{"nodes": [{"key": "krowmaxtism_", "attributes": {"label": "krowmaxtism_", "x": 117.47453687859766, "y": 321.44461194511473, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2065308511693869266", "id": "krowmaxtism_", "source": "tweet-000004", "content": "Cara kerjanya ga se simple argumen Lo.\n\nBetul, harga BBM naik bukan cuma karena minyak dunia\n\nRupiah melemah juga bikin harga beli kita makin mahal, karena impor minyak dan BBM banyak dihitung pakai dolar\n\nJadi ketika harga minyak naik + rupiah melemah, tekanan ke APBN dan harga", "post_id": "2065308511693869266"}}, {"key": "Friska_cho", "attributes": {"label": "Friska_cho", "x": 548.9854118474384, "y": 797.7144582284335, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.2198, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2065308511693869266", "id": "Friska_cho", "source": "tweet-000004", "content": "Cara kerjanya ga se simple argumen Lo.\n\nBetul, harga BBM naik bukan cuma karena minyak dunia\n\nRupiah melemah juga bikin harga beli kita makin mahal, karena impor minyak dan BBM banyak dihitung pakai dolar\n\nJadi ketika harga minyak naik + rupiah melemah, tekanan ke APBN dan harga", "post_id": "2065308511693869266"}}, {"key": "matchaalust", "attributes": {"label": "matchaalust", "x": 704.6790254528702, "y": 573.2530490146494, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.2198, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2065308511693869266", "id": "matchaalust", "source": "tweet-000004", "content": "Cara kerjanya ga se simple argumen Lo.\n\nBetul, harga BBM naik bukan cuma karena minyak dunia\n\nRupiah melemah juga bikin harga beli kita makin mahal, karena impor minyak dan BBM banyak dihitung pakai dolar\n\nJadi ketika harga minyak naik + rupiah melemah, tekanan ke APBN dan harga", "post_id": "2065308511693869266"}}, {"key": "yusufgunawan", "attributes": {"label": "yusufgunawan", "x": 737.372040299472, "y": 18.517369102139302, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068276349941481883", "id": "yusufgunawan", "source": "tweet-000004", "content": "Sepakat kalau ruang fiskal harus dijaga ketat. Tapi biar berimbang, porsi subsidi dan kompensasi energi di APBN kita sebenarnya masih sangat besar. \n\nData Kemenkeu menunjukkan realisasi subsidi energi melonjak karena faktor kurs Rupiah dan harga minyak dunia.\n\nAPBN kita itu", "post_id": "2068276349941481883"}}, {"key": "Dospemz", "attributes": {"label": "Dospemz", "x": 428.66248551766915, "y": 199.06663573456927, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.9696, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068276349941481883", "id": "Dospemz", "source": "tweet-000004", "content": "Sepakat kalau ruang fiskal harus dijaga ketat. Tapi biar berimbang, porsi subsidi dan kompensasi energi di APBN kita sebenarnya masih sangat besar. \n\nData Kemenkeu menunjukkan realisasi subsidi energi melonjak karena faktor kurs Rupiah dan harga minyak dunia.\n\nAPBN kita itu", "post_id": "2068276349941481883"}}, {"key": "GuitarsCute", "attributes": {"label": "GuitarsCute", "x": 752.8900459734734, "y": 677.1813828432543, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2065436692769886275", "id": "GuitarsCute", "source": "tweet-000004", "content": "kalau pertamax ya cara satu-satunya gini daripada apbn boncos karena minyak dunia naik tapi nambal bensin non subsidi. mungkin diubah buat gedein suku bunga biar rupiah ga lemah lagi bagus sih", "post_id": "2065436692769886275"}}, {"key": "pangsitstroberi", "attributes": {"label": "pangsitstroberi", "x": 503.8208732514795, "y": 609.1637439760179, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.2198, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2065436692769886275", "id": "pangsitstroberi", "source": "tweet-000004", "content": "kalau pertamax ya cara satu-satunya gini daripada apbn boncos karena minyak dunia naik tapi nambal bensin non subsidi. mungkin diubah buat gedein suku bunga biar rupiah ga lemah lagi bagus sih", "post_id": "2065436692769886275"}}, {"key": "yappingfess", "attributes": {"label": "yappingfess", "x": 771.838885681909, "y": 61.66338616977829, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.2198, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2065436692769886275", "id": "yappingfess", "source": "tweet-000004", "content": "kalau pertamax ya cara satu-satunya gini daripada apbn boncos karena minyak dunia naik tapi nambal bensin non subsidi. mungkin diubah buat gedein suku bunga biar rupiah ga lemah lagi bagus sih", "post_id": "2065436692769886275"}}, {"key": "CurutMincu37043", "attributes": {"label": "CurutMincu37043", "x": 314.00253800144407, "y": 485.5134467752614, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2066357941339553882", "id": "CurutMincu37043", "source": "tweet-000004", "content": "Saat ini, cuma orang tolol yg percaya Ferry kalo rupiah bakal ke 22-25rb tahun ini. \n\nKalo Hormuz di buka, minyak turun, defisit menurun, fiskal jadi lega, capital inflow lagi, rupiah menguat, IHSG jadi menarik lagi. \n\nFerry yg cuma jualan bad messenger auto ga laku", "post_id": "2066357941339553882"}}, {"key": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "LambeSahamjja", "x": 637.7602285255692, "y": 575.7559271116746, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.9696, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2066357941339553882", "id": "LambeSahamjja", "source": "tweet-000004", "content": "Saat ini, cuma orang tolol yg percaya Ferry kalo rupiah bakal ke 22-25rb tahun ini. \n\nKalo Hormuz di buka, minyak turun, defisit menurun, fiskal jadi lega, capital inflow lagi, rupiah menguat, IHSG jadi menarik lagi. \n\nFerry yg cuma jualan bad messenger auto ga laku", "post_id": "2066357941339553882"}}, {"key": "Jebeikhan1976", "attributes": {"label": "Jebeikhan1976", "x": 482.36831757362586, "y": 722.4229124917503, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2065638773380231270", "id": "Jebeikhan1976", "source": "tweet-000004", "content": "Minyak naik, negara defisit dgn proyek2 bancakan spt MBG KOPDES yg ngabisin ratusan T lalu di jarah, ekonomi collapse, president tau nya jalan2 ke luar negeri, investor kabur rupiah ancur harga2 naik rakyat susah cari kerja berkualitas. Turunkan prabowo goblok!!!", "post_id": "2065638773380231270"}}, {"key": "TeddGus", "attributes": {"label": "TeddGus", "x": 116.1098165337765, "y": 338.37373291401553, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.9696, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2065638773380231270", "id": "TeddGus", "source": "tweet-000004", "content": "Minyak naik, negara defisit dgn proyek2 bancakan spt MBG KOPDES yg ngabisin ratusan T lalu di jarah, ekonomi collapse, president tau nya jalan2 ke luar negeri, investor kabur rupiah ancur harga2 naik rakyat susah cari kerja berkualitas. Turunkan prabowo goblok!!!", "post_id": "2065638773380231270"}}, {"key": "denymhammad", "attributes": {"label": "denymhammad", "x": 177.66598416071056, "y": 811.1521917110275, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2066355142606327965", "id": "denymhammad", "source": "tweet-000004", "content": "Lihat juga bang pengerakann apbn yg jojoran kalau masih aja ya sama aja bang pasti ada timbal baliknya buat ini negeri, rupiah juga dilihat juga kondisinya ga segampang gtu..biar minyak dunia turun ga tentu indo turun juga ngikutin.", "post_id": "2066355142606327965"}}, {"key": "KenCaesar", "attributes": {"label": "KenCaesar", "x": 202.32566571518552, "y": 467.34695759800536, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.2198, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2066355142606327965", "id": "KenCaesar", "source": "tweet-000004", "content": "Lihat juga bang pengerakann apbn yg jojoran kalau masih aja ya sama aja bang pasti ada timbal baliknya buat ini negeri, rupiah juga dilihat juga kondisinya ga segampang gtu..biar minyak dunia turun ga tentu indo turun juga ngikutin.", "post_id": "2066355142606327965"}}, {"key": "TxtdariHI", "attributes": {"label": "TxtdariHI", "x": 170.41937832055777, "y": 346.3197002777246, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.2198, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2066355142606327965", "id": "TxtdariHI", "source": "tweet-000004", "content": "Lihat juga bang pengerakann apbn yg jojoran kalau masih aja ya sama aja bang pasti ada timbal baliknya buat ini negeri, rupiah juga dilihat juga kondisinya ga segampang gtu..biar minyak dunia turun ga tentu indo turun juga ngikutin.", "post_id": "2066355142606327965"}}, {"key": "mdharm19", "attributes": {"label": "mdharm19", "x": 432.7978448689658, "y": 193.88014341247774, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2065089549186052179", "id": "mdharm19", "source": "tweet-000004", "content": "Liat agenda demonya soal bbm jatohnya jadi kaya rutinitas aja, kalo BBM naik harus demo. Yang sengsara rakyat middle class yg lgsg terdampak. Minyak dunia naik trus pgn d tahan harganya, nanti rupiah lemah defisit anggaran, demo lg. Harusnya fokus d MBG dan Korupsi", "post_id": "2065089549186052179"}}, {"key": "shda_agatha_", "attributes": {"label": "shda_agatha_", "x": 858.1371558674797, "y": 217.53778788356738, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.9696, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2065089549186052179", "id": "shda_agatha_", "source": "tweet-000004", "content": "Liat agenda demonya soal bbm jatohnya jadi kaya rutinitas aja, kalo BBM naik harus demo. Yang sengsara rakyat middle class yg lgsg terdampak. Minyak dunia naik trus pgn d tahan harganya, nanti rupiah lemah defisit anggaran, demo lg. Harusnya fokus d MBG dan Korupsi", "post_id": "2065089549186052179"}}, {"key": "ossicapello", "attributes": {"label": "ossicapello", "x": 564.6964650327873, "y": 89.09898951704831, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2065635049496772708", "id": "ossicapello", "source": "tweet-000004", "content": "Jgn geser kenaikan BBM non subsidi utk meredam demo. Mrk demo karena liat kebobrokan pake APBN. Hutan diratakan utk sawit, tp harga minyak goreng naik 2x lipat. Panen padi surplus tp harga beras naik 2X lipat. Gara2 MBG investor lari. Rupiah melemah. Harga2 naik", "post_id": "2065635049496772708"}}, {"key": "Heraloebss", "attributes": {"label": "Heraloebss", "x": 216.56031625324923, "y": 567.668814759631, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.9696, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2065635049496772708", "id": "Heraloebss", "source": "tweet-000004", "content": "Jgn geser kenaikan BBM non subsidi utk meredam demo. Mrk demo karena liat kebobrokan pake APBN. Hutan diratakan utk sawit, tp harga minyak goreng naik 2x lipat. Panen padi surplus tp harga beras naik 2X lipat. Gara2 MBG investor lari. Rupiah melemah. Harga2 naik", "post_id": "2065635049496772708"}}, {"key": "MDeva909", "attributes": {"label": "MDeva909", "x": 10.381517209388736, "y": 566.1751296334071, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2060063658940805322", "id": "MDeva909", "source": "tweet-000004", "content": "Saya minta AI Claude buat model simulasi dampak pelemahan Rupiah dari Rp 16500 ke 18000 & 20000 serta kenaikan harga minyak dari $70 ke $90- $110 ( double shock) .....hasilnya dari Rp 18000 + $90 adalah defisit APBN bisa tembus 3.26% dan growth PDB turun dari 5.2% ke 4.8% https://t.co/hBQEMhfHHg", "post_id": "2060063658940805322"}}, {"key": "dawiguna", "attributes": {"label": "dawiguna", "x": 34.497759688365214, "y": 115.9920288512356, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3032, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2060063658940805322", "id": "dawiguna", "source": "tweet-000004", "content": "Saya minta AI Claude buat model simulasi dampak pelemahan Rupiah dari Rp 16500 ke 18000 & 20000 serta kenaikan harga minyak dari $70 ke $90- $110 ( double shock) .....hasilnya dari Rp 18000 + $90 adalah defisit APBN bisa tembus 3.26% dan growth PDB turun dari 5.2% ke 4.8% https://t.co/hBQEMhfHHg", "post_id": "2060063658940805322"}}, {"key": "raye_brahm", "attributes": {"label": "raye_brahm", "x": 964.7616043960419, "y": 267.2331644507774, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3032, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2060063658940805322", "id": "raye_brahm", "source": "tweet-000004", "content": "Saya minta AI Claude buat model simulasi dampak pelemahan Rupiah dari Rp 16500 ke 18000 & 20000 serta kenaikan harga minyak dari $70 ke $90- $110 ( double shock) .....hasilnya dari Rp 18000 + $90 adalah defisit APBN bisa tembus 3.26% dan growth PDB turun dari 5.2% ke 4.8% https://t.co/hBQEMhfHHg", "post_id": "2060063658940805322"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 564.1891366286218, "y": 369.06472038880565, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.3032, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2060063658940805322", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Saya minta AI Claude buat model simulasi dampak pelemahan Rupiah dari Rp 16500 ke 18000 & 20000 serta kenaikan harga minyak dari $70 ke $90- $110 ( double shock) .....hasilnya dari Rp 18000 + $90 adalah defisit APBN bisa tembus 3.26% dan growth PDB turun dari 5.2% ke 4.8% https://t.co/hBQEMhfHHg", "post_id": "2060063658940805322"}}, {"key": "Voidwhisper_69", "attributes": {"label": "Voidwhisper_69", "x": 152.69628492055242, "y": 468.33753296150684, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2062516433062662175", "id": "Voidwhisper_69", "source": "tweet-000004", "content": "Skrg lbh bahaya scr fiskal dan struktural. kenaikan harga minyak per barrel itu jd beban APBN. Pelemahan Rupiah lbh parah.\nCukup 2 reply utk cenblu. Nanti berasnya byk.", "post_id": "2062516433062662175"}}, {"key": "seputarbola_idn", "attributes": {"label": "seputarbola_idn", "x": 377.7276310924148, "y": 480.86166327413935, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.2198, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2062516433062662175", "id": "seputarbola_idn", "source": "tweet-000004", "content": "Skrg lbh bahaya scr fiskal dan struktural. kenaikan harga minyak per barrel itu jd beban APBN. Pelemahan Rupiah lbh parah.\nCukup 2 reply utk cenblu. Nanti berasnya byk.", "post_id": "2062516433062662175"}}, {"key": "txtdrjkt", "attributes": {"label": "txtdrjkt", "x": 198.31902781954025, "y": 324.2158644779348, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.2198, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2062516433062662175", "id": "txtdrjkt", "source": "tweet-000004", "content": "Skrg lbh bahaya scr fiskal dan struktural. kenaikan harga minyak per barrel itu jd beban APBN. Pelemahan Rupiah lbh parah.\nCukup 2 reply utk cenblu. Nanti berasnya byk.", "post_id": "2062516433062662175"}}, {"key": "williamanggala", "attributes": {"label": "williamanggala", "x": 170.03133058143027, "y": 431.8407163199137, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2062828190259986643", "id": "williamanggala", "source": "tweet-000004", "content": "?? \n\n• Last year econ growth was 5.11%, up from 5.03% in 2024. \n\n• There was efficiency but tax collection was also awful due to new system. \n\n• target defisit fiskal 2025 was 2.78%, realisasi 2.92%\n\n• tahun ini target 2.68%, tapi rupiah dan harga minyak dunia sudah jauh di", "post_id": "2062828190259986643"}}, {"key": "haruhazeeee", "attributes": {"label": "haruhazeeee", "x": 757.5382858773747, "y": 681.3640183631502, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.2198, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2062828190259986643", "id": "haruhazeeee", "source": "tweet-000004", "content": "?? \n\n• Last year econ growth was 5.11%, up from 5.03% in 2024. \n\n• There was efficiency but tax collection was also awful due to new system. \n\n• target defisit fiskal 2025 was 2.78%, realisasi 2.92%\n\n• tahun ini target 2.68%, tapi rupiah dan harga minyak dunia sudah jauh di", "post_id": "2062828190259986643"}}, {"key": "BigAlphaID", "attributes": {"label": "BigAlphaID", "x": 724.2531193987679, "y": 833.014600814674, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.2198, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2062828190259986643", "id": "BigAlphaID", "source": "tweet-000004", "content": "?? \n\n• Last year econ growth was 5.11%, up from 5.03% in 2024. \n\n• There was efficiency but tax collection was also awful due to new system. \n\n• target defisit fiskal 2025 was 2.78%, realisasi 2.92%\n\n• tahun ini target 2.68%, tapi rupiah dan harga minyak dunia sudah jauh di", "post_id": "2062828190259986643"}}, {"key": "fpd_dpr", "attributes": {"label": "fpd_dpr", "x": 457.2354129022054, "y": 466.0028450621412, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "3913961538311612089_2071620090", "id": "fpd_dpr", "source": "instagram-000001", "content": "APBN Harus Sehat dan\nDampaknya Nyata bagi Rakyat\n\nPandangan Fraksi Demokrat:\n\nPertumbuhan berkualitas (5,8%-6,5%) tidak boleh hanya bertumpu pada belanja negara, tetapi wajib menciptakan lapangan kerja produktif dan menjaga daya beli masyarakat\n\nDisiplin fiskal dan utang untuk menjaga defisit (1,80%-2,40%) dan membatasi rasio utang agar pembayaran bunga tidak menggerus anggaran pendidikan serta kesehatan\n\nMengapresiasi kenaikan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) hingga Rp810 Triliun demi memangkas ketimpangan antarwilayah\n\nPemerintah dan Bl wajib bersinergi menjaga stabilitas Rupiah dan menyiapkan skenario cadangan (uji ketahanan/stress test) menghadapi gejolak harga minyak\n\nSetiap rupiah APBN harus efektif menurunkan angka kemiskinan dan memperkuat hilirisasi yang melibatkan UMKM\n\nMarwan Cik Asan  \nAnggota  Fraksi", "post_id": "3913961538311612089_2071620090"}}, {"key": "marwancikasanofficial", "attributes": {"label": "marwancikasanofficial", "x": 826.8535406183686, "y": 707.0790357516538, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.3032, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3913961538311612089_2071620090", "id": "marwancikasanofficial", "source": "instagram-000001", "content": "APBN Harus Sehat dan\nDampaknya Nyata bagi Rakyat\n\nPandangan Fraksi Demokrat:\n\nPertumbuhan berkualitas (5,8%-6,5%) tidak boleh hanya bertumpu pada belanja negara, tetapi wajib menciptakan lapangan kerja produktif dan menjaga daya beli masyarakat\n\nDisiplin fiskal dan utang untuk menjaga defisit (1,80%-2,40%) dan membatasi rasio utang agar pembayaran bunga tidak menggerus anggaran pendidikan serta kesehatan\n\nMengapresiasi kenaikan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) hingga Rp810 Triliun demi memangkas ketimpangan antarwilayah\n\nPemerintah dan Bl wajib bersinergi menjaga stabilitas Rupiah dan menyiapkan skenario cadangan (uji ketahanan/stress test) menghadapi gejolak harga minyak\n\nSetiap rupiah APBN harus efektif menurunkan angka kemiskinan dan memperkuat hilirisasi yang melibatkan UMKM\n\nMarwan Cik Asan  \nAnggota  Fraksi", "post_id": "3913961538311612089_2071620090"}}, {"key": "dpr_ri", "attributes": {"label": "dpr_ri", "x": 670.1895145456401, "y": 349.1535172597456, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.3032, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3913961538311612089_2071620090", "id": "dpr_ri", "source": "instagram-000001", "content": "APBN Harus Sehat dan\nDampaknya Nyata bagi Rakyat\n\nPandangan Fraksi Demokrat:\n\nPertumbuhan berkualitas (5,8%-6,5%) tidak boleh hanya bertumpu pada belanja negara, tetapi wajib menciptakan lapangan kerja produktif dan menjaga daya beli masyarakat\n\nDisiplin fiskal dan utang untuk menjaga defisit (1,80%-2,40%) dan membatasi rasio utang agar pembayaran bunga tidak menggerus anggaran pendidikan serta kesehatan\n\nMengapresiasi kenaikan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) hingga Rp810 Triliun demi memangkas ketimpangan antarwilayah\n\nPemerintah dan Bl wajib bersinergi menjaga stabilitas Rupiah dan menyiapkan skenario cadangan (uji ketahanan/stress test) menghadapi gejolak harga minyak\n\nSetiap rupiah APBN harus efektif menurunkan angka kemiskinan dan memperkuat hilirisasi yang melibatkan UMKM\n\nMarwan Cik Asan  \nAnggota  Fraksi", "post_id": "3913961538311612089_2071620090"}}, {"key": "pdemokrat", "attributes": {"label": "pdemokrat", "x": 159.07835585799057, "y": 117.05100526747614, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.3032, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3913961538311612089_2071620090", "id": "pdemokrat", "source": "instagram-000001", "content": "APBN Harus Sehat dan\nDampaknya Nyata bagi Rakyat\n\nPandangan Fraksi Demokrat:\n\nPertumbuhan berkualitas (5,8%-6,5%) tidak boleh hanya bertumpu pada belanja negara, tetapi wajib menciptakan lapangan kerja produktif dan menjaga daya beli masyarakat\n\nDisiplin fiskal dan utang untuk menjaga defisit (1,80%-2,40%) dan membatasi rasio utang agar pembayaran bunga tidak menggerus anggaran pendidikan serta kesehatan\n\nMengapresiasi kenaikan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) hingga Rp810 Triliun demi memangkas ketimpangan antarwilayah\n\nPemerintah dan Bl wajib bersinergi menjaga stabilitas Rupiah dan menyiapkan skenario cadangan (uji ketahanan/stress test) menghadapi gejolak harga minyak\n\nSetiap rupiah APBN harus efektif menurunkan angka kemiskinan dan memperkuat hilirisasi yang melibatkan UMKM\n\nMarwan Cik Asan  \nAnggota  Fraksi", "post_id": "3913961538311612089_2071620090"}}, {"key": "infoacehtimur_official", "attributes": {"label": "infoacehtimur_official", "x": 237.21387842852548, "y": 499.40132112027646, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3906942065505876266_7232012334", "id": "infoacehtimur_official", "source": "instagram-000001", "content": "Rupiah kembali melemah di pasar spot. Pada Rabu 27 Mei 2026, mata uang Garuda ditutup turun 0,03% ke level Rp 17.801 per dolar AS, melanjutkan pelemahan 0,30% sehari sebelumnya di Rp 17.796 per dolar AS.\n\nChief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut tekanan kali ini lebih banyak datang dari dalam negeri. Menurutnya, penguatan indeks dolar AS [DXY] saat ini relatif terbatas, sehingga bukan faktor utama yang membuat rupiah tertekan.\n\n“Pelemahan rupiah hari ini umumnya didorong oleh faktor domestik. Penguatan dolar AS memang masih terjadi, namun kenaikan indeks dolar sebenarnya relatif terbatas hari ini,” ujar Lukman kepada Kontan, Selasa 26 Mei 2026.\n\nIa merinci ada empat beban utama yang membuat investor asing masih enggan masuk ke aset domestik:\n\n1. Minat investor asing belum pulih.\nHal ini terlihat dari pergerakan IHSG yang masih berada di zona negatif.\n\n2. Kenaikan BI Rate ke 5,25% belum mengembalikan kepercayaan pasar\nAlih-alih menarik dana masuk, sebagian investor justru mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan pada pertemuan BI berikutnya. Kondisi ini membuat investor cenderung _wait and see_ dan menghindari Surat Berharga Negara [SBN].\n\n3. Defisit transaksi berjalan masih besar\nKetidakseimbangan neraca eksternal terus menjadi sentimen negatif bagi rupiah.\n\n4. Kebijakan ekspor komoditas \"one door\" via PT Danantara DSI belum direspons positif\nPasar menilai skema baru ini belum memberikan kejelasan yang cukup.\n\nUntuk perdagangan Jumat 29 Mei 2026, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp 17.700 hingga Rp 17.850 per dolar AS.\n\nPergerakan rupiah akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik global, khususnya respons Iran terhadap proposal damai AS. Dari dalam negeri, pelaku pasar juga menunggu rilis data PDB kuartal II AS dan inflasi Personal Consumption Expenditures [PCE] yang menjadi acuan arah kebijakan The Fed.