{"nodes": [{"key": "deddyhariadi", "attributes": {"label": "deddyhariadi", "x": 951.5169275393671, "y": 656.5019115149121, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 19.0949, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2068204589409857890", "id": "deddyhariadi", "source": "retweet-000002", "content": "Bank Indonesia (BI) mempertebal stimulus makroprudensial guna memacu laju pertumbuhan kredit perbankan domestik di tengah…", "post_id": "2068204589409857890"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 83.66265443004583, "y": 422.0543361950788, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 51.5563, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "2068204589409857890", "id": "idx_channel", "source": "retweet-000002", "content": "Bank Indonesia (BI) mempertebal stimulus makroprudensial guna memacu laju pertumbuhan kredit perbankan domestik di tengah…", "post_id": "2068204589409857890"}}, {"key": "isari68", "attributes": {"label": "isari68", "x": 909.3062255606303, "y": 163.36414943870125, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 19.0949, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2068207203178418648", "id": "isari68", "source": "retweet-000002", "content": "Bank Indonesia (BI) mempertebal stimulus makroprudensial guna memacu laju pertumbuhan kredit perbankan domestik di tengah…", "post_id": "2068207203178418648"}}, {"key": "Diiarisme", "attributes": {"label": "Diiarisme", "x": 675.5375178869605, "y": 326.2014152129339, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 19.0949, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2067652136633286782", "id": "Diiarisme", "source": "retweet-000002", "content": "Kredit Perbankan Tumbuh 9,98%\n\nSobat OJK,\n\nDi tengah berbagai risiko dari dinamika global, kinerja perbankan tumbuh posit…", "post_id": "2067652136633286782"}}, {"key": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "ojkindonesia", "x": 780.2656591517921, "y": 130.98752825770666, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 27.2102, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2067652136633286782", "id": "ojkindonesia", "source": "retweet-000002", "content": "Kredit Perbankan Tumbuh 9,98%\n\nSobat OJK,\n\nDi tengah berbagai risiko dari dinamika global, kinerja perbankan tumbuh posit…", "post_id": "2067652136633286782"}}, {"key": "keuangan_", "attributes": {"label": "keuangan_", "x": 524.404624429287, "y": 947.0994138554997, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 19.0949, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067597476027306142", "id": "keuangan_", "source": "tweet-000004", "content": "Bank Indonesia (BI) menilai pertumbuhan kredit perbankan nasional masih menunjukkan tren yang kuat dan tetap menjadi salah satu motor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026.\n\nhttps://t.co/nBpmQ6eq38", "post_id": "2067597476027306142"}}, {"key": "AidilAKBAR", "attributes": {"label": "AidilAKBAR", "x": 847.868025777176, "y": 562.950658930634, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 35.3256, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067597476027306142", "id": "AidilAKBAR", "source": "tweet-000004", "content": "Bank Indonesia (BI) menilai pertumbuhan kredit perbankan nasional masih menunjukkan tren yang kuat dan tetap menjadi salah satu motor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026.\n\nhttps://t.co/nBpmQ6eq38", "post_id": "2067597476027306142"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 729.4654314929204, "y": 299.7777893934276, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 33.2086, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3916950419105156765_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "💸 KELAS MENENGAH DIHANTAM BEBAN BERLAPIS! Suku Bunga Naik + Pertamax Naik Tajam, Emiten Ritel Wajib Waspada?\nby  Academy\n\nHalo Sobat Cuan!\n\nDi tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, kelas menengah Indonesia kembali menghadapi tekanan dari dua arah sekaligus.\n\nDi satu sisi, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50% demi menjaga stabilitas Rupiah.\n\nDi sisi lain, harga BBM nonsubsidi mengalami kenaikan signifikan yang berpotensi meningkatkan biaya hidup masyarakat sehari-hari.\n\nKombinasi kedua faktor ini dapat berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat dan pada akhirnya memengaruhi kinerja sejumlah sektor di pasar saham.\n\nLalu, apa saja efek dominonya?\n\n📌 Mengapa Kelas Menengah Menjadi Pihak yang Paling Tertekan?\n1️⃣ Cicilan Semakin Berat\nKenaikan suku bunga biasanya akan diteruskan ke berbagai produk kredit perbankan. Mulai dari KPR, kredit kendaraan, hingga pinjaman usaha berpotensi mengalami kenaikan biaya bunga.\n\n2️⃣ Pengeluaran Harian Bertambah\nKenaikan harga BBM akan langsung memengaruhi biaya transportasi, distribusi barang, hingga pengeluaran rutin masyarakat.\n\n3️⃣ Tekanan terhadap Konsumsi Rumah Tangga\nKetika biaya hidup meningkat sementara pendapatan tidak bertambah secepat itu, masyarakat cenderung mulai mengurangi pengeluaran non-prioritas.\n\nBiasanya yang pertama dikorbankan adalah belanja sekunder, hiburan, rekreasi, hingga pembelian aset baru.\n📊 Dampaknya ke Pasar Saham\nKonsumsi rumah tangga merupakan salah satu kontributor terbesar pertumbuhan ekonomi Indonesia.