{"nodes": [{"key": "Diiarisme", "attributes": {"label": "Diiarisme", "x": 614.5577123050928, "y": 738.6436851634338, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 6.3324, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2067652136633286782", "id": "Diiarisme", "source": "retweet-000002", "content": "Kredit Perbankan Tumbuh 9,98%\n\nSobat OJK,\n\nDi tengah berbagai risiko dari dinamika global, kinerja perbankan tumbuh posit…", "post_id": "2067652136633286782"}}, {"key": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "ojkindonesia", "x": 828.2228057157566, "y": 706.9494849409526, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 22.2339, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "2067652136633286782", "id": "ojkindonesia", "source": "retweet-000002", "content": "Kredit Perbankan Tumbuh 9,98%\n\nSobat OJK,\n\nDi tengah berbagai risiko dari dinamika global, kinerja perbankan tumbuh posit…", "post_id": "2067652136633286782"}}, {"key": "NgaliMahfud", "attributes": {"label": "NgaliMahfud", "x": 396.9195604543898, "y": 597.4170325175476, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.3324, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2064549203876180438", "id": "NgaliMahfud", "source": "tweet-000004", "content": "Lebih urgent gaji Guru Honorer.\nUMKM dibantu relaksasi Slik OJK akibat Pinjol-kemudian akses KUR.", "post_id": "2064549203876180438"}}, {"key": "Stakof", "attributes": {"label": "Stakof", "x": 28.079759219992727, "y": 921.1623947399037, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.715, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2064549203876180438", "id": "Stakof", "source": "tweet-000004", "content": "Lebih urgent gaji Guru Honorer.\nUMKM dibantu relaksasi Slik OJK akibat Pinjol-kemudian akses KUR.", "post_id": "2064549203876180438"}}, {"key": "k70639", "attributes": {"label": "k70639", "x": 755.5684030191269, "y": 478.441025262235, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.3324, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2065338366179291314", "id": "k70639", "source": "tweet-000004", "content": "iya, bisa laper ke ojk dan afpi dan cumul Cepat sih responya, bahkan hari ini pihak klik umkm surah tidak spam dan mengerimkan email", "post_id": "2065338366179291314"}}, {"key": "Sagegirl10", "attributes": {"label": "Sagegirl10", "x": 859.0497688036393, "y": 813.4537061281043, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.715, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2065338366179291314", "id": "Sagegirl10", "source": "tweet-000004", "content": "iya, bisa laper ke ojk dan afpi dan cumul Cepat sih responya, bahkan hari ini pihak klik umkm surah tidak spam dan mengerimkan email", "post_id": "2065338366179291314"}}, {"key": "xjbeat", "attributes": {"label": "xjbeat", "x": 745.5393253787514, "y": 600.903001403807, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.3324, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2062887823313957198", "id": "xjbeat", "source": "tweet-000004", "content": "Investor menyukai bank yang beroperasi  berdasarkan pertimbangan komersial dan manajemen risiko. Jika OJK /Danantara melakukan intervensi kebijakan, mengatur suku bunga khusus /memaksa penyaluran kredit pada proyek tertentu yang tidak visible, profitabilitas bank bisa tertekan..", "post_id": "2062887823313957198"}}, {"key": "dimarsasongko98", "attributes": {"label": "dimarsasongko98", "x": 281.7464864681947, "y": 206.56651425513118, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.715, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2062887823313957198", "id": "dimarsasongko98", "source": "tweet-000004", "content": "Investor menyukai bank yang beroperasi  berdasarkan pertimbangan komersial dan manajemen risiko. Jika OJK /Danantara melakukan intervensi kebijakan, mengatur suku bunga khusus /memaksa penyaluran kredit pada proyek tertentu yang tidak visible, profitabilitas bank bisa tertekan..", "post_id": "2062887823313957198"}}, {"key": "sinau2024", "attributes": {"label": "sinau2024", "x": 63.77017617294034, "y": 197.27345487158098, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.3324, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2056640529690210720", "id": "sinau2024", "source": "tweet-000004", "content": "Menimbang KUR 5%: Antara Stimulus UMKM dan Warning OJK 🏦👇\n1/ Rencana Presiden Prabowo memotong bunga KUR jadi 5% memang angin segar buat UMKM. Tapi, peringatan OJK itu nyata dan punya landasan teori ekonomi perbankan yang kuat. Ini bukan sekadar soal \"pro-rakyat vs pro-bank\"", "post_id": "2056640529690210720"}}, {"key": "TradingDiary2", "attributes": {"label": "TradingDiary2", "x": 359.6741079347923, "y": 202.11561268291845, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.715, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2056640529690210720", "id": "TradingDiary2", "source": "tweet-000004", "content": "Menimbang KUR 5%: Antara Stimulus UMKM dan Warning OJK 🏦👇\n1/ Rencana Presiden Prabowo memotong bunga KUR jadi 5% memang angin segar buat UMKM. Tapi, peringatan OJK itu nyata dan punya landasan teori ekonomi perbankan yang kuat. Ini bukan sekadar soal \"pro-rakyat vs pro-bank\"", "post_id": "2056640529690210720"}}, {"key": "mudha_asmara", "attributes": {"label": "mudha_asmara", "x": 99.49555039706104, "y": 791.1625448722115, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.3324, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2064206665659076805", "id": "mudha_asmara", "source": "tweet-000004", "content": "Iya gt, gw aj paylater di blokir bkn krn telat byr ato KOL beresiko. Tapi notif dr pihak  cmn krn flag 'aktivitas mencurigakan' dr OJK 🤣 lah yg butuh pertumbuhan kredit siapa, di-support mlh blokar blokir 🗿 otw tutup akun sekalian deh 🥳 https://t.co/rzFI1G4yiG", "post_id": "2064206665659076805"}}, {"key": "Hidupsebagai62", "attributes": {"label": "Hidupsebagai62", "x": 620.7175665113128, "y": 887.3820021103528, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.0237, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2064206665659076805", "id": "Hidupsebagai62", "source": "tweet-000004", "content": "Iya gt, gw aj paylater di blokir bkn krn telat byr ato KOL beresiko. Tapi notif dr pihak  cmn krn flag 'aktivitas mencurigakan' dr OJK 🤣 lah yg butuh pertumbuhan kredit siapa, di-support mlh blokar blokir 🗿 otw tutup akun sekalian deh 🥳 https://t.co/rzFI1G4yiG", "post_id": "2064206665659076805"}}, {"key": "gopayindonesia", "attributes": {"label": "gopayindonesia", "x": 181.0163642458925, "y": 790.3096195284692, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.0237, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2064206665659076805", "id": "gopayindonesia", "source": "tweet-000004", "content": "Iya gt, gw aj paylater di blokir bkn krn telat byr ato KOL beresiko. Tapi notif dr pihak  cmn krn flag 'aktivitas mencurigakan' dr OJK 🤣 lah yg butuh pertumbuhan kredit siapa, di-support mlh blokar blokir 🗿 otw tutup akun sekalian deh 🥳 https://t.co/rzFI1G4yiG", "post_id": "2064206665659076805"}}, {"key": "ekbisbanten", "attributes": {"label": "ekbisbanten", "x": 76.32117940537775, "y": 695.7546419842437, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 42.2157, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3913281602267873130_16114438269", "id": "ekbisbanten", "source": "instagram-000001", "content": "Utang Paylater Tembus Rp29,3 Triliun, Melonjak 37 Persen\n\nNilai pembiayaan layanan Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater perbankan mencapai Rp29,3 triliun per April 2026.\n\nBerdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilainya melonjak 37,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.\n\nPertumbuhan paylater tersebut hampir empat kali lebih tinggi dibanding pertumbuhan kredit perbankan nasional yang tercatat 9,98 persen secara tahunan.\n\nSelengkapnya artikel ini telah tayang klik di bawah ini 👇👇 \n\nhttps://ekbisbanten.com/berita/utang-paylater-tembus-rp293-triliun-melonjak-37-persen/\n\nFollow dan dukung terus update berita, bisnis, ekonomi, hingga info terkini dari kami \n\nInstagram & TikTok :  \nFacebook & YouTube : Ekbis Banten \n\nJangan sampai ketinggalan informasi penting seputar Banten.\n\n#ekbisbanten #PaylaterPerbankan #OJK #PertumbuhanKredit #BNPL", "post_id": "3913281602267873130_16114438269"}}, {"key": "ojk_purwokerto", "attributes": {"label": "ojk_purwokerto", "x": 97.62773426324057, "y": 526.7329088921894, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0129, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "3911790160124125065_3963318157", "id": "ojk_purwokerto", "source": "instagram-000001", "content": "OJK Purwokerto Menghadiri Kegiatan GENCARKAN oleh Pegadaian\n\nHalo sedulur OJK Ngapak!\n\nOJK Purwokerto menghadiri kegiatan GENCARKAN (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan) yang diselenggarakan oleh Pegadaian Kabupaten Cilacap, pada 21 Mei 2026.\n\nDalam kegiatan tersebut, OJK Purwokerto memberikan edukasi keuangan kepada para pelaku UMKM. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pengelolaan keuangan usaha, pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan, serta pentingnya akses pembiayaan formal untuk mendukung pengembangan usaha.\n\nMelalui kegiatan ini, diharapkan para pelaku UMKM semakin bijak dalam mengelola keuangan dan mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.\n\nYuk simak selengkapnya melalui postingan berikut 👆🏻\n\nJangan lupa follow  dan  untuk update seputar kegiatan OJK lainnya ya 🫶🏻\n\n#OJKPurwokerto\n#OJKNgapak\n#SinergiUntukNegeri\n#LiterasiKeuangan\n#InklusiKeuangan", "post_id": "3911790160124125065_3963318157"}}, {"key": "ojk_jateng", "attributes": {"label": "ojk_jateng", "x": 611.0853981047006, "y": 389.0867565159597, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0129, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "3914970131256240806_4651900747", "id": "ojk_jateng", "source": "instagram-000001", "content": "SLIK Sehat, Akses Pembiayaan UMKM Makin Mudah\n\nHalo Sobat OJK Jateng 👋✨️\n\nUsaha berkembang sering kali membutuhkan tambahan modal. Namun, riwayat kredit yang kurang baik dapat menjadi hambatan saat mengajukan pembiayaan, termasuk KUR.\n\nMelalui edukasi kepada pelaku UMKM di Magelang, OJK Jawa Tengah mengajak masyarakat untuk lebih memahami pentingnya menjaga riwayat kredit melalui SLIK serta mengenal produk dan layanan jasa keuangan dengan baik.\n\nJaga riwayat kredit hari ini, agar peluang usaha esok tetap terbuka.\n\nInformasi lengkap kegiatannya, tonton video ini sampai selesai 👆🏻\nJangan lupa follow  dan  untuk mendapatkan informasi terbaru seputar OJK.\n\n#OJKIndonesia\n#OJKJateng\n#UMKM\n#EdukasiKeuangan\n#SLIK", "post_id": "3914970131256240806_4651900747"}}, {"key": "karirgram", "attributes": {"label": "karirgram", "x": 309.2996339484352, "y": 390.10230475248284, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.3324, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3910426385912875682_4375881195", "id": "karirgram", "source": "instagram-000001", "content": "Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang masih terjadi di sejumlah sektor perlu menjadi perhatian industri asuransi. Khususnya terkait potensi tekanan terhadap produk asuransi jiwa kredit (AJK).\n\nMenurut Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogi Prastomiyono, kondisi PHK dapat mempengaruhi kualitas aset industri asuransi serta pertumbuhan premi.\n\n“Dalam kondisi PJK, masyarakat cenderung memprioritaskan kebutuhan pokok sehingga polis asuransi berisiko lapse, sementara di sisi lain risiko pada asuransi kredit meningkat karena potensi gagal bayar debitur,” ujarnya, dalam jawaban tertulis, dikutip Jumat (29/5/2026).\n\nOgi mengungkapkan, kondisi tersebut dapat menimbulkan tekanan terhadap rasio klaim dan tingkat solvabilitas perusahaan asuransi apabila tidak diantisipasi secara memadai.\n\nPada produk asuransi jiwa kredit, risiko utama yang dijamin pada dasarnya adalah kematian dan cacat tetap total. Meski begitu, tekanan ekonomi akibat PHK dinilai dapat berkontribusi secara tidak langsung terhadap peningkatan klaim.\n\n“Misalnya melalui faktor kesehatan atau tekanan psikososial,” kata Ogi.\n\nUntuk mengantisipasi lonjakan klaim, OJK meminta perusahaan asuransi memperkuat manajemen risiko secara menyeluruh. Beberapa langkah yang dinilai penting antara lain memperketat proses underwriting, khususnya pada sektor-sektor usaha yang rentan mengalami PHK.\n\nSelain itu, perusahaan juga didorong melakukan penyesuaian premi sesuai profil risiko terkini serta memastikan adanya skema risk sharing dengan perbankan agar penyaluran kredit tetap dilakukan secara prudent.\n\n“Penguatan proses verifikasi klaim dan evidence of insurability menjadi penting untuk memitigasi potensi moral hazard,” ucap Ogi.\n\nSumber : investortrust\n\n•• \nUntuk informasi motivasi dan Lowongan Kerja lainnya Follow    \n\n#KarirGram #berita #Kerja #PHK", "post_id": "3910426385912875682_4375881195"}}, {"key": "KarirGram", "attributes": {"label": "KarirGram", "x": 786.012775324803, "y": 625.8939938130984, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0237, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3910426385912875682_4375881195", "id": "KarirGram", "source": "instagram-000001", "content": "Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang masih terjadi di sejumlah sektor perlu menjadi perhatian industri asuransi. Khususnya terkait potensi tekanan terhadap produk asuransi jiwa kredit (AJK).\n\nMenurut Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogi Prastomiyono, kondisi PHK dapat mempengaruhi kualitas aset industri asuransi serta pertumbuhan premi.\n\n“Dalam kondisi PJK, masyarakat cenderung memprioritaskan kebutuhan pokok sehingga polis asuransi berisiko lapse, sementara di sisi lain risiko pada asuransi kredit meningkat karena potensi gagal bayar debitur,” ujarnya, dalam jawaban tertulis, dikutip Jumat (29/5/2026).\n\nOgi mengungkapkan, kondisi tersebut dapat menimbulkan tekanan terhadap rasio klaim dan tingkat solvabilitas perusahaan asuransi apabila tidak diantisipasi secara memadai.\n\nPada produk asuransi jiwa kredit, risiko utama yang dijamin pada dasarnya adalah kematian dan cacat tetap total. Meski begitu, tekanan ekonomi akibat PHK dinilai dapat berkontribusi secara tidak langsung terhadap peningkatan klaim.\n\n“Misalnya melalui faktor kesehatan atau tekanan psikososial,” kata Ogi.\n\nUntuk mengantisipasi lonjakan klaim, OJK meminta perusahaan asuransi memperkuat manajemen risiko secara menyeluruh. Beberapa langkah yang dinilai penting antara lain memperketat proses underwriting, khususnya pada sektor-sektor usaha yang rentan mengalami PHK.\n\nSelain itu, perusahaan juga didorong melakukan penyesuaian premi sesuai profil risiko terkini serta memastikan adanya skema risk sharing dengan perbankan agar penyaluran kredit tetap dilakukan secara prudent.\n\n“Penguatan proses verifikasi klaim dan evidence of insurability menjadi penting untuk memitigasi potensi moral hazard,” ucap Ogi.\n\nSumber : investortrust\n\n•• \nUntuk informasi motivasi dan Lowongan Kerja lainnya Follow    \n\n#KarirGram #berita #Kerja #PHK", "post_id": "3910426385912875682_4375881195"}}, {"key": "bankneocommerce", "attributes": {"label": "bankneocommerce", "x": 696.5378162449562, "y": 727.9109378496348, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.0852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 6, "out_degree": 8, "degree": 14}, "_id": "3909771016407954002_10906259607", "id": "bankneocommerce", "source": "instagram-000001", "content": "Panggilan untuk semua pemilik bisnis UMKM, yuk disimak dulu! \n\n akan mengadakan kegiatan seru dan sangat berguna untuk kelangsungan bisnis UMKM kamu, tungguin ya!\n \nFollow dan pantengin terus media sosial  untuk informasi selanjutnya, ya! 😻\n \nInfo lebih lanjut mengenai neobank dan Bank Neo Commerce, kamu bisa kunjungi website resmi kami di www.bankneocommerce.co.id\n\nPT Bank Neo Commerce Tbk berizin & diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).\n\n#neobank #BankNeoCommerce #SatuBankBanyakTujuan #WaraWiriWirausaha", "post_id": "3909771016407954002_10906259607"}}, {"key": "budisantosofficial", "attributes": {"label": "budisantosofficial", "x": 688.230337042411, "y": 991.8585349785782, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.3324, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "3905217858363194049_69754172993", "id": "budisantosofficial", "source": "instagram-000001", "content": "Bersama Menteri UMKM  dan Wakil Menteri Pertanian , saya menghadiri undangan Ketua Dewan Komisioner OJK  dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah.\n\nKebijakan perdagangan turut berperan dalam mendukung ekosistem pengembangan ekonomi daerah dan menjadi mesin penggerak kesejahteraan masyarakat. Kemendag memiliki 3 program utama untuk mendukung hal ini, yaitu Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, dan Dari Lokal Untuk Global yang dapat disinergikan dan diimplementasikan guna pengembangan ekonomi daerah.", "post_id": "3905217858363194049_69754172993"}}, {"key": "maman.abdurrahman.st", "attributes": {"label": "maman.abdurrahman.st", "x": 535.434545893986, "y": 416.82333573465155, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.1266, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3905217858363194049_69754172993", "id": "maman.abdurrahman.st", "source": "instagram-000001", "content": "Bersama Menteri UMKM  dan Wakil Menteri Pertanian , saya menghadiri undangan Ketua Dewan Komisioner OJK  dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah.\n\nKebijakan perdagangan turut berperan dalam mendukung ekosistem pengembangan ekonomi daerah dan menjadi mesin penggerak kesejahteraan masyarakat. Kemendag memiliki 3 program utama untuk mendukung hal ini, yaitu Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, dan Dari Lokal Untuk Global yang dapat disinergikan dan diimplementasikan guna pengembangan ekonomi daerah.", "post_id": "3905217858363194049_69754172993"}}, {"key": "sudaru_sudaryono", "attributes": {"label": "sudaru_sudaryono", "x": 756.2100360342872, "y": 86.62259451725961, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.1266, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3905217858363194049_69754172993", "id": "sudaru_sudaryono", "source": "instagram-000001", "content": "Bersama Menteri UMKM  dan Wakil Menteri Pertanian , saya menghadiri undangan Ketua Dewan Komisioner OJK  dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah.\n\nKebijakan perdagangan turut berperan dalam mendukung ekosistem pengembangan ekonomi daerah dan menjadi mesin penggerak kesejahteraan masyarakat. Kemendag memiliki 3 program utama untuk mendukung hal ini, yaitu Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, dan Dari Lokal Untuk Global yang dapat disinergikan dan diimplementasikan guna pengembangan ekonomi daerah.", "post_id": "3905217858363194049_69754172993"}}, {"key": "fridericawidyasari", "attributes": {"label": "fridericawidyasari", "x": 365.04921664946977, "y": 582.9875110402893, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.1266, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3905217858363194049_69754172993", "id": "fridericawidyasari", "source": "instagram-000001", "content": "Bersama Menteri UMKM  dan Wakil Menteri Pertanian , saya menghadiri undangan Ketua Dewan Komisioner OJK  dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah.\n\nKebijakan perdagangan turut berperan dalam mendukung ekosistem pengembangan ekonomi daerah dan menjadi mesin penggerak kesejahteraan masyarakat. Kemendag memiliki 3 program utama untuk mendukung hal ini, yaitu Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, dan Dari Lokal Untuk Global yang dapat disinergikan dan diimplementasikan guna pengembangan ekonomi daerah.", "post_id": "3905217858363194049_69754172993"}}, {"key": "info_kubar", "attributes": {"label": "info_kubar", "x": 835.6927456114913, "y": 302.1190967916677, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.3324, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3911309595733954501_4537613721", "id": "info_kubar", "source": "instagram-000001", "content": "WARGA KUBAR JANGAN SKIP VIDEO INI 👀\nBank AKP (Bank Artha Karya Perdana) adalah Bank Perekonomian Rakyat (BPR) yang telah hadir sejak tahun 2004 di Samarinda. Kini, Bank AKP hadir di Kutai Barat untuk memberikan layanan keuangan yang lebih dekat, mudah, dan terpercaya bagi masyarakat serta pelaku UMKM.\n\nBagi warga Kubar yang sedang mencari modal usaha, kredit UMKM, atau pembiayaan untuk mengembangkan bisnis, Bank AKP siap menjadi mitra pertumbuhan usaha Anda.\nKeunggulan Bank AKP:\n✅ Proses pengajuan mudah dan cepat\n✅ Plafon pembiayaan hingga ratusan juta rupiah\n✅ Cocok untuk kebutuhan modal kerja dan pengembangan usaha\n✅ Resmi diawasi OJK\n✅ Simpanan nasabah dijamin oleh LPS\n\nSebagai BPR yang berfokus pada pengembangan ekonomi masyarakat daerah, Bank AKP berkomitmen untuk tumbuh bersama pelaku usaha lokal dan membantu UMKM Kutai Barat naik kelas.\n\n📍 Kantor Cabang Bank AKP Kutai Barat\nJl. Awang Long Senopati, Barong Tongkok\n📞 Informasi & Pengajuan:\n0851-8326-0228\n\n📲 Ikuti media sosial kami:\nInstagram & TikTok: \n\nSaatnya UMKM Kutai Barat naik kelas bersama Bank AKP!\n\n#BankAKP #Kubar #ModalUsaha #UMKM #Sendawar", "post_id": "3911309595733954501_4537613721"}}, {"key": "bankakp.id", "attributes": {"label": "bankakp.id", "x": 270.53682353018684, "y": 463.9895159049738, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.715, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3911309595733954501_4537613721", "id": "bankakp.id", "source": "instagram-000001", "content": "WARGA KUBAR JANGAN SKIP VIDEO INI 👀\nBank AKP (Bank Artha Karya Perdana) adalah Bank Perekonomian Rakyat (BPR) yang telah hadir sejak tahun 2004 di Samarinda. Kini, Bank AKP hadir di Kutai Barat untuk memberikan layanan keuangan yang lebih dekat, mudah, dan terpercaya bagi masyarakat serta pelaku UMKM.\n\nBagi warga Kubar yang sedang mencari modal usaha, kredit UMKM, atau pembiayaan untuk mengembangkan bisnis, Bank AKP siap menjadi mitra pertumbuhan usaha Anda.\nKeunggulan Bank AKP:\n✅ Proses pengajuan mudah dan cepat\n✅ Plafon pembiayaan hingga ratusan juta rupiah\n✅ Cocok untuk kebutuhan modal kerja dan pengembangan usaha\n✅ Resmi diawasi OJK\n✅ Simpanan nasabah dijamin oleh LPS\n\nSebagai BPR yang berfokus pada pengembangan ekonomi masyarakat daerah, Bank AKP berkomitmen untuk tumbuh bersama pelaku usaha lokal dan membantu UMKM Kutai Barat naik kelas.\n\n📍 Kantor Cabang Bank AKP Kutai Barat\nJl. Awang Long Senopati, Barong Tongkok\n📞 Informasi & Pengajuan:\n0851-8326-0228\n\n📲 Ikuti media sosial kami:\nInstagram & TikTok: \n\nSaatnya UMKM Kutai Barat naik kelas bersama Bank AKP!\n\n#BankAKP #Kubar #ModalUsaha #UMKM #Sendawar", "post_id": "3911309595733954501_4537613721"}}, {"key": "ojk_cirebon", "attributes": {"label": "ojk_cirebon", "x": 654.7529537535489, "y": 781.1581458790909, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.836, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 3, "degree": 4}, "_id": "3904721193099674691_3948540854", "id": "ojk_cirebon", "source": "instagram-000001", "content": "Halo Sobat Ciayumajakuning! 👋🏻✨\n\nPra-Inkubasi dan Edukasi Keuangan Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) dilaksanakan di Desa Jagara, Kabupaten Kuningan.\n\nKegiatan ini menjadi langkah awal dalam mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat desa.\n\nSebanyak 100 peserta yang terdiri dari pelaku UMKM, perangkat desa, dan kelompok masyarakat produktif turut mengikuti kegiatan ini.\n\nPeserta memperoleh edukasi mengenai pengelolaan keuangan yang sehat, pemanfaatan layanan keuangan formal, serta kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal.\n\nKegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi berbagai pihak dalam mendukung penguatan akses keuangan masyarakat desa.\n\nMelalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat menjadi lebih mandiri, produktif, dan sejahtera secara berkelanjutan.\n\n📍Aula Balai Desa Jagara, Kabupaten Kuningan\n📅 22 Mei 2026\n\nSobat OJK, yuk simak keseruannya! 