{"nodes": [{"key": "akutemaram", "attributes": {"label": "akutemaram", "x": 666.6676368602152, "y": 345.55840714642403, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.2516, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2061034716548239757", "id": "akutemaram", "source": "tweet-000004", "content": "Saya pilih Ngontrak walau berat tapi dosa riba lebih berat. \n\nUntuk memastikan KPR bebas riba, bisa memanfaatkan program KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang disalurkan melalui perbankan syariah (seperti Bank Syariah Indonesia (BSI) atau BTN Syariah).", "post_id": "2061034716548239757"}}, {"key": "choiisanf", "attributes": {"label": "choiisanf", "x": 277.05048907817996, "y": 921.2208266411401, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 28.2155, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2061034716548239757", "id": "choiisanf", "source": "tweet-000004", "content": "Saya pilih Ngontrak walau berat tapi dosa riba lebih berat. \n\nUntuk memastikan KPR bebas riba, bisa memanfaatkan program KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang disalurkan melalui perbankan syariah (seperti Bank Syariah Indonesia (BSI) atau BTN Syariah).", "post_id": "2061034716548239757"}}, {"key": "btn", "attributes": {"label": "btn", "x": 409.38705969256614, "y": 343.3927189749665, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 26.5246, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "3916183335456670859_2265167721", "id": "btn", "source": "instagram-000001", "content": "Abadikan momen terbaikmu di BTN Jakarta International Marathon 2026 dan menangkan merchandise eksklusif! ✨\n\nBagikan keseruanmu selama Race Pack Collection hingga Race Day dan raih kesempatan mendapatkan running cap, jersey, serta running jacket official BTN JAKIM 2026.\n\nSyarat:\n✅ Gunakan hashtag #BTNJakimJourneyChallenge\n✅ Top up/penempatan dana minimal Rp500 ribu\n✅ Follow dan tag akun resmi  dan \n✅ Pastikan akun kamu bersifat publik (tidak private)\n\n📷 Pengambilan konten mulai 10–14 Juni 2026\n📆 Periode upload maksimal 21 Juni 2026\n🏆 Pengumuman pemenang: 3 Juli 2026 setelah proses validasi selesai\n\nYuk, tunjukkan perjalanan terbaikmu di BTN JAKIM 2026! 🏃💙\n\nInfo lebih lanjut kunjungi btn.id/jakim2026 atau hubungi BTN Call 150286 atau 1500286\n\nMudahkan hidup digitalmu dengan balé by BTN, #SuperAppGakPakeMahal\n\n#HGCTHI\n#balébyBTN\n#BTNJAKIM", "post_id": "3916183335456670859_2265167721"}}, {"key": "btn_jakim", "attributes": {"label": "btn_jakim", "x": 848.6271288643168, "y": 725.1070956342193, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 26.5246, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916183335456670859_2265167721", "id": "btn_jakim", "source": "instagram-000001", "content": "Abadikan momen terbaikmu di BTN Jakarta International Marathon 2026 dan menangkan merchandise eksklusif! ✨\n\nBagikan keseruanmu selama Race Pack Collection hingga Race Day dan raih kesempatan mendapatkan running cap, jersey, serta running jacket official BTN JAKIM 2026.\n\nSyarat:\n✅ Gunakan hashtag #BTNJakimJourneyChallenge\n✅ Top up/penempatan dana minimal Rp500 ribu\n✅ Follow dan tag akun resmi  dan \n✅ Pastikan akun kamu bersifat publik (tidak private)\n\n📷 Pengambilan konten mulai 10–14 Juni 2026\n📆 Periode upload maksimal 21 Juni 2026\n🏆 Pengumuman pemenang: 3 Juli 2026 setelah proses validasi selesai\n\nYuk, tunjukkan perjalanan terbaikmu di BTN JAKIM 2026! 🏃💙\n\nInfo lebih lanjut kunjungi btn.id/jakim2026 atau hubungi BTN Call 150286 atau 1500286\n\nMudahkan hidup digitalmu dengan balé by BTN, #SuperAppGakPakeMahal\n\n#HGCTHI\n#balébyBTN\n#BTNJAKIM", "post_id": "3916183335456670859_2265167721"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 815.570125588206, "y": 202.2040121898474, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 17.7689, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 6, "out_degree": 6, "degree": 12}, "_id": "3926614668236564959_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "OJK menegaskan akan mempercepat reformasi pasar modal setelah MSCI mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Market. Meski demikian, MSCI masih membuka peluang konsultasi reklasifikasi ke Frontier Market jika reformasi pasar tidak berjalan konsisten hingga November 2026.\n\nSejak awal 2026, OJK bersama SRO telah menjalankan berbagai reformasi untuk meningkatkan transparansi, integritas, likuiditas, dan tata kelola pasar. OJK juga memperkuat pengawasan dengan menjatuhkan sanksi kepada 329 pihak dengan total denda mencapai Rp138,9 miliar. ⚖️\n\nKe depan, OJK akan terus memperkuat komunikasi dengan investor global dan penyedia indeks internasional guna meningkatkan kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia. 📈🌟\n\nSumber: IDN Financials, 24 Juni 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#OJK #MSCI #EmergingMarket #PasarModal #IHSG #Investasi #SahamIndonesia #Investor #BEI #mancingsaham", "post_id": "3926614668236564959_52512310886"}}, {"key": "balikpapan_pos", "attributes": {"label": "balikpapan_pos", "x": 330.3535714559124, "y": 321.02108108801406, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 15.2516, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3917077225279564130_3322656215", "id": "balikpapan_pos", "source": "instagram-000001", "content": "Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menilai sektor perbankan Indonesia tetap berada dalam kondisi yang sehat di tengah dinamika ekonomi global dan domestik. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan kredit yang tetap kuat, likuiditas yang terjaga, serta permodalan yang memadai untuk mendukung fungsi intermediasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nKetua Umum Perbanas sekaligus Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyatakan bahwa perbankan nasional masih mampu menjalankan perannya sebagai penggerak perekonomian melalui penyaluran kredit yang terus tumbuh dan penghimpunan dana masyarakat yang tetap meningkat.\n\"Berdasarkan data OJK, hingga akhir April 2026 penyaluran kredit perbankan tumbuh 9,98% secara tahunan, sedangkan Dana Pihak Ketiga tumbuh 11,40%. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan tetap terjaga dan fungsi intermediasi berjalan dengan baik,\" ujar Hery.\nDari sisi likuiditas, Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 86,88%.\n\n Sementara itu, rasio Gross Non Performing Loan (NPL) berada pada level 2,17%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa industri perbankan masih memiliki kapasitas yang memadai untuk mendukung pembiayaan ekonomi dengan tetap menjaga kualitas aset.