\n\n“Tanpa adanya perkembangan positif dari proposal damai AS maupun intervensi BI, rupiah akan sulit untuk kembali menguat signifikan,” kata Lukman.\n\nBaca selengkapnya di website infoacehtimur.com (link di bio & story)\n________________________\nSalon mobil:", "post_id": "3906942065505876266_7232012334"}}, {"key": "88royals.coating", "attributes": {"label": "88royals.coating", "x": 554.773125384479, "y": 674.6337857724914, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 17.4691, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3906942065505876266_7232012334", "id": "88royals.coating", "source": "instagram-000001", "content": "Rupiah kembali melemah di pasar spot. Pada Rabu 27 Mei 2026, mata uang Garuda ditutup turun 0,03% ke level Rp 17.801 per dolar AS, melanjutkan pelemahan 0,30% sehari sebelumnya di Rp 17.796 per dolar AS.\n\nChief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut tekanan kali ini lebih banyak datang dari dalam negeri. Menurutnya, penguatan indeks dolar AS [DXY] saat ini relatif terbatas, sehingga bukan faktor utama yang membuat rupiah tertekan.\n\n“Pelemahan rupiah hari ini umumnya didorong oleh faktor domestik. Penguatan dolar AS memang masih terjadi, namun kenaikan indeks dolar sebenarnya relatif terbatas hari ini,” ujar Lukman kepada Kontan, Selasa 26 Mei 2026.\n\nIa merinci ada empat beban utama yang membuat investor asing masih enggan masuk ke aset domestik:\n\n1. Minat investor asing belum pulih.\nHal ini terlihat dari pergerakan IHSG yang masih berada di zona negatif.\n\n2. Kenaikan BI Rate ke 5,25% belum mengembalikan kepercayaan pasar\nAlih-alih menarik dana masuk, sebagian investor justru mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan pada pertemuan BI berikutnya. Kondisi ini membuat investor cenderung _wait and see_ dan menghindari Surat Berharga Negara [SBN].\n\n3. Defisit transaksi berjalan masih besar\nKetidakseimbangan neraca eksternal terus menjadi sentimen negatif bagi rupiah.\n\n4. Kebijakan ekspor komoditas \"one door\" via PT Danantara DSI belum direspons positif\nPasar menilai skema baru ini belum memberikan kejelasan yang cukup.\n\nUntuk perdagangan Jumat 29 Mei 2026, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp 17.700 hingga Rp 17.850 per dolar AS.\n\nPergerakan rupiah akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik global, khususnya respons Iran terhadap proposal damai AS. Dari dalam negeri, pelaku pasar juga menunggu rilis data PDB kuartal II AS dan inflasi Personal Consumption Expenditures [PCE] yang menjadi acuan arah kebijakan The Fed.\n\n“Tanpa adanya perkembangan positif dari proposal damai AS maupun intervensi BI, rupiah akan sulit untuk kembali menguat signifikan,” kata Lukman.\n\nBaca selengkapnya di website infoacehtimur.com (link di bio & story)\n________________________\nSalon mobil:", "post_id": "3906942065505876266_7232012334"}}, {"key": "hariharijogja", "attributes": {"label": "hariharijogja", "x": 168.39409909790814, "y": 576.0421525072808, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0279, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 3, "degree": 6}, "_id": "3906881208961169492_70801425161", "id": "hariharijogja", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) semakin menguat terhadap rupiah. Mata uang Paman Sam itu bahkan sempat tembus di level Rp 17.900-an.\n\nDikutip dari data Investing, Kamis (28/5/2026), dolar AS hari ini sempat berada di level Rp 17.949. Secara harian Dolar AS bergerak dalam rentang Rp 17.772 hingga Rp 17.995.\n\nBerdasarkan data Google Finance, Dolar AS juga tercatat sempat berada di level Rp 17.904 pada pukul 04.00 UTC. Meski demikian, posisinya kini berbalik ke level Rp 17.850 atau menguat 0,37%.\n\n“Kan ekonomi bagus, ini terjadi ketika fundamentalnya bagus. Ini enggak masuk akal sebenarnya. Biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental,” ujar Purbaya saat ditemui di kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta Selatan, Rabu (27/5), dikutip dari detikfinance.\n\nSaat ditanya lebih lanjut mengenai rencana menguji kembali ketahanan (stress test) Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) akibat tren pelemahan nilai tukar, Purbaya menyatakan tidak.\n\nSebab, pihaknya telah menghitung ketika harga minyak dunia menyentuh US$ 100 dolar. Justru Purbaya berkelakar bahwa dirinya yang stres.\n\n“Ya, saya stress,” tuturnya berkelakar. “Enggak (ada stress test), kami sudah hitung, pada waktu simulasi 100 dolar per barel itu, asumsi rupiahnya juga sudah kami perhitungkan.”\n\n—————————————————————\n \n \n \n—————————————————————\n\n#hariharijogja", "post_id": "3906881208961169492_70801425161"}}, {"key": "kppndumai", "attributes": {"label": "kppndumai", "x": 631.6511628199084, "y": 514.6176771505718, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3912724333495126509_2483398870", "id": "kppndumai", "source": "instagram-000001", "content": "Halo Sobat Intress, \n\nKetika harga minyak dunia naik akibat konflik geopolitik dan rupiah berkontraksi, ada yang bekerja agar harga BBM, gas, dan listrik tidak langsung melonjak di kehidupan sehari-hari kita. Kebijakan ini adalah subsidi dan kompensasi. Tahun ini pemerintah mengalokasikan Rp153,1 triliun untuk itu.\n\nSubsidi dan kompensasi yang dialokasikan dari APBN dapat menjadi peredam gejolak agar efeknya tidak dirasakan masyarakat secara langsung. \n\nHayo, kira-kira subsidi apa nih yang kamu terima? Yuk, tulis di kolom komentar!\n\n#DJPb #IndonesianTreasury #APBNKita\n\nRepost", "post_id": "3912724333495126509_2483398870"}}, {"key": "ditjenperbendaharaan", "attributes": {"label": "ditjenperbendaharaan", "x": 967.2532553006318, "y": 548.7428622308025, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.9696, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912724333495126509_2483398870", "id": "ditjenperbendaharaan", "source": "instagram-000001", "content": "Halo Sobat Intress, \n\nKetika harga minyak dunia naik akibat konflik geopolitik dan rupiah berkontraksi, ada yang bekerja agar harga BBM, gas, dan listrik tidak langsung melonjak di kehidupan sehari-hari kita. Kebijakan ini adalah subsidi dan kompensasi. Tahun ini pemerintah mengalokasikan Rp153,1 triliun untuk itu.\n\nSubsidi dan kompensasi yang dialokasikan dari APBN dapat menjadi peredam gejolak agar efeknya tidak dirasakan masyarakat secara langsung. \n\nHayo, kira-kira subsidi apa nih yang kamu terima? Yuk, tulis di kolom komentar!\n\n#DJPb #IndonesianTreasury #APBNKita\n\nRepost", "post_id": "3912724333495126509_2483398870"}}, {"key": "surabayakabarmetro", "attributes": {"label": "surabayakabarmetro", "x": 454.0744486435848, "y": 811.6667635422538, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3919876877249858911_9286751720", "id": "surabayakabarmetro", "source": "instagram-000001", "content": "Sing kate arah tengah kota, mending nggolek jalur lain rek \n\nFollow  \n.\n.\nRatusan orang aksi dari kelompok masyarakat sipil di Kota Surabaya akan menggelar demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Senin (15/6/2026), pukul 15.00 WIB nanti.\n\nDemonstrasi dengan tajuk Rakyat Surabaya Menggugat tersebut untuk menyampaikan sejumlah tuntutan mulai dari pencabutan UU Polri yang baru disahkan pekan lalu, serta UU TNI pada tahun lalu.\n\nMuhammad Ikhsan Aditya Koordinator Lapangan Aksi Kamisan Surabaya menilai, pembuatan UU Polri dilakukan secara ugal-ugalan, sedangkan keberadaan UU TNI berpotensi memberi karpet merah untuk praktik dwifungsi.\n\n“Pertama pencabutan revisi Undang-Undang Polri yang dilakukan secara ugal-ugalan beberapa hari lalu. Kedua, pencabutan Undang-Undang TNI tahun 2025 yang memberi karpet bagi praktik militerisme dan dwifungsi TNI,” ujar Ikhsan saat dikonfirmasi.\n\nTidak hanya itu, aksi sore nanti juga membawa tuntutan supaya pemerintah menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai membebani APBN.\n\nKemudian masyarakat sipil Surabaya juga menuntut penurunan harga bahan bakar minyak (BBM), penguatan nilai tukar rupiah, sampai penghentian eksploitasi alam.\n\n“Lalu hentikan program MBB dan juga Koperasi Merah Putih. Turunkan harga BBM, dan stabilkan nilai rupiah dan juga hentikan eksploitasi alam,” tegasnya.\n\nIkhsan menjelaskan, titik aksi yang terpusat di Gedung Grahadi dinilai cukup strategis untuk menyampaikan aspirasi, karena menjadi lalu lintas utama yang kerap dilewati masyarakat. (SuaraSurabaya) \n\nVideo: ilustrasi demo saat Agustus 2025 lalu\n#surabayakabarmetro", "post_id": "3919876877249858911_9286751720"}}, {"key": "gresik_bercerita", "attributes": {"label": "gresik_bercerita", "x": 264.38678662402583, "y": 390.63218429570736, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.9696, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3919876877249858911_9286751720", "id": "gresik_bercerita", "source": "instagram-000001", "content": "Sing kate arah tengah kota, mending nggolek jalur lain rek \n\nFollow  \n.\n.\nRatusan orang aksi dari kelompok masyarakat sipil di Kota Surabaya akan menggelar demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Senin (15/6/2026), pukul 15.00 WIB nanti.\n\nDemonstrasi dengan tajuk Rakyat Surabaya Menggugat tersebut untuk menyampaikan sejumlah tuntutan mulai dari pencabutan UU Polri yang baru disahkan pekan lalu, serta UU TNI pada tahun lalu.\n\nMuhammad Ikhsan Aditya Koordinator Lapangan Aksi Kamisan Surabaya menilai, pembuatan UU Polri dilakukan secara ugal-ugalan, sedangkan keberadaan UU TNI berpotensi memberi karpet merah untuk praktik dwifungsi.\n\n“Pertama pencabutan revisi Undang-Undang Polri yang dilakukan secara ugal-ugalan beberapa hari lalu. Kedua, pencabutan Undang-Undang TNI tahun 2025 yang memberi karpet bagi praktik militerisme dan dwifungsi TNI,” ujar Ikhsan saat dikonfirmasi.\n\nTidak hanya itu, aksi sore nanti juga membawa tuntutan supaya pemerintah menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai membebani APBN.\n\nKemudian masyarakat sipil Surabaya juga menuntut penurunan harga bahan bakar minyak (BBM), penguatan nilai tukar rupiah, sampai penghentian eksploitasi alam.\n\n“Lalu hentikan program MBB dan juga Koperasi Merah Putih. Turunkan harga BBM, dan stabilkan nilai rupiah dan juga hentikan eksploitasi alam,” tegasnya.\n\nIkhsan menjelaskan, titik aksi yang terpusat di Gedung Grahadi dinilai cukup strategis untuk menyampaikan aspirasi, karena menjadi lalu lintas utama yang kerap dilewati masyarakat. (SuaraSurabaya) \n\nVideo: ilustrasi demo saat Agustus 2025 lalu\n#surabayakabarmetro", "post_id": "3919876877249858911_9286751720"}}, {"key": "hariankompas", "attributes": {"label": "hariankompas", "x": 663.7558740072963, "y": 239.84197296472442, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3919674427168357347_1537212147", "id": "hariankompas", "source": "instagram-000001", "content": "Pemerintah menepis anggapan tidak mendengarkan protes publik terkait kenaikan harga bahan bakar minyak, efisiensi anggaran, serta program Makan Bergizi Gratis yang disuarakan dalam unjuk rasa di sejumlah daerah. Saat ini, pemerintah menyebut tengah menjalankan reformasi jilid dua untuk merombak sistem yang selama ini dianggap timpang.\n\n”Pak Prabowo itu adalah pemimpin reformasi jilid dua. Beliau sedang melakukan reformasi terhadap struktur ekonomi Indonesia. Struktur yang selama ini menguntungkan elite saja, struktur yang selama ini memungkinkan elite-elite tertentu itu untuk membawa lari uang negara. Itu dikoreksi oleh Pak Prabowo,” ujar Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari melalui keterangan tertulis, Minggu (14/6/2026).\n\nPernyataan itu disampaikan Qodari guna merespons protes masyarakat dalam unjuk rasa di sejumlah daerah. Sebelumnya, pada 12-13 Juni, massa dari sejumlah elemen berunjuk rasa memprotes kenaikan harga BBM nonsubsidi dan inflasi yang menekan daya beli. Mereka juga mendesak sejumlah penghentian pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).\n\nPara pengunjuk rasa juga mengkritik pengelolaan APBN yang dianggap tidak efisien dan pelemahan rupiah. Mereka juga menuntut pemerintah mengusut korupsi serta penyelewengan di sejumlah instansi pemerintah dan sektor pertambangan.\n\nBaca selengkapnya dalam \"Kepala Bakom: Presiden Tengah Benahi Sistem\" di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n#Kompas61 #AksiMahasiswa #Bakom\n#MerawatMasaDepan", "post_id": "3919674427168357347_1537212147"}}, {"key": "hariankompas.", "attributes": {"label": "hariankompas.", "x": 130.8745544895561, "y": 788.5151011996439, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2198, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3919674427168357347_1537212147", "id": "hariankompas.", "source": "instagram-000001", "content": "Pemerintah menepis anggapan tidak mendengarkan protes publik terkait kenaikan harga bahan bakar minyak, efisiensi anggaran, serta program Makan Bergizi Gratis yang disuarakan dalam unjuk rasa di sejumlah daerah. Saat ini, pemerintah menyebut tengah menjalankan reformasi jilid dua untuk merombak sistem yang selama ini dianggap timpang.\n\n”Pak Prabowo itu adalah pemimpin reformasi jilid dua. Beliau sedang melakukan reformasi terhadap struktur ekonomi Indonesia. Struktur yang selama ini menguntungkan elite saja, struktur yang selama ini memungkinkan elite-elite tertentu itu untuk membawa lari uang negara. Itu dikoreksi oleh Pak Prabowo,” ujar Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari melalui keterangan tertulis, Minggu (14/6/2026).\n\nPernyataan itu disampaikan Qodari guna merespons protes masyarakat dalam unjuk rasa di sejumlah daerah. Sebelumnya, pada 12-13 Juni, massa dari sejumlah elemen berunjuk rasa memprotes kenaikan harga BBM nonsubsidi dan inflasi yang menekan daya beli. Mereka juga mendesak sejumlah penghentian pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).\n\nPara pengunjuk rasa juga mengkritik pengelolaan APBN yang dianggap tidak efisien dan pelemahan rupiah. Mereka juga menuntut pemerintah mengusut korupsi serta penyelewengan di sejumlah instansi pemerintah dan sektor pertambangan.\n\nBaca selengkapnya dalam \"Kepala Bakom: Presiden Tengah Benahi Sistem\" di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n#Kompas61 #AksiMahasiswa #Bakom\n#MerawatMasaDepan", "post_id": "3919674427168357347_1537212147"}}, {"key": "nvn.idn", "attributes": {"label": "nvn.idn", "x": 920.8233656869307, "y": 198.13501564182235, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 43.1328, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7643694955088661781", "id": "nvn.idn", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka menyebut APBN 2026 sudah masuk fase “survival mode”—bukan lagi kondisi normal. Defisit Q1 2026 melonjak ke Rp240,1 triliun (0,93% PDB), naik drastis dari tahun sebelumnya. Tekanan datang dari lonjakan harga minyak dunia yang jauh di atas asumsi, hingga potensi pelemahan rupiah yang bisa mendorong defisit menembus batas aman 3% PDB sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003. Dampaknya ke masyarakat?\n Potensi pengurangan subsidi, kenaikan tarif, hingga pajak yang makin ketat. Pemerintah memang masih punya bantalan fiskal, tapi ruang geraknya semakin terbatas. Di sisi lain, penerimaan pajak tumbuh, tapi rasio pajak Indonesia masih rendah dibanding negara ASEAN—membuat fondasi fiskal tetap rentan saat krisis global datang. Pertanyaannya: apakah ini sinyal untuk bersiap menghadapi tekanan ekonomi yang lebih besar?\n Jangan sampai ketinggalan insight penting—follow  sekarang. #APBN2026 #EkonomiIndonesia #DefisitAnggaran #Inflasi #nvnidn", "post_id": "7643694955088661781"}}, {"key": "clipper.tips.edukasi", "attributes": {"label": "clipper.tips.edukasi", "x": 510.2081459418104, "y": 901.0873327872407, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7650546068085542165", "id": "clipper.tips.edukasi", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 IHSG TERJUN BEBAS! RUPIAH TEMBUS RP18.000! LU PANIK ATAU MALAH SEROK? 🚨 ​Di saat market lagi berdarah-darah dan semua orang panik, kreator ini malah nekat borong 10 Miliar Rupiah ke satu saham blue chip Indonesia! 🤯💸 ​Buat kalian yang ketinggalan info, ini rangkuman kenapa kondisi pasar di video (simulasi Juni 2026) lagi hancur lebur: ​💥 Geopolitik Memanas: Ketegangan AS vs Iran bikin harga minyak dunia meroket tajam! ​💸 Rupiah Tertekan: Efek global bikin nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS jebol ke angka Rp18.165. ​📉 Faktor Dalam Negeri: APBN negara terkuras habis untuk program pemerintah, ditambah rating utang Indonesia yang diturunkan oleh Fitch. ​📊 IHSG Longsor 32%: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok parah dari level 9.000-an ke 5.800-an. Saham bank-bank besar turun lebih dari 30%! ​Sekarang kondisinya: Investor asing pada outflow (kabur), investor ritel panik massal, dan portofolio para influencer pada kebakaran! 🔥 ​Pertanyaannya... Kalau skenario ini beneran terjadi, lu bakal ikut jejak dia buat SEROK BAWAH pas lagi diskon, atau pilih WAIT AND SEE dulu? 🤔 ​Coba tulis strategi lu di kolom komentar! 👇   #stevenanderson #andersonnsteven #stevenandersoncrypto #cryptoclass #andersonnstevenxgcpk1", "post_id": "7650546068085542165"}}, {"key": "andersonnsteven", "attributes": {"label": "andersonnsteven", "x": 312.20137711411957, "y": 255.93217470999073, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.9696, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7650546068085542165", "id": "andersonnsteven", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 IHSG TERJUN BEBAS! RUPIAH TEMBUS RP18.000! LU PANIK ATAU MALAH SEROK? 🚨 ​Di saat market lagi berdarah-darah dan semua orang panik, kreator ini malah nekat borong 10 Miliar Rupiah ke satu saham blue chip Indonesia! 🤯💸 ​Buat kalian yang ketinggalan info, ini rangkuman kenapa kondisi pasar di video (simulasi Juni 2026) lagi hancur lebur: ​💥 Geopolitik Memanas: Ketegangan AS vs Iran bikin harga minyak dunia meroket tajam! ​💸 Rupiah Tertekan: Efek global bikin nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS jebol ke angka Rp18.165. ​📉 Faktor Dalam Negeri: APBN negara terkuras habis untuk program pemerintah, ditambah rating utang Indonesia yang diturunkan oleh Fitch. ​📊 IHSG Longsor 32%: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok parah dari level 9.000-an ke 5.800-an. Saham bank-bank besar turun lebih dari 30%! ​Sekarang kondisinya: Investor asing pada outflow (kabur), investor ritel panik massal, dan portofolio para influencer pada kebakaran! 🔥 ​Pertanyaannya... Kalau skenario ini beneran terjadi, lu bakal ikut jejak dia buat SEROK BAWAH pas lagi diskon, atau pilih WAIT AND SEE dulu? 🤔 ​Coba tulis strategi lu di kolom komentar! 👇   #stevenanderson #andersonnsteven #stevenandersoncrypto #cryptoclass #andersonnstevenxgcpk1", "post_id": "7650546068085542165"}}, {"key": "indonesia_biru", "attributes": {"label": "indonesia_biru", "x": 750.0581787414457, "y": 320.6719273784051, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7651559575027502357", "id": "indonesia_biru", "source": "tiktok-000001", "content": "Rencana kebijakan tapering dari The Fed pada tahun 2013 sempat memicu arus modal keluar (capital outflow) besar-besaran yang memukul mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. Akibatnya, Bank Indonesia mencatat Rupiah merosot tajam hingga 20,8% sepanjang tahun tersebut hingga menyentuh level Rp12.170 per dolar AS. Gejolak ini kian diperparah oleh tantangan domestik yang kompleks, mulai dari defisit transaksi berjalan yang membengkak akibat tingginya impor minyak dan subsidi BBM, hingga menurunnya kepercayaan para investor global. Menghadapi situasi kritis tersebut, pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama Bank Indonesia langsung bergerak cepat mengombinasikan kebijakan fiskal dan moneter yang agresif. Langkah nyata mulai dari menaikkan BI Rate, melakukan intervensi pasar menggunakan cadangan devisa, hingga merilis empat paket kebijakan ekonomi terbukti ampuh meredam volatilitas pasar. Respons yang realistis tanpa sekadar retorika ini dinilai sukses memenangkan kembali kepercayaan pasar dalam menghadapi era \"normal baru\" ekonomi saat itu. Video:   #fyp #trending #viral #fypシ #beritaterkini #beritaterbaru #prabowo #prabowosubianto #gibranrakabuming #gibran #indonesiabiru #ahy #sby #partaidemokrat", "post_id": "7651559575027502357"}}, {"key": "bigalphaid", "attributes": {"label": "bigalphaid", "x": 496.49934311390643, "y": 241.3123820222225, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.9696, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7651559575027502357", "id": "bigalphaid", "source": "tiktok-000001", "content": "Rencana kebijakan tapering dari The Fed pada tahun 2013 sempat memicu arus modal keluar (capital outflow) besar-besaran yang memukul mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. Akibatnya, Bank Indonesia mencatat Rupiah merosot tajam hingga 20,8% sepanjang tahun tersebut hingga menyentuh level Rp12.170 per dolar AS. Gejolak ini kian diperparah oleh tantangan domestik yang kompleks, mulai dari defisit transaksi berjalan yang membengkak akibat tingginya impor minyak dan subsidi BBM, hingga menurunnya kepercayaan para investor global. Menghadapi situasi kritis tersebut, pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama Bank Indonesia langsung bergerak cepat mengombinasikan kebijakan fiskal dan moneter yang agresif. Langkah nyata mulai dari menaikkan BI Rate, melakukan intervensi pasar menggunakan cadangan devisa, hingga merilis empat paket kebijakan ekonomi terbukti ampuh meredam volatilitas pasar. Respons yang realistis tanpa sekadar retorika ini dinilai sukses memenangkan kembali kepercayaan pasar dalam menghadapi era \"normal baru\" ekonomi saat itu. Video:   #fyp #trending #viral #fypシ #beritaterkini #beritaterbaru #prabowo #prabowosubianto #gibranrakabuming #gibran #indonesiabiru #ahy #sby #partaidemokrat", "post_id": "7651559575027502357"}}, {"key": "cuan.class19", "attributes": {"label": "cuan.class19", "x": 693.6351204484306, "y": 64.86258629653385, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7646656670109682951", "id": "cuan.class19", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah bukan sekadar angka di layar perdagangan. Sebagai negara yang masih mengimpor minyak, Indonesia harus melakukan pembayaran dalam dolar AS. Ketika rupiah melemah, biaya impor energi menjadi lebih mahal dalam rupiah. Jika kondisi ini berlangsung lama, tekanan terhadap APBN dapat meningkat karena kebutuhan pembiayaan menjadi lebih besar dibanding saat kurs berada pada level yang lebih kuat. Itulah mengapa pelaku pasar tidak hanya memperhatikan harga minyak dunia, tetapi juga pergerakan rupiah terhadap dolar AS. Menurut kamu, faktor mana yang lebih berpengaruh saat ini: harga minyak atau nilai tukar rupiah? #IHSG #Rupiah #Dollar #APBN #ekonomi  Sekuritas  Setya Ananda Wijaya", "post_id": "7646656670109682951"}}, {"key": "Sucor", "attributes": {"label": "Sucor", "x": 899.0994908869785, "y": 23.395314854737226, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2198, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7646656670109682951", "id": "Sucor", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah bukan sekadar angka di layar perdagangan. Sebagai negara yang masih mengimpor minyak, Indonesia harus melakukan pembayaran dalam dolar AS. Ketika rupiah melemah, biaya impor energi menjadi lebih mahal dalam rupiah. Jika kondisi ini berlangsung lama, tekanan terhadap APBN dapat meningkat karena kebutuhan pembiayaan menjadi lebih besar dibanding saat kurs berada pada level yang lebih kuat. Itulah mengapa pelaku pasar tidak hanya memperhatikan harga minyak dunia, tetapi juga pergerakan rupiah terhadap dolar AS. Menurut kamu, faktor mana yang lebih berpengaruh saat ini: harga minyak atau nilai tukar rupiah? #IHSG #Rupiah #Dollar #APBN #ekonomi  Sekuritas  Setya Ananda Wijaya", "post_id": "7646656670109682951"}}, {"key": "Bernadus", "attributes": {"label": "Bernadus", "x": 966.0243833493503, "y": 1.161592824216351, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.9696, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7646656670109682951", "id": "Bernadus", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah bukan sekadar angka di layar perdagangan. Sebagai negara yang masih mengimpor minyak, Indonesia harus melakukan pembayaran dalam dolar AS. Ketika rupiah melemah, biaya impor energi menjadi lebih mahal dalam rupiah. Jika kondisi ini berlangsung lama, tekanan terhadap APBN dapat meningkat karena kebutuhan pembiayaan menjadi lebih besar dibanding saat kurs berada pada level yang lebih kuat. Itulah mengapa pelaku pasar tidak hanya memperhatikan harga minyak dunia, tetapi juga pergerakan rupiah terhadap dolar AS. Menurut kamu, faktor mana yang lebih berpengaruh saat ini: harga minyak atau nilai tukar rupiah? #IHSG #Rupiah #Dollar #APBN #ekonomi  Sekuritas  Setya Ananda Wijaya", "post_id": "7646656670109682951"}}, {"key": "trendclip77", "attributes": {"label": "trendclip77", "x": 208.60578949436237, "y": 370.1205219491357, "size": 12.86, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 78.7522, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7644881000824179986", "id": "trendclip77", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah di pasar offshore hampir tembus Rp17.900 per Dolar AS pada Rabu malam (27/5), saat pasar Indonesia libur Idul Adha. Mata uang Garuda jadi yang paling tertekan di kawasan Asia, sementara Yuan Offshore, Yen Jepang, dan Dolar Singapura justru relatif stabil. Sepanjang Mei 2026, Rupiah sudah melemah sekitar 2,3% dan jadi mata uang terlemah Asia. Pelemahan ini dipicu kombinasi tiga faktor utama. Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, dan ekonom CELIOS Bhima Yudhistira sebut: ketidakpastian regulasi ekspor SDA satu pintu, kekhawatiran pelebaran defisit fiskal APBN, dan rebalancing MSCI yang depak banyak saham Indonesia bikin investor asing kabur. Ditambah lagi, harga minyak yang naik gara-gara perang Iran-AS memperkuat Dolar AS secara global. Bl udah naikkan suku bunga 50 bps ke 5,25%, tapi tekanan ke Rupiah belum reda. Sumber: TWS News instagram:  #kontencomxtws #kontencom #rupiah #lemah", "post_id": "7644881000824179986"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 339.08823157122856, "y": 971.2905627294269, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 54.3159, "eigenvector": 95.8407, "in_degree": 15, "out_degree": 0, "degree": 15}, "_id": "7644881000824179986", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah di pasar offshore hampir tembus Rp17.900 per Dolar AS pada Rabu malam (27/5), saat pasar Indonesia libur Idul Adha. Mata uang Garuda jadi yang paling tertekan di kawasan Asia, sementara Yuan Offshore, Yen Jepang, dan Dolar Singapura justru relatif stabil. Sepanjang Mei 2026, Rupiah sudah melemah sekitar 2,3% dan jadi mata uang terlemah Asia. Pelemahan ini dipicu kombinasi tiga faktor utama. Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, dan ekonom CELIOS Bhima Yudhistira sebut: ketidakpastian regulasi ekspor SDA satu pintu, kekhawatiran pelebaran defisit fiskal APBN, dan rebalancing MSCI yang depak banyak saham Indonesia bikin investor asing kabur. Ditambah lagi, harga minyak yang naik gara-gara perang Iran-AS memperkuat Dolar AS secara global. Bl udah naikkan suku bunga 50 bps ke 5,25%, tapi tekanan ke Rupiah belum reda. Sumber: TWS News instagram:  #kontencomxtws #kontencom #rupiah #lemah", "post_id": "7644881000824179986"}}, {"key": "grindingmedia.id", "attributes": {"label": "grindingmedia.id", "x": 949.8200199697892, "y": 51.06596615028103, "size": 12.86, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 78.7522, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7645182753943620871", "id": "grindingmedia.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Sumber: TWS News Instagram:  Gawat! Rupiah Hampir Tembus Rp 17.900, Jadi Mata Uang  Terlemah di Asia 🛑 ​Kabar kurang sedap datang dari pasar finansial. Rupiah di pasar offshore nyaris menyentuh Rp 17.900 per Dolar AS pada Rabu malam (27/5/2026). Sepanjang Mei ini saja, nilai tukar kita sudah merosot 2,3%. ​Selain karena faktor geopolitik perang Iran-AS yang bikin Dolar perkasa, sentimen domestik seperti ketidakpastian regulasi ekspor SDA, defisit APBN, dan aksi didepaknya saham RI dari indeks MSCI bikin investor asing kompak buat kabur. ​Efek dominonya bakal langsung terasa ke kita: harga gadget, laptop, skincare, sampai BBM terancam makin mahal. Ditambah lagi, beban cicilan KPR rumah juga berisiko makin mencekik. ​Tetap atur ulang pos pengeluaran dan ketatkan ikat pinggang ya! 💼 ​#kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7645182753943620871"}}, {"key": "syahputra_247", "attributes": {"label": "syahputra_247", "x": 736.1826359530522, "y": 701.0049491246989, "size": 12.86, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 78.7522, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7645606668818156820", "id": "syahputra_247", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) sempat menyentuh rekor intraday terendah baru di kisaran Rp17.882 per dolar AS, dengan penutupan harian berada di level Rp17.670 per dolar AS. Pelemahan mata uang Garuda ini dipicu oleh berbagai faktor tekanan global dan domestik. [1, 2] Berikut adalah rangkuman situasi terkini pelemahan rupiah: Penyebab Utama Pelemahan Rupiah Sentimen Geopolitik: Ketegangan di Timur Tengah (konflik AS-Iran) dan Eropa Timur memicu ketidakpastian global, sehingga investor memburu dolar AS sebagai aset safe haven. [1, 2, 3, 4] Kekuatan Indeks Dolar (DXY): Indeks dolar AS terus mengalami penguatan secara global di tengah risiko inflasi yang membayangi ekonomi Amerika Serikat. [1] Faktor Domestik & Arus Kas Keluar: Tingginya permintaan dolar AS untuk pembayaran dividen perusahaan, utang luar negeri jatuh tempo, dan kebutuhan impor (terutama minyak) membebani cadangan devisa. [1] Kekhawatiran Defisit Neraca: Adanya rekam jejak defisit transaksi berjalan dan defisit anggaran yang membebani neraca eksternal Indonesia. [1, 2, 3] Langkah Antisipasi & Dampak Intervensi Bank Indonesia: Bank Indonesia terus melakukan intervensi pasar dan langkah stabilisasi untuk menahan volatilitas nilai tukar lebih lanjut menggunakan cadangan devisa. [1] Dampak Sektor Riil: Pelemahan ini memberikan tantangan bagi industri manufaktur di dalam negeri akibat tingginya biaya impor bahan baku. [1] \"Sumber: TWS News\"   #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7645606668818156820"}}, {"key": "podcastviraldaily_", "attributes": {"label": "podcastviraldaily_", "x": 94.61635819902581, "y": 650.809071433293, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7649013711625096469", "id": "podcastviraldaily_", "source": "tiktok-000001", "content": "Jangan kaget kalau dalam waktu dekat harga kebutuhan pokok makin mahal! 😱 Saat ini harga minyak dunia udah nyentuh $98/barel, padahal asumsi APBN kita cuma di angka $70/barel. Ditambah lagi, Indonesia itu net importir minyak yang butuh jutaan barel per hari. Kalau kondisi kayak gini terus, nilai rupiah bisa makin terseret jatuh dan inflasi nggak bakal bisa dihindari. Menurut kalian, kebijakan apa yang harus diambil pemerintah biar kantong masyarakat nggak makin jebol? 🤔👇  Setya Ananda Wijaya   #bernardwijaya17 #sucorsekuritas #bernardxgcpk3 #sahamindonesia #bexpertwithsucor", "post_id": "7649013711625096469"}}, {"key": "sucorsekuritas", "attributes": {"label": "sucorsekuritas", "x": 964.4254396215883, "y": 134.16946748836122, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2198, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7649013711625096469", "id": "sucorsekuritas", "source": "tiktok-000001", "content": "Jangan kaget kalau dalam waktu dekat harga kebutuhan pokok makin mahal! 😱 Saat ini harga minyak dunia udah nyentuh $98/barel, padahal asumsi APBN kita cuma di angka $70/barel. Ditambah lagi, Indonesia itu net importir minyak yang butuh jutaan barel per hari. Kalau kondisi kayak gini terus, nilai rupiah bisa makin terseret jatuh dan inflasi nggak bakal bisa dihindari. Menurut kalian, kebijakan apa yang harus diambil pemerintah biar kantong masyarakat nggak makin jebol? 🤔👇  Setya Ananda Wijaya   #bernardwijaya17 #sucorsekuritas #bernardxgcpk3 #sahamindonesia #bexpertwithsucor", "post_id": "7649013711625096469"}}, {"key": "netizenmedia07", "attributes": {"label": "netizenmedia07", "x": 836.6638455911564, "y": 698.0696571689024, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7645526181420256519", "id": "netizenmedia07", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kini mendekati level Rp17.900 per dollar Amerika Serikat (AS). Meski demikian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi fiskal tetap terkendali dan belum memerlukan perubahan asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Melansir kompas.com, Purbaya mengakui pelemahan rupiah di tengah fundamental ekonomi domestik yang dinilai masih baik menjadi situasi yang tidak lazim. “Sebenarnya tidak masuk akal, biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental ekonomi,” ujar Purbaya Rabu 27 Mei 2026. Meski rupiah melemah, Purbaya menegaskan kondisi tersebut sudah masuk dalam simulasi APBN, termasuk dengan asumsi harga minyak dunia mencapai 100 dollar AS per barrel. “Jadi tidak ada masalah, saya tidak harus hitung ulang APBN-nya,” terangnya. Masih kata Purbaya, salah satu indikator yang menunjukkan kepercayaan pasar ialah penurunan imbal hasil surat utang negara (bond yield) di tengah tekanan kurs. . . sumber:   . . #fyp #infoterkini #breakingnews #fypindonesia #jakarta", "post_id": "7645526181420256519"}}, {"key": "Ulasan.co", "attributes": {"label": "Ulasan.co", "x": 151.49084887253295, "y": 872.1892626061455, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.9696, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7645526181420256519", "id": "Ulasan.co", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kini mendekati level Rp17.900 per dollar Amerika Serikat (AS). Meski demikian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi fiskal tetap terkendali dan belum memerlukan perubahan asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Melansir kompas.com, Purbaya mengakui pelemahan rupiah di tengah fundamental ekonomi domestik yang dinilai masih baik menjadi situasi yang tidak lazim. “Sebenarnya tidak masuk akal, biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental ekonomi,” ujar Purbaya Rabu 27 Mei 2026. Meski rupiah melemah, Purbaya menegaskan kondisi tersebut sudah masuk dalam simulasi APBN, termasuk dengan asumsi harga minyak dunia mencapai 100 dollar AS per barrel. “Jadi tidak ada masalah, saya tidak harus hitung ulang APBN-nya,” terangnya. Masih kata Purbaya, salah satu indikator yang menunjukkan kepercayaan pasar ialah penurunan imbal hasil surat utang negara (bond yield) di tengah tekanan kurs. . . sumber:   . . #fyp #infoterkini #breakingnews #fypindonesia #jakarta", "post_id": "7645526181420256519"}}, {"key": "ceefem", "attributes": {"label": "ceefem", "x": 505.595259964476, "y": 283.3405618534609, "size": 12.86, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 78.7522, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7645088780893949191", "id": "ceefem", "source": "tiktok-000001", "content": "‎Rupiah di pasar offshore hampir tembus Rp17.900 per Dolar AS pada Rabu malam (27/5), saat pasar Indonesia libur Idul Adha. Mata uang Garuda jadi yang paling tertekan di kawasan Asia, sementara Yuan Offshore, Yen Jepang, dan Dolar Singapura justru relatif stabil. Sepanjang Mei 2026, Rupiah sudah melemah sekitar 2,3% dan jadi mata uang terlemah Asia. Pelemahan ini dipicu kombinasi tiga faktor utama. Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, dan ekonom CELIOS Bhima Yudhistira sebut: ketidakpastian regulasi ekspor SDA satu pintu, kekhawatiran pelebaran defisit fiskal APBN, dan rebalancing MSCI yang depak banyak saham Indonesia bikin investor asing kabur. Ditambah lagi, harga minyak yang naik gara-gara perang Iran-AS memperkuat Dolar AS secara global. BI udah naikkan suku bunga 50 bps ke 5,25%, tapi tekanan ke Rupiah belum reda. Dampaknya ke kamu nyata. Barang import bakal makin mahal: HP, laptop, skincare, bahkan BBM (karena impor crude oil). Inflasi domestik berpotensi naik dan daya beli Rupiah makin tergerus. Buat kamu yang punya cicilan KPR atau pinjaman dalam Dolar, bebannya bakal makin berat.  ‎ ‎Sumber: TWS News ‎ ‎  ‎#kontencom #kontencomxtws #rupiah #inflasi  ‎#fyp ‎", "post_id": "7645088780893949191"}}, {"key": "graham_di_caprio", "attributes": {"label": "graham_di_caprio", "x": 274.1330831071854, "y": 30.353644680451097, "size": 12.86, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 78.7522, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7644859696645410065", "id": "graham_di_caprio", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah di pasar offshore hampir tembus Rp17.900 per Dolar AS pada Rabu malam (27/5), saat pasar Indonesia libur Idul Adha. Mata uang Garuda jadi yang paling tertekan di kawasan Asia, sementara Yuan Offshore, Yen Jepang, dan Dolar Singapura justru relatif stabil. Sepanjang Mei 2026, Rupiah sudah melemah sekitar 2,3% dan jadi mata uang terlemah Asia. Pelemahan ini dipicu kombinasi tiga faktor utama. Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, dan ekonom CELIOS Bhima Yudhistira sebut: ketidakpastian regulasi ekspor SDA satu pintu, kekhawatiran pelebaran defisit fiskal APBN, dan rebalancing MSCI yang depak banyak saham Indonesia bikin investor asing kabur. Ditambah lagi, harga minyak yang naik gara-gara perang Iran-AS memperkuat Dolar AS secara global. BI udah naikkan suku bunga 50 bps ke 5,25%, tapi tekanan ke Rupiah belum reda. Dampaknya ke kamu nyata. Barang import bakal makin mahal: HP, laptop, skincare, bahkan BBM (karena impor crude oil). Inflasi domestik berpotensi naik dan daya beli Rupiah makin tergerus. Buat kamu yang punya cicilan KPR atau pinjaman dalam Dolar, bebannya bakal makin berat. Sumber:TWS News #kontencom #kontencomxtws #fyp", "post_id": "7644859696645410065"}}, {"key": "clipss.capital", "attributes": {"label": "clipss.capital", "x": 250.32829732068862, "y": 547.491794045415, "size": 12.86, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 78.7522, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7644854960957558036", "id": "clipss.capital", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah di pasar offshore hampir tembus Rp17.900 per Dolar AS pada Rabu malam (27/5), saat pasar Indonesia libur Idul Adha. Mata uang Garuda jadi yang paling tertekan di kawasan Asia, sementara Yuan Offshore, Yen Jepang, dan Dolar Singapura justru relatif stabil. Sepanjang Mei 2026, Rupiah sudah melemah sekitar 2,3% dan jadi mata uang terlemah Asia. ​Pelemahan ini dipicu kombinasi tiga faktor utama. Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, dan ekonom CELIOS Bhima Yudhistira sebut: ketidakpastian regulasi ekspor SDA satu pintu, kekhawatiran pelebaran defisit fiskal APBN, dan rebalancing MSCI yang depak banyak saham Indonesia bikin investor asing kabur. Ditambah lagi, harga minyak yang naik gara-gara perang Iran-AS memperkuat Dolar AS secara global. BI udah naikkan suku bunga 50 bps ke 5,25%, tapi tekanan ke Rupiah belum reda. ​Dampaknya ke kamu nyata. Barang import bakal makin mahal: HP, laptop, skincare, bahkan BBM (karena impor crude oil). Inflasi domestik berpotensi naik dan daya beli Rupiah makin tergerus. Buat kamu yang punya cicilan KPR atau pinjaman dalam Dolar, bebannya bakal makin berat. Sumber : TWS News   Instagram :  #kontencom  #kontencomxtws #fyp #rupiah", "post_id": "7644854960957558036"}}, {"key": "superclips.id02", "attributes": {"label": "superclips.id02", "x": 476.5906525172926, "y": 710.6275776014074, "size": 12.86, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 78.7522, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7645940242704387335", "id": "superclips.id02", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah di pasar offshore hampir tembus Rp17.900 per Dolar AS pada Rabu malam (27/5), saat pasar Indonesia libur Idul Adha. Mata uang Garuda jadi yang paling tertekan di kawasan Asia, sementara Yuan Offshore, Yen Jepang, dan Dolar Singapura justru relatif stabil. Sepanjang Mei 2026, Rupiah sudah melemah sekitar 2,3% dan jadi mata uang terlemah Asia. Pelemahan ini dipicu kombinasi tiga faktor utama. Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, dan ekonom CELIOS Bhima Yudhistira sebut: ketidakpastian regulasi ekspor SDA satu pintu, kekhawatiran pelebaran defisit fiskal APBN, dan rebalancing MSCI yang depak banyak saham Indonesia bikin investor asing kabur. Ditambah lagi, harga minyak yang naik gara-gara perang Iran-AS memperkuat Dolar AS secara global. BI udah naikkan suku bunga 50 bps ke 5,25%, tapi tekanan ke Rupiah belum reda. Dampaknya ke kamu nyata. Barang import bakal makin mahal: HP, laptop, skincare, bahkan BBM (karena impor crude oil). Inflasi domestik berpotensi naik dan daya beli Rupiah makin tergerus. Buat kamu yang punya cicilan KPR atau pinjaman dalam Dolar, bebannya bakal makin berat   #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7645940242704387335"}}, {"key": "reyy16_8", "attributes": {"label": "reyy16_8", "x": 611.7691297257513, "y": 45.4017412112161, "size": 12.86, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 78.7522, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7645255405332876551", "id": "reyy16_8", "source": "tiktok-000001", "content": "Ketua DPR Puan Maharani menyebut dampak perang Iran-AS sudah mulai terasa di perekonomian Indonesia, mulai dari harga BBM, pelemahan Rupiah, kenaikan harga kemasan plastik, hingga gangguan rantai pasok dan ketidakpastian investasi, dalam Rapat Paripurna hari ini, melansir Detik Finance. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp17.165 per dolar AS, sementara harga minyak Brent naik ke kisaran 95 dolar per barel. Dampaknya bukan hanya angka di berita. Harga kemasan plastik naik karena bahan bakunya impor dan dibayar pakai dolar. Biaya produksi pabrik naik. Ongkos logistik naik. Dan semua itu pada akhirnya sampai ke harga barang yang kamu beli di warung dan supermarket. APBN 2026 yang dipatok asumsi minyak 70 dolar per barel kini harus menanggung tekanan yang jauh lebih besar. Selama konflik Iran-AS belum selesai, tekanan ini belum akan hilang. Sumber: TWS News\" #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7645255405332876551"}}, {"key": "mindsetgrowthastronacci", "attributes": {"label": "mindsetgrowthastronacci", "x": 146.89492965588147, "y": 912.9627342907265, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 95.8407, "in_degree": 0, "out_degree": 5, "degree": 5}, "_id": "7644873036201577748", "id": "mindsetgrowthastronacci", "source": "tiktok-000001", "content": "RUPIAH KEMBALI SEMPAT MELEMAH SENTUH DI 17.900 PER DOLLAR.  Rupiah di pasar offshore hampir tembus Rp17.900 per Dolar AS pada Rabu malam (27/5), saat pasar Indonesia libur Idul Adha. Mata uang Garuda jadi yang paling tertekan di kawasan Asia, sementara Yuan Offshore, Yen Jepang, dan Dolar Singapura justru relatif stabil. Sepanjang Mei 2026, Rupiah sudah melemah sekitar 2,3% dan jadi mata uang terlemah Asia. Pelemahan ini dipicu kombinasi tiga faktor utama. Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, dan ekonom CELIOS Bhima Yudhistira sebut: ketidakpastian regulasi ekspor SDA satu pintu, kekhawatiran pelebaran defisit fiskal APBN, dan rebalancing MSCI yang depak banyak saham Indonesia bikin investor asing kabur. Ditambah lagi, harga minyak yang naik gara-gara perang Iran-AS memperkuat Dolar AS secara global. BI udah naikkan suku bunga 50 bps ke 5,25%, tapi tekanan ke Rupiah belum reda. Dampaknya ke kamu nyata. Barang import bakal makin mahal: HP, laptop, skincare, bahkan BBM (karena impor crude oil). Inflasi domestik berpotensi naik dan daya beli Rupiah makin tergerus. Buat kamu yang punya cicilan KPR atau pinjaman dalam Dolar, bebannya bakal makin berat. ⚠️ DISCLAIMER Konten ini bersifat edukasi dan analisis, bukan ajakan untuk membeli atau menjual instrumen keuangan tertentu. Selalu gunakan risk management dan sesuaikan dengan profil risiko masing-masing. 🔔 Jangan lupa Like, follow , dan aktifkan notifikasi agar tidak ketinggalan update market terbaru Sc ; TWS Newss     #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7644873036201577748"}}, {"key": "konten.com", "attributes": {"label": "konten.com", "x": 328.7164829620042, "y": 264.86303627137477, "size": 4.3, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5699, "eigenvector": 10.3983, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7644873036201577748", "id": "konten.com", "source": "tiktok-000001", "content": "RUPIAH KEMBALI SEMPAT MELEMAH SENTUH DI 17.900 PER DOLLAR.  Rupiah di pasar offshore hampir tembus Rp17.900 per Dolar AS pada Rabu malam (27/5), saat pasar Indonesia libur Idul Adha. Mata uang Garuda jadi yang paling tertekan di kawasan Asia, sementara Yuan Offshore, Yen Jepang, dan Dolar Singapura justru relatif stabil. Sepanjang Mei 2026, Rupiah sudah melemah sekitar 2,3% dan jadi mata uang terlemah Asia. Pelemahan ini dipicu kombinasi tiga faktor utama. Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, dan ekonom CELIOS Bhima Yudhistira sebut: ketidakpastian regulasi ekspor SDA satu pintu, kekhawatiran pelebaran defisit fiskal APBN, dan rebalancing MSCI yang depak banyak saham Indonesia bikin investor asing kabur. Ditambah lagi, harga minyak yang naik gara-gara perang Iran-AS memperkuat Dolar AS secara global. BI udah naikkan suku bunga 50 bps ke 5,25%, tapi tekanan ke Rupiah belum reda. Dampaknya ke kamu nyata. Barang import bakal makin mahal: HP, laptop, skincare, bahkan BBM (karena impor crude oil). Inflasi domestik berpotensi naik dan daya beli Rupiah makin tergerus. Buat kamu yang punya cicilan KPR atau pinjaman dalam Dolar, bebannya bakal makin berat. ⚠️ DISCLAIMER Konten ini bersifat edukasi dan analisis, bukan ajakan untuk membeli atau menjual instrumen keuangan tertentu. Selalu gunakan risk management dan sesuaikan dengan profil risiko masing-masing. 