{"nodes": [{"key": "Maikel_USMC", "attributes": {"label": "Maikel_USMC", "x": 158.32564512983527, "y": 79.08483928653776, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.5023, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2069366669504614678", "id": "Maikel_USMC", "source": "tweet-000004", "content": "Setelah kenaikan BI Rate kemarin saya melihat nilai tukar rupiah terhadap USD msh melemah & saham2 perbankan jg melemah. Klu dipertahankan kenaikan BI rate bs membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat & kredit macet alangkah baiknya mending diturunkan keawal cari solusi lain", "post_id": "2069366669504614678"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 698.4532942532095, "y": 535.0338910974814, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.5792, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2069366669504614678", "id": "bank_indonesia", "source": "tweet-000004", "content": "Setelah kenaikan BI Rate kemarin saya melihat nilai tukar rupiah terhadap USD msh melemah & saham2 perbankan jg melemah. Klu dipertahankan kenaikan BI rate bs membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat & kredit macet alangkah baiknya mending diturunkan keawal cari solusi lain", "post_id": "2069366669504614678"}}, {"key": "i541342t", "attributes": {"label": "i541342t", "x": 633.3636554747092, "y": 802.4985622578603, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.5023, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2066772609942139140", "id": "i541342t", "source": "tweet-000004", "content": "Salah satu faktor naiknya IHSG, naiknya rate bunga Bank Indonesia.\n\nDampak negatifnya juga ada, bunga pinjaman ikut naik (floating rate), penurunan daya beli kelas menengah kebawah. Ekonomi akan melambat krn orang memilih menyimpan uang dibandingkan membelanjakan.", "post_id": "2066772609942139140"}}, {"key": "djoniecash2", "attributes": {"label": "djoniecash2", "x": 805.2126066557181, "y": 222.39934026669906, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.5792, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2066772609942139140", "id": "djoniecash2", "source": "tweet-000004", "content": "Salah satu faktor naiknya IHSG, naiknya rate bunga Bank Indonesia.\n\nDampak negatifnya juga ada, bunga pinjaman ikut naik (floating rate), penurunan daya beli kelas menengah kebawah. Ekonomi akan melambat krn orang memilih menyimpan uang dibandingkan membelanjakan.", "post_id": "2066772609942139140"}}, {"key": "sarah_pndjtn", "attributes": {"label": "sarah_pndjtn", "x": 426.22866665263905, "y": 416.9737237284078, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.5023, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 0, "out_degree": 13, "degree": 13}, "_id": "2064932454771970254", "id": "sarah_pndjtn", "source": "tweet-000004", "content": "Middle class dan aspiring middle class kontribusi >80% konsumsi rumah tangga di Indonesia. \n\nKalau daya beli mereka terkikis inflasi dan BBM, pertumbuhan ekonomi bisa melambat. \nHarus ada stimulus atau pengendalian harga biar ga tambah drop. \n\nCc.:", "post_id": "2064932454771970254"}}, {"key": "Boedak_Korporat", "attributes": {"label": "Boedak_Korporat", "x": 139.74037787178162, "y": 260.0489232754004, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.1236, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2064932454771970254", "id": "Boedak_Korporat", "source": "tweet-000004", "content": "Middle class dan aspiring middle class kontribusi >80% konsumsi rumah tangga di Indonesia. \n\nKalau daya beli mereka terkikis inflasi dan BBM, pertumbuhan ekonomi bisa melambat. \nHarus ada stimulus atau pengendalian harga biar ga tambah drop. \n\nCc.:", "post_id": "2064932454771970254"}}, {"key": "KenSavitri35075", "attributes": {"label": "KenSavitri35075", "x": 583.0785608213083, "y": 664.2408543115117, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.1236, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2064932454771970254", "id": "KenSavitri35075", "source": "tweet-000004", "content": "Middle class dan aspiring middle class kontribusi >80% konsumsi rumah tangga di Indonesia. \n\nKalau daya beli mereka terkikis inflasi dan BBM, pertumbuhan ekonomi bisa melambat. \nHarus ada stimulus atau pengendalian harga biar ga tambah drop. \n\nCc.:", "post_id": "2064932454771970254"}}, {"key": "widodo_oi", "attributes": {"label": "widodo_oi", "x": 947.2257885440914, "y": 527.5348311033139, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.1236, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2064932454771970254", "id": "widodo_oi", "source": "tweet-000004", "content": "Middle class dan aspiring middle class kontribusi >80% konsumsi rumah tangga di Indonesia. \n\nKalau daya beli mereka terkikis inflasi dan BBM, pertumbuhan ekonomi bisa melambat. \nHarus ada stimulus atau pengendalian harga biar ga tambah drop. \n\nCc.:", "post_id": "2064932454771970254"}}, {"key": "KonspirasiID_", "attributes": {"label": "KonspirasiID_", "x": 787.0096082884903, "y": 979.5085158447779, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.1236, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2064932454771970254", "id": "KonspirasiID_", "source": "tweet-000004", "content": "Middle class dan aspiring middle class kontribusi >80% konsumsi rumah tangga di Indonesia. \n\nKalau daya beli mereka terkikis inflasi dan BBM, pertumbuhan ekonomi bisa melambat. \nHarus ada stimulus atau pengendalian harga biar ga tambah drop. \n\nCc.:", "post_id": "2064932454771970254"}}, {"key": "Ndons_Back", "attributes": {"label": "Ndons_Back", "x": 176.41642752245025, "y": 675.3282586650807, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.1236, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2064932454771970254", "id": "Ndons_Back", "source": "tweet-000004", "content": "Middle class dan aspiring middle class kontribusi >80% konsumsi rumah tangga di Indonesia. \n\nKalau daya beli mereka terkikis inflasi dan BBM, pertumbuhan ekonomi bisa melambat. \nHarus ada stimulus atau pengendalian harga biar ga tambah drop. \n\nCc.:", "post_id": "2064932454771970254"}}, {"key": "bengkeldodo_", "attributes": {"label": "bengkeldodo_", "x": 719.3847097883475, "y": 290.8505858876965, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.1236, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2064932454771970254", "id": "bengkeldodo_", "source": "tweet-000004", "content": "Middle class dan aspiring middle class kontribusi >80% konsumsi rumah tangga di Indonesia. \n\nKalau daya beli mereka terkikis inflasi dan BBM, pertumbuhan ekonomi bisa melambat. \nHarus ada stimulus atau pengendalian harga biar ga tambah drop. \n\nCc.:", "post_id": "2064932454771970254"}}, {"key": "DedynurPalakka", "attributes": {"label": "DedynurPalakka", "x": 973.738080687762, "y": 321.6202187323335, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.1236, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2064932454771970254", "id": "DedynurPalakka", "source": "tweet-000004", "content": "Middle class dan aspiring middle class kontribusi >80% konsumsi rumah tangga di Indonesia. \n\nKalau daya beli mereka terkikis inflasi dan BBM, pertumbuhan ekonomi bisa melambat. \nHarus ada stimulus atau pengendalian harga biar ga tambah drop. \n\nCc.:", "post_id": "2064932454771970254"}}, {"key": "KEBUMENinLOVE", "attributes": {"label": "KEBUMENinLOVE", "x": 874.3781847537037, "y": 661.6810666437723, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.1236, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2064932454771970254", "id": "KEBUMENinLOVE", "source": "tweet-000004", "content": "Middle class dan aspiring middle class kontribusi >80% konsumsi rumah tangga di Indonesia. \n\nKalau daya beli mereka terkikis inflasi dan BBM, pertumbuhan ekonomi bisa melambat. \nHarus ada stimulus atau pengendalian harga biar ga tambah drop. \n\nCc.:", "post_id": "2064932454771970254"}}, {"key": "awikuchuz", "attributes": {"label": "awikuchuz", "x": 801.1302736898476, "y": 610.9089629455435, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.1236, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2064932454771970254", "id": "awikuchuz", "source": "tweet-000004", "content": "Middle class dan aspiring middle class kontribusi >80% konsumsi rumah tangga di Indonesia. \n\nKalau daya beli mereka terkikis inflasi dan BBM, pertumbuhan ekonomi bisa melambat. \nHarus ada stimulus atau pengendalian harga biar ga tambah drop. \n\nCc.:", "post_id": "2064932454771970254"}}, {"key": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "LambeSahamjja", "x": 395.15487230862834, "y": 500.51955889552215, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.1236, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2064932454771970254", "id": "LambeSahamjja", "source": "tweet-000004", "content": "Middle class dan aspiring middle class kontribusi >80% konsumsi rumah tangga di Indonesia. \n\nKalau daya beli mereka terkikis inflasi dan BBM, pertumbuhan ekonomi bisa melambat. \nHarus ada stimulus atau pengendalian harga biar ga tambah drop. \n\nCc.:", "post_id": "2064932454771970254"}}, {"key": "KSPgoid", "attributes": {"label": "KSPgoid", "x": 730.3122806999019, "y": 899.1119716823792, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.1236, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2064932454771970254", "id": "KSPgoid", "source": "tweet-000004", "content": "Middle class dan aspiring middle class kontribusi >80% konsumsi rumah tangga di Indonesia. \n\nKalau daya beli mereka terkikis inflasi dan BBM, pertumbuhan ekonomi bisa melambat. \nHarus ada stimulus atau pengendalian harga biar ga tambah drop. \n\nCc.:", "post_id": "2064932454771970254"}}, {"key": "KemensetnegRI", "attributes": {"label": "KemensetnegRI", "x": 910.6064447010408, "y": 233.7722317937547, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.1236, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2064932454771970254", "id": "KemensetnegRI", "source": "tweet-000004", "content": "Middle class dan aspiring middle class kontribusi >80% konsumsi rumah tangga di Indonesia. \n\nKalau daya beli mereka terkikis inflasi dan BBM, pertumbuhan ekonomi bisa melambat. \nHarus ada stimulus atau pengendalian harga biar ga tambah drop. \n\nCc.:", "post_id": "2064932454771970254"}}, {"key": "gabsnpr", "attributes": {"label": "gabsnpr", "x": 982.6722741094823, "y": 106.51154809955787, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.5023, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2060974035161497833", "id": "gabsnpr", "source": "tweet-000004", "content": "Ya iyalah ngebandingin IPM pasti beda jauh lah sama Indonesia Timur. Pertumbuhan ekonomi provinsi lu tuh melambat terus, gak mau dan gak bisa bersaing. https://t.co/xPkyXANIlx", "post_id": "2060974035161497833"}}, {"key": "Seok_Harery", "attributes": {"label": "Seok_Harery", "x": 419.13825960420394, "y": 182.04845355111442, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.5407, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2060974035161497833", "id": "Seok_Harery", "source": "tweet-000004", "content": "Ya iyalah ngebandingin IPM pasti beda jauh lah sama Indonesia Timur. Pertumbuhan ekonomi provinsi lu tuh melambat terus, gak mau dan gak bisa bersaing. https://t.co/xPkyXANIlx", "post_id": "2060974035161497833"}}, {"key": "wiyokooo", "attributes": {"label": "wiyokooo", "x": 739.4834176741596, "y": 194.46718757067615, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.5407, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2060974035161497833", "id": "wiyokooo", "source": "tweet-000004", "content": "Ya iyalah ngebandingin IPM pasti beda jauh lah sama Indonesia Timur. Pertumbuhan ekonomi provinsi lu tuh melambat terus, gak mau dan gak bisa bersaing. https://t.co/xPkyXANIlx", "post_id": "2060974035161497833"}}, {"key": "Parlecoid", "attributes": {"label": "Parlecoid", "x": 476.86846070923593, "y": 232.37904794414922, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.5023, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2060735568343085498", "id": "Parlecoid", "source": "tweet-000004", "content": "Data inflasi AS (PCE) dan Eropa diprediksi tetap tinggi, sementara ekonomi China melambat. Simak analisis jeli dampak rambatannya bagi Indonesia. https://t.co/ZcIrIrGP4t via  MYID https://t.co/pooBqwWt8y", "post_id": "2060735568343085498"}}, {"key": "asatunews", "attributes": {"label": "asatunews", "x": 816.6903424142104, "y": 820.8422607316041, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.5792, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2060735568343085498", "id": "asatunews", "source": "tweet-000004", "content": "Data inflasi AS (PCE) dan Eropa diprediksi tetap tinggi, sementara ekonomi China melambat. Simak analisis jeli dampak rambatannya bagi Indonesia. https://t.co/ZcIrIrGP4t via  MYID https://t.co/pooBqwWt8y", "post_id": "2060735568343085498"}}, {"key": "cenderawasihposreal", "attributes": {"label": "cenderawasihposreal", "x": 720.3573344805636, "y": 757.7128325050767, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.5023, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "3917777153370449635_35187048245", "id": "cenderawasihposreal", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Dunia kini memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melambat pada tahun 2026. \n\nAdapun perlambatan tersebut dipicu kombinasi tekanan eksternal, meningkatnya beban fiskal pemerintah, serta ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi.\n\nBank Dunia menyebut laju pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia akan tertahan akibat melemahnya investasi dan ekspor di tengah kondisi global yang belum stabil.\n\n\"Pertumbuhan PDB diproyeksikan akan melambat menjadi 5,0 persen di tahun 2026, seiring dengan tekanan eksternal yang membebani investasi dan ekspor,\" tulis Bank Dunia dikutip dari Reuters.\n\n📖 BACA SELENGKAPNYA:\n🔗 http://ceposonline.com/internasional/2606120005/bank-dunia-sebut-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-melambat-pada-2026-ini-penyebabnya\n\nBerlangganan Koran Cenderawasih Pos:\n📞 0812-4803-531\n\nFollow kami di Sosial Media:\nInstagram:  & \nFacebook: \nTikTok: \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q\n\n.\n.\n.\n#cepos #ekonomiindonesia #bankdunia", "post_id": "3917777153370449635_35187048245"}}, {"key": "CeposTV", "attributes": {"label": "CeposTV", "x": 276.1431917119562, "y": 478.8887924645422, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 13.5407, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3917777153370449635_35187048245", "id": "CeposTV", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Dunia kini memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melambat pada tahun 2026. \n\nAdapun perlambatan tersebut dipicu kombinasi tekanan eksternal, meningkatnya beban fiskal pemerintah, serta ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi.\n\nBank Dunia menyebut laju pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia akan tertahan akibat melemahnya investasi dan ekspor di tengah kondisi global yang belum stabil.\n\n\"Pertumbuhan PDB diproyeksikan akan melambat menjadi 5,0 persen di tahun 2026, seiring dengan tekanan eksternal yang membebani investasi dan ekspor,\" tulis Bank Dunia dikutip dari Reuters.\n\n📖 BACA SELENGKAPNYA:\n🔗 http://ceposonline.com/internasional/2606120005/bank-dunia-sebut-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-melambat-pada-2026-ini-penyebabnya\n\nBerlangganan Koran Cenderawasih Pos:\n📞 0812-4803-531\n\nFollow kami di Sosial Media:\nInstagram:  & \nFacebook: \nTikTok: \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q\n\n.\n.\n.