{"nodes": [{"key": "RegesAsem", "attributes": {"label": "RegesAsem", "x": 829.9564805490438, "y": 598.0874201993563, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 33.4868, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2061694609806545179", "id": "RegesAsem", "source": "tweet-000004", "content": "Dari segi pariwisata, pelemahan rupiah memang menarik bagi wisatawan asing. Makanya Kemenpar pasti senang. Cuma begonya dia, kan ada wisatawan domestik juga. Harusnya tumpuan Kemenpar itu wisatawan domestik.. lha klo rupiah lemah, harga2 naik apa wisatawan domestik gak mikir", "post_id": "2061694609806545179"}}, {"key": "ardisatriawan", "attributes": {"label": "ardisatriawan", "x": 651.4700319909722, "y": 454.46620093310673, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 47.7187, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2061694609806545179", "id": "ardisatriawan", "source": "tweet-000004", "content": "Dari segi pariwisata, pelemahan rupiah memang menarik bagi wisatawan asing. Makanya Kemenpar pasti senang. Cuma begonya dia, kan ada wisatawan domestik juga. Harusnya tumpuan Kemenpar itu wisatawan domestik.. lha klo rupiah lemah, harga2 naik apa wisatawan domestik gak mikir", "post_id": "2061694609806545179"}}, {"key": "Dospemz", "attributes": {"label": "Dospemz", "x": 511.38217347678983, "y": 879.7734968914469, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 47.7187, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2061694609806545179", "id": "Dospemz", "source": "tweet-000004", "content": "Dari segi pariwisata, pelemahan rupiah memang menarik bagi wisatawan asing. Makanya Kemenpar pasti senang. Cuma begonya dia, kan ada wisatawan domestik juga. Harusnya tumpuan Kemenpar itu wisatawan domestik.. lha klo rupiah lemah, harga2 naik apa wisatawan domestik gak mikir", "post_id": "2061694609806545179"}}, {"key": "bobibron73", "attributes": {"label": "bobibron73", "x": 46.779445380649264, "y": 753.9138251044899, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 33.4868, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2059911507581018300", "id": "bobibron73", "source": "tweet-000004", "content": "Turunnya mata uang rupiah sebetulnya menjadikan produk ekspor kompetitif & lbh menarik wisatawan.\nKita juga hrs belajar dari iran. Walau mata uangnya sgt rendah. Namun perekonomian & pembangunan berjalan cukup baik, harga2 domestik terjangkau & militer kuat https://t.co/9lisvHt5NO", "post_id": "2059911507581018300"}}, {"key": "KucengTerbanggg", "attributes": {"label": "KucengTerbanggg", "x": 864.3516651644703, "y": 729.0765818369206, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 61.9506, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2059911507581018300", "id": "KucengTerbanggg", "source": "tweet-000004", "content": "Turunnya mata uang rupiah sebetulnya menjadikan produk ekspor kompetitif & lbh menarik wisatawan.\nKita juga hrs belajar dari iran. Walau mata uangnya sgt rendah. Namun perekonomian & pembangunan berjalan cukup baik, harga2 domestik terjangkau & militer kuat https://t.co/9lisvHt5NO", "post_id": "2059911507581018300"}}, {"key": "putriwafda", "attributes": {"label": "putriwafda", "x": 969.3624612432026, "y": 321.55839512277083, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 33.4868, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3917905673262599185_1426506381", "id": "putriwafda", "source": "instagram-000001", "content": "Weekend bingung mau ke mana? 👀✈️\n\nAku baru aja mampir ke BookCabin Travel Fair di Tunjungan Plaza Surabaya, dan ternyata banyak banget promo plus aktivitas seru yang sayang kalau dilewatin!\n\nMulai dari Flash Sale tiket pesawat & hotel domestik maupun internasional, Hujan Cashback dengan kesempatan dapetin cashback hingga jutaan rupiah, sampai ketemu Bobin yang lagi bagi-bagi hadiah. Jangan lupa juga ikutan ngumpulin stamp di area venue biar pengalaman di sini makin seru!\n\nYang paling bikin penasaran, ada Grand Prize tiket liburan GRATIS pulang-pergi domestik maupun internasional yang dipilih setiap harinya. Siapa tahu rezekinya kamu! 🤩\n\nBuat yang belum tahu, BookCabin adalah aplikasi travel dari Lion Air Group yang bisa dipakai buat booking tiket pesawat, hotel, dan berbagai kebutuhan perjalanan lainnya.\n\nMasih ada waktu buat datang weekend ini (Sabtu & Minggu), jadi ajak keluarga atau teman dan langsung merapat ke BookCabin Travel Fair di Tunjungan Plaza Surabaya sebelum eventnya berakhir!\n\nSiapa nih yang lagi nyiapin liburan? 🙋🏻‍♀️\n\n#BookCabin #BookCabinTravelFair", "post_id": "3917905673262599185_1426506381"}}, {"key": "bookcabindotcom", "attributes": {"label": "bookcabindotcom", "x": 270.17077191510106, "y": 214.6749927910504, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 61.9506, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3917905673262599185_1426506381", "id": "bookcabindotcom", "source": "instagram-000001", "content": "Weekend bingung mau ke mana? 