{"nodes": [{"key": "therealndil", "attributes": {"label": "therealndil", "x": 166.164541724675, "y": 681.1534163066669, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6061, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2066860632159482259", "id": "therealndil", "source": "tweet-000004", "content": "Jangan kabur dari debat suku bunga, suku bunga tinggi artinya bunga kredit di bank komersil makin tinggi, iyu akhirnya menghambat pertumbuhan kredit, dgn pertumbuhan kredit yg menurun akan mengakibatkan melambatnya roda ekonomi dan menurunnya tingkat konsumsi dan investasi", "post_id": "2066860632159482259"}}, {"key": "djoniecash2", "attributes": {"label": "djoniecash2", "x": 643.4131774687597, "y": 775.0992221879316, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.8387, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2066860632159482259", "id": "djoniecash2", "source": "tweet-000004", "content": "Jangan kabur dari debat suku bunga, suku bunga tinggi artinya bunga kredit di bank komersil makin tinggi, iyu akhirnya menghambat pertumbuhan kredit, dgn pertumbuhan kredit yg menurun akan mengakibatkan melambatnya roda ekonomi dan menurunnya tingkat konsumsi dan investasi", "post_id": "2066860632159482259"}}, {"key": "AgusDulhadi", "attributes": {"label": "AgusDulhadi", "x": 555.7681380419634, "y": 702.7899887185283, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.8387, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2066860632159482259", "id": "AgusDulhadi", "source": "tweet-000004", "content": "Jangan kabur dari debat suku bunga, suku bunga tinggi artinya bunga kredit di bank komersil makin tinggi, iyu akhirnya menghambat pertumbuhan kredit, dgn pertumbuhan kredit yg menurun akan mengakibatkan melambatnya roda ekonomi dan menurunnya tingkat konsumsi dan investasi", "post_id": "2066860632159482259"}}, {"key": "Nugrohoisme", "attributes": {"label": "Nugrohoisme", "x": 739.9824000129432, "y": 563.6090834293553, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6061, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068220786645561841", "id": "Nugrohoisme", "source": "tweet-000004", "content": "Krisis tahun 98 jg gitu. Suku bunga smp 70%, in paralel perbaikan sektor perbankan. Ga bs kurs dibiarkan liar.", "post_id": "2068220786645561841"}}, {"key": "ferrykoto", "attributes": {"label": "ferrykoto", "x": 93.92855538773792, "y": 915.463016062914, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.0713, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068220786645561841", "id": "ferrykoto", "source": "tweet-000004", "content": "Krisis tahun 98 jg gitu. Suku bunga smp 70%, in paralel perbaikan sektor perbankan. Ga bs kurs dibiarkan liar.", "post_id": "2068220786645561841"}}, {"key": "keuangan_", "attributes": {"label": "keuangan_", "x": 35.07251242724596, "y": 531.3029169450085, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6061, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2068312986612334632", "id": "keuangan_", "source": "tweet-000004", "content": "Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, M Rizal Taufikurahman, mengungkapkan sejumlah dampak yang akan dirasakan sektor perbankan maupun masyarakat setelah BI kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 5,75%.\n\nhttps://t.co/onKa8GVC1l", "post_id": "2068312986612334632"}}, {"key": "AidilAKBAR", "attributes": {"label": "AidilAKBAR", "x": 529.0184338742084, "y": 481.10664449916976, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.0713, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2068312986612334632", "id": "AidilAKBAR", "source": "tweet-000004", "content": "Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, M Rizal Taufikurahman, mengungkapkan sejumlah dampak yang akan dirasakan sektor perbankan maupun masyarakat setelah BI kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 5,75%.\n\nhttps://t.co/onKa8GVC1l", "post_id": "2068312986612334632"}}, {"key": "ConservingWLife", "attributes": {"label": "ConservingWLife", "x": 523.5702144055692, "y": 837.6495413478146, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6061, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069279895465910572", "id": "ConservingWLife", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah makin loyo, impoten. Saham bank Himbara turun terus akibat netsell asing, investor takut krn kebijakan asalan, asal buat, asal jadi, asal bapak senang. PLN pingsan, UKMN terjepit pajak, semua dipajaki. Masih bilang Indonesia baik2 saja ??", "post_id": "2069279895465910572"}}, {"key": "99propaganda", "attributes": {"label": "99propaganda", "x": 967.9540944280285, "y": 665.8310396458451, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.0713, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069279895465910572", "id": "99propaganda", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah makin loyo, impoten. Saham bank Himbara turun terus akibat netsell asing, investor takut krn kebijakan asalan, asal buat, asal jadi, asal bapak senang. PLN pingsan, UKMN terjepit pajak, semua dipajaki. Masih bilang Indonesia baik2 saja ??", "post_id": "2069279895465910572"}}, {"key": "monookrom", "attributes": {"label": "monookrom", "x": 863.4880979657005, "y": 168.68465294957414, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6061, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2062563652717482049", "id": "monookrom", "source": "tweet-000004", "content": "Beli saham bank indo sekarang ngeri krismon lagi om, bank bakal krisis liquiditas dan bisa collapse 😂. Suku bunga dah tinggi tapi orang orang lebih milih nabung USD", "post_id": "2062563652717482049"}}, {"key": "ArmaZulfikar", "attributes": {"label": "ArmaZulfikar", "x": 959.3429271322259, "y": 925.4024245242553, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.7612, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2062563652717482049", "id": "ArmaZulfikar", "source": "tweet-000004", "content": "Beli saham bank indo sekarang ngeri krismon lagi om, bank bakal krisis liquiditas dan bisa collapse 😂. Suku bunga dah tinggi tapi orang orang lebih milih nabung USD", "post_id": "2062563652717482049"}}, {"key": "mcrcheen", "attributes": {"label": "mcrcheen", "x": 57.47018380561719, "y": 984.5558478784648, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.7612, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2062563652717482049", "id": "mcrcheen", "source": "tweet-000004", "content": "Beli saham bank indo sekarang ngeri krismon lagi om, bank bakal krisis liquiditas dan bisa collapse 😂. Suku bunga dah tinggi tapi orang orang lebih milih nabung USD", "post_id": "2062563652717482049"}}, {"key": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "LambeSahamjja", "x": 555.096117238798, "y": 534.4572076278209, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.7612, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2062563652717482049", "id": "LambeSahamjja", "source": "tweet-000004", "content": "Beli saham bank indo sekarang ngeri krismon lagi om, bank bakal krisis liquiditas dan bisa collapse 😂. Suku bunga dah tinggi tapi orang orang lebih milih nabung USD", "post_id": "2062563652717482049"}}, {"key": "MYasfika", "attributes": {"label": "MYasfika", "x": 396.2793540532389, "y": 768.3419790212416, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6061, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2059518892700209440", "id": "MYasfika", "source": "tweet-000004", "content": "coba bilang kaya gini ke saham bank digital, saham farmasi, bukan tiap -10% itu cut, tapi ada yg salah jika price action melemah berlebihan, klo emang thesismu bener harusnya minimal harga malah naik, bukannya malah -50% modal.", "post_id": "2059518892700209440"}}, {"key": "izzhokein", "attributes": {"label": "izzhokein", "x": 734.6517770083871, "y": 459.9519691763362, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.0713, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2059518892700209440", "id": "izzhokein", "source": "tweet-000004", "content": "coba bilang kaya gini ke saham bank digital, saham farmasi, bukan tiap -10% itu cut, tapi ada yg salah jika price action melemah berlebihan, klo emang thesismu bener harusnya minimal harga malah naik, bukannya malah -50% modal.", "post_id": "2059518892700209440"}}, {"key": "haduh68", "attributes": {"label": "haduh68", "x": 566.0438299467958, "y": 755.7229299671162, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6061, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2061374971092574310", "id": "haduh68", "source": "tweet-000004", "content": "19 juta kalo emang dinginnn, maka\n1. Emas antam 3 gr 1 biji = 8.3\n2. Taruh reksadana yang obligasi uang darurat = 5\n3. Saham bank bmri mumpung turun = 5.7 (sambil belajar saham)", "post_id": "2061374971092574310"}}, {"key": "tanyakanrl", "attributes": {"label": "tanyakanrl", "x": 926.4731301591361, "y": 25.94204065228034, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.0713, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2061374971092574310", "id": "tanyakanrl", "source": "tweet-000004", "content": "19 juta kalo emang dinginnn, maka\n1. Emas antam 3 gr 1 biji = 8.3\n2. Taruh reksadana yang obligasi uang darurat = 5\n3. Saham bank bmri mumpung turun = 5.7 (sambil belajar saham)", "post_id": "2061374971092574310"}}, {"key": "jerichoatmaja", "attributes": {"label": "jerichoatmaja", "x": 330.9442766197166, "y": 879.3082720021622, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.6061, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2062475642764181814", "id": "jerichoatmaja", "source": "tweet-000004", "content": "Aku ajarin cara bacanya ya\nContoh yg rugi 50%\nKita beli saham bank BRI 10 juta di harga 6000\nAnggap skrg saham BRI harganya 3000 turun 50% dari harga beli kita, berarti nilai investasinya tinggal 5 juta.\n......", "post_id": "2062475642764181814"}}, {"key": "statistikon", "attributes": {"label": "statistikon", "x": 938.5340167033763, "y": 215.553982570315, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.8387, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2062475642764181814", "id": "statistikon", "source": "tweet-000004", "content": "Aku ajarin cara bacanya ya\nContoh yg rugi 50%\nKita beli saham bank BRI 10 juta di harga 6000\nAnggap skrg saham BRI harganya 3000 turun 50% dari harga beli kita, berarti nilai investasinya tinggal 5 juta.\n......", "post_id": "2062475642764181814"}}, {"key": "alsjournall", "attributes": {"label": "alsjournall", "x": 452.1155985164563, "y": 339.3944902967322, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.8387, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2062475642764181814", "id": "alsjournall", "source": "tweet-000004", "content": "Aku ajarin cara bacanya ya\nContoh yg rugi 50%\nKita beli saham bank BRI 10 juta di harga 6000\nAnggap skrg saham BRI harganya 3000 turun 50% dari harga beli kita, berarti nilai investasinya tinggal 5 juta.\n......", "post_id": "2062475642764181814"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 925.6412222857954, "y": 311.404312829645, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 18.8499, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 2, "degree": 6}, "_id": "3919360306976074508_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Samuel Sekuritas memangkas proyeksi pertumbuhan laba sektor perbankan pada 2026 di tengah tekanan rupiah dan tren kenaikan suku bunga.\n\nPertumbuhan laba agregat bank-bank diproyeksi turun menjadi 1,8 persen secara tahunan (yoy) pada 2026, dari sebelumnya 4,6 persen.\n\nAnalis Samuel Sekuritas, Ahnaf Yassar Lilo menilai, lingkungan operasional sektor perbankan memburuk signifikan sejak kuartal I-2026. \n\nRupiah sempat melemah hingga menyentuh level Rp18.178 per USD pada 8 Juni 2026 atau terdepresiasi sekitar 9 persen sejak awal tahun.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/pelemahan-rupiah-dan-suku-bunga-tinggi-diproyeksi-tekan-laba-perbankan-2026 \n\nAtau klik link di Bio \n\nFoto: Freepik\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #rupiah #laba #sukubunga", "post_id": "3919360306976074508_3310659452"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 140.09082918050797, "y": 303.9761474048304, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 50.7069, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3917723863770204335_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Yield SRBI tenor 12 bulan naik ke rekor tertinggi 7,57% setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan, namun nilai lelang terbaru justru menurun. Kondisi ini mengindikasikan pelaku pasar mulai lebih selektif meski instrumen rupiah menawarkan imbal hasil yang semakin menarik.\n\nSecara porsi, sektor perbankan kini menguasai sekitar 69,2% dari total SRBI yang beredar (outstanding), menunjukkan mereka masih enggan menyalurkan kredit, yang dianggap lebih berisiko. Jika tren ini berlanjut, transmisi kebijakan moneter ke sektor riil berpotensi melambat.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#yield #bank #ekonomi #bloombergtechnoz", "post_id": "3917723863770204335_51748745734"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 512.7307936313751, "y": 322.4648724046459, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.3994, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 9, "out_degree": 9, "degree": 18}, "_id": "3916462975649861444_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dari keterpurukan dan ditutup melonjak 7,57% ke level 5.746,65 pada perdagangan Selasa (9/6). Rebound signifikan ini sekaligus mengakhiri tren pelemahan empat hari beruntun, didukung oleh nilai transaksi jumbo yang mencapai Rp27,90 triliun dengan 708 saham bergerak menguat 🤝✨\n\nBRI Danareksa Sekuritas mencatat ada tiga katalis utama yang memicu lonjakan ini: keputusan mendadak BI menaikkan suku bunga acuan ke 5,50% demi stabilitas rupiah, wacana aksi buyback saham bank Himbara oleh pemerintah dan DPR, serta klarifikasi batalnya skema gross split pada ekspor. Kombinasi sentimen positif ini sukses meredakan kekhawatiran dan memicu aksi beli besar-besaran oleh investor 💰📊\n\nSumber: IDN Financials, 10 Juni 2026 \n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#mancingsaham #IHSG #BursaEfekIndonesia #PasarModal #Rebound #EkonomiIndonesia", "post_id": "3916462975649861444_52512310886"}}, {"key": "myterminal.id", "attributes": {"label": "myterminal.id", "x": 623.2625070507088, "y": 5.9345337601741655, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 50.7069, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7650469763021376788", "id": "myterminal.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengalami lonjakan signifikan sebesar 19% dalam tiga hari terakhir, mencapai Rp 5.825, yang menarik perhatian investor asing dengan catatan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 387,96 miliar. Dalam periode perdagangan Kamis (11/6), saham BBCA menjadi yang paling banyak diburu investor asing dan menyumbang 14,25% dari total nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia, mencapai Rp 3,12 triliun. BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BBCA dengan target harga Rp 10.900, menilai valuasi saham ini masih undervalued pada kisaran -2 SD P/BV dan menjadikannya pilihan utama di sektor perbankan. BBCA berencana untuk membagikan dividen sebanyak tiga kali dalam tahun ini, dengan dividen interim pertama sebesar Rp 20 per saham yang akan dibagikan pada 26 Juni 2026. Selain pembagian dividen, BBCA juga akan melaksanakan program pembelian kembali saham (buyback) hingga maksimal Rp 5 triliun selama periode 12 bulan, sebagai bentuk optimisme terhadap pasar modal Indonesia. Manajemen BBCA menyatakan bahwa aksi korporasi seperti pembagian dividen dan buyback tidak akan memberikan dampak material pada kondisi keuangan atau operasional perusahaan, serta tetap mematuhi prinsip GCG dan regulasi yang berlaku. Menanggapi kenaikan suku bunga acuan BI menjadi 5,50%, BBCA terus mencermati perkembangan makroekonomi dan menjaga keseimbangan antara likuiditas dan pertumbuhan kredit yang sehat, serta menyesuaikan suku bunga kredit agar tetap kompetitif. Follow instagram", "post_id": "7650469763021376788"}}, {"key": "voxyzzz_", "attributes": {"label": "voxyzzz_", "x": 953.9662613702116, "y": 765.4194374924987, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6061, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7642316805461069076", "id": "voxyzzz_", "source": "tiktok-000001", "content": "Ada twist menarik di balik penurunan IHSG kemarin. Pada perdagangan Rabu (20/5/2026), IHSG ditutup di zona merah dengan melemah 52,18 poin atau 0,82% ke posisi 6.318. Tapi di balik turunnya indeks, investor asing justru diam-diam membukukan beli bersih (net buy) Rp249,17 miliar di seluruh pasar saham Indonesia. Yang menarik, mayoritas pembelian asing terkonsentrasi di sektor tambang dan komoditas, bukan saham bank atau konsumer yang biasanya jadi favorit. Sumber: TWS News Instagram:   #saham #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7642316805461069076"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 943.0108186297182, "y": 220.28632823298832, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 27.0017, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "7642316805461069076", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "Ada twist menarik di balik penurunan IHSG kemarin. Pada perdagangan Rabu (20/5/2026), IHSG ditutup di zona merah dengan melemah 52,18 poin atau 0,82% ke posisi 6.318. Tapi di balik turunnya indeks, investor asing justru diam-diam membukukan beli bersih (net buy) Rp249,17 miliar di seluruh pasar saham Indonesia. Yang menarik, mayoritas pembelian asing terkonsentrasi di sektor tambang dan komoditas, bukan saham bank atau konsumer yang biasanya jadi favorit. Sumber: TWS News Instagram:   #saham #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7642316805461069076"}}, {"key": "mrcrack370", "attributes": {"label": "mrcrack370", "x": 56.84969577432597, "y": 715.4167213493204, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6061, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7632171268443344148", "id": "mrcrack370", "source": "tiktok-000001", "content": "Saham bank besar kayak BBRI & BBCA lagi turun terus… 😱 Pertanyaannya: ini diskon besar atau masih jebakan? Fundamental mulai tertekan, asing juga masih net sell. Tapi di setiap penurunan, selalu ada peluang buat yang sabar nunggu momentum 📉📈 📊 Estimasi area bottom: BBRI: 2.400 – 2.700 BBCA: 6.300 – 6.800 Apakah ini area akumulasi terbaik? Atau masih ada penurunan lanjutan? ⚠️ Ingat: Market itu penuh skenario, bukan kepastian. Jangan asal entry tanpa plan!#sahamindonesia #bbri #bbca #investasi #trading", "post_id": "7632171268443344148"}}, {"key": "ECHOMANDO", "attributes": {"label": "ECHOMANDO", "x": 810.8028325032857, "y": 442.8318251632355, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0713, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7632171268443344148", "id": "ECHOMANDO", "source": "tiktok-000001", "content": "Saham bank besar kayak BBRI & BBCA lagi turun terus… 😱 Pertanyaannya: ini diskon besar atau masih jebakan? Fundamental mulai tertekan, asing juga masih net sell. Tapi di setiap penurunan, selalu ada peluang buat yang sabar nunggu momentum 📉📈 📊 Estimasi area bottom: BBRI: 2.400 – 2.700 BBCA: 6.300 – 6.800 Apakah ini area akumulasi terbaik? Atau masih ada penurunan lanjutan? ⚠️ Ingat: Market itu penuh skenario, bukan kepastian. Jangan asal entry tanpa plan!