\n#cepos #ekonomiindonesia #bankdunia", "post_id": "3917777153370449635_35187048245"}}, {"key": "Cenderawasihposreal", "attributes": {"label": "Cenderawasihposreal", "x": 188.23682715662449, "y": 852.2577587885911, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 13.5407, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "3917777153370449635_35187048245", "id": "Cenderawasihposreal", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Dunia kini memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melambat pada tahun 2026. \n\nAdapun perlambatan tersebut dipicu kombinasi tekanan eksternal, meningkatnya beban fiskal pemerintah, serta ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi.\n\nBank Dunia menyebut laju pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia akan tertahan akibat melemahnya investasi dan ekspor di tengah kondisi global yang belum stabil.\n\n\"Pertumbuhan PDB diproyeksikan akan melambat menjadi 5,0 persen di tahun 2026, seiring dengan tekanan eksternal yang membebani investasi dan ekspor,\" tulis Bank Dunia dikutip dari Reuters.\n\n📖 BACA SELENGKAPNYA:\n🔗 http://ceposonline.com/internasional/2606120005/bank-dunia-sebut-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-melambat-pada-2026-ini-penyebabnya\n\nBerlangganan Koran Cenderawasih Pos:\n📞 0812-4803-531\n\nFollow kami di Sosial Media:\nInstagram:  & \nFacebook: \nTikTok: \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q\n\n.\n.\n.\n#cepos #ekonomiindonesia #bankdunia", "post_id": "3917777153370449635_35187048245"}}, {"key": "Cenderawasihpos", "attributes": {"label": "Cenderawasihpos", "x": 283.2881433706677, "y": 437.27964541282347, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 13.5407, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3917777153370449635_35187048245", "id": "Cenderawasihpos", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Dunia kini memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melambat pada tahun 2026. \n\nAdapun perlambatan tersebut dipicu kombinasi tekanan eksternal, meningkatnya beban fiskal pemerintah, serta ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi.\n\nBank Dunia menyebut laju pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia akan tertahan akibat melemahnya investasi dan ekspor di tengah kondisi global yang belum stabil.\n\n\"Pertumbuhan PDB diproyeksikan akan melambat menjadi 5,0 persen di tahun 2026, seiring dengan tekanan eksternal yang membebani investasi dan ekspor,\" tulis Bank Dunia dikutip dari Reuters.\n\n📖 BACA SELENGKAPNYA:\n🔗 http://ceposonline.com/internasional/2606120005/bank-dunia-sebut-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-melambat-pada-2026-ini-penyebabnya\n\nBerlangganan Koran Cenderawasih Pos:\n📞 0812-4803-531\n\nFollow kami di Sosial Media:\nInstagram:  & \nFacebook: \nTikTok: \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q\n\n.\n.\n.\n#cepos #ekonomiindonesia #bankdunia", "post_id": "3917777153370449635_35187048245"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 415.6535496077029, "y": 586.8342865887047, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 63.3477, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3909813525620975243_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Survei Bloomberg memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5% pada kuartal II-2026, meski diproyeksi melambat pada paruh kedua tahun ini akibat tekanan ekonomi global.\n\nDi sisi lain, inflasi dan suku bunga diperkirakan tetap tinggi sehingga Bank Indonesia diprediksi mempertahankan kebijakan moneter ketat demi menjaga stabilitas ekonomi dan rupiah.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#survei #bloomberg #ekonomi #bloombergtechnoz", "post_id": "3909813525620975243_51748745734"}}, {"key": "humaspolsektandessby", "attributes": {"label": "humaspolsektandessby", "x": 854.4055463507945, "y": 610.200796730496, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.5023, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3904587008651879539_3943915205", "id": "humaspolsektandessby", "source": "instagram-000001", "content": "Polri melalui Polres Klungkung Polda Bali berkolaborasi dengan kelompok subak setempat sukses melaksanakan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II di Subak Toya Hee, Desa Gelgel, Kabupaten Klungkung. \n\nAksi nyata di lapangan ini berhasil membukukan hasil panen mencapai sekitar 2 ton jagung di lahan seluas 36 are milik petani binaan. \n\nLangkah konkret tersebut menjadi bukti keseriusan jajaran Kepolisian di tingkat daerah dalam mengawal dan merealisasikan agenda swasembada pangan nasional. \n\nKegiatan yang terintegrasi secara virtual dengan agenda groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan dan operasional 166 SPPG Polri oleh Presiden RI dan Kapolri ini, dioptimalkan untuk menyokong ketersediaan pangan strategis serta mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). \n\nMelalui pendampingan dan pemberdayaan petani lokal secara berkelanjutan, Polres Klungkung berkomitmen penuh menciptakan kemandirian pangan yang tangguh sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. \n\n#MenjagaKetahananPangan menjadi langkah nyata dalam Mendukung ketersediaan pangan yang berkualitas serta Melayani Gizi Indonesia untuk mewujudkan generasi yang sehat dan kuat.", "post_id": "3904587008651879539_3943915205"}}, {"key": "humaspoldajatim", "attributes": {"label": "humaspoldajatim", "x": 329.6653760707093, "y": 556.0498157910515, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 17.5792, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3904587008651879539_3943915205", "id": "humaspoldajatim", "source": "instagram-000001", "content": "Polri melalui Polres Klungkung Polda Bali berkolaborasi dengan kelompok subak setempat sukses melaksanakan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II di Subak Toya Hee, Desa Gelgel, Kabupaten Klungkung. \n\nAksi nyata di lapangan ini berhasil membukukan hasil panen mencapai sekitar 2 ton jagung di lahan seluas 36 are milik petani binaan. \n\nLangkah konkret tersebut menjadi bukti keseriusan jajaran Kepolisian di tingkat daerah dalam mengawal dan merealisasikan agenda swasembada pangan nasional. \n\nKegiatan yang terintegrasi secara virtual dengan agenda groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan dan operasional 166 SPPG Polri oleh Presiden RI dan Kapolri ini, dioptimalkan untuk menyokong ketersediaan pangan strategis serta mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). \n\nMelalui pendampingan dan pemberdayaan petani lokal secara berkelanjutan, Polres Klungkung berkomitmen penuh menciptakan kemandirian pangan yang tangguh sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. \n\n#MenjagaKetahananPangan menjadi langkah nyata dalam Mendukung ketersediaan pangan yang berkualitas serta Melayani Gizi Indonesia untuk mewujudkan generasi yang sehat dan kuat.", "post_id": "3904587008651879539_3943915205"}}, {"key": "swamediainc", "attributes": {"label": "swamediainc", "x": 662.7653105042231, "y": 209.46747573623102, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 63.3477, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3909967106100467095_282076797", "id": "swamediainc", "source": "instagram-000001", "content": "Permata Bank melalui Permata Institute for Economic Research (PIER) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada di kisaran 5,1–5,3%, dengan permintaan domestik tetap menjadi penggerak utama. Pada kuartal I 2026, PDB Indonesia tumbuh 5,61% secara tahunan, tertinggi sejak kuartal III 2022, didorong oleh konsumsi rumah tangga, percepatan belanja pemerintah, dan investasi yang masih resilien. Namun secara kuartalan ekonomi masih terkontraksi 0,77% akibat faktor musiman seperti Ramadan, Idulfitri, dan basis pembanding yang rendah.\n\nChief Economist Permata Bank, Josua Pardede, menyebut konsumsi rumah tangga tumbuh menjadi 5,52% dan belanja pemerintah melonjak 21,31% berkat percepatan realisasi fiskal serta program prioritas seperti MBG. Sementara itu, investasi tetap tumbuh meski melambat, dan ekspor hanya naik tipis di tengah ketidakpastian global akibat perang dagang dan konflik geopolitik. Secara sektoral, akomodasi serta makanan-minuman mencatat pertumbuhan tertinggi, sedangkan manufaktur dan pertambangan mengalami perlambatan.\n\nMeski kinerja ekonomi dinilai positif, PIER menilai kualitas pertumbuhan masih perlu diperkuat karena belum sepenuhnya ditopang investasi swasta yang berkelanjutan. Tekanan terlihat dari pelemahan manufaktur, kehati-hatian perekrutan tenaga kerja, arus keluar modal asing, serta risiko pelemahan rupiah dan kenaikan harga energi. Ke depan, koordinasi kebijakan fiskal dan moneter dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi, daya beli masyarakat, investasi produktif, serta penciptaan lapangan kerja formal.\n\nBerita selengkapnya dan informasi bisnis lainnya, baca https://swagroup.id/bankpermata\n\n………………………………………………………………………………………………\n\nUntuk Berita dan informasi ekonomi bisnis terkini, silakan kunjungi www.swa.co.id\n\nJangan lupa follow, like and tag  di IG, Tiktok, Linkedin, X, dan Youtube\n\n#PermataBank\n#SWAMediaInc\n#SWAOnline\n#BacaSWAaja", "post_id": "3909967106100467095_282076797"}}, {"key": "palembangkulukilir", "attributes": {"label": "palembangkulukilir", "x": 978.3598421316652, "y": 58.221235069765065, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.5023, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3904883993104085950_2208771847", "id": "palembangkulukilir", "source": "instagram-000001", "content": "Palembang memang punyo Jakabaring Sport City (JSC), salah satu kompleks olahraga terbesar di Indonesia. Berdasarkan keterangan manajemen PT JSC, laba bersih tahun 2024 mencapai sekitar Rp4,4 miliar, naik dua kali lipat dibanding tahun 2023 yang sekitar Rp2 miliar.\n\nPendapatan utama berasal dari penyewaan venue olahraga, konser, pameran, event hiburan, wisma atlet, dan berbagai kegiatan komersial lainnya di kawasan JSC. (Sumsel.akurat.co) \n\nBeberapa sumber pendapatan JSC saat ini antara lain:\n* Sewa stadion dan venue olahraga.\n* Konser musik dan event hiburan.\n* Pameran, expo, dan kegiatan komunitas.\n* Wisma atlet dan fasilitas penunjang.\n* Kawasan rekreasi dan wisata olahraga (sport tourism).\n\nFakta menariknya, saat libur Lebaran 2024 kawasan JSC dikunjungi sekitar 320 ribu orang hanya dalam empat hari, menunjukkan potensi ekonomi dan pariwisata yang sangat besar jika pengelolaannya terus ditingkatkan. (detik.com) \n\nKawasan ini tidak hanya menjadi pusat olahraga nasional, tetapi juga berkembang sebagai lokasi konser, pameran, event komunitas, hingga destinasi wisata keluarga.\n\nDengan fasilitas bertaraf internasional, akses yang semakin baik, serta luas kawasan yang masih bisa dikembangkan, JSC memiliki peluang besar menjadi motor penggerak sport tourism dan ekonomi kreatif di Sumatera Selatan.\n\nSemakin banyak event berskala regional maupun nasional yang digelar, semakin besar pula potensi pendapatan dan dampak ekonominya bagi Palembang dan sekitarnya.\n\nSumber", "post_id": "3904883993104085950_2208771847"}}, {"key": "palembang.sumsel.ssci", "attributes": {"label": "palembang.sumsel.ssci", "x": 66.79910056681638, "y": 449.9206685122397, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 17.5792, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3904883993104085950_2208771847", "id": "palembang.sumsel.ssci", "source": "instagram-000001", "content": "Palembang memang punyo Jakabaring Sport City (JSC), salah satu kompleks olahraga terbesar di Indonesia. Berdasarkan keterangan manajemen PT JSC, laba bersih tahun 2024 mencapai sekitar Rp4,4 miliar, naik dua kali lipat dibanding tahun 2023 yang sekitar Rp2 miliar.\n\nPendapatan utama berasal dari penyewaan venue olahraga, konser, pameran, event hiburan, wisma atlet, dan berbagai kegiatan komersial lainnya di kawasan JSC. (Sumsel.akurat.co) \n\nBeberapa sumber pendapatan JSC saat ini antara lain:\n* Sewa stadion dan venue olahraga.\n* Konser musik dan event hiburan.\n* Pameran, expo, dan kegiatan komunitas.\n* Wisma atlet dan fasilitas penunjang.\n* Kawasan rekreasi dan wisata olahraga (sport tourism).\n\nFakta menariknya, saat libur Lebaran 2024 kawasan JSC dikunjungi sekitar 320 ribu orang hanya dalam empat hari, menunjukkan potensi ekonomi dan pariwisata yang sangat besar jika pengelolaannya terus ditingkatkan. (detik.com) \n\nKawasan ini tidak hanya menjadi pusat olahraga nasional, tetapi juga berkembang sebagai lokasi konser, pameran, event komunitas, hingga destinasi wisata keluarga.\n\nDengan fasilitas bertaraf internasional, akses yang semakin baik, serta luas kawasan yang masih bisa dikembangkan, JSC memiliki peluang besar menjadi motor penggerak sport tourism dan ekonomi kreatif di Sumatera Selatan.\n\nSemakin banyak event berskala regional maupun nasional yang digelar, semakin besar pula potensi pendapatan dan dampak ekonominya bagi Palembang dan sekitarnya.\n\nSumber", "post_id": "3904883993104085950_2208771847"}}, {"key": "52512310886", "attributes": {"label": "52512310886", "x": 524.2059345163401, "y": 30.729321776970075, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.5023, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3907509570172648244_52512310886", "id": "52512310886", "source": "instagram-000001", "content": "🔥 ALARM SEKTOR METAL! Harga Tembaga Ambruk, Konflik Hormuz Picu Lonjakan Dolar & Minyak Dunia\nby  Academy\n\nPasar komoditas global kembali memanas setelah konflik geopolitik di Timur Tengah mendorong harga minyak dan dolar AS naik tajam.\n\nAkibatnya, harga tembaga dunia resmi turun ke level terendah sepekan dan menyeret mayoritas komoditas logam lainnya ikut melemah.\n\n📌 Apa yang Terjadi?\nKetegangan meningkat setelah militer AS melancarkan serangan terhadap operasi drone Iran di kawasan Selat Hormuz.\n\nDampaknya langsung terasa ke market:\n▪️ Tembaga LME turun ke USD 13.514/ton\n▪️ Tembaga Shanghai melemah 1,1%\n▪️ Dolar AS menguat ke level tertinggi sepekan\n▪️ Harga minyak dunia ikut melonjak\nKondisi ini memicu kekhawatiran baru soal inflasi dan perlambatan ekonomi global.\n\n📌 Kenapa Ini Penting Buat Investor?\nSaat dolar & minyak naik tajam:\n• biaya energi global meningkat\n• sektor manufaktur berpotensi melambat\n• permintaan logam industri bisa tertekan\n• saham metal & mining jadi lebih volatil\n\n📌 Efek ke Saham Tambang RI\nSahamsaham seperti:\n▪️ PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)\n▪️ PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)\n▪️ PT Vale Indonesia Tbk (INCO)\n▪️ PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL)\n\n📌 Strategi Investor\n• Hindari FOMO HAKA saat sektor metal terkoreksi cepat\n• Tunggu harga membentuk area support yang lebih stabil\n• Buy on Weakness boleh dilakukan bertahap\n• Gunakan position sizing ketat (maks 5–10%)\n• Fokus pada saham dengan likuiditas & fundamental kuat\n\n📌 Kesimpulan\nKasus Hormuz jadi pengingat bahwa saham komoditas sangat sensitif terhadap geopolitik global. Koreksi sektor metal saat ini lebih dipicu sentimen makro dan penguatan dolar, bukan perubahan prospek jangka panjang industri logam.\n\nDi market seperti ini, cash management dan disiplin entry jadi jauh lebih penting daripada sekadar buruburu masuk.\n\n📌 Gabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya.\n📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp)\n\n#IHSG #Tembaga #Nikel #MDKA #ANTM", "post_id": "3907509570172648244_52512310886"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 662.9429817845387, "y": 972.4577237815442, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 13.5407, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3907509570172648244_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "🔥 ALARM SEKTOR METAL! Harga Tembaga Ambruk, Konflik Hormuz Picu Lonjakan Dolar & Minyak Dunia\nby  Academy\n\nPasar komoditas global kembali memanas setelah konflik geopolitik di Timur Tengah mendorong harga minyak dan dolar AS naik tajam.\n\nAkibatnya, harga tembaga dunia resmi turun ke level terendah sepekan dan menyeret mayoritas komoditas logam lainnya ikut melemah.