\n\n⚠️ Sektor yang Perlu Diwaspadai\n🏢 Properti\n🛍️ Ritel Non-Primer\n🚗 Sektor yang Bergantung pada Konsumsi Diskresioner.\n\n✅ Sektor yang Relatif Lebih Defensif\n🍜 Konsumer Primer / FMCG\n🏥 Kesehatan\n📡 Utilitas dan Infrastruktur Tertentu\n\n📌 Gabung di  Community untuk mendapatkan update market, analisis saham pilihan, edukasi investasi, dan diskusi eksklusif bersama investor serta trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#IHSG #SahamIndonesia #InvestasiSaham #MarketUpdate #BIrate", "post_id": "3916950419105156765_52512310886"}}, {"key": "balikpapan_pos", "attributes": {"label": "balikpapan_pos", "x": 132.88916860052856, "y": 985.1236480634986, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 19.0949, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3917077225279564130_3322656215", "id": "balikpapan_pos", "source": "instagram-000001", "content": "Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menilai sektor perbankan Indonesia tetap berada dalam kondisi yang sehat di tengah dinamika ekonomi global dan domestik. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan kredit yang tetap kuat, likuiditas yang terjaga, serta permodalan yang memadai untuk mendukung fungsi intermediasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nKetua Umum Perbanas sekaligus Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyatakan bahwa perbankan nasional masih mampu menjalankan perannya sebagai penggerak perekonomian melalui penyaluran kredit yang terus tumbuh dan penghimpunan dana masyarakat yang tetap meningkat.\n\"Berdasarkan data OJK, hingga akhir April 2026 penyaluran kredit perbankan tumbuh 9,98% secara tahunan, sedangkan Dana Pihak Ketiga tumbuh 11,40%. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan tetap terjaga dan fungsi intermediasi berjalan dengan baik,\" ujar Hery.\nDari sisi likuiditas, Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 86,88%.\n\n Sementara itu, rasio Gross Non Performing Loan (NPL) berada pada level 2,17%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa industri perbankan masih memiliki kapasitas yang memadai untuk mendukung pembiayaan ekonomi dengan tetap menjaga kualitas aset.\nMenurut Hery, kinerja tersebut menjadi modal penting bagi perbankan untuk terus mendukung aktivitas ekonomi dan berbagai program pembangunan nasional.\n\nMeski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat ketidakpastian global masih cukup tinggi. Ketegangan geopolitik, volatilitas harga energi, serta perlambatan ekonomi di sejumlah negara berpotensi memengaruhi aktivitas usaha dan sentimen pasar keuangan.\n\n“Karena itu, pengelolaan risiko yang prudent, kecukupan likuiditas, serta kualitas pertumbuhan kredit harus terus menjadi perhatian utama agar ketahanan industri tetap terjaga,” jelas Hery.\n.\n(*/han)\n.\nBaca berita lainnya melalui apps kami:\nPlaystore: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.balpos\nAppstore: https://apps.apple.com/app/balikpapan-pos/id6504913031\n.\nIkuti Media Balikpapanpos Lainnya\n\nhttps://www.balpos.com/\nhttps://www.facebook.com/balposdotcom/\nhttps://www.tiktok.com/#perbanas #perbankanindonesia #bri #ojk #kredit #ekonomiindonesia #", "post_id": "3917077225279564130_3322656215"}}, {"key": "ba", "attributes": {"label": "ba", "x": 686.7575442996199, "y": 671.0092885840155, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 35.3256, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3917077225279564130_3322656215", "id": "ba", "source": "instagram-000001", "content": "Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menilai sektor perbankan Indonesia tetap berada dalam kondisi yang sehat di tengah dinamika ekonomi global dan domestik. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan kredit yang tetap kuat, likuiditas yang terjaga, serta permodalan yang memadai untuk mendukung fungsi intermediasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nKetua Umum Perbanas sekaligus Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyatakan bahwa perbankan nasional masih mampu menjalankan perannya sebagai penggerak perekonomian melalui penyaluran kredit yang terus tumbuh dan penghimpunan dana masyarakat yang tetap meningkat.\n\"Berdasarkan data OJK, hingga akhir April 2026 penyaluran kredit perbankan tumbuh 9,98% secara tahunan, sedangkan Dana Pihak Ketiga tumbuh 11,40%. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan tetap terjaga dan fungsi intermediasi berjalan dengan baik,\" ujar Hery.\nDari sisi likuiditas, Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 86,88%.\n\n Sementara itu, rasio Gross Non Performing Loan (NPL) berada pada level 2,17%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa industri perbankan masih memiliki kapasitas yang memadai untuk mendukung pembiayaan ekonomi dengan tetap menjaga kualitas aset.\nMenurut Hery, kinerja tersebut menjadi modal penting bagi perbankan untuk terus mendukung aktivitas ekonomi dan berbagai program pembangunan nasional.\n\nMeski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat ketidakpastian global masih cukup tinggi. Ketegangan geopolitik, volatilitas harga energi, serta perlambatan ekonomi di sejumlah negara berpotensi memengaruhi aktivitas usaha dan sentimen pasar keuangan.\n\n“Karena itu, pengelolaan risiko yang prudent, kecukupan likuiditas, serta kualitas pertumbuhan kredit harus terus menjadi perhatian utama agar ketahanan industri tetap terjaga,” jelas Hery.