{"nodes": [{"key": "bulanramadhan_1448h", "attributes": {"label": "bulanramadhan_1448h", "x": 584.4144014985641, "y": 896.6373602847772, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 94.2459, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3912135301976426431_26297891865", "id": "bulanramadhan_1448h", "source": "instagram-000001", "content": "Dolar AS menembus Rp18.000 untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia pada 4 Juni 2026. Pelemahan rupiah dipicu konflik Timur Tengah, kenaikan harga minyak, inflasi yang meningkat, dan merosotnya surplus neraca dagang. Meski Bank Indonesia telah melakukan intervensi, tekanan eksternal yang kuat membuat rupiah menembus level psikologis tersebut.\n\nFollow  for more info! \n#ramadhan1448h #kursrupiah #dollar #ekonomi #indonesia", "post_id": "3912135301976426431_26297891865"}}, {"key": "syahputra_247", "attributes": {"label": "syahputra_247", "x": 344.7310272148754, "y": 326.0750396127059, "size": 13.56, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1371, "eigenvector": 54.071, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7645606668818156820", "id": "syahputra_247", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) sempat menyentuh rekor intraday terendah baru di kisaran Rp17.882 per dolar AS, dengan penutupan harian berada di level Rp17.670 per dolar AS. Pelemahan mata uang Garuda ini dipicu oleh berbagai faktor tekanan global dan domestik. [1, 2] Berikut adalah rangkuman situasi terkini pelemahan rupiah: Penyebab Utama Pelemahan Rupiah Sentimen Geopolitik: Ketegangan di Timur Tengah (konflik AS-Iran) dan Eropa Timur memicu ketidakpastian global, sehingga investor memburu dolar AS sebagai aset safe haven. [1, 2, 3, 4] Kekuatan Indeks Dolar (DXY): Indeks dolar AS terus mengalami penguatan secara global di tengah risiko inflasi yang membayangi ekonomi Amerika Serikat. [1] Faktor Domestik & Arus Kas Keluar: Tingginya permintaan dolar AS untuk pembayaran dividen perusahaan, utang luar negeri jatuh tempo, dan kebutuhan impor (terutama minyak) membebani cadangan devisa. [1] Kekhawatiran Defisit Neraca: Adanya rekam jejak defisit transaksi berjalan dan defisit anggaran yang membebani neraca eksternal Indonesia. [1, 2, 3] Langkah Antisipasi & Dampak Intervensi Bank Indonesia: Bank Indonesia terus melakukan intervensi pasar dan langkah stabilisasi untuk menahan volatilitas nilai tukar lebih lanjut menggunakan cadangan devisa. [1] Dampak Sektor Riil: Pelemahan ini memberikan tantangan bagi industri manufaktur di dalam negeri akibat tingginya biaya impor bahan baku. [1] \"Sumber: TWS News\"   #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7645606668818156820"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 162.51639945536445, "y": 689.1578014469222, "size": 14.95, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 202.3963, "eigenvector": 61.2153, "in_degree": 19, "out_degree": 0, "degree": 19}, "_id": "7645606668818156820", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) sempat menyentuh rekor intraday terendah baru di kisaran Rp17.882 per dolar AS, dengan penutupan harian berada di level Rp17.670 per dolar AS. Pelemahan mata uang Garuda ini dipicu oleh berbagai faktor tekanan global dan domestik. [1, 2] Berikut adalah rangkuman situasi terkini pelemahan rupiah: Penyebab Utama Pelemahan Rupiah Sentimen Geopolitik: Ketegangan di Timur Tengah (konflik AS-Iran) dan Eropa Timur memicu ketidakpastian global, sehingga investor memburu dolar AS sebagai aset safe haven. [1, 2, 3, 4] Kekuatan Indeks Dolar (DXY): Indeks dolar AS terus mengalami penguatan secara global di tengah risiko inflasi yang membayangi ekonomi Amerika Serikat. [1] Faktor Domestik & Arus Kas Keluar: Tingginya permintaan dolar AS untuk pembayaran dividen perusahaan, utang luar negeri jatuh tempo, dan kebutuhan impor (terutama minyak) membebani cadangan devisa. [1] Kekhawatiran Defisit Neraca: Adanya rekam jejak defisit transaksi berjalan dan defisit anggaran yang membebani neraca eksternal Indonesia. [1, 2, 3] Langkah Antisipasi & Dampak Intervensi Bank Indonesia: Bank Indonesia terus melakukan intervensi pasar dan langkah stabilisasi untuk menahan volatilitas nilai tukar lebih lanjut menggunakan cadangan devisa. [1] Dampak Sektor Riil: Pelemahan ini memberikan tantangan bagi industri manufaktur di dalam negeri akibat tingginya biaya impor bahan baku. [1] \"Sumber: TWS News\"   #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7645606668818156820"}}, {"key": "rangkaianbeerita", "attributes": {"label": "rangkaianbeerita", "x": 803.3575626060411, "y": 437.8041005282798, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1371, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7639275623436832020", "id": "rangkaianbeerita", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia akhirnya buka suara terkait pelemahan rupiah yang menyentuh level Rp17.500 per dolar AS. BI menyebut tekanan terhadap rupiah dipicu meningkatnya kebutuhan dolar AS untuk: ▪️ Pembayaran utang luar negeri ▪️ Pembagian dividen perusahaan ▪️ Kebutuhan musim haji Tak hanya itu, memanasnya konflik di Timur Tengah serta kenaikan harga minyak dunia juga ikut menekan nilai tukar rupiah di pasar global. Meski begitu, Bank Indonesia menilai kondisi ini masih bersifat sementara dan optimistis rupiah akan kembali bergerak menuju level fundamentalnya seiring stabilitas pasar dan langkah intervensi yang dilakukan. 📉 Pelemahan rupiah menjadi sorotan karena berdampak pada harga impor, biaya perjalanan luar negeri, hingga potensi kenaikan harga barang di dalam negeri. 💬 Menurut kalian, apakah rupiah bisa segera kembali menguat? Follow✓ Like✓ Comment📝 Instagram & tiktok  untuk melihat update berita lokal, nasional & internasional maupun video konten lainnya. #Rupiah #BankIndonesia #DollarAS #EkonomiIndonesia #NilaiTukar", "post_id": "7639275623436832020"}}, {"key": "rangkaianbeerita.id", "attributes": {"label": "rangkaianbeerita.id", "x": 222.48660130730102, "y": 618.9251502095135, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 26.1536, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7639275623436832020", "id": "rangkaianbeerita.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Indonesia akhirnya buka suara terkait pelemahan rupiah yang menyentuh level Rp17.500 per dolar AS. BI menyebut tekanan terhadap rupiah dipicu meningkatnya kebutuhan dolar AS untuk: ▪️ Pembayaran utang luar negeri ▪️ Pembagian dividen perusahaan ▪️ Kebutuhan musim haji Tak hanya itu, memanasnya konflik di Timur Tengah serta kenaikan harga minyak dunia juga ikut menekan nilai tukar rupiah di pasar global. Meski begitu, Bank Indonesia menilai kondisi ini masih bersifat sementara dan optimistis rupiah akan kembali bergerak menuju level fundamentalnya seiring stabilitas pasar dan langkah intervensi yang dilakukan. 📉 Pelemahan rupiah menjadi sorotan karena berdampak pada harga impor, biaya perjalanan luar negeri, hingga potensi kenaikan harga barang di dalam negeri. 💬 Menurut kalian, apakah rupiah bisa segera kembali menguat? Follow✓ Like✓ Comment📝 Instagram & tiktok  untuk melihat update berita lokal, nasional & internasional maupun video konten lainnya. #Rupiah #BankIndonesia #DollarAS #EkonomiIndonesia #NilaiTukar", "post_id": "7639275623436832020"}}, {"key": "financialclub11", "attributes": {"label": "financialclub11", "x": 261.6420482916321, "y": 514.8006385691325, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1371, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647491350924889351", "id": "financialclub11", "source": "tiktok-000001", "content": "Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyatakan bahwa rupiah berpotensi melemah hingga Rp18.000 per dolar AS jika ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus berlanjut. Kondisi ini dapat menjaga harga minyak tetap tinggi, meningkatkan risiko inflasi global, serta mendorong arus modal keluar dari negara berkembang. Selain faktor eksternal, tekanan juga datang dari kebutuhan domestik seperti repatriasi dividen dan pembayaran utang luar negeri. Untuk menjaga stabilitas rupiah, Bank Indonesia terus melakukan intervensi melalui pasar NDF offshore, transaksi spot, DNDF domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Disclaimer: Bukan nasihat keuangan (NFA). Lakukan riset mandiri (DYOR). sc:   #malaysia #rupiah #ringgit #ternakuangnews", "post_id": "7647491350924889351"}}, {"key": "ternakuang.id", "attributes": {"label": "ternakuang.id", "x": 168.85779581071546, "y": 633.8200519543377, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 26.1536, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647491350924889351", "id": "ternakuang.