\n\n📌 Apa yang Terjadi?\nKetegangan meningkat setelah militer AS melancarkan serangan terhadap operasi drone Iran di kawasan Selat Hormuz.\n\nDampaknya langsung terasa ke market:\n▪️ Tembaga LME turun ke USD 13.514/ton\n▪️ Tembaga Shanghai melemah 1,1%\n▪️ Dolar AS menguat ke level tertinggi sepekan\n▪️ Harga minyak dunia ikut melonjak\nKondisi ini memicu kekhawatiran baru soal inflasi dan perlambatan ekonomi global.\n\n📌 Kenapa Ini Penting Buat Investor?\nSaat dolar & minyak naik tajam:\n• biaya energi global meningkat\n• sektor manufaktur berpotensi melambat\n• permintaan logam industri bisa tertekan\n• saham metal & mining jadi lebih volatil\n\n📌 Efek ke Saham Tambang RI\nSahamsaham seperti:\n▪️ PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)\n▪️ PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)\n▪️ PT Vale Indonesia Tbk (INCO)\n▪️ PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL)\n\n📌 Strategi Investor\n• Hindari FOMO HAKA saat sektor metal terkoreksi cepat\n• Tunggu harga membentuk area support yang lebih stabil\n• Buy on Weakness boleh dilakukan bertahap\n• Gunakan position sizing ketat (maks 5–10%)\n• Fokus pada saham dengan likuiditas & fundamental kuat\n\n📌 Kesimpulan\nKasus Hormuz jadi pengingat bahwa saham komoditas sangat sensitif terhadap geopolitik global. Koreksi sektor metal saat ini lebih dipicu sentimen makro dan penguatan dolar, bukan perubahan prospek jangka panjang industri logam.\n\nDi market seperti ini, cash management dan disiplin entry jadi jauh lebih penting daripada sekadar buruburu masuk.\n\n📌 Gabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya.\n📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp)\n\n#IHSG #Tembaga #Nikel #MDKA #ANTM", "post_id": "3907509570172648244_52512310886"}}, {"key": "cenderawasihpos", "attributes": {"label": "cenderawasihpos", "x": 592.8392554346419, "y": 494.50279847556897, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.5023, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "7650434034643782920", "id": "cenderawasihpos", "source": "tiktok-000001", "content": "Bank Dunia kini memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melambat pada tahun 2026.  Adapun perlambatan tersebut dipicu kombinasi tekanan eksternal, meningkatnya beban fiskal pemerintah, serta ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi. Bank Dunia menyebut laju pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia akan tertahan akibat melemahnya investasi dan ekspor di tengah kondisi global yang belum stabil. \"Pertumbuhan PDB diproyeksikan akan melambat menjadi 5,0 persen di tahun 2026, seiring dengan tekanan eksternal yang membebani investasi dan ekspor,\" tulis Bank Dunia dikutip dari Reuters. 📖 BACA SELENGKAPNYA: 🔗 http://ceposonline.com/internasional/2606120005/bank-dunia-sebut-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-melambat-pada-2026-ini-penyebabnya Berlangganan Koran Cenderawasih Pos: 📞 0812-4803-531 Follow kami di Sosial Media: Instagram:  &  Facebook:  TikTok:  Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q . . . #cepos #ekonomiindonesia #bankdunia", "post_id": "7650434034643782920"}}, {"key": "future_clips2", "attributes": {"label": "future_clips2", "x": 691.4994335428235, "y": 601.4146990313237, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.5023, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7651424241136520469", "id": "future_clips2", "source": "tiktok-000001", "content": "Strategi B. J. Habibie dalam menstabilkan rupiah saat krisis memang salah satunya lewat penguatan peran Bank Indonesia. Pada masa itu, lahir UU Bank Indonesia tahun 1999 yang membuat BI lebih independen dari campur tangan pemerintah, sehingga fokus utamanya menjaga stabilitas nilai rupiah dan inflasi. Selain itu, kebijakan menaikkan suku bunga juga dipakai untuk menarik dana asing dan menahan pelarian modal keluar. Logikanya sederhana: bunga tinggi membuat orang lebih tertarik menyimpan uang di bank atau membeli aset rupiah, sehingga permintaan rupiah naik dan nilainya lebih stabil. Namun efek sampingnya cukup berat—kredit jadi mahal, dunia usaha melambat, dan pertumbuhan ekonomi bisa tertahan. Jadi strategi ini efektif untuk “menjinakkan” rupiah dalam jangka pendek, tapi perlu diimbangi kebijakan ekonomi lain agar tidak menekan sektor riil.#andersonnstevenxgcpk1 #stevenandersoncrypto #cryptoclass #andersonsteven #stevenanderson   A | Cryptopreneur 🚀💰", "post_id": "7651424241136520469"}}, {"key": "Steven", "attributes": {"label": "Steven", "x": 248.54603227780615, "y": 571.167264782503, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.5792, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7651424241136520469", "id": "Steven", "source": "tiktok-000001", "content": "Strategi B. J. Habibie dalam menstabilkan rupiah saat krisis memang salah satunya lewat penguatan peran Bank Indonesia. Pada masa itu, lahir UU Bank Indonesia tahun 1999 yang membuat BI lebih independen dari campur tangan pemerintah, sehingga fokus utamanya menjaga stabilitas nilai rupiah dan inflasi. Selain itu, kebijakan menaikkan suku bunga juga dipakai untuk menarik dana asing dan menahan pelarian modal keluar. Logikanya sederhana: bunga tinggi membuat orang lebih tertarik menyimpan uang di bank atau membeli aset rupiah, sehingga permintaan rupiah naik dan nilainya lebih stabil. Namun efek sampingnya cukup berat—kredit jadi mahal, dunia usaha melambat, dan pertumbuhan ekonomi bisa tertahan. Jadi strategi ini efektif untuk “menjinakkan” rupiah dalam jangka pendek, tapi perlu diimbangi kebijakan ekonomi lain agar tidak menekan sektor riil.#andersonnstevenxgcpk1 #stevenandersoncrypto #cryptoclass #andersonsteven #stevenanderson   A | Cryptopreneur 🚀💰", "post_id": "7651424241136520469"}}, {"key": "motivasi.ubay", "attributes": {"label": "motivasi.ubay", "x": 452.90496721803544, "y": 935.69781234765, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 63.3477, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7640114158213532948", "id": "motivasi.ubay", "source": "tiktok-000001", "content": "DO & DON’T Untuk Kelas Menengah Indonesia (Income Pasangan Rp10–15 Juta/Bulan) Di Era Rupiah Melemah & Biaya Hidup Naik (2026) ❌ DON’T 1. JANGAN JUDOL & GAMBLING BERKEDOK INVESTASI 🔴 Prioritas nomor satu. Termasuk: judol, binary option, leverage forex berlebihan, futures tanpa pemahaman, crypto leverage ekstrem, “cepat kaya” berkedok trading. Karena: mayoritas kelas menengah hancur bukan karena miskin… tapi karena kehilangan kontrol risiko. 2. Jangan Paksakan Gaya Hidup Naik Duluan ❌ ganti mobil demi gengsi ❌ cicilan konsumtif ❌ FOMO lifestyle ❌ nongkrong & impulsive spending berlebihan Karena: inflasi sekarang lebih cepat dari kenaikan gaji banyak orang. 3. Jangan Ambil Cicilan Besar Tanpa Dana Aman Hindari: DP tipis, cash flow mepet, hidup “gaji tinggal lewat”. Idealnya: ✅ setelah cicilan & kebutuhan pokok, masih ada ruang bernapas. 4. Jangan Bergantung pada 1 Sumber Income Karena: PHK, efisiensi perusahaan, ekonomi melambat, bisa datang kapan saja. 5. Jangan Salah Beli Rumah ❌ jauh dari aktivitas ❌ area stagnan ❌ cicilan terlalu memaksa ❌ beli demi gengsi lokasi Karena: rumah bisa jadi aset… atau jebakan cash flow 15–20 tahun. 6. Jangan Terjebak “Omzet Besar” Untuk yang usaha: 📌 fokus profit & cash flow, bukan sekadar ramai order. Karena: omzet tinggi belum tentu uangnya benar-benar ada. 7. Jangan Abaikan Dana Darurat Minimal: ✅ 6–12 bulan pengeluaran. Karena: kelas menengah paling rentan: sakit, kehilangan kerja, atau cash flow macet. ✅ DO 1. Bangun Cash Flow Sehat Prioritas utama: ✅ kebutuhan pokok aman ✅ cicilan sehat ✅ masih bisa menabung rutin Karena: cash flow adalah “oksigen” keluarga. 2. Mulai Punya Aset Lindung Nilai Contoh: 🟡 emas 🏠 rumah sederhana strategis 📈 deposito/SBN Bukan untuk cepat kaya, tapi: supaya nilai uang tidak habis dimakan inflasi. 3. Upgrade Skill & Income Ini paling underrated. Karena: kenaikan income sering lebih powerful daripada irit ekstrem. Contoh: ✅ skill digital ✅ distribusi kecil ✅ freelance ✅ jualan sampingan ✅ networking 4. Hidup di Bawah Kemampuan Kalau income: Rp10–15 juta, jangan hidup seperti income Rp30 juta. Karena: kelas menengah biasanya jatuh perlahan lewat lifestyle inflation. 5. Prioritaskan Lokasi, Bukan Gengsi Kalau beli rumah: ✅ dekat aktivitas ✅ dekat transport ✅ dekat kerja/sekolah ✅ area berkembang Kadang: rumah sederhana strategis lebih sehat daripada rumah besar tapi jauh. 6. Jaga Rasio Cicilan Idealnya: 📌 total cicilan maksimal 30–35% income gabungan. Supaya: masih ada ruang untuk: tabungan, anak, kesehatan, dan kondisi darurat. 7. Punya Mental Defensif Dulu Di kondisi ekonomi sekarang: bertahan sering lebih penting daripada terlihat sukses. Karena: orang yang cash flow sehat saat krisis, biasanya punya peluang besar ketika ekonomi pulih. follow  #fyp #motivasikeuangan #motivasiubay #rupiah", "post_id": "7640114158213532948"}}, {"key": "clippertws", "attributes": {"label": "clippertws", "x": 367.2807218253966, "y": 148.97860257225847, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.5023, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7644537247743692050", "id": "clippertws", "source": "tiktok-000001", "content": "Libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026 jadi momen besar buat ekonomi Indonesia. Periode libur 13-17 Mei mencatat lonjakan aktivitas yang signifikan di sektor transportasi dan pariwisata. PT Jasamarga Transjawa Tol melaporkan trafik di Gerbang Tol Cikampek Utama menuju wilayah timur Trans-Jawa tembus 38.676 kendaraan pada Rabu (13/5), naik 42,92% dibanding lalu lintas normal 27.061 kendaraan. KAI juga mengumumkan 685.933 tiket kereta jarak jauh ludes terjual untuk periode tersebut. Kawasan wisata Ancol bahkan mencatat sekitar 30.000 pengunjung dalam satu hari saja pada Kamis (14/5). Pola ini sudah terbukti efektif mendongkrak ekonomi nasional. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti melaporkan ekonomi Indonesia Q1 2026 tumbuh 5,61% YoY, tertinggi sejak 2012 (atau 14 tahun terakhir). Pendorong utamanya datang dari sektor yang sangat terkait libur nasional. Sektor akomodasi dan makan minum tumbuh 13,14%, sektor jasa lainnya 9,91% didorong wisata, dan transportasi serta pergudangan 8,04% berkat lonjakan mobilitas. Konsumsi rumah tangga sendiri kontribusi 2,94% ke pertumbuhan ekonomi nasional, didorong libur Lebaran dan Nyepi. Buat investor, momentum libur Mei ini punya implikasi yang patut dicermati. Sektor pariwisata, ritel, dan otomotif berpotensi dapat angin segar dari lonjakan mobilitas. Tapi tetap perlu hati-hati, karena tekanan ke Rupiah yang baru tembus rekor terlemah Rp 17.613 per dolar AS hari ini, plus risk-off sentimen global, bisa imbangi dampak positif dari konsumsi domestik. Q2 2026 jadi penentu apakah momentum libur cukup buat tahan ekonomi RI dari headwind global. Sumber : TWS News  #kontencomxtws #kontencom #fyp #rupiah #viral", "post_id": "7644537247743692050"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 216.26040457017226, "y": 269.7049015594687, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 25.6562, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7644537247743692050", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "Libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026 jadi momen besar buat ekonomi Indonesia. Periode libur 13-17 Mei mencatat lonjakan aktivitas yang signifikan di sektor transportasi dan pariwisata. PT Jasamarga Transjawa Tol melaporkan trafik di Gerbang Tol Cikampek Utama menuju wilayah timur Trans-Jawa tembus 38.676 kendaraan pada Rabu (13/5), naik 42,92% dibanding lalu lintas normal 27.061 kendaraan. KAI juga mengumumkan 685.933 tiket kereta jarak jauh ludes terjual untuk periode tersebut. Kawasan wisata Ancol bahkan mencatat sekitar 30.000 pengunjung dalam satu hari saja pada Kamis (14/5). Pola ini sudah terbukti efektif mendongkrak ekonomi nasional. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti melaporkan ekonomi Indonesia Q1 2026 tumbuh 5,61% YoY, tertinggi sejak 2012 (atau 14 tahun terakhir). Pendorong utamanya datang dari sektor yang sangat terkait libur nasional. Sektor akomodasi dan makan minum tumbuh 13,14%, sektor jasa lainnya 9,91% didorong wisata, dan transportasi serta pergudangan 8,04% berkat lonjakan mobilitas. Konsumsi rumah tangga sendiri kontribusi 2,94% ke pertumbuhan ekonomi nasional, didorong libur Lebaran dan Nyepi. Buat investor, momentum libur Mei ini punya implikasi yang patut dicermati. Sektor pariwisata, ritel, dan otomotif berpotensi dapat angin segar dari lonjakan mobilitas. Tapi tetap perlu hati-hati, karena tekanan ke Rupiah yang baru tembus rekor terlemah Rp 17.613 per dolar AS hari ini, plus risk-off sentimen global, bisa imbangi dampak positif dari konsumsi domestik. Q2 2026 jadi penentu apakah momentum libur cukup buat tahan ekonomi RI dari headwind global. Sumber : TWS News  #kontencomxtws #kontencom #fyp #rupiah #viral", "post_id": "7644537247743692050"}}, {"key": "muriclips18", "attributes": {"label": "muriclips18", "x": 954.1770885560015, "y": 632.2368337861164, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.5023, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7641518362593414418", "id": "muriclips18", "source": "tiktok-000001", "content": "REALITAS PERGESERAN EKONOMI INDONESIA SAAT INI. 🚨 Ini yang banyak orang tidak sadar, daya beli masyarakat kelas menengah sedang mengalami tekanan berat. Sirkulasi modal cenderung melambat di akar rumput, sementara biaya operasional terus merangkak naik. Namun, menyalahkan keadaan tidak akan menyelamatkan bisnismu. Ini 3 kesalahan fatal dalam membaca situasi: 1 Salah target pasar. Daya beli segmen bawah sedang turun, segera sesuaikan nilai produkmu agar bisa masuk ke segmen yang lebih stabil. 2 Hanya punya satu sumber. Di tengah ketidakpastian ini, mengandalkan satu jenis produk tanpa inovasi adalah risiko besar. 3 Mengabaikan dana cadangan. Keuntungan bisnis wajib dialokasikan ke instrumen aman seperti pasar uang sebelum arus kasmu terganggu. Kondisi pasar memang menantang, namun adaptasi strategi adalah kunci utama untuk bertahan. Menurutmu, UMKM sepi karena faktor daya beli atau kurangnya inovasi digital? Mari berdiskusi di kolom komentar!  Sekuritas  Setya Ananda Wijaya  #SucorSekuritas #SahamIndonesia #BeXpertWithSucor #bernardwijaya17 #bernardxgcpk2", "post_id": "7641518362593414418"}}, {"key": "Sucor", "attributes": {"label": "Sucor", "x": 438.41294656839125, "y": 712.8408719964964, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.5407, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7641518362593414418", "id": "Sucor", "source": "tiktok-000001", "content": "REALITAS PERGESERAN EKONOMI INDONESIA SAAT INI. 🚨 Ini yang banyak orang tidak sadar, daya beli masyarakat kelas menengah sedang mengalami tekanan berat. Sirkulasi modal cenderung melambat di akar rumput, sementara biaya operasional terus merangkak naik. Namun, menyalahkan keadaan tidak akan menyelamatkan bisnismu. Ini 3 kesalahan fatal dalam membaca situasi: 1 Salah target pasar. Daya beli segmen bawah sedang turun, segera sesuaikan nilai produkmu agar bisa masuk ke segmen yang lebih stabil. 2 Hanya punya satu sumber. Di tengah ketidakpastian ini, mengandalkan satu jenis produk tanpa inovasi adalah risiko besar. 3 Mengabaikan dana cadangan. Keuntungan bisnis wajib dialokasikan ke instrumen aman seperti pasar uang sebelum arus kasmu terganggu. Kondisi pasar memang menantang, namun adaptasi strategi adalah kunci utama untuk bertahan. Menurutmu, UMKM sepi karena faktor daya beli atau kurangnya inovasi digital? Mari berdiskusi di kolom komentar!  Sekuritas  Setya Ananda Wijaya  #SucorSekuritas #SahamIndonesia #BeXpertWithSucor #bernardwijaya17 #bernardxgcpk2", "post_id": "7641518362593414418"}}, {"key": "Bernadus", "attributes": {"label": "Bernadus", "x": 514.6816574855474, "y": 516.5775519484303, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.5407, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7641518362593414418", "id": "Bernadus", "source": "tiktok-000001", "content": "REALITAS PERGESERAN EKONOMI INDONESIA SAAT INI. 