{"nodes": [{"key": "Bucingamer", "attributes": {"label": "Bucingamer", "x": 313.76756057761844, "y": 654.0638218638031, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 149.2537, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2065691967993102467", "id": "Bucingamer", "source": "tweet-000004", "content": "nde kene seng kerjo kok wong tuwek2 yo gaono seng kredit mobil pisan, daerah mojokerto jatim. Rata2 bapak2 seng gakerjo biyen saiki dadi kerjo", "post_id": "2065691967993102467"}}, {"key": "jawafess", "attributes": {"label": "jawafess", "x": 327.6306580804801, "y": 874.6781097480805, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 276.1195, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2065691967993102467", "id": "jawafess", "source": "tweet-000004", "content": "nde kene seng kerjo kok wong tuwek2 yo gaono seng kredit mobil pisan, daerah mojokerto jatim. Rata2 bapak2 seng gakerjo biyen saiki dadi kerjo", "post_id": "2065691967993102467"}}, {"key": "@MONITORID", "attributes": {"label": "@MONITORID", "x": 288.02281138310934, "y": 595.5365362571714, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 149.2537, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "OsrAe9UvSw4", "id": "@MONITORID", "source": "youtube-000001", "content": "Geger! Lahan Tambak Jatim Dikepung Pabrik, Anggota DPRD Bongkar Nasib Tragis Nelayan - NGODE Eps.2\n\nJawa Timur adalah salah satu raksasa penghasil ikan dan garam terbesar di Indonesia. Namun, mengapa belakangan ini nasib para nelayan, pembudidaya, dan petambak garam justru semakin menjerit? Kenapa hasil tangkapan laut turun drastis dalam 5 tahun terakhir?\n\nDi episode Sahabat Monitor kali ini, host Rasid mengupas tuntas rahasia kelam dan tantangan berat di balik industri perikanan Jawa Timur bersama Bapak Abdul Qadir (Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur)\n\nTernyata ada masalah besar yang selama ini luput dari perhatian kita:\n🚨 Alih Fungsi Lahan Masif: Ladang garam legendaris dan tambak ikan produktif di wilayah Gresik-Lamongan kini lenyap, berubah menjadi cor-coran pabrik dan tempat batubara!\n🚨 Pencemaran Industri: Air pinggiran pantai tercemar parah, merusak rumah ikan, dan memaksa ikan lari ke tengah laut. Celakanya, kapal nelayan tradisional kita tak mampu mengejarnya!\n🚨 Ironi Garam Lokal: Industri farmasi, tekstil, hingga skincare butuh pasokan garam yang sangat tinggi. Tapi kenapa garam lokal kita justru ditolak dan tidak memenuhi standar industri?\n\nKabar Baiknya! Perda Jatim No. 2 Tahun 2026 baru saja disahkan di awal tahun ini. Bagaimana regulasi baru ini bisa menyelamatkan nasib 37% masyarakat Jatim yang menggantungkan hidup di sektor ini? Bagaimana strategi suntikan teknologi penjernih air, pembagian cold storage, hingga perang melawan spekulan/tengkulak akan dijalankan?\n\nSimak obrolan mendalam dan blak-blakan ini sampai habis!\n\n📌 TIMESTAMPS (MENIT VIDEO):\n00:00 - Isu Krusial: Penurunan Tajam Produksi Perikanan Jatim\n03:01 - Perkenalan Bapak Abdul Qadir (Komisi B DPRD Jatim)\n04:17 - Potensi Besar & Kontribusi Sektor Perikanan terhadap PDRB Jatim\n05:43 - Mengapa Perda Jatim No. 2 Tahun 2026 Mendadak Disahkan?\n07:34 - Alasan Miris Kenapa Hasil Panen Rakyat Ditolak Industri Besar\n09:11 - Strategi Hilirisasi: Menghubungkan Petambak Langsung ke Pabrik\n11:05 - Mendesak Gubernur! Kapan Pergub Mulai Beroperasi?\n13:00 - Potensi Garam untuk Kebutuhan Industri Tekstil hingga Kosmetik\n14:34 - Menjerit! Jeratan Alih Fungsi Lahan di Gresik & Lamongan\n16:22 - Cerita Unik Nelayan Tuban & Madura Rebutan Ikan di Tengah Laut\n18:43 - Ketatnya Aturan Ketahanan Pangan di Era Presiden Prabowo\n20:21 - Solusi Teknologi Modern: Irigasi Tambak & Penjernih Oksigen Air\n23:01 - Fasilitas Cold Storage Raksasa & Solusi Mahal/Langkanya Pakan Ikan\n24:34 - Belajar dari Australia: Cara Tetap Produksi Garam Walau Musim Hujan\n25:38 - Skema Modal & Kredit Lunak Lewat Koperasi Nelayan\n27:43 - Pesan untuk Generasi Muda & Penutup\n\nJangan lupa untuk:\n👍 LIKE jika video ini bermanfaat\n💬 COMMENT pendapat Anda mengenai alih fungsi lahan tambak di daerah Anda\n🔔 SUBSCRIBE kanal Monitor.id dan nyalakan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan informasi strategis lainnya!