{"nodes": [{"key": "WOLF_of_IHSG", "attributes": {"label": "WOLF_of_IHSG", "x": 706.7838291808665, "y": 28.75218194151852, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 28.5074, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2062386001067364503", "id": "WOLF_of_IHSG", "source": "tweet-000004", "content": "Kebijakan ekspor satu pintu pun tadinya kan masih wacana;\ntapi kini sedikit lagi udah mulai bisa diberlakukan..\n\ndemi optimalisasi penerimaan negara, \nmenjaga Devisa Hasil Ekspor (DHE) agar tetap berada di dalam sistem perbankan nasional, s\nerta mencegah praktik kecurangan", "post_id": "2062386001067364503"}}, {"key": "nickvanio", "attributes": {"label": "nickvanio", "x": 15.08633383041802, "y": 595.2588110088235, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 52.7387, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2062386001067364503", "id": "nickvanio", "source": "tweet-000004", "content": "Kebijakan ekspor satu pintu pun tadinya kan masih wacana;\ntapi kini sedikit lagi udah mulai bisa diberlakukan..\n\ndemi optimalisasi penerimaan negara, \nmenjaga Devisa Hasil Ekspor (DHE) agar tetap berada di dalam sistem perbankan nasional, s\nerta mencegah praktik kecurangan", "post_id": "2062386001067364503"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 862.2101575993925, "y": 941.5534162305032, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 39.7778, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 3, "out_degree": 3, "degree": 6}, "_id": "3910685379200867372_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "Pemerintah menawarkan insentif pajak hingga 0% bagi eksportir yang menempatkan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) di dalam negeri sesuai ketentuan. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan pasokan devisa dan mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. \n\nMenurut Ketua Dewan Komisioner OJK sekaligus Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, imbal hasil dari instrumen yang berasal dari penempatan DHE SDA dapat dikenakan PPh 0%, jauh lebih rendah dibanding instrumen investasi reguler yang dikenakan pajak hingga 20%. 📉\n\nEksportir nonmigas diwajibkan menempatkan 100% DHE SDA di perbankan domestik selama minimal 12 bulan, sementara sektor migas wajib menempatkan minimal 30% selama tiga bulan. Pemerintah berharap kombinasi kewajiban dan insentif ini dapat meningkatkan kepatuhan eksportir serta memperkuat likuiditas devisa dalam negeri. 📊\n\nSumber: IDN Financials, 1 Juni 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#DHE #DHESDA #Rupiah #Ekspor #Pajak #OJK #Kemenkeu #Investasi #PasarModal #IHSG #SahamIndonesia #mancingsaham", "post_id": "3910685379200867372_52512310886"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 118.51212792230592, "y": 165.734225278527, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 351.5898, "eigenvector": 618.0335, "in_degree": 2, "out_degree": 1, "degree": 3}, "_id": "3909723723012517698_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Pemberlakuan regulasi anyar terkait Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) yang resmi berjalan mulai hari ini, Senin (1/6/2026), diproyeksikan menjadi angin segar bagi industri perbankan nasional. \n\nKebijakan penempatan dana di dalam negeri ini diyakini akan menjadi katalis positif, terutama bagi bank-bank yang bernaung di bawah Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai implementasi aturan ini akan mendongkrak likuiditas perbankan domestik secara masif. Mengalirnya tambahan devisa dari para eksportir ke dalam rekening khusus di bank nasional, khususnya yang berbasis valuta asing (valas), secara otomatis bakal mempertebal posisi kas serta memperkuat kapasitas intermediasi lembaga keuangan pelat merah.\n\n\"Dia akan punya dolar banyak, punya cash banyak. Kalau di financial market kadang-kadang ada istilah cash is king,\" ujar Purbaya dalam Konferensi Pers di Gedung Danantara, Minggu (31/5/2026).