{"nodes": [{"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 235.12119353645778, "y": 920.188692321779, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 222.6268, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3922088103973008997_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia kembali menaikkan BI Rate sesuai ekspektasi pasar, kali ini 25 basis poin menjadi 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur bulanan tanggal 17-18 Juni 2026.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kenaikan suku bunga bertujuan menjaga stabilitas rupiah dan inflasi agar tetap sesuai sasaran pemerintah. BI juga tetap menerapkan kebijakan makroprudensial yang diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#BankIndonesia #BIRate #BloombergTechnoz", "post_id": "3922088103973008997_51748745734"}}, {"key": "idntimes.video", "attributes": {"label": "idntimes.video", "x": 474.1935364828742, "y": 762.023997044111, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 33.3944, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 0, "out_degree": 9, "degree": 9}, "_id": "3916867687951963342_2089700769", "id": "idntimes.video", "source": "instagram-000001", "content": "BI Ungkap 7 Langkah Jaga Rupiah, Intervensi Besar Digencarkan\n\nJakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) menyiapkan tujuh langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global dan tren kenaikan suku bunga di berbagai negara.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, bank sentral akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, intervensi pasar, hingga pengawasan transaksi valuta asing (valas). Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nLangkah pertama dilakukan melalui intervensi agresif di pasar valuta asing. Intervensi dilakukan di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dalam negeri, serta Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore.\n\n\"Kami melakukan intervensi dalam jumlah besar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dari gejolak global,\" ujar Perry dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Rabu (10/6/2026).\n\nBerdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat ke level Rp17.944 per dolar AS atau naik 0,63 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.\n\nMeski turun dari posisi April 2026 sebesar 146,2 miliar dolar AS, level tersebut masih setara lebih dari enam bulan kebutuhan impor dan berada di atas standar kecukupan internasional.\n\nBaca selengkapnya di www.idntimes.com\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Rupiah #DolarAS", "post_id": "3916867687951963342_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes", "attributes": {"label": "IDNTimes", "x": 686.7091158225563, "y": 92.91688352180539, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 36.5483, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916867687951963342_2089700769", "id": "IDNTimes", "source": "instagram-000001", "content": "BI Ungkap 7 Langkah Jaga Rupiah, Intervensi Besar Digencarkan\n\nJakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) menyiapkan tujuh langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global dan tren kenaikan suku bunga di berbagai negara.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, bank sentral akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, intervensi pasar, hingga pengawasan transaksi valuta asing (valas). Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nLangkah pertama dilakukan melalui intervensi agresif di pasar valuta asing. Intervensi dilakukan di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dalam negeri, serta Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore.\n\n\"Kami melakukan intervensi dalam jumlah besar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dari gejolak global,\" ujar Perry dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Rabu (10/6/2026).\n\nBerdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat ke level Rp17.944 per dolar AS atau naik 0,63 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.\n\nMeski turun dari posisi April 2026 sebesar 146,2 miliar dolar AS, level tersebut masih setara lebih dari enam bulan kebutuhan impor dan berada di atas standar kecukupan internasional.\n\nBaca selengkapnya di www.idntimes.com\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Rupiah #DolarAS", "post_id": "3916867687951963342_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Korea", "attributes": {"label": "IDNTimes.Korea", "x": 588.0453261250507, "y": 47.072568059140174, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 36.5483, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916867687951963342_2089700769", "id": "IDNTimes.Korea", "source": "instagram-000001", "content": "BI Ungkap 7 Langkah Jaga Rupiah, Intervensi Besar Digencarkan\n\nJakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) menyiapkan tujuh langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global dan tren kenaikan suku bunga di berbagai negara.