#sahamindonesia #bbri #bbca #investasi #trading", "post_id": "7632171268443344148"}}, {"key": "yocellular", "attributes": {"label": "yocellular", "x": 485.87112393145895, "y": 869.8308854844335, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 50.7069, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7652671224467787016", "id": "yocellular", "source": "tiktok-000001", "content": "📉 IHSG Kembali Terkoreksi! Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 18 Juni 2026 ditutup di level 6.172,34 atau turun 48,40 poin (-0,78%). Tekanan jual masih membayangi pasar, meski sempat terjadi rebound menjelang penutupan. 📊 Data Perdagangan: • IHSG: 6.172,34 (-0,78%) • Nilai Transaksi: Rp17,97 Triliun • Volume: 257,01 Juta Lot • Frekuensi: 1,83 Juta Transaksi 🚀 Top Gainer: CBUT (+24,78%) JECC (+24,59%) ZONE (+24,57%) KOPI (+23,08%) RLCO (+15,36%) 📉 Top Loser: KONI (-14,86%) DEFI (-14,48%) BCIC (-14,07%) DPUM (-12,39%) ESIP (-11,89%) 💰 Net Foreign Buy: BBRI (+Rp456,08 M) BBCA (+Rp375,29 M) MAPI (+Rp67,55 M) ANTM (+Rp38,70 M) TINS (+Rp33,56 M) 💸 Net Foreign Sell: TPIA (-Rp358,00 M) BRMS (-Rp103,50 M) DSSA (-Rp100,95 M) BUMI (-Rp93,87 M) KLBF (-Rp77,52 M) Meski IHSG melemah, aksi akumulasi asing pada sektor perbankan masih terlihat kuat. Apakah ini menjadi sinyal awal rotasi menuju saham big caps? ⚠️ Disclaimer: Konten ini hanya untuk edukasi dan informasi, bukan ajakan membeli atau menjual saham. Selalu lakukan riset dan pertimbangkan profil risiko masing-masing.", "post_id": "7652671224467787016"}}, {"key": "remoratrade.id", "attributes": {"label": "remoratrade.id", "x": 420.5820016515353, "y": 354.9561330202429, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6061, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7653945981058305288", "id": "remoratrade.id", "source": "tiktok-000001", "content": "PASIF INCOME 1 MILIAR LEBIH DARI SAHAM? EMANG BISA? Banyak yang penasaran, kalau punya saham Big Banks sampai belasan bahkan puluhan miliar, sebenarnya berapa sih dividen tunai yang masuk ke rekening setiap tahunnya? 🤔 > Di video kali ini, gua bakal blak-blakan bongkar isi portofolio saham BMRI (Bank Mandiri) gua yang bernilai Rp21 Miliar lebih! Pas harga saham perbankan lagi turun rata-rata sampai 30% kayak sekarang (BBCA, BBRI, BMRI, BBNI), ini sebenarnya bisa jadi peluang emas buat akumulasi untuk jangka panjang. > Penasaran gimana hitungan lengkap *Dividen Yield* sampai bisa dapat Rp1,15 Miliar per tahun secara pasif? Tonton video ini sampai habis! > 👇 **Kalian sendiri paling suka saham bank yang mana nih buat investasi masa depan? Komen di bawah ya!  #stevenanderson #andersonnsteven #stevenandersoncrypto #cryptoclass #andersonnstevenxgcpk1", "post_id": "7653945981058305288"}}, {"key": "andersonnsteven", "attributes": {"label": "andersonnsteven", "x": 130.61069719904762, "y": 951.9202877979703, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0713, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7653945981058305288", "id": "andersonnsteven", "source": "tiktok-000001", "content": "PASIF INCOME 1 MILIAR LEBIH DARI SAHAM? EMANG BISA? Banyak yang penasaran, kalau punya saham Big Banks sampai belasan bahkan puluhan miliar, sebenarnya berapa sih dividen tunai yang masuk ke rekening setiap tahunnya? 🤔 > Di video kali ini, gua bakal blak-blakan bongkar isi portofolio saham BMRI (Bank Mandiri) gua yang bernilai Rp21 Miliar lebih! Pas harga saham perbankan lagi turun rata-rata sampai 30% kayak sekarang (BBCA, BBRI, BMRI, BBNI), ini sebenarnya bisa jadi peluang emas buat akumulasi untuk jangka panjang. > Penasaran gimana hitungan lengkap *Dividen Yield* sampai bisa dapat Rp1,15 Miliar per tahun secara pasif? Tonton video ini sampai habis! > 👇 **Kalian sendiri paling suka saham bank yang mana nih buat investasi masa depan? Komen di bawah ya!  #stevenanderson #andersonnsteven #stevenandersoncrypto #cryptoclass #andersonnstevenxgcpk1", "post_id": "7653945981058305288"}}, {"key": "tumbuh.finansial", "attributes": {"label": "tumbuh.finansial", "x": 430.30749366392274, "y": 127.02960399787867, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 50.7069, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7651214173581397269", "id": "tumbuh.finansial", "source": "tiktok-000001", "content": "Banyak orang bertanya : “Kalau punya Rp100 juta hari ini, kamu taruh di mana?” Jawabannya tidak harus semuanya masuk ke satu aset. Karena tujuan investasi bukan hanya mencari keuntungan, tapi juga mengelola risiko. Berikut komposisi portofolio yang saya pilih saat ini : 🟢 Bitcoin — 40% Sebagai aset pertumbuhan jangka panjang dengan potensi return yang tinggi. 🟢 Saham Bank Besar — 30% Fokus pada bisnis yang sudah terbukti menghasilkan laba dan rutin membagikan dividen. 🟢 Emas — 20% Sebagai pelindung nilai saat kondisi ekonomi tidak menentu. 🟢 Cash — 10% Sebagai dana cadangan dan amunisi untuk membeli saat market sedang turun. Tidak ada portofolio yang sempurna. Yang terpenting adalah menyesuaikan dengan tujuan, usia, dan toleransi risiko masing-masing. Kalau kamu punya Rp100 juta hari ini, berapa persen yang akan kamu masukkan ke Bitcoin? 👇 Follow  untuk belajar investasi, membangun aset, dan bertumbuh bersama. #TumbuhFinansial #Investasi #Bitcoin #Saham #BBCA", "post_id": "7651214173581397269"}}, {"key": "ranvxst4r", "attributes": {"label": "ranvxst4r", "x": 472.5204079841394, "y": 979.2823388357918, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6061, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7649792724106759431", "id": "ranvxst4r", "source": "tiktok-000001", "content": "Ada kabar baik di tengah series berita ekonomi yang berat. Bloomberg Technoz laporkan Rabu (10/6/2026) bahwa Bank Indonesia catat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Mei 2026 di level 120,9, turun tipis dari 123 di April tapi masih di zona optimis (indeks >100). Yang menarik, kelompok us 20-30 tahun jadi yang paling optimis dengan IKK 129,1, sementara Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) naik tipis ke 129,7, sinyal masyarakat masih positif soal kondisi ekonomi 6 bulan ke depan. Ini angka yang solid mengingat tekanan rupiah Rp17.999, IHSG sempat amblas, dan BBM baru naik tajam. Buat investor Indonesia, IKK yang terjaga = sinyal positif untuk emiten consumer goods (UNVB, ICBP, INDE, MYOR), retail (LPPF, RALS, MAPI), dan saham bank yang andalkan kredit konsumer (BBCA, BBRI, BMRI). Tapi penurunan tipis April ke Mei perlu dicermati: kalau inflasi pangan plus dampak kenaikan BBM mulai terasa di Juni-Juli, IKK bisa lanjut turun dan tekan konsumsi rumah tangga yang jadi 539% PDB RI. Pantau data inflasi BPS Juni-Juli, IKK Juni 2026, dan kinerja 02 2026 emiten consumer sebagai katalis utama. sumber:TWS News #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7649792724106759431"}}, {"key": "stocksphoenix", "attributes": {"label": "stocksphoenix", "x": 42.90777925738809, "y": 482.5410387424567, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6061, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7644974192420490503", "id": "stocksphoenix", "source": "tiktok-000001", "content": "Kenapa Suku Bunga Naik Malah Waktunya Borong Saham Bank?  Setya Ananda Wijaya   Sekuritas #SucorSekuritas #Investasi #SahamIndonesia #BeXpertWithSucor #ihsg . DYOR (Do Your Own Research) NFA (Not Financial Advice) *Disclaimer On*", "post_id": "7644974192420490503"}}, {"key": "Bernadus", "attributes": {"label": "Bernadus", "x": 370.75206079160904, "y": 527.601078262789, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.9938, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7644974192420490503", "id": "Bernadus", "source": "tiktok-000001", "content": "Kenapa Suku Bunga Naik Malah Waktunya Borong Saham Bank?  Setya Ananda Wijaya   Sekuritas #SucorSekuritas #Investasi #SahamIndonesia #BeXpertWithSucor #ihsg . DYOR (Do Your Own Research) NFA (Not Financial Advice) *Disclaimer On*", "post_id": "7644974192420490503"}}, {"key": "Bernad888", "attributes": {"label": "Bernad888", "x": 604.5202622663173, "y": 955.0727591966549, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.7612, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7644974192420490503", "id": "Bernad888", "source": "tiktok-000001", "content": "Kenapa Suku Bunga Naik Malah Waktunya Borong Saham Bank?  Setya Ananda Wijaya   Sekuritas #SucorSekuritas #Investasi #SahamIndonesia #BeXpertWithSucor #ihsg . DYOR (Do Your Own Research) NFA (Not Financial Advice) *Disclaimer On*", "post_id": "7644974192420490503"}}, {"key": "Sucor", "attributes": {"label": "Sucor", "x": 597.7710258397149, "y": 519.4960870176254, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.9938, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7644974192420490503", "id": "Sucor", "source": "tiktok-000001", "content": "Kenapa Suku Bunga Naik Malah Waktunya Borong Saham Bank?  Setya Ananda Wijaya   Sekuritas #SucorSekuritas #Investasi #SahamIndonesia #BeXpertWithSucor #ihsg . DYOR (Do Your Own Research) NFA (Not Financial Advice) *Disclaimer On*", "post_id": "7644974192420490503"}}, {"key": "bw_mindset", "attributes": {"label": "bw_mindset", "x": 345.4587650886557, "y": 663.778401835616, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6061, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7645297759532109074", "id": "bw_mindset", "source": "tiktok-000001", "content": "RAHASIA DI BALIK LAYAR: KENAPA SULTAN CINDO JUSTRU PANEN CUAN PAS PASAR LAGI ANJLOK?! 💸📈 Di saat investor ritel lagi pada sibuk cut loss dan gemetaran lihat bursa saham berdarah-darah, mental para market mover emang beda kelas! Bikin heboh satu market, sosok Cindo ini justru nekat borong saham Big Banks triliunan rupiah di saat semua orang panik bank sentral naikkin suku bunga karena hal ini! 😱 Kok bisa langkahnya malah melawan arah jarum jam? Bukannya kalau suku bunga naik, pasar modal biasanya lesu? Nah, di sinilah rahasia ilmu makroekonomi tingkat tinggi yang jarang dibuka ke publik! Ini dia tesis cerdas kenapa momen pengetatan moneter (tightening) justru jadi ladang emas buat bank-bank raksasa: 🏦 Kebanjiran Dana Murah (CASA Overflow): Bank-bank kapitalisasi besar (Big Caps) itu ibarat magnet uang. Dalam kondisi ekonomi apa pun, mereka selalu kebanjiran dana murah berupa tabungan dan giro masyarakat dengan beban bunga yang sangat rendah di sisi bawah. 📈 Melebarnya Margin Keuntungan (NIM): Ketika bank sentral menaikkan suku bunga, bank-bank raksasa ini punya keleluasaan penuh untuk langsung menaikkan bunga pinjaman (kredit) mereka ke nasabah. Di sisi lain, secara volume penyaluran kredit tetap stabil. Kebayang gak berapa tebal lonjakan margin keuntungan (Net Interest Margin) yang bakal mereka kantongi? 🛒 Diskon Harga Saham (Margin of Safety): Kepanikan masal kemarin bikin harga saham perbankan berjatuhan akibat aksi jual emosional. Para investor kelas naga melihat ini bukan sebagai bencana, melainkan sebagai Golden Buy untuk borong aset diskon sebelum marketnya rebound naik ke atas! Ingat, di dalam market, pihak yang menang bukan yang paling pintar baca grafik, tapi yang punya mental tenang dan paham ke mana Smart Money bergerak. Jangan sampai pas harga udah terbang tinggi, kalian baru ikutan beli karena fomo! Saham bank raksasa mana nih yang posisinya lagi kalian incar buat dicicil? 🕵️‍♂️ 👇 Tulis emiten Big Banks andalan kalian di kolom komentar! Jangan lupa klik SAVE video ini buat pengingat biar psikologi trading kalian gak gampang goyang! 💬  Sekuritas   Setya Ananda Wijaya  #SucorSekuritas #SahamIndonesia #BeXpertWithSucor #bernardwijaya17 #bernardxgcpk2", "post_id": "7645297759532109074"}}, {"key": "steerbeta", "attributes": {"label": "steerbeta", "x": 889.3539034139778, "y": 916.3448457049398, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6061, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647433894408490248", "id": "steerbeta", "source": "tiktok-000001", "content": "Ngeri-ngeri sedap! Rupiah hampir menyentuh angka 18 ribu dan pemerintah langsung gas pol pakai taktik yang gak biasa. Ini dia bocoran strategi rahasia yang bakal ngerubah arah ekonomi kita! 🔥 Gara-gara Dolar AS sempat nembus Rp17.900 kemarin, Kemenkeu gak tinggal diam. Wamenkeu Juda Agung langsung turun tangan buka jurus baru yang bikin banyak pengamat geleng-geleng kepala. Indonesia fix mulai nekat lepas dari ketergantungan Dolar! Ini 3 poin krusial yang wajib kamu tahu biar gak kudet: Bye-bye Dolar AS! Kemenkeu bakal beralih nerbitin surat utang pakai mata uang non-USD, mulai dari Yen Jepang (Samurai bonds) sampai Renminbi China (Dim Sum bonds). Tujuannya biar kita gak disetir sama mata uang Amerika lagi! Efisiensi Ketat Mulai Berjalan! Belanja negara langsung diperketat. Subsidi BBM dijaga ketat biar gak naik, bahkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kabarnya bakal diefisiensikan dengan pengurangan di hari Sabtu demi amankan kas negara. Sistem Pajak Baru \"Coretax\" Siap Dioptimalkan! Penerimaan negara bakal digenjot habis-habisan lewat sistem perpajakan baru ini, mumpung harga komoditas global lagi naik. Langkah diversifikasi utang kayak gini sebenarnya udah sukses dipakai sama negara-negara besar kayak Brazil, India, dan Filipina. Secara data, ekonomi RI Q1 2026 ini sebenarnya masih tumbuh kuat di angka 5,61% dengan inflasi yang relatif terjaga. Tapi pertanyaannya: Apakah taktik \"pindah haluan\" mata uang utang ini bakal efektif menyelamatkan Rupiah dalam jangka panjang, atau justru malah bikin utang kita makin ribet karena kebanyakan mata uang asing? Buat para investor, siap-siap pantau pergerakan saham bank raksasa kayak BMRI, BBRI, BBNI, dan BBCA dalam beberapa minggu ke depan. Efek kebijakan ini bakal langsung kerasa ke sana! Menurut kalian, langkah Kemenkeu lepas dari dominasi Dolar ini udah telat atau justru ini langkah paling genius tahun ini? Coba debat sehat di kolom komentar! 👇 Sumber: TWS News  #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7647433894408490248"}}, {"key": "IDXChannelcom", "attributes": {"label": "IDXChannelcom", "x": 932.6788711866377, "y": 831.338045109853, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6061, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "432781620563594_1493212762602540", "id": "IDXChannelcom", "source": "facebook-000001", "content": "Samuel Sekuritas memangkas proyeksi pertumbuhan laba sektor perbankan pada 2026 di tengah tekanan rupiah dan tren kenaikan suku bunga.\n\nPertumbuhan laba agregat bank-bank diproyeksi turun menjadi 1,8 persen secara tahunan (yoy) pada 2026, dari sebelumnya 4,6 persen.\n\nAnalis Samuel Sekuritas, Ahnaf Yassar Lilo menilai, lingkungan operasional sektor perbankan memburuk signifikan sejak kuartal I-2026. \n\nRupiah sempat melemah hingga menyentuh level Rp18.178 per USD pada 8 Juni 2026 atau terdepresiasi sekitar 9 persen sejak awal tahun.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/pelemahan-rupiah-dan-suku-bunga-tinggi-diproyeksi-tekan-laba-perbankan-2026 \n\nAtau klik link di Bio \n\nFoto: Freepik\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #rupiah #laba #sukubunga", "post_id": "432781620563594_1493212762602540"}}, {"key": "@newstomatoTV", "attributes": {"label": "@newstomatoTV", "x": 376.9169234442851, "y": 198.4475252357578, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6061, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "ywb2iWC4dGw", "id": "@newstomatoTV", "source": "youtube-000001", "content": "Suku Bunga Pinjaman Tak Sejalan… Korporasi Turun, KPR Naik [Wartawan Bicara_Keuangan_0529]\n\nSelama setahun terakhir, suku bunga pinjaman rumah tangga dan korporasi di sektor perbankan domestik menunjukkan tren yang berbeda.\n\nMenurut Bank Sentral Korea, suku bunga rata-rata untuk semua pinjaman berdasarkan penyaluran baru oleh bank-bank deposito berada di angka 4,20% per tahun pada bulan Maret, turun 0,16 poin persentase dibandingkan periode yang sama tahun lalu.\n\nSecara khusus, suku bunga pinjaman korporasi turun 0,18 poin persentase selama setahun terakhir. Hal ini disebabkan oleh penurunan suku bunga oleh bank-bank karena mereka bersaing untuk memperluas pinjaman korporasi sejalan dengan kebijakan \"keuangan produktif\" pemerintah.\n\nSebaliknya, suku bunga pinjaman untuk permintaan rumah tangga sebenarnya meningkat. Suku bunga hipotek meningkat 0,17 poin persentase dibandingkan tahun lalu, sementara suku bunga untuk pinjaman Jeonse (deposito sewa) dan pinjaman kredit umum juga meningkat.\n\nSektor keuangan mengaitkan hal ini dengan penurunan suku bunga preferensial dan peningkatan spread oleh bank-bank sebagai respons terhadap pengetatan manajemen utang rumah tangga oleh otoritas keuangan dan pengenalan Rasio Layanan Utang Stres (DSR).\n\nLebih lanjut, dengan terus meningkatnya permintaan dana di pasar perumahan metropolitan, beban pinjaman yang dirasakan oleh peminjam sebenarnya diperkirakan akan terus berlanjut untuk sementara waktu.\n\n\"Karena suku bunga pinjaman hipotek dan pinjaman kredit, yang sering digunakan oleh konsumen, telah meningkat, tampaknya dampak volatilitas suku bunga pasar dan sikap pemerintah dalam mengelola pinjaman rumah tangga akan terus berlanjut untuk sementara waktu.\"\n\nIni Lee Ji-yu dari News Tomato.\n\n\n🔥🔥Ikuti Acara Pelanggan 🔥🔥\n\nBergabunglah dalam obrolan langsung dan komentar untuk menerima kupon senilai hingga 7.000 TTCO (7.000 KRW) setiap hari 🍅🍅\n\nhttps://www.newstomato.com/ttco.aspx\n\nObrolan Langsung: Berpartisipasi sekali sehari, dapatkan 2.000 TTCO\n\nKomentar: Berpartisipasi 5 kali sehari, dapatkan 1.000 TTCO (Maksimum 5.000 TTCO per hari)\n\n💘💘 Bergabunglah dengan News Inssa Prime (Keanggotaan Saluran)\n\n   /   \n\n💌💌 Berlangganan News Tomato Gratis: Manfaat khusus tambahan untuk pelanggan News Inssa Prime (Pertanyaan: 02-2128-3874)\n\nhttps://www.tomatoprime.com:446/newin...\n\nJika Anda menyukai video ini, silakan tekan tombol 'Berlangganan' dan 'Suka'!\n\nTerima kasih.\n\n🖥 News Tomato\n\nhttp://newstomato.com\n\n🎯 Portal Berita ｜ News Tong\n\nhttps://www.newstong.co.kr/\n\n🎁 Tongtong Mall\n\nhttps://www.tongtongmall.net/main\n\n📊 Jajak Pendapat Reguler News Tomato\n\nhttps://www.newstomato.com/OpinionLis...", "post_id": "ywb2iWC4dGw"}}, {"key": "newstomatotv", "attributes": {"label": "newstomatotv", "x": 657.4164062186431, "y": 854.2524253709521, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.8387, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "ywb2iWC4dGw", "id": "newstomatotv", "source": "youtube-000001", "content": "Suku Bunga Pinjaman Tak Sejalan… Korporasi Turun, KPR Naik [Wartawan Bicara_Keuangan_0529]\n\nSelama setahun terakhir, suku bunga pinjaman rumah tangga dan korporasi di sektor perbankan domestik menunjukkan tren yang berbeda.\n\nMenurut Bank Sentral Korea, suku bunga rata-rata untuk semua pinjaman berdasarkan penyaluran baru oleh bank-bank deposito berada di angka 4,20% per tahun pada bulan Maret, turun 0,16 poin persentase dibandingkan periode yang sama tahun lalu.