{"nodes": [{"key": "buluslg", "attributes": {"label": "buluslg", "x": 491.542498827779, "y": 116.16448052973094, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 49.6105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "2062789495163084895", "id": "buluslg", "source": "retweet-000002", "content": "Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Juni 2026\n\nPerekonomian Indonesia tetap menunjukkan resiliensi di tengah ketidakpastian global…", "post_id": "2062789495163084895"}}, {"key": "triwul82", "attributes": {"label": "triwul82", "x": 139.5493004026016, "y": 168.2258779917867, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 28.526, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2065279857358246283", "id": "triwul82", "source": "tweet-000004", "content": "Besar kemungkinan agenda yang dibahas berpusat pada resiliensi ekonomi nasional dan stabilitas geopolitik global.", "post_id": "2065279857358246283"}}, {"key": "RakyatBerbisik", "attributes": {"label": "RakyatBerbisik", "x": 43.08930421593826, "y": 713.1210350481323, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 52.7731, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2065279857358246283", "id": "RakyatBerbisik", "source": "tweet-000004", "content": "Besar kemungkinan agenda yang dibahas berpusat pada resiliensi ekonomi nasional dan stabilitas geopolitik global.", "post_id": "2065279857358246283"}}, {"key": "pedas13777", "attributes": {"label": "pedas13777", "x": 341.718376450979, "y": 207.4551491760488, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 28.526, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2060181212338274791", "id": "pedas13777", "source": "tweet-000004", "content": "Fiskal Indonesia di bawah pemerintahan saat ini tetap dikelola dengan prinsip kehati-hatian. Spekulasi mengenai APBN jebol itu berlebihan; pemerintah justru sedang fokus menjaga resiliensi ekonomi nasional di tengah tekanan global.", "post_id": "2060181212338274791"}}, {"key": "Strategi_Bisnis", "attributes": {"label": "Strategi_Bisnis", "x": 430.1043094440692, "y": 652.7771732207789, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 52.7731, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2060181212338274791", "id": "Strategi_Bisnis", "source": "tweet-000004", "content": "Fiskal Indonesia di bawah pemerintahan saat ini tetap dikelola dengan prinsip kehati-hatian. Spekulasi mengenai APBN jebol itu berlebihan; pemerintah justru sedang fokus menjaga resiliensi ekonomi nasional di tengah tekanan global.", "post_id": "2060181212338274791"}}, {"key": "vivasumsel_on.the.spot", "attributes": {"label": "vivasumsel_on.the.spot", "x": 899.6335628681455, "y": 100.0676140963529, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 28.526, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3905621148474914980_6614111699", "id": "vivasumsel_on.the.spot", "source": "instagram-000001", "content": "VIVA SUMSEL.COM, PALEMBANG - Sumatera Selatan sebagai salah satu provinsi di Swarnadwipa, memiliki kontribusi tinggi terhadap perekonomian nasional melalui sumber daya alam yang melimpah, posisi geografis yang strategis, serta didukung kearifan lokalnya, menjadikannya wilayah yang memiliki daya tarik tinggi bagi investor.\n\nKontribusi Sumatera Selatan tidak terlepas dari sektor-sektor ekonomi utamanya yaitu pertambangan, industri pengolahan, pertanian, perdagangan, transportasi dan jasa.\n\nHal ini tercermin dalam capaiannya pada triwulan I 2026, yang mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,34% (yoy) dengan kontribusi mencapai 13,60% terhadap perekonomian regional Sumatera.\n\nKondisi ini juga menunjukkan resiliensi ekonomi daerah ditengah dinamika ekonomi global dan domestik.\n\nMelihat keunggulan tersebut, Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan bersama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menginisiasi kegiatan “Launching, Talkshow dan Capacity Building Penyusunan Dokumen Studi Pendahuluan” di Hotel Aryaduta, Palembang.\n\nDalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Bambang Pramono menyampaikan pentingnya pembentukan Task Force Percepatan Investasi yang diharapkan dapat menjadi wadah koordinasi strategis antar pemangku kepentingan guna mempercepat penyelesaian hambatan investasi serta semakin memperkuat kesiapan proyek investasi daerah agar semakin bankable, marketable, dan implmentable.\n\nHal ini disambut baik oleh Staf Ahli Gubernur Sumsel Bidang Pemerintah, Hukum, dan Politik Setda Provinsi Sumsel,Pandji Tjahjanto, S.HUT., M.Si yang turut menyampaikan apresiasinya atas dukungan dan peran nyata Bank Indonesia dalam mendorong investasi, khususnya di Sumatera Selatan.