagangan Kamis (28/5/2026) kemarin.\n\nMerujuk data dari Bloomberg, pergerakan kurs rupiah sebenarnya sempat mengukir penguatan tipis sebesar 0,18 persen ke level Rp17.813 per Dolar AS.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/rupiah-hari-ini-diprediksi-bergerak-melemah-ke-level-rp17900-per-dolar-as\n\nAtau klik link di Bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "3907450874495187419_3310659452"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 27.039382207583284, "y": 771.7001770704037, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 32.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3907661583790655850_297782118", "id": "kompascom", "source": "instagram-000001", "content": "(Berita selengkapnya cek IG Stories )\n\nNilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) bergerak mendekati level psikologis Rp 17.900 per dollar AS pada perdagangan Jumat (29/5/2026), menjadi yang terlemah sepanjang sejarah.\n\nDi pasar spot, rupiah terdepresiasi 17.893 per dollar AS, turun 48 poin atau 0,27 persen. \n\nPada hari perdagangan yang sama, rupiah sempat menyentuh Rp 14.000 per dollar Singapura. Namun, tekanan itu berangsur mereda, sehingga rupiah berhasil memangkas pelemahannya dan berada di posisi Rp 13.982 per dollar Singapura. \n\nSepanjang perdagangan hari ini, dollar Singapura diperkirakan bergerak pada kisaran Rp 13.932-Rp 14.001. Sementara itu, sejak awal 2026, mata uang \"Negeri Singa\" tersebut telah menguat sekitar 7,34 persen terhadap rupiah.\n\nAnalis Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai pelemahan rupiah terhadap dollar Singapura merupakan sinyal bahwa tekanan terhadap mata uang domestik masih sangat kuat.\n\n“Jadi memang rupiah terhadap dollar Singapura sudah menyentuh atau mendekati level Rp 14.000, bahkan Rp 14.000 yang merupakan rekor terlemah sepanjang sejarah. Tetapi ada kemungkinan besar rupiah terhadap dollar Singapura akan menuju level Rp 15.000-Rp 16.000,” ujar Ibrahim, Jumat.\n\nIa menilai tekanan terhadap rupiah tidak terlepas dari persoalan fundamental di dalam negeri yang memicu kekhawatiran pelaku pasar.\n\nPenulis: Suparjo Ramalan\nEditor: Teuku Muhammad Valdy Arief\n\n` #Indonesia #Dollar #Ekonomi", "post_id": "3907661583790655850_297782118"}}, {"key": "rembangupdates", "attributes": {"label": "rembangupdates", "x": 231.21108660736155, "y": 981.0225668001791, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 32.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3912034224848099578_11137334381", "id": "rembangupdates", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah dibuka di level Rp18.016 per dolar AS pada perdagangan Kamis (4/6) pagi. Mata uang Garuda melemah 49 poin atau 0,27 persen dan kembali menyentuh level terlemah sepanjang sejarah setelah sehari sebelumnya ditutup di Rp17.966 per dolar AS.\n\nAnalis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah berpotensi kembali tertekan oleh penguatan dolar AS yang mendapat dukungan dari meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Data ketenagakerjaan ADP dan indeks sektor jasa ISM Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan juga turut menopang penguatan dolar AS, sementara sentimen domestik yang masih negatif membebani pergerakan rupiah.\n\n\"Rupiah diperkirakan masih melemah terhadap dolar AS yang menguat di tengah meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Data ketenagakerjaan ADP dan indeks sektor jasa ISM Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan juga turut menopang penguatan dolar AS,\" ujar Lukman kepada CNN Indonesia, Kamis (4/6).\n\nMenurut Lukman, Bank Indonesia berpotensi melakukan intervensi lebih agresif karena rupiah kembali mendekati level psikologis baru. Ia memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS pada perdagangan hari ini.\n\nDipublikasikan CNN Indonesia pada Kamis, 4 Juni 2026, 09.29 WIB. Stay updated with us. Follow  ✨\n\n#rembangupdate #rembang", "post_id": "3912034224848099578_11137334381"}}, {"key": "baturajaupdate", "attributes": {"label": "baturajaupdate", "x": 93.29024021429633, "y": 23.66907605968005, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3911267812715200192_3434051867", "id": "baturajaupdate", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali mencetak rekor terlemah terhadap dolar AS setelah menyentuh level Rp17.948,00 per dolar AS pada Rabu (3/6). Berdasarkan data Morningstar yang ditampilkan Google Finance, angka tersebut tercatat pada pukul 15.02 WIB dan semakin mendekatkan rupiah ke level psikologis Rp18.000 per dolar AS. \n\nMeski sempat mengalami fluktuasi sepanjang hari, pergerakan rupiah dalam beberapa waktu terakhir cenderung bertahan di kisaran Rp17.950 per dolar AS dan belum menunjukkan tanda penguatan yang signifikan.\n\nPosisi ini membuat rupiah berada di level terlemahnya sepanjang sejarah. Sebagai perbandingan, saat krisis moneter 1998, nilai tukar rupiah sempat menyentuh sekitar Rp16.800 per dolar AS. \n\nArtinya, level Rp17.956,00 per dolar AS yang tercatat saat ini telah melampaui titik terlemah yang pernah terjadi pada masa krisis tersebut. Dalam sebulan terakhir, kurs rupiah juga terus menunjukkan tren pelemahan terhadap dolar AS.\n\nPelemahan rupiah juga ikut menekan pasar saham domestik. Dilansir dari , IHSG sempat anjlok 255,71 poin atau 4,13 persen ke level 5.939,71 pada perdagangan Rabu siang. Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai pelemahan rupiah menjadi salah satu faktor yang membebani pasar, sementara pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menyebut tekanan terhadap rupiah turut dipicu oleh kenaikan harga minyak dunia dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memperkuat dolar AS.\n\nDengan rekor terendah baru yang semakin mendekati level Rp18.000 per dolar AS, angka di layar kini bukan cuma menjadi perhatian pelaku pasar, tetapi juga publik yang terus memantau ke mana arah pergerakan rupiah selanjutnya. \n\n#baturajaupdate #dolar #as", "post_id": "3911267812715200192_3434051867"}}, {"key": "antaranewscom", "attributes": {"label": "antaranewscom", "x": 952.013166528198, "y": 199.09271444712928, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0792, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3911267812715200192_3434051867", "id": "antaranewscom", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali mencetak rekor terlemah terhadap dolar AS setelah menyentuh level Rp17.948,00 per dolar AS pada Rabu (3/6). Berdasarkan data Morningstar yang ditampilkan Google Finance, angka tersebut tercatat pada pukul 15.02 WIB dan semakin mendekatkan rupiah ke level psikologis Rp18.000 per dolar AS. \n\nMeski sempat mengalami fluktuasi sepanjang hari, pergerakan rupiah dalam beberapa waktu terakhir cenderung bertahan di kisaran Rp17.950 per dolar AS dan belum menunjukkan tanda penguatan yang signifikan.\n\nPosisi ini membuat rupiah berada di level terlemahnya sepanjang sejarah. Sebagai perbandingan, saat krisis moneter 1998, nilai tukar rupiah sempat menyentuh sekitar Rp16.800 per dolar AS. \n\nArtinya, level Rp17.956,00 per dolar AS yang tercatat saat ini telah melampaui titik terlemah yang pernah terjadi pada masa krisis tersebut. Dalam sebulan terakhir, kurs rupiah juga terus menunjukkan tren pelemahan terhadap dolar AS.\n\nPelemahan rupiah juga ikut menekan pasar saham domestik. Dilansir dari , IHSG sempat anjlok 255,71 poin atau 4,13 persen ke level 5.939,71 pada perdagangan Rabu siang. Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai pelemahan rupiah menjadi salah satu faktor yang membebani pasar, sementara pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menyebut tekanan terhadap rupiah turut dipicu oleh kenaikan harga minyak dunia dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memperkuat dolar AS.\n\nDengan rekor terendah baru yang semakin mendekati level Rp18.000 per dolar AS, angka di layar kini bukan cuma menjadi perhatian pelaku pasar, tetapi juga publik yang terus memantau ke mana arah pergerakan rupiah selanjutnya. \n\n#baturajaupdate #dolar #as", "post_id": "3911267812715200192_3434051867"}}, {"key": "sudut_aceh", "attributes": {"label": "sudut_aceh", "x": 660.1949186252633, "y": 829.8208366459692, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 32.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3912844076567446891_73622012859", "id": "sudut_aceh", "source": "instagram-000001", "content": "Dua tahun lalu, ekonom senior Indonesia, Faisal Basri, pernah menyampaikan proyeksi yang saat itu dianggap terlalu pesimistis oleh sebagian kalangan. Namun pada 5 Juni 2026, nilai tukar rupiah akhirnya menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS, sebuah angka yang pernah ia prediksi akan terjadi jika berbagai persoalan struktural ekonomi tidak segera dibenahi. ￼\n\nPelemahan rupiah bukan sekadar persoalan kurs. Dampaknya merembet ke berbagai sektor, mulai dari kenaikan harga barang impor, tekanan terhadap dunia usaha, hingga menurunnya daya beli masyarakat. Kelas menengah yang selama ini menjadi tulang punggung konsumsi domestik pun ikut merasakan tekanan yang semakin nyata. ￼\n\nDi tengah situasi tersebut, dinamika politik nasional juga menjadi sorotan. Hubungan yang disebut-sebut tidak lagi seharmonis dulu antara Presiden Prabowo Subianto dan Joko Widodo turut memunculkan berbagai spekulasi di ruang publik mengenai arah kebijakan ekonomi dan stabilitas investasi di Indonesia.\n\nMeski demikian, para pengamat menilai pemulihan nilai tukar rupiah masih sangat bergantung pada sejumlah faktor, baik dari dalam maupun luar negeri. Intervensi Bank Indonesia, arus investasi asing, kondisi geopolitik global, hingga kebijakan fiskal pemerintah akan menjadi penentu utama apakah rupiah mampu kembali menguat dalam waktu dekat. ￼\n\nKini pertanyaannya bukan lagi apakah prediksi Faisal Basri terbukti atau tidak. Pertanyaan yang lebih penting adalah: mampukah Indonesia membalikkan keadaan dan mengembalikan kepercayaan pasar sebelum tekanan ekonomi semakin dirasakan masyarakat luas?\n\nBagikan ke temanmu agar ikut tahu perkembangan Aceh hari ini.\nFollow  untuk update terpercaya lainnya.\n\n#FYP\n#FYPIndonesia\n#ExploreAceh\n#BandaAceh\n#sudutaceh", "post_id": "3912844076567446891_73622012859"}}, {"key": "hariankompas", "attributes": {"label": "hariankompas", "x": 894.7070634299804, "y": 791.1073988182249, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3915551471668872060_1537212147", "id": "hariankompas", "source": "instagram-000001", "content": "Kenaikan suku bunga berdampak pada ragam industri, termasuk perhotelan. Sejumlah pinjaman bersumber dari lembaga keuangan asing sehingga amat terdampak naiknya suku bunga, ditambah pelemahan nilai rupiah. Imbasnya, pelaku usaha memilih untuk menanti dan melihat atau wait and see hingga kondisi ekonomi membaik.\n\nSuku bunga acuan atau BI Rate diputuskan naik menjadi 5,5 persen dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, Selasa (9/6/2026), guna menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi, imbas dinamika gejolak global. Keputusan ini dilakukan guna memperkuat nilai tukar rupiah dan menjaga inflasi 2026-2027 agar tetap di kisaran 1,5-3,5 persen. Kenaikan BI Rate pada gilirannya akan diikuti oleh kenaikan bunga kredit perbankan dan pinjaman lainnya.\n\nPada saat bersamaan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga makin melemah. Dengan nilai tukar sudah menembus level psikologis Rp 18.000 per dolar AS, harga barang-barang pun meningkat. Terakhir, nilai tukar berada di level Rp 18.171 per dolar AS hingga Senin (8/6/2026).\n\nKenaikan suku bunga diiringi pelemahan nilai rupiah berdampak pada laju proyek-proyek sekaligus ekspansi yang dilakukan sejumlah pelaku usaha perhotelan. Apalagi, banyak dari mereka mengantongi pinjaman dari lembaga keuangan asing.\n\nSekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan, pelaku usaha hotel atau restoran yang akan membangun atau menggarap proyek dalam kondisi ini cenderung akan menahan diri. Sebab, jika agenda diteruskan, proyek akan sulit berjalan karena bahan-bahan bangunan meningkat. Biaya proyek bakal membengkak.\n\nBaca selengkapnya dalam \"Suku Bunga Naik, Pengusaha Pilih Wait and See\" oleh Yosepha Debrina Ratih Pusparisa () di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n#SukuBunga #HarianKompas #Kompasid #Kompas61 #MerawatMasaDepan", "post_id": "3915551471668872060_1537212147"}}, {"key": "ydebrina", "attributes": {"label": "ydebrina", "x": 931.4948921473532, "y": 200.95146913363428, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.9935, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3915551471668872060_1537212147", "id": "ydebrina", "source": "instagram-000001", "content": "Kenaikan suku bunga berdampak pada ragam industri, termasuk perhotelan. Sejumlah pinjaman bersumber dari lembaga keuangan asing sehingga amat terdampak naiknya suku bunga, ditambah pelemahan nilai rupiah. Imbasnya, pelaku usaha memilih untuk menanti dan melihat atau wait and see hingga kondisi ekonomi membaik.\n\nSuku bunga acuan atau BI Rate diputuskan naik menjadi 5,5 persen dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, Selasa (9/6/2026), guna menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi, imbas dinamika gejolak global. Keputusan ini dilakukan guna memperkuat nilai tukar rupiah dan menjaga inflasi 2026-2027 agar tetap di kisaran 1,5-3,5 persen. Kenaikan BI Rate pada gilirannya akan diikuti oleh kenaikan bunga kredit perbankan dan pinjaman lainnya.\n\nPada saat bersamaan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga makin melemah. Dengan nilai tukar sudah menembus level psikologis Rp 18.000 per dolar AS, harga barang-barang pun meningkat. Terakhir, nilai tukar berada di level Rp 18.171 per dolar AS hingga Senin (8/6/2026).\n\nKenaikan suku bunga diiringi pelemahan nilai rupiah berdampak pada laju proyek-proyek sekaligus ekspansi yang dilakukan sejumlah pelaku usaha perhotelan. Apalagi, banyak dari mereka mengantongi pinjaman dari lembaga keuangan asing.\n\nSekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan, pelaku usaha hotel atau restoran yang akan membangun atau menggarap proyek dalam kondisi ini cenderung akan menahan diri. Sebab, jika agenda diteruskan, proyek akan sulit berjalan karena bahan-bahan bangunan meningkat. Biaya proyek bakal membengkak.\n\nBaca selengkapnya dalam \"Suku Bunga Naik, Pengusaha Pilih Wait and See\" oleh Yosepha Debrina Ratih Pusparisa () di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n#SukuBunga #HarianKompas #Kompasid #Kompas61 #MerawatMasaDepan", "post_id": "3915551471668872060_1537212147"}}, {"key": "hariankompas.", "attributes": {"label": "hariankompas.", "x": 194.07349687666576, "y": 895.0680851358187, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.9935, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3915551471668872060_1537212147", "id": "hariankompas.", "source": "instagram-000001", "content": "Kenaikan suku bunga berdampak pada ragam industri, termasuk perhotelan. Sejumlah pinjaman bersumber dari lembaga keuangan asing sehingga amat terdampak naiknya suku bunga, ditambah pelemahan nilai rupiah. Imbasnya, pelaku usaha memilih untuk menanti dan melihat atau wait and see hingga kondisi ekonomi membaik.\n\nSuku bunga acuan atau BI Rate diputuskan naik menjadi 5,5 persen dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, Selasa (9/6/2026), guna menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi, imbas dinamika gejolak global. Keputusan ini dilakukan guna memperkuat nilai tukar rupiah dan menjaga inflasi 2026-2027 agar tetap di kisaran 1,5-3,5 persen. Kenaikan BI Rate pada gilirannya akan diikuti oleh kenaikan bunga kredit perbankan dan pinjaman lainnya.\n\nPada saat bersamaan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga makin melemah. Dengan nilai tukar sudah menembus level psikologis Rp 18.000 per dolar AS, harga barang-barang pun meningkat. Terakhir, nilai tukar berada di level Rp 18.171 per dolar AS hingga Senin (8/6/2026).\n\nKenaikan suku bunga diiringi pelemahan nilai rupiah berdampak pada laju proyek-proyek sekaligus ekspansi yang dilakukan sejumlah pelaku usaha perhotelan. Apalagi, banyak dari mereka mengantongi pinjaman dari lembaga keuangan asing.\n\nSekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan, pelaku usaha hotel atau restoran yang akan membangun atau menggarap proyek dalam kondisi ini cenderung akan menahan diri. Sebab, jika agenda diteruskan, proyek akan sulit berjalan karena bahan-bahan bangunan meningkat. Biaya proyek bakal membengkak.\n\nBaca selengkapnya dalam \"Suku Bunga Naik, Pengusaha Pilih Wait and See\" oleh Yosepha Debrina Ratih Pusparisa () di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n#SukuBunga #HarianKompas #Kompasid #Kompas61 #MerawatMasaDepan", "post_id": "3915551471668872060_1537212147"}}, {"key": "folknomic", "attributes": {"label": "folknomic", "x": 330.7218856833515, "y": 727.9729608455131, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7645570807837625620", "id": "folknomic", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan akan terus melemah dalam waktu dekat. Analis Komoditas dan Mata Uang, Ibrahim Assuaibi, menyatakan bahwa bukan tidak mungkin nilai tukar dolar AS menembus Rp18.200. Ia menjelaskan bahwa pelemahan rupiah tidak hanya disebabkan faktor teknikal atau kebijakan moneter Bank Indonesia, tetapi juga masalah struktural dalam perekonomian nasional. Sejalan dengan itu, Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, memperkirakan rupiah akan terus melemah. Ia menambahkan bahwa dolar berpotensi “menguat” hingga menembus Rp18.000, bahkan menembus level psikologis berikutnya antara Rp18.000–Rp19.000, yang bisa mempercepat pelemahan lebih tajam. Parafrase singkat: Rupiah diprediksi terus melemah terhadap dolar AS karena kombinasi faktor struktural dan teknikal, dengan kemungkinan dolar menembus Rp18.000–Rp19.000 dalam waktu dekat. Follow  Number 1 Fintainment Media for the Modern Folks #folknomics #wealth #entrepreneur #financialfreedom #motivation", "post_id": "7645570807837625620"}}, {"key": "folknomics", "attributes": {"label": "folknomics", "x": 772.2288139672486, "y": 5.354003641980687, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.9935, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7645570807837625620", "id": "folknomics", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan akan terus melemah dalam waktu dekat. Analis Komoditas dan Mata Uang, Ibrahim Assuaibi, menyatakan bahwa bukan tidak mungkin nilai tukar dolar AS menembus Rp18.200. Ia menjelaskan bahwa pelemahan rupiah tidak hanya disebabkan faktor teknikal atau kebijakan moneter Bank Indonesia, tetapi juga masalah struktural dalam perekonomian nasional. Sejalan dengan itu, Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, memperkirakan rupiah akan terus melemah. Ia menambahkan bahwa dolar berpotensi “menguat” hingga menembus Rp18.000, bahkan menembus level psikologis berikutnya antara Rp18.000–Rp19.000, yang bisa mempercepat pelemahan lebih tajam. Parafrase singkat: Rupiah diprediksi terus melemah terhadap dolar AS karena kombinasi faktor struktural dan teknikal, dengan kemungkinan dolar menembus Rp18.000–Rp19.000 dalam waktu dekat. Follow  Number 1 Fintainment Media for the Modern Folks #folknomics #wealth #entrepreneur #financialfreedom #motivation", "post_id": "7645570807837625620"}}, {"key": "dpcpdipsumenep", "attributes": {"label": "dpcpdipsumenep", "x": 763.8106758549769, "y": 468.21380669644196, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648328627439832341", "id": "dpcpdipsumenep", "source": "tiktok-000001", "content": "Bapak   mendesak Pemerintah dan otoritas sektor keuangan memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) guna merespons pelemahan nilai tukar rupiah yang telah menyentuh level psikologis.  