\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/economics/aturan-baru-dhe-sda-berlaku-likuiditas-valas-bank-himbara-bakal-banjir-dana-ekspor\n\nAtau klik link di Bio \n\nFoto: Istimewa\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #dhe #sda #likuiditas #ekspor", "post_id": "3909723723012517698_3310659452"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 676.5415394357576, "y": 190.22804160378226, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 190.0486, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3910429058757308935_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut aturan baru penempatan 100% DHE SDA di dalam negeri akan menambah likuiditas dolar di tiga bank Himbara, yakni Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, dan Bank Negara Indonesia.\n\nPurbaya juga menilai bertambahnya pasokan dolar dari DHE SDA dapat memperkuat rupiah, menjaga stabilitas pasar keuangan, serta mendorong likuiditas sektor perbankan dan ekonomi domestik.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#purbaya #bank #dolar #bloombergtechnoz", "post_id": "3910429058757308935_51748745734"}}, {"key": "riwayat_clipper", "attributes": {"label": "riwayat_clipper", "x": 1.9720173010683295, "y": 942.1562028672811, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 28.5074, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7649591667590204680", "id": "riwayat_clipper", "source": "tiktok-000001", "content": "Wakil Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis kebijakan kewajiban penempatan 100% Devisa Hasil Ekspor (DHE SDA) di dalam negeri melalui PP No. 21 Tahun 2026 akan mendukung penguatan rupiah mulai akhir Juni 2026. Meski demikian, efektivitas kebijakan ini masih perlu dibuktikan melalui realisasi arus DHE dan implementasi di lapangan. Jika berjalan optimal, peningkatan likuiditas dolar domestik berpotensi menguntungkan sektor perbankan, khususnya bank Himbara. Sebaliknya, sejumlah emiten berbasis SDA dapat menghadapi tekanan likuiditas jangka pendek. Investor disarankan mencermati realisasi DHE SDA, langkah stabilisasi Bank Indonesia, serta arah kebijakan global sebagai faktor utama yang memengaruhi pergerakan pasar dan nilai tukar rupiah. sumber info👇   #kontencomxsuli #kontencom", "post_id": "7649591667590204680"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 198.05374744447556, "y": 558.0313113939202, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 52.7387, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7649591667590204680", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "Wakil Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis kebijakan kewajiban penempatan 100% Devisa Hasil Ekspor (DHE SDA) di dalam negeri melalui PP No. 21 Tahun 2026 akan mendukung penguatan rupiah mulai akhir Juni 2026. Meski demikian, efektivitas kebijakan ini masih perlu dibuktikan melalui realisasi arus DHE dan implementasi di lapangan. Jika berjalan optimal, peningkatan likuiditas dolar domestik berpotensi menguntungkan sektor perbankan, khususnya bank Himbara. Sebaliknya, sejumlah emiten berbasis SDA dapat menghadapi tekanan likuiditas jangka pendek. Investor disarankan mencermati realisasi DHE SDA, langkah stabilisasi Bank Indonesia, serta arah kebijakan global sebagai faktor utama yang memengaruhi pergerakan pasar dan nilai tukar rupiah. sumber info👇   #kontencomxsuli #kontencom", "post_id": "7649591667590204680"}}, {"key": "IDXChannelcom", "attributes": {"label": "IDXChannelcom", "x": 59.57908720825256, "y": 896.6559275756537, "size": 10.42, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 28.5074, "eigenvector": 381.9657, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1481370480453435", "id": "IDXChannelcom", "source": "facebook-000001", "content": "Pemberlakuan regulasi anyar terkait Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) yang resmi berjalan mulai hari ini, Senin (1/6/2026), diproyeksikan menjadi angin segar bagi industri perbankan nasional. \n\nKebijakan penempatan dana di dalam negeri ini diyakini akan menjadi katalis positif, terutama bagi bank-bank yang bernaung di bawah Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai implementasi aturan ini akan mendongkrak likuiditas perbankan domestik secara masif. Mengalirnya tambahan devisa dari para eksportir ke dalam rekening khusus di bank nasional, khususnya yang berbasis valuta asing (valas), secara otomatis bakal mempertebal posisi kas serta memperkuat kapasitas intermediasi lembaga keuangan pelat merah.