\n.\n(*/han)\n.\nBaca berita lainnya melalui apps kami:\nPlaystore: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.balpos\nAppstore: https://apps.apple.com/app/balikpapan-pos/id6504913031\n.\nIkuti Media Balikpapanpos Lainnya\n\nhttps://www.balpos.com/\nhttps://www.facebook.com/balposdotcom/\nhttps://www.tiktok.com/#perbanas #perbankanindonesia #bri #ojk #kredit #ekonomiindonesia #", "post_id": "3917077225279564130_3322656215"}}, {"key": "ekbisbanten", "attributes": {"label": "ekbisbanten", "x": 920.1678980270016, "y": 670.0642828469921, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 127.2986, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3913281602267873130_16114438269", "id": "ekbisbanten", "source": "instagram-000001", "content": "Utang Paylater Tembus Rp29,3 Triliun, Melonjak 37 Persen\n\nNilai pembiayaan layanan Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater perbankan mencapai Rp29,3 triliun per April 2026.\n\nBerdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilainya melonjak 37,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.\n\nPertumbuhan paylater tersebut hampir empat kali lebih tinggi dibanding pertumbuhan kredit perbankan nasional yang tercatat 9,98 persen secara tahunan.\n\nSelengkapnya artikel ini telah tayang klik di bawah ini 👇👇 \n\nhttps://ekbisbanten.com/berita/utang-paylater-tembus-rp293-triliun-melonjak-37-persen/\n\nFollow dan dukung terus update berita, bisnis, ekonomi, hingga info terkini dari kami \n\nInstagram & TikTok :  \nFacebook & YouTube : Ekbis Banten \n\nJangan sampai ketinggalan informasi penting seputar Banten.\n\n#ekbisbanten #PaylaterPerbankan #OJK #PertumbuhanKredit #BNPL", "post_id": "3913281602267873130_16114438269"}}, {"key": "info_kubar", "attributes": {"label": "info_kubar", "x": 142.66419723035918, "y": 495.08206439945815, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 19.0949, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3911309595733954501_4537613721", "id": "info_kubar", "source": "instagram-000001", "content": "WARGA KUBAR JANGAN SKIP VIDEO INI 👀\nBank AKP (Bank Artha Karya Perdana) adalah Bank Perekonomian Rakyat (BPR) yang telah hadir sejak tahun 2004 di Samarinda. Kini, Bank AKP hadir di Kutai Barat untuk memberikan layanan keuangan yang lebih dekat, mudah, dan terpercaya bagi masyarakat serta pelaku UMKM.\n\nBagi warga Kubar yang sedang mencari modal usaha, kredit UMKM, atau pembiayaan untuk mengembangkan bisnis, Bank AKP siap menjadi mitra pertumbuhan usaha Anda.\nKeunggulan Bank AKP:\n✅ Proses pengajuan mudah dan cepat\n✅ Plafon pembiayaan hingga ratusan juta rupiah\n✅ Cocok untuk kebutuhan modal kerja dan pengembangan usaha\n✅ Resmi diawasi OJK\n✅ Simpanan nasabah dijamin oleh LPS\n\nSebagai BPR yang berfokus pada pengembangan ekonomi masyarakat daerah, Bank AKP berkomitmen untuk tumbuh bersama pelaku usaha lokal dan membantu UMKM Kutai Barat naik kelas.\n\n📍 Kantor Cabang Bank AKP Kutai Barat\nJl. Awang Long Senopati, Barong Tongkok\n📞 Informasi & Pengajuan:\n0851-8326-0228\n\n📲 Ikuti media sosial kami:\nInstagram & TikTok: \n\nSaatnya UMKM Kutai Barat naik kelas bersama Bank AKP!\n\n#BankAKP #Kubar #ModalUsaha #UMKM #Sendawar", "post_id": "3911309595733954501_4537613721"}}, {"key": "bankakp.id", "attributes": {"label": "bankakp.id", "x": 155.15011396772073, "y": 867.3699709041005, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 35.3256, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3911309595733954501_4537613721", "id": "bankakp.id", "source": "instagram-000001", "content": "WARGA KUBAR JANGAN SKIP VIDEO INI 👀\nBank AKP (Bank Artha Karya Perdana) adalah Bank Perekonomian Rakyat (BPR) yang telah hadir sejak tahun 2004 di Samarinda. Kini, Bank AKP hadir di Kutai Barat untuk memberikan layanan keuangan yang lebih dekat, mudah, dan terpercaya bagi masyarakat serta pelaku UMKM.\n\nBagi warga Kubar yang sedang mencari modal usaha, kredit UMKM, atau pembiayaan untuk mengembangkan bisnis, Bank AKP siap menjadi mitra pertumbuhan usaha Anda.\nKeunggulan Bank AKP:\n✅ Proses pengajuan mudah dan cepat\n✅ Plafon pembiayaan hingga ratusan juta rupiah\n✅ Cocok untuk kebutuhan modal kerja dan pengembangan usaha\n✅ Resmi diawasi OJK\n✅ Simpanan nasabah dijamin oleh LPS\n\nSebagai BPR yang berfokus pada pengembangan ekonomi masyarakat daerah, Bank AKP berkomitmen untuk tumbuh bersama pelaku usaha lokal dan membantu UMKM Kutai Barat naik kelas.\n\n📍 Kantor Cabang Bank AKP Kutai Barat\nJl. Awang Long Senopati, Barong Tongkok\n📞 Informasi & Pengajuan:\n0851-8326-0228\n\n📲 Ikuti media sosial kami:\nInstagram & TikTok: \n\nSaatnya UMKM Kutai Barat naik kelas bersama Bank AKP!\n\n#BankAKP #Kubar #ModalUsaha #UMKM #Sendawar", "post_id": "3911309595733954501_4537613721"}}, {"key": "hariankompas", "attributes": {"label": "hariankompas", "x": 235.97320060114978, "y": 226.04030076737158, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 19.0949, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3915551471668872060_1537212147", "id": "hariankompas", "source": "instagram-000001", "content": "Kenaikan suku bunga berdampak pada ragam industri, termasuk perhotelan. Sejumlah pinjaman bersumber dari lembaga keuangan asing sehingga amat terdampak naiknya suku bunga, ditambah pelemahan nilai rupiah. Imbasnya, pelaku usaha memilih untuk menanti dan melihat atau wait and see hingga kondisi ekonomi membaik.