Menurutnya, tekanan terhadap rupiah tidak bisa hanya dilihat dari sisi fundamental ekonomi semata. “Pelemahan rupiah hari ini menyentuh batas level psikologis. Persoalannya ini bukan sekadar fundamental ekonomi saja, karena dari sisi nilai rupiah sudah undervalued (terlalu rendah). Rupiah itu seharusnya paling tinggi maksimal tidak boleh melebihi batas di Rp17.600,\" tegas Said Abdullah. #PDIPerjuangan #MenangkanRakyat #SatyamEvaJayate  #KebenaranPastiMenang #SolidBerderap", "post_id": "7648328627439832341"}}, {"key": "mh.saidabdullah", "attributes": {"label": "mh.saidabdullah", "x": 156.30052948355276, "y": 550.9394708627638, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0792, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7648328627439832341", "id": "mh.saidabdullah", "source": "tiktok-000001", "content": "Bapak   mendesak Pemerintah dan otoritas sektor keuangan memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) guna merespons pelemahan nilai tukar rupiah yang telah menyentuh level psikologis.  Menurutnya, tekanan terhadap rupiah tidak bisa hanya dilihat dari sisi fundamental ekonomi semata. “Pelemahan rupiah hari ini menyentuh batas level psikologis. Persoalannya ini bukan sekadar fundamental ekonomi saja, karena dari sisi nilai rupiah sudah undervalued (terlalu rendah). Rupiah itu seharusnya paling tinggi maksimal tidak boleh melebihi batas di Rp17.600,\" tegas Said Abdullah. #PDIPerjuangan #MenangkanRakyat #SatyamEvaJayate  #KebenaranPastiMenang #SolidBerderap", "post_id": "7648328627439832341"}}, {"key": "dem_tws", "attributes": {"label": "dem_tws", "x": 514.3095798770123, "y": 319.28072761325143, "size": 7.78, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 27.4015, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7647118626176240916", "id": "dem_tws", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) terus melemah hingga nyaris menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS, sempat menyentuh angka Rp17.879 pada perdagangan pekan  Sumber, TWS News   #kontencom #kontencomxtws #rupiahindonesia #indonesia #ekonomi", "post_id": "7647118626176240916"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 269.0291330589845, "y": 808.5046303062472, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 119.7762, "eigenvector": 68.7942, "in_degree": 41, "out_degree": 0, "degree": 41}, "_id": "7647118626176240916", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) terus melemah hingga nyaris menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS, sempat menyentuh angka Rp17.879 pada perdagangan pekan  Sumber, TWS News   #kontencom #kontencomxtws #rupiahindonesia #indonesia #ekonomi", "post_id": "7647118626176240916"}}, {"key": "raw_clp.xyz", "attributes": {"label": "raw_clp.xyz", "x": 812.0577616551111, "y": 700.5991183431668, "size": 7.78, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 27.4015, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647805433155210516", "id": "raw_clp.xyz", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 IHSG IHSG tercatat turun sekitar 2,0% hingga 2,55% pada perdagangan Jumat pagi. Level indeks berada di kisaran 5.690-5.724 poin, melanjutkan tren pelemahan tajam beberapa hari terakhir. � Trading Economics 💸 Rupiah Rupiah telah menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Dibanding penutupan sebelumnya di sekitar Rp17.900, pelemahan ini berkisar 0,5% hingga 0,7%. Sumber: TWS NEWS   #kontencom #kontencomxtws #tranding #rupiah #ihsg", "post_id": "7647805433155210516"}}, {"key": "richtws", "attributes": {"label": "richtws", "x": 133.15172625782068, "y": 579.6575738813897, "size": 7.78, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 27.4015, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647098000082242823", "id": "richtws", "source": "tiktok-000001", "content": "Tekanan ke rupiah belum usai dan justru makin parah di awal Juni 2026. Bloomberg Technoz lewat Tim Riset melaporkan pada Selasa (3/6/2026) bahwa nilai tukar rupiah membuka sesi perdagangan pasar spot pagi ini dengan pelemahan 0,18% di posisi Rp17.870/USD. Tak berselang lama, rupiah kembali menyusut 0,26% ke Rp17.887/USD. Sebelumnya, Bloomberg Technoz juga laporkan bahwa beberapa bank di RI sudah mulai menjual rupiah di atas Rp18.000/USD, sinyal kuat bahwa tekanan menuju level psikologis Rp18.000 makin nyata. Sumber: TWS News  #kontencom  #kontencomxtws #rupiahindonesia", "post_id": "7647098000082242823"}}, {"key": "harrymedina.7273", "attributes": {"label": "harrymedina.7273", "x": 460.8815126051492, "y": 161.63126640960724, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 15, "degree": 15}, "_id": "7638960623048559890", "id": "harrymedina.7273", "source": "tiktok-000001", "content": "2173 - Berdasarkan data perdagangan Selasa, 12 Mei 2026, nilai tukar rupiah memang menembus rekor terlemahnya terhadap dolar AS, melampaui level psikologis Rp17.500 per dolar AS. #pov #ekonomi #rupiah #viral #indonesia   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede  Strike 🫵  Obama  Belacan   dewa  BIRU 'n'S02081101  Matun  uning   KARIPAP🇲🇾🇧🇩   Panjul  YO HAN NESH📸😎🇰🇷", "post_id": "7638960623048559890"}}, {"key": "Ahadsan", "attributes": {"label": "Ahadsan", "x": 119.67919018335071, "y": 979.2237082500984, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1858, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7638960623048559890", "id": "Ahadsan", "source": "tiktok-000001", "content": "2173 - Berdasarkan data perdagangan Selasa, 12 Mei 2026, nilai tukar rupiah memang menembus rekor terlemahnya terhadap dolar AS, melampaui level psikologis Rp17.500 per dolar AS. #pov #ekonomi #rupiah #viral #indonesia   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede  Strike 🫵  Obama  Belacan   dewa  BIRU 'n'S02081101  Matun  uning   KARIPAP🇲🇾🇧🇩   Panjul  YO HAN NESH📸😎🇰🇷", "post_id": "7638960623048559890"}}, {"key": "Hidden", "attributes": {"label": "Hidden", "x": 955.0625362916204, "y": 500.21233919926044, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1858, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7638960623048559890", "id": "Hidden", "source": "tiktok-000001", "content": "2173 - Berdasarkan data perdagangan Selasa, 12 Mei 2026, nilai tukar rupiah memang menembus rekor terlemahnya terhadap dolar AS, melampaui level psikologis Rp17.500 per dolar AS. #pov #ekonomi #rupiah #viral #indonesia   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede  Strike 🫵  Obama  Belacan   dewa  BIRU 'n'S02081101  Matun  uning   KARIPAP🇲🇾🇧🇩   Panjul  YO HAN NESH📸😎🇰🇷", "post_id": "7638960623048559890"}}, {"key": "Yb", "attributes": {"label": "Yb", "x": 381.80101989511695, "y": 818.9772127147213, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1858, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7638960623048559890", "id": "Yb", "source": "tiktok-000001", "content": "2173 - Berdasarkan data perdagangan Selasa, 12 Mei 2026, nilai tukar rupiah memang menembus rekor terlemahnya terhadap dolar AS, melampaui level psikologis Rp17.500 per dolar AS. #pov #ekonomi #rupiah #viral #indonesia   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede  Strike 🫵  Obama  Belacan   dewa  BIRU 'n'S02081101  Matun  uning   KARIPAP🇲🇾🇧🇩   Panjul  YO HAN NESH📸😎🇰🇷", "post_id": "7638960623048559890"}}, {"key": "Malaydesh", "attributes": {"label": "Malaydesh", "x": 250.99350554240186, "y": 763.7543058805105, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1858, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7638960623048559890", "id": "Malaydesh", "source": "tiktok-000001", "content": "2173 - Berdasarkan data perdagangan Selasa, 12 Mei 2026, nilai tukar rupiah memang menembus rekor terlemahnya terhadap dolar AS, melampaui level psikologis Rp17.500 per dolar AS. #pov #ekonomi #rupiah #viral #indonesia   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede  Strike 🫵  Obama  Belacan   dewa  BIRU 'n'S02081101  Matun  uning   KARIPAP🇲🇾🇧🇩   Panjul  YO HAN NESH📸😎🇰🇷", "post_id": "7638960623048559890"}}, {"key": "andiaskarbotak76", "attributes": {"label": "andiaskarbotak76", "x": 289.711325144583, "y": 760.4926469527433, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1858, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7638960623048559890", "id": "andiaskarbotak76", "source": "tiktok-000001", "content": "2173 - Berdasarkan data perdagangan Selasa, 12 Mei 2026, nilai tukar rupiah memang menembus rekor terlemahnya terhadap dolar AS, melampaui level psikologis Rp17.500 per dolar AS. #pov #ekonomi #rupiah #viral #indonesia   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede  Strike 🫵  Obama  Belacan   dewa  BIRU 'n'S02081101  Matun  uning   KARIPAP🇲🇾🇧🇩   Panjul  YO HAN NESH📸😎🇰🇷", "post_id": "7638960623048559890"}}, {"key": "maha", "attributes": {"label": "maha", "x": 772.308566302057, "y": 615.0191119664229, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1858, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7638960623048559890", "id": "maha", "source": "tiktok-000001", "content": "2173 - Berdasarkan data perdagangan Selasa, 12 Mei 2026, nilai tukar rupiah memang menembus rekor terlemahnya terhadap dolar AS, melampaui level psikologis Rp17.500 per dolar AS. #pov #ekonomi #rupiah #viral #indonesia   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede  Strike 🫵  Obama  Belacan   dewa  BIRU 'n'S02081101  Matun  uning   KARIPAP🇲🇾🇧🇩   Panjul  YO HAN NESH📸😎🇰🇷", "post_id": "7638960623048559890"}}, {"key": "KAKEK", "attributes": {"label": "KAKEK", "x": 864.7451269633859, "y": 408.78050553136933, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1858, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7638960623048559890", "id": "KAKEK", "source": "tiktok-000001", "content": "2173 - Berdasarkan data perdagangan Selasa, 12 Mei 2026, nilai tukar rupiah memang menembus rekor terlemahnya terhadap dolar AS, melampaui level psikologis Rp17.500 per dolar AS. #pov #ekonomi #rupiah #viral #indonesia   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede  Strike 🫵  Obama  Belacan   dewa  BIRU 'n'S02081101  Matun  uning   KARIPAP🇲🇾🇧🇩   Panjul  YO HAN NESH📸😎🇰🇷", "post_id": "7638960623048559890"}}, {"key": "D", "attributes": {"label": "D", "x": 291.6151298588602, "y": 704.2537389832951, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1858, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7638960623048559890", "id": "D", "source": "tiktok-000001", "content": "2173 - Berdasarkan data perdagangan Selasa, 12 Mei 2026, nilai tukar rupiah memang menembus rekor terlemahnya terhadap dolar AS, melampaui level psikologis Rp17.500 per dolar AS. #pov #ekonomi #rupiah #viral #indonesia   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede  Strike 🫵  Obama  Belacan   dewa  BIRU 'n'S02081101  Matun  uning   KARIPAP🇲🇾🇧🇩   Panjul  YO HAN NESH📸😎🇰🇷", "post_id": "7638960623048559890"}}, {"key": "Anik", "attributes": {"label": "Anik", "x": 255.05104311697536, "y": 843.4479933443948, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1858, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7638960623048559890", "id": "Anik", "source": "tiktok-000001", "content": "2173 - Berdasarkan data perdagangan Selasa, 12 Mei 2026, nilai tukar rupiah memang menembus rekor terlemahnya terhadap dolar AS, melampaui level psikologis Rp17.500 per dolar AS. #pov #ekonomi #rupiah #viral #indonesia   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede  Strike 🫵  Obama  Belacan   dewa  BIRU 'n'S02081101  Matun  uning   KARIPAP🇲🇾🇧🇩   Panjul  YO HAN NESH📸😎🇰🇷", "post_id": "7638960623048559890"}}, {"key": "pak", "attributes": {"label": "pak", "x": 307.58473591415026, "y": 507.1400497368146, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1858, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7638960623048559890", "id": "pak", "source": "tiktok-000001", "content": "2173 - Berdasarkan data perdagangan Selasa, 12 Mei 2026, nilai tukar rupiah memang menembus rekor terlemahnya terhadap dolar AS, melampaui level psikologis Rp17.500 per dolar AS. #pov #ekonomi #rupiah #viral #indonesia   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede  Strike 🫵  Obama  Belacan   dewa  BIRU 'n'S02081101  Matun  uning   KARIPAP🇲🇾🇧🇩   Panjul  YO HAN NESH📸😎🇰🇷", "post_id": "7638960623048559890"}}, {"key": "rama", "attributes": {"label": "rama", "x": 124.29019935283259, "y": 397.71312885486776, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1858, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7638960623048559890", "id": "rama", "source": "tiktok-000001", "content": "2173 - Berdasarkan data perdagangan Selasa, 12 Mei 2026, nilai tukar rupiah memang menembus rekor terlemahnya terhadap dolar AS, melampaui level psikologis Rp17.500 per dolar AS. #pov #ekonomi #rupiah #viral #indonesia   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede  Strike 🫵  Obama  Belacan   dewa  BIRU 'n'S02081101  Matun  uning   KARIPAP🇲🇾🇧🇩   Panjul  YO HAN NESH📸😎🇰🇷", "post_id": "7638960623048559890"}}, {"key": "OFFICIAL", "attributes": {"label": "OFFICIAL", "x": 816.0119137761498, "y": 945.0764023681862, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1858, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7638960623048559890", "id": "OFFICIAL", "source": "tiktok-000001", "content": "2173 - Berdasarkan data perdagangan Selasa, 12 Mei 2026, nilai tukar rupiah memang menembus rekor terlemahnya terhadap dolar AS, melampaui level psikologis Rp17.500 per dolar AS. #pov #ekonomi #rupiah #viral #indonesia   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede  Strike 🫵  Obama  Belacan   dewa  BIRU 'n'S02081101  Matun  uning   KARIPAP🇲🇾🇧🇩   Panjul  YO HAN NESH📸😎🇰🇷", "post_id": "7638960623048559890"}}, {"key": "LAMMY", "attributes": {"label": "LAMMY", "x": 599.6981562369265, "y": 444.84295777915327, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1858, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7638960623048559890", "id": "LAMMY", "source": "tiktok-000001", "content": "2173 - Berdasarkan data perdagangan Selasa, 12 Mei 2026, nilai tukar rupiah memang menembus rekor terlemahnya terhadap dolar AS, melampaui level psikologis Rp17.500 per dolar AS. #pov #ekonomi #rupiah #viral #indonesia   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede  Strike 🫵  Obama  Belacan   dewa  BIRU 'n'S02081101  Matun  uning   KARIPAP🇲🇾🇧🇩   Panjul  YO HAN NESH📸😎🇰🇷", "post_id": "7638960623048559890"}}, {"key": "Si", "attributes": {"label": "Si", "x": 132.83524937033232, "y": 17.234051994897804, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1858, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7638960623048559890", "id": "Si", "source": "tiktok-000001", "content": "2173 - Berdasarkan data perdagangan Selasa, 12 Mei 2026, nilai tukar rupiah memang menembus rekor terlemahnya terhadap dolar AS, melampaui level psikologis Rp17.500 per dolar AS. #pov #ekonomi #rupiah #viral #indonesia   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede  Strike 🫵  Obama  Belacan   dewa  BIRU 'n'S02081101  Matun  uning   KARIPAP🇲🇾🇧🇩   Panjul  YO HAN NESH📸😎🇰🇷", "post_id": "7638960623048559890"}}, {"key": "SON", "attributes": {"label": "SON", "x": 201.5042332910144, "y": 799.2961133672159, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.1858, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7638960623048559890", "id": "SON", "source": "tiktok-000001", "content": "2173 - Berdasarkan data perdagangan Selasa, 12 Mei 2026, nilai tukar rupiah memang menembus rekor terlemahnya terhadap dolar AS, melampaui level psikologis Rp17.500 per dolar AS. #pov #ekonomi #rupiah #viral #indonesia   𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede  Strike 🫵  Obama  Belacan   dewa  BIRU 'n'S02081101  Matun  uning   KARIPAP🇲🇾🇧🇩   Panjul  YO HAN NESH📸😎🇰🇷", "post_id": "7638960623048559890"}}, {"key": "hypecliper.tws", "attributes": {"label": "hypecliper.tws", "x": 659.6564673768859, "y": 756.4394113012522, "size": 7.78, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 27.4015, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648063154857037076", "id": "hypecliper.tws", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah Tembus Rp18.000/USD, Apa Dampaknya? Rupiah kembali melemah dan sempat menyentuh level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Jika tekanan ini berlanjut, dampaknya bisa meluas ke berbagai sektor ekonomi. 📌 Harga barang impor berpotensi naik 📌 Beban subsidi dan APBN makin berat 📌 Perusahaan dengan utang dolar makin tertekan 📌 Risiko kredit perbankan meningkat 📌 Daya beli masyarakat bisa melemah Meski demikian, pelemahan rupiah juga dapat menguntungkan sebagian sektor ekspor. Pertanyaannya, apakah ini hanya sementara atau awal dari tekanan yang lebih besar? Bagaimana pendapat kalian?  Sumber: TWS News  #kontencom #kontencomxtws #tws #tradewithsuli", "post_id": "7648063154857037076"}}, {"key": "volatilitas.id", "attributes": {"label": "volatilitas.id", "x": 719.6503438792363, "y": 824.7449065280057, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648137185929071893", "id": "volatilitas.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Jakarta, CNBC Indonesia - Tak hanya keok melawan dolar Amerika Serikat (AS), rupiah juga terus tertekan menghadapi mata uang tetangga, dolar Singapura. Melansir data Refinitiv, per pukul 09.18 WIB, rupiah melemah 0,45% terhadap dolar Singapura. Kurs rupiah kini berada di level Rp13.990/SGD, atau semakin dekat dengan level psikologis di Rp14.000/SGD. Posisi tersebut sekaligus menjadi level terlemah rupiah terhadap dolar Singapura sepanjang masa atau All Time Low.  Tekanan rupiah terhadap dolar Singapura juga terlihat dalam beberapa waktu terakhir. Pada akhir 2025, kurs SGD/IDR masih berada di level Rp12.957,64/SGD. Artinya, sepanjang tahun berjalan, rupiah sudah melemah sekitar 7,97% terhadap dolar Singapura. Pelemahan ini menjadi sorotan karena Singapura merupakan salah satu mitra ekonomi penting Indonesia.  Sumber :  ig cnbcindonesia.com", "post_id": "7648137185929071893"}}, {"key": "bitorexpost", "attributes": {"label": "bitorexpost", "x": 697.778463248193, "y": 808.7646479149229, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0792, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7648137185929071893", "id": "bitorexpost", "source": "tiktok-000001", "content": "Jakarta, CNBC Indonesia - Tak hanya keok melawan dolar Amerika Serikat (AS), rupiah juga terus tertekan menghadapi mata uang tetangga, dolar Singapura. Melansir data Refinitiv, per pukul 09.18 WIB, rupiah melemah 0,45% terhadap dolar Singapura. Kurs rupiah kini berada di level Rp13.990/SGD, atau semakin dekat dengan level psikologis di Rp14.000/SGD. Posisi tersebut sekaligus menjadi level terlemah rupiah terhadap dolar Singapura sepanjang masa atau All Time Low.  Tekanan rupiah terhadap dolar Singapura juga terlihat dalam beberapa waktu terakhir. Pada akhir 2025, kurs SGD/IDR masih berada di level Rp12.957,64/SGD. Artinya, sepanjang tahun berjalan, rupiah sudah melemah sekitar 7,97% terhadap dolar Singapura. Pelemahan ini menjadi sorotan karena Singapura merupakan salah satu mitra ekonomi penting Indonesia.  