\n\nTalkshow yang menjadi rangkaian kegiatan menghadirkan narasumber dari Koordinator Bank Indonesia Wilayah Sumatera – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Bp. Hasudungan P. Siburian, yang membahas inovasi dan success story Regional Investment Relation Unit (RIRU) Sumatera Utara, tantangan mempromosikan IPRO di Sumatera Utara\n\n#bankindonesiasumateraselatan \n \n#bankindonesiasumsel \n#pemprovsumsel \n#fyp\n\n#pengikutinstagram", "post_id": "3905621148474914980_6614111699"}}, {"key": "bank_indonesia_sumsel", "attributes": {"label": "bank_indonesia_sumsel", "x": 133.48767919658223, "y": 319.617505506167, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 40.6496, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3905621148474914980_6614111699", "id": "bank_indonesia_sumsel", "source": "instagram-000001", "content": "VIVA SUMSEL.COM, PALEMBANG - Sumatera Selatan sebagai salah satu provinsi di Swarnadwipa, memiliki kontribusi tinggi terhadap perekonomian nasional melalui sumber daya alam yang melimpah, posisi geografis yang strategis, serta didukung kearifan lokalnya, menjadikannya wilayah yang memiliki daya tarik tinggi bagi investor.\n\nKontribusi Sumatera Selatan tidak terlepas dari sektor-sektor ekonomi utamanya yaitu pertambangan, industri pengolahan, pertanian, perdagangan, transportasi dan jasa.\n\nHal ini tercermin dalam capaiannya pada triwulan I 2026, yang mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,34% (yoy) dengan kontribusi mencapai 13,60% terhadap perekonomian regional Sumatera.\n\nKondisi ini juga menunjukkan resiliensi ekonomi daerah ditengah dinamika ekonomi global dan domestik.\n\nMelihat keunggulan tersebut, Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan bersama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menginisiasi kegiatan “Launching, Talkshow dan Capacity Building Penyusunan Dokumen Studi Pendahuluan” di Hotel Aryaduta, Palembang.\n\nDalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Bambang Pramono menyampaikan pentingnya pembentukan Task Force Percepatan Investasi yang diharapkan dapat menjadi wadah koordinasi strategis antar pemangku kepentingan guna mempercepat penyelesaian hambatan investasi serta semakin memperkuat kesiapan proyek investasi daerah agar semakin bankable, marketable, dan implmentable.\n\nHal ini disambut baik oleh Staf Ahli Gubernur Sumsel Bidang Pemerintah, Hukum, dan Politik Setda Provinsi Sumsel,Pandji Tjahjanto, S.HUT., M.Si yang turut menyampaikan apresiasinya atas dukungan dan peran nyata Bank Indonesia dalam mendorong investasi, khususnya di Sumatera Selatan.\n\nTalkshow yang menjadi rangkaian kegiatan menghadirkan narasumber dari Koordinator Bank Indonesia Wilayah Sumatera – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Bp. Hasudungan P. Siburian, yang membahas inovasi dan success story Regional Investment Relation Unit (RIRU) Sumatera Utara, tantangan mempromosikan IPRO di Sumatera Utara\n\n#bankindonesiasumateraselatan \n \n#bankindonesiasumsel \n#pemprovsumsel \n#fyp\n\n#pengikutinstagram", "post_id": "3905621148474914980_6614111699"}}, {"key": "pemprovsumsel", "attributes": {"label": "pemprovsumsel", "x": 777.9763636013932, "y": 117.79602260320088, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 40.6496, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3905621148474914980_6614111699", "id": "pemprovsumsel", "source": "instagram-000001", "content": "VIVA SUMSEL.COM, PALEMBANG - Sumatera Selatan sebagai salah satu provinsi di Swarnadwipa, memiliki kontribusi tinggi terhadap perekonomian nasional melalui sumber daya alam yang melimpah, posisi geografis yang strategis, serta didukung kearifan lokalnya, menjadikannya wilayah yang memiliki daya tarik tinggi bagi investor.\n\nKontribusi Sumatera Selatan tidak terlepas dari sektor-sektor ekonomi utamanya yaitu pertambangan, industri pengolahan, pertanian, perdagangan, transportasi dan jasa.\n\nHal ini tercermin dalam capaiannya pada triwulan I 2026, yang mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,34% (yoy) dengan kontribusi mencapai 13,60% terhadap perekonomian regional Sumatera.\n\nKondisi ini juga menunjukkan resiliensi ekonomi daerah ditengah dinamika ekonomi global dan domestik.\n\nMelihat keunggulan tersebut, Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan bersama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menginisiasi kegiatan “Launching, Talkshow dan Capacity Building Penyusunan Dokumen Studi Pendahuluan” di Hotel Aryaduta, Palembang.\n\nDalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Bambang Pramono menyampaikan pentingnya pembentukan Task Force Percepatan Investasi yang diharapkan dapat menjadi wadah koordinasi strategis antar pemangku kepentingan guna mempercepat penyelesaian hambatan investasi serta semakin memperkuat kesiapan proyek investasi daerah agar semakin bankable, marketable, dan implmentable.\n\nHal ini disambut baik oleh Staf Ahli Gubernur Sumsel Bidang Pemerintah, Hukum, dan Politik Setda Provinsi Sumsel,Pandji Tjahjanto, S.HUT., M.Si yang turut menyampaikan apresiasinya atas dukungan dan peran nyata Bank Indonesia dalam mendorong investasi, khususnya di Sumatera Selatan.