🎥✨\n\nJangan lupa follow\n\n\n\n\nuntuk update kegiatan OJK lainnya!", "post_id": "3904721193099674691_3948540854"}}, {"key": "ojk_jawabarat", "attributes": {"label": "ojk_jawabarat", "x": 287.72776670502486, "y": 138.47361034638618, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.836, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3904721193099674691_3948540854", "id": "ojk_jawabarat", "source": "instagram-000001", "content": "Halo Sobat Ciayumajakuning! 👋🏻✨\n\nPra-Inkubasi dan Edukasi Keuangan Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) dilaksanakan di Desa Jagara, Kabupaten Kuningan.\n\nKegiatan ini menjadi langkah awal dalam mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat desa.\n\nSebanyak 100 peserta yang terdiri dari pelaku UMKM, perangkat desa, dan kelompok masyarakat produktif turut mengikuti kegiatan ini.\n\nPeserta memperoleh edukasi mengenai pengelolaan keuangan yang sehat, pemanfaatan layanan keuangan formal, serta kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal.\n\nKegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi berbagai pihak dalam mendukung penguatan akses keuangan masyarakat desa.\n\nMelalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat menjadi lebih mandiri, produktif, dan sejahtera secara berkelanjutan.\n\n📍Aula Balai Desa Jagara, Kabupaten Kuningan\n📅 22 Mei 2026\n\nSobat OJK, yuk simak keseruannya! 🎥✨\n\nJangan lupa follow\n\n\n\n\nuntuk update kegiatan OJK lainnya!", "post_id": "3904721193099674691_3948540854"}}, {"key": "ojk_sumbagsel", "attributes": {"label": "ojk_sumbagsel", "x": 260.5164887765792, "y": 40.16508545565234, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 42.2157, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3906726990206716147_5364011511", "id": "ojk_sumbagsel", "source": "instagram-000001", "content": "Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah\n\nHalo Sanak Dulur 👋🏻\n\nOJK Provinsi Sumsel menghadiri Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah di Balai Kartini, Jakarta, pada 25 Mei 2026. \n\n📌 Dengan tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Daerah melalui Sinergi Kebijakan Lintas Sektor”, OJK menyelenggarakan forum ini sebagai upaya untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam pertumbuhan ekonomi daerah yang kuat dan berkelanjutan.\n\nKetua Dewan Komisioner ​OJK Friderica Widyasari Dewi dalam sambutannya menyampaikan bahwa berbagai tantangan dinamika global saat ini tidak boleh menyurutkan optimisme Indonesia. Justru inilah saat untuk membuktikan bahwa kekuatan Indonesia salah satunya adalah dari kekuatan ekonomi di daerahnya.\n\n👤 Turut hadir dalam KNPED 2026 ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Ketua Komisi XI DPR RI Mokhamad Misbakhun, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, dan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destri Damayanti.\n\nPada sesi kedua Regional Voice, Gubernur Sumsel Dr. H. Herman Deru menjadi satu-satunya gubernur dari wilayah Sumatera yang tampil sebagai pembicara bersama Wakil Menteri Dalam Negeri, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, serta Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.\n\nGubernur Sumsel dalam sesi ini menyampaikan tentang pencapaian dan kinerja pembangunan Sumsel, sekaligus program unggulan yang disinkronisasikan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, seperti: \n🌽 Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP)\n🚢 New Palembang Port Tanjung Carat, dan\n🧑‍💼 100.000 Sultan Muda Sumsel.\n\nOJK Provinsi Sumsel akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk memperluas implementasi program ekonomi daerah yang inklusif, serta mendukung Sumsel sebagai pusat pertumbuhan baru ekonomi Indonesia untuk Sumsel Maju Terus untuk Semua.\n\n🔔 Follow  untuk dapatkan update tentang keuangan dan kegiatan menarik lainnya!\n\n#OJKSumsel #OJKIndonesia #OJK #PengembanganEkonomiDaerah #KNPED2026", "post_id": "3906726990206716147_5364011511"}}, {"key": "lasyamiranti", "attributes": {"label": "lasyamiranti", "x": 954.760915978587, "y": 1.8956729239577585, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.0852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3910629173732645200_10906259607", "id": "lasyamiranti", "source": "instagram-000001", "content": "Panggilan untuk kamu pemilik bisnis UKM & UMKM!\nDaftar sekarang di s.id/neonaiklevel atau klik link di bio! 😻🔥\n-——————————————————\nNeopreneur, ayo gabung workshop Neo Meet - Wara Wiri Wirausaha: Bekal Siap Naik Level bersama Kak  dan komunitas MoM Academy \n\nDi workshop ini, kamu akan diberikan strategi tepat untuk bisa level-up bisnis kamu supaya bisa semakin berkembang!\n\nTerbatas untuk 50 peserta yang lolos kurasi. Yuk, daftar sekarang!\n\nInfo lebih lanjut mengenai Neo Bisnis, kamu bisa kunjungi website resmi kami di s.id/neobisnis\n\nPT Bank Neo Commerce Tbk berizin & diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).\n\n#neobank #BankNeoCommerce #SatuBankBanyakTujuan #WaraWiriWirausaha", "post_id": "3910629173732645200_10906259607"}}, {"key": "ojk_provinsi_ntb", "attributes": {"label": "ojk_provinsi_ntb", "x": 676.736019567528, "y": 100.80614002087651, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 42.2157, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3911235755968433442_4733064291", "id": "ojk_provinsi_ntb", "source": "instagram-000001", "content": "OJK berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menggelar Sosialisasi Percepatan Akses Keuangan Daerah kepada para aparatur sipil dan pelaku UMKM di Kecamatan Janapria dan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah. \n\nDalam kesempatan itu, disosialisasikan pula salah satu program unggulan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi NTB, yaitu program “Mawar Emas” (Melawan Rentenir Berbasis Masjid).\n\nUpaya ini merupakan langkah nyata untuk mengenalkan lembaga jasa keuangan formal kepada masyarakat, sekaligus sebagai wadah edukasi untuk meningkatkan literasi keuangan di tingkat daerah agar masyarakat dapat menjangkau akses permodalan yang aman, sehat, dan terhindar dari jeratan pinjaman ilegal.\n\nYuk bijak mengelola keuangan dan berdaya secara finansial! 🥰\n\nFollow  untuk update informasi seputar literasi dan edukasi keuangan lainnya!\n\n#OJKNTB #TPAKD #LiterasiKeuangan #OJKIndonesia", "post_id": "3911235755968433442_4733064291"}}, {"key": "balikpapan_pos", "attributes": {"label": "balikpapan_pos", "x": 798.1152977949266, "y": 125.34936758910075, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.3324, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3917077225279564130_3322656215", "id": "balikpapan_pos", "source": "instagram-000001", "content": "Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menilai sektor perbankan Indonesia tetap berada dalam kondisi yang sehat di tengah dinamika ekonomi global dan domestik. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan kredit yang tetap kuat, likuiditas yang terjaga, serta permodalan yang memadai untuk mendukung fungsi intermediasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nKetua Umum Perbanas sekaligus Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyatakan bahwa perbankan nasional masih mampu menjalankan perannya sebagai penggerak perekonomian melalui penyaluran kredit yang terus tumbuh dan penghimpunan dana masyarakat yang tetap meningkat.\n\"Berdasarkan data OJK, hingga akhir April 2026 penyaluran kredit perbankan tumbuh 9,98% secara tahunan, sedangkan Dana Pihak Ketiga tumbuh 11,40%. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan tetap terjaga dan fungsi intermediasi berjalan dengan baik,\" ujar Hery.\nDari sisi likuiditas, Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 86,88%.\n\n Sementara itu, rasio Gross Non Performing Loan (NPL) berada pada level 2,17%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa industri perbankan masih memiliki kapasitas yang memadai untuk mendukung pembiayaan ekonomi dengan tetap menjaga kualitas aset.\nMenurut Hery, kinerja tersebut menjadi modal penting bagi perbankan untuk terus mendukung aktivitas ekonomi dan berbagai program pembangunan nasional.\n\nMeski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat ketidakpastian global masih cukup tinggi. Ketegangan geopolitik, volatilitas harga energi, serta perlambatan ekonomi di sejumlah negara berpotensi memengaruhi aktivitas usaha dan sentimen pasar keuangan.\n\n“Karena itu, pengelolaan risiko yang prudent, kecukupan likuiditas, serta kualitas pertumbuhan kredit harus terus menjadi perhatian utama agar ketahanan industri tetap terjaga,” jelas Hery.\n.\n(*/han)\n.\nBaca berita lainnya melalui apps kami:\nPlaystore: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.balpos\nAppstore: https://apps.apple.com/app/balikpapan-pos/id6504913031\n.\nIkuti Media Balikpapanpos Lainnya\n\nhttps://www.balpos.com/\nhttps://www.facebook.com/balposdotcom/\nhttps://www.tiktok.com/#perbanas #perbankanindonesia #bri #ojk #kredit #ekonomiindonesia #", "post_id": "3917077225279564130_3322656215"}}, {"key": "ba", "attributes": {"label": "ba", "x": 274.0279316103241, "y": 126.72866566863495, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.715, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3917077225279564130_3322656215", "id": "ba", "source": "instagram-000001", "content": "Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menilai sektor perbankan Indonesia tetap berada dalam kondisi yang sehat di tengah dinamika ekonomi global dan domestik. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan kredit yang tetap kuat, likuiditas yang terjaga, serta permodalan yang memadai untuk mendukung fungsi intermediasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nKetua Umum Perbanas sekaligus Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyatakan bahwa perbankan nasional masih mampu menjalankan perannya sebagai penggerak perekonomian melalui penyaluran kredit yang terus tumbuh dan penghimpunan dana masyarakat yang tetap meningkat.\n\"Berdasarkan data OJK, hingga akhir April 2026 penyaluran kredit perbankan tumbuh 9,98% secara tahunan, sedangkan Dana Pihak Ketiga tumbuh 11,40%. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan tetap terjaga dan fungsi intermediasi berjalan dengan baik,\" ujar Hery.\nDari sisi likuiditas, Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 86,88%.\n\n Sementara itu, rasio Gross Non Performing Loan (NPL) berada pada level 2,17%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa industri perbankan masih memiliki kapasitas yang memadai untuk mendukung pembiayaan ekonomi dengan tetap menjaga kualitas aset.\nMenurut Hery, kinerja tersebut menjadi modal penting bagi perbankan untuk terus mendukung aktivitas ekonomi dan berbagai program pembangunan nasional.\n\nMeski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat ketidakpastian global masih cukup tinggi. Ketegangan geopolitik, volatilitas harga energi, serta perlambatan ekonomi di sejumlah negara berpotensi memengaruhi aktivitas usaha dan sentimen pasar keuangan.\n\n“Karena itu, pengelolaan risiko yang prudent, kecukupan likuiditas, serta kualitas pertumbuhan kredit harus terus menjadi perhatian utama agar ketahanan industri tetap terjaga,” jelas Hery.\n.\n(*/han)\n.\nBaca berita lainnya melalui apps kami:\nPlaystore: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.balpos\nAppstore: https://apps.apple.com/app/balikpapan-pos/id6504913031\n.\nIkuti Media Balikpapanpos Lainnya\n\nhttps://www.balpos.com/\nhttps://www.facebook.com/balposdotcom/\nhttps://www.tiktok.com/#perbanas #perbankanindonesia #bri #ojk #kredit #ekonomiindonesia #", "post_id": "3917077225279564130_3322656215"}}, {"key": "hipmisyariahkepri.id", "attributes": {"label": "hipmisyariahkepri.id", "x": 661.7196752685146, "y": 871.8486112757148, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.3324, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "3918261726299622751_35875463754", "id": "hipmisyariahkepri.id", "source": "instagram-000001", "content": "HIPMI Syariah Kepri Lansung tancap gas untuk membangun literasi keuangan syariah dan sinergi dengan stakeholder untuk menciptakan Transformasi Bisnis Syariah di Forum Bisnis Syariah 2026\n\nmenghadir Narasumber : \n1. Bank Indonesia  \n2. OJK KEPRI  \n3. Kepala Dinas Koperasi & UMKM riki_rionaldi \n4. Bank Syariah Indonesia  \n\n4 Juni 2026 -The Hills Batam", "post_id": "3918261726299622751_35875463754"}}, {"key": "bank_indonesia_kepri", "attributes": {"label": "bank_indonesia_kepri", "x": 571.941088990796, "y": 791.0823378178861, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.1266, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3918261726299622751_35875463754", "id": "bank_indonesia_kepri", "source": "instagram-000001", "content": "HIPMI Syariah Kepri Lansung tancap gas untuk membangun literasi keuangan syariah dan sinergi dengan stakeholder untuk menciptakan Transformasi Bisnis Syariah di Forum Bisnis Syariah 2026\n\nmenghadir Narasumber : \n1. Bank Indonesia  \n2. OJK KEPRI  \n3. Kepala Dinas Koperasi & UMKM riki_rionaldi \n4. Bank Syariah Indonesia  \n\n4 Juni 2026 -The Hills Batam", "post_id": "3918261726299622751_35875463754"}}, {"key": "ojk_kepri", "attributes": {"label": "ojk_kepri", "x": 28.713466873823034, "y": 892.3676795915619, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.1266, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3918261726299622751_35875463754", "id": "ojk_kepri", "source": "instagram-000001", "content": "HIPMI Syariah Kepri Lansung tancap gas untuk membangun literasi keuangan syariah dan sinergi dengan stakeholder untuk menciptakan Transformasi Bisnis Syariah di Forum Bisnis Syariah 2026\n\nmenghadir Narasumber : \n1. Bank Indonesia  \n2. OJK KEPRI  \n3. Kepala Dinas Koperasi & UMKM riki_rionaldi \n4. Bank Syariah Indonesia  \n\n4 Juni 2026 -The Hills Batam", "post_id": "3918261726299622751_35875463754"}}, {"key": "lifewithbsi", "attributes": {"label": "lifewithbsi", "x": 422.02597524711007, "y": 215.02270486745056, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.1266, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3918261726299622751_35875463754", "id": "lifewithbsi", "source": "instagram-000001", "content": "HIPMI Syariah Kepri Lansung tancap gas untuk membangun literasi keuangan syariah dan sinergi dengan stakeholder untuk menciptakan Transformasi Bisnis Syariah di Forum Bisnis Syariah 2026\n\nmenghadir Narasumber : \n1. Bank Indonesia  \n2. OJK KEPRI  \n3. Kepala Dinas Koperasi & UMKM riki_rionaldi \n4. Bank Syariah Indonesia  \n\n4 Juni 2026 -The Hills Batam", "post_id": "3918261726299622751_35875463754"}}, {"key": "novitaekw", "attributes": {"label": "novitaekw", "x": 809.762984851578, "y": 821.3855430222494, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.3324, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "3923232570154545225_7705953369", "id": "novitaekw", "source": "instagram-000001", "content": "Dari belajar, menjadi paham. Dari paham, menjadi lebih bijak.\n\nLiterasi keuangan bukan sekadar tahu cara mengelola uang, tapi tentang bagaimana kita membangun kemampuan untuk mengambil keputusan keuangan yang cerdas dan bertanggung jawab.\n\nMelalui berbagai kegiatan edukasi yang telah saya lakukan, saya berkomitmen untuk menghadirkan pemahaman keuangan yang inklusif,  mulai dari pelajar, komunitas perempuan  pelaku UMKM, hingga kelompok masyarakat lainnya.\n\nSetiap kegiatan yang dilaksanakan menjadi  langkah kecil untuk mendorong terwujudnya masyarakat yang semakin melek keuangan dan terlindungi dari berbagai risiko keuangan. \n\nMelalui program OJK PEDULI, saya berkomitmen menjadi bagian dari Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN). Menginspirasi lebih banyak orang untuk mengenal, memahami, dan memanfaatkan produk serta layanan keuangan secara bijak.\n\nKarena setiap pengetahuan yang dibagikan hari ini, adalah investasi untuk perubahan besar di masa depan.\n\nKalau menurut kamu, apa tantangan terbesar dalam mengelola keuangan saat ini? Yuk, diskusi di kolom komentar! 👇\n\n   \n\n#OJKPEDULI2026 #GENCARKAN #BulanLiterasiKeuangan2026 #DutaLiterasiKeuangan #LiterasiKeuangan", "post_id": "3923232570154545225_7705953369"}}, {"key": "ojk_malang", "attributes": {"label": "ojk_malang", "x": 441.4653900969075, "y": 844.3307444800295, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6781, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3923232570154545225_7705953369", "id": "ojk_malang", "source": "instagram-000001", "content": "Dari belajar, menjadi paham. Dari paham, menjadi lebih bijak.\n\nLiterasi keuangan bukan sekadar tahu cara mengelola uang, tapi tentang bagaimana kita membangun kemampuan untuk mengambil keputusan keuangan yang cerdas dan bertanggung jawab.\n\nMelalui berbagai kegiatan edukasi yang telah saya lakukan, saya berkomitmen untuk menghadirkan pemahaman keuangan yang inklusif,  mulai dari pelajar, komunitas perempuan  pelaku UMKM, hingga kelompok masyarakat lainnya.\n\nSetiap kegiatan yang dilaksanakan menjadi  langkah kecil untuk mendorong terwujudnya masyarakat yang semakin melek keuangan dan terlindungi dari berbagai risiko keuangan. \n\nMelalui program OJK PEDULI, saya berkomitmen menjadi bagian dari Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN). Menginspirasi lebih banyak orang untuk mengenal, memahami, dan memanfaatkan produk serta layanan keuangan secara bijak.\n\nKarena setiap pengetahuan yang dibagikan hari ini, adalah investasi untuk perubahan besar di masa depan.\n\nKalau menurut kamu, apa tantangan terbesar dalam mengelola keuangan saat ini? Yuk, diskusi di kolom komentar! 👇\n\n   \n\n#OJKPEDULI2026 #GENCARKAN #BulanLiterasiKeuangan2026 #DutaLiterasiKeuangan #LiterasiKeuangan", "post_id": "3923232570154545225_7705953369"}}, {"key": "satgas_pasti", "attributes": {"label": "satgas_pasti", "x": 382.12042506926315, "y": 876.422221011865, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6781, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3923232570154545225_7705953369", "id": "satgas_pasti", "source": "instagram-000001", "content": "Dari belajar, menjadi paham. Dari paham, menjadi lebih bijak.\n\nLiterasi keuangan bukan sekadar tahu cara mengelola uang, tapi tentang bagaimana kita membangun kemampuan untuk mengambil keputusan keuangan yang cerdas dan bertanggung jawab.\n\nMelalui berbagai kegiatan edukasi yang telah saya lakukan, saya berkomitmen untuk menghadirkan pemahaman keuangan yang inklusif,  mulai dari pelajar, komunitas perempuan  pelaku UMKM, hingga kelompok masyarakat lainnya.\n\nSetiap kegiatan yang dilaksanakan menjadi  langkah kecil untuk mendorong terwujudnya masyarakat yang semakin melek keuangan dan terlindungi dari berbagai risiko keuangan. \n\nMelalui program OJK PEDULI, saya berkomitmen menjadi bagian dari Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN). Menginspirasi lebih banyak orang untuk mengenal, memahami, dan memanfaatkan produk serta layanan keuangan secara bijak.\n\nKarena setiap pengetahuan yang dibagikan hari ini, adalah investasi untuk perubahan besar di masa depan.\n\nKalau menurut kamu, apa tantangan terbesar dalam mengelola keuangan saat ini? Yuk, diskusi di kolom komentar! 👇\n\n   \n\n#OJKPEDULI2026 #GENCARKAN #BulanLiterasiKeuangan2026 #DutaLiterasiKeuangan #LiterasiKeuangan", "post_id": "3923232570154545225_7705953369"}}, {"key": "sikapiuangmu", "attributes": {"label": "sikapiuangmu", "x": 620.9326508484124, "y": 74.13048962937063, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6781, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3923232570154545225_7705953369", "id": "sikapiuangmu", "source": "instagram-000001", "content": "Dari belajar, menjadi paham. Dari paham, menjadi lebih bijak.\n\nLiterasi keuangan bukan sekadar tahu cara mengelola uang, tapi tentang bagaimana kita membangun kemampuan untuk mengambil keputusan keuangan yang cerdas dan bertanggung jawab.\n\nMelalui berbagai kegiatan edukasi yang telah saya lakukan, saya berkomitmen untuk menghadirkan pemahaman keuangan yang inklusif,  mulai dari pelajar, komunitas perempuan  pelaku UMKM, hingga kelompok masyarakat lainnya.\n\nSetiap kegiatan yang dilaksanakan menjadi  langkah kecil untuk mendorong terwujudnya masyarakat yang semakin melek keuangan dan terlindungi dari berbagai risiko keuangan. \n\nMelalui program OJK PEDULI, saya berkomitmen menjadi bagian dari Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN). Menginspirasi lebih banyak orang untuk mengenal, memahami, dan memanfaatkan produk serta layanan keuangan secara bijak.\n\nKarena setiap pengetahuan yang dibagikan hari ini, adalah investasi untuk perubahan besar di masa depan.\n\nKalau menurut kamu, apa tantangan terbesar dalam mengelola keuangan saat ini? Yuk, diskusi di kolom komentar! 👇\n\n   \n\n#OJKPEDULI2026 #GENCARKAN #BulanLiterasiKeuangan2026 #DutaLiterasiKeuangan #LiterasiKeuangan", "post_id": "3923232570154545225_7705953369"}}, {"key": "prokopimsingkawang", "attributes": {"label": "prokopimsingkawang", "x": 675.1884655246367, "y": 268.1067230296602, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 6.3324, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3923026110980938453_4732535471", "id": "prokopimsingkawang", "source": "instagram-000001", "content": "Wakil Wali Kota Singkawang, Muhammadin, mewakili Wali Kota Singkawang menghadiri Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) se-Kalimantan Barat Semester I Tahun 2026 yang berlangsung di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Kamis (18/6/2026). \n\nDalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota didampingi oleh Tim TPAKD Kota Singkawang, yakni Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Singkawang serta Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Singkawang.\n\nRapat pleno dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat selaku Ketua TPAKD Kalbar, para bupati dan wali kota se-Kalimantan Barat, pimpinan lembaga jasa keuangan, perwakilan perangkat daerah, serta anggota TPAKD kabupaten/kota se-Kalimantan Barat. \n\nDalam arahannya, Gubernur Kalimantan Barat menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan, dan berbagai lembaga jasa keuangan untuk memperluas akses layanan keuangan yang inklusif dan merata bagi masyarakat. Menurutnya, TPAKD memiliki peran strategis sebagai penggerak utama dalam mendukung pencapaian target inklusi keuangan nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.\n\nGubernur juga mengingatkan agar seluruh TPAKD di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota berpedoman pada Roadmap TPAKD 2026–2030 dengan fokus pada peningkatan literasi keuangan masyarakat, perluasan akses pembiayaan bagi sektor produktif seperti pertanian, perkebunan, perikanan, dan UMKM, serta memastikan setiap program dan rencana aksi yang disusun mampu memberikan manfaat nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat.\n\nPada kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Singkawang Muhammadin menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Singkawang untuk terus mendukung program percepatan akses keuangan daerah melalui berbagai langkah strategis yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal.\n\nSelanjutnya di komentar ya\n\n📸 :  \n\n▶️ Like | Comment | Share\n#prokopimskw #dokpimskw #tjhaichuimie #walikotasingkawang #singkawanghebat #pastikesingkawang #singkawang #ojk #rapatpleno #tpakd #keuangan", "post_id": "3923026110980938453_4732535471"}}, {"key": "arisfebriramadhan", "attributes": {"label": "arisfebriramadhan", "x": 867.9448419493393, "y": 599.5195536162024, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.715, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3923026110980938453_4732535471", "id": "arisfebriramadhan", "source": "instagram-000001", "content": "Wakil Wali Kota Singkawang, Muhammadin, mewakili Wali Kota Singkawang menghadiri Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) se-Kalimantan Barat Semester I Tahun 2026 yang berlangsung di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Kamis (18/6/2026). \n\nDalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota didampingi oleh Tim TPAKD Kota Singkawang, yakni Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Singkawang serta Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Singkawang.