👀✈️\n\nAku baru aja mampir ke BookCabin Travel Fair di Tunjungan Plaza Surabaya, dan ternyata banyak banget promo plus aktivitas seru yang sayang kalau dilewatin!\n\nMulai dari Flash Sale tiket pesawat & hotel domestik maupun internasional, Hujan Cashback dengan kesempatan dapetin cashback hingga jutaan rupiah, sampai ketemu Bobin yang lagi bagi-bagi hadiah. Jangan lupa juga ikutan ngumpulin stamp di area venue biar pengalaman di sini makin seru!\n\nYang paling bikin penasaran, ada Grand Prize tiket liburan GRATIS pulang-pergi domestik maupun internasional yang dipilih setiap harinya. Siapa tahu rezekinya kamu! 🤩\n\nBuat yang belum tahu, BookCabin adalah aplikasi travel dari Lion Air Group yang bisa dipakai buat booking tiket pesawat, hotel, dan berbagai kebutuhan perjalanan lainnya.\n\nMasih ada waktu buat datang weekend ini (Sabtu & Minggu), jadi ajak keluarga atau teman dan langsung merapat ke BookCabin Travel Fair di Tunjungan Plaza Surabaya sebelum eventnya berakhir!\n\nSiapa nih yang lagi nyiapin liburan? 🙋🏻‍♀️\n\n#BookCabin #BookCabinTravelFair", "post_id": "3917905673262599185_1426506381"}}, {"key": "cliptws_suli", "attributes": {"label": "cliptws_suli", "x": 253.9570258835726, "y": 497.22261797842714, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 33.4868, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "7649186599439322386", "id": "cliptws_suli", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah jebol lagi ke Rp 18.200/USD siang ini, mencetak rekor terlemah baru sepanjang sejarah. Pelemahan lanjut dari kemarin saat Rupiah sentuh Rp 18.038. Tekanan datang dari investor asing yang terus tarik dana dari SBN dan IHSG, ketegangan AS-Iran, plus krisis kepercayaan pasar terhadap kebijakan domestik. Per Chief Economist Bank Permata Josua Pardede, fair value Rupiah sebenarnya seharusnya Rp 16.407 per USD (REER Maret 2026), artinya sekarang undervalued lebih dari 10% dari nilai fundamental. Bl sudah menyatakan akan tingkatkan intensitas intervensi di pasar spot, DNDF, NDF luar negeri, plus beli SBN di pasar sekunder. Buat warga Indonesia, dampak langsung adalah harga BBM, gadget, obat impor makin mahal, plus umroh dan liburan luar negeri makin tidak terjangkau. Sumber: TWS News   #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7649186599439322386"}}, {"key": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "tradewithsuli", "x": 734.3007677786255, "y": 881.032810972065, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 111.7623, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 8, "out_degree": 0, "degree": 8}, "_id": "7649186599439322386", "id": "tradewithsuli", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah jebol lagi ke Rp 18.200/USD siang ini, mencetak rekor terlemah baru sepanjang sejarah. Pelemahan lanjut dari kemarin saat Rupiah sentuh Rp 18.038. Tekanan datang dari investor asing yang terus tarik dana dari SBN dan IHSG, ketegangan AS-Iran, plus krisis kepercayaan pasar terhadap kebijakan domestik. Per Chief Economist Bank Permata Josua Pardede, fair value Rupiah sebenarnya seharusnya Rp 16.407 per USD (REER Maret 2026), artinya sekarang undervalued lebih dari 10% dari nilai fundamental. Bl sudah menyatakan akan tingkatkan intensitas intervensi di pasar spot, DNDF, NDF luar negeri, plus beli SBN di pasar sekunder. Buat warga Indonesia, dampak langsung adalah harga BBM, gadget, obat impor makin mahal, plus umroh dan liburan luar negeri makin tidak terjangkau. Sumber: TWS News   #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7649186599439322386"}}, {"key": "clipss.capital", "attributes": {"label": "clipss.capital", "x": 49.981673234901656, "y": 812.8216511566856, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 33.4868, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7648971330078936341", "id": "clipss.capital", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah jebol lagi ke Rp 18.200/USD siang ini, mencetak rekor terlemah baru sepanjang sejarah. Pelemahan lanjut dari kemarin saat Rupiah sentuh Rp 18.038. Tekanan datang dari investor asing yang terus tarik dana dari SBN dan IHSG, ketegangan AS-Iran, plus krisis kepercayaan pasar terhadap kebijakan domestik. Per Chief Economist Bank Permata Josua Pardede, fair value Rupiah sebenarnya seharusnya Rp 16.407 per USD (REER Maret 2026), artinya sekarang undervalued lebih dari 10% dari nilai fundamental. BI sudah menyatakan akan tingkatkan intensitas intervensi di pasar spot, DNDF, NDF luar negeri, plus beli SBN di pasar sekunder. Buat warga Indonesia, dampak langsung adalah harga BBM, gadget, obat impor makin mahal, plus umroh dan liburan luar negeri makin tidak