\n\nTalkshow yang menjadi rangkaian kegiatan menghadirkan narasumber dari Koordinator Bank Indonesia Wilayah Sumatera – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Bp. Hasudungan P. Siburian, yang membahas inovasi dan success story Regional Investment Relation Unit (RIRU) Sumatera Utara, tantangan mempromosikan IPRO di Sumatera Utara\n\n#bankindonesiasumateraselatan \n \n#bankindonesiasumsel \n#pemprovsumsel \n#fyp\n\n#pengikutinstagram", "post_id": "3905621148474914980_6614111699"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 499.03865169741556, "y": 382.73631732168155, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 190.1716, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3922830059119589555_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia (BI) telah menggulirkan sejumlah bauran kebijakan untuk memitigasi dampak ketidakpastian global, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, serta mengendalikan laju inflasi. \n\nLangkah strategis ini ditempuh lewat kombinasi pengetatan suku bunga acuan, intervensi agresif di pasar valuta asing (valas) dengan volume besar, penguatan likuiditas pasar, penjagaan kecukupan cadangan devisa, hingga perluasan jaringan kerja sama internasional.\n\nGubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bahwa rangkaian bauran kebijakan tersebut telah membuahkan hasil yang positif bagi penguatan dan resiliensi mata uang Garuda.\n\n\"Bank Indonesia terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi dalam rangka memitigasi dampak gejolak global. Kami juga sudah menyampaikan beberapa kali terkait strategi tujuh langkah BI,\" kata Perry dalam konferensi pers RDG BI Bulanan di Jakarta, Kamis (18/6/2026).\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/economics/gubernur-bi-optimistis-bauran-kebijakan-dorong-penguatan-rupiah-ke-depan\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity #stabilitasnilaitukar #rupiah #BankIndonesia", "post_id": "3922830059119589555_3310659452"}}, {"key": "ep.unisba", "attributes": {"label": "ep.unisba", "x": 594.8891479491004, "y": 586.3156292763776, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 28.526, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7647711288092560648", "id": "ep.unisba", "source": "tiktok-000001", "content": "🌊 Selat Hormuz & Risiko Sistemik Energi! ⚡ Pernah nggak kepikiran kalau konflik di jalur energi global bisa bikin ekonomi Indonesia berguncang? 🤯 Yuk simak insight dari Prof. Dr. Ima Amaliah, S.E., M.Si. dan Praktisi Bank Indonesia Jawa Barat tentang: ✅ Transmisi guncangan energi ✅ Stabilitas moneter Indonesia ✅ Resiliensi ekonomi nasional 💪 🎤 Bersama Master of Ceremony: Nabil Athala Naufal 🗣️ Moderator: M. Yasin As Suhaimi 📅 Rabu, 3 Juni 2026 🕧 12.30 WIB – Selesai 📍 Auditorium Lt. 8, Gedung Dekanat UNISBA 💡 Jangan sampai ketinggalan, karena paham risiko sistemik = siap hadapi guncangan ekonomi! #epunisba #KasumifVol2 #SelatHormuz #StabilitasEkonomi #fyp", "post_id": "7647711288092560648"}}, {"key": "ima", "attributes": {"label": "ima", "x": 429.38699943325634, "y": 829.4544244833249, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 52.7731, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7647711288092560648", "id": "ima", "source": "tiktok-000001", "content": "🌊 Selat Hormuz & Risiko Sistemik Energi! ⚡ Pernah nggak kepikiran kalau konflik di jalur energi global bisa bikin ekonomi Indonesia berguncang? 🤯 Yuk simak insight dari Prof. Dr. Ima Amaliah, S.E., M.Si. dan Praktisi Bank Indonesia Jawa Barat tentang: ✅ Transmisi guncangan energi ✅ Stabilitas moneter Indonesia ✅ Resiliensi ekonomi nasional 💪 🎤 Bersama Master of Ceremony: Nabil Athala Naufal 🗣️ Moderator: M. Yasin As Suhaimi 📅 Rabu, 3 Juni 2026 🕧 12.30 WIB – Selesai 📍 Auditorium Lt. 8, Gedung Dekanat UNISBA 💡 Jangan sampai ketinggalan, karena paham risiko sistemik = siap hadapi guncangan ekonomi! #epunisba #KasumifVol2 #SelatHormuz #StabilitasEkonomi #fyp", "post_id": "7647711288092560648"}}, {"key": "@renergi-v3k", "attributes": {"label": "@renergi-v3k", "x": 416.4782686225015, "y": 91.95829600321225, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.526, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "bo5IUDdu5jk", "id": "@renergi-v3k", "source": "youtube-000001", "content": "EP 1 - Peran Gas Dalam Transisi Energi\n\n⚡ Gas Bumi di Asia Tenggara: Penghambat atau Enabler Transisi Energi?\nDalam diskusi transisi energi global, gas bumi sering diperdebatkan secara ekstrem — solusi atau beban? Di Asia Tenggara, pertanyaannya jauh lebih strategis dari itu. Bukan soal gas itu baik atau buruk. Tapi apakah sistem energi ASEAN bisa bertransisi secara stabil tanpa gas?