\n\nRapat pleno dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat selaku Ketua TPAKD Kalbar, para bupati dan wali kota se-Kalimantan Barat, pimpinan lembaga jasa keuangan, perwakilan perangkat daerah, serta anggota TPAKD kabupaten/kota se-Kalimantan Barat. \n\nDalam arahannya, Gubernur Kalimantan Barat menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan, dan berbagai lembaga jasa keuangan untuk memperluas akses layanan keuangan yang inklusif dan merata bagi masyarakat. Menurutnya, TPAKD memiliki peran strategis sebagai penggerak utama dalam mendukung pencapaian target inklusi keuangan nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.\n\nGubernur juga mengingatkan agar seluruh TPAKD di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota berpedoman pada Roadmap TPAKD 2026–2030 dengan fokus pada peningkatan literasi keuangan masyarakat, perluasan akses pembiayaan bagi sektor produktif seperti pertanian, perkebunan, perikanan, dan UMKM, serta memastikan setiap program dan rencana aksi yang disusun mampu memberikan manfaat nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat.\n\nPada kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Singkawang Muhammadin menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Singkawang untuk terus mendukung program percepatan akses keuangan daerah melalui berbagai langkah strategis yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal.\n\nSelanjutnya di komentar ya\n\n📸 :  \n\n▶️ Like | Comment | Share\n#prokopimskw #dokpimskw #tjhaichuimie #walikotasingkawang #singkawanghebat #pastikesingkawang #singkawang #ojk #rapatpleno #tpakd #keuangan", "post_id": "3923026110980938453_4732535471"}}, {"key": "linksultra.com", "attributes": {"label": "linksultra.com", "x": 343.7247919722921, "y": 86.93697517346367, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.3324, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7616735822645136660", "id": "linksultra.com", "source": "tiktok-000001", "content": "KENDARI, LINKSULTRA.COM – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 dan RUPS Luar Biasa di Tower Bank Sultra, Kendari, Jumat (13/3/2026). Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, mengatakan rapat tersebut membahas laporan pertanggungjawaban direksi sekaligus evaluasi kinerja Bank Sultra selama satu tahun terakhir. “Secara umum kinerja Bank Sultra dinilai memuaskan,” ujarnya usai rapat. Salah satu keputusan penting dalam RUPS tersebut adalah peningkatan pembagian dividen dari sebelumnya 70 persen menjadi 75 persen dari laba bersih. Kebijakan ini diharapkan memberi manfaat lebih besar bagi para pemegang saham yang mayoritas merupakan pemerintah daerah di Sulawesi Tenggara. Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Abubakar, menjelaskan kinerja keuangan Bank Sultra pada 2025 menunjukkan pertumbuhan positif. Total aset tercatat Rp14,8 triliun, dana pihak ketiga Rp10,3 triliun, dan penyaluran kredit Rp9,5 triliun. Bank Sultra juga membukukan laba bersih sebesar Rp419 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp314 miliar atau 75 persen akan dibagikan sebagai dividen kepada para pemegang saham.                                                              #linksultra #banksultra #gubernursultra #asr #pemprovsultra    Sultra", "post_id": "7616735822645136660"}}, {"key": "sultraprov", "attributes": {"label": "sultraprov", "x": 449.9556364336522, "y": 502.14687653489364, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.1266, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7616735822645136660", "id": "sultraprov", "source": "tiktok-000001", "content": "KENDARI, LINKSULTRA.COM – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 dan RUPS Luar Biasa di Tower Bank Sultra, Kendari, Jumat (13/3/2026). Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, mengatakan rapat tersebut membahas laporan pertanggungjawaban direksi sekaligus evaluasi kinerja Bank Sultra selama satu tahun terakhir. “Secara umum kinerja Bank Sultra dinilai memuaskan,” ujarnya usai rapat. Salah satu keputusan penting dalam RUPS tersebut adalah peningkatan pembagian dividen dari sebelumnya 70 persen menjadi 75 persen dari laba bersih. Kebijakan ini diharapkan memberi manfaat lebih besar bagi para pemegang saham yang mayoritas merupakan pemerintah daerah di Sulawesi Tenggara. Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Abubakar, menjelaskan kinerja keuangan Bank Sultra pada 2025 menunjukkan pertumbuhan positif. Total aset tercatat Rp14,8 triliun, dana pihak ketiga Rp10,3 triliun, dan penyaluran kredit Rp9,5 triliun. Bank Sultra juga membukukan laba bersih sebesar Rp419 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp314 miliar atau 75 persen akan dibagikan sebagai dividen kepada para pemegang saham.                                                              #linksultra #banksultra #gubernursultra #asr #pemprovsultra    Sultra", "post_id": "7616735822645136660"}}, {"key": "Andisumangerukka87", "attributes": {"label": "Andisumangerukka87", "x": 751.7997626837699, "y": 706.0004460591568, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.1266, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7616735822645136660", "id": "Andisumangerukka87", "source": "tiktok-000001", "content": "KENDARI, LINKSULTRA.COM – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 dan RUPS Luar Biasa di Tower Bank Sultra, Kendari, Jumat (13/3/2026). Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, mengatakan rapat tersebut membahas laporan pertanggungjawaban direksi sekaligus evaluasi kinerja Bank Sultra selama satu tahun terakhir. “Secara umum kinerja Bank Sultra dinilai memuaskan,” ujarnya usai rapat. Salah satu keputusan penting dalam RUPS tersebut adalah peningkatan pembagian dividen dari sebelumnya 70 persen menjadi 75 persen dari laba bersih. Kebijakan ini diharapkan memberi manfaat lebih besar bagi para pemegang saham yang mayoritas merupakan pemerintah daerah di Sulawesi Tenggara. Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Abubakar, menjelaskan kinerja keuangan Bank Sultra pada 2025 menunjukkan pertumbuhan positif. Total aset tercatat Rp14,8 triliun, dana pihak ketiga Rp10,3 triliun, dan penyaluran kredit Rp9,5 triliun. Bank Sultra juga membukukan laba bersih sebesar Rp419 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp314 miliar atau 75 persen akan dibagikan sebagai dividen kepada para pemegang saham.                                                              #linksultra #banksultra #gubernursultra #asr #pemprovsultra    Sultra", "post_id": "7616735822645136660"}}, {"key": "Bank", "attributes": {"label": "Bank", "x": 43.581290651086405, "y": 600.9009326331499, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.1266, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7616735822645136660", "id": "Bank", "source": "tiktok-000001", "content": "KENDARI, LINKSULTRA.COM – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 dan RUPS Luar Biasa di Tower Bank Sultra, Kendari, Jumat (13/3/2026). Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, mengatakan rapat tersebut membahas laporan pertanggungjawaban direksi sekaligus evaluasi kinerja Bank Sultra selama satu tahun terakhir. “Secara umum kinerja Bank Sultra dinilai memuaskan,” ujarnya usai rapat. Salah satu keputusan penting dalam RUPS tersebut adalah peningkatan pembagian dividen dari sebelumnya 70 persen menjadi 75 persen dari laba bersih. Kebijakan ini diharapkan memberi manfaat lebih besar bagi para pemegang saham yang mayoritas merupakan pemerintah daerah di Sulawesi Tenggara. Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Abubakar, menjelaskan kinerja keuangan Bank Sultra pada 2025 menunjukkan pertumbuhan positif. Total aset tercatat Rp14,8 triliun, dana pihak ketiga Rp10,3 triliun, dan penyaluran kredit Rp9,5 triliun. Bank Sultra juga membukukan laba bersih sebesar Rp419 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp314 miliar atau 75 persen akan dibagikan sebagai dividen kepada para pemegang saham.                                                              #linksultra #banksultra #gubernursultra #asr #pemprovsultra    Sultra", "post_id": "7616735822645136660"}}, {"key": "maswoko46", "attributes": {"label": "maswoko46", "x": 842.0878588649059, "y": 257.6564978247203, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.3324, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7634717160039828744", "id": "maswoko46", "source": "tiktok-000001", "content": "APA-APA SEMUA UNTUK MBG *Pusat Pusaran Menjaring Pundi-Pundi Uang *Loket Raksasa Di media sosial, ramai ajakan secara tidak langsung agar masyarakat menarik uang tabungan dari bank BUMN atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) gegara program Makan Bergizi Gratis (MBG). Disebutkan dalam narasinya bahwa kas negara sisa Rp 120 triliun. \"Sisa kas negara tinggal Rp 120 triliun. Yang nabung duit di bank Himbara perlu waspada, jangan sampe tabungan kita dipake buat MBG!\" tulis unggahan di Instagram , dikutip Jumat (24/4/2026). Hingga pukul 12.10 WIB, unggahan itu dipenuhi 1.922 komentar dan diposting ulang sebanyak 4.785. Tidak sedikit dari mereka yang percaya dan mengajak untuk menarik uang di bank. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta masyarakat agar tidak percaya dengan informasi yang tidak jelas keasliannya. Pemerintah dan OJK disebut tidak akan memaksa bank untuk menyalurkan kredit ke program-program prioritas termasuk MBG. \"Masyarakat jangan terpancing dengan isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Nggak mungkin pemerintah maupun OJK akan memaksa bank untuk menyalurkan kredit ke program-program prioritas pemerintah,\" kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae kepada detikcom. OJK menyadari bahwa uang di bank termasuk Himbara dominan milik masyarakat. Oleh karena itu, penyaluran kredit ke program-program pemerintah disebut tidak ada pemaksaan dan sudah menjadi keputusan bisnis bank yang tunduk kepada aturan OJK. Menurutnya, keputusan untuk menyalurkan kredit tetap merupakan prinsip hukum dari bank yang dilakukan berdasarkan prospek usaha, kinerja debitur dan kemampuan membayar. Adapun dalam proses persetujuan kredit, bank harus memiliki keyakinan atas kelayakan debitur berdasarkan analisis (character, capacity, capital, collateral dan condition of economy), disertai dengan pembentukan pencadangan sesuai dengan standar akutansi keuangan yang berlaku. Sb : Detik", "post_id": "7634717160039828744"}}, {"key": "kementrianbakuhantam", "attributes": {"label": "kementrianbakuhantam", "x": 369.62548306475594, "y": 975.9676548769309, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.715, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7634717160039828744", "id": "kementrianbakuhantam", "source": "tiktok-000001", "content": "APA-APA SEMUA UNTUK MBG *Pusat Pusaran Menjaring Pundi-Pundi Uang *Loket Raksasa Di media sosial, ramai ajakan secara tidak langsung agar masyarakat menarik uang tabungan dari bank BUMN atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) gegara program Makan Bergizi Gratis (MBG). Disebutkan dalam narasinya bahwa kas negara sisa Rp 120 triliun. \"Sisa kas negara tinggal Rp 120 triliun. Yang nabung duit di bank Himbara perlu waspada, jangan sampe tabungan kita dipake buat MBG!\" tulis unggahan di Instagram , dikutip Jumat (24/4/2026). Hingga pukul 12.10 WIB, unggahan itu dipenuhi 1.922 komentar dan diposting ulang sebanyak 4.785. Tidak sedikit dari mereka yang percaya dan mengajak untuk menarik uang di bank. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta masyarakat agar tidak percaya dengan informasi yang tidak jelas keasliannya. Pemerintah dan OJK disebut tidak akan memaksa bank untuk menyalurkan kredit ke program-program prioritas termasuk MBG. \"Masyarakat jangan terpancing dengan isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Nggak mungkin pemerintah maupun OJK akan memaksa bank untuk menyalurkan kredit ke program-program prioritas pemerintah,\" kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae kepada detikcom. OJK menyadari bahwa uang di bank termasuk Himbara dominan milik masyarakat. Oleh karena itu, penyaluran kredit ke program-program pemerintah disebut tidak ada pemaksaan dan sudah menjadi keputusan bisnis bank yang tunduk kepada aturan OJK. Menurutnya, keputusan untuk menyalurkan kredit tetap merupakan prinsip hukum dari bank yang dilakukan berdasarkan prospek usaha, kinerja debitur dan kemampuan membayar. Adapun dalam proses persetujuan kredit, bank harus memiliki keyakinan atas kelayakan debitur berdasarkan analisis (character, capacity, capital, collateral dan condition of economy), disertai dengan pembentukan pencadangan sesuai dengan standar akutansi keuangan yang berlaku. Sb : Detik", "post_id": "7634717160039828744"}}, {"key": "bpr.semeru.pusat_", "attributes": {"label": "bpr.semeru.pusat_", "x": 121.52470971355712, "y": 957.753252592706, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.3324, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7654051933862497557", "id": "bpr.semeru.pusat_", "source": "tiktok-000001", "content": "Ngopi Bareng BPR Semeru di CFD Purwodadi Dan edukasi literasi \"Edukasi pemanfaatan kredit produktif untuk pengembangan usaha UMKM\" Minggu, 21 Juni 2026 Support by :   & Melysa Audio Soundsystem BPR Semeru melayani : 1.Kredit 2.Tabungan 3.Deposito Dijamin LPS  Indonesia  Berizin dan diawasi oleh OJK Kantor Pusat : Jl.P.Diponegoro No.11A Purwodadi-Grobogan (selatan simpang5) Telp.(0292) 514 0791 WA: 08112716318 #bprsemeru #cfd #cfdpurwodadi", "post_id": "7654051933862497557"}}, {"key": "musakustik", "attributes": {"label": "musakustik", "x": 670.9547914864651, "y": 465.4654838565454, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.1266, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7654051933862497557", "id": "musakustik", "source": "tiktok-000001", "content": "Ngopi Bareng BPR Semeru di CFD Purwodadi Dan edukasi literasi \"Edukasi pemanfaatan kredit produktif untuk pengembangan usaha UMKM\" Minggu, 21 Juni 2026 Support by :   & Melysa Audio Soundsystem BPR Semeru melayani : 1.Kredit 2.Tabungan 3.Deposito Dijamin LPS  Indonesia  Berizin dan diawasi oleh OJK Kantor Pusat : Jl.P.Diponegoro No.11A Purwodadi-Grobogan (selatan simpang5) Telp.(0292) 514 0791 WA: 08112716318 #bprsemeru #cfd #cfdpurwodadi", "post_id": "7654051933862497557"}}, {"key": "pahamkopi", "attributes": {"label": "pahamkopi", "x": 562.2462513000115, "y": 796.7682445506061, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.1266, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7654051933862497557", "id": "pahamkopi", "source": "tiktok-000001", "content": "Ngopi Bareng BPR Semeru di CFD Purwodadi Dan edukasi literasi \"Edukasi pemanfaatan kredit produktif untuk pengembangan usaha UMKM\" Minggu, 21 Juni 2026 Support by :   & Melysa Audio Soundsystem BPR Semeru melayani : 1.Kredit 2.Tabungan 3.Deposito Dijamin LPS  Indonesia  Berizin dan diawasi oleh OJK Kantor Pusat : Jl.P.Diponegoro No.11A Purwodadi-Grobogan (selatan simpang5) Telp.(0292) 514 0791 WA: 08112716318 #bprsemeru #cfd #cfdpurwodadi", "post_id": "7654051933862497557"}}, {"key": "LPS", "attributes": {"label": "LPS", "x": 627.0683144363244, "y": 849.0098984137377, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.1266, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7654051933862497557", "id": "LPS", "source": "tiktok-000001", "content": "Ngopi Bareng BPR Semeru di CFD Purwodadi Dan edukasi literasi \"Edukasi pemanfaatan kredit produktif untuk pengembangan usaha UMKM\" Minggu, 21 Juni 2026 Support by :   & Melysa Audio Soundsystem BPR Semeru melayani : 1.Kredit 2.Tabungan 3.Deposito Dijamin LPS  Indonesia  Berizin dan diawasi oleh OJK Kantor Pusat : Jl.P.Diponegoro No.11A Purwodadi-Grobogan (selatan simpang5) Telp.(0292) 514 0791 WA: 08112716318 #bprsemeru #cfd #cfdpurwodadi", "post_id": "7654051933862497557"}}, {"key": "blokberita.com", "attributes": {"label": "blokberita.com", "x": 285.3881811179821, "y": 536.9545882552319, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.3324, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7641499948718001416", "id": "blokberita.com", "source": "tiktok-000001", "content": "BLOKBERITA.COM - Capaian kinerja Bank Indonesia (BI) sebesar 109,31 persen pada 2025 dinilai sebagai prestasi yang membanggakan. Namun, Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Cik Asan menekankan bahwa keberhasilan tersebut harus diwujudkan dalam bentuk manfaat nyata bagi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal itu disampaikan Marwan saat menghadiri Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026), yang membahas Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025. Menurutnya, capaian BI tahun ini menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Meski demikian, keberhasilan lembaga bank sentral tidak cukup hanya diukur dari tingginya angka capaian kinerja, tetapi juga dari sejauh mana kebijakan yang diambil mampu memperkuat sektor riil dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Marwan menegaskan bahwa UMKM memiliki posisi strategis dalam perekonomian Indonesia. Selain menyumbang lebih dari 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), sektor tersebut juga menyerap lebih dari 90 persen tenaga kerja nasional. “Kinerja yang baik harus punya makna bagi masyarakat. Salah satunya adalah bagaimana UMKM kita benar-benar bisa tumbuh, berkembang, dan naik kelas,” ujarnya. Ia menilai, apabila UMKM berhasil berkembang dan meningkatkan kapasitas usaha, maka dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga sektor ketenagakerjaan nasional. Menurutnya, peningkatan kelas UMKM akan mendorong transformasi tenaga kerja informal menjadi tenaga kerja formal yang lebih produktif. “Kalau UMKM naik kelas, maka tenaga kerja informal akan bertransformasi menjadi tenaga kerja formal. Ini akan menjadi energi baru bagi pertumbuhan ekonomi dan penerimaan negara,” kata politisi Partai Demokrat dari Dapil Lampung II tersebut. Marwan juga menyoroti masih terbatasnya akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Meski sektor ini dikenal tangguh menghadapi berbagai tekanan ekonomi, banyak pelaku usaha kecil yang masih menghadapi suku bunga kredit relatif tinggi dan keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal. Karena itu, ia meminta Bank Indonesia menyiapkan langkah konkret pada 2026 guna memperkuat program inklusi keuangan. Menurutnya, program tersebut harus mampu menjawab kebutuhan riil pelaku UMKM di daerah, bukan sekadar memenuhi target administratif. Ia menambahkan, Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan telah memberikan mandat kepada Bank Indonesia untuk memperluas inklusi keuangan dan memperkuat sektor produktif nasional. Komisi XI DPR RI, lanjut Marwan, akan terus mengawasi arah kebijakan moneter dan sistem keuangan nasional agar mampu memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(bb/**) #marwancikasan #bankindonesia #dorong #umkm #naikkelas", "post_id": "7641499948718001416"}}, {"key": "marwancikasanofficial", "attributes": {"label": "marwancikasanofficial", "x": 931.6583942710263, "y": 598.0118676487816, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.4723, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7641499948718001416", "id": "marwancikasanofficial", "source": "tiktok-000001", "content": "BLOKBERITA.COM - Capaian kinerja Bank Indonesia (BI) sebesar 109,31 persen pada 2025 dinilai sebagai prestasi yang membanggakan. Namun, Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Cik Asan menekankan bahwa keberhasilan tersebut harus diwujudkan dalam bentuk manfaat nyata bagi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal itu disampaikan Marwan saat menghadiri Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026), yang membahas Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025. Menurutnya, capaian BI tahun ini menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Meski demikian, keberhasilan lembaga bank sentral tidak cukup hanya diukur dari tingginya angka capaian kinerja, tetapi juga dari sejauh mana kebijakan yang diambil mampu memperkuat sektor riil dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Marwan menegaskan bahwa UMKM memiliki posisi strategis dalam perekonomian Indonesia. Selain menyumbang lebih dari 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), sektor tersebut juga menyerap lebih dari 90 persen tenaga kerja nasional. “Kinerja yang baik harus punya makna bagi masyarakat. Salah satunya adalah bagaimana UMKM kita benar-benar bisa tumbuh, berkembang, dan naik kelas,” ujarnya. Ia menilai, apabila UMKM berhasil berkembang dan meningkatkan kapasitas usaha, maka dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga sektor ketenagakerjaan nasional. Menurutnya, peningkatan kelas UMKM akan mendorong transformasi tenaga kerja informal menjadi tenaga kerja formal yang lebih produktif. “Kalau UMKM naik kelas, maka tenaga kerja informal akan bertransformasi menjadi tenaga kerja formal. Ini akan menjadi energi baru bagi pertumbuhan ekonomi dan penerimaan negara,” kata politisi Partai Demokrat dari Dapil Lampung II tersebut. Marwan juga menyoroti masih terbatasnya akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Meski sektor ini dikenal tangguh menghadapi berbagai tekanan ekonomi, banyak pelaku usaha kecil yang masih menghadapi suku bunga kredit relatif tinggi dan keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal. Karena itu, ia meminta Bank Indonesia menyiapkan langkah konkret pada 2026 guna memperkuat program inklusi keuangan. Menurutnya, program tersebut harus mampu menjawab kebutuhan riil pelaku UMKM di daerah, bukan sekadar memenuhi target administratif. Ia menambahkan, Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan telah memberikan mandat kepada Bank Indonesia untuk memperluas inklusi keuangan dan memperkuat sektor produktif nasional. Komisi XI DPR RI, lanjut Marwan, akan terus mengawasi arah kebijakan moneter dan sistem keuangan nasional agar mampu memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(bb/**) #marwancikasan #bankindonesia #dorong #umkm #naikkelas", "post_id": "7641499948718001416"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 618.690564521602, "y": 363.6416880621276, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.4723, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7641499948718001416", "id": "bank_indonesia", "source": "tiktok-000001", "content": "BLOKBERITA.COM - Capaian kinerja Bank Indonesia (BI) sebesar 109,31 persen pada 2025 dinilai sebagai prestasi yang membanggakan. Namun, Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Cik Asan menekankan bahwa keberhasilan tersebut harus diwujudkan dalam bentuk manfaat nyata bagi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal itu disampaikan Marwan saat menghadiri Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026), yang membahas Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025. Menurutnya, capaian BI tahun ini menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Meski demikian, keberhasilan lembaga bank sentral tidak cukup hanya diukur dari tingginya angka capaian kinerja, tetapi juga dari sejauh mana kebijakan yang diambil mampu memperkuat sektor riil dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Marwan menegaskan bahwa UMKM memiliki posisi strategis dalam perekonomian Indonesia. Selain menyumbang lebih dari 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), sektor tersebut juga menyerap lebih dari 90 persen tenaga kerja nasional. “Kinerja yang baik harus punya makna bagi masyarakat. Salah satunya adalah bagaimana UMKM kita benar-benar bisa tumbuh, berkembang, dan naik kelas,” ujarnya. Ia menilai, apabila UMKM berhasil berkembang dan meningkatkan kapasitas usaha, maka dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga sektor ketenagakerjaan nasional. Menurutnya, peningkatan kelas UMKM akan mendorong transformasi tenaga kerja informal menjadi tenaga kerja formal yang lebih produktif. “Kalau UMKM naik kelas, maka tenaga kerja informal akan bertransformasi menjadi tenaga kerja formal. Ini akan menjadi energi baru bagi pertumbuhan ekonomi dan penerimaan negara,” kata politisi Partai Demokrat dari Dapil Lampung II tersebut. Marwan juga menyoroti masih terbatasnya akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Meski sektor ini dikenal tangguh menghadapi berbagai tekanan ekonomi, banyak pelaku usaha kecil yang masih menghadapi suku bunga kredit relatif tinggi dan keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal. Karena itu, ia meminta Bank Indonesia menyiapkan langkah konkret pada 2026 guna memperkuat program inklusi keuangan. Menurutnya, program tersebut harus mampu menjawab kebutuhan riil pelaku UMKM di daerah, bukan sekadar memenuhi target administratif. Ia menambahkan, Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan telah memberikan mandat kepada Bank Indonesia untuk memperluas inklusi keuangan dan memperkuat sektor produktif nasional. Komisi XI DPR RI, lanjut Marwan, akan terus mengawasi arah kebijakan moneter dan sistem keuangan nasional agar mampu memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(bb/**) #marwancikasan #bankindonesia #dorong #umkm #naikkelas", "post_id": "7641499948718001416"}}, {"key": "dpr_ri", "attributes": {"label": "dpr_ri", "x": 511.51141580535256, "y": 829.0357818465138, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.1266, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7641499948718001416", "id": "dpr_ri", "source": "tiktok-000001", "content": "BLOKBERITA.COM - Capaian kinerja Bank Indonesia (BI) sebesar 109,31 persen pada 2025 dinilai sebagai prestasi yang membanggakan. Namun, Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Cik Asan menekankan bahwa keberhasilan tersebut harus diwujudkan dalam bentuk manfaat nyata bagi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal itu disampaikan Marwan saat menghadiri Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026), yang membahas Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025. Menurutnya, capaian BI tahun ini menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Meski demikian, keberhasilan lembaga bank sentral tidak cukup hanya diukur dari tingginya angka capaian kinerja, tetapi juga dari sejauh mana kebijakan yang diambil mampu memperkuat sektor riil dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Marwan menegaskan bahwa UMKM memiliki posisi strategis dalam perekonomian Indonesia. Selain menyumbang lebih dari 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), sektor tersebut juga menyerap lebih dari 90 persen tenaga kerja nasional. “Kinerja yang baik harus punya makna bagi masyarakat. Salah satunya adalah bagaimana UMKM kita benar-benar bisa tumbuh, berkembang, dan naik kelas,” ujarnya. Ia menilai, apabila UMKM berhasil berkembang dan meningkatkan kapasitas usaha, maka dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga sektor ketenagakerjaan nasional. Menurutnya, peningkatan kelas UMKM akan mendorong transformasi tenaga kerja informal menjadi tenaga kerja formal yang lebih produktif. “Kalau UMKM naik kelas, maka tenaga kerja informal akan bertransformasi menjadi tenaga kerja formal. Ini akan menjadi energi baru bagi pertumbuhan ekonomi dan penerimaan negara,” kata politisi Partai Demokrat dari Dapil Lampung II tersebut. Marwan juga menyoroti masih terbatasnya akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Meski sektor ini dikenal tangguh menghadapi berbagai tekanan ekonomi, banyak pelaku usaha kecil yang masih menghadapi suku bunga kredit relatif tinggi dan keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal. Karena itu, ia meminta Bank Indonesia menyiapkan langkah konkret pada 2026 guna memperkuat program inklusi keuangan. Menurutnya, program tersebut harus mampu menjawab kebutuhan riil pelaku UMKM di daerah, bukan sekadar memenuhi target administratif. Ia menambahkan, Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan telah memberikan mandat kepada Bank Indonesia untuk memperluas inklusi keuangan dan memperkuat sektor produktif nasional. Komisi XI DPR RI, lanjut Marwan, akan terus mengawasi arah kebijakan moneter dan sistem keuangan nasional agar mampu memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(bb/**) #marwancikasan #bankindonesia #dorong #umkm #naikkelas", "post_id": "7641499948718001416"}}, {"key": "tapanuli.online", "attributes": {"label": "tapanuli.online", "x": 288.5951648605577, "y": 666.7711865685975, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.3324, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "7641499307668999442", "id": "tapanuli.online", "source": "tiktok-000001", "content": "Tapanuli.online - Capaian kinerja Bank Indonesia (BI) sebesar 109,31 persen pada 2025 dinilai sebagai prestasi yang membanggakan. Namun, Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Cik Asan menekankan bahwa keberhasilan tersebut harus diwujudkan dalam bentuk manfaat nyata bagi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal itu disampaikan Marwan saat menghadiri Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026), yang membahas Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025. Menurutnya, capaian BI tahun ini menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Meski demikian, keberhasilan lembaga bank sentral tidak cukup hanya diukur dari tingginya angka capaian kinerja, tetapi juga dari sejauh mana kebijakan yang diambil mampu memperkuat sektor riil dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Marwan menegaskan bahwa UMKM memiliki posisi strategis dalam perekonomian Indonesia. Selain menyumbang lebih dari 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), sektor tersebut juga menyerap lebih dari 90 persen tenaga kerja nasional. “Kinerja yang baik harus punya makna bagi masyarakat. Salah satunya adalah bagaimana UMKM kita benar-benar bisa tumbuh, berkembang, dan naik kelas,” ujarnya. Ia menilai, apabila UMKM berhasil berkembang dan meningkatkan kapasitas usaha, maka dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga sektor ketenagakerjaan nasional. Menurutnya, peningkatan kelas UMKM akan mendorong transformasi tenaga kerja informal menjadi tenaga kerja formal yang lebih produktif. “Kalau UMKM naik kelas, maka tenaga kerja informal akan bertransformasi menjadi tenaga kerja formal. Ini akan menjadi energi baru bagi pertumbuhan ekonomi dan penerimaan negara,” kata politisi Partai Demokrat dari Dapil Lampung II tersebut. Marwan juga menyoroti masih terbatasnya akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Meski sektor ini dikenal tangguh menghadapi berbagai tekanan ekonomi, banyak pelaku usaha kecil yang masih menghadapi suku bunga kredit relatif tinggi dan keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal. Karena itu, ia meminta Bank Indonesia menyiapkan langkah konkret pada 2026 guna memperkuat program inklusi keuangan. Menurutnya, program tersebut harus mampu menjawab kebutuhan riil pelaku UMKM di daerah, bukan sekadar memenuhi target administratif. Ia menambahkan, Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan telah memberikan mandat kepada Bank Indonesia untuk memperluas inklusi keuangan dan memperkuat sektor produktif nasional. Komisi XI DPR RI, lanjut Marwan, akan terus mengawasi arah kebijakan moneter dan sistem keuangan nasional agar mampu memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(bb/**) #marwancikasan #bankindonesia #dorong #umkm #naikkelas", "post_id": "7641499307668999442"}}, {"key": "bank_indonesia_sulut", "attributes": {"label": "bank_indonesia_sulut", "x": 70.17093239411886, "y": 54.91706631795512, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6781, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7641499307668999442", "id": "bank_indonesia_sulut", "source": "tiktok-000001", "content": "Tapanuli.online - Capaian kinerja Bank Indonesia (BI) sebesar 109,31 persen pada 2025 dinilai sebagai prestasi yang membanggakan. Namun, Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Cik Asan menekankan bahwa keberhasilan tersebut harus diwujudkan dalam bentuk manfaat nyata bagi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal itu disampaikan Marwan saat menghadiri Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026), yang membahas Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025. Menurutnya, capaian BI tahun ini menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Meski demikian, keberhasilan lembaga bank sentral tidak cukup hanya diukur dari tingginya angka capaian kinerja, tetapi juga dari sejauh mana kebijakan yang diambil mampu memperkuat sektor riil dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Marwan menegaskan bahwa UMKM memiliki posisi strategis dalam perekonomian Indonesia. Selain menyumbang lebih dari 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), sektor tersebut juga menyerap lebih dari 90 persen tenaga kerja nasional. “Kinerja yang baik harus punya makna bagi masyarakat. Salah satunya adalah bagaimana UMKM kita benar-benar bisa tumbuh, berkembang, dan naik kelas,” ujarnya. Ia menilai, apabila UMKM berhasil berkembang dan meningkatkan kapasitas usaha, maka dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga sektor ketenagakerjaan nasional. Menurutnya, peningkatan kelas UMKM akan mendorong transformasi tenaga kerja informal menjadi tenaga kerja formal yang lebih produktif. “Kalau UMKM naik kelas, maka tenaga kerja informal akan bertransformasi menjadi tenaga kerja formal. Ini akan menjadi energi baru bagi pertumbuhan ekonomi dan penerimaan negara,” kata politisi Partai Demokrat dari Dapil Lampung II tersebut. Marwan juga menyoroti masih terbatasnya akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Meski sektor ini dikenal tangguh menghadapi berbagai tekanan ekonomi, banyak pelaku usaha kecil yang masih menghadapi suku bunga kredit relatif tinggi dan keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal. Karena itu, ia meminta Bank Indonesia menyiapkan langkah konkret pada 2026 guna memperkuat program inklusi keuangan. Menurutnya, program tersebut harus mampu menjawab kebutuhan riil pelaku UMKM di daerah, bukan sekadar memenuhi target administratif. Ia menambahkan, Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan telah memberikan mandat kepada Bank Indonesia untuk memperluas inklusi keuangan dan memperkuat sektor produktif nasional. Komisi XI DPR RI, lanjut Marwan, akan terus mengawasi arah kebijakan moneter dan sistem keuangan nasional agar mampu memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(bb/**) #marwancikasan #bankindonesia #dorong #umkm #naikkelas", "post_id": "7641499307668999442"}}, {"key": "bank_indonesia_sumut_", "attributes": {"label": "bank_indonesia_sumut_", "x": 532.0768092592309, "y": 868.6276803903694, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6781, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7641499307668999442", "id": "bank_indonesia_sumut_", "source": "tiktok-000001", "content": "Tapanuli.online - Capaian kinerja Bank Indonesia (BI) sebesar 109,31 persen pada 2025 dinilai sebagai prestasi yang membanggakan. Namun, Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Cik Asan menekankan bahwa keberhasilan tersebut harus diwujudkan dalam bentuk manfaat nyata bagi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal itu disampaikan Marwan saat menghadiri Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026), yang membahas Laporan Kinerja Bank Indonesia Tahun 2025. Menurutnya, capaian BI tahun ini menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Meski demikian, keberhasilan lembaga bank sentral tidak cukup hanya diukur dari tingginya angka capaian kinerja, tetapi juga dari sejauh mana kebijakan yang diambil mampu memperkuat sektor riil dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Marwan menegaskan bahwa UMKM memiliki posisi strategis dalam perekonomian Indonesia. Selain menyumbang lebih dari 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), sektor tersebut juga menyerap lebih dari 90 persen tenaga kerja nasional. “Kinerja yang baik harus punya makna bagi masyarakat. Salah satunya adalah bagaimana UMKM kita benar-benar bisa tumbuh, berkembang, dan naik kelas,” ujarnya. Ia menilai, apabila UMKM berhasil berkembang dan meningkatkan kapasitas usaha, maka dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga sektor ketenagakerjaan nasional. Menurutnya, peningkatan kelas UMKM akan mendorong transformasi tenaga kerja informal menjadi tenaga kerja formal yang lebih produktif. “Kalau UMKM naik kelas, maka tenaga kerja informal akan bertransformasi menjadi tenaga kerja formal. Ini akan menjadi energi baru bagi pertumbuhan ekonomi dan penerimaan negara,” kata politisi Partai Demokrat dari Dapil Lampung II tersebut. Marwan juga menyoroti masih terbatasnya akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Meski sektor ini dikenal tangguh menghadapi berbagai tekanan ekonomi, banyak pelaku usaha kecil yang masih menghadapi suku bunga kredit relatif tinggi dan keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal. Karena itu, ia meminta Bank Indonesia menyiapkan langkah konkret pada 2026 guna memperkuat program inklusi keuangan. Menurutnya, program tersebut harus mampu menjawab kebutuhan riil pelaku UMKM di daerah, bukan sekadar memenuhi target administratif. Ia menambahkan, Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan telah memberikan mandat kepada Bank Indonesia untuk memperluas inklusi keuangan dan memperkuat sektor produktif nasional. Komisi XI DPR RI, lanjut Marwan, akan terus mengawasi arah kebijakan moneter dan sistem keuangan nasional agar mampu memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(bb/**) #marwancikasan #bankindonesia #dorong #umkm #naikkelas", "post_id": "7641499307668999442"}}, {"key": "Ciasem12", "attributes": {"label": "Ciasem12", "x": 554.5432454893271, "y": 36.163981609104724, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.0852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7610347429430316296", "id": "Ciasem12", "source": "tiktok-000001", "content": "Sebagai dukungan neobank untuk UMKM, seri TAKJL #1 dimulai dari satu tempat spesial di tengah kota Jakarta bernama     neobank memilih Ciasem 12 karena tempat ini bukan sekadar spot kuliner, tapi juga tempat kolaborasi berbagai UMKM lokal untuk tumbuh berkembang. Dalam satu area, ada beberapa pelaku usaha yang saling menghadirkan pengalaman kuliner berbeda untuk para pengunjung. Satu tempat, banyak pilihan. Neotizen bisa langsung merasakan berbagai kuliner berbeda dari para UMKM makanan di Ciasem 12 ini, mulai dari takjil, makanan berat, sampai camilan. Suasananya nyaman untuk kumpul bareng teman dan keluarga, pas buat ngabuburit. Jadi gak perlu bingung cari tempat ngabuburit, yuk langsung ikut ramaikan Ciasem 12! Info lengkap mengenai QRIS Neo Bisnis klik s.id/neobisnis & aktivasi QRISnya di s.id/igneobisnis   PT Bank Neo Commerce Tbk berizin & diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). #neobank #BankNeoCommerce #SatuBankBanyakTujuan #TAKJL", "post_id": "7610347429430316296"}}, {"key": "mr.jwnn", "attributes": {"label": "mr.jwnn", "x": 105.52103224957298, "y": 51.403966584251506, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.3324, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7649414481088498952", "id": "mr.jwnn", "source": "tiktok-000001", "content": "Saham bank BUMN bangkit dramatis hari ini setelah tertekan berat dua pekan terakhir. Bloomberg Technoz melaporkan pada Selasa (9/6/2026) bahwa Ketua Umum Himbara Putrama Wahju Setyawan tegaskan kinerja bank pelat merah saat ini berada di posisi terbaiknya, dengan pertumbuhan kredit 20%, DPK tumbuh 20-30%, dan LDR di level sehat 88-90%. Pasar langsung merespons positif kombinasi BI Rate naik 25 bps ke 5,5%, klarifikasi fundamental Himbara, plus rencana buyback yang didorong DPR. BBRI melonjak 6%, dorong IHSG melesat 4,8% jadi yang terbaik di Asia hari ini. BBCA, BMRI, dan BBNI ikut menguat. Buat investor, sinyal ini menarik tapi perlu dicermati. Valuasi bank BUMN sudah masuk zona menarik dengan P/E rata-rata 8-10x, jauh di bawah historical average 15x. BI Rate naik juga bagus untuk Net Interest Margin bank. Strategi umum: akumulasi bertahap BBCA, BBRI, BMRI, BBNI lewat DCA, hindari leverage tinggi. Tetap waspada kalau rupiah kembali tertekan atau ada outflow asing baru. Pantau realisasi buyback, perkembangan rupiah, kinerja Q2 2026 bank BUMN, dan FOMC AS bulan ini. Sumber: TWS News  #kontencom #kontencomxtws #ihsg #saham #fyp", "post_id": "7649414481088498952"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 852.7834319557054, "y": 525.8775370239501, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 25.1714, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "7649414481088498952", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "Saham bank BUMN bangkit dramatis hari ini setelah tertekan berat dua pekan terakhir. Bloomberg Technoz melaporkan pada Selasa (9/6/2026) bahwa Ketua Umum Himbara Putrama Wahju Setyawan tegaskan kinerja bank pelat merah saat ini berada di posisi terbaiknya, dengan pertumbuhan kredit 20%, DPK tumbuh 20-30%, dan LDR di level sehat 88-90%. Pasar langsung merespons positif kombinasi BI Rate naik 25 bps ke 5,5%, klarifikasi fundamental Himbara, plus rencana buyback yang didorong DPR. BBRI melonjak 6%, dorong IHSG melesat 4,8% jadi yang terbaik di Asia hari ini. BBCA, BMRI, dan BBNI ikut menguat. Buat investor, sinyal ini menarik tapi perlu dicermati. Valuasi bank BUMN sudah masuk zona menarik dengan P/E rata-rata 8-10x, jauh di bawah historical average 15x. BI Rate naik juga bagus untuk Net Interest Margin bank. Strategi umum: akumulasi bertahap BBCA, BBRI, BMRI, BBNI lewat DCA, hindari leverage tinggi. Tetap waspada kalau rupiah kembali tertekan atau ada outflow asing baru. Pantau realisasi buyback, perkembangan rupiah, kinerja Q2 2026 bank BUMN, dan FOMC AS bulan ini. Sumber: TWS News  #kontencom #kontencomxtws #ihsg #saham #fyp", "post_id": "7649414481088498952"}}, {"key": "clipper.digital.id", "attributes": {"label": "clipper.digital.id", "x": 859.5708697446452, "y": 808.6744789018011, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.3324, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7649364144126299400", "id": "clipper.digital.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Saham bank BUMN bangkit dramatis hari ini setelah tertekan berat dua pekan terakhir. Bloomberg Technoz melaporkan pada Selasa (9/6/2026) bahwa Ketua Umum Himbara Putrama Wahju Setyawan tegaskan kinerja bank pelat merah saat ini berada di posisi terbaiknya, dengan pertumbuhan kredit 20%, DPK tumbuh 20-30%, dan LDR di level sehat 88-90%. Pasar langsung merespons positif kombinasi BI Rate naik 25 bps ke 5,5%, klarifikasi fundamental Himbara, plus rencana buyback yang didorong DPR. BBRI melonjak 6%, dorong IHSG melesat 4,8% jadi yang terbaik di Asia hari ini. BBCA, BMRI, dan BBNI ikut menguat. Buat investor, sinyal ini menarik tapi perlu dicermati. Valuasi bank BUMN sudah masuk zona menarik dengan P/E rata-rata 8-10x, jauh di bawah historical average 15x. BI Rate naik juga bagus untuk Net Interest Margin bank. Strategi umum: akumulasi bertahap BBCA, BBRI, BMRI, BBNI lewat DCA, hindari leverage tinggi. Tetap waspada kalau rupiah kembali tertekan atau ada outflow asing baru. Pantau realisasi buyback, perkembangan rupiah, kinerja Q2 2026 bank BUMN, dan FOMC AS bulan ini. \"Sumber : TWS News\" #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7649364144126299400"}}, {"key": "Kontencom", "attributes": {"label": "Kontencom", "x": 757.5609065173594, "y": 337.39848108597715, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0237, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7649364144126299400", "id": "Kontencom", "source": "tiktok-000001", "content": "Saham bank BUMN bangkit dramatis hari ini setelah tertekan berat dua pekan terakhir. Bloomberg Technoz melaporkan pada Selasa (9/6/2026) bahwa Ketua Umum Himbara Putrama Wahju Setyawan tegaskan kinerja bank pelat merah saat ini berada di posisi terbaiknya, dengan pertumbuhan kredit 20%, DPK tumbuh 20-30%, dan LDR di level sehat 88-90%. Pasar langsung merespons positif kombinasi BI Rate naik 25 bps ke 5,5%, klarifikasi fundamental Himbara, plus rencana buyback yang didorong DPR. BBRI melonjak 6%, dorong IHSG melesat 4,8% jadi yang terbaik di Asia hari ini. BBCA, BMRI, dan BBNI ikut menguat. Buat investor, sinyal ini menarik tapi perlu dicermati. Valuasi bank BUMN sudah masuk zona menarik dengan P/E rata-rata 8-10x, jauh di bawah historical average 15x. BI Rate naik juga bagus untuk Net Interest Margin bank. Strategi umum: akumulasi bertahap BBCA, BBRI, BMRI, BBNI lewat DCA, hindari leverage tinggi. Tetap waspada kalau rupiah kembali tertekan atau ada outflow asing baru. Pantau realisasi buyback, perkembangan rupiah, kinerja Q2 2026 bank BUMN, dan FOMC AS bulan ini. \"Sumber : TWS News\" #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7649364144126299400"}}, {"key": "clip_news76", "attributes": {"label": "clip_news76", "x": 656.6931188352085, "y": 602.2050107935494, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.3324, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7649409447093112085", "id": "clip_news76", "source": "tiktok-000001", "content": "Fundamental Terbaik! Ini Alasan Bank BUMN Tetap Bersinar. Saham bank BUMN bangkit dramatis hari ini setelah tertekan berat dua pekan terakhir. Bloomberg Technoz melaporkan pada Selasa (9/6/2026) bahwa Ketua Umum Himbara Putrama Wahju Setyawan tegaskan kinerja bank pelat merah saat ini berada di posisi terbaiknya, dengan pertumbuhan kredit 20%, DPK tumbuh 20-30%, dan LDR di level sehat 88-90%. Pasar langsung merespons positif kombinasi BI Rate naik 25 bps ke 5,5%, klarifikasi fundamental Himbara, plus rencana buyback yang didorong DPR. BBRI melonjak 6%, dorong IHSG melesat 4,8% jadi yang terbaik di Asia hari ini. BBCA, BMRI, dan BBNI ikut menguat.   Buat investor, sinyal ini menarik tapi perlu dicermati. Valuasi bank BUMN sudah masuk zona menarik dengan P/E rata-rata 8-10x, jauh di bawah historical average 15x. BI Rate naik juga bagus untuk Net Interest Margin bank. Strategi umum: akumulasi bertahap BBCA, BBRI, BMRI, BBNI lewat DCA, hindari leverage tinggi. Tetap waspada kalau rupiah kembali tertekan atau ada outflow asing baru. Pantau realisasi buyback, perkembangan rupiah, kinerja Q2 2026 bank BUMN, dan FOMC AS bulan ini.   Sumber: TWS News  #kontencom #kontencomxtws #saham #bank", "post_id": "7649409447093112085"}}, {"key": "konten.com", "attributes": {"label": "konten.com", "x": 107.01760613505806, "y": 826.7079191003271, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.715, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7649409447093112085", "id": "konten.com", "source": "tiktok-000001", "content": "Fundamental Terbaik! Ini Alasan Bank BUMN Tetap Bersinar. Saham bank BUMN bangkit dramatis hari ini setelah tertekan berat dua pekan terakhir. Bloomberg Technoz melaporkan pada Selasa (9/6/2026) bahwa Ketua Umum Himbara Putrama Wahju Setyawan tegaskan kinerja bank pelat merah saat ini berada di posisi terbaiknya, dengan pertumbuhan kredit 20%, DPK tumbuh 20-30%, dan LDR di level sehat 88-90%. Pasar langsung merespons positif kombinasi BI Rate naik 25 bps ke 5,5%, klarifikasi fundamental Himbara, plus rencana buyback yang didorong DPR. BBRI melonjak 6%, dorong IHSG melesat 4,8% jadi yang terbaik di Asia hari ini. BBCA, BMRI, dan BBNI ikut menguat.   Buat investor, sinyal ini menarik tapi perlu dicermati. Valuasi bank BUMN sudah masuk zona menarik dengan P/E rata-rata 8-10x, jauh di bawah historical average 15x. BI Rate naik juga bagus untuk Net Interest Margin bank. Strategi umum: akumulasi bertahap BBCA, BBRI, BMRI, BBNI lewat DCA, hindari leverage tinggi. Tetap waspada kalau rupiah kembali tertekan atau ada outflow asing baru. Pantau realisasi buyback, perkembangan rupiah, kinerja Q2 2026 bank BUMN, dan FOMC AS bulan ini.   Sumber: TWS News  #kontencom #kontencomxtws #saham #bank", "post_id": "7649409447093112085"}}, {"key": "arahjakarta", "attributes": {"label": "arahjakarta", "x": 566.6107875117035, "y": 322.20392894920127, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 42.2157, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7641305557936426261", "id": "arahjakarta", "source": "tiktok-000001", "content": "Presiden Prabowo Subianto melempar kebijakan populis baru dengan memerintahkan bank-bank pelat merah (Himbara) untuk memangkas bunga kredit bagi rakyat kecil menjadi maksimal 5% per tahun. Langkah ekstrem ini diambil setelah Presiden menyoroti jeratan bunga pinjaman di lapangan yang diklaimnya bisa mencekik hingga 70% setahun. Merespons titah istana, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, Dian Ediana Rae, angkat bicara (17/5).  