Sumber :  ig cnbcindonesia.com", "post_id": "7648137185929071893"}}, {"key": "hybest.info", "attributes": {"label": "hybest.info", "x": 289.2258405503981, "y": 185.62133612984343, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7647363495620660498", "id": "hybest.info", "source": "tiktok-000001", "content": "Dollar Amerika Serikat kembali menjadi perhatian publik setelah nilai tukar terhadap rupiah menembus level psikologis Rp18.000 pada Kamis, 4 Juni 2026. Pergerakan ini ramai dibicarakan karena menambah tekanan terhadap rupiah yang terus melemah dan berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat. Dari informasi yang beredar, kurs dolar AS tercatat berada di level Rp18.019 berdasarkan data Investing, dengan pergerakan harian antara Rp17.937–Rp18.024. Sementara itu, data Bloomberg menunjukkan penguatan harian sebesar 0,71 persen ke posisi Rp17.966 per dolar AS. Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh faktor global maupun domestik, termasuk penguatan dolar yang terjadi ketika investor mencari aset lebih aman. Publik berharap pihak terkait dapat memberikan langkah antisipasi agar pelemahan rupiah tidak berdampak signifikan pada sektor perdagangan dan investasi. Sumber:  Follow  untuk info menarik lainnya! #hybestinfo #rupiah #bankindonesia #purbaya #prabowo", "post_id": "7647363495620660498"}}, {"key": "detikcom", "attributes": {"label": "detikcom", "x": 769.1082578768564, "y": 404.71044697107817, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.9935, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647363495620660498", "id": "detikcom", "source": "tiktok-000001", "content": "Dollar Amerika Serikat kembali menjadi perhatian publik setelah nilai tukar terhadap rupiah menembus level psikologis Rp18.000 pada Kamis, 4 Juni 2026. Pergerakan ini ramai dibicarakan karena menambah tekanan terhadap rupiah yang terus melemah dan berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat. Dari informasi yang beredar, kurs dolar AS tercatat berada di level Rp18.019 berdasarkan data Investing, dengan pergerakan harian antara Rp17.937–Rp18.024. Sementara itu, data Bloomberg menunjukkan penguatan harian sebesar 0,71 persen ke posisi Rp17.966 per dolar AS. Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh faktor global maupun domestik, termasuk penguatan dolar yang terjadi ketika investor mencari aset lebih aman. Publik berharap pihak terkait dapat memberikan langkah antisipasi agar pelemahan rupiah tidak berdampak signifikan pada sektor perdagangan dan investasi. Sumber:  Follow  untuk info menarik lainnya! #hybestinfo #rupiah #bankindonesia #purbaya #prabowo", "post_id": "7647363495620660498"}}, {"key": "hybestinfo", "attributes": {"label": "hybestinfo", "x": 366.42089343741446, "y": 368.5307540897146, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.9935, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647363495620660498", "id": "hybestinfo", "source": "tiktok-000001", "content": "Dollar Amerika Serikat kembali menjadi perhatian publik setelah nilai tukar terhadap rupiah menembus level psikologis Rp18.000 pada Kamis, 4 Juni 2026. Pergerakan ini ramai dibicarakan karena menambah tekanan terhadap rupiah yang terus melemah dan berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat. Dari informasi yang beredar, kurs dolar AS tercatat berada di level Rp18.019 berdasarkan data Investing, dengan pergerakan harian antara Rp17.937–Rp18.024. Sementara itu, data Bloomberg menunjukkan penguatan harian sebesar 0,71 persen ke posisi Rp17.966 per dolar AS. Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh faktor global maupun domestik, termasuk penguatan dolar yang terjadi ketika investor mencari aset lebih aman. Publik berharap pihak terkait dapat memberikan langkah antisipasi agar pelemahan rupiah tidak berdampak signifikan pada sektor perdagangan dan investasi. Sumber:  Follow  untuk info menarik lainnya! #hybestinfo #rupiah #bankindonesia #purbaya #prabowo", "post_id": "7647363495620660498"}}, {"key": "twsfanzy", "attributes": {"label": "twsfanzy", "x": 887.8625976376286, "y": 250.455000039835, "size": 7.78, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 27.4015, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647483948028693781", "id": "twsfanzy", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 DOLAR AS JEBOL RP18.000! REKOR HISTERIS PECAH, RUPIAH TERPURUK KE TITIK TERLEMAH SEPANJANG SEJARAH! 🚨 Nilai tukar rupiah akhirnya menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Angka yang selama ini dianggap batas kritis kini resmi terlampaui, dengan kurs sempat menyentuh kisaran Rp18.015 hingga Rp18.049 per dolar AS. Ini menjadi salah satu level terlemah yang pernah dialami rupiah dan memicu kekhawatiran di pasar keuangan.  Pelemahan rupiah dipicu kombinasi faktor global dan domestik, mulai dari menguatnya dolar AS, ketegangan geopolitik dunia, kenaikan harga minyak, hingga arus keluar modal asing dari pasar Indonesia. Bank Indonesia dikabarkan terus melakukan langkah stabilisasi untuk meredam gejolak nilai tukar.  Jika kondisi ini berlanjut, harga barang impor, elektronik, bahan baku industri, hingga biaya perjalanan luar negeri berpotensi semakin mahal. Di sisi lain, pelemahan rupiah dapat memberikan keuntungan bagi sebagian sektor ekspor Indonesia.  💬 Menurut kamu, apakah rupiah masih bisa kembali menguat atau justru akan menembus rekor yang lebih rendah lagi? 👇📈💵 SUMBER: TWS NEWS #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7647483948028693781"}}, {"key": "growwinid", "attributes": {"label": "growwinid", "x": 102.31023169086927, "y": 980.1149779863757, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 32.7177, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7647771669859290369", "id": "growwinid", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali mencatat rekor terlemah sepanjang sejarah dengan menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan Kamis (4/6) pagi. Mata uang Garuda melemah 49 poin atau 0,27 persen, dibuka di level Rp18.016 per dolar AS. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan pelemahan rupiah masih dipengaruhi oleh eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah yang menghambat prospek perdamaian. Kondisi ini membuat harga minyak dunia tetap tinggi, meningkatkan risiko inflasi global, dan mendorong arus modal keluar dari negara berkembang termasuk Indonesia. BI memastikan akan meningkatkan intensitas intervensi untuk menjaga stabilitas rupiah. Source: CNN Indonesia Video: YouTube/Kompas TV __ Follow  untuk update terbaru seputar berita bisnis, teknologi, dan insight menarik! Kunjungi growwin.org untuk akses 1800+ modul pembelajaran bisnis berbagai bidang #growwin #bisnis #rupiah #bankindonesia #ekonomi #valas #inflasi", "post_id": "7647771669859290369"}}, {"key": "trendclip77", "attributes": {"label": "trendclip77", "x": 612.5281762683596, "y": 798.4293331162169, "size": 7.78, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 27.4015, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647332938077457671", "id": "trendclip77", "source": "tiktok-000001", "content": "Tekanan ke rupiah belum usai dan justru makin parah di awal Juni 2026. Bloomberg Technoz lewat Tim Riset melaporkan pada Selasa (3/6/2026) bahwa nilai tukar rupiah membuka sesi perdagangan pasar spot pagi ini dengan pelemahan 0,18% di posisi Rp17.870/USD. Tak berselang lama, rupiah kembali menyusut 0,26% ke Rp17.887/USD. Sebelumnya, Bloomberg Technoz juga laporkan bahwa beberapa bank di RI sudah mulai menjual rupiah di atas Rp18.000/USD, sinyal kuat bahwa tekanan menuju level psikologis Rp18.000 makin nyata. Pemicu utamanya datang dari sisi eksternal: indeks dolar AS (DXY) bertahan di level tinggi 99,25 (sedikit berubah 0,04%), plus harga minyak Brent yang kembali menguat 0,76% ke posisi US$96,73 per barel pada 09:05 WIB. Kenaikan harga minyak mentah membuat sebagian mata uang Asia melemah, dengan rupiah menempati posisi terdepan dalam pelemahan, disusul Malaysia, Yuan offshore, Yuan China, dan Peso Filipina. Sementara Dolar Taiwan, Yen Jepang, Dolar Singapura, dan Hong Kong tercatat menguat meski terbatas. Lionel Priyadi, Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas, memperkirakan rupiah akan bergerak di rentang Rp17.800-Rp17.900/USD dalam jangka pendek. Buat masyarakat dan investor Indonesia, ada beberapa hal yang patut dicermati. Sumber: TWS News instagram:  #kontencomxtws #kontencom  #rupiah", "post_id": "7647332938077457671"}}, {"key": "wann_tws", "attributes": {"label": "wann_tws", "x": 869.2417309362887, "y": 484.38891008857973, "size": 8.29, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.5351, "eigenvector": 30.3492, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "7647194138567298311", "id": "wann_tws", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 REKOR HISTORIS: RUPIAH NYARIS TEMBUS Rp18.000 PER DOLAR AS! JAKARTA — Nilai tukar Rupiah kembali melemah secara signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Berdasarkan data terbaru per Selasa, 2 Juni 2026, nilai tukar mata uang Garuda merosot tajam hingga menyentuh angka Rp17.912/USD. Situasi ini bahkan memaksa sejumlah perbankan nasional mulai melakukan transaksi penjualan dolar AS di atas level psikologis baru, yakni Rp18.000/USD. 📉 Mengapa Ini Terjadi? Pelemahan ini dipicu oleh sentimen global yang terus menekan mata uang negara berkembang (emerging markets), ditambah dengan dinamika ekonomi domestik yang membuat permintaan terhadap dolar AS melonjak tinggi di pasar spot. Dampak dari fenomena ini diprediksi akan mulai terasa pada harga barang-barang impor, biaya logistik global, hingga inflasi di sektor riil dalam beberapa waktu ke depan. 💬 Bagaimana pendapatmu? Apakah sektor usahamu mulai merasakan dampak dari pelemahan Rupiah ini? Tulis di kolom komentar! 👉 Follow  untuk pembaruan berita ekonomi, bisnis, dan finansial terpercaya lainnya. Sumber:Tws News   #kontencomxtws  #kontencom", "post_id": "7647194138567298311"}}, {"key": "krz.clips0", "attributes": {"label": "krz.clips0", "x": 69.44505190832695, "y": 488.06460898460944, "size": 7.78, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 27.4015, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7647572706061372690", "id": "krz.clips0", "source": "tiktok-000001", "content": "Dolar AS resmi menembus Rp18.000 untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia pada Kamis 4 Juni 2026, dengan USD/IDR tercatat di Rp18.015 pada perdagangan pagi ini, melansir Bloomberg dan Detik Finance.  Pelemahan dipicu kombinasi eskalasi konflik Timur Tengah yang semakin meluas, lonjakan harga minyak Brent ke US$96 per barel, inflasi Mei yang naik ke 3,08% secara tahunan, hingga surplus neraca dagang April yang anjlok drastis dari US$3,32 miliar menjadi hanya US$89,1 juta.  Bank Indonesia memastikan intervensi pasar sudah berjalan, namun tekanan eksternal yang datang bersamaan membuat rupiah sulit bertahan di bawah level psikologis yang selama ini belum pernah jebol sepanjang sejarah. Sumber: TWS News #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7647572706061372690"}}, {"key": "yourdreams019", "attributes": {"label": "yourdreams019", "x": 851.5642890325287, "y": 341.40656690041106, "size": 7.78, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 27.4015, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647410623696997653", "id": "yourdreams019", "source": "tiktok-000001", "content": "Dolar AS resmi menembus Rp18.000 untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia pada Kamis 4 Juni 2026, dengan USD/IDR tercatat di Rp18.015 pada perdagangan pagi ini, melansir Bloomberg dan Detik Finance. Pelemahan dipicu kombinasi eskalasi konflik Timur Tengah yang semakin meluas, lonjakan harga minyak Brent ke US$96 per barel, inflasi Mei yang naik ke 3,08% secara tahunan, hingga surplus neraca dagang April yang anjlok drastis dari US$3,32 miliar menjadi hanya US$89,1 juta. Bank Indonesia memastikan intervensi pasar sudah berjalan, namun tekanan eksternal yang datang bersamaan membuat rupiah sulit bertahan di bawah level psikologis yang selama ini belum pernah jebol sepanjang sejarah. Sumber: TWS News #kontencom #kontencomxtws  Ig", "post_id": "7647410623696997653"}}, {"key": "ceefem", "attributes": {"label": "ceefem", "x": 122.28069841540956, "y": 73.58983652351725, "size": 7.78, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 27.4015, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647486951477562632", "id": "ceefem", "source": "tiktok-000001", "content": "Dolar AS resmi menembus Rp18.000 untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia pada Kamis 4 Juni 2026, dengan USD/IDR tercatat di Rp18.015 pada perdagangan pagi ini, melansir Bloomberg dan Detik Finance. Pelemahan dipicu kombinasi eskalasi konflik Timur Tengah yang semakin meluas, lonjakan harga minyak Brent ke US$96 per barel, inflasi Mei yang naik ke 3,08% secara tahunan, hingga surplus neraca dagang April yang anjlok drastis dari US$3,32 miliar menjadi hanya US$89,1 juta. Bank Indonesia memastikan intervensi pasar sudah berjalan, namun tekanan eksternal yang datang bersamaan membuat rupiah sulit bertahan di bawah level psikologis yang selama ini belum pernah jebol sepanjang sejarah. ‎ ‎Sumber: TWS News ‎ ‎ ‎#kontencom #kontencomxtws #inflasi  #rupiah #fyp ‎", "post_id": "7647486951477562632"}}, {"key": "farhanmeme21", "attributes": {"label": "farhanmeme21", "x": 761.4232663248299, "y": 501.6317869467308, "size": 7.78, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 27.4015, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648199881030421767", "id": "farhanmeme21", "source": "tiktok-000001", "content": "Dolar AS resmi menembus Rp18.000 untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia pada Kamis 4 Juni 2026, dengan USD/IDR tercatat di Rp18.015 pada perdagangan pagi ini, melansir Bloomberg dan Detik Finance.  Pelemahan dipicu kombinasi eskalasi konflik Timur Tengah yang semakin meluas, lonjakan harga minyak Brent ke US$96 per barel, inflasi Mei yang naik ke 3,08% secara tahunan, hingga surplus neraca dagang April yang anjlok drastis dari US$3,32 miliar menjadi hanya US$89,1 juta.  Bank Indonesia memastikan intervensi pasar sudah berjalan, namun tekanan eksternal yang datang bersamaan membuat rupiah sulit bertahan di bawah level psikologis yang selama ini belum pernah jebol sepanjang sejarah. Sumber:TWS News  #kontencom #kontencomxtws #fyppppppppppppppppppppppp #viralvideo", "post_id": "7648199881030421767"}}, {"key": "kyy.news", "attributes": {"label": "kyy.news", "x": 178.21224887639053, "y": 301.4159684445549, "size": 7.78, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 27.4015, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7647739891891064082", "id": "kyy.news", "source": "tiktok-000001", "content": "Dolar AS resmi menembus Rp18.000 untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia pada Kamis 4 Juni 2026, dengan USD/IDR tercatat di Rp18.015 pada perdagangan pagi ini, melansir Bloomberg dan Detik Finance. Pelemahan dipicu kombinasi eskalasi konflik Timur Tengah yang semakin meluas, lonjakan harga minyak Brent ke US$96 per barel, inflasi Mei yang naik ke 3,08% secara tahunan, hingga surplus neraca dagang April yang anjlok drastis dari US$3,32 miliar menjadi hanya US$89,1 juta. Bank Indonesia memastikan intervensi pasar sudah berjalan, namun tekanan eksternal yang datang bersamaan membuat rupiah sulit bertahan di bawah level psikologis yang selama ini belum pernah jebol sepanjang sejarah.  SUMBER : TWS News   #kontencom #kontencomxtws #geopolitics #fyp", "post_id": "7647739891891064082"}}, {"key": "ahmadsfr31_clip", "attributes": {"label": "ahmadsfr31_clip", "x": 529.1247057464084, "y": 925.281291607153, "size": 8.47, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 31.3406, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7647675806608674055", "id": "ahmadsfr31_clip", "source": "tiktok-000001", "content": "Dolar AS resmi menembus Rp18.000 untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia pada Kamis 4 Juni 2026, dengan USD/IDR tercatat di Rp18.015 pada perdagangan pagi ini, melansir Bloomberg dan Detik Finance. Pelemahan dipicu kombinasi eskalasi konflik Timur Tengah yang semakin meluas, lonjakan harga minyak Brent ke US$96 per barel, inflasi Mei yang naik ke 3,08% secara tahunan, hingga surplus neraca dagang April yang anjlok drastis dari US$3,32 miliar menjadi hanya US$89,1 juta. Bank Indonesia memastikan intervensi pasar sudah berjalan, namun tekanan eksternal yang datang bersamaan membuat rupiah sulit bertahan di bawah level psikologis yang selama ini belum pernah jebol sepanjang sejarah.    Indria Putra   #rupiah #idr #ekonomi #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7647675806608674055"}}, {"key": "Kontencom", "attributes": {"label": "Kontencom", "x": 959.7367546473221, "y": 293.1187897862434, "size": 3.87, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.8603, "eigenvector": 4.9615, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "7647675806608674055", "id": "Kontencom", "source": "tiktok-000001", "content": "Dolar AS resmi menembus Rp18.000 untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia pada Kamis 4 Juni 2026, dengan USD/IDR tercatat di Rp18.015 pada perdagangan pagi ini, melansir Bloomberg dan Detik Finance. Pelemahan dipicu kombinasi eskalasi konflik Timur Tengah yang semakin meluas, lonjakan harga minyak Brent ke US$96 per barel, inflasi Mei yang naik ke 3,08% secara tahunan, hingga surplus neraca dagang April yang anjlok drastis dari US$3,32 miliar menjadi hanya US$89,1 juta. Bank Indonesia memastikan intervensi pasar sudah berjalan, namun tekanan eksternal yang datang bersamaan membuat rupiah sulit bertahan di bawah level psikologis yang selama ini belum pernah jebol sepanjang sejarah.    Indria Putra   #rupiah #idr #ekonomi #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7647675806608674055"}}, {"key": "Sulianto", "attributes": {"label": "Sulianto", "x": 393.0856359708368, "y": 959.3237282471048, "size": 3.84, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.7745, "eigenvector": 4.8099, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "7647675806608674055", "id": "Sulianto", "source": "tiktok-000001", "content": "Dolar AS resmi menembus Rp18.000 untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia pada Kamis 4 Juni 2026, dengan USD/IDR tercatat di Rp18.015 pada perdagangan pagi ini, melansir Bloomberg dan Detik Finance. Pelemahan dipicu kombinasi eskalasi konflik Timur Tengah yang semakin meluas, lonjakan harga minyak Brent ke US$96 per barel, inflasi Mei yang naik ke 3,08% secara tahunan, hingga surplus neraca dagang April yang anjlok drastis dari US$3,32 miliar menjadi hanya US$89,1 juta. Bank Indonesia memastikan intervensi pasar sudah berjalan, namun tekanan eksternal yang datang bersamaan membuat rupiah sulit bertahan di bawah level psikologis yang selama ini belum pernah jebol sepanjang sejarah.    