\nMenurut Hery, kinerja tersebut menjadi modal penting bagi perbankan untuk terus mendukung aktivitas ekonomi dan berbagai program pembangunan nasional.\n\nMeski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat ketidakpastian global masih cukup tinggi. Ketegangan geopolitik, volatilitas harga energi, serta perlambatan ekonomi di sejumlah negara berpotensi memengaruhi aktivitas usaha dan sentimen pasar keuangan.\n\n“Karena itu, pengelolaan risiko yang prudent, kecukupan likuiditas, serta kualitas pertumbuhan kredit harus terus menjadi perhatian utama agar ketahanan industri tetap terjaga,” jelas Hery.\n.\n(*/han)\n.\nBaca berita lainnya melalui apps kami:\nPlaystore: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.balpos\nAppstore: https://apps.apple.com/app/balikpapan-pos/id6504913031\n.\nIkuti Media Balikpapanpos Lainnya\n\nhttps://www.balpos.com/\nhttps://www.facebook.com/balposdotcom/\nhttps://www.tiktok.com/#perbanas #perbankanindonesia #bri #ojk #kredit #ekonomiindonesia #", "post_id": "3917077225279564130_3322656215"}}, {"key": "ba", "attributes": {"label": "ba", "x": 161.0889972345163, "y": 619.3808945295731, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 28.2155, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3917077225279564130_3322656215", "id": "ba", "source": "instagram-000001", "content": "Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menilai sektor perbankan Indonesia tetap berada dalam kondisi yang sehat di tengah dinamika ekonomi global dan domestik. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan kredit yang tetap kuat, likuiditas yang terjaga, serta permodalan yang memadai untuk mendukung fungsi intermediasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nKetua Umum Perbanas sekaligus Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyatakan bahwa perbankan nasional masih mampu menjalankan perannya sebagai penggerak perekonomian melalui penyaluran kredit yang terus tumbuh dan penghimpunan dana masyarakat yang tetap meningkat.\n\"Berdasarkan data OJK, hingga akhir April 2026 penyaluran kredit perbankan tumbuh 9,98% secara tahunan, sedangkan Dana Pihak Ketiga tumbuh 11,40%. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan tetap terjaga dan fungsi intermediasi berjalan dengan baik,\" ujar Hery.\nDari sisi likuiditas, Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 86,88%.\n\n Sementara itu, rasio Gross Non Performing Loan (NPL) berada pada level 2,17%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa industri perbankan masih memiliki kapasitas yang memadai untuk mendukung pembiayaan ekonomi dengan tetap menjaga kualitas aset.\nMenurut Hery, kinerja tersebut menjadi modal penting bagi perbankan untuk terus mendukung aktivitas ekonomi dan berbagai program pembangunan nasional.\n\nMeski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat ketidakpastian global masih cukup tinggi. Ketegangan geopolitik, volatilitas harga energi, serta perlambatan ekonomi di sejumlah negara berpotensi memengaruhi aktivitas usaha dan sentimen pasar keuangan.\n\n“Karena itu, pengelolaan risiko yang prudent, kecukupan likuiditas, serta kualitas pertumbuhan kredit harus terus menjadi perhatian utama agar ketahanan industri tetap terjaga,” jelas Hery.\n.\n(*/han)\n.\nBaca berita lainnya melalui apps kami:\nPlaystore: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.balpos\nAppstore: https://apps.apple.com/app/balikpapan-pos/id6504913031\n.\nIkuti Media Balikpapanpos Lainnya\n\nhttps://www.balpos.com/\nhttps://www.facebook.com/balposdotcom/\nhttps://www.tiktok.com/#perbanas #perbankanindonesia #bri #ojk #kredit #ekonomiindonesia #", "post_id": "3917077225279564130_3322656215"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 489.8803841143671, "y": 526.5740312602479, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 188.1019, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 1, "degree": 3}, "_id": "3917854836296692736_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp500 miliar.\n\nRencana aksi korporasi tersebut sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 13 Tahun 2023 tanggal 14 Juli 2023 tentang Kebijakan dalam Menjaga Kinerja dan Stabilitas Pasar Modal Pada Kondisi Pasar Yang Berfluktuasi Secara Signifikan (POJK 13/2023) jo. Surat Otoritas Jasa Keuangan No.S-10/D.04/2026 tanggal 13 Maret 2026 tentang Kebijakan Pelaksanaan Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka dalam Kondisi Pasar yang Berfluktuasi Secara Signifikan (Surat OJK No.S-10/D.04/2026).\n\nDilansir dari keterbukaan informasi BEI, Jumat (12/6/2026), perkiraan periode buyback 12 Juni 2026 hingga 11 September 2026. Pelaksanaannya akan memperhatikan kondisi likuiditas dan permodalan perseroan, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.\n\nPerkiraan jumlah nilai buyback 2026 sebesar-sebesarnya Rp500 miliar yang berasal dari kas internal perseroan sesuai peraturan yang berlaku.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/bbri-bakal-gelar-buyback-saham-dengan-nilai-maksimal-rp500-miliar\n\nAtau klik link di Bio \n\nFoto: Istimewa\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #bbri #buyback #saham", "post_id": "3917854836296692736_3310659452"}}, {"key": "swamediainc", "attributes": {"label": "swamediainc", "x": 207.77173464564004, "y": 16.510630479260268, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 101.6767, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3921375614247162037_282076797", "id": "swamediainc", "source": "instagram-000001", "content": "PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) berencana melakukan pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal Rp500 miliar di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan. Langkah ini disebut sebagai strategi untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental kinerja dan prospek pertumbuhan jangka panjang perusahaan, termasuk pandangan bahwa saham BBRI saat ini masih berada di bawah nilai wajarnya.\n\nPelaksanaan buyback dijadwalkan berlangsung pada 12 Juni 2026 hingga 11 September 2026 dengan mengacu pada ketentuan OJK terkait stabilitas pasar modal dalam kondisi bergejolak. Perseroan menegaskan pembiayaan buyback dilakukan sesuai regulasi yang berlaku dan tetap mempertimbangkan kondisi likuiditas serta posisi keuangan, sehingga aksi korporasi ini tidak memberikan dampak material terhadap kinerja operasional maupun keuangan perusahaan.\n\nDari sisi fundamental, proforma setelah buyback menunjukkan Capital Adequacy Ratio (CAR) BRI tetap kuat di level 22,86% dengan Return on Equity (ROE) sebesar 18,37%. Saham hasil buyback nantinya akan dialihkan untuk program kepemilikan saham karyawan serta jajaran direksi dan komisaris setelah persetujuan RUPS, sebagai bagian dari komitmen perusahaan menjaga tata kelola yang baik dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.