terjangkau. Sumber : TWS News   Instagram :  #kontencom #kontencomxtws #fyp #rupiah", "post_id": "7648971330078936341"}}, {"key": "jrizz62", "attributes": {"label": "jrizz62", "x": 67.4736774200001, "y": 827.401598680539, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 33.4868, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7649231015445122325", "id": "jrizz62", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah jebol lagi ke Rp 18.200/USD siang ini, mencetak rekor terlemah baru sepanjang sejarah. Pelemahan lanjut dari kemarin saat Rupiah sentuh Rp 18.038. Tekanan datang dari investor asing yang terus tarik dana dari SBN dan IHSG, ketegangan AS-Iran, plus krisis kepercayaan pasar terhadap kebijakan domestik. Per Chief Economist Bank Permata Josua Pardede, fair value Rupiah sebenarnya seharusnya Rp 16.407 per USD (REER Maret 2026), artinya sekarang undervalued lebih dari 10% dari nilai fundamental. BI sudah menyatakan akan tingkatkan intensitas intervensi di pasar spot, DNDF, NDF luar negeri, plus beli SBN di pasar sekunder. Buat warga Indonesia, dampak langsung adalah harga BBM, gadget, obat impor makin mahal, plus umroh dan liburan luar negeri makin tidak terjangkau. Sumber: TWS News   #kontencom #kontencomxtws #creatorsearchinsights", "post_id": "7649231015445122325"}}, {"key": "shortcut961", "attributes": {"label": "shortcut961", "x": 509.02883900283956, "y": 974.2986475836076, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 33.4868, "eigenvector": 200.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7649243955392990480", "id": "shortcut961", "source": "tiktok-000001", "content": "Rupiah jebol lagi ke Rp 18.200/USD siang ini, mencetak rekor terlemah baru sepanjang sejarah. Pelemahan lanjut dari kemarin saat Rupiah sentuh Rp 18.038. Tekanan datang dari investor asing yang terus tarik dana dari SBN dan IHSG, ketegangan AS-Iran, plus krisis kepercayaan pasar terhadap kebijakan domestik. Per Chief Economist Bank Permata Josua Pardede, fair value Rupiah sebenarnya seharusnya Rp 16.407 per USD (REER Maret 2026), artinya sekarang undervalued lebih dari 10% dari nilai fundamental. BI sudah menyatakan akan tingkatkan intensitas intervensi di pasar spot, DNDF, NDF luar negeri, plus beli SBN di pasar sekunder. Buat warga Indonesia, dampak langsung adalah harga BBM, gadget, obat impor makin mahal, plus umroh dan liburan luar negeri makin tidak terjangkau. \"Sumber: TWS News\" di bagian bawah 👇  #kontencom #kontencomxtws", "post_id": "7649243955392990480"}}, {"key": "@BatakKerenOfficial", "attributes": {"label": "@BatakKerenOfficial", "x": 759.335570537307, "y": 73.13448675552603, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 33.4868, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "rLCuSzW5x1w", "id": "@BatakKerenOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "BANG BK | BENARKAH PARIWISATA DANAU TOBA LAGI SEPI? RUPIAH AMBLAS, BBM NAIK TIKET PESAWAT MAHAL!\n\nDongan BK, di saat Danau Toba terus digenjot sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), hantaman badai ekonomi global dan domestik justru berkata lain. Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang memicu kenaikan harga BBM non-subsidi (seperti Pertamax Series) mulai mengirimkan efek domino yang mengerikan ke 8 kabupaten yang mengitari Danau Toba.\n\nMulai dari lesunya kunjungan wisatawan di kawasan Danau Toba, mahalnya tiket pesawat, naiknya ongkos kapal penyeberangan ke Samosir, hingga jeritan perajin tenun ulos dan petani kopra/kopi di Humbahas dan Dairi yang terpukul biaya logistik. Apakah megaproyek pariwisata ini benar-benar untuk kesejahteraan rakyat lokal, atau justru rakyat lokal yang harus menanggung beban inflasi sendirian? Bang BK akan mengupasnya secara tajam dan tuntas menurut sudut pandang Bang BK di video kali ini!\n\nTonton sampe habis, jangan di-skip, biar gak gagal paham klean! 🔥\n\nJangan lupa klik tombol like, share, dan subscribe ;)\n\n---\nFollow Sosial Media Kami:\nOfficial Site: https://batakkeren.com\nInstagram:    / batakkerenofficial  \nFacebook page:    / batakkerenofficial    \nTwitter:    / batakkerencom  \nTikTok:    / batakkerenofficial  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nSubscribe Channel BATAKKEREN:     /   \n\n---\n#batakkeren #DanauToba #Pariwisata #BangBK #EkonomiIndonesia #BBMNaik #RupiahMelemah #PariwisataSumut #DampakEkonomi #FaktaUnik", "post_id": "rLCuSzW5x1w"}}, {"key": "batakkerenof...", "attributes": {"label": "batakkerenof...", "x": 479.6334247618014, "y": 949.0129387160944, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 47.7187, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "rLCuSzW5x1w", "id": "batakkerenof...", "source": "youtube-000001", "content": "BANG BK | BENARKAH PARIWISATA DANAU TOBA LAGI SEPI? RUPIAH AMBLAS, BBM NAIK TIKET PESAWAT MAHAL!