\n\nYang kita bahas di episode ini:\n✅ Mengapa permintaan gas di ASEAN berpotensi naik sebelum turun\n✅ Peran gas sebagai balancing capacity untuk energi surya dan angin\n✅ Teknologi CCGT dan fleksibilitasnya dalam sistem pembangkitan modern\n✅ Dimensi geopolitik: LNG, ketahanan pasokan, dan diplomasi energi kawasan\n✅ Mengapa transisi energi bukan hanya soal emisi, tapi juga soal resiliensi sistem\n\nGas bukan tujuan akhir. Tapi dalam 10–20 tahun ke depan, ia kemungkinan besar adalah penentu arah dan kecepatan transisi energi ASEAN.\n\n🔔 Subscribe untuk analisis energi berbasis data dan perspektif teknik setiap minggunya.\n🌐 re-nergi.com\n📸 Instagram:", "post_id": "bo5IUDdu5jk"}}, {"key": "renergitek", "attributes": {"label": "renergitek", "x": 113.64237460007153, "y": 206.96611426777645, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 52.7731, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "bo5IUDdu5jk", "id": "renergitek", "source": "youtube-000001", "content": "EP 1 - Peran Gas Dalam Transisi Energi\n\n⚡ Gas Bumi di Asia Tenggara: Penghambat atau Enabler Transisi Energi?\nDalam diskusi transisi energi global, gas bumi sering diperdebatkan secara ekstrem — solusi atau beban? Di Asia Tenggara, pertanyaannya jauh lebih strategis dari itu. Bukan soal gas itu baik atau buruk. Tapi apakah sistem energi ASEAN bisa bertransisi secara stabil tanpa gas?\n\nYang kita bahas di episode ini:\n✅ Mengapa permintaan gas di ASEAN berpotensi naik sebelum turun\n✅ Peran gas sebagai balancing capacity untuk energi surya dan angin\n✅ Teknologi CCGT dan fleksibilitasnya dalam sistem pembangkitan modern\n✅ Dimensi geopolitik: LNG, ketahanan pasokan, dan diplomasi energi kawasan\n✅ Mengapa transisi energi bukan hanya soal emisi, tapi juga soal resiliensi sistem\n\nGas bukan tujuan akhir. Tapi dalam 10–20 tahun ke depan, ia kemungkinan besar adalah penentu arah dan kecepatan transisi energi ASEAN.\n\n🔔 Subscribe untuk analisis energi berbasis data dan perspektif teknik setiap minggunya.\n🌐 re-nergi.com\n📸 Instagram:", "post_id": "bo5IUDdu5jk"}}, {"key": "@HippoAcademy", "attributes": {"label": "@HippoAcademy", "x": 855.7322251161756, "y": 556.5142941911708, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.526, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "won5ClMP_uU", "id": "@HippoAcademy", "source": "youtube-000001", "content": "PRABOWO BIKIN MALAYSIA PANIK! RUPIAH IHSG MELONJAK PESAT, SINGAPURA-MALAYSIA AUTO KETAR-KETIR!\n\nAkselerasi performa instrumen keuangan domestik dan penataan ketahanan sektor riil menjadi pilar utama Pemerintah Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi di kawasan Asia Tenggara. Pada perdagangan pertengahan Juni 2026, pasar modal nasional mencatatkan pertumbuhan impresif di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju positif hingga 5% pada sesi pertama. Lonjakan ini didorong oleh aksi korporasi penguatan aset serta konsolidasi strategis komitmen perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yang berjalan selaras dengan meredanya tensi geopolitik global antara Amerika Serikat dan Iran sehingga memicu kembalinya kepercayaan investor global ke pasar berkembang (*emerging markets*).\n\nResiliensi finansial ini diperkuat oleh penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, yang memicu penyesuaian portofolio para pelaku pasar valuta asing demi memitigasi risiko spekulatif. Di sisi lain, lompatan besar di sektor hulu ditunjukkan oleh capaian swasembada pangan terintegrasi dengan volume cadangan beras nasional yang stabil. Langkah kemandirian pangan dan energi ini secara langsung mengubah peta ketergantungan logistik regional, sekaligus mendorong analisis komparatif dan evaluasi rantai pasok dari negara-negara mitra dagang seperti Singapura dan Malaysia terkait pergeseran pusat gravitasi ekonomi di kawasan. Simak ulasan mendalam mengenai analisis pergerakan IHSG, strategi pengelolaan cadangan pangan nasional, serta dampaknya bagi ketahanan ekonomi makro Indonesia di Asia Tenggara dalam video ini sampai selesai!\n\n#PasarModal #PertumbuhanIHSG #SwasembadaPangan #KetahananEkonomi #IndonesiaMaju\n\nFollow Sosial Media Hippo Academy 👇👇\n🔴 TikTok : https://www.tiktok.com/\n🔴 Instagram : https://www.instagram.com/hippoacademy.id/\n🔴 Facebook : https://www.facebook.com/share/1CnW57ATMR/\n\n© Copyright Disclaimer under section 107 of the Copyright Act of 1976, allowance is made for \"fair use\" for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, education and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing.", "post_id": "won5ClMP_uU"}}, {"key": "hippoacademy.id/", "attributes": {"label": "hippoacademy.id/", "x": 207.73162552088098, "y": 506.5060719634502, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 52.7731, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "won5ClMP_uU", "id": "hippoacademy.id/", "source": "youtube-000001", "content": "PRABOWO BIKIN MALAYSIA PANIK! RUPIAH IHSG MELONJAK PESAT, SINGAPURA-MALAYSIA AUTO KETAR-KETIR!