\n\nSecara khusus, suku bunga pinjaman korporasi turun 0,18 poin persentase selama setahun terakhir. Hal ini disebabkan oleh penurunan suku bunga oleh bank-bank karena mereka bersaing untuk memperluas pinjaman korporasi sejalan dengan kebijakan \"keuangan produktif\" pemerintah.\n\nSebaliknya, suku bunga pinjaman untuk permintaan rumah tangga sebenarnya meningkat. Suku bunga hipotek meningkat 0,17 poin persentase dibandingkan tahun lalu, sementara suku bunga untuk pinjaman Jeonse (deposito sewa) dan pinjaman kredit umum juga meningkat.\n\nSektor keuangan mengaitkan hal ini dengan penurunan suku bunga preferensial dan peningkatan spread oleh bank-bank sebagai respons terhadap pengetatan manajemen utang rumah tangga oleh otoritas keuangan dan pengenalan Rasio Layanan Utang Stres (DSR).\n\nLebih lanjut, dengan terus meningkatnya permintaan dana di pasar perumahan metropolitan, beban pinjaman yang dirasakan oleh peminjam sebenarnya diperkirakan akan terus berlanjut untuk sementara waktu.\n\n\"Karena suku bunga pinjaman hipotek dan pinjaman kredit, yang sering digunakan oleh konsumen, telah meningkat, tampaknya dampak volatilitas suku bunga pasar dan sikap pemerintah dalam mengelola pinjaman rumah tangga akan terus berlanjut untuk sementara waktu.\"\n\nIni Lee Ji-yu dari News Tomato.\n\n\n🔥🔥Ikuti Acara Pelanggan 🔥🔥\n\nBergabunglah dalam obrolan langsung dan komentar untuk menerima kupon senilai hingga 7.000 TTCO (7.000 KRW) setiap hari 🍅🍅\n\nhttps://www.newstomato.com/ttco.aspx\n\nObrolan Langsung: Berpartisipasi sekali sehari, dapatkan 2.000 TTCO\n\nKomentar: Berpartisipasi 5 kali sehari, dapatkan 1.000 TTCO (Maksimum 5.000 TTCO per hari)\n\n💘💘 Bergabunglah dengan News Inssa Prime (Keanggotaan Saluran)\n\n   /   \n\n💌💌 Berlangganan News Tomato Gratis: Manfaat khusus tambahan untuk pelanggan News Inssa Prime (Pertanyaan: 02-2128-3874)\n\nhttps://www.tomatoprime.com:446/newin...\n\nJika Anda menyukai video ini, silakan tekan tombol 'Berlangganan' dan 'Suka'!\n\nTerima kasih.\n\n🖥 News Tomato\n\nhttp://newstomato.com\n\n🎯 Portal Berita ｜ News Tong\n\nhttps://www.newstong.co.kr/\n\n🎁 Tongtong Mall\n\nhttps://www.tongtongmall.net/main\n\n📊 Jajak Pendapat Reguler News Tomato\n\nhttps://www.newstomato.com/OpinionLis...", "post_id": "ywb2iWC4dGw"}}, {"key": "@kensmoneymatters", "attributes": {"label": "@kensmoneymatters", "x": 417.8235424569455, "y": 881.8925333933097, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6061, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "EvY6P-AHPjA", "id": "@kensmoneymatters", "source": "youtube-000001", "content": "Saham Perbankan Apa yang Harus Dibeli Sekarang di Kenya | Sektor Perbankan Sedang Melejit dan And...\n\nSaham-saham perbankan menunjukkan kekuatan, imbal hasil dividen tetap menarik, dan beberapa saham masih diperdagangkan pada valuasi yang dapat menarik minat investor jangka panjang.\n\nDalam video ini, kita akan membahas:\n✅ Saham perbankan Kenya mana yang terlihat menjanjikan saat ini\n✅ Peluang pembayaran dividen\n✅ Risiko utama yang perlu diperhatikan\n\nPs. Untuk saran trading forex satu lawan satu atau bimbingan keuangan, hubungi saya di sini: WhatsApp +44 7399 016633\n\nUntuk memulai perjalanan forex Anda sendiri, lihat tautan yang saya rekomendasikan ini:\nhttps://portal.fxpesa.com/live-applic...\n\nUntuk akun Demo, klik tautan di bawah ini:\nhttps://portal.fxpesa.com/demo-accoun...\n\nSaya juga memiliki kehidupan di luar pembicaraan tentang uang, jadi untuk video tentang perjalanan, kehidupan, buku, kebugaran, dan lainnya, lihat / \n\nCatatan** (Jika tautan tidak berfungsi, salin dan tempel ke browser)\n\nNgomong-ngomong, saya juga ada di platform media sosial lainnya. Ikuti saya di sini:\n\n  / kensmoneymatters  \n\n  / kensmoneymatters  \n\nBerikut adalah seluruh Playlist tentang Dana Pasar Uang. Tonton di sini:\n   • MONEY MARKET FUNDS EXPLAINED | Everything ...  \n\nApa yang Akan Anda Pelajari Dalam Video Ini:\n-Mengapa saham perbankan Kenya tiba-tiba menarik lebih banyak perhatian investor.\n\n-Saham perbankan mana yang layak diperhatikan saat ini.\n\n-Bagaimana bank menghasilkan uang dan mengapa hal itu penting bagi pemegang saham.\n\n-Bagaimana saham bank yang membayar dividen dapat menciptakan pendapatan pasif dari waktu ke waktu.\n\n-Bank mana yang memiliki sejarah memberikan imbalan kepada pemegang saham secara konsisten.\n\n-Bagaimana mengidentifikasi saham perbankan yang undervalued.\n\n-Kesalahan terbesar yang dilakukan investor pemula saat membeli saham bank.\n\n-Bagaimana suku bunga memengaruhi profitabilitas bank dan kinerja saham.\n\n-Apa arti tren ekonomi terkini bagi sektor perbankan Kenya.\n\nCara membandingkan saham Equity, KCB, Co-op Bank, ABSA, Stanbic, dan saham perbankan lainnya.\n\nMetrik keuangan utama apa yang diperiksa investor cerdas sebelum membeli saham bank.\n\nCara membangun portofolio saham perbankan bahkan dengan anggaran kecil.\n\nBagaimana dividen dapat berakumulasi menjadi kekayaan yang signifikan selama bertahun-tahun.\n\nRisiko apa yang dapat memengaruhi saham perbankan di masa depan.\n\nBagaimana investor berpengalaman melihat peluang selama ketidakpastian pasar.\n\nBagaimana saham perbankan cocok dalam strategi pembangunan kekayaan jangka panjang.\n\nApakah saham perbankan lebih baik untuk pertumbuhan, pendapatan, atau keduanya.\n\nTanda-tanda yang dapat menunjukkan bahwa saham bank memasuki fase pertumbuhan yang kuat.\n\nCara berpikir seperti pemegang saham, bukan pedagang jangka pendek.\n\nMengapa FOMO (Fear of Missing Out) bisa berbahaya dan bagaimana berinvestasi secara rasional.\nPelajaran apa yang dapat dipetik investor dari bank-bank berkinerja terbaik di Kenya.\n\nCara mengevaluasi apakah dividen bank berkelanjutan.\n\nMengapa diversifikasi penting bahkan pada saham perbankan. - Pergeseran pola pikir yang membedakan investor sukses dari penonton.\n\nTentang Saya\n\nSaya Ken, juga dikenal sebagai The Money Guy, seorang Pelatih Keuangan dan Investasi.\n\nSaat ini saya sedang menempuh studi PhD di bidang Hukum E-commerce.\n\nLatar belakang akademis dan profesional saya yang beragam, termasuk keahlian di bidang Tata Kelola Politik, Pembangunan Internasional, Hukum Ekonomi dan Sumber Daya Internasional, Keuangan dan Investasi, Analisis Data Bisnis, dan Rekayasa Data & Cloud, membentuk pendekatan saya dalam mengajar keuangan.\n\nPerspektif unik saya tentang dunia dan setiap situasi memperkaya pelatihan saya.\n\nPerspektif ini semakin dibentuk oleh peran sukarela saya di seluruh Uni Eropa, Inggris, dan Afrika serta hasrat saya untuk bepergian ke seluruh dunia. Saya seorang pelancong yang gemar, telah menjelajahi lebih dari 100 negara.\n\nSaya juga seorang Pelatih Kehidupan dan Pendiri Bersama Gene Coaching School.\n\nTentang Ken's Money Matters\n\nSaluran ini berkomitmen untuk memberikan video berkualitas tinggi tentang masalah keuangan.\n\nTujuan utamanya adalah untuk menciptakan kemitraan kolaboratif dan edukatif yang memberdayakan Anda untuk mencapai kebebasan finansial.\n\nTopik yang dibahas meliputi keuangan pribadi, literasi keuangan, mencapai kemandirian finansial, manajemen utang, investasi, dan masih banyak lagi.\n\nTujuannya adalah untuk membekali Anda dengan pengetahuan dan alat yang dibutuhkan untuk menjalani kehidupan finansial yang berlimpah dan memuaskan.\n\nJika Anda siap meraih kebebasan finansial, tekan tombol berlangganan SEKARANG!\n\n#SahamKenya #SahamPerbankanKenya #InvestasiKenya #NSEKenya #InvestasiKenya #PasarSahamKenya #MembangunKekayaan #KebebasanFinansial #PendapatanPasif #InvestasiDividen #InvestasiJangkaPanjang #ManajemenUang #KeuanganPribadi #KeuanganPr...", "post_id": "EvY6P-AHPjA"}}, {"key": "kenadventures2", "attributes": {"label": "kenadventures2", "x": 885.893008206183, "y": 23.428307972232165, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.8387, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "EvY6P-AHPjA", "id": "kenadventures2", "source": "youtube-000001", "content": "Saham Perbankan Apa yang Harus Dibeli Sekarang di Kenya | Sektor Perbankan Sedang Melejit dan And...\n\nSaham-saham perbankan menunjukkan kekuatan, imbal hasil dividen tetap menarik, dan beberapa saham masih diperdagangkan pada valuasi yang dapat menarik minat investor jangka panjang.\n\nDalam video ini, kita akan membahas:\n✅ Saham perbankan Kenya mana yang terlihat menjanjikan saat ini\n✅ Peluang pembayaran dividen\n✅ Risiko utama yang perlu diperhatikan\n\nPs. Untuk saran trading forex satu lawan satu atau bimbingan keuangan, hubungi saya di sini: WhatsApp +44 7399 016633\n\nUntuk memulai perjalanan forex Anda sendiri, lihat tautan yang saya rekomendasikan ini:\nhttps://portal.fxpesa.com/live-applic...\n\nUntuk akun Demo, klik tautan di bawah ini:\nhttps://portal.fxpesa.com/demo-accoun...\n\nSaya juga memiliki kehidupan di luar pembicaraan tentang uang, jadi untuk video tentang perjalanan, kehidupan, buku, kebugaran, dan lainnya, lihat / \n\nCatatan** (Jika tautan tidak berfungsi, salin dan tempel ke browser)\n\nNgomong-ngomong, saya juga ada di platform media sosial lainnya. Ikuti saya di sini:\n\n  / kensmoneymatters  \n\n  / kensmoneymatters  \n\nBerikut adalah seluruh Playlist tentang Dana Pasar Uang. Tonton di sini:\n   • MONEY MARKET FUNDS EXPLAINED | Everything ...  \n\nApa yang Akan Anda Pelajari Dalam Video Ini:\n-Mengapa saham perbankan Kenya tiba-tiba menarik lebih banyak perhatian investor.\n\n-Saham perbankan mana yang layak diperhatikan saat ini.\n\n-Bagaimana bank menghasilkan uang dan mengapa hal itu penting bagi pemegang saham.\n\n-Bagaimana saham bank yang membayar dividen dapat menciptakan pendapatan pasif dari waktu ke waktu.\n\n-Bank mana yang memiliki sejarah memberikan imbalan kepada pemegang saham secara konsisten.\n\n-Bagaimana mengidentifikasi saham perbankan yang undervalued.\n\n-Kesalahan terbesar yang dilakukan investor pemula saat membeli saham bank.\n\n-Bagaimana suku bunga memengaruhi profitabilitas bank dan kinerja saham.\n\n-Apa arti tren ekonomi terkini bagi sektor perbankan Kenya.\n\nCara membandingkan saham Equity, KCB, Co-op Bank, ABSA, Stanbic, dan saham perbankan lainnya.\n\nMetrik keuangan utama apa yang diperiksa investor cerdas sebelum membeli saham bank.\n\nCara membangun portofolio saham perbankan bahkan dengan anggaran kecil.\n\nBagaimana dividen dapat berakumulasi menjadi kekayaan yang signifikan selama bertahun-tahun.\n\nRisiko apa yang dapat memengaruhi saham perbankan di masa depan.\n\nBagaimana investor berpengalaman melihat peluang selama ketidakpastian pasar.\n\nBagaimana saham perbankan cocok dalam strategi pembangunan kekayaan jangka panjang.\n\nApakah saham perbankan lebih baik untuk pertumbuhan, pendapatan, atau keduanya.\n\nTanda-tanda yang dapat menunjukkan bahwa saham bank memasuki fase pertumbuhan yang kuat.\n\nCara berpikir seperti pemegang saham, bukan pedagang jangka pendek.\n\nMengapa FOMO (Fear of Missing Out) bisa berbahaya dan bagaimana berinvestasi secara rasional.\nPelajaran apa yang dapat dipetik investor dari bank-bank berkinerja terbaik di Kenya.\n\nCara mengevaluasi apakah dividen bank berkelanjutan.\n\nMengapa diversifikasi penting bahkan pada saham perbankan. - Pergeseran pola pikir yang membedakan investor sukses dari penonton.\n\nTentang Saya\n\nSaya Ken, juga dikenal sebagai The Money Guy, seorang Pelatih Keuangan dan Investasi.\n\nSaat ini saya sedang menempuh studi PhD di bidang Hukum E-commerce.\n\nLatar belakang akademis dan profesional saya yang beragam, termasuk keahlian di bidang Tata Kelola Politik, Pembangunan Internasional, Hukum Ekonomi dan Sumber Daya Internasional, Keuangan dan Investasi, Analisis Data Bisnis, dan Rekayasa Data & Cloud, membentuk pendekatan saya dalam mengajar keuangan.\n\nPerspektif unik saya tentang dunia dan setiap situasi memperkaya pelatihan saya.\n\nPerspektif ini semakin dibentuk oleh peran sukarela saya di seluruh Uni Eropa, Inggris, dan Afrika serta hasrat saya untuk bepergian ke seluruh dunia. Saya seorang pelancong yang gemar, telah menjelajahi lebih dari 100 negara.\n\nSaya juga seorang Pelatih Kehidupan dan Pendiri Bersama Gene Coaching School.\n\nTentang Ken's Money Matters\n\nSaluran ini berkomitmen untuk memberikan video berkualitas tinggi tentang masalah keuangan.\n\nTujuan utamanya adalah untuk menciptakan kemitraan kolaboratif dan edukatif yang memberdayakan Anda untuk mencapai kebebasan finansial.\n\nTopik yang dibahas meliputi keuangan pribadi, literasi keuangan, mencapai kemandirian finansial, manajemen utang, investasi, dan masih banyak lagi.\n\nTujuannya adalah untuk membekali Anda dengan pengetahuan dan alat yang dibutuhkan untuk menjalani kehidupan finansial yang berlimpah dan memuaskan.\n\nJika Anda siap meraih kebebasan finansial, tekan tombol berlangganan SEKARANG!\n\n#SahamKenya #SahamPerbankanKenya #InvestasiKenya #NSEKenya #InvestasiKenya #PasarSahamKenya #MembangunKekayaan #KebebasanFinansial #PendapatanPasif #InvestasiDividen #InvestasiJangkaPanjang #ManajemenUang #KeuanganPribadi #KeuanganPr...", "post_id": "EvY6P-AHPjA"}}, {"key": "@CNBC-TV18", "attributes": {"label": "@CNBC-TV18", "x": 92.12787146425194, "y": 125.48908752226629, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6061, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "9j15V7TDUAo", "id": "@CNBC-TV18", "source": "youtube-000001", "content": "Produktivitas Panen yang Rendah Dapat Mendorong Inflasi Lebih Tinggi: Shriram Life Insurance | CN...\n\n#ProspekPasar | Risiko Inflasi Meningkat di Tengah Ketidakpastian Harga Minyak Mentah\n\nAjit Banerjee, Shriram Life Insurance, kepada \nProduktivitas tanaman yang lebih rendah dapat mendorong inflasi lebih tinggi\nMemperkirakan kenaikan suku bunga 4–5 bps tahun ini\nOptimis terhadap sektor perbankan, farmasi & IT; berhati-hati terhadap sektor yang terkait dengan minyak mentah\n\n#prospekpasar #analisispasar #pasarsaham #beritapasarsaham #pembaruanpasarsaham #cnbctv18 #beritabisnis #beritabisnishariini #beritabisnisbahasainggris #pasarsahamhariini\n\n🔴CNBC TV18 LIVE TV: https://youtube.com/live/P857H4ej-MQ\nBERLANGGANAN ke Saluran Kami: https://bit.ly/3nvEcxf\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------\n👑 Lihat Video Daftar Putar CNBC TV18 Teratas:\n🔹   • Young Turks Reloaded with Shereen Bhan  \n🔹   • CNBC TV18 Prime | Global Lens  \n🔹    • World News 2025 | Latest International News  \n🔹   • CNBC-TV18 Classics  \n🔹   • OVERDRIVE || CNBC TV18  \n🔹   • Startup Street  \n\n------------------------------------------------------------------------------------\nAnda juga dapat terhubung dengan CNBC-TV18 News Online\nDapatkan berita terbaru: https://bit.ly/2YbpXBM\n\nIkuti CNBC-TV18 sepanjang waktu: https://www.cnbctv18.com/live-tv/\n\nTetap terupdate dengan semua aksi pasar secara real-time: https://www.cnbctv18.com/market-live/\nAnda juga dapat tetap terupdate dengan semua berita terbaru saat bepergian dengan CNBC-TV18 Minis: https://www.cnbctv18.com/minis/\nSukai kami di Facebook:   / cnbctv18india  \nIkuti kami di Twitter:   / cnbctv18news  \nIkuti kami di Instagram:   / cnbctv18india  \nTemukan kami di: Linkedin:   / cnbc-tv18  \nn18oc_business\nTentang CNBC-TV18: Saluran berita bisnis terkemuka di India, CNBC-TV18 menawarkan liputan terlengkap tentang bisnis, ekonomi, dan pasar keuangan. Saksikan semua acara favorit Anda, video eksklusif, wawancara penting, dan banyak lagi di sini.", "post_id": "9j15V7TDUAo"}}, {"key": "CNBCTV18News", "attributes": {"label": "CNBCTV18News", "x": 58.3461506666213, "y": 733.776118915845, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0713, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "9j15V7TDUAo", "id": "CNBCTV18News", "source": "youtube-000001", "content": "Produktivitas Panen yang Rendah Dapat Mendorong Inflasi Lebih Tinggi: Shriram Life Insurance | CN...\n\n#ProspekPasar | Risiko Inflasi Meningkat di Tengah Ketidakpastian Harga Minyak Mentah\n\nAjit Banerjee, Shriram Life Insurance, kepada \nProduktivitas tanaman yang lebih rendah dapat mendorong inflasi lebih tinggi\nMemperkirakan kenaikan suku bunga 4–5 bps tahun ini\nOptimis terhadap sektor perbankan, farmasi & IT; berhati-hati terhadap sektor yang terkait dengan minyak mentah\n\n#prospekpasar #analisispasar #pasarsaham #beritapasarsaham #pembaruanpasarsaham #cnbctv18 #beritabisnis #beritabisnishariini #beritabisnisbahasainggris #pasarsahamhariini\n\n🔴CNBC TV18 LIVE TV: https://youtube.com/live/P857H4ej-MQ\nBERLANGGANAN ke Saluran Kami: https://bit.ly/3nvEcxf\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------\n👑 Lihat Video Daftar Putar CNBC TV18 Teratas:\n🔹   • Young Turks Reloaded with Shereen Bhan  \n🔹   • CNBC TV18 Prime | Global Lens  \n🔹    • World News 2025 | Latest International News  \n🔹   • CNBC-TV18 Classics  \n🔹   • OVERDRIVE || CNBC TV18  \n🔹   • Startup Street  \n\n------------------------------------------------------------------------------------\nAnda juga dapat terhubung dengan CNBC-TV18 News Online\nDapatkan berita terbaru: https://bit.ly/2YbpXBM\n\nIkuti CNBC-TV18 sepanjang waktu: https://www.cnbctv18.com/live-tv/\n\nTetap terupdate dengan semua aksi pasar secara real-time: https://www.cnbctv18.com/market-live/\nAnda juga dapat tetap terupdate dengan semua berita terbaru saat bepergian dengan CNBC-TV18 Minis: https://www.cnbctv18.com/minis/\nSukai kami di Facebook:   / cnbctv18india  \nIkuti kami di Twitter:   / cnbctv18news  \nIkuti kami di Instagram:   / cnbctv18india  \nTemukan kami di: Linkedin:   / cnbc-tv18  \nn18oc_business\nTentang CNBC-TV18: Saluran berita bisnis terkemuka di India, CNBC-TV18 menawarkan liputan terlengkap tentang bisnis, ekonomi, dan pasar keuangan. Saksikan semua acara favorit Anda, video eksklusif, wawancara penting, dan banyak lagi di sini.", "post_id": "9j15V7TDUAo"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 281.0664553373516, "y": 45.99689337215018, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6061, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 0, "out_degree": 13, "degree": 13}, "_id": "spQxZ0_x9Lo", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Implikasi Kelebihan Likuiditas Perbankan Domestik | SPECIAL TALK\n\nSektor perbankan domestik mengalami anomali overliquidity seiring dengan penurunan rasio Loan to Deposit Ratio atau LDR ke kisaran rata-rata 60% hingga 75%. Minimnya ekspansi sektor riil menyebabkan penumpukan dana operasional sehingga perbankan terpaksa memangkas tingkat suku bunga deposito akibat ketiadaan permintaan kredit baru.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "spQxZ0_x9Lo"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 795.5237309344296, "y": 273.9403937283367, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.3343, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "spQxZ0_x9Lo", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Implikasi Kelebihan Likuiditas Perbankan Domestik | SPECIAL TALK\n\nSektor perbankan domestik mengalami anomali overliquidity seiring dengan penurunan rasio Loan to Deposit Ratio atau LDR ke kisaran rata-rata 60% hingga 75%. Minimnya ekspansi sektor riil menyebabkan penumpukan dana operasional sehingga perbankan terpaksa memangkas tingkat suku bunga deposito akibat ketiadaan permintaan kredit baru.