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyatakan bahwa rupiah berpotensi melemah hingga Rp18.000 per dolar AS jika ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus berlanjut. Kondisi ini dapat menjaga harga minyak tetap tinggi, meningkatkan risiko inflasi global, serta mendorong arus modal keluar dari negara berkembang. Selain faktor eksternal, tekanan juga datang dari kebutuhan domestik seperti repatriasi dividen dan pembayaran utang luar negeri. Untuk menjaga stabilitas rupiah, Bank Indonesia terus melakukan intervensi melalui pasar NDF offshore, transaksi spot, DNDF domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Disclaimer: Bukan nasihat keuangan (NFA). Lakukan riset mandiri (DYOR). sc:   #malaysia #rupiah #ringgit #ternakuangnews", "post_id": "7647491350924889351"}}, {"key": "levelupinsight_", "attributes": {"label": "levelupinsight_", "x": 727.6804463500176, "y": 329.9222381073522, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1371, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647543421657271560", "id": "levelupinsight_", "source": "tiktok-000001", "content": "Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyebut pelemahan rupiah hingga level Rp18.000 terjadi seiring tekanan geopolitik di Timur Tengah yang belum mereda. Kondisi tersebut membuat harga minyak terus melonjak dan memunculkan risiko inflasi global, sekaligus mendorong arus modal keluar dari negara-negara berkembang. Di sisi domestik, tekanan juga masih cukup besar sesuai pola repatriasi dividen dan pembayaran utang luar negeri (ULN). Kendati demikian, BI tidak berdiam diri dan terus mengintensifkan intervensi di pasar valuta asing. Source:  Crypto #akademicrypto #levelupinsight", "post_id": "7647543421657271560"}}, {"key": "Akademi", "attributes": {"label": "Akademi", "x": 295.55990202127794, "y": 136.49863784991857, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 26.1536, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647543421657271560", "id": "Akademi", "source": "tiktok-000001", "content": "Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyebut pelemahan rupiah hingga level Rp18.000 terjadi seiring tekanan geopolitik di Timur Tengah yang belum mereda. Kondisi tersebut membuat harga minyak terus melonjak dan memunculkan risiko inflasi global, sekaligus mendorong arus modal keluar dari negara-negara berkembang. Di sisi domestik, tekanan juga masih cukup besar sesuai pola repatriasi dividen dan pembayaran utang luar negeri (ULN). Kendati demikian, BI tidak berdiam diri dan terus mengintensifkan intervensi di pasar valuta asing. Source:  Crypto #akademicrypto #levelupinsight", "post_id": "7647543421657271560"}}, {"key": "ceefem", "attributes": {"label": "ceefem", "x": 520.8042454021944, "y": 350.7167724424295, "size": 13.56, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1371, "eigenvector": 54.071, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647486951477562632", "id": "ceefem", "source": "tiktok-000001", "content": "Dolar AS resmi menembus Rp18.000 untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia pada Kamis 4 Juni 2026, dengan USD/IDR tercatat di Rp18.015 pada perdagangan pagi ini, melansir Bloomberg dan Detik Finance. Pelemahan dipicu kombinasi eskalasi konflik Timur Tengah yang semakin meluas, lonjakan harga minyak Brent ke US$96 per barel, inflasi Mei yang naik ke 3,08% secara tahunan, hingga surplus neraca dagang April yang anjlok drastis dari US$3,32 miliar menjadi hanya US$89,1 juta. Bank Indonesia memastikan intervensi pasar sudah berjalan, namun tekanan eksternal yang datang bersamaan membuat rupiah sulit bertahan di bawah level psikologis yang selama ini belum pernah jebol sepanjang sejarah. ‎ ‎Sumber: TWS News ‎ ‎ ‎#kontencom #kontencomxtws #inflasi  #rupiah #fyp ‎", "post_id": "7647486951477562632"}}, {"key": "farhanmeme21", "attributes": {"label": "farhanmeme21", "x": 598.8221715455287, "y": 750.4571979178667, "size": 13.56, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1371, "eigenvector": 54.071, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648199881030421767", "id": "farhanmeme21", "source": "tiktok-000001", "content": "Dolar AS resmi menembus Rp18.000 untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia pada Kamis 4 Juni 2026, dengan USD/IDR tercatat di Rp18.015 pada perdagangan pagi ini, melansir Bloomberg dan Detik Finance.  Pelemahan dipicu kombinasi eskalasi konflik Timur Tengah yang semakin meluas, lonjakan harga minyak Brent ke US$96 per barel, inflasi Mei yang naik ke 3,08% secara tahunan, hingga surplus neraca dagang April yang anjlok drastis dari US$3,32 miliar menjadi hanya US$89,1 juta.  Bank Indonesia memastikan intervensi pasar sudah berjalan, namun tekanan eksternal yang datang bersamaan membuat rupiah sulit bertahan di bawah level psikologis yang selama ini belum pernah jebol sepanjang sejarah. Sumber:TWS News  #kontencom #kontencomxtws #fyppppppppppppppppppppppp #viralvideo", "post_id": "7648199881030421767"}}, {"key": "krz.clips0", "attributes": {"label": "krz.clips0", "x": 753.8594990584431, "y": 343.5861180414531, "size": 13.56, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1371, "eigenvector": 54.071, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7647572706061372690", "id": "krz.clips0", "source": "tiktok-000001", "content": "Dolar AS resmi menembus Rp18.000 untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia pada Kamis 4 Juni 2026, dengan USD/IDR tercatat di Rp18.015 pada perdagangan pagi ini, melansir Bloomberg dan Detik Finance.  Pelemahan dipicu kombinasi eskalasi konflik Timur Tengah yang semakin meluas, lonjakan harga minyak Brent ke US$96 per barel, inflasi Mei yang naik ke 3,08% secara tahunan, hingga surplus neraca dagang April yang anjlok drastis dari US$3,32 miliar menjadi hanya US$89,1 juta.  Bank Indonesia memastikan intervensi pasar sudah berjalan, namun tekanan eksternal yang datang bersamaan membuat rupiah sulit bertahan di bawah level psikologis yang selama ini belum pernah jebol sepanjang sejarah. Sumber: TWS News #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7647572706061372690"}}, {"key": "yourdreams019", "attributes": {"label": "yourdreams019", "x": 166.88869968648712, "y": 5.022414687494314, "size": 13.56, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1371, "eigenvector": 54.071, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647410623696997653", "id": "yourdreams019", "source": "tiktok-000001", "content": "Dolar AS resmi menembus Rp18.000 untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia pada Kamis 4 Juni 2026, dengan USD/IDR tercatat di Rp18.015 pada perdagangan pagi ini, melansir Bloomberg dan Detik Finance. Pelemahan dipicu kombinasi eskalasi konflik Timur Tengah yang semakin meluas, lonjakan harga minyak Brent ke US$96 per barel, inflasi Mei yang naik ke 3,08% secara tahunan, hingga surplus neraca dagang April yang anjlok drastis dari US$3,32 miliar menjadi hanya US$89,1 juta. Bank Indonesia memastikan intervensi pasar sudah berjalan, namun tekanan eksternal yang datang bersamaan membuat rupiah sulit bertahan di bawah level psikologis yang selama ini belum pernah jebol sepanjang sejarah. Sumber: TWS News #kontencom #kontencomxtws  Ig", "post_id": "7647410623696997653"}}, {"key": "kyy.news", "attributes": {"label": "kyy.news", "x": 96.2177662022894, "y": 87.48089376372425, "size": 13.56, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1371, "eigenvector": 54.071, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647739891891064082", "id": "kyy.news", "source": "tiktok-000001", "content": "Dolar AS resmi menembus Rp18.000 untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia pada Kamis 4 Juni 2026, dengan USD/IDR tercatat di Rp18.015 pada perdagangan pagi ini, melansir Bloomberg dan Detik Finance. Pelemahan dipicu kombinasi eskalasi konflik Timur Tengah yang semakin meluas, lonjakan harga minyak Brent ke US$96 per barel, inflasi Mei yang naik ke 3,08% secara tahunan, hingga surplus neraca dagang April yang anjlok drastis dari US$3,32 miliar menjadi hanya US$89,1 juta. Bank Indonesia memastikan intervensi pasar sudah berjalan, namun tekanan eksternal yang datang bersamaan membuat rupiah sulit bertahan di bawah level psikologis yang selama ini belum pernah jebol sepanjang sejarah.  