\n\nUntuk berita selengkapnya dan informasi bisnis lainnya, baca https://swagroup.id/bri-buyback\n\n………………………………………………………………………………………………\n\nJangan lupa follow, like and tag  di IG, Tiktok, Linkedin, X, dan Youtube\n\n#BankRakyatIndonesia\n#Buyback\n#SWAMediaInc\n#SWAOnline\n#BacaSWAaja", "post_id": "3921375614247162037_282076797"}}, {"key": "idntimes.video", "attributes": {"label": "idntimes.video", "x": 403.7391397003376, "y": 752.5032218758181, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 15.2516, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 0, "out_degree": 9, "degree": 9}, "_id": "3912708202616916285_2089700769", "id": "idntimes.video", "source": "instagram-000001", "content": "PURBAYA TERTAWAKAN KABAR DIRINYA AKAN MUNDUR DARI MENKEU\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN Kita Edisi Juni 2026, Jumat (5/6/2026), di Kemenkeu, Jakarta, menertawakan kabar terkait dirinya yang akan mengundurkan diri dari jabatannya. \n\nSebelumnya, Purbaya sedang menjelaskan dampak penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) terhadap pertumbuhan kredit di bank-bank milik negara, seperti di BRI yang dilaporkan tumbuh 13,8% pada Mei 2026. Kemudian kredit di BSI tunmbuh lebih dari 10%, dan kredit BTN yang tumbuh hingga 15%.\n\nEditor: Fauzan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#kemenkau #purbaya #pubayayudhisadewa #menterikeuangan #purbayamundur", "post_id": "3912708202616916285_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes", "attributes": {"label": "IDNTimes", "x": 506.87297066451697, "y": 430.4508461594213, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 16.692, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912708202616916285_2089700769", "id": "IDNTimes", "source": "instagram-000001", "content": "PURBAYA TERTAWAKAN KABAR DIRINYA AKAN MUNDUR DARI MENKEU\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN Kita Edisi Juni 2026, Jumat (5/6/2026), di Kemenkeu, Jakarta, menertawakan kabar terkait dirinya yang akan mengundurkan diri dari jabatannya. \n\nSebelumnya, Purbaya sedang menjelaskan dampak penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) terhadap pertumbuhan kredit di bank-bank milik negara, seperti di BRI yang dilaporkan tumbuh 13,8% pada Mei 2026. Kemudian kredit di BSI tunmbuh lebih dari 10%, dan kredit BTN yang tumbuh hingga 15%.\n\nEditor: Fauzan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#kemenkau #purbaya #pubayayudhisadewa #menterikeuangan #purbayamundur", "post_id": "3912708202616916285_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Korea", "attributes": {"label": "IDNTimes.Korea", "x": 194.10892064965378, "y": 758.1112338044521, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 16.692, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912708202616916285_2089700769", "id": "IDNTimes.Korea", "source": "instagram-000001", "content": "PURBAYA TERTAWAKAN KABAR DIRINYA AKAN MUNDUR DARI MENKEU\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN Kita Edisi Juni 2026, Jumat (5/6/2026), di Kemenkeu, Jakarta, menertawakan kabar terkait dirinya yang akan mengundurkan diri dari jabatannya. \n\nSebelumnya, Purbaya sedang menjelaskan dampak penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) terhadap pertumbuhan kredit di bank-bank milik negara, seperti di BRI yang dilaporkan tumbuh 13,8% pada Mei 2026. Kemudian kredit di BSI tunmbuh lebih dari 10%, dan kredit BTN yang tumbuh hingga 15%.\n\nEditor: Fauzan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#kemenkau #purbaya #pubayayudhisadewa #menterikeuangan #purbayamundur", "post_id": "3912708202616916285_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Community", "attributes": {"label": "IDNTimes.Community", "x": 997.4253376816741, "y": 861.265614800893, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 16.692, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912708202616916285_2089700769", "id": "IDNTimes.Community", "source": "instagram-000001", "content": "PURBAYA TERTAWAKAN KABAR DIRINYA AKAN MUNDUR DARI MENKEU\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN Kita Edisi Juni 2026, Jumat (5/6/2026), di Kemenkeu, Jakarta, menertawakan kabar terkait dirinya yang akan mengundurkan diri dari jabatannya. \n\nSebelumnya, Purbaya sedang menjelaskan dampak penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) terhadap pertumbuhan kredit di bank-bank milik negara, seperti di BRI yang dilaporkan tumbuh 13,8% pada Mei 2026. Kemudian kredit di BSI tunmbuh lebih dari 10%, dan kredit BTN yang tumbuh hingga 15%.\n\nEditor: Fauzan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#kemenkau #purbaya #pubayayudhisadewa #menterikeuangan #purbayamundur", "post_id": "3912708202616916285_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Hype", "attributes": {"label": "IDNTimes.Hype", "x": 74.4499174201645, "y": 455.00434264909364, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 16.692, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912708202616916285_2089700769", "id": "IDNTimes.Hype", "source": "instagram-000001", "content": "PURBAYA TERTAWAKAN KABAR DIRINYA AKAN MUNDUR DARI MENKEU\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN Kita Edisi Juni 2026, Jumat (5/6/2026), di Kemenkeu, Jakarta, menertawakan kabar terkait dirinya yang akan mengundurkan diri dari jabatannya. \n\nSebelumnya, Purbaya sedang menjelaskan dampak penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) terhadap pertumbuhan kredit di bank-bank milik negara, seperti di BRI yang dilaporkan tumbuh 13,8% pada Mei 2026. Kemudian kredit di BSI tunmbuh lebih dari 10%, dan kredit BTN yang tumbuh hingga 15%.\n\nEditor: Fauzan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#kemenkau #purbaya #pubayayudhisadewa #menterikeuangan #purbayamundur", "post_id": "3912708202616916285_2089700769"}}, {"key": "Duniaku_com", "attributes": {"label": "Duniaku_com", "x": 806.372321348642, "y": 312.86614511578534, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 16.692, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912708202616916285_2089700769", "id": "Duniaku_com", "source": "instagram-000001", "content": "PURBAYA TERTAWAKAN KABAR DIRINYA AKAN MUNDUR DARI MENKEU\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN Kita Edisi Juni 2026, Jumat (5/6/2026), di Kemenkeu, Jakarta, menertawakan kabar terkait dirinya yang akan mengundurkan diri dari jabatannya. \n\nSebelumnya, Purbaya sedang menjelaskan dampak penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) terhadap pertumbuhan kredit di bank-bank milik negara, seperti di BRI yang dilaporkan tumbuh 13,8% pada Mei 2026. Kemudian kredit di BSI tunmbuh lebih dari 10%, dan kredit BTN yang tumbuh hingga 15%.