\n\nSuku bunga acuan atau BI Rate diputuskan naik menjadi 5,5 persen dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, Selasa (9/6/2026), guna menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi, imbas dinamika gejolak global. Keputusan ini dilakukan guna memperkuat nilai tukar rupiah dan menjaga inflasi 2026-2027 agar tetap di kisaran 1,5-3,5 persen. Kenaikan BI Rate pada gilirannya akan diikuti oleh kenaikan bunga kredit perbankan dan pinjaman lainnya.\n\nPada saat bersamaan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga makin melemah. Dengan nilai tukar sudah menembus level psikologis Rp 18.000 per dolar AS, harga barang-barang pun meningkat. Terakhir, nilai tukar berada di level Rp 18.171 per dolar AS hingga Senin (8/6/2026).\n\nKenaikan suku bunga diiringi pelemahan nilai rupiah berdampak pada laju proyek-proyek sekaligus ekspansi yang dilakukan sejumlah pelaku usaha perhotelan. Apalagi, banyak dari mereka mengantongi pinjaman dari lembaga keuangan asing.\n\nSekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan, pelaku usaha hotel atau restoran yang akan membangun atau menggarap proyek dalam kondisi ini cenderung akan menahan diri. Sebab, jika agenda diteruskan, proyek akan sulit berjalan karena bahan-bahan bangunan meningkat. Biaya proyek bakal membengkak.\n\nBaca selengkapnya dalam \"Suku Bunga Naik, Pengusaha Pilih Wait and See\" oleh Yosepha Debrina Ratih Pusparisa () di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n#SukuBunga #HarianKompas #Kompasid #Kompas61 #MerawatMasaDepan", "post_id": "3915551471668872060_1537212147"}}, {"key": "ydebrina", "attributes": {"label": "ydebrina", "x": 788.6071737805789, "y": 101.45086981234219, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 27.2102, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3915551471668872060_1537212147", "id": "ydebrina", "source": "instagram-000001", "content": "Kenaikan suku bunga berdampak pada ragam industri, termasuk perhotelan. Sejumlah pinjaman bersumber dari lembaga keuangan asing sehingga amat terdampak naiknya suku bunga, ditambah pelemahan nilai rupiah. Imbasnya, pelaku usaha memilih untuk menanti dan melihat atau wait and see hingga kondisi ekonomi membaik.\n\nSuku bunga acuan atau BI Rate diputuskan naik menjadi 5,5 persen dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, Selasa (9/6/2026), guna menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi, imbas dinamika gejolak global. Keputusan ini dilakukan guna memperkuat nilai tukar rupiah dan menjaga inflasi 2026-2027 agar tetap di kisaran 1,5-3,5 persen. Kenaikan BI Rate pada gilirannya akan diikuti oleh kenaikan bunga kredit perbankan dan pinjaman lainnya.\n\nPada saat bersamaan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga makin melemah. Dengan nilai tukar sudah menembus level psikologis Rp 18.000 per dolar AS, harga barang-barang pun meningkat. Terakhir, nilai tukar berada di level Rp 18.171 per dolar AS hingga Senin (8/6/2026).\n\nKenaikan suku bunga diiringi pelemahan nilai rupiah berdampak pada laju proyek-proyek sekaligus ekspansi yang dilakukan sejumlah pelaku usaha perhotelan. Apalagi, banyak dari mereka mengantongi pinjaman dari lembaga keuangan asing.\n\nSekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan, pelaku usaha hotel atau restoran yang akan membangun atau menggarap proyek dalam kondisi ini cenderung akan menahan diri. Sebab, jika agenda diteruskan, proyek akan sulit berjalan karena bahan-bahan bangunan meningkat. Biaya proyek bakal membengkak.\n\nBaca selengkapnya dalam \"Suku Bunga Naik, Pengusaha Pilih Wait and See\" oleh Yosepha Debrina Ratih Pusparisa () di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n#SukuBunga #HarianKompas #Kompasid #Kompas61 #MerawatMasaDepan", "post_id": "3915551471668872060_1537212147"}}, {"key": "hariankompas.", "attributes": {"label": "hariankompas.", "x": 566.5890589325144, "y": 907.9921402659509, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 27.2102, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3915551471668872060_1537212147", "id": "hariankompas.", "source": "instagram-000001", "content": "Kenaikan suku bunga berdampak pada ragam industri, termasuk perhotelan. Sejumlah pinjaman bersumber dari lembaga keuangan asing sehingga amat terdampak naiknya suku bunga, ditambah pelemahan nilai rupiah. Imbasnya, pelaku usaha memilih untuk menanti dan melihat atau wait and see hingga kondisi ekonomi membaik.\n\nSuku bunga acuan atau BI Rate diputuskan naik menjadi 5,5 persen dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, Selasa (9/6/2026), guna menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi, imbas dinamika gejolak global. Keputusan ini dilakukan guna memperkuat nilai tukar rupiah dan menjaga inflasi 2026-2027 agar tetap di kisaran 1,5-3,5 persen. Kenaikan BI Rate pada gilirannya akan diikuti oleh kenaikan bunga kredit perbankan dan pinjaman lainnya.\n\nPada saat bersamaan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga makin melemah. Dengan nilai tukar sudah menembus level psikologis Rp 18.000 per dolar AS, harga barang-barang pun meningkat. Terakhir, nilai tukar berada di level Rp 18.171 per dolar AS hingga Senin (8/6/2026).