🔔 Jangan lupa Like, follow , dan aktifkan notifikasi agar tidak ketinggalan update market terbaru Sc ; TWS Newss     #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7644873036201577748"}}, {"key": "user485991268", "attributes": {"label": "user485991268", "x": 107.56535731929628, "y": 985.7729165357853, "size": 12.86, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 78.7522, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647390997931920660", "id": "user485991268", "source": "tiktok-000001", "content": "penjelasan. Secara garis besar, pergerakan nilai tukar Rupiah sangat dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal (global) dan internal (domestik). Berikut adalah penjelasan mengenai faktor-faktor utama yang biasanya menjadi pemicu fluktuasi tajam atau pelemahan Rupiah ke level psikologis yang rendah: 1. Faktor Eksternal (Tekanan Global) Faktor di luar kendali pemerintah Indonesia sering kali menjadi motor utama pelemahan mata uang negara berkembang (emerging markets), termasuk Rupiah. Kebijakan Suku Bunga Bank Sentral AS (The Fed): Jika The Fed mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lama (higher for longer) atau bahkan menaikkannya, daya tarik mata uang Dolar AS akan meningkat tajam. Investor global cenderung menarik dana mereka dari negara berkembang dan memindahkannya kembali ke AS (capital outflow), yang memicu kelangkaan Dolar di dalam negeri dan melemahkan Rupiah. Sentimen Risk-Off dan Ketegangan Geopolitik: Konflik geopolitik (seperti di Timur Tengah atau Ukraina) sering kali membuat investor panik. Dalam situasi ketidakpastian, investor akan memburu aset aman (safe-haven assets) seperti Dolar AS dan emas, sehingga mata uang selain Dolar otomatis tertekan. Perlambatan Ekonomi China: Sebagai salah satu mitra dagang terbesar Indonesia, kesehatan ekonomi China sangat memengaruhi permintaan komoditas kita. Jika ekonomi China melambat, ekspor Indonesia bisa turun, yang berdampak pada berkurangnya pasokan Dolar masuk ke tanah air. 2. Faktor Internal (Sentimen Domestik) Kondisi ekonomi dan politik di dalam negeri turut menentukan seberapa kuat Rupiah mampu menahan gempuran sentimen global. Defisit Transaksi Berjalan (Current Account Deficit): Jika nilai impor Indonesia lebih besar daripada nilai ekspor, atau terjadi pembayaran utang luar negeri dan repatriasi dividen yang masif oleh perusahaan asing, permintaan terhadap Dolar AS di dalam negeri akan melonjak. Persepsi Risiko Pasar Terhadap Kebijakan Fiskal: Pelaku pasar dan investor asing sangat mencermati arah kebijakan anggaran pemerintah (APBN), rasio utang negara, serta keberlanjutan program-program ekonomi. Jika ada kekhawatiran bahwa anggaran akan membengkak atau tidak dikelola dengan hati-hati, investor cenderung mengambil sikap wait-and-see atau keluar dari pasar keuangan Indonesia. Inflasi Domestik: Jika tingkat inflasi di Indonesia meningkat secara tidak terkendali, daya beli Rupiah akan turun secara riil, yang secara tidak langsung memberikan tekanan depresiasi terhadap nilai tukar. 3. Langkah Mitigasi (Peran Bank Indonesia) Level Rp18.000 merupakan angka psikologis yang sangat diperhatikan. Perlu diingat bahwa Bank Indonesia (BI) tidak tinggal diam dan memiliki berbagai instrumen untuk menjaga stabilitas Rupiah agar tidak melemah terlalu liar (undervalued): Intervensi Triple Intervention: BI secara rutin melakukan intervensi di pasar spot, pasar DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward), dan pasar Surat Berharga Negara (SBN) untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan valas. Kenaikan Suku Bunga (BI-Rate): Jika diperlukan, BI dapat menaikkan suku bunga acuan untuk menjaga daya tarik investasi aset Rupiah (seperti SRBI atau SBN) agar investor asing tetap bertahan. Pengelolaan Cadangan Devisa: BI menggunakan cadangan devisa sebagai \"bantalan\" untuk melakukan stabilisasi nilai tukar di kala tekanan pasar sedang memuncak Sumber: TWS News ig:  #kontencom #kontencomxtws #providusinsight", "post_id": "7647390997931920660"}}, {"key": "twsmotionnews", "attributes": {"label": "twsmotionnews", "x": 89.75009436461245, "y": 738.8924463161518, "size": 12.86, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 78.7522, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7645126003194416404", "id": "twsmotionnews", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka menyatakan keheranannya terhadap pelemahan Rupiah yang hampir menyentuh Rp 17.800 per dolar AS. Melansir Detik Finance pada Kamis (28/5/2026), Purbaya menilai kondisi ini tidak masuk akal karena terjadi saat fundamental ekonomi Indonesia dinilai bagus. “Ekonomi bagus, ini terjadi ketika fundamentalnya bagus. Ini tidak masuk akal sebenarnya. Biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental,” ujar Purbaya di kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta Selatan. Berdasarkan data Bloomberg, dolar AS ditutup menguat 0,29% ke level Rp 17.795 pada perdagangan Selasa (26/5/2026). Walaupun heran, Purbaya menyatakan tidak perlu melakukan uji ketahanan (stress test) ulang terhadap APBN. Alasannya, pemerintah sudah menghitung berbagai simulasi sebelumnya, termasuk skenario kalau harga minyak dunia menyentuh US$100 per barel dengan asumsi kurs yang menyertainya. Purbaya bahkan berkelakar bahwa dirinya yang stres melihat kondisi ini. Satu sisi positif yang ditekankan Purbaya adalah imbal hasil (yield) di pasar obligasi Indonesia justru menurun, hasil dari aksi intervensi pemerintah di pasar Surat Berharga Negara (SBN) untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Bagi audiens Indonesia, pernyataan Menkeu ini menyoroti satu fenomena penting: pelemahan Rupiah saat ini lebih banyak didorong faktor eksternal (dolar AS kuat, yield US Treasury tinggi, perang Iran) daripada masalah fundamental domestik. Purbaya menyebut aliran modal asing mulai masuk lagi ke pasar obligasi Indonesia karena yield yang terkendali, dan menjanjikan akan ada tindakan pemerintah lebih lanjut untuk membantu nilai tukar Rupiah secara lebih signifikan. Bagi pelaku pasar dan investor, pernyataan ini jadi sinyal bahwa pemerintah masih punya amunisi tambahan, walaupun efektivitasnya tetap perlu dibuktikan di tengah tekanan global yang belum mereda. sumber: TWS News    #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7645126003194416404"}}, {"key": "Sulianto", "attributes": {"label": "Sulianto", "x": 804.7689169400891, "y": 738.1911096362011, "size": 4.3, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5699, "eigenvector": 10.3983, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7644995153723231508", "id": "Sulianto", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka menyatakan keheranannya terhadap pelemahan Rupiah yang hampir menyentuh Rp 17.800 per dolar AS. Melansir Detik Finance pada Kamis (28/5/2026), Purbaya menilai kondisi ini tidak masuk akal karena terjadi saat fundamental ekonomi Indonesia dinilai bagus. “Ekonomi bagus, ini terjadi ketika fundamentalnya bagus. Ini tidak masuk akal sebenarnya. Biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental,” ujar Purbaya di kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta Selatan. Berdasarkan data Bloomberg, dolar AS ditutup menguat 0,29% ke level Rp 17.795 pada perdagangan Selasa (26/5/2026). Walaupun heran, Purbaya menyatakan tidak perlu melakukan uji ketahanan (stress test) ulang terhadap APBN. Alasannya, pemerintah sudah menghitung berbagai simulasi sebelumnya, termasuk skenario kalau harga minyak dunia menyentuh US$100 per barel dengan asumsi kurs yang menyertainya. Purbaya bahkan berkelakar bahwa dirinya yang stres melihat kondisi ini. Satu sisi positif yang ditekankan Purbaya adalah imbal hasil (yield) di pasar obligasi Indonesia justru menurun, hasil dari aksi intervensi pemerintah di pasar Surat Berharga Negara (SBN) untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Bagi audiens Indonesia, pernyataan Menkeu ini menyoroti satu fenomena penting: pelemahan Rupiah saat ini lebih banyak didorong faktor eksternal (dolar AS kuat, yield US Treasury tinggi, perang Iran) daripada masalah fundamental domestik. Purbaya menyebut aliran modal asing mulai masuk lagi ke pasar obligasi Indonesia karena yield yang terkendali, dan menjanjikan akan ada tindakan pemerintah lebih lanjut untuk membantu nilai tukar Rupiah secara lebih signifikan. Bagi pelaku pasar dan investor, pernyataan ini jadi sinyal bahwa pemerintah masih punya amunisi tambahan, walaupun efektivitasnya tetap perlu dibuktikan di tengah tekanan global yang belum mereda.  ⚠️ DISCLAIMER Konten ini bersifat edukasi dan analisis, bukan ajakan untuk membeli atau menjual instrumen keuangan tertentu. Selalu gunakan risk management dan sesuaikan dengan profil risiko masing-masing. Gimana menurutmu,  rupiah anjlok karena fundamental atau faktor luar? coba komen di bawah 👇👇 SC; TWS Newss      Indria Putra  #kontencom  #kontencomxtws  #ekonomi #rupiah #crypto", "post_id": "7644995153723231508"}}, {"key": "loseper_", "attributes": {"label": "loseper_", "x": 598.6109589586304, "y": 93.90539909194496, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7644972924335688981", "id": "loseper_", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka menyatakan keheranannya terhadap pelemahan Rupiah yang hampir menyentuh Rp 17.800 per dolar AS. Melansir Detik Finance pada Kamis (28/5/2026), Purbaya menilai kondisi ini tidak masuk akal karena terjadi saat fundamental ekonomi Indonesia dinilai bagus. \"Ekonomi bagus, ini terjadi ketika fundamentalnya bagus. Ini tidak masuk akal sebenarnya. Biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental,\" ujar Purbaya di kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta Selatan. Berdasarkan data Bloomberg, dolar AS ditutup menguat 0,29% ke level Rp 17.795 pada perdagangan Selasa (26/5/2026). Walaupun heran, Purbaya menyatakan tidak perlu melakukan uji ketahanan (stress test) ulang terhadap APBN. Alasannya, pemerintah sudah menghitung berbagai simulasi sebelumnya, termasuk skenario kalau harga minyak dunia menyentuh US$100 per barel dengan asumsi kurs yang menyertainya. Purbaya bahkan berkelakar bahwa dirinya yang stres melihat kondisi ini. Satu sisi positif yang ditekankan Purbaya adalah imbal hasil (yield) di pasar obligasi Indonesia justru menurun, hasil dari aksi intervensi pemerintah di pasar Surat Berharga Negara (SBN) untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Bagi audiens Indonesia, pernyataan Menkeu ini menyoroti satu fenomena penting: pelemahan Rupiah saat ini lebih banyak didorong faktor eksternal (dolar AS kuat, yield US Treasury tinggi, perang Iran) daripada masalah fundamental domestik. Purbaya menyebut aliran modal asing mulai masuk lagi ke pasar obligasi Indonesia karena yield yang terkendali, dan menjanjikan akan ada tindakan pemerintah lebih lanjut untuk membantu nilai tukar Rupiah secara lebih signifikan. Bagi pelaku pasar dan investor, pernyataan ini jadi sinyal bahwa pemerintah masih punya amunisi tambahan, walaupun efektivitasnya tetap perlu dibuktikan di tengah tekanan global yang belum mereda. Sumber: TWS News   #kontencom #kontencomxtws #fyp #sulixtws #purbaya", "post_id": "7644972924335688981"}}, {"key": "kontencom_", "attributes": {"label": "kontencom_", "x": 483.4214754079546, "y": 946.8071327126469, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.9696, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7644972924335688981", "id": "kontencom_", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka menyatakan keheranannya terhadap pelemahan Rupiah yang hampir menyentuh Rp 17.800 per dolar AS. Melansir Detik Finance pada Kamis (28/5/2026), Purbaya menilai kondisi ini tidak masuk akal karena terjadi saat fundamental ekonomi Indonesia dinilai bagus. \"Ekonomi bagus, ini terjadi ketika fundamentalnya bagus. Ini tidak masuk akal sebenarnya. Biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental,\" ujar Purbaya di kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta Selatan. Berdasarkan data Bloomberg, dolar AS ditutup menguat 0,29% ke level Rp 17.795 pada perdagangan Selasa (26/5/2026). Walaupun heran, Purbaya menyatakan tidak perlu melakukan uji ketahanan (stress test) ulang terhadap APBN. Alasannya, pemerintah sudah menghitung berbagai simulasi sebelumnya, termasuk skenario kalau harga minyak dunia menyentuh US$100 per barel dengan asumsi kurs yang menyertainya. Purbaya bahkan berkelakar bahwa dirinya yang stres melihat kondisi ini. Satu sisi positif yang ditekankan Purbaya adalah imbal hasil (yield) di pasar obligasi Indonesia justru menurun, hasil dari aksi intervensi pemerintah di pasar Surat Berharga Negara (SBN) untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Bagi audiens Indonesia, pernyataan Menkeu ini menyoroti satu fenomena penting: pelemahan Rupiah saat ini lebih banyak didorong faktor eksternal (dolar AS kuat, yield US Treasury tinggi, perang Iran) daripada masalah fundamental domestik. Purbaya menyebut aliran modal asing mulai masuk lagi ke pasar obligasi Indonesia karena yield yang terkendali, dan menjanjikan akan ada tindakan pemerintah lebih lanjut untuk membantu nilai tukar Rupiah secara lebih signifikan. Bagi pelaku pasar dan investor, pernyataan ini jadi sinyal bahwa pemerintah masih punya amunisi tambahan, walaupun efektivitasnya tetap perlu dibuktikan di tengah tekanan global yang belum mereda. Sumber: TWS News   #kontencom #kontencomxtws #fyp #sulixtws #purbaya", "post_id": "7644972924335688981"}}, {"key": "digital.bisnis.id", "attributes": {"label": "digital.bisnis.id", "x": 52.18673974962118, "y": 282.3700561183389, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7645278805124271378", "id": "digital.bisnis.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Minggu ini rupiah terhadap Dolar AS menyentuh di level Rp17.795. Tapi, jangan buru-buru panik. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru aja kasih pernyataan yang \"dingin\" tapi meyakinkan. 🧠⚡️ The Main Point: 💡 Menkeu menilai pelemahan ini TIDAK LOGIS. Mengapa? Karena fundamental ekonomi kita lagi sangat solid. Pertumbuhan ekonomi oke, inflasi terjaga. Pelemahan ini dianggap murni karena tekanan eksternal yang bikin pasar jadi emosional. No More Stress Test? 🛡️ Pemerintah juga mutusin buat nggak stress test ulang APBN. Alasannya simpel: Kemenkeu sudah \"sedia payung sebelum hujan\". Simulasi anggaran kita sudah mencakup skenario harga minyak US$100 per barel. Artinya, bantalan fiskal kita masih sangat tebal buat nahan guncangan ini. DigitalBisnis.id Insight: 📈 Ketenangan otoritas adalah modal penting buat jaga sentimen. Saat Menkeu bilang \"nggak masuk akal\", beliau lagi ngingetin kita semua buat balik ke data, bukan cuma liat angka yang digoreng spekulan. Kalian tim yang tetep tenang liat fundamental, atau tim yang mulai cemas sama harga barang impor? 🤔👇 sumber: 🎬 youtube.com/ #DigitalBisnis #Rupiah #MenkeuPurbaya #EkonomiIndonesia2026 #MarketUpdate #APBN #KursDolar #Investasi #BusinessInsight #PurbayaYudhiSadewa #IndonesiaEmas2045 #MarketIntelligence", "post_id": "7645278805124271378"}}, {"key": "liputan6_news", "attributes": {"label": "liputan6_news", "x": 654.7665855935367, "y": 569.3089093703231, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.9696, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7645278805124271378", "id": "liputan6_news", "source": "tiktok-000001", "content": "Minggu ini rupiah terhadap Dolar AS menyentuh di level Rp17.795. Tapi, jangan buru-buru panik. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru aja kasih pernyataan yang \"dingin\" tapi meyakinkan. 🧠⚡️ The Main Point: 💡 Menkeu menilai pelemahan ini TIDAK LOGIS. Mengapa? Karena fundamental ekonomi kita lagi sangat solid. Pertumbuhan ekonomi oke, inflasi terjaga. Pelemahan ini dianggap murni karena tekanan eksternal yang bikin pasar jadi emosional. No More Stress Test? 🛡️ Pemerintah juga mutusin buat nggak stress test ulang APBN. Alasannya simpel: Kemenkeu sudah \"sedia payung sebelum hujan\". Simulasi anggaran kita sudah mencakup skenario harga minyak US$100 per barel. Artinya, bantalan fiskal kita masih sangat tebal buat nahan guncangan ini. DigitalBisnis.id Insight: 📈 Ketenangan otoritas adalah modal penting buat jaga sentimen. Saat Menkeu bilang \"nggak masuk akal\", beliau lagi ngingetin kita semua buat balik ke data, bukan cuma liat angka yang digoreng spekulan. Kalian tim yang tetep tenang liat fundamental, atau tim yang mulai cemas sama harga barang impor? 🤔👇 sumber: 🎬 youtube.com/ #DigitalBisnis #Rupiah #MenkeuPurbaya #EkonomiIndonesia2026 #MarketUpdate #APBN #KursDolar #Investasi #BusinessInsight #PurbayaYudhiSadewa #IndonesiaEmas2045 #MarketIntelligence", "post_id": "7645278805124271378"}}, {"key": "mediacehtimur", "attributes": {"label": "mediacehtimur", "x": 587.9594101064724, "y": 816.9696449912182, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "101967158571806_1486848220123178", "id": "mediacehtimur", "source": "facebook-000001", "content": "Rupiah kembali melemah di pasar spot. Pada Rabu 27 Mei 2026, mata uang Garuda ditutup turun 0,03% ke level Rp 17.801 per dolar AS, melanjutkan pelemahan 0,30% sehari sebelumnya di Rp 17.796 per dolar AS.\n\nChief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut tekanan kali ini lebih banyak datang dari dalam negeri. Menurutnya, penguatan indeks dolar AS [DXY] saat ini relatif terbatas, sehingga bukan faktor utama yang membuat rupiah tertekan.\n\n“Pelemahan rupiah hari ini umumnya didorong oleh faktor domestik. Penguatan dolar AS memang masih terjadi, namun kenaikan indeks dolar sebenarnya relatif terbatas hari ini,” ujar Lukman kepada Kontan, Selasa 26 Mei 2026.\n\nIa merinci ada empat beban utama yang membuat investor asing masih enggan masuk ke aset domestik:\n\n1. Minat investor asing belum pulih.\nHal ini terlihat dari pergerakan IHSG yang masih berada di zona negatif.\n\n2. Kenaikan BI Rate ke 5,25% belum mengembalikan kepercayaan pasar\nAlih-alih menarik dana masuk, sebagian investor justru mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan pada pertemuan BI berikutnya. Kondisi ini membuat investor cenderung _wait and see_ dan menghindari Surat Berharga Negara [SBN].\n\n3. Defisit transaksi berjalan masih besar\nKetidakseimbangan neraca eksternal terus menjadi sentimen negatif bagi rupiah.\n\n4. Kebijakan ekspor komoditas \"one door\" via PT Danantara DSI belum direspons positif\nPasar menilai skema baru ini belum memberikan kejelasan yang cukup.\n\nUntuk perdagangan Jumat 29 Mei 2026, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp 17.700 hingga Rp 17.850 per dolar AS.\n\nPergerakan rupiah akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik global, khususnya respons Iran terhadap proposal damai AS. Dari dalam negeri, pelaku pasar juga menunggu rilis data PDB kuartal II AS dan inflasi Personal Consumption Expenditures [PCE] yang menjadi acuan arah kebijakan The Fed.\n\n“Tanpa adanya perkembangan positif dari proposal damai AS maupun intervensi BI, rupiah akan sulit untuk kembali menguat signifikan,” kata Lukman.\n\nBaca selengkapnya di website infoacehtimur.com (link di bio & story)\n________________________\nSalon mobil:", "post_id": "101967158571806_1486848220123178"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 225.09302700120725, "y": 198.014509999044, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "johZ4rh5_9I", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Minyak Dunia Naik, Menteri ESDM Pastikan BBM Subsidi Tetap Aman I LAPORAN 8 MALAM\n\nGarudaTV - Menakar ketahanan energi nasional di tengah gejolak geopolitik dunia! Simak ulasan mendalam mengenai dampak konflik Timur Tengah terhadap ruang fiskal APBN kita!\n\nPemerintah akhirnya resmi melakukan penyesuaian pada harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax. Kebijakan pelik ini terpaksa diambil akibat imbas dari terus melonjaknya harga minyak mentah dunia serta tekanan kuat pada nilai tukar Rupiah. Gejolak rantai pasok global ini dipicu oleh situasi yang kian tidak kondusif di kawasan vital Timur Tengah, termasuk jalur perdagangan laut Selat Hormuz.\n\nMeskipun biaya pengadaan dan impor bahan bakar meroket, Pemerintah melalui Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan garansi bahwa harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar dipastikan TIDAK NAIK demi menjaga daya beli masyarakat arus bawah serta menahan laju inflasi nasional. \n\nNamun, menahan harga jual eceran di bawah harga pasar komoditas tentu membawa konsekuensi besar. Selisih harga yang kian melebar berpotensi membuat beban kompensasi dan subsidi energi yang ditanggung keuangan negara membengkak. Sampai kapan ruang fiskal APBN kita mampu menahan gempuran ketidakpastian global ini? Simak laporan mendalam dan komprehensif dari Tim Liputan Garuda TV!\n\nBagaimana opini kalian mengenai strategi Pemerintah dalam mempertahankan subsidi energi di tengah situasi global saat ini? Tulis di kolom komentar! \n\n#BBMSubsidi #HargaMinyakDunia #FiskalAPBN #SelatHormuz #GarudaTV #Laporan8\n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "johZ4rh5_9I"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 917.0960395699603, "y": 910.1411546022806, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.3032, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "johZ4rh5_9I", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Minyak Dunia Naik, Menteri ESDM Pastikan BBM Subsidi Tetap Aman I LAPORAN 8 MALAM\n\nGarudaTV - Menakar ketahanan energi nasional di tengah gejolak geopolitik dunia! Simak ulasan mendalam mengenai dampak konflik Timur Tengah terhadap ruang fiskal APBN kita!\n\nPemerintah akhirnya resmi melakukan penyesuaian pada harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax. Kebijakan pelik ini terpaksa diambil akibat imbas dari terus melonjaknya harga minyak mentah dunia serta tekanan kuat pada nilai tukar Rupiah. Gejolak rantai pasok global ini dipicu oleh situasi yang kian tidak kondusif di kawasan vital Timur Tengah, termasuk jalur perdagangan laut Selat Hormuz.\n\nMeskipun biaya pengadaan dan impor bahan bakar meroket, Pemerintah melalui Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan garansi bahwa harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar dipastikan TIDAK NAIK demi menjaga daya beli masyarakat arus bawah serta menahan laju inflasi nasional. \n\nNamun, menahan harga jual eceran di bawah harga pasar komoditas tentu membawa konsekuensi besar. Selisih harga yang kian melebar berpotensi membuat beban kompensasi dan subsidi energi yang ditanggung keuangan negara membengkak. Sampai kapan ruang fiskal APBN kita mampu menahan gempuran ketidakpastian global ini? Simak laporan mendalam dan komprehensif dari Tim Liputan Garuda TV!\n\nBagaimana opini kalian mengenai strategi Pemerintah dalam mempertahankan subsidi energi di tengah situasi global saat ini? Tulis di kolom komentar! \n\n#BBMSubsidi #HargaMinyakDunia #FiskalAPBN #SelatHormuz #GarudaTV #Laporan8\n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "johZ4rh5_9I"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "@kabarbursadotcom", "x": 901.9961229779141, "y": 916.6159487713425, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "NQMO4fZyl70", "id": "@kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Sampai Kapan Subsidi BBM Bisa Bertahan di Tengah Naiknya Harga BBM dan Rupiah Melemah?\n\nKABARBURSA.COM — Menjelang pembahasan RAPBN 2027, pemerintah kembali dihadapkan pada dilema subsidi energi di tengah kenaikan harga minyak dunia dan tekanan terhadap rupiah. Data Kementerian Keuangan menunjukkan realisasi subsidi energi pada 2024 mencapai Rp177,6 triliun, angka yang menjaga daya beli masyarakat namun juga mempersempit ruang fiskal untuk pendidikan, kesehatan, dan pembangunan. Ketergantungan Indonesia pada impor energi membuat beban subsidi otomatis membesar setiap kali harga minyak dunia naik dan rupiah melemah.\n\nIsu ini penting bagi publik karena menyangkut langsung biaya transportasi, harga kebutuhan pokok, dan kesehatan APBN jangka panjang. Saksikan ulasan lengkapnya, dan jangan lupa subscribe serta tulis pendapatmu di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#subsidibbm #rapbn2027 #subsidienergi #hargabbm #apbn #fiskalindonesia #kementeriankeuangan #ekonomiindonesia #rupiah #hargaminyakdunia #kebijakanenergi #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "NQMO4fZyl70"}}, {"key": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "kabarbursadotcom", "x": 947.2061169623595, "y": 585.782930627446, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.9696, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NQMO4fZyl70", "id": "kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Sampai Kapan Subsidi BBM Bisa Bertahan di Tengah Naiknya Harga BBM dan Rupiah Melemah?\n\nKABARBURSA.COM — Menjelang pembahasan RAPBN 2027, pemerintah kembali dihadapkan pada dilema subsidi energi di tengah kenaikan harga minyak dunia dan tekanan terhadap rupiah. Data Kementerian Keuangan menunjukkan realisasi subsidi energi pada 2024 mencapai Rp177,6 triliun, angka yang menjaga daya beli masyarakat namun juga mempersempit ruang fiskal untuk pendidikan, kesehatan, dan pembangunan. Ketergantungan Indonesia pada impor energi membuat beban subsidi otomatis membesar setiap kali harga minyak dunia naik dan rupiah melemah.