{"nodes": [{"key": "hengkyPudyo", "attributes": {"label": "hengkyPudyo", "x": 576.8019963738633, "y": 334.8048342408664, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 16.6048, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2061287837409104098", "id": "hengkyPudyo", "source": "retweet-000002", "content": "Sumitro dan Independensi Bank Indonesia\n\nSemasa menjadi menteri di era Presiden Sukarno, Sumitro Djojohadikusumo memiliki p…", "post_id": "2061287837409104098"}}, {"key": "tempodotco", "attributes": {"label": "tempodotco", "x": 488.99870743327136, "y": 827.5912063651072, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 23.6619, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2061287837409104098", "id": "tempodotco", "source": "retweet-000002", "content": "Sumitro dan Independensi Bank Indonesia\n\nSemasa menjadi menteri di era Presiden Sukarno, Sumitro Djojohadikusumo memiliki p…", "post_id": "2061287837409104098"}}, {"key": "TxtRabbitHole", "attributes": {"label": "TxtRabbitHole", "x": 74.20583741399112, "y": 200.6265820962335, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.6048, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2067409599570031066", "id": "TxtRabbitHole", "source": "tweet-000004", "content": "Siip, bener banget. Beda sama rezim skrg. Sayangnya, Habibie sering dilupakan, padahal warisannya nyata: independensi Bank Indonesia yg kita nikmati sampai sekarang itu lahir di era beliau.\n\nDan pemulihan 17 bulan itu bukan keberuntungan. Itu hasil kerja.", "post_id": "2067409599570031066"}}, {"key": "lakubawana", "attributes": {"label": "lakubawana", "x": 858.0733572417013, "y": 913.9277634113207, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 30.7189, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2067409599570031066", "id": "lakubawana", "source": "tweet-000004", "content": "Siip, bener banget. Beda sama rezim skrg. Sayangnya, Habibie sering dilupakan, padahal warisannya nyata: independensi Bank Indonesia yg kita nikmati sampai sekarang itu lahir di era beliau.\n\nDan pemulihan 17 bulan itu bukan keberuntungan. Itu hasil kerja.", "post_id": "2067409599570031066"}}, {"key": "sakeenaco", "attributes": {"label": "sakeenaco", "x": 838.4802839437127, "y": 245.23257612321282, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.6048, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2062899555361017873", "id": "sakeenaco", "source": "tweet-000004", "content": "Independensi Bank Indonesia dipertaruhkan", "post_id": "2062899555361017873"}}, {"key": "Strategi_Bisnis", "attributes": {"label": "Strategi_Bisnis", "x": 99.09129871716327, "y": 712.7837950580584, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 30.7189, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2062899555361017873", "id": "Strategi_Bisnis", "source": "tweet-000004", "content": "Independensi Bank Indonesia dipertaruhkan", "post_id": "2062899555361017873"}}, {"key": "RageBaiterrv", "attributes": {"label": "RageBaiterrv", "x": 357.60730948278695, "y": 822.0309139027635, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.6048, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2063279103802065219", "id": "RageBaiterrv", "source": "tweet-000004", "content": "Kayanya Senin besok diumumin.\nChatib Basri jadi Menkeu.\nPurbaya gantiin Perry, jadi Gubernur BI.\n\nHarusnya yg diganti itu ponakannya si Wowo yg gabut doang, tapi dipaksain jd Deputi Gubernur BI.", "post_id": "2063279103802065219"}}, {"key": "AvelinoGuido28", "attributes": {"label": "AvelinoGuido28", "x": 305.2215806746782, "y": 827.0732789999297, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 30.7189, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2063279103802065219", "id": "AvelinoGuido28", "source": "tweet-000004", "content": "Kayanya Senin besok diumumin.\nChatib Basri jadi Menkeu.\nPurbaya gantiin Perry, jadi Gubernur BI.\n\nHarusnya yg diganti itu ponakannya si Wowo yg gabut doang, tapi dipaksain jd Deputi Gubernur BI.", "post_id": "2063279103802065219"}}, {"key": "RidhaIntifadha", "attributes": {"label": "RidhaIntifadha", "x": 29.347485394220275, "y": 822.3600388322996, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.6048, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2063914520154894578", "id": "RidhaIntifadha", "source": "tweet-000004", "content": "Kalau baca dari berbagai media, salah satu yang menjadi perhatian pasar global juga adalah independensi Bank Indonesia selaku bank sentral. https://t.co/VyyKaUcXP8", "post_id": "2063914520154894578"}}, {"key": "doktermarket", "attributes": {"label": "doktermarket", "x": 634.2509972551316, "y": 415.01372147529037, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 30.7189, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2063914520154894578", "id": "doktermarket", "source": "tweet-000004", "content": "Kalau baca dari berbagai media, salah satu yang menjadi perhatian pasar global juga adalah independensi Bank Indonesia selaku bank sentral. https://t.co/VyyKaUcXP8", "post_id": "2063914520154894578"}}, {"key": "snell_ius_sil3", "attributes": {"label": "snell_ius_sil3", "x": 696.4308125637618, "y": 746.1119354232442, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.6048, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2063027518563877072", "id": "snell_ius_sil3", "source": "tweet-000004", "content": "Independensi bank Indonesia bgmn? Apa siyap menaikan suku bunga yg drastis ?\nApa siyap pemangkasan fiskal besara2an termasuk memangkas  anggaran mbg, subsidi gas dan BBM? Terus naikin pajak bertahap.", "post_id": "2063027518563877072"}}, {"key": "zhil_arf", "attributes": {"label": "zhil_arf", "x": 977.8740204828231, "y": 310.52329010497505, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 30.7189, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2063027518563877072", "id": "zhil_arf", "source": "tweet-000004", "content": "Independensi bank Indonesia bgmn? Apa siyap menaikan suku bunga yg drastis ?