\n\nEditor: Fauzan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#kemenkau #purbaya #pubayayudhisadewa #menterikeuangan #purbayamundur", "post_id": "3912708202616916285_2089700769"}}, {"key": "Popbela_com", "attributes": {"label": "Popbela_com", "x": 136.26171347387285, "y": 118.5051992426408, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 16.692, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912708202616916285_2089700769", "id": "Popbela_com", "source": "instagram-000001", "content": "PURBAYA TERTAWAKAN KABAR DIRINYA AKAN MUNDUR DARI MENKEU\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN Kita Edisi Juni 2026, Jumat (5/6/2026), di Kemenkeu, Jakarta, menertawakan kabar terkait dirinya yang akan mengundurkan diri dari jabatannya. \n\nSebelumnya, Purbaya sedang menjelaskan dampak penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) terhadap pertumbuhan kredit di bank-bank milik negara, seperti di BRI yang dilaporkan tumbuh 13,8% pada Mei 2026. Kemudian kredit di BSI tunmbuh lebih dari 10%, dan kredit BTN yang tumbuh hingga 15%.\n\nEditor: Fauzan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#kemenkau #purbaya #pubayayudhisadewa #menterikeuangan #purbayamundur", "post_id": "3912708202616916285_2089700769"}}, {"key": "Popbela.Beauty", "attributes": {"label": "Popbela.Beauty", "x": 246.91523895868283, "y": 227.09099053905658, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 16.692, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912708202616916285_2089700769", "id": "Popbela.Beauty", "source": "instagram-000001", "content": "PURBAYA TERTAWAKAN KABAR DIRINYA AKAN MUNDUR DARI MENKEU\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN Kita Edisi Juni 2026, Jumat (5/6/2026), di Kemenkeu, Jakarta, menertawakan kabar terkait dirinya yang akan mengundurkan diri dari jabatannya. \n\nSebelumnya, Purbaya sedang menjelaskan dampak penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) terhadap pertumbuhan kredit di bank-bank milik negara, seperti di BRI yang dilaporkan tumbuh 13,8% pada Mei 2026. Kemudian kredit di BSI tunmbuh lebih dari 10%, dan kredit BTN yang tumbuh hingga 15%.\n\nEditor: Fauzan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#kemenkau #purbaya #pubayayudhisadewa #menterikeuangan #purbayamundur", "post_id": "3912708202616916285_2089700769"}}, {"key": "Popmama_com", "attributes": {"label": "Popmama_com", "x": 654.5406903445369, "y": 935.0105081834874, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 16.692, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912708202616916285_2089700769", "id": "Popmama_com", "source": "instagram-000001", "content": "PURBAYA TERTAWAKAN KABAR DIRINYA AKAN MUNDUR DARI MENKEU\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN Kita Edisi Juni 2026, Jumat (5/6/2026), di Kemenkeu, Jakarta, menertawakan kabar terkait dirinya yang akan mengundurkan diri dari jabatannya. \n\nSebelumnya, Purbaya sedang menjelaskan dampak penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) terhadap pertumbuhan kredit di bank-bank milik negara, seperti di BRI yang dilaporkan tumbuh 13,8% pada Mei 2026. Kemudian kredit di BSI tunmbuh lebih dari 10%, dan kredit BTN yang tumbuh hingga 15%.\n\nEditor: Fauzan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#kemenkau #purbaya #pubayayudhisadewa #menterikeuangan #purbayamundur", "post_id": "3912708202616916285_2089700769"}}, {"key": "Yummy.idn", "attributes": {"label": "Yummy.idn", "x": 468.80400812027125, "y": 68.62989826202626, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 16.692, "eigenvector": 0.0513, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3912708202616916285_2089700769", "id": "Yummy.idn", "source": "instagram-000001", "content": "PURBAYA TERTAWAKAN KABAR DIRINYA AKAN MUNDUR DARI MENKEU\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN Kita Edisi Juni 2026, Jumat (5/6/2026), di Kemenkeu, Jakarta, menertawakan kabar terkait dirinya yang akan mengundurkan diri dari jabatannya. \n\nSebelumnya, Purbaya sedang menjelaskan dampak penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) terhadap pertumbuhan kredit di bank-bank milik negara, seperti di BRI yang dilaporkan tumbuh 13,8% pada Mei 2026. Kemudian kredit di BSI tunmbuh lebih dari 10%, dan kredit BTN yang tumbuh hingga 15%.\n\nEditor: Fauzan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n\n#kemenkau #purbaya #pubayayudhisadewa #menterikeuangan #purbayamundur", "post_id": "3912708202616916285_2089700769"}}, {"key": "xeracosmetic", "attributes": {"label": "xeracosmetic", "x": 668.1163944500047, "y": 740.0299751378436, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.2516, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7567631088642837768", "id": "xeracosmetic", "source": "tiktok-000001", "content": "Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan dua Peraturan OJK (POJK) terbaru yang ditujukan untuk memperkuat ketahanan dan daya saing industri perbankan syariah nasional. Dua aturan itu di antaranya POJK Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kewajiban Pemenuhan Rasio Kecukupan Likuiditas (Liquidity Coverage Ratio/LCR) dan Rasio Pendanaan Stabil Bersih (Net Stable Funding Ratio/NSFR) bagi Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS), serta POJK Nomor 21 Tahun 2025 tentang Kewajiban Pemenuhan Rasio Pengungkit (Leverage Ratio) bagi BUS. Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi M. Ismail Riyadi mengatakan kedua POJK tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat struktur permodalan, likuiditas, dan pendanaan jangka panjang BUS dan UUS agar semakin tangguh, efisien, serta sejalan dengan standar internasional Basel III dan Islamic Financial Services Board (IFSB). Baca selengkapnya di: https://www.idxchannel.com/syariah/perkuat-permodalan-likuiditas-ojk-terbitkan-dua-aturan-baru-bagi-bank-syariah Atau klik link di bio  Foto: iNews Media Group #idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "7567631088642837768"}}, {"key": "official.ifi", "attributes": {"label": "official.ifi", "x": 861.0326941678063, "y": 889.2586117472082, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 26.5246, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "7588393910263696647", "id": "official.ifi", "source": "tiktok-000001", "content": "Sepanjang tahun 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sebanyak tujuh bank perekonomian rakyat di Indonesia resmi ditutup. Seluruh bank yang dicabut izin usahanya berasal dari kelompok Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) yang dinilai tidak mampu menjaga kesehatan keuangan sesuai ketentuan yang berlaku. Penutupan dilakukan setelah OJK memberikan waktu dan pengawasan intensif kepada bank-bank tersebut untuk melakukan penyehatan. Namun, permasalahan seperti keterbatasan modal, lemahnya likuiditas, serta buruknya tata kelola membuat upaya perbaikan tidak membuahkan hasil. Dalam kondisi tersebut, pencabutan izin usaha menjadi langkah terakhir yang harus ditempuh regulator. Setelah izin usaha dicabut, proses penyelesaian bank ditangani oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). LPS memastikan simpanan nasabah tetap dijamin sesuai aturan yang berlaku, sehingga masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti prosedur klaim yang telah ditetapkan. Kasus penutupan tujuh BPR dan BPRS sepanjang 2025 ini menjadi pengingat pentingnya penguatan pengawasan dan manajemen risiko di sektor perbankan daerah. OJK menegaskan akan terus memperketat pengawasan guna menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus melindungi kepentingan nasabah di seluruh wilayah Indonesia. Baca selengkapnya di sites.google.com/view/indonesia-financial-insights (Link ada di bio) For more information: TikTok:  Instagram:  Website: sites.google.com/view/indonesia-financial-insights #perbankan #ojk #ojkindonesia", "post_id": "7588393910263696647"}}, {"key": "clipper.digital.id", "attributes": {"label": "clipper.digital.id", "x": 55.7738612398363, "y": 888.6913663703122, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.2516, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7648404193874595080", "id": "clipper.digital.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah yang sedang melemah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan bahwa kondisi perbankan Indonesia saat ini tetap dalam kondisi yang aman, kokoh, dan resilien. ​OJK menegaskan bahwa industri perbankan kita memiliki bantalan permodalan (capital adequacy ratio) yang kuat serta likuiditas yang memadai untuk menghadapi tekanan eksternal. Jadi, masyarakat tidak perlu panik ya! Tetap tenang dalam mengelola keuangan dan investasimu. 💸✨ ​Bagaimana tanggapanmu melihat kondisi ekonomi saat ini? Yuk, diskusi di kolom komentar! 👇 \"Sumber : TWS News\"  #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7648404193874595080"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 98.08371455496412, "y": 365.77786286147386, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 34.6974, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7648404193874595080", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "Di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah yang sedang melemah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan bahwa kondisi perbankan Indonesia saat ini tetap dalam kondisi yang aman, kokoh, dan resilien. ​OJK menegaskan bahwa industri perbankan kita memiliki bantalan permodalan (capital adequacy ratio) yang kuat serta likuiditas yang memadai untuk menghadapi tekanan eksternal. Jadi, masyarakat tidak perlu panik ya! Tetap tenang dalam mengelola keuangan dan investasimu. 💸✨ ​Bagaimana tanggapanmu melihat kondisi ekonomi saat ini? Yuk, diskusi di kolom komentar! 👇 \"Sumber : TWS News\"  #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7648404193874595080"}}, {"key": "Kontencom", "attributes": {"label": "Kontencom", "x": 706.0157976314322, "y": 283.1499185851637, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.7336, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7648404193874595080", "id": "Kontencom", "source": "tiktok-000001", "content": "Di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah yang sedang melemah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan bahwa kondisi perbankan Indonesia saat ini tetap dalam kondisi yang aman, kokoh, dan resilien. ​OJK menegaskan bahwa industri perbankan kita memiliki bantalan permodalan (capital adequacy ratio) yang kuat serta likuiditas yang memadai untuk menghadapi tekanan eksternal. Jadi, masyarakat tidak perlu panik ya! Tetap tenang dalam mengelola keuangan dan investasimu. 💸✨ ​Bagaimana tanggapanmu melihat kondisi ekonomi saat ini? Yuk, diskusi di kolom komentar! 👇 \"Sumber : TWS News\"  #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7648404193874595080"}}, {"key": "clipcw_", "attributes": {"label": "clipcw_", "x": 651.061469040362, "y": 834.2289325151391, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.2516, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7587771142002183444", "id": "clipcw_", "source": "tiktok-000001", "content": "Pemerintah dan DPR tengah membahas revisi Undang Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) yang akan mengatur aset kripto secara lebih spesifik di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai salah satu persoalan utama dalam industri aset kripto saat ini adalah struktur order book yang masih bergantung pada pasar global. Ketergantungan tersebut dinilai membuat pasar kripto domestik kurang optimal dalam pembentukan harga dan berpotensi mendorong aliran modal keluar negeri. Dalam wawancaranya bersama Leon Hartono di podcast The Overpost, Misbakhun menjelaskan bahwa mekanisme perdagangan yang ada saat ini masih didominasi sistem bilateral dan keterikatan dengan order book global, sehingga likuiditas lokal menjadi dangkal dan tidak kompetitif. Menurutnya, revisi UU P2SK justru diarahkan untuk memperbaiki kondisi tersebut melalui konsolidasi likuiditas. Dengan menggabungkan likuiditas yang selama ini terpencar, pasar domestik dinilai dapat membentuk order book lokal yang lebih dalam dan mandiri tanpa harus bergantung pada pasar luar negeri. \"Ada miskonsepsi bahwa aturan baru akan berpotensi membuat konsumen beralih ke platform aset kripto luar negeri, padahal yang terjadi justru sebaliknya. Dengan UU P2SK yang baru, kita mengonsolidasikan likuiditas yang tadinya terpencar sehingga akan menciptakan order book lokal yang tebal dan dalam. Hasilnya? Daya saing industri lokal meningkat dan ketergantungan pada pasar luar berkurang,\" jelas Misbakhun. la menegaskan bahwa penguatan order book lokal menjadi kunci penting dalam meningkatkan efisiensi pasar, memperkuat daya saing bursa kripto nasional, serta mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap likuiditas global. from:  #cryptowave #fyp #crypto", "post_id": "7587771142002183444"}}, {"key": "CryptoWave", "attributes": {"label": "CryptoWave", "x": 159.14194687667992, "y": 