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "spQxZ0_x9Lo"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 956.871021381884, "y": 411.5136036241445, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.3343, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "spQxZ0_x9Lo", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Implikasi Kelebihan Likuiditas Perbankan Domestik | SPECIAL TALK\n\nSektor perbankan domestik mengalami anomali overliquidity seiring dengan penurunan rasio Loan to Deposit Ratio atau LDR ke kisaran rata-rata 60% hingga 75%. Minimnya ekspansi sektor riil menyebabkan penumpukan dana operasional sehingga perbankan terpaksa memangkas tingkat suku bunga deposito akibat ketiadaan permintaan kredit baru.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "spQxZ0_x9Lo"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 816.249469231624, "y": 747.4229194159808, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.3343, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 12, "out_degree": 0, "degree": 12}, "_id": "spQxZ0_x9Lo", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Implikasi Kelebihan Likuiditas Perbankan Domestik | SPECIAL TALK\n\nSektor perbankan domestik mengalami anomali overliquidity seiring dengan penurunan rasio Loan to Deposit Ratio atau LDR ke kisaran rata-rata 60% hingga 75%. Minimnya ekspansi sektor riil menyebabkan penumpukan dana operasional sehingga perbankan terpaksa memangkas tingkat suku bunga deposito akibat ketiadaan permintaan kredit baru.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "spQxZ0_x9Lo"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 816.8141681153386, "y": 360.8948635812087, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.3343, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "spQxZ0_x9Lo", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Implikasi Kelebihan Likuiditas Perbankan Domestik | SPECIAL TALK\n\nSektor perbankan domestik mengalami anomali overliquidity seiring dengan penurunan rasio Loan to Deposit Ratio atau LDR ke kisaran rata-rata 60% hingga 75%. Minimnya ekspansi sektor riil menyebabkan penumpukan dana operasional sehingga perbankan terpaksa memangkas tingkat suku bunga deposito akibat ketiadaan permintaan kredit baru.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "spQxZ0_x9Lo"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 454.5043114260813, "y": 64.76000628112644, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.3343, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "spQxZ0_x9Lo", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Implikasi Kelebihan Likuiditas Perbankan Domestik | SPECIAL TALK\n\nSektor perbankan domestik mengalami anomali overliquidity seiring dengan penurunan rasio Loan to Deposit Ratio atau LDR ke kisaran rata-rata 60% hingga 75%. Minimnya ekspansi sektor riil menyebabkan penumpukan dana operasional sehingga perbankan terpaksa memangkas tingkat suku bunga deposito akibat ketiadaan permintaan kredit baru.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "spQxZ0_x9Lo"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 93.88150129670636, "y": 357.6180314764773, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.3343, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "spQxZ0_x9Lo", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Implikasi Kelebihan Likuiditas Perbankan Domestik | SPECIAL TALK\n\nSektor perbankan domestik mengalami anomali overliquidity seiring dengan penurunan rasio Loan to Deposit Ratio atau LDR ke kisaran rata-rata 60% hingga 75%. Minimnya ekspansi sektor riil menyebabkan penumpukan dana operasional sehingga perbankan terpaksa memangkas tingkat suku bunga deposito akibat ketiadaan permintaan kredit baru.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "spQxZ0_x9Lo"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 996.5876387355571, "y": 149.7765024553177, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6061, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "1ydZTAvVopk", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Bicara Inflasi 3,08% Masih Terkendali, Daya Beli Masyarakat Tetap Kuat\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Ekonomi RI Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa inflasi Indonesia masih berada dalam kondisi yang terkendali meskipun pada Mei 2026 meningkat menjadi 3,08 persen.\n\nMenurutnya, angka tersebut masih berada dalam rentang target pemerintah dan Bank Indonesia, yakni 2,5 persen plus minus 1 persen.\n\nPurbaya menjelaskan kenaikan inflasi terutama dipicu oleh kelompok volatile food, khususnya harga cabai merah dan bawang merah yang terdampak cuaca ekstrem.\n\nNamun ia menilai faktor tersebut bersifat sementara dan berpotensi kembali turun ketika kondisi pasokan membaik. Karena itu, pemerintah tetap optimistis inflasi dapat dijaga pada level yang sehat bagi perekonomian.\n\nSelain itu, Purbaya juga membantah berbagai narasi yang menyebut ekonomi Indonesia sedang melemah.\n\nIa menyoroti sejumlah indikator seperti peningkatan aktivitas manufaktur, pertumbuhan kredit perbankan, konsumsi masyarakat, hingga surplus neraca perdagangan yang dinilai menunjukkan daya beli dan aktivitas ekonomi nasional masih cukup kuat.\n\nMenurutnya, pemerintah akan terus menjaga stabilitas harga pangan dan memperkuat koordinasi kebijakan fiskal serta moneter untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\n#breakingnews #purbaya #menkeu #apbnkita \n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "1ydZTAvVopk"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 610.3423079200603, "y": 721.0982072751301, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0713, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1ydZTAvVopk", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Bicara Inflasi 3,08% Masih Terkendali, Daya Beli Masyarakat Tetap Kuat\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Ekonomi RI Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa inflasi Indonesia masih berada dalam kondisi yang terkendali meskipun pada Mei 2026 meningkat menjadi 3,08 persen.\n\nMenurutnya, angka tersebut masih berada dalam rentang target pemerintah dan Bank Indonesia, yakni 2,5 persen plus minus 1 persen.\n\nPurbaya menjelaskan kenaikan inflasi terutama dipicu oleh kelompok volatile food, khususnya harga cabai merah dan bawang merah yang terdampak cuaca ekstrem.\n\nNamun ia menilai faktor tersebut bersifat sementara dan berpotensi kembali turun ketika kondisi pasokan membaik. Karena itu, pemerintah tetap optimistis inflasi dapat dijaga pada level yang sehat bagi perekonomian.\n\nSelain itu, Purbaya juga membantah berbagai narasi yang menyebut ekonomi Indonesia sedang melemah.\n\nIa menyoroti sejumlah indikator seperti peningkatan aktivitas manufaktur, pertumbuhan kredit perbankan, konsumsi masyarakat, hingga surplus neraca perdagangan yang dinilai menunjukkan daya beli dan aktivitas ekonomi nasional masih cukup kuat.\n\nMenurutnya, pemerintah akan terus menjaga stabilitas harga pangan dan memperkuat koordinasi kebijakan fiskal serta moneter untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\n#breakingnews #purbaya #menkeu #apbnkita \n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "1ydZTAvVopk"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 942.1137573206923, "y": 802.5003185571886, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6061, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 0, "out_degree": 28, "degree": 28}, "_id": "ptAO7Eu5qLw", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Implikasi Kelebihan Likuiditas Perbankan Domestik | SPECIAL TALK\n\nSektor perbankan domestik mengalami anomali overliquidity seiring dengan penurunan rasio Loan to Deposit Ratio atau LDR ke kisaran rata-rata 60% hingga 75%. Minimnya ekspansi sektor riil menyebabkan penumpukan dana operasional sehingga perbankan terpaksa memangkas tingkat suku bunga deposito akibat ketiadaan permintaan kredit baru.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "ptAO7Eu5qLw"}}, {"key": "@yanuarrizky_economy", "attributes": {"label": "@yanuarrizky_economy", "x": 112.93216898815595, "y": 11.940193312758085, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6061, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Epa7Tb0TqiI", "id": "@yanuarrizky_economy", "source": "youtube-000001", "content": "RI Sakit tapi Ngaku Sehat, Siap-Siap Hadapi Stagflasi! | Analisis YR\n\nRupiah terus tersungkur hingga menuju level Rp18.000 per USD, namun komunikasi pemerintah dinilai masih penuh dengan penangkalan (denial). Di tengah turbulensi ekonomi global, apakah fundamental Indonesia benar-benar sekuat yang diklaim dalam angka statistik?\n\nDalam video yang saya kutip dari channel youtube \n saya membongkar realitas ngeri di balik melemahnya nilai tukar rupiah. Mulai dari kaburnya investor asing yang mulai membuang Surat Berharga Negara (SBN), hingga fenomena domestik \"MAUT\" (Makan Utang) yang menjerat masyarakat bawah lewat ledakan pinjol dan kartu kredit.\n\nSikap Bank Indonesia dan otoritas fiskal yang dinilai lambat bereaksi karena terlalu memaksakan agenda pertumbuhan (pro-growth) di saat dunia sedang mengarah pada jurang stagflasi. \"Pilihannya sederhana: kita mau terus berlari walaupun badan kita sakit, atau kita sembuhkan dulu penyakitnya baru kita berlari?\"\n\nTonton sampai habis untuk memahami navigasi ekonomi rumah tangga Anda di masa sulit ini!\n\n⏳ TIMESTAMP (CHAPTERS)\n00:00 — Teaser: Ancaman Krisis Baru Global Sovereign Bond & Paul Singer\n00:27 — Realitas Suku Bunga Pasar Uang & Kasus Global Bond BNI 7,5%\n00:57 — Pengertian Repricing Valuasi Pasar & Analisis Sense of Crisis Perdana Menteri Singapura\n01:57 — Indikator Krisis Global: Membaca Rasio Harga Emas vs Tembaga (Cooper)\n03:19 — Mengenang Krisis Wall Street 2008 & Dampak Bumerang Suku Bunga Fed Rate\n04:14 — Politik Konsensus Inflasi Rendah di Amerika Serikat & Era Quantitative Easing (QE)\n05:34 — Kebijakan Janet Yellen & Dampak Berantai pada 5 Negara Rentan (Five Fragile Countries)\n06:45 — Pengalaman Krisis Ekonomi 1997-1998 & Kesaksian George Soros Soal Kegagalan Asia\n08:14 — Transisi Kekuasaan Keuangan: Pergeseran Peran Sektor Perbankan ke Hedge Fund Non-Bank\n09:12 — Mengapa Indikator Kemampuan Membayar Utang Jauh Lebih Penting daripada Rasio Utang ke PDB\n09:48 — Jejak Pelemahan Likuiditas Rupiah Berdasarkan Kebijakan Ekspansi The Fed\n10:13 — Masalah Kredit Properti di Cina & Pengaruh Lesunya Ekspor-Impor Terhadap Indonesia\n10:34 — Fenomena Ekonomi \"MANTAP\" (Makan Tabungan) pada Masyarakat yang Dimulai Sejak 2019\n10:55 — Ledakan Kasus Pinjol, Penagihan Debt Collector, & Dampak Serangan ke Penerimaan Pajak (PPH/PPN)\n11:36 — Membandingkan Rasio Rasio Kecukupan Modal (CAR) Perbankan RI Tahun 1997 vs Kondisi Saat Ini\n12:33 — Kontra-Argumen SBN: Peran BI & Bank Umum Sebagai Standing Buyer saat Asing Kabur\n12:58 — Potensi \"Serangan Shock\" Asing Terhadap Surat Utang Pemerintah Indonesia\n14:27 — Pelajaran Sejarah: Independensi Otoritas Dewan Gubernur BI dalam Menghadapi Volatilitas Masa Lalu\n15:43 — Dilema Kebijakan Indonesia Hari Ini: Memilih Sembuh Dahulu atau Terus Dipaksa Berlari (Pro-Growth vs Stability)\n🏷️ \n#Rupiah #KrisisEkonomi #YanuarRizky #AniesBaswedan #UtangNegara #Pinjol #Stagflasi #EkonomiIndonesia2026 #Fiskal #SBN\n=========================================================\nSelamat datang di YouTube Channel Resmi Yanuar Rizky. Saluran ini hadir sebagai ruang jernih untuk membedah realita di balik angka—mulai dari kebijakan ekonomi-politik, dinamika fiskal, hingga reformasi struktural yang berdampak langsung pada kedaulatan bangsa.\n\nMari membaca arah zaman secara mandiri, kritis, dan berdaulat. \n\nDukung terus channel ini dengan cara Like, Share, Komentar, dan Subscribe agar diskusi sehat ini menjangkau lebih banyak anak muda dan masyarakat luas.\n\n---\n#enjoyAja #YanuarRizky #EkonomiPolitik #KebijakanPublik #EdukasiEkonomi\n\nDISCLAIMER: Seluruh konten dalam channel ini ditujukan untuk kepentingan edukasi, analisis kebijakan, informasi makro, dan arsip diskusi publik yang independen.", "post_id": "Epa7Tb0TqiI"}}, {"key": "aniesbaswedan", "attributes": {"label": "aniesbaswedan", "x": 455.1782734004353, "y": 750.8318778895335, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0713, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Epa7Tb0TqiI", "id": "aniesbaswedan", "source": "youtube-000001", "content": "RI Sakit tapi Ngaku Sehat, Siap-Siap Hadapi Stagflasi! | Analisis YR\n\nRupiah terus tersungkur hingga menuju level Rp18.000 per USD, namun komunikasi pemerintah dinilai masih penuh dengan penangkalan (denial). Di tengah turbulensi ekonomi global, apakah fundamental Indonesia benar-benar sekuat yang diklaim dalam angka statistik?\n\nDalam video yang saya kutip dari channel youtube \n saya membongkar realitas ngeri di balik melemahnya nilai tukar rupiah. Mulai dari kaburnya investor asing yang mulai membuang Surat Berharga Negara (SBN), hingga fenomena domestik \"MAUT\" (Makan Utang) yang menjerat masyarakat bawah lewat ledakan pinjol dan kartu kredit.\n\nSikap Bank Indonesia dan otoritas fiskal yang dinilai lambat bereaksi karena terlalu memaksakan agenda pertumbuhan (pro-growth) di saat dunia sedang mengarah pada jurang stagflasi. \"Pilihannya sederhana: kita mau terus berlari walaupun badan kita sakit, atau kita sembuhkan dulu penyakitnya baru kita berlari?\"\n\nTonton sampai habis untuk memahami navigasi ekonomi rumah tangga Anda di masa sulit ini!\n\n⏳ TIMESTAMP (CHAPTERS)\n00:00 — Teaser: Ancaman Krisis Baru Global Sovereign Bond & Paul Singer\n00:27 — Realitas Suku Bunga Pasar Uang & Kasus Global Bond BNI 7,5%\n00:57 — Pengertian Repricing Valuasi Pasar & Analisis Sense of Crisis Perdana Menteri Singapura\n01:57 — Indikator Krisis Global: Membaca Rasio Harga Emas vs Tembaga (Cooper)\n03:19 — Mengenang Krisis Wall Street 2008 & Dampak Bumerang Suku Bunga Fed Rate\n04:14 — Politik Konsensus Inflasi Rendah di Amerika Serikat & Era Quantitative Easing (QE)\n05:34 — Kebijakan Janet Yellen & Dampak Berantai pada 5 Negara Rentan (Five Fragile Countries)\n06:45 — Pengalaman Krisis Ekonomi 1997-1998 & Kesaksian George Soros Soal Kegagalan Asia\n08:14 — Transisi Kekuasaan Keuangan: Pergeseran Peran Sektor Perbankan ke Hedge Fund Non-Bank\n09:12 — Mengapa Indikator Kemampuan Membayar Utang Jauh Lebih Penting daripada Rasio Utang ke PDB\n09:48 — Jejak Pelemahan Likuiditas Rupiah Berdasarkan Kebijakan Ekspansi The Fed\n10:13 — Masalah Kredit Properti di Cina & Pengaruh Lesunya Ekspor-Impor Terhadap Indonesia\n10:34 — Fenomena Ekonomi \"MANTAP\" (Makan Tabungan) pada Masyarakat yang Dimulai Sejak 2019\n10:55 — Ledakan Kasus Pinjol, Penagihan Debt Collector, & Dampak Serangan ke Penerimaan Pajak (PPH/PPN)\n11:36 — Membandingkan Rasio Rasio Kecukupan Modal (CAR) Perbankan RI Tahun 1997 vs Kondisi Saat Ini\n12:33 — Kontra-Argumen SBN: Peran BI & Bank Umum Sebagai Standing Buyer saat Asing Kabur\n12:58 — Potensi \"Serangan Shock\" Asing Terhadap Surat Utang Pemerintah Indonesia\n14:27 — Pelajaran Sejarah: Independensi Otoritas Dewan Gubernur BI dalam Menghadapi Volatilitas Masa Lalu\n15:43 — Dilema Kebijakan Indonesia Hari Ini: Memilih Sembuh Dahulu atau Terus Dipaksa Berlari (Pro-Growth vs Stability)\n🏷️ \n#Rupiah #KrisisEkonomi #YanuarRizky #AniesBaswedan #UtangNegara #Pinjol #Stagflasi #EkonomiIndonesia2026 #Fiskal #SBN\n=========================================================\nSelamat datang di YouTube Channel Resmi Yanuar Rizky. Saluran ini hadir sebagai ruang jernih untuk membedah realita di balik angka—mulai dari kebijakan ekonomi-politik, dinamika fiskal, hingga reformasi struktural yang berdampak langsung pada kedaulatan bangsa.\n\nMari membaca arah zaman secara mandiri, kritis, dan berdaulat. \n\nDukung terus channel ini dengan cara Like, Share, Komentar, dan Subscribe agar diskusi sehat ini menjangkau lebih banyak anak muda dan masyarakat luas.\n\n---\n#enjoyAja #YanuarRizky #EkonomiPolitik #KebijakanPublik #EdukasiEkonomi\n\nDISCLAIMER: Seluruh konten dalam channel ini ditujukan untuk kepentingan edukasi, analisis kebijakan, informasi makro, dan arsip diskusi publik yang independen.", "post_id": "Epa7Tb0TqiI"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "attributes": {"label": "@TribunnewsSurya", "x": 733.6745644255499, "y": 329.12742952178706, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6061, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "j1nI4bMUmMY", "id": "@TribunnewsSurya", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Ambruk Nyaris 5 Persen, Rupiah Terkoreksi 7 Persen, Asing Kabur Rp 66,2 Triliun\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\n Video: Tribunnews\nUploader: Teguh Wahyudi\n\nSURYA.CO.ID, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin terpuruk menjelang penutupan sesi pertama perdagangan Rabu (3/6/2026). Hingga pukul 11.30 WIB, indeks anjlok 302,116 poin atau 4,88 persen ke level 5.893,311.\n\nKoreksi tajam IHSG yang melebihi 4 persen pada perdagangan sesi pertama dipicu oleh aksi ambil untung (profit taking) pada saham-saham \nberkapitalisasi besar, khususnya sektor perbankan utama (big banks) \ndan kelompok emiten yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu.\n\nSaham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 175 poin atau 3 persen ke posisi Rp 5.650 per saham. \n\nPT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) merosot 110 poin atau 3,62 persen ke are Rp 2.930. \n\nTekanan terhadap nilai tukar rupiah yang kini menyentuh lebih dari Rp 17.900 per dollar AS diyakini menjadi salah satu faktor yang membebani sentimen pasar. Hingga saat ini arus keluar dana asing dari pasar saham telah mencapai Rp 66,2 triliun dan masih berpotensi bertambah apabila volatilitas nilai tukar terus berlanjut.\n\n\n\n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "j1nI4bMUmMY"}}, {"key": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "tribunnewssurya", "x": 471.3828619316978, "y": 464.480492672256, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0713, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "j1nI4bMUmMY", "id": "tribunnewssurya", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Ambruk Nyaris 5 Persen, Rupiah Terkoreksi 7 Persen, Asing Kabur Rp 66,2 Triliun\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\n Video: Tribunnews\nUploader: Teguh Wahyudi\n\nSURYA.CO.ID, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin terpuruk menjelang penutupan sesi pertama perdagangan Rabu (3/6/2026). Hingga pukul 11.30 WIB, indeks anjlok 302,116 poin atau 4,88 persen ke level 5.893,311.\n\nKoreksi tajam IHSG yang melebihi 4 persen pada perdagangan sesi pertama dipicu oleh aksi ambil untung (profit taking) pada saham-saham \nberkapitalisasi besar, khususnya sektor perbankan utama (big banks) \ndan kelompok emiten yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu.\n\nSaham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 175 poin atau 3 persen ke posisi Rp 5.650 per saham. \n\nPT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) merosot 110 poin atau 3,62 persen ke are Rp 2.930. \n\nTekanan terhadap nilai tukar rupiah yang kini menyentuh lebih dari Rp 17.900 per dollar AS diyakini menjadi salah satu faktor yang membebani sentimen pasar. Hingga saat ini arus keluar dana asing dari pasar saham telah mencapai Rp 66,2 triliun dan masih berpotensi bertambah apabila volatilitas nilai tukar terus berlanjut.