Meski mengapresiasi niat baik pemerintah untuk membantu kelompok unbankable, OJK langsung mengingatkan perbankan untuk memperketat tata kelola dan manajemen risiko. Otoritas mendorong bank melakukan stress test berkala serta menyiapkan pencadangan yang memadai guna mengantisipasi potensi ledakan kredit macet di tengah skenario ekonomi global yang sedang bergejolak. Perintah penurunan bunga hingga di bawah tingkat inflasi riil atau biaya dana (cost of fund) perbankan saat ini adalah kebijakan yang berisiko tinggi. Di tengah situasi makro ekonomi yang sensitif—di mana Rupiah sempat tersungkur ke level Rp17.500—memaksa bank BUMN menyalurkan kredit murah tanpa kalkulasi matang bisa mengikis ketahanan modal perbankan nasional.  Jika tidak disubsidi penuh oleh APBN melalui skema Subsidi Bunga, kebijakan ini akan mengorbankan tingkat kesehatan bank-bank negara demi pemenuhan syahwat politik jangka pendek. Publik patut waspada: tanpa pengawasan ketat, pemaksaan kredit murah berisiko menciptakan gelombang Non-Performing Loan (NPL) baru, di mana dana masyarakat justru habis menguap akibat penyaluran yang tidak kredibel dan salah sasaran. Niat baik memberi modal murah bagi rakyat jangan sampai mengorbankan kesehatan bank negara, karena merawat kepercayaan pasar jauh lebih mahal ketimbang meramu retorika di panggung pidato. Menurut lo, bunga kredit 5% ini bakal beneran bikin UMKM kita maju, atau justru bakal bikin bank-bank BUMN kita yang kolaps akibat kredit macet? Follow  untuk memantau stabilitas perbankan dan kebijakan ekonomi nasional. Tetap kritis, kawal uang negara, jangan biarkan sistem keuangan kita rapuh akibat kebijakan yang dipaksakan tanpa mitigasi risiko yang matang!", "post_id": "7641305557936426261"}}, {"key": "berita.malam3", "attributes": {"label": "berita.malam3", "x": 981.5343742211123, "y": 907.8675651475227, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.3324, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7651281010155457812", "id": "berita.malam3", "source": "tiktok-000001", "content": "Di balik senyum sumringah jajaran Direksi PT Bank Nagari yang merayakan laba bersih Rp493 miliar pada awal 2026, tersembunyi sebuah operasi senyap yang merugikan negara ratusan miliar rupiah. Sumbar, CupakNews.id | Dokumen audit Operasional PT Bank Nagari oleh BPK RI Tahun 2026 yang jatuh ke tangan redaksi mengungkap anatomi kejahatan kerah putih yang mengerikan, uang subsidi Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang seharusnya menjadi denyut nadi UMKM, dirampok untuk mendanai bisnis bos tambang dan pengusaha elite. Di Siberut, Talawi, hingga Tabek Patah, para Kepala Cabang beralih fungsi menjadi “makelar”. Mereka meminjam identitas warga desa, memaksa analis kredit memalsukan laporan keuangan, lalu mencairkan dana. Rakyat hanya disisakan ampas nama, sementara miliaran rupiah mengalir ke rekening tauke logistik dan showroom mewah. BPK mencatat operasi “Kredit Topengan” ini merugikan bank lebih dari Rp28 Miliar. Kebusukan ini menjalar hingga ke lantai eksekutif. Direksi diduga sengaja membiarkan kredit raksasa macet senilai ratusan miliar dipoles dengan kosmetik “restrukturisasi”. Tujuannya? Diduga untuk menyembunyikan bom waktu NPL (kredit macet) agar rapor bank terlihat memukau. Dengan rapor palsu itulah, para pejabat teras Bank Nagari membagikan Tunjangan Insidentil senilai Rp44,5 Miliar, pesta pora yang melanggar aturan tata kelola OJK. (Edisi selanjutnya Cupak News akan mengupas tentang “Skandal Siberut: Saat Identitas Warga Dihargai Rp20 Juta oleh Oknum Bank Nagari”) #korupsisumbar #lhpbpk #sumaterabarat #investigasi #sumbar #banknagari #investigation", "post_id": "7651281010155457812"}}, {"key": "highlight", "attributes": {"label": "highlight", "x": 283.68736853923724, "y": 123.85808893883699, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0237, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7651281010155457812", "id": "highlight", "source": "tiktok-000001", "content": "Di balik senyum sumringah jajaran Direksi PT Bank Nagari yang merayakan laba bersih Rp493 miliar pada awal 2026, tersembunyi sebuah operasi senyap yang merugikan negara ratusan miliar rupiah. Sumbar, CupakNews.id | Dokumen audit Operasional PT Bank Nagari oleh BPK RI Tahun 2026 yang jatuh ke tangan redaksi mengungkap anatomi kejahatan kerah putih yang mengerikan, uang subsidi Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang seharusnya menjadi denyut nadi UMKM, dirampok untuk mendanai bisnis bos tambang dan pengusaha elite. Di Siberut, Talawi, hingga Tabek Patah, para Kepala Cabang beralih fungsi menjadi “makelar”. Mereka meminjam identitas warga desa, memaksa analis kredit memalsukan laporan keuangan, lalu mencairkan dana. Rakyat hanya disisakan ampas nama, sementara miliaran rupiah mengalir ke rekening tauke logistik dan showroom mewah. BPK mencatat operasi “Kredit Topengan” ini merugikan bank lebih dari Rp28 Miliar. Kebusukan ini menjalar hingga ke lantai eksekutif. Direksi diduga sengaja membiarkan kredit raksasa macet senilai ratusan miliar dipoles dengan kosmetik “restrukturisasi”. Tujuannya? Diduga untuk menyembunyikan bom waktu NPL (kredit macet) agar rapor bank terlihat memukau. Dengan rapor palsu itulah, para pejabat teras Bank Nagari membagikan Tunjangan Insidentil senilai Rp44,5 Miliar, pesta pora yang melanggar aturan tata kelola OJK. (Edisi selanjutnya Cupak News akan mengupas tentang “Skandal Siberut: Saat Identitas Warga Dihargai Rp20 Juta oleh Oknum Bank Nagari”) #korupsisumbar #lhpbpk #sumaterabarat #investigasi #sumbar #banknagari #investigation", "post_id": "7651281010155457812"}}, {"key": "pawartosjateng", "attributes": {"label": "pawartosjateng", "x": 459.4681149128534, "y": 598.9234347715038, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.3324, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7611587076210920712", "id": "pawartosjateng", "source": "tiktok-000001", "content": "Kinerja Bank Jateng Tahun Buku 2025 menunjukkan fundamental yang kuat dengan laba bersih Rp 1,4 triliun, pertumbuhan 11,57 persen, serta total aset menembus Rp 100,066 triliun. Predikat sebagai BPD paling sehat nasional mencerminkan konsistensi tata kelola dan manajemen risiko yang terjaga. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, selaku Pemegang Saham Pengendali, menekankan pentingnya optimalisasi peran intermediasi perbankan dalam mendukung agenda pembangunan daerah. Fokus diarahkan pada penguatan pembiayaan sektor produktif, dukungan terhadap UMKM, kontribusi sosial perusahaan, serta sinergi lintas pemerintah kabupaten/kota. Penguatan sektor keuangan daerah menjadi elemen strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi regional sekaligus mendukung arah pembangunan nasional secara terukur dan berkelanjutan.  Luthfi  Yasin Maimoen  #ahmadluthfi #jawatengah #GoodGovernance #KeuanganDaerah #PembangunanBerkelanjutan", "post_id": "7611587076210920712"}}, {"key": "Ahmad", "attributes": {"label": "Ahmad", "x": 452.87700243956243, "y": 505.2301487516786, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0237, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7611587076210920712", "id": "Ahmad", "source": "tiktok-000001", "content": "Kinerja Bank Jateng Tahun Buku 2025 menunjukkan fundamental yang kuat dengan laba bersih Rp 1,4 triliun, pertumbuhan 11,57 persen, serta total aset menembus Rp 100,066 triliun. Predikat sebagai BPD paling sehat nasional mencerminkan konsistensi tata kelola dan manajemen risiko yang terjaga. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, selaku Pemegang Saham Pengendali, menekankan pentingnya optimalisasi peran intermediasi perbankan dalam mendukung agenda pembangunan daerah. Fokus diarahkan pada penguatan pembiayaan sektor produktif, dukungan terhadap UMKM, kontribusi sosial perusahaan, serta sinergi lintas pemerintah kabupaten/kota. Penguatan sektor keuangan daerah menjadi elemen strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi regional sekaligus mendukung arah pembangunan nasional secara terukur dan berkelanjutan.  Luthfi  Yasin Maimoen  #ahmadluthfi #jawatengah #GoodGovernance #KeuanganDaerah #PembangunanBerkelanjutan", "post_id": "7611587076210920712"}}, {"key": "Taj", "attributes": {"label": "Taj", "x": 271.7397282560419, "y": 853.8619966855214, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0237, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7611587076210920712", "id": "Taj", "source": "tiktok-000001", "content": "Kinerja Bank Jateng Tahun Buku 2025 menunjukkan fundamental yang kuat dengan laba bersih Rp 1,4 triliun, pertumbuhan 11,57 persen, serta total aset menembus Rp 100,066 triliun. Predikat sebagai BPD paling sehat nasional mencerminkan konsistensi tata kelola dan manajemen risiko yang terjaga. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, selaku Pemegang Saham Pengendali, menekankan pentingnya optimalisasi peran intermediasi perbankan dalam mendukung agenda pembangunan daerah. Fokus diarahkan pada penguatan pembiayaan sektor produktif, dukungan terhadap UMKM, kontribusi sosial perusahaan, serta sinergi lintas pemerintah kabupaten/kota. Penguatan sektor keuangan daerah menjadi elemen strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi regional sekaligus mendukung arah pembangunan nasional secara terukur dan berkelanjutan.  Luthfi  Yasin Maimoen  #ahmadluthfi #jawatengah #GoodGovernance #KeuanganDaerah #PembangunanBerkelanjutan", "post_id": "7611587076210920712"}}, {"key": "hanyadianaja", "attributes": {"label": "hanyadianaja", "x": 546.6781873228475, "y": 535.8513992912368, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.3324, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7632649936089271573", "id": "hanyadianaja", "source": "tiktok-000001", "content": "#Repost  OJK DORONG BANK BIAYAI MAKAN GRATIS: AMAN ATAU ANCAMAN? 🏦🍽️⚠️ Ada kabar serius dari dunia perbankan. OJK lagi nyiapin aturan supaya bank-bank di Indonesia lebih \"aktif\" kasih pinjaman buat program prioritas pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan 3 Juta Rumah. Analisis kami melihat ada risiko sistemik yang mengintai: 1. Duit Nasabah Bukan Duit Politik: Bank itu lembaga kepercayaan. Kalau mereka \"didorong\" kasih kredit ke proyek yang belum jelas rekam jejaknya cuma demi dukung pemerintah, risikonya gagal bayar bakal ditanggung oleh dana nasabah. 2. NPL UMKM Lagi Tinggi: Faktanya, kredit macet di sektor UMKM lagi naik ke angka 4,33%. Memaksa bank masuk ke ekosistem MBG yang pelakunya UMKM baru itu sama aja nambah beban risiko di tengah situasi ekonomi yang lagi nggak stabil. 3. Intervensi Halus: Meski OJK bilang \"nggak wajib\", tapi memasukkan poin ini ke Rencana Bisnis Bank (RBB) bisa jadi tekanan psikologis buat direksi bank agar \"nurut\" sama kemauan penguasa. Pakar wanti-wanti: jangan sampai disiplin risiko perbankan dikalahkan oleh ambisi politik. Bank harus tetap independen! Menurut kalian, setuju nggak kalau dana yang kalian simpan di bank dipakai buat modalin vendor makan siang gratis? Jika bank tempat kalian menabung mulai menyalurkan kredit besar-besaran ke program pemerintah yang berisiko tinggi, apakah kalian akan tetap merasa aman menyimpan uang di sana? Share opini kalian! 👇 Tabungan aman, ekonomi mapan. Follow  untuk terus memantau apakah 'piring makan' ini bakal menguras kantong rakyat lewat jalur perbankan!", "post_id": "7632649936089271573"}}, {"key": "sudutgelap.id", "attributes": {"label": "sudutgelap.id", "x": 230.52012961998648, "y": 696.7834549890607, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0237, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7632649936089271573", "id": "sudutgelap.id", "source": "tiktok-000001", "content": "#Repost  OJK DORONG BANK BIAYAI MAKAN GRATIS: AMAN ATAU ANCAMAN? 🏦🍽️⚠️ Ada kabar serius dari dunia perbankan. OJK lagi nyiapin aturan supaya bank-bank di Indonesia lebih \"aktif\" kasih pinjaman buat program prioritas pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan 3 Juta Rumah. Analisis kami melihat ada risiko sistemik yang mengintai: 1. Duit Nasabah Bukan Duit Politik: Bank itu lembaga kepercayaan. Kalau mereka \"didorong\" kasih kredit ke proyek yang belum jelas rekam jejaknya cuma demi dukung pemerintah, risikonya gagal bayar bakal ditanggung oleh dana nasabah. 2. NPL UMKM Lagi Tinggi: Faktanya, kredit macet di sektor UMKM lagi naik ke angka 4,33%. Memaksa bank masuk ke ekosistem MBG yang pelakunya UMKM baru itu sama aja nambah beban risiko di tengah situasi ekonomi yang lagi nggak stabil. 3. Intervensi Halus: Meski OJK bilang \"nggak wajib\", tapi memasukkan poin ini ke Rencana Bisnis Bank (RBB) bisa jadi tekanan psikologis buat direksi bank agar \"nurut\" sama kemauan penguasa. Pakar wanti-wanti: jangan sampai disiplin risiko perbankan dikalahkan oleh ambisi politik. Bank harus tetap independen! Menurut kalian, setuju nggak kalau dana yang kalian simpan di bank dipakai buat modalin vendor makan siang gratis? Jika bank tempat kalian menabung mulai menyalurkan kredit besar-besaran ke program pemerintah yang berisiko tinggi, apakah kalian akan tetap merasa aman menyimpan uang di sana? Share opini kalian! 👇 Tabungan aman, ekonomi mapan. Follow  untuk terus memantau apakah 'piring makan' ini bakal menguras kantong rakyat lewat jalur perbankan!", "post_id": "7632649936089271573"}}, {"key": "clipperfinance05", "attributes": {"label": "clipperfinance05", "x": 946.155021047551, "y": 120.92284847853475, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.3324, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7649365523762908436", "id": "clipperfinance05", "source": "tiktok-000001", "content": "Saham bank BUMN bangkit dramatis hari ini setelah tertekan berat dua pekan terakhir. Bloomberg Technoz melaporkan pada Selasa (9/6/2026) bahwa Ketua Umum Himbara Putrama Wahju Setyawan tegaskan kinerja bank pelat merah saat ini berada di posisi terbaiknya, dengan pertumbuhan kredit 20%, DPK tumbuh 20-30%, dan LDR di level sehat 88-90%. Pasar langsung merespons positif kombinasi BI Rate naik 25 bps ke 5,5%, klarifikasi fundamental Himbara, plus rencana buyback yang didorong DPR. BBRI melonjak 6%, dorong IHSG melesat 4,8% jadi yang terbaik di Asia hari ini. BBCA, BMRI, dan BBNI ikut menguat. Buat investor, sinyal ini menarik tapi perlu dicermati. Valuasi bank BUMN sudah masuk zona menarik dengan P/E rata-rata 8-10x, jauh di bawah historical average 15x. BI Rate naik juga bagus untuk Net Interest Margin bank. Strategi umum: akumulasi bertahap BBCA, BBRI, BMRI, BBNI lewat DCA, hindari leverage tinggi. Tetap waspada kalau rupiah kembali tertekan atau ada outflow asing baru. Pantau realisasi buyback, perkembangan rupiah, kinerja Q2 2026 bank BUMN, dan FOMC AS bulan ini. Sumber: TWS News #kontencom #kontencomxtws #fyp", "post_id": "7649365523762908436"}}, {"key": "raw_clp.xyz", "attributes": {"label": "raw_clp.xyz", "x": 276.7342609143343, "y": 873.5195422441972, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.3324, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7649348334674644244", "id": "raw_clp.xyz", "source": "tiktok-000001", "content": "Saham bank BUMN bangkit dramatis hari ini setelah tertekan berat dua pekan terakhir. Bloomberg Technoz melaporkan pada Selasa (9/6/2026) bahwa Ketua Umum Himbara Putrama Wahju Setyawan tegaskan kinerja bank pelat merah saat ini berada di posisi terbaiknya, dengan pertumbuhan kredit 20%, DPK tumbuh 20-30%, dan LDR di level sehat 88-90%. Pasar langsung merespons positif kombinasi BI Rate naik 25 bps ke 5,5%, klarifikasi fundamental Himbara, plus rencana buyback yang didorong DPR. BBRI melonjak 6%, dorong IHSG melesat 4,8% jadi yang terbaik di Asia hari ini. BBCA, BMRI, dan BBNI ikut menguat. Buat investor, sinyal ini menarik tapi perlu dicermati. Valuasi bank BUMN sudah masuk zona menarik dengan P/E rata-rata 8-10x, jauh di bawah historical average 15x. BI Rate naik juga bagus untuk Net Interest Margin bank. Strategi umum: akumulasi bertahap BBCA, BBRI, BMRI, BBNI lewat DCA, hindari leverage tinggi. Tetap waspada kalau rupiah kembali tertekan atau ada outflow asing baru. Pantau realisasi buyback, perkembangan rupiah, kinerja Q2 2026 bank BUMN, dan FOMC AS bulan ini. SC: TWS NEWS   #bbri #bbca #saham #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7649348334674644244"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 897.5920436728151, "y": 193.58897261927333, "size": 14.24, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.3324, "eigenvector": 106.3848, "in_degree": 0, "out_degree": 13, "degree": 13}, "_id": "rd9Ibw42V9c", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "OJK Catat Kredit Perbankan Capai Rp8.755 Triliun pada April 2026 | MILENOMICS\n\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kredit perbankan pada April 2026 tumbuh 9,98 persen secara tahunan menjadi Rp8.755 triliun. Dari sisi penggunaan, kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 19,48 persen dan menjadi motor utama ekspansi penyaluran kredit nasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "rd9Ibw42V9c"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 418.66933033386357, "y": 793.5607372766249, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5154, "eigenvector": 113.5932, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "rd9Ibw42V9c", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "OJK Catat Kredit Perbankan Capai Rp8.755 Triliun pada April 2026 | MILENOMICS\n\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kredit perbankan pada April 2026 tumbuh 9,98 persen secara tahunan menjadi Rp8.755 triliun. Dari sisi penggunaan, kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 19,48 persen dan menjadi motor utama ekspansi penyaluran kredit nasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "rd9Ibw42V9c"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 272.050413233212, "y": 11.811389429588148, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5154, "eigenvector": 113.5932, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "rd9Ibw42V9c", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "OJK Catat Kredit Perbankan Capai Rp8.755 Triliun pada April 2026 | MILENOMICS\n\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kredit perbankan pada April 2026 tumbuh 9,98 persen secara tahunan menjadi Rp8.755 triliun. Dari sisi penggunaan, kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 19,48 persen dan menjadi motor utama ekspansi penyaluran kredit nasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "rd9Ibw42V9c"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 221.91036109868546, "y": 28.71561903265507, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5154, "eigenvector": 113.5932, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "rd9Ibw42V9c", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "OJK Catat Kredit Perbankan Capai Rp8.755 Triliun pada April 2026 | MILENOMICS\n\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kredit perbankan pada April 2026 tumbuh 9,98 persen secara tahunan menjadi Rp8.755 triliun. Dari sisi penggunaan, kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 19,48 persen dan menjadi motor utama ekspansi penyaluran kredit nasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "rd9Ibw42V9c"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 394.0334301713744, "y": 767.518427030959, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5154, "eigenvector": 113.5932, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "rd9Ibw42V9c", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "OJK Catat Kredit Perbankan Capai Rp8.755 Triliun pada April 2026 | MILENOMICS\n\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kredit perbankan pada April 2026 tumbuh 9,98 persen secara tahunan menjadi Rp8.755 triliun. Dari sisi penggunaan, kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 19,48 persen dan menjadi motor utama ekspansi penyaluran kredit nasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "rd9Ibw42V9c"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 547.0592845318889, "y": 362.2870238658357, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5154, "eigenvector": 113.5932, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "rd9Ibw42V9c", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "OJK Catat Kredit Perbankan Capai Rp8.755 Triliun pada April 2026 | MILENOMICS\n\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kredit perbankan pada April 2026 tumbuh 9,98 persen secara tahunan menjadi Rp8.755 triliun. Dari sisi penggunaan, kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 19,48 persen dan menjadi motor utama ekspansi penyaluran kredit nasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "rd9Ibw42V9c"}}, {"key": "@V-Today", "attributes": {"label": "@V-Today", "x": 841.479521096677, "y": 713.908695795141, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.3324, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ip8nTU0jtXY", "id": "@V-Today", "source": "youtube-000001", "content": "Sah! DPR Ketok Palu Revisi UU P2SK, Sistem Keuanga Baru, Kripto hingga Pinjol Jadi Sorotan\n\nJAKARTA, 4 JUNI 2026  – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI resmi menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Persetujuan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR RI yang membahas pengambilan keputusan tingkat II terhadap revisi UU P2SK.\n\nPemerintah menyambut baik keputusan tersebut. Dalam pendapat akhir pemerintah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa revisi UU P2SK menjadi langkah strategis untuk memperkuat sistem keuangan nasional di tengah tantangan ekonomi global yang masih berlangsung.\n\nDalam sambutannya, Purbaya menjelaskan bahwa kondisi ekonomi dunia masih dibayangi ketidakpastian. Konflik geopolitik, gangguan rantai pasok global, dan fluktuasi harga energi masih menjadi tantangan bagi banyak negara.\n\nMeski demikian, Indonesia mampu menjaga stabilitas ekonomi dengan cukup baik. Pertumbuhan ekonomi nasional tetap berada di atas rata-rata negara-negara G20 dan ASEAN. Selain itu, inflasi juga masih terkendali.\n\nMenurut Purbaya, kondisi tersebut harus dijaga melalui penguatan sektor keuangan yang sehat dan berdaya saing.\n\n\"Pemerintah berkomitmen mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan. Karena itu, Indonesia membutuhkan sektor keuangan yang kokoh dan sehat,\" ujar Purbaya dalam Rapat Paripurna DPR RI.\n\nPurbaya menilai reformasi sektor keuangan yang telah dimulai melalui UU P2SK harus terus dilanjutkan. Langkah tersebut penting agar sektor keuangan mampu mendukung kebutuhan pembiayaan pembangunan nasional.\n\nIa menjelaskan bahwa sektor keuangan berfungsi sebagai penggerak utama aktivitas ekonomi. Melalui sektor ini, pembiayaan dapat disalurkan ke berbagai sektor produktif yang menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.\n\nKarena itu, pemerintah ingin memastikan bahwa sistem keuangan Indonesia tetap stabil, transparan, dan mampu bersaing di tingkat internasional.\n\nSelain menjaga stabilitas, pemerintah juga ingin memperluas inklusi keuangan. Dengan begitu, lebih banyak masyarakat dapat mengakses layanan keuangan secara aman dan mudah.\n\nPerubahan UU P2SK tidak hanya bertujuan memperkuat sektor keuangan. Revisi ini juga menjadi tindak lanjut atas putusan Mahkamah Konstitusi yang memerlukan penyesuaian sejumlah ketentuan dalam undang-undang sebelumnya.\n\nPemerintah bersama DPR kemudian melakukan pembahasan secara intensif dengan melibatkan berbagai pihak. Akademisi, asosiasi industri, pelaku usaha, dan masyarakat turut memberikan masukan selama proses penyusunan revisi UU tersebut.\n\nLangkah ini dilakukan agar regulasi yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan sektor keuangan nasional.\n\nPemerintah dan DPR menyepakati 17 substansi utama dalam revisi UU P2SK. Topik tersebut mencakup berbagai aspek penting dalam sektor keuangan.\n\nBeberapa di antaranya meliputi:\n\nPenguatan kelembagaan OJK.\nPenguatan kelembagaan Bank Indonesia.\nPenguatan kelembagaan LPS.\nEvaluasi kinerja lembaga keuangan oleh DPR.