🚨 Ini yang banyak orang tidak sadar, daya beli masyarakat kelas menengah sedang mengalami tekanan berat. Sirkulasi modal cenderung melambat di akar rumput, sementara biaya operasional terus merangkak naik. Namun, menyalahkan keadaan tidak akan menyelamatkan bisnismu. Ini 3 kesalahan fatal dalam membaca situasi: 1 Salah target pasar. Daya beli segmen bawah sedang turun, segera sesuaikan nilai produkmu agar bisa masuk ke segmen yang lebih stabil. 2 Hanya punya satu sumber. Di tengah ketidakpastian ini, mengandalkan satu jenis produk tanpa inovasi adalah risiko besar. 3 Mengabaikan dana cadangan. Keuntungan bisnis wajib dialokasikan ke instrumen aman seperti pasar uang sebelum arus kasmu terganggu. Kondisi pasar memang menantang, namun adaptasi strategi adalah kunci utama untuk bertahan. Menurutmu, UMKM sepi karena faktor daya beli atau kurangnya inovasi digital? Mari berdiskusi di kolom komentar!  Sekuritas  Setya Ananda Wijaya  #SucorSekuritas #SahamIndonesia #BeXpertWithSucor #bernardwijaya17 #bernardxgcpk2", "post_id": "7641518362593414418"}}, {"key": "user485991268", "attributes": {"label": "user485991268", "x": 759.0937273249438, "y": 229.84192615603928, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.5023, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647390997931920660", "id": "user485991268", "source": "tiktok-000001", "content": "penjelasan. Secara garis besar, pergerakan nilai tukar Rupiah sangat dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal (global) dan internal (domestik). Berikut adalah penjelasan mengenai faktor-faktor utama yang biasanya menjadi pemicu fluktuasi tajam atau pelemahan Rupiah ke level psikologis yang rendah: 1. Faktor Eksternal (Tekanan Global) Faktor di luar kendali pemerintah Indonesia sering kali menjadi motor utama pelemahan mata uang negara berkembang (emerging markets), termasuk Rupiah. Kebijakan Suku Bunga Bank Sentral AS (The Fed): Jika The Fed mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lama (higher for longer) atau bahkan menaikkannya, daya tarik mata uang Dolar AS akan meningkat tajam. Investor global cenderung menarik dana mereka dari negara berkembang dan memindahkannya kembali ke AS (capital outflow), yang memicu kelangkaan Dolar di dalam negeri dan melemahkan Rupiah. Sentimen Risk-Off dan Ketegangan Geopolitik: Konflik geopolitik (seperti di Timur Tengah atau Ukraina) sering kali membuat investor panik. Dalam situasi ketidakpastian, investor akan memburu aset aman (safe-haven assets) seperti Dolar AS dan emas, sehingga mata uang selain Dolar otomatis tertekan. Perlambatan Ekonomi China: Sebagai salah satu mitra dagang terbesar Indonesia, kesehatan ekonomi China sangat memengaruhi permintaan komoditas kita. Jika ekonomi China melambat, ekspor Indonesia bisa turun, yang berdampak pada berkurangnya pasokan Dolar masuk ke tanah air. 2. Faktor Internal (Sentimen Domestik) Kondisi ekonomi dan politik di dalam negeri turut menentukan seberapa kuat Rupiah mampu menahan gempuran sentimen global. Defisit Transaksi Berjalan (Current Account Deficit): Jika nilai impor Indonesia lebih besar daripada nilai ekspor, atau terjadi pembayaran utang luar negeri dan repatriasi dividen yang masif oleh perusahaan asing, permintaan terhadap Dolar AS di dalam negeri akan melonjak. Persepsi Risiko Pasar Terhadap Kebijakan Fiskal: Pelaku pasar dan investor asing sangat mencermati arah kebijakan anggaran pemerintah (APBN), rasio utang negara, serta keberlanjutan program-program ekonomi. Jika ada kekhawatiran bahwa anggaran akan membengkak atau tidak dikelola dengan hati-hati, investor cenderung mengambil sikap wait-and-see atau keluar dari pasar keuangan Indonesia. Inflasi Domestik: Jika tingkat inflasi di Indonesia meningkat secara tidak terkendali, daya beli Rupiah akan turun secara riil, yang secara tidak langsung memberikan tekanan depresiasi terhadap nilai tukar. 3. Langkah Mitigasi (Peran Bank Indonesia) Level Rp18.000 merupakan angka psikologis yang sangat diperhatikan. Perlu diingat bahwa Bank Indonesia (BI) tidak tinggal diam dan memiliki berbagai instrumen untuk menjaga stabilitas Rupiah agar tidak melemah terlalu liar (undervalued): Intervensi Triple Intervention: BI secara rutin melakukan intervensi di pasar spot, pasar DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward), dan pasar Surat Berharga Negara (SBN) untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan valas. Kenaikan Suku Bunga (BI-Rate): Jika diperlukan, BI dapat menaikkan suku bunga acuan untuk menjaga daya tarik investasi aset Rupiah (seperti SRBI atau SBN) agar investor asing tetap bertahan. Pengelolaan Cadangan Devisa: BI menggunakan cadangan devisa sebagai \"bantalan\" untuk melakukan stabilisasi nilai tukar di kala tekanan pasar sedang memuncak Sumber: TWS News ig:  #kontencom #kontencomxtws #providusinsight", "post_id": "7647390997931920660"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "attributes": {"label": "@OfficialSINDOnews", "x": 291.2887916058553, "y": 836.6148688410852, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.5023, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "51lSd7NllvM", "id": "@OfficialSINDOnews", "source": "youtube-000001", "content": "PERINGATAN GLOBAL! Bank Dunia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat | SINDO SORE | 12/06\n\nSebuah kabar kurang sedap datang dari lembaga keuangan internasional. Dalam laporan prospek ekonomi global terbaru yang dirilis sore ini, Bank Dunia secara resmi memprediksi bahwa laju pertumbuhan ekonomi Indonesia berpotensi mengalami perlambatan akibat sentimen geopolitik dan inflasi.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 11 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: dimas\n\n#BankDunia #EkonomiIndonesia #PrediksiEkonomi #PeringatanDini #SindoSore\n#SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "51lSd7NllvM"}}, {"key": "officialsindonews", "attributes": {"label": "officialsindonews", "x": 997.4421738598735, "y": 607.7786372382416, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.1946, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "51lSd7NllvM", "id": "officialsindonews", "source": "youtube-000001", "content": "PERINGATAN GLOBAL! Bank Dunia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat | SINDO SORE | 12/06\n\nSebuah kabar kurang sedap datang dari lembaga keuangan internasional. Dalam laporan prospek ekonomi global terbaru yang dirilis sore ini, Bank Dunia secara resmi memprediksi bahwa laju pertumbuhan ekonomi Indonesia berpotensi mengalami perlambatan akibat sentimen geopolitik dan inflasi.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 11 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: dimas\n\n#BankDunia #EkonomiIndonesia #PrediksiEkonomi #PeringatanDini #SindoSore\n#SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "51lSd7NllvM"}}, {"key": "sindopodcast", "attributes": {"label": "sindopodcast", "x": 16.643360323147395, "y": 943.9464733840105, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.1946, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "51lSd7NllvM", "id": "sindopodcast", "source": "youtube-000001", "content": "PERINGATAN GLOBAL! Bank Dunia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat | SINDO SORE | 12/06\n\nSebuah kabar kurang sedap datang dari lembaga keuangan internasional. Dalam laporan prospek ekonomi global terbaru yang dirilis sore ini, Bank Dunia secara resmi memprediksi bahwa laju pertumbuhan ekonomi Indonesia berpotensi mengalami perlambatan akibat sentimen geopolitik dan inflasi.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 11 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: dimas\n\n#BankDunia #EkonomiIndonesia #PrediksiEkonomi #PeringatanDini #SindoSore\n#SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "51lSd7NllvM"}}, {"key": "sindokalam", "attributes": {"label": "sindokalam", "x": 320.59057582170203, "y": 473.3209823666074, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.1946, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "51lSd7NllvM", "id": "sindokalam", "source": "youtube-000001", "content": "PERINGATAN GLOBAL! Bank Dunia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat | SINDO SORE | 12/06\n\nSebuah kabar kurang sedap datang dari lembaga keuangan internasional. Dalam laporan prospek ekonomi global terbaru yang dirilis sore ini, Bank Dunia secara resmi memprediksi bahwa laju pertumbuhan ekonomi Indonesia berpotensi mengalami perlambatan akibat sentimen geopolitik dan inflasi.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 11 Juni 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: dimas\n\n#BankDunia #EkonomiIndonesia #PrediksiEkonomi #PeringatanDini #SindoSore\n#SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "51lSd7NllvM"}}, {"key": "@Bennix", "attributes": {"label": "@Bennix", "x": 176.32787358374136, "y": 676.2303926389511, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.5023, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "NEnNUxf3Lqw", "id": "@Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRupiah terus melemah, IHSG mengalami tekanan, suku bunga Bank Indonesia bertahan di level tinggi 5,75%, demonstrasi terjadi di berbagai daerah, dan ketidakpastian ekonomi semakin meningkat. Banyak orang mulai khawatir terhadap masa depan ekonomi Indonesia, daya beli masyarakat, investasi, hingga peluang kerja yang semakin menantang. Namun benarkah semua masalah ini hanya membawa dampak buruk? Ataukah justru terdapat peluang besar yang tidak disadari oleh kebanyakan orang?\n\nDalam video ini kita akan membahas kondisi ekonomi Indonesia terbaru, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pergerakan IHSG yang mengalami tekanan, tingginya suku bunga acuan Bank Indonesia, hingga berbagai gejolak sosial dan politik yang mempengaruhi sentimen pasar. Di sisi lain, kita juga akan membahas konsep berpikir inversion atau berpikir terbalik yang sering digunakan oleh investor sukses dunia untuk menemukan peluang di tengah krisis dan ketakutan massal.\n\nApakah kondisi ekonomi Indonesia saat ini merupakan tanda bahaya yang harus diwaspadai atau justru kesempatan emas untuk membangun kekayaan? Bagaimana cara bertahan dan mengambil keuntungan ketika mayoritas orang sedang panik? Simak pembahasan lengkap mengenai ekonomi Indonesia terbaru, rupiah melemah, IHSG anjlok, investasi saat krisis, strategi menghadapi resesi, peluang bisnis di tengah perlambatan ekonomi, serta cara berpikir investor sukses dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.\n\nVideo ini cocok untuk Anda yang ingin memahami kondisi ekonomi Indonesia terkini, perkembangan pasar saham Indonesia, investasi jangka panjang, strategi keuangan pribadi, peluang usaha saat ekonomi melambat, serta cara membaca peluang di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi Indonesia.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "NEnNUxf3Lqw"}}, {"key": "Bennix", "attributes": {"label": "Bennix", "x": 965.7881483347755, "y": 435.5477100198515, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.5215, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NEnNUxf3Lqw", "id": "Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRupiah terus melemah, IHSG mengalami tekanan, suku bunga Bank Indonesia bertahan di level tinggi 5,75%, demonstrasi terjadi di berbagai daerah, dan ketidakpastian ekonomi semakin meningkat. Banyak orang mulai khawatir terhadap masa depan ekonomi Indonesia, daya beli masyarakat, investasi, hingga peluang kerja yang semakin menantang. Namun benarkah semua masalah ini hanya membawa dampak buruk? Ataukah justru terdapat peluang besar yang tidak disadari oleh kebanyakan orang?\n\nDalam video ini kita akan membahas kondisi ekonomi Indonesia terbaru, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pergerakan IHSG yang mengalami tekanan, tingginya suku bunga acuan Bank Indonesia, hingga berbagai gejolak sosial dan politik yang mempengaruhi sentimen pasar. Di sisi lain, kita juga akan membahas konsep berpikir inversion atau berpikir terbalik yang sering digunakan oleh investor sukses dunia untuk menemukan peluang di tengah krisis dan ketakutan massal.\n\nApakah kondisi ekonomi Indonesia saat ini merupakan tanda bahaya yang harus diwaspadai atau justru kesempatan emas untuk membangun kekayaan? Bagaimana cara bertahan dan mengambil keuntungan ketika mayoritas orang sedang panik? Simak pembahasan lengkap mengenai ekonomi Indonesia terbaru, rupiah melemah, IHSG anjlok, investasi saat krisis, strategi menghadapi resesi, peluang bisnis di tengah perlambatan ekonomi, serta cara berpikir investor sukses dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.\n\nVideo ini cocok untuk Anda yang ingin memahami kondisi ekonomi Indonesia terkini, perkembangan pasar saham Indonesia, investasi jangka panjang, strategi keuangan pribadi, peluang usaha saat ekonomi melambat, serta cara membaca peluang di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi Indonesia.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "NEnNUxf3Lqw"}}, {"key": "bennix.official", "attributes": {"label": "bennix.official", "x": 856.535775445743, "y": 345.31897479932917, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.5215, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NEnNUxf3Lqw", "id": "bennix.official", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRupiah terus melemah, IHSG mengalami tekanan, suku bunga Bank Indonesia bertahan di level tinggi 5,75%, demonstrasi terjadi di berbagai daerah, dan ketidakpastian ekonomi semakin meningkat. Banyak orang mulai khawatir terhadap masa depan ekonomi Indonesia, daya beli masyarakat, investasi, hingga peluang kerja yang semakin menantang. Namun benarkah semua masalah ini hanya membawa dampak buruk? Ataukah justru terdapat peluang besar yang tidak disadari oleh kebanyakan orang?\n\nDalam video ini kita akan membahas kondisi ekonomi Indonesia terbaru, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pergerakan IHSG yang mengalami tekanan, tingginya suku bunga acuan Bank Indonesia, hingga berbagai gejolak sosial dan politik yang mempengaruhi sentimen pasar. Di sisi lain, kita juga akan membahas konsep berpikir inversion atau berpikir terbalik yang sering digunakan oleh investor sukses dunia untuk menemukan peluang di tengah krisis dan ketakutan massal.\n\nApakah kondisi ekonomi Indonesia saat ini merupakan tanda bahaya yang harus diwaspadai atau justru kesempatan emas untuk membangun kekayaan? Bagaimana cara bertahan dan mengambil keuntungan ketika mayoritas orang sedang panik? Simak pembahasan lengkap mengenai ekonomi Indonesia terbaru, rupiah melemah, IHSG anjlok, investasi saat krisis, strategi menghadapi resesi, peluang bisnis di tengah perlambatan ekonomi, serta cara berpikir investor sukses dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.\n\nVideo ini cocok untuk Anda yang ingin memahami kondisi ekonomi Indonesia terkini, perkembangan pasar saham Indonesia, investasi jangka panjang, strategi keuangan pribadi, peluang usaha saat ekonomi melambat, serta cara membaca peluang di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi Indonesia.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "NEnNUxf3Lqw"}}, {"key": "bennix.real", "attributes": {"label": "bennix.real", "x": 810.4829683482209, "y": 208.35956117133026, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.5215, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NEnNUxf3Lqw", "id": "bennix.real", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRupiah terus melemah, IHSG mengalami tekanan, suku bunga Bank Indonesia bertahan di level tinggi 5,75%, demonstrasi terjadi di berbagai daerah, dan ketidakpastian ekonomi semakin meningkat. Banyak orang mulai khawatir terhadap masa depan ekonomi Indonesia, daya beli masyarakat, investasi, hingga peluang kerja yang semakin menantang. Namun benarkah semua masalah ini hanya membawa dampak buruk? Ataukah justru terdapat peluang besar yang tidak disadari oleh kebanyakan orang?