\n\nDongan BK, di saat Danau Toba terus digenjot sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), hantaman badai ekonomi global dan domestik justru berkata lain. Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang memicu kenaikan harga BBM non-subsidi (seperti Pertamax Series) mulai mengirimkan efek domino yang mengerikan ke 8 kabupaten yang mengitari Danau Toba.\n\nMulai dari lesunya kunjungan wisatawan di kawasan Danau Toba, mahalnya tiket pesawat, naiknya ongkos kapal penyeberangan ke Samosir, hingga jeritan perajin tenun ulos dan petani kopra/kopi di Humbahas dan Dairi yang terpukul biaya logistik. Apakah megaproyek pariwisata ini benar-benar untuk kesejahteraan rakyat lokal, atau justru rakyat lokal yang harus menanggung beban inflasi sendirian? Bang BK akan mengupasnya secara tajam dan tuntas menurut sudut pandang Bang BK di video kali ini!\n\nTonton sampe habis, jangan di-skip, biar gak gagal paham klean! 🔥\n\nJangan lupa klik tombol like, share, dan subscribe ;)\n\n---\nFollow Sosial Media Kami:\nOfficial Site: https://batakkeren.com\nInstagram:    / batakkerenofficial  \nFacebook page:    / batakkerenofficial    \nTwitter:    / batakkerencom  \nTikTok:    / batakkerenofficial  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nSubscribe Channel BATAKKEREN:     /   \n\n---\n#batakkeren #DanauToba #Pariwisata #BangBK #EkonomiIndonesia #BBMNaik #RupiahMelemah #PariwisataSumut #DampakEkonomi #FaktaUnik", "post_id": "rLCuSzW5x1w"}}, {"key": "batakkerenofficial", "attributes": {"label": "batakkerenofficial", "x": 750.8646922437067, "y": 983.0172193007706, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 47.7187, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "rLCuSzW5x1w", "id": "batakkerenofficial", "source": "youtube-000001", "content": "BANG BK | BENARKAH PARIWISATA DANAU TOBA LAGI SEPI? RUPIAH AMBLAS, BBM NAIK TIKET PESAWAT MAHAL!\n\nDongan BK, di saat Danau Toba terus digenjot sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), hantaman badai ekonomi global dan domestik justru berkata lain. Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang memicu kenaikan harga BBM non-subsidi (seperti Pertamax Series) mulai mengirimkan efek domino yang mengerikan ke 8 kabupaten yang mengitari Danau Toba.\n\nMulai dari lesunya kunjungan wisatawan di kawasan Danau Toba, mahalnya tiket pesawat, naiknya ongkos kapal penyeberangan ke Samosir, hingga jeritan perajin tenun ulos dan petani kopra/kopi di Humbahas dan Dairi yang terpukul biaya logistik. Apakah megaproyek pariwisata ini benar-benar untuk kesejahteraan rakyat lokal, atau justru rakyat lokal yang harus menanggung beban inflasi sendirian? Bang BK akan mengupasnya secara tajam dan tuntas menurut sudut pandang Bang BK di video kali ini!\n\nTonton sampe habis, jangan di-skip, biar gak gagal paham klean! 🔥\n\nJangan lupa klik tombol like, share, dan subscribe ;)\n\n---\nFollow Sosial Media Kami:\nOfficial Site: https://batakkeren.com\nInstagram:    / batakkerenofficial  \nFacebook page:    / batakkerenofficial    \nTwitter:    / batakkerencom  \nTikTok:    / batakkerenofficial  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nSubscribe Channel BATAKKEREN:     /   \n\n---\n#batakkeren #DanauToba #Pariwisata #BangBK #EkonomiIndonesia #BBMNaik #RupiahMelemah #PariwisataSumut #DampakEkonomi #FaktaUnik", "post_id": "rLCuSzW5x1w"}}, {"key": "@NinjaMonkeyguy", "attributes": {"label": "@NinjaMonkeyguy", "x": 414.3598197546351, "y": 119.35934929609337, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 33.4868, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "JJliIktvPok", "id": "@NinjaMonkeyguy", "source": "youtube-000001", "content": "Turis di Jepang Membuang Ratusan Dolar Tanpa Mereka Sadari\n\nJika Anda merencanakan perjalanan ke Jepang, 14 kesalahan umum dalam menghemat uang ini bisa diam-diam merugikan Anda lebih dari yang Anda duga.\n\nDalam video ini, saya menguraikan keputusan perjalanan sehari-hari yang dapat meningkatkan anggaran Anda di Jepang dan cara menghindarinya dengan alternatif yang sederhana dan praktis. Mulai dari transportasi dan akomodasi hingga makanan, belanja, dan data seluler, kiat-kiat ini didasarkan pada situasi nyata yang dialami sebagian besar wisatawan.\n\nBaik Anda mengunjungi Tokyo, Kyoto, Osaka, atau bepergian lebih jauh di Jepang, panduan ini akan membantu Anda membuat pilihan yang lebih cerdas, menghemat uang, dan tetap bepergian dengan nyaman.\n\nApa yang dibahas dalam video ini:\n1. Bagaimana memilih untuk membayar dengan yen Jepang alih-alih mata uang negara asal Anda dapat membantu Anda menghindari biaya konversi mata uang dinamis saat menggunakan kartu kredit, Apple Pay, Google Pay, Suica, atau Pasmo.