\nApa siyap pemangkasan fiskal besara2an termasuk memangkas  anggaran mbg, subsidi gas dan BBM? Terus naikin pajak bertahap.", "post_id": "2063027518563877072"}}, {"key": "bangsaonline", "attributes": {"label": "bangsaonline", "x": 984.785315192847, "y": 579.2795702238232, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 28.878, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3912805143683792945_6049672621", "id": "bangsaonline", "source": "instagram-000001", "content": "JAKARTA, BANGSAONLINE.com – Kondisi Indonesia semakin tak\npasti. Rupiah semakin tersungkur. Sekarang dolar mencapai Rp18.000.\n\nSituasi ekonomi makin semrawut karena muncul isu Purbaya\nYudhi Sadewa mundur dari posisinya sebagai Menteri Keuangan (Menkeu). Menurut\nisu yang beredar, Purbaya akan digantikan ekonom Chatib Basri. \n\nNamun Purbaya yang sekarang dikabar sedang pusing itu\nmembantah.\n\n\"Tidak,\" tegas Purbaya singkat seperti\nCNNIndonesia.com, Kamis 4 Juni 2026.\n\nMenteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi juga\nmembantah kabar Purbaya mundur. Prasetyo menegaskan bahwa hingga saat ini belum\nada agenda penggantian menteri keuangan.\n\n“Saya kira tadi sore juga sudah disampaikan oleh beliau.\nTidak ada, tidak ada rencana pergantian,” bantah Mensesneg Prasetyo di Kompleks\nIstana Kepresidenan, Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Kamis, 4 Juni 2026.\n\nMeski demikian pernyataan Prasetyo tidak final. Pengamatan\nBANGSAONLINE selama ini, tradisi politik Presiden Prabowo selalu menolak atau\nmencegah menteri atau pejabatnya mundur. Tapi tak berselang lama biasanya\nmereka lalu dicopot, meski kemudian kadang ditempatkan di posisi lain. \n\nSalah satu contoh Hasan Nasbi. Orang dekat Jokowi itu pernah\nmengajukan pengunduran diri dari jabatan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan\n(PCO) pada April 2025 lalu. Namun, ia dicegah oleh Prabowo. Ia akhirnya batal\nmundur setelah menerima perintah dari Presiden untuk tetap bertugas memimpin\nPCO sambil melakukan perbaikan.\n\nTapi pada September 2025 Hasan Nasbi ternyata dicopot oleh Presiden\nPrabowo Subianto dari jabatannya sebagai Kepala Kantor PCO. Posisi Hasan Nasbi\ndiganti Angka Raka Prabowo.\n\nSementara Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti\nmengatakan pelemahan rupiah masih dipengaruhi oleh eskalasi konflik geopolitik\ndi Timur Tengah yang kembali memanas dan menghambat prospek perdamaian.\n\nMenurut Desty, kondisi ter...\n\nSupport kami dengan cara Like, Share dan Follow \n\n#bangsaonline #reels #viral", "post_id": "3912805143683792945_6049672621"}}, {"key": "joeliardisunendar", "attributes": {"label": "joeliardisunendar", "x": 749.2628990724102, "y": 737.6556621572275, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 16.6048, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3912429006419531686_9022830818", "id": "joeliardisunendar", "source": "instagram-000001", "content": "Independensi bank sentral itu mahal - dan pekan ini pasar menunjukkan harganya.\n\n4 Juni 2026, DPR mengesahkan UU yang memperluas mandat Bank Indonesia: bukan lagi sekadar menjaga inflasi dan nilai tukar, tetapi juga wajib mendorong pertumbuhan sektor riil dan penciptaan lapangan kerja. \n\nLebih jauh, DPR kini berwenang mengevaluasi kinerja BI - juga LPS dan OJK - dan lembaga-lembaga itu wajib mengikuti rekomendasi parlemen. Ironis, DPR - yang termasuk lembaga dengan kualitas sangat buruk, merasa berwenang mengawasi BI - yang merupakan sedikit dari lembaga di Indonesia yang masih bisa dianggap kredibel.\n\nMenkeu Purbaya menyebutnya soal menyeimbangkan stabilitas dengan pertumbuhan. Pasar membacanya berbeda. Hari yang sama, rupiah menembus rekor Rp18.045/USD—pertama kali di atas 18.000—sementara IHSG sudah terkoreksi lebih dari 30% sejak awal tahun.\n\nYang menarik bagi seorang value investor: pelemahan ini lebih banyak berbicara soal premi risiko institusional daripada kualitas bisnis emiten. \n\nKetika persepsi terhadap kebijakan berubah, harga bergerak duluan—jauh sebelum fundamental perusahaan benar-benar berubah. Di sinilah disiplin diuji: bertahan, dan memilah-milah, tanpa perlu bersikap macho - dengan membeli bertahap saja.\n\nGeser untuk memahami apa yang sebenarnya berubah pada mandat BI, mengapa pasar bereaksi, dan tiga skenario ke depan. 👉\n\nBagaimana menurut Anda—mandat ganda ini koordinasi yang sehat, atau awal dari erosi independensi? Bagikan pandangan Anda di kolom komentar.\n\n—\nSimpan & bagikan jika bermanfaat. Ikuti  untuk analisis fundamental dan disiplin investasi jangka panjang.\n\n#BankIndonesia #Rupiah #IndependensiBankSentral #JSPortfolio #empoweringindividualinvestors", "post_id": "3912429006419531686_9022830818"}}, {"key": "jsportfolio", "attributes": {"label": "jsportfolio", "x": 39.53087473098926, "y": 315.83948992095856, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 30.7189, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912429006419531686_9022830818", "id": "jsportfolio", "source": "instagram-000001", "content": "Independensi bank sentral itu mahal - dan pekan ini pasar menunjukkan harganya.\n\n4 Juni 2026, DPR mengesahkan UU yang memperluas mandat Bank Indonesia: bukan lagi sekadar menjaga inflasi dan nilai tukar, tetapi juga wajib mendorong pertumbuhan sektor riil dan penciptaan lapangan kerja. \n\nLebih jauh, DPR kini berwenang mengevaluasi kinerja BI - juga LPS dan OJK - dan lembaga-lembaga itu wajib mengikuti rekomendasi parlemen. Ironis, DPR - yang termasuk lembaga dengan kualitas sangat buruk, merasa berwenang mengawasi BI - yang merupakan sedikit dari lembaga di Indonesia yang masih bisa dianggap kredibel.