\n\nDalam video ini kita akan membahas kondisi ekonomi Indonesia terbaru, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pergerakan IHSG yang mengalami tekanan, tingginya suku bunga acuan Bank Indonesia, hingga berbagai gejolak sosial dan politik yang mempengaruhi sentimen pasar. Di sisi lain, kita juga akan membahas konsep berpikir inversion atau berpikir terbalik yang sering digunakan oleh investor sukses dunia untuk menemukan peluang di tengah krisis dan ketakutan massal.\n\nApakah kondisi ekonomi Indonesia saat ini merupakan tanda bahaya yang harus diwaspadai atau justru kesempatan emas untuk membangun kekayaan? Bagaimana cara bertahan dan mengambil keuntungan ketika mayoritas orang sedang panik? Simak pembahasan lengkap mengenai ekonomi Indonesia terbaru, rupiah melemah, IHSG anjlok, investasi saat krisis, strategi menghadapi resesi, peluang bisnis di tengah perlambatan ekonomi, serta cara berpikir investor sukses dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.\n\nVideo ini cocok untuk Anda yang ingin memahami kondisi ekonomi Indonesia terkini, perkembangan pasar saham Indonesia, investasi jangka panjang, strategi keuangan pribadi, peluang usaha saat ekonomi melambat, serta cara membaca peluang di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi Indonesia.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "NEnNUxf3Lqw"}}, {"key": "bennix", "attributes": {"label": "bennix", "x": 103.98043917139277, "y": 966.27151254888, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.5215, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NEnNUxf3Lqw", "id": "bennix", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRUPIAH AMBRUK, IHSG ANJLOK, BUNGA BI 5,75%!! RI KACAU, Kenapa Orang Kaya Malah Makin Kaya?\n\nRupiah terus melemah, IHSG mengalami tekanan, suku bunga Bank Indonesia bertahan di level tinggi 5,75%, demonstrasi terjadi di berbagai daerah, dan ketidakpastian ekonomi semakin meningkat. Banyak orang mulai khawatir terhadap masa depan ekonomi Indonesia, daya beli masyarakat, investasi, hingga peluang kerja yang semakin menantang. Namun benarkah semua masalah ini hanya membawa dampak buruk? Ataukah justru terdapat peluang besar yang tidak disadari oleh kebanyakan orang?\n\nDalam video ini kita akan membahas kondisi ekonomi Indonesia terbaru, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pergerakan IHSG yang mengalami tekanan, tingginya suku bunga acuan Bank Indonesia, hingga berbagai gejolak sosial dan politik yang mempengaruhi sentimen pasar. Di sisi lain, kita juga akan membahas konsep berpikir inversion atau berpikir terbalik yang sering digunakan oleh investor sukses dunia untuk menemukan peluang di tengah krisis dan ketakutan massal.\n\nApakah kondisi ekonomi Indonesia saat ini merupakan tanda bahaya yang harus diwaspadai atau justru kesempatan emas untuk membangun kekayaan? Bagaimana cara bertahan dan mengambil keuntungan ketika mayoritas orang sedang panik? Simak pembahasan lengkap mengenai ekonomi Indonesia terbaru, rupiah melemah, IHSG anjlok, investasi saat krisis, strategi menghadapi resesi, peluang bisnis di tengah perlambatan ekonomi, serta cara berpikir investor sukses dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.\n\nVideo ini cocok untuk Anda yang ingin memahami kondisi ekonomi Indonesia terkini, perkembangan pasar saham Indonesia, investasi jangka panjang, strategi keuangan pribadi, peluang usaha saat ekonomi melambat, serta cara membaca peluang di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi Indonesia.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "NEnNUxf3Lqw"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 976.8979871198684, "y": 357.23590665097026, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.5023, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "Zn-d1MlVNSo", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "DPR Respons Survei Litbang Kompas soal Kondisi Ekonomi Indonesia: 56% Warga Menilai Buruk\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Dalam beberapa hari terakhir, mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di sejumlah daerah dengan tuntutan perbaikan kondisi ekonomi.\n\nDi Jakarta, aksi demonstrasi dimulai dengan long march mahasiswa dari berbagai titik menuju Bundaran Hotel Indonesia.\n\nDalam aksi ini, massa mahasiswa menuntut perbaikan kondisi ekonomi. Mahasiswa juga meminta pemerintah menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.\n\nAda lima tuntutan mahasiswa dalam aksi kali ini, di antaranya menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, menghentikan Program Makan Bergizi Gratis dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, menghentikan militerisme di ranah sipil, serta mendesak Presiden Prabowo Subianto berhenti mengelak dan mengakui kesalahan pemerintah.\n\nKepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, memastikan pemerintah terbuka terhadap pendapat dan kritik.\n\nNamun, Dudung menekankan bahwa kritik berbeda dengan provokasi, adu domba, dan fitnah.\nDudung menegaskan Presiden Prabowo Subianto tengah bekerja untuk membangun Indonesia yang lebih kuat, adil, dan bermartabat.\n\nDemonstrasi mahasiswa yang mengkritisi kondisi bangsa di sejumlah kota mengindikasikan adanya keresahan yang dirasakan masyarakat luas. Persoalan ekonomi menjadi salah satu isu yang paling banyak disuarakan dalam orasi para demonstran.\n\nSeruan mahasiswa tersebut hampir serupa dengan temuan Survei Litbang Kompas yang dilakukan secara nasional pada 16 hingga 22 April 2026 terhadap 1.200 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi di Indonesia.\n\nHasilnya, sekitar 56 persen responden menilai kondisi perekonomian bangsa saat ini sedang buruk. Bahkan, jika dibandingkan dengan survei serupa pada awal tahun ini, kondisinya dinilai semakin memburuk.\n\nSementara itu, jumlah masyarakat yang menyatakan penghasilannya menurun meningkat menjadi 32,5 persen. Rinciannya, hampir 2 persen karena terkena PHK dan sekitar 30 persen lainnya karena usaha yang dijalankan lesu atau melambat.\n\nHal ini mengindikasikan kondisi perekonomian yang relatif melambat sehingga turut berdampak pada usaha-usaha yang dijalankan masyarakat secara luas.\n\nSituasi tersebut tentu berdampak pada stabilitas ekonomi keluarga di Indonesia. Pada kondisi terkini, mayoritas responden menyatakan ekonomi keluarganya berada dalam fase yang tidak stabil.\n\nHampir 48 persen responden mengaku kondisi ekonomi keluarganya tidak menentu, sekitar 4 persen berada dalam situasi bergejolak, dan hampir 4 persen lainnya berada dalam kondisi kritis.\n\nPada saat bersamaan, terjadi fenomena kenaikan harga-harga secara umum akibat krisis geopolitik hingga alokasi anggaran kebijakan yang dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran. \n\nKondisi tersebut membuat perekonomian nasional dipenuhi ketidakpastian.\n\nMasyarakat dibayangi sejumlah kekhawatiran yang berpotensi semakin memberatkan beban hidup. Salah satu yang paling banyak diutarakan responden adalah kenaikan harga bahan pokok.\n\nDalam survei Litbang Kompas pada April lalu, jumlah responden yang mengkhawatirkan kenaikan harga bahan pokok hampir menyentuh 40 persen. Sementara itu, 12,9 persen responden mengkhawatirkan penurunan pendapatan usaha atau gaji, dan sekitar 10 persen mengkhawatirkan kehilangan atau kesulitan mendapatkan pekerjaan.\n\nDari sejumlah data tersebut terlihat bahwa seruan mahasiswa yang berdemonstrasi saat ini merupakan salah satu respons terhadap berbagai keluhan yang dirasakan masyarakat.\n\nUntuk membahas hal tersebut, KompasTV menghadirkan Peneliti Litbang Kompas Budiawan Sidik serta Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Harris Turino. KompasTV juga telah mengundang Badan Komunikasi RI, namun hingga dialog berlangsung belum ada respons untuk bergabung.\n\nProducer: Shinta Millenia\n#ekonomi #demo #demomahasiswa #bbm #mbg \n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "Zn-d1MlVNSo"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 6.240957403428671, "y": 141.38900123636768, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.5407, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Zn-d1MlVNSo", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "DPR Respons Survei Litbang Kompas soal Kondisi Ekonomi Indonesia: 56% Warga Menilai Buruk\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Dalam beberapa hari terakhir, mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di sejumlah daerah dengan tuntutan perbaikan kondisi ekonomi.\n\nDi Jakarta, aksi demonstrasi dimulai dengan long march mahasiswa dari berbagai titik menuju Bundaran Hotel Indonesia.\n\nDalam aksi ini, massa mahasiswa menuntut perbaikan kondisi ekonomi. Mahasiswa juga meminta pemerintah menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.\n\nAda lima tuntutan mahasiswa dalam aksi kali ini, di antaranya menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, menghentikan Program Makan Bergizi Gratis dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, menghentikan militerisme di ranah sipil, serta mendesak Presiden Prabowo Subianto berhenti mengelak dan mengakui kesalahan pemerintah.\n\nKepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, memastikan pemerintah terbuka terhadap pendapat dan kritik.\n\nNamun, Dudung menekankan bahwa kritik berbeda dengan provokasi, adu domba, dan fitnah.\nDudung menegaskan Presiden Prabowo Subianto tengah bekerja untuk membangun Indonesia yang lebih kuat, adil, dan bermartabat.\n\nDemonstrasi mahasiswa yang mengkritisi kondisi bangsa di sejumlah kota mengindikasikan adanya keresahan yang dirasakan masyarakat luas. Persoalan ekonomi menjadi salah satu isu yang paling banyak disuarakan dalam orasi para demonstran.\n\nSeruan mahasiswa tersebut hampir serupa dengan temuan Survei Litbang Kompas yang dilakukan secara nasional pada 16 hingga 22 April 2026 terhadap 1.200 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi di Indonesia.\n\nHasilnya, sekitar 56 persen responden menilai kondisi perekonomian bangsa saat ini sedang buruk. Bahkan, jika dibandingkan dengan survei serupa pada awal tahun ini, kondisinya dinilai semakin memburuk.\n\nSementara itu, jumlah masyarakat yang menyatakan penghasilannya menurun meningkat menjadi 32,5 persen. Rinciannya, hampir 2 persen karena terkena PHK dan sekitar 30 persen lainnya karena usaha yang dijalankan lesu atau melambat.\n\nHal ini mengindikasikan kondisi perekonomian yang relatif melambat sehingga turut berdampak pada usaha-usaha yang dijalankan masyarakat secara luas.\n\nSituasi tersebut tentu berdampak pada stabilitas ekonomi keluarga di Indonesia. Pada kondisi terkini, mayoritas responden menyatakan ekonomi keluarganya berada dalam fase yang tidak stabil.\n\nHampir 48 persen responden mengaku kondisi ekonomi keluarganya tidak menentu, sekitar 4 persen berada dalam situasi bergejolak, dan hampir 4 persen lainnya berada dalam kondisi kritis.\n\nPada saat bersamaan, terjadi fenomena kenaikan harga-harga secara umum akibat krisis geopolitik hingga alokasi anggaran kebijakan yang dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran. \n\nKondisi tersebut membuat perekonomian nasional dipenuhi ketidakpastian.\n\nMasyarakat dibayangi sejumlah kekhawatiran yang berpotensi semakin memberatkan beban hidup. Salah satu yang paling banyak diutarakan responden adalah kenaikan harga bahan pokok.\n\nDalam survei Litbang Kompas pada April lalu, jumlah responden yang mengkhawatirkan kenaikan harga bahan pokok hampir menyentuh 40 persen. Sementara itu, 12,9 persen responden mengkhawatirkan penurunan pendapatan usaha atau gaji, dan sekitar 10 persen mengkhawatirkan kehilangan atau kesulitan mendapatkan pekerjaan.\n\nDari sejumlah data tersebut terlihat bahwa seruan mahasiswa yang berdemonstrasi saat ini merupakan salah satu respons terhadap berbagai keluhan yang dirasakan masyarakat.\n\nUntuk membahas hal tersebut, KompasTV menghadirkan Peneliti Litbang Kompas Budiawan Sidik serta Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Harris Turino. KompasTV juga telah mengundang Badan Komunikasi RI, namun hingga dialog berlangsung belum ada respons untuk bergabung.\n\nProducer: Shinta Millenia\n#ekonomi #demo #demomahasiswa #bbm #mbg \n\nSahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.\n\nSubscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:\n\nwebsite www.kompas.tv\n\nFacebook:   / kompastv   \n\nInstagram:   / kompastv   \n\nX: https://x.com/KompasTV\n\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "Zn-d1MlVNSo"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 586.3554243330979, "y": 557.9282061700403, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.5023, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "bzHiflD1NBg", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Ludes 7.000 Tiket! Libur Lebaran Islam & Sekolah Bikin Kereta Cepat Whoosh Dibanjiri Penumpang\n\nMusim libur sekolah dan Tahun Baru Islam buat stasiun kereta cepat dipadati ribuan pelancong! \n\nPT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat adanya lonjakan penumpang yang sangat signifikan pada Selasa pagi (16/6/2026). Hingga saat berita ini diturunkan, jumlah tiket Kereta Cepat Whoosh yang ludes terjual sudah menembus angka lebih dari 7.000 tiket dan diprediksi bakal terus meroket.\n\nBagi kamu yang mau bepergian rute Jakarta-Bandung, KCIC mengimbau untuk segera memesan tiket secara aman lewat aplikasi Whoosh, situs resmi, atau kanal penjualan resmi lainnya. Menariknya, selama musim liburan ini, tiket kelas Premium Ekonomi dijual mulai dari harga Rp250.000 saja!\n\nNggak cuma itu, Manager Corporate Communication KCIC, Emir Monti, juga membeberkan program promo tarif hemat terbarunya. Salah satunya adalah diskon rombongan sebesar 10% hingga 20% bagi masyarakat yang bepergian bersama keluarga atau grup dalam jumlah tertentu.\n\nSimak laporan langsung tim Garuda TV di lapangan, suasana antrean stasiun, serta rincian skema diskon tiket Whoosh dalam video paket lengkap ini!\n\nSiapa nih yang rencana liburan kali ini mau naik Whoosh bareng keluarga? Tulis di kolom komentar ya! \n\nEditor & Uploader: BS\n\n#KeretaCepatWhoosh #TiketWhoosh #PromoKCIC #LiburSekolah2026 #GarudaTV #Nasional\n-----\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "bzHiflD1NBg"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 359.0297387183708, "y": 149.90303712920493, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.5792, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "bzHiflD1NBg", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Ludes 7.000 Tiket! Libur Lebaran Islam & Sekolah Bikin Kereta Cepat Whoosh Dibanjiri Penumpang\n\nMusim libur sekolah dan Tahun Baru Islam buat stasiun kereta cepat dipadati ribuan pelancong! \n\nPT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat adanya lonjakan penumpang yang sangat signifikan pada Selasa pagi (16/6/2026). Hingga saat berita ini diturunkan, jumlah tiket Kereta Cepat Whoosh yang ludes terjual sudah menembus angka lebih dari 7.000 tiket dan diprediksi bakal terus meroket.\n\nBagi kamu yang mau bepergian rute Jakarta-Bandung, KCIC mengimbau untuk segera memesan tiket secara aman lewat aplikasi Whoosh, situs resmi, atau kanal penjualan resmi lainnya. Menariknya, selama musim liburan ini, tiket kelas Premium Ekonomi dijual mulai dari harga Rp250.000 saja!\n\nNggak cuma itu, Manager Corporate Communication KCIC, Emir Monti, juga membeberkan program promo tarif hemat terbarunya. Salah satunya adalah diskon rombongan sebesar 10% hingga 20% bagi masyarakat yang bepergian bersama keluarga atau grup dalam jumlah tertentu.