\n\n2. Mengapa transportasi umum di kota-kota seperti Tokyo dan Osaka biasanya jauh lebih hemat daripada taksi, dan bagaimana Google Maps dapat membantu membandingkan rute, waktu perjalanan, dan biaya.\n\n3. Kapan Japan Rail Pass mungkin bukan pilihan termurah dan bagaimana tiket individu, kartu transportasi kota, dan tiket atraksi diskon dari Klook terkadang dapat menghemat lebih banyak uang.\n4. Mengapa banyak wisatawan dapat melewatkan paket wisata mahal dan mengunjungi atraksi seperti Sensō-ji dan Kuil Fushimi Inari secara mandiri sambil membuat rencana perjalanan yang lebih fleksibel.\n5. Bagaimana berjalan kaki antar destinasi terdekat di kota-kota Jepang dapat mengurangi biaya transportasi dan membantu Anda menemukan lingkungan lokal, kafe, dan jalan-jalan kecil.\n6. Mengapa memesan akomodasi lebih awal penting selama musim bunga sakura, periode perjalanan musim gugur, akhir pekan, dan hari libur nasional ketika harga hotel dapat naik secara signifikan.\n8. Bagaimana jaringan toko serba ada seperti Lawson, FamilyMart, dan 7-Eleven menawarkan makanan, camilan, minuman, kopi, dan makanan penutup yang terjangkau yang dapat membantu mengurangi pengeluaran makanan sehari-hari.\n9. Mengapa menu makan siang di restoran sushi, tonkatsu, yakiniku, dan tempura seringkali menyediakan makanan yang mirip dengan layanan makan malam dengan harga yang jauh lebih rendah.\n\n10. Kapan penerbangan domestik bisa menjadi alternatif yang lebih murah daripada Shinkansen untuk perjalanan jarak jauh antar kota-kota besar di Jepang.\n11. Bagaimana berbelanja di luar area yang ramai wisatawan seperti Jalan Nakamise dan bagian-bagian populer Kyoto dapat menghasilkan harga yang lebih rendah untuk suvenir dan barang-barang sehari-hari.\n12. Mengapa toko obat Jepang bisa menjadi sumber yang berguna untuk camilan, Kit Kat, produk perawatan kulit, kosmetik, obat-obatan, minuman, dan suvenir dengan harga yang kompetitif.\n13. Bagaimana memahami budaya tidak memberi tip di Jepang membantu pengunjung menghindari pengeluaran yang tidak perlu dan situasi canggung saat menerima layanan yang baik.\n14. Mengapa meninggalkan bagasi di hotel Anda sebelum check-in atau setelah check-out dapat menghilangkan kebutuhan akan loker stasiun berbayar selama perjalanan Anda.\n15. Bagaimana hotel bisnis Jepang terkadang menawarkan nilai yang lebih baik daripada hotel kapsul atau hostel sambil tetap menyediakan kamar dan kamar mandi pribadi.\n16. Mengapa menggunakan eSIM atau kartu SIM Jepang alih-alih paket roaming internasional yang mahal dapat meningkatkan navigasi, penerjemahan, perbandingan harga, dan kenyamanan perjalanan secara keseluruhan.\n\n17. Bagaimana layanan data seluler seperti Sakura Mobile dapat membantu wisatawan tetap terhubung saat menjelajahi destinasi di seluruh Jepang.\n\nDisebutkan dalam video ini:\nTips perjalanan ke Jepang, perjalanan hemat ke Jepang, kesalahan di Jepang, panduan perjalanan Tokyo, tips perjalanan Kyoto, Osaka Jepang, Japan Rail Pass, Klook, Sensō-ji, Kuil Fushimi Inari, tips transportasi Jepang, panduan makanan Jepang, Shinkansen, toko obat Jepang, eSIM Jepang, Sakura Mobile\n\n0:00 Pengantar tentang Pengeluaran yang Salah di Jepang\n0:28 Jebakan Pembayaran Kartu\n1:17 Tinggalkan Taksi dan Gunakan Kereta Api\n1:47 Kesalahpahaman tentang JR Pass\n2:30 Berhenti Memesan Tur Mahal\n3:10 Mengapa Anda Harus Berjalan Kaki\n3:48 Pesan Hotel Anda Lebih Awal\n4:48 Tingkatkan Belanja di Toko Serba Ada\n5:24 Kuasai Penawaran Makan Siang Murah\n5:50 Kereta Cepat vs Terbang\n6:20 Hindari Harga di Area Turis\n7:19 Kebenaran tentang Memberi Tip\n7:45 ​​Penitipan Bagasi Hotel Gratis\n8:07 Hotel Bisnis Jepang yang Terjangkau\n8:33 Pilihan Data Ponsel yang Lebih Cerdas\n\nSaluran kedua saya: \n------------------------------------------------------------------------------------------------------------------\nKUNJUNGI SITUS WEB UNTUK AKSES MUDAH KE SEMUA TAUTAN!\n\n☆http://www.ninjasaru.com☆\n\n➡️DONASI SEKALI SAJA DI PAYPAL:⬅️\nhttp://paypal.me/ninjamonkeyguy\n\n➡️Dukung saya di Patreon: ⬅️\n  / ninjamonkeygu.  .", "post_id": "JJliIktvPok"}}, {"key": "HappyGaijin", "attributes": {"label": "HappyGaijin", "x": 681.8931550693876, "y": 211.57375001964706, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 61.9506, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "JJliIktvPok", "id": "HappyGaijin", "source": "youtube-000001", "content": "Turis di Jepang Membuang Ratusan Dolar Tanpa Mereka Sadari\n\nJika Anda merencanakan perjalanan ke Jepang, 14 kesalahan umum dalam menghemat uang ini bisa diam-diam merugikan Anda lebih dari yang Anda duga.\n\nDalam video ini, saya menguraikan keputusan perjalanan sehari-hari yang dapat meningkatkan anggaran Anda di Jepang dan cara menghindarinya dengan alternatif yang sederhana dan praktis. Mulai dari transportasi dan akomodasi hingga makanan, belanja, dan data seluler, kiat-kiat ini didasarkan pada situasi nyata yang dialami sebagian besar wisatawan.