\n\nKenaikan suku bunga diiringi pelemahan nilai rupiah berdampak pada laju proyek-proyek sekaligus ekspansi yang dilakukan sejumlah pelaku usaha perhotelan. Apalagi, banyak dari mereka mengantongi pinjaman dari lembaga keuangan asing.\n\nSekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan, pelaku usaha hotel atau restoran yang akan membangun atau menggarap proyek dalam kondisi ini cenderung akan menahan diri. Sebab, jika agenda diteruskan, proyek akan sulit berjalan karena bahan-bahan bangunan meningkat. Biaya proyek bakal membengkak.\n\nBaca selengkapnya dalam \"Suku Bunga Naik, Pengusaha Pilih Wait and See\" oleh Yosepha Debrina Ratih Pusparisa () di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n#SukuBunga #HarianKompas #Kompasid #Kompas61 #MerawatMasaDepan", "post_id": "3915551471668872060_1537212147"}}, {"key": "nexsafast", "attributes": {"label": "nexsafast", "x": 887.1171647320069, "y": 921.4618945322898, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 19.0949, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7649387414850555154", "id": "nexsafast", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 BERITA PENTING DARI BANK INDONESIA! 🚨 ​Warga, bersiaplah! Bank Indonesia baru saja mengumumkan keputusan krusial di tengah gejolak ekonomi global. 📉 Rupiah sedang diuji, dan BI mengambil langkah tegas. ​Di screenshot ini referensi: kita lihat berita dari  tentang kenaikan BI-Rate. ​Inilah yang Wajib Kamu Tahu: ​BI-Rate Naik: Bank Indonesia resmi menaikkan suku bunga acuan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,50%. ​Keputusan RDG Mingguan: Keputusan ini diambil pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan, tanggal 9 Juni 2026. ​Bukan Cuma Satu: Suku bunga Deposit Facility dan Lending Facility juga ikut naik 25 bps. ​Apa Artinya Buat Kamu? ​Pencegahan Pelemahan Rupiah: Langkah ini diambil untuk MENJAGA stabilitas nilai tukar Rupiah agar tidak merosot terlalu dalam di tengah pasar global yang tak menentu. ​Melawan Inflasi: BI berupaya mengendalikan inflasi agar harga barang-barang tidak melambung liar. ​Imbas Cicilan: Ini berita \"panas\" buat yang punya KPR, KKB, atau utang berbunga mengambang. Kenaikan suku bunga acuan berpotensi memicu kenaikan suku bunga kredit perbankan dalam beberapa bulan ke depan. ​Peluang Tabungan & Deposito: Kabar baiknya, suku bunga tabungan dan deposito juga bisa ikut naik, memberikan keuntungan lebih bagi penabung. ​BI berkomitmen mempertahankan daya tarik aset keuangan domestik. Tapi buat kita? Waktunya untuk meninjau kembali perencanaan keuangan. ​💬 Coba tulis di komentar, kamu tim yang \"senang tabungan naik\" atau \"panik cicilan naik\"? Let's discuss! Jangan lupa share berita penting ini ke teman-temanmu! Sumber :   Hastag :  #cryptowave #cryptowaveid #rupiah #fypシ", "post_id": "7649387414850555154"}}, {"key": "cryptowaveid", "attributes": {"label": "cryptowaveid", "x": 344.9416922334348, "y": 632.1841371039019, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 27.2102, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7649387414850555154", "id": "cryptowaveid", "source": "tiktok-000001", "content": "🚨 BERITA PENTING DARI BANK INDONESIA! 🚨 ​Warga, bersiaplah! Bank Indonesia baru saja mengumumkan keputusan krusial di tengah gejolak ekonomi global. 📉 Rupiah sedang diuji, dan BI mengambil langkah tegas. ​Di screenshot ini referensi: kita lihat berita dari  tentang kenaikan BI-Rate. ​Inilah yang Wajib Kamu Tahu: ​BI-Rate Naik: Bank Indonesia resmi menaikkan suku bunga acuan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,50%. ​Keputusan RDG Mingguan: Keputusan ini diambil pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan, tanggal 9 Juni 2026. ​Bukan Cuma Satu: Suku bunga Deposit Facility dan Lending Facility juga ikut naik 25 bps. ​Apa Artinya Buat Kamu? ​Pencegahan Pelemahan Rupiah: Langkah ini diambil untuk MENJAGA stabilitas nilai tukar Rupiah agar tidak merosot terlalu dalam di tengah pasar global yang tak menentu. ​Melawan Inflasi: BI berupaya mengendalikan inflasi agar harga barang-barang tidak melambung liar. ​Imbas Cicilan: Ini berita \"panas\" buat yang punya KPR, KKB, atau utang berbunga mengambang. Kenaikan suku bunga acuan berpotensi memicu kenaikan suku bunga kredit perbankan dalam beberapa bulan ke depan. ​Peluang Tabungan & Deposito: Kabar baiknya, suku bunga tabungan dan deposito juga bisa ikut naik, memberikan keuntungan lebih bagi penabung. ​BI berkomitmen mempertahankan daya tarik aset keuangan domestik. Tapi buat kita? Waktunya untuk meninjau kembali perencanaan keuangan. ​💬 Coba tulis di komentar, kamu tim yang \"senang tabungan naik\" atau \"panik cicilan naik\"? Let's discuss! Jangan lupa share berita penting ini ke teman-temanmu! Sumber :   Hastag :  #cryptowave #cryptowaveid #rupiah #fypシ", "post_id": "7649387414850555154"}}, {"key": "tumbuhkaya.id", "attributes": {"label": "tumbuhkaya.id", "x": 44.13581871230776, "y": 731.0013412627363, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 127.2986, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7617097402041830674", "id": "tumbuhkaya.