\n\n\n\n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "j1nI4bMUmMY"}}, {"key": "@jejaksaham", "attributes": {"label": "@jejaksaham", "x": 642.137043042199, "y": 479.9790007884228, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6061, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "h1SlH5Pk8mg", "id": "@jejaksaham", "source": "youtube-000001", "content": "🏦 BBRI 🏦 Update Transaksi Saat Turun -3,9%📉🔥\n\n#bbri #ihsg #trading \n🏦 BBRI 🏦 Update Transaksi Saat Turun -3,9%📉🔥‪‬ \n\nSaham BBRI kembali menjadi sorotan setelah ditutup turun sekitar 3,9% pada perdagangan terakhir dan menyentuh area harga terendah dalam beberapa tahun terakhir. Tekanan jual yang besar terlihat dari aktivitas transaksi yang sangat tinggi, dengan nilai perdagangan mencapai triliunan rupiah serta dominasi aksi net sell investor asing. \n\nDalam video ini kita akan membahas order book BBRI, melihat bagaimana susunan antrian bid dan offer, membaca tekanan distribusi maupun potensi akumulasi, serta mengupas broker summary untuk mengetahui siapa yang paling agresif melakukan jual maupun beli saat harga mengalami koreksi tajam.\n\nApakah penurunan ini merupakan sinyal pelemahan yang masih berlanjut? Ataukah justru menjadi area yang mulai menarik untuk dipantau oleh investor jangka panjang? Semua akan dibahas dari sudut pandang price action, order flow, broker summary, dan psikologi pasar.\n\nTonton sampai selesai agar tidak salah membaca pergerakan bandar, likuiditas pasar, dan dinamika supply-demand yang terjadi di saham BBRI saat tekanan jual meningkat.\n\n📌 Topik Pembahasan: \n✔ Analisa transaksi BBRI saat turun 3,9%\n✔ Bedah order book dan antrian bid-offer\n✔ Broker summary & foreign flow\n✔ Tekanan jual vs potensi akumulasi\n\n\nDISCLAIMER Video ini dibuat hanya untuk tujuan edukasi dan berbagi informasi. Seluruh analisa merupakan opini pribadi berdasarkan data pasar, order book, broker summary, dan kondisi teknikal yang tersedia saat video dibuat. Bukan ajakan membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset dan analisa mandiri (DYOR) serta sesuaikan keputusan investasi dengan profil risiko masing-masing.\n\nKeyword: BBRI, saham BBRI, analisa BBRI, order book BBRI, broker summary BBRI, foreign flow BBRI, saham bank BUMN, saham perbankan, IHSG hari ini, saham turun 3,9 persen, bandar saham, akumulasi saham, distribusi saham, analisa teknikal BBRI, investasi saham Indonesia, trading saham, Stockbit, market recap, MSCI, saham undervalued\n\n#Hashtag #BBRI #SahamBBRI #OrderBook #BrokerSummary #ForeignFlow #SahamHariIni #IHSG #InvestasiSaham #TradingSaham #Stockbit #AnalisaSaham #BigBanks #ValueInvesting #DividendInvesting #MarketReview", "post_id": "h1SlH5Pk8mg"}}, {"key": "jejaksaham", "attributes": {"label": "jejaksaham", "x": 295.8536566648476, "y": 97.53015907042273, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.8387, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "h1SlH5Pk8mg", "id": "jejaksaham", "source": "youtube-000001", "content": "🏦 BBRI 🏦 Update Transaksi Saat Turun -3,9%📉🔥\n\n#bbri #ihsg #trading \n🏦 BBRI 🏦 Update Transaksi Saat Turun -3,9%📉🔥‪‬ \n\nSaham BBRI kembali menjadi sorotan setelah ditutup turun sekitar 3,9% pada perdagangan terakhir dan menyentuh area harga terendah dalam beberapa tahun terakhir. Tekanan jual yang besar terlihat dari aktivitas transaksi yang sangat tinggi, dengan nilai perdagangan mencapai triliunan rupiah serta dominasi aksi net sell investor asing. \n\nDalam video ini kita akan membahas order book BBRI, melihat bagaimana susunan antrian bid dan offer, membaca tekanan distribusi maupun potensi akumulasi, serta mengupas broker summary untuk mengetahui siapa yang paling agresif melakukan jual maupun beli saat harga mengalami koreksi tajam.\n\nApakah penurunan ini merupakan sinyal pelemahan yang masih berlanjut? Ataukah justru menjadi area yang mulai menarik untuk dipantau oleh investor jangka panjang? Semua akan dibahas dari sudut pandang price action, order flow, broker summary, dan psikologi pasar.\n\nTonton sampai selesai agar tidak salah membaca pergerakan bandar, likuiditas pasar, dan dinamika supply-demand yang terjadi di saham BBRI saat tekanan jual meningkat.\n\n📌 Topik Pembahasan: \n✔ Analisa transaksi BBRI saat turun 3,9%\n✔ Bedah order book dan antrian bid-offer\n✔ Broker summary & foreign flow\n✔ Tekanan jual vs potensi akumulasi\n\n\nDISCLAIMER Video ini dibuat hanya untuk tujuan edukasi dan berbagi informasi. Seluruh analisa merupakan opini pribadi berdasarkan data pasar, order book, broker summary, dan kondisi teknikal yang tersedia saat video dibuat. Bukan ajakan membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset dan analisa mandiri (DYOR) serta sesuaikan keputusan investasi dengan profil risiko masing-masing.\n\nKeyword: BBRI, saham BBRI, analisa BBRI, order book BBRI, broker summary BBRI, foreign flow BBRI, saham bank BUMN, saham perbankan, IHSG hari ini, saham turun 3,9 persen, bandar saham, akumulasi saham, distribusi saham, analisa teknikal BBRI, investasi saham Indonesia, trading saham, Stockbit, market recap, MSCI, saham undervalued\n\n#Hashtag #BBRI #SahamBBRI #OrderBook #BrokerSummary #ForeignFlow #SahamHariIni #IHSG #InvestasiSaham #TradingSaham #Stockbit #AnalisaSaham #BigBanks #ValueInvesting #DividendInvesting #MarketReview", "post_id": "h1SlH5Pk8mg"}}, {"key": "@ETNow", "attributes": {"label": "@ETNow", "x": 620.6838930105752, "y": 425.97351666138997, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6061, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "JRIZaVDcxw0", "id": "@ETNow", "source": "youtube-000001", "content": "Nifty Mendekati Batas 24K? Saham Bank Memicu Lonjakan Long Build-Up yang Kuat | Berita Bisnis | E...\n\nNifty Mendekati Batas Atas 24.000? Saham Bank Memicu Peningkatan Posisi Beli yang Kuat | Berita Bisnis | ET Now\n\nPasar menyaksikan momentum kuat yang dipimpin oleh saham perbankan karena Bank Nifty mengalami peningkatan tajam dalam open interest dan premi selama sesi perdagangan. ICICI Bank, HDFC Bank, Axis Bank, Kotak Bank, dan IndusInd Bank muncul sebagai kontributor utama dengan peningkatan posisi beli yang terlihat dan penutupan posisi jual yang agresif. Data opsi menunjukkan penulisan call yang kuat di dekat angka 24.000 pada Nifty, menandakan resistensi, sementara support tetap berada di dekat 23.500. Saksikan analisis F&O dan open interest lengkap ini yang mencakup Nifty, Bank Nifty, saham futures yang naik, turun, dan penggerak pasar utama hari ini.\n\nKendalikan uang Anda dengan Economic Times sekarang.\n\n#etnow #beritabisnis #anggaran2026bersamaetnow #nifty #banknifty #pasarsaham #rangkumanpasar #perdaganganopsi #openinterest #icicibank #hdfcbank #axisbank #kotakbank #futuresandoptions #perdagangan #pasarsaham #nifty50 #sahamperbankan #pasarsahamindia #analisispasar #sahamyangdipantau #keuangan #investasi\n\nSaluran YouTube -    /   \n\nBerlangganan ET Now untuk mendapatkan pembaruan terbaru tentang berita pasar saham, berita bisnis, berita perusahaan, IPO & lainnya | https://bit.ly/SubscribeToETNow\n\nBerlangganan Sekarang ke Saluran Jaringan Kami :-\nET Now Swadesh:    / etnowswadesh  \nTimes Now: http://goo.gl/U9ibPb\n\nTautan Media Sosial :-\nTwitter - http://goo.gl/hA0vDt\nFacebook - http://goo.gl/5Lr4mC\n\nSitus web - https://www.etnownews.com\nUnduh Aplikasi kami untuk Berita Terkini: https://tinyurl.com/4y6e3u2e\n\nIkuti kami di Google News untuk pembaruan terbaru\nET Now: https://news.google.com/publications/...\nTimes Now Navbharat: https://bit.ly/3zDaKJo \nTimes Now : https://bit.ly/3CyrrYg\nZoom: https://bit.ly/3CEK0dv", "post_id": "JRIZaVDcxw0"}}, {"key": "etnow", "attributes": {"label": "etnow", "x": 542.4566694775854, "y": 669.2110436219604, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0713, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "JRIZaVDcxw0", "id": "etnow", "source": "youtube-000001", "content": "Nifty Mendekati Batas 24K? Saham Bank Memicu Lonjakan Long Build-Up yang Kuat | Berita Bisnis | E...\n\nNifty Mendekati Batas Atas 24.000? Saham Bank Memicu Peningkatan Posisi Beli yang Kuat | Berita Bisnis | ET Now\n\nPasar menyaksikan momentum kuat yang dipimpin oleh saham perbankan karena Bank Nifty mengalami peningkatan tajam dalam open interest dan premi selama sesi perdagangan. ICICI Bank, HDFC Bank, Axis Bank, Kotak Bank, dan IndusInd Bank muncul sebagai kontributor utama dengan peningkatan posisi beli yang terlihat dan penutupan posisi jual yang agresif. Data opsi menunjukkan penulisan call yang kuat di dekat angka 24.000 pada Nifty, menandakan resistensi, sementara support tetap berada di dekat 23.500. Saksikan analisis F&O dan open interest lengkap ini yang mencakup Nifty, Bank Nifty, saham futures yang naik, turun, dan penggerak pasar utama hari ini.\n\nKendalikan uang Anda dengan Economic Times sekarang.\n\n#etnow #beritabisnis #anggaran2026bersamaetnow #nifty #banknifty #pasarsaham #rangkumanpasar #perdaganganopsi #openinterest #icicibank #hdfcbank #axisbank #kotakbank #futuresandoptions #perdagangan #pasarsaham #nifty50 #sahamperbankan #pasarsahamindia #analisispasar #sahamyangdipantau #keuangan #investasi\n\nSaluran YouTube -    /   \n\nBerlangganan ET Now untuk mendapatkan pembaruan terbaru tentang berita pasar saham, berita bisnis, berita perusahaan, IPO & lainnya | https://bit.ly/SubscribeToETNow\n\nBerlangganan Sekarang ke Saluran Jaringan Kami :-\nET Now Swadesh:    / etnowswadesh  \nTimes Now: http://goo.gl/U9ibPb\n\nTautan Media Sosial :-\nTwitter - http://goo.gl/hA0vDt\nFacebook - http://goo.gl/5Lr4mC\n\nSitus web - https://www.etnownews.com\nUnduh Aplikasi kami untuk Berita Terkini: https://tinyurl.com/4y6e3u2e\n\nIkuti kami di Google News untuk pembaruan terbaru\nET Now: https://news.google.com/publications/...\nTimes Now Navbharat: https://bit.ly/3zDaKJo \nTimes Now : https://bit.ly/3CyrrYg\nZoom: https://bit.ly/3CEK0dv", "post_id": "JRIZaVDcxw0"}}, {"key": "@hkwowtv", "attributes": {"label": "@hkwowtv", "x": 745.435904448904, "y": 640.0007005435746, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6061, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "8cj8VCFYw0c", "id": "@hkwowtv", "source": "youtube-000001", "content": "Melewati Jumat Kelabu, Pertemuan Hongdae Samso Dimulai, Akankah Bursa Domestik Kembali Mengincar ...\n\n#SamsungElectronics #SKHynix #KBFinancial\n\n#KOSPI #KOSDAQ #Broadcom #USBigTech #AIsemiconductor #HBM #SemiconductorStocks #SemiconductorMaterials #MaterialsStocks #Micron #JensenHuang #Nvidia #PhysicalAI #Semiconductor #AfterHoursTrading #DisclosureAnalysis #TheWarRoom\n\n───────────────────────────\n✅ Informasi Tamu\n\nSon Chang-hyun | Ketua Tim, 24 Invest\n\nKim Dong-yeop | Perwakilan dari S1 Investment Research Institute\n\n──────────────────────────\n\n📌 Sorotan Penutupan Pasar\n\n✓ Koreksi skala penuh dimulai\n\n→ Perusahaan Teknologi Besar AS menunjukkan tanda-tanda koreksi\n\n→ Beban kenaikan harga AS tetap ada meskipun perang telah berakhir\n\n→ KOSPI anjlok selama perdagangan, kekhawatiran akan 'Black Friday' menyebar\n\n→ Kekecewaan pendapatan Broadcom membebani reli saham teknologi\n\n✓ Nilai tukar melonjak\n\n→ Nilai tukar Won-Dolar mencatat level tertinggi sejak krisis keuangan\n\n→ Dampak risiko Timur Tengah dan penjualan asing\n\n→ Kekhawatiran tentang kisaran 1.500 Won menjadi normal baru untuk nilai tukar\n\n→ Bank Sentral Korea mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga di tengah inflasi tinggi dan pertumbuhan tinggi\n\n✓ Ekspektasi kekuatan pada material, komponen, dan peralatan semikonduktor (SoBuJang)\n\n→ Indeks semikonduktor KOSDAQ SoBuJang menunjukkan kekuatan meskipun pasar lesu\n\n→ Dampak langsung dan tidak langsung dari peningkatan investasi di pasar Tiongkok\n\n→ Kebutuhan akan investasi yang seimbang antara saham semikonduktor berkapitalisasi besar dan SoBuJang\n\n✓ Jensen Huang mengunjungi Korea\n\n→ Permintaan untuk ekspansi HBM dan SoCAMP\n\n→ Ekspansi aliansi NVIDIA di bidang AI Fisik, Pertahanan, Game, dll.\n\n→ Volatilitas saham terkait meningkat setelah ekspektasi tercermin dalam harga saham\n\n→ Fokus pada perusahaan domestik yang bergabung dengan aliansi NVIDIA\n\n🚨 Sinyal Pasar Setelah Penutupan\n\n1️⃣ KB Financial Group\n\nKemampuan defensif saham keuangan disorot bahkan di tengah penurunan tajam KOSPI.\n\nBagi KB Financial Group, dampak pembatalan sekitar 18 juta saham treasury, fase undervalued dengan PBR di bawah 1x, dan ekspektasi peningkatan margin pinjaman-simpanan karena tren kenaikan suku bunga disajikan sebagai poin investasi.\n\nSaham bank secara umum terus bertindak sebagai saham defensif di tengah penurunan pasar, bersamaan dengan ekspektasi pengurangan beban penalti terkait ELS Hong Kong.\n\n2️⃣ GS P&L\n\nEkspansi wisatawan mancanegara, permintaan khusus dari liburan Mei, dan ekspektasi memasuki musim puncak musim panas bertindak sebagai momentum bagi saham sektor rekreasi.\n\nAnalisis menunjukkan bahwa perhatian juga harus diberikan kepada perusahaan yang mengoperasikan bisnis kasino, didorong oleh permintaan untuk \"staycation\" dan puncak musiman.\n\nParadise dan Lotte Tourism Development juga disebutkan sebagai saham yang perlu diperhatikan.\n\n3️⃣ Samsung Electronics & SK Hynix\n\nSaham semikonduktor berkapitalisasi besar ini mengalami koreksi signifikan karena investor asing menarik investasi mereka.\n\nSetelah mengalami pelemahan intraday, Samsung Electronics dan SK Hynix melanjutkan tren lesu mereka di sesi perdagangan setelah penutupan pasar.\n\nMeskipun keraguan tentang gelembung AI menjadi beban, analis mengindikasikan bahwa momentum untuk HBM dan semikonduktor generasi berikutnya perlu diverifikasi melalui laporan pendapatan.\n\n#SahamSemikonduktor #SamsungElectronics #SKHynix #SahamSubstrat #MLCC #KomponenKekurangan #MiraeAssetLife #GSPNL #SahamRekreasi #Masuk #SahamKasino #Paradise #LotteTourismDevelopment #PerdaganganSetelahJam #AnalisisPengungkapan #TheWarRoom #PerdaganganSetelahJam #SetelahSinyal #TheWarRoom #KoreaEconomicTV\n\n───────────────────────────\n\n🎯 Keputusan investasi semuanya tentang informasi.\n\nLihat informasi penting yang cepat dan akurat sekarang di Telegram resmi Korea Economic TV. 🎁 Berlangganan Gratis 👉 https://t.me/wowtv_official\n\n──────────────────────────\n\n△ Saksikan perekonomian Korea!\n\n△ Kami menyajikan berita ekonomi dan pasar saham yang cepat dan akurat 24 jam sehari.\n\n△ Berlangganan + Sukai!\n\n──────────────────────────\n◇ Saluran Resmi & Bisnis Korea Economic TV\n\nBerlangganan YouTube: https://bit.ly/45pz6GK\n\nSiaran Langsung YouTube:    • [한국경제TV LIVE]  \n\nKolaborasi & Pertanyaan Bisnis: hkwowtv\n\n──────────────────────────\n◇ Korea Economic TV\n\nSitus web: http://www.wowtv.co.kr\n\nKakao Plus Friend: https://pf.kakao.com/_xbcxlxgd\n\nTwitter:   / hkwowtv  \n\nFacebook:   / hkwowtv  \n\nJadwal Program: https://bit.ly/47q2caY\n\n───────────────────────────\n◆ Berlangganan Saluran Keluarga Korea Economic TV!\n\nBerita: [Hankyung TV News]    / 한국경제tv뉴스  \n\nSaham: [Money Farm Korea Economic TV]    /   \n\nAplikasi Saham: [Korea Economic TV Crypto]    /   \n\nPendidikan: [Wow Academy] https://wowacademy.wownet.co.kr/\n\nGlobal: [Wow Global] https://www.wowglobal.co.kr/\n\nInformasi Investasi Real-time: [Wow Quick] https://www.wowquick.co.kr/\n\n─────────...", "post_id": "8cj8VCFYw0c"}}, {"key": "hkmoneyfarm", "attributes": {"label": "hkmoneyfarm", "x": 994.2389668837955, "y": 353.8124367620283, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.8387, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "8cj8VCFYw0c", "id": "hkmoneyfarm", "source": "youtube-000001", "content": "Melewati Jumat Kelabu, Pertemuan Hongdae Samso Dimulai, Akankah Bursa Domestik Kembali Mengincar ...\n\n#SamsungElectronics #SKHynix #KBFinancial\n\n#KOSPI #KOSDAQ #Broadcom #USBigTech #AIsemiconductor #HBM #SemiconductorStocks #SemiconductorMaterials #MaterialsStocks #Micron #JensenHuang #Nvidia #PhysicalAI #Semiconductor #AfterHoursTrading #DisclosureAnalysis #TheWarRoom\n\n───────────────────────────\n✅ Informasi Tamu\n\nSon Chang-hyun | Ketua Tim, 24 Invest\n\nKim Dong-yeop | Perwakilan dari S1 Investment Research Institute\n\n──────────────────────────\n\n📌 Sorotan Penutupan Pasar\n\n✓ Koreksi skala penuh dimulai\n\n→ Perusahaan Teknologi Besar AS menunjukkan tanda-tanda koreksi\n\n→ Beban kenaikan harga AS tetap ada meskipun perang telah berakhir\n\n→ KOSPI anjlok selama perdagangan, kekhawatiran akan 'Black Friday' menyebar\n\n→ Kekecewaan pendapatan Broadcom membebani reli saham teknologi\n\n✓ Nilai tukar melonjak\n\n→ Nilai tukar Won-Dolar mencatat level tertinggi sejak krisis keuangan\n\n→ Dampak risiko Timur Tengah dan penjualan asing\n\n→ Kekhawatiran tentang kisaran 1.500 Won menjadi normal baru untuk nilai tukar\n\n→ Bank Sentral Korea mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga di tengah inflasi tinggi dan pertumbuhan tinggi\n\n✓ Ekspektasi kekuatan pada material, komponen, dan peralatan semikonduktor (SoBuJang)\n\n→ Indeks semikonduktor KOSDAQ SoBuJang menunjukkan kekuatan meskipun pasar lesu\n\n→ Dampak langsung dan tidak langsung dari peningkatan investasi di pasar Tiongkok\n\n→ Kebutuhan akan investasi yang seimbang antara saham semikonduktor berkapitalisasi besar dan SoBuJang\n\n✓ Jensen Huang mengunjungi Korea\n\n→ Permintaan untuk ekspansi HBM dan SoCAMP\n\n→ Ekspansi aliansi NVIDIA di bidang AI Fisik, Pertahanan, Game, dll.\n\n→ Volatilitas saham terkait meningkat setelah ekspektasi tercermin dalam harga saham\n\n→ Fokus pada perusahaan domestik yang bergabung dengan aliansi NVIDIA\n\n🚨 Sinyal Pasar Setelah Penutupan\n\n1️⃣ KB Financial Group\n\nKemampuan defensif saham keuangan disorot bahkan di tengah penurunan tajam KOSPI.\n\nBagi KB Financial Group, dampak pembatalan sekitar 18 juta saham treasury, fase undervalued dengan PBR di bawah 1x, dan ekspektasi peningkatan margin pinjaman-simpanan karena tren kenaikan suku bunga disajikan sebagai poin investasi.\n\nSaham bank secara umum terus bertindak sebagai saham defensif di tengah penurunan pasar, bersamaan dengan ekspektasi pengurangan beban penalti terkait ELS Hong Kong.\n\n2️⃣ GS P&L\n\nEkspansi wisatawan mancanegara, permintaan khusus dari liburan Mei, dan ekspektasi memasuki musim puncak musim panas bertindak sebagai momentum bagi saham sektor rekreasi.\n\nAnalisis menunjukkan bahwa perhatian juga harus diberikan kepada perusahaan yang mengoperasikan bisnis kasino, didorong oleh permintaan untuk \"staycation\" dan puncak musiman.\n\nParadise dan Lotte Tourism Development juga disebutkan sebagai saham yang perlu diperhatikan.\n\n3️⃣ Samsung Electronics & SK Hynix\n\nSaham semikonduktor berkapitalisasi besar ini mengalami koreksi signifikan karena investor asing menarik investasi mereka.\n\nSetelah mengalami pelemahan intraday, Samsung Electronics dan SK Hynix melanjutkan tren lesu mereka di sesi perdagangan setelah penutupan pasar.\n\nMeskipun keraguan tentang gelembung AI menjadi beban, analis mengindikasikan bahwa momentum untuk HBM dan semikonduktor generasi berikutnya perlu diverifikasi melalui laporan pendapatan.