\n\nSimak laporan langsung tim Garuda TV di lapangan, suasana antrean stasiun, serta rincian skema diskon tiket Whoosh dalam video paket lengkap ini!\n\nSiapa nih yang rencana liburan kali ini mau naik Whoosh bareng keluarga? Tulis di kolom komentar ya! \n\nEditor & Uploader: BS\n\n#KeretaCepatWhoosh #TiketWhoosh #PromoKCIC #LiburSekolah2026 #GarudaTV #Nasional\n-----\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "bzHiflD1NBg"}}, {"key": "@mbolangofficial", "attributes": {"label": "@mbolangofficial", "x": 46.85702008246429, "y": 346.24314761873364, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.5023, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "TQQq658tfmg", "id": "@mbolangofficial", "source": "youtube-000001", "content": "Mancing Di Hutan Mangrove Rumput Laut Ada Adzan Merdu Sekali-Tambak Kalialo-Sidoarjo-Jawa Timur\n\nDusun Kalialo, Desa Kupang, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo memiliki potensi tambak yang sangat besar, terutama dalam sektor budidaya rumput laut dan perikanan payau. Sebagai bagian dari program kawasan Kampung Rumput Laut (Desa Devisa) pertama di Indonesia, wilayah ini mengandalkan keselarasan antara potensi alam tambak dan mata pencaharian penduduknya. \n\nBerikut adalah rincian potensi tambak rumput laut, mata pencaharian penduduk, serta potensi alam tambak di Dusun Kalialo, Jabon, Sidoarjo:\nPotensi Tambak Rumput Laut\nKomoditas Unggulan: Komoditas utama yang dibudidayakan di areal tambak adalah rumput laut jenis Gracilaria verrucosa (agarofit), yang menjadi bahan baku pembuatan agar-agar dan karaginan. \n\nKapasitas Produksi Tinggi: Kawasan pesisir Jabon (termasuk Dusun Kalialo, Tanjungsari, dan Tegalsari) mampu menyumbang produksi hingga 400 ton rumput laut kering per bulan. \n\nMetode Polikultur: Budidaya rumput laut di wilayah ini dilakukan menggunakan sistem polikultur (tumpang sari), di mana rumput laut ditanam bersama komoditas perikanan lain di dalam satu petak tambak yang sama. \n\nNilai Ekonomi & Ekspor: Rumput laut dari Jabon memiliki nilai ekonomi tinggi dengan perputaran uang miliaran rupiah per bulan. Komoditas ini juga menjadi andalan komoditas ekspor ke berbagai negara, seperti Australia. \n\nMata Pencaharian Penduduk\nPembudidaya Multikultur: Mayoritas mata pencaharian penduduk Dusun Kalialo adalah sebagai petani atau petambak multikultur. Mereka mengelola tambak secara mandiri atau bermitra dengan koperasi lokal. \n\nBuruh Pascaproduksi: Penduduk setempat—termasuk kelompok perempuan—banyak bekerja di sektor pascapada, seperti buruh petik rumput laut, penjemuran (pengeringan), dan pengemasan. \n\nPengolah Produk Inovatif: Seiring berjalannya program pemberdayaan, sebagian warga mulai beralih menjadi pelaku UMKM pengolah makanan dengan memanfaatkan rumput laut menjadi produk bernilai tambah seperti nori, keripik, dan camilan lokal. \n\nPotensi Alam Tambak\nAreal Tambak yang Luas: Wilayah pesisir Kecamatan Jabon didominasi oleh bentangan lahan basah dengan persentase area tambak mencapai hampir 40% dari total wilayahnya. \n\nKarakteristik Air Payau: Lokasi geografis Dusun Kalialo yang berada di wilayah pesisir muara sungai menciptakan karakteristik air payau yang sangat subur, kaya akan nutrisi, dan memiliki salinitas (kadar garam) ideal untuk pertumbuhan vegetasi laut. \n\nDiversifikasi Komoditas (Polikultur): Selain rumput laut, kondisi alam tambak di Dusun Kalialo sangat mendukung kelangsungan hidup biota air payau bernilai tinggi lainnya. Komoditas pendamping yang hidup subur meliputi:\nIkan Bandeng (komoditas perikanan terbesar khas Sidoarjo)\nUdang Windu dan Udang Vaname\nIkan Nila Salin\nKepiting Bakau \n\nTantangan yang Dihadapi\nKetergantungan Cuaca: Proses pengeringan rumput laut masih mengandalkan sinar matahari langsung. Pada musim hujan, proses penjemuran melambat dari 1 hari menjadi 2–3 hari yang berisiko menurunkan kualitas standar mutu. \n\nIsu Lingkungan: Sebagai kawasan pesisir Sidoarjo, kualitas air tambak sangat dipengaruhi oleh perubahan lingkungan dan pasang surut air laut, sehingga pemantauan kualitas air dan produktivitas berkelanjutan menjadi fokus utama bagi para petambak. \n\nBAGI YANG MEMBUTUHKAN BUSANA MUSLIM :\n\n\n  / niyah.shop93  \n\n\n   /   \n\n\n   /   \n\n\n  / aqilahfashion_niyah", "post_id": "TQQq658tfmg"}}, {"key": "mbolangofficial", "attributes": {"label": "mbolangofficial", "x": 74.68215269567524, "y": 700.9392584334295, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.5407, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "TQQq658tfmg", "id": "mbolangofficial", "source": "youtube-000001", "content": "Mancing Di Hutan Mangrove Rumput Laut Ada Adzan Merdu Sekali-Tambak Kalialo-Sidoarjo-Jawa Timur\n\nDusun Kalialo, Desa Kupang, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo memiliki potensi tambak yang sangat besar, terutama dalam sektor budidaya rumput laut dan perikanan payau. Sebagai bagian dari program kawasan Kampung Rumput Laut (Desa Devisa) pertama di Indonesia, wilayah ini mengandalkan keselarasan antara potensi alam tambak dan mata pencaharian penduduknya. \n\nBerikut adalah rincian potensi tambak rumput laut, mata pencaharian penduduk, serta potensi alam tambak di Dusun Kalialo, Jabon, Sidoarjo:\nPotensi Tambak Rumput Laut\nKomoditas Unggulan: Komoditas utama yang dibudidayakan di areal tambak adalah rumput laut jenis Gracilaria verrucosa (agarofit), yang menjadi bahan baku pembuatan agar-agar dan karaginan. \n\nKapasitas Produksi Tinggi: Kawasan pesisir Jabon (termasuk Dusun Kalialo, Tanjungsari, dan Tegalsari) mampu menyumbang produksi hingga 400 ton rumput laut kering per bulan. \n\nMetode Polikultur: Budidaya rumput laut di wilayah ini dilakukan menggunakan sistem polikultur (tumpang sari), di mana rumput laut ditanam bersama komoditas perikanan lain di dalam satu petak tambak yang sama. \n\nNilai Ekonomi & Ekspor: Rumput laut dari Jabon memiliki nilai ekonomi tinggi dengan perputaran uang miliaran rupiah per bulan. Komoditas ini juga menjadi andalan komoditas ekspor ke berbagai negara, seperti Australia. \n\nMata Pencaharian Penduduk\nPembudidaya Multikultur: Mayoritas mata pencaharian penduduk Dusun Kalialo adalah sebagai petani atau petambak multikultur. Mereka mengelola tambak secara mandiri atau bermitra dengan koperasi lokal. \n\nBuruh Pascaproduksi: Penduduk setempat—termasuk kelompok perempuan—banyak bekerja di sektor pascapada, seperti buruh petik rumput laut, penjemuran (pengeringan), dan pengemasan. \n\nPengolah Produk Inovatif: Seiring berjalannya program pemberdayaan, sebagian warga mulai beralih menjadi pelaku UMKM pengolah makanan dengan memanfaatkan rumput laut menjadi produk bernilai tambah seperti nori, keripik, dan camilan lokal. \n\nPotensi Alam Tambak\nAreal Tambak yang Luas: Wilayah pesisir Kecamatan Jabon didominasi oleh bentangan lahan basah dengan persentase area tambak mencapai hampir 40% dari total wilayahnya. \n\nKarakteristik Air Payau: Lokasi geografis Dusun Kalialo yang berada di wilayah pesisir muara sungai menciptakan karakteristik air payau yang sangat subur, kaya akan nutrisi, dan memiliki salinitas (kadar garam) ideal untuk pertumbuhan vegetasi laut. \n\nDiversifikasi Komoditas (Polikultur): Selain rumput laut, kondisi alam tambak di Dusun Kalialo sangat mendukung kelangsungan hidup biota air payau bernilai tinggi lainnya. Komoditas pendamping yang hidup subur meliputi:\nIkan Bandeng (komoditas perikanan terbesar khas Sidoarjo)\nUdang Windu dan Udang Vaname\nIkan Nila Salin\nKepiting Bakau \n\nTantangan yang Dihadapi\nKetergantungan Cuaca: Proses pengeringan rumput laut masih mengandalkan sinar matahari langsung. Pada musim hujan, proses penjemuran melambat dari 1 hari menjadi 2–3 hari yang berisiko menurunkan kualitas standar mutu. \n\nIsu Lingkungan: Sebagai kawasan pesisir Sidoarjo, kualitas air tambak sangat dipengaruhi oleh perubahan lingkungan dan pasang surut air laut, sehingga pemantauan kualitas air dan produktivitas berkelanjutan menjadi fokus utama bagi para petambak. \n\nBAGI YANG MEMBUTUHKAN BUSANA MUSLIM :\n\n\n  / niyah.shop93  \n\n\n   /   \n\n\n   /   \n\n\n  / aqilahfashion_niyah", "post_id": "TQQq658tfmg"}}, {"key": "amirulmukmininchanel", "attributes": {"label": "amirulmukmininchanel", "x": 694.8001018540198, "y": 522.2226575319794, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.5407, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "TQQq658tfmg", "id": "amirulmukmininchanel", "source": "youtube-000001", "content": "Mancing Di Hutan Mangrove Rumput Laut Ada Adzan Merdu Sekali-Tambak Kalialo-Sidoarjo-Jawa Timur\n\nDusun Kalialo, Desa Kupang, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo memiliki potensi tambak yang sangat besar, terutama dalam sektor budidaya rumput laut dan perikanan payau. Sebagai bagian dari program kawasan Kampung Rumput Laut (Desa Devisa) pertama di Indonesia, wilayah ini mengandalkan keselarasan antara potensi alam tambak dan mata pencaharian penduduknya. \n\nBerikut adalah rincian potensi tambak rumput laut, mata pencaharian penduduk, serta potensi alam tambak di Dusun Kalialo, Jabon, Sidoarjo:\nPotensi Tambak Rumput Laut\nKomoditas Unggulan: Komoditas utama yang dibudidayakan di areal tambak adalah rumput laut jenis Gracilaria verrucosa (agarofit), yang menjadi bahan baku pembuatan agar-agar dan karaginan. \n\nKapasitas Produksi Tinggi: Kawasan pesisir Jabon (termasuk Dusun Kalialo, Tanjungsari, dan Tegalsari) mampu menyumbang produksi hingga 400 ton rumput laut kering per bulan. \n\nMetode Polikultur: Budidaya rumput laut di wilayah ini dilakukan menggunakan sistem polikultur (tumpang sari), di mana rumput laut ditanam bersama komoditas perikanan lain di dalam satu petak tambak yang sama. \n\nNilai Ekonomi & Ekspor: Rumput laut dari Jabon memiliki nilai ekonomi tinggi dengan perputaran uang miliaran rupiah per bulan. Komoditas ini juga menjadi andalan komoditas ekspor ke berbagai negara, seperti Australia. \n\nMata Pencaharian Penduduk\nPembudidaya Multikultur: Mayoritas mata pencaharian penduduk Dusun Kalialo adalah sebagai petani atau petambak multikultur. Mereka mengelola tambak secara mandiri atau bermitra dengan koperasi lokal. \n\nBuruh Pascaproduksi: Penduduk setempat—termasuk kelompok perempuan—banyak bekerja di sektor pascapada, seperti buruh petik rumput laut, penjemuran (pengeringan), dan pengemasan. \n\nPengolah Produk Inovatif: Seiring berjalannya program pemberdayaan, sebagian warga mulai beralih menjadi pelaku UMKM pengolah makanan dengan memanfaatkan rumput laut menjadi produk bernilai tambah seperti nori, keripik, dan camilan lokal. \n\nPotensi Alam Tambak\nAreal Tambak yang Luas: Wilayah pesisir Kecamatan Jabon didominasi oleh bentangan lahan basah dengan persentase area tambak mencapai hampir 40% dari total wilayahnya. \n\nKarakteristik Air Payau: Lokasi geografis Dusun Kalialo yang berada di wilayah pesisir muara sungai menciptakan karakteristik air payau yang sangat subur, kaya akan nutrisi, dan memiliki salinitas (kadar garam) ideal untuk pertumbuhan vegetasi laut. \n\nDiversifikasi Komoditas (Polikultur): Selain rumput laut, kondisi alam tambak di Dusun Kalialo sangat mendukung kelangsungan hidup biota air payau bernilai tinggi lainnya. Komoditas pendamping yang hidup subur meliputi:\nIkan Bandeng (komoditas perikanan terbesar khas Sidoarjo)\nUdang Windu dan Udang Vaname\nIkan Nila Salin\nKepiting Bakau \n\nTantangan yang Dihadapi\nKetergantungan Cuaca: Proses pengeringan rumput laut masih mengandalkan sinar matahari langsung. Pada musim hujan, proses penjemuran melambat dari 1 hari menjadi 2–3 hari yang berisiko menurunkan kualitas standar mutu. \n\nIsu Lingkungan: Sebagai kawasan pesisir Sidoarjo, kualitas air tambak sangat dipengaruhi oleh perubahan lingkungan dan pasang surut air laut, sehingga pemantauan kualitas air dan produktivitas berkelanjutan menjadi fokus utama bagi para petambak. \n\nBAGI YANG MEMBUTUHKAN BUSANA MUSLIM :\n\n\n  / niyah.shop93  \n\n\n   /   \n\n\n   /   \n\n\n  / aqilahfashion_niyah", "post_id": "TQQq658tfmg"}}, {"key": "@thecore_in", "attributes": {"label": "@thecore_in", "x": 57.46799178154849, "y": 956.7419872458382, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.5023, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "zEYCHm1QBhg", "id": "@thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa Saham Bank Melonjak Setelah Langkah Besar Rupee RBI | Govindraj Ethiraj | The Core Report\n\nPada Episode 897 dari The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbicara dengan Neil Shah, Wakil Presiden Riset dan Pendiri Bersama di Counterpoint Research.\n\nCATATAN ACARA:\n(00:00) Berita Hari Ini\n(01:29) Saham India keluar dari 10 Besar Indeks Pasar Berkembang MSCI\n(05:17) Saham bank naik karena langkah swap valuta asing RBI\n(06:19) TCS mengatakan agen AI dan karyawan akan bekerja sama\n(09:55) Fitch memangkas perkiraan pertumbuhan PDB India menjadi 6,4%\n(13:58) Neil Shah tentang bagaimana permintaan memori AI mengubah harga dan penjualan smartphone\n(25:17) Gelombang panas memukul produktivitas di pabrik garmen India\n\nBerlangganan How India’s Economy Works - Spotify | Apple | YouTube\n\nPasar, MSCI, Bank, dan TCS:\n\nPasar India menghadapi tekanan dari dua kekhawatiran utama, jatuhnya rupee dan imbal hasil pasar saham yang lemah selama dua tahun terakhir. Penjualan besar-besaran oleh investor asing telah merugikan India, Korea Selatan, dan Indonesia, sementara dana global terus mengejar saham-saham AI.\n\nUntuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade, tidak ada perusahaan India yang masuk dalam 10 besar Indeks Pasar Berkembang MSCI. Bobot MSCI EM India telah turun ke level terendah enam tahun sebesar 10,8%, sementara saham-saham terkait AI seperti TSMC, Samsung, dan SK Hynix telah melonjak.\n\nSaham-saham bank naik setelah RBI mengumumkan fasilitas swap valuta asing konsesional untuk perusahaan-perusahaan milik negara guna melindungi pinjaman luar negeri dengan biaya lebih rendah. Rupee juga menguat karena harga minyak turun.\n\nTCS mengatakan perekrutan IT mungkin melambat karena agen AI menjadi bagian dari angkatan kerja. Ketua N Chandrasekaran mengatakan karyawan dan agen AI akan bekerja bersama, menandakan pergeseran besar bagi sektor jasa IT India senilai $315 miliar.\n\nMengapa Fitch Menurunkan Perkiraan Pertumbuhan PDB India?\n\nFitch Ratings memangkas perkiraan pertumbuhan PDB India untuk tahun fiskal saat ini menjadi 6,4% dari 6,7%, dengan alasan dampak ekonomi dari perang AS-Iran, harga yang lebih tinggi, dan pengeluaran konsumen yang lebih lemah.\n\nNeraca transaksi berjalan India berubah menjadi surplus pada kuartal keempat, didukung oleh ekspor jasa, meskipun defisit perdagangan barang melebar.\n\nBerapa Banyak Dana yang Dikontribusikan SBI untuk Akuisisi Sun Pharma?\n\nState Bank of India mungkin akan menginvestasikan hingga $1 miliar untuk membantu mendanai akuisisi luar negeri Sun Pharmaceutical Industries senilai $12 miliar, yang menyoroti kebutuhan India akan dukungan perbankan global yang lebih besar untuk kesepakatan internasional besar.\n\nBagaimana AI Meningkatkan Harga Smartphone di India?\n\nNeil Shah dari Counterpoint Research menjelaskan bagaimana booming AI global mendorong kenaikan harga memori DRAM dan NAND, meningkatkan biaya smartphone di India. Pusat data AI mengonsumsi lebih banyak memori, menciptakan kekurangan bagi produsen smartphone.\n\nPonsel di bawah ₹30.000 mengalami tekanan harga yang lebih tajam, sementara ponsel premium di atas ₹45.000 mungkin masih tumbuh karena konsumen India mencari nilai yang lebih baik dan perangkat yang lebih siap AI.\n\nProdusen ponsel pintar memangkas biaya pada layar, sensor kamera, dan modul kamera untuk mengimbangi memori yang mahal. Ponsel AI sekarang membutuhkan lebih banyak RAM untuk fitur AI di perangkat, AI tepi, dan AI hibrida.\n\nCounterpoint Research memperkirakan pasar ponsel pintar India akan menurun 10% hingga 15%, sementara ponsel pintar premium mungkin masih tumbuh dalam angka satu digit.