SUMBER : TWS News   #kontencom #kontencomxtws #geopolitics #fyp", "post_id": "7647739891891064082"}}, {"key": "ahmadsfr31_clip", "attributes": {"label": "ahmadsfr31_clip", "x": 671.3888149021365, "y": 200.63043525636093, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1371, "eigenvector": 61.4669, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7647675806608674055", "id": "ahmadsfr31_clip", "source": "tiktok-000001", "content": "Dolar AS resmi menembus Rp18.000 untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia pada Kamis 4 Juni 2026, dengan USD/IDR tercatat di Rp18.015 pada perdagangan pagi ini, melansir Bloomberg dan Detik Finance. Pelemahan dipicu kombinasi eskalasi konflik Timur Tengah yang semakin meluas, lonjakan harga minyak Brent ke US$96 per barel, inflasi Mei yang naik ke 3,08% secara tahunan, hingga surplus neraca dagang April yang anjlok drastis dari US$3,32 miliar menjadi hanya US$89,1 juta. Bank Indonesia memastikan intervensi pasar sudah berjalan, namun tekanan eksternal yang datang bersamaan membuat rupiah sulit bertahan di bawah level psikologis yang selama ini belum pernah jebol sepanjang sejarah.    Indria Putra   #rupiah #idr #ekonomi #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7647675806608674055"}}, {"key": "Kontencom", "attributes": {"label": "Kontencom", "x": 404.4827250698044, "y": 946.4771872469323, "size": 3.84, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 30.1592, "eigenvector": 4.3124, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7647675806608674055", "id": "Kontencom", "source": "tiktok-000001", "content": "Dolar AS resmi menembus Rp18.000 untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia pada Kamis 4 Juni 2026, dengan USD/IDR tercatat di Rp18.015 pada perdagangan pagi ini, melansir Bloomberg dan Detik Finance. Pelemahan dipicu kombinasi eskalasi konflik Timur Tengah yang semakin meluas, lonjakan harga minyak Brent ke US$96 per barel, inflasi Mei yang naik ke 3,08% secara tahunan, hingga surplus neraca dagang April yang anjlok drastis dari US$3,32 miliar menjadi hanya US$89,1 juta. Bank Indonesia memastikan intervensi pasar sudah berjalan, namun tekanan eksternal yang datang bersamaan membuat rupiah sulit bertahan di bawah level psikologis yang selama ini belum pernah jebol sepanjang sejarah.    Indria Putra   #rupiah #idr #ekonomi #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7647675806608674055"}}, {"key": "Sulianto", "attributes": {"label": "Sulianto", "x": 382.2629372422911, "y": 712.3344644933424, "size": 3.79, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.1426, "eigenvector": 4.0608, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647675806608674055", "id": "Sulianto", "source": "tiktok-000001", "content": "Dolar AS resmi menembus Rp18.000 untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia pada Kamis 4 Juni 2026, dengan USD/IDR tercatat di Rp18.015 pada perdagangan pagi ini, melansir Bloomberg dan Detik Finance. Pelemahan dipicu kombinasi eskalasi konflik Timur Tengah yang semakin meluas, lonjakan harga minyak Brent ke US$96 per barel, inflasi Mei yang naik ke 3,08% secara tahunan, hingga surplus neraca dagang April yang anjlok drastis dari US$3,32 miliar menjadi hanya US$89,1 juta. Bank Indonesia memastikan intervensi pasar sudah berjalan, namun tekanan eksternal yang datang bersamaan membuat rupiah sulit bertahan di bawah level psikologis yang selama ini belum pernah jebol sepanjang sejarah.    Indria Putra   #rupiah #idr #ekonomi #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7647675806608674055"}}, {"key": "cahenom34", "attributes": {"label": "cahenom34", "x": 519.8995117466673, "y": 495.48375251066426, "size": 13.56, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1371, "eigenvector": 54.071, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647809803422567700", "id": "cahenom34", "source": "tiktok-000001", "content": "Dolar AS resmi menembus Rp18.000 untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia pada Kamis 4 Juni 2026, dengan USD/IDR tercatat di Rp18.015 pada perdagangan pagi ini, melansir Bloomberg dan Detik Finance. Pelemahan dipicu kombinasi eskalasi konflik Timur Tengah yang semakin meluas, lonjakan harga minyak Brent ke US$96 per barel, inflasi Mei yang naik ke 3,08% secara tahunan, hingga surplus neraca dagang April yang anjlok drastis dari US$3,32 miliar menjadi hanya US$89,1 juta. Bank Indonesia memastikan intervensi pasar sudah berjalan, namun tekanan eksternal yang datang bersamaan membuat rupiah sulit bertahan di bawah level psikologis yang selama ini belum pernah jebol sepanjang sejarah. Sumber: TWS News  #kontencom #kontencomxtws #rupiah #idr", "post_id": "7647809803422567700"}}, {"key": "graham_di_caprio", "attributes": {"label": "graham_di_caprio", "x": 74.85444964673582, "y": 706.5286169756148, "size": 13.56, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1371, "eigenvector": 54.071, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647377150818929921", "id": "graham_di_caprio", "source": "tiktok-000001", "content": "Dolar AS resmi menembus Rp18.000 untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia pada Kamis 4 Juni 2026, dengan USD/IDR tercatat di Rp18.015 pada perdagangan pagi ini, melansir Bloomberg dan Detik Finance.  Pelemahan dipicu kombinasi eskalasi konflik Timur Tengah yang semakin meluas, lonjakan harga minyak Brent ke US$96 per barel, inflasi Mei yang naik ke 3,08% secara tahunan, hingga surplus neraca dagang April yang anjlok drastis dari US$3,32 miliar menjadi hanya US$89,1 juta.  Bank Indonesia memastikan intervensi pasar sudah berjalan, namun tekanan eksternal yang datang bersamaan membuat rupiah sulit bertahan di bawah level psikologis yang selama ini belum pernah jebol sepanjang sejarah. Sumber:TWS News  #kontencom #kontencomxtws #fyp", "post_id": "7647377150818929921"}}, {"key": "barr_712", "attributes": {"label": "barr_712", "x": 495.24250355648394, "y": 631.0383085823307, "size": 13.56, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1371, "eigenvector": 54.071, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647389381514366229", "id": "barr_712", "source": "tiktok-000001", "content": "Dolar AS resmi menembus Rp18.000 untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia pada Kamis 4 Juni 2026, dengan USD/IDR tercatat di Rp18.015 pada perdagangan pagi ini, melansir Bloomberg dan Detik Finance. Pelemahan dipicu kombinasi eskalasi konflik Timur Tengah yang semakin meluas, lonjakan harga minyak Brent ke US$96 per barel, inflasi Mei yang naik ke 3,08% secara tahunan, hingga surplus neraca dagang April yang anjlok drastis dari US$3,32 miliar menjadi hanya US$89,1 juta. Bank Indonesia memastikan intervensi pasar sudah berjalan, namun tekanan eksternal yang datang bersamaan membuat rupiah sulit bertahan di bavwah level psikologis yang selama ini belum pernah jebol sepanjang sejarah. Sumber Ig : TWS