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank digital mulai menunjukkan taringnya di segmen UMKM. Amar Bank Indonesia ($AMAR) menjadi salah satu pemain yang agresif membidik segmen pembiayaan UMKM, pasar yang selama ini sering sulit dijangkau oleh bank konvensional karena keterbatasan agunan dan proses administrasi yang rumit. Melalui pendekatan credit scoring berbasis teknologi, bank ini tidak hanya menilai kemampuan bayar secara tradisional, tetapi juga menganalisis berbagai data perilaku dan karakter nasabah. Proses persetujuan kredit pun menjadi jauh lebih cepat dan sederhana, sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh pelaku UMKM. Model ini membuat banyak pelaku usaha kecil yang sebelumnya tidak bankable mulai beralih ke layanan bank digital, karena prosesnya lebih praktis dan fleksibel. Jika dilihat secara industri, potensi pasar UMKM di Indonesia masih sangat besar. Saat ini porsi penyaluran kredit UMKM nasional baru sekitar 20%, sementara target pemerintah berada di kisaran 30%. Artinya, masih ada ruang pertumbuhan yang cukup luas bagi lembaga keuangan yang mampu menjangkau segmen ini. Dengan tren masyarakat yang semakin digital-minded dan cashless, bank digital seperti $AMAR berpotensi mendapatkan momentum pertumbuhan baru, terutama jika mampu menjaga kualitas kredit sambil memperluas basis nasabah UMKM. Mau informasi lebih lengkap & insight harian? Follow  di Instagram! #amar #bankdigital #umkm #sahamindonesia #investasisaham", "post_id": "7617097402041830674"}}, {"key": "IDXChannelcom", "attributes": {"label": "IDXChannelcom", "x": 789.7935897361759, "y": 147.03750458327968, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 19.0949, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1497517512172065", "id": "IDXChannelcom", "source": "facebook-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) mempertebal stimulus makroprudensial guna memacu laju pertumbuhan kredit perbankan domestik di tengah kepungan ketidakpastian ekonomi global. Salah satu langkah terobosan yang diambil oleh bank sentral adalah dengan mendongkrak batas maksimal Rasio Pendanaan Luar Negeri Bank (RPLN) dari rentang lama sebesar 35 persen menjadi 40 persen dari total modal bersih bank.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengumumkan pelonggaran keran likuiditas valas ini akan mulai diimplementasikan secara resmi pada 1 Juli 2026. Penyesuaian ini dirancang agar perbankan Tanah Air memiliki ruang gerak yang lebih luang dalam menghimpun dana segar dari pasar internasional, yang kemudian dapat dialirkan kembali untuk membiayai sektor riil di dalam negeri.\n\n“Peningkatan rasio RPLN ditujukan untuk memperluas sumber pendanaan perbankan, khususnya dari luar negeri, guna mendukung penyaluran kredit dan pembiayaan bagi perekonomian dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian,” kata Perry dalam konferensi pers RDG BI Bulanan di Jakarta, Kamis (18/6/2026).\n\nBukan hanya melonggarkan batas pinjaman luar negeri, BI juga mempererat jalinan sinergi bersama pemerintah serta otoritas terkait lewat peluncuran Program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI). Program taktis ini ditargetkan mampu memotong sumbat birokrasi dalam penyaluran pembiayaan.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/banking/bi-naikkan-batas-pendanaan-luar-negeri-bank-jadi-40-persen-mulai-juli-2026\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: Istimewa \n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #RPLM #BankIndonesia #pendanaanluarnegeri", "post_id": "432781620563594_1497517512172065"}}, {"key": "@tv9newsroom", "attributes": {"label": "@tv9newsroom", "x": 253.55152034319883, "y": 791.3101990113684, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.0949, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "EKR5jv9Ghms", "id": "@tv9newsroom", "source": "youtube-000001", "content": "PENYALURAN KREDIT PERBANKAN DI JATIM TEMBUS 628 TRILIUN RUPIAH\n\nKinerja industri perbankan di Jawa Timur menunjukkan performa positif hingga kuartal kedua tahun 2026. Data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan total penyaluran kredit perbankan di wilayah ini telah menembus angka Rp628,02 triliun sampai April 2026. Angka tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,87 persen secara tahunan.‪‬ #tv9 #tv9news #jurnal9 #kredit #perbankan #jatim", "post_id": "EKR5jv9Ghms"}}, {"key": "tv9nusantara", "attributes": {"label": "tv9nusantara", "x": 403.0258815029638, "y": 497.4591796692054, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 35.3256, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "EKR5jv9Ghms", "id": "tv9nusantara", "source": "youtube-000001", "content": "PENYALURAN KREDIT PERBANKAN DI JATIM TEMBUS 628 TRILIUN RUPIAH\n\nKinerja industri perbankan di Jawa Timur menunjukkan performa positif hingga kuartal kedua tahun 2026. Data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan total penyaluran kredit perbankan di wilayah ini telah menembus angka Rp628,02 triliun sampai April 2026. Angka tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,87 persen secara tahunan.‪‬ #tv9 #tv9news #jurnal9 #kredit #perbankan #jatim", "post_id": "EKR5jv9Ghms"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 507.58507888706185, "y": 674.5877208051609, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.0949, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 0, "out_degree": 14, "degree": 14}, "_id": "kkqepvHXDQU", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "OJK Catat Kredit Perbankan Capai Rp8.755 Triliun pada April 2026 | 1ST SESSION CLOSING\n\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kredit perbankan pada April 2026 tumbuh 9,98 persen secara tahunan menjadi Rp8.755 triliun. Dari sisi penggunaan, kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 19,48 persen dan menjadi motor utama ekspansi penyaluran kredit nasional.