\n\nAkselerasi performa instrumen keuangan domestik dan penataan ketahanan sektor riil menjadi pilar utama Pemerintah Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi di kawasan Asia Tenggara. Pada perdagangan pertengahan Juni 2026, pasar modal nasional mencatatkan pertumbuhan impresif di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju positif hingga 5% pada sesi pertama. Lonjakan ini didorong oleh aksi korporasi penguatan aset serta konsolidasi strategis komitmen perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yang berjalan selaras dengan meredanya tensi geopolitik global antara Amerika Serikat dan Iran sehingga memicu kembalinya kepercayaan investor global ke pasar berkembang (*emerging markets*).\n\nResiliensi finansial ini diperkuat oleh penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, yang memicu penyesuaian portofolio para pelaku pasar valuta asing demi memitigasi risiko spekulatif. Di sisi lain, lompatan besar di sektor hulu ditunjukkan oleh capaian swasembada pangan terintegrasi dengan volume cadangan beras nasional yang stabil. Langkah kemandirian pangan dan energi ini secara langsung mengubah peta ketergantungan logistik regional, sekaligus mendorong analisis komparatif dan evaluasi rantai pasok dari negara-negara mitra dagang seperti Singapura dan Malaysia terkait pergeseran pusat gravitasi ekonomi di kawasan. Simak ulasan mendalam mengenai analisis pergerakan IHSG, strategi pengelolaan cadangan pangan nasional, serta dampaknya bagi ketahanan ekonomi makro Indonesia di Asia Tenggara dalam video ini sampai selesai!\n\n#PasarModal #PertumbuhanIHSG #SwasembadaPangan #KetahananEkonomi #IndonesiaMaju\n\nFollow Sosial Media Hippo Academy 👇👇\n🔴 TikTok : https://www.tiktok.com/\n🔴 Instagram : https://www.instagram.com/hippoacademy.id/\n🔴 Facebook : https://www.facebook.com/share/1CnW57ATMR/\n\n© Copyright Disclaimer under section 107 of the Copyright Act of 1976, allowance is made for \"fair use\" for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, education and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing.", "post_id": "won5ClMP_uU"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 517.8767308157809, "y": 248.38850758752895, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.526, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "PL5ayp9keWE", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Pastikan Postur APBN Tetap Aman & Stabil | EKONOMI 8\n\nGARUDA TV - Strategi matang pemerintah dalam menjaga resiliensi ekonomi domestik di tengah gejolak pasar global! 🇮🇩 Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) yang dinamis direspons cepat oleh otoritas fiskal nasional. Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan bahwa volatilitas mata uang yang terjadi saat ini tidak akan mengganggu postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).\n\nPemerintah menegaskan telah mengintegrasikan berbagai langkah antisipasi matang terhadap potensi depresiasi Rupiah sejak awal penyusunan anggaran. Fokus utama saat ini adalah menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik agar tetap berada di jalur positif untuk jangka pendek, menengah, hingga panjang. Sebagai langkah konkret menjaga stabilitas pasar keuangan, Kementerian Keuangan terus memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia (BI), salah satunya melalui intervensi terukur di pasar obligasi guna menahan kenaikan yield atau imbal hasil agar tidak melonjak terlalu tajam. Fondasi ekonomi yang tangguh menjadi modal utama optimisme bahwa nilai tukar akan kembali bergerak stabil mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia yang sebenarnya. 📈💸\n\nSimak ulasan lengkap mengenai manajemen risiko fiskal serta pernyataan langsung Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dalam tayangan laporan tim liputan berikut ini!\n\n#StabilitasRupiah #KebijakanFiskal #MenkeuPurbaya #PasarKeuangan #EkonomiIndonesia2026 #IntervensiPasar #APBN2026 #KementerianKeuangan #BankIndonesia #GarudaTV #BreakingNews\n\n\n\n\n\n\nDigital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "PL5ayp9keWE"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 370.933116845656, "y": 215.3982061174866, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 52.7731, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "PL5ayp9keWE", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Pastikan Postur APBN Tetap Aman & Stabil | EKONOMI 8\n\nGARUDA TV - Strategi matang pemerintah dalam menjaga resiliensi ekonomi domestik di tengah gejolak pasar global! 🇮🇩 Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) yang dinamis direspons cepat oleh otoritas fiskal nasional. Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan bahwa volatilitas mata uang yang terjadi saat ini tidak akan mengganggu postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).