\n\n\"Dia akan punya dolar banyak, punya cash banyak. Kalau di financial market kadang-kadang ada istilah cash is king,\" ujar Purbaya dalam Konferensi Pers di Gedung Danantara, Minggu (31/5/2026).\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/economics/aturan-baru-dhe-sda-berlaku-likuiditas-valas-bank-himbara-bakal-banjir-dana-ekspor\n\nAtau klik link di Bio \n\nFoto: Istimewa\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #dhe #sda #likuiditas #ekspor", "post_id": "432781620563594_1481370480453435"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 879.2016082852697, "y": 714.4486519750817, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.5074, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "st3W5vQcnwE", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Presiden Prabowo Kumpulkan Pimpinan Himbara Bahas Ekonomi Nasional I LAPORAN 8 MALAM\n\nGarudaTV - Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan strategis dan teguran konstruktif kepada seluruh jajaran Komisaris dan Direksi Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) di Istana Kepresidenan, Jakarta. Dalam rapat terbatas tersebut, Kepala Negara menekankan bahwa bank-bank pelat merah harus kembali ke khitah sebagai agen pembangunan nasional. \n\nMenteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menyampaikan pesan Presiden agar perbankan BUMN tidak hanya berorientasi memburu laba bersih semata, melainkan wajib memberikan dampak sosial nyata, berkeadilan, serta memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.\n\nSelain itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan adanya pembahasan regulasi krusial terkait rencana ekspor satu pintu dan penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) wajib melalui jaringan perbankan Himbara demi memperkuat ketahanan likuiditas dalam negeri dan menopang sektor pangan serta hilirisasi.\n\nSimak laporan lengkap jalannya rapat terbatas, poin-poin instruksi kepresidenan, serta pernyataan resmi Menko Airlangga Hartarto dan Menteri Rosan Roeslani dalam tayangan ini!\n\nBagaimana pendapat Anda mengenai ketegasan Presiden Prabowo yang meminta Bank BUMN tidak hanya fokus mengejar profit? Tulis opini Anda di kolom komentar! \n\n#RatasIstana #PrabowoSubianto #BankBUMN #Himbara #GarudaTV #Laporan8\n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "st3W5vQcnwE"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 929.3259715360047, "y": 504.717293489682, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 36.5845, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "st3W5vQcnwE", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Presiden Prabowo Kumpulkan Pimpinan Himbara Bahas Ekonomi Nasional I LAPORAN 8 MALAM\n\nGarudaTV - Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan strategis dan teguran konstruktif kepada seluruh jajaran Komisaris dan Direksi Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) di Istana Kepresidenan, Jakarta. Dalam rapat terbatas tersebut, Kepala Negara menekankan bahwa bank-bank pelat merah harus kembali ke khitah sebagai agen pembangunan nasional. \n\nMenteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menyampaikan pesan Presiden agar perbankan BUMN tidak hanya berorientasi memburu laba bersih semata, melainkan wajib memberikan dampak sosial nyata, berkeadilan, serta memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.