\nPengembangan perbankan syariah.\nDemutualisasi bursa efek.\nPengaturan aset kripto.\nPenanganan pinjaman daring dan perjudian daring.\nPenguatan mekanisme penyidikan sektor jasa keuangan.\nPenyelesaian piutang macet UMKM.\nPengembangan pusat finansial internasional Indonesia.\n\nMenurut pemerintah, seluruh substansi tersebut dirancang untuk memperkuat daya tahan sistem keuangan sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.\n\nPurbaya menegaskan bahwa revisi UU P2SK juga sejalan dengan arah pembangunan nasional yang tertuang dalam program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.\n\nMelalui penguatan sektor keuangan, pemerintah berharap investasi dapat tumbuh lebih cepat. Selain itu, pembiayaan bagi sektor produktif juga akan semakin luas.\n\nJika pembiayaan meningkat, maka pertumbuhan ekonomi dapat berjalan lebih kuat dan berkelanjutan. Dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan.\n\nPersetujuan DPR terhadap revisi UU P2SK menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat fondasi ekonomi Indonesia. Pemerintah berharap regulasi baru ini mampu menciptakan sistem keuangan yang lebih modern, inklusif, dan berdaya saing.\n\nDengan sistem keuangan yang sehat, Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk menarik investasi, meningkatkan produktivitas ekonomi, dan menghadapi berbagai tantangan global di masa depan.\n\nRevisi UU P2SK juga menunjukkan komitmen pemerintah dan DPR dalam membangun sektor keuangan yang mampu mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional serta mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.(*)\n============================================================\nRead More:\n\nhttps://v-today.com/\n\nFollow Us:\n\n  / vtodaydotcom  \n  / vtodaydotcom  \n  / vtodaydotcom  \nhttps://www.threads.com/", "post_id": "ip8nTU0jtXY"}}, {"key": "vtodaydotcom", "attributes": {"label": "vtodaydotcom", "x": 791.8535288284645, "y": 515.5564968122401, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.715, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ip8nTU0jtXY", "id": "vtodaydotcom", "source": "youtube-000001", "content": "Sah! DPR Ketok Palu Revisi UU P2SK, Sistem Keuanga Baru, Kripto hingga Pinjol Jadi Sorotan\n\nJAKARTA, 4 JUNI 2026  – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI resmi menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Persetujuan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR RI yang membahas pengambilan keputusan tingkat II terhadap revisi UU P2SK.\n\nPemerintah menyambut baik keputusan tersebut. Dalam pendapat akhir pemerintah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa revisi UU P2SK menjadi langkah strategis untuk memperkuat sistem keuangan nasional di tengah tantangan ekonomi global yang masih berlangsung.\n\nDalam sambutannya, Purbaya menjelaskan bahwa kondisi ekonomi dunia masih dibayangi ketidakpastian. Konflik geopolitik, gangguan rantai pasok global, dan fluktuasi harga energi masih menjadi tantangan bagi banyak negara.\n\nMeski demikian, Indonesia mampu menjaga stabilitas ekonomi dengan cukup baik. Pertumbuhan ekonomi nasional tetap berada di atas rata-rata negara-negara G20 dan ASEAN. Selain itu, inflasi juga masih terkendali.\n\nMenurut Purbaya, kondisi tersebut harus dijaga melalui penguatan sektor keuangan yang sehat dan berdaya saing.\n\n\"Pemerintah berkomitmen mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan. Karena itu, Indonesia membutuhkan sektor keuangan yang kokoh dan sehat,\" ujar Purbaya dalam Rapat Paripurna DPR RI.\n\nPurbaya menilai reformasi sektor keuangan yang telah dimulai melalui UU P2SK harus terus dilanjutkan. Langkah tersebut penting agar sektor keuangan mampu mendukung kebutuhan pembiayaan pembangunan nasional.\n\nIa menjelaskan bahwa sektor keuangan berfungsi sebagai penggerak utama aktivitas ekonomi. Melalui sektor ini, pembiayaan dapat disalurkan ke berbagai sektor produktif yang menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.\n\nKarena itu, pemerintah ingin memastikan bahwa sistem keuangan Indonesia tetap stabil, transparan, dan mampu bersaing di tingkat internasional.\n\nSelain menjaga stabilitas, pemerintah juga ingin memperluas inklusi keuangan. Dengan begitu, lebih banyak masyarakat dapat mengakses layanan keuangan secara aman dan mudah.\n\nPerubahan UU P2SK tidak hanya bertujuan memperkuat sektor keuangan. Revisi ini juga menjadi tindak lanjut atas putusan Mahkamah Konstitusi yang memerlukan penyesuaian sejumlah ketentuan dalam undang-undang sebelumnya.\n\nPemerintah bersama DPR kemudian melakukan pembahasan secara intensif dengan melibatkan berbagai pihak. Akademisi, asosiasi industri, pelaku usaha, dan masyarakat turut memberikan masukan selama proses penyusunan revisi UU tersebut.\n\nLangkah ini dilakukan agar regulasi yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan sektor keuangan nasional.\n\nPemerintah dan DPR menyepakati 17 substansi utama dalam revisi UU P2SK. Topik tersebut mencakup berbagai aspek penting dalam sektor keuangan.\n\nBeberapa di antaranya meliputi:\n\nPenguatan kelembagaan OJK.\nPenguatan kelembagaan Bank Indonesia.\nPenguatan kelembagaan LPS.\nEvaluasi kinerja lembaga keuangan oleh DPR.\nPengembangan perbankan syariah.\nDemutualisasi bursa efek.\nPengaturan aset kripto.\nPenanganan pinjaman daring dan perjudian daring.\nPenguatan mekanisme penyidikan sektor jasa keuangan.\nPenyelesaian piutang macet UMKM.\nPengembangan pusat finansial internasional Indonesia.\n\nMenurut pemerintah, seluruh substansi tersebut dirancang untuk memperkuat daya tahan sistem keuangan sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.\n\nPurbaya menegaskan bahwa revisi UU P2SK juga sejalan dengan arah pembangunan nasional yang tertuang dalam program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.\n\nMelalui penguatan sektor keuangan, pemerintah berharap investasi dapat tumbuh lebih cepat. Selain itu, pembiayaan bagi sektor produktif juga akan semakin luas.\n\nJika pembiayaan meningkat, maka pertumbuhan ekonomi dapat berjalan lebih kuat dan berkelanjutan. Dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan.\n\nPersetujuan DPR terhadap revisi UU P2SK menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat fondasi ekonomi Indonesia. Pemerintah berharap regulasi baru ini mampu menciptakan sistem keuangan yang lebih modern, inklusif, dan berdaya saing.\n\nDengan sistem keuangan yang sehat, Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk menarik investasi, meningkatkan produktivitas ekonomi, dan menghadapi berbagai tantangan global di masa depan.\n\nRevisi UU P2SK juga menunjukkan komitmen pemerintah dan DPR dalam membangun sektor keuangan yang mampu mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional serta mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.(*)\n============================================================\nRead More:\n\nhttps://v-today.com/\n\nFollow Us:\n\n  / vtodaydotcom  \n  / vtodaydotcom  \n  / vtodaydotcom  \nhttps://www.threads.com/", "post_id": "ip8nTU0jtXY"}}, {"key": "@tv9newsroom", "attributes": {"label": "@tv9newsroom", "x": 286.983768919034, "y": 535.848644785825, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.3324, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "EKR5jv9Ghms", "id": "@tv9newsroom", "source": "youtube-000001", "content": "PENYALURAN KREDIT PERBANKAN DI JATIM TEMBUS 628 TRILIUN RUPIAH\n\nKinerja industri perbankan di Jawa Timur menunjukkan performa positif hingga kuartal kedua tahun 2026. Data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan total penyaluran kredit perbankan di wilayah ini telah menembus angka Rp628,02 triliun sampai April 2026. Angka tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,87 persen secara tahunan.‪‬ #tv9 #tv9news #jurnal9 #kredit #perbankan #jatim", "post_id": "EKR5jv9Ghms"}}, {"key": "tv9nusantara", "attributes": {"label": "tv9nusantara", "x": 995.5395597505589, "y": 951.2537146577314, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.715, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "EKR5jv9Ghms", "id": "tv9nusantara", "source": "youtube-000001", "content": "PENYALURAN KREDIT PERBANKAN DI JATIM TEMBUS 628 TRILIUN RUPIAH\n\nKinerja industri perbankan di Jawa Timur menunjukkan performa positif hingga kuartal kedua tahun 2026. Data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan total penyaluran kredit perbankan di wilayah ini telah menembus angka Rp628,02 triliun sampai April 2026. Angka tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,87 persen secara tahunan.‪‬ #tv9 #tv9news #jurnal9 #kredit #perbankan #jatim", "post_id": "EKR5jv9Ghms"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 130.2113955134666, "y": 19.530344859438497, "size": 12.21, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.3324, "eigenvector": 87.2147, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "kkqepvHXDQU", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "OJK Catat Kredit Perbankan Capai Rp8.755 Triliun pada April 2026 | 1ST SESSION CLOSING\n\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kredit perbankan pada April 2026 tumbuh 9,98 persen secara tahunan menjadi Rp8.755 triliun. Dari sisi penggunaan, kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 19,48 persen dan menjadi motor utama ekspansi penyaluran kredit nasional.\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "kkqepvHXDQU"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 224.48083798858985, "y": 684.8042266094801, "size": 8.41, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.1014, "eigenvector": 51.1726, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "kkqepvHXDQU", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "OJK Catat Kredit Perbankan Capai Rp8.755 Triliun pada April 2026 | 1ST SESSION CLOSING\n\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kredit perbankan pada April 2026 tumbuh 9,98 persen secara tahunan menjadi Rp8.755 triliun. Dari sisi penggunaan, kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 19,48 persen dan menjadi motor utama ekspansi penyaluran kredit nasional.\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "kkqepvHXDQU"}}, {"key": "@ImagenRadioLive", "attributes": {"label": "@ImagenRadioLive", "x": 530.8453237409922, "y": 810.2778159873138, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.3324, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "D_tyoUbvIAI", "id": "@ImagenRadioLive", "source": "youtube-000001", "content": "BBVA memuji langkah Sheinbaum dengan Bank Pembangunan untuk memacu penyaluran kredit\n\nEduardo Osuna, Wakil Presiden dan CEO BBVA Meksiko, berbicara dengan David Páramo, berbagi gambaran transparan tentang kinerja bank dan tantangan serta peluang saat ini dalam perekonomian.\n\n#bbva #bank #UKM #digitalisasi\n\nKOMENTARI VIDEO INI DAN BAGIKAN KE TEMAN-TEMAN ANDA\n\nUntuk informasi lebih lanjut, kunjungi:    / imagenradiolive  \n\nJangan lupa tinggalkan komentar Anda dan kunjungi kami di:\n\nFacebook:   / imagenradio  \nTwitter:   / imagen_mx  \nWebsite: http://www.imagenradio.com.mx\n\nBerlangganan saluran kami:    /   \n\n#ImagenRadioLive #LiveNews", "post_id": "D_tyoUbvIAI"}}, {"key": "imagenradiolive", "attributes": {"label": "imagenradiolive", "x": 253.69208765053008, "y": 89.24053128348997, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.715, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "D_tyoUbvIAI", "id": "imagenradiolive", "source": "youtube-000001", "content": "BBVA memuji langkah Sheinbaum dengan Bank Pembangunan untuk memacu penyaluran kredit\n\nEduardo Osuna, Wakil Presiden dan CEO BBVA Meksiko, berbicara dengan David Páramo, berbagi gambaran transparan tentang kinerja bank dan tantangan serta peluang saat ini dalam perekonomian.\n\n#bbva #bank #UKM #digitalisasi\n\nKOMENTARI VIDEO INI DAN BAGIKAN KE TEMAN-TEMAN ANDA\n\nUntuk informasi lebih lanjut, kunjungi:    / imagenradiolive  \n\nJangan lupa tinggalkan komentar Anda dan kunjungi kami di:\n\nFacebook:   / imagenradio  \nTwitter:   / imagen_mx  \nWebsite: http://www.imagenradio.com.mx\n\nBerlangganan saluran kami:    /   \n\n#ImagenRadioLive #LiveNews", "post_id": "D_tyoUbvIAI"}}, {"key": "seklianianwar", "attributes": {"label": "seklianianwar", "x": 989.1246053185814, "y": 737.2300271718753, "size": 9.59, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7465, "eigenvector": 62.4206, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "EiZf9YckVTA", "id": "seklianianwar", "source": "youtube-000001", "content": "KUPAS TUNTAS KINERJA BANK TABUNGAN NEGARA DI SEMESTER 1 2019\n\nIDX CHANNEL - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk pada paruh pertama tahun ini mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp 173,61 triliun. Angka tersebut tumbuh 19,72% secara tahunan atau year on year (yoy).\n\nUntuk membahas secara lebih mendalam mengani Kinerja Bank tabungan Negara di Semester 1 2019 yang disampaikan Publik Expose 2019, dalam program IDX 2ND Session Closing telah mendatangkan PLT Direktur Keuangan & Tresuri PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Nixon Napitulu. \n----------------------------------------------\nIDX Channel merupakan saluran hasil kerjasama MNC Channels dengan Bursa Efek Indonesia. Saluran ini memiliki 2 bahasa yaitu Indonesia dan Inggris. Stasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 dengan nama MNC Business. Kini slogan dan motto tagline IDX Channel adalah Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel (IndiHome Channel 119, Indovision Channel 100 dan First Media Channel 389) \n----------------------------------------------\nFollow US On Social Media\n\nWebsite - http://www.idxchannel.com/\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / channel_idx   \n-------------------------------------------- \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Opening (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nFajar Wayong (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 10.30-11.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nLiani Anwar ( IG : ) \n\nNews Screen (Senin – Jumat 14.30-15.00) \nNeisha Suhardiman (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.00-16.30) \nPrasetyo Wibowo ( IG : ) \nPrisa Sombo Datu ( IG : ) \n\nMarket Headlines (Senin - Jumat 17.00-17.30)\nWicky Adrian (IG : )", "post_id": "EiZf9YckVTA"}}, {"key": "genesiasuhardiman", "attributes": {"label": "genesiasuhardiman", "x": 467.7516626430064, "y": 944.8902623341698, "size": 9.59, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7465, "eigenvector": 62.4206, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "EiZf9YckVTA", "id": "genesiasuhardiman", "source": "youtube-000001", "content": "KUPAS TUNTAS KINERJA BANK TABUNGAN NEGARA DI SEMESTER 1 2019\n\nIDX CHANNEL - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk pada paruh pertama tahun ini mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp 173,61 triliun. Angka tersebut tumbuh 19,72% secara tahunan atau year on year (yoy).\n\nUntuk membahas secara lebih mendalam mengani Kinerja Bank tabungan Negara di Semester 1 2019 yang disampaikan Publik Expose 2019, dalam program IDX 2ND Session Closing telah mendatangkan PLT Direktur Keuangan & Tresuri PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Nixon Napitulu. \n----------------------------------------------\nIDX Channel merupakan saluran hasil kerjasama MNC Channels dengan Bursa Efek Indonesia. Saluran ini memiliki 2 bahasa yaitu Indonesia dan Inggris. Stasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 dengan nama MNC Business. Kini slogan dan motto tagline IDX Channel adalah Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel (IndiHome Channel 119, Indovision Channel 100 dan First Media Channel 389) \n----------------------------------------------\nFollow US On Social Media\n\nWebsite - http://www.idxchannel.com/\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / channel_idx   \n-------------------------------------------- \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Opening (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nFajar Wayong (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 10.30-11.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nLiani Anwar ( IG : ) \n\nNews Screen (Senin – Jumat 14.30-15.00) \nNeisha Suhardiman (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.00-16.30) \nPrasetyo Wibowo ( IG : ) \nPrisa Sombo Datu ( IG : ) \n\nMarket Headlines (Senin - Jumat 17.00-17.30)\nWicky Adrian (IG : )", "post_id": "EiZf9YckVTA"}}, {"key": "prisasombodatu", "attributes": {"label": "prisasombodatu", "x": 691.1542021434116, "y": 995.2471057891474, "size": 9.59, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7465, "eigenvector": 62.4206, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "EiZf9YckVTA", "id": "prisasombodatu", "source": "youtube-000001", "content": "KUPAS TUNTAS KINERJA BANK TABUNGAN NEGARA DI SEMESTER 1 2019\n\nIDX CHANNEL - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk pada paruh pertama tahun ini mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp 173,61 triliun. Angka tersebut tumbuh 19,72% secara tahunan atau year on year (yoy).\n\nUntuk membahas secara lebih mendalam mengani Kinerja Bank tabungan Negara di Semester 1 2019 yang disampaikan Publik Expose 2019, dalam program IDX 2ND Session Closing telah mendatangkan PLT Direktur Keuangan & Tresuri PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Nixon Napitulu. \n----------------------------------------------\nIDX Channel merupakan saluran hasil kerjasama MNC Channels dengan Bursa Efek Indonesia. Saluran ini memiliki 2 bahasa yaitu Indonesia dan Inggris. Stasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 dengan nama MNC Business. Kini slogan dan motto tagline IDX Channel adalah Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel (IndiHome Channel 119, Indovision Channel 100 dan First Media Channel 389) \n----------------------------------------------\nFollow US On Social Media\n\nWebsite - http://www.idxchannel.com/\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / channel_idx   \n-------------------------------------------- \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Opening (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nFajar Wayong (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 10.30-11.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nLiani Anwar ( IG : ) \n\nNews Screen (Senin – Jumat 14.30-15.00) \nNeisha Suhardiman (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.00-16.30) \nPrasetyo Wibowo ( IG : ) \nPrisa Sombo Datu ( IG : ) \n\nMarket Headlines (Senin - Jumat 17.00-17.30)\nWicky Adrian (IG : )", "post_id": "EiZf9YckVTA"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "attributes": {"label": "@tuturmediadigital", "x": 859.4168183512494, "y": 135.334576726691, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.3324, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "30Y1t1fCdsM", "id": "@tuturmediadigital", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Bukan Superman Ekonomi: Salah Alamat Kalau Semua Masalah Ekonomi Ditanyakan ke Menkeu\n\nTUTUR.co.id - Mengapa setiap gejolak ekonomi selalu berujung pada satu pertanyaan: apa yang akan dilakukan Menteri Keuangan? Dalam episode Podcast Tutur PoV kali ini, kami membedah kekeliruan cara pandang tersebut. Sebab, pengelolaan ekonomi Indonesia bukan hanya tanggung jawab Menteri Keuangan, melainkan kerja bersama berbagai lembaga dan kementerian yang memiliki kewenangan berbeda.\n\nDipandu jurnalis Gaib Maruto Sigit, Podcast Tutur PoV menghadirkan Hendri Saparini dan Don Bosco Selamun. Diskusi ini mengulas peran Menko Perekonomian, Bank Indonesia, OJK, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, hingga Kementerian UMKM dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.\nHashtag\n\n#TuturPoV\n#PurbayaYudhiSadewa\n#EkonomiIndonesia\n#HendriSaparini\n#DonBoscoSelamun\n#PodcastIndonesia\n#KebijakanEkonomi\n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...", "post_id": "30Y1t1fCdsM"}}, {"key": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "tuturtvmedia", "x": 873.5044429152341, "y": 738.5171175502372, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.715, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "30Y1t1fCdsM", "id": "tuturtvmedia", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Bukan Superman Ekonomi: Salah Alamat Kalau Semua Masalah Ekonomi Ditanyakan ke Menkeu\n\nTUTUR.co.id - Mengapa setiap gejolak ekonomi selalu berujung pada satu pertanyaan: apa yang akan dilakukan Menteri Keuangan? Dalam episode Podcast Tutur PoV kali ini, kami membedah kekeliruan cara pandang tersebut. Sebab, pengelolaan ekonomi Indonesia bukan hanya tanggung jawab Menteri Keuangan, melainkan kerja bersama berbagai lembaga dan kementerian yang memiliki kewenangan berbeda.\n\nDipandu jurnalis Gaib Maruto Sigit, Podcast Tutur PoV menghadirkan Hendri Saparini dan Don Bosco Selamun. Diskusi ini mengulas peran Menko Perekonomian, Bank Indonesia, OJK, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, hingga Kementerian UMKM dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.\nHashtag\n\n#TuturPoV\n#PurbayaYudhiSadewa\n#EkonomiIndonesia\n#HendriSaparini\n#DonBoscoSelamun\n#PodcastIndonesia\n#KebijakanEkonomi\n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...", "post_id": "30Y1t1fCdsM"}}, {"key": "@theknowalapedia", "attributes": {"label": "@theknowalapedia", "x": 682.8953487969159, "y": 624.8266724903568, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.3324, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "clE6su6ynck", "id": "@theknowalapedia", "source": "youtube-000001", "content": "Udah Miskin Masih Pinjol dan Judol: Memahami Pola Pikir Bodoh Masyarakat Indonesia !?\n\nUdah Miskin Masih Pinjol dan Judol: Memahami Pola Pikir Bodoh Masyarakat Indonesia !?\n\nOrang miskin sering dianggap boros, konsumtif, dan terlalu mudah tergoda pinjaman online. Tapi benarkah masalahnya sesederhana itu?\n\nDi tengah harga kebutuhan pokok yang terus naik, biaya hidup yang semakin mahal, dan kondisi ekonomi yang makin tidak pasti, banyak orang hidup hanya satu gaji dari krisis berikutnya. \n\nKetika masa depan terasa sulit dijangkau, kesenangan instan sering kali menjadi pelarian. Flash sale, paylater, pinjol, influencer, hingga media sosial terus menawarkan ilusi bahwa kebahagiaan bisa dibeli hanya dengan satu klik.\n\nNamun apakah fenomena konsumtif dan maraknya pinjol benar-benar terjadi karena masyarakat tidak bisa mengatur uang?\nAtau justru karena ada sistem ekonomi, lingkungan sosial, dan rendahnya literasi keuangan yang membuat jutaan orang lebih rentan terjebak dalam lingkaran utang?\n\nPenasaran kan?\nTonton video ini sampai habis, karena mungkin setelahnya cara pandangmu tentang kemiskinan, konsumtif, dan pinjol akan berubah.\n\nPart Video:\n00:00 : Opening\n01:53 : Mengapa Orang Miskin Lebih Mudah Tergoda untuk Belanja?\n04:03 : Harga yang Harus Dibayar untuk Bertahan Hidup\n05:31 : Kenapa Ini Bisa Terjadi?\n08:01 : Jadi Ini Salah Sistem atau Salah Individu?\n09:37 : Kesimpulan\n\nStay Curious & Sampai Jumpa!\n------\nThe Knowalapedia adalah channel edukasi dan bukan cuma channel yang hanya menjawab pertanyaan-pertanyaan random, misterius, atau nyeleneh. Tapi juga tempat buat menumbuhkan rasa ingin tahu kamu tentang edukasi, pop kultur, sejarah, misteri, konspirasi, pertanyaan-pertanyaan \"What If's\", dan segala hal unik di dunia ini.\n\nFollow semua sosial media The Knowalapedia untuk dapetin update terbaru, konten unik, dan fakta-fakta yang bikin kamu makin penasaran!\n\nInstagram:   / knowalapedia  \nTiktok:   / knowalapedia  \n\nFor business inquiries:\nknowalapedia\n\nKonten Knowala membutuhkan riset dan waktu produksi yang nggak sebentar. Kalau kamu merasa konten ini bermanfaat dan mau mendukung Knowala untuk terus konsisten \"memuaskan rasa ingin tahumu\", kamu bisa beri dukungan melalui:\n\n➡️ Saweria:\nhttps://saweria.co/theknowalapedia\n\nSetiap dukungan, sekecil apa pun, sangat berarti untuk keberlangsungan channel ini dan pembuatan konten-konten seru selanjutnya! 🙏\n-----\nReferences & Credits:\n1. Aset foto & video: freepik.com/video\n2. Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (2024). OJK dan BPS Umumkan Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Tahun 2024.\nhttps://ojk.go.id/id/berita-dan-kegia...\n3. TikTok. (2024). Video Unboxing oleh Dictionarei.\nhttps://www.tiktok.com/\n4. TikTok. (2025). Video Unboxing oleh Kent Hadi.\nhttps://www.tiktok.com/\n5. Liputan6. (2022). Baru 17,5 Juta UMKM yang Bisa Cicipi Manisnya Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia.\nhttps://www.liputan6.com/bisnis/read/...\n\n#ekonomi #pinjol  #paylater  #literasikeuangan  #utang  #kemiskinan  #finansial  #finance #judionline #Konsumtif #EdukasiKeuangan #TheKnowalapedia", "post_id": "clE6su6ynck"}}, {"key": "dictionarei/v...", "attributes": {"label": "dictionarei/v...", "x": 343.67641917261096, "y": 4.698977670362869, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0237, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "clE6su6ynck", "id": "dictionarei/v...", "source": "youtube-000001", "content": "Udah Miskin Masih Pinjol dan Judol: Memahami Pola Pikir Bodoh Masyarakat Indonesia !?\n\nUdah Miskin Masih Pinjol dan Judol: Memahami Pola Pikir Bodoh Masyarakat Indonesia !?\n\nOrang miskin sering dianggap boros, konsumtif, dan terlalu mudah tergoda pinjaman online. Tapi benarkah masalahnya sesederhana itu?\n\nDi tengah harga kebutuhan pokok yang terus naik, biaya hidup yang semakin mahal, dan kondisi ekonomi yang makin tidak pasti, banyak orang hidup hanya satu gaji dari krisis berikutnya. \n\nKetika masa depan terasa sulit dijangkau, kesenangan instan sering kali menjadi pelarian. Flash sale, paylater, pinjol, influencer, hingga media sosial terus menawarkan ilusi bahwa kebahagiaan bisa dibeli hanya dengan satu klik.\n\nNamun apakah fenomena konsumtif dan maraknya pinjol benar-benar terjadi karena masyarakat tidak bisa mengatur uang?\nAtau justru karena ada sistem ekonomi, lingkungan sosial, dan rendahnya literasi keuangan yang membuat jutaan orang lebih rentan terjebak dalam lingkaran utang?\n\nPenasaran kan?\nTonton video ini sampai habis, karena mungkin setelahnya cara pandangmu tentang kemiskinan, konsumtif, dan pinjol akan berubah.\n\nPart Video:\n00:00 : Opening\n01:53 : Mengapa Orang Miskin Lebih Mudah Tergoda untuk Belanja?\n04:03 : Harga yang Harus Dibayar untuk Bertahan Hidup\n05:31 : Kenapa Ini Bisa Terjadi?\n08:01 : Jadi Ini Salah Sistem atau Salah Individu?\n09:37 : Kesimpulan\n\nStay Curious & Sampai Jumpa!\n------\nThe Knowalapedia adalah channel edukasi dan bukan cuma channel yang hanya menjawab pertanyaan-pertanyaan random, misterius, atau nyeleneh. Tapi juga tempat buat menumbuhkan rasa ingin tahu kamu tentang edukasi, pop kultur, sejarah, misteri, konspirasi, pertanyaan-pertanyaan \"What If's\", dan segala hal unik di dunia ini.\n\nFollow semua sosial media The Knowalapedia untuk dapetin update terbaru, konten unik, dan fakta-fakta yang bikin kamu makin penasaran!\n\nInstagram:   / knowalapedia  \nTiktok:   / knowalapedia  \n\nFor business inquiries:\nknowalapedia\n\nKonten Knowala membutuhkan riset dan waktu produksi yang nggak sebentar. Kalau kamu merasa konten ini bermanfaat dan mau mendukung Knowala untuk terus konsisten \"memuaskan rasa ingin tahumu\", kamu bisa beri dukungan melalui:\n\n➡️ Saweria:\nhttps://saweria.co/theknowalapedia\n\nSetiap dukungan, sekecil apa pun, sangat berarti untuk keberlangsungan channel ini dan pembuatan konten-konten seru selanjutnya! 🙏\n-----\nReferences & Credits:\n1. Aset foto & video: freepik.com/video\n2. Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (2024). OJK dan BPS Umumkan Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Tahun 2024.\nhttps://ojk.go.id/id/berita-dan-kegia...\n3. TikTok. (2024). Video Unboxing oleh Dictionarei.\nhttps://www.tiktok.com/\n4. TikTok. (2025). Video Unboxing oleh Kent Hadi.\nhttps://www.tiktok.com/\n5. Liputan6. (2022). Baru 17,5 Juta UMKM yang Bisa Cicipi Manisnya Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia.\nhttps://www.liputan6.com/bisnis/read/...\n\n#ekonomi #pinjol  #paylater  #literasikeuangan  #utang  #kemiskinan  #finansial  #finance #judionline #Konsumtif #EdukasiKeuangan #TheKnowalapedia", "post_id": "clE6su6ynck"}}, {"key": "kent.hadi/vid...", "attributes": {"label": "kent.hadi/vid...", "x": 238.03395899794367, "y": 315.61153034937826, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.0237, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "clE6su6ynck", "id": "kent.hadi/vid...", "source": "youtube-000001", "content": "Udah Miskin Masih Pinjol dan Judol: Memahami Pola Pikir Bodoh Masyarakat Indonesia !?\n\nUdah Miskin Masih Pinjol dan Judol: Memahami Pola Pikir Bodoh Masyarakat Indonesia !?\n\nOrang miskin sering dianggap boros, konsumtif, dan terlalu mudah tergoda pinjaman online. Tapi benarkah masalahnya sesederhana itu?\n\nDi tengah harga kebutuhan pokok yang terus naik, biaya hidup yang semakin mahal, dan kondisi ekonomi yang makin tidak pasti, banyak orang hidup hanya satu gaji dari krisis berikutnya. \n\nKetika masa depan terasa sulit dijangkau, kesenangan instan sering kali menjadi pelarian. Flash sale, paylater, pinjol, influencer, hingga media sosial terus menawarkan ilusi bahwa kebahagiaan bisa dibeli hanya dengan satu klik.\n\nNamun apakah fenomena konsumtif dan maraknya pinjol benar-benar terjadi karena masyarakat tidak bisa mengatur uang?\nAtau justru karena ada sistem ekonomi, lingkungan sosial, dan rendahnya literasi keuangan yang membuat jutaan orang lebih rentan terjebak dalam lingkaran utang?\n\nPenasaran kan?\nTonton video ini sampai habis, karena mungkin setelahnya cara pandangmu tentang kemiskinan, konsumtif, dan pinjol akan berubah.\n\nPart Video:\n00:00 : Opening\n01:53 : Mengapa Orang Miskin Lebih Mudah Tergoda untuk Belanja?\n04:03 : Harga yang Harus Dibayar untuk Bertahan Hidup\n05:31 : Kenapa Ini Bisa Terjadi?\n08:01 : Jadi Ini Salah Sistem atau Salah Individu?\n09:37 : Kesimpulan\n\nStay Curious & Sampai Jumpa!\n------\nThe Knowalapedia adalah channel edukasi dan bukan cuma channel yang hanya menjawab pertanyaan-pertanyaan random, misterius, atau nyeleneh. Tapi juga tempat buat menumbuhkan rasa ingin tahu kamu tentang edukasi, pop kultur, sejarah, misteri, konspirasi, pertanyaan-pertanyaan \"What If's\", dan segala hal unik di dunia ini.\n\nFollow semua sosial media The Knowalapedia untuk dapetin update terbaru, konten unik, dan fakta-fakta yang bikin kamu makin penasaran!\n\nInstagram:   / knowalapedia  \nTiktok:   / knowalapedia  \n\nFor business inquiries:\nknowalapedia\n\nKonten Knowala membutuhkan riset dan waktu produksi yang nggak sebentar. Kalau kamu merasa konten ini bermanfaat dan mau mendukung Knowala untuk terus konsisten \"memuaskan rasa ingin tahumu\", kamu bisa beri dukungan melalui:\n\n➡️ Saweria:\nhttps://saweria.co/theknowalapedia\n\nSetiap dukungan, sekecil apa pun, sangat berarti untuk keberlangsungan channel ini dan pembuatan konten-konten seru selanjutnya! 🙏\n-----\nReferences & Credits:\n1. Aset foto & video: freepik.com/video\n2. Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (2024). OJK dan BPS Umumkan Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Tahun 2024.\nhttps://ojk.go.id/id/berita-dan-kegia...\n3. TikTok. (2024). Video Unboxing oleh Dictionarei.\nhttps://www.tiktok.com/\n4. TikTok. (2025). Video Unboxing oleh Kent Hadi.\nhttps://www.tiktok.com/\n5. Liputan6. (2022). Baru 17,5 Juta UMKM yang Bisa Cicipi Manisnya Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia.\nhttps://www.liputan6.com/bisnis/read/...\n\n#ekonomi #pinjol  #paylater  #literasikeuangan  #utang  #kemiskinan  #finansial  #finance #judionline #Konsumtif #EdukasiKeuangan #TheKnowalapedia", "post_id": "clE6su6ynck"}}, {"key": "@PikiranRakyatKuningan", "attributes": {"label": "@PikiranRakyatKuningan", "x": 307.52801384124785, "y": 595.0244949148885, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.3324, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 5, "degree": 5}, "_id": "OP1EhHi9J_g", "id": "@PikiranRakyatKuningan", "source": "youtube-000001", "content": "Membangun Ketahanan dalam Goncangan Keuangan Bersama DPRD Jabar: Bijak Berutang & Pengelolaan Uang\n\nPR KUNINGAN — Naik-turunnya dolar kerap memicu kekhawatiran masyarakat. Harga kebutuhan pokok bisa terdampak, biaya produksi ikut bergerak, sementara daya beli belum sepenuhnya pulih. Namun bagi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. Tina Wiryawati, SH., MM., persoalan ekonomi rakyat tidak bisa hanya dilihat dari fluktuasi kurs mata uang. Yang lebih penting adalah membangun keberanian berusaha, memperkuat literasi keuangan, dan mengurangi ketergantungan terhadap utang konsumtif.\nDi beranda Villa De La Tina, Desa Puncak, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Rabu 17 Juni 2026, obrolan soal ekonomi rakyat mengalir dari isu dolar AS (Amerika Serikat), daya beli masyarakat, hingga cara warga desa menghadapi tekanan keuangan yang kerap datang tanpa aba-aba.\nAnggota Komisi III DPRD Jabar, Tina Wiryawati menilai meningkatnya daya beli hingga kesejahteraan masyarakat selalu berawal dari pendapatan yang stabil, sedangkan pendapatan hanya bisa tumbuh jika masyarakat memiliki pekerjaan atau usaha yang produktif.\nMenurut politisi perempuan Gerindra ini, menyatakan bahwa tantangan terbesar masyarakat bukan semata kekurangan modal, melainkan keberanian untuk memulai. Ia menyebut semangat kewirausahaan harus dibangun lebih dulu sebelum berbicara tentang akses pembiayaan.\nKarena itu, selama beberapa tahun terakhir ia aktif menggelar pelatihan di desa-desa, terutama bagi kelompok perempuan dan Kelompok Wanita Tani (KWT), agar mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.\nAlih-alih hanya fokus pada makanan ringan yang sudah banyak diproduksi masyarakat, Tina mendorong warga membuat kebutuhan sehari-hari seperti sabun cuci piring, pasta gigi, minyak telon, dan produk rumah tangga lainnya yang memiliki pasar lebih luas.\nIa mencontohkan pelatihan pembuatan sabun cuci piring yang pernah dilakukan di sejumlah desa. Saat ini, produk tersebut bahkan memiliki peluang pasar yang lebih besar karena dibutuhkan oleh restoran, hotel, rumah makan hingga dapur program makan bergizi gratis (MBG).\nTina Wiryawati meyakini satu desa seharusnya mampu memenuhi sebagian kebutuhan produknya sendiri sekaligus menciptakan sumber penghasilan baru bagi warga setempat.\nNamun ia mengingatkan, usaha tidak cukup hanya berhenti pada produksi. Pelaku UMKM juga harus memahami apa itu arus kas, pencatatan keuangan agar usahanya dianggap layak oleh lembaga perbankan.\n“Bank pada dasarnya ingin melihat kemampuan pengembalian pinjaman. Karena itu usaha harus berjalan dan keuangannya tercatat dengan baik. NPL atau Non-Performing Loan, ini akan menjadi catatan bagi bank-bank dalam menentukan layak tidaknya terhadap pengusaha untuk diberi kredit permodalan—yang gagal bayar tentunya gak mungkin dikasih pinjaman modal bank,” ujar Tina.\nJangan Hanya Jadi Konsumen\nTina Wiryawati juga mengajak masyarakat melihat peluang ekonomi dari sektor pertanian dan tanaman herbal yang selama ini sering dianggap biasa.\nMenurutnya, komoditas seperti kunyit, jahe, kopi hingga berbagai tanaman herbal memiliki peluang pasar yang besar jika diolah dan diarahkan ke pasar ekspor.\nIa menilai pembahasan soal kurs dolar AS sering kali hanya dipandang dari sisi negatif, padahal petani dan pelaku usaha yang produknya berorientasi ekspor justru bisa memperoleh keuntungan lebih besar ketika nilai dolar menguat.\nKarena itu, desa-desa perlu didorong untuk meningkatkan kualitas produksi sekaligus memahami mekanisme pemasaran ekspor agar tidak hanya menjadi konsumen produk luar negeri.\nBank Emok Masih Jadi Tantangan\nDalam kesempatan itu, Anggota Komisi 3 DPRD Jabar ini juga menyoroti masih maraknya praktik pinjaman informal yang dikenal masyarakat sebagai “Bank Emok Ilegal” hingga pinjaman online (pinjol) ilegal yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).\nMenurutnya, layanan semacam itu sering dipilih karena prosesnya cepat dan langsung mendatangi masyarakat, sementara sebagian warga masih merasa kesulitan mengakses layanan perbankan formal.\nIa menilai persoalan utama bukan hanya soal akses, tetapi juga rendahnya literasi keuangan. Banyak masyarakat belum memahami bahwa dana pinjaman harus dikelola secara produktif dan memiliki kewajiban untuk dikembalikan.\n“Sebagai solusi, baik dalam giat reses maupun kunjungan kerja kepada konstituen, kami dari Komisi 3 DPRD Jabar senantiasa mendorong penguatan kredit usaha rakyat (KUR), pola pembiayaan kelompok, serta pendampingan usaha agar masyarakat memiliki rekam usaha yang lebih baik dan lebih mudah memperoleh akses pembiayaan resmi,” tukasnya.\n.\nBaca berita selengkapnya di Pikiran Rakyat Kuningan klik link: https://kuningan.pikiran-rakyat.com/e...\n#pikiranrakyat #prkuningan #dutaliterasikeuangan #erixexvrayanto #ojk #tinawiryawati #dprdjabar \n‪‬ ‪‬   ‪‬", "post_id": "OP1EhHi9J_g"}}, {"key": "ojkindonesia306", "attributes": {"label": "ojkindonesia306", "x": 65.5299073903307, "y": 341.94588583721406, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.4089, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "OP1EhHi9J_g", "id": "ojkindonesia306", "source": "youtube-000001", "content": "Membangun Ketahanan dalam Goncangan Keuangan Bersama DPRD Jabar: Bijak Berutang & Pengelolaan Uang\n\nPR KUNINGAN — Naik-turunnya dolar kerap memicu kekhawatiran masyarakat. Harga kebutuhan pokok bisa terdampak, biaya produksi ikut bergerak, sementara daya beli belum sepenuhnya pulih. Namun bagi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. Tina Wiryawati, SH., MM., persoalan ekonomi rakyat tidak bisa hanya dilihat dari fluktuasi kurs mata uang. Yang lebih penting adalah membangun keberanian berusaha, memperkuat literasi keuangan, dan mengurangi ketergantungan terhadap utang konsumtif.\nDi beranda Villa De La Tina, Desa Puncak, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Rabu 17 Juni 2026, obrolan soal ekonomi rakyat mengalir dari isu dolar AS (Amerika Serikat), daya beli masyarakat, hingga cara warga desa menghadapi tekanan keuangan yang kerap datang tanpa aba-aba.\nAnggota Komisi III DPRD Jabar, Tina Wiryawati menilai meningkatnya daya beli hingga kesejahteraan masyarakat selalu berawal dari pendapatan yang stabil, sedangkan pendapatan hanya bisa tumbuh jika masyarakat memiliki pekerjaan atau usaha yang produktif.\nMenurut politisi perempuan Gerindra ini, menyatakan bahwa tantangan terbesar masyarakat bukan semata kekurangan modal, melainkan keberanian untuk memulai. Ia menyebut semangat kewirausahaan harus dibangun lebih dulu sebelum berbicara tentang akses pembiayaan.\nKarena itu, selama beberapa tahun terakhir ia aktif menggelar pelatihan di desa-desa, terutama bagi kelompok perempuan dan Kelompok Wanita Tani (KWT), agar mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.\nAlih-alih hanya fokus pada makanan ringan yang sudah banyak diproduksi masyarakat, Tina mendorong warga membuat kebutuhan sehari-hari seperti sabun cuci piring, pasta gigi, minyak telon, dan produk rumah tangga lainnya yang memiliki pasar lebih luas.\nIa mencontohkan pelatihan pembuatan sabun cuci piring yang pernah dilakukan di sejumlah desa. Saat ini, produk tersebut bahkan memiliki peluang pasar yang lebih besar karena dibutuhkan oleh restoran, hotel, rumah makan hingga dapur program makan bergizi gratis (MBG).\nTina Wiryawati meyakini satu desa seharusnya mampu memenuhi sebagian kebutuhan produknya sendiri sekaligus menciptakan sumber penghasilan baru bagi warga setempat.\nNamun ia mengingatkan, usaha tidak cukup hanya berhenti pada produksi. Pelaku UMKM juga harus memahami apa itu arus kas, pencatatan keuangan agar usahanya dianggap layak oleh lembaga perbankan.\n“Bank pada dasarnya ingin melihat kemampuan pengembalian pinjaman. Karena itu usaha harus berjalan dan keuangannya tercatat dengan baik. NPL atau Non-Performing Loan, ini akan menjadi catatan bagi bank-bank dalam menentukan layak tidaknya terhadap pengusaha untuk diberi kredit permodalan—yang gagal bayar tentunya gak mungkin dikasih pinjaman modal bank,” ujar Tina.\nJangan Hanya Jadi Konsumen\nTina Wiryawati juga mengajak masyarakat melihat peluang ekonomi dari sektor pertanian dan tanaman herbal yang selama ini sering dianggap biasa.\nMenurutnya, komoditas seperti kunyit, jahe, kopi hingga berbagai tanaman herbal memiliki peluang pasar yang besar jika diolah dan diarahkan ke pasar ekspor.\nIa menilai pembahasan soal kurs dolar AS sering kali hanya dipandang dari sisi negatif, padahal petani dan pelaku usaha yang produknya berorientasi ekspor justru bisa memperoleh keuntungan lebih besar ketika nilai dolar menguat.\nKarena itu, desa-desa perlu didorong untuk meningkatkan kualitas produksi sekaligus memahami mekanisme pemasaran ekspor agar tidak hanya menjadi konsumen produk luar negeri.\nBank Emok Masih Jadi Tantangan\nDalam kesempatan itu, Anggota Komisi 3 DPRD Jabar ini juga menyoroti masih maraknya praktik pinjaman informal yang dikenal masyarakat sebagai “Bank Emok Ilegal” hingga pinjaman online (pinjol) ilegal yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).\nMenurutnya, layanan semacam itu sering dipilih karena prosesnya cepat dan langsung mendatangi masyarakat, sementara sebagian warga masih merasa kesulitan mengakses layanan perbankan formal.\nIa menilai persoalan utama bukan hanya soal akses, tetapi juga rendahnya literasi keuangan. Banyak masyarakat belum memahami bahwa dana pinjaman harus dikelola secara produktif dan memiliki kewajiban untuk dikembalikan.\n“Sebagai solusi, baik dalam giat reses maupun kunjungan kerja kepada konstituen, kami dari Komisi 3 DPRD Jabar senantiasa mendorong penguatan kredit usaha rakyat (KUR), pola pembiayaan kelompok, serta pendampingan usaha agar masyarakat memiliki rekam usaha yang lebih baik dan lebih mudah memperoleh akses pembiayaan resmi,” tukasnya.\n.\nBaca berita selengkapnya di Pikiran Rakyat Kuningan klik link: https://kuningan.pikiran-rakyat.com/e...\n#pikiranrakyat #prkuningan #dutaliterasikeuangan #erixexvrayanto #ojk #tinawiryawati #dprdjabar \n‪‬ ‪‬   ‪‬", "post_id": "OP1EhHi9J_g"}}, {"key": "OtoritasJasaKeuangan", "attributes": {"label": "OtoritasJasaKeuangan", "x": 247.96282424733684, "y": 554.6667007744593, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.4089, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "OP1EhHi9J_g", "id": "OtoritasJasaKeuangan", "source": "youtube-000001", "content": "Membangun Ketahanan dalam Goncangan Keuangan Bersama DPRD Jabar: Bijak Berutang & Pengelolaan Uang\n\nPR KUNINGAN — Naik-turunnya dolar kerap memicu kekhawatiran masyarakat. Harga kebutuhan pokok bisa terdampak, biaya produksi ikut bergerak, sementara daya beli belum sepenuhnya pulih. Namun bagi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. Tina Wiryawati, SH., MM., persoalan ekonomi rakyat tidak bisa hanya dilihat dari fluktuasi kurs mata uang. Yang lebih penting adalah membangun keberanian berusaha, memperkuat literasi keuangan, dan mengurangi ketergantungan terhadap utang konsumtif.\nDi beranda Villa De La Tina, Desa Puncak, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Rabu 17 Juni 2026, obrolan soal ekonomi rakyat mengalir dari isu dolar AS (Amerika Serikat), daya beli masyarakat, hingga cara warga desa menghadapi tekanan keuangan yang kerap datang tanpa aba-aba.\nAnggota Komisi III DPRD Jabar, Tina Wiryawati menilai meningkatnya daya beli hingga kesejahteraan masyarakat selalu berawal dari pendapatan yang stabil, sedangkan pendapatan hanya bisa tumbuh jika masyarakat memiliki pekerjaan atau usaha yang produktif.\nMenurut politisi perempuan Gerindra ini, menyatakan bahwa tantangan terbesar masyarakat bukan semata kekurangan modal, melainkan keberanian untuk memulai. Ia menyebut semangat kewirausahaan harus dibangun lebih dulu sebelum berbicara tentang akses pembiayaan.\nKarena itu, selama beberapa tahun terakhir ia aktif menggelar pelatihan di desa-desa, terutama bagi kelompok perempuan dan Kelompok Wanita Tani (KWT), agar mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.\nAlih-alih hanya fokus pada makanan ringan yang sudah banyak diproduksi masyarakat, Tina mendorong warga membuat kebutuhan sehari-hari seperti sabun cuci piring, pasta gigi, minyak telon, dan produk rumah tangga lainnya yang memiliki pasar lebih luas.\nIa mencontohkan pelatihan pembuatan sabun cuci piring yang pernah dilakukan di sejumlah desa. Saat ini, produk tersebut bahkan memiliki peluang pasar yang lebih besar karena dibutuhkan oleh restoran, hotel, rumah makan hingga dapur program makan bergizi gratis (MBG).\nTina Wiryawati meyakini satu desa seharusnya mampu memenuhi sebagian kebutuhan produknya sendiri sekaligus menciptakan sumber penghasilan baru bagi warga setempat.\nNamun ia mengingatkan, usaha tidak cukup hanya berhenti pada produksi. Pelaku UMKM juga harus memahami apa itu arus kas, pencatatan keuangan agar usahanya dianggap layak oleh lembaga perbankan.\n“Bank pada dasarnya ingin melihat kemampuan pengembalian pinjaman. Karena itu usaha harus berjalan dan keuangannya tercatat dengan baik. NPL atau Non-Performing Loan, ini akan menjadi catatan bagi bank-bank dalam menentukan layak tidaknya terhadap pengusaha untuk diberi kredit permodalan—yang gagal bayar tentunya gak mungkin dikasih pinjaman modal bank,” ujar Tina.\nJangan Hanya Jadi Konsumen\nTina Wiryawati juga mengajak masyarakat melihat peluang ekonomi dari sektor pertanian dan tanaman herbal yang selama ini sering dianggap biasa.\nMenurutnya, komoditas seperti kunyit, jahe, kopi hingga berbagai tanaman herbal memiliki peluang pasar yang besar jika diolah dan diarahkan ke pasar ekspor.\nIa menilai pembahasan soal kurs dolar AS sering kali hanya dipandang dari sisi negatif, padahal petani dan pelaku usaha yang produknya berorientasi ekspor justru bisa memperoleh keuntungan lebih besar ketika nilai dolar menguat.\nKarena itu, desa-desa perlu didorong untuk meningkatkan kualitas produksi sekaligus memahami mekanisme pemasaran ekspor agar tidak hanya menjadi konsumen produk luar negeri.\nBank Emok Masih Jadi Tantangan\nDalam kesempatan itu, Anggota Komisi 3 DPRD Jabar ini juga menyoroti masih maraknya praktik pinjaman informal yang dikenal masyarakat sebagai “Bank Emok Ilegal” hingga pinjaman online (pinjol) ilegal yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).\nMenurutnya, layanan semacam itu sering dipilih karena prosesnya cepat dan langsung mendatangi masyarakat, sementara sebagian warga masih merasa kesulitan mengakses layanan perbankan formal.\nIa menilai persoalan utama bukan hanya soal akses, tetapi juga rendahnya literasi keuangan. Banyak masyarakat belum memahami bahwa dana pinjaman harus dikelola secara produktif dan memiliki kewajiban untuk dikembalikan.\n“Sebagai solusi, baik dalam giat reses maupun kunjungan kerja kepada konstituen, kami dari Komisi 3 DPRD Jabar senantiasa mendorong penguatan kredit usaha rakyat (KUR), pola pembiayaan kelompok, serta pendampingan usaha agar masyarakat memiliki rekam usaha yang lebih baik dan lebih mudah memperoleh akses pembiayaan resmi,” tukasnya.\n.\nBaca berita selengkapnya di Pikiran Rakyat Kuningan klik link: https://kuningan.pikiran-rakyat.com/e...\n#pikiranrakyat #prkuningan #dutaliterasikeuangan #erixexvrayanto #ojk #tinawiryawati #dprdjabar \n‪‬ ‪‬   ‪‬", "post_id": "OP1EhHi9J_g"}}, {"key": "dutaliterasikeuanganojk", "attributes": {"label": "dutaliterasikeuanganojk", "x": 630.163048468604, "y": 709.9857111209279, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.4089, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "OP1EhHi9J_g", "id": "dutaliterasikeuanganojk", "source": "youtube-000001", "content": "Membangun Ketahanan dalam Goncangan Keuangan Bersama DPRD Jabar: Bijak Berutang & Pengelolaan Uang\n\nPR KUNINGAN — Naik-turunnya dolar kerap memicu kekhawatiran masyarakat. Harga kebutuhan pokok bisa terdampak, biaya produksi ikut bergerak, sementara daya beli belum sepenuhnya pulih. Namun bagi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. Tina Wiryawati, SH., MM., persoalan ekonomi rakyat tidak bisa hanya dilihat dari fluktuasi kurs mata uang. Yang lebih penting adalah membangun keberanian berusaha, memperkuat literasi keuangan, dan mengurangi ketergantungan terhadap utang konsumtif.