Indria Putra   #rupiah #idr #ekonomi #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7647675806608674055"}}, {"key": "cahenom34", "attributes": {"label": "cahenom34", "x": 384.2622131253869, "y": 5.363217067565484, "size": 7.78, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 27.4015, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7647809803422567700", "id": "cahenom34", "source": "tiktok-000001", "content": "Dolar AS resmi menembus Rp18.000 untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia pada Kamis 4 Juni 2026, dengan USD/IDR tercatat di Rp18.015 pada perdagangan pagi ini, melansir Bloomberg dan Detik Finance. Pelemahan dipicu kombinasi eskalasi konflik Timur Tengah yang semakin meluas, lonjakan harga minyak Brent ke US$96 per barel, inflasi Mei yang naik ke 3,08% secara tahunan, hingga surplus neraca dagang April yang anjlok drastis dari US$3,32 miliar menjadi hanya US$89,1 juta. Bank Indonesia memastikan intervensi pasar sudah berjalan, namun tekanan eksternal yang datang bersamaan membuat rupiah sulit bertahan di bawah level psikologis yang selama ini belum pernah jebol sepanjang sejarah. Sumber: TWS News  #kontencom #kontencomxtws #rupiah #idr", "post_id": "7647809803422567700"}}, {"key": "hausclip_", "attributes": {"label": "hausclip_", "x": 463.87982284555886, "y": 688.6253137096321, "size": 7.78, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 27.4015, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7645223644410580245", "id": "hausclip_", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah Menyentuh Rp17.800 Disebut Gak Masuk Akal, Purbaya Heran Setengah Mati!🤨 Kondisi nilai tukar mata uang Garuda lagi-lagi bikin geger ruang publik nih, gaes. Gimana enggak? Rupiah dilaporkan kembali mencetak rekor terlemahnya hingga menyentuh level psikologis baru di kisaran Rp17.800 per dolar AS.  Fenomena drop-nya nilai tukar ini bahkan sampai bikin seorang Purbaya heran setengah mati dan menilai kalau pergerakannya udah bener-bener gak masuk akal. ​Sentimen global yang makin liar ditambah perperangan suku bunga di luar sana emang sukses bikin Rupiah kita kena tekanan mental yang cukup hebat. Tapi di tengah situasi finansial yang lagi bikin ketar-ketir begini, untungnya atmosfer gak begitu tegang karena ada Kanda disampingnya yang siap nemenin dan ngasih support system terbaik. ​Bagi para pelaku bisnis dan kita-kita yang hobi belanja barang impor, angka Rp17.800 ini emang wajib diwaspadai karena bisa memicu kenaikan harga barang di pasar domestik. Tapi ya mau gimana lagi, dinamika pasar emang selalu penuh kejutan yang gak terduga. ​Langkah taktis dari Bank Indonesia buat menstabilkan kurs tentu bakal terus dipantau ketat sama pelaku pasar dalam beberapa hari ke depan. Sumber: TWS News #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7645223644410580245"}}, {"key": "barr_712", "attributes": {"label": "barr_712", "x": 327.3310996155685, "y": 585.9861012768363, "size": 7.78, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 27.4015, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647389381514366229", "id": "barr_712", "source": "tiktok-000001", "content": "Dolar AS resmi menembus Rp18.000 untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia pada Kamis 4 Juni 2026, dengan USD/IDR tercatat di Rp18.015 pada perdagangan pagi ini, melansir Bloomberg dan Detik Finance. Pelemahan dipicu kombinasi eskalasi konflik Timur Tengah yang semakin meluas, lonjakan harga minyak Brent ke US$96 per barel, inflasi Mei yang naik ke 3,08% secara tahunan, hingga surplus neraca dagang April yang anjlok drastis dari US$3,32 miliar menjadi hanya US$89,1 juta. Bank Indonesia memastikan intervensi pasar sudah berjalan, namun tekanan eksternal yang datang bersamaan membuat rupiah sulit bertahan di bavwah level psikologis yang selama ini belum pernah jebol sepanjang sejarah. Sumber Ig : TWS News  #kontencom #kontencomxtws #purbaya", "post_id": "7647389381514366229"}}, {"key": "graham_di_caprio", "attributes": {"label": "graham_di_caprio", "x": 502.78310238623294, "y": 374.3134895255956, "size": 7.78, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 27.4015, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7647377150818929921", "id": "graham_di_caprio", "source": "tiktok-000001", "content": "Dolar AS resmi menembus Rp18.000 untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia pada Kamis 4 Juni 2026, dengan USD/IDR tercatat di Rp18.015 pada perdagangan pagi ini, melansir Bloomberg dan Detik Finance.  Pelemahan dipicu kombinasi eskalasi konflik Timur Tengah yang semakin meluas, lonjakan harga minyak Brent ke US$96 per barel, inflasi Mei yang naik ke 3,08% secara tahunan, hingga surplus neraca dagang April yang anjlok drastis dari US$3,32 miliar menjadi hanya US$89,1 juta.  Bank Indonesia memastikan intervensi pasar sudah berjalan, namun tekanan eksternal yang datang bersamaan membuat rupiah sulit bertahan di bawah level psikologis yang selama ini belum pernah jebol sepanjang sejarah. Sumber:TWS News  #kontencom #kontencomxtws #fyp", "post_id": "7647377150818929921"}}, {"key": "whyarthur1", "attributes": {"label": "whyarthur1", "x": 285.1263257132963, "y": 421.0632808000756, "size": 7.78, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 27.4015, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647758523828358418", "id": "whyarthur1", "source": "tiktok-000001", "content": "Dolar AS resmi menembus Rp18.000 untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia pada Kamis 4 Juni 2026, dengan USD/IDR tercatat di Rp18.015 pada perdagangan pagi ini, melansir Bloomberg dan Detik Finance. Pelemahan dipicu kombinasi eskalasi konflik Timur Tengah yang semakin meluas, lonjakan harga minyak Brent ke US$96 per barel, inflasi Mei yang naik ke 3,08% secara tahunan, hingga surplus neraca dagang April yang anjlok drastis dari US$3,32 miliar menjadi hanya US$89,1 juta. Bank Indonesia memastikan intervensi pasar sudah berjalan, namun tekanan eksternal yang datang bersamaan membuat rupiah sulit bertahan di bawah level psikologis yang selama ini belum pernah jebol sepanjang sejarah. Sumber: TWS NEWS   #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7647758523828358418"}}, {"key": "partner.cliper", "attributes": {"label": "partner.cliper", "x": 684.4109189816733, "y": 58.0273621932047, "size": 7.78, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 27.4015, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647716804613311765", "id": "partner.cliper", "source": "tiktok-000001", "content": "Dolar AS resmi menembus Rp18.000 untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia pada Kamis 4 Juni 2026, dengan USD/IDR tercatat di Rp18.015 pada perdagangan pagi ini, melansir Bloomberg dan Detik Finance. Pelemahan dipicu kombinasi eskalasi konflik Timur Tengah yang semakin meluas, lonjakan harga minyak Brent ke US$96 per barel, inflasi Mei yang naik ke 3,08% secara tahunan, hingga surplus neraca dagang April yang anjlok drastis dari US$3,32 miliar menjadi hanya US$89,1 juta. Bank Indonesia memastikan intervensi pasar sudah berjalan, namun tekanan eksternal yang datang bersamaan membuat rupiah sulit bertahan di bawah level psikologis yang selama ini belum pernah jebol sepanjang sejarah. #kontencomxtws #kontencom #rupiah #rupiahnaik   Sumber: TWS News", "post_id": "7647716804613311765"}}, {"key": "media.clips02", "attributes": {"label": "media.clips02", "x": 804.1296694290227, "y": 275.55482290406775, "size": 7.78, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 27.4015, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647489079877192968", "id": "media.clips02", "source": "tiktok-000001", "content": "‎Dolar AS resmi menembus Rp18.000 untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia pada Kamis 4 Juni 2026, dengan USD/IDR tercatat di Rp18.015 pada perdagangan pagi ini, melansir Bloomberg dan Detik Finance. ‎ ‎Pelemahan dipicu kombinasi eskalasi konflik Timur Tengah yang semakin meluas, lonjakan harga minyak Brent ke US$96 per barel, inflasi Mei yang naik ke 3,08% secara tahunan, hingga surplus neraca dagang April yang anjlok drastis dari US$3,32 miliar menjadi hanya US$89,1 juta. ‎ ‎Bank Indonesia memastikan intervensi pasar sudah berjalan, namun tekanan eksternal yang datang bersamaan membuat rupiah sulit bertahan di bawah level psikologis yang selama ini belum pernah jebol sepanjang sejarah. ‎ Sumber: TWS News   #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7647489079877192968"}}, {"key": "twsmotionnews", "attributes": {"label": "twsmotionnews", "x": 537.7095579711795, "y": 549.0181353403296, "size": 7.78, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 27.4015, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7647400619841506581", "id": "twsmotionnews", "source": "tiktok-000001", "content": "Dolar AS resmi menembus Rp18.000 untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia pada Kamis 4 Juni 2026, dengan USD/IDR tercatat di Rp18.015 pada perdagangan pagi ini, melansir Bloomberg dan Detik Finance. Pelemahan dipicu kombinasi eskalasi konflik Timur Tengah yang semakin meluas, lonjakan harga minyak Brent ke US$96 per barel, inflasi Mei yang naik ke 3,08% secara tahunan, hingga surplus neraca dagang April yang anjlok drastis dari US$3,32 miliar menjadi hanya US$89,1 juta. Bank Indonesia memastikan intervensi pasar sudah berjalan, namun tekanan eksternal yang datang bersamaan membuat rupiah sulit bertahan di bawah level psikologis yang selama ini belum pernah jebol sepanjang sejarah. sumber: TWS News    #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7647400619841506581"}}, {"key": "clipperahmaddrisal7", "attributes": {"label": "clipperahmaddrisal7", "x": 346.62241749208744, "y": 174.35885737592338, "size": 3.35, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 2.0005, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7647403349049969927", "id": "clipperahmaddrisal7", "source": "tiktok-000001", "content": "Dolar AS resmi menembus Rp18.000 untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia pada Kamis 4 Juni 2026, dengan USD/IDR tercatat di Rp18.015 pada perdagangan pagi ini, melansir Bloomberg dan Detik Finance.  Pelemahan dipicu kombinasi eskalasi konflik Timur Tengah yang semakin meluas, lonjakan harga minyak Brent ke US$96 per barel, inflasi Mei yang naik ke 3,08% secara tahunan, hingga surplus neraca dagang April yang anjlok drastis dari US$3,32 miliar menjadi hanya US$89,1 juta.  Bank Indonesia memastikan intervensi pasar sudah berjalan, namun tekanan eksternal yang datang bersamaan membuat rupiah sulit bertahan di bawah level psikologis yang selama ini belum pernah jebol sepanjang sejarah. gimana tanggapan kalian? . Sumber : TWS NEWS   #kontencom #kontencomxtws #rupiah #ekonomi", "post_id": "7647403349049969927"}}, {"key": "yunus250508", "attributes": {"label": "yunus250508", "x": 511.85444855159625, "y": 70.39758021311626, "size": 8.12, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 29.3402, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7647372111866072321", "id": "yunus250508", "source": "tiktok-000001", "content": "Tekanan ke rupiah belum usai dan justru makin parah di awal Juni 2026. Bloomberg Technoz lewat Tim Riset melaporkan pada Selasa (3/6/2026) bahwa nilai tukar rupiah membuka sesi perdagangan pasar spot pagi ini dengan pelemahan 0,18% di posisi Rp17.870/USD. Tak berselang lama, rupiah kembali menyusut 0,26% ke Rp17.887/USD. Sebelumnya, Bloomberg Technoz juga laporkan bahwa beberapa bank di RI sudah mulai menjual rupiah di atas Rp18.000/USD, sinyal kuat bahwa tekanan menuju level psikologis Rp18.000 makin nyata. Pemicu utamanya datang dari sisi eksternal: indeks dolar AS (DXY) bertahan di level tinggi 99,25 (sedikit berubah 0,04%), plus harga minyak Brent yang kembali menguat 0,76% ke posisi US$96,73 per barel pada 09:05 WIB. Kenaikan harga minyak mentah membuat sebagian mata uang Asia melemah, dengan rupiah menempati posisi terdepan dalam pelemahan, disusul Malaysia, Yuan offshore, Yuan China, dan Peso Filipina. Sementara Dolar Taiwan, Yen Jepang, Dolar Singapura, dan Hong Kong tercatat menguat meski terbatas. Lionel Priyadi, Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas, memperkirakan rupiah akan bergerak di rentang Rp17.800-Rp17.900/USD dalam jangka pendek. Buat masyarakat dan investor Indonesia, ada beberapa hal yang patut dicermati. Pertama, kalau rupiah benar tembus Rp18.000 dalam beberapa hari ke depan, ini bakal kasih tekanan signifikan ke biaya impor (BBM, kedelai, gandum, gadget) plus inflasi domestik. Kedua, BI udah keluarkan banyak amunisi (BI Rate naik 50 bps ke 5,25%, Purbaya suntik Rp2 T/hari, DHE SDA 100% repatriasi 1 Juni), tapi belum cukup karena tekanan eksternal (perang Iran, inflasi AS 3,8%, Fed hawkish, minyak naik) masih dominan. Ketiga, strategi defensif yang umum: diversifikasi sebagian aset ke USD, emas (Antam masih di bawah Rp2,8 juta/ gram), saham eksportir dolar (TPIA, INKP, ICBP, AALI), atau crypto. Pantau katalis utama: harga minyak Brent (kalau lanjut naik = rupiah makin tertekan), keputusan FOMC bulan depan, plus perkembangan negosiasi AS-Iran #kontencom  #kontencomxtws  Sumber: TWS News     Indria Putra", "post_id": "7647372111866072321"}}, {"key": "hotclip244", "attributes": {"label": "hotclip244", "x": 802.9010844063743, "y": 638.1970406234929, "size": 7.78, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 27.4015, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647271882760146197", "id": "hotclip244", "source": "tiktok-000001", "content": "Tekanan ke rupiah belum usai dan justru makin parah di awal Juni 2026. Bloomberg Technoz lewat Tim Riset melaporkan pada Selasa (3/6/2026) bahwa nilai tukar rupiah membuka sesi perdagangan pasar spot pagi ini dengan pelemahan 0,18% di posisi Rp17.870/USD. Tak berselang lama, rupiah kembali menyusut 0,26% ke Rp17.887/USD. Sebelumnya, Bloomberg Technoz juga laporkan bahwa beberapa bank di RI sudah mulai menjual rupiah di atas Rp18.000/USD, sinyal kuat bahwa tekanan menuju level psikologis Rp18.000 makin nyata. Pemicu utamanya datang dari sisi eksternal: indeks dolar AS (DXY) bertahan di level tinggi 99,25 (sedikit berubah 0,04%), plus harga minyak Brent yang kembali menguat 0,76% ke posisi US$96,73 per barel pada 09:05 WIB. Kenaikan harga minyak mentah membuat sebagian mata uang Asia melemah, dengan rupiah menempati posisi terdepan dalam pelemahan, disusul Malaysia, Yuan offshore, Yuan China, dan Peso Filipina. Sementara Dolar Taiwan, Yen Jepang, Dolar Singapura, dan Hong Kong tercatat menguat meski terbatas. Lionel Priyadi, Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas, memperkirakan rupiah akan bergerak di rentang Rp17.800-Rp17.900/USD dalam jangka pendek. Buat masyarakat dan investor Indonesia, ada beberapa hal yang patut dicermati. Pertama, kalau rupiah benar tembus Rp18.000 dalam beberapa hari ke depan, ini bakal kasih tekanan signifikan ke biaya impor (BBM, kedelai, gandum, gadget) plus inflasi domestik. Kedua, BI udah keluarkan banyak amunisi (BI Rate naik 50 bps ke 5,25%, Purbaya suntik Rp2 T/hari, DHE SDA 100% repatriasi 1 Juni), tapi belum cukup karena tekanan eksternal (perang Iran, inflasi AS 3,8%, Fed hawkish, minyak naik) masih dominan. Ketiga, strategi defensif yang umum: diversifikasi sebagian aset ke USD, emas (Antam masih di bawah Rp2,8 juta/gram), saham eksportir dolar (TPIA, INKP, ICBP, AALI), atau crypto. Pantau katalis utama: harga minyak Brent (kalau lanjut naik = rupiah makin tertekan), keputusan FOMC bulan depan, plus perkembangan negosiasi AS-Iran. Sumber: TWS News   #kontencom #kontencomxtws  #rupiah #ekonomi #indonesia", "post_id": "7647271882760146197"}}, {"key": "beritawithtws", "attributes": {"label": "beritawithtws", "x": 301.8248913102469, "y": 654.2502378950522, "size": 7.78, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 27.4015, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647144262882151701", "id": "beritawithtws", "source": "tiktok-000001", "content": "Tekanan ke rupiah belum usai dan justru makin parah di awal Juni 2026. Bloomberg Technoz lewat Tim Riset melaporkan pada Selasa (3/6/2026) bahwa nilai tukar rupiah membuka sesi perdagangan pasar spot pagi ini dengan pelemahan 0,18% di posisi Rp17.870/USD. Tak berselang lama, rupiah kembali menyusut 0,26% ke Rp17.887/USD. Sebelumnya, Bloomberg Technoz juga laporkan bahwa beberapa bank di RI sudah mulai menjual rupiah di atas Rp18.000/USD, sinyal kuat bahwa tekanan menuju level psikologis Rp18.000 makin nyata. Pemicu utamanya datang dari sisi eksternal: indeks dolar AS (DXY) bertahan di level tinggi 99,25 (sedikit berubah 0,04%), plus harga minyak Brent yang kembali menguat 0,76% ke posisi US$96,73 per barel pada 09:05 WIB. Kenaikan harga minyak mentah membuat sebagian mata uang Asia melemah, dengan rupiah menempati posisi terdepan dalam pelemahan, disusul Malaysia, Yuan offshore, Yuan China, dan Peso Filipina. Sementara Dolar Taiwan, Yen Jepang, Dolar Singapura, dan Hong Kong tercatat menguat meski terbatas. Lionel Priyadi, Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas, memperkirakan rupiah akan bergerak di rentang Rp17.800-Rp17.900/USD dalam jangka pendek. Buat masyarakat dan investor Indonesia, ada beberapa hal yang patut dicermati. Pertama, kalau rupiah benar tembus Rp18.000 dalam beberapa hari ke depan, ini bakal kasih tekanan signifikan ke biaya impor (BBM, kedelai, gandum, gadget) plus inflasi domestik. Kedua, Bl udah keluarkan banyak amunisi (BI Rate naik 50 bps ke 5,25%, Purbaya suntik Rp2 T/hari, DHE SDA 100% repatriasi 1 Juni), tapi belum cukup karena tekanan eksternal (perang Iran, inflasi AS 3,8%, Fed hawkish, minyak naik) masih dominan. Ketiga, strategi defensif yang umum: diversifikasi sebagian aset ke USD, emas (Antam masih di bawah Rp2,8 juta/gram), saham eksportir dolar (TPIA, INKP, ICBP, AALI), atau crypto. Pantau katalis utama: harga minyak Brent (kalau lanjut naik = rupiah makin tertekan), keputusan FOMC bulan depan, plus perkembangan negosiasi AS-Iran.   Sumber IG : Tradewithsuli #trading #rupiah #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7647144262882151701"}}, {"key": "atwsnews", "attributes": {"label": "atwsnews", "x": 563.9800204119729, "y": 873.1901728611034, "size": 7.78, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 27.4015, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647102110349151496", "id": "atwsnews", "source": "tiktok-000001", "content": "Tekanan ke rupiah belum usai dan justru makin parah di awal Juni 2026. Bloomberg Technoz lewat Tim Riset melaporkan pada Selasa (3/6/2026) bahwa nilai tukar rupiah membuka sesi perdagangan pasar spot pagi ini dengan pelemahan 0,18% di posisi Rp17.870/USD. Tak berselang lama, rupiah kembali menyusut 0,26% ke Rp17.887/USD. Sebelumnya, Bloomberg Technoz juga laporkan bahwa beberapa bank di RI sudah mulai menjual rupiah di atas Rp18.000/USD, sinyal kuat bahwa tekanan menuju level psikologis Rp18.000 makin nyata.  Pemicu utamanya datang dari sisi eksternal: indeks dolar AS (DXY) bertahan di level tinggi 99,25 (sedikit berubah 0,04%), plus harga minyak Brent yang kembali menguat 0,76% ke posisi US$96,73 per barel pada 09:05 WIB. Kenaikan harga minyak mentah membuat sebagian mata uang Asia melemah, dengan rupiah menempati posisi terdepan dalam pelemahan, disusul Malaysia, Yuan offshore, Yuan China, dan Peso Filipina. Sementara Dolar Taiwan, Yen Jepang, Dolar Singapura, dan Hong Kong tercatat menguat meski terbatas. Lionel Priyadi, Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas, memperkirakan rupiah akan bergerak di rentang Rp17.800-Rp17.900/USD dalam jangka pendek. Buat masyarakat dan investor Indonesia, ada beberapa hal yang patut dicermati.  Pertama, kalau rupiah benar tembus Rp18.000 dalam beberapa hari ke depan, ini bakal kasih tekanan signifikan ke biaya impor (BBM, kedelai, gandum, gadget) plus inflasi domestik.  