\n\nSelain itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan adanya pembahasan regulasi krusial terkait rencana ekspor satu pintu dan penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) wajib melalui jaringan perbankan Himbara demi memperkuat ketahanan likuiditas dalam negeri dan menopang sektor pangan serta hilirisasi.\n\nSimak laporan lengkap jalannya rapat terbatas, poin-poin instruksi kepresidenan, serta pernyataan resmi Menko Airlangga Hartarto dan Menteri Rosan Roeslani dalam tayangan ini!\n\nBagaimana pendapat Anda mengenai ketegasan Presiden Prabowo yang meminta Bank BUMN tidak hanya fokus mengejar profit? Tulis opini Anda di kolom komentar! \n\n#RatasIstana #PrabowoSubianto #BankBUMN #Himbara #GarudaTV #Laporan8\n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "st3W5vQcnwE"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 624.846607790649, "y": 968.7136072898375, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.5074, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "8sMgnmVne-Q", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Respons Rupiah Tembus Rp17 800 per Dolar: Tak Masuk Akal, Fundamental Ekonomi Kita Bagus\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Nilai tukar rupiah makin jatuh hingga ke level Rp17.800 per dolar AS.\n\nMeski rupiah terus mengalami tekanan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis ke depan rupiah bakal tetap terkendali.\n\nSaat ditanyai hasil simulasi \"stress test\" Kementerian Keuangan untuk pelemahan rupiah, Purbaya tekankan Kemenkeu sudah berhitung dengan matang. Termasuk dengan mempertimbangkan harga minyak dunia yang terus melonjak.\n\nPurbaya menambahkan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya agar gejolak rupiah tetap terkendali. Salah satunya melalui intervensi di pasar obligasi.\n\nMenanggapi rupiah yang terus melemah terhadap dolar Amerika, Purbaya bilang hal itu tidak masuk akal karena fundamental ekonomi Indonesia bagus.\n\nUntuk menahan agar rupiah tidak semakin ambruk, pemerintah mengeluarkan aturan tegas per satu Juni mendatang.\n\nMelalui PP Nomor 2 dan 21 Tahun 2026, eksportir sektor sumber daya alam dan nonmigas wajib memarkirkan 100 persen devisa hasil ekspor atau DHE di perbankan dalam negeri. Dolar tersebut wajib dikunci selama 12 bulan.\n\nSehingga, jika dolar di dalam negeri melimpah, maka harga dolar akan turun dan rupiah bisa lebih kuat.\n\nTak hanya dari sisi fiskal, dari sisi moneter, Bank Indonesia juga ikut menyalakan alarm dengan menaikkan suku bunga acuan BI Rate menjadi 5,25 persen.\n\nTujuannya agar para investor asing mau tetap menyimpan uangnya di Indonesia, sekaligus membentengi rupiah dari dampak konflik di Timur Tengah. BI memprediksi rupiah akan kembali menguat pada Juli dan Agustus.\n\nMenanggapi kebijakan pemerintah untuk memperkuat rupiah, ekonom menilai hal itu harus dimulai dari membereskan persoalan dasar, yakni jumlah orang miskin yang semakin bertambah.\n\n#menkeupurbaya #rupiah #dolar\n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "8sMgnmVne-Q"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 361.28184215208415, "y": 998.4561613255037, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 52.7387, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "8sMgnmVne-Q", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Respons Rupiah Tembus Rp17 800 per Dolar: Tak Masuk Akal, Fundamental Ekonomi Kita Bagus\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Nilai tukar rupiah makin jatuh hingga ke level Rp17.800 per dolar AS.\n\nMeski rupiah terus mengalami tekanan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis ke depan rupiah bakal tetap terkendali.\n\nSaat ditanyai hasil simulasi \"stress test\" Kementerian Keuangan untuk pelemahan rupiah, Purbaya tekankan Kemenkeu sudah berhitung dengan matang. Termasuk dengan mempertimbangkan harga minyak dunia yang terus melonjak.\n\nPurbaya menambahkan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya agar gejolak rupiah tetap terkendali. Salah satunya melalui intervensi di pasar obligasi.