\n\nBagaimana Gelombang Panas Mempengaruhi Industri Garmen?\n\nPanas ekstrem merugikan pabrik garmen India yang memasok merek global seperti Uniqlo, Marks and Spencer, dan Tesco. Sebuah laporan baru mengatakan gelombang panas mengurangi produktivitas hingga 10%, memengaruhi kualitas, pengiriman, dan kehadiran pekerja.\n\nDengan suhu mencapai 43 hingga 44 derajat Celcius di beberapa bagian India, perubahan iklim dan tekanan panas menjadi risiko serius bagi manufaktur dan ekspor India.\n\nLangkah besar RBI terkait nilai tukar rupee telah mengangkat saham-saham bank, tetapi pasar India masih menghadapi aksi jual FII, tekanan MSCI Emerging Markets, agen AI TCS, perkiraan PDB India dari Fitch, kenaikan harga smartphone, dan risiko gelombang panas terhadap manufaktur India. Saksikan The Core Report bersama Govindraj Ethiraj, yang menampilkan Neil Shah dari Counterpoint Research, untuk berita bisnis yang tajam, wawasan teknologi dan ekonomi.\n\n#BankStocks #RBI #IndianMarkets #BusinessNews #TheCoreReport #TheCore\n\nGabung dengan The Core Insider untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu tanggapan Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk semua pembaca & pendengar. Kirimkan email ke shiva untuk kebutuhan sponsor & studio merek.\n\nUntuk liputan selengkapnya, kunjungi thecore.in (https://www.thecore.in/)...", "post_id": "zEYCHm1QBhg"}}, {"key": "thecore_in", "attributes": {"label": "thecore_in", "x": 533.1852448161695, "y": 126.37810303770547, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.5792, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "zEYCHm1QBhg", "id": "thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa Saham Bank Melonjak Setelah Langkah Besar Rupee RBI | Govindraj Ethiraj | The Core Report\n\nPada Episode 897 dari The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbicara dengan Neil Shah, Wakil Presiden Riset dan Pendiri Bersama di Counterpoint Research.\n\nCATATAN ACARA:\n(00:00) Berita Hari Ini\n(01:29) Saham India keluar dari 10 Besar Indeks Pasar Berkembang MSCI\n(05:17) Saham bank naik karena langkah swap valuta asing RBI\n(06:19) TCS mengatakan agen AI dan karyawan akan bekerja sama\n(09:55) Fitch memangkas perkiraan pertumbuhan PDB India menjadi 6,4%\n(13:58) Neil Shah tentang bagaimana permintaan memori AI mengubah harga dan penjualan smartphone\n(25:17) Gelombang panas memukul produktivitas di pabrik garmen India\n\nBerlangganan How India’s Economy Works - Spotify | Apple | YouTube\n\nPasar, MSCI, Bank, dan TCS:\n\nPasar India menghadapi tekanan dari dua kekhawatiran utama, jatuhnya rupee dan imbal hasil pasar saham yang lemah selama dua tahun terakhir. Penjualan besar-besaran oleh investor asing telah merugikan India, Korea Selatan, dan Indonesia, sementara dana global terus mengejar saham-saham AI.\n\nUntuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade, tidak ada perusahaan India yang masuk dalam 10 besar Indeks Pasar Berkembang MSCI. Bobot MSCI EM India telah turun ke level terendah enam tahun sebesar 10,8%, sementara saham-saham terkait AI seperti TSMC, Samsung, dan SK Hynix telah melonjak.\n\nSaham-saham bank naik setelah RBI mengumumkan fasilitas swap valuta asing konsesional untuk perusahaan-perusahaan milik negara guna melindungi pinjaman luar negeri dengan biaya lebih rendah. Rupee juga menguat karena harga minyak turun.\n\nTCS mengatakan perekrutan IT mungkin melambat karena agen AI menjadi bagian dari angkatan kerja. Ketua N Chandrasekaran mengatakan karyawan dan agen AI akan bekerja bersama, menandakan pergeseran besar bagi sektor jasa IT India senilai $315 miliar.\n\nMengapa Fitch Menurunkan Perkiraan Pertumbuhan PDB India?\n\nFitch Ratings memangkas perkiraan pertumbuhan PDB India untuk tahun fiskal saat ini menjadi 6,4% dari 6,7%, dengan alasan dampak ekonomi dari perang AS-Iran, harga yang lebih tinggi, dan pengeluaran konsumen yang lebih lemah.\n\nNeraca transaksi berjalan India berubah menjadi surplus pada kuartal keempat, didukung oleh ekspor jasa, meskipun defisit perdagangan barang melebar.\n\nBerapa Banyak Dana yang Dikontribusikan SBI untuk Akuisisi Sun Pharma?\n\nState Bank of India mungkin akan menginvestasikan hingga $1 miliar untuk membantu mendanai akuisisi luar negeri Sun Pharmaceutical Industries senilai $12 miliar, yang menyoroti kebutuhan India akan dukungan perbankan global yang lebih besar untuk kesepakatan internasional besar.\n\nBagaimana AI Meningkatkan Harga Smartphone di India?\n\nNeil Shah dari Counterpoint Research menjelaskan bagaimana booming AI global mendorong kenaikan harga memori DRAM dan NAND, meningkatkan biaya smartphone di India. Pusat data AI mengonsumsi lebih banyak memori, menciptakan kekurangan bagi produsen smartphone.\n\nPonsel di bawah ₹30.000 mengalami tekanan harga yang lebih tajam, sementara ponsel premium di atas ₹45.000 mungkin masih tumbuh karena konsumen India mencari nilai yang lebih baik dan perangkat yang lebih siap AI.\n\nProdusen ponsel pintar memangkas biaya pada layar, sensor kamera, dan modul kamera untuk mengimbangi memori yang mahal. Ponsel AI sekarang membutuhkan lebih banyak RAM untuk fitur AI di perangkat, AI tepi, dan AI hibrida.\n\nCounterpoint Research memperkirakan pasar ponsel pintar India akan menurun 10% hingga 15%, sementara ponsel pintar premium mungkin masih tumbuh dalam angka satu digit.\n\nBagaimana Gelombang Panas Mempengaruhi Industri Garmen?\n\nPanas ekstrem merugikan pabrik garmen India yang memasok merek global seperti Uniqlo, Marks and Spencer, dan Tesco. Sebuah laporan baru mengatakan gelombang panas mengurangi produktivitas hingga 10%, memengaruhi kualitas, pengiriman, dan kehadiran pekerja.\n\nDengan suhu mencapai 43 hingga 44 derajat Celcius di beberapa bagian India, perubahan iklim dan tekanan panas menjadi risiko serius bagi manufaktur dan ekspor India.\n\nLangkah besar RBI terkait nilai tukar rupee telah mengangkat saham-saham bank, tetapi pasar India masih menghadapi aksi jual FII, tekanan MSCI Emerging Markets, agen AI TCS, perkiraan PDB India dari Fitch, kenaikan harga smartphone, dan risiko gelombang panas terhadap manufaktur India. Saksikan The Core Report bersama Govindraj Ethiraj, yang menampilkan Neil Shah dari Counterpoint Research, untuk berita bisnis yang tajam, wawasan teknologi dan ekonomi.\n\n#BankStocks #RBI #IndianMarkets #BusinessNews #TheCoreReport #TheCore\n\nGabung dengan The Core Insider untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu tanggapan Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk semua pembaca & pendengar. Kirimkan email ke shiva untuk kebutuhan sponsor & studio merek.\n\nUntuk liputan selengkapnya, kunjungi thecore.in (https://www.thecore.in/)...", "post_id": "zEYCHm1QBhg"}}, {"key": "@V-Today", "attributes": {"label": "@V-Today", "x": 383.06402510977944, "y": 177.51642392263057, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.5023, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "SSSJoeVYqX0", "id": "@V-Today", "source": "youtube-000001", "content": "DPR Sentil Kemenpar: Jangan Cuma Datang dan Foto-Foto, Tinggalkan Manfaat Nyata!\n\nJAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, menyoroti pentingnya program Kementerian Pariwisata yang memberikan manfaat langsung bagi daerah tujuan wisata. Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi VII DPR RI bersama Widiyanti Putri Wardhana yang membahas evaluasi kinerja dan serapan anggaran Semester I Tahun 2026.\n\nMenurut Chusnunia, pemerintah daerah tidak hanya membutuhkan kunjungan dari pemerintah pusat. Daerah juga membutuhkan dukungan konkret yang mampu mendorong pengembangan destinasi wisata secara berkelanjutan.\n\nIa menilai bahwa kunjungan kerja tanpa tindak lanjut yang memberikan dampak langsung sering kali tidak menghasilkan perubahan signifikan bagi pembangunan sektor pariwisata di daerah.\n\n\"Yang dibutuhkan daerah adalah sesuatu yang konkret, bukan hanya dikunjungi. Jika tidak ada dukungan atau peninggalan yang nyata dari kehadiran pemerintah pusat di daerah, maka hampir tidak ada bekasnya bagi pembangunan daerah,\" ujar Chusnunia dalam rapat kerja, Rabu (3/6/2026).\n\nDalam rapat tersebut, Chusnunia menjelaskan bahwa kondisi fiskal sejumlah daerah saat ini sedang mengalami pengetatan. Oleh karena itu, kunjungan pejabat pusat yang membutuhkan dukungan anggaran dari pemerintah daerah justru berpotensi menjadi beban tambahan.\n\nIa mendorong agar program Kementerian Pariwisata lebih diarahkan pada bantuan yang benar-benar dapat meningkatkan kualitas destinasi wisata dan mendukung kebutuhan masyarakat setempat.\n\nMenurutnya, bantuan yang bersifat langsung akan lebih dirasakan manfaatnya dibandingkan kegiatan seremonial atau kunjungan tanpa program lanjutan yang jelas.\n\nSalah satu isu yang mendapat perhatian khusus dari Chusnunia adalah pengelolaan kebersihan dan sampah di kawasan wisata.\n\nIa menilai banyak desa wisata masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana untuk menangani persoalan sampah. Karena itu, pemerintah pusat perlu memberikan dukungan berupa:\n\nBantuan operasional kebersihan.\nKendaraan pengangkut sampah.\nPembangunan fasilitas pengelolaan sampah.\nPenguatan kapasitas pengelola destinasi wisata.\n\nMenurut Chusnunia, bantuan semacam itu akan memberikan dampak yang lebih nyata bagi masyarakat dibandingkan program yang hanya bersifat administratif.\n\nIa juga mengungkapkan bahwa dukungan pendanaan kebersihan pantai saat musim Lebaran lalu terbukti membantu daerah yang memiliki keterbatasan anggaran dalam menangani volume sampah yang meningkat akibat lonjakan wisatawan.\n\nSelain menyoroti kebutuhan daerah wisata, Chusnunia juga mengkritisi rendahnya realisasi salah satu program Kementerian Pariwisata.\n\nIa menyebut bahwa secara nominal alokasi anggaran program tersebut terlihat cukup besar, yakni sekitar Rp70 juta per provinsi. Namun, hingga pertengahan tahun 2026, realisasi program tersebut baru mencapai 0,44 persen.\n\nMenurutnya, capaian tersebut menunjukkan perlunya percepatan pelaksanaan program agar manfaat anggaran dapat segera dirasakan masyarakat dan pelaku usaha pariwisata.\n\n\"Begitu melihat anggarannya kelihatan besar, Rp70 juta per provinsi. Tetapi ketika melihat capaiannya baru 0,44 persen pada periode ini, tentu masih sangat jauh,\" katanya.\n\nChusnunia mengingatkan agar program-program Kementerian Pariwisata tidak hanya berorientasi pada kegiatan administratif, seperti kunjungan kerja, pelatihan, atau pemberian sertifikat.\n\nMenurutnya, yang lebih penting adalah menghadirkan intervensi nyata yang mampu meningkatkan kualitas destinasi wisata, memperbaiki fasilitas pendukung, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.\n\nIa berharap pemerintah pusat dapat menyusun program yang lebih responsif terhadap kebutuhan daerah sehingga pengembangan sektor pariwisata nasional dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.\n\nRapat kerja Komisi VII DPR RI bersama Menteri Pariwisata menjadi momentum evaluasi terhadap kinerja dan serapan anggaran Semester I Tahun 2026.\n\nMelalui forum tersebut, DPR menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sektor pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan daerah tujuan wisata.\n\nKarena itu, berbagai program kementerian diharapkan mampu menjawab kebutuhan riil di lapangan, mulai dari pengelolaan kebersihan, pengembangan infrastruktur pendukung, hingga peningkatan kualitas destinasi wisata di seluruh Indonesia.\n============================================================\nRead More:\n\nhttps://v-today.com/\n\nFollow Us:\n\n  / vtodaydotcom  \n  / vtodaydotcom  \n  / vtodaydotcom  \nhttps://www.threads.com/", "post_id": "SSSJoeVYqX0"}}, {"key": "vtodaydotcom", "attributes": {"label": "vtodaydotcom", "x": 738.6096379586254, "y": 407.2675504295126, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.5792, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "SSSJoeVYqX0", "id": "vtodaydotcom", "source": "youtube-000001", "content": "DPR Sentil Kemenpar: Jangan Cuma Datang dan Foto-Foto, Tinggalkan Manfaat Nyata!\n\nJAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, menyoroti pentingnya program Kementerian Pariwisata yang memberikan manfaat langsung bagi daerah tujuan wisata. Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi VII DPR RI bersama Widiyanti Putri Wardhana yang membahas evaluasi kinerja dan serapan anggaran Semester I Tahun 2026.\n\nMenurut Chusnunia, pemerintah daerah tidak hanya membutuhkan kunjungan dari pemerintah pusat. Daerah juga membutuhkan dukungan konkret yang mampu mendorong pengembangan destinasi wisata secara berkelanjutan.\n\nIa menilai bahwa kunjungan kerja tanpa tindak lanjut yang memberikan dampak langsung sering kali tidak menghasilkan perubahan signifikan bagi pembangunan sektor pariwisata di daerah.\n\n\"Yang dibutuhkan daerah adalah sesuatu yang konkret, bukan hanya dikunjungi. Jika tidak ada dukungan atau peninggalan yang nyata dari kehadiran pemerintah pusat di daerah, maka hampir tidak ada bekasnya bagi pembangunan daerah,\" ujar Chusnunia dalam rapat kerja, Rabu (3/6/2026).\n\nDalam rapat tersebut, Chusnunia menjelaskan bahwa kondisi fiskal sejumlah daerah saat ini sedang mengalami pengetatan. Oleh karena itu, kunjungan pejabat pusat yang membutuhkan dukungan anggaran dari pemerintah daerah justru berpotensi menjadi beban tambahan.\n\nIa mendorong agar program Kementerian Pariwisata lebih diarahkan pada bantuan yang benar-benar dapat meningkatkan kualitas destinasi wisata dan mendukung kebutuhan masyarakat setempat.\n\nMenurutnya, bantuan yang bersifat langsung akan lebih dirasakan manfaatnya dibandingkan kegiatan seremonial atau kunjungan tanpa program lanjutan yang jelas.\n\nSalah satu isu yang mendapat perhatian khusus dari Chusnunia adalah pengelolaan kebersihan dan sampah di kawasan wisata.\n\nIa menilai banyak desa wisata masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana untuk menangani persoalan sampah. Karena itu, pemerintah pusat perlu memberikan dukungan berupa:\n\nBantuan operasional kebersihan.\nKendaraan pengangkut sampah.\nPembangunan fasilitas pengelolaan sampah.\nPenguatan kapasitas pengelola destinasi wisata.\n\nMenurut Chusnunia, bantuan semacam itu akan memberikan dampak yang lebih nyata bagi masyarakat dibandingkan program yang hanya bersifat administratif.\n\nIa juga mengungkapkan bahwa dukungan pendanaan kebersihan pantai saat musim Lebaran lalu terbukti membantu daerah yang memiliki keterbatasan anggaran dalam menangani volume sampah yang meningkat akibat lonjakan wisatawan.\n\nSelain menyoroti kebutuhan daerah wisata, Chusnunia juga mengkritisi rendahnya realisasi salah satu program Kementerian Pariwisata.\n\nIa menyebut bahwa secara nominal alokasi anggaran program tersebut terlihat cukup besar, yakni sekitar Rp70 juta per provinsi. Namun, hingga pertengahan tahun 2026, realisasi program tersebut baru mencapai 0,44 persen.\n\nMenurutnya, capaian tersebut menunjukkan perlunya percepatan pelaksanaan program agar manfaat anggaran dapat segera dirasakan masyarakat dan pelaku usaha pariwisata.\n\n\"Begitu melihat anggarannya kelihatan besar, Rp70 juta per provinsi. Tetapi ketika melihat capaiannya baru 0,44 persen pada periode ini, tentu masih sangat jauh,\" katanya.\n\nChusnunia mengingatkan agar program-program Kementerian Pariwisata tidak hanya berorientasi pada kegiatan administratif, seperti kunjungan kerja, pelatihan, atau pemberian sertifikat.\n\nMenurutnya, yang lebih penting adalah menghadirkan intervensi nyata yang mampu meningkatkan kualitas destinasi wisata, memperbaiki fasilitas pendukung, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.\n\nIa berharap pemerintah pusat dapat menyusun program yang lebih responsif terhadap kebutuhan daerah sehingga pengembangan sektor pariwisata nasional dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.