\n\nPemerintah menegaskan telah mengintegrasikan berbagai langkah antisipasi matang terhadap potensi depresiasi Rupiah sejak awal penyusunan anggaran. Fokus utama saat ini adalah menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik agar tetap berada di jalur positif untuk jangka pendek, menengah, hingga panjang. Sebagai langkah konkret menjaga stabilitas pasar keuangan, Kementerian Keuangan terus memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia (BI), salah satunya melalui intervensi terukur di pasar obligasi guna menahan kenaikan yield atau imbal hasil agar tidak melonjak terlalu tajam. Fondasi ekonomi yang tangguh menjadi modal utama optimisme bahwa nilai tukar akan kembali bergerak stabil mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia yang sebenarnya. 📈💸\n\nSimak ulasan lengkap mengenai manajemen risiko fiskal serta pernyataan langsung Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dalam tayangan laporan tim liputan berikut ini!\n\n#StabilitasRupiah #KebijakanFiskal #MenkeuPurbaya #PasarKeuangan #EkonomiIndonesia2026 #IntervensiPasar #APBN2026 #KementerianKeuangan #BankIndonesia #GarudaTV #BreakingNews\n\n\n\n\n\n\nDigital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "PL5ayp9keWE"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "attributes": {"label": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "x": 396.3245325813656, "y": 630.3359480338647, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.526, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "r2nXhg6IxXk", "id": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "APBN 2026 KRITIS❓ Defisit Naik 140%, Ini Dampaknya ke Rakyat‼️\n\nApakah APBN 2026 Indonesia masih cukup kuat menahan guncangan global? Di tengah resiliensi ekonomi nasional, ruang fiskal Indonesia mulai menghadapi tekanan hebat. Realisasi defisit APBN per Maret 2026 melonjak hingga 240,1 triliun Rupiah atau naik 140% dibanding tahun lalu.\n\nDalam video ini, kita membedah kritik tajam dari para ekonom terkait risiko harga minyak dunia yang bisa menembus 105 Dollar AS per barel. Jika skenario ini terjadi bersamaan dengan nilai tukar Rupiah di level 17.000, defisit anggaran diprediksi melampaui batas konstitusi 3 persen, tepatnya di angka 3,6%!\n\nSimak analisis mendalam dari Guru Besar Unair Rahma Gafmi dan Pengamat Ekonomi UI Dipo Satria Ramli mengenai dilema pemerintah: Menambah utang atau menaikkan harga BBM subsidi?\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Rifqi Rahmandika\n\n#koranjakarta #news #apbn2026  #DefisitAnggaran #hargabbm  #ekonomiindonesia  #MenkeuPurbaya #rupiah  #hargaminyak  #krisisenergi  #beritaekonomi  #hardnews #purbaya #menkeu #menterikeuangan \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "r2nXhg6IxXk"}}, {"key": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "koranjakarta...", "x": 509.03744114269455, "y": 719.9109094506006, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 52.7731, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "r2nXhg6IxXk", "id": "koranjakarta...", "source": "youtube-000001", "content": "APBN 2026 KRITIS❓ Defisit Naik 140%, Ini Dampaknya ke Rakyat‼️\n\nApakah APBN 2026 Indonesia masih cukup kuat menahan guncangan global? Di tengah resiliensi ekonomi nasional, ruang fiskal Indonesia mulai menghadapi tekanan hebat. Realisasi defisit APBN per Maret 2026 melonjak hingga 240,1 triliun Rupiah atau naik 140% dibanding tahun lalu.\n\nDalam video ini, kita membedah kritik tajam dari para ekonom terkait risiko harga minyak dunia yang bisa menembus 105 Dollar AS per barel. Jika skenario ini terjadi bersamaan dengan nilai tukar Rupiah di level 17.000, defisit anggaran diprediksi melampaui batas konstitusi 3 persen, tepatnya di angka 3,6%!\n\nSimak analisis mendalam dari Guru Besar Unair Rahma Gafmi dan Pengamat Ekonomi UI Dipo Satria Ramli mengenai dilema pemerintah: Menambah utang atau menaikkan harga BBM subsidi?\n\nBerita Selengkapnya :\n\nReporter: \nVideo Editor: Rifqi Rahmandika\n\n#koranjakarta #news #apbn2026  #DefisitAnggaran #hargabbm  #ekonomiindonesia  #MenkeuPurbaya #rupiah  #hargaminyak  #krisisenergi  #beritaekonomi  #hardnews #purbaya #menkeu #menterikeuangan \n============================================================\n\nKunjungi media sosial kami untuk mendapatkan informasi terbaru.\n\nInstagram:   / koranjakarta.id  \nTwitter: https://x.com/koranjakarta_id/\nFacebook:   / koran.jakarta  \nThread: https://www.threads.com/\nTiktok:   / koranjakarta  \n\nWebsite Koran Jakarta : https://koran-jakarta.com\n\nHave any idea, or business inquiries\ndigital-jakarta.com\n\nKebenaran itu Tidak Pernah Memihak!", "post_id": "r2nXhg6IxXk"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 918.5806983948609, "y": 31.336346926538084, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.526, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "PBTIgs5lTTw", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "Asing Bilang\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! Di tengah layar portofolio yang memerah dan kepanikan pasar akhir-akhir ini, apakah Indonesia benar-benar sedang menuju jurang resesi? Atau, jangan-jangan kita sedang dipermainkan oleh ilusi narasi dan rekayasa likuiditas kelas wahid?