\n\nIsu ini penting bagi publik karena menyangkut langsung biaya transportasi, harga kebutuhan pokok, dan kesehatan APBN jangka panjang. Saksikan ulasan lengkapnya, dan jangan lupa subscribe serta tulis pendapatmu di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#subsidibbm #rapbn2027 #subsidienergi #hargabbm #apbn #fiskalindonesia #kementeriankeuangan #ekonomiindonesia #rupiah #hargaminyakdunia #kebijakanenergi #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "NQMO4fZyl70"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "attributes": {"label": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "x": 146.93275837147823, "y": 628.2509022783435, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "coJPPSyyerM", "id": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "BBM Bakal Turun?! Dampak Gila Buat Indonesia Jika Iran & AS Mendadak Damai!\n\nBBM Bakal Turun? Dampak Gila Buat Indonesia Jika Iran & AS Mendadak Damai! Apakah perdamaian permanen antara Iran dan Amerika Serikat benar-benar bisa menyelamatkan ekonomi Indonesia dari ancaman krisis energi dan lonjakan inflasi? \n\nDalam video analisis ekonomi global ini, kita akan membedah dampak masif dari pembukaan kembali Selat Hormuz jika resolusi damai antara Iran dan AS terealisasi secara permanen. Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak bumi global. Konflik geopolitik di wilayah ini selalu berhasil membuat harga minyak mentah dunia meroket dan mengancam stabilitas ekonomi dalam negeri.\n\nNamun, apa yang terjadi jika kedua negara ini mendadak damai? Bagi masyarakat Indonesia, keuntungan utamanya sangat nyata: stabilitas harga BBM dan tarif listrik, keamanan armada kapal tanker nasional seperti milik Pertamina, hingga pengurangan subsidi energi pada APBN kita. Dampak domonino ini tidak hanya memperkuat nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, tetapi juga menekan biaya impor bahan baku yang membuat harga bahan pokok di pasar tradisional tetap murah dan terjangkau.\n\nSaksikan juga analisis kritis mengenai sektor industri Indonesia mana yang paling cepat merasakan dampak positif ini. Mulai dari sektor logistik, sektor transportasi, hingga sektor manufaktur dan industri barang konsumsi (FMCG) yang siap melakukan ekspansi pasar ekspor secara masif karena penurunan biaya operasional.\n\nBagaimana pendapat Anda mengenai masa depan perdamaian Timur Tengah ini? Apakah stabilitas ekonomi Indonesia akan sepenuhnya aman? Tuliskan analisis kritis Anda di kolom komentar!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #IranASDamai #hargabbm  #ekonomiindonesia  #selathormuz  #SubsidiEnergi #geopolitik  #analisisekonomi  #beritahariini  #logistikindonesia  #pertamina  #RupiahMenguat #youtubenews \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "coJPPSyyerM"}}, {"key": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "koranjakarta...", "x": 606.0190894578153, "y": 47.839147439465044, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8449, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "coJPPSyyerM", "id": "koranjakarta...", "source": "youtube-000001", "content": "BBM Bakal Turun?! Dampak Gila Buat Indonesia Jika Iran & AS Mendadak Damai!\n\nBBM Bakal Turun? Dampak Gila Buat Indonesia Jika Iran & AS Mendadak Damai! Apakah perdamaian permanen antara Iran dan Amerika Serikat benar-benar bisa menyelamatkan ekonomi Indonesia dari ancaman krisis energi dan lonjakan inflasi? \n\nDalam video analisis ekonomi global ini, kita akan membedah dampak masif dari pembukaan kembali Selat Hormuz jika resolusi damai antara Iran dan AS terealisasi secara permanen. Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak bumi global. Konflik geopolitik di wilayah ini selalu berhasil membuat harga minyak mentah dunia meroket dan mengancam stabilitas ekonomi dalam negeri.\n\nNamun, apa yang terjadi jika kedua negara ini mendadak damai? Bagi masyarakat Indonesia, keuntungan utamanya sangat nyata: stabilitas harga BBM dan tarif listrik, keamanan armada kapal tanker nasional seperti milik Pertamina, hingga pengurangan subsidi energi pada APBN kita. Dampak domonino ini tidak hanya memperkuat nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, tetapi juga menekan biaya impor bahan baku yang membuat harga bahan pokok di pasar tradisional tetap murah dan terjangkau.\n\nSaksikan juga analisis kritis mengenai sektor industri Indonesia mana yang paling cepat merasakan dampak positif ini. Mulai dari sektor logistik, sektor transportasi, hingga sektor manufaktur dan industri barang konsumsi (FMCG) yang siap melakukan ekspansi pasar ekspor secara masif karena penurunan biaya operasional.\n\nBagaimana pendapat Anda mengenai masa depan perdamaian Timur Tengah ini? Apakah stabilitas ekonomi Indonesia akan sepenuhnya aman? Tuliskan analisis kritis Anda di kolom komentar!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #IranASDamai #hargabbm  #ekonomiindonesia  #selathormuz  #SubsidiEnergi #geopolitik  #analisisekonomi  #beritahariini  #logistikindonesia  #pertamina  #RupiahMenguat #youtubenews \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "coJPPSyyerM"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "attributes": {"label": "@InnerBoost-oe4sd", "x": 218.08725406671593, "y": 640.8744323831654, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "FgUfq3Nt7IQ", "id": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "youtube-000001", "content": "China Dukung Indonesia! panda Bonds Siap Dirilis, IMF & World Bank Ditolak? Ini Fakta Besarnya!\n\n🔥 CHINA DUKUNG INDONESIA! PANDA BOND SIAP DIRILIS, IMF & BANK DUNIA DITOLAK? INI FAKTA BESARNYA! 🔥\n\nApakah Indonesia sedang memasuki babak baru dalam strategi pembiayaan negara? Mengapa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa justru mendapatkan dukungan penuh dari People's Bank of China (PBOC) untuk penerbitan Panda Bond, sementara di sisi lain Indonesia menolak tawaran pinjaman hingga US$30 miliar dari IMF dan Bank Dunia?\n\n🤔 Apa sebenarnya Panda Bond?\n🤔 Mengapa China begitu mendukung Indonesia?\n🤔 Apakah ini bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS?\n🤔 Seberapa kuat kondisi fiskal dan ekonomi Indonesia saat ini?\n🤔 Apa dampaknya terhadap APBN, investasi, nilai tukar rupiah, dan masa depan ekonomi Indonesia?\n\nDalam video ini, kita akan membahas secara lengkap, mendalam, dan mudah dipahami mengenai perkembangan terbaru yang sedang menjadi sorotan dunia keuangan internasional.\n\n✅ Dukungan People's Bank of China (PBOC) terhadap Indonesia\n✅ Rencana penerbitan Panda Bond Indonesia\n✅ Pertemuan strategis Purbaya Yudhi Sadewa di Beijing\n✅ Dukungan investor China terhadap ekonomi Indonesia\n✅ Penolakan pinjaman IMF dan Bank Dunia\n✅ Kondisi fiskal Indonesia di tengah ketidakpastian global\n✅ Perdebatan Indonesia dengan IMF dan World Bank\n✅ Strategi diversifikasi sumber pembiayaan nasional\n✅ Hubungan Panda Bond dengan Yuan dan dedolarisasi\n✅ Peluang dan risiko Panda Bond bagi Indonesia\n✅ Analisis ekonomi dan geopolitik terbaru\n✅ Masa depan investasi dan pembangunan Indonesia\n\n🌏 Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia, perang di Timur Tengah, ketidakpastian ekonomi global, inflasi, dan perubahan arah kebijakan moneter dunia, Indonesia berusaha memperkuat ketahanan ekonominya dengan membuka akses ke berbagai sumber pendanaan internasional.\n\nLangkah ini bukan hanya soal mencari dana pembangunan, tetapi juga tentang bagaimana Indonesia membangun posisi tawar yang lebih kuat di tengah persaingan ekonomi global yang semakin kompleks.\n\nVideo ini sangat cocok untuk Anda yang ingin memahami:\n\n📌 Ekonomi Indonesia\n📌 APBN Indonesia\n📌 Investasi dan pasar keuangan\n📌 Hubungan Indonesia dan China\n📌 IMF dan Bank Dunia\n📌 Utang negara\n📌 Panda Bond\n📌 Yuan China\n📌 Dolar Amerika Serikat\n📌 Geopolitik dunia\n📌 Kebijakan fiskal Indonesia\n📌 Masa depan ekonomi nasional\n\n💡 Jika Anda menyukai pembahasan ekonomi, keuangan, investasi, pengembangan diri, bisnis, dan isu global yang memengaruhi kehidupan kita sehari-hari, jangan lupa dukung channel Inner Boost dengan:\n\n👍 Like\n💬 Comment\n📢 Share\n🔔 Subscribe\n\nKarena dukungan Anda membantu channel ini terus menghadirkan konten berkualitas, informatif, dan bermanfaat untuk semua.\n\n👇 Tulis pendapat Anda di kolom komentar!\n\nMenurut Anda, apakah langkah Indonesia menerbitkan Panda Bond di China merupakan keputusan yang tepat?\n\nApakah Indonesia perlu terus mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS?\n\nDan apakah penolakan pinjaman IMF serta Bank Dunia menunjukkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini memang semakin kuat?\n\nKami ingin mendengar pandangan Anda!\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n🚀 INNER BOOST\nMotivasi • Ekonomi • Keuangan • Pengembangan Diri • Pengetahuan Global\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n\n\n\n\n#PandaBond #IndonesiaChina #PBOC #PurbayaYudhiSadewa #EkonomiIndonesia #BeritaEkonomi #IMF #BankDunia #WorldBank #Investasi #UtangNegara #APBN #YuanChina #DolarAS #Dedolarisasi  #KeuanganGlobal #Geopolitik #EkonomiDunia #China #Indonesia #InnerBoost\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "FgUfq3Nt7IQ"}}, {"key": "InnerBoost", "attributes": {"label": "InnerBoost", "x": 111.22634943585862, "y": 453.0708799522378, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.9696, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "FgUfq3Nt7IQ", "id": "InnerBoost", "source": "youtube-000001", "content": "China Dukung Indonesia! panda Bonds Siap Dirilis, IMF & World Bank Ditolak? Ini Fakta Besarnya!\n\n🔥 CHINA DUKUNG INDONESIA! PANDA BOND SIAP DIRILIS, IMF & BANK DUNIA DITOLAK? INI FAKTA BESARNYA! 🔥\n\nApakah Indonesia sedang memasuki babak baru dalam strategi pembiayaan negara? Mengapa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa justru mendapatkan dukungan penuh dari People's Bank of China (PBOC) untuk penerbitan Panda Bond, sementara di sisi lain Indonesia menolak tawaran pinjaman hingga US$30 miliar dari IMF dan Bank Dunia?\n\n🤔 Apa sebenarnya Panda Bond?\n🤔 Mengapa China begitu mendukung Indonesia?\n🤔 Apakah ini bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS?\n🤔 Seberapa kuat kondisi fiskal dan ekonomi Indonesia saat ini?\n🤔 Apa dampaknya terhadap APBN, investasi, nilai tukar rupiah, dan masa depan ekonomi Indonesia?\n\nDalam video ini, kita akan membahas secara lengkap, mendalam, dan mudah dipahami mengenai perkembangan terbaru yang sedang menjadi sorotan dunia keuangan internasional.\n\n✅ Dukungan People's Bank of China (PBOC) terhadap Indonesia\n✅ Rencana penerbitan Panda Bond Indonesia\n✅ Pertemuan strategis Purbaya Yudhi Sadewa di Beijing\n✅ Dukungan investor China terhadap ekonomi Indonesia\n✅ Penolakan pinjaman IMF dan Bank Dunia\n✅ Kondisi fiskal Indonesia di tengah ketidakpastian global\n✅ Perdebatan Indonesia dengan IMF dan World Bank\n✅ Strategi diversifikasi sumber pembiayaan nasional\n✅ Hubungan Panda Bond dengan Yuan dan dedolarisasi\n✅ Peluang dan risiko Panda Bond bagi Indonesia\n✅ Analisis ekonomi dan geopolitik terbaru\n✅ Masa depan investasi dan pembangunan Indonesia\n\n🌏 Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia, perang di Timur Tengah, ketidakpastian ekonomi global, inflasi, dan perubahan arah kebijakan moneter dunia, Indonesia berusaha memperkuat ketahanan ekonominya dengan membuka akses ke berbagai sumber pendanaan internasional.\n\nLangkah ini bukan hanya soal mencari dana pembangunan, tetapi juga tentang bagaimana Indonesia membangun posisi tawar yang lebih kuat di tengah persaingan ekonomi global yang semakin kompleks.\n\nVideo ini sangat cocok untuk Anda yang ingin memahami:\n\n📌 Ekonomi Indonesia\n📌 APBN Indonesia\n📌 Investasi dan pasar keuangan\n📌 Hubungan Indonesia dan China\n📌 IMF dan Bank Dunia\n📌 Utang negara\n📌 Panda Bond\n📌 Yuan China\n📌 Dolar Amerika Serikat\n📌 Geopolitik dunia\n📌 Kebijakan fiskal Indonesia\n📌 Masa depan ekonomi nasional\n\n💡 Jika Anda menyukai pembahasan ekonomi, keuangan, investasi, pengembangan diri, bisnis, dan isu global yang memengaruhi kehidupan kita sehari-hari, jangan lupa dukung channel Inner Boost dengan:\n\n👍 Like\n💬 Comment\n📢 Share\n🔔 Subscribe\n\nKarena dukungan Anda membantu channel ini terus menghadirkan konten berkualitas, informatif, dan bermanfaat untuk semua.\n\n👇 Tulis pendapat Anda di kolom komentar!\n\nMenurut Anda, apakah langkah Indonesia menerbitkan Panda Bond di China merupakan keputusan yang tepat?\n\nApakah Indonesia perlu terus mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS?\n\nDan apakah penolakan pinjaman IMF serta Bank Dunia menunjukkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini memang semakin kuat?\n\nKami ingin mendengar pandangan Anda!\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n🚀 INNER BOOST\nMotivasi • Ekonomi • Keuangan • Pengembangan Diri • Pengetahuan Global\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n\n\n\n\n#PandaBond #IndonesiaChina #PBOC #PurbayaYudhiSadewa #EkonomiIndonesia #BeritaEkonomi #IMF #BankDunia #WorldBank #Investasi #UtangNegara #APBN #YuanChina #DolarAS #Dedolarisasi  #KeuanganGlobal #Geopolitik #EkonomiDunia #China #Indonesia #InnerBoost\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "FgUfq3Nt7IQ"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "attributes": {"label": "@KompasTVDewata", "x": 131.85871903753645, "y": 672.2291037446942, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "s92VPDqEqv8", "id": "@KompasTVDewata", "source": "youtube-000001", "content": "Polemik BBM, Rupiah Melemah hingga MBG, Saatnya Pemerintah Dengar Suara Rakyat!\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green memicu gelombang unjuk rasa di sejumlah daerah.\n\nMassa mendesak pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM serta menuntut perbaikan ekonomi.\n\nMereka juga menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah dan menilai sejumlah kebijakan pemerintah justru menjadi penyebab ekonomi Indonesia bermasalah, terutama soal MBG.\n\nKenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 pada 10 Juni lalu mengejutkan masyarakat.\n\nBanyaknya masyarakat yang beralih ke Pertalite membuat sejumlah SPBU di Jakarta kehabisan stok BBM.\n\nDirektur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menegaskan keputusan menaikkan harga harus dilakukan karena mengacu pada mekanisme pasar. Menurutnya, perubahan harga saat ini masih mempertimbangkan daya beli masyarakat.\n\nKetua Komisi XI DPR, Muhamad Misbakhun menilai kenaikan harga Pertamax akan memberikan tekanan terhadap inflasi.\n\nUntuk itu, berbagai opsi stimulus dan insentif saat ini sedang dibahas untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan.\n\nMenkeu Purbaya mengakui kenaikan Pertamax berpotensi mendorong sebagian masyarakat beralih ke Pertalite.\n\nNamun, pemerintah belum menghitung besaran perpindahan konsumsi BBM tersebut maupun dampaknya terhadap beban subsidi energi dalam APBN.\n\nDi sisi lain, Purbaya menilai kenaikan harga Pertamax tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap inflasi nasional.\n\nUntuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah tengah mengkaji sejumlah skema bantuan sebelum kembali berkoordinasi dengan Pertamina.\n\nKemenkeu sebagai penanggung jawab fiskal dan BI sebagai pengendali moneter sepakat untuk terus meningkatkan koordinasi guna menjaga nilai tukar rupiah dan angka pertumbuhan ekonomi. Pemerintah, BI, maupun DPR mau mendengar masukan dari banyak pihak.\n\nKoordinasi dan komunikasi yang baik antarlembaga ini memang diperlukan di saat negara kita menghadapi situasi yang tidak mudah akibat kondisi geopolitik yang tidak menentu.\n\n\n\nTerima kasih sudah menonton!\n\nJangan lewatkan berita dan inspirasi terkini dari Pulau Dewata. Dukung kami dengan LIKE, berikan pandangan Anda di KOMENTAR, BAGIKAN kepada kerabat Anda, dan pastikan Anda SUBSCRIBE untuk mendapatkan notifikasi video terbaru.\n\n🔔 Jangan Lupa Nyalakan Lonceng Notifikasi! 🔔\n\nKompasTV Dewata Official Channel.\nInspirasi Bali. Berita Terpercaya.\n\nTonton Kami Langsung di TV:\nSetiap hari pukul 05.30 WITA - 08.00 WITA\n\nJelajahi Konten Kami:\n\n🎥 VIDEO TERBARU:    /   \n\n✅ SUBSCRIBE SEKARANG:    /   \n\nIkuti Kami di Media Sosial:\n\nFacebook:   / kompastvdewata  \n\nInstagram:   / kompastvbalidewata", "post_id": "s92VPDqEqv8"}}, {"key": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "kompastvdewata", "x": 451.06187136596645, "y": 207.39430580254637, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.8449, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "s92VPDqEqv8", "id": "kompastvdewata", "source": "youtube-000001", "content": "Polemik BBM, Rupiah Melemah hingga MBG, Saatnya Pemerintah Dengar Suara Rakyat!\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green memicu gelombang unjuk rasa di sejumlah daerah.\n\nMassa mendesak pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM serta menuntut perbaikan ekonomi.\n\nMereka juga menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah dan menilai sejumlah kebijakan pemerintah justru menjadi penyebab ekonomi Indonesia bermasalah, terutama soal MBG.\n\nKenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 pada 10 Juni lalu mengejutkan masyarakat.\n\nBanyaknya masyarakat yang beralih ke Pertalite membuat sejumlah SPBU di Jakarta kehabisan stok BBM.\n\nDirektur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menegaskan keputusan menaikkan harga harus dilakukan karena mengacu pada mekanisme pasar. Menurutnya, perubahan harga saat ini masih mempertimbangkan daya beli masyarakat.\n\nKetua Komisi XI DPR, Muhamad Misbakhun menilai kenaikan harga Pertamax akan memberikan tekanan terhadap inflasi.\n\nUntuk itu, berbagai opsi stimulus dan insentif saat ini sedang dibahas untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan.\n\nMenkeu Purbaya mengakui kenaikan Pertamax berpotensi mendorong sebagian masyarakat beralih ke Pertalite.\n\nNamun, pemerintah belum menghitung besaran perpindahan konsumsi BBM tersebut maupun dampaknya terhadap beban subsidi energi dalam APBN.\n\nDi sisi lain, Purbaya menilai kenaikan harga Pertamax tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap inflasi nasional.\n\nUntuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah tengah mengkaji sejumlah skema bantuan sebelum kembali berkoordinasi dengan Pertamina.\n\nKemenkeu sebagai penanggung jawab fiskal dan BI sebagai pengendali moneter sepakat untuk terus meningkatkan koordinasi guna menjaga nilai tukar rupiah dan angka pertumbuhan ekonomi. Pemerintah, BI, maupun DPR mau mendengar masukan dari banyak pihak.\n\nKoordinasi dan komunikasi yang baik antarlembaga ini memang diperlukan di saat negara kita menghadapi situasi yang tidak mudah akibat kondisi geopolitik yang tidak menentu.\n\n\n\nTerima kasih sudah menonton!\n\nJangan lewatkan berita dan inspirasi terkini dari Pulau Dewata. Dukung kami dengan LIKE, berikan pandangan Anda di KOMENTAR, BAGIKAN kepada kerabat Anda, dan pastikan Anda SUBSCRIBE untuk mendapatkan notifikasi video terbaru.\n\n🔔 Jangan Lupa Nyalakan Lonceng Notifikasi! 🔔\n\nKompasTV Dewata Official Channel.\nInspirasi Bali. Berita Terpercaya.\n\nTonton Kami Langsung di TV:\nSetiap hari pukul 05.30 WITA - 08.00 WITA\n\nJelajahi Konten Kami:\n\n🎥 VIDEO TERBARU:    /   \n\n✅ SUBSCRIBE SEKARANG:    /   \n\nIkuti Kami di Media Sosial:\n\nFacebook:   / kompastvdewata  \n\nInstagram:   / kompastvbalidewata", "post_id": "s92VPDqEqv8"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 54.677073065581006, "y": 41.111391356826175, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "piDomlQw3oc", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "MBG Tetap Lanjut Meski Didemo Mahasiswa: Bivitri Sebut Pemerintah Tak Responsif, DPR Respons Begini\n\nKOMPAS.TV - Mahasiswa dari BEM SI Jawa Barat tiba di Gedung DPRD Jawa Barat pukul 15.30 WIB. \n\nMereka melakukan long march dari Monumen Perjuangan sejauh satu kilometer.\n\nAda 7 tuntutan di antaranya, turunkan harga BBM non subsidi, hingga selamatkan APBN dari pemborosan anggaran.\n\nUnjuk rasa kembali digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Makassar atau BEM UNM, menuntutan kebijakan pemerintah dan kondisi sosial ekonomi.\n\nDemo digelar di depan Kampus UNM Gunung Sari, Makassar. Terdapat tujuh poin tuntutan. \n\nDi antaranya pendidikan gratis dan peningkatan kesejahteraan guru dan dosen, stabilitas nilai tukar rupiah serta keterjangkauan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak.\n\nMahasiswa juga menuntut evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan negara dan penghentian pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN.\n\nPengguna jalan yang melintasi kawasan Jalan AP Pettarani diimbau untuk berhati-hati dan menggunakan jalur alternatif guna menghindari kepadatan lalu lintas.\n\nTuntutan demo mahasiswa yang sudah berlangsung berhari-hari, salah satunya mendesak pemerintah menghentikan program MBG. \n\nNamun hari ini, Kepala Bakom M. Qodari kembali tegaskan, program MBG tetap dilanjutkan. \n\nLantas apa yang bisa menjadi titik temu, antara aspirasi mahasiswa dengan keputusan pemerintah? \n\nKita bahas bersama Pakar Hukum Tata Negara, Bivitri Susanti. Dan juga ada Politisi Gerindra, Kamrussamad.\n\n#mbg #demo #demomahasiswa #makanbergizigratis #bivitrisusanti\n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "piDomlQw3oc"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 31.23392473315867, "y": 539.5111516421103, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.9696, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "piDomlQw3oc", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "MBG Tetap Lanjut Meski Didemo Mahasiswa: Bivitri Sebut Pemerintah Tak Responsif, DPR Respons Begini\n\nKOMPAS.TV - Mahasiswa dari BEM SI Jawa Barat tiba di Gedung DPRD Jawa Barat pukul 15.30 WIB. \n\nMereka melakukan long march dari Monumen Perjuangan sejauh satu kilometer.\n\nAda 7 tuntutan di antaranya, turunkan harga BBM non subsidi, hingga selamatkan APBN dari pemborosan anggaran.\n\nUnjuk rasa kembali digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Makassar atau BEM UNM, menuntutan kebijakan pemerintah dan kondisi sosial ekonomi.\n\nDemo digelar di depan Kampus UNM Gunung Sari, Makassar. Terdapat tujuh poin tuntutan. \n\nDi antaranya pendidikan gratis dan peningkatan kesejahteraan guru dan dosen, stabilitas nilai tukar rupiah serta keterjangkauan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak.\n\nMahasiswa juga menuntut evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan negara dan penghentian pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN.\n\nPengguna jalan yang melintasi kawasan Jalan AP Pettarani diimbau untuk berhati-hati dan menggunakan jalur alternatif guna menghindari kepadatan lalu lintas.\n\nTuntutan demo mahasiswa yang sudah berlangsung berhari-hari, salah satunya mendesak pemerintah menghentikan program MBG. \n\nNamun hari ini, Kepala Bakom M. Qodari kembali tegaskan, program MBG tetap dilanjutkan. \n\nLantas apa yang bisa menjadi titik temu, antara aspirasi mahasiswa dengan keputusan pemerintah? \n\nKita bahas bersama Pakar Hukum Tata Negara, Bivitri Susanti. Dan juga ada Politisi Gerindra, Kamrussamad.