\n\nRapat kerja Komisi VII DPR RI bersama Menteri Pariwisata menjadi momentum evaluasi terhadap kinerja dan serapan anggaran Semester I Tahun 2026.\n\nMelalui forum tersebut, DPR menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sektor pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan daerah tujuan wisata.\n\nKarena itu, berbagai program kementerian diharapkan mampu menjawab kebutuhan riil di lapangan, mulai dari pengelolaan kebersihan, pengembangan infrastruktur pendukung, hingga peningkatan kualitas destinasi wisata di seluruh Indonesia.\n============================================================\nRead More:\n\nhttps://v-today.com/\n\nFollow Us:\n\n  / vtodaydotcom  \n  / vtodaydotcom  \n  / vtodaydotcom  \nhttps://www.threads.com/", "post_id": "SSSJoeVYqX0"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 349.79872365842857, "y": 129.5266103469983, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.5023, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "hNI5TF_oTdc", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Rakortas Stimulus Kuartal II, Menko Airlangga Umumkan Diskon Penerbangan | IDXC SHORT\n\nPemerintah resmi mengumumkan serangkaian paket insentif fiskal dan bantuan sosial sebagai stimulus untuk memperkuat daya beli masyarakat pada kuartal II-2026. Langkah ini diputuskan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) tingkat menteri yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, di Jakarta, Selasa (26/5/2026).\n\nUntuk memacu perputaran ekonomi di sektor transportasi dan pariwisata domestik, pemerintah juga mengalokasikan anggaran jumbo guna mensubsidi biaya perjalanan masyarakat. Insentif ini diarahkan untuk menghadapi dua momentum besar, yakni musim liburan sekolah serta perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).\n\nUntuk sektor angkutan darat dan umum, pemerintah membagi dua pos pendanaan operasional. Untuk liburan sekolah dialokasikan dana sebesar Rp190 miliar dengan target penerima manfaat mencapai 3.074.889 orang dan momen Nataru disiapkan dana penyokong sebesar Rp161,4 blanket budget dengan target penerima manfaat menembus 2.874.381.000 alokasi kumulatif perjalanan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "hNI5TF_oTdc"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 915.8831072673177, "y": 87.14347863807615, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6561, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "hNI5TF_oTdc", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Rakortas Stimulus Kuartal II, Menko Airlangga Umumkan Diskon Penerbangan | IDXC SHORT\n\nPemerintah resmi mengumumkan serangkaian paket insentif fiskal dan bantuan sosial sebagai stimulus untuk memperkuat daya beli masyarakat pada kuartal II-2026. Langkah ini diputuskan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) tingkat menteri yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, di Jakarta, Selasa (26/5/2026).\n\nUntuk memacu perputaran ekonomi di sektor transportasi dan pariwisata domestik, pemerintah juga mengalokasikan anggaran jumbo guna mensubsidi biaya perjalanan masyarakat. Insentif ini diarahkan untuk menghadapi dua momentum besar, yakni musim liburan sekolah serta perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).\n\nUntuk sektor angkutan darat dan umum, pemerintah membagi dua pos pendanaan operasional. Untuk liburan sekolah dialokasikan dana sebesar Rp190 miliar dengan target penerima manfaat mencapai 3.074.889 orang dan momen Nataru disiapkan dana penyokong sebesar Rp161,4 blanket budget dengan target penerima manfaat menembus 2.874.381.000 alokasi kumulatif perjalanan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "hNI5TF_oTdc"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 377.8205792279141, "y": 916.0092781345813, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6561, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "hNI5TF_oTdc", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Rakortas Stimulus Kuartal II, Menko Airlangga Umumkan Diskon Penerbangan | IDXC SHORT\n\nPemerintah resmi mengumumkan serangkaian paket insentif fiskal dan bantuan sosial sebagai stimulus untuk memperkuat daya beli masyarakat pada kuartal II-2026. Langkah ini diputuskan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) tingkat menteri yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, di Jakarta, Selasa (26/5/2026).\n\nUntuk memacu perputaran ekonomi di sektor transportasi dan pariwisata domestik, pemerintah juga mengalokasikan anggaran jumbo guna mensubsidi biaya perjalanan masyarakat. Insentif ini diarahkan untuk menghadapi dua momentum besar, yakni musim liburan sekolah serta perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).\n\nUntuk sektor angkutan darat dan umum, pemerintah membagi dua pos pendanaan operasional. Untuk liburan sekolah dialokasikan dana sebesar Rp190 miliar dengan target penerima manfaat mencapai 3.074.889 orang dan momen Nataru disiapkan dana penyokong sebesar Rp161,4 blanket budget dengan target penerima manfaat menembus 2.874.381.000 alokasi kumulatif perjalanan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "hNI5TF_oTdc"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 135.2504639939487, "y": 90.42571481149531, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6561, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "hNI5TF_oTdc", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Rakortas Stimulus Kuartal II, Menko Airlangga Umumkan Diskon Penerbangan | IDXC SHORT\n\nPemerintah resmi mengumumkan serangkaian paket insentif fiskal dan bantuan sosial sebagai stimulus untuk memperkuat daya beli masyarakat pada kuartal II-2026. Langkah ini diputuskan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) tingkat menteri yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, di Jakarta, Selasa (26/5/2026).\n\nUntuk memacu perputaran ekonomi di sektor transportasi dan pariwisata domestik, pemerintah juga mengalokasikan anggaran jumbo guna mensubsidi biaya perjalanan masyarakat. Insentif ini diarahkan untuk menghadapi dua momentum besar, yakni musim liburan sekolah serta perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).\n\nUntuk sektor angkutan darat dan umum, pemerintah membagi dua pos pendanaan operasional. Untuk liburan sekolah dialokasikan dana sebesar Rp190 miliar dengan target penerima manfaat mencapai 3.074.889 orang dan momen Nataru disiapkan dana penyokong sebesar Rp161,4 blanket budget dengan target penerima manfaat menembus 2.874.381.000 alokasi kumulatif perjalanan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "hNI5TF_oTdc"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 389.07248485058756, "y": 479.69155507388916, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6561, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "hNI5TF_oTdc", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Rakortas Stimulus Kuartal II, Menko Airlangga Umumkan Diskon Penerbangan | IDXC SHORT\n\nPemerintah resmi mengumumkan serangkaian paket insentif fiskal dan bantuan sosial sebagai stimulus untuk memperkuat daya beli masyarakat pada kuartal II-2026. Langkah ini diputuskan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) tingkat menteri yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, di Jakarta, Selasa (26/5/2026).\n\nUntuk memacu perputaran ekonomi di sektor transportasi dan pariwisata domestik, pemerintah juga mengalokasikan anggaran jumbo guna mensubsidi biaya perjalanan masyarakat. Insentif ini diarahkan untuk menghadapi dua momentum besar, yakni musim liburan sekolah serta perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).\n\nUntuk sektor angkutan darat dan umum, pemerintah membagi dua pos pendanaan operasional. Untuk liburan sekolah dialokasikan dana sebesar Rp190 miliar dengan target penerima manfaat mencapai 3.074.889 orang dan momen Nataru disiapkan dana penyokong sebesar Rp161,4 blanket budget dengan target penerima manfaat menembus 2.874.381.000 alokasi kumulatif perjalanan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "hNI5TF_oTdc"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 717.3261559974345, "y": 40.47081078099768, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6561, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "hNI5TF_oTdc", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Rakortas Stimulus Kuartal II, Menko Airlangga Umumkan Diskon Penerbangan | IDXC SHORT\n\nPemerintah resmi mengumumkan serangkaian paket insentif fiskal dan bantuan sosial sebagai stimulus untuk memperkuat daya beli masyarakat pada kuartal II-2026. Langkah ini diputuskan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) tingkat menteri yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, di Jakarta, Selasa (26/5/2026).\n\nUntuk memacu perputaran ekonomi di sektor transportasi dan pariwisata domestik, pemerintah juga mengalokasikan anggaran jumbo guna mensubsidi biaya perjalanan masyarakat. Insentif ini diarahkan untuk menghadapi dua momentum besar, yakni musim liburan sekolah serta perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).\n\nUntuk sektor angkutan darat dan umum, pemerintah membagi dua pos pendanaan operasional. Untuk liburan sekolah dialokasikan dana sebesar Rp190 miliar dengan target penerima manfaat mencapai 3.074.889 orang dan momen Nataru disiapkan dana penyokong sebesar Rp161,4 blanket budget dengan target penerima manfaat menembus 2.874.381.000 alokasi kumulatif perjalanan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "hNI5TF_oTdc"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 559.4995769024134, "y": 659.25183215692, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6561, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "hNI5TF_oTdc", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Rakortas Stimulus Kuartal II, Menko Airlangga Umumkan Diskon Penerbangan | IDXC SHORT\n\nPemerintah resmi mengumumkan serangkaian paket insentif fiskal dan bantuan sosial sebagai stimulus untuk memperkuat daya beli masyarakat pada kuartal II-2026. Langkah ini diputuskan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) tingkat menteri yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, di Jakarta, Selasa (26/5/2026).\n\nUntuk memacu perputaran ekonomi di sektor transportasi dan pariwisata domestik, pemerintah juga mengalokasikan anggaran jumbo guna mensubsidi biaya perjalanan masyarakat. Insentif ini diarahkan untuk menghadapi dua momentum besar, yakni musim liburan sekolah serta perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).\n\nUntuk sektor angkutan darat dan umum, pemerintah membagi dua pos pendanaan operasional. Untuk liburan sekolah dialokasikan dana sebesar Rp190 miliar dengan target penerima manfaat mencapai 3.074.889 orang dan momen Nataru disiapkan dana penyokong sebesar Rp161,4 blanket budget dengan target penerima manfaat menembus 2.874.381.000 alokasi kumulatif perjalanan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "hNI5TF_oTdc"}}], "edges": [{"key": "Maikel_USMC", "source": "Maikel_USMC", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "i541342t", "source": "i541342t", "target": "djoniecash2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "sarah_pndjtn", "source": "sarah_pndjtn", "target": "Boedak_Korporat", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "sarah_pndjtn", "source": "sarah_pndjtn", "target": "KenSavitri35075", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "sarah_pndjtn", "source": "sarah_pndjtn", "target": "widodo_oi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "sarah_pndjtn", "source": "sarah_pndjtn", "target": "KonspirasiID_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "sarah_pndjtn", "source": "sarah_pndjtn", "target": "Ndons_Back", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "sarah_pndjtn", "source": "sarah_pndjtn", "target": "bengkeldodo_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "sarah_pndjtn", "source": "sarah_pndjtn", "target": "DedynurPalakka", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "sarah_pndjtn", "source": "sarah_pndjtn", "target": "KEBUMENinLOVE", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "sarah_pndjtn", "source": "sarah_pndjtn", "target": "awikuchuz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "sarah_pndjtn", "source": "sarah_pndjtn", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "sarah_pndjtn", "source": "sarah_pndjtn", "target": "KSPgoid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "sarah_pndjtn", "source": "sarah_pndjtn", "target": "KSPgoid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "sarah_pndjtn", "source": "sarah_pndjtn", "target": "KemensetnegRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "gabsnpr", "source": "gabsnpr", "target": "Seok_Harery", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "gabsnpr", "source": "gabsnpr", "target": "wiyokooo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Parlecoid", "source": "Parlecoid", "target": "asatunews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "cenderawasihposreal", "source": "cenderawasihposreal", "target": "CeposTV", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "cenderawasihposreal", "source": "cenderawasihposreal", "target": "Cenderawasihposreal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "cenderawasihposreal", "source": "cenderawasihposreal", "target": "Cenderawasihpos", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "cenderawasihposreal", "source": "cenderawasihposreal", "target": "Cenderawasihposreal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "humaspolsektandessby", "source": "humaspolsektandessby", "target": "humaspoldajatim", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "swamediainc", "source": "swamediainc", "target": "swamediainc", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "palembangkulukilir", "source": "palembangkulukilir", "target": "palembang.sumsel.ssci", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "52512310886", "source": "52512310886", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "52512310886", "source": "52512310886", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "cenderawasihpos", "source": "cenderawasihpos", "target": "CeposTV", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cenderawasihpos", "source": "cenderawasihpos", "target": "Cenderawasihposreal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cenderawasihpos", "source": "cenderawasihpos", "target": "Cenderawasihpos", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cenderawasihpos", "source": "cenderawasihpos", "target": "Cenderawasihposreal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "future_clips2", "source": "future_clips2", "target": "Steven", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "motivasi.ubay", "source": "motivasi.ubay", "target": "motivasi.ubay", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clippertws", "source": "clippertws", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "muriclips18", "source": "muriclips18", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "muriclips18", "source": "muriclips18", "target": "Bernadus", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "user485991268", "source": "user485991268", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "Bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.real", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@mbolangofficial", "source": "@mbolangofficial", "target": "mbolangofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@mbolangofficial", "source": "@mbolangofficial", "target": "amirulmukmininchanel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@thecore_in", "source": "@thecore_in", "target": "thecore_in", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@V-Today", "source": "@V-Today", "target": "vtodaydotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}