\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "kkqepvHXDQU"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 228.5886299785679, "y": 611.761411370125, "size": 9.3, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.2542, "eigenvector": 70.6518, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "kkqepvHXDQU", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "OJK Catat Kredit Perbankan Capai Rp8.755 Triliun pada April 2026 | 1ST SESSION CLOSING\n\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kredit perbankan pada April 2026 tumbuh 9,98 persen secara tahunan menjadi Rp8.755 triliun. Dari sisi penggunaan, kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 19,48 persen dan menjadi motor utama ekspansi penyaluran kredit nasional.\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "kkqepvHXDQU"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 478.6848967161248, "y": 851.8544243818095, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.9593, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "kkqepvHXDQU", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "OJK Catat Kredit Perbankan Capai Rp8.755 Triliun pada April 2026 | 1ST SESSION CLOSING\n\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kredit perbankan pada April 2026 tumbuh 9,98 persen secara tahunan menjadi Rp8.755 triliun. Dari sisi penggunaan, kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 19,48 persen dan menjadi motor utama ekspansi penyaluran kredit nasional.\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "kkqepvHXDQU"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 86.82336871670537, "y": 704.0184670045384, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.9593, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "kkqepvHXDQU", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "OJK Catat Kredit Perbankan Capai Rp8.755 Triliun pada April 2026 | 1ST SESSION CLOSING\n\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kredit perbankan pada April 2026 tumbuh 9,98 persen secara tahunan menjadi Rp8.755 triliun. Dari sisi penggunaan, kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 19,48 persen dan menjadi motor utama ekspansi penyaluran kredit nasional.\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "kkqepvHXDQU"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 561.4009339266906, "y": 557.2431828444188, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.9593, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "kkqepvHXDQU", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "OJK Catat Kredit Perbankan Capai Rp8.755 Triliun pada April 2026 | 1ST SESSION CLOSING\n\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kredit perbankan pada April 2026 tumbuh 9,98 persen secara tahunan menjadi Rp8.755 triliun. Dari sisi penggunaan, kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 19,48 persen dan menjadi motor utama ekspansi penyaluran kredit nasional.\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "kkqepvHXDQU"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 280.46536478976725, "y": 659.8824481042525, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.9593, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "kkqepvHXDQU", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "OJK Catat Kredit Perbankan Capai Rp8.755 Triliun pada April 2026 | 1ST SESSION CLOSING\n\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kredit perbankan pada April 2026 tumbuh 9,98 persen secara tahunan menjadi Rp8.755 triliun. Dari sisi penggunaan, kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 19,48 persen dan menjadi motor utama ekspansi penyaluran kredit nasional.\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "kkqepvHXDQU"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 824.3923450456143, "y": 274.52143919931007, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.9593, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "kkqepvHXDQU", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "OJK Catat Kredit Perbankan Capai Rp8.755 Triliun pada April 2026 | 1ST SESSION CLOSING\n\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kredit perbankan pada April 2026 tumbuh 9,98 persen secara tahunan menjadi Rp8.755 triliun. Dari sisi penggunaan, kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 19,48 persen dan menjadi motor utama ekspansi penyaluran kredit nasional.