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, bank sentral akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, intervensi pasar, hingga pengawasan transaksi valuta asing (valas). Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nLangkah pertama dilakukan melalui intervensi agresif di pasar valuta asing. Intervensi dilakukan di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dalam negeri, serta Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore.\n\n\"Kami melakukan intervensi dalam jumlah besar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dari gejolak global,\" ujar Perry dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Rabu (10/6/2026).\n\nBerdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat ke level Rp17.944 per dolar AS atau naik 0,63 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.\n\nMeski turun dari posisi April 2026 sebesar 146,2 miliar dolar AS, level tersebut masih setara lebih dari enam bulan kebutuhan impor dan berada di atas standar kecukupan internasional.\n\nBaca selengkapnya di www.idntimes.com\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Rupiah #DolarAS", "post_id": "3916867687951963342_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Community", "attributes": {"label": "IDNTimes.Community", "x": 427.1931530491987, "y": 111.86980872083252, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 36.5483, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916867687951963342_2089700769", "id": "IDNTimes.Community", "source": "instagram-000001", "content": "BI Ungkap 7 Langkah Jaga Rupiah, Intervensi Besar Digencarkan\n\nJakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) menyiapkan tujuh langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global dan tren kenaikan suku bunga di berbagai negara.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, bank sentral akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, intervensi pasar, hingga pengawasan transaksi valuta asing (valas). Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nLangkah pertama dilakukan melalui intervensi agresif di pasar valuta asing. Intervensi dilakukan di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dalam negeri, serta Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore.\n\n\"Kami melakukan intervensi dalam jumlah besar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dari gejolak global,\" ujar Perry dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Rabu (10/6/2026).\n\nBerdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat ke level Rp17.944 per dolar AS atau naik 0,63 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.\n\nMeski turun dari posisi April 2026 sebesar 146,2 miliar dolar AS, level tersebut masih setara lebih dari enam bulan kebutuhan impor dan berada di atas standar kecukupan internasional.\n\nBaca selengkapnya di www.idntimes.com\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Rupiah #DolarAS", "post_id": "3916867687951963342_2089700769"}}, {"key": "IDNTimes.Hype", "attributes": {"label": "IDNTimes.Hype", "x": 234.55424202898124, "y": 86.91470728075213, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 36.5483, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916867687951963342_2089700769", "id": "IDNTimes.Hype", "source": "instagram-000001", "content": "BI Ungkap 7 Langkah Jaga Rupiah, Intervensi Besar Digencarkan\n\nJakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) menyiapkan tujuh langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global dan tren kenaikan suku bunga di berbagai negara.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, bank sentral akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, intervensi pasar, hingga pengawasan transaksi valuta asing (valas). Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nLangkah pertama dilakukan melalui intervensi agresif di pasar valuta asing. Intervensi dilakukan di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dalam negeri, serta Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore.\n\n\"Kami melakukan intervensi dalam jumlah besar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dari gejolak global,\" ujar Perry dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Rabu (10/6/2026).\n\nBerdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat ke level Rp17.944 per dolar AS atau naik 0,63 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.\n\nMeski turun dari posisi April 2026 sebesar 146,2 miliar dolar AS, level tersebut masih setara lebih dari enam bulan kebutuhan impor dan berada di atas standar kecukupan internasional.