\n\nMenanggapi rupiah yang terus melemah terhadap dolar Amerika, Purbaya bilang hal itu tidak masuk akal karena fundamental ekonomi Indonesia bagus.\n\nUntuk menahan agar rupiah tidak semakin ambruk, pemerintah mengeluarkan aturan tegas per satu Juni mendatang.\n\nMelalui PP Nomor 2 dan 21 Tahun 2026, eksportir sektor sumber daya alam dan nonmigas wajib memarkirkan 100 persen devisa hasil ekspor atau DHE di perbankan dalam negeri. Dolar tersebut wajib dikunci selama 12 bulan.\n\nSehingga, jika dolar di dalam negeri melimpah, maka harga dolar akan turun dan rupiah bisa lebih kuat.\n\nTak hanya dari sisi fiskal, dari sisi moneter, Bank Indonesia juga ikut menyalakan alarm dengan menaikkan suku bunga acuan BI Rate menjadi 5,25 persen.\n\nTujuannya agar para investor asing mau tetap menyimpan uangnya di Indonesia, sekaligus membentengi rupiah dari dampak konflik di Timur Tengah. BI memprediksi rupiah akan kembali menguat pada Juli dan Agustus.\n\nMenanggapi kebijakan pemerintah untuk memperkuat rupiah, ekonom menilai hal itu harus dimulai dari membereskan persoalan dasar, yakni jumlah orang miskin yang semakin bertambah.\n\n#menkeupurbaya #rupiah #dolar\n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "8sMgnmVne-Q"}}, {"key": "@yanuarrizky_economy", "attributes": {"label": "@yanuarrizky_economy", "x": 61.686154166127, "y": 901.7849271908333, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.5074, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "-sNuCv7WFAU", "id": "@yanuarrizky_economy", "source": "youtube-000001", "content": "Adu Stamina: Pemerintah VS Hedge Fund Global, Siapa yang Bertahan?? | Analisis YR\n\nNilai tukar rupiah dan surat utang negara terus menjadi arena adu stamina yang sengit antara kebijakan pemerintah domestik dan pergerakan dana dari hedge fund global atau yang sering disebut sebagai \"bandar\" pasar keuangan. Mengapa langkah-langkah yang diambil belum mampu membawa rupiah menguat secara signifikan? Di video ini, Saya bersama Mas  membahas  realita di balik dinamika pasar domestik, pergeseran minat investor ke valas, serta dampaknya bagi perekonomian masyarakat biasa. Yuk, simak analisis mendalamnya!\n\nTimestamp Video:\n[00:00] Teaser & Logika Pembentukan Harga Pasar (Konsep Bandar Keuangan)\n[01:02] Kilas Balik Kebijakan Surat Utang Domestik dari Era Jokowi\n[01:36] Porsi SBN di Tangan Asing dan Pengaruh US Treasury Yield\n[02:44] Mengapa Investor Asing Tidak Tertarik dengan Bunga Tetap?\n[04:31] Perbedaan Investor Institusi VS Investor Individu di Pasar\n[05:12] Mengapa Hedge Fund Global Disebut sebagai Bandar?\n[06:40] Aliran Dana dan Pengaruh Pemikiran Kebijakan Fiskal\n[08:09] Dilema Fiskal Negara dan Ketergantungan terhadap Asing\n[09:11] Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Masyarakat Domestik\n[10:17] Fenomena Migrasi Dana Domestik ke Tabungan Valas\n[11:08] Isu Global Bond dan Ekspektasi Nilai Tukar Rupiah\n[12:25] Koreksi Pasar Global (DXY) dan Perbandingannya dengan Mata Uang ASEAN\n[13:37] Benarkah Pelemahan Rupiah Murni karena Faktor Geopolitik?\n[15:02] Realita Hasil Lelang Utang Pemerintah yang Berada di Bawah Target\n[16:54] Perbandingan Yield Global Pemerintah Indonesia dengan US Treasury\n[18:23] Kondisi Perbankan Nasional dan Fenomena Perang Suku Bunga Valas\n[21:09] Kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) per 1 Juni dan Dampak Nyatanya\n[22:07] Kesimpulan Analisis: Ancaman Krisis Kepercayaan Keuangan Domestik\n\n\n#YanuarRizky #AnalisisEkonomi #Rupiah #HedgeFund #KebijakanFiskal #EkonomiIndonesia #PasarKeuangan #Valas\n\n\nSelamat datang di YouTube Channel Resmi Yanuar Rizky. Saluran ini hadir sebagai ruang jernih untuk membedah realita di balik angka—mulai dari kebijakan ekonomi-politik, dinamika fiskal, hingga reformasi struktural yang berdampak langsung pada kedaulatan bangsa.