News  #kontencom #kontencomxtws #purbaya", "post_id": "7647389381514366229"}}, {"key": "whyarthur1", "attributes": {"label": "whyarthur1", "x": 438.1225617594512, "y": 686.6821447614128, "size": 13.56, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1371, "eigenvector": 54.071, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647758523828358418", "id": "whyarthur1", "source": "tiktok-000001", "content": "Dolar AS resmi menembus Rp18.000 untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia pada Kamis 4 Juni 2026, dengan USD/IDR tercatat di Rp18.015 pada perdagangan pagi ini, melansir Bloomberg dan Detik Finance. Pelemahan dipicu kombinasi eskalasi konflik Timur Tengah yang semakin meluas, lonjakan harga minyak Brent ke US$96 per barel, inflasi Mei yang naik ke 3,08% secara tahunan, hingga surplus neraca dagang April yang anjlok drastis dari US$3,32 miliar menjadi hanya US$89,1 juta. Bank Indonesia memastikan intervensi pasar sudah berjalan, namun tekanan eksternal yang datang bersamaan membuat rupiah sulit bertahan di bawah level psikologis yang selama ini belum pernah jebol sepanjang sejarah. Sumber: TWS NEWS   #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7647758523828358418"}}, {"key": "partner.cliper", "attributes": {"label": "partner.cliper", "x": 912.2068465687653, "y": 468.4277239894288, "size": 13.56, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1371, "eigenvector": 54.071, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647716804613311765", "id": "partner.cliper", "source": "tiktok-000001", "content": "Dolar AS resmi menembus Rp18.000 untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia pada Kamis 4 Juni 2026, dengan USD/IDR tercatat di Rp18.015 pada perdagangan pagi ini, melansir Bloomberg dan Detik Finance. Pelemahan dipicu kombinasi eskalasi konflik Timur Tengah yang semakin meluas, lonjakan harga minyak Brent ke US$96 per barel, inflasi Mei yang naik ke 3,08% secara tahunan, hingga surplus neraca dagang April yang anjlok drastis dari US$3,32 miliar menjadi hanya US$89,1 juta. Bank Indonesia memastikan intervensi pasar sudah berjalan, namun tekanan eksternal yang datang bersamaan membuat rupiah sulit bertahan di bawah level psikologis yang selama ini belum pernah jebol sepanjang sejarah. #kontencomxtws #kontencom #rupiah #rupiahnaik   Sumber: TWS News", "post_id": "7647716804613311765"}}, {"key": "media.clips02", "attributes": {"label": "media.clips02", "x": 274.29246549325734, "y": 1.6485496790563658, "size": 13.56, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1371, "eigenvector": 54.071, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647489079877192968", "id": "media.clips02", "source": "tiktok-000001", "content": "‎Dolar AS resmi menembus Rp18.000 untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia pada Kamis 4 Juni 2026, dengan USD/IDR tercatat di Rp18.015 pada perdagangan pagi ini, melansir Bloomberg dan Detik Finance. ‎ ‎Pelemahan dipicu kombinasi eskalasi konflik Timur Tengah yang semakin meluas, lonjakan harga minyak Brent ke US$96 per barel, inflasi Mei yang naik ke 3,08% secara tahunan, hingga surplus neraca dagang April yang anjlok drastis dari US$3,32 miliar menjadi hanya US$89,1 juta. ‎ ‎Bank Indonesia memastikan intervensi pasar sudah berjalan, namun tekanan eksternal yang datang bersamaan membuat rupiah sulit bertahan di bawah level psikologis yang selama ini belum pernah jebol sepanjang sejarah. ‎ Sumber: TWS News   #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7647489079877192968"}}, {"key": "twsmotionnews", "attributes": {"label": "twsmotionnews", "x": 318.1580245652018, "y": 886.3311825503464, "size": 13.56, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1371, "eigenvector": 54.071, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647400619841506581", "id": "twsmotionnews", "source": "tiktok-000001", "content": "Dolar AS resmi menembus Rp18.000 untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia pada Kamis 4 Juni 2026, dengan USD/IDR tercatat di Rp18.015 pada perdagangan pagi ini, melansir Bloomberg dan Detik Finance. Pelemahan dipicu kombinasi eskalasi konflik Timur Tengah yang semakin meluas, lonjakan harga minyak Brent ke US$96 per barel, inflasi Mei yang naik ke 3,08% secara tahunan, hingga surplus neraca dagang April yang anjlok drastis dari US$3,32 miliar menjadi hanya US$89,1 juta. Bank Indonesia memastikan intervensi pasar sudah berjalan, namun tekanan eksternal yang datang bersamaan membuat rupiah sulit bertahan di bawah level psikologis yang selama ini belum pernah jebol sepanjang sejarah. sumber: TWS News    #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7647400619841506581"}}, {"key": "clipperahmaddrisal7", "attributes": {"label": "clipperahmaddrisal7", "x": 945.2162346447678, "y": 549.659900986653, "size": 3.74, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1371, "eigenvector": 3.8091, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647403349049969927", "id": "clipperahmaddrisal7", "source": "tiktok-000001", "content": "Dolar AS resmi menembus Rp18.000 untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia pada Kamis 4 Juni 2026, dengan USD/IDR tercatat di Rp18.015 pada perdagangan pagi ini, melansir Bloomberg dan Detik Finance.  Pelemahan dipicu kombinasi eskalasi konflik Timur Tengah yang semakin meluas, lonjakan harga minyak Brent ke US$96 per barel, inflasi Mei yang naik ke 3,08% secara tahunan, hingga surplus neraca dagang April yang anjlok drastis dari US$3,32 miliar menjadi hanya US$89,1 juta.  Bank Indonesia memastikan intervensi pasar sudah berjalan, namun tekanan eksternal yang datang bersamaan membuat rupiah sulit bertahan di bawah level psikologis yang selama ini belum pernah jebol sepanjang sejarah. gimana tanggapan kalian? . Sumber : TWS NEWS   #kontencom #kontencomxtws #rupiah #ekonomi", "post_id": "7647403349049969927"}}, {"key": "nusabreaking", "attributes": {"label": "nusabreaking", "x": 0.4800039793673161, "y": 438.33284500336123, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 19.7262, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 3, "degree": 5}, "_id": "7647732424020987153", "id": "nusabreaking", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 Rupiah tembus Rp18.020 per dollar AS! Bank Indonesia menjelaskan bahwa pelemahan ini dipengaruhi meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong harga minyak dunia tetap tinggi, meningkatkan risiko inflasi global, serta memicu arus modal keluar dari negara berkembang, termasuk Indonesia. Di saat yang sama, kebutuhan dollar AS untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi dividen perusahaan turut memperbesar tekanan terhadap rupiah. Meski begitu, BI memastikan terus melakukan intervensi pasar dan menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap sesuai fundamental ekonomi nasional. Di tengah gejolak global yang semakin tidak pasti, kondisi ini menjadi pengingat bahwa peristiwa yang terjadi ribuan kilometer dari Indonesia tetap dapat berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, harga barang, hingga daya beli sehari-hari. Apakah rupiah masih berpeluang kembali menguat dalam waktu dekat? 💡 Gimana menurut kamu? Tulis pendapatmu di kolom komentar, ya! 🔁 SHARE ke teman kamu biar makin banyak yang tahu! 