\n\nBaca selengkapnya di www.idntimes.com\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Rupiah #DolarAS", "post_id": "3916867687951963342_2089700769"}}, {"key": "Duniaku_com", "attributes": {"label": "Duniaku_com", "x": 10.1625330262054, "y": 550.7218922359688, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 36.5483, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916867687951963342_2089700769", "id": "Duniaku_com", "source": "instagram-000001", "content": "BI Ungkap 7 Langkah Jaga Rupiah, Intervensi Besar Digencarkan\n\nJakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) menyiapkan tujuh langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global dan tren kenaikan suku bunga di berbagai negara.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, bank sentral akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, intervensi pasar, hingga pengawasan transaksi valuta asing (valas). Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nLangkah pertama dilakukan melalui intervensi agresif di pasar valuta asing. Intervensi dilakukan di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dalam negeri, serta Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore.\n\n\"Kami melakukan intervensi dalam jumlah besar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dari gejolak global,\" ujar Perry dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Rabu (10/6/2026).\n\nBerdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat ke level Rp17.944 per dolar AS atau naik 0,63 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.\n\nMeski turun dari posisi April 2026 sebesar 146,2 miliar dolar AS, level tersebut masih setara lebih dari enam bulan kebutuhan impor dan berada di atas standar kecukupan internasional.\n\nBaca selengkapnya di www.idntimes.com\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Rupiah #DolarAS", "post_id": "3916867687951963342_2089700769"}}, {"key": "Popbela_com", "attributes": {"label": "Popbela_com", "x": 283.04032923406265, "y": 601.6104737087331, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 36.5483, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916867687951963342_2089700769", "id": "Popbela_com", "source": "instagram-000001", "content": "BI Ungkap 7 Langkah Jaga Rupiah, Intervensi Besar Digencarkan\n\nJakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) menyiapkan tujuh langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global dan tren kenaikan suku bunga di berbagai negara.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, bank sentral akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, intervensi pasar, hingga pengawasan transaksi valuta asing (valas). Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nLangkah pertama dilakukan melalui intervensi agresif di pasar valuta asing. Intervensi dilakukan di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dalam negeri, serta Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore.\n\n\"Kami melakukan intervensi dalam jumlah besar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dari gejolak global,\" ujar Perry dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Rabu (10/6/2026).\n\nBerdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat ke level Rp17.944 per dolar AS atau naik 0,63 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.\n\nMeski turun dari posisi April 2026 sebesar 146,2 miliar dolar AS, level tersebut masih setara lebih dari enam bulan kebutuhan impor dan berada di atas standar kecukupan internasional.\n\nBaca selengkapnya di www.idntimes.com\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Rupiah #DolarAS", "post_id": "3916867687951963342_2089700769"}}, {"key": "Popbela.Beauty", "attributes": {"label": "Popbela.Beauty", "x": 159.37201847252058, "y": 604.368538664538, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 36.5483, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916867687951963342_2089700769", "id": "Popbela.Beauty", "source": "instagram-000001", "content": "BI Ungkap 7 Langkah Jaga Rupiah, Intervensi Besar Digencarkan\n\nJakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) menyiapkan tujuh langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global dan tren kenaikan suku bunga di berbagai negara.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, bank sentral akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, intervensi pasar, hingga pengawasan transaksi valuta asing (valas). Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nLangkah pertama dilakukan melalui intervensi agresif di pasar valuta asing. Intervensi dilakukan di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dalam negeri, serta Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore.\n\n\"Kami melakukan intervensi dalam jumlah besar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dari gejolak global,\" ujar Perry dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Rabu (10/6/2026).\n\nBerdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat ke level Rp17.944 per dolar AS atau naik 0,63 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.\n\nMeski turun dari posisi April 2026 sebesar 146,2 miliar dolar AS, level tersebut masih setara lebih dari enam bulan kebutuhan impor dan berada di atas standar kecukupan internasional.\n\nBaca selengkapnya di www.idntimes.com\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Rupiah #DolarAS", "post_id": "3916867687951963342_2089700769"}}, {"key": "Popmama_com", "attributes": {"label": "Popmama_com", "x": 44.86719073858192, "y": 841.3206869131907, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 36.5483, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916867687951963342_2089700769", "id": "Popmama_com", "source": "instagram-000001", "content": "BI Ungkap 7 Langkah Jaga Rupiah, Intervensi Besar Digencarkan\n\nJakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) menyiapkan tujuh langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global dan tren kenaikan suku bunga di berbagai negara.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, bank sentral akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, intervensi pasar, hingga pengawasan transaksi valuta asing (valas). Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nLangkah pertama dilakukan melalui intervensi agresif di pasar valuta asing. Intervensi dilakukan di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dalam negeri, serta Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore.\n\n\"Kami melakukan intervensi dalam jumlah besar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dari gejolak global,\" ujar Perry dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Rabu (10/6/2026).\n\nBerdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat ke level Rp17.944 per dolar AS atau naik 0,63 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.\n\nMeski turun dari posisi April 2026 sebesar 146,2 miliar dolar AS, level tersebut masih setara lebih dari enam bulan kebutuhan impor dan berada di atas standar kecukupan internasional.\n\nBaca selengkapnya di www.idntimes.com\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Rupiah #DolarAS", "post_id": "3916867687951963342_2089700769"}}, {"key": "Yummy.idn", "attributes": {"label": "Yummy.idn", "x": 753.1404611905429, "y": 23.036478275948568, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 36.5483, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3916867687951963342_2089700769", "id": "Yummy.idn", "source": "instagram-000001", "content": "BI Ungkap 7 Langkah Jaga Rupiah, Intervensi Besar Digencarkan\n\nJakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) menyiapkan tujuh langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global dan tren kenaikan suku bunga di berbagai negara.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, bank sentral akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, intervensi pasar, hingga pengawasan transaksi valuta asing (valas). Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nLangkah pertama dilakukan melalui intervensi agresif di pasar valuta asing. Intervensi dilakukan di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dalam negeri, serta Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore.\n\n\"Kami melakukan intervensi dalam jumlah besar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah dari gejolak global,\" ujar Perry dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Rabu (10/6/2026).\n\nBerdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat ke level Rp17.944 per dolar AS atau naik 0,63 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.\n\nMeski turun dari posisi April 2026 sebesar 146,2 miliar dolar AS, level tersebut masih setara lebih dari enam bulan kebutuhan impor dan berada di atas standar kecukupan internasional.\n\nBaca selengkapnya di www.idntimes.com\n\nReporter : Triyan Pangastuti\nEditor : Mikho Fridolin Siahaan\n\nIDN Times - Download IDN App di Google Play Store & App Store\nIkuti terus perkembangannya hanya di IDN Times, ya.\n\nArtikel IDN Times sekarang bisa dibaca di IDN App, lho, download sekarang di Google Play Store & App Store!