\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "kkqepvHXDQU"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 68.3005881711708, "y": 662.5961552492168, "size": 13.86, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.0949, "eigenvector": 121.803, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "rd9Ibw42V9c", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "OJK Catat Kredit Perbankan Capai Rp8.755 Triliun pada April 2026 | MILENOMICS\n\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kredit perbankan pada April 2026 tumbuh 9,98 persen secara tahunan menjadi Rp8.755 triliun. Dari sisi penggunaan, kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 19,48 persen dan menjadi motor utama ekspansi penyaluran kredit nasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "rd9Ibw42V9c"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 702.9146083519925, "y": 53.215989662837245, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.0949, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "1ydZTAvVopk", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Bicara Inflasi 3,08% Masih Terkendali, Daya Beli Masyarakat Tetap Kuat\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Ekonomi RI Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa inflasi Indonesia masih berada dalam kondisi yang terkendali meskipun pada Mei 2026 meningkat menjadi 3,08 persen.\n\nMenurutnya, angka tersebut masih berada dalam rentang target pemerintah dan Bank Indonesia, yakni 2,5 persen plus minus 1 persen.\n\nPurbaya menjelaskan kenaikan inflasi terutama dipicu oleh kelompok volatile food, khususnya harga cabai merah dan bawang merah yang terdampak cuaca ekstrem.\n\nNamun ia menilai faktor tersebut bersifat sementara dan berpotensi kembali turun ketika kondisi pasokan membaik. Karena itu, pemerintah tetap optimistis inflasi dapat dijaga pada level yang sehat bagi perekonomian.\n\nSelain itu, Purbaya juga membantah berbagai narasi yang menyebut ekonomi Indonesia sedang melemah.\n\nIa menyoroti sejumlah indikator seperti peningkatan aktivitas manufaktur, pertumbuhan kredit perbankan, konsumsi masyarakat, hingga surplus neraca perdagangan yang dinilai menunjukkan daya beli dan aktivitas ekonomi nasional masih cukup kuat.\n\nMenurutnya, pemerintah akan terus menjaga stabilitas harga pangan dan memperkuat koordinasi kebijakan fiskal serta moneter untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\n#breakingnews #purbaya #menkeu #apbnkita \n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "1ydZTAvVopk"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 702.1059401620199, "y": 549.3782364770367, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.2102, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "1ydZTAvVopk", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Bicara Inflasi 3,08% Masih Terkendali, Daya Beli Masyarakat Tetap Kuat\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Ekonomi RI Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa inflasi Indonesia masih berada dalam kondisi yang terkendali meskipun pada Mei 2026 meningkat menjadi 3,08 persen.\n\nMenurutnya, angka tersebut masih berada dalam rentang target pemerintah dan Bank Indonesia, yakni 2,5 persen plus minus 1 persen.\n\nPurbaya menjelaskan kenaikan inflasi terutama dipicu oleh kelompok volatile food, khususnya harga cabai merah dan bawang merah yang terdampak cuaca ekstrem.\n\nNamun ia menilai faktor tersebut bersifat sementara dan berpotensi kembali turun ketika kondisi pasokan membaik. Karena itu, pemerintah tetap optimistis inflasi dapat dijaga pada level yang sehat bagi perekonomian.\n\nSelain itu, Purbaya juga membantah berbagai narasi yang menyebut ekonomi Indonesia sedang melemah.\n\nIa menyoroti sejumlah indikator seperti peningkatan aktivitas manufaktur, pertumbuhan kredit perbankan, konsumsi masyarakat, hingga surplus neraca perdagangan yang dinilai menunjukkan daya beli dan aktivitas ekonomi nasional masih cukup kuat.\n\nMenurutnya, pemerintah akan terus menjaga stabilitas harga pangan dan memperkuat koordinasi kebijakan fiskal serta moneter untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\n#breakingnews #purbaya #menkeu #apbnkita \n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "1ydZTAvVopk"}}], "edges": [{"key": "deddyhariadi", "source": "deddyhariadi", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "deddyhariadi", "source": "deddyhariadi", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "isari68", "source": "isari68", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "isari68", "source": "isari68", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Diiarisme", "source": "Diiarisme", "target": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Diiarisme", "source": "Diiarisme", "target": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "keuangan_", "source": "keuangan_", "target": "AidilAKBAR", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "balikpapan_pos", "source": "balikpapan_pos", "target": "ba", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "ekbisbanten", "source": "ekbisbanten", "target": "ekbisbanten", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "info_kubar", "source": "info_kubar", "target": "bankakp.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "hariankompas", "source": "hariankompas", "target": "ydebrina", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "hariankompas", "source": "hariankompas", "target": "hariankompas.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "nexsafast", "source": "nexsafast", "target": "cryptowaveid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nexsafast", "source": "nexsafast", "target": "cryptowaveid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "tumbuhkaya.id", "source": "tumbuhkaya.id", "target": "tumbuhkaya.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@tv9newsroom", "source": "@tv9newsroom", "target": "tv9nusantara", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}