Kedua, BI udah keluarkan banyak amunisi (BI Rate naik 50 bps ke 5,25%, Purbaya suntik Rp2 T/hari, DHE SDA 100% repatriasi 1 Juni), tapi belum cukup karena tekanan eksternal (perang Iran, inflasi AS 3,8%, Fed hawkish, minyak naik) masih dominan.  Ketiga, strategi defensif yang umum: diversifikasi sebagian aset ke USD, emas (Antam masih di bawah Rp2,8 juta/gram), saham eksportir dolar (TPIA, INKP, ICBP, AALI), atau crypto. Pantau katalis utama: harga minyak Brent (kalau lanjut naik = rupiah makin tertekan), keputusan FOMC bulan depan, plus perkembangan negosiasi AS-Iran.  \"Sumber: TWS News\"  #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7647102110349151496"}}, {"key": "koinsinyalixx", "attributes": {"label": "koinsinyalixx", "x": 88.41250067315498, "y": 487.03233600777907, "size": 7.78, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 27.4015, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647186746156797204", "id": "koinsinyalixx", "source": "tiktok-000001", "content": "Tekanan ke rupiah belum usai dan justru makin parah di awal Juni 2026. Bloomberg Technoz lewat Tim Riset melaporkan pada Selasa (3/6/2026) bahwa nilai tukar rupiah membuka sesi perdagangan pasar spot pagi ini dengan pelemahan 0,18% di posisi Rp17.870/USD. Tak berselang lama, rupiah kembali menyusut 0,26% ke Rp17.887/USD. Sebelumnya, Bloomberg Technoz juga laporkan bahwa beberapa bank di RI sudah mulai menjual rupiah di atas Rp18.000/USD, sinyal kuat bahwa tekanan menuju level psikologis Rp18.000 makin nyata. Pemicu utamanya datang dari sisi eksternal: indeks dolar AS (DXY) bertahan di level tinggi 99,25 (sedikit berubah 0,04%), plus harga minyak Brent yang kembali menguat 0,76% ke posisi US$96,73 per barel pada 09:05 WIB. Kenaikan harga minyak mentah membuat sebagian mata uang Asia melemah, dengan rupiah menempati posisi terdepan dalam pelemahan, disusul Malaysia, Yual offshore, Yuan China, dan Peso Filipina. Sementara Dolar Taiwan, Yen Jepang, Dolar Singapura, dan Hong Kong tercatat menguat meski terbatas. Lionel Priyadi, Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas, memperkirakan rupiah akan bergerak di rentang Rp17.800-Rp17.900/USD dalam jangka pendek. Buat masyarakat dan investor Indonesia, ada beberapa hal yang patut dicermati. Pertama, kalau rupiah benar tembus Rp18.000 dalam beberapa hari ke depan, ini bakal kasih tekanan signifikan ke biaya impor (BBM, kedelai, gandum, gadget) plus inflasi domestik. Kedua, Bl udah keluarkan banyak amunisi (BI Rate naik 50 bps ke 5,25%, Purbaya suntik Rp2 T/hari, DHE SDA 100% repatriasi 1 Juni), tapi belum cukup karena tekanan eksternal (perang Iran, inflasi AS 3,8%, Fed hawkish, minyak naik) masih dominan. Ketiga, strategi defensif yang umum: diversifikasi sebagian aset ke USD, emas (Antam masih di bawah Rp2,8 juta/gram), saham eksportir dolar (TPIA, INKP, ICBP, AALI), atau crypto. Pantau katalis utama: harga minyak Brent (kalau lanjut naik = rupiah makin tertekan), keputusan FOMC bulan depan, plus perkembangan negosiasi AS-Iran. #kontencomxtws  #kontencom  sumber news:", "post_id": "7647186746156797204"}}, {"key": "lordwann_", "attributes": {"label": "lordwann_", "x": 301.4286684594636, "y": 289.07286276915045, "size": 3.71, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 4.0608, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7647094101581548808", "id": "lordwann_", "source": "tiktok-000001", "content": "Tekanan ke rupiah belum usai dan justru makin parah di awal Juni 2026. Bloomberg Technoz lewat Tim Riset melaporkan pada Selasa (3/6/2026) bahwa nilai tukar rupiah membuka sesi perdagangan pasar spot pagi ini dengan pelemahan 0,18% di posisi Rp17.870/USD. Tak berselang lama, rupiah kembali menyusut 0,26% ke Rp17.887/USD. Sebelumnya, Bloomberg Technoz juga laporkan bahwa beberapa bank di RI sudah mulai menjual rupiah di atas Rp18.000/USD, sinyal kuat bahwa tekanan menuju level psikologis Rp18.000 makin nyata. Pemicu utamanya datang dari sisi eksternal: indeks dolar AS (DXY) bertahan di level tinggi 99,25 (sedikit berubah 0,04%), plus harga minyak Brent yang kembali menguat 0,76% ke posisi US$96,73 per barel pada 09:05 WIB. Kenaikan harga minyak mentah membuat sebagian mata uang Asia melemah, dengan rupiah menempati posisi terdepan dalam pelemahan, disusul Malaysia, Yuan offshore, Yuan China, dan Peso Filipina. Sementara Dolar Taiwan, Yen Jepang, Dolar Singapura, dan Hong Kong tercatat menguat meski terbatas. Lionel Priyadi, Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas, memperkirakan rupiah akan bergerak di rentang Rp17.800-Rp17.900/USD dalam jangka pendek.  Buat masyarakat dan investor Indonesia, ada beberapa hal yang patut dicermati. Pertama, kalau rupiah benar tembus Rp18.000 dalam beberapa hari ke depan, ini bakal kasih tekanan signifikan ke biaya impor (BBM, kedelai, gandum, gadget) plus inflasi domestik. Kedua, BI udah keluarkan banyak amunisi (BI Rate naik 50 bps ke 5,25%, Purbaya suntik Rp2 T/hari, DHE SDA 100% repatriasi 1 Juni), tapi belum cukup karena tekanan eksternal (perang Iran, inflasi AS 3,8%, Fed hawkish, minyak naik) masih dominan. Ketiga, strategi defensif yang umum: diversifikasi sebagian aset ke USD, emas (Antam masih di bawah Rp2,8 juta/gram), saham eksportir dolar (TPIA, INKP, ICBP, AALI), atau crypto. Pantau katalis utama: harga minyak Brent (kalau lanjut naik = rupiah makin tertekan), keputusan FOMC bulan depan, plus perkembangan negosiasi AS-Iran. Sumber : TWS News    Indria Putra  #kontencom #kontencomxtws #creatorsearchinsights #fypシ゚viral #ekonomi", "post_id": "7647094101581548808"}}, {"key": "TradewithsuliNews", "attributes": {"label": "TradewithsuliNews", "x": 537.3541926559881, "y": 136.2678509086347, "size": 3.05, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.2982, "eigenvector": 0.2985, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647094101581548808", "id": "TradewithsuliNews", "source": "tiktok-000001", "content": "Tekanan ke rupiah belum usai dan justru makin parah di awal Juni 2026. Bloomberg Technoz lewat Tim Riset melaporkan pada Selasa (3/6/2026) bahwa nilai tukar rupiah membuka sesi perdagangan pasar spot pagi ini dengan pelemahan 0,18% di posisi Rp17.870/USD. Tak berselang lama, rupiah kembali menyusut 0,26% ke Rp17.887/USD. Sebelumnya, Bloomberg Technoz juga laporkan bahwa beberapa bank di RI sudah mulai menjual rupiah di atas Rp18.000/USD, sinyal kuat bahwa tekanan menuju level psikologis Rp18.000 makin nyata. Pemicu utamanya datang dari sisi eksternal: indeks dolar AS (DXY) bertahan di level tinggi 99,25 (sedikit berubah 0,04%), plus harga minyak Brent yang kembali menguat 0,76% ke posisi US$96,73 per barel pada 09:05 WIB. Kenaikan harga minyak mentah membuat sebagian mata uang Asia melemah, dengan rupiah menempati posisi terdepan dalam pelemahan, disusul Malaysia, Yuan offshore, Yuan China, dan Peso Filipina. Sementara Dolar Taiwan, Yen Jepang, Dolar Singapura, dan Hong Kong tercatat menguat meski terbatas. Lionel Priyadi, Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas, memperkirakan rupiah akan bergerak di rentang Rp17.800-Rp17.900/USD dalam jangka pendek.  Buat masyarakat dan investor Indonesia, ada beberapa hal yang patut dicermati. Pertama, kalau rupiah benar tembus Rp18.000 dalam beberapa hari ke depan, ini bakal kasih tekanan signifikan ke biaya impor (BBM, kedelai, gandum, gadget) plus inflasi domestik. Kedua, BI udah keluarkan banyak amunisi (BI Rate naik 50 bps ke 5,25%, Purbaya suntik Rp2 T/hari, DHE SDA 100% repatriasi 1 Juni), tapi belum cukup karena tekanan eksternal (perang Iran, inflasi AS 3,8%, Fed hawkish, minyak naik) masih dominan. Ketiga, strategi defensif yang umum: diversifikasi sebagian aset ke USD, emas (Antam masih di bawah Rp2,8 juta/gram), saham eksportir dolar (TPIA, INKP, ICBP, AALI), atau crypto. Pantau katalis utama: harga minyak Brent (kalau lanjut naik = rupiah makin tertekan), keputusan FOMC bulan depan, plus perkembangan negosiasi AS-Iran. Sumber : TWS News    Indria Putra  #kontencom #kontencomxtws #creatorsearchinsights #fypシ゚viral #ekonomi", "post_id": "7647094101581548808"}}, {"key": "clipss.capital", "attributes": {"label": "clipss.capital", "x": 237.99085177317693, "y": 826.4937780343503, "size": 7.78, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 27.4015, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7647083941219847444", "id": "clipss.capital", "source": "tiktok-000001", "content": "Tekanan ke rupiah belum usai dan justru makin parah di awal Juni 2026. Bloomberg Technoz lewat Tim Riset melaporkan pada Selasa (3/6/2026) bahwa nilai tukar rupiah membuka sesi perdagangan pasar spot pagi ini dengan pelemahan 0,18% di posisi Rp17.870/USD. Tak berselang lama, rupiah kembali menyusut 0,26% ke Rp17.887/USD. Sebelumnya, Bloomberg Technoz juga laporkan bahwa beberapa bank di RI sudah mulai menjual rupiah di atas Rp18.000/USD, sinyal kuat bahwa tekanan menuju level psikologis Rp18.000 makin nyata. ​Pemicu utamanya datang dari sisi eksternal: indeks dolar AS (DXY) bertahan di level tinggi 99,25 (sedikit berubah 0,04%), plus harga minyak Brent yang kembali menguat 0,76% ke posisi US$96,73 per barel pada 09:05 WIB. Kenaikan harga minyak mentah membuat sebagian mata uang Asia melemah, dengan rupiah menempati posisi terdepan dalam pelemahan, disusul Malaysia, Yuan offshore, Yuan China, dan Peso Filipina. Sementara Dolar Taiwan, Yen Jepang, Dolar Singapura, dan Hong Kong tercatat menguat meski terbatas. Lionel Priyadi, Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas, memperkirakan rupiah akan bergerak di rentang Rp17.800-Rp17.900/USD dalam jangka pendek. Buat masyarakat dan investor Indonesia, ada beberapa hal yang patut dicermati. ​Pertama, kalau rupiah benar tembus Rp18.000 dalam beberapa hari ke depan, ini bakal kasih tekanan signifikan ke biaya impor (BBM, kedelai, gandum, gadget) plus inflasi domestik. ​Kedua, BI udah keluarkan banyak amunisi (BI Rate naik 50 bps ke 5,25%, Purbaya suntik Rp2 T/hari, DHE SDA 100% repatriasi 1 Juni), tapi belum cukup karena tekanan eksternal (perang Iran, inflasi AS 3,8%, Fed hawkish, minyak naik) masih dominan. ​Ketiga, strategi defensif yang umum: diversifikasi sebagian aset ke USD, emas (Antam masih di bawah Rp2,8 juta/gram), saham eksportir dolar (TPIA, INKP, ICBP, AALI), atau crypto. Pantau katalis utama: harga minyak Brent (kalau lanjut naik = rupiah makin tertekan), keputusan FOMC bulan depan, plus perkembangan negosiasi AS-Iran. Sumber : TWS News   Instagram :  #kontencom #kontencomxtws #fyp #rupiah", "post_id": "7647083941219847444"}}, {"key": "titik.terendah.ku7", "attributes": {"label": "titik.terendah.ku7", "x": 547.5353507317268, "y": 214.1748660841032, "size": 7.78, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 27.4015, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647170363545193749", "id": "titik.terendah.ku7", "source": "tiktok-000001", "content": "Tekanan ke rupiah belum usai dan justru makin parah di awal Juni 2026. Bloomberg Technoz lewat Tim Riset melaporkan pada Selasa (3/6/2026) bahwa nilai tukar rupiah membuka sesi perdagangan pasar spot pagi ini dengan pelemahan 0,18% di posisi Rp17.870/USD. Tak berselang lama, rupiah kembali menyusut 0,26% ke Rp17.887/USD. Sebelumnya, Bloomberg Technoz juga laporkan bahwa beberapa bank di RI sudah mulai menjual rupiah di atas Rp18.000/USD, sinyal kuat bahwa tekanan menuju level psikologis Rp18.000 makin nyata. Pemicu utamanya datang dari sisi eksternal: indeks dolar AS (DXY) bertahan di level tinggi 99,25 (sedikit berubah 0,04%), plus harga minyak Brent yang kembali menguat 0,76% ke posisi US$96,73 per barel pada 09:05 WIB. Kenaikan harga minyak mentah membuat sebagian mata uang Asia melemah, dengan rupiah menempati posisi terdepan dalam pelemahan, disusul Malaysia, Yuan offshore, Yuan China, dan Peso Filipina. Sementara Dolar Taiwan, Yen Jepang, Dolar Singapura, dan Hong Kong tercatat menguat meski terbatas. Lionel Priyadi, Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas, memperkirakan rupiah akan bergerak di rentang Rp17.800-Rp17.900/USD dalam jangka pendek. Buat masyarakat dan investor Indonesia, ada beberapa hal yang patut dicermati. Pertama, kalau rupiah benar tembus Rp18.000 dalam beberapa hari ke depan, ini bakal kasih tekanan signifikan ke biaya impor (BBM, kedelai, gandum, gadget) plus inflasi domestik. Kedua, Bl udah keluarkan banyak amunisi (BI Rate naik 50 bps ke 5,25%, Purbaya suntik Rp2 T/hari, DHE SDA 100% repatriasi 1 Juni), tapi belum cukup karena tekanan eksternal (perang Iran, inflasi AS 3,8%, Fed hawkish, minyak naik) masih dominan. Ketiga, strategi defensif yang umum: diversifikasi sebagian aset ke USD, emas (Antam masih di bawah Rp2,8 juta/gram), saham eksportir dolar (TPIA, INKP, ICBP, AALI), atau crypto. Pantau katalis utama: harga minyak Brent (kalau lanjut naik = rupiah makin tertekan), keputusan FOMC bulan depan, plus perkembangan negosiasi AS-Iran.   Sumber IG : Tradewithsuli #trading #rupiah #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7647170363545193749"}}, {"key": "arahmakro", "attributes": {"label": "arahmakro", "x": 358.8563819964309, "y": 945.5564985152987, "size": 7.78, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 27.4015, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647465651807751432", "id": "arahmakro", "source": "tiktok-000001", "content": "Rekor historis yang tidak kita harapkan akhirnya pecah juga! 📉🚨 ​Per pagi ini, 4 Juni 2026, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS resmi menembus level psikologis Rp18.015. Ini adalah titik terlemah sepanjang sejarah yang menempatkan stabilitas ekonomi kita dalam tekanan yang sangat serius. ​Pelemahannya bukan main-main. Di saat kita sedang berjuang melawan inflasi, lonjakan kurs ini otomatis bakal membuat harga barang kebutuhan pokok dan biaya impor makin melambung tinggi. 💸⚖️ ​Banyak yang bertanya, apakah ini dampak dari tekanan global atau ada yang salah dengan strategi ekonomi kita? Satu hal yang pasti, dampaknya akan langsung terasa ke dapur masyarakat kecil. ⚠️ ​Di tengah kondisi yang makin mencekik ini, apa langkah paling realistis yang bisa kita lakukan untuk melindungi aset kita dari gerusan inflasi? Mari berdiskusi di kolom komentar. 👇💬 Sumber : TWS News   #kontencomxtws #kontencom  #rupiah  #viral", "post_id": "7647465651807751432"}}, {"key": "moon.clipers", "attributes": {"label": "moon.clipers", "x": 389.92787415925045, "y": 648.9299947656297, "size": 7.78, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 27.4015, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647086599980748050", "id": "moon.clipers", "source": "tiktok-000001", "content": "Pasar keuangan dalam negeri tengah menghadapi tekanan hebat. Berdasarkan data pergerakan nilai tukar terbaru, mata uang Rupiah dilaporkan terus melemah hingga menyentuh kisaran Rp17.912 per Dolar AS, memicu volatilitas yang membuat sejumlah perbankan mulai melakukan transaksi jual di atas level psikologis Rp18.000/USD. ​Sentimen Pasar Global: Penurunan tajam nilai tukar ini menandai salah satu rekor historis terendah baru bagi mata uang domestik. Di saat yang bersamaan, dinamika pasar aset digital global juga memperlihatkan koreksi, di mana instrumen mata uang kripto utama seperti Bitcoin dilaporkan bergerak turun mendekati level $65.000 per koin. ​Kombinasi tekanan makroekonomi ini memicu perhatian serius dari otoritas moneter serta pelaku pasar investasi dalam memitigasi risiko kelanjutan depresiasi nilai tukar. ​Bagaimana analisis Anda mengenai langkah strategis yang harus diambil Bank Indonesia untuk menstabilkan kembali nilai tukar? Tulis opini Anda di kolom komentar. 👇 Sumber : TWS News   ​#EkonomiMakro #kontencom #kontencomxtws  #RupiahMelemah #KursDolar", "post_id": "7647086599980748050"}}, {"key": "user485991268", "attributes": {"label": "user485991268", "x": 77.26361567757434, "y": 930.7340565332366, "size": 7.78, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 27.4015, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647390997931920660", "id": "user485991268", "source": "tiktok-000001", "content": "penjelasan. Secara garis besar, pergerakan nilai tukar Rupiah sangat dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal (global) dan internal (domestik). Berikut adalah penjelasan mengenai faktor-faktor utama yang biasanya menjadi pemicu fluktuasi tajam atau pelemahan Rupiah ke level psikologis yang rendah: 1. Faktor Eksternal (Tekanan Global) Faktor di luar kendali pemerintah Indonesia sering kali menjadi motor utama pelemahan mata uang negara berkembang (emerging markets), termasuk Rupiah. Kebijakan Suku Bunga Bank Sentral AS (The Fed): Jika The Fed mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lama (higher for longer) atau bahkan menaikkannya, daya tarik mata uang Dolar AS akan meningkat tajam. Investor global cenderung menarik dana mereka dari negara berkembang dan memindahkannya kembali ke AS (capital outflow), yang memicu kelangkaan Dolar di dalam negeri dan melemahkan Rupiah. Sentimen Risk-Off dan Ketegangan Geopolitik: Konflik geopolitik (seperti di Timur Tengah atau Ukraina) sering kali membuat investor panik. Dalam situasi ketidakpastian, investor akan memburu aset aman (safe-haven assets) seperti Dolar AS dan emas, sehingga mata uang selain Dolar otomatis tertekan. Perlambatan Ekonomi China: Sebagai salah satu mitra dagang terbesar Indonesia, kesehatan ekonomi China sangat memengaruhi permintaan komoditas kita. Jika ekonomi China melambat, ekspor Indonesia bisa turun, yang berdampak pada berkurangnya pasokan Dolar masuk ke tanah air. 2. Faktor Internal (Sentimen Domestik) Kondisi ekonomi dan politik di dalam negeri turut menentukan seberapa kuat Rupiah mampu menahan gempuran sentimen global. Defisit Transaksi Berjalan (Current Account Deficit): Jika nilai impor Indonesia lebih besar daripada nilai ekspor, atau terjadi pembayaran utang luar negeri dan repatriasi dividen yang masif oleh perusahaan asing, permintaan terhadap Dolar AS di dalam negeri akan melonjak. Persepsi Risiko Pasar Terhadap Kebijakan Fiskal: Pelaku pasar dan investor asing sangat mencermati arah kebijakan anggaran pemerintah (APBN), rasio utang negara, serta keberlanjutan program-program ekonomi. Jika ada kekhawatiran bahwa anggaran akan membengkak atau tidak dikelola dengan hati-hati, investor cenderung mengambil sikap wait-and-see atau keluar dari pasar keuangan Indonesia. Inflasi Domestik: Jika tingkat inflasi di Indonesia meningkat secara tidak terkendali, daya beli Rupiah akan turun secara riil, yang secara tidak langsung memberikan tekanan depresiasi terhadap nilai tukar. 3. Langkah Mitigasi (Peran Bank Indonesia) Level Rp18.000 merupakan angka psikologis yang sangat diperhatikan. Perlu diingat bahwa Bank Indonesia (BI) tidak tinggal diam dan memiliki berbagai instrumen untuk menjaga stabilitas Rupiah agar tidak melemah terlalu liar (undervalued): Intervensi Triple Intervention: BI secara rutin melakukan intervensi di pasar spot, pasar DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward), dan pasar Surat Berharga Negara (SBN) untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan valas. Kenaikan Suku Bunga (BI-Rate): Jika diperlukan, BI dapat menaikkan suku bunga acuan untuk menjaga daya tarik investasi aset Rupiah (seperti SRBI atau SBN) agar investor asing tetap bertahan. Pengelolaan Cadangan Devisa: BI menggunakan cadangan devisa sebagai \"bantalan\" untuk melakukan stabilisasi nilai tukar di kala tekanan pasar sedang memuncak Sumber: TWS News ig:  #kontencom #kontencomxtws #providusinsight", "post_id": "7647390997931920660"}}, {"key": "clipp880", "attributes": {"label": "clipp880", "x": 941.3278099749392, "y": 880.7896150226077, "size": 7.78, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 27.4015, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647458795462872341", "id": "clipp880", "source": "tiktok-000001", "content": "FIX NO DEBAT! 