\n\n#SahamSemikonduktor #SamsungElectronics #SKHynix #SahamSubstrat #MLCC #KomponenKekurangan #MiraeAssetLife #GSPNL #SahamRekreasi #Masuk #SahamKasino #Paradise #LotteTourismDevelopment #PerdaganganSetelahJam #AnalisisPengungkapan #TheWarRoom #PerdaganganSetelahJam #SetelahSinyal #TheWarRoom #KoreaEconomicTV\n\n───────────────────────────\n\n🎯 Keputusan investasi semuanya tentang informasi.\n\nLihat informasi penting yang cepat dan akurat sekarang di Telegram resmi Korea Economic TV. 🎁 Berlangganan Gratis 👉 https://t.me/wowtv_official\n\n──────────────────────────\n\n△ Saksikan perekonomian Korea!\n\n△ Kami menyajikan berita ekonomi dan pasar saham yang cepat dan akurat 24 jam sehari.\n\n△ Berlangganan + Sukai!\n\n──────────────────────────\n◇ Saluran Resmi & Bisnis Korea Economic TV\n\nBerlangganan YouTube: https://bit.ly/45pz6GK\n\nSiaran Langsung YouTube:    • [한국경제TV LIVE]  \n\nKolaborasi & Pertanyaan Bisnis: hkwowtv\n\n──────────────────────────\n◇ Korea Economic TV\n\nSitus web: http://www.wowtv.co.kr\n\nKakao Plus Friend: https://pf.kakao.com/_xbcxlxgd\n\nTwitter:   / hkwowtv  \n\nFacebook:   / hkwowtv  \n\nJadwal Program: https://bit.ly/47q2caY\n\n───────────────────────────\n◆ Berlangganan Saluran Keluarga Korea Economic TV!\n\nBerita: [Hankyung TV News]    / 한국경제tv뉴스  \n\nSaham: [Money Farm Korea Economic TV]    /   \n\nAplikasi Saham: [Korea Economic TV Crypto]    /   \n\nPendidikan: [Wow Academy] https://wowacademy.wownet.co.kr/\n\nGlobal: [Wow Global] https://www.wowglobal.co.kr/\n\nInformasi Investasi Real-time: [Wow Quick] https://www.wowquick.co.kr/\n\n─────────...", "post_id": "8cj8VCFYw0c"}}, {"key": "hktv_crypto", "attributes": {"label": "hktv_crypto", "x": 22.9976864517063, "y": 124.14956084742413, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.8387, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "8cj8VCFYw0c", "id": "hktv_crypto", "source": "youtube-000001", "content": "Melewati Jumat Kelabu, Pertemuan Hongdae Samso Dimulai, Akankah Bursa Domestik Kembali Mengincar ...\n\n#SamsungElectronics #SKHynix #KBFinancial\n\n#KOSPI #KOSDAQ #Broadcom #USBigTech #AIsemiconductor #HBM #SemiconductorStocks #SemiconductorMaterials #MaterialsStocks #Micron #JensenHuang #Nvidia #PhysicalAI #Semiconductor #AfterHoursTrading #DisclosureAnalysis #TheWarRoom\n\n───────────────────────────\n✅ Informasi Tamu\n\nSon Chang-hyun | Ketua Tim, 24 Invest\n\nKim Dong-yeop | Perwakilan dari S1 Investment Research Institute\n\n──────────────────────────\n\n📌 Sorotan Penutupan Pasar\n\n✓ Koreksi skala penuh dimulai\n\n→ Perusahaan Teknologi Besar AS menunjukkan tanda-tanda koreksi\n\n→ Beban kenaikan harga AS tetap ada meskipun perang telah berakhir\n\n→ KOSPI anjlok selama perdagangan, kekhawatiran akan 'Black Friday' menyebar\n\n→ Kekecewaan pendapatan Broadcom membebani reli saham teknologi\n\n✓ Nilai tukar melonjak\n\n→ Nilai tukar Won-Dolar mencatat level tertinggi sejak krisis keuangan\n\n→ Dampak risiko Timur Tengah dan penjualan asing\n\n→ Kekhawatiran tentang kisaran 1.500 Won menjadi normal baru untuk nilai tukar\n\n→ Bank Sentral Korea mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga di tengah inflasi tinggi dan pertumbuhan tinggi\n\n✓ Ekspektasi kekuatan pada material, komponen, dan peralatan semikonduktor (SoBuJang)\n\n→ Indeks semikonduktor KOSDAQ SoBuJang menunjukkan kekuatan meskipun pasar lesu\n\n→ Dampak langsung dan tidak langsung dari peningkatan investasi di pasar Tiongkok\n\n→ Kebutuhan akan investasi yang seimbang antara saham semikonduktor berkapitalisasi besar dan SoBuJang\n\n✓ Jensen Huang mengunjungi Korea\n\n→ Permintaan untuk ekspansi HBM dan SoCAMP\n\n→ Ekspansi aliansi NVIDIA di bidang AI Fisik, Pertahanan, Game, dll.\n\n→ Volatilitas saham terkait meningkat setelah ekspektasi tercermin dalam harga saham\n\n→ Fokus pada perusahaan domestik yang bergabung dengan aliansi NVIDIA\n\n🚨 Sinyal Pasar Setelah Penutupan\n\n1️⃣ KB Financial Group\n\nKemampuan defensif saham keuangan disorot bahkan di tengah penurunan tajam KOSPI.\n\nBagi KB Financial Group, dampak pembatalan sekitar 18 juta saham treasury, fase undervalued dengan PBR di bawah 1x, dan ekspektasi peningkatan margin pinjaman-simpanan karena tren kenaikan suku bunga disajikan sebagai poin investasi.\n\nSaham bank secara umum terus bertindak sebagai saham defensif di tengah penurunan pasar, bersamaan dengan ekspektasi pengurangan beban penalti terkait ELS Hong Kong.\n\n2️⃣ GS P&L\n\nEkspansi wisatawan mancanegara, permintaan khusus dari liburan Mei, dan ekspektasi memasuki musim puncak musim panas bertindak sebagai momentum bagi saham sektor rekreasi.\n\nAnalisis menunjukkan bahwa perhatian juga harus diberikan kepada perusahaan yang mengoperasikan bisnis kasino, didorong oleh permintaan untuk \"staycation\" dan puncak musiman.\n\nParadise dan Lotte Tourism Development juga disebutkan sebagai saham yang perlu diperhatikan.\n\n3️⃣ Samsung Electronics & SK Hynix\n\nSaham semikonduktor berkapitalisasi besar ini mengalami koreksi signifikan karena investor asing menarik investasi mereka.\n\nSetelah mengalami pelemahan intraday, Samsung Electronics dan SK Hynix melanjutkan tren lesu mereka di sesi perdagangan setelah penutupan pasar.\n\nMeskipun keraguan tentang gelembung AI menjadi beban, analis mengindikasikan bahwa momentum untuk HBM dan semikonduktor generasi berikutnya perlu diverifikasi melalui laporan pendapatan.\n\n#SahamSemikonduktor #SamsungElectronics #SKHynix #SahamSubstrat #MLCC #KomponenKekurangan #MiraeAssetLife #GSPNL #SahamRekreasi #Masuk #SahamKasino #Paradise #LotteTourismDevelopment #PerdaganganSetelahJam #AnalisisPengungkapan #TheWarRoom #PerdaganganSetelahJam #SetelahSinyal #TheWarRoom #KoreaEconomicTV\n\n───────────────────────────\n\n🎯 Keputusan investasi semuanya tentang informasi.\n\nLihat informasi penting yang cepat dan akurat sekarang di Telegram resmi Korea Economic TV. 🎁 Berlangganan Gratis 👉 https://t.me/wowtv_official\n\n──────────────────────────\n\n△ Saksikan perekonomian Korea!\n\n△ Kami menyajikan berita ekonomi dan pasar saham yang cepat dan akurat 24 jam sehari.\n\n△ Berlangganan + Sukai!\n\n──────────────────────────\n◇ Saluran Resmi & Bisnis Korea Economic TV\n\nBerlangganan YouTube: https://bit.ly/45pz6GK\n\nSiaran Langsung YouTube:    • [한국경제TV LIVE]  \n\nKolaborasi & Pertanyaan Bisnis: hkwowtv\n\n──────────────────────────\n◇ Korea Economic TV\n\nSitus web: http://www.wowtv.co.kr\n\nKakao Plus Friend: https://pf.kakao.com/_xbcxlxgd\n\nTwitter:   / hkwowtv  \n\nFacebook:   / hkwowtv  \n\nJadwal Program: https://bit.ly/47q2caY\n\n───────────────────────────\n◆ Berlangganan Saluran Keluarga Korea Economic TV!\n\nBerita: [Hankyung TV News]    / 한국경제tv뉴스  \n\nSaham: [Money Farm Korea Economic TV]    /   \n\nAplikasi Saham: [Korea Economic TV Crypto]    /   \n\nPendidikan: [Wow Academy] https://wowacademy.wownet.co.kr/\n\nGlobal: [Wow Global] https://www.wowglobal.co.kr/\n\nInformasi Investasi Real-time: [Wow Quick] https://www.wowquick.co.kr/\n\n─────────...", "post_id": "8cj8VCFYw0c"}}, {"key": "@NDTVProfitIndia", "attributes": {"label": "@NDTVProfitIndia", "x": 399.79697937211, "y": 991.0851178720947, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6061, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "CKMIsvHGHzE", "id": "@NDTVProfitIndia", "source": "youtube-000001", "content": "Langkah Besar RBI untuk Menarik Investor NRI | Bank Naikkan Suku Bunga Deposito FCNR: Simak Detai...\n\nBank-bank telah mulai menaikkan suku bunga deposito untuk investor NRI setelah langkah-langkah terbaru RBI yang melibatkan Bank Sentral menyerap biaya hedging untuk deposito FCNR. Beberapa pemberi pinjaman sudah meneruskan manfaat ini kepada depositor NRI. Tonton video ini untuk mengetahui bank mana saja yang termasuk di dalamnya.\n\n#RBI\n#Rupee\n#HDFCBank\n#YesBank\n#BankingNews\n#InterestRates\n#FCNR\n#NRI\n#IndianBanking\n#RBIUpdate\n#IndianEconomy\n#BankStocks\n#FinanceNews\n#StockMarketIndia\n#BankingSector\n\nApa artinya ini bagi rupee, pendanaan bank, dan pertumbuhan kredit? Berikut adalah uraian singkat tentang perkembangan terbaru dan mengapa sektor perbankan mengamati tren ini dengan cermat.\n\nUntuk video lainnya, berlangganan saluran kami:    /   \nKunjungi NDTV Profit untuk berita lainnya: https://www.ndtvprofit.com/\nJangan memasuki pasar saham tanpa pengetahuan. Baca semua Laporan Penelitian di sini: https://www.ndtvprofit.com/research-r...\n\nIkuti NDTV Profit di sini\nTwitter:   / ndtvprofitindia   ,   / ndtvprofit  \nLinkedIn:   / ndtvprofit  \nInstagram:   / ndtvprofit  \nFacebook:   / ndtvprofit", "post_id": "CKMIsvHGHzE"}}, {"key": "ndtvprofitindia", "attributes": {"label": "ndtvprofitindia", "x": 377.77174732131203, "y": 788.186275876691, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0713, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "CKMIsvHGHzE", "id": "ndtvprofitindia", "source": "youtube-000001", "content": "Langkah Besar RBI untuk Menarik Investor NRI | Bank Naikkan Suku Bunga Deposito FCNR: Simak Detai...\n\nBank-bank telah mulai menaikkan suku bunga deposito untuk investor NRI setelah langkah-langkah terbaru RBI yang melibatkan Bank Sentral menyerap biaya hedging untuk deposito FCNR. Beberapa pemberi pinjaman sudah meneruskan manfaat ini kepada depositor NRI. Tonton video ini untuk mengetahui bank mana saja yang termasuk di dalamnya.\n\n#RBI\n#Rupee\n#HDFCBank\n#YesBank\n#BankingNews\n#InterestRates\n#FCNR\n#NRI\n#IndianBanking\n#RBIUpdate\n#IndianEconomy\n#BankStocks\n#FinanceNews\n#StockMarketIndia\n#BankingSector\n\nApa artinya ini bagi rupee, pendanaan bank, dan pertumbuhan kredit? Berikut adalah uraian singkat tentang perkembangan terbaru dan mengapa sektor perbankan mengamati tren ini dengan cermat.\n\nUntuk video lainnya, berlangganan saluran kami:    /   \nKunjungi NDTV Profit untuk berita lainnya: https://www.ndtvprofit.com/\nJangan memasuki pasar saham tanpa pengetahuan. Baca semua Laporan Penelitian di sini: https://www.ndtvprofit.com/research-r...\n\nIkuti NDTV Profit di sini\nTwitter:   / ndtvprofitindia   ,   / ndtvprofit  \nLinkedIn:   / ndtvprofit  \nInstagram:   / ndtvprofit  \nFacebook:   / ndtvprofit", "post_id": "CKMIsvHGHzE"}}, {"key": "@yonhapnewstv23", "attributes": {"label": "@yonhapnewstv23", "x": 332.2055253115078, "y": 796.8240768393308, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6061, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "fJOHILVFHGU", "id": "@yonhapnewstv23", "source": "youtube-000001", "content": "Suku Bunga Deposito Bank Kembali ke Level 3%... Persaingan Menarik Dana Perusahaan / YonhapnewsTV\n\nSeiring dengan kenaikan suku bunga pasar karena ekspektasi kenaikan suku bunga acuan, suku bunga deposito berjangka bank juga kembali naik ke kisaran 3%.\n\nMenurut Federasi Perbankan Korea hari ini (tanggal 14), suku bunga tertinggi untuk deposito berjangka representatif di lima bank besar tercatat pada level 2,90% hingga 3,00% per tahun pada tanggal 12.\n\nHal ini disebabkan oleh kenaikan suku bunga pasar, termasuk imbal hasil obligasi bank 1 tahun dan 5 tahun.\n\nSementara itu, analisis menunjukkan bahwa sektor perbankan melihat tren perusahaan mengamankan dana surplus mereka melalui deposito berjangka.\n\nMeskipun saldo deposito berjangka di lima bank besar meningkat lebih dari 4 triliun won dibandingkan akhir bulan lalu, saldo MMDA (Rekening Deposito Pasar Uang), yang sering disebut sebagai \"rekening parkir\" perusahaan, menurun hampir 10 triliun won. #FederasiBankKorea #SukuBungaDeposito #DepositoBerjangka\n\n▣ Berlangganan saluran dokumenter Yonhap News TV 'Docu-Digging'\n\n   / -digging  \n\n▣ Berlangganan Saluran YouTube Yonhap News TV\n\n   /   \n\n▣ Awal mula berita Korea, Yonhap News TV\n\nhttp://www.yonhapnewstv.co.kr/", "post_id": "fJOHILVFHGU"}}, {"key": "docu", "attributes": {"label": "docu", "x": 467.99608741624587, "y": 778.6174898586761, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.8387, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "fJOHILVFHGU", "id": "docu", "source": "youtube-000001", "content": "Suku Bunga Deposito Bank Kembali ke Level 3%... Persaingan Menarik Dana Perusahaan / YonhapnewsTV\n\nSeiring dengan kenaikan suku bunga pasar karena ekspektasi kenaikan suku bunga acuan, suku bunga deposito berjangka bank juga kembali naik ke kisaran 3%.\n\nMenurut Federasi Perbankan Korea hari ini (tanggal 14), suku bunga tertinggi untuk deposito berjangka representatif di lima bank besar tercatat pada level 2,90% hingga 3,00% per tahun pada tanggal 12.\n\nHal ini disebabkan oleh kenaikan suku bunga pasar, termasuk imbal hasil obligasi bank 1 tahun dan 5 tahun.\n\nSementara itu, analisis menunjukkan bahwa sektor perbankan melihat tren perusahaan mengamankan dana surplus mereka melalui deposito berjangka.\n\nMeskipun saldo deposito berjangka di lima bank besar meningkat lebih dari 4 triliun won dibandingkan akhir bulan lalu, saldo MMDA (Rekening Deposito Pasar Uang), yang sering disebut sebagai \"rekening parkir\" perusahaan, menurun hampir 10 triliun won. #FederasiBankKorea #SukuBungaDeposito #DepositoBerjangka\n\n▣ Berlangganan saluran dokumenter Yonhap News TV 'Docu-Digging'\n\n   / -digging  \n\n▣ Berlangganan Saluran YouTube Yonhap News TV\n\n   /   \n\n▣ Awal mula berita Korea, Yonhap News TV\n\nhttp://www.yonhapnewstv.co.kr/", "post_id": "fJOHILVFHGU"}}, {"key": "yonhapnewstv23", "attributes": {"label": "yonhapnewstv23", "x": 972.02055037224, "y": 300.05121000952863, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.8387, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "fJOHILVFHGU", "id": "yonhapnewstv23", "source": "youtube-000001", "content": "Suku Bunga Deposito Bank Kembali ke Level 3%... Persaingan Menarik Dana Perusahaan / YonhapnewsTV\n\nSeiring dengan kenaikan suku bunga pasar karena ekspektasi kenaikan suku bunga acuan, suku bunga deposito berjangka bank juga kembali naik ke kisaran 3%.\n\nMenurut Federasi Perbankan Korea hari ini (tanggal 14), suku bunga tertinggi untuk deposito berjangka representatif di lima bank besar tercatat pada level 2,90% hingga 3,00% per tahun pada tanggal 12.\n\nHal ini disebabkan oleh kenaikan suku bunga pasar, termasuk imbal hasil obligasi bank 1 tahun dan 5 tahun.\n\nSementara itu, analisis menunjukkan bahwa sektor perbankan melihat tren perusahaan mengamankan dana surplus mereka melalui deposito berjangka.\n\nMeskipun saldo deposito berjangka di lima bank besar meningkat lebih dari 4 triliun won dibandingkan akhir bulan lalu, saldo MMDA (Rekening Deposito Pasar Uang), yang sering disebut sebagai \"rekening parkir\" perusahaan, menurun hampir 10 triliun won. #FederasiBankKorea #SukuBungaDeposito #DepositoBerjangka\n\n▣ Berlangganan saluran dokumenter Yonhap News TV 'Docu-Digging'\n\n   / -digging  \n\n▣ Berlangganan Saluran YouTube Yonhap News TV\n\n   /   \n\n▣ Awal mula berita Korea, Yonhap News TV\n\nhttp://www.yonhapnewstv.co.kr/", "post_id": "fJOHILVFHGU"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 874.6372322858856, "y": 975.5749189134013, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6061, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "99uEfTWgMVE", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "KIAMAT TRADER?! Wacana Trading Dianggap Omzet Pajak & Dunia Lagi Mode Hawkish! | WAWASAN CERDAS\n\n00:06 Wacana Trading Saham Dianggap Omzet Pajak\n09:37 Dunia Lagi Mode Hawkish\n17:33 The Fed Tetap Hold Rate\n25:59 Australia Paling Semangat Naikkan Rate, Indonesia Nomor Dua\n32:46 Bursa Indonesia vs Australia vs Singapura\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! Di episode kali ini, kita akan membongkar tuntas sebuah \"Perfect Storm\" atau badai mematikan yang sedang menghantui pasar modal Indonesia. Ada dua ancaman raksasa yang siap menggerus portofolio Anda: wacana mengerikan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terkait trading saham, dan kondisi makroekonomi global yang sedang berada dalam mode hawkish ekstrem!\n\n🚨 Bencana Pajak Saham: Jual Rugi Tetap Dianggap Omzet? Pernahkah Anda membayangkan transaksi saham Anda disamakan dengan jualan warung kelontong? Kegaduhan luar biasa sedang melanda komunitas trader ritel setelah munculnya wacana dari penyuluhan DJP di YouTube yang mengindikasikan bahwa aktivitas trading saham aktif dapat dikategorikan sebagai kegiatan usaha. Artinya, seluruh nilai transaksi jual saham Anda berpotensi dianggap sebagai peredaran bruto atau omzet!\n\nAturan ini sangat absurd karena dalam dunia saham, menjual senilai Rp1 miliar belum tentu berarti untung. Anda bisa saja menjual karena cut loss (rugi), namun di mata wacana pajak ini, nilai jual tersebut tetap memperbesar angka \"omzet\" Anda. Bahaya terbesarnya ada pada investor ritel yang juga memiliki usaha UMKM. Jika total nilai jual saham digabung dengan omzet usaha dan menembus batas Rp4,8 miliar per tahun, Anda bisa tiba-tiba kehilangan hak istimewa fasilitas PPh Final UMKM 0,5%! Padahal, selama ini setiap penjualan saham sudah otomatis dipotong PPh Final 0,1% oleh broker. Jika ritel ketakutan dan berhenti transaksi, likuiditas Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kering kerontang, bid-offer merenggang, dan IHSG bisa rontok.\n\n🌍 Dunia Mode Hawkish: Suku Bunga Mencekik & Rupiah Terkapar Seolah masalah pajak belum cukup, kita sedang dihantam tsunami dari luar negeri. Nampaknya seluruh dunia saat ini sedang kompak dalam mode hawkish, di mana era uang murah telah berakhir. Amerika Serikat memimpin ketegangan ini. Meskipun The Fed menahan suku bunga di level 3,50% - 3,75%, proyeksi inflasi PCE mereka untuk tahun 2026 justru dinaikkan menjadi 3,6% (jauh di atas target 2%). Sinyal dari The Fed ini sangat keras: suku bunga tinggi akan ditahan lebih lama!\n\nKepanikan menyebar ke seluruh dunia. Bank of Japan (BoJ) yang biasanya menjadi sumber dana murah global secara mengejutkan menaikkan suku bunga ke 1%, tertinggi dalam 31 tahun terakhir. European Central Bank (ECB) juga ikut menaikkan tiga suku bunga utamanya sebesar 25 bps. Dampaknya? Dolar AS mengamuk dan yield (imbal hasil) obligasi global terbang tinggi.\n\n📉 Apa Kabar Indonesia? Untuk membentengi nilai tukar Rupiah dari pelarian modal asing (capital outflow), Bank Indonesia (BI) terpaksa harus bertindak galak dengan menaikkan BI-Rate menjadi 5,50%. Pasar obligasi kita merespons dengan panik; yield SBN tenor 2 tahun melonjak tajam nyaris 200 bps secara year-to-date menyentuh 7,095%. Kondisi suku bunga tinggi dan dolar kuat ini menjadi racun bagi IHSG. Kombinasi yield tinggi dan potensi keluarnya investor asing membuat saham-saham growth (pertumbuhan), teknologi, properti, dan perusahaan dengan utang dolar yang besar menjadi sangat rentan dan berdarah-darah. Sebaliknya, saham bank besar dan eksportir mungkin sedikit lebih defensif, namun tetap berisiko jika asing jualan massal.\n\nBagaimana kita sebagai investor dan trader harus bersikap di tengah ancaman pajak yang tidak masuk akal dan tekanan suku bunga global ini? Temukan analisis strategis selengkapnya hanya di video ini agar Anda tidak salah mengambil keputusan finansial!