977.545470132016, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 28.2155, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7587771142002183444", "id": "CryptoWave", "source": "tiktok-000001", "content": "Pemerintah dan DPR tengah membahas revisi Undang Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) yang akan mengatur aset kripto secara lebih spesifik di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai salah satu persoalan utama dalam industri aset kripto saat ini adalah struktur order book yang masih bergantung pada pasar global. Ketergantungan tersebut dinilai membuat pasar kripto domestik kurang optimal dalam pembentukan harga dan berpotensi mendorong aliran modal keluar negeri. Dalam wawancaranya bersama Leon Hartono di podcast The Overpost, Misbakhun menjelaskan bahwa mekanisme perdagangan yang ada saat ini masih didominasi sistem bilateral dan keterikatan dengan order book global, sehingga likuiditas lokal menjadi dangkal dan tidak kompetitif. Menurutnya, revisi UU P2SK justru diarahkan untuk memperbaiki kondisi tersebut melalui konsolidasi likuiditas. Dengan menggabungkan likuiditas yang selama ini terpencar, pasar domestik dinilai dapat membentuk order book lokal yang lebih dalam dan mandiri tanpa harus bergantung pada pasar luar negeri. \"Ada miskonsepsi bahwa aturan baru akan berpotensi membuat konsumen beralih ke platform aset kripto luar negeri, padahal yang terjadi justru sebaliknya. Dengan UU P2SK yang baru, kita mengonsolidasikan likuiditas yang tadinya terpencar sehingga akan menciptakan order book lokal yang tebal dan dalam. Hasilnya? Daya saing industri lokal meningkat dan ketergantungan pada pasar luar berkurang,\" jelas Misbakhun. la menegaskan bahwa penguatan order book lokal menjadi kunci penting dalam meningkatkan efisiensi pasar, memperkuat daya saing bursa kripto nasional, serta mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap likuiditas global. from:  #cryptowave #fyp #crypto", "post_id": "7587771142002183444"}}, {"key": "rabs.clip98", "attributes": {"label": "rabs.clip98", "x": 755.8262411732087, "y": 257.53603328573405, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.2516, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7648525067537665301", "id": "rabs.clip98", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah menguat, bagaimana nasib tabungan kita? 🤔 Jangan panik duluan! OJK (Otoritas Jasa Keuangan) memastikan kalau kondisi perbankan Indonesia MASIH AMAN dan stabil pasca naiknya nilai tukar Rupiah. 💪 Apa artinya buat kita? 1️⃣ Likuiditas Masih Kuat: Bank punya dana yang cukup untuk operasional dan penarikan nasabah. 2️⃣ Ketahanan Teruji: Perbankan Indonesia punya modal yang kuat untuk menghadapi fluktuasi pasar. 3️⃣ Fokus pada Stabilitas: Pemerintah dan OJK terus  memantau situasi untuk menjaga stabilitas sistem keuangan. Jadi, tidak perlu khawatir berlebihan, ya! Tetap cerdas mengelola keuangan dan berinvestasi. 😉 Bagaimana pendapatmu tentang pergerakan Rupiah belakangan ini? Tulis di kolom komentar! 👇 Sumber: Tws News ig :   #kontencom #kontencomxtws #OJK #PerbankanAman", "post_id": "7648525067537665301"}}, {"key": "reformasi.co.id", "attributes": {"label": "reformasi.co.id", "x": 873.5786973097397, "y": 781.9758606839903, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.2516, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7550565660712078597", "id": "reformasi.co.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah menempatkan dana negara sebesar Rp200 triliun dalam bentuk deposito di lima bank pelat merah tanpa memberikan arahan khusus terkait penyalurannya. Kebijakan ini, menurutnya, dimaksudkan agar para direktur utama bank terdorong mencari peluang investasi yang produktif. “Para direktur bank itu orang-orang pintar. Selama ini mereka malas saja dan cenderung bermain aman, hanya menaruh dana di tempat yang minim risiko tapi tetap menghasilkan keuntungan besar. Dengan adanya dana Rp200 triliun ini, mereka dipaksa berpikir lebih jauh,” ujar Purbaya usai rapat dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Kantor DJP, Jakarta Selatan, Selasa (16/9/2025). Ia menambahkan, mekanisme berbasis pasar (market based) akan membuat bank-bank tersebut berlomba mencari proyek yang memberikan imbal hasil tinggi sekaligus aman. Dampaknya, lanjut Purbaya, akan terlihat pada sisi permintaan dan penawaran di pasar keuangan. Dengan likuiditas yang meningkat, suku bunga pinjaman diharapkan menurun, sehingga masyarakat lebih berani mengajukan kredit. “Jika permintaan dan penawaran tumbuh bersamaan tanpa menimbulkan overheating, maka injeksi dana ini akan menggerakkan perekonomian,” kata Purbaya. Menurut dia, skema deposito tersebut pada dasarnya merupakan instrumen kebijakan moneter. Pemerintah tetap memperoleh bunga dari penempatan dana itu, sehingga bank tidak bisa membiarkannya mengendap tanpa dimanfaatkan. “Saya paksa sistem bekerja. Kalau dana ini tidak dipakai, bank tetap harus membayar bunga kepada pemerintah,” tegasnya. Kebijakan ini sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 276 Tahun 2025 mengenai penempatan uang negara untuk mendukung program pemerintah dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Imbal hasil yang diberikan ditetapkan sebesar 80,476 persen dari suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Dengan BI rate berada di level 5 persen, pemerintah akan memperoleh bunga sekitar 4 persen dari dana deposito tersebut. Lima bank penerima dana pemerintah adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Rinciannya, BRI, BNI, dan Mandiri masing-masing menerima Rp55 triliun, BTN memperoleh Rp25 triliun, sedangkan BSI mendapatkan Rp10 triliun.", "post_id": "7550565660712078597"}}, {"key": "viamedianetwork", "attributes": {"label": "viamedianetwork", "x": 581.5880947875096, "y": 990.6994013338681, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 28.2155, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7550565660712078597", "id": "viamedianetwork", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah menempatkan dana negara sebesar Rp200 triliun dalam bentuk deposito di lima bank pelat merah tanpa memberikan arahan khusus terkait penyalurannya. Kebijakan ini, menurutnya, dimaksudkan agar para direktur utama bank terdorong mencari peluang investasi yang produktif. “Para direktur bank itu orang-orang pintar. Selama ini mereka malas saja dan cenderung bermain aman, hanya menaruh dana di tempat yang minim risiko tapi tetap menghasilkan keuntungan besar. Dengan adanya dana Rp200 triliun ini, mereka dipaksa berpikir lebih jauh,” ujar Purbaya usai rapat dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Kantor