\n\n#mbg #demo #demomahasiswa #makanbergizigratis #bivitrisusanti\n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "piDomlQw3oc"}}, {"key": "@thecore_in", "attributes": {"label": "@thecore_in", "x": 933.5667491839473, "y": 920.7510418995147, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "BZGg8QsOgjo", "id": "@thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Pertahanan Rupiah oleh RBI Menghadapi Risiko yang Lebih Besar | Cara Kerja Ekonomi India | The Core\n\nUpaya pertahanan rupee oleh RBI menghadapi risiko yang lebih besar karena India menghadapi tekanan dari depresiasi rupee, cadangan devisa, arus keluar modal asing, dan perubahan ekonomi global.\n\nDalam episode How India’s Economy Works di The Core ini, Jurnalis Puja Mehra berbicara dengan ekonom Renu Kohli (mantan karyawan Bank Sentral India dan IMF dan saat ini sebagai peneliti senior di Centre for Social and Economic Progress (CSEP)) tentang mengapa rupee India melemah meskipun cadangan devisa India cukup besar. Diskusi ini membahas intervensi RBI, batasan cadangan devisa, penurunan FDI, arus keluar portofolio, guncangan harga minyak, dan mengapa neraca pembayaran India mungkin berada di bawah tekanan yang lebih besar daripada yang ditunjukkan oleh angka-angka utama.\n\nRenu Kohli menjelaskan mengapa cadangan devisa India tidak sama dengan cadangan yang diperoleh, bagaimana \"cadangan pinjaman\" bergantung pada arus masuk modal, dan mengapa tidak ada jumlah cadangan yang dapat sepenuhnya melindungi rupee jika investor asing berhenti membawa uang masuk. Ia juga membandingkan tekanan rupee saat ini dengan episode masa lalu seperti tahun 1991, 2008, dan 2013, sambil menjelaskan mengapa momen ini berbeda.\n\nPercakapan ini juga membahas apakah RBI membiarkan rupee tetap terlalu kuat terlalu lama, mengapa langkah-langkah jangka pendek hanya dapat mengulur waktu, dan apa yang perlu dilakukan India untuk menarik modal asing yang lebih berkelanjutan. Dari FDI dan defisit transaksi berjalan hingga impor minyak, arus modal yang dipimpin AI, dan ketidakpastian global, episode ini menguraikan risiko yang lebih dalam yang dihadapi ekonomi India.\n\nPertahanan rupee oleh RBI menghadapi risiko yang lebih besar karena depresiasi rupee, cadangan devisa, arus keluar modal asing, penurunan FDI, impor minyak, dan neraca pembayaran India berada di bawah tekanan. Saksikan Bagaimana Ekonomi India Bekerja di The Core untuk memahami apa arti rupee yang lebih lemah bagi kebijakan RBI, investor, dan ekonomi India.\n\n#RBI #Rupee #EkonomiIndia #CadanganValutaAsing #CaraKerjaEkonomiIndia #TheCore\n\nGabung The Core Insider untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu tanggapan Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk semua pembaca & pendengar. Kirimkan email ke shiva untuk kebutuhan sponsor & studio merek.\n\nUntuk liputan selengkapnya, kunjungi thecore.in (https://www.thecore.in/)\n\nDukung Core Report (https://tinyurl.com/Support-the-Core-...)\n\nGabung & Berinteraksi secara anonim di saluran WhatsApp kami (https://tinyurl.com/The-Core-WhatsApp...)\n\nBerlangganan Newsletter kami (https://www.thecore.in/newsletters/th...)\n\nIkuti Kami di Media Sosial untuk Pembaruan Lebih Lanjut:\nTwitter (  / the_core_in  )\nInstagram (  / the.core.in  )\nFacebook (  / thecore.biz  )\nLinkedIn (  / thecore-in  )\nYouTube (   /   )", "post_id": "BZGg8QsOgjo"}}, {"key": "thecore_in", "attributes": {"label": "thecore_in", "x": 154.92506071239055, "y": 667.7227713174955, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2198, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "BZGg8QsOgjo", "id": "thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Pertahanan Rupiah oleh RBI Menghadapi Risiko yang Lebih Besar | Cara Kerja Ekonomi India | The Core\n\nUpaya pertahanan rupee oleh RBI menghadapi risiko yang lebih besar karena India menghadapi tekanan dari depresiasi rupee, cadangan devisa, arus keluar modal asing, dan perubahan ekonomi global.\n\nDalam episode How India’s Economy Works di The Core ini, Jurnalis Puja Mehra berbicara dengan ekonom Renu Kohli (mantan karyawan Bank Sentral India dan IMF dan saat ini sebagai peneliti senior di Centre for Social and Economic Progress (CSEP)) tentang mengapa rupee India melemah meskipun cadangan devisa India cukup besar. Diskusi ini membahas intervensi RBI, batasan cadangan devisa, penurunan FDI, arus keluar portofolio, guncangan harga minyak, dan mengapa neraca pembayaran India mungkin berada di bawah tekanan yang lebih besar daripada yang ditunjukkan oleh angka-angka utama.\n\nRenu Kohli menjelaskan mengapa cadangan devisa India tidak sama dengan cadangan yang diperoleh, bagaimana \"cadangan pinjaman\" bergantung pada arus masuk modal, dan mengapa tidak ada jumlah cadangan yang dapat sepenuhnya melindungi rupee jika investor asing berhenti membawa uang masuk. Ia juga membandingkan tekanan rupee saat ini dengan episode masa lalu seperti tahun 1991, 2008, dan 2013, sambil menjelaskan mengapa momen ini berbeda.\n\nPercakapan ini juga membahas apakah RBI membiarkan rupee tetap terlalu kuat terlalu lama, mengapa langkah-langkah jangka pendek hanya dapat mengulur waktu, dan apa yang perlu dilakukan India untuk menarik modal asing yang lebih berkelanjutan. Dari FDI dan defisit transaksi berjalan hingga impor minyak, arus modal yang dipimpin AI, dan ketidakpastian global, episode ini menguraikan risiko yang lebih dalam yang dihadapi ekonomi India.\n\nPertahanan rupee oleh RBI menghadapi risiko yang lebih besar karena depresiasi rupee, cadangan devisa, arus keluar modal asing, penurunan FDI, impor minyak, dan neraca pembayaran India berada di bawah tekanan. Saksikan Bagaimana Ekonomi India Bekerja di The Core untuk memahami apa arti rupee yang lebih lemah bagi kebijakan RBI, investor, dan ekonomi India.\n\n#RBI #Rupee #EkonomiIndia #CadanganValutaAsing #CaraKerjaEkonomiIndia #TheCore\n\nGabung The Core Insider untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu tanggapan Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk semua pembaca & pendengar. Kirimkan email ke shiva untuk kebutuhan sponsor & studio merek.\n\nUntuk liputan selengkapnya, kunjungi thecore.in (https://www.thecore.in/)\n\nDukung Core Report (https://tinyurl.com/Support-the-Core-...)\n\nGabung & Berinteraksi secara anonim di saluran WhatsApp kami (https://tinyurl.com/The-Core-WhatsApp...)\n\nBerlangganan Newsletter kami (https://www.thecore.in/newsletters/th...)\n\nIkuti Kami di Media Sosial untuk Pembaruan Lebih Lanjut:\nTwitter (  / the_core_in  )\nInstagram (  / the.core.in  )\nFacebook (  / thecore.biz  )\nLinkedIn (  / thecore-in  )\nYouTube (   /   )", "post_id": "BZGg8QsOgjo"}}, {"key": "@sb30official", "attributes": {"label": "@sb30official", "x": 389.69970447539083, "y": 183.16520586658845, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ApRy5EwmjPw", "id": "@sb30official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus 18.000 & Badai Pajak UMKM: 6 Alasan Mengapa Ekonomi Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja\n\n00:00 Hook: Dolar Melejit ke 18.000 & 6 Kebijakan \"Aneh\" Pemerintahan Baru yang Saling Mengunci\n\n00:51 Sisi Lain Ekonomi: Ini Bukan Kejadian Terpisah, Melainkan Satu Benang Merah Tekanan APBN\n\n01:49 Kebijakan 1—Bom Waktu Subsidi BBM: Efek Domino Harga Minyak Dunia (ICP) Tembus 91,8 Dolar\n\n03:29 Analogi Pinjol Rumah Tangga: Mengkritisi Retorika Politik \"Rakyat Desa Gak Butuh Dolar\"\n\n05:23 Kebijakan 2—Bom Waktu Pajak UMKM: Batas Waktu PPH Final 0,5% Habis, CV & PT Otomatis Kena 22%\n\n07:08 Aturan Firm Splitting: Ditjen Pajak Mengunci Celah Pengusaha yang Memecah Entitas Bisnis\n\n08:26 Kebijakan 3—Moneter Agresif: BI Rate Naik ke 5,5% Demi Menahan Modal Asing Keluar (Capital Outflow)\n\n09:55 Dampak Suku Bunga Mengambang (Floating): Sektor Properti, KPR, Otomatif, & UMKM Mulai Megap-Megap\n\n11:19 Kebijakan 4—Ekspor Satu Pintu DSI: Regulasi Danantara yang Memicu Ketidakpastian Investor Global\n\n12:38 Prediksi Ekstrim 2027: Risiko Nyata Aliran Devisa Macet yang Bisa Menyeret Rupiah ke 25.000\n\n13:17 Kebijakan 5—Lingkaran Setan PHK Massal: Kontraksi Daya Beli dan Penurunan Setoran PPN Negara\n\n14:37 Kebijakan 6—Krisis Kepercayaan Publik: Mempertanyakan Gurita Entitas Baru DSI, Danantara, & Kopdes\n\n15:40 Ironi Kopdes Merah Putih: Niat Menyaingi Alfamart-Indomaret tapi Ambil Stok di Gudang yang Sama\n\n16:27 Isu Transparansi Proyek Politik: Potensi Kebocoran Anggaran Tanpa Sistem Pengawasan yang Ketat\n\n17:01 Kesimpulan 6 Pilar Masalah: Rangkuman Siklus Benang Kusut Makro Ekonomi Indonesia 2026\n\n17:37 Strategi Survival Pengusaha: Audit Biaya, Cek Status Pajak Badan, & Antisipasi Kredit Mengambang\n\n17:52 Strategi Survival Karyawan: Keluar dari Sektor Rentan & Cara Membangun Sumber Income Tambahan\n\n18:36 Closing: Berhenti Mengutuk Pemerintah, Selamatkan Ekonomi Keluarga Anda! Salam Hebat Luar Biasa!\n\n---\nWA CHANNEL SB30 UNTUK KONTEN EKSKLUSIF:\nhttps://whatsapp.com/channel/0029Vb61...\nGABUNG MEMBER YOUTUBE SUCCESS BEFORE 30\n   /", "post_id": "ApRy5EwmjPw"}}, {"key": "sb30official", "attributes": {"label": "sb30official", "x": 663.748354231975, "y": 763.3915041416981, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.9696, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ApRy5EwmjPw", "id": "sb30official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus 18.000 & Badai Pajak UMKM: 6 Alasan Mengapa Ekonomi Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja\n\n00:00 Hook: Dolar Melejit ke 18.000 & 6 Kebijakan \"Aneh\" Pemerintahan Baru yang Saling Mengunci\n\n00:51 Sisi Lain Ekonomi: Ini Bukan Kejadian Terpisah, Melainkan Satu Benang Merah Tekanan APBN\n\n01:49 Kebijakan 1—Bom Waktu Subsidi BBM: Efek Domino Harga Minyak Dunia (ICP) Tembus 91,8 Dolar\n\n03:29 Analogi Pinjol Rumah Tangga: Mengkritisi Retorika Politik \"Rakyat Desa Gak Butuh Dolar\"\n\n05:23 Kebijakan 2—Bom Waktu Pajak UMKM: Batas Waktu PPH Final 0,5% Habis, CV & PT Otomatis Kena 22%\n\n07:08 Aturan Firm Splitting: Ditjen Pajak Mengunci Celah Pengusaha yang Memecah Entitas Bisnis\n\n08:26 Kebijakan 3—Moneter Agresif: BI Rate Naik ke 5,5% Demi Menahan Modal Asing Keluar (Capital Outflow)\n\n09:55 Dampak Suku Bunga Mengambang (Floating): Sektor Properti, KPR, Otomatif, & UMKM Mulai Megap-Megap\n\n11:19 Kebijakan 4—Ekspor Satu Pintu DSI: Regulasi Danantara yang Memicu Ketidakpastian Investor Global\n\n12:38 Prediksi Ekstrim 2027: Risiko Nyata Aliran Devisa Macet yang Bisa Menyeret Rupiah ke 25.000\n\n13:17 Kebijakan 5—Lingkaran Setan PHK Massal: Kontraksi Daya Beli dan Penurunan Setoran PPN Negara\n\n14:37 Kebijakan 6—Krisis Kepercayaan Publik: Mempertanyakan Gurita Entitas Baru DSI, Danantara, & Kopdes\n\n15:40 Ironi Kopdes Merah Putih: Niat Menyaingi Alfamart-Indomaret tapi Ambil Stok di Gudang yang Sama\n\n16:27 Isu Transparansi Proyek Politik: Potensi Kebocoran Anggaran Tanpa Sistem Pengawasan yang Ketat\n\n17:01 Kesimpulan 6 Pilar Masalah: Rangkuman Siklus Benang Kusut Makro Ekonomi Indonesia 2026\n\n17:37 Strategi Survival Pengusaha: Audit Biaya, Cek Status Pajak Badan, & Antisipasi Kredit Mengambang\n\n17:52 Strategi Survival Karyawan: Keluar dari Sektor Rentan & Cara Membangun Sumber Income Tambahan\n\n18:36 Closing: Berhenti Mengutuk Pemerintah, Selamatkan Ekonomi Keluarga Anda! Salam Hebat Luar Biasa!\n\n---\nWA CHANNEL SB30 UNTUK KONTEN EKSKLUSIF:\nhttps://whatsapp.com/channel/0029Vb61...\nGABUNG MEMBER YOUTUBE SUCCESS BEFORE 30\n   /", "post_id": "ApRy5EwmjPw"}}, {"key": "@TribunSingkawang1", "attributes": {"label": "@TribunSingkawang1", "x": 931.9039806823563, "y": 700.5507264876186, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "wVXT1TE_2x4", "id": "@TribunSingkawang1", "source": "youtube-000001", "content": "🔴RIBUAN MAHASISWA  KEPUNG BUNDARAN HI! INI 5 TUNTUTAN YANG AKAN DISAMPAIKAN\n\nBadan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dijadwalkan menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran HI pada Jumat (12/6/2026) dan dimulai pada pukul 10.00 WIB. \nAksi ini diperkirakan akan diikuti oleh sekitar 1.500 peserta dari berbagai fakultas UI. \nTak hanya itu, aksi disebut juga akan melibatkan mahasiswa dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta dan Institut Pertanian Bogor (IPB). \nMenurut keterangan dari Ketua BEM Fakultas Hukum UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, ada lima tuntutan yang akan dilayangkan oleh BEM UI, di antaranya sebagai berikut:\n1. Menghentikan pemborosan APBN \n2. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM \n3. Menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih \n4. Menghentikan militerisme di ranah sipil \n5. Mendesak pemerintah mengakui kesalahan dan berhenti mengelak. \nDimas menegaskan bahwa aksi ini terbuka bagi masyarakat umum dan tidak terafiliasi dengan kelompok mana pun. \nMasyarakat diimbau untuk menghindari kawasan sekitar unjuk rasa untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas. \nBagi warga yang beraktivitas di kawasan puat Jakarta, disarankan untuk memetakan jalur alternatif agar perjalanan tidak terganggu. Berikut ini sejumlah rute yang dapat digunakan: \nArah Bundaran HI menuju Jakarta Selatan bisa melewati Jalan Imam Bonjol, Jalan Diponegoro dan Jalan Proklamasi. \nUntuk arah Bundaran HI menuju Tanah Abang dan Jakarta Barat bisa melewati Jalan Kebon Sirih, Jalan Fachrudin, Jalan KH Mansyur. \nSelain Bundaran HI, penyesuaian arus kendaraan juga berpotensi terjadi di kawasan Patung Kuda hingga sekitar Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia apabila terdapat kegiatan penyampaian aspirasi di waktu bersamaan. \nMasyarakat juga disarankan menggunakan transportasi umum untuk menghindari potensi kepadatan di sekitar lokasi aksi. \nSebagai informasi, sebelumnya massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Jakarta Pusat-Utara telah lebih dahulu menggelar demo di kawasan Cikini pada Rabu (10/6) malam. Aksi yang berlangsung di ruas Jalan Cikini Raya itu diwarnai ketegangan antara peserta demonstrasi dan polisi di lapangan. \nMeski demikian, situasi dapat dikendalikan dan massa membubarkan diri sekitar pukul 21.32 WIB. Ketua HMI Cabang Jakarta Pusat-Utara, Amiruddin Emon dalam keterangannya pada Kamis (11/6), mengatakan kegiatan itu merupakan bentuk respons atas sejumlah persoalan yang tengah berkembang di tingkat nasional. \nMenurut dia, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax menjadi salah satu faktor yang memicu mahasiswa turun ke jalan. \nDalam aksi tersebut, para peserta menyuarakan sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan kondisi ekonomi dan tata kelola pemerintahan. Sedikitnya ada empat persoalan yang menjadi sorotan massa, yakni transparansi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga BBM, serta dugaan praktik korupsi dalam sejumlah program pemerintah. \nAmiruddin menilai kenaikan harga Pertamax berpotensi memberikan dampak berantai terhadap kehidupan masyarakat, termasuk kelompok ekonomi menengah ke bawah. \nKarena itu, ia meminta pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan yang terjadi pada nilai tukar rupiah. \nDi sisi lain, HMI Pustara mempertanyakan langkah aparat yang membubarkan demonstrasi tersebut. \nAmiruddin mengakui pihaknya tidak menyampaikan surat pemberitahuan kepada kepolisian karena aksi dilakukan secara spontan setelah kegiatan internal organisasi. \nIa mengungkapkan, saat massa sedang menyampaikan orasi, aparat kepolisian datang ke lokasi dan meminta demonstrasi dihentikan. \nBerdasarkan keterangan HMI, jumlah peserta yang mengikuti aksi tersebut sekitar 30 orang. \nSebagai informasi, dalam penyesuaian terbaru harga Pertamax mengalammi kenaikan cukup signifikan dari yang sebelumnya Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. \nSementara untuk Pertamax Green 95 juga naik dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter. Di sisi lain, Pertamina memastikan harga BBM subsidi tidak berubah. \nPertalite tetap dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar masih dipatok Rp6.800 per liter.\n\n#bemsi #demo #bundaranhi \n\nSimak berita selengkapnya di http://pontianak.tribunnews.com/\nSimak Video Viral lainnya    /     \n\nProgram: Live Update \nHost: Putri Dwi Arrini \nSumber: Tribunnews.com\nUploader: Anesh Viduka\n\n‎Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLd...\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\nFollow us:\n\nInstagram:   / tribunpontianak  \nFacebook:   / tribunpontianakinteraktif  \nTwitter:   / tribunpontianak  \nTikTok: tiktok.com/\n\nTerima Kasih Telah Subscribe, Like, dan comment konten-konten menarik dari Kami.", "post_id": "wVXT1TE_2x4"}}, {"key": "videotribunpontianak", "attributes": {"label": "videotribunpontianak", "x": 268.1864616344768, "y": 424.2975084437776, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2198, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wVXT1TE_2x4", "id": "videotribunpontianak", "source": "youtube-000001", "content": "🔴RIBUAN MAHASISWA  KEPUNG BUNDARAN HI! INI 5 TUNTUTAN YANG AKAN DISAMPAIKAN\n\nBadan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dijadwalkan menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran HI pada Jumat (12/6/2026) dan dimulai pada pukul 10.00 WIB. \nAksi ini diperkirakan akan diikuti oleh sekitar 1.500 peserta dari berbagai fakultas UI. \nTak hanya itu, aksi disebut juga akan melibatkan mahasiswa dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta dan Institut Pertanian Bogor (IPB). \nMenurut keterangan dari Ketua BEM Fakultas Hukum UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, ada lima tuntutan yang akan dilayangkan oleh BEM UI, di antaranya sebagai berikut:\n1. Menghentikan pemborosan APBN \n2. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM \n3. Menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih \n4. Menghentikan militerisme di ranah sipil \n5. Mendesak pemerintah mengakui kesalahan dan berhenti mengelak. \nDimas menegaskan bahwa aksi ini terbuka bagi masyarakat umum dan tidak terafiliasi dengan kelompok mana pun. \nMasyarakat diimbau untuk menghindari kawasan sekitar unjuk rasa untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas. \nBagi warga yang beraktivitas di kawasan puat Jakarta, disarankan untuk memetakan jalur alternatif agar perjalanan tidak terganggu. Berikut ini sejumlah rute yang dapat digunakan: \nArah Bundaran HI menuju Jakarta Selatan bisa melewati Jalan Imam Bonjol, Jalan Diponegoro dan Jalan Proklamasi. \nUntuk arah Bundaran HI menuju Tanah Abang dan Jakarta Barat bisa melewati Jalan Kebon Sirih, Jalan Fachrudin, Jalan KH Mansyur. \nSelain Bundaran HI, penyesuaian arus kendaraan juga berpotensi terjadi di kawasan Patung Kuda hingga sekitar Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia apabila terdapat kegiatan penyampaian aspirasi di waktu bersamaan. \nMasyarakat juga disarankan menggunakan transportasi umum untuk menghindari potensi kepadatan di sekitar lokasi aksi. \nSebagai informasi, sebelumnya massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Jakarta Pusat-Utara telah lebih dahulu menggelar demo di kawasan Cikini pada Rabu (10/6) malam. Aksi yang berlangsung di ruas Jalan Cikini Raya itu diwarnai ketegangan antara peserta demonstrasi dan polisi di lapangan. \nMeski demikian, situasi dapat dikendalikan dan massa membubarkan diri sekitar pukul 21.32 WIB. Ketua HMI Cabang Jakarta Pusat-Utara, Amiruddin Emon dalam keterangannya pada Kamis (11/6), mengatakan kegiatan itu merupakan bentuk respons atas sejumlah persoalan yang tengah berkembang di tingkat nasional. \nMenurut dia, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax menjadi salah satu faktor yang memicu mahasiswa turun ke jalan. \nDalam aksi tersebut, para peserta menyuarakan sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan kondisi ekonomi dan tata kelola pemerintahan. Sedikitnya ada empat persoalan yang menjadi sorotan massa, yakni transparansi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga BBM, serta dugaan praktik korupsi dalam sejumlah program pemerintah. \nAmiruddin menilai kenaikan harga Pertamax berpotensi memberikan dampak berantai terhadap kehidupan masyarakat, termasuk kelompok ekonomi menengah ke bawah. \nKarena itu, ia meminta pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan yang terjadi pada nilai tukar rupiah. \nDi sisi lain, HMI Pustara mempertanyakan langkah aparat yang membubarkan demonstrasi tersebut. \nAmiruddin mengakui pihaknya tidak menyampaikan surat pemberitahuan kepada kepolisian karena aksi dilakukan secara spontan setelah kegiatan internal organisasi. \nIa mengungkapkan, saat massa sedang menyampaikan orasi, aparat kepolisian datang ke lokasi dan meminta demonstrasi dihentikan. \nBerdasarkan keterangan HMI, jumlah peserta yang mengikuti aksi tersebut sekitar 30 orang. \nSebagai informasi, dalam penyesuaian terbaru harga Pertamax mengalammi kenaikan cukup signifikan dari yang sebelumnya Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. \nSementara untuk Pertamax Green 95 juga naik dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter. Di sisi lain, Pertamina memastikan harga BBM subsidi tidak berubah. \nPertalite tetap dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar masih dipatok Rp6.800 per liter.\n\n#bemsi #demo #bundaranhi \n\nSimak berita selengkapnya di http://pontianak.tribunnews.com/\nSimak Video Viral lainnya    /     \n\nProgram: Live Update \nHost: Putri Dwi Arrini \nSumber: Tribunnews.com\nUploader: Anesh Viduka\n\n‎Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLd...\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\nFollow us:\n\nInstagram:   / tribunpontianak  \nFacebook:   / tribunpontianakinteraktif  \nTwitter:   / tribunpontianak  \nTikTok: tiktok.com/\n\nTerima Kasih Telah Subscribe, Like, dan comment konten-konten menarik dari Kami.", "post_id": "wVXT1TE_2x4"}}, {"key": "tribunpontianak", "attributes": {"label": "tribunpontianak", "x": 211.7246810547664, "y": 755.5664694048888, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.7193, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "wVXT1TE_2x4", "id": "tribunpontianak", "source": "youtube-000001", "content": "🔴RIBUAN MAHASISWA  KEPUNG BUNDARAN HI! INI 5 TUNTUTAN YANG AKAN DISAMPAIKAN\n\nBadan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dijadwalkan menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran HI pada Jumat (12/6/2026) dan dimulai pada pukul 10.00 WIB. \nAksi ini diperkirakan akan diikuti oleh sekitar 1.500 peserta dari berbagai fakultas UI. \nTak hanya itu, aksi disebut juga akan melibatkan mahasiswa dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta dan Institut Pertanian Bogor (IPB). \nMenurut keterangan dari Ketua BEM Fakultas Hukum UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, ada lima tuntutan yang akan dilayangkan oleh BEM UI, di antaranya sebagai berikut:\n1. Menghentikan pemborosan APBN \n2. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM \n3. Menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih \n4. Menghentikan militerisme di ranah sipil \n5. Mendesak pemerintah mengakui kesalahan dan berhenti mengelak. \nDimas menegaskan bahwa aksi ini terbuka bagi masyarakat umum dan tidak terafiliasi dengan kelompok mana pun. \nMasyarakat diimbau untuk menghindari kawasan sekitar unjuk rasa untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas. \nBagi warga yang beraktivitas di kawasan puat Jakarta, disarankan untuk memetakan jalur alternatif agar perjalanan tidak terganggu. Berikut ini sejumlah rute yang dapat digunakan: \nArah Bundaran HI menuju Jakarta Selatan bisa melewati Jalan Imam Bonjol, Jalan Diponegoro dan Jalan Proklamasi. \nUntuk arah Bundaran HI menuju Tanah Abang dan Jakarta Barat bisa melewati Jalan Kebon Sirih, Jalan Fachrudin, Jalan KH Mansyur. \nSelain Bundaran HI, penyesuaian arus kendaraan juga berpotensi terjadi di kawasan Patung Kuda hingga sekitar Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia apabila terdapat kegiatan penyampaian aspirasi di waktu bersamaan. \nMasyarakat juga disarankan menggunakan transportasi umum untuk menghindari potensi kepadatan di sekitar lokasi aksi. \nSebagai informasi, sebelumnya massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Jakarta Pusat-Utara telah lebih dahulu menggelar demo di kawasan Cikini pada Rabu (10/6) malam. Aksi yang berlangsung di ruas Jalan Cikini Raya itu diwarnai ketegangan antara peserta demonstrasi dan polisi di lapangan. \nMeski demikian, situasi dapat dikendalikan dan massa membubarkan diri sekitar pukul 21.32 WIB. Ketua HMI Cabang Jakarta Pusat-Utara, Amiruddin Emon dalam keterangannya pada Kamis (11/6), mengatakan kegiatan itu merupakan bentuk respons atas sejumlah persoalan yang tengah berkembang di tingkat nasional. \nMenurut dia, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax menjadi salah satu faktor yang memicu mahasiswa turun ke jalan. \nDalam aksi tersebut, para peserta menyuarakan sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan kondisi ekonomi dan tata kelola pemerintahan. Sedikitnya ada empat persoalan yang menjadi sorotan massa, yakni transparansi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga BBM, serta dugaan praktik korupsi dalam sejumlah program pemerintah. \nAmiruddin menilai kenaikan harga Pertamax berpotensi memberikan dampak berantai terhadap kehidupan masyarakat, termasuk kelompok ekonomi menengah ke bawah. \nKarena itu, ia meminta pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan yang terjadi pada nilai tukar rupiah. \nDi sisi lain, HMI Pustara mempertanyakan langkah aparat yang membubarkan demonstrasi tersebut. \nAmiruddin mengakui pihaknya tidak menyampaikan surat pemberitahuan kepada kepolisian karena aksi dilakukan secara spontan setelah kegiatan internal organisasi. \nIa mengungkapkan, saat massa sedang menyampaikan orasi, aparat kepolisian datang ke lokasi dan meminta demonstrasi dihentikan. \nBerdasarkan keterangan HMI, jumlah peserta yang mengikuti aksi tersebut sekitar 30 orang. \nSebagai informasi, dalam penyesuaian terbaru harga Pertamax mengalammi kenaikan cukup signifikan dari yang sebelumnya Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. \nSementara untuk Pertamax Green 95 juga naik dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter. Di sisi lain, Pertamina memastikan harga BBM subsidi tidak berubah. \nPertalite tetap dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar masih dipatok Rp6.800 per liter.\n\n#bemsi #demo #bundaranhi \n\nSimak berita selengkapnya di http://pontianak.tribunnews.com/\nSimak Video Viral lainnya    /     \n\nProgram: Live Update \nHost: Putri Dwi Arrini \nSumber: Tribunnews.com\nUploader: Anesh Viduka\n\n‎Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLd...\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\nFollow us:\n\nInstagram:   / tribunpontianak  \nFacebook:   / tribunpontianakinteraktif  \nTwitter:   / tribunpontianak  \nTikTok: tiktok.com/\n\nTerima Kasih Telah Subscribe, Like, dan comment konten-konten menarik dari Kami.", "post_id": "wVXT1TE_2x4"}}, {"key": "@VideoTribunPontianak", "attributes": {"label": "@VideoTribunPontianak", "x": 957.3714932242704, "y": 298.48463841037, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "-cEVIDMl1-c", "id": "@VideoTribunPontianak", "source": "youtube-000001", "content": "🔴DEMO BESAR BEM UI, 5 TUNTUTAN MAHASISWA SIAP GUNCANG PEMERINTAH\n\nBadan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dijadwalkan menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran HI pada Jumat (12/6/2026) dan dimulai pada pukul 10.00 WIB. \nAksi ini diperkirakan akan diikuti oleh sekitar 1.500 peserta dari berbagai fakultas UI. \nTak hanya itu, aksi disebut juga akan melibatkan mahasiswa dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta dan Institut Pertanian Bogor (IPB). \nMenurut keterangan dari Ketua BEM Fakultas Hukum UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, ada lima tuntutan yang akan dilayangkan oleh BEM UI, di antaranya sebagai berikut:\n1. Menghentikan pemborosan APBN \n2. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM \n3. Menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih \n4. Menghentikan militerisme di ranah sipil \n5. Mendesak pemerintah mengakui kesalahan dan berhenti mengelak. \nDimas menegaskan bahwa aksi ini terbuka bagi masyarakat umum dan tidak terafiliasi dengan kelompok mana pun. \nMasyarakat diimbau untuk menghindari kawasan sekitar unjuk rasa untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas. \nBagi warga yang beraktivitas di kawasan puat Jakarta, disarankan untuk memetakan jalur alternatif agar perjalanan tidak terganggu. Berikut ini sejumlah rute yang dapat digunakan: \nArah Bundaran HI menuju Jakarta Selatan bisa melewati Jalan Imam Bonjol, Jalan Diponegoro dan Jalan Proklamasi. \nUntuk arah Bundaran HI menuju Tanah Abang dan Jakarta Barat bisa melewati Jalan Kebon Sirih, Jalan Fachrudin, Jalan KH Mansyur. \nSelain Bundaran HI, penyesuaian arus kendaraan juga berpotensi terjadi di kawasan Patung Kuda hingga sekitar Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia apabila terdapat kegiatan penyampaian aspirasi di waktu bersamaan. \nMasyarakat juga disarankan menggunakan transportasi umum untuk menghindari potensi kepadatan di sekitar lokasi aksi. \nSebagai informasi, sebelumnya massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Jakarta Pusat-Utara telah lebih dahulu menggelar demo di kawasan Cikini pada Rabu (10/6) malam. Aksi yang berlangsung di ruas Jalan Cikini Raya itu diwarnai ketegangan antara peserta demonstrasi dan polisi di lapangan. \nMeski demikian, situasi dapat dikendalikan dan massa membubarkan diri sekitar pukul 21.32 WIB. Ketua HMI Cabang Jakarta Pusat-Utara, Amiruddin Emon dalam keterangannya pada Kamis (11/6), mengatakan kegiatan itu merupakan bentuk respons atas sejumlah persoalan yang tengah berkembang di tingkat nasional. \nMenurut dia, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax menjadi salah satu faktor yang memicu mahasiswa turun ke jalan. \nDalam aksi tersebut, para peserta menyuarakan sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan kondisi ekonomi dan tata kelola pemerintahan. Sedikitnya ada empat persoalan yang menjadi sorotan massa, yakni transparansi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga BBM, serta dugaan praktik korupsi dalam sejumlah program pemerintah. \nAmiruddin menilai kenaikan harga Pertamax berpotensi memberikan dampak berantai terhadap kehidupan masyarakat, termasuk kelompok ekonomi menengah ke bawah. \nKarena itu, ia meminta pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan yang terjadi pada nilai tukar rupiah. \nDi sisi lain, HMI Pustara mempertanyakan langkah aparat yang membubarkan demonstrasi tersebut. \nAmiruddin mengakui pihaknya tidak menyampaikan surat pemberitahuan kepada kepolisian karena aksi dilakukan secara spontan setelah kegiatan internal organisasi. \nIa mengungkapkan, saat massa sedang menyampaikan orasi, aparat kepolisian datang ke lokasi dan meminta demonstrasi dihentikan. \nBerdasarkan keterangan HMI, jumlah peserta yang mengikuti aksi tersebut sekitar 30 orang. \nSebagai informasi, dalam penyesuaian terbaru harga Pertamax mengalammi kenaikan cukup signifikan dari yang sebelumnya Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. \nSementara untuk Pertamax Green 95 juga naik dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter. Di sisi lain, Pertamina memastikan harga BBM subsidi tidak berubah. \nPertalite tetap dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar masih dipatok Rp6.800 per liter.\n\n#bemsi #demo #bundaranhi \n\nSimak berita selengkapnya di http://pontianak.tribunnews.com/\nSimak Video Viral lainnya    / tribunsingkawang1  \n\nProgram: Live Update \nHost: Putri Dwi Arrini \nSumber: Tribunnews.com\nUploader: Anesh Viduka\n\n‎Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLd...\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\nFollow us:\n\nInstagram:   / tribunpontianak  \nFacebook:   / tribunpontianakinteraktif  \nTwitter:   / tribunpontianak  \nTikTok: tiktok.com/\n\nTerima Kasih Telah Subscribe, Like, dan comment konten-konten menarik dari Kami.", "post_id": "-cEVIDMl1-c"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "attributes": {"label": "@tuturmediadigital", "x": 18.141648639399932, "y": 408.09416144604006, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "WO0HsbWhwgQ", "id": "@tuturmediadigital", "source": "youtube-000001", "content": "Optimis Rupiah Menguat, Menkeu Purbaya: Kalau Pegang Dolar, Jual Sajalah!\n\nTUTUR.co.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah telah masuk ke pasar obligasi global sebagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan ekonomi global. Menurutnya, penerbitan global bond senilai sekitar 2 hingga 3 miliar dolar AS diharapkan dapat menambah suplai valuta asing di pasar domestik dan membantu menopang penguatan rupiah.\n\nDalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Purbaya juga mengimbau pelaku pasar yang masih menyimpan dolar AS untuk mempertimbangkan melepas kepemilikannya. Ia menilai tekanan terhadap rupiah lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal, terutama ketidakpastian geopolitik global yang turut menekan mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.\n\n#purbaya #rupiah #dolar #nilaitukarrupiah #tuturtv #tuturmediadigital \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...", "post_id": "WO0HsbWhwgQ"}}, {"key": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "tuturtvmedia", "x": 493.63393244331223, "y": 49.29940169482072, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.9696, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "WO0HsbWhwgQ", "id": "tuturtvmedia", "source": "youtube-000001", "content": "Optimis Rupiah Menguat, Menkeu Purbaya: Kalau Pegang Dolar, Jual Sajalah!\n\nTUTUR.co.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah telah masuk ke pasar obligasi global sebagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan ekonomi global. Menurutnya, penerbitan global bond senilai sekitar 2 hingga 3 miliar dolar AS diharapkan dapat menambah suplai valuta asing di pasar domestik dan membantu menopang penguatan rupiah.\n\nDalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Purbaya juga mengimbau pelaku pasar yang masih menyimpan dolar AS untuk mempertimbangkan melepas kepemilikannya. Ia menilai tekanan terhadap rupiah lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal, terutama ketidakpastian geopolitik global yang turut menekan mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.\n\n#purbaya #rupiah #dolar #nilaitukarrupiah #tuturtv #tuturmediadigital \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...", "post_id": "WO0HsbWhwgQ"}}, {"key": "@NDTVProfitIndia", "attributes": {"label": "@NDTVProfitIndia", "x": 221.42249375914568, "y": 194.31450869053103, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "gtghpMtt68c", "id": "@NDTVProfitIndia", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa Perundingan Perdagangan India Penting di Tengah Risiko Minyak dan Rupiah\n\nMantan Wakil Ketua Komisi Perencanaan, Montek Singh Ahluwalia, membahas negosiasi perdagangan India dengan Inggris, Uni Eropa, dan AS, dan menjelaskan mengapa kesepakatan ini penting untuk menstabilkan lingkungan eksternal India di tengah ketidakpastian global. Ia mengatakan manfaat perjanjian perdagangan mungkin membutuhkan beberapa tahun untuk terlihat, sementara India menghadapi tantangan makroekonomi yang lebih mendesak dari harga minyak mentah yang lebih tinggi, defisit transaksi berjalan yang lebih besar, dan arus modal yang lebih lemah.\n\nAhluwalia juga memberikan pandangannya tentang rupee, dengan berpendapat bahwa India harus membiarkan mata uang tersebut tetap ditentukan oleh pasar sementara RBI hanya melakukan intervensi untuk mencegah volatilitas yang berlebihan. Ia mengatakan depresiasi rupee adalah respons alami terhadap defisit transaksi berjalan yang lebih besar dan kondisi pembiayaan eksternal yang lebih ketat, sambil memperingatkan bahwa pertumbuhan, inflasi, dan suku bunga semuanya perlu dikelola dengan hati-hati dalam beberapa bulan mendatang.\n\n#ekonomiindia #krisisenergiindia #kesepakatanperdaganganindia\n\nUntuk video lainnya, berlangganan saluran kami:    /   \nKunjungi NDTV Profit untuk berita lainnya: https://www.ndtvprofit.com/\nJangan memasuki pasar saham tanpa pengetahuan. Baca semua Laporan Riset di sini: https://www.ndtvprofit.com/research-r...\n\nIkuti NDTV Profit di sini\nTwitter:   / ndtvprofitindia   ,   / ndtvprofit  \nLinkedIn:   / ndtvprofit  \nInstagram:   / ndtvprofit  \nFacebook:   / ndtvprofit  \nProduser: Somesh", "post_id": "gtghpMtt68c"}}, {"key": "ndtvprofitindia", "attributes": {"label": "ndtvprofitindia", "x": 129.44881277012487, "y": 476.02897472584317, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.9696, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "gtghpMtt68c", "id": "ndtvprofitindia", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa Perundingan Perdagangan India Penting di Tengah Risiko Minyak dan Rupiah\n\nMantan Wakil Ketua Komisi Perencanaan, Montek Singh Ahluwalia, membahas negosiasi perdagangan India dengan Inggris, Uni Eropa, dan AS, dan menjelaskan mengapa kesepakatan ini penting untuk menstabilkan lingkungan eksternal India di tengah ketidakpastian global. Ia mengatakan manfaat perjanjian perdagangan mungkin membutuhkan beberapa tahun untuk terlihat, sementara India menghadapi tantangan makroekonomi yang lebih mendesak dari harga minyak mentah yang lebih tinggi, defisit transaksi berjalan yang lebih besar, dan arus modal yang lebih lemah.\n\nAhluwalia juga memberikan pandangannya tentang rupee, dengan berpendapat bahwa India harus membiarkan mata uang tersebut tetap ditentukan oleh pasar sementara RBI hanya melakukan intervensi untuk mencegah volatilitas yang berlebihan. Ia mengatakan depresiasi rupee adalah respons alami terhadap defisit transaksi berjalan yang lebih besar dan kondisi pembiayaan eksternal yang lebih ketat, sambil memperingatkan bahwa pertumbuhan, inflasi, dan suku bunga semuanya perlu dikelola dengan hati-hati dalam beberapa bulan mendatang.\n\n#ekonomiindia #krisisenergiindia #kesepakatanperdaganganindia\n\nUntuk video lainnya, berlangganan saluran kami:    /   \nKunjungi NDTV Profit untuk berita lainnya: https://www.ndtvprofit.com/\nJangan memasuki pasar saham tanpa pengetahuan. Baca semua Laporan Riset di sini: https://www.ndtvprofit.com/research-r...\n\nIkuti NDTV Profit di sini\nTwitter:   / ndtvprofitindia   ,   / ndtvprofit  \nLinkedIn:   / ndtvprofit  \nInstagram:   / ndtvprofit  \nFacebook:   / ndtvprofit  \nProduser: Somesh", "post_id": "gtghpMtt68c"}}, {"key": "@OfficialiNews", "attributes": {"label": "@OfficialiNews", "x": 825.1147347395265, "y": 466.82050344214343, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "VRE-Q0toBAo", "id": "@OfficialiNews", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya: Rupiah Melemah Tak Wajar, Perekonomi Indonesia Masih Kuat | iNews Terkini (28/5)\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pelemahan rupiah saat ini dinilai tidak wajar. Meski demikian, pemerintah memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN masih kuat dan belum perlu dilakukan uji ulang ketahanan fiskal.\n\nMenurut Purbaya, pemerintah sebelumnya sudah memasukkan berbagai risiko global dalam simulasi APBN 2026, termasuk skenario harga minyak tinggi dan pelemahan rupiah. Karena itu, kondisi saat ini dinilai masih dalam batas yang dapat diantisipasi.\n\nPurbaya juga menegaskan perekonomian Indonesia secara umum masih berada dalam kondisi baik dan stabil. Dia optimistis tekanan terhadap rupiah tidak akan berlangsung lama karena mulai ada perbaikan sentimen di pasar keuangan domestik.\n\n#Purbaya #Rupiah #APBN #EkonomiIndonesia #Menkeu #NilaiTukarRupiah #Kemenkeu #BeritaEkonomi #PerekonomianIndonesia #RupiahMelemah #APBN2026 #BreakingNews #Indonesia #Keua\n\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\n\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\n#iNews #BeritaTerkini #BreakingNews #BeritaHariIni #BeritaNasional #BeritaIndonesia #BeritaDunia #TerlengkapTercepatTerpercaya", "post_id": "VRE-Q0toBAo"}}, {"key": "officialinews", "attributes": {"label": "officialinews", "x": 987.4029895051026, "y": 102.8171324797994, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.9696, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "VRE-Q0toBAo", "id": "officialinews", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya: Rupiah Melemah Tak Wajar, Perekonomi Indonesia Masih Kuat | iNews Terkini (28/5)\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pelemahan rupiah saat ini dinilai tidak wajar. Meski demikian, pemerintah memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN masih kuat dan belum perlu dilakukan uji ulang ketahanan fiskal.\n\nMenurut Purbaya, pemerintah sebelumnya sudah memasukkan berbagai risiko global dalam simulasi APBN 2026, termasuk skenario harga minyak tinggi dan pelemahan rupiah. Karena itu, kondisi saat ini dinilai masih dalam batas yang dapat diantisipasi.\n\nPurbaya juga menegaskan perekonomian Indonesia secara umum masih berada dalam kondisi baik dan stabil. Dia optimistis tekanan terhadap rupiah tidak akan berlangsung lama karena mulai ada perbaikan sentimen di pasar keuangan domestik.\n\n#Purbaya #Rupiah #APBN #EkonomiIndonesia #Menkeu #NilaiTukarRupiah #Kemenkeu #BeritaEkonomi #PerekonomianIndonesia #RupiahMelemah #APBN2026 #BreakingNews #Indonesia #Keua\n\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\n\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\n#iNews #BeritaTerkini #BreakingNews #BeritaHariIni #BeritaNasional #BeritaIndonesia #BeritaDunia #TerlengkapTercepatTerpercaya", "post_id": "VRE-Q0toBAo"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 568.9487697045133, "y": 498.9447056528957, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "y-iZfyFYeyM", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Terus Melemah, Purbaya Bicara Soal APBN hingga Yield Obligasi | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah melemah hingga menyentuh Rp17.800 per dolar AS seiring arus modal keluar dan ekspektasi pengetatan moneter di Amerika Serikat, namun pemerintah menegaskan kondisi APBN tetap aman karena telah memperhitungkan berbagai skenario, termasuk kenaikan harga minyak. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan intervensi bersama Bank Indonesia di pasar obligasi berhasil menjaga stabilitas yield Surat Berharga Negara, sehingga minat investor asing tetap terjaga. Ia juga optimistis bahwa langkah strategis lanjutan pemerintah serta fundamental ekonomi yang kuat akan membantu memperkuat kembali nilai rupiah dalam waktu dekat.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "y-iZfyFYeyM"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 414.6597605269494, "y": 840.469476725517, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.2557, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "y-iZfyFYeyM", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Terus Melemah, Purbaya Bicara Soal APBN hingga Yield Obligasi | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah melemah hingga menyentuh Rp17.800 per dolar AS seiring arus modal keluar dan ekspektasi pengetatan moneter di Amerika Serikat, namun pemerintah menegaskan kondisi APBN tetap aman karena telah memperhitungkan berbagai skenario, termasuk kenaikan harga minyak. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan intervensi bersama Bank Indonesia di pasar obligasi berhasil menjaga stabilitas yield Surat Berharga Negara, sehingga minat investor asing tetap terjaga. Ia juga optimistis bahwa langkah strategis lanjutan pemerintah serta fundamental ekonomi yang kuat akan membantu memperkuat kembali nilai rupiah dalam waktu dekat.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "y-iZfyFYeyM"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 956.725912960025, "y": 725.0197381175498, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.2557, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "y-iZfyFYeyM", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Terus Melemah, Purbaya Bicara Soal APBN hingga Yield Obligasi | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah melemah hingga menyentuh Rp17.800 per dolar AS seiring arus modal keluar dan ekspektasi pengetatan moneter di Amerika Serikat, namun pemerintah menegaskan kondisi APBN tetap aman karena telah memperhitungkan berbagai skenario, termasuk kenaikan harga minyak. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan intervensi bersama Bank Indonesia di pasar obligasi berhasil menjaga stabilitas yield Surat Berharga Negara, sehingga minat investor asing tetap terjaga. Ia juga optimistis bahwa langkah strategis lanjutan pemerintah serta fundamental ekonomi yang kuat akan membantu memperkuat kembali nilai rupiah dalam waktu dekat.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "y-iZfyFYeyM"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 948.3113990901497, "y": 773.359572942266, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.2557, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "y-iZfyFYeyM", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Terus Melemah, Purbaya Bicara Soal APBN hingga Yield Obligasi | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah melemah hingga menyentuh Rp17.800 per dolar AS seiring arus modal keluar dan ekspektasi pengetatan moneter di Amerika Serikat, namun pemerintah menegaskan kondisi APBN tetap aman karena telah memperhitungkan berbagai skenario, termasuk kenaikan harga minyak. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan intervensi bersama Bank Indonesia di pasar obligasi berhasil menjaga stabilitas yield Surat Berharga Negara, sehingga minat investor asing tetap terjaga. Ia juga optimistis bahwa langkah strategis lanjutan pemerintah serta fundamental ekonomi yang kuat akan membantu memperkuat kembali nilai rupiah dalam waktu dekat.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "y-iZfyFYeyM"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 128.5355689731742, "y": 978.4851014913546, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.2557, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "y-iZfyFYeyM", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Terus Melemah, Purbaya Bicara Soal APBN hingga Yield Obligasi | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah melemah hingga menyentuh Rp17.800 per dolar AS seiring arus modal keluar dan ekspektasi pengetatan moneter di Amerika Serikat, namun pemerintah menegaskan kondisi APBN tetap aman karena telah memperhitungkan berbagai skenario, termasuk kenaikan harga minyak. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan intervensi bersama Bank Indonesia di pasar obligasi berhasil menjaga stabilitas yield Surat Berharga Negara, sehingga minat investor asing tetap terjaga. Ia juga optimistis bahwa langkah strategis lanjutan pemerintah serta fundamental ekonomi yang kuat akan membantu memperkuat kembali nilai rupiah dalam waktu dekat.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "y-iZfyFYeyM"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 856.8408364099896, "y": 168.9768716604626, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.2557, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "y-iZfyFYeyM", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Terus Melemah, Purbaya Bicara Soal APBN hingga Yield Obligasi | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah melemah hingga menyentuh Rp17.800 per dolar AS seiring arus modal keluar dan ekspektasi pengetatan moneter di Amerika Serikat, namun pemerintah menegaskan kondisi APBN tetap aman karena telah memperhitungkan berbagai skenario, termasuk kenaikan harga minyak. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan intervensi bersama Bank Indonesia di pasar obligasi berhasil menjaga stabilitas yield Surat Berharga Negara, sehingga minat investor asing tetap terjaga. Ia juga optimistis bahwa langkah strategis lanjutan pemerintah serta fundamental ekonomi yang kuat akan membantu memperkuat kembali nilai rupiah dalam waktu dekat.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "y-iZfyFYeyM"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 996.375804680786, "y": 315.4569717836345, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.2557, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "y-iZfyFYeyM", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Terus Melemah, Purbaya Bicara Soal APBN hingga Yield Obligasi | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah melemah hingga menyentuh Rp17.800 per dolar AS seiring arus modal keluar dan ekspektasi pengetatan moneter di Amerika Serikat, namun pemerintah menegaskan kondisi APBN tetap aman karena telah memperhitungkan berbagai skenario, termasuk kenaikan harga minyak. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan intervensi bersama Bank Indonesia di pasar obligasi berhasil menjaga stabilitas yield Surat Berharga Negara, sehingga minat investor asing tetap terjaga. Ia juga optimistis bahwa langkah strategis lanjutan pemerintah serta fundamental ekonomi yang kuat akan membantu memperkuat kembali nilai rupiah dalam waktu dekat.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "y-iZfyFYeyM"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 247.75885579277957, "y": 157.93947952441633, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "PsEDIeCpx7I", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah dan IHSG Hancur, Benarkah Karena Asing? Fakta Ekonomi Era Prabowo vs Jokowi vs SBY!\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! Pernahkah Anda mendengar narasi yang mengatakan bahwa anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan melemahnya nilai tukar Rupiah belakangan ini adalah ulah murni \"antek aseng\" atau spekulan asing? Banyak pihak sering kali menggunakan teori kambing hitam eksternal ini untuk menutupi kelemahan di dalam negeri. Video kali ini akan membongkar tuntas fakta sebenarnya di balik layar krisis ekonomi dan kepercayaan di Indonesia!\n\nFaktanya, keluarnya modal asing secara masif adalah respons rasional investor terhadap fundamental ekonomi kita yang sedang keropos. Saat ini, stabilitas ekonomi makro Indonesia sedang dihantam oleh \"Twin Shocks\" atau guncangan ganda, yakni kenaikan drastis nilai tukar Dolar AS dan meroketnya harga minyak mentah global. Situasi ini menjadi fatal karena produksi minyak nasional kita terus menurun tajam, sementara tingkat konsumsinya justru melonjak, membuat kita makin kecanduan impor energi. Efek dominonya sangat mengerikan, di mana beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bisa membengkak puluhan triliun rupiah hanya untuk menambal impor bensin.\n\nLebih parah lagi, di tengah kondisi fiskal yang berdarah-darah, publik justru dihadapkan pada skandal dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Uang pajak rakyat yang seharusnya mulia digunakan untuk menekan angka stunting anak sekolah, diduga kuat malah menjadi lahan rente bernilai miliaran rupiah per harinya. Manipulasi sistem verifikasi mitra ini bahkan diduga melibatkan oknum pejabat, yang membuat reputasi puluhan tahun mereka hancur seketika akibat godaan arus kas harian.\n\nDi video ini, Wawasan Cerdas juga menghadirkan analisis komparatif indikator ekonomi lintas era, mulai dari era SBY, Jokowi, hingga fase awal pemerintahan Prabowo. Dari data sejarah, terbukti bahwa tingginya angka pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tidak akan mampu menenangkan kepanikan di pasar saham jika investor melihat adanya pemburukan kualitas kebijakan, inflasi, dan risiko fiskal.\n\nPada akhirnya, bukan para elite yang paling menderita, melainkan rakyat kecil di akar rumput. Masyarakat desa tidak peduli dengan siapa yang disalahkan di tingkat global; mereka merasakan langsung pahitnya krisis saat harga tahu-tempe melambung tinggi karena naiknya harga kedelai impor, mahalnya ongkos transportasi akibat BBM, dan kacaunya harga barang kebutuhan pokok. Mereka hanya ingin ekonomi stabil, serta dana APBN yang bebas dari kebocoran korupsi pejabat.\n\n00:06 Benarkah Semua Gara-gara Antek Asing?\n08:11 Dekontruksi Narasi \"Kambing Hitam\"\n15:39 Anatomi Kerentanan Indonesia\n24:07 Kinerja Ekonomi Era Prabowo vs Jokowi vs SBY\n32:39 Krisis Integritas Fiskal\n\nMari kita bedah secara cerdas dan objektif! Jangan lupa bahwa konten ini bukanlah saran investasi atau rekomendasi keuangan. Keputusan investasi di pasar saham tetap sepenuhnya berada di tangan Anda.\n\nJika wawasan ini bermanfaat, pastikan Anda menekan tombol LIKE, bagikan pemikiran Anda di kolom COMMENT, dan SUBSCRIBE channel Wawasan Cerdas agar tidak ketinggalan update analisis ekonomi, politik, dan isu terkini lainnya!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#WawasanCerdas #EkonomiIndonesia #KrisisEkonomi #RupiahMelemah #IHSGAnjlok #KorupsiMBG #BeritaEkonomi #APBNIndonesia #PolitikIndonesia #MakanBergiziGratis #SkandalKorupsi #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "PsEDIeCpx7I"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 735.9329489202978, "y": 467.5453724319525, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2198, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "PsEDIeCpx7I", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah dan IHSG Hancur, Benarkah Karena Asing? Fakta Ekonomi Era Prabowo vs Jokowi vs SBY!\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! Pernahkah Anda mendengar narasi yang mengatakan bahwa anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan melemahnya nilai tukar Rupiah belakangan ini adalah ulah murni \"antek aseng\" atau spekulan asing? Banyak pihak sering kali menggunakan teori kambing hitam eksternal ini untuk menutupi kelemahan di dalam negeri. Video kali ini akan membongkar tuntas fakta sebenarnya di balik layar krisis ekonomi dan kepercayaan di Indonesia!\n\nFaktanya, keluarnya modal asing secara masif adalah respons rasional investor terhadap fundamental ekonomi kita yang sedang keropos. Saat ini, stabilitas ekonomi makro Indonesia sedang dihantam oleh \"Twin Shocks\" atau guncangan ganda, yakni kenaikan drastis nilai tukar Dolar AS dan meroketnya harga minyak mentah global. Situasi ini menjadi fatal karena produksi minyak nasional kita terus menurun tajam, sementara tingkat konsumsinya justru melonjak, membuat kita makin kecanduan impor energi. Efek dominonya sangat mengerikan, di mana beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bisa membengkak puluhan triliun rupiah hanya untuk menambal impor bensin.\n\nLebih parah lagi, di tengah kondisi fiskal yang berdarah-darah, publik justru dihadapkan pada skandal dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Uang pajak rakyat yang seharusnya mulia digunakan untuk menekan angka stunting anak sekolah, diduga kuat malah menjadi lahan rente bernilai miliaran rupiah per harinya. Manipulasi sistem verifikasi mitra ini bahkan diduga melibatkan oknum pejabat, yang membuat reputasi puluhan tahun mereka hancur seketika akibat godaan arus kas harian.\n\nDi video ini, Wawasan Cerdas juga menghadirkan analisis komparatif indikator ekonomi lintas era, mulai dari era SBY, Jokowi, hingga fase awal pemerintahan Prabowo. Dari data sejarah, terbukti bahwa tingginya angka pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tidak akan mampu menenangkan kepanikan di pasar saham jika investor melihat adanya pemburukan kualitas kebijakan, inflasi, dan risiko fiskal.\n\nPada akhirnya, bukan para elite yang paling menderita, melainkan rakyat kecil di akar rumput. Masyarakat desa tidak peduli dengan siapa yang disalahkan di tingkat global; mereka merasakan langsung pahitnya krisis saat harga tahu-tempe melambung tinggi karena naiknya harga kedelai impor, mahalnya ongkos transportasi akibat BBM, dan kacaunya harga barang kebutuhan pokok. Mereka hanya ingin ekonomi stabil, serta dana APBN yang bebas dari kebocoran korupsi pejabat.\n\n00:06 Benarkah Semua Gara-gara Antek Asing?\n08:11 Dekontruksi Narasi \"Kambing Hitam\"\n15:39 Anatomi Kerentanan Indonesia\n24:07 Kinerja Ekonomi Era Prabowo vs Jokowi vs SBY\n32:39 Krisis Integritas Fiskal\n\nMari kita bedah secara cerdas dan objektif! Jangan lupa bahwa konten ini bukanlah saran investasi atau rekomendasi keuangan. Keputusan investasi di pasar saham tetap sepenuhnya berada di tangan Anda.\n\nJika wawasan ini bermanfaat, pastikan Anda menekan tombol LIKE, bagikan pemikiran Anda di kolom COMMENT, dan SUBSCRIBE channel Wawasan Cerdas agar tidak ketinggalan update analisis ekonomi, politik, dan isu terkini lainnya!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#WawasanCerdas #EkonomiIndonesia #KrisisEkonomi #RupiahMelemah #IHSGAnjlok #KorupsiMBG #BeritaEkonomi #APBNIndonesia #PolitikIndonesia #MakanBergiziGratis #SkandalKorupsi #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "PsEDIeCpx7I"}}, {"key": "@PenjagaHarapan", "attributes": {"label": "@PenjagaHarapan", "x": 557.239985065665, "y": 576.6207447809363, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.47, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "oweZAHFiqko", "id": "@PenjagaHarapan", "source": "youtube-000001", "content": "Stop Subsidi Bocor! Anggarannya Bisa Sejahterakan Guru Honorer!\n\n🎙️ Wakil Ketua Komisi 12 DPR RI, Sugeng Suparwoto, bicara terbuka dan blak-blakan soal berbagai persoalan besar yang sedang dihadapi Indonesia, mulai dari mafia tambang, subsidi BBM yang bocor, krisis energi, hingga nasib jutaan guru honorer di tanah air. Bersama Nuke Azwita, Sugeng menjelaskan bagaimana sektor energi dan pertambangan menjadi salah satu penopang terbesar ekonomi nasional, tetapi di sisi lain juga menyimpan banyak persoalan serius yang harus segera dibenahi. Ia menyoroti bagaimana praktik tambang ilegal masih marak terjadi dan berdampak besar terhadap kerusakan lingkungan serta hilangnya potensi pemasukan negara.\n\nSugeng juga mengungkap alasan kenapa Indonesia yang dikenal kaya sumber daya alam justru masih harus impor minyak dalam jumlah besar setiap harinya. Ia menjelaskan soal penurunan produksi minyak nasional, ketergantungan terhadap impor energi, hingga dampak konflik Timur Tengah terhadap harga BBM dan kondisi APBN Indonesia. Selain itu, dibahas juga bagaimana subsidi LPG dan BBM sering kali tidak tepat sasaran dan justru dinikmati oleh kelompok masyarakat mampu. Menurut Sugeng, kebocoran subsidi ini sangat merugikan negara karena anggaran ratusan triliun rupiah seharusnya bisa dialihkan untuk sektor penting seperti pendidikan, kesejahteraan guru honorer, dan pembangunan sumber daya manusia Indonesia.\n\nTak hanya membahas energi dan tambang, podcast ini juga menyinggung pentingnya pendidikan dan teknologi sebagai kunci masa depan bangsa. Sugeng menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam industri energi hijau dan kendaraan listrik karena memiliki cadangan nikel yang sangat besar. Namun, ia mengingatkan bahwa tanpa kualitas pendidikan yang baik dan penguasaan teknologi, Indonesia hanya akan menjadi penonton di negeri sendiri. Ia juga mengajak generasi muda untuk terus belajar, menjaga integritas, dan tidak pesimis menghadapi tantangan bangsa. Menurutnya, masa depan Indonesia masih sangat cerah jika dikelola oleh sumber daya manusia yang kompeten dan bebas dari korupsi.\n\n\n#PenjagaHarapan #SugengNasdem #MafiaTambang #SubsidiBBM #EnergiIndonesia #KrisisEnergi #GuruHonorer #TambangIlegal #TransisiEnergi #NetZeroEmission #PodcastIndonesia #PolitikIndonesia\n\n\n\n\n____                     ...                             _____\nSolusiDigital: https://heylink.me/penjagaharapan\n____                     ...                             _____\n══════════════════\n𝐖𝐄𝐋𝐂𝐎𝐌𝐄 Our Social Media\n══════════════════\nInstagram:   / penjaga_harapan  \nFacebook:   / officialpenjagaharapan  \nX: https://x.com/penjagaharapan\nTiktok:   / penjaga.harapan  \nSnackvideo: https://www.snackvideo.com/\n════════════════𝗗𝗮𝗶𝗹𝘆 𝗨𝗽𝗱𝗮𝘁𝗲════════════════", "post_id": "oweZAHFiqko"}}, {"key": "penjagaha...", "attributes": {"label": "penjagaha...", "x": 973.5576474517238, "y": 460.8632918739807, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.9696, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "oweZAHFiqko", "id": "penjagaha...", "source": "youtube-000001", "content": "Stop Subsidi Bocor! Anggarannya Bisa Sejahterakan Guru Honorer!\n\n🎙️ Wakil Ketua Komisi 12 DPR RI, Sugeng Suparwoto, bicara terbuka dan blak-blakan soal berbagai persoalan besar yang sedang dihadapi Indonesia, mulai dari mafia tambang, subsidi BBM yang bocor, krisis energi, hingga nasib jutaan guru honorer di tanah air. Bersama Nuke Azwita, Sugeng menjelaskan bagaimana sektor energi dan pertambangan menjadi salah satu penopang terbesar ekonomi nasional, tetapi di sisi lain juga menyimpan banyak persoalan serius yang harus segera dibenahi. Ia menyoroti bagaimana praktik tambang ilegal masih marak terjadi dan berdampak besar terhadap kerusakan lingkungan serta hilangnya potensi pemasukan negara.\n\nSugeng juga mengungkap alasan kenapa Indonesia yang dikenal kaya sumber daya alam justru masih harus impor minyak dalam jumlah besar setiap harinya. Ia menjelaskan soal penurunan produksi minyak nasional, ketergantungan terhadap impor energi, hingga dampak konflik Timur Tengah terhadap harga BBM dan kondisi APBN Indonesia. Selain itu, dibahas juga bagaimana subsidi LPG dan BBM sering kali tidak tepat sasaran dan justru dinikmati oleh kelompok masyarakat mampu. Menurut Sugeng, kebocoran subsidi ini sangat merugikan negara karena anggaran ratusan triliun rupiah seharusnya bisa dialihkan untuk sektor penting seperti pendidikan, kesejahteraan guru honorer, dan pembangunan sumber daya manusia Indonesia.\n\nTak hanya membahas energi dan tambang, podcast ini juga menyinggung pentingnya pendidikan dan teknologi sebagai kunci masa depan bangsa. Sugeng menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam industri energi hijau dan kendaraan listrik karena memiliki cadangan nikel yang sangat besar. Namun, ia mengingatkan bahwa tanpa kualitas pendidikan yang baik dan penguasaan teknologi, Indonesia hanya akan menjadi penonton di negeri sendiri. Ia juga mengajak generasi muda untuk terus belajar, menjaga integritas, dan tidak pesimis menghadapi tantangan bangsa. Menurutnya, masa depan Indonesia masih sangat cerah jika dikelola oleh sumber daya manusia yang kompeten dan bebas dari korupsi.\n\n\n#PenjagaHarapan #SugengNasdem #MafiaTambang #SubsidiBBM #EnergiIndonesia #KrisisEnergi #GuruHonorer #TambangIlegal #TransisiEnergi #NetZeroEmission #PodcastIndonesia #PolitikIndonesia\n\n\n\n\n____                     ...                             _____\nSolusiDigital: https://heylink.me/penjagaharapan\n____                     ...                             _____\n══════════════════\n𝐖𝐄𝐋𝐂𝐎𝐌𝐄 Our Social Media\n══════════════════\nInstagram:   / penjaga_harapan  \nFacebook:   / officialpenjagaharapan  \nX: https://x.com/penjagaharapan\nTiktok:   / penjaga.harapan  \nSnackvideo: https://www.snackvideo.com/\n════════════════𝗗𝗮𝗶𝗹𝘆 𝗨𝗽𝗱𝗮𝘁𝗲════════════════", "post_id": "oweZAHFiqko"}}], "edges": [{"key": "krowmaxtism_", "source": "krowmaxtism_", "target": "Friska_cho", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "krowmaxtism_", "source": "krowmaxtism_", "target": "matchaalust", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "yusufgunawan", "source": "yusufgunawan", "target": "Dospemz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "GuitarsCute", "source": "GuitarsCute", "target": "pangsitstroberi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "GuitarsCute", "source": "GuitarsCute", "target": "yappingfess", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "CurutMincu37043", "source": "CurutMincu37043", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Jebeikhan1976", "source": "Jebeikhan1976", "target": "TeddGus", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "denymhammad", "source": "denymhammad", "target": "KenCaesar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "denymhammad", "source": "denymhammad", "target": "TxtdariHI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mdharm19", "source": "mdharm19", "target": "shda_agatha_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ossicapello", "source": "ossicapello", "target": "Heraloebss", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "MDeva909", "source": "MDeva909", "target": "dawiguna", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "MDeva909", "source": "MDeva909", "target": "raye_brahm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "MDeva909", "source": "MDeva909", "target": "grok", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Voidwhisper_69", "source": "Voidwhisper_69", "target": "seputarbola_idn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Voidwhisper_69", "source": "Voidwhisper_69", "target": "txtdrjkt", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "williamanggala", "source": "williamanggala", "target": "haruhazeeee", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "williamanggala", "source": "williamanggala", "target": "BigAlphaID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "fpd_dpr", "source": "fpd_dpr", "target": "marwancikasanofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "fpd_dpr", "source": "fpd_dpr", "target": "dpr_ri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "fpd_dpr", "source": "fpd_dpr", "target": "pdemokrat", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infoacehtimur_official", "source": "infoacehtimur_official", "target": "88royals.coating", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "hariharijogja", "source": "hariharijogja", "target": "hariharijogja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "hariharijogja", "source": "hariharijogja", "target": "hariharijogja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "hariharijogja", "source": "hariharijogja", "target": "hariharijogja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kppndumai", "source": "kppndumai", "target": "ditjenperbendaharaan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "surabayakabarmetro", "source": "surabayakabarmetro", "target": "gresik_bercerita", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "hariankompas", "source": "hariankompas", "target": "hariankompas.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "hariankompas", "source": "hariankompas", "target": "hariankompas.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "nvn.idn", "source": "nvn.idn", "target": "nvn.idn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipper.tips.edukasi", "source": "clipper.tips.edukasi", "target": "andersonnsteven", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "indonesia_biru", "source": "indonesia_biru", "target": "bigalphaid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cuan.class19", "source": "cuan.class19", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cuan.class19", "source": "cuan.class19", "target": "Bernadus", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "trendclip77", "source": "trendclip77", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "grindingmedia.id", "source": "grindingmedia.id", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "syahputra_247", "source": "syahputra_247", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "podcastviraldaily_", "source": "podcastviraldaily_", "target": "Bernadus", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "podcastviraldaily_", "source": "podcastviraldaily_", "target": "sucorsekuritas", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "netizenmedia07", "source": "netizenmedia07", "target": "Ulasan.co", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ceefem", "source": "ceefem", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "graham_di_caprio", "source": "graham_di_caprio", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipss.capital", "source": "clipss.capital", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipss.capital", "source": "clipss.capital", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "superclips.id02", "source": "superclips.id02", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "reyy16_8", "source": "reyy16_8", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "mindsetgrowthastronacci", "source": "mindsetgrowthastronacci", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "mindsetgrowthastronacci", "source": "mindsetgrowthastronacci", "target": "konten.com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "user485991268", "source": "user485991268", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "graham_di_caprio", "source": "graham_di_caprio", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "twsmotionnews", "source": "twsmotionnews", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "mindsetgrowthastronacci", "source": "mindsetgrowthastronacci", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "mindsetgrowthastronacci", "source": "mindsetgrowthastronacci", "target": "konten.com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "mindsetgrowthastronacci", "source": "mindsetgrowthastronacci", "target": "Sulianto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "loseper_", "source": "loseper_", "target": "kontencom_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "digital.bisnis.id", "source": "digital.bisnis.id", "target": "liputan6_news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "reyy16_8", "source": "reyy16_8", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "mediacehtimur", "source": "mediacehtimur", "target": "88royals.coating", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "source": "@KompasTVDewata", "target": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "source": "@KompasTVDewata", "target": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "source": "@KompasTVDewata", "target": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "source": "@KompasTVDewata", "target": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@thecore_in", "source": "@thecore_in", "target": "thecore_in", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@thecore_in", "source": "@thecore_in", "target": "thecore_in", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sb30official", "source": "@sb30official", "target": "sb30official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunSingkawang1", "source": "@TribunSingkawang1", "target": "videotribunpontianak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunSingkawang1", "source": "@TribunSingkawang1", "target": "tribunpontianak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@VideoTribunPontianak", "source": "@VideoTribunPontianak", "target": "tribunpontianak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "source": "@tuturmediadigital", "target": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@NDTVProfitIndia", "source": "@NDTVProfitIndia", "target": "ndtvprofitindia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialiNews", "source": "@OfficialiNews", "target": "officialinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@PenjagaHarapan", "source": "@PenjagaHarapan", "target": "penjagaha...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}