\n\nMenkeu Purbaya menyebutnya soal menyeimbangkan stabilitas dengan pertumbuhan. Pasar membacanya berbeda. Hari yang sama, rupiah menembus rekor Rp18.045/USD—pertama kali di atas 18.000—sementara IHSG sudah terkoreksi lebih dari 30% sejak awal tahun.\n\nYang menarik bagi seorang value investor: pelemahan ini lebih banyak berbicara soal premi risiko institusional daripada kualitas bisnis emiten. \n\nKetika persepsi terhadap kebijakan berubah, harga bergerak duluan—jauh sebelum fundamental perusahaan benar-benar berubah. Di sinilah disiplin diuji: bertahan, dan memilah-milah, tanpa perlu bersikap macho - dengan membeli bertahap saja.\n\nGeser untuk memahami apa yang sebenarnya berubah pada mandat BI, mengapa pasar bereaksi, dan tiga skenario ke depan. 👉\n\nBagaimana menurut Anda—mandat ganda ini koordinasi yang sehat, atau awal dari erosi independensi? Bagikan pandangan Anda di kolom komentar.\n\n—\nSimpan & bagikan jika bermanfaat. Ikuti  untuk analisis fundamental dan disiplin investasi jangka panjang.\n\n#BankIndonesia #Rupiah #IndependensiBankSentral #JSPortfolio #empoweringindividualinvestors", "post_id": "3912429006419531686_9022830818"}}, {"key": "mediaindonesia", "attributes": {"label": "mediaindonesia", "x": 380.712922836576, "y": 136.22883112440053, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 16.6048, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3822810042459040232_1535047760", "id": "mediaindonesia", "source": "instagram-000001", "content": "Pascapengunduran Diri Pejabat Pasar, Purbaya Yakin IHSG akan Bangkit\n\nMenteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa  optimistis indeks harga saham gabungan (IHSG) akan kembali menguat pascapengunduran diri sejumlah pejabat kunci di sektor keuangan nasional, baik di lingkungan Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK).\n\nMereka yang menanggalkan jabatannya adalah Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, kemudian diikuti oleh pengunduran diri kolektif sejumlah pimpinan kunci di OJK. Yakni, Ketua Mahendra Siregar, Wakil Ketua Mirza Adityaswara, Kepala Eksekutif Pengawasan Pasar Inarno Djajadi, serta Deputi Komisioner Aditya Jayaantara. \n\n“Pasti naik lah (IHSG). Ruang ke depan masih terbuka luas untuk naik. Kenapa lu bilang kebakaran?” kata Purbaya di Wisma Danantara, Sabtu malam (31/1).\n\nMeski demikian, Purbaya melihat tetap ada peluang IHSG kembali memerah atau mengalami tekanan ke depan. Namun, menurutnya, peluang tersebut relatif kecil.\n\n“Kalau peluang (IHSG turun), kemungkinan selalu ada. Cuma berapa peluangnya, saya pikir peluangnya kecil,” ujarnya.\n\nBaca selengkapnya di mediaindonesia.com\n\nNaskah: MI/Insi Nantika Jelita\nEditor Foto: MI/Nike Amelia Sari \n\n#IHSG \n#PasarModal \n#BursaEfekIndonesia \n#EkonomiIndonesia \n#PurbayaYudhiSadewa", "post_id": "3822810042459040232_1535047760"}}, {"key": "purbayayudhi.official", "attributes": {"label": "purbayayudhi.official", "x": 27.860901076427247, "y": 200.17403602285734, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 30.7189, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3822810042459040232_1535047760", "id": "purbayayudhi.official", "source": "instagram-000001", "content": "Pascapengunduran Diri Pejabat Pasar, Purbaya Yakin IHSG akan Bangkit\n\nMenteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa  optimistis indeks harga saham gabungan (IHSG) akan kembali menguat pascapengunduran diri sejumlah pejabat kunci di sektor keuangan nasional, baik di lingkungan Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK).\n\nMereka yang menanggalkan jabatannya adalah Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, kemudian diikuti oleh pengunduran diri kolektif sejumlah pimpinan kunci di OJK. Yakni, Ketua Mahendra Siregar, Wakil Ketua Mirza Adityaswara, Kepala Eksekutif Pengawasan Pasar Inarno Djajadi, serta Deputi Komisioner Aditya Jayaantara. \n\n“Pasti naik lah (IHSG). Ruang ke depan masih terbuka luas untuk naik. Kenapa lu bilang kebakaran?” kata Purbaya di Wisma Danantara, Sabtu malam (31/1).\n\nMeski demikian, Purbaya melihat tetap ada peluang IHSG kembali memerah atau mengalami tekanan ke depan. Namun, menurutnya, peluang tersebut relatif kecil.\n\n“Kalau peluang (IHSG turun), kemungkinan selalu ada. Cuma berapa peluangnya, saya pikir peluangnya kecil,” ujarnya.\n\nBaca selengkapnya di mediaindonesia.com\n\nNaskah: MI/Insi Nantika Jelita\nEditor Foto: MI/Nike Amelia Sari \n\n#IHSG \n#PasarModal \n#BursaEfekIndonesia \n#EkonomiIndonesia \n#PurbayaYudhiSadewa", "post_id": "3822810042459040232_1535047760"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 717.5716749129571, "y": 305.76340388908017, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 110.6982, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3925010284369470982_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Badan Pengelola Investasi Danantara kini dapat menjadi pemegang saham PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berdasarkan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK) terbaru. \n\nMeski demikian, kepemilikan saham tersebut tidak boleh mengganggu independensi BEI. Ketentuan lebih lanjut akan ditetapkan melalui Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#UUPPSK #Kemenkeu #Danantara #SahamBEI #BloombergTechnoz", "post_id": "3925010284369470982_51748745734"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 1.8747119367703569, "y": 540.8506837848705, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 110.6982, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3925078845829669159_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI) hingga BPI Danantara berpeluang menjadi pemegang saham Bursa Efek Indonesia (BEI).\n\nAturan ini tertuang dalam Pasal 8B Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 yang merupakan perubahan atas UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).