\n\nIkuti Media Sosial Kami:\n🌐 Website: www.monitor.co.id\n📸 Instagram: \nTikTok: \n\n#PerikananJatim #PetambakGaram #MonitorID #KetahananPangan #Hilirisasi #Gresik #Lamongan #NelayanIndonesia #DPRDJatim #MuchAbdulQodir #FPKB #Ngode", "post_id": "OsrAe9UvSw4"}}, {"key": "monitorid_official", "attributes": {"label": "monitorid_official", "x": 92.63036601048857, "y": 349.18073638063083, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 212.6866, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "OsrAe9UvSw4", "id": "monitorid_official", "source": "youtube-000001", "content": "Geger! Lahan Tambak Jatim Dikepung Pabrik, Anggota DPRD Bongkar Nasib Tragis Nelayan - NGODE Eps.2\n\nJawa Timur adalah salah satu raksasa penghasil ikan dan garam terbesar di Indonesia. Namun, mengapa belakangan ini nasib para nelayan, pembudidaya, dan petambak garam justru semakin menjerit? Kenapa hasil tangkapan laut turun drastis dalam 5 tahun terakhir?\n\nDi episode Sahabat Monitor kali ini, host Rasid mengupas tuntas rahasia kelam dan tantangan berat di balik industri perikanan Jawa Timur bersama Bapak Abdul Qadir (Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur)\n\nTernyata ada masalah besar yang selama ini luput dari perhatian kita:\n🚨 Alih Fungsi Lahan Masif: Ladang garam legendaris dan tambak ikan produktif di wilayah Gresik-Lamongan kini lenyap, berubah menjadi cor-coran pabrik dan tempat batubara!\n🚨 Pencemaran Industri: Air pinggiran pantai tercemar parah, merusak rumah ikan, dan memaksa ikan lari ke tengah laut. Celakanya, kapal nelayan tradisional kita tak mampu mengejarnya!\n🚨 Ironi Garam Lokal: Industri farmasi, tekstil, hingga skincare butuh pasokan garam yang sangat tinggi. Tapi kenapa garam lokal kita justru ditolak dan tidak memenuhi standar industri?\n\nKabar Baiknya! Perda Jatim No. 2 Tahun 2026 baru saja disahkan di awal tahun ini. Bagaimana regulasi baru ini bisa menyelamatkan nasib 37% masyarakat Jatim yang menggantungkan hidup di sektor ini? Bagaimana strategi suntikan teknologi penjernih air, pembagian cold storage, hingga perang melawan spekulan/tengkulak akan dijalankan?\n\nSimak obrolan mendalam dan blak-blakan ini sampai habis!\n\n📌 TIMESTAMPS (MENIT VIDEO):\n00:00 - Isu Krusial: Penurunan Tajam Produksi Perikanan Jatim\n03:01 - Perkenalan Bapak Abdul Qadir (Komisi B DPRD Jatim)\n04:17 - Potensi Besar & Kontribusi Sektor Perikanan terhadap PDRB Jatim\n05:43 - Mengapa Perda Jatim No. 2 Tahun 2026 Mendadak Disahkan?\n07:34 - Alasan Miris Kenapa Hasil Panen Rakyat Ditolak Industri Besar\n09:11 - Strategi Hilirisasi: Menghubungkan Petambak Langsung ke Pabrik\n11:05 - Mendesak Gubernur! Kapan Pergub Mulai Beroperasi?\n13:00 - Potensi Garam untuk Kebutuhan Industri Tekstil hingga Kosmetik\n14:34 - Menjerit! Jeratan Alih Fungsi Lahan di Gresik & Lamongan\n16:22 - Cerita Unik Nelayan Tuban & Madura Rebutan Ikan di Tengah Laut\n18:43 - Ketatnya Aturan Ketahanan Pangan di Era Presiden Prabowo\n20:21 - Solusi Teknologi Modern: Irigasi Tambak & Penjernih Oksigen Air\n23:01 - Fasilitas Cold Storage Raksasa & Solusi Mahal/Langkanya Pakan Ikan\n24:34 - Belajar dari Australia: Cara Tetap Produksi Garam Walau Musim Hujan\n25:38 - Skema Modal & Kredit Lunak Lewat Koperasi Nelayan\n27:43 - Pesan untuk Generasi Muda & Penutup\n\nJangan lupa untuk:\n👍 LIKE jika video ini bermanfaat\n💬 COMMENT pendapat Anda mengenai alih fungsi lahan tambak di daerah Anda\n🔔 SUBSCRIBE kanal Monitor.id dan nyalakan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan informasi strategis lainnya!