\n\nTemukan info TERBARU lainnya:         \n#IDNTimes #SuaraMillenial #GenZMemilih #Rupiah #DolarAS", "post_id": "3916867687951963342_2089700769"}}, {"key": "media.clips02", "attributes": {"label": "media.clips02", "x": 867.4085568692302, "y": 714.5177837623663, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 33.3944, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7644065867751312647", "id": "media.clips02", "source": "tiktok-000001", "content": "‎Setelah Bank Indonesia bikin kejutan dengan naikkan suku bunga 50 basis poin ke 5,25%, Gubernur BI Perry Warjiyo langsung beberkan 5 jurus strategis untuk pastikan ekonomi Indonesia tetap tumbuh. Perry menegaskan walaupun Bl fokus pada stabilitas rupiah, bukan berarti pertumbuhan ekonomi diabaikan. Kombinasi ini disebut bauran kebijakan moneter dan makroprudensial yang akomodatif. ‎ ‎Jurus pertama, BI banjirin likuiditas ke bank dengan beli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Sampai 19 Mei 2026, BI sudah gelontorkan Rp140,57 triliun untuk beli SBN. Kedua, Bl guyur Rp424,7 triliun lewat insentif likuiditas makroprudensial (KLM) ke bank-bank rajin yang mau salurin kredit ke sektor produktif. Ketiga, BI tegas larang bank naikkan bunga kredit walaupun BI Rate naik, supaya KPR dan kredit motor masyarakat tetap terjangkau. Keempat, jaga duit beredar (M0) tumbuh di 14,1% YoY supaya likuiditas tetap melimpah. Kelima, BI permudah sistem pembayaran digital seperti QRIS dan transfer untuk dukung aktivitas bisnis. ‎ ‎Buat masyarakat Indonesia, kombinasi BI naikkan bunga tapi tetap jaga ekonomi tumbuh ini sebenarnya kabar yang seimbang. Sisi positifnya, walaupun BI Rate naik ke 5,25%, bunga KPR dan kredit motor seharusnya tetap stabil karena bank dilarang naikkan bunga pinjaman. Bunga deposito tetap menarik (untung penabung), tapi cicilan KPR floating tidak ikut melonjak (bagus buat yang punya utang rumah). Buat investor saham, bank Himbara seperti BBRI, BMRI, BBNI, BBTN dapat alokasi KLM terbesar Rp214,2 triliun dan patut dipantau. Sektor strategis yang dapat penyaluran kredit lebih murah seperti UMKM, perumahan, dan otomotif berpotensi dapat angin segar. Tapi sukses-tidaknya kebijakan ini sangat tergantung apakah bank-bank benar-benar salurkan KLM ke sektor produktif, bukan cuma tahan likuiditas. ‎ Sumber: TWS News   #kontencom #kontenckmxtws", "post_id": "7644065867751312647"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 599.2141229882074, "y": 56.226876341365916, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 90.1648, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7644065867751312647", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "‎Setelah Bank Indonesia bikin kejutan dengan naikkan suku bunga 50 basis poin ke 5,25%, Gubernur BI Perry Warjiyo langsung beberkan 5 jurus strategis untuk pastikan ekonomi Indonesia tetap tumbuh. Perry menegaskan walaupun Bl fokus pada stabilitas rupiah, bukan berarti pertumbuhan ekonomi diabaikan. Kombinasi ini disebut bauran kebijakan moneter dan makroprudensial yang akomodatif. ‎ ‎Jurus pertama, BI banjirin likuiditas ke bank dengan beli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Sampai 19 Mei 2026, BI sudah gelontorkan Rp140,57 triliun untuk beli SBN. Kedua, Bl guyur Rp424,7 triliun lewat insentif likuiditas makroprudensial (KLM) ke bank-bank rajin yang mau salurin kredit ke sektor produktif. Ketiga, BI tegas larang bank naikkan bunga kredit walaupun BI Rate naik, supaya KPR dan kredit motor masyarakat tetap terjangkau. Keempat, jaga duit beredar (M0) tumbuh di 14,1% YoY supaya likuiditas tetap melimpah. Kelima, BI permudah sistem pembayaran digital seperti QRIS dan transfer untuk dukung aktivitas bisnis. ‎ ‎Buat masyarakat Indonesia, kombinasi BI naikkan bunga tapi tetap jaga ekonomi tumbuh ini sebenarnya kabar yang seimbang. Sisi positifnya, walaupun BI Rate naik ke 5,25%, bunga KPR dan kredit motor seharusnya tetap stabil karena bank dilarang naikkan bunga pinjaman. Bunga deposito tetap menarik (untung penabung), tapi cicilan KPR floating tidak ikut melonjak (bagus buat yang punya utang rumah). Buat investor saham, bank Himbara seperti BBRI, BMRI, BBNI, BBTN dapat alokasi KLM terbesar Rp214,2 triliun dan patut dipantau. Sektor strategis yang dapat penyaluran kredit lebih murah seperti UMKM, perumahan, dan otomotif berpotensi dapat angin segar. Tapi sukses-tidaknya kebijakan ini sangat tergantung apakah bank-bank benar-benar salurkan KLM ke sektor produktif, bukan cuma tahan likuiditas. ‎ Sumber: TWS News   #kontencom #kontenckmxtws", "post_id": "7644065867751312647"}}, {"key": "reyy16_8", "attributes": {"label": "reyy16_8", "x": 501.77421149584677, "y": 499.049149774226, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 33.3944, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7644017205604109575", "id": "reyy16_8", "source": "tiktok-000001", "content": "Setelah Bank Indonesia bikin kejutan dengan naikkan suku bunga 50 basis poin ke 5,25% kemarin, Gubernur BI Perry Warjiyo langsung beberkan 5 jurus strategis untuk pastikan ekonomi Indonesia tetap tumbuh. Perry menegaskan walaupun BI fokus pada stabilitas rupiah, bukan berarti pertumbuhan ekonomi diabaikan. Kombinasi ini disebut bauran kebijakan