\n\nDisclaimer: Video ini dibuat murni untuk tujuan edukasi, diskusi, dan informasi. Ini bukan rekomendasi atau ajakan dari penasihat investasi untuk melakukan jual atau beli saham. Segala keputusan, keuntungan, dan risiko investasi sepenuhnya berada di tangan dan tanggung jawab masing-masing investor.\n\nDukung terus Wawasan Cerdas untuk memajukan literasi finansial Indonesia! Klik tombol LIKE jika video ini membuka wawasan Anda, SUBSCRIBE sekarang juga, dan aktifkan LONCENG notifikasi supaya tidak ketinggalan update paling krusial seputar ekonomi, IHSG, dan strategi investasi.\n\nAyo suarakan pendapat Anda di kolom komentar: Apakah Anda setuju jika nilai trading saham dianggap omzet dan digabung dengan perhitungan pajak UMKM Anda? Mari kita berdiskusi dengan cerdas!\n\n\n#WawasanCerdas #IHSG #PajakSaham #TradingSaham #PajakUMKM #TheFed #SukuBungaBI #Rupiah #MarketCrash #BursaEfekIndonesia #InvestasiSaham #SahamPemula #MakroEkonomi #SahamAnjlok #KrisisEkonomi #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "99uEfTWgMVE"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 514.3386420792887, "y": 927.4426393483316, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0713, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "99uEfTWgMVE", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "KIAMAT TRADER?! Wacana Trading Dianggap Omzet Pajak & Dunia Lagi Mode Hawkish! | WAWASAN CERDAS\n\n00:06 Wacana Trading Saham Dianggap Omzet Pajak\n09:37 Dunia Lagi Mode Hawkish\n17:33 The Fed Tetap Hold Rate\n25:59 Australia Paling Semangat Naikkan Rate, Indonesia Nomor Dua\n32:46 Bursa Indonesia vs Australia vs Singapura\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! Di episode kali ini, kita akan membongkar tuntas sebuah \"Perfect Storm\" atau badai mematikan yang sedang menghantui pasar modal Indonesia. Ada dua ancaman raksasa yang siap menggerus portofolio Anda: wacana mengerikan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terkait trading saham, dan kondisi makroekonomi global yang sedang berada dalam mode hawkish ekstrem!\n\n🚨 Bencana Pajak Saham: Jual Rugi Tetap Dianggap Omzet? Pernahkah Anda membayangkan transaksi saham Anda disamakan dengan jualan warung kelontong? Kegaduhan luar biasa sedang melanda komunitas trader ritel setelah munculnya wacana dari penyuluhan DJP di YouTube yang mengindikasikan bahwa aktivitas trading saham aktif dapat dikategorikan sebagai kegiatan usaha. Artinya, seluruh nilai transaksi jual saham Anda berpotensi dianggap sebagai peredaran bruto atau omzet!\n\nAturan ini sangat absurd karena dalam dunia saham, menjual senilai Rp1 miliar belum tentu berarti untung. Anda bisa saja menjual karena cut loss (rugi), namun di mata wacana pajak ini, nilai jual tersebut tetap memperbesar angka \"omzet\" Anda. Bahaya terbesarnya ada pada investor ritel yang juga memiliki usaha UMKM. Jika total nilai jual saham digabung dengan omzet usaha dan menembus batas Rp4,8 miliar per tahun, Anda bisa tiba-tiba kehilangan hak istimewa fasilitas PPh Final UMKM 0,5%! Padahal, selama ini setiap penjualan saham sudah otomatis dipotong PPh Final 0,1% oleh broker. Jika ritel ketakutan dan berhenti transaksi, likuiditas Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kering kerontang, bid-offer merenggang, dan IHSG bisa rontok.\n\n🌍 Dunia Mode Hawkish: Suku Bunga Mencekik & Rupiah Terkapar Seolah masalah pajak belum cukup, kita sedang dihantam tsunami dari luar negeri. Nampaknya seluruh dunia saat ini sedang kompak dalam mode hawkish, di mana era uang murah telah berakhir. Amerika Serikat memimpin ketegangan ini. Meskipun The Fed menahan suku bunga di level 3,50% - 3,75%, proyeksi inflasi PCE mereka untuk tahun 2026 justru dinaikkan menjadi 3,6% (jauh di atas target 2%). Sinyal dari The Fed ini sangat keras: suku bunga tinggi akan ditahan lebih lama!\n\nKepanikan menyebar ke seluruh dunia. Bank of Japan (BoJ) yang biasanya menjadi sumber dana murah global secara mengejutkan menaikkan suku bunga ke 1%, tertinggi dalam 31 tahun terakhir. European Central Bank (ECB) juga ikut menaikkan tiga suku bunga utamanya sebesar 25 bps. Dampaknya? Dolar AS mengamuk dan yield (imbal hasil) obligasi global terbang tinggi.\n\n📉 Apa Kabar Indonesia? Untuk membentengi nilai tukar Rupiah dari pelarian modal asing (capital outflow), Bank Indonesia (BI) terpaksa harus bertindak galak dengan menaikkan BI-Rate menjadi 5,50%. Pasar obligasi kita merespons dengan panik; yield SBN tenor 2 tahun melonjak tajam nyaris 200 bps secara year-to-date menyentuh 7,095%. Kondisi suku bunga tinggi dan dolar kuat ini menjadi racun bagi IHSG. Kombinasi yield tinggi dan potensi keluarnya investor asing membuat saham-saham growth (pertumbuhan), teknologi, properti, dan perusahaan dengan utang dolar yang besar menjadi sangat rentan dan berdarah-darah. Sebaliknya, saham bank besar dan eksportir mungkin sedikit lebih defensif, namun tetap berisiko jika asing jualan massal.\n\nBagaimana kita sebagai investor dan trader harus bersikap di tengah ancaman pajak yang tidak masuk akal dan tekanan suku bunga global ini? Temukan analisis strategis selengkapnya hanya di video ini agar Anda tidak salah mengambil keputusan finansial!\n\nDisclaimer: Video ini dibuat murni untuk tujuan edukasi, diskusi, dan informasi. Ini bukan rekomendasi atau ajakan dari penasihat investasi untuk melakukan jual atau beli saham. Segala keputusan, keuntungan, dan risiko investasi sepenuhnya berada di tangan dan tanggung jawab masing-masing investor.\n\nDukung terus Wawasan Cerdas untuk memajukan literasi finansial Indonesia! Klik tombol LIKE jika video ini membuka wawasan Anda, SUBSCRIBE sekarang juga, dan aktifkan LONCENG notifikasi supaya tidak ketinggalan update paling krusial seputar ekonomi, IHSG, dan strategi investasi.\n\nAyo suarakan pendapat Anda di kolom komentar: Apakah Anda setuju jika nilai trading saham dianggap omzet dan digabung dengan perhitungan pajak UMKM Anda? Mari kita berdiskusi dengan cerdas!\n\n\n#WawasanCerdas #IHSG #PajakSaham #TradingSaham #PajakUMKM #TheFed #SukuBungaBI #Rupiah #MarketCrash #BursaEfekIndonesia #InvestasiSaham #SahamPemula #MakroEkonomi #SahamAnjlok #KrisisEkonomi #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "99uEfTWgMVE"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "attributes": {"label": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "x": 812.8756544787254, "y": 720.4903865022851, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6061, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "uhYE9K6vFpI", "id": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "MIRIS! Rahasia Pahit UMKM Sulit Naik Kelas: Modal Sendiri vs Kredit Bank\n\nKenapa jutaan pelaku usaha di Indonesia masih jalan di tempat? Benarkah akses modal usaha menjadi dinding pembatas terbesar?\n\nVideo ini membongkar fakta mengejutkan dari riset Perhimpunan Bank-Bank Nasional (Perbanas) yang mencatat bahwa sebanyak 88 persen pelaku UMKM sektor informal lebih memilih menggunakan dana pribadi untuk modal usaha, ketimbang mengajukan kredit perbankan. Fenomena ini memicu perlambatan pertumbuhan kredit UMKM dan membuat sektor usaha mikro kesulitan untuk ekspansi bisnis.\n\nMengapa para pemilik usaha enggan meminjam uang ke bank? Apa saja hambatan utama dari sisi pelaku usaha dan bagaimana ketatnya seleksi perbankan dalam menyetujui pinjaman modal? Kami mengulas pandangan kritis dari para ahli ekonomi terkait dilema keterbatasan agunan, pelemahan daya beli konsumen, kenaikan suku bunga, hingga pentingnya insentif kredit serta pendampingan manajemen agar UMKM Indonesia bisa benar-benar naik kelas.\n\nSimak analisis mendalam seputar dunia usaha, tantangan pembiayaan perbankan, dan solusi konkret melalui platform kolaborasi seperti UMKM Center dalam video ini sampai habis!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #umkm  #modalusaha  #KreditBank #ekonomiindonesia  #Perbanas #bisnisumkm  #finansial \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "uhYE9K6vFpI"}}, {"key": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "koranjakarta...", "x": 457.95129448003166, "y": 588.1733268247629, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0713, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "uhYE9K6vFpI", "id": "koranjakarta...", "source": "youtube-000001", "content": "MIRIS! Rahasia Pahit UMKM Sulit Naik Kelas: Modal Sendiri vs Kredit Bank\n\nKenapa jutaan pelaku usaha di Indonesia masih jalan di tempat? Benarkah akses modal usaha menjadi dinding pembatas terbesar?\n\nVideo ini membongkar fakta mengejutkan dari riset Perhimpunan Bank-Bank Nasional (Perbanas) yang mencatat bahwa sebanyak 88 persen pelaku UMKM sektor informal lebih memilih menggunakan dana pribadi untuk modal usaha, ketimbang mengajukan kredit perbankan. Fenomena ini memicu perlambatan pertumbuhan kredit UMKM dan membuat sektor usaha mikro kesulitan untuk ekspansi bisnis.\n\nMengapa para pemilik usaha enggan meminjam uang ke bank? Apa saja hambatan utama dari sisi pelaku usaha dan bagaimana ketatnya seleksi perbankan dalam menyetujui pinjaman modal? Kami mengulas pandangan kritis dari para ahli ekonomi terkait dilema keterbatasan agunan, pelemahan daya beli konsumen, kenaikan suku bunga, hingga pentingnya insentif kredit serta pendampingan manajemen agar UMKM Indonesia bisa benar-benar naik kelas.\n\nSimak analisis mendalam seputar dunia usaha, tantangan pembiayaan perbankan, dan solusi konkret melalui platform kolaborasi seperti UMKM Center dalam video ini sampai habis!\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Agus Prasetyo\n\n#koranjakarta #news #umkm  #modalusaha  #KreditBank #ekonomiindonesia  #Perbanas #bisnisumkm  #finansial \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "uhYE9K6vFpI"}}, {"key": "@Strike-money", "attributes": {"label": "@Strike-money", "x": 293.3130826636976, "y": 380.8281980169399, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6061, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "uoJbPFnGC20", "id": "@Strike-money", "source": "youtube-000001", "content": "Pasar Ditutup Melemah pada Jumat: Apa yang Harus Dilakukan pada Senin? 📉🔥\n\nSelamat datang kembali di Strike! Dalam analisis pasar mingguan hari ini untuk tanggal 19 Juni, pembawa acara Sakshi Dhamankar ditemani oleh analis ahli kami, Dhiren, untuk membahas sesi perdagangan yang sangat fluktuatif dan bearish.\n\nMeskipun sektor IT mengalami hari yang sulit dan perhatian besar tertuju pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Reliance Industries, pasar menunjukkan pemulihan yang menjanjikan di akhir sesi. Kami akan membahas Nifty 50 dan Bank Nifty secara mendalam menggunakan analisis grafik teknikal yang tepat pada kerangka waktu harian dan mingguan.\n\nSiap meningkatkan perjalanan Anda di pasar saham? Strike merayakan tonggak sejarah 3 tahun mereka dengan penawaran eksklusif yang sayang untuk dilewatkan! Dapatkan di sini: https://rzp.io/rzp/strike3years\n\n📊 Poin Penting dari Episode Ini:\n\nProspek Nifty 50: Analisis pola candlestick Doji/Marubozu yang kuat dan mengapa 23.800 akan bertindak sebagai zona support penting, sementara 24.200 tetap menjadi level resistance kunci.\n\nAnalisis Bank Nifty: Apakah sektor perbankan benar-benar lemah? Kami melihat terobosan yang jelas dari HDFC Bank dan pengujian ulang tren, mengidentifikasi 57.000 sebagai level support penting.\n\nStrategi Trading Profesional: Mengapa analis kami menyarankan strategi \"Beli Saat Harga Turun\" daripada menjual saat harga naik.\n\nIndikator Strike: Penjelasan tentang Average Swing, metrik pendinginan Daily Swing, dan apa yang ditunjukkan oleh Client Net Open Interest tentang pembentukan dasar.\n\nApa prediksi Anda untuk sesi trading minggu depan? Apakah Anda akan membeli saat harga turun atau memegang uang tunai? Beri tahu kami di kolom komentar di bawah!\n\n🔔 Berlangganan Strike untuk pembaruan harian, analisis teknis, dan wawasan pasar dari para ahli!\n\n#Nifty50 #BankNifty #StockMarketIndia #TechnicalAnalysis #BuyOnDips #Strike #HDFCBank #RelianceAGM #ShareMarket\n\n✅Tingkatkan Trading Saham Anda. Mulai GRATIS: https://bit.ly/3OtZ8Dc\n\nDeskripsi\n\n🎬 Berlangganan saluran kami untuk mendapatkan pembaruan pasar saham yang bermanfaat:    / -ic  \n\nLihat daftar putar kami tentang Dasar-Dasar Analisis Teknikal:    • Learn Technical Analysis : Charts, Pattern...  \nPelajari strategi perdagangan dengan contoh pasar:    • Top Trading Strategies with Strike : Prove...  \n\n🌏Pantau terus pembaruan rutin:\nTwitter:   / strike_ic  \nFacebook:   / strikeanalytic  \nLinkedIn:   / strike-ic  \nInstagram:   / strike_ic  \n\nStrike - Tingkatkan Perdagangan Saham Anda | Saya Punya Data\n💻 https://bit.ly/3OtZ8Dc\n\nTimestamp:\n\nPenafian:\nPerdagangan di pasar keuangan apa pun harus dilakukan dengan pengetahuan yang mendalam dan bantuan dari penasihat investasi yang berkualifikasi. Ini bukan rekomendasi untuk membeli/menjual. Ini adalah upaya kami untuk mendidik pemirsa tentang penggunaan model-model ini dan bagaimana pasar bekerja menggunakan model kami.\n\n#strike #analisispasarsaham #pasarsaham #analisisteknik #analisisfundamental #pasarsahamharian #pembaruansaham", "post_id": "uoJbPFnGC20"}}, {"key": "strike", "attributes": {"label": "strike", "x": 176.84872662232786, "y": 344.88875867890533, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0713, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "uoJbPFnGC20", "id": "strike", "source": "youtube-000001", "content": "Pasar Ditutup Melemah pada Jumat: Apa yang Harus Dilakukan pada Senin? 📉🔥\n\nSelamat datang kembali di Strike! Dalam analisis pasar mingguan hari ini untuk tanggal 19 Juni, pembawa acara Sakshi Dhamankar ditemani oleh analis ahli kami, Dhiren, untuk membahas sesi perdagangan yang sangat fluktuatif dan bearish.\n\nMeskipun sektor IT mengalami hari yang sulit dan perhatian besar tertuju pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Reliance Industries, pasar menunjukkan pemulihan yang menjanjikan di akhir sesi. Kami akan membahas Nifty 50 dan Bank Nifty secara mendalam menggunakan analisis grafik teknikal yang tepat pada kerangka waktu harian dan mingguan.\n\nSiap meningkatkan perjalanan Anda di pasar saham? Strike merayakan tonggak sejarah 3 tahun mereka dengan penawaran eksklusif yang sayang untuk dilewatkan! Dapatkan di sini: https://rzp.io/rzp/strike3years\n\n📊 Poin Penting dari Episode Ini:\n\nProspek Nifty 50: Analisis pola candlestick Doji/Marubozu yang kuat dan mengapa 23.800 akan bertindak sebagai zona support penting, sementara 24.200 tetap menjadi level resistance kunci.\n\nAnalisis Bank Nifty: Apakah sektor perbankan benar-benar lemah? Kami melihat terobosan yang jelas dari HDFC Bank dan pengujian ulang tren, mengidentifikasi 57.000 sebagai level support penting.\n\nStrategi Trading Profesional: Mengapa analis kami menyarankan strategi \"Beli Saat Harga Turun\" daripada menjual saat harga naik.\n\nIndikator Strike: Penjelasan tentang Average Swing, metrik pendinginan Daily Swing, dan apa yang ditunjukkan oleh Client Net Open Interest tentang pembentukan dasar.\n\nApa prediksi Anda untuk sesi trading minggu depan? Apakah Anda akan membeli saat harga turun atau memegang uang tunai? Beri tahu kami di kolom komentar di bawah!\n\n🔔 Berlangganan Strike untuk pembaruan harian, analisis teknis, dan wawasan pasar dari para ahli!\n\n#Nifty50 #BankNifty #StockMarketIndia #TechnicalAnalysis #BuyOnDips #Strike #HDFCBank #RelianceAGM #ShareMarket\n\n✅Tingkatkan Trading Saham Anda. Mulai GRATIS: https://bit.ly/3OtZ8Dc\n\nDeskripsi\n\n🎬 Berlangganan saluran kami untuk mendapatkan pembaruan pasar saham yang bermanfaat:    / -ic  \n\nLihat daftar putar kami tentang Dasar-Dasar Analisis Teknikal:    • Learn Technical Analysis : Charts, Pattern...  \nPelajari strategi perdagangan dengan contoh pasar:    • Top Trading Strategies with Strike : Prove...  \n\n🌏Pantau terus pembaruan rutin:\nTwitter:   / strike_ic  \nFacebook:   / strikeanalytic  \nLinkedIn:   / strike-ic  \nInstagram:   / strike_ic  \n\nStrike - Tingkatkan Perdagangan Saham Anda | Saya Punya Data\n💻 https://bit.ly/3OtZ8Dc\n\nTimestamp:\n\nPenafian:\nPerdagangan di pasar keuangan apa pun harus dilakukan dengan pengetahuan yang mendalam dan bantuan dari penasihat investasi yang berkualifikasi. Ini bukan rekomendasi untuk membeli/menjual. Ini adalah upaya kami untuk mendidik pemirsa tentang penggunaan model-model ini dan bagaimana pasar bekerja menggunakan model kami.\n\n#strike #analisispasarsaham #pasarsaham #analisisteknik #analisisfundamental #pasarsahamharian #pembaruansaham", "post_id": "uoJbPFnGC20"}}, {"key": "@thecore_in", "attributes": {"label": "@thecore_in", "x": 864.1814653544823, "y": 996.0673979452877, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6061, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "zEYCHm1QBhg", "id": "@thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa Saham Bank Melonjak Setelah Langkah Besar Rupee RBI | Govindraj Ethiraj | The Core Report\n\nPada Episode 897 dari The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbicara dengan Neil Shah, Wakil Presiden Riset dan Pendiri Bersama di Counterpoint Research.\n\nCATATAN ACARA:\n(00:00) Berita Hari Ini\n(01:29) Saham India keluar dari 10 Besar Indeks Pasar Berkembang MSCI\n(05:17) Saham bank naik karena langkah swap valuta asing RBI\n(06:19) TCS mengatakan agen AI dan karyawan akan bekerja sama\n(09:55) Fitch memangkas perkiraan pertumbuhan PDB India menjadi 6,4%\n(13:58) Neil Shah tentang bagaimana permintaan memori AI mengubah harga dan penjualan smartphone\n(25:17) Gelombang panas memukul produktivitas di pabrik garmen India\n\nBerlangganan How India’s Economy Works - Spotify | Apple | YouTube\n\nPasar, MSCI, Bank, dan TCS:\n\nPasar India menghadapi tekanan dari dua kekhawatiran utama, jatuhnya rupee dan imbal hasil pasar saham yang lemah selama dua tahun terakhir. Penjualan besar-besaran oleh investor asing telah merugikan India, Korea Selatan, dan Indonesia, sementara dana global terus mengejar saham-saham AI.\n\nUntuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade, tidak ada perusahaan India yang masuk dalam 10 besar Indeks Pasar Berkembang MSCI. Bobot MSCI EM India telah turun ke level terendah enam tahun sebesar 10,8%, sementara saham-saham terkait AI seperti TSMC, Samsung, dan SK Hynix telah melonjak.\n\nSaham-saham bank naik setelah RBI mengumumkan fasilitas swap valuta asing konsesional untuk perusahaan-perusahaan milik negara guna melindungi pinjaman luar negeri dengan biaya lebih rendah. Rupee juga menguat karena harga minyak turun.\n\nTCS mengatakan perekrutan IT mungkin melambat karena agen AI menjadi bagian dari angkatan kerja. Ketua N Chandrasekaran mengatakan karyawan dan agen AI akan bekerja bersama, menandakan pergeseran besar bagi sektor jasa IT India senilai $315 miliar.\n\nMengapa Fitch Menurunkan Perkiraan Pertumbuhan PDB India?\n\nFitch Ratings memangkas perkiraan pertumbuhan PDB India untuk tahun fiskal saat ini menjadi 6,4% dari 6,7%, dengan alasan dampak ekonomi dari perang AS-Iran, harga yang lebih tinggi, dan pengeluaran konsumen yang lebih lemah.\n\nNeraca transaksi berjalan India berubah menjadi surplus pada kuartal keempat, didukung oleh ekspor jasa, meskipun defisit perdagangan barang melebar.\n\nBerapa Banyak Dana yang Dikontribusikan SBI untuk Akuisisi Sun Pharma?