\n\nIkuti Media Sosial Kami:\n🌐 Website: www.monitor.co.id\n📸 Instagram: \nTikTok: \n\n#PerikananJatim #PetambakGaram #MonitorID #KetahananPangan #Hilirisasi #Gresik #Lamongan #NelayanIndonesia #DPRDJatim #MuchAbdulQodir #FPKB #Ngode", "post_id": "OsrAe9UvSw4"}}, {"key": "monitor.id", "attributes": {"label": "monitor.id", "x": 645.8695081917755, "y": 166.76725816516168, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 212.6866, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "OsrAe9UvSw4", "id": "monitor.id", "source": "youtube-000001", "content": "Geger! Lahan Tambak Jatim Dikepung Pabrik, Anggota DPRD Bongkar Nasib Tragis Nelayan - NGODE Eps.2\n\nJawa Timur adalah salah satu raksasa penghasil ikan dan garam terbesar di Indonesia. Namun, mengapa belakangan ini nasib para nelayan, pembudidaya, dan petambak garam justru semakin menjerit? Kenapa hasil tangkapan laut turun drastis dalam 5 tahun terakhir?\n\nDi episode Sahabat Monitor kali ini, host Rasid mengupas tuntas rahasia kelam dan tantangan berat di balik industri perikanan Jawa Timur bersama Bapak Abdul Qadir (Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur)\n\nTernyata ada masalah besar yang selama ini luput dari perhatian kita:\n🚨 Alih Fungsi Lahan Masif: Ladang garam legendaris dan tambak ikan produktif di wilayah Gresik-Lamongan kini lenyap, berubah menjadi cor-coran pabrik dan tempat batubara!\n🚨 Pencemaran Industri: Air pinggiran pantai tercemar parah, merusak rumah ikan, dan memaksa ikan lari ke tengah laut. Celakanya, kapal nelayan tradisional kita tak mampu mengejarnya!\n🚨 Ironi Garam Lokal: Industri farmasi, tekstil, hingga skincare butuh pasokan garam yang sangat tinggi. Tapi kenapa garam lokal kita justru ditolak dan tidak memenuhi standar industri?\n\nKabar Baiknya! Perda Jatim No. 2 Tahun 2026 baru saja disahkan di awal tahun ini. Bagaimana regulasi baru ini bisa menyelamatkan nasib 37% masyarakat Jatim yang menggantungkan hidup di sektor ini? Bagaimana strategi suntikan teknologi penjernih air, pembagian cold storage, hingga perang melawan spekulan/tengkulak akan dijalankan?\n\nSimak obrolan mendalam dan blak-blakan ini sampai habis!\n\n📌 TIMESTAMPS (MENIT VIDEO):\n00:00 - Isu Krusial: Penurunan Tajam Produksi Perikanan Jatim\n03:01 - Perkenalan Bapak Abdul Qadir (Komisi B DPRD Jatim)\n04:17 - Potensi Besar & Kontribusi Sektor Perikanan terhadap PDRB Jatim\n05:43 - Mengapa Perda Jatim No. 2 Tahun 2026 Mendadak Disahkan?\n07:34 - Alasan Miris Kenapa Hasil Panen Rakyat Ditolak Industri Besar\n09:11 - Strategi Hilirisasi: Menghubungkan Petambak Langsung ke Pabrik\n11:05 - Mendesak Gubernur! Kapan Pergub Mulai Beroperasi?\n13:00 - Potensi Garam untuk Kebutuhan Industri Tekstil hingga Kosmetik\n14:34 - Menjerit! Jeratan Alih Fungsi Lahan di Gresik & Lamongan\n16:22 - Cerita Unik Nelayan Tuban & Madura Rebutan Ikan di Tengah Laut\n18:43 - Ketatnya Aturan Ketahanan Pangan di Era Presiden Prabowo\n20:21 - Solusi Teknologi Modern: Irigasi Tambak & Penjernih Oksigen Air\n23:01 - Fasilitas Cold Storage Raksasa & Solusi Mahal/Langkanya Pakan Ikan\n24:34 - Belajar dari Australia: Cara Tetap Produksi Garam Walau Musim Hujan\n25:38 - Skema Modal & Kredit Lunak Lewat Koperasi Nelayan\n27:43 - Pesan untuk Generasi Muda & Penutup\n\nJangan lupa untuk:\n👍 LIKE jika video ini bermanfaat\n💬 COMMENT pendapat Anda mengenai alih fungsi lahan tambak di daerah Anda\n🔔 SUBSCRIBE kanal Monitor.id dan nyalakan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan informasi strategis lainnya!\n\nIkuti Media Sosial Kami:\n🌐 Website: www.monitor.co.id\n📸 Instagram: \nTikTok: \n\n#PerikananJatim #PetambakGaram #MonitorID #KetahananPangan #Hilirisasi #Gresik #Lamongan #NelayanIndonesia #DPRDJatim #MuchAbdulQodir #FPKB #Ngode", "post_id": "OsrAe9UvSw4"}}], "edges": [{"key": "Bucingamer", "source": "Bucingamer", "target": "jawafess", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "@MONITORID", "source": "@MONITORID", "target": "monitorid_official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@MONITORID", "source": "@MONITORID", "target": "monitor.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}