📲 Yuk FOLLOW akun kami lainnya: Instagram :  TikTok :  YouTube : Nusa Breaking Facebook (Fanpage) : Nusa Breaking SnackVideo :  #Rupiah #DollarAS #EkonomiIndonesia #BeritaViral #InfoTerkini", "post_id": "7647732424020987153"}}, {"key": "NusaBreaking", "attributes": {"label": "NusaBreaking", "x": 938.2563815334823, "y": 489.2513651267465, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 19.7262, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647732424020987153", "id": "NusaBreaking", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 Rupiah tembus Rp18.020 per dollar AS! Bank Indonesia menjelaskan bahwa pelemahan ini dipengaruhi meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong harga minyak dunia tetap tinggi, meningkatkan risiko inflasi global, serta memicu arus modal keluar dari negara berkembang, termasuk Indonesia. Di saat yang sama, kebutuhan dollar AS untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi dividen perusahaan turut memperbesar tekanan terhadap rupiah. Meski begitu, BI memastikan terus melakukan intervensi pasar dan menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap sesuai fundamental ekonomi nasional. Di tengah gejolak global yang semakin tidak pasti, kondisi ini menjadi pengingat bahwa peristiwa yang terjadi ribuan kilometer dari Indonesia tetap dapat berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, harga barang, hingga daya beli sehari-hari. Apakah rupiah masih berpeluang kembali menguat dalam waktu dekat? 💡 Gimana menurut kamu? Tulis pendapatmu di kolom komentar, ya! 🔁 SHARE ke teman kamu biar makin banyak yang tahu! 📲 Yuk FOLLOW akun kami lainnya: Instagram :  TikTok :  YouTube : Nusa Breaking Facebook (Fanpage) : Nusa Breaking SnackVideo :  #Rupiah #DollarAS #EkonomiIndonesia #BeritaViral #InfoTerkini", "post_id": "7647732424020987153"}}, {"key": "warta.viral4", "attributes": {"label": "warta.viral4", "x": 555.8601492170206, "y": 924.8688956732216, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1371, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7647732748508990738", "id": "warta.viral4", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 Rupiah tembus Rp18.020 per dollar AS! Bank Indonesia menjelaskan bahwa pelemahan ini dipengaruhi meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong harga minyak dunia tetap tinggi, meningkatkan risiko inflasi global, serta memicu arus modal keluar dari negara berkembang, termasuk Indonesia. Di saat yang sama, kebutuhan dollar AS untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi dividen perusahaan turut memperbesar tekanan terhadap rupiah. Meski begitu, BI memastikan terus melakukan intervensi pasar dan menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap sesuai fundamental ekonomi nasional. Di tengah gejolak global yang semakin tidak pasti, kondisi ini menjadi pengingat bahwa peristiwa yang terjadi ribuan kilometer dari Indonesia tetap dapat berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, harga barang, hingga daya beli sehari-hari. Apakah rupiah masih berpeluang kembali menguat dalam waktu dekat? 💡 Gimana menurut kamu? Tulis pendapatmu di kolom komentar, ya! 🔁 SHARE ke teman kamu biar makin banyak yang tahu! 📲 Yuk FOLLOW akun kami lainnya: Instagram :  TikTok :  YouTube : Warta Viral Facebook (Fanpage) :Warta Viral SnackVideo :  #Rupiah #DollarAS #EkonomiIndonesia #BeritaViral #InfoTerkini", "post_id": "7647732748508990738"}}, {"key": "wartaviral_", "attributes": {"label": "wartaviral_", "x": 212.17811997734037, "y": 422.02753646224244, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.1426, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7647732748508990738", "id": "wartaviral_", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 Rupiah tembus Rp18.020 per dollar AS! Bank Indonesia menjelaskan bahwa pelemahan ini dipengaruhi meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong harga minyak dunia tetap tinggi, meningkatkan risiko inflasi global, serta memicu arus modal keluar dari negara berkembang, termasuk Indonesia. Di saat yang sama, kebutuhan dollar AS untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi dividen perusahaan turut memperbesar tekanan terhadap rupiah. Meski begitu, BI memastikan terus melakukan intervensi pasar dan menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap sesuai fundamental ekonomi nasional. Di tengah gejolak global yang semakin tidak pasti, kondisi ini menjadi pengingat bahwa peristiwa yang terjadi ribuan kilometer dari Indonesia tetap dapat berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, harga barang, hingga daya beli sehari-hari. Apakah rupiah masih berpeluang kembali menguat dalam waktu dekat? 💡 Gimana menurut kamu? Tulis pendapatmu di kolom komentar, ya! 🔁 SHARE ke teman kamu biar makin banyak yang tahu! 📲 Yuk FOLLOW akun kami lainnya: Instagram :  TikTok :  YouTube : Warta Viral Facebook (Fanpage) :Warta Viral SnackVideo :  #Rupiah #DollarAS #EkonomiIndonesia #BeritaViral #InfoTerkini", "post_id": "7647732748508990738"}}, {"key": "WartaViral", "attributes": {"label": "WartaViral", "x": 978.7080741132994, "y": 360.9999162722739, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.1426, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647732748508990738", "id": "WartaViral", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 Rupiah tembus Rp18.020 per dollar AS! Bank Indonesia menjelaskan bahwa pelemahan ini dipengaruhi meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong harga minyak dunia tetap tinggi, meningkatkan risiko inflasi global, serta memicu arus modal keluar dari negara berkembang, termasuk Indonesia. Di saat yang sama, kebutuhan dollar AS untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi dividen perusahaan turut memperbesar tekanan terhadap rupiah. Meski begitu, BI memastikan terus melakukan intervensi pasar dan menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap sesuai fundamental ekonomi nasional. Di tengah gejolak global yang semakin tidak pasti, kondisi ini menjadi pengingat bahwa peristiwa yang terjadi ribuan kilometer dari Indonesia tetap dapat berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, harga barang, hingga daya beli sehari-hari. Apakah rupiah masih berpeluang kembali menguat dalam waktu dekat? 💡 Gimana menurut kamu? Tulis pendapatmu di kolom komentar, ya! 🔁 SHARE ke teman kamu biar makin banyak yang tahu! 📲 Yuk FOLLOW akun kami lainnya: Instagram :  TikTok :  YouTube : Warta Viral Facebook (Fanpage) :Warta Viral SnackVideo :  #Rupiah #DollarAS #EkonomiIndonesia #BeritaViral #InfoTerkini", "post_id": "7647732748508990738"}}, {"key": "clipp880", "attributes": {"label": "clipp880", "x": 754.3352607504675, "y": 599.5881052289566, "size": 13.56, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1371, "eigenvector": 54.071, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647458795462872341", "id": "clipp880", "source": "tiktok-000001", "content": "FIX NO DEBAT! 📢 Dolar AS Resmi Jebol Rp18.015, Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah! 📉🚨 Per Kamis pagi, 4 Juni 2026, ekonomi kita lagi kena plot twist pahit nih, guys! 😱 Omongan yang kemarin dianggap cuma nakut-nakutin, hari ini beneran jadi kenyataan 💥. Melansir data Bloomberg dan Detik Finance, nilai tukar Rupiah resmi ambles dan nembus angka psikologis paling sakral: Rp18.015 per Dolar AS! 💸💔 Kok bisa mata uang kita makin boncos? 🧐 Ini dia dalang utamanya: 💥 Timur Tengah Lagi Chaos: Eskalasi konflik di sana makin meluas, bikin investor global panik dan langsung amankan duit mereka ke Dolar AS 🏃‍♂️💨. 🛢️ Harga Minyak Meroket: Harga minyak Brent langsung loncat ke US$96 per barel, otomatis beban impor kita jadi bengkak parah! 📈 📊 Inflasi Mei Naik: Inflasi bulan Mei kemarin melonjak ke 3,08% (YoY). Siap-siap harga barang mulai makin mahal, guys! 🏷️💸 📉 Surplus Neraca Dagang Ambles: Ini yang paling bikin syok! Surplus dagang kita bulan April kemarin anjlok drastis dari yang tadinya US$3,32 miliar, sisa cuma US$89,1 juta doang! 🔥 Bank Indonesia (BI) udah mastiin kalau intervensi pasar udah berjalan 🛡️, tapi tekanan eksternal yang datang barengan bikin Rupiah sulit bertahan di bawah level psikologis yang selama ini belum pernah jebol sepanjang sejarah 🏛️lemas. Menurut pendapat kalian gimana, guys? Komen di bawah! 