\n\nMari membaca arah zaman secara mandiri, kritis, dan berdaulat. \n\nDukung terus channel ini dengan cara Like, Share, Komentar, dan Subscribe agar diskusi sehat ini menjangkau lebih banyak anak muda dan masyarakat luas. \n\n🔴 Hubungi Kami & Kolaborasi:\n      +62813-8997-9760\n      visiintegritasmedia\n\n\n#enjoyAja #YanuarRizky #EkonomiPolitik #KebijakanPublik #EdukasiEkonomi\n\nDISCLAIMER: Seluruh konten dalam channel ini ditujukan untuk kepentingan edukasi, analisis kebijakan, informasi makro, dan arsip diskusi publik yang independen.", "post_id": "-sNuCv7WFAU"}}, {"key": "Awalilrisky", "attributes": {"label": "Awalilrisky", "x": 658.118142572281, "y": 481.9775358480788, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 52.7387, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "-sNuCv7WFAU", "id": "Awalilrisky", "source": "youtube-000001", "content": "Adu Stamina: Pemerintah VS Hedge Fund Global, Siapa yang Bertahan?? | Analisis YR\n\nNilai tukar rupiah dan surat utang negara terus menjadi arena adu stamina yang sengit antara kebijakan pemerintah domestik dan pergerakan dana dari hedge fund global atau yang sering disebut sebagai \"bandar\" pasar keuangan. Mengapa langkah-langkah yang diambil belum mampu membawa rupiah menguat secara signifikan? Di video ini, Saya bersama Mas  membahas  realita di balik dinamika pasar domestik, pergeseran minat investor ke valas, serta dampaknya bagi perekonomian masyarakat biasa. Yuk, simak analisis mendalamnya!\n\nTimestamp Video:\n[00:00] Teaser & Logika Pembentukan Harga Pasar (Konsep Bandar Keuangan)\n[01:02] Kilas Balik Kebijakan Surat Utang Domestik dari Era Jokowi\n[01:36] Porsi SBN di Tangan Asing dan Pengaruh US Treasury Yield\n[02:44] Mengapa Investor Asing Tidak Tertarik dengan Bunga Tetap?\n[04:31] Perbedaan Investor Institusi VS Investor Individu di Pasar\n[05:12] Mengapa Hedge Fund Global Disebut sebagai Bandar?\n[06:40] Aliran Dana dan Pengaruh Pemikiran Kebijakan Fiskal\n[08:09] Dilema Fiskal Negara dan Ketergantungan terhadap Asing\n[09:11] Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Masyarakat Domestik\n[10:17] Fenomena Migrasi Dana Domestik ke Tabungan Valas\n[11:08] Isu Global Bond dan Ekspektasi Nilai Tukar Rupiah\n[12:25] Koreksi Pasar Global (DXY) dan Perbandingannya dengan Mata Uang ASEAN\n[13:37] Benarkah Pelemahan Rupiah Murni karena Faktor Geopolitik?\n[15:02] Realita Hasil Lelang Utang Pemerintah yang Berada di Bawah Target\n[16:54] Perbandingan Yield Global Pemerintah Indonesia dengan US Treasury\n[18:23] Kondisi Perbankan Nasional dan Fenomena Perang Suku Bunga Valas\n[21:09] Kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) per 1 Juni dan Dampak Nyatanya\n[22:07] Kesimpulan Analisis: Ancaman Krisis Kepercayaan Keuangan Domestik\n\n\n#YanuarRizky #AnalisisEkonomi #Rupiah #HedgeFund #KebijakanFiskal #EkonomiIndonesia #PasarKeuangan #Valas\n\n\nSelamat datang di YouTube Channel Resmi Yanuar Rizky. Saluran ini hadir sebagai ruang jernih untuk membedah realita di balik angka—mulai dari kebijakan ekonomi-politik, dinamika fiskal, hingga reformasi struktural yang berdampak langsung pada kedaulatan bangsa.\n\nMari membaca arah zaman secara mandiri, kritis, dan berdaulat. \n\nDukung terus channel ini dengan cara Like, Share, Komentar, dan Subscribe agar diskusi sehat ini menjangkau lebih banyak anak muda dan masyarakat luas. \n\n🔴 Hubungi Kami & Kolaborasi:\n      +62813-8997-9760\n      visiintegritasmedia\n\n\n#enjoyAja #YanuarRizky #EkonomiPolitik #KebijakanPublik #EdukasiEkonomi\n\nDISCLAIMER: Seluruh konten dalam channel ini ditujukan untuk kepentingan edukasi, analisis kebijakan, informasi makro, dan arsip diskusi publik yang independen.", "post_id": "-sNuCv7WFAU"}}], "edges": [{"key": "WOLF_of_IHSG", "source": "WOLF_of_IHSG", "target": "nickvanio", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "riwayat_clipper", "source": "riwayat_clipper", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@yanuarrizky_economy", "source": "@yanuarrizky_economy", "target": "Awalilrisky", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}