📢 Dolar AS Resmi Jebol Rp18.015, Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah! 📉🚨 Per Kamis pagi, 4 Juni 2026, ekonomi kita lagi kena plot twist pahit nih, guys! 😱 Omongan yang kemarin dianggap cuma nakut-nakutin, hari ini beneran jadi kenyataan 💥. Melansir data Bloomberg dan Detik Finance, nilai tukar Rupiah resmi ambles dan nembus angka psikologis paling sakral: Rp18.015 per Dolar AS! 💸💔 Kok bisa mata uang kita makin boncos? 🧐 Ini dia dalang utamanya: 💥 Timur Tengah Lagi Chaos: Eskalasi konflik di sana makin meluas, bikin investor global panik dan langsung amankan duit mereka ke Dolar AS 🏃‍♂️💨. 🛢️ Harga Minyak Meroket: Harga minyak Brent langsung loncat ke US$96 per barel, otomatis beban impor kita jadi bengkak parah! 📈 📊 Inflasi Mei Naik: Inflasi bulan Mei kemarin melonjak ke 3,08% (YoY). Siap-siap harga barang mulai makin mahal, guys! 🏷️💸 📉 Surplus Neraca Dagang Ambles: Ini yang paling bikin syok! Surplus dagang kita bulan April kemarin anjlok drastis dari yang tadinya US$3,32 miliar, sisa cuma US$89,1 juta doang! 🔥 Bank Indonesia (BI) udah mastiin kalau intervensi pasar udah berjalan 🛡️, tapi tekanan eksternal yang datang barengan bikin Rupiah sulit bertahan di bawah level psikologis yang selama ini belum pernah jebol sepanjang sejarah 🏛️lemas. Menurut pendapat kalian gimana, guys? Komen di bawah! 👇💬 Sumber: Tws News  #kontencom #rupiah #kontencomxtws #indonesia #beritaviral", "post_id": "7647458795462872341"}}, {"key": "clipper.digital.id", "attributes": {"label": "clipper.digital.id", "x": 684.6683889813528, "y": 931.3331079999377, "size": 8.13, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 29.4019, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7647169447358188808", "id": "clipper.digital.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Pasar keuangan Indonesia hari ini sedang tidak baik-baik saja! Per tanggal 3 Juni 2026, kita menyaksikan hantaman ganda yang cukup ekstrem: nilai tukar Rupiah terpantau semakin melemah hingga menembus Rp17.944 per Dolar AS. Efek domino dari pelemahan ini langsung menghantam pasar modal, menyebabkan IHSG anjlok tajam hingga 4,94% ke level psikologis 5.889 dalam waktu singkat! ​Kejatuhan massal di bursa saham dan pelemahan mata uang ini mencerminkan tingginya tekanan kapital keluar (outflow) serta kekhawatiran pasar terhadap stabilitas makroekonomi global dan domestik. Bagi para investor saham dan pelaku pasar modal, situasi market crash seperti ini adalah ujian mental terbesar. Nilai aset di portofolio mungkin terlihat memerah, namun ingat, mengambil keputusan berdasarkan kepanikan (panic selling) sering kali berakhir merugikan. Langkah paling bijak saat ini adalah mengamankan sisa dana tunai (cash is king), melakukan evaluasi fundamental emiten, atau mengalihkan sebagian aset ke instrumen pelindung nilai (safe haven) seperti emas. ​Tetap tenang, perketat manajemen risiko, dan pantau terus kebijakan intervensi dari Bank Indonesia! ​👇 Portofolio kalian gimana hari ini, aman atau merah total? Yuk, bagikan strategi bertahan kalian di kolom komentar! Sumber : TWS News #kontencom#kontencomxtws#kontencomxsulianto#fyp", "post_id": "7647169447358188808"}}, {"key": "@TribunMedanTV", "attributes": {"label": "@TribunMedanTV", "x": 961.3599321099043, "y": 980.3047088881584, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "OzIphU72RJI", "id": "@TribunMedanTV", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH KIAN TERPURUK, Dollar Singapura Tembus Rp 14.000❓\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-MEDAN.COM - Rupiah menghadapi tekanan yang semakin berat. Pada perdagangan Jumat (29/5/2026), nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) bergerak mendekati level psikologis Rp 17.900 per dollar AS, level yang menjadi titik terlemah sepanjang sejarah.\n\nPada hari perdagangan yang sama, rupiah sempat menyentuh Rp 14.000 per dollar Singapura.\n\nNamun, tekanan itu berangsur mereda sehingga rupiah berhasil memangkas pelemahannya dan berada di posisi Rp 13.982 per dollar Singapura.\n\nEditor Video: M Andimaz Kahfi\n\nBergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nBaca selengkapnya di www.tribun-medan.com\n\n#TribunMedan #rupiah #dollar #singapur", "post_id": "OzIphU72RJI"}}, {"key": "tribunmedantv", "attributes": {"label": "tribunmedantv", "x": 161.16416727426042, "y": 487.4954516756835, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0792, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "OzIphU72RJI", "id": "tribunmedantv", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH KIAN TERPURUK, Dollar Singapura Tembus Rp 14.000❓\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-MEDAN.COM - Rupiah menghadapi tekanan yang semakin berat. Pada perdagangan Jumat (29/5/2026), nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) bergerak mendekati level psikologis Rp 17.900 per dollar AS, level yang menjadi titik terlemah sepanjang sejarah.\n\nPada hari perdagangan yang sama, rupiah sempat menyentuh Rp 14.000 per dollar Singapura.\n\nNamun, tekanan itu berangsur mereda sehingga rupiah berhasil memangkas pelemahannya dan berada di posisi Rp 13.982 per dollar Singapura.\n\nEditor Video: M Andimaz Kahfi\n\nBergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nBaca selengkapnya di www.tribun-medan.com\n\n#TribunMedan #rupiah #dollar #singapur", "post_id": "OzIphU72RJI"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "attributes": {"label": "@OfficialSINDOnews", "x": 852.9272902682004, "y": 388.70943156569035, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 9, "degree": 9}, "_id": "AYcz9RXV9XM", "id": "@OfficialSINDOnews", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Longsor ke Rp18.000 per Dollar AS, Terlemah dalam Sejarah RI! | Sindo Siang | 05/06\n\nNilai tukar rupiah ambruk hingga menembus level psikologis Rp18.000 per dollar AS, mencatat rekor terlemah sepanjang sejarah. Konflik geopolitik Timur Tengah dan pelarian modal asing dituding jadi biang kerok utama. Simak ulasannya!\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 04 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: adinda\n\n#dollar #rupiahlemah  #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "AYcz9RXV9XM"}}, {"key": "officialsindonews", "attributes": {"label": "officialsindonews", "x": 556.768167268386, "y": 807.1645852026828, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.0664, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "AYcz9RXV9XM", "id": "officialsindonews", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Longsor ke Rp18.000 per Dollar AS, Terlemah dalam Sejarah RI! | Sindo Siang | 05/06\n\nNilai tukar rupiah ambruk hingga menembus level psikologis Rp18.000 per dollar AS, mencatat rekor terlemah sepanjang sejarah. Konflik geopolitik Timur Tengah dan pelarian modal asing dituding jadi biang kerok utama. Simak ulasannya!\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 04 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: adinda\n\n#dollar #rupiahlemah  #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "AYcz9RXV9XM"}}, {"key": "sindopodcast", "attributes": {"label": "sindopodcast", "x": 739.2158771892945, "y": 941.6177403042628, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.0664, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "AYcz9RXV9XM", "id": "sindopodcast", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Longsor ke Rp18.000 per Dollar AS, Terlemah dalam Sejarah RI! | Sindo Siang | 05/06\n\nNilai tukar rupiah ambruk hingga menembus level psikologis Rp18.000 per dollar AS, mencatat rekor terlemah sepanjang sejarah. Konflik geopolitik Timur Tengah dan pelarian modal asing dituding jadi biang kerok utama. Simak ulasannya!\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 04 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: adinda\n\n#dollar #rupiahlemah  #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "AYcz9RXV9XM"}}, {"key": "sindokalam", "attributes": {"label": "sindokalam", "x": 349.80523113038964, "y": 606.1420671649868, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.0664, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "AYcz9RXV9XM", "id": "sindokalam", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Longsor ke Rp18.000 per Dollar AS, Terlemah dalam Sejarah RI! | Sindo Siang | 05/06\n\nNilai tukar rupiah ambruk hingga menembus level psikologis Rp18.000 per dollar AS, mencatat rekor terlemah sepanjang sejarah. Konflik geopolitik Timur Tengah dan pelarian modal asing dituding jadi biang kerok utama. Simak ulasannya!\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 04 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: adinda\n\n#dollar #rupiahlemah  #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "AYcz9RXV9XM"}}, {"key": "@SindoPodcast", "attributes": {"label": "@SindoPodcast", "x": 337.3530684304864, "y": 671.6420848623425, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "Y-0OHLgxJSM", "id": "@SindoPodcast", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH ANJLOK TAJAM! Pemerintah Tegaskan Fundamental Ekonomi Kuat! | Sindo Today | 06/06 Part 04\n\nMenanggapi merosotnya nilai tukar mata uang Rupiah, pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa kondisi fundamental ekonomi nasional saat ini masih berada dalam posisi yang sangat kuat. Pemerintah menyatakan keyakinan penuh bahwa nilai tukar Rupiah akan segera kembali pulih ke level psikologis yang aman melalui berbagai instrumen kebijakan yang disiapkan. Guna mengantisipasi dampak lanjutan dari pelemahan kurs ini, Kemenkeu bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperketat koordinasi lintas otoritas secara intensif demi menjaga stabilitas moneter dan melindungi pasar keuangan domestik dari sentimen negatif global.\n\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n   /   \n   /   \n   /   \n\n\n#RupiahAnjlok #FundamentalEkonomiKuat #KemenkeuBIOJK #SindoTrending #StabilitasMoneter #KursRupiahTerkini #KebijakanEkonomi", "post_id": "Y-0OHLgxJSM"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 493.05211523760494, "y": 519.5033475805208, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "FNWQ9OgUMf0", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "🔴LIVE - Rupiah Bergejolak, Isu Reshuffle Merebak | BUSINESS TALK\n\nKOMPAS.TV - Rupiah Bergejolak, Isu Reshuffle Merebak | BUSINESS TALK\n\n#rupiah #rupiahanjlok #ekonomi #ihsg #kabinetmerahputih #prabowo #menkeu \n\nPasar keuangan domestik terus bergejolak. Tekanan yang terjadi membuat nilai tukar rupiah semakin terpuruk hingga menembus level psikologis baru di kisaran Rp18.000 per dolar Amerika Serikat. Ketidakpastian ekonomi global, ditambah berbagai tantangan dari dalam negeri, menjadi faktor yang membebani pergerakan rupiah di hadapan greenback.\n\nHingga kini, belum ada kepastian kapan gejolak rupiah akan mereda. Pemerintah mengklaim koordinasi antara otoritas fiskal dan moneter terus diperkuat untuk menjaga stabilitas ekonomi. Namun, pelaku pasar masih menanti apakah berbagai kebijakan yang disiapkan pemerintah cukup efektif untuk menahan pelemahan rupiah sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nLalu, bagaimana prospek rupiah ke depan? Benarkah isu reshuffle kabinet turut memengaruhi sentimen pasar? Kita akan mengulasnya lebih mendalam dalam #BusinessTalk, \"Rupiah Bergejolak, Isu Reshuffle Merebak\" malam ini pkl 22.00 WIB hanya di KompasTV\n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "FNWQ9OgUMf0"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 364.5289032398094, "y": 207.56566145010012, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.9935, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "FNWQ9OgUMf0", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "🔴LIVE - Rupiah Bergejolak, Isu Reshuffle Merebak | BUSINESS TALK\n\nKOMPAS.TV - Rupiah Bergejolak, Isu Reshuffle Merebak | BUSINESS TALK\n\n#rupiah #rupiahanjlok #ekonomi #ihsg #kabinetmerahputih #prabowo #menkeu \n\nPasar keuangan domestik terus bergejolak. Tekanan yang terjadi membuat nilai tukar rupiah semakin terpuruk hingga menembus level psikologis baru di kisaran Rp18.000 per dolar Amerika Serikat. Ketidakpastian ekonomi global, ditambah berbagai tantangan dari dalam negeri, menjadi faktor yang membebani pergerakan rupiah di hadapan greenback.\n\nHingga kini, belum ada kepastian kapan gejolak rupiah akan mereda. Pemerintah mengklaim koordinasi antara otoritas fiskal dan moneter terus diperkuat untuk menjaga stabilitas ekonomi. Namun, pelaku pasar masih menanti apakah berbagai kebijakan yang disiapkan pemerintah cukup efektif untuk menahan pelemahan rupiah sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nLalu, bagaimana prospek rupiah ke depan? Benarkah isu reshuffle kabinet turut memengaruhi sentimen pasar? Kita akan mengulasnya lebih mendalam dalam #BusinessTalk, \"Rupiah Bergejolak, Isu Reshuffle Merebak\" malam ini pkl 22.00 WIB hanya di KompasTV\n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "FNWQ9OgUMf0"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "attributes": {"label": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "x": 116.24202493352742, "y": 154.379259564971, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "fEDlwqYtX5Y", "id": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "SEJARAH BURUK? Rupiah Tembus 18.000, Badai PHK Massal Intip Industri Indonesia?\n\nSejarah buruk ekonomi kembali tercipta! Nilai tukar Rupiah ambrol hingga resmi menembus level psikologis baru di atas Rp18.000 per dolar AS. Lonjakan ekstrem mata uang Paman Sam ini memicu alarm bahaya bagi ketahanan ekonomi nasional, bahkan ancaman badai PHK massal kini mulai mengintip sektor industri dan dunia usaha di Indonesia.\n\nDi tengah tekanan eksternal akibat eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah dan potensi penutupan Selat Hormuz, dunia usaha dalam negeri kian tercekik. Industri makanan, tekstil, elektronik, hingga UMKM yang bergantung pada bahan baku impor kini menghadapi lonjakan biaya produksi yang ugal-ugalan.\n\nBagaimana nasib dompet kita dan keberlangsungan lapangan kerja di Indonesia jika Rupiah terus melemah? Simak analisis kritis dan data lengkapnya dalam video ini sampai habis!\n\nVideo Editor: Rifqi Rahmandika\n\n#koranjakarta #news #RupiahHariIni #DolarTembus18000 #EkonomiIndonesia #KrisisEkonomi #BadaiPHK #InfoSektorRiil #BeritaEkonomi #InsentifHipmi #KursRupiah #BreakingNewsIndonesia\n\n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "fEDlwqYtX5Y"}}, {"key": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "koranjakarta...", "x": 861.4382032792962, "y": 549.8485148251617, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0792, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "fEDlwqYtX5Y", "id": "koranjakarta...", "source": "youtube-000001", "content": "SEJARAH BURUK? Rupiah Tembus 18.000, Badai PHK Massal Intip Industri Indonesia?\n\nSejarah buruk ekonomi kembali tercipta! Nilai tukar Rupiah ambrol hingga resmi menembus level psikologis baru di atas Rp18.000 per dolar AS. Lonjakan ekstrem mata uang Paman Sam ini memicu alarm bahaya bagi ketahanan ekonomi nasional, bahkan ancaman badai PHK massal kini mulai mengintip sektor industri dan dunia usaha di Indonesia.\n\nDi tengah tekanan eksternal akibat eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah dan potensi penutupan Selat Hormuz, dunia usaha dalam negeri kian tercekik. Industri makanan, tekstil, elektronik, hingga UMKM yang bergantung pada bahan baku impor kini menghadapi lonjakan biaya produksi yang ugal-ugalan.\n\nBagaimana nasib dompet kita dan keberlangsungan lapangan kerja di Indonesia jika Rupiah terus melemah? Simak analisis kritis dan data lengkapnya dalam video ini sampai habis!\n\nVideo Editor: Rifqi Rahmandika\n\n#koranjakarta #news #RupiahHariIni #DolarTembus18000 #EkonomiIndonesia #KrisisEkonomi #BadaiPHK #InfoSektorRiil #BeritaEkonomi #InsentifHipmi #KursRupiah #BreakingNewsIndonesia\n\n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "fEDlwqYtX5Y"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 262.67599061259995, "y": 384.7555929443215, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "lddMNwZPoY4", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonom Soroti Masalah Fiskal Terkait Rupiah Tembus 18.000 per Dolar AS\n\nJAKARTA, KOMPASTV -  Pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat memicu kekhawatiran pelaku pasar dan ekonom. \n\nMenanggapi kondisi tersebut, ekonom dan pakar kebijakan publik Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, menilai pelemahan rupiah tidak bisa dianggap sekadar sentimen pasar jangka pendek.\n\nMenurut Ahmad, meskipun banyak mata uang dunia mengalami tekanan terhadap dolar AS, posisi Indonesia termasuk yang paling terdampak.\n\n\"Year to date, rupiah melemah sekitar 7 persen. Dan saya kira ini satu tamparan ya untuk para pengelola ekonomi kita kenapa kita menjadi yang terendah,\" kata Ahmad.\n\nIa mengibaratkan level Rp18.000 per dolar AS sebagai termometer yang menunjukkan kondisi ekonomi sedang berada di zona merah.\n\n\" Padahal kalau dilihat dari termometer ini warnanya sudah merah, artinya kita ini sedang sakit. ah saya kira pengabaian bahwa kita ini sedang sakit ini yang menjadi persoalan.,\" ujarnya.\n\nAhmad berpendapat akar persoalan saat ini lebih banyak berasal dari sisi fiskal dibandingkan moneter. \n\n#rupiah #dolar #ekonomi #nilaitukarrupiah #ekonomi #bisnis \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "lddMNwZPoY4"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 1.0851201529434862, "y": 230.5925240545692, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.9935, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "lddMNwZPoY4", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonom Soroti Masalah Fiskal Terkait Rupiah Tembus 18.000 per Dolar AS\n\nJAKARTA, KOMPASTV -  Pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat memicu kekhawatiran pelaku pasar dan ekonom. \n\nMenanggapi kondisi tersebut, ekonom dan pakar kebijakan publik Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, menilai pelemahan rupiah tidak bisa dianggap sekadar sentimen pasar jangka pendek.\n\nMenurut Ahmad, meskipun banyak mata uang dunia mengalami tekanan terhadap dolar AS, posisi Indonesia termasuk yang paling terdampak.\n\n\"Year to date, rupiah melemah sekitar 7 persen. Dan saya kira ini satu tamparan ya untuk para pengelola ekonomi kita kenapa kita menjadi yang terendah,\" kata Ahmad.\n\nIa mengibaratkan level Rp18.000 per dolar AS sebagai termometer yang menunjukkan kondisi ekonomi sedang berada di zona merah.\n\n\" Padahal kalau dilihat dari termometer ini warnanya sudah merah, artinya kita ini sedang sakit. ah saya kira pengabaian bahwa kita ini sedang sakit ini yang menjadi persoalan.,\" ujarnya.