👇💬 Sumber: Tws News  #kontencom #rupiah #kontencomxtws #indonesia #beritaviral", "post_id": "7647458795462872341"}}, {"key": "leoo4456", "attributes": {"label": "leoo4456", "x": 793.8815937318693, "y": 615.9322630769116, "size": 13.56, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1371, "eigenvector": 54.071, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7645197682440490260", "id": "leoo4456", "source": "tiktok-000001", "content": "NILAI TUKAR RUPIAH GEJOLAK ATAU STABIL? MENAKAR REALITAS DI BALIK ANGKA RP 17.800 💸📉] ​Dunia media sosial kembali dihebohkan dengan perbincangan hangat mengenai masa depan mata uang Garuda. Sebuah potongan video memperlihatkan momen Presiden terpilih Prabowo Subianto di tengah pusaran diskusi mengenai arah ekonomi nasional, disusul dengan sorotan tajam terhadap pengamat ekonomi kawakan, Purbaya Yudhi Sadewa. ​Narasi yang beredar di publik memicu tanda tanya besar: Apakah Rupiah benar-benar sedang bergerak menguat secara tak masuk akal, atau justru bayang-bayang pelemahan hingga menyentuh angka Rp 17.800 per Dolar AS yang sedang mengintai? ​Bagi para pelaku pasar dan masyarakat awam, angka belasan ribu per dolar bukan sekadar angka di papan bursa. Ia adalah penentu harga minyak goreng, tarif impor bahan baku, hingga beban utang luar negeri yang harus ditanggung negara. Ketika ada spekulasi yang menyebut angka Rp 17.800 sebagai hal yang \"tidak masuk akal\", publik pun terbelah. Ada yang optimis bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh di bawah transisi kepemimpinan baru, namun tidak sedikit pula yang cemas akan potensi shock ekonomi. ​🔍 Menakar Dua Sisi Mata Uang ​Fluktuasi nilai tukar mata uang tidak pernah terjadi di dalam ruang hampa. Jika kita membedah kondisi riil hari ini, pergerakan Rupiah selalu dipengaruhi oleh dua kekuatan besar: ​Faktor Internal (Fundamental Ekonomi): Bagaimana pertumbuhan ekonomi domestik, tingkat inflasi yang terjaga, serta kebijakan moneter dari Bank Indonesia dalam melakukan intervensi pasar. ​Faktor Eksternal (Global Sentiment): Kebijakan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed) yang fluktuatif, ketegangan geopolitik dunia, hingga dinamika harga komoditas global yang sering kali berada di luar kendali kita. ​Purbaya Yudhi Sadewa, dengan rekam jejaknya yang panjang di dunia ekonomi, kerap mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas agar daya beli masyarakat tidak tergerus. Di sisi lain, optimisme pemerintahan baru dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi menjadi sinyal positif yang diharapkan mampu menjadi benteng pertahanan bagi mata uang kita. ​💬 Waktunya Berdiskusi! ​Menjaga Rupiah tetap tangguh adalah kerja keras kolektif. Menghadapi ketidakpastian global, kita dituntut untuk jeli memilah informasi dan tidak terjebak dalam kepanikan finansial (panic buying atau panic selling). ​Menurut pandangan objektifmu, apa yang sebenarnya paling mendominasi pergerakan nilai tukar Rupiah saat ini? Apakah karena faktor kekuatan fundamental dalam negeri kita yang kuat, atau justru murni karena tekanan faktor eksternal global yang tak menentu? ​Tulis analisis dan pendapat cerdasmu di kolom komentar di bawah! 👇👇 Sumber:Tws News #kontencom #kontencomxtws  #prabowo  #purbaya", "post_id": "7645197682440490260"}}, {"key": "indonesia_biru", "attributes": {"label": "indonesia_biru", "x": 98.287074879164, "y": 438.2940267591475, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1371, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7651559575027502357", "id": "indonesia_biru", "source": "tiktok-000001", "content": "Rencana kebijakan tapering dari The Fed pada tahun 2013 sempat memicu arus modal keluar (capital outflow) besar-besaran yang memukul mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. Akibatnya, Bank Indonesia mencatat Rupiah merosot tajam hingga 20,8% sepanjang tahun tersebut hingga menyentuh level Rp12.170 per dolar AS. Gejolak ini kian diperparah oleh tantangan domestik yang kompleks, mulai dari defisit transaksi berjalan yang membengkak akibat tingginya impor minyak dan subsidi BBM, hingga menurunnya kepercayaan para investor global. Menghadapi situasi kritis tersebut, pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama Bank Indonesia langsung bergerak cepat mengombinasikan kebijakan fiskal dan moneter yang agresif. Langkah nyata mulai dari menaikkan BI Rate, melakukan intervensi pasar menggunakan cadangan devisa, hingga merilis empat paket kebijakan ekonomi terbukti ampuh meredam volatilitas pasar. Respons yang realistis tanpa sekadar retorika ini dinilai sukses memenangkan kembali kepercayaan pasar dalam menghadapi era \"normal baru\" ekonomi saat itu. Video:   #fyp #trending #viral #fypシ #beritaterkini #beritaterbaru #prabowo #prabowosubianto #gibranrakabuming #gibran #indonesiabiru #ahy #sby #partaidemokrat", "post_id": "7651559575027502357"}}, {"key": "bigalphaid", "attributes": {"label": "bigalphaid", "x": 745.2082271513722, "y": 717.1126448655298, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 26.1536, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7651559575027502357", "id": "bigalphaid", "source": "tiktok-000001", "content": "Rencana kebijakan tapering dari The Fed pada tahun 2013 sempat memicu arus modal keluar (capital outflow) besar-besaran yang memukul mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. Akibatnya, Bank Indonesia mencatat Rupiah merosot tajam hingga 20,8% sepanjang tahun tersebut hingga menyentuh level Rp12.170 per dolar AS. Gejolak ini kian diperparah oleh tantangan domestik yang kompleks, mulai dari defisit transaksi berjalan yang membengkak akibat tingginya impor minyak dan subsidi BBM, hingga menurunnya kepercayaan para investor global. Menghadapi situasi kritis tersebut, pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama Bank Indonesia langsung bergerak cepat mengombinasikan kebijakan fiskal dan moneter yang agresif. Langkah nyata mulai dari menaikkan BI Rate, melakukan intervensi pasar menggunakan cadangan devisa, hingga merilis empat paket kebijakan ekonomi terbukti ampuh meredam volatilitas pasar. Respons yang realistis tanpa sekadar retorika ini dinilai sukses memenangkan kembali kepercayaan pasar dalam menghadapi era \"normal baru\" ekonomi saat itu. Video:   #fyp #trending #viral #fypシ #beritaterkini #beritaterbaru #prabowo #prabowosubianto #gibranrakabuming #gibran #indonesiabiru #ahy #sby #partaidemokrat", "post_id": "7651559575027502357"}}, {"key": "clipperfinance05", "attributes": {"label": "clipperfinance05", "x": 908.074988605693, "y": 130.83256967635248, "size": 13.56, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1371, "eigenvector": 54.071, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7650852618914270484", "id": "clipperfinance05", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah cetak penguatan terbaik mingguan sejak Maret 2026. Nilai tukar Rupiah ditutup menguat 0,68% ke Rp 17.870/USD pada perdagangan Jumat (12/6/2026), atau menguat 0,84% sepanjang pekan ini, Penguatan ini terjadi setelah Bank Indonesia naikkan suku bunga acuan ke 5,50% Selasa lalu (9/6) dalam Rapat Dewan Gubernur Mingguan luar jadwal. Chief Economist Bank Permata Josua Pardede menilai penguatan ini bikin peluang BI naikkan suku bunga lagi di RDG mendatang mengecil, Per Josua, peluang BI tahan suku bunga di RDG selanjutnya sekitar 80-90%, sementara peluang kenaikan tambahan 25 bps tinggal 10-20%. “Setelah BI naikkan suku bunga acuan secara beruntun jadi 5,50%, sinyal stabilisasi sudah cukup kuat. Jika rupiah bertahan di bawah Rp 18.000 per dolar AS, arus dana asing mulai kembali masuk, dan tekanan harga minyak tidak memburuk, maka pilihan paling masuk akal adalah menahan BI Rate dulu sambil melihat dampak kebijakan yang baru saja diambil,” kata Josua ke Bloomberg Technoz. Tapi Josua kasih syarat. Peluang BI naik 25 bps tetap ada kalau Rupiah balik melemah ke atas Rp 18.100-18.200, harga minyak naik tajam, yield surat utang AS meningkat, atau arus dana asing keluar lagi dari SBN dan saham. Kenaikan lebih dari 25 bps sebaiknya jadi pilihan terakhir kalau tekanan Rupiah benar-benar tidak terkendali. Buat audiens Indonesia, kondisi ini punya implikasi penting. Pertama, intervensi BI naik suku bunga ke 5,5% terbukti berhasil tarik dana asing balik masuk, walau pasar masih hati-hati. Kedua, BI Rate tinggi berarti bunga deposito dan SBN naik (untung penabung), tapi cicilan KPR atau KKB floating juga ikut naik. Ketiga, pantau katalis utama: realisasi DHE SDA akhir Juni, perkembangan geopolitik Iran-Israel, plus FOMC AS bulan ini. Sumber: TWS News  #kontencom #kontencomxtws #fypシ", "post_id": "7650852618914270484"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 694.8076452105976, "y": 591.950201794692, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1371, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "8sMgnmVne-Q", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Respons Rupiah Tembus Rp17 800 per Dolar: Tak Masuk Akal, Fundamental Ekonomi Kita Bagus\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Nilai tukar rupiah makin jatuh hingga ke level Rp17.800 per dolar AS.