\n\n00:06 Anatomi Propaganda #SellIndonesia\n07:36 Bukan Resesi, Hanya Krisis Kepercayaan\n17:27 Mengapa Fundamental Indonesia Mustahil Tumbang\n24:46 Mengapa Bertahan di Indonesia Adalah Pilihan Tepat\n\nBelakangan ini, media finansial global kompak menyuarakan narasi #SellIndonesia seiring dengan derasnya arus dana asing yang keluar dari bursa saham domestik. Namun, jangan terburu-buru panik! Di liga institusi raksasa, berita hanyalah lagging indicator yang memotret aksi jual yang sebenarnya sudah selesai terjadi. Narasi makro yang menakutkan ini sengaja diamplifikasi untuk menciptakan \"rekayasa likuiditas\". Tujuannya? Memicu kepanikan ritel agar melakukan cut loss berjamaah, sehingga institusi asing bisa menyerap kembali saham-saham blue chip berfundamental bagus di harga diskon yang sangat murah. Saham perbankan raksasa dan energi sering menjadi korban salah harga (mispricing) ini, padahal mereka terus mencetak rekor laba.\n\nSecara makroekonomi, fakta datanya tak terbantahkan: Indonesia tidak sedang mengalami krisis, apalagi resesi. Fundamental ekonomi kita sangat tangguh dengan pertumbuhan PDB stabil di atas 5%, yang kebal sentimen eksternal karena lebih dari 50% ditopang oleh konsumsi rumah tangga. Laju inflasi kita juga sangat jinak di bawah 3%, membuktikan keberhasilan koordinasi otoritas fiskal dan moneter. Jika Bank Indonesia mempertahankan suku bunga tinggi, itu bukanlah sinyal kepanikan, melainkan manuver pertahanan presisi untuk melindungi nilai tukar Rupiah dari imported inflation.\n\nLantas, apa yang membuat publik pesimis? Yang terjadi saat ini murni adalah Krisis Kepercayaan (Crisis of Confidence), bukan krisis ekonomi riil. Krisis ini berakar dari trauma masa lalu atas inefisiensi program raksasa seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Kawasan Daulat Pangan Maju (KDMP). Diperparah lagi, kebijakan strategis seperti Ekspor 1 Pintu disambut dengan skeptisisme tinggi dan manipulasi sentimen yang hiperbolis. Penolakan masif ini nyatanya sering ditunggangi oleh barisan pencari rente (rent-seekers) dan calo birokrasi yang merasa \"ladang\" keuntungannya terancam hilang. Solusi tunggal untuk meredam ini hanyalah lewat transparansi absolut melalui audit digital dan pengawasan terbuka dari pemerintah.\n\nBagi pemikir rasional di Wawasan Cerdas, bertahan di Indonesia adalah keputusan investasi yang paling masuk akal. Rasa frustrasi terhadap birokrasi dan volatilitas pasar sejatinya hanyalah \"biaya sewa\" atau risk premium yang lumrah di negara berkembang yang sedang bertransisi. Jangan lupakan nilai intrinsik tanah air ini, tempat di mana karier dan finansial kita bertumbuh dari resiliensi perputaran ekonomi lokal. Mari kita ubah mindset investasi kita menjadi tesis lintas generasi. Kita bertahan dan membangun hari ini sebagai bentuk altruisme rasional—sebuah kepuasan batin agar generasi masa depan mewarisi ekosistem negara yang efisien, kuat, dan bermartabat.\n\nKekayaan tidak diciptakan dengan mengikuti tajuk berita yang menakutkan, melainkan dengan membeli ketakutan orang lain di harga diskon paling rasional.\n\n💡 Dukung terus literasi finansial yang cerdas dan objektif! Jangan lupa tekan tombol LIKE, berikan pendapat Anda di kolom KOMENTAR, dan SUBSCRIBE channel Wawasan Cerdas agar tidak ketinggalan analisis mendalam lainnya. Bagikan video ini ke teman dan keluarga agar mereka tidak ikut terjebak kepanikan pasar!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#WawasanCerdas #EkonomiIndonesia #InvestasiSaham #ResesiEkonomi #SellIndonesia #IHSG #SahamPemula #LiterasiKeuangan #KrisisKepercayaan #PDBIndonesia #MakroEkonomi #StrategiInvestasi #KrisisEkonomi #PeluangSaham #InvestorRasional #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "PBTIgs5lTTw"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 627.7605831592052, "y": 776.9400577707293, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 52.7731, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "PBTIgs5lTTw", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "Asing Bilang\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! Di tengah layar portofolio yang memerah dan kepanikan pasar akhir-akhir ini, apakah Indonesia benar-benar sedang menuju jurang resesi? Atau, jangan-jangan kita sedang dipermainkan oleh ilusi narasi dan rekayasa likuiditas kelas wahid?