\n\n\"Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara dapat menjadi pemegang saham Bursa Efek,\" demikian bunyi Pasal 8B ayat (1) dalam salinan UU P2SK, dikutip Senin (22/6/2026).\n\nNamun, ketentuan tersebut mensyaratkan perorangan dan lembaga negara wajib menjaga dan mempertahankan independensi Bursa.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/aturan-baru-p2sk-kemenkeu-hingga-danantara-bisa-miliki-saham-bei\n\nAtau klik link di Bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #saham #kemenkeu #bankindonesia", "post_id": "3925078845829669159_3310659452"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 509.6505467839001, "y": 285.37868760585894, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 23.1695, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 3, "degree": 6}, "_id": "3925172873350918695_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "DPR resmi mengesahkan revisi UU P2SK yang memungkinkan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Danantara menjadi pemegang saham Bursa Efek Indonesia (BEI).\n\nLangkah ini sejalan dengan rencana demutualisasi BEI, yang akan membuka kepemilikan bursa tidak hanya untuk anggota bursa, tetapi juga pihak lain, termasuk negara. Meski demikian, aturan baru tetap menegaskan bahwa independensi BEI harus terjaga.\n\nKetentuan teknis mengenai kepemilikan saham nantinya akan diatur lebih lanjut oleh OJK. ⚖️\n\nSumber: katadata.co.id, 22 Juni 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#BEI #Danantara #BankIndonesia #Kemenkeu #UUP2SK #PasarModal #SahamIndonesia #IHSG #Investasi #InvestorSaham #BursaEfekIndonesia #mancingsaham", "post_id": "3925172873350918695_52512310886"}}, {"key": "sahambbk", "attributes": {"label": "sahambbk", "x": 135.13474420115335, "y": 808.5028049439751, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 110.6982, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3925216463678311783_8368743173", "id": "sahambbk", "source": "instagram-000001", "content": "🏛️ BURSA EFEK INDONESIA MASUK BABAK BARU\n\nMelalui revisi UU P2SK Tahun 2026, kepemilikan saham Bursa Efek Indonesia (BEI) kini tidak lagi terbatas pada Anggota Bursa.\n\nKementerian Keuangan, Bank Indonesia, Danantara, perusahaan, hingga individu Indonesia kini berpeluang menjadi pemegang saham BEI sebagai bagian dari proses demutualisasi bursa.\n\nLangkah ini bertujuan meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan daya saing pasar modal Indonesia agar sejajar dengan standar global.\n\nNamun di sisi lain, pasar juga menantikan aturan turunan dari OJK terkait batas kepemilikan, mekanisme transaksi, hingga bagaimana independensi BEI tetap terjaga di tengah masuknya pemegang saham baru.\n\nMenurut Kamu, Apakah kebijakan ini akan memperkuat pasar modal Indonesia?\n\n💬 Tulis pendapatmu di kolom komentar yaaa ☺️ \n\n❤️ Like jika konten ini bermanfaat.\n 🔄 Share ke investor lainnya. \n📌 Follow  untuk update saham dan pasar modal setiap hari.\n\n#BEI #PasarModal #UUP2SK #InvestasiSaham #SahamIndonesia", "post_id": "3925216463678311783_8368743173"}}, {"key": "iki.surabaya", "attributes": {"label": "iki.surabaya", "x": 655.0219374174827, "y": 26.513902965819234, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 28.878, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3921422599552665176_66644019068", "id": "iki.surabaya", "source": "instagram-000001", "content": "Ribuan massa aksi dari elemen mahasiswa dari sejumlah kampus di Surabaya mulai memadati titik aksi yang terpusat di depan Gedung Negara Grahadi mulai pukul 14.00 WIB, Rabu (17/6/2026).\n\nPantauan  sejumlah kampus yang hadir di titik aksi siang hari ini berasal dari Unesa, Unair, Uinsa, Ubhara, Untag dan sejumlah kampus lainnya.\n\nSekadar informasi, terdapat 16 tuntutan turunan yang dibawa dalam aksi hari ini:\n\n1. Menuntut penguatan integritas dan independensi KPK\n2. ⁠Mendesak percepatan pembahasan dan pengesahan RUU Perampasan Aset serta RUU Masyarakat Adat\n3. ⁠Menolak militerisme dan mendesak pengembalian militer pada fungsi pertahanan negara sesuai prinsip supremasi sipil\n4. ⁠Menghentikan budaya antikritik dan menjamin kebebasan berekspresi dalam kehidupan demokrasi\n5. ⁠Mengusut tuntas dugaan korupsi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melibatkan pejabat pemerintahan\n6. ⁠Mengusut tuntas kasus penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) palsu yang melibatkan Kementerian ESDM\n7. ⁠Menghentikan proyek-proyek ekstraktif yang merusak ruang hidup masyarakat serta memulihkan ekosistem yang telah mengalami kerusakan\n8. ⁠Menghentikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)\n9. ⁠Menuntut permintaan maaf kepada rakyat serta evaluasi total terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran\n10. ⁠Membebaskan seluruh tahanan politik tanpa syarat\n11. ⁠Mengembalikan independensi Bank Indonesia dengan mengutamakan kompetensi dan keahlian moneter dalam struktur kepemimpinannya\n12. ⁠Menghentikan segala bentuk tindakan represif aparat terhadap masyarakat sipil\n13. ⁠Menjamin kesejahteraan tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta tenaga kesehatan\n14. ⁠Menuntut pemerataan akses dan fasilitas kesehatan serta pendidikan, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T)\n15. ⁠Menghentikan praktik eksploitasi buruh serta segala bentuk diskriminasi gender di dunia kerja\n16. ⁠Menghentikan segala bentuk represivitas terhadap pers dan menjamin kebebasan pers sebagai pilar demokrasi.\n.\nIkuti  untuk update info terkini di Surabaya dan sekitarnya!