DJP, Jakarta Selatan, Selasa (16/9/2025). Ia menambahkan, mekanisme berbasis pasar (market based) akan membuat bank-bank tersebut berlomba mencari proyek yang memberikan imbal hasil tinggi sekaligus aman. Dampaknya, lanjut Purbaya, akan terlihat pada sisi permintaan dan penawaran di pasar keuangan. Dengan likuiditas yang meningkat, suku bunga pinjaman diharapkan menurun, sehingga masyarakat lebih berani mengajukan kredit. “Jika permintaan dan penawaran tumbuh bersamaan tanpa menimbulkan overheating, maka injeksi dana ini akan menggerakkan perekonomian,” kata Purbaya. Menurut dia, skema deposito tersebut pada dasarnya merupakan instrumen kebijakan moneter. Pemerintah tetap memperoleh bunga dari penempatan dana itu, sehingga bank tidak bisa membiarkannya mengendap tanpa dimanfaatkan. “Saya paksa sistem bekerja. Kalau dana ini tidak dipakai, bank tetap harus membayar bunga kepada pemerintah,” tegasnya. Kebijakan ini sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 276 Tahun 2025 mengenai penempatan uang negara untuk mendukung program pemerintah dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Imbal hasil yang diberikan ditetapkan sebesar 80,476 persen dari suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Dengan BI rate berada di level 5 persen, pemerintah akan memperoleh bunga sekitar 4 persen dari dana deposito tersebut. Lima bank penerima dana pemerintah adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Rinciannya, BRI, BNI, dan Mandiri masing-masing menerima Rp55 triliun, BTN memperoleh Rp25 triliun, sedangkan BSI mendapatkan Rp10 triliun.", "post_id": "7550565660712078597"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "@kabarbursadotcom", "x": 741.0067914155529, "y": 783.224451949173, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.2516, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "kifmBaPeWls", "id": "@kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] MSCI Pertahankan Indonesia di Emerging Market, Ini Respons OJK\n\nKABARBURSA.COM — OJK menyambut positif keputusan MSCI yang kembali mempertahankan Indonesia dalam kategori emerging market pada hasil market classification review 2026. Menurut OJK, keputusan ini menjadi pengakuan atas reformasi pasar modal Indonesia, terutama pada aspek transparansi, integritas, likuiditas, dan tata kelola pasar. Langkah ini penting karena menunjukkan pasar modal Indonesia masih mendapat perhatian positif dari investor global, sementara agenda reformasi akan terus diperkuat agar daya saing Indonesia semakin meningkat. Simak ulasan lengkapnya, dan jangan lupa subscribe serta beri komentar pendapat Anda.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#ojk #msci #emergingmarket #pasarmodal #indonesia #reformasi #investor #investasi #saham #likuiditas #tatakelola #ekonomi #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "kifmBaPeWls"}}, {"key": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "kabarbursadotcom", "x": 911.0198423253456, "y": 303.3126576312987, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.5729, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "kifmBaPeWls", "id": "kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] MSCI Pertahankan Indonesia di Emerging Market, Ini Respons OJK\n\nKABARBURSA.COM — OJK menyambut positif keputusan MSCI yang kembali mempertahankan Indonesia dalam kategori emerging market pada hasil market classification review 2026. Menurut OJK, keputusan ini menjadi pengakuan atas reformasi pasar modal Indonesia, terutama pada aspek transparansi, integritas, likuiditas, dan tata kelola pasar. Langkah ini penting karena menunjukkan pasar modal Indonesia masih mendapat perhatian positif dari investor global, sementara agenda reformasi akan terus diperkuat agar daya saing Indonesia semakin meningkat. Simak ulasan lengkapnya, dan jangan lupa subscribe serta beri komentar pendapat Anda.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#ojk #msci #emergingmarket #pasarmodal #indonesia #reformasi #investor #investasi #saham #likuiditas #tatakelola #ekonomi #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "kifmBaPeWls"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 307.9544747786824, "y": 687.9776325589743, "size": 13.86, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.2516, "eigenvector": 121.7406, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "AiX5VrMY0n8", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "BEI Dorong Free Float 15 Persen agar Saham Likuid dan Harganya Wajar | MILENOMICS\n\nBursa Efek Indonesia (BEI) mendorong perusahaan tercatat meningkatkan porsi kepemilikan saham publik (free float) minimal 15 persen guna memperkuat likuiditas perdagangan, memperluas basis investor, dan meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi integritas pasar modal yang dijalankan bersama OJK dan SRO untuk menciptakan pasar yang lebih kredibel, transparan, dan berkelanjutan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "AiX5VrMY0n8"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 412.42123391187744, "y": 815.5577720905472, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.0296, "eigenvector": 134.5218, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "AiX5VrMY0n8", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "BEI Dorong Free Float 15 Persen agar Saham Likuid dan Harganya Wajar | MILENOMICS\n\nBursa Efek Indonesia (BEI) mendorong perusahaan tercatat meningkatkan porsi kepemilikan saham publik (free float) minimal 15 persen guna memperkuat likuiditas perdagangan, memperluas basis investor, dan meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi integritas pasar modal yang dijalankan bersama OJK dan SRO untuk menciptakan pasar yang lebih kredibel, transparan, dan berkelanjutan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "AiX5VrMY0n8"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 450.10875271376005, "y": 333.16575711686704, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.0296, "eigenvector": 134.5218, "in_degree": 8, "out_degree": 0, "degree": 8}, "_id": "AiX5VrMY0n8", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "BEI Dorong Free Float 15 Persen agar Saham Likuid dan Harganya Wajar | MILENOMICS\n\nBursa Efek Indonesia (BEI) mendorong perusahaan tercatat meningkatkan porsi kepemilikan saham publik (free float) minimal 15 persen guna memperkuat likuiditas perdagangan, memperluas basis investor, dan meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi integritas pasar modal yang dijalankan bersama OJK dan SRO untuk menciptakan pasar yang lebih kredibel, transparan, dan