\n\n00:06 Anatomi Propaganda #SellIndonesia\n07:36 Bukan Resesi, Hanya Krisis Kepercayaan\n17:27 Mengapa Fundamental Indonesia Mustahil Tumbang\n24:46 Mengapa Bertahan di Indonesia Adalah Pilihan Tepat\n\nBelakangan ini, media finansial global kompak menyuarakan narasi #SellIndonesia seiring dengan derasnya arus dana asing yang keluar dari bursa saham domestik. Namun, jangan terburu-buru panik! Di liga institusi raksasa, berita hanyalah lagging indicator yang memotret aksi jual yang sebenarnya sudah selesai terjadi. Narasi makro yang menakutkan ini sengaja diamplifikasi untuk menciptakan \"rekayasa likuiditas\". Tujuannya? Memicu kepanikan ritel agar melakukan cut loss berjamaah, sehingga institusi asing bisa menyerap kembali saham-saham blue chip berfundamental bagus di harga diskon yang sangat murah. Saham perbankan raksasa dan energi sering menjadi korban salah harga (mispricing) ini, padahal mereka terus mencetak rekor laba.\n\nSecara makroekonomi, fakta datanya tak terbantahkan: Indonesia tidak sedang mengalami krisis, apalagi resesi. Fundamental ekonomi kita sangat tangguh dengan pertumbuhan PDB stabil di atas 5%, yang kebal sentimen eksternal karena lebih dari 50% ditopang oleh konsumsi rumah tangga. Laju inflasi kita juga sangat jinak di bawah 3%, membuktikan keberhasilan koordinasi otoritas fiskal dan moneter. Jika Bank Indonesia mempertahankan suku bunga tinggi, itu bukanlah sinyal kepanikan, melainkan manuver pertahanan presisi untuk melindungi nilai tukar Rupiah dari imported inflation.\n\nLantas, apa yang membuat publik pesimis? Yang terjadi saat ini murni adalah Krisis Kepercayaan (Crisis of Confidence), bukan krisis ekonomi riil. Krisis ini berakar dari trauma masa lalu atas inefisiensi program raksasa seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Kawasan Daulat Pangan Maju (KDMP). Diperparah lagi, kebijakan strategis seperti Ekspor 1 Pintu disambut dengan skeptisisme tinggi dan manipulasi sentimen yang hiperbolis. Penolakan masif ini nyatanya sering ditunggangi oleh barisan pencari rente (rent-seekers) dan calo birokrasi yang merasa \"ladang\" keuntungannya terancam hilang. Solusi tunggal untuk meredam ini hanyalah lewat transparansi absolut melalui audit digital dan pengawasan terbuka dari pemerintah.\n\nBagi pemikir rasional di Wawasan Cerdas, bertahan di Indonesia adalah keputusan investasi yang paling masuk akal. Rasa frustrasi terhadap birokrasi dan volatilitas pasar sejatinya hanyalah \"biaya sewa\" atau risk premium yang lumrah di negara berkembang yang sedang bertransisi. Jangan lupakan nilai intrinsik tanah air ini, tempat di mana karier dan finansial kita bertumbuh dari resiliensi perputaran ekonomi lokal. Mari kita ubah mindset investasi kita menjadi tesis lintas generasi. Kita bertahan dan membangun hari ini sebagai bentuk altruisme rasional—sebuah kepuasan batin agar generasi masa depan mewarisi ekosistem negara yang efisien, kuat, dan bermartabat.\n\nKekayaan tidak diciptakan dengan mengikuti tajuk berita yang menakutkan, melainkan dengan membeli ketakutan orang lain di harga diskon paling rasional.\n\n💡 Dukung terus literasi finansial yang cerdas dan objektif! Jangan lupa tekan tombol LIKE, berikan pendapat Anda di kolom KOMENTAR, dan SUBSCRIBE channel Wawasan Cerdas agar tidak ketinggalan analisis mendalam lainnya. Bagikan video ini ke teman dan keluarga agar mereka tidak ikut terjebak kepanikan pasar!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#WawasanCerdas #EkonomiIndonesia #InvestasiSaham #ResesiEkonomi #SellIndonesia #IHSG #SahamPemula #LiterasiKeuangan #KrisisKepercayaan #PDBIndonesia #MakroEkonomi #StrategiInvestasi #KrisisEkonomi #PeluangSaham #InvestorRasional #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "PBTIgs5lTTw"}}], "edges": [{"key": "buluslg", "source": "buluslg", "target": "buluslg", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "buluslg", "source": "buluslg", "target": "buluslg", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "triwul82", "source": "triwul82", "target": "RakyatBerbisik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "pedas13777", "source": "pedas13777", "target": "Strategi_Bisnis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "vivasumsel_on.the.spot", "source": "vivasumsel_on.the.spot", "target": "bank_indonesia_sumsel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "vivasumsel_on.the.spot", "source": "vivasumsel_on.the.spot", "target": "pemprovsumsel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "ep.unisba", "source": "ep.unisba", "target": "ima", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@renergi-v3k", "source": "@renergi-v3k", "target": "renergitek", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@HippoAcademy", "source": "@HippoAcademy", "target": "hippoacademy.id/", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "source": "@KoranJakartaYoutubeOfficial", "target": "koranjakarta...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}