\n—\n#ikisurabaya #demo", "post_id": "3921422599552665176_66644019068"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "attributes": {"label": "@OfficialSINDOnews", "x": 637.7433682606869, "y": 656.5638561970825, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.6048, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "kUr2n1415oI", "id": "@OfficialSINDOnews", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Jeblok ke Level Rp18.000, Ekonom Senior Bicara Buka Suara | Sindo Files | 07/06\n\nEkonom menilai pelemahan rupiah tidak hanya dipicu faktor eksternal, tetapi juga dipengaruhi oleh menurunnya kepercayaan investor terhadap arah kebijakan ekonomi nasional. Pernyataan pejabat yang dinilai terlalu berlebihan atau over statement disebut berpotensi menjadi bumerang jika tidak disertai strategi konkret. Selain itu, isu penempatan figur yang dekat dengan lingkar kekuasaan di posisi strategis Bank Indonesia turut menjadi sorotan karena dinilai dapat memengaruhi persepsi pasar terhadap independensi dan kredibilitas kebijakan moneter.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 07 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: GALIH \n\n#MONETER #rupiah #rupiahmelemah #purbaya", "post_id": "kUr2n1415oI"}}, {"key": "officialsindonews", "attributes": {"label": "officialsindonews", "x": 448.1966117000453, "y": 417.32659521266027, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.3095, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "kUr2n1415oI", "id": "officialsindonews", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Jeblok ke Level Rp18.000, Ekonom Senior Bicara Buka Suara | Sindo Files | 07/06\n\nEkonom menilai pelemahan rupiah tidak hanya dipicu faktor eksternal, tetapi juga dipengaruhi oleh menurunnya kepercayaan investor terhadap arah kebijakan ekonomi nasional. Pernyataan pejabat yang dinilai terlalu berlebihan atau over statement disebut berpotensi menjadi bumerang jika tidak disertai strategi konkret. Selain itu, isu penempatan figur yang dekat dengan lingkar kekuasaan di posisi strategis Bank Indonesia turut menjadi sorotan karena dinilai dapat memengaruhi persepsi pasar terhadap independensi dan kredibilitas kebijakan moneter.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 07 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: GALIH \n\n#MONETER #rupiah #rupiahmelemah #purbaya", "post_id": "kUr2n1415oI"}}, {"key": "sindopodcast", "attributes": {"label": "sindopodcast", "x": 847.0507748849009, "y": 853.8814027780733, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.3095, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "kUr2n1415oI", "id": "sindopodcast", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Jeblok ke Level Rp18.000, Ekonom Senior Bicara Buka Suara | Sindo Files | 07/06\n\nEkonom menilai pelemahan rupiah tidak hanya dipicu faktor eksternal, tetapi juga dipengaruhi oleh menurunnya kepercayaan investor terhadap arah kebijakan ekonomi nasional. Pernyataan pejabat yang dinilai terlalu berlebihan atau over statement disebut berpotensi menjadi bumerang jika tidak disertai strategi konkret. Selain itu, isu penempatan figur yang dekat dengan lingkar kekuasaan di posisi strategis Bank Indonesia turut menjadi sorotan karena dinilai dapat memengaruhi persepsi pasar terhadap independensi dan kredibilitas kebijakan moneter.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 07 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: GALIH \n\n#MONETER #rupiah #rupiahmelemah #purbaya", "post_id": "kUr2n1415oI"}}, {"key": "sindokalam", "attributes": {"label": "sindokalam", "x": 647.7517808525088, "y": 652.8028882966809, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.3095, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "kUr2n1415oI", "id": "sindokalam", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Jeblok ke Level Rp18.000, Ekonom Senior Bicara Buka Suara | Sindo Files | 07/06\n\nEkonom menilai pelemahan rupiah tidak hanya dipicu faktor eksternal, tetapi juga dipengaruhi oleh menurunnya kepercayaan investor terhadap arah kebijakan ekonomi nasional. Pernyataan pejabat yang dinilai terlalu berlebihan atau over statement disebut berpotensi menjadi bumerang jika tidak disertai strategi konkret. Selain itu, isu penempatan figur yang dekat dengan lingkar kekuasaan di posisi strategis Bank Indonesia turut menjadi sorotan karena dinilai dapat memengaruhi persepsi pasar terhadap independensi dan kredibilitas kebijakan moneter.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 07 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: GALIH \n\n#MONETER #rupiah #rupiahmelemah #purbaya", "post_id": "kUr2n1415oI"}}, {"key": "@1M.Pertama", "attributes": {"label": "@1M.Pertama", "x": 399.07937306321617, "y": 958.0558739778642, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.6048, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "jGe58EN4SWk", "id": "@1M.Pertama", "source": "youtube-000001", "content": "Pindah Ke Sini Sekarang! Strategi Hedging Saat Rupiah Hancur\n\nJANGAN PANIK! Tapi Anda wajib tahu kenyataan pahit ini. Mengapa IHSG sempat anjlok hampir 40% dari titik All Time High? Mengapa nilai tukar Rupiah kita bisa melemah hingga 7,45% terhadap US Dollar—bahkan kalah dari performa Turkish Lira?\n\nDi video kali ini,  membedah tuntas rekaman rahasia situasi market terkini bersama Ci Rita dan narasumber ahli. Kita tidak berbicara tentang indikator teknikal seperti RSI, MACD, atau Bollinger Band yang sering kali terlambat mendeteksi dasar pasar (market bottom). Kita akan membongkar 4 masalah sistemik lokal yang bikin investor asing pilih EXIT masal dan melakukan outflow besar-besaran dari Indonesia!\n\nMulai dari memburuknya prospek keuangan negara akibat anggaran yang bocor, ancaman pemangkasan peringkat utang (rating cut) oleh S&P, Moody's, dan Fitch, isu degradasi ke Frontier Market oleh MSCI dan FTSE akibat maraknya saham gorengan, hingga kebijakan independensi Bank Indonesia (BI) yang mulai dikoyak oleh undang-undang terbaru.