\n\nAhmad berpendapat akar persoalan saat ini lebih banyak berasal dari sisi fiskal dibandingkan moneter. \n\n#rupiah #dolar #ekonomi #nilaitukarrupiah #ekonomi #bisnis \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "lddMNwZPoY4"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 112.33647615820786, "y": 755.2823808001541, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 70, "degree": 70}, "_id": "oUxYpZKDAZM", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH TERUS TERTEKAN, Kini Tembus Rp17.900 per Dolar AS | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar Rupiah kembali mengalami tekanan signifikan dan mencetak rekor pelemahan baru terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu. Dikutip dari RTI, hingga Rabu siang Rupiah melemah 0,56 persen ke level Rp17.917 per dolar AS. Sebelumnya, Rupiah dibuka melemah 0,22 persen di posisi Rp17.870 per dolar AS. Tekanan terhadap mata uang Garuda berlanjut sejak awal perdagangan. Bahkan secara intraday, Rupiah sempat menembus level psikologis baru Rp17.900 per dolar AS dan menyentuh posisi terendah sepanjang masa di Rp17.938 per dolar AS.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "oUxYpZKDAZM"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 322.1666135803729, "y": 109.84979507565285, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9673, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 10, "out_degree": 0, "degree": 10}, "_id": "oUxYpZKDAZM", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH TERUS TERTEKAN, Kini Tembus Rp17.900 per Dolar AS | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar Rupiah kembali mengalami tekanan signifikan dan mencetak rekor pelemahan baru terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu. Dikutip dari RTI, hingga Rabu siang Rupiah melemah 0,56 persen ke level Rp17.917 per dolar AS. Sebelumnya, Rupiah dibuka melemah 0,22 persen di posisi Rp17.870 per dolar AS. Tekanan terhadap mata uang Garuda berlanjut sejak awal perdagangan. Bahkan secara intraday, Rupiah sempat menembus level psikologis baru Rp17.900 per dolar AS dan menyentuh posisi terendah sepanjang masa di Rp17.938 per dolar AS.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "oUxYpZKDAZM"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 484.9551027618869, "y": 471.90387328245555, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.0542, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 18, "out_degree": 0, "degree": 18}, "_id": "oUxYpZKDAZM", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH TERUS TERTEKAN, Kini Tembus Rp17.900 per Dolar AS | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar Rupiah kembali mengalami tekanan signifikan dan mencetak rekor pelemahan baru terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu. Dikutip dari RTI, hingga Rabu siang Rupiah melemah 0,56 persen ke level Rp17.917 per dolar AS. Sebelumnya, Rupiah dibuka melemah 0,22 persen di posisi Rp17.870 per dolar AS. Tekanan terhadap mata uang Garuda berlanjut sejak awal perdagangan. Bahkan secara intraday, Rupiah sempat menembus level psikologis baru Rp17.900 per dolar AS dan menyentuh posisi terendah sepanjang masa di Rp17.938 per dolar AS.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "oUxYpZKDAZM"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 290.3362965384855, "y": 806.4217429960255, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.0542, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 36, "out_degree": 0, "degree": 36}, "_id": "oUxYpZKDAZM", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH TERUS TERTEKAN, Kini Tembus Rp17.900 per Dolar AS | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar Rupiah kembali mengalami tekanan signifikan dan mencetak rekor pelemahan baru terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu. Dikutip dari RTI, hingga Rabu siang Rupiah melemah 0,56 persen ke level Rp17.917 per dolar AS. Sebelumnya, Rupiah dibuka melemah 0,22 persen di posisi Rp17.870 per dolar AS. Tekanan terhadap mata uang Garuda berlanjut sejak awal perdagangan. Bahkan secara intraday, Rupiah sempat menembus level psikologis baru Rp17.900 per dolar AS dan menyentuh posisi terendah sepanjang masa di Rp17.938 per dolar AS.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "oUxYpZKDAZM"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 818.2244379290112, "y": 89.17893223404604, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.0542, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 18, "out_degree": 0, "degree": 18}, "_id": "oUxYpZKDAZM", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH TERUS TERTEKAN, Kini Tembus Rp17.900 per Dolar AS | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar Rupiah kembali mengalami tekanan signifikan dan mencetak rekor pelemahan baru terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu. Dikutip dari RTI, hingga Rabu siang Rupiah melemah 0,56 persen ke level Rp17.917 per dolar AS. Sebelumnya, Rupiah dibuka melemah 0,22 persen di posisi Rp17.870 per dolar AS. Tekanan terhadap mata uang Garuda berlanjut sejak awal perdagangan. Bahkan secara intraday, Rupiah sempat menembus level psikologis baru Rp17.900 per dolar AS dan menyentuh posisi terendah sepanjang masa di Rp17.938 per dolar AS.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "oUxYpZKDAZM"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 452.67343366320523, "y": 335.4154864436495, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.0542, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 18, "out_degree": 0, "degree": 18}, "_id": "oUxYpZKDAZM", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH TERUS TERTEKAN, Kini Tembus Rp17.900 per Dolar AS | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar Rupiah kembali mengalami tekanan signifikan dan mencetak rekor pelemahan baru terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu. Dikutip dari RTI, hingga Rabu siang Rupiah melemah 0,56 persen ke level Rp17.917 per dolar AS. Sebelumnya, Rupiah dibuka melemah 0,22 persen di posisi Rp17.870 per dolar AS. Tekanan terhadap mata uang Garuda berlanjut sejak awal perdagangan. Bahkan secara intraday, Rupiah sempat menembus level psikologis baru Rp17.900 per dolar AS dan menyentuh posisi terendah sepanjang masa di Rp17.938 per dolar AS.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "oUxYpZKDAZM"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 649.6157775885187, "y": 550.9625275063653, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.0542, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 18, "out_degree": 0, "degree": 18}, "_id": "oUxYpZKDAZM", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH TERUS TERTEKAN, Kini Tembus Rp17.900 per Dolar AS | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar Rupiah kembali mengalami tekanan signifikan dan mencetak rekor pelemahan baru terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu. Dikutip dari RTI, hingga Rabu siang Rupiah melemah 0,56 persen ke level Rp17.917 per dolar AS. Sebelumnya, Rupiah dibuka melemah 0,22 persen di posisi Rp17.870 per dolar AS. Tekanan terhadap mata uang Garuda berlanjut sejak awal perdagangan. Bahkan secara intraday, Rupiah sempat menembus level psikologis baru Rp17.900 per dolar AS dan menyentuh posisi terendah sepanjang masa di Rp17.938 per dolar AS.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "oUxYpZKDAZM"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 482.1700173785499, "y": 85.8396361515258, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 48, "degree": 48}, "_id": "5uOuL-Gqq-0", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH TERUS TERTEKAN, Kini Tembus Rp17.900 per Dolar AS | MILENOMICS\n\nNilai tukar Rupiah kembali mengalami tekanan signifikan dan mencetak rekor pelemahan baru terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu. Dikutip dari RTI, hingga Rabu siang Rupiah melemah 0,56 persen ke level Rp17.917 per dolar AS. Sebelumnya, Rupiah dibuka melemah 0,22 persen di posisi Rp17.870 per dolar AS. Tekanan terhadap mata uang Garuda berlanjut sejak awal perdagangan. Bahkan secara intraday, Rupiah sempat menembus level psikologis baru Rp17.900 per dolar AS dan menyentuh posisi terendah sepanjang masa di Rp17.938 per dolar AS.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "5uOuL-Gqq-0"}}, {"key": "@liputan6_news", "attributes": {"label": "@liputan6_news", "x": 114.38721423029385, "y": 61.429463915710244, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "PS4d1z7j6r0", "id": "@liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Terseok-seok Lawan Dolar AS, Ini Strategi Bank Indonesia dan Pemerintah | Liputan 6\n\nNilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terpantau masih berada di bawah tekanan berat menjelang pertengahan tahun 2026. Sepanjang pekan ini, mata uang Garuda terus menunjukkan tren pelemahan di pasar keuangan dan nyaris menembus level psikologis baru sebesar Rp18.000 per dolar AS. Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) menyatakan tetap optimistis bahwa fundamental ekonomi nasional yang solid akan mampu membawa rupiah bergerak menguat kembali. Langkah-langkah intervensi strategis di pasar valuta asing serta optimalisasi penyerapan Devisa Hasil Ekspor (DHE) terus diperketat.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "PS4d1z7j6r0"}}, {"key": "sctv", "attributes": {"label": "sctv", "x": 60.70726959386563, "y": 157.71072496730264, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.2982, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "PS4d1z7j6r0", "id": "sctv", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Terseok-seok Lawan Dolar AS, Ini Strategi Bank Indonesia dan Pemerintah | Liputan 6\n\nNilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terpantau masih berada di bawah tekanan berat menjelang pertengahan tahun 2026. Sepanjang pekan ini, mata uang Garuda terus menunjukkan tren pelemahan di pasar keuangan dan nyaris menembus level psikologis baru sebesar Rp18.000 per dolar AS. Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) menyatakan tetap optimistis bahwa fundamental ekonomi nasional yang solid akan mampu membawa rupiah bergerak menguat kembali. Langkah-langkah intervensi strategis di pasar valuta asing serta optimalisasi penyerapan Devisa Hasil Ekspor (DHE) terus diperketat.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "PS4d1z7j6r0"}}, {"key": "liputan6_news", "attributes": {"label": "liputan6_news", "x": 107.6508969740334, "y": 950.8400777028297, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.2982, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "PS4d1z7j6r0", "id": "liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Terseok-seok Lawan Dolar AS, Ini Strategi Bank Indonesia dan Pemerintah | Liputan 6\n\nNilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terpantau masih berada di bawah tekanan berat menjelang pertengahan tahun 2026. Sepanjang pekan ini, mata uang Garuda terus menunjukkan tren pelemahan di pasar keuangan dan nyaris menembus level psikologis baru sebesar Rp18.000 per dolar AS. Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) menyatakan tetap optimistis bahwa fundamental ekonomi nasional yang solid akan mampu membawa rupiah bergerak menguat kembali. Langkah-langkah intervensi strategis di pasar valuta asing serta optimalisasi penyerapan Devisa Hasil Ekspor (DHE) terus diperketat.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "PS4d1z7j6r0"}}, {"key": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "liputan6daerah", "x": 615.9248028676067, "y": 640.8791671434811, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.2982, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "PS4d1z7j6r0", "id": "liputan6daerah", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Terseok-seok Lawan Dolar AS, Ini Strategi Bank Indonesia dan Pemerintah | Liputan 6\n\nNilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terpantau masih berada di bawah tekanan berat menjelang pertengahan tahun 2026. Sepanjang pekan ini, mata uang Garuda terus menunjukkan tren pelemahan di pasar keuangan dan nyaris menembus level psikologis baru sebesar Rp18.000 per dolar AS. Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) menyatakan tetap optimistis bahwa fundamental ekonomi nasional yang solid akan mampu membawa rupiah bergerak menguat kembali. Langkah-langkah intervensi strategis di pasar valuta asing serta optimalisasi penyerapan Devisa Hasil Ekspor (DHE) terus diperketat.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "PS4d1z7j6r0"}}, {"key": "@tradingsahamfirman", "attributes": {"label": "@tradingsahamfirman", "x": 714.5832406954655, "y": 635.9284624053197, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "1Z6KNGTT-cA", "id": "@tradingsahamfirman", "source": "youtube-000001", "content": "TERBONGKAR.! ASING BORONG SAHAM BUMI SENYAP.! DISAAT RITEL TAKUT.!! !GINI STRATEGINYA\n\n#sahambumi\n#sahambumiresources\n#sahambumi2023\nUNTUK BERLANGANAN KLIK DIBAWAH INI.!!!\nDAN PILIH LEVEL TERTINGGI AGAR BISA MENDAPATKAN MANFAAT KEUNTUNGAN LEBIH TINGGI \nGRUP TELEGRAM\nhttps://tinyurl.com/rekomendasibesok\nGRUP YOUTUBE\n   /   \nSaham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) anjlok 8,07% ke Rp 148 pada akhir perdagangan Rabu (3/6/2026). Tapi saham emiten Grup Bakrie dan Salim ini malah diserok investor asing.\nSebanyak 5,93 miliar saham Bumi Resources (BUMI) diperdagangkan, frekuensi 92.811 kali, dan nilai transaksi Rp 896,49 miliar.\nInvestor asing membukukan net buy di saham emiten pertambangan ini Rp 240,41 miliar, tertinggi di antara saham-saham net buy asing lainnya.\nBank Indonesia (BI) angkat suara terkait pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS dan kembali mencetak rekor terlemah sepanjang sejarah.\nNilai tukar rupiah dibuka di level Rp18.016 per dolar AS pada perdagangan Kamis (4/6) pagi. Mata uang Garuda melemah 49 poin atau 0,27 persen.\nDeputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan pelemahan rupiah masih dipengaruhi oleh eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah yang kembali memanas dan menghambat prospek perdamaian.\nMenurutnya, kondisi tersebut membuat harga minyak dunia tetap tinggi sehingga meningkatkan risiko inflasi global dan mendorong arus modal keluar dari negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.\"Pelemahan nilai tukar masih dipengaruhi oleh tensi geopolitik Timur Tengah yang kembali tereskalasi dan menghambat prospek damai, sehingga mendorong harga minyak tetap tinggi dan meningkatkan risiko inflasi global serta arus dana keluar dari negara emerging,\" kata Destry dalam keterangan resmi, Kamis (4/6).\nAksi jual melanda pasar Surat Utang Negara (SUN), menyusul pelemahan rupiah yang menembus level psikologis baru Rp18.000/US$, level yang belum pernah terjadi sebelumnya. \nMelansir data Bloomberg pada sesi perdagangan Kamis (4/6/2026) pukul 10:18 WIB, SUN tenor pendek mengalami kenaikan imbal hasil (yield) paling tajam. Yield tenor 1 tahun naik 4,6 basis poin (bps) menjadi 7,13%, tenor 2 tahun melonjak 8,7 bps ke 6,91%, sementara tenor 3 tahun naik 6,9 bps menjadi 6,83%. \nSedangkan di tenor menengah dan panjang, kenaikannya relatif terbatas, berkisar 0,8 bps hingga 5 bps. Yield tenor acuan 10 tahun pun ikut naik 4,3 bps ke 6,74%. \nsource\nhttps://investor.id/market/441383/sah...\nhttps://www.cnnindonesia.com/ekonomi/...\nhttps://www.bloombergtechnoz.com/deta...\n#SahamBUMI\n#BumiResources\n#SahamBakrie\n#BUMI\n#SahamDiserok\n#BorongSaham\n#BandarSaham\n#SahamSentimenPositif\n#RekomendasiSahamHariIni\n#SahamIndonesia\n#IHSG\n#InvestasiSaham\n#BelajarSaham\n#TradingSaham\n#SahamCuan\nsource\nhttps://investor.id/market/439430/sah...\nsaham bumi besok,\nsaham bumi lo kheng hong,\nsaham bumi terbaru,\nsaham bumi waktunya,\nsaham bumi turun terus,\nsaham bumi private placement,\nsaham bumi berita,\n\n#sahambumi  #bumi   #analisasahambumi\n#BUMI #SahamBUMI #BumiResources #UpdateSaham #InvestorBUMI\n#IHSG #SahamHariIni #InvestasiSaham #PasarModal #TradingSaham #CuanSaham #belajarsahamdiajaib \n#AksiKorporasi #KepemilikanSaham #BeritaEkonomi #AnalisaSaham #StockMarketIndonesia\n\nINFO PENTING !!!!\nKAMI TIDAK MENGADAKAN TITIP DANA APAPUN\nSaya hanya memakai Sosmed dan kontak diatas, selain kontak diatas berarti Bukan saya, karena banyak yang mengatas namakan TRADING SAHAM FIRMAN HAPPY untuk penipuan titip dana, sekali lagi saya tekankan saya ( FIRMAN HAPPY ) tidak pernah membuka jasa titip dana trading,  TERIMA KASIH !!\nSegala jenis Pembayaran untuk keperluan channel dan Group saya,UNTUK SAAT INI HANYA DI GRUP YUOTUBE DAN GRUP TELEGRAM ADA DIATAS ( selain itu berarti penipuan ) \n\nDisclaimer ON : Semua rekomendasi hanya untuk edukasi & Hiburan, tidak untuk menyarankan Beli atau Jual saham ( silahkan analisa sendiri masing2 ), kerugian dan keuntungan semua ditanggung oleh kalian masing2, dan Kami tidak pernah membuat program titip dana untuk trading atau investasi, semua kerugian yang diakibatkan oleh investasi bodong yang mengatas namakan TRADING SAHAM FIRMAN HAPPY adalah bukan tanggung jawab kami.", "post_id": "1Z6KNGTT-cA"}}, {"key": "tradingsahamfirman", "attributes": {"label": "tradingsahamfirman", "x": 955.0840146997547, "y": 462.6337277779813, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0792, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1Z6KNGTT-cA", "id": "tradingsahamfirman", "source": "youtube-000001", "content": "TERBONGKAR.! ASING BORONG SAHAM BUMI SENYAP.! DISAAT RITEL TAKUT.!! !GINI STRATEGINYA\n\n#sahambumi\n#sahambumiresources\n#sahambumi2023\nUNTUK BERLANGANAN KLIK DIBAWAH INI.!!!\nDAN PILIH LEVEL TERTINGGI AGAR BISA MENDAPATKAN MANFAAT KEUNTUNGAN LEBIH TINGGI \nGRUP TELEGRAM\nhttps://tinyurl.com/rekomendasibesok\nGRUP YOUTUBE\n   /   \nSaham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) anjlok 8,07% ke Rp 148 pada akhir perdagangan Rabu (3/6/2026). Tapi saham emiten Grup Bakrie dan Salim ini malah diserok investor asing.\nSebanyak 5,93 miliar saham Bumi Resources (BUMI) diperdagangkan, frekuensi 92.811 kali, dan nilai transaksi Rp 896,49 miliar.\nInvestor asing membukukan net buy di saham emiten pertambangan ini Rp 240,41 miliar, tertinggi di antara saham-saham net buy asing lainnya.\nBank Indonesia (BI) angkat suara terkait pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS dan kembali mencetak rekor terlemah sepanjang sejarah.\nNilai tukar rupiah dibuka di level Rp18.016 per dolar AS pada perdagangan Kamis (4/6) pagi. Mata uang Garuda melemah 49 poin atau 0,27 persen.\nDeputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan pelemahan rupiah masih dipengaruhi oleh eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah yang kembali memanas dan menghambat prospek perdamaian.\nMenurutnya, kondisi tersebut membuat harga minyak dunia tetap tinggi sehingga meningkatkan risiko inflasi global dan mendorong arus modal keluar dari negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.\"Pelemahan nilai tukar masih dipengaruhi oleh tensi geopolitik Timur Tengah yang kembali tereskalasi dan menghambat prospek damai, sehingga mendorong harga minyak tetap tinggi dan meningkatkan risiko inflasi global serta arus dana keluar dari negara emerging,\" kata Destry dalam keterangan resmi, Kamis (4/6).\nAksi jual melanda pasar Surat Utang Negara (SUN), menyusul pelemahan rupiah yang menembus level psikologis baru Rp18.000/US$, level yang belum pernah terjadi sebelumnya. \nMelansir data Bloomberg pada sesi perdagangan Kamis (4/6/2026) pukul 10:18 WIB, SUN tenor pendek mengalami kenaikan imbal hasil (yield) paling tajam. Yield tenor 1 tahun naik 4,6 basis poin (bps) menjadi 7,13%, tenor 2 tahun melonjak 8,7 bps ke 6,91%, sementara tenor 3 tahun naik 6,9 bps menjadi 6,83%. \nSedangkan di tenor menengah dan panjang, kenaikannya relatif terbatas, berkisar 0,8 bps hingga 5 bps. Yield tenor acuan 10 tahun pun ikut naik 4,3 bps ke 6,74%. \nsource\nhttps://investor.id/market/441383/sah...