moneter dan makroprudensial yang akomodatif. Jurus pertama, BI banjirin likuiditas ke bank dengan beli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Sampai 19 Mei 2026, BI sudah gelontorkan Rp140,57 triliun untuk beli SBN. Kedua, BI guyur Rp424,7 triliun lewat insentif likuiditas makroprudensial (KLM) ke bank-bank rajin yang mau salurin kredit ke sektor produktif. Ketiga, BI tegas larang bank naikkan bunga kredit walaupun BI Rate naik, supaya KPR dan kredit motor masyarakat tetap terjangkau. Keempat, jaga duit beredar (M0) tumbuh di 14,1% YoY supaya likuiditas tetap melimpah. Kelima, BI permudah sistem pembayaran digital seperti QRIS dan transfer untuk dukung aktivitas bisnis. Buat masyarakat Indonesia, kombinasi BI naikkan bunga tapi tetap jaga ekonomi tumbuh ini sebenarnya kabar yang seimbang. Sisi positifnya, walaupun BI Rate naik ke 5,25%, bunga KPR dan kredit motor seharusnya tetap stabil karena bank dilarang naikkan bunga pinjaman. Bunga deposito tetap menarik (untung penabung), tapi cicilan KPR floating tidak ikut melonjak (bagus buat yang punya utang rumah). Buat investor saham, bank Himbara seperti BBRI, BMRI, BBNI, BBTN dapat alokasi KLM terbesar Rp214,2 triliun dan patut dipantau. Sektor strategis yang dapat penyaluran kredit lebih murah seperti UMKM, perumahan, dan otomotif berpotensi dapat angin segar. Tapi sukses-tidaknya kebijakan ini sangat tergantung apakah bank-bank benar-benar salurkan KLM ke sektor produktif, bukan cuma tahan likuiditas. Sumber: TWS News\" #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7644017205604109575"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 757.8757456725475, "y": 813.037647685038, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 33.3944, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "NAurJ5lg0pA", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "BI: Kenaikan Suku Bunga Global Picu Outflow dan Tekan Rupiah | IDXC UPDATE\n\nMengapa rupiah terus mendapat tekanan? Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkap bahwa kenaikan suku bunga di negara-negara maju telah memicu keluarnya modal asing dari pasar keuangan Indonesia, mulai dari saham hingga obligasi. Kondisi ini turut menekan nilai tukar rupiah. Untuk mengatasinya, BI dan Kementerian Keuangan kini memperkuat sinergi kebijakan dengan meningkatkan daya tarik investasi domestik dan menjaga likuiditas perbankan, demi menjaga stabilitas rupiah yang berdampak langsung pada biaya usaha, harga barang, hingga daya beli masyarakat. #idxcupdate #bankindonesia #outflow \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "NAurJ5lg0pA"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 152.25372094445223, "y": 383.311470224442, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 37.4494, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NAurJ5lg0pA", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "BI: Kenaikan Suku Bunga Global Picu Outflow dan Tekan Rupiah | IDXC UPDATE\n\nMengapa rupiah terus mendapat tekanan? Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkap bahwa kenaikan suku bunga di negara-negara maju telah memicu keluarnya modal asing dari pasar keuangan Indonesia, mulai dari saham hingga obligasi. Kondisi ini turut menekan nilai tukar rupiah. Untuk mengatasinya, BI dan Kementerian Keuangan kini memperkuat sinergi kebijakan dengan meningkatkan daya tarik investasi domestik dan menjaga likuiditas perbankan, demi menjaga stabilitas rupiah yang berdampak langsung pada biaya usaha, harga barang, hingga daya beli masyarakat. #idxcupdate #bankindonesia #outflow \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "NAurJ5lg0pA"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 568.3754079756753, "y": 942.8382384791495, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 37.4494, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NAurJ5lg0pA", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "BI: Kenaikan Suku Bunga Global Picu Outflow dan Tekan Rupiah | IDXC UPDATE\n\nMengapa rupiah terus mendapat tekanan? Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkap bahwa kenaikan suku bunga di negara-negara maju telah memicu keluarnya modal asing dari pasar keuangan Indonesia, mulai dari saham hingga obligasi. Kondisi ini turut menekan nilai tukar rupiah. Untuk mengatasinya, BI dan Kementerian Keuangan kini memperkuat sinergi kebijakan dengan meningkatkan daya tarik investasi domestik dan menjaga likuiditas perbankan, demi menjaga stabilitas rupiah yang berdampak langsung pada biaya usaha, harga barang, hingga daya beli masyarakat. #idxcupdate #bankindonesia #outflow \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "NAurJ5lg0pA"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 981.2224119015865, "y": 704.9715369109845, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 37.4494, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "NAurJ5lg0pA", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "BI: Kenaikan Suku Bunga Global Picu Outflow dan Tekan Rupiah | IDXC UPDATE\n\nMengapa rupiah terus mendapat tekanan? Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkap bahwa kenaikan suku bunga di negara-negara maju telah memicu keluarnya modal asing dari pasar keuangan Indonesia, mulai dari saham hingga obligasi. Kondisi ini turut menekan nilai tukar rupiah. Untuk mengatasinya, BI dan Kementerian Keuangan kini memperkuat sinergi kebijakan dengan meningkatkan daya tarik investasi domestik dan menjaga likuiditas perbankan, demi menjaga stabilitas rupiah yang berdampak langsung pada biaya usaha, harga barang, hingga daya beli masyarakat. #idxcupdate #bankindonesia #outflow \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "NAurJ5lg0pA"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 707.8537341154066, "y": 618.5665883360698, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 37.4494, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NAurJ5lg0pA", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "BI: Kenaikan Suku Bunga Global Picu Outflow dan Tekan Rupiah | IDXC UPDATE\n\nMengapa rupiah terus mendapat tekanan? Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkap bahwa kenaikan suku bunga di negara-negara maju telah memicu keluarnya modal asing dari pasar keuangan Indonesia, mulai dari saham hingga obligasi. Kondisi ini turut menekan nilai tukar rupiah. Untuk mengatasinya, BI dan Kementerian Keuangan kini memperkuat sinergi kebijakan dengan meningkatkan daya tarik investasi domestik dan menjaga likuiditas perbankan, demi menjaga stabilitas rupiah yang berdampak langsung pada biaya usaha, harga barang, hingga daya beli masyarakat. #idxcupdate #bankindonesia #outflow \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "NAurJ5lg0pA"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 255.93197610876993, "y": 766.3533632262493, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 37.4494, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NAurJ5lg0pA", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "BI: Kenaikan Suku Bunga Global Picu Outflow dan Tekan Rupiah | IDXC UPDATE\n\nMengapa rupiah terus mendapat tekanan? Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkap bahwa kenaikan suku bunga di negara-negara maju telah memicu keluarnya modal asing dari pasar keuangan Indonesia, mulai dari saham hingga obligasi. Kondisi ini turut menekan nilai tukar rupiah. Untuk mengatasinya, BI dan Kementerian Keuangan kini memperkuat sinergi kebijakan dengan meningkatkan daya tarik investasi domestik dan menjaga likuiditas perbankan, demi menjaga stabilitas rupiah yang berdampak langsung pada biaya usaha, harga barang, hingga daya beli masyarakat. #idxcupdate #bankindonesia #outflow \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "NAurJ5lg0pA"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 961.8423649027285, "y": 287.04991788293563, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 37.4494, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NAurJ5lg0pA", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "BI: Kenaikan Suku Bunga Global Picu Outflow dan Tekan Rupiah | IDXC UPDATE\n\nMengapa rupiah terus mendapat tekanan? Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkap bahwa kenaikan suku bunga di negara-negara maju telah memicu keluarnya modal asing dari pasar keuangan Indonesia, mulai dari saham hingga obligasi. Kondisi ini turut menekan nilai tukar rupiah. Untuk mengatasinya, BI dan Kementerian Keuangan kini memperkuat sinergi kebijakan dengan meningkatkan daya tarik investasi domestik dan menjaga likuiditas perbankan, demi menjaga stabilitas rupiah yang berdampak langsung pada biaya usaha, harga barang, hingga daya beli masyarakat. #idxcupdate #bankindonesia #outflow \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "NAurJ5lg0pA"}}], "edges": [{"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Korea", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Community", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "IDNTimes.Hype", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Duniaku_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popbela_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popbela.Beauty", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Popmama_com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idntimes.video", "source": "idntimes.video", "target": "Yummy.idn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "media.clips02", "source": "media.clips02", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "reyy16_8", "source": "reyy16_8", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}