\n\nTonton video ini sampai habis untuk mengetahui strategi bertahan hidup paling aman, kapan waktu yang tepat untuk melakukan cut loss, mengapa Anda wajib menghindari margin saat ini, dan bagaimana cara melakukan hedging (lindung nilai) portofolio Anda menggunakan US Dollar (USD) maupun Singapore Dollar (SGD).\n\nGunakan amunisi Cash Reserve (dana tunai) Anda di waktu yang tepat!\n\n💡 JANGAN LUPA untuk klik LIKE, SUBSCRIBE ke kanal , dan nyalakan LONCENG NOTIFIKASI agar tidak ketinggalan update info finansial krusial seperti ini.\n\nTulis pendapat Anda di kolom komentar: Apakah Anda sudah mulai memindahkan aset Anda ke mata uang asing? Mari kita diskusikan bersama!\n\nTIMESTAMPS:\n00:00 - Kapan Sebenarnya Market Bottom?\n02:15 - Fakta Rupiah Kalah dari Turkish Lira\n03:30 - Analisis IHSG Jatuh 40% & Bahaya Nyata Ekonomi\n05:10 - 4 Penyebab Utama Market Crash di Indonesia\n07:45 - Skandal Saham Gorengan & Ancaman MSCI/FTSE Frontier Market\n10:20 - UU P2SK: Independensi Bank Indonesia Dikoyak Pemerintah?\n13:15 - Tips Selamatkan Uang: Cara Hedging ke USD/SGD & Pentingnya Cash Reserve\n\n#IHSG #MarketCrash #BelajarSaham #Finansial #MacroEconomics #InvestasiSaham #DuniaBisnis #1MPertama #SahamIndonesia #RupiahMelorot", "post_id": "jGe58EN4SWk"}}, {"key": "1M.Pertama", "attributes": {"label": "1M.Pertama", "x": 346.827966192415, "y": 594.6863143774515, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.6619, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "jGe58EN4SWk", "id": "1M.Pertama", "source": "youtube-000001", "content": "Pindah Ke Sini Sekarang! Strategi Hedging Saat Rupiah Hancur\n\nJANGAN PANIK! Tapi Anda wajib tahu kenyataan pahit ini. Mengapa IHSG sempat anjlok hampir 40% dari titik All Time High? Mengapa nilai tukar Rupiah kita bisa melemah hingga 7,45% terhadap US Dollar—bahkan kalah dari performa Turkish Lira?\n\nDi video kali ini,  membedah tuntas rekaman rahasia situasi market terkini bersama Ci Rita dan narasumber ahli. Kita tidak berbicara tentang indikator teknikal seperti RSI, MACD, atau Bollinger Band yang sering kali terlambat mendeteksi dasar pasar (market bottom). Kita akan membongkar 4 masalah sistemik lokal yang bikin investor asing pilih EXIT masal dan melakukan outflow besar-besaran dari Indonesia!\n\nMulai dari memburuknya prospek keuangan negara akibat anggaran yang bocor, ancaman pemangkasan peringkat utang (rating cut) oleh S&P, Moody's, dan Fitch, isu degradasi ke Frontier Market oleh MSCI dan FTSE akibat maraknya saham gorengan, hingga kebijakan independensi Bank Indonesia (BI) yang mulai dikoyak oleh undang-undang terbaru.\n\nTonton video ini sampai habis untuk mengetahui strategi bertahan hidup paling aman, kapan waktu yang tepat untuk melakukan cut loss, mengapa Anda wajib menghindari margin saat ini, dan bagaimana cara melakukan hedging (lindung nilai) portofolio Anda menggunakan US Dollar (USD) maupun Singapore Dollar (SGD).\n\nGunakan amunisi Cash Reserve (dana tunai) Anda di waktu yang tepat!\n\n💡 JANGAN LUPA untuk klik LIKE, SUBSCRIBE ke kanal , dan nyalakan LONCENG NOTIFIKASI agar tidak ketinggalan update info finansial krusial seperti ini.\n\nTulis pendapat Anda di kolom komentar: Apakah Anda sudah mulai memindahkan aset Anda ke mata uang asing? Mari kita diskusikan bersama!\n\nTIMESTAMPS:\n00:00 - Kapan Sebenarnya Market Bottom?\n02:15 - Fakta Rupiah Kalah dari Turkish Lira\n03:30 - Analisis IHSG Jatuh 40% & Bahaya Nyata Ekonomi\n05:10 - 4 Penyebab Utama Market Crash di Indonesia\n07:45 - Skandal Saham Gorengan & Ancaman MSCI/FTSE Frontier Market\n10:20 - UU P2SK: Independensi Bank Indonesia Dikoyak Pemerintah?\n13:15 - Tips Selamatkan Uang: Cara Hedging ke USD/SGD & Pentingnya Cash Reserve\n\n#IHSG #MarketCrash #BelajarSaham #Finansial #MacroEconomics #InvestasiSaham #DuniaBisnis #1MPertama #SahamIndonesia #RupiahMelorot", "post_id": "jGe58EN4SWk"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "attributes": {"label": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "x": 568.7919799871282, "y": 64.40481168115197, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.6048, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "_WGo1IQIA08", "id": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "Intervensi BI Gagal Total?! Terbongkar Penyebab Rupiah Hancur ke 18.000!\n\nRupiah melemah tembus 18.000 per dollar AS! Mengapa intervensi pasar Bank Indonesia belum mampu menyelamatkan nilai tukar rupiah dan mengatasi akar persoalan ekonomi nasional? \n\nDalam video ini, kita membedah analisis kritis dari pengamat kebijakan publik dan ekonom mengenai penyebab kurs rupiah hari ini hancur ke level Rp18.000. Apakah kebijakan moneter seperti intervensi valas dan kenaikan suku bunga BI rate sudah kehilangan efektivitasnya? Mengapa kredibilitas fiskal, pengelolaan APBN, dan risiko pembiayaan program pemerintah kini menjadi sorotan tajam pelaku pasar global?\n\nSimak evaluasi mendalam mengenai pentingnya disiplin fiskal, menjaga independensi bank sentral dari skema burden sharing, serta langkah strategis jangka panjang untuk menguatkan stabilitas rupiah secara berkelanjutan.\n\nApakah strategi Bank Indonesia saat ini sudah tepat atau pemerintah harus segera merombak total kebijakan ekonomi mereka? Tulis opini kritis Anda di kolom komentar!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #kursrupiah  #rupiahmelemah  #bankindonesia  #ekonominasional  #krisisekonomi  #kebijakanfiskal  #apbn  #FiskalMoneter #beritaterkini  #Rupiah18000\n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "_WGo1IQIA08"}}, {"key": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "koranjakarta...", "x": 151.6526731754868, "y": 616.6165600896419, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 30.7189, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "_WGo1IQIA08", "id": "koranjakarta...", "source": "youtube-000001", "content": "Intervensi BI Gagal Total?! Terbongkar Penyebab Rupiah Hancur ke 18.000!