\n\nBaik Anda mengunjungi Tokyo, Kyoto, Osaka, atau bepergian lebih jauh di Jepang, panduan ini akan membantu Anda membuat pilihan yang lebih cerdas, menghemat uang, dan tetap bepergian dengan nyaman.\n\nApa yang dibahas dalam video ini:\n1. Bagaimana memilih untuk membayar dengan yen Jepang alih-alih mata uang negara asal Anda dapat membantu Anda menghindari biaya konversi mata uang dinamis saat menggunakan kartu kredit, Apple Pay, Google Pay, Suica, atau Pasmo.\n\n2. Mengapa transportasi umum di kota-kota seperti Tokyo dan Osaka biasanya jauh lebih hemat daripada taksi, dan bagaimana Google Maps dapat membantu membandingkan rute, waktu perjalanan, dan biaya.\n\n3. Kapan Japan Rail Pass mungkin bukan pilihan termurah dan bagaimana tiket individu, kartu transportasi kota, dan tiket atraksi diskon dari Klook terkadang dapat menghemat lebih banyak uang.\n4. Mengapa banyak wisatawan dapat melewatkan paket wisata mahal dan mengunjungi atraksi seperti Sensō-ji dan Kuil Fushimi Inari secara mandiri sambil membuat rencana perjalanan yang lebih fleksibel.\n5. Bagaimana berjalan kaki antar destinasi terdekat di kota-kota Jepang dapat mengurangi biaya transportasi dan membantu Anda menemukan lingkungan lokal, kafe, dan jalan-jalan kecil.\n6. Mengapa memesan akomodasi lebih awal penting selama musim bunga sakura, periode perjalanan musim gugur, akhir pekan, dan hari libur nasional ketika harga hotel dapat naik secara signifikan.\n8. Bagaimana jaringan toko serba ada seperti Lawson, FamilyMart, dan 7-Eleven menawarkan makanan, camilan, minuman, kopi, dan makanan penutup yang terjangkau yang dapat membantu mengurangi pengeluaran makanan sehari-hari.\n9. Mengapa menu makan siang di restoran sushi, tonkatsu, yakiniku, dan tempura seringkali menyediakan makanan yang mirip dengan layanan makan malam dengan harga yang jauh lebih rendah.\n\n10. Kapan penerbangan domestik bisa menjadi alternatif yang lebih murah daripada Shinkansen untuk perjalanan jarak jauh antar kota-kota besar di Jepang.\n11. Bagaimana berbelanja di luar area yang ramai wisatawan seperti Jalan Nakamise dan bagian-bagian populer Kyoto dapat menghasilkan harga yang lebih rendah untuk suvenir dan barang-barang sehari-hari.\n12. Mengapa toko obat Jepang bisa menjadi sumber yang berguna untuk camilan, Kit Kat, produk perawatan kulit, kosmetik, obat-obatan, minuman, dan suvenir dengan harga yang kompetitif.\n13. Bagaimana memahami budaya tidak memberi tip di Jepang membantu pengunjung menghindari pengeluaran yang tidak perlu dan situasi canggung saat menerima layanan yang baik.\n14. Mengapa meninggalkan bagasi di hotel Anda sebelum check-in atau setelah check-out dapat menghilangkan kebutuhan akan loker stasiun berbayar selama perjalanan Anda.\n15. Bagaimana hotel bisnis Jepang terkadang menawarkan nilai yang lebih baik daripada hotel kapsul atau hostel sambil tetap menyediakan kamar dan kamar mandi pribadi.\n16. Mengapa menggunakan eSIM atau kartu SIM Jepang alih-alih paket roaming internasional yang mahal dapat meningkatkan navigasi, penerjemahan, perbandingan harga, dan kenyamanan perjalanan secara keseluruhan.\n\n17. Bagaimana layanan data seluler seperti Sakura Mobile dapat membantu wisatawan tetap terhubung saat menjelajahi destinasi di seluruh Jepang.\n\nDisebutkan dalam video ini:\nTips perjalanan ke Jepang, perjalanan hemat ke Jepang, kesalahan di Jepang, panduan perjalanan Tokyo, tips perjalanan Kyoto, Osaka Jepang, Japan Rail Pass, Klook, Sensō-ji, Kuil Fushimi Inari, tips transportasi Jepang, panduan makanan Jepang, Shinkansen, toko obat Jepang, eSIM Jepang, Sakura Mobile\n\n0:00 Pengantar tentang Pengeluaran yang Salah di Jepang\n0:28 Jebakan Pembayaran Kartu\n1:17 Tinggalkan Taksi dan Gunakan Kereta Api\n1:47 Kesalahpahaman tentang JR Pass\n2:30 Berhenti Memesan Tur Mahal\n3:10 Mengapa Anda Harus Berjalan Kaki\n3:48 Pesan Hotel Anda Lebih Awal\n4:48 Tingkatkan Belanja di Toko Serba Ada\n5:24 Kuasai Penawaran Makan Siang Murah\n5:50 Kereta Cepat vs Terbang\n6:20 Hindari Harga di Area Turis\n7:19 Kebenaran tentang Memberi Tip\n7:45 ​​Penitipan Bagasi Hotel Gratis\n8:07 Hotel Bisnis Jepang yang Terjangkau\n8:33 Pilihan Data Ponsel yang Lebih Cerdas\n\nSaluran kedua saya: \n------------------------------------------------------------------------------------------------------------------\nKUNJUNGI SITUS WEB UNTUK AKSES MUDAH KE SEMUA TAUTAN!\n\n☆http://www.ninjasaru.com☆\n\n➡️DONASI SEKALI SAJA DI PAYPAL:⬅️\nhttp://paypal.me/ninjamonkeyguy\n\n➡️Dukung saya di Patreon: ⬅️\n  / ninjamonkeygu.  .", "post_id": "JJliIktvPok"}}, {"key": "@jurnalekbis", "attributes": {"label": "@jurnalekbis", "x": 373.3090123887257, "y": 94.88114411595161, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 33.4868, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "xdiMrauvBu8", "id": "@jurnalekbis", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah, Kunjungan Wisatawan Domestik ke NTB Anjlok Hingga 60 Persen\n\nPelemahan rupiah ternyata tidak hanya berdampak pada harga barang impor. Sektor pariwisata NTB kini ikut merasakan pukulan telak setelah jumlah wisatawan domestik dilaporkan turun hingga 60 persen akibat mahalnya biaya perjalanan dan tiket pesawat.\n#PariwisataNTB\n#Lombok\n#Sumbawa\n#WisataNTB\n#RupiahMelemah\n#WisatawanDomestik\n#TiketPesawat\n#EkonomiIndonesia\n#TravelIndonesia\n#VisitLombok\n#ExploreSumbawa\n#IndustriPariwisata\nkunjungi media sosial kami di : \nWEB : https://jurnalekbis.com/\nIG     : https://www.instagram.com/jurnalekbis...\nTIKTOK  : https://www.tiktok.com/ ⁨⁩  \nFACEBOOK :   / jurnalekbis", "post_id": "xdiMrauvBu8"}}, {"key": "jurnalekbis", "attributes": {"label": "jurnalekbis", "x": 834.7593371759185, "y": 729.2618289773421, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 61.9506, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "xdiMrauvBu8", "id": "jurnalekbis", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah, Kunjungan Wisatawan Domestik ke NTB Anjlok Hingga 60 Persen\n\nPelemahan rupiah ternyata tidak hanya berdampak pada harga barang impor. Sektor pariwisata NTB kini ikut merasakan pukulan telak setelah jumlah wisatawan domestik dilaporkan turun hingga 60 persen akibat mahalnya biaya perjalanan dan tiket pesawat.\n#PariwisataNTB\n#Lombok\n#Sumbawa\n#WisataNTB\n#RupiahMelemah\n#WisatawanDomestik\n#TiketPesawat\n#EkonomiIndonesia\n#TravelIndonesia\n#VisitLombok\n#ExploreSumbawa\n#IndustriPariwisata\nkunjungi media sosial kami di : \nWEB : https://jurnalekbis.com/\nIG     : https://www.instagram.com/jurnalekbis...\nTIKTOK  : https://www.tiktok.com/ ⁨⁩  \nFACEBOOK :   / jurnalekbis", "post_id": "xdiMrauvBu8"}}, {"key": "@cgtnamerica", "attributes": {"label": "@cgtnamerica", "x": 197.5750172804618, "y": 745.425194595875, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 33.4868, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "m7kN4EGiqf8", "id": "@cgtnamerica", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa wisatawan internasional menghindari AS\n\nAmerika Serikat tetap menjadi pasar perjalanan dan pariwisata terbesar di dunia, tetapi pangsa pasarnya terus menurun. Dengan jumlah pengunjung internasional yang terus menurun dan Piala Dunia yang akan segera berlangsung, kebijakan perbatasan dan pergeseran persepsi global mengancam pendapatan pariwisata senilai miliaran dolar. Sean Callebs dari CGTN berbicara dengan Michael Taylor, Direktur Pelaksana Senior bidang Perjalanan, Perhotelan, Ritel, dan Layanan Pelanggan di J.D. Power, tentang apa yang ditunjukkan data dan bagaimana industri ini beradaptasi. #bizshow #Travel #Tourism #USTourism #WorldCup #BorderPolicy #JDPower #TravelIndustry #globaltrade #economy #fifa\n\n0:00 Mengapa pariwisata AS bergantung pada wisatawan domestik\n\n0:50 Mengapa wisatawan internasional menghindari AS\n\n1:43 Pengeluaran pariwisata Piala Dunia dan risiko ekonomi\n\n2:45 Kebijakan perbatasan Trump dan kekhawatiran perjalanan Piala Dunia\n\n3:31 Mengapa bisnis khawatir tentang penurunan pariwisata internasional\n\n4:26 Bagaimana bandara dan maskapai penerbangan dapat menarik lebih banyak wisatawan\n\nTonton CGTN LIVE di komputer, tablet, atau ponsel Anda\nhttps://cgtnamerica.vhx.tv/videos/hd-...\nBerlangganan CGTN America di YouTube\nIkuti CGTN America:\nTwitter: \nFacebook: \nInstagram: \nTikTok: \n\nMateri ini didistribusikan oleh MediaLinks TV, LLC atas nama CCTV. Informasi tambahan tersedia di Departemen Kehakiman, Washington, D.C.", "post_id": "m7kN4EGiqf8"}}, {"key": "cgtnamerica", "attributes": {"label": "cgtnamerica", "x": 641.100569440783, "y": 774.9880760826093, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 40.6028, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "m7kN4EGiqf8", "id": "cgtnamerica", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa wisatawan internasional menghindari AS\n\nAmerika Serikat tetap menjadi pasar perjalanan dan pariwisata terbesar di dunia, tetapi pangsa pasarnya terus menurun. Dengan jumlah pengunjung internasional yang terus menurun dan Piala Dunia yang akan segera berlangsung, kebijakan perbatasan dan pergeseran persepsi global mengancam pendapatan pariwisata senilai miliaran dolar. Sean Callebs dari CGTN berbicara dengan Michael Taylor, Direktur Pelaksana Senior bidang Perjalanan, Perhotelan, Ritel, dan Layanan Pelanggan di J.D. Power, tentang apa yang ditunjukkan data dan bagaimana industri ini beradaptasi. #bizshow #Travel #Tourism #USTourism #WorldCup #BorderPolicy #JDPower #TravelIndustry #globaltrade #economy #fifa\n\n0:00 Mengapa pariwisata AS bergantung pada wisatawan domestik\n\n0:50 Mengapa wisatawan internasional menghindari AS\n\n1:43 Pengeluaran pariwisata Piala Dunia dan risiko ekonomi\n\n2:45 Kebijakan perbatasan Trump dan kekhawatiran perjalanan Piala Dunia\n\n3:31 Mengapa bisnis khawatir tentang penurunan pariwisata internasional\n\n4:26 Bagaimana bandara dan maskapai penerbangan dapat menarik lebih banyak wisatawan\n\nTonton CGTN LIVE di komputer, tablet, atau ponsel Anda\nhttps://cgtnamerica.vhx.tv/videos/hd-...