\n\nState Bank of India mungkin akan menginvestasikan hingga $1 miliar untuk membantu mendanai akuisisi luar negeri Sun Pharmaceutical Industries senilai $12 miliar, yang menyoroti kebutuhan India akan dukungan perbankan global yang lebih besar untuk kesepakatan internasional besar.\n\nBagaimana AI Meningkatkan Harga Smartphone di India?\n\nNeil Shah dari Counterpoint Research menjelaskan bagaimana booming AI global mendorong kenaikan harga memori DRAM dan NAND, meningkatkan biaya smartphone di India. Pusat data AI mengonsumsi lebih banyak memori, menciptakan kekurangan bagi produsen smartphone.\n\nPonsel di bawah ₹30.000 mengalami tekanan harga yang lebih tajam, sementara ponsel premium di atas ₹45.000 mungkin masih tumbuh karena konsumen India mencari nilai yang lebih baik dan perangkat yang lebih siap AI.\n\nProdusen ponsel pintar memangkas biaya pada layar, sensor kamera, dan modul kamera untuk mengimbangi memori yang mahal. Ponsel AI sekarang membutuhkan lebih banyak RAM untuk fitur AI di perangkat, AI tepi, dan AI hibrida.\n\nCounterpoint Research memperkirakan pasar ponsel pintar India akan menurun 10% hingga 15%, sementara ponsel pintar premium mungkin masih tumbuh dalam angka satu digit.\n\nBagaimana Gelombang Panas Mempengaruhi Industri Garmen?\n\nPanas ekstrem merugikan pabrik garmen India yang memasok merek global seperti Uniqlo, Marks and Spencer, dan Tesco. Sebuah laporan baru mengatakan gelombang panas mengurangi produktivitas hingga 10%, memengaruhi kualitas, pengiriman, dan kehadiran pekerja.\n\nDengan suhu mencapai 43 hingga 44 derajat Celcius di beberapa bagian India, perubahan iklim dan tekanan panas menjadi risiko serius bagi manufaktur dan ekspor India.\n\nLangkah besar RBI terkait nilai tukar rupee telah mengangkat saham-saham bank, tetapi pasar India masih menghadapi aksi jual FII, tekanan MSCI Emerging Markets, agen AI TCS, perkiraan PDB India dari Fitch, kenaikan harga smartphone, dan risiko gelombang panas terhadap manufaktur India. Saksikan The Core Report bersama Govindraj Ethiraj, yang menampilkan Neil Shah dari Counterpoint Research, untuk berita bisnis yang tajam, wawasan teknologi dan ekonomi.\n\n#BankStocks #RBI #IndianMarkets #BusinessNews #TheCoreReport #TheCore\n\nGabung dengan The Core Insider untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu tanggapan Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk semua pembaca & pendengar. Kirimkan email ke shiva untuk kebutuhan sponsor & studio merek.\n\nUntuk liputan selengkapnya, kunjungi thecore.in (https://www.thecore.in/)...", "post_id": "zEYCHm1QBhg"}}, {"key": "thecore_in", "attributes": {"label": "thecore_in", "x": 117.26060542130135, "y": 712.1245684628772, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0713, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "zEYCHm1QBhg", "id": "thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa Saham Bank Melonjak Setelah Langkah Besar Rupee RBI | Govindraj Ethiraj | The Core Report\n\nPada Episode 897 dari The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbicara dengan Neil Shah, Wakil Presiden Riset dan Pendiri Bersama di Counterpoint Research.\n\nCATATAN ACARA:\n(00:00) Berita Hari Ini\n(01:29) Saham India keluar dari 10 Besar Indeks Pasar Berkembang MSCI\n(05:17) Saham bank naik karena langkah swap valuta asing RBI\n(06:19) TCS mengatakan agen AI dan karyawan akan bekerja sama\n(09:55) Fitch memangkas perkiraan pertumbuhan PDB India menjadi 6,4%\n(13:58) Neil Shah tentang bagaimana permintaan memori AI mengubah harga dan penjualan smartphone\n(25:17) Gelombang panas memukul produktivitas di pabrik garmen India\n\nBerlangganan How India’s Economy Works - Spotify | Apple | YouTube\n\nPasar, MSCI, Bank, dan TCS:\n\nPasar India menghadapi tekanan dari dua kekhawatiran utama, jatuhnya rupee dan imbal hasil pasar saham yang lemah selama dua tahun terakhir. Penjualan besar-besaran oleh investor asing telah merugikan India, Korea Selatan, dan Indonesia, sementara dana global terus mengejar saham-saham AI.\n\nUntuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade, tidak ada perusahaan India yang masuk dalam 10 besar Indeks Pasar Berkembang MSCI. Bobot MSCI EM India telah turun ke level terendah enam tahun sebesar 10,8%, sementara saham-saham terkait AI seperti TSMC, Samsung, dan SK Hynix telah melonjak.\n\nSaham-saham bank naik setelah RBI mengumumkan fasilitas swap valuta asing konsesional untuk perusahaan-perusahaan milik negara guna melindungi pinjaman luar negeri dengan biaya lebih rendah. Rupee juga menguat karena harga minyak turun.\n\nTCS mengatakan perekrutan IT mungkin melambat karena agen AI menjadi bagian dari angkatan kerja. Ketua N Chandrasekaran mengatakan karyawan dan agen AI akan bekerja bersama, menandakan pergeseran besar bagi sektor jasa IT India senilai $315 miliar.\n\nMengapa Fitch Menurunkan Perkiraan Pertumbuhan PDB India?\n\nFitch Ratings memangkas perkiraan pertumbuhan PDB India untuk tahun fiskal saat ini menjadi 6,4% dari 6,7%, dengan alasan dampak ekonomi dari perang AS-Iran, harga yang lebih tinggi, dan pengeluaran konsumen yang lebih lemah.\n\nNeraca transaksi berjalan India berubah menjadi surplus pada kuartal keempat, didukung oleh ekspor jasa, meskipun defisit perdagangan barang melebar.\n\nBerapa Banyak Dana yang Dikontribusikan SBI untuk Akuisisi Sun Pharma?\n\nState Bank of India mungkin akan menginvestasikan hingga $1 miliar untuk membantu mendanai akuisisi luar negeri Sun Pharmaceutical Industries senilai $12 miliar, yang menyoroti kebutuhan India akan dukungan perbankan global yang lebih besar untuk kesepakatan internasional besar.\n\nBagaimana AI Meningkatkan Harga Smartphone di India?\n\nNeil Shah dari Counterpoint Research menjelaskan bagaimana booming AI global mendorong kenaikan harga memori DRAM dan NAND, meningkatkan biaya smartphone di India. Pusat data AI mengonsumsi lebih banyak memori, menciptakan kekurangan bagi produsen smartphone.\n\nPonsel di bawah ₹30.000 mengalami tekanan harga yang lebih tajam, sementara ponsel premium di atas ₹45.000 mungkin masih tumbuh karena konsumen India mencari nilai yang lebih baik dan perangkat yang lebih siap AI.\n\nProdusen ponsel pintar memangkas biaya pada layar, sensor kamera, dan modul kamera untuk mengimbangi memori yang mahal. Ponsel AI sekarang membutuhkan lebih banyak RAM untuk fitur AI di perangkat, AI tepi, dan AI hibrida.\n\nCounterpoint Research memperkirakan pasar ponsel pintar India akan menurun 10% hingga 15%, sementara ponsel pintar premium mungkin masih tumbuh dalam angka satu digit.\n\nBagaimana Gelombang Panas Mempengaruhi Industri Garmen?\n\nPanas ekstrem merugikan pabrik garmen India yang memasok merek global seperti Uniqlo, Marks and Spencer, dan Tesco. Sebuah laporan baru mengatakan gelombang panas mengurangi produktivitas hingga 10%, memengaruhi kualitas, pengiriman, dan kehadiran pekerja.\n\nDengan suhu mencapai 43 hingga 44 derajat Celcius di beberapa bagian India, perubahan iklim dan tekanan panas menjadi risiko serius bagi manufaktur dan ekspor India.\n\nLangkah besar RBI terkait nilai tukar rupee telah mengangkat saham-saham bank, tetapi pasar India masih menghadapi aksi jual FII, tekanan MSCI Emerging Markets, agen AI TCS, perkiraan PDB India dari Fitch, kenaikan harga smartphone, dan risiko gelombang panas terhadap manufaktur India. Saksikan The Core Report bersama Govindraj Ethiraj, yang menampilkan Neil Shah dari Counterpoint Research, untuk berita bisnis yang tajam, wawasan teknologi dan ekonomi.\n\n#BankStocks #RBI #IndianMarkets #BusinessNews #TheCoreReport #TheCore\n\nGabung dengan The Core Insider untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu tanggapan Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk semua pembaca & pendengar. Kirimkan email ke shiva untuk kebutuhan sponsor & studio merek.\n\nUntuk liputan selengkapnya, kunjungi thecore.in (https://www.thecore.in/)...", "post_id": "zEYCHm1QBhg"}}, {"key": "@InvestorHabits", "attributes": {"label": "@InvestorHabits", "x": 698.001399894383, "y": 17.972819406102293, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.6061, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "t4fR9FajHM4", "id": "@InvestorHabits", "source": "youtube-000001", "content": "Seabank 2026 Udah Gak Worth It?\n\n#seabank #bankdigitalseabank #seabankindonesia\n\nPada video kali ini aku kembali mereview serta membagikan pandanganku seputar Seabank. Seabank di tahun 2026 memberikan bunga yang jauh lebih rendah ketimbang dengan Seabank pada masa prime nya. Aku juga membahas metodeku untuk memaksimalkan bank digital Seabank ini. Bagi teman-teman yang ingin tutorial menggunakan berbagai platform keuangan dan investasi yang ada di Indonesia, kamu boleh mampir ke playlist-playlist yang ada di channel Investor Habits ini yaa. 😁\n\n🎫 Referal\nOneKey: HABITS (Discount up to 5%)\nLink beli OneKey: https://onekey.so/r/HABITS/shop\nTangem: HABITS (Discount 10%)\nLink beli Tangem: https://tangem.com/en/pricing/?promoc... \nDepositoBPR Komunal: HABITS (Kamu dapat bonus 100k)\nMakmur: HABITS\nPintu: daniellianto\nTokocrypto: 4471495E (Kamu dapat 10% trading commission)\nNanovest: Daniellia152\nBybit: XJQ3ZG\nPluang: DANI721737\nIndodax: https://indodax.com/ref/daniellianto/1\nBinance: GRO_14352_SNN4V (Kamu dapat bonus 50USDT)\nBibit: habits (Kamu dapat bonus 25k)\nUangme: 6999 (Kamu dapat bonus 5k)\nNeobank: 6JH6M2 (Kamu dapat Kupon Experience Neo Now)\nAjaib: dani132 (Kamu dapat bonus saham)\nEasycash: PKWq4UO\nPintu: Daniellianto\nSeabank: SYMG43\nBlu: DANIEX104\nTanamDuit: DANIE00NXGV\nAsetku: TDM9F\nZipmex: 1F2nnxtF4g\nKoinworks: a95017 (Kamu dapat bonus 150k koin)\nRupiah Cepat: RWKGST\nAladin: 2L9AEK (Kamu dapat bonus 15k)\nModal Rakyat: DANI714140\nAmartha: DAN152245\nBank Jago: DAN3D35B\nAkseleran: AKSLDANIEL228371 (Kamu dapat bonus 100k)                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   \nBMoney: REF-VHQVZ (Kamu dapat bonus 5k)\nTMRW: M01390127082\n\n📕 Please Visit\nhttps://investorhabits.id/\n\n📩 Business Enquiries\nPlease kindly email : investorhabits\n\n💰 Support Investor Habits\nhttps://trakteer.id/investorhabits\n\n🥇 Subscribe Investor Habits\n   /   \n\n📚 Social Media\nTiktok : https://vt.tiktok.com/ZSJu3Ej2X/\nInstagram:   / danielliantoo  \nInstagram:   / investorhabits  \nLinkedIn:   / daniellianto  \nLinkedIn:   / investorhabits  \n\n➖➖➖➖➖➖\n\n▶️ Playlist\n💸 Investasi\n(Sharing mengenai personal finance oleh Daniel Lianto)\n   • Personal Finance  \n\n➖➖➖➖➖➖\n\n📙 Belajar Digital Marketing Tiktok\nhttps://bit.ly/TiktokHabits\n\n📗 Belajar Digital Marketing Instagram\nhttps://bit.ly/InstagramHabits\n\n[Tags]\nsaham,saham pemula,belajar saham,investasi saham,bbri,bank bri,bank rakyat indonesia,saham bank bri,bank bri saham,bbri saham,investasi bbri,profit investasi saham,profit saham,investasi saham untuk pemula,saham bbri jangka panjang,saham bbri turun terus,saham bbri untuk jangka panjang,saham bbri 2026,bbri vs bbca,bbca vs bbri,bbri atau bbca,bbca atau bbri,bbri saham dari nol,daniel lianto,investor habits", "post_id": "t4fR9FajHM4"}}, {"key": "investorhabits", "attributes": {"label": "investorhabits", "x": 853.7835547943172, "y": 83.73871098228281, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.8387, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "t4fR9FajHM4", "id": "investorhabits", "source": "youtube-000001", "content": "Seabank 2026 Udah Gak Worth It?\n\n#seabank #bankdigitalseabank #seabankindonesia\n\nPada video kali ini aku kembali mereview serta membagikan pandanganku seputar Seabank. Seabank di tahun 2026 memberikan bunga yang jauh lebih rendah ketimbang dengan Seabank pada masa prime nya. Aku juga membahas metodeku untuk memaksimalkan bank digital Seabank ini. Bagi teman-teman yang ingin tutorial menggunakan berbagai platform keuangan dan investasi yang ada di Indonesia, kamu boleh mampir ke playlist-playlist yang ada di channel Investor Habits ini yaa. 😁\n\n🎫 Referal\nOneKey: HABITS (Discount up to 5%)\nLink beli OneKey: https://onekey.so/r/HABITS/shop\nTangem: HABITS (Discount 10%)\nLink beli Tangem: https://tangem.com/en/pricing/?promoc... \nDepositoBPR Komunal: HABITS (Kamu dapat bonus 100k)\nMakmur: HABITS\nPintu: daniellianto\nTokocrypto: 4471495E (Kamu dapat 10% trading commission)\nNanovest: Daniellia152\nBybit: XJQ3ZG\nPluang: DANI721737\nIndodax: https://indodax.com/ref/daniellianto/1\nBinance: GRO_14352_SNN4V (Kamu dapat bonus 50USDT)\nBibit: habits (Kamu dapat bonus 25k)\nUangme: 6999 (Kamu dapat bonus 5k)\nNeobank: 6JH6M2 (Kamu dapat Kupon Experience Neo Now)\nAjaib: dani132 (Kamu dapat bonus saham)\nEasycash: PKWq4UO\nPintu: Daniellianto\nSeabank: SYMG43\nBlu: DANIEX104\nTanamDuit: DANIE00NXGV\nAsetku: TDM9F\nZipmex: 1F2nnxtF4g\nKoinworks: a95017 (Kamu dapat bonus 150k koin)\nRupiah Cepat: RWKGST\nAladin: 2L9AEK (Kamu dapat bonus 15k)\nModal Rakyat: DANI714140\nAmartha: DAN152245\nBank Jago: DAN3D35B\nAkseleran: AKSLDANIEL228371 (Kamu dapat bonus 100k)                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   \nBMoney: REF-VHQVZ (Kamu dapat bonus 5k)\nTMRW: M01390127082\n\n📕 Please Visit\nhttps://investorhabits.id/\n\n📩 Business Enquiries\nPlease kindly email : investorhabits\n\n💰 Support Investor Habits\nhttps://trakteer.id/investorhabits\n\n🥇 Subscribe Investor Habits\n   /   \n\n📚 Social Media\nTiktok : https://vt.tiktok.com/ZSJu3Ej2X/\nInstagram:   / danielliantoo  \nInstagram:   / investorhabits  \nLinkedIn:   / daniellianto  \nLinkedIn:   / investorhabits  \n\n➖➖➖➖➖➖\n\n▶️ Playlist\n💸 Investasi\n(Sharing mengenai personal finance oleh Daniel Lianto)\n   • Personal Finance  \n\n➖➖➖➖➖➖\n\n📙 Belajar Digital Marketing Tiktok\nhttps://bit.ly/TiktokHabits\n\n📗 Belajar Digital Marketing Instagram\nhttps://bit.ly/InstagramHabits\n\n[Tags]\nsaham,saham pemula,belajar saham,investasi saham,bbri,bank bri,bank rakyat indonesia,saham bank bri,bank bri saham,bbri saham,investasi bbri,profit investasi saham,profit saham,investasi saham untuk pemula,saham bbri jangka panjang,saham bbri turun terus,saham bbri untuk jangka panjang,saham bbri 2026,bbri vs bbca,bbca vs bbri,bbri atau bbca,bbca atau bbri,bbri saham dari nol,daniel lianto,investor habits", "post_id": "t4fR9FajHM4"}}], "edges": [{"key": "therealndil", "source": "therealndil", "target": "djoniecash2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "therealndil", "source": "therealndil", "target": "AgusDulhadi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Nugrohoisme", "source": "Nugrohoisme", "target": "ferrykoto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "keuangan_", "source": "keuangan_", "target": "AidilAKBAR", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ConservingWLife", "source": "ConservingWLife", "target": "99propaganda", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "monookrom", "source": "monookrom", "target": "ArmaZulfikar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "monookrom", "source": "monookrom", "target": "mcrcheen", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "monookrom", "source": "monookrom", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "MYasfika", "source": "MYasfika", "target": "izzhokein", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "haduh68", "source": "haduh68", "target": "tanyakanrl", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "jerichoatmaja", "source": "jerichoatmaja", "target": "statistikon", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "jerichoatmaja", "source": "jerichoatmaja", "target": "alsjournall", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "myterminal.id", "source": "myterminal.id", "target": "myterminal.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "voxyzzz_", "source": "voxyzzz_", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "mrcrack370", "source": "mrcrack370", "target": "ECHOMANDO", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "yocellular", "source": "yocellular", "target": "yocellular", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "remoratrade.id", "source": "remoratrade.id", "target": "andersonnsteven", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "tumbuh.finansial", "source": "tumbuh.finansial", "target": "tumbuh.finansial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ranvxst4r", "source": "ranvxst4r", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "stocksphoenix", "source": "stocksphoenix", "target": "Bernadus", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "stocksphoenix", "source": "stocksphoenix", "target": "Bernad888", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "stocksphoenix", "source": "stocksphoenix", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "bw_mindset", "source": "bw_mindset", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "bw_mindset", "source": "bw_mindset", "target": "Bernadus", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "steerbeta", "source": "steerbeta", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@newstomatoTV", "source": "@newstomatoTV", "target": "newstomatotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kensmoneymatters", "source": "@kensmoneymatters", "target": "kenadventures2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@CNBC-TV18", "source": "@CNBC-TV18", "target": "CNBCTV18News", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@newstomatoTV", "source": "@newstomatoTV", "target": "newstomatotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@yanuarrizky_economy", "source": "@yanuarrizky_economy", "target": "aniesbaswedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "source": "@TribunnewsSurya", "target": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@jejaksaham", "source": "@jejaksaham", "target": "jejaksaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ETNow", "source": "@ETNow", "target": "etnow", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@hkwowtv", "source": "@hkwowtv", "target": "hkmoneyfarm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@hkwowtv", "source": "@hkwowtv", "target": "hktv_crypto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@jejaksaham", "source": "@jejaksaham", "target": "jejaksaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@NDTVProfitIndia", "source": "@NDTVProfitIndia", "target": "ndtvprofitindia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@yonhapnewstv23", "source": "@yonhapnewstv23", "target": "docu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@yonhapnewstv23", "source": "@yonhapnewstv23", "target": "yonhapnewstv23", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Strike-money", "source": "@Strike-money", "target": "strike", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kensmoneymatters", "source": "@kensmoneymatters", "target": "kenadventures2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@thecore_in", "source": "@thecore_in", "target": "thecore_in", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InvestorHabits", "source": "@InvestorHabits", "target": "investorhabits", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InvestorHabits", "source": "@InvestorHabits", "target": "investorhabits", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}