\n\nRupiah melemah tembus 18.000 per dollar AS! Mengapa intervensi pasar Bank Indonesia belum mampu menyelamatkan nilai tukar rupiah dan mengatasi akar persoalan ekonomi nasional? \n\nDalam video ini, kita membedah analisis kritis dari pengamat kebijakan publik dan ekonom mengenai penyebab kurs rupiah hari ini hancur ke level Rp18.000. Apakah kebijakan moneter seperti intervensi valas dan kenaikan suku bunga BI rate sudah kehilangan efektivitasnya? Mengapa kredibilitas fiskal, pengelolaan APBN, dan risiko pembiayaan program pemerintah kini menjadi sorotan tajam pelaku pasar global?\n\nSimak evaluasi mendalam mengenai pentingnya disiplin fiskal, menjaga independensi bank sentral dari skema burden sharing, serta langkah strategis jangka panjang untuk menguatkan stabilitas rupiah secara berkelanjutan.\n\nApakah strategi Bank Indonesia saat ini sudah tepat atau pemerintah harus segera merombak total kebijakan ekonomi mereka? Tulis opini kritis Anda di kolom komentar!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #kursrupiah  #rupiahmelemah  #bankindonesia  #ekonominasional  #krisisekonomi  #kebijakanfiskal  #apbn  #FiskalMoneter #beritaterkini  #Rupiah18000\n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "_WGo1IQIA08"}}, {"key": "@yanuarrizky_economy", "attributes": {"label": "@yanuarrizky_economy", "x": 728.6733812300654, "y": 519.8572590064433, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.6048, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Epa7Tb0TqiI", "id": "@yanuarrizky_economy", "source": "youtube-000001", "content": "RI Sakit tapi Ngaku Sehat, Siap-Siap Hadapi Stagflasi! | Analisis YR\n\nRupiah terus tersungkur hingga menuju level Rp18.000 per USD, namun komunikasi pemerintah dinilai masih penuh dengan penangkalan (denial). Di tengah turbulensi ekonomi global, apakah fundamental Indonesia benar-benar sekuat yang diklaim dalam angka statistik?\n\nDalam video yang saya kutip dari channel youtube \n saya membongkar realitas ngeri di balik melemahnya nilai tukar rupiah. Mulai dari kaburnya investor asing yang mulai membuang Surat Berharga Negara (SBN), hingga fenomena domestik \"MAUT\" (Makan Utang) yang menjerat masyarakat bawah lewat ledakan pinjol dan kartu kredit.\n\nSikap Bank Indonesia dan otoritas fiskal yang dinilai lambat bereaksi karena terlalu memaksakan agenda pertumbuhan (pro-growth) di saat dunia sedang mengarah pada jurang stagflasi. \"Pilihannya sederhana: kita mau terus berlari walaupun badan kita sakit, atau kita sembuhkan dulu penyakitnya baru kita berlari?\"\n\nTonton sampai habis untuk memahami navigasi ekonomi rumah tangga Anda di masa sulit ini!\n\n⏳ TIMESTAMP (CHAPTERS)\n00:00 — Teaser: Ancaman Krisis Baru Global Sovereign Bond & Paul Singer\n00:27 — Realitas Suku Bunga Pasar Uang & Kasus Global Bond BNI 7,5%\n00:57 — Pengertian Repricing Valuasi Pasar & Analisis Sense of Crisis Perdana Menteri Singapura\n01:57 — Indikator Krisis Global: Membaca Rasio Harga Emas vs Tembaga (Cooper)\n03:19 — Mengenang Krisis Wall Street 2008 & Dampak Bumerang Suku Bunga Fed Rate\n04:14 — Politik Konsensus Inflasi Rendah di Amerika Serikat & Era Quantitative Easing (QE)\n05:34 — Kebijakan Janet Yellen & Dampak Berantai pada 5 Negara Rentan (Five Fragile Countries)\n06:45 — Pengalaman Krisis Ekonomi 1997-1998 & Kesaksian George Soros Soal Kegagalan Asia\n08:14 — Transisi Kekuasaan Keuangan: Pergeseran Peran Sektor Perbankan ke Hedge Fund Non-Bank\n09:12 — Mengapa Indikator Kemampuan Membayar Utang Jauh Lebih Penting daripada Rasio Utang ke PDB\n09:48 — Jejak Pelemahan Likuiditas Rupiah Berdasarkan Kebijakan Ekspansi The Fed\n10:13 — Masalah Kredit Properti di Cina & Pengaruh Lesunya Ekspor-Impor Terhadap Indonesia\n10:34 — Fenomena Ekonomi \"MANTAP\" (Makan Tabungan) pada Masyarakat yang Dimulai Sejak 2019\n10:55 — Ledakan Kasus Pinjol, Penagihan Debt Collector, & Dampak Serangan ke Penerimaan Pajak (PPH/PPN)\n11:36 — Membandingkan Rasio Rasio Kecukupan Modal (CAR) Perbankan RI Tahun 1997 vs Kondisi Saat Ini\n12:33 — Kontra-Argumen SBN: Peran BI & Bank Umum Sebagai Standing Buyer saat Asing Kabur\n12:58 — Potensi \"Serangan Shock\" Asing Terhadap Surat Utang Pemerintah Indonesia\n14:27 — Pelajaran Sejarah: Independensi Otoritas Dewan Gubernur BI dalam Menghadapi Volatilitas Masa Lalu\n15:43 — Dilema Kebijakan Indonesia Hari Ini: Memilih Sembuh Dahulu atau Terus Dipaksa Berlari (Pro-Growth vs Stability)\n🏷️ \n#Rupiah #KrisisEkonomi #YanuarRizky #AniesBaswedan #UtangNegara #Pinjol #Stagflasi #EkonomiIndonesia2026 #Fiskal #SBN\n=========================================================\nSelamat datang di YouTube Channel Resmi Yanuar Rizky. Saluran ini hadir sebagai ruang jernih untuk membedah realita di balik angka—mulai dari kebijakan ekonomi-politik, dinamika fiskal, hingga reformasi struktural yang berdampak langsung pada kedaulatan bangsa.\n\nMari membaca arah zaman secara mandiri, kritis, dan berdaulat. \n\nDukung terus channel ini dengan cara Like, Share, Komentar, dan Subscribe agar diskusi sehat ini menjangkau lebih banyak anak muda dan masyarakat luas.\n\n---\n#enjoyAja #YanuarRizky #EkonomiPolitik #KebijakanPublik #EdukasiEkonomi\n\nDISCLAIMER: Seluruh konten dalam channel ini ditujukan untuk kepentingan edukasi, analisis kebijakan, informasi makro, dan arsip diskusi publik yang independen.", "post_id": "Epa7Tb0TqiI"}}, {"key": "aniesbaswedan", "attributes": {"label": "aniesbaswedan", "x": 688.5330182897677, "y": 234.5222535838104, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 30.7189, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Epa7Tb0TqiI", "id": "aniesbaswedan", "source": "youtube-000001", "content": "RI Sakit tapi Ngaku Sehat, Siap-Siap Hadapi Stagflasi! | Analisis YR\n\nRupiah terus tersungkur hingga menuju level Rp18.000 per USD, namun komunikasi pemerintah dinilai masih penuh dengan penangkalan (denial). Di tengah turbulensi ekonomi global, apakah fundamental Indonesia benar-benar sekuat yang diklaim dalam angka statistik?