\n\nMeski rupiah terus mengalami tekanan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis ke depan rupiah bakal tetap terkendali.\n\nSaat ditanyai hasil simulasi \"stress test\" Kementerian Keuangan untuk pelemahan rupiah, Purbaya tekankan Kemenkeu sudah berhitung dengan matang. Termasuk dengan mempertimbangkan harga minyak dunia yang terus melonjak.\n\nPurbaya menambahkan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya agar gejolak rupiah tetap terkendali. Salah satunya melalui intervensi di pasar obligasi.\n\nMenanggapi rupiah yang terus melemah terhadap dolar Amerika, Purbaya bilang hal itu tidak masuk akal karena fundamental ekonomi Indonesia bagus.\n\nUntuk menahan agar rupiah tidak semakin ambruk, pemerintah mengeluarkan aturan tegas per satu Juni mendatang.\n\nMelalui PP Nomor 2 dan 21 Tahun 2026, eksportir sektor sumber daya alam dan nonmigas wajib memarkirkan 100 persen devisa hasil ekspor atau DHE di perbankan dalam negeri. Dolar tersebut wajib dikunci selama 12 bulan.\n\nSehingga, jika dolar di dalam negeri melimpah, maka harga dolar akan turun dan rupiah bisa lebih kuat.\n\nTak hanya dari sisi fiskal, dari sisi moneter, Bank Indonesia juga ikut menyalakan alarm dengan menaikkan suku bunga acuan BI Rate menjadi 5,25 persen.\n\nTujuannya agar para investor asing mau tetap menyimpan uangnya di Indonesia, sekaligus membentengi rupiah dari dampak konflik di Timur Tengah. BI memprediksi rupiah akan kembali menguat pada Juli dan Agustus.\n\nMenanggapi kebijakan pemerintah untuk memperkuat rupiah, ekonom menilai hal itu harus dimulai dari membereskan persoalan dasar, yakni jumlah orang miskin yang semakin bertambah.\n\n#menkeupurbaya #rupiah #dolar\n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "8sMgnmVne-Q"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 902.4314429851806, "y": 772.6934653997893, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.1536, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "8sMgnmVne-Q", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Respons Rupiah Tembus Rp17 800 per Dolar: Tak Masuk Akal, Fundamental Ekonomi Kita Bagus\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Nilai tukar rupiah makin jatuh hingga ke level Rp17.800 per dolar AS.\n\nMeski rupiah terus mengalami tekanan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis ke depan rupiah bakal tetap terkendali.\n\nSaat ditanyai hasil simulasi \"stress test\" Kementerian Keuangan untuk pelemahan rupiah, Purbaya tekankan Kemenkeu sudah berhitung dengan matang. Termasuk dengan mempertimbangkan harga minyak dunia yang terus melonjak.\n\nPurbaya menambahkan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya agar gejolak rupiah tetap terkendali. Salah satunya melalui intervensi di pasar obligasi.\n\nMenanggapi rupiah yang terus melemah terhadap dolar Amerika, Purbaya bilang hal itu tidak masuk akal karena fundamental ekonomi Indonesia bagus.\n\nUntuk menahan agar rupiah tidak semakin ambruk, pemerintah mengeluarkan aturan tegas per satu Juni mendatang.\n\nMelalui PP Nomor 2 dan 21 Tahun 2026, eksportir sektor sumber daya alam dan nonmigas wajib memarkirkan 100 persen devisa hasil ekspor atau DHE di perbankan dalam negeri. Dolar tersebut wajib dikunci selama 12 bulan.\n\nSehingga, jika dolar di dalam negeri melimpah, maka harga dolar akan turun dan rupiah bisa lebih kuat.\n\nTak hanya dari sisi fiskal, dari sisi moneter, Bank Indonesia juga ikut menyalakan alarm dengan menaikkan suku bunga acuan BI Rate menjadi 5,25 persen.\n\nTujuannya agar para investor asing mau tetap menyimpan uangnya di Indonesia, sekaligus membentengi rupiah dari dampak konflik di Timur Tengah. BI memprediksi rupiah akan kembali menguat pada Juli dan Agustus.\n\nMenanggapi kebijakan pemerintah untuk memperkuat rupiah, ekonom menilai hal itu harus dimulai dari membereskan persoalan dasar, yakni jumlah orang miskin yang semakin bertambah.\n\n#menkeupurbaya #rupiah #dolar\n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "8sMgnmVne-Q"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 12.331162249196282, "y": 47.141094335182544, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.1371, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "y-iZfyFYeyM", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Terus Melemah, Purbaya Bicara Soal APBN hingga Yield Obligasi | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah melemah hingga menyentuh Rp17.800 per dolar AS seiring arus modal keluar dan ekspektasi pengetatan moneter di Amerika Serikat, namun pemerintah menegaskan kondisi APBN tetap aman karena telah memperhitungkan berbagai skenario, termasuk kenaikan harga minyak. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan intervensi bersama Bank Indonesia di pasar obligasi berhasil menjaga stabilitas yield Surat Berharga Negara, sehingga minat investor asing tetap terjaga. Ia juga optimistis bahwa langkah strategis lanjutan pemerintah serta fundamental ekonomi yang kuat akan membantu memperkuat kembali nilai rupiah dalam waktu dekat.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "y-iZfyFYeyM"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 505.4205345051893, "y": 25.808859017422026, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.8538, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "y-iZfyFYeyM", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Terus Melemah, Purbaya Bicara Soal APBN hingga Yield Obligasi | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah melemah hingga menyentuh Rp17.800 per dolar AS seiring arus modal keluar dan ekspektasi pengetatan moneter di Amerika Serikat, namun pemerintah menegaskan kondisi APBN tetap aman karena telah memperhitungkan berbagai skenario, termasuk kenaikan harga minyak. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan intervensi bersama Bank Indonesia di pasar obligasi berhasil menjaga stabilitas yield Surat Berharga Negara, sehingga minat investor asing tetap terjaga. Ia juga optimistis bahwa langkah strategis lanjutan pemerintah serta fundamental ekonomi yang kuat akan membantu memperkuat kembali nilai rupiah dalam waktu dekat.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "y-iZfyFYeyM"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 176.06969285738117, "y": 840.4181084832335, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.8538, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "y-iZfyFYeyM", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Terus Melemah, Purbaya Bicara Soal APBN hingga Yield Obligasi | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah melemah hingga menyentuh Rp17.800 per dolar AS seiring arus modal keluar dan ekspektasi pengetatan moneter di Amerika Serikat, namun pemerintah menegaskan kondisi APBN tetap aman karena telah memperhitungkan berbagai skenario, termasuk kenaikan harga minyak. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan intervensi bersama Bank Indonesia di pasar obligasi berhasil menjaga stabilitas yield Surat Berharga Negara, sehingga minat investor asing tetap terjaga. Ia juga optimistis bahwa langkah strategis lanjutan pemerintah serta fundamental ekonomi yang kuat akan membantu memperkuat kembali nilai rupiah dalam waktu dekat.