\nBerlangganan CGTN America di YouTube\nIkuti CGTN America:\nTwitter: \nFacebook: \nInstagram: \nTikTok: \n\nMateri ini didistribusikan oleh MediaLinks TV, LLC atas nama CCTV. Informasi tambahan tersedia di Departemen Kehakiman, Washington, D.C.", "post_id": "m7kN4EGiqf8"}}, {"key": "cgtnamerica.tiktok", "attributes": {"label": "cgtnamerica.tiktok", "x": 955.4614296369816, "y": 325.07323615108373, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 40.6028, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "m7kN4EGiqf8", "id": "cgtnamerica.tiktok", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa wisatawan internasional menghindari AS\n\nAmerika Serikat tetap menjadi pasar perjalanan dan pariwisata terbesar di dunia, tetapi pangsa pasarnya terus menurun. Dengan jumlah pengunjung internasional yang terus menurun dan Piala Dunia yang akan segera berlangsung, kebijakan perbatasan dan pergeseran persepsi global mengancam pendapatan pariwisata senilai miliaran dolar. Sean Callebs dari CGTN berbicara dengan Michael Taylor, Direktur Pelaksana Senior bidang Perjalanan, Perhotelan, Ritel, dan Layanan Pelanggan di J.D. Power, tentang apa yang ditunjukkan data dan bagaimana industri ini beradaptasi. #bizshow #Travel #Tourism #USTourism #WorldCup #BorderPolicy #JDPower #TravelIndustry #globaltrade #economy #fifa\n\n0:00 Mengapa pariwisata AS bergantung pada wisatawan domestik\n\n0:50 Mengapa wisatawan internasional menghindari AS\n\n1:43 Pengeluaran pariwisata Piala Dunia dan risiko ekonomi\n\n2:45 Kebijakan perbatasan Trump dan kekhawatiran perjalanan Piala Dunia\n\n3:31 Mengapa bisnis khawatir tentang penurunan pariwisata internasional\n\n4:26 Bagaimana bandara dan maskapai penerbangan dapat menarik lebih banyak wisatawan\n\nTonton CGTN LIVE di komputer, tablet, atau ponsel Anda\nhttps://cgtnamerica.vhx.tv/videos/hd-...\nBerlangganan CGTN America di YouTube\nIkuti CGTN America:\nTwitter: \nFacebook: \nInstagram: \nTikTok: \n\nMateri ini didistribusikan oleh MediaLinks TV, LLC atas nama CCTV. Informasi tambahan tersedia di Departemen Kehakiman, Washington, D.C.", "post_id": "m7kN4EGiqf8"}}], "edges": [{"key": "RegesAsem", "source": "RegesAsem", "target": "ardisatriawan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "RegesAsem", "source": "RegesAsem", "target": "Dospemz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bobibron73", "source": "bobibron73", "target": "KucengTerbanggg", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "putriwafda", "source": "putriwafda", "target": "bookcabindotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "cliptws_suli", "source": "cliptws_suli", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cliptws_suli", "source": "cliptws_suli", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cliptws_suli", "source": "cliptws_suli", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "cliptws_suli", "source": "cliptws_suli", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipss.capital", "source": "clipss.capital", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "clipss.capital", "source": "clipss.capital", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jrizz62", "source": "jrizz62", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "shortcut961", "source": "shortcut961", "target": "tradewithsuli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@BatakKerenOfficial", "source": "@BatakKerenOfficial", "target": "batakkerenof...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BatakKerenOfficial", "source": "@BatakKerenOfficial", "target": "batakkerenofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@NinjaMonkeyguy", "source": "@NinjaMonkeyguy", "target": "HappyGaijin", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@jurnalekbis", "source": "@jurnalekbis", "target": "jurnalekbis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@cgtnamerica", "source": "@cgtnamerica", "target": "cgtnamerica", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@cgtnamerica", "source": "@cgtnamerica", "target": "cgtnamerica", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@cgtnamerica", "source": "@cgtnamerica", "target": "cgtnamerica", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@cgtnamerica", "source": "@cgtnamerica", "target": "cgtnamerica.tiktok", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}