\n\nDalam video yang saya kutip dari channel youtube \n saya membongkar realitas ngeri di balik melemahnya nilai tukar rupiah. Mulai dari kaburnya investor asing yang mulai membuang Surat Berharga Negara (SBN), hingga fenomena domestik \"MAUT\" (Makan Utang) yang menjerat masyarakat bawah lewat ledakan pinjol dan kartu kredit.\n\nSikap Bank Indonesia dan otoritas fiskal yang dinilai lambat bereaksi karena terlalu memaksakan agenda pertumbuhan (pro-growth) di saat dunia sedang mengarah pada jurang stagflasi. \"Pilihannya sederhana: kita mau terus berlari walaupun badan kita sakit, atau kita sembuhkan dulu penyakitnya baru kita berlari?\"\n\nTonton sampai habis untuk memahami navigasi ekonomi rumah tangga Anda di masa sulit ini!\n\n⏳ TIMESTAMP (CHAPTERS)\n00:00 — Teaser: Ancaman Krisis Baru Global Sovereign Bond & Paul Singer\n00:27 — Realitas Suku Bunga Pasar Uang & Kasus Global Bond BNI 7,5%\n00:57 — Pengertian Repricing Valuasi Pasar & Analisis Sense of Crisis Perdana Menteri Singapura\n01:57 — Indikator Krisis Global: Membaca Rasio Harga Emas vs Tembaga (Cooper)\n03:19 — Mengenang Krisis Wall Street 2008 & Dampak Bumerang Suku Bunga Fed Rate\n04:14 — Politik Konsensus Inflasi Rendah di Amerika Serikat & Era Quantitative Easing (QE)\n05:34 — Kebijakan Janet Yellen & Dampak Berantai pada 5 Negara Rentan (Five Fragile Countries)\n06:45 — Pengalaman Krisis Ekonomi 1997-1998 & Kesaksian George Soros Soal Kegagalan Asia\n08:14 — Transisi Kekuasaan Keuangan: Pergeseran Peran Sektor Perbankan ke Hedge Fund Non-Bank\n09:12 — Mengapa Indikator Kemampuan Membayar Utang Jauh Lebih Penting daripada Rasio Utang ke PDB\n09:48 — Jejak Pelemahan Likuiditas Rupiah Berdasarkan Kebijakan Ekspansi The Fed\n10:13 — Masalah Kredit Properti di Cina & Pengaruh Lesunya Ekspor-Impor Terhadap Indonesia\n10:34 — Fenomena Ekonomi \"MANTAP\" (Makan Tabungan) pada Masyarakat yang Dimulai Sejak 2019\n10:55 — Ledakan Kasus Pinjol, Penagihan Debt Collector, & Dampak Serangan ke Penerimaan Pajak (PPH/PPN)\n11:36 — Membandingkan Rasio Rasio Kecukupan Modal (CAR) Perbankan RI Tahun 1997 vs Kondisi Saat Ini\n12:33 — Kontra-Argumen SBN: Peran BI & Bank Umum Sebagai Standing Buyer saat Asing Kabur\n12:58 — Potensi \"Serangan Shock\" Asing Terhadap Surat Utang Pemerintah Indonesia\n14:27 — Pelajaran Sejarah: Independensi Otoritas Dewan Gubernur BI dalam Menghadapi Volatilitas Masa Lalu\n15:43 — Dilema Kebijakan Indonesia Hari Ini: Memilih Sembuh Dahulu atau Terus Dipaksa Berlari (Pro-Growth vs Stability)\n🏷️ \n#Rupiah #KrisisEkonomi #YanuarRizky #AniesBaswedan #UtangNegara #Pinjol #Stagflasi #EkonomiIndonesia2026 #Fiskal #SBN\n=========================================================\nSelamat datang di YouTube Channel Resmi Yanuar Rizky. Saluran ini hadir sebagai ruang jernih untuk membedah realita di balik angka—mulai dari kebijakan ekonomi-politik, dinamika fiskal, hingga reformasi struktural yang berdampak langsung pada kedaulatan bangsa.\n\nMari membaca arah zaman secara mandiri, kritis, dan berdaulat. \n\nDukung terus channel ini dengan cara Like, Share, Komentar, dan Subscribe agar diskusi sehat ini menjangkau lebih banyak anak muda dan masyarakat luas.\n\n---\n#enjoyAja #YanuarRizky #EkonomiPolitik #KebijakanPublik #EdukasiEkonomi\n\nDISCLAIMER: Seluruh konten dalam channel ini ditujukan untuk kepentingan edukasi, analisis kebijakan, informasi makro, dan arsip diskusi publik yang independen.", "post_id": "Epa7Tb0TqiI"}}], "edges": [{"key": "hengkyPudyo", "source": "hengkyPudyo", "target": "tempodotco", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "hengkyPudyo", "source": "hengkyPudyo", "target": "tempodotco", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "TxtRabbitHole", "source": "TxtRabbitHole", "target": "lakubawana", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "sakeenaco", "source": "sakeenaco", "target": "Strategi_Bisnis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "RageBaiterrv", "source": "RageBaiterrv", "target": "AvelinoGuido28", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "RidhaIntifadha", "source": "RidhaIntifadha", "target": "doktermarket", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "snell_ius_sil3", "source": "snell_ius_sil3", "target": "zhil_arf", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bangsaonline", "source": "bangsaonline", "target": "bangsaonline", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "joeliardisunendar", "source": "joeliardisunendar", "target": "jsportfolio", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mediaindonesia", "source": "mediaindonesia", "target": "purbayayudhi.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "sahambbk", "source": "sahambbk", "target": "sahambbk", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "iki.surabaya", "source": "iki.surabaya", "target": "iki.surabaya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "iki.surabaya", "source": "iki.surabaya", "target": "iki.surabaya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bangsaonline", "source": "bangsaonline", "target": "bangsaonline", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@1M.Pertama", "source": "@1M.Pertama", "target": "1M.Pertama", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@1M.Pertama", "source": "@1M.Pertama", "target": "1M.Pertama", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@yanuarrizky_economy", "source": "@yanuarrizky_economy", "target": "aniesbaswedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}