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "y-iZfyFYeyM"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 151.7974958031244, "y": 667.6673453616282, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.8538, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "y-iZfyFYeyM", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Terus Melemah, Purbaya Bicara Soal APBN hingga Yield Obligasi | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah melemah hingga menyentuh Rp17.800 per dolar AS seiring arus modal keluar dan ekspektasi pengetatan moneter di Amerika Serikat, namun pemerintah menegaskan kondisi APBN tetap aman karena telah memperhitungkan berbagai skenario, termasuk kenaikan harga minyak. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan intervensi bersama Bank Indonesia di pasar obligasi berhasil menjaga stabilitas yield Surat Berharga Negara, sehingga minat investor asing tetap terjaga. Ia juga optimistis bahwa langkah strategis lanjutan pemerintah serta fundamental ekonomi yang kuat akan membantu memperkuat kembali nilai rupiah dalam waktu dekat.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "y-iZfyFYeyM"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 868.0594601575108, "y": 742.448732517553, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.8538, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "y-iZfyFYeyM", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Terus Melemah, Purbaya Bicara Soal APBN hingga Yield Obligasi | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah melemah hingga menyentuh Rp17.800 per dolar AS seiring arus modal keluar dan ekspektasi pengetatan moneter di Amerika Serikat, namun pemerintah menegaskan kondisi APBN tetap aman karena telah memperhitungkan berbagai skenario, termasuk kenaikan harga minyak. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan intervensi bersama Bank Indonesia di pasar obligasi berhasil menjaga stabilitas yield Surat Berharga Negara, sehingga minat investor asing tetap terjaga. Ia juga optimistis bahwa langkah strategis lanjutan pemerintah serta fundamental ekonomi yang kuat akan membantu memperkuat kembali nilai rupiah dalam waktu dekat.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "y-iZfyFYeyM"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 96.90283577332315, "y": 868.7926709536143, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.8538, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "y-iZfyFYeyM", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Terus Melemah, Purbaya Bicara Soal APBN hingga Yield Obligasi | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah melemah hingga menyentuh Rp17.800 per dolar AS seiring arus modal keluar dan ekspektasi pengetatan moneter di Amerika Serikat, namun pemerintah menegaskan kondisi APBN tetap aman karena telah memperhitungkan berbagai skenario, termasuk kenaikan harga minyak. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan intervensi bersama Bank Indonesia di pasar obligasi berhasil menjaga stabilitas yield Surat Berharga Negara, sehingga minat investor asing tetap terjaga. Ia juga optimistis bahwa langkah strategis lanjutan pemerintah serta fundamental ekonomi yang kuat akan membantu memperkuat kembali nilai rupiah dalam waktu dekat.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "y-iZfyFYeyM"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 705.9749381020843, "y": 599.4349303019391, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.8538, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "y-iZfyFYeyM", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Terus Melemah, Purbaya Bicara Soal APBN hingga Yield Obligasi | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah melemah hingga menyentuh Rp17.800 per dolar AS seiring arus modal keluar dan ekspektasi pengetatan moneter di Amerika Serikat, namun pemerintah menegaskan kondisi APBN tetap aman karena telah memperhitungkan berbagai skenario, termasuk kenaikan harga minyak. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan intervensi bersama Bank Indonesia di pasar obligasi berhasil menjaga stabilitas yield Surat Berharga Negara, sehingga minat investor asing tetap terjaga. Ia juga optimistis bahwa langkah strategis lanjutan pemerintah serta fundamental ekonomi yang kuat akan membantu memperkuat kembali nilai rupiah dalam waktu dekat.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "y-iZfyFYeyM"}}], "edges": [{"key": "bulanramadhan_1448h", "source": "bulanramadhan_1448h", "target": "bulanramadhan_1448h", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "syahputra_247", "source": "syahputra_247", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "rangkaianbeerita", "source": "rangkaianbeerita", "target": "rangkaianbeerita.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "financialclub11", "source": "financialclub11", "target": "ternakuang.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "levelupinsight_", "source": "levelupinsight_", "target": "Akademi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ceefem", "source": "ceefem", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "farhanmeme21", "source": "farhanmeme21", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "krz.clips0", "source": "krz.clips0", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "yourdreams019", "source": "yourdreams019", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "krz.clips0", "source": "krz.clips0", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "kyy.news", "source": "kyy.news", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ahmadsfr31_clip", "source": "ahmadsfr31_clip", "target": "Kontencom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ahmadsfr31_clip", "source": "ahmadsfr31_clip", "target": "Sulianto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ahmadsfr31_clip", "source": "ahmadsfr31_clip", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cahenom34", "source": "cahenom34", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "graham_di_caprio", "source": "graham_di_caprio", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "krz.clips0", "source": "krz.clips0", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "barr_712", "source": "barr_712", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "whyarthur1", "source": "whyarthur1", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "partner.cliper", "source": "partner.cliper", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "media.clips02", "source": "media.clips02", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "twsmotionnews", "source": "twsmotionnews", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipperahmaddrisal7", "source": "clipperahmaddrisal7", "target": "Kontencom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nusabreaking", "source": "nusabreaking", "target": "nusabreaking", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nusabreaking", "source": "nusabreaking", "target": "nusabreaking", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nusabreaking", "source": "nusabreaking", "target": "NusaBreaking", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "warta.viral4", "source": "warta.viral4", "target": "wartaviral_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "warta.viral4", "source": "warta.viral4", "target": "wartaviral_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "warta.viral4", "source": "warta.viral4", "target": "WartaViral", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipp880", "source": "clipp880", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "leoo4456", "source": "leoo4456", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "indonesia_biru", "source": "indonesia_biru", "target": "bigalphaid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipperfinance05", "source": "clipperfinance05", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}