berkelanjutan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "AiX5VrMY0n8"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 309.6943413512777, "y": 224.19292726270746, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.0296, "eigenvector": 134.5218, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "AiX5VrMY0n8", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "BEI Dorong Free Float 15 Persen agar Saham Likuid dan Harganya Wajar | MILENOMICS\n\nBursa Efek Indonesia (BEI) mendorong perusahaan tercatat meningkatkan porsi kepemilikan saham publik (free float) minimal 15 persen guna memperkuat likuiditas perdagangan, memperluas basis investor, dan meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi integritas pasar modal yang dijalankan bersama OJK dan SRO untuk menciptakan pasar yang lebih kredibel, transparan, dan berkelanjutan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "AiX5VrMY0n8"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 170.55324807801642, "y": 807.8200477293459, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.0296, "eigenvector": 134.5218, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "AiX5VrMY0n8", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "BEI Dorong Free Float 15 Persen agar Saham Likuid dan Harganya Wajar | MILENOMICS\n\nBursa Efek Indonesia (BEI) mendorong perusahaan tercatat meningkatkan porsi kepemilikan saham publik (free float) minimal 15 persen guna memperkuat likuiditas perdagangan, memperluas basis investor, dan meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi integritas pasar modal yang dijalankan bersama OJK dan SRO untuk menciptakan pasar yang lebih kredibel, transparan, dan berkelanjutan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "AiX5VrMY0n8"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 36.92355138052916, "y": 980.3777035458189, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.0296, "eigenvector": 134.5218, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "AiX5VrMY0n8", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "BEI Dorong Free Float 15 Persen agar Saham Likuid dan Harganya Wajar | MILENOMICS\n\nBursa Efek Indonesia (BEI) mendorong perusahaan tercatat meningkatkan porsi kepemilikan saham publik (free float) minimal 15 persen guna memperkuat likuiditas perdagangan, memperluas basis investor, dan meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi integritas pasar modal yang dijalankan bersama OJK dan SRO untuk menciptakan pasar yang lebih kredibel, transparan, dan berkelanjutan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "AiX5VrMY0n8"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 686.346884672953, "y": 467.86357998845705, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.2516, "eigenvector": 134.5218, "in_degree": 0, "out_degree": 21, "degree": 21}, "_id": "Ypnsx94WUJ8", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "OJK Catat IHSG Turun 11,92 Persen Sepanjang Mei 2026, Asing Net Sell Rp4,1 Triliun | IDXC UPDATE\n\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut pasar modal Indonesia tengah berada dalam fase tekanan akibat sentimen global dan domestik. Sepanjang Mei 2026, IHSG terkoreksi 11,92 persen secara bulanan dan turun 29,14 persen secara year to date (ytd), dipicu aksi jual investor asing yang mencatat net sell Rp4,1 triliun. Meski demikian, OJK menilai ketahanan pasar tetap terjaga, tercermin dari likuiditas yang stabil, pertumbuhan jumlah investor yang mencapai 27,75 juta, serta nilai penghimpunan dana korporasi di pasar modal yang telah menyentuh Rp68,18 triliun hingga akhir Mei 2026.\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Ypnsx94WUJ8"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 419.3218333462588, "y": 310.1754178705183, "size": 9.3, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.8689, "eigenvector": 70.6156, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "Ypnsx94WUJ8", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "OJK Catat IHSG Turun 11,92 Persen Sepanjang Mei 2026, Asing Net Sell Rp4,1 Triliun | IDXC UPDATE\n\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut pasar modal Indonesia tengah berada dalam fase tekanan akibat sentimen global dan domestik. Sepanjang Mei 2026, IHSG terkoreksi 11,92 persen secara bulanan dan turun 29,14 persen secara year to date (ytd), dipicu aksi jual investor asing yang mencatat net sell Rp4,1 triliun. Meski demikian, OJK menilai ketahanan pasar tetap terjaga, tercermin dari likuiditas yang stabil, pertumbuhan jumlah investor yang mencapai 27,75 juta, serta nilai penghimpunan dana korporasi di pasar modal yang telah menyentuh Rp68,18 triliun hingga akhir Mei 2026.\n\n#idxcupdate #idxc\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Ypnsx94WUJ8"}}], "edges": [{"key": "akutemaram", "source": "akutemaram", "target": "choiisanf", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "btn", "source": "btn", "target": "btn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "btn", "source": "btn", "target": "btn_jakim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "balikpapan_pos", "source": "balikpapan_pos", "target": "ba", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "swamediainc", "source": "swamediainc", "target": "swamediainc", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Korea", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Community", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Hype", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Duniaku_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popbela_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popbela.Beauty", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popmama_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Yummy.idn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "xeracosmetic", "source": "xeracosmetic", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "official.ifi", "source": "official.ifi", "target": "official.ifi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "official.ifi", "source": "official.ifi", "target": "official.ifi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipper.digital.id", "source": "clipper.digital.id", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipper.digital.id", "source": "clipper.digital.id", "target": "Kontencom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipcw_", "source": "clipcw_", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "rabs.clip98", "source": "rabs.clip98", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "reformasi.co.id", "source": "reformasi.co.id", "target": "viamedianetwork", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}