\nDi beranda Villa De La Tina, Desa Puncak, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Rabu 17 Juni 2026, obrolan soal ekonomi rakyat mengalir dari isu dolar AS (Amerika Serikat), daya beli masyarakat, hingga cara warga desa menghadapi tekanan keuangan yang kerap datang tanpa aba-aba.\nAnggota Komisi III DPRD Jabar, Tina Wiryawati menilai meningkatnya daya beli hingga kesejahteraan masyarakat selalu berawal dari pendapatan yang stabil, sedangkan pendapatan hanya bisa tumbuh jika masyarakat memiliki pekerjaan atau usaha yang produktif.\nMenurut politisi perempuan Gerindra ini, menyatakan bahwa tantangan terbesar masyarakat bukan semata kekurangan modal, melainkan keberanian untuk memulai. Ia menyebut semangat kewirausahaan harus dibangun lebih dulu sebelum berbicara tentang akses pembiayaan.\nKarena itu, selama beberapa tahun terakhir ia aktif menggelar pelatihan di desa-desa, terutama bagi kelompok perempuan dan Kelompok Wanita Tani (KWT), agar mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.\nAlih-alih hanya fokus pada makanan ringan yang sudah banyak diproduksi masyarakat, Tina mendorong warga membuat kebutuhan sehari-hari seperti sabun cuci piring, pasta gigi, minyak telon, dan produk rumah tangga lainnya yang memiliki pasar lebih luas.\nIa mencontohkan pelatihan pembuatan sabun cuci piring yang pernah dilakukan di sejumlah desa. Saat ini, produk tersebut bahkan memiliki peluang pasar yang lebih besar karena dibutuhkan oleh restoran, hotel, rumah makan hingga dapur program makan bergizi gratis (MBG).\nTina Wiryawati meyakini satu desa seharusnya mampu memenuhi sebagian kebutuhan produknya sendiri sekaligus menciptakan sumber penghasilan baru bagi warga setempat.\nNamun ia mengingatkan, usaha tidak cukup hanya berhenti pada produksi. Pelaku UMKM juga harus memahami apa itu arus kas, pencatatan keuangan agar usahanya dianggap layak oleh lembaga perbankan.\n“Bank pada dasarnya ingin melihat kemampuan pengembalian pinjaman. Karena itu usaha harus berjalan dan keuangannya tercatat dengan baik. NPL atau Non-Performing Loan, ini akan menjadi catatan bagi bank-bank dalam menentukan layak tidaknya terhadap pengusaha untuk diberi kredit permodalan—yang gagal bayar tentunya gak mungkin dikasih pinjaman modal bank,” ujar Tina.\nJangan Hanya Jadi Konsumen\nTina Wiryawati juga mengajak masyarakat melihat peluang ekonomi dari sektor pertanian dan tanaman herbal yang selama ini sering dianggap biasa.\nMenurutnya, komoditas seperti kunyit, jahe, kopi hingga berbagai tanaman herbal memiliki peluang pasar yang besar jika diolah dan diarahkan ke pasar ekspor.\nIa menilai pembahasan soal kurs dolar AS sering kali hanya dipandang dari sisi negatif, padahal petani dan pelaku usaha yang produknya berorientasi ekspor justru bisa memperoleh keuntungan lebih besar ketika nilai dolar menguat.\nKarena itu, desa-desa perlu didorong untuk meningkatkan kualitas produksi sekaligus memahami mekanisme pemasaran ekspor agar tidak hanya menjadi konsumen produk luar negeri.\nBank Emok Masih Jadi Tantangan\nDalam kesempatan itu, Anggota Komisi 3 DPRD Jabar ini juga menyoroti masih maraknya praktik pinjaman informal yang dikenal masyarakat sebagai “Bank Emok Ilegal” hingga pinjaman online (pinjol) ilegal yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).\nMenurutnya, layanan semacam itu sering dipilih karena prosesnya cepat dan langsung mendatangi masyarakat, sementara sebagian warga masih merasa kesulitan mengakses layanan perbankan formal.\nIa menilai persoalan utama bukan hanya soal akses, tetapi juga rendahnya literasi keuangan. Banyak masyarakat belum memahami bahwa dana pinjaman harus dikelola secara produktif dan memiliki kewajiban untuk dikembalikan.\n“Sebagai solusi, baik dalam giat reses maupun kunjungan kerja kepada konstituen, kami dari Komisi 3 DPRD Jabar senantiasa mendorong penguatan kredit usaha rakyat (KUR), pola pembiayaan kelompok, serta pendampingan usaha agar masyarakat memiliki rekam usaha yang lebih baik dan lebih mudah memperoleh akses pembiayaan resmi,” tukasnya.\n.\nBaca berita selengkapnya di Pikiran Rakyat Kuningan klik link: https://kuningan.pikiran-rakyat.com/e...\n#pikiranrakyat #prkuningan #dutaliterasikeuangan #erixexvrayanto #ojk #tinawiryawati #dprdjabar \n‪‬ ‪‬   ‪‬", "post_id": "OP1EhHi9J_g"}}, {"key": "ojkjabar", "attributes": {"label": "ojkjabar", "x": 779.3106488388354, "y": 805.6890463378267, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.4089, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "OP1EhHi9J_g", "id": "ojkjabar", "source": "youtube-000001", "content": "Membangun Ketahanan dalam Goncangan Keuangan Bersama DPRD Jabar: Bijak Berutang & Pengelolaan Uang\n\nPR KUNINGAN — Naik-turunnya dolar kerap memicu kekhawatiran masyarakat. Harga kebutuhan pokok bisa terdampak, biaya produksi ikut bergerak, sementara daya beli belum sepenuhnya pulih. Namun bagi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. Tina Wiryawati, SH., MM., persoalan ekonomi rakyat tidak bisa hanya dilihat dari fluktuasi kurs mata uang. Yang lebih penting adalah membangun keberanian berusaha, memperkuat literasi keuangan, dan mengurangi ketergantungan terhadap utang konsumtif.\nDi beranda Villa De La Tina, Desa Puncak, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Rabu 17 Juni 2026, obrolan soal ekonomi rakyat mengalir dari isu dolar AS (Amerika Serikat), daya beli masyarakat, hingga cara warga desa menghadapi tekanan keuangan yang kerap datang tanpa aba-aba.\nAnggota Komisi III DPRD Jabar, Tina Wiryawati menilai meningkatnya daya beli hingga kesejahteraan masyarakat selalu berawal dari pendapatan yang stabil, sedangkan pendapatan hanya bisa tumbuh jika masyarakat memiliki pekerjaan atau usaha yang produktif.\nMenurut politisi perempuan Gerindra ini, menyatakan bahwa tantangan terbesar masyarakat bukan semata kekurangan modal, melainkan keberanian untuk memulai. Ia menyebut semangat kewirausahaan harus dibangun lebih dulu sebelum berbicara tentang akses pembiayaan.\nKarena itu, selama beberapa tahun terakhir ia aktif menggelar pelatihan di desa-desa, terutama bagi kelompok perempuan dan Kelompok Wanita Tani (KWT), agar mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.\nAlih-alih hanya fokus pada makanan ringan yang sudah banyak diproduksi masyarakat, Tina mendorong warga membuat kebutuhan sehari-hari seperti sabun cuci piring, pasta gigi, minyak telon, dan produk rumah tangga lainnya yang memiliki pasar lebih luas.\nIa mencontohkan pelatihan pembuatan sabun cuci piring yang pernah dilakukan di sejumlah desa. Saat ini, produk tersebut bahkan memiliki peluang pasar yang lebih besar karena dibutuhkan oleh restoran, hotel, rumah makan hingga dapur program makan bergizi gratis (MBG).\nTina Wiryawati meyakini satu desa seharusnya mampu memenuhi sebagian kebutuhan produknya sendiri sekaligus menciptakan sumber penghasilan baru bagi warga setempat.\nNamun ia mengingatkan, usaha tidak cukup hanya berhenti pada produksi. Pelaku UMKM juga harus memahami apa itu arus kas, pencatatan keuangan agar usahanya dianggap layak oleh lembaga perbankan.\n“Bank pada dasarnya ingin melihat kemampuan pengembalian pinjaman. Karena itu usaha harus berjalan dan keuangannya tercatat dengan baik. NPL atau Non-Performing Loan, ini akan menjadi catatan bagi bank-bank dalam menentukan layak tidaknya terhadap pengusaha untuk diberi kredit permodalan—yang gagal bayar tentunya gak mungkin dikasih pinjaman modal bank,” ujar Tina.\nJangan Hanya Jadi Konsumen\nTina Wiryawati juga mengajak masyarakat melihat peluang ekonomi dari sektor pertanian dan tanaman herbal yang selama ini sering dianggap biasa.\nMenurutnya, komoditas seperti kunyit, jahe, kopi hingga berbagai tanaman herbal memiliki peluang pasar yang besar jika diolah dan diarahkan ke pasar ekspor.\nIa menilai pembahasan soal kurs dolar AS sering kali hanya dipandang dari sisi negatif, padahal petani dan pelaku usaha yang produknya berorientasi ekspor justru bisa memperoleh keuntungan lebih besar ketika nilai dolar menguat.\nKarena itu, desa-desa perlu didorong untuk meningkatkan kualitas produksi sekaligus memahami mekanisme pemasaran ekspor agar tidak hanya menjadi konsumen produk luar negeri.\nBank Emok Masih Jadi Tantangan\nDalam kesempatan itu, Anggota Komisi 3 DPRD Jabar ini juga menyoroti masih maraknya praktik pinjaman informal yang dikenal masyarakat sebagai “Bank Emok Ilegal” hingga pinjaman online (pinjol) ilegal yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).\nMenurutnya, layanan semacam itu sering dipilih karena prosesnya cepat dan langsung mendatangi masyarakat, sementara sebagian warga masih merasa kesulitan mengakses layanan perbankan formal.\nIa menilai persoalan utama bukan hanya soal akses, tetapi juga rendahnya literasi keuangan. Banyak masyarakat belum memahami bahwa dana pinjaman harus dikelola secara produktif dan memiliki kewajiban untuk dikembalikan.\n“Sebagai solusi, baik dalam giat reses maupun kunjungan kerja kepada konstituen, kami dari Komisi 3 DPRD Jabar senantiasa mendorong penguatan kredit usaha rakyat (KUR), pola pembiayaan kelompok, serta pendampingan usaha agar masyarakat memiliki rekam usaha yang lebih baik dan lebih mudah memperoleh akses pembiayaan resmi,” tukasnya.\n.\nBaca berita selengkapnya di Pikiran Rakyat Kuningan klik link: https://kuningan.pikiran-rakyat.com/e...\n#pikiranrakyat #prkuningan #dutaliterasikeuangan #erixexvrayanto #ojk #tinawiryawati #dprdjabar \n‪‬ ‪‬   ‪‬", "post_id": "OP1EhHi9J_g"}}, {"key": "ojkcirebon4902", "attributes": {"label": "ojkcirebon4902", "x": 694.3002880755707, "y": 440.0107514299729, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.4089, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "OP1EhHi9J_g", "id": "ojkcirebon4902", "source": "youtube-000001", "content": "Membangun Ketahanan dalam Goncangan Keuangan Bersama DPRD Jabar: Bijak Berutang & Pengelolaan Uang\n\nPR KUNINGAN — Naik-turunnya dolar kerap memicu kekhawatiran masyarakat. Harga kebutuhan pokok bisa terdampak, biaya produksi ikut bergerak, sementara daya beli belum sepenuhnya pulih. Namun bagi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. Tina Wiryawati, SH., MM., persoalan ekonomi rakyat tidak bisa hanya dilihat dari fluktuasi kurs mata uang. Yang lebih penting adalah membangun keberanian berusaha, memperkuat literasi keuangan, dan mengurangi ketergantungan terhadap utang konsumtif.\nDi beranda Villa De La Tina, Desa Puncak, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Rabu 17 Juni 2026, obrolan soal ekonomi rakyat mengalir dari isu dolar AS (Amerika Serikat), daya beli masyarakat, hingga cara warga desa menghadapi tekanan keuangan yang kerap datang tanpa aba-aba.\nAnggota Komisi III DPRD Jabar, Tina Wiryawati menilai meningkatnya daya beli hingga kesejahteraan masyarakat selalu berawal dari pendapatan yang stabil, sedangkan pendapatan hanya bisa tumbuh jika masyarakat memiliki pekerjaan atau usaha yang produktif.\nMenurut politisi perempuan Gerindra ini, menyatakan bahwa tantangan terbesar masyarakat bukan semata kekurangan modal, melainkan keberanian untuk memulai. Ia menyebut semangat kewirausahaan harus dibangun lebih dulu sebelum berbicara tentang akses pembiayaan.\nKarena itu, selama beberapa tahun terakhir ia aktif menggelar pelatihan di desa-desa, terutama bagi kelompok perempuan dan Kelompok Wanita Tani (KWT), agar mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.\nAlih-alih hanya fokus pada makanan ringan yang sudah banyak diproduksi masyarakat, Tina mendorong warga membuat kebutuhan sehari-hari seperti sabun cuci piring, pasta gigi, minyak telon, dan produk rumah tangga lainnya yang memiliki pasar lebih luas.\nIa mencontohkan pelatihan pembuatan sabun cuci piring yang pernah dilakukan di sejumlah desa. Saat ini, produk tersebut bahkan memiliki peluang pasar yang lebih besar karena dibutuhkan oleh restoran, hotel, rumah makan hingga dapur program makan bergizi gratis (MBG).\nTina Wiryawati meyakini satu desa seharusnya mampu memenuhi sebagian kebutuhan produknya sendiri sekaligus menciptakan sumber penghasilan baru bagi warga setempat.\nNamun ia mengingatkan, usaha tidak cukup hanya berhenti pada produksi. Pelaku UMKM juga harus memahami apa itu arus kas, pencatatan keuangan agar usahanya dianggap layak oleh lembaga perbankan.\n“Bank pada dasarnya ingin melihat kemampuan pengembalian pinjaman. Karena itu usaha harus berjalan dan keuangannya tercatat dengan baik. NPL atau Non-Performing Loan, ini akan menjadi catatan bagi bank-bank dalam menentukan layak tidaknya terhadap pengusaha untuk diberi kredit permodalan—yang gagal bayar tentunya gak mungkin dikasih pinjaman modal bank,” ujar Tina.\nJangan Hanya Jadi Konsumen\nTina Wiryawati juga mengajak masyarakat melihat peluang ekonomi dari sektor pertanian dan tanaman herbal yang selama ini sering dianggap biasa.\nMenurutnya, komoditas seperti kunyit, jahe, kopi hingga berbagai tanaman herbal memiliki peluang pasar yang besar jika diolah dan diarahkan ke pasar ekspor.\nIa menilai pembahasan soal kurs dolar AS sering kali hanya dipandang dari sisi negatif, padahal petani dan pelaku usaha yang produknya berorientasi ekspor justru bisa memperoleh keuntungan lebih besar ketika nilai dolar menguat.\nKarena itu, desa-desa perlu didorong untuk meningkatkan kualitas produksi sekaligus memahami mekanisme pemasaran ekspor agar tidak hanya menjadi konsumen produk luar negeri.\nBank Emok Masih Jadi Tantangan\nDalam kesempatan itu, Anggota Komisi 3 DPRD Jabar ini juga menyoroti masih maraknya praktik pinjaman informal yang dikenal masyarakat sebagai “Bank Emok Ilegal” hingga pinjaman online (pinjol) ilegal yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).\nMenurutnya, layanan semacam itu sering dipilih karena prosesnya cepat dan langsung mendatangi masyarakat, sementara sebagian warga masih merasa kesulitan mengakses layanan perbankan formal.\nIa menilai persoalan utama bukan hanya soal akses, tetapi juga rendahnya literasi keuangan. Banyak masyarakat belum memahami bahwa dana pinjaman harus dikelola secara produktif dan memiliki kewajiban untuk dikembalikan.\n“Sebagai solusi, baik dalam giat reses maupun kunjungan kerja kepada konstituen, kami dari Komisi 3 DPRD Jabar senantiasa mendorong penguatan kredit usaha rakyat (KUR), pola pembiayaan kelompok, serta pendampingan usaha agar masyarakat memiliki rekam usaha yang lebih baik dan lebih mudah memperoleh akses pembiayaan resmi,” tukasnya.\n.\nBaca berita selengkapnya di Pikiran Rakyat Kuningan klik link: https://kuningan.pikiran-rakyat.com/e...\n#pikiranrakyat #prkuningan #dutaliterasikeuangan #erixexvrayanto #ojk #tinawiryawati #dprdjabar \n‪‬ ‪‬   ‪‬", "post_id": "OP1EhHi9J_g"}}], "edges": [{"key": "Diiarisme", "source": "Diiarisme", "target": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Diiarisme", "source": "Diiarisme", "target": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "NgaliMahfud", "source": "NgaliMahfud", "target": "Stakof", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "k70639", "source": "k70639", "target": "Sagegirl10", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "xjbeat", "source": "xjbeat", "target": "dimarsasongko98", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "sinau2024", "source": "sinau2024", "target": "TradingDiary2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mudha_asmara", "source": "mudha_asmara", "target": "Hidupsebagai62", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mudha_asmara", "source": "mudha_asmara", "target": "gopayindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ekbisbanten", "source": "ekbisbanten", "target": "ekbisbanten", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "ojk_purwokerto", "source": "ojk_purwokerto", "target": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "ojk_purwokerto", "source": "ojk_purwokerto", "target": "ojk_purwokerto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "ojk_jateng", "source": "ojk_jateng", "target": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "ojk_jateng", "source": "ojk_jateng", "target": "ojk_jateng", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "karirgram", "source": "karirgram", "target": "KarirGram", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bankneocommerce", "source": "bankneocommerce", "target": "bankneocommerce", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bankneocommerce", "source": "bankneocommerce", "target": "bankneocommerce", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "budisantosofficial", "source": "budisantosofficial", "target": "maman.abdurrahman.st", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "budisantosofficial", "source": "budisantosofficial", "target": "sudaru_sudaryono", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "budisantosofficial", "source": "budisantosofficial", "target": "fridericawidyasari", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "info_kubar", "source": "info_kubar", "target": "bankakp.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "ojk_cirebon", "source": "ojk_cirebon", "target": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "ojk_cirebon", "source": "ojk_cirebon", "target": "ojk_jawabarat", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "ojk_cirebon", "source": "ojk_cirebon", "target": "ojk_cirebon", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "ojk_sumbagsel", "source": "ojk_sumbagsel", "target": "ojk_sumbagsel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bankneocommerce", "source": "bankneocommerce", "target": "lasyamiranti", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "ojk_provinsi_ntb", "source": "ojk_provinsi_ntb", "target": "ojk_provinsi_ntb", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "balikpapan_pos", "source": "balikpapan_pos", "target": "ba", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "hipmisyariahkepri.id", "source": "hipmisyariahkepri.id", "target": "bank_indonesia_kepri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "hipmisyariahkepri.id", "source": "hipmisyariahkepri.id", "target": "ojk_kepri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "hipmisyariahkepri.id", "source": "hipmisyariahkepri.id", "target": "lifewithbsi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "novitaekw", "source": "novitaekw", "target": "ojk_malang", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "novitaekw", "source": "novitaekw", "target": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "novitaekw", "source": "novitaekw", "target": "satgas_pasti", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "novitaekw", "source": "novitaekw", "target": "sikapiuangmu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "karirgram", "source": "karirgram", "target": "KarirGram", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "prokopimsingkawang", "source": "prokopimsingkawang", "target": "arisfebriramadhan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "linksultra.com", "source": "linksultra.com", "target": "sultraprov", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "linksultra.com", "source": "linksultra.com", "target": "Andisumangerukka87", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "linksultra.com", "source": "linksultra.com", "target": "Bank", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "maswoko46", "source": "maswoko46", "target": "kementrianbakuhantam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "bpr.semeru.pusat_", "source": "bpr.semeru.pusat_", "target": "musakustik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "bpr.semeru.pusat_", "source": "bpr.semeru.pusat_", "target": "pahamkopi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "bpr.semeru.pusat_", "source": "bpr.semeru.pusat_", "target": "LPS", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "blokberita.com", "source": "blokberita.com", "target": "marwancikasanofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "blokberita.com", "source": "blokberita.com", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "blokberita.com", "source": "blokberita.com", "target": "dpr_ri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "tapanuli.online", "source": "tapanuli.online", "target": "bank_indonesia_sulut", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "tapanuli.online", "source": "tapanuli.online", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "tapanuli.online", "source": "tapanuli.online", "target": "bank_indonesia_sumut_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "tapanuli.online", "source": "tapanuli.online", "target": "marwancikasanofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "bankneocommerce", "source": "bankneocommerce", "target": "Ciasem12", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "mr.jwnn", "source": "mr.jwnn", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipper.digital.id", "source": "clipper.digital.id", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipper.digital.id", "source": "clipper.digital.id", "target": "Kontencom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clip_news76", "source": "clip_news76", "target": "konten.com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "arahjakarta", "source": "arahjakarta", "target": "arahjakarta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "berita.malam3", "source": "berita.malam3", "target": "highlight", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "berita.malam3", "source": "berita.malam3", "target": "highlight", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "bankneocommerce", "source": "bankneocommerce", "target": "bankneocommerce", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "bankneocommerce", "source": "bankneocommerce", "target": "bankneocommerce", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "pawartosjateng", "source": "pawartosjateng", "target": "Ahmad", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "pawartosjateng", "source": "pawartosjateng", "target": "Taj", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "hanyadianaja", "source": "hanyadianaja", "target": "sudutgelap.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "hanyadianaja", "source": "hanyadianaja", "target": "sudutgelap.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipperfinance05", "source": "clipperfinance05", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "raw_clp.xyz", "source": "raw_clp.xyz", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "bankneocommerce", "source": "bankneocommerce", "target": "bankneocommerce", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "bankneocommerce", "source": "bankneocommerce", "target": "bankneocommerce", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@V-Today", "source": "@V-Today", "target": "vtodaydotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tv9newsroom", "source": "@tv9newsroom", "target": "tv9nusantara", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ImagenRadioLive", "source": "@ImagenRadioLive", "target": "imagenradiolive", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "seklianianwar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "genesiasuhardiman", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prisasombodatu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "source": "@tuturmediadigital", "target": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@theknowalapedia", "source": "@theknowalapedia", "target": "dictionarei/v...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@theknowalapedia", "source": "@theknowalapedia", "target": "kent.hadi/vid...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@PikiranRakyatKuningan", "source": "@PikiranRakyatKuningan", "target": "ojkindonesia306", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@PikiranRakyatKuningan", "source": "@PikiranRakyatKuningan", "target": "OtoritasJasaKeuangan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@PikiranRakyatKuningan", "source": "@PikiranRakyatKuningan", "target": "dutaliterasikeuanganojk", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@PikiranRakyatKuningan", "source": "@PikiranRakyatKuningan", "target": "ojkjabar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@PikiranRakyatKuningan", "source": "@PikiranRakyatKuningan", "target": "ojkcirebon4902", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}