\nhttps://www.cnnindonesia.com/ekonomi/...\nhttps://www.bloombergtechnoz.com/deta...\n#SahamBUMI\n#BumiResources\n#SahamBakrie\n#BUMI\n#SahamDiserok\n#BorongSaham\n#BandarSaham\n#SahamSentimenPositif\n#RekomendasiSahamHariIni\n#SahamIndonesia\n#IHSG\n#InvestasiSaham\n#BelajarSaham\n#TradingSaham\n#SahamCuan\nsource\nhttps://investor.id/market/439430/sah...\nsaham bumi besok,\nsaham bumi lo kheng hong,\nsaham bumi terbaru,\nsaham bumi waktunya,\nsaham bumi turun terus,\nsaham bumi private placement,\nsaham bumi berita,\n\n#sahambumi  #bumi   #analisasahambumi\n#BUMI #SahamBUMI #BumiResources #UpdateSaham #InvestorBUMI\n#IHSG #SahamHariIni #InvestasiSaham #PasarModal #TradingSaham #CuanSaham #belajarsahamdiajaib \n#AksiKorporasi #KepemilikanSaham #BeritaEkonomi #AnalisaSaham #StockMarketIndonesia\n\nINFO PENTING !!!!\nKAMI TIDAK MENGADAKAN TITIP DANA APAPUN\nSaya hanya memakai Sosmed dan kontak diatas, selain kontak diatas berarti Bukan saya, karena banyak yang mengatas namakan TRADING SAHAM FIRMAN HAPPY untuk penipuan titip dana, sekali lagi saya tekankan saya ( FIRMAN HAPPY ) tidak pernah membuka jasa titip dana trading,  TERIMA KASIH !!\nSegala jenis Pembayaran untuk keperluan channel dan Group saya,UNTUK SAAT INI HANYA DI GRUP YUOTUBE DAN GRUP TELEGRAM ADA DIATAS ( selain itu berarti penipuan ) \n\nDisclaimer ON : Semua rekomendasi hanya untuk edukasi & Hiburan, tidak untuk menyarankan Beli atau Jual saham ( silahkan analisa sendiri masing2 ), kerugian dan keuntungan semua ditanggung oleh kalian masing2, dan Kami tidak pernah membuat program titip dana untuk trading atau investasi, semua kerugian yang diakibatkan oleh investasi bodong yang mengatas namakan TRADING SAHAM FIRMAN HAPPY adalah bukan tanggung jawab kami.", "post_id": "1Z6KNGTT-cA"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 182.07914487805266, "y": 557.3500626932066, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 4.9077, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "EHJV5vC5YrA", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "BONGKAR! Alasan Kehancuran Rupiah & IHSG dari Sisi Internal (Menuju 18.000 & 5.800) | Wawasan Cerdas\n\nSelamat datang di channel Wawasan Cerdas, tempat di mana kita membedah isu makroekonomi, pasar modal, dan tata kelola negara secara tajam dan berbasis data!\n\nPernahkah Anda menyadari bahwa kepanikan di bursa saham domestik tidak lahir dari ruang hampa? Baru-baru ini, pasar keuangan Indonesia memasuki fase kapitulasi brutal di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga level 5.889, dan nilai tukar Rupiah terpuruk ke level psikologis Rp 17.900 per Dolar AS. Fenomena hancurnya saham dan mata uang secara bersamaan ini bukanlah fluktuasi harian biasa, melainkan sebuah mosi tidak percaya dari investor terhadap arsitektur ekonomi makro domestik kita.\n\nDalam episode Wawasan Cerdas kali ini, kita akan membongkar tuntas anatomi risiko dari kebijakan ekonomi komando yang dijalankan tanpa memedulikan disiplin fiskal. Kita akan mengomparasikan realita saat ini dengan fondasi ekonomi pruden yang pernah diwariskan oleh arsitek ekonomi masa lalu, Sumitro Djojohadikusumo, yang menegaskan bahwa ekonomi yang sehat tidak boleh digerakkan oleh komando tunggal.\n\nVideo ini secara khusus akan membedah tiga kebijakan populis yang memicu ledakan risiko sistemik: Pertama, pemotongan paksa Dana Desa untuk proyek Koperasi Desa Merah Putih yang disentralisasi, yang memicu bahaya moral hazard dan ancaman kerugian operasional di lapangan. Kedua, anatomi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menelan anggaran hingga Rp 268 triliun tepat ketika penerimaan negara sedang seret dan defisit membumbung tinggi akibat gejolak harga energi global. Kebijakan ini dinilai pasar sebagai pemborosan yang hanya mengejar output (jumlah penerima) namun gagal dalam outcome (dampak nyata gizi). Ketiga, bahaya pembentukan lembaga super holding Danantara yang mengumpulkan aset BUMN senilai belasan ribu triliun rupiah. Langkah pemerintah yang menjadikan lembaga ini sebagai instrumen utang, ditambah pembentukan entitas monopoli ekspor sumber daya alam, telah memicu pelarian modal asing secara masif.\n\nLebih jauh lagi, Wawasan Cerdas juga akan mengungkap ancaman fundamental yang jarang disadari banyak orang: krisis produktivitas tenaga kerja. Dengan lebih dari 47,89 juta pekerja terjebak dalam underemployment (pekerja tidak penuh) dan 1,87 juta orang menjadi pekerja putus asa (discouraged workers), daya beli masyarakat berada di ujung tanduk. Kondisi inilah yang pada akhirnya akan menghancurkan prospek laba emiten di bursa saham.\n\nApakah masih ada jalan keluar untuk memulihkan indeks dan menyelamatkan masa depan ekonomi Indonesia dari jurang kejatuhan? Tonton video ini sampai habis untuk mendapatkan wawasan (insight) eksklusif yang tidak akan Anda temukan di tempat lain!\n\n00:06 Anatomi Kapitulasi dan Disorientasi Fiskal\n07:11 Paradoks Koperasi Merah Putih\n12:48 Anatomi Fiskal Makan Bergizi Gratis\n19:45 Danantara dan Ilusi Kapitalisme Negara\n27:59 Ancaman Krisis Tenaga Kerja dan Urgensi Pemulihan Disiplin Ekonomi\n\nJangan lupa untuk dukung terus Wawasan Cerdas dengan cara klik tombol LIKE, SUBSCRIBE, dan nyalakan lonceng notifikasinya. Bagikan (Share) video ini ke grup keluarga, rekan kerja, dan teman-teman investor Anda agar semakin banyak orang yang melek terhadap realitas ekonomi makro kita!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#WawasanCerdas #EkonomiIndonesia #KrisisEkonomi #IHSG #Rupiah #PasarModal #InvestasiSaham #KebijakanPemerintah #MakroEkonomi #Danantara #DisiplinFiskal #MakanBergiziGratis #BUMN #EdukasiKeuangan #KrisisKeuangan #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "EHJV5vC5YrA"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 0.13090721561004326, "y": 358.42659308096427, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.9935, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "EHJV5vC5YrA", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "BONGKAR! Alasan Kehancuran Rupiah & IHSG dari Sisi Internal (Menuju 18.000 & 5.800) | Wawasan Cerdas\n\nSelamat datang di channel Wawasan Cerdas, tempat di mana kita membedah isu makroekonomi, pasar modal, dan tata kelola negara secara tajam dan berbasis data!\n\nPernahkah Anda menyadari bahwa kepanikan di bursa saham domestik tidak lahir dari ruang hampa? Baru-baru ini, pasar keuangan Indonesia memasuki fase kapitulasi brutal di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga level 5.889, dan nilai tukar Rupiah terpuruk ke level psikologis Rp 17.900 per Dolar AS. Fenomena hancurnya saham dan mata uang secara bersamaan ini bukanlah fluktuasi harian biasa, melainkan sebuah mosi tidak percaya dari investor terhadap arsitektur ekonomi makro domestik kita.\n\nDalam episode Wawasan Cerdas kali ini, kita akan membongkar tuntas anatomi risiko dari kebijakan ekonomi komando yang dijalankan tanpa memedulikan disiplin fiskal. Kita akan mengomparasikan realita saat ini dengan fondasi ekonomi pruden yang pernah diwariskan oleh arsitek ekonomi masa lalu, Sumitro Djojohadikusumo, yang menegaskan bahwa ekonomi yang sehat tidak boleh digerakkan oleh komando tunggal.\n\nVideo ini secara khusus akan membedah tiga kebijakan populis yang memicu ledakan risiko sistemik: Pertama, pemotongan paksa Dana Desa untuk proyek Koperasi Desa Merah Putih yang disentralisasi, yang memicu bahaya moral hazard dan ancaman kerugian operasional di lapangan. Kedua, anatomi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menelan anggaran hingga Rp 268 triliun tepat ketika penerimaan negara sedang seret dan defisit membumbung tinggi akibat gejolak harga energi global. Kebijakan ini dinilai pasar sebagai pemborosan yang hanya mengejar output (jumlah penerima) namun gagal dalam outcome (dampak nyata gizi). Ketiga, bahaya pembentukan lembaga super holding Danantara yang mengumpulkan aset BUMN senilai belasan ribu triliun rupiah. Langkah pemerintah yang menjadikan lembaga ini sebagai instrumen utang, ditambah pembentukan entitas monopoli ekspor sumber daya alam, telah memicu pelarian modal asing secara masif.\n\nLebih jauh lagi, Wawasan Cerdas juga akan mengungkap ancaman fundamental yang jarang disadari banyak orang: krisis produktivitas tenaga kerja. Dengan lebih dari 47,89 juta pekerja terjebak dalam underemployment (pekerja tidak penuh) dan 1,87 juta orang menjadi pekerja putus asa (discouraged workers), daya beli masyarakat berada di ujung tanduk. Kondisi inilah yang pada akhirnya akan menghancurkan prospek laba emiten di bursa saham.\n\nApakah masih ada jalan keluar untuk memulihkan indeks dan menyelamatkan masa depan ekonomi Indonesia dari jurang kejatuhan? Tonton video ini sampai habis untuk mendapatkan wawasan (insight) eksklusif yang tidak akan Anda temukan di tempat lain!\n\n00:06 Anatomi Kapitulasi dan Disorientasi Fiskal\n07:11 Paradoks Koperasi Merah Putih\n12:48 Anatomi Fiskal Makan Bergizi Gratis\n19:45 Danantara dan Ilusi Kapitalisme Negara\n27:59 Ancaman Krisis Tenaga Kerja dan Urgensi Pemulihan Disiplin Ekonomi\n\nJangan lupa untuk dukung terus Wawasan Cerdas dengan cara klik tombol LIKE, SUBSCRIBE, dan nyalakan lonceng notifikasinya. Bagikan (Share) video ini ke grup keluarga, rekan kerja, dan teman-teman investor Anda agar semakin banyak orang yang melek terhadap realitas ekonomi makro kita!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#WawasanCerdas #EkonomiIndonesia #KrisisEkonomi #IHSG #Rupiah #PasarModal #InvestasiSaham #KebijakanPemerintah #MakroEkonomi #Danantara #DisiplinFiskal #MakanBergiziGratis #BUMN #EdukasiKeuangan #KrisisKeuangan #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "EHJV5vC5YrA"}}], "edges": [{"key": "keuangan_", "source": "keuangan_", "target": "AidilAKBAR", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "keuangan_", "source": "keuangan_", "target": "AidilAKBAR", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ACE911A", "source": "ACE911A", "target": "masrupilamii", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ACE911A", "source": "ACE911A", "target": "kalembgtt", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ACE911A", "source": "ACE911A", "target": "txtdrbekasi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bulanramadhan_1448h", "source": "bulanramadhan_1448h", "target": "bulanramadhan_1448h", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "ahquote", "source": "ahquote", "target": "wibisono.ari", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "totalpolitikcom", "source": "totalpolitikcom", "target": "totalpolitik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infomamuju_", "source": "infomamuju_", "target": "balikpapanmedsos", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "info_banyuresmi", "source": "info_banyuresmi", "target": "infojawabarat", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "suaragarut.id", "source": "suaragarut.id", "target": "suaragarut.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kompascom", "source": "kompascom", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "rembangupdates", "source": "rembangupdates", "target": "rembangupdates", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "baturajaupdate", "source": "baturajaupdate", "target": "antaranewscom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "sudut_aceh", "source": "sudut_aceh", "target": "sudut_aceh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "hariankompas", "source": "hariankompas", "target": "ydebrina", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "hariankompas", "source": "hariankompas", "target": "hariankompas.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "folknomic", "source": "folknomic", "target": "folknomics", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "folknomic", "source": "folknomic", "target": "folknomics", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "dpcpdipsumenep", "source": "dpcpdipsumenep", "target": "mh.saidabdullah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "dem_tws", "source": "dem_tws", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "raw_clp.xyz", "source": "raw_clp.xyz", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "dem_tws", "source": "dem_tws", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "richtws", "source": "richtws", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Ahadsan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Hidden", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Yb", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Malaydesh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "andiaskarbotak76", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "maha", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "KAKEK", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "D", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Anik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "pak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "rama", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "OFFICIAL", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "LAMMY", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Si", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "SON", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "hypecliper.tws", "source": "hypecliper.tws", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "volatilitas.id", "source": "volatilitas.id", "target": "bitorexpost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "hybest.info", "source": "hybest.info", "target": "detikcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "hybest.info", "source": "hybest.info", "target": "hybestinfo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "twsfanzy", "source": "twsfanzy", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "growwinid", "source": "growwinid", "target": "growwinid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "trendclip77", "source": "trendclip77", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "wann_tws", "source": "wann_tws", "target": "wann_tws", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "wann_tws", "source": "wann_tws", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "krz.clips0", "source": "krz.clips0", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "yourdreams019", "source": "yourdreams019", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "krz.clips0", "source": "krz.clips0", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ceefem", "source": "ceefem", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "farhanmeme21", "source": "farhanmeme21", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "kyy.news", "source": "kyy.news", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ahmadsfr31_clip", "source": "ahmadsfr31_clip", "target": "Kontencom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ahmadsfr31_clip", "source": "ahmadsfr31_clip", "target": "Sulianto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ahmadsfr31_clip", "source": "ahmadsfr31_clip", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cahenom34", "source": "cahenom34", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "hausclip_", "source": "hausclip_", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "barr_712", "source": "barr_712", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "graham_di_caprio", "source": "graham_di_caprio", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "krz.clips0", "source": "krz.clips0", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "whyarthur1", "source": "whyarthur1", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "partner.cliper", "source": "partner.cliper", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "media.clips02", "source": "media.clips02", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "twsmotionnews", "source": "twsmotionnews", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipperahmaddrisal7", "source": "clipperahmaddrisal7", "target": "Kontencom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "yunus250508", "source": "yunus250508", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "yunus250508", "source": "yunus250508", "target": "Sulianto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "hotclip244", "source": "hotclip244", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipperahmaddrisal7", "source": "clipperahmaddrisal7", "target": "Kontencom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "graham_di_caprio", "source": "graham_di_caprio", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "beritawithtws", "source": "beritawithtws", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "atwsnews", "source": "atwsnews", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "kyy.news", "source": "kyy.news", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "koinsinyalixx", "source": "koinsinyalixx", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "lordwann_", "source": "lordwann_", "target": "Kontencom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "lordwann_", "source": "lordwann_", "target": "TradewithsuliNews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "lordwann_", "source": "lordwann_", "target": "Sulianto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipss.capital", "source": "clipss.capital", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipss.capital", "source": "clipss.capital", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "twsmotionnews", "source": "twsmotionnews", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cahenom34", "source": "cahenom34", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "titik.terendah.ku7", "source": "titik.terendah.ku7", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "arahmakro", "source": "arahmakro", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "moon.clipers", "source": "moon.clipers", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "user485991268", "source": "user485991268", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipp880", "source": "clipp880", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipper.digital.id", "source": "clipper.digital.id", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipper.digital.id", "source": "clipper.digital.id", "target": "Kontencom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@TribunMedanTV", "source": "@TribunMedanTV", "target": "tribunmedantv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SindoPodcast", "source": "@SindoPodcast", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SindoPodcast", "source": "@SindoPodcast", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SindoPodcast", "source": "@SindoPodcast", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SindoPodcast", "source": "@SindoPodcast", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SindoPodcast", "source": "@SindoPodcast", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SindoPodcast", "source": "@SindoPodcast", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "sctv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6_news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tradingsahamfirman", "source": "@tradingsahamfirman", "target": "tradingsahamfirman", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}